Rombongan 993

Bukan saja sedekah membuka pintu rezeki seseorang, tetapi bahkan bersedekah juga melipat-gandakan rezeki yang ada pada kita.
Posted by on May 10, 2017

ERNI BINTI NARDI (24, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Jember, RT 5/3, Desa Kampung Baru, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Erni dan suamimya, Ortha Melando (27), telah berumah tangga selama 5 tahun. Selama itu, pasangan tersebut belum dikaruniai keturunan. Untuk segera mendapatkan anak, salah satu usaha yang dilakukan oleh Erni adalah dengan mengkonsumsi jamu. Sayangnya usaha tersebut malah menjadikan Erni terkena penyakit. Sekitar 10 bulan yang lalu, tensi Erni sempat tinggi. Setelah diperiksakan ke rumah sakit, Erni dinyatakan gagal ginjal. Sampai saat ini, Erni telah melakukan penyinaran sebanyak 52 kali, rawat inap sebanyak 17 kali dan untuk sekarang Erni harus kontrol setiap awal bulannya untuk cuci darah di RS Saiful Anwar (RSSA) Malang. Suaminya, Ortha Melando (27), memilih berhenti dari pekerjaannya sebagai karyawan untuk merawat Erni yang lebih berharga baginya. Karena tidak memiliki pekerjaan, pasangan ini dan keluarganya pelan-pelan mulai menjual segala harta bendanya untuk biaya pengobatan Erni. Beruntung biaya pengobatan Erni yang rutin kontrol ini banyak terbantu dengan Fasilitas Kesehatan JKN-KIS Mandiri Kelas I. Melihat kesulitan tersebut, kurir Sedekah Rombongan tanggap memberikan bantuan kepada Erni yang bulan ini dialokasikan untuk biaya transportasi pulang pergi Jombang-Malang, membeli obat-obatan, biaya iuran BPJS dan untuk perbaikan keadaan umum. Bantuan pada bulan sebelumnya telah tercatat pada nomor rombongan 986. Semoga bantuan dari Sedekaholics bisa meringankan beban Erni sekeluarga dan semoga lekas diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Mei 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Erni menderita gagal ginjal


IRPAN SAPUTRA (18, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Kp. Malang Nengah, RT 3/1, Kel. Ciseeng, Kec. Ciseeng, Kab. Bogor, Prov. Jawa Barat. Tak kenal lelah Bu Haidah (48) demi sekolah anaknya, Irpan Saputra (18). Irpan yang kini duduk di kelas 2 SMK menunggak biaya sekolah lebih dari 1 juta rupiah yang sangat memberatkan orang tuanya. Ayah Irpan, Rusman (49), hanya bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Pak Rusman ahli dalam pembibitan ikan lele, namun keahliannya tersebut hanya ia gunakan jika ada yang membutuhkan jasaya. Ingin sekali Pak Rusman berternak lele, namun ia tak memiliki modal untuk memulai usaha. Jika tak bekerja dengan orang lain, Pak Rusman berkebun singkong dan menjual ikan cupang dengan penghasilan yang sangat kecil. Untuk membantu perekonomian keluarga, Ibu Haidah menjadi buruh cuci di daerah yang cukup jauh dengan rumahnya. Semuanya ia lakukan agar tetap bisa makan dan menyekolahkan anak – anaknya. Ia tak kenal lelah tetap bekerja meski penghlihatannya pun diduga mengalami katarak. Perjuangan Ibu Haidah demi sekolah Irpan sangat luar biasa. Sudah berkali – kali ia meminta kebijakan kepada pihak sekolah dan mendatangi berbagai yayasan sosial demi mendapat bantuan untuk biaya sekolah anaknya. Berbagai tempat yang ia datangi tak banyak membuahkan hasil. Ia pun bahkan tak patah semangat saat seseorang menganjurkannya untuk mendatangi pemerintah daerah Jakarta Selatan, ia sudah menduga tak akan mendapat bantuan karena bukan wilayah tempat ia tinggal dan sekolah anaknya, tetapi tetap ia lakukan juga. Benar saja, kantor pemerintahan tersebut tidak dapat membantu karena ia warga luar daerah, namun Allah menunjukkan jalan lain melalui seseorang yang ditemuinya di sana yang menginformasikan kondisinya ke Sedekah Rombongan. Kurir yag mendapat informasi mengenai keluarga Ibu Haidah segera mendatanginya di rumah yang sangat sederhana. Ibu Haidah bercerita akan berusaha semaksimal mungkin agar Irpan dan adiknya dapat bersekolah hingga lulus SMK. Adik Irpan, Anisa, belajar di sekolah yang sama dengan sang kakak, namun biaya sekolahya terbantu oleh Kartu Indonsia Pintar (KIP) yang dimilikinya. Ibu Haidah tidak menginginkan Irpan dan adiknya meneruskan jejak anak pertamanya yang terpaksa putus sekolah karena ketiadaan biaya. Ia sangat berharap Irpan dan adiknya dapat menjadi lebih baik nantinya berbekal ijazah yang mereka miliki. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk biaya sekolah Irpan. Semoga Irpan dapat lulus SMK dan menjadi harapan orang tuanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bantuan biaya sekolah


RAGIL HIDAYAT (41, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat: Dusun Cipero RT 2/1, Desa Cikembulan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Satu setengah tahun yang lalu, ditubuh Bapak Ragil muncul benjolan di leher sebelah kanan. Keluarga membawa Bapak Ragil ke  Puskesmas. Hasilnya, harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. Margono Soekarjo (RSMS), Purwokerto. Pada Juli 2016, dilakukan operasi kecil pengambilan sampel penyakit (biopsi) di RSMS. Hasilnya Bapak Ragil dinyatakan positif mengidap kanker kelenjar getah bening. Dari hasil diagnosis tersebut, dokter memutuskan untuk melakukan kemoterapi sebanyak 6 kali. Pascakemoterapi kesehatan Bapak Ragil berangsur membaik. Bapak Ragil dapat beraktifitas seperti sedia kala. Akan tetapi, benjolan muncul lagi di tempat yang sama. Bapak Ragil dibawa kembali ke RSMS. Dari hasil pemeriksaan yang kedua, dokter RSMS melakukan terapi sinar (radioterapi). Terapi sinar dilakukan sebanyak 35 kali. Saat ini, Bapak Ragil mengeluhkan berkurangnya daya penglihatan dan pendengaran, susah untuk berjalan serta susah untuk membuka mulut. Bapak Ragil Hidayat, suami dari Ibu Rianah (37) memiliki dua orang putri berusia 12 tahun dan 8 bulan. Sebelum sakit, Bapak Ragil bekerja dengan membuka toko kelontong kecil di dekat rumahnya. Akan tetapi karena terdesak kebutuhan untuk biaya berobat, barang dagangan Bapak Ragil berangsur-angsur mulai menipis. Biaya pengobatan Bapak Ragil dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Akan tetapi proses pengobatan Bapak Ragil terkendala biaya transportasi dan akomodasi. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Ragil sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama proses pengobatan. Semoga Bapak Ragil segera diberi kesembuhan dan dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 20 April 2017
Kurir: @arfanesia @misterrmoo

Pak Ragil menderita kanker kelenjar getah bening


IKHWANI BIN SANTOYIB (66, Serangan Jantung). Alamat : RT 1/1, Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang dialami Bapak Ikhwani berawal dari Februari 2017 lalu. Beliau mengeluhkan sakit perut kemudian kakinya bengkak dari lutut ke bawah sampai tidak dapat berjalan. Beliau sempat berobat ke puskesmas dan dokter umum. Setelah diperiksakan di Rumah Sakit (RS) Nirmala, dokter mendiagnosis Bapak Ikhwani menderita serangan jantung. Dari awal April rutin menjalani pengobatan di RS Nirmala. Hingga akhir April, beliau masih dirawat inap di ruang ICU (intensive care unit) RS Nirmala karena kondisinya yang harus mendapatkan perawatan serius. Namun Allah berkehendak lain, Bapak Ikhwani meninggal pada 22 April 2017. Sebelum sakit, Bapak Ikhwani bekerja sebagai petani bersama istrinya, Rusiati (65). Penghasilan mereka yang kecil hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Bapak Ikhwani dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Alhamdulillah Sedekah Rombongan sempat dipertemukan dengan Bapak Ikhwani.Santunan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkanBapakIkhwani. Semoga sakit yang selama ini diderita Bapak Ikhwani menjadi penggugur dosa-dosanya dan semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 April 2017
Kurir : @arfanesia Didik @paulsyifa

Pak Ikhwani menderita serangan jantung


LISTIYANTI BINTI MUJENI(47, Gatal Di Seluruh Tubuh). Alamat : RT 3/1, Desa Pengalusan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Listiyanti mulai merasakan sakit pada September 2016. Beliau merasakan gatal yang luar biasa di sekujur tubuhnya. Beliau lantas berobat ke Rumah Sakit (RS) Nirmala Purbalingga. Ibu Listiyanti sempat dirawat inap di RS Nirmala.  Beliau kemudian melanjutkan pengobatan di dokter spesialis kulit di Purbalingga kemudian ke dokter spesialis kulit di Tegal. Gatal di sekujur tubuhnya tidak kunjung sembuh, bahkan badannya terasa panas. Akhirnya pengobatan Ibu Listiyanti berakhir. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal18 April 2017. Suaminya, Diyono (50) menceritakan kesedihan yang dialaminya saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Bapak Diyono bekerja serabutan, sedangkan dulu Ibu Listiyanti membantunya mencari nafkah dengan berjualan sayur. Penghasilan keluarga yang semual kecil kini semakin berkurang setelah kepergian Ibu Listiyanti. Biaya pengobatan Ibu Listiyanti dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KISNon PBI kelas III. Alhamdulillah Sedekah Rombongan sempat dipertemukan dengan Ibu Listiyanti. Santunan diberikan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkannya. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya serta semoga  keluarga yang ditinggalkan ikhlas dan sabar.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 April 2017
Kurir : @arfanesia Didik @paulsyifa

Bu Lilstiyanti menderita gatal di seluruh tubuh


FATIR TRIMANSYAH (17, Pembengkakan Limpa). Alamat : RT 10/4, Desa Lambur, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Sejak usia 3 tahun, Fatir didiagnosis menderita flek paru-paru sehingga ia pun rutin menjalani pengobatan. Pada bulan Februari 2016, Fatir mulai sering batuk dan mengalami sesak nafas. Orang tuanya membawa Fatir untuk diperiksa di Puskesmas Serayularangan. Setelah menjalani tes labotarotium ternyata HB Fatir rendah dan kondisinya semakin parah sehingga ia dirujuk ke Rumah Sakir (RS) Nirmala. Ia pun dirawat inap di RS Nirmala selama tiga hari. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa Fatir menderita pembengkakan limpa. Kini ia sering mengalami sesak nafas. Sesuai anjuran dokter, setiap kali Fatir sesak nafas, ia harus dibawa ke rumah sakit untuk menerima tranfusi darah. Hingga sekarang ia sudah menjalani 4 kali tranfusi. Fatir adalah putra dari pasangan Bapak Warid (47) dan Ibu Basinah (33). Bapak Warid bekerja sebagai buruh bangunan, sedangkan Ibu Basinah bekerja sebagai buruh lepas pabrik bulu mata palsu. Penghasilan keluarga yang kecil hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Fatir dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun keluarganya masih kesulitan mencari dana untuk memenuhi biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan ke rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Fatir sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan ke rumah sakit. Semoga Fatir segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 April 2017
Kurir : @arfanesia Didik @paulsyifa

Fatir menderita pembengkakan limpa

TITO DWIE SAPUTRO(36, Patah Tulang Kaki + Tangan Kanan). Alamat : RT 3/1, Desa Dermasari, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada Desember 2016, Bapak Tito mengalami kecelakaan lalu lintas di daerah Cilacap. Beliau segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Fatimah Cilacap untuk mendapatkan pertolongan pertama, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Siaga Medika. Bapak Tito harus menjalani operasi pada lengan dan kaki kanannya yang mengalami patah tulang cukup serius. Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Kini beliau dalam proses penyembuhan pasca operasi dan harus kontrol ke rumah sakit. Bapak Tito yang bekerja sebagai seorang karyawan di sebuah hotel, kini tidak dapat bekerja seperti biasa. Penghasilan keluarganya terhenti. Orang tuanya, Sugeng Riyanto (63) bekerja sebagai petugas cleaning service hotel dan Sawitri (59) membuka usaha warung kecil-kecilan. Dari orang tuanya tersebut, keluarga Bapak Tito mendapatkan nafkah untuk sementara. Biaya pengobatan Bapak Tito dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Namun beliau masih kesulitan mencari dana untuk perawatan lukanya (ganti perban setiap dua hari sekali) serta biaya akomodasi dan trasportasi ke rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Bapak Tito, sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya perawatan luka pasca operasinya, yaitu penggantian perban serta biaya akomodasi dan trasportasi ke rumah sakit. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan laporannya terdapat pada rombongan 955. Kini Bapak Tito sedang dirawat di RS Wijaya Kusuma Purwokerto karena mengalami gatal-gatal akibat alergi obat. Jari kaki kirinya bengkak dan sakit setelah lepas pen.Semoga Bapak Tito segera diberi kesehatan, sehingga dapat beraktifitas dan bekerja seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 April 2017
Kurir : @arfanesia Yunanto @paulsyifa

Pak Tito menderita patah tulang kaki dan tangan kanan


DIMAS PANGESTU NUR ALIFKI (5, Syaraf Terjepit). Alamat : RT 3/3, Desa Gandasuli, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Alif, begitu ia biasa dipanggil. Saat usia 2 tahun, ia terjatuh saat bermain bersama temannya. Setelah kejadian tersebut, Dik Alif sulit untuk duduk dan berjalan. Dari hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosis Dik Alif menderita penyakit syaraf terjepit. Orang tuanya pun segera mengupayakan berbagai macam pengobatan, mulai dari pijat tradisional hingga terapi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Goetheng dan Rumah Sakit Pusat Kesehatan Umum (RS PKU) Muhammadiyah. Kini kondisi Dik Alif sudah berangsur membaik dan akan menjalani operasi di Rumah Sakit (RS) Moewardi Solo. Ia sudah dapat duduk meski belum bisa berdiri dan berjalan. Kedua orang tuanya, Bapak Sajidin (47) dan Ibu Suswati (47) menceritakan sakit yang dialami Dik Alif saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Bapak Sajidin bekerja sebagai buruh berpenghasilan kecil. Penghasilannya tersebut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Biaya pengobatan Dik Alif dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun keluarganya masih kesulitan mencari dana untuk memenuhi biaya transportasi dan akomodasi selama Dik Alif menjalani pengobatan di RS Moewardi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Alif sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan diberikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan Dik Alif. Semoga operasi Dik Alif berjalan lancar dan ia segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 April 2017
Kurir : @arfanesia Didik @paulsyifa

Dimas menderita syaraf terjepit


WIKANDARU RICO ROSYADI (9, Kelainan Jantung + Thalasemia). Alamat : RT 3/3, Desa Pingit, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2012, Dik Rico sering demam tinggi dan kejang sehingga ia sempat dirawat inap di Rumah Sakit (RS) Emanuel Klampok. Pada tahun 2012, ia melanjutkan pengobatan di RS Goetheng Purbalingga lalu dirujuk ke RS Margono Griyatri Purwokerto. Dokter mendiagnosis Dik Rico menderita kelainan jantung. Tahun 2014, ia melanjutkan pengobatan di RS Sardjito Yogyakarta dan didiagnosis menderita thalasemia, yaitu kelainan darah yang menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi hemoglobin yang cukup sehingga mengakibatkan jumlah hemoglobin di dalam tubuh sedikit. Kini setiap bulan ia harus menjalani transfusi darah di RS Hj Anna Lasmanah Banjarnegara sejak Agustus 2015. Ia juga diharuskan menjalani kontrol rutin setiap 6 bulan sekali di RS Sardjito. Dik Rico adalah putra dari pasangan Bapak Hari Haryoko (34) dan Ibu Erna Setyawati (30). Bapak Hari bekerja sebagai montir motor di sebuah bengkel dengan penghasilan kecil, sedangkan Ibu Erna seorang ibu rumah tangga. Biaya pengobatan Dik Rico dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun pengobatannya terkendala biaya operasional dan transfusi darah yang rutin ia lakukan di rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Rico sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya operasional dan transfusi darah di rumah sakit. Semoga Dik Rico segera diberi kesembuhan dan dapat tumbuh sehat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 April 2017
Kurir : @arfanesia @kangimam @paulsyifa

Rico menderita kelainan jantung + thalasemia


YAYASAN AL HARUN (Bantuan Sembako + Biaya Operasional). Alamat : Ds. Truko, RT 3/2, Kel. Branjang, Kec. Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Yayasan Al Harun berdiri pada akhir tahun 2011 yang di asuh oleh bapak Ahmad (47) dimana beliau berprofesi sehari-hari sebagai seorang guru. Yayasan Al Harun lahir dari rasa keprihatinan atas nasib dan penderitaan anak-anak yatim dan dhuafa yang potensial dan mempunyai semangat yang tinggi, khususnya di kawasan Semarang dan sekitarnya, namun tidak mempunyai biaya untuk dapat mengenyam pendidikan yang baik dan layak. Yayasan ini menampung anak-anak yatim piatu dan anak-anak yang dititipkan oleh orang tuanya karena ketidakmampuan orang ua untuk mengasuh anak mereka. Saat ini sudah ada 17 anak, yang terdiri dari 12 anak laki-laki dan 5 anak perempuan.  Kebutuhan mereka dalam  yaitu; kebutuhan makanan pokok sehari-hari, dan juga kebutuhan untuk pendidikan anak panti yaitu berupa kebutuhan sekolah baik uang sekolah dan perlengkapan sekolah, dan juga kebutuhan lainnya. Pada Bulan Maret 2016 Sedekah Rombongan menyampaikan santunan untuk keperluan oprasional kepada yayasan ini. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk Bapak Ahmad dan tentunya untuk saudara-saudara kita yang bernaung di Yayasan Al Harun. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 12 Maret 2017
Kurir : @indrades @fatkhiyaah @auliarahman04 @DiahPertiwi1110

Bantuan sembako + biaya operasional


UNTUNG SAHARA (20, Kanker Tulang). Alamat : Kalenpandan, RT 4/14, Kel. Pamulihan, Kec. Larangan, Kab. Brebes, Jawa Tengah.  Awalnya, Untung mengalami kecelakaan yang tak kunjung sembuh meskipun sudah diperiksakan di klinik setempat. Akhirnya oleh orangtuanya, dibawa ke Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo di Jakarta dan menjalani kontrol setiap bulannya, Tetapi pengobatan terhenti karena terkendala biaya serta tak ada kemajuan kesembuhan. Ayah Untung yaitu Bapak Dartam (50) yang kesehariannya sebagai buruh harian lepas merasa kesulitan dengan besarnya biaya transportasi yang harus disiapkan. Maklum saja, Bapak Dartam tidak memiliki simpanan uang. Pak Dartam masih memiliki tanggungan 5 anak. Seluruh biaya pengobatan Untung telah dicover oleh JKN-KIS PBI. Kurir #SRbrebes dipertemukan dengan Untung kemudian mendamipingi pengobatanya. Untung dirujuk untuk melanjutkan pengobatan di RS. Ortopedi Solo. Maret 2016, Untung menjalani pemeriksaan awal kemudian kontrol tiap satu bulan sekali. Pada 25 April 2016, dokter menganjurkan untuk melakukan pengobatan rutin rawat jalan selama beberapa minggu untuk mematikan sel kanker yang ada, sebelum dilakukan operasi. Awal Agustus 2016, Untung kembali menjalani kontrol serta tes laboratorium, kemudian 8 Agustus ia menjalani operasi kaki bagian kiri. Saat ini ia masih menjalani perawatan di RS serta dianjurkan untuk berbaring selama 6 minggu untuk memulihkan kaki pasca operasi. Kemudian dokter menganjurkan untuk kontrol/terapi setiap 1 minggu sekali pada hari kamis untuk pemulihan lebih lanjut dan dokter memberikan obat setiap kontrol untuk melenturkan sendi yang kaku. Santunan kembali disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 985.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 10 Maret 2017
Kurir : @indrades @DiahPertiwi1110

Untung menderita kanker tulang


SUNIAH BINTI RASDJAN (51, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Desa Tengki, RT 2/4, Kec. Brebes, Kab. Brebes, Prov. Jawa Tengah. Beberapa tahun lalu, Bu Suniah tiba-tiba merasakan nyeri pada bagian dada lebih tepatnya dekat dengan tulang rusuk bagian bawah. Awalnya Bu Suniah mengira sakit tersebut hanya sakit sementara dan melakukan terapi pijat. Karena dirasa tak juga membaik, Bu Suniah memutuskan untuk berobat ke dokter klinik setempat. Dokter menyebutkan bahwa sakit yang dirasakan Bu Suniah kemungkinan adalah sakit Maag. Hari-hari berlalu, dan rasa nyeri belum juga hilang setelah berobat hingga pada akhirnya Bu Suniah mulai merasakan adanya benjolan pada payudara bagian kanannya. Akhirnya Bu Suniah memeriksakan diri di rumah sakit setempat dan ternyata benjolan tersebut adalah kanker yang sudah cukup besar. Benjolan yang muncul kemudian diambil dengan jalan operasi dan dokter menyarankan untuk rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk pengobatan lebih lanjut. Bekerja sebagai buruh tani, jarak yang jauh dari Semarang dan biaya pengobatan membuat Bu Suniah berfikir untuk melakukan pengobatan lanjut. Bu Suniah telah memiliki fasilitas keshatan JKN – KIS PBI. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Suniah dan saat ini telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Semarang. BuSuniah dibawa ke Semarang untuk menjalani beberapa tindakan medis di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bu Suniah telah menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali dan 30 kali penyinaran. Kini, Bu Suniah hanya melakukan kontrol rutin sebulan sekali untuk cek perkembangan pengobatan. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 973.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal :  6 Maret 2017
Kurir : @indrades @idaiddo @restirianii @DiahPertiwi1110

Bu Suniah menderita kanker payudara kanan


UMI KHASANAH (50, Tumor Perut). Alamat : Jl. Sipayung Raya, RT 5/12, Kel. Panggung, Kec. Tegal Timur, Kota Tegal, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 2012 yang lalu, Bu Umi merasakan sakit pada bagian perut. Bu Umi mengira bahwa sakit perut tersebut adalah maag. Selang dua minggu, sakit yang diderita Bu Umi tidak kunjung sembuh bahkan semakin parah. Kemudian Bu Umi menjalani pemeriksaan di puskesmas setempat. Dokter mengatakan ada semacam benjolan pada perut. Bu Umi seketika dirujuk ke RSUD Kardinah Tegal. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter mendiagnosis bahwa Bu Umi menderita tumor perut. Kemudian Bu Umi menjalani operasi pengangkatan tumor perut di RSUD Kardinah Tegal. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar. Bu Umi harus menjalani kontrol rutin pasca operasi tersebut. Setelah menjalani kontrol rutin, kondisi Bu Umi semakin membaik. Pada tahun 2016, Bu Umi kembali merasakan sakit pada perut. Bu Umi kembali memeriksakan diri ke RSUD Kardinah Tegal. Dari hasil rontgen menunjukkan bahwa tumor pada perut kembali tumbuh. Bu Umi dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mendapat penanganan lebih intensif. Seketika Bu Umi memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan karena tidak ada biaya akomodasi pulang pergi ke Semarang. Bu Umi adalah seorang janda. Sejak sakit sudah tidak bekerja. Sehingga tidak memiliki simpanan uang untuk berobat. Bu Umi telah memiliki jaminan kesehatan yaitu JKN – KIS PBI yang dibuatkan oleh perangkat desa setempat. Pada akhir februari 2017, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Umi dan selanjutnya menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Saat ini Bu Umi sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Santunan awal disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Bu Umi saat berobat.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 6 Maret 2017
Kurir : @indrades @fatkhiyaah @DiahPertiwi1110

Bu Umi menderita tumor perut


SITI MUSIYAM (46, Kanker Ovarium). Alamat : Desa Karangsari, Kec Bojong, Kab Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 2014 lalu, Ibu Musiyam mengalami keputihan terus-menerus. Ibu Musiyam mengira keputihan yang biasa terjadi menjelang datang bulan. Setelah satu bulan keputihan tersebut tidak kunjung berhenti bahkan Ibu Musiyam merasakan ada benjolan pada bagian perut. Sehingga menyebabkan Ibu Musiyam susah buang air kecil. Kemudian Ibu Musiyam berobat ke RSUD Kajen Pekalongan. Setelah dilakukan rontgen, dokter mendiagnosa bahwa Ibu Musiyam menderita kanker ovarium atau dalam bahasa awam dikenal sebagai kanker indung telur. Kemudian Ibu Musiyam dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk penanganan lebih intensif. Ibu Musiyam menjalani operasi pengangkatan kanker pada rahim di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pasca operasi pengangkatan kanker, Ibu Musiyam telah menjalani kemoterapi 6 kali untuk membunuh sel-sel kanker yang ada. Dari hasil USG masih terlihat bahwa kanker di indung telur Ibu Musiyam masih ada, dan ukurannya semakin membesar. Posisi kanker semakin mendesak organ ginjal sehingga mengganggu fungsi sistem perkemihannya. Ibu Musiyam yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga dan suami Ibu Musiyam yaitu Bapak Kasdolah (42) sebagai tukang batu di Jakarta yang penghasilannya tidak menentu seakan-akan ingin menyerah. Ibu Musiyam juga masih memiliki tanggungan 2 anak. Pengobatan cukup panjang harus dilalui Ibu Musiyam. Kesulitan biaya transportasi juga menjadi kendala utama. Biaya pengobatan sudah dicover JKN – KIS Mandiri Kelas III. Alhamdulillah pada akhir tahun 2014, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Musiyam dan sepakat mendampingi selama berobat. Pada pertengahan bulan Februari kondisi Bu Musiyam menurun drastis. Luka bekas operasi di bagian perut yang semakin memburuk mengakibatkan asupan gizinya juga terganggu, sehingga Bu Mus harus dilarikan ke RSUD Kajen Pekalongan. Selama beberapa hari dirawat kondisi Bu Mus tidak menunjukan peningkatan sama sekali, sehingga keluarga memutuskan untuk membawanya pulang ke rumah. Pada tanggal 1 Maret 2017, Bu Mus menghembuskan nafas terakhir di kediamannya didampingi oleh seluruh anggota keluarganya. Bantuan dari sedekaholics ini ditujukan kepada keluarga almarhumah Bu Musiyam untuk keperluan mengurus jenazah. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 952.

Jumlah Bantuan : Rp 1.322.575,-
Tanggal : 3 Maret 2017
Kurir : @indrades @fatkhiyaah @idaiddo  @DiahPertiwi1110

Bu Siti menderita kanker ovarium


MUHAMAD WILDAN AFANI (1, Atresia Ani). Alamat : Desa Lambanggelun, RT 1/1, Kec. Paninggaran, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada tanggal 9 Mei 2016 lalu, lahir seorang bayi laki-laki bernama Wildan. Semua keluarga gembira menyambut kelahiran Wildan. Namun, tiba-tiba kabar kurang menyenangkan datang dari dokter yang penangani persalinan ibu Wildan. Saat itu dokter menjelaskan bahwa Wildan lahir dengan kondisi tidak normal. Wildan memiliki kelainan pada saat lahir yaitu atresia ani atau yaitu tidak memiliki anus. Dokter menjelaskan bahwa Wildan harus menjalani operasi supaya memiliki anus. Tetangga sekitar yang mengetahui kondisi tersebut kemudian secara sukarela membantu agar Wildan bisa segera operasi. Operasi tahap satu pun dilakukan yaitu pembuatan colostomi (anus buatan) di perut kiri sebagai jalan pembuangan tinja sementara yang dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah operasi tahap satu selesai, Wildan harus menjalani operasi tahap dua yaitu pembuatan anus diusia 6 bulan. Namun operasi tersebut belum bisa dilakukan saat Wildan berusia 6 bulan. Orang tua Wildan yaitu Pak Nasib Sugiono (22) yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan Bu Titi Murni (21) hanyalah ibu rumah tangga biasa merasa tidak mampu dengan biaya transportasi yang harus mereka siapkan. Pak Nasib dan Bu Titi Saat itu Pak Nasib seakan-akan menyerah. Meskipun biaya pengobatan telah dijamin oleh fasilitas kesehatan yang telah dimiliki yaitu BPJS PBI Kelas III. Hingga akhirnya tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Nasib. Tim kurir #SedekahRombongan sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Wildan. Serangkaian tindakan medis di RSUP Dr. Kariadi telah selesai dilakukan dan Wildan sudah menjalani operasi tahap dua. Saat ini Wildan sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya akomodasi selama di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 985.

Jumlah Bantuan : Rp. 825.000​,-
Tanggal : 16 Maret 2017​
Kurir : @indrades @fatkhiyaah @DiyahSumanti @DiahPertiwi1110

Wildan menderita atresia ani


NGATINI BINTI AMIR (36, Tumor Dagu). Alamat : Dusun Ngaliyan RT 03/13 Kel. Kalongan, Kec. Ungaran Timur, Kab. Semarang, Prov. Jawa Tengah. Sepuluh tahun yang lalu, sekitar tahun 2004, Bu Ngatini awalnya memiliki keluhan sakit gigi, kemudian muncul benjolan kecil di area dagunya. Benjolan tersebut semakin lama semakin membesar. Saat itu, Bu Ngatini diantar periksa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang oleh tetangganya yang bekerja sebagai perawat di RSUP Dr. Kariadi. Bu Ngatini divonis terkena tumor dagu jinak oleh dokter dan harus dilakukan operasi. Menurut dokter meskipun tumor tersebut jinak namun apabila tidak diambil maka semakin lama akan semakin besar dan akan mengganggu kegiatan sehari-hari Bu Ngatini. Namun karena jarak dari rumah beliau menuju RSUP Dr. Kariadi Semarang yang cukup jauh, terlebih dengan kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan sampai sekarang belum dilakukan operasi pengangkatan tumor padahal tumor dagunya sudah sangat besar. Bu Ngatini bekerja di sebuah perumahan sebagai buruh bagian merawat taman. Suami Bu Ngatini, Pak Kuat dahulu bekerja sebagai kernet truk di Sumatra namun sekarang hanya  bekerja serabutan di rumah. Bu Ngatini masih mempunyai tanggungan 2 anak yang masih kecil dan bapak mertua yang sudah lansia. Saat ini Bu Ngatini sudah memiliki  fasilitas BPJS PBI Kelas III  yang dibuatkan oleh perangkat desa setempat. Karena faktor kurangnya pengetahuan sehingga Bu Ngatini memerlukan pendampingan dalam proses pengobatan. Serta dibutuhkan banyak biaya transportasi mengingat jarak rumah dengan RSUP Dr. kariadi sangat jauh. Tanggal 27 Januari 2016 Tim #SedekahRombongan bertemu dengan Bu Ngatini, setelah melakukan obrolan panjang akhirnya tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Bu Ngatini.  Pada tanggal 4 Februari 2016, atas rujukan dari RSUD Ungaran, Bu Ngatini melakukan kontrol pertama di RS Tugu Semarang dengan dampingan tim #SedekahRombongan di Poli Onkologi. Karena kondisi tumornya yang sudah sangat besar dan sudah menyerang rahang, dokter menyarankan untuk segera dilakukan operasi dengan resiko Bu Ngatini akan kehilangan semua gigi bagian bawahnya sebab rahang bawah harus diganti dengan pen. Dan Bu Ngatini bersedia dengan resiko tersebut. Karena keterbatasan alat di RS Tugu, Bu Ngatini dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang.Alhamdulillah, tanggal 28 April 2016, Bu Ngatini menjalani operasi pengangkatan tumor di RSUP Dr. Kariadi Semrang. Operasi berjalan dengan lancar dan saat ini Bu Ngatini sedang dalam masa pemulihan pasca operasi di RSDK. Selang bantu makan sudah dilepas tanggal 25 Mei 2016. Alhamdulilah saat ini, Bu Ngatini sudah bisa menutup mulutnya dengan sempurna dan memakan makanan biasa yang teksturnya lunak. Tanggal 16 Desember 2016, Bu Ngatini menjalani operasi untuk menyempurnakan jahitan di pipi sebelah kiri. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar dan saat ini sudah diperbolehkan pulang dari RSUP Dr. Kariadi dan melakukan pengobatan rawat jalan. Bu Ngatini melakukan kontrol rutin satu bulan sekali. Alhmadulillah, kondisi Bu Ngatini semakin membaik, luka jahitan sudah menutup dengan sempurna, dan kondisi pipi Bu Ngatini juga sudah tidak membengkak sehingga saat ini, Bu Ngatini hanya menjalankan kontrol tiga bulan sekali.  #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama Bu Ngatini menjalani pengobatan di Semarang. Mohon doanya semoga Bu Ngatini lekas sembuh dan dapat beraktivitas seperti semula. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 985.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Maret 2017
Kurir : @indrades @fatkhiyaah @lianhumaira @DiahPertiwi1110

Bu Ngatini menderita tumor dagu


RINANTI GRESIFANA (2, Jantung Bocor + Kelainan  Paru-Paru). Alamat : Desa Tangkil Kulon, RT 10/4, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah. Sejak kelahirannya 1 bulan Rinanti mengalami demam tinggi dan sering pingsan oleh keluarga dbawa ke Puskesmas desa setempat untuk memeriksakan kondisi yang dialami Rinanti. Selama 3 bulan pengobatan di Puskesmas ternyata tidak membuahkan hasil yang baik, akan tetapi kondisi semakin lemah. Keluarga segera membawa ke Rumah Sakit daerah untuk memastikan keadaan Rinanti. Dokter mendiagnosa bahwa Rinanti mempunyai kelainan pada jantung dan paru-paru yang mengakibatkan kondisinya lemah dan sering pingsan. Dokter merujuk ke RSJP Harapan Kita Jakarta agar mendapat penanganan lebih intensif. Hal ini membuat keluarga Rinanti memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan karena tidak ada biaya. Ayah Rinanti, Bapak Achiri (30) yang bekerja sebagai buruh konveksi dan Ibu Fina (24) sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan Bapak Achiri hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Rinanti juga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Pada pertengahan maret 2017, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Rinanti. Santunan awal pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan kebutuhan Rinanti saat berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Maret 2017
Kurir : @indrades @fatkhiyaah @nellasari_ @DiahPertiwi1110

Rinanti menderita jantung bocor + kelainan paru-paru


ELI NURJANAH (42, Tumor Dagu). Alamat : DK Tumpek, RT 4/6 Pakujati, Kec. Paguyangan, Kab. Brebes, Prov. Jawa Tengah. Bu Eli adalah nama panggilannya. Awalnya, ada benjolan kecil pada bagian dagu Bu Eli. Namun, Bu Eli mengira benjolan itu adalah jerawat biasa dan dibiarkan saja.Setelah beberapa hari benjolan tersebut membesar dan terasa nyeri. Bu Eli memeriksakan ke RS. Jatiwinangun Purwokerto dan didiagnosis menderita tumor ganas pada dagu stadium awal. Kemudian Bu Eli dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Tidak adanya jaminan kesehatan yang dimiliki, membuat Bu Eli kesulitan dalam melanjutkan pengobatan ke Semarang. Kondisi ekonomi keluarga yang kurang mampu membuat proses pengobatan terhenti. Suami Bu Eli, Pak Kodirin (47) yang bekerja sebagai kuli bangunan merasa tidak mempu dengan biaya operasi yang sangat besar. Pada awal November 2016, tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Eli dan tim kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan. Kemudian Bu Eli dibawa ke Semarang untuk menjalani pemeriksaan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Tim kurir juga membantu proses pembuatan jaminan kesehatan Bu Eli berupa JKN – KIS Mandiri Kelas III. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Setelah menjalani serangkaian tindakan medis yaitu kemoterapi dan radio terapi. Tanggal 15 Maret Bu Eli Kontrol. Hasil bagus dan Bu Eli juga tidak ada keluhan pasca operasi. Bu Eli dijadwalkan kontrol kembali enam bulan kemudian sekitar bulan September. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Bu Eli selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 952.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 16 Maret 2017
Kurir : @indrades @fatkhiyaah @sekarkusumadewi @DiahPertiwi1110

Bu Eli menderita tumor dagu


SEPTIANA DEWI (4, Tumor Pipi). Alamat : Jl. Angkatan 66, Gang 10A, RT 4/2, Desa Kramatsari, Kec. Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada awalnya, 2 hari setelah Septi lahir diketahui ada benjolan pada pipi kiri. Kemudian orang tua Septi membawa ke RSUD Bendan Pekalongan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah diakukan pemeriksaan, dokter mendiagnosis bahwa Septi menderita tumor pipi. Kemudian dokter merujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk pengobatan lebih lanjut. Pada akhir September 2014, Septi dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Tahap demi tahap pemeriksaan telah dilalui oleh Septi. Dokter menyarankan Septi untuk menjalani operasi pada usia 1 tahun karena organ tubuh dan wajahnya yang masih sangat rentan jika dilakukan tindakan medis lanjut, seperti pembedahan. Pada Oktober 2015, Septi menjalani operasi pengangkatan tumor tahap satu dan selanjutnya dilakukan rekontruksi wajah. Hingga saat ini, Septi telah menjalani operasi rekontruksi wajah sebanyak 7 kali. Saat ini Septi sedang menjalani pengobatan rawat jalan dan persiapan rekonstruksi tahap ke 8. Ayah Septi, Dimyati (34) yang bekerja sebagai tukang tambal ban dan ibunya, Umiasih (24) seorang ibu rumah tangga, merasa kesulitan ketika berobat ke Semarang karena jarak yang sangat jauh sehingga dibutuhkan biaya akomodasi yang tidak sedikit. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Hingga pada pertengahan September 2014 tim kurir#SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Septi dan kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan yang juga dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dan menjadikan Septi sebagai pasien dampingan #SedekahRombongan. Santunan kembali disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 952.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 15 Maret 2017
Kurir : @indrades @ fatkhiyaah @haurilmnisfari @DiahPertiwi1110

Septi menderita tumor pipi


MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO (6, Hydrocephalus + Kelainan Struktur Wajah). Alamat : Ds. Godong, RT 3/ 1, Kec. Wonopringgo, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengan. Dik Maghfiroh sudah mengalami kelainan terutama pada struktur wajah dan tempurung kepalanya sejah lahir. Beberapa hari setelah kelahiran Dik Maghfiroh langsung dibawa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang atas rujukan rumah sakit daerah setempat. Kurang lebih sekitar satu bulan Dik Maghfiroh dirawat secara intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ayah Maghfiroh yaitu Bapak Yunan Purnomo (45) sebagai buruh serabutan dan Ibu Nur Alfiana (42) sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan yang tidak menentu membuat Bapak Purnomo kesulitan biaya transportasi pulang pergi ke Semarang. Meskipun semua biaya pengobatan sudah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Pada awal 2014 tim kurir #SedekahRombongan bertemu dengan keluarga Maghfiroh. Kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Maghfiroh. Saat ini Maghfiroh sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Mohon doanya semoga Maghfiroh lekas sembuh. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 985.

Jumlah Bantuan : Rp. 986.000,-
Tanggal : 30 Maret 2017
Kurir : @indrades @fatkhiyaah @auliarahman04 @DiahPertiwi1110

Maghfiroh menderita hydrocephalus + kelainan struktur wajah


FAJAR FIRMANSYAH (10, Hipertiroid). Alamat : Dukuh Larangan, RT 23/11, Desa Jatingarang, Kec. Bodeh, Kab. Pemalang, Prov. Jawa Tengah. Pada saat lahir terdapat benjolan kecil pada leher Fajar. Kedua orang tua Fajar tidak begitu mengkhawatirkan benjolan tersebut. Pada usia 5 tahun, benjolan tersebut semakin membesar dan bila diraba terasa keras. Kemudian Fajar dibawa ke RSUD Kajen dilakukan pemeriksaan lebih intensive. Setelah dilakukan rontgen, dokter mendiagnosa bahwa Fajar menderita hiperteroid atau berlebihnya hormon tiroid pada tubuh. Dokter merujuk Fajar ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ayah Fajar yaitu Bapak Dul Azis (47) yang bekerja sebagai buruh tani tidak bisa berbuat apa-apa. Meskipun Fajar sudah memiliki fasilitas kesehatan yaitu JKN – KIS PBI. Alhamdulillah atas ijin Allah, pada awal oktober 2016 tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Fajar. Kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Fajar. Fajar dibawa kesemarang untuk melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Fajar sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang sebelum menjalani tindakan selanjutnya. Santunan kembali disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 985.

Jumlah Bantuan : Rp. 900.000,-
Tanggal : 30 Maret 2017
Kurir : @indrades  @ifatkhiyaah @Qiiyu @DiahPertiwi1110

Fajar menderita hipertiroid


NUR HIKMAH (27, Patent Ductus Arteriosus). Alamat : Desa Karang Mulya, RT 4/4,  Kec. Suradadi Kab. Tegal, Prov. Jawa Tengah. Awalnya, di bulan mei 2016, Nur Hikmah pernah bekerja di pabrik konveksi selama 2 bulan di Jakarta. Selama bekerja, Nur Hikmah sering mengalami batuk-batuk serta sesak napas. Batuk sering muncul saat Nur Hikmah kelelahan saat bekerja. Seringkali juga tangan dan kakinya berkeringat dingin dan muncul bintik-bintik kebiruan. Satu bulan yang lalu Nur hikmah berobat puskesmas Jatibogor dan dicurigai terdapat kelainan jantung bawaan. Sehingga dia dirujuk ke RSUD Kardinah Tegal dan dilakukan echocardiogradi. Dari hasil pemeriksaan di dapatkan bahwa Nur Hikmah mengalami kelainan jantung bawaan yaitu Patent Cuctus Arteriosus (PDA) dan harus di rujuk ke pelayanan kesehatan yang lebih tinggi yaitu RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk dilakukan tindakan selanjutnya. Nur Hikmah merasa kebingungan dengan hal ini, karena Nur Hikmah adalah seorang anak yang menjadi tulang punggung keluarganya. Ibunya telah meninggal dan sekarang harus bertanggung jawab mengurusi ayahnya. Keterbatasan biaya membuat pengobatan Nur Hikmah tidak dilanjutkan. Alhamdulillah, pada awal agustus 2016 tim kurir  Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nur Hikmah. Saat ini Nur Hikmah telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan area Semarang dan telah memiliki fasiltas kesehatan berupa JKN – KIS Mandiri Kelas III. Nur Hikmah melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Nur Hikmah sudah menjalani operasi jatung bocor pada tanggal 21 Maret 2017 Di RSUP Kariadi. Operasi berjalan lancar dan di anjurkan 1 minggu kemudian kontrol kembali untuk melihat hasil operasi dan lepas jahitan. Santuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 985.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 30 Maret 2017
Kurir : @indrades @fatkhiyaah@mbakipa @DiahPertiwi1110

Ibu Nur menderita patent ductus arteriosus


ROMADHON BIN CUNDUK  (51, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Tondano No. 18, Noyontaan, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pak Romadhon adalah seorang tukang becak di wilayah Kota Pekalongan. Gejala awal penyakit beliau sekitar bulan Februari 2015, saat itu mulai tumbuh benjolan pada bagian leher. Karena tidak merasakan sakit, jadi beliau tidak terlalu memperdulikannya. Pada Bulan Agustus tahun 2015 akhirnya keluarga Bapak Romadhon memeriksakan diri ke dokter dan dokter mendiagnosis terkena kanker kelenjar getah bening. Sejak Pak Romadhon didiagnosa mengidap kanker, beliau sudah tidak bisa bekerja sebagai tukang becak. beliau memiliki tanggungan 3 orang anak yang masih bersekolah yaitu anak ke-3 SMA, anak ke-4 SMP dan anak ke-5 SD. Fasilitas jaminan kesehatan yang digunakan beliau adalah kartu BPJS Kesehatan JKN – KIS PBI. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah, isteri Pak Romadhon bekerja sebagai petugas kebersihan/cleaning service. Hingga pada bulan November 2015, Allah mempertemukan Pak Romadhon dengan kurir Sedekah Rombongan.Tim SR membawa Pak Romadhon berobat ke RSUD Bendan dan segera dirujuk ke RS Dr. Kariadi Semarang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Setelah pemeriksaan medis selesai dilakukan, Dokter menyarankan untuk segera melakukan kemoterapi. Tahap demi tahap kemoterapi telah selesai dan dilalui Pak Romadhon dengan lancar. Saat ini Pak Romadhon sudah menjalani serangkaian program kemoterapi. Setelah ini akan dilakukan evaluasi untuk memastikan kondisi kanker Pak Romadhon. Santunan disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 985.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 29 Maret 2017
Kurir : @indrades @fatkhiyaah @dianfariza @yodhadidot   @DiahPertiwi1110

Pak Romadhon menderita kanker kelenjar getah bening


NARTI BINTI ASTAP (38, Kanker Ovarium). Alamat : Karangmalang, RT 4/2, Kec. Kedungbanteng, Kab. Tegal, Prov.Jawa tengah. Pada tahun 2013 lalu, Bu Sunarti mengeluhkan sakit di bagian perutnya. Setelah diperiksakan ke RSUD setempat diketahui terdapat tumor dalam perut Bu Sunarti. Pihak keluarga Bu Sunarti tidak langsung melakukan pengobatan kepada Bu Sunarti karena kala itu Bu Sunarti masih bekerja di luar kota. Tahun 2014, Bu Narti pertama kali melakukan tindakan operasi di RSUD Soesilo Slawi. Namun, setahun kemudian perut Bu Sunarti terlihat bertambah besar. Bu Sunarti lalu melakukan operasi ke-2 di RSI Singkil Tegal dan dokter menyarankan untuk rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang guna pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dirujuk ke Semarang, Bu Sunarti tidak langsung melanjutkan pengobatan di Semarang. Tidak adanya biaya membuat pengobatan tertunda meskipun biaya pengobatan telah dicover fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI yang buatkan perangkat desa setempat. Alhamdulillah, pada bulan Juni 2016 tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Sunarti. Setelah berdiskusi dengan pihak keluarga, Bu Sunarti kemudian dibawa ke Semarang dan menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Semarang. Saat ini Bu Sunarti telah menjalani operasi pengangkatan kanker di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan kini menjalani kontrol rutin sebulan sekali. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 973.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.625.000,-
Tanggal : 27 Maret 2017
Kurir : @indrades @fatkhi @eka @DiahPertiwi1110

Bu Sunarti menderita kanker ovarium


MOHAMMAD YUSUF RAMADHANI (10, Jantung Bocor). Alamat : Desa Bojong Minggir, RT 11/6, Kec. Bojong, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Awalnya, saat lahir Yusuf mengalami batuk, hidung tersumbat, dan sesak napas. Kondisi tersebut membatasi aktivitas Yusuf, sehingga Yusuf tidak dapat melakukan aktivitas sebagaimana anak seumurannya. Pada saat Yusuf menginjak usia 40 hari, pihak keluarga memutuskan untuk memeriksakan Yusuf ke RSUD Kajen Pekalongan. Kemudian saat Yusuf menginjak usia 1,5 tahun, Yusuf diperiksakan lagi ke  RSUD Kajen Pekalongan karena sakitnya yang tidak kunjung sembuh. Ternyata, Yusuf menderita penyakit Jantung Bocor. Dokter menyarankan agar Yusuf melakukan kontrol secara rutin demi kelancaran proses pengobatan dan bisa segera melakukan operasi pembedahan jantung. Ayah Yusuf yaitu Bapak Muji Slamet (46) yang bekerja sebagai buruh dan Ibu Syarifah (36) sebagai ibu rumah tangga. Pak Muji tidak memiliki cukup biaya untuk biaya akomodasi yang cukup besar. oleh karena itu pengobatan Yusuf dihentikan. Yusuf sudah memiliki fasilitas kesehatan yaitu BPJS PBI Kelas III. Alhamdulillah, atas izin Allah pada awal januari 2015 tim Sedekah Rombongan bertemu dengan Yusuf. Yusuf kembali menjalani serangkaian pengobatan dan operasi di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Yusuf masih menjalani proses pemulihan pasca operasi dengan meminum obat dari resep dokter. Kondisi Yusuf semakin membaik namun tetap menjalani kontrol rutin apabila ada keluhan. Bantuan dari Sedekaholics telah disampaikan guna membantu biaya akomodasi dan pengobatan di Semarang. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terdapat dalam rombongan 920.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Maret 2017
Kurir : @indrades @fatkhiyaah @nisa_unnes @DiahPertiwi1110

Yusuf menderita jantung bocor


MUCHAMMAD DWI ANUGRAH (5, Pembengkakan Pembuluh Darah + Patah Tulang). Alamat : Desa Proyonanggan, RT 05/05, Kec. Batang, Kab. Batang, Prov. Jawa Tengah. Dik Anugrah atau sering dipanggil Dik Nunug. Awalnya pada tahun 2014, Dik Nunug mengeluh gatal pada kaki kirinya, orang tuanya mengira bahwa gatalnya hanya karena alergi biasa. Semakin lama gatalnya semakin melebar dan kaki kirinya semakin bengkak. Saat diperiksakan ke RSUD Batang, dokter mendiagnosa Dik Nunug menderita penyakit tulang rapuh dan permbengkakan pembuluh darah atau Hemangioma sehingga harus dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pada bulan Januari 2016, Dik Nunug jatuh setelah didorong temannya saat bermain, sehingga harus dilarikan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dokter hanya memasang gips pada kaki kiri Dik Nunug dan belum berani mengambil tindakan operasi karena Dik Nunug harus menjalani operasi besar, sehingga harus menunggu kondisi tulangnya membaik. Pada bulan Juli 2016, Dik Nunug kembali jatuh dan saat dicek di RSUP Dr. Kariadi ternyata ada tulang yang lepas, sehingga harus segera dioperasi. Ayah Dik Nunug, Pak Sukirno (39) yang hanya bekerja sebagai buruh batu berpenghasilan pas-pasan dan ibunya, Bu Wahyuni (36) yang tidak bekerja ternyata tidak cukup untuk membawa Dik Nunug bolak-balik Semarang-Batang. Meskipun biaya pengobatan telah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Pada akhir Juli 2016 Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Dik Nunug, yang selanjutnya Dik Nunug menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pada tanggal 21 Februari 2017, Dik Nunug menjalani operasi pelepasan pen dan pengambilan cairan yang berada di kaki. Sampai saat ini hasil operasinya bagus dan kakinya tidak bengkak lagi. Santunan dari #sedekaholics ditujukan untuk Dik Nunug dan keluarga supaya dapat membantu biaya akomodasi saat pengobatan di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 985.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir : @indrades @idaiddo @DiahPertiwi1110

Anugrah menderita pembengkakan pembuluh darah + patah tulang


SALAMAH BINTI TAMRIN (24, Kista). Alamat : Desa Jembayat, RT 1/2, Kec. Margasari, Kab. Tegal, Prov. Jawa Tengah. Mbak Salamah adalah anak pasangan Bapak Tamrin (53) dan Ibu Wahyuni (43). Bapaknya hanyalah seorang sopir metromini, dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Mbak Salamah sudah berkeluarga, memiliki satu orang putra yang berumur 21 bulan. Mbak Salamah telah melakukan 3 kali operasi pada bagian perut. Yang pertama operasi caesar saat melahirkan putra pertamanya bulan November 2014. Saat operasi caesar tersebut baru diketahui bahwa mbak Salamah memiliki kista di perutnya (2 biji, besar dan kecil). Operasi kedua adalah operasi usus buntu pada bulan Mei 2016, dan yang ketiga operasi pengangkatan kista di bulan Juni 2016 namun operasi terebut gagal karna dokter tidak berani melanjutkan dikarenakan kistanya yang sudah mengalami perlengketan dengan usus sehingga saat ini mbak Salamah dirujuk berobat ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Namun, Mbak Salamah tidak langsung ke Semarang karena tidak ada biaya. Mbak Salamah memilih tidak melanjutkan pengobatan. Alhamdulillah pada awal Agustus 2016 tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mbak Salamah sehingga Mbak Salamah dapat melanjutkan pengobatan kembali. Kurir juga membantu pembuatan fasilitas kesehatan berupa JKN – KIS Mandiri Kelas III untuk Mbak Salamah. Saat ini kondisi Mbak Salamah semakin membaik. Dokter meminta mbak Salamah untuk melakukan pemeriksaan USG, namun jika dalam 2 minggu hasil USG belum keluar maka mbak Salamah disarankan untuk kontrol kembali . Santunan dari Sedekaholics kami sampaikan kepada mbak Salamah untuk biaya akomodasi selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 948.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Maret 2017
Kurir : @indrades @idaiddo @asteria @DiahPertiwi1110

Bu Salamah menderita kista


HADJAR NADZIFAH (8, Tumor Tangan). Alamat : Desa Jeruksari Sekranding, Kec. Tirto, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 2015 bulan Maret, ia terjatuh dan mengalami luka pada tangan kirinya. Keluarga memilih untuk membawa ke tukang pijat di desa sekitar,  luka tersebut perlahan mulai membaik. Namun, sekitar awal bulan mei muncul benjolan pada bekas luka tersebut. Semakin lama semakin membesar, karena khawatir dengan keadaan tersebut, orang tua memutuskan untuk berobat secara medis yang dilakukan di RS Bedah ARO Pekalongan. Dokter menyatakan, Hadjar mengalami tumor tangan dan langsung dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi. Saat ini, Hadjar sudah menjalani 6 kali kemoterapi secara rutin. Ayah Hadjar, Warno (31) dan ibunya, Siska Andriani (28) mengungkapkan kesedihannya kepada kurir Sedekah Rombongan karena tidak ada biaya pulang pergi ke Semarang. Maklum saja, ayahnya hanyalah seorang buruh bangunan yang tidak selalu mendapatkan pekerjaan dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Jaminan keshatan pun tidak dimiliki oleh keluarga ini. Saat ini ibu Siska masih mengurus adik dari Hadjar yang masih berusia 2 tahun dan masih minum ASI. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana ditepi tambak yang ada disekitar rumahnya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit. Semoga Hadjar segera sembuh dan dapat bersekolah seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26  Maret 2017
Kurir : @indrades @fatkhiyaah @nellasari__ @jummhann @DiahPertiwi1110

Hadjar menderita tumor tangan


RSSR SEMARANG (Operasional Bulan Maret). Alamat : Jl. Sadewa 2 No. 3, RT 1/3, Kel. Pendrikan Kidul, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang. RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Di Semarang sejak bulan Juni 2016 ini kami menyewa sebuah rumah di daerah Semarang Tengah ini, sebelumnya di daerah Pleburan Semarang sejak 2 tahun lalu sebagai rumah singgah untuk pasien. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah misalnya ada pasien #SedekahRombongan yang berasal dari luar kota Semarang, biasanya dari wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, Pekalongan, Pati, Jepara, Purwodadi, Rembang, dsb yang harus menjalani pengobatan di Semarang selama berbulan-bulan dan hanya perlu masuk Rumah Sakit seminggu sekali misalnya untuk kemoterapi, kontrol rutin, atau proses pengobatan yang lain tidak perlu bolak balik ke rumahnya dan bisa menempati Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR). Laporan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan Maret 2017. Laporan keuangan operasional RSSR ini sebelumya masuk di rombongan 986.

Jumlah Bantuan : Rp. 13.106.000,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Maret


MTSR SEMARANG (H 8690 QF, Biaya  Operasional Bulan Maret). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulance MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Maret 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 986.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.680.000,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Maret


MTSR SEMARANG (G 9221 GC, Biaya  Operasional Bulan Maret). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Maret 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 986.

Jumlah Bantuan : Rp. 8.475.000,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @indrades @DiahPertiwi1110

Biaya operasional bulan Maret


LIA LIFIANA (17, Penyempitan Anus).  Alamat : Dk. Lengkong, RT. 04/03, Ds. Adinuso, Kec. Subah, Kab. Batang, Prov. Jawa Tengah. Sejak lahir Lia sudah menderita penyumbatan anus, namun Lia belum mendapatkan penanganan apapun. Hingga pada usia 7 tahun, Lia diperiksakan ke RSUD Batang. Dari RSUD Batang, Lia dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Karena tidak ada biaya pihak keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan. Pada saat Lia berusia 17 tahun, Lia mengalami penyakit usus buntu. Kemudian Lia menjalani operasi usus buntu sekaligus operasi penyumbatan anus di RS Bendan Pekalongan. Pasca operasi, Lia dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Ayah Lia yaitu Bapak Bandiyo (51) yang bekerja sebagai buruh tidak memiliki simpanan untuk biaya pengobatan Lia di Semarang. Sehingga pengobatan Lia kembali dihentikan. Lia telah terdaftar sebagai penerima jaminan kesehatan berupa JKN – KIS PBI yang dibuatkan oleh perangkat desa setempat. Alhamdulillah pada awal desember 2016, Tim #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Lia. Saat ini, Lia telah menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Lia kembali melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Lia menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan sedang diprogramkan untuk menjalani operasi untuk mengatasi penyempitan anus. Santunan dari #Sedekahholic kembali disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat di Semarang. Semoga Lia lekas sembuh dan dapat beraktifitas kembali  seperti semula. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 985.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Maret 2017
Kurir : @indrades  @fatkhiyaah  @hanifpeduli  @DiahPertiwi1110

Lia menderita penyempitan anus


TEMON BINTI SAWAL (70, Kanker Servik). Alamat : Dusun Lebak Sari, RT 45/20, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampel Gading, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Sekitar satu bulan yg lalu, Ibu Temon mulai merasakan nyeri secara terus menerus pada bagian alat vital beliau. Karena hanya dianggap nyeri biasa saja, beliau pun akhirnya menghiraukan nyeri yang dirasakan. Karena tidak mendapatkan pemeriksaan medis dan pengobatan apa-apa. Seiring berjalannya hari kondisi Ibu Temon menjadi lemas dan hanya bisa berbaring saja di tempat tidur. Karena kondisi beliau yag semakin parah, akhirnya beliau dibawa ke RS Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan pengobatan yang intensif. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter pun menyimpulkan dari hasil pemeriksaan yang dijalani bahwa Ibu Temon mengalami kanker servik atau kanker yang ada pada dinding rahim. Karena kondisi yang lemas Ibu Temon disarankan untuk menjalani rawat inap di RSSA untuk beberapa hari dan pada bulan ini Ibu Temon telah menjalani kemo terapi yang ke 3. Ibu Temon tinggal bersama suami beliau, Bapak Lasimun (67) yang bekerja sebagai buruh tani di desanya. Terkadang Ibu Temon juga bekerja sebagai buruh tani untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena penghasilan yang di dapat sangat sedikit, sehingga mengurungkan niat beliau untuk pergi berobat. Ibu Temon yang memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI sangat membantu beliau. Akan tetapi untuk biaya hidup saat di rumah sakit dan transportasi menjadi kendalanya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Temon dan dapat membantu dalam pendampingan selama berobat. Bantuan yang telah diberikan kepada Ibu Temon dipergunakan untuk kebutuhan saat masuk rumah sakit dan perbaikan keadaan umum pasca kemo terapi. Semoga bantuan yang telah diberikan dapat menjadikan jalan kesembuhan untuk Ibu Temon. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Mei 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Bu Temon menderita kanker servik


FARIDA BINTI SUYANTO (52, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Jalan Bawean, RT 4/3, Desa Gedang Sewu, Kecamatan Pare, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Awal sakit beliau ditandai dengan benjolan kecil di dada sebelah kanan, karena keadaan semakin mengkhawatirkan, beliau mendapat rujukan dari Rumah Sakit Pare tempat biasanya beliau berobat, untuk menuju Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang pada bulan Mei 2016. Sampai saat ini Ibu Farida sudah menjalani 8 kali kemoterapi. Kabarnya Ibu Farida sudah tidak kemoterapi lagi, dikarenakan kankernya sudah hilang. Ibu Farida yang telah dihubungi pihak dokter untuk kontrol telah menjalani pengobatan lagi dan telah menjalani pemeriksaan pada payudara beliau. Ayah beliau ialah alm Bapak Suyanto, sementara ibu beliau alm Bu Suparti. Beliau memiliki 2 anak, putra dan putri yang sekarang duduk di bangku SMA. Sekarang beliau tinggal dengan anaknya yang putra, sementara suami beliau telah meninggal sejak 1996. Pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang gajinya tak seberapa banyak, menyulitkan beliau untuk memenuhi kebutuhan berobat terutama dalam biaya transportasi Kediri-Malang dan sebaliknya serta biaya tempat menginap sewaktu di Malang. Ibu Farida memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III untuk berobat. Bantuan kali ini disalurkan untuk biaya perbaikan keadaan umum, iuran BPJS dan transportasi Kediri-Malang. Setelah santunan sebelumnya masuk dalam nomor rombongan 975. Semoga kondisi Ibu Farida akan selalu tetap membaik dan tetap bisa beraktivitas seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Tica_Fajaria @m_rofii11

Bu Farida menderita kanker payudara kanan


ANIH SUMARNI (59, Stroke). Alamat: Kampung Nyalindung RT 3/2 Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Janda mendiang Pak Mamat ini tinggal di daerah pegunungan. Di rumah bilik yang sempit dan gelap, ia tinggal bersama kedua anaknya yang sudah berkeluarga. Sejak ditinggal mati suaminya, Mak Anih semakin merasakan beratnya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Walaupun ia terbiasa bekerja di ladang, sawah, atau kebun orang, kini semakin berkurang tawaran untuk bekerja menjadi buruh tani. Padahal, upah Rp.25.000,- per hari kerja pun amat dibutuhkannya. Selain karena faktor usia, rupanya kondisi fisik dan kesehatan Mak Anih kini tak memungkinkannya lagi bisa bekerja seperti biasa. Hasil pemeriksaan Puskesmas Sugihmukti menduga ia mengalami stroke ringan. Kaki kirinya tak bisa digerakkan dengan sempurna. Seminggu sekali dia dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan dan terapi. Untung saja dia sudah lama terdaftar sebagai peserta Jamkesmas dan dapat memanfaatkannya untuk berobat ke rumah sakit. Yang menjadi kendala untuk berobat adalah biaya transportasi, akomodasi, dan pembelian obat yang tidak dijamin Jamkesmas. Keinginan Mak Anih untuk terus berobat sampai kepada kurir #SedekahRombongan atas informasi pengurus Rukun Warga. Alhamdulillah, dengan cepat, empati kurir #SR membukakan harapannya untuk terus berikhtiar mengobati penyakit yang hampir melumpuhkan semangat hidupnya. Bantuan Awal dari #SedekahRombongan kemudian disampaikan kepada Mak Anih pada 24 September 2015. Pada kunjungan kurir #SR tanggal 30 November 2015, Ma Anih menceritakan perkembangan kesehatannya yang semakin membaik tetapi dia masih harus berobat rutin. Pada awal Februari 2016, nenek yang tabah ini menuturkan rencananya untuk kontrol ke RSUD Soreang. Alhamdulillah saat itu kurir #SR dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya berobat. Pasa akhir Mei 2016 kurir #SR mengunjungi Ma Anih di gubuk tuanya. Ia masih memerlukan uluran tangan sedekaholics untuk terus mengikhtiarkan kesembuhannya, seperti keinginannya. Alhamdulillah harapannya terkabulkan. Pada akhir Mei 2016 itu #SedekahRombongan memberinya bantuan lanjutan. Pada awal September 2016 keluarganya mengabarkan kepada kurir #SR di Bandung bahwa Ma Anih membutuhkan bantuan untuk biaya membeli obat. Kurir #SR kemudian mengunjungi Ma Anih di gubuk reyotnya. Kondisinya belum membaik. Ia belum bisa berjalan. Karena janda dhuafa ini masih memerlukan bantuan untuk terus berikhtiar, pada bulan itu alhamdulillah ia kembali menfapatkan bantuan lanjutan untuk biaya brobat. Pada akhir Desember 2016, anaknya menghubungi kurir #SR dan mengabarkan bahwa janda dhuafa ini masih menjalani terapi rutin di Puskesmas Pasirjambu. Kurir Sedekah Rombongan kemudian menjenguknya sambil menyampaikan bantuan lanjutan titipan para  sedekaholik #SR. Pada pertengahan April 2017 kurir SR kembali menjenguknya di rumah peninggalan suaminya. Ia belum sembuh dan masih membutuhkan bantuan. Alhamdulillah, dengan empati sedekahollik, kembali Sedekah Rombongan memberinya bantun lanjutan yang digunakan untuk biaya transportasi berobat ke Puskesmas dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 940.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 19 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Bu Anih menderita stroke


DIDIN SYAEFUDIN (39, Keropos Tulang Pinggul). Alamat: Kampung Nyalindung RT 3/2, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Hampir dua tahun Kang Didin tak berdaya. Jangankan untuk menghidupi keluarganya; untuk berjalan pun ia tak mampu, karena tulang/otot punggangnya tak berfungsi. Mungkin karena kuli bangunan ini terlalu sering memaksakan memikul beban di luar kemampuannya. Sampai saat ini ia belum mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang menyeluruh dan berkesinambungan. Keluarganya tak mampu mengupayakan kesembuhannya karena ketiadaan biaya. Bapaknya, juga terkena stroke cukup lama. Saat bertemu dengan kurir #SedekahRombongan, mereka menuturkan kisah hidupnya sambil sesekali menyeka air mata: Terlihat juga kepiluan, rasa malu, dan harapan saat pertama kali Pak Didin merasakan duduk di kursi roda. Tak henti-hentinya ia juga mengucapkan terima kasih dan doa bagi semua. Berbulan-bulan Didin tak ada di kampungnya. Ia diajak berobat alternatif oleh saudaranya. Akan tetapi, upaya ini juga tak dilanjutkan. Pada pertemuan dengan kurir #SR tanggal 22 Februari 2015 Didin menuturkan keinginannya untuk melanjutkan pengobatan ke rumah sakit. Secara psikologis, kondisi Pak Didin kini membaik, meskipun aktivitasnya masih menggunakan kursi roda. Pada kunjungan terakhir, 11 September 2015, ia menuturkan bahwa ia sebulan sekali diperika di  Puskesmas dan diterapi urut. Pada 30 November 2015, kurir #SR bersilaturahmi kembali ke rumah orangtuanya. Kondisinya masih belum menggembirakan. Begitu juga, pada 12 Februari 2016, saat dikunjungi #kurir #SR, Pak Didin mengutarakan rencananya untuk berobat lagi pada 16 Februari 2016. Alhamdulillah pada bulan itu ia mendapatkan bantuan. Pada akhir Mei 2016 keluarganya menghubungi kurir #SR, mengabarkan bahwa Didin harus kontrol dan terapi. Walaupun tidak sempat mengantarnya berobat, pada bulan ini kurit #SR memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobatnya. Pada minggu kedua bulan September 2016, kurir #SR kembali menjenguk Pak Didin di rumah panggung milik orangtuanya, dan memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobat dan biaya sehari-hari Pak Didin. Kondisinya membaik secara psikis, tetapi ia masih harus menjalani terai. Pada pertengahan Desember 2016, Pak Didin menghubungi kurir #SR di Bandung, mengabarkan bahwa ia harus kontrol dan periksa rutin ke Puskesmas. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan kemudian dapat menjenguknya lagi di rumah sempit milik orangtuanya. Ia masih membutuhkan bantuan untuk terus berikhtiar sampai sembuh. Karena itu, bantuan lanjutan kembali disampaikan kepada bapak satu anak ini untuk membayar BPJS/KIS Mandiri Kelas III, biaya transportasi-akomodasi, dan biaya sehari-hari. Pada pertengahan April 2017 Pak Didin menhubungi kurir #SR di Bandung, mengabarkan bahwa ia masih harus kontrol.  Bersyukur kurir #SR dapat menjenguknya dan kembali memberinya bantuan lanjutan untuk ikhtiar kesembuhannnya.  Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 931.

Jumlah Bantuan: Rp.750.000,-
Tanggal: 19 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak Didin menderita keropos tulang pinggul


OTONG MULAWARMAN (51, Hyper Thyroid + Katarak). Alamat: Kampung Cimuncang Tengah RT 2/7, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sungguh berat cobaan yang dialami Mang Otong –begitu sering ia disap. Ia terus diuji dengan penyakit dan kemiskinan! Pofesinya hanya buruh cuci di perusahaan katering di kota Bandung. Istrinya, Bu Anah R (38) hanya ibu rumah tangga biasa. Bersama istri dan anak tunggalnya, dia menempati rumah peninggalan mertuanya yang dibangun di tanah milik PJKA, yang kondisinya sudah tak layak huni. Penderitaan mereka makin terasa sejak Mang Otong didiagnosa mengalami gangguan kelenjar tiroid pada 2005. Berbekal JAMKESMAS, ia mengupayakan pengobatan namun tak pernah sampai tuntas karena terhambat masalah biaya. “Untuk biaya hidup sehari-hari pun kembang kempis. Pekerjaan pun tidak setiap hari ada, padahal saya diupah harian …” tuturnya sambil menunduk. Berdasarkan penuturannya pula, ia mengalami gangguan di matanya dan berobat rawat jalan di RSUD Soreang pada 2005 sampai 2006. Hasil ikhtiarnya: matanya berfungsi baik walau harus dibantu kaca mata. Pada 2009, ia sempat memulai kembali pengobatan untuk mengatasi gangguan tiroidnya namun kembali terhenti karena alasan biaya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan bertemu dengan Mang Otong, dan bisa membantunya memotivasi agar ia kontrol teratur serta menyakinkannya bahwa penyakitnya dapat diobati dengan ikhtiar dan izin Allah Swt. Kini ia rutin sebulan sekali kontrol ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung mengobati gangguan tiroidnya; alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan. Akan tetapi, pada awal bulan April 2015 ia merasakan kedua matanya mengalami penurunan fungsi. Ia harus diperiksakan lagi ke RS Mata (RSM) Cicendo Bandung. Pada akhir Juni 2015 ia kontrol kembali ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Pada awal Agustus 2015 dia melakukan pemeriksaan matanya yang kini kemampuan melihatnya menurun 40 persen. Pada 5 Oktober 2015 ia kontrol lagi dan memerikasakan matanya ke RSM Cicendo. Pada 20 November 2015 dia juga kontrol lagi ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung, menjalani pemeriksaan rutin. Hasilnya, gangguan tiroid-nya masih ada, dan ia masih harus rutin kontrol dan menjalani pemeriksaan. Pada akhir Januari 2016, Pak Otong kembali berobat ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Ia masih memerlukan bantuan untuk terus berikhtiar sampai Allah Swt menyembuhkannya. Alhamdulillah, sedekaholics #SR juga terus berempati kepada Mang Otong dan keluargannya. Pada Mei 2016 kurir #SR bertemu lagi dengan Pak Otong saat ia berobat ke RSHS Bandung dan memberinya santunan lanjutan. Alhamduillah perkembangan kesehatannya membaik tetapi ia masih harus rutin kontrol sebulan sekali. Pada awal September 2016 Pak Otong mendapatkan bantuan dari Pemkab Bandung untuk perbaikan rumahnya. Dengan empati sedekaholics, alhamdulillah #SR juga memberinya bantuan untuk biaya tambahan renovasi rumahnya dan transportasi-akomodasi berobat. Pada pemeriksaan rutin di bulan November 2016, Pak Otong disarankan untuk memeriksakan matanya di RSM Cicendo. Berdasakan hasil pemeriksaan, ia harus menjalani operasi mata. Pada 18 November 2016, didampingi istrinya, ia datang ke RSM Cicendo untuk operasi. Akan tetapi, tim medis menunda operasinya sampai akhir Desember 2016 karena retina matanya perlu ditangani terlebih dahulu dengan terapi sinar. Pada akhir Desember 2016 dia kontrol lagi ke RSM Cicendo sambil memastikan rencana operasinya yang dijadwalkan pertengahan Januari 2017. Akan tetapi, karena ada gangguan pada jantungnya, tindakan operasinya ditunda sampai jantungnya dinyatakan sehat. Pak Otong masih harus berikhtiar dan membutuhkan bantuan. Pada pertengahan April 2017 ia menjalani kontrol lagi dan harus memperbarui rujukan dari RSUD Soreang. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali memberinya santunan yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 962.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak Otong menderita hyper thyroid + katarak


UZI LESTARI (16, Kanker Tulang Belakang). Alamat : Kampung Gamnung RT 4/8, Desa Mejarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Uzi adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Bersama ibu dan saudaranya, ia tinggal di rumah bedeng milik perusahaan (bedeng adaah perumahan sederhana untuk pekerja kelas rendahan di perusahaah perkebunan teh). Ayahnya telah meninggal dunia beberapa bulan yang lalu karena kecelakaan. Ibunya, Bu Komariah (40), hanyalah ibu rumah tangga biasa yang kesehariannya disibukkan dengan mengurus rumah dan anak-anak; ia tidak punya pekerjaan tetap untuk melanjutkan kehidupan: membesarkan kedua anaknya yang kini menjadi anak yatim. Sepeninggal ayahnya, Uzi dan keluarganya semakin terpuruk. Mereka termasuk dhuafa yang sangat layak mendapatkan bantuan untuk menjalani kehidupan. Apalagi setelah siswi SLTP ini mengalamai sakit yang tak biasa sejak bulan Juli 2016. Ia diduga  terserang tumor di betis dan kanker tulang belakang. Berbekal Jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS), keluarga Uzi membawanya berkali-kali diperiksa ke Puskesmas Pasirjambu dan RSUD Soreang. Akhinya, RSUD Soreang merujuk penanganan medis Uzi ke RSHS Bandung. Akan tetapi karena ketidakadaan biaya, ikhtiarnya tertunda beberapa lama, padahal Uzi bersemangat untuk berobat karena ingin kembali bersekolah. Harapan Uzi dan keluarganya untuk terus berobat akhirnya sampai beritanya kepada Kurir Sedekah Rombongan atas informasi dari kader Posyandu di desa yang berada di dataran tinggi ini. Dengan Izin Allah Swt, bersyukur kurir #SR di Kabupaten Bandung dapat mengantar-jemput dan mendampingi Uzi diperiksakan di RSHS Bandung. Setelah dua kali didampingi menjalani tahapan diagnosa di RSHS, alhamdulillah, tindakan biopsi sudah dilakukan. Setelah menunggu beberapa minggu, akhirnya keluar hasil pemeriksaan terakhir berupa penegakan Patology Anatomy (PA). Ia didiagnosa mengidap Tumor Tulang Belakang. Pada awal November 2016, Uzi menjalani operasi tulang belakang. Alhamdulillah operasinya berhasil. Ia sudah mulai bisa duduk walaupun tidak lama. Akan tetapi, secara medis, perjalanan dia meraih kesembuhan masih amat panjang. Dia harus kontrol rutin seminggu sekali, dan menjalani 30 kali terapi sinar. Padahal, segala kemampuan mereka telah terkuras habis. Anak yatim dan ibunya ini masih membutuhkan bantuan. Memahami musibah yang dialami Uzi dan keluarganya, dengan empati sedekaholics, Sedekah Rombongan terus memberinya bantuan. Pada awal Maret 2017 ibunya mengabarkan bahwa selain medis, Uzi juga ditangani secara alternatif dengan cara dipijat. “Alhamdulillah cocok juga Uzi diterapi urut dan hasilnya terasa,” kata ibunya. Pada pertengahan April 2017 kurir #SR kembali menemui Uzi. Mereka layak segera mendapat bantuan lagi dari Sedekah Rombongan agar bisa terus berikhtiar sampai Allah Swt menyembuhkannya. Perkembanganya alhamdulillah amat menggembirakan. Kini anak yatim itu sudah bisa duduk dan sekali-kali bergerak, tetapi ia masih harus menjalani kontrol dan terapi rutin. Pada bulan April 2017 bersyukur kurir #SR di Bandung berkesempatan untuk mendampinginya berobat dan dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk Uzi Lestari. Bantuan Ke-5 ini digunakan untuk biaya pengobatan, membeli obat/vitamin, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 975.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Uzi menderita kanker tulang belakang


JAKA ROMA (56, TB Paru). Alamat : Kampung Ciwidey Tengah RT 1/10, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pada awal Maret 2017 Kang Jaka –begitu panggilan sehari-harinya– mengalami demam berat. Hampir satu bulan ia menderita sakit yang dianggapnya hanya flu biasa. Berkeli-kali ia diperiksakan ke dokter praktek dan Puskesmas Ciwidey. Ramuan tradisional juga sempat dijadikan alternatif pengobatan. Berdasarkan rekomendasi dari Puskesmas, Kang Jaka akhirnya dirujuk pengobatannya je RSUD Soreang. Ia diduga menderita TB. Paru. ” Tapi pemeriksaan ke rumah sakit ditunda dulu, Pak, karena tagihan iuran BPJS Mandiri Kang Jaka dan keluarga masih menunggak,” kata istrinya, Ibu Nanih (45) saat menceritakan kronologis sakit suaminya kepadamkurirn#SR di Bandung. Perihal sakitnya petugas kebersihan di Mesjid Besar Ciwidey ini sampai kepada Sedekah Rombongan atas informasi dari Kang Asep Cunarya. Setelah tunggakan Iuran BPJS mereka dilunasi, pada 15 April 2017, Kang Jaka kemudian dibawa periksa ke IGD RS Santosa 2 Kopo Bandung, menggunakan MTSR Bandung. Berdasarkan pemeriksaan di RS swasta ini, ia diduga kuat mengidap TB. Paru dan harus dirawat (diisolasi) di ruang khusus. Tetapi karena di rumah sakit ini ruangan isolasinya tak ada yang kosong, penanganan medis Kang Jaka dirujuk lagi ke RS Paru dr. Rotinsulu di Ciumbuleuit Kota Bandung. “Setelah diperiksa seksama, Pak Jaka positif terserang TB. Paru dan harus dirawat malam ini juga,” kata tim medis di rumah sakit khusus paru itu. Setelah lima hari dirawat inap dan masa kritisnya teratasi, Kang Jaka diperbolehkan pulang, tetapi dia harus kontrol pada 28 April 2017. Pak Jaka Roma dan keluarganya kayak mendapatkan bantuan dari para dermawan untuk mengobati penyakitnya agar ia segera sembuh dan dapat menjalankan tugas mulianya memelihara kebersihan mesjid. Bersyukur sedekaholics berempati atas musibah yang dipikul Pak Jaka dan keluarganya. Dengan izin Allah swt, alhamdulillah, Bantuan Awal dari Sedekah Rombongan telah disampaikan kepada Pak Jaka Roma, yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari selama berobat. “Terima kasih bapak-bapak/ibu-ibu di SR. Semoga Allah Swt membalasnya dengan kebaikan,” doa istrinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 15 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak Jaka menderita TB paru


ANNISA BINTI WAWAN (6, Hydrochepalus). Alamat: Kampung Bojong Malaka, RT 2/13, Desa Kopo, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ayah Annisa, Wawan (29) bekerja sebagai kusir delman; sedangkan ibunya, Isma, hanya ibu rumah tangga. Saat Annisa berusia satu bulan, ia didiagnosis hydrochepalus. Berbekal Jamkesmas waktu itu Annisa sudah menjalani pemasangan selang (vp shunt) dan tiga kali mendapat tindakan operasi. Tetapi, sampai saat ini penyakitnya belum teratasi. Pada akhir tahun 2014 dokter menyarankan Annisa dioperasi kembali. Akan tetapi, orangtuanya merasa belum siap. Apalagi saat itu Annisa tidak terdaftar lagi sebagai peserta Jamkesmas. Masalah biaya rumah sakit menjadi kendala. Sebelumnya Annisa dirawat di RSHS Bandung karena penyakitnya kambuh, kepalanya terus membesar dan diduga mengalami meningitis. Tata laksana  terhadap keadaan Annisa membutuhkan waktu lama dan diperlukan kesiapan moril dan materiil. #SedekahRombongan kemudian mendaftrakan Annisa sebagai peserta BPJS sehingga orangtuanya tidak perlu merasa khawatir akan biaya pengobatan yang sangat mahal. Sampai Januari 2015 Annisa berobat jalan ke RSUD Soreang menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Setelah Annisa memiliki Kartu BPJS, Alhamdulillah orang tuanya termotivasi kembali untuk melanjutkan tindakan operasi keempat bagi Annisa. Sayang, operasi belum dilaksanakan karena kondisi Annisa belum stabil. Ia kerap mengalami kejang setiap hari. Bahkan kini kedua matanya tak bisa melihat. Pada 30 Juni 2015, Kurir #SR bisa bertemu lagi dengan Annisa dan keluarganya setelah beberapa bulan mereka mengadu nasib di Cirebon. Untuk kesekian kalinya, mereka didampingi kembali mengawali pemeriksaannya ke RSUD Soreang kemudian ke RSHS Bandung. Pada awal Oktober 2015 Annisa mengalami kejang-kejang. Ia kemudian diperiksakan ke bidan dan Puskesmas. Ibunya Annisa, Bu Isma sendiri sedang mengandung anak ketiga. Dua kali Bu Isma diantar MTSR kontrol rutin pekembagan kehamilannya. Dokter Kandungan RSUD Soreang menduga kelahirannya melalui operasi. Dan pada 17 November 2015 Bu Isma melahirkan putri ketiganya melalui operasi cessar. Sementara itu kondisi anak keduanya, Annisa memburuk. Hampir setiap malam ia kejang dan demam. Pada pertengahan Januari 2016 kurir #SR menemui Annisa dan keluarganya untuk pemeiksaan rutin ke RSUD Soreang. Secara medis, tindakan terakhir untuk mengurangi cairan dan pembesaran kepalanya adalah operasi. Akan tetapi, sampai saat ini tindakan itu belum dilaksanakkan, menunggu kesiapan kedua orangtuanya. “Kami masih trauma Pak. Sudah dua kali Annisa dioperasi, tetapi kepalanya masih seperti itu,” jawab ibunya ketika ditanya kurir mengapa tindakan operasinnya selalu ditunda. “Bantu kami membeli obat untuk menangani Annisa kalau kejang dan kebutuhan susu. Apalagi, kami bulan ini (Februari 2016, red.) harus ikut suami ke Cirebon,” tambahnya. Selama Annisa tinggal di Cirebon, alhamdulillah empati sedekaholics #SR terus disampaikan. Pada awal Mei 2016 Annisa dan ibunya pulang ke kampung halaman tempat Ibu Isma dibesarkan. Saat dikunjungi kurir #SR, ibunya Annisa menyatakan bahwa Annisa akan diperiksakan kembali secara rutin ke rumah sakit, karena kondisinya semakin menurun. Pada bulan Mei 2016 bersyukur kurir #SR dapat menyampaikan bantuan untuk biaya berobat dan biaya sehari-hari Annisa dan keluarganya. Pada akhir Agustus 2016 ibunya Annisa memberitahu kurir #SR di Bandung bahwa kondisi Annisa kembaali menurun drastis. Ia tak mau menerima asupan makanan dan lingkar kepalanya membesar. Saat dikunjungi, kondisi Annisa memanga amat mengkhawatirkan. Ia masih harus menjalani terapi dan penanganan lainnya di rumah sakit. Dengn doa semua dan bantuan paramedis, bersyukur Annisa dapat diangani dengan baik. Pada  akhir November 2016, ibunya menghubungi kurir #SR mengabarkan bahwa pada telinga kiri Annisa ada luka yang terus membesar. Beberapa hari kemudian kurir SR menemui Annisa dan ibunya di rumah kontrakan, kemudian membawa Annisa periksa ke Pukesmas Kopo dan RSUD Soreang. Annisa dianjurkan untuk kontrol rutin dua kali dalam seminggu ke rumah sakit. Pada Januari 2017 kurir Sedekah Rombongan mengunjungi Annisa dan keluarganya setelah ibunya meminta bantuan untuk menguruskan tagihan Iuran BPJS serta biaya untuk membeli obat dan susu, dan bersyukur Sedekah Rombongan daat membaantunya. Pada April 2017 Ibu Isma menghubungi kurir #SR mengabarkan bahwa Annisa sudah dirawat inap di RSUD Soreang dan mebutuhkan bantuan. Mempahami begitu beratnya cobaan yang dialami keluarga miskin ini, kembali bantuan dari sedekaholics #SR disampaikan kepada mereka. Bantuan Sedekah Rombongan yang dia terima di rumzh sakit ini digunakan untuk biaya membayar iuran BPJS serta membeli obat dan susu. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 945.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @wiwin

Annisa menderita hydrochepalus


SYARIF NURDIANSYAH (40, Neurofibromatosis). Alamat: Kp. Pasar Kidul RT 2/9, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Syarif menderita neurofibromatosis sejak ia remaja. Tak sanggup dibayangkan jika nasib yang dialami guru ngaji ini menimpa kita! “Hanya 15 tahun saya bisa menikmati hidup dengan kondisi sehat dan normal. Saya sakit-sakitan sejak kelas 3 STM,” cerita Syarif sambil menghela nafas panjang, ditemani istrinya, Entin Sutianah (30) di rumahnya. Neurofibromatosis adalah kelainan genetik yang ditandai dengan adanya benjolan berisi jaringan saraf (neurofibroma) di bawah kulit. Penyakit ini biasanya mulai muncul sejak usia remaja. Selama ini Syarif berobat ke rumah sakit dengan kartu Jamkesmas namun tidak teratur karena terkendala biaya. Maklum penghasilannya hanya didapat dari berjualan di depan sekolah. Pak Syarif amat layak disantuni agar berkurang penderitaannya dan bisa melanjutkan pengobatannya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan sampai saat ini terus membantu dan mendampinginya berobat. Kini dia harus menjalani terapi bedah beku seminggu sekali di RSHS Bandung, untuk mengurangi benjolan di sekujur tubuhnya. Sebelum ke RSHS, ia menjalani pemeriksaan laboratorium darah berupa bleedeng time dan clothing time di Puskesmas Ciwidey. Pada kontrol kedua di bulan Januari 2015 Syarif sempat menginap dua malam di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Dia juga mengalami kebutaan dan sudah diperiksa di RS Mata Cicendo Bandung. Pada pemeriksaan minggu terakhir bulan April 2015, ia ditangani juga oleh tim medis Bagian Syaraf dan mendapatkan pemeriksaan RMI di RSHS Bandung. Hasilnya, bersyukur, tidak ada indikasi ia terserang tumor pada syarafnya. Pada pertengahan Agustus 2015, Pak Syarif melanjutkan ikhtiar berobatnya ke RSHS Bandung; dia menjalani bedah beku. Pada awal Oktober 2015 ia kontrol lagi ke RSHS dan kembali menjalani bedah beku. Tetapi pada bulan November 2015 ia tidak diterapi bedah beku karena obatnya kosong. Pada bulan Desember 2015 kurir kembali mendaftarkannya untuk terapi bedah beku yang keberhasilannya mulai terasa. Pada awal Februari 2016 seorang dokter RSHS Bandung menelpon keluarga Pak Syarif, menawarkan alternatif lain untuk penanganan penyakitnya, yaitu melalui operasi kecil. Didampingi kurir #SR, ia kemudian mengikuti tawaran itu. Tindakan ini membawa hasil yang memuaskan. Pada April dan Mei 2016 Pak Syarif kontrol rutin ke RSHS Bandung sambil meneruskan tindakan operasi mengangkat benjolan-benjolan lainnya yang masih bertebaran di sekujur tubuhnya. Begitu juga pada Juni 2016, MTSR dan kurir Bandung kembali mendampinginya menjalani operasi kecil di RSHS Bandung. Ia harus senantiasa didampingi karena tak bisa berjalan secara normal setelah penglihatannya tak berfungsi dengan baik. Pada pertengahan September 2016, kurir #SR menemuinya kembali di rumahnya dan memberinya bantuan yang digunakan untuk biaya berobat dan biaya sehari-hari. Pada awal November 2016 Pak Syarif menghubungi kurir #SR, mengemukakan bahwa ia harus ke RSHS Bandung tuk menjalani operasi bedah beku. Bersyukur kurir #SR dapat mendampinginya. Pada pemeriksaan saat itu, ia juga dijadwalkan tim medis untuk tindakan operasi kecil pada Desember 2016. Selama sepuluh hari dia tinggal di RSSR Bandung sambil menunggu panggilan. Akan tetapi, sampai akhir Desember 2016 ia belum mendapatkan ruangan. Karena itu, dia diantar pulang dulu ke rumahnya. Pada Februari 2017 kurir #SR mendampinginya kontrol sambil mengecek jadwal masuk ruang rawat inap. Bersyukur ini ia mendapatkan gilirannya dan masuk ruang rawat inap di ruangan Kana RSHS Bandung. Operasi pembedahan benjolan di tangannya dilaksanakan pada 13 Februari 2017. Setelah menjalani operasi, ia sempat dirawat satu minggu dan menjalani kontrol seminggu sekali sampai bulan Marer 2017. Alhamdulillah operasinya berhasil. Pada minggu akhir April 2017 dia dijadwalkan kontrol lagi ke RSHS Bandung. Muadzin ini masih membutuhkan bantuan dan dukungan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali Sedekah Rombongan memberinya santun lanjutan untuk biaya transportasi, membeli obat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 973.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak Syarif menderita neurofibromatosis


ISTIKOMAH BINTI DAYAT (7, Lumpuh + Kejang).  Alamat: Kp. Rancabogo RT 2/13, Kelurahan Gunung Gede, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Awalnya, Istiqomah terlahir dengan kondisi sehat namun dua tahun kemudian, mulai terlihat ketidaknormalan dalam diri Isti dan fisiknya semakin lemah malah beberapa bulan kemudian ia tak bisa berjalan. Keluarganya hanya membawa Isti ke puskesmas dan ternyata harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Sayangnya, karena terkendala biaya dan jaminan kesehatan, Isti hanya dibawa berobat tradisional yang membuat keadaannya semakin parah. Kini Isti hanya bisa terbaring di atas alas spons karena tidak punya kasur. Ayahnya, Dayat (50) bekerja sebagai buruh bangunan dan ibunya, Cucu (45) tidak bisa membantu ekonomi keluarga karena harus merawat Istiqomah. Mereka kehabisan biaya sehingga Isti tak dibawa berobat lagi, dan Alhamdulillah ada salah satu keluarganya yang memberi informasi kepada Sedekah Rombongan dan kurir pun menjenguk Isti. Bantuan dari Sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Isti supaya ia bisa kembali sehat dan bersekolah. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Obet

Istikomah menderita lumpuh + kejang


MTSR TASIKMALAYA (B1495SU, Operasional dan Perawatan Rutin). Mulai Bulan Mei tahun 2014, Sedekah Rombongan area Tasikmalaya memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Area operasional MTSR Tasikmalaya mencakup Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, dan juga mengantar pasien yang dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung dan RSU Siaga Medika Banyumas. Bulan Juli 2014 MTSR Tasikmalaya melakukan servis besar di Layanan Servis Resmi Suzuki. Awal September kembali masuk bengkel untuk service kakai-kaki, ganti shockbreaker depan, per belakang, sekaligus ganti oli, filter oli, dan penggantian vanbelt. Selain untuk biaya pemeliharaan MTSR melalui servis rutin, biaya pemeliharaan juga dipergunakan untuk membeli sebuah ban karena ban cadangan sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Pada tanggal 24 November 2016, MTSR melakukan perbaikan pada bagian kopling. Frekuensi penggunaan MTSR Tasikmalaya semakin hari semakin tinggi. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya di Priangan Timur, mengantar jemput pasien ke RSUD, juga mengantar jemput pasien ke RSHS Bandung. Hampir setiap minggu ada saja pasien yang harus diantar ke RSHS Bandung, sekarang ditambah dengan mengantar pasien ke RSU Siaga Medika Banyumas, bahkan kadang dalam seminggu bisa 2-3 kali pulang pergi ke Bandung yang berjarak sekitar 120km dengan waktu tempuh 3-4 jam sekali jalan. Agar kondisi mobil tetap prima, service rutin selalu dijalani MTSR. Titipan sedekah dari para #SahabatSR kembali dipergunakan untuk mendukung biaya operasional bahan bakar untuk membawa pasien ke Bandung, service kopling, ganti oli dan spooring. RSUD dr. Soekardjo dan daerah sekitarnya selama tanggal 16-30 April 2017, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 981.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 29 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr @adiabdillah

Biaya operasional dan perawatan rutin


DIAH BINTI SURAEJI ( 60, DX Melena ). Alamat: Kp. Ranca Sengang RT 5/8, Kel Cibunigelis, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah setahun ini, Bu Diah mengalami pendarahan hebat ketika ia sedang buang air besar. Sempat berobat ke puskesmas seminggu sekali namun kini berhenti karena kehabisan biaya untuk menyewa transportasi. Bu Diah sempat dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya selama 10 hari dan menurut dokter HB-nya hanya 5,6 saja. Keadaannya sudah hampir kritis. Suaminya, Oleh (65) bekerja sebagai buruh tani di sawah milik tetangganya dan penghasilannya hanya 10-20 ribu per hari. Ia sempat kebingungan dengan biaya berobat dan terkadang meminjam uang ke tetangga. Mereka punya dua anak namun rumahnya agak berjauhan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Bu Diah atas informasi dari salah satu keluarganya. Santunan pun disampaikan untuk membantu biaya berobat dan akomodasi. Mudah-mudahan Allah memberi kesembuhan pada Bu Diah. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 19 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu Diah menderita DX melena


IDING BIN JA’I (40, Serangan Jantung). Alamat: Kp. Liunggunung, RT 2/4, Kelurahan Mangkubumi, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah seminggu ini, Pak Iding dirawat di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya karena serangan jantung. Sebenarnya, penyakitnya tersebut sudah dirasakan sejak lama namun ia masih menahannya dan sayangnya, kekuatannya untuk menahan penyakit ada batasnya dan ia harus dilarikan ke rumah sakit karena pingsan. Ternyata di RS, ia harus cuci darah dengan menggunakan fasilitas KIS dan keadaannya memprihatinkan. Ia sering mengeluh sakit perut dan sesak napas. Pak Iding bekerja sebagai buruh harian yang terkadang tak mendapat penghasilan karena sepinya pekerjaan. Istrinya, Enok (39) juga tak bekerja dan hanya menjadi IRT mengurus 2 anak. Mereka tinggal di rumah kontrakan kecil dengan penerangan seadanya. Alhamdulillah, Allah memudahkan Sedekah Rombongan untuk bisa bertemu dengan Pak Iding di RS dan menyampaikan santunan untuk membantu biaya pengobatan dan akomodasi. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada Pak Iding supaya ia bisa bekerja kembali dan menafkahi keluarganya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 25 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ari

Pak Iding menderita Serangan Jantung


NURHENI YULIA (17, Tunggakan Biaya Sekolah). Alamat: Kp. Ciangir, RT 3/4, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Heni, begitu ia sering dipanggil adalah seorang siswa SMA yang duduk di bangku kelas X. Heni juga sekalian mengaji karena sekolahnya menyatu dengan yayasan pesantren. Meskipun semangat sekolahnya tinggi namun terhalang oleh biaya sekolah yang tidak terjangkau olehnya. Biaya iuran bulanan yang menurutnya besar menjadi kendala Heni untuk menuntut ilmu. Heni menunggak beberapa bulan sebanyak ratusan ribu dan untuk mengikuti ujian, ia harus melunasinya dan ia kebingungan. Orangtuanya, Amat (45) adalah seorang buruh tani dan ibunya,  Rini (43) adalah seorang buruh cuci. Penghasilan mereka berdua hanya cukup untuk makan sehari-hari namun mereka punya keinginan kuat untuk menyekolahkan anaknya di pesantren hingga selesai. Heni juga masih punya adik, Upit (10) yang masih membutuhkan biaya sekolah. Untuk bekal, ia tak punya dan tak jarang Heni menahan lapar karena tak bisa jajan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan diberi kesempatan untuk melihat Heni di pesantren dan memberikan santunan biaya sekolah supaya ia bisa mengikuti ujian. Semoga bantuan dari Sedekaholics membantu Heni menggapai cita-citanya dan mengangkat derajat keluarga. Aamiin

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 26 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bantuan pembayaran tunggakan biaya sekolah


KARDI BIN ANIM (28, Tumor di Kepala). Alamat : Kp. Ciseureuh, RT 4/7, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Kang Kardi adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Purwakarta sejak bulan Juli 2016 lalu, ia merupakan seorang kurir pengantar air isi ulang di depot air yang berada di tengah perumahan panorama Purwakarta. Benjolan yang ada di kepalanya telah ada sejak Kang Kardi lahir. Semakin bertambah usianya,  tumor di kepalanya juga semakin membesar. Berdasarkan penuturan keluarga, semenjak kecil hingga umurnya yang ke-28 saat ini, Kang Kardi telah menjalani 6 kali operasi di rumah sakit. Namun, setiap kali operasi, tumor di matanya bukan hilang, malah semakin membesar. Hingga kini, ia rutin berobat setiap  3 bulan ke dokter spesialis bedah di RS Thamrin Purwakarta,  dengan  jaminan kesehatan pemerintah. Ia disarankan berobat lebih lanjut di RSHS Bandung oleh dokter yang saat ini merawatnya. Namun, karena kendala biaya ia belum dapat  berangkat, karena penghasilannya sebagai kurir pengantar air hanya cukup untuk biaya hidup  sehari-hari saja. Bantuan awal pun telah disampaikan #SedekahRombongan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat ke RSHS Bandung yang masuk dalam rombongan 802. Kardi sudah menjalani beberapa cek lab dan tinggal di rumah singgah SR, yaitu rujukan ke dokter bedah plastik, tes urin, darah, paru, jantung dan rontgen. Bantuan lanjutan #Sedekaholics pun disampaikan untuk berobat jalan pemeriksaan ke dokter spesialis dalam, dan diperiksa anestesi serta hasilnya. Kardi harus menunggu sampai akhir bulan april sampai pihak RSHS menelopnya.  Semoga bantuan tersebut  dapat membantu ikhtiar Kang Kardi untuk bisa sembuh dari penyakitnya, sehingga ia dapat bekerja lagi, mengingat ia  adalah tulang punggung keluarganya, karena ayahnya telah lama meninggal. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 928.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 26  April 2017
Kurir :  @ddsyaefudin @awwal_ula @hastapradja

Kang Kardi menderita tumor di kepala


IJAH HODIJAH (58, Jantung Bengkak). Alamat : Dsn. Cikangkung, RT 3/3, Ds. Cikembulan, Kec. Sidamulih, Kab. Pangandaran, Prov. Jawa Barat. Setahun yang lalu Ibu Ijah mengalami sesak di bagian dada, kepala pusing, dan bengkak di kedua kakinya. Setelah dibawa dan di rawat di Puskesmas selama tiga hari, diagnosis dokter berdasarkan hasil rontgen yang dilakukan menyebutkan bahwa Bu Ijah menderita Bengkak Jantung. Kini berat badan Bu Ijah turun drastis, jika berjalan sebentar saja terasa lelah dan capek. Setiap hari Bu Ijah harus mengkonsumsi obat baik dari Puskesmas atau tenaga kesehatan setempat. Adapun saran dari Puskesmas sebaiknya diperiksa ke Rumah Sakit Tipe A atau dokter Spesialis Jantung. Karena keterbatasan biaya Ibu Ijah hanya bisa pasrah menerima kenyataan. Saat ini Ibu Ijah tinggal seorang diri, suaminya meninggal sekitar sepuluh tahun yang lalu sementara anak tunggalnya yang sudah berumah tangga dan berpenghasilan pas-pasan belum bisa membantu untuk biaya berobat. Ibu Ijah memiliki jaminan kesehatan KIS PBI Kelas III yang dibiayai pemerintah. Atas ijin Alloh, kurir Sedekah Rombongan Pangandaran dipertemukan dengan Ibu Ijah dan ikut memberikan bantuan untuk transportasi,kontrol dan akomodasi ke Rumah Sakit Tipe A. Ibu Ijah dan anaknya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang di sampaikan Sedekah Rombongan. Semoga Ibu Ijah dapat kembali sehat seperti sediakala dan ber aktivitas kembali seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @indarkusnandar

Bu Ijah menderita jantung bengkak


ETI SOLIHAT (33, Tumor di Anus ). Alamat : Dusun Sidamulya, RT 2/13, Desa Bojonggedang, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Ibu Eti ini menderita sakit pada anusnya. Awalnya sekitar 4 tahun yang ia kaget karena buang air besar bercampur darah. Menurut pemeriksaan di klinik ia disangka kena wasir. Namun ia tidak menjaga kesehatan dengan benar. Pola makannya tidak teratur. Setelah semakin parah baru ia periksakan ke dokter, oleh dokter ia divonis tumor di anusnya. Dan membuatnya harus menjalani operasi rujuk ke RS Purwokerto. Ia merasa pasrah dan kesulitan biaya. Ibu Eti  ini tinggal bersama suaminya Maman Sutarwan (45) dan anaknya Didin Khoerudin yang masih sekolah kelas 6 SD. Suaminya bekerja tidak menentu, hanya seorang buruh serabutan, itupun bila ada yang menyuruh.  Ibu Eti ini memiliki jaminan kesehatan BPJS mandiri kelas 3, yang baru ia buat karena akan dioperasi. Atas ijin Alloh kurir Sedekah Rombongan Ciamis dipertemukan dengan Ibu Eti dan ikut memberikan bantuan untuk biaya untuk transportasi dan akomodasi ke RS Purwokerto. Ibu Eti dan keluarganya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang di sampaikan Sedekah Rombongan, semoga Ibu Eti dapat kembali sehat seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @zezenzn

Bu Eti menderita tumor di anus


ISUR BINTI SAWITI ( 72, Pengeroposan Tulang ). Alamat : Dusun Pangrumasan, RT 10/11, Desa Cileungsir, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Ibu Isur ini menderita sakit Keropos Tulang di tulang punggungnya. Awalnya 9 tahun yang lalu terjatuh di rumahnya. Gejala awalnya panas dingin.  Sampai kini keadaannya badannya bungkuk sekali, tidak bisa berdiri tegak. Jika sedang kambuh ia merasa panas dingin di sekujur tubuhnya dan tak bisa tidur. Sudah berkali-kali berobat namun tidak kunjung sembuh akhirnya ia hanya bisa pasrah. Ibu Isur  ini tinggal bersama suaminya Kusnadi (73). Suaminya bekerja tidak menentu, hanya seorang buruh serabutan, itupun bila ada yang menyuruh. Mereka tidak punya anak. Ibu Isur ini tidak memiliki jaminan kesehatan. Atas ijin Alloh kurir Sedekah Rombongan Ciamis dipertemukan dengan Ibu Isur dan   ikut memberikan bantuan untuk biaya santunan dan obat-obatan. Ibu Isur dan keluarganya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang di sampaikan Sedekah Rombongan, semoga Ibu Isur dapat kembali sehat seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @zezenzn

Bu Isur menderita pengeroposan tulang


LENI ANGGRAENI (2, Infeksi Saluran Pernafasan). Alamat : Dusun Cicangkrung, RT 16/05, Desa Ciherang, Kecamatan Kadugede, Kabupaten  Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Balita berusia kurang dari 2 tahun ini biasa dipanggil Leni. Kesehatannya terganggu akibat terjadinya infeksi saluran pernafasan. Baru beberapa bulan lalu kesehatannya menurun. Gejala awal yang ia alami berupa panas tinggi yang disertai dengan kejang-kejang, perut kembung, timbul bintik merah di kaki sebelah kanan hingga kaki yang membengkak. Selain itu, Leni juga sering sesak nafas hingga saat ini. Ia telah menjalani pengobatan, pertama ia berobat ke Puskesmas terdekat tetapi tidak ada perubahan. Kemudian ia diberi surat rujukan untuk berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan agar segera menjalani rawat inap. Akan tetapi, karena terkendala masalah biaya orang tua Leni membawa Leni ke seorang dokter praktek. Alhamdulillah ada perubahan pada kakinya yang sudah tidak terlalu bengkak. Namun, sesak nafasnya masih terus berlanjut. Pengobatan ke dokter praktek pun kembali terhenti karena masalah biaya. Leni sendiri tidak memiliki kartu jaminan kesehatan BPJS sehingga sulit bagi kedua orang tuanya untuk melanjutkan pengobatan Leni. Ayah Leni, Bapak Andi (43) bekerja sebagai pengurus kandang ternak ayam dengan penghasilan pas-pasan. Sedangkan Ibu Suherni tidak memiliki penghasilan karena keseharian beliau mengurus rumah tangga. Alhamdulillah Allah memberi kemudahan dengan mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Leni sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada Leni untuk biaya lanjutan ke RSUD. Semoga Allah memberi kemudahan agar Leni segera sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Peni

Leni menderita infeksi saluran pernafasan


RASIYEM BINTI KASIM (42, Kanker Rahang). Alamat : Dukuh Jumbleng, RT 5/4, Kel. Sojomerto, Kec. Gemuh, Kab. Kendal, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 2014 lalu, Bu Rasiyem merasakan sakit gigi, kemudian timbul benjolan di rahang kanannya. Kemudian, Bu Rasiyem berobat ke dokter praktek di desa. Oleh dokter disarankan ke RSI di Kendal. Dua hari setelah berobat, rasa sakitnya makin hebat lalu dirujuk ke RSUD Tugurejo Semarang. Di RSUD Tugurejo Semarang dilakukan operasi cabut gigi kiri dan kanan.Berdasarkan pemeriksaan awal, dicurigai ada keganasan. Namun karena merasa sudah membaik, pengobatan tidak dilanjutkan.Padahal dokter telah menyarankan untuk operasi. Pada awal tahun 2015, Sakit yang diderita Bu Rasiyem semakin parah. Kondisi tubuh juga semakin menurun. Kemudian Bu Rasiyem menjalani kontrol rutin di RSUD Tugurejo Semarang. Setelah menjalani kontrol rutin selama 3 bulan, pengobatan Bu Rasiyem kembali terhenti karena tidak adanya biaya untuk bolak-balik ke Semarang. Bu Rasiyem telah memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Bu Rasiyem yang masih memiliki 3 tanggungan anak memilih untuk mengobati lukanya dengan obat-obatan tradisional. Alhamdulillah pada bulan Juni 2016 tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Rasiyem. Dan kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Bu Rasiyem. Saat ini Bu Rasiyem dapat melanjutkan pengobatannya kembali di RSUD Tugurejo Semarang. Karena penyakitnya sudah semakin parah, dokter menyarankan Bu Rasiyem untuk menjalani kemoterapi. Saat ini Bu Rasiyem telah menyelesaikan kemoterapi yang ke-8. Selain itu, dokter juga memutuskan untuk melakukan tindakan penyinaran terhadap Bu Rasiyem. Saat ini Bu Rasiyem sudah melakukan pengukuran topeng untuk persiapan tindakan penyinaran. Santunan diberikan kepada Bu Rasiyem untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 974.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.183.790,-
Tanggal : 29 Maret 2017
Kurir : @indrades @idaiddo @rishafaiq @DiahPertiwi1110

Bu Rasiyem menderita kanker rahang


JAMILAH BINTI KROMO DIONO (69, Sirosis Hepatis + Hernia). Alamat : Dusun Jurug, RT 8, Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi DIY. Ibu Jamilah menderita penyakit ini sejak awal tahun 2015. Awalnya ia merasakan sakit kepala sebelah dan batuk yang tak kunjung sembuh meskipun sudah minum obat. Ibu Jamilah kemudian berobat ke puskesmas. Setelah itu, ia merasa kondisinya lebih baik dan dapat beraktivitas kembali. Tetapi perutnya tiba-tiba membesar seperti hamil. Ia pun segera berobat ke klinik di Kulon Progo. Oleh dokter ia dirujuk ke RSUD Wates, Kulon Progo kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Ibu Jamilah ialah seorang ibu tiga anak, yang semuanya kini sudah berkeluarga. Sebelum sakit ia bekerja sebagai petani. Saat berobat di RSUP Dr. Sardjito inilah Allah mempertemukan Ibu Jamilah dengan Sedekah Rombongan. Kemudian Ibu Jamilah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Yogyakarta. Selama kurang lebih setahun Ibu Jamilah dijadwalkan kontrol rutin setiap satu bulan sekali di RSUP Dr. Sardjito. Selama pengobatannya, Ibu Jamilah menggunakan fasilitas kesehatan Jamkesmas. Alhamdulillah, tanggal 22 Maret lalu Ibu Jamilah mendapat jadwal untuk operasi hernia. Alhamdulillah operasinya berjalan lancar. Saat ini Ibu Jamilah masih rawat inap untuk perbaikan kondisinya. Bantuan ini disampaikan untuk biaya akomodasi selama Ibu Jamilah rawat inap di rumah sakit. Santunan sebelumnya terdapat pada laporan Rombongan 976. Semoga Ibu Jamilah segera mendapatkan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 April 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Arif

Bu Jamilah menderita sirosis hepatis + hernia


LUTIYATMI TUGINEM (50, Sarcoma). Alamat : Dusun Pacungan, RT 5/18, Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Yogyakarta. Riwayat penyakit Bu Lutiyatmi dimulai sejak tahun 2006. Ada benjolan sebesar ibu jari orang dewasa yang tumbuh di dekat telinga sebelah kanan. Ia kemudian berobat ke dokter dan didiagnosa menderita tumor. Tahun 2014, benjolan itu mulai membesar tapi tidak terasa sakit. Tahun 2016, Bu Lutiyatmi mulai merasakan sakit pada benjolannya dan pernah mengalami pendarahan. Ia pun berobat ke dokter dan didignosa menderita tumor ganas, selama berobat ia hanya diberi obat penurun tekanan darah. Belum pernah ada tindakan lainnya yang berhubungan dengan tumornya karena terhalang oleh tekanan darah tinggi yang diderita oleh Bu Lutiyatmi. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Tepus, Gunungkidul. Bu Lutiyatmi segera berobat di RSPAU dr. S. Hardjolukito Yogyakarta dan menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Ia menjalani biopsi untuk menentukan tindakan pengobatan selanjutnya. Hasil biopsi menunjukkan Bu Lutiyatmi mengidap sarcoma, yaitu kanker yang relatif langka mencakup 1% dari semua keganasan. Suaminya, Kholil (45), bekerja sebagai buruh tani, sementara anak semata wayangnya berusia 23 tahun dan bekerja di toko. Selama berobat, ia menggunakan jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS Mandiri Kelas III. Awal Oktober lalu Bu Lutiyatmi menjalani operasi pengangkatan massa di bagian pipi kanan. Alhamdulillah operasinya berjalan lancar dan Bu Lutiyatmi tampak lebih bugar. Bu Lutiyatmi selalu bersemangat menjalani cek lab dan kontrol rutin. Hasil kontrol beberapa waktu lalu dokter menyatakan bahwa kanker yang ia derita sudah bermetatase ke tulang belakang. Bu Lutiyatmi dijadwalkan untuk kontrol rutin ke poli ortopedi dan poli onkologi. Saat ini Bu Lutiyatmi sedang rawat inap di RSUP Dr. Sardjito karena kondisinya lemah. Bantuan ini diberikan untuk biaya akomodasi selama pasien di rumah sakit. Santunan sebelumnya terdapat pada rombongan 907. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga. Mudah-mudahan pengobatan Bu Lutiyatmi berjalan lancar dan segera diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 April 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Erwin

Bu Lutiyatmi menderita sarcoma


LUTIYATMI TUGINEM (50, Sarcoma). Alamat : Dusun Pacungan, RT 5/18, Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Yogyakarta. Riwayat penyakit Bu Lutiyatmi dimulai sejak tahun 2006. Ada benjolan sebesar ibu jari orang dewasa yang tumbuh di dekat telinga sebelah kanan. Ia kemudian berobat ke dokter dan didiagnosa menderita tumor. Tahun 2014, benjolan itu mulai membesar tapi tidak terasa sakit. Tahun 2016, Bu Lutiyatmi mulai merasakan sakit pada benjolannya dan pernah mengalami pendarahan. Ia pun berobat ke dokter dan didignosa menderita tumor ganas, selama berobat ia hanya diberi obat penurun tekanan darah. Belum pernah ada tindakan lainnya yang berhubungan dengan tumornya karena terhalang oleh tekanan darah tinggi yang diderita oleh Bu Lutiyatmi. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Tepus, Gunungkidul. Bu Lutiyatmi segera berobat di RSPAU dr. S. Hardjolukito Yogyakarta dan menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Ia menjalani biopsi untuk menentukan tindakan pengobatan selanjutnya. Hasil biopsi menunjukkan Bu Lutiyatmi mengidap sarcoma, yaitu kanker yang relatif langka mencakup 1% dari semua keganasan. Suaminya, Kholil (45), bekerja sebagai buruh tani, sementara anak semata wayangnya berusia 23 tahun dan bekerja di toko. Selama berobat, ia menggunakan jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS Mandiri Kelas III. Awal Oktober lalu, Bu Lutiyatmi menjalani operasi pengangkatan massa di bagian pipi kanan. Alhamdulillah operasinya berjalan lancar dan Bu Lutiyatmi tampak lebih bugar. Bu Lutiyatmi selalu bersemangat menjalani cek lab dan kontrol rutin. Hasil kontrol beberapa waktu lalu dokter menyatakan bahwa kanker yang ia derita sudah bermetatase ke tulang belakang. Bu Lutiyatmi dijadwalkan untuk kontrol rutin ke poli ortopedi dan poli onkologi. Saat ini Bu Lutiyatmi sedang rawat inap di RSUP Dr. Sardjito karena kondisinya lemah. Bantuan ini diberikan untuk biaya akomodasi selama pasien di rumah sakit. Santunan sebelumnya terdapat pada rombongan 907. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga. Mudah-mudahan pengobatan Bu Lutiyatmi berjalan lancar dan segera diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 April 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Erwin

Bu Lutiyatmi menderita sarcoma


JENY OKTAVIA SAPUTRI (5, Leukemia). Alamat : Dusun Tugu, RT 3/6, Desa Ngunut, Kecamatan Badar, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Jeny, balita berusia lima tahun ini menderita leukimia sejak tahun 2013. Saat itu, ia menjalani operasi di RSUD Dr. Harjono S Ponorogo, Jawa Timur karena mengalami penyumbatan darah. Alhamdulillah, berkat operasi tersebut penyakitnya dapat diangkat meski harus menghabiskan biaya lebih dari tiga puluh juta rupiah. Pada bulan Februari 2014, kondisi kesehatan Jeny memburuk kembali. Ia kemudian dirujuk untuk berobat ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Setelah menjalani serangkaian cek, Jeny didiagnosa menderita leukemia atau kanker darah. Jeny kemudian dijadwalkan menjalani kemoterapi. Pihak keluarga merasa kebingungan dalam membiayai pengobatan putri mereka terlebih kondisi ekonomi mereka kurang mampu. Ayah Jeny, Heri Budi Prasetyo (30) bekerja sebagai wiraswasta dan Murdaningsih (28) sebagai ibu rumah tangga sekaligus merawat buah hatinya di rumah. Keduanya sangat berterimakasih kepada kurir Sedekah Rombongan yang bersilaturahmi sembari menyalurkan bantuan. Pasalnya, meskipun menggunakan fasilitas jaminan kesehatan, BPJS kelas III, orangtua Jeny masih merasa berat menanggung biaya transpotasi Pacitan-Yogyakarta. Setiap tiga minggu sekali Jeny menjalani pemeriksaan rutin di RSUP Dr. Sardjito dan tinggal sementara di RSSR Jogja. Kini kondisinya stabil dan kian membaik. Bantuan ini digunakan untuk biaya transportasi dari rumah ke rumah sakit. Orangtua Jeny sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 976. Semoga Jeny segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 26 April 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Syaidah

Jeny menderita leukemia


HENDRI YANSYAH (35, Sirosis Hati + Varises Esofagus). Alamat : Jalan Cendrawasih, Kampung Mekar Baru, RT 2/3, Kelurahan Batu IX, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Tahun 2013 lalu, dokter mendiagnosa Pak Hendri menderita sirosis hati atau pengerasan hati akibat infeksi Hepatitis B. Pak Hendri mengaku sudah merasakan gejalanya sejak tahun 2009. Saat itu ia merasa mual dan sering muntah, kemudian demam dan lemas. Sebelumnya Pak Hendri didiagnosa menderita Hepatitis A selama 4 tahun. Selama itu kondisinya sudah lemah, sering muntah darah, dan tubuhnya terlihat berwarna kuning. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut diketahui Pak Hendri menderita sirosis hati. Kemudian Pak Hendri menjalani pengobatan di RS Awal Bros Batam. Selain itu, Pak Hendri juga mengalami perdarahan tenggorokan yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan pembuluh darah di saluran pencernaan akibat hati yang mengeras. Dokter melakukan pengikatan pembuluh darah di tenggorokannya. Alhamdulillah, muntah darah yang ia alami sedikit berkurang. Karena ada permasalahan dengan jaminan kesehatannya, Pak Hendri melanjutkan berobat ke rumah sakit Tanjungpinang. Oleh dokter, Pak Hendri dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta untuk dilakukan transplantasi hati. Sebagai tulang punggung keluarga, Pak Hendri justru mengandalkan penghasilan istrinya Evi Widianingsih (30) yang bekerja di toko alat elektronik, untuk kehidupan sehari-hari. Semangat Pak Hendri untuk sembuh pun sangat besar. Pertengahan April lalu, Pak Hendri mulai berobat di RSUP Dr. Sardjito. Selanjutnya Pak Hendri dirujuk untuk melakukan transplantasi hati di RSCM Jakarta, tetapi ia harus mengurus administrasi di daerah asal terlebih dahulu. Selama pengobatannya, Pak Hendri memanfaatkan fasilitas kesehatan BPJS Kelas II. Bantuan ini diberikan untuk biaya transportasi dari Yogyakarta ke Batam untuk mengurus administrasi rujukan. Semoga Allah memberikan kesembuhan pada Pak Hendri, Aamiin. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 989.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.070.000,-
Tanggal : 30 April 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Syaidah

Pak Hendri menderita sirosis hati + varises esofagus


SUDIMAN BIN MARTO KARYO (56, Kanker Rektum). Alamat : Dusun Ponces, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Sudiman mulai merasakan sakit pada bagian rektum sejak tahun 2015 lalu. Di penghujung tahun ia berobat ke poli bedah umum di RSUP Wates, Kulon Progo. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyarankan pasien untuk melakukan operasi kolostomi (pemindahan saluran pembuangan yang tadinya di anus menjadi di perut). Namun karena pasien merasa takut maka operasi tersebut urung dilakukan. Pak Sudiman menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan melanjutkan pengobatannya kembali ke RSUP Wates. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa penyakitnya merupakan kanker ganas stadium 4. Kondisinya pun kian hari kian parah, sudah keluar cairan yang berbau tak sedap dari rektumnya, pasien pun harus selalu menggunakan diapers. Karena kondisinya yang sudah parah, akhirnya pasien dirujuk ke RS Panti Rapih, Yogyakarta. Pak Sudiman memiliki seorang istri yang bekerja sebagai buruh serabutan. Pasangan ini dikaruniai satu anak laki-laki, belum menikah dan memiliki kelainan mental. Sejak sakitnya makin parah, Pak Sudiman tidak lagi bisa bekerja untuk menghidupi keluarganya, ia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Berbekal jaminan kesehatan BPJS Kelas III, Pak Sudiman menjalani pengobatan di RS Panti Rapih. Alhamdulillah, operasinya telah dilakukan. Saat ini Pak Sudiman menjalani kontrol rutin dan cek lab. Bantuan ini digunakan untuk pembelian kantong kolostomi, biaya pengobatan rawat jalan, dan pembelian obat yang tidak tercover. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 976. Pak Sudiman dan keluarganya sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 546.946,-
Tanggal : 24 April 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Pak Sudiman menderita kanker rektum


MTSR JOGJA (AB 9032 WK, Operasional Bulan April). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 9032 WK ini salah satu MTSR yang dioperasionalkan sebagai ambulans transport. MTSR ini mengcover wilayah Provinsi Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, selalu dilakukan perawatan rutin bagi masing-masing MTSR. Biaya ini meliputi ganti 2 ban, ganti baut chamber, dan biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Maret hingga pertengahan bulan April 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja ini sebelumnya ada pada rombongan 980.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.413.383,-
Tanggal : 30 April 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan April


MTSR JOGJA (AB 9043 WK, Operasional Bulan April 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Maret hingga pertengahan bulan April 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 980.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.813.384,-
Tanggal : 30 April 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan April


MTSR JOGJA (AB 1185 JC, Operasional Bulan April 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk ganti oli dan biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Maret hingga pertengahan bulan April 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 980.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.963.383,-
Tanggal : 30 April 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan April


MTSR JOGJA (AB 1473 RT, Operasional Bulan April 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Maret hingga pertengahan bulan April 2017 dan biaya kekurangan pembayaran administrasi mutasi dan balik nama yang sebelumnya dilaporkan di Rombongan 990. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.021.684,-
Tanggal : 30 April 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan April


MTSR JOGJA (AB 1617 FN, Operasional Bulan April 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 1617 FN inilah MTSR yang disebut mobil penumpang. Meski disebut mobil penumpang wilayah operasional MTSR ini pun sama dengan yang lain, yaitu mengcover wilayah Provinsi Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, selalu dilakukan perawatan rutin bagi masing-masing MTSR. Biaya ini meliputi biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Maret hingga pertengahan bulan April 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 980.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.513.384,-
Tanggal : 30 April 201
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan April


RSSR JOGJA (Operasional Bulan April 2017). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. RSSR Jogja merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara para pasien dampingan Sedekah Rombongan. RSSR Jogja ini kian dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang sedang melakukan rawat jalan dan berasal dari golongan tidak mampu atau dhuafa. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Pasien yang telah selesai berobat diantarkan kembali ke rumah masing-masing. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja. RSSR dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Selain itu, RSSR Jogja juga digunakan sebagai kantor administrasi pusat yang membantu kinerja Sedekah Rombongan secara nasional. Biaya operasional bulan Maret ini meliputi biaya administrasi perkantoran, biaya kirim Majalah Tembus Langit dan kuitansi ke seluruh Indonesia, biaya reportase ke Sedekah Rombongan wilayah Jember, biaya cetak dan jilid laporan dari website Sedekah Rombongan, biaya konsumsi pasien dan pendamping, biaya listrik, air, telepon dan internet, juga biaya pembelian bhp perawat (pembelian obat-obatan, masker, handsrub, kasa steril, verban, alkohol untuk perawatan luka pasien). Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan 980. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 24.460.938,-
Tanggal : 30 April 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan April


RAMANI KECIPUT (65, Diabetes + Hipertensi). Alamat : Jalan Keciput, RT 10/1, Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Pada tahun 2010, Ibu Ramani mengalami demam tinggi hingga pihak Puskesmas merujuknya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Hasil cek darah menunjukkan beliau mengidap penyakit diabetes disertai hipertensi. Sejak saat itu beliau rutin berobat di RSUD. Pada tahun 2016, penyakit yang dialami Ibu Ramani kembali kambuh hingga membuatnya tidak bisa beraktivitas dan mencari nafkah. Selama 3 bulan Ibu Ramani hanya bisa terbaring di rumah. Kondisi kesehatan Ibu Ramani semakin menurun dengan berkurangnya pendengaran dan mata kirinya yang sudah tidak bisa melihat lagi. Ibu Ramani saat ini tidak pernah lagi berobat karena ketiadaan biaya dan tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Ibu Ramani adalah seorang janda, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, beliau bergantung hidup dengan sang anak yang kondisi ekonominya juga pas-pasan. Kurir Sedekah Rombongan bersyukur bertemu dengan Ibu Ramani, dan dapat menyampaikan santunan untuk berobat dan sedikit meringankan beban ekonomi keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 19 April 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Desmi @ririn_restu

Bu Ramani menderita diabetes + hipertensi


ARDI BIN SUSANTO (2, Campak + Meningitis TB). Alamat : Gg. Air Pasir, Desa Kace, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Awalnya sebelum mendapatkan tindakan medis, Ardi sudah mengalami demam selama seminggu, bahkan ia sampai tidak sadarkan diri dan timbul infeksi pada matanya hingga tidak bisa dibuka. Ardi akhirnya dibawa ke Puskemas namun harus dirujuk ke RS Bakti Wara (RSBW) karena kondisinya semakin menurun. Seharusnya Ardi dirawat di ICU tetapi karena ruangan penuh, pihak rumah sakit merujuknya ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP). Keluarga menolak jika Ardi dirujuk ke RSUP, akhirnya ia tetap dirawat di RSBW sejak tanggal 13 – 21 Maret 2017. Hasil analisa dokter, Ardi terkena campak berat dan Meningitis TB. Penyakit tersebut juga mengakibatkan kornea matanya rusak. Berat badan Ardi di bawah garis merah yakni 7,5 kg dengan tumbuh kembang yang terlambat. Ardi belum memiliki JKN – KIS untuk mencover pengobatannya. Orang tua Ardi, Bapak Susanto dan Ibu Amon hanya bisa pasrah dengan kondisi Ardi. Berlatar belakang profesi sebagai buruh harian, Bapak Susanto tidak bisa berbuat banyak agar pengobatan Ardi lebih intensif. Setelah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, asupan gizi Ardi juga perlu diperhatikan. Kondisi ekonomi yang sulit membuat Bapak Susanto merasa berat untuk memenuhinya. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ardi. Santunan pun diberikan, semoga bisa membantu keluarga untuk meringankan biaya pengobatan Ardi dan sedikit beban ekonomi keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 April 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Santy Marlina @ririn_restu

Pak Ardi menderita campak + meningitis TB


ASYRAF BIN M.SALEH (8, Hipospadia). Alamat : Dusun Tutut, RT 3, Desa Penyamun, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Asyraf memiliki kelainan sejak lahir, ia menderita penyakit Hipospadia. Hipospadia adalah kondisi uretra tidak berada di posisi yang normal. Uretra merupakan sebuah saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan ujung penis. Dalam kondisi normal, lubang uretra terletak tepat di ujung penis untuk mengeluarkan urine. Tetapi pada pengidap hipospadia, lubang uretra justru berada di bagian bawah penis. Kondisi penyakit Asyraf ini mulai diketahui orang tuanya, Bapak M.Soleh (almarhum) dan Ibu Rukmini saat Asyraf berusia 2 tahun, ia pun akhirnya dibawa ke RSUD. Dokter menyarankan Asyraf dirujuk ke RSCM Jakarta untuk segera dioperasi saat usia 8 tahun. Saat buang air kecil, Asyraf sering merasakan sakit bahkan bisa membuatnya demam. Rasa sakit itu terus dirasakannya hingga saat ini. Saat ini usia Asyraf sudah 8 tahun, keluarga memeriksakan kembali kondisi Asyraf. Dokter merekomendasikan kembali agar Asyraf segera dioperasi di RSCM. Meski telah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), keluarga hanya bisa pasrah dengan kondisi Asyraf karena mereka tidak memiliki biaya untuk ke Jakarta. Saat ini, Asyraf hanya dirawat oleh ibunya, setelah 2 tahun yang lalu Bapak M Soleh meninggal dunia. Ibu Rukmini tidak memiliki pekerjaan sehingga kebutuhan harian mereka hanya dibantu oleh anak – anaknya yang bekerja sebagai buruh harian. Alhamdulillah, Kurir Sedekahrombongan dipertemukan dengan keluarga Asyraf. Insya Allah Sedekah Rombongan akan memfasilitasi keberangkatan Asyraf dan keluarga ke RSCM. Santunan pun disampaikan untuk keperluan biaya tiket pesawat Pangkalpinang – Jakarta dan kebutuhan selama di Jakarta. Semoga santunan ini bisa membantu keluarga untuk ikhtiar kesembuhan Asyraf.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.650.000,-
Tanggal : 15 April 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, Nurmala Dewi

Asyraf menderita hipospadia


ASYRAF BIN M.SALEH (8, Hipospadia). Alamat : Dusun Tutut, RT 3, Desa Penyamun, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Asyraf memiliki kelainan sejak lahir, ia menderita penyakit Hipospadia. Hipospadia adalah kondisi uretra tidak berada di posisi yang normal. Uretra merupakan sebuah saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan ujung penis. Dalam kondisi normal, lubang uretra terletak tepat di ujung penis untuk mengeluarkan urine. Tetapi pada pengidap hipospadia, lubang uretra justru berada di bagian bawah penis. Kondisi penyakit Asyraf ini mulai diketahui orang tuanya, Bapak M.Soleh (almarhum) dan Ibu Rukmini saat Asyraf berusia 2 tahun, ia pun akhirnya dibawa ke RSUD. Dokter menyarankan Asyraf dirujuk ke RSCM Jakarta untuk segera dioperasi saat usia 8 tahun. Saat buang air kecil, Asyraf sering merasakan sakit bahkan bisa membuatnya demam. Rasa sakit itu terus dirasakannya hingga saat ini. Saat ini usia Asyraf sudah 8 tahun, keluarga memeriksakan kembali kondisi Asyraf. Dokter merekomendasikan kembali agar Asyraf segera dioperasi di RSCM. Meski telah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), keluarga hanya bisa pasrah dengan kondisi Asyraf karena mereka tidak memiliki biaya untuk ke Jakarta. Saat ini, Asyraf hanya dirawat oleh ibunya, setelah 2 tahun yang lalu Bapak M Soleh meninggal dunia. Ibu Rukmini tidak memiliki pekerjaan sehingga kebutuhan harian mereka hanya dibantu oleh anak – anaknya yang bekerja sebagai buruh harian. Alhamdulillah, Kurir Sedekahrombongan dipertemukan dengan keluarga Asyraf dan dapat memfasilitasi keberangkatannya bersama ibunya ke Jakarta. Setelah menyampaikan santunan untuk kebutuhan pembelian tiket pesawat, di hari yang sama kurir kembali menyampaikan santunan untuk sewa tempat tinggal selama di Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 April 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Nurmala Dewi

Asyraf menderita hipospadia


ASYRAF BIN M.SALEH (8, Hipospadia). Alamat : Dusun Tutut, RT 3, Desa Penyamun, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Asyraf memiliki kelainan sejak lahir, ia menderita penyakit Hipospadia. Hipospadia adalah kondisi uretra tidak berada di posisi yang normal. Uretra merupakan sebuah saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan ujung penis. Dalam kondisi normal, lubang uretra terletak tepat di ujung penis untuk mengeluarkan urine. Tetapi pada pengidap hipospadia, lubang uretra justru berada di bagian bawah penis. Kondisi penyakit Asyraf ini mulai diketahui orang tuanya, Bapak M.Soleh (almarhum) dan Ibu Rukmini saat Asyraf berusia 2 tahun, ia pun akhirnya dibawa ke RSUD. Dokter menyarankan Asyraf dirujuk ke RSCM Jakarta untuk segera dioperasi saat usia 8 tahun. Saat buang air kecil, Asyraf sering merasakan sakit bahkan bisa membuatnya demam. Rasa sakit itu terus dirasakannya hingga saat ini. Saat ini usia Asyraf sudah 8 tahun, keluarga memeriksakan kembali kondisi Asyraf. Dokter merekomendasikan kembali agar Asyraf segera dioperasi di RSCM. Meski telah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), keluarga hanya bisa pasrah dengan kondisi Asyraf karena mereka tidak memiliki biaya untuk ke Jakarta. Saat ini, Asyraf hanya dirawat oleh ibunya, setelah 2 tahun yang lalu Bapak M Soleh meninggal dunia. Ibu Rukmini tidak memiliki pekerjaan sehingga kebutuhan harian mereka hanya dibantu oleh anak – anaknya yang bekerja sebagai buruh harian. Alhamdulillah sejak tanggal 15 April 2017, Asyraf sudah berada di Jakarta untuk menjalani rangkaian pengobatan di RSCM Jakarta. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan untuk kebutuhan sehari – hari selama di Jakarta. Sebelumnya Asyraf telah dibantu pada tanggal 15 April 2017.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 30 April 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Nurmala via Suharji

Asyraf menderita hipospadia


SUHERLINA SELAN (44, Dhuafa). Alamat : Hutan PAM Sungai Selan, Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung. Ibu Suherlina berjuang seorang diri tanpa suami untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Memiliki tanggungan dua orang anak yang saat ini masih bersekolah di kelas 2 SMP dan 6 SD, membuat Ibu Suherlina harus bekerja keras memenuhi kebutuhan keluarga. Ibu suherlina bekerja sebagai buruh harian yang menjual hasil pertanian milik tetangga dengan penghasilan yang tidak tetap. Terkadang Ibu Suherlina hanya mendapat penghasilan Rp.100.000/bulan. Saat ini keluarga Ibu Suherlina tinggal di rumah yang sangat sederhana di dalam hutan PAM yang jauh dari pemukiman warga. Untuk menuju ke rumah Ibu Herlina harus melewati jalan setapak yang dikelilingi hutan sejauh 2,5 km. Kurir Sedekah Rombongan bersyukur bisa bertemu dengan keluarga Ibu Suherlina dan menyampaikan santunan untuk kebutuhan sehari – hari. Santunan yang disampaikan semoga bisa membantu meringankan beban ekonomi keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 April 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Siti Aminah

Bu Suherlina seorang dhuafa


MUHAMMAD SAHRAM (1, Atresia Bilier). Alamat : Gang Atok, Desa Padang Baru, RT 6, Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung. Namanya Sahram, ia adalah buah hati dari Bapak Samsuri dan Ibu Hertimawanti. Pada saat Sahram berumur 1 bulan, perutnya mulai terlihat membesar. Saat itu, keluarga hanya mengira sakit perut kembung biasa. Akan tetapi saat usia 2 bulan, perut Sahram tidak mengecil bahkan tubuhnya mulai tampak kuning. Memanfaatkan KIS yang dimiliki, keluarga rutin membawa Sahram ke rumah sakit untuk mengetahui penyakitnya. Pada akhir Januari 2017, Sahram didiagnosis sugestif atresia billier dan dokter merujuknya untuk menjalani operasi di RSCM Jakarta. Bapak Samsuri adalah seorang buruh harian yang memiliki penghasilan tidak tentu sehingga keluarga merasa sangat sulit untuk membawa Sahram berobat ke Jakarta. Alhamdulillah, selain dibantu keberangkatan dan pengobatan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, kurir Sedekah Rombongan juga dapat menyampaikan santunan untuk kebutuhan pengobatan Sahram di Jakarta. Semoga santunan ini bisa meringankan beban orang tua Sahram, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Santi Marlina Via Suharji

Sahram menderita atresia bilier


Bella Sabrina ( 4 thn, hidrocephalus) beralamat di Payaman, Secang, Magelang Jawa Tengah.Bella lahir pada taun 2013, sejak lahir bella sudah mengalami kelainan pada kepalanya. Semakin hari kepalnya semakin membesar dan sering mengalami kejang saat badanya demam. Kedua orang tua bella memutus untuk memeriksakan kondisi bella ini ke RS.Sarjito. Diagnosis dokter menunjukkan bahwa bella mengidap penyakit hidrocepalus disertai epilepsi. Satu tahun menjalani pengobatan di Sarjito, alhamdulilah di tahun 2014 bella di pertemukan dengan sedekah rombongan. Bella menjadi pasien dampingan SR agar bisa fokus dalam menjalani pengobatan dan fisioterapi. Pengobatan bella di mulai dari pemasangan alat berupa selang pipih yang ditanam di kepala belakang sebelah kiri bawah. Selang tersebut berfungsi sebagai penyedot cairan yang berlebih di kepala. Kemudian berlanjut di poli saraf, tumbuh kembang anak dan fisioterapi. Fisioterapi di lakukan 3 x dalam 1 minggu, hal ini di lakukan untuk merangsang sensor motoriknya bella dan supaya tubuh bella bs di gerakkan ke kanan kiri dan tengkurep. Tahun 2015 bella hanya di sarankan untuk kontrol tiap bulan sekali dan fidioterapi pun bisa dilakukan di RSUD Magelang tiap 1 minggu 1 kali. Untuk memenuhi kebutuhan bella dan keluarga ayahnya harus bekerja jauh menjadi sopir di sebuah pabrik di daerah magelang, sedangkan ibuknya juga buruh di sebuah pabrik. Sedangkan simbahnya jualan makanan ringan keliling dari SD ke SD. Untuk itu, Sedekah Rombongan memberikan bantuan modal usaha untuk membuka angkringan kepada orang tua Bella, dengan harapan agar dapat tambahan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan tidak harus bekerja jauh sehingga bisa juga mengawasi tumbuh kembang anaknya. Keluarga Bella sangat berterimakasih kepada keluarga besar sedekah rombongan dan para sedekah holik…semoga segala kebaikan di balas oleh Alloh SWT…aaaaminnn….

jumlah santunan: 2.500.000
tanggal: 24 maret 2017
kurir: danis @danish_cookiez

Bella menderita hidrocephalus


Zahratunnisa atau yang kerap dipanggil cita (6thn, CETV) merupakan pasien dampingan SR pada bulan oktober 2013. Cita merupakan pasien dampingan asal Kab Tegal Jawa Tengah. Cita mengalami kelaian kaki bawaan sejak lahir. Kaki bagian kananya mengalami asimetris sehingga harus menjalani beberapa kali tahapan operasi. Abah Sagiran merupakan dokter spesialis bedah umum sekaligus pemilik rumah sakit Nur Hidayah Yogyakarta. Cita menjalani 4x operasi sampai dengan tahun 2017 ini. Operasi yang pertama dilakukan untuk membuat simetris di pergelangan kaki. Operasi dilakukan bertahap dengan jarak waktu 8 bln. Kemudian dilakukan operasi ke 2 masih di bagian yang sama tetapi bagian belakang pada tahun 2015 akhir. Cita harus rutin kontrol tiap 3 bulan sekali. Dengan kegigihan dan kesabaran ortunya kondisi fisik kaki cita mulai membaik. Di tahun 2016 cita melakukan operasi yang ke 3 di bagian telapak kakinya bagian atas, kemudian operasi terakhir dilakukan bulan agustus 2016 yaitu operasi telapak bagian bawah. Di tahun 2016 cita di nyatakan sembuh dan tidak lagi menjalani pengobatan lagi. Di awal 2017 alhamdulilah keluarga cita mendapatkan bantuan modal usaha untuk membuka warung sate kecil-kecilan di depan rumahnya. Kami selaku keluarga besar Sr mengharapkan dengan bantuan modal usaha tersebut dapat membantu mewujudkan impian orang tuanya yang ingin sekali membuka warung sate supaya dapat menghidupi kebutuhan keluarga mereka. Semoga bantuin ini benar-benar dapat bermanfaat bagi keluarga cita. Orang tua cita mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Sedekah Rombongan atas segala bantuannya selama ini. Hanya Alloh yang dapat membalasnya…Aaaamiiin….

jumlah santunan: 4.000.000
tanggal: 8 April 2017
kurir: danis @danish_cookiez

Cita menderita CETV


SUGENG RAHAYU ( 50, PATAH TULANG KAKI ) Alamat: Jrogan, Bangunkerto, Turi, Sleman, Yogyakarta. Pada tahun 2007, Pak Sugeng Rahayu harus mengalami patah tulang kaki kala gotong royong membangun sebuah rumah bagi tetangganya. Walau sempat mencoba menghindar, namun material bangunan tetap jatuh menimpa tulang belakang Pak Sugeng. Ia pun langsung dilarikan ke rumah sakit dan dilakukan tindakan operasi. Pasca dilakukannya operasi, ia harus rela berdiam diri selama setahun diatas papan kasur seadanya. Namun semangatnya untuk sembuh sangat tinggi. Ia mencoba menggerak-gerakan anggota tubuhnya agar tidak kaku dan kembali bergerak. Tak mau lebih lama diatas kasur dan tak berbuat apa-apa, ia meminta untuk dicarikan sebuah kursi roda agar dapat melihat lagi lingkungan yang ada di sekitarnya. Lalu di tahun 2010, ia memberanikan diri latihan berjalan dengan menggunakan walker yang didapatnya dari sumbangan. Alhamdulillah, sedikit demi sedikit ia sudah mulai terbiasa dan kembali dapat membantu pekerjaan-pekerjaan ringan di rumah, seperti membereskan ruangan atau mencuci baju. Atas semangatnya itu, #SedekahRombongan mencoba membantunya dengan membuatkan sebuah brace atau alat penyangga kaki senilai Rp 3.000.000,00, agar dapat menunjang aktivitas Pak Sugeng.

Jumlah Santunan: Rp 3.000.000,-
Tanggal: 6 Maret 2017
Kurir: @Saptuari

Pak Sugeng menderita patah tulang kaki


Sogirah ( 43, renovasi rumah ) Alamat: Karangasem RT 04 RW 25, Sendangtirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Ibu Sogirah tinggal di sebuah rumah sederhana dengan adiknya yang telah memiliki keluarga kecil. Namun, ia sendiri belum bekeluarga. Walau tinggal satu atap, kamar tempat Ibu Sogirah beristirahat, dapat dibilang tidak layak. Atapnya sering bocor kala hujan datang, hingga membasahi tempat tidurnya. Kondisi ini diperparah dengan tak ada niat yang sungguh-sungguh dari si adik untuk membantu kakaknya. Bahkan saat ini sang kakak mengalami penurunan kondisi fisik. Seringkali ia sesak nafas dan terbata- bata dalam berbicara. Atas kondisi yang memprihatinkan itu, warga sekitar tergerak hatinya untuk membantu. Mereka melakukan funding dan kerja bakti membetulkan rumah Ibu Sogirah. Kebetulan, ketua RT setempat, Pak Widodo, mengenal SR dengan baik. Titipan langit pun menemukan jalannya. Uang santunan sebesar RP 3.195.000,- dapat dititipkan kepada Pak Dodo untuk perbaikan rumah Ibu Sogirah. Alhamdulillah, saat ini kamar Ibu Sogirah tidak lagi bocor saat hujan datang.

Jumlah Santunan: Rp 3.195.000,-
Tanggal: 23 Maret 2017
Kurir: @Saptuari

Bantuan renovasi rumah


BUDIYANTO BIN NGADIMIN (17TH/ FRAKTUR LEHER) merupakan anak yang rajin dan penurut kepada orangtuanya. Anak dari pasangan dari Bpk Ngadimin dan Ibu Sumiyem adalah sebuah keluarga yang bertempat tinggal di Ngrancah, Girimulyo, Pendawarejo, Kulon Progo, Daerah IStimewa Yogyakarta. Orang tuanya bekerja sebagai buruh menanam, merawat dan memanen tanaman padi. Upah yang didapat pun tidak berbentuk uang namun berbentuk hasil panen yang ditakar dengan tenggok bambu. Sedangkan dalam satu tahun sawah di daerah ini hanya boleh menanam padi untuk 2x panen, karena Pemda Kulonprogo mempunyai kebijakan sawah hanya boleh untuk ditanami padi 2X panen diselingi palawija baru boleh menanam padi, tujuannya untuk menjaga ekosistem dan mengendalikan hama. Budiyanto dilahirkan dalam keluarga yang kurang mampu namun semangat belajarnya begitu besar. Setelah lulus SMP, Budiyanto ingin melanjutkan ke SMK, namun apa daya, buat makan saja susah apalagi buat biaya masuk SMK. Keadaan ekonomi tak menyurutkan semangatnya, dengan semangatnya Budiyanto terpaksa memendam keinginannya untuk bisa melanjutkan sekolah. Selama satu tahun Budiyanto terpaksa berhenti  belum bisa langsung melanjutkan sekolah, karena tidak ada biaya untuk beli seragam sekolah. Selama satu tahun Budiyanto harus buruh derep, hasilnya dikumpulkan untuk bisa membeli seragam sekolah. Hingga akhirnya terkumpul uang untuk bisa mendaftar dan beli seragam sekolah. Namun ternyata Allah berkehendak lain. Belum seberapa kebahagiaan keluarga ini karena Budiyanto bisa bersekolah lagi. Pada bulan Desember 2016 Budiyanto mendapat musibah, saat membantu ibunya mengangkut gabah/padi dengan cara disunggi (membawa padi dengan cara ditaruh diatas kepala), terpeleset dan jatuh yang mengakibatkan Fraktur di tulang lehernya hingga mengganggu syaraf-syarafnya. Keluarga langsung membawanya ke RS Caritas Klepu Minggir Sleman Yogyakarta, namun di rumah sakit ini langsung dirujuk ke RSUP DR Sardjito Yogyakarta. Dari akhir Desember 2016 sampai bulan April 2017 ini  dirawat di RSUP DR Sardjito, sudah menjalani 4 kali tindakan operasi baik diparu-paru punggung maupun pangkal leher. Dokter menyarankan untuk dilakukan penyuntikan sel dengan biaya diluar jaminan BPJS, namun keluarga tidak mampu untuk menyediakan biaya penyuntikan sel yang mencapai Rp 130.000.000,- dan masih harus melalukan terapi wicara karena saat ini tidak bisa berbicara. Rencananya tanggal 25 april 2017 akan dilakukan operasi lagi, jika tidak diundur lagi, karena sudah beberapa kali dijadwalkan tetapi beberapa kali diundur. Sedekah Rombongan sebagai organisasi sosial yang giat menyalurkan sedekah turut merasakan kesulitan yang dialami oleh saudara kita. Kurir Sedekah Rombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah mereka. Pada kesempatan itu pula Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic kepada Budiman. Bantuan ini digunakan untuk biaya berobat, akomodasi dan transportasi. Terimakasih #Sedekaholic berkat sedekahmu kini Budiman dapat melanjutkan pengobatannya kembali.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000
Tanggal Penyampaian: 22 April 2017
Kurir: @Saptuari @FaisalGudeg @JemiGigi@Dwiahel

Buduyanto menderita fraktur leher


HAJI SUPRIYANTO NUGROHO (53TH/SAKIT GULA) ini bertempat tinggal di Dusun Kopen RT 05 Desa Gandekan Kelurahan Gondosari Kecamatan Pajangan Kabupaten Bantul adalah seorang yang bekerja pencari keong di sawah. Istrinya ibu Eta Kristiningsih (47th) adalah seorang ibu rumah tangga saja. Awalnya Bpk H Supriyanto ini adalah seorang yang berkecukupan, hidup dengan pekerjaan penjual di sebuah toko kelontong di rumahnya Dongkelan Yogyakarta sampai mampu untuk berangkat haji. Namun Allah berkehendak lain, setelah pulang dari tanah suci, usaha tokonya mulai sepi dan perekonomian semakin sulit, sampai tahun 2015 rumah nya dijual dan pindah membeli rumah yang lebih murah di daerah kelurahan Gowosari Kecamatan Pajangan. Setelah itu beliau menjalani beberapa usaha, namun semua tak menghasilkan untung sehingga pernah hidup menggelandangan dan menjual darahnya untuk keluarga pasien yang membutuhkan. Karena kesulitan perekonomian inilah lalu beliau berinisiatif mencari keong di sawah lalu menjualnya di angkringan. Namun karena badan ngedrop langsung dibawa ruang ICCU ke RS terdekat, setelah di cek ternyata didiagnosa gula darahnya yang tinggi. Karena tidak mempunyai jaminan kesehatan dan baru pertama kalinya masuk ke Rumah sakit dengan diagnosa yang tidak terduga sebelumnya.
Alhamdulilah #Sedekah rombongan dipertemukan dengan keluarga bpk H. Supriyanto Nugroho, untuk menyampaikan bantuan dari #Sedekah holics. Berkat sedekah holics, bapak H. Supriyanto Nugroho bisa membayar biaya rumah sakit, walaupun belum bisa bangun dari dari tempat tidur. Sementara untuk bertahan hidup,keluarga ini hanya bisa berjualan bensin eceran. Segenap keluarga bapak H. Supriyanto Nugroho mengucapkan terimakasih dan mendoakan segenap #Sedekah holics dan #Sedekah rombongan semoga dilancarkan segala urusannya dan dicatat sebagai amal kebaikan

Bantuan: Rp 5.000.000,-
Tanggal Penyampaian: 12 April 2017
Kurir: @Saptuari Sugiharto @Faisal Gudeg @JemiGigi @Sigit@Ebbyboles @dwiahel

Pak Supriyanto menderita diabetes

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 ERNI BINTI NARDI 500,000
2 IRPAN SAPUTRA 1,000,000
3 RAGIL HIDAYAT 1,000,000
4 IKHWANI BIN SANTOYIB 1,000,000
5 LISTIYANTI BINTI MUJENI 1,000,000
6 TITO DWIE SAPUTRO 1,000,000
7 FATIR TRIMANSYAH 1,000,000
8 DIMAS PANGESTU NUR ALIFKI 1,000,000
9 WIKANDARU RICO ROSYADI 1,000,000
10 YAYASAN AL HARUN 2,500,000
11 UNTUNG SAHARA 2,500,000
12 SUNIAH BINTI RASDJAN 500,000
13 UMI KHASANAH 1,000,000
14 SITI MUSIYAM 1,322,575
15 MUHAMAD WILDAN AFANI 825,000
16 NGATINI BINTI AMIR 500,000
17 RINANTI GRESIFANA 500,000
18 ELI NURJANAH 500,000
19 SEPTIANA DEWI 800,000
20 MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO 986,000
21 FAJAR FIRMANSYAH 900,000
22 NUR HIKMAH 800,000
23 ROMADHON BIN CUNDUK 700,000
24 NARTI BINTI ASTAP 700,000
25 YULI HIDAYATI 1,625,000
26 MOHAMMAD YUSUF RAMADHANI 500,000
27 MUCHAMMAD DWI ANUGRAH 500,000
28 SALAMAH BINTI TAMRIN 500,000
29 HADJAR NADZIFAH 500,000
30 RSSR SEMARANG 13,106,000
31 MTSR SEMARANG 5,680,000
32 MTSR SEMARANG 8,475,000
33 LIA LIFIANA 500,000
34 TEMON BINTI SAWAL 500,000
35 FARIDA BINTI SUYANTO 500,000
36 ANIH SUMARNI 750,000
37 DIDIN SYAEFUDIN 750,000
38 OTONG MULAWARMAN 500,000
39 UZI LESTARI 500,000
40 JAKA ROMA 750,000
41 ANNISA BINTI WAWAN 500,000
42 SYARIF NURDIANSYAH 750,000
43 ISTIKOMAH BINTI DAYAT 500,000
44 MTSR TASIKMALAYA 2,000,000
45 DIAH BINTI SURAEJI 500,000
46 IDING BIN JA’I 500,000
47 NURHENI YULIA 500,000
48 KARDI BIN ANIM 750,000
49 IJAH HODIJAH 1,000,000
50 ETI SOLIHAT 1,000,000
51 ISUR BINTI SAWITI 500,000
52 LENI ANGGRAENI 500,000
53 RASIYEM BINTI KASIM 2,183,790
54 JAMILAH BINTI KROMO DIONO 500,000
55 LUTIYATMI TUGINEM 500,000
56 LUTIYATMI TUGINEM 500,000
57 JENY OKTAVIA SAPUTRI 600,000
58 HENDRI YANSYAH 2,070,000
59 SUDIMAN BIN MARTO KARYO 546,946
60 MTSR JOGJA 4,413,383
61 MTSR JOGJA 2,813,384
62 MTSR JOGJA 2,963,383
63 MTSR JOGJA 3,021,684
64 MTSR JOGJA 2,513,984
65 RSSR JOGJA 24,460,938
66 RAMANI KECIPUT 750,000
67 ARDI BIN SUSANTO 1,000,000
68 ASYRAF BIN M.SALEH 2,650,000
69 ASYRAF BIN M.SALEH 1,000,000
70 ASYRAF BIN M.SALEH 1,500,000
71 SUHERLINA SELAN 1,000,000
72 MUHAMMAD SAHRAM 1,000,000
73 Bella Sabrina 2,500,000
74 zahratunnisa 4,000,000
75 Sugeng Rahayu 3,000,000
76 Sogirah 3,195,000
77 BUDIYANTO BIN NGADIMIN 1,500,000
78 HAJI SUPRIYANTO NUGROHO 5,000,000
Total 143,352,067

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 143,952,067,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 993 ROMBONGAN

Rp. 50,167,705,340,-

 

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.