Rombongan 981

Jika bumerang selalu kembali begitu anda melemparnya, maka sedekah selalu kembali dengan jumlah lebih besar jika anda melemparkannya.
Posted by on April 8, 2017

ASNAH BINTI ATENG BUSRA (35, Bantuan Perbaikan Rumah). Alamat : Jalan Jenderal Sudirman No. 114, RT 11/IV, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Ibu Asnah adalah seorang ibu yang sangat menyayangi anak-anaknya, Wanda (12) dan Defa (3), meski dalam kondisi yang sangat sulit. Sang suami, sering meninggalkannya tanpa alasan yang jelas dan tidak memberi nafkah. Alhamdulillah dalam kondisi yang sulit ada seorang ibu asuh yang membantu Ibu Asnah untuk membiayai sekolah Wanda. Meski sudah berusia 12 tahun, Wanda baru duduk di kelas 2 SD karena sebelum bertemu dengan ibu asuhnya ia tidak bersekolah. Wanda sangat diandalkan oleh Ibu Asnah, ia dapat membantu ibunya berjualan dan menjaga adiknya. Awalnya Ibu Asnah bekerja di kantin pusat olahraga milik ibu asuh Wanda, namun karena sang ibu asuh dipindah tugaskan ke Pontianak, Ibu Asnah tidak lagi bekerja di sana. Kini  Ibu Asnah bekerja menjadi buruh cuci di pasar dan berjualan kue keliling kampung. Ibu asuh Wanda masih sering melihat keadaan Ibu Asnah dan anak – anaknya meski sudah tinggal jauh. Ia pun mengizinkan Ibu Asnah membuat pondok seadanya di kebun semboja di lahan miliknya. Sang ibu asuh mencoba membantu agar Ibu Asnah tidak perlu mengontrak dan bisa berkebun di lahan tersebut yang hasilnya dapat dijual atau untuk kebutuhan sehari – hari. Pondok tersebut kondisinya sangat memprihatinkan, berlantaikan triplek seadanya, berdinding dan beratapkan terpal plastik yang kini mulai robek dan bocor jika hujan tiba. Kurir Sedekah Rombongan sangat prihatin pada kondisi Bu Asnah, saat kurir mengunjunginya ia dalam kondisi sakit maag kronis hingga muntah darah, anak bungsunya pun sedang mengalami panas tinggi dan diare. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan bantuan untuk perbaikan pondok dan berobat Ibu Asnah dan anaknya. Semoga bantuan yang disampaikan bisa meringankan beban Ibu Asnah dan anak-anaknya, dan semoga mereka cepat diberi kesembuhan, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.744.000,-
Tanggal : 27 Maret 2017
Kurir : @arfanesia @indapras @ririn_restu

Bantuan perbaikan rumah


ONIH BINTI JUMAN (72, Biaya Hidup). Alamat : Kp. Karangkencana, RT 6/3, Desa Sadarkarya, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Mak Onih sudah lama menjanda, dan kini ia hidup sebatangkara bersama anaknya yang mengalami gangguan jiwa. Selain usianya yang sudah sepuh, tangan Mak Onih juga tak bisa berfungsi sebagaimana mestinya selama kurang lebih 10 tahun ini. Hal tersebut membuat ia kesulitan mencari pekerjaan di desanya. Selama ini Mak Onih dan anaknya hanya mengandalkan pemberian kerabat dan tetangga terdekatnya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mak Onih, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya hidup sehari-hari emak dan anaknya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Ma’arif

Bantuan tunai


AHMAD HAMBALI (68, Hernia). Alamat : Kp. Cidahu, RT 17/5, Desa Tegal Datar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Ki Ahmad, akrab kami memanggil kakek yang memiliki mata pencaharian sebagai petani sawo ini. Ia menanam sawo di tanah milik perhutani, setiap bulan setelah dipotong 30% oleh pihak perhutani, maka Ki Ahmad mengantongi laba sebesar Rp. 360.000,-. Uang tersebut telah cukup membiayai kebutuhan hidup ia dan anak-anaknya, namun tak cukup untuk biaya pengobatan penyakitnya. Ya, Ki Ahmad didiagnosa mengidap penyakit Hernia oleh tim medis di puskesmas ia berobat, ia dirujuk untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di RS Siloam Purwakarta, beruntung ia memiliki fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS. Faskes tersebut akan meringankan beban biaya terhadap pengobatan penyakitnya, namun ternyata Pak Ahmad kekurangan bekal untuk biaya akomodasi menuju RS tersebut. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Ki Ahmad, kami diberi titipan oleh sedekaholics untuk menyampaikan bantuan kepada Ki Ahmad. Mari doakan bersama agar proses pengobatan Ki Ahmad berjalan dengan lancar. Santunan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 906.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Pak Ahmad menderita hernia


SAHROJI BIN KOYA (49, TB Paru). Alamat : Kp. Karangkencana, RT 6/3, Desa Sadarkarya, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pak Oji kami memanggilnya, satu bulan lalu merasakan sesak di dadanya namun hanya dianggap sesak biasa dan masih terus melanjutkan pekerjaannya sebagai kuli bangunan. Dua minggu kemudian, rasa sesaknya tersebut semakin menjadi, bahkan jika berjalan pun nafasnya tersengal-sengal dan mudah sekali kelelahan. Ia pun kemudian berhenti dari pekerjaannya tersebut diatas, dan memeriksakan diri ke klinik terdekat. Hasil pemeriksaan rontgen diketahui bahwa Pak Oji mengidap penyakit TB Paru dan dirujuk untuk menjalani pengobatan di Rumah Sakit Bayu Asih. Berbekal fasilitas kesehatan berupa jampis dan pinjaman uang dari tetangga sekitarnya, ia pun berangkat ke RSBA. Hasil pemeriksaan mengharuskan ia menjalani rawat jalan dan mengonsumsi obat sesuai resep dokter. Kurang lebih dua minggu ini ia tak bekerja, tentunya hal tersebut membuat ia tak memiliki penghasilan, sedangkan istrinya yakni Yeni (45) berjualan gorengan yang penghasilannya tak cukup untuk menutupi biaya akomodasi pengobatan suaminya tersebut. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Oji, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan Pak Oji.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Ma’arif

Pak Sahroji menderita TB paru


ZUL PRATAMA ANUGERAH (3, Jantung Bocor). Alamat : Dusun Maruyungsari RT 17/7, Ds. Maruyungsari, Kec. Padaherang, Kab. Pangandaran, Prov. Jabar. Zul adalah Pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Pangandaran, yang menderita penyakit jantung bawaan atau Tetralogi id fallot (TOF). Saat ini Zul baru pulang dari RS Hasan Sadikin Bandung setelah 10 hari dirawat. Hasil pemeriksaan Echocardiography ada kebocoran 5-6 mm PDA. Berat badannya 9 Kg sehingga termasuk kategori Gizi buruk. Menurut pihak RSHS, Zul harus dirujuk ke RS Harapan Kita Jakarta untuk dilakukan operasi jantung. Orang tua Zul bernama Watino (32) bekerja sebagai buruh bangunan dan berhenti kerja selama Zul dirawat.  Ibunya Susi (22) seorang ibu rumah tangga. Zul memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri kelas III. Atas ijin Alloh SWT kurir Sedekah Rombongan Pangandaran dipertemukan dengan Zul dan memberikan bantuan untuk biaya pembelian susu formula, biaya operasional selama dirawat di RSHS Bandung dan untuk biaya transportasi pemeriksaan pra-operasi ke RS Harkit Jakarta. Keluarga Zul merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan Sedekah Rombongan, semoga Zul dapat kembali sehat seperti sediakala dan hidup seperti layaknya balita lainnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @ramlannugraha

Zul menderita jantung bocor


GINA KARISMA (10, Gangguan Syaraf Otak). Alamat : Dusun Pagadungan, RT 11/5, Desa Pager Bumi, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Neng Gina adalah pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Pangandaran. Neng Gina menderita gangguan syaraf otak akibat kepalanya terbentur dinding saat bermain dengan temannya di sekolah sehingga sekarang jarang masuk sekolah. Ketika sakitnya sedang kambuh neng Gina bertingkah seperti anak kesurupan dan berlari-lari. Neng Gina putri dari Bapak SUTARNA (57) yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tidak menentu dan Ibu MIMIN (43) yang hanya seorang Ibu Rumah Tangga. Neng Gina memiliki JKN-KIS PBI. Atas ijin Alloh SWT kurir Sedekah Rombongan Pangandaran dipertemukan dengan Gina dan ikut membantu memberikan bantuan lanjutan berupa biaya transportasi dan akomodasi ke RSUD Banjar. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 975. Neng Gina dan keluarga merasa sangat terbantu dengan bantuan yang di sampaikan Sedekah Rombongan, semoga neng Gina dapat kembali sehat dan sekolah lagi seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @indarkusnandar

Gina menderita gangguan syaraf otak


NIZAM MAULANA (1, Labiopalatoschizies). Alamat : Dusun Surian, RT 10/5, Desa Karangpaninggal, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Nizam merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan yang menderita labiopalatoschizies atau bibir sumbing. Nizam telah menjalani perawatan dengan dampingan seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soekardjo Tasikmalaya. Pada bulan November 2016, Nizam telah menjalani operasi untuk pertama kalinya di RSUD Dr. Soekardjo Tasikmalaya. Operasi berjalan dengan lancar dan Nizam harus tetap melakukan kontrol rutin pada waktu yang ditentukan oleh RSUD dr. Soekardjo dan dihubungkan dengan RSUD Ciamis. Belum tuntas pengobatan pasca operasi harus dijalani, ada lagi masalah dengan kesehatannya. Terdapat benjolan kecil di ketiak Nizam, dan terasa sakit ketika disentuh sehingga ibu Nizam agak kesulitan saat menggendong Nizam. Rencananya Nizam akan diperiksa lagi pada hari Selasa, 7 Maret 2017 di RSUD Ciamis. Kedua orang tua Nizam, Bapak Lukmanul Hakim (37) dan Ibu Eti Rohaeti (34) merasa agak keberatan dan terbebani karena masalah tersebut. Maklum saja, pendapatan harian Bapak Lukmanul Hakim sebagai seorang buruh tani hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Nizam menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas III untuk menjalani perawatan medis. Alhamdulillah,  Sedekah Rombongan bisa menyampaikan santunan keenam kepada Nizam untuk biaya beli obat selama 4 bulan kedepan dan transportasi. Semoga kondisi Nizam semakin membaik. Aamiin. Sebelumnya Nizam adalah pasien Rombongan 970.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 7 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @jaudymedia

Nizam menderita labiopalatoschizies


UPIN BINTI RASIM (53, Abdomen Massa/Tumor di Perut). Alamat : Dusun Manis, RT 2/1, Desa Ciputat, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Upin adalah salah satu pasien yang menderita penyakit tumor pada bagian perut, yaitu Abdomen Massa. Tumor abdomen itu sendiri adalah jenis kanker yang terjadi ketika ada pertumbuhan yang tidak terkendali dari sel-sel abnormal di abdomen (perut). Beliau menderita penyakit ini sejak bulan November 2016 lalu. Gejala awal yang beliau alami berupa perut yang terasa perih panas dan punggung terasa pegal. Kondisi beliau saat ini semakin memprihatinkan karena perut beliau semakin membesar dan sudah tidak bisa berjalan. Beliau sudah melakukan pengobatan di beberapa rumah sakit di daerah Kuningan, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan dan Kuningan Medical Centre (KMC). Kemudian, beberapa waktu lalu beliau menjalani pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ibu Upin memanfaatkan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI untuk meringankan biaya berobat. Selama di Bandung beliau tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR). Namun, jadwal pemeriksaan selanjutnya masih sekitar 2 bulan lagi sehingga beliau harus pulang ke Kuningan. Akan tetapi, beliau tidak memiliki biaya transportasi. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Upin. Santunan awal pun dapat disampaikan Sedekah Rombongan kepada Ibu Upin untuk biaya transportasi pulang ke Kuningan. Semoga kesehatan Ibu Upin semakin membaik dan lekas sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Maret 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Ade

Bu Upin menderita abdomen massa/Tumor di Perut


NENGSIH BINTI FULAN (53, Ca Mamae). Alamat : Kampung Cilandak, RT 1/1, Desa Bojong Timur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2011, ia merasakan ada benjolan di payudara kanan sebesar ibu jari, lalu payudara mengkerut sedikit demi sedikit, ia pun berobat ke dokter terdekat, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Bayu Asih tapi tidak berangkat karena kendala biaya. Kemudian pada tahun 2015, ia berobat ke RS Ramahadi Purwakarta dan didiagnosa mengidap penyakit Kanker Payudara. Selain diagnosa kanker payudara, ia juga didiagnosa mengidap pembengkakan jantung dan harus segera diobati. Setelah proses pengobatan dan dinyatakan sembuh dari pembengkakan jantung, pengobatan kankernya tidak dilanjutkan. Pada tahun 2016, benjolan di bagian payudaranya kembali terasa sakit, namun hanya melakukan pengobatan sampai di Puskesmas saja, padahal ia mendapat rujukan untuk segera menjalani pemeriksaan dan pengobatan di RSBA. Pada tahun 2017, benjolan di payudara kanan pecah, mengeluarkan cairan nanah dan darah. Kali ini ia memenuhi rujukan dari Puskesmas setempat untuk menjalani pemeriksaan di RSBA, hasil pemeriksaan di RS tersebut menunjukkan bahwa ia harus menjalani pemeriksaan lanjutan di RSHS Bandung. Bu Nining dan keluarganya merasa keberatan untuk menanggung biaya akomodasi ke RS tersebut, maklum saja janda yang telah lama ditinggal suaminya wafat ini kini menggantungkan hidupnya kepada anaknya yang juga tak begitu berkelimpahan harta. Dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Nining, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya  akomodasi pengobatan. Semoga Allah segera menyembuhkannya. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 973.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 30 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Sutraeni

Bu Nengsih menderita ca mamae


IQBAL GHIFARI (5, Hydrocepalus). Alamat : Dusun Wage, RT 1/1, Desa Tinggar, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Iqbal yang saat ini berusia 5 tahun menderita penyakit Hidrocepalus sejak usianya baru menginjak 3 minggu. Ia dilahirkan secara normal di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) 45 Kuningan dalam keadaan yang sehat. Akan tetapi, setelah usia Iqbal 3 minggu terjadi pembengkakkan di bagian kepala. Melihat kondisi Iqbal, ia pernah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Wijaya Kusumah Kuningan selama 10 hari. Penyakit tersebut membuat pertumbuhan Iqbal terganggu karena di usia 5 tahun ia belum bisa beraktifitas seperti anak seusianya. Ia tidak bisa duduk hingga menyender pun ia merasa kesulitan. Saat ini, Iqbal hanya bisa tidur terlentang. Selain itu, ia juga tidak bisa mengunyah walaupun giginya tumbuh normal. Yang lebih mengkhawatirkan, penglihatan Iqbal tidak berfungsi dengan maksimal dan tidak terlalu cepat merespon sesuatu yang dilihat. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan Kuningan dipertemukan dengan Iqbal, dan membawa Iqbal ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah melakukan beberapa pemeriksaan, Iqbal dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Plumbon, untuk melakukan CT-Scan. Pada tanggal 22 Maret 2016 tim medis menjadwalkan Iqbal untuk menjalani operasi penyedotan cairan dari kepala. Dan Alhamdulillah operasi berjalan dengan lancar dan operasi penyedotan cairan dilakukan melalui saluran pembuangan urine. Iqbal menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Iqbal merupakan putra dari Bapak Enco Tarsa (45) yang bekerja sebagai buruh bangunan. Penghasilan beliau hanya cukup untuk membiayai kebutuhan pokok sehari-hari. Sementara, Iqbal membutuhkan biaya transportasi dan akomodasi selama Iqbal menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Plumbon. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Iqbal dan keluarga, sehingga santunan ketiga dapat disampaikan kepada Iqbal. Semoga Allah mempermudah ikhtiar Iqbal agar lekas sembuh. Aamiin. Sebelumnya Iqbal masuk kedalam Rombongan 967.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Didi

Iqbal menderita hydrocepalus


EDI BIN SUTIM (64, Hernia). Alamat : Kp. Kubang, RT 8/3, Desa Legoksari, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa barat. Pak Edi merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak bulan Juni 2016. Ia merupakan seorang kuli tani, tinggal di rumah milik sendiri, bersama istrinya. Pak Edi tidak mempunyai anak, akan tetapi Pak Edi mempunyai 2 anak tiri yang sudah menikah dan tidak tinggal bersamanya. Sejak 4 tahun yang lalu, Pak Edi sering merasakan sakit pada perut bagian bawah. Pak Edi diperiksakan ke Puskesmas terdekat, hasil pemeriksaan dokter Pak Edi menderita penyakit hernia, dan harus segera dioperasi, dari situ Pak Edi dirujuk ke Rumah Sakit Bayu Asih untuk memeriksakan penyakitnya lebih lanjut. Karena faktor biaya, Pak Edi tidak pernah memeriksakannya lagi dan hanya mengandalkan obat-obatan dari warung saja untuk sekedar menahan rasa sakitnya jika sewaktu-waktu kambuh. Lama-kelamaan sakitnya malah semakin parah sampai tidak kuat untuk pergi ke sawah untuk bekerja. Pak Edi sudah tidak bisa bekerja berat atau mengangkat beban berat. Pak Edi sangat ingin bisa sembuh total agar bisa pergi ke sawah untuk membantu istrinya Mak Atis (61) sebagai kuli tani untuk kehidupannya. Anak-anaknya hanya bisa membantu alakadarnya. Pak Edi hanya bisa pasrah pada keadaan. Pada saat dijenguk Kurir Sedekah Rombongan, Pak Edi sedang duduk lemah dan mengeluhkan sakitnya yang sudah lama diderita. Sedekah Rombongan sangat merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan. Semoga Pak Edi bisa memeriksakan kesehatannya dan keadaannya segera membaik. Bantuan sebelumnya telah tersampaikan dan tercatat pada Rombongan 860.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @hastapradja

Pak Edi menderita hernia


AHMAD DAHLAN (17, Gangguan Penglihatan). Alamat : Kp. Depok Pasir, RT 6/3, Desa Bojong Timur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Dahlan, akrab kami memanggilnya siswa yang kini duduk di bangku SMK ini. Sejak usia Sekolah Dasar, penglihatannya sudah terganggu, setiap menulis ia harus duduk di bangku gurunya yang berada di depan, karena jika di bangkunya ia tak begitu bisa jelas melihat. Ia pun pernah menggunakan kacamata. Pada tahun 2015 ia memeriksakan diri ke RS Sukaseuri Cikampek dan dianjurkan untuk menggunakan kacamata, namun setelah pemakaian kacamata penglihatannya tetap tidak berubah lebih baik. Akhirnya ia pun menyerah dan hingga kini belum melakukan ikhtiar pengobatan lagi, hal tersebut tak lain karena keterbatasan biaya. Dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dahlan, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya  akomodasi pengobatan. Semoga Allah segera menyembuhkannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Sutraeni

Dahlan menderita gangguan penglihatan


TRIYONO SAPUTRA (60, TB Paru). Alamat:  Jl. Baru RT 15/7, Kelurahan Purwamekar, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Triyono, bapak yang sudah sepuh ini, dahulunya merupakan seorang pelaut, ia merupakan pasien dampingan sedekah rombongan sejak bulan Juli 2016 lalu. Pada tahun 1995 ia berhenti bekerja. Pak Triyono dan keluarga memutuskan untuk pulang kampung ke Purwakarta pada tahun 2008, sejak ia mulai sakit dan tidak mampu lagi untuk mencari nafkah. Dengan rasa malu, istrinya Euis (53) memberanikan diri menjadi seorang pengamen di daerah Subang, demi memenuhi kebutuhan keluarga. Kota Subang dipilih agar anak bungsunya yang  putus sekolah tidak mengetahui aktivitasnya tersebut. Pak Triyono setiap harinya hanya bisa terbaring lemah di kamar rumahnya, menunggu istrinya pulang mengamen. Ya, Pak Triyono sejak lama telah menderita penyakit TB Paru, namun tidak  pernah kontrol ke rumah sakit karena jaminan kesehatannya belum dibayar selama 7 bulan, sehingga tidak dapat digunakan. Kabarnya ia rutin memeriksakan diri ke Dr. Hoirudin dengan biaya sekitar 70.000-150.000 setiap kali periksa. Kali kedua kami kurir #SR menyampaikan titipan para sedekaholic untuknya, kami menyarankan Pak Triyono segera melunasi tunggakan jaminan kesehatannya, agar kedepannya bisa memudahkan Pak Triyono untuk melakukan pengobatan. Semoga Allah memberi kesehatan dan kemudahan urusan Pak Triyono, aamiin. Bantuan sebelumnya telah tersampaikan dan tercatat pada Rombongan 873.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @hastapradja

Pak Triyono menderita TB paru


EMMA SITI FATIMAH (35, Gangguan penglihatan). Alamat : Kp. Depok, RT 10/5, Desa Bojong Timur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Emma, akrab kami memanggil perempuan yang pernah menjadi TKI pada tahun 2005 di Negara Arab Saudi ini. Kurang lebih selama 2 tahun ia menjadi abdi devisa Negara, juga selama 2 tahun tersebut Teh Emma sering mendapat perlakuan kasar dari majikan tempat ia bekerja. Ia hanya bisa bersabar menerima perlakuan majikannya tersebut, hingga puncaknya pada saat Teh Emma dipukul menggunakan kabel listrik di bagian matanya, bukan satu kali namun berulang-ulang. Ia pun memutuskan pulang dengan keadaan kedua matanya sama sekali tidak bisa melihat. Sepulangnya dari Arab Saudi, ia mencoba berikhtiar untuk kesembuhan matanya tersebut. Ia pun menjalani operasi di RS Polri Sukanto Jakarta, sempat sembuh dan kembali bisa melihat dengan normal, namun hanya selama 1 bulan. Setelah itu penglihatannya kembali buram, ia pun sudah putus asa dan tidak pernah lagi mengobati kedua matanya tersebut. Dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Teh Emma dan keluarga dalam keadaan ia ingin kembali berobat. Namun kini ia memiliki keterbatasan biaya, Teh Emma kini menjalani profesi sebagai tukang jahit, dan suaminya merupakan kuli serabutan. Kami kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Teh Emma menuju Rumah Sakit. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 962.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Sutraeni

Emma menderita gangguan penglihatan


DODOH SRI RAUDHOH (22, Kanker Mulut). Alamat : Kp. Sukaati, RT 6/2, Desa Pangkalan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Dodoh akrab kami memanggil ibu muda ini, ia merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak Januari 2017 lalu, awalnya ia merasakan sakit pada gigi bagian depan disertai bengkak pada gusi. Hal tersebut ia abaikan, karena merupakan hal biasa yang sering ia rasakan. Tak dinyana, selama kurun waktu 3 minggu bengkak tersebut semakin membesar disertai dengan keluarnya nanah dan darah. Ia kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas setempat, lalu dirujuk untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA). Di Rumah Sakit tersebut ia menjalani proses rontgen dengan diagnosa kanker mulut. Ia pun harus memakai selang NGT, karena minuman dan makanan sudah tidak bisa masuk lewat mulutnya. Hasil rontgen mengharuskan Teh Dodoh untuk melanjutkan pemeriksaan penyakitnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sudah sekitar 10 hari Teh Dodoh menjalani proses pemeriksaan penyakitnya di RSHS Bandung memakai fasilitas kesehatan berupa BPJS PBI, ia baru melakukan cek laboratorium pada jantung dan paru. Dengan kondisi hamil tua, yakni 7 bulan Teh Dodoh berjuang melawan penyakitnya dengan sabar dan ikhlas. Qadarullah, ia pun melahirkan bayi pertamanya dengan berat 1,7 Kg dan dalam keadaan premature, bayinya tersebut sementara harus menjalani proses inkubasi di Rumah Sakit. Suaminya Badrudin (25), sementara ini tidak bisa bekerja karena harus menemani istrinya di Rumah Sakit. Maka dari itu, ia sangat membutuhkan uluran bantuan untuk membiayai proses pengobatan istrinya tersebut. Dengan ijin Allah, kami kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Teh Dodoh dan keluarga. Kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk meringankan biaya akomodasi Teh Dodoh selama menjalani proses pengobatan di Rumah Sakit, bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 973. Teh Dodoh telah menjalani proses operasi awal maret lalu, operasi tersebut membuat rahangnya harus diambil, dan akan menjalani proses pemasangan rahang di bulan depan. Pasca operasi kebutuhan Teh Dodoh sangat banyak, mulai dari pembelian obat yang tidak tercover BPJS dan pembelian alat penyedot dahak otomatis yang menggunakan mesin. Mari doakan bersama, agar Allah segera mengangkat penyakit yang ada pada tubuh Teh Dodoh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Tantri

Dodoh menderita kanker mulut


ONIN BIN FULAN (57, Infeksi di Kaki). Alamat : Kp. Cihonje, RT 2/5, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bah Onin akrab kami memanggilnya, ia berprofesi sebagai buruh tani yang keseharian tak lepas dari cangkul dan alat tani lainnya. Kurang lebih pertengahan Februari lalu saat sedang mencangkul di sawah, tak sengaja kakinya terkena sabetan cangkul tersebut. Ia hanya mengobati luka di kakinya tersebut menggunakan obat kampung tradisional namun tak menunjukkan adanya kesembuhan, lukanya semakin menjalin ke bagian lututnya. Ia pun kemudian dibawa ke puskesmas terdekat dan tak juga menunjukkan adanya tanda kesembuhan, akhirnya dengan berbekal pinjaman dari tetangga, ia berobat ke Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA) menggunakan fasilitas kesehatan berupa Jaminan Purwakarta Istimewa (JAMPIS). Saat ini lukanya sudah mulai mengering, namun masih harus menjalani kontrol pengobatan. Bah Onin yang merupakan buruh tani tak begitu memiliki cukup uang untuk biaya akomodasi menuju RSBA, penghasilannya cukup untuk biaya makan sehari-hari saja. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bah Onin, kami menyampaikan titipan bantuan untuk biaya akomodasi pengobatan. Mari doakan semoga Bah Onin segera Allah sembuhkan. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 968.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Pak Onin menderita infeksi di kaki


ENCE BIN SARTOMI (50, Prostat). Alamat : Kp. Cotak, RT 13/07, Desa Sadarkarya, Kecamatan  Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Tiga bulan lalu Pak Ence merasakan kesulitan saat akan buang air besar dan kecil, sehingga perutnya membesar. Ia pun memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat dan dirujuk ke Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA). Dengan menggunakan fasilitas kesehatan berupa Jaminan Purwakarta Istimewa (JAMPIS), Pak Ence memeriksakan diri ke RS tersebut, setelah menejalani searangkaian pemeriksaan ia didiagnosa mengidap penyakit prostat dan harus segera dilakukan operasi. Pada awal kemarin ia pun telah menjalani operasi yang pertama, beberapa minggu kedepan ia akan menjalani proses operasi yang kedua. Saat ini ia memiliki keterbatasan biaya untuk akomodasi menuju RSBA, karena semenjak sakit tiga bulan lalu, ia pun tak bisa bekerja seperti biasa. Sedangkan biaya sewa mobil ke RSBA kurang lebih sekitar Rp. 250.000 untuk satu kali berangkat. Dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Ence, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya  akomodasi pengobatan. Semoga Allah segera menyembuhkannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Maarif

Pak Ence menderita prostat


JUMHA BIN JUNTA (58, Prostat). Alamat : Kp. Nanggeleng, RT 10/04, Desa Depok, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pak Jumha, akrab kami memanggilnya. Ia telah menderita penyakit prostat selama 4 tahun, 2 tahun lalu pernah menjalani operasi yang pertama. Saat ini kondisinya masih menggunakan selang untuk membantu saluran kencingnya. Selang tersebut harus diganti setiap dua minggu satu kali di klinik budi bhakti dengan biaya Rp. 100.000,- untuk satu kali ganti. Biaya tersebut sangat besar bagi Pak Jumha yang kini tak bisa lagi bekerja, ia pun sangat butuh uluran bantuan dari para sedekaholics untuk biaya penggantian selang tersebut. Dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Jumha, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya  akomodasi pengobatan. Semoga Allah segera menyembuhkannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Maarif

Pak Jumha menderita prostat


AI DULIMAH (45, Epilepsi+Gangguan Mental). Alamat : Kampung Darangdan, RT 18/5, Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Ai, akrab kami memanggilnya. Pada 2009 lalu ia harus menghadapi masalah yang membuatnya terpukul dan membuat pikirannya terganggu. Hal tersebut diperparah saat kelahiran anak bungsunya, ia harus menjalani rehabilitasi di Cianjur selama 3 bulan. Sempat sembuh kemudian kambuh lagi, pernah juga menjalani rawat inap di Rumah Sakit Bayu Asih. Namun terpaksa harus pulang karena tak ada biaya dan tak ada keluarga yang menjaganya. Saat ini ia dirawat oleh anaknya yang berumur 18 tahun, anak tersebut bekerja sebagai pesuruh tetangga-tetangga yang ada di sekitar rumahnya. Anak-anaknya yang lain masih kecil dan mereka pun dirawat oleh kakak pertamanya. Teh Ai saat ini harus menjalani suntik obat setiap satu minggu satu kali untuk menenangkannya, ada mantri desa yang datang ke rumahnya dengan bayaran Rp. 40.000,-/satu kali suntik. Kondisi kesehatan dan perekonomian Teh Ai amat sangat meprihatinkan, dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Teh Ai dan anak-anaknya, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan. Semoga Allah segera menyembuhkannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal

Bu Ai menderita epilepsi+gangguan mental


ODI BIN ENDANG (38, Luka Patukan Ular). Alamat : Kp. Cihonje, RT 17/5, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pada akhir Februari lalu Pak Odi mendapati luka di sekitaran lututnya, luka tersebut disertai rasa gatal dan panas. Pada saat itu Pak Odi tidak menyadari bahwa luka tersebut merupakan bekas gigitan ular berbisa. Ia pun memeriksakan diri ke mantri desa setempat, namun tak juga ada perubahan. Beberapa hari kemudian luka tersebut semakin membengkak dan terasa panas, ia pun kemudian menjalani pemeriksaan di Puskesmas. Hasil pemeriksaan mengharuskan Pak Odi menjalani pengobatan di RS Bayu Asih, karena menurut tim medis di Puskesmas luka tersebut merupakan infeksi dari bisa ular yang akan semakin membengkak dan membusuk jika tidak segera diobati. Namun karena kendala biaya, hingga kini proses ikhtiar pengobatannya harus terhenti karena semenjak sakit Pak Odi tak bisa lagi bekerja. Beruntung kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Odo dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan dan pembuatan BPJS. Mari doakan bersama agar Pak Odi segera Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Pak Odi menderita luka patukan ular


TITA NURMALA (12, Benjolan pada Kaki). Alamat : Kp. Cijambe, RT 10/5, Desa Sadarkarya, Kecamatan  Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Neng Tita, akrab kami memanggil gadis yang duduk di kelas 6 SD ini. Sejak menginjak usia 5 tahun, timbul benjolan pada kaki kirinya sebesar kelereng, benjolan tersebut dibiarkan dan tidak diobati. Ketika ia mulai memasuki sekolah dasar, benjolan tersebut semakin membesar hingga umurnya kini 12 tahun. Pada usia 11 tahun ia pernah menjalani pemeriksaan dan mendapat rujukan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan mendapat jadwal operasi, namun operasi tersebut diundur terus menerus sehingga membuat Tita dan keluarganya mulai putus asa. Setelah menunda ikhtiar pengobatan, kini Tita dan keluarganya kembali semangat. Ayahnya yakni Damiri (52) merasa keberatan dengan biaya akomodasi menuju Rumah Sakit, ditambah Tita belum memiliki BPJS. Maklum saja, Pak Damiri merupakan seorang buruh tani yang memiliki penghasilan pas-pasan. Beruntung kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Neng Tita dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan dan pembuatan BPJS. Mari doakan bersama agar Neng Tita segera Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Ma’arif

Tita menderita benjolan pada kaki


MTSR TASIKMALAYA (B1495SU, Operasional dan Perawatan Rutin). Mulai Bulan Mei tahun 2014, Sedekah Rombongan area Tasikmalaya memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Area operasional MTSR Tasikmalaya mencakup Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, dan juga mengantar pasien yang dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung dan RSU Siaga Medika Banyumas. Bulan Juli 2014 MTSR Tasikmalaya melakukan servis besar di Layanan Servis Resmi Suzuki. Awal September kembali masuk bengkel untuk service kakai-kaki, ganti shockbreaker depan, per belakang, sekaligus ganti oli, filter oli, dan penggantian vanbelt. Selain untuk biaya pemeliharaan MTSR melalui servis rutin, biaya pemeliharaan juga dipergunakan untuk membeli sebuah ban karena ban cadangan sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Pada tanggal 24 November 2016, MTSR melakukan perbaikan pada bagian kopling. Frekuensi penggunaan MTSR Tasikmalaya semakin hari semakin tinggi. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya di Priangan Timur, mengantar jemput pasien ke RSUD, juga mengantar jemput pasien ke RSHS Bandung. Hampir setiap minggu ada saja pasien yang harus diantar ke RSHS Bandung, sekarang ditambah dengan mengantar pasien ke RSU Siaga Medika Banyumas, bahkan kadang dalam seminggu bisa 2-3 kali pulang pergi ke Bandung yang berjarak sekitar 120km dengan waktu tempuh 3-4 jam sekali jalan. Agar kondisi mobil tetap prima, service rutin selalu dijalani MTSR. Titipan sedekah dari para #SahabatSR kembali dipergunakan untuk mendukung biaya operasional bahan bakar untuk membawa pasien ke Bandung, RSUD dr. Soekardjo dan daerah sekitarny selama tanggal 17-28 Februari 2017, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 960.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal : 20 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr @adiabdillah

Biaya operasional dan perawatan rutin


MAHDI BIN ADIK (77, Gangguan Jantung). Alamat : Jl. Kolam Renang, RT 9/4, Kelurahan Purwamekar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Berawal dari dua tahun lalu, Pak Mahdi sering mengalami batuk-batuk yang tak kunjung sembuh. Setelah menjalani pemeriksaan rontgen, didapati cairan pada paru-parunya. Kondisi saat ini Pak Mahdi sering merasakan pusing dan sesak juga tidak bisa lagi bekerja karena kondisi fisik yang mulai melemah, sedangkan ia merupakan tulang punggung keluarganya. Awalnya pak Mahdi tidak ingin menjalani pengobatan terhadap penyakitnya tersebut dikarenakan tidak ingin merepotkan istrinya, namun atas saran RT setempat untuk membuat KIS (Kartu Indonesia Sehat) akhirnya ia pun kembali berkeinginan untuk melanjutkan ikhtiar pengobatannya. Namun kini Pak Mahdi tidak memiliki uang untuk biaya transportasi dan bekal menuju tempat pengobatan. Beruntung kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Mahdi dan istri, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan. Mari doakan bersama agar Pak Mahdi segera Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis Ligar

Pak Mahdi menderita gangguan jantung


DINI SENTIA YUNI (34, Gagal Ginjal). Alamat: Jl. Raya Nusa Indah, RT 1/2, Kelurahan Indihiang, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah beberapa bulan ini, Bu Dini menderita penyakit gagal ginjal. Hampir setiap minggu ia harus berobat dan melakukan cuci darah di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Awalnya, hanya rasa sakit yang ia rasakan di perut bagian bawah dan lama-kelamaan sakitnya semakin menjadi dan ia harus dilarikan ke rumah sakit Jasa Kartini. Bu Dini pun harus dirawat selama beberapa minggu dan harus menjalani operasi ginjal. Keluarganya kebingungan karena mereka tak punya biaya yang cukup meskipun mereka mempunyai jaminan SKTM dari aparat setempat namun jaminan tersebut tak menutup seluruh biaya pengobatan. Suaminya, Iwan (37) hanya seorang buruh serabutan dengan upah sekitar 30 ribu perharinya. Mereka juga punya 2 anak, Raisa (7) dan Alif (5) yang masih membutuhkan biaya untuk sekolah. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan mendapatkan info dari salah seorang kerabat Bu Dini dan kurir pun segera mengunjungi Bu Dini di rumah sakit. Santunan pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan hingga jutaan rupiah. Semoga Bu Dini diberi kelancaran dalam proses penyembuhannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 21 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita

Bu Dini menderita gagal ginjal


SUSI SOPIANTI (11, TB Paru + Maag Kronis + Epilepsi). Alamat: Gunung Jamu, RT 5/6, Desa Rancapaku, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah dari kecil, Susi mengidap penyakit epilepsi dan sering kejang sampai pingsan, namun seiring waktu ia harus kembali merasakan sakit karena sering melewatkan waktu dan makan dan maag pun menyerang. Kini, lambungnya sudah luka dan rutin melakukan pengobatan. Tak sampai di situ, Susi harus menelan pahit bahwa ia juga mengidap penyakit TBC yang diakibatkan asap rokok sekitar rumahnya. Ia sempat dilarikan ke RS SMC Singaparna dan harus dirawat selama 18 hari dengan jaminan KIS. Ayahnya Susi, Ikin (54) seorang buruh tani dengan pendapatan tidak menentu dan ibunya, Ilah (48) hanyalah seorang IRT sehingga tidak bisa membantu perekonomian keluarganya. Susi pun masih punya dua adik yang masih duduk di bangku sekolah. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan orangtua Susi dan menyampaikan bantuan untuk pengobatan Susi dan akomodasi. Semoga Allah segera mengangkat penyakitnya dan ia bisa kembali bersekolah. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR @adiabdillah

Susi mederita TB paru + maag kronis + epilepsi


DADANG SUHENDANG (41, MDR + Diabetes Mellitus Tipe 2). Alamat: Blok Desa, RT 1/3, Kelurahan Merta Singa, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sudah empat tahun Pak Dadang sering sakit-sakitan. Awalnya, keluarga Pak Dadang menganggap sepele penyakit yang dialaminya namun lama-kelamaan ia semakin parah dan harus dibawa ke rumah sakit untuk berobat. Setelah berobat, tak ada kemajuan yang berarti dan ia pun memutuskan untuk pergi ke Tasikmalaya dan dibantu sanak keluarganya dalam melakukan pengobatan. Setelah berobat beberapa bulan baru lah penyakitnya terdeteksi dan ia mengidap penyakit MDR dan dibetes melitus tipe 2 dan kondisinya semakin kronis. Ia pun kembali harus dirawat i RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya selama seminggu dengan jaminan BPJS. Istrinya, Sri (39) harus menggantikan peran suaminya yang dulu bekerja sebagai buruh tani. Sri bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan upah 20 ribu per hari, sayangnya itu tidak cukup untuk menutup kekurangan biaya akomodasi pengobatan suaminya. Mereka juga mempunyai 1 anak yang duduk di bangku SMP. Setelah mendapat informasi, kurir Sedekah Rombongan pun memberikan bantuan beupa pendampingan selama rawat inap, namun Allah berkehendak lain dan Pak Dadang pun meninggal di rumah sakit. Santunan dari Sedekaholics juga disampaikan untuk membantu biaya obat yang tidak dicover BPJS dan sebagai tanda duka. Semoga Allah menerima almarhum Pak Dadang di sisi-Nya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Maret 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @adiabdillah @miftahudinSR

Pak Dadang menderita MDR + diabetes mellitus tipe 2


MUHAMMAD RAFLI (10, Leukimia). Alamat : Gg. Bronjong, RT 24/8, Desa Maracang, Kecamatan Maracang, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Dek Rafli merupakan pasien dampingan gerakan Sedekah Rombongan sejak November 2016 lalu. Sejak menginjak umur 6 tahun, ia mengalami demam disertai dengan muntah, mencret dan nyeri diseluruh persendiannya, kemudian ia dibawa ke Puskesmas setempat oleh kedua orangtuanya. Tim medis di Puskesmas tersebut menyarankan Dek Rafli untuk menjalani tes darah di RSUD Bayu Asih Purwakarta, ia pun kemudian dibawa ke RSUD tersebut. Hasil laboratorium menyatakan bahwa Dek Rafli didiagnosa mengidap penyakit Leukimia, semenjak itu setiap bulannya Dek Rafli harus menjalani pemeriksaan secara rutin ke RSHS Bandung. Selama 2 tahun ini kedua orangtuanya tidak pernah berhenti berjuang untuk ikhtiar pengobatan anaknya agar bisa sembuh kembali, hingga keduanya rela meminjam uang kepada tetangganya. Ayahnya yakni Rogis (36) adalah seorang pengumpul rongsokan yang memiliki penghasilan yang sangat minim, selain membiayai kehidupan keluarganya sehari-hari dan membiayai pengobatan Rafli, ayahnya pun harus membayar kontrakan tempat mereka tinggal setiap bulannya. Kedua orangtuanya amat sangat membutuhkan uluran bantuan dari para donator untuk membantu membiayai pengobatan Rafli. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Dek Rafli, kami diberi titipan oleh sedekaholics untuk menyampaikan bantuan kepada Dek Rafli. Bantuan tersebut digunakan Dek Rafli untuk biaya akomodasi ke RSHS Bandung juga biaya pembelian obat yang tidak tercover BPJS. Pada tanggal 8 Desember 2016, saat kami menyambangi rumahnya, kami lihat Dek Rafli semakin kurus dan sangat pucat. Mari doakan bersama agar proses pengobatan Dek Rafli berjalan dengan lancar. Adapun laporan bantuan sebelumnya, tercatat pada Rombongan 958.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @hastapradja

Rafli menderita leukimia


ANO SUMARNO (54, Korban Ledakan Gas). Alamat: Kp. Pangadegan, RT 1/1, Kel. Kotabaru, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Beberapa bulan lalu, saat Pak Ano mencoba menyalakan kompor gas dengan gasolin karena sudah rusak, tiba-tiba saja gas yang jaraknya dekat dengan beliau meledak dan membakar hampir 70% tubuhnya. Ia mengerang kesakitan dan untungnya, beberapa tetangga mendengar teriakannya dan segera membantu Pak Ano untuk dibawa ke puskesmas terdekat. Ia memilih tidak dirawat inap meskipun kulit tubuhnya mengelupas, Pak Ano ingin berobat rutin saja karena berobat di puskesmas gratis apalagi Pak Ano tak mempunyai jaminan kesehatan. Pak Ano dulunya bekerja sebagai buruh tani di sawah milik tetangganya. Ia mendapat upah 25 ribu perhari. Pak Ano sudah lama hidup menduda di rumah petak 4×4 meter dan anak-anaknya tinggal di luar kota. Terkadang salah satu anaknya menjenguk beliau dan memberikan uang bulanan. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan secara tak sengaja dengan Pak Ano saat beliau berobat di puskesmas dan kemudian mengunjunginya di rumahnya. Titipan langit dari Sedekaholics pun disampaikan untuk meringankan biaya akomodasi selama pengobatan. Semoga Allah memberi kesembuhan padanya dan ia bisa kembali bekerja .

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 10 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak Ano seorang korban ledakan gas


ENUNG YANI (47, Asma & Gangguan Liver). Alamat: Kp. Cijati, RT 12/1, Desa Cijati, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bi Enung, akrab kami memanggil ibu dari tiga orang anak ini. Telah lama ia menjadi seorang janda karena suaminya (Alm. Ayi) meninggal dunia, sejak saat itu Bi Enung yang menjadi tulang punggung bagi ketiga orang anaknya. Tidak banyak harta yang ditinggalkan suaminya saat itu, karena semasa hidup dulu suaminya hanya bekerja sebagai pemulung bahan-bahan plastik yang kemudian dijual kepada pengepul. Sejak saat itu, tersirat keinginan Bi Enung untuk menjadi TKW di Arab Saudi, namun keadaan fisiknya tidak memungkinkan, karena ia menderita penyakit asma sejak lama. Selama ini ia hanya mengonsumsi obat-obatan warung untuk mengurangi rasa sesak saat penyakit asmanya kambuh. Besar sekali keinginan Bi Enung untuk memeriksakan diri ke RSUD di Purwakarta, namun selalu terkendala dengan biaya. Saat ini ia mencari nafkah dengan cara berjualan mainan anak-anak di rumahnya, penghasilannya sangat tidak menentu, kadang sama sekali ia tidak mendapatkan keuntungan. Bersyukur kami kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bi Enung, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya transportasi Bi Enung menuju RSUD Bayu Asih. Mari doakan bersama agar Allah menyembuhkan penyakit yang ada pada tubuh Bi Enung. Bantuan sebelumnya telah tersampaikan dan tercatat pada Rombongan 906.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 3 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Bi Enung menderita asma & gangguan liver


SUHIRMAN BIN FULAN (66, Stroke). Alamat : Kp. Cihideung, RT 12/4, Kelurahan Mulya Mekar, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pak Irman, akrab kami memanggil ayah dari 5 orang anak ini. Tepatnya 5 tahun lalu Pak Irman mengalami sakit di bagian kaki, hal tersebut ia anggap sakit biasa. Hingga satu waktu ketika Pak Irman sedang melaksanakan shalat, ia terjatuh dan kepalanya terbentu keras ke tembok rumahnya. Semenjak itu seluruh badannya tidak bisa digerakkan dan hanya bisa duduk dalam waktu beberapa menit saja. Juga semenjak itu pula tanggung jawabnya mencari nafkah harus dialihkan ke istri tercinta, yakni Siti Maesaroh (36) yang kini bekerja sebagai pemulung barang-barang bekas, ia dibantu oleh anak sulungnya yang masih berumur 17 tahun dan sempat putus sekolah karena kekurangan biaya. Pak Irman belum pernah menjalani pengobatan dimanapun, uang hasil memulung barang bekas cukup untuk makan sehari-hari, tapi tidak cukup untuk biaya pengobatan. Beruntung kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Irman dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan dan biaya hidup sehari-hari Pak Irman. Mari doakan bersama agar Pak Irman segera Allah sembuhkan. Santunan sebelumnya telah tercatat dan tersalurkan pada Rombongan 967.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis Ligar

Pak Suhiran menderita stroke


REZKY DWI ARYA PUTRA (2, Colestasis Jaundice + Infeksi CMV + Gangguan Fungsi Hati). Alamat : Buana Indah, Blok A6, RT 16/6, Desa Mulya Mekar, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sejak lahir tepatnya pada tanggal 7 Mei 2015, Dek Rezky harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Asri Purwakarta, hal tersebut dikarenakan karena tubuhnya menguning. Setelah pemeriksaan laboratorium di RS yang sama, Dek Rezky mendapat rujukan pemeriksaan lanjutan ke RSHS Bandung. Hasil pemeriksaan di RSHS Bandung menunjukkan bahwa Dek Rezky mengidap penyakit Gastripologi, ia pun menjalani rawat inap selama 42 hari di RS tersebut. Saat ini Dek Rezky harus menjalani rawat jalan setiap satu bulan satu kali. Dilihat dari penyakit yang dideritanya, Dek Rezky masih akan menempuh perjalanan panjang untuk ikhtiar pengobatannya dan akan sangat membutuhkan biaya pengobatan yang besar senilai ratusan juta. Uang tersebut bagi kedua orangtuanya yang bekerja sebagai karyawan pabrik di Purwakarta, merupakan nominal yang sangat besar. Beruntung kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dek Rezky dan kedua orangtuanya, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan dan pembelian susu khusus. Mari doakan bersama agar Dek Rezky segera Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis @hastapradja

Rezky menderita colestasis jaundice + infeksi CMV + gangguan fungsi hati


AZMI HAIL MAHLAL (3, Flek Paru). Alamat : Dusun 1, RT 5/2, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Azmi adalah seorang pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan. Usia Azmi baru menginjak 2 tahun, namun ia menderita penyakit serius dengan adanya flek di dalam paru-parunya. Gejala awal Azmi rasakan ketika ia berusia 5 bulan. Ia sering mengalami demam yang disertai dengan perubahan fokus penglihatan karena bola matanya selalu mengarah ke atas. Selain itu, berat badannya semakin lama semakin menurun. Akibatnya tumbuh kembang Azmi sedikit terhambat. Perkembangan motorik Azmi cenderung lambat, selain itu Azmi juga belum bisa bicara seperti balita pada umumnya. Azmi menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Kondisi Azmi sangat lemah, untuk duduk saja ia membutuhkan penyangga atau lebih sering dipangku. Pihak medis akhirnya melakukan terapi khusus kepada Azmi, yaitu fisiotherapy. Terapi ini menggunakan bantuan cahaya khusus yang menyinari bagian punggung Azmi. Alhamdulillah, kepala Azmi pun saat ini sudah mulai tegak setelah sebelumnya tertunduk lemas. Saat ini Azmi sudah bisa belajar berjalan dan sudah mulai aktif belajar berbicara. Azmi juga sekarang terlihat sangat aktif dan mulai berani berinteraksi dengan sekitarnya, setelah sebelumnya dia anak yang pemalu dan mudah menangis.  Pengobatan rutin yang dilakukan Azmi saat ini adalah dengan terapi sinar. Perkembangan dari fisioterapi rutin ini begitu jelas karna Azmi tak pernah absen mengikuti terapi. Setelah perkembangan Azmi sempurna, maka akan dilanjutkan dengan terapi yang lain. Azmi telah menjalani terapi sinar sudah hampir satu tahun. Selama menjalani pengobatan, Azmi terbantu dengan adanya jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Hanya saja, Bapak Johan Ermaya (36) dan Ibu Rohimah (27) selaku orang tua Azmi kesulitan mendapatkan biaya transportasi ke rumah sakit. Maklum saja, Bapak Johan bekerja sebagai pedagang asongan di lampu merah kota Cirebon. Pendapatan harian hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari keluarganya. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kesepuluh kepada Azmi untuk biaya transportasi dan pembelian pampers. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan kepada Azmi. Aamiin. Sebelumnya Azmi masuk kedalam pasien rombongan ke 967.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Azmi menderita flek paru


AMAD BIN SUTARDI (20, Kanker Tulang). Alamat : Dusun Cipanas, RT 5/6, Desa Ciangir, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Amad adalah salah seorang pasien dampingan kurir  Sedekah Rombongan Kuningan yang menderita penyakit kanker tulang. Berawal dari beberapa bulan lalu, ketika Amad tengah bekerja tiba-tiba ia merasakan sakit pada bagian paha hingga kaki sebelah kanan. Tak lama kakinya membengkak hingga mendadak tidak bisa berjalan. Kemudian, ia berobat ke berbagai rumah sakit dan terakhir ia berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan dengan tindakan medis berupa rongten dan hasil diagnosa menunjukkan bahwa Amad menderita kanker tulang. Kemudian, tim medis RSUD 45 Kuningan menyarankan Amad untuk melakukan pengobatan lanjutan ke RSHS Bandung. Namun pihak keluarga merasa biaya yang diperlukaan terlalu mahal karena jaraknya yang jauh sehingga memilih menjalani pengobatan herbal. Namun, kondisinya kembali turun karena bengkak di kaki Amad semakin membesar. Oleh karena itu, kurir Sedekah Rombongan Kuningan segera membawa Amad ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk menjalani pemeriksaan. Menurut tim medis ternyata pembuluh darah di kaki Amad pecah. Sehingga tim medis memutuskan bahwa Amad belum bisa melakukan operasi, karena dikhawatirkan akan mengalami pendarahan. Kemudian Amad dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Amad telah menjalani beberapa pemeriksaan oleh dokter ahli spesialis tulang di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Amad juga telah menjalani beberapa kali biopsi di RSHS, hasil PA biopsi amad menunjukkan bahwa pembuluh darah di kaki Amad harus dipasangkan pen. Karna belum ada keputusan dari Tim medis RSHS, Amad akhirnya memutuskan pulang dan kontrol jalan saja di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Kuningan (RSSK). Menurut tim medis RSSK, Amad harus segera menjalani operasi amputasi kaki kanannya karna dikhawatirkan akan menjalar ke seluruh tubuh yang lainnya. Tapi pihak keluarga tidak mau jika Amad harus melakukan amputasi. Amad memiliki kartu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Hanya saja kedua orang tua Amad, Bapak Sutardi (42) dan Ibu Castinah (38) bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan minim. Penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok 4 orang anggota keluarga. Sedangkan Amad membutuhkan biaya Transportasi dan biaya pembelian obat. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kesebelas kepada Amad untuk biaya transportasi, pembelian obat dan untuk biaya sehari hari. Semoga Allah segera memberikan jalan kesembuhan terbaik untuk Amad. Aamiin. Sebelumnya Amad merupakan pasien yang termasuk ke dalam Rombongan 968.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000
Tanggal : 20 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Amad menderita kanker tulang


NURHALIMAH BINTI NANA SUJANA (13, Kanker Ginjal). Alamat : Kampung Adiarsa Pusaka RT 4/7, Desa Adiarsa, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Awalnya Nurhalimah merasakan sakit dibagian perut, tepatnya bulan Januari 2017. Beberapa hari Nurhalimah merasakan perutnya keras dan terlihat semakin membesar. Disadari berat badan nya pun semakin menurun dan wajahnya terlihat pucat, bahkan Nurhalimah sering kali merasakan sesak nafas. Nurhalimah sempat melakukan pemeriksaan di  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang dan di diagnosa Suspect Tumor Ginjal, kemudian dokter merujuk Nurhalimah ke Poliklinik Bedah Anak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dokter rumah sakit melakukan tindakan Biopsi dan hasilnya Nurhalimah mengidap Kanker Ginjal. Ayah Nurhalimah, Nana Sujana (49) bekerja sebagai petugas keamanan, sedangkan Ibunya Ika Atikah (46) seorang ibu rumah tangga menuturkan selama sakit, Nurhalimah menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS Non PBI.  Kesadaran Nurhalimah saat ini sedang menurun sehingga harus dilarikan ke IGD RSHS Bandung. Nurhalimah dianjurkan dokter untuk mengkonsumsi susu formula sebagai pengganti asupan makanan.  Kembali Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan lanjutan kepada Nurhalimah dan Keluarga. Sebelumnya  Nurhalimah merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan dan tercatat di Rombongan 977. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan untuk dapat melawan penyakit yang dideritanya dan Nurhalimah segera meningkat kesadaran nya. Aamiin Ya Rabbalalamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu  @Retno_indrayati @tamitree

Nurhalimah menderita kanker ginjal


RSSR BANDUNG RAYA (Biaya Operasional). Alamat : Jl. H. Yasin No. 56 RT 2/2, Kelurahan Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung atau biasa disebut RSSR Bandung merupakan Rumah Singgah yang dikelola oleh Sedekeh Rombongan Bandung sejak tahun 2013. Sejak tahun itu pula RSSR Bandung telah menjadi rumah singgah bagi saudara kita yaitu para dhuafa sakit dari berbagai daerah yang harus melakukan pengobatan di RSHS Bandung. RSSR  menjadi tempat singgah sementara bagi kurang lebih 15 pasien beserta pendampingnya. Selain itu pasien juga difasilitasi dengan kasur untuk beristirahat, dapur lengkap beserta persediaan makanan, dua toilet, mushalla dan satu motor matic untuk alat transportasi bersama. Selain tempat singgah sementara bagi para pasien dhuafa, rumah singgah juga berfungsi sebagai sarana koordinasi bagi para kurir/relawan, sarana promosi dan ladang amal bagi para sedekaholics yang tergerak hatinya untuk bersedekah secara langsung. Alhamdulillah berkat peranan para sedekahollics, sejak tahun 2013 sampai dengan sekarang RSSR dapat menyediakan sembako untuk makan sehari-hari para pasien dan pendamping pasien. Selanjutnya berkat sedekahollics pula kebutuhan operasional RSSR seperti utility, retribusi kebersihan dan biaya operasional lainnya bisa terpenuhi. Semoga semua bantuan dari para sedekahollics yang dipergunakan untuk operasional RSSR Bandung raya ini menjadi ladang pahala dan membawa berkah kesembuhan bagi saudara kita para dhuafa sakit yang merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Bantuan RSSR Bandung sebelumnya sudah masuk dalam Rombongan 970.

Jumlah Bantuan : Rp. 8.982.160,-
Tanggal : 3 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @lisdamojang @episodeere

Biaya operasional


MUHAMMAD FAJAR BIN HASANUDDIN (24, Penyempitan Jantung). Alamat : Jln. Bandara Sultan Iskandar Muda, Desa Kp. Blang, Kec. Blang Bintang, Kab. Aceh Besar, Prov. Aceh. Ia biasa dipanggil Fajar, seorang laki-laki yang sedang berjuang melawan penyakitnya. Pada tahun 2010 Fajar mengeluh sakit dada dan merasa sangat lelah saat berolahraga di sekolahnya. Tepat seminggu setelah itu Fajar memutuskan ke dokter untuk berobat, dari hasil laboratorium Fajar didiagnosis menderita jantung bocor, pembekuan darah di jantung dan penyempitan jantung. Keadaannya sempat membaik dan Fajar kembali melakukan kegiatan seperti biasanya, namun pada Januari 2017 lalu Fajar mengalami sesak napas. Fajar langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Zainal Abidin Banda Aceh namun setelah menjalani perawatan tidak ada perubahan sehingga dokter merujuknya ke Penang. Pada 18 Januari 2017, Fajar berangkat ke Penang untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, dari hasil pemeriksaan ia hanya didiagnosis mengalami penyempitan jantung. Dokter di penang menganjurkan operasi di Jakarta. Berbekal JKN – KIS yang dimiliki, pada 2 April 2017 Fajar ke Jakarta untuk menjalani pengobatan. Sampai saat ini Fajar masih menjalani pengobatan rutin di RS Harapan Kita Jakarta sebelum menjalani operasi. Kondisi Fajar mudah lelah, nafsu makan berkurang dan berat badannya mulai menurun. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan bisa bertemu dan menjenguk Fajar di rumahnya. Bantuan dari sedekaholic pun disampaikan oleh kurir Sedekah Rombongan untuk biaya transportasi dan akomodasi ke Jakarta. Fajar menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang disampaikan. Semoga kesehatan Fajar terus membaik, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.700.000,-
Tanggal : 19 Maret 2017
Kurir : @arfanesia @pratiwi5566 @ririn_restu

Fajar menderita penyempitan jantung


YOHANES APRILIANO DEGA  (2, Malformasi Anorectal). Alamat : Desa Danga, RT 17/8, Kec. Kolibali,  Kab. Nagekeo, Pulau Flores, Prov. Nusa Tenggara Timur. Yohanes merupakan anak pertama dari Quirines Nere (38) dan Kristina Biji Kula (29). Ia  terlahir dengan kondisi cacat bawaan yakni tidak memiliki anus dan terdapat kelainan pada alat kelaminnya. Sebelumnya Yohanes sudah pernah dirawat di RS Flores untuk pembuatan anus, namun karena di sana tidak memiliki fasilitas yang lengkap untuk penanganan terhadap kelainan yang dimiliki, Yohanes dirujuk ke RSUP Sanglah, Bali. Selama menjalani  pengobatan di RSUP Sanglah Yohanes sudah menjalani operasi colostomy sebanyak 2 kali dan sudah ditutup. Saat ini kondisi Yohanes sudah lebih baik dan menjalani rawat jalan sembari menunggu jadwal operasi berikutnya, namun untuk operasi berikutnya dokter di RSUP Sanglah  menyarankan untuk merujuk Yohanes ke RSCM Jakarta dikarenakan peralatan  operasi di RSUP Sanglah belum memadai. Ayah dan ibu Yohanes yang bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi ditambah dengan penyakit yang diderita oleh Yohanes memerlukan biaya yang besar dan pengobatan yang cukup lama. Awalnya mereka pasrah menerima keadaan Yohanes, namun mereka tidak putus asa untuk selalu mengupayakan kesembuhan bagi anak mereka. Biaya pengobatan selama di RSUP Sanglah  sudah ditanggung oleh JKN – KIS kelas III yang dimilikinya. Selama  pengobatan di Bali orang tua Yohanes sudah tidak lagi bekerja, sehingga  tidak ada penghasilan sama sekali dan mereka kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Alhamdulillah, sejak September 2016 kurir Sedekah Rombongan menjadikan Yohanes sebagai pasien dampingan dan bisa merujuknya ke RSCM Jakarta untuk rekonstruksi alat kelaminnya. Yohanes mash menjalani rawat jalan dan serangkaian pemeriksaan di RSCM Jakarta hingga jadwal operasi tiba. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya sewa kost, kebutuhan  sehari – hari dan kebutuhan pengobatan yang tidak ditanggung BPJS. Santunan sebelumnya telah disampaikan dan terdapat dalam rombongan 965.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 22 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @lusimartha @ririn_restu

Yohanes menderita malformasi anorectal


JAENAL MURSOPI (21, Komplikasi Gangguan Paru – Paru Akut, Pembengkakkan Jantung + Gangguan Ginjal). Alamat : Kp. Blok Kemiri, RT 3/1, Desa Parigi Mekar, Kec. Ciseeng, Kab. Bogor, Prov. Jawa Barat. Awal mula sakit yang diderita Jaenal Mursopi (21) adalah jatuh dari ketinggian lebih dari dua meter saat bekerja sebagai pemasang tenda. Pasca kejadian ia mengalami demam tinggi dan segera dibawa ke dokter. Kondisi Jaenal saat ini sangat memprihatinkan, perutnya membengkak dan matanya menguning. Ia pun tak dapat banyak bergerak karena kondisinya yang terus melemah. Ia kini dirawat di rumah sakit milik sebuah yayasan sosial namun kondisinya belum ada perubahan. Sebelumnya Jaenal tidak memiliki riwayat penyakit parah, namun pasca jatuh ia mengalami berbagai penyakit. Jaenal sulit berbicara karena napasnya terengah – engah. Meski pengobatan ditanggung oleh JKN – KIS PBI yang dimiliki, keluarga Jaenal kebingungan untuk kebutuhan pengobatan lainnya. Orang tua Jaenal, Sobandi (49) dan Salamah (44) tidak memiliki uang untuk biaya pengobatan anaknya. Mereka sangat berharap Jaenal segera sembuh karena ia juga merupakan tumpuan keluarga. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk operasional berobat dan keluarga di rumah sakit, semoga Jaenal segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Jaenal menderita komplikasi gangguan paru – paru akut, pembengkakkan jantung + gangguan ginjal


LAILY HANIK (58, Batu Ginjal). Alamat: Pagesangan IIIA RT 2/3, Kec. Jambangan, Surabaya, Prov. Jawa Timur. Sekitar tahun 2007, Bu Hanik mulai memiliki keluhan pada ginjalnya. Setelah dilakukan pemeriksaan ke RSUD Sidoarjo, Bu Hanik di diagnosa menderita batu ginjal. Dokter menyarankan Bu Hanik untuk konrol rutin. Selama tahun 2007 hingga 2010 Bu Hanik menjalani pengobatan ke RSUD Sidoarjo. Tahun 2014 hingga 2015 Bu Hanik melanjutkan pengobatannya di RS Wangaya Denpasar. Kemudian, Bu Hanik kembali ke Surabaya dan berobat ke RS Siti Khodijah. Dokter menyarankan untuk operasi pengangkatan batu ginjal, sehingga Bu Hanik dirujuk ke RS Angkatan Laut Surabaya untuk operasi. Setelah 2 bulan pasca operasi, Bu Hanik lanjut pengobatannya dengan melakukan terapi laser. Bu Hanik merupakan janda dengan 2 orang anak. Saat ini beliau sudah tidak dapat bekerja karena kondisi sakitnya. Bu Hanik memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun ada beberapa obat dan pemeriksaan laboratorium yang tidak di cover oleh BPJS. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Bu Hanik. Bantuan kembali diberikan dan dipergunakan untuk biaya iuran BPJS, pengobatan yang tidak tertanggung BPJS dan biaya pemeriksaan laboratorium. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 961. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu Hanik masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan  : Rp. 665.000,-
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir :   @Wahyu_CSD  Bambang @EArynta

Bu Laily menderita batu ginjal


AZIMATUL KHUSNIA (6, Tumor Syaraf). Alamat : Kelurahan Ploso Kerep, RT 4/4, Kecamatan Ploso Kerep, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Sekitar tahun 2014, Azimatul mulai menunjukkan gejala yang tidak normal pada leher sebelah kanan. Leher sebelah kanan Azimatul muncul benjolan yang semakin lama semakin membesar dan Azimatul sering mengalami demam. Keluarga membawa Azimatul ke Puskesmas, dan kemudian Azimatul dirujuk ke RSUD Jombang untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Selama menjalani pengobatan di RSUD Jombang, belum ditemukan diagnosa penyakit Azimatul. Akhirnya, Azimatul dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan di RSUD Dr. Soetomo, Azimatul didiagnosa menderita tumor syaraf. Pengobatan yang dijalani oleh Azimatul selama ini adalah kemoterapi. Kondisi Azimatul juga sudah mulai membaik. Sebelum dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Azimatul sempat tidak bisa berjalan dan saat ini sudah dapat berjalan kembali. Azimatul sudah menjalani kemoterapi sejak tahun 2014 dan hingga saat ini masih rutin melakukan kemoterapi. Ayah Azimatul, Arifin (48) bekerja sebagai petani. Sedangkan ibunya, Khurrotun Nikmah (40) adalah seorang ibu rumah tangga. Jumlah tanggungan keluarga adalah 5 orang. Selama menjalani pengobatan, Azimatul menggunakan jaminan kesehatan Jamkesda yang saat ini sedang dalam proses pengalihan ke jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat. Kesulitan yang dialami keluarga Azimatul saat ini adalah biaya pengobatan yang tidak ditanggung oleh jaminan kesehatan serta biaya transportasi ke Surabaya. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Azimatul. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi, biaya pengobatan yang tidak ditanggung jaminan kesehatan, serta susu untuk menambah nutrisi pasien. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 977. Keluarga Azimatul sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 821.000,-
Tanggal : 23 Maret 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @Martinomongi @EArynta

Azimatul menderita tumor syaraf


RIZKI IKMALA (3, Tumor Hati). Alamat : Desa Greden RT 4/17, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Dik Rizki biasa disapa, pada awal februari 2016, dik Rizki mengeluhkan perutnya yang semakin membesar. Keluarga membawa dik Rizki berobat ke Puskesmas terdekat. terkendala keterbatasan peralatan di Puskesmas, dik Rizki dirujuk ke RSUD Jember. Hasil pemeriksaan di RSUD Jember, dik Rizki didiagnosa menderita tumor hati. Kemudian dik Rizki dirujuk ke RSUD Dr.Soetomo Surabaya untuk penanganan lebih lanjut. Dokter menyarankan dik Rizki untuk melakukan kontrol rutin di Poli Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Orang tua Dik Rizki, Jumadi (47) bekerja sebagai kuli batu. Sedangkan ibunya, Umi Hanik (46) seorang ibu rumah tangga. Meskipun dik Rizki memiliki BPJS sebagai jaminan kesehatan, namun karena biaya transportasi ke Surabaya tidak sedikit, keluarga sempat ingin menghentikan pengobatan dik Rizki. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Dik Rizki. Kami beruntung berkesempatan untuk membantu dik Rizki. Saat ini dik Rizki menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan rutin melakukan kontrol di Poli Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi, serta biaya kebutuhan nutrisi dik Rizki. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 967. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Dik Rizki masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 993.700,-
Tanggal : 21 Maret 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Bintang @EArynta

Rizky menderita tumor hati


RSSR SURABAYA (Operasional RSSR). Alamat: Jalan Semampir Selatan Gang 2A No. 61, RT 3/5, Kelurahan Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Surabaya ini difungsikan sebagai tempat singgah untuk para pasien dhuafa di luar Kota Surabaya agar lebih mudah untuk melakukan pengobatan di rumah sakit di Surabaya, utamanya RSUD Dr. Soetomo. Mengingat RSUD Dr. Soetomo merupakan Rumah Sakit rujukan Indonesia Timur, maka banyak pasien Sedekah Rombongan Surabaya yang berasal dari luar kota, sehingga dengan adanya RSSR sangat membantu para pasien dhuafa dalam melakukan pengobatan ke Surabaya. Bantuan dana dari sedekaholic kali ini dipergunakan untuk pembayaran listrik, pembayaran PDAM,  biaya obat yang tidak tercover jaminan kesehatan, serta biaya iuran BPJS. Bantuan untuk RSSR Surabaya sebelumnya tercatat dalam rombongan 974.  Kurir dan para pasien Sedekah Rombongan Surabaya mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekaholic. Semoga RSSR Surabaya dapat terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit dan tidak kesulitan jika membutuhkan tempat untuk tinggal selama pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp 546.400,-
Tanggal : 23 Maret 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Gitatamara BambangBKY @EArynta

Biaya operasional


MTSR SURABAYA (L 1182 E, Biaya Operasional Februari 2017). Pada tahun 2015, Sedekah Rombongan dihubungi oleh salah satu pengusaha di Surabaya dan mengabarkan bahwa beliau akan menyedekahkan satu buah unit mobil untuk dijadikan ambulan. Lalu mobil tersebut langsung diberikan kepada kami. Mobil ini selanjutnya kami gunakan sebagai Mobil tanggap Sedekah rombongan (MTSR) wilayah Surabaya yang berfungsi mengantar jemput para pasien Sedekah Rombongan dari Rumah Singgah Sedekah Rombongan Surabaya ke rumah sakit di Surabaya utamanya RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Selain itu, MTSR juga sering mengantar jemput para pasien yang berada di luar kota Surabaya untuk melakukan pengobatan di rumah sakit Surabaya. Dengan adanya Mobilitas MTSR di wilayah Surabaya dan sekitarnya, kebutuhan untuk bensin, tol, servis dan biaya operasional lainnya pun dibutuhkan agar mobilitas MTSR dalam hal mengantar pasien Sedekah Rombongan di wilayah Surabaya dan sekitarnya dapat berjalan optimal. Biaya operasional kali ini digunakan untuk biaya service rutin, gaji driver, biaya bahan bakar, biaya tol dan transportasi pasien. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya tercatat pada rombongan 974. Semoga MTSR bisa terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 6.503.000,-
Tanggal : 24 Maret 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 @EArynta

Biaya operasional


RSSR SURABAYA (Kebutuhan RSSR). Alamat: Jalan Semampir Selatan Gang 2A No. 61, RT 3/5, Kelurahan Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Surabaya ini difungsikan sebagai tempat singgah untuk para pasien dhuafa di luar kota Surabaya agar lebih mudah untuk melakukan pengobatan di rumah sakit di Surabaya, utamanya RSUD Dr. Soetomo. Mengingat RSUD Dr. Soetomo merupakan Rumah Sakit rujukan Indonesia Timur, maka banyak pasien Sedekah Rombongan Surabaya yang berasal dari luar kota, sehingga dengan adanya RSSR sangat membantu para pasien dhuafa dalam melakukan pengobatan ke Surabaya. Bantuan dana dari sedekaholics kali ini dipergunakan untuk Kebutuhan RSSR. Bantuan untuk RSSR Surabaya sebelumnya tercatat dalam rombongan 974.  Kurir dan para pasien Sedekah Rombongan Surabaya mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekaholic. Semoga RSSR Surabaya dapat terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit dan tidak kesulitan jika membutuhkan tempat untuk tinggal selama pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.686.600,-
Tanggal : 24 Maret 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Gitatamara BambangBKY @EArynta

Biaya operasional


MARIANA BINTI KAMIJA (56, Patah Tulang). Alamat: Perumahan Pejaya Anugrah, RT 11/7, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Beberapa bulan yang lalu, ibu Mariana mengeluh tidak dapat berdiri dan mengalami sakit yang luar biasa di sekitar punggung hingga paha. Hal tersebut bermula saat ibu Mariana terpeleset ketika bekerja. Karena menganggap keluhan tersebut merupakan hal yang biasa dan akan segera sembuh dengan sendirinya, ibu Mariana pun tidak memeriksakan diri ke dokter setempat. Semakin lama ibu Mariana tidak bisa berjalan. Beliau harus menggunakan alat bantu berupa tongkat kayu dan sering dibantu oleh kakak dan tetangga sekitar. Akhirnya ibu Mariana memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Mariana didiagnosa menderita patah tulang. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, ibu Mariana dirujuk ke Rumah Sakit untuk menjalani mendapatkan penanganan yang lebih lengkap. Namun, rujukan Puskesmas tidak bisa berjalan dengan lancar karena terkendala oleh Kartu Keluarga ibu Mariana yang masih mencantumkan nama kedua orang tua beliau yang sudah meninggal. Beliau bekerja sebagai asisten rumah tangga di sekitar rumahnya. Pendapatan dari bekerja hanya bisa digunakan sebagai biaya hidup sehari-harinya. Sehingga beliau merasa kesulitan membiayai pengobatan karena tidak ada jaminan kesehatan satupun yang dimiliki oleh ibu Mariana. Kurir Sedekah Rombongan mengetahui perjalanan dan kesulitan beliau. Alhamdulillah, langkah awal bantuan yang diberikan oleh Sedekah Rombongan kepada ibu Mariana berupa bantuan pembuatan kartu jaminan kesehatan serta bantuan santunan kepada ibu Mariana. Bantuan kembali disampaikan dan digunakan untuk  tambahan biaya pengobatan serta biaya transportasi ke Rumah Sakit. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 978. Semoga ibu Mariana bisa segera sembuh dan menjalani aktivitas sehari-hari lagi. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 24 Maret 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027

Bu Mariana menderita patah tulang


SUKARTINI BINTI SULOYO (46, Kanker Payudara). Alamat: Dusun Banjarpoh, RT 10/5, Kelurahan Banjarbendo,  Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Tahun 2012, Bu Sukartini mulai merasakan muncul benjolan kecil di ketiak. Benjolan tersebut lama- kelamaan membesar dan Bu Sukartini mulai merasakan nyeri pada payudaranya. Bu Sukartini kemudian memeriksakan diri ke RS Siti Hajar Sidoarjo. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Sukartini didiagnosa menderita kanker payudara. Dokter menyarankan untuk dilakukan operasi. Pada tahun 2012 dilakukan operasi pertama dan tahun 2013 dilakukan operasi kedua. Setelah operasi seharusnya Bu Sukartini tetap kontrol, namun karena keterbatasan biaya, Bu Sukartini menghentikan pengobatan medis dan beralih ke pengobatan alternatif. Beberapa bulan kemudian, benjolan kembali muncul dengan diameter yang lebih besar. Bu Sukartini mencoba pengobatan alternatif lain di klinik pengobatan alternatif daerah Kediri. Kondisi Bu Sukartini sempat membaik, namun karena sudah tidak ada biaya lagi, Bu Sukartini juga menghentikan pengobatan alternatifnya. Bu Sukartini memiliki pinjaman yang digunakan untuk operasi dan biaya pengobatan. Saat ini kondisi Bu Sukartini semakin memburuk karena sudah tidak melakukan pengobatan lagi. Dulu Bu Sukartini bekerja sebagai penjahit dan karyawan di pabrik. Namun karena kondisi kesehatannya, saat ini Bu Sukartini sudah tidak dapat bekerja lagi. Sedangkan suaminya, Kariyanto (50) bekerja sebagai karyawan swasta. Sedekah Rombongan mendapat kesempatan untuk membantu meringankan sedikit beban Bu Sukartini. Pada bulan februari 2017, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan kepada Bu Sukartini yang digunakan untuk biaya pengobatan Bu Sukartini dan biaya kebutuhan nutrisi beliau. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 979. Keluarga Bu Sukartini mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.340.500,-
Tanggal: 24 Maret 2017
Kurir:  @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Lilik

Bu Sukartini menderita kanker payudara


LILIANA MAULIDA (13, Tumor Mata). Alamat: Desa Karang Tanjunget, RT 7/2, Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Liliana mengalami masalah mata sejak bayi. Dari lahir hingga berumur satu tahun matanya selalu mengeluarkan lendir. Kedua orang tuanya membawa Liliana ke Rumah Sakit Bangil Pasuruan. Disana ia diberi obat tetes mata. Ketika berumur lima tahun, saat Liliana bermain saat hujan dan matanya terkena debu. Ia lalu mengusap matanya hingga memerah. Kedua orang tuanya membawa Liliana ke Puskesmas Porong karena khawatir dan juga diberi obat tetes mata. Mata Liliana tidak berangsur membaik, namun terjadi pembengkakan di kedua matanya. Liliana dirujuk ke Rumah Sakit di daerah Malang namun tidak ada hasil yang baik dan dirujuk lagi ke RSUD yang lain juga hanya diberi obat tetes mata. Alhasil Liliana dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo namun lagi-lagi juga hanya obat tetes mata yang diberi. Ketika sudah berusaha mencari banyak alternatif dengan tetap memberikan obat tetes mata untuk dikonsumsi oleh Liliana, ada bintik-bintik di dekat bulu mata hingga Liliana dirujuk ke rumah sakit dan opname. Ayah Liliana, Bapak Muhlasin (34) bekerja sebagai karyawan swasta sedangkan ibunya, Arti Sri Dewi (31) sebagai ibu rumah tangga. Walaupun Liliana sudah mempunyai jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS), keluarga masih kesulitan untuk mendapatkan biaya untuk berobat yang tidak dicover KIS. Liliana semakin kesakitan tatkala matanya ketika matanya terasa semakin sakit, muncul sakit kepala yang mengikutinya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Liliana. Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan pertamanya, dan dipergunakan untuk mencukupi biaya akomodasi selama berobat. Semoga Liliana segera mendapatkan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 613.400,-
Tanggal : 13 Maret 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Nurry

Bu Liliana menderita tumor mata


TRI OKTAVIANI (4, Meningocele). Alamat : Jl. Kenangan No.6, RT 1/3, Kelurahan Mlajah, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur.  Ocha, begitu nama panggilannya yang sejak lahir mengalami kelainan pada bagian wajahnya. Pada bagian hidung dekat mata terdapat benjolan yang diketahui sebagai penyakit meningocele. Sejak lahir hingga berumur 2 tahun Ocha rutin diperiksakan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkalan. Namun, sejak 3 tahun terakhir Ocha sudah tidak diperiksakan kembali karena orang tua sudah sempat putus harapan. Penyakitnya semakin hari semakin parah hingga menyerang bagian mata kanannya. Kondisi terkini mata kanan Ocha sudah tidak bisa melihat.  Jalan satu-satunya untuk sembuh hanyalah operasi. Ayahnya, Alm. Prio Sunandar semasa hidupnya bekerja sebagai sopir, sedangkan ibunya Suleha (38) ikut bekerja bersama mertuanya di sebuah sekolah. Penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, sedangkan ibu Suleha masih mempunyai tanggungan 2 orang kakak dari Ocha. Kakak yang pertama duduk di bangku kuliah semester 3, dan kakak yang kedua duduk di bangku sekolah dasar kelas 4. Ocha tidak memiliki jaminan kesehatan kecuali kartu Sehati, yaitu fasilitas kesehatan dari bupati Bangkalan. Ocha ingin di operasi hanya saja terbentur oleh biaya, rumah yang ditempatinya adalah rumah mertua sang ibu. Sedekah Rombongan membantu mencarikan jalan agar adik Ocha bisa sembuh. Kurir #SRBangkalan bekerja sama dengan Rumah Sakit Islam Jemursari, Surabaya untuk mendapatkan operasi meningocele gratis. Alhamdulillah pada tanggal 18 November 2016, Ocha telah berhasil melaksanakan operasi meningocele. Saat ini Ocah sudah pulang dan telah melakukan kontrol sebanyak 3 kali paska operasi. Perban di kepalanya pun telah dibuka. Bantuan kembali disampaikan untuk biaya tranportasi dan akomodasi selama berobat di Surabaya. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 963.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura  @chococheese28

Ibu Tri menderita meningocele


RSSR MALANG (Biaya Operasional Bulan Februari 2017 Tahap Ke – 1). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk biaya listrik, air, obat-obatan, membeli lampu dan batrei, biaya air minum, kebutuhan ATK, bahan bangunan untuk genting bocor dan biaya administrasi. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 964. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 9.154.733,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir: @FaizFaeruz @AfiatBuchori @m_rofii11

Biaya operasional bulan Februari 2017 tahap ke – 1


RSSR MALANG (Biaya Operasional Bulan Februari 2017 Tahap Ke – 2). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk membeli bahan pokok dan sekunder seperti beras, sayur-sayuran, telur, buah-buahan, kebutuhan bumbu dapur, gula, kopi dan bahan bakar memasak. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 965 Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.614.500,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir: @FaizFaeruz @AfiatBuchori @m_rofii11

Biaya operasional bulan Februari 2017 tahap ke – 1

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 ASNAH BINTI ATENG BUSRA 2,744,000
2 ONIH BINTI JUMAN 500,000
3 AHMAD HAMBALI 750,000
4 SAHROJI BIN KOYA 500,000
5 ZUL PRATAMA ANUGERAH 1,000,000
6 GINA KARISMA 500,000
7 NIZAM MAULANA 750,000
8 UPIN BINTI RASIM 500,000
9 NENGSIH BINTI FULAN 500,000
10 IQBAL GHIFARI 750,000
11 EDI BIN SUTIM 500,000
12 AHMAD DAHLAN 500,000
13 TRIYONO SAPUTRA 750,000
14 EMMA SITI FATIMAH 500,000
15 DODOH SRI RAUDHOH 500,000
16 ONIN BIN FULAN 750,000
17 ENCE BIN SARTOMI 750,000
18 JUMHA BIN JUNTA 750,000
19 AI DULIMAH 500,000
20 ODI BIN ENDANG 500,000
21 TITA 500,000
22 MTSR TASIKMALAYA 1,000,000
23 MAHDI BIN ADIK 500,000
24 DINI SENTIA YUNI 500,000
25 SUSI 500,000
26 DADANG SUHENDANG 1,000,000
27 MUHAMMAD RAFLI 1,000,000
28 ANO SUMARNO 500,000
29 ENUNG YANI 750,000
30 SUHIRMAN BIN FULAN 500,000
31 REZKY DWI ARYA PUTRA 750,000
32 AZMI HAIL MAHLAL 500,000
33 AMAD BIN SUTARDI 800,000
34 NURHALIMAH BINTI NANA SUJANA 500,000
35 RSSR BANDUNG RAYA 8,982,160
36 MUHAMMAD FAJAR BIN HASANUDDIN 2,700,000
37 YOHANES APRILIANO DEGA 1,200,000
38 JAENAL MURSOPI 500,000
39 LAILY HANIK 665,000
40 AZIMATUL KHUSNIA 821,000
41 RIZKI IKMALA 993,700
42 RSSR SURABAYA 546,400
43 MTSR SURABAYA 6,503,000
44 RSSR SURABAYA 1,686,600
45 MARIANA BINTI KAMIJA 700,000
46 SUKARTINI BINTI SULOYO 1,340,500
47 LILIANA MAULIDA 613,400
48 TRI OKTAVIANI 500,000
49 RSSR MALANG 9,154,733
50 RSSR MALANG 3,614,500
Total 64,314,993

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 64,314,993,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 981 ROMBONGAN

Rp. 49,126,141,250,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.