Rombongan 992

Sedekah adalah pembuka rejeki. Memang benar, anda akan kehilangan uang, tapi disaat bersamaan anda juga sedang mengundang rejeki yang jauh lebih banyak. -
Posted by on May 9, 2017

RSSR RIAU (Operasional RSSR Maret 2017). Alamat : Jalan Kutilang Sakti, Perum Griya Kutilang Asri, Blok A 4, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Sejak Februari 2016 lalu, Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Riau menjadi tempat bernaung pasien rujukan dari luar kota Pekanbaru yang membutuhkan tempat tinggal selama mereka berobat jalan di Pekanbaru. Mereka adalah pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan Riau yang berdomisili di berbagai kabupaten yang ada di penjuru Riau, antara lain : Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Kuansing dan Dumai. Alhamdulillah RSSR Riau dapat memudahkan pendampingan pasien dhuafa yang sedang ikhtiar berobat di rumah sakit rujukan utama di Riau yakni RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Selama bulan Maret 2017 telah dikeluarkan kebutuhan operasional RSSR yang digunakan untuk kebutuhan makan sehari-hari pasien, biaya listrik, biaya kebersihan dan biaya operasional harian lainnya. Semoga para pasien yang sedang berjuang untuk kesembuhan diberi kelancaran dalam pengobatannya, aamiin. Bantuan untuk operasional RSSR Riau sebelumnya masuk dalam Rombongan 977.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.268.300,-
Tanggal : 28 April 2017
Kurir : @nhpita @uldharma Rina @hermanwaesyah dan seluruh kurir Riau

Biaya operasional RSSR Maret 2017


MTSR RIAU (BM 1509 SR, Biaya Operasional Maret 2017). Sejak April 2016, alhamdulillah Sedekah Rombongan Riau dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan membantu dhuafa yang sakit dan tidak mampu ke rumah sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Riau. Hingga kini, keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR Riau maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Selama bulan Maret 2017 telah dikeluarkan kebutuhan biaya operasional MTSR Riau yang digunakan untuk membeli BBM premium, membayar biaya transportasi pasien saat MTSR sedang menjemput pasien lain, menjemput pasien di luar kota Pekanbaru dan membayar biaya servis rutin MTSR. Insyaa Allah, hingga ke depannya MTSR Riau akan semakin dirasakan manfaatnya oleh pasien dhuafa khususnya di wilayah Pekanbaru serta kota lainnya di Provinsi Riau, aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 977.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.082.200,-
Tanggal : 28 April 2017
Kurir : @nhpita @uldharma Nasrul Herman dan seluruh kurir Riau

Biaya operasional RSSR Maret 2017


ARIFIN AHMAD (1, Usus di Luar Perut). Alamat : Kampung Damai HTI, Desa Suka Ramai, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Bayi Arifin lahir pada tanggal 20 Februari 2017 di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan kondisi usus yang berada di luar perut. Arifin adalah anak ke 3 dari 3 bersaudara dari pasangan Rusdian Saputra (34) yang bekerja sebagai buruh pemanen sawit dengan penghasilan yang tidak menentu dan Suprapti (33) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Dengan kondisinya yang memprihatinkan, Arifin harus menjalani beberapa kali operasi ke depannya agar kondisi ususnya bisa normal kembali. Saat ini ia masih dirawat di ruang Neonatus RSUD Arifin Achmad Pekanbaru setelah menjalani operasi keduanya. Operasi pertama telah dilakukan tidak lama setelah ia lahir dengan status pasien umum karena saat itu keluarga belum memiliki jaminan kesehatan apapun, sehingga keluarga menunggak biaya RS untuk biaya kelahiran dan biaya operasi Arifin. Alhamdulillah saat ini keluarga telah memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI sehingga biaya pengobatan Arifin telah ditanggung pemerintah. Namun keluarga tetap terkendala dengan biaya akomodasi sehari-hari selama mereka menunggu Arifin yang masih dirawat di RSUD. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Arifin dan dapat menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu kebutuhan sehari-hari keluarga di RS serta membayarkan cicilan biaya RS selama Arifin dirawat dengan status pasien umum. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan keluarga dan Arifin segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 979.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Maret 2017
Kurir : @nhpita Otri @asynulzumarti @hermanwaesyah

Arifin menderita usus di luar perut


AFRIDA BINTI AMIR HAMZAH (48, Patah Tulang Kaki Kiri). Alamat : Jalan Tunas Karya, RT 4/2, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Pada tanggal 10 Maret 2017, Bu Afrida menjemput anaknya sekolah seperti hari-hari biasanya. Namun dalam perjalanan menjemput hari itu, Bu Afrida mengalami kecelakaan; ia ditabrak dari samping oleh kendaraan lain yang mengakibatkan ia terpental sejauh 5 meter. Kecelakaan tersebut menyebabkan ia mengalami patah tulang kaki sebelah kiri hingga mengalami pendarahan yang cukup hebat. Pertolongan pertama dilakukan dengan membawa Bu Afrida ke klinik kemudian dirujuk ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru. Bu Afrida langsung dirawat inap dan tindakan pertolongan pertama diberikan dengan pemberian obat penghilang rasa nyeri dan operasi kecil untuk menjahit luka sobek. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguknya di RS, Bu Afrida masih dirawat inap dan menunggu jadwal untuk dilakukannya operasi. Suami Bu Afrida yaitu Pak Muchlis Nasri (48) bekerja sebagai buruh serabutan. Dengan pendapatan yang tidak tetap, Bu Afrida maupun suami memgalami kendala dalam biaya akomodasi selama perawatan di rumah sakit. Alhamdulillah untuk biaya rumah sakit sudah teratasi dengan Jamkesda yang sedang dalam proses pembuatan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Afrida dan bantuan diberikan untuk biaya akomodasi selama rawat inap di RSUD dan transportasi ke RSUD. Semoga kondisi kesehatan Bu Afrida semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 30 Maret 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah @asynulzumarti @rizkyqurniazary

Bu Afrida menderita patah tulang kaki kiri


DAFA ALEXI PRATAMA (3, Bibir Sumbing). Alamat : Dusun Sumber Rejo, RT 20/7, Desa Margat Mulya, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi  Riau. Dafa terlahir dengan kondisi bibir sumbing, selain itu pada paru-parunya terdapat cairan yang melekat. Karena kondisi bibirnya yang sumbing, ia ditinggalkan oleh kedua orangtuanya dan sejak itu Dafa tinggal bersama neneknya yang juga hidup sendirian. Kondisi paru-paru Dafa yang mengalami gangguan alhamdulillah dapat dibersihkan, namun faktor biaya membuat keluarga tidak dapat secara teratur memeriksa kondisi kesehatan Dafa. Hingga kini ia tidak bisa terpapar debu dan hujan karena akan membuatnya batuk. Nenek Dafa bekerja sebagai tukang jaga kolam pancing dengan lokasi yang jauh dari rumahnya. Tempat kerja dari rumah lumayan jauh. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dafa dan merasakan kesulitan yang dihadapi oleh nenek Dafa. Santunan pun disampaikan untuk membantu biaya transportasi berobat Dafa ke RS. Semoga Dafa bisa sembuh dan selalu sehat wal afiat. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Maret 2017
Kurir : @nhphita Mustakwa Lendriani @karin_lathief

Dafa menderita bibir sumbing


MUHAMMAD TONI (3, Hidrosefalus). Alamat : Jl. Anggur Merah III, Gg.Pinang, RT 2/6, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Awal penyakit Toni bermula dari pembengkakan kaki kiri yang ia alami 2 tahun lalu sehingga mengharuskannya untuk dioperasi di RSUD Dumai. Satu tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 27 Januari 2016 Toni kembali dioperasi kaki kirinya hingga kondisinya pulih di RS Permata Hati Duri. Namun di saat usianya menginjak 1,5 tahun, Toni terjatuh saat bermain dan kepalanya terbentur hingga menyebabkan pembengkakan cairan pada kepala. Kepala Toni terus mengalami pembesaran sehingga orangtuanya membawa ke RS terdekat. Dokter memutuskan melakukan tindakan operasi pada bulan Desember 2016 untuk pengambilan sumsum tulangnya dan dicek di laboratorium RS Eria Bunda Pekanbaru. Ayah Toni, Andres Suhada (39), bekerja sebagai tukang bangunan yang penghasilannya tidak tetap, sesuai dengan panggilan orang yang membutuhkan jasanya saja. Sedangkan ibunya, Rosa Riwana (27), bekerja sebagai asisten rumah tangga di laundry terdekat dengan penghasilan Rp. 40.000,-/hari. Selama berobat, Toni menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS Non PBI kelas 3 namun iurannya menunggak selama 1 bulan karena tidak ada biaya untuk membayarnya. Selain kendala iuran BPJS yang menunggak, keluarga juga membutuhkan biaya akomodasi dan transportasi selama berobat karena lokasi rumah yang jauh dari RS. Alhamdulillah Toni dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan bantuan pun diberikan kepada keluarga agar Toni dapat melanjutkan pengobatannya. Semoga Toni cepat sembuh dan selalu sehat wal afiat. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Maret 2017
Kurir : @nhphita Dody Chandra Dewi @karin_latief

Toni menderita hidrosefalus


NYAMIRAN BIN KADIMAN (70, Hernia Inguinalis). Alamat : DU SKPC, RT 5/1, Desa Pasir Utama Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Awal penyakit Pak Nyamiran bermula ketika ia merasakan adanya benjolan pada perut bagian bawah satu tahun yang lalu. Benjolan tersebut membuat Pak Nyamiran merasakan nyeri dan melakukan pengobatan alternatif yang sayangnya hingga kini belum juga terlihat perubahan membaik. Akibat penyakit yang dideritanya, beliau tidak bisa bekerja lagi. Didorong semangat yang kuat untuk sembuh, pada bulan Desember 2016 beliau memeriksakan diri ke dokter dan didiagnosa menderita Hernia Inguinalis. Dengan diagnosa tersebut, dokter menyarankannya untuk menjalani operasi. Namun sayangnya karena keterbatasan biaya, operasi tersebut urung beliau jalani. Takdir Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan Pak Nyamiran, santunan pun diberikan untuk membantu pengurusan BPJS beliau. Alhamdulillah pada tanggal 22 Maret 2017 akhirnya Pak Nyamiran dapat menjalani operasi hingga kondisinya kini telah sehat wal afiat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Maret 2017
Kurir : @nhpita Tri Yono @sulistyaone

Bu Nyamiran menderita Hernia Inguinalis


SUDARSIH BINTI SURADI (44, Tumor di Perut). Alamat : DU SKPC, RT 6/3, Desa Pinggir, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Sudah 2 bulan terakhir ini, perut Bu Sudarsih terasa sakit hingga nyeri. Hingga akhirnya pada tanggal 19 Maret 2017, Bu Sudarsih sudah tidak bisa lagi membuang air kecil yang menyebabkan terjadinya pembengkakan di perut. Oleh keluarga, Bu Sudarsih dibawa ke puskesmas dan dirujuk ke IGD RSUD Duri. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, ternyata terdapat benjolan yang menutupi saluran kencing. Kondisinya ini menyebabkan ia tidak mampu banyak beraktifitas dan bekerja berat. Alhamdulillah keluarga sudah mempunyai kartu JKN KIS-PBI sehingga biaya pengobatan gratis. Namun tetap saja keluarga mengalami kendala dalam biaya akomodasi selama ia dirawat di RS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Sudarsih dan santunan pun disampaikan untuk meringankan beban keluarga. Semoga Bu Sudarsih cepat sembuh dan bisa beraktifitas kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Maret 2017
Kurir : @nhpita Dewi Supriadi @rini_syafrin

Bu Sudarsih menderita tumor di perut


MISRATIL YUSRA (42, Infeksi Mata). Alamat : Dusun Koto, RT 6/2, Simandolak Benai, Kuantan Singingi, Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau. Awal penyakit Bu Misratil bermula saat ia pergi menemani suaminya mencari ikan selepas maghrib ke rawa yang berjarak sekitar 3 kilometer dari rumah. Saat itu pada mata sebelah kirinya tiba-tiba keluar air yang menyebabkan matanya perih hingga memerah. Esoknya ia dibawa ke klinik dokter umum yang bekerja di Puskesmas Benai dan dokter mendiagnosa bahwa mata Bu Misratil mengalami infeksi biasa dan dan diberikan obat tetes mata. Namun seiring berjalannya waktu, mata Bu Misratil tak kunjung sembuh walaupun segala obat kampung sudah ia coba untuk membantu pengobatan. Suaminya, Joni Abdal (52), bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang masih terbatas hanya dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari. Meskipun keluarga memiliki JKN-KIS PBI, hingga kurang lebih 12 tahun Bu Misratil hanya dapat menahan rasa sakit pada mata kirinya karena ketiadaan biaya transportasi untuk berobat. Kondisinya saat ini semakin memprihatinkan dengan bola mata sebelah kiri yang memerah dan mulai menonjol keluar serta terasa perih sementara sebelah kanan mulai kabur. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Misratil dan bantuan pun disampaikan untuk meringankan beban keluarga. Semoga Bu Misratil segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Maret 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti Imelda

Bu Misratil menderita infeksi mata


MUSRIFAH WASIKIN (43, Gangguan Tiroid + Pembengkakan Jantung). Alamat : RT 03/01, Desa Sencano Jaya, Kecamatan Batang Pranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Kurang lebih 6 tahun yang lalu, Bu Musrifah merasakan nyeri di bagian lehernya dan ia memeriksakan dirinya pada bidan setempat namun tidak ada perubahan membaik. Hingga rasa nyeri itu semakin memburuk dan ia memutuskan untuk berobat ke dokter dan didiagnosa mengalami gangguan pada kelenjar tiroid. Karena terkendala masalah biaya, ia tidak dapat melanjutkan pengobatan medis sehingga hanya berobat tradisional. Pengobatannya yang tidak tuntas menyebabkan gangguan tiroidnya sering kambuh. Kondisinya semakin memburuk ketika kurang lebih 1 tahun lalu badannya terasa sangat lemas dan mengalami bengkak. Keluarga membawanya berobat ke RSUD Indra Sari dan ia didiagnosa mengalami pembengkakan jantung. Ia dirawat inap selama 5 hari dan diharuskan menjalani kontrol rutin setiap minggu. Suami Bu Musrifah, Wasikin (50), bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak tetap. Sehingga meskipun keluarga sudah memiliki Jamkesmas, keluarga tetap terkendala dengan biaya transportasi berobat ke RS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Musrifah dan santunan pun disampaikan untuk membantu biaya transportasi agar Bu Musrifah dapat terus melanjutkan pengobatannya. Semoga ia cepat sembuh dan dapat beraktifitas seperti sediakala, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Maret 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti Reni @hermanwaesyah

Bu Musrifah menderita gangguan tiroid + pembengkakan jantung


RIDHO FARISKI (15, Lumpuh Layu). Alamat : Jl. Tuah Karya Ujung, Perumahan Puri Mitra Lestari Tahap 2, Kelurahan Tuah Madani, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Sejak lahir, Ridho mengalami gangguan dalam pertumbuhan motorik kasarnya. Pada usia 6 bulan, ia sempat dikira meninggal karena tidak bernapas selama beberapa jam. Pada masa balita, Ridho hanya bisa merangkak. Keluarganya pernah melakukan ikhtiar pengobatan tradisional sejak usia 1 tahun, namun terpaksa berhenti pada usia 6 tahun setelah ayahnya meninggal. Dan semenjak itu, ia tidak pernah dibawa ke RS atau melakukan pengobatan tradisional lagi. Saat ini Ridho tidak bersekolah karena keterbatasan kemampun fisiknya dan juga terbentur masalah biaya. Terakhir ia bersekolah di usia 8 tahun dan setelahnya ia hanya menghabiskan waktunya di rumah. Ibunya, Eka (34), sehari-harinya berjualan kerupuk jengkol dengan penghasilan Rp. 225.000,-. Ridho merupakan anak pertama dari 3 bersaudara dan dengan kondisi perekonomian keluarga yang sulit, keluarga dari Bu Eka ikut membantu menyekolahkan adik-adik Ridho. Kondisi Ridho saat ini semakin memprihatinkan, ia berjalan dengan menekuk kaki yang mengakibatkan lututnya hitam dan kasar. Kursi roda yang digunakannya selama ini sudah tidak layak pakai lagi. Keluarga tidak mampu untuk membawanya berobat karena ketiadaan jaminan kesehatan apapun yang dapat membebaskan biaya berobat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ridho dan keluarganya, santunan pun disampaikan untuk membantu pembelian kursi roda baru yang layak pakai serta pengurusan administrasi jaminan JKN-KIS PBI agar Ridho dapat menjalani fisioterapi secara teratur. Semoga kondisi Ridho bisa pulih seperti sediakala dan ia dapat menjalani aktifitas layaknya anak-anak normal lainnya, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.800.000,-
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir : @nhpita Murda @sulistyaone

Ridho menderita lumpuh layu


SUKATNO BIN MIKUN (28 tahun, Lumpuh). Alamat : RT 21/04 Dukuh Seweru, Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Katno, demikian biasa pemuda ini dipanggil adalah anak kedua dari pasangan suami istri Mikun (60) dan Rusini (55). Enam tahun yang lalu tanpa sebab yang jelas Katno tidak bisa berjalan. Sudah dibawa ke dukun pijat dan beberapa kunjungan ke rumah sakit tetapi tidak membuahkan hasil. Saat ini kondisinya hanya bisa berbaring dan tidak bisa diajak berkomunikasi. Semua aktifitas mulai makan, minum, buang air kecil maupun buang air besar selalu dilakukan di tempat tidur. Ibu nya dengan sabar menjaga dan melayani semua kebutuhan Katno. Kedua orang tuanya yang bekerja sebagai buruh tani hanya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa bisa melakukan ikhtiar pengobatan untuk Katno, dan memang melihat kondisi Katno saat ini kecil harapan untuk bisa sembuh apalagi sakit ini sudah dialami selama 6 tahun. Kurir SR mendapat informasi mengenai Katno dari tetangga nya yang masih perduli dengan nasib Katno. Santunan lepas Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk membeli bibit 2 ekor kambing supaya bisa menjadi harapan untuk mendapatkan penghasilan lebih supaya bisa memenuhi kebutuhan Katno. Keluarga pak Mikun sangat terharu atas bantuan yang telah disampaikan dan tak lupa mengucapkan terimakasih semoga menjadi catatan amal untuk para sedekaholic dan semua kurir Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 April 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive

Pak Sukatno menderita lumpuh


DARINAH BINTI DARMIN (60, Lumpuh Layu). Alamat : RT 02/06 Dusun Watugajah, Kelurahan Selosari, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Darinah adalah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai tiga anak yang semuanya telah menikah. Setahun yang lalu bu Darinah jatuh di depan rumahnya sehingga mengakibatkan tidak bisa berjalan. Pertolongan pertama dibawa ke tukang pijat, karena tidak membawa hasil akhir nya dibawa ke Sangkal Putung. Setelah dibawa ke Sangkal Putung tidak menunjukkan perubahan yang berarti maka Bu Darinah dibawa berobat secara medis ke poly Orthopedi Rsud. Sayidiman Magetan dengan menggunakan jaminan BPJS kelas 3. Penyakit yang dialami berkomplikasi dengan diabet yang selama ini beliau derita sehingga terapi yang dilakukan juga tidak menunjukkan hasil maksimal. Akhir nya pengobatan dihentikan karena sudah tidak memiliki biaya untuk berobat. Suami nya yaitu Bapak Sarpan (71 tahun) yang bekerja serabutan juga merasa sangat berat menanggung biaya pengobatan istrinya. Info mengenai bu Darinah diperoleh dari informasi tetangga sekitar rumahnya. Santunan lepas sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat. Keluarga pak Sarpan mengucapkan terimakasih atas santunan yang telah disampaikan, semoga bu Darinah segera sembuh seperti sediakal. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22  April  2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @KinantiAwe

Bu Darinah menderita lumpuh layu


WINIH BINTI SADIKUN (72, tumor kaki). Alamat : RT 02/01 Dusun Garon Balerejo, Desa Tladan, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Mbah Winih, demikian beliau biasa dipanggil adalah seorang nenek tua yang tidak mempunyai anak maupun suami. Sudah setahun terakhir mbah Winih menderita tumor kaki, dan terus merasa kesakitan. Saat ini mbah Winih tinggal bersama adik nya yaitu mbah Wongso (70) yang juga hidup sebatangkara. Mbah Winih pernah beberapa kali dibawa ke Rumah Sakit dan disarankan untuk amputasi tetapi mbah Winih tidak mau. Pengobatan terhenti karena beberapa sebab, terkendala biaya, tidak ada pendamping dan yang terakhir karena Mbah Winih sendiri tidak mau diobatkan lagi. Hari-hari mbah Winih hanya dihabiskan dengan berbaring di ruang tengah rumah yang kondisi nya jauh dari layak. Berdasar kan hasil survey dan menilai apa saja yang dibutuhkan mbah Winih akhirnya Santunan sebesar Rp. 1.500.000 disampaikan dan digunakan untuk membelikan sembako, 1 ekor kambing dan sisa nya diberikan uang tunai. Dengan bantuan ini diharapkan mampu untuk meringankan beban mbah Winih dan adiknya serta bisa menghasilhan tambahan pendapatan ke depan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka berdua. Mbah Winih dan adik nya merasa sangat terharu dan berterimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga berbalas kebaikan untuk para Sedekaholic dan semua Kurir Sedekah Rombongan. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 23 April 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Ronypratama @Hadi @Dedy @KinantiAwe

Winih menderita tumor kaki


ANITA N ULUM (12, Talasemia). Alamat : Dusun Ngantru, RT 2/2, Desa Ngantru, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Sejak dari lahir adik Anita telah didiagnosa menderita Talasemia. Sehingga Anita menjalani pengobatannya di Rumah Sakit Soetomo Surabaya. Untuk 1 tahun ini pengobatan Anita telah bisa menjalani pengobatan di RS Iskak Tulungagung untuk tambah darah setiap bulannya. Anita merupakan anak yang aktif diantara teman-temannya, akan tetapi kondisinya yang selalu menurun dan disertai mimisan membuat Anita menjadi tidak bisa beraktivitas seperti teman-temannya yang lain. Saat ini Anita selalu rutin untuk transfusi darah sebulan sekali agar tetap bisa beraktivitas secara normal. Ibu Srianik (32) sebagai ibu Anita yang bekerja sebagai karyawan swasta dengan penghasilan yang sedikit. Ibu Srianik banting tulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya dan kebutuhan untuk sekolah Anita. Anita yang telah memiliki jaminan kesehatan berupa KIS sangat membantu dalam pengobatannya. Akan tetapi masih memiliki kendala dalam biaya transportasi untuk ke rumah sakit dan membeli obat-obatan yang tidak menjadi tanggungan kartu jaminan kesehatan. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Anita dan bantuan kali ini disalurkan untuk biaya perbaikan keadaan umum, transportasi ke rumah sakit, membeli obat-obatan dan iuran BPJS. Ibu Srihanik sangat berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan Sedekaholics yang di sampaikan atas bantuan Sedekah Rombongan. Santunan untuk Anita pada sebelumnya telah tercatat pada rombongan nomor 949. Semoga Anita segera diberikan kesembuhan oleh Allah SWT. Amiin

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 April 2017
Kurir : @FaizFaeruz Kristiono @m_rofii11

Anita menderita talasemia


SUTIPAH BUDIARTI (58, Kanker Payudara Kiri). Jalan Selorejo No. 23 C, RT 4/8, Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2003 terdapat benjolan kecil di payudara sebelah kiri Ibu Sutipah yang saat di sentuh beliau terasa sangat sakit. Selama 4 tahun beliau hanya berobat secara alternative di daerah sekitar rumah dan meminum obat-obatan herbal. Akan tetapi tidak mendapatkan perubahan apa pun dan akhirnya pada tahun 2007 beliau mulai pergi ke RS Saiful Anwar (RSSA) untuk berobat. Setelah didiagnosis dokter jika sakit kanker payudara, akhirnya Ibu Sutipah dengan intensif menjalani proses berobat dan telah menjalani kemo terapi di RSSA sebanyak 6 kali. Kemudian pengobatan beliau dilanjutkan dengan mengkonsumsi obat yang diberikan pihak RSSA. Akan tetapi pada tahun 2016 Ibu Sutipah merasakan sakit lagi pada payudara kiri beliau dan akhirnya dilakukan kemo terapi lagi. Setelah menjalani kemo terapi yang ke 3, di lakukan operasi pengangkatan payudara dan setelah itu dilakukan kemo terapi lagi sebanyak 3 kali. Ibu Sutipah yang kondisinya menurun pada pertengahan bulan ini, harus menjalani rawat inap untuk beberapa hari di RSSA Malang. Ibu Sutipah setiap harinya hanya sebagai ibu rumah tangga dan beliau tinggal bersama suami dan satu orang anak. Suami beliau Bapak Selamat (55) bekerja sebagai security di perumahan dengan penghasilan yang sedikit tiap bulannya. Jaminan kesehatan berupa KIS yang dimiliki sangat membantu Ibu Sutipah, akan tetapi beliau merasa kesulitan untuk pergi berobat ke rumah sakit sedangkan beliau harus secara intensif menjalani pengobatan. Akhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sutipah dan bantuan pertama pun diberikan kepada Ibu Sutipah yang dipergunakan untuk transportasi, kebutuhan saat masuk rumah sakit dan perbaikan keadaan umum. Bantuan untuk Ibu Sutipah pada sebelumnya telah tercatat pada rombongan nomor 972. Semoga kondisi Ibu Sutipah akan segera membaik dan dapat melanjutkan pengobatan beliau lagi. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 April 2017
Kurir : @FaizFaeruz Nuryati @m_rofii11

BU Sutipah menderita kanker payudara kiri


NUR IMAM (1, Asma + Muntaber). Alamat : Kp. Kalibaru, RT 11/3, Desa Cilangkahan, Kec. Malingping, Kab. Lebak, Prov. Banten. Imam pernah dilarikan ke RSUD karena terus – menerus buang air besar yang disertai muntah. Ia pun sering mengalami sesak napas yang belum diketahui pasti apa penyakitnya. Hampir setiap minggu asmanya kambuh, namun orang tua Imam tak mampu rutin membawa anaknya berobat karena ketiadaan biaya dan jaminan kesehatan. Demi membawa anaknya berobat, terkadang mereka harus meminjam uang kepada saudara atau tetangga. Ayah Imam, Firman (33), adalah seorang  nelayan dan ibunya, Een (27) hanya seorang ibu rumah tangga. Mereka sangat kesulitan biaya jika sakit yang dialami Imam kambuh, penghasilan yang didapat Firman hanya cukup untuk makan sehari – hari, itupun tak mencukupi gizi yang dibutuhkan Imam. Mereka merasa sangat bersedih melihat anaknya yang sering sakit-sakitan. Kurir SedekahRombongan merasakan kesedihan dan kesulitan yang mereka alami, santunan awalpun disampaikan untuk kebutuhan pengobatan Imam. Semoga Imam bisa sembuh dari semua penyakit yang dideritanya dan bisa tumbuh dengan baik dan sehat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 19 April 2017
Kurir : @nurmanmlana Ipit @ririn_restu

Imam menderita asma + muntaber


PAHRUROJI BIN RAHMAN (26, Maag Kronis + Sesak Napas). Alamat : Kp. Kemiri, RT 1/1, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Tiga bulan yang lalu pria yang akrab disapa Oji ini mulai merasakan sakit pada perutnya. Rasa sakit itu semakin sering ia rasakan bahkan pernah hingga membuatnya pingsan. Oji berasal dari keluarga tidak mampu, kedua orang tuanya yang sudah renta tidak memiliki biaya untuk membawanya ke dokter. Selama ini ketika Oji mulai merasakan sakit, ia hanya dibawa ke tukang urut di sekitar rumahnya. Sebenarnya Oji sangat ingin memeriksakan diri ke rumah sakit, tetapi karena ketiadaan biaya ia mengurungkan niatnya untuk berobat. Keluarga Oji sudah memiliki Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), namun hanya ia yang tidak mendapatkannya. Alhamdulilah Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan Oji. Sebelumnya Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk pembuatan JKN – KIS, namun karena kondisi Oji memburuk akhirnya bantuan dipergunakan untuk biaya berobat dan rawat inap di rumah sakit. Kondisi Oji berangsur membaik, sebelumnya ia hanya bisa terbaring di tempat tidur, kini ia sudah mulai bisa berjalan walau masih tertatih – tatih. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya berobat karena KIS yang dibuatnya belum selesai. Sebelumnya Oji telah dibantu dalam rombongan 978.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 April  2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnamisna9 @ririn_restu

Oji menderita maag kronis + sesak napas


SRI MULYATI (60, Asam Urat + Pembengkakan pada Kaki). Alamat : Kp. Panunggangan barat, RT 2/1, Kel. Panunggangan Barat, Kec. Cibodas, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Nenek Sri tinggal sebatang kara di gubug kecil pemberian tetangga yang merasa kasihan padanya. Nenek Sri ditinggalkan suaminya sejak lima belas tahun silam. Untuk makan sehari-hari, terkadang Nenek Sri dibantu oleh para tetangga. Satu tahun terakhir Nenek Sri tidak bisa mencari nafkah karena menderita asam urat dan pembengkakan pada kaki kanannya yang kondisnya semakin membesar. Sebelumnya Nenek Sri masih bisa mencari nafkah dengan memulung, namun kakinya yang semakin terasa sakit tidak bisa digunakan untuk berjalan dan bekerja. Nenek Sri tidak bisa terus – menerus mengandalkan pemberian tetangga, karena itulah terkadang ia tidak makan karena tak memiliki uang. Mendengar penderitaan yang dialami Nenek Sri, syukur Alhamdulillah bantuan awal pun dapat kurir Sedekah Rombongan sampaikan untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari – hari.  Setelah menerima bantuan dari Sedekah Rombongan, Nenek Sri dibawa berobat ke dokter terdekat oleh tetangganya yang selama ini kerap membantunya. Setelah beberapa kali berobat pembengkakan pada kakinya mulai mengecil, dan kini Nenek Sri mulai bisa berjalan untuk mencari nafkah lagi. Jika sakit dikakinya kembali muncul dan tidak tertahankan, Nenek Sri memilih untuk beristirahat dan tidak melanjutkan pekerjaannya. Syukur Alhamdulillah Sedekah rombongan dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk membantu meringankan beban hidup dan biaya berobat Nenek Sri. Semoga Nenek Sri sehat selalu, panjang umur dan banyak hamba Allah SWT yang peduli padanya, amin. Sebelumnya Nenek Sri telah dibantu dalam Rombongan 978.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 April 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_catur @trimardiyanto @ririn_restu

Ibu Sri menderita asam urat +pembengkakan pada kaki


SUAENAH BINTI AHMAD (26, Lumpuh + Gizi Buruk) Alamat : Kampung Bojong Bitung RT 3/3, Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Wanita yang biasa dipanggil Enol ini adalah seorang yatim piatu sejak ia remaja. Kedua orang tuanya sudah meninggal pada tahun 2006. Enol menderita kelumpuhan yang terjadi karena terjatuh di kamar mandi saat hendak BAB pada tahun 2008 silam. Keluarganya sempat membawa Enol ke rumah sakit namun karena ketiadaan biaya pengobatan pun dihentikan. Saat itu dokter juga menyatakan Enol sudah sembuh dan normal. Seiring berjalannya waktu, kondisi Enol semakin memburuk, ia tidak hanya menderita kelumpuhan tetapi juga tulang belakangnya bengkok dan ia mengalami kekurangan gizi. Kondisi Enol semakin memprihatinkan, ia hanya dapat berbaring di tempat tidur seadanya dan tubuhnya semakin kurus. Untuk mencukupi biaya hidupnya Enol bergantung pada kakaknya, Mustar (35), yang bekerja sebagai kuli panggul dan kakak iparnya, Asnah. Penghasilan yang sangat kecil dan tidak menentu, membuat Mustar terpaksa meminjam uang pada rentenir untuk menyambung hidup. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan berita duka Enol telah berpulang ke rahmatullah pada 24 April 2017. Semoga amal ibadah almarhumah diterima di sisi Allah SWT dan ditempatkan di surga-Nya, amin. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan duka untuk membantu biaya pemakaman, sebelumnya almarhumah dibantu dalam rombongan 980.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000.-
Tanggal : 24 April 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_catur @giegietpl  @ririn_restu

Bu Suaenah menderita lumpuh + gizi buruk


LATIFAH BINTI SALWAN (45, Gagal Ginjal). Alamat : Kp. Banyawakan Jaya, RT 6/7, Desa Klebet, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Latifah adalah seorang janda dengan dua orang anak yang berusia 16 tahun dan 9 tahun. Sejak 3 tahun yang lalu, Ibu Latifah menderita sakit gagal ginjal dengan gejala awal seluruh tubuh menguning disertai demam tinggi yang tak kunjung sembuh. Saat itu suaminya membawanya berobat sampai akhirnya dokter mendiagnosis Ibu Latifah menderita gagal ginjal. Cobaan Ibu Latifah semakin bertambah, karena suaminya pergi dan menikah lagi dengan orang lain. Ibu Latifah pun kini menjalani hidup dengan kedua anaknya, dan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari ia berjualan jajanan anak – anak di depan rumahnya. Lambat laun penyakit Ibu Latifah semakin memburuk. Dokter menyarankan untuk cuci darah tiga kali dalam satu minggu. Ibu Latifah dirujuk ke RSU Siloam Tangerang yang letaknya sangat jauh dari tempat tinggalnya. Setahun sudah Ibu Latifah bolak – balik ke rumah sakit untuk cuci darah dan meski telah menggunakan Jamkesmas ia telah menghabiskan banyak dana untuk biaya transportasi. Rumah tempat ia bernaung bersama anak – anak, dan menjadi harta satu – satunya yang dimiliki terpaksa ia jual untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya berobat. Kini Ibu Latifah dan anak-anaknya tinggal bersama orang tuanya yang sudah sepuh. Kondisi Ibu Latifah saat ini sangat memprihatinkan, wajahnya sudah membiru dan membengkak karena kekurangan sel darah putih. Ibu Latifah pun harus dirawat inap di rumah sakit. Syukur Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Latifah. Rasa sedih dan terharu dipancarkan Ibu Latifah ketika dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Saat itu tak ada seorang pun yang mendampingi Ibu Latifah, ia harus naik – turun tangga sendiri untuk mengurus administrasi rumah sakit. Sambil terengah – engah dan menestekan air mata, Ibu Latifah menceritakan kesedihannya selama ini karena tak ada sanak sodara yang menjenguk apalagi mendampingi. Setelah satu bulan berjalan kondisi bu Latifah makin memburuk. Bu Latifah kerap kebingungan mencari uang untuk biaya transportasi dan menebus obat yang tidak ditanggung BPJS. Alhamdulillah Sedekah rombongan dapat kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan menebus obat. Semoga Ibu Latifah cepat sembuh dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Sebelumya Ibu Latifah dibantu dalam Rombongan 978.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal :  19 April 2017
Kurir : @nurmanmlana @pratama_chatur @endangmplus @misnamina9 @ririn_restu

Bu Latifah menderita gagal ginjal


ILHAM PUTRA USMAN (3, Hydrocephalus). Alamat : Ds. Ranjeng, RT 1/1, Kec. Ciruas, Kab. Serang, Provinsi Banten. Ilham Putra menderita hydrocephalus sejak lahir. Awalnya Ilham rutin kontrol di rumah sakit di Sumedang, hingga akhirnya ia dirujuk ke rumah sakit di Bandung. Ketiadaan biaya membuat orang tua Ilham mengurungkan niat untuk membawanya berobat ke Bandung. Selama lebih dari dua tahun, Ilham hanya bisa menahan rasa sakit tanpa berobat. Sejak saat itu juga, Ilham dibawa ayahnya, Usman, merantau ke daerah Ciruas, Serang, Banten. Setiap hari Ilham dibawa Pak Usman berjualan gorengan di tepi jalan dan terkadang ia dititipkan jika hujan. Menurut tetangga, Ilham termasuk anak yang ceria. Kondisi Ilham sangat memprihatinkan, saat kurir Sedekah Rombongan mengunjunginya di rumah kontrakannya, ia hanya bisa terbaring tanpa bisa menggerakkan kepalanya. Setelah JKN – KIS telah dimilikinya, Ilham dapat kembali berobat. Ilham pun akhirnya menjalani operasi pertamanya di RSU Drajat Perwira Negara Serang. Ilham menjalani operasi pada 17 April 2017 setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit. Setelah menjalani operasi keadaan Ilham terlihat sehat. Tawa canda Ilham terlihat ketika kami datang menjenguknya. Syukur Alhamdulilah Kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk transportasi berobat. Mudah- mudahan Ilham segera sehat dan bisa bermain seperti anak seusianya. Sebelumya bantuan awal telah diberikan pada Rombongan 980.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 19 April 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @giegietpl @pratama_chatur @ririn_restu

Ilham menderita hydrocephalus


KASMIN BIN MARSA (75, Stroke + Lumpuh). Alamat :  Kp. Cimentul, RT 11/2, Desa Bakung, Kec. Kronjo, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Abah Kasmin kini hanya bisa terbaring di tempat tidurnya. Sudah lima tahun terakhir ia mederita kelumpuhan. Awal mulanya Abah Kasmin merantau ke Lampung, ia bekerja sebagai buruh penebang kayu. Pada saat itu Abah Kasmin mengalami kecelakaan, kakinya tertimpah kayu besar hingga dirawat di rumah sakit. Selang beberapa bulan kaki yang mengalami sakit tidak bisa digerakkan. Dokter menganjurkan Abah Kasmin untuk kontrol rutin setiap bulannya. Anjuran dokter tersebut dijalani Abah Kasmin selama 2 tahun, namun lama – kelamaan kondisi keuangannya semakin sulit. Penghasilan istrinya yang bekerja sebagai buruh tani bahkan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Akhirnya Abah Kasmin dan istri memutuskan untuk pulang ke kampung halaman dengan pertimbangan di sana masih ada sanak saudara. Sejak kembali ke kampung, Abh Kasmin tidak pernah berobat lagi karena ketiadaan biaya. Bertahun – tahun Abah hanya bisa duduk dan berbaring di tempat tidur. Penderitaan abah semakin lengkap ketika sang istri berpulang ke rahmatullah. Kini abah tinggal sendiri di emperan rumah saudaranya yang hanya dibatasi bilik bambu. Melihat kondisi Abah Kasmin yang memprihatinkan, alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan awal untuk makan sehari – hari. Selama ini Abah Kasmin menjadi tanggungan sanak saudaranya. Mudah mudahan dengan adanya bantuan ini bisa membantu biaya kehidupan Abah Kasmin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 April 2017
Kurir:@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnamina @fatmahalwiny @ririn_restu

Abah Kasmin menderita stroke + lumpuh


MUTIAH BINTI ABDUL MAJID (65,  Diabetes + Jantung Koroner). Alamat : Kp. Cimentul, RT 10/2, Kec. Kronjo, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Bu Mutiah kini hanya tinggal berdua bersama suaminya. Kedua anak perempuannya sudah berkeluarga dan ikut bersama suaminya. Suami Bu mutiah bekerja sebagai buruh tani di desanya. Tidak setiap hari ada orang yang menyuruhnya bekerja. Ketika musim tanam selesai suami Bu Mutiah kerap menganggur. Waktu luang yang banyak dimanfatkan oleh suami Bu Mutiah menjadi marbot masjid. Sudah setengah tahun terakhir ini Bu mutiah harus rutin berobat ke RS Balaraja karena menderita komplikasi diabetes dan jantung koroner. Walaupun biaya pengobatan Bu Mutiah ditanggung KIS yang dimilikinya, ia masih harus mengeluarkan banyak biaya untuk transportasi berobat. Jarak rumah Bu Mutiah ke rumah sakit cukup jauh, dan sangat jarang ada kendaraan umum melewati daerah rumahnya. Terkadang Bu Mutiah terpaksa meminjam uang pada tetangga untuk biaya transportasi berobat. Penghasilan suaminya yang tak menentu hanya cukup untuk makan sehari – hari. Melihat perjuangan Bu Mutiah untuk sembuh dan sehat,  Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan awal untuk biaya transpotasi dan membayar utang pada tetangganya. Mudah-mudahan Bu Mutiah selalu diberikan kesabaran dan diberi kesembuhan, amin.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 19 April 2017
Kurir  :@Nurmanmlana @Endangmplus @pratama_chatur @Misnamina @Fatmahalwiny @ririn _restu

Bu Mutiah menderita diabetes + jantung koroner


RUMSIAH MAKSUM (60, Kanker Serviks). Alamat : Kp. Ocit, RT 11/2, Kec. Kibin, Kab. Serang, Prov. Banten. Bu Rum biasa ia dipanggil adalah seorang ibu rumah tangga. Dua minggu yang lalu ia dirawat di RSUD Banten, karena mengalami pendarahan dengan kadar Hb sangat rendah, mengeluarkan cairan kuning dari rahim, dan mengeluarkan banyak gumpalan darah seperti menstruasi padahal ia sudah mengalami menopause. Gejala penyakitnya mulai dialami sejak Februari 2016, awalnya Bu Rum mengalami demam disertai sakit perut seperti diremas-remas, dan mengeluarkan darah seperti menstruasi tapi tidak kunjung berhenti. Keluarga mencoba membawa Bu Rum ke Puskesmas terdekat, namun hanya diberikan obat pereda rasa sakit saja, dan diduga hanya mengalami penyakit ringan. Sakit yang dialami Bu Rum tidak kunjung sembuh membuat keluarga membawanya berobat ke RSUD Banten pada 24 Maret 2016, dari hasil diagnosis dokter menyatakan Bu Rum menderita kanker serviks. Bu Rum dirawat selama 2 minggu, namun karena ketiadaan uang ia meminta dipulangkan dan dokter pun mengijinkan, dengan catatan harus rajin kontrol rutin setiap satu minggu sekali. Dokter mengatakan jika kondisinya tak kunjung membaik, kemungkinan Bu Rum harus menjalani operasi. Meskipun pengobatan Bu Rum telah ditanggung JKN – KIS yang dimilikinya, keluarga tetap merasa resah karena tidak memiliki uang untuk transportasi dan akomodasi berobat Bu Rum. Suami Bu Rum, Bapak Maksum (70) mengungkapkan kesedihannya ketika dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Keluarga sama sekali tidak mempunyai simpanan, karena hasil jualan barang rongsokan saja terkadang tidak mencukupi kebutuhan sehari – hari. Bapak Maksum giat berusaha mengais rezek untuk menafkahi isti dan kedua anaknya yang masih bersekolah. Mereka tinggal di rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan dan hampir roboh. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan  mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya transportasi kontrol ke RSUD. Semoga Bu Rum segera diangkat penyakitnya oleh Allah SWT dan sehat kembali, amin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 10 April 2017
Kurir :@Nurmanmlana @Endangmplus @pratama_chatur EMAY @ririn _restu

Bu Rumsiah menderita kanker serviks


UMAR AL FARUQ (1, Pneumonia). Alamat : Kp. Buaran PLN, RT 3/4, Kel. Cikokol, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Prov. Banten. Umar adalah putra pertama pasangan Bapak Hendra dan Ibu Sudini. Ia terlahir prematur. Saat ini Umar dirawat di rumah sakit akibat kejang dan sesak napas. Umar dirawat di RS Mayapada Tangerang sebagai pasien umum tanpa jaminan kesehatan karena KIS-nya masih dalam proses pembuatan. Umar didiagnosis dokter mengidap infeksi paru-paru (pnemonia). Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit keluarga terpaksa membawa pulang umar. Sebenarnya kondisi Umar belum sehat, namun ketiadaan biaya membuat keluarga memohon agar Umar bisa menjalani rawat jalan saja. Selama dirawat biaya yang harus dibayarkan sekitar 10 juta rupiah. Uang sebesar itu berusaha didapati kedua orang tua Umar dengan meminjam ke sanak saudaranya. Penghasilan ayahnya sebagai pengemudi ojek online hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Melihat kesulitan yang dialami keluarga Umar, Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan untuk meringgankan biaya rumah sakit. Rencananya setelah memiliki KIS, Umar akan berobat ke RSUD. Semoga Umar segera tertangani dan sembuh seperti sediakala, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 April 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @ririn_restu

Umar menderita pneumonia


SYAKILA CHOIRUNNISA (3, Hydrocepalus). Alamat: Jl. Hutan Jati RT 4/11 Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Syakila adalah putri kedua dari pasangan bapak Sultoni (33) dan ibu Sumiyati (34). Syakila terlahir beda dengan bayi pada umumnya, yaitu ada pembesaran di kepala. Saat ibu Sumiyati mengandung, sebenarnya sudah terdeteksi adanya virus tokso pada janin Syakila. Dokter sempat memberikan obat supaya virus itu mati, tapi yang terjadi virus malah berkembang. Sampai saat usia kandungan 9 bulan, Syakila harus terlahir dengan kondisi kepala yang besar (Hydrocepalus). Saat itu, dokter menganjurkan untuk operasi pemasangan VP Shunt jika usia Syakila sudah menginjak 3 bulan. Tapi, karena masalah internal operasi itu tidak kunjung dilakukan. Sampai saat usia Syakila menginjak 6 bulan, pihak rumah sakit menyarankan supaya Syakila dirujuk ke RSCM. Alhamdulillah, di RSCM Syakila langsung bisa dilakukan pemasangan VP Shunt, kondisinya juga baik. Beberapa bulan paska menjalani operasi, kadang Syakila mengalami kejang dan keluar busa dari mulutnya. Syakila kecil harusnya berobat rutin ke rumah sakit setiap seminggu sekali, tapi karena kondisi ekonomi yang tidak mendukung akhirnya pengobatan dialihkan ke RSUD terdekat itupun tidak dilakukan secara rutin.  Bapak Sultoni sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta tapi gaji yang diterimanya tidak cukup jika harus dipakai untuk bayar kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan masih untuk membeli susu dan pampers untuk anak kembarnya yang masih berusia 8 bulan (adik Syakila). Sementara ibu Sumiyati dirumah mengurus ketiga putri kecilnya. Kadang jika waktunya kontrol tapi tidak mempunyai ongkos, orang tua Syakila harus meminjam uang ke tetangganya atau rela tidak berangkat ke rumah sakit. Alhamdulillah, ditengah perjuangan orang tua Syakila berikhtiar mencari kesembuhan untuk putrinya, Allah menuntun langkah #kurirSR untuk bertemu dengan mereka. Kembali bantuan lanjutan disampaikan untuk biaya akomodasi dan keperluan Syakila setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 979. Kondisi Syakila saat dikunjungi #KurirSR masih belum stabil setelah bulan lalu mengalami kejang. Untuk kegiatan berobat, Syakila masih rutin terapi 2 kali dalam 1 bulan di poly bedah syarap dan poli anak.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 23 April 2017
Kurir: @wirawiry Ryan @endangnumik

Syakila menderita hydrocepalus


SARAH HUSNIAH (7, Leukimia). Alamat: Gang.H Rafii Sarpin RT. 12/1 No.29 Kelurahan Kampung Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Sarah, begitu gadis kecil itu biasa dipanggil. Saat itu sekitar bulan September 2016 mengalami demam, batuk pilek yang tak kunjung sembuh. Ibu Supriyanti, mama Sarah berpikir itu hanya demam biasa. Sampai beberapa hari kemudian diketahui bahwa Dik Sarah terkena radang. Karena demam yang tak kunjung sembuh, Pak Zainudin yang kesehariannya bekerja serabutan sebagai buruh bangunan, membawa Dik Sarah ke puskesmas terdekat. Akhirnya demam Dik Sarah reda. Namun hal itu tak berlangsung lama. Demam itu kambuh lagi dan Dik Sarah dibawa ke klinik terdekat. Dari klinik diketahui Dik Sarah terkena bellpalsy yang harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar & lengkap peralatannya. Kedua orangtua itu pun pontang-panting mengurus KJS yang belum dimiliki sebelumnya agar bisa membantu Dik Sarah berobat ke rumah sakit besar. Dengan adanya surat rujukan dari puskesmas daerah ciracas, Dik Sarah dibawa ke RSUD Pasar Rebo. Namun rumah sakit itu pun tidak sanggup melanjutkan pengobatan Dik Sarah. Karena adik kecil ini diketahui menderita Leukimia AML 5. Dan pada bulan Desember 2016, dibawalah Dik Sarah ke RSCM untuk melakukan pengobatan lebih lanjut seperti kemo dan lainnya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan adik kecil ini dan menyampaikan bantuan untuk melanjutkan pengobatan. Sampai saat ini Dik Sarah masih rutin melakukan kemo sebulan sekali dan pengecekan rutin tiap minggu sekali. Semoga semua ikhtiar Dik Sarah dan orang tuanya akan segera membawa kesembuhan. Aamiin

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 April 2017
Kurir: @ernatsan @ketrinelisa @endangnumik

Sarah menderita leukimia


RADHITYA HENDAR WINATA (6, Leukimia). Alamat : Bantar Kemang RT. 4/5 Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan kota Bogor timur, Jawa Barat. Berawal pada Oktober 2016 terdapat benjolan sebesar biji salak di dahi Radit, kedua orang tuanya segera membawa Radit ke RS PMI Bogor untuk memeriksakan keadaannya, setelah dilakukan rongent dan CT-Scan dokter yang menanginnya meminta Radit melakukan pengecekan lanjutan ke dokter spesialis bedah saraf ke RS Abdi Waluyo Menteng untuk mendapatkan pemeriksaan MRI,         namun kedua orang tua Radit tidak menyanggupi tindakan MRI tersebut karna terkendala biaya yang tinggi dan tidak tercover BPJS, saat itu biaya untuk MRI sebesr Rp. 7-8 juta. dikarenakan orangtua dan tidak mempunyai biaya sehingga Radit pun hanya bisa dirawat di rumah  saja. Bulan Desember Radit kembali menurun  kesehatannya, ia demam tinggi, pendarahan di gusi, tidak bisa berjalan hingga muntah darah, lalu Radit dirawat  ke RS PMI Bogor karena terdapat kelainan Hb  leukisit tinggi, Radit pun  transfusi darah putih dan darah merah selama 8 hari. Karena keterbatasan peralatan rumah sakit tersebut, Radit kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSCM Jakarta pada tanggal 24 Januari 2017 yang langsung mendapat pemeriksaan BMP , transfusi trombosit dan HB setiap hari. Selama 3 bulan mendapat perawatan di RSCM dan dari hasil pemeriksaan dokter yang menanganinya, Radit terdiagnosa leukimia akut, dan dokter menyarankan Radit untuk menjalani kemoterapi. Berobat dengan fasilaitas BPJS sangat membantu bapak Cecep  Suhendar (43) yang berprofesi sebagai pramuniaga di sebuah toko dan ibu Radit , Wiwin Winarti (39) seorang ibu rumah tangga biasa namun untuk biaya akomodasi ke rumah sakit dan biaya harian selama berobat sangat memberatkannya. Alhamdulillah #SedekahRombongan ikut membantu meringankan beban keluarga sederhana ini. Bantuan awal untuk biaya membeli obat dan biaya okomodasi ke rumah sakit telah disampaikan. Semoga Radit segera mendapatkan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : 750.000
Tanggal : 26 April 2017
Kurir : @wirawiry @rini astuti @endangnumik

Radhitya menderita leukimia


KARYANI BINTI DARJA (10, Leukimia cml krisis blasis). Alamat : Dusun Krajan IV RT. 5/10, Kelurahan Talaga Sari, Kecamatan Talaga Sari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. 7 tahun sudah Karyani kecil berjuang melawan penyakit kanker  yang ia derita, sewaktu bocah Malang ini berumur 18 bulan tepatnya pada Juli 2009 perut nya membesar seperti ibu dewasa hamil serta tangan yang mengecil lalu diperiksakan ke RSUD Karawang, menurut dokter yang menangani, Karyani  kurang serat dan terdapat kotoran kering diperutnya hasil diagnosa dokter Karawang bahwa  Karyani mengalami tumor perut lalu pengobatan lanjutannya Karyani dirujuk ke RSCM Jakarta. Dari hasil pemeriksaan  dokter RSCM, Karyani terdiagnosa  mengidap  leukimia cml, dokter menyarankan selama 3 tahun diberi obat arpurinol dan hidrea dan hasilnya memberikan secercah harapan kesembuhan dikarenakan   perut sang anak mengecil setelah itu karyani pun hanya perlu menjalani kontrol 3 bulan sekali atau 6 bulan sekali namun naas dikesekian kalinya untuk kontrol terjadi musibah pada keluarga Karyani sehingga membuat ia terlambat kontrol ke RSCM. Karna pengobatan yang tidak teratur, kondisi perut Karyani membesar kembali juga terdapat benjolan besar di paha kanan dan kiri serta saat ini diagnosa dokter atas penyakit karyani meningkat menjadi Leukimia cml krisis blasis, 3 bulan terakhir ini Karyani harus menikmati hidupnya di ruang rawat inap dan terus menjalani kemoterapi. Ayah karyani bapak Darja (37) seorang pekerja bangunan di Karawang penghasilanya yang minim hanya cukup memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja, belum lagi selama 3 bulan ini bapak Darjan tidak bekerja dikarenakan harus ikut membantu sang istri merawat karyani yang semakin lemah kondisinya, ibu karyani yaitu ibu Karsih (37) seorang ibu rumahtangga ia pun tidak bekerja dengan kondisi anaknya yang sakit membuat kehidupan mereka semakin sulit dan berat. Memang​ benar untuk biaya pengobatan gratis di tanggung oleh BPJS namun untuk biaya hidup selama menjalani pengobatan di Jakarta, seperti makan sehari-hari dan transportasi mereka sering mengalami kesulitan keuangan. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat membantu meringankan beban mereka dengan menyampaikan bantuan awal untuk biaya harian selama pengobatan di Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000
Tanggal : 26 April 2017
Kurir : @wirawiry @rini astuti @endang numik

Karyani menderita leukimia cml krisis blasis


MUALIMAT SARNO (31, Myoma Uteri). Alamat: Jl. Budi Mulia RT 10/4 Pademangan Barat, Jakarta Utara, DKI Jakarta. Mualimat, begitu ibu 1 orang anak ini sering disapa. Ibu Mualimat sudah setengah tahun terakhir ini menderita Myoma Uteri, dan 3 bulan yang lalu baru saja dilakukan tindakan operasi untuk pengangkatan rahimnya. pasca menjalani operassi, masih ada serangkaian terapi yang harus dilakukan oleh Ibu Mualimat, salah satunya adalah kemoterapi. Bulan kemarin Ibu Mualimat telah menyelesaikan kemoterapi pertamanya di RSU Gatot Subroto. Alhamdulillah, kondisinya berangsur membaik, kini Ibu Mualimat sedang menjalani kemoterapi yang keduanya masih. Selain kemoterapi Ibu Mualimat juga harus menjalani kontrol rutin di Poli Onkologi, dari sini Ibu Mualimat kadang merasa keberatan karena meskipun biaya pengobatan telah ditanggung oleh jaminan kesehatan (BPJS)  tapi Ibu Mualimat harus mengeluarkan biaya untuk akomodasi ke rumah sakit. Sementara kondisi ekonominya sedang kekurangan, semenjak Ibu Mualimah sakit beliau tidak bisa lagi membantu suaminya bekerja. Suami Ibu Mualimah, Bapak Sarno (35) sehari-hari bekerja sebagai sopir dengan penghasilan yang tidak menentu, padahal masih ada anakmereka yang membutuhkan biaya untuk sekolah. Alhamdulillah, keluarga kecil ini dipertemukan kembali dengan #SedekahRombongan. Bantuan lanjutan pun diberikan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit, yang sebelumnya masuk dirombongan 934. Semoga proses pengobatan yang dijalani oleh Ibu Muaimat diberikan kelancaran dan lekas diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 26 April 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @anasaramadhan @endangnumik

Bu Mualimat menderita myoma uteri


DESKIA RAHAYU PUTRI (12, Syinovial sarcoma). Alamat : Semplak RT. 2/2,Kelurahan Semplak, Kecamatan kota Bogor Barat, Kabupaten kota Bogor, Jawa Barat.Diketahui penyebab sakit Deskia dikarenakan jatuh saat bermain pada Mei  2015, namun saat jatuh  ia tidak memberitahu kepada ibunya bahwa ia jatuh saat bermain selang dari sebulan pasca kejadian tersebut terdapat perubahan pada jalannya​ karena tidak normal seperti biasanya dan telapak kaki seperti ada benjolan besar lalu sang ibu pun menjalani pengobatan alternatif dipijat selama 6bulan di Cimande namun tidak ada perubahan, akhirnya pengobatan dilanjutkan ke RS. Marjuki Mahdi Bogor. Bulan Januari 2016 lalu konsultasi ke poli bedah anak serta dilakukan pemeriksaan dan rongent dijelaskan hasilnya bahwa kaki  deskia terdapat otot yang tegang dan kaku untuk menguatkan hasil analisa dokter ia pun dirujuk ke Dr spesialis tulang poli ortopedi kembali melanjutkan rongent dan hasilnya bahwa tulang kaki deskia baik-baik saja tidak ada sel-sel atau otot-otot yang mengalami kerusakan selama 6 bulan deskia pun menjalani fisioterapi dan belum ada perubahan yang membaik, benjolan d telapak kaki nya pun semakin membesar sehingga dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSUD Bogor. Dari hasil pemeriksaan dokter diketahui Deskia mengidap tumor ganas di kaki. Di  RSUD Bogor, tindakan operasi pengangkatan tumor dan menjalani kontrol rutin selama 2minggu sudah dilakukan, karna keterbatasan peralatan di RSUD tersebut, Deskia lalu dirujuk pengobatan lanjutannya kembali ke RS Fatmawati Jakarta. Deskia rutin konsultasi ke dokter bedah anak dan ke poli ortopedi serta ke poli hematologi. Saat ini dijadwalkan 10 siklus kemoterapi selama 10 bulan dan terus di evaluasi selama pengobatan dan harapannya tentu mendapatkan kesembuhan. Berobat dengan fasilitas BPJS sangat membantu ibu Dina Mariana {31) orang tua Deskia yang berprofesi sebagai pedagang kecil ini namun biaya harian dan akomodasi ke rumah sakit sangat memberatkannya, apalagi selama mendampingi Deskia berobat, Ibu Dina Mariana sudah tidak berdagang lagi. Alhamdulillah  #SedekahRombongan dipertemukan dan menyalurkan bantuan awal untuk biaya harian dan biaya transportasi berobat. Semoga Deskia dan ibu dapat bersabar atas ujian ini dan mendapatkan hadiah terbaik oleh Allah karena kesabaran yang mereka lalui..

Jumlah Bantuan : Rp 750.000
Tanggal : 27 April 2017
Kurir : @wirawiry @ rini astuti @endangnumik

Deskia menderita syinovial sarcoma


DIATMO BIN KARSO SEMITO (67, Diaites + Paru paru). Alamat : Gang H. Billi RT 9/7, Kelurahan Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Gejala awal sakit diabites pada tahun 2014, pernah melakukan pengobatan di rumah sakit Sumber Waras Jakarta, berobat rawat jalan selama  2 bulan dirasakan kondisi bapak Diatmo agak membaik namun karna kondisi biaya yang memberat dan pertimbangan mengenai biaya tersebut akhirnya pengobatan berpindah ke rumah sakit Pelni Jakarta. Selama berobat di rumah sakit Pelni kondisi bapak Diatmo malah menurun, karena tidak ada perubahan kearah yang lebih baik, akhirnya pengobatan bapak Diatmo dilajutkan dengan pengobatan alternatif saja. Saat dikunjung Kurir #SedekahRombongan, kondisi bapak Diatmo makin memburuk , sakit diabetes yang dialaminya sudah menjalar ke paru parunya dan karna keterbatasan biaya, pengobatan sudah tidak dilakukannya lagi. Selama sakit bapak Diatmo sudah tidak bekerja lagi, sementara istrinya, ibu Sugini (70) seorang ibu rumah tangga biasa. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga sederhana ini dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya membeli obat dan akomodasi ke rumah sakit. Semoga bantuan ini bermanfaat dan bapak Kiatmo diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 April 2017.
Kurir : @wirawiry @khOirul @endangnumik

Pak Diatmo menderita diaites + paru paru


RASYID BIN KASMIRI (63, Stroke). Alamat : Jl. Kapuk Pos Polisi, RT. 15/5, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Sudah  2 tahun ini bapak Rasyid menderita sakit stroke. Gejala awal yang dirasakan oleh bapak Rasyid, saat bangun pagi tiba – tiba dirasakan tangannya mengalami kelumpuhan, kaku dan bentuk wajah tidak simetris  (bibir mencong), bapak Rosid kemudian dilarikan ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama dan dari klinik tersebut diketahui bapak Rasyid menderita stroke. Karna keterbatasan biaya, bapak Rasyid selama ini tidak dapat melakukan pengobatan ke rumah sakit, ia hanya melakukan pengobatan dengan jalan berobat alternatif saja. Kondisi bapak Rasyid saat ini beliau sudah tidak bisa berjalan normal dan bekerja lagi, untuk menutupi kebutuhan hidup dan biaya membayar kontrakan rumah, bapak Rasyid dibantu oleh istrinya yang bekerja membersihkan limbah oli daur ulang. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dan langsung menyalurkan bantuan untuk biaya harian serta mengurus surat BPJS yang belum dimiliki oleh bapak Rasyid. Semoga bapak Rasyid dapat melanjutkan pengobatannya dan sembuh kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 26 April 2017
Kurir : @wirawiry @khOirul @endangnumik

Pak Rasyid menderita stroke


DASMI BINTI PULAN (77, Lumpuh + Asma) Alamat: Jalan Budi Mulya RT 5/4 Kel. Pademangan Barat, Kec. Pademangan, Jakarta Utara. Ibu Dasmi seorang janda yang sudah 20 tahun ditinggal suaminya karena meninggal dunia. ibu Dasmi berjualan kue ketan di depan rumahnya. Sejak dua tahun lalu ibu Dasmi sering sesak nafas. Ia menganggap hanya sesak nafas biasa. Suatu hari saat memasak bahan untuk dagangan, ibu Dasmi terjatuh yang mengakibatkannya lumpuh sampai saat ini. Oleh keluarga dibawa ke puskesmas terdekat dari rumahnya dan setelah diperiksa dokter mendiagnosa ia menderita lumpuh dan asma. Ibu Dasmi harus dirujuk ke Rumah Sakit Koja. Karena kurangnya biaya untuk transportasi kerumah sakit, keluarga ibu Dasmi tidak melanjutkan pengobatan. Kondisi ibu Dasmi saat ini hanya dapat berbaring dirumah dan sudah tidak berjualan lagi. Ibu Dasmi memiliki 2 orang anak wanita yang belum menikah dan menjadi tulang punggung untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Emut (37) yang merawat sang ibu dirumah. Alhamdulillah dengan ijin Allah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan ibu Dasmi dan keluarga. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para #Sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan ibu Dasmi. Semoga Allah membalas semua kebaikan para #Sedekaholics, dan Allah sembuhkan ibu Dasmi. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 April 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Bu Dasmi menderita lumpuh + asma


PEJUANG HATI (Bantuan membeli susu anak Atresia Billier). Alamat: Kenari II No. 177 RT. 10/6 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Pejuang Hati adalah kumpulan dari beberapa lintas komunitas yang didalamnya lebih memperhatikan anak-anak penderita Atresia Bilier. Atresia Bilier adalah kondisi dimana saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal yang menyebabkan terjadinya penyumbatan aliran empedu dari hati ke kandung empedu. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan hati dan sirosis hati, yang jika tidak diobati bisa berakibat fatal. Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti dari Atresia bilier, tapi pada kasus Atresia Bilier sering ditandai dengan saat anak masih berusia 2 minggu akan tampak kuning diseluruh tubuh dan sklera mata, perut buncit (karena hati membesar), gatal-gatal sehingga anak mudah rewel, tinja berwarna pucat atau dempul dan air kemih berwarna kuning pekat (gelap). Tindakan medis yang bisa dilakukan untuk anak dengan Atresia Bilier sejauh ini adalah kasai dan transplantasi hati. Tapi anak dengan Atresia Bilier biasanya juga akan mengalami gangguan disistem percernaan yang membuat mereka mudah terkena gizi buruk. Sehingga anak-anak ini harus mengkonsumsi susu khusus supaya nutrisinya terpenuhi tapi yang menjadi kendala bagi sebagian besar orang tua adalah susu yang harus dikonsumsi ini harganya relatif mahal. Padahal salah satu syarat untuk bisa dilakukan pembedahan (kasai dan transplantasi hati) adalah kondisi tubuhnya bagus dan harus mencapai berat badan tertentu. Dari sinilah teman-teman dari Pejuang Hati tergerak, mereka hadir untuk membantu meringankan beban orang tua anak-anak penderita Atresia Bilier yaitu dengan membantu memberikan susu khusus. Selain itu, Pejuang Hati juga hadir untuk menjembatani antara orang tua dengan pihak rumah sakit jika sang anak akan dilakukan transplantasi hati, karena tidak semua biaya transplantasi hati ini bisa ditanggung oleh BPJS. Biaya yang masih harus disiapkan untuk tindakan transplantasi hati adalah ratusan juta rupiah, untuk biaya pemeriksaan awal pendonor dan kebutuhan darah. Alhamdulillah, #SedekahRombongan turut serta menjadi bagian dari Pejuang Hati dan menyampaikan santunan lanjutan, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 980 untuk membeli susu khusus dan membantu mewujudkan hati yang baru untuk anak-anak Atresia Bilier.

Jumlah Bantuan: Rp. 3.000.000,-
Tanggal: 29 April 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Shendy @endangnumik

Bantuan membeli susu anak atresia billier


MAHIRA ASLA FAZILAH (1, Atresia Billier). Alamat: Jl. Lumba-lumba 2 RT 1/11 Kelurahan Jati, Kecamatan Pulo Gadung, Kotamadya Jakarta Timur. Mahira Asla Fazilah sejak lahir sudah menderita  Atresia Billier (kondisi bawaan /kongenital dimana terjadi penyumbatan pada tuba (saluran) yang membawa cairan empedu dari hati ke kandung empedu). Atresia Billier terjadi ketika saluran empedu di dalam atau di luar hati tidak berkembang secara normal. Gejala awal yang tampak pada Mahira, anak pertama dari bapak Adutta Tri Anugrah (38) dan ibu Mesinah (30) ini kondisi tubuhnya menguning dan disertai kondisi perut yang membuncit. Pengobatan pertama  yang sudah dilakukannya puskesmas terdekat, dari puskesmas kemudian dirujuk ke RS Kartika Pulo Mas Jakarta Timur. Dan berlanjut ke RSCM sampai akhirnya harus menjalani transplantasi hati. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu pengobatan Mahira namun pasca menjalani tindakan transplantasi hati yang dilakukan Februari 2015 kemarin membuat Mahira harus menjalani rawat jalan yang panjang. Kondisi membuat bapak Adutta Tri Anugrah yang bekerja sebagai karyawan swasta ini merasa terbebani dengan biaya transportasi selama pengobatan Mahira. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dan memahami kesulitan bapak Adutta dan keluarganya. Bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan membeli susu khusus telah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 979. Saat ini Mahira  tetap masih terus  menjalani rawat jalan setiap sebulan sekali di RSCM. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan juga untuk kesembuhan Mahira.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal :  29 April 2016
Kurir : @wirawiry @harji_anis @untaririri @endangnumik

Mahira menderita atresia billier


AGIH PRIYANTO (61, Patah Tulang Kaki Kiri). Alamat: Jalan Kampung Baru, RT 12/8, Kelurahan Tipar Cakung, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. 24 Mei 2016 mungkin menjadi hari yang tak bisa dilupakan oleh seorang Agih Priyanto, seorang ayah dengan satu orang anak. Pak Agih, begitu beliau disapa. Waktu itu, Pak Agih hendak berangkat kerja di sekitaran Pulo Gadung tapi nasib malang tak bisa dihindari ditengah perjalanan Pak Agih mengalami kecelakaan, tertabrak sepeda motor dari arah yang berlawanan. Saat itu Pak Agih langsung dilarikan ke RS Jakarta di Rawamangun, alhamdulillah Pak Agih langsung mendapat penanganan dari tim medis dan menjalani perawatan selama satu setengah bulan. 11 Juli 2016 Pak Agih diperbolehkan pulang tapi pengobatan yang dijalani Pak Agih tidak berhenti sampai disini saja. Pak Agih masih harus menjalani rawat jalan hingga sekarang. Beruntung untuk biaya pengobatan semua bisa tercover oleh Kartu Jakarta Sehat. Meski begitu beban yang dipikul Pak Agih tidak berhenti sampai disini saja, sebagai kepala keluarga tentu Pak Agih ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya.  Tapi semenjak kecelakaan itu Pak Agih tidak lagi bisa bekerja, untuk memenuhi hidup sehari-hari Pak Agih dan keluarga bertumpu pada istrinya, Bu Ronjah Sapitri (48) sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci pakaian. Dengan penghasilan yang terhitung kecil, Bu Ronjah masih harus membayar biaya kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan untuk biaya rawat jalan ke RS. Alhamdulillah, kembali kurir Sedekah Rombongan mendatangi keluarga Pak Agih dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RS, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 980. Sampai saat ini Pak Agih masih terus menjalani kontrol rutin, semoga bantuan yang diberikan oleh #SedekahRombongan sedikit banyak bisa meringankan beban yang dialami oleh keluarga Pak Agih. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 April 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri @endangnumik

Pak Agih menderita patah tulang kaki kiri


BATTAR ABINAYA BASUPATI (2, Atresia Billier). Alamat: Sidoasri RT 1/1 Candipuro, Kalianda, Lampung Selatan, Lampung. Battar begitu bocah kecil ini sering disapa, terlahir dengan persalinan normal Battar tumbuh layaknya bayi seusianya. Tapi saat usia Battar menginjak bulan kedua, sclera mata dan badannya tampak menguning, sudah pernah dibawa ke dokter. Dokter mengatakan jika sebaiknya sering dijemur jika pagi dan diberi obat. Seminggu berikutnya tak ada perubahan, hingga Battar dibawa ke rumah sakit daerah, dari sana Battar didiagnosa tersangka Atresia Billier dan harus dirujuk ke RSCM Jakarta. Di RSCM, Battar cukup lama menjalani serangkaian pemeriksaan hingga pada tanggal 29 November 2015 Battar kecil dilakukan tindakan transplantasi hati, dengan ayahnya sebagai pendonor. Pasca menjalani transplantasi hati, tentu kondisi Battar semakin rentan terhadap dengan penyakit lain dan harus hidup ditempat yang lebih baik. Sementara sang ayah, bapak Sutrisno (37) sehari-hari bekerja sebagai sopir truk inipun tidak bisa terlalu dipaksakan karena kondisi pasca menjadi pendonor hati untuk Battar tidak boleh terlalu memforsir tenaganya. Sementara sang ibu, ibu Jumi Lestari (30) adalah seorang ibu rumah tangga. Hingga saat ini Battar masih harus mengkonsumsi susu khusus dengan harga yang tidak murah dan juga masih harus menjalani rawat jalan setiap 1 bulan sekali ke RSCM. Kondisi ini dirasakan sulit bagi pak Sutriyono, sehingga kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit dan membeli susu khusus untuk Battar, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 983. Orang tua Battar mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.0000,-
Tanggal: 27 April 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Battar menderita atresia billier


ALFINA ZAZKIA AZZAHRA (1, Atresia Billier). Alamat: Jl. Curug 4 RT 2/4 Bogor, Jawa Barat. Alfina begitulah gadis lucu ini sering disapa, terlahir normal seperti bayi pada umumnya. Diusianya yang menginjak 1 bulan, berat badannya terus naik. Tapi saat usianya menginjak bulan kedua yang terjadi sebaliknya, berat badannya munurun dan badannya terlihat kuning. Setelah dibawa ke setempat, Sang Bidan menyarankan supaya Alfina dibawa ke puskesmas. Tak ada penangan di puskesmas, pihak puskesmas langsung merujuk Alfina ke RSUD Bogor, disana dilakukan pemeriksaan laboratorium dan USG. Dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui jika Alfina menderita Atresia Billier, semenjak itu Alfina terus mengkonsumsi obat. Tak lama menjalani pengobatan di RSUD Bogor, Alfina mengeluh sering batuk. Karena tak kunjung sembuh, pihak dokter menyarankan supaya Alfina dirujuk ke RSCM. Saat ini Alfina sedang menjalani rawat inap di RSCM, kondisinya sesak, batuk, perutnya membesar dan kuning. Awalnya akan dilakukan tindakan biopsi tapi karena kondisinya yang masih batuk rencana tindakan tersebut masih ditunda. Mohon doa terbaik untuk Alfina, semoga lekas diberi jalan untuk kesembuhannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 27 April 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Alfina menderita atresia billier


TYAS B CAHYANINGSIH (13, Tumor Medula). Alamat: Jalan Damai RT 7/2 Kelurahan Daan Mogot, Kecamatan Cengkareng, Kotamadya Jakarta Barat, DKI Jakarta. 8 tahun yang lalu saat Tyas bangun pagi, tiba – tiba ia merasakan kedua kakinya lemas, ia pun tidak bisa buang air kecil dan buang air besar. Sepuluh hari Tyas diberi obat warung oleh ibunya, Ibu Nuryati (33), tapi usaha itu sia-sia. Akhirnya Ibu Nuryati membawa Tyas berobat ke RS Sumber Waras, lebih dari sebulan Tyas dirawat, tapi kesembuhan belum kunjung didapat. Sampai akhirnya Tyas kecil dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), beberapa kali ia menjalani pemeriksaan tapi pihak dokter masih kesulitan menemukan penyebab dari kelumpuhan yang dialami oleh Tyas. Akhirnya Tyas menjalani pemeriksaan MRI 1.5, dan dari hasil pemeriksaan menunjukkan ia menderita Tumor Medula Spinalis (Tumor di Tulang Belakang). Dokter mengambil tindakan untuk mengangkat tumor tersebut, tapi hanya 60% saja. Pasca operasi, tak banyak juga perubahan yang dialami Tyas. Tindakan radioterapi sebanyak 30 kali pun sudah dilewati Tyas, tapi kondisinya tak kunjung membaik. Tyas hanya bisa terbaring di tempat tidur hingga punggung dan pantatnya terluka,  membusuk dan tulangnya keluar. 4 tahun pasca tindakan yang dilakukan di RSCM, Tyas melanjutkan pengobatannya di RSUD Tarakan, karena jaraknya lebih dekat dari tempat tinggalnya. Sang Ibu sampai sekarang belum bisa membawa Tyas ke rumah sakit lagi, karena tidak memiliki uang dan harus mengurus dua adik Tyas. Di balik keceriaannya, ternyata Tyas harus menjalani tindakan amputasi pada kaki kanannya, karena bagian pantat yang telah membusuk tersebut sudah terinfeksi dan jika tidak dilakukan amputasi kemungkinan kelumpuhan yang dialami Tyas akan menjalar ke bagian tubuh yang lain. Selama di rumah Tyas harus menjalani perawatan lukanya dengan baik, ia pun membutuhkan pampers dan susu. Kondisi ini yang membuat Ibu Nuryati bingung jika tak ada uang. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk melanjutkan pengobatan Tyas dan membeli kebutuhan Tyas seperti perban, pampers dan susu. Tyas sebelumnya telah dibantu dalam Rombongan 980. Bulan kemarin Tyas telah dilakukan operasi tulang panggulnya, alhamdulillah kondisinya stabil. Sekarang Tyas kembali dirujuk ke RSCM untuk kontrol rutinnya. Semoga proses pengobatan panjang yang dijalani Tyas, nantinya akan memberikan hasil yang terbaik, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 28 April 2017
Kurir : @wirawiry @KhOirul @untaririri @endangnumik

Tyas menderita tumor medula


AHMAD SEPTIAN (35. Keluarga Dhuafa). Alamat : Jln. Gajah Mada, RT. 6/13, Kelurahan Petojo Utara, Kecamatan Gambir Jakarta Pusat. Bapak Iyan sebutan yang biasa disapa orang terdekat, ia adalah seorang dhuafa memiliki seorang istri dan dua anak yang tinggal disebuah  gubuk dibawah pohon besar sejak tahun 1997. Ditengah megahnya hiruk-pikuk ibukota Jakarta ternyata masih ada orang yang terpinggirkan seperti keluarga beliau, menjadi sebuah ketimpangan dimana dari penampakan luar sisi Jakarta memunculkan megahnya rumah-rumah mewah gedung-gedung pencakar langit serta kemewahan lainnya dan disisi lain ada  keluarga yang hidup di tempat yang tidak layak huni selama puluhan tahun,  hanya  beralaskan terpal untuk menjadi pelindung dari panas dan kehujanan dan tempat yang kotor bisa saja membawa pengaruh penyakit untuk keluarga ini. Bapak Iyan bekerja sebagai pemulung, terkadang juga menjadi pekerja bangunan hanya itu yang bisa ia lakukan penghasilan yang tak menentu membuat mereka tetap bertahan tinggal di gubuk itu dikarenakan tidak mampu untuk membayar sewa rumah, jangankan membayar sewa untuk makan demi bertahan hidup pun terkadang mereka kesulitan. Istri bapak Iyan , ibu Yani (31) membantu suami menjadi pemulung demi membantu perekonomian keluarga kecilnya agar terus tetap bertahan di kerasnya kehidupan ibukota Jakarta. Karena keterpaksaan ekonomi pun anaknya tidak bersekolah. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat merasakan kesulitan keluarga dhuafa ini dan  memberikan bantuan untuk meringankan beban mereka yang digunakan untuk biaya sehari-hari. Semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat bagi keluarga bapak Iyan. Terucapkan​ rasa syukur dari keluarga bapak Iyan , mengucapkan terimakasih kepada #Sedekaholics yang sudah bermurah hati memberikan sebagian rezekinya. Semoga kedepannya keluarga ini dapat pindah di tempat yang layak bersih dan lingkungan yang baik. Serta anak-anak nya dapat bersekolah untuk mengubah kehidupan dan mengangkat derajat orangtua nya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp 750.000
Tanggal : 26 April 2017
Kurir : @wirawiry @riniastuti @endangnumik

Bantuan tunai


MAHDEWI ABDUL RAZAK (65, Patah Tulang Belakang). Alamat : Kampung Cibogo Panatrako, RT2/3, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Sudah lebih dari 2 minggu Bu Mahdewi dirawat di Gedung Soelarto, RS Fatmawati Jakarta, karena mengalami patah tulang belakang. Sakitnya bermula saat Bu Mahdewi ingin buang air besar di kamar mandi, tiba-tiba ia terpeleset dan jatuh. Bu Mahdewi hanya bisa berteriak kesakitan karena tak mampu berdiri. Sang Suami, Abdul Razak (71), tak kuasa menggendong Bu Mahdewi sehingga ia meminta pertolongan tetangga. Melihat kondisi Bu Mahdewi yang kesakitan, Pak Abdul Razak yang ditemani oleh para tetangga membawanya ke rumah sakit terdekat. Keterbatasan alat di rumah sakit tersebut membuat Bu Mahdewi langsung dirujuk ke UGD RS Fatmawati. Setelah satu hari dirawat di UGD, Bu Mahdewi dipindahkan ke ruang rawat inap Gedung Soelarto. Bu Mahdewi sudah menjalani pemasangan pen pada tulang belakangnya. Untuk membantu aktivitasnya, Bu Mahdewi dianjurkan untuk membeli kursi roda yang tidak ditanggung KIS kelas 3 yang dimilikinya. Pak Abdul Razak yang tidak mempunyai pekerjaan dan penghasilan ini merasa berat hati untuk mengiyakan anjuran dokter. Belum lagi ia masih harus merawat dan menafkahi anak tunggalnya yang mengidap psikotik. Kurir Sedekah Rombongan yang mendengar kondisi Bu Mahdewi ini, langsung bergegas menuju RS Fatmawati. Alhamdulillah kini Bu Mahdewi dapat memiliki kursi roda, semoga ia segera diberikan kesembuhan oleh Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bu Mahdewi menderita patah tulang belakang


ROS BR KARO (53, Gagal Ginjal). Alamat : Kampung Cibunar Masjid, RT 3/4, Kelurahan Cibunar, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bu Ros dalam satu minggu harus menjalan 2 kali cuci darah di RSUD Tangerang akibat gagal ginjal. Bu Ros awalnya merasakan sakit yang luar biasa pada perutnya, akhirnya oleh sang suami, Riatman Amirudin (63), Bu Ros dibawa ke Puskesmas terdekat. Puskesmas yang didatangi merujuk Bu Ros ke RSUD Tangerang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Bu Ros harus menjalani tindakan cuci darah karena kondisi ginjalnya mengalami kerusakan yang cukup parah. Meski sudah memiliki KIS kelas 3, Pak Riatman merasa kebingungan untuk biaya transportasi berobat istrinya. Pak Riatman saat ini sudah tidak mempunyai pekerjaan dan penghasilan, untuk kebutuhan sehari-hari dibantu oleh sang anak yang saat ini berdomisili di Jakarta. Bantuan dari Sedekah Rombongan disampaikan untuk membantu operasional berobat Bu Ros ke RSUD Tangerang.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 15 April 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bu Ros menderita gagal ginjal


SANDRA WATI (43, Penurunan Kekebalan Tubuh). Alamat : Gang Asem RT 2/5, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Sandra merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Ibu dua orang anak ini tidak mengira bahwa dirinya terjangkit virus yang menyebabkan penurunan daya kekebalan tubuh. Kondisi tersebut ia alami setelah sang suami, Fajar (37), lebih dulu terjangkit penyakit yang sama pada tahun 2010. Ia tidak putus asa dengan apa yang dialaminya dan tetap bersemangat untuk berobat. Anak pertama Sandra, Aulya (11) positif mengalami sakit yang sama sepertinya, sedangkan anak keduanya, Lutfi (9), dinyatakan negatif setelah melakukan tes sebanyak tiga kali. Aktivitas kontrol rutin dijalankan Sandra beserta suami dan anaknya dengan kemauan untuk sembuh yang sangat tinggi. Fajar belum mempunyai pekerjaan, oleh karena itu kebutuhan sehari-hari dipenuhi oleh Sandra yang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Sandra beserta suami dan anaknya masih menjalani pengobatan rutin di RS Fatmawati Jakarta. Kondisi Sandra kini sering menurun karena kadar gulanya rendah, sedangkan Auliya kondisinya masih stabil dan masih melanjutkan pengobatan. Sebelumnya Sandra dan keluarga berobat sebagai pasien umum, tetapi kini ia dan keluarga telah memiliki JKN – KIS kelas III. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan memenuhi kebutuhan sehari – hari. Sebelumnya Sandra telah dibantu pada Rombongan 978.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bu Sandra menderita penurunan kekebalan tubuh


AYU NOVITA SARI (6, Kelainan Tulang Punggung). Alamat :  Jln. Mandor Baret Pondok Hijau, RT 7/7, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Anak dari pasangan Bapak Susanto (35) dan Ibu Ngarti (40) ini kondisinya tidak seperti anak lain seusianya. Saat kawan-kawannya sudah bisa berlari dan bermain, Ayu hanya bisa terbaring saja. Kondisi itu dialaminya sejak lahir. Di balik keterbatasannya, Ayu begitu ceria yang terpancar dari sorot mata indahnya. Saat ini Ayu sedang menjalani pengobatan dengan metode akupuntur dan sudah banyak mengalami perubahan. Kini ia sudah mampu berdiri dalam waktu yang cukup lama dan bisa duduk sendiri namun masih perlahan-lahan. Ayu masih belum bisa mendaftar sebagai peserta BPJS, karena terkendala persoalan administrasi yang masih dalam proses pengurusan. Ayu harus terus minum susu untuk pertumbuhannya, namun penghasilan Pak Susanto sebagai tukang ojek tak banyak apalagi ia juga harus membayar kontrakan rumah. Ayu masih harus menjalani terapi dan mendapat asupan yang bergizi. Ayu mengalami perkembangan yang cukup baik, berat badannya terus meningkat dan kini ia sudah bisa duduk sendiri. Saat ini Ayu masih menjalani akupuntur secara rutin. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli kebutuhan Ayu. Ayu sebelumnya dibantu pada rombongan 971.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir :  @nurmanmlana @ririn_restu

Ayu menderita kelainan tulang punggung


SURONO BIN ATMOREJO (45, HNP). Alamat : Cipete Utara, RT 2/3, Kelurahan Cipete Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Awal mula pertemuan Kurir Sedekah Rombongan dengan Pak Surono adalah saat ia dirawat inap di RS Fatmawati yang telah dijalaninya selama 5 bulan. Pak Surono mengidap penyakit HNP atau Saraf Kejepit di bagian saraf utamanya. Awalnya Pak Surono terjatuh dari gedung lantai 2 saat bekerja sebagai buruh bangunan. Pak Surono dibawa ke UGD RS Fatmawati oleh rekan-rekannya pada 26 Maret 2016. Keesokannya, Pak Surono dipindahkan ke ruang Highcare selama 2 minggu, kondisinya membaik sehingga dipindahkan ke ruang perawatan di Gedung Soelarto. Pada 28 Mei 2016, Pak Surono mendapatkan tindakan operasi di bagian leher karena pada bagian toraknya ada yang patah, selain itu untuk mengatasi saraf kejepit di bagian saraf utamanya yakni saraf penggerak. Pasca operasi Pak Surono menjalani terapi di Poli Rehabmedik untuk melatih kemandiriannya dalam beraktivitas nantinya. Istri Pak Surono, Sucianingsih (42), dengan setia selalu mendampinginya. Saat Pak Surono dirawat hingga lebih dari 5 bulan, istrinya ikut tinggal di rumah sakit sehingga  pada saat itu mereka tidak memiliki tempat tinggal karena tak mampu membayar sewa kontrakan. Kondisi tersebut bahkan membuat  anaknya yang berusia 6 bulan dititipkan ke pedagang minuman mengingat di usia tersebut sangat rentan terserang virus jika berada di rumah sakit. Pak Surono selama ini berobat menggunakan KIS yang dibiayai Pemda Jakarta. Kurir Sedekah Rombongan kembali bertemu dengan Pak Surono setelah dihubungi Bu Sucianingsih. Kurir pun mengunjungi Pak Surono yang kini hanya dapat terbaring di kasur usang miliknya. Berdasarkan cerita dari Bu Sucianingsih, Pak Surono sudah tidak lagi dapat berobat. Untuk melanjutkan pengobatan, Pak Surono harus memperbaharui rujukannya mulai dari Puskesmas. Kondisinya yang tidak dapat berjalan membuat ia tidak dapat berobat ke Puskesmas, sang istri pun kesulitan karena tak memiliki uang untuk transportasi berobat dan jika pun ada kondisi Pak Surono sulit dipindahkan karena merasa kesakitan. Karena terus berbaring dalam waktu yang cukup lama, membuat bokong Pak Surono terluka. Luka tersebut harus rutin dibersihkan, namun Bu Sucianingsing tak selalu memiliki uang untuk membeli cairan pembersih yang dibutuhkan. Semenjak Pak Surono sakit, Bu Sucianingsih yang menggantikannya mencari nafkah. Bu Sucianingsih berjualan makanan ringan di depan kontrakannya, hasil yang didapat berusaha ia cukupkan untuk kebutuhan sehari – hari. Pak Surono dan Bu Sucianingsih beserta ketiga anaknya terpaksa tinggal seadanya di kontrakan 1 kamar berukuran 3 x 3 meter. Kondisi tempat tinggal yang sangat sempit dan pengap tentunya tak baik bagi kesehatan Pak Surono, terlebih lagi ia memiliki anak yang masih berusia balita. Bu Sucianingsih ingin mencoba berikhtiar kembali demi kesembuhan suaminya, nantinya ia berusaha meminta kebijakan pihak Puskesmas agar melihat kondisi Pak Surono di rumah. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk membeli obat perawatan luka serta untuk operasional berobat. Sebelumnya Pak Surono dibantu pada rombongan 905.

Jumlah Bantuan : Rp. 900.000,-
Tanggal : 21 April 2017
Kurir :  @nurmanmlana @ririn_restu

Pak Surono menderita HNP


REANG SARTIYAH (77, Lansia Dhuafa). Alamat : Jln.  Kampung Sengkol, RT 4/2, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Prov. Banten. Pak Reang kondisinya sangat memprihatinkan, ia menempati gubug yang jauh dari kata sederhana. Pak Reang hanya ditemani oleh anaknya, Hasan, penyandang tuna daksa. Pak Reang diperbolehkan untuk menempati lahan milik orang lain namun tidak diperbolehkan mendirikan bangunan yang permanen. Pak Reang dulunya mempunyai rumah namun sudah dijual untuk membiayai pengobatan Hasan. Empat tahun yang lalu Hasan mengalami kecelakaan. Kecelakaan tersebut membuat kaki kiri Hasan terpaksa diamputasi. Tidak lama setelah peristiwa yang dialami Hasan, Pak Reang berpisah dengan istrinya, Hariyah (45). Kebutuhan sehari – hari Pak Reang dibantu oleh Hasan yang saat itu bekerja di bengkel. Penghasilan Hasan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, namun Pak Reang selalu bersyukur karena dengan kondisinya itu Hasan masih mau membantu orang tuanya. Ketua RT setempat juga membantu pengadaan dan pembayaran listrik Pak Reang yang dipergunakan untuk penerangan rumahnya. Lama tidak mendengar kondisi Pak Reang, kurir Sedekah Rombongan mencoba bersilaturahmi ke rumahnya. Kondisi Pak Reang semakin kurus dan rumahnya yang terbuat dari kayu triplek itu semakin usang. Pak Reang bercerita selama ini hanya mengandalkan bantuan tetangga sekitar. Ia tidak mau terus merepotkan Hasan yang juga dalam kondisi kesusahan. Hasan saat ini bekerja sebagai buruh pasir, ia bekerja saat ada yang ingin menggunakan jasanya. Pak Reang mengaku sudah semakin kesulitan dalam berjalan karena nyeri pada kakinya yang menghambat aktivitasnya. Kondisi tersbut tak membuatnya berobat karena tak memiliki uang. Bantuan lanjutan disampaikan kurir Sedekah Rombongan untuk membantu kebutuhan sehari-hari dan operasional berobat Pak Reang. Semoga Pak Reang dan Hasan selalu disehatkan oleh Allah SWT. Sebelumnya Pak Reang dibantu pada rombongan 862.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bantuan tunai


MUHAMMAD ALI MAKRUF (19, Tumor Mulut). Alamat : Tanjung Mas Makmur, RT 5/1, Kel. Tanjung Mas Makmur, Kec. Mesuji Timur, Kab. Mesuji, Prov. Lampung. Awalnya Makruf mengalami saki gigi yang tak kunjung sembuh dan lama – kelamaan muncul benjolan di dalam mulutnya. Ibundanya, Sariah (43), yang sebelumnya bekerja sebagai asisten rumah tangga di Jakarta, rela meninggalkan pekerjaannya demi mendampinginya berobat. Sebelumnya Makruf menimba ilmu di pesantren di Jombang, Jawa Timur. Setelah mengalami sakit, ia mendatangi ibunya yang bekerja di Jakarta. Makruf dan ibunya kini tinggal di rumah kerabatnya di Jakarta. Untuk mengetahui pasti penyakit yang dideritanya, Makruf berobat ke Puskesmas yang merujuknya ke RS Dr. Suyoto Jakarta Selatan. Makruf didiagnosis mengalami tumor mulut dan ia dirujuk ke poli bedah RS Fatmawati Jakarta. Makruf yang belum mengetahui bahwa ia telah memiliki JKN – KIS PBI, mendatangi RS Fatmawati bersama sang ibu dengan maksud untuk mencari tahu biaya yang dibutuhkan untuk berobat. Pegawai RS Fatmawati yang melihat Makruf dan ibunya kebingungan kemudian menghampiri mereka, akhirnya diketahui mereka tak memiliki uang untuk berobat. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapat informasi mengenai Makruf segera menemuinya, kurir pun menjelaskan tahapan berobat dan pentingnya memiliki jaminan kesehatan karena pengobatan yang akan dilakukan membutuhkan waktu yang cukup lama. Makruf menjelaskan untuk membuat KIS ia terkendala KTP yang belum ada. Saat kurir menanyakan apakah memiliki Jamkesmas, sang ibu menyatakan keluarga telah memiliki namun ada di Lampung. Kurir pun menyarankan agar memastikannya ke keluarga dan alhamdulillah ternyata  Makruf telah memilliki JKN – KIS PBI sehingga bisa berobat dengan mudah. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk biaya berobat awal dan kebutuhan sehari – hari selama di Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 April 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Makruf menderita tumor mulut


DIMAS DWI NUGROHO (14, Kanker Otot + Celebral Palsy). Alamat : Jalan H. Salim, Gang Bidan, RT 9/6, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Sudah belasan tahun anak dari pasangan Agus Budi Saputro (41) yang bekerja sebagai petugas keamanan dan Nurjanah (39) yang seorang ibu rumah tangga ini menderita kanker otot dan celebral palsy. Kanker ototnya sudah tidak dapat diobati setelah menjalani dua kali protokol kemoterapi karena berdampak buruk pada sakit celebral palsy yang dideritanya. Ia akan kejang – kejang bahkan hingga tak sadarkan diri setelah menjalani kemoterapi. Beberapa bulan terakhir ini, Dimas sering masuk keluar rumah sakit akibat batuk yang tak kunjung henti dan membuat kondisinya semakin lemas. Kini ia sering mengalami sesak napas dan harus menggunakan tabung oksigen. Ia tak boleh putus minum obat sedangkan penghasilan ayahnya tak cukup untuk membeli obat yang tidak dicover BPJS. Beberapa hari yang lalu Dimas dirawat di RS Harapan Kita Jakarta karena kondisinya kembali menurun. Saat ini Dimas sudah tidak lagi menggunakan NGT. Menurut dokter, pemakaian NGT terlalu lama dapat mengakibatkan munculnya lendir yang membuat Dimas terus batuk-batuk. Pada perut Dimas dibuat lubang sebagai saluran asupan makanan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat, dan kebutuhan Dimas seperti pampers dan susu. Sebelumnya Dimas dibantu pada rombongan 970.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Dimas menderita kanker otot + celebral palsy


DIMAS DWI NUGROHO (14, Kanker Otot + Celebral Palsy). Alamat : Jalan H. Salim, Gang Bidan, RT 9/6, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Sudah belasan tahun anak dari pasangan Agus Budi Saputro (41) yang bekerja sebagai petugas keamanan dan Nurjanah (39) yang seorang ibu rumah tangga ini menderita kanker otot dan celebral palsy. Kanker ototnya sudah tidak dapat diobati setelah menjalani dua kali protokol kemoterapi karena berdampak buruk pada sakit celebral palsy yang dideritanya. Ia akan kejang – kejang bahkan hingga tak sadarkan diri setelah menjalani kemoterapi. Beberapa bulan terakhir ini, Dimas sering masuk keluar rumah sakit akibat batuk yang tak kunjung henti dan membuat kondisinya semakin lemas. Kini ia sering mengalami sesak napas dan harus menggunakan tabung oksigen. Ia tak boleh putus minum obat sedangkan penghasilan ayahnya tak cukup untuk membeli obat yang tidak dicover BPJS. Beberapa hari yang lalu Dimas dirawat di RS Harapan Kita Jakarta karena kondisinya kembali menurun. Saat ini Dimas sudah tidak lagi menggunakan NGT. Menurut dokter, pemakaian NGT terlalu lama dapat mengakibatkan munculnya lendir yang membuat Dimas terus batuk-batuk. Pada perut Dimas dibuat lubang sebagai saluran asupan makanan. Dimas masih harus menjalani kontrol rutin, ia akan berobat ke dokter spesialis gastro di RS Harapan Kita untuk mengecek dan mengganti selang di perutnya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat, dan membeli obat yang tidak ditanggung BPJS. Sebelumnya Dimas dibantu pada rombongan 970 dan pada 13 Maret 2017.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 April 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Dimas menderita kanker otot + celebral palsy


KEGIATAN LANSIA SEHAT PULAU DERAWAN (Bantuan Biaya Obat dan Cek Kesehatan). Alamat : Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Kurir Sedekah Rombongan di Pulau derawan bersinergi dengan kawan – kawan dari Nusantara Sehat mengadakan kegiatan Lansia Sehat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi kebahagiaan pada para lansia di masa tuanya. Kegiatan yang diselenggarakan antara lain terdiri dari pengecekan kesehatan (tekanan darah, berat badan dan tinggi badan, gula darah, kolesterol), konsultasi gizi mengenai asupan nutrisi, dan penyuluhan kesehatan. Lansia kemudian diajak bermain dan senam bersama, mereka pun diberikan makanan sehat. Pada 18 Maret 2017, kegiatan Lansia Sehat kembali dilaksanakan. Bertemakan “Sehat, Terkontrol, Produktif, dan Bahagia” kegiatan Lansia Sehat kali ini dilaksanakan di Gedung PKK Pulau Derawan. Acara berlangsung pada pukul 08.00 – 11.00 WITA. Para lansia terlihat sangat bersemangat mengikuti kegiatan ini. Kegiatan dimulai dengan pemeriksaan darah dan asam urat. Setelah itu, para lasia diarahkan ke dokter yang hadir untuk memeriksa kesehatan berdasarkan pemeriksaan sebelumnya. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai penyakit stroke. Lansia kemudian bersama – sama melakukan senam sehat dan bermain permainan kata untuk melatih konsentrasi dan ingatan mereka. Sedekah Rombongan yang mendukung kegiatan ini kembali menyampaikan bantuan untuk kebutuhan acara sehingga acara dapat berlangsung dengan lancar.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlna @rianananudz @nahrulhasan @ririn_restu

Bantuan biaya obat dan cek kesehatan


SITI RABITAH (25, Batu Ginjal). Alamat : Dusun Lokok Ara, RT 2/1, Desa Sesait, Kec. Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi NTB. Siti Rabitah sebelumnya bekerja sebagai TKW di Qatar, ia pernah menjalani operasi batu ginjal di negara tempat ia bekerja dengan keluhan gangguan fungsi saluran kencing. Saat itu, ia mengeluh nyeri di pinggang bagian kanan yang menjalar sampai ke punggung dan nyeri saat buang air kecil. Kini Siti Rabitah sudah kembali ke rumahnya di Kabupaten Lombok Utara, NTB. Saat kembali ke Indonesia, penyakit yang dialami Siti Rabitah kembali muncul hingga dirawat di RSU Provinsi NTB di Mataram. Dari hasil pemeriksaan dokter, kambuhnya penyakit Siti Rabitah dikarenakan selang yang terpasang pada ginjalnya sejak 3 tahun lalu. Menurut dokter, selang yang dipasang agar ginjal tak tersumbat itu harus dicabut 3 minggu hingga 2 bulan sejak pemasangan. Namun selang tersebut tidak dicabut hingga 3 tahun lamanya sehingga kini kondisinya membatu.  Kondisi kesehatan Siti Rabitah yang tak kunjung membaik membuat ia dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar untuk mendapatkan tindakan lanjutan. Siti Rabitah sangat membutuhkan bantuan untuk pengobatannya meski ia telah memiliki KIS. Alamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan untuk kebutuhan pengobatan Siti Rabitah. Setelah dirawat selama 1 bulan di RSUP Sanglah Bali, kondisi Siti Rabitah berangsur pulih. Rasa terima kasih disampaikan Siti Rabitah dan keluarganya atas pendampingan yang diberikan selama di Bali, semoga semua amal kebaikan para sedekaholic Sedekah Rombongan dibalas kebaikan oleh Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 20 April 2017
Kurir : @arfanesia Samsul Panca @ririn_restu

Siti menderita batu ginjal


MUHAMMAD DAFFA (4, Brain Stem Glioma). Alamat : RT 3/1, Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu , Provinsi  NTB. Sejak 1 tahun yang lalu, putra dari pasangan Firman (38) dan Ratnasary (26), ini mengalami tumor di batang otaknya dan sudah menjalani operasi pembedahan kepala. Satu bulan pasca operasi, kondisi Daffa tidak stabil dan pada tanggal 24 Maret 2017 relawan salah satu lembaga kesejahteraan sosial anak, LPSA-LPEPM Bima, membawa Daffa ke RSUP Sanglah Bali. Setelah mendapat penanganan, kondisi Daffa terus memburuk hingga akhirnya pada pukul 12.00 WITA, Daffa meninggal dunia di RSUP Sanglah Bali. Orang tua Daffa sangat membutuhkan bantuan untuk biaya transportasi ambulans pemulangan jenazah Daffa ke Dompu karena BPJS tidak menanggung biaya ambulans. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan yang diharapkan dapat meringankan biaya sewa ambulans. Ucapan terima kasih disampaikan keluarga almarhum Daffa, semoga bantuan dari para sedekaholics dibalas Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 14 April 2017
Kurir : @arfanesia Mukhtar Panca

Daffa menderita brain stem glioma


BUHARI BIN YAQUB (58, Diabetes Melitus Tipe 2). Alamat : Desa Darul Amin, Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara, Prov. Aceh. Pada awal tahun 2012, Bapak dari 3 orang anak ini menderita diabetes melitus tipe 2 atau diabetes yang tidak tergantung pada insulin. Bapak Buhari selama ini rutin berobat jalan di Puskesmas terdekat. Pada kaki Bapak Buhari mulai terdapat luka-luka kecil yang tak kunjung sembuh hingga akhirnya membusuk dan mengeluarkan bau. Kondisi luka yang semakin parah membuat dokter di Puskesmas merujuk Bapak Buhari ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Sahudin Kabupaten Aceh Tenggara, pada 7 Maret 2017. Setelah menjalani rawat inap selama kurang lebih 1 minggu, dokter mengambil keputusan atas persetujuan pihak keluarga untuk melakukan amputasi kaki kanan Bapak Buhari. Setelah menjalani operasi bedah, keluarga terpaksa membawa pulang Bapak Buhari karena terkendala biaya untuk kebutuhan sehari-hari selama di rumah sakit. Bapak Buhari kembali dibawa ke rumah sakit pada 18 April 2017 karena kondisinya semakin memburuk hingga harus ditangani khusus diruang ICU. Kondisi tersebut terjadi karena Bapak Buhari mengalami infeksi saluran pencernaan dan tenggorokan, ia pun harus menjalani transfusi darah AB sebanyak 8 kantong. Semua biaya pengobatan Bapak Buhari ditanggung oleh JKN – KIS Non PBI yang dimilikinya. Setelah sekian lama menjalani ikhtiar pengobatan demi kesembuhan, Allah SWT berkendak lain. Pada Senin, 24 April 2017, Bapak Buhari menghembuskan napas terakhirnya di RS Nurul Hasanah Kutacane Aceh Tenggara. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan ikut serta dalam pemakaman Bapak Buhari dan menyampaikan santunan duka pada keluarga yang ditinggalkan. Keluarga Bapak Buhari mengucapkan banyak terima kasih untuk bantuan yang disampaikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 April 2017
Kurir : @arfanesia @pratiwi5566 @gherdatama @ririn_restu

Pak Buhari menderita diabetes melitus tipe 2


KATIMAH BINTI SURTANI (54, Kanker Ovarium). Alamat : Dusun Kapurono, RT 3/4, Desa Ngajum, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Sekitar 1 tahun yang lalu perut ibu Katimah tiba-tiba membesar dan beliau mengira jika beliau hamil. Beliau pun akhirnya berinisiatif untuk pergi ke klinik setempat dan oleh pihak klinik disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di RSUD Kepanjen. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa terdapat sel kanker pada ovarium stadium 4, pihak rumah sakit pun memberikan beliau surat rujukan ke RS Saiful Anwar (RSSA) Malang. Saat berada di RSSA dengan kondisi badan beliau yang lemas saat kontrol pertama, akhirnya beliau pun harus menjalani rawat inap di RSSA untuk beberapa hari untuk pemulihan kondisi beliau. Ibu Katimah yang telah konsul ke dokter akhirnya direncanakan operasi pada pertengahan Bulan April. Alhamdulillah, operasi beliau berjalan dengan lancar dan kondisi beliau saat ini sudah mulai memulih. Ibu Katimah tinggal sebatang kara di rumah beliau karena kedua orang tua beliau sudah meninggal dan beliau juga belum menikah. Ibu Katimah bekerja serabutan tidak memiliki cukup tabungan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari. Setiap hari beliau dibantu oleh tetangga sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari beliau dan transportasi untuk ke rumah sakit. Jaminan kesehatan berupa Jamkesmas sangat amat membantu beliau dalam menjalani pengobatan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau Ibu Katimah dan memberikan santunan pertama yang dipergunakan untuk biaya transportasi, membeli obat-obatan, kebutuhan saat masuk rumah sakit dan perbaikan keadaan umum pasca operasi. Bantuan untuk Ibu Katimah pada bulan sebelumnya tercatat di nomor rombongan 975. Semoga bantuan yang diberikan Sedekaholics melalui Sedekah Rombogan dapat menjadi jalan untuk menuju kesembuhan Ibu Katimah. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 580.000,-
Tanggal : 19 April 2017
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria @m_rofii11

Bu Katimah menderita kanker ovarium

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 RSSR RIAU 5,268,300
2 MTSR RIAU 4,082,200
3 ARIFIN AHMAD 1,000,000
4 AFRIDA BINTI AMIR HAMZAH 500,000
5 DAFA ALEXI PRATAMA 500,000
6 MUHAMMAD TONI 500,000
7 NYAMIRAN BIN KADIMAN 500,000
8 SUDARSIH BINTI SURADI 500,000
9 MISRATIL YUSRA 500,000
10 MUSRIFAH WASIKIN 500,000
11 RIDHO FARISKI 1,800,000
12 SUKATNO BIN MIKUN 1,000,000
13 DARINAH BINTI DARMIN 500,000
14 WINIH BINTI SADIKUN 1,500,000
15 ANITA N ULUM 1,000,000
16 SUTIPAH 500,000
17 NUR IMAM 500,000
18 IMAN PABUARAN 500,000
19 PAHRUROJI BIN RAHMAN 500,000
20 SRI MULYATI 500,000
21 SUAENAH BINTI AHMAD 500,000
22 LATIFAH BINTI SALWAN 500,000
23 ILHAM PUTRA USMAN 1,000,000
24 KASMIN BIN MARSA 500,000
25 MUTIAH BINTI ABDUL MAJID 500,000
26 RUMSIAH MAKSUM 1,000,000
27 UMAR AL FARUQ 1,000,000
28 SYAKILA CHOIRUNNISA 750,000
29 SARAH HUSNIAH 500,000
30 RADHITYA HENDAR WINATA 750,000
31 KARYANI BINTI DARJA 750,000
32 MUALIMAT SARNO 500,000
33 DESKIA RAHAYU PUTRI 750,000
34 DIATMO 1,000,000
35 RASYID BIN KASMIRI 1,000,000
36 DASMI BINTI PULAN 500,000
37 PEJUANG HATI 3,000,000
38 MAHIRA ASLA FAZILAH 1,000,000
39 AGIH PRIYANTO 1,000,000
40 BATTAR ABINAYA BASUPATI 1,000,000
41 ALFINA ZAZKIA AZZAHRA 1,000,000
42 TYAS B CAHYANINGSIH 1,000,000
43 AHMAD SEPTIAN 750,000
44 MAHDEWI ABDUL RAZAK 1,500,000
45 ROS BR KARO 1,000,000
46 SANDRA WATI 1,000,000
47 AYU NOVITA SARI 500,000
48 SURONO BIN ATMOREJO 900,000
49 REANG SARTIYAH 1,000,000
50 MUHAMMAD ALI MAKRUF 1,000,000
51 DIMAS DWI NUGROHO 1,000,000
52 DIMAS DWI NUGROHO 1,000,000
53 KEGIATAN LANSIA SEHAT PULAU DERAWAN 1,000,000
54 SITI RABITAH 2,000,000
55 MUHAMMAD DAFFA 1,500,000
56 BUHARI BIN YAQUB 1,000,000
57 KATIMAH BINTI SURTANI 580,000
Total 57,380,500

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 57,380,500,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 992 ROMBONGAN

Rp. 50,023,753,273,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.