Rombongan 982

Jika anda berani bersedekah dalam jumlah yang besar, sebaiknya anda bersiap-siap mendapatkan reseki dalam jumlah yang besar.
Posted by on April 9, 2017

MUHRIPAH BINTI MULIN (49, Kanker Hati). Alamat: Dusun Grunggungan Timur, RT 9/11, Desa Bulmatet, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur. Ibu Muhripah merasakan sakit di perut sejak Juni 2015. Puncaknya pada bulan September 2016, ia merasa sangat kesakitan sehingga oleh pihak keluarga langsung diperiksakan ke RSUD Slamet Martodirjo Pamekasan. Pihak medis menyatakan bahwa ia terkena kanker hati dan sudah sangat terlambat untuk ditangani. Setelah dirawat beberapa minggu di RSUD Pamekasan, ia dibawa pulang oleh keluarga dikarenakan keterbatasan biaya. Sang suami, Mahad (50) berprofesi sebagai buruh tani. Pak Mahad seorang diri yang merawat bu Muhripah di rumah. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguk, bu Muhripah hanya bisa berbaring tak berdaya di kasur menahan sakitnya. Satu minggu kemudian, tepat nya pada tanggal 31 Desember, kami mendapat kabar bahwa bu Muhripah telah menghembuskan nafas terakhirnya, meninggalkan kita untuk selama-lamanya.  Sedekah Rombongan turut berbela sungkawa atas kepergian almarhumah. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan yang dipergunakan untuk biaya pemakaman. Pak Mahad mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura Tije Lika

Bu Muhripah menderita kanker hati


SUGENG BIN KASAN ASMO (50, Diabetes + Kolesterol). Alamat : Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 32, RT 23/7, Kelurahan Mojoroto, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Bapak Sugeng pada awalnya tidak pernah menyangka bahwa beliau akan sakit kolesterol. Selama 3 tahun Bapak Sugeng selalu kontrol dan mengkonsumsi obat yang telah diberikan oleh dokter. Tetapi pada awal tahun ini, beliau merasa seluruh tubuhnya terasa lemas dan tidak ada tenaga sama sekali. Bapak Sugeng pun akhirnya di bawa ke RS Gambiran Kediri dan menjalani rawat inap. Setelah beberapa hari beliau di ijinkan untuk pulang dan menkonsumsi obat. Untuk saat ini Bapak Sugeng merasa bahwa syaraf perasa pada tangan dan kaki beliau mati dan kondisi beliau saat ini hanya bisa berbaring di tempat tidur saja. Bapak Sugeng selalu dirawat oleh istri beliau Ibu Kasihani (52). Bapak Sugeng yang tidak bisa melakukan apa akhirnya tidak bekerja kembali menjadi tukang tambal ban. Usaha beliau sekarang diteruskan oleh istri beliau untuk mendapatkan penghasilan agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selama berobat, Bapak Sugeng merasa terbantu dengan adanya jaminan kesehatan berupa KIS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sugeng, sehingga dapat menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk Bapak Sugeng. Bantuan untuk Bapak Sugeng telah dipergunakan untuk kebutuhan berobat, membeli obat-obatan dan transportasi ke rumah sakit. Semoga dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban Bapak Sugeng dan keluarga. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 April 2017
Kurir : @FaizFaeruz Katino @m_rofii11

Pak Sugeng menderita diabetes + kolesterol


ZIO DEVANDRA (5, Ginjal Bocor). Alamat : Dusun Magersari, RT 3/6, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada Bulan Juni tahun 2015, Zio yang saat itu mengeluh kalau di bagian perutnya terasa sakit dan saat buang air kecil sangat sakit. Setelah 5 hari berlalu, wajah Zio tiba-tiba membengkak dan perut Zio juga mulai menggembung. Akhirnya orang tua Zio dengan sigap membawa Zio untuk periksakan ke Puskesmas di daerah sekitar rumah. Dari Puskesmas Zio disarankan untuk melakukan cek laboraturium untuk pemeriksaan yang lebih detail. Hasil dari cek laboraturium, Zio di diagnosis mengalami ginjal bocor dan langsung diberikan surat rujukan ke RS Saful Anwar (RSSA) Malang. Setelah beberapa kali menjalani kontrol dan konsul dengan dokter di RSSA, Zio akhirnya diputuskan menjalani pengobatan dengan kemo terapi sebanyak 6 kali. Saat ini kondisi perut dan wajah Zio masih tetap membengkak, dan pada bulan ini Zio akan menjalani kemo terapinya yang ke 3. Zio adalah putra kedua dari Bapak Hariadi (31) dan Ibu Wulan (29), sedangkan kakaknya Diandra (9) yang masih duduk di sekolah dasar. Orang tua Zio yang bekerja sebagai serabutan merasa sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan Zio untuk berobat. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki Zio sangatlah membantu. Akan tetapi kebutuhan untuk transportasi dan obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS sangat menyulitkan keluarga. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapatkan info tentang Zio mulai bersilaturahmi dan bertanya tentang keadaan yang dialami Zio dan keluarga. Kurir Sedekah Rombongan yang merasakan kesulitan yang dihadapi, santunan pertama pun diberikan untuk Zio yang telah digunakan untuk kebutuhan selama di rumah sakit, membeli obat-obatan dan transportasi ke rumah sakit. Semoga pengobatan yang dijalani Zio diberikan kelancaran dan lekas mendapat kesembuhan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 April 2017
Kurir : @FaizFaeruz Sitin @m_rofii11

Zio menderita ginjal bocor


BAKTI SEDEKAH ROMBONGAN DHUAFA KEPATIHAN. Alamat Jl. Ahmad Dhlan RT/RW 001/001, Desa Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Tepat awal bulan Januari 2017, seorang sedekaholics menyampaikan permintaannya kepada Kurir Sedekah Rombongan untuk mengadakan kegiatan Bakti Sosial untuk memberikan bingkisan berupa 50 paket sembako yang dibagikan kepada 50 KK (Kepala Keluarga)  Dhuafa yang tidak mampu yang rata-rata bekerja sebagai tukang becak, pemulung, pedagang asongan, juru parkir, dan pembantu rumah tangga. Alhamdulillah kegiatan tersebut dapat berlangsung dengan lancar sesuai harapan. Amanah dari sedekaholic sudah tersampaikan dan mendapat respon positif dari masyarakat setempat. Semoga kegiatan ini bisa rutin untuk dilakukan sehingga Sedekah Rombogan semakin dikenal dan bermanfaat untuk masyarakat. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi kaum duafa dan semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat oleh Allah Subhanahuwata’ala . .  Amin..

Jumlah Santunan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 6 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bantuan tunai


AYUMI BINTI TOYO, (13, Celebral Pasly) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/001, Desa Locare, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Ayumi adalah seorang anak yang mengalami Celebral Pasly sejak lahir. Celebral Pasly adalah istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan sekelompok gangguan yang mempengaruhi gerak, keseimbangan dan postur tubuh disebabkan oleh cedera otak atau kurangnya asupan oksigen ke otak saat proses kelahiran, sehingga mengakibatkan perkembangan abnormal pada kendali otot dan gerakan. Ayumi adalah anak dari pasangan Bapak Toyo (44) dan Ibu Juhairiyah (43) yang berprofesi Ibu Rumah tangga. Bapak Toyo bekerja sebagai buruh serabutan di desanya yang penghasilannya tidak menentukan yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari bagi keluarganya. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan infomarsi dari warga setempat bahwa ada salah satu pasien yang membutuhkan bantuan. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi tempat tinggal adik Ayumi untuk bersilahturahmi dan adik Ayumi benar-benar dari keluarga tidak mampu. Selang 1 jam Kurir Sedekah Rombongan langsung menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Ayumi. Santunan yang diberikan alat bantu Kursi Roda. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Ayumi untuk beraktivitas sehari-harinya dan Semoga Santunan yang diberikan para sedekaholics mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala . .  Amin..

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal :  22 Maret 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Ayumi menderita celebral pasly


NYAHAT DARSUS, (58, Gegar Otak+Koma) Alamat Dusun Parsehan 001/009, Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Awal mula sakit Bapak Nyahat memulai aktivitasnya di pagi hari saat perjalanan ke sawah dengan mengendarai sepeda kayuh dan tiba-tiba  dari arah belakang dia ditabrak oleh kendaraan bermotor dengan kecepatan tinggi. Setelah itu bapak Nyahat dilarikan ke Puskesmas terdekat karena bapak Nyahat tidak tersadarkan diri. Sesudah itu oleh pihak puskesmas dirujuk ke rumah sakit Wonolangan Dringu untuk perawatan lebih lanjut, dan setelah di diagnosa bahwa Bapak Nyahat mengalami gagar otak dibagian otak tengahnya dan harus dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Setelah itu Bapak Nyahat dirawat inap selama 21 hari dan keadaanpun semakin membaik dan stabil. Sebelum sakit bapak Nyahat bekerja sebagai buruh serabutan di desanya, dan sebagai tulang punggung keluarga dia dikenal sebagai sosok pekerja keras. Dan istrinya Ibu Sini Darsus sedang mengalami sakit Stroke. Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga bapak Nyahat dirumah sakit dr Soebandi Jember. Dan kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Bapak Nyahat. Santunan yang diberikan untuk akomodasi dan pembelian Obat-obatan di Luar BPJS. Semoga bapak Nyahat segera diberikan kesembuhan dan santunan yang diberikan para sedekaholic mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 954

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Maret 2017
Kurir: @Yudhoari @viandwiprayugo

Pak Nyahat menderita gegar otak+koma


MEGA PUTRI MAULIDIA, (12, Kelenjar Getah Bening) Alamt Jl. Fatahillah V/19 Lingk Kauman 001/011, Desa Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur.  Adik Mega sudah mengalami sakit kelenjar Getah bening ini sudah selama 2 tahun yang lalu. Dan sekarang sudah mengganggu ke pendengaran Adik Mega. Adik Mega di bawa ke puskesmas terdekat untuk meminta rujukan ke Dr Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Dan setelah itu adik Mega sampai di rumah sakit Dr Soebandi Jember diminta untuk di kemo tetapi pihak keluarga tidak mau karena keterbatasan biayanya karena tidak tercover oleh BPJS. Mega Putri Maulidia anak dari pasangan Bapak Imam Bastomy (35) yang bekerja sebagai penjual burung berkicau yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-harinya dan Ibu Mei Tiyas (34) yang bekerja sebagai Pembantu rumah tangga, dengan kondisi perekonomian yang serba terbatas fasilitas kesehatan yang dimiliki adik Mega adalah BPJS kelas III. Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi kerumah adik Mega untuk menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Adik Mega. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi biaya perawatan selama dirumah sakit,Pembayaran Iuran BPJS Kelas III, dan Pembelian Susu. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Gufron dan santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala . .  Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 974

Jumlah Santunan : Rp. 1.240.000,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Mega menderita kelenjar getah bening


IRMA CAHYANDARI, (14, Paraplegia) Alamat Jl. Jumat Lingk Karangmluwo 002/006, Desa Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Irma Cahyandari Namanya, biasa di panggil Irma. Irma yang masih duduk di bangku sekolah SMP kelas 2 ini mengalami gangguan pada kakinya sehingga kedua kakinya tidak bisa bergerak selama 3 bulan ini. Dan oleh pihak keluarga langsung di pijet ke dukun pijet di desannya karena di anggap penyakit sepele. Dan selama 1 minggu tidak ada perkembangan Adik Irma di rujuk ke Puskesmas terdekat untuk mengetahui penyakitnya. Dan oleh pihak Puskesmas hanya di beri Obat-obatan. Dan setelah 3 Bulan berlalu, Kurir Sedekah Rombongan mendengar cerita dari Bapak RW Karangmluwo bahwa adik Irma layak di bantu atau di dampingi oleh Sedekah Rombongan. Adik Irma hanya tinggal bersama Ibunya Siti Maisaro (40) yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Ayah Irma sudah meninggal sudah menginjak 3 tahun yang lalu. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Adik Irma. Santunan yang diberikan sebagai Pembelian Susu. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 974

Jumlah Santunan : Rp. 1.390.000,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Irma menderita paraplegia


MUHAMMAD IZZAT, (1, Infeksi Usus) Alamat Dusun Krajan RT/RW 005,001, Desa Tegal Pasir, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Muhammad Izzat bayi dari pasangan Bapak Syaiful Bahri (30) yang bekerja sebagai pembakul barang bekas yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari dan Ibu Faiseh (24) yang terlahir pada tanggal 28 September 2016 mengalami sakit Infeksi Usus saat baru lahir, tetapi keluarga tidak tau kalau anaknya mengalami infeksi Usus. setelah bayi Izzat berumur 7 bulan perut bayi mengalami kembung dan langsung dibawa ke RSUD Dr. Koesnadi Bondowoso dengan kondisi perut kembung dan nafas terengah engah setelah diperiksa dan hasil rontgen diagnosa usus ada keanehan setelah diteliti ternyata Usus melintir, pihak RSUD Dr Koesnadi Bondowoso pun menyarankan untuk segera di rujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk di operasi. singkat cerita setelah tujuh belas hari operasi yang dilakukan sudah dua kali dan hasilnya cukup baik tetapi semakin lama kondisi Bayi Izzat tambah menurun dan akhirnya pada hari senin tanggal 27 Maret 2017 jam 04.00 subuh bayi Izzat menghebuskan nafas terakhirnya dan meninggal dunia. Orang tua Alm Izzat pun kebingungan dengan masalah yang selama ini jadi beban keluarga akhirnya sampai puncak Biaya yang dialaminya selama perawatan sampai Operasi yang sudah di jalaninya. Alm Izzat tidak memiliki jaminan apapun, orang tua Alm hanya mengandalkan SPM (Surat Pernyataan Miskin) yang dibantu pembayaran oleh pemerintah sebesar tiga juta, tetapi masih banyak kekurangan biaya yang dihadapi oleh keluarga Alm. Izzat, sedangkan biaya yang diperlukan cukup tinggi yaitu sebesar tiga puluh dua juta rupiah untuk bisa membawa pulang Alm Izzat untuk di kubur. Keluarga Alm. Izzat terpaksa mengumpulkan uang dengan menggadaikan sawah saudara dari Orang tua Alm. dan uang yang terkumpul sebesar enam belas juta rupiah keluarga Alm pun masih kebingungan. Kurir Sedekah Rombongan mendengar kabar bahwa keluarga Alm Izzat memerlukan bantuan. Kurir Sedekah Rombongan langsung mensurvey dari keluarga tersebut dan ternyata Keluarga Alm memang keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan menanggung biaya kekurangan dihadapi keluarga Alm. Izzat dan Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Alm.Izzat Santunan yang diberikan untuk pembayaran biaya perawatan, operasi selama dirumah sakit Dr. Soebandi Jember dan Santunan kematian. Semoga Santunan yang diberikan berguna bagi keluarga yang ditinggalkan dan diberi kesabaran. Amin

Jumlah Santunan : Rp. 17.100.000,-
Tanggal : 27 Maret 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Alm Izzat menderita infeksi usus


MUDARMI BINTI MAT HALIL, (42, Hepatitis) Alamat Dusun Tugurejo RT/RW 002/016, Desa Curah Kalong, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Mudarmi biasa disebut Ibu Darmi. Ibu Darmi mengalami sakit yang kurang lebih dua bulan terakhir yang diawali dengan sakit dibagian perutnya dan Panas terus menerus selama empat hari. Akhirnya oleh keluarga Ibu Darmi dibawa ke Mentri terdekat untuk memeriksakan dan mengetahui penyakit yang dialaminya. Mentri tersebut memeriksanya dan diagnosa awal Ibu Darmi mengalami Lambung dan Mentri memberinya Obat untuk menghilangkan rasa sakit yang dialaminya tetapi Ibu Darmi tetap merasakan kesakitan setiap harinya. Alasan keluarga Ibu Darmi tidak membawanya ke Puskesmas karena Kondisi perekonomian tidak mampu untuk biaya selama di Puskesmas Akhirnya tetangga setempat memberi Informasi kepada Salah satu Kurir Sedekah Rombongan bahwa ada salah satu pasien yang membutuhkan dampingan karena dari keluarga kurang mampu dan Ibu Darmi tidak memiliki Jaminan kesehatan apa pun. Selang satu hari Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi tempat tinggal Ibu Darmi untuk bersilahturahmi dan Kurir Sedekah Rombongan berkordinasi dengan salah satu keluarganya. Akhirnya malam itu juga Ibu Darmi langsung dibawa ke Puskesmas terdekat untuk melakukan pemeriksaan karena kondisi Ibu Darmi terbaring lemas. Setelah dilakukan pemeriksaan di Puskesmas Dokter menyatakan Ibu Darmi diagnosa mengalami Hepatitis dan Jantung. Akhirnya Ibu Darmi harus menjalankan Rawat inap untuk perbaikan kondisi di Puskesmas Bangsalsari. Selang dua hari di Puskesmas Bangsalsari Dokter menyarankan dirujuk ke Rumah Sakit Umum di Jember untuk mendapatkan perawatan dan pemeriksaan lebih lanjut. Akhirnya Keluarga Ibu Darmi dan Suaminya masih rundingan dengan keluarga yang lain karna terbentur dengan masalah biaya. Suami Ibu Darmi Bapak Rohim (45) Bekerja sebagai buruh tani perkebunan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari harinya dengan keluarganya. Selang 30 menit Ibu Darmi Drop dan Kritis karna kondisi Jantungnya mulai melemah. Dan Ibu Darmi tidak sempat di kirim atau di rujuk ke Rumah Sakit. Karena yang maha kuasa telah berkehendak lain, Ibu Darmi meninggal Dunia di Puskesmas tersebut. Mudah-mudahan Ibu Darmi mendapatkan tempat yang layak dan amal ibadahnya di terima disisinya Amin. Santunan yang diberikan untuk pembiayaan selama di Puskesmas dan Santunan kematian.

Jumlah Santunan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 21 Maret 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pak Mudarmi menderita hepatitis


MOH DJURI, (61, Hernia) Alamat Jl. Raya P. Sudirman GG PJKA 70 RT/RW 003/001, Desa Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Riwayat Sakit Bapak Djuri Lama sakit hampir tiga tahun lamanya hingga sekarang awalnya mungkin kepacekan bekerja setiap hari meskipun sakit tidak dirasakan. Lama kelamaan Bapak Djuri mengeluhkan sakit di area selangkangan saat buang air besar. Dua tahun tahun lalu Bapak Djuri pernah memeriksakan keluhannya ke Puskesmas terdekat dan dinyatakan terkena Hernia, dan dua minggu setelahnya Bapak Djuri dirujuk ke RSSA Malang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah sampai di RSSA Malang Diagnosa Dokter menyatakan bahwa Bapak Djuri mengalami Hernia, dan perlu pengobatan lanjutan seperti kontrol rutin dan penjadwalan Operasi. Bapak Djuri memiliki jaminan kesehatan BPJS NON kelas III yang meringankan beban pengobatannya. Tetapi Bapak Djuri tidak menjalani pengobatan atau kontrol ke RSSA Malang karena tidak memiliki biaya Transport untuk ke RSSA Malang. Dan Alahamdulillah Bapak Djuri bertemu dengan Kurir Sedekah Rombongan dan mengajukan keluhannya. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi tempat tinggal bapak Djuri dan bersilahturahmi. Pada Kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Bapak Djuri. Santunan yang diberikan untuk biaya Transport dan Akomodasi selama pengobatan. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Bapak Djuri dan Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala . .  Amin..

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Maret 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pak Djuhri menderita hernia


POPI SANTUNAN MUSHOLA (Santunan Cat dan Karpet untuk Mushola). Mushola AL-Bahriyah terletak Dusun Krajan , RT 002 RW 002, Desa Dawuhan, Kecamatan Grujukan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Ada sekitar 50 Kepala Keluarga yang bermukim di sekitar Mushola ini dan menggunakan Mushola ini sebagai tempat beribadah dan sebagai tempat untuk belajar Anak-anak disekitar mengaji. Mushola ini memiliki lebih dari 10-20 orang jamaah yang terdiri dari berbagai kalangan dan latar belakang, jumlah jamaah Mushola ini juga terus bertambah dari tahun ke tahun. Dan Mushola AL-Bahriyah ini sudah tidak layak di lihat karena cat yang sudah puluhan tahun tidak pernah di perbarui dan karpet sudah memulai kotor dan rusak di bagian pinggir-pinggir karpet. Sedekah Rombongan turut berpartisipasi dalam proses renovasi Mushola tersebut dengan menyampaikan titipan Sedekaholic. Kurir SedekahRomongan bersilaturahmi ke Mushola AL-Bahriyah, dan dalam kesempatan tersebut Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari Sedekaholic yang diterima oleh pengurus Mushola untuk mewakili masyarakat muslim di sana. Bantuan yang diberikan berupa barang yaitu Karpet dan Cat senilai Rp. 1.000.000,-. Semoga santunan Mushola AL-Bahriyah berjalan dengan lancar dan warga masyarakat sekitarnya semakin memakmurkan Mushola ini. Amin….

Jumlah Santunan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 26 November 2016
Kurir : @yudhoari , @viandwiprayugo

Santunan cat dan kKarpet untuk mushola


ROSITA RIFA’I (29, Kanker Serviks). Alamat: Dusun Jatirejo, RT 003/003, Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur.  Awal mulanya ibu Rosita mengalami sakit di bagian alat kelamin dan sering terjadi perdarahan. Karena rasa sakit yang luar biasa, ibu Rosita memeriksakan diri ke Puskesmas setempat dan dokter mendiagnosa ibu Rosita menderita penyakit kanker serviks. Setahun kemudian, ibu Rosita kembali mengalami perdarahan dan timbulnya benjolan kecil pada alat kelaminnya. Karena keterbatasan biaya, ibu Rosita membiarkan penyakitnya begitu saja. Semakin berjalannya waktu, benjolan tersebut semakin membesar sehingga ibu Rosita pun memutuskan untuk memeriksakan diri ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Ibu Rosita mendapatkan perawatan secara intensif di RSUD Dr. Soebandi Jember. Walaupun begitu, dokter merujuk ibu Rosita ke RSUD Dr. Soetomo. Orang tua ibu Rosita, Umar Hamdan (60) bekerja sebagai buruh dan Siti Maryam (59) sebagai ibu rumah tangga. Sedangkan suami ibu Rosita, Ahmad Rifa’I (31) bekerja sebagai buruh. Ibu Rosita mempunyai jaminan kesehatan berupa BPJS, akan tetapi ibu Rosita terkendala oleh besarnya biaya pengobatan di luar BPJS, biaya transportasi dan biaya hidup selama pengobatan di Surabaya. Kurir Sedekah Rombongan mengetahui perjalanan pengobatan dan kesulitan yang dialami ibu Rosita. Bantuan telah disampaikan dan dipergunakan untuk biaya pengobatan, biaya transportasi dan biaya hidup selama pengobatan. Saat ini ibu Rosita masih menunggu jadwal untuk melakukan kontrol pasca operasi. Ibu Rosita dan keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga ibu Rosita bisa segera sembuh dan menjalani aktivitas sehari-hari lagi. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.070.000 ,-
Tanggal : 13 Februari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bu Rosita menderita kanker serviks


AFRYN DIKA RHAMDHAN, (4, Hydrocephalus) Alamat Dusun Rowotamtu RT/RW 002/007, Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Adik Afryn adalah anak pertama dari pasangan muda Bapak Feri Fadli (21) dan Ibu Yayik Desi Hermawati (21) yang lahir di Puskesmas Rambipuji Tanggal 28 Juni 2013. Adik Afryn mengalami sakit Hydrocephalus sejak umur 4 bulan yang orang tuanya tidak merasakan bahwa anaknya mengalami sakit Hydrocephalus.Ibunya hanya merasakan bahwa Afryn sering demam, sulit tidur, dan sering menangis tengah malam. Setelah umur satu tahun kepala Adik Afryn makin membesar, oleh pihak keluarga langsung dibawa ke Puskesmas untuk mengetahui sakit yang dialaminya.Dan ternyata diagnosa dokter menyatakan bahwa Afryn mengalami Hydrocephalus.Orang tuanya pun kebingungan karena keterbatasan perekonomian yang tidak mendukung untuk melanjutkan pengobatan.Setahun lalu keluarga kecil yg masih menumpang tinggal di rumah orang tua tersebut sempat beberapa kali mendapat tawaran pengobatan gratis,bahkan sempat dirawat inap di sebuah RS swasta di Jember.Tapi lagi-lagi rasa bahagia keluarga kecil ini harus tertunda setelah rawat inap selama 5 hari diperbolehkan pulang tanpa ada tindakan operasi sesuai apa yg telah dijanjikan sebelumnya.Sambil menunggu dirumah,pasangan suami istri ini hanya mampu berserah kepada Allah Subhanahuwata’ala sambil merawat Adik Afryn yg setiap hari bertambah besar ukuran kepalanya yg disebabkan oleh kelebihan cairan otak.Bapak Feri Fadli (21) Orang tua Adik Afryn bekerja sebagai buruh serabutan yang pekerjaannya tidak menetap yang hanya menunggu orang yang membutuhkan tenaga kerjanya,beliau harus kembali bekerja untuk memenuhi kebutuhan susu si bayi.Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Adik Afryn ini setelah mendapatkan info dari keluarga pasien dampingan Sedekah Rombongan lain yg kebetulan masih tetangga.Saat itu juga Kurir Sedekah Rombongan langsung mengurus Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI Kelas III untuk Adik Afryn agar meringankan beban keluarga untuk berobat dan perawatan di Rumah Sakit.Alhamdulillah setelah kami berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah syaraf yg menangani kasus Hydrocephalus,saat itu juga Adik Afryn kami evakuasi ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk segera mendapat perawatan karena kepalanya semakin membesar. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Adik Afryn. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi selama di RSUD Dr. Soebandi Jember dan pembelian susu. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat dari Allah Subhanahuwata’ala …Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 965

Jumlah Santunan : Rp. 863.000,-
Tanggal :  27 Maret 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Afryn menderita hydrocephalus


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1272 SR , Biaya Operasional Maret 2017 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo  dan Banyuwangi. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Tap Oli dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari pada donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 965

Jumlah santunan: Rp.6.725.000,-
Tanggal: 31 Maret 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Biaya operasional Maret 2017


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Operasional RSSR Maret 2017 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR).  Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk Sewa Rumah Singgah dan keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan selama pasien dan keluarga pasien menginap sementara di rumah singgah di saat menunggu masa pengobatan di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, yaitu selama bulan Maret 2017. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 965

Jumlah Santunan : Rp. 61.119.000,-
Tanggal :  29 Maret 2017
kurir : @yudhoari  @viandwiprayugo

Biaya operasional Maret 2017


SENIMAN BIN ASNAWI, (29, Combus) Alamat Jl Sukowono RT/RW 008/002, Desa Sukowono, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Seniman adalah seorang pekerja kuli bangunan di Bali yang bekerja untuk menghidupi seorang istrinya Surtiya (24) dan anaknya Siti Anisha Oktavia (4). Seniman saat bekerja mengalami kecelakan kerja saat memasang colokan kabel dan tiba – tiba Bapak Seniman tersengat Listrik sehingga tangan dan anggota badan lainnya mengalami luka bakar yang parah dan tidak tersadarkan diri. Setelah itu Bapak Seniman langsung dilarikan ke RSUD Sanglah Bali untuk perawatan, dan oleh pihak Dokter RSUD Sanglah Bali Bapak Seniman harus menjalankan Operasi untuk pengobatan Seniman tetapi  Bapak Seniman tidak mau di Operasi karena terbentur dengan Kondisi Ekonomi dan terpaksa Bapak Seniman di pulangkan ke tempat tinggalnya Bondowoso. Setelah itu selang 3 hari Kondisi Bapak Seniman melemas dan dilarikan ke RSUD Dr. Koesnadi Bondowoso untuk perbaikan kondisi, dan Oleh Dokter dari RSUD Dr. Koesnadi Bondowoso Bapak Seniman disarankan untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut karena kondisi Luka Bakar yang di alami beliau parah dan membutuhkan perawatan lanjutan. Setelah di sampai di IGD RSUD Dr. Soebandi Jember Bapak Seniman dirawat dan harus menjalankan Rawat inap untuk perbaikan kondisi yang melemas. Selang 10 hari kondisi Bapak Seniman ada perkembangan dan oleh pihak Dokter Dr. Soebandi Jember dijadwalkan untuk Operasi. Selang lima hari tempat pada hari penjadwalan Operasi tiba, beliau memasuki ruang Operasi tetapi ada salah satu Dokter tidak sanggup untuk menjalankan operasi, karena kondisi luka bakar sangat parah. dan oleh pihak keluarga Bapak Seniman terpaksa di pulangkan secara paksa, dan kondisi perekonomian tidak mendukung untuk membayar biaya selama perawatan di Dr. Soebandi Jember. Keluarga beliau bertemu dengan salah satu Kurir Sedekah Rombongan dan meminta pertolongan untuk masalah pembayaran biaya selama di RSUD Dr. Soebandi Jember. Setelah itu Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Seniman saat terbaring lemas di ruang Mawar tempat ruang inap dan Kurir Sedekah Rombongan menanggung biaya selama Dr. Soebandi Jember. Setelah itu Kurir Sedekah Rombongan membawa Bapak Seniman untuk dirujuk ke Rumah Sakit Swasta yaitu RSUD Paru Jember untuk menjalankan Operasi, karena kondisi yang dialaminnya semakin serius. Tepat pada tanggal 29 Maret 2017 pukul 21.30 WIB Bapak Seniman menjalankan Operasi di salah Satu rumah sakit Swasta di Jember RSUD Paru Jember. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Bapak Seniman. Santunan yang diberikan untuk pembayaran biaya perawatan, rawat inap selama di RSUD Dr. Soebandi Jember dan Pembelian Cairan Albumi. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Bapak Seniman dan dapat pulih kembali. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala . .  Amin..

Jumlah Santunan : Rp. 11.249.000,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pak Seniman menderita combus


EFIAGUSTIA NINGSIH, (21, Tumor Payudara) Alamat Dusun Koncer Malang RT 001 RW 001, Desa Koncer Darulaman, Kecawatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Pada awal mula sakit terdapat benjolan di payudara sebelah kanan, dan setelah diperiksakan dirumah sakit Dr. Koesnadi Bondowoso diagnosa Dokter menyatakan bahwa Mbak Efi mengalami penyakit tumor payudara dan dijadwalkan operasi untuk pengangkatan tumornya. Dan sudah dilaksanakan pengangkatan tumornya pada tanggal 03 Oktober 2016 dan sekarang kondisinya sudah membaik, tinggal menjalanin rawat jalan. Mbak Efi tergolong keluarga tidak mampu yang tinggal dirumah bambu di desa Koncer Darulaman. Putri dari pasangan Bapak Musyawir (55) yang bekerja sebagai pedang sayur-sayuran, dan Mbak Akma (51) yang bekerja sebagai Ibu rumah tangga. Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan Mbak Efi yang sedang kesulitan untuk membayar tangguan BPJS selama 3 bulan. Dan Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Mbak Efi untuk Akomodasi Pembayaran BPJS selama 3 bulan. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Mbak Efi, dan Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat oleh Allah Subhanahuwata’ala . .  Amin..

Jumlah Santunan : Rp. 560.000,-
Tanggal : 8 Maret 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Efi menderita tTumor payudara


SUGENG CAHYADI PRASETIAWAN, (38, Kanker Testis) Alamat Perum Taman Gading Blok RR-15, RT/RW 001/036, Desa Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sugeng panggilannya, Sugeng mengalami sakit Kanker kurang lebih dua tahun. Awalnya Bapak Sugeng ini mengalami kesakitan saat buang air kecil dan akhirnya Bapak Sugeng di bawa ke Puskesmas terdekat untuk mengetahui sakit yang dialaminya. Setelah sampai di Puskesmas Dokter menyatakan bahwa Bapak Sugeng mengalami sakit Infeksi saluran kemih dan akhirnya oleh pihak puskesmas disarankan untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk mendapatkan perawatan lanjutan tetapi Bapak Sugeng tidak menlanjutkan pemeriksaan karena keterbatasan biaya. Setelah satu tahun berlalu kondisi Bapak Sugeng munurun dan testisnya mulai membesar lalu Bapak Sugeng dibawa ke Dr. Soebandi Jember oleh Kakaknya Bapak Jumali (45) dan setelah sampai di RSUD Dr. Soebandi Jember beliau diperiksa dan diagnosa Dokter menyatakan Bapak Sugeng mengalami sakit Kanker Testis. Beliau akhirnya menjalankan rawat inap untuk perbaikan kondisi, setelah empat hari menjalankan rawat inap di RSUD Dr. Soebandi Jember Bapak Sugeng di pulangkan karena keterbatasan biaya karena Bapak Sugeng tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Saat ini beliau dirawat dengan Kakaknya Bapak Jumali (45) yang bekerja sebagai tukang las yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari teman Kurir Sedekah Rombongan bahwa Bapak Sugeng memerlukan bantuan. Selang satu hari Kurir Sedekah Rombongan langsung bersilahturahmi ke tempat tinggal Bapak Sugeng yang terbaring lemas di tempat tidurnya. Dan pada saat itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Bapak Sugeng. Santunan yang diberikan untuk pembelian susu. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Bapak Sugeng dan bisa segera sembuh dan menjalani aktivitas sehari-hari lagi. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 560.000,-
Tanggal : 4 Maret 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pak Sugeng menderita kanker testis


SURATMA BINTI IWAN, (72, Korban Tabrak Lari) Alamat Jl. Mahoni RT/RW 001/007, Desa Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Mbah Suratma, begitulah para tetangga memanggilnya. Diusianya yang telah memasuki usia senja ini beliau tidak bisa menikmati masa tuanya dengan indah. Hal ini dikarenakan beliau mengalami sakit Stenosis atau biasa disebut tulang kejepit. Hal ini terjadi karena kecelakaan yang dialaminya beberapa tahun yang lalu. Kecelakaan ini terjadi saat beliau hendak pergi ke rumah saudaranya dengan berjalan kaki. Namun saat di tengah perjalanan beliau tertabrak sepeda motor dari belakang. Hal ini membuat syaraf pada pinggangya terjepit. Sudah dua tahun ini pasca kecelakaan yang dialami beliau hanya bisa tergeletak di tempat tidurnya. Entah ada kerusakan organ tubuh apalagi yang beliau alami, karena setelah kejadian itu beliau tidak mampu pergi ke dokter karena terkendala biaya untuk  berobat, walau sebenarnya mbah Suratma memiliki jaminan kesehatan BPJS. Jangankan untuk berobat,  untuk keperluan sehari-hari saja Mbah Suratma hanya mengandalkan anaknya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Anaknya pun harus membanting tulang memenuhi kebutuhan keluarganya, karena suaminya juga sakit dan tidak bisa mencari nafkah. Sedekah Rombongan sangat memahami keadaan yang dirasakan Mbah Suratma. Alhamdulillah santunan lepas titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp 500.000 dan digunakan  untuk biaya berobat dan membantu kebutuhan sehari-hari. Tidak lupa mbah Suratma mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas bantuan sedekaholics yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Maret 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pak Suratma seorang korban tabrak lari


CATUR DARYANTO, (39, Dhuafa) Alamat Ling Sadengan RT/RW 024/002, Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur.  Mas Catur biasa dipanggil, Mas Catur adalah seorang tukang bersih – bersih Masjid. Mas Catur ini mengalami kebutaan sejak berumur 23 tahun, dahulu sudah berobat kemana-mana tetapi tidak juga sembuh. awal mula kebutaannya beliau sewaktu masih umur 20 tahun Mas Catur ini bekerja pengangkut batang kayu sengon sehingga otot pundak dan otot bola matanya ikut mengalami tegang karena membutuhkan otot yang sangat kuat dan mengakibatkan bola matanya rabun. berhubung terkendala masalah dana maka mas Catur ini memeriksakannya dengan jalan pengobatan alternatif setelah berobat penyakitnya tak kunjung sembuh. lama kelamaan pengelihatannya mengalami gangguan dan sampai mengalami kebutaan. Bapak Catur saat ini hanya tinggal sendiri dirumah kost. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari teman Kurir Sedekah Rombongan bahwa Mas Catur tukang pembersih masjid memerlukan bantuan, Kurir Sedekah Rombongan langsung bersilahturahmi dan pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics, merasakan kesulitan beliau dan memberikan bantuan. Santunan yang diberikan untuk kebutuhan sehari – hari Mas Catu. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Mas Catur selalu diberi kesehatan dan dalam lindungan yang Maha Kuasa serta dipermudah dalam segala Hal. Amin. . .

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Maret 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bantuan tunai


HIKMAHTUL JANNAH DAN NURUL JANNAH, (4, Tunarungu) Alamat Dusun Gujuran Timur RT/RW 001/010, Desa Suco Pangepok, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Jawa Timur.  Hikmatul Jannah dan Nurul Jannah adalah anak kembar yang biasa di panggil Hikmah dan Nurul yang mengalami gangguan pendengaran sejak lahir. Sejak awal, Hikmah dan Nurul lahir dengan kondisi tidak normal dengan berat 1,3kg sehingga mengharuskannya berada di inkubator selama satu bulan di RSUD Dr. Soebandi Jember. Setelah usia Hikmah dan Nurul memasuki umur dua tahun, Hikmah dan Nurul tidak dapat mendengar ucapan orang tuanya dan tidak bisa berbicara. Orang tuanya pun tidak menyangka kalau anaknya menderita gangguan pendengaran. Setelah itu Hikmah dan Nurul memasuki usia tiga tahun masih tidak ada perkembangan, suara ucapan orang tuanya masih belum terdengar dan mereka berdua tidak bisa berbicara. Orang tua Hikmah dan Nurul membawanya ke Puskesmas untuk mengetahui sakit yang dialami kedua buah hatinya, dan oleh Dokter Puskesmas tersebut menyatakan bahwa Hikmah dan Nurul mengalami Tunarungu yang perlu membutuhkan alat dengar supaya Hikmah dan Nurul dapat mendengarkan suara yang belum ia dengarkan. Hikmah dan Nurul adalah anak dari pasangan Ibu Fuzayyanah (28) sebagai Ibu Rumah tangga yang merawat buah hatinya dan Bapak Abd Rahman (33) yang bekerja sebagai buruh tani di Desanya yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari untuk keluarganya. Keluarga Hikmah dan Nurul bertemu dengan Kurir Sedekah Rombongan bahwa buah hatinya memerlukan bantuan berupa alat dengar untuk bisa mendengar suara. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Hikmah dan Nurul. Santunan yang diberikan berupa alat bantu dengar dua pasang untuk Hikmah dan Nurul. Semoga santunan yang diberikan dapat bermanfaat bagi Hikmah dan Nurul untuk bisa mendengar pada Aktivitas sehari-harinya. Dan Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat dari Allah Subhanahuwata’ala . .  Amin..

Jumlah Santunan : Rp. 14.664.000,-
Tanggal : 17 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bantuan alat bantu dengar


NOVALDA INAYATUS SYARIFAH, (4, Infeksi Usus) Alamat JL. MT. Haryono GG. Demak RT/RW 001/002, Desa Wirolegi, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Novalda Inayatus Syarifah namanya biasa dipanggil Alda, Adik Alda mengalami sakit Infeksi usus sejak tiga bulan. Awal mula sakit Adik Alda mengalami kesakitan dibagian perutnya dan tidak nafsu makan sehingga kondisi badannya melemah. Setelah itu Adik Alda dilarikan ke Puskesmas terdekat oleh keluarganya untuk pemeriksaan awal dan oleh pihak Puskesmas Adik Alda harus dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut sesampai dirumah sakit, diagnosa dokter menyatakan Adik Alda mengalami sakit Infeksi Usus dan sehingga harus menjalani rawat inap. Setelah rawat inap selama Tujuh Hari, Kondisi Adik Alda semangkin membaik dan di perbolehkan pulang, karena Adik Alda memiliki Jaminan Kesehatan berupa JKN-KIS NON PBI Kelas III akhirnya Adik Alda tidak mengeluarkan biaya apapun sehingga meringankan beban keluarganya. Adik anak dari pasangan Ibu Faridatul Ma’rufah (24) dan Bapak Ansori (25) yang bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari bagi keluarganya. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari teman dari Kurir Sedekah Rombongan bahwa Adik Alda memerlukan dampingan karena dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan langsung bersilahturahmi ke tempat tinggal Adik Alda untuk membantu transportasi dan perawatan dirumah sakit. Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Adik Alda. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk pembelian Susu dan tranportasi ke rumah sakit. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 580.000,-
Tanggal : 15 Maret 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Alda menderita infeksi usus


MUHAMMAD RESKY PUTRA QIERA, (4, Kelainan Tulang) Alamat Jl Piere Tendean RT/RW 022/004, Desa Badean, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.  Resky biasa ia sapa. Adik Resky mengalami kelainan tulang sejak lahir yaitu kelebihan pertumbuhan tulang dia dua tangan dan kedua kaki. Setelah Adik Resky menginjak umur tiga tahun, Adik Resky dibawa ke RSUD Bhayangkara Bondowoso untuk mengetahui sakit yang dialaminya dan oleh Diagnosa Dokter menyatakan Adik Resky mengalami Osteochondroma. Osteochobdrona adalah pertumbuhan berlebih dari tulang rawan dan tulang yang terjadi pada ujung tulang dekat lempeng pertumbuhan. Paling sering, itu mempengaruhi tulang panjang di kaki, panggul, atau tulang belikat. Osteochondroma adalah yang paling umum pertumbuhan tulang non-kanker. Setelah itu Keluarga mengurus Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI Kelas III supaya mempemudah dalam pembiayaan selama pengobatan adik Resky. Setelah memiliki Jaminan Kesehatan Adik Resky meminta rujukan dari Puskesmas terdekat ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut dan oleh Dokter RSUD Soebandi Jember Adik Resky dijadwalkan Operasi pada Bulan Juli 2017. Adik Resky Anak dari Pasangan Ibu Riski (27) dan Bapak Candra (31) yang bekerja sebagai penjual nasi Goreng yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Resky dan keluarga Resky meminta bantuan selama pendampingan selama di RSUD Dr. Soebandi Jember. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Resky. Santunan yang diberikan untuk pembayaran tunggakan BPJS dan Akomodasi selama dirumah sakit Dr. Soebandi Jember. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Adik Resky dan Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti dari Allah Subhanahuwata’ala …Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.380.000,-
Tanggal : 13 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Rezky menderita kelainan tulang


MUHAMMAD FAIZAL AFANDI, (3, Tumor Otak) Alamat Dusun Gumuk Kerang RT/RW 003/015, Desa Ajung, Kecamatan, Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Muhammad Faizal Afanda, biasa di panggil Faizal. Adik Faizal mengalami penyakit Tumor Otak yang di derita sejak umur dua tahun. Awalnya Adik Faizal mengalami benjolan kecil di kepalanya dan sering mengalami kesakitan dikepalanya disetai pusing dan lemas, tetapi tidak diperiksa ke Dokter karena orang tuanya tidak memiliki biaya untuk membawanya ke Puskesmas dan tidak memiliki kartu jaminan kesehatan. Adik Faizal hanya diberi obat-obatan biasa yang bisa di beli di toko – toko. Setelah enam bulan berlalu benjolan yang berada di kepala adik Faizal semakin membesar hingga sekarang yang orang tuanya tidak tau anaknya menderita sakit yang dialaminya. Setelah itu ada warga sekitar melaporkan kepada Kurir Sedekah Rombongan bahwa Adik Faizal memerlukan dampingan untuk berobat karena dari keluarga benar benar tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi rumahnya dan melihat kondisi Adik Faizal. Setelah itu Kurir Sedekah Rombongan mengetahui kondisinya, Adik Faizal langsung di evakuasi ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk perawatan dan pengobatan. Setelah itu diagnosa dokter menyatakan bahwa Adik Faizal mengalami Tumor Otak. Adik Faizal anak dari pasangan Ibu Khoriyah (31) dan Bapak Tono (45) yang bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentu. Pada tanggal 17 Februari 2017 tepat pada pukul 13.23 WIB Adik Faizal menghebuskan nafas terakhirnya di RSUD Dr. Soebandi Jember dan akhirnya meninggal Dunia. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Adik Faizal. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi selama di RSUD Dr. Soebandi Jember dan Santunan kematian. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan untuk kebutuhan pengajian Alm Adik Faizal dan Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpah ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala . .  Amin..

Jumlah Santunan : Rp. 1.625.000,-
Tanggal : 17 Februari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Faisal menderita tumor otak


SULIHAH BINTI MOH SUKRI (55, Kanker Payudara). Alamat : Kampung Murlaok RT 2/6,  Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan Madura, Provinsi Jawa Timur. Bu Lihah, begitu sapaan akrabnya oleh para tetangga dan pelanggan bubur dagangannya. Bu lihah adalah Janda dengan satu anak. Sekitar 4 bulan lalu ia mengeluhkan sakit di bagian payudaranya. Terdapat benjolan di bagian payudara sebelah kiri dan mengeluarkan darah serta cairan kuning dari bagian putingnya. Ketika kurir Sedekah Rombongan berkunjung ke rumah bu Lihah, beliau juga menuturkan bahwa payudaranya mengalami pembengkakan selama beberapa bulan terakhir. Pihak kerabat terdekat mengantar bu Lihah unutk periksa ke Puskesmas dan kemudian oleh pihak Puskesmas dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkalan untuk menjalani operasi pengangkatan kankernya. Pengobatan yang dilakukan dengan menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas III. Meski begitu bu Lihah mengeluhkan besarnya biaya transportasi untuk berobat dari rumah ke rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan berkesempatan untuk membantu bu Lihah dengan menyampaikan bantuan biaya transportasi dan biaya obat di luar BPJS. Operasi sudah dilakukan dan kondisi bu Lihah pasca operasi mulai membaik. Saat ini bu Lihah sedang menunggu jadwal kemoterapi yang akan dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan yang Sedekah Rombongan sampaikan juga meliputi biaya transportasi bu Lihah dari Madura ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 977. Bu Lihah sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini ia masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 16 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @vanmadura @masyrifahhatib @hrosania

Bu Lilah menderita kanker payudara


RIFAI BIN SATURI (49, Dekompensasi Kordis). Alamat : Dusun Baktalbak Bandang Laok, RT7/3, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Pak Rifai sudah lama menderita penyakit  jantung. Beliau juga sering memeriksakan kondisinya ke poli rawat jalan Puskesmas Kokop dengan mengandalkan jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) yang dimiliki. Kondisi beliau beberapa hari yang lalu mengalami sesak nafas, kaki dan skrotumnya membengkak. Pak Rifai dan istrinya, Buspiyeh (44) yang bekerja sebagai buruh tani mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan untuk biaya berobat ke rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk pak Rifai agar bisa melanjutkan pengobatan di RSUD Bangkalan. Beberapa hari setelahnya, kondisi pak Rifai menurun. Kami mendapat kabar bahwa pak Rifai telah menghembuskan nafas terakhirnya, meninggalkan kita untuk selama-lamanya.  Sedekah Rombongan turut berbela sungkawa atas kepergian almarhum. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan yang dipergunakan untuk biaya pengobatan sebelumnya dan biaya pemakaman. Keluarga almarhum mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura Nuris @chococheese28

Pak Rifai menderita dekompensasi kordis


JALALUDDIN BIN MOHAMMAD SAID (53, Diabetes Mellitus). Alamat : Jl. RE Martadinata, RT 7/9, Kelurahan Mlajah, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Bermula ketika pak Jalaluddin mengalami kecelakaan kaki sebelah kiri retak, kemudian keluarga membawanya ke Rumah Sakit Bangkalan. Tim medis menganjurkan  operasi untuk mengatasi kaki sebelah kiri yang mengalami retak. Pak Jalaluddin melakukan operasi pemasangan pen dengan biaya dibantu oleh Jasa Raharja. Perawatan tidak sampai disitu saja, karena ia memiliki penyakit diabetes sejak lama luka post operasi pemasangan pen di kaki sebelah kiri pak Jalaluddin tak kunjung sembuh, maka dari itu keluarga membawanya ke salah satu klinik rawat luka modern di Bangkalan. Biaya yang dikeluarkan tidak sedikit, selama 4x perawatan keluarga pak Jalaluddin mengeluarkan biaya 1,2 juta. Kondisi lukanya semakin membaik. Awal februari lalu pak Jalaluddin mendapatkan cobaan lagi, beliau terjatuh ketika mengambil air minum, akhirnya luka yang semula dikaki kiri, menjalar ke bagian lutut atas. Keluarga memutuskan untuk membawanya ke RSUD Syamrabu Bangkalan untuk dilakukan perawatan luka lagi. Saat itu kondisi pak Jalaluddin lemah dan dokter memutuskan untuk dilakukan rawat inap dirumah sakit. Setelah itu ia disarankan kontrol di poli ortopedi seminggu sekali, hingga pada pertengahan februari dokter memutuskan pak Jalaluddin harus mendapatkan perawat luka di ruang operasi karena telah terjadi infeksi. Pak Jalaluddin merupakan tulang punggung bagi keluarganya bersama sang istri Nurhayati (47) ia dikaruniai 4 orang anak. ia bekerja sebagai tukang sapu di salah satu kantor pemerintahan di Bangkalan, ia lakoni untuk menghidupi istri dan anak-anaknya, namun sekarang beliau harus berhenti bekerja semenjak mendapatkan musibah kecelakaan yang menimpa beliau. Isterinya sehari hari berjualan gorengan di kantor DPRD Bangkalan. Pak Jalaluddin pernah terdaftar dalam keanggotaan jaminan kesehatan Sehati Bangkalan sehingga untuk biaya pengobatan dan operasi bisa ditanggung oleh pemerintah daerah, namun kendala lain muncul ketika mereka dihadapkan kepada biaya perawatan luka, karena luka yang semakin meluas biaya pun membengkak, uang modal jualan terpaksa dipakai untuk membiayai perawatan luka pak Jalaluddin. Sekali pengobatan keluarga mengeluarkan biaya sebesar 700 ribu sedangkan pak Jalaluddin harus mendapatkan 2 kali pengobatan, biaya yang harus dikeluarkan keluarga 1,4 juta selama seminggu, belum lagi biaya hidup sehari hari pak Jalaluddin dan keluarga. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka. Bantuan awal pun disalurkan langsung kepada Pak Jalaluddin dan keluarganya. Semoga Pak Jalaluddin di berikan kesembuhan sehingga bisa kembali beraktivitas kembali seperti sediakala untuk menghidupi anak dan istrinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 10 Februari 2016
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura @hafnirosania

Pak Jalaludin menderita diabetes melitus


NURUL JAMILAH (10, Disabilitas). Dusun Duko Tambin, RT 6/2, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Jamilah, begitu panggilannya terlahir normal dengan berat badan 3,2 kg. Saat usianya menginjak 16 bulan, Jamilah sakit panas yang disertai dengan kejang-kejang. Saat itu, orang tuanya membawa jamilah ke RSUD Bangkalan, dan ia menjalani rawat inap selama 7 hari. Setelah sembuh, Jamilah tidak lagi dibawa ke RSUD untuk memeriksakan perkembangan kesehatannya karena terbentur masalah biaya dan juga tidak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun. Saat panas dan kejang, Jamilah hanya diberi obat penurun panas biasa sedangkan kejang-kejangnya dibiarkan saja. Ayahnya (Alm.Hosen) telah meninggal sejak Jamilah berusia 2 tahun. Ibunya (Siti Tori’ah) berprofesi sebagai ibu rumah tangga yang tidak bekerja karena harus menjaga Jamilah di rumah. Kondisi saat ini Jamilah tidak bisa berjalan, tidak bisa bicara, tangan kirinya kaku, berat badannya tidak sesuai dengan usianya dan ia tidak bisa berjalan dengan normal. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Jamilah. Bantuan telah disampaikan, berupa kebutuhan anak dan sembako untuk pemenuhan kebutuhan gizi anak serta modal untuk sang ibu berjualan gorengan di rumah. Jamilah dan bu Siti merasa terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan Semoga bantuan ini bisa meringankan beban untuk Jamilah dan keluarga. Aamiin

Jumlah santunan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 3 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura @chococheese28

Bantuan berupa kebutuhan anak, sembako dan modal usaha


MUSRIPAH BINTI PAAT (54, Ca Mamae). Alamat : Kampung Palongan, RT 1/1, Kelurahan Larangan Sorjan, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Bermula dari tumbuhnya benjolan di bagian payudara bu Ipah, namun tidak terasa nyeri sehingga dibiarkan saja tidak diperiksakan ke dokter karena terkendala biaya dan beliau tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Bu ipah dan suaminya Pak Rasyid pernah bekerja sebagai pedagang sayur di Pasar Keramat Jati Jakarta Timur, untuk menghidupi kedua anaknya yang masih sekolah di kampung halaman. Anak sulung mereka, Agus (21) sempat mengenyam pendidikan di bangku perkuliahan. Namun setelah orang tuanya sakit dan kembali pulang ke Madura, dia terpaksa berhenti kuliah karena ketiadaan biaya. Adiknya yang duduk di  bangku SMP masih terus melanjutkan sekolah dibantu oleh keluarga bu Ipah. Selama 2 tahun belakangan bu Ipah mengalami sakit pada bagian payudara. Tubuh bu Ipah sangat kurus karena tidak nafsu makan, dan sangat sesak saat bernafas sehingga setiap malam kesulitan tidur. Kondisi bu Ipah semakin menurun, hingga pada bulan november sehingga bu Ipah harus dibawa pulang ke Bangkalan, kemudian diperiksakan ke laboratorium. Hasil pemeriksaan, bu Ipah menderita ductal carsinoma mamae suspek malignancy. Dari hasil laboratorium tersebut, dari RS Syamrabu bu Ipah dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk segera mendapat tindakan kemoterapi. Namun karena kondisi bu Ipah yang lemah belum memungkinkan untuk kemoterapi, sehingga diarahkan untuk kembalikan lagi ke RS Syamrabu Bangkalan untuk pemulihan fisik persiapan kemoterapi. Setelah beberapa hari dirawat bu Ipah sudah menunjukkan perkembangan untuk siap dibawa ke Surabaya lagi. Namun Allah berkehendak lain, pada dini hari tgl 20 Februari bu Ipah dipanggil oleh Allah SWT. Sedekah Rombongan turut berbela sungkawa atas kepergian almarhum. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan yang dipergunakan untuk biaya pengobatan sebelumnya dan biaya pemakaman. semoga bantuan dari sedekah rombongan bermanfaat untuk keluarga alm. bu Ipah dan amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000
Tanggal :  21 Februari 2017
Kurir: @Wahyu_CSD  @vanmadura Nuris

Bu Musripah menderita ca mamae


JANUAR DAFFA MAULANA (3, Ichtyosis Lamelar). Alamat : Dsn. Gunung Mas RT02/1, Kec. Manyaran, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Daffa begitu biasa dipanggil memang menderita kelainan kulit ini sejak lahir serta sempat menghambat tumbuh kembang dan psikologisnya. Penyebabnya kelainan kromosum yang membuat Daffa tak memiliki pori-pori sehingga dia pun tak bisa berkeringat. Lahir premature di usia 6 bualan kandungan juga membuat Daffa mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya.  Sampai saat ini Daffa masih rutin chek up ke poli kulit dan kelamin RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Bulan ini keluhan pada kondisi Daffa, bukan masalah kondisi kulitnya, melainkan kesehatannya. Seperti anak pada umumnya, pengaruh cuaca menyebabkan Daffa terserang flu dan batuk. Untuk perawatan kulitnya, tetap disananakan penggunaan cream khusus vasline noroid cream, olive oil serta sering mandi tanpa sabun. Terapi kukit untuk kasus seperti Daffa ini memang hanya menjaga kelembaban kulit saja.  Untuk proses tumbuh kembangnya saat ini, kondisi Daffa mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik. Baik kemampuan fisik maupun verbalnya. Untuk terus memantau perkembangannya, Daffa diharuskan chek up rutin paling sedikit sebulan sekali. Bulan depan dokter mengagendakan untuk dikonsulkan ke Dokter specialist anak, kebetulan Dokter inilah yang 3 tahun lalu juga menangani Daffa pada saat baru lahir dan dirawat di ruang NICU selama 3 bulan. Daffa adalah putra pertama pasangan Bapak Yulianto Pambudi dan Ibu Rahning Puspitasari. Saat ini ayahnya Daffa bekerja sebagai buruh pabrik demi membiayai pengobatan Daffa. Daffa memang pengguna BPJS MANDIRI,  akan tetapi sebagian besar  obat belum tercover oleh jaminan kesehatan. Belum lagi untuk perawatan khusus kulit Daffa sehari-hari membutuhkan biaya yang tak sedikit.  Untuk kebutuhan hal tersebut, #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk keluarga ini. Sampai saat ini  kita tetap mendampingi pengobatan serta kontrol rutinnya. Semoga ke depan upaya ini semakin memberikan progress yang positip untuk kesembuhan sakit yang di alaminya.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 07 Februari 2017
Kurir : @Mawan@Nonis

Yanuar menderita ichtyosis lamelar


KARTINI BINTI SAMIYO (57, Ca Mammae), Alamat : Dsn Blimbing 02/07 , Ds.Ngadirojo Kidul, Kec. Ngadirojo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Hampir dua tahun jadi pasien dampingan kita. Pertama kali kita handle kondisi payudara sebelah kanan membengkak 3 kali lipat dari payudara sebelah kiri, karena sudah terjadi peradangan dengan kondisi luka berlobang menganga di beberapa tempat, berdarah dan bernanah. Kondisi seperti itu sudah 9 bulan beliau derita. Seteah menjalani 3 kali kemoterapi dan luka mongering, akhirnya tindakan operasi pengangkatan payudara berani dilakukan. Pasca operasi pengangkatan payudara, dilanjudkan 6 kali kemoterapi. Setelah menjalani 9 kali kemoterapi dan dari hasil evaluasi menunjukkan perkembangan yang lebih baik, dokter memutuskan untuk mengganti kemoterapi infuse menjadi kemoterapi obat. Kini Bu Kartini rutin jalani kemoterapi obat. Ada kondisi Bu Kartini yang cukup mengkhawatirkan saat ini. Tangan kanan terjadi pembengkakan,dan bulan ini Bu Kartini diminta menjalani test lab untuk memastikan kondisinya. Dari hasil lab tersebut diketahui bahwa kondisi pasien masih memungkinkan untuk melanjudkan minum obat kemoterapi. Bu Kartini yang kesehariannya hanya tinggal dirumah saja menumpang di rumah anaknya. Kebetulan kehidupan anaknya pun tak jauh beda dengan keadaan Bu Kartini, artinya juga dari keluarga tak mampu. Saat ini Bu Kartini peserta BPJS Mandiri. #Sedekah Rombongan yang sudah hampir 2 tahun ini mendampingi, sangat membantu meringankan beban Bu Kartini. Semoga kondisi Bu Kartini kedepan jadi lebih baik lagi.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Februari 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Bu Kartini menderita ca mamae


LUTFHI ARYA FIRDAUS (2, Jantung + Hemangioma). Alamat : Dsn Pancuran RT 01/06, Desa Kaliancar, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov.  Jawa Tengah. Lutfhi mengalami masalah kesehatan sejak lahir. Terlahir dalam keadaan terlambat satu minggu dari jadwal kelahiran membuat bayi ini harus dilahirkan lewat proses dipacu. Karena ada masalah setelah kelahiran Lutfi langsung masuk dalam perawatan ruang inkubator selama 5 hari untuk menjalani perawatan dan fisiotherapi agar bisa menyusu tanpa alat bantu selang. Ternyata tak sampai situ saja, 7 hari setelah kelahirannya muncul bercak-bercak merah di beberapa bagian tubuhnya. Keluarga berharap bercak itu akan hilang seiiring bertambah usia. Tapi pada kenyataannya justru sebaliknya bertambahnya usia, bercak semakin banyak. Pertumbuhannya  juga lambat dan sering sakit-sakitan  dan dilihat secara sepintas memang seperti anak yang tak normal BB hanya 5 KG. Dari semua test yang dilakukan Lutfi didiagnosa menderita kelainan jantung dan hemangioma kapiler. Saat ini Lutfi masih rutin terapi obat jantung, sebulan sekali chek up untuk masalah jantungnya, sementara untuk fisioterapi rutin dilakukan seminggu 2 kali. Saat ini Lutfi mengkonsumsi obat jantung 2 kali sehari tak lagi sehari sekali. Rencananya bulan ini Lutfi akan menjalani operasi testis karena sering kesakitan saat buang air kecil. Dari hasil USG testis diketahui saluran kencingnya memang sempit hingga mengakibatkan infeksi saluran kencing. Awalnya operasi di jadwalkan tanggal 21 Februari 2017, tapi sayangnya saat masih dirumah tepatnya tanggal 12 Februari 2017 Lutfi mengalami penurunan kondisi, badan demam, diare dan untuk pertolongan tercepat dibawa ke RSUD Wonogiri. Sempat dirawat di RSUD Wonogiri selama 3 hari, kondisi tak kunjung membaik bahkan terjadi penurunan trombosit yang cukup drastis, 43.000 u/l. Akhirnya pihak RSUD merujuk Lutfi ke RSD.Moewardi Surakarta. Lutfi segera menjalani serangkaian test ulang, hasilnya cukup mengejudkan, Lutfi terdiagnosa Hemangioma DD Kassabach Merrit Syndrom yang mengakibatkan trobositopenia. Langkah yang diambil dokter untuk masalah hemangioma ini Lutfi harus menjalani kemoterapi. Ayah Lutfi, Pak Anton yang awalnya bekerja sebagai buruh serabutan, termasuk tukang batu belum lama ini juga mengalami kecelakaan kerja yang membuat Pak Anton tak bisa melanjudkan pekerjaan lamanya. Demi menyambung hidup untuk sementara Pak Anton bekerja sebagai cleaning servise di sebuah klinik swasta di Wonogiri. Sementara Ibunya, Siti Aisyah bekerja sebagai pelayan toko demi membantu meringankan kebutuhan keluarga. Apalagi dalam satu minggu Lutfi perlu bolak- balik ke RS 2 sampai 3 kali, tentunya membutuhkan biaya yang tak sedikit.  Lutfi saat ini peserta BPJS MANDIRI. Bantuan #SedekahRombongan ini untuk pendampingan dirasakan meringankan biaya pengobatan Lutfi. Harapan kita semoga, kondisinya semakin membaik.

Bantuan : Rp. 1.651.000,-
Tanggal : 23 Februari 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Luthfi menderita jantung + hemangioma


FARID ABDULLAH ( 1, Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik). Alamat :   Dsn. Tahunan RT 02/06, Ds. Sambirejo, Kec. Jatisrono, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah.  Farid begitu nama panggilannya, menderita beberapa kelainan, diantaranya kebocora jantung, sidaktil, bengkoknya pergelangan tangan kanan, serta tak memiliki daun telinga sebelah kanan. Bayi malang ini juga terlahir tanpa memiliki lubang anus (Atresia Ani).  Dua hari setelah dilahirkan Farid dirujuk ke RS Dr Moewardi Surakarta untuk menjalani operasi pembuatan stoma, atau saluran pembuangan sementara di perut sebelah kiri. Sementara untuk jantungnya, untuk saat ini Farid menjalani terapi obat jantung diiringi fisioterapi untuk membantu tumbuh kembangnya. Farid adalah peserta BPJS MANDIRI. Empat bulan pasca operasi pembuatan stoma Farid menjalani operasi pembuatan anus. Setelah sempat mengalami masalah pada anus, dan dilakukan operasi ulang, kini kondisi pasien sudah lebih baik, tetap menjalani control rutin untuk bisa memantau perkembangan pasien pasca operasi. Jika kondisi sudah memungkinkan akan dilanjudkan businasi rutin. Businasi dilakukan seminggu sekali di poli bedah anak RSD. Moewardi Surakarta, dan chek up sekaligus pengambilan obat jantung sebulan sekali. Untuk biaya akomodasi sudah barang tentu mereka tak mampu. Sebagai seorang terapis, Ayah Farid, Bapak Suharwin hanya bisa bekerja jika ada orang yang membutuhkan saja, tak setiap hari ada yang melakukan terapi. Sementara Ibunya Farid, Ibu Yessy hanyalah ibu rumah tangga saja. Merekapun tinggal masih menumpang di rumah kakek dan neneknya Farid. Bantu Farid memperjuangkan kesembuhannya. Keluarga Farid tak mengharap Farid memiliki fisik normal. Mereka hanya ingin Farid sehat seperti anak pada umumnya. Semoga saja Farid tak menemukan banyak kendala untuk proses pengobatannya nanti.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal :20 Februari 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Farid menderita atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik


DALIMIN BIN TARMO SUTARYO ( 62 , Tumor Pipi ). Alamat : Dsn Suwondo, RT 01/09, Ds. Gumiwang, Kec. Wuryantoro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Dalimin ini merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan yang juga sudah berjalan cukup lama. Pak Dalimin awalnya menderita tumor pipi selama hampir 11 tahun. Awalnya tim Dokter bedah onkologi tak berani melakukan pengangkatan tumor secara langsung. Akhirnya diputuskan dilakukan tindakan kemoterapi terlebih dahulu sebanyak 3 kali. Seleasi menjalani 3 kali kemoterapi akhirnya tumor berhasil diangkat dengan resiko yang cukup besar. Pasca operasi pengangkatan tumor pasien mengalami pendarahan hebat bahkan pingsan beberapa kali. Saat kondisi membaik kemoterapi dilanjudkan kembali selama 6 kali. Tak berhenti sampai disitu saja, jika sebelumnya kemoterapi dilakukan lewat media infuse maka pengobatan selanjudnya kemoterapi dengan minum obat. Bulan ini rencana sesuai rencana sebelumnya, pasien akan menjalani rongent dan USG untuk mengetahui perkembangan obat kemoterapinya sekaligus untuk melengkapi persyaratan tindakan radioterapi. Hasilnya cukup bagus dan pasien mulai mendapat rujukan untuk mengurus prosedur tindakan radioterapi. Dan mulai bulan ini juga Pak Dalimin menjalani radioterapi setiap hari Senin sampai Jumat. Pak Dalimin dijadwalkan menjalani fisioterapi sebanyak 33x. Keluarga Pak Dalimin saat ini peserta BPJS MANDIRI. Meskipun begitu mereka masih kesulitan untuk biaya akomodasi dan medikasi.Bantuan dari  #SedekahRombongan sangatlah meringankan keluarga Pak Dalimin.. Semoga kondisi Pak Dalimin semakin membaik.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 16 Februari 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Pak Dalimin menderita tumor pipi


EKO PRAYITNO (32, Retinoblastoma) Alamat : Dsn. Klego RT 01/08, Ds. Tirtosworo, Kec. Giriwoyo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Sudah dua tahun lebih ini mengidap Retinoblastoma di mata sebelah kiri. Awalnya hanya berupa benjolan kecil di sebelah mata kiri. Tapi lama kelamaan benjolan itu semakin membesar. Tahun 2015 lalu Eko sudah sempat berobat di RSD.MOEWARDI Surakarta. Bahkan sempat menjalani kemoterapi sebanyak enam kali. Kondisi juga sempat membaik. Namun karena kehabisan biaya pengobatan terhenti selama satu tahun. Sakit itu dibiarkan saja hingga akhirnya memperburuk kondisinya.  Tim dokter akhirnya memutuskan untuk melanjudkan kemoterapi dan radioterapi. Bulan ini setelah menjalani test lab, konsultasi dijadwalkan kemoterapi terakhir dan untuk selanjudnya  tindakan radioterapi karena radioterapi dijadwalkan bulan Maret mendatang. Sayangnya setelah kemoterapi terakhir ini Eko memutuskan untuk berhenti melakukan pengobatan karena justru semakin merasakan sakit dan memilih pasrah dengan kondisinya sekarang. Eko anak pasangan Pak Sutiman, 60 dan Ibu Sumiyen, 55 ini sebelum sakit juga bekerja sebagai seorang kuli bangunan. Namun, dua tahun lalu setelah menderita kanker itu Eko memutuskan untuk tidak bekerja. Orang tuanya juga hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Sekali jalan mereka butuh biaya 600 ribu sampai 800 ribu karena jarak rumah sampai RS sangat jauh, padahal mereka dalam sebulan 3 sampai 4 kali ke RS. Itu belum termasuk perlengkapan medikasi selama di rumah untuk perawatan luka. Keluarga Eko saat ini masih terdaftar sebagai peserta BPJS MANDIRI, artinya mereka masih harus membayar iuran tiap bulannya. Biaya yang tak sedikit tentunya, yang harus mereka keluarkan setiap bulannya. Bulan ini adalah bantuan sekaligus pendampingan terakhir dari #SedekahRombongan untuk Eko. Apapun keputusan pasien dan keluarga memang harus kita hormati, karena kita hanya sebatas membantu meringankan tak ada hak untuk memaksa berobat. Inshaallah semua tak ada yang sia-sia.

Bantuan : Rp 3.000.000,-
Tanggal : 22 Februari 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Pak Eko menderita retinoblastoma


RIAN JUNIOR ( 8, Atresia Ani ). Alamat : Dsn. Pasekan RT 01/02, Ds. Pasekan, Kec. Eromoko, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa. Rian begitu anak ini biasa di panggil, sejak lahir menderita kelainan. Terlahir tanpa memiliki anus atau Atresia Ani, selain itu juga menderita Down Syndrom. Rian lahir secara normal dibantu oleh bidan di Jakarta karena waktu itu ibunya memeng sedaang merantau di Jakarta. Ketidaknormalan Rian baru diitemukan saat  tahu bahwa Rian tak memiliki anus. Rian segera dirujuk ke RSCM untuk dialkukan tindakan operasi pembuatan stoma. Waktu itu untuk membiayai operasi Rian, ibunya rela menjual sebidang tanah, satu-satunya harta yang dimiliki ibunya Rian. Merasa semakin kesulitan ekonomi, dan tak mampu membiayai hidup di Jakarta, akhirnya Rian dibawa pulang kampung oleh ibunya dan memutuskan menetap di desa saja. Harusnya bayi atresia ani menjalani operasi pembuatan anus pada usia 4-6 bulan. Akhirnya setelah menunggu selama 8 tahun lebih Rian bisa menjalani operasi pembuatan anus. Saat ini Rian menjalani businasi rutin, bahkan lebih sering dari sebelumnya. Jika ukuran anus sudah sesuai dengan ukuran untuk anak seusianya akan segera dilakukan operasi penutupan stoma sekaligus penyambungan ususnya. Untuk tindakan businasi membutuhkan perlengkapan serta obatnya berupa gel pelumas. Sayangnya resep yang di berikan RS tak mencukupi kebutuhan businasi Rian, dan mau tak mau harus membeli lagi di apotik luar dengan biaya sendiri. Resep yang diberikan dokter hanya cukup untuk dua sampai tiga hari saja, sementara jadwal businasi Rian satu minggu sekali. Keluarga Rian memang memiliki KIS, tapi kondisi ekonomi yang memang benar-benar miskin membuat orang tua Rian hanya bisna pasrah. Ibunya Rian, Ibu Yatiem hanyalah seorang buruh tani dengan pendapatan yang sangat minim dan itupun tidak menentu. Pendapatan hanya 100 sampai 200 ribu per bulan, sehari-hari lebih sering makan tiwul karena jarang mampu membeli beras. Bisa dibayangkan dengan kehidupan mereka di tambah lokasi yang jauh di pelosok desa, serta tak ada akses kendaraaan umum membuat mereka tak mampu melanjudkan pengobatan. Atas dampingan #Sedekah Rombongan Rian dapat melanjudkan pengobatannya.

Bantuan : Rp. 1.218.000,-
Tanggal : 22 Februari 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Rian menderita atresia ani


WINANTI BINTI TAYAT, (20, Megacolon). Alamat : Dsn Pagersengon   RT 02/ 07, Ds. Selopuro, Kec. Batuwarno, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Winanti  sudah hampir 3 tahun berjuang untuk sembuh dari sakit Megacolon yang dideritanya di RS Dr.Moewardi Surakarta. Gadis kelahiran tanggal 10 Juni 1996 ini sebenarnya sudah menderita kelainan usus dari lahir, hanya saja baru terdeteksi di usia 17 tahun. Dari bayi Winanti selalu bermasalah dalam buang air besar. Kadang seminggu sekali,dua minggu bahkan sebulan sekali baru bisa buang air besar. Tiga tahun pula Winanti jadi pasien dampingan #Sedekah Rombongan. Empat kali operasi sudah di jalani tapi belum juga menunjukkan kemajuan. Beberapa tindakan pemeriksaan sudah dilakukan tapi tak membuahkan hasil juga. Sementar a hasil Endoskopi bulan lalu terbaca bahwa saluran usus dan anus masih sangat sempit. Sangat beresiko jika dilakukan operasi penyambungan usus karena ukurannya belum normal. Tim dokter memutuskan untuk melanjudkan businasi setiap hari ke RS. Artinya Winanti tiap hari harus bolak-balik ke RS hanya untuk tindakan businasi, sampai ukuran anus normal sesuai usianya. Perjuangan  yang tak kenal lelah untuk mendapatkan kesembuhan. Mengingat tempat tinggal Winanti cukup jauh di pelosok desa dengan kondisi alam pegunungan, sekitar 76 km menuju RS.Dr Moewardi Winanti tinggal di RSSR Wonogiri. Sudah hampir 7 bulan ini Winanti tinggal di RSSR Wonogiri agar jarak tempuh lebih dekat. Apalagi kondisi ekonomi keluarganya juga dari keluarga tak mampu. Pak Tayat yang sudah berusia 70 an tahun masih harus bekerja sebagai buruh tani. Sementara Ibu Sutiyem, ibunya  Winanti hanya ibu rumah tangga biasa merawat Winanti dirumah. Meskipun keluarga Winanti memiliki Jamkesmas, tetap saja mereka masih tak mampu membiayai perlengkapan medis untuk medikasi sekaligus transportasi. Kehadiran #Sedekah Rombongan sangatlah membantu meringankan  beban mereka

Bantuan  : Rp.2.400.000,-
Tanggal   : 23 Februari 2017
Kurir        : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Winanti menderita megacolon


YANUAR TRIADI (16, Kelenjar Getah Bening). Alamat : Dsn.Pasekan RT 01/10, Kel. Pasekan, Kec.Eromoko, Kab.Wonogiri, Prov.Jawa Tengah. Siswa kelas 1 SMK PGRI WONOGIRI ini lahir pada tanggal 16 Januari 2000. Yanu begitu dia biasa dipanggil, mulai merasakan sakit sudah sekitar 4 tahun yang lalu. Awalnya muncul benjolan kecil di leher sebelah kanan disertai sering panas dan batuk. Selama tahun 2013 sampai 2015 berobat jalan di dokter terdekat, tak sedikit biaya yang di keluarkan. Seminggu sekali menebus obat menghabiskan biaya 200 sampai 300 ribuan. Bukannya sembuh ,benjolan yang awalnya hanya sebesar biji jagung justru bertambah jadi sebesar telur ayam. Tahun 2015 akhirnya memutuskan berobat ke RSUD WONOGIRI dan dilakukan PA. Hasilnya Yanu di diagnosa menderita kelenjar getah bening. Pihak RSUD WONOGIRI pun segera merujuk Yanu ke RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Berdasar analisa dan diagnosa hasil PA dari RSUD WONOGIRI, pihak RSD.MOEWARDI SURAKARTA akhirnya memutuskan untuk mengambil tindakan kemoterapi. Selama setahun Yanu sudah menjalani 8 kali kemoterapi. Sudah di hentikan kemoterapinya, karena benjolan sudah tak ditemuka lagi. Tapi ternyata pertengahan tahun 2016 Yanu kembali mengalami panas, demam di tubuhnya,sering kejang bahkan benjolan tumbuh lagi. Dari semua hasil observasi akhirnya Tim dokter memutuskan untuk melanjudkan tindakan kemoterapi. Bulan ini Yanu menjalani kemoterapi yang keenam. Artinya tiap bulan Yanu menjalani rawat inap minimal satu minggu untuk menjalani kemoterapi. Selain itu juga harus jalani test lab rutin jelang kemoterapi selanjutnya serta konsul hasil lab nya untuk keesokan harinya. Saat ini kondisi Yanu sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Kedua orang tua buruh tani dengan pendapatan tidak tetap.Sementara dalam sebulan perlu ke RSDM 3-4 kali. Biaya yang harus dikeluarkan jika kondisi pasien stabil bisa naik kendaraan sekitar 150 -200 ribu.Tapi jika kondisi drop harus sewa mobil sendiri 500 ribu sekali jalan. Orang tua Yanu, Bapak Samidi dan Ibu Sukini kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan dengan pendapatan yang tidak menentu. Mereka memang memiliki kartu jaminan kesehatan berupa KIS. Tapi bukan berarti semua bisa tercover. Untuk biaya berobat selama ini mereka biasanya menjual dulu apa yang mereka punya. Karena sakit ini juga, Yanu terpaksa berhenti sekolah dulu. Dan bantuan sedekaholic sangatlah membantu Yanu melanjutkan pengobatan.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal  : 17 Februari 2017
Kurir       : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Yanuar menderita kelenjar getah bening


APRILIA CASSANDRA SYAFFARIYANI (6 Luka Bakar). Alamat : Dsn. Mloko RT 02/01, Ds.  Songbledeg, Kec. Paranggupito, Kab. Wonogiri , Prov. Jawa Tengah. Sandra,begitu nama panggilannya, awalnya anak yang aktif dan periang. Malangnya bulan Juli tahun 2014 dia mengalami luka bakar di tubuhnya akibat ledakan gas elpigi. Sandra mengalami luka bakar di kedua tangan, kaki, punggung dan wajahnya. Pada saat kejadian Sandra segera dilarikan ke RS dan untuk menjalani operasi selama 7 kali di RSUD WONOGIRI dalam kurun waktu setahun ini. Tapi ternyata sampai sekarang kondisi kulit Sandra tak mengalami perubahan .Akhirnya pihak RSUD WONOGIRI memutuskan merujuk ke RSD.MOEWARDI SOLO untuk ditangani Dokter specialis bedah plastik. Selama hampir satu tahun di RSD.MOEWARDI SURAKARTA, Sandra sudah menjalani 14 kali operasi rekontruksi, tapi karena tak menunjukkkan banyak perubahan akhirnya Sandra dirujuk ke RS.SOETOMO SURABAYA. Tanggal 2 Mei 2016 Sandra jalani operasi yang pertama di RS.Dr Soetomo Surabaya. Sandra menjalani operasi rekontruksi di jari tangan , kaki dan pipi. Selain medikasi Sandra juga menjalani rehabilitasi medis serta terapi ke psikiatri.  Setelah sempat mengalami penundaan operasi, akhirnya pihak keluarga di hubungi pihak RS untuk melanjudkan operasi di Surabaya. Setelah bulan lalu Sandra berhasil menjalani operasi lanjutan, bulan ini Sandra diperbolehkan pulang dahulu, operasi lanjutan akan dijadwalkan bulan April. Karena dirasa masih terlalu lama,pihak keluarga memutuskan untuk pulang ke Wonogiri terlebih dahulu. Saat ini Sandra menjadi dampingan #SRWonogiri dan #SRSurabaya. Karena di Surabaya pengobatan membutuhkan waktu yang lama, untuk sementara keluarga Sandra pindah domisili agar bisa pindah Faskes JAMKESMAS. Tak mudah bagi keluarga Sandra melewati semua in. Ayahnya, Bapak Taufik  hanya buruh sebagai nelayan dengan penghasilan pas-pasan dan tak menentu, sementara ibunya Sandra Ibu Esti bekerja sebagai buruh tani untuk membantu ekonomi keluarganya. Keluarga ini memang peserta JAMKESMAS, tapi untuk biaya transport selama di Solo dan Surabaya tentulah membutuhkan biaya yang tak sedikit. Dan untuk bulan ini bantuan untuk biaya transportasi pulang ke Wonogiri, obat yang tak tercover BPJS serta perlengkapan medikasi untuk luka pasca operasi.  Semoga Sandra dan keluarga diberi kesabaran, operasi lanjutan  bisa berjalan lancar dan bisa lebih baik dari  sebelumnya.

Bantuan  : Rp.  1.795.500,-
Tanggal  : 24 Februari 2017
Kurir   : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Aprilia menderita luka bakar


KATNI JARTO (43, Rhabdomyosarcoma). Alamat : Dsn. Temon Lor RT 02/05, Ds. Temon, Kec. Baturetno ,Kab. Wonogiri , Prov. Jawa Tengah. Sekitar bulan Juni 2014 ini Bu Katni mulai merasakan nyeri pada paha sebelah kanan. Awalnya hanya benjolan kecil sebesar bisul,tapi lama-lama bertambah besar. Tapi lama-kelamaan benjolan itu semakin besar dan semakin sakit. Keluarga Bu Katni khawatir dan membawa ke sebuah RS swasta di Wonogiri.Di RS.Marga Husada inilah Bu Katni diminta segera menjalani tindakan operasi. Diagnosa sementara waktu itu tumor di paha kanan. Pasca operasi, dua bulan kemudian benjolan itu muncul lagi dengan kondisi lebih besar dari sebelumnya bahkan bisa dibilang pertumbuhan benjolan itu begitu cepat dan lebih terasa sakit. Akhirnya pihak RS Marga Husada segera merujuk ke RSD.Moewardi Solo. Tim Dokter juga segera mengambil tindakan cepat dengan melakukan serangkaian test pendukung untuk operasi. Dari hasil PA yang dilakukan pada saat operasi, pasien menderita Pleomorphic Rhabdomyosarcoma, penyakit kanker ganas yang menyerang jaringan lunak seperti otot dan biasanya menyerang di bagian leher, kaki, paha. Dokterpun sudah menjelaskan bahwa Bu Katni menderita kanker ganas level 3. Pasca  operasi dan luka dinyatakan sembuh, Tim dokter akhirnya memutuskan melakukan tindakan kemoterapi. Saat ini Bu Katni sudah menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Dan dinyatakan selesai jalani kemoterapi. Bulan ini Bu Katni jalani chek up rutin dan diminta jalani rongent thorax, rongent paha dan USG A Sampai saat ini benjolan tak bdomen.  Jadwal dari poli radiologi serangkaian test itu akan dilakukan tanggal 1 Maret 2017.  Sampai saat ini  benjolan dipaha tak tampak tumbuh lagi dan pasien tak mengalami keluhan yang berarti. Keluarga ini memang tergolong tidak mampu. Pak Jarto,suami Bu Katni bermata pencaharian sebagai tenaga serabutan dengan pendapatan yang tak menentu. Terkadang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja mereka masih kekurangan ditambah lagi biaya sekolah anak mereka. Melihat kondisi yang seperti ini tak lantas membuat Bu Katni tinggal diam. Sebisa mungkin beliau membantu meringankan beban keluarga dengan bekerja sebagai buruh tani. Keluarga ini memang terdaftar sebagai peserta KIS.  Tapi mengingat biaya ke RS memang tak sedikit untuk sekali jalan, tentunya biaya ini bukanlah biaya yang ringan. Saat ini Bu Katni menjadi pasien dampingan #SR. Dan bantuan sedekaholic tentulah sangat meringankan beliau. Bu Katni merasa benar-benar terbantu untuk biaya berobat selama ini.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal  : 15 Februari 2017
Kurir       :@Mawan,@Nonis,@Dodo

Bu Katni menderita rhabdomyosarcoma


SURADI BIN SONO KARTO (33, TB Tulang). Alamat : Dsn. Jarum RT 02/01, Ds. Sidoharjo, Kec. Sidoharjo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Suradi, begitu beliau biasa dipanggil sudah satu tahun lebih merasakan sakit di punggungnya. Awalnya dihiraukan saja. Tak hanya itu saja, Pak Suradi sering batuk yang tak kunjung sembuh dan sering kambuh. Belakangan di ketahui bahwa Pak Suradi menderita TBC. Untuk pengobatan rutin dilakukan di RSUD WONOGIRI. Karena tak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun terpaksa biaya berobat memakai biaya umum. Sementara pengobatan TBC tetap berjalan, sakit di punggungnya juga semakin terasa sakit. Pak Suradi mulai kesakitan aktifitas. Dokter meminta dilakukan pengobatan juga untuk tulangnya, akan tetapi niat itu di urungkan dikarenakan tak ada biaya. Kini Pak Suradi sudah memiliki BPJS, meskipun begitu Pak Suradi masih membutuhkan biaya akomodasi untuk berobat ke RS. Apalagi saat ini RS tempat Pak Suradi berobat justru semakin jauh. Diagnose terakhir ternyata  Pak Suradi menderita TB Tulang dan harus dirujuk ke RS.Orthopedi Surakarta. Bulan ini Pak Suradi mulai menjalani pengobatan di RSO. Surakarta. Pak Suradi adalah tulang punggung keluarga. Istrinya Ibu hanyalah ibu rumah tangga biasa yang merawat tiga orang anak. Demi menghidupi keluarga, dalam keadaan sakit Pak Suradi tetap bekerja sebagai office boy di sebuah BMT dekat rumahnya. Kesulitan ekonomi juga yang membuat Pak Suradi berat membayar iuran BPJS. Selama KIS belum jadi untuk sementara #SR mengcover iuran BPJS tiap bulannya. Bantuan yang di berikan #SR dirasa sangat membantu pengobatan Pak Suradi. Kini Pak Suradi dapat melanjudkan pengobatannya, dan semoga segera membaik.

Bantuan  : 1. 227.500,-
Tanggal   : 24 Februari 2017
Kurir       : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Pak Suradi menderita TB tulang


SETYO PALUPI (31, Kanker lidah metastase nasofaring). Alamat : Dusun Kedunggalar RT 6 RW 3, Kecamat Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Tahun 2013 bu Setyo didiagnosa oleh dokter RSUD Ngawi menderita kanker lidah dan berkembang sampai gusi. Untuk pengobatan yang lebih lanjut bu Setyo dirujuk ke RS Dr. Moewardi (RSDM), dan di RSDM disarankan untuk kemoterapi. Bu Setyo menjalani kemoterapi sebanyak 12 kali pada tahun 2014 hingga tahun 2015. Namun 5 bulan setelah kemoterapi kanker bu Setyo kambuh dan oleh dokter dianjurkan untuk biopsi. Hasil biopsi menunjukkan kanker bu Setyo berkembang sampai nasofaring yang menyebabkan bu Setyo mengalami gangguan pendengaran dan pernafasan. Tahun 2016, untuk membantu bernafas akhirnya bu Setyo dibuatkan saluran nafas buatan di leher. Dokter kemudian menganjurkan untuk melanjutkan pengobatan dengan sinar radioterapi dan sinar radioterapi dirujuk ke RS Karyadi Semarang. Marsudi (35) suami bu Setyo hanyalah seorang kuli bangunan yang berpenghasilan Rp 250.000/minggu yang hanya dapat untuk kehidupan sehari-hari. Dan hanya bermodal uang seadanya dan dengan jaminan kesehatan BPJS Kelas 3, bu Setyo dan suami berangkat ke Semarang untuk menjalani sinar radioterapi hingga akhirnya kurir SedekahRombongan ditemukan dengan bu Setyo. Santunan awal diberikan kepada bu Setyo untuk biaya transportasi dan akomodasi selama menjalani sinar radioterapi di Semarang. Bu Setyo beserta suami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diterima, semoga amal kebaikan #sedekaholic diterima oleh Allah. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : 26 Maret 2017
Kurir : @mawan @anissetya @welly

Pak Setyo menderita kanker lidah metastase nasofaring


MUHAMAD KUSMANTYO (50, Kanker Usus) Alamat: Dalangan, RT 04/16 Semanggi, Pasar Kliwon, Surakarta, Jawa Tengah. Pak Kusmantyo Sehari-hari beliau bekerja sebagai karyawan disebuah pabrik, dengan penghasilan kurang lebih 50.000 per hari. Sakit Pak Kusmantyo berawal dari tidak bisa BAB beberapa hari dan nyeri di perut. Awalnya di periksakan ke klinik kemudian diberi obat magh, setelah minum obat tersebut tidak ada perubahan. Pak Kusmantyo tetap merasa kesakitan. Namun tidak di rasa, tetap belia paksa untuk bekerja untuk menafkahi keluarga. Setelah sakitnya kian parah barulah pasien dibawa ke RSUD Ngipang Surakarta. Setelah di obati di RSUD Ngipang pasien bisa BAB. Namun, setelah pulang ke rumah sakitnya kambuh lagi, kali ini tidak hanya nyeri. Namun, juga keluar nanah di perut. Karena terkenda biaya saat ini hanya di rawat dirumah. Istri beliau saat ini bekerja sebagai asisten rumah tangga untuk membiayai ke tiga anak beliau. Sehingga tidak bisa mendampingi pengobatan pak Kusmantyo. Sedekah Rombongan menyampaikan titipan sedekaholic guna meringankan  beban beliau. Pak Kusmantyo mengucapkan Terimakasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah santunan: Rp.1.000.000
Tanggal : 7 Maret 2017
Kurir : @mawan @anissetya60 Aris

Pak Kusmantyo menderita kanker usus


MTSR SOLO (AD 1998 SR, Biaya Operasional  Maret 2017) Bebo, sapaan akrab dari para kurir untuk ambulance SedekahRombongan Solo. Mobil Luxio putih dengan corak Batik ini pertama kali digunakan pada akhir 2014. Dengan nomer Hotline 08158911911. Mobil Tanggap Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Bebo ini telah hilir mudik mengantar jemput pasien dari rumah ke rumah sakit, mensurvey sasaran, menyampaikan santunan di area Solo Raya, tak jarang digunakan untuk estafet pasien ke kota lain. Perawatan serta kebersihan bebo terus dilakukan oleh para kurir agar bebo tetap nyaman saat digunakan. Bulan Maret ini, kebutuhan oprasional MTSR Bebo digunakan untuk biaya pembelian bensin, perawatan, servis MTSR. Setelah branding ulang, bebo yang sebelumnya tampil dengan corak batik merah kini sudah berganti dengan corak batik biru. Laporan sebelumnya masuk rombongan 965. Doa terbaik untuk #SahabatSR agar segala urusan dimudahkan serta dilancarkan. Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.084.000
Tanggal : 8 Maret 2017
Kurir : @Mawan @anissetya60 @Allcrew

Biaya operasional Maret 2017


RSSR SOLO (Operasional Bulan Maret 2017) Alamat: Jl. Manggis II No. 5 RT 2/5, Kecamatan Jajar, Kelurahan Laweyan, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Memasuki tahun ke-3 SedekahRombongan Solo memiliki Rumah Singgah (RSSR), kian hari hilir mudik pasien datang sebagai upaya untuk sembuh dari sakit mereka. Wilayah jangkauan yang semakin luas, tak hanya di Solo namun juga termasuk Wonogiri, Magetan, Sragen, Madiun dan pasien transferan lain dari luar kota semakin membuat ramai suasana RSSR. Kebutuhan untuk menunjang kesembuhan pasien seperti konsumsi, obat-obatan, listrik, pembayaran PAM (November sampai Maret). Selain itu dengan adanya Admin RSSR semua urusan administrasi pasien dan kurir semakin mudah dan lancar. Alhamdulillah berkat sedekaholics, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi di bulan ini dan tersampaikan untuk pasien dampingan yang berada di RSSR. Sebelumnya laporan santunan RSSR Solo masuk dalam rombongan 965.Semoga segala amal sedekaholics semua dibalas oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 6.944.300
Tanggal: 8 April 2017
Kurir: @mawan @anissetya60 @Allcrew

Biaya operasional Maret 2017


MTSR MALANG (AB 9044 WK, Biaya Operasional Bulan Februari 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil yang dikendarai oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk beraktivitas seperti mengantar / menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang, mensurvei pasien yang akan dijadikan pasien dampingan dan bahkan menyampaikan santunan titipan yang diberikan dari Sedekaholics. Dengan nomor hotline 0818-0808-8001 yang tertera di badan mobil ambulance MTSR ini diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat langsung menghubungi MTSR ini. Pada bulan ini pengeluaran yang dialokasikan untuk operasional MTSR Malang ialah untuk membeli pulsa, kotak P3K, bahan bakar, biaya cuci mobil, konsumsi kurir saat move keluar kota dan servis rutin tiap bulan agar MTSR tetap bisa berperforma baik dan lancer saat beroperasi. Bantuan bulan sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 963. Semoga MTSR semakin bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi Sedekaholics. Amiiinn

Jumlah Bantuan : Rp. 1.640.000,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Agus @m_rofii11

Biaya operasional Februari 2017


MTSR MALANG (N 1208 CJ, Biaya Operasional Bulan Februari 2017). Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “move” pun cepat dan padat sekali. Kebutuhan antar pasien tak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Saat ini, pasien Sedekah Rombongan Malang berjumlah kurang lebih 50 pasien dampingan, dengan berbagai macam latar belakang. Padatnya agenda mobilitas ambulan Sedekah Rombongan atau biasa yang kami sebut dengan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) membuat  Malang membutuhkan MTSR tambahan. Sehingga Sedekah Rombongan Malang pada bulan Mei tahun 2016 kemarin meluncurkan program “PATUNGAN AMBULAN” untuk mewujudkan mimpi kami bisa bergerak lebih efektif dengan adanya 2 MTSR di Malang. Untuk mendukung performa mobil agar tetap dalam kondisi baik, maka bulan ini keperluan MTSR yang diperlukan antara lain untuk membeli pulsa, bahan bakar, kotak P3K, biaya untuk parkir mobil, konsumsi kurir saat move ke luar kota dan service rutin setiap bulan. Laporan keuangan MTSR pada bulan sebelumnya telah masuk di nomor rombongan 963. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dan ibadah kita ini dengan sebaik-baiknya pembalasan, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.910.000,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @FaizFaeruz @candyaryo @m_rofii11

Biaya operasional Februari 2017


ZAINUL ARIFIN (36, Infeksi Lambung + Tifus). Alamat : Dusun Magersari, RT 3/6, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2015 yang lalu, Bapak Zainul Arifin atau yang kerap disapa Bapak Arif merasakan kalau perut beliau seperti kembung dan terasa mual. Semakin hari kondisi Bapak Arif juga mulai lemas dan hanya bisa berbaring di tempat tidur saja. Bapak Arif pun akhirnya periksa ke rumah sakit, dari diagnosis dokter lambung Bapak Arif terinfeksi dan beliau sakit tifus. Bapak Arif pun akhirnya harus menjalani rawat inap di rumah sakit, setelah beberapa hari beliau merasa sudah tidak lemas. Bapak Arif diperbolehkan pulang dan diberikan obat-obatan oleh pihak rumah sakit. Sembari mengkonsumsi obat dari rumah sakit, Bapak Arif juga menjalani pengobatan alternative. Beberapa bulan kemudian, kondisi Bapak Arif masih tetap dan tidak ada perubahan sama sekali. Untuk saat ini kondisi beliau masih tetap lemas dan hanya bisa berbaring di tempat tidur saja. Bapak Arif tinggal berdua bersama istri beliau Ibu Yuliana (34) yang sehari-hari hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Bapak Arif dulunya bekerja sebagai tukang las, karena kondisinya yang lemas, Bapak Arif pun akhirnya tidak bekerja untuk beberapa bulan. Bapak Arif sudah tidak berobat lagi karena tabungan yang beliau miliki telah habis. Sedekah Rombongan yang dipertemukan dengan Bapak Arif merasakan kesulitan yang dialami beliau. Bantuan untuk Bapak Arif telah digunakan untuk kebutuhan berobat, membeli obat-obatan dan biaya untuk transportasi. Semoga dengan bantuan yang diberikan untuk Bapak Arif dapat menjadi jalan kesembuhan untuk beliau. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 April 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rojik @m_rofii11

Pak Zainul menderita infeksi lambung + tifus

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MUHRIPAH BINTI MULIN 500,000
2 SUGENG BIN KASAN ASMO 500,000
3 ZIO DEVANDRA 500,000
4 BAKTI SEDEKAH ROMBONGAN DHUAFA KEPATIHAN 2,500,000
5 AYUMI BINTI TOYO 1,000,000
6 NYAHAT DARSUS 500,000
7 MEGA PUTRI MAULIDIA 1,240,000
8 IRMA CAHYANDARI 1,390,000
9 MUHAMMAD IZZAT 17,100,000
10 MUDARMI BINTI MAT HALIL 1,200,000
11 MOH DJURI 500,000
12 POPI SANTUNAN MUSHOLA 1,000,000
13 ROSITA RIFA’I 1,070,000
14 AFRYN DIKA RHAMDHAN 863,000
15 MTSR JEMBER 6,725,000
16 RSSR JEMBER 61,119,000
17 SENIMAN BIN ASNAWI 11,249,000
18 EFIAGUSTIA NINGSIH 560,000
19 SUGENG CAHYADI PRASETIAWAN 560,000
20 SURATMA BINTI IWAN 500,000
21 CATUR DARYANTO 500,000
22 HIKMAHTUL JANNAH DAN NURUL JANNAH 14,664,000
23 NOVALDA INAYATUS SYARIFAH 580,000
24 MUHAMMAD RESKY PUTRA QIERA 1,380,000
25 MUHAMMAD FAIZAL AFANDI 1,625,000
26 SULIHAH BINTI MOH SUKRI 500,000
27 RIFAI BIN SATURI 500,000
28 JALALUDDIN BIN MOHAMMAD SAID 500,000
29 NURUL JAMILAH 700,000
30 MUSRIPAH BINTI PAAT 1,500,000
31 JANUAR DAFFA MAULANA 1,000,000
32 KARTINI BINTI SAMIYO 500,000
33 LUTFHI ARYA FIRDAUS 1,651,000
34 FARID ABDULLAH 1,000,000
35 DALIMIN BIN TARMO SUTARYO 1,500,000
36 EKO PRAYITNO 3,000,000
37 RIAN JUNIOR 1,218,000
38 WINANTI BINTI TAYAT 2,400,000
39 YANUAR TRIADI 1,000,000
40 APRILIA CASSANDRA SYAFFARIYANI 1,795,500
41 KATNI JARTO 500,000
42 SURADI BIN SONO KARTO 1,227,500
43 SETYO PALUPI 1,000,000
44 MUHAMAD KUSMANTYO 1,000,000
45 MTSR SOLO 3,084,000
46 RSSR SOLO 6,944,300
47 MTSR MALANG 1,640,000
48 MTSR MALANG 2,910,000
49 ZAINUL ARIFIN 500,000
Total 166,895,300

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 166,895,300,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 982 ROMBONGAN

Rp. 49,293,286,550,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.