Rombongan 984

Bukan saja sedekah membuka pintu rezeki seseorang, tetapi bahkan bersedekah juga melipat-gandakan rezeki yang ada pada kita.
Posted by on April 14, 2017

RSSR LAMPUNG (Biaya Operasional RSSR Maret 2017). Alamat : Jalan Zebra, Nomor 24, RT 6/-, Lingkungan 1, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Enam kamar dan ruang pavilium tersedia untuk para pasien Sedekah Rombongan yang ingin tempat tinggal sementara. RSSR atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan yang dibangun berkat bantuan sedekaholics sejak bulan Mei tahun lalu sangat terasa manfaatnya bagi puluhan pasien yang pernah singgah di RSSR. Alhamdulillah bantuan sedekaholics terus mengalir dan mempermudah fungsi RSSR. Sebelumnya pun RSSR mendapat bantuan fasilitas peralatan makan, pakaian serta minyak makan dari para pencari muka di depan Tuhan. Ucapan terima kasih dan do’a terus disampaikan dari para pasien dan keluarganya untuk para sedekaholics maupun kurir. Fasilitas dan sembako yang berada di RSSR pun diberikan gratis untuk para pasien dan pendamping pasien. Untuk itu biaya-biaya yang mencakup biaya operasional ditanggung oleh Sedekah Rombongan. Biaya operasional bulan Maret mencakup pembelian; beras, gas, air minum, telur, biaya administrasi, biaya sampah, biaya listrik dan sebagainya yang berhubungan dengan RSSR. Biaya operasional bulan Februari tercantum dalam rombongan 972.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 28 Maret 2017
Kurir : @akuokawai Fajri @evandlendi08 @adityaBdvil @raden_691 @yesaridani

Biaya operasional RSSR Maret 2017


WAHYU PRATAMA (20, Pendarahan di Otak ). Alamat :  Marga Laksana III, RT 1/3, Desa Tugu Sari, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung.  Minggu, 02 April 2017 sekitar pukul 19.00 WIB, Wahyu dan Ibnu akan memfotocopy jurnal karena ingin belajar bersama di kosan temannya di daerah Kampung Baru Universitas Lampung. Saat hendak menyebrang jalan dan sudah memberi aba-aba dengan melambaikan tangan, motor yang sedang melaju kencang seketika menabrak Wahyu. Wahyu dilarikan ke Rumah Sakit Bayangkara kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo. Setelah dilakukan scanning, dokter mengatakan Wahyu mengalami perdarahan di otaknya dan harus segera di operasi karena dalam keadaan kritis. Kondisi Wahyu semakin memburuk karena masih dalam tahap menunggu operasi syaraf kepala. Wahyu merupakan anak tunggal dari Bapak Soleh (49) dan Ibu Supini (41). Bapak Soleh bekerja sebagai pedagang dan Ibu Supini sebagai ibu rumah tangga. Pihak keluarga terkendala biaya operasi karena belum adanya kartu jaminan kesehatan. Kurir Sedekah Rombongan Lampung yang mendengar kabar kesulitan keluarga segera mendatangi rumah sakit. Titipan sedekaholics pun segera disampaikan untuk membantu biaya operasi Wahyu. Semoga Wahyu segera diberi kesehatan dan dapat beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 3 April 2017
Kurir : @akuokawai Fajri Yuni @eka_setioso @yesaridani

Wahyu menderita pendarahan di otak


WAHYU PRATAMA (20, Pendarahan di Otak ). Alamat :  Marga Laksana III, RT 1/3, Desa Tugu Sari, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung.  Minggu, 02 April 2017 sekitar pukul 19.00 WIB, Wahyu dan Ibnu akan memfotocopy jurnal karena ingin belajar bersama di kosan temannya di daerah Kampung Baru Universitas Lampung. Saat hendak menyebrang jalan dan sudah memberi aba-aba dengan melambaikan tangan, motor yang sedang melaju kencang seketika menabrak Wahyu. Wahyu dilarikan ke Rumah Sakit Bayangkara kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo. Setelah dilakukan scanning, dokter mengatakan Wahyu mengalami perdarahan di otaknya dan harus segera di operasi karena dalam keadaan kritis. Kondisi Wahyu semakin memburuk karena masih dalam tahap menunggu operasi syaraf kepala. Wahyu merupakan anak tunggal dari Bapak Soleh (49) dan Ibu Supini (41). Bapak Soleh bekerja sebagai pedagang dan Ibu Supini sebagai ibu rumah tangga. Pihak keluarga terkendala biaya operasi karena belum adanya kartu jaminan kesehatan. Kurir Sedekah Rombongan Lampung yang mendengar kabar kesulitan keluarga segera mendatangi rumah sakit. Titipan sedekaholics pun segera disampaikan untuk membantu biaya operasi Wahyu. Semoga Wahyu segera diberi kesehatan dan dapat beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 3 April 2017
Kurir : @akuokawai Fajri Yuni @eka_setioso @yesaridani

Wahyu menderita pendarahan di otak


SAODAH BINTI (58, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Dusun I Ketiau, RT 1, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Mbah Saodah begitu beliau biasa disapa. Dalam masa tuanya kini Mbah Saodah hanya bisa menghabiskan kesehariannya dengan beraktivitas dirumah saja dengan ditemani oleh kedua Cucunya. Mbah Saodah sudah lama menjanda, sang suami meninggal pada tahun 2008 silam. Mbah Saodah juga dulu memiliki seorang anak perempuan yang dikaruniai dua orang anak, namun anak perempuan mbah saodah meninggal dunia diakibatkan penyakit kanker ganas yang dideritanya. Kini Mbah Saodahlah yang mengurus kedua cucunya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Mbah Saodah hanya dapat mengandalkan pemberian dari mantunya dan terkadang juga beliau mendapatkan bantuan dari warga sekitar tempat tinggalnya. Mbah Saodah tidak memiliki riwayat penyakit yang parah, namun apabila mengalami sakit seperti demam biasa beliau dapat memeriksakan kesehatannya ke Puskesmas setempat. Mbah Saodah sangat terbantu dengan kartu jaminan kesehatan Jamkesmas yang dimilikinya mengingat beliau yang tidak memiliki penghasilan. Mbah Saodah menyadari bahwa beban hidup yang ditanggungnya memang tidaklah mudah, didalam masa tuanya beliau masih harus mengurus kedua cucunya. Kesulitan untuk membiayai kehidupan juga sangat dirasakannya, namun hal ini tak membuat Mbah Saodah menyerah dalam menjalani kehidupannya. Kurir Sedekah Rombongan Lampung yang melakukan kunjungan ke kediaman Mbah Saodah turut bersimpati akan kehidupan yang dijalani oleh beliau dan tergerak untuk segera menyampaikan bantuan. Bantuan awal yang disampaikan Sedekah Rombongan Lampung kepada Mbah Saodah berupa tunjangan dana guna untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari. Semoga bantuan dari sedekaholics tersebut dapat bermanfaat bagi Mbah Saodah dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Maret 2017
Kurir : @akuokawai @siskakhadija @endro_sukses Juni

Bantuan biaya hidup


SUTINI BINTI ABDULLAH (62, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Dusun I, RT 2, Kelurahan Lempuyang Bandar, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Mbah Sutini begitu beliau biasa disapa. Mbah Sutini telah menjanda selama kurun waktu kurang lebih 20 tahun, suami beliau telah pergi terlebih dahulu untuk menghadap Tuhan Yang Maha Esa. Mbah Sutini terlihat sehat dalam fisik tubuhnya yang tua. Mbah Sutini tidak memiliki riwayat penyakit yang parah, namun apabila mengalami sakit seperti demam biasa beliau dapat memeriksakan kesehatannya ke Puskesmas setempat. Untuk berobat Mbah Sutini sangat terbantu dengan kartu jaminan kesehatan KIS PBI Kelas III yang dimilikinya mengingat beliau yang tidak memiliki penghasilan yang cukup. Kini dalam kesehariannya Mbah Sutini menghabiskan waktunya untuk mengurus hewan ternak berupa kambing milik tetangganya. Hanya pekerjaan inilah yang mampu Mbah Sutini lakukan untuk membiayai kehidupannya sehari-hari. Mbah Sutini menyadari bahwa menjalani kehidupan masa tuanya dalam keadaan kekurangan memang tidaklah mudah. Kesulitan untuk membiayai kehidupan kerap dirasakannya, namun hal ini tak membuat Mbah Sutini menyerah dalam menjalani kehidupannya. Mbah Sutini selalu bersyukur karena beliau tinggal dilingkungan yang warganya sangat perduli terhadap keadaan kehidupannya. Tak jarang Mbah Sutini mendapatkan bantuan dari warga sekitar dan juga dari ibu-ibu pengajian serta dari Yayasan Bustanul Ulum yang berada didaerah rumahnya. Kurir Sedekah Rombongan Lampung yang melakukan kunjungan ke kediaman Mbah Sutini turut bersimpati akan kehidupan yang dijalani oleh beliau dan tergerak untuk segera menyampaikan bantuan. Bantuan awal yang disampaikan Sedekah Rombongan Lampung kepada Mbah Sutini berupa tunjangan dana guna untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari. Semoga bantuan dari sedekaholics tersebut dapat bermanfaat bagi Mbah Sutini dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @akuokawai @siskakhadija @endro_sukses Juni

Bantuan biaya hidup


YANTI BINTI TOYONO (59, Pengapuran Tulang). Alamat: Dusun I Ketiau, RT 1/0, Kelurahan Lempuyang Bandar, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Mbah Yanti begitu beliau akrab disapa. Awal Mula Mbah Yanti mengidap penyakit yang kini tengah dideritanya sekitar bulan oktober 2010. Saat itu Mbah Yanti terjatuh saat tengah berjalan yang mengakibatkan kondisi kesehatan beliau menjadi drop. Setelah insiden itu keadaan Mbah Yanti semakin parah dan tubuh beliaupun menjadi kaku dan sulit untuk digerakkan yang kemudian menjadi lumpuh. Sebelum mengalami kelumpuhan Mbah Yanti pernah memeriksakan kondisiniya ke Rumah Sakit Islam Bandar Jaya dan mendapatkan perawatan selama 10 hari. Kini Mbah Yanti hanya bisa terbaring lemah ditempat tidur, hal ini menyebabkan beliau memiliki beberapa luka dibagian pinggang dikarenakan berbaring terlalu lama. Mbah Yanti kini tinggal bersama sang suami Mbah Mahfudz (61) yang dulunya pernah bekerja sebagai buruh pabrik. Namun kini sang suami tidak memiliki pekerjaan lagi, mengingat umurnya yang sudah tua dan tak memiliki banyak tenaga untuk melakukan pekerjaan seperti biasanya. Mbah Yanti tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga untuk berobat beliau harus mengeluarkan dana sendiri. Kini untuk kebutuhan sehari-hari Mbah Yanti hanya bisa mengandalkan pemberian dari anak-anaknya yang terkadang tak menentu. Kurir Sedekah Rombongan Lampung yang melihat kondisi Mbah Yanti saat melakukan kunjungan ke kediaman beliau, langsung tergerak untuk segera menyampaikan bantuan. Bantuan awal yang disampaikan Kurir Sedekah Rombongan Lampung kepada Ibu Yanti berupa tunjangan dana guna untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari. Semoga bantuan dari sedekaholics tersebut dapat bermanfaat bagi Ibu Wargiyanti dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Maret 2017
Kurir : @akuokawai @siskakhadija @endro_sukses Juni

Bu Yanti menderita pengapuran tulang


RIFKI SAPUTRA (2, Suspect Kelainan Darah). Alamat : Pasar Kota, RT 25/-, Kelurahan Pasar Sukadana, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Dari bayi Adik Rifki tidak pernah sakit yang berat, tetapi pada pertengahan Maret 2017 tiba-tiba badannya demam tinggi disertai pilek dan batuk pihak keluarga pun mengira itu hanya sakit biasa. Ketika batuk kembali, batuknya tersebut mengeluarkan darah kental, lalu keluarga Adik Rifki membawanya ke RSUD Sukadana. Pihak  RSUD Sukadana menyarankan untuk dirujuk ke RS Mardi Waluyo, pihak RS Mardi Waluyo pun menyarankan kembali Adik Rifki untuk dirujuk ke RS Ahmad Yani (RSAY). Dokter memperkirakan Adik Rifki terjatuh dan menyebabkan 2 buah gigi bagian bawahnya goyang. Tapi kondisi tersebut tidak ketahuan oleh pihak keluarga. Adik Rifki telah dirawat di RSAY selama 2 minggu, dari haril pemeriksaan Dokter sementara mendiagnosisnya Adik Rifki mempunyai sakit kelainan darah. Diagnosis pasti masih menunggu hasil pemeriksaan keluar. Selama dirawat Adik Rifki rutin menambah darah baik untuk sel darah merah ataupun darah putih karena Adik Rifki terus menerus batuk dan mengeluarkan darah kental. Apapun saran dokter dilakukan oleh orangtua Adik Rifki, Sugiyanto (29) dan Emiyana (28), termasuk saran rujuk ke RS Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung. Meski penghasilannya sebagai petani belum tentu mencukupi biaya pengobatan Adik Rifki karena jaminan kesehatan yang belum dapat digunakan. Tapi Allah berkehendak lain, menjelang rujuk ke RSAM, Adik Rifki berpulang ke rahmatullah. Kurir Sedekah Rombongan Lampung yang telah memantau kondisi Adik Rifki dari beberapa hari sebelumnya pun mendapat kabar mengenai Adik Rifki, segera bergerak ke keluarga ini dan menyampaikan santunan duka yang bersumber dari sedekaholics. Semoga Adik Rifki khusnul Khotimah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Maret 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti @yusiridani

Rifki menderita suspect kelainan darah


SUGITO BIN SURATMIN (56, Lymphoma Hodgkin Disease). Alamat : Dusun Sinar Sari, RT 1/1, Desa Trisinar, Kecamatan Margatiga, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Semua bermula sekitar tahun 2012 muncul benjolan kecil di sekitar leher Pak Gito. Pak Gito lalu memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat dan disarankan ke dokter spesialis. Beberapa kali benjolan tersebut di operasi tetapi kembali muncul sampai pengobatan berlanjut hingga RS Mardi Waluyo hingga RS Ahmad Yani (RSAY) Metro. Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruhi Pak Gito didiagnosis Lymphoma Hodgkin Disease yang lebih dikenal dengan tumor ganas kelenjar getah bening serta disarankan untuk kembali operasi. Pada 1 Januari 2015, Pak Gito dioperasi di bagian leher kanannya. Seiring waktu berjalan leher kanan Pak Gito kembali membengkak, untuk itu Pak Gito dirujuk ke RS Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung. Dan langsung dirujuk ke RS Dharmais Jakarta. Istrinya, Warsini (52) yang setia menemani Pak Gito selama berobat di Jakarta. Selama berobat Pak Gito menggunakan JKN-KIS Mandiri kelas III. Sampai saat ini  Pak Gito masuk dalam pengawasan sebagai pasien dampingan Sedekah Rombongan. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali menyampaikan bantuan untuk transportasi dan biaya hidup selama menjalani pengobatan di Jakarta. Bantuan terakhir tercatat dalam rombongan 959.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti @harji_anies

Pak Sugito menderita lymphoma hodgkin disease


IRFAN YUSRAN AL GHAZALI (2, Atresia Bilier). Alamat : Kp. Bulak RT 2/3, Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat. Irfan menderita Atresia Bilier dan sudah menjalani proses pengobatan sejak satu tahun lalu. Saat ini Irfan harus kontrol rutin ke RSUPN dr Cipto Mangunkusumo Jakarta setiap minggunya serta harus minum susu khusus. Kini Irfan sedang menunggu kesiapan operasi cangkok hati. Ibunda Irfan, Ibu  Yulianingsih (24) siap mencangkokan hatinya untuk sang buah hati, akan tetapi terkendala biaya operasi yang diperkirakan menghabiskan 1,2 milyar rupiah. Irfan adalah peserta BPJS dan biaya yang  dapat  dicover BPJS sekitar 230 juta rupiah, sehingga masih terlalu banyak dana mereka butuhkan untuk menutupi biaya operasi nantinya. Selain itu sebelum operasi diperlukan  tindakan skrining yang juga membutuhkan dana besar, yaitu  20 juta rupiah. Ayah Irfan, Pak Daris (29) adalah seorang buruh serabutan, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Bu Yuli ikut membantu mencari tambahan uang dengan cara berjualan kue di depan rumahnya. Saat ini Irfan diharuskan menjalani cek organ dalam yang biayanya tidak tercover BPJS. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya pemeriksaan organ dalam di RSCM Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 943. Semoga orang tua Irfan diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @nurhida_161

Irfan menderita atresia bilier


YAYASAN GALUH (Bantuan Sembako). Alamat : Jl. Cut Mutia, Bambu Kuning No. XI, Kampung Sepatan, RT 3/2, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Yayasan Galuh diketuai oleh Bpk. Suhanda Gendu (59) anak dari Gendu Mulatip yang merupakan pendiri dari Yayasan Galuh. Yayasan ini menampung orang-orang cacat mental/gila baik yang punya keluarga ataupun yang ada di jalanan. Sejak tahun 1980, Yayasan Galuh sudah berdiri diatas tanah serta sebagian bangunan dengan total luas 4.000m, saat ini sudah menampung sekitar 370an pasien dari Bekasi dan kota lainnya, dalam sebulan kebutuhan beras untuk Yayasan bisa mencapai 6 ton ditambah lauk pauk yang harus mereka siapkan dengan dibantu oleh relawan sebanyak 45 orang. Mereka adalah orang-orang yang pilihan Tuhan, dengan Ikhlas dan tanpa pamrih merawat dan mengobati orang-orang skizofrenia, cacat mentalnya dan tak terurus pihak keluarganya. Mereka sangat membutuhkan bantuan kita, Alhamdulillah sejak tahun 2012 Sedekah Rombongan telah rutin menyampaikan bantuan untuk keperluan operasional dan pada bulan April 2017 kembali Sedekah Rombongan menyampaikan santunan untuk keperluan operasional yayasan ini setelah santunan sebelumnya masuk pada Rombongan 962. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk Bapak Suhanda dan tentunya untuk pasien-pasien yang sekarang berikhtiar di Yayasan Galuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 1 April  2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Yunita Muslimah

Bantuan sembako


DEDE ARPIAH (23, Kista). Alamat : Kp. Kelapa Dua RT 1/3, Desa Jayasakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak bulan Agustus 2016, Dede sering merasakan sakit pada perutnya. Namun karena ketiadaan biaya ia masih belum berani untuk memeriksakan diri. Sekitar 5 bulan kemudian, saat ia memiliki sedikit uang, ia menjalani pemeriksaan USG di salah satu klinik terdekat. Dari hasil USG tersebut ia dinyatakan ada kista di rahimnya. Dengan kartu KIS PBI yang ia miliki, Dede pun berniat untuk menjalani pengobatan di RSUD Kabupaten Bekasi. Namun ia masih ragu dengan biaya akomodasi selama menjalani pengobatan. Dedeh hanya tinggal bersama ibunya, Bu Rame (59) seorang janda tua yang sehari-harinya hanya mengurus rumah tangga. Mereka sangat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi berobat ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Nuraini AL

Bu Dede menderita kista


SURYANTO BIN SARJU (39, Ca Nasofaring). Alamat : Gang Bakti, RT 29/6, Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung. Sekitar dua tahun yang lalu, awalnya Pak Suryanto hanya mengeluh sakit gigi dengan gusi bengkak. Lalu Pak Suryanto hanya meminum obat warung. Tetapi sakit masih terus berlanjut sampai satu tahun tidak kunjung sembuh. Setelah itu di temukan benjolan kecil dibagian leher sebelah kanan. Lalu dibawa berobat ke RS Ahmad Yani (RSAY). Dan setelah diperiksa ternyata didiagnosa ca nasofaring atau lebih dikenal dengan tumor ganas pada hidung dan saluran tenggorokan. Pak Suryanto disarankan untuk dilakukan kemo rutin. Kemonya telah berjalan 18 kali tetapi belum ada perubahan. Dokter pun menyarankan untuk rujuk ke RS Dharmais Jakarta. Dan Pak Suryanto menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Sang istri, Suryani (55) dengan setia menemani Pak Suryanto menjalani pengobatan di RS Dharmais. Selama pengobatan Pak Suryanto menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Dan tanggal 28 Maret 2017 Pak Suryanto meninggal dunia. Kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali menyampaikan bantuan untuk biaya transportasi kepulangan jenazah ke Lampung. Semoga Khusnul Khotimah. Bantuan terakhir masuk dalam rombongan 959.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.750.000,-
Tanggal : 28 Maret 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti @rexy_eas

Pak Suryanto menderitaca nasofaring


MUSHOLLA NURULLAH (Kegiatan Peringatan Isra Mi`raj). Alamat: Kp. Pulo Tanjung RT 1/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dalam rangka menyambut peringatan Isra Mi`raj, Pengurus Musholla Nurulloh akan mengadakan kegiatan pengajiaan yang Inshaa Allah akan diadakan pada hari Minggu tanggal 30 April 2017 bertempat di halaman Mushollah Nurulloh. Yang terlibat sebagai panitia adalah sekelompok ibu-ibu pengajian yang berasal dari beberapa kampung di Desa Sindangsari. Kegiatan ini Inshaa Allah akan dihadiri oleh penceramah dari Kota Jakarta dan beberapa tamu undangan yang tentunya perlu disiapkan tempat dan konsumsi. Taksiran biaya kegiatan ini diperkirakan mencapai 10 juta rupiah. Panitia kegiatan 2 bulan sebelumnya sudah mulai bergerak melakukan penggalangan dana untuk kegiatan ini namun dana yang terkumpul hingga saat ini belum mencukupi. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan kedua untuk Musholla Nurullah demi terlaaksananya kegiatan ini. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 759.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bantuan kegiatan peringatan Isra Mi`raj


EDOK BIN SAEMAN (77, Katarak). Alamat : Kp. Legok Benda RT 8/4, Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.  Sejak istrinya meninggal pada tahun 2013, Ki Edok tinggal sebatang kara karena tidak ada anak. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ia berkebun menanam kaktus daun yang nantinya ia jual ke pengelola lapangan golf di Lippo Cikarang. Suatu hari saat ia sedang menebang kaktus, getah kaktus mengenai matanya yang sebelah kanan hingga membuat pengelihatannya terganggu. Keinginan untuk berobat sebenarnya sudah ada, namun Ki Edok tak berdaya karena tidak ada orang yang mau membantu. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan berupaya membuatkan kartu Jaminan KIS PBI untuk Ki Edok dan melakukan pendampingan. Bantuan awal pun disampaikan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Ki Edok saat ini menjalani pengobatan di RSUD Kaabupaten Bekasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Icih Mintarsih

Pak Edok menderita katarak


RAMADHAN DIRFANSYAH (5, Colostomy). Alamat : Bekasi Poncol No. 40 RT 5/24, Kelurahan Margahayu, Kecamayan Bekasi Timur, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak ia lahir sudah dalam keadaan tidak memiliki anus. Ramadhan saat ini dibuatkan anus buatan di sekitar perut oleh dokter RSCM Jakarta. Hingga saat ini diusianya yang sudah hampir 5 tahun sudah bisa menjalani operasi pembuatan anus, namun masih menunggu jadwal operasi. Selama menunggu jadwal operasi ia harus menjalani kontrol rutin untuk mengetahui keadaan kondisi penyakitnya. Sayangnya dengan kartu jaminan BPJS yang ia miliki, ternyata ada alkes penunjang yang tidak tercover oleh BPJS yang tentunya jadi beban bagi kedua orang tua Ramadhan. Ayahnya, Pak Rohadirta (39) hanya seorang Satpol PP dengan penghasilan yang tidaak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pengobatan Ramadhan. Sedangkan ibunya, Bu Irma (35) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk membantu membeli alkes yang dibutuhkan Ramadhan. Semoga ia diberi kemudahan dalam ikhtiar pengobatannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Putri Amalia Rizky

Ramadhan menderita colostomy


AHMAD MUZAKI (6, Leukemia). Alamat: Blok Palinggihan RT 2/1, Desa Wanayasa, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Zaki adalah buah hati pasangan Bapak Emed Sumaedi (34), seorang buruh lepas, dan ibu Siti Julaeha (30), seorang ibu rumah tangga. Sejak satu tahun yang lalu, Zaki didiagnosa menderita leukemia atau yang sering disebut kanker darah. Zaki harus menjalani kemoterapi di rumah sakit rujukan, yaitu RS Hasan Sadikin Bandung Jawa Barat. Sampai saat ini ia tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan (RSSR) Bandung. Ia termasuk pasien dampingan #SR yang sampai saat ini dibantu untuk mengupayakan kesembuhannya. Perkembangan Zaki saat ini terus membaik. Meskipun demikian, ia masih harus melanjutkan terapinya. Pada awal Maret 2016 kurir #SR bertemu lagi dengan Dek Zaki di rumah singgah, saat ia menjalani pemeriksaan dan pengobatan rutin di RSHS Bandung. Waktu itu sedekaholics #SR memberi mereka bantuan untuk biaya berobat. Alhamdulillah perkembangannya semakin menggembirakan. Meskipun demikian, ia masih harus terapi rutin ke RSHS Bandung. Pada awal April 2016 Zaki dan kedua orangtuanya datang kembali ke Bandung untuk menjalani terapi rutin. Saat itu alhamdulillah #SedekahRombongan dapat membantunya untuk biaya berobat. Perkembangannya alhamdulillah cukup menggembirakan, tetapi dia masih harus terus berobat. Keluarganya masih memerlukan bantuan untuk tambahan membeli obat yang tidak dijamin Kartu BPJS. Karena itu, pada bulan September dan Oktober 2016 #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan dari sedekaholics #SR yang dipergunakan untuk pembelian obat Mercaptopurin yang tidak ditanggung oleh jaminan kesehatan yang dimilikinya. Pada Oktober 2016 Ahmad Muzaki sempat mendapatkan tindakan di RS Al Islam Kota Bandung. Batuan yang diterima bapaknya di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung ini digunakn untuk membeli obat. “Jazakumullah #SR! Semoga sedekah para dermawan membawa kesehatan, keberkahan dan kebaikan bagi semua pasien dan kurir SR, baik di dunia maupun di akhirat!” doa bapaknya Ahmad Zaki penuh ketulusan. Sampai pada bulan Februari dan April 2017, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya berobat Zaki. Bantuan untuk Ahmad Zaki sebelum ini tercatat di Rombongan 962.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @abahlutung

Zaki menderita leukemia


MUHAMMAD AZKA (3, Leukemia). Alamat: Dusun Cigalagah RT 3/2, Desa Nagreg, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Azka adalah putra Bapak Agus Ramdan yang bekerja sebagai buruh harian lepas dan ibu Dewi Susilawati (27) seorang ibu rumah tangga. Kedua orangtuanya sabar menghadapi ujian yang diberi oleh Allah SWT atas penyakit yang diderita Azka. Sejak satu tahun yang lalu Azka menderita kanker darah (leukemia) dan saat ini berobat di RS Hasan Sadikin (RSHS). Sampai saat ini Azka didampingi kurir Sedekah Rombongan dan, apabila ia sedang menjalani pengobatan atau kontrol di RSHS Bandung, tinggal di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung. Dek Azka termasuk pasien dampingan yang sampai saat ini masih harus berobat rutin ke RSHS Bandung. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, Sedekah Rombongan dapat terus menyampaikan santunan secara berkelanjutan, yang diterima ibunya di RCAK Bandung. Sejak Februari sampai Agustus 2016 Azka dan orangtuanya rutin datang ke Bandung untuk melanjutkan terapinya di RSHS Bandung. Karena mereka masih memerlukan bantuan untuk terus berikhtiar sampai sembuh, dengan empati sedekaholics, kurir #SR di Bandung dapat terus menyampaikan Titipan Langit untuk Azka yang juga diterima ibunya. Perkembangan Dek Azka amat menggembirakan. Ia berangsur sembuh. Meskipun demikian, ia masih harus kontrol dan terapi rutin di RSHS bandung. Azka dan keluarganya masih membutuhkan uluran tangan para dermawan. Pada September 2016, saat mereka menjalani pemeriksaan rutin di Kota Kembang, bersyukur kurir #SR dapat terus dipertemukan dengan Azka dan orangtuanya. Dalam kunjungan Kurir #SR di RCAK Bandung itu alhamdulillah kurir #SR dapat menyampaikan bantuan lanjutan yang digunakan untuk biaya pembelian obat Mercaptopurin yang tidak dijamin Jamkesmas. Pada akhir Oktober 2016 Azka dan ibunya datang lagi ke RSHS Bandung untuk kontrol dan memjalani pengobatan lanjutan. Akan tetapi, Azka tidak langsung ditangani seperti biasa karena iuran BPJS Keluarganya menunggak. Kesulitan mereka akhirnya sampai kepada kurir #SR di Bandung. Setelah diajukan kepada #SR, alhamdulillah sedekaholics #SR berempati kepadanya dan kembali memberi santunan lanjutan untuk Muhammad Azka. Pada April 2017, Azka datang lagi ke RSHS Bandung untuk menjalani kontrol dan pengobatan. Kondisinya terus membaik. Karena Azka dan keluarganya mesih memerlukan bantuan, kembali Sedekah Rombongan memberinya santunan lanjutan untuk biaya beroba. Bantuan yang disampaikan di Rumah Singgah Anak Kanker (RCAK) Bandung ini digunakan untuk biaya membeli obat, transportasi, dan akomodasi. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 948.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @ambulutung @hengkisenandika

Azka menderita leukemia


AGUS BIN MOMO (49, Lumpuh). Alamat: Kampung Balong RT 1/10, Desa Cisondari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Buruh tani ini tinggal di rumah bilik di daerah pegunungan bersama istri dan keempat anaknya yang masih kecil. Selain menjadi buruh tani, dia sekali-kali berdagang buah-buahan, seperti konyal, kesemek dan alpukat yang ia ambil dari pohon-pohon di hutan dekat kampungnya. Betapapun kerasnya usaha Pak Agus menghidupi keluarganya, sampai kini ia masih merasakan beratnya beban ekonomi yang menggelayuti bahtera rumah tangganya. Istrinya, Raswati (33), yang kedua kakinya cacat sejak lahir, hanya mampu menjalankan tugas sehari-hari sebagai istri dengan segala keterbatasannya. Keluarga ini layak dibantu, apalagi kini Pak Agus –sebagai tulang punggung keluarga— mengalami kelumpuhan akibat terjatuh dari pohon saat mengambil buah konyal pada awal tahun 2015. Berbekal Jamkesmas, kerabat dan tetangganya memeriksakan Pak Agus ke Puskesmas, RSUD Soreang, dan RSHS Bandung. Berdasarkan hasil pemeriksaan ternyata tulang pinggul dan kakinya harus dioperasi. Sampai kini ia menunggu jadwal panggilan untuk masuk ruang rawat inap. Kenyataan pahit yang dialami Pak Agus dan keluarganya diketahui #SedekahRombongan berkat informasi dari Kepala Desa Cisondari. Alhamdulillah kurir #SR dapat bersilaturahmi dengan keluarga tabah ini padal 1 Mei 2015. Pada tanggal yang sama disampaikan pula wujud empati sedekaholik #SR kepada keluarga dhuafa ini, berupa bantuan untuk biaya sehari-hari dan transportasi-akomodasi selama dia berobat. Pada pertengahan Agustus 2015 kondisi Pak Agus memburuk; pantatnya mengalami decubitus. Pada malam hari, dia kemudian dievakuasi MTSR Bandung ke IGD RS Santosa Kota Bandung, dan dirawat inap di sana menggunakan Jamkesmas/BPJS PBI. Pada 5 September 2015 dia diperbolehkan pulang karena masa kritisnya telah terlewati. Tanggal 12 September 2015 Pak Agus diharuskan kontrol ke rumah sakit yang sama. MTSR kembali menjemputnya sekaligus memberinya bantuan untuk membeli obat, transportasi dan akomodasi pengobatan serta biaya sehari-hari. Pada 6 Oktober 2015 Pak Agus didampingi lagi kontrol ke RSHS Bandung untuk penanganan tulangnya. Ia sempat menginap sampai 8 Oktober 2015. Pada minggu kedua November 2015 ia kembali dievakuasi ke RSSR Bandung untuk melanjutkan pengobatannya di RSHS Bandung. Berdasarkan kapasitas hasil pemeriksaan RMI, tim medis RSHS Bandung memutuskan untuk mengambil tindakan operasi tulang yang akan dilaksanakan pada bulan Januari 2016. Senin 18 Januari 2016 keluarganya memberi tahu kurir #SR bahwa Pak Agus harus ke RSHS Bandung untuk diagnosa RMI pada Kamis, 21 Januari 2016. Pak Agus kemudian dievakuasi dari rumahnya ke RSSR Bandung pada Rabu 20 Januari 2016. Alhamdulillah decobitus di tulang belakangnya mulai mengering. Masih ada tahapan medis yang harus ia jalani, yaitu operasi tulang belakangnya. Pada bulan Maret 2016 ia harus melakukan pemeriksaan pra-operasi di RSHS Bandung. Pada bulan itu bersyukur #SedekahRombongan juga memberinya bantuan untuk biaya berobat. Luka besar di punggungnya mulai berangsur sembuh. Tak ada lagi nanah dan bau menyengat. Akan tetapi, karena Pak Agus bersedia menjalani operasi tulang ekornya, maka pada bulan Juni dan Juli 2016 kurir #SR membawanya periksa ke RSHS Bandung sambil menunggu panggilan masuk ruang rawat inap. Sejak 8 Juli 2016 ia bahkan tinggal di RSSR Bandung didampingi anaknya. Ikhtiar untuk kesembuhan Pak Agus masih cukup lama. Pak Agus dan keluarganya masih membutuhkan bantuan, selain motivasi dan dukungan. Allhamdulillah pada akhir Juli 2016 Pak Agus dipanggil masuk ruaangan rawat inap sebelum dilakukan tindakan operasi bedah plastik dan operasi tulang belakang. Tindakan operasi dyang dilaksanakan di RSHS Bandung alhamdulillah berjalan lancar. Pascaoperasi Pak Agus harus menjalani kontrol dua minggu sekali ke Poli Ortopedi RSHS Bandung. Kini kondisinya amat menggembirakan. Ia sudah mulai bisa duduk. Mekipun demikian, ia masih membutuhkan bantuan para dermawan untuk melanjutkan ikhtiar sehatnya sampai tuntas. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, pada akhir Agustus 2016 kembali #SR memberinya santunan lanjutan. Pada awal November 2016 Pak Agus kembali didampingi kurir #SR benjalani kontrol dan pengobatan di RSHS Bandung. Ia tinggal di RSSR bandung sambil mengikuti program terapi dan rawat jalan di RSHS Bandung. Alhamdulillah pada bulan kesebelas ini pun #SedekahRombongan memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobat. Pada Desember 2016 Pak Agus harus datang lagi ke RSHS Bandung dan tinggal di RSSR Bandung. Ia harus menjalani terapi rutin dua kali sehari yang hasilnya sudah mulai terlihat: kini ia sudah bisa duduk dan melipatkan kakiknya. Pada pertengahan Januari 2017 dia harus ke RSHS lagi untuk kontrol dan melanjutkan terapi medisnya. Kembali ia tinggal seminggu di RSSR Bandung. Pada awal Maret 2017, anaknya menghubungi kurir #SR mengabarkan bahwa luka decobitus di punggung bawah Pak Agus menganga dan basah lagi. Karena itu, MTSR Bandung kemudian membawanya periksa ke Poli Bedah Plastik RSHS Bandung. Selama lima hari ia tinggal di RSSR Bandung dan bolak-balik RSHS Bandung menjalani pemeriksaan. Ia masih memerlukan bantuan dan dukungan sampai sembuh. Alhamdulillah, dengn empati sedekaholics, sampai bulan April 2017, kembali Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk Pak Agus dan keluarganya, yang digunakan untuk biaya membeli obat dan biaya sehari-hari keluarganya di kampung. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 970.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 April  2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda @lisdamojang

Pak Agus menderita lumpuh


EMAY BIN DANU (61, Ca Nasofaring). Alamat : Kampung Cialia RT 1/3, Desa Rajapolah, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah setahun ini (Sejak awal 2016), Pak Emay merasakan ada benjolan di lehernya. Awalnya hanya benjolan kecil dan tidak terasa sakit. Beberapa minggu kemudian benjolannya membesar dan mulai terasa mengganggu. Pengrajin komor itu lalu mengobatinya dengan pengobatan alternatif namun tak ada perubahan sama sekali. Akhirnya, ia memeriksakan dirinya ke RS SMC Rancamaya Kabupaten Tasikmalaya. Dari rumah sakit daerah ini, ia juga sempat ditujuk lagi ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dan didiagnosa kanker nasofaring. Di rumah sakit yang disebutkan terakhir ia sempat dirawat selama dua minggu sambil menjalani kemoterapi. Selesai menjalani kemoterapi, penyakitnya tidak kunjung sembuh dan benjolannya malah semakin membesar. Enangananmedisnya kemudian dirujuk ke RSHS Bandung. Sayangnya, ia tidak melanjutkan pengobatannya karena terhalang masalah biaya, meskipun ia mempunyai jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Pak Emay yang juga bekerja sebagai petani itu kini terpaksa harus berdiam diri di rumah karena penyakitnya.  Ia tak bisa lagi bekerja mencari nafkah. Istrinya, Omah (57) kini harus menggantikan perannya sebagai tulang punggung keluarga ditambah mengurus ketiga cucunya yang masih bersekolah. Kesulitan hidup yang dialami keluarga dhuafa itu akhirnya sampai beritanya kepada kurir #SR yang kemudian mengunjungi mereka di rumah kontrakannya. Alhamdulillah sedekaholics pun berempati atas apa yang dialami Pak Emay dengan memberinya bantuan awal pada 1 Februari 2017 dan mengantarnya ke RSHS Bandung menggunakan MTSR Tasikmalaya. Setelah menjalani pemeriksaan rutin di RSHS Bandung, Pak Emay didiagnosa mengidap Kanker Kelenjar Getah Bening (Ca Nasofaring) dan harus menjalani 33 kali terapi sinar. Hamir 45 hari ia tinggal di RSSR Bandung dan harus meneruskan ikhtiarnya. Pak Emay dan keluarganya masih membutuhkan bantuan. Alhamdulillah, sampai pada April 2017 sedekaholics #SR kembali memberi Santunan Lanjutan yang digunakan untuk biaya membeli obat, transport dan biaya sehari-hari selama berobat di Kota Bandung. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombogan 973.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 3 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda @lisdamojang

Pak Emay menderita ca nasofaring


NINING SITI NURJANAH (49, Ca Mammae). Alamat : Kampung Sukamaju RT 7/1, Desa Sindang Jaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Ibu Nining –begitu panggilannya—diduga mengidap kanker payudara sejak tiga bulan yang lalu. Awalnya, ia melihat ada semacam bercak memerah dan benjolan kecil di sekitar payudaranya. Seiring waktu ia juga kera merasakan gejala-gejala lain, seperti nyeri tulang dan persendian, mual, dan kehilangan nafsu makan. Dari hari ke hari berat badannya mengalami penurunan. Ia juga keramerasakan sakit kepala hebat yang tidak lekas sembuh. Berbagai upaya dilakukan anak-anaknya untuk menyembuhakan penyakit yang dialami janda mendiang Pak Aang Sumarna, baik secara tradisional alternatif maupun medis. Tak terhitung berapa kali ia diperiksakan ke dokter prtaktek dengan biaya sendiri dan bantuan dari anak-anaknya. Ia juga bolak-balik keluar-masuk Puskesmas dan rumah sakit di daerah tanpa menggunakan jaminan kesehatan apa pun. Karena terkendala biaya, pengobatannya kerap tertunda adahal ia sangat bersemangat untuk terus berobat ke RSHS Bandung seperti yang dirujuk RSUD Cipanas. Harapannya akhirnya terjawab ketika ada perangkat desa yang memberi bantuan untuk membuatkan Kartu JKSN KIS Mandiri Kelas 3. Pak Agung, perangkat desa itu, pula yang mengabarkan derita hidup yang dialami Bu Nining kepada kurir Sedekah Rombongan di Bandung, “Ibu Nining layak dibantu, Kang. Setelah suaminya meninggal dunia, kehidupannya semakin menurun apalagi setelah ia sakit. Kini ia tinggal di rumah anaknya. Diantar salah satu anaknya dan Pak Agung, akhirnya Bu Nining berangkat ke RSHS Bandung setelah jaminan dari BPJS selesai diproses. Ia tinggal di RSSR Bandung sejal awal Januari 2017. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholic, kurir Sedekah Rombongan juga dapat menyamaikan bantuan awal untuk Ibu Nining yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi, biaya membeli obat, dan biaya sehari-hari. Semoga keluarga dhuafa ini diberi ketabahan dalam ikhtiarnya dan dianugerahi kesembuhan. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 951.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda @lisdamojang

Bu Nining menderita ca mammae


SUTINI BINTI SUDIRYA (39, TB. Paru-paru + TB. Tulang). Alamat : Dusun Pahing, RT 3/1, Desa Sakertatimur, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Dua tahun ke belakang, Ibu Tini biasa beliau dipanggil menderita penyakit yang cukup serius yaitu TB Paru-paru sekaligus TB. Tulang. Gejala awal yang beliau rasakan berupa seringnya beliau merasakan sakit di bagian dada. Selain itu, kondisi beliau semakin turun karena berat badan beliau semakin menyusut. Badan beliau semakin hari semakin kurus dan terasa lemas tak bertenaga. Oleh karena itu, pihak keluarga membawa Ibu Tini ke Rumah Sakit Rawamangun untuk menjalani pengobatan. Hasil pemeriksaan di Rumah Sakit Rawamangun membuat Ibu Tini harus segera dirujuk ke Rumah Sakit Persahabatan untuk pengobatan lebih lanjut. Tak lama, beliau pun segera dibawa ke Rumah Sakit Persahabatan dan masuk IGD selama 2 hari. Akan tetapi, beliau terpaksa menghentikan pengobatan dikarenakan tidak ada biaya. Beberapa waktu lalu, beliau sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan selama 2 minggu. Dengan alasan keterbatasan biaya kebutuhan sehari-hari, akhirnya Ibu Tini terpaksa dibawa pulang dan menjalani pengobatan seadanya di rumah. Pihak dokter sebenarnya tidak mengijinkan beliau pulang karena kondisinya belum stabil. Pada tanggal 29 Desember 2016 kemarin, kurir Sedekah Rombongan Kuningan menjemput ibu Tini untuk di bawa ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan dengan menggunakan ambulans karena kondisi beliau yang hanya bisa berbaring di tempat tidur. Beliau hampir satu minggu dirawat di RS Sekar Kamulyan, karena keadaannya semakin lemah. Setelah pemeriksaan laboratorium, usg, rontgen, cek darah dan juga terapi punggung, tim medis rumah sakit mendiagnosa TB beliau sudah stadium 2. Saat ini beliau sudah kembali pulang ke rumahnya dan hanya dirawat di rumah saja oleh keluarganya. Akan tetapi, kondisi beliau saat ini kembali menurun. Beliau hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur. Hal tersebut membuat luka di belakang punggung dan bokong beliau semakin melebar. Oleh karewna itu, beliau segera dibawa ke RS Sekar Kamulyan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Ibu Tini memiliki kartu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Namun, beliau kesulitan berkenaan dengan biaya sewa ambulans. Suami beliau, Bapak Kemal Wildansyah (43) hanya pekerja serabutan dan baru mulai bekerja lagi setelah lama mengurus istrinya. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Tini, sehingga santunan keempat untuk sewa ambulans dapat disampaikan Sedekah Rombongan kepada Ibu Tini. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Ibu Tini. Aamiin. Sebelumnya Ibu Tini masuk kedalam Rombongan 958.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Bu Sutini menderita TB. paru-paru + TB. tulang


PIRWANDI BIN SUPARJO (25, Patah Tulang). Alamat: Sukaraja RT 6/1 Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluna, Provinsi Bengkulu. Pirwandi begitu pemuda ini sering disapa, adalah seorang buruh harian di kota asalnya Bengkulu. 24 Oktober 2016, mungkin menjadi hari yang tak bisa dilupakan oleh seorang Pirwandi, hari itu saat perjalanan pulang ke rumah dari tempat kerjanya Pirwandi mengalami kecelakaan. Tiba-tiba truk dari arah berlawanan menabraknya, sang sopir langsung melarikan diri. Sementara kondisi Pirwandi mengalami patah tulang, oleh warga setempat langsung dilarikan ke RSUD Bengkulu untuk mendapatkan penanganan medis. Tak lama dirawat, orang tua Pirwandi memutuskan untuk membawa pulang sang anak, karena memilih melakukan pengobatan alternatif. 4 bulan berikhtiar namun kondisi Pirwandi tak kunjung, akhirnya orang tua Pirwandi kembali membawa Pirwandi ke RSUD Bengkulu, namun karena kondisinya sudah parah pihak dokter memutuskan untuk merujuk Pirwandi ke RSCM Jakarta. 21 Maret 2016, Pirwandi telah dilakukan operasi pemindahan syaraf dari kaki ke tangannya karena tangan Pirwandi sebelumnya tak bisa digerakan. Alhamdulillah, kini kondisi Pirwandi berangsur membaik, tapi Pirwandi masih harus menjalani kontrol rutin di beberapa poliklinik. Lama tinggal di Jakarta, meski biaya pengobatan telah ditanggung oleh jaminan kesehatan tapi untuk biaya hidup sehari-hari ternyata membutuhkan biaya yang besar, bekal yang dibawa dari kampung halamanpun sudah habis. Orang tua Pirwandi, bapak Suparjo (67) bekerja sebagai buruh harian dengan penghasilan Rp 900.000,- Sementara sang ibu, ibu Nurlaili (40) terpaksa tidak bekerja karena harus menunggu sang anak berobat. Alhamdulillah, ditengah kesulitan yang dihadapi Pirwandi, kurir Sedekah Rombongan langsung mengunjungi Pirwandi yang sekarang tinggal di rumah Singgah RSCM menyampaikan bantuan untuk biaya hidup sehari-hari. Pirwandi dan ibunya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan. Mohon doa terbaik, semoga segala proses pengobatan Pirwandi diberikan kelancaran dan segera diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 28 Maret 2017
Kurir: @ddsyaefudin @wira_wiri Rini

Pirwandi menderita patah tulang


NUNUNG BINTI AKIM (38, Ca Ovarium). Alamat : Kp. Cibulus RT 2/5, Desa Karangpatri, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sekitar 1 tahun yang lalu Bu Nunung mengalami pendarahan dan langsung menjalani pemeriksaan di RS Cikarang Medika. Karena hasil pemeriksaan tidak lengkap, akhirnya Bu Nunung menjalani pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi. Disinilah baru diketahui Bu Nunung menderita Ca Ovarium atau Kanker Rahim. Setelah diketahui diagnosanya ia dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Namun ia ragu karena ketiadaan bekal selama menjalani pemeriksaan meskipun biaya rumah sakit dapat discover dengan kartu KIS PBI yang ia miliki. Suaminya, Pak Acum (47) hanya seorang buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal ke rumah sakit dan membeli obat yang tidak tercover oleh jaminan KIS PBI. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 977. Semoga Bu Nunung selalu diberi kemudahan dalam ikhtiar pengobatannya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @Opeck_elVarish

Bu Nunung menderita ca ovarium


QUEEN MALIKA AZZAHRA (9, Lumpuh). Alamat : Kp. Elo RT 3/3, Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada awal tahun 2016, Malika pernah terjatuh dari kursi dan pada saat itu pengobatan yang dilakukan hanya urut tradisional. Namun hingga saat ini belum ada perubahan apa-apa. Ketika Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan mereka, Pak Usin (42) sangat berharap agar Malika dapat diobati di rumah sakit. Akhirnya sebelum melakukan pengobatan, Kurir Sedekah Rombongan mengupayakan jaminan kesehatan terlebih dahulu. Malika terlahir dari keluarga tidak mampu, ayahnya hanya seorang kuli bangunan. Sedangkan ibunya, Bu Iyah Syafariah (38) hanya seorang ibu rumah tangga. Setelah proses jaminan selaseai, Malika langsung dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk menjalani pemeriksaan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @abu_meisyal

Malika menderita lumpuh


ELY JATNA ALVIANTI (34, Caesar). Alamat : Perum Citra Indah Bukit Gladiola A2/6 RT 1/9, Desa Sukamaju, Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pada akhir bulan Maret 2017, Bu Ely mengalami mulas perut yang diduga akan segera melahirkan karena usia kandungannya sudah 9 bulan. Dengan bantuan tetangganya, Bu Ely langsung dievakuasi ke RS Medirosa Cibarusah untuk mendapatkan tindakan. Setelah diperiksa ternyata air ketubannya sudah terlebih dahulu pecah dan saat itu sudah kering. Hal tersebut membuat Bu Ely harus segera dilakukan operasi Caesar. Bu Ely saat dievakuasi tidak memiliki jaminan apa-apa, sehingga diharuskan bayar umum. Suami Bu Ely, Pak Tajudin (40) adalah seorang pelaut, tapi sudah hampir 1 tahun tidak ada kabar keberadaanya. Bahkan tidak ada kiriman uang untuk kebutuhan rumah tangga selama suaminya pergi berlayar. Oleh sebab itu saat ini Bu Ely kebingungan membayar biaya rumah sakit yang hampir mencapai 5 juta rupiah. Dengan ijin Allah SWT, akhirnya Bu Ely dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang kemudian berupaya dibuatkan surat perjanjian untuk membayar secara berkala. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk membayar cicilan pertama biaya operasi di RS Medirossa Cibarusah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @rettarizky

bantuan awal untuk membayar cicilan pertama biaya operasi cesar


ERUS BIN WARIN (48, Stroke). Alamat: Kp. Pulo Pipisan RT 2/1, Desa Karangjaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pak Erus adalah seorang kepala rumah tangga dari istrinya Bu Eti (49) dan ke-empat anaknya yang masih kecil dan bersekolah dan tinggal dirumahnya yang sudah tidak layak huni dan mau roboh. Berawal 4 bulan yang lalu saat bekerja menjadi buruh tani, separuh tuhnya terasa pegal-pegal, ia pun pergi ke klinik terdekat dan hanya diberi obat pegal-pegal. Namun sudah seminggu rasa sakitnya tak kunjung hilang hingga ia menjalani pengobatan tradisional ke tempat urut. Bukannya sembuh justru separuh tubuhnya semakin tidak bisa digerakan. Ia pun pergi ke puskesmas terdekat dan harus dirujuk ke rumah sakit besar. Sampai akhirnya Pak Erus menjalani rawat inap selama 6 hari di RS Medirosa dengan jaminan KIS dan diagnosa stroke. Dokter menyarankan Pak Erus untuk menjalani therapy ke rumah sakit agar penyakitnya benar-benar bisa disembuhkan. Namun karena kendala biaya Pak Erus hanya bisa berpasrah diri dengan penyakitnya dan berharap ada yang bisa membantunya berobat. Maklum saja untuk kebutuhan sehari-hari saja ia hanya bisa mencari pinjaman dari tetangga karena ia sudah tidak bisa bekerja lagi untuk menghidupi istri dan ke-empat anaknya. Bersyukur kurir sedekah rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Erus yang benar-benar ingin sembuh agar bisa bekerja lagi menghidupi keluarganya, kami mengerti kesulitan mereka dan memberikan bantuan awal untuk biaya transportasi berobat jalan dan kebutuhan sehari-hari keluarganya. Semoga Allah menyembuhkan penyakit Pak Erus agar ia bisa beraktivitas seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @suharnayana @ukhti_fuzi

Pak Erus menderita stroke


ATI BINTI KAILAN (76, Stroke). Alamat: Kp. Kedung Kole RT 5/2, Desa Karang Mekar, Kecamatan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Mak Ati sapaan akrab dikampungnya, ia adalah seorang jompo yang tinggal bersama suaminya di rumah yang beralaskan tanah. Berawal tiga tahun yang lalu saat ia membantu suaminya menandur sawah orang lain, tiba-tiba ia terjatuh dan tidak sadarkan diri. Mak Ati pun dibawa kerumahnya untuk istirahat karena mungkin ia sudah kelelahan. Namun ketika bangun seluruh tubuhnya tidak bisa digerakan, bahkan berbicara pun ia kesulitan. Pak Mantri setempat mengunjungi rumahnya dan menyuruh Mak Ati dibawa kerumah sakit karena khawatir ini gejala stroke. Karena kedala biaya Mak Ati hanya bisa terbaring ditempat tidur dan tidak pernah dibawa berobat, maklum saja suaminya Pak Saimin (77) pun kini sudah tidak bekerja lagi, kedua anaknya yang masih tidak mampu juga tidak bisa membantu Mak Ati untuk berobat. Sampai saat ini ia melakuan semua kegiatannya ditempat tidurnya, seperti buang air kecil dan besa, meskipun ia kerap mengeluh ingin mencoba berobat ke rumah sakit dan menyembuhkan penyakitnya. Bersyukur kurir sedekah rombongan dipertemukan dengan keluarga Mak Ati dan menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan dan biaya hidup sehari-hari Mak Ati. Mari doakan bersama agar Mak Ati segera Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @suharnayana @ukhti_fuzi

Bu Ati menderita stroke


PUNGUT BINTI NILAN (53, Pembengkakan Jantung). Alamat : Kp. Pulo Ngandang RT 10/3, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Ibu Pungut sekitar sebelumnya pernah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta, ia dipulangkan karena sering sakit-sakitan. Sudah 6 bulan terakhir ia rutin berobat di salah satu klinik terdekat dari rumahnya. Dari hasil rontgen, Bu Pungut mengalami pembengkakan jantung, sering batuk-batuk terlebih pada malam hari. Uang hasil dari ia bekerja selama beberapa bulan terakhir habis digunakan untuk biaya berobat di klinik dengan biaya umum. Semua itu ia lakukan karena besarnya keinginan untuk sembuh sehingga tidak terpikirkan untuk membuat kartu BPJS. Saat ini pengobatannya terhenti karena ia sudah tidak memiliki biaya untuk berobat. Bu Pungut sudah lama menjanda, suaminya meninggal sejak 10 tahun yang lalu. Saat ini ia tinggal bersama anak menantunya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan. Alhamdulillah, Kartu KIS Bu Pungut sudah ada dan dapat dipergunakan. Saat ini Bu Pungut menjalani pengobatan di RS Bakti Husada Cikarang dan ada obat yang harus dibeli di apotik luar rumah sakit yang harganya hampir Rp. 500.000,-. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi dan membeli obat yang tidak tercover kartu KIS. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 954.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Pak Pungut menderita pembengkakan jantung


MTSR BEKASI (B 1349 SZM, Biaya Operasional). Sejak bulan November tahun 2014, Sedekah Rombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Kondisi MTSR Bekasi saat ini mengalaami kerusakan pada AC yang harus segera diperbaiki agar bisa beraktivitas normal kembali. Alhamdulillah Sedekah Rombongan telah menyampaikan biaya operasional, servis AC dan servis rutin untuk MTSR Bekasi. Inshaa Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan sebelumnya masuk di Rombongan 968.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.000.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Muhammad Amin

Biaya operasional


RINAH BINTI MARLIN (59, Ca Serviks). Alamat : Jalan KH Mas Mansyur No. 53 RT 2/2, Kecamatan Bekasi Timur, Kotamadya Bekasi, Jawa Barat. Sudah hampir 2 tahun Bu Rinah merasakan sakit. Awalnya ia tidak mau berobat karena dirasakan masih kuat untuk berjalan, namun semakin lama ia tidak tahan merasakan sakit pada perutnya dan langsung memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. Dari puskesmas ia langsung dirujuk ke RS Hermina Kota Bekasi dan sempat menjalani beberapakali pemeriksaan. Awal bulan April 2017, Bu Rinah kondisinya sangat mengkhawatirkan sehingga langsung dievakuasi ke IGD RS Hermina Kota Bekasi. Suami Bu Rinah, Pak Sarmilih (65) sudah tidak bekerja karena kondidinya yang tidak memungkinkan. Ia sempat dirawat sekitar 3 hari, namun takdir berkhendak lain, Bu Rinah meninggal di RS Hermina. Innalillahi wainailahirrojiun, semoga Bu Rinah mendapatkan tempat terbaik di sisi Nya. Aamiin. Bantuan uang duka disampaikan kepada keluarga Bu Rinah untuk biaya  pemakaman.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Lia Amalia

Bu Rinah menderita ca serviks


DESTRIA DWI AZZAHRA (4, Kelainan Jantung). Alamat : Gang Makmur RT 4/13, Desa Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sudah diketahui kelainan jantung pada Zahra sejak ia baru lahir. Saat itu ia menjalani perawatan di RS Hermina ketika baru lahir. Seiring waktu usianya yang semakin bertambah, kini Zahra dirujuk ke RSCM Jakarta untukmenjalani pemeriksaan lanjut. Zahra didiagnosa menderita kelainan jantung, sklerosis dan gizi buruk. Adapun tindakan yang sudah dilakukan terhadap Zahra yakni: operasi pemasaangan balon dan pemasangan NGT di RSCM Jakarta. Saat ini kedua orangtuanya kesulitan biaya akomodasi meskipun biaya rumah sakit sudah tercover BPJS Kelas 3 yang ia miliki. Ayah Zahra, Pak Subiantoro (36) hanya seorang tukang jahit keliling, sedangkan ibunya, Bu Solihah (31) ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi untuk membantu pengobatan Zahra.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Lia Amalia

Zahra menderita kelainan jantung


TITIN FATIMAH (45, TB Paru). Alamat : Kp. Rawa Panjang RT 5/1, Desa Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak awal tahun 2015, Bu Titin sering mengalami batuk-batuk berkepanjangan. Saat itu dikiranya hanya batuk biasa yang diharapkan dapat sembuh dengan sendirinya. Awal bulan Maret 2017, Bu Titin menjalani pemeriksaan di RSUD Kota Bekasi dan setelah menjalani beberapa tes pemeriksaan ia didiagnosa terkena TB Paru. Saat ini Bu Titin harus menjalani pengobatan rutin selama beberapa bulan. Bu Titin memiliki Kartu Jaminan KIS PBI, namun ia kesulitan untuk biaya akomodasi selama menjalani pengobatan. Suaminya, Pak Miran sudah meninggal sekitar 4 tahun yang lalu, sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ia bekerja sebagai buruh cuci. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi dan bekal selama Bu Titin menjalani pengobatan di RSUD Kota Bekasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Siti Nur Amalia

Bu Titin menderita TB paru


NAMIH BINTI NILAN (48, Arthralgia + Asam Urat). Alamat : Kp. Pulo Ngandang RT 11/3, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sudah hampir 6 bulan Bu Namih tidak merasakan sakit pada paha kanan nya sehingga membuatnya kadang harus berjalan merayap pada dinding rumah. Upaya pengobatan yang sudah dilakukan hanya pengobatan di klinik terdekat, namun belum ada hasil yang memuaskan. Hingga pada hari Kamis, 3 November ia menjalani pemeriksaan ke Puskesmas Cabangbungin dan disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Suami Bu Namih, Pak Oji Bin Muksin (49) adalah pasien patah tulang yang hingga saat ini penyakitnya belum pulih yang pernah dibantu pada Rombongan 880. Hal inilah yang membuat keluarga ini layak dibantu karena suami sudah tidak bisa bekerja. Alhamdulillah, Bu Namih dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan yang siap membantu. Kurir Sedekah Rombongan melakukan pendampingan untuk tahap pemeriksaan lanjutan dan psioteraphy di RS Ridhoka Salma dengan jaminan KIS PBI. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama menjalani kontrol di rumah sakit. Dalam 2 minggu terakhir, Bu Namih menjalani kontrol sebanyak 5 kali diantaranya psioteraphy. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 954.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Namih menderita arthralgia + asam urat


LESTARI RUDIANSYAH (1, Penyakit Kuning). Alamat : Kampung Pasawahan, RT 3/2, Desa Pasawahan Kidul, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bayi Lestari lahir pada tanggal 19 Maret 2017 di RSIA Asri Purwakarta dengan proses caesar, ia merupakan putri kedua dari Bapak Dian dan istri. Pak Dian dan istrinya tidak pernah menyangka bahwa anaknya menderita penyakit kuning dan harus menjalani perawatan intensif di RS tersebut. Maka kala itu Pak Dian hanya menyiapkan fasilitas kesehatan untuk istrinya saja berupa BPJS, karena harus melahirkan secara Caesar dan membutuhkan biaya yang banyak. Profesinya sebagai sopir tembak angkot, benar-benar tidak bisa menutupi biaya perawatan bayinya yang kuning tersebut, jangankan untuk biaya perawatan, untuk makan pun sulit, karena Pak Dian tidak setiap hari mendapat giliran untuk menjadi sopir angkot. Delapan hari berlalu, biaya perawatan bayinya yang kuning semakin membengkak, saat itu mencapai angka 8 jutaan. Seharusnya Bayi Lestari sudah menunjukkan adanya perbaikan pada tubuhnya, namun karena kendala biaya maka sang bayi dilarang untuk pulang sebelum melunasi semua biaya administrasi. Pak Dian pun kalang kabut dan mulai mencari bantuan dari kerabat juga tetangga terdekatnya. Hingga kabar ini sampai ke telinga kurir Sedekah Rombongan, tentunya dengan ijin dan kehendak Allah. Maka saat itu kurir Sedekah Rombongan pun bergegas menemui Pak Dian dan bayinya yang masih tertahan di RSIA Asri. Kami pun menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya adminstrasi Bayi Lestari selama 8 hari di RS tersebut. Setelah semua biaya dilunasi, Alhamdulillah Bayi Lestari pun dapat diboyong pulang oleh orangtuanya. Semoga Bayi tersebut Allah hilangkan penyakitnya, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 8.835.000,-
Tanggal : 8 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @hastapradja @nzn1603

Bu Lestari menderita penyakit kuning


ALEN BIN SAKI (58, Katarak). Alamat : Kampung Cijambe, RT 10/5, Desa Sadarkarya, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Dua minggu yang lalu tepatya, Pak Alen –akrab kami memanggilnya—merasakan pusing di kepala. Hal tersebut sangat biasa, dan tentunya ia obati menggunakan obat warung seadanya. Tak seperti biasanya, kala itu rasa pusingnya tak juga hilang dan semakin menjadi, ia pun memutuskan untuk istirahat dan tidur. Pada pagi hari ketika ia bangun, tiba-tiba mata bagian kirinya tidak bisa melihat dan terasa sakit. Sampai saat ini ia belum memeriksakan kondisi matanya tersebut, hal tersebut tak lain karena ia memiliki keterbatasan biaya, maklum saja penghasilannya sebagai buruh tani hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari ia dan keluarganya. Alhamdulilla, dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Alen. Kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan mata Pak Alen. Semoga Allah membalas semua kebaikan para sedekaholics, dan Allah sembuhkan penyakit yang ada pada mata Pak Alen.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Maarif

Pak Alen menderita katarak


UDIN BIN FANDI (59, Penyempitan Tulang Belakang). Alamat : Kp. Babakan, RT 12/6, Desa Sadarkarya, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sudah kurang lebih 1 bulan ini, Mang Udin terbaring di ruang tengah rumahnya sambil menahan nyeri yang sangat di bagian pinggang dan perut sebelah kiri. Semua orang yang menjenguknya pasti akan merasa iba, karena Mang Udin amat sangat nampak kesakitan menahan nyeri tersebut. Istrinya Entar (52) mencoba ikhtiar untuk kesembuhan suaminya tersebut, ia memanggil tukang pijat yang berada tak jauh dari rumahnya, Entar khawatir jika suaminya mengalami turun bero. Selang beberapa hari setelah proses pemijatan, tak ada tanda-tanda kesembuhan sedikitpun, nyeri yang diderita Mang Udin semakin menjadi-jadi. Ia pun kemudian dibawa ke Puskesmas oleh isrinya, hasil pemeriksaan menunjukkan Mang Udin harus segera dibawa ke RS Siloam Purwakarta. Dengan berbekal pinjaman uang, Mang Udin dan istrinya pun berangkat ke RS tersebut. Hasil pemeriksaan di RS tersebut mengharuskan Mang Udin menjalani proses USG, agar penyakitnya lebih jelas dan cepat diketahui. Ia pun menjalani proses tersebut, namun hasilnya tidak menunjukkan ada hal yang aneh di dalam organ dalam Mang Udin. Ia disarankan untuk kembali menjalani pemeriksaan pada tanggal 22 Februari 2017 mendatang. Mang Udin yang merupakan seorang kuli serabutan, memiliki keterbatasan biaya akomodasi untuk pulang pergi ke Rumah Sakit. Beruntung kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Mang Udin, kami telah menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Mang Udin menuju Rumah Sakit. Semoga Mang Udin segera Allah sembuhkan. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 962.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Maarif

Pak Udin menderita penyempitan tulang belakang


SLAMET RIADI (48, Trombositopenia). Alamat : Argomulyo, RT 2/3, Desa Argomulyo, Kec. Sumberejo, Kab. Tanggamus, Prov. Lampung. Sejak April 2016 lalu Bapak Slamet mulai merasakan sakit dengan tubuhnya dan sering kali lemas saat beraktivitas sebagai buruh bangunan, kemudian beliau dibawa ke bidan terdekat dan dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek, selama dirawat didapati trombosit Bapak Slamet rendah, sehingga mengharuskannya transfusi darah sebanyak 10 kantung, setelahnya trombosit Bapak Slamet kembali normal. Tetapi pada awal Januari beliau mengeluhkan bagian kaki kirinya sakit dan sulit untuk digerakka selama beberapa hari, ditambah dengan sulitnya buang air kecil. Beberapa hari kemudian beliau buang air kecil disertai darah yang kental, khawatir melihat kondisi suaminya, sang istri membawa ke bidan terdekat dan di rujuk ke RSUD pringsewu, kemudian dirujuk kembali ke RS Urip Sumoharjo, setelah diperiksa didapati trombosit Pak Slamet kembali rendah dan disarankan untuk transfusi darah. Selama 10 hari dirawat beliau mendapatkan transfusi darah sebanyak 10 kantung, tetapi tombosit masih belum ada perubahan, karena diduga ada kelainan pada darahnya, beliau dirujuk kembali ke RS Ahmad Yani Metro. Ibu Tunjiah (46) adalah istri beliau, seorang ibu rumah tangga. Bapak Slamet merupakan tulang punggung keluarga, sejak beliau sakit keadaan ekonomi keluarga cukup memprihatinkan. Beliau memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Meskipun memiliki jaminan kesehatan, beliau terkendala oleh biaya transportasi berobat dan biaya kehidupan sehari-hari. Melihat kondisi beliau, kurir Sedekah Rombongan Lampung berupaya membantu beliau dengan menyampaikan titipan langit. Semoga beliau segera diberi kesembuhan total dan dapat beraktivitas kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar Leni @sayasepti

Pak Slamet menderita trombositopenia


SANDI RAMDANI (5, Thalassemia). Alamat : Kp. Sawit Kaler, RT 8/4, Desa Sadarkarya, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sandi, akrab kami memanggil bocah laki-laki yang baru berumur 5 tahun ini. Sejak lahir ia telah didiagnosa mengalami kelainan darah yang disebut dengan Thalassemia. Penyakit Thalassemia adalah kelainan darah yang membuat tubuh tidak mampu memproduksi cukup hemoglobin, sehingga mengakibatkan jumlah hemoglobin di tubuh sangat sedikit. Hal tersebut mengharuskan Sandi menjalani transfuse darah setiap satu satu kali, jika terlewat maka tubuhnya akan lemas dan tidak bisa melakukan aktivitas bermain bersama teman sebayanya. Ayah Sandi yakni Pak Suryadi (31) merupakan buruh harian lepas yang memiliki penghasilan terbatas, mereka sangat membutuhkan donasi untuk biaya akomodasi setiap bulannya di Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA) untuk menjalani transfusi. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Sandi dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan untuk biaya akomodasi pengobatan Sandi. Mari doakan semoga anak kecil ini segera Allah angkat penyakitnya. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 967.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Maarif

Sandi menderita thalassemia


SUHARTINI BINTI TAYUBI (41, Usus Buntu). Alamat : Kp. Jawa, RT 5/3, Desa Cibogohilir, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Ibu Tini adalah seorang janda  dengan dua orang anak, Ajay (5) dan Fahmi (3). Suaminya telah meninggal dunia 4 tahun yang lalu karena serangan jantung. Ibu Tini kini  bekerja keras menghidupi kedua anak yatimnya dengan berjualan kue keliling buatan orang lain. Kedua anaknya, Ajay dan Fahmi selalu diajak berjualan karena tidak ada yang menjaganya. Ibu Tini merasa kelelahan karena Fahmi selalu ingin digendong dan saking kerasnya ia bekerja,  Ibu Tini sering lupa makan.  Akhirnya pada tanggal 11 Januari  2016 lalu, Bu Tini pingsan karena kelelahan. Ia langsung dibawa ke klinik dan dirujuk ke rumah sakit untuk menjalanni rawat inap dengan jaminan JAMKESDA. Bu Tini mengalami maag kronis  sehingga membutuh perawatan khusus karena sering pingsan. Adiknya, Bu Enok (35) dengan sabar menjaga Bu Tini di rumah sakit, namun Bu Enok kebingungan ketika ada obat yang harus dibeli, diluar jaminan JAMKESDA. Kurir SedekahRombongan mengerti keprihatinan Bu Tini dan langsung menyampaikan bantuan  titipan sedekaholics untuk membeli obat tersebut. Tak sampai disitu, pada awal April 2017 lalu, Bu Tini dikabarkan dibawa ke Rumah Sakit dan akan menjalani operasi usus buntu, ia amat sangat membutuhkan biaya akomodasi selama disana. Alhamdulillah kali kedua kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi operasi penyakit Bu Tini. Semoga Allah selalu memberi kelancaran dan kesembuhan untuk  Bu Tini.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @Kikizakiyah_ Wahyu Maarif

Bu Tini menderita usus buntu


ENO BINTI FULAN (74, Patah Tulang). Alamat : Kp. Sempur, RT 5/2, Desa Sempur, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Mak Eno, akrab kami memanggilnya. Dua bulan lalu ia tertabrak sepeda motor saat melintas di depan rumahnya, namun tidak ada luka yang berdarah, hanya saja ia merasakan sakit di bagian kaki kanan. Setelah dicoba untuk berjalan ternyata tidak bisa, akhirnya ia pun dibawa ke pengobatan khusus patah tulang di Cijagra. Dan benar saja, ternyata Mak Eno mengalami patah tulang. Seharusnya ia menjalani perawatan disana, namun karena kendala biaya ia pun memutuskan untuk pulang. Padahal hingga dua bulan berlalu kini, kondisinya masih sama belum ada perbaikan. Mak Eno yang kini tinggal sendiri di rumahnya, membutuhkan biaya akomodasi untuk melanjutkan pengobatannya. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kami dipertemukan dengan Mak Eno. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan Mak Eno. Semoga Allah membalas semua kebaikan para sedekaholics, dan Allah sembuhkan Mak Eno.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Maarif Ahsan

Bu Eno menderita patah tulang


SITI RAHMAWATI (1, Hydrocepalus). Alamat: Kp. Cikaret, RT 19/6, Desa Pasirjambu, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Siti merupakan anak dari pasangan Nanang (32) dan Tuti (18), ia lahir 10 bulan lalu dengan proses normal. Siti memiliki keistimewaan sejak lahir, yakni kepalanya lebih besar dari bayi-bayi pada umumnya. Awalnya orangtua Siti beranggapan bahwa hal tersebut hanya sementara, namun ternyata hingga usianya menginjak umur 5 bulan, kepala Siti semakin membesar berisi cairan. Sejak dulu kedua orangtua Siti sudah disarankan untuk melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA), namun karena keterbatasan biaya maka mereka tak bisa berbuat banyak. Maklum saja, ayahnya adalah seorang kuli pengambil getah karet di lahan milik pemerintah, penghasilannya sekitar Rp. 30.000/hari yang hanya cukup untuk membiayai hidup sehari-hari. Besar sekali keinginan Tuti sebagai ibunya untuk membawa Siti ke Rumah Sakit besar, namun ia sadar diri bahwa suaminya tak memiliki banyak uang. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kami kurir #SedekahRombongan dengan Siti dan keuarga, kami menyampaikan titipan dari sedekaholics untuk biaya akomodasi Siti ke RSBA. Mari doakan semoga Siti Allah sembuhkan.  Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 970.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @awwal_ula @asepza_

Bu Siti menderita hydrocepalus


PADLAN SAHRIANDI (2, Jantung Bocor). Alamat : Kp. Cijati, RT 2/1, Desa Cijati, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Dek Padlan, akrab kami memanggil balita berumur 2 tahun ini. Sejak lahir ia telah memiliki kelainan, yakni mengalami jantung bocor. Ia pernah menjalani pengobatan di Rumah Sakit Bayu Asih, namun pihak RS tersebut merujuknya ke salah satu RS di Jakarta. Padlan dijadwalkan menjalani kontrol pengobatan setiap bulannya ke RS tersebut, namun sudah beberapa bulan ini kontrol tersebut harus terhenti karenda kendala biaya. Maklum saja, kedua orangtuanya hanya mengandalkan penghasilan dari berjualan jus di depan rumah, hasilnya cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari keluarganya, tapi tak cukup untuk biaya pengobatan Dek Padlan. Beruntung Allah pertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Dek Padlan dan keluarga. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan dan pembuatan jaminan kesehatan. Bantuan sebelumnya telah tersampaikan dan tercatat pada Rombongan 942.

Jumlah Bantuan : Rp. 1,000.000,-
Tanggal : 10 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Padlan menderita jantung bocor


MUHAMMAD RIZAL (9, Gangguan Neurologis). Alamat : Kp. Cijati, RT 12/1, Desa Cijati, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Dek Rizal, akrab kami memanggilnya. Ketika usianya masih 1 tahun, ia sering sekali mengalami demam tinggi hingga kejang-kejang, ia pun sering pulang pergi berobat ke Puskesmas. Menginjak pada usia 2 tahun, terlihat Dek Rizal belum juga bisa berjalan dan berbicara, orangtuanya mulai khawatir, Dek Rizal pun dibawa ke Puskesmas setempat dan mendapat rujukan untuk berobat ke RSUD, namun karena kendala biaya, ibunya hanya bisa pasrah saja. Alhamdulillah menginjak umur 5 tahun, ia bisa berdiri tegak dan berjalan, namun tetap belum bisa bicara. Ingin sekali kedua orangtuanya membawa Dek Rizal ke dokter specialist anak atau therapist. Namun lagi-lagi karena kendala biaya, orangtua Rizal pun tidak bisa melakukan apa-apa. Beruntung Allah pertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Dek Rizal dan keluarga. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan Dek Rizal.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 10 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Rizal menderita gangguan neurologis


TANURI BIN KASID (57, Diabetes Kronis). Alamat : Kp. Krajan, RT 9/3, Desa Cileunca, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pak Tanuri, akrab kami memanggilnya. Sudah sejak 5 tahun ini ia mengidap penyakit diabetes, berulang kali melakukan pengobatan di beberapa dokter, namun penyakitnya tak juga kunjung sembuh. Dengan kondisi sakit parah tersebut, Pak Tanuri masih bisa bekerja sebagai tukang parker di salah satu Bank yang ada di Kota Tangerang. Ya, hal tersebut ia lakukan tak lain untuk menafkahi anak dan istrinya. Kini Pak Tanuri sedang terbaring lemah di Rumah Sakit Bayu Asih Purwakarta dengan kondisi luka di kaki yang sudah parah dan bau. Ia sempat kehabisan bekal selama di RS tersebut, Alhamdulillah dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan bisa menemui Pak Tanuri di RS Bayu Asih. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan Pak Tanuri selama berada di RSBA. Mari kita doakan bersama agar Pak Tanuri segera Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @hastapradja

Pak Tanuri menderita diabetes kronis


DEPNA SARI (16, Cacat Mental). Alamat : Gg. Kenanga 2, RT 42,5, Desa Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sejak usianya masih 3 bulan, Depna sering mengalami demam tinggi disertai kejang-kejang, ia pun baru bisa berjalan normal pada usia 5 tahun. Ibunya menyadari bahwa anaknya berbeda dengan anak lainnya, Depna pun disekolahkan di Sekolah Luar Biasa. Depna pernah menjalani pengobatan di RSBA Purwakarta, namun sepertinya tidak cocok karena setelah minum obat yang dianjurkan dokter, Depna sering merasa lapar dan mengamuk hingga mencakar tembok rumah. Ibunya yang merupakan buruh cuci merasa kesulitan melakukan aktivitas pekerjaannya tersebut, karena Depna sering kali susah untuk ditinggal pergi. Namun jika ibunya tidak bekerja, maka mereka akan kesulitan untuk makan karena tidak ada penghasilan. Alhamdulillah dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan bisa menemui Depna dan ibunya. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan Depna dan biaya hidup sehari-hari. Mari kita doakan bersama agar Depna segera Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis Ligar

Depna menderita cacat mental


BAYU KENCANA PUTRA (30, Meningitis TB + TB Paru + Hidrocephalus). Alamat : Kp. Balakang, RT 2/1, Kelurahan Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Propinsi Jawa Barat. Bayu biasa kami menyapa yang pada akhir Januari yang lalu tiba – tiba mengalami kehilangan kesadaran di tempat ia bekerja di daerah Cikarang, oleh rekan se profesinya, ia di bawa ke RS. Adam Thalib Cikarang dan langsung masuk keruangan ICU, setelah 15 hari dirawat di ruangan ICU dan biaya perawatan sudah hampir 150 juta, karena makin membengkaknya biaya perawatan Bayu di Rumah Sakit serta jaminan kesehatan yang belum dimiliki Bayu pihak keluarga langsung bermusyawarah dan didapati hasil untuk membawa pulang Bayu pulang ke Cianjur dan melanjutkan perawatan di Cianjur sambil keluarganya membuatkan jaminan kesehatan untuk Bayu. Bayu hingga kini belum sadar kan diri yang membuat Istri dan anaknya kebingungan campur sedih karena Bayu merupakan tulang punggung keluarga yang masih memiliki anak yang masih kecil. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapatkan info mengenai pasien Bayu langsung berangkat menemui Bayu dan keluarga di RS. Adam Thalib Cikarang, Istri Bayu bercerita akan membawa Bayu pulang ke Cianjur namun terhalang biaya untuk menyewa Ambulance khusus yang digunakan untuk membawa Bayu pulang ke Cianjur dengan peralatan lengkap di dalamnya. Bantuan Awalpun disampaikan untuk Bayu yang akan digunakan untuk membayar sewa Ambulance dari Cikarang sampai ke Cianjur. Semoga Bayu segera diberikan kesadaran serta Allah mengangkat penyakitnya yang di deritanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal :  25 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Pak Bayu menderita meningitis TB + TB paru + hidrocephalus


SARTINI BINTI SUTARNA (54, Tumor di Dada) Alamat : Jl. Ciomas Bojong Menteng, Gg. Sate Bomen, No. 13 RT 2/6, Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat.  Ibu Tini sehari hari merupakan ibu rumah tangga, suaminya Pak Azhar (57) bekerja sebagai buruh listrik lepas yang kesehariannya lebih banyak di rumah karena usia yang sudah senja. Anak mereka ada 3 yang sudah besar. Ibu tini menderita Tumor di dadanya, berawal dari sakit nyeri pada dadanya beberapa tahun yang lalu, setelah memeriksa ke RS, dokter menyatakan bahwa Ibu Tini menderita tumor jinak. Dengan menggunakan fasilitas jaminan kesehatan pemerintah (BPJS) Ibu Tini berobat di RSUD Bogor. Minggu lalu Ibu Tini menderita sakit Typus dan di rawat beberapa hari di RS Melania Bogor dengan fasilitas BPJS. Mengetahui kondisi ini, kurir sedekah rombongan segera survey dan menyampaikan santunan untuk biaya biaya yang tidak di cover BPJS seperti ongkos ke RS dan biaya operasional keluarga pasien lainnya. Semoga Allah lekas memberikan  kesehatan kepada Ibu Tini.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal :17 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @Wirawiry

Bu Sartini menderita tumor di dada


MTSR BOGOR (B 1681 SIF, Biaya Operasional Maret 2017). Pada akhir pekan awal Februari 2016, Sedekah Rombongan dihubungi oleh salah seorang pengusaha di Jakarta, Pengusaha yang selama ini rutin memantau pergerakan #SR. Pengusaha ini menghubungi #SR mengabarkan niatnya  memberikan mobil yang diperuntukan untuk ambulance. Beliau selama ini memonitor pergerakan #SR serta menjadi salah satu #Sedekaholics yang rutin menyalurkan bantuannya lewat SR. Sebuah Nissan Evalia ber Plat Nomer B 1481 SIF baru langsung kami jemput di rumah beliau di kawasan selatan Jakarta, diberikan langsung pada kami oleh puterinya. Mobil ini selanjutnya akan kami pergunakan untuk MTSR wilayah Bogor yang berfungsi untuk mengantar jemput para dhuafa berobat dalam dampingan Sedekah Rombongan. tentunya dengan mobilitas MTSR di wilayah kabupaten dan kota bogor, Kebutuhan untuk bensin, Tol dan biaya operasional lainnya pun dibutuhkan supaya  mobilitas MTSR untuk mengantar jemput pasien – pasien #SedekahRombongan di wilayah kabupaten dan kota Bogor bisa optimal. Biaya Operasional kali ini digunakan untuk mengganti sparepart MTSR yang sudah mulai aus agar MTSR bisa kembali beroperasi seperti biasanya Serta untuk operasional penjemputan pasien selama bulan Maret 2017. Semoga dengan hadir nya MTSR di Wilayah Bogor akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di Rombongan 977

Jumlah Bantuan : Rp. 4.250.000,-
Tanggal :  8 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @Kartimans1 @rexy_eas

Biaya operasional Maret 2017


LASTRI BINTI AHMAD (43, Ca Mammae). Alamat : Kp. Padurenan, RT 1/10, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Tepatnya pada bulan april 2015 lau, Bu Lastri –akrab kami memanggilnya—merasakan adanya benjolan di payudara kanannya. Saat itu ia hanya memeriksakan diri ke tempat alternatif dan puskesmas terdekat tanpa ada diagnosa penyakit apapun. Memasuki tahun 2016, ia memeriksakan diri ke Rumah Sakit dan didiagnosa mengidap penyakit tumor payudara. Ia pun sempat menjalani operasi pengangkatan tumor di payudaranya pada Maret 2016. Namun perjuangannya melawan penyakit tersebut belum juga terhenti, beberapa bulan setelah operasi pengangakatan tumor payudara tersebut, Bu Lastri didiagnosa mengidap penyakit kanker payudara, dalam bahasa medis biasa disebut ca mamae. Itu artinya tumor yang ada di payudara Bu Lastri bersifat ganas dan harus melakukan tindakan kemotherapy. Saat ini Bu Lastri telah menjalani 6 kali kemotheraphy menggunakan fasilitas kesehatan berupa BPJS. Sampai saat ini Bu Lastri masih harus menjalani kontrol pengobatan di RSUD Kota Bogor, selain membutuhkan biaya untuk akomodasi ke RS tersebut, Bu Lastri juga harus membeli obat yang tidak ditanggung oleh pihak BPJS. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Lastri, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi dan pembelian obat yang tidak ditanggung oleh BPJS. Semoga Allah segera menyembuhkannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,
Tanggal :  14 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @Irabintiachyani @rexy_eas

Bu Lastri menderita ca mammae


DINDA PERMATA (17, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Kp. Cimanggis, RT 3/8, Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Dinda, akrab kami memanggil gadis belia ini. Beberapa bulan lagi ia akan mengikuti Ujian akhir di sekolah tempat ia belajar, namun ia terancam tidak bisa mengikuti ujian tersebut disebabkan karena tunggakan SPP yang tidak sanggup dibayar oleh orangtua Dinda. Ayah Dinda yang bertugas sebagai tulang punggung keluarga, beberapa bulan ini harus terkulai lemah di rumah karena penyakit stroke yang dideritanya, sehingga ayahnya tersebut tidak bisa lagi mencari nafkah untuk Dinda dan keluarga. Total yang harus Dinda bayar ke sekolah adalah sejumlah Rp. 2.400.000,- dan ini merupakan angka yang sangat besar untuk Dinda dan keluarganya. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dinda dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan untuk meringankan biaya tunggakan Dinda ke sekolah. Semoga setelah ini Dinda bisa diperbolehkan mengikuti ujian.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  10 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Bantuan biaya sekolah


AGUS PURNOMO (32, Peradangan Kelenjar Getah Bening). Alamat : Dusun Sidomulyo, RT 1/4, Kec. Sumberejo, Kab. Tanggamus, Prov. Lampung. Sekitar 2 tahun yang lalu  Bapak Agus sering mengalami sakit kepala, untuk meredakannya ia hanya membeli obat sakit kepala di warung. Namun semakin lama sakitnya sering menyerang. Suatu hari Bapak Agus merasakan sakit yang seolah-olah disekelilingnya berputar sampai ia muntah-muntah. Bapak Agus kemudian berobat di Puskesmas terdekat. Dirasa sakitnya belum sembuh, ia pergi ke dokter. Dokter Muslih yang menanganinya mendiagnosis Bapak Agus menderita sakit kelenjar getah bening dengan adanya benjolan di sekitar leher. Pak Agus dirujuk ke RSUD Pringsewu dan mendapat tindakan operasi disana. Namun 1 bulan kemudian muncul kembali benjolan di sekitar bekas operasi. Bapak Agus memilih pengobatan alternatif dan mengkonsumsi obat herbal karena faktor ekonomi. Bapak Agus seorang pengrajin tempe, istrinya Tasrifah (30) seorang ibu rumah tangga. Pendapatan Bapak Agus tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Bapak Agus tinggal di rumah saudara karena tidak memiliki rumah sendiri, sedangkan untuk biaya transportasi dan membeli obat ia menjual harta benda yang dimiliki. Selama pengobatan di RSUD Pringsewu ia menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri. Melihat kondisi  tersebut, Kurir Sedekah Rombongan Lampung mendatangi kediaman Bapak Agus dan menyampaikan santunan awal untuk membantu biaya transportasi dan pengobatan. Semoga Bapak Agus lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000 ,-
Tanggal : 29 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @jajangfajar Leni

Pak Agus menderita peradangan kelenjar getah bening


SAIDATUL MILLAH (17, Tumor Pinggul). Alamat : Dusun Babab Utara, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Bermula ketika Mila merasakan adanya benjolan pada pinggul bagian kanannya semenjak SMP namun dibiarkan sampai kelas 2 SMA. Benjolan tersebut ternyata semakin membesar dan terasa nyeri saat berjalan dan duduk, sampai tidurpun sangat susah. Kondisi ini sudah sangat mengganggu, kini Mila jarang masuk sekolah akibat penyakitnya. Akan tetapi karena Mila sedang duduk di bangku kelas 3 SMA dan akan menjalani ujian akhir, maka berkat dukungan dari guru-gurunya Mila masih mau melanjutkan sekolah meskipun harus memaksakan kondisi kesehatannya. Mila pernah menjalani pemeriksaan di Rumah sakit Bangkalan dengan menggunakan jaminan kesehatan pemerintah kabupaten yaitu SEHATI. Dokter manganjurkan untuk dibawa kerumah sakit type A yaitu RSUD Dr. Soetomo di Surabaya dikarenakan penyakit tumor yang diderita Mila tidak bisa ditangani dirumah sakit Bangkalan. Orang tua Mila menghentikan pengobatan tersebut dikarenakan tidak adanya biaya untuk berobat dan transportasi. Ayah Mila sudah meninggal sejak dia SD kemudian ibunya menikah lagi dan hidup terpisah dengan Mila. Dia tinggal dengan kakaknya (Ahmad Musa, 29) dan kakeknya yang sudah sakit-sakitan, kakak Mila bekerja sebagai buruh cuci motor di Arosbaya, penghasilannya hanya cukup untuk mereka makan bertiga sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, dan bantuan awal pun disalurkan langsung kepada Mila dan keluarganya untuk transportasi ke RSUD Dr Soetomo. Setelah beberapa kali ke rumah sakit dan menjalani pemeriksaan laboratorium, CT scan dan MRI, namun dokter belom bisa memastikan penyakit tumor yang diderita Mila jinak atau ganas. Kini Mila dan keluarga menunggu hasil kesimpulan dari dokter. Semoga Mila diberikan kesembuhan oleh Allah SWT dengan diangkat penyakitnya dan segera kembali beraktivitas seperti anak remaja lainnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 30 Maret 2017
Kurir : @vanmadura Puti Ainul Zamrony Indah Nuris Wulan

Mila menderita tumor pinggul

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 RSSR LAMPUNG 2,500,000
2 WAHYU PRATAMA 2,500,000
3 WAHYU PRATAMA 2,500,000
4 SAODAH BINTI 500,000
5 SUTINI BINTI ABDULLAH 500,000
6 YANTI BINTI TOYONO 500,000
7 RIFKI SAPUTRA 500,000
8 SUGITO BIN SURATMIN 1,250,000
9 IRFAN YUSRAN AL GHAZALI 1,000,000
10 YAYASAN GALUH 2,500,000
11 DEDE ARPIAH 500,000
12 SURYANTO BIN SARJU 3,750,000
13 MUSHOLLA NURULLAH 500,000
14 EDOK BIN SAEMAN 1,000,000
15 RAMADHAN DIRFANSYAH 500,000
16 AHMAD MUZAKI 750,000
17 MUHAMMAD AZKA 750,000
18 AGUS BIN MOMO 500,000
19 EMAY BIN DANU 750,000
20 NINING SITI NURJANAH 500,000
21 SUTINI BINTI SUDIRYA 500,000
22 PIRWANDI BIN SUPARJO 1,000,000
23 NUNUNG BINTI AKIM 1,000,000
24 QUEEN MALIKA AZZAHRA 500,000
25 ELY JATNA ALVIANTI 1,000,000
26 ERUS BIN WARIN 500,000
27 ATI BINTI KAILAN 500,000
28 PUNGUT BINTI NILAN 1,000,000
29 MTSR BEKASI 4,000,000
30 RINAH BINTI MARLIN 500,000
31 DESTRIA DWI AZZAHRA 500,000
32 TITIN FATIMAH 500,000
33 NAMIH BINTI NILAN 1,000,000
34 LESTARI RUDIANSYAH 8,835,000
35 ALEN BIN SAKI 500,000
36 UDIN BIN FANDI 1,000,000
37 SLAMET RIADI 500,000
38 SANDI RAMDANI 500,000
39 SUHARTINI BINTI TAYUBI 500,000
40 ENO BINTI FULAN 500,000
41 SITI RAHMAWATI 500,000
42 PADLAN SAHRIANDI 1,000,000
43 MUHAMMAD RIZAL 750,000
44 TANURI BIN KASID 500,000
45 DEPNA SARI 500,000
46 BAYU KENCANA PUTRA 2,000,000
47 SARTINI BINTI SUTARNA 1,000,000
48 MTSR BOGOR 4,250,000
49 LASTRI BINTI AHMAD 1,000,000
50 DINDA PERMATA 500,000
51 AGUS PURNOMO 500,000
52 SAIDATUL MILLAH 800,000
Total 61,885,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 61,885,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 984 ROMBONGAN

Rp. 49,434,389,315,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.