Rombongan 986

Sedekah dikatakan ajaib karena uang yang anda sedekahkan selalu kembali melalui jalan yang tak anda sangka-sangka.
Posted by on April 19, 2017

MUNARTI BINTI KUSNI (56, Kanker Payudara Kiri). Alamat :  Dusun Betet, RT 12/5, Desa Betet, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Pada awalnya terdapat benjolan kecil dan dirasa sakit oleh Ibu Munarti. Suami beliau akhirnya membawa beliau ke dokter di sekitar rumah beliau dan oleh dokter disarankan untuk ke berobat ke RS Saiful Anwar (RSSA). Setelah dilakukan pemeriksaan dokter mendiagnosis beliau positif kanker payudara. Dokter pun memberikan saran untuk dilakukannya operasi dan Ibu Munarti pun menyanggupi saran dari dokter. Akhirnya operasi yang telah dilakukan Ibu Munarti berjalan dengan lancer dan beliau rutin menjalani kontrol setiap 3 bulan sekali selama 7 tahun di RSSA. Akan tetapi karena terkendala dalam biaya akhirnya beliau tidak melanjutkan kontrol selama 2 tahun. Akhirnya muncul benjolan lagi disebelah tempat pasca operasi yang dulu dan kondisi saat ini benjolan sudah pecah dan beliau pun hanya bisa berbaring di tempat tidur karena kondisi badan yang melemah. Alhamdulillah atas bantuan dari Sedekaholics, kondisi Ibu Munarti saat ini menjadi lebih baik dan bisa beraktivitas, seperti kuat untuk duduk dan berjalan-jalan disekitar rumah. Bapak Katini (57) adalah suami beliau yang bekerja memelihara sapi milik tetangga, sedangkan Ibu Munarti hanya sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan dari Bapak Katini yang sedikit hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan terkadang tetangga memberikan bantuan kepada beliau. Jaminan kesehatan berupa KIS yang dimiliki sangat membantu beliau, akan tetapi untuk kebutuhan selama berobat dan transportasi ke Malang kerap selalu menjadi kendalanya. Ibu Munarti yang telah dipertemukan dengan Sedekah Rombongan mencurahkan kesedihan yang di rasakan. Mengetahui kendala yang dihadapi Ibu Munarti dan keluarga, Tim Sedekah Rombongan pun memberikan batuan untuk kebutuhan biaya berobat, transportasi ke rumah sakit dan perbaikan keadaan umum. Bantuan untuk Ibu Munarti telah tercatat pada rombongan nomor 966. Semoga kondisi Ibu Munarti akan terus berangsur-angsur membaik sehingga beliau dapat sehat kembali. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 April 2017
Kurir : @FaizFaeruz Katino @m_rofii11

Bu Munarti menderita kanker payudara kiri


MUJIATI BINTI TASERI (49, Infeksi Syaraf Mata Kanan). Alamat : Dusun Mojoagung, RT 3/1, Desa Mojoagung, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Sekitar 8 tahun yang lalu, mata kanan Ibu Mujiati kemasukan debu sepulang dari bekerja. Karena rasa gatal yang terus menerus, Ibu Munarti pun mengucek mata beliau hingga menjadi bengkak. Setelah 5 hari Ibu Mujiati di bawa ke dokter mata di sekitar rumah beliau dan didiagnosis bahwa Ibu Mujiati mengalami infeksi pada saraf mata beliau. Oleh dokter Ibu Mujiati disarankan untuk menggunakan obat tetes mata serta diberikan resep obat untuk di konsumsi. Akan tetapi setelah menggunkan obat tetes mata dan mengkonsumsi obat, Ibu Mujiati tidak mengalami perubahan apa pun. Ibu Mujiati yang terus berikhtiar untuk kesembuhan beliau, hingga selama 8 tahun ini beliau tetap mencoba ke dokter mata yang berbeda, tetapi mata beliau masih tetap sama saja. Kondisi Ibu Mujiati saat ini tetap bisa beraktivitas seperti biasanya. Akan tetapi jika kondisi badan menurun, Ibu Mujiati sering kesakitan pada mata kanan beliau. Saat ini Ibu Mujiati tinggal bersama dengan suami dan kedua anaknya. Suami beliau Bapak Mukilan (54) yang bekerja sebagai petani, sedangkan Ibu Mujiati sendiri bekerja sebagai pedagang sayur di pasar. Biaya yang terus dikeluarkan untuk berobat ke dokter selama 8 tahun membuat keuangan keluarga menjadi menurun, apa lagi kedua anak beliau juga masih membutuhkan biaya untuk sekolah. Ibu Mujiati juga belum memiliki jaminan kesehatan apa pun untuk berobat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Mujiati, sehingga dapat memberikan bantuan yang dititipkan oleh Sedekaholics. Bantuan untuk Ibu Mujiati telah dipergunakan untuk biaya berobat, membeli obat-obatan dan transportasi. Semoga dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dapat menjadi jalan kesembuhan untuk Ibu Mujiati. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 April 2017
Kurir : @FaizFaeruz Kristiono @m_rofii11

Bu Mujiati menderita infeksi syaraf mata kanan


MATRAI BIN YUSRON (54, Cystitis + Dispepsia). Alamat : Dusun Kasin, RT 9/3, Desa kasin, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Sejak 2 tahun yang lalu, perut Bapak Matrai terasa sakit dan tidak enak, oleh beliau hanya di kira sakit maag biasa. Tetapi setelah 4 bulan badan beliau mulai lemas, kerongkongan terasa sangat sakit dan sesekali beliau mengalami kencing darah. Beliau akhirnya dibawa oleh anak beliau ke RSI Gondanglegi untuk berobat. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter mendiagnosis kalau Bapak Matrai mengalami cystitis atau infeksi yang terjadi pada kandung kemih dan Dispepsia atau sekumpulan gejala berupa nyeri yang terjadi pada perut bagian atas yang menetap atau berulang. Setelah rutin menjalani kontrol, kencing darah Bapak Matrai sudah mulai membaik hanya saja dispesia beliau masih belum ada hasilnya. Untuk saat ini kondisi Bapak Matrai lemah dan hanya tertidur di kamar beliau dan setiap hari kamis beliau menjalani kontrol ke RSI Gondanglegi. Bapak Matrai tinggal bersama dengan anak dan cucu beliau saja. Anak beliau yang bekerja serabutan memiliki pendapatan yang tidak menentu dalam sehari dan pendapatan itu pun hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan untuk membiayai sekolah anaknya. Bapak Matrai merasa terbantu akan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III yang beliau miliki. Tim Sedekah Rombongan Malang yang mendapatkan info tentang Bapak Matrai yang mengalami kesulitan akhirnya dipertemukan oleh Allah SWT. Bantuan pun diberikan kepada Bapak Matrai untuk kebutuhan berobat, transportasi dan biaya iuran BPJS. Semoga kondisi Bapak Matrai kembali sehat seperti dulu lagi. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 April 2017
Kurir : @FaizFaeruz Aji @m_rofii11

Pak Matrai menderita cystitis + dispepsia


MUSRIPAH BINTI SLAMET KUDORI (58, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Jalan Melati, RT 39/7, Kelurahan Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Sakit kanker payudara telah dirasa Ibu Musripah sejak tahun 2012, kemudian tangan bagian kiri mulai bengkak sejak 5 bulan yang lalu. Kondisi yang semakin buruk tersebut membuat beliau harus dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri dan telah dilakukan operasi. Namun beliau masih ada keluhan, pada bagian tangan sebelah kiri beliau mulai membengkak dan dirasa nyeri sewaktu-waktu sehingga menyulitkan beliau dalam berakivitas. Beliau di rujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk menjalani pengobatan dan kontrol. Ibu Musripah telah menjalani kemo terapinya yang ke 6 dan akan menjalani konsul ke dokter onkologi pada akhir Bulan April. Kendala biaya dan minimnya pendapatan karena pekerjaan Ibu Musripah sebagai ibu rumah tangga, serta suaminya Bapak Kasiani (59) yang hanya sebagai kuli bangunan. Itupun bila ada proyek membangun properti, dengan penghasilan yang masih belum cukup untuk menjalani pengobatan. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III, sedikit meringankan beban dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang ada beberapa kebutuhan yang belum di tanggung BPJS. Santunan yang telah diberikan kepada Bu Musripah dipergunakan untuk biaya transportasi pulang pergi Kediri-Malang, membeli susu, iuran BPJS dan perbaikan keadaan umum. Ucapan terimakasih disampaikan keluarga Ibu Musripah kepada kurir Sedekah Rombongan dan para Sedekaholics. Santunan bulan sebelumnya kepada Ibu Musripah masuk dalam rombongan nomor 974. Semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban keluarga Ibu Musripah dan semoga beliau lekas diberikan kesembuhan. Aminn

Jumlah Bantuan : Rp. 769.100,-
Tanggal : 17 April 2017
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria @m_rofii11

Bu Musripah menderita kanker payudara kiri


ERNI BINTI NARDI (24, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Jember, RT 5/3, Desa Kampung Baru, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Erni dan suamimya, Ortha Melando (27), telah berumah tangga selama 5 tahun. Selama itu, pasangan tersebut belum dikaruniai keturunan. Untuk segera mendapatkan anak, salah satu usaha yang dilakukan oleh Erni adalah dengan mengkonsumsi jamu. Sayangnya usaha tersebut malah menjadikan Erni terkena penyakit. Sekitar 10 bulan yang lalu, tensi Erni sempat tinggi. Setelah diperiksakan ke rumah sakit, Erni dinyatakan gagal ginjal. Sampai saat ini, Erni telah melakukan penyinaran sebanyak 52 kali, rawat inap sebanyak 17 kali dan untuk sekarang Erni harus kontrol setiap awal bulannya untuk cuci darah. Suaminya, Ortha Melando (27), memilih berhenti dari pekerjaannya sebagai karyawan untuk merawat Erni yang lebih berharga baginya. Karena tidak memiliki pekerjaan, pasangan ini dan keluarganya pelan-pelan mulai menjual segala harta bendanya untuk biaya pengobatan Erni. Beruntung biaya pengobatan Erni yang rutin kontrol di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang tiap tanggal 1 ini banyak terbantu dengan Fasilitas Kesehatan BPJS Mandiri kelas I. Melihat kesulitan tersebut, kurir Sedekah Rombongan tanggap memberikan bantuan kepada Erni yang bulan ini dialokasikan untuk biaya transportasi pulang pergi Jombang-Malang, membeli obat-obatan, biaya iuran BPJS dan untuk perbaikan keadaan umum. Bantuan pada bulan sebelumnya telah tercatat pada nomor rombongan 980. Semoga bantuan dari Sedekaholics bisa meringankan beban Erni dan semoga lekas diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Maret 2017
Kurir : @FaizFaeruz Sitin @m_rofii11

Bu Erni menderita gagal ginjal


UCAN BIN NEBAN (68, TB Paru + Gagal Ginjal). Alamat : Kp. Curug, RT 6/2, Kel. Babakan, Kec. Setu, Kota Tangerang Selatan, Prov. Banten. Pak Ucan dikenal sebagai penjaja tape singkong keliling. Ia berkeliling ke 4 kampung di wilayah Kecamatan Setu, Tangerang Selatan. Sejak 6 bulan terakhir Pak Ucan tidak dapat menjajakan dagangannya karena kondisi fisiknya yang semakin lemah. Suami dari Ibu Tina (56), ini tak sadarkan diri di rumahnya hingga dibawa ke RSUD Tangerang Selatan (Tangsel). Kurir Sedekah Rombongan secara tidak sengaja bertemu dengan Ibu Tina yang sedang menunggui Pak Ucan di UGD RSUD Tangsel. Ibu Tina bercerita tidak dapat menebus obat penghilang sesak napas yang dirasakan suaminya. Menurut Ibu Tina, sakit Pak Ucan sudah dialami sejak 6 bulan lebih namun ia tak pernah dibawa berobat karena ketiadaan biaya. Pak Ucan sering mengeluh sesak napas hingga kesulitan tidur. Berat badannya pun semakin menurun dan ia terlihat sangat kurus. Meski sudah memiliki Jamkesmas, Ibu Tina tak memiliki uang untuk transportasi berobat, belum lagi ia khawatir jika dibawa berobat nantinya masih ada biaya yang harus dibayar. Saat menemani suaminya di rumah sakit pun Ibu Tina terpaksa harus menahan lapar dan menunggu kedatangan anaknya, Deni (23), yang bekerja menjadi buruh percetakan bata press. Kurir Sedekah Rombongan yang mendengar cerita Ibu Tina turut merasa prihatin dan akhirnya menyampaikan bantuan untuk menebus obat dan kebutuhan lainnya selama Pak Ucan dirawat. Haru dan tangis Ibu Tina tak terbendung saat kurir menyampaikan bantuan. Sambil terus memeluk kurir, Ibu Tina berterimakasih kepada Allah atas bantuan dari Sedekah Rombongan dan berdoa semoga sedekaholic dilimpahkan rezeki oleh Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 12 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana usman @ririn_restu

Pak Ucan menderita TB paru + gagal ginjal


BADIL BIN BANCING (54, Tumor pada Pantat). Alamat : Kp. Babakan, Gg. Damai, RT 1/3, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Prov. Banten. Tawa canda Pak Badil yang dikenal periang dan suka bergurau ini tak lagi dapat didengar oleh rekan seprofesinya sebagai buruh bangunan. Kini Pak Badil hanya dapat terbaring di tempat tidur pasca operasi pengangkatan tumor pada pantat yang sudah dialaminya selama lebih dari 5 bulan. Menurut cerita istrinya,  Anah (61), mulanya terdapat benjolan kecil di dekat anus Pak Badil yang dirasakan sekitar 2 tahun lalu. Sebelumnya benjolan tersebut tidak berdampak pada aktivitas Pak Badil dan ia masih bisa bekerja. Lama – kelamaan benjolan tersebut terasa sakit terutama saat Pak Badil duduk. Akhirnya Pak Badil berobat ke RSUD Tangerang selatan dan didiagnosis ada tumor di pantatnya yang harus segera dioperasi. Satu bulan pasca operasi kondisi Pak Badil sehat seperti sedia kala dan ia tetap giat bekerja demi menghidupi istri dan anaknya. Pak Badil pun  mendapat pekerjaan dari tetangganya untuk memotong rumput menggunakan mesin, namun 8 hari bekerja kondisinya menurun karena terjadi gesekan antara mesin pemotong rumput dengan bekas operasinya hingga terjadi pendarahan. Sejak saat itu tubuh Pak Badil semakin melemah dan ia hanya dapat terbaring  di tempat tidur. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapat informasi mengenai Pak Badil segera mengunjunginya. Pak Badil memiliki semangat dan keyakinan yang tinggi untuk sembuh. Ia pun rutin menjalani pengobatan di RSUD Tangerang Selatan berbekal JKN – KIS kelas III yang dimilikinya. Kurir Sedekah Rombongan akhirnya menyampaikan bantuan awal untuk kebutuhan berobat Pak Badil, semoga bantuan yang disampaikan bermanfaat bagi kesembuhannya sehingga ia bisa beraktivitas seperti biasa. Pak Badil dan istrinya pun berdoa semoga Sedekah Rombongan terus dapat menebar manfaat pada setiap insan yang membutuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana Usman @ririn_restu

Pak badil menderita tumor pada pantat


M. NUR FIRDAUS (42, Kanker Tiroid). Alamat : Kp. Bulak Buni, Gg. Masjid Al – Mubarokah, RT 3/3, Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Prov. Banten. Ayah dari seorang putri bernama Ayu Sepria ini, kini tidak dapat bekerja lagi sebagai penjaga keamanan perumahan di wilayah Ciputat. Pak Firdaus kini mengidap penyakit kanker di lehernya dengan kondisi terdapat benjolan yang semakin membesar. Menurut istrinya, Mince Hari Yani (36), sejak 2 tahun lalu terdapat benjolan kecil pada leher Pak Firdaus namun ia menduga benjolan tersebut tidak akan membesar. Enam bulan terakhir benjolan di lehernya semakin membesar dan kini Pak Firdaus berobat di RS Dharmais Jakarta menggunakan JKN – KIS yang telah dimiliki. Ibu Mance setia mendampingi suaminya, ia bahkan terpaksa meninggalkan anaknya yang masih kecil pada sang  nenek. Ibu Mance pun yang kini menggantikan tugas Pak Firdaus mencari nafkah, ia bekerja serabutan dan terkadang menjadi tukang cuci dan setrika jika ada tetangga yang membutuhkan jasanya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk operasional berobat. Semoga bantuan dari Sedekah Rombongan dapat meringankan beban keluarga Pak Firdaus dan ia segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana Usman @ririn_restu

Pak Firdaus menderita kanker tiroid


FAIJAN ARIANSYAH (3, Thalasemia). Alamat : Kav. Serpong,  RT 2/4, Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Prov. Banten. Anak dari pasangan Fajar Alfian (35) yang bekerja sebagai satpam di salah satu kampus swasta, dan Ari Dwi Astuti (35) ini menderita thalasemia. Sakit yang dialami Faijan membuat tumbuh kembangnya terlambat. Ia belum bisa berjalan dengan baik dan tidak bisa duduk. Penglihatannya pun terganggu dan ia membutuhkan kacamata khusus. Faijan sering lemas dan sangat sulit untuk makan. Saat kurir Sedekah Rombongan mengunjunginya, kondisi Faijan sudah membaik dan berkat terapi yang dijalani ia sudah bisa mengucapkan vokal U dan A. Faijan harus rutin terapi dan jika kadar Hb-nya rendah ia harus menjalani transfusi darah. Ibu Ari sangat bersyukur dikunjungi kurir Sedekah Rombongan karena saat itu ia sangat kebingungan untuk transportasi terapi dan berobat Faijan esok hari. Meski sudah memiliki JKN – KIS, orang tua Faijan tak memiliki uang, bahkan Ibu Ari sudah mencoba membuka warung kecil namun tetap tak dapat memenuhi kebutuhan berobat Faijan. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk operasonal berobat dan terapi Faijan. Semoga Sedekah rombongan bisa terus  membantu saudara – saudara kita yang membutuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana Usman @ririn_restu

Faijan menderita thalasemia


RSSR SEMARANG (Operasional Bulan Februari). Alamat : Jl. Sadewa 2 No. 3, RT 1/3, Kel. Pendrikan Kidul, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang. RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Di Semarang sejak bulan Juni 2016 ini kami menyewa sebuah rumah di daerah Semarang Tengah ini, sebelumnya di daerah Pleburan Semarang sejak 2 tahun lalu sebagai rumah singgah untuk pasien. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah misalnya ada pasien #SedekahRombongan yang berasal dari luar kota Semarang, biasanya dari wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, Pekalongan, Pati, Jepara, Purwodadi, Rembang, dsb yang harus menjalani pengobatan di Semarang selama berbulan-bulan dan hanya perlu masuk Rumah Sakit seminggu sekali misalnya untuk kemoterapi, kontrol rutin, atau proses pengobatan yang lain tidak perlu bolak balik ke rumahnya dan bisa menempati Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR). Laporan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan Februari 2017. Laporan keuangan operasional RSSR ini sebelumya masuk di rombongan 985.

Jumlah Bantuan : Rp. 11.250.000,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Februari


MTSR SEMARANG (H 8690 QF, Biaya  Operasional Bulan Februari). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulance MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Februari 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 985.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.160.000,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Februari


MTSR SEMARANG (G 9221 GC, Biaya  Operasional Bulan Februari). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Februari 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 985.

Jumlah Bantuan : Rp. 7.354.500,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @indrades @DiahPertiwi1110

Biaya operasional bulan Februari


TINI BINTI ACANG (48,  Gangguan Liver ). Alamat : Kp. Babakan Kelapa Dua, RT 4/3, Kelurahan Babakan, Kec. Setu, Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang Selatan, Prov. Banten. Sehari – harinya Ibu Tini mengasuh cucunya, namun 2 bulan terakhir tak dapat ia lakukan lagi karena sakit yang dialami. Istri dari Pak Kadi (49) yang bekerja sebagai tukang bangunan di proyek perumahan ini seluruh tubuhnya bengkak. Awalnya keluarga mengira karena Ibu Tini memang gemuk namun lama – kelamaan perubahan tubuh Ibu Tini dirasa tidak wajar terlebih lagi ia sering mengalami sesak napas. Ibu Tini merasa lemah dan kondisinya terus menurun hingga tak sadarkan diri, bahkan pada tanggal 24 Maret 2017 ia diduga keluarga telah meninggal dunia. Warga termasuk kurir Sedekah Rombongan yang kebetulan dekat dengan rumah Ibu Tini mendatangi rumahnya saat kabar duka tersebut tersiar. Semua yang hadir tiba – tiba terkejut karena Ibu Tini kembali bernapas dan menggerakkan jarinya. Kurir pun bersama keluarga segera membawa Ibu Tini ke UGD RSUD Tangerang Selatan. Setelah mendapatkan penanganan dan kondisinya membaik, Ibu Tini dipindahkan ke ruang rawat inap. Saat diminta untuk membeli obat, keluarga Ibu Tini kebingungan dan bermaksud mencari pinjaman. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan sehingga keluarga tak perlu berutang dan dapat membeli obat yang dibutuhkan. Isak tangis dan haru Pak Kadi atas bantuan yang disampaikan, ia pun tak putus mengucapkan doa untuk kelancaran rezeki para sedekaholic Sedekah Rombongan dan semoga selalu dapat membantu dhuafa yang membutuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana Usman @ririn_restu

Bu Tini menderita gangguan liver


ERSA ANANDA (17, Dhuafa). Alamat : Jalan Beringin 3, RT 3/6, Kelurahan Cibunar, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Nanda adalah anak dari pasien dampingan Sedekah Rombongan, Ibu Ernawati Tohir, yang sudah meninggal dunia pada 2 November 2016. Nanda kini telah menjadi anak yatim piatu karena sang ayah juga telah meninggal dunia 4 tahun lalu. Nanda lah yang selama ini mendampingi dan merawat ibundanya yang berjuang melawan penyakit TB Paru dan gangguan jantung, hingga akhir hayatnya. Sewaktu ibunda masih ada, mereka tinggal di sebuah kontrakan bersama dua adiknya yang masih kecil. Nanda terpaksa putus sekolah karena tidak ada biaya, untuk makan sehari – hari dan membayar kontrakan saja ia sangat kesulitan. Ia pun tak bisa mencari pekerjaan karena tak dapat meninggalkan ibundanya sendirian yang hanya bisa terbaring di tempat tidur. Sepeninggal sang ibunda, Nanda berusaha mencari pekerjaan demi menghidupi ia dan kedua adiknya. Sudah beberapa pekerjaan ia lakoni, namun belum ada yang tepat dan hingga kini ia belum memiliki pekerjaan. Ketiadaan penghasilan membuat Nanda tak dapat membayar sewa kontrakan sehingga ia harus hidup berpindah – pindah tempat, menumpang di rumah orang lain. Sebelumnya Nanda dan kedua adiknya tinggal di rumah saudara almarhumah ibunya, namun kini mereka tinggal di rumah kerabat almarhum sang ayah yang selama ini memberi perhatian pada mereka. Nanda tak mau merepotkan keluarga yang ditumpanginya, namun ia tak memilliki uang untuk melamar pekerjaan dan membiayai kebutuhan sehari – hari. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari dan kebutuhan sekolah adik Nanda.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari dan kebutuhan sekolah


RIZKY ALVIAN (22, Tumor Kelenjar Getah Bening). Alamat : Kp. Cicangkal Peusar, RT 5/1, Desa Suka Mulya, Kec. Rumpin, Kab. Bogor, Prov. Jawa Barat. Rizky adalah seorang buruh di proyek bangunan, ia tinggal bersama ibunya, Rosmiati (46) dan adiknya, Rosdiana (14) yang saat ini masih duduk di bangku SMP. Kakaknya yang lain pun ada yang ikut tinggal dalam satu rumah dengannya meski sudah berkeluarga. Rizky termasuk pemuda yang bertanggung jawab kepada keluarga, sejak ayahnya meninggal 4 tahun lalu, ia lah yang menggantikan almarhum menjadi kepala keluarga mencari nafkah untuk membiayai kebutuhan sehari – hari dan biaya sekolah adiknya. Sejak 10 bulan belakangan ini, Rizky mengidap penyakit tumor kelenjar getah bening, pahanya membengkak dan semakin besar hingga membusuk karena tak diobati. Ketika kurir Sedekah Rombongan mengunjunginya, kondisinya sangat memprihatinkan, Rizky hanya bisa berobat alternatif dan sesekali ke Puskesmas terdekat namun tak bisa menangani karena kondisinya harus diobati lebih intensif. Tak hanya pahanya, leher Rizky pun terdapat benjolan yang semakin membesar. Kondisi yang dialami Rizky membuat ia hanya bisa terbaring di tempat tidur dan tubuhnya semakin kurus. Alhamdulillah setelah didampingi Sedekah Rombongan, Rizky telah memilliki JKN – KIS Mandiri kelas III sehingga ia dapat menjalani kontrol rutin di RSU Tangerang. Keluarga berencana membawa Rizky berobat, namun Allah SWT berkehendak lain, sehari sebelum rencana pengobatan diwujudkan, pada 5 April 2017 Rizky meninggal dunia. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah yang telah dilakukan Rizky selama di dunia. Sebelumnya Rizky dibantu pada rombongan 969.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 April 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Rizky menderita tumor kelenjar getah bening


TATI SURYANTI (12, Atresia Ani). Alamat : Kp . Cikiray Girang, RT 4/7, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Tati dilahirkan dalam kondisi yang tidak sama seperti bayi pada umumnya, ia memiliki kelainan tidak memiliki anus dan juga bentuk kaki yang agak bengkok. Pada awalnya, Tati terpaksa harus buang air besar melalui organ vaginanya yang disertai rasa sakit. Tati pernah menjalani pengobatan pada tahun 2006 ketika berusia 3 tahun dan menjalani operasi kolostomi (pembuatan lubang pembuangan sementara) di RSCM Jakarta. Pasca operasi Tati bisa buang air besar tanpa rasa sakit namun ia masih harus menjalani operasi lanjutan untuk pembuatan anus.  Pengobatan belum selesai, namun orang tua Tati terpaksa harus menghentikan pengobatan karena kehabisan biaya, terlebih lagi ibundanya, Marlinah telah meninggal dunia. Putri pertama dari Pak Sakri (57) yang bekerja sebagai kuli bangunan ini, terpaksa hidup dengan sakitnya hingga berusia 12 tahun. Setelah hampir 10 tahun perawatan medis terhenti, orang tua Tati berusaha untuk kembali memulai proses pengobatan anaknya agar ia dapat memiliki anus seperti orang lain pada umumnya. Proses pengobatan pun dimulai dari Puskesmas, lalu berlanjut ke RSUD Pandeglang yang kemudian merujuknya ke RSCM Jakarta. Proses pengobatan terpaksa terhenti kembali karena orang tuanya tak memiliki biaya untuk transportasi dan bekal ke Jakarta meski Tati telah memilki JKN – KIS kelas III. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Tati, sehingga dapat menyampaikan bantuan untuk operasional berobat ke RSCM Jakarta. Proses pemeriksaan awal di RSCM Jakarta akan dilakukan pada tanggal 12 April 2017 dan Tati sudah dijadwalkan untuk mengikuti serangkaian pemeriksaan medis sebelum dilakukan operasi. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk Tati dan semoga harapannya dapat segera terwujud, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @nurmanmlana Dadan @ririn_restu

Tati menderita atresia ani


SITI MAESAROH (24, Tumor Mata). Alamat : Kp. Gelam Tengah, RT 1/2, Desa. Gelam Jaya, Kec. Pasar Kemis, Kab. Tangerang. Enam bulan lalu, terdapat benjolan kecil di hidung Siti yang segera ia periksakan ke rumah sakit. Dokter di rumah sakit tempat ia berobat mengambil tindakan memecahkan benjolan tersebut, namun bukannya sembuh benjolan tersebut justru merambat ke matanya. Benjolan di mata Siti semakin membesar hingga menutupi mata dan hidungnya. Dalam kondisi sakit, suami Siti meninggalkannya. Melihat kondisinya yang semakin memburuk, Siti akhirnya dirujuk ke RSCM Jakarta. Selama 6 bulan Siti menjalani pengobatan, namun karena ketiadaan biaya dan keterbatasan pengetahuan terkait jaminan kesehatan, akhirnya ia tak melanjutkan pengobatannya. Siti hanya bisa pasrah dengan nasib yang ia derita. Ayahnya yang seorang kuli bangunan terpaksa harus berhenti bekerja demi mengurusnya. Kondisi Siti semakin memprihatinkan, benjolan menjalar ke matanya yang lain sehingga kini kedua matanya terhalang benjolan yang semakin membesar. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguknya, Siti hanya bisa terbaring dan terus merintih merasakan sakitnya. Syukur Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Siti, dan bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya tranportasi berobat. Selang beberapa hari setelah bantuan disampaikan, kabar duka datang dari keluarga Siti. Allah lebih sayang pada Siti dan memanggilnya keharibaan-Nya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Maret 2017
Kurir :@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @mistaaja @ririnrestu

Siti menderita tumor mata


NANO BIN RISA (35, Pneumonia). Alamat : Kp. Risah, RT 8/2, Ds. Kedung Dalam, Kec. Mauk, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Anak ke-5 dari enam bersaudara ini biasa dipanggil Bang Nano. Sudah hampir 1 tahun Bang Nano mengalami batuk yang disertai sesak napas. Selama ini Bang Nano tak mempedulikan sakit yang dialami, namun karena tak kunjung sembuh akhirnya ia memeriksakan diri ke dokter yang menyarankannya untuk berobat ke rumah sakit. Ketiadaan biaya berobat membuat Bang Nano hanya mengonsumsi obat yang dibelinya di apotek. Akhirnya Bang Nano berupaya membuat JKN – KIS dan menggunakannya untuk berobat di RSUD. Dokter mengatakan bahwa Bang Nano terkena pneumonia atau paru-paru basah. Ia pun harus kontrol setiap satu bulan sekali. Ketika kurir Sedekah Rombongan mengunjungi Bang Nano di rumahnya, ia bercerita kesulitan yang dihadapinya. Bang Nano tak bisa lagi mencari nafkah karena jika terlalu lelah ia langsung mengalami sesak napas. Kini ia bergantung pada orang tuanya yang bekerja sebagai buruh tani. Syukur Alhamdulilah kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan awal kepada Bang Nano untuk transportasi berobat dan biaya hidup sehar-hari. Semoga Bang Nano segera lekas pulih dan bisa beraktivitas seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 8 April 2017
Kurir :@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @Fatmah @ririnrestu

Pak Nano menderita pneumonia


MAEMUNAH BINTI BANDI (72, Diabetic Foot). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 3/2, Desa Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Bi Mun, biasa ia disapa adalah seorang wanita yang ulet dan setia, setelah suaminya meninggal ia tidak mau menikah lagi. Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya sekolah kelima anaknya, Bi Mun rela berjuang keras berdagang keliling menjual bubur di pagi hari dan es cendol di siang hari. Hal itu Bi Mun jalani dengan sabar tanpa mengeluh sekalipun, tapi sejak 3 tahun lalu ia tidak bisa lagi berjualan akibat luka borok pada kaki yang dideritanya. Awalnya Bi Mun sering mengalami sakit kepala yang membuatnya tidak mampu berjualan seperti biasa. Bi Mun lalu merasakan gatal yang tak tertahankan pada kaki kanannya, luka tersebut ia garuk hingga terluka dan membengkak yang kemudian berlubang dan mengeluarkan nanah. Menurut dokter di Pukesmas, Bi Mun mempunyai riwayat diabetes sehingga lukanya tak kunjung kering dan sembuh. Dokter pun menyarankan Bi Mun berobat ke rumah sakit tetapi karena ketiadaan biaya ia memilih pengobatan alternatif. Sudah sekian lama berobat tapi penyakit Bi Mun tak kunjung membaik dan ia hanya bisa pasrah menerima nasibnya. Bi Mun hanya tinggal dengan seorang anaknya yang belum menikah, keempat anaknya yang sudah berkeluarga tinggal jauh darinya. Untuk berobat dan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, Bi Mun hanya mengandalkan pekerjaan anaknya sebagai buruh kasar dengan penghasilan yang sangat kecil dan juga dari pemberian orang lain yang merasa iba dengan kondisinya. Kurir Sedekah Rombongan yang berkunjung ke rumah Bi Mun, merasakan derita yang dialaminya. Kurir pun menyampaikan bantuan awal untuk biaya pengobatan dan kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga bantuan tersebut bisa membantu meringankan penderitaan Bi Mun.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Maret 2017
Kurir :@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @mistaaja @ririn_restu

Bu Maemunah menderita diabetic foot


JAJA BIN  SURNI (54, NSTEMI + PPOK). Alamat : Dusun Lampean 1, RT 2/5  Desa Kedawung, Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Bapak Jaja adalah mantan supir yang  mempunyai tiga orang anak. Pak Jaja sudah sejak lama menderita batuk namun tidak begitu diperdulikan. Dalam satu bulan terakhir pak Jaja mengeluh tidak mau makan, mual kadang sampai muntah, badan terasa lemah, batuknya juga semakin parah. Sejak satu minggu yang lalu Pak Jaja mengeluh sesak nafas disertai rasa sakit di dada sebelah kiri. Istri Pak Jaja, Ibu Rukiah (48) dan keluaraga membawa pak Jaja berobat ke Rumah Sakit Fikri Medika Karawang dengan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Karena kondisinya pak Jaja dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karawang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini Pak Jaja masih menjalani perawatan di RSUD Karawang dengan diagnosa NSTEMI atau dikenal dengan serangan jantung dan PPOK atau penyakit paru-paru kronis. Selama di RSUD, Ibu Rukiah yang bekerja sebagai ibu rumah tangga mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan biaya hidup. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga pak Jaja, bantuan dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya hidup selama di Rumah Sakit. Semoga Pak Jaja diberikan kesabaran dalam menjalani pengobatan dan segera dipulihkan kesehatannya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin@zerinabanu@giantosu@giantosu

Pak Jaja menderita NSTEMI + PPOK


ROSADI BIN TAMA (28, Ca Nasofaring). Alamat : Dusun Tegal Buah, RT 3/1, Desa Ciptamargi, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Bapak Rosadi merasakan sakitnya pada awal bulan Oktober 2016 yang lalu.  Keluhannya sakitnya dirasakan pada bagian leher atas sebelah kiri disertai tumbuhnya bisul kecil. Beliau kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas Cilebar, dan hanya di beri obat pereda nyeri saja. Sebulan kemudian bisulnya semakin bertambah besar tapi beliau tidak memperdulikan sakitnya.  Atas desakan istrinya melihat benjolannya yang semakin bertambah besar, awal bulan Februari 2017 Pak Rosadi kembali memeriksakan diri ke Puskesmas Cilebar dan di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang dan didiagnosis Kanker Nasofaring, selanjutnya pak Rosadi dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Santosa Bandung Central. Alhamdulillah  Pak Rosadi melanjutkan pengobatannya  ke RSU Santosa Bandung Central denan menggunakan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Karawang dan sudah menjalani kemo yang kedua dari beberapa tahapan yang harus dijalaninya. Walau menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk pengobatannya, namun penghasilan Pak Rosadi sebagai buruh harian lepas dan istrinya Ibu Wiwi (23) sebagai ibu rumah tangga bahkan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Santunan lanjutan kembali disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 968. Semoga Pak Rosadi diberikan kelancaran dalam menjalani pengobatan dan diberi kesembuhan. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @shofwanza @etydewi2

Pak Rosadi menderita ca nasofaring


ENDAR BIN DATI (53, Ca Colon). Alamat: Dusun Langseb RT 6/1, Desa Kertaharja, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Sejak awal tahun 2014, Bapak Endar merasakan adanya benjolan pada perut bagian bawah, yang semakin membesar dan kelamaan terasa sakit dan mengganggu. Pak Endar memeriksakannya ke Puskesmas terdekat dan mendapat rujukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Menjalani serangkaian pemeriksaan Pak Endar diketahui menderita Ca Colon yang dalam bahasa umum dikenal dengan kanker usus besar dan disarankan untuk menjalani operasi. Operasi berjalan dengan baik dan selanjutnya disarankan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menjalani kemoterapi. namun karena keterbatasan biaya, pak Endar tidak berangkat ke RSHS. Pada November 2016 lalu, Pak Endar mengeluhkan sakit mual, kembung dan terasa nyeri di tempat yang sama pasca operasinya. Pak Endar beranggapan karena rutinitasnya yang beratlah yang memicu sakit pada perutnya tersebut. Pak Endar kembali menjalani perawatan selama 1 minggu di RSUD Kabupaten Karawang disebabkan nyeri pada perutnya yang sudah tidak tertahankan. Pak Endar yang kini telah kembali kerumahnya, masih menunggu jadwal CT Scan di RSHS Bandung. Istrinya Ibu Muhlisoh (48) yang sehari-hari mengurus rumah tangga dirumah menuturkan, sehari-hari suaminya bekerja sebagai Buruh Tani dengan penghasilan yang terbilang kurang. Walau selama berobat beliau menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, namun beliau kesulitan mencari dana untuk biaya transportasi selama berobat. Santunan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya transportasi dan bekal selama beliau dirawat. Bantuan lanjutan masuk dalam Rombonga 973. Semoga ikhtiar Pak Endar membuahkan hasil berupa kesembuhan dan terus semangat menyelesaikan tahapan penyembuhannya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu Kosasih @etydewi

Pak Endar menderita ca colon


DIMAS BIN AHMAD HIDAYAT (3, Penurunan Daya Imun Tubuh + Gizi Buruk + Bronchopneumonia). Alamat : Desa Linggarsari, RT 4/2, Kelurahan Linggarsari, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Saat menginjak usia 1.5 tahun, kesehatan Dimas semakin lama dirasa semakin menurun. Seringkali ia mengalami batuk dahak berkepanjangan serta mengalami demam yang disertai menggigil. Dimas juga sering kali mengalami buang air besar terus menerus setiap kali tubuhnya menerima asupan makanan. Berat badannya pun susah bertambah bahkan cenderung semakin menurun saja. Melihat hal ini ibundanya pun membawa Dimas ke Puskesmas, Dokter mendiagnosa ia menderita gizi buruk disertai infeksi akut pada jaringan paru-parunya, atau yang biasa dikenal dengan Bronchopneumonia dikarenakan penurunan daya imun tubuhnya. Dimas sebelumnya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karawang selama 3 minggu, setelah itu Dimas diizinkan pulang untuk selanjutnya mendapatkan rawat jalan. Kemudian pada pertengahan bulan Maret 2017 kondisi Dimas menurun karena diare sehingga perlu dirawat di RSUD Kabupaten Karawang selama seminggu, selanjutnya mendapatkan rawat jalan. Dimas yang hidup hanya bersama ibunya Imas Pratiwi (20), merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak Oktober tahun 2016. Walaupun menggunakan fasilitas kesehatan JKN-KIS Mandiri Kelas III namun Ibu Imas mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, dan biaya akomodasi untuk mengantar Dimas berobat ke Rumah Sakit. Alhamdulillah keadaan Dimas semakin membaik dan berat badannya pun bertambah,  santunan lanjutan kembali disampaikan untuk membantu Dimas membayar iuran BPJS, membeli susu dan biaya makan sehari-hari di rumah sakit. Ibunda Dimas mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah disampaikan. Harapan kami semoga kondisi Dimas semakin terus membaik. Santunan sebelumnya telah disampaikan dan tercatat dalam Rombongan 953.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @muhammadrifai

Dimas menderita penurunan daya imun tubuh + gizi buruk + bronchopneumonia


MTSR JAKARTA  (B 1409 SZJ, Pembelian Light Bar MTSR ). Sejak bulan November tahun 2014, Sedekah Rombongan Jakarta dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kotamadya DKI Jakarta yang terbagi menjadi 5 wilayah, tentu saja MTSR Jakarta harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Jakarta. Dalam minggu ini, MTSR Bekasi sudah beberapa kali mengantarkan pasien dari RSSR Jakarta ke Lampung serta Banten serta sebaliknya banyak lagi aktivitas pergerakan MTSR Jakarta yang begitu padat. Dengan padatnya jadwal MTSR Jakarta membuat Light Bar dan Sirine yang terpasang di MTSR Jakarta mengalami kerusakan dan harus dilakukan penggantian Ligh Bar agar MTSR dapat beroperasi  normal dalam mengantar atau menjemput pasien – pasien dampingan Sedekah Rombongan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan telah menyampaikan biaya untuk pembelian Light Bar serta untuk service dan pembelian spare part sirine untuk MTSR Jakarta. Insya Allah, MTSR Jakarta akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah DKI Jakarta dan Sekitarnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 2 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @Omguguh @rexy_eas

Pembelian Light Bar MTSR


ENDANG SUMARNA (54, Ca Rectum). Alamat : Kampung Karajan RT 6/1, Desa Gintung, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang. Awalnya Pak Endang Sumarna mengeluh sering susah buang air besar (BAB) bahkan terkadang disertai dengan darah dan lendir. Keluhan lainnya adalah nyeri perut disertai demam, mual dan muntah. Pertengahan bulan Juli 2016 sakit yang dirasakan sudah tidak tertahankan lagi, bahkan air seni beliau sudah bercampur dengan kotoran. Pak Endang kemudian dibawa ke Klinik Yakesti Karawang dan dokter menyarankan untuk di bawa ke Rumah Sakit Citra Sari Husada (RSCSH) Karawang. Dokter RSCSH melakukan pemeriksaan dan menduga terdapat benjolan di rectum Pak Endang sehingga dirujuk ke klinik bedah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Menjalani serangkaian pemeriksaan, diantaranya kolonoskopi dan CT Scan, Pak Endang diduga menderita Tumor Ganas. Beliau kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Hasil biopsi menunjukkan Kanker Usus Besar bagian Rectum (Ca Rectum) Pak Endang sudah melekat pada kandung kemih. Pak Endang merupakan buruh bongkar muat kayu di pabrik sedangkan istrinya Leno (34) bekerja sebagai asisten rumah tangga. Mereka mempunyai dua orang anak yang dititipkan di keluarganya di daerah Sukabumi. Jaminan kesehatan yang dimiliki saat ini adalah JKN-KIS Mandiri. Ketika beliau berada di rumah singgah untuk menunggu tindakan pengobatan selanjutnya, kondisi kesehatan Pak Endang menurun sehingga mengharuskan untuk kembali menjalani perawatan. Alhamdulillah bantuan lanjutan dari para sedekaholic pun kembali disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Banatuan sebelumnya masuk di Rombongan 968. Semoga Pak Endang diberikan kekuatan dan kesabaran dalam mencapai kesehatannya kembali, Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @cucudjuanda @giantosu

Pak Endang menderita ca rectum


RIKA MAELANI (25, Tuberculosis Tulang). Alamat: Kp. Krajan, RT 1/1, Desa Ciptasari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rika adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan asal Kabupaten Karawang. Ibu dua orang putri ini, menderita kelumpuhan sejak tahun 2013. Berbagai upaya dilakukan demi kesembuhannya selama 2 tahun namun belum membuahkan hasil, hingga Ibu Rika dan keluarganya pun pasrah menerima keadaan. Setahun lalu Ibu Rika berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang, kemudian Dokter merujuknya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung, Ibu Rika dinyatakan positif mengidap Tuberculosis Tulang. Ibu Rika yang berharap kesembuhannya melalui jalan operasi, Alhamdulillah pada tanggal 20 Maret 2017 lalu, berhasil menjalani tindakan operasi dengan lancar dan masih menjalani perawatan pasca operasinya di RSHS Bandung kondisinya semakin membaik. Suami Ibu Rika, Bapak Andi Nugroho (37) sehari-hari mendampingi istrinya di RSSR Bandung terlihat sangat bahagia melihat istrinya yang selama ini sangat menanti pelaksanaan operasi. Selama istrinya sakit beliau tidak dapat mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga, karena selalu mendampingi Ibu Rika di Rumah Singgah Sedekah Rmbongan (RSSR) Bandung. Sedang sehari-hari kedua putrinya yang masih kecil dititipkan keluarga di Karawang. Untuk biaya pengobatannya, beliau menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, namun untuk memenuhi biaya kebutuhan sehari-hari masih banyak kekurangan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk kebutuhannya selama dirawat di RSHS Bandung. Semoga Bu Rika pulih dengan cepat pasca operasinya dan bisa  berkumpul kembali dengan anak-anak tercinta di rumah. Bantuan sebelumnya masuk ke dalam Rombongan 975.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Maret  2017
Kurir : @ddsyaefudin@zerinabanu@cucudjuanda@etydewi2

Rika menderita tuberculosis tulang


SAFA WARDATU SYARIFAH (7, Atresia Ursula Vaginalis). Alamat : Kp. Sinduk Hilir, RT 7/1, Desa Nangerang, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Tepatnya pada tahun 2010 Dek Safa lahir ke dunia, kedua orangtuanya tidak sadar bahwa Dek Safa tidak memiliki lubang anus, namun suatu ketika Dek Safa mengeluarkan tinjanya lewat vagina, barulah diketahui bahwa Dek Safa tidak memiliki lubang anus. Setelah umur 1,5 bulan, Dek Safa dibawa periksa ke Dr. Djatnika di Purwakarta, hasil diagnosa mengharuskan Dek Sofa dilakukan tindakan operasi colostomy, yakni memindahkan saluran anus ke pinggang, dan membuat lubang di pinggangnya tersebut. Setelah operasi pertama berhasil, Dek Safa dirujuk ke RSHS Bandung untuk menjalani operasi kedua. Operasi kedua ini merupakan tindakan melubangi anus, operasi tersebut pun berhasil. Kini ia diharuskan menjalani operasi ketiga, yakni pemindahan saluran usus ke anus yang sudah dilubangi tadi. Namun hingga saat ini operasi belum juga dilakukan, karena jadwal di RSHS selalu penuh. Sedangkan untuk pulang pergi mencari tahu ruangan pun membutuhkan akomodasi yang tak sedikit, ditambah Dek Safa harus mengganti kantong feses di pinggangnya setiap minggu, dan kantong tersebut tidak ditanggung BPJS. Ayahnya yang merupakan seorang buruh serabutan merasa keberatan dengan akomodasi biaya ikhtiar pengobatan Dek Safa. Alhamdulillah dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dek Sfa dan orangtua. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan Dek Safa. Semoga Allah membalas semua kebaikan para sedekaholics, dan Allah sembuhkan Dek Safa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Jamaluddin

Safa menderita atresia ursula vaginalis


DEDEH JUARIAH (64, Diabet + Jantung + Asam lambung). Alamat: Jalan Amir Machmud, Gg. H. Mustopa No. 176, Desa Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat. Sejak bulan Januari 2010, Ibu Dedeh sering mengalami pingsan, dan setelah diperiksa di RS Cibabat – Cimahi, diketahui bahwa ia mengidap penyakit diabet, jantung dan asam lambung. Ibu Dedeh adalah seorang janda yang tinggal dan dirawat oleh anak dan menantunya di rumah kontrakan. Setelah melakukan beberapa pemeriksaan dan berobat di beberapa rumah sakit, dengan menggunakan fasilitas BPJS, sampai saat ini kondisinya kesehatannya belum juga membaik. Menantunya bekerja sebagai PSG di sebuah super market, dan dengan penghasilannya yang terbatas itu, ia sering mengalami kesulitan untuk memiliki biaya transportasi dan akomodasi berobat. Bahkan untuk biaya sehari-hari dan mencukupi kebutuhan Ibu Dedeh pun sering dibantu saudara-saudaranya. Kesulitan ekonomi itulah yang menyebabkan Ibu Dedeh tidak bisa melakukan chek-up dan berobat rutin. Padahal, berdasarkan anjuran dokter, seharusnya Ibu Dedeh melakukan chek-up dan berobat rutin setiap minggu. Kabar duka keluarga dhuafa itu sampai kepada Sedekah Rombongan melalui kabar dari Bapak Asep Sudibyo, yang disampaikannya kepada Kurir Sedekah Rombongan. Syukur Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan Ibu Dedeh dan keluarga di rumah kontrakannya. Pada kunjungan pertama itu, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan uang dari para Sedekaholics yang berempati dengan kesulitan mereka. Dan menjadikannya sebagai pasien dampingan #SR. Bantuan melalui Sedekah Rombongan itu diberikan untuk membantunya biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari Ibu Dedeh. Pada bulan April 2017, Kurir #SR kembali mengunjungi Ibu Dedeh dan melihat perkembangna kondisinya. Karena ia masih memerlukan bantuan, pada kesempatan itu kurir #SR kembali  menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu biaya pengobatannya. Mudah-mudahan bantuan para dermawan melalui Sedekah Rombongan ini dapat meringankan beban hidup Ibu Dedeh dan keluarganya, menjadi jalan bagi kesembuhan Ibu Dedeh, dan menjadi amal shaleh yang mendapat penggantian lebih baik dari Allah SWT. Aamin ya robbal ‘aalamiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 948.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin  @azepbima  @lisdamojang @trietan

Bu Dedeh menderita diabet + jantung + asam lambung


NIZAM MAULANA (1, Labiopalatoschizies). Alamat : Dsn. Surian, RT 10/5, Ds. Karangpaninggal, Kec. Panawangan, Kab. Ciamis, Prov. Jawa Barat. Nizam merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan yang menderita labiopalatoschizies atau bibir sumbing. Nizam telah menjalani perawatan dengan dampingan seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soekardjo Tasikmalaya. Pada bulan November 2016, Nizam telah menjalani operasi untuk pertama kalinya di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Operasi berjalan dengan lancar dan Nizam harus tetap melakukan kontrol rutin pada waktu yang ditentukan oleh RSUD dr. Soekardjo dan dihubungkan dengan RSUD Ciamis. Alhamdulillah kesehatan Nizam kali ini membaik. Rencananya Nizam akan diperiksa lagi pada 2 Mei 2017 di RSUD Ciamis. Kedua orang tua Nizam, Bapak Lukmanul Hakim (37) dan Ibu Eti Rohaeti (34) merasa agak keberatan dan terbebani karena masalah tersebut. Maklum saja, pendapatan harian Bapak Lukmanul Hakim sebagai seorang buruh tani hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Nizam menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas III untuk menjalani perawatan medis. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa menyampaikan santunan keenam kepada Nizam untuk biaya transportasi ke RSUD Ciamis dan beli obat. Semoga kondisi Nizam semakin membaik. Aamiin. Sebelumnya Nizam adalah pasien Rombongan 981.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @jaudymedia

Nizam menderita labiopalatoschizies


HOLISOH OMAH (18, Hydrocepalus). Alamat : Dsn. Sidahurip, RT 2/5, Ds. Cintakarya, Kec. Parigi, Kab. Pangandaran, Jawa Barat. Pada usia 5 bulan, Holisoh menderita panas tinggi (step) diikuti kejang-kejang. Oleh orang tuanya lalu di bawa ke RSUD Banjar. Menurut Dokter, Holisoh menderita Hidrocepallus. Saat itu di sarankan dilakukan operasi ke RSHS Bandung dgn biaya sekitar 50 jutaan. Krn kendala biaya, akhirnya tdk di bawa ke Bandung. Sejak pemeriksaan tsb sampai sekarang Holisoh belum pernah pergi ke RS lagi. Kepalanya semakin membesar dan bicara pun agak gagap. Akhir-akhir ini Holisoh sering mengalami kejang-kejang. Waktunya pun tidak tentu, pernah ketika mandi Holisoh mengalami kejang dan jatuh tidak sadarkan diri sehingga kepalanya terbentur lantai. Holisoh memiliki jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Holisoh adalah anak yatim, ibunya Omah (59) sebagai tulang punggung keluarga dengan pekerjaan buruh tani. Pendapatan ibu Omah hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari sehingga belum pernah melakukan pemeriksaan medis lagi. Atas ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan Pangandaran dipertemukan dengan Holisoh dan memberikan bantuan untuk akomodasi dan transportasi pengobatan ke puskesmas dan RSUD. Holisoh dan keluarga merasa sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan Sedekah Rombongan. Semoga Holisoh diberikan kesembuhan dan kesehatan seperti remaja seusianya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 14 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @ramlannugraha

Holisoh menderita hydrocepalus


MTSR  WONOGIRI (B 1732 KZH, Biaya Operasional Bulan Januari 2017). Keberadaan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan sangat membantu sekali pergerakan dan aktivitas pendampingan pasien SR oleh tim Sedekah Rombongan di wilayah Surakarta. Service rutin untuk penggantian oli mobil, perseneleng, oli kaki – kaki, onderdil filter bensin serta perbaikan AC pun kita lakukan untuk agenda terjadwal. Sehingga, kondisi Mobil Tanggap Sedekah Rombongan akan selalu prima, sehat dan bisa digunakan dengan baik. Hampir setiap hari dalam satu minggu, dua MTSR selalu bergerak untuk mendampingi pasien dampingan kontrol ke rumah sakit di Moewardi Solo. Dan ini pun kita lakukan secara bersamaan, bisa jadi dalam satu hari perjalanan pulang pergi Wonogiri kota – Solo sekitar 100 kilometer. Ini pun jarak terhitung dari Kecamatan Wonogiri, padahal pasien kita berasal dari beberapa kecamatan di Kabupaten Wonogiri yang cakupannya cukup jauh. Dalam satu bulan operasional dua MTSR pun tidak sama, tergantung seberapa besar serta tingginya mobilitas. Semua kebutuhan ini kami laporkan dalam laporan rutin biaya operasional Mobil Tanggap Sedekah Rombongan, dan tentunya ini tercatat dalam loog book MTSR dimana dalam penggunaan MTSR tersebut sesuai dengan SOP yang telah menjadi aturan serta kesepakatan penggunaan anggaran untuk biaya operasionalnya. Demikian laporan operasional bulan Januari 2017 untuk pergerakan Sedekah Rombongan di Kabupaten Wonogiri.

Biaya : Rp. 4.381.600,-
Tanggal : 29 Januari 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Allteam

Biaya operasional bulan Januari 2017


SUPANDI AGUS (70, TBC). Alamat : Dsn. Sukasari RT 35/9, Ds. Sukanagara, Kec. Padaherang, Kab. Pangandaran, Prov. Jawa Barat. Supandi adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan yang menderita TBC. Sekitar 1,5 tahun lalu Supandi diketahui mengidap TBC. Sejak saat itu Supandi belum pernah melakukan pemeriksaan ke puskesmas. Badannya kini mudah lelah, apabila bekerja terlalu lama kepala menjadi pusing dan sesak nafas. Akhir-akhir ini Supandi juga terkena musibah jatuh yang menyebabkan tangan kanannya patah. Supandi adalah tulang punggung bagi istrinya Sumini (60) dan cucunya Agus (8). Bapaknya Agus sudah meninggal karena kecelakaan dan ibunya menghilang tidak ada kabar. Supandi bekerja sebagai buruh tani. Tahun ini sawahnya terkena banjir sehingga gagal panen. Praktis dengan kondisi penyakit dan tangannya yang patah, Supandi tidak bisa bekerja seperti biasa. Supandi memiliki jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS), namun karena pendapatannya yang hanya cukup untuk kebutuhan pokok sehari-hari dan jarak rumahnya yang jauh dari puskesmas, Supandi belum pernah dilakukan pemeriksaan medis lagi. Atas ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan Pangandaran dipertemukan dengan Supandi dan memberikan bantuan untuk pemeriksaaan radiologi di klinik, serta biaya transport dan akomodasi selama pengobatan ke puskesmas. Pak Supandi dan keluarga merasa sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan Sedekah Rombongan, semoga Pak Supandi dapat kembali sehat seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @ramlannugraha

Pak Supandi menderita TBC


GINA KARISMA (10, Gangguan Syaraf Otak). Alamat : Dusun Pagadungan, RT 11/05, Desa Pager Bumi, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Neng Gina putri dari Bapak Sutarna (56) dan Ibu Mimin (44) adalah Pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Pangandaran. Neng Gina menderita gangguan Syaraf Otak sejak setahun yang lalu, akibat benturan kepala waktu bermain dengan temannya di sekolah, menurut diagnosa Dokter Syaraf RSU Banjar harus menjalani rawat jalan selama dua tahun dan sekarang harus rutin dua minggu sekali kontrol, karena keterbatasan biaya keluarga hanya bisa pasrah menerima kenyataan tersebut. Neng Gina memiliki jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dibiayai pemerintah. Atas ijin Alloh kurir Sedekah Rombongan Pangandaran dipertemukan dengan Neng Gina ikut memberikan bantuan lanjutan untuk transportasi dan akomodasi untuk kontrol ke RSU Banjar. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 981. Neng Gina dan keluarganya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang di sampaikan Sedekah Rombongan, semoga Neng Gina dapat kembali sehat seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @indarkusnandar

Gina menderita gangguan syaraf otak


MIDAH ISTIKOMAH (26, Radang Sendi) Dusun Cikarees, RT 6/2, Desa Harum Mandala, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Neng Midah adalah Pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan, beliau menderita Radang Sendi sejak dua belas tahun yang lalu,kini keadaannya mulai membaik setelah dilakukan operasi pengambilan pen di rumah sakit Siaga Medika Purwokerto. Neng Midah bersama Ibunya Munawaroh (42) yang hanya seorang janda dan berpenghasilan tidak menentu harus tinggal di rumah kontrakan yang alhamdulillah di danai oleh Sedekah Rombongan selama satu bulan, dikarenakan operasi pengambilan Pen yang kedua dan menjalani kontrol pasca operasi. Midah memiliki jaminan kesehatan BPJS Mandiri yang selama ini masih di biayai oleh seorang donatur. Atas ijin Alloh kurir Sedekah Rombongan Pangandaran dipertemukan dengan Neng Midah ikut memberikan bantuan untuk akomodasi dan transportasi. Dan atas ijin Alloh pula kurir Pangandaran bisa mempertemukan Midah dengan kurir Sedekah Rombongan Purwokerto yang ikut andil menempatkan Midah di Rumah Singgah dan membantu mengantarkan Midah kontrol ke RSU Siaga Medika karena jarak pengambilan Pen ketiga hanya berselang satu bulan maka kurir Pangandaran dan Purwokerto berinisiatif menempatkan tinggal di Rumah Singgah. Neng Midah dan keluarganya merasa sangat terbantu juga terharu dengan bantuan lanjutan yang disampaikan Sedekah Rombongan. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 925. Semoga Neng Midah dapat kembali sehat seperti sedikala.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 5 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhierdha @indarkusnandar.

Bu Midah menderita radang sendi


SOLEHUDIN BIN ANHAIP ( 67, Asma + Jantung ). Alamat : Dusun Sukamaju, RT 6/3, Desa Cileungsir, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Bapak Solehudin adalah Pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Ciamis. Pak Solehudin ini  sering kena gejala sesak nafas dari beberapa tahun yang lalu. Ia menganggap akibat kebiasan merokoknya dahulu. Sampai kini kambuh lagi dan sesaknya yang teramat sangat. Oleh keluarga dibawa ke Puskesmas Rancah, dan setelah satu hari di UGD, oleh dokter puskesmas harus dirujuk ke RSUD Ciamis. Hasilnya, menurut diagnosa Dokter RSUD Ciamis ia terkena penyakit Jantung harus menjalani rawat jalan selama satu minggu lebih, dan sekarang harus rutin dua minggu sekali kontrol, karena keterbatasan biaya keluarga hanya bisa pasrah menerima kenyataan tersebut. Pak Solehudin ini tinggal bersama istrinya Engkas (60). Pak Solehudin sudah tidak bisa mencari nafkah, hanya membantu istrinya yang membuat dagangan kecil-kecilan untuk di edarkan di warung terdekat. Pak Solehudin memiliki jaminan kesehatan BPJS yang dibuatkan oleh anaknya yang telah berumah tangga dan tinggal di Bekasi. Atas ijin Alloh kurir Sedekah Rombongan Ciamis dipertemukan dengan Bapak Solehudin dan   ikut memberikan bantuan untuk transportasi dan akomodasi untuk kontrol ke RSUD Ciamis. Pak Solehudin dan keluarganya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang di sampaikan Sedekah Rombongan, semoga Pak Solehudin dapat kembali sehat seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @zezenzn

Pak Solehudin menderita asma +jantung


DODO SUHADA (42, Depresi Berat). Alamat : Dusun Manis RT 3/1, Desa Purwawinangun, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Dodo adalah salah seorang pasien yang menderita depresi. Depresi yang beliau alami masuk ke dalam kategori depresi berat. Beliau mulai depresi semenjak kedua orang tua beliau meninggal dunia. Beliau merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Sayangnya akibat dari meninggalnya kedua orang tua, dua orang kakaknya pun sama mengalami depresi, namun hanya depresi ringan. Bapak Dodo sering mengalami halusinasi dan selalu mengurung diri di kamar ataupun di kamar mandi. Kandang-kadang, beliau menghabiskan waktu sehari penuh di kamar mandi. Selain itu, tak jarang beliau sering kabur dari rumah. Bapak Dodo  pernah melakukan pengobatan di poli jiwa bersama kedua kakaknya, itu pun di biayai oleh Bapak RT setempat. Akan tetapi pengobatan hanya dilakukan sebanyak 2 kali karena terkendala biaya dan tidak adanya jaminan kesehatan. Semenjak pengobatan yang kedua hingga sekarang, tidak ada perubahan sama sekali berkenaan dengan kondisi kesehatan Bapak Dodo. Untuk makan sehari-hari, beliau diberi oleh warga sekitar atau perhatian dari Bapak RT seadanya. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Bapak Dodo sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya hidup sehari-hari. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk beliau. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Peniasih

Pak Dodo menderita depresi berat


YUTI BINTI RUKYANTO (12, Suspect Tonsilitis). Alamat : RT 5/2, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Yuti adalah seorang remaja yang saat ini baru menginjak usia 12 tahun. Ia merupakan salah satu siswi di sebuah Sekolah Dasar Negeri di daerahnya. Saat ini, kesehatan Yuti sedang terganggu karena ada benjolan di bagian lehernya atau bahasa medisnya dikenal dengan tonsilitis. Awalnya ketika usia Yuti baru 10 tahun, ia sering sakit-sakitan. Ia sering mengalami batuk-batuk yang disertai panas tinggi. Selain itu, terdapat benjolan kecil di leher Yuti. Hal tersebut membuat Yuti selalu dibawa berobat jalan ke bidan desa terdekat.  Sayangnya tidak ada perubahan sama sekali. Semakin lama, karena benjolan kecil di leher semakin terlihat akhirnya ia dibawa ke dokter yang praktek di daerah tempat tinggalnya. Menurut dokter, benjolan tersebut adalah amandel yang membengkak sehingga menyebabkan sering batuk dan juga panas tinggi. Akibat sering sakit, berat badan Yuti semakin hari semakin menyusut. Di usia Yuti yang saat ini menginjak 12 tahun, benjolan tersebut bertambah menjadi 2. Bahkan benjolannya semakin membesar. Akan tetapi kedua orang tua Yuti belum bisa membawanya ke rumah sakit untuk memeriksakan benjolan tersebut. Biarpun Yuti memiliki jaminan kesehatan jenis JKN-KIS PBI, kedua orang tuanya tidak memiliki biaya transportasi ke rumah sakit. Kedua orang tua Yuti, Bapak Rukyanto (49) dan Ibu Rastinah (45) adalah seorang buruh harian lepas. Bapak Rukyanto bekerja sebagai seorang buruh tani dengan penghasilan minim. Ibu Rastinah pun ikut bekerja sebagai pencari rumput demi memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Yuti sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada Yuti untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Semoga Allah mempermudah jalan bagi Yuti untuk mendapat kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @mayasyaroh87

Yuti menderita suspect tonsilitis


CASRIAH BINTI HASAN KOID (62, Pengeroposan Tulang). Alamat : Dusun Kliwon RT 10/1, Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Casriah merupakan pasien yang mulai sakit sejak 4 tahun lalu. Berawal dari kebiasaan beliau memulai aktifitas pada dini hari. Hal tersebut dikarenakan beliau berjualan nasi setiap pagi hingga akhirnya harus mulai memasak pada pukul 01.00 dini hari. Aktifitasnya tersebut membuat kondisinya semakin lama semakin turun. Hingga pada suatu ketika tiba-tiba kaki beliau terasa kaku dan tidak bisa lagi menopang tubuhnya. Sejak saat itu Ibu Casriah tidak bisa berjalan seperti semula. Beliau belum pernah memeriksakan kondisi kesehatannya ke rumah sakit. Beliau hanya berobat seadanya ke mantri desa. Saat ini, kondisi beliau tidak bisa berjalan dan maagnya pun sering kambuh. Sebetulnya, beliau memiliki kartu jaminan kesehatan jenis JKN-KIS PBI namun beliau tidak memiliki biaya transportasi dan membeli vitamin tulang yang seharusnya sudah beliau konsumsi sejak lama. Alhamdulillah Allah Maha Baik sehingga mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Casriah. Santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk transportasi ke rumah sakit dan membeli vitamin. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk Ibu Casriah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 April 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Winda

Bu Casriah menderita pengeroposan tulang


AUDI ADARA KINANTI (1, Penyempitan Usus). Alamat : RT 1/2, Desa Cimara, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Audi adalah seorang bayi yang baru lahir pada tanggal 8 Februari 2017 lalu. Beberapa hari setelah dilahirkan, kondisi kesehatan Audi sedikit terganggu. Gejala yang ia alami berupa perut kembung dan tidak buang air kecil maupun buang air besar. Kedua orang tua Audi, Bapak Dede Umbara (25) dan Ibu Dini Meriyanti (23) sudah berikhtiar demi kesehatan Audi dengan membawanya ke rumah sakit agar Audi mendapat perawatan intensif. Audi sudah menjalani perawatan di dua rumah sakit, yaitu RS KMC Luragung dan RS Gunung Jati Cirebon. Pihak rumah sakit menjelaskan, bahwa Audi harus segera menjalani operasi. Saat ini kondisi Audi Alhamdulillah sudah tidak kembung dan bisa buang air kecil, akan tetapi ia masih tidak bisa buang air besar. Rencananya, Audi akan dibawa ke RS Gunung Jati Cirebon untuk pengobatan lanjutan. Kedua orang tua Audi baru saja membuat jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3 untuk meringankan biaya pengobatan Audi, sayangnya kartu BPJS tersebut belum bisa digunakan. Ayah Audi, Bapak Dede (25) hanya seorang buruh bangunan dengan pendapatan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sedangkan saat ini dibutuhkan biaya lebih untuk transportasi sekaligus akomodasi ke Cirebon demi kesembuhan Audi. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Audi, sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada Audi untuk biaya transportasi dan akomodasi. Semoga Allah segera memberi kesembuhan untuk Audi. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji @mayasyaroh87

Audi menderita penyempitan usus


MIMIN AMINAH (61, Kanker Cervix Grade 2). Alamat : Kampung Pahing, RT 3/2, Kelurahan  Sukamulya, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Mimin Aminah biasa di panggil Ibu Mimin. Beliau terkena penyakit yang cukup berbahaya, yaitu Kanker Cervix yang sudah stadium 2. Kanker Cervix yaitu kanker yang muncul pada leher rahim. Berawal dari tiga bulan lalu, selepas Subuh beliau mendadak sakit dengan gejala berupa badan yang menggigil dan sesak nafas. Kemudian, pihak keluarga membawa beliau ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Disana beliau tidak menjalani rawat inap, namun hanya menjalani rawat jalan karena kamar penuh. Selang satu bulan, beliau sering mengalami pendarahan pada bagian intim. Setelah diperiksa, beliau ternyata terkena kanker cervix grade 2 dan disarankan untuk melanjutkan pengobatan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun, beliau tidak memiliki biaya lebih untuk pengobatan lanjutan.  Kemudian Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Mimin, dan membawa beliau berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ibu Mimin harus menjalani kemoterapi terlebih dahulu sebelum menjalani operasi. Pada tanggal 29 april 2017, Ibu Mimin menjalani kemoterapi yang ketiga, sebelumnya beliau melakukan pemeriksaan terlebih dahulu ke poli syaraf dan menjalani cek lab. HB Ibu Mimin juga sempat turun, Alhamdulillah Ibu Mimin tetap bisa melanjutkan kemoterapinya setelah melakukan beberapa serangkaian pemeriksaan. Ibu Mimin memiliki kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun, untuk biaya sehari hari di rumah sakit beliau merasa kesulitan. Suami beliau Bapak Enon Suhanan (70) hanya bekerja sebagai seorang buruh harian lepas dengan pendapatan yang sangat minim. Alhamdulillah, atas ijin Allah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan keempat untuk biaya akomodasi selama di rumah sakit. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Ibu Mimin. Aamiin. Sebelumnya Ibu Mimin masuk kedalam Rombongan 967.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Bu Mimin menderita kanker cervix grade 2


SUNARSIH BINTI SOMADI (52, Tumor Paru – Paru). Alamat : Dusun 1 Cipondok, RT 6/2, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu rumah tangga yang biasa dipanggil Ibu Sunarsih ini menderita penyakit paru-paru basah dan merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Kuningan. Penyakit tersebut beliau derita sejak beberapa bulan terakhir. Beliau sering mengeluhkan sakit pada bagian dadanya yang disertai dengan batuk-batuk bahkan sesak nafas. Selama ini beliau berobat jalan ke dokter umum yang ada di daerah tempat tinggalnya. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, kurir Sedekah Rombongan Kuningan bisa membawa beliau ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Berdasarkan pemeriksaan tim medis, beliau harus melakukan operasi pemasangan selang dari paru – parunya untuk menyedot cairan, karena kondisi paru-parunya sudah penuh dengan air bahkan jantungnya sudah bengkak. Oleh karena itu, beberapa waktu lalu beliau telah menjalani rawat inap di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Pasca menjalani rawat inap, tim medis menyarankan beliau agar segera menjalani pemeriksan ke Rumah Sakit Persahabatan Jakarta untuk pengobatan lanjutan. Pada tanggal 6 Desember 2016 Kemarin, Ibu Sunarsih didampingi kurir Sedekah Rombongan Kuningan melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta. Dari hasil pemeriksaan tim medis rumah sakit, bahwa ada tumor di paru – paru Ibu Sunarsih. Ibu Sunarsih telah melakukan beberapa serangkaian pemeriksaan lagi sebelum dilakukan tindakan operasi. Dan pada tanggal 14 April 2017, Ibu Sunarsih telah menjalani endoskopi. Saat ini sambil menunggu hasil, Ibu Sunarsih menginap di Rumah Singgah Sedekah Rombongan  (RSSR) Jakarta. Hampir satu bulan lebih Ibu Sunarsih menginap di RSSR, karna pengobatan beliau masih sangat panjang. Ibu Sunarsih terbantu dengan adanya kartu jaminan kesehatan BPJS mandiri kelas 3. Biarpun demikian, beliau membutuhkan biaya akomodasi selama di jakarta. Maklum saja, suami beliau Bapak Sutar (60) hanya bekerja sebagai seorang petani yang penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan saat ini tengah menemani istrinya berobat. Alhamdulillah atas ijin Allah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan ketujuh kepada Ibu Sunarsih untuk biaya akomodasi selama di Jakarta. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk beliau. Aamiin. Sebelumnya Ibu Sunarsih masuk ke dalam Rombongan 960.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Bu Sunarsih menderita tumor paru – paru


KARSINAH BINTI BANGSA (46, Infeksi Ginjal). Alamat : Dusun Cibiru, RT 1/ 5, Desa Sukadana, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Kesehatan seorang ibu rumah tangga yang biasa dipanggil Ibu Karsinah ini sedang terganggu. Awalnya sejak beliau melepas KB 9 bulan lalu, Ibu Karsinah mulai merasakan gejala awal seperti sering sakit di bagian kepala hingga sering mengalami pendarahan hebat selama 9 bulan lamanya. Sayangnya, beliau tidak memberitahukan kondisi beliau kepada pihak keluarga.  Akan tetapi karena sakitnya semakin lama semakin parah dan membuat kondisi beliau turun, maka keluarga pun akhirnya tahu dan membawa Ibu Karsinah ke Puskesmas terdekat. Namun, pihak Puskesmas langsung merujuk beliau ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan. Kondisi beliau semakin mengkhawatirkan dengan wajah yang terlihat sangat pucat dan kaki mulai bengkak. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa Ibu Karsinah didiagnosa mengidap hipertensi, sakit jantung dan infeksi ginjal. Ibu karsinah harus menjalani cuci darah sebanyak dua kali dalam seminggu. Pada tanggal 24 Februari 2017 Ibu Karsinah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 karna kondisinya semakin menurun. Kemudian tim medis rumah sakit melakukan pemeriksaan jantung dan paru – paru. HB beliau turun dan beliau di transfusi menghabiskan 8 labu darah dalam masa perawatan 4 hari. Saat ini setelah satu bulan beliau tidak memeriksakan kondisinya ke rumah sakit, kondisi beliau semakin menurun dan hanya bisa terbaring di tempat tidur. Dalam menjalani pengobatan, Ibu Karsinah memanfaatkan kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Akan tetapi, beliau kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan lanjutan berupa cuci darah. Suami beliau, Bapak Darmin (47) hanya bekerja sebagai seorang buruh serabutan dengan penghasilan yang hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Karsinah. Akhirnya, santunan ketiga dapat disampaikan Sedekah Rombongan kepada Ibu Karsinah untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Satu hari setelah kurir Sedekah Rombongan Kuningan menjenguk beliau, takdir Allah berkehendak lain, beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Semoga Allah menempatkan beliau di sisi terbaik – Nya. Aamiin. Sebelumnya Ibu Karsinah masuk kedalam Rombongan 964.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Bu Karsinah menderita infeksi ginjal


RSSR MAGETAN, (Biaya operasional Rssr Magetan bulan Maret 2017). Rssr adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. RSSR hadir di Magetan sejak bulan Oktober 2015. Kami mengontrak rumah di Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan selama 2,5 tahun setelah 1 tahun sebelum nya berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomer 25 Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi Subuh bisa langsung berangkat ke Solo.  Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan makan pasien, rekening air, listrik, kebersihan dan prasarana lain  untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan Magetan selama bulan Maret 2017 setelah sebelum nya masuk rombongan 965

Jumlah Santunan : Rp 2.360.000
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Rssr Magetan bulan Maret 2017


MTSR MAGETAN (AE 8066 NE, Biaya Operasional Maret 2017). Mobil APV tahun 2008 dengan nomor polisi AE 8066 NE. adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Magetan dengan interior ambulance standart untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Magetan sejak 2 tahun lalu. Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan untuk menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Magetan seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng Gunung Lawu dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan Maret 2017 sebesar Rp 2.840.000 di gunakan untuk biaya ganti oli, pembelian 2 buah ban dan pembelian BBM. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic MTSR Magetan dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit. Sebelumnya laporan keuangan MTSR AE 8066 NE masuk pada rombongan 965.

Jumlah Bantuan : Rp 2.840.000
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional bulan Maret 2017


MTSR MAGETAN (AE 1495 KG, Biaya Operasional Maret 2017). Pada tanggal 12 Agustus 2016 Sedekah Rombongan wilayah Magetan kembali mendapat amanah dari warga setempat berupa satu unit mobil Luxio tahun 2012 yang di pergunakan sebagai MTSR di wilayah Magetan dan sekitarnya. Mobil standart penumpang tersebut di pergunakan untuk mempermudah bergerakan Kurir Sedekah Rombongan Di wilayah Magetan untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholic dan mengantar pasien damp, Yogya, Surabaya maupun Malang. Mtsr 2 digunakan juga Untuk mengoptimalkan mobilitas MTSR di Kota Kabupaten Magetan yang juga mengcover wilayah Kabupaten Ngawi, Ponorogo, Caruban dan sekitarnya. Kebutuhan BBM Servis rutin dan biaya Operasional lainya pastinya sangat di butuhkan. Bantuan kali ini pada bulan Maret 2017 sebesar Rp 2.185.000 di alokasikan untuk biaya servis, pembelian BBM dan ganti oli. Laporan keuangan Operasional MTSR AE 1495 KG sebelumnya masuk pada rombongan 965.

Jumlah Bantuan : Rp 2.185.000
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional bulan Maret 2017


MTSR MADIUN (B 1760 KHZ, Biaya Operasional Maret  2017). Mobil Gran Max tahun 2014 dengan nomor polisi B 1760 KHZ adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Madiun dengan eksterior ambulance untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Madiun sejak 3 Februari 2017 lalu telah dihibahkan oleh sedekaholics dan para kurir #SRWonogiri. Fungsinya adalah untuk Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Madiun dalam menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Madiun seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng gunung wilis dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan Maret 2017 sebesar Rp 2.250.000 digunakan untuk biaya pembelian BBM, ganti oli, pembetulan no.hotline MTSR dan cuci mobil setelah sebelum nya masuk rombongan 976. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic maka MTSR Madiun dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.250.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Biaya operasional bulan Maret 2017


REZA TRI ANDIKA (16, Uretral Stricture). Alamat : RT 22/04, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Uretral Stricture atau yang biasa dikenal dengan kesulitan untuk buang air kecil ini dimulai sejak empat tahun lalu Reza bermain sepeda bersama teman-temannya, ia terjatuh dari sepeda dan saluran kencingnya terbentur sadel sepeda yang menyebabkan Reza tidak dapat buang air kecil. Keluarga pun membawanya ke Puskesmas untuk bisa segera ditangani, lalu dirujuk ke RSUD Sayidiman Magetan. Karena peralatan medis yang kurang lengkap Reza dirujuk ke RS dr. Mowardi Solo untuk mendapat penanganan. Operasi telah dilakukan, namun ternyata Reza belum bisa buang air kecil melalui saluran kencing. Pengobatan dihentikan selama dua tahun karena keterbatasan biaya, Reza buang air kecil menggunakan selang yang di pasang di saluran kencingnya dan diganti setiap seminggu sekali sekali di RSUD setempat. Dokter menyarankan Reza melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk penanganan lebih lanjut. Reza telah direncanakan dokter untuk melakukan operasi akan tetapi menunggu lubang bekas operasi yang pertama menutup terlebih dahulu. Pada pertengahan bulan Januari, lubang bekas operasi Reza yang dulu telah tertutup dan akan dilakukanya operasi. Alhamdulillah, operasi Reza pun telah dilakukan dan berjalan lancar. Ayah Reza, Paiman (50) dan ibunya Panirah (48) yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu merasa sudah tidak sanggup membiayai pengobatan Reza, inilah kendala bagi keluarga ini. Sampai akhirnya Sedekah Rombongan mendengar kabar tentang Reza. Santunan ke lima telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transportasi dan uang saku selama kontrol rutin di Malang. Santunan sebelum nya telah masuk nomor rombongan 909, 935, 939 dan 965. Semoga Reza bisa segera sembuh dan sehat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 650.000,-
Tanggal : 12 April 2017
Kurir :  @MawanHananto @ErvinSurvive @Ronypratama

Reza menderita uretral stricture


SURATMI BINTI SAKIR, (58, Ca Mamae) Alamat : Dusun Wijel RT 2/4 Desa Sidorejo Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Perempuan berusia 58 tahun, Bu Ratmi namanya. Seorang ibu rumah tangga yang tinggal di tepi barat daerah Ngawi. Pada bulan awal tahun lalu, tahun 2016, Bu Ratmi mengalami kecelakan kerja saat bekerja sebagai penjual makanan diwarung dekat tambang batu, tangan kanannya patah, dan ia segera dilarikan ke Sangkal Putung untuk mendapatkan pertolongan. Tidak lama setelah ia dinyatakan sembuh, ia mengalami kecelakaan kembali saat bekerja, lagi lagi tangan kanannya patah, dia segera di larikan ke Rsud dr. Soedono Madiun dan ternyata akibat dari patah tulangnya itu, ditangan kanannya itu tumbuh tumor. Cobaan belum berhenti sampai disitu, bulan Mei 2016, dia didiagnosa dokter menderita kanker payudara stadium 4, dokter menganjurkan Bu Ratmi untuk segera melakukan operasi pengangkatan payudara. Tepat pada bulan Oktober 2016 bu Ratmi melakukan operasi pengangkatan kanker payudara. Tidak lama setelah operasi berhasil dilakukan, salah seorang kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi mengenai kondisi Bu Ratmi. Lalu diadakan survei dan Bu Ratmi mendapatkan bantuan dampingan. Sekarang ia melakukan Kemoterapi dan Kontrol didampingi oleh kurir Sedekah Rombongan. Santunan kedua sebesar Rp 500.000 titipan para Sedekaholic telah disampaikan dan digunakan untuk pembelian obat diluar Bpjs setelah sebelum nya masuk rombongan 965. Bu Ratmi sangat berterimaksih atas bantuan dari sedekaholic, semoga Bu Ratmi segera diberi kesembuhan, dan bantuan yang diberikan semoga bermanfaat. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 6 April 2017
Kurir : @Mawanhananto @ErvinSurvive @Iqbalfahmi

Bu Suratmi menderita ca mamae


RISMA DWI RAMADHANI (9 Bulan, gizi buruk) Alamat : Dukuh Meseh RT/RW 10/02 Desa Sumberagung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Risma biasa ia dipanggil, adalah anak dari Bu Rotini dan Pak Juari. Tepat hari Minggu tanggal 9 April 2017 dilarikan ke Rsud. Sayidiman Magetan karena suhu badan nya yang mencapai 40 Derajad Celcius. Sampai rumah sakit diperiksa dokter dan dinyatakan kekurangan zat besi. Orang tuanya yang bekerja sebagai buruh tani kebingungan tentang keadaan anak mereka, karena belum masuknya data dek Risma pada jaminan kesehatan apapun. Dari pantauan riwayat dek Risma ternyata dulu saat mengandung dek Risma, Bu Rotini mengidap Tbc, Dari situ lah penyebab dek Risma sekarang dirawat di Rsud. Sayidiman Magetan. Dengan kondisi seperti itulah yang membuat kurir Sedekah Rombongan merasakan bagaimana sulitnya keluarga Bu Rotini dan Pak Juari. Sedekah Rombongan hadir untuk meringankan beban keluarga Pak Juari dengan menyampaikan sedekah titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 yang digunakan untuk biaya operasional rawat inap di Rsud Sayidiman Magetan selama seminggu. Pak Juari sekeluarga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 April 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Ronypratama @SonyRohman

Bu Risma menderita gizi buruk


YUNI PURWANINGSIH (42, Ca Mamae). Alamat : Jalan Kelud RT/RW 4/1 Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Yuni adalah seorang ibu dari 3 anak yang sehari-hari bekerja di warung kopi milik nya. Bulan Juni tahun 2015 Bu Yuni merasakan ada benjolan di payudara nya sebelah kanan tetapi tidak begitu dihiraukan. Pengobatan hanya dilakukan dengan mengkonsumsi obat alternatif karena terkendala keterbatasan biaya. Penghasilan bu Yuni di warung dan Suaminya yaitu Bapak Supriyanto (42 tahun) yang berjualan mie ayam keliling hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari dan biaya sekolah 3 orang anak nya.Tetapi setelah hampir dua tahun penyakit nya semakin parah akhirnya Bu Yuni periksa ke dokter dan diharuskan melakukan check lab. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa harus segera dilakukan operasi untuk pengangkatan payudara kanan nya. Mulai tgl 20 Maret 2017 Bu Yuni menjadi pasien dampingan SR Magetan dengan melakukan pemeriksaan awal ke Rsup. Soedono Madiun untuk selanjutnya di rujuk ke Rsup. Moewardi Solo dengan menggunakan jaminan Bpjs Mandiri kelas 2. Setelah melalui rangkaian pemeriksaan yang meliputi rotgen, Usg, rotgen punggung dan check lab akhirnya operasi dilaksanakan hari Jum’at, 31 Maret 2017 dan Alhamdulillah berjalan lancar. Saat ini Bu Yuni menjalani kontrol rutin dan persiapan rangkaian kemoterapi. Santunan pertama titipan dari para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi ranap selama operasi. Pak Supriyanto dan Bu Yuni mengucapkan terimakasih atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan, semoga menjadi berkah untuk semua pihak.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 April 2017
Kurir :  @MawanHananto @ErvinSurvive @IqbalFahmi

Bu Yuni menderita ca mamae

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MUNARTI BINTI KUSNI 500,000
2 MUJIATI BINTI TASERI 500,000
3 MATRAI BIN YUSRON 500,000
4 MUSRIPAH BINTI SLAMET KUDORI 769,100
5 ERNI BINTI NARDI 1,000,000
6 UCAN BIN NEBAN 500,000
7 BADIL BIN BANCING 500,000
8 M. NUR FIRDAUS 500,000
9 FAIJAN ARIANSYAH 500,000
10 RSSR SEMARANG 11,250,000
11 MTSR SEMARANG 6,160,000
12 MTSR SEMARANG 7,354,500
13 TINI BINTI ACANG 500,000
14 ERSA ANANDA 1,000,000
15 RIZKY ALVIAN 1,000,000
16 TATI SURYANTI 500,000
17 SITI MAESAROH 500,000
18 NANO BIN RISA 500,000
19 MAEMUNAH BINTI BANDI 500,000
20 JAJA BIN SURNI 500,000
21 ROSADI BIN TAMA 500,000
22 ENDAR BIN DATI 500,000
23 DIMAS BIN AHMAD HIDAYAT 500,000
24 MTSR JAKARTA 5,000,000
25 ENDANG 500,000
26 RIKA MAELANI 1,000,000
27 SAFA WARDATU SYARIFAH 500,000
28 DEDEH JUARIAH 500,000
29 NIZAM MAULANA 500,000
30 HOLISOH OMAH 750,000
31 MTSR WONOGIRI 4,381,600
32 SUPANDI AGUS 750,000
33 GINA KARISMA 500,000
34 MIDAH ISTIKOMAH 1,000,000
35 SOLEHUDIN BIN ANHAIP 500,000
36 DODO SUHADA 500,000
37 YUTI BINTI RUKYANTO 500,000
38 CASRIAH BINTI HASAN KOID 500,000
39 AUDI ADARA KINANTI 500,000
40 MIMIN AMINAH 500,000
41 SUNARSIH BINTI SOMADI 700,000
42 KARSINAH BINTI BANGSA 500,000
43 RSSR MAGETAN 2,360,000
44 MTSR MAGETAN 2,840,000
45 MTSR MAGETAN 2,185,000
46 MTSR MADIUN 2,250,000
47 REZA TRI ANDIKA 650,000
48 SURATMI BINTI SAKIR 500,000
49 RISMA DWI RAMADHANI 1,000,000
50 YUNI PURWANINGSIH 1,000,000
Total 68,900,200

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 68,900,200,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 986 ROMBONGAN

Rp. 49,613,682,005,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.