Rombongan 988

Bukan saja sedekah membuka pintu rezeki seseorang, tetapi bahkan bersedekah juga melipat-gandakan rezeki yang ada pada kita.
Posted by on April 25, 2017

SUGITO BIN KASENI (51, Tumor Pipi). Alamat : Dusun Gragalan, RT 1/1, Desa Soso, Kec. Gandusari, Kab. Blitar, Jawa Timur. Pada awalnya Pak Gito biasa ia disapa, mulai merasakan sakit pada matanya, lalu muncul benjolan di pipi sebelah kanan. Kemudian beliau mencoba mengobati sakitnya secara tradisional, namun lama kelamaan benjolannya justru menjadi semakin membesar. Selanjutnya beliau berobat ke RSUD Ngudi Waluyo Blitar dengan menggunakan biaya sendiri. Setelah menjalani pemeriksaan, Pak Gito didiagnosa menderita tumor pipi. Pak Gito kemudian dirujuk ke RSUD Syaiful Anwar, Malang. Namun pengobatan tidak berlanjut karena kendala biaya transportasi ke Malang. Pak Gito dulunya adalah seorang penjual bakso di Kalimantan Barat. Namun karena sakit, beliau tidak bisa bekerja dan pulang kembali ke Blitar. Beliau tinggal bersama istrinya, Sarifah (49) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Pak Gito dan istri tinggal di sebuah rumah yang kecil dengan berlantai tanah. Tanggungan dalam keluarga sejumlah 2 orang. Saat ini Pak Gito menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pak Gito melanjutkan ikhtiar pengobatannya di RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani kemoterapi. Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang dipergunakan untuk biaya transportasi dan kebutuhan selama di Surabaya. Sedekah Rombongan juga membantu pembuatan BPJS beliau. Saat ini benjolan di pipi beliau sudah mulai mengecil dan tubuh beliaupun mulai normal kembali. Semoga dengan kontrol dan kemoterapi secara rutin kondisi Pak Gito akan semakin membaik dan bisa sembuh total. Bantuan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 906. Saat ini Pak Gito sedang menunggu jadwal kemoterapi berikutnya. Semoga semuanya berjalan lancar. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 September 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @EArynta

Pak Sugito menderita tumor pipi


SARNAWI BIN MAKRUM (75, Diabetes + Stroke). Alamat : Kp.Cimentul, RT 9/2, Kec. Kronjo, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Bapak dari 5 orang anak ini sebelumnya bekerja sebagai buruh tani di desanya. Tiga tahun terakhir, Pak Sarnawi menderita komplikasi diabetes dan stroke. Sebagian tubuh Pak Sarnawi mengalami lumpuh membuat ia tidak dapat beraktivitas seperti dulu dan hanya bisa terbaring dan duduk di tempat tidurnya. Pak Sarnawi dianjurkan berobat jalan ke RSUD Balaraja yang letaknya cukup jauh dari rumahnya. Kondisi tersebut membuat keluarga harus menyewa mobil angkot setiap Pak Sarnawi berobat namun sering mereka tak memiliki uang. Penghasilan anak Pak Sarnawi hanya cukup untuk makan sehari-hari, terkadang untuk biaya transportasi anak pak Sarnawi harus meminjan ke tetangga. Untuk  meringankan beban Pak Sarnawi, syukur alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan awal untuk biaya berobat dan membayar utang. Semoga Pak Sarnawi segera diberikan ksembuhan, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2017
Kurir :@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @Fatmah @ririn_restu

Pak Sarnawi menderita diabetes + stroke


RUKIYAH BINTI KURDI (59, Hipertensi + Stroke). Alamat : Kp. Cidemang, RT 3/2, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Ibu Rukiyah adalah seorang penjual sayuran. Ia memiliki penyakit darah tinggi dan pernah terjatuh di kamar mandi sekitar 2 tahun yang lalu. Peristiwa itu membuatnya lumpuh dan kini hanya bisa berbaring di tempat tidur. Saat ini, untuk buang air kecil dan buang air besar ia harus menggunakan popok. Ibu Rukiyah pernah mencoba pengobatan pijat tradisional karena tidak memiliki biaya untuk berobat secara medis, namun sakit yang diderita belum kunjung sembuh.  Istri dari Pak Karna (65) yang sudah tidak mampu bekerja karena menderita katarak ini, ingin sekali berobat. Setelah lebih dari 2 tahun tidak pernah berobat, anaknya yang bekerja sebagai buruh cuci berusaha untuk membawa ibunya ke rumah sakit, namun selalu terkendala biaya. Ibu Rukiyah juga belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Rukiyah, dan dapat menyampaikan santunan agar keluarga dapat memulai proses pengobatan untuk meringankan penderitaannya. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk Ibu Rukiyah dan ia segera diberi kesembuhan, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 April 2017
Kurir : @nurmanmlana Titin @ririn_restu

Bu Rukiyah menderita hipertensi + stroke


SUTARMIYATIN BINTI SAHUDI (59, Pecah Pembuluh Darah di Otak Central). Alamat : Gang Mahbub, RT 6/4, No. 34, Kel. Cipadu Jaya, Kec. Larangan, Kota Tangerang, Prov. Banten. Ibu Sutarmiyatin adalah seorang ibu rumah tangga yang telah lebih dari 10 tahun berpisah dengan suaminya, ia tinggal sehari-hari di kontrakan yang telah menunggak selama 17 bulan bersama anaknya, Ibu Emi (37) dan Bapak Eki Miswari (31). Ibu Sutarmiyatin terkena stroke untuk yang ketiga kalinya pada tanggal 25 Desember 2016. Saat itu Ibu Sutarmiyatin sedang beristirahat di kamar tidurnya, tepat jam 19.00 WIB menantunya mendengar dari kamar suara deru napas yang sangat cepat, tak lama kemudian terlihat Ibu Sutarmiyatin kejang – kejang disertai keluarnya busa dari mulut. Sontak, pihak keluarga dengan sigap membawa Ibu Sutarmiyatin ke RS Fatmawati, saat itu pihak keluarga hanya memiliki uang sebesar 5 Juta rupiah, tapi karena rasa cinta keluarganya terhadap Ibu Sutarmiyatin, berbekal kepasrahan kepada sang Ilahi, akhirnya terhimpunlah uang sebesar 7 juta rupiah dari bantuan saudara dan kerabat Bapak Eki Miswari. Total biaya yang harus dikeluarkan keluarga sebanyak Rp 28 juta, baru dibayar Rp 7 juta sehingga menyisakan utang dengan pihak RS Fatmawati sebesar Rp 21 Juta. Saat ini kondisi Ibu Sutarmiyatin sangat memprihatinkan, ia hanya bisa menangis dan meraung di tempat tidur, anak dan menantunya lah yang sehari – hari merawat dan mengasuhnya. Bapak Eki Miswari sehari – hari bekerja di pasar malam berjualan baju anak, sedangkan Ibu Emi tidak bekerja. Sedekah Rombongan merasakan kegetiran hidup mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu membayar tagihan biaya selama pengobatan di rumah sakit. Semoga Ibu Sutarmiyatin bisa kembali pulih seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 30 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana Alvin @ririn_restu

Bu Sutarmiyatin menderita pecah pembuluh darah di otak central


MUHAMMAD NUR CHOLIK (18, TB Tulang). Alamat : Ampelsari, RT 3/5, Kel. Ampelsari, Kec. Banjarnegara, Kab. Banjarnegara, Prov. Jawa Tengah. Putra dari Bapak Suratno (40), dan Ibu Nurkhayati Sulistiowati (37) ini menderita TB tulang sejak 7 bulan yang lalu. Mulanya ia batuk terus – menerus selama dua bulan namun setelah diperiksakan kondisi paru – parunya baik. Selain batuk, Cholik juga mengalami kesulitan berjalan dan setelah menjalani berbagai pemeriksaan medis akhirnya ia didiagnosis menderita TB Tulang. Lama – kelamaan kondisi Cholik semakin memburuk diawali dengan kebalnya kaki hingga akhirnya ia mengalami kelumpuhan. Orang tua Cholik berupaya untuk pengobatan anaknya dan membawanya ke Jakarta agar mendapat penanganan yang lebih maksimal. Didampingi ibunya dan menumpang tinggal di rumah keluarga di Jakarta, Cholik berikhtiar untuk pengobatannya. Kondisi Cholik semakin menurun hingga sempat dibawa ke UGD RS Fatmawati Jakarta. Saat itu ia belum memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga biaya pengobatan harus ditanggung orang tuanya. Lebih dari dua minggu Cholik dirawat dan belasan juta rupiah harus dibayarkan orang tuanya. Penghasilan Bapak Suratno sebagai pembuat batako dan Ibu Nurkhayati yang sudah meninggalkannya pekerjaannya sebagai buruh jahit tak mampu melunasi biaya pengobatan Cholik. Simpanan untuk berobat telah semua dikeluarkan namun masih saja menyisakan tagihan lebih dari 9 juta rupiah yang akhirnya harus dicicil setiap bulannya. Akhirnya orang tua Cholik berusaha membuat JKN – KIS namun karena keterbatasan informasi bahwa meski Cholik beridentitas luar daerah ia dapat membuat KIS di Jakarta, ia dan ibunya kembali ke Banjarnegara untuk membuat KIS di sana. Selama tiga bulan Cholik hanya dirawat di rumah dan tidak pernah lagi berobat karena belum memiliki jaminan kesehatan. Akhirnya KIS mandiri kelas III dimiliki Cholik dan ia kembali melanjutkan pengobatannya di Jakarta. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguknya, Cholik sudah dirawat di RS Fatmawati selama dua bulan. Ia sudah menjalani biopsi untuk mengetahui apa yang menyebabkan kelumpuhannya. Hasil biopsi menunjukkan Cholik negatif mengidap kanker, dokter masih terus mengobservasi kondisi Cholik hingga ada perkembangan diagnosis pastinya. Setelah menjalani rawat inap cukup lama, Cholik diperbolehkan pulang dan diharuskan menjalani rawat jalan. Cholik berobat ke Poli Paru dan Rehab Medis rutin seminggu dua kali. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan untuk membeli obat-obatan yang tidak dicover oleh BPJS. Cholik akan mendapatkan jadwal tindakan operasi pemasangan pen pada tulang punggungnya. Sebelumnya Cholik telah dibantu dalam rombongan 980.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 3 April 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Cholik menderita TB tulang


ANITA ADHA (11, Buta Mata Kanan). Alamat : Kp. Cipinang, RT 10/3, Desa Cilangkahan, Kec. Malingping, Kab. Lebak, Prov. Banten. Saat berusia 5 tahun gadis yang kini duduk di kelas 6 MI Cilangkahan ini mengalami hal yang menyedihkan, mata sebelah kanannya tertusuk lidi oleh keponakannya yang masih kecil saat mereka main bersama. Pada kejadian itu mata Nita memerah dan ia menangis tapi kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan. Nita saat itu diasuh oleh kakek dan neneknya, sedangkan ibunya bekerja di Jakarta menjadi asisten rumah tangga. Seiring berjalannya waktu, mata Nita semakin memerah namun orang tuanya menganggap itu hanya terkena angin dan sakit mata biasa, Nita pun hanya dibawa ke mantri setempat dan diberi salep. Setelah diberi salep bukannya membaik justru muncul warna putih yang menutupi bola hitam matanya dan setelah itu Nita tidak bisa melihat lagi hingga sekarang. Ayah Nita, Ujang (42) dan ibunya, Jamis (37) mengungkapkan kesedihan atas apa yang sudah terjadi pada anak perempuannya itu dan mereka sangat menyesal karena menginggalkan anaknya bekerja di Jakarta. Mata Nita belum pernah diperiksakan karena orang tuanya tak memiliki uang dan ia belum memiliki jaminan kesehatan. Pak Ujang bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan yang tak menentu sedangkan Ibu Jamis bekerja saat orang menggunakan jasanya, seperti menjadi buruh cuci dan bertani. Ibu Jamis berharap agar suatu saat nanti ia bisa membawa anaknya berobat dan Nita kembali bisa melihat seperti sedia kala. Alhamdulillah setelah didampingi Sedekah Rombongan Nita dapat berobat di RSCM Jakata. Pada 23 Maret 2017 saat menjalani pengobatan, dokter menyatakan Nita harus menjalani penggantian kornea mata dan ia membutuhkan donor kornea. Kondisi kesehatan Nita cukup baik sehingga memudahkannya untuk menjalani tindakan selanjutnya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk operasional berobat selama di RSCM. Sebelumnya Anita dibantu pada rombongan 978.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 April 2017
Kurir : @nurmanmlana via Auliya @ririn_restu

Anita menderita buta mata kanan


ANITA ADHA (11, Buta Mata Kanan). Alamat : Kp. Cipinang, RT 10/3, Desa Cilangkahan, Kec. Malingping, Kab. Lebak, Prov. Banten. Saat berusia 5 tahun gadis yang kini duduk di kelas 6 MI Cilangkahan ini mengalami hal yang menyedihkan, mata sebelah kanannya tertusuk lidi oleh keponakannya yang masih kecil saat mereka main bersama. Pada kejadian itu mata Nita memerah dan ia menangis tapi kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan. Nita saat itu diasuh oleh kakek dan neneknya, sedangkan ibunya bekerja di Jakarta menjadi asisten rumah tangga. Seiring berjalannya waktu, mata Nita semakin memerah namun orang tuanya menganggap itu hanya terkena angin dan sakit mata biasa, Nita pun hanya dibawa ke mantri setempat dan diberi salep. Setelah diberi salep bukannya membaik justru muncul warna putih yang menutupi bola hitam matanya dan setelah itu Nita tidak bisa melihat lagi hingga sekarang. Ayah Nita, Ujang (42) dan ibunya, Jamis (37) mengungkapkan kesedihan atas apa yang sudah terjadi pada anak perempuannya itu dan mereka sangat menyesal karena menginggalkan anaknya bekerja di Jakarta. Mata Nita belum pernah diperiksakan karena orang tuanya tak memiliki uang dan ia belum memiliki jaminan kesehatan. Pak Ujang bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan yang tak menentu sedangkan Ibu Jamis bekerja saat orang menggunakan jasanya, seperti menjadi buruh cuci dan bertani. Ibu Jamis berharap agar suatu saat nanti ia bisa membawa anaknya berobat dan Nita kembali bisa melihat seperti sedia kala. Alhamdulillah setelah didampingi Sedekah Rombongan Nita dapat berobat di RSCM Jakata. Pada 23 Maret 2017 saat menjalani pengobatan, dokter menyatakan Nita harus menjalani penggantian kornea mata dan ia membutuhkan donor kornea. Kondisi kesehatan Nita cukup baik sehingga memudahkannya untuk menjalani tindakan selanjutnya. Alhamdulillah, biaya penggantian kornea mata dibayar penuh oleh para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Anita akan menjalani operasi 1 bulan setelah pendaftaran tindakan, hal ini dikarenakan harus dilakukan pemesanan terlebih dahulu kornea yang didatangkan dari Filipina. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan para sedekaholics dan juga memudahkan pengobatan Anita. Anita sebelumnya dibantu pada Rombongan 978 dan pada 4 Apri 2017.

Jumlah Bantuan : Rp. 22.000.000,-
Tanggal : 6 April 2017
Kurir : @nurmanmlana via Aulya Untari @ririn_restu

Anita menderita buta mata kanan


EMI BINTI SARKAWI (70, Lumpuh). Alamat : Kp. Cidemang, RT 3/2, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Ibu Emi adalah seorang janda yang tidak memiliki anak. Awalnya ia bekerja sebagai pedagang gorengan di depan rumahnya. Tiga tahun yang lalu, Ibu Emi terjatuh di tangga jalan menuju rumahnya, yang kemudian menyebabkan patah tulang kakinya. Kejadian itu membuatnya lumpuh. Ketiadaan biaya membuat Ibu Emi tidak pernah menjalani pengobatan medis. Upaya yang mampu dilakukan selama ini hanyalah melakukan pijat/urut tradisional, tetapi belum meringankan sakitnya. Saat ini, kedua kakinya tidak dapat digerakkan sama sekali. Untuk kehidupan sehari-hari, Ibu Emi dibantu oleh tetangga sebelah rumahnya yang bekerja sebagai penjual nasi uduk. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Emi, dan dapat menyampaikan santunan untuknya. Setelah bertemu kurir Sedekah Rombongan, Ibu Emi menyampaikan keinginannya untuk melakukan pengobatan medis agar dapat segera sembuh namun ia belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk Ibu Emi dan dapat meringankan beban yang diderita selama ini, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @nurmanmlana Titin @ririn_restu

Bu Emi menderita lumpuh


AMAQ RUMENAH (85, Stroke). Alamat : Aik Paek, Dusun Dasan Sebelek, Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB. Amaq Rumenah menderita stroke sejak bulan September 2016. Saat itu tiba – tiba kaki dan tanganya tidak bisa digerakkan, sehingga keluarga membawanya ke RS Tripat Gerung Lombok Barat, sebagai pasien umum. Setelah Dirawat selama 1 minggu Amaq Rumenah dinyatakan menderita stroke. Keluarga meminta untuk dipulangkan saja dari rumah sakit karena keluarga sudah tidak memiliki biaya. Saat ini Amaq Rumenah hanya dapat terbaring di rumah. Punggung bagian belakang Amaq Rumenah luka dan melepuh karena tidur dalam waktu yang cukup lama. Amaq  Rumenah ingin sesekali keluar berkeliling ke sekitar rumahnya namun belum dapat ia lakukan. Anak-anak Amaq Rumenah kesulitan menggendongnya saat akan dimandikan atau saat buang hajat. Keluarga sangat berharap adanya kursi roda yang dapat memudahkan aktivitas Amaq Rumenah. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat memenuhi keinginan Amaq Rumenah untuk memiliki kursi roda agar dapat menghirup udara segar saat berkeliling atau duduk  di halaman rumahnya. Rasa haru Amaq Rumenah terpancar saat pertama kalinya menggunakan kursi roda. Kini ia bisa keluar rumah dan tidak lagi hanya terbaring di tempat tidur. Ucapan terima kasih yang tak terhingga disampaikan keluarga Amaq Rumenah dan berdoa semoga amal kebaikan sedekaholic Sedekah Rombongan diberi balasan yang melimpah dari Allah SWT, aamiin Aamiin Ya Allah.

Jumlah Bantuan Rp.1.175.000,-
Tanggal : 8 April 2017
Kurir : @arfaneisa Untung Panca @ririn_restu

Pak Amaq menderita stroke


SUWARDJO BIN MARKAMTO (56, Tekanan Darah Tinggi + Stroke). Alamat: Jalan Grogol Kauman Gang 3 No. 7, RT 8/9, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Bapak Suwardjo sudah sakit sejak delapan tahun yang lalu. Awal mulanya bapak Suwardjo mengeluh sakit di bagian dada dan kakinya. Beliau juga sering mengalami sakit kepala. Selama beberapa waktu bapak Suwardjo hanya membiarkan rasa sakit tersebut karena karena beliau beranggapan rasa sakitnya akan sembuh dengan sendirinya. Namun semakin lama, sakit di bagian dada dan kakinya tak kunjung mereda. Ada beberapa bagian tubuh yang mendadak tidak dapat difungsikan. Cara berbicara bapak Suwardjo juga tidak jelas dan terbata-bata. Akhirnya bapak Suwardjo memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bapak Suwardjo didiagnosa menderita stroke dan hipertensi. Di Puskesmas, beliau diberi obat-obatan untuk menurunkan tekanan darahnya yang tinggi. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, bapak Suwardjo dianjurkan untuk rujuk ke rumah sakit.  Bapak Suwardjo tidak bekerja. Beliau hidup seorang diri karena sudah berpisah dengan istrinya. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, bapak Suwardjo  mengandalkan bantuan dari tetangga sekitar. Walaupun beliau memiliki fasilitas kesehatan berupa KIS (Kartu Indonesia Sehat), namun bapak Suwardjo belum memeriksakan diri ke rumah sakit karena tidak ada yang mendampingi beliau. Ditambah bapak Suwardjo juga tidak memiliki biaya untuk memenuhi kebutuhan transportasi dan biaya hidup sehari-hari. Sedekah Rombongan mengetahui kisah bapak Suwardjo. Alhamdulillah, santunan dari para sedekaholic yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya menjawab doa beliau. Bantuan dipergunakan untuk  biaya pengobatan serta biaya transportasi ke rumah sakit. Semoga bapak Suwardjo bisa segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas sehari-hari lagi. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Suci @EArynta

Pak Suwardjo menderita tekanan darah tinggi + stroke


HELMIATUS SOLEKAH (6, Tumor Mata). Alamat: Dusun Krajan, RT 10/ 04, Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Mia biasa ia dipanggil oleh orang tuanya, Mia menderita tumor mata sejak setahun lalu ia menjadi pasien dampingan dari Sedekah Rombongan. Tumor yang diderita oleh Mia sudah menjalar hingga ke tulang dan tengkorak matanya. Sehingga satu-satunya jalan adalah dengan melakukan operasi pengangkatan tumor dan sebagian tulang serta tengkorak kepalanya. 12 juni 2015 Mia telah menjalani operasi, alhamdulillah operasi yang dijalani oleh Mia berhasil, dan diketahui bila tumor yang dideritanya tidaklah ganas, sehingga tidak diperlukan kemoterapi. Namun, Mia masih harus menjalani rekontruksi mata 2-3 bulan berikutnya, serta bedah plastik di sekitar wajah dan pemasangan bola mata palsu. Pada awal sakitnya, keluarga Mia mengeluhkan tentang banyaknya pengeluaran untuk biaya pengobatan, ongkos transportasi dan tempat tinggal selama berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Alhamdulillah, kami Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mia. Setelah melalui survey, Mia resmi menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Saat ini Mia melakukan kontrol rutin sebulan sekali ke Surabaya. Bantuan telah diberikan untuk biaya transportasi dan berobat. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 947. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Mia masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan. Semoga dengan ikhtiar ini penyakit Mia bisa segera diobati dan iabisa melanjutkan sekolah untuk menggapai cita-cita.

Jumlah Santunan : Rp. 756.000,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Mia menderita tumor mata


MUNAWIR BIN WASIMIN (46, Gloukoma) Alamat : Dsn, Wringin Tengah, RT 2/6, Kelurahan. Wringin, Kec. Wringin, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Bapak Munawir di diagnosis menderita Gloukoma dengan keadaan yang sudah parah kedua matanya sudah tidak bisa melihat lagi, dengan kondisi yang seperti itu, beliau disarankan untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Dengan kondisi mata yang seperti itu, beliau tetap berusaha mencari nafkah. Beliau adalah seorang pembuat tape di kampungnya. Bu Sanimah (44) istrinya, adalah seorang ibu rumah tangga. Pendapatan yang diperoleh pak Munawir tidak menentu. Terkadang penghasilan dari menjual tape tidak cukup untuk biaya sehari hari beliau. Biaya transportasi yang mahal dan biaya hidup yang tidak murah membuat pak Munawir sempat menunda keberangkatannya. Mendengar hal itu kurir Sedekah Rombongan segera mendatangi rumah beliau dan mulai melakukan survey. Setelah dirasa cukup dan layak untuk dibantu, kami segera membawa pak Munawir ke Surabaya. Pak Munawir dan istri adalah pasangan suami istri yang taat beribadah. Terbukti pada saat berada di rumah singgah, ibadah sholat lima waktu tidak pernah mereka tinggalkan begitupun dengan sholat sunah seperti sholat dhuha dan sholat tahajud. Alhamdulillah, kami kurir Sedekah Rombongan bersyukur dipertemukan oleh keluarga pak Munawir. Belum seminggu menjalani perawatan di dokter Soetomo, mata sebelah kiri beliau sudah dioperasi dan digantikan oleh bola mata palsu. Saat ini pak Munawir menunggu pendonor mata untuk menggantikan mata sebelah kanan beliau. Harapan beliau dapat melihat dengan normal dan jelas kembali tentu juga adalah harapan dari kami,kurir yang mendampingi beliau. Saat ini beliau melakukan kontrol 1 bulan sekali sembari menunggu adanya pendonor mata untuk beliau. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 967. Pak Munawir dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 531.000,-
Tanggal : 7 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @Martinomongi @EArynta

Pak Munawir menderita gloukoma


ABDUL MUKIT (56, Kencing Batu + Diabetes). Alamat: Dusun Sidodadi, RT 2/3, Desa Bandung Rejo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Pak Abdul biasa disapa, sudah menderita penyakit kencing manis sejak 2013 lalu. Suatu hari, kondisi tubuh Pak Abdul lemas dan tidak nafsu makan sehingga dilarikan ke rumah sakit. Setelah menjalani pemeriksaan, pak Abdul didiagnosa mempunyai diabetes. Satu tahun berselang, beliau merasakan keluhan pada tubuhnya. Setelah diperiksa, dokter menyatakan Pak Darsani juga menderita sakit paru-paru. Beberapa bulan lalu sakit paru-parunya kambuh ditambah dengan kencing darah, dokter menyatakan beliau juga menderita penyakit kencing batu. Pak Abdul yang dulunya bekerja sebagai penjahit, kini harus istirahat total karena kondisi kesehatannya. Untuk hidup sehari-hari beliau mengandalkan pendapatan dari sang istrinya, Sukemi (56) yang berjualan jajanan anak-anak dan rata-rata pendapatan perharinya 20.000. Dokter setempat menyarankan Pak Abdul untuk periksa ke RSUD Dr. Soetemo Surabaya. Meskipun mempunyai jaminan kesehatan yaitu Kartu Indonesia Sehat (KIS), Pak Abdul masih terkendala biaya transportasi dan akomodasi selama ikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Pak Abdul. Bantuan diberikan untuk biaya akomodasi dan tranportasi ke Surabaya. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 968. Pak Abdul dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Maret 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Tomo @MiftakhAbuSaSi

Pak Abdul menderita kencing batu + diabetes


TUMINAH SUTOYO (45, Diabetes Melitus). Alamat: Desa Sugih Waras, RT 13/4, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Januari 2017 lalu, ibu Tuminah mengeluh sakit di bagian perut dan dada. Karena sudah tidak kuat menahan rasa sakitnya, ibu Tuminah memeriksakan diri ke RSUD Sidoarjo. Dokter mendiagnosa ibu Tuminah menderita penyakit diabetes melitus. Setelah dirawat beberapa hari di RSUD Sidoarjo ibu Tuminah memutuskan untuk rawat jalan walaupun keadaan beliau belum membaik. Suami ibu Tuminah, Sutoyo (47) bekerja sebagai kuli bangunan. Sedangkan ibu Tuminah sebagai ibu rumah tangga. Hingga saat ini pengobatan yang dijalani ibu Tuminah berasal dari biaya pribadi karena beliau sama sekali tidak mempunyai jaminan kesehatan. Sehingga dikarenakan keterbatasan biaya, ibu Tuminah hanya dirawat di rumah dan kondisi yang semakin memburuk. Sedekah Rombongan mengetahui perjalanan pengobatan ibu Tuminah dan kesulitan beliau. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan ibu Tuminah. Sedekah Rombongan memberikan bantuan kepada ibu Tuminah berupa bantuan mengurus kartu jaminan kesehatan (BPJS) serta santunan yang dipergunakan untuk tambahan biaya pengobatan serta biaya transportasi ke rumah sakit. Keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga ibu Tuminah bisa segera sembuh dan menjalani aktivitas sehari-hari lagi. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027

Bu Tuminah menderita diabetes melitus


HERNA SUCIATI (43, Kanker Payudara). Alamat: Jalan Dorang C-36, Perumahan Wisma Sooko Indah, RT 5/8, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Ibu Herna memang sudah lama mendapati benjolan di tubuhnya. Namun karena beliau hanya menganggap kondisi tersebut biasa akhirnya tidak dilakukan pemeriksaan ke dokter dan hanya dibiarkan begitu saja. Suatu hari, saat sakit yang dirasakan oleh ibu Herna sudah tidak dapat ditahan dan benjolan pun sudah menjalar ke lengan dan terjadi pembengkakan, akhirnya ibu Herna dibawa ke RSUD Mojokerto. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Herna didiagnosa menderita kanker payudara. Namun, karena keterbatasan peralatan di RSUD Mojokerto, ibu Herna dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan yang lebih lengkap. Ketika seharusnya menjalani pemeriksaan di RSUD Dr. Soetomo, ibu Herna mengalami sesak napas dan kondisi tubuhnya menurun sehingga untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, ibu Herna dilarikan ke RSUD Mojokerto terlebih dahulu. Sampai saat ini, ibu Herna masih menjalani perawatan di RSUD Mojokerto dan sedang mendapat penanganan khusus oleh dokter. Suami ibu Herna, Sucahyo Utomo (44) bekerja sebagai tukang dinamo. Sementara ibu Herna sebagai ibu rumah tangga. Selama ini ibu Herna sudah menggunakan kartu jaminan kesehatan Kota Mojokerto sehingga biaya pengobatan di RSUD Mojokerto bisa tertutupi. Pihak keluarga masih kesulitan mengenai biaya, transportasi, dan tempat tinggal selama di Surabaya karena harus mendampingi ibu Herna. Sedekah Rombongan telah menyalurkan bantuan awal dari para sedekaholic yang dipergunakan untuk biaya transportasi, dan biaya berobat.  Semoga ibu Herna dapat beraktivitas kembali dan dapat segera sembuh dari penyakitnya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Anggreat

Bu Herna menderita kanker payudara


WULAN OKTA RIANA (15, Patah Tulang). Alamat : Dusun III, RT 2/3, Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Pada Awal Bulan Februari sekitar pukul 5.30 sore hari Wulan dari kegiatan sekolah hendak pulang kerumah dengan menggunakan kendaraan motor. Cuaca sore hari itu sedang gerimis, jalan yang berkerikil dan jalanan yang sedikit licin membuat ban motor yang dikendarainya tergelincir, kemudian Wulan terjatuh dari motornya. Wulan tak sadarkan diri ketika sadar sudah berada di balai pengobatan desa, lalu Wulan merasa sakit pada kaki kanannya. Ketika dilihat dalam keadaan bengkok dan Ada benjolan pada lututnya. Oleh keluarga, Wulan dibawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah Metro, setelah dirotgen, tulang kaki Wulan patah. Dan dirujuk ke Rumah Sakit Ahmad Yani (RSAY) untuk menjalani operasi patah tulang pada kaki kanannya. Orang tua Wulan Haris Virdayat (50) dan Karmila (37) merasa sedih melihat kondisi anaknya. Dan juga mereka kebingungan meski telah menggunakan jaminasn kesehatan JKN KIS-PBI kelas III, masih ada beberapa obat yang tidak discover sedangkan penghasilannya sebagai buruh tani hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dan juga setelahnya Wulan masih disarankan untuk terus kontrol ke RSAY. Ketika kebingunan tersebut terus membuncah, Alhamdulillah keluarga ini dipertemukan dengan kurir Sedekah Rombongan dan titipan sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya yang tidak tercover BPJS dan juga biaya transport pengobatan Wulan ke RSAY. Semoga Wulan lekas pulih dan kembali bersekolah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Maret 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti @m_yani @sitiaminah886

Wulan menderita patah tulang


SUWARTI BINTI KARTO KROMO (53, Ca Mammae). Alamat : Dusun III, RT 6/3, Kelurahan Ganti Warno, Kecamatan Pekalongan, Kaupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Ibu Suwarti mengetahui gejalanya pada tahun 2015. Awalnya Ibu Suwarti merasa panas dingin dan suka pegal-pegal. Kemudian muncul benjolan dipayudara dan dibawah ketiak. Lalu Ibu Suwarti memeriksakan diri ke RS Ahmad Yani (RSAY) dan ditemukan adanya tumor ganas pada payudaranya atau dalam istilah medis disebut dengan Ca Mammae. Ibu Suwarti disarankan untuk melakukan operasi pengangkatan kanker payudara. Operasi dilakukan di RSAY Metro pada bulan Agustus 2015, setelahnya melakukan kemoterapi sebanyak 8 kali. Namun  setelah selesai kemoterapi kurang lebih 6 bulan kemudian ternyata timbul benjolan lagi di ketiak bagian belakang disertai rasa sakit dan nyeri. Kemudian tanggal pada tanggal 9 Januari 2017 dilakukan operasi kembali. Untuk pengobatan selanjutnya masih menunggu saran dari dokter. Seringnya waktu pengobatan Ibu Suwarti membuat suaminya, Kasman (57) sering kali meninggalkan pekerjaannya sebagai petani. Meski telah mempunyai jaminan kesehatan JKN-KIS kelas III, penghasilan yang tidak tetap tersebut juga menyebabkan sering kali pengobatan Ibu Suwarti tersendat. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dan keluarga ini bertemu, mendengar cerita perjalanan penyakit Ibu Suwarti membuat kurir Sedekah Rombongan tergerak menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu biaya transportasi ketika melakukan pengobatan di RSAY. Ibu Suwarti dan suami mengucpkan banyak terima kasih kepada sedekaholics, karena titipan sedekaholics, mereka merasa terbantu.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Maret 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti @m_yani @sitiaminah886

Bu Suwarti menderita ca mammae


ABDUL RAHMAT (36, Epilepsi + Lumpuh). Alamat : Dusun 2,  RT 2/3,  Desa Nambahrejo, Kecamatan Kota Gajah, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Rahmat demikian ia biasa disapa. Rahmat mulai terkena epilepsi pada tahun 2008. Saat itu sempat dirawat di RS Mardi Waluyo Metro. Kemudian Rahmat menjalani berobat jalan selama 3 bulan. Dalam perjalanan pengobatan Rahmat tidak mampu berjalan. Setelah tidak dapat berjalan Rahmat sempat dibawa untuk berobat ke RS Ahmad Yani. Tetapi masih belum ada perubahan berarti, Rahmat belum dapat berjalan. Sampai saat ini Rahmat hanya berada di tempat tidur dan dalam sehari Rahmat bisa sampai 3 kali mengalami serangan epilepsi. Selama ini Rahmat dirawat sang Ibu, Cicih (65) yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga dan juga menjadi guru ngaji untuk anak-anak sekitar rumahnya. Pak Abdullah (66), ayah Rahmat, bekerja sebagai buruh tani serabutan, yang penghasilannya tak menentu. Rahmat merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Lampung. Pada akhir bulan Februari, Rahmat terjatuh dari tempat tidur. Tidak banyak yang bisa dilakukan orangtua Rahmat. Rahmat hanya dibawa ke Puskesmas terdekat menggunakan jaminan kesehatan KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki. Rahmat disarankan untuk ke rumah sakit terdekat karena diduga terjadi keretakan pada tulangnya. Tetapi hall tersebut urung dilakukan karena keterbatasan biaya. Mendengar kondisi Rahmat, kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali meyampaikan bantuan yang bersumber dari sedekaholics guna transportasi ke rumah sakit terdekat untuk memastikan kondisi Rahmat. Semoga bantuan yang disampaikan dapat bermanfaat. Bantuan terakhir tercatat dalam Rombongan 922.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Maret 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti @sigit_rudianto2

Pak Abdul menderita epilepsi + lumpuh


SUYATMI BINTI JASBAR (37, Kesulitan Menggerakkan Rahang ). Alamat : Desa Sukadadi, RT 3/-, Kec. Gedong Tataan, Kab. Pesawaran, Prov. Lampung. Ibu Suyatmi mengalami sakit sekitar tahun 2010, yaitu terdapat bercak putih seperti sariawan di bagian kiri geraham bawahnya. Ia mengkonsumsi larutan panas dalam dan obat sariawan. Karena sakitnya tak juga sembuh, ia pergi ke dokter umum dan Puskesmas. Sekitar tahun 2014 Ibu Suyatmi sempat dirawat inap di Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) dan rumah sakit lain di wilayah Bandar Lampung. Akhir tahun 2016 Ibu Suyatmi kembali dirawat di RSAM, dokter belum bisa memastikan penyakit yang dialami oleh Ibu Suyatmi sehingga menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS). Setelah sempat menjalani pengobatan di RSHS, ia pulang ke Lampung karena uang sakunya semakin menipis.  Kini ia dirawat di rumah, ia kesulitan menggerakkan rahangnya, sehingga asupan makanan hanya sedikit dan tubuhnya semakin kurus.  Suami dari Ibu Suyatmi bernama Pariyono (37) seorang buruh yang memiliki 2 orang putra. Penghasilan Bapak Pariyono tidak tetap dan habis untuk kebutuhan sehari – hari, sehingga mereka dibantu oleh tetangganya. Selama ini Ibu Suyatmi berobat menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Melihat kondisi  tersebut, Kurir Sedekah Rombongan mendatangi kediaman Ibu Suyatmi dan menyampaikan santunan awal untuk membantu biaya transportasi dan pengobatan. Semoga Ibu Suyatmi lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000,-
Tanggal : 14 Februari 2017
Kurir : @akuokawai @jajangfajar @rn_irmala Dwi

Bu Suyatmi menderita kesulitan menggerakkan rahang


ADI WINANTO (38, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Lingkungan V, RT 4/2, Kelurahan Bandarjaya Barat, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Pak Adi begitu ia biasa disapa. Pak Adi adalah seorang duda memiliki 4 anak yang semuanya masih kecil, bahkan anak bungsunya baru berusia 1 bulan, istri Pak Adi baru saja meninggal karena mengidap penyakit kanker paru. Sekarang beliau tinggal seorang diri, ketiga anaknya diasuh oleh kerabat dan begitu pun si bungsu diasuh oleh bibinya karena Pak Adi harus bekerja sehingga tidak sanggup mengurus ke empat anaknya. Pak Adi saat ini bekerja sebagai buruh disalah satu pabrik gula di Lampung Tengah, dengan penghasilan kotor 70.000 perhari. Sedangkan anak bungsunya yang tak bisa mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) harus digantikan dengan susu formula. Penghasilan Pak Adi hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari sedangkan untuk pembelian susu formula seringkali kesulitan. Mendengar cerita tentang Pak Adi dan anak-anaknya, kurir Sedekah Rombongan Lampung pun bergerak dengan meyampaikan bantuan guna membantu pembelian susu formula untuk anak bungsu Pak Adi. Semoga bantuan yang disampaikan dapat bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 15 Maret 2017
Kurir : @akuokawai @siskakhadija @Nando_931 @sayasepti

Bantuan biaya hidup


RISBAN MANDA ALI (57, Stroke Ringan + Lemah Jantung). Alamat: Dusun VIII, Desa Yukum Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Pada bulan november 2016, Bapak Risban terjatuh saat berada di kamar mandi. Akibat dari insiden tersebut kaki Bapak Risban menjadi tidak bisa digerakkan. Pihak keluargapun mengambil tindakan dengan membawa Bapak Risban ke pengobatan terapi. Pasca pengobatan terapi tersebut Kondisi Bapak Risban mulai membaik. Namun keadaan tersebut hanya berlangsung sebulan, kemudian kondisi Bapak Risban kembali memburuk. Bapak Risban kini tidak dapat menggerakkan bagian tubuh lainnya mulai dari Badan sampai dengan Kaki, beliaupun menghabiskan  hari-harinya dengan berbaring ditempat tidur. Pada hari sabtu 21 januari 2017 kondisi kesehatan Bapak Risban menurun drastis. Keluargapun membawa Bapak Risban berobat Ke Rumah Sakit Umum Daerah Demang Sepulau Raya agar segera mendapat penanganan. Setelah dirawat inap selama beberapa hari kondisi beliau mulai kembali membaik. Bapak Risban didiagnosis menderita stroke ringan dan lemah jantung oleh dokter dari pihak rumah sakit. Bapak Risban dulunya pernah bekerja sebagai penjahit. Seiring bertambahnya usia, kondisi kesehatan Bapak Risban semakin menurun dan beliau terpaksa meninggalkan pekerjaanya tersebut. Dalam kesehariannya, Bapak Risban tinggal dengan sang istri Nani Hartati (52) dan anak beliau yang bungsu. Bapak Risban tidak memiliki Jaminan Kesehatan yang menyebabkan beliau harus menanggung sendiri biaya rumah sakit yang cukup besar. Kini Bapak Risban hanya bisa mengandalkan pemberian anaknnya untuk kehidupan sehari-hari serta membiayai biaya pengobatan. Kurir Sedekah Rombongan Lampung yang melihat kondisi Bapak Risban saat kunjungan ke rumah sakit tempat beliau dirawat langsung tergerak untuk segera menyampaikan bantuan. Bantuan awal yang disampaikan Sedekah Rombongan kepada Bapak Risban berupa tunjangan dana guna membantu biaya pengobatan di rumah sakit. Semoga bantuan dari sedekaholics tersebut dapat bermanfaat bagi Bapak Risban dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @siskakhadija @ juniwahyu1927 @xkurniawatix

Pak Risban stroke ringan + lemah jantung


SITI AMINAH (59, Katarak). Alamat: Desa Srimulyo, RT 4/4, Kecamatan  Gunung Sugih, Kabupaten  Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Ibu Siti mulai menderita katarak pada tahun 2015. Diduga penyakit katarak yang diderita Ibu Siti  dikarenakan bagian mata beliau sering terkena debu dan kotoran lainnya saat beliau bekerja.  Ibu Siti juga memiliki riwayat darah tinggi dan sering mengalami gejala batuk berdahak. Ibu Siti beberapa kali berobat ke Puskesmas didesanya dan menjalani pengobatan secara herbal guna mencari kesembuhan dari penyakit yang beliau derita. Pada pertengahan tahun 2016 penyakit katarak yang diidap Ibu Siti semakin parah yang menyebabkan kedua matanya total tidak bisa melihat lagi. Hingga sampai saat ini penyakit katarak yang diderita Ibu Siti tidak menunjukkan perubahan apapun. Ibu Siti sudah tidak memiliki suami  dan kini beliau tinggal sendiri dirumahnya. Ibu Siti memiliki seorang anak bernama Budi Setiawan. Biasanya Ibu Siti dan anaknya bekerja sebagai pencari rongsokan, namun kini beliau terpaksa tidak bekerja lagi mengingat kondisi penyakitnya yang kian memburuk. Untuk berobat Ibu Siti harus mengeluarkan biaya sendiri dikarenakan beliau tidak memiliki jaminan kesehatan. Untuk kehidupan sehari-hari Ibu Siti kini bertumpu pada anaknya. Namun anak Ibu Siti tidak dapat membantu sepenuhnya dikarenakan sang anak sudah berkeluarga. Kurir Sedekah Rombongan Lampung yang melihat kondisi Ibu Siti saat kunjungan ke kediaman beliau langsung tergerak untuk segera menyampaikan bantuan. Bantuan awal yang disampaikan Sedekah Rombongan Lampung kepada Ibu Siti berupa tunjangan dana guna biaya berobat dan juga untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari. Semoga bantuan dari sedekaholics tersebut dapat bermanfaat bagi Ibu Siti dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @siskakhadija @xkurniawatix @yovie_destiana Adi

Bu Siti menderita katarak


BAYI NONA MONA RISCA (1, Kelainan Alat Vital). Alamat : Jalan Yos Sudarso, Kampung Teluk Jaya, RT 13/-, Kelurahan Panjang Selatan, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Awal 2017 lalu, Ibu Mona melahirkan anaknya dengan kelainan pada alat vitalnya. Pada masa kehamilan, Ibu Mona melakukan USG dan dokter mengatakan anaknya berjenis kelamin laki-laki namun bentuknya tidak begitu jelas. Namun setelah lahir, bayi Ibu Mona memiliki 2 bentuk kelamin, bagian bawah seperti jenis kelamin wanita dan di bagian atas seperti bentuk jenis kelamin laki-laki. Kondisi saat ini Bayi Nona dalam keadaan sehat. Setelah melakukan pengecekkan kromosom, Bayi Nona pun masih diharuskan kontrol rutin ke dokter dan dokter menyarankan dilakukannya operasi. Bayi Nona adalah anak ketiga dari pasangan suami-istri Bapak Dedi Junaidi (28) dan Ibu Nona Mona Risca (26). Bapak Dedi bekerja sebagai buruh, mereka tinggal mengontrak di daerah panjang. Sampai saat ini Bayi Nona belum dibuatkan kartu jaminan kesehatan. Ibu Mona mengungkapkan kesulitan biaya pengobatan karena belum adanya kartu jaminan kesehatan dan biaya hidup sehari-hari. Setelah bertemu kurir Sedekah Rombongan, Bayi Nona pun menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Titipan langit pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan biaya hidup sehari-hari Bayi Nona. Titipan langit pertama masuk dalam rombongan 972.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.700.000,-
Tanggal : 5 Maret 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri @sevinndae @RamadaniFredyE6 @yesaridani

Bayi Nona menderita kelainan alat vital


WAHYUDI BIN MUHAMMAD YASIN (28, Tumor Leher). Alamat : Kampung Kencana, RT 1/11, Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Wahyu biasa kami memanggil, sejak 3 bulan yang lalu merasakan ada yang aneh di bagian belakang lehernya. Ia merasa seperti ada benjolan kecil yang jika ditekan akan membuat ia kesakitan, karena merasa akan sembuh dengan sendirinya oleh Wahyu benjolan tersebut dibiarkan begitu saja namun makin hari benjolan tersebut makin membesar yang membuat ia tidak bisa bekerja karena menahan sakit. Akhirnya Wahyu memeriksakan kondisi kesehatannya ke puskesmas dan mendapatkan rujukan untuk ke Poli Onkologi RSUD Kota Bogor. Oleh dokter di RSUD Kota Bogor Wahyu didiagnosa mengidap Tumor leher dan harus segera di operasi agar tumor tersebut tidak menyebar ke daerah lainnya. Namun karena keterbatasan biaya yang dimiliki Wahyu tidak bisa rutin untuk memeriksakan kondisinya ke RSUD untuk biopsi dan pemeriksaan lainnya. Untuk pengobatan yang dirasakan Wahyu memang telah di cover oleh BPJS Mandiri kelas 3 yang dimilikinya, namun untuk akomodasi Wahyu ke RSUD serta untuk makan sehari – hari yang menjadi kendala Wahyu, terlebih lagi Wahyu merupakan kepala keluarga pengganti Ayahnya yang beberapa tahun lalu meninggal dunia. Kurir yang datang pun menyampaikan bantuan lanjutan dari para sedekaholics untuk Wahyu yang akan digunakan sebagai akomodasi Wahyu ke RS. Dharmais serta untuk makan sehari – hari Wahyu dan keluarganya. Semoga Allah Segera mengangkat penyakit yang dirasakan Wahyu agar Wahyu dapat kembali bekerja seperti biasanya. Aamiin. bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 975

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Wahyudi menderita tumor leher


HASANUDIN BIN RAHMAN (34. Kanker Nasofaring). Alamat :  Desa Kemiri RT.13/3, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.  Hasanudin, bapak satu anak dan suami dari ibu Wiwin Mintarsih (27) sudah lima tahun ini menderita sakit kanker Nasofaring. Pengobatan pernah dilakukan di RSUD Karawang yang kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSCM Jakarta. Karena kondisi bapak Hasanudin yang terus menurun dan rutinitas pengobatan yang padat, bapak Hasanudin sudah tidak bisa bekerja sebagai buruh harian lagi. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu bagi bapak Hasanudin, namun biaya harian dan biaya untuk tinggal sementara di rumah singgah RSCM sangat memberatkannya apalagi proses pengobatan masih membutuhkan waktu yang lama. #SedekahRombongan ikut meringankan beban bapak Hasanudin, bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya harian dan biaya  membayar sewa tinggal di rumah singgah RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 979. Untuk tindakan medis, bapak Hasanudin saat ini sedang menjalani kemoterapi yang ke 3 dari 6 kali kemoterapi yang dijadwalkan oleh team dokter yang menanganinya, selesai kemoterapi akan dilanjutkan tindakan penyinaran kembali. Semoga Allah memberikan kelancaran dan kekuatan untuk bapak Hasanudin. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 April 2017
Kurir :   @wirawiri @endangnumik

Pak Hasanudin menderita kanker nasofaring


MADI JAYA (47, Stroke). Alamat: Jl. Hidup Baru RT 6/4 Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Kotamadya Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. pak Madi, begitulah bapak 3 orang anak ini sering dipanggil oleh oaring-orang disekitar tempat tinggalnya. Pagi itu Pak Madi saat bangun tidur merasakan pusing hebat dan tangan serta kakinya tiba-tba lemas hingga susah untuk digerakkan. karena khawatir, istri Pak madi (Ibu Eni, 44) membawa Pak Madi ke klinik terdekat dengan dibantu oleh tetangga rumah. Dokter di klinik tersebut mengatakan jika Pak Madi mengalami gejala stroke. Pak Madi yang sehari-hari memang sudah tidak bekerja ini, untuk memenuhi kebutuhan hariannya harus dibantu oleh sang istri. Sehingga selain menjadi tulang punggung keluarga Ibu Eni juga harus merawat sang suami, yang sampai sekarang ini kondisinya belum normal kembali. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya harian dan biaya membayar kos setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 979. Semoga bantuan ini bermanfaat dan bapak Madi bisa sehat kembali. Aamiin

Jumlah bantuan; Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 20 April 2017
Kurir: @wirawiry @endangnumik

Pak Madi menderita stroke


KAYLA CHAIRANI (11, Cerebritis). Alamat: Jalan Haji Rohimin No. 155 RT 17/3, Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pasanggrahan, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Kayla Chairani atau lebih sering disapa Kayla oleh orang tua dan orang-orang sekitarnya. Saat usia 4 bulan Kayla megalami kejang demam, langsung dibawa ke rumah sakit dan dokter mengatakan jika terdapat penyempitan pembuluh darah di otak Kayla. Selama bertahun-tahun Kayla harus menjalani rawat jalan di rumah sakit. Alhamdulillah saat Kayla berusia 5 tahun kondisinya berangsur membaik. Namun saat Kayla menginjak usia 7 tahun, Kayla kembali mengalami kejang demam hingga koma dan harus mendapat perawatan intensive selama 3 minggu d RSUD Bekasi. Sampai saat ini, Kayla masih terus menjalani rawat jalan. Alhamdulillah untuk biaya berobat sudah ditanggung oleh jaminan kesehatan tapi masih ada beberapa obat yang harus dibeli secara mandiri. Sementara orang tua Kayla, bapak Rohmani (50) sehari-hari bekerja sebagai buruh jahit dan ibu Zazila (44) adalah seorang ibu rumah tangga biasa. Kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya terapi dan membeli obat setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 959. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 20 April 2017
Kurir: @wirawiry @Rini Astuti @endangnumik

Kayla menderita cerebritis


NANDITA SASKA (5, Leukimia Akut). Alamat: Jl. Batu Jambrut No. 155 RT 5/5 Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Kramat Jati, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Nandita, begitu gadis ini sering dipanggil oleh teman-temannya. Sejak bulan Januari lalu, Nandita kecil sering mengeluh demam, mimisan, muntah darah dan juga BAB darah. Sempat dibawa ke Klinik Corini tapi dokter mengatakan jika Nandita tidak sedang dalam masalah yang cukup serius, akhirnya hanya diberi obat demam. Selang beberapa hati, Nandita kecil kembali muntah darah disertai dengan pingsan, hingga harus menjalani perawatan di ruang ICU RS Polri. Disitu Nandita dilakukan beberapa pemeriksaan dan dokter mengatakan jika Nandita menderita Leukimia Akut. Kemudian, Nandita dirujuk ke RSCM dan masih menjalani kontrol rutin ke poli hematologi hingga saat ini. Nandita kondisinya masih belum benar pulih, tak jarang Nandita mengalami kejang. Sementara orang Nandita, bapak Suryana (41) sehari-hari hanya bekerja sebagi buruh serabutan dengan penghasilan yang tak menentu. Sementara ibu Endah adalah seorang ibu rimah tangga. Kondisi ini dirasakan cukup berat oleh ibu Endah, karena tak jarang dalam seminggu Nandita harus 3x bolak balik rumah sakit. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Semoga Nandita Saska diberikan kesembuhan yang maksimal oleh Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 20 April 2017
Kurir: @wirawiry @RiniAstuti @endangnumik

Nandita menderita leukimia akut


ANITA AGUSTINA (42, Ginjal). Alamat: Jalan Bintara I No. 29 RT 12/2, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Provinsi Kota Bekasi. Ibu Anita seorang ibu rumah tangga yang mempunyai 3 anak yang masih bersekolah. Sejak bulan November 2016 beliau didiagnosis mengidap penyakit ginjal. Awalnya Bu Anita mengeluhkan sakit dibagian pinggang. Ibu Anita memeriksa ke klinik dekat rumahnya. Merasa sakitnya tak kunjung reda dan malah semakin menjadi, akhirnya beliau memutuskan untuk diperiksakan ke Rumah Sakit Persahabatan dan dirawat selama 9 hari kemudian kembali ke rumah. Setelah seminggu kemudian Bu Anita makin drop dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat yaitu Rumah Sakit Islam Pondok Kopi. Meskipun belum sembuh sempurna, Ibu Anita dan keluarga memutuskan untuk kembali kerumah karena kekurangan biaya. Ibu Anita mempunyai jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 2 yang masih mempunyai tunggakan. Suaminya yang bernama ADE ARSUDIN (43) hanya bekerja serabutan yang seringkali sebagai kuli panggul di pasar yang berpenghasilan tidak menentu dan kurang mencukupi untuk keluarga serta membiayai ketiga anaknya yang masih bersekolah. Saat ini Ibu Anita harus cuci darah rutin seminggu dua kali di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi dan seringkali belum bisa menebus obat yang tidak tercover dari BPJS. Atas izin Allah SWT, kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya akomodasi, setalah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 979. Ibu Anita dan suaminya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Ibu Anita dapat pulih dan sehat kembali seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-.
Tanggal : 20 April 2017
Kurir : @wirawiry @nurfahmadini @endangnumik

Bu Anita menderita ginjal


CASMURI BIN TANYA (40, Paru-paru + Infeksi Ginjal). Alamat : Kp. Parung Belimbing, RT 2/17, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Ayah dari 2 orang anak perempuan yang masih kecil ini bekerja sebagai karyawan toko di daerah Jakarta Pusat. Awal penyakit yang diderita adalah saat dalam perjalanan pulang selepas ia bekerja, ia merasakan sakit pada bagian perut. Setelah sampai di rumah ia meminta kepada sang istri untuk membelikan jamu dan mengerok badannya yang dikira hanya masuk angin biasa. Namun keesokan harinya sakit yang dia alami makin parah, sampai-sampai dia tidak dapat bangun dari tidurnya. Melihat kondisi sang suami yang tidak berdaya, sang istri Suerni (38) meminta bantuan kepada tetangga untuk membawa Pak Muri ke rumah sakit. Setelah sampai di rumah sakit, Muri langsung mendapatkan penanganan dari dokter. Sempat menjalani perawatan selama seminggu di RSUD Depok, lalu diperbolehkan pulang karena kondisinya telah berangsur membaik. Namun, Pak Muri kini sudah tidak bisa lagi bekerja seperti dulu karena kondisinya yang belum pulih sepenuhnya. Sementara sang istri hanyalah seorang ibu rumah tangga yang fokus mengurus kedua anaknya yang masih kecil. Kini terpaksa Ibu Suerni kadang menjadi buruh cuci di sekitar tempat tinggalya, sekedar untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Pak Muri seharusnya masih harus kontrol rutin ke rumah sakit, tapi karena keterbatasan biaya membuat Ibu Suerni sering terlambat membawa Pak Muri berobat. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk akomodasi ke rumah sakit dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, setelah bantuan sbelumnya masuk di rombongan 980. Semoga Pak Muri lekas diberi kesembuhan sehinCgga dapat bekerja kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 April 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Pak Casmuri menderita paru-paru + infeksi ginjal


AHMAD FAUZI (18, Patah Tulang di Jari Tangan). Alamat: Kp. Parung Kored RT 4/3, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Cileduk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Fauzi, panggilan singkat untuk anak yang baru lulus sekolah ini. Fauzi adalah seorang anak yatim yang tinggal bersama neneknya. Dia ditinggalkan oleh sang ayah pada saat masih bayi. Fauzi besar dan belajar tanpa sentuhan lembut tangan dari sang ayah. Meski besar tanpa adanya sang ayah, Fauzi tumbuh sebagai anak yang mandiri dan bertanggung jawab. Saat ini Fauzi tinggal di sebuah rumah sederhana bersama neneknya. Sementara sang ibu Susih (35) sekarang bekerja di luar kota. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, sekarang Fauzi bekerja sebagai buruh kasar disebuah proyek pembangunan. Meski tubuhnya kecil, namun semangat untuk bekerja jauh lebih besar. Pada suatu hari saat bekerja menggunakan alat pemotong besi, tak disangka kecelakaan menimpa Fauzi. Jari telunjuk tangan kanan Fauzi terkena alat pemotong besi tersebut dan mengakibatkan luka hingga hampir putusnya jari tangan Fauzi. Rekan-rekan kerjanya langsung membawa Fauzi ke Rumah Sakit Bakti Asih. Dengan bermodal jaminan BPJS kelas 3, Fauzi dapat ditangani dokter untuk dioperasi penyambungan jari telunjuknya. Keputusan operasi tersebut diminta oleh nenek Fauzi karena sang nenek tidak mau jari cucunya diamputasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan Fauzi. Dan santunan awal pun diberikan kepada Fauzi untuk biaya pengobatan dan transportasi. Fauzi dan keluarga sangat berterima kasih kepada Sedekah Rombongan dan Sedekaholics atas bantuan yang telah diberikan. Setelah sebelumnya masuk di rombongan 979. Semoga Fauzi lekas diberikan kesembuhan dan dapat beraktivitas lagi seperti semula. Amiin ya robbal allamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2017
Kurir : @wirawiri @anasaramadhan @endangnumik

Fauzi menderita patah tulang di jari jangan


EVA SURYATI (34, Tumor Mata). Alamat: Jl. Budimulia RT 4/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Satu tahun pasca musibah kecelakaan lalu lintas menggunakan sepeda motor yang mengakibatkan ibu Eva mengalami benturan pada kepala dan pelipis kanannya. Kini mata kanan ibu Eva  sering mengeluarkan cairan dan pandangannya kabur. Bapak Denny Eka Sagita (35) suami dari ibu Eva yang memang tidak mempunyai pekerjaan tetap, tidak bisa berbuat banyak untuk membantu istrinya menjalani pengobatan ke rumah sakit.  Ibu Eva, sehari-harinya bekerja sebagai tukang urut keliling, mulai menjalani pengobatannya satu bulan yang lalu di RS Tarakan Jakarta. Dari hasil pemeriksaan dokter, ibu Eva Suryati menderita sakit Tumor Mata. Berobat dengan fasilitas BPJS yang sudah dimilikinya sangat membantu dalam proses pengobatan,  namun biaya transportasi menjadi kendala untuk ibu Eva. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan ibu yang sedang kesulitan ini. Bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 983. Saat ini ibu Eva sedang menunggu jadwal operasi matanya di RSCM Jakarta. Semoga pengobatannya dilancarkan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 April 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Bu Eva menderita tumor mata


DINA MURSALINA (17, Biaya Sekolah). Alamat: Jl Raden Intan Pekonlom Mega Satu No. 59 RT 1/1 Kelurahan Talang Padang, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Dina Mursalina atau lebih akrab disapa dengan Dina, adalah siswi kelas 3 SMK di salah satu sekolah swasta di Lampung. Bulan ini Dina akan menjalani Ujian Nasional tapi tak semudah siswal lain yang tak mempunyai tunggakkan biaya sekolah, Dina terancam tak bisa mengikuti ujian dikarenakan belum bisa melunasi uang SPP dari kelas 2 SMK sejumlah 5,2 juta rupiah. Orang tua Dina, bapak Nurdin (60) dan ibu Nana (57) bekerja sebagai penjual gorengan di pasar dengan penghasilan yang tak menentu. Mereka tinggal di sebuah lahan milik pemerintah yang kapanpun bisa saja digusur. Meski teempat tinggal mereka tidak dikenai biaya namun jika untuk melunasi tunggakan SPP Dina, orang tua Dina merasa sangat keberatan tapi orang tua Dina menginginkan jika sang anak bisa lulus sekolah. Lewat salah satu kurir Sedekah Rombongan yang mengetahui informasi tentang Dina, Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk membayar biaya tunggakan sekolah setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 979.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 15 April 2017
Kurir: @wirawiry @RiniAstuti @endangnumik

Bantuan biaya sekolah


SILVA NADILA (3, Hydrocepalus). Alamat: Jl. Pulo Nangka 1 RT 8/2 Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Kotamadya Jakarta Barat, DKI Jakarta. Silva biasa bocah ini disapa, saat usianya menginjak sepuluh bulan terdapat tanda pembesaran kepala dan pernah mengalami demam tinggi. Karena khawatir, orang tua Silva membawa Silva ke RS Royal Taruma, di rumah sakit dilakukan pemeriksaan laboratorium dan radiologi, dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui jika Silva menderita infeksi pada saluran pernafasan dan Hydrocepalus. Pihak dokter menyarankan jika sebaiknya Silva segera dilakukan operasi untuk pemasangan VP Shunt. Alhamdulillah dengan berbekal BPJS, semua tindakan bisa dilakukan. Setelah dilakukan tindakan operasi lingkar kepala Silva tidak bertambah besar. Tetapi Silva kecil masih terlihat lemas dan lunglai, belum bisa mengangkat kepalanya saat usianya sudah menginjak 2 tahun, sehingga Silva masih harus menjalani kontrol rutin ke RS. Orang tua Silva, bapak Sanajaya (43) dan ibu Sarni (33) tidak patah semangat untuk berjuang mencari kesembuhan putri pertamanya ini. Bapak Sana sehari-hari bekerja sebagai kuli angkut di sebuah pergudangan dengan penghasilan yang pas-pasan, sementara ibu Sarni sebagai ibu rumah tangga. Kadang bapak Sana bingung jika tiba jadwal kontrol tapi tidak ada biaya, dengan sangat terpaksa mereka seperti harus merelakan satu kesempatan hilang melihat anaknya sembuh. Alhamdulillah, ditengah kondisi itu #kurirSR dipertemukan dengan mereka dan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan keperluan sehari-hari buat Silva, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 979. Kondisi Silva Nadila Alhamdulillah saat ini membaik, control rutin dan terapi rutin 1 minggu sekali terus dilakukannya. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kesembuhannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 20 April 2017
Kurir: @wirawiry Ryan @endangnumik

Silca menderita hydrocepalus


YAYASAN PENDIDIKAN AL QURAN AL MARQ ( santunan ) berdiri tahun 2011 yang beralamat di dusun Weru Botodayaan Kecamatan Rongkop Gunungkidul Yogyakarta, berdiri di atas sebuah tanah wakaf milik seorang pengusaha. Yayasan Pendidikan Al Quran Al Mar-Q mendidik 121 santri yang terdiri dari usia PAUD, SD hingga SMA. Orangtua santri juga banyak yang mengikuti agenda belajar ketika putra-putrinya TPA. Aktivitas diselenggarakan 6 hari dalam sepekan, setiap sore. Dalam waktu tertentu juga mengadakan acara pengajian sesuai segmen bagi ibu-ibu, bapak-bapak dan remaja. Sehari-sehari dikelola oleh Pengurus yang berjumlah 8 orang ustadz-ustadzah. Pada 24 Maret 2017, Tim POPIMAS#SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan)  menyampaikan bantuan senilai Rp. 500.000 yg diwujudkan dalam bentuk sembako (beras, gula, teh, minyak). Dan bantuan ini merupakan santunan lanjutan dari Rombongan 920. Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan #SedekahRombongan untuk aktivitas belajar di Al Mar-Q.

Jumlah Bantuan                : Rp 500.000
Tanggal Penyerahan       : 24 Maret 2017
Kurir                    : @RizkyAditya4 @Sunnahku

Bantuan sembako


PANTI ASUHAN DAN PONDOK PESANTREN AL MURTADLO beralamat di Susukan , Genjahan Ponjong Gunungkidul Yogyakarta. Berdiri sejak tahun 2000 hingga saat ini menempati sudut sederhana, menempel di bangunan SMP Muhammadiyah Susukan. Ponpes Al Murtadho mendidik 15 santri dan bertambah menjadi 23 tahun ini. Santri berasal dari berbagai provinsi di Indonesia (Klaten, Purwodadi, Gunungkidul, hingga Merauke). Ponpes Al Murtadlo memiliki tujuan untuk memelihara lingkungan masyarakat Gunungkidul. Para santri kebanyakan bersekolah di Sekolah Muhammadiyah. ( 4 SMP dan 11 SMA). Sehari-sehari dikelola oleh Pengurus yg berjumlah 20-an dan Ustadz-uztadzah yang berjumlah 5 orang. Para santri juga didukung untuk berwirausaha di bagian usaha Pondok Pesantren yaitu perikanan. Sebelumnya Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #Sedekahrombongan ) sudah menyalurkan pernah bantuan  secara rutin dua bula sekali . Alhamdulillah pada 24 Maret 2017, kami kembali berkunjung memberikan santunan berupa sembako Senilai Rp. 1.000.000. Dan bantuan ini merupakan santunan lanjutan dari Rombongan 920. Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan #SedekahRombongan untuk membangun Gunungkidul dari pesantren. Serta mendukung kesehatan santri agar dapat terus semangat belajar.

Jumlah Bantuan                : Rp 1.000.000
Tanggal Penyerahan       : 24 Maret 2017
Kurir                    : @RizkyAditya4 @Sunnahku

Bantuan sembako


PONDOK PESANTREN AL QUR’ANI  yang beralamat di Playen Gunungkidul Yogyakarta, dipimpin oleh KH. Muhammad Thohari, dan aktivitas keseharian Ponpes dibantu oleh Ketua Ponpes yaitu Bp.Syarif Harnadi. Saat ini Ponpes Al Qur’any menampung 25 siswa dhuafa. Banyak santri merupakan siswa berprestasi di sekolah. Sehari-hari para siswa iuran untuk mencukupi bahan pangan. Untuk ikut meringankan biaya kebutuhan harian khususnya sembako, Tim POPIMAS #SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan )  menyampaikan santunan yang di wujudkan dalam bentuk beras,minyak goreng dan gula, senilai Rp. 1.000.000,-. Dan bantuan ini merupakan santunan lanjutan dari Rombongan 920. Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan #SedekahRombongan untuk membangun Gunungkidul dari pesantren. Serta mendukung kesehatan santri agar dapat terus semangat belajar.

Jumlah Bantuan                : Rp 1.000.000
Tanggal Penyerahan       : 24 Maret 2017
Kurir                    : @RizkyAditya4 @Sunnahku

Bantuan sembako


PONDOK PESANTREN AL MARDHOTILLAH yang beralamat di Siyono, Wonosari, Gunungkidul berdiri sejak tahun 1999. Saat ini jumlah santri yang menuntut ilmu dan diasuh oleh Ponpes Al Mardhotillah berjumlah 150. Semua santri bersekolah di SMK Agribisnis, peternakan dan Madrasah Aliyah. Para santri ini berasal dari berbagai penjuru nusantara. Pondok pesantren Al Mardhotillah menggratiskan biaya pendidikan bagi santri-santrinya, alias gratis. Infaq orangtua bisa dibilang tidak ditentukan dan sangat ringan. Hasil pendidikan ponpes Al Mardhotillah cukup berprestasi. Terdapat santri yang menorehkan prestasi tingkat nasional dalam pidato bahasa Inggris. Namun aktivitas Pondok Pesantren Al Mardhotillah bukan tanpa tantangan. Jumlah santri yang besar, menuntut pengelolaan kebutuhan rumah tangga yang besar pula. Setiap bulan ponpes ini membutuhkan 1,5 ton beras. Untuk melakukan penghematan, sudah setengah tahun ini para santri dan pengelola hanya makan bubur di pagi hari, dan baru di malam hari dapat menikmati nasi. Bila bahan pokok beras sudah benar-benar habis, maka para santri dan pengelola akan melahap nasi jagung tanpa lauk untuk makan sehari-hari. Pada 24 Maret 2017, tim #POPI #SedekahRombongan menyampaikan bantuan senilai Rp.1.000.000 yg diwujudkan dalam bentuk. Dan bantuan ini merupakan santunan lanjutan dari Rombongan 920. Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan #SedekahRombongan untuk aktivitas di Pondok Pesantren Al Mardhotillah

Jumlah Bantuan                : Rp 1.000.000
Tanggal Penyerahan       : 24 Maret 2017
Kurir                                      : @RizkyAditya4 @Sunnahku

Bantuan sembako


PANTI ASUHAN DAN SLB SEKAR HANDAYANI terletak di pegunungan gersang Girisekar, Jalan Panggang-Wonosari KM.6,5. Girisekar, Panggang, Gunungkidul Yogyakarta, seakan menjadi oase yang menyejukkan dahaga ilmu para Anak Berkebutuhan Khusus di daerah Panggang. SLB yang juga dilengkapi dengan Panti ini mendidik 27 anak ( ABK -A,B,C) berusia 10 hingga 18 tahun. Setiap bulan, Panti dan SLB Sekar Handayani membutuhkan 1 kuintal beras, dan kebutuhan sembako lainnya. Minimnya bantuan dari pihak luar menjadikan pemenuhan kebutuhan ini masih terasa sulit bagi pengelola Panti. Tim POPIMAS #SR  (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan) datang untuk menyerahkan bantuan sembako senilai Rp. 1.000.000, dan bantuan ini merupakan santunan lanjutan dari Rombongan 920. Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan #SedekahRombongan bagi aktivitas Panti dan  SLB Sekar Handayani.

Jumlah Bantuan                : Rp 1.000.000
Tanggal Penyerahan       : 24 Maret 2017
Kurir                                      : @RizkyAditya4 @Sunnahku

Bantuan sembako


PANTI ASUHAN ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) SUHARJO PUTRO yang beralamat di Sepat, Ngoro-ngoro, Patuk, Gunungkidul Yogyakarta ini awal mulanya merupakan suatu sekolah sederhana yang dimulai tahun 2005. Dimulai dari ruangan sangat sederhana, Pak Suharjo yang merupakan pamong desa menjadi satu-satunya guru dan pengelola. Pasca gempa Yogyakarta 2006, sekolah untuk ABK ini diselenggarakn di tengah lapang dengan beralaskan tenda. Sebuah organisasi kemanusiaan internasional kemudian memberikan bantuan untuk mendirikan sekolah. Saat itulah Sekolah ini pertama kalinya memiliki bangunan sendiri yang dibangun di atas tanah wakaf lurah, yang kemudian diberi nama sesuai nama guru pertama sekolah tersebut: Suharjo Putro. Saat ini sekolah ini juga memiliki panti di bagian belakang sekolah. 15 guru menjadi tenaga pengajar bagi 42 siswa (SD-LB, SMP-LB, hingga SMA-LB). Pada 24 Maret 2017, Tim POPIMAS#SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan )  menyampaikan bantuan senilai Rp.1.000.000,- yg diwujudkan dalam bentuk sembako (beras, gula, teh, minyak), dan bantuan ini merupakan santunan lanjutan dari Rombongan 920. Semoga bantuan ini semakin menyemangati ABK di Panti Suharjo Putro untuk menuntut ilmu dan terus berprestasi.

Jumlah Bantuan                : Rp 1.000.000
Tanggal Penyerahan       : 24 Maret 2017
Kurir                                      : @RizkyAditya4 @Sunnahku

Bantuan sembako


PONPES AL MUHAJIRIN Alamat : Dusun Patuk, 04/01, Patuk, Patuk, Gunungkidul. Ponpes ini didirikan pada 15 Mei 2011 dengan biaya dari swadaya masyarakat sekitar. Awal pendirian Ponpes ini diprakarsai oleh Bapak Daliyo dan Bapak Budi yang merupakan tokoh masyarakat di dusun Patuk. Bangunan dari ponpes Al Muhajirin yang pertama adalah bangunan induk di sebelah utara yang dulu merupakan satu-satunya ruangan kelas dan ruang guru berada di teras. Setelah itu kemudian menambah bangunan disebelahnya untuk dijadikan ruang kelas tambahan dan ruang guru. Kemudian mendapatkan bantuan dana lagi dari beberapa masyarakat untuk pembangunan kamar ustad di sebelah timur. Ponpes ini kemudian melanjutkan pembuatan sumur bor dengan biaya bantuan dari beberapa yayasan yang kemudian ditambahi tampungan air. Masjid yang dimiliki oleh ponpes ini merupakan bantuan dari beberapa yayasan. Saat ini ponpes ini masih banyak membutuhkan bantuan, terutama untuk kebutuhan sehari-hari. Kasur yang digunakan para santri pun sudah tidak layak untuk dipergunakan, begitupun kamar beberapa santri putra yang hanya ditutupi oleh dinding kayu sederhana. Asrama untuk santri putri pun masih nunut di tempat Bapak Daliyo yang merupakan salah satu pendiri ponpes tersebut. Maka dari itu Sedekah Rombongan memberikan bantuan berupa paket sembako dengan nilai Rp. 1.000.000 pada tanggal 24 Maret 2017. Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan #SedekahRombongan untuk aktivitas belajar di Ponpes Al Muhajirin.

Jumlah Bantuan                : Rp 1.000.000
Tanggal Penyerahan       : 24 Maret 2017
Kurir                                      : @RizkyAditya4 @Sunnahku

Bantuan sembako


SUTARMAN BIN FULAN (63, Diabetes + TB Paru). Alamat : Kampung Ciranji, RT 4/2, Desa Cirende, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pak Aman, akrab kami memanggilnya. Bertahun-tahun ia menderita penyakit diabetes, penyakit tersebut diperparah saat setelah istrinya meninggal dunia. Bahkan Pak Amat terdiagnosa penyakit baru di tubuhnya, yakni TB Paru. Gejala yang sering ia rasakan adalah sesak juga sakit di lambung, selain itu badannya semakin kurus kering. Pak Amat disarankan untuk melakukan kontrol setiap bulannya ke Rumah Sakit Bayu Asih, namun karena keterbatasan biaya ia pun hanya mampu mengobati dengan obat warung seadanya. Seminggu lalu penyakitnya semakin parah, ia sempat pingsan dan dibawa ke IGD Rumah Sakit Bayu Asih dan menjalani rawat inap di RS tersebut. Pak Aman yang merupakan seorang buruh tani ini, merasa keberatan dengan biaya akomodasinya menuju Rumah Sakit. Maklum saja semenjak sakit ia tidak bisa lagi mencari nafkah, ditambah ia pun memiliki tanggungan 1 anak yang masih duduk di bangku sekolah. Beruntungnya Allah mempertemukan kami yakni kurir Sedekah Rombongan dengan Pak Aman, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Pak Aman menuju Rumah Sakit. Bantuan sebelumnya telah tersampaikan dan tercatat pada Rombongan 934.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @nzn1603

Pak Sutarman menderita diabetes + TB paru


AHMAD JUNIAR (6, Leukimia). Alamat : Kp. Darangdan, RT 25/7, Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Ahmad Januar adalah seorang anak piatu, belum lama ini ibunya meninggal dunia. Gores kesedihan masih nampak di wajahnya. Saat ini, ia hidup bersama neneknya yang mulai menua. Beberapa hari lalu, Ahmad terlihat sering lemas dan pucat, untuk berjalan pun Ahmad sering terlihat kelelahan, tutur sang Nenek pada kami#kurirSR. Karena khawatir, Neneknya pun membawa Ahmad ke Puskesmas setempat, disana ia menjalani tes darah. Hasil tes darah menunjukan bahwa Ahmad mengidap penyakit Leukimia. Kemudian ia pun dirujuk untuk melakukan pengobatan di RSUD Bayu Asih. Saat kami #kurirSR menemui Ahmad di RSUD Bayu Asih, ia sedang terbaring lemah di ruang observasi khusus anak, kurang lebih 1 minggu ia disana ditemani Nenek dan Kakaknya. Pada tanggal 22 Februari 2016, Ahmad dirujuk untuk melakukan pengobatan lanjutan di RSHS Bandung, kabarnya hingga pada tanggal 25 Februari 2015, Ahmad telah menerima transfusi darah sebanyak 13 kolf, dengan kondisi yang juga belum membaik. Dengan ijin Allah, kami #kurirSR bisa bertemu dengan keluarga Ahmad, menyampaikan titipan dari para sedekaholic untuk meringankan beban biaya akomodasi selama di RSBA & RSHS, maklum saja Ayah Ahmad (Iskandar, 28) adalah seorang buruh serabutan, penghasilannya tidak menentu, kadang dalam beberapa minggu ia tak mendapat penghasilan untuk menafkahi keluarganya. Bantuan sebelum ini telah tersalurkan dan tercantum pada Rombongan 853. Allah Maha Baik, mari doakan bersama agar Allah segera angkat penyakitnya dan diberikan takdir terbaik menurutNya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @nzn1603

Ahmad menderita leukimia


EROS BINTI HALIMAH (46, Tumor di Payudara). Alamat : Kp. Cidahu, RT 3/2, Desa Gunungkarung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bi Eros, akrab kami memanggilnya, ia merasakan adanya benjolan kecil di bagian payudaranya. Selama beberapa minggu ia megabaikan benjolan tersebut, dan hanya diobati menggunakan obat kampung seadanya. Seiring berjalannya waktu, benjolannya semakin membesar, ia pun mulai khawatir dengan adanya benjolan tersebut. Ia kemudian dibawa untuk melakukan pemeriksaan ke Puskesmas dengan hasil yang mengharuskan ia menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Bayu Asih. Namun karena kendala biaya, ia pun sempat menunda kepergiannya tersebut menuju RS. Beberapa lama kemudian kondisi Bi Eros semakin memburuk, ia nampak lelah dan kesakitan. Akhirnya sang suami yakni Pak Herman (50) yang merupakan seorang buruh tani, memberanikan diri untuk meminjam uang kepada majikannya. Bi Eros pun berangkat ke RSBA menggunakan dana pinjaman. Akses transportasi yang jauh membuat ongkos menuju ke RS sangatlah besar, ia harus mengeluarkan uang sekitar Rp. 600.000,- untuk satu kali menyewa mobil dari rumahnya ke RS. Hal tersebut sangatlah berat bagi Pak Herman yang merupakan seorang buruh tani dengan penghasilan yang tak seberapa. Belum lagi saat ini Bi Eros masih harus menjalani kontrol pengobatan ke RS, tentunya akan banyak biaya yang diperlukan Bi Eros untuk akomodasi ikhtiar pengobatan penyakitnya. Alhamdulillah kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Bi Eros, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholic untuk meringankan biaya akomodasi pengobatan Bi Eros menuju Rumah Sakit. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 973.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 16 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Bu Eros menderita tumor di payudara


ACIH BINTI FULAN (50, Asam Urat + Hipertensi). Alamat : Kp. Babakan Asem, RT 13/8, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sejak lama Mak Acih menderita penyakit asam urat dan hipertensi, namun selama ini hanya ia obati menggunakan obat warung seadanya. Ia tak pernah mengira kalau penyakitnya tersebut menyebabkan ia harus menjalani rawat inap di RS Siloam Purwakarta. Kurang lebih selama 1 minggu ia dirawat di RS tersebut menggunakan BPJS PBI. Jarak antara rumah sakit dengan rumahnya sangatlah jauh, hal tersebut menyebabkan biaya sewa mobil yang ditanggung Mak Acih sangat besar, ia pun harus meminjam kepada tetangga terdekatnya. Maklum saja profesi suaminya yang bekerja sebagai buruh tani tak begitu cukup untuk membiayai akomodasi pengobatan istrinya tersebut. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mak Acih dan suami, kami menyampaikan titipan bantuan untuk biaya akomodasi pengobatan. Mari doakan semoga Mak Acih segera Allah sembuhkan. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 968.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin  @ula_awwal @asepza_

Bu Acih menderita asam urat + hipertensi


UDIN BIN FANDI (59, Penyempitan Tulang Belakang). Alamat : Kp. Babakan, RT 12/6, Desa Sadarkarya, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sudah kurang lebih 1 bulan ini, Mang Udin terbaring di ruang tengah rumahnya sambil menahan nyeri yang sangat di bagian pinggang dan perut sebelah kiri. Semua orang yang menjenguknya pasti akan merasa iba, karena Mang Udin amat sangat nampak kesakitan menahan nyeri tersebut. Istrinya Entar (52) mencoba ikhtiar untuk kesembuhan suaminya tersebut, ia memanggil tukang pijat yang berada tak jauh dari rumahnya, Entar khawatir jika suaminya mengalami turun bero. Selang beberapa hari setelah proses pemijatan, tak ada tanda-tanda kesembuhan sedikitpun, nyeri yang diderita Mang Udin semakin menjadi-jadi. Ia pun kemudian dibawa ke Puskesmas oleh isrinya, hasil pemeriksaan menunjukkan Mang Udin harus segera dibawa ke RS Siloam Purwakarta. Dengan berbekal pinjaman uang, Mang Udin dan istrinya pun berangkat ke RS tersebut. Hasil pemeriksaan di RS tersebut mengharuskan Mang Udin menjalani proses USG, agar penyakitnya lebih jelas dan cepat diketahui. Ia pun menjalani proses tersebut, namun hasilnya tidak menunjukkan ada hal yang aneh di dalam organ dalam Mang Udin. Ia disarankan untuk kembali menjalani pemeriksaan pada tanggal 22 Februari 2017 mendatang. Mang Udin yang merupakan seorang kuli serabutan, memiliki keterbatasan biaya akomodasi untuk pulang pergi ke Rumah Sakit. Beruntung kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Mang Udin, kami telah menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Mang Udin menuju Rumah Sakit. Semoga Mang Udin segera Allah sembuhkan. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 984.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Maarif

Pak Udin menderita penyempitan tulang belakang


SALSA RAMADANTI (1, Jantung Bocor). Alamat : Kp. Sawit Kaler, RT 9/5, Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Neng Salsa, akrab kami memanggil balita yang lahir kembar dan premature ini. Neng Salsa sangat beruntung, dengan berat yang hanya 1,2 kg ketika lahir, namun ia bisa bertahan hidup hingga sekarang. Sedangkan kembarannya yang lahir dengan berat 5 ons, harus meninggal tak lama setelah ia lahir ke dunia. Neng Salsa sudah didiagnosa mengalami bocor jantung ketika umurnya masih 3 bulan, keluarganya sempat ikhtiar pengobatan untuk kesembuhan Neng Salsa. Kala itu, pemeriksaannya sudah sampai tahap Echo, namun karena kendala biaya maka selama 5 bulan ini proses pengobatan dan pemeriksaan Neng Salsa harus tertunda. Ayahnya Caca (33) merupakan seorang buruh kuli menjahit tas di kota Bandung, penghasilannya tak cukup untuk membiayai akomodasi pengobatan anaknya tersebut. Akhir Januari lalu, dengan tekad yang kuat, Neng Salsa kembali dibawa untuk ikhtiar pengobatan, keluarganya meminjam uang kepada tetangga setempat untuk biaya akomodasi. Dengan ijin Allah, tetangganya tersebut mengabarkan kepada kurir Sedekah Rombongan daerah Purwakarta. Kami pun datang bersilaturahim ke rumah Neng Salsa, saat itu Neng Salsa akan dibawa ke RSHS Bandung untuk menjalani proses echo ulang. Kami pun menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Neng Salsa menuju RSHS Bandung. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 977.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Ma’arif

Salsa menderita jantung bocor


DIAH BINTI FULAN (57, Ambeien). Alamat : Kp. Sawit Kaler, RT 8/4, Desa Sadarkarya, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Tepatnya sejak awal bulan Februari, Mak Diah merasakan sakit yang sangat di bagian perutnya, dan BAB yang disertai darah. Ia pun dibawa ke bidan setempat, sempat dua kali menjalani pengobatan di bidan tersebut namun tak juga menunjukkan adanya perubahan. Akhirnya ia dirujuk ke RS Siloam untuk menjalani pemeriksaan lanjutan agar segera diketahui penyakitnya. Setelah menjalani pemeriksaan di RS tersebut, tak banyak yang dokter sampaikan, Bu Diah pun belum tahu penyakit apa yang dideritanya. Hingga saat ini ia masih terus merasakan sakit di bagian perutnya dengan BAB yang berdarah. Berdasarkan penuturan suaminya, ia merasa keberatan dengan ongkos sewa mobil setiap akan berangkat ke RS Siloam, karena tarifnya mencapai Rp. 250.000/Hari, sedangkan ia merupakan seorang buruh tani yang memiliki penghasilan terbatas. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Diah, kami menyampaikan titipan bantuan untuk biaya akomodasi pengobatan. Mari doakan semoga Bu Diah segera Allah sembuhkan.  Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 981.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu

Bu Diah menderita ambeien


ALEN BIN SAKI (58, Katarak). Alamat : Kampung Cijambe, RT 10/5, Desa Sadarkarya, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Dua minggu yang lalu tepatya, Pak Alen –akrab kami memanggilnya—merasakan pusing di kepala. Hal tersebut sangat biasa, dan tentunya ia obati menggunakan obat warung seadanya. Tak seperti biasanya, kala itu rasa pusingnya tak juga hilang dan semakin menjadi, ia pun memutuskan untuk istirahat dan tidur. Pada pagi hari ketika ia bangun, tiba-tiba mata bagian kirinya tidak bisa melihat dan terasa sakit. Sampai saat ini ia belum memeriksakan kondisi matanya tersebut, hal tersebut tak lain karena ia memiliki keterbatasan biaya, maklum saja penghasilannya sebagai buruh tani hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari ia dan keluarganya. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Alen. Kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan mata Pak Alen. Rencananya hari rabu tanggal 18 April 2017, Pak Alen akan menjalani operasi di RS Cicendo. Semoga Allah membalas semua kebaikan para sedekaholics, dan Allah sembuhkan penyakit yang ada pada mata Pak Alen. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 984.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Maarif

Pak Alen menderita katarak


UMMI KULSUM (50, Infeksi Mata). Alamat : Desa Gunung Karung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sudah hampir dua tahun Mak Ummi mengalami kelainan pada penglihatannya, hal tersebut bermula ketika kedua matanya kemasukan sebuah benda yang membuat matanya memerah dan sakit. Awalnya ia kira akan sembuh dalam beberapa menit, namun ternyata berkepanjangan. Langkah awal pengobatannya waktu dulu adalah memeriksakan diri ke puskesmas setempat, ia pun diberi obat infeksi mata. Matanya kemudian kembali berwarna normal, hanya saja menjadi buram, silau ketika melihat yang bercahaya, dan sulit untuk membaca Al-Quran. Selama dua tahun ini ia tak pernah memeriksakan kembali infeksi pada matanya tersebut, padahal ia punya keinginan besar untuk bisa membaca Al-Quran dengan penglihatan yang jelas. Hal tersebut tak lain karena ia tak memiliki biaya, maklum saja suaminya adalah seorang buruh tani di sawah milik tetangganya, pun Mak Ummi ia hanya berjualan sayur keliling dari hasil panen tetangganya. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kami kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mak Ummi. Kami menyampaikan tutupan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan penyakitnya, semoga Allah segera menyembuhkannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Bu Ummi menderita infeksi mata

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SUGITO BIN KASENI 500,000
2 SARNAWI BIN MAKRUM 500,000
3 RUKIYAH BINTI KURDI 500,000
4 SUTARMIYATIN BINTI SAHUDI 500,000
5 MUHAMMAD NUR CHOLIK 1,500,000
6 ANITA ADHA 500,000
7 ANITA ADHA 22,000,000
8 EMI BINTI SARKAWI 500,000
9 AMAQ RUMENAH 1,175,000
10 SUWARDJO BIN MARKAMTO 1,000,000
11 HELMIATUS SOLEKAH 756,000
12 MUNAWIR BIN WASIMIN 531,000
13 ABDUL MUKIT 500,000
14 TUMINAH SUTOYO 500,000
15 HERNA SUCIATI 500,000
16 WULAN OKTA RIANA 500,000
17 SUWARTI BINTI KARTO KROMO 500,000
18 ABDUL RAHMAT 500,000
19 SUYATMI BINTI JASBAR 750,700
20 ADI WINANTO 750,000
21 RISBAN MANDA ALI 1,000,000
22 SITI AMINAH 500,000
23 BAYI NONA MONA RISCA 1,700,000
24 WAHYUDI BIN MUHAMMAD YASIN 500,000
25 HASANUDIN BIN RAHMAN 1,000,000
26 MADI JAYA 1,000,000
27 KAYLA CHAIRANI 750,000
28 NANDITA SASKA 750,000
29 ANITA AGUSTINA 750,000
30 CASMURI BIN TANYA 1,000,000
31 AHMAD FAUZI 500,000
32 EVA SURYATI 500,000
33 DINA MURSALINA 1,000,000
34 SILVA NADILA 750,000
35 YAYASAN PENDIDIKAN AL QURAN AL MARQ 500,000
36 PANTI ASUHAN DAN PONDOK PESANTREN AL MURTADLO 1,000,000
37 PONDOK PESANTREN AL QUR’ANI 1,000,000
38 PONDOK PESANTREN AL MARDHOTILLAH 1,000,000
39 PANTI ASUHAN DAN SLB SEKAR HANDAYANI 1,000,000
40 PANTI ASUHAN ABK 1,000,000
41 PONPES AL MUHAJIRIN 1,000,000
42 SUTARMAN BIN FULAN 500,000
43 AHMAD JUNIAR 500,000
44 EROS BINTI HALIMAH 750,000
45 ACIH BINTI FULAN 500,000
46 UDIN BIN FANDI 500,000
47 SALSA RAMADANTI 500,000
48 DIAH BINTI FULAN 500,000
49 ALEN BIN SAKI 1,000,000
50 UMMI KULSUM 500,000
Total 57,912,700

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 57,912,700,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 988 ROMBONGAN

Rp. 49,741,953,005,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.