Rombongan 977

Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah.
Posted by on April 2, 2017

MOHAMMAD ALAWI AL MALIK  (1, Stenosis Duodenum). Alamat : Dusun Nglaban, RT 9/5, Desa Bendet, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Provinsi. Jawa Timur. Alawi lahir pada bulan Oktober 2016. Ketika mengandung Alawi, ibunya menderit hipertensi dalam kehamilan. Akibat kejadian  tersebut, ibu Alawi sempat tidak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke RSUD Jombang. Dokter memutuskan untuk mengakhiri kehamilannya dengan operasi caesar. Saat lahir, berat badan Alawi 1,8 kg. Alawi sering mengalami muntah dan ketika diperiksa, diketahui terdapat cairan hijau yang menutupi ususnya. Setelah dilakukan pemeriksaan lengkap, diketahui terjadi penyempitan pada usus Alawi (Stenosis Duodenum). Dokter menyarankan Alawi dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk penanganan lebuh lanjut. Meskipun Alawi memiliki jaminan kesehatan BPJS kelas 3, namun karena keterbatasan biaya terutama untuk transportasi serta tidak ada yang mendampingi untuk pengurusan administrasi, akhirnya keluarga sempat membawa pulang Alawi. Pada tanggal 26 Oktober 2016 kondisi alawi memburuk dan mengalami dehidrasi berat. Alawi kemudian dibawa ke RSUD Jombang dan dirawat di ruang neonatus. Ayah Alawi, Mohammad Fauzi (35) sehari-hari hanya bekerja serabutan. Sedangkan Ibunya, Eni Masruhah (30) adalah seorang ibu rumah tangga. Jumlah tanggungan keluarga 5 orang. Nenek Alawi mengalami stroke dan kakak Alawi saat ini masih kelas 1 SD.  Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Alawi. Sedekah rombongan membantu biaya tranportasi, administrasi dan biaya akomodasi selama Alawi melakukan pengobatan di Surabaya. November 2016 kondisi Alawi semakin memburuk, dan akhirnya Alawi menghembuskan nafas terakhirnya pada 18 November 2016. Kami merasa kehilangan dan turut berbela sungkawa atas kepergian Alawi. Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan kematian untuk Almarhum Alawi kepada keluarga. Semoga Alawi diterima disisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Bantuan sudah diberikan dan digunakan untuk biaya administrasi kematian dan biaya pemakaman. Keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.600.000,-
Tanggal: 18 November 2016
Kurir  :  @Wahyu_CSD  Maxila @EArynta

Bu Alawi menderita stenosis duodenum


UUN DWI NURHASANAH (31, Tumor Kandungan) Alamat : Dusun Krajen, RT 2/18, Desa Mayang, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Bu Uun adalah seorang karyawan hotel di Jember. Kesehariannya bekerja mulai dari pukul 8 pagi sampai pukul 5 sore. Pekerjaan kantor yang cukup menyita waktu, tenaga serta pikiran, serta waktu istirahat dan pola makan yang kurang teratur membuat kondisi tubuhnya melemah. Pada februari 2016 lalu Bu Uun mengalami nyeri yang luar biasa pada bagian pinggang, dan terkadang pada bagian tubuh tertentu tidak bisa digerakkan, menyerupai gejala stroke. Kemudian Bu Uun memeriksakan diri ke Rumah Sakit Bina Sehat Jember. Diagnosa dokter bahwa bu Uun menderita liver. Beliau juga melakukan kontrol ke dokter spesialis penyakit dalam dan hasilnya bu Uun dinyatakan menderita Tb usus. Dokter memberikan 5 macam obat yang salah satunya adalah obat untuk paru. Kondisi Bu Uun semakin melemah dan tidak bisa tidur sedangkan kondisi perut semakin membesar. Suatu hari saat beliau sedang mandi, beliau terjatuh dengan posisi tengkurap. saat itu Bu Uun merasakan sakit yang luar biasa pada bagian perutnya. Pihak keluarga kembali membawanya kontrol ke rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan dokter, memang benar terdapat tumor ovarium di rahim Bu Uun. Dokter menyarankan agar segera operasi. Bu Uun dirujuk ke RSUD Dr.Soetomo Surabaya untuk penangan lebih lanjut. Semangat beliau untuk mencari kesembuhan sangat tinggi, namun terkendala dengan keterbatasan biaya untuk akomodasi dan transportasi ke Surabaya. Setelah mendengar informasi ini, Sedekah Rombongan langsung mengantar Bu Uun ke Surabaya mengggunakan MTSR. Bantuan juga telah disampaikan untuk memenuhi kebutuhan selama berobat di Surabaya. Bu Uun merasa terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @Wahyu_CSD Warda @EArynta

Bu Uun menderita tumor kandungan


SAMIUN BIN NINGRAM (50, Diabetes). Alamat : Dusun Gelagga, RT 8/3, Desa Panglegur, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Pak Miun biasa ia disapa oleh masyarakat sekitar, adalah tulang punggung keluarga dari ketiga anaknya dan seorang istri yang menjadi ibu rumah tangga. Tiga bulan lalu kaki Pak Miun terluka kemudian diobati sendiri, lalu luka tersebut mengering. Dua bulan kemudian bekas luka yang dulunya kering kembali basah dan tambah parah. Kemudian ia dirujuk ke salah satu rumah sakit swasta di Pamekasan dan mendapat perawatan selama 4 hari. Saat awal masuk rumah sakit, kadar gula Pak Miun mencapai 440. Pihak rumah sakit menyarankan untuk melakukan amputasi dengan biaya mandiri, tetapi dikarenakan pihak keluarga tidak mampu dalam pembiayaan, akhirnya Pak Miun terpaksa kembali pulang. Pak Samiun memiliki jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas III tetapi karena perawatan di rumah sakit swasta, pihak rumah sakit menyarankan menggunakan biaya mandiri. Sedekah Rombongan merasakan kesusahan Pak Miun. Bantuan telah disampaikan dan  dipergunakan untuk membantu pengobatan sehari-hari Pak Miun dikarenakan keluarga menolak untuk dilakukan amputasi. Beberapa hari kemudian ternyata Allah berkehendak lain. Pak Miun menghembuskan nafas terakhir. Sedekah Rombongan turut berbela sungkawa atas kepergian almarhum. Bantuan kembali disampaikan untuk membantu meringankan beban keluarga untuk biaya pemakaman beliau serta biaya lainnya. Semoga amal ibadah almarhum diterima disisi Allah, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.750.000,-
Tanggal : 27 Desember 2016
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura @rwahyuagung @hafnirosania

Pak Saimun menderita diabetes


SYA’DIYAH BINTI SAHAWI (53, Diabetes). Alamat : Dusun Pasar Daya, RT 5/5, Desa Talango, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Bu Sya’diyah sudah lama menderita penyakit diabetes. Sudah satu tahun terakhir diabetesnya bertambah parah, akan tetapi karena keterbatasan biaya, ia tidak pernah memeriksakan diri secara medis. Sampai ahirnya setelah idul fitri 2016, kakinya luka saat ia mengembala kambing milik tetangga. Atas bantuan kerabat dan tetangga Bu Sya’diyah dibawa ke Rumah Sakit Islam Kalianget Sumenep. Disana Bu Sya’diyah akhirnya memutuskan untuk mengamputasi jari manis kakinya. Setelah dirawat selama satu bulan di rumah sakit, Bu Sya’diyah diperbolehkan pulang. Selama ini yang merawat beliau adalah suaminya, Salihin (58). Sehari-hari Pak Salihin bekerja mengembala kambing milik tetangga. Kini Bu Sya’diyah mengalami luka lagi hingga mengeluarkan aroma yang kurang sedap karena luka tersebut tidak dilakukan pengobatan. Sedekah Rombongan mendapat informasi tentang riwayat pengobatan dan kesulitan Bu Sya’diyah. Bantuan telah disampaikan dan  dipergunakan untuk mengobati luka Bu Sya’diyah. Bu Sya’diyah dan Pak Salihin merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah diberikan melalui Sedekah Rombongan karena bantuan tersebut telah membantu meringankan beban mereka.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Desember 2016
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura Fadel @HafniRosania

Bu Sya’diyah menderita diabetes


SUTINAH BINTI MUHAMMAD (73, Dhuafa) Alamat : Dusun Keden RT 1/1, Desa Katemas, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Mbah Sutinah dikenal sebagai wanita pekerja keras di kampungnya. Pantang menyerah adalah sikap yang selalu ditampakkan oleh Mbah Sutinah. Usia bukan penghalang untuk terus berkarya di usia tuanya. Namun, hal itu mulai sirna ketika menginjak pertengahan desember 2016. Saat beliau beraktifitas di sawah untuk memanen padi, beliau terpeleset dan jatuh ke sawah yang  menyebabkan beliau tidak bisa berjalan. Ketika akan berobat ke rumah sakit terdekat, beliau terkendala biaya sehingga sampai saat ini beliau hanya menghabiskan waktu di atas tempat tidur. Muhammad Arfian, anak satu satunya beliau yang setiap harinya merawat dan menjaga sang ibu. Kesehariannya berprofesi sebagai buruh tani harian. Upah yang diterima setiap hari hanya cukup untuk kebutuhan makan saja. Alhasil dia hanya mampu mengobati ibunya dengan pengobatan non medis.. Dia mempunyai keinganan besar yakni ingin membawa ibunya berobat kerumah sakit agar mendapat penanganan medis. SedekahRombongan hadir dan turut serta merasakan penderitaan Mbah Sutinah. Saat itu kami membawa Mbah Sutinah ke Rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Bantuan awal telah kami sampaikan untuk membantu biaya pengobatan serta transportasi. Beliau merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Desember 2016
Kurir : @Wahyu_CSD  @Anggreat @Martinomongi

Bu Sutinah seorang dhuafa


MUHAMMAD BIN HAMIN (46, Post Operasi Tulang Panggul + Retensi Urin + Pemasangan Stoma). Alamat : Desa Padelegan, RT 6/9, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan Madura, Provinsi Jawa Timur. Sekitar bulan September 2016 lalu, pak Muhammad mengalami kecelakaan dan terjepit diantara traktor bego sehingga terjadi patah tulang panggul kanan dan akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya untuk dilakukan tindakan operasi. Pasca operasi tersebut ada gangguan yang dialami pak Muhammad pada saluran kemih beliau sehingga dilakukan pemasangan selang kemih lewat uretra. Namun, hal itu belum mampu membuat beliau dapat buang air kecil dengan lancar sehingga akhirnya dokter memindahkan selang kemih langsung ke kandung kemih beliau. Selain itu, pak Muhammad juga mengalami gangguan pada saluran cernanya sehingga dilakukan pemasangan stoma. Stoma adalah lubang buatan pada perut untuk mengalirkan urine atau feses keluar dari tubuh. Kini, plat di tulang panggul pak Muhammad sudah dilepas. Namun, beliau hanya mampu berbaring dan tidak bisa duduk atau berdiri karena masih terpasang saluran kemih dan stoma pada tubuh beliau. Istri beliau, Intaqiyah (42) yang sehari-harinya sebagai ibu rumah tangga menceritakan bahwa pak Muhammad masih perlu melakukan kontrol ke poli orthopedi, urologi dan bedah umum di RSUD Dr. Soetomo Surabaya selama 2 kali seminggu. Bu intaqiyah juga menjelaskan bahwa pak Muhammad adalah tulang punggung keluarga yang menanggung istri, 2 orang anak dan 1 cucu. Sedangkan, pekerjaan pak Muhammad saat ini sebagai Guru Tidak Tetap di SDN Batu Kerbuy, Kecamatan Pasean dan merangkap supir truk pengangkut sapi wilayah madura. Selama ini biaya pengobatan pak Muhammad dibantu oleh JKN-KIS Kelas III. Namun, menurut bu Intaqiyah pihak keluarga masih mengalami kendala dalam hal transportasi dan akomodasi untuk membawa pak Muhammad melakukan kontrol rutin ke RSUD Dr. Soetomo. Karena sebelumnya jika akan melakukan kontrol pihak keluarga harus menyewa mobil dan membutuhkan biaya yang cukup besar. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan pak Muhammad dan keluarga. Bantuan telah disampaikan dan dipergunakan untuk mencukupi biaya transportasi. Pihak keluarga berterima kasih kepada Sedekaholics atas bantuan yang diberikan melalui Sedekah Rombongan. Semoga bantuan tersebut mampu membantu pak Muhammad untuk terus berjuang menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @vanmadura @erdytaa @nunia91

Pak Muhammad menderita post operasi tulang panggul + retensi urin + pemasangan stoma


SRI LUKITA KRISTINAWATI (44, Kanker Serviks). Alamat : Dusun Lebaksari, RT 31/14, Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Ibu Sri Lukita yang kerap disapa tetangga dengan nama Ibu Ita yang mengalami pendarahan yang tiada pada 3 bulan yang lalu. Pengobatan awal Ibu Ita diperiksakan ke bidan dan oleh bidan di diagnosis asam lambung dan pre-manupause. Oleh bidan diberi obat untuk menetralkan asam lambung beliau saja. Setelah 3 hari mengkonsumsi obat dari bidan, kondisi Ibu Ita masih tidak ada perubahan dan akhirnya dibawa keluarga ke Puskesmas Pujon. Saat menjalani pemeriksaan di Puskesmas Pujon Ibu Ita didiagnosis mengalami pembengkakan hati. Kemudian diberi obat untuk 7 hari, tetapi setelah 7 hari kondisi masih tetap sama. Ibu Ita pun akhirnya kembali ke Puskesmas untuk periksa lagi, karena kondisi Ibu Ita yang sangat lemas akhirnya dirujuk ke RS Paru Batu. Ibu Ita menjalani rawat inap selama 1 minggu dan ditangani dokter spesialis penyakit dalam karena dari puskesmas didiagnosis pembengkakan hati. Setelah dilakukan pemeriksaan USG, ditemukan benjolan kecil dan oleh pihak RS Paru Batu dirujuk ke RS Saiful Anwar (RSSA) Malang. Setelah dilakukan pemeriksaan di RSSA didapatkan hasil bahwa terdapat sel kanker stadium 2 pada serviks atau leher rahim Ibu Ita dan sudah menyebar ke hati. Akhirnya oleh dokter dilakukan tindakan kemo terapi setiap 3 minggu sekali. Akan tetapi pada pertengahan bulan kondisi Ibu Ita tiba-tiba menurun dan mengalami. Pihak keluarga pun bergegas membawa Ibu Ita ke RS Saiful Anwar dan menjalani rawat inap. Beberapa hari kemudian, terdengar kabar bahwa Ibu Ita telah meninggal dunia. Ibu Ita berprofesi sebagai guru TK honorer dan suami beliau berdagang sayur di pasar. Ibu Ita memiliki 2 orang anak yang masih duduk di bangku SMP dan SD. Penghasilan yang didapat Ibu Ita dan suami sangatlah sedikit dan harus kebutuhan kebutuhan anak-anak beliau juga. Selama ini Ibu Ita menjalani pengobatan menggunakan jaminan kesehatan berupa KIS, akan tetapi untuk biaya transportasi dan kebutuhan yang lain masih belum tercover semua oleh jaminan kesehatan. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Ita dan beliau telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang. Bantuan yang telah diberikan untuk Ibu Ita dipergunakan untuk membeli obat, pampers, transportasi dan Sedekah Rombongan Malang juga memberikan santunan kematian. Semoga amal ibadah Ibu Ita diterima disisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.440.000,-
Tanggal : 25 Maret 2017
Kurir : @FaizFaeruz Fajar @m_rofii11

Bu Sri menderita kanker serviks


WIDOWATI BINTI SUYATNO (32, Jantung Bocor). Alamat: Dukuh Mojo Wetan RT 03/02, Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Widowati merupakan istri dari Bambang Purnomo (39) yang memiliki 4 orang anak yaitu Silvi Veronika Putri (15 ), Rahcmad Bahtiar Arifin (13), Gilang Binar Erlangga ( 8), dan Hasna Irana Ratifa (1,5). Ibu Widowati mengalami sesak dan rasa sakit pada bagian dada/jantung.  Berbekal jaminan kesehatan BPJS kelas 3. Pada Desember 2015 beliau diperiksakan ke RSUD Kab Sragen, dan di diagnosis jantung bocor. Pada saat itu pula pihak rumah sakit langsung merujuk ke RS. Sarjito Yogyakarta. Pada perjalanan pengobatan yang setiap bulan kontrol ke rumah sakit Sarjito dari awal tahun 2016 sampai awal tahun 2017 sudah menghabiskan banyak waktu dan biaya yang akhirnya sekeluarga menghutang kepada pihak bank sebesar 10 juta. Kontrol dilakukan sebulan sekali yang awalnya naik ambulance gratis. Pada akhirnya kontrol dilakukan pakai motor dari Sragen ke Yogyakarta. Seiring berjalanya waktu Ibu Widowati harus melakukan operasi, namun karena keterbatasan alat  di RS Sarjito, maka beliau dirujuk ke rumah sakit di Jakarta. Namun biaya ke jakarta membutuhkan biaya transportasi, makan dan tempat tinggal jadi keluarga pun belum juga membawa beliau ke Jakarta. Suami bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan pas-pasan hanya cukup untuk membelikan susu balita dan biaya sekolah anaknya. Januari 2017 ibu Widowati menjadi pasien dampingan SedekahRombongan, tanggal 18 Januari beliau berangkat ke Jakarta disana dilakukan pemeriksaan untuk operasi jantung. Alhamdulillah Ibu Widowati sudah menjalani pengobatan di Jakarta, saat ini beliau hanya perlu melakukan kontrol rutin di rumah sakit daerah. Santunan ketiga disampaikan untuk biaya akomodasi selama tinggal di Jakarta santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 967. Keluarga Ibu Widowati mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang di terima semoga amal kebaikan sedekaholics dan kurir SedekahRombongan di terima Allah. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,00
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir : @mawan @anissetya60

Bu Widowati menderita jantung bocor


NOVIDA BINTI SUROSO (6, Cerebral Palsy). Alamat: Pandekluwih, RT 001/011, Kel. Purworejo, Kec. Purworejo, Kab. Purworejo, Jawa Tengah. Dik Opi pasien dampingan SR Solo sejak tahun 2015. Ayahnya Suroso (40) bekerja sebagai tukang parkir, Ibunya Sriyati (41) bekerja sebagai buruh cuci dan setrika di lingkungan sekitar rumahnya, Dik Opi lahir secara prematur diusia kandungan 5 bulan dengan berat hanya 1 kg. Seiring bertambahnya usia, Dik Opi tidak dapat berjalan seperti kebanyakan anak seusianya, kedua kakinya tidak dapat menapak dengan baik. Orang tua susdah berusaha mengobati Dik Opi dengan membawa ke tukang pijit namun tetap tidak ada perubahan. Dik Opi pun kemudian diperiksakan ke RS. Saras Husada Purworejo,  pihak dokter menyarankan agar Dik Opi dirujuk ke RS. Ortopedi Dr.Soeharso Solo. Keluarga dik Opi hampir menyerah karena ketiadaan biaya, Tim Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Dik Opi dan langsung membawa Dik Opi untuk kontrol di RS. Ortopedi. Sejak Maret 2015 lalu Dik Opi menjalani pengobatan di RS. Ortopedi Dr. Soeharso Solo, pengobatan dilakukan dengan memasang gips di kedua kakinya dan setelahnya dilakukan operasi. Setelah menjalani 6 kali pemasangan gips, pada 19 Mei 2015 Dik Opi melakukan operasi. Operasi dilaksanakan dengan mengoperasi 3 bagian yakni pergelangan kaki,  lutut dan paha. Saat ini dik opi dijadwalkan kontrol setiap 2 bulan. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan ke- 4 untuk akomodasi ke rumah sakit. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 696. Keluarga mengucapakan Terimakasih  dan memohon doa agar Dik Opi Segera sembuh. Aaamiin

Jumlah Santunan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 11 Januari 2017
Kurir : @mawan @anissetya60 @shofawa

Bu Novida menderita cerebral palsy


GATOT KUSDIYANTO (60, Gagal Ginjal + Asma). Beralamat di Kampung Batu Rt 3/5, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Sragen Kota, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Sejak kecil Pak Gatot menderita penyakit asma. Ketika beliau duduk di bangku sekolah menengah kejuruan, asmanya sering kambuh. Sehingga sejak kecil beliau terus menerus mengonsumsi obat yang menyebabkan kerusakan pada ginjal. Beliau kerja di luar kota, selama itu beliau terus sakit-sakitan. Pada tahun 1995, Beliau merasakan sakit pada pinggang, sakit tersebut sangat mengganggu aktivitas. Lalu, menjalani pengobatan di RS Dewi Sri Karawang, dilakukan tindakan operasi pengangkatan batu ginjal. Setelah operasi tersebut kesehatannya membaik. Namun setelah beliau pensiun, sakitnya kembali kambuh. Memutuskan untuk kembali ke Sragen. Pak Gatot tinggal di rumah kontrakan bersama istrinya, Ibu Lies Ernawaty (52) dan anak keduanya, Ardhana Reswari. Istri beliau saat ini kerja sebagai buruh jahit dengan penghasilan Rp 50.000,00/hari. Anak pertama beliau sudah menikah, dan saat ini tinggal bersama keluarganya. Pak Gatot merasa kasihan kepada istrinya karena tidak bisa memberi nafkah. Kondisi beliau sampai saat ini semakin melemah, namun karena keterbatasan biaya, beliau hanya berobat secara tradisional. Oleh karena itu, kurir sedekah rombongan menyampaikan sedekah dari sedekahholic untuk biaya berobat Bapak Gatot. Semoga dengan bantuan tersebut dapat membantu. Bapak Gatot dan keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,00
Tanggal : 26 Maret 2017
Kurir : @mawan @anissetya @wely

Pak Gatot menderita gagal ginjal + asma


UUN DWI NURHASANAH (31, Tumor Kandungan) Alamat : Dusun Krajen, RT 2/18, Desa Mayang, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Bu Uun adalah seorang karyawan hotel di Jember. Kesehariannya bekerja mulai dari pukul 8 pagi sampai pukul 5 sore. Pekerjaan kantor yang cukup menyita waktu, tenaga serta pikiran, serta waktu istirahat dan pola makan yang kurang teratur membuat kondisi tubuhnya melemah. Pada februari 2016 lalu Bu Uun mengalami nyeri yang luar biasa pada bagian pinggang, dan terkadang pada bagian tubuh tertentu tidak bisa digerakkan, menyerupai gejala stroke. Kemudian Bu Uun memeriksakan diri ke Rumah Sakit Bina Sehat Jember. Diagnosa dokter bahwa bu Uun menderita liver. Beliau juga melakukan kontrol ke dokter spesialis penyakit dalam dan hasilnya bu Uun dinyatakan menderita Tb usus. Dokter memberikan 5 macam obat yang salah satunya adalah obat untuk paru. Kondisi Bu Uun semakin melemah dan tidak bisa tidur sedangkan kondisi perut semakin membesar. Suatu hari saat beliau sedang mandi, beliau terjatuh dengan posisi tengkurap. saat itu Bu Uun merasakan sakit yang luar biasa pada bagian perutnya. Pihak keluarga kembali membawanya kontrol ke rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan dokter, memang benar terdapat tumor ovarium di rahim Bu Uun. Dokter menyarankan agar segera operasi. Bu Uun dirujuk ke RSUD Dr.Soetomo Surabaya untuk penangan lebih lanjut. Semangat beliau untuk mencari kesembuhan sangat tinggi, namun terkendala dengan keterbatasan biaya untuk akmodasi dan transportasi ke Surabaya.. Sedekah Rombongan setelah mendengar kabar ini, langsung mengantar Bu Uun ke Surabaya mengggunakan MTSR. Bantuan telah kami sampaikan untuk memenuhi kebutuhan selama berobat di Surabaya. Setelah beberapa bulan ikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya, pada akhir januari 2017 kondisi Bu Uun menurun dan dilarikan ke IGD RSUD Dr.Soetomo. Tak berselang lama kami mendapat informasi bahwa Bu Uun telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Sedekah Rombongan merasa kehilangan dan turut berbela sungkawa atas meninggalnya Bu Uun. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk baiay pemakaman dan kebutuhan lain-lain. Keluarga almarhumah mengucapkan banyak terima kasih atas segala bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan: Rp. 1.297.200,-
Tanggal : 26 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Ditta @EArynta

Bu Uun menderita tumor kandungan


EKA NUR SA’ADAH (23, Kanker Payudara) Alamat : Jl. RA.Kartini, RT 6/17, Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Eka begitu akrab ia dipanggil oleh orang-orang terdekatnya.  Saat ia bermain bersama teman-temannya, tiba-tiba ia merasakan sakit yang luar biasa pada bagian ketiaknya. Selang beberapa hari mulai tumbuh benjolan di sekitar payudaranya sebesar biji cabe. Ia hanya mengira bahwa itu adalah benjolan bekas gigitan serangga. Akhirnya Ahmad Baidowi (50), ayah Eka membawa anaknya untuk periksa di RSUD Ibnu Sina Gresik. Diagnosa dari pemeriksaan dokter bahwa pasien terdiagnosa kanker payudara. Dokter merujuk pasien ke RSUD Dr.Soetomo Surabaya untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut. Keluarga Eka tergolong keluarga yang kurang mampu. Pak Baidowi kesehariannya bekerja sebagai tukang sapu jalanan. Setiap paginya setelah subuh Pak Baidowi membersihkan sebagian jalanan kota Gresik. Upah yang diterima setiap harinya tak lebih dari lima puluh ribu rupiah. Untuk menambah penghasilnnya, siang harinya sepulang kerja Pak Baidowi mengayuh becak sampai larut malam. Pendapatan yang ia terima dari pengayuh becak sebesar tujuh puluh lima ribu rupiah sampai seratus ribu rupiah. Hal itu ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Maimunah (48), ibunda Eka kesibukannya sebagai ibu rumah tangga. Dikarenakan ketiadaan biaya tersebut, Eka memilih untuk tidak melanjutkan pengobatannya dan memilih dirawat dirumah dengan obat herbal dan menahan sakit. SedekahRombongan mengetahui hal tersebut berdasarkan informasi yang didapat dari informan. Kurir SedekahRombongan langsung bergerak dan melakukan survey tempat tinggal pasien serta membawa pasien ke RSUD Dr.Soetomo untuk melanjutkan pengobatan. Bantuan pertama telah disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan transportasi pasien selama di Surabaya. Semoga Eka cepat sembuh dan dapat mengejar cita citanya untuk membahagiakan kedua orangtuanya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  Mukhlisin @Martinomongi

Eka menderita kanker payudara


NJOO SWIE FOEN (61, Kanker Payudara). Alamat:  Jl. Syamanhudi No. 35, RT 3/6, Kecamatan Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Bu Gio biasa dipanggil, beliau adalah seorang janda yang suaminya juga merupakan salah satu pasien Sedekah Rombongan yang telah meninggal dunia. Sakit yang diderita bu Gio berawal dari munculnya benjolan di payudaranya, setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, dokter mendiagnosa bu Gio menderita kanker payudara stadium 3, dan diharuskan untuk operasi. Total biaya operasi sebesar Rp. 35.000.000,- dan bu Gio  membayarnya dengan menggunakan uang tabungan serta uang hasil berhutang kepada saudara-saudaranya. Setelah operasi dokter mewajibkan bu Gio untuk menjalani kemoterapi dan sinar radiotherapy secara rutin, namun beliau sudah tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pengobatannya tersebut. Bu Gio sehari-hari sebagai ibu rumah tangga dan tinggal sendiri di rumah peninggalan orang tuanya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan bu Gio. Mulai awal menjalani kemoterapi dan radioterapi bu Gio telah didampingi oleh Sedekah Rombongan. Sedekah Rombongan juga membantu bu Gio dalam pembuatan BPJS dan pembayaran iuran BPJS. Selain itu Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan untuk pembelian obat yang tidak tercover BPJS serta biaya transportasi ke Surabaya. Bantuan sebelumnya sudah diberikan dan masuk di rombongan 974.  Saat ini semua proses kemoterapi dan radioterapi sudah selesai, namun dokter menyarankan agar bu Gio masih rutin kontrol ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya setiap sebulan sekali.

Jumlah Bantuan: Rp. 642.500,-
Tanggal: 8 Maret 2017
Kurir: @Wahyu_CSD @Putri_Rezty @EArynta

Ibu Njoo menderita kanker payudara


MISRIYA BIN ALAWI (35, Tumor Pipi). Alamat: Desa Glingseran RT 10/1, Kec. Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Sejak Bu Misriya umur 10 tahun muncul benjolan di dalam gusi  sebelah kiri dan semakin lama semakin membesar. Kemudian Bu Misriya memeriksakan diri ke RSUD Kusnadi Bondowoso. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Misriya didiagnosa menderita tumor pipi kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Di RSUD Dr. Soetomo dilakukan tindakan operasi  bedah pengangkatan benjolan. Setelah tindakan operasi, Bu Misriya rutin kontrol ke Poli Bedah Mulut, Poli Mata, Poli Syaraf dan Poli Bedah Plastik. Namun ikhtiar Bu Misriya sempat terhenti karena kendala biaya transportasi dan tempat tinggal selama di Surabaya. Suami Bu Misriya yang menjadi tulang punggung keluarga meninggal karena kecelakaan. Sehari-hari Bu Misriya bekerja sebagai buruh tani dan tempat tinggal selama ini masih menumpang di rumah saudaranya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Bu Misriya dan memberikan bantuan kepada Bu Misriya yang dipergunakan untuk biaya transportasi ke Surabaya, pengobatan jalur umum dikarenakan Bu Misriya masih dalam masa pengalihan jaminan kesehatan, serta untuk biaya obat. Saat ini Bu Misriya kembali melakukan pengobatan. Bantuan sebelumnya tercatat dalam rombongan 969. Bu Misriya merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu Misriya masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan  : Rp. 875.000,-
Tanggal  : 22 Februari2017
Kurir : @Wahyu_CSD Eisty @EArynta

Pak Misriya menderita tumor pipi


SUPAR BINTI DASMO (49, Tumor Mata). Alamat: Dusun Doro, RT 7/2, Desa Tengger Kulon, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2013, ibu Supar mengeluh sakit pada matanya. Keluhan tersebut pada awalnya disebabkan karena ketidaksengajaan tangan beliau yang mengenai mata saat beliau bekerja di sawah. Dari kejadian itu, mata ibu Supar sering mengalami gatal dan berair. Selama beberapa waktu ibu Supar hanya membiarkan keluhan tersebut tanpa memeriksakan diri karena beliau beranggapan keluhan tersebut akan sembuh dengan sendirinya. Semakin lama, mata ibu Supar semakin membengkak. Akhirnya ibu Supar memeriksakan diri ke tempat mantri terdekat dan kemudian ke Puskesmas. Kemudian ibu Supar dirujuk ke RSUD Tuban untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Supar didiagnosa menderita Tumor Mata. Dari RSUD Tuban, ibu Supar dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya  untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, ibu Supar menjalani pengobatan di Poli Mata, Posa Mata, Poli Bedah Syaraf, serta pernah menjalani rawat inap di Instalasi Bedah. Hingga sekarang, ibu Supar masih menunggu panggilan untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut. Kedua orang tua ibu Supar, Dasmo dan Panirah sudah meninggal. Sedangkan suami beliau, Waji (56) bekerja serabutan. Sekiranya ada pekerjaan yang bisa dilakukan dan sedang dibutuhkan, maka suami ibu Supar bersedia melakukannya seperti bekerja sebagai seorang nelayan, buruh tani, dan tukang bangunan. Ibu Supar mempunyai jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, tunggakan biaya di rumah sakit telah mencapai satu juta karena ada beberapa obat yang biayanya tidak dicover KIS. Kini, kondisi mata ibu Supar masih bengkak. Apabila kambuh, mata beliau memerah dan mengeluarkan air mata. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan ibu Supar.  Beliau mengatakan sudah tidak ada biaya lagi untuk pengobatan lebih lanjut. Tanah dan rumah yang ditempati sudah dijual untuk pengobatan ibu Supar. Bantuan pertama telah diberikan dan digunakan sebagai biaya hidup dan pengobatan yang sampai sekarang masih menunggak. Semoga ibu Supar bisa segera sembuh dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 29 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @MiftakhAbuSaSi

Pak Supar menderita tumor mata


SITI ROMLAH (43, Kanker Payudara) Alamat : Dusun Karang Anyar, RT 2/4, Desa Sidomukti, Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Bu  Romlah panggilan akrabnya semenjak ditinggal oleh suaminya. Dia dikenal sebagai wanita pekerja keras untuk menghidupi anak semata wayang serta ayahnya yang sudah lanjut usia dengan berjualan kue keliling kampung.  Lelah dan letih tidak ia rasakan demi menghidupi keluarganya.  Sampai suatu hari ia merasakan kondisinya yang mulai menurun. Bu Romlah merasakan benjolan menyerupai kelereng  di payudaranya. Namun hal itu ia abaikan, sampai akhirnya ia jatuh sakit dan tidak bisa beraktifitas seperti biasanya. Pada awal februari 2016 lalu, beliau memeriksakan diri ke Puskesmas dan didapati benjolan yang sudah semakin membesar karena sudah terlambat melakukan pengobatan dan sudah menyebar. Pertengahan bulan Oktober 2016 kondisi Bu  Romlah semakin menurun. Beliau langsung dilarikan ke UGD RSUD Bojonegoro untuk mendapatkan pertolongan pertama.  Kemudian pihak rumah sakit merujuk pasien ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga berdasarkan informasi yang kami dapatkan dari tetangga sebelah rumah beliau. Berdasarkan informasi tersebut, kami segera melakukan survey dan melihat kondisi pasien serta kondisi rumah pasien.  Saat kami berkunjung kerumahnya,  terlihat jelas bahwa Bu Romlah hanya bisa terbaring lemah. Sehari sebelum beliau berangkat ke Surabaya untuk melanjutkan pengobatannya, beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Kami merasakan kesedihan keluarga yang ditinggalkan. Santunan kematian telah kami sampaikan untuk membantu meringankan beban keluarga untuk biaya pemakaman beliau serta biaya lainnya. Semoga amal ibadah Almarhumah diterima disisi Allah, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @ MiftakhAbuSaSi @Martinomongi

Bu Siti menderita Kanker payudara


SUJATNO BIN MARGONO (30, Lumpuh). Alamat : Graha Mutiara Indah A8, No.11, RT 3/10 , Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Provinsi Jawa Timur.  Sekitar 4 bulan yang lalu saat Pak Sujatno sedang bekerja sebagai tukang parker, tiba-tiba ia merasakan nyeri hebat pada bagian tulang belakang. Sampai beberapa minggu kemudian, nyeri yang dialami pak Sujatno tidak kunjung sembuh. Nyeri tersebut semakin menjalar ke kaki, hingga akhirnya pak Sujatno tidak dapat menggerakkan kedua kakinya atau lumpuh. Pak Sujatno kemudian di bawa ke klinik untuk berobat. Kemudian pak Sujatno dirujuk untuk melakukan rontgen dan pemeriksaan laboratorium di Rumah Sakit RKZ. Pak Sujatno tidak melakukan rontgent di RS RKZ, namun rontgen di Rumah Sakit Khodijah. Setelah rontgen, pak Sujatno memilih untuk pergi berobat ke tukang pijit. Karena kondisi pak Sujatno tidak kunjung membaik, keluarga membawa pak Sujatno kembali berobat di pelayanan kesehatan. Pak Sujatno membawa hasil rontgennya ke klinik dokter spesialis orothopedi. Dokter menjelaskan dari hasil rontgen tampak ada bagian tulang pak Sujatno yang retak dan terdapat gangguan syaraf. Pak Sujatno rutin melakukan kontrol di klinik dokter tersebut hingga sekarang. Selama menjalani pengobatan, semua biaya pengobatan pak Sujatno ditanggung oleh saudaranya karena tidak memiliki jaminan kesehatan. Pak Sujatno saat ini tidak bekerja, sedangkan istrinya, Sukarmi (46) adalah seorang ibu rumah tangga. SedekahRombongan mendapat info tentang sakit yang diderita pak Sujatno. Pak Sujatno mengatakan pada Kurir SedekahRombongan, bahwa beliau tidak bersedia untuk operasi. Beliau hanya ingin berobat jalan saja. SedekahRombongan berkesempatan memberikan bantuan berupa santunan untuk sedikit meringankan beban pak Sujatno dan keluarga. Bantuan telah diberikan dan digunakan untuk tambahan biaya pengobatan pak Sujatno. Pak Sujatno dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 18 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Mukhlisin @EArynta

Bu Sujatno menderita lumpuh


ZUYUN RAHMAWATI (30, Lumpuh). Alamat : Kelurahan Rungkut Kidul, RT 5/4, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.  November 2016 lalu Bu Zuyun mulai merasakan keluhan nyeri pada pagian punggung dan tulang belakang. Nyeri tersebut tidak kunjung sembuh. 7 hari berselang kaki Bu Zuyun tidak dapat digerakkan. Selama ini pengobatan yang dilakukan Bu Zuyun yaitu membeli obat anti nyeri di apotek. Karena kondisi kakinya yang tidak kunjung membaik, pihak keluarga membawa Bu Zuyun ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Saat ini masih dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang seperti CT Scan, dan belum ada kesimpulan terkait penyakit Bu Zuyun. Bu Yuhun, sehari-hari adalah seorang ibu rumah tangga, sedangkan suaminya Ahmad Robiyanto (33) adalah seorang pengemudi ojek. Saat ini Bu Zuyun menggunakan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu sebagai jaminan kesehatan. Namun SKTM tersebut hanya berlaku selama 2 bulan saja. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Bu Zuyun. Melihat semangat beliau begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu Bu Zuyun. Bantuan telah diberikan dan digunakan untuk biaya transportasi ke rumah sakit, kebutuhan nutrisi dan pembelian obat yang tidak tercover jaminan kesehatan. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 967. Bu Zuyun dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu Zuyun masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal  : 14 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  BambangBKY @EArynta

Bu Zuyun menderita lumpuh


SONI ISRA ISTAIN (31, Tumor Mata). Alamat : Dusun Sumber, RT 1/12, Kel. Sugihan, Kec. Jatirogo, Kab. Tuban, Provinsi Jawa Timur. Pada awal tahun 2016, di bagian kelopak mata Pak Soni terdapat benjolan kecil seperti di gigit nyamuk. Karena dianggap benjolan biasa, ia tidak menghiraukan benjolan tersebut. Namun seiring bertambahnya usia, benjolan tersebut semakin membesar dan menutupi sebagian kelopak mata sebelah kanan dan hampir merembet ke pipi. Akhirnya Pak Soni memeriksakan dirinya ke Puskesmas Jatirogo, Tuban. Dari hasil diagnosa sementara dokter di Puskesmas, diketahui bahwa Pak Soni menderita tumor mata. Pihak Puskesmas merujuk Pak Soni ke RSUD Tuban. Namun karena peralatan dirasa kurang memadai, pihak rumah sakit merujuk pak Soni ke Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Ramelan Surabaya. Ayah pak Soni seorang tukang kayu serabutan yang sehari-harinya belum tentu mendapat penghasilan. Pak Soni sempat menunda keberangkatannya ke Surabaya karena tidak adanya biaya transportasi dan berobat. Beliau sempat berjualan es kelapa muda di sekitaran terminal Jatirogo, Tuban. Hal tersebut dilakukan supaya dapat membantu meringankan beban ayahnya. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Soni dan bantuan dari sedekaholics telah kami sampaikan. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya transportasi dan biaya berobat. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 974. Pak Soni mengucapkan banyak terima kasih banyak atas bantuan yang diberikan. Semoga kondisi pak Soni dapat segera sembuh seperti sediakala dan dapat kembali beraktifitas untuk membantu meringakan  beban ayahnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 510.000,-
Tanggal : 24 Maret 2017
Kurir:  @Wahyu_CSD @MiftakhulAbuSasi @Opotondanda @Martinomongi

Pak Soni menderita tumor mata


MUHAMMAD ROSYIKUL ILMI (4, Epilepsy Unspecified) Alamat: Dusun Kauman, RT 3/1, Desa Bulujowo, Kecamatan Bacar, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Rossy nama panggilannya, saat menginjak usia 3 tahun mendadak badan dan kepalanya panas kemudian tubuhnya kejang. Keluarga membawa Rossy ke Puskesmas setempat. Setelah itu dilanjutkan untuk melakukan pengobatan ke RSUD Tuban dan terapi selama 2 bulan, kemudian pengobatan dilanjutkan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Atas saran dari dokter di rumah sakit tersebut, Rossy disarankan untuk melanjutkan pengobatannya ke RSUD DR. Soetomo Surabaya. Namun perjalanan pengobatan Rossy terhenti dikarenakan keterbatasan dana yang dimiliki. Otomatis Rossy tidak mendapatkan penanganan yang maksimal. Hal itu berdampak pada kondisi sakitnya. Kondisi saat ini, ia mengalami kejang tiap hari. Awalnya bisa kejang 30 kali sehari, sekarang sudah berkurang menjadi 10 kali sehari dan keadaanya masih belum bisa bicara, hiperaktif dan selalu mengonsumsi obat Valproic Acid dan racikan. Ayahnya, pak Makmur bekerja sebagai nelayan/anak buah kapal, yang hanya  efektif melaut 15 hari sebulan. Pendapatannya tidak menentu, bahkan  terkadang tidak mendapat pemasukan sama sekali. Rossy mempunyai jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Meski begitu, keluarga mengeluhkan biaya yang dibutuhkan untuk transportasi dan biaya  sehari-hari selama berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan telah disampaikan untuk biaya transportasi dan obat diluar jaminan kesehatan. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 966 . Keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah diberikan melalui Sedekah Rombongan. Semoga Rossy bisa melanjutkan pengobatan lebih lanjut ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MiftakhAbuSaSi

Rossy menderita epilepsy unspecified


AGUSTINA RAHAYU (11, Hidrocephalus) Alamat: Desa Karang Nongko RT 02/03, Kecamatan Mojoranu, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Ayu nama panggilannya, pada awalnya adik Ayu lahir normal. Bayi yang dikenal periang terlihat sangat lincah, kaki dan tangannya tidak berhenti bergerak. Menginjak usia 4 bulan mulai timbul kelainan pada masa pertumbuhannya. Kepalanya membesar dan kelincahaannya mulai berkurang. Melihat kondisi anaknya yang semakin memburuk, kedua orang tua Ayu lantas membawa Ayu ke Puskesmas terdekat. Dengan alasan peralatan di Puskesmas yang kurang lengkap, pihak Puskesmas merujuk dik Ayu ke Rumah Sakit Sakinah Mojokerto. Ainur Rofiq, ayah dari dik Ayu kesehariannya bekerja sebagai buruh jahit sepatu di sekitaran rumahnya. Penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari. Ibunya, Wahyu Suci kesehariannya sebagai ibu rumah tangga. Dengan alasan ekonomi, pak Ainur Rofiq merasa tidak mampu untuk membiayai biaya pengobatan anaknya yang mencapai puluhan juta. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga bapak Ainur Rofiq dan berkesempatan membantu membuatkan BPJS kelas III dan juga memberikan bantuan dana untuk proses pengobatan dik Ayu. Alhamdulillah saat ini dik Ayu telah menjalani operasi, tetapi saat ini perkembangannya masih belum sesuai harapan. Setelah operasi, dik Ayu mengalami pertumbuhan yang terlambat. Bantuan telah disampaikan untuk membantu biaya obat yang tidak ditanggung oleh BPJS. Bantuan sebelumnya telah tercatat di rombongan 967. Keluarga dik Ayu sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Ayu masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 553.500,-
Tanggal : 25 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Anggreat

Agustina menderita hidrocephalus


AZIMATUL KHUSNIA (6, Tumor Syaraf). Alamat : Kelurahan Ploso Kerep, RT 4/4, Kecamatan Ploso Kerep, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Sekitar tahun 2014, Azimatul mulai menunjukkan gejala yang tidak normal pada leher sebelah kanan. Leher sebelah kanan Azimatul muncul benjolan yang semakin lama semakin membesar dan Azimatul sering mengalami demam. Keluarga membawa Azimatul ke Puskesmas, dan kemudian Azimatul dirujuk ke RSUD Jombang untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Selama menjalani pengobatan di RSUD Jombang, belum ditemukan diagnosa penyakit Azimatul. Akhirnya, Azimatul dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan di RSUD Dr. Soetomo, Azimatul didiagnosa menderita tumor syaraf. Pengobatan yang dijalani oleh Azimatul selama ini adalah kemoterapi. Kondisi Azimatul juga sudah mulai membaik. Sebelum dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Azimatul sempat tidak bisa berjalan dan saat ini sudah dapat berjalan kembali. Azimatul sudah menjalani kemoterapi sejak tahun 2014 dan hingga saat ini masih rutin melakukan kemoterapi. Ayah Azimatul, Arifin (48) bekerja sebagai petani. Sedangkan ibunya, Khurrotun Nikmah (40) adalah seorang ibu rumah tangga. Jumlah tanggungan keluarga adalah 5 orang. Selama menjalani pengobatan, Azimatul menggunakan jaminan kesehatan Jamkesda yang saat ini sedang dalam proses pengalihan ke jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat. Kesulitan yang dialami keluarga Azimatul saat ini adalah biaya pengobatan yang tidak ditanggung oleh jaminan kesehatan serta biaya transportasi ke Surabaya. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Azimatul. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi, biaya pengobatan yang tidak ditanggung jaminan kesehatan, serta susu untuk menambah nutrisi pasien. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 968. Keluarga Azimatul sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 870.800,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  Gitatamara @EArynta

Azimatul menderita tumor syaraf


IMAS SITI KOMALA (54, Diabetes + Suspek TB). Alamat : Binong Utara No. 162A/ 127B RT 3/2, Kelurahan Kebon Kangkung, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Berawal sejak belasan tahun silam, Ibu Imas memang sudah didiagnosa mengidap diabetes. Sejak suaminya meninggal dunia 13 tahun yang lalu, Ibu Imas merasakan kesedihan yang mendalam sehingga mengakibatkan kondisi kesehatannya semakin menurun. Keadaannya belum cukup stabil, sungguh malang, Ibu Imas kembali ditinggal oleh buah hati pertamanya yang harus menghembuskan nafas terakhir pada 5 tahun yang lalu. Sejak tahun 2014, kondisi kesehatan Ibu Imas terus mengalami penurunan. Beliau hanya bisa terbaring lemah di atas kursi panjang di ruang tengah rumahnya. Tubuhnya kian melemah, bahkan kini Ibu Imas juga menderita buta, tuli, serta badannya kaku dan kakinya tidak bisa diluruskan. Selama sakit Ibu Imas hanya dirawat oleh anak bungsu dan menantu dari anak keduanya, namun belum pernah dibawa berobat kemana pun karena keterbatasan biaya. Alhamdulillah, atas informasi Rismala (tetangga), pada tanggal 12 Maret 2016, kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim ke rumah Ibu Imas. Pada 13 Maret 2017, kurir Sedekah Rombongan mengajak petugas Puskesmas Babakan Sari untuk memeriksa kondisi Ibu Imas di rumahnya. Berdasarkan pemeriksaan Puskesmas, beliau juga diduga terserang penyakit TB sehingga harus dirujuk ke Rumah Sakit untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Kondisi Ibu Imas kini sangatlah memprihatinkan. Bukan hanya dirinya yang sakit, tetapi anak keduanya juga ternyata menderita penyakit TB dan direkomendasikan pihak Puskesmas untuk menjalani pengobatan. Himpitan ekonomi yang harus dihadapi keluarga Ibu Imas membuat beliau dan putrinya kesulitan untuk biaya pengobatan. Jangankan untuk biaya berobat, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun rasanya sulit karena putra bungsunya sudah hampir enam tidak bekerja. Untuk memulai pengobatan saat ini pun, Ibu Imas hanya mengandalkan jaminan kesehatan dari BPJS kelas 3 yang dimlikinya. Pada 20 Maret 2017, alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dapat kembali  bersilaturahim dengan Ibu Imas. Kami pun menyampaikan bantuan awal yang digunakan untuk biaya berobat dan biaya transportasi selama berobat. Semoga Ibu Imas diberi kesembuhan oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Maret 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @kharismagilda @Dzim_dzim @iwadewa1 Ajeng

Bu Imas menderita diabetes + suspek TB


RIA JUNIARTI (19, Gangguan Kejiwaan). Alamat : Dusun Wage, RT 4/7, Desa Luragunglandeuh, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ria biasa ia dipanggil adalah seorang remaja yang sakit sejak tanggal 5 Januari 2017 lalu. Sakit yang Ria alami bukan karena penyakit tertentu, akan tetapi ia seperti mengalami gangguan kejiwaan. Hal tersebut berkenaan dengan gejala awal yang ia alamai seperti seringnya berhalusinasi. Ia sering berbicara sendiri, tiba-tiba menjerit pada saat malam hari, bahkan jalan-jalan sendiri tanpa tujuan yang jelas. Karena kondisi tersebut, akhirnya Ria dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled pada akhir bulan Pebruari lalu. Awal bulan Maret kemarin, Ria menjalani rawat inap di RSUD Waled selama 2 minggu. Selasa kemarin ia telah menjalani kontrol kesehatan setelah rawat inap. Kondisi Ria saat ini masih banyak melamun dan sering bicara sendiri. Ria masih harus rutin menjalani kontrol. Rencananya ia akan menjalani kontrol pada tanggal 27 Maret 2017 mendatang. Ria memiliki kartu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI yang meringankan biaya pengobatan. Untuk biaya transportasi ke RSUD kemarin, pihak kadus mengumpulkan dana swadaya dari tetangga sekitar Ria untuk membantu Ria. Ria sendiri adalah seorang anak yatim piatu yang saat ini tinggal bersama kakak perempuannya yang sudah menikah dan memiliki putra berumur 1.5 tahun. Kakak Ria hanya seorang ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan sendiri. Suami beliau seorang buruh harian dengan penghasilan yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ria dan keluarga, sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada Ria untuk biaya transportasi kontrol kesehatan ke RSUD Waled. Semoga Allah memberi kesabaran dan kesembuhan untuk Ria. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Melisa

Ria menderita gangguan kejiwaan


FAQIH HIDAYAT (2, Jantung Bocor). Alamat : Dusun Cibuah, RT 3/13, Desa Nanggela, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Faqih merupakan balita yang masih berumur 2 tahun. Di usia yang masih sangat kecil ia harus menahan sakit akibat adanya gangguan pada jantungnya. Menurut pihak medis, ia terkena penyakit jantung bocor semenjak lahir. Penyakit yang diderita Faqih diketahui pada saat usianya 1 bulan. Saat itu, ia terkena disentri sehingga ia dibawa ke klinik terdekat. Menurut pemeriksaan dokter, Faqih positif menderita jantung bocor. Keadaan tersebut tentu sangat mengejutkan pihak keluarga. Kemudian, pihak dokter juga menyarankan agar Faqih segera dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Kondisi kesehatan Faqih sering turun hingga keluar masuk rumah sakit untuk menjalani perawatan. Bulan Pebruari 2016 lalu, sudah 2 kali ia menjalani perawatan di Rumah Sakit Kuningan Medical Centre (KMC). Selain itu, ia juga pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Linggajati Kuningan. Hasil pemeriksaan membuat Faqih harus segera dibawa ke Rumah Sakit Harapan Kita. Faqih kemudian dibawa Ke Rumah Sakit Harapan Kita dan dirawat beberapa hari. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Faqih sebelum melakukan operasi, sehingga Faqih bisa menjalani perawatan kembali di Rumah Sakit Harapan Kita untuk persiapan operasi. Pada tanggal 22 Nopember 2016 lalu, Faqih telah menjalani operasi. Pasca operasi, faqih telah melakukan 3 kali kontrol di Rumah sakit daerah, dan pada tanggal 21 Maret 2017 Faqih kembali melakukan pemeriksaan pada luka bekas operasinya di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta, tim medis mengatakan bahwa kondisi faqih sudah membaik. Dan boleh melakukan kontrol lagi setelah satu atau dua bulan ke depan. Selama menjalani pengobatan, Faqih menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Faqih merupakan anak dari pasangan suami istri Bapak Karsan (36) dan Ibu Yati Rahmawati (30). Saat ini Faqih hanya tinggal dengan Ibunya, yang hanya menggantungkan kehidupan sehari-hari kepada orang tua Ibu Yati. Ibu Yati sendiri tidak bekerja sama sekali. Alhamdulillah, karena pertolongan Allah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan ketujuh kepada Faqih untuk biaya transportasi ke Rumah Sakit harapan Kita jakarta dan juga akomodasi selama di Jakarta. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk Faqih. Aamiin. Sebelumnya Faqih merupakan pasien Rombongan 968.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Melisa

Faqih menderita jantung bocor


RUKINI BINTI TARSONO (46, Ca Mamae Sinistra). Alamat : Dusun II Cibodas, RT 1/4, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rukini adalah seorang pasien dampingan Sedekah Rombongan Kuningan. Beliau mengidap penyakit Ca Mamae atau bahasa umumnya biasa disebut dengan kanker payudara semenjak 2 tahun yang lalu. Sel kanker tersebut menyerang payudara sebelah kiri beliau. Setelah positif terkena kanker payudara, beliau sudah menjalani biopsi di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Selanjutnya, pada bulan April lalu beliau telah menjalani operasi pengangkatan sel kanker. Sudah 2 kali beliau menjalani operasi, namun setelah tindakan operasi yang ke 2 beliau harus melanjutkan pengobatan lanjutan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menjalani kemoterapi. Setelah melakukan kemoterapi di RSHS, Untuk pengobatan selanjutnya Ibu Rukini menjalani kemoterapi dengan menggunakan obat saja, dan diperbolehkan kontrol 1 bulan sekali. Pada tanggal 22 Maret 2017, Ibu Rukini mulai menjalani kemoterapi dengan hanya menggunakan obat  dengan rentang waktu 1 bulan sekali karna sebelumnya ibu Rukini rutin menjalani kemo selama dua minggu satu kali. Ibu Rukini memiliki kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Hanya saja beliau memerlukan biaya lain seperti transportasi dan akomodasi. Suami Ibu Rukini bernama Bapak Suhana (62), beliau bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan beliau hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Keduanya kesulitan mendapat biaya transportasi dan akomodasi. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kesembilan kepada Ibu Rukini untuk biaya transportasi dan akomodasi. Semoga beliau lekas sembuh dari penyakit yang dideritanya. Aamiin. Sebelumnya Ibu Rukini merupakan pasien Rombongan 960.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Bu Rukini menderita ca mamae sinistra


ICOH BINTI MISJA (48, Kelenjar Getah Bening). Alamat : Dusun Dano, RT 8/16, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Icoh biasa beliau dipanggil ini menderita penyakit kelenjar getah bening. Penyakit yang beliau derita sejak satu tahun lalu ini berawal dari adanya benjolan kecil di leher yang semakin lama semakin membesar. Saat ini, beliau berobat jalan di Puskesmas Cigugur, Kuningan. Kemudian, pihak Puskesmas memutuskan agar Ibu Icoh segera dirujuk ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tak lama, Ibu Icoh akhirnya menjalani rawat inap di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur dan menjalani operasi pengambilan sampel/biopsi dari leher. Saat ini, benjolan di leher Ibu Icoh semakin membesar dan harus segera menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pada tanggal 21 Maret 2017 Ibu Icoh menjalani kontrol ke RSHS dan mulai penjadwalan kemoterapi.. Dan minggu ini Alhamdulillah Ibu Icoh sudah mulai bisa melakukan kemoterapi di RSHS. Ibu Icoh memanfaatkan kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Akan tetapi, biarpun terbantu dengan adanya kartu jaminan kesehatan, beliau merasa kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi ke Bandung. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah santunan ketiga dapat disampaikan kurir Sedekah Rombongan Kuningan kepada Ibu Icoh untuk biaya transportasi ke Bandung. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada Ibu Icoh. Aamiin. Sebelumnya Ibu Icoh masuk kedalam Rombongan 968.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Bu Icoh menderita kelenjar getah bening


MTSR BOGOR (B 1681 SIF, Biaya Operasional Februari 2017). Pada akhir pekan awal Februari 2016, Sedekah Rombongan dihubungi oleh salah seorang pengusaha di Jakarta, Pengusaha yang selama ini rutin memantau pergerakan #SR. Pengusaha ini menghubungi #SR mengabarkan niatnya  memberikan mobil yang diperuntukan untuk ambulance. Beliau selama ini memonitor pergerakan #SR serta menjadi salah satu #Sedekaholics yang rutin menyalurkan bantuannya lewat SR. Sebuah Nissan Evalia ber Plat Nomer B 1481 SIF baru langsung kami jemput di rumah beliau di kawasan selatan Jakarta, diberikan langsung pada kami oleh puterinya. Mobil ini selanjutnya akan kami pergunakan untuk MTSR wilayah Bogor yang berfungsi untuk mengantar jemput para dhuafa berobat dalam dampingan Sedekah Rombongan. tentunya dengan mobilitas MTSR di wilayah kabupaten dan kota bogor, Kebutuhan untuk bensin, Tol dan biaya operasional lainnya pun dibutuhkan supaya  mobilitas MTSR untuk mengantar jemput pasien – pasien Sedekah Rombongan di wilayah kabupaten dan kota Bogor bisa optimal. Biaya Operasional kali ini digunakan untuk service rutin MTSR Serta untuk operasional penjemputan pasien selama bulan Februari 2017. Semoga dengan hadir nya MTSR di Wilayah Bogor akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di Rombongan 958

Jumlah Bantuan : Rp. 4.250.000,
Tanggal :  10 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @Kartimans1 @rexy_eas

Biaya operasional februari 2017


DIDIN SARIPUDIN (23, Kelainan Syaraf Otak). Alamat : Kp. Karangkawitan, RT 1/1, Desa Sadarkarya, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Mang Didin, akrab kami memanggil pemuda yang telah lama menjadi yatim ini. Sejak lahir ia telah memiliki kelainan pada warna kulit yang menguning dan syaraf otaknya, hal tersebut menyebabkan ia tak bisa melakukan kegiatan sebagaimana manusia pada umumnya, saat ini mulai dari mandi, memakai baju hingga makan pun masih bergantung kepada ibunya. Diusianya yang kini menginjak 23 tahun, Mang Didin masih nampak seperti umumnya anak kecil namun bertubuh orang dewasa. Tak hanya itu, ia pun tak bisa menggerakan kakinya untuk berjalan, ya dia lumpuh sejak kecil. Hal tersebut tak serta merta membuat ibunya berputus asa, ia tetap bersabar merawat anaknya. Dengan kondisi Mang Didin yang tidak bisa ditinggal pergi, maka sang ibu pun tidak bisa melakukan aktivitas bekerja untuk mencari nafkah. Kini keduanya hanya mengandalkan belas kasihan dari kerabat dan tetangga terdekat. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mang Didin dan ibunya. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pembelian pampers dan biaya sehari-hari keduanya. Semoga Allah selalu mencurahkan rezeki yang berlimpah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal wahyu ma’arif

Didin menderita kelainan syaraf otak


ENCE BIN LAMPU (71, Luka Patukan Ular). Alamat : Kp. Karangkencana, RT 6/3, Desa Sadarkarya, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Tepatnya pada bulan Januari lalu, Bah Ence –akrab kami memanggilnya–, terkena patukan ular berbisa saat bekerja di kebun. Hari pertama saat ia dipatuk ular, ia tidak merasakan gejala apapun, bahkan ia tak sadar bahwa bagian tangannya telah dipatuk ular. Keesokan harinya di bagian tangan baru terlihat ada bengkak dan bekas gigitan ular, ia pun mulai merasakan pusing dan muntah-muntah. Keluarganya segera membawa Bah Ence ke puskesmas terdekat Darangdan, hasil pemeriksaan mengharuskan Bah Ence menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA). Dengan berbekal fasilitas kesehatan berupa Jampis, Bah Ence pun dibawa oleh keluarganya ke RS tersebut. Ia pun ditangani dengan cepat dan tidak memerlukan rawat inap. Namun selang beberapa hari, bekas patukan ular tersebut membusuk dan berwarna kehijauan, ia pun kembali memeriksakan diri ke RSBA dan disarankan untuk melakukan proses amputasi. Perjalanan ikhtiar Bah Ence masih panjang, ia sangat memerlukan bantuan untuk biaya akomodasi pengobatan. Maklum saja, usianya yang sudah sepuh sudah tidak memungkinkan lagi baginya untuk bekerja, ditambah kondisi tangan yang sudah membusuk dan tak bisa digerakkan. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bah Ence. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan Bah Ence. Semoga Allah segera menyembuhkannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal wahyu ma’arif

Pak Ence menderita luka patukan ular


KUSNADI CASWATI (61, Nefrolitiasis). Alamat : Kp. Cicadas, RT 8/4, Desa Cadasmekar, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bah Kusnadi, akrab kami memanggil lelaki sepuh ini. Sudah selama 2 tahun ia mengidap penyakit batu ginjal atau dalam medis disebut nefrolitiasis. Gejala awal yang dirasakan adalah timbulnya rasa nyeri ketika buang air kecil dan disertai dengan darah. Selama 2 tahun ini Bah Kusnadi sering pulang pergi ke Rumah Sakit dan menjalani rawat jalan. Namun beberapa minggu lalu kondisinya semakin menurun sehingga ia pun harus masuk ke ruang IGD Rumah Sakit Bayu Asih, kini Bah Kusnadi menjalani rawat inap di RS tersebut dengan ditemani istrinya. Keduanya merasa keberatan dengan biaya akomodasi sewa mobil dari rumah ke Rumah Sakit, karena jarah dari rumah ke RS sangatlah jauh. Ditambah kondisi Bah Kusnadi yang selama 2 tahun tidak bekerja, sehingga ia pun tak memiliki penghasilan. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bah Kusnadi dan istri di ruang rawat inap Rumah Sakit Bayu Asih. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan Bah Kusnadi. Semoga Allah segera menyembuhkannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal wahyu ma’arif

Pak Kusnadi menderita nefrolitiasis


DODOH SRI RAUDHOH (22, Kanker Mulut). Alamat : Kp. Sukaati, RT 6/2, Desa Pangkalan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Dodoh akrab kami memanggil ibu muda ini, dua bulan lalu ia merasakan sakit pada gigi bagian depan disertai bengkak pada gusi. Hal tersebut ia abaikan, karena merupakan hal biasa yang sering ia rasakan. Tak dinyana, selama kurun waktu 3 minggu ini, bengkak tersebut semakin membesar disertai dengan keluarnya nanah dan darah. Ia kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas setempat, lalu dirujuk untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA). Di Rumah Sakit tersebut ia menjalani proses rontgen dengan diagnosa kanker mulut. Ia pun harus memakai selang NGT, karena minuman dan makanan sudah tidak bisa masuk lewat mulutnya. Hasil rontgen mengharuskan Teh Dodoh untuk melanjutkan pemeriksaan penyakitnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sudah sekitar 10 hari Teh Dodoh menjalani proses pemeriksaan penyakitnya di RSHS Bandung memakai fasilitas kesehatan berupa BPJS PBI, ia baru melakukan cek laboratorium pada jantung dan paru. Dengan kondisi hamil tua, yakni 7 bulan Teh Dodoh berjuang melawan penyakitnya dengan sabar dan ikhlas. Qadarullah, ia pun melahirkan bayi pertamanya dengan berat 1,7 Kg dan dalam keadaan premature, bayinya tersebut sementara harus menjalani proses inkubasi di Rumah Sakit. Suaminya Badrudin (25), sementara ini tidak bisa bekerja karena harus menemani istrinya di Rumah Sakit. Maka dari itu, ia sangat membutuhkan uluran bantuan untuk membiayai proses pengobatan istrinya tersebut. Dengan ijin Allah, kami kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Teh Dodoh dan keluarga. Kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk meringankan biaya akomodasi Teh Dodoh selama menjalani proses pengobatan di Rumah Sakit, bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 973. Mari doakan bersama, agar Allah segera mengangkat penyakit yang ada pada tubuh Teh Dodoh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal

Bu Dodoh menderita kanker mulut


KOKOM BINTI EMUT  (34, Kista di Rahim). Alamat : Kampung Babakan, RT 28/8, Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Kokom akrab kami memanggilnya, nyeri di bagian perutnya sudah terasa sejak ia masih menjadi TKI pada tahun  2013-2014 lalu. Awalnya hanya ia anggap sebagai nyeri haidl biasa, namun setelah pulang ke Indonesia, nyerinya semakin hebat dan mengganggu. Akhirnya berbekal uang Rp. 200.000,-  ia memeriksakan diri ke klinik dan  hasil USG menunjukkan bahwa Bi Kokom didiagnosa menderita penyakit kista. Ia pun dirujuk menuju Rumah Sakit Siloam Purwakarta dengan berbekal jaminan kesehatan berupa BPJS PBI. Saat itu ia sempat kekurangan biaya akomodasi untuk menjalani kontrol di RS tersebut setiap bulannya, beruntungnya Allah takdirkan kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan The Kokom dan membantu meringankan biaya akomodasinya tersebut. Selang beberapa bulan The Kokom tak lagi melakukan kontrol ke RS tersebut, ia dan suaminya memutuskan untuk melakukan ikhtiar pengobatan menggunakan daun sirsak yang direbus. Rasa nyeri dan volume kista pada rahimnya pun sempat berkurang dan mengecil. Namun, setelah beberapa bulan menggunakan pengobatan tradisional tersebut, volume kista pada Rahim Teh Kokom menjadi besar kembali, selain itu ia pun kembali diserang rasa nyeri pada bagian perutnya. Setelah kembali menjalani pemeriksaan di RS Siloam, volume kista pada Rahim Teh Kokom kembali membesar. Ia disarankan untuk mengonsumsi obat sesuai resep dokter di RS tersebut. Alhamdulillah kali ketiga Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan Teh Kokom dan suami. Kami kembali menyampaikan titipan bantuan untuk meringankan biaya akomodasi proses operasi Teh Kokom. Suaminya Asep (31) sedang tidak memiliki pekerjaan apapun, sehingga ia sangat berterimakasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan karena telah bersedia membantu pengobatan istrinya. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 970.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Fajar Jamaluddin

Bu Kokom menderita Kista di Rahim


EEM MARYATI (27, Melahirkan). Alamat : Kp. Tegal Sri, RT 6/2, Desa Kertasari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Eem, akrab kami memanggilnya. Sejak usia kehamilannya menginjak 8 bulan, Teh Eem sudah mengidap penyakit hypertensi dan adanya pembengkakan di sekitar wajah dan kakinya. Lalu tepatnya pada tanggal 8 Januari 2017, Teh Eem menjalani proses bersalin tanpa adanya bantuan bidan, setelah bayi lahir plasenta tidak keluar. Ia pun mengalami pendarahan hebat, baru ketika keadaan kritis keluarganya memanggil bidan setempat. Dengan sigap Teh Eem dibawa ke Rumah Sakit Bayu Asih untuk mendapatkan supply darah. Ia pun harus menjalani pembersihan rahim sisa placenta dan rawat inap selama 9 hari di RS tersebut untuk menjalani proses transfusi. Setelah itu ia diperbolehkan pulang, namun harus menjalani rawat jalan. Karena kendala biaya, ia pun tak bisa lagi memeriksakan dirinya ke RS tersebut, maklum saja saat ini suaminya sedang tidak memiliki pekerjaan, untuk sehari-hari ia dan keluarganya mengandalkan hasil jualan minuman dan makanan ringan di depan rumahnya. Tentunya penghasilan cukup untuk biaya hidup sehari-hari, namun tak cukup untuk biaya akomodasi pengobatannya. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Teh Eem. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan. Semoga Allah segera menyembuhkannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Sutraeni

Bantuan biaya melahirkan


RANI ANGGRAENI (14, Paru-paru Basah). Alamat : Blok Kesambi, Nomor 62, RT 9/3 , Desa Getasan, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sejak tiga tahun lalu, Rani sudah menderita sakit yang ditandai dengan gejala sesak nafas, batuk dan badan terasa lemas. Puncaknya pada bulan Nopember 2016 lalu, usai mengikuti studi wisata bersama rombongan sekolahnya, Rani mengalami sakit yang luar biasa dan harus dilarikan ke puskesmas setempat. Petugas puskesmas merujuk Rani untuk berobat lebih intensif dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Paru-paru Sidawangi Kabupaten Cirebon. Selama sembilan hari dirawat, dokter mendiagnosa Rani terkena gangguan paru-paru basah. Tindakan menyedot cairan yang merendam paru-paru Rani tidak dapat dilakukan dengan pertimbangan kondisi fisik serta usianya yang belum memenuhi syarat. Rani dibawa pulang kembali ke rumahnya dan hanya mendapatkan perawatan seadanya serta meminum obat yang diberikan oleh pihak puskesmas setempat. Kurir Sedekah Rombongan yang berkunjung ke kediamannya waktu itu, melihat kondisi Rani sangat mengkhawatirkan. Bagian tubuh sebelah kanannya tidak bisa lagi digerakkan, Rani hanya bisa tidur terlentang, tidak dapat bergerak dan tidak dapat berbicara. Setelah melalui diskusi dengan keluarganya dan menyampaikan kesiapan Sedekah Rombongan untuk mendampingi pengobatan, Rani dibawa ke Rumah Sakit Mitra Plumbon Kabupaten Cirebon. Diawali dengan pemeriksaan di IGD, Rani dirawat selama delapan hari dan alhmadulillah kondisinya membaik. Saat ini Rani sudah bisa duduk, meski masih terus menjalani terapi bicara dan fisioterapi untuk memulihkan kesehatannya. Rani adalah putri dari Bapak Denan yang sudah ditinggal wafat ibunya sejak berusia dua tahun. Saat ini Rani tercatat sebagai siswa di SMP Negeri 2 Depok Kabupaten Cirebon namun sudah tidak masuk sekolah hampir selama lima bulan. Bapak Denan yang tidak lagi berpenghasilan dikarenakan harus menunggu dan menjaga Rani selama sakit membuat keadaan ekonomi keluarga ini sangat butuh dibantu. Selama pengobatan berjalan, Rani menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sedekah Rombongan membantu biaya transportasi dan memberikan pendampingan sepenuhnya selama masa pengobatan Rani berjalan hingga beberapa waktu ke depan. Semoga ikhtiar bersama dan bantuan dari sedekaholics ini menjadi jembatan kesembuhan bagi Rani.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @asiihlestari

Rani menderita paru-paru basah


SAPYUDIN BIN ADAM (59, Susp. Ca. Tangan Kiri). Alamat : Blok Depok, RT 1/1, Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Berawal dari insiden tangan yang terbentur pintu saat memasukkan motor ke dalam rumah tahun 2014 lalu, Pak Udin merasakan sakit pada bagian tangan kirinya. Hal itu dibiarkannya begitu saja dan Pak Udin beraktifitas dengan normal. Sampai suatu hari, ketika mengangkat barang yang cukup berlebih beratnya, terdengar suara seperti tangan yang retak. Selang beberapa hari tangan Pak Udin membengkak dan membentuk benjolan yang cukup besar. Kian hari, benjolanpun kian membesar hingga hampir seberat empat kilogram. Karena sakitnya tersebut, Pak Udin berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indramayu dan dokter menyarankan agar segera dilakukan operasi karena diagnosa menyatakan bahwa tangannya tersebut sudah terindikasi kanker. Pak Udin pasrah dan menuruti anjuran dokter demi kesembuhannya. Tanggal 12 Februari 2017 lalu, tangan kiri Pak Udin akhirnya berhasil diamputasi. Dan hingga kini Pak Udin masih terus berobat secara rutin sebagai kelanjutan atas proses pengobatan yang sedang berjalan. Pak Udin adalah seorang petani yang hidup dalam kondisi ekonomi sederhana. Rumah yang ditinggalinya tidak terlalu besar dan hanya terbuat dari bata saja. Dengan kondisi sakitnya sekarang, Pak Udin tidak lagi dapat bekerja dan berpenghasilan. Bersyukur selama proses pengobatan, Pak Udin menggunakan fasilitas kesehatan Kartu Kasep Indramayu. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk biaya transportasi selama pemeriksaan kesehatannya berlangung hingga tuntas. Semoga kesembuhan segera didapat Pak Udin agar bisa menikmati kembali hidup seperti sebelumnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @agiswandi @asiihlestari

Pak Udin menderita susp. ca. tangan kiri


SARI RINA WATI YUDHA (20, Tumor Sinus Paranasal). Alamat : Desa Karangampel Kidul, RT 25/5, Nomor 35, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Sari mulai merasakan gatal pada sekitar mata di awal tahun 2015. Gatal yang terus menyebar itu membuat matanya memerah dan kian lama tumbuhlah benjolan pada kedua matanya. Tidak hanya pada mata, pada bagian hidung dan langit-langit mulutnya juga tumbuh benjolan serupa yang menyebabkan Sari sukar bernafas dan tidak bisa lagi menelan makanan. Sari dibawa berobat ke rumah sakit setempat dan dirujuk ke Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, lalu ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dokter mendiagnosa Sari terkena Tumor Sinus Paranasal yaitu sejenis tumor yang tumbuh pada hidung. Kasus ini sangat jarang ditemukan. Selama hampir tujuh bulan berobat, Sari akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada awal Februari 2017 lalu. Sari adalah istri dari Rizal (22) yang berprofesi sebagai buruh harian lepas. Keadaan ekonomi keluarga muda yang masih sangat sederhana ini, membuat pengobatan Sari tidak bisa dilakukan secara maksimal meskipun selama pengobatan Sari menggunakan fasilitas kesehatan BPJS. Sedekah Rombongan yang belum lama membantu Sari, menyampaikan belasungkawa mendalam dan sedikit bantuan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Semoga Sari diterima di sisi-Nya dan sakit yang dideritanya selama ini menjadi pengugur dosa, hingga tenang di akhirat. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @agiswandi @asiihlestari

Sari menderita tumor sinus paranasal


SUKARNO BIN BARKIYA (54, Saraf Terjepit + Diabetes). Alamat : Blok Pengiwakan, RT 3/1, Desa Weru Kidul, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Berawal dari jatuh ketika sedang mengangkat barang dari becak yang dikemudikannya, Pak Nono –demikian kami akrab menyapanya- merasakan sakit pada bagian kaki dan tidak dapat berjalan. Hal ini dirasakan sangat mendadak pada bulan Desember tahun 2016 lalu. Kakinya terasa sangat lemas, hingga Pak Nono hanya bisa duduk saja di tempat tidur dan harus dipapah untuk berjalan. Setelah beberapa hari, Pak Nono dibawa berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjawinangun dan dirawat inap. Dokter mendiagnosa Pak Nono terkena gangguan saraf yang terjepit pada bagian kaki tersebut. Saran untuk dilakukan operasi yang diberikan oleh dokter, tidak disetujui oleh keluarga mengingat Pak Nono memiliki sakit diabetes yang dikhawatirkan berdampak jika operasi dilakukan. Keluargapun membawanya pulang, dan mengobati Pak Nono dengan terapi herbal serta pijat tradisional. Saat ini keadaan Pak Nono mulai membaik dan kakinya sudah bisa mulai digerakkan. Pak Nono hidup bersama istrinya, Ibu Tumini (44) dan tujuh orang anaknya dalam sebuah rumah tinggal sederhana. Sebelum sakit Pak Nono menghidupi keluarga dengan menarik becak sebagai mata pencaharian namun hal tersebut tidak lagi dilakukan dalam keadaannya saat ini. Istrinya hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sebagai buruh bungkus kue dengan penghasilan yang tidak tentu. Selama ini pengobatan Pak Nono menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sedekah Rombongan mencoba memahami keadaan Pak Nono dan memberikan bantuan dari sedekaholics untuk meringankan beban biaya yang harus ditanggung selama pengobatan dan untuk hidup sehari-harinya. Saat ini pengobatan tradisional tersebut masih dilakukan rutin setiap minggu. Semoga kesembuhan bisa segera didapatkan dan Pak Nono kembali hidup dengan keadaan yang lebih baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh iskandar @asiihlestari

Pak Sukarno menderita saraf terjepit + diabetes


YAHYA BIN USMAN (43, Gangguan Pengelihatan). Alamat : Blok Kauman Lor, RT 5/2, Desa Weru Kidul, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Bapak Yahya menderita kebutaan berawal dari gejala mata yang sering perih dan terasa berat. Kian hari, pandangannya menjadi samar-samar dan tidak jelas. Hal ini terjadi pada kedua matanya, kiri dan kanan. Karena dianggap tidak terlalu mengkhawatirkan, maka sakit tersebut hanya diobati dengan tetes mata yang dibeli bebas di apotik. Akhirnya pada 2012, mata Bapak Yahya tidak bisa melihat sama sekali. Pengobatanpun dilakukan dengan membawa Bapak Yahya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjawinangun Kabupaten Cirebon. Dokter menyarankan untuk segera dioperasi agar sakit mata yang diderita Bapak Yahya bisa tertolong, namun hal tersebut urung dilaksanakan karena riwayat sakit diabetes yang dideritanya. Hingga kini Bapak Yahya menjalani hidup dalam kebutaan yang belum ada jalan penyembuhannya. Bapak Yahya tinggal serumah dengan ibu kandungnya, Ibu Rukoyah (68) dalam sebuah rumah yang sangat sederhana. Istrinya meninggal beberapa tahun lalu dan belum sempat dikaruniai anak dari perkawinannya tersebut. Untuk biaya hidup sehari-hari, Bapak Yahya hanya mengandalkan pemberian dari para tetangga dan saudara, karena tidak dapat bekerja. Bersyukur karena rumahnya tidak jauh dari masjid, Bapak Yahya selalu rutin menjalankan ibadah sholat dan menjadi muadzin di masjid tersebut. Hingga saat ini Bapak Yahya tidak memiliki jaminan kesehatan. Kurir Sedekah Rombongan menaruh simpati dan empati mendalam atas keadaannya. Bantuan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu dan sedikit meringankan beban sehari-hari. Semoga Bapak Yahya senantiasa istiqomah beribadah dengan baik dalam keadaannya yang serba terbatas tersebut. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh iskandar @asiihlestari

Yahya menderita gangguan pengelihatan


NURHALIMAH BINTI NANA SUJANA (13,  Susp. Tumor Ginjal). Alamat : Kampung Adiarsa Pusaka RT 4/7, Desa Adiarsa, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Awalnya Nurhalimah merasakan sakit dibagian perut, tepatnya bulan Januari 2017. Setelah beberapa hari perut Nurhalimah mulai membesar dan keras. Berat badan nya pun semakin menurun dan wajahnya terlihat pucat, bahkan Nurhalimah sering kali merasakan sesak nafas. Orang tua Nurhalimah langsung membawa anaknya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang untuk melakukan pemeriksaan. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan Nurhalimah didiagnosa  Suspect Tumor Ginjal. Dokter pun kemudian merujuk Nurhalimah ke Poliklinik Bedah Anak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ayah Nurhalimah, Nana Sujana (49) bekerja sebagai petugas keamanan, sedangkan Ibunya Ika Atikah (46) seorang ibu rumah tangga. Saat ini Nurhalimah menggunakan JKN KIS Non PBI. Nurhalimah membutuhkan biaya untuk kebutuhan sehari- hari selama menjalani pengobatan di RSHS Bandung. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nurhalimah dan Keluarga. Santunan awal pun disampaikan. Semoga dengan dipertemukannya Nurhalimah dengan Sedekah Rombongan dapat mengembalikan semangat Nurhalimah untuk sembuh dan kembali sehat seperti sebelumnya. Aamiin Ya Rabbalalamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  15 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu  @Retno_indrayati @tamitree

Bu Nur menderita susp. tumor ginjal


HANDI KUSNAWAN (11, End Stage Renal Disease + Batu Empedu). Alamat : Dusun Kecemek, RT 7/2, Desa Bayurkidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Handi merupakan salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan yang semangatnya tinggi menjalani ikhtiarnya. Ia merasakan sakitnya sejak 4 tahun lalu. Berawal dari mual terus-menerus disertai bengkak di sekujur tubuh. Keluarga membawa Handi ke Rumah Sakit Islam Kabupaten Karawang, dan mendapat rujukan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, namun  keluarga menolak dengan alasan biaya. Setahun kemudian Handi dirawat selama seminggu ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Selang beberapa hari pulang, ia merasakan lehernya tercekik disertai panas tinggi. Pada saat itu Handi hanya berobat secara herbal, namun keadannya semakin parah. Juni 2016 Handi melakukan pemeriksaan di RSUD Kabupaten Karawang, ia terdiagnosis menderita End Stage Renal Disease yang dalam bahasa umum dikenal dengan gagal ginjal. Handi kemudian dirujuk ke RSHS Bandung untuk menjalani pengobatannya lebih lanjut. Handi yang pernah menjalani proses operasi pengangkatan batu empedunya tahun lalu, selalu rutin menjalani cuci darah sesuai jadwal yang telah ditentukan sebanyak dua kali dalam seminggu yaitu di hari Rabu dan Sabtu di RSUD Kabupaten Karawang. Berbeda saat menjumpai Handi terakhir, kini ia terlihat lebih ceria. Ibu Handi Nurjanah Binti Chalim (34) yang seorang ibu rumah tangga menuturkan, keadaan suaminya Bapak Engkus Kusnawan (35) yang seorang buruh dengan penghasilan yang tidak menentu, menjadi kendala memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selama sakitnya Handi terbantu jaminan kesehatan JKN-KIS, namun mereka kesulitan dalam mencari kebutuhan biaya transportasi Handi berobat yang harus bolak balik selama 8 kali dalam 1 bulan. Kembali santuan lanjutan disampaikan untuk meringankan memenuhi kebutuhan sehari-hari juga transportasi selama ia berobat. Santunan sebelumnya telah tercatat dalam Rombongan 973. Semoga titipan dari sedekaholics menambah semangat hidup untuk Handi, menjalani hari-harinya selama pengobatan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : 500.000,-
Tanggal : 11 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @etydewi2

Handi menderita end stage renal disease + batu empedu


DEA SEKAR ARUM (9, Anemia Aplastik). Alamat : Dusun Babakan Tengah RT 1/5, Kecamatan Adiarsa Timur, Kelurahan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Provinsi  Jawa Barat. Awalnya Dea sering merasa lemas, muka dan seluruh badan terlihat pucat, memar pada sekujur tubuhnya dan gusi berdarah. Kemudian orang tua Dea membawa ke Rumah Sakit Delima Asih Karawang. Dokter menyarankan untuk langsung di rawat inap, setelah itu dokter merujuk Dea ke Rumah Sakit Umum Daerah Karawang (RSUD) Kabupaten Karawang. Dokter mendiagnosa Dea terkena Anemia Aplastik, dan dokter menyarankan untuk dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung sesegera mungkin. Sempat berhenti pengobatan karena terkendala biaya namun akhirnya Dea dapat menjalani pengobatan di RSHS Bandung.  Ayah Dea, Nurwendi (43) bekerja sebagai Buruh Harian Lepas dan Ibu Ningrum (39) bekerja sebagai asisten rumah tangga. Saat ini Dea menggunakan Jaminan Kesehatan Karawang Sehat. Dea kembali dirawat di RSUD dikarenakan penanganan yang kurang tepat selama berada di rumah. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya sehari-hari Dea selama rawat inap di rumah sakit. Sebelumnya Dea masuk pasien dampingan dalam Rombongan 954. Semoga Dea dapat segera sembuh dan dapat bersekolah kembali. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @_SutardiAnggara @tamitree

Dea menderita anemia aplastik


ARTALIM BIN KIAN (55, Kanker Buli). Alamat : Desa Bangkuang, RT 4/9, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Satu tahun yang lalu Pak Artalim mulai mengeluhkan sakit ketika Buang Air Kecil (BAK) namun saat itu Pak Artalim hanya mengkonsumsi obat yang dibelinya dari apotek terdekat. Pak Artalim mulai mengeluarkan darah ketika BAK dan terasa makin sakit sehingga dilakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang, Pak Artalim dinyatakan mengidap Tumor Buli atau dalam bahasa umum dikenal dengan tumor kandung kemih dan disarankan untuk dioperasi. Akhirnya Pak Artalim memutuskan operasi  di Rumah Sakit Islam Karawang (RSIK). Setelah operasi tersebut keadaannya membaik, selang beberapa bulan, Pak Artalim mulai merasakan kesakitan kembali. Beliau diperiksa dan mendapat rujukan dari RSUD Kabupaten Karawang ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pak Artalim menjalani pemeriksaan berupa USG dan CT-Scan RSHS Bandung dan menunggu tindakan operasi selanjutnya. Namun Pak Artalim yang sempat berdiam di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung atas keinginan sendiri berniat berhenti pengobatan dan kembali ke kediamannya di Karawang. Kembali merasakan keluhan yang sama, beliau pun berobat kembali dan mendapat rujukan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, dan menjalani serangkaian pemeriksaan ulang kembali untuk mengetahui perkembangan sakitnya  dengan menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS Kelas III. Untuk kemudahan berobat Pak Artalim tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta. Santunan lanjutan diberikan guna membantu biaya sehari-hari selama menjalani pengobatan di RSCM Jakarta. Semoga Pak Artalim tetap semangat menjalani pengobatannya  hingga tuntas dan dapat kembali sehat untuk  beraktifitas. Aamiin.. Bantuan sebelumnya masuk ke Rombongan 898

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 12 Maret 2017
Kurir: @ddsyaefudin @zerinabanu Kosasih @etydewi2

Pak Artalim menderita kanker buli


RAEDI BIN PEWARTA ARSA (70, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Dusun Kliwon, RT 30/15, Desa Bandorasakulon, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Raedi mulai menderita penyakit kanker kelenjar getah bening pada tahun 2012 lalu. Gejala awal yang muncul adalah berupa benjolan di bagian leher yang lama kelamaan membesar bahkan sampai menyebar ke hidung, rahang dan sekitarnya. Pada saat itu, beliau menjalani pengobatan bersama kurir Sedekah Rombongan Jogjakarta di Rumah Sakit Panti Rapih dan Rumah Sakit Sardjito Jogjakarta. Tindakan medis yang telah beliau jalani di sana berupa pengangkatan benjolan di bawah leher, sedangkan benjolan pada rahang dibersihkan. Akan tetapi,  benjolan di bagian urat besar belakang telinga di sisakan karena jika dilakukan tindakan operasi ada kemungkinan pasien tidak kuat bertahan. Setelah itu, pengobatan diteruskan dengan kemoterapi sebanyak 4 kali dan terapi sinar sebanyak 35 kali sampai tahun 2013. Alhamdulillah, atas ikhtiar tersebut beliau merasa sembuh. Namun setelah 3 tahun berlalu, di akhir tahun lalu muncul kembali gejala awal berupa benjolan di rahang bawah yang terus membesar, berdarah dan bernanah. Kemudian, Bapak Raedi berobat ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) 45 Kuningan. Melihat kondisi beliau, pihak dokter bedah tidak sanggup menangani benjolan tersebut, karna alat medis di rumah sakit yang kurang lengkap. Beralih ke Rumah Sakit Ciremai Cirebon pun tindakan medis tidak bisa dilakukan karena tidak lengkapnya peralatan medis. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan Kuningan dipertemukan dengan Bapak Raedi, dan membawa beliau berobat ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, saat itu juga beliau langsung di biopsi oleh tim medis rumah sakit. Menurut Tim Medis Rumah Sakit Sekar Kamulyan, Bapak Raedi harus disinar, dan di RS Sekar Kamulyan tidak ada alat penyinaran. Kemudian Bapak Raedi dirujuk ke RS Margono Purwokerto. Pada tanggal 23 Februari 2017 kurir Sedekah Rombongan Kuningan mengantarkan Bapak Raedi ke RSSR Purwokerto untuk menjalani pengobatan lebih lanjut di RS Margono Purwokerto. Saat ini Bapak Raedi tinggal di RSSR Purwokerto. Pada tanggal 23 maret 2017 kemarin bapak raedi sudah dijadwalkan untuk menjalani kemoterapi, tapi dikarnakan ruangannya penuh maka jadwal diundur ke tanggal 3 April 2017, akan tetapi jika sebelum tanggal 3 April ruangan sudah ada yang kosong, kemungkinan jadwal bisa dimajukan kembali. Sebelum menjalani kemoterapi, Bapak Raedi melakukan pemeriksaan jantung dan paru – paru, Alhamdulillah hasil semuanya normal. Beliau mempunyai jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Selama sakit beliau sudah tidak bisa bekerja seperti sediakala sedangkan istri beliau Ibu Suarmi (53) adalah ibu rumah tangga biasa. Bapak Raedi membutuhkan biaya  transportasi ke Rumah Sakit Margono Purwokerto dan untuk akomodasi selama berobat. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan sehingga santunan ketiga dapat kembali disampaikan kepada Bapak Raedi. Semoga beliau lekas diberi kesembuhan oleh Allah. Aamiin. Sebelumnya Bapak raedi masuk kedalam Rombongan 964

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Pak Raedi menderita kanker kelenjar getah bening


SRI MULYATI (44, Ca Mammae). Alamat : Kp. Bojong Koneng RT 1/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ibu dari 2 anak ini menderita kanker payudara sejak hampir 2 tahun. Setelah menjalani pemeriksaan bertahap, bulan April 2016, ia menjalani operasi pengangkatan payudara sebelah kanan di RS Hermina Kota Bekasi. Saat ini ia harus menjalani kemotherapy rutin di RS. Hermina. Suaminya, Pak Umar Sumarjo (46) hanya tukang ojek yang mangkal di depan perumahan tak jauh dari tempat tinggalnya. Mereka sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan biaya akomodasi pengobatan. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan di RS. Hermina, ia dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto Jakarta untuk kemoterapy. Untuk mempermudah akses selama menjalani pengobatan, Bu Sri tinggal sementara di RSSR Jakarta. Bu Sri harus menjalani radiotherapy setiap hari di RSPAD Gatot Subroto selama kurang lebih 1 bulan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat yang tidak tercover BPJS dan bekal selama menjalani radioterapy di RSPAD Gatot Subroto. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 968.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Sri menderita ca mammae


KOYAH BINTI NYIMAN (33, Ca Mammae). Alamat : Kp. Ceger RT 2/3, Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak Januari 2016, Koyah sering merasakan sakit dan gatal pada payudara sebelah kanan. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan di RS Hermina Kota Bekasi, ia dinyatakan terkena kanker payudara. Setelah 4 bulan kemudian ia menjalani operasi di RS Hermina Kota Bekasi dengan Kartu Jaminan KIS PBI yang ia miliki. Koyah wajib menjalani kontrol setelah operasi, namun ia terkadang masih merasakan sakit pada kepala dan gigi. Saat ini setelah Koyah menjalani kemoterapy di RS Hermina, ia menjalani proses penyinaran di RS Dharmais Jakarta. Koyah hanya seorang janda yang tinggal bersama orang tuanya. Suaminya, Pak Jaya Kusuma sudah meninggal sejak 4 tahun yang lalu. Kehidupan sehari-hari mereka sangat sulit dan layak dibantu. Saat ini Bu Koyah menjalani radioterpy di RSPAD Gatot Subroto setiap hari selama kurang lebih 1 bulan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi ke rumah sakit agar pengobatan Koyah dapat berjalan lancar. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 968.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Koyah menderita ca mammae


PRINCESS WIDA RASYID (1, Jantung Bocor). Alamat : Kp. Srengseng RT 4/2, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak lahir, Princess memang sudah ada kelainan, terkadang sekujur tubuh berwarna biru, nafas terlihat sesak. Pada tanggal 20 Maret 2017, Princess dievakuasi ke RSUD Kabupaten Bekasi karena kondisinya mengkhawatirkan. Princess memiliki kartu BPJS Kesehatan Mandiri kelas 3, namun masih atas nama bayi dan harus dirubah ke nama saat ini. Kartu BPJS Princess beserta orang tua dan kakaknya ternyata memiliki tunggakan yang harus dibayar. Ayahnya, Pak Suherman (41) hanya seorang buruh serabutan, sedangkan ibunya, Bu Halimah (40) ibu rumah tangga. Mereka kesulitan untuk membayar tunggakan BPJS beserta dendanya. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk membayar tunggakan BPJS beserta dendanya dan juga untuk bekal selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay Jaenudin

Princess menderita jantung bocor


UNYIH BINTI RASYID (65, Pembengkakan Jantung). Alamat : Kp. Bojong Koneng RT 2/1, Desa Telagmurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Diusianya yang sudah kepala enam, Bu Unyi sering sakit-sakitan. Pertengahan bulan Maret 2017, Bu Unyi terpaksadievakuasi ke IGD RS Bhakti Husada Cikarang dan menjalani perawatan. Sudah 5 hari menjalani perawatan Bu Unyi belum diperbolehkan pulang. Menurut diagnose dokter Bu Unyi mengalami pembengkakan Jantung. Saat Ini mereka kesulitan biaya bekal selama menjalani perawatan. Bu Unyi ditemani oleh menantunya, Pak Kusnadi (38) yang sehari-harinya hanya seorang guru ngaji. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk bekal selama Bu Unyi dirawat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Unyih menderita pembengkakan jantung


NARI BINTI NAWI (90, Lumpuh). Alamat : Kp. Rawa Keladi RT 2/2, Desa Sukamurni, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Mbah Nari, begitulah masyarakat sekitar mengenalnya. Mbah Nari kini hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur. Berawal dari kejadian 3 tahun yang lalu, saat Mbah Nari sedang tidur tiba-tiba ia terjatuh dari tempat pembaringannya. Sejak saat  itu, Mbah Nari tidak lagi bisa berjalan dan tubuhnya  terasa lemas. Selama 3 tahun itu juga Mbah Nari tidak pernah berobat ke rumah sakit. Oleh cucunya sesekali ia dibawa ke pengobatan alternatif. Ketiadaan biaya adalah alasan kenapa cucu Mbah Nari tidak membawanya berobat ke rumah sakit. Selama ini cucunyalah yang terus bersabar merawat Mbah Nari meski kondisi ekonominya terbatas. Sampai saat Kurir Sedekah Rombongan mendatangi rumahnya, terlihat Mbah Nari  hanya berbaring di tempat tidur karena anggota tubuhnya tidak bisa digerakkan. Sang cucu berharap ada bantuan sekedar untuk membeli pampers dan keperluan sehari-hari Mbah Nari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan segera menyampaikan bantuan lanjutan untuk membantu meringankan beban keluarga ini.  Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 942. Semoga Allah memberi kekuatan dan kesembuhan kepada Mbah Nari.  Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,
Tanggal: 24 Maret 2017
Kurir: @ddsyaefudin @SuharnaYana @Alle_Recycle

Bu Nari menderita lumpuh


MAEMUNAH BINTI MADAWI (65, Kanker Kulit). Alamat : Kp. Gandu RT 1/1, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sekitar 10 tahun yang lalu Bu Munah pernah menjalani operasi pada pipi kanan di RSCM Jakarta. Waktu itu setelah menjalani operasi ia sempat menjalani pemeriksaan beberapa kali saja karena keterbatasan biaya. Dan hingga saat ini luka di pipi Bu Munah belum kering bahkan sempat ditemui ada ulat pada luka tersebut. Masih begitu besar keinginan Bu Munah untuk kembali menjalani pengobatan. Bu Munah hidup menumpang di rumah anaknya yang sudah berkeluarga, suaminya meninggal sejak 10 tahun yang lalu. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat mengupayakan kartu jaminan untuk Bu Munah agar dapat melanjutkan pengobatannya. Setelah menjalani pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi, Bu Munah disarankan untuk menjalani pemeriksaan lanjut di RSCM Jakarta. Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk biaya akomodasi Bu Munah dalam menjalani pengobatannya ke RSCM Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 973. Semoga pengobatan Bu Munah dapat berjalan lancar. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Maemunah menderita kanker kulit


ADEEVA AFSHEEN MYESHA (1, Fastcolostomi). Alamat : Kp. Selang Cau RT 3/12, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak lahir Adeeva tidak memiliki lubang anus dan sejak saat itulah kedua orang tuanya mulai melakukan upaya pengobatan. Sejak Adeeva menjalani pemeriksaan terjadwal di RS Hasan Sadikin Bandung hingga bulan Januari 2017 sudah 2 kali menjalani operasi dan masih harus menjalani operasi yang ke 3 kalinya. Sebelum dilakukan operasi ke 3, Adeeva harus menjalani serangkaian pemeriksaan yang dilakukan di RS Hasan Sadikin Bandung. Saat ini keluarga Adeeva merasa kesulitan untuk biaya akomodasi selama menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Ayahnya, Pak Abdul Khalim (26) hanya seorang buruh serabutan, sedangkan ibunya, Bu Sarminih (30) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, bantuan lanjutan disampaikan untuk biaya akomodasi selama menjalani pemeriksaan di RS Hasan Sadikin Bandung. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 943.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Emma Hermawati

Adeeva menderita fastcolostomi


NUNUNG BINTI AKIM (38, Ca Ovarium). Alamat : Kp. Cibulus RT 2/5, Desa Karangpatri, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sekitar 1 tahun yang lalu Bu Nunung mengalami pendarahan dan langsung menjalani pemeriksaan di RS Cikarang Medika. Karena hasil pemeriksaan tidak lengkap, akhirnya Bu Nunung menjalani pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi. Disinilah baru diketahui Bu Nunung menderita Ca Ovarium atau Kanker Rahim. Setelah diketahui diagnosanya ia dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Namun ia ragu karena ketiadaan bekal selama menjalani pemeriksaan meskipun biaya rumah sakit dapat discover dengan kartu KIS PBI yang ia miliki. Suaminya, Pak Acum (47) hanya seorang buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk bekal ke rumah sakit. Semoga Bu Nunung selalu diberi kemudahan dalam ikhtiar pengobatannya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @Opeck_elVarish

Bu Nunung menderita ca ovarium


MAULA BUDI ASTUTI (13, Leukimia).  Alamat:  Kp. Bojong Koneng RT 4/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sejak Januari 2015 Dik Maula mengeluh pusing, demam dan pucat. Saat itu ia memeriksakan ke klinik terdekat, namun dirujuk ke rumah sakit dengan alat yang lebih memadai. Berjalannya waktu pengobatan Maula dilanjutkan di kampung halamannya di Jogyakarta. Ia sempat didampingi Kurir Sedekah Rombongan Jogyakarta serta menerima bantuan bekal selama menjalani pemeriksaan. Saat ini Maula menjalani pengobatan rutin di RS Kramat 128 Jakarta Pusat sebulan 2 kali kunjungan. Mereka sempat kesulitan biaya akomodasi serta bekal untuk ke rumah sakit. Ayahnya, Pak Budi Harto (45) hanya seorang tukang ojek, sedangkan ibunya, Bu Dasem (43) ibu rumah tangga. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RS Kramat 128 Jakarta Pusat. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 713.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Maula menderita leukimia


DENA ROHYANA CAHYADI ( 17, Epilepsi + Lumpuh). Alamat : Kp. Lagoa RT 2/9, Desa Setia Mulya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pada usia 3 tahun, Dena terjatuh persis di depan rumahnya. Saat itu ia langsung kejang-kejang dan malam harinya demam tinggi. Setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan di rumah sakit, ia dinyatakan terkena epilepsi. Awalnya ia melakukan pengobatan di RSUD Kota Bekasi, namun saat ini dirujuk ke RSCM karena peralatan medis yang kurang memadai. Dena berasal dari keluarga tidak mampu, ayahnya Pak Ruhiyat sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ibunya, Bu Masamah (40) harus bekerja sebagai buruh cuci. Mereka kesulitan untuk memenuhi biaya akomodasi pengobatan Dena ke RSCM Jakarta. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi ke RSCM Jakarta. Semoga pengobatan Dena berjalan lancar. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @Supr1ono

Dena menderita epilepsi + lumpuh


JUHANAH TASMAN (50, TB Paru). Alamat : Kp. Sepanjang Jaya RT 5/1, Desa Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak 3 tahun yang lalu Bu Juhanah sering merasakan sesak nafas. Setelah menjalani pemeriksaan di RSUD Kota Bekasi ia dinyatakan terkena TB Paru dan harus melakukan pengobatan rutin 6 bulan berturut-turut. Namun karena kendala biaya akomodasi pengobatannya sempat terhenti hingga saat ini dan harus melakukan pengobatan dari awal. Suami Bu Juhanah, Pak Tasman (54) yang sehari-hari mencari nafkah sebagai tukang ojek. Penghasilannya terkadang hanya cukup untuk kebutuhan belanja dapur saja. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Lia Amalia

Bu Juhanah menderita TB paru


SANTIH BINTI KIMANG (34, Kanker Otak). Alamat : Kp. Gempol RT 1/1, Desa Sukarapih, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sejak pertengahan 2016, ia merasakan kepala pusing, mata berkunang-kunang hingga sampai 2 bulan berlalu kedua mata tak dapat melihat. Awal pengobatan ia lakukan di RSUD Kabupaten Bekasi, namun saat ini ia menjalani radiotherapy di RS Dharmais menggunakan jaminan Kartu BPJS Mandiri kelas 3 yang ia miliki. Suaminya, Pak Kardi (40) hanya seorang kuli bangunan yang penghasilanya tidak seberapa. Mereka sangat kesulitan untuk biaya akomodasi ke RS Dharmais Jakarta. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikanbantuan awal biaya bekal selama menjalani pengobatan di RS Dharmais Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Baety Sueb

Bu Santih menderita kanker otak


ROHMAN SETIAWAN (3, Luka Bakar). Alamat : Kp. Sawit Kaler, RT 7/4, Desa Sadarkarya, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Oman, akrab kami memanggil bocah cilik ini. Sekitar satu minggu lalu ia mengalami luka bakar di bagian leher dan wajahnya, kejadian tersebut berawal saat ia dan teman-temannya bermain korek api gas yang dilemparkan ke gundukan sampah yang sedang dibakar. Seketika api membesar mengenai wajah dan leher Oman. Ia pun kemudian dibawa dengan segera ke Puskesmas terdekat, dan ditangani dengan sigap oleh tim medis di Puskesmas tersebut. Oman diperbolehkan pulang namun tetap harus menjalani kontrol pengobatan di hari berikutnya, kini Oman sering rewel karena rasa perih di luka bakarnya tersebut. Ayahnya Agus (23) saat ini sedang tidak memiliki pekerjaan, tentunya ia membutuhkan bantuan untuk biaya kontrol dan pembelian obat di Puskesmas. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Oman dan kedua orangtuanya, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan Oman.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Ma’arif

Oman menderita luka bakar


NENI BINTI SAPTORI (38, Batu Ginjal). Alamat : Kp. Sawit Kaler, RT 7/4, Desa Sadarkarya, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Gejala penyakit yang dirasakan Teh Neni sudah terasa sejak tiga minggu lalu, yakni pinggang terasa panas dan nyeri disertai kencing yang tidak lancar. Hal tersebut ia anggap penyakit biasa, dan akan sembuh dengan segera. Namun rasa sakitnya tersebut semakin menjadi dan berkepanjangan, ia pun memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat, tim medis hanya menyarakankan Teh Neni untuk memperbanyak minum dan mengonsumsi obat sesuai resep dokter di Puskesmas tersebut. Saat ini kondisinya sudah mulai membaik, namun ia tetap harus menjalani kontrol ke puskesmas. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Teh Neni, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan Teh Neni.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Ma’arif

Bu Neni menderita batu ginjal


AHMAD SUDOMO (56, Benjolan di Wajah). Alamat : Kp. Cidahu, RT 3/2, Desa Gunungkarung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Ki Domo, akrab kami memanggilnya. Ia merasakan adanya benjolan yang disertai dengan gatal-gatal jika sedang kambuh, benjolan tersebut awalnya berukuran kecil, dan kini semakin membesar. Ia ingin memeriksakan penyakitnya tersebut, namun terkendala biaya. Maklum saja, Ki Domo yang bekerja sebagai butuh serabutan tak setiap hari memiliki pekerjaan, itu artinya terkadang ia memiliki uang, terkadang juga tidak. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ki Domo dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan Ki Domo.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Pak Ahmad menderita benjolan di wajah


ELIS RAHMAWATI (20, Gangguan Jiwa). Alamat : Kp. Jawa, RT 5/4, Desa Cibogohilir, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Neng Elis, akrab kami memanggilnya. Sejak dua tahun lalu, ibu Neng Elis yakni Yoyoh (59) sudah melihat adanya gejala gangguan mental pada anak perempuannya tersebut. Namun saat itu kondisinya belum separah seperti sekarang ini, saat ini Bu Yoyoh terpaksa sering mengikat Neng Elis agar tidak mengamuk dan kabur dari rumah. Bu Yoyoh tak pernah tahu pasti apa penyebab gangguan jiwa yang dialami anaknya tersebut, karena sebelumnya kakaknya yang bernama Dodi yang juga mengalami hal yang sama dan menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Ibunya mulai khawatir dengan keadaan Elis sekarang, ia ingin membawa Neng Elis ke Rumah Sakit Jiwa di Cimahi. Namun penghasilannya sebagai penjaja kue keliling yang juga merupakan seorang janda, tak cukup untuk membiayai akomodasi pengobatan anaknya tersebut. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Neng Elis dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan Neng Elis.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 23 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @zakiyah99

Elis menderita gangguan jiwa


LILI SOLIHIN (49, Reumatik Akut). Alamat : Kp. Cidahu, RT 1/1, Desa Gunungkarung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pak Lili, akrab kami memanggilnya. Ia mengeluh bahwa sejak lama jika sedang gerakan tasyahud akhir pada rangkaian shalatnya, ia tak bisa bertekuk karena kesakitan, jadi lebih sering diselonjorkan. Hal tersebut karena ia menderita penyakit reumatik akut, gejala yang dirasakan yakni pegal yang hebat dan kaki terasa panas juga terdapat beberapa benjolan di bagian kaki. Selama ini ia hanya menjalani pengobatan dengan cara terapi pijat dan diobati secara medis oleh mantri desa. Pak Lili ingin segera sembuh agar bisa kembali sholat dengan gerakan yang sempurna, ia mebutuhkan biaya akomodasi untuk pergi ke Rumah Sakit besar di kota. Rumahnya yang berada di perbatasan Purwakarta-Cianjur, membuat ongkos menuju RS lumayan besar, sedangkan penghasilannya sebagai kuli nyadap getah tak begitu banyak dan hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Lili dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan Pak Lili.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Pak Lili menderita reumatik akut


CARLI BIN FULAN (51, Cacat Fisik). Alamat : Jl. Purwamekar, RT 10/4, Desa Purwamekar, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pak Carli, akrab kami memanggilnya. Ia lahir sejak awal dalam keadaan cacat fisik, kedua tangannya semakin melengkung, kakinya pun tak bisa digerakkan. Ia sering mencoba untuk berdiri, namun gagal dan jatuh terus menerus. Dulu ketika kedua orangtuanya masih hidup, Pak Carli sering dibawa untuk menjalani ikhtiar pengobatan di beberapa tempat tradisional. Namun kini kedua orangtuanya telah meninggal dunia, tanggungan perawatan Pak Carli pun berpindah kepada kakaknya yang dengan sabar mengurus Pak Carli setiap harinya. Kakaknya tersebut merupakan buruh serabutan yang memiliki penghasilan terbatas, ia amat sangat membutuhkan uluran bantuan untuk hidup adiknya tersebut. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Carli dan kakak, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya sehari-hari keduanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis Ligar

Pak Carli menderita cacat fisik


NURUL MAULIDIYATI (8, Kelainan pada Tulang Kaki+Radang Paru+Gizi Buruk). Alamat : Kp. Basuki Rahmat, RT 14/7, Desa Sindangkasih, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Neng Nurul, bocah cilik yang lahir pada 25 Maret 2009 ini, mengalami kelainan pada tulang kaki saat usianya menginjak 5 tahun. Ketika ia mencoba berdiri, ia tidak bisa tegap dan terus terjatuh, pada usia tersebut juga Neng Nurul didiagnosa mengidap penyakit radang paru dan gizi buruk. Hingga kini saat usianya menginjak 8 tahun, Nurul pun harus berhenti bersekolah karena kendala yang ada di kakinya. Ia merasa malu jika harus datang ke sekolah dengan keadaan kakinya yang tidak bisa berdiri tegap. Neng Nurul yang kini tinggal di kontrakan bersama kedua orangtuanya, pernah melakukan pengobatan di RSBA dan RSHS Bandung. Namun ikhtiar tersebut harus terhenti karena kendala biaya, maklum saja penghasilan ayahnya sebagai buruh serabutan dan ibunya sebagai pembantu rumah tangga tak cukup untuk menutupi biaya akomodasi pengobatan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Neng Nurul dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis Ligar

Nurul menderita kelainan pada Ttulang kakri+radang paru+gizi buruk


MOHAMAD BIMA ADI (15, Kelainan Ginjal). Alamat: Jl. Ogan 1 No 24 Dusun Durenan Desa Pelem, Kec. Pare, Kab. Kediri, Jawa Timur. Bima biasa ia dipanggil, adalah pelajar kelas VIII Sekolah Menengah Pertama di Pare, Kediri. Pada awal September 2015 Bima sering mengeluh cepat lelah, sering merasa lemas dan sering mengalami demam. Karena itu orang tuanya memeriksakan Bima ke Puskesmas. Awal bulan November 2015 Bima mengalami demam lagi dan diikuti kejang sehingga membuat orang tuanya panik, Kemudian Bima langsung diperiksakan ke Rumah Sakit Amelia di Pare, Kediri. Berdasarkan hasil pemeriksaan di Rumah Sakit, Bima diagnosa menderita kelainan ginjal. Bima sempat opname beberapa hari, dan akhirnya dokter memberi rujukan ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Namun karena keterbatasan biaya, keluarga berencana menunda keberangkatan ke Surabaya. Ayah Bima, Heru Widodo (42) bekerja sebagai pedagang asongan dan ibunya, Winarti (40) adalah seorang ibu rumah tangga yang juga hanya membantu suaminya berdagang untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang jumlah tanggungannya 4 orang. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bima, dan saat itu juga kurir Sedekah Rombongan langsung menjemput Bima dan keluarga pendamping untuk di antar ke Surabaya serta Bima dibuatkan jaminan kesehatan BPJS kelas 3. Proses berobat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya terbilang lancar. Bantuan sudah diberikan dan dipergunakan untuk biaya pengobatan serta transportasi ke Surabaya. Bantuan sebelumya tercatat pada rombongan 967. Bima dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga kesehatan Bima segera membaik dan bisa melanjutkan sekolah demi menggapai cita-cita.

Jumlah Bantuan : Rp. 635.000,-
Tanggal : 14 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Bima menderita kelainan ginjal


AULIYA ZAFIRA RAMADANI (1, Jantung Bocor). Alamat: Desa Deket Kulon, RT 2/5, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur. Bayi yang masih berusia 7 bulan ini semenjak lkelahirannya memang sudah mengalami sakit. Namun, pihak keluarga belum membawa Auliya ke rumah sakit dan hanya merawat Auliya di rumah. Beberapa minggu yang lalu Auliya mengalami demam tinggi, kemudan Auliya diperiksakan ke RSUD Lamongan. Auliya sempat menjalani rawat inap selama satu minggu di RSUD Lamongan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Auliya didiagnosa menderita jantung bocor. Karena keterbatasan peralatan di RSUD Lamongan, Auliya dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan yang lebih lengkap. Sampai saat ini, Auliya masih menjalani perawatan di RSUD Dr. Soetomo dan sedang dilakukan observasi oleh tim dokter. Ayah Auliya, Slamet Nurudin (29) bekerja sebagai tukang parkir. Sedangkan ibunya, Isni Ariyanti (28) sebagai ibu rumah tangga. Walaupun Auliya sudah memiliki fasilitas kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS), pihak keluarga masih menemukan kesulitan biaya selama pengobatan Auliya. Orang tua Auliya harus mendampingi anaknya yang saat ini sedang dirawat di RSUD Dr. Soetomo, sehingga tidak ada pemasukan untuk biaya hidup selama pengobatan Auliya. Sedekah Rombongan mengetahui perjalanan pengobatan dan kesulitan yang dialami Auliya serta keluarga. Sedekah Rombongan berkesempatan menyalurkan bantuan dari para sedekaholic kepada Auliya. Bantuan pertama telah diberikan dan digunakan untuk biaya hidup selama pengobatan di Surabaya serta untuk biaya transportasi. Semoga Auliya bisa segera sembuh. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  BambangBKY @Earynta

Auliya menderita jantung bocor


YULI PURWANTI (51, Tumor luar kandungan + Tumor Paru-Paru). Alamat: Jalan Bumiarjo Gg 4 No. 20, RT 5/5, Kelurahan Sawunggiling, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur. Pada pertengahan tahun 2016, ibu Yuli mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh. Setelah diperiksakan di RSI Wonokromo, dokter mendiagnosa bahwa di dalam paru-paru ibu Yuli terdapat cairan dan harus dilakukan tindakan penyedotan. Karena keterbatasan peralatan di RSI Wonokromo, ibu Yuli dirujuk ke RS Paru Wanita Karang Tembok untuk menjalani penyedotan cairan di dalam paru-paru. Setelah mendapatkan penanganan yang baik, ternyata terdapat indikasi gejala penyakit lain yang diderita oleh ibu Yuli. Perut ibu Yuli membesar dan beliau tidak dapat buang air besar. Ibu Yuli kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Yuli didiagnosa mengidap penyakit Tumor di luar kandungan. Sampai saat ini, ibu Yuli masih menjalani perawatan di RSUD Dr. Soetomo dan sedang menunggu penjadwalan operasi yang sudah hampir satu tahun. Suami ibu Yuli, Juhaer (64) adalah seorang supir angkutan umum. Sedangkan ibu Yuli adalah seorang ibu rumah tangga. Keluarga ibu Yuli tinggal di sebuah tempat kos. Ibu Yuli sudah mempunyai jaminan kesehatan BPJS, namun masih banyak obat-obatan yang harus dibayar oleh keluarga karena merupakan obat yang di luar penanggunan pihak BPJS. Kebutuhan gizi yang harus terpenuhi untuk menjaga kesehatan ibu Yuli pun masih kurang sehingga kondisi beliau sering menurun. Walaupun demikian, kemauan untuk sembuh ibu Yuli sangat tinggi sehingga semua keluarga sselalu mendukung ibu Yuli dan selalu menemani ketika menjalani perawatan. Sedekah Rombongan mengetahui perjalanan pengobatan ibu Yuli dan kesulitan beliau. Sedekah Rombongan berkesempatan untuk membantu pengobatan ibu Yuli sehingga dapat meringankan beban keluarga mereka. Bantuan awal digunakan untuk keperluan pengobatan, vitamin, dan makanan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu Yuli. Semoga ibu Yuli dapat segera diberi kesehatan oleh Allah dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.031.600,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  Nurkholidah @Earynta

Bu Yuli menderita tumor luar kandungan + tumor paru-paru


MOHAMMAD IRFAN (21, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Ruko Pasar Sepanjang, RT 1/2, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Irfan adalah seorang anak jalanan tanpa memiliki identitas, tanpa keluarga dan tanpa tempat tinggal. Sejak awal tahun 2016, Irfan merasakan ada benjolan di sekitar leher. Benjolan tersebut, semakin lama semakin membesar. Akibat pembesaran benjolan tersebut, Irfan mulai merasakan sesak nafas dan susah dalam menelan makanan. Sehari-hari, Irfan dibantu oleh temannya yang sesama anak jalanan. Pada bulan Desember 2016, melalui info dari masyarakat, akhirnya Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Irfan. Kemudian Sedekah Rombongan membantu pemeriksaan Irfan ke IGD RSUD Sidoarjo, Alhamdulillah RSUD Sidoarjo merespon dengan baik, bahkan membebaskan seluruh biaya administrasi Irfan. Sedekah Rombongan memberikan santunan yang dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, biaya akomodasi transportasi untuk berobat ke rumah sakit, serta pembelian obat Irfan. Setelah beberapa mingu ikhtiar mencari kesembuhan, pada awal februari 2017 kondisi Irfan menurun dan dilarikan ke IGD RSUD Dr.Soetomo. Tak berselang lama kami mendapat informasi bahwa ia telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Sedekah Rombongan merasa kehilangan dan turut berbela sungkawa atas meninggalnya Irfan. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya pemakaman dan kebutuhan lain-lain. Bantuan sebeliumnya telah tercatat pada rombongan 965.

Jumlah Bantuan: Rp. 5.185.179,-
Tanggal: 7 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Opotondanda Eisty @EArynta

Irfan menderita kanker kelenjar getah bening


SULIHAH BINTI MOH SUKRI (55, Kanker Payudara). Alamat : Kampung Murlaok RT 2/6,  Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan Madura, Provinsi Jawa Timur. Bu Lihah, begitu sapaan akrabnya oleh para tetangga dan pelanggan bubur dagangannya. Bu lihah adalah Janda dengan satu anak. Sekitar 4 bulan lalu ia mengeluhkan sakit di bagian payudaranya. Terdapat benjolan di bagian payudara sebelah kiri dan mengeluarkan darah serta cairan kuning dari bagian putingnya. Ketika kurir Sedekah Rombongan berkunjung ke rumah bu Lihah, beliau juga menuturkan bahwa payudaranya mengalami pembengkakan selama beberapa bulan terakhir. Pihak kerabat terdekat mengantar bu Lihah unutk periksa ke Puskesmas dan kemudian oleh pihak Puskesmas dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkalan untuk menjalani operasi pengangkatan kankernya. Pengobatan yang dilakukan dengan menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas III. Meski begitu bu Lihah mengeluhkan besarnya biaya transportasi untuk berobat dari rumah ke rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan berkesempatan untuk membantu bu Lihah dengan menyampaikan bantuan biaya transportasi dan biaya obat di luar BPJS. Operasi sudah dilakukan dan kondisi bu Lihah pasca operasi mulai membaik. Saat ini bu Lihah sedang menunggu jadwal kemoterapi yang akan dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan yang Sedekah Rombongan sampaikan juga meliputi biaya transportasi bu Lihah dari Madura ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 963. Bu Lihah sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini ia masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 1 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @vanmadura @masyrifahhatib @hrosania

Bu Sulihah menderita kanker payudara


AHYAITA BANJAH DINI (10, Lupus Nefritis). Alamat : Jl. Trunojoyo VII No. 121, RT. 4/3, Kec. Patemon, Kota Pamekasan, Prov. Jawa Timur. Ita, biasa ia dipanggil adalah pelajar kelas IV di salah satu sekolah negeri di Pamekasan. Pada awalnya ia lahir dengan keadaan yang normal. Perkembangan fisiknya tidak mengalami masalah. Namun, sekitar Agustus 2016, ia sempat merasa sakit pada daerah perutnya dan sempat pingsan.  Saat itu juga orang tuanya membawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pamekasan untuk diperiksa. Kemudian dokter mendiagnosis bahwa ia menderita Lupus Nefritis atau penyakit ginjal yang serius yang disebabkan oleh peradangan yang berkepanjangan di ginjal. Dokter memberikan saran pada kedua orang tuanya untuk merujuk ke Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya untuk segera mendapat penanganan yang tepat. Sampai saat ini, ia masih rutin berobat ke RSUD Dr. Soetomo. Sebelumnya ia selalu rutin melakukan cuci darah namun saat ini sudah dipasang CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis) atau metode yang dipasang di daerah perutuntuk menghilangkan racun dan kelebihan air dari tubuh manusia. Ayah Ita, Mukhlisin (47) dan ibunya Muhayatun (37), mengungkapkan bahwa sejak sakit sampai saat ini, Ita belum bisa masuk sekolah, dikarenakan ia harus berobat ke Surabaya yang terkadang harus menginap sampai dengan delapan hari. Saat ini, pengobatan Ita terus diperhatikan oleh kedua orang tuanya, terutama ayahnya yang seorang sales roti. Keluarga juga mengeluhkan besarnya biaya yg diperlukan untuk transportasi, akomodasi dan tempat tinggal selama di Surabaya. Keadaan inilah yang mendorong Kurir Sedekah Rombongan untuk ikut membantu kesembuhan Ita. Bantuan telah  disampaikan untuk biaya transport dan pengobatannya di Surabaya. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 963. Semoga Ita bisa segera pulih dan masuk sekolah demi meraih cita-cita.

Jumlah Bantuan​: Rp. 1.000.000,-
Tanggal​: 17 januari 2017
Kurir​: @Wahyu_CSD  @vanmadura @estianti01 @u_nitaks

Ita menderita lupus nefritis


MOHAMMAD TAUHID (18, Retardasi Mental). Alamat : Desa Bragung, RT 4/4 Dusun Benlapah, Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep Madura, Provinsi Jawa Timur. Tauhid mengalami retardasi mental sejak kecil. Ia hidup berdua dengan neneknya yang sekaligus merawat Tauhid dan membantu memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Karena Tauhid tidak bisa mandiri untuk memenuhi kebutuhan lahiriahnya seperti untuk makan dan buang air. Sehari-hari, Tauhid dirantai karena pihak keluarga khawatir Tauhid melakukan tindakan yang membahayakan dirinya. Karena sebelumnya, ia pernah melompat ke dalam sumur, walaupun sebenarnya ia tidak pernah menyakiti orang lain. Tauhid tidak memiliki jaminan kesehatan apapun tetapi pihak keluarga telah dua kali membawa Tauhid ke Rumah Sakit Jiwa di Lawang  Malang, tetapi belum membuahkan hasil, sehingga Tauhid kembali dibawa pulang. Ayah tauhid telah lama meninggal. Sedangkan ibunya, Misriya (38) menderita penyakit amplastomarasidic yaitu penyakit  yang menggerogoti tulang tengkorak. Saat ini ibu Misriya adalah salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Surabaya. Bantuan telah disampaikan dan diterima oleh nenek Tauhid. Bantuan tersebut akan dipergunakan untuk membangun kamar mandi dirumah Tauhid. Hal ini diharapkan dapat meringankan beban nenek Tauhid dalam merawatnya. Nenek Tauhid mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah rombongan. Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat membantu meringankan kesulitan nenek Tauhid.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 14 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura @radityorenal @hafnirosania

Tauhid menderita retardasi mental


ALIFA NASIHA (1, Kelahiran Prematur Spontan). Alamat : Jalan Damai, RT 3/8, Kelurahan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Alifa lahir dengan kondisi prematur; semua organ tubuhnya masih belum berkembang dengan sempurna terutama jantung dan paru-paru. Pada saat ini bayi Alifa masih mengalami kesulitan untuk bernapas dan berat badannya belum cukup memadai untuk keluar dari ruang inkubator. Bayi Alifa lahir dari pasangan Bambang (31) dan Suryana (25). Pada masa kehamilan usia 3 bulan, Ibu Suryana mengalami pendarahan dan ia langsung dibawa berobat ke klinik terdekat hingga perdarahan terhenti. Tiga bulan kemudian terjadi pendarahan lagi yang berlangsung selama 3 hari sehingga keluarga langsung membawanya ke RSIA Eria Bunda dan pihak rumah sakit menyarankan untuk langsung dirawat inap. Dalam hitungan jam Ibu Suryana mengeluarkan darah dan lendir sehingga dokter pun berencana merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan pertimbangan peralatan di RSUD lebih lengkap. Saat proses rujukan sedang diurus dan belum berangkat ke RSUD, ternyata kepala bayi sudah keluar sehingga Ibu Suryana tidak susah payah untuk melahirkan. Bayi lahir dengan proses kelahiran normal hanya dalam waktu 10 menit. Akhirnya Alifa lahir dalam kondisi prematur dengan usia kandungan hanya 6,5 bulan dengan berat badan 1,35 kg. Bayi Alifa langsung dibawa masuk ke ruang inkubator dan dipasang selang untuk membantunya bernapas karena jantung dan paru-parunya belum berfungsi dengan sempurna. Dokter yang merawatnya menyarankan pihak keluarga untuk membeli susu formula agar berat badan Alifa bisa lebih cepat bertambah, namun keluarga mengalami kesulitan karena penghasilan ayah Alifa yang bekerja sebagai buruh bangunan sangat kecil hanya dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga ini. Keluarga Alifa merupakan pendatang baru di Pekanbaru sejak bulan April 2016. Rumah yang mereka tinggali saat ini pun adalah gudang proyek bangunan yang dimiliki oleh pemilik proyek tempat ayah Alifa bekerja. Di gudang tersebut ayah Alifa sekaligus ditugaskan untuk menjaga barang-barang yang ada di gudang tersebut. Selama Alifa dirawat di RSIA Eria Bunda, ia terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Dokumen yang diperlukan untuk membuat Jamkesda masih dalam pengurusan karena keluarganya yang baru saja berdomisili di Pekanbaru. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Alifa dipertemukan dan menjadikannya pasien dampingan SR Riau. Santunan awal pun disampaikan untuk membantu pembelian susu formula agar berat badan Alifa bisa cepat bertambah. Alhamdulillah kondisi Alifa saat ini sudah membaik dan ia sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya. Namun keluarga tetap terkendala dengan tunggakan biaya RS selama Alifa masih dalam perawatan intensif di RSIA Eria Bunda. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu cicilan pembayaran biaya RS Alifa hingga lunas nanti. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 955.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 7 Februari 2017
Kurir : @nhpita Irni Icang @ekow_uwal

Alifa menderita kelahiran prematur spontan


RISKI BIN AMRIL (15, Kanker Tulang). Alamat : Gang Horas, RT 3/6, Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Saat masih kecil, Riski pernah terjatuh keras dalam posisi terduduk namun orang tuanya tidak pernah memeriksakan kondisi tulangnya setelah kejadian tersebut. Lima bulan terakhir kondisi tulang pangkal paha Riski semakin parah hingga ia mengalami kesulitan berjalan. Kakinya semakin mengecil, badannya semakin kurus hingga seperti tulang yang berbalut kulit, pangkal paha kirinya pun membengkak sebesar bola. Orang tuanya lalu membawa Riski berobat ke RS Efarina di Pangkalan Kerinci. Dokter di RS Efarina kemudian merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk mendapatkan pemeriksaan lebih intensif. Dokter di RSUD Arifin Achmad mendiagnosis Riski menderita Osteosarkoma atau kanker tulang pada tulang pangkal paha kirinya dan merujuknya ke RSCM Jakarta. Riski tinggal dengan ayahnya, Amril, yang bekerja sebagai pedagang kain keliling dengan penghasilan tidak tetap, dan ibunya, Rosita, yang seorang ibu rumah tangga. Mereka tinggal di rumah kontrakan berukuran 4×10 dengan 1 kamar yang menampung 6 orang anggota keluarga. Selama pengobatan Riski menggunakan BPJS kelas 3, namun keluarga tetap mengalami kendala biaya transportasi berobat ke RSCM Jakarta karena untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pun mereka masih mengalami keterbatasan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Riski dan menyampaikan santunan untuk membantu keluarga dalam biaya akomodasi dan pembelian tiket agar Riski dapat berobat ke Jakarta. Saat ini Riski telah tinggal di RSSR Jakarta dan masih berobat secara rutin di RSCM Jakarta. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu kebutuhan sehari-hari Riski dan keluarga selama ia menjalani pengobatan di Jakarta. Semoga kondisi Riski dapat membaik dan ia segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya, aamiin. Bantuan Riski sebelumnya sudah masuk dalam Rombongan 950.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 10 Februari 2017
Kurir : @nhpita @harji_anies @untaririri

Riski menderita kanker tulang


DIKI WAHYUDI (6, Tumor di Dada Kiri). Alamat : Jln. Tengku Mahmud, Simpang Jengkol dekat TPU, Kel. Palas, Kec. Rumbai, Kota Pekanbaru, Prov. Riau. Diki menderita tumor otot pada dada kirinya, sakit yang dideritanya dialami sejak ia usia balita. Pada usia 1,5 tahun, ia sudah menjalankan operasi pertama pengangkatan tumor tersebut, namun setelah operasi pertama dilakukan, sekitar 8 bulan kemudian massa tumor kembali tumbuh di tempat yang sama. Hingga usia 4,5 tahun ia sudah menjalani operasi sebanyak tiga kali. Setelah operasi terakhir pada usia 4,5 tahun, Diki diharuskan menjalankan kemoterapi. Orang tuanya sudah tidak memiliki biaya untuk pengobatannya. Ia dirawat di rumah tanpa pengawasan dokter hingga usia 5,5 tahun hingga kondisinya semakin parah dengan tumor yang mengalami pembengkakan dan pecah. Akhirnya mau tidak mau orang tua Diki harus membawanya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Dokter menganjurkan Diki menjalani kemoterapi sebanyak 18 siklus kemo dengan 1 kali siklus kemo ia membutuhkan 2 botol obat Dactinomycin. Ayahnya, Budianto, bekerja sebagai pedagang serabutan dengan penghasilan yang tidak tetap setiap bulannya, sedangkan ibunya, Ningsih, adalah seorang ibu rumah tangga. Kondisi perekonomian keluarga yang masih terbatas membuat Diki terkendala biaya untuk menjalani pengobatannya hingga akhirnya Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarganya oleh salah satu dokter yang menangani Diki. Sedekah Rombongan memutuskan membantunya sebagai pasien dampingan. Alhamdulillah pengobatan Diki berjalan lancar dan ia bisa melanjutkan pengobatan kemoterapi dan menjalani operasi pembuangan tumornya yang pecah. Setelah menjalani operasi, kondisi Diki berangsur membaik dan dokter memutuskan kemo dilanjutkan kembali agar tumor semakin mengecil, namun sayangnya setelah beberapa kali menjalani siklus kemo kondisi tumor Diki kembali membesar. Akhirnya dokter menyarankan Diki untuk melanjutkan pengobatannya di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta agar mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Berbekal surat rujukan ke RSCM, Diki dan keluarganya memutuskan untuk berobat ke Jakarta namun terkendala biaya transportasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan biaya transportasi untuk Diki dan keluarganya sehingga mereka bisa berangkat ke Jakarta. Saat ini Diki telah tinggal di RSSR Jakarta dan melanjutkan pengobatannya di RSCM. Semoga Diki segera diberikan kesembuhan total dari penyakitnya, aamiin. Santunan kembali disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari Diki selama ia berobat di Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 964.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 10 Februari 2017
Kurir : @nhpita @harji_anies @untaririri

Diki menderita tumor di dada kiri


MTSR RIAU (BM 1509 SR, Biaya Operasional Februari 2017). Sejak April 2016, alhamdulillah Sedekah Rombongan Riau dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan membantu dhuafa yang sakit dan tidak mampu ke rumah sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Riau. Hingga kini, keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR Riau maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Selama bulan Februari 2017 telah dikeluarkan kebutuhan biaya operasional MTSR Riau yang digunakan untuk membeli BBM premium, membayar biaya transportasi pasien saat MTSR sedang menjemput pasien lain, menjemput pasien di luar kota Pekanbaru dan membayar biaya servis rutin MTSR. Insyaa Allah, hingga ke depannya MTSR Riau akan semakin dirasakan manfaatnya oleh pasien dhuafa khususnya di wilayah Pekanbaru serta kota lainnya di Provinsi Riau, aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 964.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.109.000,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @nhpita @uldharma Nasrul Herman dan seluruh kurir Riau

Biaya operasional februari 2017


RSSR RIAU (Operasional RSSR Februari 2017). Alamat : Jalan Kutilang Sakti, Perum Griya Kutilang Asri, Blok A 4, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Sejak Februari 2016 lalu, Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Riau menjadi tempat bernaung pasien rujukan dari luar kota Pekanbaru yang membutuhkan tempat tinggal selama mereka berobat jalan di Pekanbaru. Mereka adalah pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan Riau yang berdomisili di berbagai kabupaten yang ada di penjuru Riau, antara lain : Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Kuansing dan Dumai. Alhamdulillah RSSR Riau dapat memudahkan pendampingan pasien dhuafa yang sedang ikhtiar berobat di rumah sakit rujukan utama di Riau yakni RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Selama bulan Februari 2017 telah dikeluarkan kebutuhan operasional RSSR yang digunakan untuk kebutuhan makan sehari-hari pasien, biaya listrik, biaya kebersihan dan biaya operasional harian lainnya. Semoga para pasien yang sedang berjuang untuk kesembuhan diberi kelancaran dalam pengobatannya, aamiin. Bantuan untuk operasional RSSR Riau sebelumnya masuk dalam Rombongan 950.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.373.000,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @nhpita @uldharma Rina @hermanwaesyah dan seluruh kurir Riau

Operasional RSSR Februari 2017

—-
SALSA RAMADANTI (1, Jantung Bocor). Alamat : Kp. Sawit Kaler, RT 9/5, Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Neng Salsa, akrab kami memanggil balita yang lahir kembar dan premature ini. Neng Salsa sangat beruntung, dengan berat yang hanya 1,2 kg ketika lahir, namun ia bisa bertahan hidup hingga sekarang. Sedangkan kembarannya yang lahir dengan berat 5 ons, harus meninggal tak lama setelah ia lahir ke dunia. Neng Salsa sudah didiagnosa mengalami bocor jantung ketika umurnya masih 3 bulan, keluarganya sempat ikhtiar pengobatan untuk kesembuhan Neng Salsa. Kala itu, pemeriksaannya sudah sampai tahap Echo, namun karena kendala biaya maka selama 5 bulan ini proses pengobatan dan pemeriksaan Neng Salsa harus tertunda. Ayahnya Caca (33) merupakan seorang buruh kuli menjahit tas di kota Bandung, penghasilannya tak cukup untuk membiayai akomodasi pengobatan anaknya tersebut. Akhir Januari lalu, dengan tekad yang kuat, Neng Salsa kembali dibawa untuk ikhtiar pengobatan, keluarganya meminjam uang kepada tetangga setempat untuk biaya akomodasi. Dengan ijin Allah, tetangganya tersebut mengabarkan kepada kurir Sedekah Rombongan daerah Purwakarta. Kami pun datang bersilaturahim ke rumah Neng Salsa, saat itu Neng Salsa akan dibawa ke RSHS Bandung untuk menjalani proses echo ulang. Kami pun menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Neng Salsa menuju RSHS Bandung. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 962.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Ma’arif

Salsa menderita jantung bocor

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MOHAMMAD ALAWI AL MALIK 1,600,000
2 UUN DWI NURHASANAH 500,000
3 SAMIUN BIN NINGRAM 1,750,000
4 SYA’DIYAH BINTI SAHAWI 1,000,000
5 SUTINAH BINTI MUHAMMAD 1,000,000
6 MUHAMMAD BIN HAMIN 1,000,000
7 SRI LUKITA KRISTINAWATI 1,440,000
8 WIDOWATI BINTI SUYATNO 1,000,000
9 NOVIDA BINTI SUROSO 750,000
10 GATOT 1,000,000
11 UUN DWI NURHASANAH 1,297,200
12 EKA NUR SA’ADAH 500,000
13 NJOO SWIE FOEN 642,500
14 MISRIYA BIN ALAWI 875,000
15 SUPAR BINTI DASMO 600,000
16 SITI ROMLAH 500,000
17 SUJATNO BIN MARGONO 500,000
18 ZUYUN RAHMAWATI 500,000
19 SONI ISRA ISTAIN 510,000
20 MUHAMMAD ROSYIKUL ILMI 500,000
21 AGUSTINA RAHAYU 553,500
22 AZIMATUL KHUSNIA 870,800
23 IMAS SITI KOMALA 500,000
24 RIA JUNIARTI 500,000
25 FAQIH HIDAYAT 1,000,000
26 RUKINI BINTI TARSONO 500,000
27 ICOH BINTI MISJA 500,000
28 MTSR BOGOR 4,250,000
29 DIDIN SARIPUDIN 500,000
30 ENCE BIN LAMPU 500,000
31 KUSNADI CASWATI 500,000
32 DODOH SRI RAUDHOH 500,000
33 KOKOM BINTI EMUT 500,000
34 EEM MARYATI 500,000
35 RANI ANGGRAENI 500,000
36 SAPYUDIN BIN ADAM 500,000
37 SARI RINA WATI YUDHA 500,000
38 SUKARNO BIN BARKIYA 500,000
39 YAHYA BIN USMAN 500,000
40 NURHALIMAH BINTI NANA SUJANA 500,000
41 HANDI KUSNAWAN 500,000
42 DEA SEKAR ARUM 500,000
43 ARTALIM BIN KIAN 500,000
44 RAEDI BIN PEWARTA ARSA 750,000
45 SRI MULYATI 1,000,000
46 KOYAH BINTI NYIMAN 1,000,000
47 PRINCESS 1,000,000
48 UNYIH BINTI RASYID 500,000
49 NARI BINTI NAWI 1,000,000
50 MAEMUNAH BINTI MADAWI 1,000,000
51 ADEEVA AFSHEEN MYESHA 500,000
52 NUNUNG BINTI AKIM 500,000
53 MAULA BUDI ASTUTI 500,000
54 DENA ROHYANA CAHYADI 500,000
55 JUHANAH TASMAN 500,000
56 SANTIH BINTI KIMANG 500,000
57 ROHMAN SETIAWAN 500,000
58 NENI BINTI SAPTORI 500,000
59 AHMAD SUDOMO 500,000
60 ELIS RAHMAWATI 750,000
61 LILI SOLIHIN 500,000
62 CARLI BIN FULAN 500,000
63 NURUL MAULIDIYATI 500,000
64 MOHAMAD BIMA ADI 635,000
65 AULIYA ZAFIRA RAMADANI 500,000
66 YULI PURWANTI 1,031,600
67 MOHAMMAD IRFAN 5,185,179
68 SULIHAH BINTI MOH SUKRI 1,000,000
69 AHYAITA BANJAH DINI 1,000,000
70 MOHAMMAD TAUHID 3,000,000
71 ALIFA NASIHA 2,000,000
72 RISKI BIN AMRIL 1,250,000
73 DIKI WAHYUDI 1,250,000
74 MTSR RIAU 3,109,000
75 RSSR RIAU 5,373,000
76 SALSA 500,000
Total 72,472,779

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 72,472,779,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 977 ROMBONGAN

Rp. 48,845,241,516,-

 

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


One Response to Rombongan 977

  1. 91Nannie

    I must say you have hi quality posts here. Your
    website should go viral. You need initial traffic only.

    How to get it? Search for: Miftolo’s tools go viral