Rombongan 980

Sedekah dikatakan ajaib karena uang yang anda sedekahkan selalu kembali melalui jalan yang tak anda sangka-sangka.
Posted by on April 7, 2017

RIZKY NURANANDA (9, Granuloma pada Hidung dan Mulut). Alamat : Dusun Nelayan RT 8/3, Desa Sungai Limau, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Rizky, begitulah gadis kecil ini dipanggil. Setahun terakhir ini Rizky lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah sakit. Berawal pada Oktober 2015 lalu, terdapat benjolan kecil dan keras disamping hidung Rizky. Awalnya hanyak didiamkan karena berfikir itu akan menghilang dengan sendirinya, tapi lama kelamaan makin membesar dan melebar ke daerah mulutnya. Karena khawatir, oleh orang tuanya Rizky dibawa ke Klinik terdekat. Namun,tidak ada tindakan apapun, Rizky hanya diberi obat anti nyeri. Sampai bulan Maret 2016, Rizky dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah di Pontianak karena benjolan di hidung dan mulut Rizky telah menjadi luka yang lebar. Dari pihak dokter sebenarnya telah menyarankan supaya Rizky dirujuk ke Jakarta, tapi karena alasan biaya orang tua Rizky belum bisa mengindahkan saran dokter. Juli 2016, berbekal jaminan kesehatan BPJS orang tua Rizky membawa Rizky ke RSCM Jakarta. Alhamdulillah, di RSCM Rizky langsung dilakukan tindakan biopsi. Pasca menjalani biopsi tindakan yang harus dijalani Rizky adalah kemoterapi. Dua minggu menjalani kemoterapi, kini luka di hidung dan mulut Rizky semakin mengecil. Orang tua Rizky, bapak Abdur Rauf (44) adalah seorang nelayan dulunya, tapi semenjak menemani putrinya berobat beliau tidak bisa bekerja lagi. Sementara ibunya, ibu Leni Marlina (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Lima bulan tinggal di Jakarta dengan bekal yang seadanya tentu menjadi kendala tersendiri untuk bapak Abdur, belum lagi biaya kontrakan yang bisa dibilang mahal. Alhamdulillah ditengah kesulitan yang dihadapi, Allah menuntun langkah kurir Sedekah Rombongan ke tempat Rizky dan menyampaikan bantuan lanjutan  untuk biaya hidup sehari-hari selama menjalani pengobatan di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 959. Semoga bantuan ini dapat meringankan sedikit banyak beban yang dihadapi keluarga Rizky dan proses pengobatan yang dijalani Rziky diberi kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Maret 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Rizky menderita granuloma pada hidung dan mulut


MUHAMMAD ADLY (8, Cerebral Palsy). Alamat: Jl Jati Padang Gang Duren Gede 1/2 RT 9/2 No. 26, Kelurahan Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Muhammad Adly, atau lebih kerap disapa Adly orang orang-orang terdekatnya. Ad;y, terlahir tanggal 28 November 2008 lalu, tidak langsung menangis dan harus mendapat perawatan secara intensif di RS Jakarta Medical Center Jakarta Selatan. Hingga usianya sekarang mencapai 8 tahun, menurut sang ibu ukuran otak sang buah hati seperti anak usia 3 bulan. Adly belum bisa duduk apalagi berdiri, Adly kecil hanya bisa tergeletak ditempat tidur dan menggerakkan-gerakkan kepalanya. Menurut dokter, Adly menderita cerebral Palsy atau kelemahan pada ototnya. sekarang Adly harus menjalani kontrol rutin di RSUD Pasar Minggu untuk menjalani rehabilitasi medik setiap seminggu sekali. Alhamduillah, untuk pengobatan dapat dicover oleh BPJS, tapi orang tua Adly kadang kesulitan jika harus ada obat atau alat kesehatan yang harus dibeli diluar jaminan kesehatan. Orang tua Adly, bapak Muhammad Ramli (40) sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Alinda Suprida (35) adalah seorang ibu rumah tangga. Mendengar tentang kondisi keluarga Adly, kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan menyampaikan bantuan awal untuk akomodasi ke rumah sakit. Semoga apa yang sedang diikhtiarkan oleh orang tua Adly, nanti akan menuai hasi yang diharapkan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal: Maret 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Rini Astuti

Adly menderita cerebral palsy


TYAS B CAHYANINGSIH (13, Tumor Medula). Alamat : Jalan Damai RT 7/2 Kelurahan Daan Mogot, Kecamatan Cengkareng, Kotamadya Jakarta Barat, DKI Jakarta. Pagi itu, 8 tahun yang lalu saat Tyas bangun pagi, tiba – tiba ia merasakan kedua kakinya lemas, ia pun tidak bisa buang air kecil dan buang air besar. Sepuluh hari Tyas diberi obat warung oleh ibunya, Ibu Nuryati (33), tapi usaha itu sia-sia. Akhirnya Ibu Nuryati membawa Tyas berobat ke RS Sumber Waras, lebih dari sebulan Tyas dirawat, tapi kesembuhan belum kunjung didapat. Sampai akhirnya Tyas kecil dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), beberapa kali ia menjalani pemeriksaan tapi pihak dokter masih kesulitan menemukan penyebab dari kelumpuhan yang dialami oleh Tyas. Akhirnya Tyas menjalani pemeriksaan MRI 1.5, dan dari hasil pemeriksaan menunjukkan ia menderita Tumor Medula Spinalis (Tumor di Tulang Belakang). Dokter mengambil tindakan untuk mengangkat tumor tersebut, tapi hanya 60% saja. Pasca operasi, tak banyak juga perubahan yang dialami Tyas. Tindakan radioterapi sebanyak 30 kali pun sudah dilewati Tyas, tapi kondisinya tak kunjung membaik. Tyas hanya bisa terbaring di tempat tidur hingga punggung dan pantatnya terluka,  membusuk dan tulangnya keluar. Empat tahun pasca tindakan yang dilakukan di RSCM, Tyas melanjutkan pengobatannya di RSUD Tarakan, karena jaraknya lebih dekat dari tempat tinggalnya. Sang Ibu sampai sekarang belum bisa membawa Tyas ke rumah sakit lagi, karena tidak memiliki uang dan harus mengurus dua adik Tyas. Di balik keceriaannya, ternyata Tyas harus menjalani tindakan amputasi pada kaki kanannya, karena bagian pantat yang telah membusuk tersebut sudah terinfeksi dan jika tidak dilakukan amputasi kemungkinan kelumpuhan yang dialami Tyas akan menjalar ke bagian tubuh yang lain. Selama di rumah Tyas harus menjalani perawatan lukanya dengan baik, ia pun membutuhkan pampers dan susu. Kondisi ini yang membuat Ibu Nuryati bingung jika tak ada uang. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk melanjutkan pengobatan Tyas dan membeli kebutuhan Tyas seperti perban, pampers dan susu. Tyas sebelumnya telah dibantu dalam Rombongan 966. Saat ini Tyas masih menunggu jadwal untuk tindakan amputasi, di RSUD Tarakan. Semoga proses pengobatan panjang yang dijalani Tyas, nantinya akan memberikan hasil yang terbaik, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 30 Maret 2017
Kurir : @wirawiry @ernatsan @untaririri

Tyas menderita tumor medula


SARBINI BIN AHMAD (60, Diabetes Melitus). Alamat: Jln Kenari RT 6/4 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. pak Sarbini begitulah beliau sering disapa oleh orang-orang terdekatnya. Sejak beberapa tahun terakhir ini telah menderita Gula Darah Kering (Diabetes Melitus) yang mengakibatkan kakinya mengecil dan ini membuatnya untuk tidak bisa banyak beraktivtas. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-haripun pak Sarbini kini bergantung pada sang istri, Ibu Rusmiati (60) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci. Cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah lebih dari cukup bagi pasangan yang sudah tak muda lagi ini, padahal Pak Sarbini membutuhkan biaya untuk berobat rutin ke rumah sakit. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya akomodasi dan memenuhi kebutuhan harian, setelah santunan sebelumnya masuk dirombongan 966. Semoga bantuan ini bisa sedikit banyak meringankan beban yang dihadapi oleh Pak Sarbini. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 27 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Sugiono

Pak sarbini menderita diabetes melitus


CASMURI BIN TANYA (40, Paru-paru + Infeksi Ginjal). Alamat : Kp. Parung Belimbing, RT 2/17, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Ayah dari 2 orang anak perempuan yang masih kecil ini bekerja sebagai karyawan toko di daerah Jakarta Pusat. Awal penyakit yang diderita adalah saat dalam perjalanan pulang selepas ia bekerja, ia merasakan sakit pada bagian perut. Setelah sampai di rumah ia meminta kepada sang istri untuk membelikan jamu dan mengerok badannya yang dikira hanya masuk angin biasa. Namun keesokan harinya sakit yang dia alami makin parah, sampai-sampai dia tidak dapat bangun dari tidurnya. Melihat kondisi sang suami yang tidak berdaya, sang istri Suerni (38) meminta bantuan kepada tetangga untuk membawa Pak Muri ke rumah sakit. Setelah sampai di rumah sakit, Muri langsung mendapatkan penanganan dari dokter. Sempat menjalani perawatan selama seminggu di RSUD Depok, lalu diperbolehkan pulang karena kondisinya telah berangsur membaik. Namun, Pak Muri kini sudah tidak bisa lagi bekerja seperti dulu karena kondisinya yang belum pulih sepenuhnya. Sementara sang istri hanyalah seorang ibu rumah tangga yang fokus mengurus kedua anaknya yang masih kecil. Kini terpaksa Ibu Suerni kadang menjadi buruh cuci di sekitar tempat tinggalya, sekedar untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Pak Muri seharusnya masih harus kontrol rutin ke rumah sakit, tapi karena keterbatasan biaya membuat Ibu Suerni sering terlambat membawa Pak Muri berobat. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk akomodasi ke rumah sakit dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, setelah bantuan sbelumnya masuk di rombongan 966. Semoga Pak Muri lekas diberi kesembuhan sehingga dapat bekerja kembali. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: Maret 2017
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @untaririri

Pak Casmuri menderita paru-paru + infeksi ginjal


RIZA SAPUTRI (16, Sinoviosarkoma). Alamat: Ds. Teluk Kandai RT. 1/1, Kelurahan Teluk Kandai, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Gadis manis yang akrab disapa Riza ini adalah siswi kelas 2 SMP yang telah cuti selama 12 bulan karena harus menjalani proses pengobatan yang panjang. Bermula pada bulan Juli 2015 silam, di paha sebelah kanan Riza terdapat benjolan sebesar telur ayam, beberapa bulan sebelumnya sudah ada tapi Riza tidak berani mengatakan kepada orang tuanya. Sejak saat itu, orang tua Riza membawa Riza berobat ke RS. San Sani, tapi pihak dokter tidak mengetahui diagnosa pasti dari sakit yang diderita Riza. Tidak puas berobat di rumah sakit tersebut, orang tua Riza kemudian membawa Riza berobat ke RS. Eka Hospital, disana dokter mengatakan jika Riza menderita Tumor Jinak, tapi karena keterbatasan alat akhirnya pihak rumah sakit merujuk Riza ke RS. Arifin Ahmad Pekan Baru. Di RS. Arifin Ahmad, Riza langsung dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Pada bulan November 2015, Riza bersama dengan kedua orangtuanya berangkat ke Jakarta untuk berikhtiar mencari kesembuhan. Di RSCM Riza langsung mendapat penanganan medis, setelah menjalani beberapa pemeriksaan, bulan Desember 2015, Riza dilakukan tindakan biopsi dan dari hasil biopsi tersebut dokter mengatakan jika Riza menderita Sinoviosarkoma. Setelah dilakukan tindakan biopsi, benjolan di paha Riza sempat membesar. Selama ini pengobatan yang dijalani adalah pemberian kemoterapi. Nanti untuk tindak lanjutnya akan dilakukan tindakan pengangkatan tumor jika respon pemberian terapi posistif. Hampir Selama 10 bulan Riza dan kedua orang tuanya berada di Jakarta untuk menjalani pengobatan tentu bukan menjadi hal yang mudah. Sebelum ke Jakarta ayah Riza, bapak Syafrizal (43) adalah seorang petani kebun dan ibunya, ibu Santi (38) sehari- hari menjadi ibu rumah tangga biasa. selama di Jakarta bapak Syafrizal tidak bisa berkebun lagi, untuk kebutuhan sehari-hari selama di Jakarta harus berhemat. Alhamdulillah Kurir #SR dipertemukan dengan keluarga ini dan kembali menyampaikan bantuan untuk kebutuhan selama di rumah sakit, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 966. Saat ini Riza sedang masih enjalani kontrol rutin di Poli Hematologi RSCM dan menunggu jadwal kemoterapi. Riza dan keluarganya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan. Riza juga meminta doa dari #SahabatSR semoga jalan dia untuk mencari kesembuhan diberi kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000, –
Tanggal : 30 Maret 2016
Kurir: @wirawiry  @untaririri

Riza menderita sinoviosarkoma


PEJUANG HATI (Bantuan membeli susu anak Atresia Billier). Alamat: Kenari II No. 177 RT. 10/6 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Pejuang Hati adalah kumpulan dari beberapa lintas komunitas yang didalamnya lebih memperhatikan anak-anak penderita Atresia Bilier. Atresia Bilier adalah kondisi dimana saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal yang menyebabkan terjadinya penyumbatan aliran empedu dari hati ke kandung empedu. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan hati dan sirosis hati, yang jika tidak diobati bisa berakibat fatal. Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti dari Atresia bilier, tapi pada kasus Atresia Bilier sering ditandai dengan saat anak masih berusia 2 minggu akan tampak kuning diseluruh tubuh dan sklera mata, perut buncit (karena hati membesar), gatal-gatal sehingga anak mudah rewel, tinja berwarna pucat atau dempul dan air kemih berwarna kuning pekat (gelap). Tindakan medis yang bisa dilakukan untuk anak dengan Atresia Bilier sejauh ini adalah kasai dan transplantasi hati. Tapi anak dengan Atresia Bilier biasanya juga akan mengalami gangguan disistem percernaan yang membuat mereka mudah terkena gizi buruk. Sehingga anak-anak ini harus mengkonsumsi susu khusus supaya nutrisinya terpenuhi tapi yang menjadi kendala bagi sebagian besar orang tua adalah susu yang harus dikonsumsi ini harganya relatif mahal. Padahal salah satu syarat untuk bisa dilakukan pembedahan (kasai dan transplantasi hati) adalah kondisi tubuhnya bagus dan harus mencapai berat badan tertentu. Dari sinilah teman-teman dari Pejuang Hati tergerak, mereka hadir untuk membantu meringankan beban orang tua anak-anak penderita Atresia Bilier yaitu dengan membantu memberikan susu khusus. Selain itu, Pejuang Hati juga hadir untuk menjembatani antara orang tua dengan pihak rumah sakit jika sang anak akan dilakukan transplantasi hati, karena tidak semua biaya transplantasi hati ini bisa ditanggung oleh BPJS. Biaya yang masih harus disiapkan untuk tindakan transplantasi hati adalah ratusan juta rupiah, untuk biaya pemeriksaan awal pendonor dan kebutuhan darah. Alhamdulillah, #SedekahRombongan turut serta menjadi bagian dari Pejuang Hati dan menyampaikan santunan lanjutan, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 966 untuk membeli susu khusus dan membantu mewujudkan hati yang baru untuk anak-anak Atresia Bilier.

Jumlah Bantuan: Rp. 3.000.000,-
Tanggal: 29 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Shendy

Bantuan membeli susu anakatresia billier


AGIH PRIYANTO (61, Patah Tulang Kaki Kiri). Alamat: Jalan Kampung Baru, RT 12/8, Kelurahan Tipar Cakung, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. 24 Mei 2016 mungkin menjadi hari yang tak bisa dilupakan oleh seorang Agih Priyanto, seorang ayah dengan satu orang anak. Pak Agih, begitu beliau disapa. Waktu itu, Pak Agih hendak berangkat kerja di sekitaran Pulo Gadung tapi nasib malang tak bisa dihindari ditengah perjalanan Pak Agih mengalami kecelakaan, tertabrak sepeda motor dari arah yang berlawanan. Saat itu Pak Agih langsung dilarikan ke RS Jakarta di Rawamangun, alhamdulillah Pak Agih langsung mendapat penanganan dari tim medis dan menjalani perawatan selama satu setengah bulan. 11 Juli 2016 Pak Agih diperbolehkan pulang tapi pengobatan yang dijalani Pak Agih tidak berhenti sampai disini saja. Pak Agih masih harus menjalani rawat jalan hingga sekarang. Beruntung untuk biaya pengobatan semua bisa tercover oleh Kartu Jakarta Sehat. Meski begitu beban yang dipikul Pak Agih tidak berhenti sampai disini saja, sebagai kepala keluarga tentu Pak Agih ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya.  Tapi semenjak kecelakaan itu Pak Agih tidak lagi bisa bekerja, untuk memenuhi hidup sehari-hari Pak Agih dan keluarga bertumpu pada istrinya, Bu Ronjah Sapitri (48) sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci pakaian. Dengan penghasilan yang terhitung kecil, Bu Ronjah masih harus membayar biaya kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan untuk biaya rawat jalan ke RS. Alhamdulillah, kembali kurir Sedekah Rombongan mendatangi keluarga Pak Agih dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RS, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 966. Sampai saat ini Pak Agih masih terus menjalani kontrol rutin, semoga bantuan yang diberikan oleh #SedekahRombongan sedikit banyak bisa meringankan beban yang dialami oleh keluarga Pak Agih. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri

Pak Agih menderita patah tulang kaki kiri


DELIA KHARISMA PUTRI (1, Membran Hialin + Laringitis). Alamat : Jl. TVRI, RT 3/2, Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Pada pertengahan Bulan Maret kemarin, awalnya Delia sudah batuk-batuk selama 2 hari. Karena dianggap batuk biasa oleh keluarga akhirnya Delia pun tidak diperiksakan dan hanya diberikan obat batuk sirup untuk anak-anak. Akan tetapi setelah beberapa hari batuk Delia tidak kunjung sembuh dan tepat pada  sore hari Delia mulai sesak nafas. Orang tua Delia langsung membawanya ke RS Paru Batu agar mendapatkan penanganan medis secara intensif. Setelah diperiksa oleh dokter, Delia sakit membran hialin atau kantung-kantung udara (alveoli) di dalam paru-paru tidak dapat teteap terbuka karena tingginya tegangan permukaan akibat kurangnya bahan yang melapisi alveoli di dalalm paru-paru. Akhirnya Delia disarankan dokter untuk menjalani rawat inap di RS Paru Batu agar kondisi Delia pulih lagi. Saat menjalani rawat inap Delia yang terus menerus batuk-batuk, lama kelamaan suaranya tiba-tiba menghilang. Orang tua Delia bergegas memanggil dokter agar lekas dilakukan pemeriksaan, Delia pun didiagnosis mengalami laringitis atau peradangan yang terjadi pada pita suara di tenggorakan. Alhamdulillah kondisi Delia saat ini berangsur-angsur mulai membaik dan telah diperbolehkan untuk pulang. Delia merupakan putri pertama dari Bapak Hadi (28) dan Ibu Rina (21). Bapak Hadi selama ini bekerja sebagai buruh tani, sedangka Ibu Rina hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Penghasilan yang diperoleh Bapak Hadi sangat lah sedikit dan hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Sedangkan Delia juga tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun untuk berobat. Biaya rumah sakit yang banyak menjadi kendala yang sangat berat bagi keluarga. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Delia. Kurir Sedekah Rombongan yang merasakan kesusahan keluarga ini, memberikan titipan para Sedekaholics kepada Delia untuk kebutuhan transportasi, membeli obat-obatan, biaya masuk rumah sakit dan perbaikan keadaan umum. Semoga kondisi Delia akan selalu membaik dan tumbuh menjadi anak yag berbakti kepada orang tua. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 25 Maret 2017
Kurir : @FaizFaeruz Nico @m_rofii11

Delia menderita membran hialin + laringitis


ERWIN BUDIANTO (36, Hemangioma). Alamat : Jalan Sidoluhur, RT 6/1, Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Sejak lahir pipi kanan Bapak Erwin telah memiliki tanda merah yang sangat kecil dan membuat kulit beliau menjadi menonjol atau dalam bahasa medisnya hemangioma. Seiring berjalannya waktu tanda merah itu tidak menghilang dari pipi beliau. Hingga Akhirnya pada kelas 4 SD beliau ikut dengan orang tuanya ke Jakarta. Dengan kondisi kulit yang sulit beradaptasi membuat tanda merah itu menjadi semakin membesar. Akan tetapi Bapak Erwin dan keluarga tidak bisa melakukan banyak tindakan untuk proses pengobatan. Pada tahun 2010 lalu Bapak Erwin akhirnya pergi untuk berobat dan pada saat itu dokter merencanakan untuk melakukan operasi. Setelah dilakukannya operasi benjolan pada pipi Bapak Erwin semakin membesar dan menyulitkan beliau berkomunikasi. Akhirnya Bapak Erwin tidak melakukan pengobatan lagi karena telah trauma. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Erwin dan dapat menguatkan hati beliau hingga mau untuk melakukan pengobatan lagi. Untuk saat ini Bapak Erwin menjalani kontrol ke RS Saiful Anwar (RSSA) Malang dan mengkonsumsi obat dari dokter. Bapak Erwin tinggal serumah hanya bersama dengan ibunya saja, dikarenakan sang ayah telah lama meninggal dunia. Bapak Erwin sendiri bekerja sebagai pembuat kerajinan dompet dengan pendapatan yang tidak menentu. Terkadang pendapatan beliau hanya cukup untuk biaya memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Di tambah lagi beliau juga belum memiliki jaminan kesehatan apa pun untuk proses pengobatan. Kurir Sedekah Rombongan yang merasakan kesedihan Bapak Erwin membantu untuk proses pengobatan beliau dan santunan pun telah diberikan untuk biaya membeli obat-obatan, transportasi ke rumah sakit dan perbaika keadaan umum. Bantuan untuk Bapak Erwin pada bulan sebelumnya telah tercatat di rombongan nomor 960. Semoga Bapak Erwin lekas mendapatkan kesembuhan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 April 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rofik @m_rofii11

Pak Erwin menderita hemangiom


SUAENAH BINTI AHMAD (26, Lumpuh + Gizi Buruk) Alamat : Kampung Bojong Bitung RT 3/3, Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Enol, ia biasa dipanggil adalah seorang yatim piatu. Kedua orang tuanya sudah meninggal pada tahun 2006. Sejak delapan tahun lalu Enol menderita kelumpuhan yang terjadi karena terjatuh di kamar mandi saat hendak BAB pada tahun 2008 silam. Keluarganya sempat membawa Enol ke rumah sakit namun karena ketiadaan biaya pengobatan pun dihentikan. Saat itu dokter juga menyatakan Enol sudah sembuh dan normal. Seiring berjalannya waktu, kondisi Enol semakin memburuk, ia tidak hanya menderita kelumpuhan tetapi juga tulang belakangnya bengkok dan ia mengalami kekurangan gizi. Kondisi Enol semakin memprihatinkan, ia hanya dapat berbaring di tempat tidur seadanya dan tubuhnya semakin kurus. Untuk mencukupi biaya hidupnya Enol bergantung pada kakaknya, Mustar (35), yang bekerja sebagai kuli panggul dan kakak iparnya, Asnah. Bahkan karena penghasilan Mustar yang sangat kecil dan tidak menentu, ia terpaksa meminjam uang pada rentenir untuk menyambung hdup. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu meringankan beban hidup mereka. Semoga Enol bisa kembali berobat dan segera pulih sehingga bisa beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000.-
Tanggal : 17 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_catur    @giegietpl  @ririn_restu

Enol menderita lumpuh + gizi buruk


NADIRA AZ ZAIIRA (1, Kelainan Jantung). Alamat : Kp. Bencongan, Kel. Bencongan, Kec. Kelapa Dua, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Nadira yang masih berusia 8 bulan ini menderita kelainan jantung sejak dilahirkan. Ia juga memiliki berat badan jauh di bawah normal dan menderita gizi buruk. Sejak lahir dokter menganjurkan Nadira untuk rutin berobat setiap bulannya. Setelah berobat rutin selama empat bulan, kondisi keuangan keluarganya semakin sulit sehingga pengobatannya terhenti. Terlebih lagi Nadira belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Penghasilan ayah Nadira, Heri Giantoro (38) sebagai buruh bangunan dan ibunya, Beti (40) sebagai buruh cuci, hanya cukup untuk makan sehari – hari. Kesulitan ekonomi bahkan pernah membuat keluarga Nadira harus pergi dari kontrakan akibat menunggak uang sewa selama beberapa bulan. Orang tua Nadira tak sanggup lagi membiayai pengobatan Nadira, untuk membuat jaminan kesehatan pun mereka tak memiliki uang. Kondisi Nadira semakin memburuk karena tidak lagi berobat, ia sering mengalami sesak napas. Kondisi Nadira  semakin memburuk dan akhirnya orang tuanya memberanikan diri membawa Nadira ke RS Harapan Kita Jakarta dengan berbekal surat keterangan tidak mampu dan rujukan dari RSU Tangerang. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nadira dan menjadikannya pasien dampingan. Setelah didampingi Sedekah Rombongan Nadira dapat memiliki JKN – KIS dan kembali berobat. Kondisi Nadira pun berangsur menunjukan perubahan yang baik. Setelah beberapa bulan mengalami perkembangan dan berat badannya naik, namun tuhan berkehendak lain. Inna lillahi wa inna lilahi roji’un, Nadira meninggal dunia pada 19 Maret 2017, kurir Sedekah Rombongan pun kembali memberikan bantuan lanjutan untuk santunan duka dan biaya pemulasaran jenazah. Sebelumnya Nadira telah dibantu dalam rombongan 971.

Jumlah Bantuan : Rp 500,000,-
Tanggal : 19 Maret  2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @ririn_restu

Nadira menderita kelainan jantung


ILHAM PUTRA USMAN (3, Hydrocephalus). Alamat : Ds. Ranjeng, RT 1/1, Kec. Ciruas, Kab. Serang, Provinsi Banten. Ilham Putra menderita hydrocephalus sejak lahir. Awalnya Ilham rutin kontrol di RS Sumedang, hingga akhirnya ia dirujuk ke RS Bandung. Ketiadaan biaya membuat orang tua Ilham mengurungkan niat untuk membawanya berobat ke Bandung. Selama lebih dari dua tahun, Ilham hanya bisa menahan rasa sakit tanpa berobat. Sejak saat itu juga, Ilham dibawa ayahnya, Usman,  merantau di daerah Ciruas, Serang, Banten. Setiap hari Ilham dibawa Pak Usman berjualan gorengan di tepi jalan dan terkadang ia dititipkan jika hujan. Menurut tetangga, Ilham termasuk anak yang ceria. Kondisi Ilham sangat memprihatinkan, saat kurir Sedekah Rombongan mengunjunginya di rumah kontrakannya, ia hanya bisa terbaring tanpa bisa menggerakkan kepalanya. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga Pak Usman. Bantuan awal pun disampaikan untuk membantu kebutuhan pengobatan Ilham. Rencananya Ilham akan kembali dibawa berobat setelah JKN – KIS yang dimilikinya sudah dapat dipergunakan lagi. Semoga Ilham segera dapat dioperasi dan pulih sehingga bisa seperti selayaknya anak seusianya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 20 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @giegietpl @pratama_chatur @ririn_restu

Ilham menderita hydrocephalus


SUNARTI BINTI NASIR (44, Kelainan pada Kaki Kiri). Alamat : Kampung Waru, RT 1/3, Kelurahan Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bu Sunarti kesehariannya adalah sebagai ibu rumah tangga yang mempunyai 2 anak. Suami Bu Sunarti, Pak Mamat, bekerja sebagai penjual minyak urut. Bu Sunarti tampak terlihat sehat secara fisik, namun saat ia berjalan kaki kirinya terlihat tidak sempurna. Kondisi tersebut sudah ia alami selama lebih dari 8 tahun. Awalnya Bu Sunarti merasakan kesemutan pada kakinya yang lama – kelamaan terasa kebal. Bu Sunarti tidak pernah memeriksakan kondisi kakinya karena tidak mempunyai uang dan ia pun belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Penghasilan dari Pak Mamat tidak dapat mencukupi kebutuhan berobat Bu Sunarti.  Belum lagi ia masih harus membiayai sekolah anaknya yang pertama, Ayu Lestari (14). Bu Sunarti ingin sekali memeriksakan sakitnya, jika sakitnya muncul ia hanya dapat mengusapkan kakinya dengan minyak urut yang dijual suaminya. Bantuan dari Sedekah Rombongan disampaikan untuk membantu Bu Sunarti agar bisa berobat dan membantu membeli seragam sekolah untuk Ayu Lestari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bu Sunarti menderita kelainan pada kaki kiri


ROPIAH BINTI SUKAEZI (61, Pecah Pembuluh Darah di Otak). Alamat : Jalan Pondok Pinang, RT 10/2, Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Di rumah yang amat sangat sederhana itu, Bu Ropiah terbaring lemas. Menurut penuturan anaknya, Ari (17), sang ibu sebelumnya sudah dibawa ke salah satu rumah sakit swasta terdekat dan dinyatakan mengalami pecah pembuluh darah di otak sebelah kanan. Bu Ropiah disarankan untuk rawat inap, namun oleh Ari saran dokter tersebut tidak dapat ia lakukan karena tidak mempunyai uang untuk membayar biaya perawatan ibunya. Selama beberapa hari, Bu Ropiah hanya bisa berbaring dengan kondisi mata selalu terpejam. Kurir yang mendengar kondisi Bu Ropiah, langsung bergegas menuju rumahnya. Kurir mencoba memberikan masukan pada Ari agar Bu Ropiah segera dibawa ke pusat pelayanan kesehatan terdekat. Kondisi Bu Ropiah yang tidak memungkinkan untuk dipindahkan membuat kurir memberi saran agar meminta kebijakan pada Puskesmas setempat untuk mengunjungi dan memeriksa Bu Ropiah di rumahnya. Akhirnya dengan persetujuan Ari dan tak lupa membawa berkas-berkas yang dibutuhkan, Kurir bersama Ari menuju ke Puskesmas terdekat untuk meminta pihak dokter agar segera melihat kondisi Bu Ropiah. Pihak Puskesmas pun mendatangi rumah Bu Ropiah dan dengan segera membawanya untuk segera mendapatkan penanganan. Bu Ropiah belum memiliki jaminan kesehatan apapun, kurir pun menyarankan agar Ari segera mendaftarkan seluruh keluarganya ke kantor BPJS sebagai peserta JKN – KIS PBI. Alhamdulillah keesokan harinya KIS tersebut sudah ada dan bisa langsung digunakan. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan yang digunakan untuk operasional berobat Bu Ropiah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bu Ropiah menderita pecah pembuluh darah di otak


MUHAMMAD NUR CHOLIK (18, TB Tulang). Alamat : Ampelsari, RT 3/5, Kel. Ampelsari, Kec. Banjarnegara, Kab. Banjarnegara, Prov. Jawa Tengah. Putra dari Bapak Suratno (40), dan Ibu Nurkhayati Sulistiowati (37) ini menderita TB tulang sejak 7 bulan yang lalu. Mulanya ia batuk – terus menerus selama dua bulan namun setelah diperiksakan kondisi paru – parunya baik. Selain batuk, Cholik juga mengalami kesulitan berjalan dan setelah menjalani berbagai pemeriksaan medis akhirnya ia didiagnosis menderita TB Tulang. Lama – kelamaan kondisi Cholik semakin memburuk diawali dengan kebalnya kaki hingga akhirnya ia mengalami kelumpuhan. Orang tua Cholik berupaya untuk pengobatan anaknya dan membawanya ke Jakarta agar mendapat penanganan yang lebih maksimal. Didampingi ibunya dan menumpang tinggal di rumah keluarga di Jakarta, Cholik berikhtiar untuk pengobatannya. Kondisi Cholik semakin menurun hingga sempat dibawa ke UGD RS Fatmawati Jakarta. Saat itu ia belum memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga biaya pengobatan harus ditanggung orang tuanya. Lebih dari dua minggu Cholik dirawat dan belasan juta rupiah harus dibayarkan orang tuanya. Penghasilan Bapak Suratno sebagai pembuat batako dan Ibu Nurkhayati yang sudah meninggalkannya pekerjaannya sebagai buruh jahit tak mampu melunasi biaya pengobatan Cholik. Simpanan untuk berobat telah semua dikeluarkan namun masih saja menyisakan tagihan lebih dari 9 juta rupiah yang akhirnya harus dicicil setiap bulannya. Akhirnya orang tua Cholik berusaha membuat JKN – KIS namun karena keterbatasan informasi bahwa meski Cholik beridentitas luar daerah ia dapat membuat KIS di Jakarta, ia dan ibunya kembali ke Banjarnegara untuk membuat KIS di sana. Selama tiga bulan Cholik hanya dirawat di rumah dan tidak pernah lagi berobat karena belum memiliki jaminan kesehatan. Akhirnya KIS mandiri kelas III dimiliki Cholik dan ia kembali melanjutkan pengobatannya di Jakarta. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguknya, Cholik sudah dirawat di RS Fatmawati selama dua bulan. Ia sudah menjalani biopsi untuk mengetahui apa yang menyebabkan kelumpuhannya. Hasil biopsi menunjukkan Cholik negatif mengidap kanker, dokter masih terus mengobservasi kondisi Cholik hingga ada perkembangan diagnosis pastinya. Setelah menjalani rawat inap cukup lama, Cholik diperbolehkan pulang dan diharuskan menjalani rawat jalan. Cholik melanjutkan pengobatan melalui rawat jalan. Cholik berobat ke Poli Paru dan Rehab Medis. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Sebelumnya Cholik telah dibantu dalam rombongan 971.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Cholik menderita TB tulang


PADI  BIN SAKIP (33, Tumor Mata). Alamat: Dusun Kururan, RT 28/6, Desa Mbelulu, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Saat usia 19 tahun, pak Padi mengalami kecelakaan dan benturan pada mata sehingga menyebabkan mata bagian kanan menonjol keluar. Pak Padi langsung dilarikan ke rumah sakit untuk pertolongan pertama. Kondisi pak Padi lambat laun semakin membaik pasca kecelakaan, namun pada usia 32 tahun kondisi mata padi selalu memerah dan terdapat daging tumbuh di dalam mata. Pak Padi memeriksakan diri ke  RSUD Soedono Bojonegoro. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Padi di diagnosa menderita  tumor mata. Pak Padi kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Setelah beberapa kali kontrol serta pemeriksaan di RSUD Dr. Soetomo, dokter menyarankan operasi pengangkatan tumor. Pak Padi tidak memiliki jaminan kesehatan serta terkendala dana untuk operasi. Pak Padi tinggal bersama istrinya. Pak Padi bekerja sebagai buruh tani, sedangkan istrinya sebagai ibu rumah tangga. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan pak Padi. Mulai september 2016 pak Padi menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Saat ini pak Padi masih menjalani kontrol dan persiapan untuk melakukan operasi pengangkatan tumor. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 961. Sedekah Rombongan juga membantu pak Padi untuk pembuatan serta pembayaran iuran BPJS. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini pak Padi masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 6 Januari 2017
Kurir :  @Wahyu_CSD  @Martinomongi @EArynta

Pak Padi menderita tumor mata


ABDUL FATAH (46 Tahun, Kanker Nasofaring) Alamat: Dusun Cangaan,  RT 1/3, Desa Cangaan, Kec. Genteng Wetan, Kab. Banyuwangi, Jawa Timur. Bapak 3 orang anak ini mengalami sakit sejak 2013 lalu. Awalnya beliau mengeluh pusing dan mata yang tidak begitu jelas untuk melihat. Setelah beberapa kali ke dokter, dokter hanya mengira kecapekan dan butuh istirahat. Tetapi seiring berjalannya waktu, sakit yang diderita tidak kunjung sembuh. Akhirnya dokter di rumah sakit setempat merujuk ke rumah sakit di daerah Jember. Di rumah sakit tersebut barulah diketahui bahwa Pak Abdul menderita kanker nasofaring ganas yang terletak di bagian belakang hidung dan harus di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Ketika di rujuk ke Surabaya Pak Abdul dan istrinya, Bu Utri  (42) mulai kebingungan mengenai dana dan penyakit yang diderita suaminya. Beliau sempat menunda keberangkatan ke Surabaya karena keterbatasan dana. Memang sejak sakit beliau tidak lagi bekerja, ketiga anaknya dititipkan ke saudara. Pekerjaan menjahit digantikan oleh anak pertama dengan penghasilan yang tidak menentu, anak kedua tidak bisa melanjutkan sekolah yang juga karena keterbatasan biaya, dan anak yang ketiga masih berumur 2 tahun. Ditengah kebingungan mencari uang untuk berobat, transportasi, dan menghidupi keluarga, sang istri bu Utri mencoba meminta permohonan bantuan ke kelurahan setempat. dan dari kelurahan dibantu untuk dibuatkan sebuah proposal untuk pengajuan bantuan. Proposal inilah yang digunakan Bu Utri untuk meminta sumbangan ke toko-toko, tetangga sebelah dan orang-orang yang ditemuinya. Setiap terkumpul dana, langsung digunakan untuk berangkat ke Surabaya, dan ketika dana habis, mereka pulang untuk mencari dana kembali. Begitulah tutur bu Utri kepada kami, kurir Sedekah Rombongan. Berkat Tangan Allah kami bisa bertemu keluarga Pak Abdul dan sedikit membantu meringankan proses pengobatannya. Pak Abdul mengidap kanker nasofaring stadium 4 dan sudah menjalar di syaraf mata. Beliau harus menjalani serangkaian kemoterapi dan sinar radioterapi di RSUD Dr. Soetomo. Saat ini kondisi Pak Abdul sudah semakin membaik. Selain melakukan biopsi, beliau juga melakukan kontrol rutin dua kali sebulan ke Posa Mata dan Paliatif. Santunan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 974. Pak Abdul dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan dengan bantuan ini beliau masih dapat melanjutkan ikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Santunan : Rp. 7.145.910,-
Tanggal :  25 Maret 2017
Kurir :   @Wahyu_CSD @EArynta

Pak Abdul menderita kanker nasofaring


SITI MARDIYAH (76, Kanker Payudara). Alamat: Desa Buncitan, RT 10/5, Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Sekitar tahun 2014, Bu Siti mulai merasakan nyeri di bagian payudaranya. Karena nyeri tidak kunjung menghilang, akhirnya Bu Siti memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Puskesmas kemudian merujuk Bu Siti ke RSUD Sidoarjo untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan Bu Siti didiagnosa menderita kanker payudara. Karena kondisi Bu Siti yang juga memiliki penyakit jantung serta karena faktor usia, Bu Siti tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi.  Saat ini Bu Siti menjalani pengobatan rawat jalan di RSUD Sidoarjo. Namun, karena tidak ada biaya serta tidak memiliki keluarga, Bu Siti hampir menghentikan pengobatannya. Bu Siti sudah tidak bekerja dan beliau tidak menikah. Bu Siti tinggal sendiri di rumah kecil yang terbuat dari bambu. Untuk makan sehari-hari beliau hanya menunggu diberi makan oleh tentangga. Alhamdulillah kami SedekahRombongan pada November 2016 mendapat info tentang sakit dan kehidupan Bu Siti. Melihat kesulitan beliau, kami beruntung berkesempatan untuk menyalurkan bantuan para sedekaholic kepada beliau. Setiap bulannya Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan kepada beliau dan membantu dalam mendampingi pengobatan beliau. Bantuan sudah diberikan dan dipergunakan untuk  biaya kehidupan sehari-hari dan biaya transportasi selama kontrol. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 964. Bu Siti sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal  : 7 Maret 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Nurry @EArynta

Bu Siti menderita kanker payudara


NURHOSNA BIN MUSAKKI (46, Tumor Mata ). Alamat : Desa Dawuhan RT 1/2, Kec. Batu, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Sejak awal September 2014 lalu, muncul benjolan pada mata Bu Nurhosna, kemudian Bu Nurhosna memeriksakan dirinya di RSUD Bondowoso dan didiagnosa mengalami penyumbatan pada saluran air mata sebelah kanannya. Semakin hari benjolanpada mata kanan Bu Nurhosna semaikin bertambah besar. Sehingga pada akhirnya beliau dirujuk untuk berorat ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Namun karena keterbatasan biayatransportasi ke Surabaya beliau hampir putus asa untuk tidak melanjutkan pengobatannya. Bu Nurhosna seorang ibu rumah tangga dengan tanggungan 2 orang anak. Beruntung kami Sedekah Rombongan bertemu dengan beliau. Sedekah Rombongan membantu biaya pengobatan, transpotasi serta membantu membuatkan BPJS untuk Bu Nurhosna. Bantuan kembali disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya berobat & transportasi. Sebelumnya bantuan untuk Bu Nurhosna masuk dalam rombongan 967. Saat ini Bu Nurhosna masih rutin setiap satu bulan sekali datang ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk kontrol dan mengikuti jadwal kemoterapi. Pihak keluarga merasa sangat terbantu dan bersyukur atas bantuan yang disampaikan. Semoga pengobatan Bu Nurhosna bisa segera selesai dan dokter menyatakan sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 528.000,-
Tanggal: 28 Feb 2017
Kurir:  @Wahyu_CSD @Opotondanda @EArynta

Bu Nurhonsa menderita tumor mata


ZUYUN RAHMAWATI (30, Lumpuh). Alamat : Kelurahan Rungkut Kidul, RT 5/4, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.  November 2016 lalu Bu Zuyun mulai merasakan keluhan nyeri pada pagian punggung dan tulang belakang. Nyeri tersebut tidak kunjung sembuh. 7 hari berselang kaki Bu Zuyun tidak dapat digerakkan. Selama ini pengobatan yang dilakukan Bu Zuyun yaitu membeli obat anti nyeri di apotek. Karena kondisi kakinya yang tidak kunjung membaik, pihak keluarga membawa Bu Zuyun ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Saat ini masih dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang seperti CT Scan, dan belum ada kesimpulan terkait penyakit Bu Zuyun. Bu Yuhun, sehari-hari adalah seorang ibu rumah tangga, sedangkan suaminya Ahmad Robiyanto (33) adalah seorang pengemudi ojek. Saat ini Bu Zuyun menggunakan  Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sebagai jaminan kesehatan. Namun SKTM tersebut hanya berlaku selama 2 bulan saja. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Bu Zuyun. Melihat semangat beliau begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu Bu Zuyun. Bantuan telah diberikan dan digunakan untuk biaya transportasi ke rumah sakit, kebutuhan nutrisi dan pembelian obat yang tidak tercover jaminan kesehatan. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 977. Bu Zuyun dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu Zuyun masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal  : 11 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  GitaTamara @EArynta

Bu Zuyun menderita lumpuh


MOH. IMRON (44, Tumor Tulang). Alamat : Dusun Kedaton, RT 3/2, Desa Sentonorejo, Kecamatan. Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Pak Imron biasa dipanggil adalah seorang petani padi di kampungnya. Pada awal tahun 2012, tepatnya saat beliau memanen padi di sawah milik orang lain yang sedang ia lakukan, tangan kanan beliau cidera. Pengobatan pertama yang dilakukan hanya diurut saja. Lama-kelamaan timbul benjolan kecil seperti uci-uci di tangan kanan beliau. Seiring berjalannya waktu, benjolan tersebut semakin membesar. Oleh pihak keluarga,pasien dibawa berobat ke Rumah Sakit Sakinah Mojokerto dengan biaya umum. Berdasarkan hasil foto rontgen yang telah dilakukan di rumah sakit, pak Imron diagnosa menderita tumor tulang. Karna ketiadaan biaya, akhirnya pasien pulang paksa. Harapan beliau dapat kembali sehat seperti semula dan dapat memberi nafkah untuk keluarganya. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan dipertemukan dengan pak Imron dan saat itu juga kurir Sedekah Rombongan langsung menjemput Pak Imron beserta keluarga untuk diantar ke Surabaya. Saat ini Pak Imron telah mendapatkan tindakan operasi dan disarankan udokter ntuk melakukan kontrol pasca operasi. Bantuan kembali diberikan untuk membantu biaya pengobatan serta transportasi ke Surabaya. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 964. Pak Imron dan keluarga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan sedekaholics melalui Sedekah Rombongan. Serta mari kita berdoa bersama-sama agar pak Imron dapat kembali sehat dan bisa menafkahi keluarganya kembali.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Februari 17
Kurir: @Wahyu_CSD  @Opotondanda @EArynta

Pak Imron menderita tumor tulang


ROMIASIH BINTI SOSRODIHARJO (37, Nontoxic Goitre). Alamat : Dusun Pati, RT 10/4, Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Tahun 2014 Ibu Romiasih mengalami sakit di bagian leher. Ia kemudian berobat ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Pihak rumah sakit merujuk pasien ke RSUP Dr. Sardjito yang memiliki peralatan lebih lengkap. Ibu Romiasih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut dan sudah dijadwalkan operasi. Karena terkendala biaya Ibu Romiasih menghentikan proses pengobatannya. Ia pun merasa kondisinya membaik saat itu. Hingga bulan Februari lalu, Ibu Romiasih merasa sakitnya kambuh. Ia memeriksakan diri ke RS Panti Rahayu Karangmojo, Gunungkidul. Oleh dokter dirujuk kembali RSUP Dr. Sardjito. Tetapi pihak keluarga merasa kesulitan biaya. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga Ibu Romiasih. Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan di RSUP Dr. Sardjito dokter mendiagnosa Ibu Romiasih menderita sakit Nontoxic Goitre yaitu pembengkakan pada kelenjar tiroid yang dapat menyebabkan pembengkakan di daerah leher dan laring karena autoimun. Saat ini Ibu Romiasih masih merasa lehernya sakit apalagi bila batuk. Selama pengobatan Ibu Romiasih menggunakan fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI. Suami Ibu Romiasih, Agus Subrata (42) bekerja sebagai buruh harian lepas. Sang suami sangat berterimakasih kepada sedekaholics yang telah bersedia mendampingi pengobatan istrinya. Bantuan ini diberikan untuk biaya cek laboratorium sebelum kontrol ke rumah sakit. Semoga Ibu Romiasih segera mendapat kesembuhan dan dapat beraktivitas kembali, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 896.000,-
Tanggal : 20 Maret 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Erwin

Bu Romiasih menderita nontoxic goitre


LUTIYATMI TUGINEM (50, Sarcoma). Alamat : Dusun Pacungan, RT 5/18, Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Yogyakarta. Riwayat penyakit Bu Lutiyatmi dimulai sejak tahun 2006. Ada benjolan sebesar ibu jari orang dewasa yang tumbuh di dekat telinga sebelah kanan. Ia kemudian berobat ke dokter dan didiagnosa menderita tumor. Tahun 2014, benjolan itu mulai membesar tapi tidak terasa sakit. Tahun 2016, Bu Lutiyatmi mulai merasakan sakit pada benjolannya dan pernah mengalami pendarahan. Ia pun berobat ke dokter dan didignosa menderita tumor ganas, selama berobat ia hanya diberi obat penurun tekanan darah. Belum pernah ada tindakan lainnya yang berhubungan dengan tumornya karena terhalang oleh tekanan darah tinggi yang diderita oleh Bu Lutiyatmi. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Tepus, Gunungkidul. Bu Lutiyatmi segera berobat di RSPAU dr. S. Hardjolukito Yogyakarta dan menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Ia menjalani biopsi untuk menentukan tindakan pengobatan selanjutnya. Hasil biopsi menunjukkan Bu Lutiyatmi mengidap sarcoma, yaitu kanker yang relatif langka mencakup 1% dari semua keganasan. Suaminya, Kholil (45), bekerja sebagai buruh tani, sementara anak semata wayangnya berusia 23 tahun dan bekerja di toko. Selama berobat, ia menggunakan jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS Mandiri Kelas III. Awal Oktober lalu Bu Lutiyatmi menjalani operasi pengangkatan massa di bagian pipi kanan. Alhamdulillah operasinya berjalan lancar dan Bu Lutiyatmi tampak lebih bugar. Bu Lutiyatmi selalu bersemangat menjalani cek lab dan kontrol rutin. Hasil kontrol beberapa waktu lalu dokter menyatakan bahwa kanker yang ia derita sudah bermetatase ke tulang belakang. Saat ini Bu Lutiyatmi kontrol rutin ke poli ortopedi dan poli onkologi. Bantuan ini diberikan untuk biaya pemeriksaan rawat jalan dan pembelian obat yang tidak tercover. Santunan sebelumnya terdapat pada rombongan 907. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga. Mudah-mudahan pengobatan Bu Lutiyatmi berjalan lancar dan segera diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 778.586,-
Tanggal : 29 Maret 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Bu Lumiyati menderita sarcoma


MTSR JOGJA (AB 1617 FN, Operasional Bulan Maret 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 1617 FN inilah MTSR yang disebut mobil penumpang. Meski disebut mobil penumpang wilayah operasional MTSR ini pun sama dengan yang lain, yaitu mengcover wilayah Provinsi Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, selalu dilakukan perawatan rutin bagi masing-masing MTSR. Biaya ini meliputi biaya ganti oli, ganti bohlam, dan biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Februari hingga pertengahan bulan Maret 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 964.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.088.847,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Maret 2017


MTSR JOGJA (AB 9032 WK, Operasional Bulan Maret 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 9032 WK ini salah satu MTSR yang dioperasionalkan sebagai ambulans transport. MTSR ini mengcover wilayah Provinsi Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, selalu dilakukan perawatan rutin bagi masing-masing MTSR. Biaya ini meliputi tambal ban dan biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Februari hingga pertengahan bulan Maret 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja ini sebelumnya ada pada rombongan 964.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.656.865,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Maret 2017


MTSR JOGJA (AB 1185 JC, Operasional Bulan Maret 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Februari hingga pertengahan bulan Maret 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 964.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.136.847,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Maret 2017


MTSR JOGJA (AB 1030 W, Operasional Bulan Maret 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Februari hingga pertengahan bulan Maret 2017, ganti oli dan filter oli, dan pembelian 2 ban termasuk spooring balancing. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 964.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.256.847,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Maret 2017


MTSR JOGJA (AB 9043 WK, Operasional Bulan Maret 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk reparasi sirine ambulan dan biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Februari hingga pertengahan bulan Maret 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 964.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.873.347,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Maret 2017


RSSR JOGJA (Operasional Bulan Maret 2017). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. RSSR Jogja merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara para pasien dampingan Sedekah Rombongan. RSSR Jogja ini kian dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang sedang melakukan rawat jalan dan berasal dari golongan tidak mampu atau dhuafa. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Pasien yang telah selesai berobat diantarkan kembali ke rumah masing-masing. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja. RSSR dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Selain itu, RSSR Jogja juga digunakan sebagai kantor administrasi pusat yang membantu kinerja Sedekah Rombongan secara nasional. Biaya operasional bulan Maret ini meliputi biaya administrasi perkantoran, biaya kirim Majalah Tembus Langit dan kuitansi ke seluruh Indonesia, biaya reportase ke Sedekah Rombongan wilayah Pantura Timur, biaya cetak dan jilid laporan dari website Sedekah Rombongan, biaya konsumsi pasien dan pendamping, biaya listrik, air, telepon dan internet, biaya operasional admin bulan Februari dan Maret, juga biaya pembelian bhp perawat (pembelian obat-obatan, masker, handsrub, kasa steril, verban, alkohol untuk perawatan luka pasien). Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan 964. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 27.141.949,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Maret 2017


SUYARNO BIN MARTO DIYONO (41, Polip). Alamat : Dusun Karangbangun RT 8 RW 8, Desa Karangbangun, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Tahun 2012 pak Suyarno merasakan flu yg tidak kunjung sembuh dan kepalanya pusing hebat. Kemudian diperiksakan ke puskesmas Karangbangun dengan menggunakan jamkesmas, dari puskesmas dirujuk ke RSUD Karanganyar dan didiagnosa oleh dokter menderita polip. Di RSUD Karanganyar dilakukan operasi pengambilan polip, tetapi setelah operasi tidak menunjukkan perbaikan dan polipnya tumbuh kembali. Akhirnya dari RSUD Karanganyar dirujuk ke RS Dr. Moewardi dan dianjurkan untuk operasi kembali, tetapi setiap hendak menjalankan operasi tekanan darah pak Suyarno tinggi, dan hingga sekarang belum dilakukan operasi karena tekanan darah pak Suyarno belum stabil dan terkendala transportasi untuk ke RS Dr. Moewardi. Saat ini pak Suyarno sehari-hari hanya merawat sapi milik
tetangganya dan diberi upah seadanya. Jamkesmas yang dulu dipakai untuk berobat saat ini sudah tidak bisa dipakai dikarenakan suatu hal, hal itu menyebabkan pak Suyarno tidak bisa kembali melanjutkan pengobatannya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan pak Suyarno dan memberikan santunan awal untuk proses mengurus BPJS Kelas 3 supaya pak Suyarno dapat berobat kembali. Pak Suyarno mengucapkan terima kasih atas bantuan sedekaholics dan kurir Sedekah Rombongan. Semoga pak Suyarno dapat kembali sehat seperti semula. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 17 Maret 2017
Kurir : @mawan @anissetya60 @welly @ayak

Pak Suryano menderita polip


FELECIA OKI RAMADHONI  (6, Cerebral Palsy )  Alamat: Dukuh Karangdowo Rt. 4, Sragen Tengah, Kabupaten Sragen,Provinsi Jawa Tengah. Oki merupakan anak yang ditinggal bersama orang tuanya yang berada di sekolah saverius, Jl.Majapahit, Tamansari, Karangmalang, Sragen. Oki mengalami kelumpuhan sejak lahir, saat ini tinggal dan dirawat kedua orang tuanya yaitu Joko Suyitno (32) dan Sulistyowati (29). Dik Oki mengalami kelumpuhan pada seluruh anggota badan sejak lahir karena kelahiran prematur pada tahun 2010. Usaha kedua orang tuanya untuk menyembuhkan anaknya amatlah besar, selama ini orang tua Oki sering sekali untuk melakukan terapi, dan mengajari anaknya untuk berbicara. seiring perkembangan waktu Oki pun mulai bisa bicara, mengaji dan mulai komunikatif. Usahanya pun tak sia-sia walaupun sekarang hanya bisa duduk. Namun kondisi ekonomi keluarga yang semakin tak menentu, dan tempat tinggal sekolahan yang ditempatinya sebentar lagi akan ditutup, mereka sedikit kebingungan dengan biaya yang tak terduga dalam melakukan pengobatan anaknya. Sehingga sekarang terapai Oki berhenti terlebih dahulu, selain keperluan pembiayaan untuk berobat Oki juga sudah mulai sekolah di SLB. Perjalanan Oki sebagai anak Cerebral palsy (CP) sudah melakukan berbagai pengobatan di beberapa rumah sakit. Pada tahun 2011 Oki dirawat di RSUD Sragen, lalu dibawa ke RS Moewardi pada tahun 2013, dan pada tahun 2015-2016 Oki di terapi di Sarila Husada, dan terakhir terapi dilakukan di PNT Sragen, dan dilihat dr kondisi fisiknya, Oki menunjukan peningkatan. Bu Sulistyowati pun selalu berusaha untuk memberikan yg terbaik untuk anaknya. Karena Oki membutuhkan kursi roda, oleh karena itu kurir SR menyampaikan bantuan dari sedekahholic berupa kursi roda. Keluarga mengucapkan terimakasih untuk SR yang telah menjalin silaturahmi melihat kondisi keluarganya, atas bantuan yang telah diberikan dan keluarga meminta doa kepada SR Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan pada Oki.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 21 Maret 2017
Kurir : @Mawan @AnisSetya @Shofawa @Rizal

Felicia menderita cerebral palsy


SRI WAHYUNI (37, Union Fraktur Genu Dex) Alamat : Perumahan Bumisaraswati Blok C2 No. 21 RT 12/10, Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Sejak tahun 2007 ibu Sri menderita TB tulang yang mengharuskan dilakukan pemotongan sendi lutut dan dipasang pen yang menyebabkan lutut ibu Sri Wahyuni tidak dapat ditekuk. Pen yang seharusnya dilepas dalam waktu 2-3 tahun terpaksa ditunda karena saat itu beliau tidak memiliki biaya. Biaya yang seharusnya dipakai untuk operasi pelepasan pen terpaksa dipakai untuk pengobatan anak beliau yang saat itu menderita leukimia. Bulan November 2015 anak beliau menghembuskan nafas terakhir dan setelah itu beliau baru bisa melanjutkan pengobatan kaki. Agustus 2016, beliau memeriksakan kembali kaki beliau ke RS Karima Utama Surakarta dan berdasarkan hasil rontgen, tulang beliau mulai keropos dan menghitam, pen yang ada di dalam tulang juga harus segera dilepas agar tidak semakin parah. Dokter juga menyarankan setelah pelepasan pen untuk dipasang sendi buatan supaya lutut ibu Sri Wahyuni dapat ditekuk kembali. Operasi pelepasan pen secara keseluruhan dicover oleh BPJS kelas 3 milik beliau. Namun pengobatan tersebut terhenti dikarenakan penghasilan bapak Agung Wahyudi (28) suami beliau sebagai buruh di toko sembako hanya cukup untuk menutup biaya sehari-hari. Saat ini sambil menunggu terkumpulnya biaya, ibu Sri Wahyuni melakukan kontrol di RS Orthopedi Surakarta secara rutin untuk memantau perkembangan tulangnya. Alhamdulillah kurir SedekahRombongan dipertemukan dengan ibu Sri Wahyuni kemudian menyampaikan bantuan untuk membantu biaya pemasangan sendi. Kurir SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan
setelah santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 929. Ibu Sri Wahyuni beserta keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diterima semoga amal kebaikan sedekaholics dan kurir SedekahRombongan diterima Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 17 Maret 2017
Kurir : @Mawan @Anissetya60 @Ayak @welly

Ibu Sri menderita union fraktur genu dex


SURATI JASMADI (51, Kanker Serviks). Alamat : RT 9/4, Desa Karanglewas, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang dialami Ibu Surati berawal pada tahun 2016. Beliau mengalami keputihan yang parah, kemudian memeriksakan diri ke Rumah Sakit (RS) Harapan Ibu Purbalingga. Beliau sempat menjalani rawat inap selama satu pekan. Setelah pulang ke rumahnya, Ibu Surati mengalami pendarahan sehingga beliau dibawa kembali ke RS Harapan Ibu. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa beliau menderita kanker serviks stadium IIIA. Ibu Surati kemudian dirujuk ke RS Margono Purwokerto untuk menjalani pengobatan lebih lanjut. Saat dirawat di RS Margono, beliau sempat menjalani transfusi darah karena kondisinya yang lemah. Setelah pulang ke rumah, beliau kembali mengalami pendarahan. Akhirnya dokter menyarankan kepada Ibu Surati untuk menjalani kemoterapi. Kini kondisi beliau masih lemah pasca kemoterapi dan mengalami kebocoran pada serviksnya sehingga terkadang mengalami pendarahan dan keputihan. Ibu Surati adalah istri dari Jasmadi (59), seorang petani berpenghasilan kecil. Penghasilan Bapak Jasmadi sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya. Alhamdulillah biaya pengobatan Ibu Surati dibantu jaminan kesehatan berupa Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat). Namun pengobatannya terkendala biaya akomodasi dan transportasi ketika menjalani pengobatan di rumah sakit yang cukup jauh dari tempat tinggalnya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Surati sehingga dapat memberikan santunan untuk membantu biaya akomodasi dan trasportasi selama pengobatan beliau. Semoga Ibu Surati segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Maret 2017
Kurir : @arfanesia @virgiawanadr @paulsyifa

Bu Surati menderita kanker serviks


MUHAMMAD NAUFAL NAIL (8, Tumor Ganas di Perut). Alamat : RT 3/1, Desa Sokaraja Kulon, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dik Naufal mulai tidak bisa buang air besar dan air kecil pada Mei 2016. Setelah diperiksakan ke Rmah Sakit Umum (RSU) Banyumas ternyata ditemukan ada benjolan tumor di perut. Ia kemudian menjalani operasi di RSU Banyumas. Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Dik Naufal kemudian menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sardjito.Dik Naufal adalah putra dari pasangan Bapak Riswanto (46) dan Ibu Nurjaenah (49). Bapak Riswanto adalah mantan supir di Arab Saudi (Tenaga Kerja Indonesia) dan sekarang tidak bekerja, sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Keluarga mereka sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Biaya pengobatan Dik Naufal dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun pengobatannya masih terkendala biaya transportasi dan akomodasi ke Yogyakarta. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Dik Naufal. Santunan kembali diberikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi ke RSUD Sardjito selama pengobatannya. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan terdapat dalam rombongan 950. Kini Dik Naufal sudah menjalani 5 kali kemoterapi dan masih menjalani kontrol rutin di RSUD Sardjito. Ia juga menunjukkan perkembangan yang baik, terlihat dari tubuhnya yang sudah tidak sekurus dulu saat pertama kali ditemui kurir Sedekah Rombongan. Semoga pengobatan Dik Naufal berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @virgiawanadr @paulsyifa

Naufal menderita tumor ganas di perut


YATNO BIN SANMURDI (49, Neurofibromatosis). Alamat : RT 3/3, Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Yatno menderita penyakit neurofibromatosis sejak tahun 1998 silam hingga saat ini. Neurofibromatosis adalah kelainan genetik, dimana neurofibroma muncul pada bagian kulit dan tubuh lainnya. Neurofibroma adalah benjolan seperti daging yang lembut, yang berasal dari jaringan saraf. Kondisi kesehatan Bapak Yatno saat ini kritis tanpa adanya penanganan. Beliau sempat melakukan pengobatan namun karena keterbatasan biaya pengobatannya tidak dilanjutkan. Bapak Yanto saat ini tinggal sebatangkara di petak sempit berukuran 4×3 meter. Beliau juga sudah tidak dapat bekerja lagi untuk memenuhi kebutuhannya karena kondisi kesehatan beliau yang semakin menurun. Selama pengobatan beliau dibantu jaminan kesehatah berupa Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS). Kesulitan ekonomi yang dialami dan tidak adanya biaya transportasi untuk melanjutkan pengobatan menjadi kendala yang dialami Bapak Yatno dalam melanjutkan pengobatannya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Yanto. Santunan telah disampaikan untuk membantu biaya transportasi selama pengobatanbeliau agar dapat segera melakukan pengobatan lagi di rumah sakit. Semoga pengobatan Bapak Yanto berjalan lancar dan segera diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @sirheywarex @firdhanelis

Pak Yatno menderita neurofibromatosis


SUTANTO BIN KASRONI (53, Syaraf Terjepit). Alamat : RT 1/2, Dusun Karangsaga, Desa Badamita, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2014, Pak Tanto jatuh dari pohon kelapa setinggi 5 meter saat mengambil pelepah kelapa yang kering untuk kayu bakar. Naas, pinggang beliau terbentur kayu kopi. Bapak Tanto sempat dibawa ke juru pijat sbelum beliau berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Dokter mendiagnosis beliau menderita syaraf terjepit dan disarankan untuk menjalani operasi. Biaya operasi yang mahal dan keterbatasan ekonomi Bapak Tanto serta tidak memiliki jaminan kesehatan, membuat pengobatannya terhambat. Beliau hanya menjalani pemasangan gips, kemudian diperbolehkan pulang. Namun lambat laun kakinya mengecil dan mati rasa. Selama 2,5 tahun beliau tidak menjalani pengobatan apapun karena keterbatasan ekonomi, meski semangat beliau untuk sembuh begitu besar. Sehari-hari Bapak Tanto hanya bisa terbaring di tempat tidur dan tidak dapat berbuat apa-apa. Beliau pun menggantungkan hidup pada istrinya, Hamidah (47). Ibu Hamidah bekerja sebagai buruh serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Penghasilannya yang kecil sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Bapak Tanto kini dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Namun pengobatan beliau masih terkendala biaya angsuran ke BPJS, transportasi dan akomodasi ke rumah sakit yang jaraknya jauh dari tempat tinggalnya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Tanto sehingga dapat memberikan santunan untuk membantu biaya angsuran BPJS, akomodasi dan trasportasi selama pengobatan beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Maret 2017
Kurir : @arfanesia @kangimam @paulsyifa

Pak Sutanto menderita syaraf terjepit


TUHADI BIN MASHUDI (54, Bantuan Rumah). Alamat : RT 1/2, Dusun Karangsaga, Desa Badamita, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Tuhadi adalah seorang dhuafa yang tidak memiliki rumah. Selama hidupnya beliau sering berpindah-pindah tempat tinggal, dari rumah saudara yang satu ke rumah saudara yang lain. Atas kebaikan Kepala Dusun dan Ketua RT, Bapak Tuhadi dipinjami tanah desa seluas 4×6 meter untuk didirikan rumah. Warga juga bersimpati kepada Bapak Tuhadi dan bersedia serta siap bergotong royong membuat rumah sederhana untuk beliau. Namun kondisi ekonomi Bapak Tuhadi yang serba kekurangan membuatnya tidak memiliki modal awal dalam membuat rumah. Bapak Tuhadi mencari nafkan dengan berjualan siomay keliling yang modalnya dipinjami dari dana PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat). Penghasilan beliau yang tidak menentu, seringkali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Istrinya, Titin (28) seorang ibu rumah tangga. Kedua anak mereka masih bersekolah di Madrasah Tsanawiyah (MTs) kelas 1 dan 3. Keluarga Bapak Tuhadi juga tidak terdaftar dalam jaminan kesehatan manapun. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan mereka sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu pembelian biaya material dan bahan-bahan bangunan, sedangkan tanah yang dipakai adalah tanah desa Badamita yang dipinjamkan kepada Bapak Tuhadi. Dengan bantuan dari sedekaholics tersebut, warga segera gotong royong membangun rumah Bapak Tuhadi. Semoga Bapak Tuhadi beserta keluarganya dapat segera menempati rumah barunya.

Jumlah Bantuan : Rp. 13.000.000,-
Tanggal : 20 Maret 2017
Kurir : @arfanesia @kangimam @paulsyifa

Bantuan rumah


ARYA MANGGALA PUTRA (4, Infeksi Paru-Paru + Gangguan Syaraf). Alamat : RT 2/5, Dusun Karanggintung, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dik Arya terkena infeksi paru-paru dan gangguan syaraf sejak ia lahir. Gejala yang dialaminya adalah badan lemas dan sering demam tinggi. Hal tersebut membuatnya tidak dapat bergerak sama sekali dan tangannya selalu menggenggam. Dik Arya pernah menjalani pengobatan di rumah sakit, namun karena orang tuanya tidak puas dengan perkembangannya, Dik Arya kemudian beralih menjalani terapi tradisional. Setelah menjalani terapi tradisional, kini ia bisa tersenyum, tertawa dan menggerakkan tangannya. Orang tua Dik Arya, Wasirin (35) dan Paryati (31) menceritakan kesulitan yang mereka hadapi saat dikunjungi kurir Sedekah Rombongan. Bapak Wasirin bekerja sebagai buruh. Dengan penghasilan yang kecil dan tidak menentu, beliau harus dapat mencukup kebutuhan hidup keluarganya. Dik Arya memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun karena Dik Arya menjalani pengobatan secara tradisional, Bapak Wasirin dan istrinya harus mencari biaya untuk pengobatannya. Selain kesulitan biaya pengobatan tradisional, pengobatan Dik Arya juga terkendala transportasi karena jarak yang jauh dan sulit dilalui kendaraan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Arya sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan diberikan untuk membantu biaya pengobatan dan transportasi selama pengobatan Dik Arya. Semoga Dik Arya segera diberi kesembuhan dan dapat tumbuh normal.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Maret 2017
Kurir : @arfanesia @menttariii @virgiawanadr @paulsyifa

Arya menderita infeksi paru-paru + gangguan syaraf


TRIONO BIN NARSO (24, Pembengkakan Kaki Kiri). Alamat : RT 7/2, Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Triono, begitu ia biasa dipanggil, mengalami kecelakaan lalu lintas pada 14 Februari 2017. Ia mengalami kecelakaan tabak lari ketika akan menjenguk temannya. Seketika itu juga ia dibawa ke Rumah Sakit (RS) Elizabeth Purwokerto. Kaki kiri Triono bengkak cukup besar dan disarankan untuk dioperasi yang membutuhkan biaya besar. Ia tidak menggunakan jaminan kesehatan yang dimilikinya karena keluarga kerepotan mengurus laporan ke kepolisian. Akhirnya Triono disarankan untuk berobat alternatif ke ahli tulang di Purbalingga. Setelah menjalani beberapa kali terapi, kondisi kaki kirinya mulai membaik. Kini ia masih harus menjalani kontrol rutin. Triono bekerja serabutan untuk menafkahi keluarganya. Istrinya, Maryati (22) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Triono yang kecil hanya sanggup untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Triono terdaftar dalam jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Karena ia menjalani pengobatan tradisional yang diluar tanggungan BPJS, maka ada biaya pengobatan yang harus dibayarnya. Triono sangat kesulitan mencari dana untuk berobat, biaya transportasi dan akomodasi selama menjalani pengobatan di ahli tulang. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Triono sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya pengobatan, akomodasi dan transportasi. Semoga Triono segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir : @arfanesia @menttariii @paulsyifa

Trioni menderita pembengkakan kaki kiri


MUHAMMAD ARIFIN (69, Senile Cataract Unspecified). Alamat : RT 1/7, Dusun Dudukan, Kelurahan Linggapura, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Gejala penyakit yang dialami Bapak Arifin bermula pada 15 Februari 2017. Tiba-tiba penglihatan beliau kabur dan kurang jelas. Pada 7 Maret 2017, beliau memeriksakan diri ke Rumah Sakit (RS) Siti Aminah. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa Bapak Arifin menderita Senile Cataract Unspecified atau penyakit gangguan penglihatan dimana penglihatan kabur seperti terhalang sesuatu disebabkan oleh kekeruhan lensa mata yang terdapat pada usia lanjut (diatas 50 tahun). Dokter menyarankan agar Bapak Arifin segera dioperasi. Pada 13 Maret 2017 dilakukan operasi pengambilan mata kanan karena sudah tidak berfungsi. Kini Bapak Arifin hanya dapat mengandalkan mata kirinya meski hanya mampu melihat dengan jarak pandang 2 meter. Bapak Arifin bekerja sebagai buruh harian lepas. Beliau biasa ditugaskan untuk membersihkan masjid di dekat tempat tinggalnya. Penghasilannya yang sangat kecil sering kali tidak mencukupi kebutuhan hidup bersama istrinya, Tarkunah (57). Biaya pengobatan Bapak Arifin dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun biaya akomodasi dan transportasi ke rumah sakit menjadi kendala bagi pengobatannya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Arifin sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya operasional ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @paulsyifa

Pak Arifin menderita senile cataract unspecified


SUGIYONO BIN DUL MUKTI (45, Tuberculosis Paru). Alamat : Jl. Bahrun, RT 4/1, Kelurahan Purwokerto Wetan, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Sugiyono didiagnosis menderita tuberculosis paru pada tahun 2005. Tuberculosis paru merupakan infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh bakteri tuberculosis. Beliau kemudian dirawat selama 6 bulan. Setelah kondisinya membaik, Bapak Sugiyono kembali bekerja seperti semula. Namun kondisinya kembali memburuk. Bapak Sugiyono kembali batuk dan sesak nafas. Belia kembali dirawat intensif selama 6 bulan dan kondisinya membaik. Tidak lama kemudian, kondisinya kembali memburuk dan semakin sulit bernafas. Akhir November 2016, beliau dibawa ke Rumah Sakit (RS) Margono Purwokerto untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Bapak Sugiyono kemudian dirujuk ke RS Moewardi Solo untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut. Sebelum sakit, Bapak Sugiyono bekerja sebagai buruh bangunan. Kini beliau tinggal bersama ibu dan adik-adiknya. Ibunya, Rupinah (72) adalah seorang ibu rumah tangga. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka dibantu oleh adik-adik Bapak Sugiyono yang juga berpenghasilan kecil. Biaya pengobatan dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun beliau masih harus memikirkan biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Bapak Sugiyono, sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan terdapat dalam rombongan 939. Kini keadaan Bapak Sugiyono semakin membaik dan sesak nafasnya semakin jarang kambuh. Beliau juga masih menjalani perawatan rutin di puskesmas setiap hari selama dua tahun. Semoga beliau segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 24 Maret 2017
Kurir : @arfanesia @misterrmoo @virgiawanadr @paulsyifa

Pak Sugiyono menderita tuberculosis paru


RSSR PURWOKERTO (Bantuan Operasional RSSR Bulan Maret Tahun 2017). Alamat : Jl Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4,  Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk kebutuhan operasional bulanan RSSR. Bantuan untuk RSSR sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 975. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.086.000
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @olipe_oile & all kurir

Biaya operasional Maret 2017


MTSR PURWOKERTO (AB 9046 WK, Biaya Operasional Maret 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo, RSUD Banyumas, Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, RSU Wiradadi Keluarga dan sebagian rumah sakit di Kabupaten Purbalingga serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Karyadi. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap) dan Brebes. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan, service rutin, pembelian gas oksigen, dan jasa driver. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 964 .

Jumlah Bantuan : Rp. 4.746.000,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @arfanesia @virgiawanadr @iwunn @sirheywarex @ddeean

Bantuan operasional RSSR bulan Maret tahun 2017


BISRUL BIN KURDI (43, Kanker Prostat). Alamat: Dusun Jamong, RT 3/4, Desa Sobontoro, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Dua tahun yang lalu bapak Bisrul merasakan sakit yang luar biasa saat buang air kecil. Hingga paling parah pada saat beliau buang air kecil pernah mengeluarkan darah. Kemudian bapak Bisrul memeriksakan diri ke Puskesmas Tambakboyo. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bapak Bisrul didiagnosa menderita Kanker Prostat dan harus menjalani operasi. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, bapak Bisrul dirujuk ke RS Muhammadiyah Lamongan. Setelah menjalani operasi, bapak Bisrul dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo untuk melakukan tiga kali penyinaran dan menjalani kemoterapi. Kedua orang tua bapak Bisrul, pak Kurdi dan bu Sutari sudah tiada.. Begitu pula dengan istrinya, Nur Fatim Nikmah. Bapak Kurdi mempunyai dua orang anak yang masih bersekolah. Sebelum sakit, beliau bekerja sebagai buruh tani. Namun sekarang beliau sudah tidak bekerja. Tanah, ternak, serta kendaraan sudah terjual untuk biaya pengobatan bapak Bisrul. Tak sampai di situ, kedua anak bapak Bisrul juga dititipkan ke saudara-saudara beliau karena sudah tidak mempunyai penghasilan lagi untuk biaya hidup dan sekolah mereka. Bapak Bisrul memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebagai jaminan kesehatan, namun bapak Bisrul masih mengalami kesulitan karena ada beberapa obat di luar penanggunan KIS. Beliau juga kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari karena sudah tidak bekerja. Kurir Sedekah Rombongan yang mendengar cerita hidup bapak Bisrul merasakan kesedihan yang mendalam. Bantuan dari para sedekaholic yang disalurkan oleh Sedekah Rombongan telah menjawab doa beliau. Bantuan telah diberikan sebagai biaya pengobatan dan biaya hidup beliau. Semoga bapak Bisrul bisa sehat kembali dan bisa berkumpul dengan kedua anak beliau lagi. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal  : 1 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @MiftakhAbuSaSi

Pak Bisrul menderita kanker prostat


AYATUL HUSNA (1, Gizi Buruk). Alamat : Dusun Bangsal, RT 8/7, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur. Husna biasa ia disapa orang tuanya, saat ini dirawat di ruang anak cempaka, RSUD Sampang sejak tanggal 29 desember 2016 untuk pemulihan berat badannya. Husna adalah anak ketiga. Sejak ditinggal bapaknya saat masih dalam kandungan, ibu Saniyeh (27) yang harus menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai buruh tani. Disaat sang ibu bekerja, Husna dijaga oleh kakaknya. Untuk makan sehari-hari, keluarga Husna makan seadanya. Jika ada beras, Husna diberi makan bubur. Sejak usia 6 bulan, ia sudah tidak diberi ASI. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan dengan kondisi yang dialami Husna. Sedekah Rombongan  kembali menyalurkan bantuan yang dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan Husna seperti susu dan makanan. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 968. Semoga Husna bisa segera sehat dan keluar dari status gizi buruk. Ibu dan keluarga Husna sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura Fafan

Ayatul menderita gizi buruk


MUHAMMAD BIN HAMIN (46, Post Operasi Tulang Panggul + Retensi Urin + Pemasangan Stoma). Alamat : Desa Padelegan, RT 6/9, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan Madura, Provinsi Jawa Timur. Sekitar bulan September 2016 lalu, pak Muhammad mengalami kecelakaan dan terjepit diantara traktor bego sehingga terjadi patah tulang panggul kanan dan akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya untuk dilakukan tindakan operasi. Pasca operasi tersebut ada gangguan yang dialami pak Muhammad pada saluran kemih beliau sehingga dilakukan pemasangan selang kemih lewat uretra. Namun, hal itu belum mampu membuat beliau dapat buang air kecil dengan lancar sehingga akhirnya dokter memindahkan selang kemih langsung ke kandung kemih beliau. Selain itu, pak Muhammad juga mengalami gangguan pada saluran cernanya sehingga dilakukan pemasangan stoma. Stoma adalah lubang buatan pada perut untuk mengalirkan urine atau feses keluar dari tubuh. Kini, plat di tulang panggul pak Muhammad sudah dilepas. Namun, beliau hanya mampu berbaring dan tidak bisa duduk atau berdiri karena masih terpasang saluran kemih dan stoma pada tubuh beliau. Istri beliau, Intaqiyah (42) yang sehari-harinya sebagai ibu rumah tangga menceritakan bahwa pak Muhammad masih perlu melakukan kontrol ke poli orthopedi, urologi dan bedah umum di RSUD Dr. Soetomo Surabaya selama 2 kali seminggu. Bu intaqiyah juga menjelaskan bahwa pak Muhammad adalah tulang punggung keluarga yang menanggung istri, 2 orang anak dan 1 cucu. Sedangkan, pekerjaan pak Muhammad saat ini sebagai Guru Tidak Tetap di SDN Batu Kerbuy, Kecamatan Pasean dan merangkap supir truk pengangkut sapi wilayah madura. Selama ini biaya pengobatan pak Muhammad dibantu oleh JKN-KIS Kelas III. Namun, menurut bu Intaqiyah pihak keluarga masih mengalami kendala dalam hal transportasi dan akomodasi untuk membawa pak Muhammad melakukan kontrol rutin ke RSUD Dr. Soetomo. Karena sebelumnya jika akan melakukan kontrol pihak keluarga harus menyewa mobil dan membutuhkan biaya yang cukup besar. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan pak Muhammad dan keluarga. Bantuan kembali disampaikan dan dipergunakan untuk mencukupi biaya transportasi. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 977. Pihak keluarga berterima kasih kepada Sedekaholics atas bantuan yang diberikan melalui Sedekah Rombongan. Semoga bantuan tersebut mampu membantu pak Muhammad untuk terus berjuang menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.150.000,-
Tanggal : 24 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @vanmadura @erdytaa @nunia91

Pak Hamin menderita post operasi tulang panggul + retensi urin + pemasangan stoma


SANTINI BIN TEKSAN (54, Dhuafa + Katarak). Alamat : Jl KH. Moh. Toha RT 2/6, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Mbah Santini sudah lama menderita katarak pada mata kanan dan kiri namun beliau lupa kapan mulai menderita penyakit tersebut. Mata beliau pernah di operasi di salah satu rumah sakit di Surabaya secara gratis, namun pada masa penyembuhan mata beliau terkena sorotan lampu mobil dan membuat beliau jatuh saat jalan kaki menuju rumah. Pada saat jatuh, matanya sedikit terkena benturan sehingga matanya terasa sakit dan penglihatan buram. Setelah itu kedua mata Mbah Santini diberi air sirih atas rekomendasi tetangganya, akan tetapi penglihatannya semakin buram dan tidak jelas hingga saat ini. Mbah Santini tidak memiliki biaya dan takut untuk memeriksakan matanya, hingga akhirnya mata beliau dibiarkan begitu saja kondisinya. Mbah Santini sendiri merupakan seorang janda yang kesehariannya berjualan di warung kopi kecil miliknya dan dibantu salah satu kerabatnya. Beliau memiliki jaminan kesehatan KIS, namun tidak digunakan. Tim kurir dari Sedekah Rombongan Bangkalan membantu mengantarkan dan memeriksakan mata Mbah Santini ke dokter mata, dokter Farida Moenir di Kelurahan Kemayoran Bangkalan. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa mata kanan mbah Santini sudah tidak ada harapan untuk sembuh, sementara untuk mata kiri masih ada harapan untuk sembuh dengan operasi katarak. Tim kurir Sedekah Rombongan memberikan referensi untuk operasi mata kiri mbah Santini ke RS Mata Undaan. Alhamdulillah telah dilakukan operasi pertama untuk pengangkatan daging yang tumbuh di mata. Kemudian operasi kedua telah dilaksanakan tanggal 23 Januari 2017 untuk pengambilan kataraknya. Alhamdulillah dari hasil operasi tersebut, mata kiri mbah Santini dapat melihat dengan jelas sejauh 5 meter dan masih disarankan untuk menjalani kontrol beberapa kali untuk memantau perkembangan paska operasi. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 963. Mbah Santini mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga bantuan yang kami berikan dapat membantu mbah Santini dalam meningkatkan kualitas hidupnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 550.000,-
Tanggal: 20 Februari 2017
Kurir: @Wahyu_CSD  @vanmadura @siham78 Nuris Ainul @hrosania

Mbah santini seorang dhuafa dan menderita katarak


JUMANI BINTI MISDIN (90, Bedah Rumah). Alamat : Dusun Leke Kondur, RT 8/2, Desa Batoporo Timur, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur. Nenek Jumani hidup sebatangkara sejak lama. Ia tidak menikah dan sudah tidak memiliki sanak saudara di sekitarnya. Meski penglihatan dan pendengarannya sudah tidak dapat difungsikan dengan baik, ia tetap bekerja sebagai buruh tani untuk menghidupi dirinya sendiri. Pada tahun 2012, rumah yang ia tinggali roboh terkena angin dan hujan. Saat ini yang tersisa hanya kepingan genteng, sehingga ia dipindahkan ke rumah milik salah seorang tetangga yang tidak ditempati. Rumah yang saat ini ditempati oleh nenek Jumani belum bisa dikatakan layak huni. Banyak lubang-lubang di dinding yang terbuat dari anyaman bambu, sehingga saat hujan deras, air hujan bisa dengan mudah masuk melalui cela-cela lubang. Sedekah Rombongan memberikan bantuan berupa bedah rumah untuk nenek Jumani, serta bantuan berupa kasur tidur. Bedah rumah dilakukan pada minggu ke 2 dan ke 3 Januari 2017. Meski jalan menuju rumah nenek cukup ekstrim dan tak bisa dilewati kendaraan, Kurir Sedekah Rombongan sangat semangat bergerak. Nenek Jumani sangat berterimakasih atas bantuan yang sedekaholics berikan melalui Sedekah Rombongan karena membuat rumah beliau menjadi lebih nyaman untuk dihuni. Semoga bantuan ini bisa membawa kenyamanan di usia senja nya, terutama saat musim hujan seperti saat ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 8 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura Fafan

Bantuan bedah rumah


HERI MULYADI (44, Ca Colon). Alamat : Jl. Trunojoyo RT 3/1, Kelurahan Pejagan, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Bapak Heri biasa beliau dipanggil oleh tetangganya. Sekitar awal bulan Juli 2016 Bapak Heri merasakan sakit pada bagian perutnya. Setelah dilakukan pemeriksaan di RSUD Syamrabu Bangkalan, ia di diagnosa terkena hernia. Lalu pada bulan September 2016 dilakukan operasi. Dikarenakan sakit pada bagian perutnya tidak kunjung hilang, akhirnya oleh pihak RSUD Syamrabu Bangkalan merujuk pak heri ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Setelah dilakukan  serangkaian tes dan pemeriksaan, maka diperoleh hasil PA dan endoscopy beliau mengarah kepada carsinoma colorectal (Ca Colon) transversum kategori mucinous adenocarsinoma colon. Pada tanggal 21 November 2016 dilakukan tindakan operasi colostomy dan menggunakan kantong colostomy yang ditempel di perut bagian kanan pengganti fungsi kolon dan rektum untuk menampung sisa metabolisme tubuh. Hasil pemeriksaan terakhir menyebutkan bahwa sel kanker sudah menyebar ke organ vital lainnya seperti jantung, hati dan paru-paru. Bapak Heri sebelumya bekerja sebagai penjaga salah satu penginapan di Bangkalan. Sedangkan istrinya, Novi Anggraeni (34) sebagai ibu rumah tangga. Bapak Heri dan Ibu Novi mempunyai  dua orang anak yakni satu laki-laki (9) dan satu perempuan (7) yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Bekerja sebagai penjaga penginapan di Bangkalan beliau lakoni untuk menghidupi istri dan anak-anaknya, namun sekarang beliau harus berhenti bekerja karena penyakit yang dideritanya semakin parah, sehingga istrinya terpaksa mengambil alih tugas suaminya untuk mencari nafkah dengan berjualan nasi pecel dan menjual barang-barang bekas. Meskipun mereka sudah punya kartu jaminan kesehatan Sehati dari pemerintah Daerah Bangkalan, namun masalah biaya transportasi ke Surabaya dan kebutuhan sehari-hari menjadi beban yang berat bagi ibu Novi. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, dan bantuan awal pun diberikan kepada Bapak Heri. Pak Heri menyampaikan terima kasih pada para sedekaholic atas bantuan yang telah diberikan melalui Sedekah Rombongan. Semoga Bapak Heri segera diberikan kesembuhan oleh Allah SWT dengan diangkat penyakitnya, sehingga bisa kembali beraktivitas kembali seperti sediakala untuk menghidupi istri dan kedua anaknya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura @siham78

Pak Heri menderita ca colon


ERNI BINTI NARDI (24, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Jember, RT 5/3, Desa Kampung Baru, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Erni dan suamimya, Ortha Melando (27), telah berumah tangga selama 5 tahun. Selama itu, pasangan tersebut belum dikaruniai keturunan. Untuk segera mendapatkan anak, salah satu usaha yang dilakukan oleh Erni adalah dengan mengkonsumsi jamu. Sayangnya usaha tersebut malah menjadikan Erni terkena penyakit. Sekitar 10 bulan yang lalu, tensi Erni sempat tinggi. Setelah diperiksakan ke rumah sakit, Erni dinyatakan gagal ginjal. Sampai saat ini, Erni telah melakukan penyinaran sebanyak 52 kali, rawat inap sebanyak 17 kali dan untuk sekarang Erni harus kontrol setiap awal bulannya untuk cuci darah. Suaminya, Ortha Melando (27), memilih berhenti dari pekerjaannya sebagai karyawan untuk merawat Erni yang lebih berharga baginya. Karena tidak memiliki pekerjaan, pasangan ini dan keluarganya pelan-pelan mulai menjual segala harta bendanya untuk biaya pengobatan Erni. Beruntung biaya pengobatan Erni yang rutin kontrol di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang tiap tanggal 1 ini banyak terbantu dengan Fasilitas Kesehatan BPJS Mandiri kelas I. Melihat kesulitan tersebut, Kurir Sedekah Rombongan tanggap memberikan bantuan kepada Erni yang bulan ini dialokasikan untuk biaya transportasi pulang pergi Jombang-Malang, membeli obat-obatan, iuran BPJS dan untuk perbaikan keadaan umum. Bantuan pada bulan sebelumnya telah tercatat pada nomor rombongan 963. Semoga bantuan dari sedekaholics bisa meringankan beban Erni dan semoga lekas diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 April 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @FaizFaeruz Sitin @m_rofii11

Erni menderita gagal ginjal


MTSR MADURA (AB 1624 QE, Biaya Operasional Bulan Januari 2017). Sedekah Rombongan bergerak membantu dhuafa yang dalam kondisi sakit, butuh perawatan dan pengobatan. Karena semakin banyaknya pasien Sedekah Rombongan Madura dan tingginya mobilitas antar pasien, diadakanlah Patungan Ambulan Sedekah Rombongan Suramadu yang pada akhirnya terkumpul dana yang bisa diwujudkan menjadi ambulan pada bulan Januari 2017 dan bisa langsung digunakan untuk mobilitas pasien. Saat ini Sedekah Rombongan Madura mendampingi pasien-pasien yang tersebar di empat kabupaten di Madura. Ambulan yang kami sebuat dengan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) sangat membantu mobilitas pasien yang juga sering  melakukan pengobatan ke luar kota, utamanya ke Surabaya. Untuk mendukung performa MTSR maka diperlukan perawatan rutin, biaya bensin dan biaya pulsa untuk nomor hotline. Semoga MTSR Suramadu bisa semakin membantu mempermudah mobilitas pasien dan menjangkau lebih banyak pasien. Terima kasih sedekaholics yang telah turut membantu terwujudnya MTSR Suramadu. Semoga MTSR Madura semakin bermanfaat dan banyak membantu masayarakat yang membutuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.845.000,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura @renalradityo @siham78

Biaya operasional bulan Januari 2017


SRI PURWANTI (17, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Jalan Padang Golf, RT 10/IV, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Sri Purwanti yang biasa dipanggil Mbak Li adalah murid kelas 12 di Madrasah Aliyah Negeri Sanggau. Dalam kesehariannya Mbak Li sangat aktif belajar dan mudah bergaul, ketidakmampuan ekonomi keluarga tidak menyurutkan semangatnya untuk terus bersekolah. Mbak Li merupakan siswa yang berprestasi, selain nilai akademik yang cukup baik, ia juga dapat mengukir prestasi dari kegiatan Drumband di sekolahnya. Meskipun tak memilliki buku paket sekolah karena tak mampu membelinya, Mbak Li masih bisa mengikuti pelajaran dan mencapai nilai yang baik. Seragam sekolah yang Mbak Li kenakan pun sudah sangat lusuh karena orang tuanya tak mampu membelinya. Saat ini Mbak Li menunggak pembayaran untuk biaya daftar ulang sekolah sewaktu ia naik ke kelas 11 dan saat naik di kelas 12. Mbak Li kini tinggal bersama ibundanya, Ibu Misyati, yang bekerja di sekolah TK dengan gaji Rp300.000,- per bulan. Ayah Mbak Li pergi ke Pulau Jawa meninggalkannya dan sang ibu lebih dari 4 tahun dan hinga kini tidak pernah memberi nafkah. Untuk membantu perekonomian keluarga, pada malam hari Mbak Li bekerja sebagai penjaga kantin dari pukul 18.30 – 21.00 WIB. Penghasilan yang didapat dari menjaga kantin digunakan Mbak Li untuk keperluan sekolah namun tetap saja belum bisa membayar tunggakan biaya sekolah sebesar Rp. 1.350.000,-. Sehari-harinya Mbak Li pergi ke sekolah dengan mengunakan motor tua peniggalan sang ayah karena  jarak rumah ke sekolah sekitar 4 km sangat berat biayanya jika harus ditempuh menggunakan angkutan umum. Motor tua itu juga yang mengantar Ibu Misyati mengurut jika ada yang menggunakan jasanya dengan upah sekedarnya. Ibu dan anak saling bantu untuk mencukupi kehidupan sehari – hari mereka berdua. Ibu Misyati mengungkapkan kesedihannya saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan, maklum saja ia tidak memiliki simpanan untuk biaya sekolah Mba Li. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk membayar biaya daftar ulang, dan kebutuhan sehari-hari. Mengingat Mbak Li kini sudah di kelas 12 dan tunggakan harus segera dilunasi untuk persiapan Ujian Akhir Sekolah. Semoga Mbak Li terus semangat belajar dan menuntut ilmu untuk menjadi generasi penerus bangsa, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.350.000,-
Tanggal : 27 Maret 2017
Kurir : @arfanesia @indapras @ririn_restu

Bantuan biaya sekolah

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 RIZKY NURANANDA 1,000,000
2 MUHAMMAD ADLY 1,000,000
3 TYAS B CAHYANINGSIH 1,000,000
4 SARBINI BIN AHMAD 500,000
5 CASMURI BIN TANYA 1,000,000
6 RIZA SAPUTRI 750,000
7 PEJUANG HATI 3,000,000
8 AGIH PRIYANTO 1,000,000
9 DELIA KHARISMA PUTRI 2,000,000
10 ERWIN BUDIANTO 500,000
11 SUAENAH BINTI AHMAD 500,000
12 NADIRA AZ ZAIIRA 500,000
13 ILHAM PUTRA USMAN 1,000,000
14 SUNARTI BINTI NASIR 1,000,000
15 ROPIAH BINTI SUKAEZI 500,000
16 MUHAMMAD NUR CHOLIK 500,000
17 PADI BIN SAKIP 500,000
18 ABDUL FATAH 7,145,910
19 SITI MARDIYAH 500,000
20 NURHOSNA BIN MUSAKKI 528,000
21 ZUYUN RAHMAWATI 500,000
22 MOH. IMRON 500,000
23 ROMIASIH BINTI SOSRODIHARJO 896,000
24 LUTIYATMI TUGINEM 778,586
25 MTSR JOGJA 2,088,847
26 MTSR JOGJA 2,656,865
27 MTSR JOGJA 2,136,847
28 MTSR JOGJA 4,256,847
29 MTSR JOGJA 1,873,347
30 RSSR JOGJA 27,141,949
31 SUYARNO BIN MARTO DIYONO 500,000
32 FELECIA OKI RAMADHONI 1,000,000
33 SRI WAHYUNI 500,000
34 SURATI JASMADI 1,000,000
35 MUHAMMAD NAUFAL NAIL 1,000,000
36 YATNO BIN SANMURDI 500,000
37 SUTANTO BIN KASRONI 1,000,000
38 TUHADI BIN MASHUDI 13,000,000
39 ARYA MANGGALA PUTRA 1,000,000
40 TRIONO BIN NARSO 1,500,000
41 MUHAMMAD ARIFIN 1,000,000
42 SUGIYONO BIN DUL MUKTI 750,000
43 RSSR PURWOKERTO 2,086,000
44 MTSR PURWOKERTO 4,746,000
45 BISRUL BIN KURDI 1,000,000
46 AYATUL HUSNA 500,000
47 MUHAMMAD BIN HAMIN 2,150,000
48 Santini 550,000
49 JUMANI BINTI MISDIN 2,500,000
50 HERI MULYADI 500,000
51 ERNI BINTI NARDI 500,000
52 MTSR MADURA 1,845,000
53 SRI PURWANTI 1,350,000
Total 107,730,198

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 107,730,198,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 980 ROMBONGAN

Rp. 49,061,826,257,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.