Rombongan 979

Sedekah membuat anda lebih pantas untuk mendapatkan kebaikan yang jauh lebih besar.
Posted by on April 6, 2017

KHAMIDAH MARSUI (39, Kista Ovarium). Alamat: Kampung Baru, RT 10/5, Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Sekitar 18 bulan yang lalu setelah melahirkan, ibu Khamidah mendadak tidak bisa buang air kecil. Setelah diperiksa ke Puskesmas terdekat, akhirnya dilakukan pemasangan kateter. Ibu Khamidah juga melakukan pemeriksaan papsmear dan hasilnya adalah erosi serviks, yaitu terjadinya peradangan pada area serviks. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, ibu Khamidah dirujuk ke RSUD Sidoarjo untuk menjalani pemeriksaan dan akhirnya dilakukan penanganan dengan alat cauter. Namun hingga sekarang bagian perut sampai dengan anus masih terasa sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Khamidah didiagnosa menderita penyakit kista ovarium. Dokter menyatakan ibu Khamidah harus menunggu sampai datang bulan sehingga dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi. Suami ibu Khamidah, Marsui (30) bekerja sebagai penjual sate dan dibantu oleh ibu Khamidah.. Jenis jaminan kesehatan yang dimiliki oleh ibu Khamidah adalah BPJS. Namun selama pemeriksaan di RSUD Sidoarjo ibu Khamidah tidak memakai kartu BPJS. Kini ibu Khamidah masih merasakan sakit di area anus sehingga kesulitan untuk dapat bekerja sehari-hari. Tanggungan biaya pengobatan juga membuat keluarga merasa kesulitan untuk mencari rizki tambahan karena hasil berjualan tidak cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan. Sedekah Rombongan turut mersakan kesulitan Ibu Khamidah. Bantuan awal berupa uang tunai telah disampikan ke Ibu Khamidah dan digunakan untuk biaya hidup serta biaya pengobatan. Semoga ibu Khamidah bisa segera sembuh dan bisa menjalani aktivitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027

Bu Khamidah menderita kista ovarium


MIHAD AL IRWAN ( 50, Batu Ginjal + Komplikasi) Alamat: Dusun Margorejo RT 5/10, Desa Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Pak Mihad sapanya tinggal bersama istri, anak, dan cucunya di kos sederhana. Istrinya bu Sri R. (42) kerja di pabrik roti, anaknya Siti A. (20) tidak bekerja karna mengurus anak. Pak Mihad merupakan penjual koran didaerah sekitar kampus Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Joglo, Kadipiro, Surakarta. Usia yang sudah tua membuat Pak Mihad sering sakit sakitan. Saat pak Mihad berjualan dan saat itu mungkin kondisi kurang fit, pak Mihad pingsan dan dibantu mahasiswa UNISRI menuju poliklinik Kampus. Beberapa mahasiswa pun berinisiatif membawa pak Mihad ke Rumah Sakit terdekat, setelah dicek kondisinya ternyata pak Mihad mengalami komplikasi dibagian Lambung. Detak jantung pak Mihad pun lemah sehingga sesak untuk bernafas. Penghasilan jualan koran pak Mihad Rp. 45.000/ hari tidak tentu. Dengan jaminan kesehatan (BPJS) yang di milikinya pak Mihad kontrol di RS Dr. Moewardi. Selama menjalani rawat inap di RS Dr. Moewardi pak Mihad tidak jadi operasi karena hasil ronsen terakhir adalah normal. Alhamdulillah kondisi pak Mihad semakin membaik.
Kurir SedekahRombongan di pertemukan dengan keluarga pak Mihad, kemudian menyampaikan santunan lansia dan kontrol sewaktu waktu. Pak Mihad dan keluarga mengucapkan banyak terimakasih serta mendoakan semoga amal kebaikan sedekahholics dan kurir di terima Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 21 Maret 2017
Kurir: @Mawan, @Anissetya60, @YuliSetiyowat12, @Welly

Pak Mihad menderita batu ginjal + komplikasi


ARDIAN DIKTA PRATAMA  (8, Leukimia). Alamat: Dusun Kedawung, RT 3/2, Desa Bicak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Awal tahun 2015, Ardian mengalami benturan muka pada meja saat sekolah. Benturan tersebut mengakibatkan bentuk muka menjadi miring. Keluarga langsung membawa Ardian ke RS Wahidin Mojokerto untuk dilakukan pemeriksaan. Di RS Wahidin Mojokerto, dilakukan cek laboratorium lengkap.  Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut diketahui bahwa Ardian menderita leukemia dan tumor pipi.  Karena keterbatasan peralatan di RS Wahidin Mojokerto, pada mei 2015 Ardian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Setelah pengobatan rawat jalan di RSUD Dr. Soetomo selama 8 bulan, tumor di pipi sudah menghilang. Namun akibat leukimia yang diderita, kondisi Ardian semakin lemah. Saat ini kondisi Ardian lemas dan terdapat cairan di dalam tubuhnya yang menghimpit kerja paru paru sehingga tidak bisa mengembang. Sudah dilakukan penanganan dokter dengan dibuatkan lubang di dada dan rutin  disedot selama 4 hari sekali. Ardian kesulitan dalam buang air kecil dan susah buang air besar. Sudah 2 bulan ini Ardian tidak bias buang air besar. Ardian memiliki Surat Pernyataan Miskin (SPM) untuk biaya pengobatan. Namun karena tidak memiliki biaya lagi untuk transportasi ke Surabaya serta biaya hidup selama di Surabaya, keluarga sempat berfikir untuk menghentikan pengobatan. Ayah Ardian, Andik Setiawan (34) bekerja sebagai tukang las. Sedangkan ibunya, Anita (31) adalah seorang ibu rumah tangga. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Ardian. Bantuan disampaikan kepada keluarga Ardian untuk biaya transportasi ke Surabaya, kebutuhan sehari-hari selama opname di rumah sakit, serta biaya obat. Setelah menajalani pengobatan beberapa waktu, kondisi kesehatan Ardian menurun. Tak berselang lama kami mendapat informasi bahwa Ardian telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Sedekah Rombongan merasa kehilangan dan turut berbela sungkawa atas meninggalnya Ardian. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya pemakaman dan kebutuhan lain-lain. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 967. Keluarga almarhum mengucapkan banyak terima kasih atas segala bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.135.313-
Tanggal : 13 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @Anggreat  BambangBKY @EArynta

Ardian menderita leukimia


EKA NUR SA’ADAH (23, Kanker Payudara) Alamat : Jl. RA.Kartini, RT 6/17, Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Eka begitu akrab ia dipanggil oleh orang-orang terdekatnya.  Saat ia bermain bersama teman-temannya, tiba-tiba ia merasakan sakit yang luar biasa pada bagian ketiaknya. Selang beberapa hari mulai tumbuh benjolan di sekitar payudaranya sebesar biji cabe. Ia hanya mengira bahwa itu adalah benjolan bekas gigitan serangga. Akhirnya Ahmad Baidowi (50), ayah Eka membawa anaknya untuk periksa di RSUD Ibnu Sina Gresik. Diagnosa dari pemeriksaan dokter bahwa pasien terdiagnosa kanker payudara. Dokter merujuk pasien ke RSUD Dr.Soetomo Surabaya untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut. Keluarga Eka tergolong keluarga yang kurang mampu. Pak Baidowi kesehariannya bekerja sebagai tukang sapu jalanan. Setiap paginya setelah subuh Pak Baidowi membersihkan sebagian jalanan kota Gresik. Upah yang diterima setiap harinya tak lebih dari lima puluh ribu rupiah. Untuk menambah penghasilnnya, siang harinya sepulang kerja Pak Baidowi mengayuh becak sampai larut malam. Pendapatan yang ia terima dari pengayuh becak sebesar tujuh puluh lima ribu rupiah sampai seratus ribu rupiah. Hal itu ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Maimunah (48), ibunda Eka kesibukannya sebagai ibu rumah tangga. Dikarenakan ketiadaan biaya tersebut, Eka memilih untuk tidak melanjutkan pengobatannya dan memilih dirawat dirumah dengan obat herbal dan menahan sakit. SedekahRombongan mengetahui hal tersebut berdasarkan informasi yang didapat dari informan. Kurir SedekahRombongan langsung bergerak dan melakukan survey tempat tinggal pasien serta membawa pasien ke RSUD Dr.Soetomo untuk melanjutkan pengobatan. Bantuan telah disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan transportasi pasien selama di Surabaya. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 977. Semoga Eka cepat sembuh dan dapat mengejar cita-citanya untuk membahagiakan kedua orangtuanya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  Mukhlisin @Martinomongi

Eka menderita kanker payudara


SUPAR BINTI DASMO (49, Tumor Mata). Alamat: Dusun Doro, RT 7/2, Desa Tengger Kulon, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2013, ibu Supar mengeluh sakit pada matanya. Keluhan tersebut pada awalnya disebabkan karena ketidaksengajaan tangan beliau yang mengenai mata saat beliau bekerja di sawah. Dari kejadian itu, mata ibu Supar sering mengalami gatal dan berair. Selama beberapa waktu ibu Supar hanya membiarkan keluhan tersebut tanpa memeriksakan diri karena beliau beranggapan keluhan tersebut akan sembuh dengan sendirinya. Semakin lama, mata ibu Supar semakin membengkak. Akhirnya ibu Supar memeriksakan diri ke tempat mantri terdekat dan kemudian ke Puskesmas. Kemudian ibu Supar dirujuk ke RSUD Tuban untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Supar didiagnosa menderita Tumor Mata. Dari RSUD Tuban, ibu Supar dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya  untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, ibu Supar menjalani pengobatan di Poli Mata, Posa Mata, Poli Bedah Syaraf, serta pernah menjalani rawat inap di Instalasi Bedah. Hingga sekarang, ibu Supar masih menunggu panggilan untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut. Kedua orang tua ibu Supar, Dasmo dan Panirah sudah meninggal. Sedangkan suami beliau, Waji (56) bekerja serabutan. Sekiranya ada pekerjaan yang bisa dilakukan dan sedang dibutuhkan, maka suami ibu Supar bersedia melakukannya seperti bekerja sebagai seorang nelayan, buruh tani, dan tukang bangunan. Ibu Supar mempunyai jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, tunggakan biaya di rumah sakit telah mencapai satu juta karena ada beberapa obat yang biayanya tidak dicover KIS. Kini, kondisi mata ibu Supar masih bengkak. Apabila kambuh, mata beliau memerah dan mengeluarkan air mata. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan ibu Supar.  Beliau mengatakan sudah tidak ada biaya lagi untuk pengobatan lebih lanjut. Tanah dan rumah yang ditempati sudah dijual untuk pengobatan ibu Supar. Bantuan telah diberikan dan digunakan sebagai biaya hidup dan pengobatan yang sampai sekarang masih menunggak. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 977. Semoga ibu Supar bisa segera sembuh dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.207.000,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @MiftakhAbuSaSi

Bu Supar menderita tumor mata


ANGGUN NUGRAHA (20, Patah Tulang). Alamat: Desa Serdang RT.10/5, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung. Pada awal Tahun 2011, Anggun mengalami kecelakaan kendaraan saat akan berangkat ke Sekolah hingga serius dan harus dirawat di RSUD Toboali kemudian RSUD Pangkal Pinang hingga akhirnya saat ini berada di RSCM Jakarta. Kesulitan mereka berihtiar menyembuhkan anaknya sangat penuh pengorbanan waktu, tenaga dan biaya hingga karna tempat tinggal yang bergitu jauh, ayahnya hanyalah seorang petani yang penghasilannya cukup untuk keluarganya makan saja. Alhamdulillah, Anggun sudah dilakukan operasi cangkok tulang dan operasinya dinyatakan berhasil. Setelah dilakukan cangkok tulang Anggun kembali ke rumah untuk melanjutkan kehidupannya di rumah dan diharuskan untuk rutin mengkonsumsi susu khusus tulang. Tahun 2016, Anggun dikirim oleh dinas Sosial Bangka Belitung ke Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof Dr. Soeharso Surakarta untuk mendapatkan pelatihan supaya Anggun bisa mandiri dan mendapatkan bekal untuk berwirausaha. Namun di BBRSBD kebutuhan susu Anggun dibatasi sehingga tidak bisa
mengkonsumsi susu setiap hari. Alhamdulillah kurir SedekahRombongan dipertemukan dengan Anggun dan kebutuhan susu Anggun bisa terpenuhi berkat bantuan dari sedekaholics. Anggun mengucapkan banyak terima kasih kepada SedekahRombongan dan semoga amal kebaikan sedekaholics dan kurir SedekahRombongan diterima Allah.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 21 Maret 2017
Kurir : @mawan @Anissetya @Welly

Anggun menderita patah tulang


BANJIR PESAWARAN (Bantuan Sembako). Alamat : Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Selasa, 21 Februari 2017 telah terjadi banjir pasca hujan lebat yang melanda hampir disemua desa di kabupaten Pesawaran yang mengakibatkan meluapnya arus sungai di Desa Sanggi dan Desa Padang Cermin. Tercatat beberapa desa yang terkena banjir antara lain Desa Padang Manis, Desa Batu Raja, Desa Karang Anyar, Desa Condong Sari, dan desa lainnya yang berada di Kabupaten Pesawaran. Banjir mengakibatkan ratusan rumah terendam dengan ketinggian air antara 0,5 meter hingga  1,5 meter, bahkan tercatat beberapa rumah warga yang rata dengan tanah. Banjir kali ini merupakan banjir terparah sejak 10 tahun terakhir. Kurir Sedekah Rombongan Lampung turut serta dalam meringankan keperluan mendesak yang diperlukan oleh warga sekitar. Setelah melakukan survey dengan mendatangi beberapa desa yang terkena dampak banjir, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan berupa pakaian layak pakai dan paket sembako yang disalurkan melalui posko-posko desa berupa telur, air mineral, mie instan. Semoga bantuan yang telah disampaikan sedikit meringankan beban mereka yang ada di Kabupaten Pesawaran.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 22 Februari 2017
Kurir : @akuokawai @jajangfajar Leni @rishaoktavia @citrancitd

Bantuan sembako


JIKA BINTI HARJO (69, Tumor di Perut + Katarak). Alamat : Ciarum, RT 3/10, Desa Cipadang, Kec. Gedong tataan, Kab. Pesawaran, Prov. Lampung. Pasien sakit sejak sekitar tahun 1990, awalnya pembengkakan diperut Ibu Jika hanya sebesar kepalan tangan. Ibu Jika tidak tahu apa penyebabnya. Ibu jika saat itu hanya memeriksakan ke tukang pijat bayi. Dua tahun terakhir ini perut Ibu Jika makin membesar, Ia hanya mengobatinya dengan minum obat dari puskesmas bila terasa sakit. Namun lambat laun pembesaran diperut Ibu Jika makin tampak pembesarannya. Selain keluhan dengan pembengkakan di perut, beliau memiliki keluhan pada matanya yang tidak bisa melihat secara sempurna. Ibu Jika pernah diberikan surat rujukan ke RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM), namun saat ditanya dokter apa yang dikeluhkan, Ibu Jika mengeluhkan matanya yg sakit dan tidak bisa melihat sehingga dokter RSUDAM mengoperasi matanya untuk mengatasi katarak yg diderita Ibu Jika saat itu. Dokter menyarankan kembali lagi untuk operasi perutnya. Sampai sekarang Ibu Jika belum memeriksakan kondisi kesehatan perutnya. Suaminya, Bapak Sardi (79) bekerja sebagai buruh. Penghasilan sebagai buruh hanya mencukupi untuk keperluan sehari-hati. Ketiadaan jaminan kesehatan dari pemerintah serta biaya untuk operasi membuat Ibu Jika takut untuk operasi karena besarnya biaya yang diperlukan. Kondisi tersebut, membuat kurir Sedekah Rombongan Lampung menemuinya dan menyampaikan titipan langit kepada Ibu Jika. Semoga Ibu Jika segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 3 Februari 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar @rn_irmala Leny

Ibu Jika menderita tumor di perut + katarak


MUHAMMAD TEGAR KURNIAWAN (2, Hydrocephalus). Alamat : Jl. Branti Raya, Gg. Arjuna, Dusun Karang Anyar, RT 8/2, Kec. Gedong Tataan, Kab. Pesawaran, Prov. Lampung. Tegar merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Lampung. Sejak lahir, Tegar menderita Hydrocephalus hingga sekarang. Diusia 2 minggu ia harus dioperasi di RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM). Diusia 1 bulan Tegar kembali dioperasi untuk penggantian selang di dalam tubuhnya. Operasi yang ke 3 saat usia 2 bulan dan ke 4 usia 9 bulan, semua dilakukan di RSUDAM. Meski Tegar belum sembuh, dokter tidak bisa melakukan operasi kembali karena resiko terlalu besar. Setiap bulannya Tegar kontrol di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu. Nofriyanto (34) ayah Tegar seorang buruh dan Lusiana (32) ibu Tegar seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Bapak Nofriyanto hanya cukup untuk biaya kehidupan sehari-hari. Pengobatan Tegar menggunakan kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS mandiri kelas III. Melihat kondisi ini, kurir Sedekah Rombongan Lampung ikut merasakan kesedihan yang dialami keluarga dan kembali menyampaikan titipan langit yang ke dua untuk biaya pengobatan dan transportasi. Titipan langit sebelumnya telah disampaikan dan terdapat dalam rombongan 936. Semoga Tegar dapat segera sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Februari 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar @rn_irmala dwi

Tegar menderita hydrocephalus


SITI AISYAH (42, Kanker Rahim). Alamat : Paguyuban, RT 1/1, Desa paguyuban, Kec. Way Lima, Kab. Pesawaran, Prov. Lampung. Berawal dari bulan Januari 2016, Ibu Siti yang kerap di sapa Ngaisah oleh keluarga dan tetangganya ini mengalami mentruasi selama 2 minggu. Merasa tidak normal dengan keadaannya, Ibu Ngaisah kemudian berobat ke bidan yang tak jauh dari rumahnya. Bidan setempat kemudian merujuknya ke RS Mitra Husada Pringsewu dan beliau di diagnosa terdapat kanker pada rahim dan disarankan untuk operasi. Bapak Paijo (52) adalah suami beliau yang bekerja sebagai buruh tani dan terkadang juga bekerja sebagai buruh bangunan. Penghasilan sebagai buruh hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari, meskipun pengobatan selama ini menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI keluarga masih kesulitan untuk biaya transportasi dan biaya selama ada di rumah sakit. Melihat kondisi ini, kurir Sedekah Rombongan Lampung berupaya membantu beliau dengan menyampaikan santunan awal. Semoga Ibu Ngasiah lekas pulih dan sehat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar Leni Budi

Ibu Siti menderita kanker rahim


SUMARNI BINTI YITNO PAWIRO (63, Katarak). Alamat : Bagelen, RT 3/1, Desa Bagelen, Kec. Gedong tataan, Kab. Pesawaran, Prov. Lampung. Ibu Sumarni sakit sejak 7 tahun lalu sekitar tahun 2010, awalnya penglihatan Ibu Sumarni mulai kabur hanya pada mata sebelah kanan. Beliau kemudian menggunakan bantuan kaca mata dalam beraktivitas. Selama 7 tahun terakhir Ibu Sumarni belum memeriksakan mata ke Rumah Sakit terdekat. Pada tahun 2016, beliau mengeluh pada mata sebelah kiri yang kini mulai tidak bisa melihat. Akhirnya oleh pihak keluarga, beliau dilarikan ke Rumah Sakit Dinas Kesehatan Tentara (RSDKT). Dokter mendiagnosis Ibu Sumarni mengalami katarak. Ibu Sumarni disarankan untuk melakukan operasi tetapi karena kendala biaya, operasi belum dilakukan sampai sekarang. Bapak Misdianto (68) adalah suami beliau yang bekerja sebagai buruh serabutan. Ibu Sumarni dan keluarga tinggal bersama keluarga menantu serta anaknya. Selama berobat beliau menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN – KIS PBI. Meskipun memiliki fasilitas jaminan kesehatan, keluarga merasa kesulitan karna masih ada beberapa tindakan medis yang harus mereka bayar secara mandiri. Melihat kondisi yang dialami oleh Ibu Sumarni, kurir Sedekah Rombongan Lampung menyampaikan santunan awal untuk membantu biaya pengobatan. Semoga Ibu Sumarni lekas sembuh dan penglihatannya kembali normal.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Februari 2017
Kurir : @akuokawai @jajangfajar @jjtari

Bu Sumarni menderita katarak


TUGIMAN BIN MOHAJI (67, Infeksi Pada Kaki). Alamat : Suka Damai V, RT 9/9, Desa Pampangan, Kec. Gedong Tataan, Kab. Pesawaran, Prov. Lampung. Awalnya Pak Tugiman tidak menyangka jika gatal yang dirasakan di daerah telapak kakinya satu tahun yang lalu membuat salah satu jari kakinya harus diamputasi karena luka infeksi. Gatal yang dirasakan Pak Tugiman waktu itu membuatnya tidak berhenti menggaruk dan menyebabkan luka. Pak Tugiman mengobati luka pada kakinya dengan membeli obat di apotik. Namun makin lama lukanya dirasakan makin sakit, tidak membaik dan makin melebar. Pak Tugiman dibawa ke desa Pampangan oleh anaknya yang lain untuk dapat diperiksakan ke RSUD Pesawaran. Saat pemeriksaan di RSUD Pesawaran, dokter menyarankan untuk dirujuk ke RS Bintang Amin. Namun keluarga mengatakan tidak punya biaya untuk pengobatan ke rumah sakit dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Kini Pak Tugiman masih kesulitan untuk membiayai pengobatan dan perawatan luka saat dirumah, transportasi ke rumah sakit rujukan serta luka dikaki yang dirasakan semakin terasa sakit. Keadaannya membuatnya tidak bisa beraktivitas, beliau tinggal bersama anaknya. Pengobatan Pak Tugiman menggunakan kartu kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Mengetahui hal ini, kurir Sedekah Rombongan Lampung berusaha membantu meringankan biaya pengobatan dengan menyampaikan bantuan awal kepada Pak Tugiman. Semoga Pak Tugiman lekas pulih dan sembuh secara total.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Februari 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar @rn_irmala Leny

Pak Tugiman menderita infeksi pada kaki


VINA HERMAYANI (20, Tuberkulosis Paru). Alamat : Jl. Cokro Suwarno, Gg. Pesantren Miftahul Ulum, Dusun Sukaraja 8, RT 1/-, Desa Sukaraja, Kec. Gedong Tataan, Kab. Pesawaran, Prov. Lampung. Pada tahun 2016 lalu, Vina Hermayani mengalami keluhan fisiknya yang lemas dan berkurangnya berat badan yang drastis. Vina kemudian dilarikan ke Puskesmas terdekat kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Ganeza Medical Centre (RSGMC). Diagnosis dokter RSGMC Vina telah mengidap Tuberkulosis Paru (TB) dan harus mengkonsumsi obat selama 6 bulan. Vinapun sempat dirawat di ruang isolasi RS Advent. Terakhir Vina menjalani pengobatan di RS Abdul Moeloek dengan perut yang membuncit. Kondisi terkini setelah menjalankan kontrol bulanan di RS Advent dan Puskesmas Tataan mulai membaik, buncit di perut telah menghilang. Bapak Tukirin (57) adalah ayah dari Vina dan ibunya bernama Painem (47), mereka tinggal di rumah sederhana. Pekerjaan Tukirin sebagai buruh serabutan hanya cukup digunakan untuk kebutuhan sehari-hari menafkahi istri dan 2 orang anaknya. Pengobatan Vina selama ini menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Pihak keluarga merasakan kesulitan biaya transportasi untuk kontrol yang dilakukan setiap bulan. Setelah kurir Sedekah Rombongan melihat kondisi tersebut, beliau menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Lampung. Santunan yang ke dua kembali disampaikan untuk membantu biaya transportasi pengobatan. Santunan sebelumnya telah disampaikan dan terdapat dalam rombongan 939. Semoga Vina lekas sembuh total dan bisa beraktivitas kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Februari 2017
Kurir : @akuokawai @jajangfajar @jjtari

Vina menderita tuberkulosis paru


VINA PANGESTIKA (32, Lemah Kandungan). Alamat : Sukaraja, RT 1/-, Desa Sukaraja, Kec. Gedong tataan, Kab. Pesawaran, Prov. Lampung. Tepatnya pada minggu ke empat Januari 2017, Ibu Vina telah memasuki masa kehamilannya yang ke 8 bulan. Dikehamilannya ini beliau jatuh terpeleset dikarenakan ada lebah yang menyerangnya, akibat dari kejadian tersebut beliau mengeluarkan cairan seperti air ketuban dan berbau. Akhirnya, setelah 3 hari tak kunjung membaik beliau dibawa ke bidan terdekat yang ada di Tataan. Bidan menyarankan Ibu Vina untuk segera di bawa ke Rumah Sakit General Medical Center (RSGMC). Mengingat kondisi ibu dan janin mengkhawatirkan pihak RSGMC memutuskan untuk merujuk Ibu Vina ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Dokter RSAM mengatakan kandungan masih bisa diselamatkan, cairan yang keluar sekarang berangsur tidak ada lagi. Dokter menyarankan agar beliau tidak banyak beraktivitas dan banyak mengkonsumsi buah. Sebelumnya, beliau memiliki riwayat pernah keguguran 3 kali. Dan dua kali menjalani kuret di RS Mutiara Pringsewu pada saat belum memiliki kartu jaminan kesehatan. Akhirnya, keluarga memiliki pinjaman di pihak lain. Bapak Tugiono Irawan (39) adalah suami Ibu Vina yang bekerja sebagai buruh bangunan yang penghasilannya hanya cukup untuk biaya sehari-hari. Tugiyono memiliki tanggungan memberi nafkah kepada istri dan satu anaknya, mereka tinggal di rumah sederhana. Saat ini, Ibu Vina menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN – KIS mandiri kelas III untuk biaya pengobatan. Kurir Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya berobat dan biaya sehari-hari. Semoga keadaan Ibu Vina dan anak yang dalam kandungan selalu dalam keadaan sehat dan lahir dengan selamat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.750.000,-
Tanggal : 17 Februari 2017
Kurir : @akuokawai @jajangfajar @jjtari

Bu Vina menderita lemah kandungan


AJUN KOMISARIS (19, Hydrocephalus). Alamat : Desa Kebumen, RT 1/1, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Ajun merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Awal Maret 2016 Ajun sering mengeluh sakit di kepalanya. Namun olehnya keluhan tersebut dianggap sebagai sakit kepala biasa. Dan puncaknya terjadi ketika Ajun sedang bermain futsal, saat bermain tiba – tiba Ajun pingsan. Kemudian oleh keluarga, Ajun di bawa ke RSUD Pringsewu dan dokter menganjurkan untuk dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung dikarenakan dokter mendiagnosis adanya penyumbatan saluran pembuangan caian di otak Ajun yang mengakibatkan ukuran kepala Ajun lebih membesar (Hydrochaephalus). Di RSUDAM dilakukan tindakan operasi dan dirawat inap kurang lebih selama 20 hari. Setelah itu Ajun diperbolehkan pulang dan meneruskan pengobatan di RSUD Pringsewu. Namun pengobatan tidak dilanjutkan dikarenakan biaya dan juga jarak rumah dengan RSUD cukup jauh sehingga, keluarganya beralih ke pengobatan alternatif. Kondisi Ajun saat ini hanya bisa berbaring, tangan kiri tidak bisa digerakkan, pandangannya kabur dan tidak bisa berjalan. Ayah Ajun, Aup (60) hanya bekerja sebagai petani dan ibunya, Salinem (60)  seorang Ibu Rumah Tangga. Penghasilan yang diperoleh keluarga Ajun hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Selama ini pengobatan Ajun di rumah sakit ditanggung jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun mengingat jarak tempat tinggal ke rumah sakit sangat jauh, keluarga mengalami kendala biaya transportasi. Melihat kondisi ini, kurir Sedekah Rombongan Lampung menyampaikan titipan langit yang kedua, titipan langit sebelumnya telah disampaikan dan terdapat pada rombongan 939. Semoga Ajun dapat segera sembuh sehingga ia bisa beraktivitas kembali seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Februari 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar Leni

Ajun menderita hydrocephalus


MEDI WAHYUDI (27, Gangguan Jiwa). Alamat : Desa Banjar Agung Ilir, RT 1/2, Kec. Pugung, Kab. Tanggamus, Pro. Lampung. Tahun 2005 pasien yang akrab dipanggil Yudi ini mengalami perubahan sikap, orangnya pendiam dan suka menyendiri serta tidak suka keramaian. Melihat kondisi seperti itu ayahnya, Muchtar (50) membawa Yudi ke Pondok di Banten. Namun belum genap 1 bulan, Yudi kabur dari Pondok untuk kembali ke Lampung. Kadang Yudi berbicara sendiri, tertawa sendiri, sering menjerit di tengah malam. Keadaan terakhir, Yudi berbicara melantur dan sering mengamuk. Setelah mendapat pemeriksaan di Rumah Sakit Jiwa Negeri Sakti, Yudi mengalami perkembangan. Yudi mulai tidur teratur, mengurangi minum kopi dan bicaranya mulai teratur. Yudi tinggal dengan ayahnya yang bekerja sebagai buruh bangunan. Yudi memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III. Keterbatasan ekonomi dan jauhnya akses ke Rumah Sakit Jiwa dari tempat tinggalnya mengakibatkan kesulitan dan keterlambatan pengobatan Yudi. Melihat kondisi ini, kurir Sedekah Rombongan Lampung menjadikannya pasien dampingan. Kurir merasakan kesulitan yang dialami keluarga, santunan kedua pun disampaikan untuk biaya transportasi pengobatan. Santunan sebelumnya telah disampaikan dan terdapat dalam rombongan 939. Semoga Yudi dapat segera sembuh total dan beraktivitas kembali seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000 ,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar @ummusofiayusuf

Yudi mengalami gangguan jiwa


MOHAMMAD SOPYAN (47, Peradangan  Kelenjar Getah Bening). Alamat : Banjar Agung Ilir, RT 1/2, Desa Banjar Agung Ilir, Kec. Pugung, Kab. Pesawaran, Prov. Lampung. Di tahun 2014, Bapak Sopyan memiliki benjolan merah seperti jerawat dibagian pundaknya. Layaknya seperti jerawat, kemudian beliau tekan dan mengeluarkan sisa seperti biji yang keluar dari jerawat. Di tahun berikutnya, benjolan tersebut kembali muncul dengan rasa sakit. Efek dari rasa sakit berakibat pada kepalanya yang sering sakit. Akhirnya, Bapak Sopyan memeriksakan diri ke Puskesmas Rantau Tijang. Dokter mendiagnosis beliau terkena peradangan kelenjar getah bening dan beliau diberi surat rujukan ke RSUD Pringsewu untuk menjalani operasi. Mengingat biaya operasi yang mahal, beliau mengurungkan niat untuk melakukan operasi sampai dengan hari ini. Benjolan tersebut kini telah membesar, dan Bapak Sopyan belum memeriksakan kondisinya kembali. Istri beliau, Olpina (45) sebagai tulang punggung keluarga yang bekerja sebagai guru honor PAUD yang penghasilannya untuk mencukupi kehidupan sehari-hari. Bapak Sopyan belum memiliki kartu jaminan kesehatan, membuatnya kesulitan untuk berobat. Mengetahui kondisi tersebut, kurir Sedekah Rombongan Lampung berusaha meringankan beban keluarga Bapak Sopyan dengan menyampaikan santunan awal untuk membantu biaya pengobatan. Semoga lekas pulih kesehatan beliau dan bisa beraktivitas kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Februari 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar @rn_irmala

Pak Sopyan menderita peradangan kelenjar getah bening


SAWAL BIN ADAM (63, Infeksi Hati). Alamat : Desa Banjar Agung Ilir, RT 1/2, Kec. Pugung, Kab. Tanggamus, Prov. Lampung. Pak Sawal sakit sejak tahun 2014 yang lalu, awalnya beliau mengalami sakit perut kemudian berobat ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu dirawat selama 3 hari. Dokter mendiagnosis beliau terkena penyakit Infeksi Hati. Di tahun 2015, beliau dirawat sebanyak 2 kali di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu. Sebelumnya kurang lebih 1 tahun beliau tidak pernah berobat lagi dan dirawat dirumah oleh pihak keluarga karena keterbatasan biaya transportasi dan kehidupan sehari-hari. Kondisi beliau batuk-batuk, sesak napas, perut terasa panas, kaki terasa dingin. Di tahun 2017, beliau kembali dirujuk di RSUD Pringsewu dan akan dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek karena kondisi yang semakin memburuk. Beliau bekerja sebagai buruh tani sedangkan istrinya Astriyani (56) sebagai ibu rumah tangga yang penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selama pengobatan beliau ditanggung jaminan kesehatanberupa JKN-KIS PBI. Namun karena jarak dari rumah ke rumah sakit lumayan jauh, keluarga mengalami kendala biaya transportasi. Melihat kondisi ini, kurir Sedekah Rombongan Lampung ikut merasakan kesedihan yang dialami keluarga dan menjadikan Pak Sawal sebagai pasien dampingan, santunan kedua pun disampaikan untuk biaya tranportasi dan biaya kehidupan sehari-hari. Santunan sebelumnya telah disampaikan dan tercantum dalam rombongan 939. Semoga beliau dapat segera sembuh sehingga bisa beraktivitas kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar @ummusofiayusuf

Pak Sawal menderita infeksi hati


SUPINI BINTI PONIMAN (44, Hipertensi). Alamat : Argomulyo, RT 1/1, Desa Argomulyo, Kec. Sumberejo, Kab. Tanggamus, Prov. Lampung. Bulan Maret 2016 yang lalu seperti biasanya Ibu Supini bangun pada pagi hari untuk melaksanakan sholat subuh, ketika hendak berwudlu tiba-tiba ia merasakan kakinya kesemutan dan gemetar. Ia spontan berteriak memanggil suaminya. Setelah itu, Ibu Supini tidak sadarkan diri dan kemudian tetangganya menjeput tenaga medis terdekat untuk memeriksakan kondisi Ibu Supini. Setelah diperiksa tensi darah ia mencapai 240/150. Sejak kejadian hari itu hingga kini Ibu Supini tidak berobat ke rumah sakit atau ke dokter spesialis di karnakan terkendala biaya. Ibu Supini hanya mampu berobat ke pengobatan alternatif dan kini ia sudah bisa duduk. Ibu supini yang sehari hari nya berjualan pecel dan suaminya Bapak Usman (46) bekerja sebagai buruh serabutan. Tempat tinggalnya pun berpindah-pindah karna belum memiliki rumah sendiri. Ibu Supini memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI, meskipun demikian beliau mengurungkan niatnya untuk berobat ke rumah sakit dan memilih pengobatan altenatif karna terkendala biaya transportasi. Mengetahui hal ini, kurir Sedekah Rombongan Lampung turut merasakan keluh kesah beliau. Titipan langit pun disampaikan untuk membantu meringankan biaya pengobatan dan transportasi. Semoga Ibu Supini lekas sembuh seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar Leni

Bu Supini menderita hipertensi


SUPRIYANTO BIN SUKRI (42, Ca Colon). Alamat : Dusun Sidomulyo, RT 4/1, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Bapak Supriyanto merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Lampung. Sejak tahun 2013, Bapak Supriyanto memiliki keluhan pegal-pegal dan kondisi kesehatannya semakin memburuk setiap tahunnya ditandai dengan keluarnya darah saat buang air besar. Tahun 2016 Bapak Supriyanto dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pringsewu. Dokter RSUD Pringsewu mendiagnosis beliau terkena Ca Colon atau kanker pada usus besar dan harus segera dioperasi. Di tahun 2017 Bapak Supriyanto telah melakukan dua kali cuci darah di RSUD Pringsewu, melihat kondisi beliau yang semakin memburuk  direncanakan akan dirujuk kembali ke Rumah Sakit Abdul Moeloek. Ibu Wati (30) adalah istri dari Bapak Supriyanto yang bekerja sebagai buruh cuci. Penghasilan sebagai buruh cuci hanya cukup untuk biaya kehidupan sehari-hari. Pengobatan Bapak Supriyanto menggunakan kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS mandiri kelas III. Melihat kondisi ini, kurir Sedekah Rombongan ikut merasakan kesedihan yang dialami keluarga dan kembali menyampaikan titipan langit yang ke dua untuk biaya pengobatan dan transportasi. Titipan langit sebelumnya telah disampaikan dan terdapat dalam rombongan 939. Semoga Bapak Supriyanto dapat segera sembuh sehingga ia bisa beraktivitas kembali seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Februari 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar Leni @jjtar

Pak Supriyanto menderita ca colon


DIKI WAHYUDI (6, Tumor di Dada Kiri). Alamat : Jln. Tengku Mahmud, Simpang Jengkol dekat TPU, Kel. Palas, Kec. Rumbai, Kota Pekanbaru, Prov. Riau. Diki menderita tumor otot pada dada kirinya, sakit yang dideritanya dialami sejak ia usia balita. Pada usia 1,5 tahun, ia sudah menjalankan operasi pertama pengangkatan tumor tersebut, namun setelah operasi pertama dilakukan, sekitar 8 bulan kemudian massa tumor kembali tumbuh di tempat yang sama. Hingga usia 4,5 tahun ia sudah menjalani operasi sebanyak tiga kali. Setelah operasi terakhir pada usia 4,5 tahun, Diki diharuskan menjalankan kemoterapi. Orang tuanya sudah tidak memiliki biaya untuk pengobatannya. Ia dirawat di rumah tanpa pengawasan dokter hingga usia 5,5 tahun hingga kondisinya semakin parah dengan tumor yang mengalami pembengkakan dan pecah. Akhirnya mau tidak mau orang tua Diki harus membawanya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Dokter menganjurkan Diki menjalani kemoterapi sebanyak 18 siklus kemo dengan 1 kali siklus kemo ia membutuhkan 2 botol obat Dactinomycin. Ayahnya, Budianto, bekerja sebagai pedagang serabutan dengan penghasilan yang tidak tetap setiap bulannya, sedangkan ibunya, Ningsih, adalah seorang ibu rumah tangga. Kondisi perekonomian keluarga yang masih terbatas membuat Diki terkendala biaya untuk menjalani pengobatannya hingga akhirnya Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarganya oleh salah satu dokter yang menangani Diki. Sedekah Rombongan memutuskan membantunya sebagai pasien dampingan. Alhamdulillah pengobatan Diki berjalan lancar dan ia bisa melanjutkan pengobatan kemoterapi dan menjalani operasi pembuangan tumornya yang pecah. Setelah menjalani operasi, kondisi Diki berangsur membaik dan dokter memutuskan kemo dilanjutkan kembali agar tumor semakin mengecil, namun sayangnya setelah beberapa kali menjalani siklus kemo kondisi tumor Diki kembali membesar. Akhirnya dokter menyarankan Diki untuk melanjutkan pengobatannya di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta agar mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Berbekal surat rujukan ke RSCM, Diki dan keluarganya memutuskan untuk berobat ke Jakarta namun terkendala biaya transportasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan biaya transportasi untuk Diki dan keluarganya sehingga mereka bisa berangkat ke Jakarta. Saat ini Diki telah tinggal di RSSR Jakarta dan melanjutkan pengobatannya di RSCM. Semoga Diki segera diberikan kesembuhan total dari penyakitnya, aamiin. Santunan kembali disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari Diki selama ia berobat di Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 977.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 17 Maret 2017
Kurir : @nhpita @harji_anies @untaririri

Diki menderita tumor di dada kiri


RISKI BIN AMRIL (15, Kanker Tulang). Alamat : Gang Horas, RT 3/6, Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Saat masih kecil, Riski pernah terjatuh keras dalam posisi terduduk namun orang tuanya tidak pernah memeriksakan kondisi tulangnya setelah kejadian tersebut. Lima bulan terakhir kondisi tulang pangkal paha Riski semakin parah hingga ia mengalami kesulitan berjalan. Kakinya semakin mengecil, badannya semakin kurus hingga seperti tulang yang berbalut kulit, pangkal paha kirinya pun membengkak sebesar bola. Orang tuanya lalu membawa Riski berobat ke RS Efarina di Pangkalan Kerinci. Dokter di RS Efarina kemudian merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk mendapatkan pemeriksaan lebih intensif. Dokter di RSUD Arifin Achmad mendiagnosis Riski menderita Osteosarkoma atau kanker tulang pada tulang pangkal paha kirinya dan merujuknya ke RSCM Jakarta. Riski tinggal dengan ayahnya, Amril, yang bekerja sebagai pedagang kain keliling dengan penghasilan tidak tetap, dan ibunya, Rosita, yang seorang ibu rumah tangga. Mereka tinggal di rumah kontrakan berukuran 4×10 dengan 1 kamar yang menampung 6 orang anggota keluarga. Selama pengobatan Riski menggunakan BPJS kelas 3, namun keluarga tetap mengalami kendala biaya transportasi berobat ke RSCM Jakarta karena untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pun mereka masih mengalami keterbatasan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Riski dan menyampaikan santunan untuk membantu keluarga dalam biaya akomodasi dan pembelian tiket agar Riski dapat berobat ke Jakarta. Saat ini Riski telah tinggal di RSSR Jakarta dan masih berobat secara rutin di RSCM Jakarta. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu kebutuhan sehari-hari Riski dan keluarga selama ia menjalani pengobatan di Jakarta. Semoga kondisi Riski dapat membaik dan ia segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya, aamiin. Bantuan Riski sebelumnya sudah masuk dalam Rombongan 977.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 17 Maret 2017
Kurir : @nhpita @harji_anies @untaririri

Riski menderita kanker tulang


ALIFA NASIHA (1, Kelahiran Prematur Spontan). Alamat : Jalan Damai, RT 3/8, Kelurahan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Alifa lahir dengan kondisi prematur; semua organ tubuhnya masih belum berkembang dengan sempurna terutama jantung dan paru-paru. Pada saat ini bayi Alifa masih mengalami kesulitan untuk bernapas dan berat badannya belum cukup memadai untuk keluar dari ruang inkubator. Bayi Alifa lahir dari pasangan Bambang (31) dan Suryana (25). Pada masa kehamilan usia 3 bulan, Ibu Suryana mengalami pendarahan dan ia langsung dibawa berobat ke klinik terdekat hingga perdarahan terhenti. Tiga bulan kemudian terjadi pendarahan lagi yang berlangsung selama 3 hari sehingga keluarga langsung membawanya ke RSIA Eria Bunda dan pihak rumah sakit menyarankan untuk langsung dirawat inap. Dalam hitungan jam Ibu Suryana mengeluarkan darah dan lendir sehingga dokter pun berencana merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan pertimbangan peralatan di RSUD lebih lengkap. Saat proses rujukan sedang diurus dan belum berangkat ke RSUD, ternyata kepala bayi sudah keluar sehingga Ibu Suryana tidak susah payah untuk melahirkan. Bayi lahir dengan proses kelahiran normal hanya dalam waktu 10 menit. Akhirnya Alifa lahir dalam kondisi prematur dengan usia kandungan hanya 6,5 bulan dengan berat badan 1,35 kg. Bayi Alifa langsung dibawa masuk ke ruang inkubator dan dipasang selang untuk membantunya bernapas karena jantung dan paru-parunya belum berfungsi dengan sempurna. Dokter yang merawatnya menyarankan pihak keluarga untuk membeli susu formula agar berat badan Alifa bisa lebih cepat bertambah, namun keluarga mengalami kesulitan karena penghasilan ayah Alifa yang bekerja sebagai buruh bangunan sangat kecil hanya dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga ini. Keluarga Alifa merupakan pendatang baru di Pekanbaru sejak bulan April 2016. Rumah yang mereka tinggali saat ini pun adalah gudang proyek bangunan yang dimiliki oleh pemilik proyek tempat ayah Alifa bekerja. Di gudang tersebut ayah Alifa sekaligus ditugaskan untuk menjaga barang-barang yang ada di gudang tersebut. Selama Alifa dirawat di RSIA Eria Bunda, ia terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Dokumen yang diperlukan untuk membuat Jamkesda masih dalam pengurusan karena keluarganya yang baru saja berdomisili di Pekanbaru. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Alifa dipertemukan dan menjadikannya pasien dampingan SR Riau. Santunan awal pun disampaikan untuk membantu pembelian susu formula agar berat badan Alifa bisa cepat bertambah. Alhamdulillah kondisi Alifa saat ini sudah membaik dan ia sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya. Namun keluarga tetap terkendala dengan tunggakan biaya RS selama Alifa masih dalam perawatan intensif di RSIA Eria Bunda. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu cicilan pembayaran biaya RS Alifa hingga lunas nanti. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 977.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 20 Maret 2017
Kurir : @nhpita Irni Icang Aji

Alifa mengalami kelahiran prematur spontan


ARIFIN AHMAD (1, Usus di Luar Perut). Alamat : Kampung Damai HTI, Desa Suka Ramai, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Bayi Arifin lahir pada tanggal 20 Februari 2017 di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan kondisi usus yang berada di luar perut. Arifin adalah anak ke 3 dari 3 bersaudara dari pasangan Rusdian Saputra (34) yang bekerja sebagai buruh pemanen sawit dengan penghasilan yang tidak menentu dan Suprapti (33) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Dengan kondisinya yang memprihatinkan, Arifin harus menjalani beberapa kali operasi ke depannya agar kondisi ususnya bisa normal kembali. Saat ini ia masih dirawat di ruang Neonatus RSUD Arifin Achmad Pekanbaru setelah menjalani operasi keduanya. Operasi pertama telah dilakukan tidak lama setelah ia lahir dengan status pasien umum karena saat itu keluarga belum memiliki jaminan kesehatan apapun, sehingga keluarga menunggak biaya RS untuk biaya kelahiran dan biaya operasi Arifin. Alhamdulillah saat ini keluarga telah memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI sehingga biaya pengobatan Arifin telah ditanggung pemerintah. Namun keluarga tetap terkendala dengan biaya akomodasi sehari-hari selama mereka menunggu Arifin yang masih dirawat di RSUD. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Arifin dan dapat menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu kebutuhan sehari-hari keluarga di RS serta membayarkan cicilan biaya RS selama Arifin dirawat dengan status pasien umum. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan keluarga dan Arifin segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Maret 2017
Kurir : @nhpita Otri @asynulzumarti

Arifin menderita usus di luar perut


MUHAMMAD GUNTUR (52, Infeksi Mata). Alamat : Jl. Sungai Malang, RT 5, Desa Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Provinsi Riau. Riwayat penyakit infeksi mata Pak Guntur terjadi saat ia bekerja sebagai buruh harian lepas di pabrik. Saat itu ia harus memindah-mindahkan kemasan bahan kimia yang berbentuk soda api, hingga akhirnya soda api tersebut memercik mengenai mata Pak Guntur. Setelah dilakukan pertolongan pertama di klinik pabrik, malamnya beliau dibawa ke Klinik Spesialis Mata. Kondisi mata Pak Guntur saat ini masih belum bisa melihat dengan jelas, terus berair dan terasa panas. Istri Pak Guntur, Sarsiah (35), adalah seorang ibu rumah tangga yang merawat suaminya selama ini. Selama menjalani pengobatan, alhamdulillah seluruh biaya ditanggung oleh Jamkesmas. Namun Pak Guntur masih terkendala dengan biaya transportasi selama ia berobat jalan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Pak Guntur dan santunan pun disampaikan untuk membantu biaya transportasi berobat beliau. Semoga bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga dan mata Pak Guntur bisa sembuh seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 6 Maret 2017
Kurir : @nhpita @jangaid @karin_lathief

Guntur menderita infeksi mata


ANDI AHMAD FADHILLAH (11, Autis). Alamat : Jl. Singgalang 3, RT 1/9, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Fadil adalah anak dari almarhum Pak Darwis dan Ibu Anis. Almarhum Pak Darwis meninggal dunia pada tahun 2006 saat Fadil masih berumur 11 bulan. Fadil adalah anak berkebutuhan khusus, dengan diagnosa autis yang perilakunya cenderung hiperaktif. Mengingat kondisi Fadil yang memerlukan perhatian khusus, Bu Anis berhenti berjualan agar bisa menjaga dan merawat anaknya. Fadil sempat menjalani terapi dan mengonsumsi obat untuk mengurangi kondisi autis yang dideritanya, namun karena keterbatasan biaya ia berhenti terapi dan tidak ada satu pun obat yang ia konsumsi sekarang. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Fadil dan keluarga hanya bisa berharap dari pemberian neneknya dan belas kasihan tetangga. Fadil kini bersekolah di sekolah luar biasa di Jl. Hangtuah Pekanbaru. Namun Fadil tidak bisa setiap hari berangkat ke sekolah, karena tempat sekolahnya yang jauh. Sedangkan ibunya tidak memiliki dana untuk mengantar jemput Fadil ke sekolahnya. Saat Fadil tidak berangkat sekolah, hanya ibunya yang mengajar ia membaca dan menulis di rumah. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Fadil dan keluarganya, bantuan pun disampaikan kepada Fadil agar dapat ia gunakan untuk membeli beberapa keperluan sekolah serta uang transportasi yang ia gunakan untuk bersekolah. Semoga Fadil tetap terus semangat dalam menimba ilmu hingga ia lulus nanti. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 1 Maret 2017
Kurir : @nhpita Rillo @karin_lathief

Andi menderita autis


GUSTYN WARDIANDA (15, Dhuafa). Alamat : Jl. Sungai Malang, RT 5, Desa Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Provinsi Riau. Gustyn adalah anak dari Pak Guntur (52) dan Bu Sarariah (35). Pak Guntur bekerja sebagai buruh harian dan Bu Sarsiah adalah seorang ibu rumah tangga. Setiap hari Gustyn berangkat sekolah dengan berjalan kaki, dengan jarak tempuh dari rumah ke sekolah kurang lebih 8 KM. Namun semangat Gustyn untuk terus bersekolah tetap tinggi walaupun dengan kondisi yang serba terbatas. Alhamdulillah SedekahRombongan dipertemukan dengan Gustyn dan dapat merasakan kesulitan yg ia rasakan. Bantuan digunakan membeli sepeda dan memenuhi kebutuhan sekolah Gustyn. Semoga Gustyn tetap semangat mencari ilmu dan bisa mencapai cita-citanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 6 Maret 2017
Kurir : @nhpita @jangaid @karin_lathief

Bantuan biaya sekolah


AGUS SALIM (57, Katarak). Alamat : Desa Bedeng Sikuran, RT 8/8, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau. Pak Agus mulai merasakan adanya gangguan pada matanya sejak tahun 2015. Beliau sudah pernah dibawa berobat ke puskesmas, RSUD Taluk Kuantan hingga ke RS Mata SMEC Pekanbaru namun belum juga memberikan hasil. Sekitar 5 bulan terakhir ini, mata Pak Agus sudah tidak bisa melihat lagi. Kondisi Pak Agus saat ini sudah menggunakan kayu yang digunakannya sebagai tongkat untuk berjalan. Istri Pak Agus yaitu Ibu Ramialis (42) bekerja sebagai petani penderes karet, menggantikan Pak Agus mencari nafkah untuk keluarga. Pak Agus memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk berobat, akan tetapi beliau tetap terkendala biaya akomodasi selama pengobatan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Agus dan bantuan pun disampaikan untuk membantu pengobatan beliau. Semoga kondisi kesehatan Pak Agus semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Maret 2017
Kurir : @nhpita Imelda @rizkyqurniazary

Pak Agus menderita katarak


ARA ZAQULL (12, Tumor Esofagus Gastro Duodenum). Alamat : Simpang Badak, RT 1/1, Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Pada tahun 2013 yang lalu, terjadi peristiwa penganiayaan pada keluarga Pak Rajiman dan juga pada Ara karena persoalan sengketa lahan. Akibat dari penganiayaan tersebut, Ara menderita penggumpalan darah hingga menyebabkan terjadinya tumor di dalam perut Ara. Ara sempat melakukan pemeriksaan atas penyakitnya tersebut di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru hingga akhirnya dirujuk ke RSCM Jakarta. Saat dirujuk pertama kali di RSCM, dokter menyimpulkan penyakit yang dialami Ara adalah tumor duodenitis kronik dan dokter menyarankan Ara untuk minum susu 2000ml/hari atau setara dengan 30 kaleng @400 gram untuk satu bulan. Kondisi Ara saat ini hanya mampu mendapatkan asupan makan yang masuk melalui alat bantu berupa lubang buatan di perut saja, sehingga zat gizi yang masuk ke dalam tubuh Ara menjadi kurang. Ara adalah anak dari pasangan Bapak Rajiman (48) yang bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Mariyatun (47) seorang ibu rumah tangga. Ara memiliki Jamkesda untuk membantu menjalani pengobatannya selama ini, namun ia tetap mengalami kendala untuk pembelian susu yang ia sangat butuhkan untuk asupan makanannya sehari-hari. Selain itu keluarga sering terkendala oleh biaya transportasi berobat dari rumah ke kota, karena jaraknya yang cukup jauh. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ara dan bantuan disampaikan untuk biaya pembelian susu dan biaya transportasi selama ia menjalani pengobatan. Semoga kondisi kesehatan Ara semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 14 Maret 2017
Kurir : @nhpita Triyono Mustakwa @rizkyqurniazary

Ara menderita tumor esofagus gastro duodenum


BAIHAKI BIN YAYAN SOPIAN SYAIR (7, Radang Otak + Radang Paru-Paru). Alamat : Jalan Siak, RT 2, Kelurahan Simpang Tetap Darul Ichsan, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Provinsi Riau. Saat anak-anak lain sudah berlari-lari kecil dengan riang di usia 2 tahun, hal itu tidak dialami oleh Baihaki karena di usia tersebut ia bahkan belum dapat berjalan. Bahkan di usia 3 tahun, Baihaki sering mengalami kejang-kejang yang berdampak tulang rusuknya terlihat menonjol. Hasil pemeriksaan dokter di RSUD Dumai menyatakan bahwa ia didiagnosa terkena radang otak. Semenjak diagnosa tersebut hingga kini, Baihaki menjalani rawat jalan dan terkadang ia harus menjalani rawat inap saat kondisi kesehatannya menurun. Empat tahun yang lalu keluarga Baihaki memutuskan untuk pindah ke rumah kontrakan yang lebih layak karena rumah kontrakan sebelumnya dirasa tidak cukup layak dengan kondisi kesehatan Baihaki. Dengan kondisi rumah yang lebih layak ini, ayah Baihaki harus mengeluarkan biaya sewa lebih besar yaitu Rp. 600.000,- per bulan, padahal penghasilan Ayah Baihaki yang bekerja sebagai buruh lepas tidak tetap setiap bulannya. Sungguh istimewa ujian yang Allah subhanahu wa ta’ala beri pada Baihaki dan keluarga. Ujian pun kembali dihadapi keluarga ketika bulan Februari 2017 lalu hasil pemeriksaan dokter dan laboratorium Baihaki menunjukkan bahwa ia terkena radang paru-paru dan radang tenggorokan. Sejak itu Baihaki semakin sering bolak-balik masuk rawat inap di RSUD Dumai dengan kondisinya yang hanya bisa berbaring dan mengonsumsi bubur dan susu. Alhamdulillah biaya perawatan Baihaki di rumah sakit sudah ditanggung JKN-KIS Non PBI kelas 3 sehingga dapat meringankan beban keluarga. Sedekah Rombongan merasakan bagaimana perjuangan Baihaki serta keluarga untuk menjemput kesembuhan. Titipan langit dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama Baihaki dirawat di rumah sakit. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kesabaran dan kesembuhan untuk Baihaki. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Maret 2017
Kurir : @nhpita @jangajid @sulistyaone

Baihaki menderita radang otak + radang paru-paru


SANTY SUSANTI (29, Syaraf Terjepit di Tangan Kiri). Alamat : Dusun Segar Alam, RT 5/2, Desa Bukit Lembah Subur, Kecamatan Kerumutan, Kabulaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sejak tahun 2012, tangan kiri Santy mulai terasa kebas, kesemutan dan sering pegal. Sesekali ia pergi berobat ke tukang urut dan memakai balsem untuk mengurangi rasa nyeri. Saat ini kondisi tangan kirinya mulai mengecil dan sering terasa nyeri. Saat tangannya terasa sakit, Santy kadang mengurut-urut sendiri tangannya namun rasa nyeri tak juga kunjung berkurang. Santy juga tidak mampu mengangkat barang-barang yang berat karena rasa nyerinya tersebut. Dengan keinginan untuk sembuh yang kuat, ia memeriksakan tangannya tersebut ke RSUD Arifin Achmad dan dokter mendiagnosanya dengan penyakit syaraf terjepit. Alhamdulillah Santy memiliki JKN-KIS Non PBI kelas 3 sehingga biaya pengobatannya ditanggung. Namun ia tetap terkendala biaya transportasi untuk berobat. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Santy dan bantuan disampaikan untuk membantu kelancaran pengobatan di RSUD Pekanbaru. Selama berobat, Sedekah Rombongan juga menyediakan RSSR agar ia bisa beristirahat selama berada di Pekanbaru. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kesabaran dan kesembuhan untuk Santy. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Maret 2017
Kurir : @nhpita @siswanto10 @rini_syafrin

Bu Santy menderita syaraf terjepit di tangan kiri


WIWIT MARIANTI (16, Dhuafa). Alamat : Desa Marga Mulya, RT 1/1, Dusun Bukit Rindang, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Sudah sejak lama orang tua Wiwit berpisah dan sejak itu lah ia dan adiknya ikut bersama sang ibu. Ayah Wiwit tidak pernah menafkahi kebutuhan keluarga dan juga tidak diketahui keberadaannya. Untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya serta ibu dan adiknya, sepulang dari sekolah Wiwit bekerja sebagai buruh setrika baju dari rumah ke rumah tetangganya dengan upah Rp. 100.000,- hingga Rp. 150.000,- per bulan. Wiwit yang saat ini duduk di kelas 3 SMP memerlukan biaya lebih untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya yang banyak, belum lagi kebutuhan sekolah adiknya yang masih duduk di kelas 5 SD. Upahnya menyetrika belum mampu mencukupi biaya hidup sehari-hari keluarga dan biaya sekolah. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Wiwit dan bantuan dari sedekaholics digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kesabaran dan kemudahan untuk kehidupan Wiwit sekeluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Maret 2017
Kurir : @nhpita Lendriani @rini_syafrin

Bantuan tunai


DIVA ADRIAN SAPUTRA (11, Dhuafa). Alamat : Jl. Palembang, RT 4/8, Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Sungguh luar biasa perjuangan Diva untuk menimba ilmu, ia berjalan kaki sedikitnya 6 kilometer untuk berangkat dan pulang sekolah. Diva adalah seorang anak yatim piatu yang sejak ia berusia 1 tahun, Allah telah memanggil sang ibunda tercinta karena menderita leukemia. Dengan takdir Allah, ayahanda Diva menyusul sang ibunda ketika Diva berumur 3 tahun karena kecelakaan. Sejak saat itu, ia diasuh oleh sang sang nenek dan mereka hidup berdua di sebuah rumah yang dipinjamkan seorang dermawan. Kini Diva telah berusia 11 tahun, semangat belajarnya didukung sang nenek yang bekerja tidak menentu. Terkadang nenek membantu membungkus keripik dan juga membersihkan botol bekas minuman. Di usia nenek yang kini sudah 70 tahun, penglihatannya sudah mulai kabur dan mengganggu aktivitas sehari-harinya. Sedekah Rombongan mendukung semangat belajar Diva dengan memberikan bantuan sepeda untuk membantu transportasinya ke sekolah. Semangat Diva, semoga engkau menjadi anak yang sukses kelak. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 7 Maret 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti Rillo @sulistyaone

Bantuan sepeda


MUHAMMAD FADHLAN (41, TB Paru). Alamat : Simpang Puncak, RT 3/4, Kelurahan Boncah Mahang, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Pak Fadhlan mulai mengalami sakit sejak bulan Juli 2016; ia sering batuk dan sesak napas sehingga nafsu makan berkurang dan berat badannya pun menurun. Oleh keluarga, ia dibawa ke puskesmas dan kemudian dirujuk ke RSUD Duri. Dari hasil pemeriksaan labor dan rontgen, Pak Fadhlan didiagnosa menderita TB Paru. Dokter memberikan obat kepadanya untuk dikonsumsi selama 6 bulan ke depan. Pada bulan Februari 2017, Pak Fadhlan yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang pangkas rambut berangkat ke luar kota untuk urusan keluarga, namun sayangnya saat ia berada di luar kota konsumsi obat terputus sehingga menyebabkan kesehatannya menurun. Tak lama berselang, Pak Fadhlan memutuskan pulang ke Duri dan langsung dirawat inap di RSUD Duri. Kini Pak Fadhlan tidak dapat bekerja kembali karena masih dirawat di RSUD Duri sejak 24 Februari 2017 lalu. Alhamdulillah dengan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI seluruh biaya pengobatannya ditanggung. Meskipun begitu, keluarga tetap terkendala dengan biaya makan sehari-hari selama menunggu Pak Fadhlan di RS. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Pak Fadhlan dan keluarga dan menyampaikan titipan langit dari sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi keluarga selama di RS. Semoga Pak Fadhlan segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Maret 2017
Kurir : @nhpita Dewi @sulistyaone

Pak Fadhlan menderita TB paru


SULIPAH JONO (37, Tumor Rahim). Alamat: Dusun Karang Dhuwur, RT 20/6, Desa Banjarjo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Beberapa bulan yang lalu ibu Sulipah merasakan sakit di bagian perut. Ibu Sulipah membiarkan keluhan sakit di bagian perut beliau karena menganggap hanya sakit perut biasa dan akan segera sembuh dengan sendirinya. Pada akhir Januari, ibu Sulipah sudah tidak dapat menahan keluhan di bagian perut beliau. Beliau juga sering muntah, berak, dan demam tinggi. Akhirnya ibu Sulipah dilarikan ke Puskesmas terdekat. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, ibu Sulipah dirujuk ke RSUD Tuban untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Sulipah didiagnosa menderita Tumor Rahim. Suami ibu Sulipah, Jono (40) bekerja sebagai nelayan. Sedangkan ibu Sulipah sebagai ibu rumah tangga. Sebagai nelayan, suami ibu Sulipah mengandalkan cuaca dan gelombang air dalam bekerja. Sehingga suami ibu Sulipah hanya bisa aktif bekerja menjadi seorang nelayan selama setengah bulan. Upah dari bekerja sebagai nelayan pun tidak terlalu tinggi. Suami ibu Sulipah mendapat upah 50.000 setiap kali bekerja, terkadang juga tidak mendapatkan apa-apa saat kembali pulang. Suami ibu Sulipah mempunyai tiga anak yang masih kecil. Dengan tanggungan keluarga yang besar, keluarga ibu Sulipah mengalami kesulitan untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Jaminan kesehatan BPJS yang dimiliki ibu Sulipah juga baru aktif pada Februari 2017. Sehingga untuk biaya pengobatan yang dilakukan sebelumnya, mereka dibantu oleh sanak saudara serta tetangganya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami oleh keluarga ibu Sulipah. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari para sedekaholic. Bantuan pertama telah diberikan dan digunakan sebagai biaya pengobatan dan biaya transportasi ke rumah sakit. Semoga ibu Sulipah bisa segera sembuh dan kembali menjalani aktivitas seperti semula. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 20 Maret 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @MiftakhAbuSaSi

Bu Sulipah menderita tumor rahim


SUKARTINI BINTI SULOYO (46, Kanker Payudara). Alamat: Dusun Banjarpoh, RT 10/5, Kelurahan Banjarbendo,  Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Tahun 2012, Bu Sukartini mulai merasakan muncul benjolan kecil di ketiak. Benjolan tersebut lama- kelamaan membesar dan Bu Sukartini mulai merasakan nyeri pada payudaranya. Bu Sukartini kemudian memeriksakan diri ke RS Siti Hajar Sidoarjo. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Sukartini didiagnosa menderita kanker payudara. Dokter menyarankan untuk dilakukan operasi. Pada tahun 2012 dilakukan operasi pertama dan tahun 2013 dilakukan operasi kedua. Setelah operasi seharusnya Bu Sukartini tetap kontrol, namun karena keterbatasan biaya, Bu Sukartini menghentikan pengobatan medis dan beralih ke pengobatan alternatif. Beberapa bulan kemudian, benjolan kembali muncul dengan diameter yang lebih besar. Bu Sukartini mencoba pengobatan alternatif lain di klinik pengobatan alternatif daerah Kediri. Kondisi Bu Sukartini sempat membaik, namun karena sudah tidak ada biaya lagi, Bu Sukartini juga menghentikan pengobatan alternatifnya. Bu Sukartini memiliki pinjaman yang digunakan untuk operasi dan biaya pengobatan. Saat ini kondisi Bu Sukartini semakin memburuk karena sudah tidak melakukan pengobatan lagi. Dulu Bu Sukartini bekerja sebagai penjahit dan karyawan di pabrik. Namun karena kondisi kesehatannya, saat ini Bu Sukartini sudah tidak dapat bekerja lagi. Sedangkan suaminya, Kariyanto (50) bekerja sebagai karyawan swasta. Sedekah Rombongan mendapat kesempatan untuk membantu meringankan sedikit beban Bu Sukartini. Pada bulan februari 2017, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan kepada Bu Sukartini yang digunakan untuk biaya pengobatan Bu Sukartini dan biaya kebutuhan nutrisi beliau. Keluarga Bu Sukartini mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.651.530,-
Tanggal: 27 Februari 2017
Kurir:  @Wahyu_CSD Nurry @MasKhus1027

Bu Sukartini menderita kanker payudara


MUHAMMAD ARWANI (36, Luka Bakar). Alamat: Pelawat RT 2/7 Kecamatan Keragilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Pada bulan Desember beliau mendapat pekerjaan
membangun rumah di sekitar tempat tinggalnya, namun pada hari itu pak Arwani mengalami kecelakaan saat bekerja, beliau tersambar listrik bertegangan tinggi yang mengakibatkan luka bakar diseluruh tubuhnya. Kemudian Pak Arwani dilarikan ke RSUD kota Serang, kedua tangan kanan pak Arwani mengalami luka bakar amat serius. Kondisi tangan kirinya juga mengalami luka yang tak kalah serius yag menyebabkan harus diamputasi sebatas siku. Selama satu setengah bulan pak Arwani dirawat di RSUD kota serang, namun beliau tidak dapat ditangani secara maksimum. Karena keterbatasan peralatan medis, akhirnya pihak dokter menyarankan supaya pak Arwani dirujuk ke RSCM Jakarta pada bulan Februari 2017. Di RSCM pak Arwani, kondisi tangan kanannya masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Alhamdulillah #SR dipertemukan dengan beliau yang sedang merasakan kebingungan masalah biaya transportasi selama menjalani rawat jalan di RSCM Jakarta. Kini beliau mendapatkan di fasilitas yang disediakan #SR, yaitu rumah singgah dan biaya operasional untuk menunjang selama menjalani rawat jalan di RSCM Jakarta. Pak Arwani selalu merisaukan dengan keberadaan kedua anak nya, karna pak Arwani merupakan tulang punggung keluarga, dengan kondisi fisik beliau saat ini rasanya merasa kesulitan untuk mencari nafkah. Sementara sang istri, ibu Suparti (32) harus menemaninya berobat di Jakarta.  Semoga Allah segera memberikan kesembuhan untuk beliau, sehingga beliau dapat mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 27 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri

Arwani menderita luka bakar


SINTIA BINTI HENDRA (20, Patah Tulang Kaki). Alamat: Kampung Pangkalan RT 8/10 Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Kotamadya Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. 28 Februari 2017, mungkin menjadi hari yang tak pernah dilupakan oleh seorang Sintia. Sore itu, Sintia sedang berjalan disamping rumahnya untuk mengangkat jemuran, namun nasib kurang beruntung sedang menimpanya. Karena tidak begitu mempedulikan sekitar, kaki kiri Sintia terperosok ke lubang bekas septik tank yang membuat kakinya mengalami luka robek dan patah tulang. Saat itu juga, Sintia langsung dilarikan ke klinik Yasa Usada untuk mendapaatkan pertolongan pertama, luka di kaki Sintia dijahit. Tapi kondisi lukanya tak kunjung membaik, kakinya sulit untuk digerakkan. Hingga pada tanggal 5 Maret 2017 dilakukan tindakan operasi untuk patah kakinya di RS Mitra Keluarga. Alhamdulillah, pasca menjalani operasi ini, kondisi Sintia terus membaik. Tapi, karena mahalnya biaya berobat disana membuat orang tua Sintia harus berpikir lebih keras lagi. Orang tua Sintia, bapak Hendra Suprianto (40), sehari-hari bekerja sebagai buruh lepas dengan penghasilan tak menentu. Sementara ibu Maysaroh (45) adalah seorang ibu rumah tangga. Mendengar tentang kesulitan yang dihadapi oleh keluarga Sintia, kurir Sedekah Rombongan langsung mengunjungi keluarga ini dan menyampaikan bantuan untuk biaya berobat dan akomodasi ke rumah sakit. Orang tua Sintia mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan, beliau juga minta supaya berkenan untuk mendoakan sang putri supaya lekas diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Santunan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 29 Maret 2017
Kurir: @wirawiry Khoirul @untaririri

Sintia menderita patah tulang kaki


ANITA AGUSTINA (42, Ginjal). Alamat: Jalan Bintara I No. 29 RT 12/2, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Provinsi Kota Bekasi. Ibu Anita seorang ibu rumah tangga yang mempunyai 3 anak yang masih bersekolah. Sejak bulan November 2016 beliau didiagnosis mengidap penyakit ginjal. Awalnya Bu Anita mengeluhkan sakit dibagian pinggang. Ibu Anita memeriksa ke klinik dekat rumahnya. Merasa sakitnya tak kunjung reda dan malah semakin menjadi, akhirnya beliau memutuskan untuk diperiksakan ke Rumah Sakit Persahabatan dan dirawat selama 9 hari kemudian kembali ke rumah. Setelah seminggu kemudian Bu Anita makin drop dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat yaitu Rumah Sakit Islam Pondok Kopi. Meskipun belum sembuh sempurna, Ibu Anita dan keluarga memutuskan untuk kembali kerumah karena kekurangan biaya. Ibu Anita mempunyai jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 2 yang masih mempunyai tunggakan. Suaminya yang bernama ADE ARSUDIN (43) hanya bekerja serabutan yang seringkali sebagai kuli panggul di pasar yang berpenghasilan tidak menentu dan kurang mencukupi untuk keluarga serta membiayai ketiga anaknya yang masih bersekolah. Saat ini Ibu Anita harus cuci darah rutin seminggu dua kali di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi dan seringkali belum bisa menebus obat yang tidak tercover dari BPJS. Atas izin Allah SWT, kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya akomodasi, setalah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 972. Ibu Anita dan suaminya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Ibu Anita dapat pulih dan sehat kembali seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-.
Tanggal : 25 Maret 2017
Kurir : @wirawiry @nurfahmadini @untaririri

Bu Anita menderita ginjal


SILVA NADILA (3, Hydrocepalus). Alamat: Jl. Pulo Nangka 1 RT 8/2 Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Kotamadya Jakarta Barat, DKI Jakarta. Silva biasa bocah ini disapa, saat usianya menginjak sepuluh bulan terdapat tanda pembesaran kepala dan pernah mengalami demam tinggi. Karena khawatir, orang tua Silva membawa Silva ke RS Royal Taruma, di rumah sakit dilakukan pemeriksaan laboratorium dan radiologi, dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui jika Silva menderita infeksi pada saluran pernafasan dan Hydrocepalus. Pihak dokter menyarankan jika sebaiknya Silva segera dilakukan operasi untuk pemasangan VP Shunt. Alhamdulillah dengan berbekal BPJS, semua tindakan bisa dilakukan. Setelah dilakukan tindakan operasi lingkar kepala Silva tidak bertambah besar. Tetapi Silva kecil masih terlihat lemas dan lunglai, belum bisa mengangkat kepalanya saat usianya sudah menginjak 2 tahun, sehingga Silva masih harus menjalani kontrol rutin ke RS. Orang tua Silva, bapak Sanajaya (43) dan ibu Sarni (33) tidak patah semangat untuk berjuang mencari kesembuhan putri pertamanya ini. Bapak Sana sehari-hari bekerja sebagai kuli angkut di sebuah pergudangan dengan penghasilan yang pas-pasan, sementara ibu Sarni sebagai ibu rumah tangga. Kadang bapak Sana bingung jika tiba jadwal kontrol tapi tidak ada biaya, dengan sangat terpaksa mereka seperti harus merelakan satu kesempatan hilang melihat anaknya sembuh. Alhamdulillah, ditengah kondisi itu #kurirSR dipertemukan dengan mereka dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan keperluan sehari-hari buat Silva, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 959. Saat ini Silva masih harus menjalani fisioterapi setiap seminggu sekali di RS Royal Taruma. Semoga apa yang telah diusahakan oleh orang tua Silva nantinya akan berbuah manis, ya bisa melihat sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 26 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri  Ryan

Silva menderita hydrocepalus


SYAKILA CHOIRUNNISA (3, Hydrocepalus). Alamat: Jl. Hutan Jati RT 4/11 Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Syakila adalah putri kedua dari pasangan bapak Sultoni (33) dan ibu Sumiyati (34). Syakila terlahir beda dengan bayi pada umumnya, yaitu ada pembesaran di kepala. Saat ibu Sumiyati mengandung, sebenarnya sudah terdeteksi adanya virus tokso pada janin Syakila. Dokter sempat memberikan obat supaya virus itu mati, tapi yang terjadi virus malah berkembang. Sampai saat usia kandungan 9 bulan, Syakila harus terlahir dengan kondisi kepala yang besar (Hydrocepalus). Saat itu, dokter menganjurkan untuk operasi pemasangan VP Shunt jika usia Syakila sudah menginjak 3 bulan. Tapi, karena masalah internal operasi itu tidak kunjung dilakukan. Sampai saat usia Syakila menginjak 6 bulan, pihak rumah sakit menyarankan supaya Syakila dirujuk ke RSCM. Alhamdulillah, di RSCM Syakila langsung bisa dilakukan pemasangan VP Shunt, kondisinya juga baik. Beberapa bulan paska menjalani operasi, kadang Syakila mengalami kejang dan keluar busa dari mulutnya. Syakila kecil harusnya berobat rutin ke rumah sakit setiap seminggu sekali, tapi karena kondisi ekonomi yang tidak mendukung akhirnya pengobatan dialihkan ke RSUD terdekat itupun tidak dilakukan secara rutin.  Bapak Sultoni sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta tapi gaji yang diterimanya tidak cukup jika harus dipakai untuk bayar kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan masih untuk membeli susu dan pampers untuk anak kembarnya yang masih berusia 8 bulan (adik Syakila). Sementara ibu Sumiyati dirumah mengurus ketiga putri kecilnya. Kadang jika waktunya kontrol tapi tidak mempunyai ongkos, orang tua Syakila harus meminjam uang ke tetangganya atau rela tidak berangkat ke rumah sakit. Alhamdulillah, ditengah perjuangan orang tua Syakila berikhtiar mencari kesembuhan untuk putrinya, Allah menuntun langkah #kurirSR untuk bertemu dengan mereka. Bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan keperluan Syakila telah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 959. Semoga ini akan sedikit banyak membantu mengurangi beban orang tua Syakila. Kini Syakila masih harus menjalani kontrol rutin di RSCM setiap  2 minggu sekali.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 26 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri  Ryan

Syakila menderita hydrocepalus


HADI ANDRIANSYAH (14, Varises Esofagus) Alamat: Kampung Gelam Timur RT. 4/3 Kelurahan Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Hadi anak kedua dari pasangan bapak Sawaludin (47) seorang buruh dengan penghasilan tak menentu dan ibu Marmi (47) yang sehari-hari jualan makanan ringan. Hadi, sudah 3 tahun ini menderita sakit Varises Esofagus. Keluhan yang sering dirasakan Hadi adalah mengalami muntah darah dan diikuti dengan perut yang semakin lama semakin membesar. Karena khawatir orang tua Hadi membawa Hadi ke Puskesmas terdekat, tapi pihak Puskesmas menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUD Tangerang. Dari hasil pemeriksaan yang dijalani Hadi, dokter mengatakan jika Hadi menderita Varises Esofagus. Dan lagi, karena keterbatasan alat pihak dokter menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Saat itu Hadi masih menunggunakan biaya umum, sehingga orang tua Hadi sempat kewalahan dengan biaya rumah sakit yang terus membengkak. Karena alasan tidak ada biaya, pengobatan yang dijalani Hadi-pun sempat tertunda selama setahun dan kondisi ini cukup menambah buruk kondisi Hadi. Badannya makin kurus dan perutnya kian membesar, dengan berat hati orang tua Hadi akhirnya memutuskan membawa Hadi ke Jakarta dan mulai melanjutkan pengobatan. Awal ke RSCM Hadi langsung dirawat untuk bisa dilakukan tindakan endoscopy. Hingga kini Hadi telah menjalani 6 kali tindakan endoscopy. Tapi ditengah proses pengobatan yang dijalaninya, orang tua Hadi sempat dibikin khawatir karena dokter menyatakan jika Hadi juga menderita gizi buruk sehingga harus mengkonsumsi susu khusus untuk memenuhi nutrisinya. Dan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Hadi, kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 966. Kini Hadi sedang menunggu panggilan untuk dilakukan tindakan Embolisasi dan terus memperbaiki nutrisinya dengan mengkonsumsi susu khusus. Semoga serangkaian pengobatan yang dijalani Hadi nantinya akan membawa kepada kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 26 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri

Hadi menderita varises esofagus


MELLATUL LATIFAH (12, Hidrocepalus + Jantung Bocor). Alamat: Kp. Pasuaran Cidudut RT 1/2 Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Gadis manis ini bernama Mellatul Latifah, sehari-hari biasa disapa Mella. Mella adalah anak pertama dari pasangan Bapak Aji Suardi (41) dan Ibu Ika Novita (28). Mella terlahir 12 tahun lalu, saat dilahirkan Mella tidak langsung menangis seperti bayi pada umumnya. Sebulan dua bulan Mella tumbuh layaknya anak seusianya, badannya gemuk dan menggemaskan. Tapi saat menginjak usia 10 bulan, perlahan tapi pasti Mella mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan. Sampai akhirnya saat Mella berusia 1,5 tahun orang tua Mella membawa Mella berobat ke RS Dramaga Katih Bogor, Mella dianjurkan untuk melakukan rawat jalan tiap 2 minggu sekali. Sampai pada usia 10 tahun, Mella sering mengalami pusing, muntah dan cepat lelah ditambah diujung kuku tangan dan kakinya sering mengalami kebiruan. Karena khawatir orang tua Mella membawa Mella ke RSUD Bogor, di RSUD Mella dilakukan pemeriksaan CT Scan dan hasilnya terdapat gumpalan darah di otak Mella. Dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RS Fatmawati, dua malam dirawat Mella dilakukan tindakan Echocardiografi dan hasilnya mengatakan jika Mella menderita Jantung Bocor dan kemungkinan gumpalan di otak diperoleh dari infeksi di jantungnya. Tapi pihak dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo karena keterbatasan fasilitas. Tanggal 26 November 2015, Mella bersama kedua orang tuanya berangkat ke RSCM dengan tujuan mencari kesembuhan. Di RSCM, Mella menjalani serangkaian pemeriksaan seperti EKG, Echocardiografi dan CT Scan, dan hasilnya Mella menderita Jantung Bocor, Hidrocepalus (terdapat penumpukan cairan di otak) dan tidak terdapat organ Limpha di tubuh Mella. Saat itu orang tua Mella sempat stress karena begitu besar ujian yang harus diterima oleh gadis kecilnya. Januari 2016, Mella menjalani operasi untuk mengangkat gumpalan kecil di otaknya, Alhamdulillah saat itu kondisi Mella berangsur membaik. Hampir 10 bulan orang tua Mella mendampingi Mella berobat entah sudah berapa banyak biaya yang dikeluarkan, sampai orangtua Mella rela menjual barang-barang pribadinya. Sehari-hari Bapak Aji bekerja sebagai penjual roti di kawasan Tanah Abang dan Ibu Ika sebagai Ibu Rumah Tangga, tapi semenjak mendampingi Mella berobat Bapak Aji tidak bisa bekerja penuh, karena harus bergantian menjaga Mella di rumah sakit. Alhamdulillah, ditengah perjuangan Mella mencari kesembuhan #KurirSR dipertemukan dengan Mella dan kedua orangtuanya, dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli susu khusus dan memenuhi kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di RSCM, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 966. Saat ini Mella masih menjalani kontrol rutin di Poli Bedah Syaraf dan sedang menunggu jadwal tindakan kateterisasi di PJT RSCM . Mohon doa terbaik dari rekan-rekan semoga Mella lekas diberi jalan untuk sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 27 Maret 2017
Kurir: @wirawiry  @untaririri

Mella menderita hidrocepalus + jantung bocor


AGUSTINI NURMAN (35, Tumor Pipi). Alamat: Talang Batu RT 1/1, Kabupaten Mesuji, Lampung. Agustini  adalah pasien dampingan #SedekahRombongan asal Lampung yang tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta sejak 2012 lalu. Istri dari bapak Nurman ini, sejak tahun 2008 terkena Tumor Lunak Pipi kanannya. Sempat menjalani pengobatan di RS Abdoel Moeloek Lampung, tapi karena terkendala fasilitas akhirnya dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Dengan berbekal seadanya Ibu Agustini saat itu berangkat ke Jakarta bersama dengan suaminya. Suaminya, bapak Nurman (38) adalah seorang nelayan, tapi semenjak menemani istrinya berobat di Jakarta, beliau tidak lagi bekerja. Di RSCM, Ibu Agustini sudah menjalani 3 kali proses operasi dengan menggunakan fasilitas Jamkesmas. Penyakitnya belum sembuh total, Ibu Agustini masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan tindakan operasi lagi untuk rekonstruksi hidungnya. Alhamdulillah,  #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya operasional mereka selama berobat di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 966. Kini ibu Agustin masih harus menjalani kontrol rutin di Poli Bedah Plastik RSCM dan menunggu jadwal operasi yang selanjutnya. Semoga proses pengobatan yang akan dijalani Ibu Agustini diberi kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 26 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Bu Agustini menderita tumor pipi


RAHMA RAHIDATUL (3, Epilepsy + Cerebral Palsy Spastis). Alamat: Jembatan Besi RT 6/1, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta. Ayah Rahma bernama Eri Sepriadi (34) seorang pedagang es susu kedelai di Pasar Inpres Jembatan Besi dan Ibunya, Muslimah (35) seorang ibu rumah tangga. Rahma sejak usianya masih hitungan bulan, oleh dokter sudah dinyatakan menderita Epilepsy dan Cerebral Palsy Spastis, dengan berbekal BPJS orang tua Rahma membawa berobat ke RSCM. Di RSCM Rahma harus rutin kontrol di 2 Poli, yaitu Poli Neurologi dan Unit Rahabilitasi Medik. Beberapa kali menjalani kontrol rutin ke RSCM, terpaksa orang tua Rahma harus menghentikan pengobatan Rahma karena tidak mempunyai biaya untuk ke RS. Sampai akhirnya keluarga kecil ini dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan. Alhamdulillah, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya membayar kontrakan dan biaya transport setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 966. Kini Rahma masih harus menjalani kontrol rutin di Poli Neurologi dan Unit Rehabilitasi Medik RSCM setiap minggunya. Keluarga Rahma juga menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Maret 2017
Kurir : @wirawiry @harji_anis @untaririri

Rahma menderita epilepsy + cerebral palsy spastis


MUHAMMAD ALDI (5, Cerebral Palsy). Alamat: Jl. Kenari 1 RT 7/4 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Muhammad Aldi atau lebih akrab disapa Aldi, oleh dokter dinyatakan menderita Cerebral Palsy sejak usia menginjak 3 bulan. Saat itu Aldi kecil mengalami demam tinggi disertai kejang, oleh orangtua Aldi, Bapak Gunawan (42) dan Ibu Nuraeni (38)  Aldi dibawa ke Puskesmas terdekat. Tapi pihak Puskesmas langsung merujuk Aldi ke RSCM. Sempat menjalani rawat inap selama seminggu Aldi bisa pulang. Dan sejak saat itu Aldi harus bolak balik RS untuk kontrol rutin. Saat Aldi menginjak usia 2 tahun, Aldi mulai menjalani fisioterapi setiap seminggu 2x di RSCM. Sementara Bapak Gunawan sehari-hari hanya bekerja sebagai tukang ojek dengan penghasilan yang tidak menentu. Ini menjadi beban tersendiri buat Bapak Gunawan. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan menyampaikan santunan dari #Sedekaholics untuk membeli susu, pampers dan akomodasi ke RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 966. Orang tua Aldi mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Kini Aldi masih terus menjalani kontrol rutin dan menjalani fisioterapi di rehab medic RSCM, mohon doa dari rekan-rekan untuk kesembuhan Aldi.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 28 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Aldi menderita cerebral palsy


SITI MARSELA (3, Tumor Perut). Alamat: Kp. Cireret RT 1/4, Desa Kandangsapi, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten. Sela, begitulah bocah kecil ini disapa, adalah putri dari pasangan Bapak Marsani (57) dan Epon (56). Saat Sela berusia 5 bulan orang tuanya merasa ada benjolan di perut Sela sebelah kiri. Awalnya kedua orang tua Sela mengira benjolan itu akibat gigitan serangga, namun lama kelamaan benjolan itu makin membesar dan akhirnya Sela dibawa ke RSUD Malimping untuk mendapat tindakan medis, tapi disana belum diketahui pasti penyakit apa yang diderita Sela. Pada akhir bulan Januari 2016 ini Sela dibawa kembali oleh orang tuanya ke RSUD Malimping, namun karena keterbatasan alat medis, akhirnya Sela di rujuk ke RS H. Darmo Rangkas Bitung. Setelah pemeriksaan di RS H. Darmo, Sela didiagnosa menderita Tumor Perut, tapi karena keterbatasan fasilitas Sela dirujuk ke RSCM. Awalnya orang tua Sela keberatan jika Sela harus dirujuk ke Jakarta meskipun untuk biaya rumah sakit sudah ditanggung oleh BPJS, tapi mereka khawatir untuk biaya sehari-hari. Tapi, Allah menunjukkan kebesaranNya, Sela dipertemukan dengan #SedekahRombongan dan berangkat ke Jakarta. Selama menjalani pengobatan di RSCM, Sela beserta keluarganya tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan Jakarta. Alhamdulillah, bantuan lanjutan telah disampaikan untuk biaya sehari-hari selama menjalani pengobatan di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 966. Sekarang Sela kecil masih harus menjalani kontrol rutin di beberapa poli dan menjalani kemoterapi serta rehab medik di Poli Anak RSCM. Alhamdulillah ditengah proses berobat yang dijalaninya kondisi Sela terus membaik. Mohon doa terbaik untuk Sela, semoga segala proses pengobatan yang dijalaninya diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 26 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Siti menderita tumor perut


YUDISTIRA PRATAMA (6, Jantung Bocor + Cerebral Palsy). Alamat: Kampung Caringin RT 2/4, Desa Cimahi, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Yudhistira Pratama adalah putra pertama pasangan Bapak Yusuf (30) dan Ibu Neneng Sartika (26). Keceriaan bocah yang memiliki tubuh bongsor ini tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karena teriakan dan lari-lari kecil anak-anak, Yudhistira diusianya yang sudah menginjak 6 tahun hanya bisa berbaring dan sesekali berguling-guling di tempat tidur, belum bisa duduk apalagi berdiri. Sejak kecil Yudistira telah dinyatakan terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy. Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diikhtiarkan. Berbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat rutin ke RSUD Karawang yang kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta. Selama di Jakarta, persoalan baru muncul yakni biaya harian selama di rumah sakit, terkadang orangtua Yudhistira harus menahan lapar. Bapak Yusuf  hanya seorang buruh harian dan Ibu Neneng adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan dengan Yudistira dan orang tuanya sekaligus turut membantu  meringankan beban kedua orang tua Yudistira. Bantuan lanjutan telah disampaikan, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 966, untuk membeli pampers, susu dan kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di Jakarta. Alhamdulillah, Yudistira terus menunjukkan kemajuan yang, sekarang Yudistira sudah bisa duduk sendiri meski hanya beberapa menit dan sudah mulai makan dengan oral. Sampai saat ini Yudistira masih terus menjalani kontrol rutin di beberapa poli dan menjalani terapi di RSCM dan sedang menunggu jadwal operasi untuk kelaminnya. Terima kasih kepada #Sedekaholics, berkat bantuan yang disalurkan Yudistira bisa terus melanjutkan proses pengobatannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 28 Maret 2017
Kurir: @wirawiry  @untaririri

Yudistira menderita jantung bocor + cerebral palsy


MUHAMMAD SATYA (7, Demam Berdarah Dengue). Alamat: Jl. Budi Mulia RT 7/4, Kel. Pademangan Barat, Kec. Pademangan, Kotamadya Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. Muhammad Satya atau akrab disapa Satya, pada tanggal 4 Februari kemarin mengalami demam tinggi, sudah dikompres dan minum obat penurun demam. Sempat turun, tapi demam lagi hingga menggigil. Karena khawatir dengan kondisi sang buah hati, ibu Satya membawanya ke RSU Kecamatan didekat tempat tinggalnya, dokter mengatakan jika Satya menderita Demam Berdarah Dengue sekaligue menyarankan jika sebaiknya Satya dirujuk ke RS Koja Jakarta Utara supaya tudak terjadi dehidarasi. Orang tua Satya seketika bingung jika sang buah hati harus dibawa ke rumah sakit, selain karena Satya tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Ia juga tidak mempunyai banyak bekal terlebih jika harus rawat inap. Orang tua Satya, bapak Erwin (38) adalah seorang penjual gorengan dengan penghasilan yang tidak menentu dan ibu Siti (35)v adalah seorang ibu rumah tangga. Salah satu kurir Sedekah Rombongan mengetahui kondisi yang dialami Satya dan langsung mengunjungi Satya sekaligus menyampaikan bantuan untuk membayar iuran bpjs dan akomodasi rumah sakit, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 959.  Semoga Satya kecil terus diberi kesehatan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 27 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @untaririri

Satya menderita demam berdarah dengue


MADI JAYA (47, Stroke). Alamat: Jl. Hidup Baru RT 6/4 Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Kotamadya Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. pak Madi, begitulah bapak 3 orang anak ini sering dipanggil oleh oaring-orang disekitar tempat tinggalnya. Pagi itu Pak Madi saat bangun tidur merasakan pusing hebat dan tangan serta kakinya tiba-tba lemas hingga susah untuk digerakkan. karena khawatir, istri Pak madi (Ibu Eni, 44) membawa Pak Madi ke klinik terdekat dengan dibantu oleh tetangga rumah. Dokter di klinik tersebut mengatakan jika Pak Madi mengalami gejala stroke. Pak Madi yang sehari-hari memang sudah tidak bekerja ini, untuk memenuhi kebutuhan hariannya harus dibantu oleh sang istri. Sehingga selain menjadi tulang punggung keluarga Ibu Eni juga harus merawat sang suami, yang sampai sekarang ini kondisinya belum normal kembali. Bantuan lanjutan untuk biaya membayar kos dan biaya harian kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 950. Alhamdulillah kondisi bapak Madi Jaya sudah agak membaik, tangan dan kaki kirinya sudah bias digerakkan kembali walau belum normal seperti semula, control rutin dan terapi rutin terus dilakukannya. Semoga bapak Madi Jaya diberikan kesembuhan yang maksimal oleh Allah. Aamiin.

Jumlah bantuan; Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 26 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @endangnumik

Pak Madi menderita stroke


RENI SILALAHI (53, Reumatik Artrithis). Alamat: Jl. Raya Menceng RT 4/20 No. 1 Cengkareng Barat, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Ibu Reni, sejak tahun 1983 selepas lulus SPG sering mengeluh nyeri di persendian, merah dan bengkak. Sudah menjalani beberapa pengobatan lewat medis maupun alternatif, tapi tak kunjung sembuh. kondisi terakhir ibu Reni tidak bisa berjalan, sehingga jika kemana-mana harus mengenakan kursi roda dengan dibantu oleh abangnya. Saat ini ibu Reni masih mengurus jaminan kesehatan BPJS supaya bisa melanjutkan pengobatanya. Ibu Reni tinggal bersama dengan abangnya, sehingga untuk kebutuhan hidup sehari-hari ibu Reni bergantung pada sang abang. Tapi, sang abang juga bukan dari keluarga yang berada sehingga, hanya cukup untuk menghidupi kebutuhan hariannya saja. Meski begitu ibu Reni sangat bersyukur. Mendengar informasi tentang ibu Reni, kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk ibu Reni guna membuat jaminan kesehatan dan akomodasi ke rumah sakit. Ibu Reni mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah bantuan: RP. 1.000.000,-
Tanggal: 31 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @khoirul @untaririri

Bu Reni menderita reumatik artrithis


HALIMAH BINTI MARTULIH (39, Kista Ovarium). Alamat: Kampung Karang Tengah RT 2/10, Desa Pusaka Rakyat, Kecamatan Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Ibu Halimah, tahun 2015 merasakan jika dirahimnya terdaapat benjolan yang lama kelamaan terus membesar. Hingga April 2015, ibu Halimah dilakukan tindakan operasi untuk pengangkatan tumor di RS Koja Jakarta Utara. Tapi, Agustus 2016 benjolan itu tumbuh lagi dan menimbulkan rasa nyeri. Tapi dengan terpaksa ibu Halimah tidak dapat melanjutkanproses pengobatannya hingga saat ini karena tidak mempunyai biaya untuk berobat, sementara jaminan kesehatan BPJS yang dimilikinya tidak dapat digunakan karena ada tunggakan pembayaran. Disisi lain tumor yang tumbuh dirahim ibu Halimah semakin membesar. Ditengah kesuulitan yang tengah di hadapi oleh ibu Halimah, Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan ibu Halimah dan menyampaikan bantuan untuk melunasi pembayaran BPJS dan akomodasi ke RS Persahabatan Jakarta. Ibu Halimah mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah disampaikan. Beliau juga meminta supaya didoakan agar proses pengobatannya dierikan kemudahan dan kelancaran. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 29 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @astialfatin @untaririri

Bu Halimah menderita kista ovarium


DINA MURSALINA (17, Biaya Sekolah). Alamat: Jl Raden Intan Pekonlom Mega Satu No. 59 RT 1/1 Kelurahan Talang Padang, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Dina Mursalina atau lebih akrab disapa dengan Dina, adalah siswi kelas 3 SMK di salah satu sekolah swasta di Lampung. Bulan ini Dina akan menjalani Ujian Nasional tapi tak semudah siswal lain yang tak mempunyai tunggakkan biaya sekolah, Dina terancam tak bisa mengikuti ujian dikarenakan belum bisa melunasi uang SPP dari kelas 2 SMK sejumlah 5,2 juta rupiah. Orang tua Dina, bapak Nurdin (60) dan ibu Nana (57) bekerja sebagai penjual gorengan di pasar dengan penghasilan yang tak menentu. Mereka tinggal di sebuah lahan milik pemerintah yang kapanpun bisa saja digusur. Meski teempat tinggal mereka tidak dikenai biaya namun jika untuk melunasi tunggakan SPP Dina, orang tua Dina merasa sangat keberatan tapi orang tua Dina menginginkan jika sang anak bisa lulus sekolah. Lewat salah satu kurir Sedekah Rombongan yang mengetahui informasi tentang Dina, kami langsung menyampaikan bantuan untuk membantu mengurangi beban yang dirasakanoleh orang tua Dina dan membantu mewujudkan mimpi Dina untuk bis amengikuti ujian nasional. Semoga ini akan menjadi salah satu pintu untuk Dina menggapai mimpinya keak. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: Rp. 31 Maret 2017
Kurir: @wirawiry Rini @untaririri

Bantuan biaya sekolah


AHMAD FAUZI (18, Patah Tulang di Jari Tangan). Alamat: Kp. Parung Kored RT 4/3, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Cileduk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Fauzi, panggilan singkat untuk anak yang baru lulus sekolah ini. Fauzi adalah seorang anak yatim yang tinggal bersama neneknya. Dia ditinggalkan oleh sang ayah pada saat masih bayi. Fauzi besar dan belajar tanpa sentuhan lembut tangan dari sang ayah. Meski besar tanpa adanya sang ayah, Fauzi tumbuh sebagai anak yang mandiri dan bertanggung jawab. Saat ini Fauzi tinggal di sebuah rumah sederhana bersama neneknya. Sementara sang ibu Susih (35) sekarang bekerja di luar kota. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, sekarang Fauzi bekerja sebagai buruh kasar disebuah proyek pembangunan. Meski tubuhnya kecil, namun semangat untuk bekerja jauh lebih besar. Pada suatu hari saat bekerja menggunakan alat pemotong besi, tak disangka kecelakaan menimpa Fauzi. Jari telunjuk tangan kanan Fauzi terkena alat pemotong besi tersebut dan mengakibatkan luka hingga hampir putusnya jari tangan Fauzi. Rekan-rekan kerjanya langsung membawa Fauzi ke Rumah Sakit Bakti Asih. Dengan bermodal jaminan BPJS kelas 3, Fauzi dapat ditangani dokter untuk dioperasi penyambungan jari telunjuknya. Keputusan operasi tersebut diminta oleh nenek Fauzi karena sang nenek tidak mau jari cucunya diamputasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan Fauzi. Dan santunan awal pun diberikan kepada Fauzi untuk biaya pengobatan dan transportasi. Fauzi dan keluarga sangat berterima kasih kepada Sedekah Rombongan dan Sedekaholics atas bantuan yang telah diberikan. Semoga Fauzi lekas diberikan kesembuhan dan dapat beraktivitas lagi seperti semula. Amiin ya robbal allamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Maret 2017
Kurir : @wirawiri @anasaramadhan

Fauzi menderita patah tulang di jari tangan


WARDI BIN SUPRANI (56, Paru-paru + Lemah Jantung). Alamat: Jln. Budi Mulia RT 7/4 No 26, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Kotamadya Jakarta Utara, DKI Jakarta. Pak Wardi adalah warga pendatang asal kabupaten Serang yang tinggal di Jakarta bersama anak-anaknya. Awal sakit yang diderita Pak Wardi saat beliau tiba-tiba terjatuh didepan rumah kontrakannya. Oleh warga sekitar Pak Wardi langsung dibawa ke Puskesmas terdekat, tapi dari Puskesmas langsung dirujuk ke RSUP Persahabatan. Disana Pak Wardi langsung dilakukan penanganan medis, dan diketahui jika Pak Wardi mengalami serangan jantung dan menderita Lemah Jantung. Pak Wardi cukup lama menjalani rawat inap, kemudian diperbolehkan pulang. Semenjak itu Pak Wardi tidak lagi bisa bekerja dan tulang punggung keluarga berpindah ke sang istri. Ibu Erah (50) sebelumnya adalah seorang ibu rumah tangga, tapi karena kondisi yang dialami sekarang berbeda, ibu Erah terpaksa harus bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Perjuangan yang dilakukan Ibu Erah tidaklah ringan, Ibu Erah harus banting tulang seorang diri, belum lagi harus mengurus anak dan suaminya. Alhamdulillah, ditengah kondisi yang pas-pasan ini kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan  pak Wardi dan  Ibu Erah sekaligus  menyampaikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan akomodasi ke rumah sakit. Pak Wardi dan Ibu Erah menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang teah diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 27 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @untaririri

Pak Wardi menderita paru-paru + lemah jantung


YULI BHAYANGKARA (44, Tumor Perut). Alamat: Jl. Nusantara No. 31 RT 4/2, Kelapa dua, Kelurahan, Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis Kota Depok Jawa Barat. Yuli yang sehari hari biasanya bekerja sebagai juru parkir di sebuah gerai rabat ini sudah hampir setahun terakhir tidak bisa bekerja karena kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi, sakit yang lama tidak dirasa itu ternyata tumor yang semakin hari menggerogoti dinding perutnya, Yuli kini berobat dengan menggunakan BPJS ke RS Fatmawati. Yuli tinggal di rumah dinas orangtuanya bersama anaknya yang masih menginjak bangku sekolah dasar dan juga bersama ibunya yang sudah berusia 64 tahun,  bapaknya sudah lama meninggal. Ketika masih bekerja dulu, Yuli kurang  memperhatikan makan dan sering  mengkonsumsi minuman berkarbonat. Sedelah Rombongan datang menyampaikan santunan awal sebesar RP. 500.000,- untuk biaya operasional Yuli ke RS Fatmawati. Semoga Allah lekas memberikan  kesehatan kepada Yuli Bhayangkara.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 30 Maret 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Bu Yuli menderita tumor perut


ROSADI BIN ABIDIN (59, Batu Ginjal) Alamat: Kampung Areman, RT 2/9, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Pekerjaan sehar-hari Pak Rosadi adalah berjualan asinan keliling dengan gerobak, hingga melekat di masyarakat dengan panggilan bapak asinan, namun sudah hampir setahun terakhir dia tidak dapat berjualan seperti biasanya, karena peyakit yang dideritanya yang membuatnya badanya terasa lemah, kini istrinya yang menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan asinan keliling menggunakan gerobak Pak Rosadi. Awal Januari 2017 lalu, dengan menggunakan fasilitas kesehatan JKN – KIS kelas 3 yang dimilikinya, pak Rosadi sudah menjalankan operasi pengangkatan batu ginjal sebesar kerikil, kini selama pemulihan Pak Rosadi sudah mulai bisa membantu menyiapkan dagangan untuk dibawa istrinya berjualan keliling. Sedekah Rombongan menyampaikan santunan awal untuk bantuan biaya sehari hari dan sewa kontrakan keluarga Pak Rosadi. Semoga Allah lekas memberikan  kesehatan kepada Bapak Asinan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 30 Maret 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Pak Rosadi menderita batu ginjal


SAMIYEM KARSOWIJOYO (61, Katarak). Alamat: Sidamukti RT 5/4,  Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Diusianya yang sudah lanjut, Bu Samiyem masih harus mencari nafkah guna mencukupi kebutuhan keluarganya. Bu Samiyem mencari uang dengan menjadi buruh cuci dan masak di rumah tetangganya. Bu Samiyem mempunyai 3 anak, salah satunya sedang mengalami depresi dan kesehariannya hanya mengunci diri di kamar. Tiga bulan terakhir, Bu Samiyem mengeluh matanya tidak bisa melihat dengan jelas, yang disebabkan karena riwayat sakit katarak yang dideritanya. Sakitnya tersebut tidak pernah diobati dan hanya dibiarkan saja. Bu Samiyem menginginkan agar bisa melihat dengan normal kembali, namun ia tidak mempunyai uang untuk mengobatinya. Kurir yang mendengar keadaan Bu Samiyem, langsung segera mengunjungi ke rumahnya. Alhamdulillah, pada 17 Januari 2017, bu Samiyem menjalani operasi katarak pertamanya dan mata sebalah kanannya pun sudah bisa melihat dengan normal. Saat ini Bu Samiyem menunggu jadwal operasi katarak yang kedua. Semoga Allah SWT memudahkan pengobatan Bu Samiyem. Bantuan lanjutan dari sedekaholics  Sedekah Rombongan diberikan kepada Bu Samiyem untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar BPJS. Sebelumnya bu Samiyem diberikan bantuan pada rombongan 934.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 30 Maret 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Bu Samiyem menderita katarak


MAHIRA ASLA FAZILAH (1, Atresia Billier). Alamat: Jl. Lumba-lumba 2 RT 1/11 Kelurahan Jati, Kecamatan Pulo Gadung, Kotamadya Jakarta Timur. Mahira Asla Fazilah sejak lahir sudah menderita  Atresia Billier (kondisi bawaan /kongenital dimana terjadi penyumbatan pada tuba (saluran) yang membawa cairan empedu dari hati ke kandung empedu). Atresia Billier terjadi ketika saluran empedu di dalam atau di luar hati tidak berkembang secara normal. Gejala awal yang tampak pada Mahira, anak pertama dari bapak Adutta Tri Anugrah (38) dan ibu Mesinah (30) ini kondisi tubuhnya menguning dan disertai kondisi perut yang membuncit. Pengobatan pertama sudah dilakukannya pada puskesmas terdekat, dari puskesmas kemudian dirujuk ke RS Kartika Pulo Mas Jakarta Timur. Dan berlanjut ke RSCM sampai akhirnya harus menjalani transplantasi hati. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu pengobatan Mahira namun pasca menjalani tindakan transplantasi hati yang dilakukan Februari 2015 kemarin membuat Mahira harus menjalani rawat jalan yang panjang. Kondisi membuat bapak Adutta Tri Anugrah yang bekerja sebagai karyawan swasta ini merasa terbebani dengan biaya transportasi selama pengobatan Mahira. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dan memahami kesulitan bapak Adutta dan keluarganya. Bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan membeli susu khusus telah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 966. Saat ini Mahira  tetap masih terus  menjalani rawat jalan setiap sebulan sekali di RSCM. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan juga untuk kesembuhan Mahira.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  29 Maret 2016
Kurir : @wirawiry @harji_anis @untaririri

Mahira menderita atresia billier


SAYID YUSUF RAMADHANI (12, Kanker Tulang). Alamat: Jl. Batu Ratna 4 RT 17/5 No. 57 Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Jakarta Timur, DKI Jakarta. Sayid Yusuf Ramadhani atau lebih akrab disapa Yusuf, sekitar satu tahun yang lalu saat bermain bola terjatuh, tapi saat itu tidak begitu dihiraukan oleh bocah 12 tahun ini. Klimaksnya, sekitar 6 bulan yang lalu ketika Yusuf tiba-tiba terjatuh saat sedang bermain di sekolahnya. Beberapa hari kemudian kaki kanannya bengkak, tapi oleh orang tua Yusuf tidak dibawa ke rumah sakit, melainkan dibawa ke tukang urut. setelah diurut, kaki Yusuf tak kunjung sembuh, yang ada semakin bengkak. Karena khawatir, orang tua Yusuf akhirnya membawa Yusuf ke RS Fatmawati, di RS dilakukan tindakan biopsi. Pasca dilakukan biopsi belum ada lagi tindakan lanjutan yang dijalani Yusuf. Enam bulan berlalu, kondisi kaki Yusuf semakin mengkhawatirkan kakinya semakin bengkak, mengalami perdarahan dan mengeluarkan pus. Selain itu Yusuf juga sering mengeluh sesak napas, sehingga di rumahnya orang tua Yusuf harus sedia oksigen dan alat uap (nebulizer). Kini Yusuf hanya bisa terbaring lemah ditempat tidur. Sebenarnya orang tua Yusuf, Bapak Sayid Usman (34) yang sehari bekerja sebagai tukan ojek dan Ibu Irmawati (31) Ibu Rumah Tangga, ingin membawa Yusuf berobat supaya mendapat penganan yang lebih baik dan nantinya Yusuf bisa sembuh. Tapi masalah biaya rupanya menjadi penghalang jalan Yusuf untuk mencari kesembuhan. Bapak Usman, sebagai tukang ojek penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebituhan sehari-hari, padahal untuk membawa Yusuf ke rumah sakit harus menyewa mobil. Alhamdulillah, ditengah beban hidup yang dipikul Bapak Usman, #SedekahRombongan hadir untuk memberikan sedikit bantuan untuk mengurangi beban Bapak Usman dan menyampaikan bantuan lanjutan setelah bantuan sebelumnya massuk di Rombongan 959. Hari Seni kemarin, Yusuf telah dilakukan tindakan amputasi di RS Dharmais, Alhamdulillah kondisinya kii berangsur membaik dan masih harus menjalani kontrol rutin di RS Dharmais. Semoga ini bisa menjadi salah satu jalan untuk Yusuf mendapatkan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 31 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Rini Astuti

Sayid menderita kanker tulang


HASANUDIN BIN RAHMAN (34. Kanker Nasofaring). Alamat :  Desa Kemiri RT.13/3, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.  Hasanudin, bapak satu anak dan suami dari ibu Wiwin Mintarsih (27) sudah lima tahun ini menderita sakit kanker Nasofaring. Pengobatan pernah dilakukan di RSUD Karawang yang kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSCM Jakarta. Karena kondisi bapak Hasanudin yang terus menurun dan rutinitas pengobatan yang padat, bapak Hasanudin sudah tidak bisa bekerja sebagai buruh harian lagi. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu bagi bapak Hasanudin, namun biaya harian dan biaya untuk tinggal sementara di rumah singgah RSCM sangat memberatkannya apalagi proses pengobatan masih membutuhkan waktu yang lama. #SedekahRombongan ikut meringankan beban bapak Hasanudin, bantuan lanjutan untuk biaya harian dan biaya untuk membayar sewa tinggal di rumah singgah RSCM sudah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 962. Semoga bantuan ini  bermanfaat dan bapak Hasanudin bisa cepat sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Maret 2017
Kurir :   @wirawiri @endangnumik

Pak Hasanudin menderita kanker nasofaring

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 KHAMIDAH MARSUI 500,000
2 MIHAD 1,000,000
3 ARDIAN DIKTA PRATAMA 1,135,313
4 EKA NUR SA’ADAH 700,000
5 SUPAR BINTI DASMO 1,207,000
6 ANGGUN NUGRAHA 1,000,000
7 BANJIR PESAWARAN 5,000,000
8 JIKA BINTI HARJO 750,000
9 MUHAMMAD TEGAR KURNIAWAN 500,000
10 SITI AISYAH 500,000
11 SUMARNI BINTI YITNO PAWIRO 500,000
12 TUGIMAN BIN MOHAJI 500,000
13 VINA HERMAYANI 500,000
14 VINA PANGESTIKA 1,750,000
15 AJUN KOMISARIS 500,000
16 MEDI WAHYUDI 500,000
17 MOHAMMAD SOPYAN 500,000
18 SAWAL BIN ADAM 750,000
19 SUPINI BINTI PONIMAN 500,000
20 SUPRIYANTO BIN SUKRI 1,000,000
21 DIKI WAHYUDI 1,250,000
22 RISKI BIN AMRIL 1,250,000
23 ALIFA NASIHA 2,000,000
24 ARIFIN AHMAD 500,000
25 MUHAMMAD GUNTUR 750,000
26 ANDI AHMAD FADHILLAH 750,000
27 GUSTYN WARDIANDA 1,200,000
28 AGUS SALIM 500,000
29 ARA ZAQULL 750,000
30 BAIHAKI BIN YAYAN SOPIAN SYAIR 500,000
31 SANTY SUSANTI 500,000
32 WIWIT MARIANTI 500,000
33 DIVA ADRIAN SAPUTRA 1,500,000
34 MUHAMMAD FADHLAN 500,000
35 SULIPAH JONO 500,000
36 SUKARTINI BINTI SULOYO 1,651,530
37 MUHAMMAD ARWANI 500,000
38 SINTIA BINTI HENDRA 1,000,000
39 ANITA AGUSTINA 750,000
40 SILVA NADILA 750,000
41 SYAKILA CHOIRUNNISA 750,000
42 HADI ANDRIANSYAH 500,000
43 MELLATUL LATIFAH 1,000,000
44 AGUSTINI NURMAN 1,000,000
45 RAHMA RAHIDATUL 1,000,000
46 MUHAMMAD ALDI 1,000,000
47 SITI MARSELA 500,000
48 YUDISTIRA PRATAMA 1,000,000
49 MUHAMMAD SATYA 500,000
50 MADI JAYA 1,000,000
51 RENI SILALAHI 1,000,000
52 HALIMAH BINTI MARTULIH 500,000
53 DINA MURSALINA 1,000,000
54 AHMAD FAUZI 500,000
55 WARDI BIN SUPRANI 1,000,000
56 YULI BHAYANGKARA 500,000
57 ROSADI BIN ABIDIN 500,000
58 SAMIYEM KARSOWIJOYO 500,000
59 MAHIRA ASLA FAZILAH 500,000
60 SAYID YUSUF RAMADHANI 500,000
61 HASANUDIN BIN RAHMAN 1,000,000
Total 52,643,843

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 52,643,843,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 979 ROMBONGAN

Rp. 48,953,846,059,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.