Rombongan 991

Harta itu tidak akan kurang dengan disedekahkan.
Posted by on May 2, 2017

NUR HALIMA (66, Ductal Carcinoma). Alamat : Jl. Anggrek, RT 3/4, Perum Graha Mentari, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Ibu Halima biasa beliau dipanggil adalah seorang ibu rumah tangga. Sekitar April 2016 beliau merasakan ada benjolan seperti kelereng di payudara sebelah kirinya. Seiring berjalannya waktu, benjolan tersebut semakin membesar. Jaminan kesehatan yang dimiliki adalah Jamkesmas yang sempat digunakan untuk memeriksakan keluhannya ke RSUD. Setelah dilakukan uji lab di RSUD Bangkalan, diketahui bahwa beliau terkena Ductal Carcinoma Stadium 3, yaitu kanker yang muncul di ductus atau jaringan pipa yang mengangkut susu di dalam payudara. Rohmat P. Wahyuni (81) suaminya mengalami pikun dan sekarang sudah tidak diketahui keberadaannya, karena terkadang bingung mengetahui jalan pulang ke rumah. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari beliau hanya mengandalkan dari pemberian anaknya, pemberian orang lain serta orang-orang yang meminta jasanya untuk memijat. Saat ini beliau tinggal digubuk reyot yang ditempati bersama-sama dengan anak dan cucunya. Rumah tersebut berdiri diatas tanah tambak milik negara. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka. Bantuan kembali disampaikan untuk membantu biaya berobat dan transportasi. Alhamdulillah setelah menjalani operasi pengangkatan kanker pada tanggal 4 Januari 2017  lalu, saat ini Ibu Halima rutin melakukan kontrol agar perkembangan paska operasi bisa dipantau. Bu Halima menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga beliau bisa segera mendapatkan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura @siham78

Bu Nur menderita ductal carcinoma


BEDJOE ARYO SAPUTRO  (2, Kelainan Jantung) Alamat: Dusun Larangan, RT 12/4, Desa Krengceng, Kec. Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Saat lahir dik Bedjo terlihat normal seperti bayi pada umumnya. Sejak usia 2 bulan dik Bedjo mulai memiliki masalah di pernafasannya. Setiap dik Bejdo menangis kuat, seluruh badannya akan membiru dan nafasnya terengah-engah. Setelah diperiksakan di Rumah Sakit  PHC Perak Surabaya, dokter mendiagnosa terdapat masalah  pada jantung dik Bedjo, kemudian dokter merujuk dik Bedjo ke RSUD Dr. Soetomo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter menyarankan dik Bedjo untuk melakukan kontrol rutin ke Poli Anak. Meskipun dik Bedjo memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun karena keterbatasan biaya transportasi dan biaya hidup selama berobat di Surabaya, orang tua dik Bedjo hampir putus asa untuk melanjutkan proses pengobatan anaknya. Riadi (42) ayah dik Bedjo seorang tukang bangunan yang hanya mendapatkan penghasilan ketika ada pekerjaan. Sedangkan Suparni (40) ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan dik Bedjo. Melihat semangatnya yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu dik Bedjo. Saat ini dik Bedjo rutin melakukan kontrol di Poli Jantung Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya kebutuhan nutrisi dan obat yang tak tercover BPJS. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 975. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Bedjo masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 2.100.000,-
Tanggal : 28 Juni 2016
Kurir :  @Wahyu_CSD @EArynta

Pak Bedjo menderita kelainan jantung


MUHAMMAD DASTAN FIRMANSYAH (1, TB Paru + Hernia Ombilikalis). Alamat : Kp. Cabang RT 2/4, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Berawal sekitar awal Maret 2017, Dastan sempat dirawat di RS Bhakti Husada Cikarang karena mengalami batuk-batuk, sering buang air dan muntah-muntah. Selain itu ada benjolan pada pusarnya yang terus membesar. Dastan tidak memiliki BPJS Kesehatan dan saat ini sedang menunggu proses pembuatannya. Selama menjalani perawatan 3 hari di RS Bhakti Husada, ia menggunakan jaminan SKTM. Ayah Dastan, Pak Dastam Firmansyah (33) hanya seorang buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Sedangkan Ibunya, Bu Mimin Mintarsih (31) hanya seorang ibu rumah tangga. Mereka mengalami kesulitan untuk pembutan kartu jaminan BPJS agar dapat meringankan biaya pengobatan Dastan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk pembuatan kartu jaminan BPJS Kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom

Dastan menderita TB paru + hernia ombilikalis


MAS’UD BIN ABDULLAH (43, Demam Berdarah). Alamat :  Jalan Venus 3 Blok B5 No. 8 RT 2/12, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada tanggal 12 April 2017, Pak Mas’ud merasakan tubuhnya demam, lalu ia memeriksakan diri ke klinik terdekat. Setelah menjalani pemeriksaan, ia dirujuk ke RS Permata Keluarga Jababeka Cikarang karena kondisi trombosit berkisar 80 dan didiagnosa terkena Demam Berdarah. Pak Masud menjalani perawatan di rumah sakit tanpa jaminan apa-apa hingga mencapai biaya sekitar 10 juta rupiah. Pak Mas’ud seorang guru honorer di sebuah Lembaga Bimbingan Belajar di Cikarang, pekerjaan tersebut ia jalani setelah ia kena PHK beberapa tahun yang lalu. Sedangkan istrinya, Bu Sutini (39) hanya seorang ibu rumah tangga. Mereka kesulitan untuk membayar biaya perawatan di rumah sakit, sedangkan untuk kebutuhan sehari-hari saja mereka sangat kesulitan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk meringankan beban mereka selama menjalani perawatan di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom

Pak Mas’ud menderita demam berdarah


SANGIN BIN SUEB (40, Hemiparise). Alamat : Kp. Wates RT 7/1, Desa Jayalaksana, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak bulan Juni 2016, Pak Sangin sering merasakan sakit dan kejang pada tangan dan kaki, pemeriksaan yang ia lakukan hanya sebatas ke klinik dan puskesmas terdekat. Padahal sudah disarankan untuk menjalani pemeriksaan ke rumah sakit, namun tidak ia lakukan dengan alasan biaya berobat.  Hingga pada 13 April 2017, Pak Sangit kondisinya mengkhawatirkan sehingga harus dievakuasi ke IGD secepatnya. Setelah menjalani pemeriksaan IGD, ia dinyatakan harus dirawat, sementara kartu BPJS yang ia miliki ada kendala dengan iuran yang hampir 2 tahun tidak dibayarkan. Jumlahnya tagihannya mencapai 1,2 juta rupiah. Mereka sangat kebingungan dengan jumlah tagihan BPJS yang begitu besar dan harus dilunasi agar dapat digunakan kembali. Pak Sangin hanya seorang buruh serabutan dan kadangkala ia berprofesi sebagai tukang ojek. Sedangkan istrinya, Bu Rohani (39) hanya seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk membantu meringankan beban mereka dalam melunasi tunggakan BPJS Kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay Amo Adam

Pak Sangin menderita hemiparise


SANTIH BINTI KIMANG (34, Kanker Otak). Alamat : Kp. Gempol RT 1/1, Desa Sukarapih, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sejak pertengahan 2016, ia merasakan kepala pusing, mata berkunang-kunang hingga sampai 2 bulan berlalu kedua mata tak dapat melihat. Awal pengobatan ia lakukan di RSUD Kabupaten Bekasi, namun saat ini ia menjalani radiotherapy di RS Dharmais menggunakan jaminan Kartu BPJS Mandiri kelas 3 yang ia miliki. Suaminya, Pak Kardi (40) hanya seorang kuli bangunan yang penghasilanya tidak seberapa. Mereka sangat kesulitan untuk biaya akomodasi ke RS Dharmais Jakarta. Saat ini kondisi Bu Santi sangat mengkhawatirkan dan dalam perawatan intensif di RS Dharmais Jakarta. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya bekal selama menjalani perawatan di RS Dharmais Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 977.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Baety Sueb

Bu Santih menderita kanker otak


MINGGU BIN BANI (50, Tumor Adenoid Kanan). Alamat : Kp. Cabang Pulo Bambu RT 1/1, Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada awal Januari 2017, Pak Minggu sempat panas dingin dan merasakan sakit pada leher saat menelan makanan dan minum. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi, biopsy pertama pada tanggal 20 Maret 2017 dengan hasil Susp. Tumor Tonsil, sedangkan hasil biopsy ke 2 pada 31 Maret 2017 dengan hasil Tumor Adenoid Kanan. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang sudah ada, ada beberapa pemeriksaan yang harus dilakukan lagi, Pak Minggu akhirnya di rujuk ke RSPAD Gatot Subroto untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dengsn mengunakan kartu KIS PBI. Pak Minggu hanya seorang buruh serabutan sedangkan istrinya, Bu Kartinah (49) hanya ibu rumah tangga. Mereka kesulitan biaya untuk bekal selama menjalani pemeriksaan di RSPAD Gatot Subroto. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay Amo Adam

Pak Minggu menderita tumor adenoid kanan


LINA PAULINAH (11, Susp. Jantung Bocor). Alamat : Kp. Kedung Bokor RT 3/4, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak lahir Lina sering mengalami sesak nafas, hingga saat pengobatan yang sudah diupayakan hanya pemberian uap di klinik terdekat. Pada bulan Februari 2017, saat ada Bakti Sosial Pengobatan Gratis yang diadakan dekat dari tempat tinggal Lina, ia pun mencoba memeriksakan diri. Setelah bertatap langsung dengan dokter, Lina disarankan agar memeriksakan diri ke rumah sakit karena diduga ada kebocoran jantung. Dilihat dari kondisi Lina saat itu, tubuh, wajah, lidah dan kuku berwarna biru semua. Hingga saat ini orang tua Lina enggan membawa Lina ke rumah sakit karena ketiadaan biaya akomodasi, meskipun ia memiliki kartu KIS PBI. Ayahnya, Pak Soleh (41) hanya seorang buruh tani di kampungnya, sedangkan ibunya, Bu Karti (41) hanya seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi ke rumah sakit selama Lina menjalani pemeriksaan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Nah Jaronah

Lina menderita susp. jantung bocor


YULIANTI BINTI ABDULLAH (24, Hybersarcoma). Alamat : Kp. Rawaroko RT 5/4, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sekitar bulan Maret 2016 lalu, Yuli mulai merasa kakinya sering pegal-pegal dan ia pun berinisiatif mendatangi tukang urut terdekat. Setelah diurut keesokan harinya ia tidak dapat berjalan, sakit terasa nyeri sampai ketulang. Bulan Desember 2016, tumbuh benjolan yang semakin hari semakin membesar pada kaki kanan bawah lutut. Saat itulah Yuli memeriksakan penyakitnya ke RSUD Kota Bekasi didampingi oleh ibunya. Ia sempat menjalani operasi pengangkatan benjolan di RSUD Kota Bekasi, namun tumbuh beberapa benjolan pada bagian tubuh lainnya. Saat ini Yuli menjalani perawatan di RS Persahabatan Jakarta karena kondisinya yang semakin memburuk. Ayah Yuli, Pak Abdullah sudah meninggal sekitar 4 tahun yang lalu, sedangkan ibunya, Bu Patmawati (50) sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Mereka saat ini kesulitan untuk biaya bekal selama menjalani perawatan di rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk bekal selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Yunita Muslimah

Yulianti menderita hybersarcoma


LENA DIANA (4, Katarak Kongenital). Alamat : Ujung Harapan RT 7/5, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak lahir Lena sudah terdiagnosa menderita Syndrome Rubella Kongenital, yakni akibat virus Rubella yang ditularkan ibunya saat mengandung melalui aliran darah. Selain katarak, Lena juga ada masalah dengan alat pendengarannya. Pada usia 2 tahun ia pernah disarankan untuk menjalani pengobatan ke RSHS Bandung, namun karena keterbatasan biaya semua itu tidak dilaksanakan. Ayahnya, Soleman (27) hanya seorang buruh serabutan dengan penghasilan tidak memadai, sedangkan ibunya, Melisa (25) hanya seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi selama Lena menjalani pemeriksaan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Asti

Lena menderita katarak kongenital


QUEEN MALIKA AZZAHRA (9, Lumpuh). Alamat : Kp. Elo RT 3/3, Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada awal tahun 2016, Malika pernah terjatuh dari kursi dan pada saat itu pengobatan yang dilakukan hanya urut tradisional. Namun hingga saat ini belum ada perubahan apa-apa. Ketika Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan mereka, Pak Usin (42) sangat berharap agar Malika dapat diobati di rumah sakit. Akhirnya sebelum melakukan pengobatan, Kurir Sedekah Rombongan mengupayakan jaminan kesehatan terlebih dahulu. Malika terlahir dari keluarga tidak mampu, ayahnya hanya seorang kuli bangunan. Sedangkan ibunya, Bu Iyah Syafariah (38) hanya seorang ibu rumah tangga. Setelah proses jaminan selaseai, Malika langsung dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk menjalani pemeriksaan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi ke rumah sakit dan membeli obat di apotik luar rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 984.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @abu_meisyal

Malika menderita lumpuh


SHAKILLA ZAHRANY (1, Susp. Tumor Abdomen). Alamat : Kp. Kaliabang Dukuh No.24 RT 2/9, Desa Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awalnya pada usia 2 bulan, Shakilla mengalami perut kembung dan sempat dibawa ke puskesmas terdekat. Obat antibiotik yang didapat dari puskesmas tidak ada pengaruh apa-apa. Pemeriksaan pun beralih ke beberapa rumah sakit swasta di Kota Bekasi, setelah menjalani CT Scan dan serangkaian pemeriksaan lainnya, Shakila dirujuk ke RSCM Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut menggunakan Kartu KIS Mandiri kelas II. Shakilla pernah dirawat selama 5 hari di RSCM Jakarta dengan tindakan transfusi darah. Shakilla masih menjalani kontrol rutin di RSCM Jakarta. Orang tua Shakilla sangat merasa kesulitan dengan biaya akomodasi selama menjalani kontrol rutin ke rumah sakit. Ayahnya, Priyono (26) hanya seorang pelayan di salah satu mini market dekat rumahnya. Sedangkan ibunya, Rinda Sari (25) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan mereka sehingga dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama di RSCM Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 968. Semoga Priyono dan keluarga diberi kemudahan dalam segala urusan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Yunita

Shakilla menderita tumor abdomen


ALIM BIN NISAM (55, TB Paru). Alamat : Kp. Bojongkoneng RT 1/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Berawal sekitar 3 bulan yang lalu, Pak Alim merasakan badannya demam dan panas tinggi yang disertai batuk dan muntah darah. Saat itu juga Pak Alim dilarikan ke RS. Medirossa berbekal kartu jaminan KIS PBI. Setelah menjalani pemeriksaan, Pak Alim dinyatakan mengidap TB Paru dan menjalani perawatan selama 1 minggu. Saat ini ia harus menjalani kontrol rutin ke rumah sakit dan belum bisa bekerja untuk menafkahi keluarganya. Pak Alim yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang ojek, sangat kesulitan untuk biaya akomodasi selama menjalani kontrol di rumah sakit.  Sedangkan istrinya, Ibu Tati (46) hanya ibu rumah tangga. Saat ini Pak Alim dirujuk ke RS Persahabatan Jakarta untuk menjalani pemeriksaan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membantu biaya akomodasi selama Pak Alim menjalani pengobatan di RS Persahabatan Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 960.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Pak Alim menderita TB paru


RIANTO ALPIANDI (23, Patah Tulang). Alamat: Kp. Kali Jaya Permai, RT 5/6, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sekitar satu minggu yang lalu, Rianto mengalami kecelakaan di daerah terminal Cikarang, Bekasi. Kejadian bermula ketika Rianto berangkat kerja shift malam sebagai buruh harian. Karena kondisi jalanan yang sepi, Rianto mengendarai sepeda motor dengan cukup kencang. Namun naas menimpanya. Tanpa disangka-sangka dari arah berlawanan ada sepeda motor yang melaju dengan kencang dan menuju ke arahnya. Tak dapat dihindari, akhirnya kecelakaan pun terjadi. Akibat kecelakaan ini, Rianto mengalami patah tulang bagian kaki dan langsung tak sadarkan diri. Oleh keluarga, Rianto dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Rianto dirawat di ruang ICU rumah sakit swasta di Kab. Bekasi. Karena belum memiliki BPJS, akhirnya Rianto dirawat dengan menggunakan biaya umum. Selama satu minggu dirawat dan menjalani operasi di bagian kepala, biaya pengobatan Rianto mencapai 40 juta rupiah. Orang tua Rianto, Barin (53) dan Priyanti (50) yang kesehariannya bekerja sebagai pedagang baju keliling, merasa kesulitan untuk membiayai pengobatan anaknya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Rianto dan memberikan bantuan awal untuk biaya pembuatan BPJS Kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @hida_161

Rianto menderita patah tulang


KISREM BINTI TA’AD (48, Vertigo). Alamat: Kp. Pulo Kapuk RT 3/5, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Bu Kis, demikianlah Ibu Kisrem Binti Ta’ad biasa dipanggil. Pada Jumat, 21 April 2017 lalu tiba-tiba mengalami sakit kepala yang dahsyat lalu tak sadarkan diri di depan rumahnya. Ibu dari 3 orang anak ini segera dilarikan ke rumah sakit swasta terdekat. Setelah mendapatkan pertolongan di IGD, kemudian pihak rumah sakit memutuskan bahwa Bu Kis harus dirawat inap. Dokter mendiagnosa kalau Bu Kis terkena vertigo. Sebelumnya Bu Kis pernah mempunyai riwayat sakit ini, namun sudah 2 tahun tidak kambuh. Karena akhir-akhir ini Bu Kis sangat banyak kegiatan dan kelelahan, akhirnya vertigo Bu Kis kambuh lagi. Ketika dirawat, Bu Kis mendaftarkan diri sebagai pasien BPJS Kesehatan. Namun ternyata BPJS Bu Kis bermasalah dalam pembayarannya. Ada tunggakan pembayaran yang belum dilunasi sebesar 400 ribu rupiah. Suami Bu Kis, Pak Sukiran (50) yang kesehariannya bekerja sebagai buruh swasta merasa kesulitan untuk melakukan pembayaran tunggakan BPJS. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Bu Kis dan memberikan bantuan awal untuk pembayaran tunggakan BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @hida_161

Bu Kisrem menderita vertigo


RAHMAT KARTOLO (36, Op. Debridement). Alamat : Kp. Cabang Pulo Bambu RT 1/1, Desa Sukamurni, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awalnya pada Januari 2017, terdapat luka pada ibu jari kaki Pak Rahmat. Dikira hanya luka biasa tapi lama kelamaan luka nya membesar dan membengkak hingga membuat ia merasakan panas dingin, saat itu keluarga membawa Pak Rahmat ke Klinik, namun ia pun dirujuk ke RS Ridhoka Salma Cikarang. Di rumah sakit ini sempat dilakukan tindakan operasi kecil namun tidak terlalu banyak membantu, ia harus melanjutkan tahap pemeriksaan yang lebih memadai terkait lukanya. Akhirnya saat ini Pak Rahmat rutin menjalani pemeriksaan luka di RSUD Kabupaten Bekasi. Mereka merasakan kesulitan biaya akomodasi ke rumah sakit karena semenjak Pak Rahmat sakit ia tidak dapat bekerja. Pak Rahmat seorang sopir angkot saat ia masih sehat, namun saat ini ia hanya bisa merasakan sakit pada luka di kakinya. Sedangkan istrinya, Bu Daimah (34) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi dan bekal selama menjalani proses pemeriksaan di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @Alle_Recycle

Pak Rahmat menderita Op. debridement


SUPRATMAN BIN SURYAT (42, Gagal Ginjal). Alamat : Kp. Citenjo, RT 3/1, Desa Cimahi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sejak 5 tahun lalu, Pak Supra –begitu kami memanggilnya—sering mengalami sakit di bagian perut sebelah kanan, hingga suatu hari ia terjatuh pingsan di bengkel tempatnya bekerja. Ia pun dibawa berobat ke RS Bayu Asih Purwakarta, setelah menjalani pemeriksaan dan rawat inap selama beberapa hari di RS tersebut, Pak Supra diharuskan untuk melakukan cuci darah setiap dua minggu sekali. Proses cuci darah tersebut masih berjalan hingga kini berbekal fasilitas kesehatan berupa BPJS Kelas III. Semenjak sakit, Pak Supra tidak bisa lagi bekerja mencari nafkah untuk keluarganya, ia pun merasa kesulitan mencari biaya akomodasi untuk biaya pengobatan penyakitnya. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kami kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Supra dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan Pak Supra.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Ma’arif

Pak Supratman menderita gagal ginjal


FATIMAH RAHAYU (16, Delirium+TBC Paru). Alamat : Kp. Simpang, RT 1/1, Desa Batu Tumpang, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Tepatnya semenjak 8 bulan yang lalu, Neng Fatimah mengalami bengkak di kedua kaki juga perut. Disertai dengan nyeri pada ulu hati, dan tubuh yang semakin mengecil. Saat itu orangtuanya membawa Neng Fatimah berobat ke mantri desa Batu Tumpang, namun tak juga terlihat adanya kesembuhan. Dua minggu lalu ia pun kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bayu Asih dan harus menjalani rawat inap di RS tersebut, saat itu kondisi bengkak di kaki dan perutnya mulai berkurang, namun ia kehilangan kesadaran dan tak ingat kepada orang-orang yang ada di sekitarnya. Ia telah menghabiskan 2 labu untuk meningkatkan hemoglobinnya. Ayahnya yang merupakan seorang buruh tani, merasa keberatan untuk membiayai pengobatan anaknya tersebut. Saat ini Neng Fatimah dan keluarganya membutuhkan dana untuk pembelian pampers, pembelian obat yang tidak ditanggung JAMPIS (Jaminan Purwakarta Istimewa), juga biaya untuk pembuatan BPJS, dan bekal sehari-hari keluarganya selama berada di RSBA. Alhamdulillah dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Neng Fatimah dan keluarga. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan Neng Fatimah. Semoga Allah segera menyembuhkannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 16 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wiwid Wardiyyah

Fatimah menderita delirium+TBC Paru


TITA NURMALA (12, Benjolan pada Kaki). Alamat : Kp. Cijambe, RT 10/5, Desa Sadarkarya, Kecamatan  Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Neng Tita, akrab kami memanggil gadis yang duduk di kelas 6 SD ini. Sejak menginjak usia 5 tahun, timbul benjolan pada kaki kirinya sebesar kelereng, benjolan tersebut dibiarkan dan tidak diobati. Ketika ia mulai memasuki sekolah dasar, benjolan tersebut semakin membesar hingga umurnya kini 12 tahun. Pada usia 11 tahun ia pernah menjalani pemeriksaan dan mendapat rujukan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan mendapat jadwal operasi, namun operasi tersebut diundur terus menerus sehingga membuat Tita dan keluarganya mulai putus asa. Setelah menunda ikhtiar pengobatan, kini Tita dan keluarganya kembali semangat. Ayahnya yakni Damiri (52) merasa keberatan dengan biaya akomodasi menuju Rumah Sakit, ditambah Tita belum memiliki BPJS. Maklum saja, Pak Damiri merupakan seorang buruh tani yang memiliki penghasilan pas-pasan. Beruntung kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Neng Tita dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan lanjutan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan. Bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 981. Mari doakan bersama agar Neng Tita segera Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Ma’arif

Tita menderita benjolan pada kaki


NASUR BIN MAR’AT (77, TBC). Alamat: Kp. Jawa RT. 5/3, Desa Cibogoghilir, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Mang Entur sapaan akrab di kapungnya, sudah lama istrinya meninggal dunia dan kini tinggal bersama anak bungsunya Ela (28). Berawal tiga tahun yang lalu ia selalu merasakan sesak nafas, ia pun sudah lama mempunyai maag kronis yang membuatnya tidak bisa lagi bekerja sebagai buruh tani. Sudah beberapa kali ia dirawat di RS Siloam Purwakarta karena kondisinya yang selalu memburuk dengan diagnosa TBC. Mang Entur sudah tidak bisa berjalan jauh, tanggannya selalu bergetar jika ingin memegang sesuatu. Karena kondisi paru – parunya yang sudah tidak bagus ia harus rutin berobat jalan setiap seminggu sekali, ia pun memaksakan diri membuat BPJS untuk meringankan biaya berobat, namun karena kendala biaya BPJS tersebut tidak terbayar dan ia pun kebingungan dengan biaya trnsportasi yang bisa menghabiskan 250 ribu setiap pergi berobat. Ela yang hanya bekerja sebagai Ibu rumah tangga dan suamiya yang bekerja sebagai buruh harian lepas tidak bisa membantu banyak untuk Mang Entur berobat, maklum saja penghasilan mereka tidak menentu dan masih jauh dari cukup untuk kebuthan sehari-hari. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguk Mang Entur yang sudah terbaring lemas, ia menceritakan keinginannya untuk bisa kembali berobat. Kami pun merasakan kesulitan mereka dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya trasnportasi berobat jalan. Semoga kesehatan Mang Entur segera pulih kembali agar ia bisa beraktivitas seperti biasanya. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 883.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 22 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @awwal_ula @Zakiyah99

Pak Nasur menderita TBC


ERIKA AULIA NATASYA (10, Amandel). Alamat : Kp. Babakan Asem, RT 13/5, Desa Gunung Karung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sejak umur 3 tahun Neng Erika sudah didiagnosa mengalami amandel, berbagai pengobatan pun telah dilakukan. Mulai dari melakukan pemeriksaan di puskesmas setempat, hingga pengobatan alternatif dengan cara “dicokel” bagian daging yang membengkak, dua kali Neng Erika menjalani proses tersebut. Namun amandelnya kembali tumbuh membesar, saat ini Neng Erika sering mengeluarkan darah dari lulutnya. Diagnosa sementara darah tersebut dalah efek dari amandel yang terus membengkak. Neng Erika pun sempat beberapa kali pulang pergi Rumah Sakit dengan dibantu oleh warga sekitar, maklum saja ayahnya memiliki penghasilan yang sangat terbatas, sehingga tidak bisa banyak membantu biaya akomodasi pengobatan anaknya tersebut. Alhamdulillah dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Neng Erika dan keluarga. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan Neng Erika. Semoga Allah segera menyembuhkannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 23 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Erika menderita amandel


SITI ROHMAH (64, Jantung Bengkak+Hypertensi). Alamat : Kp. Cidahu, RT 17/5, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sudah cukup lama Mak Siti mengalami tekanan darah yang tinggi, hal tersebut diketahui setelah ia memeriksakan diri ke bidan setempat. Ia pun kemudian diberi obat yang harus dikonsumsi setiap harinya, namun tak juga kunjung sembuh. Badannya malah sering lunglai dan keluar keringat dingin, ia pun memaksakan diri berobat ke RS Siloam. Setelah menjalani serangkaian cek laboratorium,  rontgen, dan USG diketahui bahwa Mak Siti mengalami pembengkakan jantung dan diharuskan menjalani kontrol pengobatan setiap bulannya. Mak Siti tidak memiliki cukup uang untuk biaya kontrol pengobatan penyakitnya tersebut. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mak Siti, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan penyakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 23 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Bu Siti menderita jantung bengkak+hypertensi


IMIN BINTI NOON (74, Katarak). Alamat : Kp. Cijati, RT 1/1, Desa Cijati, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Mak Imin, begitu ia akrab dipanggil. Sudah merasakan gangguan penglihatan sejak 1 tahun lalu, awalnya terasa ada yang menghalangi pada kedua matanya, namun seiring waktu menjadi tidak bisa melihat. Ia belum pernah melakukan pengobatan, jangankan untuk berobat, untuk sehari-hari pun masih kekurangan. Kini Mak Imin tinggal bersama anaknya Jujun (37) yang belum menikah, Jujun bekerja sebagai buruh tani yang memiliki penghasilan tak menentu. Ia menuturkan bahwa punya keinginan untuk mengobati mata ibunya, namun tak memiliki biaya. Alhamdulillah kami Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mak Imin dan Jujun, kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan Mak Imin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Bu Imin menderita katarak


EEN PRIHATIN (44, Biaya Hidup sehari-hari). Alamat : Kp. 01, RT 7/4, Desa Dangdeur, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Rumah Bu Een roboh terkena angin kencang yang disertai hujan beberapa bulan yang lalu, hal tersebut mengundang simpati kepala desa setempat. Alhamdulillah dengan dinahkodai oleh kepala desa tersebut, para warga di sekitar mengumpulkan uang untuk biaya membangun rumah Bu Een yang roboh. Namun kekurangannya masih banyak, terutama untuk membayar upah dan makan tukang sehari-hari. Bu Een yang merupakan seorang janda yang juga tak memiliki penghasilan ini hanya bisa pasrah saja seadanya. Alhamdulillah dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Een, kami memyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk menutupi biaya kekurangan pembangunan rumahnya tersebut. Semoga Allah mudahkan prosesnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir :  @ddsyaefudin @awwal_ula Jamaludin

Bantuan tunai


NENGSIH BINTI ISAH (53, Ca Mammae). Alamat : Kampung Cilandak, RT 1/1, Desa Bojong Timur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2011, ia merasakan ada benjolan di payudara kanan sebesar ibu jari, lalu payudara mengkerut sedikit demi sedikit, ia pun berobat ke dokter terdekat, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Bayu Asih tapi tidak berangkat karena kendala biaya. Kemudian pada tahun 2015, ia berobat ke RS Ramahadi Purwakarta dan didiagnosa mengidap penyakit Kanker Payudara. Selain diagnosa kanker payudara, ia juga didiagnosa mengidap pembengkakan jantung dan harus segera diobati. Setelah proses pengobatan dan dinyatakan sembuh dari pembengkakan jantung, pengobatan kankernya tidak dilanjutkan. Pada tahun 2016, benjolan di bagian payudaranya kembali terasa sakit, namun hanya melakukan pengobatan sampai di Puskesmas saja, padahal ia mendapat rujukan untuk segera menjalani pemeriksaan dan pengobatan di RSBA. Pada tahun 2017, benjolan di payudara kanan pecah, mengeluarkan cairan nanah dan darah. Kali ini ia memenuhi rujukan dari Puskesmas setempat untuk menjalani pemeriksaan di RSBA, hasil pemeriksaan di RS tersebut menunjukkan bahwa ia harus menjalani pemeriksaan lanjutan di RSHS Bandung. Bu Nining dan keluarganya merasa keberatan untuk menanggung biaya akomodasi ke RS tersebut, maklum saja janda yang telah lama ditinggal suaminya wafat ini kini menggantungkan hidupnya kepada anaknya yang juga tak begitu berkelimpahan harta. Dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Nining, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya  akomodasi pengobatan. Semoga Allah segera menyembuhkannya. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 973.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Sutraeni

Bu Nengsih menderita ca mammae


SIDQIA NURSILFA SYABANI (1, Tumor di Perut). Alamat : Kp. Warung Kandang, RT 11/3, Desa Sindang Sari, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Dek Qia, akrab kami memanggil bayi kecil ini. Dua bulan lalu, ia mengalami pembengkakan pada perutnya yang disertai dengan demam tinggi. Dek Qia pun kemudian dibawa berobat ke Rumah Sakit, ia beberapa kali menjalani pemeriksaan laboratorium, USG, Rontgen dan sebagainya. Dari hasil pemeriksaan tersebut, Dek Qia diharuskan menjalani operasi pada bulan April ini. ayahnya Yuyus (30) yang bekerja sebagai tukang ojeg, merasa keberatan dengan biaya akomodasi Dek Qia yang harus pulang pergi Rumah Sakit. Alhamdulillah dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Dek Qia, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan Dek Qia.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @awwal_ula @Zakiyah99

Qia menderita qumor di perut


SARJI BIN UNIM (51, Tumor di Paha). Alamat : Kp. Krajan, No. 54, RT 7/3, Desa Babakan Cikao, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Awalnya hanya bisul di paha atas disertai panas dingin. Setelah diperiksa ke puskesmas pak Sarji diberi pengantar untuk berobat ke RSBA. Selama 2 bulan berobat jalan di RSBA tidak ada tanda-tanda kesembuhan. Baru 1 bulan kemarin diberi rujukan ke RSHS Bandung, 2 kali berobat jalan ke RSHS menjadikan pak Sarji merasa putus asa karena selain terkendala jarak dan waktu pulang balik berkali-kali tanpa hasil, dan biaya untuk transportasi pun tidak punya sehingga ikhtiarnya untuk sembuh  tertunda. Dirinya kini sudah tidak mampu lagi bekerja, karena tumor di pahanya semakin membesar disertai nanah dan bau yang tak sedap. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Sarji, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Pak Sarji menuju RSHS Bandung. Ia pun kini kembali bersemangat untuk menjalani pengobatan, pagi tadi tepatnya pada tanggal 25 April 2017 Pak Sarji dijemput oleh MTSR Bandung untuk melakukan kontrol ke bagian poli hari ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 23 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @awwal_ula @hastapradja

Pak Sarji menderita tumor di paha


KOKOS KOMARUDIN (40, Bantuan Tunai). Alamat : Dsn. Sukasari RT 35/9, Ds. Sukanagara, Kec. Padaherang, Kab. Pangandaran, Jawa Barat. Awal April lalu, rumah Kokos dan Umi (33) habis terbakar hanya menyisakan puing bangunan. Kebakaran bermula adanya sisa kayu bakar yg masih menyala. Dari dapur merembet ke seisi rumah. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Keempat anaknya Ahyana (14), Ahyani (14), Mahmudin (10) dan Saepudin (8) bisa diselamatkan setelah kakeknya memecahkan kaca jendela. Saat ini mereka tidur di bekas kandang domba. Semua pakaian tak bersisa, termasuk perlengkapan sekolah. Pendapatan Kokos yg seorang petani hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Atas ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dgn Kokos dan memberikan bantuan untuk perlengkapan sekolah anaknya. Keluarga Kokos merasa sangat terbantu. Semoga Keluarga Kokos diberikan kesabaran dan kembali hidup seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 21 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @ramlannugraha

Bantuan Tunai


SADRINA ALANA FAUZIYAH (3, Palatoschizis Inkomplit dan Avagina). Alamat : Dsn. Bojongsari RT 1/1 Ds. Babakan, Kec. Pangandaran, Kab. Pangandaran, Prov. Jawa Barat. Sadrina lahir prematur pada usia kandungan 8 bulan dgn berat badan 2,1 Kg disertai kelainan Palatoschizis inkomplit (kelainan pada langit mulut) dan avagina (tidak adanya lubang kemaluan). Dengan kondisi ini, Sadrina mengalami gizi buruk karena kondisi langit mulut yang dideritanya. Dua tahun yang lalu Sadrina menjalani operasi pembetulan langit rahang di RS Hasan Sadikin Bandung. Untuk menutupi kebutuhan selama operasi, orang tua Sadrina menjual rumah dan sekarang tinggal di rumah yang di bangun di atas tanah kontrakan dekat bantaran sungai Cikidang. Sadrina memiliki jaminan kesehatan BPJS kelas III namun sudah 10 bulan menunggak. Pendapatan orang tua Sadrina yaitu Trisno (29) sbg buruh lepas dibantu istrinya Nurhikmah (26) hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Atas ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dgn Sadrina dan memberikan bantuan untuk akomodasi dan transportasi selama pemeriksaan ke RSUD Banjar dan operasi ke RSHS Bandung. Keluarga Sadrina merasa sangat terbantu dgn bantuan yang diberikan Sedekah Rombongan. Semoga Sadrina diberikan kesembuhan dan bisa beraktivitas seperti anak seusianya.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000,-
Tanggal : 19 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @ramlannugraha

Sandrina menderita palatoschizis inkomplit dan avagina


RASYA NURYAMAN PUTRA (1, Susp. Tumor Ginjal). Alamat: Kp. Cibogo, RT 3/4, Kel. Janggala, Kec. Sukaraja, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Rasya terlahir normal tanpa kekurangan apapun. Namun menginjak bulan ke-8, Rasya mulai mengeluhkan perutnya yang sakit hingga ia menangis menjerit. Karena panik, akhirnya orangtua Rasya membawanya ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Setelah pemeriksaan ternyata ditemukan benjolan di ginjal Rasya dan diduga itu adalah tumor sehingga Rasya harus dirujuk ke RSHS. Sempat kebingungan berangkat ke RSHS Bandung karena biaya antar dengan ambulans mencapai 700 ribu. Alhamdulillah, orangtua Rasya bertemu dengan kurir #SedekahRombongan yang sedang membantu pasien lain untuk berobat. Akhirnya, MTSR membawa Rasya ke Bandung dan sempat singgah di RSSR Bandung. Ibu Rasya, Yayu (30) adalah seorang IRT dan ayahnya, Nuryaman (35) bekerja sebagai buruh sehingga mereka merasa kesulitan membiayai pengobatan Rasya karena tak punya jaminan kesehatan. Santunan lanjutan pun disampaikan untuk membeli diaper dan susu yang dibutuhkan Rasya. Kondisinya sekarang sudah membaik dan sudah melakukan MRI (Magnetic Resonance Imaging), ke depannya Rasya masih harus melakukan pengobatan intensif. Kondisi terkini Rasya sudah melakukan operasi dan keadaannya membaik. Semoga Rasya segera sehat agar ia bisa bermain dengan teman-teman sebayanya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 946.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @kasviansyah

Rasya menderita susp. tumor ginjal


UKA BINTI ENDONG (48, Asam Urat + Hipertensi). Alamat: Kp. Liunggunung, RT 27/6, Kelurahan Pasirbatang, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah berbulan-bulan, Ibu Uka terserang penyakit asam urat yang menyebabkan seluruh tubuhnya lemas dan tidak bisa berjalan jauh. Ia kemudian memeriksakan diri ke puskesmas dan ternyata tensi darah Ibu Uka tinggi, sempat dirujuk ke rumah sakit untuk berobat lanjut namun Bu Uka menolak dan memilih berobat sendiri di rumah. Bu Uka dan keluarga takut dengan biaya RS yang bisa saja besar apalagi beliau tak punya jaminan kesehatan. Suami Bu Uka (50) bekerja sebagai buruh lepas harian dengan pendapatan sekitar 20-25 ribu per hari, sedangkan Bu Uka tak bekerja sama sekali dan hanya mengurus rumah tangga. Mereka tinggal di rumah kontrakan bersama dua anak, Dadang (30) dan Rani (13) yang masih duduk di bangku sekolah. Untuk keperluan sehari-hari terkadang dibantu anak sulungnya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan berkesempatan mengunjungi Bu Uka dan keluarga untuk menyampaikan santunan supaya Bu Uka bisa berobat. Mudah-mudahan Allah memberi kesehatan yang panjang kepada Bu Uka dan keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu Uka menderita asam urat + hipertensi


NASILEM BINTI SYAMSU (87, Tuna Netra + Jompo + Lumpuh). Alamat: Kp. Ciawitali, RT 10/2, Kelurahan Pasirbatang, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya,  Provinsi Jawa Barat. Bertahun-tahun Bu Nasilem hidup dalam kegelapan karena kedua matanya sudah tidak bisa melihat. Faktor utamanya adalah usia yang sudah senja dan kakinya pun sudah tak bisa berjalan. Meskipun keadaan Bu Nasilem sudah memprihatinkan tapi ia tak pernah dibawa ke rumah sakit untuk dirawat, ia hanya berobat ke dokter terdekat atau membeli obat warung. Sekali berobat, ia menghabiskan hingga ratusan ribu padahal anaknya, Aceng (54) hanya bekerja sebagai petani dan terkadang hasil taninya dihargai dengan harga murah. Bu Nasilem tinggal sendiri di rumahnya yang jauh dari layak karena sudah lapuk di beberapa bagian rumah. Tidak ada alat elektronik satupun dan ada kandang ayam yang menambah kesan kumuh. Pak Aceng, sesekali menjenguk ibunya tersebut karena istrinya juga sedang sakit. Alhamdulillah,  Sedekah Rombongan bisa menemukan rumah Bu Nasilem yang berada di bawah gunung untuk menyampaikan bantuan dari Sedekaholics untuk keperluan berobat dan akomodasi. Semoga Allah memberi ketabahan kepada Bu Nasilem dan keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 21 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu Nasilem menderita tuna netra + jompo + lumpuh


IDOH BINTI SUKAEJI (67, Stroke). Alamat: Kp. Ciawitali, RT 10/2, Desa Pasirbatang, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah tiga Bulan, Bu Idoh hanya terbaring di rumah karena sudah tidak melakukan aktivitas apapun sejak ia terserang penyakit stroke. Awalnya, Bu Idoh hidup normal dan bisa berjalan namun tiba-tiba tubuh bagian kiri menjadi kaku dan tidak bisa digerakkan, keluarganya panik dan membawanya ke RSUD dr. Soekardjo dan ternyata ia harus dirawat selama seminggu tanpa jaminan kesehatan. Selama pengobatan,  Bu Idoh menghabiskan biaya hingga jutaan rupiah padahal suaminya, Abdul (74) sudah tidak bekerja dan renta, untuk itu keluarganya meminjam uang kepada kerabat. Mereka tinggal di daerah yang jauh dari jangkauan medis dan minim transportasi umum sehingga hal tersebut menjadi kendala untuk melakukan pengobatan rutin. Kini, Bu Idoh pun tak bisa berbicara banyak karena mulutnya sering terasa sakit. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan diberi kesempatan untuk menjenguk Bu Idoh dan menyampaikan santunan untuk meringankan pengobatannya dan akomodasi. Mudah-mudahan Allah memberikan kesembuhan pada Bu Idoh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita

Bu Idoh menderita stroke


SITI NURJANNAH (15, Tunggakan Biaya Sekolah). Alamat: Kp. Kebon Kalapa, RT 3/1, Kelurahan Setianegara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Nunuy, begitu ia sering dipanggil adalah seorang siswa SMK yang duduk di bangku kelas XI. Nunuy juga sering mengaji karena sekolahnya menyatu dengan yayasan pesantren. Meskipun semangat sekolahnya tinggi namun terhalang oleh biaya sekolah yang tidak terjangkau olehnya. Ia sudah menjadi anak yatim semenjak ayahnya meninggal beberapa bulan lalu, dan ibunya tinggal berjauhan darinya sehingga ia hanya mendiami rumah sendirian bersama adiknya yang masih SD. Untuk makan, ia mengandalkan belas kasihan tetangga atau keluarga terdekat. Untuk bekal sekolah, ia tak punya dan tak jarang Nunuy menahan lapar karena tak bisa jajan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan diberi kesempatan untuk melihat keadaan Nunuy di rumahnya dan memberikan santunan biaya sekolah karena ia sedang melakukan tugas praktek kerja lapangan (PKL) yang mengeluarkan biaya tak sedikit. Semoga bantuan dari Sedekaholica membantu Nunut menggapai cita-citanya dan mengangkat derajat keluarganya. Aamiin

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bantuan biaya sekolah


SUNARTO NANDIYAMAN (40, Radang Tenggorokan + TB Paru). Alamat: Kp. Patrol Kulon, RT 2/1, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Penyakit yang diderita Pak Narto datang dari tiga bulan lalu, tiba-tiba tenggorokannya terasa sakit dan sering batuk disertai darah keluar dari mulutnya. Saat diperiksa ke dokter terdekat ternyata tenggorokannya mengalami radang diakibatkan seringnya meminum minuman sisa dari pabrik yang tidak layak jual. Tidak hanya radang, Pak Narto kemungkinan mengidap penyakit TB Paru dan kini tubuhnya semakin kurus hingga berat badannya menurun drastis sampai 37 kg. Ia menolak pergi ke rumah sakit karena alasan biaya ditambah istrinya baru melahirkan bayi dengan berat badan di bawah normal dan harus berobat rutin. Dulu, Pak Narto bekerja sebagai supir pribadi namun harus berhenti dan kemudian bekerja di pabrik tepung dan sekarang menganggur tanpa penghasilan. Istrinya, Lina (25) tak bekerja dan hanya mengurus rumah tangga. Mereka tinggal di rumah keluarganya dengan sanitasi yang buruk. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Pak Narto dan keluarga untuk menyampaikan bantuan dari Sedekaholics agar Pak Narto bisa kembali berobat dan bisa menjemput kesehatan agar ia bisa mencari nafkah. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak Sunarto menderita radang tenggorokan + TB paru


FAIRUS SAFANA (2, Hydrocepalus+ TB Paru). Alamat: Kp. Talaga , RT 1/8, Desa Sukamaju Kidul, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Ketika dilahirkan, keadaan fisik Fairus sudah terlihat tidak normal. Kepalanya yang membesar tidak seperti bayi kebanyakan. Orangtuanya sudah membawanya ke puskesmas sampai ke rumah sakit untuk ditangani. Berkali-kali keluar masuk rumah sakit hingga berobat jalan selama lima bulan pernah Fairus jalani. Namun, sampai sekarang keadaannya masih memprihatinkan karena tidak ada perubahan yang menggembirakan. Keluarga Fairus sudah berusaha mengobati buah hatinya ini sesuai dengan kemampuannya, tapi kemampuan perekonomian mereka sangat terbatas. Bulan April 2015 Fairus diduga menderita hernia, namun yang akan didahulukan adalah pengobatan TB Parunya dulu, serta terapi yang harus ia jalani di klinik swasta. Fairus bulan Mei 2016 masih menjalani terapi rutin TB Paru dan terapi gerak utuk melatih syaraf motoriknya di klinik swasta.Ayahnya, Hidayatullah (36) hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Sebenarnya Fairus mempunyai jaminan kesehatan Jamkesda, tapi ayahnya mempunyai tujuh anak yang harus dibiayai dan  mereka membutuhkan biaya tambahan untuk bekal selama berobat di rumah sakit. Sehingga ketika menerima bantuan dari Sedekah Rombongan yang berasal dari donasi para Sedekaholics, mereka mengungkapkan  kelegaannya. Santunan #SedekahRombongan disampaikan kembali untuk biaya terapi dan pengobatan Fairus selama bulan Februari 2017 di RSUD dr. Soekardjo dan klinik Syifa Medina Tasikmalaya, untuk biaya transportasi, akomodasi sehari-hari, biaya terapi, dan membeli asupan makanan bergizi agar kondisinya tetap stabil dan untuk meningkatkan gizi Fairus yang juga mengalami perkembangan badan yang agak terlambat. Keadaannya sekarang masih belum stabil dan masih harus melakukan pengobatan. Semoga Fairus dapat segera sembuh dan merasakan kegembiraan seperti anak-anak yang lainnya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 958.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 21 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr

Fairus menderita hydrocepalus+ TB Paru

ATIKAH BINTI DAMINI (63, Lumpuh + Reumatik). Alamat: Kp. Cikatuncar, RT 4/7, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Tikah, biasa tetangganya memanggilnya sudah dua tahun ini sakit reumatik parah dan tidak bisa berjalan, kondisi fisiknya pun semakin lemah. Sebenarnya, ia punya keinginan untuk berobat ke rumah sakit namun karena masalah finansial, ia memendam keinginannya tersebut dan hanya melakukan pengobatan ke puskesmas terdekat dengan jaminan KIS. Meskipun rutin berobat, tak ada kemajuan sama sekali mengenai kesehatannya dan sekarang ia hanya bisa pasrah. Bu Tikah tinggal bersama satu anaknya karena anaknya yang lain sudah meninggal dan ia juga tinggal bersama tiga cucu yang masih kecil dan ada yang duduk di bangku sekolah. Suami Bu Tikah sudah tiga tahun meninggal dan demi menyambung hidup, Bu Tikah bekerja sebagai pemasang kancing baju dengan upah seribu rupiah per baju. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan punya kesempatan untuk menjenguk Bu Tikah di rumahnya dan melihat sendiri keadaan Bu Tikah yang hanya bisa duduk di atas lantai. Santunan lanjutan pun disampaikan untuk membantunya berobat dan akomodasi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 960. Semoga Allah memberi kesehatan dan Bu Tikah segera pulih dari sakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu Atikah menderita lumpuh + reumatik


ECIN BINTI TAMAMI (63, Infeksi Paru Aktif). Alamat : Kp Cimuncang, RT 4/4, Desa Gunung Sari, Kec. Sukaratum Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Sudah tiga tahun, Bu Ecin menderita penyakit infeksi paru akut. Berawal dari rasa sakit di dadanya yang semakin menjadi dari hari ke hari. Semula, Bu Ecin masih bisa menahannya namun lama-kelamaan ia pun tumbang dan memaksakan diri untuk berobat ke puskesmas terdekat. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata Bu Ecin terkena infeksi paru aktif dan harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya untuk dirawat secara intensif namun Bu Ika menolak dan akhirnya hanya berobat di rumah. Beberapa hari setelah itu, Bu Ika tak sadarkan diri dan keluarganya pun membawanya ke RSUD dan dirawat inap selama 5 hari. Bu Ika sekarang hidup menjanda dengan satu anak dan hanya bergantung pada belas kasihan tetangganya karena kini ia sudah tidak bisa bekerja. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan pada Bu Ecin untuk biaya berobat dan akomodasi. Kondisi terkini, Bu Ecin kembali memburuk dan harus berobat lagi ke rumah sakit. Semoga penyakit Bu Ecin segera diangkat oleh Allah dan diberi ketabahan yang luas. Aamiin. Sebelumnya ada di Rombongan 923.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 19 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu Ecin menderita infeksi paru aktif


IMAS KARTINI (29, Anemia Hemolitik). Alamat: Kp. Cigadog RT 4/1, Desa Cigadog, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Imas sudah menjalani proses pengobatan yang cukup panjang, sejak dari Puskesmas, RSUD Kabupaten Tasikmalaya, RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, dan terakhir dirujuk ke RSHS Bandung. Awalnya tanggal 1 Oktober 2014 Bu Imas mengalami sakit keras yang mengakibatkan tubuhnya lemas dan beberapa kali mengalami pingsan kemudian keluarganya membawa Bu Imas ke puskesmas terdekat. Semula dokter mendiagnosa Bu Imas hanya menderita penyakit maag dan memberinya obat maag sirup. Tanggal 9 Oktober2014 Bu Imas kembali berobat ke dokter, kali ini menurut dokter ia menderita kolik, hepatitis, dan penyakit lambung, dan ia pun diberi beberapa jenis obat yang harus diminum setiap hari dan diharuskan menjalani rawat jalan untuk memantau perkembangan penyakitnya. Karena perkembangan penyakitnya belum kunjung membaik, Bu Imas dirujuk ke RSUD Kabupaten Tasikmalaya, karena HB-nya menurun drastis, sampai 4,3. Ia kemudian dirawat inap selama 7 hari dan di sana ia diberi terapi pengobatan dengan beberapa jenis obat, infus, kemudian menjalani pemeriksaan rontgen dan tes darah. Karena kehabisan bekal, keluarganya membawa Bu Imas pulang paksa untuk menjalani perawatan di rumah, meskipun Bu Imas dirujuk ke RSHS Bandung dengan diagnosa Suspect AIHA. Menurut pihak RSUD Dr. Soekardjo, Bu Imas harus mendapatkan transfusi darah jenis WRC (Washed Red Cell) yang pemrosesannya belum bisa dilakukan di PMI Tasikmalaya, sehingga tranfusi darah tidak bisa dilakukan di Tasikmalaya. Kemudian Bu Imas dirujuk ke RSHS Bandung dengan diagnosa Anemia Hemolitik. Tanggal 25 Oktober 2016 Bu Imas kontrol dan menjalani transfusi darah di RSHS Bandung. Suaminya, Diki (48) sehari-harinya berjualan cilok keliling sempat putus asa dengan kelanjutan pengobatan Bu Imas apalagi ia masih punya tanggungan dua anak usia sekolah. Namun atas saran suster di RSHS, Pak Diki kemudian menghubungi kurir#SedekahRombongan untuk meminta bantuan.#SedekahRombongan pun kembali menyampaikan santunan lanjutan yang dipergunakan untuk biaya transportasi, dan biaya sehari-hari selama Bu Imas menjalani transfusi di RSHS Bandung. Semoga Bu Imas dapat terus melanjutkan pengobatannya dan segera diberi kesembuhan. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 937.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu Imas menderita anemia hemolitik


ALPI HUMAIRA (1, Kelainan Jantung). Alamat: Kp. Kebonjati RT 5/4, Desa Sukasukur, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Alpi adalah balita yang terlahir sehat walafiat tanpa kurang satu apapun, tapi sejak tiga bulan lalu Alpi sering terlihat sesak dan keluarganya membawa Alpi ke klinik terdekat. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata Alpi dideteksi mengalami kelainan jantung dan harus dirujuk ke RS SMC Rancamaya, Singaparna. Di RS, Alpi dirawat selama sepuluh hari tanpa jaminan kesehatan sehingga menghabiskan biaya jutaan rupiah. Beberapa bulan kemudian, Alpi kembali harus dirawat inap selama seminggu dan ternyata harus dirujuk lagi ke RS Harapan Kita di Jakarta. Orangtua Alpi, Agus (24) bekerja sebagai buruh tani dan mengurus sawah milik tetangganya, sedangkan ibunya Sinta (21) hanya seorang IRT dan tak bisa membantu perekonomian keluarga karena harus merawat Alpi. Mereka masih tinggal di rumah sempit milik mertua. Atas informasi dari salah satu keluarganya, kurir Sedekah Rombongan kemudian mengunjungi rumah Alpi dan melihat keadaannya lalu mengantarkan bayi yang belum genap satu tahun ini ke RS Harapan Kita dengan MTSR. Santunan pun diberikan untuk bekal selama di pengobatan. Semoga Alpi segera pulih dan bisa tumbuh menjadi anak yang bisa mengangkat derajat keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 22 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR @adiabdillah

Alpi menderita kelainan jantung


PANDU NIZAM AL AKBAR (3, Atresia Ani). Alamat : Dusun Dukuh Dawuhan, RT 4/8, Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Tanggal 5 Juni 2013 lalu, Pandu yang lahir di RS Saiful Anwar telah mengalami kelainan. Dokter telah mendiagnosis jika Pandu mengalami atresia ani atau dalam bahasa awamnya tidak memiliki lubang anus. Tim dokter akhirnya melakukan tindakan operasi kolostomi kepada Pandu dengan sepertujuan dari orang tua. Setelah dilakukan operasi, dokter menyarankan untuk menunggu Pandu menginjak umur 3 tahun untuk operasi pembuatan lubang anus. Seiring berjalannya waktu, Pandu yang sudah berumur 3 tahun telah dijadwalkan untuk dilakukannya tindakan operasi. Alhamdulillah, pada pertengahan Bulan April Pandu telah menjalani operasi pembuatan anus dan operasinya berjalan sangat lancar. Pandu adalah putra ke 2 dari Bapak Mulyono (36) dan Ibu Ita (32). Bapak Mulyono sebagai tulang punggung keluarga bekerja sebagai manol atau tukang angkat yang memiliki pendapatan yang sangat sedikit dan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Sedangkan kakak Pandu masih duduk di bangku sekolah dan Pandu juga membutuhkan biaya untuk berobat. Karena tidak adanya biaya, pengobatan yang dijalani Pandu sempat terhenti selama 1 tahun karena jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Kelas I yang dimiliki tidak aktif. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan yang dipertemukan dengan Pandu akhirnya dapat menjalani pengobatannya kembali. Bantuan yang diberikan kepada Pandu pada bulan ini telah digunakan untuk biaya rawat inap, iuran BPJS, kebutuhan saat masuk rumah sakit, membeli pampers dan susu. Keluarga Pandu mengucapkan banyak terima kasih kepada Sedekah Rombongan dan Sedekaholics atas bantuan yang diberikan. Semoga Pandu akan selalu diberikan kesehatan dan dilancarkan jalan kesembuhannya. Amiin

Jumlah Bantuan: Rp. 5.239.500,-
Tanggal : 27 April 2017
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria @m_rofii11

Pandu menderita atresia ani


SRIHANA BINTI WARNI (57, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Dusun Besole, RT 1/4, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Pada awalnya Ibu Srihana sudah mengetahui bahwa ada benjolan kecil pada payudara sebelah kiri beliau. Karena tidak terasa sakit, Ibu Srihana pun menghiraukan benjolan itu. Seiring berjalannya waktu, benjolan itu menjadi bertambah besar dan pada akhirnya benjolan tersebut meletus. Akibat dari kejadian tersebut bekas benjolan itu pu mengeluarkan cairan dan terasa sangat sakit. Pada Februari 2017 Ibu Srihana dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan beliau menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang. Ibu Srihana akhirnya menjalani pengobatan di RS Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk proses yang lebih intensif. Keadaan Ibu Srihana saat ini sangat lemah dan payudara kiri beliau seperti membengkak berwarna merah kehitam hitaman. Setelah menjalani beberapa konsul ke dokter onkologi di RSSA, Ibu Srihana dijadwalkan menjalani kontrol pada Bulan April dan beliau mengkonsumsi obat dari dokter. Selang beberapa minggu, keluarga mengabarkan bahwa Ibu Srihana telah meninggal dunia karena kondisi badannya yang tiba-tiba melemah dan tidak sempat dibawa ke rumah sakit. Ibu Srihana yag tinggal berdua saja bersama suaminya Bapak Mukani (56) yang bekerja hanya sebagai kuli bangunan. Karena pendapatan yang sangat sedikit itu lah yang membuat Ibu Srihana tidak melakukan pengobatan sama sekali. Apa lagi Ibu Srihana tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun, sehingga beliau merasa sangat sulit untuk berobat. bantuan kali ini diberikan untuk santunan kematian Ibu Srihana. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan nomor 971. Semoga semua amal ibadah Ibu Srihana selama di dunia diterima Allah SWT. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 April 2017
Kurir : @FaizFaeruz Dirham @m_rofii11

Bu Srihana menderita kanker payudara kiri


SAIRIN BIN JUNI (62, Tumor Usus). Alamat : Dusun Gaprang II, RT 2/6, Desa Gaprang, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Pada Bulan Oktober 2016, Bapak Sairin tiba-tiba badannya tidak bisa bergerak dan sulit untuk berbicara. Putra beliau langsung membawa beliau ke RS Aminah untuk menjalani pengobatan. Setelah beberapa hari, kondisi Bapak Sairin sudah membaik dan telah diperbolehkan untuk pulang. Selain mengkonsumsi obat yang diberikan oleh rumah sakit, Bapak Sairin rutin menjalani pengobatan alternatif selama 1 bulan. Alhamdulillah kondisi beliau sudah sehat kembali, akan tetapi setiap bulannya harus kontrol ke dokter. Selang 1 bulan, Bapak Sairin merasa bagian perutnya sakit yang tak tertahankan, beliau pun mengaku sampai lemas karena tidak kuat menahan rasa sakitnya. Bapak Sairin pun dibawa lagi ke RS Aminah Blitar, setelah menjalani USG dan foto rongten dokter akhirnya mendiagnosis bahwa Bapak Sairin positif tumor usus. Beberapa hari kemudian, kabar sedih pun disampaikan putra beliau bahwa Bapak Sairin telah meninggal dunia. Bapak Sairin selama ini tinggal bersama putra, menantu dan seorang cucu yang masih duduk dibangku sekolah. Bapak Sairin dulu bekerja sebagai petani, akan tetapi setelah sakit beliau tidak bekerja lagi. Anak beliau sebagai kuli bangunan dengan pendapatan yang sedikit dan menantu yang hanya sebagai ibu rumah tangga, sedangkan cucu Bapak Sairin juga membutuhkan biaya untuk sekolahnya. Karena tidak adanya biaya lagi, akhirnya Bapak Sairin tidak melanjutkan pengobatannya lagi. Bapak Sairin juga tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun untuk berobat. Bantuan dari Sedekah Rombongan diberikan kepada Bapak Sairin untuk santunan kematian. Semoga semua amal ibadah beliau selama di dunia diterima Allah SWT. Amin

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 April 2017
Kurir : @FaizFaeruz Dirham @m_rofii11

Bu Sairin menderita tumor usus


SRI RAHAYU (41, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Jalan Tawangsari, RT 5/5, Desa Gempolan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Beliau merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang sejak tahun 2014. Awal mula beliau merasakan sakit pada di payudara sebelah kiri dan lambat laun semakin membesar sampai menimbulkan luka. Keluarga yang mengetahui kondisi tersebut akhirnya membawanya ke Rumah Sakit Amelia namun pihak rumah sakit menolak untuk menangani. Akhirnya Bu Sri dibawa ke RS Bhayangkara Kediri dan dilakukan operasi. Pada bulan ini Ibu Sri menjalani kontrol di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk pengambilan cairan pada paru-paru beliau. Alhamdulillah, penyedotan cairan pada paru-paru Ibu Sri berjalan lancer dan beliau juga sudah konsul dokter dari hasil PA, Ibu Sri jadwalkan kontrol lagi pada awal Bulan Mei. Saat ini beliau tinggal bersama suaminya Edi Nugroho (45) dan satu anaknya bernama Hilal (7). Sehari-hari Bapak Edi bekerja sebagai penjual buah keliling dengan penghasilan yang sedikit dan Bu Sri hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas II yang dimiliki Ibu Sri, sedikit meringankan bebannya dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang biaya transportasi dan kebutuhan obat yang belum masuk tanggungan BPJS menjadi kendalanya. Keluarga pun bertemu dan mengungkapkan kesulitan yang dihadapi kepada tim Sedekah Rombongan. Santunan kembali kurir sampaikan untuk perbaikan keadaan umum, membeli obat, iuran BPJS dan transportasi pulang pergi Kediri-Malang. Bantuan kepada Ibu Sri pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 985. Semoga Ibu Sri segera diberikan kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti dulu lagi. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 615.000,-
Tanggal : 29 April 2017
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria @m_rofii11

Ibu Sri menderita kanker payudara kiri


ALEX MANTUFANUAN (53, Stroke). Alamat: Tanah Merah RT 12/7 Kelurahan Penumpang, Kecamatan Tanjung Priok,  Kotamadya Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. Bang Alex begitu beliau disapa, bermula 1 tahun yang lalu tiba-tiba Bang Alex mengalami kekakuan di tangan dan kaki kirinya. Kemudian dibawa ke Klinik terdekat, dokter di klinik mengatakan jika bang Alex menderita Stroke. Karena keterbatasan biaya bang Alex tidak memeriksakan dirinya ke dokter, bang Alex cukup memeriksakan diri ke klinik terdekat. Sehari-hari bang Alex bekerja serabutan, sekarang saat kondisinya sedang sakit seperti ini bang Alex tidak bisa berbuat banyak. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bang Alex saat para pasien sedekah rombongan yang dirawat di RSUD Koja Tanjung Priuk banyak yang dibantu pengurusan surat-suratnya oleh bang Alex. Kemarin kurir sedekah rombongan berkunjung ke tempat bang Aex dan menyampaikan santunan untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 912. Bang Alex menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 2 Maret 2017
Kurir: @wirawiry  @harji_anis @untaririri

Pak Alex menderita stroke


PROS EKAWATI (35, Kanker Mata). Alamat : Jl. Kalibener, Gang 2, RT 4/2, Kelurahan Kranji, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala penyakit Ibu Pros berawal pada tahun 2012. Awalnya, tumbuh benjolan di mata kirinya. Benjolan tersebut kian membesar dan mengganggu penglihatan Ibu Pros. Setelah memeriksakan diri ke Rumah Sakit (RS) Banyumas, dokter mendiagnosis Ibu Pros mengidap kanker mata stadium 4 sehingga beliau harus melanjutkan dan menjalani serangkaian pengobatan di RS Sarjito dan RS Margono serta scan mata di Panti Rapih. Kini pengobatan Ibu Pros dirujuk ke RS Dharmais Jakarta untuk dilakukan tindakan operasi. Ibu Pros kembali mengungkapkan kesedihannya saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Penghasilan keluarga Bu Pros hanya mengandalkan suaminya, Selfanes (40) yang bekerja sebagai karyawan di suatu toko. Penghasilannya yang kecil hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah 3 orang anaknya. Biaya pengobatan Bu Pros dapat dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun beliau masih kesulitan untuk memenuhi biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit, mengingat jarak tempat tinggal beliau dan rumah sakit yang jauh. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dihadapi Ibu Pros, santunan kembali disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan983.Ibu Pros telah operasi pada 29 Maret 2017. Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan sedang menjalani perawatan pasca operasi. Semoga Ibu Pros segera diberikan kesembuhan sehingga dapat beraktivitas seperti semula. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.750.000,-
Tanggal : 14 April 2017
Kurir : @arfanesia @harji_anis @paulsyifa

Bu Pros menderita kanker mata


ALFA BINTANG ARDANI(2, Truncus Arteriosuss + Gizi Buruk + Tuna Netra). Alamat : RT 5/2, Dusun Glempang, Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Dik Alfa lahir dengan kondisi mata tidak dapat melihat. Saat lahir, ia pun tidak menangis dan warna mukanya berwarna kebiruan. Kedua orang tuanya segera membawa Dik Alfa ke Rumah Sakit (RS) Siti Aminah. Ia pun dirawat selama 12 hari di sana. Awalnya Dik Alfa didiagnosis menderita jantung bocor. Dari RS Siti Aminah, ia pun dirujuk ke RS Sardjito dan menjalani perawatan selama 12 hari di sana. Hasil pemeriksaan diketahui bahwa Dik Alfa menderita Truncus Arteriosus dan gizi buruk. Truncus arteriosus adalah kelainan jantung langka yang hadir saat bayi lahir (kongenital), yaitu hanya terdapat satu pembuluh darah besar pada bayi yang mengarah keluar dari jantung. Dokter menyarankan agar ia mengonsumsi obat seumur hidup karena faktor usia yang sudah terlambat sehingga tidak dapat dilakukan tindakan operasi terhadap Alfa. Mendengar hal tersebut, kedua orang tuanya berusaha mencari pengobatan lain di RS Harapan Kita. Dik Alfa adalah anak dari pasangan Fahrizal Anwar (25) dan Tri Ulfa Fadilah (27). Bapak Fahrizal bekerja serabutan dan penghasilannya kecil. Penghasilannya tersebut hanya mencukupi kehidupan sehari-hari keluarganya. Biaya pengobatan Dik Alfa dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Pengobatannya terkendala biaya akomodasi selama pengobatan ke rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Dik Alfa dan keluarga sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama pengobatannya. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan laporannya ada di rombongan 976. Sudah 21 Dik Alfa dirawat di RS Sardjito karena kondisi kesehatannya menurun dan sesak nafas. Semoga pengobatan yang dijalani Dik Alfa dapat berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @arfanesia @atinlelyas @paulsyifa

Alfa menderita truncus arteriosuss + gizi buruk + tuna netra


SUMINAH BINTI ARSADIMEJA (60, Ca Cervix). Alamat : Jl. Sersan Sadiman, RT 2/3, Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala penyakit yang diderita Ibu Suminah berawal pada tahun 2015. Beliau mengalami keputihan dan mengeluarkan banyak lendir berwarna kebiruan dari saluran kemaluannya. Beliau segera memeriksakan diri ke Rumah Sakit Tentara (RST) Wijaya Kusuma Purwokerto. Hasil pemeriksaan menunjukkan ada bintik-bintik kecil di leher rahimnya. Beliau juga sempat mengalami pendarahan. Karena takut dan saat itu belum memiliki jaminan kesehatan, maka Ibu Suminah memilih untuk menjalani pengobatan alternatif dan mengkonsumsi obat herbal. Pada pertengahan Desember 2016, kondisinya semakin menurun. Keluarganya segera membawa Ibu Suminah untuk berobat ke Rumah Sakit (RS) Margono. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau menderita kanker leher rahim (ca cervix) stadium 3. Kini beliau menjalani kemoterapi di RS Margono. Beliau juga masih sering mual, muntah dan pinggangnya terasa sakit. Suaminya, Sumargo (61) bekerja sebagai buruh haruan lepas yang berpenghasilan kecil. Biaya pengobatan Ibu Suminah dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Pengobatan beliau masih terkendala biaya pembelian popok dewasa (pampers).Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Ibu Suminah sehingga santunan dapat disampaikan untuk membantubiaya pembelian popok dewasa (pampers). Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 950. Ibu Suminah tidak dapat melanjutkan kemoterapi karena kondisi ginjalnya yang tidak kuat. Kini beliau sedang menjalani radioterapi di RS Margono. Semoga Ibu Suminah segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @paulsyifa

Bu Suminah menderita ca cervix


NARSEM BINTI TAWIRAJI (65, Kanker Payudara Kiri). Alamat : RT 2/4, Desa Kalikidang, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala penyakit yang dialami Ibu Narsem berawal dari tumbuhnya benjolan sebesar kelereng di payudara sebelah kirinya. Keluarga Ibu Narsem segera membawanya berobat ke Rumah Sakit (RS) Wiradadi Husada. Benjolan di payudara kiri Ibu Narsem semakin membesar, sehinggabeliau memeriksakan diri ke RS Bunda pada tahun 2013. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau menderita kanker pada payudara kirinya dan dokter menyarankan agar segera dioperasi. Namun karena Ibu Narsem takut dan terkendala biaya, beliau tidak bisa melaksanakan operasi sehingga hanya melakukan pengobatan alternatif dan minum jamu tradisional. Pada 20 Desember 2016, kondisi Ibu Narsem turun sehingga dilarikan ke RS Banyumas. Dokter kemudian merujuk RS Sardjito untuk melanjutkan pengobatan beliau. Ibu Narsem adalah istri dari Pono Nawiarto (48). Bapak Pono bekerja membuat tahu dan Ibu Narsem yang menjualnya di pasar. Penghasilan keluarga yang hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari tersebut, kini semakin berkurang semenjak Ibu Narsem sakit. Kini biaya pengobatan beliau dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS non PBI kelas II yang dimilikinya. Namun beliau masih kesulitan mencari dana untuk biaya transportasi ke rumah sakit dan obat yang tidak dalam jaminan BPJS.  Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Narsem, sehingga dapat kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya obat dan transportasi selama pengobatannya. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 964. Kini Ibu Narsem masih rutin menjalani kemoterapi di RS Sardjito. Semoga Ibu Narsem segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 April 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @paulsyifa

Bu Narsem menderita kanker payudara kiri


KIRANA DERMAWAN (2, Kanker Kaki Kanan). Alamat : RT 6/3, Desa Kedondong, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dik Kirana memiliki benjolan di kaki kanannya sejak ia lahir. Orang tuanya langsung memeriksakan Dik Kirana ke Rumah Sakit (RS) Margono. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Dik Kirana menderita tumor ganas pada kaki kanannya dan harus segera diamputasi. Mendengar hal tersebut, orang tuanya langsung mengupayakan pengobatan ke RS Sardjito. Dik Kirana pun menjalani pengobatan secara radioterapi di RS Sardjito dan RS Margono. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tumor pada kaki kanan Dik Kirana sudah berubah menjadi kanker dan sudah menjalar ke pembuluh darahnya. Menurut dokter, jika dilakukan tindakan operasi ada resiko cedera otot dan sel kankernya pun tidak dapat diangkat semua. Dokter pun menyarankan untuk mengamputasi kaki kanan Dik Kirana.Ayah Dik Kirana, Sugeng Prayitno (32) bekerja sebagai penjual bakso keliling dan sesekali berjualan burung dara di pasar, sedangkan ibunya, Lajar Tri Mulyani (30) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Pak Sugeng yang kecil hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama kedua anaknya yang masih kecil. Biaya pengobatan Dik Kirana dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan masih menjadi kendala baginya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Kirana. Santunan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 971. Kini Dik Kirana sudah selesai mnejalani kemotrapi dan radioterapi, namun tumor masih juga tumbuh. Ia sedang menunggu keputusan dokter untuk tindakan amputasi. Semoga Dik Kirana segera sembuh, dapat tumbuh sehat dan membanggakan orang tuanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 April 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @paulsyifa

Kirana menderita kanker kaki kanan


SARYANTO BIN AHMADI (52, Syaraf Terjepit). Alamat : RT 1/8, Dusun Prapas, Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Saryanto beberapa kali mengalami kecelakaan kerja, beliau jatuh dan pingsan. Hal tersebut menyebabkan beliau mengalami tulang punggungnya cidera. Pada tahun 2014, sakit pada tulang punggungnya kian menjadi. Beliau tidak dapat beraktifitas dan hanya terbaring di tempat tidur. Keluarganya membawa Bapak Saryanto berobat ke Rumah Sakit (RS) Margono. Hasil pemeriksaan menunjukkan beliau menderita sakit syaraf terjepit dan disarankan untuk segera dioperasi. Bapak Saryanto telah melaksanakan operasi pada 27 Desember 2016. Alhamdulillah operasi berjalan lancarr. Bapak Saryanto diharuskan menjalani terapi sinar rutin dan kontrol pasca operasi di RS Margono. Sebelum sakit, Bapak Saryanto bekerja sebagai buruh serabutan. Istrinya, Sarmini (46) membantu mencari nafkah dengan bekerja sebagai buruh juga. Penghasilan keduanya yang kecil hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama anaknya yang masih kecil. Biaya pengobatan Bapak Saryanto dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun beliau masih kesulitan dana untuk membiayai transportasi dan akomodasi selama pengobatan di RS Margono yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggalnya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan beliau. Santunan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan di rumah sakit. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 940. Kini luka bekas operasi beliau sudah mengering dan sudah dapat duduk agak lama. Semoga pengobatan Bapak Saryanto berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan agar dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 April 2017
Kurir : @arfanesia @misterrmoo @paulsyifa

Pak Saryanto menderita syaraf terjepit


RAMA FABIAN PURWANEGARA (12, Tumor Otak). Alamat: Jl. Lensapura, RT 6/1, Desa Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang dialami Dik Rama berawal pada Juli 2015. Dik Rama mengeluhkan matanya yang sakit dan penglihatannya yang kabur. Kedua orang tuanya segera memeriksakan Dik Rama ke balai pengobatan mata di Jl. Kamandakan Purwokerto. Awalnya, Dik Rama didiagnosis menderita pembengkakan saraf mata. Dokter juga menyampaikan bahwa untuk kasus Dik Rama dapat diobati dengan terapi secara rutin. Namun karena kendala biaya, Dik Rama tidak menjalani kontrol rutin selama dua bulan sehingga penglihatannya sering kabur. Setelah diperiksakan ke Katarak Centre, dokter spesialis mata mendiagnosis ada tumor di otak Dik Rama. Pengobatan Dik Rama dilanjutkan di Rumah Sakit (RS) Margono Purwokerto.Penghasilan Ayah Dik Rama, Suhendar (38) hanya cukup untuk makan dan biaya sekolah. Keluarga Dik Rama masih tinggal bersama kakeknya, Tn. Adbul Aziz seorang porter angkut barang di terminal purwokerto yang penghasilan hariannya sekitar 30-50 ribu. Biaya pengobatan Dik Rama dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun proses pengobatannya masih terkendala biaya hidup selama perawatan pasca operasiDik Rama di RS Margono.  Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Rama. Santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya hidup selama perawatan pasca operasi Dik Rama. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 971. Dik Rama sudah menjalani operasi pengangkatan tumor di otaknya pada tanggal 13 April 2017 di RS Margono. Setelah operasi, ia sempat masuk ruang ICU (intensive care unit) karena ada gangguan pada salah satu syarafnya dan sempat mengalami pendarahan di otak. Kini ia sudah 2 pekan dirawat karena demam yang tidak kunjung turun dan perlu pemantauan yang intensif. Semoga Dik Rama diberi kesabaran dalam menghadapi penyakitnya dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 April 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @sirheywarex @paulsyifa

Rama menderita tumor otak

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 NUR HALIMA 1,000,000
2 BEDJOE ARYO SAPUTRO 2,100,000
3 MUHAMMAD DASTAN FIRMANSYAH 500,000
4 MAS’UD BIN ABDULLAH 1,000,000
5 SANGIN BIN SUEB 1,000,000
6 SANTIH BINTI KIMANG 500,000
7 MINGGU BIN BANI 500,000
8 LINA PAULINAH 500,000
9 YULIANTI BINTI ABDULLAH 500,000
10 LENA DIANA 500,000
11 QUEEN MALIKA AZZAHRA 1,000,000
12 SHAKILLA ZAHRANY 500,000
13 ALIM BIN NISAM 1,000,000
14 RIANTO ALPIANDI 500,000
15 KISREM BINTI TA’AD 500,000
16 RAHMAT KARTOLO 1,000,000
17 SUPRATMAN BIN SURYAT 1,000,000
18 FATIMAH RAHAYU 750,000
19 TITA NURMALA 1,000,000
20 NASUR BIN MAR’AT 750,000
21 ERIKA AULIA NATASYA 750,000
22 SITI ROHMAH 750,000
23 IMIN BINTI NOON 500,000
24 EEN PRIHATIN 500,000
25 NENGSIH BINTI ISAH 1,000,000
26 SIDQIA NURSILFA SYABANI 500,000
27 SARJI BIN UNIM 750,000
28 KOKOS KOMARUDIN 500,000
29 SADRINA ALANA FAUZIYAH 2,000,000
30 RASYA NURYAMAN PUTRA 500,000
31 UKA BINTI ENDONG 500,000
32 NASILEM BINTI SYAMSU 500,000
33 IDOH BINTI SUKAEJI 500,000
34 SITI NURJANNAH 500,000
35 SUNARTO NANDIYAMAN 500,000
36 FAIRUS SAFANA 500,000
37 ATIKAH BINTI DAMINI 500,000
38 ECIN BINTI TAMAMI 500,000
39 IMAS KARTINI 500,000
40 ALPI HUMAIRA 500,000
41 PANDU NIZAM AL AKBAR 5,239,500
42 SRIHANA BINTI WARNI 1,000,000
43 SAIRIN BIN JUNI 500,000
44 SRI RAHAYU 615,000
45 ALEX MANTUFANUAN 1,000,000
46 PROS EKAWATI 2,750,000
47 ALFA BINTANG ARDANI 750,000
48 SUMINAH BINTI ARSADIMEJA 500,000
49 NARSEM BINTI TAWIRAJI 500,000
50 KIRANA DERMAWAN 500,000
51 SARYANTO BIN AHMADI 1,000,000
52 RAMA FABIAN PURWANEGARA 1,000,000
Total 44,204,500

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 44,204,500,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 991 ROMBONGAN

Rp. 49,966,122,773,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


One Response to Rombongan 991

  1. noname

    saya tidak kenal dengan anak ini, tetapi saya nonton dari hitam putih tayangan 4 mei 2017, dia bersekolah di SMA N 11 Yogyakarta kelas 2, rumahnya di kontrakan di dekat kali code, bisa lihat tayangannya disini https://www.youtube.com/watch?v=BP_8N7FbZWM&t=329s
    semoga team sedekah rombongan di jogja mau membantu sdikit mengurangi beban ibunya yang hanya berjualan kue. terima kasih