Rombongan 985

Tidaklah seorang yang bersedekah dengan baik kecuali Allah memelihara kelangsungan warisannya.
Posted by on April 18, 2017

MIMI SUPADMI (48, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Perumahan Gogorante Indah I F – 3, RT 24/6, Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Pada 1 tahun yang lalu, pada payudara sebelah kiri Ibu Mimi mulai ada benjolan sekecil kelereng, akan tetapi dibiarkan saja karena beliau tidak merasakan sakit apa pun. Seiring berjalannya waktu, benjolan tersebut terasa sakit dan kian hari terus membesar. Beliau pun diperiksakan ke dokter umum di sekitar rumah dan oleh dokter beliau di sarankan untuk ke RS Baptis Kediri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan, beliau didiagnosis oleh dokter mengalami kanker payudara. Akhirnya oleh dokter disarankan untuk ke RS Dr. Soetomo Surabaya agar menjalani pengobatan secara intensif.  Akan tetapi beliau belum berangkat karena kartu BPJS masih belum aktif. Alhamdulillah Ibu Mimi pun dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan dan beliaupun telah menjadi dampingan Sedekah Rombongan Malang. Pada bulan ini, Ibu Mimi telah menjalani kontrol di RS Saiful Anwar (RSSA) Malang dan beliau juga telah menjalani operasi pengangkatan payudara beliau. Ibu Mimi saat ini tinggal bersama dengan orang tua beliau dan seorang putri beliau. Orang tua Ibu Mimi yang sudah tua tidak bisa bekerja lagi, sedangkan Ibu Mimi sudah berhenti bekerja karena sakit padahal anak beliau masih membutuhkan biaya untuk sekolah. Alhamdulillah, jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki beliau telah aktif. Akan tetapi biaya untuk berobat, transportasi dan kebutuhan saat berobat menjadi kendalanya. Pada bulan ini, Tim Sedekah Rombongan Malang telah memberikan bantuan untuk beliau yang telah digunakan untuk kebutuhan rawat luka, membeli obat-obatan dan biaya saat masuk rumah sakit. Semoga Ibu Mimi lekas diberikan kesembuhan dan dapat beraktivitas lagi seperti sedia kala. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.779.800,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria @m_rofii11

Bu Mimi menderita kanker payudara kiri


SRI RAHAYU (41, Kanker Payudara Kiri). Alamat: Jalan Tawangsari, RT 5/5, Desa Gempolan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Beliau merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang sejak tahun 2014. Awal mula beliau merasakan sakit pada di payudara sebelah kiri dan lambat laun semakin membesar sampai menimbulkan luka. Keluarga yang mengetahui kondisi tersebut akhirnya membawanya ke Rumah Sakit Amelia namun pihak rumah sakit menolak untuk menangani. Akhirnya Bu Sri dibawa ke RS Bhayangkara Kediri dan dilakukan operasi. Pada bulan ini Ibu Sri menjalani kontrol di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk pengambilan cairan pada paru-paru beliau. Saat ini beliau tinggal bersama suaminya Edi Nugroho (45) dan satu anaknya bernama Hilal (12). Sehari-hari Bapak Edi bekerja sebagai penjual buah keliling dengan penghasilan yang sedikit dan Bu Sri hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas II yang dimiliki Ibu Sri, sedikit meringankan bebannya dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang biaya transportasi dan kebutuhan obat yang belum masuk tanggungan BPJS menjadi kendalanya. Keluarga pun bertemu dan mengungkapkan kesulitan yang dihadapi kepada tim Sedekah Rombongan. Santunan kembali kurir sampaikan untuk perbaikan keadaan umum, membeli obat dan biaya transportasi pulang pergi Kediri-Malang. Bantuan kepada Ibu Sri pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 965. Semoga kondisi Ibu Sri akan segera membaik. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 710.000,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria @m_rofii11

Ibu Sri menderita menderita kanker payudara kiri


DWI CHANDRA RAMADAN (36, Patah Tulang Pinggul + Patah Tulang Kaki Kiri). Alamat : Jalan Prada Abu Ali No. 40, RT 3/11, Dusun Ngambon, Desa Girimoyo, Kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Sebelum terjadi kecelakaan, Bapak Chandra telah menderita Guliane Bell Syndrome (GBS) yang ditandai dengan kondisi kakinya lumpuh selama dua hari ketika kecapekan atau kedinginan, setelah itu normal kembali. Setelah kecelakaan keadaan Bapak Chandra semakin parah bahkan pergelangan kaki kiri, tulang pinggul, pantat sebelah kiri patah, dan saluran kencing putus. Beliau sempat dirawat di RS Kepanjen lalu dirujuk di RS Saiful Anwar (RSSA) Malang karena keadaan luka yang parah. Pada bulan ini beliau telah menjalani operasi pelepasan pen pada pergelangan kaki kiri beliau dan alhamdullilah operasi pun berjalan sangat lancar. Istri beliau, Aris Susanti (37) bekerja sebagai ibu rumah tangga. Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III telah dimiliki beliau, akan tetapi obat-obatan yang tidak di tanggung oleh BPJS menjadi kendalanya. Alhamdulillah, santunan dari Sedekah Rombongan Malang telah tersampaikan untuk membeli obat-obatan dan biaya perawatan luka. Santunan untuk Bapak Chandra pada bulan sebelumnya telah masuk dalam rombongan nomor 952. Semoga Bapak Chandra bisa segera sembuh dan dapat beraktivitas kembali seperti sebelumnya. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 767.500,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @FaizFaeruz @m_rofii11

Pak Dwi menderita patah tulang pinggul + patah tulang kaki kiri


SUMARSIH KUSNADI, (67, Diabetes + Pengapuran Tulang Pinggul). Alamat:  Jalan H. Hasan RT 13/8, Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Kota Jakarta Timur. Ibu Sumarsih seorang ibu rumah tangga yang sejak tahun 2011 tidak bisa beraktifitas seperti biasa karena ia sakit-sakitan. Dengan menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), ia memeriksa penyakitnya ke RS Persahabatan.  Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Ibu Sumarsih didiagnosa menderita penyakit Diabetes. Ibu Sumarsih mulai rutin berobat ke rumah sakit hanya dengan mengandalkan SKTM. Sang suami, bapak Bambang Kusnadi (74) sudah tidak bekerja karena usianya yang sudah renta. Ibu Sumarsih memiliki seorang anak yang tiap harinya membantu biaya kedua orang tuanya dengan berjualan nasi uduk dan kue di rumahnya. Pada pertengahan tahun 2015, Ibu Sumarsih terjatuh dari tempat tidurnya dan mengalami patah tulang. Dokter menjelaskan bahwa adanya pengapuran pada tulang pinggul dan mengakibatkan Ibu Sumarsih tidak bisa berjalan tanpa dibantu orang lain. Ibu Sumarsih dirujuk untuk melanjutkan pengobatan rutin rawat jalan di RSUD Budhi Asih. Walau selama berobat beliau menggunakan jaminan kesehatan BPJS, namun beliau kesulitan mencari dana untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan keluarga Ibu Sumarsih yang langsung menyampaikan santunan awal titipan dari Sedekaholics untuk meringankan biaya transportasi dan bekal berobat. Semoga semangat Ibu Sumarsih berikhtiar membuahkan kesembuhan, dan bisa beraktifitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 04 April 2017
Kurir : @wirawiri @anasaramadhan @nurfahma@endangnumik

Bu Sumarsih menderita diabetes + pengapuran tulang pinggul


HANUM YUNARNI (41, Diabetes + TB Paru). Alamat :  Jln. H. Hasan RT. 13/8 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Ibu Hanum biasa disapa, enam bulan lalu tepatnya bulan Maret 2016, Ibu Hanum mengeluh kurang enak badan dan segera berobat ke klinik terdekat di rumahnya yaitu Klinik Mitra 24 jam Penggilingan. Diagnosa dari dokter saat itu Ibu Hanum mengidap penyakit radang paru-paru. Setelah itu, Ibu Hanum menjalani kontrol rutin di klinik. Enam bulan berjalan sampai suatu malam awal bulan September  2016 Ibu Hanum mengeluh mual lalu muntah sampai tiga kali, karena kondisi melemah Ibu Hanum langsung dibawa ke rumah sakit Persahabatan Rawamangun. Ibu Hanum ditempatkan diruang IGD Isolasi dan didiagnosa mengidap penyakit Diabetes, saat itu angka gula darahmnya mencapai angka 600. Sebelumnya dokter menyarankan agar Ibu Hanum dirawat diruang ICU tapi pihak keluarga menolak karena tidak menyanggupi biaya yang harus dibayar yaitu Rp. 5.000.000 permalam, karena saat itu juga Ibu Hanum belum mempunyai jaminan kesehatan BPJS. Sebelumnya Ibu Hanum belum punya jaminan kesehatan BPJS, setelah dua hari dirawat di rumah sakit suami Ibu Hanum Edy Mulyadi (42) segera mengurus pembuatan kartu BPJS. Ibu Hanum merupakan ibu dari tiga orang anak yang masih bersekolah. Pak Edi Mulyadi bekerja sebagai tukang ojek pangkalan didekat rumahnya. Ibu Hanum sendiri berjualan jajanan anak dirumahnya untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi, setelah bantuan sebelumnya masuk rombongan 972. Kini ibu Hanum masih harus menjalani kontrol rutin di RSUP Persahabatan Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 4 April 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik

Bu Hanum menderita diabetes + TB paru


SUNAR BIN SADIMAN (33, Post Amputasi Kaki Kiri). Alamat: Jl Jatipadang 3 RT 4/5 Kelurahan Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Sunar begitu ayah satu anak ini kerap disapa oleh tetangganya. Bermula dari 2005 lalu, bapak Sunar mengalami kecelakaan kereta dan mengakibatkan kaki kirinya harus diamputasi. Pasca menjalani tindakan amputasi, bapak Sunar kondisinya terus membaik, tapi beberapa bulan terakhir ini bapak Sunar mengeluh jika kaki kanannya bengkak dan kaku jika digerakkan akibat pernah jatuh saat sedang mengamen di bis kota. Tidak ada perawatan medis, karena bapak Sunar tidak memiliki cukup uang untuk ke rumah sakit. Jangankan ke rumah sakit,untuk makan sehari-hari saja bapak Sunar kesulitan. Selama 10 tahun Pak Sunar dan istri beserta satu anaknya tinggal di rumah kecil yang bisa dibilang tidak layak. bapak Sunar terpaksa melakukan ini semua karena memang bapak Sunar sekarang sudah tidak bisa lagi bekerja dan untuk menutupi biaya hidup sehari – hari hanya mengandalkan sang istri, ibu Mira (32) yang menjadi buruh cuci disekitar tempat tinggalnya. Alhamddulillah kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya harian bapak Sunar setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 959. semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 6 April 2017
Kurir: @wirawiry,  Rini Astuti @endangnumik

Pak Sunar menderita post amputasi kaki kiri


SANTI RISTIANDARI (30, Osteosarkoma). Alamat: Jl. Pinang 2 RT 4/2 No. 49 Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Kotamadya Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Berawal Agustus 2013, Bu Santi mengalami kecelakaan motor dan jatuh dalam posisi dudu, sehingga terjadi patah tulang. Waktu itu ibu Santi langsung dilarikan ke Rumah Sakit dan mendapat penanganan medis yaitu pemasangan 13 pen pada tulang belakang. Saat itu ibu Santi cukup lama menjalani perawatan, yakni sekitar 3 bulan. Pasca menjalani perawatan panjang, ibu Santi seharusnya masih harus rutin kontrol ke RS Fatmawati Jakarta. Tapi karena ketiadaan biaya, akhirnya ibu Santi memutuskan untuk tidak kontrol dan hanya membeli obat anti nyeri saja yang disarankan oleh dokter, obat tersebut tidak bisa dicover oleh BPJS. Hampir 3 tahun ibu Santi hanya bisa terbaring lemah ditempat tidur, dengan kondisi kaki, tangan dan kepala membengkak. Bahkan tak jarang saat sakitnya kambuh beliau susah bicara. Tidak hanya di kaki, nyeri yang dirasakan ibu Santi  hampir ke seluruh tubuh. Ibu Santi memiliki seorang suami, bapak Asim Abdullah (33) yang bekerja sebagai karyawan sebuah restoran. Tetapi gaji yang diterima suaminyapun hanya pas-pasan untuk biaya kontrakan, kebutuhan sekolah 2 orang anaknya dan kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah #Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk meringankan biaya membeli obat pasca operasi amjputasi kedua kakinya. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 6 April 2017
Kurir: @wirawiry,Rini Astuti @endangnumik

Bu Santi menderita osteosarkoma


LISTIYAWATI BINTI AHMAD (28, Katarak). Alamat: Jl. Tanah Tinggi RT 12/6 Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat. Ibu listi begitu beliau sering disapa. Tahun 2011, saat itu ibu Listi meahirkan anak keduanya. Pasca melahirkan ibu Listi sering mengeluh pandangan matanya kabur, lalu dibawa ke dokter. Saran dokter sebaiknya ibu Listi dilakukan tindakan operasi, pasca operasi bukannya semakin membaik tapi sekarang ibu Listi menjadi tidak bisa melihat dan terkadang merasakan perih. Ibu Listi tidak berobat karena beliau tudak memiliki jaminan kesehatan, beliau hanya membeli obat tetes mata yang harganya menurut beliau pun cukup mahal. Kondisi ekonomi yang menjadi alasan, ibu Listi ditengah kondisinya yang seperti ini masih harus bekerja sebagai pengamen untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya seperti membayar sewa kontrakan dan biaya sekolah anaknya. Jika obatnya habis, tak jarang ibu Listi harus meminjam uang ke tetangganya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya harian dan membeli obat, setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 941.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 6 April 2017
Kurir: @wirawiry, Rini Astuti @endangnumik

Bu Listi menderita katarak


WAHIDIN MUHAMMAD (65, Diabetes Melitus). Alamat: Kp. Lamporan RT 8/8 Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Kotamadya Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Tahun 2003, mungkin menjadi tahun yang susah untuk dilupakan oleh seorang Wahidin Muhammad. Di tahun itu, bapak Wahidin dinyatakan menderita Diabetes Meltus oleh dokter di RSUD Cengkareng. Selama itu pula bapak Wahidin harus menjalani kontrol rutin. Tapi pada November 2016, terpaksa bapak Wahidin harus menghentikan pengobatanya, karena kontrak kerjanya habis sehingga tidak ada biaya untuk ke rumah sakit. Kondisi ini ternyata memperburuk kesehatan bapak Wahidin, dijempol kaki bapak Wahidin mulai timbul luka yang telah membusuk sehingga harus dilakukan amputasi. Pasca menjalani operasi kondisi bapak Wahidin tak kunjung membaik, lukanya semakin bertambah dan dokter menyarankan jika bapak Wahidin harus dilakukan tindakan amputasi lagi hingga mata kaki. Namun, bapak Wahidin dan keluarganya belum siap. Sehingga diputuskan untuk melanjutkan pengobatannya ke sebuah klinik dengan biaya Rp. 500.000,- sekali datang dan dokter klinik tersebut menyarankan supaya bapak Wahidin menjalani pengobatan rutin selama 3 bulan dengan kontrol 2 hari sekali. Tentu kondisi ini sangat memberatkan bapak Wahidin yang notabene sedang tidak mempunyai pekerjaan. Sementara sang istri, ibu Saamah (61) adalah seorang ibu rumah tangga. Kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya membeli obat dan akomodasi berobat setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 983. Semoga bantuan ini bermanfaat dan bapak Wahidin lekas sembuh. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 6 April 2017
Kurir: @wirawiry @ryan_spm @endangnumik

Pak Wahidin menderita diabetes melitus


TRI BUDIANTORO (40, TBC MDR). Alamat: Jl. Budimulia RT 8/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Bapak Tri Budiantoro sejak empat bulan ini menderita sakit TBC MDR. Gejala awal yang dialami pemuda lajang ini adalah sering mengeluhkan demam dan berat badan turun drastis. Pengobatan pertama dilakukan ke Puskesmas terdekat, dari hasil pemeriksaan dokter puskesmas, bapak Tri Budiantoro positif menderita TBC dan diharuskan berobat rutin selama sembilan bulan. Namun, kondisi  Bapak Tri Budiantoro terus menurun yang akhirnya dilarikan ke RSUD Persahabatan Jakarta, di RSUD Persahabatan, bapak Tri Budiantoro langsung mendapatkan perawatan intensif rawat inap selama dua minggu, pasca perawatan pengobatan dilanjutkan dengan berobat jalan, oleh team dokter yang menanganinya Tri Budiantoro diharuskan melakukan injeksi (suntik) setiap hari selama enam bulan dan mengkomsumsi obat TBC selama dua tahun. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu dalam pengobatannya, namun biaya transportasi selama pengobatan sangat memberatkan apalagi selama ini bapak Tri Budiantoro belum bekerja. Alhamdulillah #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 972. Sampai saat ini bapak Tri Budiantoro masih terus menjalani kontrol rutin ke RS Persahabatan Jakarta, karena obat yang diminum sekarang tidak boleh putus. Semoga apa yang telah dilakukan bapak Tri Budiantoro akan memberikan kesembuhan nantinya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 9 April 2017
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Pak Tri menderita TBC MDR


ALZENA SAFA (4, Gizi Buruk). Alamat: Jl. Budi Mulia No. 24 RT 6/4, Kelurahan Pedemangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Alzena, gadis kecil berusia 4 tahun ini hanya memiliki berat badan 11 kg. Tubuhnya kecil dan lemas. Alzena, tidak seperti balita seusianya yang suka atau bisa makan apapun yang diinginkan. Alzena, hanya bisa minum susu. Dalam sehari biasanya Alzena minum susu 5 sampai 6 botol. 1 kaleng susu hanya cukup untuk 1 minggu. Ayah Alzena, bapak Untung Subagio (30) sehari-hari hanya bekerja sebagai penjaga toko di kawasan Glodok Jakarta Barat, sementara Ibu Rohana (27) adalah seorang ibu rumah tangga yang setiap harinya mengurus pekerjaan rumah dan merawat Alzena. Sebagai seorang penjaga toko, penghasilan yang diterima bapak Untung tidak seberapa. Bahkan, untuk memenuhi segala kebutuhannya saja sering kurang. Selain untuk membeli susu untuk Alzena, bapak Untung masih harus membayar kontrakan, biaya sekolah anak pertama dan biaya makan sehari-hari. Tentu beban ini dirasa berat oleh bapak Untung, ia tidak bisa membayangkan jika setiap kali ada kekurangan harus pinjam dengan tetangga. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi selama berobat dan membeli kebutuhan untuk Alzena, setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 972. Kini berat badan Alzena terus naik dan masih rutin menjalani kontrol ke RSCM Jakarta, semoga ikhtiar Alzena untuk mendapatkan kesembuhan diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 9 April 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Alzena menderita gizi buruk


SUHA SARI (72, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Kp. Ranca Gede, RT 9/3, Desa Jayasari, Kecamatan Cimarga, Kab. Lebak, Provinsi Banten. Nek Suha panggilannya, ia sudah menjanda selama 5 tahun, tinggal berdua saja dengan anak laki-lakinya, MASNI (31). Sang anak sehari-harinya bekerja sebagai petani untuk memenuhi kebutuhan mereka berdua. Keluarga ini termasuk dalam golongan yang tidak mampu, setiap bulan mereka mendapatkan bantuan raskin dari pemerintah.  Tanpa pernah mengeluh dengan kehidupan yang dialami Nek Suha selalu bersyukur dengan kehidupnya saat ini,  #SedekahRombongan mengunjungi tempat tinggal Nek Suha dan memberikan bantuan yang digunakan untuk membeli kebutuhan hidup. Terimakasih diucapkan untuk #SedekaHolics atas titipan sedekah yang diamanahkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 April 2017
Kurir : @wirawiri @anasaramadhan @endangnumik

Bantuan biaya hidup


ERAH BINTI SAIKAM (50, Infeksi Ginjal). Alamat : Kp. Cilandak Curug, RT 4/2, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Gejala penyakitnya yang dialami ibu Erah berawal pada akhir tahun 2011, saat itu muncul benjolan di bagian dada yang menyebabkan pegal dan nyeri. Lama – kelamaan benjolan tersebut semakin membesar dan terasa sakit. Ibu Erah melakukan pemeriksaan ke klinik terdekat di daerah Rangkas Bitung. Setelah diperiksa, dokter menyatakan ibu Erah menderita infeksi ginjal. Selama 3 tahun ibu Erah mengonsumsi obat dari klinik tempat ia berobat tapi belum ada hasil. Kemudian ibu Erah dirujuk ke RSUD setempat untuk berobat. Letak rumah yang jauh dari perkotaan dan akses jalan yang sulit dilewati dengan kendaraan membuat keluarga kesulitan membawa ibu Erah ke rumah sakit. Ibu Erah bekerja sebagai buruh tani dan suaminya Bapak Suardi (52) seorang buruh lepas dengan penghasilan yang tidak menentu. Ibu Erah biasa ia dipanggil. Beliau tinggal bersama 2 orang anaknya. Anaknya bekerja di Jakarta sebagai buruh konveksi. Ibu Erah dan suaminya mengungkapkan kesedihan saat dijenguk kurir #Sedekah Rombongan karena ia sendiri tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat dan belum memiliki jaminan kesehatan. Alhamdulillah #Sedekah Rombongan dapat kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional rawat jalan. Sebelumnya ibu Erah telah dibantu pada rombongan 972.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 April 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik.

Bu Erah menderita infeksi ginjal


DALEM PANGESTU (11, Down Syndrome dan Jantung Bocor ). Alamat : Jl. Budimulia RT 10/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara. Dalem Pangestu anak ke 4 dari 5 bersaudara dari pasangan  Bapak Wiwit Nurcahyadi (48) dan Ibu Oneng Sri Wulan (46). Dalem Pangestu, sejak lahir memang sudah memiliki keterbelakangan mental, memasuki usia 1 tahun Dalem Pangestu sering mengalami demam tinggi dan kejang. Pengobatan pertama pernah dilakukan di puskesmas terdekat yang kemudian dirujuk untuk  pengobatan lanjutan ke RSUD Koja Jakarta Utara. Keterbatasan ekonomi menjadi kendala keluarga ini untuk membawa Dalem Pangestu berobat ke RSUD Koja. Bapak Wiwit Nurcahyadi yang belum memiliki pekerjaan tetap ini hanya pasrah melihat kondisi anaknya tersebut. Memasuki usia 11 tahun pengobatan kembali dilakukan, kondisi Dalem Pangestu bertambah menurun. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga sederhana ini, bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 972. Alhamdulillah, bulan Januari kemarin Dalem baru saja menjalani operasi dan semuanya berjalan lancar. Kini Dalem Pangestu masih harus menjalani kontrol rutin di RSUD Koja setiap seminggu sekali. Mohon doa untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 April 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Dalem pangestu menderita down syndrome dan jantung bocor


SAYEKTI SUNARYO (64, TBC). Alamat: Jl. Kuning RT 6/6 No. 57 Kota Bambu, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Ibu Sayekti, begitu beliau sering dipanggil oleh keluarga dan tetangganya. Ibu Sayekti, sejak beberapa tahun terakhir ini harus berjuang melawan penyakit TBC yang dideritanya. Tubuhnya semakin kurus, pernah berobat rutin yang tidak boleh putus selama 6 bulan. Kemudian berlanjut dengan menjalani kontrol rutin di RS Persahabatan sebulan sekali. Alhamdulillah, biaya pengobatannya telah ditanggung oleh jaminan kesehatan. Tetapi untuk akomodasi ibu Sayekti, kadang bingung harus mencari kemana. Suaminya, bapak Sunaryo (67) sudah tidak sekuat dulu lagi, sebagai seorang buruh serabutan dengan penghasilan tak menentu kadang untuk makan saja hanya seadanya. Kurir #SedekahRombongan kembali mengunjungi Bu Sayekti dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi berobat setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 966. Kondisi ibu Sayekti Alhamdulillah sudah merasakan sedikit berkurang batuknya, mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tangga l: 4 April 2017
Kurir : @wirawiry @harji_anis @endangnumik

Pak Sayekti menderita TBC


SUNARMI SUTRISNO (47, Stroma Nodosa). Alamat: Jl. H. Hasan Rt. 13/8 No. 33 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Ibu Sunarmi, begitulah beliau sering disapa oleh warga sekitar. Pada awal 2013 lalu, di leher ibu Sunarmi muncul benjolan sebesar kelereng. Oleh keluarga, ibu Sunarmi diperiksakan ke dokter spesialis THT. Dari dokter belum ada tindakan lanjutan, dan benjolan itu semakin lama semakin membesar. Karena khawatir, pihak keluarga membawa ibu Sunarmi dibawa ke Puskesmas Budhi Asih Cawang. Di Puskesmas, Ibu Sunarmi dilakukan pemeriksaan USG dan hasilnya dokter mengatakan jika ibu Sunarmi menderita Stoma Nodusa. Tapi karena keterbatasan alat, ibu Sunarmi dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Di RSCM, merujuk dari hasil USG dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan biopsi. Biopsi sudah dilakukan 2 kali pada bulan Juli dan Oktober 2015. Ibu Sunarmi sempat menghentikan pengobatannya karena BPJS yang tidak aktif, tapi alhamdulillah kini Bu Sunarmi bisa melanjutnya pengobatannya lagi meski tidak rutin. Karena kadang biaya untuk ke rumah sakit tidak ada. Sehari-hari Ibu Sunarmi adalah seorang ibu rumah tangga yang sesekali bekerja sebagai buruh cuci pakaian disekitaran tempat. tinggalnya. Sedangkan suaminya, bapak Sutrisno (56) bekerja sebagai tukang ojek pangkalan di depan pengadilan negeri Jakarta Timur. Sebagai tukang ojek, penghasilan yang diterima bapak Sutrisno tidak menentu. Sehingga penghasilan yang diterimapun tidak cukup untuk membayar segala kebutuhannya mulai dari bayar kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan biaya anak sekolah. Jadi Ibu Sunarmi harus bisa merelakan untuk tidak melanjutkan pengobatannya. Alhamdulillah, #KurirSR kembali dipertemukan dengan keluarga ibu Sunarmi, bantuan lanjutan untuk membayar BPJS dan biaya transport selama masa pengobatan kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 972. Ibu Sunarmi mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, karena dengan bantuan ini ibu Sunarmi dapat melanjutkan lagi proses pengobatannya.Semoga proses pengobatan yang dijalani Ibu Sunarmi diberikan kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 4 April 2017
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik

Bu Sunarmi menderita stroma nodosa


SHINTA AMALIA (2, Hydrocepalus) Alamat: Jalan Pahlawan Komarudin, RT 4/5, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Shinta, biasa orang tua dan lingkungan sekitar memanggilnya. Balita pejuang Hydrocepalus ini tinggal disebuah rumah kontrakan bersama kedua orang tua dan kakak perempuannya. Shinta, saat berusia 7 bulan didalam kandungan oleh dokter telah dinyatakan menderita Hydrocepalus melalui hasil USG. Shinta dilahirkan di RS Resti Mulya Penggilingan pada Juni 2015. Setelah 10 hari dari hari kelahirannya, orang tua Shinta mendapat rujukan ke RS Persahabatan Rawamangun untuk melakukan pemeriksaan atas kondisinya. Setelah 8 hari rawat inap di RS Persahabatan, Shinta menjalani operasi pertamanya untuk pemasangan alat di kepalanya. Untuk memenuhi kebutuhan gizinya, Shinta hanya memakan nasi yang diberi kecap manis dan meminum susu yang dibeli Ibunya diwarung karena tidak memiliki biaya untuk membeli susu khusus. Ayah Shinta, Amirudin (41) hanya penjual kue cubit keliling dengan penghasilan yang tidak menentu. Sementara ibunya, Enok Suhartini (39) seorang ibu rumah tangga yang bekerja sebagai buruh cuci pakaian. Setiap hari Shinta diajak Ibunya bekerja yang jaraknya kurang lebih 500 meter dari kontrakannya. Bermodalkan jaminan kesehatan BPJS yang didapat dari pemerintah, Shinta berjuang mencari kesembuhan. Namun kendala yang dihadapi sekarang tidak adanya biaya transportasi ke rumah sakit, mengingat penghasilan kedua orang tuanya yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan kebutuhan yang lainnya, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 972. Terima kasih dan doa dihaturkan dari kedua orang tua Shinta kepada para #Sedekaholics. Semoga doa dan usaha Shinta untuk mencari kesembuhan diijabah oleh Allah SWT. Amin ya robbal allamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 4 April  2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik

Shinta menderita hydrocepalus


BANJIR (Bantuan sembako, perlengkapan mandi, selimut, pakaian). Alamat : Kelurahan Limbangan Wetan, Kelurahan Limbangan Kulon, Kabupaten Brebes, Prov. Jawa Tengah. Tanggal 19 Februari 2017, banjir yang menggenangi desa-desa di Kabupaten Brebes seperti; Terlangu, Saditan, Pemaron, Lengkong, Gandasuli, Wangandalem, Krasak, Pulosari sudah mulai surut. Sebagian warga mulai meninggalkan pengungsian dan memilih tinggal dirumah untuk menjemur barang-barang yang terendam air. Beberapa juga masih tinggal di pengungsian utamanya anak kecil dan wanita yang masih membutuhkan dapur umum untuk memasak. Meskipun ada 2 desa yang masih tergenang se-betis orang dewasa, yaitu desa Limbangan Kulon dan Limbangan Wetan, sebagian warga ada yang memaksa untuk pulang beralasan menjaga barang-barang miliknya. Saat tiba di lokasi di Kelurahan Limbangan Kulon, masih banyak sumbangan karna desa tersebut memang masih tergenang banjir dan membutuhkan makanan juga selimut. Menurut info dari Lurah setempat, kurang lebih ada 4500 penduduk yang tinggal di Kelurahan Limbangan Kulon. Kemudian, #timSR bergerak cepat ke Desa Limbangan Wetan yang penduduknya hampir 2 kali lipat dari Limbangan Kulon, tim Sedekah Rombongan langsung menyerahkan bantuan berupa sembako, pakaian, perlengkapan mandi serta selimut. Semoga bantuan ini dapat membantu korban bencana banjir di Brebes.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.825.500,-
Tanggal : 19 Februari 2017
Kurir : @indrades @Allkurir @DiahPertiwi1110

Bantuan sembako, perlengkapan mandi, selimut, pakaian


HUMAYROH DWI ZAZKYA (8, Hernia). Alamat : Jalan Cipto Mangunkusumo, RT 3/01, Dukuh Cabawan, Kel. Margadana, Kec. Kaligangsa, Kota Tegal, Prov. Jawa Tengah. Zazkya menderita kelainan sejak usia 1 bulan hingga saat ini. Zazkya sekarang duduk di bangku sekolah dasar kelas V SD Cabawan. Zazkya mengalami keterbatasan pada usia aktifnya, apabila terlalu kelelahan, maka Zazkya mengalami gejala sakit, seperti bagian perut  dan pinggul terasa sakit, serta suhu tubuhnya mendadak tinggi. Ayahnya, Pak Wargito (35 th) sehari-harinya bekerja sebagai buruh lepas dan istrinya, Ibu Toinah (35 th) hanya seorang ibu rumah tangga. Pak Wargito harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Beliau memiliki tanggungan anak 3 orang. Kondisi ekonomi keluarga yang sulit membuat Pak Wargito tidak dapat memenuhi biaya berobat dan akomodasi Zazkya ke rumah sakit. Alhamdulillah kurir Sedekah  Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Pak Wargito. Kurir Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan yang dihadapi keluarga Pak Wargito. Santunan disampaikan untuk membantu biaya berobat dan akomodasi. Semoga bisa Zazkya dapat sembuh dan beraktifitas kembali dengan baik.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @indrades @nellasari__ @Salis @DiahPertiwi1

Zazkya menderita hernia


SUWARDI BIN CASMIN (35, Patah Tulang Belakang). Alamat :  Dusun Karangtengah, RT 4/14, Kec. Ampelgading Kab.Pemalang, Prov.  Jawa Tengah.  Sekitar 4 bulan yang lalu, Pak Suwardi mengalami kecelakaan yang mengakibatkan patah pada tulang belakang. Pak Suwardi kemudian dibawa ke RSUD Siaga Medika Pemalang, dokter menyarankan Pak Suwardi menjalani terapi dan kontrol rutin setiap minggunya. Istri Pak Suwardi, Bu Rumdiyah (32, ibu rumah tangga) kini harus bekerja serabutan untuk memenuhi keperluan sehari-hari. Sebelum kecelakaan, Pak Suwardi merupakan tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai buruh supir, namun sekarang hanya bisa terbaring lemah dan tidak dapat bekerja lagi. Banyaknya biaya yang dibutuhkan untuk berobat dan akomodasi, membuat Pak Suwardi tidak mampu melanjutkan terapi dan kontrol rutin di RSUD Siaga Medika Pemalang. Pak Suwardi tidak memiliki BPJS ataupun jaminan kesehatan lain yang digunakan untuk membantu biaya pengobatan. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Suwardi. Santunan awal disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Pak Suwardi. Semoga Pak Suwardi lekas sembuh.

Jumlah Bantuan  : Rp. 1.000.000,00
Tanggal  : 28 Februari 2017
Kurir    : @indrades @nellasari__ @AbudFurqon @DiahPertiwi1110

Pak Suwardi menderita patah tulang belakang


LIA LIFIANA (17, Penyempitan Anus).  Alamat : Dk. Lengkong, RT. 04/03, Ds. Adinuso, Kec. Subah, Kab. Batang, Prov. Jawa Tengah. Sejak lahir Lia sudah menderita penyumbatan anus, namun Lia belum mendapatkan penanganan apapun. Hingga pada usia 7 tahun, Lia diperiksakan ke RSUD Batang. Dari RSUD Batang, Lia dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Karena tidak ada biaya pihak keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan. Pada saat Lia berusia 17 tahun, Lia mengalami penyakit usus buntu. Kemudian Lia menjalani operasi usus buntu sekaligus operasi penyumbatan anus di RS Bendan Pekalongan. Pasca operasi, Lia dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Ayah Lia yaitu Bapak Bandiyo (51) yang bekerja sebagai buruh tidak memiliki simpanan untuk biaya pengobatan Lia di Semarang. Sehingga pengobatan Lia kembali dihentikan. Lia telah terdaftar sebagai penerima jaminan kesehatan berupa JKN – KIS PBI yang dibuatkan oleh perangkat desa setempat. Alhamdulillah pada awal desember 2016, Tim #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Lia. Saat ini, Lia telah menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Lia kembali melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Lia menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan sedang diprogramkan untuk menjalani operasi untuk mengatasi penyempitan anus. Santunan dari #Sedekahholic kembali disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat di Semarang. Semoga Lia lekas sembuh dan dapat beraktifitas kembali  seperti semula. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 952.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @indrades  @idaiddo  @hanifpeduli  @DiahPertiwi1110

Lia menderita penyempitan anus


REZA ADITIYA PRATAMA (3, Megacolon Disease). Alamat : Desa Kedunguter, RT 9/2, Kec. Brebes, Kab. Brebes, Prov. Jawa Tengah. Pada saat lahir Reza tidak dapat buang air besar seperti pada umunya. Pihak rumah sakit membantu dengan obat agar Reza bisa buang air besar. Karena tidak ada hasil akhirnya Reza dirujuk ke RS Bhakti Asih Brebes dengan harapan Reza bisa mendapat penanganan lebih intensif agar dapat buang air besar. Namun selama 9 hari lamanya, Reza tetap tidak bisa buang air besar. Kemudian Reza dirujuk ke RS Mitra Keluarga Tegal untuk melakukan rontgen. Dari pemeriksaan dokter diketahui bahwa  Reza mengidap penyakit  megacolon disease atau suatu penyakit yang terjadi karena adanya kelemahan pada syaraf usus besar yang letaknya terbawah di sekitar daerah anus. Hal tersebut menyebabkan Reza tidak dapat buang air besar. Reza kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melakukan operasi colostomi (pembuatan anus sementara pada perut). Ayah Reza yaitu Bapak Hendro Yulistiono (30) adalah seorang petani  dan ibunya yaitu Ibu Sugiarti (25) seorang ibu rumah tangga, mengatakan bahwa tidak ada biaya jika harus pulang-pergi ke Semarang. Mengingat jarak rumah ke Semarang cukup jauh, sehingga beliau membutuhkan biaya cukup banyak untuk akomodasi. Reza telah memiliki fasilitas kesehatan yaitu BPJS Non PBI Kelas III. Alhamdulillah pada bulan Oktober 2016, tim #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Reza dan kurir sepakat mendampingi selama berobat. Saat ini, Reza sudah menjalani operasi colostomi tahap kedua pada bulan Februari 2017. Hasil operasi semakin membaik, dan saat ini diwajibkan kontrol satu bulan sekali guna melihat perkembangan luka pasca operasi. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Reza dan keluarga saat berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 920.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal :  28 Februari 2017
Kurir : @indrades @idaiddo @asteria @DiahPertiwi1110

Reza menderita megacolon disease


MUCHAMMAD DWI ANUGRAH (5, Pembengkakan Pembuluh Darah + Patah Tulang). Alamat : Desa Proyonanggan, RT 05/05, Kec. Batang, Kab. Batang, Prov. Jawa Tengah. Dik Anugrah atau sering dipanggil Dik Nunug. Awalnya pada tahun 2014, Dik Nunug mengeluh gatal pada kaki kirinya, orang tuanya mengira bahwa gatalnya hanya karena alergi biasa. Semakin lama gatalnya semakin melebar dan kaki kirinya semakin bengkak. Saat diperiksakan ke RSUD Batang, dokter mendiagnosa Dik Nunug menderita penyakit tulang rapuh dan permbengkakan pembuluh darah atau Hemangioma sehingga harus dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pada bulan Januari 2016, Dik Nunug jatuh setelah didorong temannya saat bermain, sehingga harus dilarikan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dokter hanya memasang gips pada kaki kiri Dik Nunug dan belum berani mengambil tindakan operasi karena Dik Nunug harus menjalani operasi besar, sehingga harus menunggu kondisi tulangnya membaik. Pada bulan Juli 2016, Dik Nunug kembali jatuh dan saat dicek di RSUP Dr. Kariadi ternyata ada tulang yang lepas, sehingga harus segera dioperasi. Ayah Dik Nunug, Pak Sukirno (39) yang hanya bekerja sebagai buruh batu berpenghasilan pas-pasan dan ibunya, Bu Wahyuni (36) yang tidak bekerja ternyata tidak cukup untuk membawa Dik Nunug bolak-balik Semarang-Batang. Meskipun biaya pengobatan telah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Pada akhir Juli 2016 Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Dik Nunug, yang selanjutnya Dik Nunug menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pada tanggal 21 Februari 2017, Dik Nunug menjalani operasi pelepasan pen dan pengambilan cairan yang berada di kaki. Sampai saat ini hasil operasinya bagus dan kakinya tidak bengkak lagi. Santunan dari #sedekaholics ditujukan untuk Dik Nunug dan keluarga supaya dapat membantu biaya akomodasi saat pengobatan di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 948.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @indrades @idaiddo @DiahPertiwi1110

Dwi menderita pembengkakan pembuluh darah + patah tulang


MUHAMAD WILDAN AFANI (1, Atresia Ani). Alamat : Desa Lambanggelun, RT 1/1, Kec. Paninggaran, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada tanggal 9 Mei 2016 lalu, lahir seorang bayi laki-laki bernama Wildan. Semua keluarga gembira menyambut kelahiran Wildan. Namun, tiba-tiba kabar kurang menyenangkan datang dari dokter yang penangani persalinan ibu Wildan. Saat itu dokter menjelaskan bahwa Wildan lahir dengan kondisi tidak normal. Wildan memiliki kelainan pada saat lahir yaitu atresia ani atau yaitu tidak memiliki anus. Dokter menjelaskan bahwa Wildan harus menjalani operasi supaya memiliki anus. Tetangga sekitar yang mengetahui kondisi tersebut kemudian secara sukarela membantu agar Wildan bisa segera operasi. Operasi tahap satu pun dilakukan yaitu pembuatan colostomi (anus buatan) di perut kiri sebagai jalan pembuangan tinja sementara yang dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah operasi tahap satu selesai, Wildan harus menjalani operasi tahap dua yaitu pembuatan anus diusia 6 bulan. Namun operasi tersebut belum bisa dilakukan saat Wildan berusia 6 bulan. Orang tua Wildan yaitu Pak Nasib Sugiono (22) yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan Bu Titi Murni (21) hanyalah ibu rumah tangga biasa merasa tidak mampu dengan biaya transportasi yang harus mereka siapkan. Pak Nasib dan Bu Titi Saat itu Pak Nasib seakan-akan menyerah. Meskipun biaya pengobatan telah dijamin oleh fasilitas kesehatan yang telah dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Hingga akhirnya tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Nasib. Tim kurir #SedekahRombongan sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Wildan. Serangkaian tindakan medis di RSUP Dr. Kariadi telah selesai dilakukan dan Wildan sudah menjalani operasi tahap dua. Saat ini Wildan sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya akomodasi selama di Semarang. Santunan disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 974.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.0​00.000,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @indrades @idaiddo @DiyahSumanti @DiahPertiwi1110

Wildan menderita atresia ani


MARYATI BINTI KASNURI (32, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Jln. Kakaktua RT 4/3 No.10, Gang 1 Randu Gunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Sejak 2013 lalu, Bu Maryati memiliki benjolan di bagian payudaranya. Kemudian Bu Maryati memeriksakan diri ke Rumah sakit di Tegal. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter mendiagnosa Bu Maryati menderita kanker payudara stadium 3. Karena keterbatasan alat medis, dokter merujuk Bu Maryati berobat ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pengobatan pertama dilakukan setelah Bu Maryati melahirkan anaknya yg kedua. Dokter tidak memperbolehkan kanker Bu Maryati dioperasi, karena saat itu beliau masih menyusui. Setelah anaknya sudah besar, dokter menyarankan agar Bu Maryati segera dioperasi, akan tetapi Bu Maryati tidak berani melakukan operasi. Selain itu, karena keterbatasan biaya, kanker Bu Maryati dibiarkan begitu saja sampai akhirnya pecah dan menjalar ke leher dan liver. Bu Maryati sudah memiliki Jamkesmas, akan tetapi beliau tidak memiliki biaya untuk akomodasi selama perawatan, karena selama ini beliau mendapatkan bantuan dari warga sekitar tempat tinggalnya. Suami Bu Maryati, Bapak Rahmat (27 tahun) bekerja sebagai buruh serabutan, penghasilannya sebagai buruh serabutan yang tidak menentu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tidak mampu membiayai akomodasi pengobatan yang harus dijalani Bu Maryati, apalagi beliau memiliki tanggungan dua orang anak yang berumur 7 tahun dan 1 tahun. Saat ini anak pertama Bu Maryati terpaksa harus putus sekolah dikarenakan tidak mampu membayar biaya sekolah. Bu Maryati menjalani pemeriksaan rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan telah menjalani 6 kali kemoterapi. Kondisinya sudah mulai membaik, kanker di payudara sudah mengecil dan mengering. Bu Maryati telah menjalani USG dan rontgen untuk mengetahui sampai sejauh mana penyebaran kankernya. Hasil kontrol pada tanggal 3 Mei 2016 terdapat benjolan di liver, dokter memberikan obat untuk diminum selama satu bulan, dan mengharuskan Bu Maryati kontrol kembali setelah obat habis. Hasil kontrol pada tanggal 3 Juni 3016, dokter memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan rahim karena kanker sudah menyebar ke rahim dan liver. Sebelum operasi dokter menyarankan agar bu Maryati meminta persetujuan pihak keluarga terlebih dahulu. Apabila keluarga sudah setuju maka operasi pengangkatan rahim akan dilakukan pada bulan Juli 2016. Alhamdulillah, Bu Maryati sudah menjalani operasi pengangkatan rahim. Operasi berjalan dengan lancar, namun Bu Maryati masih harus menjalani kemoterapi pasca operasi. Bu Maryati sudah menyelesaikan program kemoterapi ke-8. Bu Maryati sedang menunggu antrian kamar untuk operasi pengangkatan kanker di RSUP Dr. Kariadi.  Akan tetapi saat ini, Bu Maryati sedang menjalani rawat inap di RSUD Kardinah karena kondisi badannya melemah. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama Bu Maryati menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Semoga Bu Maryati bisa lekas sembuh dan dapat beraktivitas kembali seperti biasanya. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 974.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Februari 2017
Kurir : @Indrades @Ida @lianhumaira @DiahPertiwi1110

Bu Maryati menderita kanker payudara kanan


TRI ANDIKA BURHANUDIN (9, ITP-Idiopathic Thrombocytopenic Purpura). Alamat : Kedungjaran, RT 3/5, Kec. Sragi, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Beberapa minggu yang lalu, Andika mengalami kejang setelah melakukan aktifitas olahraga di sekolah. Guru dan orangtua Andika, segera membawa Andika ke Puskesmas terdekat. Dokter di Puskesmas segera merujuk Andika ke rumah sakit setempat. Andika dirujuk ke RS. Siti Khotijah Pekalongan dan dokter mendiagnosa Andika menderita ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpura) atau disebut penyakit kelainan autoimun yang berdampak kepada trombosit atau platelet. Kondisi ini bisa menyebabkan seseorang mudah mengalami memar atau berdarah, dan terjadi secara berlebihan. Andika kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ayah Andika yaitu Bapak Wahdomo (46) yang bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibunya yaitu Ibu Sumiati (38) adalah ibu rumah tangga. Pak Wahdomo terpaksa tidak melanjutkan pengobatan anaknya karena tidak ada biaya. Biaya pengobatan Andika tidak dapat ditanggung oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki. Meskipun Andika telah memiliki jaminan kesehatan yaitu JKN-KIS Mandiri Kelas III. Pada akhir februari 2017, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Andika. Santunan awal disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Andika. Semoga Andika segera diberi kesehatan dan dapat beraktifitas dengan baik.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 27 Februari 2017
Kurir : @indrades @nellasari__ @Maslah @DiahPertiwi1110

Tri menderita ITP-idiopathic thrombocytopenic purpura


DESI AKHIRANA RESDIAWATI (42, Kanker Serviks). Alamat : Desa Kauman, RT 13/7, Kec. Wiradesa, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada awalnya, Bu Desi merasakan nyeri pada pinggul diikuti keputihan yang berbau serta menggumpal. Setelah itu Bu Desi mengalami pendarahan. Bu Desi mengira bahwa pendarahan tersebut adalah siklus menstruasi. Namun menstruasi tersebut lebih panjang dari biasanya. Kemudian Bu Desi menjalani pemeriksaan di RS Khodijah untuk mendapat penanganan lebih instensif. Setelah menjalani pemeriksaan lab, dokter mendiaknosa bahwa Bu Desi menderita kanker seviks stadium 2B. Dokter merujuk Bu Desi ke RSUD Bendan Pekalongan untuk mendapat perawatan lebih intensif. Namun keterbatasan biaya membuat pengobatan Bu Desi terhenti. Suami Bu Desi yaitu Bapak Ahmad (45) yang bekerja sebagai buruh di Kalimantan tidak memiliki cukup biaya untuk pengobatan Bu Desi. Meskipun biaya pengobatan sudah sepenuhnya ditanggung oleh jaminan kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS Mandiri Kelas III. Alhamdulillah pada awal februari 2017, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Desi. Santunan pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Bu Desi. Mohon doanya semoga Bu Desi segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 26 Februari 2017
Kurir : @indrades @nellasari__ @Han @DiahPertiwi1110

Bu Desi menderita kanker serviks


SUKIRNO BIN SYUKUR (44, Patah Tulang Kaki Kanan). Alamat : Landungsari Gg. 1D, RT 4/1, Kec. Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada awalnya Pak Kirno dapat berjalan normal. Namun, pada tanggal 19 Oktober 2016 Pak Kirno mengalami kecelakaan pada saat perjalanan pulang ke rumah dari tempat Pak Kirno bekerja sehingga saat ini Pak Kirno tidak dapat berjalan dengan baik. Pak Kirno ditabrak oleh pengguna motor yang ugal-ugalan. Akibatnya Pak Kirno menderita patah tulang kaki yang mengharuskannya melakukan operasi penyambungan tulang sebanyak 3 pen. Operasi berjalan lancar dan saat ini Pak Kirno menjalani rawat jalan dengan melakukan kontrol rutin ke dokter setiap satu minggu sekali di RSUD Kalisari. Pak Kirno tidak dapat bekerja lagi, karena kondisi seperti sekarang tidak memungkinkan untuk melakukan pekerjaan berat. Pak Kirno sempat mendapat asuransi Jasa Raharja namun sudah habis digunakan untuk biaya operasi. Fasilitas kesehatan pun tidak dimiliki oleh Pak Kirno. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, keluarga Pak Kirno hanya mengandalkan pemasukan dari Bu Nurdiah (42), istri Pak Kirno yang bekerja di pabrik batik dengan upah di bawah UMR. Pemasukan tersebut hanyalah cukup untuk biaya makan sehari-hari. Pak Kirno hanya bisa mengkonsumsi obat warung sekadar untuk mengurangi rasa sakit. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Kirno. Santunan pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Pak Kirno.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal :  26 Februari 2017
Kurir  : @indrades @nellasari__ @Han @DiahPertiwi1110

Pak Sukirno menderita patah tulang kaki kanan


ROMADHON BIN CUNDUK  (50, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Tondano No. 18, Noyontaan, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pak Romadhon adalah seorang tukang becak di wilayah Kota Pekalongan. Gejala awal penyakit beliau sekitar bulan Februari 2015, saat itu mulai tumbuh benjolan pada bagian leher. Karena tidak merasakan sakit, jadi beliau tidak terlalu memperdulikannya. Pada Bulan Agustus tahun 2015 akhirnya keluarga Bapak Romadhon memeriksakan diri ke dokter dan dokter mendiagnosis terkena kanker kelenjar getah bening. Sejak Pak Romadhon didiagnosa mengidap kanker, beliau sudah tidak bisa bekerja sebagai tukang becak. beliau memiliki tanggungan 3 orang anak yang masih bersekolah yaitu anak ke-3 SMA, anak ke-4 SMP dan anak ke-5 SD. Fasilitas jaminan kesehatan yang digunakan beliau adalah kartu BPJS Kesehatan JKN – KIS PBI. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah, isteri Pak Romadhon bekerja sebagai petugas kebersihan/cleaning service. Hingga pada bulan November 2015, Allah mempertemukan Pak Romadhon dengan kurir Sedekah Rombongan.Tim SR membawa Pak Romadhon berobat ke RSUD Bendan dan segera dirujuk ke RS Dr. Kariadi Semarang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Setelah pemeriksaan medis selesai dilakukan, Dokter menyarankan untuk segera melakukan kemoterapi. Tahap demi tahap kemoterapi telah selesai dan dilalui Pak Romadhon dengan lancar. Saat ini Pak Romadhon sudah menjalani serangkaian program kemoterapi. Setelah ini akan dilakukan evaluasi untuk memastikan kondisi kanker Pak Romadhon. Santunan disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 952.

Jumlah Bantuan : Rp. 950.000,-
Tanggal : 27 Februari 2017
Kurir : @indrades @idaiddo @dianfariza @yodhadidot   @DiahPertiwi1110

Romadhon menderita kanker kelenjar getah bening


MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO (6, Hydrocephalus + Kelainan Struktur Wajah). Alamat : Ds. Godong, RT 3/ 1, Kec. Wonopringgo, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengan. Dik Maghfiroh sudah mengalami kelainan terutama pada struktur wajah dan tempurung kepalanya sejah lahir. Beberapa hari setelah kelahiran Dik Maghfiroh langsung dibawa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang atas rujukan rumah sakit daerah setempat. Kurang lebih sekitar satu bulan Dik Maghfiroh dirawat secara intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ayah Maghfiroh yaitu Bapak Yunan Purnomo (45) sebagai buruh serabutan dan Ibu Nur Alfiana (42) sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan yang tidak menentu membuat Bapak Purnomo kesulitan biaya transportasi pulang pergi ke Semarang. Meskipun semua biaya pengobatan sudah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Pada awal 2014 tim kurir #SedekahRombongan bertemu dengan keluarga Maghfiroh. Kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Maghfiroh. Saat ini Maghfiroh sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Mohon doanya semoga Maghfiroh lekas sembuh. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 974.

Jumlah Bantuan : Rp. 786.000,-
Tanggal : 23 Februari 2017
Kurir : @indrades @idaiddo @auliarahman04 @DiahPertiwi1110

Maghfiron menderita hydrocephalus + kelainan struktur wajah


FAJAR FIRMANSYAH (10, Hipertiroid). Alamat : Dukuh Larangan, RT 23/11, Desa Jatingarang, Kec. Bodeh, Kab. Pemalang, Prov. Jawa Tengah. Pada saat lahir terdapat benjolan kecil pada leher Fajar. Kedua orang tua Fajar tidak begitu mengkhawatirkan benjolan tersebut. Pada usia 5 tahun, benjolan tersebut semakin membesar dan bila diraba terasa keras. Kemudian Fajar dibawa ke RSUD Kajen dilakukan pemeriksaan lebih intensive. Setelah dilakukan rontgen, dokter mendiagnosa bahwa Fajar menderita hiperteroid atau berlebihnya hormon tiroid pada tubuh. Dokter merujuk Fajar ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ayah Fajar yaitu Bapak Dul Azis (47) yang bekerja sebagai buruh tani tidak bisa berbuat apa-apa. Meskipun Fajar sudah memiliki fasilitas kesehatan yaitu JKN – KIS PBI. Alhamdulillah atas ijin Allah, pada awal oktober 2016 tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Fajar. Kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Fajar. Fajar dibawa kesemarang untuk melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Fajar sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang sebelum menjalani tindakan selanjutnya. Santunan kembali disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 948.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.100.000,-
Tanggal : 17 Februari 2017
Kurir : @indrades  @idaiddo @Qiiyu @DiahPertiwi1110

Fajar menderita hipertiroid


NUR HIKMAH (27, Patent Ductus Arteriosus). Alamat : Desa Karang Mulya, RT 4/4,  Kec. Suradadi, Kab. Tegal, Prov. Jawa Tengah. Awalnya, di bulan mei 2016, Nur Hikmah pernah bekerja di pabrik konveksi selama 2 bulan di Jakarta. Selama bekerja, Nur Hikmah sering mengalami batuk-batuk serta sesak napas. Batuk sering muncul saat Nur Hikmah kelelahan saat bekerja. Seringkali juga tangan dan kakinya berkeringat dingin dan muncul bintik-bintik kebiruan. Satu bulan yang lalu Nur hikmah berobat di puskesmas Jatibogor dan dicurigai terdapat kelainan jantung bawaan. Sehingga Nur Hikmah dirujuk ke RSUD Kardinah Tegal dan dilakukan echocardiografi. Dari hasil pemeriksaan didapatkan bahwa Nur Hikmah mengalami kelainan jantung bawaan yaitu Patent Ductus Arteriosus (PDA) dan harus dirujuk ke pelayanan kesehatan yang lebih tinggi yaitu RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk dilakukan tindakan selanjutnya. Nur Hikmah merasa kebingungan dengan hal ini, karena Nur Hikmah adalah seorang anak yang menjadi tulang punggung keluarganya. Ibunya telah meninggal dan sekarang harus bertanggung jawab mengurusi ayahnya. Keterbatasan biaya membuat pengobatan Nur Hikmah tidak dilanjutkan. Alhamdulillah, pada awal Agustus 2016, tim kurir  Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nur Hikmah. Saat ini Nur Hikmah telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan area Semarang dan telah memiliki fasiltas kesehatan berupa JKN – KIS Mandiri Kelas III. Nur Hikmah melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Nur Hikmah sedang menjalani kontrol rutin untuk persiapan operasi pada bulan maret 2017. Santuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Nur Hikmah selama di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 974.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Februari 2017
Kurir : @indrades @idaiddo @mbakipa @DiahPertiwi1110

Bu Nur menderita patent ductus arteriosus


UNTUNG SAHARA (20, Kanker Tulang). Alamat : Kalenpandan, RT 4/14, Kel. Pamulihan, Kec. Larangan, Kab. Brebes, Jawa Tengah.  Awalnya, Untung mengalami kecelakaan yang tak kunjung sembuh meskipun sudah diperiksakan di klinik setempat. Akhirnya oleh orangtuanya, dibawa ke Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo di Jakarta dan menjalani kontrol setiap bulannya, Tetapi pengobatan terhenti karena terkendala biaya serta tak ada kemajuan kesembuhan. Ayah Untung yaitu Bapak Dartam (50) yang kesehariannya sebagai buruh harian lepas merasa kesulitan dengan besarnya biaya transportasi yang harus disiapkan. Maklum saja, Bapak Dartam tidak memiliki simpanan uang. Pak Dartam masih memiliki tanggungan 5 anak. Seluruh biaya pengobatan Untung telah dicover oleh JKN-KIS PBI. Kurir #SRbrebes dipertemukan dengan Untung kemudian mendamipingi pengobatanya. Untung dirujuk untuk melanjutkan pengobatan di RS. Ortopedi Solo. Maret 2016, Untung menjalani pemeriksaan awal kemudian kontrol tiap satu bulan sekali. Pada 25 April 2016, dokter menganjurkan untuk melakukan pengobatan rutin rawat jalan selama beberapa minggu untuk mematikan sel kanker yang ada, sebelum dilakukan operasi. Awal Agustus 2016, Untung kembali menjalani kontrol serta tes laboratorium, kemudian 8 Agustus ia menjalani operasi kaki bagian kiri. Saat ini ia masih menjalani perawatan di RS serta dianjurkan untuk berbaring selama 6 minggu untuk memulihkan kaki pasca operasi. Kemudian dokter menganjurkan untuk kontrol/terapi setiap 1 minggu sekali pada hari kamis untuk pemulihan lebih lanjut dan dokter memberikan obat setiap kontrol untuk melenturkan sendi yang kaku. Santunan kembali disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 973.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 14 Februari 2017
Kurir : @indrades @DiahPertiwi1110

Pak Untung menderita kanker tulang


MUVI MAESAROH (35, Patah Kaki Kanan). Alamat : Jl. Lobak, RT 6/5, Desa Sendangguwo, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Prov. Jawa Tengah. Berawal pada kecelakaan yang menimpa Bu Muvi pada 11 Januari 2016 lalu, Bu Muvi diserempet oleh orang yang tidak dikenal yang mengendarai sepeda motor di Jalan Pandanaran Semarang. Bu Muvi yang saat itu akan ke rumah Orang tua di Desa Tegalsari Semarang dengan naik sepeda. Orang yang menabrak Bu Muvi tidak bertanggung jawab dan melarikan diri, ketika itu Bu Muvi ditolong oleh orang-orang yang lewat dan dilarikan ke Puskesmas terdekat, kemudian dirujuk ke RSUP Dr.Kariadi Semarang. Sesampainya di RSUP Dr. Kariadi Bu Muvi menjalani operasi kecil untuk menutup lukanya. Setelah dilakukan operasi kecil, diketahui bahwa Bu Muvi mengalami patah kaki kanan sehingga harus segera dilakukan operasi besar. Karena tidak ada biaya untuk operasi Bu Muvi sementara menjalani rawat inap di kamar Rajawali RSUP Kariadi sembari menunggu fasilitas kesehatan yang diurus keluarga Bu Muvi jadi. Suami Bu Muvi yaitu Bapak Butuk (43) seorang buruh serabutan merasa kesulitan dengan biaya akomodasi yang harus dikeluarkan sendiri mengingkat Bapak Butuk hanya sebagai buruh serabutan. Alhamdulillah atas ijin Allah, tim Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Muvi. Saat ini Bu Muvi telah memiliki fasilitas kesehatan yaitu JKN – KIS Mandiri Kelas III. Bu Muvi telah selesai menjalani serangkaian tindakan operasi di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pihak rumah sakit menyatakan bahwa Bu Muvi telah sembuh. Namun tetap harus menjalani kontrol rutin setiap dua minggu sekali untuk memastikan kondisi Bu Muvi. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Bu Muvi selama berobat. Bantuan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 880.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 17 Februari 2017
Kurir : @indrades @idaiddo @Qii_yu @DiahPertiwi1110

Bu Muvi menderita patah kaki kanan


NGATINI BINTI AMIR (36, Tumor Dagu). Alamat : Dusun Ngaliyan RT 03/13 Kel. Kalongan, Kec. Ungaran Timur, Kab. Semarang, Prov. Jawa Tengah. Sepuluh tahun yang lalu, sekitar tahun 2004, Bu Ngatini awalnya memiliki keluhan sakit gigi, kemudian muncul benjolan kecil di area dagunya. Benjolan tersebut semakin lama semakin membesar. Saat itu, Bu Ngatini diantar periksa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang oleh tetangganya yang bekerja sebagai perawat di RSUP Dr. Kariadi. Bu Ngatini divonis terkena tumor dagu jinak oleh dokter dan harus dilakukan operasi. Menurut dokter meskipun tumor tersebut jinak namun apabila tidak diambil maka semakin lama akan semakin besar dan akan mengganggu kegiatan sehari-hari Bu Ngatini. Namun karena jarak dari rumah beliau menuju RSUP Dr. Kariadi Semarang yang cukup jauh, terlebih dengan kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan sampai sekarang belum dilakukan operasi pengangkatan tumor padahal tumor dagunya sudah sangat besar. Bu Ngatini bekerja di sebuah perumahan sebagai buruh bagian merawat taman. Suami Bu Ngatini, Pak Kuat dahulu bekerja sebagai kernet truk di Sumatra namun sekarang hanya  bekerja serabutan di rumah. Bu Ngatini masih mempunyai tanggungan 2 anak yang masih kecil dan bapak mertua yang sudah lansia. Saat ini Bu Ngatini sudah memiliki  fasilitas BPJS PBI Kelas III  yang dibuatkan oleh perangkat desa setempat. Karena faktor kurangnya pengetahuan sehingga Bu Ngatini memerlukan pendampingan dalam proses pengobatan. Serta dibutuhkan banyak biaya transportasi mengingat jarak rumah dengan RSUP Dr. kariadi sangat jauh. Tanggal 27 Januari 2016 Tim #SedekahRombongan bertemu dengan Bu Ngatini, setelah melakukan obrolan panjang akhirnya tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Bu Ngatini.  Pada tanggal 4 Februari 2016, atas rujukan dari RSUD Ungaran, Bu Ngatini melakukan kontrol pertama di RS Tugu Semarang dengan dampingan tim #SedekahRombongan di Poli Onkologi. Karena kondisi tumornya yang sudah sangat besar dan sudah menyerang rahang, dokter menyarankan untuk segera dilakukan operasi dengan resiko Bu Ngatini akan kehilangan semua gigi bagian bawahnya sebab rahang bawah harus diganti dengan pen. Dan Bu Ngatini bersedia dengan resiko tersebut. Karena keterbatasan alat di RS Tugu, Bu Ngatini dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang.Alhamdulillah, tanggal 28 April 2016, Bu Ngatini menjalani operasi pengangkatan tumor di RSUP Dr. Kariadi Semrang. Operasi berjalan dengan lancar dan saat ini Bu Ngatini sedang dalam masa pemulihan pasca operasi di RSDK. Selang bantu makan sudah dilepas tanggal 25 Mei 2016. Alhamdulilah saat ini, Bu Ngatini sudah bisa menutup mulutnya dengan sempurna dan memakan makanan biasa yang teksturnya lunak. Bu Ngatini menjalankan kontrol rutin dua minggu sekali untuk memeriksa luka jahitan setelah operasi. Tanggal 16 Desember 2016, Bu Ngatini menjalani operasi untuk menyempurnakan jahitan di pipi sebelah kiri. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar dan saat ini sudah diperbolehkan pulang dari RSUP Dr. Kariadi dan melakukan pengobatan rawat jalan. Bu Ngatini melakukan kontrol rutin satu bulan sekali. Kondisi Bu Ngatini semakin membaik, luka jahitan sudah menutup dengan sempurna, dan kondisi pipi Bu Ngatini juga sudah tidak membengkak. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama Bu Ngatini menjalani pengobatan di Semarang. Mohon doanya semoga Bu Ngatini lekas sembuh dan dapat beraktivitas seperti semula. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 974.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Februari 2017
Kurir : @indrades @idaiddo @lianhumaira @DiahPertiwi1110

Bu Ngatini menderita tumor dagu


MIFTAHUL JANAH (37, Kanker Ovarium ). Alamat : Desa Pesindon Gang 1 No 4, RT 2/12, Kec. Pekalongan Barat, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Awalnya bulan november 2016, Bu Mifta mengeluh merasakan nyeri di perut bagian bawah. Kemudian  Bu Mifta dibawa ke Puskesmas Bendan dan diagnosa sakit maag. Namun sakit nyeri yang dirasakan tidak kunjung sembuh bahkan perut Bu Mifta semakin hari semakin membesar. Bu Mifta periksa ke Klinik Gadjah Mada Bendan untuk melakukan USG dan hasil USG memperlihatkan adanya benjolan di ovarium Bu Mifta. Bu Mifta dirujuk ke RSUD Bendan Pekalongan penanganan lebih lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter mendiagnosa bahwa Bu Mifta menderita kanker ovarium atau dalam bahasa awam dikenal sebagai kanker indung telur. Bu Mifta dijadwalkan untuk menjalani operasi penggangkatan kanker. Operasi tersebut dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bu Mifta yang kesehariaanya sebagai penjaga toko dan berpenghasilan sedikit. Bu Mifta memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan. Bu Mifta memiliki tanggungan satu anak yang masih sekolah. Bu Mifta telah memiliki fasilitas kesehatan yaitu JKN – KIS Mandiri Kelas III. Alhamdulillah, pada awal desember 2016 kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Mifta. Dan selanjutnya Bu Mifta menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Setelah menjalani kontrol rutin dan penyedotan cairan di perut dan kaki, pada tanggal 30 Januari 2017 Bu Mifta menjalani operasi kanker ovarium di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Kondisi Bu mifta pasca operasi berangsur-angsur membaik,  namun mulai tanggal 6 Februari 2017 kondisi Bu mifta mulai menurun sampai pada tanggal 8 Februari 2017 Pukul 13.00 WIB Bu Mifta meninggal dunia di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan dari Sedekaholics ditujukan untuk keluarga Bu Mifta untuk membantu biaya pengurusan jenazah. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terdapat dalam rombongan 974.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Februari 2017
Kurir : @indrades @idaiddo  @awwalufikafaela @DiahPertiwi1110

Bu Mifta menderita kanker ovarium


MTSR SEMARANG (G 9221 GC, Biaya  Operasional Bulan Januari). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Januari 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 952.

Jumlah Bantuan : Rp. 7.282.200,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @indrades @DiahPertiwi1110

Biaya operasional bulan Januari


MTSR SEMARANG (H 8690 QF, Biaya  Operasional Bulan Januari). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulance MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Januari 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 952

Jumlah Bantuan : Rp. 6.187.300,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Januari


RSSR SEMARANG (Operasional Bulan Januari). Alamat : Jl. Sadewa 2 No. 3, RT 1/3, Kel. Pendrikan Kidul, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang. RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Di Semarang sejak bulan Juni 2016 ini kami menyewa sebuah rumah di daerah Semarang Tengah ini, sebelumnya di daerah Pleburan Semarang sejak 2 tahun lalu sebagai rumah singgah untuk pasien. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah misalnya ada pasien #SedekahRombongan yang berasal dari luar kota Semarang, biasanya dari wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, Pekalongan, Pati, Jepara, Purwodadi, Rembang, dsb yang harus menjalani pengobatan di Semarang selama berbulan-bulan dan hanya perlu masuk Rumah Sakit seminggu sekali misalnya untuk kemoterapi, kontrol rutin, atau proses pengobatan yang lain tidak perlu bolak balik ke rumahnya dan bisa menempati Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR). Laporan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan Januari 2017. Laporan keuangan operasional RSSR ini sebelumya masuk di rombongan 952.

Jumlah Bantuan : Rp. 12.791.190,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Januari


AHMAD FAWWAS (1, APCD+Penurunan Kesadaran). Alamat: KTW Taman Flora F15/35 RT 6/47 Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Ahmad Fawwas adalah putra ketiga pasangan bapak Hasanudin (42) dan ibu Nur Hasanah (25). Fawwas, 4 bulan yang lalu terlahir normal layaknya bayi pada umumnya. Hingga saat usia Fawwas menginjak 2 bulan, Fawwas mengalami demam tinggi, kejang dan muntah hingga tidak sadarkan diri. Orang tua Fawwas langsung membawa Fawwas ke RSI Cempaka Putih Jakarta, namun langsung dirujuk ke RSCM karena keterbatasan fasilitas RS. Sejak bulan Februari Fawwas menjalani perawatan di RSCM, sudah dilakukan pemeriksaan MRI dan hasilnya ada perdarahan di kepala Fawwas. Sampai saat menjelang pulang kemarin Fawwas belum juga sadar, namun kondisinya sudah stabil. Dokter telah membolehkan pulang setelah sebulan lebih dirawat, dengan catatan Fawwas harus tetap memakai oksigen. Kondisi ini yang sempat menunda kepulangan Fawwas, karena orang tua Fawwas tidak ada biaya untuk membeli tabung oksigen sebanyak 2 buah. Ibu Fawwas adalah seorang ibu rumah tangga, sementara sang ayah bekerja sebagai buruh di pabrik. Mendengar informasi tentang kondisi Fawwas, #Kurir Sedekah Rombongan langsung mengunjungi Fawwas dan menyampaikan bantuan berupa tabung oksigen 3 liter dan bantuan tunai. Semoga apa yang telah diikhtiarkan Fawwas akan memberikan hasil yang terbaik.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 9 April 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Ahmad menderita penurunan kesadaran


SUMADI BIN SAKIMUN (47. Tumor Kelamin Stadium 4). Alamat : Jalan Lewa XVII RT. 6 /10, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Bapak Sumadi Bin Sakimun suami dari ibu Ita Purwati (43) dan sudah dikaruniai 2 orang anak, sudah sekitar 9 tahun, bapak Sumadi menderita penyakit tumor kelamin. Pada awalnya, bapak Sumadi hanya merasakan ada benjolan kecil di ujung alat kelaminnya tanpa rasa sakit yang berarti. Ketika diperiksakan ke dokter, awalnya dokter mengira hal tersebut merupakan penyakit kelamin. Sejak saat itulah pengobatan yang dilakukan hanya menggunakan obat-obatan herbal. Bapak Sumadi yang berprofesi sebagai supir travel ini tetap bekerja ketika sakit karena menganggap sakitnya adalah sakit biasa, namun semakin lama dibiarkan, kondisi penyakitnya semakin memburuk, hingga mengakibatkan kondisi kesehatan bapak Sumadi mengalami penurunan yang sangat drastis. Benjolan di alat kelaminnya semakin membesar dan mengeluarkan nanah, disertai demam secara terus-menerus. Karena kondisi kesehatannya kian memburuk, bapak Sumadi dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Rebo, tetapi pihak RSUD tidak menyanggupinya. Dokter pun merujuk bapak Sumadi untuk berobat ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Namun bapak Sumadi enggan untuk dibawa ke RSCM karena trauma dengan diagnosa dokter dan sudah kehilangan semangat hidup karena sakit yang tak kunjung membaik. Akhirnya perawatan hanya dilakukan di rumah dengan pengobatan madu dan habatusauda. Bulan Maret 2017 ini kondisi kesehatannya kembali menurun drastis. Karena tak kuat menahan sakit, Pak Sumadi pun sampai teriak-teriak merintih kesakitan hingga terdengar oleh tetangga. Akhirnya, bapak Sumadi dibawa berobat ke RS Polri Kramat Djati secara paksa oleh tetangga dan keluarganya. Pihak RS menyanggupi perawatan untuk penyakit yang diderita bapak Sumadi, walaupun tim dokter manyatakan harapannya sudah tipis karena baru diketahui bahwa tumor yang dideritanya sudah memasuki stadium 4. Di RS Polri ini bapak Sumadi telah menjalani tindakan operasi pada tanggal 27 Maret 2017. Pasca operasi, kondisi kesehatan Pak Sumadi tidak stabil dan beliau harus masuk ruangan ICU selama beberapa hari. Setelah melewati masa kritis, kini bapak Sumadi dirawat di Ruang Edelweis 2 No. 5. Sebetulnya bapak Sumadi tidak dirawat di ruang tersebut (Kelas 2), tapi karena beliau membutuhkan perawatan tertutup karena penyakit tumor kelamin yang dideritanya jadi beliau mendapat kebijakan dari pihak RS untuk dirawat di ruang kelas 2. Selama ini, biaya rumah sakit masih ditanggung Kartu Jakarta Sehat, namun ada beberapa obat yang tidak dicover dan harganya mencapai 1 Juta/ jenis obat. Setelah keluar dari ruangan ICU, kondisi pasien terus mengalami penurunan dan harus terus menjalani transfusi darah. Sampai saat ini, bapak Sumadi masih menjalani rawat inap di RS Polri Kramat Djati Ruang Edelweis 2 No. 5. Semenjak sakitnya semakin parah, bapak Sumadi terpaksa berhenti dari pekerjaannya dan kini beliau tidak memiliki penghasilan. Penghasilan sang istri yang hanya bekerja sebagai guru ngaji juga hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berobat dengan fasilitas KJS memang sangat membantu, namun untuk membeli obat yang tidak dicover KJS sangat memberatkan keluarga ini. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya membeli obat serta biaya akomodasi berobat. Semoga bapak Sumadi diberikan kesembuhan yang maksimal oleh Allah. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 9 April 2017
Kurir: @wirawiry @ernatsan @endangnumik

Pak Sumadi menderita tumor kelamin stadium 4


RSSR JAKARTA (Operasional) Alamat: Jl. Inspeksi Kali Ciliwung Kenari II RT 4/4 No. 15 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. RSSR atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta terletak di sekitar RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo  Jakarta. RSSR berfungsi sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta. Seperti Ibukota atau kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Solo, Semarang, Bandung, Malang, Ternate, Flores, Aceh dan kota lainnya. Di Jakarta khususnya dekat wilayah RSCM #SedekahRombongan mengontrak tiga rumah untuk pasien rawat jalan, yang menjadi perhatian kita sehari-hari. Saat ini ada total 20 pasien dampingan yang tinggal di RSSR. Di RSSR III ada 4 kamar yang bisa ditempati pasien. Tidak hanya sekedar diberikan bantuan rutin setiap bulannya, di RSSR juga disediakan sembako, peralatan mandi, susu, pampers dan kebutuhan pasien yang lainnya. Kembali bantuan disampaikan untuk membayar biaya sewa RSSR III dan operasional.  setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 972. Semoga seluruh pasien yang ada di RSSR Jakarta diberikan kesembuhan oleh Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 13.700.000,-
Tanggal: 9 April 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @endangnumik

Biaya operasional


MUHAMMAD ARWANI (36, Luka Bakar). Alamat: Pelawat RT 2/7 Kecamatan Keragilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Pada bulan Desember beliau mendapat pekerjaan
membangun rumah di sekitar tempat tinggalnya, namun pada hari itu pak Arwani mengalami kecelakaan saat bekerja, beliau tersambar listrik bertegangan tinggi yang mengakibatkan luka bakar diseluruh tubuhnya. Kemudian Pak Arwani dilarikan ke RSUD kota Serang, kedua tangan kanan pak Arwani mengalami luka bakar amat serius. Kondisi tangan kirinya juga mengalami luka yang tak kalah serius yag menyebabkan harus diamputasi sebatas siku. Selama satu setengah bulan pak Arwani dirawat di RSUD kota serang, namun beliau tidak dapat ditangani secara maksimum. Karena keterbatasan peralatan medis, akhirnya pihak dokter menyarankan supaya pak Arwani dirujuk ke RSCM Jakarta pada bulan Februari 2017. Di RSCM pak Arwani, kondisi tangan kanannya masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Alhamdulillah #SR dipertemukan dengan beliau yang sedang merasakan kebingungan masalah biaya transportasi selama menjalani rawat jalan di RSCM Jakarta. Kini beliau mendapatkan di fasilitas yang disediakan #SR, yaitu rumah singgah dan biaya operasional untuk menunjang selama menjalani rawat jalan di RSCM Jakarta. Pak Arwani selalu merisaukan dengan keberadaan kedua anak nya, karna pak Arwani merupakan tulang punggung keluarga, dengan kondisi fisik beliau saat ini rasanya merasa kesulitan untuk mencari nafkah. Sementara sang istri, ibu Suparti (32) harus menemaninya berobat di Jakarta.  Kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya harian setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 979. Kondisi pak Arwani masih lemah pasca operasi rekontruksi tangan sebelah kanannya. Semoga Allah segera memberikan kesembuhan untuk pak Armani, Aamiin

Jumlah bantuan: Rp. 800.000,-
Tanggal: 13 April 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @endangnumik.

Arwani menderita luka bakar


PADI  BIN SAKIP (33, Tumor Mata). Alamat: Dusun Kururan, RT 28/6, Desa Mbelulu, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Saat usia 19 tahun, pak Padi mengalami kecelakaan dan benturan pada mata sehingga menyebabkan mata bagian kanan menonjol keluar. Pak Padi langsung dilarikan ke rumah sakit untuk pertolongan pertama. Kondisi pak Padi lambat laun semakin membaik pasca kecelakaan, namun pada usia 32 tahun kondisi mata padi selalu memerah dan terdapat daging tumbuh di dalam mata. Pak Padi memeriksakan diri ke  RSUD Soedono Bojonegoro. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Padi di diagnosa menderita  tumor mata. Pak Padi kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Setelah beberapa kali kontrol serta pemeriksaan di RSUD Dr. Soetomo, dokter menyarankan operasi pengangkatan tumor. Pak Padi tidak memiliki jaminan kesehatan serta terkendala dana untuk operasi. Pak Padi tinggal bersama istrinya. Pak Padi bekerja sebagai buruh tani, sedangkan istrinya sebagai ibu rumah tangga. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan pak Padi. Mulai september 2016 pak Padi menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Saat ini pak Padi masih menjalani kontrol dan persiapan untuk melakukan operasi pengangkatan tumor. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 983. Sedekah Rombongan juga membantu pak Padi untuk pembuatan serta pembayaran iuran BPJS. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini pak Padi masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 510.000,-
Tanggal : 6 Maret 2017
Kurir :  @Wahyu_CSD  @EArynta

Pak Padi menderita tumor mata


MUHAMMAD ALI (83, Paru-Paru Basah). Alamat: Jalan Jenderal S Parman, RT 3/10, Kecamatan Waru, Kapubaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Sejak tiga tahun yang lalu, bapak Ali sudah mengeluh sakit di bagian dada. Beliau juga sering batuk-batuk. Namun karena menganggap hanya batuk biasa, bapak Ali tidak segera memeriksakan diri ke dokter. Semakin lama batuk yang beliau derita tidak kunjung sembuh. Bapak Ali pun memeriksakan diri ke Puskesmas Medaeng di Kecamatan Waru Sidoarjo. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosa bapak Ali menderita penyakit paru-paru basah. Dokter menyatakan bahwa penyakit yang beliau derita ini sewaktu-waktu bisa kambuh. Karena masalah biaya, bapak Ali akhirnya tidak meneruskan pengobatan. Beberapa waktu terakhir, penyakit bapak Ali kambuh kembali. Beliau hanya bisa terdiam di rumah dengan kondisi yang sudah lemah. Bapak Ali hidup seorang diri di sebuah rumah sewa dengan biaya Rp 300.000,- setiap bulannya. Istri beliau, Leginah sudah lama meninggal. Sebelum sakit, bapak Ali bekerja sebagai tukang kayu. Karena sudah tidak bekerja lagi, beliau tidak bisa membiayai rumah sewa dan kebutuhan sehari-hari. Beliau meminjam kepada tetangga sekitar untuk biaya sewa rumah. Bapak Ali bersyukur para tetangga juga dapat membantu memberikan makan karena merasa iba melihat kondisi beliau. Selama ini bapak Ali belum memiliki jaminan kesehatan sehingga tidak ada biaya untuk menjalani pengobatan. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan bapak. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan berkesempatan mengajukan surat rekomendasi Dinas Sosial menggantikan kartu jaminan kesehatan agar bapak Ali dapat segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Bantuan awal dari para sedekaholic pun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk membantu biaya pengobatan dan transportasi selama menjalani pengobatan. Sementara ini pengobatan yang dilakukan oleh bapak Ali adalah kontrol setiap 4 hari sekali di Puskesmas. Setelah itu, bapak Ali akan dirujuk ke rumah sakit agar mendapatkan pengobatan yang lebih lanjut. Semoga kesehatan bapak Ali segera pulih, sehingga beliau dapat beraktivitas seperti biasa. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 540.800,-
Tanggal : 24 Maret 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027

Pak Ali menderita paru-paru basah


TITIK RACHMAWATI (40, Kanker Payudara). Alamat: Desa Sumberejo, RT 8/2, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Satu tahun yang lalu ibu Titik mendapati benjolan di bagian payudara sebelah kanan. Karena kesibukan rumah tangga, ia hanya membiarkan dan menganggap benjolan tersebut akan segera hilang dengan sendirinya. Namun seiring berjalannya waktu, benjolan tersebut semakin besar. Akhirnya ibu Titik memeriksakan diri ke RSUD Sidoarjo. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Titik didiagnosa menderita kanker payudara dengan stadium 3B. Tidak hanya itu, dokter juga mendiagnosa timbulnya pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar area payudara ibu Titik. Selama menjalani pengobatan di RSUD Sidoarjo, akhirnya satu bulan kemudian ibu Titik menjalani operasi pengangkatan kanker payudara di bagian payudara sebelah kanan. Setelah menjalani operasi, ibu Titik masih mendapati benjolan di leher, dada, dan di ketiak. Ibu Titik mengeluh sakit pada bagian tersebut. Semakin lama, benjolan tersebut membuat ibu Titik tidak kuasa menahan rasa sakitnya. Benjolan-benjolan tersebut juga menyebabkan pembengkakan pada tangan kanan beliau. Orang tua ibu Titik, Maslam (78) dulunya bekerja sebagai tukang kayu dan sekarang sudah tidak bekerja lagi, sedangkan ibu beliau sudah meninggal. Suami ibu Titik, Sugiman Mujid (46) bekerja sebagai buruh lepas pada pekerjaan instalasi listrik, sedangkan ibu Titik adalah seorang ibu rumah tangga. Ibu Titik memiliki jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat sehingga biaya pengobatan di RSUD Sidoarjo bisa tertutupi. Namun pihak keluarga merasa kesulitan mengenai biaya, transportasi, dan kebutuhan nutrisi yang harus dikonsumsi oleh ibu Titik. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal dari para sedekaholic yang digunakan untuk biaya, transportasi, dan kebutuhan nutrisi.  Semoga ibu Titik dapat beraktivitas kembali dan dapat segera sembuh dari penyakitnya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Maret 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027

Bu Titik menderita kanker payudara


MAYA SOFIANAH (23, Gloukoma). Alamat: Kampung Baru, RT 18/8, Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Sejak kecil ibu Maya sudah mengeluhkan sakit di daerah mata. Saat beliau masih duduk di bangku Sekolah Dasar, mata kiri ibu Maya tidak sengaja terkena pantulan karet gelang. Semenjak kejadian itu mata kiri ibu Maya sering mengalami sakit. Karena menganggap sakit mata tersebut merupakan hal yang biasa dan akan segera sembuh dengan sendirinya, ibu Maya tidak memeriksakan diri ke dokter setempatnamun semakin lama, keluhan ibu Maya tidak kunjung hilang. Karena sudah lama sakit, akhirnya pada tahun 2009 ibu Maya dibawa ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani pemeriksaan dengan dibiayai oleh sebuah panti asuhan karena pada saat itu ibu Maya adalah anak binaan panti asuhan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Maya didiagnosa menderita penyakit mata yaitu bola mata yang terdorong keluar. Dokter menyarankan untuk mengambil tindakan operasi. Saat itu ibu Maya tidak berani untuk melakukan operasi, sehingga beliau memilih untuk berobat jalan. Saat berobat jalan, ibu Maya mengonsumsi minuman herbal yaitu daun sirsak dicampur dengan kunyit. Seiring berjalannya waktu, ibu Maya selalu merasakan sakit yang hilang timbul. Mata beliau selalu mengeluarkan air mata, dan lama kelamaan bola matanya semakin menonjol keluar.  Karena hal tersebut, ibu Maya sering mengeluh sakit di daerah mata dan merasa kesulitan untuk melakukan ibadah. Kedua orangtua ibu Maya, Muhammad Bukhori (47) bekerja sebagai buruh tambak sedangkan, Dewi (44) adalah seorang ibu rumah tangga. Suami ibu Maya, Didik Supriyanto (37) adalah seorang guru. Sedangkan ibu Maya bekerja sebagai tukang sablon. Mereka dikaruniai seorang anak yang masih kecil. Saat ini ibu Maya belum memiliki jaminan kesehatan. Pihak keluarga tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat sehingga mereka merasa terkendala untuk membiayai pengobatan ibu Maya. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan ibu Maya. Bantuan awal dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan telah diterima oleh ibu Maya, dan dipergunakan untuk biaya pengobatan ke rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan juga memberi bantuan untuk mendampingi pembuatan kartu jaminan kesehatan ibu Maya. Semoga ibu Maya bisa segera sembuh dan menjalani kehidupan sebagai seorang ibu yang baik seperti yang beliau inginkan. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 685.000,-
Tanggal : 24 Maret 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027

Maya menderita gloukoma


MUHAMMAD KUSEN (31, Patah Tulang Lengan). Alamat: Dusun Bangunsari, RT 09/5, Desa Tambak Kalisogo, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Beberapa waktu yang lalu, bapak Kusen hendak bekerja memanen ikan di tambak pada saat dini hari. Beliau membawa jala ikan yang digantungkan di leher. Penerangan di tambak pada dini hari tidak begitu terang. Bapak Kusen membawa jalan ikan yang tergantung di leher tidak melihat bila ada diesel air dalam keadaan masih menyala. Ukuran jala ikan yang besar dan panjang membuat jala tidak sengaja terkena diesel. Tiba-tiba diesel menyambar jala ikan yang tergantung di leher beliau. Tegangan listrik diesel yang tinggi membuat bapak Kusen terpental hingga jatuh. Beruntung ada orang yang mengetahui kejadian tesebut. Bapak Kusen segera dilarikan ke RSUD Sidoarjo untuk mendapatkan pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bapak Kusen didiagnosa menderita patah tulang bagian lengan. Dokter sudah memberikan penanganan awal terhadap bapak Kusen. Walaupun demikian, bapak Kusen diarahkan untuk melakukan operasi dengan segera. Apabila terlambat untuk melakukan operasi maka jaringan tulang akan rusak sehingga harus dilakukan amputasi. Karena keluarga tidak mampu membiayai operasi bapak Kusen, pihak keluarga memilih untuk membawa bapak Kusen pulang ke rumah. Kini, bapak Kusen hanya mengonsumsi obat penghilang rasa nyeri karena posisi tangan beliau yang masih patah. Ditambah lagi, ada perdarahan di lengan beliau. Bapak Kusen bekerja sebagai buruh tambak. Sedangkan istrinya, Choirul Hidayati (26) juga bekerja sebagai buruh tambak dan seorang petani. Mereka dikaruniai seorang anak yang masih kecil. Karena memiliki keluarga kecil itu bapak Kusen sangat berharap untuk sembuh dari sakitnya. Namun, beliau belum memiliki jaminan kesehatan sehingga pihak keluarga mengalami kesulitan dalam biaya pegobatan. Alhamdulillah, langkah awal bantuan yang diberikan oleh Sedekah Rombongan adalah bantuan mengurus kartu jaminan kesehatan. Bantuan awal dari para sedekaholic yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan telah diberikan dan digunakan untuk  tambahan biaya pengobatan di rumah sakit. Semoga bapak Kusen dapat segera menjalani operasi dan segera sembuh, sehingga dapat bekerja seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Maret 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027

Pak Kusen menderita patah tulang lengan


MAWANI PANE (42, Tumor Otak). Alamat: Jalan Brigjen Katamso No. 69D, RT 2/10, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Ibu Mawani sudah sakit sejak tahun 2015. Awal mulanya, beliau merasakan pusing yang luar biasa. Karena keluhan tersebut, akhirnya ibu Mawani memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Dokter setempat menyatakan bahwa ibu Mawani hanya memerlukan istirahat yang cukup dan disarankan untuk tidak terlalu banyak pikiran. Dua bulan kemudian, ibu Mawani mengeluh pusing kembali. Beliau juga pernah jatuh pingsan sehingga dilarikan lagi ke Puskesmas. Ketika sadar, kondisi mata ibu Mawani memerah. Ibu Mawani juga mengeluhkan sakit di bagian tangan beliau. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, ibu Mawani dirujuk ke RS Royal Surabaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lengkap. Dari RS Royal, ibu Mawani dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, ibu Mawani telah menjalani pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Dari hasil pemeriksaan, ada sesuatu di bagian otak ibu Mawani sehingga dokter menyarankan untuk rutin menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soetomo setiap satu bulan sekali. Kini, ibu Mawani sering mengalami kejang, demam, dan gemetaran. Keadaan bibir beliau juga menjadi miring sehingga sulit untuk berbicara, terkadang bisa merepon dan terkadang tidak bisa. Ibu Mawani hanya bisa terdiam di rumah karena mata dan kaki beliau sudah tidak dapat difungsikan lagi. Suami ibu Mawani, Basmen Nainggolan (46) bekerja sebagai tukang tambal ban. Ibu Mawani adalah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai empat anak dan tinggal bersama dengan suami di sebuah kos-kosan yang lebarnya 2×6 m. Selama pengobatan, ibu Mawani menggunakan fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 2. Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi, nutrisi makanan, dan biaya obat yang berada di luar BPJS. Kisah hidup ibu Mawani telah menyapa hati Sedekah Rombongan. Alhamdulillah, bantuan dari para sedekaholic yang disalurkan melalui Tim Sedekah Rombongan telah sampai. Bantuan pertama telah disampaikan. Kurir Sedekah Rombongan segera memeriksakan ibu Mawani untuk melakukan pemeriksaan lagi di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Mawani didiagnosa menderita Tumor Otak. Dari RSI Jemursari Surabaya, ibu Mawani dirujuk ke Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya. Hingga sekarang beliau masih menjalani pengobatan. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga ibu Mawani bisa segera sembuh dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 747.000,-
Tanggal : 24 Maret 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027

Bu Mawani menderita tumor otak


BEDJOE ARYO SAPUTRO  (2, Kelainan Jantung) Alamat: Dusun Larangan, RT 12/4, Desa Krengceng, Kec. Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Saat lahir dik Bedjo terlihat normal seperti bayi pada umumnya. Sejak usia 2 bulan dik Bedjo mulai memiliki masalah di pernafasannya. Setiap dik Bejdo menangis kuat, seluruh badannya akan membiru dan nafasnya terengah-engah. Setelah diperiksakan di Rumah Sakit  PHC Perak Surabaya, dokter mendiagnosa terdapat masalah  pada jantung dik Bedjo, kemudian dokter merujuk dik Bedjo ke RSUD Dr. Soetomo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter menyarankan dik Bedjo untuk melakukan kontrol rutin ke Poli Anak. Meskipun dik Bedjo memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun karena keterbatasan biaya transportasi dan biaya hidup selama berobat di Surabaya, orang tua dik Bedjo hampir putus asa untuk melanjutkan proses pengobatan anaknya. Riadi (42) ayah dik Bedjo seorang tukang bangunan yang hanya mendapatkan penghasilan ketika ada pekerjaan. Sedangkan Suparni (40) ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan dik Bedjo. Melihat semangatnya yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu dik Bedjo. Saat ini dik Bedjo rutin melakukan kontrol di Poli Jantung Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya kebutuhan nutrisi dan obat yang tak tercover BPJS. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 967. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Bedjo masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000,-
Tanggal : 27 Februari 2017
Kurir :  @Wahyu_CSD  @Martinomongi @EArynta

Bedjo menderita kelainan jantung


IMAM WAHYUDI (54, Infeksi Darah) Alamat : Jl. Wonorejo 4, RT 11/2, Kelurahan Wonorejo utara, Kecamatan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur. Bapak Imam merasakan sakitnya pada bulan 2016 silam. Benjolan mulai tumbuh di sekitar lehernya dan terasa sakit. Karena rasa sakit yang tidak tertahankan, akhirnya bapak Imam berobat ke dokter umum di sekitar rumahnya. Benjolan mulai hilang setelah mengkonsusmsi obat yang diberikan oleh dokter, namun tidak disertai dengan kondisi tubuh yang membaik. Nafsu makan yang menurun membuat kondisinya semakin melemah. Panas dan disertai kejang-kejang hampir dialami setiap hari oleh pak Imam. Dengan kondisi yang seperti itu, keluarga kembali membawa keluarga pak Imam untuk berobat. Kali ini keluarga membawa pak Imam ke UGD RS Haji Surabaya yang tak jauh dari rumah kontrakannya. Dari hasil diaagnosa dokter yang di ambil dari hasil Lab darah, diketahui bahwa pak Imam menderita infeksi darah yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Dokter menyarankan pak Imam untuk menjalani kemoterapi  untuk membunuh sel-sel racun yang berada di dalam darahnya. Namun, hal itu urung dilakukan dan pak Imam memilih untuk berobat dirumah saja dikarenakan biaya rumah sakit yang membengkak.  Pak Imam berasal dari Mojokerto dan sudah 9 tahun mengadu nasib dan tinggal di Surabaya sebagai penjual kue keliling milik tetangganya. Kesehariannya beliau tinggal disebuah rumah kontrakan berukuran 3×5 m. Sementara itu, Lastri istri dari pak Imam kesehariannya bekerja sebagai buruh cuci dan setrika disekitar rumahnya dan Ayu, anak dari pak Imam memutuskan untuk tidak melanjutkan beasiswa kuliahnya di Universitas Airlangga Surabaya dan memilih bekerja sebagai karyawan toko di salah satu mall di Surabaya untuk membantu meringankan beban kedua orang tuanya. Semenjak bapak Imam sakit, Ayu memilih untuk berhenti bekerja dan fokus untuk menjaga ayahnya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan hadir dan turut merasakan kesuliatn yang dirasakan oleh keluarga pak Imam. Bantuan pertama telah kami sampaikan untuk membantu meringankan beban keluarga terutama untuk membantu membayar biaya pengobatan serta rumah sakit dan biaya akomodasi lainnya. Ibu Lastri dan Ayu mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics yang telah membantu meringankan beban mereka. Semoga pak Imam segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti semula.. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Ditta @EArynta

Pak Imam menderita infeksi darah


SUGITO BIN KASENI (51, Tumor Pipi). Alamat : Dusun Gragalan, RT 1/1, Desa Soso, Kec. Gandusari, Kab. Blitar, Jawa Timur. Pada awalnya Pak Gito biasa ia disapa, mulai merasakan sakit pada matanya, lalu muncul benjolan di pipi sebelah kanan. Kemudian beliau mencoba mengobati sakitnya secara tradisional, namun lama kelamaan benjolannya justru menjadi semakin membesar. Selanjutnya beliau berobat ke RSUD Ngudi Waluyo Blitar dengan menggunakan biaya sendiri. Setelah menjalani pemeriksaan, Pak Gito didiagnosa menderita tumor pipi. Pak Gito kemudian dirujuk ke RSUD Syaiful Anwar, Malang. Namun pengobatan tidak berlanjut karena kendala biaya transportasi ke Malang. Pak Gito dulunya adalah seorang penjual bakso di Kalimantan Barat. Namun karena sakit, beliau tidak bisa bekerja dan pulang kembali ke Blitar. Beliau tinggal bersama istrinya, Sarifah (49) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Pak Gito dan istri tinggal di sebuah rumah yang kecil dengan berlantai tanah. Tanggungan dalam keluarga sejumlah 2 orang. Saat ini Pak Gito menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, Pak Gito melanjutkan ikhtiar pengobatannya di RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani kemoterapi. Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang dipergunakan untuk biaya transportasi dan kebutuhan selama di Surabaya. Sedekah Rombongan juga membantu pembuatan BPJS beliau. Saat ini benjolan di pipi beliau sudah mulai mengecil dan tubuh beliaupun mulai normal kembali. Semoga dengan kontrol dan kemoterapi secara rutin kondisi Pak Gito akan semakin membaik dan bisa sembuh total. Bantuan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 974. Saat ini Pak Gito sedang menunggu jadwal kemoterapi berikutnya. Semoga semuanya berjalan lancar. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.330.200,-
Tanggal : 23 Maret 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Pak Sugito menderita tumor pipi


ADUNG JAYA (58, Diabetes). Alamat : Kp. Ranca Gede, RT 9/2, Desa Jaya Sari, Kecamatan Cimarga, Kab. Lebak, Provinsi Banten. September 2014 lalu Pak Adung tiba-tiba merasakan badannya menjadi lemah dan sakit di bagian kaki sebelah kanannya. Kondisi tersebut tidak dihiraukannya dan ia tetap bekerja seperti biasa sebagai buruh tani di kebun milik orang lain bersama istrinya, Nurheni (53). Kondisinya yang semakin melemah itu membuat Pak Adung terjatuh hingga kakinya terluka. Keluarga pun membawa Pak Adung ke RSUD Dr. Adjidarmo Lebak, Banten, untuk menjalani pengobatan. Pak Adung didiagnosis oleh dokter menderita diabetes dan harus menjalani perawatan selama hampir 2 minggu. Kini Pak Adung masih menjalani tahap pemulihan, namun kaki sebelah kanannya masih bengkak akibat terjatuh. Bermodalkan jaminan kesehatan KIS yang didapat dari pemerintah setempat, Pak Adung menjalani pengobatannya. Akan tetapi untuk biaya transportasi dan obat-obatan yang tidak ditanggung menjadi kendala. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan Pak Adung. Kodisi Pak Adung membaik namun ia masih harus menjalani kontrol rutin dan membutuhkan asupan makanan yang bergizi dan menjaga gula darahnya. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat rutin. Sebelumnya Pak Adung dibantu dalam rombongan 971.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Maret 2017
Kurir : @nurmanmaulana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak Adung menderita diabetes


ARI KASAN (36, Nefrolitiasis). Alamat : Kp. Ranca Gede, RT 9/2, Desa Jaya Sari, Kecamatan Cimarga, Kab. Lebak, Provinsi Banten. Pak Ari sehari – harinya bekerja sebagai buruh pengangkut pasir di desanya. Dari pagi hingga sore hari ia habiskan waktunya untuk mengumpulkan pasir demi mendapatkan upah yang bisa dibilang tidak sepadan dengan beratnya pekerjan yang dijalaninya. Pak Ari memiliki 1 orang putri yang masih duduk dibangku sekolah dasar, sementara sang istri, Masni (32) hanya seorang ibu rumah tangga. Sakit yang diderita Pak Ari berawal pada Januari 2017. Awalnya Pak Ari merasakan sakit pada pinggang sebelah kanannya. Setelah melakukan pemeriksaan ke poli dalam menggunakan KIS yang dimiliki, Pak Ari diagnosis oleh dokter mengidap penyakit nefrolitiasis atau batu ginjal. Pak Ari sempat dirawat selama 7 hari di RSUD Dr. Adjidarmo Lebak, Banten. Alhamdulilah setelah menjalani rawat inap selama sepekan kondisi Pak Ari berangsur membaik dan diperbolehkan pulang dengan catatan harus kontrol kembali untuk melihat perkembangan kondisinya. Pak Ari menyampaikan keinginannya kepada kurir Sedekah Rombongan untuk meneruskan pengobatannya yang tertunda. Pak Ari sangat membutuhkan bantuan dan dukungan, Memahami beratnya tahapan pengobatan yang harus dijalani Pak Ari, kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk transportasi dan akomodasi berobat, serta biaya hidup sehari – hari. Sebelumnya Pak Ari telah dibantu dalam Rombongan 971.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Maret 2017
Kurir : @nurmanmaulana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak Ari menderita nefrolitiasis


JASID CIPANCUR (87, Stroke). Alamat : Kp. Cipancur, RT 3/2, Desa Jayasari, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Prov. Banten. Kakek berusia 87 tahun ini hidup dan tinggal di sebuah rumah panggung bersama seorang istri dan satu orang anaknya. Awal penyakit yang diderita Pak Jasid adalah ketika ia mengalami demam tinggi yang disertai batuk berdarah. Keluarga dan tetangga sempat membawa Pak Jasid ke Puskemas, namun karena keterbatasan biaya akhirnya ia tidak melanjutkan pengobatannya. Pak Jasid pun belum memilliki jaminan kesehatan. Pak Jasid menderita stroke lebih dari 11 tahun, dan selama itu pula Pak Jasid hanya bisa terbaring di tempat tidur. Sang istri tercinta, Siti (80), dan anaknya, Ikhsan (45), dengan setia menjaga dan merawat Pak Jasid. Selama Pak Jasid terbaring sakit, Ikhsan lah yang menjadi tulang punggung keluarga menggantikan posisi sang ayah. Ikhsan bekerja sebagai buruh di perkebunan karet dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi Pak Jasid belum membaik, ia masih terkulai lemah di tempat tidurnya dan harus menjalani kontrol rutin. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat dan biaya hidup sehari-hari. Sebelumnya Pak Jasid dibantu pada Rombongan 971.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak Jasid menderita stroke


MAD SIRA (79, Lumpuh). Alamat : Kp. Cipancur, RT 3/2, Desa. Jayasari, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Prov. Banten. Pak Mad Sira sudah 2 tahun lebih menderita stroke. Berawal ketika Pak Mad Sira mengalami kecelakaan saat bekerja di kebun milik tetangganya. Pak Mad Sira terpeleset dan jatuh ke jurang dengan kedalaman hampir 20 meter. Beruntung Pak Mad Sira masih selamat karena sempat berpegangan pada akar pohon di sisi jurang. Sesaat setelah kecelakaan itu, Pak Mad Sira segera dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis, namun karena keterbatasan alat ia harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar. Keterbatasan biaya dan jarak tempuh ke rumah sakit besar cukup jauh, akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Pak Mad Sira secara medis. Terlebih lagi ia tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Selama hampir 6 bulan Pak Mad Sira menjalani pengobatan tradisional di mantri sekitar, namun bekas luka di kaki yang ia derita mengakibatkannya tidak dapat berjalan dengan normal. Alhamdulillah, setelah mendapatkan bantuan dari Sedekah Rombongan, Pak Mad Sira dapat melanjutkan pengobatannya secara medis. Kini ia masih rutin menjalani pengobatan di Puskesmas setempat. Keinginan Pak Mad Sira untuk sembuh pun sangat tinggi. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya hidup sehari-hari, akomodasi dan transportasi berobat ke rumah sakit. Semoga Pak Mad Sira diberi kemudahan dalam ikhtiar pengobatannya, amin. Sebelumnya Pak Mad sira telah dibantu dalam rombongan 971.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak Mad menderita lumpuh


JANI SIMIN (69, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Kp. Ciperag, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Prov. Banten. Bu Jani adalah seorang janda tua renta yang tinggal bersama seorang anaknya di sebuah rumah panggung yang sangat sederhana. Keseharian Bu Jani dihabiskan untuk mengurus ternak ayam milik tetangganya. Upah yang diperoleh Bu Jani jauh dari cukup, membuat anaknya, Simin (41), ikut membantu mencari penghasilan dengan bekerja sebagai pengumpul pasir. Meski telah bekerja dengan begitu keras, tetap saja mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Terkadang untuk makan sehari-hari mereka mendapatkan bantuan dari tetangga. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan keluarga ini dan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya hidup sehari-hari. Sebelumnya Bu Jani dibantu pada Rombongan 971. Ucapan terima kasih disampaikan Bu Jani pada kurir Sedekah Rombongan dan ia berdoa semoga para sedekaholics dimudahkan urusannya oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Bantuan biaya hidup


BENYAMIN BIN MAMIN (14, Luka Bakar Termal akibat Api). Alamat : Panti Dhuafa Al – Hanif, Jln. Serua Raya, RT 3/4, Kel. Ciputat, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Prov. Banten. Benyamin atau yang biasa disapa dengan Amin adalah anak didik/santri di Panti Dhuafa Al – Hanif, Ciputat. Amin mengalami kecelakaan yang mengakibatkan luka bakar pada wajah dan sebagian tubuhnya. Saat itu, semua santri sedang bekerja bakti membersihkan lingkungan panti, termasuk Amin. Amin yag dikenal rajin ini mendapat tugas menyapu halaman dan membakar sampah. Kejadian naas menimpa Amin yang sedang membawa bensin sehabis membakar sampah, tiba – tiba ia terjatuh dan seketika api di hadapannya menyambar bensin dan langsung membesar hingga membakar tubuhnya. Pihak panti dengan segera membawa Amin ke Puskesmas terdekat yang kemudian merujuknya ke rumah sakit swasta di wilayah BSD. Orang tua Amin, Pak Mamin yang bekerja sebagai penjual sapu, dan sang ibu yang berjualan lontong sayur tak mampu membiayai pengobatan Amin yang cukup besar di rumah sakit tersebut. Akhirnya Amin dirujuk ke RSUD Tangerang Selatan dan ia bisa berobat menggunakan JKN – KIS kelas III yang dimilikinya. Saat dirawat di RSUD Tangerang Selatan, Amin membutuhkan obat yang stoknya sedang tidak ada sehingga orang tuanya harus membelinya di luar. Keterbatasan biaya membuat orang tua Amin kesulitan membeli obat tersebut. Kurir Sedekah Rombongan yang mendengar kondisi Amin segera menjenguknya di UGD RSUD Tangerang Selatan. Isak tangis orang tua Amin menyambut kurir Sedekah Rombongan, mereka bercerita telah berusaha meminjam uang pada tetangga untuk membeli obat tersebut namun belum ada yang meminjaminya. Kurir Sedekah Rombongan akhirnya menyampaikan bantuan untuk membeli obat dan kebutuhan pengobatan Amin lainnya. Semoga dengan bantuan awal ini keluarga Pak Mamin dapat terbantu dalam proses pengobatan sang anak, dan semoga Amin segera diangkat penyakitnya agar dapat kembali  belajar dan mengaji seperti  biasa.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 9 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana usman @ririn_restu

Amin menderita luka bakar termal akibat api


MASJID BAITUL MUTTAQIEN (Bantuan Renovasi). Alamat : RT 2/9, Desa Karangklesem, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Masjid Muttagien dibangun sejak tahu 1990, di atas tanah wakaf dari Bapak Kurtaji (alm). Hingga saat ini keberadaan masjid tersebut sangat dibutuhkan masyarakat untuk beribadah setiap hari. Selain sebagai tempat sholat berjama’ah, masjid ini juga digunakan untuk kegiatan pengajian anak ba’da maghrib, dizikir, tadarus Al-Qur’an dan lain-lain. Seiring berjalannya waktu, jama’ah masjid semakin bertambah banyak sehingga diputuskan agar masjid segera direnovasi dan diperluas. Dengan renovasi ini diharapkan bangunan masjid dapat menampung jama’ah lebih banyak lagi dan meningkatkan kenyamanan dalam beribadah. Pihak ta’mir masjid sudah berusaha mengumpulkan dana dari para donatur, namun dana yang terkumpul masih kurang untuk mencukupi kebutuhan renovasi masjid. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan ta’mir Masjid Baitul Muttaqien sehingga dapat menyampaikan bantuan dari sedekaholics. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya pengadaan material yang dibutuhkan untuk renovasi masjid. Semoga renovasi Masjid Baitul Muttaqien berjalan lancar dan dapat segera selesai sehingga jama’ah dapat melakukan ibadah dengan lebih khusyu’.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 25 Maret 2017
Kurir : @arfanesia Yunanto @paulsyifa

Bantuan renovasi


LUTHFI ANDAR VIRGIAWAN (19, Suspect Leukemia). Alamat : Jl. Kalibener, No. 14, RT 6/5, Kelurahan Kranji, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sejak Oktober 2016, Luthfi mengalami gejala sakit di setiap sendi, hampir pada seluruh tubuhnya dan sering pusing. Ibunya segera membawanya ke Rumah Sakit (RS) Margono. Luthfi sempat dirawat di RS Margono. Setelah beberapa bulan setelah dirawat di RS Margono, ia mengalami gejala pusing, sesak nafas, gusi berdarah dan mimisan. Luthfi pun diperiksakan ke klinik PMI (Palang Merah Indonesia). Dari klinik PMI, ia dirujuk ke RS Margono. Dari hasil pemeriksaan, dokter menduga Luthfi menderita leukemia atau kanker sel darah putih. Luthfi melanjutkan pengobatannya ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sardjito Yogyakarta. Pengobatan yang dijalaninya belum juga menunjukkan perkembangan yang berarti. Akhirnya, perjuangan Luthfi melawan penyakit yang menyerangnya harus berakhir. Ia meninggal pada 6 Februari 2017. Ibunya, Ani Triani (42) menceritakan kesedihan yang dialaminya saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Ibu Ani adalah seorang ibu rumah tangga. Suaminya, Darminto, sudah meninggal. Ibu Ani sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Kesulitannya semakin bertambah saat Luthfi sakit. Luthfi tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun. Biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan Luthfi juga menjadi beban bagi Ibu Ani. Alhamdulillah Sedekah Rombongan sempat dipertemukan dengan Luthfi dan Ibu Ani. Santunan disampaikan untuk membantu biaya pemakaman almarhum Luthfi. Semoga almarhum Luthfi mendapatkan tempat terbaik disisi-Nya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Maret 2017
Kurir : @arfanesia Yunanto @paulsyifa

Luthfi menderita suspect leukemia


YATNO BIN SANMURDI (49, Bantuan Rumah). Alamat : RT 3/3, Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Yatno adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan. Beliau menderita neurofibromatosis sejak tahun 1998. Neurofibrosis adalah kelainan genetik dimana neurofibroma muncul pada permukaan kulit dan bagian tubuh lainnya. Beliau sudah tidak bekerja karena kondisi kesehatan beliau yang semakin menurun. Selama pengobatan beliau dibantu jaminan kesehatan berupa Jamkesmas yang dimilikinya. Kondisi Bapak Yatno yang lemah semakin sulit karena keadaan rumahnya yang sangat sederhana. Bapak Yatno tinggal sebatang kara di petak sempit berukuran 4 x 3 meter. Rumah sederhananya hanya berdinding papan tripleks tipis dan banner bekas yang tidak mampu menahan dinginnya angin malam. Atap rumahnya dari seng yang sering bocor saat turun hujan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Bapak Yatno sehingga dapat kembali menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan diberikan untuk membantu biaya pembelian material untuk membangun rumah Bapak Yatno. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan laporannya terdapat pada rombongan 980. Pembangunan rumah Bapak Yatno sudah dimulai sejak 20 Maret 2017. Hingga saat ini bangunan rumah sudah 70% selesai dibangun. Semoga Bapak Yatno dapat segera tinggal dengan nyaman di rumah barunya.

Jumlah Bantuan : Rp. 10.000.000,-
Tanggal : 25 Maret 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @sirheywarex @paulsyifa

Bantuan rumah


RATISEM BINTI KANUDI (65, Bantuan Perabot Rumah Tangga). Alamat : RT 6/3, Desa Sudimara, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Saat Ibu Ratisem berada di luar rumah, tiba-tiba terlihat asap mengepul dari arah rumahnya. Setelah dihampiri ternyata rumah beliau sudah terbakar api dari bagian dalam. Api membesar dengan cepat dan merobohkan bangunan rumah. Rumah Ibu Ratisem pun habis terbakar hingga rata dengan tanah. Hal tersebut diduga terjadi karena hubungan arus pendek listrik yang menyebabkan korsleting.Ibu Ratisem pun sempat kebingungan mencari tempat tinggal. Para tetangga dan aparat desa mengajukan bantuan pembangunan rumah untuk Ibu Ratisem kepada Baznaz (Badan Amil Zakat Nasional). Alhamdulillah rumah beliau dapat kembali dibangun dengan bantuan dari Baznaz. Penghasilan keluarga Ibu Ratisem berasal dari penjualan gula jawa hasil olahan nira dari enam pohon kelapa miliknya. Penghasilan yang kecil sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bersama seorang putranya yang belum bekerja. Beliau juga masih kesulitan untuk melengkapi perabotan rumah tangga yang diperlukan untuk melengkapi rumahnya. Ibu Ratisem harus membeli kasur, lemari, meja, kursi, tempat tidur, baju, dan lain-lain karena perabotan yang dulu pernah ia miliki sudah habis dilahap api. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Ratisem sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya pembelian perabot rumah yang diperlukan Ibu Ratisem. Semoga Ibu Ratisem dapat hidup dengan nyaman di rumah barunya.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 26 Maret 2017
Kurir : @arfanesia Yunanto @paulsyifa

Bu Rasitem menderita bantuan perabot rumah tangga


AHMAD IMAM SANTOSO (16, Leukemia). Alamat : RT 1/2, Dusun Karang Kemiri, Desa Gancang, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Imam, begitu ia biasa dipanggil, mengalami gejala pusing, mual, perut membesar dan sering pingsan sejak Desember 2016. Ibunya segera memeriksakannya ke rumah sakit di Ajibarang. Pengobatan Imam dilanjutan di Rumah Sakit (RS) Margono Purwokerto. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Imam menderita leukemia, yaitu penyakit kanker yang menyerang sel darah putihnya. Ia pun dirujuk untuk melakukan pengobatan lebih lanjut di RS dr Karyadi Semarang. Imam pun harus menjalani pengobatan dan kemoterapi setiap pekan selama 2 tahun. Namun Allah SWT berkehendak lain. Imam meninggal dunia pada 24 Februari 2017. Ibunya, Katiwen (42) sangat sedih atas kepergian putranya. Setelah kematian suaminya, Charim Ahmad Muhajir, kini Ibu Katiwen harus mengikhlaskan kepergian putranya. Ibu Katiwen tidak memiliki penghasilan yang tetap. Beliau sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Imam selama ini dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan di RS dr Karyadi sangat menyulitkan Ibu Katiwen. Alhamdulillah Sedekah Rombongan sempat dipertemukan dengan Imam dan Ibu Katiwen. Santunan diberikan untuk membantu biaya pemakaman almarhum Imam. Semoga amal ibadah almarhum diterima dan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Maret 2017
Kurir : @arfanesia Yunanto @paulsyifa

Imam menderita leukemia

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MIMI SUPADMI 1,779,800
2 SRI RAHAYU 710,000
3 DWI CHANDRA RAMADAN 767,500
4 SUMARSIH KUSNADI 750,000
5 HANUM YUNARNI 750,000
6 SUNAR BIN SADIMAN 500,000
7 SANTI RISTIANDARI 1,000,000
8 LISTIYAWATI BINTI AHMAD 500,000
9 WAHIDIN MUHAMMA 750,000
10 TRI BUDIANTORO 500,000
11 ALZENA SAFA 1,000,000
12 SUHA SARI 1,000,000
13 ERAH BINTI SAIKAM 1,000,000
14 DALEM PANGESTU 500,000
15 SAYEKTI SUNARYO 500,000
16 SUNARMI SUTRISNO 1,000,000
17 SHINTA AMALIA 750,000
18 BANJIR 6,825,500
19 HUMAYROH 1,000,000
20 SUWARDI BIN CASMIN 1,000,000
21 LIA LIFIANA 500,000
22 REZA ADITIYA PRATAMA 800,000
23 MUCHAMMAD DWI ANUGRAH 800,000
24 MUHAMAD WILDAN AFANI 1,000,000
25 TRI ANDIKA BURHANUDIN 1,000,000
26 DESI AKHIRANA RESDIAWATI 1,500,000
27 SUKIRNO BIN SYUKUR 1,000,000
28 ROMADHON BIN CUNDUK 950,000
29 MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO 786,000
30 FAJAR FIRMANSYAH 1,100,000
31 NUR HIKMAH 500,000
32 UNTUNG SAHARA 2,500,000
33 MUVI MAESAROH 800,000
34 NGATINI BINTI AMIR 500,000
35 MIFTAHUL JANAH 1,000,000
36 MTSR SEMARANG 7,282,200
37 MTSR SEMARANG 6,187,300
38 RSSR SEMARANG 12,791,190
39 AHMAD FAWWAS 1,000,000
40 SUMADI BIN SAKIMUN 1,000,000
41 RSSR JAKARTA 13,700,000
42 MUHAMMAD ARWANI 800,000
43 PADI BIN SAKIP 510,000
44 MUHAMMAD ALI 540,800
45 TITIK RACHMAWATI 500,000
46 MAYA SOFIANAH 685,000
47 MUHAMMAD KUSEN 1,000,000
48 MAWANI 747,000
49 BEDJOE ARYO SAPUTRO 2,000,000
50 IMAM WAHYUDI 500,000
51 SUGITO BIN KASENI 1,330,200
52 ADUNG JAYA 1,000,000
53 ARI KASAN 1,000,000
54 JASID CIPANCUR 1,000,000
55 MAD SIRA 1,000,000
56 JANI SIMIN 1,000,000
57 BENYAMIN BIN MAMIN 500,000
58 MASJID BAITUL MUTTAQIEN 3,000,000
59 LUTHFI ANDAR VIRGIAWAN 1,000,000
60 YATNO BIN SANMURDI 10,000,000
61 RATISEM BINTI KANUDI 2,000,000
62 AHMAD IMAM SANTOSO 1,000,000
Total 110,392,490

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 110,392,490,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 985 ROMBONGAN

Rp. 49,544,781,805,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *