Rombongan 987

Orang-orang yang menginfakkan hartanya di waktu malam dan siang secara sembunyi dan terang-terangan maka mereka mendapat pahala dari Tuhannya.
Posted by on April 20, 2017

SAINEM BINTI SAIRONO (75, kista). Alamat : RT/RW 6/1 Desa Candirejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Mbah Mo, demikian Ibu Sainem Binti Sairono ini biasa dipanggil adalah seorang ibu dari 5 orang anak yang semuanya perempuan. Pada masa muda nya Mbah Mo bekerja sebagai pedagang makanan kecil tapi seiring usianya yang sudah tua tidak lagi bekerja, hanya membantu anak nya yang juga berjualan makanan kecil keliling. Pada awal bulan Maret 2017 Mbah Mo mengalami perdarahan dan segera dibawa ke Rsud. Sayidiman Magetan. Dari hasil pemeriksaan diketahui ada kista yang harus segera di operasi. Anak tertua dari Mbah Mo mendatangi Rssr Magetan untuk meminta bantuan karena memang kondisi perekonomian yang kurang beruntung sedangkan suami dari Mbah Mo sendiri sudah lama sekali meninggal dunia. Mbah Mo menjadi pasien dampingan SR sejak 10 Maret 2017 dan melakukan pengobatan dengan jaminan Bpjs kelas 3. Rangkaian pemeriksaan dilakukan untuk persiapan operasi, dan setelah beberapa kali gagal karena tensi tinggi akhirnya operasi pengangkatan kista berhasil dilakukan hari Rabu, 5 April 2017 dan alhamdulillah berjalan lancar. Saat ini mbah Mo menjalani kontrol rutin pasca operasi selama seminggu sekali di Rsud. Sayidiman Magetan. Santunan pertama titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan untuk biaya akomodasi rawat inap saat operasi. Keluarga Mbah Mo mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan, semoga menjadi berkah untuk semua pihak.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 5 April 2017
Kurir : @Mawanhananto @ErvinSurvive @Wisnu @Gatut

Bu Sainem menderita kista


PAINEM BINTI WIRLANJAR (56, Ca Mamae). Alamat : RT/RW 7/2 Dukuh Ngegong, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Painem adalah seorang ibu dari satu anak yang selama ini bekerja serabutan sebagai buruh tani. Sejak 7 tahun lalu menderita sakit Ca Mamae tapi tidak pernah diobatkan secara medis. 2 tahun yang lalu mulai menjalani pengobatan alternatif dengan terapi kunyit dan gula jawa serta garam. Selain itu bu Painem juga melakukan diet ketat dengan pola makan vegetarian untuk mencegah perumbuhan kanker nya. Dengan terapi yang dilakukan, ca mamae nya bisa mengecil dari ukuran semula yang sangat besar dan harus digendong. Bu Painem bertahan dengan cara pengobatan alternatif karena berdasarkan pesan ibunya yang melarang melakukan pengobatan medis karena ada keluarga nya yang melakukan operasi dan gagal hingga meinggal dunia. Sejak sakit otomatis bu Painem sudah tidak dapat bekerja lagi, hidupnya tergantung pada anak satu-satunya yang bekerja serabutan dan menantunya yang bekerja di pabrik triplek sedangkan suami Bu Painem sudah lama meninggal dunia. Informasi mengenai Bu Painem diperoleh dari tetangga sekitar rumah yang masih perduli dengan keluarga Bu Painem. Sedekah Rombongan hadir untuk meringankan beban keluarga ini dengan menyampaikan santunan titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 dan digunakan untuk pembelian obat-obatan, kapas, perban untuk merawat luka-lukanya juga untuk biaya transportasi berobat alternatif. Bu Painem meneteskan air mata haru saat menerima bantuan serta tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 April 2017
Kurir : @Mawanhananto @ErvinSurvive @KinantiAwe @Wisnu @Hadi @Ronypratama

Bu Painem menderita ca mamae


IIS ROHMAWATI (16, TB Tulang). Alamat : Dusun Cimuncang, RT 1/4, Desa Cimuncang, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Iis adalah seorang pasien dampingan Sedekah Rombongan Kuningan yang merupakan siswi di sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) di daerah kabupaten Majalengka. Namun, sayangnya ia harus putus sekolah karena Iis menderita penyakit cukup serius, yaitu TB Tulang. Penyakit tersebut membuat Iis tidak bisa berjalan seperti sebelumnya. Awalnya, Iis sering merasa kesakitan di jari tangannya yang lama-kelamaan membuat jari-jarinya tidak bisa digerakkan. Tak lama, ada benjolan di tangan sebelah kiri Iis yang membuat tubuhnya semakin hari semakin lemas dan tidak bisa digerakkan. Anehnya, benjolan tersebut menyebar ke kedua kakinya. Karena hal tersebut Iis dibawa ke dokter umum dan juga Puskesmas, namun tidak ada perubahan berarti. Akhirnya, pihak keluarga mengambil cara tradisional untuk pengobatan yaitu dengan mengurut tangan dan kaki Iis dengan harapan kaki dan tangannya bisa digerakkan. Alhamdulillah, setelah 3 kali melakukan cara tradisional tersebut tangan dan kaki Iis sedikit bisa digerakkan hingga benjolan-benjolannya ikut kempes. Selang 2 bulan, kondisi Iis menurun bahkan benjolan di kakinya semakin membengkak hingga membuat Iis tidak bisa berjalan sama sekali. Akibatnya, Iis dibawa ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk menjalani pengobatan. Tindakan operasi Alhamdulillah telah dijalani oleh Iis. Saat ini Alhamdulillah kondisi Iis sudah semakin membaik dan hanya harus kontrol rutin ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan. Iis sudah memiliki kartu jaminan kesehatan BPJS Mandiri Kelas 3. Sehingga, bisa meringankan untuk pengobatan selanjutnya. Ayah Iis, Bapak Wawan telah meninggal dunia dan saat ini ia tinggal bersama Ibunya yaitu Ibu Eet. Ibu Eet (50) merasa kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi, karna jarak dari Majalengka ke kuningan lumayan jauh. Iis Harus menyewa mobil untuk mengantar kontrol ke rumah sakit. Sedangkan keseharian Ibu Eet hanya bekerja sebagai pembuat sapu. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan keenam kepada Iis untuk biaya transportasi dan pembayaran BPJS. Semoga Allah segera mengangkat penyakit Iis. Aamiin. Sebelumnya Iis masuk ke dalam Rombongan 924.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 13 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji @adekurniawan

Iis menderita TB tulang


SUTINI BINTI SUDIRYA (39, TB. Paru-paru + TB.Tulang).Alamat : Dusun Pahing, RT 3/1, Desa Sakertatimur, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Dua tahun ke belakang, Ibu Tini biasa beliau dipanggil menderita penyakit yang cukup serius yaitu TB Paru-paru sekaligus TB.Tulang. Gejala awal yang beliau rasakan berupa seringnya beliau merasakan sakit di bagian dada.Selain itu, kondisi beliau semakin turun karena berat badan beliau semakin menyusut.Badan beliau semakin hari semakin kurus dan terasa lemas tak bertenaga. Oleh karena itu, pihak keluarga membawa Ibu Tini ke Rumah Sakit Rawamangun untuk menjalani pengobatan. Hasil pemeriksaan di Rumah Sakit Rawamangun membuat Ibu Tini harus segera dirujuk ke Rumah Sakit Persahabatan untuk pengobatan lebih lanjut.Tak lama, beliau pun segera dibawa ke Rumah Sakit Persahabatan dan masuk IGD selama 2 hari. Akan tetapi, beliau terpaksa menghentikan pengobatan dikarenakan tidak ada biaya. Beberapa waktu lalu, beliau sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan selama 2 minggu. Dengan alasan keterbatasan biaya kebutuhan sehari-hari, akhirnya Ibu Tini terpaksa dibawa pulang dan menjalani pengobatan seadanya di rumah. Pihak dokter sebenarnya tidak mengijinkan beliau pulang karena kondisinya belum stabil. Pada tanggal 29 Desember 2016 kemarin, kurir Sedekah Rombongan Kuningan menjemput ibu Tini untuk di bawa ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan dengan menggunakan ambulans karena kondisi beliau yang hanya bisa berbaring di tempat tidur. Beliau hampir satu minggu dirawat di RS Sekar Kamulyan, karena keadaannya semakin lemah. Setelah pemeriksaan laboratorium, usg, rontgen, cek darah dan juga terapi punggung, tim medis rumah sakit mendiagnosa TB beliau sudah stadium 2. Kondisi beliau tidak semakin membaik sehingga pada akhir Maret 2017 lalu beliau menjalani rawat inap di Rumah Sakit Sekar Kamulyan selama satu minggu.Kemudian, beliau dibawa pulang ke rumah dan hanya dirawat di rumah saja oleh keluarganya.Akan tetapi, kondisi beliau masih terus menurun. Beliau hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur. Hal tersebut membuat luka di belakang punggung dan bokong beliau semakin melebar. Ibu Tini memiliki kartu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk meringankan biaya pengobatan. Setelah berbagai ikhtiar telah beliau lakukan, Allah berkehendak lain karena pada tanggal 08 April 2017 lalu Ibu Tini meninggal dunia dan meninggalkan seorang suami dan dua anak yang masih sekolah. Ditengah rasa berduka, suami almarhumah Ibu Tini Bapak Kemal Wildansyah (43) yang hanya pekerja serabutan merasa kesulitan berkenaan dengan biaya mengurus jenazah. Alhamdulillah, Allah selalu memberi kemudahan sehingga santunan kelima untuk mengurus jenazah Ibu Tini dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Allah menempatkan almarhumah Ibu Tini disisi yang paling baik. Amiin. Sebelumnya Ibu Sutini masuk ke dalam Rombongan 984.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Bu Sutini menderita TB. paru-paru + TB.tulang


RAEDI BIN PEWARTA ARSA (70, Kanker Kelenjar Getah Bening).Alamat : Dusun Kliwon, RT  30/15, Desa Bandorasakulon, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Raedi mulai menderita penyakit kanker kelenjar getah bening pada tahun 2012 lalu. Gejala awal yang muncul adalah berupa benjolan di bagian leher yang lama kelamaan membesar bahkan sampai menyebar ke hidung, rahang dan sekitarnya. Pada saat itu, beliau menjalani pengobatan bersama kurir Sedekah Rombongan Jogjakarta di Rumah Sakit Panti Rapih dan Rumah Sakit Sardjito Jogjakarta. Tindakan medis yang telah beliau jalani di sana berupa pengangkatan benjolan di bawah leher, sedangkan benjolan pada rahang dibersihkan. Akan tetapi,  benjolan di bagian urat besar belakang telinga di sisakan karena jika dilakukan tindakan operasi ada kemungkinan pasien tidak kuat bertahan. Setelah itu, pengobatan diteruskan dengan kemoterapi sebanyak 4 kali dan terapi sinar sebanyak 35 kali sampai tahun 2013. Alhamdulillah, atas ikhtiar tersebut beliau merasa sembuh. Namun setelah 3 tahun berlalu, di akhir tahun 2016 lalu muncul kembali gejala awal berupa benjolan di rahang bawah yang terus membesar, berdarah dan bernanah. Kemudian, Bapak Raedi berobat ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) 45 Kuningan. Melihat kondisi beliau, pihak dokter bedah tidak sanggup menangani benjolan tersebut, karna alat medis di rumah sakit yang kurang lengkap. Beralih ke Rumah Sakit Ciremai Cirebon pun tindakan medis tidak bisa dilakukan karena tidak lengkapnya peralatan medis. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan Kuningan dipertemukan dengan Bapak Raedi, dan membawa beliau berobat ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, saat itu juga beliau langsung di biopsi oleh tim medis rumah sakit. Menurut Tim Medis Rumah Sakit Sekar Kamulyan, Bapak Raedi harus disinar, dan di RS Sekar Kamulyan tidak ada alat penyinaran. Kemudian Bapak Raedi dirujuk ke RS Margono Purwokerto. Pada tanggal 23 Februari 2017 kurir Sedekah Rombongan Kuningan mengantarkan Bapak Raedi ke RSSR Purwokerto untuk menjalani pengobatan lebih lanjut di RS Margono Purwokerto. Beberapa waktu lalu Bapak Raedi tinggal di RSSR Purwokerto. Pada akhir Maret 2017 kemarin Bapak Raedi sudah menjalani kemoterapi yang pertama. Sebelum menjalani kemoterapi, Bapak Raedi melakukan pemeriksaan jantung dan paru – paru, Alhamdulillah hasil semuanya normal. Setelah menjalani kemoterapi, kondisi kesehatan beliau menurun karena asupan makanan tidak masuk sama sekali ke badan beliau. Akhirnya, pada tanggal 08 April 2017 lalu, Bapak Raedi pulang ke Kuningan dengan dijemput oleh kurir Sedekah Rombongan Kuningan. Beliau mempunyai jaminan kesehatan JKN-KIS PBI.Selama sakit beliau sudah tidak bisa bekerja seperti sediakala sedangkan istri beliau Ibu Suarmi (53) adalah ibu rumah tangga biasa. Bapak Raedi membutuhkan biaya  transportasi ke Rumah Sakit Margono Purwokerto dan untuk akomodasi selama pengobatan dan kemoterapi. Alhamdulillah, Allah memberi kemudahan sehingga santunan keempat dapat kembali disampaikan oleh Sedekah Romboongan kepada Bapak Raedi.Akan tetapi setelah beberapa hari Bapak Raedi pulang ke Kuningan, Allah berkehendak lain. Pada tanggal 14 April 2017 kemarin beliau meninggal dunia.Semoga Allah menerima iman dan Islam beliau dan beliau ditempatkan disisi Allah SWT. Aamiin. Sebelumnya Bapak Raedi masuk ke dalam Rombongan 977.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 14 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Pak Raedi menderita kanker kelenjar getah bening


SUSANTI KUMALA SARI (31, TBC Paru + Gagal Ginjal). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 1/2, Desa Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu dari 3 orang anak ini rela berhenti dari pekerjaannya sebagai buruh pabrik demi menjaga dan mengurus anak – anaknya terutama yang mengidap leukimia. Sebelumnya kondisi Ibu Susanti sehat, namun sejak anaknya yang mengidap leukimia meninggal dunia, ia mulai mengalami gangguan kesehatan yang dimungkinkan karena terlalu sedih sepeninggal anaknya. Enam bulan berlalu Ibu Susanti mulai merasakan sesak napas dan batuk-batuk yang cukup parah. Menurut dokter ia terkena sakit TBC Paru-paru. Setelah berobat 6 bulan lamanya sakit Ibu Susanti tidak kunjung membaik, kondisinya justru semakin memburuk hingga mengalami komplikasi karena sakitnya kini merambat menyerang ginjalnya. Ibu Susanti harus menjalani cuci darah setiap seminggu sekali, untunglah sang suami, Pak Maman, selalu siap sedia mengantarkannya berobat ke rumah sakit meskipun harus terpaksa izin dari pekerjaannya sebagai Office Boy di salah satu rumah sakit swasta di Tangerang. Pengobatan Ibu Susanti ditanggung JKN – KIS yang dimilikinya, namun pengobatannya terkendala biaya transportasi dan akomodasi. Penghasilan Pak Maman tak mencukupi untuk kebutuhan rumah tangganya, terlebih lagi untuk berobat. Setelah melihat kondisi Ibu Susanti, Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan awal untuk operasional berobat. Semoga dengan adanya bantuan tersebut Ibu Susanti bisa rutin berobat dan sembuh dari sakitnya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir  :@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminan @mistaaja @ririn_restu

Bu susanti menderita TBC paru + gagal ginjal


IQBAL GHIFARI (5, Hydrocepalus). Alamat : Dusun Wage, RT 1/1, Desa Tinggar, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Iqbal yang saat ini berusia 5 tahun menderita penyakit Hidrocepalus sejak usianya baru menginjak 3 minggu.Ia dilahirkan secara normal di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) 45 Kuningan dalam keadaan yang sehat. Akan tetapi, setelah usia Iqbal 3 minggu terjadi pembengkakkan di bagian kepala. Melihat kondisi Iqbal, ia pernah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Wijaya Kusumah Kuningan selama 10 hari. Penyakit tersebut membuat pertumbuhan Iqbal terganggu karena di usia 5 tahun ia belum bisa beraktifitas seperti anak seusianya. Ia tidak bisa duduk hingga menyender pun ia merasa kesulitan. Saat ini, Iqbal hanya bisa tidur terlentang. Selain itu, ia juga tidak bisa mengunyah walaupun giginya tumbuh normal. Yang lebih mengkhawatirkan, penglihatan Iqbal tidak berfungsi dengan maksimal dan tidak terlalu cepat merespon sesuatu yang dilihat.Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan Kuningan dipertemukan dengan Iqbal, dan membawa Iqbal ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan untuk pemeriksaan lebih lanjut.Setelah melakukan beberapa pemeriksaan, Iqbal dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Plumbon, untuk melakukan CT-Scan. Pada tanggal 22 Maret 2016 tim medis menjadwalkan Iqbal untuk menjalani operasi penyedotan cairan dari kepala. Dan Alhamdulillah operasi berjalan dengan lancar dan operasi penyedotan cairan dilakukan melalui saluran pembuangan urine.Pada tanggal 11 April 2017 ini, Iqbal menjalani kontrol kesehatan sekaligus membuka perban di kepala dan perut.Selain itu, pihak dokter juga menyarankan agar Iqbal harus menjalani konsultasi kepada dokter spesialis anak dan fisioterapi di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur sebagai rumah sakit rujukan.Iqbal menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI.Iqbal merupakan putra dari Bapak Enco Tarsa (45) yang bekerja sebagai buruh bangunan. Penghasilan beliau hanya cukup untuk membiayai kebutuhan pokok sehari-hari.Sementara, Iqbal membutuhkan biaya transportasike Rumah Sakit Mitra Plumbon untuk kontrol kesehatan. Alhamdulillah, lewat pertolongan Allah kurir Sedekah Rombongan Kuningan dapat menyampaikan santunan keempat kepada Iqbal.Semoga Allah mempermudah ikhtiar Iqbal agar lekas sembuh. Aamiin. Sebelumnya Iqbal masuk kedalam Rombongan 981.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Didi

Iqbal menderita hydrocepalus


GALIH PRATAMA (6, Kejang-Kejang). Alamat : Dusun Cimenga, RT 5/1, Desa Cimenga, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Galih biasa ia dipanggil adalah seorang anak yang pertumbuhannya sedikit terhambat. Di usia menjelang 6 tahun, Galih belum bisa berjalan maupun berbicara dengan jelas. Ia juga sering panas tinggi yang disertai kejang-kejang. Sakit yang Galih derita berawal sejak usianya baru menginjak 3 bulan. Kondisi tersebut membuat Galih sering dirawat di Rumah Sakit. Berkali-kali Galih menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan. Terakhir, Galih menjalani rawat inap di Puskesmas Gardu Jaya. Kondisi Galih masih sering panas tinggi dan kejang-kejang. Selain itu setiap menjalani rawat inap, pihak rumah sakit selalu menganjurkan agar Galih segera menjalani CT Scan agar diketahui jelas apa penyakitnya. Galih juga sempat dirawat karna kejang – kejangnya sering kambuh. Galih sebetulnya memiliki kartu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Namun karena biaya CT Scan diluar biaya BPJS, tindakan lanjutan tersebut pun tidak dilakukan. Hal tersebut berkenaan dengan tidak adanya biaya yang dimiliki oleh kedua orang tua Galih. Kedua orang tua Galih, Bapak Abas (52) hanya bekerja sebagai buruh serabutan sedangkan Ibu Entin Antinah (50) bekerja sebagai buruh cuci dan gosok. Penghasilan keduanya hanya cukup untuk biaya pokok sehari-hari. Sedangkan Galih harus melakukan CT Scan dan membutuhkan biaya transportasi. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Galih sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada Galih untuk biaya transportasi dan akomodasi selama di rumah sakit. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk Galih. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 8 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Didi

Galih menderita kejang-kejang


TASWAN BIN SUKARTA (56, Luka Gigitan Ular). Alamat : Dusun Awiluar, RT 3/7, Desa Cimara, Kecamatan Cibreureum, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Taswan adalah seorang petani yang biasa bekerja di kebun. Beberapa waktu lalu, tepatnya pada tanggal 25 Maret 2017 beliau tengah bekerja di kebun seperti biasanya. Akan tetapi, tiba-tiba ada seekor ular yang menggigit kaki beliau. Kejadian nahas itu terjadi sekitar pukul 08.00 pagi. Akibat gigitan ular tersebut, Bapak Taswan sempat pingsan beberapa saat. Alhamdulillah beliau segera sadar dan memaksakan diri berjalan beberapa meter sambil menahan sakit untuk meminta pertolongan kepada tetangganya yang sedang berada di sawah dekat kebun. Tak lama, ada seorang tetangga yang segera memberi pertolongan kepada Bapak Taswan. Beliau segera dibawa ke Puskesmas terdekat. Saat itu, keadaan Bapak Taswan sangat memprihatinkan karena suhu badannya mendadak panas, kakinya bengkak, kepala pusing dan tensi darahnya turun drastis. Karena khawatir terjadi hal yang lebih buruk, pihak keluarga segera membawa Bapak Taswan ke Rumah Sakit KMC Luragung. Beliau dirawat inap selama 2 hari 1 malam di rumah sakit. Alhamdulillah keadaannya sudah jauh lebih baik walaupun masih terasa panas di bagian kaki yang terkena gigitan ular tersebut. Bapak Taswan sendiri menggunakan kartu jaminan kesehatan jenis JKN-KIS PBI selama menjalani perawatan. Akan tetapi karena jarak atara rumah beliau dengan rumah sakit cukup jauh, beliau membutuhkan biaya lain untuk transportasi sekaligus akomodasi. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Bapak Taswan sehingga santunan dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya transportasi dan akomodasi. Semoga beliau lekas diberi kesembuhan oleh Allah dan bisa kembali beraktifitas seperti semula. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 April 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji @mayasyaroh87

Pak Taswan menderita luka gigitan ular


JUNIAH BINTI SAKIR (51, Susp. Tremor). Alamat : Lingkungan Ciraja, RT 18/3, Kelurahan Ciporang, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Juniah merupakan seorang ibu rumah tangga biasa. Beliau menderita penyakit dengan gejala seringnya tangan dan kaki kanan yang selalu bergetar sendiri atau bahasa medisnya dikenal dengan tremor. Berawal dari 6 bulan lalu, tiba-tiba kaki dan kanan beliau terasa kaku. Kepala beliau pun terasa pusing. Lama kelamaan, kaki serta tangan kanan sering bergetar bahkan bergerak sendiri hingga sekarang. Selain itu, masih sering terasa kaku. Beliau hanya berobat seadanya ke Puskesmas setempat. Beliau belum pernah ke rumah sakit untuk memeriksakan lebih lanjut kondisinya. Hal itu dikarenakan beliau tidak memiliki biaya untuk berobat. Beliau hanya tinggal dengan anaknya yang masih Sekolah Menengah Pertama. Sehingga beliau menjadi tulang punggung keluarga. Beliau pernah bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Saat ini beliau kerja sebagai buruh serabutan sesuai kemampuannya dengan penghasilan seadanya. Untuk meringankan biaya berobat, akhirnya beliau baru saja membuat jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Akan tetapi, kartu jaminan tersebut belum bisa digunakan. Rencananya, beliau akan dibawa ke rumah sakit setelah kartu jaminannya aktif agar diketahui pasti penyakit apa yang diderita oleh Ibu Juniah. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Juniah, sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada Ibu Juniah untuk biaya transportasi dan membuat BPJS. Semoga ikhtiar Ibu Juniah semakin Allah ringankan hingga mendapat kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Ade

Bu Juniah menderita susp. tremor


ANI BINTI ELI (34, Operasi Caesar). Alamat : Dusun Wedang Temu, RT 6/2, Desa Tugulmuya, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Ani adalah seorang ibu rumah tangga yang saat ini memiliki tiga orang anak. Beliau dikaruniai anak ketiga saat usia beliau menginjak tahun ke 34. Akan tetapi, kelahiran anak yang terakhir membuat kondisi beliau agak memburuk. Beliau sering sesak nafas dan tensi darahnya selalu tinggi. Kondisi ini membuat beliau mudah lelah dan sering mengalami sakit kepala. Kondisinya sempat menurun sehingga beliau harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit Wijaya Kusumah Kuningan selama 3 hari. Dua minggu setelah rawat inap, beliau mengalami pecah ketuban hingga air ketubannya kering. Beliau segera dibawa ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur. Sayangnya, ruang perawatan sudah penuh sehingga dipindahkan ke Rumah Sakit KMC Kuningan. Pihak medis memutuskan agar beliau melahirkan melalui tindakan operasi caesar karena ketubannya sudah kering. Beliau mendapat perawatan selama 3 hari. Sayangnya beliau baru saja membuat BPJS Mandiri kelas 3 sehingga jaminan tersebut belum bisa digunakan untuk meringankan biaya persalinan. Suami beliau Bapak Darmon (40) hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan minim. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Ani sehingga santunan dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk membantu meringankan biaya persalinan. Semoga Ibu Ani lekas pulih setelah proses persalinan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 April 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Didi

Bantuan biaya operasi caesar


NIA DEWIANTI (35, Kanker Usus). Alamat : Dusun Sukamukti, RT 2/4, Desa Mekar Raharja, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Ibu Nia merupakan salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Kuningan yang menderita kanker usus. Penyakit Ibu Nia berawal ketika beliau sering mengeluh sakit di bagian perut. Akhirnya, beliau memeriksakan kondisinya ke Rumah Sakit dan segera mendapat perawatan di Rumah Sakit. Hasil USG, tes darah dan rongten menunjukkan bahwa Ibu Nia menderita penyakit Kanker Usus. Beliau menjalani tindakan operasi pemotongan usus sebanyak 2 kali pada bulan Maret 2016 lalu. Untuk aktifitasnya sehari-hari pasca operasi beliau menggunakan alat Colostomy yang dipasang pada perutnya sebagai alternatif buang air besar. Saat ini kondisi beliau Alhamdulillah sudah jauh lebih baik setelah melanjutkan pengobatan lanjutan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada pertengahan bulan Juni lalu. Ibu Nia harus menjalani check up sekaligus kemoterapi secara rutin ke RSHS Bandung. Pada akhir november lalu, kondisi kesehatan Ibu Nia sempat turun karena terjadi infeksi pada ususnya sehingga jadwal kemoterapi pun harus diundur. Alhamdulillah saat ini keadaan fisik Ibu Nia kembali membaik dan Ibu Nia dapat menjalani kemoterapi lanjutan. Pada tanggal 17 April 2017, Ibu Nia mulai menjalani pemeriksaan kembali seperti cek darah dan rontgen, sebelum tim medis menjadwalkan operasinya. Selama 5 hari kedepan, Ibu Nia harus menjalani kontrol di RSHS. Ibu Nia menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri kelas III untuk meringankan beban biaya rumah sakit. Hanya saja, beliau kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi dan akomodasi selama di Bandung. Suami Ibu Nia,  Bapak Andrianan (35) saat ini bekerja sebagai pedagang sayuran keliling demi mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kesebelas untuk transportasi dan akomodasi. Semoga ikhtiar Ibu Nia membuahkan hasil terbaik berupa kesembuhan. Aamiin. Sebelumnya Ibu Nia merupakan pasien Rombongan 967.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Bu Nia menderita kanker usus


AZMI HAIL MAHLAL (3, Gangguan Perkembangan Motorik). Alamat : Dusun 1, RT 5/2, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Azmi adalah seorang pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan. Usia Azmi baru menginjak 3 tahun, ia tumbuh dengan normal, namun perkembangan motoriknya tumbuh dengan lambat. Gejala awal Azmi rasakan ketika ia berusia 5 bulan. Ia sering mengalami demam yang disertai dengan perubahan fokus penglihatan karena bola matanya selalu mengarah ke atas. Selain itu, berat badannya semakin lama semakin menurun. Akibatnya tumbuh kembang Azmi sedikit terhambat. Perkembangan motorik Azmi cenderung lambat, selain itu Azmi juga belum bisa bicara seperti balita pada umumnya. Azmi menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Kondisi Azmi sangat lemah, untuk duduk saja ia membutuhkan penyangga atau lebih sering dipangku. Pihak medis akhirnya melakukan terapi khusus kepada Azmi, yaitu fisiotherapy. Terapi ini menggunakan bantuan cahaya khusus yang menyinari bagian punggung Azmi. Alhamdulillah, kepala Azmi pun saat ini sudah mulai tegak setelah sebelumnya tertunduk lemas. Saat ini Azmi sudah bisa belajar berjalan dan sudah mulai aktif belajar berbicara. Azmi juga sekarang terlihat sangat aktif dan mulai berani berinteraksi dengan sekitarnya, setelah sebelumnya dia anak yang pemalu dan mudah menangis.  Pengobatan rutin yang dilakukan Azmi saat ini adalah dengan terapi sinar. Perkembangan dari fisioterapi rutin ini begitu jelas karna Azmi tak pernah absen mengikuti terapi. Setelah perkembangan Azmi sempurna, maka akan dilanjutkan dengan terapi yang lain. Azmi telah menjalani terapi sinar sudah hampir satu tahun. Akan tetapi pada tanggal 10 April 2017, Azmi masuk ruang perawatan di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan, karna Azmi mengalami disentri atau infeksi pada usus yang menyebabkan diare yang disertai darah atau lendir. Diare merupakan buang air besar encer dengan frekuensi yang lebih sering dari biasanya. Hampir satu minggu Azmi dirawat di rumah sakit. Selama menjalani pengobatan, Azmi terbantu dengan adanya jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Hanya saja, BPJS Azmi tertunggak selama beberapa bulan, sehingga denda diagnosa harus dibayar. Bapak Johan Ermaya (36) dan Ibu Rohimah (27) selaku orang tua Azmi kesulitan mendapatkan biaya pembayaran BPJS yang tertunggak. Maklum saja, Bapak Johan bekerja sebagai pedagang asongan di lampu merah kota Cirebon. Pendapatan harian hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari keluarganya. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kesebelas kepada Azmi untuk biaya pembayaran BPJS. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan kepada Azmi. Aamiin. Sebelumnya Azmi masuk kedalam pasien Rombongan 981.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 15 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji @mayasaroh87

Azmi menderita gangguan perkembangan motorik


ICOH BINTI MISJA (48, Gangguan Kelenjar Getah Bening). Alamat : Dusun Dano, RT 8/16, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Icoh biasa beliau dipanggil ini menderita penyakit kelenjar getah bening. Penyakit yang beliau derita sejak satu tahun lalu ini berawal dari adanya benjolan kecil di leher yang semakin lama semakin membesar. Saat ini, beliau berobat jalan di Puskesmas Cigugur, Kuningan. Kemudian, pihak Puskesmas memutuskan agar Ibu Icoh segera dirujuk ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tak lama, Ibu Icoh akhirnya menjalani rawat inap di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur dan menjalani operasi pengambilan sampel/biopsi dari leher. Saat ini, benjolan di leher Ibu Icoh semakin membesar dan harus segera menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.  Pada tanggal 17 April 2017 Ibu Icoh sudah dijadwalkan masuk ruangan dan akan mulai menjalani kemoterapi yang pertama. Ibu Icoh memanfaatkan kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Akan tetapi, biarpun terbantu dengan adanya kartu jaminan kesehatan, beliau merasa kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi ke Bandung. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah santunan keempat dapat disampaikan kurir Sedekah Rombongan Kuningan kepada Ibu Icoh untuk biaya transportasi ke Bandung. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada Ibu Icoh. Aamiin. Sebelumnya Ibu Icoh masuk kedalam Rombongan 977.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Peniasih

Bu Icoh menderita gangguan kelenjar getah bening


RASYA NURYAMAN PUTRA (1, Susp. Tumor Ginjal). Alamat: Kp. Cibogo, RT 3/4, Kel. Janggala, Kec. Sukaraja, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Rasya terlahir normal tanpa kekurangan apapun. Namun menginjak bulan ke-8, Rasya mulai mengeluhkan perutnya yang sakit hingga ia menangis menjerit. Karena panik, akhirnya orangtua Rasya membawanya ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Setelah pemeriksaan ternyata ditemukan benjolan di ginjal Rasya dan diduga itu adalah tumor sehingga Rasya harus dirujuk ke RSHS. Sempat kebingungan berangkat ke RSHS Bandung karena biaya antar dengan ambulans mencapai 700 ribu. Alhamdulillah, orangtua Rasya bertemu dengan kurir #SedekahRombongan yang sedang membantu pasien lain untuk berobat. Akhirnya, MTSR membawa Rasya ke Bandung dan sempat singgah di RSSR Bandung. Ibu Rasya, Yayu (30) adalah seorang IRT dan ayahnya, Nuryaman (35) bekerja sebagai buruh sehingga mereka merasa kesulitan membiayai pengobatan Rasya karena tak punya jaminan kesehatan. Santunan lanjutan pun disampaikan untuk membeli diaper dan susu yang dibutuhkan Rasya. Kondisinya sekarang sudah membaik dan sudah melakukan MRI (Magnetic Resonance Imaging), ke depannya Rasya masih harus melakukan pengobatan intensif. Kondisi terkini Rasya sudah melakukan operasi dan keadaannya membaik. Semoga Rasya segera sehat agar ia bisa bermain dengan teman-teman sebayanya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 946.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 9 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @kasviansyah

Rasya menderita susp. tumor ginjal


MTSR TASIKMALAYA (B1495SU, Operasional dan Perawatan Rutin). Mulai Bulan Mei tahun 2014, Sedekah Rombongan area Tasikmalaya memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Area operasional MTSR Tasikmalaya mencakup Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, dan juga mengantar pasien yang dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung dan RSU Siaga Medika Banyumas. Bulan Juli 2014 MTSR Tasikmalaya melakukan servis besar di Layanan Servis Resmi Suzuki. Awal September kembali masuk bengkel untuk service kakai-kaki, ganti shockbreaker depan, per belakang, sekaligus ganti oli, filter oli, dan penggantian vanbelt. Selain untuk biaya pemeliharaan MTSR melalui servis rutin, biaya pemeliharaan juga dipergunakan untuk membeli sebuah ban karena ban cadangan sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Pada tanggal 24 November 2016, MTSR melakukan perbaikan pada bagian kopling. Frekuensi penggunaan MTSR Tasikmalaya semakin hari semakin tinggi. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya di Priangan Timur, mengantar jemput pasien ke RSUD, juga mengantar jemput pasien ke RSHS Bandung. Hampir setiap minggu ada saja pasien yang harus diantar ke RSHS Bandung, sekarang ditambah dengan mengantar pasien ke RSU Siaga Medika Banyumas, bahkan kadang dalam seminggu bisa 2-3 kali pulang pergi ke Bandung yang berjarak sekitar 120km dengan waktu tempuh 3-4 jam sekali jalan. Agar kondisi mobil tetap prima, service rutin selalu dijalani MTSR. Titipan sedekah dari para #SahabatSR kembali dipergunakan untuk mendukung biaya operasional bahan bakar untuk membawa pasien ke Bandung, RSUD dr. Soekardjo dan daerah sekitarnya selama tanggal 1-15 April 2017, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 960.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal : 12 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr @adiabdillah

Biaya operasional dan perawatan rutin


SUSI SOPIANTI (11, TB Paru + Maag Kronis + Epilepsi). Alamat: Gunung Jamu, RT 5/6, Desa Rancapaku, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah dari kecil, Susi mengidap penyakit epilepsi dan sering kejang sampai pingsan, namun seiring waktu ia harus kembali merasakan sakit karena sering melewatkan waktu dan makan dan maag pun menyerang. Kini, lambungnya sudah luka dan rutin melakukan pengobatan. Tak sampai di situ, Susi harus menelan pahit bahwa ia juga mengidap penyakit TBC yang diakibatkan asap rokok sekitar rumahnya. Ia sempat dilarikan ke RS SMC Singaparna dan harus dirawat selama 18 hari dengan jaminan KIS. Ayahnya Susi, Ikin (54) seorang buruh tani dengan pendapatan tidak menentu dan ibunya, Ilah (48) hanyalah seorang IRT sehingga tidak bisa membantu perekonomian keluarganya. Susi pun masih punya dua adik yang masih duduk di bangku sekolah. Kabar terkini, Susi masih harus berobat dan malangnya rumah keluarganya runtuh dan tak bisa ditinggali. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa dipertemukan kembali dengan orangtua Susi dan menyampaikan bantuan untuk pengobatan Susi dan akomodasi. Semoga Allah segera mengangkat penyakitnya dan ia bisa kembali bersekolah. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 981.

Jumlah Bantuan: Rp. 700.000,-
Tanggal: 10 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR @adiabdillah

Susi menderita TB paru + maag kronis + epilepsi


KAMILAH BINTI UCA (43, Parkinson’s Disease). Alamat: Kp. Desakolot RT 2/7, Desa Rancapaku, Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Dua tahun yang lalu Bu Kamilah secara tiba tiba tak sadarkan diri dan terjatuh. Beliau sempat dilarikan oleh MTSR ke IGD RSUD SMC dan dirawat beberapa hari sampai akhirnya beliau siuman. Namun setelah sadar beliau tak bisa lagi menggerakkan tubuhnya apalagi bangun. Karena peralatan yang kurang memadai maka beliau pun dirujuk ke RSUD dr. Soekarjdo Kota Tasikmalaya, dan kurang lebih 15 hari dirawat inap di sana dengan jaminan KIS. Pasca beliau dirawat dan kondisinya agak membaik ia diperbolehkan pulang dan harus menjalani kontrol rutin untuk memantau perkembangan kesehatannya. Terkadang juga beliau harus memeriksakan diri ke RSHS Bandung. #SedekahRombongan menyampaikan santunan kembali untuk membantu kesulitan janda tua yang saat ini sudah tidak memiliki sumber penghasilan lagi ini dan untuk membeli obat yang menghabiskan ratusan ribu rupiah per minggunya. Suami Bu Kamilah, alm. Pak Endin, adalah pasien penderita kanker dampingan SR yang sudah meninggal beberapa bulan yang lalu. Almarhum suami Bu Kamilah meningggalkan 2 orang anak yang masih menjadi tanggungannya. Keadaan Bu Kamilah sekarang sudah bisa berjalan meskipun hanya sampai halaman rumahnya. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kesembuhan kepada Bu Kamilah dan keluarganya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 946.

Jumlah Bantuan: Rp. 900.000,-
Tanggal: 10 April 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr

Bu Kamilah menderita parkinson’s disease


EMIM HAMIMAH (56, Lemah Jantung+Maag Kronis+Hipertensi). Alamat: Kp. Rancabungur, RT 1/2, Kel. Sukalaksana, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah dari tahun 2011, Bu Emim menderita penyakit lemah jantung. Setiap hari fisiknya semakin lemah, untuk beraktivitas pun sulit karena tubuhnya mudah lelah ditambah dengan penyakit maag yang sudah parah karena Bu Emim sering melewatkan jadwal makan. Karena banyak beban pikiran, akhirnya darahnya sering naik dan kadang tidak sadarkan diri hingga harus dirawat di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya berkali-kali menggunakan jaminan KIS. Sekarang ia hanya berobat ke klinik karena penyakitnya sering kambuh meskipun jaraknya jauh dari rumahnya. Suaminya, Alm. Ali sudah meninggal beberapa tahun silam dan sekarang ia tinggal bersama anaknya yang bekerja serabutan dengan pendapatan tidak menentu. Sedekah Rombongan pun ikut merasakan beban yang ia hadapi dan menyampaikan kembali titipan langit untuk biaya akomodasi dan obat untuk bulan Januari. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Bu Emim dan memberi kemudahan dalam setiap hal. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 943.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 9 April 2017
Kurir:  @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu Enim menderita lemah jantung+maag kronis+hipertensi


HERDI BIN ROHMAN (39, Stroke + Hipertensi). Alamat: kp. Nangoh, RT 2/9, Desa Bungursari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Saat Pak Herdi baru pulang dari bekerja, ia merasakan sakit kepala yang amat sangat, ia pun memilih istirahat dan meminum obat warung. Berharap sakitnya akan sembuh, ternyata malah semakin menjadi dan akhirnya Pak Herdi pingsan. Keluarganya panik dan membawanya ke IGD RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Sayangnya, saat Pak Herdi sadar dari pingsannya, seluruh tubuh bagian kiri sudah tidak bisa digerakkan dan ia didiagnosa menderita penyakit stroke dan hipertensi dan harus dirawat selama lima hari dengan jaminan KIS. Pak Herdi tinggal bersama ibunya yang sakit-sakitan karena ia sudah tidak punya istri dan anak. Sehari-harinya, Pak Herdi bekerja sebagai buruh cuci piring di salah satu rumah makan, pendapatannya pun tak seberapa. Kini ia dirawat oleh beberapa kerabatnya di rumah sakit. Alhamdulillah, kurir bisa bertemu kembali dengan Pak Herdi di bangsal rumah sakit dan menyampaikan santunan untuk bekal selama berobat dan akomodasi. Semoga Allah segera memberi kesembuhan untuk Pak Herdi. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 953.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 9 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Pak Herdi menderita stroke + hipertensi


EUIS KOMARIAH BINTI ENGKIK (43, Chronic Gastritis Unspecitied). Kp. Rancabungur, RT 2/1 Kelurahan Bungursari, Kec Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak setahun yang lalu ibu Euis komariah, mengidap penyakit Chronic Gastritis Unspecitied. Berawal dari seringnya mengalami sakit pada bagian dalam perut lalu ia berobat ke Puskesmas satu minggu sekali selama dua bulan namun belum membuahkan hasil. Kemudian ia melanjutkan pengobatannya ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya satu minggu sekali selama satu bulan. Bu Euis sempat berhenti berobat, karena tidak adanya biaya. Dengan seiringnya waktu, penyakit yang diderita oleh bu Euis semakin bertambah. Ia pun sempat mengalami kritis, dan tak sadarkan diri. Keluarga bu Euis membawanya ke Puskesmas, setelah dua hari dirawat inap ia ahirnya dirujuk ke RSUD dr.Soekardjo kota Tasikmalaya. Alhamdulillah, sekarang keadaannya membaik dan sudah bisa duduk seperti biasa namun harus masih menjalani pengobatan. Suami Bu Euis, Dudung (47) bekerja sebagai buruh harian lepas, dengan tanggungan 4 orang, sedangkan penghasilan yang ia dapatkan, hanya cukup untuk kebutuhan pokok hidup sehari-hari saja. Pak Dudung juga harus mencari biaya tambahan untuk sekolah anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Sekarang pak Dudung bertambah bebannya lagi, ia harus membiayai istrinya yang sedang dirawat di RSUD meski Ibu Euis punya Jamkesda. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi dan pembelian obat. Keadaannya sekarang sudah tidak bisa lagi berjalan karena kambuh. Semoga Bu Euis segera diberi kesehatan oleh Allah SWT. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 946.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 11 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu Euis menderita chronic gastritis unspecitied


FAISAL SUHERLI (16,Bantuan Biaya Sekolah). Alamat: Kp. Kebon Kalapa, RT 3/1, Kel. Setianegara, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya. Isal, biasa ia dipanggil adalah seorang siswa sekolah yang duduk di bangku SMK kelas XI di salah satu pesantren terpadu di Tasikmalaya. Selain menimba ilmu di jurusan teknik jaringan, ia juga mondok dan belajar ilmu agama. Saat lulus SMP, gurunya mengantar Isal ke pesantren supaya ia bisa melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi mengingat orangtua Isal tak mampu membiayai anaknya. Alhamdulillah, Isal mendapat keringanan dari pihak pesantren. Isal merupakan anak yang shalih, sehingga ia tak jarang membantu Kyai bekerja di sawah atau apapun pekerjaan yang ia bisa lakukan. Sayangnya, ia terkadang tak mempunyai cukup biaya untuk membeli buku dan alat lainnya yang menunjang pendidikannya apalagi sekarang Isal sedang praktek kerja lapangan (PKL) yang mengharuskannya pergi setiap hari dengan angkot, dan ada biaya lainnya yang harus ia keluarkan. Ayahnya Faisal, Oyon (50) adalah seorang petani namun sekarang hidup menganggur karena sakit dan ibunya, Asih (45) hanya seorang IRT dan kini menjaga adik Isal yang tengah sakit kelainan syaraf dan harus berobat selama dua tahun. Keluarga Isal dibiayai kakaknya yang bekerja sebagai buruh serabutan. Ketika kurir Sedekah Rombongan berbicara dengan ibunya Isal, sesekali ia menangis dengan beban yang mereka hadapi namun hidup harus terus berjalan. Alhamdulillah, santunan untuk biaya sekolah Isal bisa disampaikan agar pendidikan Isal bisa berjalan lancar tanpa kendala berarti. Terima kasih para Sedekaholics yang bersedia menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu para dhuafa, semoga Isal bisa menggapai cita-cita yang diimpikannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 900.000,-
Tanggal : 8 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bantuan biaya sekolah


NAYLA SITI RAHMAWATI (3, Pneumonia). Alamat: Kp. Ciponyo, RT 3/4, Kel. Mangkubumi, Kec. Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Nayla terlahir sehat tanpa kekurangan apapun, namun saat umurnya menginjak 2 tahun, Nayla sering terlihat sering sesak dan berat badannya semakin mengecil padahal asupan makan selalu cukup. Lama-kelamaan, Nayla sering menangis kencang dan keluarganya membawa Nayla ke puskesmas dan ternyata harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Di RS, Nayla harus dirawat selama beberapa hari karena dinyatakan mengidap pnemonia dan harus ditangani dengan segera. Ayahnya Nayla, Rohana (41) adalah seorang buruh tani dengan pendapatan 20-30 ribu per harinya dan ibunya,  Epih (35) hanya seorang IRT.  Mereka kebingungan dengan biaya yang harus dikeluarkan karena BPJS yang mereka punya menunggak iuran selama beberapa bulan dan tidak bisa digunakan. Alhamdulillah,  Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan keluarga kecil ini di RS dan menyampaikan bantuan agar Nayla bisa melanjutkan pengobatan karena saat ini keadaannya masih memprihatinkan dan belum bisa berjalan. Semoga Allah memberi kesembuhan pada Nayla supaya ia bisa tumbuh besar dengan sehat. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 April 2017
Kurir : @dedesyaefudin @mustikanoverita Ari

Nayla menderita pneumonia


OTOH TOHIR (67, Lumpuh). Alamat: Kp. Cisitu Kaler RT 6/3, Kel. Kalimanggis, Kec. Manonjaya,  Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Sudah tiga bulan ini, Pak Otoh tidak bisa berjalan dan hanya bisa berbaring di atas kasur di rumahnya. Penyebabnya belum diketahui karena Pak Otoh belum pernah memeriksakan diri ke rumah sakit dan hanya berobat ke puskesmas terdekat dan itu pun hanya diberi obat-obatan peringan rasa sakit.  Meskipun Pak Otoh sudah dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo, ia bersikukuh ingin dirawat di rumah saja karena takut dengan biaya yang harus dikeluarkan apalagi ia tak mempunyai jaminan kesehatan. Sehari-hari, Pak Otoh biasanya mengajar mengaji dan mempunyai beberapa santri dan harus terhenti karena sakit. Istrinya, Esih (60) tak bisa membantunya bekerja karena ia juga harus merawat suaminya. Alhamdulillah,  Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Pak Otoh dan menyampaikan bantuan berupa kursi roda dari Sedekaholics untuk memudahkan Pak Otoh ke luar rumah dan kembali mengajar. Semoga Allah segera memberi kesembuhan pada beliau. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 April 2016
Kurir : @ddsyefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak Otoh menderita pneumonia


ONAH BINTI SYARIPUDIN (45, Ca Mammae). Alamat: Jl. RE Martadinata, Gang Kenanga, RT 3/3, Kel. Cipedes, Kec. Cipedes, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak lima bulan lalu, Bu Onah merasakan sakit di payudara kanannya. Pada awalnya, Bu Koyah tidak menghiraukan penyakitnya namun suatu hari payudaranya tersebut semakin sakit dan mengeluarkan nanah. Untungnya, ketika itu ada keluarganya yang sedang berkunjung dan melihat keadaannya sehingga Bu Onah dibawa ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kemudian ia dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya dan dinyatakan mengidap kanker payudara dan harus dirawat untuk kemoterapi. Akhirnya, ia pun dioperasi namun harus masih melakukan pengobatan selama 2 tahun. Meskipun Bu Onah mempunyai jaminan BPJS, tetap saja ia harus mengeluarkan biaya operasi sebanyak 12 juta. Suami Bu Koyah, Oding (50) yang bekerja sebagai wiraswasta dengan penghasilan pas-pasan hanya pasrah dan kebingungan mencari biaya pengobatan yang harus dilakukan bertahun-tahun tersebut apalagi ia masih punya dua anak yang masih sekolah. Atas informasi dari temannya, #SedekahRombongan pun menjenguk Bu Onah dan menyampaikan santunan dari Sedekaholics untuk akomodasi dan obat. Semoga Allah memberi kemudahan dan kesembuhan untuk Bu Onah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu Onah menderita ca mammae


SYAMSUL BAHARI (17, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat: Jl. Bebedahan, RT 6/6, Kel. Lengkongsari, Kec. Tawang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Syamsul adalah anak yang duduk di bangku SMK di jurusan Teknik Motor dan ia termasuk siswa yang berprestasi. Sayangnya, keluarganya tak mampu membiayai sekolahnya yang mengeluarkan biaya banyak. Syamsul menunggak iuran selama 6 bulan dengan jumlah dua juta rupiah, ditambah uang bangunan lima ratus ribu dan biaya Praktek Kerja Industri (Prakerin) sebesar tiga ratus ribu rupiah. Ayahnya, Dede (46) bekerja sebagai tukang becak dengan penghasilan 20 ribu sehari dan kadang tidak membawa uang sama sekali karena sekarang banyak orang lebih memilih angkutan pribadi. Ibunya, Oneng (45) membantu ekonomi keluarga sebagai tukang cuci namun hanya bisa memenuhi kebutuhan pangan. Orangtua Syamsul berharap anaknya bisa meneruskan pendidikan hingga lulus supaya ia bisa bekerja dan mengangkat martabat keluarga. Alhamdulillah,  Sedekah Rombongan mempunyai kesempatan bertemu dengan Syamsul dan keluarga kemudian menyampaikan bantuan untuk biaya sekolah. Semoga Syamsul bisa menggapai cita-citanya dan meraih pendidikan yang layak.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita Ari

Bantuan biaya sekolah


ISAH BINTI DORI (80, Katarak + Patah Tulang). Alamat: Kp. Cikadu, RT 7/2, Desa Cilangkap, Kec. Manonjaya,  Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Isah sudah bertahun-tahun menderita penyakit katarak, awalnya kedua matanya hanya rabun dan tidak bisa melihat sesuatu yang jaraknya jauh namun lama -kelamaan muncul bercak putih di mata kiri sehingga ia kini hanya bisa melihat dengan sebelah matanya yang lain. Tidak sampai di situ, tepatnya 5 bulan lalu, Bu Isah tertabrak motor dan kaki kanannya patah namun tidak dibawa ke rumah sakit sama sekali hanya diurut secara berkala, akibatnya sekarang ia berjalan dengan pincang. Bu Isah tinggal sendirian di rumah petak dengan dinding bambu karena sudah lama ditinggal suaminya dan tidak mempunyai anak. Jika ia ingin buang air besar, kecil dan mandi, ia menumpang ke kamar mandi di rumah saudaranya, untuk sekedar makan pun Bu Isah mengandalkan belas kasihan tetangga. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan Bu Isah dan melihat langsung keadaannya. Santunan pun disampaikan untuk biaya berobat Bu Isah. Semoga Allah memberi kesembuhan pada Bu Isah dan memberikan kemudahan hidup. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 6 April 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu Isah menderita katarak + patah tulang


TATI ROHAETI (67, TB Paru + Lumpuh). Alamat: Jl. RE Martadinata, Gang Kenanga IV,  RT 3/3, Kel. Cipedes, Kec. Cipedes, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah bertahun-tahun Bu Tati merasakan tidak enak pada dadanya dan beberapa hari kemudian ia mulai mengalami sesak napas sampai akhirnya ia muntah darah. Kemudian keluarganya membawanya ke puskesmas namun harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Setelah pemeriksaan akhirnya diketahui bahwa Bu Tati mengidap TB Paru dan harus berobat selama 6 bulan. Suaminya, Iyus (69) adalah sorang penjahit namun sudah meninggal beberapa tahun lalu dan kini Bu Tati tak mempunyai pemasukan. Bu Tati mempunyai 2 anak yang kini membiayainya meskipun anaknya ada dalam keterbatasan finansial. Mereka tinggal di rumah kontrakan kecil di dalam gang sempit. Bu Tati sudah satu tahun meminum obat dan bertekad akan berdisiplin dalam meminumnya agar segera sembuh. Sekarang, ia masih rutin ke RSUD untuk memeriksa perkembangan penyakitnya meskipun tampa jaminan KIS. Sayangnya, ia terkendala masalah akomodasi. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Bu Tati dan menyampaikan bantuan untuk akomodasi dan obat. Semoga Allah memberi kesembuhan pada Bu Tati. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad H

Bu Tati menderita TB paru + lumpuh


DEDAH BINTI JAJA (49, Hypertensi). Alamat: Kp. Gunung Gede,  RT 18/7, Kel. Kalimanggi, Kec. Manonjaya,  Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak tahun lalu, Bu Dedah mengidap penyakit darah tinggi yang mengakibatkan kepalanya menjadi pusing. Aktivitasnya menjadi terhambat dan akhirnya Bu Dedah hanya bisa rebahan di kasur. Saat memeriksakan diri ke puskesmas ternyata ia mengidap penyakit Hipertensi. Sempat ingin berobat ke rumah sakit namun ia tak punya kendaraan bermotor  jaminan kesehatan juga tak punya. Ibu Dedah hidup bersama suaminya,  Karta (50) yang bekerja sebagai buruh harian dengan pendapatan 20-30 ribu perhari. Sehari-harinya Bu Dedah berjualan rujak di rumahnya untuk menyambung hidup dan hanya cukup untuk makan sehari-hari. Dedah punya dua anak yang terancam putus sekolah karena terkendala biaya. Mereka tinggal di rumah petak yang tidak layak huni dan hampir runtuh. Alhamdulillah,  #SedekahRombongan diberi kesempatan untuk bertemu dengan Bu Dedah bersama kedua anaknya. Santunan pun diberikan untuk membantunya membeli obat karena ia tak punya jaminan kesehatan. Semoga penyakit Bu Dedah segera diangkat dan bebannya diringankan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu Dedah menderita hypertensi


VENI BINTI FRANS (6, Tumor batang otak). Alamat: Cikande permai RT 6/2 kelurahan Situ Terate , Kecamatan Cikande, kota serang provinsi Banten. Veni biasa bocah ini disapa, berawal dari tanggal 16 Februari 2017  tiba-tiba Veni mengalami kejang-kejang, demam tinggi disertai batuk darah. Karena khawatir, orang tua veni membawa Veni ke rumah sakit umum Serang, di rumah sakit dilakukan pemeriksaan laboratorium dan radiologi serta rongent , setelah dirawat 5 hari di rumah sakit umum Serang, dari hasil pemeriksaan dokter, Veni terdiagnosa menderita tumor batang otak. Karena keterbatasan fasilitas, Veni pun dirujuk ke RSCM Jakarta pada tanggal 22 February, saat ini kondisi Veni lumpuh karena virus ini menyerang saraf gerak motorik pada dalam tubuh veni, tak itu saja Veni pun tidak dapat berbicara dan makan  ia hanya bisa terbaring lemah ditempat tidur. Untuk membantu pernapasanya Veni harus dilakukan tindakan trakeostomi. Dokter sudah mengatakan jika kondisi ini terlalu berat untuk Veni dan terus menguatkan orang tuanya, bapak Frans (37) dan ibu Fitriatul Hasanah (29). Berobat dengan jaminan kesehatan BPJS sangat membantu keluarga ini, namun untuk memenuhi kebutuhan harian sangat memberatkannya apalagi kedua orang tua Veni tidak bekerja. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan menyampaikan bantuan awal untuk memenuhi kebutuhan harian. Semoga bantuan yang diberikan ini sedikit banyak dapat meringankan dan veni diberi kekuatan untuk melewati ini semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 15 April  2017
Kurir: @wirawiry @rini @endangnumik

Veni menderita tumor batang otak


YULIANA DWI RAHAYU (14,Thalassemia Mayor). Alamat:  Kontarakan Bpk. Tukijan Jl. Bhayangkara, Gang Bayangkara No. 24 D, RT. 2/13, Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Putri kedua dari Bapak Badrun Winarto (48) seorang pekerja proyek bangunan dan Ibu Arti Rahayu (42) seorang ibu rumah tangga ini menderita Thalassemia Mayor sejak masih kecil. Kondisi keduanya hingga kini masih bisa beraktivitas normal. Yuliana saat ini masih kontrol ke RSCM sedangkan sang kakak, membantu sang ibu dengan bekerja menjadi penjaga konter handphone. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membantu operasional berobat Yuliana ke RSCM. Kondisi Yuliana saat ini tampak lebih bersemangat untuk berobat karena  Yuliana ingin sembuh dan membantu sang ibunda. Yuliana sebelumnya sudah dibantu  pada rombongan 934. Semoga Yuliana dan keluarga selalu diberikan kemudahan oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal:
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Yuliana menderita thalassemia mayor


RSSR WONOGIRI ( Operasional, Februari 2017). Alamat di depan kantor Kelurahan Wonokarto, Wonogiri, Jawa Tengah. Kondisi perbaikan beberapa perlengkapan di rumah singgah untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dampingan yang menginap perlu dilakukan. Hal ini agar kenyamanan mereka pun terpenuhi. Akomodasi serta pembelian lauk dan kebutuhan pokok lainnya bulan ini cukup banyak. Pasien yang singgah tidak hanya seorang saja namun terkadang bersama anggota keluarga lainnya. Tercukupinya kebutuhan tersebut merupakan salah satu upaya sedekah rombongan tim Wonogiri memberikan upaya maksimal agar semua bisa tertangani dengan baik. Selain untuk singgah, RSSR juga sebagai basecamp dalam kegiatan tim. Keberadaan RSSR atau dinamakan Rumah Singgah Sedekah Rombongan sangat penting sebagai prasana dalam membantu pergerakan kurir #SedekahRombongan di Kabupaten Wonogiri. Segala biaya dan kebutuhan yang timbul untuk mencukupi pasien dampingan membutuhkan operasional yang tiap bulannya kami laporkan melalui website ini.

Operasional : Rp. Rp. 3.871.300,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @Mawan@Allteam

Biaya operasional Februari 2017


MTSR WONOGIRI ( AD1999SR, Operasional Januari 2017 ). Keberadaan mobil ambulan yang dinamakan dengan MTSR atau Mobil Tanggap Sedekah Rombongan membawa dampak luar biasa bagi pergerakan #SedekahRombongan di Wonogiri. Tiap harinya, tidak kurang dari 4 sampai 5 pasien kami bawa ke Moewardi Solo untuk mendapatkan penanganan secara medis. Hal ini meliputi aktivitas pendampingan kontrol secara rutin, serta pasien – pasien baru yang kita handle. Bukan itu saja, masyarakat sekitar pergerakan MTSR ini pun kerap menggunakan jasa mobil ini untuk mengangkut serta mengantarkan jenazah. Kami selalu berharap, bahwasanya makna positip yang terbawa dari bergeraknya mobil – mobil ambulan ini membawa berkah bagi pemberi atau penyedekah. Urusan pahala tentunya hak prerogratif-Nya, namun sebagai manusia pasti kita selalu berharap yang baik dan lebih baik lagi. Mudah – mudahan, harapan kami segera diijabah oleh Tuhan, di respon oleh tangan – tangan malaikat yang digerakkan-Nya melalui manusia berhati mulia seperti para sedekaholics yang selama ini sangat banyak membantu pergerakan #SedekahRombongan di Kabupaten Wonogiri.

 

Biaya : Rp. 4.692.800,-
Tanggal : 29 Januari 2017
Kurir : @Mawan@allteam

Biaya operasional Januari 2017


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN WONOGIRI ( Operasional, Januari 2017 ). Lokasi : Wonokarto RT04/05, Yudistira IV, Wonogiri, Jawa Tengah. Alhamdulillah, semakin banyak dan berkembangnya pergerakan sedekah rombongan di Wonogiri dan semakin banyak pula warga tak mampu yang terhandle, terwujudlah Rumah Singgah Sedekah Rombongan Wonogiri (RSSR) sebagai tempat untuk merawat serta menangani pasien dampingan sedekah rombongan di Wonogiri dan sekitarnya. Rumah Singgah ini merupakan salah satu prasarana dalam melengkapi kebutuhan pergerakan sedekah rombongan. Selain sebagai tempat para pasien untuk transit ( singgah ) juga memberikan efisiensi dan efektifitas bagi pasien dalam menjalani pengobatan selama menjadi dampingan kami. Segala kebutuhan RSSR menjadi tanggung jawab kami demi kelangsungan serta kelancaran penyembuhan para pasien dampingan.  Semoga dengan prasarana tersebut semakin memudahkan penanganan pasien dampingan sedekah rombongan, dan semakin banyak pula warga tak mampu yang terbantu dengan pergerakan sedekah rombongan ini. Aamiin.

 

Operasional : Rp. 6.243.000,-
Tanggal : 29 Januari 2017
Kurir : @Mawan@All tim

Biaya operasional Februari 2017


JANUAR DAFFA MAULANA (3, Ichtyosis Lamelar). Alamat : Dsn. Gunung Mas RT02/1, Kec. Manyaran, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Daffa begitu biasa dipanggil memang menderita kelainan kulit ini sejak lahir serta sempat menghambat tumbuh kembang dan psikologisnya. Penyebabnya kelainan kromosum yang membuat Daffa tak memiliki pori-pori sehingga dia pun tak bisa berkeringat. Lahir premature di usia 6 bualan kandungan juga membuat Daffa mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya.  Sampai saat ini Daffa masih rutin chek up ke poli kulit dan kelamin RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Bulan ini Daffa tak hanya jalani chek up rutin ke poli kulit kelamin. Untuk mengetahui tumbuh kembangnya Daffa dirujuk ke poli anak untuk jalani serangkaian test.Mulai dari gizi, tak ditemukan masalah. Dari poli mata juga tak ditemukan masalah meskipun dulu mata Daffa sempat terluka akibat belum bisa berkedip dan memejamkan mata, kini mata Daffa sudah normal seperti anak pada umumnya. Tak hanya itu, Daffa juga menjalani pemeriksaan di poli syaraf dan diminta jalani test EMG untuk mengetahui apakah ada pelemahan syaraf. Rencananya Daffa juga mau dirujuk ke poli THT untuk mengetahui perkembangan di pendengarannya. Untuk perawatan kulitnya, tetap disananakan penggunaan cream khusus vasline noroid cream, olive oil serta sering mandi tanpa sabun. Terapi kukit untuk kasus seperti Daffa ini memang hanya menjaga kelembaban kulit saja.  Untuk proses tumbuh kembangnya saat ini, kondisi Daffa mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik. Baik kemampuan fisik maupun verbalnya. Untuk terus memantau perkembangannya, Daffa diharuskan chek up rutin paling sedikit sebulan sekali. Bulan ini dokter mengagendakan untuk dikonsulkan ke Dokter specialist anak, kebetulan Dokter inilah yang 3 tahun lalu juga menangani Daffa pada saat baru lahir dan dirawat di ruang NICU selama 3 bulan. Dan mulai bulan ini Daffa juga akan rutin chek up ke poli anak juga. Daffa adalah putra pertama pasangan Bapak Yulianto Pambudi dan Ibu Rahning Puspitasari. Saat ini ayahnya Daffa bekerja sebagai buruh pabrik demi membiayai pengobatan Daffa. Daffa memang pengguna BPJS MANDIRI,  akan tetapi sebagian besar  obat belum tercover oleh jaminan kesehatan. Belum lagi untuk perawatan khusus kulit Daffa sehari-hari membutuhkan biaya yang tak sedikit.  Untuk kebutuhan hal tersebut, #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk keluarga ini. Sampai saat ini  kita tetap mendampingi pengobatan serta kontrol rutinnya. Semoga ke depan upaya ini semakin memberikan progress yang positip untuk kesembuhan sakit yang di alaminya.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 07 Maret 2017
Kurir : @Mawan@Nonis

Januar menderita ichtyosis lamelar


KARTINI BINTI SAMIYO (57, Ca Mammae), Alamat : Dsn Blimbing 02/07 , Ds.Ngadirojo Kidul, Kec. Ngadirojo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Hampir dua tahun jadi pasien dampingan kita. Pertama kali kita handle kondisi payudara sebelah kanan membengkak 3 kali lipat dari payudara sebelah kiri, karena sudah terjadi peradangan dengan kondisi luka berlobang menganga di beberapa tempat, berdarah dan bernanah. Kondisi seperti itu sudah 9 bulan beliau derita. Seteah menjalani 3 kali kemoterapi dan luka mongering, akhirnya tindakan operasi pengangkatan payudara berani dilakukan. Pasca operasi pengangkatan payudara, dilanjudkan 6 kali kemoterapi. Setelah menjalani 9 kali kemoterapi dan dari hasil evaluasi menunjukkan perkembangan yang lebih baik, dokter memutuskan untuk mengganti kemoterapi infuse menjadi kemoterapi obat. Saat ini Bu Kartini masih rutin jalani kemoterapi obat. Dan dari hasil lab yang dilakukan bulan ini normal tak ditemukan masalah sehingga Bu Kartini dapat melanjudkan minum obat kemoterapi. Awal bulan Maret Bu Kartini dijadwalkan jalani USG untuk evaluasi Ca Mammae yang dideritanya. Bu Kartini adalah seorang janda yang saat ini untuk menopang hidupnya tinggal di rumah anaknya. Kebetulan kehidupan anaknya pun tak jauh beda dengan keadaan Bu Kartini, artinya juga dari keluarga tak mampu. Saat ini Bu Kartini peserta BPJS Mandiri. #Sedekah Rombongan yang sudah hampir 2 tahun ini mendampingi, sangat membantu meringankan beban Bu Kartini. Mengantar jemput ke RS dalam bulan ini  2 sampai 3 kali. Semoga kondisi Bu Kartini kedepan jadi lebih baik lagi.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Maret 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Bu Kartini menderita ca mammae


FARID ABDULLAH ( 1, Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik). Alamat :   Dsn. Tahunan RT 02/06, Ds. Sambirejo, Kec. Jatisrono, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah.  Farid begitu nama panggilannya, menderita beberapa kelainan, diantaranya kebocora jantung, sidaktil, bengkoknya pergelangan tangan kanan, serta tak memiliki daun telinga sebelah kanan. Bayi malang ini juga terlahir tanpa memiliki lubang anus (Atresia Ani).  Dua hari setelah dilahirkan Farid dirujuk ke RS Dr Moewardi Surakarta untuk menjalani operasi pembuatan stoma, atau saluran pembuangan sementara di perut sebelah kiri. Sementara untuk jantungnya, untuk saat ini Farid menjalani terapi obat jantung diiringi fisioterapi untuk membantu tumbuh kembangnya. Farid adalah peserta BPJS MANDIRI. Empat bulan pasca operasi pembuatan stoma Farid menjalani operasi pembuatan anus. Saat ini Farid masih rutin jalani Businasi seminggu sekali di poli bedah anak RSD.Moewardi Surakarta, dan chek up sekaligus pengambilan obat jantung sebulan sekali. Bulan ini kondisi kesehatan Farid juga agak menurun yang memaksanya melakukan chek up lebih cepat dari jadwal yang ditentukan. Tak hanya itu,Farid terpaksa juga sempat dilarikan ke RS terdekat untuk mendapatkan penanganan darurat. Untuk biaya akomodasi sudah barang tentu mereka tak mampu. Sebagai seorang terapis, Ayah Farid, Bapak Suharwin hanya bisa bekerja jika ada orang yang membutuhkan saja, tak setiap hari ada yang melakukan terapi. Sementara Ibunya Farid, Ibu Yessy hanyalah ibu rumah tangga saja. Merekapun tinggal masih menumpang di rumah kakek dan neneknya Farid. Bantu Farid memperjuangkan kesembuhannya. Keluarga Farid tak mengharap Farid memiliki fisik normal. Mereka hanya ingin Farid sehat seperti anak pada umumnya. Semoga saja Farid tak menemukan banyak kendala untuk proses pengobatannya nanti.

Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal :24 Maret 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Farid menderita atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik


RIAN JUNIOR ( 8, Atresia Ani ). Alamat : Dsn. Pasekan RT 01/02, Ds. Pasekan, Kec. Eromoko, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa. Rian begitu anak ini biasa di panggil, sejak lahir menderita kelainan. Terlahir tanpa memiliki anus atau Atresia Ani, selain itu juga menderita Down Syndrom. Rian lahir secara normal dibantu oleh bidan di Jakarta karena waktu itu ibunya memang sedang merantau di Jakarta. Ketidaknormalan Rian baru diitemukan saat  tahu bahwa Rian tak memiliki anus. Rian segera dirujuk ke RSCM untuk dilakukan tindakan operasi pembuatan stoma. Waktu itu untuk membiayai operasi Rian, ibunya rela menjual sebidang tanah, satu-satunya harta yang dimiliki ibunya Rian. Merasa semakin kesulitan ekonomi, dan tak mampu membiayai hidup di Jakarta, akhirnya Rian dibawa pulang kampung oleh ibunya dan memutuskan menetap di desa saja. Harusnya bayi atresia ani menjalani operasi pembuatan anus pada usia 4-6 bulan. Akhirnya setelah menunggu selama 8 tahun lebih Rian bisa menjalani operasi pembuatan anus. Saat ini Rian menjalani businasi rutin, bahkan lebih sering dari sebelumnya. Sebenarnya bulan ini chek up terakhir hasil dari businasi ukuran anus sudah mendekati target akan tetapi belum longgar. Jika ukuran anus sudah sesuai dengan ukuran untuk anak seusianya akan segera dilakukan operasi penutupan stoma sekaligus penyambungan ususnya. Untuk tindakan businasi membutuhkan perlengkapan serta obatnya berupa gel pelumas. Sayangnya resep yang di berikan RS tak mencukupi kebutuhan businasi Rian, dan mau tak mau harus membeli lagi di apotik luar dengan biaya sendiri. Resep yang diberikan dokter hanya cukup untuk dua sampai tiga hari saja, sementara jadwal businasi Rian satu minggu sekali. Keluarga Rian memang memiliki KIS, tapi kondisi ekonomi yang memang benar-benar miskin membuat orang tua Rian hanya bisa pasrah. Ibunya Rian, Ibu Yatiem hanyalah seorang buruh tani dengan pendapatan yang sangat minim dan itupun tidak menentu. Pendapatan hanya 100 sampai 200 ribu per bulan, sehari-hari lebih sering makan tiwul karena jarang mampu membeli beras. Bisa dibayangkan dengan kehidupan mereka di tambah lokasi yang jauh di pelosok desa, serta tak ada akses kendaraaan umum membuat mereka tak mampu melanjudkan pengobatan. Atas dampingan #Sedekah Rombongan Rian dapat melanjudkan pengobatannya.

Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Rian menderita atresia ani


WINANTI BINTI TAYAT, (20, Megacolon). Alamat : Dsn Pagersengon   RT 02/ 07, Ds. Selopuro, Kec. Batuwarno, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Winanti  sudah  3 tahun berjuang untuk sembuh dari sakit Megacolon yang dideritanya di RS Dr.Moewardi Surakarta. Gadis kelahiran tanggal 10 Juni 1996 ini sebenarnya sudah menderita kelainan usus dari lahir, hanya saja baru terdeteksi di usia 17 tahun. Dari bayi Winanti selalu bermasalah dalam buang air besar. Kadang seminggu sekali,dua minggu bahkan sebulan sekali baru bisa buang air besar. Tiga tahun pula Winanti jadi pasien dampingan #Sedekah Rombongan. Empat kali operasi sudah di jalani tapi belum juga menunjukkan kemajuan. Beberapa tindakan pemeriksaan sudah dilakukan tapi tak membuahkan hasil juga. Sementar a hasil Endoskopi beberapa bulan lalu terbaca bahwa saluran usus dan anus masih sangat sempit. Sangat beresiko jika dilakukan operasi penyambungan usus karena ukurannya belum normal. Tim dokter memutuskan untuk melanjudkan businasi setiap hari ke RS. Artinya Winanti tiap hari harus bolak-balik ke RS hanya untuk tindakan businasi, sampai ukuran anus normal sesuai usianya. Perjuangan  yang tak kenal lelah untuk mendapatkan kesembuhan. Bulan ini untuk mengetahui perkembangan dari businasi yang sudah dilakukan tiap hari di RS dijadwalkan akan menjalani coloneskopi. Serangkain test sudah dijalani mulai dari test lab sampai anastesi mengingat coloneskopi akan dilakukan dengan bius total.  Karena tempat tinggal Winanti cukup jauh di pelosok desa dengan kondisi alam pegunungan, sekitar 76 km menuju RS.Dr Moewardi Winanti tinggal di RSSR Wonogiri. Sudah hampir 8 bulan ini Winanti tinggal di RSSR Wonogiri agar jarak tempuh lebih dekat. Apalagi kondisi ekonomi keluarganya juga dari keluarga tak mampu. Pak Tayat yang sudah berusia 70 an tahun masih harus bekerja sebagai buruh tani. Sementara Ibu Sutiyem, ibunya  Winanti hanya ibu rumah tangga biasa merawat Winanti dirumah. Meskipun keluarga Winanti memiliki Jamkesmas, tetap saja mereka masih tak mampu membiayai perlengkapan medis untuk medikasi sekaligus transportasi. Kehadiran #Sedekah Rombongan sangatlah membantu meringankan  beban mereka

Bantuan  : Rp. 2.690.000,-
Tanggal   : 24 Maret 2017
Kurir        : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Winanti menderita megacolon


YANUAR TRIADI (16, Kelenjar Getah Bening). Alamat : Dsn.Pasekan RT 01/10, Kel. Pasekan, Kec.Eromoko, Kab.Wonogiri, Prov.Jawa Tengah. Siswa kelas 1 SMK PGRI WONOGIRI ini lahir pada tanggal 16 Januari 2000. Yanu begitu dia biasa dipanggil, mulai merasakan sakit sudah sekitar 4 tahun yang lalu. Awalnya muncul benjolan kecil di leher sebelah kanan disertai sering panas dan batuk. Selama tahun 2013 sampai 2015 berobat jalan di dokter terdekat, tak sedikit biaya yang di keluarkan. Seminggu sekali menebus obat menghabiskan biaya 200 sampai 300 ribuan. Bukannya sembuh ,benjolan yang awalnya hanya sebesar biji jagung justru bertambah jadi sebesar telur ayam. Tahun 2015 akhirnya memutuskan berobat ke RSUD WONOGIRI dan dilakukan PA. Hasilnya Yanu di diagnosa menderita kelenjar getah bening. Pihak RSUD WONOGIRI pun segera merujuk Yanu ke RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Berdasar analisa dan diagnosa hasil PA dari RSUD WONOGIRI, pihak RSD.MOEWARDI SURAKARTA akhirnya memutuskan untuk mengambil tindakan kemoterapi. Selama setahun Yanu sudah menjalani 8 kali kemoterapi. Sudah di hentikan kemoterapinya, karena benjolan sudah tak ditemuka lagi. Tapi ternyata pertengahan tahun 2016 Yanu kembali mengalami panas, demam di tubuhnya,sering kejang bahkan benjolan tumbuh lagi. Dari semua hasil observasi akhirnya Tim dokter memutuskan untuk melanjudkan tindakan kemoterapi. Akhir bulan ini Yanu akan menjalani kemoterapi yang ketujuh. Artinya tiap bulan Yanu menjalani rawat inap minimal satu minggu untuk menjalani kemoterapi. Selain itu juga harus jalani test lab rutin jelang kemoterapi selanjutnya serta konsul hasil lab nya untuk keesokan harinya. Sayangnya bulan ini kondisi Yanu juga menurun yang memaksa Yanu chek up lebih awal bahkan sempat kita larikan ke IGD. Kedua orang tua buruh tani dengan pendapatan tidak tetap.Sementara dalam sebulan perlu ke RSDM 3-4 kali. Biaya yang harus dikeluarkan jika kondisi pasien stabil bisa naik kendaraan sekitar 150 -200 ribu.Tapi jika kondisi drop harus sewa mobil sendiri 500 ribu sekali jalan. Orang tua Yanu, Bapak Samidi dan Ibu Sukini kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan dengan pendapatan yang tidak menentu. Mereka memang memiliki kartu jaminan kesehatan berupa KIS. Tapi bukan berarti semua bisa tercover. Untuk biaya berobat selama ini mereka biasanya menjual dulu apa yang mereka punya. Karena sakit ini juga, Yanu terpaksa berhenti sekolah dulu. Dan bantuan sedekaholic sangatlah membantu Yanu melanjutkan pengobatan.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal  : 26 Maret 2017
Kurir       : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Yanuar menderita kelenjar getah bening


KATNI JARTO (43, Rhabdomyosarcoma). Alamat : Dsn. Temon Lor RT 02/05, Ds. Temon, Kec. Baturetno ,Kab. Wonogiri , Prov. Jawa Tengah. Sekitar bulan Juni 2014 ini Bu Katni mulai merasakan nyeri pada paha sebelah kanan. Awalnya hanya benjolan kecil sebesar bisul,tapi lama-lama bertambah besar. Tapi lama-kelamaan benjolan itu semakin besar dan semakin sakit. Keluarga Bu Katni khawatir dan membawa ke sebuah RS swasta di Wonogiri.Di RS.Marga Husada inilah Bu Katni diminta segera menjalani tindakan operasi. Diagnosa sementara waktu itu tumor di paha kanan. Pasca operasi, dua bulan kemudian benjolan itu muncul lagi dengan kondisi lebih besar dari sebelumnya bahkan bisa dibilang pertumbuhan benjolan itu begitu cepat dan lebih terasa sakit. Akhirnya pihak RS Marga Husada segera merujuk ke RSD.Moewardi Solo. Tim Dokter juga segera mengambil tindakan cepat dengan melakukan serangkaian test pendukung untuk operasi. Dari hasil PA yang dilakukan pada saat operasi, pasien menderita Pleomorphic Rhabdomyosarcoma, penyakit kanker ganas yang menyerang jaringan lunak seperti otot dan biasanya menyerang di bagian leher, kaki, paha. Dokterpun sudah menjelaskan bahwa Bu Katni menderita kanker ganas level 3. Pasca  operasi dan luka dinyatakan sembuh, Tim dokter akhirnya memutuskan melakukan tindakan kemoterapi. Saat ini Bu Katni sudah menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Dan dinyatakan selesai jalani kemoterapi. Bulan ini Bu Katni jalani chek up rutin dan diminta jalani rongent thorax, rongent paha dan USG Abdomen. Hasilnya cukup bagus tak ditemukan masalah. Sampai saat ini  benjolan dipaha tak tampak tumbuh lagi dan pasien tak mengalami keluhan yang berarti. Meskipun sudah tak menjalani kemoterapi Bu Katni harus tetap jalani chek up rutin untuk memantau perkembangannya. Keluarga ini memang tergolong tidak mampu. Pak Jarto,suami Bu Katni bermata pencaharian sebagai tenaga serabutan dengan pendapatan yang tak menentu. Terkadang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja mereka masih kekurangan ditambah lagi biaya sekolah anak mereka. Melihat kondisi yang seperti ini tak lantas membuat Bu Katni tinggal diam. Sebisa mungkin beliau membantu meringankan beban keluarga dengan bekerja sebagai buruh tani. Keluarga ini memang terdaftar sebagai peserta KIS.  Tapi mengingat biaya ke RS memang tak sedikit untuk sekali jalan, tentunya biaya ini bukanlah biaya yang ringan. Saat ini Bu Katni menjadi pasien dampingan #SR. Dan bantuan sedekaholic tentulah sangat meringankan beliau. Bu Katni merasa benar-benar terbantu untuk biaya berobat selama ini.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal  : 2 Maret 2017
Kurir       :@Mawan,@Nonis,@Dodo

Bu Katni menderita rhabdomyosarcoma


SURADI BIN SONO KARTO (33, TB Tulang). Alamat : Dsn. Jarum RT 02/01, Ds. Sidoharjo, Kec. Sidoharjo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Suradi, begitu beliau biasa dipanggil sudah satu tahun lebih merasakan sakit di punggungnya. Awalnya dihiraukan saja. Tak hanya itu saja, Pak Suradi sering batuk yang tak kunjung sembuh dan sering kambuh. Belakangan di ketahui bahwa Pak Suradi menderita TBC. Untuk pengobatan rutin dilakukan di RSUD WONOGIRI. Karena tak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun terpaksa biaya berobat memakai biaya umum. Sementara pengobatan TBC tetap berjalan, sakit di punggungnya juga semakin terasa sakit. Pak Suradi mulai kesakitan aktifitas. Dokter meminta dilakukan pengobatan juga untuk tulangnya, akan tetapi niat itu di urungkan dikarenakan tak ada biaya. Kini Pak Suradi sudah memiliki BPJS, meskipun begitu Pak Suradi masih membutuhkan biaya akomodasi untuk berobat ke RS. Apalagi saat ini RS tempat Pak Suradi berobat justru semakin jauh. Diagnose terakhir ternyata  Pak Suradi menderita TB Tulang dan harus dirujuk ke RS.Orthopedi Surakarta. Bulan ini Pak Suradi setiap seminggu sekali  mulai menjalani pengobatan di RSO. Surakarta. Bahkan Pak Suradi langsung diminta jalani serangkaian test mulai test lab, rongent thorax sampai MRI. Hasilnya masih ditemukan adanya cairan di paru-parunya. TB Tulang juga mulai menggerogoti tulang dengan ditemukannya beberapa bagian tulang yang berlubang terutama bagian punggung. Tim dokter memutuskan fokus menghilangkan cairan diparu- paru sambil tetap minum obat paru, sementara untuk operasi tulang akan dilakukan bulan Juli tahun ini ( Juli 2017).  Pak Suradi adalah tulang punggung keluarga. Istrinya Ibu hanyalah ibu rumah tangga biasa yang merawat tiga orang anak. Demi menghidupi keluarga, dalam keadaan sakit Pak Suradi tetap bekerja sebagai office boy di sebuah BMT dekat rumahnya. Kesulitan ekonomi juga yang membuat Pak Suradi berat membayar iuran BPJS. Selama KIS belum jadi untuk sementara #SR mengcover iuran BPJS tiap bulannya. Bantuan yang di berikan #SR dirasa sangat membantu pengobatan Pak Suradi. Kini Pak Suradi dapat melanjudkan pengobatannya, dan semoga segera membaik.

Bantuan  : Rp.  1. 453.000,-
Tanggal   : 20 Maret 2017
Kurir       : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Pak Suradi menderita TB tulang


WARDI BIN MARIMIN (30,Lumpuh). Alamat : Dsn. Nalangan RT O2/04, Ds. Kudi, Kec. Batuwarno, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Wardi begitu biasa dipanggil adalah pemuda berusia 30 tahun yang sudah mengalami kelumpuhan selama kurang lebih 7 tahun ini. Kelumpuhan yang dialaminya berawal saat dia jatuh terpeleset pada waktu dia mengambil air di sumur tetangga. Kondisi keluarga yang benar-benar tak mampu mengakibatkan keluarga ini tak memiliki fasilitas air bersih hingga membuat mereka meminta dengan menimba air di rumah tetangga untuk memenuhi kebutuhan air mereka. Tak ada luka pada saat Wardi jatuh, hal itulah yang membuatnya mengabaikan kondisinya dengan tidak memeriksakan diri ke dokter. Keadaan ekonomi juga yang menjadi salah satu penyebabnya. Hingga akhirnya lama kelamaan Wardi mulai merasakan sakit dipunggang, menjalar ke paha, kaki dan mulai kesulitan berjalan. Kondisi semakin memburuk hingga Wardi benar- benar tak mampu lagi berjalan. Pada saat itulah pihak keluarga baru memeriksakan Wardi kedokter. Sayangnya keadaan sudah terlambat karena Wardi terlanjur mengalami kelumpuhan. Dokter menyarankan untuk menjalani terapi rutin akan tetapi dokter tidak bisa memastikan berapa lama tapi yang pasti membutuhkan waktu lama tak hanya hitungan bulan tetapi tahunan. Sebulan dua bulan Wardi berusaha menjalani pengobatan dengan terapi, tapi karena terbentur biaya keluarga memutuskan berhenti terapi dan mulai pasrah dengan kelumpuhan Wardi. Apalagi pada waktu itu belum memiliki kartu jaminan kesehatan sama sekali. Keluarga Wardi ini memang benar-benar tidak mampu, hanya tinggal di sebuah rumah kecil berdinding kayu yang mulai banyak berlobang. Wardi tinggal bersama kedua orang tuanya Bapak Marimin (67 Tahun), Ibu Warsi (50 Tahun), serta seorang adik perempuannya yang bernama Hartini (27 Tahun). Malangnya lagi Pak Marimin juga menderita sakit karena usia, sementara untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari Ibu Warsi bekerja sebagai buruh serabutan. Dan Hartini yang sebenarnya penyandang disabilitas juga tak tinggal diam meringankan beban keluarga. Dengan upah lima ribu rupiah (Rp.5.000,-) per hari, Hartini bekerja dengan membatik pada salah seorang pengusaha batik di desa sebelah. Karena hanya bisa bekerja dalam proses “nerusi” artinya belum bisa membatik dari proses awal dari akhir, upah yang dia terima sangatlah kecil apalagi dalam sehari baru bisa menyelesaikan satu lembar kain batik saja. Bisa di bayangkan seperti apa kesulitan yang dihadapi keluarga ini. Wardi yang harusnya bisa jadi tulang punggung keluarga justru menggantungkan hidup pada ibu dan adiknya. Untuk meringankan beban mereka #Sedekah Rombongan membantu dengan memberikan bantuan lepas sebesar Rp. 1.000.000,-. Semoga bantuan dari sedekaholic ini bisa bermanfaat untuk Wardi dan keluarganya.

Bantuan  : Rp 1. 000.000,-
Tanggal   : 18 Maret 2017
Kurir        : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Pak Wardi menderita lumpuh


RSSR WONOGIRI ( Operasional, Maret 2017). Alamat di depan kantor Kelurahan Wonokarto, Wonogiri, Jawa Tengah. Selain sarana pendukung yang berupa Mobil Tanggap Sedekah Rombongan, di Kabupaten Wonogiri juga terdapat Rumah Singgah Sedekah Rombongan yang lokasinya tepat berada di depan kelurahan Wonokarto, Wonogiri. Kebutuhan sinergi antara MTSR dan RSSR dalam upaya memberikan dampingan, penyembuhan serta survey sasaran maupun penyaluran bantuan kami laksanakan sebaik mungkin sesuai dengan ketentuan di sedekah rombongan. Kebutuhan rumah tangga RSSR yang digunakan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pasien yang singgah sebelum dan sesudah penanganan di rumah sakit atau tempat transit utamanya pasien yang lokasinya jauh dari rumah sakit. Semoga banyak pasien tertangani, dan keberadaan RSSR ini cukup membantu dalam upaya penyembuhan mereka.

Biaya Operasional : Rp. 3.722.600,-
Tanggal : 27 Maret 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Allteam

Biaya Operasional


Mobil Tanggap Sedekah Rombongan Wonogiri ( B 1732 KZH, Operasional Maret 2017 ). Saat ini SR Wonogiri mempunyai tiga armada. Kesemuanya hampir tidak pernah berhenti setiap harinya membawa pasien maupun penanganan kebutuhan sosial warga. Kebutuhan operasional untuk akomodasi pengiriman bantuan di lokasi bencana pun kita cover. Dengan frekuensi tersebut, fungsi armada MTSR semakin nyata dan banyak membantu pergerakan SR di Wonogiri. Perjalanan MTSR dalam menangani pasien semakin tinggi frekuensi pergerakannya. Dan semakin hari pendampingan pun semakin banyak, bukan saja antar jemput dan bawa pasien kontrol ke rumah sakit akan tetapi juga kegiatan survey lokasi, penanganan korban kecelakaan, insidental, penanganan jenazah serta kegiatan lain yang muaranya adalah mendukung pergerakan sedekah rombongan di Kabupaten Wonogiri. Semoga kami selalu diberikan kemudahan dan kekuatan serta kesehatan agar bisa semakin banyak warga tak mampu yang terbantu dengan adanya sedekah rombongan serta Mobil Tanggap Sedekah Rombongan ini.

Biaya Operasional : Rp. 5.180.700,-
Tanggal : 27 Maret 2017
Kurir : @Mawan@All kurir wonogiri

Biaya operasional


Tarni Binti Nasib ( 45, TBC ). Alamat di Pencil RT02/10, Pencil, Wuryorejo, Wonogiri, Jawa Tengah. Informasi atas pasien ini dari rekan kerja yang kemudian atas sarannya kita survey untuk melihat kondisi pasien. Sesuai dengan SOP kemudian kita tetapkan bahwa pasien ini layak untuk kita bantu. Adapun kronologis pasien adalah sebagai berikut, saat itu Tarni bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik arang. Dalam menangani pekerjaannya, asap dari arang pun tak terelakkan lagi. Asap yang setiap hari terhirup tersebut kemungkinan menyebabkan penyakit di tubuhnya. Tarni ketika itu mengeluh sakit di dadanya. Kemudian muntah darah, tanggal 20 Februari 2017 beliau ke rumah sakit. Awalnya, Tarni di bawa ke klinik dr. Martanto di perumahan bengawan solo. Suami sebenarnya kurang setuju jika pasien di bawa ke rumah sakit, mengingat kondisi perekonomian mereka saat ini. Keluarga ini bisa dibilang kurang mampu. Hasil keseharian pun hanya cukup untuk kebutuhan makan. Tetangga mengetahui hal tersebut, kemudian berembug dengan ketua RT setempat. Ketua RT memanggil suami Tarni  terkait penyakit tersebut sebagai hasil dari diagnosa dokter karena penyakit TBC menular dan butuh segera penanganan. Dijelaskan pula bahwa jika penderita mempunyai KIS biaya untuk pengobatan tidak ada biaya jika sesuai dengan peruntukan. Dijelaskan pula bahwa biaya hidup di RS yang dikeluhkan akan dicarikan bantuan dari #sedekah rombongan dan akhirnya disetujui. Sedekah Rombongan melalui kurirnya kemudian bergerak dalam upaya penanganannya. Kemudian, pasien mengambil hasil uji Laboratorium Test Dahak dan dinyatakan Negatif TBC dan akhirnya pasien diberikan obat jalan untuk saat ini. Pasien ini kemudian menjadi dampingan sedekah rombongan Wonogiri untuk kemudian dalam penanganan selanjutnya menunggu kondisi Tarni membaik.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Februari 2017
Kurir ; @Mawan@Dwi

Bu Tarni menderita TBC


DALIMIN BIN TARMO SUTARYO ( 62 , Tumor Pipi ). Alamat : Dsn Suwondo, RT 01/09, Ds. Gumiwang, Kec. Wuryantoro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Dalimin ini merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan yang juga sudah berjalan cukup lama. Pak Dalimin awalnya menderita tumor pipi selama hampir 11 tahun. Awalnya tim Dokter bedah onkologi tak berani melakukan pengangkatan tumor secara langsung. Akhirnya diputuskan dilakukan tindakan kemoterapi terlebih dahulu sebanyak 3 kali. Seleasi menjalani 3 kali kemoterapi akhirnya tumor berhasil diangkat dengan resiko yang cukup besar. Pasca Operasi Dalimin sudah menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali dan dilanjudkan kemoterapi obat. Sesuai rencana sebelumnya, setelah  menjalani rongent dan USG untuk mengetahui perkembangan obat kemoterapinya sekaligus untuk melengkapi persyaratan tindakan radioterapi dan ternyata hasilnya cukup bagus maka mulai bulan ini Pak Dalimin menjalani radioterapi setiap hari Senin sampai Jumat. Pak Dalimin dijadwalkan menjalani fisioterapi sebanyak 33x. Keluarga Pak Dalimin saat ini peserta BPJS MANDIRI. Meskipun begitu mereka masih kesulitan untuk biaya akomodasi dan medikasi.Bantuan dari  #SedekahRombongan sangatlah meringankan keluarga Pak Dalimin.. Semoga kondisi Pak Dalimin semakin membaik.

Bantuan : Rp. 1.600.000,-
Tanggal : 28 Maret  2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Pak Dalimin menderita tumor pipi


Tarni Binti Nasib ( 45, TBC ). Alamat di Pencil RT02/10, Pencil, Wuryorejo, Wonogiri, Jawa Tengah. Ini merupakan bantuan pendampingan lanjutan untuk bu Tarni. Sebelumnya dengan kronologis pasien sebagai berikut, bahwa saat itu Tarni bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik arang. Dalam menangani pekerjaannya, asap dari arang pun tak terelakkan lagi. Asap yang setiap hari terhirup tersebut kemungkinan menyebabkan penyakit di tubuhnya. Tanggal 4 Maret 2017 pasien kembali muntah bercampur darah dan selanjutnya mengurus Rujukan dan berobat ke Poli Dalam RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri, yang selanjutnya pasien diwajibkan Rawat Inap untuk mendapatkan pengobatan selanjutnya. Setelah penanganan di rumah sakit beberapa waktu, kondisi pasien pun cukup membaik. Pasien kemudian diperbolehkan pulang oleh pihak Rumah Sakit karena kondisi telah membaik tersebut. Hasil diagnosa dokter saat ini bahwa pasien mengalami Haematesis, dan diwajibkan untuk kontrol setiap dua minggu sekali selama 3 – 6 bulan. Bantuan selanjutnya untuk Tarni, semoga ke depannya ibu ini semakin membaik kondisinya. Terimakasih kepada para sedekaholics yang telah membantu dalam pengobatan pasien tersebut semoga rejeki selalu dimudahkan oleh-Nya.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Maret 2017
Kurir ; @Mawan@Dwi

Bu Tarni menderita TBC


MTSR WONOGIRI ( AD1999SR, Operasional Februari 2017 ). Penanganan pasien dalam progress pendampingan setiap harinya membutuhkan semangat para kurir. Hal in tak bisa dipungkiri bahwa keberadaan mobil ambulan sangat berperan. Pada bulan ini, penanganan pasien pun hampir setiap hari kita lakukan. Tentunya, manakala hal ini merupakan sebuah penanganan berkelanjutan, biaya operasional pun kita cukupi dari anggaran yang kita ajukan ke SR pusat. Alhamdulillah, selama ini tidak ada kendala berarti untuk pergerakan mobil tanggap sedekah rombongan ini. Walaupun beberapa waktu yang lalu, sedikit kendala dengan terjadinya insiden pada salah satu ambulan kami. Dengan berbagai upaya agar penanganan pasien tidak terhambat, kami pun upayakan semaksimal mungkin perbaikan – perbaikannya.selain pasien rutin, masyarakat sekitar pergerakan MTSR ini pun kerap menggunakan jasa mobil ini untuk mengangkut serta mengantarkan jenazah. Kami selalu berharap, bahwasanya makna positip yang terbawa dari bergeraknya mobil – mobil ambulan ini membawa berkah bagi pemberi atau penyedekah. Kebutuhan operasional MTSR APV untuk buan ini sebagaimana laporan berikut ini.

Operasional : Rp. 4.901.700,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @Mawan@allteam

Biaya operasional Februari 2017


MTSR WONOGIRI ( B1732KZH, Operasional Februari 2017 ). Rata – rata dalam sebulan untuk kebutuhan operasional lebih dari dua juta. Mengingat memang kondisi medan di Wonogiri cukup bervariasi dalam hal jarak penanganan pasien. Mobil ambulan ini merupakan salah satu sedekah dari salah satu sedekaholics. Dan beberapa waktu yang lalu pun, yang bersangkutan juga berkenan membantu kembali kebutuhan ambulan kemudian kami putuskan untuk pergerakan di koordinasi wilayah kabupaten Madiun, Jawa Timur. Untuk diketahui bahwa dalam penanganan pasien dalam progress pendampingan setiap harinya membutuhkan semangat para kurir. Hal ini tak bisa dipungkiri bahwa keberadaan mobil ambulan sangat berperan. Masyarakat sekitar pergerakan MTSR ini pun kerap menggunakan jasa mobil ambulan SR. Untuk kebutuhan operasional bulan Februari ini sebagaimana laporan berikut. Semoga suatu saat ada lagi yang berkenan bergabung menambah kebutuhan ambulan di wilayah Soloraya, dimana untuk saat ini ambulan hampir tidak pernah berhenti bergerak dalam menangani dhuafa, pasien miskin serta masyarakat dalam kebutuhan sosial mereka. Selain itu, kita juga beregrak dalam penanganan bencana yang akhir – akhir ini terjadi bukan saja di wilayah Soloraya namun juga wilayah tetangga.

Operasional : Rp. 4.853.200,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @Mawan@allteam

Biaya operasional Februari 2017


BEDJOE ARYO SAPUTRO  (2, Kelainan Jantung) Alamat: Dusun Larangan, RT 12/4, Desa Krengceng, Kec. Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Saat lahir dik Bedjo terlihat normal seperti bayi pada umumnya. Sejak usia 2 bulan dik Bedjo mulai memiliki masalah di pernafasannya. Setiap dik Bejdo menangis kuat, seluruh badannya akan membiru dan nafasnya terengah-engah. Setelah diperiksakan di Rumah Sakit  PHC Perak Surabaya, dokter mendiagnosa terdapat masalah  pada jantung dik Bedjo, kemudian dokter merujuk dik Bedjo ke RSUD Dr. Soetomo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter menyarankan dik Bedjo untuk melakukan kontrol rutin ke Poli Anak. Meskipun dik Bedjo memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun karena keterbatasan biaya transportasi dan biaya hidup selama berobat di Surabaya, orang tua dik Bedjo hampir putus asa untuk melanjutkan proses pengobatan anaknya. Riadi (42) ayah dik Bedjo seorang tukang bangunan yang hanya mendapatkan penghasilan ketika ada pekerjaan. Sedangkan Suparni (40) ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan dik Bedjo. Melihat semangatnya yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu dik Bedjo. Saat ini dik Bedjo rutin melakukan kontrol di Poli Jantung Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya kebutuhan nutrisi dan obat yang tak tercover BPJS. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 985. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Bedjo masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.800.000,-
Tanggal : 19 Maret 2017
Kurir :  @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Bedjo menderita kelainan jantung


PADI  BIN SAKIP (33, Tumor Mata). Alamat: Dusun Kururan, RT 28/6, Desa Mbelulu, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Saat usia 19 tahun, pak Padi mengalami kecelakaan dan benturan pada mata sehingga menyebabkan mata bagian kanan menonjol keluar. Pak Padi langsung dilarikan ke rumah sakit untuk pertolongan pertama. Kondisi pak Padi lambat laun semakin membaik pasca kecelakaan, namun pada usia 32 tahun kondisi mata padi selalu memerah dan terdapat daging tumbuh di dalam mata. Pak Padi memeriksakan diri ke  RSUD Soedono Bojonegoro. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Padi di diagnosa menderita  tumor mata. Pak Padi kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Setelah beberapa kali kontrol serta pemeriksaan di RSUD Dr. Soetomo, dokter menyarankan operasi pengangkatan tumor. Pak Padi tidak memiliki jaminan kesehatan serta terkendala dana untuk operasi. Pak Padi tinggal bersama istrinya. Pak Padi bekerja sebagai buruh tani, sedangkan istrinya sebagai ibu rumah tangga. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan pak Padi. Mulai september 2016 pak Padi menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Saat ini pak Padi masih menjalani kontrol dan persiapan untuk melakukan operasi pengangkatan tumor. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 985. Sedekah Rombongan juga membantu pak Padi untuk pembuatan serta pembayaran iuran BPJS. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini pak Padi masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 12 April 2017
Kurir :  @Wahyu_CSD  @EArynta

Pak Padi menderita tumor mata

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SAINEM BINTI SAIRONO 500,000
2 PAINEM BINTI WIRLANJAR 1,000,000
3 IIS ROHMAWATI 750,000
4 SUTINI BINTI SUDIRYA 500,000
5 RAEDI BIN PEWARTA ARSA 800,000
6 SUSANTI KUMALA SARI 500,000
7 IQBAL GHIFARI 600,000
8 GALIH PRATAMA 750,000
9 TASWAN BIN SUKARTA 500,000
10 JUNIAH BINTI SAKIR 500,000
11 ANI BINTI ELI 500,000
12 NIA DEWIANTI 500,000
13 AZMI HAIL MAHLAL 750,000
14 ICOH BINTI MISJA 500,000
15 RASYA NURYAMAN PUTRA 750,000
16 MTSR TASIKMALAYA 1,000,000
17 SUSI SOPIANTI 700,000
18 KAMILAH BINTI UCA 900,000
19 EMIM HAMIMAH 500,000
20 HERDI BIN ROHMAN 500,000
21 EUIS KOMARIAH BINTI ENGKIK 500,000
22 FAISAL SUHERLI 900,000
23 NAYLA SITI RAHMAWATI 500,000
24 OTOH TOHIR 1,000,000
25 ONAH BINTI SYARIPUDIN 500,000
26 SYAMSUL BAHARI 500,000
27 ISAH BINTI DORI 500,000
28 TATI ROHAETI 500,000
29 DEDAH BINTI JAJA 500,000
30 VENI BINTI FRANS 1,000,000
31 YULIANA DWI RAHAYU 500,000
32 RSSR WONOGIRI 3,871,300
33 MTSR WONOGIRI 4,692,800
34 RSSR WONOGIRI 6,243,000
35 JANUAR DAFFA MAULANA 1,000,000
36 KARTINI BINTI SAMIYO 1,000,000
37 FARID ABDULLAH 1,250,000
38 RIAN JUNIOR 1,200,000
39 WINANTI BINTI TAYAT 2,690,000
40 YANUAR TRIADI 1,500,000
41 KATNI JARTO 1,000,000
42 SURADI BIN SONO KARTO 1,453,000
43 WARDI BIN MARIMIN 1,000,000
44 RSSR WONOGIRI 3,722,600
45 MTSR WONOGIRI 5,180,700
46 Tarni Binti Nasib 500,000
47 DALIMIN BIN TARMO SUTARYO 1,600,000
48 Tarni Binti Nasib 500,000
49 MTSR WONOGIRI 4,901,700
50 MTSR WONOGIRI 4,853,200
51 BEDJOE ARYO SAPUTRO 1,800,000
52 PADI BIN SAKIP 500,000
Total 70,358,300

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 70,358,300,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 987 ROMBONGAN

Rp. 49,683,540,305,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.