Rombongan 972

Siapa yang memberi pinjaman kepada pinjaman yang baik, maka Alloh akan melipatgandakan balasannya dan balasan yang mulia.
Posted by on March 21, 2017

ANITA AGUSTINA (42, Ginjal). Alamat: Jalan Bintara I No. 29 RT 12/2, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Provinsi Kota Bekasi. Ibu Anita seorang ibu rumah tangga yang mempunyai 3 anak yang masih bersekolah. Sejak bulan November 2016 beliau didiagnosis mengidap penyakit ginjal. Awalnya Bu Anita mengeluhkan sakit dibagian pinggang. Ibu Anita memeriksa ke klinik dekat rumahnya. Merasa sakitnya tak kunjung reda dan malah semakin menjadi, akhirnya beliau memutuskan untuk diperiksakan ke Rumah Sakit Persahabatan dan dirawat selama 9 hari kemudian kembali ke rumah. Setelah seminggu kemudian Bu Anita makin drop dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat yaitu Rumah Sakit Islam Pondok Kopi. Meskipun belum sembuh sempurna, Ibu Anita dan keluarga memutuskan untuk kembali kerumah karena kekurangan biaya. Ibu Anita mempunyai jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 2 yang masih mempunyai tunggakan. Suaminya yang bernama ADE ARSUDIN (43) hanya bekerja serabutan yang seringkali sebagai kuli panggul di pasar yang berpenghasilan tidak menentu dan kurang mencukupi untuk keluarga serta membiayai ketiga anaknya yang masih bersekolah. Atas izin Allah SWT, kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya akomodasi, setalah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 950. Ibu Anita dan suaminya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Ibu Anita dapat pulih dan sehat kembali seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-.
Tanggal : 23 Februari 2017
Kurir : @wirawiry @nurfahmadini @untaririri

Bu Anita menderita ginjal


SALIM ABDUL GHANI (2, Epilepsi+Pneumoni Komunitas+Penurunan Kekebalan Tubuh). Alamat: Jalan Bekasi Timur 5 RT 12/9 Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat. Salim Abdul Ghani adalah putra kedua dari pasangan bapak Ahmad Nuri dan ibu Nurmala. Salim terlahir dengan kondisi normal seperti bayi pada umumnya, tapi saat usia Salim menginjak 4 bulan Salim sering mengeluh sesak napas dan batuk. Mulai saat itu juga Salim sering keluar masuk rumah sakit, sempat beberapa kali kondisinya sangat menurun hingga hars dipasang alat bantu napas. Kini Salim juga sedang menjalani perawatan di RSCM, kondisinya sedang menurun dan sering mengalami kejang. Ditengah kondisi yang seperti ini, orang tua Salim tidak mungkin meninggalkan Salim. Sehingga, terpaksa orang tua agi bisa bekerja. Untuk memenuhi kehidupan sehari-hari mereka mengandalkan tabungan dan dari donator-donatur. Mendengar informasi tentang kondisi Salim, kurir Sedekah Rombongan langsung mengujungi Salim dan menyampaikan bantuan awal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama dirawat di rumah sakit.mohon doa terbaik untuk kesembuhan Salim.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 6 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Shendy

Salim menderita epilepsi+pneumoni komunitas+penurunan kekebalan tubuh


NANDITA SASKA (5, Leukimia Akut). Alamat: Jl. Batu Jambrut No. 155 RT 5/5 Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Kramat Jati, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Nandita, begitu gadis ini sering dipanggil oleh teman-temannya. Sejak bulan Januari lalu, Nandita kecil sering mengeluh demam, mimisan, muntah darah dan juga BAB darah. Sempat dibawa ke Klinik Corini tapi dokter mengatakan jika Nandita tidak sedang dalam masalah yang cukup serius, akhirnya hanya diberi obat demam. Selang beberapa hati, Nandita kecil kembali muntah darah disertai dengan pingsan, hingga harus menjalani perawatan di ruang ICU RS Polri. Disitu Nandita dilakukan beberapa pemeriksaan dan dokter mengatakan jika Nandita menderita Leukimia Akut. Kemudian, Nandita dirujuk ke RSCM dan masih menjalani kontrol rutin ke poli hematologi hingga saat ini. Nandita kondisinya masih belum benar pulih, tak jarang Nandita mengalami kejang. Sementara orang Nandita, bapak Suryana (41) sehari-hari hanya bekerja sebagi buruh serabutan dengan penghasilan yang tak menentu. Sementara ibu Endah adalah seorang ibu rimah tangga. Kondisi ini dirasakan cukup berat oleh ibu Endah, karena tak jarang dalam seminggu Nandita harus 3x bolak balik rumah sakit. Ditengah kondisi yang sedang dialami Nandita, langsung kurir Sedekah Rombongan mendatangi Nandita dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi ke runah sakit. Semoga Nandita kecil diberi kekuatan untuk melewati ujian sakit yang diberikan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 10 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Rini

Nandita menderita leukimia akut


MARIANI BAKTI (48, Katarak). Alamat: Jl. Eretan 1 No. 48 RT 9/1 Condet, Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramatjati, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Ibu Mariani, beberapa tahun yang lalu ibu Mariani sering mengeluh pusing dan matanya sering kunang-kunang. Saat itu, ibu Mariani mengira jika itu hanya pusing biasa sehingga tak begitu dihiraukan. Lama kelamaan pusing yang dirasakan semakin hebat dan matanya menjadi rabun. Ditengah kondisinya yang seperti itu, ibu Mariani tetap tidak berobat. Hingga bulan Oktober 2016 mata kanan ibu Mariani tidak bisa melihat lagi. Baru saat itu ibu Mariani membawa dirinya ke RSUD Pasar Rebo, dari hasil pemeriksaa  diketahui jika ibu Mariani menderita Katarak dan harus dilakukan operasi. Tapi lagi-lagi ibu Mariani menolaknya, hingga sebulan kemudian kedua mata ibu Mariani tak dapat melihat. Akhirnya ibu Mariani menyerah, bulan Februari kemarin menjalani operasi di RSUD Pasar Rebo. Keterbatasan ekonomi-lah yang membuat ibu Mariani terus menunda proses pengobatannya. Suami ibu Mariani, bapak Bakti (50) adalah seorang pekerja serabutan dengan penghasilan yang tak menentu. Sementar ibu Mariani sendiri sudah tak bisa lagi bekerja. Mendengar kondisi yang tengah dialami oleh ibu Mariani, kurir Sedekah Rombongan langsung mengunjungi beliau dan menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi. Ibu Mariani mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 9 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Rini

Mariani menderita katarak


SRI REZEKI (19, Tumor Batang Otak). Alamat: Jalan Radar Utara RT 1/9 Cipinang Melayu, Kelurahan Halim Perdanakusuma, Kecamatan Makassar, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Sri Rezeki atau lebih akrab disapa Kiki, begitulah gadis manis ini sering disapa oleh rekan-rekannya. Berawal dari tanggal 6 Februari lalu, Kiki mengalami pingsan saat sedang berolahraga di sekolahnya. Karena khawatir melihat kondisinya, Kiki lalu dilarikan ke klinik terdekat namum langsung dirujuk ke RS ST Carolus Salemba, setelah menjalani beberapa pemeriksaan, dokter mengatakan jika Kiki menderita Tumor Batang Otak Stadium 4. Karena keterbatasan fasilitas, Kiki dirujuk ke RS Pusat Otak Nasional, lalu dirujuk lagi ke RS Dharmais. 3 minggu dirawat di RS Dharmais, belum ada kemajuan yang berarti tentang kondisi Kiki. Kiki masih belum sadar dan hanya bisa terbaring lemah ditempat tidur. Untuk membantu pernapasanya Kiki harus dilakukan tindakan trakheostomi. Dokter sudah mengatakan jika kondisi ini terlalu berat untuk Kiki dan terus menguatkan orang tuanya. Orang tua Kiki, Bapak Anton sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Sementara sang ibu, ibu Hasanah (55) adalah seorang ibu rumah tangga. Meski untuk biaya perawatan telah ditanggung oleh jaminan kesehatan, tapi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kadang ibi Hasanah bingung karena beliau sendiri tidak bekerja. Mendengar informasi tentang kondisi Kiki dan ibunya, kurir Sedekah Rombongan langsung mengunjungi Kiki dan menyampaikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan harian. Semoga bantuan yang diberikan ini sedikit banyak dapat meringankan dan Kiki diberi kekuatan untuk melewati ini semua. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 9 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Rini

Sri menderita tumor batang otak


MUHAMMAD YUNDANG (51, Oedem Paru). Alamat: Bali Matraman RT 11/8 Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsis DKI Jakarta. Pak Yundang, begitulah bapak satu ini sering dipanggil. Sejak awal tahun 2017 sering mengeluh sesak dan nyeri di dadanya. Sempat berobat jalan di puskesmas selama 2 minggu, tapi selanjutnya dirujuk ke RS Budi Asih. Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan diketahui jika Pak Yundang menderita Oedem Paru atau terdapat cairan di paru-parunya sehingga harus dilakukan tindakan pemasangan WSD untuk mengeluarkan cairan tersebut. Kondisinya sudah cukup berat, sehingga pihak rumah sakit memutuskan untuk merujuk Pak Yundang ke RSCM dengan alasan keterbatasan fasilitas. Namun, 2 hari dirawat di RSCM, harapan Pak Yundang untuk sembuhpun sirna. Innalillahi wa innailaihiroji’uun, Pak Yundang berpulang. Istri Pak Yundang, ibu Etin (48) sangat terpukul dengab kondisi ini. Bertepatan dengan itu, kurir Sedekah Rombongan datang untuk menyampaikan bantuan untuk biaya pemakanan dan akomodasi ke rumah. Semoga segala amal baik Pak Yundang, diterima disisiNya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 18 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri

Pak Yundang menderita oedem paru


ASTRID BINTI DUL (5, Infeksi Usus). Alamat: Jl. Ramayana No. 13 RT 1/5 Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Kotamadya Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. Astrid, begitu bocah kecil ini sering disapa. Sejak 8 hari yang lalu Astri mengalami demam dan tidak kunjung turun, hal ini membuat orang tua Astrid cemas sehingga langsung melarikan Astrid ke RS Koja. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, dokter mengatakan jika Astrid mengalami infeksi di ususnya dan hal ini yang menyebabkan Astrid terus mengalami demam. Seminggu lebih menjalani perawatab di rumah sakit, ini cukup memberatkan orang tua Astrid. Meski seluruh biaya perawatan telah ditanggung jaminan kesehatan, tapi untuk kebutuhan sehari-hari mereka kesulitan. Orang tua Astrid, bapak Dul Rahman (42) sehari-hari bekerja sebagai buruh harian sehingga saat Astrid dirawatpun tak bisa bekerja dan tidak mendapat penghasilan. Sementara, ibu Yuli (32) adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Astrid dan menyampaikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semoga Astrid kecil lekas diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 18 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Icha

Astrid menderita infeksi usus


PESANTREN TAHFIDZ QURAN HALIMATUS ASSADIYAH (Bantuan Tunai). Alamat :  Jalan H. Sulaeman No. 24, RT 4/7, Kelurahan Perigi Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pondok pesantren ini didirikan oleh KH. Imam di tanah miliknya secara swadaya untuk menampung para santri yang ingin menjadi penghafal Al-Quran. Sudah puluhan santri bermukim di sana yang kebanyakan dari mereka adalah keluarga dhuafa yang berasal dari luar daerah mulai dari Tangerang sampai Flores. Para santri mendapatkan pendidikan, tempat tinggal dan kebutuhan sehari – hari secara gratis. Kebutuhan para santri dapat terpenuhi dari dana pribadi KH. Imam dan bantuan dari para donatur. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membantu operasional dan kebutuhan para santri pesantren ini. Semoga pondok pesantren ini dapat terus mencetak para tahfiz Qur’an yang dapat bermanfaat bagi agama, bangsa dan negara. Sebelumnya pesantren ini telah dibantu pada Rombongan 905.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 8 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Bantuan tunai


MUHAMMAD ZAHRIN ANDRIAN (8, CML). Alamat: Cipinang Asem RT 7/11 Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makassar, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Zahrin begitu bocah kecil ini disapa, tidak bisa menikmati masa kanak-kanaknya bersama dengan kedua orang tua kandungnya. Zahrin tinggal bersama dengan orang tua angkatnya, bapak Sunardi (55) dan ibu Eli (55). Zahrin pertama kali sakit saat usianya 4 bulan, waktu itu Zahrin kecil sering mengalami demam tinggi dan perutnya terasa keras. Oleh ibu Eli Zahrin sempat dibawa ke beberapa rumah sakit di Jakarta, tapi tak kunjung memberikan hasil yang memuaskan. Hingga akhhirya Zahrin dirujuk ke RS Polri dan diketahui jika Zahrin sakit Kanker Darah (CML). Tapi karena keterbatasan fasilitas di rumah sakit tersebut akhirnya Zahrin dirujuk ke Rumah Sakit Umum Nasional Dr Cipto Mangunkusumo. Hingga saat ini, usia Zahrin menginjak tahun ke 8 Zahrin masih terus menjalani kontrol rutin di RSCM di poli hematologi. Sekarang Zahrinn sedang menjalani perawatan di RSCM karena hemoglobin dantrombositnya rendah disertai dengan demam. Bu Eli merasakan berat, jika kondisinya seperti ini karena sang suami tidak bisa bekerja penuh dan mengurus Zahrin. Sementara ibu Eli sebagai pembantu rumah tangga, seringnya digaji tak seberapa. Ditengah kondisi yang dilami ibu Endah, kurir sedekah Rombongan yang mendapat informasi tentang ini langsung mengunjungi Zahrin dan menyampaikan bantuan awal untuk memenuhi kebutuhan Zahrin selama menjalani perawatan di rumah sakit. Semoga Zahrinlekas diberikkan kesehatan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 18 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Zahrin menderita kanker darah


FACHRI AL FAQI KHOIRULLAH (1, Atresia Billier). Alamat: Kp. Pengarengan RT 6/6 No. 99 Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Fachri, begitu anak ini akrab disapa. Setahun yang lalu Fachri terlahir dengan persalinan normal. Fachri awalnya seperti bayi pada umumnya, namun saat usianya menginjak 1 minggu tubuh Fachri terlihat kuning, sudah dijemur tapi tetap sama saja. Lalu oleh orang tuanya, Fachri dibawa ke bidan terdekat dan dirujuk ke rumah sakit ibu dan anak. Tetap tidak ada perkembangan yang berarti, akhirnya Fachri dirujuk ke RS Sardjito Jogjakarta, waktu itu Fachri masih tinggal di Kebumen. Cukup lama Fachri pulang pergi Jogja-Kebumen, karena dirasakan cukup berat, akhirnya orang tua Fachri memutuskan untuk membawa Fachri ke Jakarta yang kebetulan ayah Fachri bekerja di Jakarta. Usia 3 bulan, Fachri mulai berobat le RSCM. Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan, dokter mengatakan jika Fachri menderita Atresia Billier. Dan lagi, selama ini tindakan yang bisa dilakukan untuk anak dengan Atresia Billier adalah transplantasi hati. Sampai saat ini Fachri masih terus melakukan kontrol rutin di beberapa poli di RSCM, sambil menunggu jadwal transplantasi hati. Kadang seminggu bisa 2 sampai 3 kali ke poli, ini dirasakan cukup berat untuk orang tua Fachri, belum lagi biaya untuk membeli susu khusus yang tidak murah. Orang tua Fachri, bapak Edi (36) sehari-hari belerja sebagai buruh pabrik dan tak jarang harus ijin bekerja karena mengantar Fachri kontrol. Sementara sang ibu, ibu Siti (31) adalah ibu rumah tangga. Mendengar tentang kondisi Fachri, kurir sedekah rombongan langsung menemui Fachri di rumah sakit dan menyampaikan bantuan awal untuk akomodasi dan membeli susu khusus. Orang tua Fachri mengucapkan bantuan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 7 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Shendy

Fachri menderita atresia billier


HANUM YUNARNI (41, Diabetes + TB Paru). Alamat :  Jln. H. Hasan RT. 13/8 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Ibu Hanum biasa disapa, enam bulan lalu tepatnya bulan Maret 2016, Ibu Hanum mengeluh kurang enak badan dan segera berobat ke klinik terdekat dirumahnya yaitu Klinik Mitra 24 jam Penggilingan. Diagnosa dari dokter saat itu Ibu Hanum mengidap penyakit radang paru-paru. Setelah itu, Ibu Hanum menjalani kontrol rutin di klinik. Enam bulan berjalan sampai suatu malam awal bulan September  2016 Ibu Hanum mengeluh mual lalu muntah sampai tiga kali, karena kondisi melemah Ibu Hanum langsung dibawa ke rumah sakit Persahabatan Rawamangun. Ibu Hanum ditempatkan diruang IGD Isolasi dan di diagnosa mengidap penyakit Diabetes, saat itu angka gula darahmnya mencapai angka 600. Sebelumnya dokter menyarankan agar Ibu Hanum dirawat diruang ICU tapi pihak keluarga menolak karena tidak menyanggupi biaya yang harus dibayar yaitu Rp. 5.000.000 permalam, karena saat itu juga Ibu Hanum belum mempunyai jaminan kesehatan BPJS. Sebelumnya Ibu Hanum belum punya jaminan kesehatan BPJS, setelah dua hari dirawat di rumah sakit suami Ibu Hanum Edy Mulyadi (42) segera mengurus pembuatan kartu BPJS. Ibu Hanum merupakan ibu dari tiga orang anak yang masih bersekolah. Pak Edi Mulyadi bekerja sebagai tukang ojek pangkalan didekat rumahnya. Ibu Hanum sendiri berjualan jajanan anak dirumahnya untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi, setelah bantuan sebelumnya masuk rombongan 959. Kini ibu Hanum masih harus menjalani kontrol rutin di RSUP Persahabatan Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 10 Maret 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @untaririri

Hanum menderita diabetes dan TB paru


SUNARMI SUTRISNO (47, Stroma Nodosa). Alamat: Jl. H. Hasan Rt. 13/8 No. 33 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Ibu Sunarmi, begitulah beliau sering disapa oleh warga sekitar. Pada awal 2013 lalu, di leher ibu Sunarmi muncul benjolan sebesar kelereng. Oleh keluarga, ibu Sunarmi diperiksakan ke dokter spesialis THT. Dari dokter belum ada tindakan lanjutan, dan benjolan itu semakin lama semakin membesar. Karena khawatir, pihak keluarga membawa ibu Sunarmi dibawa ke Puskesmas Budhi Asih Cawang. Di Puskesmas, Ibu Sunarmi dilakukan pemeriksaan USG dan hasilnya dokter mengatakan jika ibu Sunarmi menderita Stoma Nodusa. Tapi karena keterbatasan alat, ibu Sunarmi dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Di RSCM, merujuk dari hasil USG dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan biopsi. Biopsi sudah dilakukan 2 kali pada bulan Juli dan Oktober 2015. Ibu Sunarmi sempat menghentikan pengobatannya karena BPJS yang tidak aktif, tapi alhamdulillah kini Bu Sunarmi bisa melanjutnya pengobatannya lagi meski tidak rutin. Karena kadang biaya untuk ke rumah sakit tidak ada. Sehari-hari Ibu Sunarmi adalah seorang ibu rumah tangga yang sesekali bekerja sebagai buruh cuci pakaian disekitaran tempat. tinggalnya. Sedangkan suaminya, bapak Sutrisno (56) bekerja sebagai tukang ojek pangkalan di depan pengadilan negeri Jakarta Timur. Sebagai tukang ojek, penghasilan yang diterima bapak Sutrisno tidak menentu. Sehingga penghasilan yang diterimapun tidak cukup untuk membayar segala kebutuhannya mulai dari bayar kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan biaya anak sekolah. Jadi Ibu Sunarmi harus bisa merelakan untuk tidak melanjutkan pengobatannya. Alhamdulillah, #KurirSR kembali dipertemukan dengan keluarga ibu Sunarmi, bantuan lanjutan untuk membayar BPJS dan biaya transport selama masa pengobatan kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 959. Ibu Sunarmi mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, karena dengan bantuan ini ibu Sunarmi dapat melanjutkan lagi proses pengobatannya.Semoga proses pengobatan yang dijalani Ibu Sunarmi diberikan kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 10 Maret 2017
Kurir: @wirawiry  @anasaramadhan @untaririri

Bu Sunarmi menderita stroma nodosa


ERAH BINTI SAIKAM (50, Infeksi Ginjal). Alamat : Kp. Cilandak Curug, RT 4/2, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Gejala penyakitnya yang dialami Bu Erah berawal pada akhir tahun 2011, saat itu muncul benjolan di bagian dada yang menyebabkan pegal dan nyeri. Lama – kelamaan benjolan tersebut semakin membesar dan terasa sakit. Bu Erah melakukan pemeriksaan ke klinik terdekat di daerah Rangkas Bitung. Setelah diperiksa, dokter menyatakan Bu Erah menderita infeksi ginjal. Selama 3 tahun Bu Erah mengonsumsi obat dari klinik tempat ia berobat tapi belum ada hasil. Kemudian Bu Erah dirujuk ke RSUD setempat untuk berobat. Letak rumah yang jauh dari perkotaan dan akses jalan yang sulit dilewati dengan kendaraan membuat keluarga kesulitan membawa Bu Erah ke RS. Bu Erah bekerja sebagai buruh tani dan suaminya Bapak Suardi (52) seorang buruh lepas dengan penghasilan yang tidak menentu. Bu Erah biasa ia dipanggil. Beliau tinggal bersama 2 orang anaknya. Anaknya bekerja di Jakarta sebagai buruh konveksi. Bu Erah dan suaminya mengungkapkan kesedihan saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan karena ia sendiri tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat dan belum memiliki jaminan kesehatan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional rawat jalan. Sebelumnya Bu Erah telah dibantu pada rombongan 959.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Maret 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri @anasaramadhan

Bu Erah menderita infeksi ginjal


IMING  BADRUDIN (20, Benjolan di Leher). Alamat: Ciperang RT 6/4 Kelurahan jayasari, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Jawa Barat. Tiga tahun yang lalu Iming merasakan ada benjolan dileher kanannya, selang beberapa lama benjolan itu pecah. Dan muncul lagi lalu pecah lagi terus seperti itu hingga menyisakan bekass luka. Dulu pernah Iming dibawa berobat ke mantra terdekat, tapi pengobatan tidak dilanjutkan karena alasan tidak ada biaya. Meskipun Iming memiliki jaminan kesehatan tapi untuk biaya transportasi tidak ada, karena jarak rumah ke rumah sakit memang jauh. Saat ini Iming hanya bisa menahan sakit dan jika kondisinya sedang baik membantu orang tuanya di kebun. Iming tinggal bersama dengan orang tuanya di sebuah rumah yang sangat sederhana bahkan bisa dibilang tidak layak. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan kembali mengunjungi Iming dan menyampaikan bantuan untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari, setelah bantuan sebelumnya masuk rombongan 959. Iming dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih, atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 10 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @anasaramadhan

Iming menderita benjolan di Leher


DALEM PANGESTU (11, Down Syndrome dan Jantung Bocor ). Alamat : Jl. Budimulia RT 10/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara. Dalem Pangestu anak ke 4 dari 5 bersaudara dari pasangan  Bapak Wiwit Nurcahyadi (48) dan Ibu Oneng Sri Wulan (46). Dalem Pangestu, sejak lahir memang sudah memiliki keterbelakangan mental, memasuki usia 1 tahun Dalem Pangestu sering mengalami demam tinggi dan kejang. Pengobatan pertama pernah dilakukan di puskesmas terdekat yang kemudian dirujuk untuk  pengobatan lanjutan ke RSUD Koja Jakarta Utara. Keterbatasan ekonomi menjadi kendala keluarga ini untuk membawa Dalem Pangestu berobat ke RSUD Koja. Bapak Wiwit Nurcahyadi yang belum memiliki pekerjaan tetap ini hanya pasrah melihat kondisi anaknya tersebut. Memasuki usia 11 tahun pengobatan kembali dilakukan, kondisi Dalem Pangestu bertambah menurun. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga sederhana ini, bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 959. Alhamdulillah, bulan Januari kemarin Dalem baru saja menjalani operasi dan semuanya berjalan lancar. Kini Dalem Pangestu masih harus menjalani kontrol rutin di RSUD Koja setiap seminggu sekali. Mohon doa untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 10 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @untaririri

Dalem menderita down syndrome dan jantung bocor


TRI BUDIANTORO (40, TBC MDR). Alamat: Jl. Budimulia RT 8/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Bapak Tri Budiantoro sejak empat bulan ini menderita sakit TBC MDR. Gejala awal yang dialami pemuda lajang ini adalah sering mengeluhkan demam dan berat badan turun drastis. Pengobatan pertama dilakukan ke Puskesmas terdekat, dari hasil pemeriksaan dokter puskesmas, Bapak Tri Budiantoro positif menderita TBC dan diharuskan berobat rutin selama sembilan bulan. Namun, kondisi  Bapak Tri Budiantoro terus menurun yang akhirnya dilarikan ke RSUD Persahabatan Jakarta, di RSUD Bapak Tri Budiantoro langsung mendapatkan perawatan intensif rawat inap selama dua minggu, pasca perawatan pengobatan dilanjutkan dengan berobat jalan, oleh team dokter yang menanganinya Tri Budiantoro diharuskan melakukan injeksi (suntik) setiap hari selama enam bulan dan mengkomsumsi obat TBC selama dua tahun. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu dalam pengobatannya, namun biaya transportasi selama pengobatan sangat memberatkan apalagi selama ini Bapak Tri Budiantoro belum bekerja. Alhamdulillah #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 959. Sampai saat ini Bapak Tri Budiantoro masih terus menjalani kontrol rutin ke RS Persahabatan Jakarta, karena obat yang diminum sekarang tidak boleh putus. Semoga apa yang telah dilakukan Bapak Tri Budiantoro akan memberikan kesembuhan nantinya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 9 Maret 2017
Kurir: @ddsyaefudin @anasaramadhan @untaririri

Pak Tri menderita TBC MDR


ALZENA SAFA (4, Gizi Buruk). Alamat: Jl. Budi Mulia No. 24 RT 6/4, Kelurahan Pedemangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Alzena, gadis kecil berusia 4 tahun ini hanya memiliki berat badan 11 kg. Tubuhnya kecil dan lemas. Alzena, tidak seperti balita seusianya yang suka atau bisa makan apapun yang diinginkan. Alzena, hanya bisa minum susu. Dalam sehari biasanya Alzena minum susu 5 sampai 6 botol. 1 kaleng susu hanya cukup untuk 1 minggu. Ayah Alzena, bapak Untung Subagio (30) sehari-hari hanya bekerja sebagai penjaga toko di kawasan Glodok Jakarta Barat, sementara Ibu Rohana (27) adalah seorang ibu rumah tangga yang setiap harinya mengurus pekerjaan rumah dan merawat Alzena. Sebagai seorang penjaga toko, penghasilan yang diterima bapak Untung tidak seberapa. Bahkan, untuk memenuhi segala kebutuhannya saja sering kurang. Selain untuk membeli susu untuk Alzena, bapak Untung masih harus membayar kontrakan, biaya sekolah anak pertama dan biaya makan sehari-hari. Tentu beban ini dirasa berat oleh bapak Untung, ia tidak bisa membayangkan jika setiap kali ada kekurangan harus pinjam dengan tetangga. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi selama berobat dan membeli kebutuhan untuk Alzena, setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 959. Kini berat badan Alzena terus naik dan masih rutin menjalani kontrol ke RSCM Jakarta, semoga ikhtiar Alzena untuk mendapatkan kesembuhan diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000,-
Tanggal: 10 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @untaririri

Alzena menderita gizi buruk


SHINTA AMALIA (2, Hydrocepalus) Alamat: Jalan Pahlawan Komarudin, RT 4/5, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Shinta, biasa orang tua dan lingkungan sekitar memanggilnya. Balita pejuang Hydrocepalus ini tinggal disebuah rumah kontrakan bersama kedua orang tua dan kakak perempuannya. Shinta, saat berusia 7 bulan didalam kandungan oleh dokter telah dinyatakan menderita Hydrocepalus melalui hasil USG. Shinta dilahirkan di RS Resti Mulya Penggilingan pada Juni 2015. Setelah 10 hari dari hari kelahirannya, orang tua Shinta mendapat rujukan ke RS Persahabatan Rawamangun untuk melakukan pemeriksaan atas kondisinya. Setelah 8 hari rawat inap di RS Persahabatan, Shinta menjalani operasi pertamanya untuk pemasangan alat di kepalanya. Untuk memenuhi kebutuhan gizinya, Shinta hanya memakan nasi yang diberi kecap manis dan meminum susu yang dibeli Ibunya diwarung karena tidak memiliki biaya untuk membeli susu khusus. Ayah Shinta, Amirudin (41) hanya penjual kue cubit keliling dengan penghasilan yang tidak menentu. Sementara ibunya, Enok Suhartini (39) seorang ibu rumah tangga yang bekerja sebagai buruh cuci pakaian. Setiap hari Shinta diajak Ibunya bekerja yang jaraknya kurang lebih 500 meter dari kontrakannya. Bermodalkan jaminan kesehatan BPJS yang didapat dari pemerintah, Shinta berjuang mencari kesembuhan. Namun kendala yang dihadapi sekarang tidak adanya biaya transportasi ke rumah sakit, mengingat penghasilan kedua orang tuanya yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan kebutuhan yang lainnya, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 959. Terima kasih dan doa dihaturkan dari kedua orang tua Shinta kepada para #Sedekaholics. Semoga doa dan usaha Shinta untuk mencari kesembuhan diijabah oleh Allah SWT. Amin ya robbal allamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 10 Maret  2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @untariri

Shinta menderita hydrocepalus


RISKI KHOMARIAH (15, CML + Tumor Intrach). Alamat: Jalan Mengkudu Blok M RT 18/7 Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Kotamadya Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. Riski Khomariah atau lebih sering disapa Riski, gadis kecil ini awalnya tumbuh layaknya anak seusianya bermain dan belajar di sekolah juga. Namun, saat usia Riski menginjak 9 tahun, seolah dunia telah berbalik. Waktu itu Riski sering terlihat pucat, gampang lelah dan kadang juga mimisn, karena khawatir orang tuanya langsung membawa Riski ke RSUD Koja. Namun oleh dookter dirujuk ke RSCM, dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan dokter mengatakan jika Riski menderita CML atau kanker darah. Sejak saat itu, gadis kecil ini harus bersahabat dengan rumah sakit setiap seminggu sekali harus menjalani kontro rutin. Saat usia Riski menginjak 12 tahun, sang ibu memutuskan untuk pergi merantau ke Malaysia karena kondisi ekonominya yang sangat terbatas sehingga ibu Riski terpaksa melakukan ini. 3 tahun ibu Riski merantau, ternyata Riski tidak lagi melanjutkan pengobatannya. Sehingga kondisi Riski semakin engkhawatirkan, kini Riski sering mengeluh sesak karena adanya pembesaran diperutnya, sering mimisan bahkan muntah darah. Mendengar kondisi anaknya yang semakin memprihatinkan, ibu Riski memutuskan untuk puang ke Indonesia. Seminggu setelah kepulangannya, Riski langsung masuk rumah sakit karena kondisinya menurun. Kini Riski sedang menjalani perawatan di RSCM untuk dilakukan transfuse karena Hb dan Trombositnya yang rendah. Selama 10 hari menjalani perawatan sang ibu, ibu Ana Rikhana (37) hanya sendirian menunggu Riski. Bekal yang dibawa dari merantaupun seadanya, sehingga di rumah sait kadang orang tua Riski harus menahan lapar. Mengetahui tentang kondisi Riski, kurir sedekah rombongan langsung menjenguk Riski dan menyampaikan bantuan awal untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani perawatan di rumah sakit. Riski dan ibunya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga Riski lekas diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 6 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Riski menderita CML + tumor intrach


RSSR JAKARTA (Operasional) Alamat: Jl. Inspeksi Kali Ciliwung Kenari II RT 4/4 No. 15 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. RSSR atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta terletak di sekitar RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo  Jakarta. RSSR berfungsi sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta. Seperti Ibukota atau kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Solo, Semarang, Bandung, Malang, Ternate, Flores, Aceh dan kota lainnya. Di Jakarta khususnya dekat wilayah RSCM kita mengontrak tiga rumah untuk pasien rawat jalan, yang menjadi perhatian kita sehari-hari. Saat ini ada total 20 pasien dampingan yang tinggal di RSSR. Di RSSR III ada 4 kamar yang bisa ditempati pasien. Tidak hanya sekedar diberikan bantuan rtin setiap bulannya, di RSSR juga disediakan sembako, peralatan mandi, susu, pampers dan kebutuhan pasien yang lainnya. Bantuan disampaikan untuk membayar biaya sewa RSSR III dan operasional.  setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 959. Semoga pasien-pasien yang sedang berjuang mencari kesembuhan ini diberi kesabaran serta kelancaran dalam proses pengobatannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 13.700.000,-
Tanggal: 6 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri

Biaya operasional


SARENGAT BIN JUMADI (68, Diabetes). Alamat :  Dusun Tanjung Sari, RT 1/5, Desa Gedung Boga , Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung.  Bapak Sarengat saat ini menderita sakit Diabetes awalnya sekitar dua tahun lalu Bapak Sarengat menggalami gatal- gatal di kaki lalu ia menggaruknya namun kakinya menjadi lecet dan berdarah, karena tidak biaya Bapak Sarengat hanya berobat ke Puskesmas tetapi sakitnya tidak kunjung sembuh, sebelum sakitnya parah sebelumnya Bapak Sarengat pernah memeriksakan sakitnya kerumah sakit terdekat dan menurut diagnosa dokter Bapak Sarengat menderita sakit Diabetes, karena kondisi ekonomi yang kurang mampu Bapak Sarengat tidak melanjutkan pengobatannya hingga sekarang ia hanya dirawat seadanya dirumah oleh anaknya, sebetulnya Bapak Sarengat memiliki JKN-KIS  namun belum pernah digunakan saat ini jika penyakitnya kambuh dan setiap kali gatal-gatal ia hanya di beri obat-obatan warung, kondisi Bapak Sarengat saat ini terdapat luka di bagian kaki dan punggungnya dan jika kambuh kakinya membengkak, saat ia hanya tinggal bersama anaknya yang bekerja sebagai buruh tani, sementara istrinya Marsuminah sudah lama meninggal dunia. Kurir SedekahRombongan yang melihat keadaannya sangat prihatin atas beban derita yang ditanggung oleh Bapak Sarengat untuk mengurangi beban hidupnya SedekahRombongan Lampung memberikan bantuan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup dan pengobatan Bapak Sarengat.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 28 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @siskakhadija @azizilalang2 @lilianiharis

Bu Saregat menderita diabetes


BAYI NONA MONA RISCA (1, Kelainan Alat Vital). Alamat : Jalan Yos Sudarso, Kampung Teluk Jaya, RT 13/-, Kelurahan Panjang Selatan, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Awal 2017 lalu, Ibu Mona melahirkan anaknya dengan kelainan pada alat vitalnya. Pada masa kehamilan, Ibu Mona melakukan USG dan dokter mengatakan anaknya berjenis kelamin laki-laki namun bentuknya tidak begitu jelas. Namun setelah lahir, bayi Ibu Mona memiliki 2 bentuk kelamin, bagian bawah seperti jenis kelamin wanita dan di bagian atas seperti bentuk jenis kelamin laki-laki. Keluarga telah membawa Bayi Nona untuk di USG, tetapi untuk pemeriksaan pendukung dibutuhkan pengecekkan kromosom di laboratorium swasta. Kondisi terkini Bayi Nona belum dapat diketahui berjenis kelamin laki-laki atau perempuan. Bayi Nona adalah anak ketiga dari pasangan suami-istri Bapak Dedi Junaidi (28) dan Ibu Nona Mona Risca (26). Bapak Dedi bekerja sebagai buruh, mereka tinggal mengontrak di daerah panjang. Kedua anaknya yang lain telah meninggal dunia. Sampai saat ini Bayi Nona belum dibuatkan kartu jaminan kesehatan. Ibu Mona mengungkapkan kesulitan biaya untuk melakukan pengecekan kromosom untuk mengetahui anaknya berjenis kelamin laki-laki atau perempuan. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Mona. Titipan langit pun disampaikan untuk membantu agar Bayi Nona dapat diketahui jenis kelaminnya. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada para sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Februari 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri @sevinndae @RamadaniFredyE6 @yesaridani

Bayi nona menderita kelainan alat Vital


AZKA ALKHALIFI ZIKRI (2, Ginjal Bocor + Kelainan Pada Tulang Kaki). Alamat : Gunung Batu I, RT 3/1, Kelurahan Sri Katon, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Balita menggemaskan ini, Azka adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan Lampung. Sejak lahir Azka sudah mengalami kelainan pada tulang kaki. Ketika usianya menginjak 17 bulan, terjadi pembengkakkan di sekujur tubuhnya. Setelah dibawa ke beberapa rumah sakit di Bandar Lampung, diketahui Azka mengalami ginjal bocor. Walau sudah berkali-kali dibawa ke rumah sakit, pembengkakkan di tubuhnya masih sering terjadi. Azka kemudian kontrol di Rumah Sakit Puri Betik setelah mendapat rujukan dari RSAM. Setelah melalui proses siklofosfamid untuk ginjalnya sebanyak 5 kali, kondisi Azka sudah tidak mengalami bengkak di sekujur tubuhnya. Warna gelap di kulit bagian bawah mata juga sudah mulai memudar, dan kadar protein pun sudah turun dari positif 2 menjadi positif 1, tetapi karena kadar protein masih di positif 1 sehingga proses siklofosfamid masih tetap harus dijalani sebanyak 2 kali lagi. Saat ini kondisi tubuh Balita ini jauh lebih kurus dari sebelumnya, karena kurang nafsu makan, efek dari proses siklofosfamid. Ayahnya, Pak Dodi Irwanto (27), seorang buruh pabrik dan Ibu Suratminah (21), seorang ibu rumah tangga. Azka memiliki kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali menyampaikan titipan langit ketiga dari sedekaholics untuk biaya pengobatan dan transportasi. Santunan kedua masuk pada rombongan 922. Semoga balita lucu ini segera sehat dan tumbuh kembang seperti balita lainnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Februari 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri @nia_dec07 @yesaridani

Azka menderita ginjal bocor + kelainan pada tulang kaki


ELVINDRA RIZKI PRATAMA (19, Luka Bakar 50 %). Alamat : Dusun Pringkumpul, RT 1/1, Kecamatan Pringsewu Selatan, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Pada tanggal 24 Januari 2017, ketika Elvindra selesai bekerja dan sedang duduk di pinggir jalan raya, datang 5 orang pemuda yang tidak dikenal mendekatinya sambil membawa minuman keras dan bensin. Elvindra pun diajak berinteraksi dan ditawarkan ikut minum, namun ia menolaknya. Tiba – tiba ke 5 orang itu pun langsung menyiram Elvindra dengan bensin dan dibakarnya tubuh Elvindra. Remaja itu  pun terbakar, warga yang melihat segera menyiram tubuh Elvindra dengan air. Elvindra segera dilarikan ke Klinik Wisma Rini, setelah itu dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Saat ini luka bakar yang dialami Elvindra 50 % melepuh dari bagian kepala sampai bagian perut. Ayah Elvindra, Hendri Gunawan meninggal dunia saat ia sedang duduk di bangku sekolah, sedang ibunya, Halimah (45) sebagai tulang punggung keluarga yang bekerja sebagai pedagang harus membiayai pengobatan dan biaya hidup sehari-hari. Saat pengobatan Elvindra menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Mengetahui keadaan Elvindra, Kurir Sedekah Rombongan Lampung mendatangi keluarga untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholics guna membeli obat suplemen untuk memberikan efek penyembuhan yang lebih cepat dan biaya hidup. Semoga bantuan yang disampaikan dapat membantu dan Elvindra lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 29 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri @sevinndae @raden_691 Yuni @nurazizahagustn @yesaridani

Elvindra menderita luka bakar 50 %


MUHAMMAD TEGAR ERLANGGA (8, Benjolan di Leher). Alamat : Jalan Taman Sari, Dusun III, RT 6/2, Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Berawal pada 1 tahun yang lalu, tepatnya bulan Januari 2016, Adik Tegar merasakan benjolan di bagian leher sebelah kiri, namun ia tidak merasakan sakit ataupun nyeri. Pada bulan Desember 2016, Adik Tegar merasakan kembali nyeri  bahkan sampai demam dan benjolan mulai membesar. Sebulan setelahnya, Adik Tegar  yang masih duduk di sekolah dasar ini, merasakan benjolan tersebut sebesar telur puyuh. Keluarga pun langsung membawanya ke Puskesmas setempat dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut, tetapi dikarenakan kondisi ekonomi, Adik Tegar pun tidak dibawa ke rumah sakit. Ayahnya, Afrizal (31) kesehariannya bekerja sebagai buruh rongsok, sedang ibunya, Murniwati (30) seorang ibu rumah tangga. Pihak keluarga kesulitan untuk biaya pengobatan dan biaya hidup sehari-hari. Selama pengobatan Adik Tegar menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan Lampung dipertemukan dengan Adik Tegar. Titipan langit pun disampaikan untuk meringankan biaya pengobatan dan biaya hidup sehari – hari. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada para pencari muka di depan Tuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Februari 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri @viaamaliaR @nia_dec07 Gegen @nurazizahagustn @yesaridani

Tegar menderita benjolan di leher


ROKIYAH BINTI SILANDUNG (54, Ca Servix). Alamat : Gedung Menang, RT 1/1, Kelurahan Gedung Menong, Kecamatan Negeri Agung, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung. Ibu Rokiyah adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan Lampung. Ibu Rokiyah yang didiagnosis dokter Rumah Sakit Haji Kamino menyatakan beliau turun peranakan atau prolaps uteri disertai dengan infeksi sekunder dan perlengketan pada dinding vaginanya. Alhamdulillah Saat ini Ibu Rokiyah sudah selesai melalui proses penyinaran sebanyak 25 kali dan beliau sudah diperbolehkan pulang ke kampung halamannya di Way Kanan untuk meneruskan pengobatan dan pemeriksaan kesehatannya di Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Saat ini Ibu Rokiyah sedang dalam tahap kontrol di RSAM dan kondisi kesehatan beliau pun sudah sangat membaik, tidak merasakan keluhan sakit lagi dan mulai ada selera makan, sehingga sangat membantu proses penyembuhan. Ibu Rokiyah adalah seorang buruh tani sedangkan suaminya sudah meninggal dunia. Ia menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI selama pengobatan. Keluarga merasa sulit biaya hidup dan transportasi ke RSAM. Kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali menyampaikan titipan langit ketujuh kepada Ibu Rokiyah untuk biaya hidup dan transportasi. Titipan langit keenam tersampaikan dalam rombongan 956.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri @nia_dec07 @raden_691 @yesaridani

Bu Rukiyah menderita ca servix


RSSR LAMPUNG (Biaya Operasional RSSR Februari 2017). Alamat : Jalan Zebra, Nomor 24, RT 6/-, Lingkungan 1, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Sejak dibangun pada bulan Mei 2016 lalu, Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) banyak memberi manfaat kepada para dhuafa sakit yang sedang rawat jalan atau kontrol di rumah sakit-rumah sakit wilayah Bandar Lampung. RSSR berfungsi sebagai tempat tidur sementara pasien dari luar kota Bandar Lampung. Sudah puluhan pasien Sedekah Rombongan Lampung yang terbantu dengan adanya RSSR dengan fasilitas gratis serta sembako gratis yang diperuntukkan pasien dan pendamping pasien. Bantuan sedekaholics yang tak pernah berhenti meringankan kesulitan para pasien Sedekah Rombongan. Pasien pun sangat terbantu adanya kurir yang senantiasa memantau RSSR. Bulan ini biaya operasional yang digunakan untuk memfasilitasi pasien dan penyetokkan sembako mencakup pembelian beras, telur, garam, minyak makan, gas, air minum, biaya administrasi, biaya listrik, biaya sampah dan pengeluaran lainnya yang menyangkut RSSR. Puluhan pasien berterima kasih kepada sedekaholics, terlebih lagi beberapa bulan ini pasien RSSR melonjak naik sehingga pengeluaran pun naik namun terbantu dengan sedekaholics. Biaya operasional bulan Januari tercantum dalam rombongan 956.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.000.000,-
Tanggal : 13 Maret 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri @evandlendi08 @adityaBdvil @raden_691 Fajri @yesaridani

Biaya operasional RSSR Februari 2017


RUDI BIN NURIL (42, Katarak Komplikata). Alamat : Sungai Badak, RT 2/4, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Bapak Rudi yang pekerjaannya sebagai penghalus kayu sering merasakan gatal pada matanya dikarenakan debu kayu. Mulanya hanya pada bagian mata sebelah kiri, kemudian menjalar ke bagian mata kanan. Setelah dibawa ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) hasil diagnosis Bapak Rudi terkena katarak komplikata, kemudian beliau dirujuk ke Rumah Sakit Cicendo Bandung (RSCB). Pasca operasi mata kiri, Bapak Rudi dijadwalkan kontrol rutin dan rencana dokter akan dipasang mata palsu, sedangkan mata kanan masih mencari donor kornea mata. As (40), istrinya kesehariannya sebagai ibu rumah tangga. Alhamdulillah pengobatan Bapak Rudi dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Biaya yang dibutuhkan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan berobat selama rawat jalan di RSCB. Setelah bertemu kurir Sedekah Rombongan, beliau pun menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Lampung. Titipan langit keenam kembali disampaikan untuk membantu biaya sehari-hari dan berobat. Titipan langit kelima tercantum dalam rombongan 956.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 11 Februari 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri @raden_691 @yesaridani

Pak Rudi menderita katarak komplikata


BANJIR LAMPUNG TIMUR (Bantuan Sembako). Alamat : Desa Karang Anyar, Dusun 1, RT 1/2, Kecamatan Labuhan dan Desa Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Banjir melanda Kabupaten Lampung Timur sejak rabu, 22 Februari 2017 sampai puncaknya pada 24 Februari 2017. Hal tersebut terjadi akibat meluapnya sungai dan air laut setelah sebelumnya wilayah tersebut diguyur hujan deras selama hampir seminggu. Puluhan rumah warga tergenang air sampai ketinggian 80-90 cm di Desa Karang Anyar, sedangkan di Desa Pasir Sakti ketinggian banjir sampai 1 meter. Warga kehilangan mata pencariannya sebagai nelayan di Desa Karang Anyar karena laut yang meluap. Sedangkan di Desa Pasir Sakti, puluhan hektar sawah terendam banjir. Warga kesulitan bahan sandang dan pangan dikarenakan semua terendam air. Kurir Sedekah Rombongan Lampung bergerak mendatangi desa-desa yang terkena banjir. Setelah melakukan survey dan mencatat kebutuhan yang diperlukan warga, kurir Sedekah Rombongan bekerja sama dengan posko-posko banjir. Alhamdulillah bantuan pun dapat tersalurkan kepada masyarakat yang tertimpa bencana di wilayah banjir tersebut. Jenis bantuan yang disampaikan berupa paket kebutuhan sehari-hari yang sekaligus juga bisa dimanfaatkan saat keadaan kembali darurat, antara lain : beras, mie instan, air mineral, minyak goreng, dan  telur. Bantuan disalurkan ke sejumlah titik pusat banjir di Desa Karang Anyar dan Desa Pasir Sakti. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan bisa mengurangi beban mereka yang membutuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 2 Maret 2017
Kurir : @akuokawai @adityaBdvil Cory Fajri Andri Memey Taufik @nando_931 @yesaridani

Bantuan sembako


MUHAMMAD IRHAM NAZATULLOH (7,Hydrocepalus + tidak ada tempurung kepala). Alamat : Desa Wargomulyo, RT 4/1, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Sejak lahir adik Irham sudah mempunyai kelainan pada kepalanya, ada benjolan besar pada kepalanya dan berisi cairan. Adik irham sudah melakukan operasi sebanyak 2 kali. Operasi yang pertama pengangkatan benjolan dikepalanya yang berisi cairan dan setelah dilakukan operasi pada benjolan yang berisi cairan  ternyata pada bagian kepala tersebut tidak ada tempurung kepalanya. Setelah beberapa tahun operasi yang pertama, kelapanya kembali membesar dan kemudian dilakukan operasi yang kedua pada saat usia adik Irham 4 tahun, saat operasi yang kedua juga dipasangkan selang dari kepala ke perut untuk mengalirkan cairan dikepalanya agar tidak kembali membesar. Kedua operasinya dilakukan di Rumah Sakit Abdoel Moeloek (RSAM) Bandar Lampung. Setelah operasi adik Irham diharuskan kontrol rutin ke RSAM, Orang tua adik Irham Bapak Heriyanto (40) yang bekerja sebagai buruh tani dan Ibu Nurhibah (36) sebagai ibu rumah tangga membuat biaya untuk kontrol tidak selalu ada dan tempat tinggal yang jauh menjadikan adik Irham kontrol ketika ada biayanya saja. Selama menjalani pengobatan dan operasi adik Irham menggunakan jaminan kesehatan JKN KIS PBI. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan Lampung dipertemukan dengan adik Irham dan bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya kontrol ke RSAM. Semoga adik Irham cepat sembuh dan dapat bermain seperti teman-teman yang lainnya.

Jumlah Bantuan : Rp.1 500.000,-
Tanggal : 23 Februari 2017
Kurir : @akuokawai @saesaraya @yulian_safri @jajang_fajar arief

Irham menderita hydrocepalus + tidak ada tempurung kepala


SUCIATI BINTI KARTONO (48, Diabetes). Alamat : Desa Guwo, RT 3/4, Kec. Tlogowungu, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Sejak sepuluh tahun yang lalu Ibu Suci terindikasi penyakit diabetes mellitus, penyakit diabetes yang dialami tiga tahun berikutnya menyerang saraf mata Ibu Suci sehingga dari tahun 2013 beliau mengalami buta permanen. Ditambah lagi adanya luka yang terdapat dikedua kakinya akibat tergores kerikil ketika berjalan, sebetulnya pernah dua kali rawat inap di rumah sakit namun tak kunjung membaik. Tidak adanya JKN untuk berobat rutin juga tidak adanya sanak keluarga yang serumah untuk mengurus rumah mengakibatkan luka-luka pada kedua kaki yang sudah bertahun tahun tak kunjung sembuh membuat Ibu Suci tidak bisa berjalan. Ibu Suci hanya bisa duduk dan berbaring nyaris tidak ada aktifitas yang bisa di lakukan dan hanya menunggu bantuan kerabat dan tetangga untuk melakukan aktifitas ke MCK maupun makan, sedangkan anak pertama Ibu Suci Esha (26) mengalami gangguan jiwa tidak bisa banyak membantu ibunya.Suaminya Husein (55) telah pergi lama selepas kelahiran anak yang kedua. Sedangkan anak pertama Ibu Suci sudah berumah tangga dan sesekali menengok Ibunya. #SedekahRombongan mengunjungi rumah Ibu Suci dan memberikan Bantuan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Januari 2017
Kurir : @dewa_popfmpati @Eguh @JeanseaMaurer

Ibu uci menderita diabetes


MINARSI BINTI GUNAWI (30 ,Lumpuh Layu). Alamat : Dk. Pojok, Desa Sidomulyo, RT 1/2, Kec. Jakenan,  Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Sejak berumur satu tahun Minarsi tidak bisa berjalan, meskipun sudah diajari berdiri oleh kedua orang tuanya, kakinya lumpuh layu tidak bisa menopang anggota badan yang lainnya. Di umurnya yang ke-30 tahun beliau hanya bisa berbaring diatas tempat tidur, segala aktivitas dibantu oleh kedua orang tuanya. Tidak adanya JKN yang dimiliki membuat tidak adanya langkah pengobatan sejak dini yang dilakukan. Ayahnya Gunawi (63) dan Ibunya Sami (61) bekerja sebagai petani, berapapun hasil yang didapat selalu mereka syukuri. Sedangkan adiknya  Marlena Dwi Cahyani (19) baru saja menikah dan mengurus keluarganya sendiri. Kurir SedekahRombongan berkunjung ke rumah Minarsi dan memberikan bantuan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan semoga bisa membantu keluarga Minarsi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @Elpin @JeanseaMaurer

Bu Minarsih menderita lumpuh layu


TPQ AL- ISTIANAH (Renovasi Bangunan) Alamat : Dk. Ciroto, Desa Durensawit, RT 7/4, Kec. Kayen, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. TPQ Al-Istianah merupakan TPQ perintis yang awalnya dibangun oleh Bapak Haryono (29) dan Istrinya Dzurrotul Khoiriyah (27) pada tahun 2011. Bapak Haryono sendiri bekerja sebagai penjual sayur keliling, dan istrinyalah yang membimbing para santriwan-santriwati untuk belajar membaca Alqur’an dengan fasih dan tajwid yang benar. TPQ AL ISTIANAH awalnya berdiri atas inisiatif dari Bapak Haryono dan istri yang merupakan alumni sebuah Ponpes di Sarang, prihatin dengan kondisi banyak sekali anak usia dini yang belum bisa membaca Al- Qur’an. Pada tahun 2011 bertekad menanamkan pendidikan Islam melalui TPQ AL ISTIANAH dalam diri anak sedari dini. Berawal dari satu santri yang memang sengaja di titipkan oleh kedua orangtuanya mengaji di rumah Ibu Dzurrotul kini TPQ AL ISTIANAH puluhan santri yang belajar mengaji dari tahap IQRO’ sampai dengan Al- Qur’an. Keadaan tersebut berlanjut dan ia menampung 50an santri didalan rumah dan sekarang sekitar 75 orang santri. Namun, karena santri semakin bertambah kondisi tersebut kini kurang terdukung fasilitas yang menyebabkan santri harus berdesak- desakan saat belajar dan terbagi dalan beberapa jam karrna harus bergantian. Ibu Dzurrotul berencana memperluas ruangan belajar yang akan ditempatkan pada sebidang tanah miliknya. Akan tetapi terkendala biaya, karena ia tidak pernah menarik iuran wajib. Sehingga tidak ada guru lain yang mengajar selain suaminya. Kini TPQ tersebut memiliki kas Rp. 5.000.000,- dan hendak membongkar dapurnya dan mewakafkannya untuk melakukan perluasan ruangan tetapi terkendala biaya. #SedekahRombongan memberikan bantuan yang digunakan untuk menambah dana pembangunan TPQ AL ISTIANAH. Semoga selalu diberi Allah balasan terbaik dari jerih payah yang dilakukan Bapak Haryono dan Ibu Dzurrotul. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 12 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @Elpin @JeanseaMaurer

Bantuan renovasi bangunan


RAHMAWATI BINTI SUWARNI (6, Difabel). Alamat : Desa Sidomulyo, Dukuh Pojok, RT 6/2, Kec. Jakenan, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Rahma adalah siswa kelas 1 di SDN 3 Sidomulyo, Sejak lahir Rahma mengalami difabel, dia lahir dengan satu kaki, dia hidup dengan kakek dan neneknya. Orang tua Rahma sudah lama berpisah dan sekarang telah berkeluarga namun, Rahma tetap hidup dengan kakek Sariyo (62) dan nenek Suwarni (57), keduanya sangat menyayangi Rahma, walaupun hidup sederhana sebagai buruh tani, namun rasa syukur yang setiap hari diucapkan membawa banyak berkah dalam kehidupan mereka. Sehari-hari Rahma beraktivitas sendiri dengan bantuan tongkat penyangga yang dibuatkan salah satu warga untuk Rahma. Semangat dan rasa percaya diri yang tangguh membuat Rahma semakin disayang banyak orang, disamping ramah dan baik, rahma juga anak yang ceria. Kurir #SedekahRombongan merasa takjub ketika melihat semangat Rahma untuk belajar mengaji kala itu. #SedekahRombongan juga memberikan bantuan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup Rahma dan kedua kakek neneknya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 November 2016
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @Elpin @JeanseaMaurer

Rahma menderita difabel


LEGI BINTI PAIJAN (79, Dhuafa). Alamat : Bungastemplek RT 1/4, Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Mbah Legi demikian tetangga biasa menyapa nenek ini, diusia senjanya beliau hidup seorang diri dan kondisi yang memprihatinkan. Karena tidak adanya sanak keluarga yang mengurus beliau ditambah lagi selama pernikahan beliau dengan suami Sadiman (alm) tidak dikaruniai seorang anak. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari beliau mengais sisa panen padi disawah orang lain dan terkadang dibantu para tetangga untuk kebutuhan makan beliau .Kurir #SedekahRombongan ketika menjumpai merasa sedih melihat keadaannya, lalu memberikan  bantuan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Semoga bisa bermanfaat untuk Mbah Legi.

Jumlah Bantuan :Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Januari 2017
Kurir : @dewa_popfmpati Bagus @JeanseaMaurer

Ibu Legi seorang dhuafa


MULYANI BINTI PAAT SURIP (64, Patah Tulang). Alamat: Dusun Kuncen Lama RT 1/1, Desa Ungaran, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Mulyani biasa beliau dipanggil, adalah seorang buruh cuci baju di desanya. Ibu Mulyani bersama keluarganya mengalami kecelakaan ketika mengantar tetangganya pindah rumah sekitar tahun 1984. Bis yang membawa rombongan mengalami kecelakaan, beliau terluka parah, kedua kakinya patah tulang, dan kaki sebelah kanan beliau harus diamputasi. Sementara suaminya meninggal seketika, sedangkan anak-anaknya mengalami luka ringan. Sejak kejadian itu dengan kondisi cacat kaki Bu Mulyani mencari nafkah sendiri untuk menghidupi anak-anaknya. Dahulu pernah mendapat bantuan kaki palsu, karena sudah terlalu lama kaki palsu tersebut rusak, kini Bu Mulyani berjalan menggunakan kruk. Tim #SedekahRombongan memahami bagaimana kesulitan beliau dengan kondisi seperti itu masih bekerja sebagai buruh cuci baju untuk kebutuhan sehari-harinya. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi pemasangan kaki palsu yang baru.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 15 Januari 2017
Kurir: @robbyadiarta @agtian @yayuk @trislamet

Bu Mulyani menderita patah tulang


SURGIYATNO BIN SUHADI (49, Other Senile Cataract). Alamat: Dusun Kupang Dalangan RT 2/5, Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Pak Surgiyatno merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan, beliau menderita gangguan penglihatan di kedua belah matanya, diagnosa dari RSUD Ambarawa menyatakan bahwa di kedua matanya ada katarak. Beliau dirujuk ke RSUP dr. Kariadi Semarang dan sudah beberapa kali kontrol di Poli Mata, kemudian diberikan nomer antrian untuk tindakan medis selanjutnya. Tim #SedekahRombongan menyampaikan bantuan kedua untuk biaya akomodasi di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 19 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @faizalmoo

Pak Surgiyatno menderita other senile cataract


RUSMANTO BIN YASMITRO (66, Gangguan Retina Mata). Alamat:Dusun Ngampin Kulon, RT 3/2, Desa Ngampin, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Pak Rusmanto beliau biasa dipanggil, adalah sorang petani di desanya. Sekitar 18 bulan yang lalu sewaktu pulang dari sholat subuh, beliau melihat sinar lampu masjid tiba tiba menjadi samar-samar tidak terlihat jelas, kemudian atas keluhannya tersebut diperiksakan ke RSUD Ambarawa dan didiagnosa memiliki gangguan syaraf mata bagian kanan. RSUD Ambarawa memberikan rujukan ke RSUP dr. Kariadi Semarang untuk dilakukan tindakan medis selanjutnya, kemudian setelah beberapa kali kontrol di RSUP dr. Kariadi, beliau diberi nomer antrian untuk tindakan operasi dengan waktu tunggu yang panjang sekitar 8 bulan. Saat tiba waktunya untuk dilakukan operasi, beliau dihubungi oleh pihak RSUP dr. Kariadi Semarang untuk rawat inap, namun beliau tidak bisa memenuhi panggilan karena nomer handphone yang dihubungi adalah nomer handphone anaknya yang pada saat itu sedang bekerja tidak diketahui kalau ada panggilan dari rumah sakit. Setelah itu beliau memutuskan untuk berhenti berobat ke rumah sakit dan memilih pengobatan alternatif. Selama kurun waktu tersebut mata sebelah kiri juga mengalami gangguan penglihatan yang sama, sehingga kondisi kedua penglihatan beliau terganggu dan belum bisa melihat. Tim #SedekahRombongan merasakan kesusahan beliau, bantuan disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 10 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @trislamet

Pak Rusmanto menderita gangguan retina mata


M. FAID BAKHRUL ULUM (7, Leukimia). Alamat: Dusun Brajan RT 1/10,Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah. Faid seorang anak kecil yang menderita leukimia. Awal yang ia rasakan badannya lemas dan berat untuk digerakkan, sekitar bulan November 2016 yang lalu Faid diperiksakan ke salah satu rumah sakit swasta di Kota Salatiga, setelah beberapa minggu kondisinya masih sama belum ada perubahan ke arah kesembuhan, dibawa lagi ke RST dr. Asmir Salatiga, kemudian dari RST dr. Asmir Salatiga dirujuk ke RSUP dr. Kariadi Semarang dan menjalani rawat inap selama 1 minggu. Bulan Desember 2016 jadwal kontrol dan menjalani rawat inap kembali selama 3 minggu hingga saat Tim #SedekahRombongan mendapatkan informasi mengenai pasien atas nama Faid yang masih berada di RSUP dr. Kariadi. Ayah Faid, Nuruddin (44) dan Ibunya, Tohiroh (46) menceritakan tentang kondisi putranya tersebut saat dijenguk kurir #SedekahRombongan. Pak Nuruddin mengais rezeki sebagai buruh bangunan, beliau tidak bekerja selama menunggu putranya di rumah sakit, sedangkan Ibu Tohiroh hanya ibu rumah tangga. Kebutuhan hidup mereka selama di rumah sakit hanya mengandalkan uang dari saudara dan tetangga-tetangganya yang menjenguk. Tim #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan telah disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama di rumah sakit. Semoga Allah swt memberi kesembuhan untuk Faid.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 7 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @arifin_yaa

Faid menderita leukimia


SUATI BINTI PRAWIRO SEMAN (51, Patah Tulang). Alamat: Dusun Candirejo RT 1/3, Desa Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat , Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Bu Suati, biasa beliau dipanggil, beliau adalah pekerja di salah satu pabrik di Ungaran. Beliau mengalami musibah kecelakaan sekitar satu tahun yang lalu, ketika Bu Suati dan suaminya hendak menengok anaknya di Gunung Pati, di perjalanan mereka ditabrak dua pengendara motor. Akibat kecelakaan itu Bu Suati mengalami patah tulang kemudian menjalani operasi di RSUD Ungaran. Semenjak setelah rawat inap di RSUD Ungaran beliau belum bisa kontrol lagi karena keterbatasan biaya. Dengan kondisi seperti itu Bu Suati belum bisa bekerja lagi, sedangkan suaminya kondisinya sering sakit-sakitan sehingga sudah tidak bekerja lagi. Pada saat kurir #SedekahRombongan mengunjungi rumah Bu Suati, beliau bercerita tentang keadaannya saat ini. Tim #SedekahRombongan memahami keadaan keluarga Bu Suati dan merasakan kesulitan yang dialaminya. Bantuan awal telah disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama kontrol di rumah sakit. Semoga Bu Suati segera sembuh, dan dapat kembali bekerja.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 18 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @yayuk @trislamet

Ibu Suati menderita patah tulang


CATUR PRASETYO (14, Lumpuh Anggota Gerak, Berkebutuhan Khusus). Alamat: Jl. Merpati III/4 Ungaran RT 2/1, Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Catur, biasa ia di panggil adalah seorang anak yang dulu lahir normal, akan tetapi sekitar 4 bulan kebanyakan anak di usia dia sudah bisa tengkurap, lain halnya dengan Catur, ia belum bisa melakuan apa-apa. Orang tuanya pernah membawanya ke Dokter akan tetapi dari diagnosa yang ada tidak ada kelainan apapun. Ayah Catur, Parsono (64) dan ibunya Pariyem (53) mengungkapan kesedihan, maklum saja mereka tidak memiliki biaya untuk berobat dan kartu BPJS Kesehatan pun tidak ada. Parsono, ayah Catur mengais rezeki dengan menjadi buruh dan menafkahi 3 orang anaknya. Mereka tinggal di rumah yang dihuni 3 Keluarga. Tim #SedekahRombongan menyampaikan titipan santunan dari #sedekaholics untuk digunakan sebagai tambahan memenuhi kebutuhan harian Catur. Semoga Allah SWT senantiasa mencukupi kebutuhan Pak Parsono dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 23 Januari 2017.
Kurir : @robbyadiarta @agtian @faizalmoo @eka @yayuk

Catur menderita lumpuh anggota gerak dan berkebutuhan khusus


NORANISA BINTI SLAMET (15, Yatim Piatu). Alamat: Dusun Petet RT 3/1, Desa Tuntang, Kecamata Tuntang, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Hisma biasa ia dipanggil, masih duduk di bangku SMP,setelah Bapaknya meninggal beberapa tahun yang lalu, kemudian menyusul Ibunya yang meninggal beberapa hari yang lalu, Hisma tinggal di rumah sederhana peninggalan orang tuanya bersama Faiz kakak satu satunya yang bekerja sebagai buruh laundry karena tidak tamat sekolah/SMU. Hisma dulu tinggal bersama Almh Ibunya, setelah Alm Bpknya berpisah dan kemudian meninggal. Almh Ibunya dulu bekerja di sebuah pabrik di Kab. Semarang, karena ada perselisihan dengan Alm suaminya akhirnya berpisah, beberapa saat kemudian mantan suaminya meninggal, dengan kejadian dan permasalahan yang menimpanya, pola berpikirnya sangat berubah, seperti hilang semangatnya sampai dia harus keluar dari tempatnya bekerja, keadaan itu semakin membuat dia seperti benar-benar kehilangan semangat hidup, boleh dikatakan seperti orang bingung dan 6 bulan belakangan ini dia jatuh sakit, kolestrol tinggi serta saraf mata mulai bermasalah sampai sebelah mata tidak bisa melihat, karena terbentur biaya beliau tidak pernah berobat, beliau memiliki dua orang anak, yakni Faiz dan Hisma, untuk biaya hidup sehari hari anak yang pertama bekerja sebagai buruh laundry sedangkan adiknya masih duduk di kelas 3 SLTP dan akhirnya Almh Ibu Budi Rahayu meninggal beberapa hari yang lalu tepatnya hari Rabu 4 Januari 2017 dengan meninggalkan dua anak sebagai yatim piatu. #Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi Hisma pasca kedua orang tuanya meninggal. Bantuan pun disampaikan kepada Hisma agar dapat dimanfaatkan untuk biaya kebutuhan hidup sehari hari dan keperluan lainnya.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 15 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @trislamet @yayuk

Nora menderita yatim piatu


SLAMET BIN A SHALEH (73, Patah Tulang). Alamat : Dusun Tegalrejo RT 5/3, Kelurahan Bawen, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Pak Slamet biasa beliau dipanggil, kakek dengan usia lanjut yang menderita patah tulang kaki. Berawal dari 3 tahun yang lalu pada saat Pak Slamet berjalan di sekeliling rumah, tiba-tiba terjatuh di ketinggian sekitar 3 meter, karena kondisi rumah di sekitar lereng tanah yang agak tinggi, sehingga menyebabkan patah tulang kaki. Saat itu beliau langsung dilarikan ke RSUD Ambarawa untuk penanganan lebih lanjut, karena faktor usia sehingga operasi pemasangan pen tidak berani dilakukan oleh pihak rumah sakit karena tulangnya sudah keropos, alhasil dilakukan pemasangan gip pada kakinya. Menjalani proses rawat inap beberapa hari dan setelah berangsur membaik diperbolehkan pulang, setelah itu harus menjalani kontrol, tetapi keluarga kerepotan jika harus membawa Pak Slamet kontrol ke RSUD Ambarawa,akhirnya hanya dimintakan obat dari rumah sakit untuk bisa dibawa pulang. Hingga sekarang kondisi beliau hanya bisa duduk dan berbaring di tempat tidur. Hingga tim Sedekah Rombongan mendapatkan info dari tetangganya dan kemudian berkunjung ke rumah beliau, anaknya pun bercerita tentang kondisi bapaknya, dan Sedekah Rombongan merasakan kesusahan beliau. Bantuan pun disampaikan untuk membantu meringankan beban hidup Pak Slamet atas musibah yang menimpanya.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 17 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @trislamet @mukhtar

Pak Slamet menderita patah tulang


SUPRIHATI BINTI SAMAK (47, Kanker Ovarium). Alamat : Dusun Glagahombo RT 4/5, Kelurahan Ngampin, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Bu Prihati, biasa beliau dipanggil adalah pasien dampingan #SedekahRombongan. Beliau menderita sakit kanker ovarium setelah beberapa waktu yang lalu cek laboratorium untuk penegakan diagnosa atas sakit yang dideritanya dan mengharuskan untuk menjalani proses kemoterapi di RS Ken Saras Ungaran. Setiap satu minggu sekali beliau rutin kontrol ke rumah sakit didampingi kurir #SedekahRombongan. Bantuan untuk pendampingan kedua disampaikan untuk biaya akomodasi selama kontrol di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 25 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @trislamet @yayuk

Bu Prihati menderita kanker ovarium


RIYADI BIN DULLAH (82, Dhuafa, Kaki Bengkak). Alamat: Dusun Petet RT 3/1, Desa Tuntang, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Pak Riyadi biasa beliau dipanggil, di usia yang sudah lanjut beliau masih semangat dan kuat untuk bertani, namun sejak tiga bulan yang lalu dikarenakan kondisi kakinya bengkak kurang, beliau berhenti sementara untuk bertani. Beliau mengalami bengkak pada kaki sebelah kiri dari paha sampai telapak kaki, yang beliau rasakan adalah nyeri pada kaki bengkaknya. Selama ini beliau berobat di dokter umum di dekat rumahnya, belum tahu penyebab sakit dan diagnosanya, karena juga belum pernah kontrol di rumah sakit, jadi hanya diberi obat penghilang nyeri sementara. Beliau tinggal bersama istri dan anak-anaknya yang sudah berkeluarga. Beliau masih sering bertani karena untuk membantu menopang hidup keluarga besarnya, karena kondisi anak-anaknya juga masih kekurangan. Kurir #SedekahRombongan berkunjung ke rumah Bapak Riyadi untuk memahami kondisi beliau saat ini. Bantuanpun telah disampaikan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Semoga Bapak Riyadi segera sembuh dan dapat beraktivitas kembali seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 24 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @trislamet @yayuk

Pak Riyadi menderita kaki bengkak


INDRA ANGGRAINI (57, Dhuafa, Tuna Wisma). Alamat: Dusun Jagalan RT 4/7, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Bu Iin, biasa beliau dipanggil adalah seorang tuna wisma, beliau sudah tidak tinggal di alamat tersebut karena sepeninggal orang tuanya rumah tersebut sudah dijual. Sekarang ini kondisi hidupnya menggelandang tidak punya rumah untuk tempat tinggal. Hidupnya berpindah-pindah tidak menetap, untuk kebutuhan hidup sehari-hari beliau bekerja serabutan yang belum tentu setiap hari ada pekerjaan. Bukan sekedar tuna wisma, beliau menjalani hari-hari dengan berpindah-pindah tempat dalam kondisi kaki yang sakit dan nyeri seperti asam urat, payung pun menjadi alat bantu berharga Bu Iin untuk berjalan. Kurir #SedekahRombongan mengetahui kondisi kehidupan beliau yang sering di jalan dan hidup berpindah-pindah. Bantuan telah disampaikan kepada beliau yang akan dimanfaatkan untuk modal jualan makanan yang akan dititipkan ke warung-warung, dan untuk sewa kos yang relatif murah untuk tinggal.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 12 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @mukhtar @trislamet

Ibu Iin seorang dhuafa


IMAM ROSIDIN (31, Gangguan Tulang Belakang dan Patah Tulang Kaki). Alamat: Jl. Merpati III/4 Ungaran Rt 2/1 Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Pak Imam adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan asal Kabupaten Semarang. Sehari-hari beliau bekerja sebagai tukang batu di sebuah perusahaan (CV) di Kabupaten Semarang. Lima tahun lalu, tepatnya di awal tahun 2012 Pak Imam bersama anggota tim lainnya dikirim perusahaan ke Kalimantan untuk mengerjakan sebuah proyek gedung bertingkat. Hal ini merupakan berita bahagia bagi keluarga beliau. Namun siapa sangka, kalau ternyata itu adalah awal dari kejadian naas yang menimpa dirinya. Pekerjaan untuk mengejar target, proyek dikerjakan siang dan malam. Kurang lebihnya selepas Maghrib, Pak Imam mengerjakan bangunan di lantai 8. Entah karena kurang waspada atau memang konsentrasi sudah menurun, Pak Imam terpeleset dan jatuh bebas dari lantai 8 ke dasar. Posisi tubuh Pak Imam menyamping saat terjatuh, paha kanan beliau yang pertama kali membentur tanah. Meskipun demikian, mengingat lantai 8 bukan merupakan tempat yang dekat dengan tanah, kerusakan anggota tubuh pun tidak terhindarkan. Mulai dari kedua kaki, tulang ekor, tulang belakang dan mata ikut terganggu karena benturan keras tersebut. Pak Imam dilarikan ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan darurat dan segera dikirim ke jawa untuk dibawa pulang. Diagnosa awal, Pak Imam mengalami patah tulang yang cukup berat di kedua kaki, tulang ekor dan tulang belakang susunannya tidak sesuai dengan posisi normal, juga ada gangguan penglihatan. Minimnya kepedulian dari keluarga dan pengetahuan dari istri serta keterbatasan biaya mengakibatkan ikhtiar dalam bentuk medis tidak mencapai hasil maksimal. Berdasarkan informasi dari Ibu Yayuk, salah satu kurir Sedekah Rombongan, menginformasikan bahwa dhuafa dengan kondisi memprihatinkan dan perlu dibantu di daerah Gedang Anak Kabupaten Semarang. Pagi nya tim kurir Sedekah Rombongan segera menuju lokasi untuk melakukan survey. Ketika sampai dilokasi tim kurir menemui kendala, bahwa pak Imam sudah tidak begitu percaya terhadap medis dan memilih pengobatan alternatif. Setelah melalui edukasi beberapa hari yang dilakukan tim kurir, akhirnya Pak Imam dan keluarga bersedia untuk di ikhtiarkan secara medis. Seketika itu juga form survey dikirimkan dan hari berikutnya santunan dampingan mendapat persetujuan dari Koordinator Wilayah Pantura Timur. Santunan telah disampaikan untuk akomodasi mengurus rujukan dan berobat ke RS. Ken Saras Ungaran dan menjadwalkan penjemputan pada tanggal 25 Januari 2017.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 23 Januari 2017.
Kurir : @robbyadiarta @agtian @faizalmoo @eka @yayuk

Pak Imam menderita gangguan tulang belakang dan patah tulang kaki


DIKI WAHYUDI (12, Gangguan Syaraf Kaki). Alamat: Dusun Gedanganak Rt 3/1, Desa Gedanganak, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Diki merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan yang mengalami kelumpuhan pada kakinya. Hal ini terjadi sejak lahir, ketika teman sebaya sudah mulai dapat berjalan dengan normal, Diki baru dapat sesekali melangkahkan kaki, dan tumpuannya tidak begitu kokoh. Langkah medis telah dilakukan dengan jalan mengajukan rujukan dari puskesmas setempat untuk ditujukan ke RSUD Ungaran. Terapi sudah berjalan lancar selama 2 minggu, untuk terapi dilakukan dengan penyinaran, latihan berdiri selama kurang lebih 15 menit dan melangkah. Adanya proses medis terhadap Diki, membuat orang tuanya terpaksa meninggalkan pekerjaan harian sebagai buruh bangunan ketika jadwal kontrol dan terapi tiba. Berdasarkan pertimbangan di atas, #SedekahRombongan menyalurkan bantuan untuk biaya akomodasi melakuan terapi dan kontrol di RSUD Ungaran.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 10 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @eka @faizalmoo

Diki menderita gangguan syaraf kaki


WAHYU LISTIYONINGSIH (45, Patah Kaki). Alamat: Dusun Tegalrejo RT 3/3, Kelurahan Bawen, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Bu Wahyu merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan area Kabupaten Semarang. Kejadian awal terjadi akibat kecelakaan yang menimpa beliau tepatnya pada pagi hari sekitar pukul 06.00 Wib tanggal 1 mei 2016, lokasi di depan pasar Karangjati Kab. Semarang, posisi beliau pada saat itu menyeberang jalan tiba-tiba ada sepeda motor dengan kecepatan tinggi menabrak beliau sehingga mengakibatkan patah kaki sebelah kiri dan langsung dilarikan ke RS Ken Saras Kab. Semarang. Pihak penabrak memberikan bantuan dan sudah digunakan untuk keperluan selama di RS Ken Saras, beliau tidak memiliki asuransi kesehatan sama sekali, sedangkan biaya di RS Ken Saras menghabiskan biaya Rp 25.700.000, dari asuransi Jasa Raharja senilai 10 juta sehingga masih ada tunggakan Rp 15.700.000 di RS Ken Saras dan sampai saat ini belum lunas, akan tetapi beliau bisa pulang ke rumah kos atas jasa seseorang yang membantu negosiasi dengan pihak RS Ken Saras dan beliau sendiri beritikad baik akan membayar secara mengangsur tunggakan Rumah Sakit setelah sehat dan bisa bekerja lagi, karena pihak dari tempat bekerja masih akan menerima beliau. Wanita yang sudah 3 tahun bekerja di UD Lestari yang bergerak di bidang kayu lapis ini setelah musibah kecelakaan belum bisa bekerja kembali. Saat ini Bu Wahyu tinggal seorang diri di rumah kos dengan ukuran kamar yg sangat kecil, tidak ada penghasilan, hanya bisa berbaring dan duduk, untuk berjalan belum bisa, kalau ingin mandi harus merangkak dan kalau malam hari memakai pempers agar tdk kerepotan ke kamar mandi. Kebutuhan hidup sehari-hari bergantung pada kebaikan tetangga kos. Untuk proses penyembuhan selanjutnya Bu Wahyu harus segera kontrol terkait luka yang di deritanya. Karena tidak memiliki Jaminan kesehatan maka #SedekahRombongan memberikan santunan untuk iuran jaminan kesehatan dalam hal ini KIS selama 1 tahun sebesar Rp 500.000,- Sebelumnya Bu Wahyu masuk dalam pasien Rombongan 944.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 26 Januari 2017.
Kurir : @robbyadiarta @agtian @faizalmoo @anggun

Wahyu menderita patah kaki


MULIYAH BINTI SUGITO (57, Kanker Payudara). Alamat: Dusun Ngampin Kulon RT 3/2 Kelurahan Ngampin, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Berawal pada tahun 2014, saat Bu Muliyah merasakan ada benjolan di sekitar payudara sebelah kanan dan ketika diperiksakan ternyata benjolan tersebut adalah kanker payudara. Bu Muliyah telah menjalani operasi pengangkatan di RSUD Ambarawa sampai akhirnya dilakukan operasi yang kedua di RSUD Ambarawa, selanjutnya dirujuk ke RS Ken Saras untuk kemoterapi. Kemoterapi dilakukan sebanyak 6 kali selama 3 Bulan, kemudian dilanjutkan dengan penyinaran setiap hari selama 30 kali dan tidak boleh terputus ,jika dalam satu hari tidak dilakukan penyinaran maka harus diulang dari awal lagi. Saat ini rambut Bu Muliyah sudah rontok dan mendekati gundul, namun karena semangat untuk sembuh sangat besar maka apapun yang terjadi beliau siap menghadapinya. Suami Bu Muliyah telah berusia 67 tahun dengan kondisi fisik yang tidak sempurna dan kedua matanya sudah mendekati rabun, saat itu tidak percaya jika dalam kondisi saat ini masih ada yang peduli terhadap kondisi istrinya. Saat kurir #SedekahRombongan datang menjelaskan maksud kedatangannya malah tidak ditanggapi dengan serius bahkan menantunya pun menaruh curiga sampai meminta foto copy KTP kurir #SedekahRombongan. Ketika kurir Sedekah Rombongan datang kedua kalinya untuk menyerahkan santunan biaya operasional selama proses pengobatan ke RS Kensaras, barulah mereka percaya dan yakin bahwa ini adalah jalan pertolongan dan wujud kepedulian #SedekahRombongan untuk Bu Muliyah.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 15 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @trislamet @mukhtar @faizalmoo

Bu Muliyah menderita kanker payudara


SUWARSI BIN PARTO ROSO (93, Bantuan Biaya Hidup). Desa Wedarijaksa, RT. 2/1, Kec. Wedarijaksa, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Mbah Warsi panggilannya, beliau adalah seorang penjualan kacang rebus dari cara itulah beliau memenuhi kebutuhan hidupnya. Mbah Warsi saat ini tinggal bersama anak perempuannya Sujiyah (46) dan cucunya. Semangat berdagang beliau masih kuat walaupun sudah tua. Tanpa pernah mengeluh dengan kehidupan yang dialami Mbah Warsi selalu bersyukur dengan hidupnya saat ini,  #SedekahRombongan mengunjungi rumah Mbah Warsi dan memberikan bantuan yang digunakan untuk membeli kebutuhan hidup. Terimakasih diucapkan untuk #SedekahHolics atas titipan sedekah yang diamanahkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @JeanseaMaurer @Nadya

Bantuan biaya hidup


SLAMET BIN AMIR (53, Katarak). Alamat : Desa Plangitan, RT 9/1, Kec. Pati, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Slamet nama panggilan beliau. Sekitar 1 tahun yang lalu mata kanan pak Slamet mengalami penurunan penglihatan, hingga sekitar 7 bulan berikutnya mata sebelah kirinya mulai juga mengalami penurunan penglihatan, tidak adanya pengobatan membuat kedua matanya tidak bisa melihat. Pak Slamet dulu bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta, namun karena sakit beliau memutuskan untuk pulang kampung. Melalui informasi dari salah satu tetangga Hadi Setiawan (42), #SedekahRombongan bertemu dengan Bapak Slamet, setelah dilakukan survey dan mempelajari bersama-sama, maka Sedekah Rombongan memutuskan langsung untuk membantu berobat ke fasilitas kesehatan setempat sesuai BPJS yang Bapak Slamet miliki. Setelah 2 kali kontrol ke RSUD Soewondo Pati, dokter mendiagnosa Katarak dan menyarankan agar dilakukan tindakan operasi. Katarak adalah lensa mata yang menjadi keruh, sehingga cahaya tidak dapat menembusnya, bervariasi sesuai tingkatannya dari sedikit sampai keburaman total. Pasien memiliki keinginan untuk sembuh dan harapan pak Slamet untuk bisa bekerja dan beraktivitas normal kembali sangat besar. Beliau hidup dengan istri Sri Handayani (51) dan 4 anak, Nurul (25), Husein (21) , Wahyu(18) , Anis(14). Untuk kebutuhan sehari-hari pak Slamet mengandalkan bantuan dari saudara dan tetangganya. Alhamdulillah pada tanggal 15 Desember 2016 Pak Slamet menjalani operasi katarak pada mata kirinya, dan dokter menyaran untuk rutin kontrol pasca operasi hal tersebut dilakukan agar mempercepat proses penyembuhan,dan mengagendakan proses operasi lanjut untuk mata kanannya. Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan untuk biaya pengobatan dan akomodasi. Sebelumnya sudah terbantu pada Rom 926. Semoga Pak Slamet segera diberikan kesembuhan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @ImamTeguh @JeanseaMaurer

Pak Slamet menderita katarak


RUMINAH BINTI MULYONO (56, Kanker Ovarium). Alamat: Kaliulo RT.01/RW.06, Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Ruminah merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Kab.Semarang yang menderita kanker indung telur. Hal ini bermula dari tumbuhnya benjolan pada perut, sekitar 5-6 tahun yang lalu, yang bertambah besar dalam beberapa waktu terakhir dan mengeluarkan darah. Selain itu, sejak usia 50 tahun Ibu Ruminah sudah tidak mengalami menstruasi yang diduga karena penyakit tersebut. Sejak adanya benjolan tersebut Ibu Ruminah sering merasa lemas sehingga pihak keluarga meminta beliau untuk tetap tinggal di rumah dan tidak bekerja. Ibu Ruminah menjalani pengobatan secara medis pada bulan Juli 2016. Pengobatan tersebut bahkan sudah ditangani oleh pihak RSUP dr. Kariadi tetapi hingga saat ini beliau belum menerima panggilan operasi. Oleh karena itu, Ibu Ruminah menjalani pengobatan secara alternatif di Salatiga. Kondisi fisik Ibu Ruminah yang sangat lemas membuatnya harus tetap tinggal di rumah sehingga untuk kebutuhan sehari-hari hanya mengandalkan pendapatan dari suami yang bekerja sebagai petani, di sisi lain mereka memiliki tanggungan satu anak, sehingga hasil bekerja sang suami diutamakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dari pada untuk berobat Ibu Ruminah. Memahami keadaan Ibu Ruminah dan keluarga, akhirnya #SedekahRombongan Kab. Semarang menyampaikan bantuan untuk akomodasi berobat.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @trislamet @yayuk @faizalmoo

Bu Ruminah menderita kanker ovarium


SUTIPAH BUDIARTI (58, Kanker Payudara Kiri). Jalan Selorejo No. 23 C, RT 4/8, Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2003 terdapat benjolan kecil di payudara sebelah kiri Ibu Sutipah yang saat di sentuh beliau terasa sakit. Selama 4 tahun beliau hanya berobat secara alternative di daerah sekitar rumah dan meminum obat”an herbal. Akan tetapi tidak mendapatkan perubahan apa pun dan akhirnya pada tahun 2007 beliau mulai pergi ke RS Saiful Anwar (RSSA) untuk berobat. Setelah didiagnosis dokter jika sakit kanker payudara, akhirnya Ibu Sutipah dengan intensif menjalani proses berobat dan telah menjalani kemo terapi di RSSA sebanyak 6 kali. Kemudian pengobatan beliau dilanjutkan dengan mengkonsumsi obat yang diberikan pihak RSSA. Akan tetapi pada tahun 2016 Ibu Sutipah merasakan sakit lagi pada payudara kiri beliau dan akhirnya dilakukan kemo terapi lagi. Setelah menjalani kemo terapi yang ke 3, di lakukan operasi pengangkatan payudara dan setelah itu dilakukan kemo terapi lagi sebanyak 3 kali. Untuk saat ini beliau mengalami sesak nafas sekaligus batuk dan dalam waktu dekat beliau akan menjalani proses penyedotan cairan yang terdapat pada paru-paru. Ibu Sutipah setiap harinya hanya sebagai ibu rumah tangga dan beliau tinggal bersama suami dan satu orang anak. Suami beliau Bapak Selamat (55) bekerja sebagai security di perumahan dengan penghasilan yang sedikit tiap bulannya. Jaminan kesehatan berupa KIS yang dimiliki sangat membantu Ibu Sutipah, akan tetapi beliau merasa kesulitan untuk pergi berobat ke rumah sakit sedangkan beliau harus secara intensif menjalani pengobatan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sutipah dan bantuan pertama pun diberikan kepada Ibu Sutipah yang dipergunakan untuk transportasi dan perbaikan keadaan umum. Semoga Kondisi Ibu Sutipah segera membaik dan dapat menjalani aktifitasnya lagi. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Maret 2017
Kurir : @FaizFaeruz @m_rofii11

Bu Sutipah menderita kanker payudara kiri

BACO BIN BADRUNG (53, Fraktur Menahun di Kaki Kanan + Decubitus Glutea Post Rekonstruksi Skin Flap). Alamat : Dusun Bukit Harapan, RT 2, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Tujuh tahun lalu Bapak Baco mengalami kecelakaan kerja saat berkebun, ia terjatuh dari pohon yang cukup tinggi sehingga menyebabkan kaki kanannya patah (Fraktur). Kondisi itu menyebabkan ia tidak dapat bekerja seperti biasanya. Istrinya pun meninggalkan Pak Baco, hingga akhirnya ia hidup seorang diri. Pak Baco hanya mengandalkan kebun yang tak lagi bisa ia garap dan dari hasil kebunnya lah Pak Baco mampu bertahan hingga kini. Kaki Pak Baco yang patah tak mendapat tindakan medis secara berkelanjutan karena dahulu ia tidak memiliki uang dan jaminan kesehatan apapun. Kondisi Pak Baco kini masih dalam posisi tidak normal, ia membutuhkan alat bantu untuk kesehariannya. Pak Baco hanya bisa duduk dan tidur saja sehingga menyebabkan luka pada bokongnya (decubitus). Kondisi tersebut diakibatkan tekanan terus menerus pada bokong yang tidak pernah digerakkan sehingga aliran darah tidak mengalir lancar. Luka tersebut dibiarkan saja sehingga semakin melebar memenuhi bagian bokong kanan Pak Boco dan sangat dalam. Pak Baco akhirnya berobat ke Puskesmas dan disarankan berobat ke RSUD Nunukan. Pak Baco sudah menjalani operasi rekonstruksi Skin Flap pada 25 Januari 2017. Ia harus kontrol luka setiap 2 hari sekali dan berobat rutin ke poli bedah setiap 1 bulan sekali.  Pak Baco berobat menggunakan JKN – KIS PBI. Pak Baco sebelumnya pernah dibantu oleh Sedekah Rombongan, ia masih membutuhkan biaya transportasi untuk berobat. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Pak Baco, bantuan lanjutan pun disampaikan untuk membantu biaya transportasi berobat dan obat yang tidak ditanggung KIS. Sebelumnya santunan pertama masuk dalam Rombongan 892.  Semoga Pak Baco senantiasa berikhtiar menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Maret 2017
Kurir : @arfanesia @rintawulandari Nheni @ririn_restu

Pak Baco menderita fraktur menahun di kaki kanan + decubitus glutea post rekonstruksi skin flap

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 ANITA AGUSTINA 750,000
2 SALIM ABDUL GHANI 1,000,000
3 NANDITA SASKA 1,000,000
4 MARIANI BAKTI 1,000,000
5 SRI REZEKI 1,000,000
6 MUHAMMAD YUNDANG 1,000,000
7 ASTRID BINTI DUL 1,000,000
8 PESANTREN TAHFIDZ QURAN HALIMATUS ASSADIYAH 1,500,000
9 MUHAMMAD ZAHRIN ANDRIAN 500,000
10 FACHRI AL FAQI KHOIRULLAH 1,000,000
11 HANUM YUNARNI 750,000
12 SUNARMI SUTRISNO 1,000,000
13 ERAH BINTI SAIKAM 1,000,000
14 IMING BADRUDIN 1,000,000
15 DALEM PANGESTU 500,000
16 TRI BUDIANTORO 500,000
17 ALZENA SAFA 750,000
18 SHINTA AMALIA 750,000
19 RISKI KHOMARIAH 1,000,000
20 RSSR JAKARTA 13,700,000
21 SARENGAT BIN JUMADI 750,000
22 BAYI NONA MONA RISCA 500,000
23 AZKA ALKHALIFI ZIKRI 500,000
24 ELVINDRA RIZKI PRATAMA 1,000,000
25 MUHAMMAD TEGAR ERLANGGA 500,000
26 ROKIYAH BINTI SILANDUNG 1,000,000
27 RSSR LAMPUNG 6,000,000
28 RUDI BIN NURIL 1,000,000
29 BANJIR LAMPUNG TIMUR 3,000,000
30 MUHAMMAD IRHAM NAZATULLOH 1,500,000
31 SUCIATI BINTI KARTONO 1,000,000
32 MINARSI BINTI GUNAWI 1,000,000
33 TPQ AL- ISTIANAH 2,000,000
34 RAHMAWATI BINTI SUWARNI 1,000,000
35 LEGI BINTI PAIJAN 1,000,000
36 MULYANI BINTI PAAT SURIP 1,000,000
37 SURGIYATNO BIN SUHADI 500,000
38 RUSMANTO BIN YASMITRO 500,000
39 M. FAID BAKHRUL ULUM 1,000,000
40 SUATI BINTI PRAWIRO SEMAN 500,000
41 CATUR PRASETYO 1,000,000
42 NORANISA BINTI SLAMET 1,000,000
43 SLAMET BIN A SHALEH 1,000,000
44 SUPRIHATI BINTI SAMAK 500,000
45 RIYADI BIN DULLAH 1,000,000
46 INDRA ANGGRAINI 1,000,000
47 IMAM ROSIDIN 500,000
48 DIKI WAHYUDI 500,000
49 WAHYU LISTIYONINGSIH 500,000
50 MULIYAH BINTI SUGITO 500,000
51 SUWARSI BIN PARTO ROSO 1,000,000
52 SLAMET BIN AMIR 500,000
53 RUMINAH BINTI MULYONO 500,000
54 SUTIPAH BUDIARTI 500,000
55 BACO BIN BADRUNG 1,000,000
Total 66,950,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 66,950,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 972 ROMBONGAN

Rp. 48,479,343,919,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.