Rombongan 973

Sedekah akan membuka pintu rezeki dari arah yang tidak anda sangka-sangka sebelumnya.
Posted by on March 22, 2017

HANIY DAYANIY (14, Asma + Cereberal Palsy + Lumpuh + Epilepsi). Alamat : Desa Aji Kuning, RT 4, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Haniy lahir prematur dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Semasa bayi Haniy sering mengalami demam hingga kejang. Kondisi tersebut menghambat pertumbuhan dan perkembangannya : baik fisik, motorik maupun kemampuan verbalnya. Haniy tidak dapat berbicara, berjalan dan hanya bisa berbaring. Semua aktivitasnya dibantu oleh keluarga. Sakit yang diderita Haniy sering kambuh dan ia sering mengalami kejang hingga dirawat di Puskesmas Aji Kuning selama dua hari. Selama perawatan, Haniy pernah mengalami kejang sebanyak 8 kali dalam waktu yang singkat dan diberikan penurun kejang Stessolid Supp 10 mg setiap kejang. Akhirnya dokter merujuknya ke RSUD Nunukan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Haniy disarankan untuk kontrol setiap 1 bulan sekali namun karena ketiadaan biaya dua tahun terakhir ia tidak pernah berobat. Haniy yang kini telah berusia 14 tahun, tubuhnya membesar namun perkembangan kakinya terhambat karena jarang digunakan untuk beraktivitas sehingga ia mengalami atrofi yakni bentuknya mengecil. Haniy pun mengalami lumpuh, ia hanya bisa duduk dan mengesot ketika beraktivitas. Haniy mengeluh terdapat pembengkakkan di paha kanannya dan dicurigai adanya penyakit kekakuan tulang. Haniy memiliki KIS kelas III namun ia masih terkendala biaya transportasi dan kebutuhan di rumah sakit. Penghasilan ayah Haniy, Hasbullah (48), yang bekerja sebagai buruh perkebunan sawit di Malaysia hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari, sedangkan ibunya, Martina (43) hanya ibu rumah tangga. Haniy sebelumnya telah dibantu Sedekah Rombongan pada Rombongan 928, kurir kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya transportasi berobat ke RSUD Nunukan. Semoga Haniy terus berikhtiar menjemput kesembuhan, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 5 Maret 2017
Kurir : @arfanesia @rintawulandari @ririn_restu

Haniy menderita asma + cereberal palsy + lumpuh + epilepsi


SUHERA MUSTAQIM (48, Lumpuh Akibat Kecelakaan). Alamat : Dusun Berjoko, RT 12, Desa Sei Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Ibu Suhera menderita lumpuh sejak 4 tahun yang lalu. Awal mulanya ia terjatuh dan dicurigai terkena syaraf tulang belakang. Dokter menyatakan bahwa Ibu Suhera mengalami kelumpuhan total. Ibu Suhera mengeluh sering terasa sakit pada bagian tulang belakang punggung saat digerakkan. Saat ini Ibu Suhera hanya bisa duduk di kursi roda dan terbaring di tempat tidurnya. Aktivitas sehari – harinya seperti mandi, makan, dll dibantu oleh keluarga. Dokter menyarankan agar Ibu Suhera berobat setiap bulan dan melakukan fisioterapi di rumah sakit, namun hal itu tidak dilakukan karena terkendala biaya meski ia sudah memiliki KIS. Ia pun masih memiliki 4 anak yang masih bersekolah. Suaminya, Pak Mustaqim (50), hanya berkebun dengan hasil yang tidak seberapa. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Ibu Suhera, santunan pun disampaikan untuk meringankan biaya akomodasi pengobatan ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 3 Maret 2017
Kurir : @arfanesia @Vidahasan Danyl Lalang @rintawulandari @ririn_restu

Bu Suhera menderita lumpuh akibat kecelakaan


SUDIRMAN BIN TAMBASAH (60, CVD Iskemik + Lumpuh). Alamat : Dusun Abadi, RT 2, Kecamatan Sebatik Induk, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Bermula dari serangan stroke, hampir setahun Pak Sudirman tidak bisa berjalan dan hanya dapat terbaring di tempat tidur. Pak Sudirman sudah berobat ke RSUD Nunukan setiap 2 minggu, ia harus kontrol ke dokter saraf tetapi keluarga sudah tidak memiliki biaya untuk transportasi dan kini lebih memilih menggunakan obat kampung. Kondisi ekonomi keluarga Pak Sudirman semakin memprihatinkan sejak ia sakit. Kini sumber penghasilan didapat dari istrinya, Rahmantia (44), yang bekerja sebagai buruh kasar pasir pantai dengan penghasilan hanya 20 ribu rupiah per hari, itu pun jika tidak sedang musim hujan. Pak Sudiman dan Ibu Rahmantia memiliki tanggungan 3 orang anak yang masih bersekolah dan balita. Pak Sudirman kini sering mengeluh sakit pada lututnya hingga tidak bisa berjalan, aktivitas sehari – hari pun harus dibantu keluarga. Pak Sudirman memiliki JKN – KIS PBI, namun biaya transportasi ke fasilitas kesehatan tetap terasa berat baginya. Sebelumnya Pak Sudirman telah dibantu oleh Sedekah Rombongan untuk operasional berobat di RSUD Nunukan. Pak Sudirman menjalani berbagai pemeriksaan, fisioterapi, dan terapi dengan minum obat. Dokter selanjutnya menyarankan Pak Sudirman berobat satu bulan sekali ke RSUD Nunuka untuk fisioterapi dan pengobatan lanjutan. Kondisi Pak Sudirman belum banyak mengalami perkembangan. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Pak Sudirman, bantuan lanjutan pun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat. Bantuan sebelumnya disampaikan pada Rombongan 950. Semoga dengan bantuan ini Pak Sudirman lebih semangat berikhtiar menjemput kesembuhannya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 7 Maret 2017
Kurir : @arfanesia @rintawulandari Sitti Aisah @ririn_restu

Pak sudirman menderita CVD iskemik + lumpuh


ANASTASIA DAI KREDO (27, Penurunan Imun Signifikan + Komplikasi Penyakit). Dusun Berjoko, RT 12/2, Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Anastasia sudah menderita sakit-sakitan sejak 2 tahun lalu saat di Malaysia. Gejala sakitnya sudah lama ia rasakan sejak suami pertamanya meninggal karena penyakit yang sama pada tahun 2010. Anastasia kemudian menikah lagi pada tahun 2012 dan dikaruniai seorang anak. Pada tahun 2013 ia mulai sakit, imunitasnya mulai menurun. Selama ini jika sakit ia berobat di klinik di Malaysia. Sakit yang diderita Anastasia beragam, mulai dari : demam, diare, batuk – batuk, nafsu makan menurun, dan gatal-gatal. Setelah berobat di klinik di Malaysia, kondisi Anastasia tidak ada perubahan. Badan Anastasia bertambah kurus hingga akhirnya minggu lalu ia pulang ke rumah orangtuanya di Sebatik, Kalimantan Utara. Sesampainya di Sebatik, Anastasia mengalami penurunan kondisi tubuh. Ia kemudian berobat di Puskesmas Aji Kuning, Sebatik Tengah dan mendapatkan penanganan sementara terhadap keluhannya yakni diare dan gatal-gatal. Dokter menyaranan untuk penanganan lebih lanjut Anastasia harus berobat ke RSUD Nunukan. Kendala biaya transportasi dan pengobatan yang tidak dicover BPJS membuat Anastasia merasa kesulitan untuk berobat. Suaminya, Lambertus Suban (51) yang bekerja sebagai TKI pun tak bisa membiayai pengobatan istrinya. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Anastasia, santunan pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi menuju rumah sakit rujukan dan membeli obat yang tidak dicover BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 6 Februari 2017
Kurir : @arfanesia Daniel Lalang @rintawulandari @ririn_restu

Anastasia menderita penurunan imun signifikan + komplikasi penyakit


RAMLAH BINTI SANUDDIN (42, Janda Dhuafa). Alamat : Jalan Lujo, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik Induk, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Ibu Ramlah adalah seorang buruh tani, ia seorang diri mencari nafkah  untuk menghidupi 4 anaknya yang masih kecil-kecil dan ibunya yang sudah renta. Ibu Ramlah harus berjuang seorang diri dan bekerja keras memenuhi kebutuhan hidupnya. Suami Ibu Ramlah, Konta (57) sudah lama meninggal karena sakit. Ibu Ramlah sehari – harinya bekerja di kebun milik orang lain dengan penghasilan yang tak menentu. Kesulitan keuangan membuat anak-anak Ibu Ramlah tidak mendapatkan nutrisi makanan yang cukup. Ibunya yang sudah renta pun sering sakit – sakitan. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Ibu Ramlah, santunan pun disampaikan untuk kebutuhan sehari-hari membeli makanan untuk memperbaiki gizi keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : Februari 2017
Kurir : @arfanesia Wendi Ade Saputra @rintawulandari @ririn_restu

Bu Ramlah seorang janda dhuafa


KUPE BIN HUDA (70, Sesak Napas + Lumpuh). Alamat : Jalan Hasanuddin, Kampung Gunung Belah, Desa Seberang, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Pak Kupe menderita penyakit sesak napas dan lumpuh sudah hampir 8 bulan. Pada awalnya Pak Kupe sering merasakan nyeri pada kedua kakinya. Pak Kupe menganggap yang ia alami hanya sakit biasa dan ia masih tetap menjalani aktivitas berkebunnya. Seiring berjalannya waktu, rasa sakit itu semakin bertambah dan ia hanya mampu berobat ke Puskesmas terdekat. Setelah berobat di Puskesmas, kondisi Pak Kupe belum mengalami perkembangan. Pihak Puskemas menyarankan Pak Kupe menjalani  pemeriksaan lebih lanjut di RSUD Nunukan, namun karena kendala biaya ia hanya berobat di Puskesmas dan berobat kampung. Sakit yang dirasa Pak Kupe tak kunjung pulih, saat ini ia hanya bisa berbaring di tempat tidur dan jika ingin beranjak dengan cara mengesot. Pak Kupe kini tak lagi bisa bekerja seperti biasa sehingga tak memiliki penghasilan, istrinya, Nissa (47), yang juga bekerja di kebun penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari – hari. Meski telah memiliki JKN – KIS PBI, Pak Kupe tidak memiliki uang untuk transportasi berobat. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dihadapi Pak Kupe. Kurir pun menyampaikan santunan untuk biaya akomodasi dan transportasi menuju RSUD Nunukan serta biaya pengobatan yang tak dicover BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 5 Maret 2017
Kurir : @arfanesia Dwi Subakti @rintawulandari @ririn_restu

Pak Kupe menderita sesak napas + lumpuh


HAJARAH BINTI ANTO (60, Hipertensi Kronis + Reumatik). Alamat : Jalan Mulawarman, RT 9, Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Ibu Hajarah memiliki sakit hipertensi, reumatik dan komplikasi sejak 2005. Saat sakitnya kambuh, Ibu Hajarah tidak pernah memeriksakan sakitnya ke Puskesmas atau ke dokter, karena terkendala biaya. Ia hanya berobat dengan pengobatan tradisional dan belum mengalami perkembangan. Kaki Ibu Hajarah kaku jika sakit reumatiknya kambuh. Saat ini Ibu Hajarah mengeluh sakitnya itu menghambat aktivitasnya.  Meski telah memiliki JKN – KIS PBI, ia tak memiliki uang untuk transportasi berobat. Suaminya, Bapak Varia, telah meninggal dunia. Kurir Sedekah Rombongan merasaka kesulitan yang dihadapi Ibu Hajarah, santunan pun disampaikan untuk biaya akomodasi dan transportasi menuju tempat pelayanan kesehatan dan ke RSUD Kabupaten Nunukan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 5 Maret 2017
Kurir : @arfanesia Wendi Ade Saputra @rintawulandari @ririn_restu

Bu Hajarah menderita hipertensi kronis + reumatik


DODOH SRI RAUDHOH (22, Kanker Mulut). Alamat : Kp. Sukaati, RT 6/2, Desa Pangkalan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Dodoh akrab kami memanggil ibu muda ini, dua bulan lalu ia merasakan sakit pada gigi bagian depan disertai bengkak pada gusi. Hal tersebut ia abaikan, karena merupakan hal biasa yang sering ia rasakan. Tak dinyana, selama kurun waktu 3 minggu ini, bengkak tersebut semakin membesar disertai dengan keluarnya nanah dan darah. Ia kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas setempat, lalu dirujuk untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA). Di Rumah Sakit tersebut ia menjalani proses rontgen dengan diagnosa kanker mulut. Ia pun harus memakai selang NGT, karena minuman dan makanan sudah tidak bisa masuk lewat mulutnya. Hasil rontgen mengharuskan Teh Dodoh untuk melanjutkan pemeriksaan penyakitnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sudah sekitar 10 hari Teh Dodoh menjalani proses pemeriksaan penyakitnya di RSHS Bandung memakai fasilitas kesehatan berupa BPJS PBI, ia baru melakukan cek laboratorium pada jantung dan paru. Dengan kondisi hamil tua, yakni 7 bulan Teh Dodoh berjuang melawan penyakitnya dengan sabar dan ikhlas. Qadarullah, ia pun melahirkan bayi pertamanya dengan berat 1,7 Kg dan dalam keadaan premature, bayinya tersebut sementara harus menjalani proses inkubasi di Rumah Sakit. Suaminya Badrudin (25), sementara ini tidak bisa bekerja karena harus menemani istrinya di Rumah Sakit. Maka dari itu, ia sangat membutuhkan uluran bantuan untuk membiayai proses pengobatan istrinya tersebut. Dengan ijin Allah, kami kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Teh Dodoh dan keluarga. Kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk meringankan biaya akomodasi Teh Dodoh selama menjalani proses pengobatan di Rumah Sakit, bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 928. Mari doakan bersama, agar Allah segera mengangkat penyakit yang ada pada tubuh Teh Dodoh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal

Bu Dodoh menderita kanker mulut


AFIDAH AGUS (48, Diabetes Basah). Alamat : Jl. Purnawarman Barat RT 52/8, Kelurahan Sindang kasih, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pada tanggal 1 Januari 2017 lalu Bu Afidah tertusuk oleh paku saat ia berjalan di sekitar rumahnya, rasa sakitnya tak begitu ia rasa dan hanya diobati oleh obat warung seadanya. Tak dinyana 3 hari kemudian luka bekas tusukan paku tersebut membengkak, ia pun dibawa ke Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA) Purwakarta, setelah melakukan cek laboratorium, diketahui bahwa hasil tes gula darahnya menunjukkan angka 500. Ia pun harus menjalani rawat inap dan amputasi jari tengah di kakinya. Dua minggu ia menjalani perawatan intensif di RS tersebut, kini sudah berada di rumah dengan keadaan luka yang masih basah dan harus rutin menjalani perawatan. Suaminya Agus (55) saat ini sedang tidak memiliki pekerjaan, ia merasa keberatan untuk membiayai perawatan luka istrinya yang harus dilakukan secara rutin. Dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Afidah dan suami, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya perawatan luka di kaki Bu Afidah. Semoga Allah segera menyembuhkannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @nzn1603

Bu Afidah menderita diabetes basah


DEDI BIN KENAN (46, Ambeien + Gangguan Liver). Alamat : Kampung Karangkencana RT 6/3, Desa Sadarkarya, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pak Dedi akrab kami memanggilnya, sejak lama ia didiagnosa mengidap penyakit gangguan liver, hal tersebut membuat ia harus kehilangan pekerjaannya. Kini ditambah dengan penyakit ambeien yang dideritanya, ia harus mengerang kesakitan saat membuang air besar dan disertai dengan adanya bercak darah. Keluarganya pun membawanya ke klinik Tasbeh yang tak jauh dari rumahnya, sempat menjalani rawat inap dan kini harus pulang ke rumah karena biaya yang semakin membengkak. Ia ingin segera menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit besar, namun karena kendala biaya kini hanya bisa menjalani pengobatan seadanya. Dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Dedi dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pembuatan BPJS da biaya akomodasi pengobatan. Semoga Allah segera menyembuhkannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Samsul

Pak Dedi menderita ambeien + gangguan liver


ELIN JULIANI (15, Typus). Alamat : Kp. Putat RT 11/3, Desa Sirnamanah, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Neng Elin, akrab kami memanggilnya, sejak lama ia menderita penyakit maag kronis, penyakit tersebut memicu adanya penyakit lain di tubuhnya, yakni typus. Selama kurang lebih 1 minggu Neng Elin harus menjalani rawat inap di puskesmas karena kondisinya yang sangat memprihatinkan, yakni demam tinggi dan tidak ada asupan makanan yang masuk sedikitpun. Neng Elin merupakan anak dari Bapak Judin dan Ibu Yati, pak Judin yang berprofesi sebagai buruh bangunan memiliki keterbatasan biaya untuk membiayai akomodasi pengobatan anaknya tersebut. Dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Neng Elin dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya  akomodasi pengobatan. Semoga Allah segera menyembuhkannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Samsul

Elin menderita typus


UDI BIN ATIP (20, Patah Tulang Kaki). Alamat : Kp. Putat RT 11/3, Desa Sirnamanah, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Mang Udi, akrab kami memanggilnya. Sekitar 2 bulan lalu ia mengalami kecelakaan sepeda motor di daerah jalan militer, jalanan yang lengang membuat pengemudi motor yang melintas di daerah sana mengemudi dengan kecepatan tinggi, termasuk kala itu Mang Udi. Ia tak mengira bahwa kecelakaan yang ia alami akan membuat kakinya patah dan tak bisa digunakan. Keluarganya membawa ia menjalani pengobatan di Rumah Sakit Bayu Asih menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS), ia pun sempat menjalani rawat inap di RS tersebut selama beberapa hari. Dua bulan berlalu, kondisi kaki Mang Udi tak juga membaik, akhirnya keluarganya memutuskan untuk membawa Mang Udi ke pengobatan tradisional di daerahnya, atau sering disebut ahli patah tulang. Saat ini Mang Udi sedang menjalani perawatan intensif di tempat tersebut, namun lagi lagi terkendala biaya, karena di tempat tersebut tidak bisa menggunakan jaminan kesehatan. Dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mang Udi dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya  akomodasi pengobatan. Semoga Allah segera menyembuhkannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Samsul

Udi menderita patah tulang kaki


MULYATI BINTI SYARIFUDIN (30, TB Paru Aktif). Alamat : RT 5/3, Desa Cadasari, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Mul, akrab kami memanggil gadis yatim piatu ini, sejak lama ayahnya meninggal dunia, kemudian disusul ibunya yang baru meninggal beberapa bulan lalu. Selama ini Teh Mul sering sekali mengalami batuk yang sulit untuk disembuhkan, hingga suatu batuk tersebut disertai dengan darah segar yang keluar dari mulutnya. Ia pun memeriksakan diri ke Rumah Sakit Bayu Asih, dokter sempat menyatakan bahwa ia tak memiliki penyakit apapun. Namun karena rasa penasaran yang tinggi ia pun akhirnya menjalani rontgen, tak dinyana ternyata hasilnya ia mengidap penyakit TB Paru Aktif. Teh Mul merasa keberatan dengan biaya akomodasi pengobatannya yang harus rutin setiap satu bulan satu kali, maklum saja ia harus berhenti bekerja karena selama beberapa minggu harus mejalani karantina untuk menjadi TKW di Arab Saudi. Ya, dia ingin menjadi TKW untuk memperbaiki ekonomi hidupnya, selain harus membiayai hidupnya sendiri, ia pun harus membiayai hidup ponakannya yang tinggal bersama Teh Mul. Dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Teh Mul, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholic untuk biaya  akomodasi pengobatan. Semoga Allah segera menyembuhkannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal

Teh Mul menderita TB paru aktif


NENGSIH BINTI ISAH (53, Ca Mammae). Alamat : Kampung Cilandak RT 1/1, Desa Bojong Timur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2011, ia merasakan ada benjolan di payudara kanan sebesar ibu jari, lalu payudara mengkerut sedikit demi sedikit, ia pun berobat ke dokter terdekat, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Bayu Asih tapi tidak berangkat karena kendala biaya. Kemudian pada tahun 2015, ia berobat ke RS Ramahadi Purwakarta dan didiagnosa mengidap penyakit Kanker Payudara. Selain diagnosa kanker payudara, ia juga didiagnosa mengidap pembengkakan jantung dan harus segera diobati. Setelah proses pengobatan dan dinyatakan sembuh dari pembengkakan jantung, pengobatan kankernya tidak dilanjutkan. Pada tahun 2016, benjolan di bagian payudaranya kembali terasa sakit, namun hanya melakukan pengobatan sampai di Puskesmas saja, padahal ia mendapat rujukan untuk segera menjalani pemeriksaan dan pengobatan di RSBA. Pada tahun 2017, benjolan di payudara kanan pecah, mengeluarkan cairan nanah dan darah. Kali ini ia memenuhi rujukan dari Puskesmas setempat untuk menjalani pemeriksaan di RSBA, hasil pemeriksaan di RS tersebut menunjukkan bahwa ia harus menjalani pemeriksaan lanjutan di RSHS Bandung. Bu Nining dan keluarganya merasa keberatan untuk menanggung biaya akomodasi ke RS tersebut, maklum saja janda yang telah lama ditinggal suaminya wafat ini kini menggantungkan hidupnya kepada anaknya yang juga tak begitu berkelimpahan harta. Dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Nining, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya  akomodasi pengobatan. Semoga Allah segera menyembuhkannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Sutraeni

Bu Nengsih menderita ca mammae


EROS BINTI HALIMAH (46, Tumor di Payudara). Alamat : Kp. Cidahu RT 3/2, Desa Gunungkarung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bi Eros, akrab kami memanggilnya, ia merasakan adanya benjolan kecil di bagian payudaranya. Selama beberapa minggu ia megabaikan benjolan tersebut, dan hanya diobati menggunakan obat kampung seadanya. Seiring berjalannya waktu, benjolannya semakin membesar, ia pun mulai khawatir dengan adanya benjolan tersebut. Ia kemudian dibawa untuk melakukan pemeriksaan ke Puskesmas dengan hasil yang mengharuskan ia menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Bayu Asih. Namun karena kendala biaya, ia pun sempat menunda kepergiannya tersebut menuju rumah sakit. Beberapa lama kemudian kondisi Bi Eros semakin memburuk, ia nampak lelah dan kesakitan. Akhirnya sang suami yakni Pak Herman (50) yang merupakan seorang buruh tani, memberanikan diri untuk meminjam uang kepada majikannya. Bi Eros pun berangkat ke RSBA menggunakan dana pinjaman. Akses transportasi yang jauh membuat ongkos menuju ke RS sangatlah besar, ia harus mengeluarkan uang sekitar Rp. 600.000,- untuk satu kali menyewa mobil dari rumahnya ke RS. Hal tersebut sangatlah berat bagi Pak Herman yang merupakan seorang buruh tani dengan penghasilan yang tak seberapa. Belum lagi saat ini Bi Eros masih harus menjalani kontrol pengobatan ke RS, tentunya akan banyak biaya yang diperlukan Bi Eros untuk akomodasi ikhtiar pengobatan penyakitnya. Alhamdulillah kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Bi Eros, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholic untuk meringankan biaya akomodasi pengobatan Bi Eros menuju Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 12 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Bu eros menderita tumor di payudara


CICIH BINTI FULAN (71, Lumpuh + Susp. TB Paru). Alamat : Kp. Rawa Taal, RT 23/4, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Nek Cicih, akrab kami memanggil perempuan sepuh ini. Sudah sekitar 1 tahun ini mengalami lumpuh, kondisi tersebut diperparah dengan adanya diagnosa penyakit baru di tubuhnya, yakni suspect TB Paru. Gejala awal yang dirasakan Nek Cicih yakni batuk terus menerus dan disertai dahal, ia pun memeriksakan diri ke puskesmas setempat dan didiagnosa mengidap penyakit yang tersebut diatas. Nek Cicih kini hidup seorang diri, untuk makan sehari-hari ia mengandalkan pemeberian kerabat dekatnya, anaknya tinggal jauh dan juga memiliki keterbatasan ekonomi untuk membantu Mak Cicih. Keinginan Mak Cicih untuk sembuh masih terlihat, namun ia terkendala biaya. Alhamdulillah kurir #SR dipertemukan dengan Nek Cicih, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholic untuk meringankan biaya pengobatan Nek Cicih menuju Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Maret 17
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Bu Cicih menderita lumpuh + susp. TB paru


DEDI SUHAEDI (45, Pembengkakan Kelenjar Getah Bening + TB Paru Aktif). Alamat: Jl. Basuki Rahmat, RT 13/7, Desa Sindang Kasih, Kecamatan  Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pak Dedi telah berhenti bekerja sejak ia mengalami benjolan di bagian lehernya, benjolan tersebut awalnya hanya ia anggap penyakit gondok, namun ternyata semakin hari semakin membesar. Ia pun kemudian memeriksakan diri ke klinik setempat, tim medis di klinik tersebut mendiagnosa bahwa Pak Dedi mengalami pembengkakan kelenjar getah bening pada lehernya. Ia dirujuk untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke RSBA (Rumah Sakit Bayu Asih) berbekal fasilitas kesehatan berupa KIS (Kartu Indonesia Sehat). Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan ulang di RS tersebut, ternyata ia pun didiagnosa mengidap penyakit TB Paru. Saat itu dokter menyarankan agar Pak Dedi segera melakukan operasi, operasi pun telah dilaksanakan pada tanggal 23 November 2016. Tak sampai disitu, kini Pak Dedi harus melakukan kontrol pengobatan 1 bulan 1 kali ke RSBA, ia sempat kebingungan karena sudah tak memiliki biaya. Untuk biaya hidup ia dan keluarganya pun harus meminjam kepada tetangga, apalagi dua anaknya masih duduk di bangku sekolah, dan memerlukan banyak pembiayaan. Bersyukur kami kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Dedi, kami diamanahi oleh sedekaholics untuk menyampaikan bantuan yang akan digunakan oleh Pak Dedi untuk melanjutkan ikhtiar pengobatan penyakitnya. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tertulis di dalam Rombongan 954. Doakan bersama agar Allah menyembuhkan penyakit Pak Dedi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @hastapradja

Pak Dedi menderita pembengkakan kelenjar getah bening + TB paru aktif


NANANG BIN ADANG (41, Susp. Tumor Jinak Jaringan Lemak). Alamat: Kp. Cidawolong, RT 25/8, Desa Tegal Datar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Mang Nanang, akrab kami memanggilnya. Ia menuturkan bahwa terdapat benjolan di bawah telinga kanannya, benjolan tersebut terasa gatal yang sangat dan semakin membesar dalam kurun waktu 1 tahun ini. Ia pernah memeriksakan diri ke puskesmas setempat, kemudian dirujuk ke RSBA (Rumah Sakit Bayu Asih) dengan berbekal fasilitas kesehatan berupa Jampis (Jaminan Purwakarta Istimewa). Ia menjalani serangkaian pemeriksaan di RS tersebut dengan hasil diagnosa sementara suspect tumor jinak dari jaringan lemak, dan disarankan untuk menjalani operasi pengangkatan tumor tersebut. Pihak medis RSBA memiliki keterbatasan dalam peralatan operasi tumor, maka ia pun dirujuk menuju RSHS Bandung. Sesampainya di RSHS Bandung, Mang Nanang kembali menjalani serangkaian pemeriksaan. Namun tim medis di RS tersebut menyimpulkan bahwa dalam sementara waktu Mang Nanang cukup mengonsumsi obat sesuai yang dianjurkan pada resep. Untuk ikhtiar pengobatan penyakitnya ini, Mang Nanang telah menghabiskan banyak uang, bahkan sampai harus menumpuk hutang ke saudaranya. Bulan ini pun Mang Nanang harus berhenti mengonsumsi obat, karena keterbatasan biaya yang dimilikinya. Maklum saja, Mang Nanang ini seorang kuli panggul yang penghasilannya kadang ada, kadang tak ada. Bersyukur kami kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mang Nanang, kami diamanahi oleh sedekaholics Sedekah Rombongan untuk menyampaikan bantuan. Bantuan tersebut nantinya akan digunakan Mang Nanang untuk kembali membeli obat yang telah habis. Doakan bersama agar Allah menyembuhkan penyakit Mang Nanang. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 967.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Pak Nanang menderita susp. tumor jinak jaringan lemak


M IRVANI REZA (9, Katarak). Alamat: Kp. Cidahu, RT 17/5, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Reza, akrab kami memanggilnya. Ia adalah salah satu murid kelas 4 SDN Gunung Karung Maniis. Sejak dulu ia memang memakai kacamata untuk membantu penglihatannya yang mengalami gangguan. Dalam beberapa bulan ini, penglihatannya sangat buram meski ia menggunakan kacamata untuk membantu penglihatannya, untuk membaca materi pelajaran pun ia tak mampu. Ia pun dibawa berobat ke puskesmas, tim medis di puskesmas tersebut mndiagnosa Reza mengalami katarak pada matanya dan menyarankan agar Reza menjalani pemeriksaan lanjutan di RS. Cicendo Bandung. Namun ikhtiar berobat Reza dan keluarga harus terhenti dulu, karena keterbatasan biaya yang dimiliki orangtuanya. Ayah Reza yakni Sutrisno (52) adalah buruh serabutan, pekerjaan dan penghasilannya tak pernah menentu. Jangankan untuk berobat ke Bandung, untuk membeli kebutuhan sehari-hari pun dirasa susah, ujarnya. Alhamdulillah kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Reza, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholic untuk meringankan biaya pengobatan Reza. Kini Reza memiliki kacamata untuk membantu penglihatannya, bantuan sebelum tercatat pada Rombongan 860.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Irvani menderita katarak


YOYOH KHODIJAH (66, Tumor Usus). Alamat : Gg. Sekolah, RT 8/3, Desa Plered, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bu Yoyoh merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan, Februari lalu ia sempat menjalani rawat inap di Rumah Sakit Bayu Asih dengan keluhan penyakit typus. Bulan Desember ini kurir Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan Bu Yoyoh dengan penyakit tumor usus yang dideritanya. Belum lama ini ia sering merasakan sakit pada bagian perutnya, rasa sakit tersebut tak jarang membuat Bu Yoyoh kesulitan untuk berjalan. Ia pun kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bayu Asih untuk dilakukan pemeriksaan, hasil pemeriksaan di RS tersebut menunjukkan bahwa terdapat benjolan-benjolan pada usus Bu Yoyoh. Dua benjolan besar telah dilakukan melalui proses operasi di RS tersebut, masih tersisa benjolan-benjolan kecil pada ususnya, pihak RSBA menyarankan untuk dilakukan kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun karena kendala biaya ia pun hanya bisa dirawat di rumah oleh anaknya yang janda dan juga tak memiliki pekerjaan, suaminya telah lama meninggal dunia. Untuk membeli kantong feses pun ia harus menunggu uluran bantuan dari orang lain. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kami kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan titipan bantuan dari para sedekahloics untuk biaya akomodasi proses operasi Bu Yoyoh di RSHS Bandung, bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan 928.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal

Bu Yoyoh menderita tumor usus


SUMEDI BIN SAWIRADI (50, Stroke + Amnesia). Alamat: Kampung  Sukapura RT 8/1, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pak Sumedi beserta istri dan empat orang anaknya  tinggal di rumah sewaan berukuran kecil, di pinggir rel kereta api. Ia hanya seorang buruh serabutan dan istrinya membantu mencari nafkah dengan menjadi pengasuh anak tetangga. Kesusahan keluarga dhuafa ini bertambah ketika pada akhir tahun 2012 Pak Sumedi terserang stroke akibat darah tinggi. Karena tidak memiliki biaya, selama sakit ia hanya diberi pengobatan alternatif. Akibat sakitnya yang tidak terobati dengan baik secara medis itu, Pak Sumedi menjadi seperti kehilangan ingatan atau amnesia. Setiap kali diajak bicara,ia tidak menjawab dan hanya menangis dengan pandangan kosong.  Sekarang, setelah mereka memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS PBI pun, keluarganya sulit untuk berobat karena selalu tidak memiliki biaya untuk ongkos dan takut ada obat yang harus dibelinya. Selain itu, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, istrinya harus bekerja dengan menjalani profesinya sebagai pengasuh anak tetangga. Kedua anaknya yang sudah menikah pun hanya bekerja sebagai pekerja kontrak di pertamanan kota. Satu anaknya belum bekerja, dan satu lagi yang bungsu masih kecil. Anak-anaknya pun tidak bisa membantu membiayai pengobatan dan membantu kebutuhan sehari-hari kedua orang tuanya. Syukur Alhamdulillah, berdasarkan informasi dari Sdr. Ika, tetangganya yang peduli, Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dan berkunjung ke rumah Pak Sumedi dan keluarganya. Pada kunjungan pertama itu, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari Sedekaholics yang berempati dengan penderitaan keluarga dhuafa tersebut. Bantuan melalui Sedekah Rombongan itu akan digunakan untuk biaya transportasi & akomodasi berobat Pak sumedi. Pada Maret 2017 Kurir #SR kembali mengunjungi Pak Sumedi dan menyampaikan bantuan lanjutan, titipan sedekaholics, untuk biaya berobat dan sehari-hari. Mudah-mudahan bantuan para dermawan ini akan meringankan beban hidup kelurga Pak Sumedi dan membuka jalan bagi kesembuhannya. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 937.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @ikakartika @iwadewa1

Pak Sumedi menderita stroke + amnesia


YULIANI LESTARI (9, Down Syndrome + Penyumbatan Air Mata). Alamat: Jalan Desa No. 11 RT 3/2, Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat. Putri Bapak Riana dan Ibu Mamah ini sejak bayi perkembangannya mengalami keterlambatan. Berdasarkan pemeriksaan di RSHS Bandung, Yuliani dinyatakan termasuk anak yang memiliki kelainan genetik sejak lahir atau down syndrome. Keadaan ini tentu saja membuat kedua orang-tuanya, yang hidup dalam keadaan miskin dan memiliki 3 orang anak, semakin sulit. Sejak berobat dari RSHS itu, orang-tua Yuliani belum pernah memeriksakan lagi atau mengobati putriny aitu secara khusus ke Rumah Sakit, sebab ayahnya Yuliani hanya bekerja sebagai anggota tim kebersihan di Kecamatan. Sekarang Yuliani sudah sekolah di SLB Sukapura Bandung, akan tetapi karena kesulitan biaya sudah 4 bulan tidak bisa membayar biaya SPP. Kesedihan dan penderitaan Yuliani bersama orang- semakin bertambah, karena sejak masuk sekolah Yuliani mengalami gangguan penglihatan. Yuliani hanya bisa melihat dalam jarak dekat, sehingga mengalami kesulitan ketika belajar. Berdasarkan cerita ayah-ibunya, Yuliani juga duduga seperti mengalami penyumbatan air mata. Namun, kondisi Yuliani itu belum bisa diperiksakan ke dokter mata dikarenakan tidak memiliki biaya. Kisah duka keluarga dhuafa ini sampai kepada Kurir Sedekah Rombongan melalui teman seprofesinya yang mengenal Kurir #SR. Syukur Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung ke rumah orang-tua Yuliani. Pada kunjungan pertama itu, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan langit, berupa bantuan uang dari para Sedekaholics yang berempati dengan penderitaan Yuliani. Bantuan tersebut akan digunakan untuk biaya transportasi dan pemeriksaan ke Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung. Alhamdulillah, satu hari setelah bantuan diberikan, Yuliani dapat pergi ke RS Mata Cicendo dan mengabarkan hasil pemeriksaannya. Berdasarkan pemeriksaan di RSM Cicendo, kelopak mata Yuliani ada yang masuk ke dalam matanya, sehingga bulu matanya pun menempel di bola matanya. Setelah pemeriksaan itu, ia diberi obat dan dianjurkan lagi diperiksa untuk memastikan, apakah mata Yuliani bisa disembuhkan dengan obat atau harus dioperasi. Pada Maret 2017 Kurir #SR mendapat kabar bahwa Yuliani sudah mendapat jadwal operasi dan membutuhkan bantuan transportasi serta bekal untuk ke Rumah Sakit. Alhamdulillah, untuk membantu ikhtiarnya, Kurir Sedekah Rombongan dapat memberi bantuan lanjutan kepada Yuliani. Semoga bantuan para dermawan melalui Sedekah Rombongan ini dapat meringankan beban hidup orang tua  Yuliani dan membuka jalan bagi kesembuhan Yuliani. Bantuan sebelumnya tercatat di Rombongan 948.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @lisdamojang @iwadewa1

Yuli menderita down syndrome + penyumbatan air mata


INDRI NOER MEYDIA (28, Lupus + Tidak Memiliki Saluran Menstruasi). Alamat: Jalan Papanggungan VI RT 7/5, Kelurahan Kebon Kangkung, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Usianya Indri masih tergolong muda, namun ia harus berjuang melawan penyakit lupus yang dideritanya. Berawal pada 9 September 2016, Indri merasakan sakit kepala berat dan sering pingsan. Indri pun dibawa berobat ke klinik terdekat dengan diagnosa awal menderita vertigo. Kemudian, Indri  dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Pindad dan ia sempat dirawat selama 9 hari di RSU tersebut. Karena kondisi kesehatannya tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan, Indri kembali dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan sempat dirawat inap sebanyak 2 kali, yakni selama 18 dan 9 hari. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa Indri mengidap penyakit lupus. Lebih mengejutkan lagi, ternyata selama hidupnya, Indri tidak pernah mengalami menstruasi karena tidak memiliki saluran untuk menstruasi. Saat itu, Indri pernah akan dioperasi di RSHS Bandung untuk membuat saluran atau lubang agar ia bisa menstruasi, tetapi beberapa saat sebelum operasi Indri mengalami pingsan dan operasi pun dibatalkan. Hingga kini tindakan tersebut belum dilakukan karena kondisi kesehatan Indri semakin menurun. Saat ini pun, Indri hanya bisa terbaring lemah, rambutnya sudah mulai rontok, berat badannya menurun drastis dari 80 kg sekarang hanya sekitar 35 kg, serta buang air besar dan kecilnya pun sudah tidak terkontrol. Sungguh malang, Indri juga merasakan kehilangan semangat hidup karena kondisi kesehatannya yang kian menurun. Ditambah himpitan ekonomi yang harus dihadapi keluarganya, membuat harapan Indri untuk sembuh pun semakin surut. Cobaan yang dihadapi Indri dan keluarganya sangatlah berat. Sejak bulan Juli 2016, Pak Ence Suganda (53), ayah Indri, sudah tidak bekerja karena sang majikan dipindah tugaskan ke Batam dan ini mengakibatkan Pak Ence tidak memiliki penghasilan sama sekali. Ini yang membuat beliau merasakan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan sang anak. Dahulu sebelum sakit, biaya pengobatan memang di-cover oleh BPJS Kesehatan yang disediakan dari tempat Indri bekerja. Namun, karena kondisi kesehatannya kian menurun, Indri pun memutuskan untuk tidak bekerja lagi dan otomatis BPJS Kesehatan yang ia miliki tidak dapat digunakan. Untuk biaya berobat, sekarang, Indri hanya mengandalkan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Alhamdulillah, atas informasi dari Pak Rudi (Ketua RW), kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim mengunjungi Indri dan keluarganya. Pada kunjungan pertamaitu Sedekah Rombongan memberikan bantuan awal untuk biaya pengobatan dan transportasi selama berobat ke RSHS Bandung. Pada 12 Maret 2017 Kurir #SR mendapat kabar bahwa keadaan Indri Noer semakin kritis dan membutuhkan MTSR (ambulan) untuk mengevakuasinya. Akan tetapi Tuhan sudah menentukan takdir dan usia manusia. Pada hari itu, Indri meninggal dunia, kembali kepada Penciptanya. Kurir-kurir Sedekah Rombongan pun turut berbela sungkawa, dan segera ikut mengurusi jenazahnya sampai ke pemakaman. Pada kesempatan itu pula, Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat kembali menyampaikan bantuan uang sebagai tanda cinta dari para sedekaholics. Bantuan tersebut akan digunakan untuk meringankan beban hidup keluarga Indri dalam membiayai pengurusan jenazah dan pemakamannya. Semoga Indri diterima di sisi Tuhannya, serta semoga semua yang telah membantunya mendapat penggantian pahala yang lebih baik dari Tuhan YME. Bantuan sebelumnya tercatat di Rombongan 962.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @kharismagilda @Dzim_dzim @iwadewa1  Ajeng

Indri menderita lupus + tidak memiliki saluran menstruasi


SUHANA BIN KINDI (55, Cardiac Arrhythmia). Alamat: Jalan Sukapura RT 8/2, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Tinggal di rumah kontrakan mungil, Pak Suhana hanya bisa terbaring lemah tak berdaya karena penyakit yang dideritanya. Gejala berawal sejak empat bulan yang lalu, Pak Suhana mengalami sesak napas. Lalu Pak Suhana pun dibawa berobat ke Puskesmas terdekat, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Pindad, Bandung. Di RSU Pindad, Pak Suhana menjalani serangkaian pemeriksaan dan dari hasil pemeriksaan tersebut, tim dokter pun mendiagnosa bahwa Pak Suhana menderita cardiac arrhythmia, unspecified sehingga harus menjalani rawat inap selama beberapa hari. Cardiac arrhythmia atau gangguan irama jantung ini menyebabkan detak jantung Pak Suhana menjadi tidak stabil atau tidak teratur. Setelah rawat inap, Pak Suhana juga direkomendasikan oleh dokter untuk menjalani kontrol rutin di rumah sakit tersebut. Namun apa daya, himpitan ekonomi yang harus dihadapi Pak Suhana dan keluarga membuat pengobatan lanjutan beliau menjadi tertunda. Untuk akomodasi dan transportasi selama Pak Suhana dirawat pun, sang istri terpaksa meminjam kepada tetangganya. Sedangkan, untuk biaya rumah sakit Pak Suhana hanya mengandalkan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Cobaan yang dialami keluarga Pak Suhana begitu sulit. Selama ini, Pak Suhana dan istrinya, Ibu Mismah (50) hanya tinggal di rumah kontrak sempit bersama kedua anaknya. Dahulu sebelum sakit, Pak Suhana bekerja sebagai tukang becak dengan penghasilan sangat minim dan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun semenjak sakit, Pak Suhana tidak memiliki penghasilan lagi, adapun anaknya yang bekerja sebagai petugas kebersihan upahnya dibayar tiga bulan sekali. Maka dari itu, pengobatan lanjutan Pak Suhana terpaksa tertunda karena tidak memiliki biaya untuk berobat sementara kondisi terkini beliau sangat mengkhawatirkan. Tanpa sebab yang jelas, tangan dan kakinya menjadi bengkak. Alhamdulillah, atas informasi dari Bapak Cepi, kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim dengan keluarga Pak Suhana di rumahnya. Atas izin Allah SWT, alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan titipan langit dari sedekaholics kepada Pak Suhana yang dapat digunakan untuk biaya pengobatan lanjutan ke RSU Pindad. Semoga Pak Suhana diberikan kesembuhan oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @kharismagilda @lisdamojang  Ajeng  Ika

Bu Suhana menderita cardiac arrhythmia


YULNIDA BINTI JALIAS (45, Gagal Ginjal Kronik). Alamat: Karees Kulon RT 5/6, Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat. Ibu Yulnida tinggal di rumah kontrakan bersama kedua anaknya dan ibunya yang sudah renta. Pekerjaannya sehari-hari adalah buruh harian lepas untuk menafkahi keluarga. Beban hidupnya dirasakan semakin berat sejak ia mengalami gagal ginjal kronik 4 tahun yang lalu. Karena penyakit yang dideritanya itu, ia harus mengatur pola makannya sesuai anjuran dokter dan teratur minum obat. Tidak hanya itu, ia juga harus menjalani hemodialisa 2 kali dalam satu minggu agar kondisi fisiknya tetap stabil. Bu Yulnida berobat menggunakan kartu BPJS PBI Kelas 3. Alhamdulillah, sampai saat ini #SedekahRombongan dapat mendampingi Bu Yulnida berobat di RS Hasan Sadikin Bandung. Dari perjalanan penyakitnya, diketahui bahwa pada bulan Juni 2014, Bu Yulnida mendapat tindakan penyedotan untuk mengurangi cairan di bagian perut. Keadaannya sesudah itu ia berangsur membaik. Namun, pada bulan Agustus 2014, bagian kaki dan tangannya mengalami pembengkakan. Bu Yulnida berobat kembali pada bulan September 2014. Saat ini kondisinya stabil meskipun ada keluhan gatal di badannya. Pada awal bulan Januari 2015 kurir SR mendapat informasi dari Bu Yulnida bahwa ia kerap merasakan denyut jantungnya berdetak cepat dan keras. Pada 29 Juni 2015 kurir #SedekahRombongan menemuinya di ruangan Hemodialisa RSHS Bandung dan menyampaikan Santuan Lanjutan. Pada kunjungan tanggal 26 Februari 2015, Bu Yulnida mengutarakan bahwa tim dokter RSHS menganjurkannya berkonsultasi ke Poli Kulit serta tetap kontrol dan menjalani hemodialisa 2 kali seminggu. Pada 30 April 2015 kurir SR mengunjungi Bu Yulnida di RSHS. Pada akhir Juni 2015 ia juga menjalani kontrol rutinnya ke RSHS Bandung. Kondisinya masih stagnan meskipun permasalahan pada kulitnya sudah teratasi. Pada awal Agustus 2015 kembali MTSR Bandung mengantar-jemput Bu Yulnida kntrol ke RSHS dan menjalani hemodialisis. Akhir September 2015 ia kontrol juga ke RS Mata Cicendo Kota Bandung karena ia kehilangan 30 persen fungsi matanya. Selain ada gangguan lain di matanya, ia juga harus mengganti kacamata. Alhamdulillah #SR membantu membelikannya. Akhir Oktober 2015, Bu Yulnida kembali menjalani kontrol ke RSHS Bandung. Pada 25 November 2015 kondisi Bu Yulnida menurun drastis. Saat menjalani hemodialisis, ia muntah-muntah, tak bisa bergerak dan sempat pingsan. Ia kemudian dievakuasi di IGD RSHS Bandung. Masa kritisnya alhamdulillah dapat terlewati. Pada 19 Januari 2016 keluarganya mengontak kurir #SR memberitakan bahwa Bu Yulnida tak bisa berjalan ketika akan pergi menjalani hemodialisa. MTSR 1629 kemudian menjemput dia ke rumahnya. Pada pertengahan Maret 2016, kurir SR mendampinginya kembali kontrol dan cuci darah di RSHS Bandung. Kondisinya masih mengkhawatirkan. Fungsi matanya semakin menurun walaupun dibantu dengan kaca mata. Alhamdulillah saat itu #SR juga dapat menyampaikan bantuan untuk Bu Yulnida. Pada bulan Mei 2016 dan Juni 2016 kurir #SR rutin menjenguk dan mendampinginya agar ia bisa terus termotivasi untuk kontrol rutin dan menjalani hemodialisis delapan kali sebulan. Sesekaholics #SR juga alhamdulillah terus membantunya untuk biaya berobat Bu Yulnida. Pada awal Juli 2016 kurir #SR menjenguk Bu Yulnida di rumahnya untuk yang kesekian kalinya sambil menyampaikan bantuan para sedekaholics #SR. Pada pertengahan Agustus 2016 ia menghubungi kurir #SR di Bandung mengabarkan bahwa ia harus diperiksakan ke Poli Kulit di RSHS Bandung, selain masih harus menjalani cuci darah secara rutin. Ia juga memohon bantuan untuk biaya kontrak rumah bulan Agustus 2016. Bersyukur sedekaholics #SR terus memberinya bantuan. Pada Desember 2016 keluarganya mengabarkan bahwa kondisinya menurun. Ia kemudian dijemput untuk kontrol ke RSHS sambil menjalani hemodialisis dua kali seminggu, juga memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobat. Pada awal minggu kedua di bulan Januari 2017, Bu Yulnida menghubungi lagi kurir #SR, memohon bantuan untuk terus ikhtiar berobat. Pada bulan itu alhamdulillah #SR juga memberinya bantuan. Pada awal Maret 2017 menemuinya di rumah kontrakan Bu Yulnida. Kondisinya menurun setelah ia terjatuh di rumahnya. Ia masih memerlukan dukungan dan bantuan para dermawan.. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali Sedekah Rombongan memberinya santunan lanjutan untuk Bu Yulnida binti Jalias yang digunakan untuk ongkos berobat, tambahan biaya kontrakan, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 946.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 6 Maret 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Bu Yulnida menderita gagal ginjal kronik


ENTIN BINTI KASTOLANI (41, Tumor Abdomen). Alamat: Kampung Sipapanting RT 5/1, Desa Mekarjaya Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Entin diduga menderita kista ovarium sejak awal tahun 2016. Gejala awalnya ia kerap mengalami sakit di bagian perut. Ia kerap merasakan sakit perut tetapi rasa sakitnya timbul dari organ-organ lain, seperti usus kecil, usus besar, hati, kandung empedu, dan pankreas. Seiring perjalanan waktu, perutnya terus membesar. Ia juga sulit makan dan tidur. Berbekal Jamkesmas, berbagai upaya medis dilakukan keluarga Bu Eti untuk menyembuhkan penyakitnya, tetapi perutnya terus membesar seiring perkembangan waktu. “Kami sudah berupaya sampai rumah sakit di daerah. Anak saya harus diperiksakan ke RSHS Bandung tetapi kami tak sanggup membiayainya,” kata ibunya yang setia mendampingi janda satu anak itu. Seperti yang juga dituturkan adiknya, keluarga Bu Eti telah memeriksakannya ke Puskesmas, RSUD Singaparna dan RSUD Kota Tasikmalaya. Di RSUD Singaparna ia pernah mendapatkan tindakan pengeluaran cairan di perutnya (melalui selang), dan sempat dirawat dua minggu. Cerita duka Bu Entin dan keluarga dhuafa ini sampai kepada #SR melalui informasi keluarga pasien yang pernah didampingi berobat oleh kurir #SR. Ibu Entin amat layak dibaantu. Ia termsuk janda yang lemah secara ekonomi, juga fisik. Penyakit yang dideritanya sangat serius dan perlu penanganan berkelanjutan. Almarhum suaminya, Pak Syahrudin, tak banyak meninggalkan warisan harta untuk melanjutkan kehidupan; ia hanya buruh harian dengan penghasilan tak menentu. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dapat bersilaturahmi dengan Bu Entin di rumah orangtuanya. Karena rujukan dari RSUD Tasikmalaya untuk berobat ke RSHS Bandung sudah disiapkan, malam itu juga ia diantar MTSR Bandung berobaat ke Kota Kembang dan beristirahat di RSSR Bandung. Di rumah singgah ia sempat menurun drastis kondisinya, sehingga segera diperiksakan ke IGD RSHS Bandung. Alhamdulillah malam itu juga ia mendapatkan ruangan untuk rawat inap. Pada 3 November 2016, Bu Entin menjalani operasi dan dirawat inap sampai 9 Desember 2016. Setelah melewati masa pemulihan, ia kemudian diperolehkan pulang sementara, sebelum menjalani kemoterapi yang akan dilaksanakan mulai pertengahan bulan Desember 2016. Ibu Entin tidak langsung pulang ke kampung halamannya; ia memilih tinggal di RSSR Bandung. Pada pertengahan Desember 2016 HB-nya menurun drasatis. Ia kemudian diperiksakan kembali ke RSSR Bandung. Karena janda dhuafa ini masih memerlukan bantuan untuk terus berikhtiar secara medis sampai ia sembuh, pada 15 Desember 2016 sedekaholics #SR memberinya bantuan lanjutan. Begitu juga pada 16 Januari 2107 #SR memberinya bantuan di RSSR Bandung setelah ia selesai menjalani kemo terapi yang pertema.  Alhamdulillah kondisinya semakin mambaaik; harapan tuk sembuh semakin terbuka. Pada awal Februari 2017 Bu Entin dan ibunya datang lagi ke RSHS Bandung, menggunakan angkutan umum (travel), untuk menjalani kemo terapi ke-2 dari 6 kali terapi yang dijadwalkan. Ia sempat dirawat inap di Ruang Almanda RSHS ditemani ibunya. Perkembangannya amat mengembirakan, tetapi ia masih harus menlanjutkan terapinya. Karena itu, pada awal Maret 2017 ia daang lagi ke RSHS Bandung sekaligus kontrol. Sebelum menjalani kemo terapi ke3 darii 6 kali kemo yang direncanakan, ia sempat 5 hari dirawat. Ibu Entin dan ibunya  masih membutuhkan bantuan untuk terus berikhtiar. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan warga dhuafa ini. Bantuan yang disampikan di RSHS Bandung ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi Tasikmalaya – Bandung dan biaya sehari-hari selama dirawat di RSHS Bandung. Bantuan sebelum ini  tercatat di Rombongan 958.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Maret 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @widi_cincin

Bu Entin menderita tumor abdomen


BAKSOS KECAMATAN SEBATIK (Khitanan Massal + Pengobatan Massal). Alamat : Jalan Sinta, Desa Sungai Limau, RT 14, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Pada 26 Februari 2017 diadakan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Kecamatan Sebatik di Sekolah Tapal Batas (MI Daarul Furqon). Baksos ini merupakan kerjasama antara Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Nunukan bersama Sedekah Rombongan Kalimantan Utara. Kegiatan ini bertajuk “Bakti IDI di Perbatasan”. Wilayah perbatasan Indonesia – Malaysia sangat rentan penularan penyakit, terlebih lagi akses jalan yang sulit karena cukup jauh dengan pusat pelayanan kesehatan menyebabkan banyaknya warga yang tidak terpantau kesehatannya. Anak-anak TKI di perbatasan juga cukup banyak yang kesulitan untuk melakukan sirkumsisi (khitan) sesuai kewajiban anak laki-laki muslim. Dalam Bakti sosial ini target peserta khitanan massal berjumlah 50 orang. Selain itu juga diadakan pengobatan massal untuk masyarakat sekitar. Masyarakat sangat antusias mengikuti pengobatan massal karena dihadirkan para dokter umum dan dokter spesialis (Spesialis Bedah, Spesialis Obgyn, Spesialis Kulit, serta Spesialis Interna) dari RSUD Nunukan. Dalam kegiatan ini Sedekah Rombongan menjadi sponsorship pendanaan untuk biaya transportasi angkutan obat-obatan serta barang habis pakai untuk khitanan massal. Sedekah Rombongan juga memberikan bingkisan bagi anak-anak yang sudah dikhitan. Kurir Sedekah Rombongan turut serta menjadi panitia dalam mensukseskan acara ini sebagai tim pengobatan massal serta sebagai salah satu anggota petugas khitanan massal. Pengobatan dan khitanan massal berjalan lancar diikuti oleh sebagian besar BMI (Buruh Migran Indonesia) yang bekerja menjadi buruh sawit di Malaysia dan WNI yang tinggal di Sebatik Malaysia. Semoga kegiatan kerjasama seperti ini semakin meluaskan gerakan Sedekah Rombongan, sekaligus syiar keberadaan Sedekah Rombongan di Tapal Batas Negeri, Pulau Sebatik Kalimantan Utara, serta semakin banyak masyarakat terbantu.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000.-
Tanggal : 24 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @ririn_restu @rintawulandari

Bantuan khitanan massal + pengobatan massal


SYARIF NURDIANSYAH (39, Neurofibromatosis). Alamat: Kampung Pasar Kidul RT 2/9, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Syarif menderita neurofibromatosis sejak ia remaja. Tak sanggup dibayangkan jika nasib yang dialami guru ngaji ini menimpa kita! “Hanya 15 tahun saya bisa menikmati hidup dengan kondisi sehat dan normal. Saya sakit-sakitan sejak kelas 3 STM,” cerita Syarif sambil menghela nafas panjang, ditemani istrinya, Entin Sutianah (30) di rumahnya. Neurofibromatosis merupakan kelainan genetik yang ditandai dengan adanya benjolan berisi jaringan saraf (neurofibroma) di bawah kulit. Penyakit ini biasanya mulai muncul sejak usia remaja. Selama ini Syarif sudah berobat ke rumah sakit dengan kartu Jamkesmas, namun tidak teratur karena terkendala biaya transport ke rumah sakit. Maklum saja penghasilannya hanya didapat dari berjualan di depan sekolah. Pak Syarif amat layak disantuni agar berkurang penderitaannya dan bisa melanjutkan upaya kesembuhannya. Alhamdulillah #SedekahRombongan sampai saat ini terus membantu dan mendampingi Pak Syarif berobat. Kini Pak Syarif harus menjalani bedah beku seminggu sekali di RSHS Bandung. Terapi bedah beku secara rutin harus ia jalani untuk mengurangi benjolan di sekujur tubuhnya. Sebelum ke RSHS, ia menjalani pemeriksaan laboratorium darah berupa bleedeng time dan clothing time di Puskesmas Ciwidey. Pada kontrol kedua di bulan Januari 2015 Syarif sempat menginap dua malam di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Pak Syarif juga mengalami kebutaan dan sudah diperiksa di RS Mata Cicendo Bandung. Pada pemeriksaan minggu terakhir bulan Aptil 2015, ia ditangani juga oleh tim medis Bagian Syaraf dan ia mendapatkan pemeriksaan RMI di RSHS Bandung. Hasilnya, alhamdulillah, tidak ada indikasi ia terserang tumor pada syarafnya. Pada pertengahan Agustus 2015, Pak Syarif melanjutkan ikhtiar berobatnya ke RSHS Bandung dan ia menjalani bedah beku. Pada awal Oktober 2015 ia harus kontrol lagi ke RSHS dan kembali menjalani bedah beku. Pada bulan November 2015 ia tidak mendapatkan terapi bedah bekunya karena obatnya kosong. Pada bulan Desember 2015 kurir sudah mendaftarkannya untuk terapi bedah beku yang keberhasilannya mulai terasa. Pada awal Februari 2016 seorang dokter RSHS Bandung menelpon keluarga Pak Syarif, menawarkan alternatif lain untuk penanganan penyakitnya, yaitu melalui operasi kecil. Didampingi kurir #SR, ia kemudian diantar ke RSHS Bandung untuk menjalaninya. Tindakan ini membawa hasil yang memuaskan. Pada April dan Mei 2016 Pak Syarif kontrol rutin ke RSHS Bandung sambil meneruskan tindakan operasi mengangkat benjolan-benjolan lainnya yang masih bertebaran di sekujur tubuhnya. Begitu juga pada Juni 2016, MTSR dan kurir Bandung bersyukur bisa  mendampingi Pak Syarif menjalani operasi kecil di RSHS Bandung dan memberinya satunan lanjuan untuk biaya berobat. Ia harus senantiasa didampingi karena tak bisa berjalan secara normal setelah penglihatannya tak berfungsi dengan baik. Pada pertengahan September 2016, kurir #SR Bandung menemuinya kembali di rumahnya dan memberinya bantuan yang digunakan untuk biaya berobat dan biaya sehari-hari. Pada awal November 2016 Pak Syarif menghubungi lagi kurir #SR, mengemukakan bahwa ia ingin kembali melanjutkan pengobatan ke RSHS Bandung. Bersyukur kurir #SR dapat mendampinginya berobat. Tim medis RSHS memberinya tindakan bedah beku. Pada pemeriksaan saat itu ia juga dijadwalkan tim medis untuk mendapatkan tindakan operasi kecil pada awal Desember 2016. Selama seuluh hari dia tinggal di RSSR sambil menunggu panggilan. Akan tetapi, sampai akhir Desember 2016 ia belum mendapatkan ruangan. Karena itu, guru ngaji itu pulang dulu ke rumahnya. Pada awal Februari 2017 kurir Sedekah Rombongan mendaminginya lagi kontrol sambil mengecek jadwal masuk ruang rawat inap. Alhamdulilah pada kali  ini ia mendaatka gilirannya dan masuk ruang rawat inip di ruangan Kana RSHS Bandung. Operasi pembedahan benjolan di tangannya dilaksanakan pada 13 Februari 2017. Setelah menjalani oerasi, ia sempat dirawar satu minggu dan menjalani kontrol seminggusekali sampai minggu pertama bulan Maret 2017. Alhamdulillah oerasinya berhasil. Semoga Allah Swt senantiasa memberinya kemudahan dan kelancaran. Karena Pak Syarif dan keluarganya masih memerlukan bantuan untuk melanjutkan pengobatan, kembali Sedekah Rombongan memberinya santun untuk biaya transport dan akomodasi berobat, biaya membeli obat, dan biaya sehari-hari Pak Syarif dan keluarganya. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 958.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 10 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak Syarif menderita neurofibromatosis


NOVIA NUR WULANSARI (6, Typus + TB Paru). Alamat: Kampung Mekarmaju RT 2/2, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sehari-hari anak yatim ini biasa disapa Ovi. Dia adalah anak bungsu –dari empat bersaudara– buah pernikahan almarhum Pak Oman S dengan Ibu Elin Herlina (47). Ayahnya meninggal tiga bulan yang lalu karena sakit. Kini ibu dan kakak pertamanya-lah yang bekerja banting tulang untuk bertahan hidup di tengah kemiskinan yang lama dialami keluarga ini. Selain harapan, almarhum ayahnya tak meninggalkan warisan harta yang berarti untuk kelanjutan hidup mereka. Bahkan rumah pun tak mereka punyai. Sampai kini Ovi dan orangtuanya tinggal berpindah-pindah. Hampir sepanjang hidupnya Ovi merasakan kegetiran hidup akibat kemiskinan dan penyakit. Kalau selama ini Ovi kerap menyaksikan betapa ayahnya harus jatuh bangun melawan penyakit yang menyerangnya, kini ia pun harus merasakannya sendiri. Selama bulan November 2015 ia sering sakit. Ia kerap mengalami demam berkepanjangan disertai muntah-muntah. Sudah tiga kali ia diperiksakan ibu dan kakaknya ke Puskesmas dan klinik. Dokter di klinik dan Puskesmas Ciwidey akhirnya merujuk penanganannya ke RSUD Soreang. Ia diduga mengalami thypus dan TB. Paru. Akan tetapi, anjuran itu belum mereka jalankan karena ketidakadaan biaya dan jaminanan kesehatan. Ibunya kemudian meminta bantuan #SedekahRombongan untuk melanjutkan pengobatan anak pendiam ini. Dengan kehendak Allah SWT, sedekaholics #SR berempati atas apa yang dialami Ovi dan keluarganya. MTSR Bandung sempat mengevakuasi Ovi ke klinik saat dia mengalami muntaber. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan kepada Ovi dan keluarganya, juga memasukkannya sebagai pasien dampingan #SR. Kini masa kritisnya telah terlewati. Akan tetapi, ia masih harus berobat jalan sebulan sekali. Pada awal Mei 2016 kurir #SR sempat mengunjunginya di rumah kontrakan, kemudian mengantarnya berobat ke RSUD Soreang. Pada awal Juli 2016 kakaknya mengabarkan bahwa Ovi masih harus kontrol rutin ke RSUD. Maka pada pertengahan Juli 2016 kurir #SedekahRombongan menjenguknya di rumah kontrakan mereka yang baru. Perkembangan anak yatim itu menggembirakan. Ia mulai membaik, meskipun masih harus kontrol. Anak yatim ini masih membutuhkan bantuan para dermawan agar ia bisa sehat dan menikmati masa kanak-kanaknya. Alhamdulillah sedekaholics #SR terus berempat atas apa yang dialami Ovi dan keluarganya dengan memberi mereka bantuan lanjutan. Bantuan ke-3  digunakan untuk membayar iuran BPJS Mandiri Kelas 3, biaya transportasi-akomodasi berobat, dan biaya sehari-hari. Pada awal November 2016 orangtuanya menghubungi kurir #SR di Bandung menyampaikan perkembangan Ovi; ia masih harus kontrol ke RSUD Soreang tetapi jaminan BPJS-nya belum bisa digunakan karena tagihan iuran BPJS atas nama anggota keluarga yang lain belum terbayarkan. Saat didatangi ke ruah kontrakannya, ibunya Ovi mengharapkan bantuan #SR untuk melunasi semua tagihan Iuran BPJS. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan telah melunasinya. Pada awal Maret 2017 kakaknya menghubungi kurir #SR mengabarkan bahwa Ovi masih rutin berobat ke poliklinik dan sekali-kali ke RSUD Soreang. Ovi dan keluarganya yang tergolong dhuafa masih membutuhkan bantuan para dermawan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholik, kurir #SR dapat menyampaikan bantuan ke-5 untuk Dek Ovi dan keluarganya. Bantuan yang disampaikan di rumah kontrakannya itu digunakan untuk membayar tagihan Iuran BPJS Klas 3, biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 971.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Novia menderita typus + TB paru


MAESAROH BINTI AJID (52, Ca Servix dan Tumor Rahim). Alamat : Kampung Bojong Girang, RT 4/5, Desa Limbangan Sari, Kecamatan Parung Kuda, Kabuaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Pada Agustus 2015, Bu Maesaroh merasakan sakit dan perih yang luar biasa di dalam perut beliau apabila bergerak. Kemudian Bu Maesaroh memeriksakan keluhannya itu ke RSUD Bunut,  RS. Sekarwangi,  dan RS.  Assyifa Sukabumi. Berdasarkan hasil pemeriksaan di tiga rumah sakit itu, Bu Maesaroh didiagnosa menderita Kanker Leher Rahim (Ca Servix)  dan Tumor Rahim. Secara medis, ia disarankan untuk segera memeriksakannya lebih lanjut ke RSHS Bandung. Tetapi saat itu rujukannya tidak jadi dibuatkan karena pihak keluarga tidak sanggup membiayainya, terutama untuk kebutuhan sehari-hari selama ia berobat. Ibu Maesaroh hanya seorang janda, yang tak punya penghasilan tetapdan memadai. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di rumah pun sering kelabakan. Kedua anaknya yang sudah menikah tidak bisa membantu banyak untuk pengobatan ibunya itu. “Ibu sudah punya kartu JKN – KIS Mandiri kelas III sehingga cukup terbantu untuk biaya pengobatannya. Tetapi untuk kebutuhan lain –seperti ongkos dn makan– kami merasa kesulitan. Padahal Ibu sangat bersemangat untuk terus berobat,” kata salah satu anaknya saat ditemui kurir Sedekah Rombongan di Sukabumi. Bersykur kurir #SR bisa bertemu dengan Ibu Maesaroh dan mendapatkan pelajaran hidup akan makna kesabaran dan ketabahan. Ibu Maesaroh dan keluarganya termasuk dhuafa yang layak mendapatkan bantuan agar mereka bisa keluar dari kesulitan hidupnya. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, Sedekah Robongan telah memberi mereka bantuan awal pada 5 Februari 2017 yang digunakan utuk biaya berobat selama tinggal di RSSR Bandung. Setelah menjalani pemeriksaan rutin di RSHS Bandung selama sebulan, Ibu Maesaroh dianjurkan menjalani dua tindakan medis di RSHS Bandung : 6 kali terapi kemo sambil dirawat dan 27 kali terapi sinar. Karena kedua tindakan itu akan dilakukan pertengahan Maret 2017, Ibu Maesaroh dan anaknya sempat pulang dulu ke rumahnya. Pada 7 Maret 2017 kondisi janda duafa ini menurun. Ia lalu dijemput MTSR Bandung untuk kontrol dan pemeriksaan di RSHS Bandung. Dengan empati sedekaholics juga, alhamdulillah, kurir Sedekah Robongan dapat menyamaikan Santunan Ke-2 untuk Ibu Maesaroh dan keluarganya. Santuan yang mereka terima di RSSR Bandung ini digunakan untuk biaya transport-akomodasi dan biaya sehari-hari selama berobat di RSHS Bandung.  Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 952.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @deri_darusman @cucucuanda @mulawarman

Bu Maesaroh menderita ca servix dan tumor rahim


EMAY BIN DANU (61, Ca Nasofaring). Alamat : Kampung Cialia RT 1/3, Desa Rajapolah, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah setahun ini (Sejak awal 2016), Pak Emay merasakan ada benjolan di lehernya. Awalnya hanya benjolan kecil dan tidak terasa sakit. Beberapa minggu kemudian benjolannya membesar dan mulai terasa mengganggu. Pengrajin komor itu lalu mengobatinya dengan pengobatan alternatif namun tak ada perubahan sama sekali. Akhirnya, ia memeriksakan dirinya ke RS SMC Rancamaya Kabupaten Tasikmalaya. Dari rumah sakit daerah ini, ia juga sempat ditujuk lagi ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dan didiagnosa kanker nasofaring. Di rumah sakit yang disebutkan terakhir ia sempat dirawat selama dua minggu sambil menjalani kemoterapi. Selesai menjalani kemoterapi, penyakitnya tidak kunjung sembuh dan benjolannya malah semakin membesar. Enangananmedisnya kemudian dirujuk ke RSHS Bandung. Sayangnya, ia tidak melanjutkan pengobatannya karena terhalang masalah biaya, meskipun ia mempunyai jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Pak Emay yang juga bekerja sebagai petani itu kini terpaksa harus berdiam diri di rumah karena penyakitnya.  Ia tak bisa lagi bekerja mencari nafkah. Istrinya, Omah (57) kini harus menggantikan perannya sebagai tulang punggung keluarga ditambah mengurus ketiga cucunya yang masih bersekolah. Kesulitan hidup yang dialami keluarga dhuafa itu akhirnya sampai beritanya kepada kurir #SR yang kemudian mengunjungi mereka di rumah kontrakannya. Alhamdulillah sedekaholics pun berempati atas apa yang dialami Pak Emay dengan memberinya bantuan awal pada 1 Februari 2017 dan mengantarnya ke RSHS Bandung menggunakan MTSR Tasikmalaya. Setelah menjalani pemeriksaan rutin di RSHS Bandung, Pak Emay didiagnosa mengidap Kanker Kelenjar Getah Bening (Ca Nasofaring) dan harus menjalani 33 kali terapi sinar. Hamir 45 hari ia tinggal di RSSR Bandung dan harus meneruskan ikhtiarnya. Pak Emay dan keluarganya masih membutuhkan bantuan. Alhamdulillah sedekaholics #SR kembali memberi mereka Santunan Lanjutan yang digunakan untuk biaya membeli obat, transport dan biaya sehari-hari selama berobat di Kota Kembang. Bantuan sebelum initercatat di Rombogan 953.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 10 Maret 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Pak Emay menderita ca nasofaring


ENGKOM BINTI ENTUY (50, Ca Mammae). Alamat : Kampung Cipagiri RT 1/9, Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Dua tahun lebih Bu Engkom menderita penyakit kanker payudara. Sejak Mei 2014 silam, janda berusia paruh baya ini hanya bisa terbaring lemah menahan rasa sakit akibat penyakit yang dideritanya. Selama sakit, ibu rumah tangga ini hanya menjalani pengobatan ke dokter terdekat. Menurut analisa sang dokter, ia harus segera menjalani operasi. Namun, karena penghasilannya sebagai buruh tani hanya cukup untuk bertahan hidup, pengobatan medis lebih lanjut pun dia urungkan. Dia memang termasuk dhuafa yang layak dibantu. bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun ia dibantu saudara-saudaranya. Tempat tinggalnya pun menumpang di rumah orangtuamya. Saat ini, ia hanya bisa terbaring lemas dan tidak bisa duduk kecuali dibantu. Pada tanggal 7 Juli 2016, salah satu bagian payudaranya mengeluarkan banyak darah, hingga menyebabkan Bu Engkom tak sadarkan diri. Dalam ketidakadaan biaya yang menghambat keinginan Bu Engkom dan keluarganya untuk berobat ke rumah sakit sampai sembuh, mereka tetap berusaha sekemampuan. Harapannya untuk bisa terus berobat dan sembuh, akhirnya tersampaikan kepada Sedekah Rombongan berkat informasi dari anaknya yang menghubungi kurir #SR di Kabupaten Bandung, Kang Asep Cunarya. Dua hari kemudian, kurir #SR menjenguk Bu Engkom di rumah orangtuanya. Karena dia belum memiliki Jaminan Kesehatan apa pun, keesokan harinya relawan setempat dan anaknya memproses Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang langsung dapat diaktifkan. Setelah kartu jaminan kesehatan dari Pemerintah itu beres dibuatkan, ia lalu dibawa periksa ke Puskesmas Rawabogo Ciwidey dan langsung diantar ke RSUD Soreang setelah mendapatkan rujukan. Mulai 19 Juli 2016, ia menjalani pemeriksaan awal di RSHS Bandung untuk memastikan penyakitnya dan alternatif pengobatannya. Alhamdulillah dengan empati sedekaholics, pada bulan itu kurir #SR juga dapat menyampaikan Bantuan Awal untuk Bu Engkom yang dipergunakan untuk biaya pembuatan BPJS Kesehatan, biaya transportasi-akomodasi berobat, dan biaya sehari-hari. Setelah mendapatkan bantuan dari sedekaholik #SR dan pendampingan dari kurir #SR, kini ia semakin bersemangat untuk terus berobat. Pada pertengahan September 2016 Bu Engkom mulai menjalani kemoterapi yang pertama dari 6 kali terapi yang dijadwalkan di RSHS Bandung. MTSR Bandung Raya 1 alhamdulillah berkesempatan mengantarnya pulang sampai terminal menuju daerah kelahirannya di Pasirjambu. Kemoterapi selanjutnya dijadwalkan pertengahan Oktober 2016. Selama November 2016 dan Desember 2016 ia juga telaten menjalani kemoterapi sampai yang ke-5. Pada awal Januari 2017 kurir Sedekah Rombongan di Kab. Bandung menjenguknya saat ia ada di rumah ibunya. Perkembangannya amat mengembirakan. Payudaranya tidak bengkak lagi. Meskipun demikian, ia harus menjalani kemoterapi yang ke-6 di RSHS Bandung. Karena ia masih membutuhkan dukungan dan bantuan untuk terus berikhtiar, pada bulan itu Sedekah Rombongan memberinya santunan lanjutan untuk biaya berobat. Pada awal Maret 207 Ibu Engkom menghubungi kurir #SR di Kab. Bandung, mengabarkan bahwa ia harus menjalani operasi di RSUD Soreang. Bersyukur dia segera mendapatkan ruangan rawat inap, yaitu di ruang Mawar Kamar 6. Tindakan operasinyanya dilaksanakan Jumat 10 Maret 2017. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan juga dapat menjenguknya di rumah sakit daerah itu dan menyampaikan bantuan lanjutan dari sedekaholics untuk Ibu Engkom. Bantuan Ke-4 yang dia terima di RSUD Soreang ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari selama ia dirawat. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 945.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 8 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Bu Engkom menderita ca mammae


IMAS SA’ADAH (46, Kista Miom). Alamat : Kampung Cikamuning RT 3/1, Desa Tagugapu Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Teh Imas –begitu panggilan kesehariannya– mulai merasakan ada kelainan pada alat vitalnya sejak akhir Desember 2016. Gejala awalnya, saat menstruasi, ia kerap merasakan sakit hebat, tubuh terasa lemas, dan ada keluar cairan darah putih dan darah merah. Dengan biaya seadanya, berbagai upaya penyembuhan dia lakukan, baik secara nonmedis maupun medis. Klinik terdekat menjadi langganannya. Akan tetapi, karena merasa tak kunjung sembuh, ia memutuskan untuk memeriksakannya ke rumah sakit. Berbekal Jaminan Kesehatan BPJS PBI, Teh Imas kemudian berobat ke Puskesmas terdekat di salah satu RSUD di Kab. Bandung Barat. Setelah berkali diperiksa, akhirnya penanganan medisnya dirujuk ke RSHS Bandung. Ditemani keluarganya, ia rutin menjalani pemeriksaan di RSUP di Kota Kembang itu, dengan biaya pinjaman dari saudara dan karib kerabatnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis di RSHS, ia diduga mengida Tumor Kista Ovarium dan harus mendapatkan tindakan operasi. Saat  dirawat di RSHS Bandung itulah, pada pertengahan Februari 2017, Teh Imas bertemu dengan kurir #SR di Bandung dan menceritakan kesulitannya harus terus berikhtiar sehat dalam keadaan ekonomi yang tergolong dhuafa. “Jumat, 24 Februari 2017 atau Senin, 27 Febriari 2017, dokter teleh menjadwalkan operasi saya. Mohon doa agar berhasi, juga bantuan supaya kami bisa berobat sampai sembuh. Untuk biaya sehari-harinya kami suda tak punya,” kata Teh Imas. Alhamdulillah, harapannya terkabulkan. Dengan empati sedekaholisc, kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa, berupa uang, untuk Ibu Imas Sa’adah yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari. Bantuan awal ini diterima Ibu Imas Sa’adah di RSHS Bandung, lima hari setelah ia berhasil menjalani operasi.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 2 Maret 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Bu Imas menderita kista miom


HANI NURHAWATI (35, Lupus + Kanker Kulit). Alamat: Jl. Cicadas Girang RT 1/6, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Istri Aji Hendratna (39) ini adalah ibu dari 4 anak. Mereka tinggal di rumah kontrakan kecil dan sempit. Sejak 3 tahun lalu, ia didiagnosis kanker kulit dan penyakit Lupus. Meski penyakitnya tergolong berat, Bu Hani tidak patah semangat. Ia semakin rajin bekerja dan mencari nafkah sebagai buruh cuci untuk tambahan biaya berobat. Sampai saat ini ia tak henti mengikuti pengobatan rawat jalan pada dokter yang bertugas di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ia menyadari bahwa jaminan kesehatan BPJS PBI Kelas 3 tidak menjamin seluruh obat yang diresepkan dokter untuknya. Kondisi memprihatinkan muncul bila sedang kambuh, dari kulit kepalanya akan timbul perdarahan. Meskipun demikian, Bu Hani tetap menerima keadaan yang menimpa dirinya dan tetap bertawakal kepada Allah atas penyakit yang ia derita. Ia juga mencoba terus pasrah sambil terus berusaha, bekerja menjadi pembantu dan tukang cuci. Karena ketidaknyamanan dan stres, kondisinya makin memprihatinkan. Ia merasakan nyeri, gatal, dan perih hampir di setiap bagian dari tubuhnya. Pada 18 September 2015 kurir #SR menemuinya di RSHS. Kondisnya masih memprihatinkan dan ia harus terus berobat. Begitu juga, saat dijemput selesai berobat pada 14 November 2015, ia masih diharuskan berobat dan alhamdulillah sedekaholics #SR memberinya bantuan. Pada akhir Desember 2015, ia mengeluhkan rasa sakit di telinganya. Kondisi Bu Hani semakin memburuk. Pada awal Februari 2016, dia meminta bantuan kurir #SR untuk berobat karena beberapa bagian dari kulit kepalanya kerap mengeluarkan nanah. Maka untuk meringankan beban Bu Hani, pada bulan itu #SedekahRombongan juga memberinya bantuan untuk biaya berobat. Pada akhir Maret 2016 Bu Hani kembali memohon bantuan #SR untuk melanjutkan pengobatan. Saat bertemu di RSHS Bandung, ia menyampaikan bahwa kanker di kulit kepalanya semakin menyebar. Pada Mei 2016 kurir #SR bertemu lagi dengan Bu Hani di RSHS Bandung saat ia berobat dan memberinya santunan lanjutan dari para dermawan. Pada minggu pertama di bulan Agustus 2016 ia menghubungi kurir #SR mengabarkan bahwa ia masih berobat rutin dan membutuhkan bantuan. Saat dijumpai di RSHS Bandung, kondisinya belum membaik. Ia masih membutuhkan uluran tangan. Pada bulan Oktober 2016 kurir #SR di Bandung bertemu kembali dengan Ibu Hani di RSHS Bandung dan memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobat rutin. Pada akhir Desember 2016, Bu Hani mengabarkan bahwa ia masih rutin berobat dan membutuhkan bantuan. Ia masih terus berjuang menjalankan usahanya untuk sembuh dari penyakit yang lama ia alami. Maka untuk meringankan beban Bu Hani, pada akhir tahun 2016, Sedekah Rombongan memberinya bantuan lanjutan. Pada awal Maret 2017 ia kembali menghubungi kurir #SR, mangabarkan bahwa ia masih rutin berobat. Alhamdulllah, dengan empati sedekaholics, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk Ibu Hani Nurhawati. Bantan yang dia terima di RSHS Bandung ini digunakan untuk biaya transport-akomodasi, biaya membeli obat, dan biaya hidup sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 942.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 9 Maret 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @kharismagilda

Bu Hani menderita lupus + kanker kulit


NINDYA HASNAL MALA (13, Pendarahan Tulang Tengkorak Dan Selaput Pembungkus Otak). Alamat : Dusun Banteng Ompong, RT 20/5, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Nindya merupakan seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama. Akhir Februari lalu ia mengalami musibah tabrakan pada saat pulang sekolah di daerah Cikarang. Nindya langsung dibawa ke UGD Rumah Sakit Citra Harapan Bekasi, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Jakarta. Nindya didiagnosis menderita cedera kepala berat berupa pendarahan antara tulang tengkorak dan selaput pembungkus otak dan disarankan menjalani operasi untuk menyembuhkan keretakan pada tulang tengkoraknya. Ayahnya Anas Firdaus (41) yang sehari-hari bekerja sebagai guru ngaji dan Ibunya Elidah (39) yang seorang ibu rumah tangga merasa sedih melihat kondisi putrinya. Kesulitan yang dihadapi dikarenakan Nindya dan keluarga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Dikarenakan ketiadaan biaya maka Nindya hanya dirawat saja tanpa menjalani tindakan operasi. Setelah dilakukan observasi dan dirawat  selama 9 hari, Nindya diperbolehkan pulang. Sempat mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) namun tidak bisa digunakan untuk meringankan biaya pengobatan Nindya. Untuk menutupi kekurangan biaya pengobatan tersebut maka kerabat, saudara dan keluarga ikut memberikan bantuan.Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nindya dan menyampaikan santunan awal untuk membantu Nindya selama sakit.  Semoga kondisi Nindya semakin pulih dan kembali bersekolah seperti sedia kala. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu  @enymeiliya @etydewi2

Nindya menderita pendarahan tulang tengkorak dan selaput pembungkus otak


RUMSI BINTI AHMAD (81, Epidermoid Carcinoma Sublingualis). Alamat: Dusun Krajan RT 11/4, Kelurahan Kampungsawah, Kecamatan Jayakarta, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rumsi yang sudah berusia lanjut, mulai merasakan sakit yang sekarang dialaminya sejak bulan November 2016 lalu. Gejala awalnya hanya sakit dibagian gusi, lama kelamaan gusinya semakin bengkak dan membesar hingga kedaerah bibir. Hal ini membuatnya kesulitan menggunakan mulutnya untuk mengkonsumsi makanan. Keluarga kemudian membawa bu Rumsi ke Puskesmas terdekat, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Proklamasi Rengasdengklok Kabupaten Karawang. Menjalani pemeriksaan beberapa tahap, diketahui Bu Rumsi menderita  Carcinoma Epidermoid Subinguinal atau dalam bahasa umum kanker di bawah lidah yg sudah menjalar ke area dagu. Dokter menyarankan agar Ibu Rumsi melanjutkan pengobatan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karawang, namun pengobatan terhenti dengan alasan biaya. Ibu Rumsi yang tinggal bersama cucunya, saat ini hanya terbaring dan pasrah dengan keadaannya. Untuk kebutuhan makannya sehari-hari, Ibu Rumsi dibantu oleh anaknya. Walau mempunyai jaminan kesehatan Jamkesda Karawang Sehat, namun Bu Rumsi menghentikan pengobatan dengan alasan kesulitan transportasi dengan jarak rumahnya yang jauh, dan juga bekal untuknya berobat. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Rumsi dan menyampaikan santunan awal, titipan dari Sedekaholics untuk bekal Bu Rumsi berobat. Semoga di usia senjanya Bu Rumsi semangat untuk berikhtiar mencari kesembuhan dan kembali sehat seperti sedia kala. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @shofwanza @etydewi2

Bu Rumsi menderita epidermoid carcinoma sublingualis


JAMHARI DESTAM (14, Acute Limphoblastic Leukemia ALL). Alamat : Dusun Pisang Sambo, RT 3/1, Kelurahan Pisangsambo, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Jamhari merasakan sakitnya sejak Juni 2016 lalu. Ia selalu pucat, seringkali demam, sakit disekujur tulang dan keluar bintik kemerahan di kulit. Keluarga pun membawanya ke Puskesmas, hingga akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Menjalani pemeriksaan Jamhari menderita Acute Limphoblastic Leukemia (ALL) atau secara umum dikenal dengan kanker sel darah putih. Jamhari kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk pemeriksaan serta pengobatannya. Jamhari sampai saat ini rutin menjalani pengobatan. Seminggu sekali ia harus menjalani kemoterapi dari 3 tahun waktu yang dijadwalkan. Selama perawatannya Jamhari tinggal di Rumah Cinta Anak Kanker Bandung yang merupakan rekanan dari Sedekah Rombongan. Orang tua Jamhari, Bapak Juwat (48) dan Ibu Nurhayati (48) terus mendampingi putranya selama sakit. Beliau mengungkapkan, walau saat ini menggunakan fasilitas jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk biaya perawatan putranya, namun ada obat oral yang harus di beli sendiri dan wajib dikonsumsi setiap hari. Santunan lanjutan pun disampaikan untuk membantu membeli kebutuhan obat. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 951. Terima kasih kepada para sedekaholics yang terus memberikan harapan kepada Jamhari. Semoga  Jamhari tetap semangat dan dapat sehat seperti sebelumnya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @ambuabah @tammitree

Jamhari menderita acute limphoblastic leukemia ALL


RASYA BIN RANA (10, Leukimia Limfoblastik Akut). Alamat : Dusun Buer, RT 6/1, Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Rasya adalah siswa sekolah dasar. Awalnya sepulang sekolah Rasya mengeluh seluruh badannya ngilu dan panas, hal itu terjadi setahun yang lalu. Orangtua Rasya pada waktu itu membawanya ke Dokter terdekat dan Dokter menyarankan agar Rasya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang.  Diagnosa tim Medis RSUD Kabupaten Karawang menyatakan bahwa Rasya mengidap Leukimia Limfoblastik Akut yang dalam bahasa umum kita kenal dengan kanker sel darah putih. Kemudian Rasya dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.  Rasya sebelumnya sudah menjadi pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Bandung dan sudah menjalankan proses kemoterapi selama 15 bulan dari 26 bulan yang dijadwalkan. Selain kemoterapi, Rasya juga diharuskan mengonsumsi obat mercaptopurin. Alhamdulillah setelah serangkain kemoterapi yang sudah dijalankan kondisi Rasya sekarang sudah semakin membaik. Orang tua Rasya, Bapak Rana (33), berprofesi sebagai pedagang asongan dan Ibu Siti Hasanah (32) adalah seorang IRT. Walau menggunakan jaminan kesehatan yang dimiliki adalah JKN-KIS PBI namun ia kesulitan untuk membeli obat yang harus ia konsumsi secara rutin, karena obat tersebut harus dibeli sendiri. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan dana santunan lanjutan yang diberikan secara rutin setiap bulan nya untuk membantu membeli kebutuhan Rasya. Bantuan sebelumnya masuk ke dalam Rombongan 956. Semoga Rasya diberikan kekuatan untuk dapat menyelesaikan proses kemoterapi sampai sehat kembali seperti sedia kala dan ceria seperti anak-anak seusianya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3  Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @abahlutung @tammitree

Rasya menderita leukimia limfoblastik akut


RIKA MAELANI (25, Tuberculosis Tulang). Alamat: Kp. Krajan, RT 1/1, Desa Ciptasari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rika merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan asal Kabupaten Karawang. Ibu dari dua orang anak ini, menderita kelumpuhan sejak tahun 2013. Berbagai upaya dilakukan demi kesembuhannya namun belum membuahkan hasil, hingga Ibu Rika dan keluarganya pasrah menerima keadaannya selama 2 tahun. Hampir setahun yang lalu Ibu Rika mulai berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang  dan dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Menjalani pemerikasaan di RSHS Bandung, Ibu Rika dinyatakan positif mengidap Tuberculosis Tulang. Untuk kesembuhannya Dokter menyarankan agar Ibu Rika melakukan tindakan operasi. Sampai saat ini Ibu Rika terus mengonsumsi obat dan disarankan untuk terus menggunakan korset khusus guna menyangga tulang belakangnya. Ibu Rika sampai dengan saat ini masih tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung untuk kemudahannya selama berobat dan menunggu jadwal serta ruangan kosong untuk tindakan operasinya di RSHS Bandung. Suami Ibu Rika, Bapak Andi Nugroho (37) sehari-hari mendampingi istrinya di RSSR Bandung sehingga tidak dapat mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarganya. Untuk biaya pengobatannya, beliau menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, namun keluarga kesulitan untuk biaya kebutuhan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk meringankan beban Ibu Rika membeli kebutuhan sehari-hari dan keperluan membeli pampers. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kelancaran hingga operasinya bisa segera dilakukan dan Ibu  Rika kembali bisa berjalan seperti sedia kala. Bantuan Sebelumnya masuk ke dalam Rombongan 956.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @cucudjuanda @etydewi2

Rika menderita tuberculosis tulang


ENDAR BIN DATI (53, Ca Colon). Alamat: Dusun Langseb RT 6/1, Desa Kertaharja, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Sejak awal tahun 2014, Bapak Endar merasakan adanya benjolan pada perut bagian bawah, yang semakin membesar dan kelamaan terasa sakit dan mengganggu. Pak Endar memeriksakannya ke Puskesmas terdekat dan mendapat rujukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Menjalani serangkaian pemeriksaan Pak Endar diketahui menderita Ca Colon yang dalam bahasa umum dikenal dengan.. dan disarankan untuk menjalani operasi pengangkatan gumpalan daging dibagian bawah perutnya tersebut. Operasi berjalan dengan baik dan Pak Endar pun kembali menjalani rutinitasnya seperti biasa. Namun pada November 2016 lalu, Pak Endar mengeluhkan sakit mual, kembung dan terasa nyeri di tempat yang sama pasca operasinya. Pak Endar beranggapan karena rutinitasnya yang beratlah yang memicu sakit pada perutnya tersebut. Beliau kembali memeriksannya ke Rumah Sakit Rengasdengklok Karawang hingga akhirnya mendapat rujukan Ke RSUD Kabupaten Karawang. Melihat keadaan Pak Endar, Dokter menyarankan agar segera menjalani pengobatan menyeluruh di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Istrinya Ibu Muhlisoh (48) yang sehari-hari mengurus rumah tangga dirumah menuturkan, sehari-hari suaminya bekerja sebagai Buruh Tani dengan penghasilan yang terbilang kurang. Walau selama berobat beliau menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, namun beliau kesulitan mencari dana untuk biaya transportasi ke RSHS Bandung. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan keluarga Pak Endar untuk menyampaikan santunan awal titipan dari Sedekaholics untuk meringankan biaya transportasi dan bekal berobat selama di Bandung. Semoga semangat Pak Endar berikhtiar membuahkan kesembuhan, dan bisa beraktifitas seperti sedia kala. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @giantosu @etydewi

Pak endar menderita ca colon


MIRA MAURIKA INDRIKA (13, Acute Lymphadenitis Unspecified). Alamat : Dusun Tanjung, RT 4/2, Desa Karang Tanjung, Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Mira yang duduk di kelas 8 SMPN 1 Lemah Abang merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Berawal dari pusing di kepala disertai keluar cairan nanah di leher kanan bawah 3 tahun lalu. Awalnya dianggap biasa karena tidak ada pembengkakan, lambat laun cairan nanah yang keluar bertambah banyak. Keluarga membawa Mira ke Puskesmas Lemah Abang, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang dan didiagnosis menderita Acute Lymphadenitis Unspecified atau infeksi kelenjar getah bening. Mira dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Mira yang pernah menjalani perawatan di RSHS Bandung selama 1 minggu, baru saja menjalani kontrol dan berobat selama di RSHS Bandung di bantu Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Karawang. Pemeriksaan kali ini dokter menjadwalkan Mira melakukan Biopsi pada awal bulan Maret nanti. Orang tua Mira, Bapak Anda Bin Amat (47) yang bekerja sebagai buruh tani dan Ibu Nyai Haryati (41) seorang ibu rumah tangga menuturkan, walaupun memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk pengobatan putrinya, namun kedua orang tuanya kesulitan mencari biaya hidup dan akomodasi selama Mira berobat. Santunan lanjutan titipan sedekaholics kembali disampaikan untuk membantu biaya sehari-hari dan tranportasi Mira berobat. Bantuan sebelumnya tertera dalam Rombongan 956. Semoga Mira kembali ceria, sehat dan dapat kembali berprestasi di sekolahnya seperti sedia kala. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @badrudin_musthafa @etydewi2

Mira menderita acute lymphadenitis unspecified


HANDI KUSNAWAN (11, End Stage Renal Disease + Batu Empedu). Alamat : Dusun Kecemek RT 7/2, Desa Bayurkidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Handi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Merasakan sakitnya sejak 4 tahun lalu. Berawal dari mual terus-menerus disertai bengkak di sekujur tubuh. Keluarga membawa Handi ke Rumah Sakit Islam Kabupaten Karawang, dan mendapat rujukan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, namun  keluarga menolak dengan alasan biaya. Setahun kemudian Handi dirawat selama seminggu ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Selang beberapa hari pulang, ia merasakan lehernya tercekik disertai panas tinggi. Pada saat itu Handi hanya berobat secara herbal, namun keadannya semakin parah. Juni 2016 Handi melakukan pemeriksaan di RSUD Kabupaten Karawang, ia terdiagnosis menderita End Stage Renal Disease yang dalam bahasa umum dikenal dengan gagal ginjal. Handi kemudian dirujuk ke RSHS Bandung untuk menjalani pengobatannya lebih lanjut. Handi yang juga menjalani proses operasi pengangkatan batu empedunya tahun lalu, sampai saat ini rutin menjalani kontrol kesehatan serta cuci darah sesuai jadwal yang telah ditentukan sebanyak dua kali dalam seminggu di RSUD Kabupaten Karawang. Saat ini kondisi Handi menurun dan membutuhkan transfusi darah, namun karena keterbatasan stock darah di Karawang kosong, dibantu Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Karawang Handi dibawa ke RSHS Bandung. Ibu Handi Nurjanah Binti Chalim (34) yang seorang ibu rumah tangga menuturkan, keadaan suaminya Bapak Engkus Kusnawan (35) yang seorang buruh dengan penghasilan yang tidak menentu, menjadi kendala memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selama sakitnya Handi menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, walau terbantu dalam biaya di rumah sakit namun mereka kesulitan dalam memenuhi kebutuhan biaya transportasi selama Handi berobat. Kembali santuan lanjutan disampaikan untuk meringankan memenuhi kebutuhan sehari-hari juga transportasi selama ia berobat. Santunan sebelumnya telah tercatat dalam rombongan nomor 958. Semoga titipan dari sedekaholics memberikan harapan baru untuk Handi, semangat menjalani hari-harinya selama pengobatan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @etydewi2

Handi menderita end stage renal disease + batu empedu


MAHDA ROMADONA (16, Lymfoma Hodgkin). Alamat: Jl.Bunut Kertayasa RT 2/3 No.6,  Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat, Provinsi Jawa Barat. Mahda putri kedua dari 3 saudara pasangan bapak Taofik Hidayat (54) dan ibu Supiah (44). Mahda mulai merasa ada benjolan di leher kanan sejak duduk di bangku kelas 5 SD. Saat itu berobat ke bagian bedah Rumah Sakit Islam Kabupaten Karawang  untuk dilakukan biopsi dan pengobatan. Namun setelah obatnya habis, Mahda tidak lagi kontrol karena dianggap sakitnya biasa. Setahun kemudian benjolannya semakin membesar, keluarga membawanya ke Rumah Sakit Bayukarta Kabupaten Karawang, namun pengobatan kembali berhenti karena  kekurang pahaman keluarga untuk rutin menjalani kontrol. Manda yang semakin kesulitan untuk menengok karena sakit yang dideritanya kemudian memeriksakan ke klinik terdekat hingga akhirnya di rujuk ke Dokter Bedah Rumah Sakit Dewi Sri Kabupaten Karawang. Setelah menjalani biopsi, hasilnya diketahui bahwa Mahda  menderita Lymfoma Hodgkin, atau dalam bahasa umum dikenal dengan kanker pada kelenjar getah bening dan dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. Tanggal 1 oktober 2016 Mahda mulai melakukan pemeriksaan di RSCM dan sampai dengan saat ini Mahda telah melewati siklus yang ke 3 dari 4 siklus yang direncanakan.  Walaupun selama berobat menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas II, namun keluarga kekurangan untuk bekal selama Mahda berobat. Untuk membayar premi selama ini mengandalkan dari kakaknya, dikarenakan kondisi ayahnya yang masih menganggur. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Mahda dan menyampaikan santunan awal untuk bekal selama Mahda berobat. Semoga terapi Mahda berjalan lancar dan selalu semangat dalam ikhtiar meraih kesembuhan sampai sehat kembali. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 5 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @Zerinabanu @Retno_indrayati

Mahda menderita lymfoma hodgkin


MIRA MAURIKA INDRIKA (13, Acute Lymphadenitis Unspecified). Alamat : Dusun Tanjung, RT 4/2, Desa Karang Tanjung, Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Mira merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Putri kedua pasangan Bapak Anda Bin Amat (47) dan Ibu Nyai Haryati (41). Berawal dari pusing di kepala disertai keluar cairan nanah di leher kanan bawah 3 tahun lalu. Awalnya dianggap biasa karena tidak ada pembengkakan, lambat laun cairan nanah yang keluar bertambah banyak. Keluarga membawa Mira ke Puskesmas Lemah Abang, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang dan didiagnosis menderita Acute Lymphadenitis Unspecified atau infeksi kelenjar getah bening. Mira dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dibantu Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Mira sampai saat ini masih rutin menjalani pengobatan di RSHS Bandung dan baru saja selesai menjalani biopsi pada awal bulan Maret lalu, namun masih hasilnya masih menunggu. Orang tua Mira, Pak Anda kini bekerja sebagai buruh tani menuturkan, walaupun memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk pengobatan putrinya, namun kedua orang tuanya kesulitan mencari biaya hidup dan akomodasi selama Mira berobat. Santunan lanjutan titipan sedekaholics kembali disampaikan untuk membantu biaya sehari-hari dan tranportasi Mira berobat. Bantuan sebelumnya tertera dalam rombongan nomor (..). Semoga Mira kembali ceria, sehat dan dapat kembali sekolah seperti sedia kala. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @badrudin_musthafa @etydewi2

Mira menderita acute lymphadenitis unspecified


DIAN HAERANI (46, Gagal Ginjal + Ca Servik). Alamat : Kampung Parung Bitung, RT 2/3, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Teh Dian –begitu panggilan kesehariannya– mulai merasakan ada kelainan pada perutnya pada awal tahun 2016: dari hari ke hari ia merasakan adanya pembengkakan di perut. Berbagai ikhtiar penyembuhan dia lakukan ditemani ibunya, Bu Pipih Sopiah (64), yang dengan tekun terus memotivasinya. Suaminya telah lama menghadap Allah Swt, meninggalkan tiga anak yang masih belum dewasa. Walaupun beban hidupnya kerap berat ia rasakan, janda pendiam itu sangat bermangat tuk berobat. Beberapa dokter praktek pun sempat mereka coba datangi untuk konsultasi, pemeriksaan, dan pengobatan, tetapi penyakitnya tak kunjung sembuh. Akhirnya, berbekal Jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS – PBI), ibunya memeriksakan Teh Dian ke Puskesmas Cipeuyeum dan RSUD Sayang Kabupaten Cianjur. Hasil diagnosa Tim medis di RSUD Sayang menyimpulkan bahwa Ibu Dian Haerani mengalami gagal ginjal dan mengharuskannya menjalani cuci darah tiga kali dalam seminggu. Setelah berbulan-bulan menjalani cuci darah di rumah sakit daerah, kondisinya tidak juga membaik sehingga penanganan medisnya dirujuk ke RSHS Bandung. Setelah menjalani berbagai pemeriksaan, tim medis di RSHS Bandung menduga kuat bahwa Teh Dian juga terserang kanker mulut rahim (Ca Servic). Di RSHS ia sempat tiga kali dirawat. Di rumah sakit rujukan pusat inilah Teh Dian dan ibunya bertemu dengan kurir #SR di Bandung, saat mereka kebingunan untuk  mencari temat tinggal karena mereka haus kontrol rutin dan perawatannya masih lama dan harus mereka jalani. Sejak pertengahan Januari 2017 Teh Dian dan ibunya tingal di RSSR Bandung. “Kami sudah kehabisan segalannya, padahal anak saya harus mengikuti pengobatan lain, yaitu 22 kali terapi sinar. Setiap hari kami harus ke RSHS. Terima kasih kami diterima di rumah singgah ini. Semoga para dermawan terus berkah hartanya agar orang seperti kami terus terbantu,” doa ibunya Teh Dian, saat menutup oborolannya dengan kurir #SR. Alhamdulillah, harapan ibunya terkabulkan juga. Dengan empati sedekaholisc #SR, Ibu Dian Haerani mendapatkan bantuan awal, berupa uang, yang disampaikan kurir #SR di RSSR Bandung. Santunan yang diterima ibunya ini digunakan untuk biaya transortasi-akomodasi dan biaya sehari-hari keluarga dhuafa yang juga diuji dengan penyakit serius ini.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 Maret 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @widi_cincin

Bu Dian menderita gagal ginjal + ca servik


YATI BINTI KAHDI (51, Ca Endometrium). Alamat : Kampung Ciloa, RT 02/11, Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sejak pertengahan tahun 2016 Ma Yati –begitu panggilan kesehariannya—kerap merasakan sakit luar biasa saat menstruasi yang sangat mengganggu aktivitasnya hari-hari. Ia juga sering merasakan sakit saat buang air besar dan kecil. Saat menstruasi terkadang ia mengalami pendarahan yang berlebihan juga perdarahan di tinja atau urine. Dengan biaya seadanya, berbagai upaya penyembuhan dia lakukan, baik secara nonmedis maupun medis. Suaminya, Pak Komar (53) terus mendukung ikhtiarnya walau penghasilannya sebagai buruh tani tidaklah seberapa. Meskipun sampai saat ini mereka belum dikaruniai keturunan, bagi keluarga dhuafa ini, amatlah berat membiayai pengobatan penyakit yang tak pernah mereka bayangkan. Akan tetapi, karena merasa tak kunjung sembuh, mereka memutuskan untuk memeriksakan Ma Yati ke rumah sakit. Berbekal Jaminan Kesehatan BPJS PBI, Ma Yati kemudian berobat ke Puskesmas Ciwidey dan RSUD Soreng Kab. Bandung. Setelah berkali-kali diperiksa, Ma Yati didiagnosa mengidap Ca Endometrium (kanker pada dinding rahim). Karena tak kunjung teratasi, akhirnya penanganan medisnya dirujuk ke RSHS Bandung. Ditemani saudaranya, ia rutin menjalani pemeriksaan di RSUP di Kota Kembang itu. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis di RSHS, ia diduga positif mengidap penyakit yang membahayakan itu dan harus menjalani 25 kali terapi sinar di RSHS Bandung. “Sebelum didampingi Sedekah Rombongan, kami kebingungan mencari tempat tinggal agar Ma Yati bisa terapi setiap hari. Kami tidak punya saudara di Kota Bandung dan tak sanggup kalau harus bayar kontrakan,” kata Ma Yati saat bertemu dengan kurir #SR di RSHS Bandung. Ma Yati dan keluarganya sangat layak  mendapatkan bantuan untuk terus berobat sampai sehat. Selain termasuk dhuafa, penyakit yang dideritanya juga tergolong penyakit serius dan membahayakan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholisc, Ibu Yati binti Kahdi juga mendapatkan bantuan awal dari Sedekah Rombongan, yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari. “Terima kasih atas kepedulian #SR kepada kami. Jazaakumullaah,” doa Ma Yati saat menerima santunan di RSSR Bandung.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 7 Maret 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Bu Yati menderita ca endometrium


NINA SAMIAH (30, Operasi Caesar). Alamat : Kampung Babakan Tiga, RT 2/1, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Teh Nani tak menduga harus melahirkan anak keduanya di rumah sakit dalam keadaan tak menentu karena tidak memiliki persiapan dana untuk biaya melahirkan. Ia juga tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun untuk proses kelahirannya yang terpaksa dilakukan melalui operasi caesar di RSUD Soreang. “Sebelum ke rumah sakit, saya datang dulu ke bidan. Tetapi bidan di kampung tak sanggup menanganinya. Maka malam itu juga saya diharuskan ke rumah sakit Soreang. Dengan suami, saya lalu ke IGD RS Soreang, naik ojeg, dan langsung ditangani persalinannya. Padahal saya tidak punya jaminan kesehatan apa-apa. Untung saya bertemu dengan Ibu Nur yang menyanggupi menguruskan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) Kab. Bandung,” cerita Teh Nina pada kurir #SR di Bandung. Proses persalinannya alhamdulillah berjalan lancar. Bayi yang dilahirkannya perempuan dengan berat 3,2 KG. Pasca kelahiran, Teh Nina dan bayiny sempat dirawat inap tiga hari. Akan tetapi, pada saat diperbolehkan pulang, Teh Nina dan suaminya, Bapak Atep Rustandi (37), sempat bingung karena tagihan rumah sakit melebihi plafon jaminan SKTM. Ibu Nur dan kurir Sedekah Rombongan kemudian menemui bagian keuangan RSUD Soreang, memintakan keringanan atas tagihannya. Bersyukur pihak manajemen RSUD Soreang mengabulkannya, dan memperbolehkan Ibu Nina Samiah pulang dengan bayi mungil yang baru dilahirkannya. Teh Nina dan suaminya amat layak dibantu. Suaminya sehari-hari hanya bekerja sebagai tukang parkir yang penghasilannya tak seberapa dan tak menentu. Sampai saat ini mereka juga hanya mampu tinggal di rumah kontrakan kecil yang amat sederhana. Bagi keluarga ini, tanggungan tiga orang amat memberatkan roda ekonomi keluarganya. “Tagihan kontrakan bulan kemarin pun belum terbayar, Pak. Mudah-mudahan anak ini membuka rezeki kami!” Alhamdulillah, harapannya terpenuhi. Dengan empati sedekaholics, kurir Sedekah Rombongan sempat mengantarkannya pulang dan memberinya bantuan untuk biaya sehari-hari dan membayar kontrakan. “Terima kasih kami dibantu sehingga tak harus membayar tagihan rumah sakit dan bisa pulang berkumul dengn keluarga. Jazaakumullah,” doa Teh Nina Samiah untuk para sedekaholic #SR. Aamiin yaa Rabbal Aalamiin!

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 11 Maret 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Bantuan biaya operasi caesar


NAISIN BIN KUNEN (52, Gangguan Pengelihatan). Alamat : Dusun Sekong RT 1/5, Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Awal Juni 2016, saat Pak Naisin sedang bekerja sebagai buruh di tambak, perestiwa ini bermula. Terjadi ledakan dari larutan kimia yang sedang ia campur sehingga menimbulkan percikan api yang mengenai mata Pak Naisin. Saat itu juga Pak Naisin langsung dievakusi ke RSUD Kabupaten Karawang. Awalnya biaya pengobatan masih ditanggung penuh oleh pemilik tambak. Saat ini mata kiri Pak Naisin mengalami kebutaan akibat ledakan cairan kimia tersebut. Pak Naisin juga terancam kehilangan pekerjaan akibat kecelakaan tersebut. Saat ini ia harus menjalani kontrol rutin siap minggu di poli mata RSUD Karawang tanpa jaminan apapun. Sayangnya saat ini bantuan dari pemilik tambak tidak sepenuhnya ia dapatkan. Istrinya, Bu Kastirah (46) hanya seorang ibu rumah tangga sedangkan Pak Naisin saat ini tidak bekerja lagi di tambak. Mereka sangat kesulitan untuk biaya kontrol di RSUD Kabupaten Karawang. Saat ini, yang semula luka pada mata yang kini meninggalkan kebutaan yang ia rasakan sudah membaik, ternyata terasa gatal dan harus segera diperiksakan kembali ke RSUD Karawang. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan kedua biaya akomodasi ke RSUD Karawang. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 865. Semoga Pak Naisin diberi kemudahan dalam menjalani pengobatan. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Pak Naisin menderita gangguan pengelihatan


RAMI BINTI RAWA (85, Asam Urat Tinggi). Alamat Kp. Pulo Tanjung RT 1/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah semenjak 3 tahun nenek ini sering sakit-sakitan, namun karena ia tidak punya uang untuk berobat akhirnya ia hanya mengandalkan obat-obatan warung. Maklum saja nenek ini hidup di rumah yang sangat kecil. Sedangkan sanak saudara hanya kadang-kadang saja memberinya uang, karena kondisi ekonomi mereka pun tergolong tidak mampu. Kadang nenek Rami mendapat pemberian uang dari tetangga yang simpati. Selama ini ia tidak pernah ke puskesmas karena kondisi yang tidak memungkinkan. Penyakitnya hanya bisa dirasakan tanpa bisa berbuat banyak. Pertengahan bulan September 2016, Nenek Rami sempat dirawat di Puskesmas karena sesak nafas, tapi saat ini sudah pulang karena kondisinya sudah mulai membaik namun harus menjalani kontrol rutin. Suami nenek Rami sudah sekitar 21 tahun yang lalu meninggal dunia. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi berobat ke puskesmas dan kebutuhan sehari-hari. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 953.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Nek Rami menderita asam urat tinggi


MAEMUNAH BINTI MADAWI (65, Kanker Kulit). Alamat : Kp. Gandu RT 1/1, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sekitar 10 tahun yang lalu Bu Munah pernah menjalani operasi pada pipi kanan di RSCM Jakarta. Waktu itu setelah menjalani operasi ia sempat menjalani pemeriksaan beberapa kali saja karena keterbatasan biaya. Dan hingga saat ini luka di pipi Bu Munah belum kering bahkan sempat ditemui ada ulat pada luka tersebut. Masih begitu besar keinginan Bu Munah untuk kembali menjalani pengobatan. Bu Munah hidup menumpang di rumah anaknya yang sudah berkeluarga, suaminya meninggal sejak 10 tahun yang lalu. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat mengupayakan kartu jaminan untuk Bu Munah agar dapat melanjutkan pengobatannya. Setelah menjalani pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi, Bu Munah disarankan untuk menjalani pemeriksaan lanjut di RSCM Jakarta. Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk biaya akomodasi Bu Munah dalam menjalani pengobatannya ke RSCM Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 953. Semoga pengobatan Bu Munah dapat berjalan lancar. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Maemunah menderita kanker kulit


MUHAMMAD FAJRI RAMADHAN (1, Pneumonia). Alamat : Kp. Ciketing RT 2/2, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak usia 15 hari, Fajri sudah didiagnosa menderita Pneumonia, Farese Diafragma Kanan dan Hemiparese Dextra.Semua itu terlihat dengan keadaan tubuhnya yang membiru. Dengan kondisi seperti ini, ia harus menjalani operasi di RS Hermina Kota Bekasi dengan estimasi biaya mencapai sekitar 34 juta rupiah. Namun untuk biaya operasi sudah ada pihak penjamin yang bersedia menanggung. Namun untuk keperluan sehari-hari mereka kesulitan untuk pembelian pampers dan susu khusus Neosure. Hingga saat ini Fajri sudah menjalani 2 kali operasi Plikasi Diafragma dan masih menjalani perawatan di Ruang Picu karena kondisinya 85% masih bergantung pada ventilator. Ayah Fajri, Pak Nasirudin (39) hanya seorang buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Sedangkan ibunya, Bu Masanih (34) hanya seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat mengunjunginya dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk pembelian pampers dan susu khusus Neosure. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 968.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Yunita Muslimah

Fajri menderita pneumonia


MUHAMMAD SUEB (63, Hypertensi). Alamat : Perum Telaga Harapan Blok F11 No. 24 RT 8/12, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pak Sueb,- Panggilan sehari-hari- pada pertengahan November 2016, secara mendadak tiba-tiba pingsan tak sadarkan diri. Oleh istrinya dan dibantu beberapa tetangga terdekat, ia dievakuasi ke Klinik terdekat yang tidak jauh dari lokasi. Namun dengan melihat kondisi Pak Sueb yang tak sadarkan diri, dokter klinik menyarankan agar Pak Sueb dibawa ke rumah sakit. Dan akhirnya Pak Sueb dilarikan ke IGD RS Ridhoka Salma untuk mendapatkan pertolongan medis. Setelah menjalani pemeriksaan di IGD, Pak Sueb disarankan untuk menjalani perawatan intensif di Ruang ICU. Setelah menjalani perawatan di Ruang ICU selama 3 hari, Pak Sueb dipindahkan ke ruangan perawatan. Pak Sueb tidak memiliki jaminan apa-apa, sehingga tercatat sebagai pasien umum dan tidak dapat diupayakan Jaminan secepatnya karena ia tercatat di KTP sebagai warga DKI Jakarta. Pak Sueb adalah seorang guru ngaji di tempat ia tinggal saat ini, rumah yang ia tempati statusnya rumah orang lain yang ditinggal oleh pemiliknya. Atas ijin pemilik rumah, ia dikuasakan untuk menempati rumah tersebut tanpa membayar uang sewa. Pak Sueb tinggal berdua bersama istrinya tanpa ada anak dan saudara yang dekat. Istrinya, Bu Tasrifah (54) hanya seorang ibu rumah tangga. Mereka sempat kebingungan dengan biaya rumah sakit, bahkan Bu Tasrifah pernah mengutarakan niat untuk membawa pula suaminya secara paksa dengan alasan tidak ada biaya. Alhamdulillah, mereka dipertemukan oleh Kurir #SedekahRombongan yang siap membantu biaya perawatan Pak Sueb. Setelah menjalani perawatan 3 hari di ICU dan 10 hari di ruang perawatan biasa, biaya mencapai sekitar 10 juta rupiah. Kurir Sedekah Rombongan mengupayakan pembuatan Surat Perjanjian Hutang (SPH) kepada RS Ridhoka Salma untuk mencicil biaya perawatan Pak Sueb. Cicilan keempat pun disampaikan untuk pembayaran biaya perawatan Pak Sueb. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 962.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 10 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Zaenal

Pak Sueb menderita hypertensi


MTSR BANDUNG RAYA 1 (B 1629 SZF, Biaya Operasional Bulan Februari 2017). Sejak bulan Mei tahun 2014, Sedekah Rombongan Bandung dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan papa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten Bandung yang sebagian besar dataran tinggi dan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat, tentu saja MTSR Bandung Raya 1 harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR Bandung Raya 1 sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan, sejak Februari 2015, intensitas penggunaan MTSR Bandung Raya 1 semakin tinggi. Ketersediaan bahan bakar, kesiapan kendaraan, dan kesigapan supir MTSR Bandung Raya 1 menjadi keharusan agar pengkhidmatan #SedekahRombongan semakin dirasakan masyarakat. Dengan izin Allah Swt, bersyukur sedekaholics senantiasa menyokong misi MTSR Bandung Raya 1 dalam hal biaya pemeliharaan dan biaya operasional agar MTSR Bandung Raya 1 senantiasa laik dan layak jalan. Alhamdulillah para dermawan Sedekah Rombongan telah memberi bantuan untuk operasional bulan Januari 2017 yang digunakan untuk : (1) membayarkan pembelian bahan bakar; (2) honor supir; (3) biaya tol dan parkir; (4) dan pengeluaran tak terduga. Insya Allah, MTSR Bandung Raya 1 akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bandung Raya dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para sedekaholic #SR dibalas Allah SWT dengan berkah dan jannah di dunia dan akhirat. Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 925.

Jumlah Bantuan: Rp. 3.882.500,-
Tangggal: 14 Maret 2017
Kurir: @ddsyaefudin @Lisdamojang @episodeere

Biaya operasional bulan Februari 2017


MTSR BANDUNG RAYA 2 (B 2641 BF, Biaya Operasional Februari 2017). Sejak bulan Mei 2014, Sedekah Rombongan Bandung Raya dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan papa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), kendaraan multiguna yang dapat difungsikan sebagai ambulance dan mobil jenazah. Menghadapi medan beberapa kabupaten di wilayah Bandung Raya yang sebagian besar dataran tinggi dan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat, tentu saja MTSR harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan sejak Februari 2015, karena tuntutan warga akan keberadaan angkutan untuk pasien semakin besar, intensitas penggunaan MTSR Bandung Raya semakin tinggi. Selain antar-jemput pasien atau jenazah di sekitar Bandung Raya, mobil ambulance ini juga hampir setiap hari bergerak sampai ke pelosok desa di kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Memperhatikan betapa banyaknya warga dhuafa sakit yang  membutuhkan ambulance, alhamdulillah, pada awal Mei 2016 sedekaholics #SR mempercayakan lagi satu unit mobil ambulance (AVP, B 2641 BF) tambahan untuk dikelola #SR Bandung Raya. Ambulance yang kerap dipanggil Mr. Black ini tentu harus tampil prima. Selain penggantian pelumas dan servis rutin, ketersediaan bahan bakar menjadi keharusan agar MTSR Bandung Raya 2 senantiasa laik dan layak jalan. Alhamdulillah sedekaholics #SedekahRombongan memahami tuntutan tersebut dan telah membayarkan biaya pembelian bahan bakar selama bulan Januari 2017, pembelian pelumas, honor supir, dan perpanjang STNK. Insya Allah, MTSR Bandung Raya 2 ini akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bandung Raya dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para Sedekaholics #SR dibalas Allah Swt dengan berkah dan jannah di dunia dan akhirat. Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 931.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.831.500,-
Tangggal : 14 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @Lisdamojang @episodeere

Biaya operasional bulan Februari 2017


JURIAH BINTI IDUN (48, Ca Mammae). Alamat : Dusun Tambak Sumur 2 RT 14/5, Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Bu Juriah yang seorang ibu rumah tangga, sejak 2 tahun yang lalu merasakan ada benjolan di payudaranya sebelah kanan, namun beliau hiraukan. Delapan bulan yang lalu, benjolan di payudara Bu Juriah pecah dan menimbulkan luka. Bu Juriah menjalani serangkaian pemeriksaan di RSUD Kabupaten Karawang sebelum akhirnya ia dirujuk ke Rumah sakit Hasan Sadikin Bandung untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bu Juriah yang telah menyelesaikan kemoterapi siklus keduanya,  sempat menjalani perawatan selama 5 hari dikarenakan kondisinya yang menurun. Bu Juriah merasakan sesak nafas dan buang air besar terus menerus. Alhamdulillah keadaannya membaik, dan akan kembali melakukan kemoterapi setelah kondisinya kembali stabil. Untuk memudahkannya kontrol, beliau masih tinggal di RSSR (Rumah Singgah Sedekah Rombongan) Bandung. Suami Bu Juriah, Pak Misan (53) adalah seorang buruh tani yang penghasilannya tidak menentu dengan jumlah tanggungan 3 orang. Selama sakitnya Bu Juriah terbantu dengan menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk pengobatannya, namun kesulitan untuk memenuhi biaya hidupnya terutama biaya akomodasi dan makan selama berobat di Bandung. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-harinya selama beliau menjalani ikhtiarnya di RSHS Bandung. Bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan nomor 962. Semoga Bu Juriah diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan dan kembali sehat bisa berkumpul dengan keluarga tercinta. Aamiin ..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu Kosasih @etydewi2

Bu Juriah menderita ca mammae


ALVIN NURSYFA (16, Celebral Palsy + Gizi Kurang). Alamat: Kosambi Jaya RT 1/6, Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Alvin yang tinggal hanya dengan ibunya, merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Alvin terlahir dengan kondisi normal yang dapat berdiri, berjalan, bermain seperti anak-anak seusiannya. Perubahannya terjadi saat Alvin mengalami panas tinggi disertai kejang di usia 2 tahun, terulang saat usianya 3 tahun hingga akhirnya Alvin tidak dapat menggerakkan kakinya. Melihat tumbuh kembangnya terganggu, Alvin dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Diketahui Alvin mengalami lumpuh otak atau dalam bahasa medis disebut Celebral Palsy dan disarankan menjalani terapi guna merangsang tumbuh kembangnya. Badannya yang kurus, membuatnya lama berbaring hingga menyebabkan tulang punggung belakangnya tidak sempurna. Alhamdulillah Alvin kini bisa merasakan duduk walaupun tidak sempurna, terlihat ada pertambahan sedikit pada  berat badannya. Sebagai orang tua tunggal, guna memenuhi kebutuhan hidup Ibu Kartem (32) bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Walau terbantu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, Ibundanya masih kekurangan memenuhi kebutuhan asupan gizi putranya. Santunan lanjutan titipan sedekaholics kembali disampaikan demi membantu Alvin membeli susu dan juga kebutuhan membeli diapers. Santunan sebelumnya tercatat dalam Rombongan 937. Semoga Alvin semangat menjalani hari-harinya dan kondisinya semakin membaik. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @_SutardiAnggara @etydewi2

Alvin menderita Celebral Palsy + Gizi Kurang


MUHAMMAD ARKHA HERDIANSYAH (4, Infeksi Ginjal). Alamat : Dusun Karangsari, RT 13/5, Desa Dukuh picung, Kecamatan Luragung,  Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Balita berusia 4 tahun ini biasa dipanggil Arkha. Diusia yang masih sangat kecil, Arkha menderita infeksi ginjal. Penyakit tersebut baru diketahui pada akhir bulan November 2016 lalu dengan gejala awal bengkak di bagian wajah, perut, kemaluan dan kaki. Biarpun demikian, Arkha tidak pernah mengeluh sakit. Kedua orang tua Arkha panik ketika perut Arkha tiba-tiba terlihat bengkak dan terasa keras. Saat ini Arkha sedang menjalani pengobatan di sebuah klinik dokter umum. Alhamdulillah mulai terlihat perkembangan yang positif. Bengkak di bagian wajah dan kemaluan mulai kempes. Akan tetapi, pengobatan Arkha belum maksimal karena belum diperiksa di rumah sakit dengan alat medis yang jauh lebih lengkap. Alhamdulilah kurir Sedekah Rombongan kuningan dipertemukan dengan Arkha, kemudian kurir Sedekah Rombongan membawa Arkha ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk pemeriksaan lanjutan. Saat ini Arkha rutin melakukan pemeriksaan ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur. Dan saat ini kesehatan Arkha menunjukkan perkembangan yang baik, hanya saja Arkha tidak boleh telat kontrol dan mengkonsumsi obat dari Dokter. Arkha memanfaatkan kartu jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas III.  Orang tua Arkha Bapak Andriansyah (30) bekerja sebagai seorang buruh harian lepas dengan penghasilan yang hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Arkha sehingga santunan kelima dapat disampaikan kepada Arkha untuk biaya transportasi dan biaya pembayaran BPJS serta pembelian obat diluar tanggungan BPJS. Semoga Arkha lekas diberi kesembuhan oleh Allah. Aamiin. Sebelumnya Arkha masuk kedalam Rombongan 951.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Melisa

Arkha menderita infeksi ginjal


SAMSUDIN BIN OTO (59, Diabetes Melitus + Gagal Ginjal). Alamat: Kampung Mumunggang RT 3/10 Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Bersama istri dan satu anaknya yang masih lajang, Pak Samsudin tinggal di rumah panggung sederhana, hasil kerja kerasnya, berdagang, sebelum ia terserang penyakit. Sejak awal 2011 Pak Samsudin tidak bisa bekerja lagi seperti biasa karena ia sakit-sakitan. Dengan menggunakan biaya pribadi, ia memeriksakan penyakitnya ke dokter praktek dan rumah sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Pak Samsudin pertama kali didiagnosa menderita kencing mannis (Diabetes Melitus). Ketika masih mengobati penyakitnya itu, ia juga dikatakan menderita gagal ginjal berdasarkan hasil pemeriksaan di RSHS Bandung. Di rumah sakit rujukan nasional ini ia pernah dua minggu dirawat, menggunakan biaya sendiri. Bertahun-tahun ia berobat, menguras segala yang ia miliki: kesabaran, harta dan air mata. Karena tidak punya lagi biaya, dia sempat berhenti berobat. Apalagi, istrinya pun, Imas Rosmiati (55) sudah setahun terserang Stroke. Atas saran saudaranya, ia kemudian membuat Kartu BPJS Kelas 3. Sampai saat ini dia bisa berobat lagi dan menjalani hemodialisa (cuci darah) seminggu dua kali di RS AMC Cileunyi Bandung, menggunakan fasilitas BPJS. Akan tetapi, akibat kemiskinan yang dialaminya, ia sering kesulitan memiliki biaya transportasi karena tidak ada lagi harta benda yang bisa dijual. Musibah yang menimpa Pak Samsudin dan keluarganya sampai kepada Sedekah Rombongan atas informasi kader PKK di lingkungannya. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dengan Pak Samsudin dan keluarganya sambil menyampaikan bantuan dari sedekaholics dan mendaftarkannya sebagai pasien dampingan Sedekah Rombongan. Sejak  November 2015 Pak Samsudin setiap bulan dikunjungi dan dibantu ikhtiar berobatnya, bahkan beberapa kali diantar-jemput untuk cuci-darah, dan Alhamdulillah masa kritisnya telah terlewati. Walaupun kemudian kondisinya nampak membaik, ia masih membutuhkan uluran tangan demi membantunya agar dapat terus berobat dan cuci darah. Pada kunjungan bulan Oktober 2016, diperoleh kabar bahwa kedua ginjal Pak Samsudin harus “dinuklir”. Namun, karena jadwal tindakan itu harus mengantri dan menunggu sampai Februari 2017, sementara kondisi Pak Samsudin semakin mengkhawatirkan, maka dokter menyarankan untuk melakukannya melalui jalur umum. Tetapi, Biaya “menuklir” melalui jalur umum tersebut tentu tidak ditanggung BPJS, dan biayanya berkisar antara Rp 1.500.000,-. Selain itu, sejak bulan lalu Pak Samsudin harus bolak-balik memeriksakan matanya ke RS Mata Cicendo dikarenakan sekarang ia mengalami ngangguan penglihatan. Memahami betapa beratnya derita hidup Pak Samsudin dan keluarganya, setiap bulan Sedekah Rombongan rutin memberinya bantuan untuk ikhtiar pengobatannya. Pada Maret 2017 Kurir Sedekah Robongan kembali memberinya santunan lanjutan, bantuan dari para sedekaholics. Bantuan tersebut akan digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi cuci darah, berobat ke RS Mata Cicendo Bandung, dan membayar iuran BPJS. Semoga dari bantuan para sedekaholic nanti, secara bertahap kedua ginjal Pak Samsudin dan gangguan penglihatan pada matanya dapat disembuhkan. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 956.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Maret 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @hengkisenandika @lisdamojang @tritan

Pak Samsudin menderita diabetes melitus + gagal ginjal


IMAS ROSMIATI (53, Darah Tinggi dan Stroke). Alamat: Kampung Mumunggang RT 3/10 Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Bersama suami dan satu anaknya yang belum berkeluarga, Bu Imas tinggal di rumah panggung yang amat sederhana. Suaminya, Pak Samsudin (58), bekerja sebagai pedagang keliling yang kini tidak bisa lagi beraktivitas karena ia juga menderita penyakit seperti yang dialami istrinya. Suami-istri ini tengah mendapatkan ujian luar biasa! Sejak akhir 2013 Bu Imas tidak mampu lagi menjalankan tugas kesehariannya sebagai ibu rumah tangga. Ia sakit-sakitan, dan sempat berbulan-bulan hanya teronggok di pembaringan. Berawal dari serangan thypus, kedua pergelangan tangan dan pergelangan kakinya kemudian tak bisa berfungsi. Dari pergelangan kaki dan tangan sampai jari-jarinya bahkan menghitam. Ia diduga mengalami Stroke dan Darah Tinggi. Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan, baik melalui medis maupun nonmedis dengan biaya sendiri. Selain ke dokter praktek, Puskesmas, RSUD Sumedang, ia bahkan pernah berobat ke RSHS Bandung sebagai pasien umum. Karena sudah habis biaya, akhirnya ia menggunakan fasilitas BPJS Kelas 3 untuk berobat. Akan tetapi, ikhtiar berobatnya kerap terhenti karena ketidakadaan dana. Cobaan hidup yang dialami Bu Imas akhirnya sampai kepada kurir Sedekah Rombongan atas informasi seorang kader PKK. Ketika kurir #SR berkunjung ke rumahnya, ia menuturkan harapannya untuk terus berobat. Alhamdulillah empati sedekaholics #SR menjawab keinginan Bu Imas. Sejak Desember 2015 Sedekah Rombongan menjadikannya sebagai pasien dampingan. Dan sejak saat itu, atas bantuan para secekaholics, Ibu Imas dapat melanjutkan pengobatannya. Sampai pada kunjungan di bulan Agustus 2016, kondisi fisik Bu Imas terlihat belum membaik. Tangan dan kakinya masih sakit dan sulit digerakkan, sehingga setiap harus berobat ia masih memerlukan transportasi yang bisa mengantar-jemput dari rumahnya ke rumah sakit. Pada bulan November dan Desember 2016, alhamdulillah, Kurir Sedekah rombongan dapat terus memberi bantuan karena Ibu Imas harus terus menjalani kontrol dan pengobatan rutin ke rumah sakit. Pada kunjungan di bulan Februari dan Maret 2017 kondisi Ibu Imas mengabarkan bahwa kondisinya sudah membaik, Tangannya sudah bisa digerakkan dan sudah bisa berdiri tetapi belum bisa berjalan dengan lancar. Pada kunjungan-kunjungan itu juga, kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan Sedekaholik yang memahami dan berempati pada penyakit yang dideritanya. Bantuan uang tersebut masih dibutuhkan untuk digunakan sebagai biaya transportasi-akomodasi berobat, membeli vitamin tambahan, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 956.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Maret  2017
Kurir: @ddsyaefudin @asepbima @lilisdariyah @hengkisenandika @tritan

Bu Imas menderita darah tinggi dan stroke


AGUS SETIAWAN (37, Tumor Testis). Alamat : Gg. Rd. Jibja RT 5/2, Kelurahan Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sudah sekitar satu tahun, Pak Agus harus berjuang melawan penyakit tumor testis yang dideritanya. Gejala berawal pada bulan Februari 2016, Pak Agus merasakan demam tinggi dan pembengkakan pada testisnya. Lantas, Pak Agus dibawa berobat ke klinik terdekat dan setelah diperiksa, dokter menemukan tumor pada bagian testisnya. Pak Agus pun dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk penanganan lebih lanjut. Di RSHS Bandung, Pak Agus menjalani tindakan operasi pengangkatan testis untuk mencegah penyebaran tumor. Selama tiga bulan pasca operasi, kondisi kesehatan Pak Agus mulai kembali pulih dan dapat beraktivitas dengan normal. Namun cobaan hidup yang dialami Pak Agus tak terhenti sampai di situ. Tanpa sebab yang jelas, tiba-tiba kondisi kesehatan Pak Agus kembali mengalami penurunan. Benjolan tumbuh pada bagian perut dan kian membesar. Pak Agus pun kembali dibawa ke RSHS Bandung dan beberapa kali melakukan biopsi. Benjolan di perutnya belum hilang, benjolan kembali tumbuh di bagian leher. Kini kondisi Pak Agus sangat memprihatinkan, bicaranya sudah tidak jelas dan tubuhnya sangat kurus hanya tinggal tulang berbalut kulit. Untuk  makan pun harus sembari diinfus agar makanan dan minuman dapat masuk ke dalam tubuhnya. Bahkan setiap penyakitnya kambuh, Pak Agus hanya bisa berteriak menahan rasa sakit yang dideritanya. Cobaan hidup yang dialami Pak Agus sangatlah berat.  Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun, Pak Agus hanya mengandalkan pemberian dari Ibu Peni, kakak perempuannya. Ibu Peni-lah yang selama ini merawat dan menemani Pak Agus selama berobat ke RSHS Bandung. Dahulu, Pak Agus bekerja sebagai supir, namun setelah sakit, ia tak lagi bekerja dan tidak memiliki penghasilan. Sedangkan Ibu Peni hanya bekerja sebagai buruh cuci dan suaminya juga bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Ditambah Ibu Peni memiliki tanggungan 2 orang anak. Himpitan ekonomi yang harus dihadapi Pak Agus dan keluarganya inilah yang membuat ia merasa kesulitan untuk biaya pengobatan dan biaya transportasi selama berobat. Untuk biaya berobat selama ini pun, Pak Agus hanya mengandalkan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Alhamdulillah, atas informasi dari Gita (teman kurir), kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim dengan Pak Agus di rumahnya. Atas izin Allah SWT, kami pun dapat menyampaikan bantuan awal untuk membeli obat yang tidak di-cover oleh JKN-KIS dan biaya transportasi untuk kontrol rutin di RSHS Bandung pada 17 Maret 2017. Semoga titipan langit dari sedekaholics dapat membuka jalan kesembuhan untuk Pak Agus. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @kharismagilda @lisdamojang @trietan @hengkisenandika

Pak Agus menderita tumor testis


UNTUNG SAHARA (20, Kanker Tulang). Alamat : Kalenpandan RT 4/14, Pamulihan, Larangan, Brebes, Jawa Tengah.  Awalnya, Untung mengalami kecelakaan yang tak kunjung sembuh meskipun sudah diperiksakan di klinik setempat. Akhirnya oleh orangtuanya, dibawa ke Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo di Jakarta dan menjalani kontrol setiap bulannya, Tetapi pengobatan terhenti karena terkendala biaya serta tak ada kemajuan kesembuhan. Ayah Untung yaitu Bapak Dartam (50) yang kesehariannya sebagai buruh harian lepas merasa kesulitan dengan besarnya biaya transportasi yang harus disiapkan. Maklum saja, Bapak Dartam tidak memiliki simpanan uang. Pak Dartam masih memiliki tanggungan 5 anak. Seluruh biaya pengobatan Untung telah dicover oleh JKN-KIS PBI. Kurir #SRbrebes dipertemukan dengan Untung kemudian mendamipingi pengobatanya. Untung dirujuk untuk melanjutkan pengobatan di RS. Ortopedi Solo. Maret 2016, Untung menjalani pemeriksaan awal kemudian kontrol tiap satu bulan sekali. Pada 25 April 2016, dokter menganjurkan untuk melakukan pengobatan rutin rawat jalan selama beberapa minggu untuk mematikan sel kanker yang ada, sebelum dilakukan operasi. Awal Agustus 2016, Untung kembali menjalani kontrol serta tes laboratorium, kemudian 8 Agustus ia menjalani operasi kaki bagian kiri. Saat ini ia masih menjalani perawatan di RS serta dianjurkan untuk berbaring selama 6 minggu untuk memulihkan kaki pasca operasi. Kemudian dokter menganjurkan untuk kontrol/terapi setiap 1 minggu sekali pada hari kamis untuk pemulihan lebih lanjut dan dokter memberikan obat setiap kontrol untuk melenturkan sendi yang kaku. Santunan kembali disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 952.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 8 Januari 2017
Kurir : @indrades @DiahPertiwi1110

Untung menderita kanker tulang


SUNARTI BINTI ASTAP (38, Kanker Ovarium). Alamat : Karangmalang, RT 4/2, Kec. Kedungbanteng, Kab. Tegal, Prov.Jawa tengah. Pada tahun 2013 lalu, Bu Sunarti mengeluhkan sakit di bagian perutnya. Setelah diperiksakan ke RSUD setempat diketahui terdapat tumor dalam perut Bu Sunarti. Pihak keluarga Bu Sunarti tidak langsung melakukan pengobatan kepada Bu Sunarti karena kala itu Bu Sunarti masih bekerja di luar kota. Tahun 2014, Bu Narti pertama kali melakukan tindakan operasi di RSUD Soesilo Slawi. Namun, setahun kemudian perut Bu Sunarti terlihat bertambah besar. Bu Sunarti lalu melakukan operasi ke-2 di RSI Singkil Tegal dan dokter menyarankan untuk rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang guna pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dirujuk ke Semarang, Bu Sunarti tidak langsung melanjutkan pengobatan di Semarang. Tidak adanya biaya membuat pengobatan tertunda meskipun biaya pengobatan telah dicover fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI yang buatkan perangkat desa setempat. Alhamdulillah, pada bulan Juni 2016 tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Sunarti. Setelah berdiskusi dengan pihak keluarga, Bu Sunarti kemudian dibawa ke Semarang dan menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Semarang. Saat ini Bu Sunarti telah menjalani operasi pengangkatan kanker di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan tengah menunggu hasil USG untuk penentuan tindak lanjut. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 948.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir: @indrades @idaiddo @restirianii @DiahPertiwi1110

Bu Sunarti menderita kanker ovarium


MARYATI BINTI KASNURI (32, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Jln. Kakaktua RT 4/3 No.10, Gang 1 Randu Gunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Sejak 2013 lalu, Bu Maryati memiliki benjolan di bagian payudaranya. Kemudian Bu Maryati memeriksakan diri ke Rumah sakit di Tegal. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter mendiagnosa Bu Maryati menderita kanker payudara stadium 3. Karena keterbatasan alat medis, dokter merujuk Bu Maryati berobat ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pengobatan pertama dilakukan setelah Bu Maryati melahirkan anaknya yg kedua. Dokter tidak memperbolehkan kanker Bu Maryati dioperasi, karena saat itu beliau masih menyusui. Setelah anaknya sudah besar, dokter menyarankan agar Bu Maryati segera dioperasi, akan tetapi Bu Maryati tidak berani melakukan operasi. Selain itu, karena keterbatasan biaya, kanker Bu Maryati dibiarkan begitu saja sampai akhirnya pecah dan menjalar ke leher dan liver. Bu Maryati sudah memiliki Jamkesmas, akan tetapi beliau tidak memiliki biaya untuk akomodasi selama perawatan, karena selama ini beliau mendapatkan bantuan dari warga sekitar tempat tinggalnya. Suami Bu Maryati, Bapak Rahmat (27 tahun) bekerja sebagai buruh serabutan, penghasilannya sebagai buruh serabutan yang tidak menentu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tidak mampu membiayai akomodasi pengobatan yang harus dijalani Bu Maryati, apalagi beliau memiliki tanggungan dua orang anak yang berumur 7 tahun dan 1 tahun. Saat ini anak pertama Bu Maryati terpaksa harus putus sekolah dikarenakan tidak mampu membayar biaya sekolah. Bu Maryati menjalani pemeriksaan rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan telah menjalani 6 kali kemoterapi. Kondisinya sudah mulai membaik, kanker di payudara sudah mengecil dan mengering. Bu Maryati telah menjalani USG dan rontgen untuk mengetahui sampai sejauh mana penyebaran kankernya. Hasil kontrol pada tanggal 3 Mei 2016 terdapat benjolan di liver, dokter memberikan obat untuk diminum selama satu bulan, dan mengharuskan Bu Maryati kontrol kembali setelah obat habis. Hasil kontrol pada tanggal 3 Juni 2016, dokter memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan rahim karena kanker sudah menyebar ke rahim dan liver. Sebelum operasi dokter menyarankan agar bu Maryati meminta persetujuan pihak keluarga terlebih dahulu. Apabila keluarga sudah setuju maka operasi pengangkatan rahim akan dilakukan pada bulan Juli 2016. Alhamdulillah, Bu Maryati sudah menjalani operasi pengangkatan rahim. Operasi berjalan dengan lancar, namun Bu Maryati masih harus menjalani kemoterapi pasca operasi. Bu Maryati sudah menyelesaikan program kemoterapi ke-8. Saat ini, Bu Maryati sedang menunggu antrian kamar untuk tindakan selanjutnya yaitu operasi pengangkatan kanker. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama Bu Maryati menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Semoga Bu Maryati bisa lekas sembuh dan dapat beraktivitas kembali seperti biasanya. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 952.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @Indrades @Ida @lianhumaira @DiahPertiwi1110

Bu Maryati menderita kanker payudara kanan


SUNIAH BINTI RASDJAN (51, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Desa Tengki, RT 2/4, Kec. Brebes, Kab. Brebes, Prov. Jawa Tengah. Beberapa tahun lalu, Bu Suniah tiba-tiba merasakan nyeri pada bagian dada lebih tepatnya dekat dengan tulang rusuk bagian bawah. Awalnya Bu Suniah mengira sakit tersebut hanya sakit sementara dan melakukan terapi pijat. Karena dirasa tak juga membaik, Bu Suniah memutuskan untuk berobat ke dokter klinik setempat. Dokter menyebutkan bahwa sakit yang dirasakan Bu Suniah kemungkinan adalah sakit Maag. Hari-hari berlalu, dan rasa nyeri belum juga hilang setelah berobat hingga pada akhirnya Bu Suniah mulai merasakan adanya benjolan pada payudara bagian kanannya. Akhirnya Bu Suniah memeriksakan diri di rumah sakit setempat dan ternyata benjolan tersebut adalah kanker yang sudah cukup besar. Benjolan yang muncul kemudian diambil dengan jalan operasi dan dokter menyarankan untuk rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk pengobatan lebih lanjut. Bekerja sebagai buruh tani, jarak yang jauh dari Semarang dan biaya pengobatan membuat Bu Suniah berfikir untuk melakukan pengobatan lanjut. Bu Suniah telah memiliki fasilitas keshatan JKN – KIS PBI. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Suniah dan saat ini telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Semarang. BuSuniah dibawa ke Semarang untuk menjalani beberapa tindakan medis di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bu Suniah telah menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Saat ini Bu Suniah tengah menjalani sinar yang dijadwalkan sebanyak 30 kali penyinaran. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 952.

Jumlah Bantuan : Rp. 900.000,-
Tanggal :  31 Januari 2017
Kurir : @indrades @idaiddo @restirianii @DiahPertiwi1110

Bu suniah menderita kanker payudara kanan

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 HANIY DAYANIY 1,000,000
2 SUHERA MUSTAQIM 1,000,000
3 SUDIRMAN BIN TAMBASAH 1,000,000
4 ANASTASIA DAI KREDO 1,000,000
5 RAMLAH BINTI SANUDDIN 1,000,000
6 KUPE BIN HUDA 1,000,000
7 HAJARAH BINTI ANTO 1,000,000
8 DODOH 500,000
9 AFIDAH AGUS 500,000
10 DEDI BIN KENAN 500,000
11 ELIN JULIANI 500,000
12 UDI BIN ATIP 500,000
13 MULYATI BINTI SYARIFUDIN 1,000,000
14 NENGSIH BINTI ISAH 1,000,000
15 EROS BINTI HALIMAH 750,000
16 CICIH BINTI FULAN 500,000
17 DEDI SUHAEDI 500,000
18 NANANG BIN ADANG 500,000
19 M IRVANI REZA 500,000
20 YOYOH KHODIJAH 1,000,000
21 SUMEDI BIN SAWIRADI 500,000
22 YULIANI LESTARI 500,000
23 INDRI NOER MEYDIA 500,000
24 SUHANA BIN KINDI 500,000
25 YULNIDA BINTI JALIAS 750,000
26 ENTIN BINTI KASTOLANI 500,000
27 BAKSOS KECAMATAN SEBATIK 2,500,000
28 SYARIF NURDIANSYAH 750,000
29 NOVIA NUR WULANSARI 500,000
30 MAESAROH BINTI AJID 500,000
31 EMAY BIN DANU 750,000
32 ENGKOM BINTI ENTUY 750,000
33 IMAS SA’ADAH 500,000
34 HANI NURHAWATI 750,000
35 NINDYA HASNAL MALA 500,000
36 RUMSI BINTI AHMAD 500,000
37 JAMHARI DESTAM 1,000,000
38 RASYA BIN RANA 1,000,000
39 RIKA MAELANI 500,000
40 ENDAR 500,000
41 MIRA MAURIKA INDRIKA 500,000
42 HANDI KUSNAWAN 500,000
43 MAHDA ROMADONA 500,000
44 MIRA MAURIKA INDRIKA 500,000
45 DIAN HAERANI 500,000
46 YATI BINTI KAHDI 750,000
47 NINA SAMIAH 750,000
48 NAISIN BIN KUNEN 1,000,000
49 RAMI BINTI RAWA 500,000
50 MAEMUNAH BINTI MADAWI 1,000,000
51 MUHAMMAD FAJRI RAMADHAN 1,000,000
52 MUHAMMAD SUEB 2,500,000
53 MTSR BANDUNG RAYA 1 3,882,500
54 MTSR BANDUNG RAYA 2 3,831,500
55 JURIAH BINTI IDUN 500,000
56 ALVIN NURSYFA 500,000
57 MUHAMMAD ARKHA HERDIANSYAH 500,000
58 SAMSUDIN BIN OTO 500,000
59 IMAS ROSMIATI 500,000
60 AGUS SETIAWAN 500,000
61 UNTUNG SAHARA 2,500,000
62 SUNARTI BINTI ASTAP 500,000
63 MARYATI BINTI KASNURI 800,000
64 SUNIAH BINTI RASDJAN 900,000
Total 54,914,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 54,914,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 973 ROMBONGAN

Rp. 48,534,757,919,-

 

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


One Response to Rombongan 973

  1. Wahidi Zulhidayat

    sudah transfer. bingung konfirmasinya. Via BCA.

    Terima kasih