Rombongan 983

Jika bumerang selalu kembali begitu anda melemparnya, maka sedekah selalu kembali dengan jumlah lebih besar jika anda melemparkannya.
Posted by on April 12, 2017

MOHAMMAD DJASULI (67, Hidrokel + Hernia Umbilicus). Alamat: Jl. Anggrek no. 107 RT 004/005, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Pak Djasuli biasa beliau dipanggil, dulu beliau adalah seorang pemanjat pohon kelapa. Sudah 20 tahun merasakan adanya kelainan di skrotumnya. Namun karena tidak ada biaya serta pengetahuan yang kurang tentang penyakitnya, beliau enggan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya ke fasilitas kesehatan setempat sehingga ukuran skrotumnya bertambah besar. Saat ini Bapak Djasuli sehari-harinya pergi ke pantai untuk mencari kerang. Sedangkan istrinya, Ibu Sukarti (65) adalah seorang ibu rumah tangga. Saat ditemui kurir Sedekah Rombongan, beliau mengatakan bahwa bertambah besar ukuran skrotumnya, membuat aktifitas beliau terganggu meskipun saat ini sudah tidak merasakan nyeri. Meskipun sudah memiliki jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI, beliau belum pernah menggunakannya untuk memeriksakan kesehatannya. Hal ini dikarenakan pengetahuan yang minim terkait penyakit serta prosedur berobat dengan KIS dan terkendala biaya transportasi. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan beliau, dan santunan awal pun diberikan. Dengan di dampingi kurir Sedekah Rombongan, akhirnya bapak Djasuli bisa memeriksakan kesehatannya ke RSUD Syamrabu Bangkalan (Nomor Rekam Medis 140532) dan telah dilakukan operasi tahap pertama untuk mengobati Hidrokelnya (cairan disekeliling testis). Saat ini beliau masih dalam tahap pemulihan pasca operasi dan persiapan untuk operasi tahap 2 (Hernia). Sebulan setelah operasi hidrokel, alhamdulillah kondisi pak Djasuli mulai membaik, luka post operasi hidrokel mulai menutup, akan tetapi setelah 40 hari post operasi hidrokel Pak Djasuli kembali merasakan sakit perut bagian kiri. Dengan dibantu kurir Sedekah Rombongan membuat surat rujukan dari Puskesmas Kemayoran, Hari Selasa 21 Maret Pak Djasuli bersama anaknya kembali ke RSUD Syamrabu untuk memeriksakan kondisinya, dokter spesialis bedah akhirnya menganjurkan Pak Djasuli kembali pada hari kamis 23 Maret 2017 untuk melakukan operasi hernia nya. Minggu tanggal 26 Maret 2017, dengan dijemput kurir Sedekah Rombongan Pak Djasuli mulai masuk rumah sakit untuk persiapan Hernia Inguinalis. Alhamdulillahh pada hari Senin 27 Maret 2017 Pak Djasuli telah melakukan operasi hernia inguinalis sinistra dan operasinya berjalan lancar. Hari Rabu 29 Maret 2017 Pak Djasuli diperbolehkan pulang oleh dokter RSUD Syamrabu Bangkalan. Kondisi pak Djasuli berangsur pulih, sakit perut yang dialami beliau sehari-hari kini mulai berkurang. Semoga kesehatan Bapak Djasuli bisa segera pulih dan bisa beraktifitas dengan normal tanpa terbebani oleh penyakitnya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500,000-
Tanggal : 26 Maret 2017
Kurir : @siham78 Nuris Zaman

Pak Djasuli menderita hidrokel + hernia umbilicus


NUR AISYAH HIDAYAH (11, Skoliosis). Alamat : Jl. KH. Moh. Toha RT 2/6, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Bangkalan, Provinsi Jawa Timur.  Ais biasa ia dipanggil adalah seorang pelajar kelas 4 di SDN Kemayoran 2 Bangkalan. Saat Ais berusia 1 tahun, orang tua Ais merasa ada yang aneh dengan tulang belakang anaknya, ia sering mengalami sesak nafas dan tidak bisa menegakkan badannya dengan sempurna. Keluarga memutuskan untuk memeriksakan Ais ke Puskesmas terdekat, namun pihak Puskesmas menyarankan untuk dibawa ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Ais divonis menderita skoliosis, sehingga disarankan oleh dokter untuk sementara waktu memakai bracing, alat untuk menopang tulang belakang yang berbentuk seperti baju sampai Ais cukup umur untuk dilakukan tindakan operasi dan dilakukan penyesuaian ukuran bracing setiap 6 sampai 10 bulan sekali. Ais adalah putri dari pasangan Bapak Agus Taufik Hidayah (46) dan Ibu Zaitun (34). Ayahnya seorang PNS Golongan 2A di kantor kelurahan Kemayoran, sedangkan ibunya seorang pengasuh anak di sebuah perumahan di Bangkalan. Ia anak pertama dari empat bersaudara. Sudah 2 tahun ini Ais tidak bisa memakai bracing dikarenakan bracing miliknya sudah rusak dan tidak muat untuk dipakai. Bapak Taufik mengalami kesulitan biaya untuk membelikan Ais bracing yang baru setelah beliau terkena musibah. Orang tua adik Ais sangat sedih dan bingung, meskipun Ais bisa beraktifitas seperti teman-temannya, tapi tulang belakangnya semakin membengkok hingga 85 derajat, sehingga badannya miring. Beliau menuturkan hanya  bisa memeriksakan kondisi Ais setiap bulan ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya dengan menggunakan kartu BPJS Kesehatan Kelas II.  Dokter menyarankan, Ais bisa dioperasi saat dia sudah besar tapi dengan resiko pertumbuhannya akan terhenti. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Ais dan keluarga. Alhamdulillah kami diberi kesempatan untuk membantu meringankan bebannya. Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk membeli Bracing yang baru bagi adik Ais untuk menopang tulang belakangnya agar bisa berdiri tegak dan bisa berjalan dengan normal tanpa harus terpincang-pincang. Pada awal bulan Maret seharusnya dilakukan MRI, berhubung hasil laboratoriumnya menunjukkan kandungan kaliumnya tinggi, maka dilakukan re-schedule MRI dan diminta untuk kontrol ke ortopedi dan radiologi. Untuk sementara Ais masih harus pakai bracing untuk menyangga tulang belakangnya yang bertambah sudut kemiringan nya. Ais dan keluarga sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini bisa digunakan dengan sebaik mungkin dan bisa bermanfaat untuk Ais.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Maret 2017
Kurir : @wahyu_CSD @vanmadura @siham78 Emy

Ais menderita skoliosis


RATMI BINTI ABSAR (68, Infeksi Ginjal + Maag + Diabetes). Alamat : Jl. Stadion IX RT 6/2,  Desa Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan Madura, Provinsi Jawa Timur. Bu Ratmi biasa beliau dipanggil adalah seorang janda yang saat ini tinggal bersama dengan putranya. Sejak 3 bulan yang lalu, beliau mengeluh sakit perut. Namun, setelah dilakukan rontgen, dokter menyatakan bahwa beliau terkena infeksi saluran kencing, maag, dan diabetes. Beliau sempat di rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Martodirdjo Pamekasan selama 6 hari. Kini, beliau hanya bisa berbaring di tempat tidur tanpa bisa melakukan pekerjaan yang berat. Beliau juga masih sering merasakan sakit dibagian perut. Putra beliau yang bekerja sebagai tukang becak hanya bisa memberikan copy resep dari pemeriksaan awal dokter sebelumnya. Pada tanggal 27 Maret 2017 beliau merasakan sakit pada perutnya. Kemudian, kurir Sedekah Rombongan menjemput dan membawa beliau ke RSUD. Martodirdjo Pamekasan untuk diperiksakan kembali. Dokter menyatakan bahwa tidak ada masalah yang serius. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan bantuan yang pertama kepada Bu Ratmi sebagai pasien dampingan Sedekah Rombongan Pamekasan. Semoga sedekah dari para Sedekaholics bisa sedikit membantu meringankan beban keluarga beliau. Dan semoga bantuan yang disampaikan bisa membantu Bu Ratmi untuk kembali sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Maret 2017
Kurir : @ivaninteen @nunia91 @estianti01

Bu Ratmi menderita infeksi ginjal + maag + diabetes


PRATAMA ANDRI WARDANA (24, Gangguan Syaraf). Alamat : Jl. Jokotole I No 42, RT 01/05, Kelurahan Kraton, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Pratama sebelumnya merupakan anak yang normal seperti anak pada umumnya. Penyakit yang di deritanya berawal ketika memasuki usia kelas 2 SMP (sekitar tahun 2007). Pratama terjatuh dari atas pohon dengan posisi kepala di bawah. Setelah kejadian tersebut, Pratama sering mengalami demam dan kejang, mudah mengamuk, sulit berbicara serta tangannya agak kaku. Akibat kejadian tersebut akhirnya pratama dengan sangat terpaksa tidak bisa melanjutkan sekolahnya. Ayah Pratama (Sumarwi P. Topo, 86) sudah tidak bekerja dan sering sakit-sakitan dan ibunya (Parinem, 51) bekerja di RSUD Syamrabu Bangkalan sebagai petugas kebersihan, berkeluh kesah kepada kurir Sedekah Rombongan. Dengan upah yang diterimanya sudah tidak memungkinkan untuk membawa anaknya kontrol dan berobat secara rutin ke rumah sakit. Sedekah rombongan memahami kesulitan yang beliau rasakan, bantuan awalpun diberikan untuk biaya pembuatan kartu jaminan kesehatan. Semoga dengan kontrol dan berobat secara rutin bisa memulihkan kondisi kesehatan Pratama. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 10 Maret 2017
Kurir : @siham78 Emmi Nuris

Pratama menderita gangguan syaraf


SANTINI BINTI TEKSAN (54, Katarak). Alamat : Jl KH. Moh. Toha RT 2/6, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Mbah Santini sudah lama menderita katarak pada mata kanan dan kiri namun beliau lupa kapan mulai menderita penyakit tersebut, mata beliau pernah dioperasi di salah satu rumah sakit di Surabaya secara gratis, namun pada masa penyembuhan mata beliau terkena sorotan lampu mobil dan jatuh saat jalan kaki menuju rumah. Pada saat jatuh matanya sedikit terkena benturan sehingga matanya terasa sakit dan penglihatan buram. Setelah itu kedua mata Mbah Santini diberi air sirih atas rekomendasi salah seorang dari pihak keluarga, akan tetapi penglihatannya semakin buram dan tidak jelas hingga saat ini. Mbah Santini tidak memiliki biaya dan takut untuk memeriksakan matanya kembali hingga akhirnya mata beliau dibiarkan begitu saja. Mbah Santini sendiri merupakan seorang janda yang kesehariannya berjualan di warung kopi kecil miliknya dan dibantu salah satu kerabatnya dengan penghasilan kotor perhari 20.000 – 50.000 perhari. Beliau memiliki jaminan kesehatan KIS, namun tidak digunakan. Tim kurir dari Sedekah Rombongan Bangkalan membantu mengantarkan dan memeriksakan mata Mbah Santini ke dokter mata dr.Farida Moenir di Kelurahan Kemayoran Bangkalan. Hasil pemeriksaannya mata kanan mbah Santini sudah tidak ada harapan untuk sembuh sementara untuk mata kiri masih ada harapan untuk sembuh dengan jalan operasi katarak. Dokter Farida menyarankan untuk operasi mata kiri mbah Santini ke RS Mata Undaan. Sejauh ini telah dilakukan operasi pertama untuk pengangkatan daging yang tumbuh di mata pada tanggal 16 Januari 2017, kemudian operasi kedua telah dilaksanakan tanggal 23 Januari 2017 untuk pengambilan kataraknya. Alhamdulillah dari hasil operasi tersebut, mata kiri mbah Santini dapat melihat dengan jelas sejauh 5 meter serta sudah bisa terkena air dan masih disarankan untuk menjalani kontrol beberapa kali jika obat tetes matanya sudah habis. Kondisi terakhir jahitan pasca operasi mbah Santini belum kering, sehingga masih disarankan untuk kontrol tiap 2 minggu sekali ke poli mata di RSUD Bangkalan. Semoga bantuan yang Sedekaholic salurkan melalui Sedekah Rombongan dapat membantu mbah Santini dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Maret 2017
Kurir : @siham78 Nuris Ainul

Bu Satini menderita katarak


MOH YUSUP (7, Disabilitas lumpuh + Tuna Rungu). Alamat : Dusun Masjid, Desa Bajeman, Kecamatan Trageh, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Yusup adalah anak laki-laki paling bungsu dari 4 bersaudara. Orang tua Yusup ibu Posnari (47) bekerja sebagai buruh tani sedangkan bapaknya Moh Ali (48) bekerja sebagai kuli bangunan. Gejala awal kelumpuhan adek Yusup terjadi pada saat baru lahir yang terlihat lemas dan sering mengalami gejala step. Walaupun dengan biaya seadanya dan tanpa adanya jaminan kesehatan yang dimiliki, orang tua adek Yusup berusaha untuk mengobatinya dengan membawa adek Yusup ke puskesmas setempat dan ke beberapa dokter anak, namun tidak membuahkan hasil dan dokter memvonis bahwa adek Yusup akan lumpuh. Selain lumpuh adek Yusup juga tidak bisa berbicara dan mendengar. Kesehariannya hanya bisa berbaring lemas dengan beralaskan karpet. Sejak melahirkan Yusup, ibu Posnari sudah tidak bisa bekerja lagi karena sehari harinya harus merawat dan menemani adek Yusup sedangkan bapaknya yang hanya kuli bangunan yang pendapatannya tidak menentu tergantung ada tidaknya pekerjaan pembangunan. Alhamdulillah Sedekah rombongan dipertemukan dengan adek Yusup dan keluarga untuk memberikan bantuan berupa kasur, sembako, popok dan perlengkapan bayi . Semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk adek Yusup dan keluarga. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 18 Maret 2017
Kurir : @vanmadura Ainul Zamrony Nuris

Yusup menderiata disabilitas lumpuh + tuna rungu


MOH. HASAN (30 th, penyempitan sigmoid). Alamat : Dusun Kolla 2, Desa Ketapang Laok, Kec. Ketapang, Kab. Sampang Madura, Prov. Jawa Timur. Hasan, begitu panggilannya mengalami kecelakaan lalu lintas di Malaysia, saat itu Hasan yang berprofesi sebagai Tenaga Kerja Indonesia mengendarai motor bertabrakan dengan mobil yang dikendarakan oleh warga Malaysia. Kecelakaan tersebut menyebabkan usus besar Hasan terpotong dan harus di sambung kembali. Sempat dirawat dan dioperasi di RS malaysia, namun karena tidak ada biaya akhirnya pada tanggal 29 Juli 2016 Hasan pulang ke Indonesia dengan kondisi ada kantong di perutnya sebagai penampung pembuangan kotoran. Pada akhir Januari 2017 sang istri Masruroh (30 th) pulang ke Indonesia. Pada tanggal 7 Februari 2017, Hasan dirujuk ke RS Haji Surabaya untuk kelanjutan tindakan penyakitnya. Berbekal BPJS kelas III,  selama Bulan Februari telah 3 kali ke RS Haji Surabaya untuk keperluan tindakan seperti cek darah, rontgen dan konsultasi. Menurut dokter,  Hasan perlu cek darah dan rontgen kembali pada tanggal 4 April,  bila hasilnya baik maka akan dilakukan tindakan operasi pada 12 April. Ketika kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang ketiga berupa uang tunai, Hasan yang saat ini tidak bisa bekerja dan hanya mengandalkan uang kiriman dari  saudaranya terlihat sangat senang sekali. Uang tersebut digunakan untuk membeli obat yang tidak tercover oleh BPJS. Bantuan sebelumnya terdapat dalam rombongan XXX

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Februari 2017
Kurir : @vanmadura @likaa.js Sri Fafan

Pak Hasan menderita penyempitan sigmoid


JUMRIYAH BINTI MUHAMMAD (30, Tubercolosis). Alamat : Dusun Masaran, Kelurahan Togubang, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Penyakit yang derita bu Jumriyah sejak tahun 2004 silam, saat itu melakukan pemeriksaan dan  dinyatakan positif Tobercolosis ringan, mulai saat itu bu Jumriyah konsumsi obat yang disarankan dokter. Dalam jangka waktu yang relatif singkat penyakitnya berangsur sembuh. Sejak 3 tahun yang lalu penyakitnya mulai kambuh lagi, tepatnya saat suaminya mulai sakit-sakitan. Bu Jumriyah harus merawat suaminya yang terkena kanker tulang sehingga lupa dengan kondisinya sendiri yang juga punya penyakit yang lumayan kronis. Dua tahun mengurus suaminya yang lumpuh akibat kanker tulang yang dideritanya, membuat bu Jumriyah harus banting tulang sendiri. Sapi dan harta lainnya habis di pakai untuk pengobatan suaminya, sehingga untuk makan sehari-hari saja harus dibantu keluarganya yang lain. Awal tahun 2015 menjadi awal kelam bagi bu Jumriyah, suaminya meninggal, anak pertamanya sakit dan dibawa pulang dari pondok. Karena kondisi psikologinya belum stabil akibat ditinggal suaminya dan anaknya juga sakit, bu Jumriyah drop. Tubuhnya kurus, batuk-batuk dan keluar darah. Pada bulan april 2016 bu Jumriyah periksa dan melakukan rongten di laboratorium Fortuna Bangkalan dan hasilnya positif Tubercolosis. Mulai saat itu bu jumriyah rutin minum obat selama 6 bulan yang di dapat dari puskesmas secara gratis. Kondisinya mulai membaik tapi batuknya masih sering dan kadang masih mengeluarkan darah. Oleh bidan setempat disarankan untuk beli obat lanjutan, tapi bu jumriyah tidak mampu membelinya karena harga obatnya yang mahal tidak dapat dijangkau oleh bu Jumriyah. Beliau juga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga akhirnya hanya mengkonsumsi susu beruang setiap harinya sebagai pengganti obat. Pada tanggal 27 Desember 2016 bu Jumriyah melakukan pemeriksaan dan rontgen ulang. Dari hasil rontgennya diketahui bahwa paru-parunya sudah parah, saran dokter agar mengkonsumsi obat secara rutin dan 3 bulan sekali harus kontrol. Kondisi terkini Bu Jumriyah sudah lebih sehat dari pada saat awal pengobatan, akan tetapi setiap pagi hari masih batuk darah, mual, dan sering pusing. Beliau masih disarankan untuk menjalani kontrol ke RSUD Bangkalan. Harapan kami semoga bantuan dari Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan yang diberikan dapat membantu bu Jumriyah pulih dan normal kembali. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Maret 2017
Kurir : @vanmadura Roni

Bu Jumriah menderita tubercolosis


JALALUDDIN BIN MOHAMMAD SAID (53, luka ganggren Diabetes mellitus). Alamat : Jl. RE Martadinata, Kelurahan Mlajah, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Bermula ketika pak Jalaluddin mengalami kecelakaan kaki sebelah kiri retak, kemudian keluarga membawanya ke rumah sakit Bangkalan, tim medis Rumah Sakit menganjurkan  operasi untuk mengatasi kaki sebelah kiri yang mengalami retak. Namun karena biaya yang terlampau mahal, keluarga mengurungkan niatnya. Karena mendapat bantuan dari Jasa Raharja, pak Jalaluddin mendapat bantuan dana sebesar operasi tersebut, akhirnya dilakukan operasi untuk mengatasi retak pada kaki kiri (pemasangan pen). setelah 1 minggu dirawat di RSUD, pak Jalaluddin diperbolehkan pulang. Perawatan tidak sampai disitu saja, karena memiliki penyakit diabetes sejak lama luka post operasi pemasangan pen di kaki sebelah kiri pak Jalaluddin tak kunjung sembuh, maka dari itu keluarga membawanya ke salah satu klinik rawat luka modern di Bangkalan. Biaya yang dikeluarkan tidak sedikit, selama 4x perawatan keluarga pak Jalaluddin mengeluarkan biaya 1,2 juta. Alhamdulillah kondisi luka nya semakin membaik, namun sejak awal februari yang lalu pak Jalaluddin mendapatkan cobaan lagi, beliau terjatuh ketika mengambil air minum, akhirnya luka yang semula dikaki kiri, menjalar ke bagian lutut atas. Akhirnya keluarga memutuskan untuk membawanya ke RSUD Syamrabu Bangkalan untuk dilakukan perawatan luka lagi. Saat itu kondisi pak Jalaluddin lemah dan dokter memutuskan untuk dilakukan rawat inap dirumah sakit. Seminggu setelah dilakukan rawat inap pak Jalaluddin diperbolehkan pulang, seminggu sekali beliau kontrol di poli ortopedi, hingga pada pertengahan Februari dokter memutuskan pak Jalaluddin harus mendapatkan perawat luka di ruang operasi karena telah terjadi infeksi. Setelah 6 hari perawatan dirumah sakit pak Jalaluddin pulang kerumah, keluarganya memutuskan untuk melakukan perawatan luka di klinik rawat luka swasta karena kurang efekrifnya perawatan luka yang dilakukan dirumah sakit. Pak Jalaluddin merupakan tulang punggung bagi keluarganya bersama sang istri Nurhayati (47) beliau dikaruniai dua orang anak yakni 2 anak laki-laki (21) dan (25) dua anak perempuan (7) dan (18). Beliau bekerja sebagai tukang sapu di salah satu kantor pemerintahan di Bangkalan, namun sekarang beliau harus berhenti bekerja semenjak mendapatkan musibah kecelakaan yang menimpa beliau. Isterinya sehari hari berjualan gorengan di kantor DPRD Bangkalan. Pak Jalaluddin pernah terdaftar dalam keanggotaan jaminan kesehatan Sehati (Sehat Sejahtera Bersama Bupati) Bangakalan sehingga untuk biaya pengobatan dan operasi bisa ditanggung oleh pemerintah daerah, namun kendala lain muncul ketika mereka dihadapkan kepada biaya perawatan luka, karena luka yang semakin meluas biaya pun membengkak, uang modal jualan kopi dan gorenganpun dipakai untuk membiayai perawatan luka pak Jalaluddin. Tim Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, dan bantuan awal pun disalurkan langsung kepada Pak Jalaluddin dan keluarganya. Alhamdulillah setalah 1 bulan perawatan luka, kondisi luka pak Jalaluddin mulai membaik, luka yang tadinya hitam dan menguning sekarang berubah menjadi merah muda, yang artinya kondisi luka sudah mengalami perbaikan. Sekarang pak Jalaluddin dirawat oleh anaknya sendiri dan sedikit mengurangi beban biaya yang harus dikeluarkan keluarga untuk biaya perawatan lukanya. Perawat yang merawat Pak Jalaluddin mengatakan bahwa perawatan lukanya membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar 6 bulan, itu artinya biaya yang diperlukan untuk perawatan luka pak Jalaluddin akan bertambah, alhmdulillah dengan bantuan dana dari Sedekah Rombongan sedikit membantu mengurangi beban biaya yang dikeluarkan. Semoga Pak Jalaluddin di berikan kesembuhan oleh Allah SWT dengan diangkat penyakitnya segera, sehingga bisa kembali beraktivitas kembali seperti sediakala untuk menghidupi anak dan istrinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 17 Maret 2017
Kurir : @vanmadura Nuris Wulan Puti

Pak Jalaludin menderita luka ganggren diabetes mellitus


FAHMIL AKBAR (1, Kelainan Dinding Perut). Alamat : Dusun Buddih, Desa Batuporo Timur, Kec. Kedungdung, Kab. Sampang Madura, Prov. Jawa Timur. Fahmil lahir pada bulan September 2016, ia menderita kelainan pada dinding perut. Sejak dilahirkan terdapat benjolan di bagian perutnya sehingga membuatnya merasa berat saat bernafas. Saat diperiksakan ke dokter, pihak medis mengatakan bahwa umur Fahmil tidak lama lagi dan bila di operasi menghabiskan dana ratusan juta rupiah. Bagi Muflihun, ayah fahmil yang seorang petani, biaya tersebut sangat mahal sehingga memutuskan merawat Fahmil di rumah saja dan tidak melanjutkan pengobatan medis apapun. Ketika kurir Sedekah Rombongan datang berkunjung untuk mengajak berobat ke RS, Pak Muflihun terlihat senang. Pada tanggal 13 Maret 2017, Fahmil dibawa ke UGD Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Sampang karena mengalami kejang, susah bernafas dan kulitnya yang membiru. Sembari menunggu tindakan dokter, kurir Sedekah Rombongan membantu mengurus pembuatan jaminan kesehatan BPJS. Namun takdir berkata lain, Fahmil meninggal dunia sesaat setelah ditangani oleh dokter. Semoga Dek Fahmil menjadi amal kebaikan kedua orang tuanya. Terimakasih Sedekaholic yang telah turut membantu ikhtiar kedua orang tua Dek Fahmil menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Maret 2017
Kurir : @vanmadura Fafan

Fahmil menderita kelainan dinding perut


SAYUNA BINTI SABIDIN (80, Lumpuh). Alamat : Batuporo, Kampung Jelin, Dusun Leke Kondur, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang Madura, Provinsi Jawa Timur. Faktor usia membuat nenek Sayuna tidak bisa beraktifitas seperti biasanya. Sudah sekitar 4 tahun lalu Mbah Sayuna tidak bisa bangun dan tidak beraktifitas lagi. Ketika mulai sakit, Mbah Sayuna tidak mendapatkan pengobatan secara medis, disamping karena faktor jarak antara rumah beliau dengan puskesmas desa yang jauh dan kondisi finansial yang kurang, keluarga juga berpikir sakitnya sudah karena faktor usia yang semakin senja. Kedatangan kurir Sedekah Rombongan membawa angin segar bagi nenek sayuna karena berharap ada sedikit bantuan biaya hidup,  selain itu bisa membantu meringankan keluarga yang merawat nenek sayuna yang kebetulan sama-sama seorang janda. Saat kurir Sedekah Rombongan kembali mendatanagi rumah nenek sayuna dan memberi bantuan, senyum terpancar dari keluarga nenek sayuna karena selama ini tidak ada bantuan dari pihak-pihak terkait,  mereka sangat bersyukur dan berterimakasih atas bantuan yang para Sedekaholic berikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 maret 2017
Kurir : @vanmadura Fafan

Pak Sayuna menderita lumpuh


PUTING BELIUNG SAMPANG (Bantuan Makanan, Minuman, Santunan Perbaikan Rumah pasca Puting Beliung). Alamat : Kelurahan Rongtengah, Kelurahan Banyuanyar, Kelurahan Polagan, Kabupaten Sampang Madura, Provinsi Jawa Timur. Bencana alam berupa angin puting beliung menimpa sebagian kecamatan Sampang pada hari Sabtu 18 Maret 2017 sekitar pukul 19.00, dan telah mengakibatkan banyak rumah warga  rusak dan roboh dibawa oleh angin maupun rusak karena tertimpa pohon yang tumbang. Angin puting beliung yang menerjang tiga kelurahan (Rongtengah, Banyuanyar, Polagan) ini menyebabkan 2 korban luka berat, 7 rumah rusak berat, 36 rumah rusak sedang, dan 27 Pohon tumbang (info BPBD Sampang). Pagi harinya, pada hari minggu (19 Maret) kurir Sedekah Rombongan Madura terjun ke titik pusat bencana untuk meninjau dan  membantu para korban. Sedekah Rombongan membagikan makanan dan minuman sebanyak 250 bungkus, lilin untuk membantu penerangan karena listrik padam akibat tersambar pohon, serta sejumlah uang tunai untuk meringankan perbaikan rumah kepada 10 dhuafa yang tergolong dalam kategori rumah rusak berat. Semoga bantuan dari para sedekaholic ini dapat mengurangi penderitaan korban bencana alam puting beliung kota Sampang Madura.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 19 Maret 2017
Kurir : @vanmadura Roby Sri Lika Niar

Bantuan makanan, minuman, Ssantunan perbaikan rumah pasca puting beliung


HOLIFAH BINTI SABIDI (25, Down Syndrome). Alamat : Dusun Bagunong, RT. 5/6, Desa Klompang Timur, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Holifah adalah putri dari pasangan Pak Sabidi (77) dan Ibu Summa (50). Holifah terlahir sudah dalam keadaan tidak normal. Kedua kakinya tidak seukuran kaki normal pada umumnya. Kedua kaki Holifah lebih kecil dari pada badannya. Tidak hanya itu saja, Holifah jg mengalami Down Syndrome. Yaitu kelainan genetik pada kromosom 21 yang dapat dikenal dengan manifestasi klinis yang cukup khas. Orang tua Holifah yang bekerja sebagai buruh tani pun tidak bisa berbuat banyak. Keadaan ekonomi yang pas-pasan membuat kedua orang tuanya tidak pernah membawanya kontrol ke dokter. Kini Holifah sudah beranjak dewasa, namun hanya bisa duduk dan tidak bisa beraktivitas secara mandiri. Untuk pergi dari satu tempat ke tempat yang lain, ibunya yang membantu menggendong Holifah. Setiap hari ibunya dengan sabar melatih Holifah untuk bisa berbicara. Untuk tingkat IQ bisa dikatakan normal, karena saat diajak berkomunikasi, Holifah bisa menjawab dengan baik meskipun tidak tanggap. Keadaan ini membuat kurir Sedekah Rombongan prihatin, karena itulah bantuan dari para Sedekaholics diberikan. Semoga bantuan yang diberikan bisa membantu memberikan semangat kepada kedua orang tua Holifah untuk bisa merawat Holifah kedepannya. Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 19 Maret 2017
Kurir : @vanmadura @renalradityo Teguh @estianti01

Bu Holifah menderita down syndrome


JULAILA DABONG (38, Kanker Nasofaring). Alamat : Dusun Meriam Jaya, RT 10/1, Desa Dabong, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Ibu Julaila merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pada leher Ibu Julaila tumbuh benjolan yang setelah menjalani rangkaian pengobatan ia didiagnosis menderita kanker nasofaring. Sebelumnya Ibu Julaila berobat di RS Sudarso Pontianak namun dirujuk ke RS Dharmais Jakarta. Alhamdulillah setelah didampingi Sedekah Rombongan Ibu Julaila dapat menjalani pemeriksaan di RS Dharmais, namun karena pada saat itu Ibu Julaila dalam kondisi hamil, dokter memutuskan untuk menghentikan sementara pengobatan kemoterapi selama masa kehamilannya. Ibu Julaila pun diperkenankan pulang ke Pontianak dan selama di sana ia sempat dirawat di RSUD Sudarso. Ibu Julaila akhirnya kembali melanjutkan pengobatannya di RS Dharmais Jakarta dan telah menjalani 26 kali kemoterapi. Setelah kemoterapi, Ibu Julaila menjalani sinar dan biopsi di bagian ulu hati karena ia mengeluh sesak napas. Kondisi Ibu Julaila terus memburuk hingga akhirnya pada 4 April 2017 ia wafat di RS Dharmais. Jenazah Ibu Julaila dipulangkan oleh keluarga ke Pontianak menggunakan pesawat. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan transportasi pengurusan jenazah dari Jakarta ke Pontianak. Semoga amal ibadah Ibu Julaila diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Sebelumnya Ibu Julaila telah dibantu pada Rombongan 961.

Jumlah Bantuan : Rp.14.200.000,-
Tanggal : 4 April 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Bu Julaila menderita kanker nasofaring


AZKA MUHIBBIRROZAK (14 bulan, Down Syndrome). Alamat : Dusun BerBatoh, RT. 2/4, Desa Kadur, Kec. Kadur, Pamekasan, Jawa Timur. Putra kedua dari pasangan bapak Mohammad (35) dan ibu Lailatul Makrufah (33) terlahir sudah dalam keadaan yang berbeda dari bayi-bayi pada umumnya. Bidan yang membantu persalinan ibu Azka, mengatakan bahwa putra kedua mereka mengalami perbedaan dengan putri pertama mereka. Sejak bayi, bola mata azka selalu bergerak-gerak tidak fokus. Azka sering mengalami panas di daerah kepala sehingga orang tua Azka membawanya ke dokter setempat. Dokter mendiagnosa Azka menderita Down Syndrome, yang merupakan kelainan genetik pada kromosom 21 yang dapat dikenal dengan manifestasi klinis yang cukup khas. Karena keadaan Azka itulah dokter setempat menyarankan agar Azka diperiksa ke dokter spesialis anak di kota Pamekasan. Kedua orang tua Azka pun menuruti saran dokter dan Azka diperiksa oleh dokter spesialis anak karena keadaan seperti Azka membutuhkan penanganan khusus. Dokter spesialis anak memberi Azka sirup penurun panas. Sampai saat ini Azka masih sering mengalami panas di daerah kepala yang disertai kejang sampai saat ini. Usia Azka saat ini yaitu 14 bulan, namun masih belum bisa duduk dan membolak-balikkan badannya. Bisa dikatakan perkembangannya lambat. Sampai saat ini orang tua Azka tetap menggunakan salinan resep dari dokter spesialis anak yaitu sirup sebagai penurun panas ketika panasnya kambuh lagi. Keadaan ekonomi yang kurang memadai menyebabkan kedua orang tua Azka yang bekerja sebagai petani tidak memiliki biaya untuk membawa Azka berobat lagi secara rutin ke dokter spesialis anak. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dirasakan kedua orang tua Azka. Bantuan dari para Sedekaholics pun disampaikan untuk membeli kebutuhan dan biaya berobat Azka. Semoga bantuan yang diberikan bisa bermanfaat. Terimakasih Sedekaholics yang telah turut membantu keluaga ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 19 Maret 2017
Kurir : @vanmadura @renalradityo @estianti01 Teguh

Azka menderita down syndrome


SAHRUL BIN MUHAMMAD (74, Sesak Napas). Alamat : Jl. Pintu Gerbang, Kecamatan. Bugih, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Pak Sahrul sehari-hari beliau biasa disapa, tinggal bersama putra semata wayangnya yang menderita cacat mental. Setiap hari beliau merawat putranya tersebut, karena istri beliau Bu Sufiah telah lama meninggal dunia. Sehari-hari beliau mendapat bantuan untuk makan dari Saudara dan para dermawan, karena pak Sahrul sudah tidak bisa lagi bekerja. Saat ini beliau juga menderita sakit sesak napas. Dalam kondisinya yang sudah tidak lagi fit untuk beraktivitas, beliau masih sabar mengurusi anak semata wayangnya. Saat kurir Sedekah Rombongan mengunjungi rumah beliau untuk melakukan survey, kondisi beliau sudah lebih baik. Namun seminggu setelah itu, ada kabar bahwa putranya telah meninggal dunia. Seminggu kemudian, ada kabar mengejutkan lagi bahwa Pak Sahrul harus dilarikan ke rumah sakit tanggal 12 Maret 2017 oleh sanak familinya karena mengalami sesak yang parah. Setelah mendengar kabar tersebut, kurir Sedekah Rombongan Pamekasan mengunjungi beliau di RSUD. Martodirdjo Pamekasan. Dokter menyatakan bahwa paru-paru Pak Sahrul bocor dan jantungnya juga mengalami masalah. Beliau harus dirawat beberapa hari di rumah sakit. Namun, keesokan harinya tanggal 13 Maret 2017, kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar bahwa Pak Sahrul telah meninggal dunia. Pak Sahrul yang baru bulan Maret menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Pamekasan ternyata harus kembali kepada pemilik dunia menyusul istri dan putranya. Semoga sedikit bantuan yang diberikan para Sedekaholics kepada Pak Sahrul bisa diterima sebagai amal jariyah dan semoga Pak Sahrul diberikan tempat yang baik di sisi Allah Swt. Amin YRA.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Maret 2017
Kurir : Desy @vanmadura

Pak Sahrul menderita sesak napas


MARDIYEH BINTI SANIMBAR (60, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Kampung Kembang Kuning, Dusun Gunung Eleh, Kec. Kedungdung, Kab. Sampang, Prov. Jawa Timur. Di usianya yang sudah lanjut, ia tinggal seorang diri di sebuah rumah yang bisa dibilang tidak layak huni. Ia telah lama ditinggal suami dan tidak memiliki anak, membuatnya harus berjuang keras untuk bisa bertahan hidup dengan berjualan rujak dan pisang goreng di sebuah madrasah yang jaraknya cukup jauh dari rumah yang saat ini beliau tempati. Dari hasil jualan rujak seharga 500 rupiah per porsi dan pisang goreng seharga 250 rupiah, ia mencukupi kebutuhan hidupnya. Saat kurir Sedekah Rombongan menemui nya di rumahnya, ia bercerita bahwa ia akhir-akhir ini sudah mulai sakit-sakitan seperti sakit kepala dan panas. Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk mbah mardiyeh yang dapat digunakan untuk membantu kebutuhannya sehari-hari.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 14 Maret 2017
Kurir : @vanmadura @bungfafan Lika Ifa

Bantuan biaya hidup


PADI  BIN SAKIP (33, Tumor Mata). Alamat: Dusun Kururan, RT 28/6, Desa Mbelulu, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Saat usia 19 tahun, pak Padi mengalami kecelakaan dan benturan pada mata sehingga menyebabkan mata bagian kanan menonjol keluar. Pak Padi langsung dilarikan ke rumah sakit untuk pertolongan pertama. Kondisi pak Padi lambat laun semakin membaik pasca kecelakaan, namun pada usia 32 tahun kondisi mata padi selalu memerah dan terdapat daging tumbuh di dalam mata. Pak Padi memeriksakan diri ke  RSUD Soedono Bojonegoro. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Padi di diagnosa menderita  tumor mata. Pak Padi kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Setelah beberapa kali kontrol serta pemeriksaan di RSUD Dr. Soetomo, dokter menyarankan operasi pengangkatan tumor. Pak Padi tidak memiliki jaminan kesehatan serta terkendala dana untuk operasi. Pak Padi tinggal bersama istrinya. Pak Padi bekerja sebagai buruh tani, sedangkan istrinya sebagai ibu rumah tangga. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan pak Padi. Mulai september 2016 pak Padi menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Saat ini pak Padi masih menjalani kontrol dan persiapan untuk melakukan operasi pengangkatan tumor. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 980. Sedekah Rombongan juga membantu pak Padi untuk pembuatan serta pembayaran iuran BPJS. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini pak Padi masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 655.000,-
Tanggal : 11 Februari 2017
Kurir :  @Wahyu_CSD  @Martinomongi @EArynta

Pak Padi menderita tumor mata


MTSR MADURA (AB 1624 QE, Biaya Operasional Bulan Februari 2017). Sedekah Rombongan bergerak membantu dhuafa yang dalam kondisi sakit, butuh perawatan dan pengobatan. Karena semakin banyaknya pasien Sedekah Rombongan Madura dan tingginya mobilitas antar pasien, diadakanlah Patungan Ambulan Sedekah Rombongan Suramadu yang pada akhirnya terkumpul dana yang bisa diwujudkan menjadi ambulan pada bulan Januari 2017 dan bisa langsung digunakan untuk mobilitas pasien. Saat ini Sedekah Rombongan Madura mendampingi pasien-pasien yang tersebar di empat kabupaten di Madura. Ambulan yang kami sebuat dengan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) sangat membantu mobilitas pasien yang juga sering  melakukan pengobatan ke luar kota, utamanya ke Surabaya. Untuk mendukung performa MTSR maka diperlukan perawatan rutin, biaya bensin dan biaya pulsa untuk nomor hotline. Semoga MTSR Suramadu bisa semakin membantu mempermudah mobilitas pasien dan menjangkau lebih banyak pasien. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 980. Terima kasih sedekaholics yang telah turut membantu terwujudnya MTSR Madura. Semoga MTSR Madura semakin bermanfaat dan banyak membantu masayarakat yang membutuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.470.000,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura @renalradityo @siham78

Biaya operasional bulan Februari 2017


BATTAR ABINAYA BASUPATI (2, Atresia Billier). Alamat: Sidoasri RT 1/1 Candipuro, Kalianda, Lampung Selatan, Lampung. Battar begitu bocah kecil ini sering disapa, terlahir dengan persalinan normal BAtttar tumbuh layaknya bayi seusianya. Tapi saat usia Battar menginjak bulan kedua, sclera mata dan badanbya tampak menguning, sudah pernah dibawa ke dokter. Dokter mengatakan jika sebaiknya sering dijemur jika pagi dan bdiberi obat. Seminggu berikutnya tak ada perubahan, hingga Battar dibawa ke rumah sakit daerah, dari sanan Battar didiagnosa tersangka Atresia Billier dan harus dirujuk ke RSCM Jakarta. Di RSCM, Battar cukup lama menjalani serangkaian pemeriksaan hingga pada tanggal 29 November 2015 Battar kecil dilakukan tindakan transplantasi hati, dengan ayahnya sebagai pendonor. Pasca menjalani transplantasi hati, tentu kondisi Battar semakin rentan terhadap dengan penyakit lain dan harus hidup ditempat yang lebih baik. Sementara sang ayah, bapak Sutrisno (37) sehari-hari bekerja sebagai sopir truk inipun tidak bisa terlalu dipaksakan karena kondisi pasca menjadi pendonor hati untuk Battar tidak boleh terlalu memforsir tenaganya. Sementara sang ibu, ibu Jumi Lestari (30) adalah seorang ibu rumah tangga. Hingga saat ini Battar masih harus mengkonsumsi susu khusus dengan harga yang tidak murah dan juga masih harus menjalani rawat jalan setiap 3 bulan sekali ke RSCM. Kondisi ini dirasakan sulit bagi pak Sutriyono, sehingga kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit dan membeli susu khusus untuk Battar, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 966. Orang tua Battar mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.0000,-
Tanggal: 30 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Battar menderita atresia billier


EVA SURYATI (34, Tumor Mata). Alamat: Jl. Budimulia RT 4/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Satu tahun pasca musibah kecelakaan lalu lintas menggunakan sepeda motor yang mengakibatkan ibu Eva mengalami benturan pada kepala dan pelipis kanannya. Kini mata kanan ibu Eva  sering mengeluarkan cairan dan pandangannya kabur. Bapak Denny Eka Sagita (35) suami dari ibu Eva yang memang tidak mempunyai pekerjaan tetap, tidak bisa berbuat banyak untuk membantu istrinya menjalani pengobatan ke rumah sakit.  Ibu Eva, sehari-harinya bekerja sebagai tukang urut keliling, mulai menjalani pengobatannya satu bulan yang lalu di RS Tarakan Jakarta. Dari hasil pemeriksaan dokter, ibu Eva Suryati menderita sakit Tumor Mata. Berobat dengan fasilitas BPJS yang sudah dimilikinya sangat membantu dalam proses pengobatan,  namun biaya transportasi menjadi kendala untuk ibu Eva. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan ibu yang sedang kesulitan ini. Bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 962. Saat ini ibu Eva sedang menunggu jadwal operasi matanya di RSCM Jakarta. Semoga pengobatannya dilancarkan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Maret 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @untaririri

Bu Eva menderita tumor mata


HIDAYAT BIN RASAM (38, Syaraf Terjepit). Alamat: Bojong Bambon RT 2/6, Pondok Terong, Cipayung, Citayam, Depok, Jawa Barat. Hidayat begitulah beliau sering disapa, saat ini beliau tinggal di rumah orang tuanya bersama istri dan kedua putrinya. Awalnya Pak Hidayat bekerja sebagai kurir pengiriman barang dan sempat mengalami kecelakaan dengan kondisi kaki kanan tertindih dan cidera, maka proses pengobatan fokus pada kaki saja. Setahun berjalan dengan tetap sebagai kurir meskipun kebas dan kesemutan sering beliau rasakan. Karena semakin parah keadaannya yang akhirnya tidak bisa bangun, pengobatan alternatif dan medis sudah diupayakan pihak keluarga namun hingga sampel sumsum tulang belakang pun belum bisa menjelaskan jenis penyakit yang di derita oleh Pak Hidayat. Sudah hampir 3 Tahun, Pak Hidayat hanya di rumah melakukan aktifitas pun semua di atas tempat tidur, duduk harus diberi penyangga. Karena kondisinya yang tidak memungkinkan, dengan terpaksa Pak Hidayat tak bisa bekerja lagi. Sehingga tulang punggung keluarga beralih ke sang istri, ibu Siti Amalia (34) sehari-hari bekerja sebagai buruh lepas dengan penghasilan tak menentu. Penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara Pak Hidayat harus sering bolak balik ker rumah sakit untuk berobat. Mendengar info tentang keluarga Pak Hidayat, kurir Sedekah Rombongan langsung mengujungi dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 30 Maret 2017
Kurir: @wirawiry Puput @untaririri

Pak Hidayat menderita syaraf terjepit


RUSDIANA NARDI (33, Kanker Payudara). Alamat: JL Bungur RT 1/1, Pasir Putih ,Sawangan, Depok, Jawa Barat. Rusdiana begitulah ibu dari dua orang anak ini disapa. Awal sakitnya diperkirakan sudah sejak kelahiran putra pertamanya (8 tahun yang lalu), muncul benjolan kecil dipayudara dan diobati secara alternatif. Benjolan itu pun hilang namun timbul lagi saat kelahiran putra kedua beliau, dari waktu ke waktu semakin besar dan setelah diperiksa ke rumah sakit, dokter mengatakan jika ibu Rusdiana telah menderitta kanker payudara stadium 4. Alhamdulillah suami sangat mendukung setiap upaya untuk kesembuhan sang istri. Kini ibu Rusdiana hanya bisa terbaring di tempat tidur, sehingga memaksanya untuk kembali tinggal bersama dengan orang tuanya supaya ada yang merawatnya. Suaminya Pak Nardii (35) sehari-hari bekerja sebagai satpam di kompleks dengan penghasilan yang pass-pasan. Cukup untu hidup sehari-hari saja Alhamdulillah, sementara ibu Rusdiana harus menjalani kontrol rutin ke rumah sakit. Tak jarang Pak Nardi harus meminjam uang ke saudaranya jika jadwal kontrol ibu Rusdiana sudah tiba. Mendengar informasi tentang kondisi keluarga ibu Rusdiana, kurir Sedekah Rombongan langsung mengunjungi kediaman beliau dan menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Ibu Rusdiana mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 30 Maret 2017
Kurir: @wirawiry Puput @untaririri

Bu Rusdiana menderita kanker payudara


KASIH NUR VAJIRA (6, Syndrom Nefrotik + TBC). Alamat : Desa Prapakan Besi, Dusun Besi Kuning, RT 1/1, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Kasih adalah anak dari pasangan Bapak Henri (36) dan Ibu Satriani (34), keduanya bekerja sebagai petani untuk menghidupi ketiga anaknya. Awalnya Kasih merasakan sakit di bagian perutnya pada Juli 2016, setelah itu sejak bulan puasa hingga hari raya ia menfalami diare terus – menerus. Puncaknya pada Agustus 2016 Kasih kembali merasakan sakit di perutnya, kondisi tersebut membuat ia yang begitu ceria menangis karena tak kuat menahan sakit dan kemudian wajahnya membengkak. Setelah beberapa hari hanya dirawat di rumah, bengkak di bagian wajah Kasih pun tak kunjung mereda hingga membuat keluarga khawatir dan membawanya berobat ke Puskesmas Kecamatan Sekura, Kabupaten Sambas. Selama dirawat di Puskesmas Sekura, bengkak di wajah Kasih menjalar ke kaki hingga membuatnya tak bisa berjalan, empat hari kemudian perutnya pun mulai nampak membengkak. Kondisi Kasih tidak mengalami peningkatan dan akhirnya ia dirujuk ke RSUD Sambas. Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan Kasih positif mengalami gagal ginjal (Sindrom Nefrotik). Kasih kemudian dirujuk ke RSUD Pemangkat dan dirawat selama sebelas hari. Pada Oktober 2016 Kasih menjalani kemoterapi yang pertama di RS Singkawang, dalam kondisi tertentu ia memerlukan obat Albumin sebelum dilakukan kemoterapi. Berdasarkan keterangan keluarga Albumin ini tidak ditanggung BPJS sehingga keluarga harus membayar senilai 2 juta rupiah. Pada 20 Januari 2017, Kasih mengalami demam tinggi yang disertai kejang dan ia tidak sadarkan diri sehingga harus dirawat di RS Pemangkat. Dua hari kemudian Kasih dirujuk dan dirawat di RS Serukam dan setelah enam hari dirawat ia masih tak sadarkan diri. Jadwal kemoterapi selanjutnya adalah tanggal 2 Februari 2017, namun karena kondisi Kasih yang tidak memungkinkan akhirnya jadwal kemoterapi diundur. Setelah Kasih sadarkan diri dari koma, untuk pemenuhan nutrisi dan buang air harus melalui selang. Napas yang cepat disertai batuk menimbukan kecurigaan dokter bahwa Kasih mungkin juga mengalami infeksi paru setelah dilakukan penanganan dengan Nebulizer.  Pada 7 Februari 2017, Kasih mengalami melena (feses berwarna hitam) dan muntah darah yang mengharuskannya menjalani cek darah. Berdasarkan keterangan keluarga dari hasil cek darah yang telah dilakukan, kondisi umum ginjal Kasih tidak mengalami perubahan yang lebih baik dan kondisi paru-parunya telah terinfeksi TBC hingga 82%. Ia pun sempat dirawat di RS Serukam, Singkawang dengan kondisi badan membiru dan ikterik (menguning pada kulit dan mata), susah berbicara dan bergerak. Kasih telah menjalani kemoterapinya yang ke-5 pada 23 Februari 2017 dan kondisinya pada saat itu belum juga mengalami peningkatan. Pada 21 Maret 2017 ia mendapat jadwal untuk kemoterapi yang ke-6 namun pada 14 Maret 2017 kondisinya menurun dan lansung dibawa ke RSU Bethesda Kabupaten Bengkayang. Kasih mendapat penanganan pemberian obat Lasix  melalui suntikan pada infusan untuk mengeluarkan cairan dari dalam tubuhnya melalui saluran kemih. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu transportasi dan akomodasi berobat, pembelian obat kemoterapi yang tidak ditanggung BPJS, dan biaya hidup sehari – hari. Sebelumnya Kasih telah dibantu dalam Rombongan 959.

Jumlah Bantuan : Rp.4.000.000,-
Tanggal : 23 Maret 2017
Kurir: @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @feri_syah12 @ririn_restu

Kasih menderita syndrom nefrotik + TBC


ALIF PRADATA (1, Hydrocephalus). Alamat : Jln. Raya Kakap, Gg. Sehat, RT 3/8, Desa Pal Sembilan, Kecamatan Sui Kakap, Kabupaten Kubu raya, Provinsi Kalimantan Barat. Alif dilahirkan dalam keadaan prematur dengan berat badan lahir rendah hanya 1.48 kg. Sejak usia 2 bulan Alif menderita penyakit hydrocephalus. Keterbatasan biaya membuat Alif tidak berobat dengan maksimal, hingga usia 11 bulan ia belum mendapatkan tindakan dan lingkar kepalanya sudah mencapai 90 cm. Orang tua Alif, Bapak Hartono (45) adalah tukang servis sova dengan penghasilan yang tak menentu, itupun jika ada yang menggunakan jasanya, sedangkan Ibu Ermawati (41) hanya seorang ibu rumah tangga.  Pada 28 Februari 2017, Alif menjalani operasi pertama untuk mengeluarkan cairan yang ada di kepalanya. Selang kecil dipasang di kepala Alif yang dialirkan sampai saluran kemih sehingga air yang ada di kepalanya akan keluar perlahan melalui air seni. Tim dokter bedah yang menangani operasi pertama Alif mengatakan hampir 50 % air yang ada di kepala Alif sudah keluar dan lingkar kepalanya sudah mengecil menjadi 82 cm. Saat ini kondisi Alif stabil, sudah bisa bersuara, menggerak-gerakkan mulutnya, dan kedua matanya sudah mulai putih (sebelum operasi berwarna merah). Alif sekarang menjalani rawat jalan untuk perawatan luka bekas operasi di kepalanya dan kontrol selang. Perawatan luka ditangani perawat RS Sudarso yang datang kerumah Alif setiap dua hari sekali dengan biaya perawatan Rp.200.000,- sekali kunjungan. Sedangkan untuk kontrol selang, Alif dibawa ke RS Sudarso setiap dua minggu sekali dengan biaya Rp.300.000,- untuk sekali kontrol. Alif akan menjalani operasi setiap 4 tahun sekali hingga usianya 17 tahun. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan telah menyampaikan bantuan awal untuk biaya hidup saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @arfanesia Guntur Radityo @ririn_restu

Alif menderita hydrocephalus


MASWATI BINTI SUKIRJA (40, Tumor Leher). Alamat : Kp . Kadukupa, RT 2/6, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Ibu Maswati mulai menderita sakit sejak 3 tahun lalu yang ditandai dengan benjolan kecil pada bagian kiri leher. Ia tidak pernah melakukan pengobatan secara medis sehingga benjolan tersebut semakin membesar. Istri dari Sahani (45) yang bekerja sebagai buruh bangunan ini ingin sekali memeriksakan penyakitnya di rumah sakit, namun pekerjaan Pak Sahani tidak menentu sehingga pengobatan istrinya tak dapat maksimal. Meksi sudah mempunyai kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS), Ibu Maswati tidak mempunyai uang untuk biaya transportasi ke RSUD Pandeglang yang jaraknya cukup jauh dari rumah. Penghasilan suaminya hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari bersama keempat anaknya. Alhamdulillah setelah didampingi dan dibantu Sedekah Rombongan, Ibu Maswati dapat kembali berobat. Ia mulai berikhtar memeriksakan diri ke Puskesmas yang kemudian merujuknya ke RSUD Pandeglang. Setelah berobat di RSUD Pandeglang, Ibu Maswati kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta. Ibu Maswati menjalani serangkaian pemeriksaan di RSCM Jakarta, ia diharuskan menjalani pemeriksaan USG dan PA. Alhamdulilah kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat ke RSCM Jakarta. Sebelumnya bantuan untuk Ibu Maswati telah disampaikan dalam Rombongan 971.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana Titin @ririn_restu

Bu Maswati menderita tumor leher


ADE BIN MUHANA (5, Tumor Mata). Alamat : Kp . Cinangka, RT 14/6, Kelurahan Manjau, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Ade mulai menderita sakit sejak 2 tahun lalu yang ditandai dengan benjolan kecil pada bagian mata kiri. Ia tidak pernah melakukan pengobatan secara medis sehingga benjolan tersebut semakin membesar. Anak dari pasangan Muhana (53) yang bekerja sebagai buruh dan Arsana (48)  yang hanya ibu rumah tangga ini ingin sekali memeriksakan penyakitnya di rumah sakit, namun penghasilan Pak Muhana tidak menentu sehingga pengobatan anaknya secara medis tak dapat dilakukan. Meksi sudah mempunyai JKN – KIS PBI, Pak Muhana tidak mempunyai uang untuk biaya transportasi ke RSUD Pandeglang yang jaraknya cukup jauh dari rumah. Penghasilannya hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari bersama ketiga anaknya. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Ade. Setelah didampingi oleh Sedekah Rombongan, Ade dapat memulai pengobatannya secara medis. Ia mulai berikhtar memeriksakan diri ke Puskesmas yang kemudian merujuknya ke RSUD Pandeglang. Setelah berobat di RSUD Pandeglang, Ade kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta. Saat ini Ade sedang menjalani pengobatan di RSCM Jakarta dan telah dilakukan operasi mata pada tanggal 13 Maret 2017. Pasca operasi kondisi Ade membaik, matanya sudah tidak tertutup lagi dan ia sudah bisa melihat. Ade masih harus kembali kontrol rutin ke RSCM Jakarta untuk pemeriksaan pasca operasi terlebih lagi terdapat benjolan pada pipinya yang belum diketahui penyakitnya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk operasional berobat ke RSCM Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana Titin @ririn_restu

Ade menderita tumor mata


RUDIANA BIN HARUN (16, Tumor Maxilla), Alamat : Kampung Kalibaru, RT 11/3, Kelurahan Cilangkahan, Kecamatan Malimping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Rudi menderita tumor maxilla sejak 4 tahun lalu, berawal dari luka kecil yang digaruk saat bermain dan tak kunjung sembuh tetapi justru melebar menutupi hampir sebagian mukanya. Pada pertengahan Agustus 2012 kurir Sedekah Rombongan bertemu Rudi saat sedang berobat di RSCM Jakarta dalam kondisi terlantar tidak ada tempat tinggal. Sedekah Rombongan akhirnya menjadikan Rudi sebagai pasien dampingan sehingga ia dapat menjalani pengobatannya dengan maksimal. Rudi telah menjalani kemoterapi menggunakan Jamkesda. Selama lebih dari setahun, ia menghentikan pengobatannya karena saat itu ia merasa sudah sembuh dan kembali pulang ke kampung halamanya untuk melanjutkan sekolah. Kini ia harus kembali berobat ke poli hematologi anak RSCM Jakarta untuk melihat kondisi penyakitnya. Kondisi Rudi semakin membaik dan dijadwalkan pada 20 Maret 2017 kembali kontrol di RSCM Jakarta. Sebelumnya Rudi kesulitan membayar tunggakan biaya sekolahnya dan alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat membantunya. Penghasilan ayah Rudi, Bapak Harun (36), sebagai buruh serabutan tak menentu, sedangkan ibunya, Ibu Suhenah (34) hanya seorang ibu rumah tangga. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat ke RSCM Jakarta. Sebelumnya Rudi telah dibantu pada Rombongan 929.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana Ipit @ririn_restu

Rudi menderita tumor maxilla


RETVI ARSANTI (18, Ventricular Septal Defect tipe Double Commited Subarterial). Alamat: RT 3/3, Desa Pekunden, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Retvi Arsanti atau akrab dipanggil Retvi didiagnosis mengalami Ventricular Septal Defect tipe Double Commited Subarterial (VSD DCSA atau kebocoran jantung yang terletak di perempatan jantung) sejak kecil. Pertama kali terindetifikasi ketika Retvi usia 7 bulan. Saat itu, Retvi sering menangis karena sebab yang tidak diketahui. Karena khawatir dengan kondisi anaknya, Retvi diperiksakan ke dokter oleh orang tuanya. Dokter umum yang memeriksa Retvi menyatakan ada suara gemuruh di jantungnya. Namun untuk mendapatkan hasil yang akurat, keluarga disarankan untuk memeriksakan kondisi tersebut ke dokter spesialis. Di dokter spesialis itulah Retvi dinyatakan mengalami kebocoran jantung. Dari diagnosis itu dilakukan penanganan selama 1 tahun. Kondisi Retvi mulai membaik. Ketika beranjak dewasa, dada Retvi sering sakit, sesak nafas, serta pusing. Retvi kembali diperiksakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito, Yogyakarta. Di RSUP Dr. Sardjito diketahui bahwa kebocoran jantung Retvi berada di perempatan jantung (DCSA) yang mengharuskan penanganan beberapa dokter spesialis bedah. Retvi, putri dari alm. Bapak Purwoko dan Ibu Dwi Nugrahayu (49). Ibunda Retvi bekerja sebagai buruh cuci di lingkungan rumahnya. Penghasilan keluarga hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Biaya pengobatan Retvi dibantu oleh jaminan kesehatan berupa Jamkesmas yang dimiliki. Namun, proses pengobatannya terkendala biaya transportasi dan akomodasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Retvi sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan. Semoga Retvi segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 17 Februari 2017
Kurir: @arfanesia @virgiawanadr @misterrmoo

Retvi menderita ventricular septal defect tipe double commited subarterial


WINDA AULIYA KHOERONI (1, Gangguan Pernafasan). Alamat : RT 3/2, Desa Gandatapa, Kecmatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada akhir Juli 2016, Dik Winda mengalami batuk, flu, demam dan gangguan pernafasan. Kedua orangtuanya membawa Dik Winda berobat ke Rumah Sakit (RS) Margono. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Dik Winda harus dirawat di ruang ICU (intesive care unit) khusus bayi. Dik Winda adalah putri dari pasangan Bapak Daryo (40) dan Ibu Tri Wigati (36). Bapak Daryo bekerja sebagai buruh tani. Dengan penghasilannya yang kecil, Bapak Daryo kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bersama istri dan ketiga buah hatinya yang masih bersekolah. Alhamdulillah biaya pengobatan Dik Winda dibantu jaminan kesehatan berupa Jamkesda yang dimilikinya. Namun pengobatannya masih terkendala biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari selama pengobatannya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Dik Winda sehingga dapat menyapaikan santunan dari sedekaholics. Santunan kali ini disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari selama pengobatan Dik Winda. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan laporannya ada pada rombongan 897. Kini Dik Winda sudah membaik namun masih mengalami gangguan pernafasan, batuk dan flu. Semoga Dik Winda segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Maret 2017
Kurir : @arfanesia Yunanto @paulsyifa

Winda menderita gangguan pernafasan


YULIANTO BIN NASIR(37, Gagal Ginjal + Sakit Paru-Paru + Jantung Bengkak). Alamat : Jl. Kulon, RT 1/3, Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Yulianto mengalami gejala sesak nafas, batuk, jantung berdebar-debar dan cepat lelah sejak tahun 2014. Bapak Yulianto kemudian diperiksa di Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau  mengalami gagal ginjal, komplikasi pada paru-paru dan jantung bengkak. Sejak saat itu Bapak Yulianto harus menjalani cuci darah rutin yaitu seminggu dua kali. Disamping itu, untuk mengatasi batuk dan sesak nafasnya ia harus menggunakan tabung oksigen yang dalam sehari dapat menghabiskan hampir 2 tabung oksigen. Sejak sakit, Bapak  Yulianto tidak dapat bekerja. Istrinya yang berjualan batagor tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk biaya berobatnya. Sedangkan kedua anaknya masih bersekolah  di TK dan SD. Biaya pengobatan dapat dibantu jaminan kesehatan berupa Jamkesmas yang dimilikinya. Namun biaya membeli tabung oksigen dan beberapa obat tidak termasuk dalam tanggungan jamkesmas, sehingga Bapak Yulianto harus mencari dana untuk membeli tabung oksigen dan obat tersebut. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau. Sedekah Rombongan kembali memberikan santunan untuk membeli tabung oksigen dan obat yang tidak ditanggung jamkesmas.  Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat di rombongan 939. Saat ini kondisi Bapak Yulianto masih lemah, batuk-batuk, sesak nafas dan masih harus cuci darah rutin setiap dua kali seminggu serta memerlukan oksigen untuk membantu pernafasan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 15 Maret 2017
Kurir : @arfanesia Yunanto @paulsyifa

Pak Yulianto menderita gagal ginjal + sakit paru-paru + jantung bengkak


TITO DWIE SAPUTRO(36, Patah Tulang Kaki + Tangan Kanan). Alamat : RT 3/1, Desa Dermasari, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada Desember 2016, Bapak Tito mengalami kecelakaan lalu lintas di daerah Cilacap. Beliau segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Fatimah Cilacap untuk mendapatkan pertolongan pertama, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Siaga Medika. Bapak Tito harus menjalani operasi pada lengan dan kaki kanannya yang mengalami patah tulang cukup serius. Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Kini beliau dalam proses penyembuhan pasca operasi dan harus kontrol ke rumah sakit. Bapak Tito yang bekerja sebagai seorang karyawan di sebuah hotel, kini tidak dapat bekerja seperti biasa. Penghasilan keluarganya terhenti. Orang tuanya, Sugeng Riyanto (63) bekerja sebagai petugas cleaning service hotel dan Sawitri (59) membuka usaha warung kecil-kecilan. Dari orang tuanya tersebut, keluarga Bapak Tito mendapatkan nafkah untuk sementara. Kini Bapak Tito sudah mempunyai jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III.Namun beliau masih kesulitan mencari dana untuk perawatan lukanya (ganti perban setiap dua hari sekali). Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Bapak Tito, sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya perawatan luka pasca operasinya, yaitu penggantian perban setiap dua hari sekali. Semoga Bapak Tito segera diberi kesehatan, sehingga dapat beraktifitas dan bekerja seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Maret 2017
Kurir : @arfanesia Yunanto @paulsyifa

Pak Tito menderita patah tulang kaki + tangan kanan


PROS EKAWATI (35, Kanker Mata). Alamat : Jl. Kalibener, Gang 2, RT 4/2, Kelurahan Kranji, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala penyakit Ibu Pros berawal pada tahun 2012. Awalnya, tumbuh benjolan di mata kirinya. Benjolan tersebut kian membesar dan mengganggu penglihatan Ibu Pros. Setelah memeriksakan diri ke Rumah Sakit (RS) Banyumas, dokter mendiagnosis Ibu Pros mengidap kanker mata stadium 4 sehingga beliau harus melanjutkan dan menjalani serangkaian pengobatan di RS Sarjito dan RS Margono serta scan mata di Panti Rapih. Kini pengobatan Ibu Pros dirujuk ke RS Dharmais Jakarta untuk dilakukan tindakan operasi. Ibu Pros kembali mengungkapkan kesedihannya saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Penghasilan keluarga Bu Pros hanya mengandalkan suaminya, Selfanes (40) yang bekerja sebagai karyawan di suatu toko. Penghasilannya yang kecil hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah 3 orang anaknya. Biaya pengobatan Bu Pros dapat dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun beliau masih kesulitan untuk memenuhi biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit, mengingat jarak tempat tinggal beliau dan rumah sakit yang jauh. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dihadapi Ibu Pros, santunan kembali disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 976. Ibu Pros telah operasi pada 29 Maret 2017. Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan sedang menjalani perawatan pasca operasi. Semoga Ibu Pros segera diberikan kesembuhan sehingga dapat beraktivitas seperti semula. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 18 Maret 2017
Kurir :@arfanesia@kissherry @harjianis @paulsyifa

Bu Pros menderita kanker mata


WASINI BINTI SUMARTO (59, Stroke). Alamat : RT 7/2, Desa Pingit, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Wasini menderita tekanan darah tinggi sejak tahun 2008. Beliau sempat dirawat inap (opname) di Puskesmas Mandiraja 5 dan Puskesmas Rakit selama 5 hari pada tahun 2010. Pada Maret lalu, Ibu Wasini tidak dapat menggerakkan tangan kirinya. Setelah diperiksakan ke dokter tenyata beliau menderita stroke. Selain berobat ke dokter, beliau juga menjalani terapi. Kini tangan kiri Ibu Wasini sudah tidak bisa digerakkan secara normal. Hal tersebut menghambat aktifitas Ibu Wasini sehingga beliau tidak dapat bekerja. Suaminya, Bapak Wasito (66) tidak bekerja karena kedua matanya sudah tidak dapat melihat (tuna netra). Praktis sejak Ibu Wasini tidak bekerja maka penghasilan keluarga terhenti. Biaya pengobatan Ibu Wasini dibantu jaminan kesehatan berupa Jamkesmas. Namun Ibu Wasini sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama suaminya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Wasini sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan diberikan untuk membantu biaya hidup sehari-hari dan terapi yang dijalani oleh Ibu Wasini. Semoga Ibu Wasini segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Maret 2017
Kurir : @arfanesia @kangimam @paulsyifa

Bu Wasini menderita stroke


YUDI PRIANTO (24, Multi Drug Resistant Tuberculosis). Alamat: RT 7/6, Desa Karangtengah, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Oktober 2014, Yudi mengalami sakit tipus yang tak kunjung sembuh hingga 1 bulan lamanya. Karena curiga dengan kondisi tersebut, Yudi dibawa ke Balai Pengobatan Paru-paru (BP4) Purwokerto. Hasil pemeriksaan BP4, Yudi positif menderita Tuberkulosis (TBC) yaitu suatu penyakit yang disebabkan oleh mycrobacterium tuberculosis yang biasanya menyerang paru-paru. Di BP4, Yudi menjalani terapi obat selama 11 bulan. Hasilnya menggembirakan, Yudi dinyatakan sembuh. Akan tetapi, 4 bulan kemudian sesak nafas Yudi kambuh. Yudi dilarikan ke Rumah Sakit Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto. Setelah menjalani rawat inap selama 5 hari di RSMS, Yudi dibolehkan pulang dan harus menjalani terapi obat selama 8 bulan. Memasuki bulan ke 7, kondisi Yudi menurun drastis. Yudi kembali dibawa ke RSMS. Yudi menjalani rawat inap selama 12 hari di RSMS dan melakukan cek dahak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap. Hasil laboratorium RSUD Cilacap menyatakan Yudi menderita Multi Drug Tuberculosis (MDR-TB) atau kondisi dimana bakteri tuberkulosisnya telah mengalami kekebalan terhadap minimal 2 macam obat antiTB. Kondisi ini memaksa Yudi menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Moewardi, Surakarta. Setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Moewardi selama 40 hari, Yudi diperbolehkan pulang tetapi tetap harus menjalani suntik obat setiap hari selama 8 bulan di puskesmas, terapi obat selama 2 tahun dan kontrol rutin bulanan ke RSUD Moewardi, Surakarta. Saat ini, Yudi memasuki bulan ke 5 terapi suntik dan obat. Perkembangannya mulai terlihat, berat badan Yudi berangsur naik dan intensitas sesak nafasnya mulai berkurang. Yudi, putra kedua dari tiga bersaudara, pasangan Edi Winarto (52) dan Yusriati (47). Ayah Yudi,  Bapak Edi Winarto bekerja sebagai buruh harian lepas, sedangkan Ibunya, Ibu Yusriati sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi, adik Yudi masih berstatus sebagai pelajar SMA kelas 1. Hal ini menambah kesulitan keluarga untuk menjalani perawatan Yudi yang tergolong lama. Biaya pengobatan Yudi dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun, proses pengobatannya terkendala biaya transportasi dan akomodasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Yudi sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama proses pengobatan. Semoga Yudi segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan: Rp 750.000,-
Tanggal: 24 Maret 2017
Kurir: @arfanesia @virgiawanadr @misterrmoo

Yudi menderita multi drug resistant tuberculosis


WAHIDIN MUHAMMAD (65, Diabetes Melitus). Alamat: Kp. Lamporan RT 8/8 Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Kotamadya Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Tahun 2003, mungkin menjadi tahun yang susah untuk dilupakan oleh seorang Wahidin Muhammad. Di tahun itu, Pak Wahidin dinyatakan menderita Diabetes Meltus oleh dokter di RSUD Cengkareng. Selama itu pula Pak Wahidin harus menjalani kontrol rutin. Tapi pada November 2016, terpaksa Pak Wahidin harus menghentikan pengobatanya, karena kontrak kerjanya habis sehingga tidak ada biaya untuk ke rumah sakit. Kondisi ini ternyata memperburuk kesehatan Pak Wahidin, dijempol kaki pak Wahidin mulai timbul luka yang telah membusuk sehingga harus dilakukan amputasi. Pasca menjalani operasi kondisi pak Wahidin tak kunjung membaik, lukanya semakin bertambah dan dokter menyarankan jika Pak Wahidin harus dilakukan tindakan amputasi lagi hingga mata kaki. Namun, Pak Wahidin dan keluarganya belum siap. Sehingga Pak Wahidin memutuskan untuk melanjutkan pengobatannya ke sebuah klinik dengan biaya Rp. 500.000,- sekali datang dan dokter klinik tersebut menyarankan supaya Pak Wahidin menjalani pengobatan rutin selama 3 bulan dengan kontrol 2 hari sekali. Tentu kondisi ini sangat memberatkan Pak Wahidin yang notabene sedang tidak mempunyai pekerjaan. Sementara sang istri, ibu Saamah (61) adalah seorang ibu rumah tangga. Kembali kemarin kurir Sedekah Rombongan mengunjungi Pak Wahidin dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya berobat dan akomodasi ke rumah sakit. Semoga bantuan yang diberikan sedikit banyak bisa meringankan bebanyang dialami oleh Pak Wahidin. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 8 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @ryan_spm @untaririri

Pak Wahidin menderita diabetes melitus


MUHAMMAD ADLI DARMAWAN (18, Artheroclerosis). Alamat : Dusun Losawi, RT 1/9, Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada Bulan Agustus 2016, Darma selalu mengeluh bahwa kepalanya sering sakit dan selalu berpusat pada belakang telinganya. Serta pundaknya selalu terasa pegal dan tangan serta kaki juga sering terasa pegal-pegal. Darma langsung diperiksakan ke dokter umum di sekitar rumahnya dan oleh dokter Darma di diagnosis Artheroclerosis atau penyumbatan yang terjadi pada pembulum darah di otak. Oleh dokter Darma disarankan untuk menjalani pengobatan yang lebih intensif ke RS Saiful Anwar. Akan tetapi sampai saat ini Darma hanya menjalani pengobatan secara alternatif. Dari pengobatan alternatif yang dijalani Darma tidak mengalami perubahan apa pun pada tubuhnya dan saat ini kondisi Darma masih lemas, sehingga Darma hanya bisa terbaring seharian di tempat tidurnya. Darma merupakan anak ke 2 dari Bapak Soeyono (50) dan Ibu Sulam Istiqomah (49), Darma memiliki kakak dan adik yang masih sekolah. Bapak Soeyono merupakan guru honorer dan Ibu Sulam bekerja sebagai penjahit yang masing-masing memiliki pendapatan yang sedikit. Pendapatan yang didapat hanya bisa untuk kebutuhan sehari-sehari dan kebutuhan untuk sekolah. Apa lagi Darma juga tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun untuk menjalani pengobatan, sehingga keluar merasa terbebani akan biaya untuk melanjutkan pengobatan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Darma, sehingga dapat menyalurkan bantuan yang di titipan oleh Sedekaholics untuk Darma. Bantuan yang telah diberikan digunakan untuk kebutuhan berobat, transportasi dan biaya perbaikan keadaan umum. Semoga dengan adanya bantuan yang diberikan dapat meringankan beban Darma serta keluarga. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 April 2017
Kurir : @FaizFaeruz @kurniawanekko @m_rofii11

Darma menderita artheroclerosis


MARDI UTOMO (51, Pengeringan Sumsum Tulang Belakang). Alamat : Dusun Krajan Timur, RT 1/4, Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Sejak tahun 1989 yang lalu, Bapak Mardi mengalami nyeri pada persendian beliau. Akan tetapi beliau menghiraukan itu dan menganggapnya hanya pegal-pegal biasa saja dan memilih untk pijat saja. Setelah beberapa hari, nyeri pada persendian beliau semakin bertambah sakit, sehingga beliau memilih untuk periksa ke dokter umum. Setelah dilakukan pemeriksaan, beliau akhirnya di diagnosis mengalami pengeringan pada sumsum tulang belakang beliau. Dokterpun memberikan surat rujukan untuk melanjutkan pengobatan ke RS Dr. Soetomo Surabaya untuk dilakukannya operasi. Dari operasi yang dilakukan ternyata hasilnya nihil dan beliau diberikan obat untuk dikonsumsi. Saat ini Bapak Mardi mengalami kaku pada tangan kanan beliau dan hanya bisa tiduran saja di tempat tidur. Bapak Mardi tinggal berdua hanya dengan istri beliau saja. Bapak Mardi yang sudah tidak bekerja lagi dan sang istri hanya sebagai penjual bunga merasa sangat kesulitan dalam menjalani pengobatan yang lebih intensif lagi. Selama ini Bapak Mardi merasa terbantu akan adanya jaminan kesehatan berupa KIS untuk berobat. Akan tetapi biaya untuk kebutuhan obat, transportasi dan kebutuhan hidup saat di rumah sakit selalu menjadi beban yang sangat berat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Mardi, sehingga dapat memberikan titipan para Sedekaholics ntuk membantu Bapak Mardi. Bantuan yang telah diberikan telah dipergunakan untuk biaya berobat, membeli obat-obatan, transportasi dan kebutuhan perbaikan keadaan umum. Semoga Bapak Mardi dapat menjalani pengobatan kembali dan lekas mendapatkan kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 April 2017
Kurir : @FaizFaeruz @kurniawanekko @m_rofii11

Pak Mardi menderita pengeringan sumsum tulang belakang


SUNARIAH BINTI DULAMIN (46, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Dusun Patok Picis, RT 19/6, Kelurahan Patok Picis, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Provinsi jawa Timur. Pada 6 bulan yang lalu Ibu Sunariah mengetahui ada benjolan kecil pada leher beliau, akan tetapi tidak di gubris karena menurut beliau tidak mengganggu aktivitas. Seiring berjalannya waktu benjolan itu pun semakin tumbuh besar dan mempengaruhi keadaan tubuh beliau. Akhirnya beliau pergi untuk berobat ke RSUD Kanjuruan Malang dan oleh dokter didiagnosis kanker kelenjar getah bening. Karena kurangnya peralatan pengobatan Ibu Sunariah pun dirujuk untuk melanjutkan pengobatan di RS Saiful Anwar (RSSA) Malang. Alhamdulillah Untuk saat ini Ibu Sunariah telah menjaladi dampingan Sedekah Rombongan Malang. Pada akhir bulan Maret, kondisi Ibu Sunariah menurun dan sempat dilarikan ke rumah sakit untuk rawat inap. Setelah beberapa hari, kondisi beliau membaik dan diperbolehkan pulang. Selang 3 hari berada dirumah, kondisi beliau turun lagi dan beliau merasa sangat lemas. Akhirnya keluarga Ibu Sunariah mengabarkan bahwa Ibu Sunariah telah meninggal dunia. Bapak Muhtadin (35) adalah suami Ibu Sunariah yang berprofesi sebagai guru swasta dan Ibu Sunariah sendiri hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Penghasilan yang didapat suami beliau terkadang kurang untuk memenuhi biaya hidup, apa lagi anak beliau juga masih perlu biaya untuk bersekolah. Ibu Sunariah yang telah dipertemukan dengan Tim Sedekah Rombongan menuturkan kesedihan beliau karena terkendala berobat. Jaminan kesehatan berupa Jamkesmas yang dimiliki sangat membantu, akan tetapi biaya transportasi dan kebutuhan saat berobat selalu mengurungkan niat beliau. Pada bulan ini santunan untuk Ibu Sunariah telah diberikan dan dipergunakan untuk membeli obat-obatan, biaya transportasi dan santunan kematian. Bantuan pada Ibu Sunariah sebelumnya telah masuk di rombongan nomor 966 Semoga amal ibadah Ibu Sunariah diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @FaizFaeruz @AfiatBuchori @m_rofii11

Bu Sunariah menderita kanker kelenjar getah bening


MTSR MALANG (AB 9044 WK, Biaya Operasional Bulan Maret 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil yang dikendarai oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk beraktivitas seperti mengantar / menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang, mensurvei pasien yang akan dijadikan pasien dampingan dan bahkan menyampaikan santunan titipan yang diberikan dari Sedekaholics. Dengan nomor hotline 0818-0808-8001 yang tertera di badan mobil ambulance MTSR ini diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat langsung menghubungi MTSR ini. Pada bulan ini pengeluaran yang dialokasikan untuk operasional MTSR Malang ialah untuk membeli pulsa, bahan bakar, biaya untuk parkir kendaraan,  konsumsi kurir saat move keluar kota dan servis rutin tiap bulan agar MTSR tetap bisa berperforma baik dan lancar saat beroperasi. Bantuan bulan sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 982. Semoga MTSR semakin bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi Sedekaholics. Amiiinn

Jumlah Bantuan : Rp. 2.262.000,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @FaizFaeruz Agus Rofik @m_rofii11

Biaya operasional bulan Maret 2017


MTSR MALANG (N 1208 CJ, Biaya Operasional Bulan Maret 2017). Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “move” pun cepat dan padat sekali. Kebutuhan antar pasien tak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Saat ini, pasien Sedekah Rombongan Malang berjumlah kurang lebih 50 pasien dampingan, dengan berbagai macam latar belakang. Padatnya agenda mobilitas ambulan Sedekah Rombongan atau biasa yang kami sebut dengan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) membuat  Malang membutuhkan MTSR tambahan. Sehingga Sedekah Rombongan Malang pada bulan Mei tahun 2016 kemarin meluncurkan program “PATUNGAN AMBULAN” untuk mewujudkan mimpi kami bisa bergerak lebih efektif dengan adanya 2 MTSR di Malang. Untuk mendukung performa mobil agar tetap dalam kondisi baik, maka bulan ini keperluan MTSR yang diperlukan antara lain untuk membeli pulsa, bahan bakar, biaya untuk parkir kendaraan, konsumsi kurir saat move ke luar kota dan service rutin setiap bulan. Laporan keuangan MTSR pada bulan sebelumnya telah masuk di nomor rombongan 982. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dan ibadah kita ini dengan sebaik-baiknya pembalasan, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.137.058,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @FaizFaeruz Agus Rinda @m_rofii11

Biaya operasional bulan Maret 2017


RSSR MALANG (Biaya Operasional Bulan Maret 2017 Tahap Ke – 1). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk biaya listrik, air, obat-obatan, membeli lampu dan pengharum ruangan, biaya air minum, kebutuhan ATK, membeli bahan untuk sekat ruangan, membeli peralatan dapur dan untuk bersih-bersih serta biaya administrasi. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 981. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 12.390.907,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir: @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Biaya operasional bulan Maret 2017


RSSR MALANG (Biaya Operasional Bulan Maret 2017 Tahap Ke – 2). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk membeli bahan pokok dan sekunder seperti beras, sayur-sayuran, telur, buah-buahan, kebutuhan bumbu dapur, gula, kopi, susu peptamen dan bahan bakar memasak. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 981. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.062.800,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir: @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Biaya operasional bulan Maret 2017


JUFRI BIN AHMAD (39, Lumpuh). Alamat : Dsn. Pancas, Desa Larangan Dalam, Kec. Larangan, Kab. Pamekasan, Jawa Timur. Putra dari bapak Ahmad (60) dan ibu Rimawati (57) adalah anak yang terlahir normal seperti bayi pada umumnya. Namun saat berusia 6 bulan, putra mereka mengalami demam tinggi. Anehnya, Jufri tidak menangis seperti anak bayi pada umumnya. Khawatir akan kesehatan putranya, kedua orang tua Jufri pun membawanya ke dokter di kota Pamekasan. Dokter memberikan resep obat dan menyuruh mereka untuk kembali pulang. Jika demam Jufri belum turun, dokter menyarankan untuk kembali kontrol. Namun setelah 2 hari, ternyata demam Jufri belum juga turun. Ayah dan ibunya tidak bisa membawa Jufri untuk kontrol ke kota karena tidak memiliki biaya untuk transportasi dan pengobatan saat itu. Kini, Jufri telah berusia 39 tahun. Seluruh tubuhnya sudah kaku dan tidak bisa digerakkan. Kedua kaki dan tangannya juga telah mengalami pembengkokan permanen. Jufri hanya bisa berbaring di atas kasur. Jufri tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, sehingga ia tidak pernah lagi berobat ataupun kontrol keadaan kesehatannya secara medis. Tim kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami keluarga Jufri. Bantuan pun disalurkan kepada Jufri melalui keluarganya. Bantuan tersebut akan digunakan untuk membiayai kebutuhan Jufri sehari-hari. Terima kasih kepada Sedekaholics yang telah membantu meringankan beban keluarga Jufri.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Maret 2017
Kurir : @vanmadura @nunia91 @estianti01

Pak Jufri menderita lumpuh

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MOHAMMAD DJASULI 500,000
2 NUR AISYAH HIDAYAH 500,000
3 RATMI BINTI ABSAR 500,000
4 PRATAMA ANDRI WARDANA 1,250,000
5 SANTINI BINTI TEKSAN 500,000
6 MOH YUSUP 800,000
7 MOH. HASAN 500,000
8 JUMRIYAH BINTI MUHAMMAD 500,000
9 JALALUDDIN BIN MOHAMMAD SAID 1,500,000
10 FAHMIL AKBAR 1,000,000
11 SAYUNA BINTI SABIDIN 500,000
12 PUTING BELIUNG SAMPANG 3,000,000
13 HOLIFAH BINTI SABIDI 1,500,000
14 JULAILA DABONG 14,200,000
15 AZKA MUHIBBIRROZAK 1,500,000
16 SAHRUL BIN MUHAMMAD 500,000
17 MARDIYEH BINTI SANIMBAR 1,000,000
18 PADI BIN SAKIP 655,000
19 MTSR MADURA 2,470,000
20 BATTAR ABINAYA BASUPATI 1,000,000
21 EVA SURYATI 500,000
22 HIDAYAT BIN RASAM 500,000
23 RUSDIANA NARDI 500,000
24 KASIH NUR VAJIRA 4,000,000
25 ALIF PRADATA 1,000,000
26 MASWATI BINTI SUKIRJA 500,000
27 ADE BIN MUHANA 500,000
28 RUDIANA BIN HARUN 500,000
29 RETVI ARSANTI 500,000
30 WINDA AULIYA KHOERONI 1,000,000
31 YULIANTO BIN NASIR 1,000,000
32 TITO DWIE SAPUTRO 1,000,000
33 PROS EKAWATI 2,000,000
34 WASINI BINTI SUMARTO 1,000,000
35 YUDI PRIANTO 750,000
36 WAHIDIN MUHAMMAD 500,000
37 MUHAMMAD ADLI DARMAWAN 500,000
38 MARDI UTOMO 500,000
39 SUNARIAH BINTI DULAMIN 1,200,000
40 MTSR MALANG 2,262,000
41 MTSR MALANG 5,137,058
42 RSSR MALANG 12,390,907
43 RSSR MALANG 6,602,800
44 JUFRI BIN AHMAD 1,000,000
Total 79,217,765

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 79,217,765,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 983 ROMBONGAN

Rp. 49,372,504,315,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.