Rombongan 989

Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan kecuali ia bertambah,bertambah dan bertambah.
Posted by on April 26, 2017

MULYADI BIN SUMINI (46, Lumpuh). Alamat : Jl. Pahlawan Barat, RT 13/6, Desa Purwamekar, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Tiga tahun lalu Pak Mulyadi mengalami kecelakaan motor di daerah Cibening Purwakarta, akibat dari kecelakaan tersebut sangat parah karena Pak Mulyadi harus mengalami patah tulang juga ada beberapa syaraf yang putus. Dulu Pak Mul masih bisa melakukan ikhtiar pengobatan dimana-mana, namun selama kurang lebih satu setengah tahun ke belakang hartanya pun habis digunakan untuk berobat. Tak hanya itu, di tengah ujian sakit yang diderita, pak Mul juga harus kehilangan istri tercinta yang meninggal dunia. Maka kini Pak Mul hanya diurus oleh ibunya yang juga sudah renta, bahkan untuk berjalan pun sulit, namun ibunya penuh sabar merawat Pak Mul. Keduanya sudah tidak mampu bekerja, olehnya mereka hanya mengandalkan pemberian dari tetangga sekitar. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kami kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Mul dan ibu. Kami menyampaikan tutupan dari para sedekaholics untuk biaya hidup sehari-hari, semoga Allah segera menyembuhkannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis Ligar

Pak Mulyadi menderita lumpuh


RIPAH BINTI ARIP (28, Lumpuh Layu). Alamat : Kp. Krajan, RT 8/3, Desa Cileunca, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sejak umurnya masih 4 bulan ia sering mengalami demam tinggi yang disertai kejang-kejang. Selama bertahun-tahun Ripah mengalami hal tersebut, namun ibunya hanya membawa ia ke puskesmas setempat dan orang pintar di desanya. Hal tersebut juga terjadi pada kakak Ripah, keduanya sering mengalami demam tinggi dan kejang-kejang sejak kecil. Kini Ripah tumbuh menjadi besar, namun dengan kondisi lumpuh dan badan yang layu. Dengan penuh kasih saying, selama 28 tahun ini Ripah dirawat oleh ibunya. Hanya saja ibunya sering merasa keberatan saat Ripah harus buang air besar dan kecil di tempat tidurnya, karena ayahnya tak mampu membelikan ia pampers. Maklum saja, ayahnya merupakan buruh tani yang memiliki penghasilan seadanya. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kami kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ripah dan keluarga. Kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya hidup sehari-hari, semoga Allah karuniakan keberkahan hidup kepada keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Sutraeni

Bu Ripah menderita lumpuh layu


LILI PADLI (60, Tumor Tonsil). Alamat : Jl. Taman Pahlawan, RT 12/5, Desa Purwamekar, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Tepatnya dua tahun lalu, Pak Lili merasakan ada benjolan di sekitar lehernya, benjolan tersebut terasa sakit, lalu ia pun memeriksakan diri ke puskesmas. Kala itu dokter hanya mendiagnosa radang tenggorokan, namun semakin lama semakin sakit dan membengkak. Ia pun kemudian memeriksakan diri ke RSUD Purwakarta, setelah melakukan serangkaian pemeriksaan ia didiagnosa mengidap penyakit tumor tonsil dan harus segera dirujuk ke RSHS Bandung. Kini ia sedang menjalani kemotherapy untuk yang ketiga kali. Semenjak ia sakit tentunya menyebabkan ia kesulitan untuk bekerja dan tak memiliki penghasilan untuk biaya hidup dan akomodasi ke RSHS Bandung. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kami kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Lili. Kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan dan biaya hidup sehari-hari. Namun Allah berkehendak lain, Pak Lili meninggal dunia. Semoga Allah menerima semua amal ibadahnya, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis Ligar

Pak lili menderita tumor tonsil


DODOH SRI RAUDHOH (22, Kanker Mulut). Alamat : Kp. Sukaati, RT 6/2, Desa Pangkalan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Dodoh akrab kami memanggil ibu muda ini, ia merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak Januari 2017 lalu, awalnya ia merasakan sakit pada gigi bagian depan disertai bengkak pada gusi. Hal tersebut ia abaikan, karena merupakan hal biasa yang sering ia rasakan. Tak dinyana, selama kurun waktu 3 minggu bengkak tersebut semakin membesar disertai dengan keluarnya nanah dan darah. Ia kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas setempat, lalu dirujuk untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA). Di Rumah Sakit tersebut ia menjalani proses rontgen dengan diagnosa kanker mulut. Ia pun harus memakai selang NGT, karena minuman dan makanan sudah tidak bisa masuk lewat mulutnya. Hasil rontgen mengharuskan Teh Dodoh untuk melanjutkan pemeriksaan penyakitnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sudah sekitar 10 hari Teh Dodoh menjalani proses pemeriksaan penyakitnya di RSHS Bandung memakai fasilitas kesehatan berupa BPJS PBI, ia baru melakukan cek laboratorium pada jantung dan paru. Dengan kondisi hamil tua, yakni 7 bulan Teh Dodoh berjuang melawan penyakitnya dengan sabar dan ikhlas. Qadarullah, ia pun melahirkan bayi pertamanya dengan berat 1,7 Kg dan dalam keadaan premature, bayinya tersebut sementara harus menjalani proses inkubasi di Rumah Sakit. Suaminya Badrudin (25), sementara ini tidak bisa bekerja karena harus menemani istrinya di Rumah Sakit. Maka dari itu, ia sangat membutuhkan uluran bantuan untuk membiayai proses pengobatan istrinya tersebut. Dengan ijin Allah, kami kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Teh Dodoh dan keluarga. Kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk meringankan biaya akomodasi Teh Dodoh selama menjalani proses pengobatan di Rumah Sakit, bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 981. Teh Dodoh telah menjalani proses operasi awal maret lalu, operasi tersebut membuat rahangnya harus diambil, dan sudah menjalani proses pemasangan rahang di awal april kemarin. Pasca operasi kebutuhan Teh Dodoh sangat banyak, mulai dari pembelian obat yang tidak tercover BPJS dan pembelian alat penyedot dahak otomatis yang menggunakan mesin. Mari doakan bersama, agar Allah segera mengangkat penyakit yang ada pada tubuh Teh Dodoh.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis

Bu Dodoh menderita kanker mulut


ASRI AGUSTIN (15, Susp. Penyakit Kulit dan Sembelit). Alamat: Kampung Pangeteran RT 4/13, Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Penyakit kulit yang diderita Asri mulai terasa sejak ia duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar. Pada mulanya di wajah Asri timbul bintk-bintik yang mirip dengan bisul kecil. Seiring perjalanan waktu, bintik-bintik itu semakin lama semakin banyak, menyebar, dan menyiksa karena menimbulkan rasa gatal yang hebat. Selain itu, ia juga cukup lama mengalami gangguan pada pencernaan. Sayang, Asri belum pernah memeriksakan penyakitnya ke dokter karena tidak ada biaya dan jauhnya tempat tinggal Asri –ia dan keluarganya tinggal di kampung, di daerah pegunungan. Bersama ayahnya, Asri numpang di rumah neneknya yang juga sedang sakit. Ayahnya, meskipun sehat, tidak dapat membiayainya berobat. Penghasilannya sebagai buruh bangunan dan kerja serabutan tidak mencukupi kebutuhan dasar hidup mereka. Meskipun demikian, ayah Asri terus berusaha menyekolahkan anaknya padahal ongkos ke sekolah menghabiskan sekitar Rp.150.000,- per minggu. Kehidupan keluarga dhuafa ini serba sulit dan sangat memerlukan bantuan. Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mereka juga membutuhkan bantuan untuk berobat di tengah tingginya biaya transportasi karena akses dari rumah ke pusat kesehatan yang jauh dan sulit ditempuh. Untuk memenuhi kebutuhan mereka, selain dari penghasilan ayah Asri yang tak mencukupi itu, juga diperoleh dari bantuan warga dan jemaah pengajian yang datang memberi santunan. Atas kehendak Allah SWT, informasi mengenai kesulitan yang dialami Asri dan keluarganya akhirnya sampai kepada kurir Sedekah Rombongan. Berempati atas kesulitan yang dialami Asri dan keluarganya, sedekaholics #SR kemudian memberi mereka bantuan yang disampaikan kurir #SR di rumah sederhana itu, yang digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat serta biaya sehari-hari. Pada bulan Agustus 2016, kurir #SR kembali mendapat kabar bahwa penyakit Asri semakin bertambah, dengan muncul benjolan-benjolan berair sampai ke bagian wajahnya. Pada kunjungannya yang kedua itu, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan dari sedekaholik berupa uang untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat ke rumah sakit di kota. Asri harus menjalani kontrol rutin ke RSUD Ujungberung Kota Bandung, oleh karena itu, pada November 2016 dan Februari 2017 kurir #SR rutin menjenguk Asri untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Ia belum dinyatakan sembuh dan masih harus berobat ke rumah sakit. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholik, pada April 2017 Sedekah Rombongan dapat kembali memberinya bantuan lanjutan untuk Asri Agustin, yang akan digunakan untuk biaya transportasi berobat. Bantuan diberikan di rumah saudara yang membantunya berobat di Kota Bandung. Semoga bantuan para dermawan ini menjadi berkah bagi semua dan membawa kesembuhan, khusunya bagi Asri. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 954.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin  @azepbima @hengkisenandika @lisdamojang

Asri menderita susp. penyakit kulit dan sembelit


NENI SURYANI (35, Retak Tulang Pinggang + Urat Terjepit). Alamat: Kampung Padarame RT 1/5, Desa Sukaharja, Kecamatan Sariwangi, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Penderitaan Ibu Neni dialaminya sejak bulan November 2016. Sejak melahirkan anak yang ke-6, ia merasakan pingganggnya sakit dan ia tidak bisa bangun dari tidurnya. Sejak itu ia bisa terbaring di kamarnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter di RSUD Rancamaya, ia dinyatakan mengalami retak tulang pinggang da nada uratnya yang terjepit. Dokter rumah sakit pun memberikan surat rujukan agar ia menjalani pemeriksaan dan pengobatan lanjutan ke RSHS Bandung. Akan tetapi, karena factor ekonomi, suami dan keluarganya yang miskin tidak bisa membawanya berobat. Suami Ibu Neni, Bpk. Enjang, tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia bekerja serabutan dan sesekali bekerja sebagai kuli bangunan kalau ada yang mengajaknya bekerja ke kota. Ibu Neni dan Bpk. Enjang memiliki enam orang anak yang masih kecil-kecil. Mereka tinggal di rumah yang sangat sederhana, yang banguannya belum selesai. Setelah selama empat bulan terbaring dalam kepasrahan, kabar tentang penderitaannya sampai kepada Kurir Sedekah Rombongan di Bandung melalui saudaranya yang tinggal di Bandung. Syukur Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung ke rumah Ibu Neni untuk melihat keadaannya. Dari hasil kunjungan Kurir #SR itu diketahui bahwa Ibu Neni dan keluarganya adalah keluarga dhuafa yang benar-benar memerlukan uluran tangan demi membantu pengobatan Ibu Neni dan meringankan beban hidup keluarganya. Pada kesempatan itu pula, alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan segera memberikan bantuan uang, titipan dari para Sedekaholik #SR yang berempati atas penderitaannya. Selain itu, Kurir #SR memberi pendampingan mengurus kembali surat rujukan dari rumah sakit dan dari BPJS setempat agar Ibu Neni dapat segera dibawa berobat ke RSHS Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin  @azepbima  @lisdamojang  @cincin  Abdi Abdillah

Bu Neni menderita retak tulang pinggang + urat terjepit


MTSR KARAWANG (T 9959 DA, Biaya Operasional Bulan Februari 2017). Sejak 29 Januari 2017, Sedekah Rombongan Karawang dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Selama beroperasi mengantarkan pasien yang harus dirujuk dari PPK 1 ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karawang maupun ke Rumah Sakit rujukan di Bandung dan Jakarta, tentu saja MTSR membutuhkan tenaga prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan Sedekah Rombongan maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Karawang. Alhamdulillah Sedekah Rombongan telah menyampaikan biaya operasional bulan Februari 2017. Biaya operasional digunakan untuk membeli BBM, tiket tol, parkir dan membayar biaya service mobil rutin demi menjaga kondisi mobil selalu dalam keadaan prima. Semoga MTSR Karawang akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Kabupaten Karawang dan sekitarnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @etydewi

Biaya operasional bulan Februari 2017


YANTI NOVIANTI (38, Maag Kronik + Pendarahan di Telinga). Alamat: Kampung Cihanjawar RT 3/5, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pada pertengahan Februari 2017, Teh Yanti –begitu panggilan sehari-harinya—mengalami kecelakaan di rumahnya kepalanya terbentur pintu sehingga telinga kanannya berdarah. Selama beberapa waktu pedagang warungan itu tak sadarkan diri. “Malam itu juga dia kemudian dibawa periksa ke IGD RSUD Soreang. Setelah mendapatkan pemeriksaan istri saya diperolehkan ulang dan dianjurkan untuk datang lagi ke oli THT RSUD Soreang,” kata suaminya, Pak Cecep (47), saat menjelaskan kronologis kejadian yang menima Teh Yanti yang mengakibatkan dia tak bisa beraktivitas seperti biasa. Pak Cecep juga menambahkan bahwa beberapa hari setelah kejadian, Teh Yanti dibawa periksa lagi ke Poli THT. Ia juga sempat diperiksa di Poli Dalam RSHS Soreang karena ia mengeluhkan sering merasakan sakit di bagian perut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, diduga gendang telinganya pecah dan ia mengalamimag mag kronik. Selama berobat ke rumah sakit, ia didaftarkan sebagai asiern umum karena ia tidak memiliki jaminan kesehatan. Saat dijumpai kurir Sedekah Rombongan di rumahnya, ia hanya bisa terbaring tak berdaya. Teh Yanti dan keluarganya layak mendapatkan bantuan untuk bisa menghadapi musibah sakit yang dia alami di saat kondisi  ekonomi keluarganya sedang terpuruk. “Tanggungan keluarga kami ada empat anak. Cukup berat kami memenuhi kebutuhan keseharian, apalagi istri sakit.” Tambah suaminya. Dengan empati sedekaholics, alhamdulillah, Sedekah Rombongan telah memberi mereka bantuan untuk biaya pembuatan kartu BPJS Kelas 3 dan biaya sehari-hari sehingga Bu Yanti bisa melanjutkan pengobatannya ke RSUD Soreang. Bersyukur MTSR Bandung dapat mengantarnya menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Pada pertengahan April 2017 kurir SR di Bandung menjenguk lagi Bu Yanti an keluarganya. Ia masih memerlukan bantuan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholik, kembali Sedekah Rombongan menyampaikan Santunan Kedua untuk Ibu Yanti Novianti yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Semoga sedekah ini membawa kebaikan bagi para dermawan dan membuka kesembuhan bagi Ibu Yanti Novianti. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 962. Aamiiin.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal:  15 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Bu Yanti menderita maag kronik + pendarahan di telinga


YETI HERMAWATI (28, Tumor pada Tulang Kaki Kanan). Alamat :  Kampung Munjul RT 6/6, Dusun Munjul, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2015 Teh Yeti –panggilan sehari-harinya—mengalami kecelakaan kecil terjatuh di halaman rumah orang tuanya. Dia bersama suaminya, Pak Apep K (40) dan kedua anaknya memamg masih tinggal bersama orangtuanya karena belum punya rumah sendiri. Semuala ia tidak begitu menghiraukan akibat jatuhnya itu, tetai karena ada pembengkakan di kaki kanannya, ia kemudian memeriksakannya ke tukang pijit di kampungnya. Berkali-kali keluarganya membawanya berobat secara alternatif, tetapi dari hari ke hari benjolannya semakin membesar. Berbagai upaya penyembuhan alternatif nonmedis pun dilakukan. Setelah lama berobat dan tak kunjung sembuh, akhirnya mereka memutuskan berikhtiar secara medis dan membawanya periksa berkali-kali ke dokter praktek. Dokter menduga benjolannya itu tumor yang menyerang tulang kaki kanannya dan menyarankan untuk menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Berbekal Jaminan Kesehatan KIS PBI, Teh Yeti kemudian diperiksakan ke Puskesmas Cipaku dan Rumah Sakit Daerah di Ciamis; di RSUD ini ia sempat dirawat satu malam. Berasarkan hasil rontsen, ia diduga teserang penyakit osteosarcoma. Tim medis RSUD Ciamis akhirnya merujuk pemeriksaannya ke RSHS Bandung. Atas informasi dari saudaranya di Bandung, ia diarahkan untuk menemui kurir Sedekah Rombongan di RSSR Bandung. Pada 13 Desember 2016 Teh Yeti tiba di RSSR Bandung untuk melanjutkan ikhtiarnya di Kota Kembang. Semua tahapan diagnosa awal di RSHS Bandung sudah ia jalani. Hampir dua bulan ia tinggal di RSSR Bandung, meninggalkan kedua anaknya– yang satu masih usia Sedokah Dasar dan yang satu lagi masih menyusui. Di RSHS Bandung ia bahkan mendapatkan pemeriksaan RMI. Hasil Patology Anatomy menyimpulkan bahwa Teh Yeti menderita Low grade chondro sarcoma (sejenis tumor di tulang). Ia harus menjalani kemo mulai pertengahan Februari 2017. Teh Yeti dan suaminya layak mendapatkan bantuan agar ia semakin tegar menghadapi musibah yang dialaminya. “Kami sudah kehabisan biaya. Pekerjaan saya sebagai buruh di perusahaan konveksi rumahan kini harus ditinggalkan,” kata suaminya. Alhamdulillah, harapan mereka terkabulkan. Dengan empati sedekaholics, pada awal Februari 2017 kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan awal untuk Ibu Yeti Hermawati dan suaminya yang sedang menjalankan perintah Allah SWT: berikhtiar untuk meraih kesembuhan. Setelah menjalani berbagai tahapan pemeriksaan, Teh Yeti sempat dirawat selama seminggu kini dan mendapatkan tindakan kemoterapi Ke-1 dari 6 kali kemoterapi yang dijadwalkan. Teh Yeti dan keluarganya masih memerlukan bantuan untuk terus berobat. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholik, kembali Sedekah Rombongan memberinya Santunan Kedua yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi, memeli obat, dan biaya sehari-hari. Semoga sedekah para dermawan ini membawa keberkahan dan ijabah kesembuhan. Aamiin. Bantuan sebelum ini tercatat  di Rombongan 958.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 17 Aril 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @widi_cincin

Bu Yeti menderita tumor pada tulang kaki kanan


DIAN HAERANI (46, Gagal Ginjal + Ca Servik). Alamat : Kampung Parung Bitung, RT 2/3, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Teh Dian –begitu panggilan kesehariannya– mulai merasakan ada kelainan pada perutnya pada awal tahun 2016: dari hari ke hari ia merasakan adanya pembengkakan di perut. Berbagai ikhtiar penyembuhan dia lakukan ditemani ibunya, Bu Pipih Sopiah (64), yang dengan tekun terus memotivasinya. Suaminya telah lama menghadap Allah Swt, meninggalkan tiga anak yang masih belum dewasa. Walaupun beban hidupnya kerap berat ia rasakan, janda pendiam itu sangat bermangat tuk berobat. Beberapa dokter praktek pun sempat mereka coba datangi untuk konsultasi, pemeriksaan, dan pengobatan, tetapi penyakitnya tak kunjung sembuh. Akhirnya, berbekal Jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS – PBI), ibunya memeriksakan Teh Dian ke Puskesmas Cipeuyeum dan RSUD Sayang Kabupaten Cianjur. Hasil diagnosa Tim medis di RSUD Sayang menyimpulkan bahwa Ibu Dian Haerani mengalami gagal ginjal dan mengharuskannya menjalani cuci darah tiga kali dalam seminggu. Setelah berbulan-bulan menjalani cuci darah di rumah sakit daerah, kondisinya tidak juga membaik sehingga penanganan medisnya dirujuk ke RSHS Bandung. Setelah menjalani berbagai pemeriksaan, tim medis di RSHS Bandung menduga kuat bahwa Teh Dian juga terserang kanker mulut rahim (Ca Servic). Di RSHS ia sempat tiga kali dirawat. Di rumah sakit rujukan pusat inilah Teh Dian dan ibunya bertemu dengan kurir #SR di Bandung, saat mereka kebingunan untuk  mencari temat tinggal karena mereka haus kontrol rutin dan perawatannya masih lama dan harus mereka jalani. Sejak pertengahan Januari 2017 Teh Dian dan ibunya tingal di RSSR Bandung. “Kami sudah kehabisan segalannya, padahal anak saya harus mengikuti pengobatan lain, yaitu 22 kali terapi sinar. Setiap hari kami harus ke RSHS. Terima kasih kami diterima di rumah singgah ini. Semoga para dermawan terus berkah hartanya agar orang seperti kami terus terbantu,” doa ibunya Teh Dian, saat menutup oborolannya dengan kurir #SR. Alhamdulillah, harapan ibunya terkabulkan juga. Setelah didampingi Sedekah Rombongan kini ikhtiar pengobatannya berjalan lancar. Terapi sinarnya sudah ia jalani 30 kali dari 33 terapi yang dijadwalkan. Kondisinya membaik, meskipun ia masih harus terus berobat. Karena itu, ia masih membutuhkan bantuan. Alhadulillah, dengan empati sedekaholisc #SR, Ibu Dian Haerani kembali mendapatkan santunan yang disampaikan kurir #SR di RSSR Bandung. Santunan Ke-2 yang diterima ibunya ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi, membeli obat, dan biaya sehari-hari keluarga dhuafa yang diuji dengan penyakit serius ini. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 973.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 19 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @halisda

Bu Dian menderita gagal ginjal + ca servik


ENTIN BINTI KASTOLANI (41, Tumor Abdomen). Alamat: Kampung Sipapanting RT 5/1, Desa Mekarjaya Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Entin diduga menderita kista ovarium sejak awal tahun 2016. Gejala awalnya ia kerap mengalami sakit di bagian perut. Ia kerap merasakan sakit perut tetapi rasa sakitnya timbul dari organ-organ lain, seperti usus kecil, usus besar, hati, kandung empedu, dan pankreas. Seiring perjalanan waktu, perutnya terus membesar. Ia juga sulit makan dan tidur. Berbekal Jamkesmas, berbagai upaya medis dilakukan keluarga Bu Eti untuk menyembuhkan penyakitnya, tetapi perutnya terus membesar seiring perkembangan waktu. “Kami sudah berupaya sampai rumah sakit di daerah. Anak saya harus diperiksakan ke RSHS Bandung tetapi kami tak sanggup membiayainya,” kata ibunya yang setia mendampingi janda satu anak itu. Seperti yang juga dituturkan adiknya, keluarga Bu Eti telah memeriksakannya ke Puskesmas, RSUD Singaparna dan RSUD Kota Tasikmalaya. Di RSUD Singaparna ia pernah mendapatkan tindakan pengeluaran cairan di perutnya (melalui selang), dan sempat dirawat dua minggu. Cerita duka Bu Entin dan keluarga dhuafa ini sampai kepada #SR melalui informasi keluarga pasien yang pernah didampingi berobat oleh kurir #SR. Ibu Entin amat layak dibaantu. Ia termsuk janda yang lemah secara ekonomi, juga fisik. Penyakit yang dideritanya sangat serius dan perlu penanganan berkelanjutan. Almarhum suaminya, Pak Syahrudin, tak banyak meninggalkan warisan harta untuk melanjutkan kehidupan; ia hanya buruh harian dengan penghasilan tak menentu. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dapat bersilaturahmi dengan Bu Entin di rumah orangtuanya. Karena rujukan dari RSUD Tasikmalaya untuk berobat ke RSHS Bandung sudah disiapkan, malam itu juga ia diantar MTSR Bandung berobaat ke Kota Kembang dan beristirahat di RSSR Bandung. Di rumah singgah ia sempat menurun drastis kondisinya, sehingga segera diperiksakan ke IGD RSHS Bandung. Alhamdulillah malam itu juga ia mendapatkan ruangan untuk rawat inap. Pada 3 November 2016, Bu Entin menjalani operasi dan dirawat inap sampai 9 Desember 2016. Setelah melewati masa pemulihan, ia kemudian diperolehkan pulang sementara, sebelum menjalani kemoterapi yang akan dilaksanakan mulai pertengahan bulan Desember 2016. Ibu Entin tidak langsung pulang ke kampung halamannya; ia memilih tinggal di RSSR Bandung. Pada pertengahan Desember 2016 HB-nya menurun drasatis. Ia kemudian diperiksakan kembali ke RSSR Bandung. Karena janda dhuafa ini masih memerlukan bantuan untuk terus berikhtiar secara medis sampai ia sembuh, pada 15 Desember 2016 sedekaholics #SR memberinya bantuan lanjutan. Begitu juga pada 16 Januari 2107 #SR memberinya bantuan di RSSR Bandung setelah ia selesai menjalani kemo terapi yang pertema.  Alhamdulillah kondisinya semakin mambaaik; harapan tuk sembuh semakin terbuka. Pada awal Februari 2017 Bu Entin dan ibunya datang lagi ke RSHS Bandung, menggunakan angkutan umum (travel), untuk menjalani kemo terapi ke-2 dari 6 kali terapi yang dijadwalkan. Ia sempat dirawat inap di Ruang Almanda RSHS ditemani ibunya. Perkembangannya amat mengembirakan, tetapi ia masih harus menlanjutkan terapinya. Karena itu, pada awal Maret 2017 ia daang lagi ke RSHS Bandung sekaligus kontrol. Sebelum menjalani kemo terapi ke-3 dari 6 kali kemo yang direncanakan, ia sempat 5 hari dirawat. Ibu Entin dan ibunya  masih membutuhkan bantuan untuk terus berikhtiar. Sampai saat ini ia telah menjalani kemoterapi yang ke-4. Karena jadwal kemoterapi lanjutannya masih lama (pertenghan Mei 2017), Ibu Entin pulang dulu ke kampung halamannya di kaki gunung Galunggung. Keluarga dhuafa ini masih membutuhkan bantuan untuk terus berobat. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk warga dhuafa ini. Bantuan yang disampikan di RSHS Bandung ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi Tasikmalaya – Bandung dan biaya sehari-hari selama dirawat di RSHS Bandung. Bantuan sebelum ini  tercatat di Rombongan 973.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @widi_cincin

Bu Entin menderita tumor abdomen


UNDANG SUDARNA (53, Susp. Tumor Kulit/Tumor Mata). Alamat : Kampung Cipakis RT 4/7, Desa Cipakis, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Dua tahun lalu Pak Undang kerap merasakan gatal pada tahi lalat di pipi sebelah kanannya. Seiring perkebangan waku, selain gatal, ia juga merasakan perih sekali-kali pada tempat yang sama. Yang lebih mengkhawatirkan, semakin lama muncul luk a di pipinya yang melebar ke daerah mata, bahkan akhirnya memyerang metanya. Lelaki yang dikenal sebagai tukang ojeg itu tidak sempat memeriksakan gejala aneh di pipinya itu ke rumah sakit karena tidak memiliki biaya, jaminan kesehatan apa pun, dan jauhnya jarak dari rumah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur. Tempat tinggalnya berada di wilayah Cianjur bagian selatan yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut. Duda tak punya anak ini bertemu dengan kurir #SedekahRombongan saat ia tinggal di rumah kakaknya di Desa Ciwidey Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung. Rupanya ia beencana pindah ke Bandung. Kepindannya ke Kabupaten Bandung ia maksudkan agar ia bisa memulai hidup baru dan bisa lebih mudah memeriksakan dirinya ke sarana kesehatan. Saat dikunjungi di rumah kakaknya yang sederhana, ia mengutarakan harapannya untuk melanjutkan pengobatannya yang lama tertunda. Didampingi kakaknya dan pengurus lingkungan, ia sempat diperiksakan ke Puskesmas dan RSUD Soreang saat kondisinya menurun. Pak Undang termasuk warga dhuafa yang layak mendapatkan bantuan dan dorongan untuk mengikhtiarkan kesembuhan dari penyakit yang dialaminya. Alhamdulillah, dengan empati sedakaholics #SR, kurir di Bandung juga dapat menyampaikan bantun awal yang digunakan untuk biaya pembuatan Kartu BPJS Mandiri, biaya transportasi dan biaya sehari-hari. Setelah terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri Kelas 3, kini ia semakin bersemangat untuk berobat. Selama bulan November sampai pertengahan Desember 2016 Pak Undang kemudian menjalani serangkaian pemeriksaan awal di RSHS Bandung, dan ditangani di Poli Ongkologi. Dia tinggal di RSSR Bandung, dan sekali-kali diantar-jemput MTSR Bandung pulang ke rumah saudaranya di Kecamatan Ciwidey. Kini ia tengah menunggu pemeriksaan melalui CT-Scan yang dijadwalkan akhir Desember 2016. Pada pertengahan Januari 2017 ia tinggal lagi seminggu di RSSR Bandung untuk menjalani pemeriksaa melalui RMI. Berdasarkan hasil pemeriksaan di RSHS dan RS Mata Cicendo, akhir bulan Februari 2017, ia masih harus ditangani kedua rumah sakit terebut. Meskipun kondisi psikologisnya makin membaik, Ikhtiar kesembuhannya masih cukup lama. Untuk membantunya terus berobat sampai sembuh, kembali kurir #SR menyampaikan bantuan lanjutan dari sedekaholik yang digunakan untuk biaya membeli obat, transportasi akomodasi, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 952.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Pak Undang menderita susp. tumor kulit/tumor mata


MUSLIMAH INTINAN JIHAN (8, Thalassemia + HAIHA). Alamat : Dusun Cibolang RT 1/7 Kelurahan Kebun Kelapa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Jihan –panggilan kesayanganya—didiagnosa menderita thalassemia dan HAIHA sejak ia berusia 18 bulan. Berdasarkan penuturan orang tuanya, awalnya, wajah Jihan terlihat pucat dan perut buncit. Ia juga sering mengalami demam. “Kami sudah membawanya berobat, baik ke alternatif maupun medis. Juga pernah ke dokter dengan biaya sendiri. Akhirnya Jihan diperiksakan keluarganya ke Puskesmas terdekat dan RSUD Sumedang,” kata ayahnya, Rais Efendy (35) yang sehari-hari dikenal sebagai supir. Setelah berkali-kali ke rumah sakit daerah di Sumedang, akhirnya pemeriksaan medis Jihan dirujuk ke RSHS Bandung. “Jihan kini sedang menunggu jadwal operasi dan transfusi rutin setiap 5 hari sekali di RSHS Bandung,” tambah ibunya, Ibu Dewi Juansih (34) saat ditemui di Rumah Singgah Al Fatih Sukajadi Bandung. Jihan dan keluarganya termasuk dhuafa yang layak mendapatkan dukungan dan bantuan untuk terus ikhtiar berobat sampai sembuh. Penghasilan kedua orang tuanya tidaklah seberapa dan tak menentu , sedangkan mereka harus mengusahakan kehidupan bagi kedua anaknya. Sakit yang  dialami Jihan juga termasuk penyakit serius yang memerlukan penanganan lama. Dengan ujian sakit yang menimpa Jihan tentu keluarga kecil ini semakin merasakan beratnya beban di pundak. Harapan mereka alhamdulillah diijabah Allah SWT. Dengan empati sedekaholics, alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan awal pada bulan Februari 2017 untuk Dek Muslimah Intinan Jihan yang digunakan untuk biaya hidup mereka selama tinggal di rumah singgah dan menjalani pemeriksaan/pengobatan di RSHS Bandung. Setelah didampingi Sedekah Rombongan, bersyukur ia semakin semangat menjalani pemeriksaan. De Muslimah kini tengah menunggu tindakan operasi pengangkatan limanya. De Muslmah masih membutuhkan bantuan paradermawan untuk terus beriktiar sampaituntas. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholik, pada pertengahan April kembali Sedekah Rombongan memberinya bantuan yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biya sehari-hari selama mereka tinggal di Kota Kembang. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 962.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @cucucuanda @harisboneng

Muslimah menderita thalassemia + HAIHA


EMAY BIN DANU (61, Ca Nasofaring). Alamat : Kampung Cialia RT 1/3, Desa Rajapolah, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah setahun ini (Sejak awal 2016), Pak Emay merasakan ada benjolan di lehernya. Awalnya hanya benjolan kecil dan tidak terasa sakit. Beberapa minggu kemudian benjolannya membesar dan mulai terasa mengganggu. Pengrajin komor itu lalu mengobatinya dengan pengobatan alternatif namun tak ada perubahan sama sekali. Akhirnya, ia memeriksakan dirinya ke RS SMC Rancamaya Kabupaten Tasikmalaya. Dari rumah sakit daerah ini, ia juga sempat ditujuk lagi ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dan didiagnosa kanker nasofaring. Di rumah sakit yang disebutkan terakhir ia sempat dirawat selama dua minggu sambil menjalani kemoterapi. Selesai menjalani kemoterapi, penyakitnya tidak kunjung sembuh dan benjolannya malah semakin membesar. Enangananmedisnya kemudian dirujuk ke RSHS Bandung. Sayangnya, ia tidak melanjutkan pengobatannya karena terhalang masalah biaya, meskipun ia mempunyai jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Pak Emay yang juga bekerja sebagai petani itu kini terpaksa harus berdiam diri di rumah karena penyakitnya.  Ia tak bisa lagi bekerja mencari nafkah. Istrinya, Omah (57) kini harus menggantikan perannya sebagai tulang punggung keluarga ditambah mengurus ketiga cucunya yang masih bersekolah. Kesulitan hidup yang dialami keluarga dhuafa itu akhirnya sampai beritanya kepada kurir #SR yang kemudian mengunjungi mereka di rumah kontrakannya. Alhamdulillah sedekaholics pun berempati atas apa yang dialami Pak Emay dengan memberinya bantuan awal pada 1 Februari 2017 dan mengantarnya ke RSHS Bandung menggunakan MTSR Tasikmalaya. Setelah menjalani pemeriksaan rutin di RSHS Bandung, Pak Emay didiagnosa mengidap Kanker Kelenjar Getah Bening (Ca Nasofaring) dan harus menjalani 33 kali terapi sinar. Hampir 45 hari ia tinggal di RSSR Bandung dan harus meneruskan ikhtiarnya. Pak Emay dan keluarganya masih membutuhkan bantuan. Ia juga harus membeli obat yang tidak ditanggung Jaminan BPJS. Pada akhir April 2017 ia pulang dulu kerumahnya karena telah menyelesaikan terapi sinarnya. Pada pertengahan Mei 2017 dia dijadwalkan untuk kontrol lagi ke RSHS Bandung. Berempati atas apa yang dialami Pak Emay dan keluarganya, kembali Sedekah Rombongan  memberi mereka santunan yang digunakan untuk biaya membeli obat, biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari selama berobat di Kota Bandung. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 984.

Jumlah Bantuan: Rp.700.000,-
Tanggal: 21 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda

Pak Emay menderita ca nasofaring


ZAENAL MUTTAKIN (47, Suspect Tumor Abdomen). Alamat : Kampung Sibak RT 2/2 Desa Sibak, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko Selatan, Povinsi Bengkulu Utara. Bersama istrinya, Ibu Eti Sumiati (39) pada pertengahan Maret 2017 Pak Zaenal datang ke Pulau Jawa untuk berobat di RSHS Bandung, setelah ia mendapatkan rujukan berobat lanjut dari rumah sakit di daerahnya. “Hampir sepuluh tahun sumi saya merasakan ada kelainan di perutnya, tetapi belum sempat ditangani secara serius. Beberapa tahun lalu kami pernah sampai juga ke Bandung untuk berobat tetapi tidak dilanjut karena ibu saya sakit sehingga kami balik lagi. Rencana berobat kali ini juga tadinya akan dihentikan karena ketika di Jakarta uang bekal kami ada yang mencopet,” kata istrinya mengisahkan musibah yang menimpa mereka. Beberapa hari mereka terlantar di Jakarta. Dengan pertolongan Allah, ia bertemu dengan kawan lama, Pak Uus, yang kini telah pindah ke Bandung, tepatnya di Desa Bojongkunci Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Provonsi Jawa Barat. Mereka akhirnya diajak tinggal di rumah Pak Uus untuk meneruskan rencana berobatnya di Kota Kembang. Sesampainya di rumah Pak Uus, kondisi ak Zaenal menurun. Ia kemudian dibawa periksa ke IGD RSU Santosa Kopo Bandung, menggunakan jaminan BPJS PBI. Pak Zaenal akhirnya ditangani rumah sakit swasta ini dan diharuskan menjalani pemeriksaan secara rutin. “Suami saya diberi resep obat oleh dokter tetapi sudah satu mingg ini belum terbeli,” tambah istrinya saat ditemui kurir SR bersama kader PKK yang menginformasikan kesulitan yang dihadapi keluarga dhuafa ini. Selama di Bandung proses pengobatannya juga dibantu warga. Berdasarkan pemeriksaan sementara, ia diduga menidap tumor abdomen. Pak Zaenal dan istrinya termasuk dhuafa yang layak mendapatkan bantuan untuk mengikhtiarkan kesembuhannya. Ketiga anaknya yang masih usia sekolah terpaksa ia tinggalkan. Bersyukur mereka bertemu dengan warga peduli yang tulus membntunya. Alhamdulilah, dengan empati sedekaholik, pada pertengahan April 2017 kurir Sedekah Rombongan juga dapat menyampaikan bantuan untuk Pak Zaenal dan istrinya yang digunakan untuk biaya membeli obat dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp.750.000,-
Tanggal: 17 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak Zaenal menderita suspect tumor abdomen


DEPI BINTI DIDIN (21, Tumor Pembuluh Darah). Alamat : Dusun Sukamanah RT 2/5 Desa Sukamaju, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Bersama orang tuanya, Depi tinggal di rumah sederhana. Ayahnya,  Didin (50) hanya pekerja buruh harian lepas. Ibunya, Ipah (39) juga bekerja sebagai buruh lepas / harian. Anak pendiam itu tak mengira ketika bangun tidur daerah tulang belakang (walikat)nya terasa nyeri. Setelah satu minggu kemudian rasa nyeri tidak berangsur menghilang, malah muncul rasa lemas, kesemutan dan akhirnya mati rasa (baal) sebagian, yaitu di bagian dada ke bawah sampai kaki. Menggunakan jaminan kesehatan KIS PBI, awalnya pengobatan  dilakukan di RSU Sumedang dan dirujuk ke RSHS Bandung. Ia didagnosa mengalami tumor pembuluh darah. Setelah 3 bulan dirawat, tim medis memutuskan untuk menjalankan tindakan operasi pada bulan Desember 2013. Terakhir kontrol pada tahun 2014. Sampai sekarang kondisi pasien masih belum sembuh; berjalan pun harus dibantu oleh keluarga di rumah. Pengobatan terhenti sudah hampir tiga tahun, sementara pasien masih tergolek lemah. Orang tua pasien yang hanya buruh harian lepas tidak sanggup membiayai pengobatan rutin anaknya, untuk biaya sehari-hari dan mengurus ke 4 anak pun sudah susah. Pasien ingin kembali lagi berobat dan berharap kesembuhan dari penyakitnya. Saat dijumpai kurir Sumedang, kaki pasien masih lemah; tidak bisa digunakan untuk berjalan dan kondisi pencernaan pasien untuk buang hajat harus memerlukan rangsangan dari obat; jadi tidak ada rasa mules. Mereka termasuk dhuafa yang layak mendapatkan bantuan. Alhamdulillah, dengan empatii sedekaholik, kurir Sedekah Robongan dapat menyampaikan bantuan untuk Depi yang digunakan untuk biaya kontrol berobat dan transportasi ke RSU Sumedang.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 17 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @denisugama

Depi menderita tumor pembuluh darah


RENI RESTINI (41, Melahirkan Prematur + Operasi Caesar). Alamat : Kampung Curwangi RT 2/2 Desa Sukatani, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Bersama suaminya, Pak Trisnajaya (43), kini Ibu Reni tinggal sementara di Kota Bandung dalam rangka mencari kehidupan yang lebih baik. “Namun sejak beberapa bulan ini pekerjaan suaminya tidak menentu, tergantung panggilan (bekerja) dari salah satu rumah makan,” kata Ibu Wulan temannya yang menginformasikan kisah pilu mereka di Kota Kembang. “Mohon dibantu Pak. Dia melahirkan prematur (usia kandungan 7 bulan) melalui operasi caesar. Bayinya sudah satu bulan ditangani khusus di RS Immanuel Bandung. Mereka tak punya jaminan apa pun dan tak memiliki biaya untuk menebus biaya kelahiran dan perawatan anaknya.” Setelah mendengar kisah mereka, kurir Sedekah Rombongan kemudian menemui keluarga dhuafa itu di RS Immanuel. Berdasarkan informasi dari pihak rumah sakit, setelah dirawat satu bulan, bayi lelaki yang belum diberi nama itu sudah bisa dibawa pulang tetapi orang tuanya belum menguruskan administrasi keuangannya karena terkendali biaya. “Tagihannya 14 jutaan,” kata petugas Bagian Keuangan. Bersama Ibu Reni dan suaminya, kurir #SR kemudian menemui Kepala Bagian Keuangan, meminta keringanan untuk membayarnya secara diangsur. Bersyukur pengajuan itu dipenuhi pihak rumah sakit. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholik, kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan awal untuk Ibu Reni dan suaminya yang digunakan untuk membayar angsuran pertama atas tagihan biaya perawatan bayi buah hati mereka. “Sampaikan ucapan terima kasih kami kepada SR atas bantuan ini sehingga kami bisa membawa pulang anak  kami. Jazakumullah,” doa Ibu Reni sambil memeluk anaknya untuk yang pertama kalinya.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.100.000,-
Tanggal: 17 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @wulan

Reni menderita melahirkan prematur + operasi caesar


KARLINAN BIN SUBUR (15, TB Tulang/ Coxitis TBC). Alamat: Kp. Srengseng RT 1/3, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Karlinan, putra bapak Subur (51) seorang penarik becak dan ibu Nacih (42) buruh tani di kampungnya. Sejak 2 tahun yang lalu, Karlinan menderita luka di bokong kanan.  Riwayat penyakitnya ini diawali ketika ia terjatuh dan  bokongnya menimpa batu. Bokong kanan Karlinan menjadi bengkak, muncul bisul dan nanah serta darah terus menerus. Karlinan sempat tidak mendapat terapi medis karena ketiadaan biaya. Setelah memiliki kartu BPJS,  Karlinan dibawa berobat ke RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta dan mendapatkan penanganan berupa operasi  pembersihan luka di tulang bokong. Ia juga operasi pelurusan tulang kaki, karena tulang  kaki  kanannya memendek 5 cm. Setelah dioperasi keadaannya terus membaik. Pekan lalu Karlinan datang ke RSCM Jakarta, ia dapat obat paru tulang yang harus diminum 3 butir sehari. Saat ini Karlinan didiagnosa terkena TB Tulang setelah menjalani pemeriksaan yang lebih terarah. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama Karlinan kontrol ke RSCM. Sebelum ini ia tercatat di Rombongan 938. Semoga harapan kesembuhan untuk Karlinan tetap ada. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  18 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom

Karlinan menderita TB tulang/ coxitis TBC


MAULA BUDI ASTUTI (13, Leukimia).  Alamat:  Kp. Bojong Koneng RT 4/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sejak Januari 2015 Dik Maula mengeluh pusing, demam dan pucat. Saat itu ia memeriksakan ke klinik terdekat, namun dirujuk ke rumah sakit dengan alat yang lebih memadai. Berjalannya waktu pengobatan Maula dilanjutkan di kampung halamannya di Jogyakarta. Ia sempat didampingi Kurir Sedekah Rombongan Jogyakarta serta menerima bantuan bekal selama menjalani pemeriksaan. Saat ini Maula menjalani pengobatan rutin di RS Kramat 128 Jakarta Pusat sebulan 2 kali kunjungan. Mereka sempat kesulitan biaya akomodasi serta bekal untuk ke rumah sakit. Ayahnya, Pak Budi Harto (45) hanya seorang tukang ojek, sedangkan ibunya, Bu Dasem (43) ibu rumah tangga. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RS Kramat 128 Jakarta Pusat dan memebeli obat yang tidak tercover BPJS. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 977.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Maula menderita leukimia


KOYAH BINTI ODIH (36, Tumor Payudara). Alamat : Kp. Gamprit RT 2/3, Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Waktu itu, sekitar bulan Januari 2015, tumbuh benjolan di payudara sebelah kanan yang semakin membesar. Dengan berbekal Kartu BPJS Ketenagakerjaan yang ia miliki dari tempat suaminya bekerja, Bu Koyah memeriksakan penyakitnya di sebuah rumah sakit swasta di Cikarang. Setelah menjalani beberapa tahapan pemeriksaan, benjolan di payudara tersebut diangkat. Setelah 2 bulan pasca operasi, suami Bu Koyah, Pak Rohadi (38) di PHK dari tempatnya bekerja sehingga premi BPJS nya tidak dibayarkan dan dan tidak dapat digunakan lagi. Selama 1 tahun lebih Bu Koyah tidak berobat lagi, hingga bekas operasi tumbuh benjolan dan luka. Mereka sempat mengajukan permohonan perubahan status kartu BPJS Perusahaan menjadi BPJS Mandiri, namun karena ketidakpahaman itulah upaya mereka pun tidak dilanjutkan. Berkat bantuan Kurir Sedekah Rombongan, BPJS Bu Koyah sudah menjadi BPJS Mandiri sehingga ia bisa melanjutkan proses pengobatan. Saat ini Bu Koyah rutin menjalani pemeriksaan seminggu dua kali ke RS Persahabatan Jakarta. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi selama Bu Koyah menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 895.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Koyah menderita tumor payudara


WULAN JAMILAH (14, Kanker Tulang). Alamat : Kp. Pete Cina RT 1/2, Desa Sukaraja, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Wulan, adalah nama panggilannya. Sudah sejak 2 tahun yang lalu terlihat ada gejala Kanker Tulang, terlihat dari struktur tulang tangan dan kakinya yang tidak wajar seperti patah-patah. Namun sekitar awal tahun 2015, orang tuanya berupaya membawanya berobat ke RSUD Kota Bekasi. Upaya pemeriksaan yang cukup panjang, membuat mereka mengalami kesulitan biaya untuk transport ke rumah sakit. Sehingga sempat terhenti proses pemeriksaannya. Untuk biaya pemeriksaan, Wulan memiliki kartu Jamkesda. Namun sayangnya ketika Wulan harus dirujuk ke RSCM Jakarta, Kartu Jamkesda tidak berlaku untuk keluar daerah. Ayah Wulan, Pak Nyanin Rusmawan (40) adalah seorang buruh serabutan. Sedangkan ibunya, Bu Yuyun (36) ibu rumah tangga. Mereka sangat kesulitan untuk membiayai akomodasi pengobatan Wulan ke rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan membantu proses pembuatan Kartu BPJS supaya Wulan bisa dirujuk ke rumah sakit yang lebih memadai dengan jaminan Kartu BPJS. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk akomodasi pemeriksaan ke RS Fatmawati Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Wulan menderita kanker tulang


RAVEENA PUTRI MAULIDA (7, Usus Buntu). Alamat : Perum Wahana Blok G16 No. 1 RT 3/18, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Semenjak awal November 2016, Raveena sering merasakan sakit pada perutnya. Dianggap sakit perut biasa, orang tua nya membelikan obat-obatan di warung terdekat, namun tidak kunjung membaik.  Tanggal 3 Desember 2016 setelah Ravena menjalani pemeriksaan di Puskesmas, akhirnya ia dirujuk ke rumah sakit. Di RS Ridhoka Salma Cikarang Barat, Raveena menjalani perawataan tanpa memiliki jaminan apa-apa. Pada tanggal 5 Desember 2016, Raveena menjalani operasi usus buntu di RS Ridhoka Salma. Akhirnya keluarga ini dipertemukan oleh Kurir #SedekahRombongan untuk membantu kesulitan mereka. Ayahnya, Pak Nunu (34) tidak memiliki pekerjaan tetap, ia hanya berprofesi sebagai badut sulap yang hanya sewaktu-waktu dapat undangan untuk mengisi acara. Namun rumah kontrakan yang selama ini ia tempati sudah 3 bulan lebih belum bayar sewa. Sedangkan ibunya, Bu Sri Budi Hartati (31) ibu rumah tangga yang tidak bisa berbuat banyak membantu suaminya dalam mencari nafkah. Kurir #SedekahRombongan berupaya membuat perjanjian hutang untuk mencicil biaya perawatan dan operasi di rumah sakit. Alhamdulillah, bantuan lanjutan yang sekaligus cicilan yang ke 3 telah disampaikan untuk biaya perawatan dan operasi Raveena. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 942.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Raveena menderita usus buntu


ILHAM RESTU (14, Cidera Kepala akibat Kecelakaan). Alamat : Jalan M. Nur No. 940, Kelurahan Koba, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ilham merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pada 11 November 2016, saat Ilham pergi menunaikan ibadah salat jumat di Masjid Jamik Koba, ia  mengalami kecelakaan. Ilham  yang berusaha mendahului mobil di depannya tidak bisa menghindari  sebuah motor dari arah berlawanan yang muncul  tiba – tiba. Ilham terpelanting dan kepalanya terbentur keras ke arah selokan. Akibatnya kepala sebelah kanan Ilham pecah. Ilham dilarikan ke  rumah sakit daerah Koba dan dirujuk ke RS  Bakti Timah Pangkalpinang untuk dilakukan operasi kepala. Hasil CT-Scan menunjukkan adanya kotoran yang masuk ke dalam kepala melalui darah dan kondisi batok kepalanya terjadi kerusakan. Dokter membedah dan memasang pen titanium di batok kepala Ilham dan ia sempat dirawat di ruang ICU selama 2 hari. Meski sudah memiliki JKN – KIS, Ilham dibawa pulang ke rumah karena orang tuanya tidak memiliki uang jika ia dirawat lebih lama. lham diharuskan menjalani kontrol rutin, namun orang tuanya yang bekerja sebagai juru parkir merasa kesulitan karena untuk sekali kontrol membutuhkan biaya sebesar 1,4 juta rupiah. Kurir Sedekah Rombongan bersimpati atas kondisi Ilham dan alhamdulillah berkesempatan bertemu dengannya dan menyampaikan santunan lanjutan untuk kebutuhan berobat. Sebelumnya Ilham telah dibantu dalam Rombongan 965. Semoga ilham bisa lekas sembuh, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 15 April 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, Ahmad Hendra @ririn_restu

Ilham menderita cidera kepala akibat kecelakaan


MUHAMMAD ZAKY (8, Thalasemia + Hernia Scrotalis). Alamat : Desa Panca Tunggal, RT 5, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Zaky merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan, ia telah lama menderita thalasemia dan sudah beberapa tahun terakhir ini sering dirawat untuk tranfusi darah. Keterbatasan sarana dan prasarana rumah sakit di Bangka membuat Zaky dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Pasca menjalani pengobatan di RSCM Jakarta selama 3 minggu, sesuai dengan rekomendasi dokter, Zaky kembali menjalani pengobatan rutin di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang untuk melakukan transfusi darah rutin 2 kali setiap bulan. Setelah didampingi Sedekah Rombongan, alhamdulillah Zaky kini dapat menjalani transfusi darah secara rutin. Untuk transfusi darah dan berobat ke RS Depati Hamzah Pangkalpinang, Zaky dan ayahnya harus menempuh perjalanan selama 3 jam dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Zaky pun harus dirawat selama 1 hari untuk keperluan proses transfusi darah. Bulan Aprilini Zaky harus kembali menjalani transfusi darah rutin, untuk itu kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan akomodasi selama di perjalanan dan kebutuhan selama berobat di Pangkalpinang. Sebelumnya Zaky masuk ke rombongan 969.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 April 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @effendy_babel @ririn_restu

Zaky menderita thalasemia + hernia scrotalis


RIFAL SALIKO (12, Suspect Meningitis TB). Alamat : Dusun Anggaran, Desa Buntulia Barat, Kec. Duhiadaa, Kab. Pohuwato, Prov. Gorontalo. Ifal biasa ia dipanggil adalah putra bungsu dari pasangan Bapak Kasmat Saliko (38) yang bekerja sebagai petani dan Ibu Mei Laima, seorang ibu rumah tangga. Pada Desember 2016 Ifal kejatuhan pohon kelapa namun kejadian itu tidak ia beritahukan kepada orang tuanya. Dua minggu kemudian Ifal mengalami panas tinggi, sakit dada dan perut, hingga dibawa ke mantri dan disuntik. Ifal kembali demam dan tidak sadarkan diri sehingga dibawa ke RS dr. Herizal Umar Pohuwato, Gorontalo. Ifal menjalani perawatan selama 9 hari, setelah sadar ia masih belum diperbolehkan pulang namun orang tuanya terpaksa membawanya ke rumah karena tidak lagi memiliki biaya. Ketika pihak sekolah Ifal menjenguknya, ia sudah tidak bisa makan makanan berat dan hanya mengonsumsi makanan bayi instan. Ia pun sudah tidak bisa duduk, berat badan menurun dan sudah tidak bisa merespon ketika gurunya mengajak berkomunikasi. Akhirnya Ifal kembali dibawa berobat dan mendapat rujukan ke RS Aloe Saboe Provinsi Gorontalo. Dari hasil CT Scan ia didiagnosis Suspect Meningitis TB atau Peradangan Selaput Otak karena TB yang menyebabkan penurunan kesadaran di otak kirinya dan terdapat cairan. Selama perawatan Ifal menggunakan JKN – KIS namun keluarga masih memiliki kendala tidak memiliki biaya hidup selama perawatan Ifal di rumah sakit. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan Gorontalo dipertemukan dengan keluarga Ifal, bantuan pun disampaikan untuk kebutuhan selama pengobatan Ifal.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @arfanesia @yunitagobel @ririn_restu

Rifal menderita suspect meningitis TB


HENDRI YANSYAH (35, Sirosis Hati). Alamat : Jalan Cendrawasih, Kampung Mekar Baru, RT 2/3, Kelurahan Batu IX, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Hendri, biasa laki-laki ini kerap disapa. Hendri didiagnosis oleh dokter menderita penyakit sirosis hati atau pengerasan hati akibat infeksi Hepatitis B sejak tahun 2013. Sebenarnya Hendri sudah mengalami gejala penyakit ini sejak tahun 2009. Saat itu ia merasa mual dan sering muntah, kemudian demam dan lemas. Pada saat berobat, Hendri didiagnosis Hepatitis A dan menjalani pengobatan di rumah sakit. Selama empat tahun Hendri didiagnosis Hepatitis A, namun pada 2013 ia diketahui mengalami infeksi Hepatitis B. Pada saat itu gejala yang dialami Hendri sudah cukup parah, kondisinya semakin lemas, sering muntah darah dan tubuhnya mulai terlihat kuning. Setelah diperiksa secara menyeluruh, Hendri sudah masuk dalam fase pengerasan hati, yaitu fase paling akhir dari infeksi Hepatitis B. Hendri kemudian menjalani berbagai pengobatan di rumah sakit Awal Bros Batam. Hendri mengalami perdarahan tenggorokan yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan pembuluh darah di saluran pencernaan akibat hati yang mengeras. Dokter akhirnya melakukan pengikatan pembuluh darah di tenggorokan Hendri. Setelah dilakukan pengikatan, muntah darah yang dialami Hendri sedikit berkurang. Hingga tahun 2016, Hendri masih beberapa kali mengalami muntah darah, terutama jika kondisi badannya sedang tidak sehat karena lelah bekerja. Sudah enam bulan Hendri menghentikan pengobatannya di Batam, karena RS Awal Bros menghentikan kerja sama dengan BPJS. Akhirnya Hendri kembali berobat ke rumah sakit di Tanjungpinang. Melihat keparahan penyakit Hendri saat ini, dokter di sana kemudian merujuk Hendri ke RS Sardjito di Yogyakarta untuk dilakukan transplantasi hati. Ketiadaan biaya membuat Hendri belum bisa berangkat ke Yogyakarta. Kondisi Hendri saat ini cukup stabil, hanya lemas dan mual yang kerap dirasakannya. Hendri sehari-hari bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di kantor Kecamatan. Walaupun berprofesi sebagai ASN, namun Hendri mengaku bahwa semua gajinya habis untuk membayar utang di bank. Hendri menggunakan uang pinjaman itu untuk tambahan biaya pengobatannya selama ini. Hendri mengandalkan gaji istrinya, Evi Widianingsih (30) yang bekerja di toko alat elektronik, untuk menghidupi dirinya dan anaknya, Faisal (6). Di tempatnya bekerja, istrinya pun kerap kali mendapatkan potongan gaji disebabkan kondisi penjualan yang semakin menurun. Saat ditemui oleh kurir Sedekah Rombongan, Hendri menceritakan keinginannya untuk sembuh demi anaknya. Ia ingin melanjutkan pengobatan ke Yogyakarta. Hendri tidak dapat menyembunyikan rasa harunya ketika mendapatkan bantuan dari pada Sedekaholic. Ia merasa bersemangat untuk berobat kembali dan berkata bahwa bantuan itu nantinya akan segera ia pergunakan untuk berobat ke Yogyakarta. Semoga Hendri bisa segera berobat ke Yogyakarta dan mendapatkan penanganan yang terbaik di sana. Semoga Allah memberikan kesembuhan pada Hendri yang mempunyai semangat untuk sembuh yang amat besar. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp.2.150.000,-
Tanggal : 21 April 2017
Kurir : @arfanesia  @HeruBinYatiman @thiwipepthy @MonikaYolanda

Pak Hendri menderita sirosis hati


ANGGA PERDANA (19, Epilepsi). Alamat : Jalan D.I. Panjaitan, Gang Putri Balkis II, No. 15, RT 2/2, Kelurahan Melayu Kota Piring, Kecamatan Tanjung Pinang Timur, Kota Tanjung Pinang, Prov. Kepulauan Riau. Angga Perdana atau bisa dipanggil Iqbal, didiagnosis oleh dokter mengalami epilepsi. Epilepsi adalah kelainan pada sistem saraf yang menyebabkan kejang yang berulang hingga usia dewasa. Penyakit ini telah dialami Iqbal sejak ia baru lahir. Iqbal lahir pada usia kandungan 8 bulan secara normal di bidan. Saat dalam perawatan, baru disadari salah satu mata Iqbal tidak bisa membuka. Iqbal kemudian mengalami kejang dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Dari pemeriksaan terlihat di kepala Iqbal terdapat luka yang sudah dialami sejak dalam kandungan. Ibu Iqbal, Dharmatasiah (45), kemudian bercerita bahwa pada saat hamil pernah jatuh terduduk dan kemudian diurut oleh dukun. Sejak saat itu, Iqbal sering mengalami kejang berulang. Pihak keluarga memutuskan tidak melanjutkan pengobatan medis dan beralih ke pengobatan alternatif karena dirasa pengobatan di rumah sakit tidak memberikan hasil. Akibat kejang berulang yang dialaminya, Iqbal sedikit mengalami gangguan dalam perkembangan sarafnya. Kondisi Iqbal stabil dan dapat berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Ayah Iqbal, Aswandi (47), adalah seorang penjual air minum isi ulang keliling dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Uang yang didapat ayahnya dari berjualan digunakan juga untuk membiayai ketiga adik Iqbal, sehingga orang tuanya tidak punya uang untuk membiayai kelanjutan pengobatannya. Saat dikunjungi kurir Sedekah Rombongan, Iqbal bercerita mengenai keinginannya yang besar untuk sembuh, apalagi di usianya yang masih muda ia ingin sekali hidup lebih baik dan mewujudkan cita-citanya. Iqbal dan keluarga bersyukur bisa bertemu dengan para kurir Sedekah Rombongan. Bantuan yang disampaikan akan dipakai untuk biaya pengobatan Iqbal dan tambahan untuk kehidupan sehari-hari. Semoga Iqbal bisa segera melanjutkan pengobatan dan diberikan kesembuhan oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 April 2017
Kurir : @arfanesia @HeruBinYatiman @thiwipepthy Dody

Angga menderita epilepsi


ZAEBAB BINTI QOMARO BASYIR (55, Limfadenitis Supuratif + Diabetes). Alamat : Jalan Basuki Rahmat No. 1, RT 2/11, Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Prov. Kepulauan Riau. Ibu Zaenab adalah seorang Ibu dari enam orang anak. Ia membesarkan keenam anaknya seorang diri karena suaminya sudah meninggal 20 tahun lalu. Kurang lebih satu bulan lalu, Ibu Zaenab merasakan sakit pada lehernya. Keesokan harinya rasa sakit itu semakin menjadi dan mulai teraba benjolan di leher bawah telinga. Benjolan tersebut semakin membesar, Ibu Zaenab kemudian berobat ke Puskesmas yang merujuknya ke Poli Bedah RSUD Prov. Kepulauan Riau. Ibu Zaenab menjalani pemeriksaan darah dan pengambilan sampel pada bagian benjolan untuk diperiksa di laboratorium. Hasil pemeriksaan darah menyatakan Ibu Zaenab memiliki kadar gula darah yang tinggi sehingga dokter mendiagnosisnya mengalami kencing manis (diabetes). Dari hasil laboratorium untuk benjolan leher, Ibu Zaenab didiagnosis menderita Limfadenitis Supuratif. Limfadentis Supuratif adalah adanya peradangan dan infeksi pada kelenjar getah bening yang disebabkan oleh infeksi bakteri, yang menyebabkan kelenjar bengkak dan jika tidak segera diobati akan mengeluarkan nanah. Saat ini kondisi Ibu Zaenab cukup stabil. Dokter sudah meresepkan obat, namun untuk tatalaksana lanjutan dokter menyarankan untuk dilakukan operasi pengangkatan tumor pada leher Bu Zaenab. Ibu Zaenab adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai guru SD. Ia tinggal bersama keenam anaknya di rumah milikinya sendiri. Penghasilannya sebagai ASN digunakannya untuk membiayai kehidupannya dan juga keperluan sekolah keenam anaknya. Saat didatangi oleh kurir Sedekah Rombongan, Ibu Zaenab yang seorang diri mengurus anaknya, mengaku merasa khawatir jika harus dioperasi. Ia khawatir siapa yang akan mengurusi anaknya, namun keinginannya untuk sembuh demi anak-anaknya lebih besar. Ia merasa bersyukur dipertemukan dengan kurir Sedakah Rombongan yang menyampaikan bantuan dari Sedekaholic untuknya. Ia berniat menggunakan uang itu untuk keperluan tambahan biaya pengobatannya yang mungkin tidak semuanya ditanggung oleh jaminan kesehatannya. Saat ini kesehatannya adalah hal yang paling diinginkannya demi anak-anaknya. Semoga Ibu Zaenab diberikan kelancaran dalam proses operasi dan bisa sembuh seperti sedia kala. Aamin ya Rabbal ‘Alamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 April 2017
Kurir : @arfanesia @HeruBinYatiman @AGuezFadly Remy

Bu Zaenab menderita limfadenitis supuratif + diabetes


MUHAMMAD ABDUL ZIKRI HAKIM (1, Fetus in Fetu). Alamat : Desa Letok, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi NTB. Zikri lahir dari rahim Asmani (45) seorang ibu rumah tangga, dan berayahkan Usman (50), yang bekerja serabutan. Saat dilahirkan Zikri sudah mengalami kelainan yaitu perutnya mengalami pembengkakan dan membesar. Setelah menjalani pemeriksaan di RSUD Provinsi NTB, diketahui di dalam perut bayi Zikri ada bakal janin (Fetus in Fetu) yang tidak sempurna perkembangannya dan ia harus segera dioperasi. Operasi pengangkatan bakal janin dalam perut Bayi Zikri akhirnya sukses dilakukan tim medis RSUD Provinsi NTB. Proses operasi berlangsung selama kurang lebih 65 menit dan berhasil mengeluarkan janin seberat 400 gram. Operasi dilakukan tim medis lengkap yang terdiri dari 9 orang dokter spesialis. Terkait jalannya proses operasi yang sukses dilakukan, Direktur Utama RSUD NTB mengapresiasi kerja keras dan keseriusan tim dokter dalam menjalankan tugas kedokteran yang diembannya. “Kasus ini merupakan pengalaman dan pembelajaran bagi RSUD NTB dalam penanganan kasus yang sulit dan langka, karena dari 500 ribu kelahiran hanya ada satu kasus yang seperti ini,” imbuhnya. Sebagai bentuk komitmen memberikan pelayanan medis terbaik, usai menjalani operasi Bayi Zikri selanjutnya akan dipantau perkembangan kesehatannya oleh tim dokter spesialis untuk memastikan pasien ditangani secara maksimal dengan harapan kondisinya dapat menjadi normal seperti bayi pada umumnya. Bayi Zikri telah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) mandiri yang menanggung biaya pengobatannya. Kondisi kehidupan keluarga yang sangat  memprihatinkan dan kelainan yang dialami Zikri sangat menyentuh dan mereka membutuhkan uluran tangan dermawan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat membantu meringankan beban orang tua Zikri dengan menyampaikan titipan sedekaholic untuk biaya transportasi dari rumah ke RSUD Prov. NTB saat menjalani kontrol perkembangan kesehatannya. Ucapan terima kasih dan harapan dari orang tua Zikri semoga ibadah dan kebaikan para sedekaholic dibalas Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan :  Rp.1.000.000,-
Tanggal: 23 April 2017
Kurir : @arfanesia Mukhtar Panca Untung

Abdul menderita fetus in fetu


SUPRIYADI JAWAI (24, Ca. Nasofaring). Alamat : Dusun Sabaran Sungai, RT 6/3, Desa Sabaran, Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Sebelum sakit, Supriyadi bekerja sebagai kuli bangunan di Malaysia, namun beberapa bulan terakhir ia harus kembali ke Indonesia. Sakit yang dialami Supriyadi berawal dari munculnya benjolan kecil pada lehernya, ia sempat memeriksakan diri ke Puskesmas namun karena keterbatasan alat ia dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang. Supriyadi kemudian menjalani biopsi di RSUD untuk mengetahui penyakitnya, dokter menyatakan penyakit yang dialami Supriyadi belum terlalu berat dan disarankan untuk diangkat benjolannya. Keluarga pun langsung menyetujui untuk operasi pengangkatan benjolan, dan akhirnya benjolan tersebut berhasil diangkat melalui operasi di RSUD Abdul Aziz Singkawang. Setelah Supriyadi menjalani operasi dan kondisinya mulai membaik, beberapa bulan kemudian benjolan kembali muncul di leher dan ukurannya lebih besar dari yang sebelumnya. Supriyadi pun sering mengalami sakit kepala yang diserta mimisan. Akhirnya keluarga kembali membawa Supriyadi ke RSUD Abdul Aziz dan setelah diperiksa diketahui ia menderita Ca. Nasofaring. Supriyadi kemudian dirujuk ke RSUD Provinsi Sudarso Pontianak namun dokter kembali merujuk untuk dibawa ke RSCM Jakarta. Meski pengobatan telah ditanggung oleh JKN – KIS kelas III yang dimiliki, namun karena terkendala biaya untuk operasional berobat keluarga membawa Supriyadi pulang ke rumah. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Supriyadi dan keluarga, saat berkunjung ke rumahnya kurir merasakan kesulitan mereka. Supriyadi akhirnya dapat berobat di Jakarta, ia pun menjalani biopsi dan kemoterapi. Setelah berobat alhamdulillah benjolan di leher  Supriyadi mulai mengecil. Kurir pun menyampaikan bantuan lanjutan untuk sewa kos dan biaya hidup selama berobat di RSCM Jakarta. Sebelumnya Supriyadi telah dibantu dalam rombongan 971.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 27 Maret 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Pak Supriyadi menderita ca. nasofaring


NURZAKI BIN MATORI (4, Retinablastoma). Alamat : Jln. Sungai Masjid, RT 7/3, Desa Medan Emas, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Si kecil yang biasa disapa Zaki ini setahun terakhir berjuang melawan tumor di matanya. Zaki sudah menjalani operasi pengangkatan bola mata beserta tumornya namun perjuangannya masih belum seelsai karena ia masih harus menjalani kemoterapi. Zaki sudah menjalani 10 kali kemoterapi dan seharusnya ia dirujuk ke Jakarta namun ayahnya, Bapak Matori, berkeberatan mengingat jauhnya jarak serta besarnya biaya yang harus dikeluarkan. Akhirnya dokter yang menangani Zaki menyarankan agar keluarga berkonsultasi ke bagian administrasi RSUD Sudarso dan menceritakan kondisi keluarga yang sesungguhnya. Setelah berdiskusi dengan pihak rumah sakit, akhirnya pihak rumah sakit menyetujui kemoterapi Zaki dilakukan di RSUD Sudarso dengan syarat keluarga harus meminta Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan setiap bulannya hingga kemoterapi bisa berjalan sampai sepuluh kali. Setelah menjalani kemoterapi, beberapa bulan kondisi Zaki membaik namun tidak bertahan lama karena tumor yang tadinya sudah mengecil tumbuh lagi dengan begitu cepat. Kondisi Zaki bahkan semakin menurun hingga harus dibawa ke rumah sakit. Dokter menyarankan agar Zaki segera dirujuk ke RS Dharmais Jakarta untuk penanganan yang lebih baik. Lagi – lagi Bapak Matori berkeberatan, maklum saja penghasilanya sebagai buruh panjat pohon kelapa hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Keluarga Zaki akhirnya bertemu dengan kurir Sedekah Rombongan dan dapat berobat di Jakarta. Hampir 6 bulan lamanya Zaki berobat di RS Dharmais Jakarta. Ia telah menjalani kemoterapi dan belasan kali radiasi. Zaki dan keluarga berjuang demi kesembuhan namun beberapa hari terkahir kondisi Zaki menurun dan akhirnya ia wafat pada 9 April di RS Dharmais Jakarta.   Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan akomodasi kepulangan jenazah beserta keluarga dari jakarta ke Pontianak. Semoga Zaki kelak dapat menjadi penyelamat untuk orang tuanya, amin. Sebelumnya Zaki telah dibantu dalam Rombongan 909.

Jumlah Bantuan : Rp. 13.100.000,-
Tanggal : 10 April 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Nurzaki menderita retinablastoma


RIFKY ELMADITA (11, Kanker Kulit). Alamat : Kampong Malang Kulong No. 1/24, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Rifky, sejak berusia 2 tahun mulai mengeluh mengalami alergi saat terkena sinar matahari. Setiap terkena sinar matahari, kulit Rifky muncul benjolan kuci yang terasa gatal. Kondisi tersebut hanya dibiarkan saja hingga benjolan semakin banyak.  Kemudian Rifky dibawa ke Rumah Sakit setempat. Dari hasil pemeriksaan, Rifky didiagnosa menderita kanker kulit. Rifky dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk menjalani pengobatan yang lebih lengkap. Di RSUD Dr. Soetomo, Rifky menjalani operasi dan kondisinya sudah mulai membaik. Rifky dan keluarga mengalami kesulitan untuk biaya transportasi serta biaya pengobatan yang diluar tanggungan jaminan kesehatan. Ayah Rifky, Kasmadi (37) sehari-hari bekerja sebagai penjual cireng. Jumlah tanggungan keluarga adalah 2 orang. Jaminan kesehatan yang digunakan Rifky adalah Jamkesda  (Jaminan Kesehatan Daerah). Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Rifky. Melihat semangat Rifky dan keluarga yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu Rifky. Bantuan telah diberikan dan digunakan untuk biaya transportasi dan biaya pengobatan yang tidak termasuk dalam tanggungan Jamkesda. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 970. Rifky dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Rifky masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 798.400,-
Tanggal  : 16 Maret 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  Ditta @EArynta

Rifky menderita kanker kulit


TITIN YUDA PRIANTI (34, Kanker Kulit). Alamat: Dusun Bangunsari, RT 9/5, Desa Tambak Kalisogo, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Ibu Titin sudah menerita sakit kulit sejak dua tahun yang lalu. Awal mulanya adalah muncul bintil-bintil di pipi seperti jerawat. Selama beberapa waktu ibu Titin hanya memberikan salep kulit biasa karena mengganggap bintil itu seperti jerawat biasa dan akan sembuh dengan sendirinya. Tidak lama kemudian bintil tersebut merambah ke sebagian besar wajah ibu Titin dan kulit beliau mengelupas secara perlahan dan merata. Pada saat kehamilan ibu Titin yang kedua, bintil tersebut menghilang dan tidak ada pengelupasan sama sekali pada wajah beliau. Setelah ibu Titin melahirkan, tiba-tiba penyakit bintil di wajah ibu Titin muncul lagi dan semakin parah. Banyak bintil-bintil seperti jerawat di wajah beliau hingga mengeluarkan cairan. Tidak hanya itu, pengelupasan kulit ibu Titin merambah hingga ke seluruh badan. Melihat sakit yang diderita ibu Titin yang tidak biasa, pihak keluarga membawa ibu Titin ke Dr. Umum di daerah Kabupaten Sidoarjo dengan biaya pribadi sekitar Rp 300.000,- sekali berobat. Setelah menjalani pengobatan selama beberapa waktu, sakit ibu Titin tidak kunjung sembuh. Karena sudah tidak ada biaya, pihak keluarga memutuskan untuk merawat ibu Titin di rumah. Kini luka yang diderita ibu Titin juga muncul di daerah punggung karena hanya terbaring di kasur tanpa banyak pergerakan. Suami ibu Titin, Muhammad (36) bekerja sebagai buruh pabrik. Mereka dikaruniai dua orang anak. Ibu Titin belum memiliki jaminan kesehatan. Pihak keluarga mengatakan sudah tidak ada lagi biaya untuk pengobatan sehingga pengobatan pun harus terhenti. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan ibu Titin. Bantuan awal diberikan kepada ibu Titin dan digunakan untuk biaya pengobatan dan transportasi. Kurir Sedekah Rombongan juga memberikan bantuan untuk mengurus pembuatan kartu jaminan kesehatan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Semoga ibu Titin bisa segera sembuh dan bisa menjalani aktivitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Maret 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @MasKhus1027 @EArynta

Bu Titin menderita kanker kulit


LASIANA WINARTO (32, Proses Persalinan/Melahirkan). Alamat: Jalan Dukuh Bulak Banteng Gang 2, RT 9/12, Kel. Bulak Banteng, Kec. Kenjeran, Kota Surabaya, Jawa Timur. Ibu Lasiana sekarang masih terbaring di RSUD Dr. Soewandhi Surabaya karena baru saja melahirkan anaknya yang ke tujuh. Beliau mendapatkan penanganan tepat di RSUD Dr. Soewandhi berkat pertolongan dari para petugas Satpol PP yang sedang bertugas di jalan. Mereka mendapati ibu Lasiana sudah dalam keadaan lemas karena sudah tiba waktunya melahirkan. Ibu Lasiana membiarkan kandungannya walaupun sudah dinasehati oleh tetangga sekitar rumahnya agar segera ke dokter untuk melahirkan. Namun, karena tidak adanya biaya, ibu Lasiana terpaksa membiarkan kandungan beliau. Ibu Lasiana beranggapan bayi beliau dapat keluar dengan sendirinya dan tidak memerlukan bantuan medis. Beruntung Satpol PP yang berada di sekitar rumah ibu Lasiana mengetahui kondisi ibu Lusiana yang sudah semakin lemah sehingga dapat segera dilarikan ke RSUD Dr. Soewandhi Surabaya. Suami Bu Lasiana, Winarto (35) dulunya bekerja sebagai tukang bangunan dan sekarang sudah tidak bekerja lagi. Sedangkan ibu Lasiana bekerja sebagai tukang bersih-bersih di rumah tetangganya. Ibu Lasiana dan keluarga tinggal di sebuah rumah sewa dengan tujuh anaknya. Anak pertama masih berumur 14 tahun. Sedangkan anak ke tujuh adalah yang  baru saja dilahirkan. Ketujuh anak ibu Lasiana tidak ada yang bersekolah. Ke tujuh anaknya tidak ada yang bersekolah. Walaupun demikian, ibu Lasiana tetap mengajarkan anak-anak beliau membaca dan mengaji. Ibu Lasiana belum memiliki jaminan kesehatan sehingga tidak ada biaya untuk persalinan. Kini ibu Lasiana masih berada di RSUD Dr. Soewandhi Surabaya bersama bayi beliau. Tunggakan biaya rumah sakit sudah mencapai Rp 1.700.000,-. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami ibu Lasiana. Bantuan telah disampaikan berupa biaya untuk persalinan yang sudah beliau jalani di RSUD Dr. Soewandhi. Bu Lasiana dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga ibu Lasiana dapat segera pulih dan kembali bersama keluarga. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp.  1.700.000,-
Tanggal : 15 April 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @KurniaIswardani @Putri_Rezty

Bantuan biaya untuk persalinan


SD AT-THOHIRIYAH (Bantuan Perbaikan Bangunan Sekolah + Fasilitas Sekolah + Tunggakan SPP Murid). Alamat: Jalan Harun Thohir No. 35, RT 1/1, Desa Pulopancikan, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. SD At-Thohiriyah merupakan salah satu SD swasta yang ada di Kabupaten Gresik. Tahun ini, murid di SD At-Thohiriyah dari kelas satu sampai kelas enam berjumlah 48 siswa. Sedangkan guru di SD At-Thohiriyah berjumlah 10 orang.  Sumber dana di SD At-Thohiriyah berasal dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Setiap bulan BOS memberikan dana sebesar Rp 40.000,- tiap tiga bulan sekali kepada setiap murid. Sedangkan SPP tiap bulan di SD At Thohiriyah sebesar Rp 50.000,- untuk setiap anak. SD At-Thohiriyah merupakan sekolah yang memiliki murid yang minim. Sehingga pihak sekolah mengajak warga sekitar SD At-Thohiriyah agar anak-anak mereka bersekolah di SD At-Thohiriyah. Pihak sekolah memberikan beberapa benefit bagi pendaftar di sekolah tersebut, antara lain pemberian seragam, tas, sepatu, dan SPP gratis selama satu tahun. Demi mencari murid untuk SD At-Thohiriyah, pihak sekolah pada akhirnya iuran dan mencari sumbangan ke beberapa tempat. Namun, murid yang bersekolah di SD At-Thohiriyah sebagian besar merupakan murid yang berasal dari keluarga pesisir dengan ekonomi menengah ke bawah. Banyak murid yang mempunyai tunggakan pembayaran SPP berbulan-bulan hingga menamatkan sekolah di SD At-Thohiriyah. Alhasil ijazah pun ditahan bertahun-tahun karena SPP yang belum dilunasi. Karena dana pemasukan yang minim, fasilitas di SD At-Thohiriyah pun tidak bisa diberikan secara maksimal. Bangunan SD At-Thohiriyah juga sudah menua sehingga apabila terjadi hujan, atap bangunan tidak bisa menahan air hujan dan akhirnya bocor memasuki ruang-ruang kelas. Kebutuhan bulanan SD At-Thohiriyah yang semakin lama semakin besar seperti biaya listrik, gaji guru, dan kesekretariatan membuat pihak SD At-Thohiriyah mengalami kesulitan dalam keuangan. Gaji guru per bulan di SD At-Thohiriyah tidak seberapa. Banyak dari mereka yang harus gali lubang tutup lubang untuk menggaji para pegawai SD At-Thohiriyah. Walaupun demikian, semangat para guru untuk terus mendidik murid SD At-Thohiriyah pantang menyerah dan selalu bersabar dengan kondisi sekolah yang kurang layak. Sedekah Rombongan menyampaikan santunan dari para sedekahoilic. Bantuan digunakan untuk memperbaiki bangunan dan pembaharuan fasilitas kelas agar bisa menjadi tempat yang lebih layak untuk ditempati murid-murid yang sedang mencari ilmu. Selain itu juga digunakan untuk membayar tunggakan. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi SD At-Thohiriyah beserta para guru dan muridnya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp.  3.000.000,-
Tanggal : 18 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @Mukhmukhlisin @ EArynta

Bantuan perbaikan bangunan sekolah + fasilitas sekolah + tunggakan SPP murid


SURAT BIN TARDIMAN (54, Bedah Rumah). Alamat: Dusun Kampung Baru, RT 4/6, Desa Bulujowo, Kecamatan Bancar, Kab.Tuban, Jawa Timur. Pak Surat tidak tahu persis kapan awal mula penyakit yang dideritanya mulai timbul. Suatu ketika hidung Pak Surat mengalami luka. Namun, seiring berjalannya waktu luka tersebut semakin melebar hingga akhirnya hidung Pak Surat perlahan menghilang. Luka tersebut merembet ke bagian mata sebelah kiri dan kemudian ke sebelah kanan. Kejadian tersebut membuat kedua bola matanya tak berfungsi dan lama kelamaan mulai menghilang. Pak Surat hidup dari belas kasihan tetangganya. Sedangkan untuk keperluan makan dan minum saudara perempuannya yang mengantarkan setiap hari. Saat ini Pak Surat tidak bisa melihat. Pak Surat juga tidak mempunyai data kependudukan sehingga tidak mempunyai jaminan kesehatan dan tidak mampu membiayai pengobatannya. Pak Surat hidup sebatang kara. Dengan tubuhnya yang sangat kurus beliau hidup di rumah bilik tanpa MCK. Lantai rumah Pak Surat terbuat dari tanah liat sehingga kondisi becek ketika turun hujan. Dinding rumahnya terbuat dari bilik bambu yang sudah berlubang termakan usia, bocor dan dingin kalau musim hujan. Atap rumah berasal dari genting bata merah yang sudah tua dan bocor bila musim hujan. Kayu sudah mulai lapuk, tampak posisi rumahnya mulai miring. Tidak adanya ventilasi udara, sehingga rumah terasa pengap. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Pak Surat. Sedekah Rombongan membantu melakukan bedah rumah untuk Pak Surat agar dapat layak digunakan. Bedah rumah dilakukan dalam 2 tahap, yaitu pada 31 Desember 2016 & 7 Januari 2017. Pak Surat merasa sangat terbantu dengan adanya hunian yang lebih layak. Beliau mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 8.242.500,-
Tanggal : 7 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @MiftakhAbuSaSi

Bantuan bedah rumah


SUHATNO BIN MUSRIN (42, Patah Tulang + Amputasi Kaki Kiri). Alamat: Dusun Ngembloraseh, RT 4/1, Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Kejadian ini bermula ketika Pak Suhatno mengalami kecelakaan beruntun yang menyebabkan kaki kirinya diamputasi. Ia mengalami patah tulang di bagian kaki kanan, tulang pinggul kanan dan kiri, serta saluran kencing beliau putus. Hal ini membuat seluruh aktivitas yang dijalani oleh Bapak Suhatno berhenti total dan harus menjalani perawatan dalam kurun waktu yang lama. Bapak Suhatno mendapatkan bantuan berupa kaki palsu namun sayang sekali karena kaki palsu yang didapat tidak sesuai dengan ukuran kaki Bapak Suhatno dan juga terlalu berat. Bapak Suhatno tidak dapat menggunakan kaki palsu beliau secara maksimal. Karena kaki palsu ini pun Bapak Suhatno sempat terjatuh karena tidak bisa mengimbangi kaki palsu tersebut. Kedua orang tua Bapak Suhatno, Musrin (71) dan Sari (63) bekerja sebagai buruh tani. Ketika didatangi oleh Kurir Sedekah Rombongan, keluarga Pak Suhatno mengungkapkan kesedihan mereka. Mereka tidak memiliki tabungan untuk biaya pengobatan Bapak Suhatno dan Fasilitas Kartu KIS (Kartu Indonesia Sehat) belum bisa digunakan karena baru saja mendaftar. Hal tersebut membuat keluarga banting tulang untuk menutupi biaya hidup dan biaya pengobatan. Tidak ada biaya untuk membuat kaki palsu lagi yang sesuai dengan kondisi dan ukuran kaki Bapak Suhatno. Sedekah Rombongan berkesempatan menyampaikan bantuan dari para sedekaholic. Bantuan tersebut dipergunakan untuk biaya hidup dan biaya pengobatan. Semoga Bapak Suhatno dapat menemukan kaki palsu yang cocok agar dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @MiftakhAbuSaSi

Pak Suhatno menderita patah tulang + amputasi kaki kiri


HELMIATUS SOLEKAH (6, Tumor Mata). Alamat: Dusun Krajan, RT 10/ 04, Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Mia biasa ia dipanggil oleh orang tuanya, Mia menderita tumor mata sejak setahun lalu ia menjadi pasien dampingan dari Sedekah Rombongan. Tumor yang diderita oleh Mia sudah menjalar hingga ke tulang dan tengkorak matanya. Sehingga satu-satunya jalan adalah dengan melakukan operasi pengangkatan tumor dan sebagian tulang serta tengkorak kepalanya. 12 juni 2015 Mia telah menjalani operasi, alhamdulillah operasi yang dijalani oleh Mia berhasil, dan diketahui bila tumor yang dideritanya tidaklah ganas, sehingga tidak diperlukan kemoterapi. Namun, Mia masih harus menjalani rekontruksi mata 2-3 bulan berikutnya, serta bedah plastik di sekitar wajah dan pemasangan bola mata palsu. Pada awal sakitnya, keluarga Mia mengeluhkan tentang banyaknya pengeluaran untuk biaya pengobatan, ongkos transportasi dan tempat tinggal selama berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Alhamdulillah, kami Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mia. Setelah melalui survey, Mia resmi menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Saat ini Mia melakukan kontrol rutin sebulan sekali ke Surabaya. Bantuan telah diberikan untuk biaya transportasi dan berobat. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 988. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Mia masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan. Semoga dengan ikhtiar ini penyakit Mia bisa segera diobati dan iabisa melanjutkan sekolah untuk menggapai cita-cita.

Jumlah Santunan : Rp. 728.000,-
Tanggal : 12 Maret 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Mia menderita tumor mata


MUNAWIR BIN WASIMIN (46, Gloukoma) Alamat : Dsn, Wringin Tengah, RT 2/6, Kelurahan. Wringin, Kec. Wringin, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Bapak Munawir di diagnosis menderita Gloukoma dengan keadaan yang sudah parah kedua matanya sudah tidak bisa melihat lagi, dengan kondisi yang seperti itu, beliau disarankan untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Dengan kondisi mata yang seperti itu, beliau tetap berusaha mencari nafkah. Beliau adalah seorang pembuat tape di kampungnya. Bu Sanimah (44) istrinya, adalah seorang ibu rumah tangga. Pendapatan yang diperoleh pak Munawir tidak menentu. Terkadang penghasilan dari menjual tape tidak cukup untuk biaya sehari hari beliau. Biaya transportasi yang mahal dan biaya hidup yang tidak murah membuat pak Munawir sempat menunda keberangkatannya. Mendengar hal itu kurir Sedekah Rombongan segera mendatangi rumah beliau dan mulai melakukan survey. Setelah dirasa cukup dan layak untuk dibantu, kami segera membawa pak Munawir ke Surabaya. Pak Munawir dan istri adalah pasangan suami istri yang taat beribadah. Terbukti pada saat berada di rumah singgah, ibadah sholat lima waktu tidak pernah mereka tinggalkan begitupun dengan sholat sunah seperti sholat dhuha dan sholat tahajud. Alhamdulillah, kami kurir Sedekah Rombongan bersyukur dipertemukan oleh keluarga pak Munawir. Belum seminggu menjalani perawatan di dokter Soetomo, mata sebelah kiri beliau sudah dioperasi dan digantikan oleh bola mata palsu. Saat ini pak Munawir menunggu pendonor mata untuk menggantikan mata sebelah kanan beliau. Harapan beliau dapat melihat dengan normal dan jelas kembali tentu juga adalah harapan dari kami,kurir yang mendampingi beliau. Saat ini beliau melakukan kontrol 1 bulan sekali sembari menunggu adanya pendonor mata untuk beliau. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 988. Pak Munawir dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Maret 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @Martinomongi @EArynta

Pak Munawir menderita gloukoma


PUTING BELIUNG KRIAN (Bantuan Sembako). Alamat : Desa Terung Kulon,  Desa Kanigoro, Desa Junwangi, Kecamatan Krian, kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Bencana alam berupa angin puting beliung menimpa sebagian kecamatan Krian Sidoarjo pada Rabu 15 Februari 2017 sekitar pukul 16.00, dan telah mengakibatkan puluhan bahkan ratusan rumah rusak, puluhan pohon tumbang, dan beberapa tiang PLN rusak. Total kerusakan rumah warga di Desa Keboharan Dusun Kanigoro tercatat 165 rumah rusak sedang-berat, sedangkan di Desa Terung Kulon hampir 6 RT rumah mengalami kerusakan sedang-berat. Tidak ada korban jiwa, namun beberapa warga dilarikan ke Rumah Sakit terdekat karena terluka ringan akibat musibah ini. Keesokan harinya tim Sedekah Rombongan Sidoarjo & Surabaya turut mendatangi lokasi kejadian dan memberikan bantuan sembako melalui posko dan dapur umum di kantor Balai Desa Terung Kulon. Hingga saat ini seluruh elemen masyarakat setempat masih bergotong royong menata kembali reruntuhan bangunan. Perwakilan masyarakat kecamatan Krian Sidaorjo mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui  Sedekah Rombongan. Semoga bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 16 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Eisty

Bantuan sembako


WARDI BIN SUPRANI (56, Paru-paru + Lemah Jantung). Alamat: Jln. Budi Mulia RT 7/4 No 26, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Kotamadya Jakarta Utara, DKI Jakarta. Pak Wardi adalah warga pendatang asal kabupaten Serang yang tinggal di Jakarta bersama anak-anaknya. Awal sakit yang diderita Pak Wardi saat beliau tiba-tiba terjatuh didepan rumah kontrakannya. Oleh warga sekitar Pak Wardi langsung dibawa ke Puskesmas terdekat, tapi dari Puskesmas langsung dirujuk ke RSUP Persahabatan. Disana Pak Wardi langsung dilakukan penanganan medis, dan diketahui jika Pak Wardi mengalami serangan jantung dan menderita Lemah Jantung. Pak Wardi cukup lama menjalani rawat inap, kemudian diperbolehkan pulang. Semenjak itu Pak Wardi tidak lagi bisa bekerja dan tulang punggung keluarga berpindah ke sang istri. Ibu Erah (50) sebelumnya adalah seorang ibu rumah tangga, tapi karena kondisi yang dialami sekarang berbeda, ibu Erah terpaksa harus bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Perjuangan yang dilakukan Ibu Erah tidaklah ringan, Ibu Erah harus banting tulang seorang diri, belum lagi harus mengurus anak dan suaminya. Alhamdulillah, ditengah kondisi yang pas-pasan ini kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan  pak Wardi dan  Ibu Erah sekaligus  menyampaikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan akomodasi ke rumah sakit. Pak Wardi dan Ibu Erah menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang teah diberikan. Bantuan sebelumnya masuk di rombongan 979.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 20 April 2017
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Pak Wardi menderita paru-paru +lemah jantung


WILDAWATI BINTI TABRANI (34, Tuberkulosis Paru). Alamat : Perum. Citra Pratiwi Blok C8, No. 9, RT 3/11, Kelurahan Batu IX, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Ibu Wilda adalah seorang ibu rumah tangga dan memiliki dua anak yang masih kecil. Anak paling kecil masih berusia enam bulan. Pada saat hamil anak terakhir, Ibu Wilda sering sakit-sakitan. Gejala awal yang dialaminya adalah batuk kering yang kerap mengganggunya dan membuatnya sesak pada malam hari. Ibu Wilda juga mengalami demam yang hilang timbul dan lemas sehingga ia mulai kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-harinya, terlebih lagi saat itu ia sedang hamil. Ibu Wilda mulai mengalami penurunan selera makan dan sering muntah-muntah. Ia merasakan berat badannya menurun. Sejak anaknya lahir, ia merasakan kondisi tubuhnya semakin melemah. Seringkali ia hanya bisa berbaring di tempat tidur sambil menyusui bayinya. Tak ada makanan yang bisa masuk ke perutnya karena dia merasakan mual yang hebat. Ibu Wilda sudah berobat ke Puskesmas dan diberikan obat batuk dan penghilang mual, namun hanya sedikit perubahan yang dirasakannya. Ibu Wilda disarankan untuk pemeriksaan foto dada dan pemeriksaan darah, namun karena tidak memiliki jaminan kesehatan dan khawatir akan biaya berobat yang mahal, ia urungkan niatnya untuk berobat. Saat ini, suami Ibu Wilda, Hendri (37), sedang mengupayakan pembuatan jaminan kesehatan dengan bantuan pemerintah. Saat ini kondisi tubuh Ibu Wilda masih lemah bahkan sulit melakukan aktivitas yang ringan. Ibu Wilda tinggal bersama suami di rumah milik sendiri. Suami Ibu Wilda bekerja sebagai tukang jahit di rumah, dan menerima pesanan dari orang-orang sekitar rumah. Upah jahit tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan bersyukur bisa bertemu dengan Ibu Wilda dan suaminya. Ibu Wilda merasa lega atas bantuan dari Sedekaholic yang disampaikan kurir Sedekah Rombongan. Bantuan tersebut akan ia gunakan untuk melanjutkan pengobatannya sementara jaminan kesehatannya masih dalam proses pembuatan. Ia ingin sembuh seperti sedia kala dan bisa membantu suaminya bekerja serta mengurusi kedua anaknya yang sempat terbengkalai karena kondisi tubuhnya yang tidak memungkin untuk beraktivitas. Semoga Ibu Wilda diberikan kesembuhan oleh Allah SWT sehingga bisa beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 April 2017
Kurir : @arfanesia @HeruBinYatiman @thiwipepthy @MonikaYolanda

Bu Wilda menderita tuberkulosis paru


SUKRI BIN LANIKA (40, Kusta + Katarak). Alamat : Kampung Sei Sudip, RT 2/3, Dompak, Bukit Bestari, Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau. Pak Sukri sehari-hari bekerja sebagai seorang buruh harian lepas. Pak Sukri didiagnosis mengalami penyakit kusta. Kusta adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri yang dapat menyebabkan gangguan pada kulit, saraf, dan cacatnya anggota tubuh. Pada usia 10 tahun, awalnya Pak Sukri mengalami demam tinggi dan sering pingsan. Pada usia 15 tahun, mulai terlihat jari-jari tangan Pak Sukri satu – persatu mengalami pembengkokan dan kemudian patah. Sejak sakit Pak Sukri belum pernah dibawa ke rumah sakit. Sekitar tahun 2010, Pak Sukri akhirnya menjalani pengobatan di Puskesmas dan mendapatkan pengobatan untuk kusta selama satu tahun. Pada saat itu Pak Sukri sudah mengalami kehilangan beberapa jari tangan dan kakinya. Untuk pengobatannya, Pak Sukri mendapat bantuan dari pemerintah dan dinas kesehatan setempat. Memasuki usia 30 tahun, Pak Sukri mulai mengalami kesulitan dalam melihat karena mengalami katarak. Pihak RT dan RW telah membantu dalam proses pembuatan jaminan kesehatan dengan bantuan pemerintah hingga selesai, namun hingga saat ini pengobatan belum juga dilakukan Pak Sukri karena ia tidak tahu prosedur bagaimana caranya berobat ke Puskesmas. Kondisi Pak Sukri saat ini dalam keadaan stabil, namun ia mengalami sedikit kesulitan dalam beraktivitas disebabkan oleh penglihatannya yang mulai menurun karena katarak. Pak Sukri belum menikah, saat ini ia tinggal bersama adiknya yang juga bekerja sebagai buruh harian. Mereka tinggal di rumah peninggalan orang tua mereka yang sudah meninggal. Untuk biaya hidup diperolehnya dari hasil bekerjanya sebagai buruh lepas, yang terkadang tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan bersyukur bisa bertemu dengan Pak Sukri. Kurir menyampaikan santunan yang akan digunakan untuk tambahan biaya pengobatan dan transportasi menuju fasilitas pengobatan. Pak Sukri ingin sekali sembuh dan bisa melihat seperti sedia kala. Semoga Pak Sukri diberikan kesabaran serta kesehatan oleh Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 April 2017
Kurir : @arfanesia @HeruBinYatiman @thiwipepthy Dody

Sukri menderita kusta + katarak


TUIRAH BINTI MURAJI (85, Biaya hidup). Alamat : Desa Jogodayuh, RT 1/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbah Tuirah adalah seorang nenek yang hidup sebatang kara di sebuah rumah yang berukuran kecil sekali. Di usianya yang sudah tua, mbah Tuirah massih harus bekerja keras untuk bisa  bertahan hidup. Dengan membuat tape telo sehari-hari dan bahannya juga harus membeli di pasar beli Pagotan, maka dapurnya masih bisa tetap mengepul untuk sesuap nasi. Sudah lama suaminya meninggal dunia dan tidak memiliki anak.  Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi dan penderitaan yang dialami mbah Tuirah.  Akhirnya bantuanpun disampaikan sebesar Rp. 500.000 kepada mbah Tuirah untuk membantu biaya hidup sehari – harinya. Mbah Tuirah sangat bergembira dan mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepadanya. Mbah Tuirah mendoakan kepada semua kurir semoga mendapatkan  rizki yang melimpah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bantuan biaya hidup sehari – hari


WIWIK WINARSIH (44, Kanker Payudara+ pergeseran tulang belakang). Alamat :  Dusun Tawangsari, RT 13/6, Desa Sumberejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Wiwik adalah seorang ibu yang mengalami penyakit kanker payudara. Awalnya sakitnya di tulang belakang atau di pinggang (jawa : kecetit), pertama cek up di RSUD Soedono diagnosa kanker payudara,  diperkirakan sudah menjalar ke tulang belakang, oleh dokter disarankan untuk kemoterapi, kemudian  yang kedua berobat ke RS Griya Husada Madiun selama 9 hari dan diagnosa sama,  tapi ada pergeseran tulang belakang. Bu Wiwik memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi bu Wiwik.  Bantuanpun disampaikan sebesar Rp. 1.000.000 oleh Sedekah Rombongan  untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya bu Wiwik, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada  rombongan 965. Tak lupa bu Wiwik mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.  Semoga para sedekaholics dan semua kurir Sedekah Rombongan mendapatkan balasan atas semua kebaikannya, begitu doa keluarga bu Wiwik.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 April  2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bu Wiwik menderita kanker payudara+ pergeseran tulang belakang


BEGAWAN ALFATHIHAN  (12, Lumpuh). Alamat :  Dusun Modinan, RT 1/1,  Desa Kranggan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bega adalah anak kedua dari 3 bersaudara. Kakaknya baru saja lulus SLTA  dan adiknya masih berusia 4 tahun. Bapaknya yang bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik kecil di desanya. Bega saat ini lulus dari kelas 6 di sebuah MI di desanya. Semangatnya untuk bersekolah sangat besar, sehingga dia tetap melanjutkan sekolah meskipun dalam keadaan lumpuh sejak 3 tahun yang lalu. Saat bertemu dengan Sedekah Rombongan, Bega menyampaikan ingin melanjutkan sekolah tapi kalau sudah bisa berjalan lagi. Sedekah Rombongan  memberi semangat agar tetap bisa melanjutkan sekolah walau kondisi belum mampu berjalan lagi. Dulu kakinya masih bisa berjalan meski tidak begitu sempurna, namun karena tidak ada tindakan/ pemeriksaan oleh orang tua karena faktor keterbatasan pengetahuan dan keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan, akibatnya Bega mengalami kelumpuhan. Saat ini tangannya pun sulit untuk diangkat atau digerakkan. Sehingga untuk memakai bajupun Bega harus dibantu orang lain. Bega hanya bisa menulis pelajaran saat tangannya menopang pada bangku/meja saja. Saat ini Bega menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS. Dengan keadaan tersebut, Bega yang sebelumnya  sudah pernah mendapatkan santunan  dan masuk dalam rombongan  929,  saat ini santunan pun kembali disampaikan sebesar Rp. 1.000.000 dan digunakan untuk membantu pengobatan agar bisa sembuh dan mampu beraktifitas sesuai perkembangannya. Bega merasa senang sekali dan orang tua Bega mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari sedekacholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga dengan santuan tersebut Bega pulih bisa berjalan lagi sehingga masa depannya cerah. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 April 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bega menderita lumpuh


MUSOFA HAMDAN (15, Shepinabifida). Alamat : Dusun Baliboto,  RT 42/4, Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Hamdan, begitulah nama seorang anak putra dari Ibu Ayib. Di usianya yg ke 15 tahun ini seharusnya dia masih bisa merasakan indahnya bersekolah dan bertemu teman-temannya. Seharusnya Hamdan sekarang kelas 8 SLTP, namun karena penyakit yang dideritanya kini ia harus berhenti sekolah dan hanya bisa terdiam di rumah. Shepinabifida ialah penyakit benjolan di tulang ekor akibat keluarnya bagian sumsum tulang belakang. Penyakit ini diderita sejak kecil, yang hingga sekarang merambat pada ginjal dan jantungnya. Ibunya yang hanya sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi Ibu Ayib masih mempunyai tanggungan 2 anaknya. Kini Ibu Ayib harus berjuang menghidupi keluarganya seorang diri menjadi single parent. Sementara Hamdan  masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang  salah satu kakinya untuk berjalan tidak bisa sempurna seperti biasanya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Hamdan. Saat ini Hamdan menggunakan fasilitas KIS. Dengan keadaan tersebut,  Hamdan yang sebelumnya  sudah menerima santunan dan masuk pada rombongan 976,  kali ini Hamdan kembali menerima santunan sebesar Rp. 1.000.000 yang digunakan untuk biaya pengobatan. Sedekah Rombongan selalu memberi semangat untuk Hamdan untuk bisa berjuang melawan sakit yang dideritanya. Ucapan terimakasih disampaikan  kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Hamdan diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat melanjutkan sekolahnya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 April 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Hamdan menderita shepinabifida


ZASKIYAH NOVELIANI HARAHAP (6, Papiloma Laring). Alamat : Jalan H. Ungar Lorong Sulawesi, No. 10, RT 1/3, Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Zaskiyah, begitu gadis kecil ini sering dipanggil. Ia didiagnosis mengalami penyakit papiloma laring sejak usia satu tahun. Pailoma laring adalah terdapatnya tumor jinak atau daging tumbuh pada saluran pernapasan. Tumor ini disebabkan oleh infeksi virus yang bernama Human Papiloma Virus (HPV). Penyakit ini diketahui saat Zaskiya berusia 1 tahun. Zaskiyah mengalami kesulitan untuk bernapas, setiap malam ia sulit tidur dan selalu mengorok. Ayah Zaskiyah, Muda Rezeki Harahap (27), dan Ibunya, Juliani (24) membawa Zaskiyah ke rumah sakit. Zaskiyah dirawat selama seminggu dengan diagnosis yang belum diketahui pasti. Setelah dilakukan pemeriksaan penunjang, akhirnya diketahui bahwa keluhan yang dialami Zaskiyah disebabkan oleh adanya pertumbuhan daging pada saluran pernapasannya, yaitu di sekitar daerah pita suara. Kondisi Zaskiyah yang menurun dan semakin sulit bernapas membuat tim dokter melakukan tindakan trakeostomi atau pembuatan jalur pernapasan baru dengan cara pembolongan pada leher serta memasang alat bantu pernapasan untuk memudahkannya bernapas. Orang tua Zaskiyah kemudian mengajukan permohonan bantuan ke Dinas Sosial Kota Tanjungpinang untuk biaya pengobatan Zaskiyah. Dinas Sosial menyetujui permohonan tersebut dan membantu Zaskiyah untuk dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Zaskiyah melanjutkan pemeriksaan dan pengobatan di RSCM Jakarta, namun kemudian terkendala keterbatasan alat. Tumor laring yang dialami Zaskiyah tumbuh di daerah yang sulit dan beresiko tinggi. Peralatan medis yang ada di RSCM tidak dapat menjangkau keseluruhan tumor tersebut. Dokter juga menyarankan untuk membawa Zaskiyah ke Malaysia demi mendapat alat yang dibutuhkan, karena apabila tumor tersebut tidak segera diangkat, ia akan mengalami ketergantungan alat bantu napas yang saat ini terpasang pada lehernya dan tidak akan dapat berbicara. Orang tua Zaskiyah akhirnya membawa anaknya ke Malaysia. Zaskiyah dirawat selama seminggu di Malaysia, dokter menyatakan bisa dilakukan tindakan operasi untuk mengeluarkan tumornya dan mempertahankan pita suara sehingga ia masih dapat berbicara setelah operasi. Pihak rumah sakit menjelaskan total biaya pengobatan Zaskiyah sekitar seratus juta. Orang tua Zaskiyah akhirnya membawa Zaskiyah pulang kembali ke Tanjungpinang sembari mencari bantuan biaya operasi tersebut. Hingga saat ini alat bantu napas masih terpasang di leher mungil Zaskiyah. Ia tidak bisa berbicara dan sesekali tampak keluar darah dari alat tersebut akibat gesekan rongga dalam. Alat tersebut rutin dibersihkan oleh ibunya agar Zaskiyah tidak terinfeksi penyakit lain. Saat ditemui Kurir Sedekah Rombongan, Ayah Zaskiyah mengungkapkan pekerjaannya sebagai karyawan swasta tidaklah cukup untuk membiayai pengobatan tersebut. Keluarga sangat berharap dapat mengumpulkan biaya agar Zaskiyah dapat dioperasi. Zaskiyah adalah anak ceria dengan keinginan sembuh yang tinggi agar dapat berbicara dan bernapas normal kembali. Orang tua Zaskiyah sangat bersyukur mendapatkan bantuan dari Sedekah Rombongan. Bantuan yang diberikan akan dikumpulkan untuk tambahan biaya pengobatan Zaskiyah agar kembali menjadi anak yang sehat. Semoga Zaskiyah diberikan kesembuhan oleh Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 April 2017
Kurir : @arfanesia @HeruBinYatiman @thiwipepthy Dody @ririn_restu

Zaskiah menderita papiloma laring


RINI PUJIRAHAYU (43, Kanker Payudara). Alamat :  Desa Sewulan, RT 3/1, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Rini adalah seorang ibu yang mengalami penyakit kanker payudara. Bu Rini adalah seorang guru swasa di sebuah SD yang tidak jauh dari rumah tinggalnya. Bu Rini memiliki 3 orang anak yang masih sekolah semua. Sementara suaminya hanyalah seorang buruh tani. Awalnya sakitnya  tidak begitu dirasakan,  namun lama kelamaan terasa sakit yang tidak tertahan sehingga  bu Rini memeriksakan kondisinya tersebut. Ternyata bu Rini sakit kanker payudara dan harus operasi. Bu Rini memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3.  Setelah dilakukan operasi, bu Rini diberi jadwal kemoterapi hingga 8 kali. Bu Rini merasa  sangat kesulitan untuk biaya kemoterapi yang harus dijalaninya di Solo. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi bu Rini.  Bantuan pertama sebesar Rp 1.000.000 disampaikan oleh Sedekah Rombongan  untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya bu Rini. Tak lupa bu Rini mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga para sedekaholics dan semua kurir Sedekah Rombongan mendapatkan balasan atas semua kebaikannya, begitu doa keluarga bu Rini.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 April  2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Rini menderita kanker payudara


BENCANA ALAM TANAH LONGSOR  (20 rumah tertimpa tanah longsor). Alamat : Desa Banaran, Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Hari Sabtu, 1-4-2017 jam 21.15 Team Sedekah Rombongan Magetan dan  Sedekah Rombongan Madiun merapat ke  lokasi bencana alam tanah longsor di Desa Banaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Berdasarkan data dari Team Rescue yang ada di lokasi korban rumah yang tertimpa longsor sekitar 40 rumah, korban luka berat 3 orang, luka ringan 20 orang serta korban yang tertimpa tanah longsor dan belum terevakuasi sebanyak 28 orang karena medan yang sulit untuk dijangkau. Team  Sedekah Rombongan Magetan dan  Sedekah Rombongan Madiun menyerahkan bantuan pertama berupa air mineral, nasi bungkus, beras, mie instant, baju layak pakai, lampu senter, sepatu boat, selimut, tikar dan beberapa logistik lain yang dibutuhkan korban. Berdasarkan data yang diperoleh, korban bencana yang di tempat pengungsian juga membutuhkan tikar, selimut dan juga pakaian layak pakai. Minggu pagi, 2 april 2017 jam 10.00 WIB team SRMagetan, SRMadiun, SRSolo kembali merapat ke lokasi bencana dengan mengerahkan 4 unit ambulan  MTSR. Kami berusaha mengupdate kabar terkini dari lokasi, namun demikian realtime nya berbeda, karena di lokasi sinyal sangat sulit. Total team SR Magetan dan Madiun turun sebanyak 7 kali ke lokasi bencana untuk menyampaikan titipan para Sedekaholic, walaupun harus melewati medan yang sangat sulit dan penuh resiko. Bantuan sebesar Rp 10.000.000 telah kita sampaikan berupa barang-barang yang dibutuhkan oleh para pengungsi seperti yang telah disebutkan diatas. Mari kita bergerak sama-sama meringankan saudara kita yang sedang tertimpa bencana. Terima kasih untuk para  sedekaholics, semoga sedikit bantuan kita dapat meringankan beban mereka. Salam Tembus langit

Jumlah Bantuan : Rp. 10.000.000,-
Tanggal : 24 April 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Allcrew

Bantuan logistik untuk korban tanah longsor


RANTINEM BINTI SARDI (80, Kanker kulit). Alamat : Desa Lembah, RT 6/1, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbah Rantinem adalah seorang nenek yang mengalami sakit kanker kulit sudah lama. Karena keterbatasan ekonomi maka kondisi tersebut tidak pernah diperiksakan. Mbah Rantinem hidup dengan adiknya yang juga sakit. Adiknya menderita lumpuh sehingga untuk aktifitas sehari – hari mengalami kesulitan. Dan adiknya tersebut memiliki seorang anak  bernama Dayat  berusia 54 yang mengalami gangguan mental. Sungguh kasihan melihat keluarga tersebut. Satu rumah ada 3 anggota keluarga yang tiga – tiganya mengalàmi gangguan kesehatan. Pada saat Sedekah Rombongan berkunjung ke rumahnya, Dayat kelihatan kasihan sekali. Dengan kondisi pakaian yang dikenakan sobek di sana sini. Ibunya hanya bisa duduk di teras. Demikian juga dengan mbah Rantinem yang hanya bisa pasrah dengan kondisinya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dirasakan keluarga tersebut. Bantuan lepas sebesar Rp. 1.500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat dan biaya hidup sehari – hari. Mbah Rantinem sangat senang dan berterimakasih sekali kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan .

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 12  April 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bu Ratinem menderita kanker kulit


KAMIJAN BIN KASMO (90, Keterbelakangan Mental). Alamat : Desa Jatisari, RT 34/7, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbah Kamijan adalah seorang kakek yang hidup sebatang kara dan belum pernah menikah. Tinggal di sebuah rumah yang sangat kecil ukurannya, hanya sebuah ruangan yang semua aktifitas ada di satu ruangan tersebut. Mulai tempat tidur, tempat makan, baju, semuanya menjadi satu. Mbah Kamijan mengalami  keterbelakangan mental. Sejak lama kondisi tersebut dialaminya tanpa pernah ada yang mencoba memeriksakan kondisinya. Karena keluargapun juga sudah tidak memiliki. Untuk makan sehari – hari tergantung dari belas kasihan orang lain dan tetangga dekatnya. Pada saat Sedekah Rombongan berkunjung ke rumahnya, mbah Kamijan sedang duduk seorang diri tanpa memakai kaos atau baju, hanya celana pendek yang dipakainya setiap hari. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi mbah Kamijan, dan bantuan lepas sebesar Rp. 1.000.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat dan biaya hidup sehari – hari.  Bu Jayus,  tetangga dekat yang biasa memberi makan sehari-hari, atas nama mbah Kamijan mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Mbah kamijan menderita keterbelakangan mental


HARIYANTO BIN SUWADI (45, pasca kecelakaan, patah tulang). Alamat : Desa Mlilir, RT 21/7, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur.  Pak Hari, biasa dipanggil demikian oleh temannya, adalah seorang guru TK swasta yang belum menikah, dan hidup seorang diri di rumahnya. Untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari, dia harus mencari tambahan penghasilan setelah pulang mengajar dari TK. Dia melatih menari di sekolah – sekolah yang membutuhkan. Nasib malang menimpanya, dia mengalami kecelakaan  di depan SD Bader 2 Kecamatan Dolopo setelah melatih tari di TK Suluk dan akan berangkat melatih tari di SD Bader. Dan dia mengalami tabrak lari. Patah  tulang bahu kanan yang dialaminya, dan harus dioperasi. Kedua orang tuanya sudah lama meninggal. Mempunyai kakak namun sudah berkeluarga dan kurang pengalaman (buta huruf). Beruntung ada teman-teman guru TK yang membantu membawa ke Rumah Sakit Bathil. Awalnya juga bingung karena patah tulang bahu kanan dan harus operasi. Beruntung ada saudara teman guru yang bisa membantu minta tolong agar bisa mendapatkan jasa raharja, sehingga bisa dilakukan operasi. Untuk melanjutkan kontrol setelah operasi yang menjadi pemikiran karena tidak memiliki tabungan sedikitpun. Karena honor yang diterima dari mengajar TK dan melatih tari hanya cukup untuk makan sehari-hari. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami Pak Hari. Akhirnya bantuanpun sebesar Rp. 1.000.000 disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat pasca operasi. Pak Hari sangat senang dan bersyukur sekali dan tak lupa mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 April  2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Pak Hari menderita patah tulang


AZWAR BIN HAJI CHORNA (66, Tumor Otak). Alamat : Perumahan Kijang Kencana II, Blok B, No. 209, RT 3/9, Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Pak Azwar pada akhir Januari 2017 mengalami sakit pada kaki, kemudian ia dibawa berobat ke dokter praktek dan dinyatakan dalam kondisi baik serta diberikan obat. Keesokan harinya Pak Azwar mengeluh seluruh badannya lemas, ia kemudian dibawa ke Puskesmas yang merujuknya ke Poli Penyakit Dalam RSUD Provinsi Kepulauan Riau. Keluarga belum memahami penyakit yang dialami Pak Azwar, dokter menyarankan untuk dijadwalkan kemoterapi pada tanggal 3 Februari 2017. Pada tanggal 29 Januari 2017 sekitar pukul 02.00 WIB, saat buang air kecil Pak Azwar mendadak tidak dapat menggerakkan tubuhnya sama sekali. Keluarga mengaku sempat membawa Pak Azwar ke tukang pijat setempat malam sebelumnya. Akhirnya pada pukul 07.00 WIB Pak Azwar dilarikan ke IGD RSUD Prov. Kepulauan Riau, beliau menjalani pemeriksaan CT Scan dan dirawat selama 6 hari. Dari hasil CT Scan kepala, dokter belum dapat menentukan penyakit yang dialami Pak Azwar. Dokter yang merawat baru memberikan diagnosis sementara yaitu tumor di otak bagian belakang, namun belum mengetahui jenis tumor tersebut jinak atau ganas. Dokter menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui diagnosis yang tepat sehingga dapat ditentukan tindakan pengobatan yang tepat pula. Saat ditemui oleh Kurir Sedekah Rombongan, Pak Azwar masih dalam kondisi lemas dan menunggu jadwal kontrol lebih lanjut. Pak Anwar terlihat memiliki keinginan sembuh yang tinggi dan ingin mengetahui penyakit apa yang sedang dialaminya saat ini. Beliau bersyukur mendapatkan bantuan melalui Sedekah Rombongan dan berniat menggunakan bantuan tersebut untuk keperluan pengobatannya. Pak Azwar berharap dapat kembali sehat seperti sedia kala. Semoga keinginan Pak Azwar dikabulkan oleh Allah SWT. Aamiin Ya Rabbalalamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 April 2017
Kurir : @arfanesia @HeruBinYatiman  @thiwipepthy @AguezFadly

Pak Azwar menderita tumor otak


ARIF RAHMAN (6, Anemia + Gizi Buruk). Alamat : RT 2/1, Desa Nae, Kecamatan Sale, Kabupaten Bima, Provinsi NTB. Selama 2 tahun terakhir, Arif menderita anemia dan gizi buruk, kondisinya terus menurun bahkan kulitnya terkelupas dengan sendirinya. Ia pernah dirawat selama 1 bulan di RSUD Bima, namun karena tidak kunjung membaik akhirnya dirujuk ke RSUP NTB dan dirawat selama 20 hari sejak tanggal 20 Maret 2017. Selama ini Arif diasuh oleh bibinya sejak orang tuanya meninggal. Pada tanggal 6 April pukul 02.00 WITA, Arif meninggal dunia di RSUP NTB namun keluarganya tak memiliki uang untuk sewa ambulans. Kondisi tersebut membuat jenazah Arif sempat terbengkalai hingga pukul 10.00 WITA di RSUP NTB. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan biaya ambulans untuk membawa jenazah Arif kediamannya di Kecamatan Sape. Keluarga almarhum mengucapkan terimakasih dan harapan semoga amal ibadah Sedekaholic Sedekah Rombongan dibalas kebaikan oleh Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 14 April 2017
Kurir:  @arfanesia Mukhtar Panca

Arif menderita anemia + gizi buruk


VIKI RAHMADANI (7thn, Leukimia AML M5B ) Alamat : Dusun Suka Bangun RT 6/4 Kelurahan Tumbangtiti, Kecamatan Tumbangtiti, Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat. Awalnya Viki adalah anak yang sehat dan aktif, namun tidak demikian ketika ia mengalami sakit yang ia alami.Berawal pada bulan Juli 2016 Viki mengalami demam tinggi yang disertai mimisan pada hidungnya dan terdapat pula benjolan di mata dan kulitnya menjadi biru-biru, melihat keadaan sang anak yang sakit kedua orangtua Viki segera bergegas membawa ke puskesmas untuk diperiksa keadaan buah hatinya tersebut. 7 hari Viki  dirawat namun tidak ada perubahan apapun terhadap keadaannya karena kondisi Viki semakin memburuk ia dirujuk ke RSUD Dr. Agoesdjam Ketapang. 10 hari Viki dirawat namun sama saja tidak ada perubahan yang kian membaik dan Viki bocah Malang ini pun kembali di rujuk ke RSUD Dr.Soedarso Pontianak untuk pemeriksaan cek laboratorium serta ctscan. Dari hasil pemeriksaan dokter yang menanganinya Viki terdiagnosa menderita tumor mata dan dokter menyarankan untuk segera melakukan tindakan operasi pengangkatan mata, namun  orangtua tidak menyetujui atas saran dokter tersebut. Mereka membawa  Viki berikhtiar melalui pengobatan alternatif dan herbal. terus berikhtiar Kondisi mata Viki semakin membesar dan membengkak disertai rasa nyeri dan gatal karena kondisinya yang terus memburuk akhirnya dokter pun merujuk ke RSCM Jakarta. Pada tanggal 4 Agustus 2016,  dilakukan tindakan operasi pengambilan sumsum tulang belakang serta transfusi sel darah merah dan sel darah putih, akhirnya keluar hasil pemeriksaan Viki dan dokter pun mendiagnosa  Leukimia tipe AML M5B. Jalan kesembuhan Viki hanya dengan kemoterapi, disiklus pertama kemoterapi benjolan dimatanya pun mengecil dan sampai saat ini Viki sudah menjalani lima protokol kemoterapi , Alhamdulillah kondisi mata kiki pun tidak ada lagi benjolan besar saat ini matanya terlihat seperti normal lainnya namun benjolan besar itu berpindah ke pipi kanan. Orangtua Viki , bapak Kaderani (32) adalah seorang buruh harian dengan penghasilan minim hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari saja, sedangkan ibu Masamah (28) seorang ibu rumah tangga dan tidak bekerja. Saat ini Viki dan ibu tinggal di rumah singgah kanker yang beralamatkan di jl Percetakan Negara IX no 10 A, meskipun pengobatan gratis dengan fasilitas BPJS namun terkadang kelurga ini kesulitan untuk makan sehari-hari dan akomodasi ke rumah sakit. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga sederhana ini yang langsung menyampaikan bantuan awal untuk biaya harian dan akomodasi ke rumah sakit. Kedua orang tua Viki sangat bersyukur dan berterimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga viki segera sembuh dan dapat bersekolah kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000,-
Tanggal : 20 April 2017
Kurir  : @wirawiry @Riniastuti @endangnumik

Viki menderita leukimia AML M5B


MUZHAKI HUSNIKARIM (9, Cerebral Palsy). Alamat: Jalan Jatipadang RT 9/2 Kelurahan Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Kotamadya Jakarta Selatan, DKI Jakarta.  Muzhaki menderita Cerebral Palsy sejak lahir, terlahir dengan proses operasi  saesar dan kondisinya kekurangan oksigen sehingga tidak langsung menangis. Harus menjalani perawatan didalam incubator selama 20 hari. Saat menjalani perawatan itu seharusnya Muzhaki kecil harus dilakukan pemeriksaan CT-Scan karena dokter sudah curiga kita terdapat kelainan pada syaraf Muzhaki. Tapi karena ketiadaan biaya memaksa keluarga Muzhaki untuk melakukan pemeriksaan CT-Scan ini saat usia Muzhaki telah menginjak 1 tahun. Sampai menginjak usia 1 tahun, Muzhaki kecil tidak tumbuh selayaknya anak seusianya Muzhaki mengalami keterlambatan tumbuh kembang dan ada pelemahan motorik. Sejak saat itu Muzhaki kecil harus bolak balik ke rumah sakit untuk menjalani rehabilitasi medik dan fisioterapi di RSUP Fatmawati. Alhamdulillah semua biaya sudah di-cover oleh jaminan kesehatan. Tapi untuk tindakan fisioterapi di RSUP Fatmawati sehari dibatasi untuk 8 pasien sehingga jauh-jauh hari harus mengatur jadwal. Sebagai alternative, orang tua Muzhaki melalukan fisioterapi untuk Muzhaki di Keana Centre supaya jadwal fisioterapinya tidak terlambat. Dan sekali visit dikenakan biaya 50 ribu belum lagi untuk ongkos ke rumah sakit. Orag tua Muzhaki , bapak Maulana (41) sehari-hari bekerja serabutan dengan penghasilan yang tak menentu. Sementara ibu Kuswati (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Ditengah keterbatasan yang dialami oleh bapak Maulana, beliau tetap ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya.Kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 966. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 20 April 2017
Kurir: @wirawiry @Rini Astuti @endangnumik

Muzhaki menderita cerebral palsy


HADI ANDRIANSYAH (14, Varises Esofagus). Alamat: Kampung Gelam Timur RT 4/3 Kelurahan Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Hadi anak kedua dari pasangan bapak Sawaludin (47) seorang buruh dengan penghasilan tak menentu dan ibu Marmi (47) yang sehari-hari jualan makanan ringan. Hadi, sudah 3 tahun ini menderita sakit Varises Esofagus. Keluhan yang sering dirasakan Hadi adalah mengalami muntah darah dan diikuti dengan perut yang semakin lama semakin membesar. Karena khawatir orang tua Hadi membawa Hadi ke Puskesmas terdekat, tapi pihak Puskesmas menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUD Tangerang. Dari hasil pemeriksaan yang dijalani Hadi, dokter mengatakan jika Hadi menderita Varises Esofagus. Dan lagi, karena keterbatasan alat pihak dokter menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Saat itu Hadi masih menunggunakan biaya umum, sehingga orang tua Hadi sempat kewalahan dengan biaya rumah sakit yang terus membengkak. Karena alasan tidak ada biaya, pengobatan yang dijalani Hadi-pun sempat tertunda selama setahun dan kondisi ini cukup menambah buruk kondisi Hadi. Badannya makin kurus dan perutnya kian membesar, dengan berat hati orang tua Hadi akhirnya memutuskan membawa Hadi ke Jakarta dan mulai melanjutkan pengobatan. Awal ke RSCM Hadi langsung dirawat untuk bisa dilakukan tindakan endoscopy. Hingga kini Hadi telah menjalani 6 kali tindakan endoscopy. Tapi ditengah proses pengobatan yang dijalaninya, orang tua Hadi sempat dibikin khawatir karena dokter menyatakan jika Hadi juga menderita gizi buruk sehingga harus mengkonsumsi susu khusus untuk memenuhi nutrisinya. Dan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Hadi, kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 979. Kini Hadi sedang menunggu panggilan untuk dilakukan tindakan Embolisasi dan masih kontrol ke poli Gizi setiap 2 minggu sekali. Semoga serangkaian pengobatan yang dijalani Hadi nantinya akan membawa kepada kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 21 April 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri @endangnumik

Hadi menderita varises esofagus


MELLATUL LATIFAH (12, Hidrocepalus + Jantung Bocor). Alamat: Kp. Pasuaran Cidudut RT 1/2 Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Gadis manis ini bernama Mellatul Latifah, sehari-hari biasa disapa Mella. Mella adalah anak pertama dari pasangan Bapak Aji Suardi (41) dan Ibu Ika Novita (28). Mella terlahir 12 tahun lalu, saat dilahirkan Mella tidak langsung menangis seperti bayi pada umumnya. Sebulan dua bulan Mella tumbuh layaknya anak seusianya, badannya gemuk dan menggemaskan. Tapi saat menginjak usia 10 bulan, perlahan tapi pasti Mella mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan. Sampai akhirnya saat Mella berusia 1,5 tahun orang tua Mella membawa Mella berobat ke RS Dramaga Katih Bogor, Mella dianjurkan untuk melakukan rawat jalan tiap 2 minggu sekali. Sampai pada usia 10 tahun, Mella sering mengalami pusing, muntah dan cepat lelah ditambah diujung kuku tangan dan kakinya sering mengalami kebiruan. Karena khawatir orang tua Mella membawa Mella ke RSUD Bogor, di RSUD Mella dilakukan pemeriksaan CT Scan dan hasilnya terdapat gumpalan darah di otak Mella. Dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RS Fatmawati, dua malam dirawat Mella dilakukan tindakan Echocardiografi dan hasilnya mengatakan jika Mella menderita Jantung Bocor dan kemungkinan gumpalan di otak diperoleh dari infeksi di jantungnya. Tapi pihak dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo karena keterbatasan fasilitas. Tanggal 26 November 2015, Mella bersama kedua orang tuanya berangkat ke RSCM dengan tujuan mencari kesembuhan. Di RSCM, Mella menjalani serangkaian pemeriksaan seperti EKG, Echocardiografi dan CT Scan, dan hasilnya Mella menderita Jantung Bocor, Hidrocepalus (terdapat penumpukan cairan di otak) dan tidak terdapat organ Limpha di tubuh Mella. Saat itu orang tua Mella sempat stress karena begitu besar ujian yang harus diterima oleh gadis kecilnya. Januari 2016, Mella menjalani operasi untuk mengangkat gumpalan kecil di otaknya, Alhamdulillah saat itu kondisi Mella berangsur membaik. Setahun lebih orang tua Mella mendampingi Mella berobat entah sudah berapa banyak biaya yang dikeluarkan, sampai orangtua Mella rela menjual barang-barang pribadinya. Sehari-hari Bapak Aji bekerja sebagai penjual roti di kawasan Tanah Abang dan Ibu Ika sebagai Ibu Rumah Tangga, tapi semenjak mendampingi Mella berobat Bapak Aji tidak bisa bekerja penuh, karena harus bergantian menjaga Mella di rumah sakit. Alhamdulillah, ditengah perjuangan Mella mencari kesembuhan #KurirSR dipertemukan dengan Mella dan kedua orangtuanya, dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli susu khusus dan memenuhi kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di RSCM, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 979. Saat ini Mella masih menjalani kontrol rutin di Poli Bedah Syaraf dan sedang menunggu jadwal tindakan kateterisasi di PJT RSCM . Mohon doa terbaik dari rekan-rekan semoga Mella lekas diberi jalan untuk sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 21 April 2017
Kurir: @wirawiry  @untaririri @endangnumik

Mella menderita hidrocepalus + jantung bocor


AGUSTINI NURMAN (35, Tumor Pipi). Alamat: Talang Batu RT 1/1, Kabupaten Mesuji, Lampung. Agustini  adalah pasien dampingan #SedekahRombongan asal Lampung yang tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta sejak 2012 lalu. Istri dari bapak Nurman ini, sejak tahun 2008 terkena Tumor Lunak Pipi kanannya. Sempat menjalani pengobatan di RS Abdoel Moeloek Lampung, tapi karena terkendala fasilitas akhirnya dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Dengan berbekal seadanya Ibu Agustini saat itu berangkat ke Jakarta bersama dengan suaminya. Suaminya, bapak Nurman (38) adalah seorang nelayan, tapi semenjak menemani istrinya berobat di Jakarta, beliau tidak lagi bekerja. Di RSCM, Ibu Agustini sudah menjalani 3 kali proses operasi dengan menggunakan fasilitas Jamkesmas. Penyakitnya belum sembuh total, Ibu Agustini masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan tindakan operasi lagi untuk rekonstruksi hidungnya. Alhamdulillah,  #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya operasional mereka selama berobat di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 979. Kini ibu Agustin masih harus menjalani kontrol rutin di Poli Bedah Plastik RSCM dan menunggu jadwal operasi yang selanjutnya. Semoga proses pengobatan yang akan dijalani Ibu Agustini diberi kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 21 April  2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Bu Agustini menderita tumor pipi


RAHMA RAHIDATUL (3, Epilepsy + Cerebral Palsy Spastis). Alamat: Jembatan Besi RT 6/1, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta. Ayah Rahma bernama Eri Sepriadi (34) seorang pedagang es susu kedelai di Pasar Inpres Jembatan Besi dan Ibunya, Muslimah (35) seorang ibu rumah tangga. Rahma sejak usianya masih hitungan bulan, oleh dokter sudah dinyatakan menderita Epilepsy dan Cerebral Palsy Spastis, dengan berbekal BPJS orang tua Rahma membawa berobat ke RSCM. Di RSCM Rahma harus rutin kontrol di 2 Poli, yaitu Poli Neurologi dan Unit Rahabilitasi Medik. Beberapa kali menjalani kontrol rutin ke RSCM, terpaksa orang tua Rahma harus menghentikan pengobatan Rahma karena tidak mempunyai biaya untuk ke RS. Sampai akhirnya keluarga kecil ini dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan. Alhamdulillah, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya membayar kontrakan dan biaya transport setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 979. Kini Rahma masih harus menjalani kontrol rutin di Poli Neurologi dan Unit Rehabilitasi Medik RSCM setiap minggunya. Keluarga Rahma juga menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 April 2017
Kurir : @wirawiry @harji_anis @untaririri @endangnumik

Rahma menderita epilepsy + cerebral palsy spastis


MUHAMMAD ALDI (5, Cerebral Palsy). Alamat: Jl. Kenari 1 RT 7/4 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Muhammad Aldi atau lebih akrab disapa Aldi, oleh dokter dinyatakan menderita Cerebral Palsy sejak usia menginjak 3 bulan. Saat itu Aldi kecil mengalami demam tinggi disertai kejang, oleh orangtua Aldi, Bapak Gunawan (42) dan Ibu Nuraeni (38)  Aldi dibawa ke Puskesmas terdekat. Tapi pihak Puskesmas langsung merujuk Aldi ke RSCM. Sempat menjalani rawat inap selama seminggu Aldi bisa pulang. Dan sejak saat itu Aldi harus bolak balik RS untuk kontrol rutin. Saat Aldi menginjak usia 2 tahun, Aldi mulai menjalani fisioterapi setiap seminggu 2x di RSCM. Sementara Bapak Gunawan sehari-hari hanya bekerja sebagai tukang ojek dengan penghasilan yang tidak menentu. Ini menjadi beban tersendiri buat Bapak Gunawan. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan menyampaikan santunan dari #Sedekaholics untuk membeli susu, pampers dan akomodasi ke RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 979. Orang tua Aldi mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Kini Aldi masih terus menjalani kontrol rutin dan menjalani fisioterapi di rehab medik RSCM, mohon doa dari rekan-rekan untuk kesembuhan Aldi.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 21 April 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Aldi menderita cerebral palsy


SITI MARSELA (3, Tumor Perut). Alamat: Kp. Cireret RT 1/4, Desa Kandangsapi, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten. Sela, begitulah bocah kecil ini disapa, adalah putri dari pasangan Bapak Marsani (57) dan Epon (56). Saat Sela berusia 5 bulan orang tuanya merasa ada benjolan di perut Sela sebelah kiri. Awalnya kedua orang tua Sela mengira benjolan itu akibat gigitan serangga, namun lama kelamaan benjolan itu makin membesar dan akhirnya Sela dibawa ke RSUD Malimping untuk mendapat tindakan medis, tapi disana belum diketahui pasti penyakit apa yang diderita Sela. Pada akhir bulan Januari 2016 ini Sela dibawa kembali oleh orang tuanya ke RSUD Malimping, namun karena keterbatasan alat medis, akhirnya Sela di rujuk ke RS H. Darmo Rangkas Bitung. Setelah pemeriksaan di RS H. Darmo, Sela didiagnosa menderita Tumor Perut, tapi karena keterbatasan fasilitas Sela dirujuk ke RSCM. Awalnya orang tua Sela keberatan jika Sela harus dirujuk ke Jakarta meskipun untuk biaya rumah sakit sudah ditanggung oleh BPJS, tapi mereka khawatir untuk biaya sehari-hari. Tapi, Allah menunjukkan kebesaranNya, Sela dipertemukan dengan #SedekahRombongan dan berangkat ke Jakarta. Selama menjalani pengobatan di RSCM, Sela beserta keluarganya tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan Jakarta. Alhamdulillah, bantuan lanjutan telah disampaikan untuk biaya sehari-hari selama menjalani pengobatan di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 979. Sekarang Sela kecil masih harus menjalani kontrol rutin dibeberapa poli dan menjalani kemoterapi serta rehabilitasi medik di Poli Anak RSCM. Alhamdulillah ditengah proses berobat yang dijalaninya kondisi Sela terus membaik. Mohon doa terbaik untuk Sela, semoga segala proses pengobatan yang dijalaninya diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 21 April 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Siti menderita tumor perut


YUDISTIRA PRATAMA (6, Jantung Bocor + Cerebral Palsy). Alamat: Kampung Caringin RT 2/4, Desa Cimahi, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Yudhistira Pratama adalah putra pertama pasangan Bapak Yusuf (30) dan Ibu Neneng Sartika (26). Keceriaan bocah yang memiliki tubuh bongsor ini tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karena teriakan dan lari-lari kecil anak-anak, Yudhistira diusianya yang sudah menginjak 6 tahun hanya bisa berbaring dan sesekali berguling-guling di tempat tidur, belum bisa duduk apalagi berdiri. Sejak kecil Yudistira telah dinyatakan terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy. Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diikhtiarkan. Berbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat rutin ke RSUD Karawang yang kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta. Selama di Jakarta, persoalan baru muncul yakni biaya harian selama di rumah sakit, terkadang orangtua Yudhistira harus menahan lapar. Bapak Yusuf  hanya seorang buruh harian dan Ibu Neneng adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan dengan Yudistira dan orang tuanya sekaligus turut membantu  meringankan beban kedua orang tua Yudistira. Bantuan lanjutan telah disampaikan, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 979, untuk membeli pampers, susu dan kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di Jakarta. Alhamdulillah, Yudistira terus menunjukkan kemajuan yang berarti, sekarang Yudistira sudah bisa duduk sendiri meski hanya beberapa menit dan sudah mulai makan dengan oral. Sampai saat ini Yudistira masih terus menjalani kontrol rutin dibeberapa poli dan menjalani terapi di RSCM dan sedang menunggu jadwal operasi untuk kelaminnya. Terima kasih kepada #Sedekaholics, berkat bantuan yang disalurkan Yudistira bisa terus melanjutkan proses pengobatannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 21 April 2017
Kurir: @wirawiry  @untaririri @endangnumik

Yudistira menderita jantung bocor + cerebral palsy


FACHRI AL FAQI KHOIRULLAH (1, Atresia Billier). Alamat: Kp. Pengarengan RT 6/6 No. 99 Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Fachri, begitu anak ini akrab disapa. Setahun yang lalu Fachri terlahir dengan persalinan normal. Fachri awalnya seperti bayi pada umumnya, namun saat usianya menginjak 1 minggu tubuh Fachri terlihat kuning, sudah dijemur tapi tetap sama saja. Lalu oleh orang tuanya, Fachri dibawa ke bidan terdekat dan dirujuk ke rumah sakit ibu dan anak. Tetap tidak ada perkembangan yang berarti, akhirnya Fachri dirujuk ke RS Sardjito Jogjakarta, waktu itu Fachri masih tinggal di Kebumen. Cukup lama Fachri pulang pergi Jogja-Kebumen, karena dirasakan cukup berat, akhirnya orang tua Fachri memutuskan untuk membawa Fachri ke Jakarta yang kebetulan ayah Fachri bekerja di Jakarta. Usia 3 bulan, Fachri mulai berobat le RSCM. Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan, dokter mengatakan jika Fachri menderita Atresia Billier. Dan lagi, selama ini tindakan yang bisa dilakukan untuk anak dengan Atresia Billier adalah transplantasi hati. Sampai saat ini Fachri masih terus melakukan kontrol rutin di beberapa poli di RSCM, sambil menunggu jadwal transplantasi hati. Kadang seminggu bisa 2 sampai 3 kali ke poli, ini dirasakan cukup berat untuk orang tua Fachri, belum lagi biaya untuk membeli susu khusus yang tidak murah. Orang tua Fachri, bapak Edi (36) sehari-hari belerja sebagai buruh pabrik dan tak jarang harus ijin bekerja karena mengantar Fachri kontrol. Sementara sang ibu, ibu Siti (31) adalah ibu rumah tangga. Mendengar tentang kondisi Fachri, kurir sedekah rombongan langsung menemui Fachri di rumah sakit dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli susu khusus dan akomodasi ek rumah sakit, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 972. Orang tua Fachri mengucapkan bantuan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 24 April 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Shendy @endangnumik

Fachri menderita atresia billier


SARBINI BIN AHMAD (60, Diabetes Melitus). Alamat: Jln Kenari RT 6/4 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. pak Sarbini begitulah beliau sering disapa oleh orang-orang terdekatnya. Sejak beberapa tahun terakhir ini telah menderita Gula Darah Kering (Diabetes Melitus) yang mengakibatkan kakinya mengecil dan ini membuatnya untuk tidak bisa banyak beraktivtas. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-haripun pak Sarbini kini bergantung pada sang istri, Ibu Rusmiati (60) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci. Cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah lebih dari cukup bagi pasangan yang sudah tak muda lagi ini, padahal Pak Sarbini membutuhkan biaya untuk berobat rutin ke rumah sakit. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya akomodasi dan memenuhi kebutuhan harian, setelah santunan sebelumnya masuk dirombongan 980. Semoga bantuan ini bisa sedikit banyak meringankan beban yang dihadapi oleh Pak Sarbini. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 24 April 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Sugiono @endangnumik

Pak Sarbini menderita diabetes melitus


RIZA SAPUTRI (16, Sinoviosarkoma). Alamat: Ds. Teluk Kandai RT. 1/1, Kelurahan Teluk Kandai, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Gadis manis yang akrab disapa Riza ini adalah siswi kelas 2 SMP yang telah cuti selama 12 bulan karena harus menjalani proses pengobatan yang panjang. Bermula pada bulan Juli 2015 silam, di paha sebelah kanan Riza terdapat benjolan sebesar telur ayam, beberapa bulan sebelumnya sudah ada tapi Riza tidak berani mengatakan kepada orang tuanya. Sejak saat itu, orang tua Riza membawa Riza berobat ke RS. San Sani, tapi pihak dokter tidak mengetahui diagnosa pasti dari sakit yang diderita Riza. Tidak puas berobat di rumah sakit tersebut, orang tua Riza kemudian membawa Riza berobat ke RS. Eka Hospital, disana dokter mengatakan jika Riza menderita Tumor Jinak, tapi karena keterbatasan alat akhirnya pihak rumah sakit merujuk Riza ke RS. Arifin Ahmad Pekan Baru. Di RS. Arifin Ahmad, Riza langsung dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Pada bulan November 2015, Riza bersama dengan kedua orangtuanya berangkat ke Jakarta untuk berikhtiar mencari kesembuhan. Di RSCM Riza langsung mendapat penanganan medis, setelah menjalani beberapa pemeriksaan, bulan Desember 2015, Riza dilakukan tindakan biopsi dan dari hasil biopsi tersebut dokter mengatakan jika Riza menderita Sinoviosarkoma. Setelah dilakukan tindakan biopsi, benjolan di paha Riza sempat membesar. Selama ini pengobatan yang dijalani adalah pemberian kemoterapi. Nanti untuk tindak lanjutnya akan dilakukan tindakan pengangkatan tumor jika respon pemberian terapi posistif. Hampir Selama 10 bulan Riza dan kedua orang tuanya berada di Jakarta untuk menjalani pengobatan tentu bukan menjadi hal yang mudah. Sebelum ke Jakarta ayah Riza, bapak Syafrizal (43) adalah seorang petani kebun dan ibunya, ibu Santi (38) sehari- hari menjadi ibu rumah tangga biasa. selama di Jakarta bapak Syafrizal tidak bisa berkebun lagi, untuk kebutuhan sehari-hari selama di Jakarta harus berhemat. Alhamdulillah Kurir #SR dipertemukan dengan keluarga ini dan kembali menyampaikan bantuan untuk kebutuhan selama di rumah sakit, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 980. Saat ini Riza sedang rawat inap di RSCM, karena sesak napas sehingga harus membutuhkan perawatan. Riza dan keluarganya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan. Riza juga meminta doa dari #SahabatSR semoga jalan dia untuk mencari kesembuhan diberi kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000, –
Tanggal : 24 April 2017
Kurir: @wirawiry  @untaririri

Riza menderita sinoviosarkoma


ENI NURAENI (23, Bells Palsy+Kelainan pada Syaraf Wajah). Alamat: Kp. Babakan Girang RT 1/1, Kelurahan Hegar Manah, Kecamatan Pangarangan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Eni Nuraeni adalah anak pertama dari dua bersaudara pasangan Bapak Husen (43) dan Ibu Yoyoh (39), yang sudah 4 tahun terakhir ini menderita Bells Palsy atau Kelainan pada Syaraf Wajah. Gejala awal, Eni rasakan saat duduk dibangku kelas 2 SMP, Eni sering mengalami demam tinggi dan nyeri di rahang hingga telinga serta kejang pada mata, bibir dan hidungnya, biasanya menyerang saat Eni capek dan lelah. Kondisi ini mengakibatkan kegiatan sekolah Eni terganggu, pasca lulus SMP Eni terpaksa tidak melanjutkan pendidikannya ke bangku SMA karena sakit yang diderita Eni. Upaya pengobatan  dilakukan mulai dari alternatif hingga medis, semua dilakukan Bapak Husen demi putri tercintanya. Bapak Husen, sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Tapi semenjak pengobatan Eni dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo dari RSUD Adji Dharmo Lebak Banten, Bapak Husen tidak lagi bisa bertani lagi sehingga tidak ada biaya lagi. Alhamdulillah, kini setelah Eni menjadi pasien dampingan #SR dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta, Bapak Husen tidak lagi harus menunggu Eni di Jakarta dan bisa kembali bertani di kampung. Kurir  #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 949 untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani pengobatan di Jakarta. Kini Eni masih terus menjalani kontrol rutin di RSCM, saat ini masih terus menjalani kontrol rutin di RSCM dan menjalani terapi setiap 2x dalam seminggu. Pertengahan bulan ini Eni telah menjalani operasi yang kelima, Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Mohon doa terbaik untuk Eni, semoga proses pengobatan yang dilakukan diberi kemudahan dan lekas mendapat kesembuhan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal:  24 April  2017
Kurir: @wirawiry  @untaririri @endangnumik

Eni menderita bells palsy+kelainan pada syaraf wajah


TRISNO BIN CATIM (18, Thalassemia Mayor + Osteomilietis). Alamat: jl. Budi Mulia RT 8/8 Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Kota Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. trisno, begitu remaja 18 tahun ini sering disapa. Tumbuh dengan diberi keistimewaan oleh Allah, yaitu dengan adanya kelainan pada sel darahnya. Trisno, harus mulai berteman dengan jarum suntik saat usianya menginjak 6 bulan, saat itu untuk pertama kalinya Trisno dinyatakan sakit Thalassemia Mayor dan harus menjalani transfusi rutin setiap sebulan sekali. Sampai usia Trisno menginjak 17 tahun, Trisno semakin mudah lelah dan Hb nya sering turun sehingga transfuse yang dijalaninya pun semakin dipercepat hingga seminggu sekali. Pernah waktu itu Trisno terjatuh yang membuat tulang kakinya retak, karena anak dengan kondisi Thalassemia cenderung tulangnya rapuh. Cukup ama dibiarkan tapi kondisinya semakin memprihatinkan, tulang kaki kanan yang tadinya hanya retak kini patah dan mengalami pembengkakan hingga ke pangal paha. Bulan Januari kemarin, Trisno memutuskan untuk mengikuti sara dokter yaitu dilakukan amputasi pada kaki kanannya. Bagi Trisno ini tidak menjadi masalah, dibandingkan dengan dirinya yang harus menahan nyeri yang luar biasa setiap kakinya digerakkan. Alhamdulillah, pasca menjalani aputasi kondisi Trisno berangsur membaik. Meski rumahnya terbilang dekat dengan RSCM, tapi bukan berart Trisno tanpa kendala. Sempat tinggal di sebuah yayasan, hanya suaya bisa diantar jemput oleh ambulan dan supaya ibunya bisa bekerja. Orang tua Trisno, bapak Catim (56) sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Sementara ibu Sutinah (50) dulunya masih bisa membantu sang suami bekerja sebagai buruh cuci, tapi karena kondisi Trisno yang mebutuhkan bantuan total kini lebih sering menghabiskan waktunya untuk merawat Trisno dan kedua adik Trisno yang masih kecil. Kadang untuk bisa makan di rumah sakit, mereka harus menunggu Pak Catim mendapatkan kerja dulu. Beberapa hari yang lalu kami baru saja mendapat kabar jika Trisno telah berpulang, perjuangannya telah selesai. Kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan sekaligus menyampaikan belansungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya anak Trisno, setelah bantuan sebelumnya massuk di Rombongan 966. Orang tua Trisno mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 24 April 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Trisno menderita thalassemia mayor + osteomilietis

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MULYADI BIN SUMINI 500,000
2 RIPAH BINTI ARIP 500,000
3 LILI PADLI 500,000
4 DODOH SRI RAUDHOH 1,250,000
5 ASRI AGUSTIN 500,000
6 NENI SURYANI 500,000
7 MTSR KARAWANG 3,000,000
8 YANTI NOVIANTI 750,000
9 YETI HERMAWATI 750,000
10 DIAN HAERANI 500,000
11 ENTIN BINTI KASTOLANI 500,000
12 UNDANG SUDARNA 750,000
13 MUSLIMAH INTINAN JIHAN 500,000
14 EMAY BIN DANU 700,000
15 ZAENAL MUTTAKIN 750,000
16 DEPI BINTI DIDIN 750,000
17 RENI RESTINI 2,100,000
18 KARLINAN BIN SUBUR 500,000
19 MAULA BUDI ASTUTI 1,000,000
20 KOYAH BINTI ODIH 1,000,000
21 WULAN JAMILAH 1,000,000
22 RAVEENA PUTRI MAULIDA 2,500,000
23 ILHAM RESTU 1,500,000
24 MUHAMMAD ZAKY 1,000,000
25 RIFAL SALIKO 1,500,000
26 HENDRI YANSYAH 2,150,000
27 ANGGA PERDANA 1,000,000
28 ZAEBAB BINTI QOMARO BASYIR 1,000,000
29 MUHAMMAD ABDUL ZIKRI HAKIM 1,000,000
30 SUPRIYADI JAWAI 2,500,000
31 NURZAKI BIN MATORI 13,100,000
32 RIFKY ELMADITA 798,400
33 TITIN YUDA PRIANTI 1,000,000
34 LASIANA WINARTO 1,700,000
35 SD AT-THOHIRIYAH 3,000,000
36 SURAT BIN TARDIMAN 8,242,500
37 SUHATNO BIN MUSRIN 1,000,000
38 HELMIATUS SOLEKAH 728,000
39 MUNAWIR BIN WASIMIN 500,000
40 PUTING BELIUNG KRIAN 2,000,000
41 WARDI BIN SUPRANI 1,000,000
42 WILDAWATI BINTI TABRANI 1,000,000
43 SUKRI BIN LANIKA 1,000,000
44 TUIRAH 500,000
45 WIWIK WINARSIH 1,000,000
46 BEGAWAN ALFATHIHAN 1,000,000
47 MUSOFA HAMDAN 1,000,000
48 ZASKIYAH NOVELIANI HARAHAP 1,000,000
49 RINI PUJIRAHAYU 1,000,000
50 BENCANA ALAM TANAH LONGSOR 10,000,000
51 RANTINEM BINTI SARDI 1,500,000
52 KAMIJAN BIN KASMO 1,000,000
53 HARIYANTO BIN SUWADI 1,000,000
54 AZWAR BIN HAJI CHORNA 1,000,000
55 ARIF RAHMAN 2,000,000
56 VIKI RAHMADANI 750,000
57 MUZHAKI 750,000
58 HADI ANDRIANSYAH 500,000
59 MELLATUL LATIFAH 750,000
60 AGUSTINI NURMAN 750,000
61 RAHMA RAHIDATUL 1,000,000
62 MUHAMMAD ALDI 1,000,000
63 SITI MARSELA 500,000
64 YUDISTIRA PRATAMA 750,000
65 FACHRI AL FAQI KHOIRULLAH 1,000,000
66 SARBINI BIN AHMAD 500,000
67 RIZA SAPUTRI 500,000
68 ENI NURAENI 500,000
69 TRISNO BIN CATIM 1,000,000
Total 99,768,900

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 99,768,900,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 989 ROMBONGAN

Rp. 49,841,221,905,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.