Rombongan 978

Sedekah adalah pembuka rejeki. Memang benar, anda akan kehilangan uang, tapi disaat bersamaan anda juga sedang mengundang rejeki yang jauh lebih banyak.
Posted by on April 5, 2017

SERA SAPIRA (1, Luka Bakar akibat Tersiram Air Panas). Alamat : Kp. Cipeundeuy Lebak, RT 1/1, Desa Kersaratu, Kec. Malingping, Kab. Lebak, Prov. Banten. Saat Sera diasuh oleh kakaknya, tidak diduga ia mengalami kejadiaan naas tersiram air panas yang baru dimasak. Sembari mengasuh adiknya, kakak Sera juga sedang memasak mie dan ketika matang wadah berisi mie dengan kuah yang masih panas ia letakkan tak jauh dari tempat adiknya bermain. Saat hendak mengambil sendok dan meninggalkan adiknya, Sera yang sudah mulai bisa merangkak mendekati wadah berisi mie tersebut mengambil mie tesebut yang akhirnya tumpah dan airnya yang masih panas melukai tangan, perut hingga kaki Sera. Ayah Sera, Badri Jumli (48) yang seorang buruh tani dan ibunya, Eok (40) merasa sangat bersedih melihat kondisi sebagian besar tubuh anaknya yang melepuh. Ketika kejadian itu kedua orang tua Sera berada di sawah. Sera akhirnya dibawa ke Puskesmas setempat namun tindakan yang diberikan seadanya dan ia tidak diberikan obat apapun. Orang tua Sera akhirnya membeli salep untuk luka bakar di apotek. Mereka ingin sekali membawa anaknya ke fasilitas kesehatan yang lebih baik, namun tidak memiliki uang terlebih lagi Sera belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Sedekah Rombongan merasakan kesedihan dan kesulitan yang mereka alami, santunan awal pun disampaikan untuk biaya berobat ke mantri kesehatan dan membuat JKN -KIS. Semoga Sera secepatnya bisa sembuh dan bisa bermain kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana Ipit @ririn_restu

Sera menderita luka bakar akibat tersiram air panas


ANITA ADHA (11, Buta Mata Kanan). Alamat : Kp. Cipinang, RT 10/3, Desa Cilangkahan, Kec. Malingping, Kab. Lebak, Prov. Banten. Saat berusia 5 tahun gadis yang kini duduk di kelas 6 MI Cilangkahan ini mengalami hal yang menyedihkan, mata sebelah kanannya tertusuk lidi oleh keponakannya yang masih kecil saat mereka main bersama. Pada kejadian itu mata Nita memerah dan ia menangis tapi kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan. Nita saat itu diasuh oleh kakek dan neneknya, sedangkan ibunya bekerja di Jakarta menjadi asisten rumah tangga. Seiring berjalannya waktu, mata Nita semakin memerah namun orang tuanya menganggap itu hanya terkena angin dan sakit mata biasa, Nita pun hanya dibawa ke mantri setempat dan diberi salep. Setelah diberi salep bukannya membaik justru muncul warna putih yang menutupi bola hitam matanya dan setelah itu Nita tidak bisa melihat lagi hingga sekarang. Ayah Nita, Ujang (42) dan ibunya, Jamis (37) mengungkapkan kesedihan atas apa yang sudah terjadi pada anak perempuannya itu dan mereka sangat menyesal karena menginggalkan anaknya bekerja di Jakarta. Mata Nita belum pernah diperiksakan karena orang tuanya tak memiliki uang dan ia belum memiliki jaminan kesehatan. Pak Ujang bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan yang tak menentu sedangkan Ibu Jamis bekerja saat orang menggunakan jasanya, seperti menjadi buruh cuci dan bertani. Ibu Jamis berharap agar suatu saat nanti ia bisa membawa anaknya berobat dan Nita kembali bisa melihat seperti sedia kala. Alhamdulillah setelah didampingi Sedekah Rombongan Nita dapat berobat di RSCM Jakata. Pada 23 Maret 2017 saat menjalani pengobatan, dokter akan menjelaskan tindakan apa yang terbaik untuk Nita dan biaya yang dibutuhkan. Dokter menyatakan Nita harus menjalani penggantian kornea mata dan ia membutuhkan donor kornea. Kondisi kesehatan Nita cukup baik sehingga memudahkannya untuk menjalani tindakan selanjutnya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk operasional berobat dan membayar sewa kontrakan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.300.000,-
Tanggal : 19 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana Ipit @ririn_restu

Anita menderita buta mata kanan


RINI PERMATASARI (3, Lifangioma). Alamat : Desa Pontang, RT 10/3, Kec. Pontang, Kab. Serang, Prov. Banten. Rini tak pernah lepas dari pelukan ibunya, ia enggan bermain dengan teman – temanya karena minder dengan kondisi wajahnya yang terdapat benjolan. Rini menderita Lifangioma sejak dilahirkan, awalnya pembengkakan di wajah mungilnya belum sebesar sekarang. Rini sudah menjalani pengobatan di berbagai rumah sakit, namun orang tuanya akhirnya menghentikan pengobatannya karena tak lagi ada biaya. Alhamdullillah Rini kembali dapat berobat dan sudah menjalani operasi pertama di RSUD Serang, ia masih harus menjalani dua kali lagi tahap operasi. Dalam seminggu dokter menganjurkan Rini kontrol ke RSUD. Walaupun Rini  sudah memiliki JKN – KIS, keluarga masih mengalami kendala biaya transportasi, karena jarak dari rumah ke RSUD lumayan jauh dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Orang tua Rini, Andri dan Sueha, bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang hanya cukup untuk biaya hidup sehari – hari. Alhamdullilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Rini, setelah mendengar kesulitannya dalam berobat, bantuan awal pun disampaikan untuk meringankan biaya berobatnya. Semoga Rini segera sehat dan kembali ceria seperti anak-anak sebayanya.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 6 Maret  2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @ririn_restu

Rini menderita lifangiom


SULAESIH SAKI (53, Tumor Ovarium). Alamat : Kp. Cikaho, RT 2/1, Ds. Cibodas, Kec. Banjar, Kab. Pandeglang, Prov. Banten. Tumor yang diderita Ibu Sulaesih diketahui sejak 1 tahun yang lalu. Kala itu Ibu Selaesih merasakan sakit yang luar biasa pada perutnya, sehingga keluarganya langsung membawanya ke RSUD Pandeglang dan dirawat selama 1 minggu. Meskipun pada waktu itu dokter merujuknya ke RSUD Tangerang, tetapi Ibu Sulaesih tidak segera melakukannya dan lebih memilih berobat jalan di RSUD Pandeglang. Ibu Sulaesih telah rutin berobat jalan, tetapi penyakitnya tak kunjung ada perubahan ke arah yang lebih baik, dan semakin memburuk dengan perut yang tambah membesar. Ibu Sulaesih pun sempat dirawat inap yang kedua kalinya selama 1 minggu. Setelah kondisi fisiknya  membaik, dokter  kembali merujukya untuk melanjutkan pengobatan ke RSUD Tangerang. Saat ini Ibu Sulaesih dalam proses berobat jalan ke RSUD Tangerang, setiap 2 minggu sekali ia wajib kontrol. Meskipun biaya berobat sudah ditanggung KIS, tetapi untuk transportasi dan operasional lainnya harus ditanggung keluarga, hal ini menyebabkan proses berobat jalan ke RSUD Tangerang sering kali terlambat dan kadang tidak dilakukannya karena ketiadaan biaya. Saat ini pun sudah 1 bulan lebih Ibu Sulaesih tidak kontrol. Dari pernikahannya dengan Bapak Saki (56), Ibu Sulaesih dikaruniai 4 anak. Bapak Saki bekerja sebagai kuli serabutan, penghasilannya hanya cukup untuk baiya kebutuhan sehari-hari, sehingga wajar jika keluarga tidak ada biaya untuk transportasi rawat jalan ke RSUD Tangerang. Alhamdulillah kabar kesulitan keluarga Ibu Sulaesih terdengar oleh kurir Sedekah Rombongan, kurir pun segera menjenguknya dan menyampaikan bantuan untuk biaya transportasi berobat. Setelah sekian lama berikhtiar untuk sembuh, namun takdir bekata lain, pada 18 Maret 2017 Ibu Sulaesih tutup usia. Rencana keluarga dan kurir untuk mendampingi pengobatannya kandas karena  Allah lebih sayang dengan cara memanggilnya kepangkuan-Nya. Semoga Allah menerima iman, islam dan amal salehnya serta mengampuni dosa-dosanya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana @yadi_uy Titin Rustini @ririn_restu

Ibu Sulaesih menderita tumor ovarium


JUMAN BIN AKMAD (36, Hernia). Alamat : Kp. Cirigi Aip, RT 8/3, Ds. Simpang Tiga, Kec. Patia, Kab. Pandeglang, Prov. Banten. Juman menderita penyakit hernia sudah lebih dari satu tahun, namun sekitar tiga minggu terakhir kondisinya semain memburuk dengan pembengkakan di perut bagian bawah dan buah zakarnya yang semakin membesar. Menurut istrinya, Karwi (32), meskipun telah memiliki JKN – KIS, Juman belum bisa berangkat ke rumah sakit karena tidak ada biaya untuk transportasi dan akomodasi, apalagi jarak ke rumah sakit sangat jauh.  Juman tidak memiliki tabungan karena selama ini ia hanya bekerja serabutan seperti menuai padi dan terkadang menjadi buruh mengangkut kayu dengan penghasilan yang sangat kecil. Berkat bantuan keluarga dan tetangganya, akhirnya Juman dapat berobat di RSUD Aji Darmo Lebak pada tanggal 20 Maret 2017 untuk menjalani operasi. Mengetahui kondisi Juman, kurir Sedekah Rombongan mengunjungi kediamannya yang sangat sederhana. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kendala yang dihadapi keluarga Juman, bantuan awal pun disampaikan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama di rumah sakit. Juman dan keluarga mengucapkan terimakasih kepada sedekahholic, semoga ia segera disembuhkan dari penyakit yang dideritanya sehingga dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 26 Maret 2017
Kurir: @nurmanmlana @oji_fahrur @ririn_restu

Pak Juman menderita hernia


IDANG BIN NAMAT (40, SCI ASIA). Alamat : Kampung Tegal, RT 3/3, Kelurahan Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pak Idang saat ini dirawat di RS Fatmawati Jakarta akibat lumpuh pada kedua kakinya. Awal mulanya Pak Idang mengalami kecelakaan saat mengendarai motor di daerah Bogor, oleh beberapa warga yang melihat, ia dibawa ke rumah sakit terdekat. Keterbatasan alat di rumah sakit tersebut membuat Pak Idang akhirnya dirujuk ke UGD RS Fatmawati. Setelah beberapa hari di ruangan IGD, Pak Idang kemudian dipindahkan ke ruang rawat inap Gedung Soelarto. Pak Idang didiagnosis mengalami SCI (Spinal Cord Injury) dengan klasifikasi ASIA (American Spinal Injury Association) dimana ia mengalami kehilangan fungsi motoris pada keempat anggota gerak, yakni kaki dan tangan. Dokter menyarankan agar Pak Idang menggunakan alat penyangga leher dan kursi roda. Sang istri, Janah (34) merasa keberatan karena ia tidak sanggup membeli alat tersebut yang tidak ditanggung JKN – KIS. Kebutuhan selama di rumah sakit pun selama ini dari hasil bantuan tetangga. Bantuan dari Sedekah Rombongan disampaikan untuk membeli kursi roda Pak Idang. Semoga Pak Idang selalu disehatkan Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000
Tanggal : 13 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Pak idang menderita SCI ASIA


SANDRA WATI (43, Penurunan Kekebalan Tubuh). Alamat : Gang Asem RT 2/5, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Sandra merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Ibu dua orang anak ini tidak mengira bahwa dirinya terjangkit virus yang menyebabkan penurunan daya kekebalan tubuh. Kondisi tersebut ia alami setelah sang suami, Fajar (37), lebih dulu terjangkit penyakit yang sama pada tahun 2010. Ia tidak putus asa dengan apa yang dialaminya dan tetap bersemangat untuk berobat. Anak pertama Sandra, Aulya (11) positif mengalami sakit yang sama sepertinya, sedangkan anak keduanya, Lutfi (9), dinyatakan negatif setelah melakukan tes sebanyak tiga kali. Aktivitas kontrol rutin dijalankan Sandra beserta suami dan anaknya dengan kemauan untuk sembuh yang sangat tinggi. Fajar belum mempunyai pekerjaan, oleh karena itu kebutuhan sehari-hari dipenuhi oleh Sandra yang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Sandra beserta suami dan anaknya masih menjalani pengobatan rutin di RS Fatmawati Jakarta. Kondisi Sandra kini sering menurun karena kadar gulanya rendah, sedangkan Auliya kondisinya masih stabil dan kini ia  sudah mengalami menstruasi. Sebelumnya Sandra dan keluarga berobat sebagai pasien umum, tetapi kini ia dan keluarga telah memiliki JKN – KIS kelas III. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan memenuhi kebutuhan sehari – hari. Sebelumnya Sandra telah dibantu pada Rombongan 969.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 13 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bu Sandra menderita penurunan Kkekebalan tubuh


ISWAN KHOIRI (47, Sesak Napas). Alamat : Kampung Sawah Murti, RT 1/2, Kelurahan Bojong Sempu, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Pak Khoiri merupakan suami dari Bu Cicin Muliani yang sebelumnya telah rutin dibantu Sedekah Rombongan. Bu Cicin sendiri telah meninggal dunia pada Rabu, 27 April 2016 di RS Fatmawati Jakarta. Almarhumah mempunyai riwayat sakit Typhus dan TB Paru yang kondisinya terus memburuk hingga di akhir hayatnya. Selama ini kurir Sedekah Rombongan membantu keluarga Pak Khoiri untuk membayar tunggakan biaya rumah sakit almarhumah karena saat itu pengobatannya menggunakan jaminan umum karena tidak memiliki JKN – KIS. Pak khoiri tak mampu membayar tunggakan tersebut karena penghasilannya sebagai penjual mainan anak-anak di sekolah sangat sedikit dan belum lagi ia harus menutupi kebutuhan kedua anaknya. Perekonomian keluarga Pak Khoiri semakin sulit karena jualannya semakin sepi dan ia tak memiliki modal usaha. Kondisi kesehatannya pun semakin menurun, ia sering mengalami sesak pada dadanya. Pak Khoiri ingin sekali berobat namun JKN – KIS yang dimiliki menunggak iurannya dan ia tak mampu membayarnya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk membayar iuran JKN – KIS Pak Khoiri dan anaknya. Sebelumnya keluarga Pak Khoiri (Bu Cicin) telah dibantu pada Rombongan 971.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Pak Khoiri menderita sesak napas


MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI (8, ADHD Kombinasi dan Gejala Autisme Ringan). Serta ZASKIA FAHIRA PERMATASARI (6, ADHD Kombinasi, Autistic Spectrum dan Retardasi Mental Sedang); LISHA ZAHRA PERMATASARI  (5, ADHD Kombinasi). Alamat : Jln. Lembang Baru IV No. 12 B, RT 2/9, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Prov. Banten. Ibu Ade Fitria sungguh memiliki kesabaran yang luar biasa. Bagaimana tidak, ketiga anak yang begitu ia sayangi mengalami gangguan yang sama yakni ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas dengan tipe Kombinasi. Secara kasat mata, fisik anak-anak Bu Ade terlihat seperti anak normal, namun perilaku dan psikomotor mereka berbeda. Kondisi Rifki   kembali cenderung lebih agresif sehingga obat untuk penenangnya ditingkatkan dosisnya namun ia sudah tidak tempramental. Zaskia mengalami peningkatan, ia sudah bisa mulai mengeja dan membaca 1 kosakata dan sudah bisa menulis tanpa kaku jarinya. Ia pun sudah bisa duduk tenang ketika diminta. Bu Ade yang selama ini berjuang demi kesembuhan anaknya juga diduga mengidap penyakit yang cukup parah dan kondisi kesehatannya semakin menurun. Ia merasa sangat sedih jika tak dapat mengurus anak – anaknua sedangkan mereka masih harus terus menjalani pengobatan. Saat ini Rifki asmanya kambuh sedangkan Zaskia mengalami demam yang sangat tinggi. Oleh karena itu, Bu Ade membawa Zaskia ke UGD RSCM dan kini ia dirawat inap. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat setelah sebelumnya dibantu pada rombongan 971.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Biaya terapi ADHD kombinasi dan gejala autisme ringan


FATMAWATI BINTI ANWAR (39, Benjolan Saluran Pernapasan + TB Paru). Alamat : Jombang Kali, RT 1/1, Desa Masigit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Cilegon, Provinsi Banten. Ibu Fatmawati menderita sakit pada saluran pernafasan dan TB paru sejak  tahun 2011. Sudah 5 tahun ibu dari dua orang anak yang sudah tidak bersuami ini berjuang demi kesembuhannya. Ia sudah berobat di berbagai rumah sakit di Jakarta seperti RS Polri Kramat Jati, RS Harapan Kita, RSCM dan RS Persahabatan untuk mengobati benjolan yang menyumbat saluran pernapasannya ke hidung dan penyakit TB Parunya. Ibu Fatmawati tidak mau membebani kedua anaknya yang sedang merangkai masa depan, karena itulah ia mengais rezeki dengan bekerja sebagai buruh serabutan dan mengontrak sebuah kamar di Jakarta Utara. Saat ini Ibu Fatmawati tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta selama menjalani pengobatan di RSCM. Meskipun biaya pengobatan Ibu Fatmawati dicover BPJS tetapi untuk biaya operasional merupakan beban yang berat baginya, maklumlah ia sudah lama menjanda dan hidup seorang diri di Jakarta. Terlebih lagi ia kini tak dapat bekerja karena sakit yang dideritanya. Bu Fatmawati masih harus menjalani kontrol rutin di RSCM, kurir Sedekah Rombongan pun kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan memenuhi kebutuhan sehari – hari. Sebelumnya Bu Fatmawati telah dibantu pada Rombongan 971.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal :  19 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bu fatma menderita benjolan saluran pernapasan + TB paru


ISWAH YUDI (30, Lumpuh). Alamat : Rusun BCI, Blok B Seruni 7/2/1, RT 15/16, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Pria yang akrab disapa Yudi ini sebelumnya dirawat di ruang perawatan Gedung Soelarto RS Fatmawati Jakarta. Kaki Yudi menderita lumpuh karena sarafnya sudah tidak memungkinkan untuk kembali normal. Awal mula sakitnya itu terjadi pada November 2014, Yudi yang bekerja sebagai kuli bangunan jatuh dari gedung lantai 2 di daerah Rempoa, Ciputat. Setelah jatuh, ia tak sadarkan diri dan segera dilarikan ke RS Sari Asih Ciputat. Yudi dirawat selama 4 hari di RS Sari Asih karena mengalami pendarahan di kepala. Yudi juga mengalami amnesia dan sering teriak-teriak di ruang perawatan. Sang istri, Indri Puspita (33) meminta agar dirujuk ke RSUD Cengkareng karena dekat dengan rumah. Oleh pihak RSUD Cengkareng, Yudi dirujuk ke RSCM Jakarta dan menjalani operasi pada tulang punggungnya. Setelah 3 hari dirawat, ia disarankan untuk melakukan kontrol selama 3 bulan di poli rehabmedis. Jarak tempuh dari rumah ke RSCM terbilang jauh dan harus berangkat sedari subuh, karena kelelahan, kondisi Yudi menurun dan tidak bisa meneruskan rawat jalan di RSCM. Selama 2 bulan, Yudi hanya berbaring di tempat tidur rumahnya hingga timbul luka di bagian pantat yang cukup besar ditambah HB Yudi menurun. Akhirnya Yudi dibawa ke RSUD Cengkareng namun ia harus dirujuk ke Poli Rehabmedis RS Fatmawati. Ketika menjalani kontrol pertama kalinya di RS Fatmawati, Yudi langsung dianjurkan untuk dirawat inap di Gedung Soelarto RS Fatmawati. Selama 10 hari dirawat di RS Fatmawati, Yudi mendapatkan tranfusi darah sebanyak 2 kantong, infus zat besi dan vitamin. Oleh dokter, Yudi disarankan untuk membeli kursi roda paraplegia, namun istrinya, Indri, merasa keberatan karena sudah tidak mempunyai biaya. Selama ini pengobatan Yudi menggunakan KIS kelas III. Awalnya Indri bekerja, namun semenjak Yudi kecelakaan ia mengundurkan diri untuk merawat suaminya. Dua anaknya dititipkan pada ibunya dan biaya kontrakan rumahnya didapatkan dari bantuan saudara-saudaranya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat membantu membelikan kursi roda untuk Yudi dan kini ia dapat beraktivitas di rumah dengan kursi rodanya. Yudi dan istrinya tetap kebingungan karena selama di rumah Yudi tetap harus mendapatkan perawatan lukanya. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat untuk perawatan lukanya di rumah. Kondisi Iswahyudi masih belum menunjukkan perubahan yang cukup berarti. Sebelumnya Yudi telah dibantu pada Rombongan 971.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Yudi menderita lumpuh


IMAN PABUARAN (47, Tunanetra). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 1/2, Kel. Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Pak Iman cukup terkenal di kampungnya, meski seorang tunnetra ia adalah seorang  muazin di masjid sekitar rumahnya. Suaranya yang merdu selalu mengumandangkan adzan di masjid memanggil jamaah untuk segera menjalankan kewajiban umat islam solat lima waktu. Pak Iman mengalami kebutaan sejak ia berumur tiga tahun karena demam tinggi yang terlambat ditangani. Alhamdulillah Pak Iman dikaruniai dua orang  anak dan kini tinggal bersama istri dan anak – anaknya di gubuk kecil miliknya. Untuk biaya hidup sehari-hari, keluarga hanya mengandalkan pendapatan Pak Iman sebagai tukang pijit panggilan. Panggilan untuk memijit tidak setiap hari selalu ada, bahkan bisa dihitung dalam waktu sebulan. Untuk menambah pendapatan keluarga istri Pak Iman terkadang menjadi buruh cuci di tetangga yang memerlukanya. Kehidupan sehari – hari keluarga Pak Iman sering mengalami kekurangan. Alhamdulilah untuk keperluan dapur apabila keluarga Pak Iman tidak ada uang, ada tetangganya yang berbaik hati memberikan pinjaman yang dapat dibayarkannya ketika ada uang. Setelah mendengar beban hidup Pak Iman, kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Mudah-mudahan dengan bantuan dari Sedekah Rombongan bisa membuat kondisi perekonomian keluarga Pak Iman membaik. sebelumnya pak Iman dibantu di rombongan 971

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 6 Maret  2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @mistamista9 @ririn_restu

Pak Iman seorang tunanetra


SRI MULYATI (60, Asam Urat + Pembengkakan pada Kaki). Alamat : Kp. Panunggangan barat, RT 2/1, Kel. Panunggangan Barat, Kec. Cibodas, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Nenek Sri tinggal sebatang kara di gubug kecil pemberian tetangga yang merasa kasihan padanya. Nenek Sri ditinggalkan suaminya sejak lima belas tahun silam. Untuk makan sehari-hari, terkadang Nenek Sri dibantu oleh para tetangga. Satu tahun terakhir Nenek Sri tidak bisa mencari nafkah karena menderita asam urat dan pembengkakan pada kaki kanannya yang kondisnya semakin membesar. Sebelumnya Nenek Sri masih bisa mencari nafkah dengan memulung, namun kakinya yang semakin terasa sakit tidak bisa digunakan untuk berjalan dan bekerja. Nenek Sri tidak bisa terus – menerus mengandalkan pemberian tetangga, karena itulah terkadang ia tidak makan karena tak memiliki uang. Mendengar penderitaan yang dialami Nenek Sri, syukur Alhamdulillah bantuan awal pun dapat kurir Sedekah Rombongan sampaikan untuk membantu meringankan beban hidupnya. Semoga Nenek Sri sehat selalu, panjang umur dan banyak hamba Allah SWT yang peduli padanya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20/3/17
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_catur @trimardiyanto @ririn_restu

Ibu sri menderita asam urat + pembengkakan pada kaki


PAHRUROJI BIN RAHMAN (26, Maag kronis+ Sesak Napas). Alamat : Kp. Kemiri, RT 1/1, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Pahruroji kini hanya bisa terbaring di atas tempat tidurnya dan tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. Tiga bulan yang lalu ia mulai merasakan rasa sakit pada perutnya. Rasa sakit itu semakin sering ia rasakan bahkan pernah hingga pingsan. Oji berasal dari keluarga tidak mampu, kedua orang tuanya yang sudah renta tidak memiliki biaya untuk membawa Oji ke dokter. Selama ini ketika Oji mulai merasakan sakit, ia hanya dibawa ke tukang urut di sekitar rumahnya. Sebenarnya Oji sangat ingin memeriksakan diri ke rumah sakit, tetapi karena ketiadaan baya ia mengurungkan niatnya untuk berobat. Keluarga Oji sebenernya mendapat jaminan kesehatan daerah (Jamkesda), namun hanya ia yang tidak mendapatkannya. Alhamdulilah Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan Oji. Sebelumnya Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk pembuatan JKN – KIS, namun karena kondisi Oji memburuk akhirnya bantuan dipergunakan untuk biaya berobat dan rawat inap di rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk pembuatan JKN – KIS kelas III. Sebelumnya Oji telah dibantu dalam rombongan 971.

Jumlah Bantuan : Rp 500,000,-
Tanggal : 23 Maret  2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnamisna9 @ririn_restu

Pahruroji menderita maag kronis+ sesak napas


JAENAB JASAN (61, Tumor di Kaki + Gangguan Kejiwaan). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 2/2, Desa Buniayu, Kec. Suka Mulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Jaenab menderita tumor di kaki yang setahun terakhir kondisinya semain membesar. Selama ini Ibu Jaenab tidak pernah berobat karena ia juga mengalami gangguan kejiwaan yang dipicu oleh anaknya yang hilang entah kemana. Anaknya sudah dua tahun ini hilang tak ada kabar. Kondisi Ibu Jaenab semakin memprihatinkan karena ia memilliki utang untuk makan sehari – hari, dan kini ia hanya bisa mengandalkan belas kasihan tetangganya. Penderitaan Ibu Jaenab semakin lengkap dengan kondisi rumahnya yang hampir roboh. Ketika hujan datang bocor dimana – mana dan Ibu Jaenab sangat cemas karena rumahnya bisa roboh sewaktu – waktu. Dinding yang terbuat dari bilik bambu sudah lapuk dan hancur terkena air hujan. Tetangga sekitar sudah mencoba mengajukan program bedah rumah ke pemerintah desa, namun selama ini belum ada tindak lanjutnya. Syukur Alhamdullilah kurir Sedekah Rombongan dapat membantu perbaikan rumah Ibu Jaenab yang dilaksanakan pada 11 Februari 2017. Kini rumah itu bisa ditempati dengan nyaman dan kondisi Ibu Jaenab pun semakin membaik. Ibu Jaenab yang awalnya akibat kondisi kejiwaan susah diajak komunikasi, kini mulai membuka diri pada orang lain. Bahkan ketika kurir kembali ke rumahnya ia dapat mengucapkan terima kasih atas bantuan yang disampaikan. Kurir Sedekah Rombongan Tangerang kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk melunasi utang, dan biaya hidup sehari – hari. Alhamdulillah sekarang Ibu Jaenab tidak mempunyai utang lagi dan semoga ke depannya ia tidak terbelit utang lagi. Sebelumnya Ibu Jaenab telah dibantu pada 971.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Maret  2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus pratama_chatur @fatmamisna @ririn_restu

Bu Jaenab menderita tumor di kaki + gangguan kejiwaan


ZULHAH BINTI ABDUL (38, Koma akibat Kecelakaan). Alamat : Kp. Banyawakan Jaya, RT 4/6, Desa Klebet, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Zulhah mengalami kecelakaan ketika ia berboncengan dengan suaminya yang hendak ke pasar untuk belanja. Kerudung yang ia kenakan terbelit di roda motornya, Bu Zulhah tertarik ke belakang dan kepalanya terbentur aspal jalanan. Bu Zulhah segera dilarikan ke Puskesmas terdekat, namun akibat kondisinya yang semakin memburuk akhirnya ia dirujuk ke RSUD Tangerang. Bu Zulhah langsung masuk ruang IGD dalam keadaan tidak sadarkan diri. Bu Zulhah saat ini sedang hamil anak keduanya dengan usia kandungan 5 bulan. Bu Zulhah masuk RSUD melalui jalur umum dikarenakan jaminan kesehatan yang baru dibuatnya belum bisa digunakan. Pihak keluarga pun tidak bisa mengurus asuransi dari Jasaraharja karena surat kendaraan bermotor yang digunakan tidak ada. Selain itu, suami Bu Zulhah juga tidak mempunyai SIM. Bu Zulhah sehari – harinya berjualan jajanan anak kecil di rumahnya. Pendapatan dari warung kecilnya tak seberapa, hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga. Setelah mendengar musibah dan kesulitan yang dialami keluarga Bu Zulhah, alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan untuk meringankan biaya rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 14  Maret  2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @trimardianto @ririn_restu

Bu Zulhah menderita koma akibat kecelakaan


LATIFAH BINTI SALWAN (45, Gagal Ginjal). Alamat : Kp. Banyawakan Jaya, RT 6/7, Desa Klebet, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Latifah adalah seorang janda dengan dua orang anak yang berusia 16 tahun dan 9 tahun. Sejak 3 tahun yang lalu, Ibu Latifah menderita sakit gagal ginjal dengan gejala awal seluruh tubuh menguning disertai demam tinggi yang tak kunjung sembuh. Saat itu suaminya membawanya berobat sampai akhirnya dokter mendiagnosis Ibu Latifah menderita gagal ginjal. Cobaan Ibu Latifah semakin bertambah, karena suaminya pergi dan menikah lagi dengan orang lain. Ibu Latifah pun kini menjalani hidup dengan kedua anaknya, dan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari ia berjualan jajanan anak – anak di depan rumahnya. Lambat laun penyakit Ibu Latifah semakin memburuk. Dokter menyarankan untuk cuci darah tiga kali dalam satu minggu. Ibu Latifah dirujuk ke RSU Siloam Tangerang yang letaknya sangat jauh dari tempat tinggalnya. Setahun sudah Ibu Latifah bolak – balik ke rumah sakit untuk cuci darah dan meski telah menggunakan Jamkesmas ia telah menghabiskan banyak dana untuk biaya transportasi. Rumah tempat ia bernaung bersama anak – anak, dan menjadi harta satu – satunya yang dimiliki terpaksa ia jual untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya berobat. Kini Ibu Latifah dan anak-anaknya tinggal bersama orang tuanya yang sudah sepuh dan tak memiliki suami. Kondisi Ibu Latifah saat ini sangat memprihatinkan, wajahnya sudah membiru dan membengkak karena kekurangan sel darah putih. Ibu Latifah pun harus dirawat inap di rumah sakit. Syukur Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Latifah. Rasa sedih dan terharu dipancarkan Ibu Latifah ketika dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Saat itu tak ada seorang pun yang mendampingi Ibu Latifah, ia harus naik – turun tangga sendiri untuk mengurus administrasi rumah sakit. Sambil terengah – engah dan menestekan air mata Ibu Latifah menceritakan kesedihannya selama ini karena tak ada sanak sodara yang menjenguk apalagi mendampingi. Kurir Sedekah rombongan merasakan kesulitan yang Ibu Latifah rasakan, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit. Semoga Ibu Latifah cepat sembuh dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana @pratama_chatur @endangmplus @misnamina9 @ririn_restu

Bu Latifah menderita gagal ginjal


BANJIR LAMPUNG TIMUR (Bantuan Sembako). Alamat : Desa Karang Anyar, Dusun 1, RT 1/2, Kecamatan Labuhan dan Desa Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Banjir melanda Kabupaten Lampung Timur sejak rabu, 22 Februari 2017 sampai puncaknya pada 24 Februari 2017. Hal tersebut terjadi akibat meluapnya sungai dan air laut setelah sebelumnya wilayah tersebut diguyur hujan deras selama hampir seminggu. Puluhan rumah warga tergenang air sampai ketinggian 80-90 cm di Desa Karang Anyar, sedangkan di Desa Pasir Sakti ketinggian banjir sampai 1 meter. Warga kehilangan mata pencariannya sebagai nelayan di Desa Karang Anyar karena laut yang meluap. Sedangkan di Desa Pasir Sakti, puluhan hektar sawah terendam banjir. Warga kesulitan bahan sandang dan pangan dikarenakan semua terendam air. Kurir Sedekah Rombongan Lampung bergerak mendatangi desa-desa yang terkena banjir. Setelah melakukan survey dan mencatat kebutuhan yang diperlukan warga, kurir Sedekah Rombongan bekerja sama dengan posko-posko banjir. Alhamdulillah bantuan pun dapat tersalurkan kepada masyarakat yang tertimpa bencana di wilayah banjir tersebut. Jenis bantuan yang disampaikan berupa paket kebutuhan sehari-hari yang sekaligus juga bisa dimanfaatkan saat keadaan kembali darurat, antara lain : beras, mie instan, air mineral, minyak goreng, dan  telur. Bantuan disalurkan ke sejumlah titik pusat banjir di Desa Karang Anyar dan Desa Pasir Sakti. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan bisa mengurangi beban mereka yang membutuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 2 Maret 2017
Kurir : @akuokawai @adityaBdvil Cory Fajri Andri Memey Taufik @nando_931 @yesaridani

Bantuan Sembako


TAMAN PENDIDIKAN AL QUR’AN ANNUR (Bantuan Biaya Renovasi TPA). Alamat: Dusun Sribhakti, RT 2/8, Desa Gedung Boga, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Taman Pendidikan Al Qur’an Annur  beroperasi di sebuah bangunan yang telah didirikan sejak tahun 2004. Kondisi bangunanya mulai mengalami kerusakan sejak tahun 2015. Dinding bangunan yang terbuat dari bilik bambu banyak yang sudah rusak terkadang menggangu proses belajar di TPA Annur. Apabila musim hujan tiba, para santri tidak bisa melakukan proses belajar seperti biasanya  dikarenakan kondisi atap bangunan banyak yang bocor dan kondisi dinding yang sebagian terbuka menyebabkan air masuk kedalam apabila disapu oleh angin. Karena khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka para staf pengurus TPA Annur berinisiatif untuk menggunakan serambi masjid sebagai tempat belajar para santri. Dan kini sudah sekitar satu tahun bangunan ini tidak dipakai lagi untuk proses belajar para santri TPA Annur. Kurir Sedekah Rombongan yang merupakan salah satu staf pengajar di TPA Annur menyampaikan kondisi yang dialami tersebut kepada Sedekah Rombongan Lampung. Bantuanpun segera disampaikan setelah info tersebut diterima. Bantuan yang diberikan berupa dana tunai guna untuk membantu memperbaiki kondisi bangunan TPA Annur agar bisa digunakan untuk proses belajar para santri seperti semula. Semoga bantuan dari sedekaholics yang diamanahkan melalui Sedekah Rombongan dapat membantu para santri agar merasa nyaman dalam melakukan proses belajar di TPA Annur.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 2 Februari 2017
Kurir : @akuokawai @siskakhadija @azizilalang2

Bantuan biaya renovasi TPA


CHANDRA PRANATA (40, Peradangan Bola Mata Bagian Dalam). ALamat : Jl. Alpukat, RT 5/2 Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Awal mulai kena sekitar tahun 2009. Pak Chandra bekerja di bengkel las. Ketika bekerja percikan lasnya mengenai mata kiri Pak Chandra. Pak Chandra merasakan matanya perih sampai merasakan penglihatan kabur. Pak Chandra mencoba berobat ke dokter spesialis mata dan didiagnosis peradangan bola mata bagian dalam. Dokter sendiri menyatakan tidak ada harapan. Pak Chandra tidak berhenti berikhtiar dan mencoba pengobatan alternatif, namun belum ada perubahan. Dan pada tahun 2010 berhenti untuk berobat karena terkendala biaya. Kini Pak Chandra hanya melihat kabut kuning di matanya. Begitupun mata yang sebelah kanan sudah melihat kabut kuning. Sehingga Pak Chandra tidak dapat bekerja dan istrinya, Ardalena (40) yang menggantikannya mencari nafkah dengan bekerja serabutan dengan penghasilan yang kadangkala untuk makan saja tidak mencukupi. Ketika kurir Sedekah Rombongan Lampung berkunjung ke rumah Chandra, beliau menuturkan ingin sekali memanfaatkan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI yang dimiliki untuk mengobati minimal mata kanannya. Untuk membantu mewujudkan keinginan tersebut kurir Sedekah Rombongan Lampung pun menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu transportasi pengobatan dan biaya hidup Pak Chandra. Semoga ikhtiar yang diusahakan Pak Chandra berbuah kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Maret 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti @sitiaminah886 Dinda

Pak Chandra menderita peradangan bola mata bagian dalam


DIAH KUSTIANTINA (35, Malignant Neoplasm of Pelvis). Alamat : Jl. Yos Sudarso, Gang Manggar 3, RT 2/1, Kelurahan Ganjarasri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, Provinsi Lampung. Kurang lebih 1,5 tahun yang lalu jatuh Bu Diah di depan kamar mandi. Dikira hanya terjatuh biasa dan keseleo yang membuat pincang dan hanya ke tukang urut saja. 3 bulan setelah jatuh tidak ada perubahan, masih pincang. Dan akhirnya periksa ke dokter spesialis orthopedi. Dokter mendiagnosis Maglinant Neoplasm of Pelvis atau kanker pada tulang panggul. Dokter langsung menyarankan untuk dirujuk ke Jakarta. Tapi keluarga tidak melakukannya, dan mencari ke dokter lainnya, lalu diputuskan ke ke dokter ongkologi dan dokter bedah, tetapi hasilnya tidak terlihat. Merasa tidak menemukan hasil pada jalur medis, keluarga mencoba pengobatan alternatif. Sampai puncaknya akhir Februari 2017, keluarga memutuskan kembali ke dokter orthopedi. Dan hasil pemeriksaan kali ini pun masih sama, dan masih tetap menyarankan untuk dirujuk ke RS Pelni Jakarta. Akhirnya dengan berat hati keluarga menerima saran dari Dokter. Karena Bu Diah adalah seorang janda dengan satu orang anak tidak memiliki pendapatan karena sudah lama tidak bekerja. Meski memiliki jaminan kesehatan BPJS KIS Mandiri kelas III tetap saja membutuhkan biaya untuk melakukan rujukan yang disarankan oleh dokter. Mendengar kabar tentang Bu Diah, kurir Sedekah Rombongan Lampung segera bergerak dan menemui Bu Diah dengan maksud menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu baiaya transportasi rujuk ke RS Pelni Jakarta. Semoga Bu Diah dapat menjalani pengobatan dan mendapatkan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Maret 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti susibudiarti

Bu Diah menderita malignant neoplasm of pelvis


IHYA RAMADHANI (14, Truncus Arteriosus). Alamat Jl. Domba No. 47, RT 11/4, Kelurahan Hadimulyo Timur, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung. Ihya adalah gadis kecil yang duduk di kelas 8 jenjang SMP di kotanya. Ihya sudah didiagnosis Truncus Arteriosus atau lebih dikenal sebagai Sakit jantung yang langka sejak berusia 3 tahun. Dan sudah 5 tahun terakhir Ihya menjalani pengobatan rutin di RS Harapan Kita. Sampai saat ini Ihya harus minum obat secara rutin. Diperlukan tindakan operasi pada jantungnya, tetapi sampai saat ini Ihya belum mendapatkan jadwal operasi. Sedangkan daya tahan tubuh Ihya terus menurun, tidak lagi dapat berjalan jauh. Ketika letih tubuh Ihya akan membiru dan pucat. Kondisinya saat ini membuat Ihya sering kali meninggalkan sekolahnya untuk sekedar beristirahat di rumah. Orang tua Ihya, Haryya Sakti (45) yang bekerja sebagai tukang servis elektronik yang penghasilannya tak tentu, dan istrinya, Kusni Darty (44) yang berjualan nasi uduk saat pagi hari tidak mencukupi biaya transport untuk terus menerus berobat. Selama berobat ke RS Harapan Kita, Ihya hanya ditemani sang ibu dan fasilitas jaminan kesehatan berupa Jamkesmas. Ihya merupakan salah seorang pasien yang menjadi dampingan pada Sedekah Rombongan. Untuk itu bantuan kembali disampaikan untuk transportasi dan biaya hidup saat berobat rutin ke RS harapan Kita. Bantuan terakhir masuk dalam rombongan 923. Semoga Ihya segera mendapatkan jadwal operasi. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Februari 2016
Kurir : @akuokawai @sayasepti @sitiaminah886 Dinda

Ihya menderita truncus arteriosus


JUHARIAH BINTI MUHAMMAD ALI UDIN (54, Diabetes). Alamat : JL Kunang RT 15/6, Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung. Sejak tahun 2012 pola makan Bu Juhariah tidak teratur karena banyak fikiran. Dan Bu Juhariah adalah perokok berat, selain itu gemar mengkonsumsi minuman instan yang terkadang masih ditambahkan gula. Kemudian Bu Juhariah merasakan lemas pada seluruh badan hingga tak mampu berdiri. Oleh keluarga dibawa ke Puskesmas terdekat. Oleh pihak Puskesmas Bu Juhariah dirujuk ke Rumah Sakit Mardi Waluyo. Dan hasil pemeriksaan gula darah Bu Juhariah mencapai 500, dan didiagnosis mengidap penyakit diabetes. Mulai saat itu Bu Juariah menjalani pengobatan rutin. Dalam perjalanan pengobatannya Bu Juhariah kerap kali harus dirawat inap karena kondisi gula darahnya yang tidak stabil. Intensitas rawat inap Bu Juhariah tersebut yang membuat resah suaminya, Suradi (60).  Untuk menemani sang istri, Pak Suradi pun kerap kali meninggalkkan pekerjaannya sebagai buruh tani. Selama berobat Bu Juhariah telah memanfaatkan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Meski begitu tidak tetapnya pemasukan menyulitkannya ketika harus menemani sang istri baik itu transportasi pengobatan juga biaya hidup ketika menemani sang istri di rawat. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga ini. Dan mendengar keresahan hati keluarga ini, dengan segera kurir Sedekah Rombongan Lampung menyampaikan titipan sedekaholics kepada keluarga Bu Juhariah untuk keperluan biaya transportasi dan biaya hidup selama menjalani pengobatan. Semoga titipan yang disampaikan dapat membawa manfaat bagi keluarga Bu Juhariah juga mebawa keberkahan bagi sedekaholics. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Maret 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti @sitiaminah886

Bu Juhariah menderita diabetes


MUCHLISIN BIN TRIO CASMORO (8, Benjolan di Kepala dan Dada). Alamat : Desa Sido Basuki, RT 4/4, Kelurahan Rejo Agung, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Pada pekan pertama bulan Januari 2017, sore hari Muchlisin sedang bermain. Ia melintas berlari pada saat ada orang yang sedang menebang kayu. Dan kepala Muchlisin tertimpah kayu yang sedang ditebang tersebut. Muchlisin tak sadarkan diri. Sampai 2 jam kemudian masih tak sadarkan diri. Akhirnya Muchlisin dibawa ke RS Ahmad Yani (RSAY) Metro untuk mendapatkan pengobatan. Setelah dilakukan CT scan, didapati benjolan di kepala. Setelah kondisi membaik Muchlisin diperbolehkan pulang. Sang ibu, Siti Rokayah (43) kebingungan untuk membayar biaya rumah sakit karena tidak memiliki jaminan kesehatan. Dan ia juga hanya bekerja sebagai buruh cuci dengan penghasilan yang untuk makan saja sering kali tak cukup. Alhamdulillah, sebelumnya kurir Sedekah Rombongan Lampung telah menyampaikan bantuan kepada Muchlisin. Tetapi setelah kembali ke rumah Muchlisin masih saja mengeluh pusing dan didapati juga benjolan didadanya. Dan Muchlisin masih disarankan untuk terus memeriksakan diri kembali ke RSAY. Karena hal tersebut Muchlisin menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Dan kembali bantuan disampaikan untuk meringankan pembayaran biaya rumah sakit. Bantuan terakhir masuk dalam rombongan 959.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 8 Maret 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti @sitiaminah886 Dinda

Mukhlisin menderita benjolan di kepala dan dada


SRI WAHYUNI (38, Melahirkan). Alamat : Dusun Rajawali Candimas, RT 14/6, Kelurahan Candimas, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Pada tanggal 21 febuari 2017 Bu Sri hendak pergi kerumah orang tuanya di Lampung Barat yang sedang sakit. Bu Sri pergi sendirian dan naik bis, pada saat diperjalanan ada seorang laki-laki memberikan tisu dan kemudian Bu Sri merasa pusing dan tidak sadarkan diri. Keluarga Bu Sri dihubungi oleh pihak masinis kereta api Tegineneng bahwa Bu Sri dibawa oleh pihak berwajib ke RS Ahmad Yani Metro (RSAY). Bu Sri sadarkan diri pada sore hari dan sudah berada di RSAY dan sampai saat ini Bu Sri belum seutuhnya mengingat kejadian. Sedangkan Bu Sri dalam keadaan mengandung, tidak lama berselang Bu Sri melahirkan secara normal tetapi bayinya harus dirawat di ruang neo karena beratnya hanya 2 kg dan juga kondisinya. Bu Sri yang bekerja sebagai buruh serabutan dan tidak memiliki jaminan kesehatan merasa sedih karena kondisinya dan juga anak yang telah dilahirkannya. Ketiadaan Biaya untuk membayar biaya persalinan dan juga rawat inap membuatnya tidak bisa berbuat banyak sedangkan ia adalah tulang punggung keluarga. Mendengar tentang Bu Sri, kurir Sedekah Rombongan Lampung segera bergerak menemuinya di RSAY sekaligus menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu pelunasan biaya rumah sakit. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000.-
Tanggal : 20 Maret 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti @sitiaminah886 @m_yani

Bantuan biaya melahirkan


SUMITRO BIN PAWIRO WINANGUN (85, Tuberkulosis Paru + Tetanus). Alamat : JL. RA. Basyid Gg. Kemuning 4 No. 19 RT 8, Kelurahan Labuan Dalam, Kecamatan Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Mbah Sumitro begitu ia biasa disapa. Awal mulanya sudah lama Mbah Sumitro menginjak paku tetapi tidak diobati. Tetapi mulai setengah bulan lalu Mbah Sumitro merasakan sakit mulai dari sesak nafas dan juga badan yang terasa panas dingin. Semula hanya  diduga sakit biasa, sehingga tidak dibawa berobat. Tapi semakin hari sakit yang dirasa bertambah parah. Oleh kerabat, Mbah Sumitro dibawa ke RS Ahmad Yani Metro (RSAY). Setelah melakukan pemeriksaan awal Mbah Sumitro didiagnosis Tuberkulosis Paru, setelah 10 dirawat Mbah Sumitro juga didiagnosis mengidap Tetanus sehingga Mbah Sumitro harus dipindahkan ke ruangan khusus. Dan selama itu pula Mbah Sumitro tidak sadarkan diri. Mbah Sumitro selama ini sebatang kara, semenjak sakit Mbah Sumitro dirawat oleh kerabat yang bekerja sebagai tukang jamu.  Sehingga saat menemani Mbah Sumitro berobat harus meninggalkan pekerjaannya sebagai tukang jamu. Meski pengobatan telah menggunakan JKN-KIS PBI tetap saja membutuhkan dana untuk biaya hidup juga baya lain yang tidak tertanggung jaminan kesehatan sedangkan pemasukan tidak ada. Ketika kurir Sedekah Rombongan Lampung berkunjung ke RSAY bertemu dengan keluarga ini. Dan bantuan yang berasal dari titipan sedekaholics pun disampaikan untuk biaya hidup selama pengobatan juga biaya yang tidak tertanggung jaminan kesehatan. Semoga MBah Sumitro lekas sadar dan pulih seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 17 Maret 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti @sitiaminah886

Pak Sumitro menderita tuberkulosis paru + tetanus


SURYANTO BIN SARJU (39, Kanker Nasofaring). Alamat : Gang Bakti, RT 29/6, Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung. Sekitar dua tahun yang lalu, awalnya Pak Suryanto hanya mengeluh sakit gigi dengan gusi bengkak. Lalu Pak Suryanto hanya meminum obat warung. Tetapi sakit masih terus berlanjut sampai satu tahun tidak kunjung sembuh. Setelah itu di temukan benjolan kecil di bagian leher sebelah kanan. Lalu dibawa berobat ke RS Ahmad Yani (RSAY). Dan setelah diperiksa ternyata didiagnosa kanker nasofaring atau lebih dikenal dengan tumor ganas pada hidung dan saluran tenggorokan. Pak Suryanto disarankan untuk dilakukan kemo rutin. Kemonya telah berjalan 18 kali tetapi belum ada perubahan. Dokter pun menyarankan untuk rujuk ke RS Dharmais Jakarta. Dan Pak Suryanto menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Sang istri, Suryani (55) dengan setia menemani Pak Suryanto menjalani pengobatan di RS Dharmais. Selama pengobatan Pak Suryanto menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Dan bantuan kembali disampaikan untuk biaya transportasi dan juga biaya hidup selama menjalani pengobatan di Jakarta.  Semoga ikhtiar yang dilakukan membuahkan kesembuhan. Bantuan terakhir masuk dalam rombongan 959.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 26 Februari 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti @untaririri

Pak Suryanto menderita kanker nasofaring


UCUP SUPRIYADI (44, Gagal Ginjal). Alamat: RT. 18/5, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan, Kota Metro, Provinsi Lampung. Bapak dari 4 orang anak ini bekerja sebagai penjual somay keliling. Kurang lebih sejak tahun 2015 Pak Ucup tak bisa merasakan rasa pada makanan yang ia makan, meludah terus menerus, lemas dan badan terasa panas. Kemudian Pak Ucup memeriksakan kondisinya ke RS Ahmad Yani (RSAY) dan dari hasil pemeriksaan ia didiagnosa gagal ginjal dan harus rutin melakukan cuci darah. Karena keterbatasan alat pada saat itu, Pak Ucup dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek. Pada tangan sebelah kiri Pak Ucup telah dipasang cimino, sebuah alat yang digunakan untuk mempermudah proses cuci darah (hemodialisis). Sejak bulan Juli 2016 proses Pak Ucup telah dipindahkan ke RSAY. Kini ia tidak bisa lagi maksimal berjualan somay karena kondisinya yang sering merasa lemas. Sang istri, Suharti (44), yang terkadang menggantikannya berjualan somay di sekolah terdekat dengan kediaman mereka. Kurangnya frekuensi berjualan menjadikan pendapatan keluarga ini menurun, belum lagi 2 anaknya masih bersekolah. Dan jaminan kesehatan BPJS kelas 3 yg dimiliki juga belum terbayarkan. Untuk itu bantuan kembali disampaikan kepada Pak Ucup yang merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Bantuan Kali ini digunakan untuk pembayaran BPJS dan transportasi ketika melakukan cuci darah. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 891.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Februari 2017
Kurir :  @akuokawai @sayasepti @sitiaminah886 Dinda

Pak Ucup menderita gagal ginjal


UTIN BINTI TABUT (59, Darah Tinggi + Diabetes). Alamat : Dusun 9 RT 45, Kelurahan Pakuan Aji, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Mbah Utin begitu ia akrab disapa. Sudah sejak setahun lalu Mbah Utin didiagnosis memiliki darah tinggi, dan diabetes. Selama itu pula Mbah Utin menjalani pengobatan rutin baik ke Puskesmas terdekat ataupun ke RS Ahmad Yani Metro (RSAY). Dua bulan yang lalu Mbah Utin juga pernah menjalani rawat inap. Tetapi pada awal Maret 2017 Mbah Utin terjatuh dan mengakibatkan bengkak pada tenggorokannya. Mbah Utin langsung dibawa ke RSAY dan menjalani rawat inap. Keadaan Mbah Utin saat ini hanya bisa makan dan minum lewat selang dan tidak bisa diajak berkomunikasi. Yang menunggui Mbah Utin selama menjalani rawat inap adalah anaknya, karena suaminya, Sugiyo (73) juga dalam keadaan sakit dan dirawat dirumah. Mbah Utin dan Mbah Sugiyo sudah lama tidak bekerja dan tinggal bersama dengan anaknya yang bekerja sebagai petani. Sehingga untuk biaya transportasi dan obat yang tidak terbayar tertanggung jaminan Kesehatan JKN-KIS PBI ditanggung anaknya yang penghasilannya juga tak seberapa. Dan untuk itu kurir Sedekah Rombongan Lampung menemui keluarga ini dan menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu meringankan biaya transportasi dan obat yang tidak tertanggung jaminan kesehatan. Keluarga ini menyampaikan banyak terimakasih kepada sedekaholics yang telah membantu mereka. Semoga rezeki sedekaholics semakin berlimpah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17  Maret 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti @sitiaminah886

Bu Utin menderita darah tinggi + diabetes


VIVI APRIYANI (41, Batu Ginjal + Batu Empedu). Alamat : Jl. Cut Nyak Dien RT 11/2, Kelurahan Imopuro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung. Ibu dari empat orang anak ini adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan. Ibu Vivi merasakan ada perubahan pada dirinya setelah melahirkan anak ke-4 pada tahun 2009. Ibu Vivi merasa mudah lemas, lelah, sulit berjalan jauh dan tidur gelisah. Terlebih lagi saat buang air besar disertai darah karena haemoroid atau ambeien yang dideritanya dan membuat Ibu Vivi terasa semakin lemas. Ibu Vivi sempat beberapa kali melakukan transfusi darah. Sebelum akhirnya melakukan operasi untuk hemoroidnya. Ibu Vivi telah melakukan aktifitas seperti biasanya. Tetapi kemudian Ibu Vivi mengeluh sakit di perutnya. Ibu Vivi pun kembali memeriksakan diri ke Rumah Sakit Ahmad Yani (RSAY) dan hasilnya Ibu Vivi didiagnosa Batu Ginjal dan Batu Empedu. Ibu Vivi sempat dirawat dan disarankan untuk terus kontrol ke RSAY. Sang suami, Syaiful Amri (50), bekerja di Bandar Lampung sebagai penjual buah-buahan tetapi sejak Ibu Vivi sakit ia memutuskan untuk mencari penghasilan di Metro sebagai tukang tambal ban, tetapi penghasilan yang didapat hanya cukup untuk makan. Dan iuran untuk Jaminan Kesehatan BPJS Kelas 3 dimiliki Ibu Vivi belum terbayar dan membuat Ibu Vivi mengurungkan diri untuk kontrol ke RSAY. Untuk itu kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali menyampaikan titipan sedekahholics, yang digunakan untuk pembayaran iuran BPJS dan biaya transportasi kontrol ke RSAY. Bantuan sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 902.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Maret 2017
Kurir :  @akuokawai @sayasepti @m_yani @sitiaminah886

Vivi menderita batu ginjal + batu empedu


NUR HAMDAN (21, Tumor Tulang Kaki Kiri). Alamat : Jl. Perumahan Joyo Grand No. 17, RT 1/4, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Landungsari, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Sekitar 1 tahun yang lalu Hamdan mengalami kecelakaan saat berkendara sepeda motor. Saat itu juga Hamdan dibawa langusng ke rumah sakit dan oleh pihak rumah sakit Hamdan di diagnosis mengalami retak pada tulang kaki kirinya. Karena keterbatasan biaya akhirnya Hamdan memilih untuk pulang dan menjalani pengobatan alternatife. Setelah beberapa bulan, pengobatan alternatife yang dilakukan tidak mendapatkan hasil apa pun, sehingga kaki kiri Hamdan menjadi membengkak dan hanya bisa berbaring di tempat tidur saja. Kian hari kaki Hamdan semakin membesar, teman Hamdan pun membawanya ke RS Saiful Anwar (RSSA) Malang. Dari pemeriksaan yang dijalani selama di RSSA Hamdan didiagnosis ada tumor di kakinya dan sekali lagi tidak ada penanganan medis karena biaya. Hamdan yang menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang memulai menjalani pengobatan lagi. Hamdan yang merupakan marbot masjid dan keluarga Hamdan berada di Kota Probolinggo. Hamdan merupakan tulang punggung keluarga yang bekerja sebagai kuli bangunan di Kota Malang dengan pendapatan yang sedikit. Semenjak sakit Hamdan pun tidak memiliki pendapatan apapun, sehingga Hamdan hanya bisa bergantung pada temannya saja. Hamdan pun tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun, sehingga mengalami kesulitan biaya saat akan berobat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemuka dengan Hamdan dan bantuan yang telah diberikan digunakan untuk biaya transportasi, membeli obat, mengurus BPJS dan biaya pengobatan. Semoga Hamdan lekas diberikan kesehatan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 4.000.000,-
Tanggal : 27 Maret 2017
Kurir : @FaizFaeruz Lazuardi @m_rofii11

Nur menderita tumor tulang kaki kiri


WARINI BINTI YAPEMIN (40th,Komplikasi DB, Tipes). Alamat : Senden RT 08/ RW 02, Jambeyan, Karanganom, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah. Bu Rini merupakan seorang ibu rumah tangga, istri dari seorang buruh harian lepas yang tidak tentu penghasian perharinya. Bu Warini atau Rini (panggilan sehari-harinya) mulai mengeluhkan penyakitnya pada awal  bulan Desember, sakit yang dirasakan adalah panas dingin menggigil, terutama menjelang malam. Akan tetapi bu Rini berusaha acuh sama penyakitnya, bu Rini hanya meminum obat2an warung. Penyakit bu Rini tak kunjung sembuh sampai akhirnya tanggal 24 Januari 2017 Bu Rini tak sadarkan diri, sehingga pihak keluarga dan tetangganya membawa bu Rini ke Rumah sakit umum PKU MUhammadiyah Jatinom. Pada 5 hari pasca perawatan dirumah sakit bu Rini dibawa pulang kembali keluarga karena keterbatasan biaya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan oleh Allah SWT  dipertemukan dengan pihak keluarga Bu Rini untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau dengan menyampaikan santunan titipan sedekaholics yang digunakan untuk keperluan berobat dan akomodasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 20 Februari 2017
Kurir :  @kissherry @ekow_st  @putri_ sri

Bu Warini menderita komplikasi DB, tipes


YANURI BIN WIGNYO SARJIYONO (40 th, Saraf Kejepit). Alamat : Gentongan RT 02/ RW 02, Gemblengan, Kalikotes, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah. Bapak Yanuri merupakan pekerja buruh bangunan yang mengalami kecelakaanpada tahun 2013. Pada mulanya bapak Yanuri tidak merasakan apa-apa danmasih bisa beraktifitas normal seperti biasa. pada bulan Desember tahun 2016 Bapak Yanuri mengalami kelumpuhan. Setelah di MRI bapak Yanuri di vonis dokter mengalami saraf terjepit dan Pak Yanuri harus terapi syaraf 2 kali seminggu tiap selasa jumat dan terapi tulang 1 kali seminggu sampai 1 bulan kedepan. Bila tidak ada perkembangan maka akan dilakukan operasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Pak Yanuri untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau dengan menyampaikan santunan titipan sedekaholics yang digunakan untuk keperluan berobat.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000
Tanggal : 23 Februari 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st  @putri_ sri

Pak Yanuri menderita saraf kejepit


TITIN SUNARWI (45th, Jantung). Alamat : Dukuh Bakungan RT 08/ RW 04,Bakungan, Karangdowo, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah. Ibu Titin kesehariannya bekerja sebagai penjahit serabutan, penghasilan yang hanya 15ribu sehari tidak memungkinkan untuk ibu Titin melakukan kontrol rutin membuat bu Titin hanya melakukan rawat jalan atas penyakitnya. Beliau hidup sendiri setelah cerai, dan anak satu-satunya bu Titin ditipkan di rumah kakaknya untuk sekaligus  disekolahkan. Ibu Titin menderita kelainan klep jantung bocor danbenjolan uci-uci di kepala bagian belakang semenjak 8 tahun lalu. Karena kondisi keuangan sehingga ibu titin tdak bisa berobat secara maksimal sampai sembuh dan hanya melakukan kontrol rutin saja. kondisi terakhir ibu Titin sudah 6 bulan tidak melakukan kontrol rutin lagi karena keterbatasan biaya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Bu Titin untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau dengan menyampaikan santunan titipan #sedekaholics yang digunakan untuk keperluan berobat.

Tanggal Bantuan : 23 Februari 2017
Jumlah : Rp. 500.000
Kurir : @kissherry @ekow_st  @putri_ sri

Bu Titin menderita sakit jantung


YATIMAH BINTI PARMOGIONO (35 Tahun, Kista). Alamat :  Kemit RT.04/RW.08 Ngawen, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah. Bu Yatimah tinggal berdua saja dengan Pak Dwi Joko Indrianto (37 Tahun), suaminya. Merupakan buruh tani, tetapi kini sudah tidak bisa bekerja sejak pertengahan semester pertama tahun ini karena mengalami stroke. Bu Yatimah terdiagnosa menderita kista sejak dua tahun yang lalu. Setiap akan tidur terasa ada yang mengganjal, ia lantas mengurutnya dan terasa ada benjolan. Bu Yatimah pun kemudian melakukan rongent dan pemeriksaan, dari sana diketahui benjolan itu adalah kista. Ia pun menjalani pengobatan tradisional, dan sampai sekarang belum pernah berobat secara medis. Bu Yatimah memiliki riwayat operasi caesar, namun bayinya ternyata sudah meninggal di dalam kandungan. Sampai saat ini pasangan ini pun belum dikaruniai momongan. Akhir tahun lalu, Bu Yatimah mendaftar jaminan kesehatan dan mendaftar untuk operasi pengangkatan kista. Tapi sampai pada waktunya jadwal operasi dilaksanakan, ia belum memenuhi semua persyaratan administratif sehingga operasi batal dilakukan. Kondisi Bu Yatimah saat ini kista belum diangkat dan perut terlihat semakin membesar. Suaminya juga tengah menjalani pengobatan secara tradisional. Kondisi ekonomi mereka pun serba kekurangan karena keduanya tidak bekerja. Untuk pengobatan dan kebutuhan sehari-hari mereka mengandalkan uang tabungan yang jumlahnya pun tidak banyak. Pasangan ini sangat membutuhkan bantuan karena kondisi ekonomi mereka sedang kekurangan. Sedekah Rombongan sebagai organisasi sosial yang giat menyalurkan sedekah turut merasakan kesulitan yang dialami oleh saudara kita. Kurir Sedekah Rombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah mereka. Pada kesempatan itu pula Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic kepada Bu Yatimah dan Pak Dwi Joko. Bantuan ini digunakan untuk biaya berobat, akomodasi dan transportasi. Terimakasih Sedekaholic berkat sedekahmu kini Bu Yatimah dapat melanjutkan pengobatannya kembali.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal :21 Februari 2017
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER, @Hutdi_Nur

Bu Yatimah menderita kista


ASEH SUGIRAN (43 Tahun, Lumpuh). Alamat : Banyu, Rejosari, Semin, Kabupaten Gunung Kidul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Saat ini ia tinggal di sebuah kamar kos yang beralamat di Jl. Raya Janti No. 8 Caturtunggal, Sleman, DIY. Sugiran (43 Tahun), suaminya, bekerja sebagai pedagang makanan, ia mempunyai sebuah angkringan. Pendapatan hariannya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keluarga ini mempunya dua tanggungan yaitu anak pertama yang tengah menempuh studi di universitas dan anak kedua yang tengah duduk di bangku sekolah dasar kelas lima. Akhir Desember 2015 silam, Bu Aseh mengalami kecelakaan, ia terjatuh dari lantai dua saat sedang bersih-bersih. Ia segera dilarikan ke RSU Bethesda Yogyakarta dan menjalani rawat inap selama dua hari. Berhubung banyak anggota keluarga tinggal di Tegalyoso, Klaten, Jawa Tengah, pasien kemudian dibawa pulang ke sana. Ia menjalani operasi tulang belakang dan pemasangan pen di RSUP dr. Soeradji Tritonegoro Klaten, dan dirawat selama kurang lebih setengah bulan. Paska operasi, pasien mengalami kelumpuhan kaki karena ada syaraf yang terjepit akibat tulang belakang ada yang bergabung. Pengobatan di RSU Bethesda menggunakan biaya sendiri, setelah itu keluarganya baru mengurus jaminan kesehatan untuk meringankan biaya pengobatan selanjutnya. Dari Tegalyoso, pasien kemudian berpindah tempat tinggal ke Wonosari, Gunung Kidul. Selama dua setengah bulan pasien menjalani 21 kali terapi di RSJD Dr. RM. Soejarwadi, Klaten, Jawa Tengah. Beruntung sang kakak membantunya dengan menyediakan transportasi setiap kali terapi. Awal Mei 2016, Bu Aseh kembali ke kamar kosnya, semenjak itu ia belum terapi lagi. Kondisinya saat ini belum bisa berjalan dan masih menggunakan kursi roda. Syaraf telapak kakinya belum bisa berfungsi, kakinya juga kerap merasakan nyeri. #Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan kemudian menyampaikan bantuan kepada Bu Aseh. Bantuan ini digunakan untuk kontrol rutin terapi ciro di blunyahrejo yang rutin setiap seminggu sekali dan Alhamdulillah ada perkembangan membaik. Bu Aseh dan keluarganya sangat senang menerima bantuan ini, mereka mengucapkan banyak terima kasih kepada #Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Mereka senantiasa mendoakan agar #SahabatSR diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Februari 2017
Kurir : @KissHerry @Ekow_St @RofiqSILVER  @Hutdi_Nur

Bu Aseh menderita lumpuh


MUJIONO BIN TOINANGUN (60th, Kanker Darah). Alamat : Jayan RT 002 Kebonagung Imogiri, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Muji tinggal bersama istri nya yang bernama Musirah yang seharian – hari hanya sebagai Rumah tangga. Pak Muji dan Bu Musirah mempunyai dua orang Anak, yaitu Maryati yang kini tinggal di purwakarta dan iriyati yang tinggal nya tak jauh dari rumah. Pak Muji Merasakan sakit nya sejak tahun lalu. Waktu itu Langsung dbawa ke RS PKU Bantul yang dimana beliau harus opname di Rumah sakit tersebut. Waktu opname yg kedua di RS PKU Bantul, akhir nya Pak Muji di rujuk ke RSUP  Sarjito karena tidak di ketahui penyakitnya. Setelah dilakukan pemeriksaan, akhir nya penyakitnya diketahui yaitu kanker darah. Pada tanggal 16 Februari 2017 kurir Sedekah Rombongan pun bersilaturahim ke rumah keluarga Namun ternyata Pak Mujiono sedang di bawa ke RS Panembahan Senopati Bantul. Akhir nya kurir Sedekah Rombongan langsung ke RS Panembahan Senopati. Sesampainya disana ternyata Pak Belom Jadi kemoterapi karena kondisi beliau lemah. Atas empati dari sedekaholics, kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan awal untuk Pak . Bantuan ini digunakan untuk biaya pengobatan dan transportasi selama berobat. Semoga titipan langit dari sedekaholics ini dapat membuka jalan kesembuhan untuk Pak Mujiono Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 16  Februari 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @RofiqSILVER @RizkyAditya4

Pak Mujiono menderita kanker darah


ANI SUPARTINI (57 Tahun, Stroke). Alamat: Asrama Yonif, Jl. Kaliurang Km. 6,5 Kentungan, Kelurahan Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bu Ani menderita stroke sudah satu tahun lamanya yaitu sejak tahun 2015 silam. Dahulu ia pernah mengalami koma selama tiga bulan. Kondisi Bu Ani saat ini masih stagnan, hanya bisa tiduran di pembaringan, kadang-kadang ia pun mengalami kejang. Ironisnya, pasien mulai mengalami depresi karena penyakitnya tak kunjung sembuh. Usaha pengobatan sebenarnya sudah dilakukan semaksimal mungkin oleh pihak keluarga. Setiap satu minggu sekali, pasien dibawa terapi oleh keluarga, ke sebuah tempat terapi tradisional yang terletak di pinggiran Kota Jogja. Di tempat terapi ini juga memberikan obat-obatan herbal untuk dikonsumsi pasien. Pasien ini memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS. Namun keluarga memilih terapi dan konsumsi obat tradisional saja. Terlebih karena keluarga ini telah kehabisan modal berobat. Satu-satunya rumah milik mereka dijual untuk biaya pengobatan. Agus Manto (61 Tahun), suaminya, adalah Purnawirawan TNI AU. Mari bantu saudara kita yang tengah mengalami kesulitan ini. Kurir Sedekah Rombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah mereka sembari menyampaikan bantuan yang digunakan untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi berobat. Bu Ani dan keluarganya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Mereka pun senantiasa mendoakan agar Sedekaholic diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Mari kita juga berdoa supaya Bu Ani segera diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 4 Maret  2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @RofiqSILVER

Bu Ani menderita stroke


AHMADI BIN PAWIRO DIMULYO (41 Tahun, Susp. Leptospirosis). Alamat : Dusun Krikilan RT.06/RW.11 Kelurahan Tegaltirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak beberapa minggu yang lalu, Pak Ahmadi merasa tidak enak badan. Ia mengalai flu, batuk, sesak dan badannya pun lemas. Ia pun memeriksakan diri ke Klinik Muhammdiyah yang letaknya tak jauh dari rumah tinggalnya. Namun, ia dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar, RSUP dr. S. Hardjolukito Yogyakarta. Lagi-lagi, ia dirujuk ke rumah sakit umum pusat, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Berdasarkan pemeriksaan, diagnosa sementara terhadap penyakitnya adalah Susp. Leptospirosis (masih dugaan). Namun karena ketiadaan biaya dan ketidakpunyaan jaminan kesehatan baik swasta maupun pemerintah, Pak Ahmadi terpaksa kembali ke rumah dan tidak bisa melanjutkan pengobatannya. Kondisinya saat ini kian hari kian lemah, bahkan kini ia hanya bisa berbaring di tempat tidur saja. Mari bantu saudara kita yang tengah mengalami kesulitan ini. Sedekaholic dan Sedekah Rombongan turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban keluarga mereka. Sedekaholic melalui Kurir Sedekah Rombongan kemudian menyampaikan titipan langit untuk membantu akomodasi dan pengobatan. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka… Tak lupa mereka mengucapkan terima kasih kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan atas bantuan yang diberikan…

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000
Tanggal : 18 Februari  2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @jemigigi

Pak ahmadi menderita susp. Leptospirosis


ANDRINI RISA SAVITRI (18 Tahun, Patah Tulang). Alamat: Dusun Rejosari 2 RT.04/RW.02 Grabag, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Di penghujung tahun 2016 silam, Andrini mengalami musibah yang tak pernah ia sangka, remaja ini mengalami kecelakaan lalu lintas. Kendaraan yang dinaikinya tiba-tiba ditabrak dari belakang. Andrini segera dievakuasi ke UGD di sebuah rumah sakit jiwa yang letaknya tak jauh dari tempat kejadian. Akibat kecelakaan tersebut, Andini mengalami patah tulang dan gangguan saluran pencernaan. Keesokan harinya, ia dipindahlan ke rumah sakit swasta yang fasilitasnya lebih memadai. Namun karena kondisinya mengkhawatirkan, ia dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Malam harinya langsung operasi tulang, untuk memulihkan kondisinya termasuk gangguan pada saluran pencernaannya, ia menjalani rawat inap selama kurang lebih satu bulan lamanya. Selama itu pula, ia memanfaatkan jaminan kesehatan dari pemerintah, KIS, untuk berobat. Setelah satu bulan, Andrini sempat dibawa pulang ke Grabag, namun dibawa kembali ke Jogja. Ia menginap di rumah kerabatnya karena ia masih harus kontrol dan menjalani beberapa kali rangkaian operasi. Kondisinya saat ini belum ada kemajuan yang signifikan, perutnya masih sakit dan terasa terbakar. Andrini tinggal bersama ibunya, Istiya (40 Tahun), yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan. Andrini dan keluarganya mengalami kesulitan dalam menyediakan transportasi ketika berobat, selain karena biayanya yang tidak sedikit, kondisi pasien yang tidak bisa duduk (harus berbaring) maka harus menggunakan ambulance. Selain itu keluarga juga harus menyewa perawat untuk merawat luka pasien dengan biaya Rp. 75.000,- per hari, tentu angka itu cukup memberatkan pihak keluarga. Mari bantu saudara kita yang tengah mengalami kesulitan ini. Kurir Sedekah Rombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah mereka sembari menyampaikan bantuan yang digunakan untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi berobat. Andrini dan keluarganya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Mereka pun senantiasa mendoakan agar Sedekaholic diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Mari kita juga berdoa supaya Andrini segera diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 21 Februari  2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @RofiqSILVER

Andrini menderita patah tulang


PANDJI DOSO SAPUTRO (58th, Jantung Koroner). Alamat : Dusun Randusari RT/RW 006/003 Desa Purwomartani Kecamatan  Kalasan, Kabupaten Sleman, Propinsi  Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Pandji Sejak sakit  kurang lebih setahun yg lalu (penyumbatan jantung koroner) pernah dampingan SR jogja. Pengobatan yang dilakukan sudah oprasi, tinggal kontrol rutin setiap bulan. Kondisi terkini paska operasi dan masih dalam tahap pengobatan ini, bapak tidak boleh terlalu capek. Paska pengobatan ini job manggung pun berkurang. Setiap ada panggilan manggung pun saat ini harus sewa alat musik, karena alat musik yg ada sudah di jual untuk biaya pengobatan, alhasil penghasilan manggungpun harus kepotong 100.000 utk biaya sewa alat musik. Untuk mensiasati penghasilan yg tidak menentu, ibu Ari istri Pak Pandji mencoba jualan makanan ringan yang di packinng  sendiri, lalu dagangan di titip kan ke beberapa warung. Ibu ari memohon kepada SR bantuan modal usaha untuk buka warung sembako di depan kontrakannya, lebih spesifik mohon bantuan etalase dan alat pres plastik buat ngepack makanan ringan, yg saat ini di lakukan dengan lilin yg cukup beresiko karena tuna netra. Kendala yg dihadapi Biaya RS jika opname ,dan masih memiliki tunggakan tagihan berobat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Bapak Pandji untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban keluarga Bapak Pandji dengan menyampaikan santunan titipan sedekaholics yang digunakan untuk menambah modal usaha rumahan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 9 Maret  2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @RofiqSILVER

Pak Pandji menderita jantung koroner


NURHAYATI BINTI NURHADI (31, tumor payudara+kanker tulang belakang). Alamat : Giwangan UH 7/66, RT 8 RW 3 Yogyakarta, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Hayati, biasa ia dipanggil adalah seorang ibu RT tinggal di daerah Giwangan Yogyakarta yang pernah didiagnosis kanker payudara yang menjalar ke tulang belakang. Perkembangan terakhir adalah menjalani pengobatan di UGD untuk menaikkan kondisi HB darah yg turun. Hayati tinggal bersama ayah Hayati, Nurhadi (72) dan ibunya, Noktrimah (58), dan memiliki 1 anak, yang bekerja hanya ibunya berjualan dan suaminya sebagai tenaga sales. Mereka tidak mempunyai simpanan untuk berobat maupun untuk kebutuhan sehari-hari. Hayati mempunyai Fasilitas Kartu BPJS Kesehatan. Saat ini kondisi Nurhayati membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhannya di luar pengobatan rumah sakit tersebut. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu memenuhi kebutuhan individu di luar pengobatan RS. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 942.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 15 Februari 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st @satyaluke

Bu Hayati menderita tumor payudara+kanker tulang belakang


PONIYATI BINTI SARIYAH (45, kanker payudara+kanker tulang belakang). Alamat : Mrisi RT 1 Tirtonirmolo Kasihan, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sakit kanker payudara dan menjalar ke tulang pinggul. Walaupun sudah menjalani operasi 2 kali dan kemo 4 kali sejak 2011 tp kanker tumbuh di tempat yg sama dan menjalar ke tulang pinggul. Operasi pengangkatan kanker pada payudara mulai pada tahun 2013. Saat ini sudah operasi pengangkatan yg keempat kalinya pada Februari dan menunggu jadwal kemo untuk tulang. Poniyati tinggal bersama ibunya dan anaknya. Sedangkan suaminya sudah meninggalkan rumah sejak Poniyati sakit. Dahulu menggunakan fasilitas jamkesda, BPJS baru saja diperolehnya untuk kategori bantuan pemerintah untuk orang miskin. Biaya operasional masih diperlukan untuk membiayai perjalanan pengobatan selama di RS. Rencananya akan dikemo bulan mendatang. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit dan obat-obatan yang tidak masuk dalam tanggungan BPJS. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 928.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 15 Februari 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st @satyaluke

Bu Poniyati menderita tumor payudara+kanker tulang belakang


SUMILAH BINTI RESO SEBI (50, Tumor Sarkoma+Pembuluh darah mata luka). Alamat : Krapyak Kulon RT 5 RW 52 Sewon, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak 2013, ada daging tumbuh yaitu ternyata tumor di paha kaki kiri lalu dibedah sudah 5 kali, dan dikemo. Selain itu pembuluh darah mata mengalami pendarahan sejak November 2015. Kondisi sekarang masih menjalani kemo untuk tumor di lutut. Bu Sumilah tinggal bersama suami dan anaknya di rumah anaknya. Bu Sumilah menggunakan fasilitas Jaminan KIS (kartu Indonesia sehat). Biaya untuk pengobatan untuk matanya masih diperlukan untuk membiayai pengobatan selama di RS Maret 2017. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit dan obat-obatan yang tidak masuk dalam tanggungan KIS.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 15 Februari 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @satyaluke

Bu Sumilah menderita tumor sarkoma+pembuluh darah mata luka


WAHYUNI BINTI JUMINO DARMO (48, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Walikan, RT 4/5, Desa Pulutan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bu Wahyuni ialah salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan dari Gunungkidul. Tahun 2015 ia didiagnosa menderita kanker payudara. Awalnya ia tidak merasakan sakit sama sekali padahal lengan kirinya sudah bengkak. Bu Wahyuni kemudian memeriksakan diri ke RSUD Wonosari, Gunungkidul lalu dirujuk ke RSPAU dr. S. Hardjolukito. Bu Wahyuni pun menjalani operasi hingga kemoterapi di rumah sakit tersebut. Sebelum sakit, Bu Wahyuni bekerja sebagai pedagang sayuran keliling. Saat ini bukan hanya ia yang tak lagi bekerja, Pak Mukhlis, suaminya juga terpaksa meninggalkan pekerjaan untuk merawat istrinya. Selama pengobatan Bu Wahyuni mendapatkan fasilitas kesehatan BPJS Kelas III. Saat ini kondisi Bu Wahyuni menurun, kanker yang ia derita telah bermetastase ke otak. Beberapa kali ia mesti dirawat di rumah sakit. Bu Wahyuni dipanggil ke rahmatullah, innalillahi wainnailaihi roojiun pada tanggal 18 Februari 2017 di RS Sardjito, Bantuan ini diperuntukkan untuk santunan duka cita . Semoga Allah SWT segera memberikan ketabahan  kepada keluarga Bu Wahyuni, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 18 Februari 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @RofiqSILVER

Bu Wahyuni menderita kanker payudara


SASMAYA ABEL ISKANDAR ( 7th, Susp, Epilesi) Alamat : Gedongan KG III/25 RT 02/01 Purbayan Kotagede, Yogyakarta, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dik Abel murapakan anak dari pasangan bapak Sukendar dan ibu  Anna Nurul Iskhani. Sehari Hari ayah abel bekerja sebagai penjaga gudang dan ibu nya membuka usaha cucian di rumahnya.  Saat umur 2 tahun kondisi abel tidak seperti anak lain seusianya. Abel tidak dapat berjalan, kemana2 dia hanya bsa merangkak. Semua aktivitasnya dbantu oleh keluarga. Saat itu Abel hanya menjalankan terapi di RS Rajawali Citra. Di balik keterbatasannya, Abel begitu ceria yang terpantau dari sorot Mata indahnya. Pada tahun 2016 kemaren, setelah melakukan terapi di RS Rajawali Citra tidak menunjukan perkembangan akhirnya pihak keluarga membawa Abel ke Salah Satu dokter yang membuka praktek di sekitar Kotagede, Yogyakarta. Sang dokter pun merujuk Abel ke  RS hidayatullah untuk kontrol ke Poli syaraf. Setelah kontrol ke Poli syaraf penyakit Abel belom dapat diketahui, akhirnya pihak Rumah Sakit merujuk Abel ke RS Sarjito.  Setelah di lakukan pemeriksaan akhir nya diketahui penyakit Abel yaitu CMF (virus dari tokso hewan). Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan di pertemukan Abel setelah dia 12 Hari ranap di RSA UGm. Santunan ini disampaikan untuk biaya akomodasi saat pengobatan Abel ke Rumah Sakit. Semoga ia dapat segera di beri kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Februari 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @RofiqSILVER

Sasmaya menderita susp, epilesi


BAYU SULISTIANTO (23 th, Kecelakaan)  Alamat : Dusun Pendem, RT / RW : 02 / 06, Desa  Jarum, kecamatan Bayat  Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah. Kejadian bermula ngantar teman yang datang silaturahmi ke kos kosan jalan berlubang jatuh tunggal motor rusak parah motor pinjaman temannya samping kos, lalu dirawat dirumah sakit medirosa cikarang namun tidak bisa pakai asuransi kesehatan dan bayar habis Rp. 3.900.000,- an. Mau dirujuk rumah sakit terhalang biaya, kemudian dibawa pulang dan langsung dibawa ke rumah sakit moewardi di Jebres Solo, dirawat kurang lebih hampir 2 bulan. Dan beberapa kali operasi secara bertahap.Kondisi terkini masih memprihatinkan dan perlu operasi beberapa kali lagi dan harus cek up 1 minggu sekali, dikarnakan biaya untuk operasional di rumah sakit sudah banyak terpaksa pasien dibawa pulang di rawat jalan sambil nunggu jadwal operasi berikutnya.Kendala yang dihadapi. Kendala yang dihadapi transport kontrol dan biaya operasional & biaya hidup keluarga dikarnakan mas bayu merupakan tulang punggung keluarga sedangkan sekarang mas Bayu sedang  sakit sehingga untuk perekonomian keluarga terganggu. Alhamdulillah Sedekah Rombongan oleh Allah SWT. dipertemukan dengan pihak keluarga mas bayu untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau dengan menyampaikan santunan titipan #sedekaholics yang digunakan untuk keperluan biaya akomodasi ke rumasakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Februari 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @Putri_Sri

Bayu mengalami kecelakaan


MAJALAH TEMBUS LANGIT SEDEKAH ROMBONGAN VOLUME 16 (Biaya Cetak). Gerakan Sosial Sedekah Rombongan kini telah memasuki usia yang ke-5. Selama itu pula, Sedekah Rombongan telah menyalurkan dana bantuan dari Sedekaholic kepada ribuan dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan. Semakin hari, kami semakin bertransformasi, salah satu bentuk inovasi kami adalah menerbitkan sebuah majalah yang diberi nama Majalah Tembus Langit (MTL). MTL adalah Media Inspirasi Gerakan Sedekah Rombongan, saat ini sudah memasuki volume yang ke-16. MTL Volume 16 terbit di bulan Maret 2017. Kali ini MTL mengangkat tema ‘Satukan Kepingan Semangat’ yang membahas tentang perjuangan kawan-kawan penyandang disabilitas dalam memperoleh pendidikan yang layak. Rubrik lainnya pun tak kalah menarik dan menginspirasi, ada rubrik Aku Ingin Sembuh, Pantang Menyerah, Terus Bergerak, dan sebagainya, silakan menyimak. MTL Vol 16 dicetak sebanyak 1.017 eksemplar dan didistribusikan ke lebih dari 20 wilayah kerja Sedekah Rombongan se-Indonesia, untuk kemudian disampaikan kepada Sedekaholic. MTL dibagikan secara cuma-cuma dan didistribusikan ke berbagai instansi seperti klinik, rumah sakit, kantor pemerintah, komunitas sosial, dan lain sebagainya. Juga berbagai kalangan profesi mulai dari karyawan, pengusaha, entertainer, hingga pejabat teras. Proses produksi majalah ini membutuhkan biaya sebanyak Rp. 6.500.000,- untuk biaya cetak. Hadirnya MTL diharapkan dapat membuka jendela baru untuk mengembangkan jaringan ke seluruh negeri. MTL merupakan wujud ucapan terima kasih kami kepada Sedekaholic dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran sedekah kepada dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan yang tergabung lebih dari 975 Rombongan. MTL juga merupakan salah satu bentuk pelaporan kepada masyarakat pada umumnya dan kepada Sedekaholic pada khususnya, tentang pelaporan dana sedekah yang mereka titipkan melalui Sedekah Rombongan. Semoga MTL dapat terbit setiap bulan secara rutin dan semoga kisah-kisah nyata yang dihadirkan dapat menginspirasi dan menebar manfaat. Amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 6.500.000,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @Saptuari

Biaya cetak


AGUSTINA RAHAYU (11, Hidrocephalus) Alamat: Desa Karang Nongko RT 02/03, Kecamatan Mojoranu, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Ayu nama panggilannya, pada awalnya adik Ayu lahir normal. Bayi yang dikenal periang terlihat sangat lincah, kaki dan tangannya tidak berhenti bergerak. Menginjak usia 4 bulan mulai timbul kelainan pada masa pertumbuhannya. Kepalanya membesar dan kelincahaannya mulai berkurang. Melihat kondisi anaknya yang semakin memburuk, kedua orang tua Ayu lantas membawa Ayu ke Puskesmas terdekat. Dengan alasan peralatan di Puskesmas yang kurang lengkap, pihak Puskesmas merujuk dik Ayu ke Rumah Sakit Sakinah Mojokerto. Ainur Rofiq, ayah dari dik Ayu kesehariannya bekerja sebagai buruh jahit sepatu di sekitaran rumahnya. Penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari. Ibunya, Wahyu Suci kesehariannya sebagai ibu rumah tangga. Dengan alasan ekonomi, pak Ainur Rofiq merasa tidak mampu untuk membiayai biaya pengobatan anaknya yang mencapai puluhan juta. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga bapak Ainur Rofiq dan berkesempatan membantu membuatkan BPJS kelas III dan juga memberikan bantuan dana untuk proses pengobatan dik Ayu. Alhamdulillah saat ini dik Ayu telah menjalani operasi, tetapi saat ini perkembangannya masih belum sesuai harapan. Setelah operasi, dik Ayu mengalami pertumbuhan yang terlambat. Bantuan telah disampaikan untuk membantu biaya obat yang tidak ditanggung oleh BPJS. Bantuan sebelumnya telah tercatat di rombongan 977. Keluarga dik Ayu sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Ayu masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 553.500,-
Tanggal : 19 Maret 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Anggreat

Agustina menderita hidrocephalus


MISRIYA BIN ALAWI (35, Tumor Pipi). Alamat: Desa Glingseran RT 10/1, Kec. Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Sejak Bu Misriya umur 10 tahun muncul benjolan di dalam gusi  sebelah kiri dan semakin lama semakin membesar. Kemudian Bu Misriya memeriksakan diri ke RSUD Kusnadi Bondowoso. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Misriya didiagnosa menderita tumor pipi kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Di RSUD Dr. Soetomo dilakukan tindakan operasi  bedah pengangkatan benjolan. Setelah tindakan operasi, Bu Misriya rutin kontrol ke Poli Bedah Mulut, Poli Mata, Poli Syaraf dan Poli Bedah Plastik. Namun ikhtiar Bu Misriya sempat terhenti karena kendala biaya transportasi dan tempat tinggal selama di Surabaya. Suami Bu Misriya yang menjadi tulang punggung keluarga meninggal karena kecelakaan. Sehari-hari Bu Misriya bekerja sebagai buruh tani dan tempat tinggal selama ini masih menumpang di rumah saudaranya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Bu Misriya dan memberikan bantuan kepada Bu Misriya yang dipergunakan untuk biaya transportasi ke Surabaya, pengobatan jalur umum dikarenakan Bu Misriya masih dalam masa pengalihan jaminan kesehatan, serta untuk biaya obat. Saat ini Bu Misriya kembali melakukan pengobatan. Bantuan sebelumnya tercatat dalam rombongan 977. Bu Misriya merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu Misriya masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan  : Rp. 859.300,-
Tanggal  : 22 Maret 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Opotondanda @EArynta

Bu Misriya menderita tumor pipi


WARMUJI BIN KASMIJAN (45, Komplikasi) Alamat: Dusun Karang Candi, RT 02/06, Desa Bulujowo, Kecamatan Bancar, Kabupaten  Tuban, Jawa Timur. Pak Muji nama panggilannya, awalnya ia didiagnosa oleh dokter menderita penyakit paru-paru dan sudah menjalani pengobatan rutin di Puskesmas setempat. Tal lama setelah itu, ia terkena serangan jantung yang menyebabkan stroke ringan di bagian tubuh sebelah kiri, sehingga anggota tubuh sebelah kiri sulit digerakkan, belum tuntas pengobatan yang dilakukan di RSUD Tuban, dia terserang diabetes, yang menyebabkan beberapa jari kakinya diamputasi. Kondisi terkini Pak Muji yaitu bagian tubuh sebelah kiri sulit digerakkan, luka bekas amputasi sudah kering, sedangkan kondisi paru-paru sudah sembuh tapi kadang masih sering sesak. Sebagai tulang punggung keluarga yang mempunyai tiga tanggungan, yakni dua anak dan istri. Pak Muji sangat ingin bisa bekerja lagi sebagai nelayan seperti dulu lagi, tapi dengan kondisi kesehatan seperti saat ini tidak memungkinkan pak Muji untuk bekerja sebagai nelayan. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari ia sangat tergantung ke istrinya yang bekerja sebagai pemanggang ikan di tetangganya. Biaya pengobatannya sudah di cover menggunakan jaminan kesehatan KIS. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga pak Muji. Bantuan dana telah disampaikan kepada pak Muji, dengan harapan bisa meringankan beban hidupnya. Awal maret 2017, kami mendapat informasi bahwa pak Muji telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Sedekah Rombongan merasa kehilangan dan turut berbela sungkawa atas meninggalnya pak Muji. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya pemakaman dan kebutuhan lain-lain. Keluarga almarhumah mengucapkan banyak terima kasih atas segala bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 941.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 14 Maret 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MiftakhAbuSaSi

Pak Warmuji menderita komplikasi


SUCI RAMADANI​ (3, Kelumpuhan Saraf Otak) Alamat : Jl. Dukuh Kupang Barat 1 Buntu 3 Blok II no 58, RT 8/4, Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya, Jawa Timur. Dik Suci begitu dia biasa dipanggil oleh kedua orang tuanya. Terlahir sehat dan normal, namun saat usia 1,3 tahun tubuh Dik Suci tiba-tiba sakit panas dan kejang-kejang. Kemudian Dik Suci lumpuh karena penyakitnya menyerang pada sistem sarafnya. Hasil CT-Scan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menunjukkan bahwa terdapat cairan di otak dan sewaktu-waktu bisa mengakibatkan pembengkakan kepala (Kepala Dik Suci membesar). Pada saat itu ibunda dik Suci tidak mau dilakukan tindakan medis berupa operasi, melainkan memilih untuk melakukan pengobatan alternatif. Alhamdulillah pengobatan alternatif tersebut membuahkan hasil. Dik Suci mulai bisa bergerak, merespon, ukuran kepalanya normal kembali, namun Dik Suci masih belum bisa duduk. Ketika bertemu dengan #SRsurabaya, keluarga sudah kehabisan biaya untuk pengobatan Dik Suci, yang ahirnya pengobatannya pun terhenti. Keluarga sangat ingin untuk melakukan pemeriksaan CT-Scan kembali untuk mengetahui keadaan cairan yang ada di kepala Dik Suci dan ingin melanjutkan pengobatan melalui jalur medis. Saat ini ikhtiar berobat Dik Suci adalah melakukan kontrol rutin 2 kali seminggu di Rumah Sakit William Booth, Surabaya. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 96.4 Dik Suci dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan. Bismillah, semoga dengan ikhtiar bersama-sama penyakit Dik Suci bisa segera diobati dan balita mungil ini bisa tumbuh dengan sehat dan normal seperti balita lainnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Maret 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Khoiriyah @MukhMukhlisin

Suci menderita kelumpuhan saraf otak


SUHATNO BIN MUSRIN (42, Patah Tulang + Amputasi Kaki Kiri). Alamat: Dusun Ngembloraseh, RT 4/1, Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Kejadian ini bermula ketika Pak Suhatno mengalami kecelakaan beruntun yang menyebabkan kaki kirinya diamputasi. Ia mengalami patah tulang di bagian kaki kanan, tulang pinggul kanan dan kiri, serta saluran kencing beliau putus. Hal ini membuat seluruh aktivitas yang dijalani oleh Bapak Suhatno berhenti total dan harus menjalani perawatan dalam kurun waktu yang lama. Bapak Suhatno mendapatkan bantuan berupa kaki palsu namun sayang sekali karena kaki palsu yang didapat tidak sesuai dengan ukuran kaki Bapak Suhatno dan juga terlalu berat. Bapak Suhatno tidak dapat menggunakan kaki palsu beliau secara maksimal. Karena kaki palsu ini pun Bapak Suhatno sempat terjatuh karena tidak bisa mengimbangi kaki palsu tersebut. Kedua orang tua Bapak Suhatno, Musrin (71) dan Sari (63) bekerja sebagai buruh tani. Ketika didatangi oleh Kurir Sedekah Rombongan, keluarga Pak Suhatno mengungkapkan kesedihan mereka. Mereka tidak memiliki tabungan untuk biaya pengobatan Bapak Suhatno dan Fasilitas Kartu KIS (Kartu Indonesia Sehat) belum bisa digunakan karena baru saja mendaftar. Hal tersebut membuat keluarga banting tulang untuk menutupi biaya hidup dan biaya pengobatan. Tidak ada biaya untuk membuat kaki palsu lagi yang sesuai dengan kondisi dan ukuran kaki Bapak Suhatno. Sedekah Rombongan berkesempatan menyampaikan bantuan dari para sedekaholic. Bantuan awal tersebut dipergunakan untuk biaya hidup dan biaya pengobatan. Semoga Bapak Suhatno dapat menemukan kaki palsu yang cocok agar dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Maret 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @MiftakhAbuSaSi

Pak Suhatno menderita patah tulang + amputasi kaki kiri


YULI PURWANTI (51, Tumor Luar Kandungan + Tumor Paru-Paru). Alamat: Jalan Bumiarjo Gg 4 No. 20, RT 5/5, Kelurahan Sawunggiling, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur. Pada pertengahan tahun 2016, ibu Yuli mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh. Setelah diperiksakan di RSI Wonokromo, dokter mendiagnosa bahwa di dalam paru-paru ibu Yuli terdapat cairan dan harus dilakukan tindakan penyedotan. Karena keterbatasan peralatan di RSI Wonokromo, ibu Yuli dirujuk ke RS Paru Wanita Karang Tembok untuk menjalani penyedotan cairan di dalam paru-paru. Setelah mendapatkan penanganan yang baik, ternyata terdapat indikasi gejala penyakit lain yang diderita oleh ibu Yuli. Perut ibu Yuli membesar dan beliau tidak dapat buang air besar. Ibu Yuli kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Yuli didiagnosa mengidap penyakit Tumor di luar kandungan. Sampai saat ini, ibu Yuli masih menjalani perawatan di RSUD Dr. Soetomo dan sedang menunggu penjadwalan operasi yang sudah hampir satu tahun. Suami ibu Yuli, Juhaer (64) adalah seorang supir angkutan umum. Sedangkan ibu Yuli adalah seorang ibu rumah tangga. Keluarga ibu Yuli tinggal di sebuah tempat kos. Ibu Yuli sudah mempunyai jaminan kesehatan BPJS, namun masih banyak obat-obatan yang harus dibayar oleh keluarga karena merupakan obat yang di luar penanggunan pihak BPJS. Kebutuhan gizi yang harus terpenuhi untuk menjaga kesehatan ibu Yuli pun masih kurang sehingga kondisi beliau sering menurun. Walaupun demikian, kemauan untuk sembuh ibu Yuli sangat tinggi sehingga semua keluarga sselalu mendukung ibu Yuli dan selalu menemani ketika menjalani perawatan. Sedekah Rombongan mengetahui perjalanan pengobatan ibu Yuli dan kesulitan beliau. Sedekah Rombongan berkesempatan untuk membantu pengobatan ibu Yuli sehingga dapat meringankan beban keluarga mereka. Setelah menajalani pengobatan beberapa waktu, kondisi kesehatan Bu Yuli menurun. Tak lama kemudian kami mendapat informasi bahwa beliau telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Sedekah Rombongan merasa kehilangan dan turut berbela sungkawa atas meninggalnya Bu Yuli. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya pemakaman dan kebutuhan lain-lain. Bantuan sebeliumnya telah tercatat pada rombongan 977.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.697.900,-
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  Nurkholidah @EArynta

Bu Yuli menderita tumor luar kandungan + tumor paru-paru


NINDRA WAHYU (9, Saraf Motorik Rendah) Beralamat di Dukuh Pondok Rt 15/5, Kelurahan Kedungupit, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah.
Wahyu begitu keluarga memanggilnya. Wahyu mengalami saraf motorik yang rendah, yang menyebabkan respon gerak dan bicaranya menjadi terhambat. Selain itu, Wahyu juga tidak bisa berjalan. Bahkan ketika kakinya diinjakkan di tanah, bergerak dan bergetar , akan berhenti jika kakinya kembali dinaikkan. Keluarga sudah membawa berobat Wahyu dari rumah sakit daerah hingga rumah sakit rujukan provinsi, namun tidak ada perubahan yang berarti. Semenjak 2 tahun terakhir ini, Wahyu mulai bersekolah di SLB Sragen, menurut orangtua Wahyu, perkembangannya bagus. Dari interaksi, kemandirian dan bicaranya. Untuk sampai di sekolah, Wahyu diantar Ibunya, Ita Fariawati (40) menggunakan motor tua yang dimilikinya. Wahyu dibonceng di belakang, agar tidak jatuh, Wahyu harus diikatkan di badan Ibu Ita. Wahyu tinggal bersama Bapak Tarno (39), Ibu Ita Fariawati (40) dan Ajeng (15). Bapak Tarno bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak tentu, Rp 50.000,00 setiap bekerja. Menurut orangtua Wahyu, Wahyu saat ini semakin besar, sehingga orangtua kesulitan jika harus menggendong Wahyu setiap keluar rumah. Sehingga, Wahyu membutuhkan kursi roda untuk beraktivitas. Maka kurir SR menyampaikan bantuan dari sedekah holic berupa kursi roda untuk aktivitas Wahyu. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Maret 2017
Kurir : @Mawan @AnisSetya @Shofawa

Nindra menderita saraf motorik rendah


MARIANA BINTI KAMIJA (56, Patah Tulang). Alamat: Perumahan Pejaya Anugrah, RT 11/7, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Beberapa bulan yang lalu, ibu Mariana mengeluh tidak dapat berdiri dan mengalami sakit yang luar biasa di sekitar punggung hingga paha. Hal tersebut bermula saat ibu Mariana terpeleset ketika bekerja. Karena menganggap keluhan tersebut merupakan hal yang biasa dan akan segera sembuh dengan sendirinya, ibu Mariana pun tidak memeriksakan diri ke dokter setempat. Semakin lama ibu Mariana tidak bisa berjalan. Beliau harus menggunakan alat bantu berupa tongkat kayu dan sering dibantu oleh kakak dan tetangga sekitar. Akhirnya ibu Mariana memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Mariana didiagnosa menderita patah tulang. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, ibu Mariana dirujuk ke Rumah Sakit untuk menjalani mendapatkan penanganan yang lebih lengkap. Namun, rujukan Puskesmas tidak bisa berjalan dengan lancar karena terkendala oleh Kartu Keluarga ibu Mariana yang masih mencantumkan nama kedua orang tua beliau yang sudah meninggal. Beliau bekerja sebagai asisten rumah tangga di sekitar rumahnya. Pendapatan dari bekerja hanya bisa digunakan sebagai biaya hidup sehari-harinya. Sehingga beliau merasa kesulitan membiayai pengobatan karena tidak ada jaminan kesehatan satupun yang dimiliki oleh ibu Mariana. Kurir Sedekah Rombongan mengetahui perjalanan dan kesulitan beliau. Alhamdulillah, langkah awal bantuan yang diberikan oleh Sedekah Rombongan kepada ibu Mariana berupa bantuan pembuatan kartu jaminan kesehatan serta bantuan santunan kepada ibu Mariana. Bantuan pertama telah disampaikan dan digunakan untuk  tambahan biaya pengobatan serta biaya transportasi ke Rumah Sakit. Semoga ibu Mariana bisa segera sembuh dan menjalani aktivitas sehari-hari lagi. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027

Bu Mariana menderita patah tulang

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SERA SAPIRA 500,000
2 ANITA ADHA 1,300,000
3 RINI PERMATASARI 1,000,000
4 SULAESIH SAKI 1,000,000
5 JUMAN BIN AKMAD 700,000
6 IDANG BIN NAMAT 1,500,000
7 SANDRA WATI 1,500,000
8 ISWAN KHOIRI 500,000
9 MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI 1,000,000
10 FATMAWATI BINTI ANWAR 500,000
11 ISWAH YUDI 500,000
12 IMAN PABUARAN 500,000
13 SRI MULYATI 500,000
14 PAHRUROJI BIN RAHMAN 500,000
15 JAENAB JASAN 500,000
16 LATIFAH BINTI SALWAN 500,000
17 BANJIR LAMPUNG TIMUR 3,000,000
18 TAMAN PENDIDIKAN AL QUR’AN ANNUR 2,000,000
19 CHANDRA PRANATA 500,000
20 DIAH KUSTIANTINA 1,000,000
21 IHYA RAMADHANI 1,000,000
22 JUHARIAH BINTI MUHAMMAD ALI UDIN 500,000
23 MUCHLISIN 1,500,000
24 SRI WAHYUNI 750,000
25 SUMITRO BIN PAWIRO WINANGUN 750,000
26 SURYANTO BIN SARJU 1,500,000
27 UCUP SUPRIYADI 500,000
28 UTIN BINTI TABUT 500,000
29 VIVI APRIYANI 500,000
30 NUR HAMDAN 4,000,000
31 WARINI BINTI YAPEMIN 500,000
32 YANURI BIN WIGNYO SARJIYONO 500,000
33 TITIN SUNARWI 500,000
34 YATIMAH BINTI PARMOGIONO 1,000,000
35 ASEH SUGIRAN 500,000
36 MUJIONO BIN TOINANGUN 1,000,000
37 ANI SUPARTINI 500,000
38 AHMADI BIN PAWIRO DIMULYO 750,000
39 ANDRINI RISA SAVITRI 1,000,000
40 PANDJI DOSO SAPUTRO 1,000,000
41 NURHAYATI BINTI NURHADI 700,000
42 PONIYATI BINTI SARIYAH 700,000
43 SUMILAH BINTI RESO SEBI 600,000
44 WAHYUNI BINTI JUMINO DARMO 1,500,000
45 SASMAYA ABEL ISKANDAR 1,000,000
46 BAYU SULISTIANTO 1,000,000
47 MAJALAH TEMBUS LANGIT SEDEKAH ROMBONGAN VOLUME 16 6,500,000
48 AGUSTINA RAHAYU 553,500
49 MISRIYA BIN ALAWI 859,300
50 WARMUJI BIN KASMIJAN 600,000
51 SUCI RAMADANI 1,000,000
52 SUHATNO BIN MUSRIN 500,000
53 YULI PURWANTI 1,697,900
54 NINDRA WAHYU 1,000,000
55 MARIANA BINTI KAMIJA 500,000
Total 56,460,700

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 56,460,700,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 978 ROMBONGAN

Rp. 48,901,702,216,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.