Rombongan 976

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya.
Posted by on March 30, 2017

MAHMUD SUKARYONO (56, Hepatitis B). Alamat : RT. 3/2 Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Mahmud adalah seorang seorang bapak dari 2 orang anak yang bekerja sehari hari sebagai Supir Angdes. Dalam 3 bulan terakhir beliau sering sakit-sakitan, gejalanya seperti penyakit Mag tetapi tidak dihiraukan. Karena sakit semakin parah pak Mahmud mencoba berobat ke Rsud. Sayidiman Magetan dengan menggunakan jaminan Bpjs kelas 3, juga mengunjungi Dokter umum dan beliau divonis menderita penyakit hepatitis B. Walau dengan kondisi terbatas beliau terus berupaya melanjutkan proses pengobatan. Sejak sakit, pak Mahmud sudah tidak bisa bekerja lagi. Istrinya meninggal beberapa tahun lalu sedangkan anaknya yang pertama telah menikah dan merantau ke Sumatra, anak ke 2 yang masih kelas 4 SD dititipkan pada saudara nya karena sudah tidak mampu menyekolahkan anak nya. Sedangkan pak Mahmud sendiri hidup menumpang pada adik nya di sebuah rumah kontrakan yang kondisinya sangat memprihatinkan. Dengan kondisi itulah pak Mahmud sangat terkendala untuk melanjutkan pengobatam. SR hadir membantu meringankan beban pak Mahmud dengan menyampaikan Santunan titipan para Sedekaholic sebesar Rp 1.000.000 dan digunakan untuk melanjutkan proses pengobatan. Beliau sangat bersyukur dan berterimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga pak Mahmud segera sembuh dan dapat bekerja seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 16 Maret 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @KinantiAwe

Pak Mahmud menderita Hepatitis B


NURYADI BIN SUPARMIN ( 31, tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja) Alamat : RT 1/3 Dusun Basri, Kelurahan Sidorejo Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Bang Nurcarik, biasa Nuryadi di panggil, namun pagilan Nurcarik ternyata tidak seperti yang kita pikirkan yang artinya Nur sekretaris desa. Nur hanya bekerja sebagai kuli batu di pertambangan batu di sekitar desanya. Suatu hari Nur punya niatan membangun rumah dan mencari batu sendiri di sela-sela pekerjaanya sebagai kuli batu. Namun, mala petaka menimpanya ketika ia berniat memecah batu untuk rumahnya. Batu tersebut bukan nya pecah namun jatuh dan menimpa kaki kanan nya hingga mengakibatkan tulang besar kakinya hilang 10 cm. Kejadian itu menimpanya sekitar setahun yang lalu, penanganan operasi pertama di lakukan di RSUD Mojosongo dengan biaya umum. Karena sudah kehabisan biaya, akhirnya Nur mendaftarkan diri ke BPJS mandiri dan selanjutnya di rujuk ke RSUD dr Suharso/Ortopedi Solo. Sekali lagi Nur kembali memiliki kendala biaya transportasi, karena tidak ada pemasukan sama sekali dan istrinya hanya ibu rumah tangga dan mempunyai 2 tanggungan anak usia sekolah. Akhirnya keluarga Nur mencari informasi tentang Sedekah Rombongan yang pernah membantu tetangganya berobat dan di lanjutkan mendatangi RSSR Magetan untuk mengajukan bantuan. Nur akhirnya menjadi pasien dampingan #SR Magetan. Operasi ke lima Nuryadi dilakukan Oktober 2016 sedangkan operasi lanjutan dilakukan tanggal 2 November 2016. Titipan santunan ketujuh dari sedekahholic sebesar Rp 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya operasional selama rawat inap, tunggakan biaya medikasi dan pembayaran Bpjs Mandiri, setelah sebelum nya masuk rombongan 929. Nuryadi sekeluarga mengucapkan terimakasih atas segala bantuan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 2.000.000
Tanggal : 19 Maret 2017
Kurir : @MawanHananto @Ervinsurvive @KinantiAwe

Pak Nuryadi menderita tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja


PARNI BIN RAMBAT, (48, Karsinoma Nasopharyng) Alamat : Dusun Claket Desa Bulugunung RT 17 / 2 Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Pak Parni begitu orang biasa memanggilnya. Seorang pria berusia 48 tahun yang bertempat tinggal di Bulugunung Magetan. Dalam kesehariannya Pak Parni bekerja sebagai Buruh Tani dengan penghasilan kurang lebih Rp. 50.000/hari. Ayah dari 4 orang anak ini mulai mengetahui adanya benjolan di leher 1 tahun lalu, dan baru terasa sakit beberapa bulan belakangan ini. Ia sudah menjalani pengobatan di Rsud dr. Syadiman Magetan, Rsud dr. Soedono Madiun, dan terakhir ia berobat ke Rsud dr. Moewardi Solo. Dokter mendiagnosa ia menderita penyakit Karsinoma Nasopharyng. Dengan penghasilan yang cukup minim, istrinya Parmi yang bekerja sebagai buruh gendong tidak kamu membiayai suaminya berobat. Setelah mendapat informasi dari tetangga sekitar tempat tinggal Pak Parni, kurir Sedekah Rombongan melakukan survei memutuskan untuk mendampingi beliau berobat. Santunan kedua sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi selama ranap saat menjalani kemoterapi dan pembelian  obat diluar tanggungan bpjs setelah sebelumnya masuk rombongan 935. Pak Parni sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Pak Parni segera diberikan kesembuhan atas penyakit yang dideritanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 21 Maret 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @RonyPratama

Pak Parni menderita karsinoma nasopharyng


SARNI BINTI SUBARI (57, tbc paru-paru) Alamat : RT. 06/02 Dusun Jetak Desa Simo Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur. Bu Sarni dulu bekerja membuka warung makan di pasar sayur Magetan. Beliau seorang pekerja keras. Setelah menderita sakit sakitan ditinggal suaminya pergi entah kemana. Hidup seorang diri tanpa anak dan saudara. Pada awal sakitnya Bu Sarni berobat dengan rawat jalan di puskesmas Kendal dan pernah dirawat di RS dengan menggunakan BPJS. Tabungan yang dimiliki sedikit demi sedikit habis untuk berobat. Setelah sekian tahun berobat belum mengalami kesembuhan beliau sudah pasrah pada Yang Maha Kuasa. Akhirnya beliau sudah tidak berobat lagi, karena untuk transportasi dan keluarga yang mengantar tidak ada. Sebenarnya Bu Sarni mempunyai saudara (kakak) tapi rumahnya di desa sebelah dan tidak bisa merawat saudaranya. Bantuan dari SR sebesar Rp. 1.000.000 disampaikan kepada beliau dan digunakan untuk berobat dan biaya hidup kesehariannya. Bu Sarni sangat berterima kasih kepada SR yang telah peduli dan meringankan beban hidupnya. Semoga Allah SWT memberi kekuatan dan mengangkat penyakit yang diderita. Aamin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Maret 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Sumiyati @KinantiAwe

Bu Sarni menderita tbc paru-paru


SARINEM BINTI WOSO SEMIN ( 55, Tbc paru-paru) Alamat : RT. 07/03 Dusun Sambi, Desa Simo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Bu Sarinem dulunya pedagang perabot rumah tangga di pasar. Setelah suaminya meninggal beliau sering sakit sakitan. Sedangkan anak satu satunya yang dulu bekerja di Jakarta juga sering sakit. Harta benda yang diwariskan suaminya sedikit demi sedikit dijual untuk berobat dengan anaknya dan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Bu Sarinem hidup dengan anak perempuan semata wayangnya dan seorang cucu yg masih kecil. Bu Sarinem sekarang sudah menyerah dengan keadaan, karena setelah bertahun tahun berobat sakitnya belum sembuh. Kebutuhan hidup kesehariannya mengandalkan hasil jualan anyaman bambu yang ditekuninya dengan anaknya. Walaupun uang yang dihasilkan masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhannya, beliau tetap menekuni pekerjaannya. Kondisi fisiknya semakin menurun. Pada saat kurir SR memberi bantuan beliau dan anaknya sempat tidak percaya, takut kalau dikemudian hari ada masalah yang timbul. Setelah diyakinkan bahwa tim SR memberi bantuan tanpa maksud dan tujuan apapun beliau dengan senang hati dan menangis haru menerima sumbangan sebesar Rp. 1.000.000 yang digunakan untuk berobat dan modal usaha anyaman bambu. Semoga Allah SWT memberi kekuatan dan kesabaran menghadapi cobaan hidupnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Maret 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Sumiyati @KinantiAwe

Bu Sarinem menderita tbc paru-paru


SUKIRAN BIN MUSLASDI (58, Pasca Operasi Kanker di punggung). Alamat : Desa Kare, RT 11/3, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Sukir adalah seorang bapak yang mempunyai 3 orang anak. Hidup sebagai seorang buruh tani di sebuah desa yang jauh dari keramaian. Sudah 5 tahun lebih Pak Sukir menderita  sakit kanker di punggungnya. Awalnya pak Sukir tidak mengetahui bahwa benjolan di punggung itu ternyata kanker, karena sebelumnya hanya benjolan kecil, namun lama kelamaan semakin besar. Karena semakin besar, akhirnya pak Sukir memeriksakan benjolan tersebut. Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan, akhirnya pak Sukir menjalani operasi. Pak Sukir Memiliki fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3. Dan saat ini masih menjalani kontrol rutin seminggu sekali di RSDM. Sedekah Rombongan memahami dan merasakan  kondisi kesuliatn  yang dialami pak Sukir sekeluarga. Sebelum bertemu Sedekah Rombongan, pak Sukir setiap kontrol menyewa mobil untuk berangkat ke Solo. Walau terkadang sebenarnya tidak memiliki uang untuk itu, namun tetap berangkat demi kesembuhan sakitnya, walau harus meminjam dulu ke tetangga. Akhirnya bantuan awalpun sebesar Rp. 1.000.000 disampaikan untuk biaya berobat pak Sukir. Pak Sukir merasa senang sekali, dan mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Maret 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Pak Sukiran menderita pasca operasi Kanker di punggung


MUSOFA HAMDAN (14, Shepinabifida). Alamat: Dusun Baliboto,  RT 42/4, Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Hamdan, begitulah nama seorang anak putra dari Ibu Ayib. Di usianya yg ke 14 tahun ini seharusnya dia masih bisa merasakan indahnya bersekolah dan bertemu teman-temannya. Seharusnya Hamdan sekarang kelas 8 SLTP, namun karena penyakit yang dideritanya kini ia harus berhenti sekolah dan hanya bisa terdiam di rumah. Shepinabifida ialah penyakit benjolan di tulang ekor akibat keluarnya bagian sumsum tulang belakang. Penyakit ini diderita sejak kecil, yang hingga sekarang merambat pada ginjal dan jantungnya. Ibunya yang hanya sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi Ibu Ayib masih mempunyai tanggungan 2 anaknya. Kini Ibu Ayib harus berjuang menghidupi keluarganya seorang diri menjadi single parent. Sementara Hamdan  masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang  salah satu kakinya untuk berjalan tidak bisa sempurna seperti biasanya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Hamdan. Saat ini Hamdan menggunakan fasilitas KIS. Dengan keadaan tersebut,  Hamdan yang sebelumnya  sudah menerima santunan dan masuk pada rombongan 959, kali ini Hamdan kembali menerima santunan untuk biaya pengobatan. Sedekah Rombongan selalu memberi semangat untuk Hamdan untuk bisa berjuang melawan sakit yang dideritanya. Secara rutin setiap hari Senin dan Kamis, Hamdan kontrol. Dan 2 minggu sekali setiap Jumat juga rutin periksa. Ucapan terimakasih disampaikan  kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Hamdan diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat melanjutkan sekolahnya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Maret 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Mushofa menderita shepinabifida


RIZKI CAHAYA SAPUTRA (4, Leukemia). Alamat :  Dusun Sogaten, RT 17/2, Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rizky adalah seorang balita yang mengalami penyakit leukemia.  Awalnya Rizky tidak bisa berjalan, sering jatuh, sehingga oleh kedua orang tuanya dibawa ke sangkal putung, yang katanya tidak apa-apa.  Tapi kondisi badannya panas terus dan tidak turun – turun. Sampai selama 2 minggu dan badan Rizky semakin kurus dan pucat. Rizky dibawa ke Klinik Yepa Kaibon, dan pada saat itu hb hanya 3. Sehingga tranfusi ke Soedono Madiun. Setelah dilakukan cek laboratorium, Rizky juga diindikasi ada pembengkaan hati dan limpa. Dari Rsud. Soedono Madiun dirujuk ke  Rsud. Moewardi Solo. Rizky juga mengalami mimisan. Dan menurut jadwal seminggu sekali ke Solo. Sakit leukimia yang dideritanya diharuskan dirujuk berobat ke RSDM Solo, jatah kemo 111x, baru dijalani 27 kali. Tiap 10 hari kemo. Jadwal terakhir adalah tanggal 24 Januari 2017. Rizky memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi kedua orang tuanya, yang harus naik bis umum untuk berobat Rizky ke RSDM Solo. Bapaknya Rizky yang bekerja serabutan dan tidak tentu penghasilannya, juga ibunya yang sekarang berjualan es jus di depan rumahnya demi bisa membiayai Rizky. Bantuanpun  disampaikan oleh Sedekah Rombongan  untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya Rizky, yang sebelumnya telah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 970. Tak lupa ibunya Rizky mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24  Maret 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Rizky menderita leukemia


ALM. MUCHOLIFAH BINTI IMAM SUPARMAN ( 58, OS PROPTOSIS) Alamat : RT 3/2, Desa  Pagotan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Mucholifah adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak. Anak yang pertama dan ketiga dalam kondisi keterbelakangan mental. Suaminya yang hanya bekerja sebagai buruh tani terkadang tidak mencukupi untuk mengepulkan asap dapur mereka, sehingga Bu Mucholifah harus ikut bekerja sebagai tukang bersih – bersih di rumah tetangga. Sampai suatu hari Bu Mucholifah merasa tak enak badan, semua badannya terasa sakit sampai harus opname di RSUD Dolopo selama 5 hari dan dinyatakan memiliki asam urat tinggi. Namun tak sampai di situ saja sakit yang diderita Bu Mucholifah. Beberapa bulan yang lalu Bu Mucholifah merasakan ada ganjalan di matanya. Karena sudah tidak ada biaya, maka Bu Mucholifah tidak pernah memeriksakannya. Sehingga sampai saat ini kondisi mata Bu Mucholifah sangat mengenaskan, bola matanya menonjol keluar. Karena kondisi yang semakin parah, suami Bu Mucholifah mengajaknya periksa dengan meminjam uang pada saudaranya, dari hasil pemeriksaan, ternyata Bu Mucholifah menderita Tumor Retrobulbar dan dirujuk ke RS. Sardjito Jogjakarta. Meski Saat ini Bu Mucholifah memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah berupa KIS ( Kartu Indonesia Sehat ), namun belum punya dana untuk akomodasi dan mengurus keperluan pengobatannya, sehingga Bu Mucholifah harus terbaring lemas di rumah saja. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami bu Mucholifah. Bantuanpun disampaikan untuk biaya  pengobatan, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada rombongan 971. Pada tanggal 6 Maret 2017 bu Mucholifah meninggal dunia di Yogjakarta. Santunan kematian titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya pemakaman. Semoga almarhumah Bu Mucholifah khusnul khotimah,  diterima semua amal ibadahnya dan diampuni segala dosanya. Pihak keluarga tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada sedekacholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan selama ini dan minta maaf bila ada salah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000 ,-
Tanggal : 24 Maret 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Alm bu mucholifah menderita OS Proptosis


MUHAMMAD AFANDI ( 20, Pneumenia + B24) Alamat : Dukuh Blumbang, RT 2/3, Desa Blumbang, Kecamatan Sawo, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Muhammad Afandi adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris, Universitas Sebelas Maret Surakarta, angkatan tahun 2015 yang sedang sakit. Fandi, begitu biasa dipanggil, didiagnosa dokter terkena infeksi paru-paru dan pembengkakan jantung. Sakit yang sudah dialaminya selama tiga bulan ini, dan sudah diopname selama 1 bulan,  namun belum ada perkembangan. Saat ini Afandi cuti kuliah selama satu semester dan dirawat di rumahnya (Blumbang, Rt 3 Rw 2, Kawu, Kec. Sawo, Ponorogo). Namun, pada saat Sedekah Rombongan berkunjung ke rumahnya untuk melihat kondisi Fandi, dan setelah melihat rekam medis yang ada, ternyata Fandi juga diindikasi kena B24. Karena keterbatasan biaya ditambah lagi ayahnya sudah meninggal dunia ketika dia duduk di bangku SMP, maka kondisi Fandi saat ini hanya bisa terbaring di tempat tidur dan sulit untuk mengenali teman-temannya. Bahkan Affandi sekarang kesulitan untuk berbicara. Dengan kondisi yang seperti itu, Affandi seharusnya dirawat di Rumah Sakit. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami oleh Afandi dan keluarganya. Santuananpun disampaikan kepada Fandi untuk biaya berobat, semoga Fandi segera diberikan kesembuhkan dan dapat melanjutkan kuliahnya. Atas nama keluarga Fandi, mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000 ,-
Tanggal : 19 Maret 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Afandi menderita pneumenia + B24


MTSR MADIUN (B 1760 KHZ, Biaya Operasional Maret 2017). Mobil Gran Max tahun 2014 dengan nomor polisi B 1760 KHZ adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Madiun dengan interior masih mobil penumpang untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Madiun sejak 3 Februari 2017 lalu telah dihibahkan oleh sedekaholics dan para kurir #SRWonogiri. Fungsinya adalah untuk survei, mengantar penyampaian santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Madiun dalam menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Madiun seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng gunung Wilis dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR agar tetap prima. Adapun biaya inventaris MTSR bulan  Maret 2017 sebesar Rp 4.800.000 dan di gunakan untuk biaya pengadaan lightbar dan pembelian tas P3K. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic maka MTSR Madiun dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit. Sebelum nya laporan keuangan Mtsr Madiun masuk pada Rombongan 971.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.800.000,-
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Biaya operasional Maret 2017


YETTI SUSIANA (38, Tumor Palatum). Alamat : Jln. 21 Januari No. 47, Kelurahan Baru Tengah, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Istri dari Bapak Sarifudin (51) ini pada tahun 2006 merasakan ada benjolan di dalam mulut bagian rahang atas. Bu Yetti mengira bahwa benjolan itu adalah amandel biasa namun ternyata semakin lama semakin membesar. Saat itu karena terkendala biaya, Bu Yetti mengurungkan diri untuk berobat ke dokter ataupun Puskesmas terdekat. Saat ini benjolan itu semakin membesar, bahkan hampir menutup saluran yang menuju ke kerongkongan. Berdasarkan hasil pemeriksaan di RSU Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, Bu Yetti dirujuk ke RS Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani operasi. Bu Yetti sudah menggunakan KIS, namun karena pekerjaan Pak Sarifudin sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu, ia tidak mampu membiayai biaya transportasi Balikpapan – Surabaya dan biaya hidup selama berobat di Surabaya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan untuk biaya transportasi Bu Yetti ke Surabaya. Bu Yetti dengan membawa anaknya yang paling kecil, Arif Ardan (3), berangkat ke Surabaya pada Selasa, 28 Februari 2017. Sesampainya di Surabaya Bu Yetti dijemput oleh kurir Sedekah Rombongan Surabaya dan menginap di RSSR Surabaya. Setelah menjalani pemeriksaan di RS Dr. Soetomo Surabaya, operasi tumor palatum dapat dilaksanakan pada Jumat, 17 Maret 2017. Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan tumor palatum yang berhasil diangkat berdiameter 6 cm. Saat ini kondisi bu Yetti pasca operasi sudah semakin membaik.

Jumlah Bantuan : Rp 3.000.000,-
Tanggal : 27 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @fperwiro Dimas Wahyu Setiawan @ririn_restu

Bu Yeti menderita tumor palatum


JENY OKTAVIA SAPUTRI (5, Leukemia). Alamat : Dusun Tugu, RT 3/6, Desa Ngunut, Kecamatan Badar, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Jeny, balita berusia lima tahun ini menderita leukimia sejak tahun 2013. Saat itu, ia menjalani operasi di RSUD Dr. Harjono S Ponorogo, Jawa Timur karena mengalami penyumbatan darah. Alhamdulillah, berkat operasi tersebut penyakitnya dapat diangkat meski harus menghabiskan biaya lebih dari tiga puluh juta rupiah. Pada bulan Februari 2014, kondisi kesehatan Jeny memburuk kembali. Ia kemudian dirujuk untuk berobat ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Setelah menjalani serangkaian cek, Jeny didiagnosa menderita leukemia atau kanker darah. Jeny kemudian dijadwalkan menjalani kemoterapi. Pihak keluarga merasa kebingungan dalam membiayai pengobatan putri mereka terlebih kondisi ekonomi mereka kurang mampu. Ayah Jeny, Heri Budi Prasetyo (30) bekerja sebagai wiraswasta dan Murdaningsih (28) sebagai ibu rumah tangga sekaligus merawat buah hatinya di rumah. Keduanya sangat berterimakasih kepada kurir Sedekah Rombongan yang bersilaturahmi sembari menyalurkan bantuan. Pasalnya, meskipun menggunakan fasilitas jaminan kesehatan, BPJS kelas III, orangtua Jeny masih merasa berat menanggung biaya transpotasi Pacitan-Yogyakarta. Setiap tiga minggu sekali Jeny menjalani pemeriksaan rutin di RSUP Dr. Sardjito dan tinggal sementara di RSSR Jogja. Kini kondisinya stabil dan kian membaik. Bantuan kali ini digunakan untuk biaya transportasi dari rumah ke rumah sakit serta membeli obat yang tidak ditanggung BPJS. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 897.

Jumlah Bantuan : Rp. 680.650,-
Tanggal : 26 Januari 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Jeny menderita leukemia


SUDIMAN BIN MARTO KARYO (56, Kanker Rektum). Alamat : Dusun Ponces, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Sudiman mulai merasakan sakit pada bagian rektum sejak tahun 2015 lalu. Di penghujung tahun ia berobat ke poli bedah umum di RSUP Wates, Kulon Progo. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyarankan pasien untuk melakukan operasi kolostomi (pemindahan saluran pembuangan yang tadinya di anus menjadi di perut). Namun karena pasien merasa takut maka operasi tersebut urung dilakukan. Pak Sudiman menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan melanjutkan pengobatannya kembali ke RSUP Wates. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa penyakitnya merupakan kanker ganas stadium 4. Kondisinya pun kian hari kian parah, sudah keluar cairan yang berbau tak sedap dari rektumnya, pasien pun harus selalu menggunakan diapers. Karena kondisinya yang sudah parah, akhirnya pasien dirujuk ke RS Panti Rapih, Yogyakarta. Pak Sudiman memiliki seorang istri yang bekerja sebagai buruh serabutan. Pasangan ini dikaruniai satu anak laki-laki, belum menikah dan memiliki kelainan mental. Sejak sakitnya makin parah, Pak Sudiman tidak lagi bisa bekerja untuk menghidupi keluarganya, ia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Berbekal jaminan kesehatan BPJS Kelas III, Pak Sudiman menjalani pengobatan di RS Panti Rapih. Alhamdulillah, operasinya telah dilakukan. Saat ini Pak Sudiman menjalani kontrol rutin dan cek lab. Bantuan ini digunakan untuk pembelian kantong kolostomi, biaya pengobatan rawat jalan, dan pembelian obat yang tidak tercover. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 950. Pak Sudiman dan keluarganya sangat berterima kasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 771.000,-
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Pak Sudiman menderita kanker rektum


JIHAN FATIN (2, Atresia Bilier + Sirosis). Alamat : Dusun Wiyono, RT 4/2, Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Jihan adalah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan dari Kabupaten Magelang. Jihan dilahirkan dalam keadaan seluruh tubuh berwarna kuning. Saat usia dua bulan, ia mengalami demam tinggi yang tak kunjung turun. Orang tuanya kemudian membawanya ke bidan, dari sana dirujuk ke RSU Tidar Kota Magelang. Dokter mendiagnosa balita ini menderita atresia bilier atau tidak adanya saluran empedu dari hati. Jihan kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dokter mendiagnosa menderita sirosis (pengerutan hati). Jihan pernah mengalami koma selama dua bulan dan demam tinggi & kejang sampai memengaruhi fungsi syaraf mata. Bagian punggungnya pun mengalami decubitus karena terlalu lama berbaring. Kesulitan ekonomi juga dirasakan kedua orang tuanya terutama biaya transportasi dan akomodasi dari Grabag ke Yogyakarta. Setiap berobat mereka menyewa mobil yang harga sewanya mahal. Selain itu mereka juga kesulitan untuk pembelian obat dan susu pregistimil. Ayah Jihan, A. Mujib (37) bekerja sebagai karyawan swasta sementara ibunya, Etik (30) seorang ibu rumah tangga. Orangtua Jihan pun tercengang ketika mendengar biaya pengobatan dengan cara cangkok hati bisa mencapai 1‒1,5M. Meski memiliki jaminan kesehatan, BPJS, namun tidak bisa dimaksimalkan karena jaminan kesehatan ini maksimal mengcover 250 juta rupiah. Sebelumnya Jihan kontrol rutin dua minggu sekali di RSUP Dr. Sardjito, tetapi sekarang cukup sebulan sekali. Fisioterapinya bisa dilakukan di RSUD setempat setiap dua minggu sekali. Bantuan dari sedekaholics ini dipergunakan untuk pembelian 2 kaleng susu pregistimil dan pembelian obat yang tidak dicover BPJS. Pelaporan bantuan sebelumnya terdapat dalam rombongan 964. Semoga Jihan segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 946.400,-
Tanggal : 23 Maret 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Jihan menderita atresia bilier + sirosis


MUHAMAD FAREL KURNIYANTO (7, Rhabdomyosarcoma). Alamat : Dusun Binangun, RT 11/5, Desa Wringinanom, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Awal 2016 mata kiri Farel mengeluarkan air mata tapi tidak kunjung sembuh. Orang tuanya membawanya ke RSUD Wonosobo, Jawa Tengah. Setelah diperiksa ia diberi obat salep dan obat tetes. Karena tidak ada perkembangan, dua minggu kemudian Farel dibawa ke RSUD Purwokerto. Tujuh minggu berobat namun tanda-tanda kesembuhan belum muncul, Farel pun dirujuk ke RS Mata Dr. YAP Yogyakarta, kemudian dirujuk lagi ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Setelah dilakukan biopsi, hasil menunjukkan Farel menderita retinoblastoma, yaitu kanker mata pada anak. Dalam pemeriksaan selanjutnya Farel didiagnosa rhabdomyosarcoma yaitu sel kanker yang tumbuh dari jaringan lunak tubuh seperti jaringan otot dan jaringan ikat.  Farel ialah anak ketiga dari tiga bersaudara, pasangan Suharyanto (50) dan Tunjiyah (43). Ayahnya bekerja sebagai tukang ojek, sementara ibunya tak lagi bekerja karena fokus mendampingi pengobatan sang buah hati. Selama pengobatan Farel menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri Kelas III. Setelah menjalani serangkaian kemoterapi di RSUP Dr. Sardjito, Farel dijadwalkan melakukan sinar radioterapi di RSCM Jakarta. Alhamdulillah Farel telah menjalani 31x jadwal radioterapi di RSCM Jakarta. Selanjutnya Farel dijadwalkan kontrol rutin di RSUP Dr. Sardjito kembali. Bantuan ini disampaikan untuk biaya pembelian obat yang tidak tercover dan biaya transportasi dari Jakarta ke Yogyakarta. Pelaporan santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 964. Semoga Farel segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Maret 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas @suharji

Farel menderita rhabdomyosarcoma


ERLA DWIYANTI (15, Lupus). Alamat : Dusun Piji, RT 1/2 , Desa Krajan Kidul, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Bulan Juli 2015 Erla mengalami demam tinggi disertai muncul bintik-bintik merah. Setelah itu persendiannya kaku. Orangtua segera membawanya periksa ke puskesmas tetapi tidak ada perkembangan yang signifikan. Kemudian remaja yang lahir bulan April ini, segera dirujuk ke RSUD dr. Tjitrowardjojo, Purworejo. Oleh pihak rumah sakit pasien dirujuk lagi ke RSUP Dr. Sardjito yang memiliki sarana prasarana lebih lengkap. Setelah rawat inap selama tiga hari disana, dokter mendiagnosa Erla menderita penyakit lupus, yaitu  penyakit inflamasi kronis yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru sehingga mulai menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Ayahnya Suwarno (62) bekerja sebagai petani, sementara ibunya, Salwitri (42) ialah seorang ibu rumah tangga. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya orangtua Erla menyatakan ingin sekali mengusahakan kesembuhan anaknya. Tetapi meskipun Erla memiliki jaminan kesehata, Jamkesmas, orangtua masih kesulitan untuk biaya akomodasi ke Yogyakarta terlebih dokter pun menyarankan untuk terapi rutin di rumah sakit. Saat ini, kondisi Erla hanya bisa berbaring saja. Ia kesulitan duduk dan kakinya sulit digerakkan. Awal Maret lalu Erla menjalani rawat inap di rumah sakit karena kondisinya menurun. Bantuan ini digunakan untuk akomodasi pasien selama rawat inap. Semoga Erla segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Maret 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Syaidah

Erla menderita lupus


ERLA DWIYANTI (15, Lupus). Alamat : Dusun Piji, RT 1/2 , Desa Krajan Kidul, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Bulan Juli 2015 Erla mengalami demam tinggi disertai muncul bintik-bintik merah. Setelah itu persendiannya kaku. Orangtua segera membawanya periksa ke puskesmas tetapi tidak ada perkembangan yang signifikan. Kemudian remaja yang lahir bulan April ini, segera dirujuk ke RSUD dr. Tjitrowardjojo, Purworejo. Oleh pihak rumah sakit pasien dirujuk lagi ke RSUP Dr. Sardjito yang memiliki sarana prasarana lebih lengkap. Setelah rawat inap selama tiga hari disana, dokter mendiagnosa Erla menderita penyakit lupus, yaitu  penyakit inflamasi kronis yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru sehingga mulai menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Ayahnya Suwarno (62) bekerja sebagai petani, sementara ibunya, Salwitri (42) ialah seorang ibu rumah tangga. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya orangtua Erla menyatakan ingin sekali mengusahakan kesembuhan anaknya. Tetapi meskipun Erla memiliki jaminan kesehata, Jamkesmas, orangtua masih kesulitan untuk biaya akomodasi ke Yogyakarta terlebih dokter pun menyarankan untuk terapi rutin di rumah sakit. Saat ini, kondisi Erla hanya bisa berbaring saja. Ia kesulitan duduk dan kakinya sulit digerakkan. Awal Maret lalu Erla menjalani rawat inap selama lima hari di rumah sakit karena kondisinya menurun. Alhamdulillah dokter sudah mengizinkan pasien rawat jalan. Bantuan ini digunakan untuk pembelian susu dan obat yang tidak tercover. Semoga Erla segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp.809.216,-
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Syaidah

Erla menderita lupus


JAMILAH BINTI KROMO DIONO (69, Sirosis Hepatis). Alamat : Dusun Jurug, RT 8, Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi DIY. Ibu Jamilah menderita penyakit ini sejak awal tahun 2015. Awalnya ia merasakan sakit kepala sebelah dan batuk yang tak kunjung sembuh meskipun sudah minum obat. Ibu Jamilah kemudian berobat ke puskesmas. Setelah itu, ia merasa kondisinya lebih baik dan dapat beraktivitas kembali. Tetapi perutnya tiba-tiba membesar seperti hamil. Ia pun segera berobat ke klinik di Kulon Progo. Oleh dokter ia dirujuk ke RSUD Wates, Kulon Progo kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Ibu Jamilah ialah seorang ibu tiga anak, yang semuanya kini sudah berkeluarga. Sebelum sakit ia bekerja sebagai petani. Saat berobat di RSUP Dr. Sardjito inilah Allah mempertemukan Ibu Jamilah dengan Sedekah Rombongan. Kemudian Ibu Jamilah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Yogyakarta. Selama kurang lebih setahun Ibu Jamilah dijadwalkan kontrol rutin setiap satu bulan sekali di RSUP Dr. Sardjito. Selama pengobatannya, Ibu Jamilah menggunakan fasilitas kesehatan Jamkesmas. Pertengahan Maret lalu ketika kontrol rutin dokter mendiagnosa Ibu Jamilah menderita hernia. Alhamdulillah, tanggal 22 Maret lalu Ibu Jamilah mendapat jadwal untuk operasi. Operasinya akan dilakukan di tanggal 28 Maret mendatang. Bantuan ini disampaikan untuk biaya akomodasi selama Ibu Jamilah rawat inap di rumah sakit. Semoga operasi Ibu Jamilah lancar dan ia segera mendapatkan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Erwin

Bu Jamilah menderita sirosis hepatis


PROS EKAWATI (35, Kanker Mata). Alamat: Jl. Kalibener Gang 2, RT 4/2, Kelurahan Kranji, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala penyakitnya berawal empat tahun yang lalu. Di tahun 2012 muncul benjolan yang tumbuh di mata kirinya, benjolan tersebut lama-kelamaan membesar dan mengganggu penglihatan ibu tiga anak ini. Setelah memeriksakan diri ke RSUD Banyumas, Jawa Tengah, dokter mendiagnosanya menderita kanker mata stadium 4. Ia kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, untuk menjalani serangkaian pengobatan. Alhamdulillah, biaya pengobatan Bu Pros terbantu oleh BPJS yang dimilikinya. Namun, ia masih menghadapi kendala biaya di luar pengobatan seperti akomodasi dan transportasi. Keluarga ini memiliki tiga orang anak yang masih duduk di bangku sekolah. Penghasilan keluarga ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saat ini ia masih menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Dari perkembangan kesehatan setiap kontrol rutin itu, dokter yang memeriksanya menyarankan pasien dirujuk ke RSCM Jakarta. Bantuan ini diberikan untuk pembelian obat yang tidak tercover dan biaya transportasi dari Yogyakarta ke Jakarta. Semoga Bu Pros Ekawati segera diberikan kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti semula. Terima kasih sedekaholics, berkat sedekahmu, Bu Pros dapat melanjutkan pengobatannya kembali. Laporan tentang santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 921.

Jumlah Bantuan : Rp. 855.000,-
Tanggal : 14 Maret 2017
Kurir : @arfanesia @kissherry @atinlelyas

Bu Pros menderita kanker mata


ROMIASIH BINTI SOSRODIHARJO (37, Nontoxic Goitre). Alamat : Dusun Pati, RT 10/4, Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Tahun 2014 Ibu Romiasih mengalami sakit di bagian leher. Ia kemudian berobat ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Pihak rumah sakit merujuk pasien ke RSUP Dr. Sardjito yang memiliki peralatan lebih lengkap. Ibu Romiasih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut dan sudah dijadwalkan operasi. Karena terkendala biaya Ibu Romiasih menghentikan proses pengobatannya. Ia pun merasa kondisinya membaik saat itu. Hingga bulan Februari lalu, Ibu Romiasih merasa sakitnya kambuh. Ia memeriksakan diri ke RS Panti Rahayu Karangmojo, Gunungkidul. Oleh dokter dirujuk kembali RSUP Dr. Sardjito. Tetapi pihak keluarga merasa kesulitan biaya. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga Ibu Romiasih. Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan di RSUP Dr. Sardjito dokter mendiagnosa Ibu Romiasih menderita sakit Nontoxic Goitre yaitu pembengkakan pada kelenjar tiroid yang dapat menyebabkan pembengkakan di daerah leher dan laring karena autoimun. Saat ini Ibu Romiasih masih merasa lehernya sakit apalagi bila batuk. Selama pengobatan Ibu Romiasih menggunakan fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI. Suami Ibu Romiasih, Agus Subrata (42) bekerja sebagai buruh harian lepas. Sang suami sangat berterimakasih kepada sedekaholics yang telah bersedia mendampingi pengobatan istrinya. Saat kontrol kembali ke RSUP Dr. Sardjito, dokter menyarankan Ibu Romiasih untuk rawat inap. Bantuan ini diberikan untuk biaya akomodasi selama pasien rawat inap di rumah sakit. Semoga Ibu Romiasih segera mendapat kesembuhan dan dapat beraktivitas kembali, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Maret 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Erwin

Bu Romiasih menderita nontoxic goitre


ALFA BINTANG ARDANI (2, Truncus Arteriosuss + Gizi Buruk + Tuna Netra). Alamat : RT 5/2, Dusun Glempang, Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Dik Alfa lahir dengan kondisi mata tidak dapat melihat. Saat lahir, ia pun tidak menangis dan warna mukanya berwarna kebiruan. Kedua orang tuanya segera membawa Dik Alfa ke Rumah Sakit (RS) Siti Aminah. Ia pun dirawat selama 12 hari di sana. Awalnya Dik Alfa didiagnosis menderita jantung bocor. Dari RS Siti Aminah, ia pun dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito dan menjalani perawatan selama 12 hari di sana. Hasil pemeriksaan diketahui bahwa Dik Alfa menderita Truncus Arteriosus dan gizi buruk. Truncus arteriosus adalah kelainan jantung langka yang hadir saat bayi lahir (kongenital), yaitu hanya terdapat satu pembuluh darah besar pada bayi yang mengarah keluar dari jantung. Dokter menyarankan agar ia mengonsumsi obat seumur hidup karena faktor usia yang sudah terlambat sehingga tidak dapat dilakukan tindakan operasi. Mendengar hal tersebut, kedua orang tuanya berusaha mencari pengobatan lain di RS Harapan Kita. Dik Alfa adalah anak dari pasangan Fahrizal Anwar (25) dan Tri Ulfa Fadilah (27). Bapak Fahrizal bekerja serabutan dan penghasilannya kecil. Penghasilannya tersebut hanya mencukupi kehidupan sehari-hari keluarganya. Biaya pengobatan Dik Alfa dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Saat ini dik Alfa menjalani rawat inap di RSUP Dr. Sardjito. Biaya ini digunakan untuk akomodasi selama Dik Alfa opname dirawat di rumah sakit. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 967. Semoga Dik Alfa segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Maret 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Erwin

Alfa menderita truncus arteriosuss + gizi buruk + tuna netra


BIYANTO BIN KAMIRAN (61, Syaraf Terjepit + Jantung + Diabetes). Alamat : Dusun Pagak, RT 1/3, Desa Cengkok, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Pak Biyanto mengeluhkan sakit diabetes sejak tahun 1995 sementara sakit syaraf terjepit mulai tahun 2000. Selama ini ia hanya berobat di puskesmas setempat. Di tahun 2016 diketahui Pak Biyanto juga menderita sakit jantung. Saat itu penyakitnya kambuh dan dibawa ke IGD rumah sakit setempat. Pak Biyanto bersemangat untuk menjemput kesembuhannya terlebih selama pengobatannya ia terbantu dengan fasilitas jaminan kesehatan KIS PBI. Berbekal sedikit informasi tentang Sedekah Rombongan, Pak Biyanto mencari tahu alamat kantor pusat Sedekah Rombongan di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Yogyakarta. Sesampai di RSSR Yogyakarta tampak kondisinya cukup baik, hanya saja di kesehariannya Pak Biyanto masih sering mengeluh syaraf terjepit. Kurir Sedekah Rombongan memutuskan bapak empat orang anak ini menjalani pengobatan di tempat asalnya. Bantuan ini diberikan untuk biaya transportasi ke Nganjuk dan pengobatan awal di rumah sakit setempat. Semoga Pak Biyanto dapat melanjutkan pengobatannya dan semoga segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Maret 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas @aji_kristanto

Pak Biyanto menderita syaraf terjepit +jantung +diabetes


LAEELA JAUHARI (15, Menelan Jarum Pentul). Alamat : Dusun Ganinggara RT 1/3, Desa Jorok, Kec. Unter Iwes, Kab. Sumbawa, Prov. NTB. Saat Laela akan menggunakan jilbab, tanpa sengaja jarum pentul yang digigitnya tertelan. Musibah  tersebut terjadi pada bulan Desember 2016. Oleh orang tuanya Laeela dibawa ke Puskesmas dan selanjutnya dibawa ke RSU Kabupaten Sumbawa. Berbagai tindakan telah dilakukan namun jarum tersebut tidak ditemukan. RSU Kabupaten Sumbawa merujuk Laeela ke RSU Provinsi NTB. Laeela menjalani berbagai tindakan medis seperti bilas lambung dan pemeriksaan rontgen, tetapi tetap saja jarum pentul tersebut tidak ditemukan. Akhirnya Laeela pulang kembali ke Sumbawa karena tidak mempunyai uang untuk ke RSU Sanglah Bali sesuai rujukan dokter. Meski sudah memiliki JKN – KIS PBI, ayah Laeela, Nawawi (47) yang bekerja sebagai petani dan ibunya, Suarsiah (47) yang sehari – harinya bekeliling menjual sayur tak dapat membiayai transportasi dan akomodasi untuk pengobatan Laeela. Dalam kesehariannya Laeela masih bersekolah seperti biasa namun aktivitasnya terganggu karena rasa nyeri dan perih pada perutnya. Ia masih bersemangat untuk bersekolah karena kini ia sudah kelas 3 SMP dan akan segera mengikuti UAS pada tahun 2017 ini. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Laeela dan dapat menyampaikan santunan untuk membiayai keberangkatan Laeela ke RSU Sanglah  Bali. Ucapan terima kasih tak terhingga dari orang tua Laeela dan berdoa semoga ibadah para sedekaholic dibalas kebaikan oleh Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000,-
Tanggal: 28 Februari 2017
Kurir : @arfanesia Retno  Panca @ririn_restu

Laeela menelan jarum pentul


BANJIR KABUPATEN SUMBAWA (Bantuan Korban Banjir). Alamat : Kabupaten Sumbawa, Prov. NTB. Pada Selasa, 7 Februari  2017 hingga Kamis, 9 Februari 2017 musibah banjir menimpa sebagian besar Kabupaten Sumbawa, yang dipicu oleh hujan lebat disertai angin kencang. Banjir tersebut menerjang 5 kecamatan di Kabupaten Sumbawa, antara lain : Kecamatan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kecamatan Empang. Kecamatan Tarano, dan Kecamatan Lape. Berdasarkan data yang diperoleh dari Posko Bencana Pemerintah Daerah Sumbawa, banjir menimpa 6 kelurahan di Kecamatan Sumbawa, antara lain : Kelurahan Samapuin, Kelurahan Pekat, Kelurahan Brang Bara, Kelurahan Bugis, Kelurahan Brang Biji, dan Kelurahan Lempeh. Korban yang terdampak banjir di Kecamatan Sumbawa sebanyak 822 KK atau 3.211 jiwa. Korban yang paling banyak terdapat di Kelurahan Bugis yaitu 227 KK dengan 1.135 jiwa, disusul oleh Kelurahan Samapuin sebanyak 250 KK dengan 1.000 jiwa. Banjir juga terjadi di 3 dusun di Kecamatan Labuan Badas yakni Dusun Kalibaru, Dusun Pasir, dan Dusun Padak. Banjir di Kecamatan Labuan Badas selain karena hujan lebat juga akibat pasangnya air laut. Korban yang terdampak banjir di Kecamatan Labuan Badas mencapai 1.552 KK yang terdiri dari 5.763 jiwa. Dua kecamatan di wilayah timur Sumbawa juga dilanda banjir, yakni Kecamatan Empang dan Kecamatan Tarano. Dusun dan desa yang diterjang banjir di Kecamatan Empang yaitu : Empang Atas, Bunga Eja, Ongko, Jotang Beru, dan Jotang. Korban yang terdampak di Kecamatan Empang mencapai 1.085 KK dengan 4.340 jiwa, sedangkan di Kecamatan Tarano sebanyak 1.471 KK dengan 5.884 jiwa. Selain itu, pada Rabu siang  sekitar pukul 12.00 WITA, banjir juga terjadi di Kecamatan Lape. Air laut merendam Dusun Labuan Kuris, Kecamatan Lape, yang membuat warga pesisir terkejut dan berusaha menyelamatkan diri. Meski dilanda banjir, warga Dusun Labuan Kuris tidak ada yang mengungsi karena sebagian besar rumah mereka merupakan rumah panggung. Data pihak Kecamatan Lape, korban yang terkena musibah tercatat sebanyak 156 KK yang terdiri dari 690 jiwa. Belasan ribu jiwa menjadi korban banjir yang terjadi di Kabupaten Sumbawa dan sebagian besar mereka kini tinggal di pengungsian. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat meringankan penderitaan masyarakat yang terkena musibah dengan menyampaikan bantuan berupa kebutuhan mandi, pakaian, kebutuhan bayi, dan barang lainnya yang sangat dibutuhkan para korban. Ucapan terima kasih dan rasa syukur disampaikan para korban atas bantuan yang diberikan dan semoga amal kebaikan dari sedekaholic dibalas Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan: Rp.8.668.000,-
Tanggal : 28  Februari 2017
Kurir : @arfanesia Kartika Panca @ririn_restu

Bantuan korban banjir


SAMSIAH BINTI MAJJU (60, Lumpuh Menahun akibat Fraktur Tibia Sinistra). Alamat : Jalan Reformasi, RT 1, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Ibu Samsiah sering mengeluh sakit di badan dan tulangnya namun ia hiraukan saja. Saat kondisinya menurun, Ibu Samsiah terjatuh di kamar mandi dan setelah kejadian itu ia tidak bisa berjalan hingga kini. Sebelumnya Ibu Samsiah masih bisa mencari nafkah dengan berjualan kue di pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari – harinya dan sang kakak yang tuna netra, namun kini ia tidak bisa bekerja sehingga tak memiliki penghasilan. Tempat tinggalnya sekarang ini pun merupakan sumbangan warga yang kasihan pada Ibu Samsiah. Beberapa bulan terakhir sakit Ibu Samsiah sering kambuh, ia mengeluh sakit pada kaki hingga tidak bisa berdiri dan berjalan. Selama ini Ibu Samsiah hanya mengonsumsi obat-obatan herbal yang ada di warung. Ibu Samsiah belum mengetahui secara pasti penyakit yang dideritanya karena belum pernah berobat ke rumah sakit. Ibu Samsiah memiliki jaminan kesehatan JKN – KIS PBI, namun karena besarnya biaya transportasi ke RSUD yang harus menyebrang pulau membuat ia tak dapat berobat. Setelah kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk Ibu Samsiah pada rombongan 949, alhamdulillah Ibu Samsiah sudah dapat kembali berobat ke RSUD Nunukan. Ia harus menaiki speedboat dan membutuhkan biaya yang cukup banyak untuk menuju ke RSUD Nunukan. Ibu Samsiah disarankan menjalani rontgen pada kakinya, ia pun dirujuk ke RSUD Tarakan untuk berkonsultasi pada dokter spesialis orthopedi di sana. Ibu Samsiah sangat membutuhkan biaya untuk pengobatannya. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Ibu Samsiah, santunan kedua pun disampaikan untuk membantu operasional berobat dan biaya transportasi ke rumah sakit. Semoga Ibu Samsiah terus semangat berikhtiar menjemput kesembuhannya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 5 Maret 2017
Kurir : @arfanesia @rintawulandari Duwi @ririn_restu

Bu Samsiah menderita lumpuh menahun akibat fraktur tibia sinistra


DESI RATNASARI (19, Autisme). Alamat : Jalan P. Sebuku, RT 2/-, Kelurahan Tanjung Baru, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Ketika lahir, Desi dalam kondisi normal dan tidak ada tanda-tanda yang mengkhawatirkan, namun saat berusia 7 bulan ia mengalami demam tinggi, sehingga kedua orangtuanya pun membawanya ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Setelah dicek oleh dokter, hasilnya menunjukkan bahwa Desi mengalami gejala flek paru. Selang beberapa bulan, Desi kembali mengalami demam tinggi selama 1 minggu, akhirnya kedua orangtuanya membawanya ke dokter setempat dan menyarankan untuk mengontrol perkembangan Desi. Setelah obat yang diberikan dokter habis, Desi kembali demam tinggi dan kondisi seperti itu terus berulang sampai ia berusia 3 tahun. Setelah lewat dari usianya yang ketiga, Desi mulai terlihat membaik, dan tidak pernah demam lagi. Namun perkembangan Desi terlihat berbeda, ia membutuhkan perlakuan khusus dan bantuan untuk dapat berkomunikasi dengan lingkungannya. Dokter mendiagnosis Desi terkena autisme. Desi tinggal bersama ibunya, Wagini (58) seorang buruh cuci, sedangkan ayahnya telah meninggal dunia. Selama berobat, keluarga mengandalkan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Karena penghasilan yang tak menentu, terkadang keluarga kesulitan mencari biaya hidup sehari-hari sehingga memiliki pinjaman di pihak lain. Kurir Sedekah Rombongan Lampung yang mengetahui kesulitan keluarga segera mendatangi kediaman Desi untuk bersilaturahim dan membantu meringankan beban keluarga. Titipan dari para sedekaholics pun disampaikan untuk biaya hidup sehari-hari keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Februari 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri Anggun @yesaridani

Desi menderita autisme


EED BIN RABU (63, Maag + Reumatik). Alamat : Jalan Pekonlom Sinar Teguh, RT 6/-, LK I, Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Awalnya Pak Eed sering mengeluhkan sakit di seluruh badannya karena ia tidur hanya beralaskan kayu. Pak Eed juga sering menahan lapar karena tidak memiliki makanan hingga akhirnya mengalami sakit maag. Pak Eed tidak pernah memeriksakan penyakitnya ke dokter terdekat atau ke rumah sakit karena tidak memiliki biaya untuk berobat. Setiap Pak Eed merasakan sakit, ia hanya meminum obat warung untuk meredakan sakit. Pak Eed mengais rezeki sebagai nelayan, ia menggunakan kulkas bekas untuk dijadikan sampan. Sudah 5 tahun Pak Eed tinggal sendiri di halaman luar rumah saudaranya yang hanya beralas dan beratapkan kayu, tanpa ada kasur dan dinding sehingga beliau setiap hari terkena angin malam. Melihat kondisi Pak Eed yang semakin memprihatinkan, Alhamdulillah warga sekitar menyediakan lahan untuk dapat membangun tempat tinggal yang lebih layak dari tempat tinggal sebelumnya hanya saja warga sekitar masih terbatas dalam hal dana untuk dapat membangun tempat tinggal tersebut. Melihat kondisi tersebut, kurir Sedekah Rombongan Lampung tidak tinggal diam, santunan kedua dari sedekaholics pun disampaikan untuk dapat mewujudkan tempat tinggal yang lebih layak bagi Pak Eed. Semoga bantuan yang disampaikan dapat bermanfaat bagi Pak Eed, dan ia bisa tinggal di tempat yang lebih layak lagi. Sebelumnya Pak Eed dibantu pada rombongan 915.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Maret 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri @nia_dec07 Gegen @evandlendi08 @yesaridani

Pak Eed menderita maag + reumatik


JAMIAN BIN ARSIMAN (57, Kusta). Alamat : Jalan Udang Nomor 1, Gang PT Garuntang, RT 11/-, Kelurahan Garuntang, Kecamatan Bumiwaras, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Berawal pada tahun 2013, kaki kiri Pak Jamian terkena batu, ketika menangkap ikan di laut menyebabkan kakinya menjadi bengkak dan terdapat lubang di telapak kaki. Beliau dibawa ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) dan dokter mendiagnosis awal bahwa Pak Jamian terkena diabetes. Pada tahun 2016 lalu, kaki kiri beliau mengalami kebusukan dan membengkak, kemudian keluar tulang – tulang dari jari kelingking di kaki sebelah kiri. Beliau memeriksakan kondisinya ke RSAM kembali, dokter menyarankan kaki Pak Jamian diamputasi, namun beliau memutuskan untuk merawat sendiri di rumah. Setelah meminum obat, tubuh beliau seperti mati rasa, kulitnya melepuh dan luka, serta lemah otot. Beliau pun memeriksakan kondisinya ke Rumah Sakit Dadi Tjokrodipo, dokter pun mengatakan bahwa kondisi yang dirasakan tersebut karena efek dari obat. Setelah meminum obat kembali, tubuhnya menjadi mati rasa, kulitnya seperti melepuh dan luka, serta lemah otot. Dokter RSUD Dadi Tjokrodipo memberitahukan bahwa beliau terkena kusta. Istrinya, Ibu Ani (55) menggantikan pekerjaan Pak Jamian sebagai buruh cuci. Keluarga sangat kesulitan untuk pengobatan dan biaya hidup sehari – hari. Selama pengobatan Pak Jamian menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Mengetahui keadaan Pak Jamian, Kurir Sedekah Rombongan Lampung mendatangi keluarga Pak Jamian untuk menyampaikan titipan langit guna meringankan biaya pengobatan dan kebutuhan sehari – hari. Semoga bantuan yang disampaikan dapat meringankan biaya pengobatan dan kebutuhan sehari – hari Pak Jamian dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Februari 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri Cici @nurazizahagustn @yesaridani

Pak Jamian menderita kusta


MANTO BIN SUNARDI (38, Perdarahan di Otak + Pecah Tempurung Kepala). Alamat : Dusun 4 Bandung Jaya, RT 20/7, Desa Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Awalnya pada tanggal 1 Januari yang lalu, usai Pak Manto mengantar anaknya sekolah, ia bermaksud menyadap air kelapa di kebunnya. Ketika di tengah perjalanan, beliau terpeleset dan terjatuh dari motornya karena jalan yang licin usai hujan dan kepala Pak Manto sempat membentur aspal, warga setempat segera membawa Pak Manto ke Rumah Sakit Mardiwaluyo dan mendapatkan rujukan ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) pada hari itu juga. Setelah dirawat 2 hari di ruang UGD, dokter mengatakan tempurung kepala Pak Manto pecah dan terjadi perdarahan di otak dan harus menjalani 2 kali operasi. Operasi pertama pada tanggal 4 Januari, lalu pada tanggal 15 Januari beliau menjalani operasi kedua. Kondisi saat ini Pak Manto masih lemah, kepala terasa sakit, dan dalam pemulihan pasca operasi. istrinya Pak Manto, Sumiatun (32) seorang ibu rumah tangga, mereka memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III namun ada obat yang tidak ditanggung KIS sehingga pihak keluarga harus membayar biaya pengobatan. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan Lampung bertemu dengan pihak keluarga. Santunan pun disampaikan untuk membantu pihak keluarga membayar pengobatan dan akomodasi. Pak Manto mengucapkan terima kasih banyak kepada Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 18 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri @adityaBdvil @yesaridani

Pak Manto menderita perdarahan di otak + pecah tempurung kepala


MASRIAH BINTI RAFIUDIN (36, Neurofibromatosis). Alamat : Jalan Merpati, Nomor 33, RT 1/-, Kelurahan Tanjung Agung, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Ibu Masriah adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan Lampung. Sejak berusia 5 tahun, tubuh Ibu Masriah sudah ditumbuhi benjolan-benjolan kecil. Seiring waktu, benjolan itu semakin banyak memenuhi tubuhnya. Pada tahun 2005, Ibu Masriah sempat dioperasi karena tumbuh benjolan besar di atas bibir. Ketika ditemui kurir Sedekah Rombongan Lampung, kondisi Ibu Masriah sangat memprihatinkan, hampir sekujur tubuhnya penuh dengan benjolan kecil, ia pun terlihat lemas, dan hanya bisa berbaring di tempat tidur. Dari pemeriksaan sebelumnya, dicurigai Ibu Masriah mengidap penyakit tumor jinak pada syaraf atau Neurofiromatosis. Awal bulan Desember lalu, beliau baru keluar dari RSAM karena kondisinya melemah dan benjolan di leher semakin membesar. Selama 2 bulan belakangan, benjolannya membesar sampai ke telinga sehingga Ibu Masriah menjalani 4 kali kemoterapi, usai kemoterapi, benjolan mengecil namun beliau masih harus menjalani 2 kali kemoterapi lagi. Kedua orang tuanya, Bapak A. Rafiudin (70) seorang buruh serabutan dan Ibu Mastinah (65), seorang ibu rumah tangga. Ibu Masriah memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI namun masih terkendala biaya hidup dan pengobatan. Kurir Sedekah Rombongan Lampung tergugah menyantuni kembali Ibu Masriah. Dengan bantuan sedekaholics, santunan kedua pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan biaya hidup di rumah sakit. Bantuan pertama tercatat dalam rombongan 898.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Maret 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri @pipithasan5 @yesaridani

Bu Masriah menderita neurofibromatosis


PANTI ASUHAN KITA PEDULI (Bantuan Sembako). Alamat : Jalan MH Thamrin, Nomor 53, Kelurahan Gotong Royong, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Panti Asuhan Kita Peduli didirikan oleh Bapak Fredy dan telah berdiri sejak tahun 2015. Fungsi dari panti ini untuk menampung, mendidik dan memelihara anak-anak yatim, yatim-piatu dan anak telantar dan para dhuafa. Saat ini jumlah anak panti dan dhuafa mencapai 35 orang. Panti ini memiliki beberapa ruangan seperti ruang kegiatan belajar, mushola, beberapa kamar mandi dan dapur. Semakin hari, kebutuhan panti pun semakin bertambah, mulai dari sembako, biaya pendidikan sampai renovasi beberapa ruangan. Belum lagi kebutuhan dana untuk membayar uang sewa panti. Sehingga, biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit. Kurir Sedekah Rombongan yang mengetahui kesulitan dana, segera mendatangi Panti Asuhan Kita Peduli. Bantuan pun disampaikan untuk memperpanjang sewa rumah panti. Semoga bantuan dana yang disampaikan dapat mengurangi kesulitan Panti Asuhan Kita Peduli.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 1 Maret 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri @evandlendi08 @yesaridani

Bantuan sembako


RISKA DARMA (21, Susp. Epilepsi). Alamat : Jalan Durian Payung, Gang Pondok, Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Pada tanggal 6 Februari 2017, Riska biasa ia dipanggil mengalami nyeri di badannya, kemudian ia pun dipijat namun tiba- tiba Riska langsung mengalami muntah – muntah. Beberapa jam kemudian Riska mengalami kejang – kejang selama kurang lebih 3 menit. Keluarga segera membawa Riska ke Rumah Sakit Malahayati, namun dikarenakan tidak ada alat untuk EEG (mengecek gelombang listrik otak) Riska pun dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Sejak tanggal 8 Februari 2017 Riska dibawa ke RSAM ia mengalami kejang – kejang yang tidak berhenti – henti dan justru lebih sering kejangnya lebih dari 10 kali perhari. Suami Riska, Medi Putra Pratama (23), mengais rezeki sebagai karyawan swasta. Riska tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Sehingga keluarga pun mengalami kesulitan untuk biaya pengobatan. Mengetahui keadaan Riska, Kurir Sedekah Rombongan Lampung mendatangi keluarga Riska untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholics guna biaya pengobatan. Semoga bantuan yang disampaikan dapat meringankan biaya pengobatan serta Riska lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp.2.000.000,-
Tanggal : 13 Februari 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri @evandlendi08 @nurazizahagustn @yesaridani

Riska menderita susp. epilepsi


RUSNAH BINTI MADNA (24, Peradangan Kelenjar Getah Bening + Buta). Alamat : Jalan Udang Nomor I, Gang PT Garuntang, RT 11/-, Kelurahan Garuntang, Kecamatan Bumiwaras, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Gejala penyakit kelenjar getah bening Ibu Rusnah berawal dari 3 tahun yang lalu. Ibu Rusnah sebelumnya merasakan sakit di bagian tenggorokan, beliau pun menjalani pengobatan alternatif. Alhamdulillah, Ibu Rusnah merasakan mengempes di bagian kelenjarnya, namun beliau merasakan sakit kepala yang sangat berat. Beberapa hari setelah menjalani pengobatan alternatif, Ibu Rusnah mencoba untuk berobat ke dokter. Setelah sakit kepala yang diderita Ibu Rusnah menghilang, penglihatan beliau lama-kelamaan kabur. Ibu Rusnah pun akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) untuk mendapatkan pengobatan yang lebih intensif untuk peradangan  kelenjar getah bening dan penglihatannya, lalu beliau dirujuk ke rumah sakit di Jakarta lalu Bandung. Saat ini kondisi Ibu Rusnah masih merasakan sakit di lehernya karena peradangan kelenjar getah bening dan perlu bantuan untuk berjalan karena tidak bisa melihat lagi. Suaminya, Ading (32) yang kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan penghasilannya sangat minim. Ibu Rusnah tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga keluarga sangat kesulitan untuk biaya berobat dan biaya hidup sehari – hari. Mengetahui keadaan keluarga, Kurir Sedekah Rombongan Lampung mendatangi keluarga Ibu Rusnah untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholics guna meringankan biaya pengobatan dan biaya hidup sehari – hari. Semoga bantuan yang disampaikan dapat membantu dan Ibu Rusnah lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Februari 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri Nurul @nurazizahagustn @yesaridani

Rusnah menderita peradangan kelenjar getah bening + buta


SAWIYAH BINTI WIRO SIPON (86, Dislokasi Sendi). Alamat : Gang Ikan Kacangan, Nomor 15 LK 1, RT 5/-, Kecamatan Teluk  Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Sekitar 5 bulan lalu Nenek Sawiyah jatuh di kamar mandi dan keluarga segera membawanya ke Puskesmas terdekat. Dari Puskesmas kemudian diberi rujukan ke rumah sakit daerah karena dicurigai terdapat dislokasi sendi kakinya. Nenek Sawiyah dirawat selama 1 minggu di rumah sakit setelah itu diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan dan terapi selama sebulan. Kondisi saat ini Nenek Sawiyah belum bisa berjalan. Beliau sudah tidak memiliki suami, suaminya telah meninggal 8 tahun yang lalu dengan meninggalkan 9 orang anaknya. Selama pengobatan Nenek Sawiyah menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Melihat kondisi Nenek Sawiyah yang sekarang tidak bisa berjalan lagi, kurir Sedekah Rombongan Lampung tergugah untuk membantu Nenek Sawiyah dengan bantuan sedekaholics untuk biaya membeli kursi roda. Semoga bantuan yang disampaikan dapat membantu Nenek Sawiyah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Maret 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri @nando_931 Yuni @yesaridani

Bu Sawiyah menderita dislokasi sendi


USMAN BIN PAINTIN (60, Susp. TBC). Alamat : Jalan RA Basyid Hasan, RT 1/6, Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Berawal dari 3  tahun yang lalu tepatnya 2014, Bapak Usman yang bekerja sebagai petani, sering mengalami batuk-batuk yang tidak kunjung berhenti, seusai bekerja di sawah menyemprot hama dengan pestisida. Gejala awal yang Bapak Usman rasakan hanya dianggapnya sebagai sakit batuk biasa sehingga beliau tidak pernah memeriksakan sakitnya ke dokter dan hanya membeli obat di warung. Saat ini batuk-batuk dan sesaknya pun tidak kunjung berhenti dan hanya dibiarkan saja. Tepat pada bulan Januari 2017, beliau merasakan batuknya semakin sering dan dadanya pun terasa sesak, karena keterbatasan biaya beliau hanya berobat di klinik. Pada tanggal 12 Maret 2017 yang lalu, pada saat bangun pagi, beliau merasakan batuknya tidak berhenti dan napasnya sesak belum lagi dada terasa sakit, karena sudah tidak tertahan, keluarga membawa beliau ke UGD Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) untuk mendapat pengobatan intensif. Saat pemeriksaan awal oleh dokter RSAM, beliau dinyatakan suspect TBC dan harus mendapatkan perawatan lanjutan. Istri Bapak Usman, Suryana (60) seorang ibu rumah tangga. Bapak Usman menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Keluarga kesulitan biaya hidup selama di rumah sakit. Mengetahui keadaan keluarga, Kurir Sedekah Rombongan Lampung mendatangi keluarga Bapak Usman untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholics guna meringankan biaya hidup di rumah sakit. Semoga bantuan yang disampaikan dapat membantu dan Bapak Usman segera diberi kesehatan dan dapat bekerja seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Maret 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri Nurul @eka_setioso @yesaridani

Pak Usman menderita susp. TBC


FATIMAH BINTI KARJANI (52, Kelainan Saraf Otak). Alamat : Dusun Sumber Awan, RT 8/3, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari,  Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Awalnya Ibu Fatimah mengalami panas yang sangat tinggi dan beliau tidak sadarkan diri selama beberapa hari. Tetangga yang mengetahui hal tersebut membawa Ibu Fatimah ke puskesmas terdekat untuk diperiksakan. Dari puskesmas diberikan rujukan untuk ke RSUD Lawang untuk penanganan yang lebih intensif. Akan tetapi Ibu Fatimah tidak bisa karena tidak adanya biaya untuk menjalani pengobatan. Sehingga dari pihak puskesmas hanya memberikan obat saja untuk beliau. Ibu Fatimah sampai saat ini tidak pernah berobat lagi dan kondisi beliau saat ini sangat lemas. Terkadang saat sakitnya kambuh, Ibu Fatimah sering tidak sadarkan diri dan panas yang tinggi. Ibu Fatimah tinggal seorang diri di rumah beliau, Ibu Fatimah dulunya bekerja sebagai pedagang. Karena kondisi beliau selama 3 tahun ini hanya bisa berbaring di tempat tidur, membuat keuangan beliau sangat sedikit dan terkadang beliau mendapatkan bantuan dari tetangga sekitar. Ibu Fatimah yang tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun sangat kesulitan dalam berobat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan yang dipertemukan dengan Ibu Fatimah sehingga Sedekah Rombongan dapat memberikan bantuan untuk kebutuhan berobat dan transportasi. Semoga dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dapat menjadi jalan kesembuhan untuk Ibu Fatimah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Maret 2017
Kurir : @FaizFaeruz Imam @m_rofii11

Bu Fatimah menderita kelainan saraf otak


NARIYAM BINTI JAURI (56, Kanker Kelenjar Tyroid). Alamat : Mucangan, RT 3/5, Desa Kalipucang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Pada Bulan Desember tahun 2016, Ibu Nariyam tiba merasakan sakit pada tenggorokan dan disertai dengan perubahan suara yang menjadi serak. Mengetahui akan hal tersebut suami beliau langsung membawa beliau ke puskesmas dan oleh pihak puskesmas diberikan surat rujukan untuk ke RSUD Lawang untuk penanganan yang lebih intensif. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan dokter akhirnya mendiagnosis bahwa Ibu Nariyam mengalami kanker pada kelenjar tyroid beliau. Oleh pihak rumah sakit Ibu Nariyam disarankan untuk melanjutkan pengobatan ke RS Saiful Anwar (RSSA) Malang. Ibu Nariyem tinggal hanya berdua bersama suami beliau Bapak Sukarto (58), setiap hari beliau dan suami bekerja sebagai petani. Karena kondisi Ibu Nariyam yang tidak dapat bekerja lagi membuat pendapatan yang dimiliki keluarga menjadi menurun. Ibu Nariyam yang memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III pun akhirnya tidak melanjutkan pengobatan lagi, dikarenakan biaya hidup dan transportasi di Malang sangat besar. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Nariyam dan Tim Sedekah Rombongan Malang pun memberikan santunan pertama untuk transportasi dan membeli obat-obatan. Semoga bantuan yang diberikan Sedekaholics melalui Sedekah Rombongan dapat menjadi jalan kesembuhan untuk Ibu Nariyam. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Maret 2017
Kurir : @FaizFaeruz Faris @m_rofii11

Bu Nariyam menderita kanker kelenjar tyroid


SIANA BINTI NGABAR (70, Stroke). Alamat : Dusun Sumber Awan, RT 8/3, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari,  Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Ibu Siana sudah sakit stroke sejak 5 tahun yang lalu, selama 5 tahun beliau dikunjungi oleh dokter yang biasa mengecek kesehatan dan member obat. Akan tetapi mulai dari 6 bulan yang lalu pengobatan yang diberikan oleh dokter terhenti karena dokter yang biasanya merawat beliau pindah keluar kota. Dengan berhentinya pengobatan selama 6 bulan ini, anggota tubuh sebelah kiri Ibu Siana pun menjadi lumpuh sehingga Ibu Siana sekarang hanya bisa tidur di tempat tidur beliau saja. Ibu Siana tinggal seorang diri di rumah beliau, karena sang suami telah lama meninggal. Ibu Siana setiap hari selalu di bantu oleh tetangga sekitar untuk memenuhi kebutuhan beliau, karena beliau sudah tidak bisa bekerja lagi. Ibu Siana tidak dapat berobat dikarenakan tidak adanya data kependudukan yang beliau miliki. Sedekah Rombongan yang dipertemukan dengan Ibu Siana merasakan kesusahan yang dialami Ibu Siana. Bantuan pun diberikan kepada Ibu Siana untuk kebutuhan biaya berobat, membeli obat dan transportasi. Semoga bantuan dari Sedekaholics yang telah diberikan kepada Sedekah Rombongan dapat menjadi jalan untuk kesembuhan Ibu Siana. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  27 Maret 2017
Kurir : @FaizFaeruz Imam @m_rofii11

Bu Siana menderita stroke


SITI MAIMUNAH (58, Gagal Ginjal + Diabetes + Darah Tinggi). Alamat : Dusun Pandean, RT 1/3, Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Pada Bulan Juni tahun 2012, Ibu Siti yang saat itu akan bekerja merasa badannya sangat lemas dan beliau pun meminta tolong tetangga untuk berobat ke Puskesmas Wingonan. Setelah diperiksa, pihak Puskesmas mendiagnosis kalau Ibu Siti terkena diabetes dan memberikan beberapa obat untuk dikonsumsi. Setelah Rutin menjalani pengobatan di Puskesmas dan pengobatan alternative, Ibu Siti dinyatakan sembuh dokter di Puskesmas. Akan tetapi pada Bulan Mei 2016, kadar gula Ibu Siti tiba-tiba naik lagi dan tekanan darah beliau yang sangat tinggi juga. Ibu Siti Akhirnya di rujuk ke RS Bangil Pasuruan untuk menjalani rawat inap, setelah beberapa hari beliau diperbolehkan pulang dan diberikan obat untuk rutin dikonsumsi. Pada Bulan Agustus, Ibu Siti yang merasa sering merasakan nyeri pada perut bagian bawah dan saat menjalani kontrol beliau pun akhirnya pemeriksaan juga. Dokterpun mendiagnosis bahwa Ibu Siti mengalami gagal ginjal. Untuk saat ini Ibu Siti rutin menjalani kontrol di Puskesmas Winongan. Ibu Siti yang tinggal seorang diri merasa sangat kesulitan dalam berobat, apalagi pendapatan yang diperoleh dari berjualan nasi sangatlah sedikit. Sedangkan biaya untuk berobat dan kebutuhan sehari-hari terkadang dibantu oleh tetangga, ditambah dengan tidak adanya jaminan kesehatan apapun membuat pengobatan yang dijalani tidak maksimal. Ibu SIti yang dipertemuka dengan Sedekah Rombongan merasa sangat bersyukur karena bantuan yang diberikan telah dipergunakan untuk biaya berobat, transportasi dan perbaikan keadaan umum. Semoga kondisi Ibu SIti akan segera membaik dan dapat beraktivitas kembali. Amiiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Maret 2017
Kurir : @FaizFaeruz Arif @m_rofii11

Bu Siti menderita gagal ginjal + diabetes + darah tinggi


TIAH BINTI JUMAIN (67, Dispepsia). Alamat : Dusun Sumber Awan, RT 8/3, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada awalnya perut Ibu Tiah tiba-tiba mulai terasa mual dan nyeri pada pada ulu hati beliau. Pada keesokan harinya badan beliau menjadi lemas dan Ibu Tiah hanya bisa beristirahat saja seharian. Kemudian beliau pergi ke dokter umum setempat untuk mendapatkan pengobatan secara medis dan dokter pun mendiagnosis Ibu Tiah sakit dispepsia. Dispepsia adalah sekumpulan gejala berupa nyeri yang terjadi pada perut bagian atas yang menetap atau berulang. Oleh dokter, Ibu Tiah hanya diberikan obat untuk dikonsumsi. Saat ini Ibu Tiah tetap mengkonsumsi obat, akan tetapi kondisi beliau tetap sama. Ibu Tiah bekerja sebagai tukang cuci di kampung beliau, sedangkan suami beliau sudah meninggal. Pendapatan yang dimiliki beliau hanya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ibu Tiah yang tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun merasa sangat kesulitan dalam hal biaya. Alhamdulillah, Sedekah Rombogan dipertemukan dengan Ibu Tiah dan santunan awal pun telah diberikan untuk biaya berobat dan untuk perbaikan keadaan umum beliau. Semoga Ibu Tiah segera mendapatkan kesehatan dan dapat beraktivitas lagi seperti sebelumnya. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Maret 2017
Kurir : @FaizFaeruz Imam @m_rofii11

Bu Tiah menderita dispepsia


SUPIYANI BINTI KEMIS (86, Stroke). Alamat: Dusun Amburan, RT 2/1, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Ibu Supiyani sudah dua tahun ini menderita stroke. Awal mulanya adalah ketika ibu Supiyani merasakan kelelahan. Lambat laun kelelahan yang dialami oleh beliau menjadi luar biasa hingga sulit untuk menggerakkan seluruh badan beliau. Suatu ketika Ibu Supiyani berusaha keras untuk dapat bergerak karena ingin memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Alhasil walaupun sudah berobat namun kondisi ibu Supiyani memburuk karena hanya berbaring di tempat tidur dan tidak ada yang merawatnya. Terlebih lagi, untuk sekedar ke kamar mandi pun ibu Supiyani tidak sanggup bergerak sehingga hanya bisa melakukan segala sesuatunya di atas tempat tidur. Tubuh yang tidak dilatih untuk bergerak membuat kesehatan ibu Supiyani semakin parah hingga setengah tubuh beliau tidak merespon. Ditambah kotoran beliau yang bercampur dengan tubuh membuat ibu Supiyani menderita sakit kulit dan bau badan. Tetangga yang merasa iba melihat kondisi ibu Supiyani berniat membantu ibu Supiyani dengan merawat, menyuapi makanan dan memandikan beliau atas perintah dari perangkat desa setempat dengan diberi upah oleh desa. Ibu Supiyani mempunya seorang anak, bapak Royan (30) namun tidak bisa merawat ibunya. Ibu Supiyani dirujuk ke RSUD Ibnu Sina Gresik dan menjalani pengobatan di sana, didampingi oleh tetangga dan anak semata wayangnya. Sedekah Rombongan mendengar informasi tentang kondisi dan kesulitan ibu Supiyani. Bantuan awal untuk pengobatan sudah disampaikan kepada beliau. Semoga ibu Supiyani bisa segera sembuh dan bisa menjalani aktifitas normal seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 25 November 2016
Kurir  :  @Wahyu_CSD  Muklisin @EArynta

Bu Supiyani menderita stroke

SARIHA BINTI DUL KAWI (58, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Nyato, RT 6/9, Desa Tebul Timur,  Kecamatan. Pegantenan, Kabupaten Pamekasan Madura, Provinsi Jawa Timur. Bu Sariha dahulunya bekerja sebagai penjual makanan kecil di Sekolah Dasar Tebul Timur 1 Pamekasan. Namun setelah suaminya meninggal, beliau tidak meneruskan pekerjaan tersebut dikarenakan terkendala oleh modal usaha. Pada 2014 lalu, Bu Sariha didiagnosa oleh Dokter menderita kanker payudara stadium 3, dimana benjolan kankernya sudah mulai menyebar atau mengalami metastase. Dokter pun menyarankan beliau untuk segera melakukan operasi agar sel kankernya tidak semakin menyebar. Akhirnya beliau melakukan operasi dengan biaya pinjaman dari para tetangga. Setelah operasi, Bu Sariha mendapat jadwal untuk melakukan kemoterapi. Biaya kemoterapi beliau dibantu oleh ketiga anaknya yang sama-sama bekerja menjadi Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia. Namun saat ini Bu sariha mengalami kesulitan dalam pembiayaan transportasi & pengobatan. Sampai saat ini beliau sudah menjalani kemoterapi 8 kali. Sedekah Rombongan merasa beruntung bisa dipertemukan dengan beliau. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk meringankan biaya pengobatan dan transportasi beliau selama berobat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bu Sariha sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu sariha masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan​: Rp. 500.000,-
Tanggal​​: 20 November 2016
Kurir​​​: @Wahyu_CSD @vanmadura @rwahyuagung @nunia91

Bu Sariha menderita kanker payudara

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MAHMUD SUKARYONO 1,000,000
2 NURYADI BIN SUPARMIN 2,000,000
3 PARNI BIN RAMBAT 1,000,000
4 SARNI BINTI SUBARI 1,000,000
5 SARINEM BINTI WOSO SEMIN 1,000,000
6 SUKIRAN BIN MUSLASDI 1,000,000
7 MUSOFA HAMDAN 1,000,000
8 RIZKI CAHAYA SAPUTRA 1,000,000
9 ALM. MUCHOLIFAH BINTI IMAM SUPARMAN 1,000,000
10 MUHAMMAD AFANDI 1,000,000
11 MTSR MADIUN 4,800,000
12 YETTI SUSIANA 3,000,000
13 JENY OKTAVIA SAPUTRI 680,650
14 SUDIMAN BIN MARTO KARYO 771,000
15 JIHAN FATIN 946,400
16 MUHAMAD FAREL KURNIYANTO 500,000
17 ERLA DWIYANTI 500,000
18 ERLA DWIYANTI 809,216
19 JAMILAH BINTI KROMO DIONO 500,000
20 PROS EKAWATI 855,000
21 ROMIASIH BINTI SOSRODIHARJO 500,000
22 ALFA BINTANG ARDANI 500,000
23 BIYANTO BIN KAMIRAN 500,000
24 LAEELA JAUHARI 2,000,000
25 BANJIR KABUPATEN SUMBAWA 8,668,000
26 SAMSIAH BINTI MAJJU 1,000,000
27 DESI RATNASARI 500,000
28 EED BIN RABU 500,000
29 JAMIAN BIN ARSIMAN 500,000
30 MANTO BIN SUNARDI 800,000
31 MASRIAH BINTI RAFIUDIN 500,000
32 PANTI ASUHAN KITA PEDULI 2,000,000
33 RISKA DARMA 2,000,000
34 RUSNAH BINTI MADNA 500,000
35 SAWIYAH BINTI WIRO SIPON 1,000,000
36 USMAN BIN PAINTIN 500,000
37 FATIMAH BINTI KARJANI 500,000
38 NARIYAM BINTI JAURI 500,000
39 SIANA BINTI NGABAR 500,000
40 SITI MAIMUNAH 500,000
41 TIAH BINTI JUMAIN 500,000
42 SUPIYANI BINTI KEMIS 1,000,000
43 SARIHA BINTI DUL KAWI 500,000
Total 50,330,266

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 50,330,266,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 976 ROMBONGAN

Rp. 48,772,768,737,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.