Rombongan 971

Jika anda berani bersedekah dalam jumlah yang besar, sebaiknya anda bersiap-siap mendapatkan reseki dalam jumlah yang besar.
Posted by on March 18, 2017

AYU NOVITA SARI (6, Kelainan Tulang Punggung). Alamat :  Jln. Mandor Baret Pondok Hijau, RT 7/7, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Anak dari pasangan Bapak Susanto (35) dan Ibu Ngarti (40) ini kondisinya tidak seperti anak lain seusianya. Saat kawan-kawannya sudah bisa berlari dan bermain, Ayu hanya bisa terbaring saja. Kondisi itu dialaminya sejak lahir. Di balik keterbatasannya, Ayu begitu ceria yang terpancar dari sorot mata indahnya. Saat ini Ayu sedang menjalani pengobatan dengan metode akupuntur dan sudah banyak mengalami perubahan. Kini ia sudah mampu berdiri dalam waktu yang cukup lama dan bisa duduk sendiri namun masih perlahan-lahan. Ayu masih belum bisa mendaftar sebagai peserta BPJS, karena terkendala persoalan administrasi yang masih dalam proses pengurusan. Ayu harus terus minum susu untuk pertumbuhannya, namun penghasilan Pak Susanto sebagai tukang ojek tak banyak apalagi ia juga harus membayar kontrakan rumah. Ayu masih harus menjalani terapi dan mendapat asupan yang bergizi. Ayu mengalami perkembangan yang cukup baik, berat badannya terus meningkat dan kini ia sudah bisa duduk sendiri. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguk Ayu di rumah, ibunya berlinangan air mata karena ayah Ayu belum pulang ke rumah dan ia diminta mengosongkan kontrakan karena menunggak uang sewa. Barang – barang di rumah Ayu pun sudah dikemas dan mereka siap pindah namun masih bingung akan pindah kemana. Ibunya pun kebingungan untuk terapi Ayu sedangkan kondisinya sudah semakin baik berkat terapi yang dijalani. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan diberikan untuk membeli kebutuhan Ayu dan membayar tunggakan uang sewa agar ia tetap dapat menempati kontrakan tersebut. Ayu sebelumnya dibantu pada rombongan 943.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Februari 2017
Kurir :  @nurmanmlana @ririn_restu

Ayu menderita kelainan tulang punggung


ELIATUL IKHLAS (13, Tumor Pembuluh Darah). Alamat : Kampung Pakojan, RT 2/5, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Elia sudah dua tahun lebih dibantu Sedekah Rombongan. Ia masih harus berobat rutin di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Elia masih sangat membutuhkan bantuan agar bisa terus berobat demi kesembuhan penyakitnya. Maklum saja, ayahnya, Pak Umed (46) hanya seorang buruh nelayan dengan penghasilan yang bahkan untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari saja sangat sulit, sedangkan ibunya, Ibu Lilis hanya seorang ibu rumah tangga. Jika Elia tidak berobat, penyakitnya akan kambuh, pembuluh darah di tangan dan bibirnya akan membengkak dan menghitam. Elia sebelumnya tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta namun kini ia dirujuk oleh dokter yang menanganinya di RSCM ke RS Hermina Bekasi. Alasan dokternya adalah agar Elia tidak terlalu lama menunggu jadwal setiap pengobatannya, dan dokter tersebut selain di RSCM juga berpraktek di RS Hermina Bekasi. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk sewa kos di Bekasi dan membeli kebutuhan sehari – hari. Sebelumnya Elia dibantu pada rombongan 934.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Februari 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Elia menderita tumor pembuluh darah


FATMAWATI BINTI ANWAR (39, Benjolan Saluran Pernapasan + TB Paru). Alamat : Jombang Kali, RT 1/1, Desa Masigit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Cilegon, Provinsi Banten. Ibu Fatmawati menderita sakit pada saluran pernafasan dan TB paru sejak  tahun 2011. Sudah 5 tahun ibu dari dua orang anak yang sudah tidak bersuami ini berjuang demi kesembuhannya. Ia sudah berobat di berbagai rumah sakit di Jakarta seperti RS Polri Kramat Jati, RS Harapan Kita, RSCM dan RS Persahabatan untuk mengobati benjolan yang menyumbat saluran pernapasannya ke hidung dan penyakit TB Parunya. Ibu Fatmawati tidak mau membebani kedua anaknya yang sedang merangkai masa depan, karena itulah ia mengais rezeki dengan bekerja sebagai buruh serabutan dan mengontrak sebuah kamar di Jakarta Utara. Saat ini Ibu Fatmawati tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) selama menjalani pengobatan di RSCM Jakarta. Meskipun biaya pengobatan Ibu Fatmawati dicover BPJS tetapi untuk biaya operasional merupakan beban yang berat baginya, maklumlah ia sudah lama menjanda dan hidup seorang diri di Jakarta. Terlebih lagi ia kini tak dapat bekerja karena sakit yang dideritanya. Bu Fatmawati membutuhkan alat untuk memudahkannya berkomunikasi dan bernapas. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membantu membeli alat tersebut yang tidak ditanggung BPJS dan kebutuhan sehari – hari selama berobat di Jakarta. Sebelumnya Bu Fatmawati telah dibantu pada Rombongan 943.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.500.000,-
Tanggal :  8 Februari 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bu Fatma menderita benjolan saluran pernapasan dan TB paru


ELIATUL IKHLAS (13, Tumor Pembuluh Darah). Alamat : Kampung Pakojan, RT 2/5, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Elia sudah dua tahun lebih dibantu Sedekah Rombongan. Ia masih harus berobat rutin di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Elia masih sangat membutuhkan bantuan agar bisa terus berobat demi kesembuhan penyakitnya. Maklum saja, ayahnya, Pak Umed (46) hanya seorang buruh nelayan dengan penghasilan yang bahkan untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari saja sangat sulit, sedangkan ibunya, Ibu Lilis hanya seorang ibu rumah tangga. Jika Elia tidak berobat, penyakitnya akan kambuh, pembuluh darah di tangan dan bibirnya akan membengkak dan menghitam. Elia sebelumnya tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta namun kini ia dirujuk oleh dokter yang menanganinya di RSCM ke RS Hermina Bekasi. Alasan dokternya adalah agar Elia tidak terlalu lama menunggu jadwal setiap pengobatannya, dan dokter tersebut selain di RSCM juga berpraktek di RS Hermina Bekasi. Untuk menangani penyakit yang diderita Elia, dokter melakukan tindakan embolisasi atau pembekuan darah dengan tujuan memutus pasokan darah dan nutrisi ke kankernya sehingga membuat kanker “mati kelaparan”. Setelah menjalani tindakan embolisasi di RS Hermina Bekasi, Elia disarankan menggunakan stocking untuk tangan dan kakinya agar tidak terjadi pembengkakkan pada pembuluh darahnya. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli stocking tersebut yang tidak ditanggung BPJS. Sebelumnya Elia dibantu pada rombongan 934 dan pada 16 Februari 2017.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 19 Februari 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Elia menderita tumor pembuluh darah


ISWAH YUDI (30, Lumpuh). Alamat : Rusun BCI, Blok B Seruni 7/2/1, RT 15/16, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Pria yang akrab disapa Yudi ini sebelumnya dirawat di ruang perawatan Gedung Soelarto RS Fatmawati Jakarta. Kaki Yudi menderita lumpuh karena sarafnya sudah tidak memungkinkan untuk kembali normal. Awal mula sakitnya itu terjadi pada November 2014, Yudi yang bekerja sebagai kuli bangunan jatuh dari gedung lantai 2 di daerah Rempoa, Ciputat. Setelah jatuh, ia tak sadarkan diri dan segera dilarikan ke RS Sari Asih Ciputat. Yudi dirawat selama 4 hari di RS Sari Asih karena mengalami pendarahan di kepala. Yudi juga mengalami amnesia dan sering teriak-teriak di ruang perawatan. Sang istri, Indri Puspita (33) meminta agar dirujuk ke RSUD Cengkareng karena dekat dengan rumah. Oleh pihak RSUD Cengkareng, Yudi dirujuk ke RSCM Jakarta dan menjalani operasi pada tulang punggungnya. Setelah 3 hari dirawat, ia disarankan untuk melakukan kontrol selama 3 bulan di poli rehabmedis. Jarak tempuh dari rumah ke RSCM terbilang jauh dan harus berangkat sedari subuh, karena kelelahan, kondisi Yudi menurun dan tidak bisa meneruskan rawat jalan di RSCM. Selama 2 bulan, Yudi hanya berbaring di tempat tidur rumahnya hingga timbul luka di bagian pantat yang cukup besar ditambah HB Yudi menurun. Akhirnya Yudi dibawa ke RSUD Cengkareng namun ia harus dirujuk ke Poli Rehabmedis RS Fatmawati. Ketika menjalani kontrol pertama kalinya di RS Fatmawati, Yudi langsung dianjurkan untuk dirawat inap di Gedung Soelarto RS Fatmawati. Selama 10 hari dirawat di RS Fatmawati, Yudi mendapatkan tranfusi darah sebanyak 2 kantong, infus zat besi dan vitamin. Oleh dokter, Yudi disarankan untuk membeli kursi roda paraplegia, namun istrinya, Indri, merasa keberatan karena sudah tidak mempunyai biaya. Selama ini pengobatan Yudi menggunakan KIS kelas III. Awalnya Indri bekerja, namun semenjak Yudi kecelakaan ia mengundurkan diri untuk merawat suaminya. Dua anaknya dititipkan pada ibunya dan biaya kontrakan rumahnya didapatkan dari bantuan saudara-saudaranya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat membantu membelikan kursi roda untuk Yudi dan kini ia dapat beraktivitas di rumah dengan kursi rodanya. Yudi dan istrinya tetap kebingungan karena selama di rumah Yudi tetap harus mendapatkan perawatan lukanya. Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli obat untuk perawatan lukanya di rumah. Sebelumnya Yudi telah dibantu pada Rombongan 943.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Februari 2017
Kurir : @nurmanmlana @abudullahicall @ririn_restu

Pak Yudi menderita lumpuh


ARI KASAN (36, Nefrolitiasis). Alamat : Kp. Ranca Gede, RT 9/2, Desa Jaya Sari, Kecamatan Cimarga, Kab. Lebak, Provinsi Banten. Pak Ari sehari – harinya bekerja sebagai buruh pengangkut pasir di desanya. Dari pagi hingga sore hari ia habiskan waktunya untuk mengumpulkan pasir demi mendapatkan upah yang bisa dibilang tidak sepadan dengan beratnya pekerjan yang dijalaninya. Pak Ari memiliki 1 orang putri yang masih duduk dibangku sekolah dasar, sementara sang istri, Masni (32) hanya seorang ibu rumah tangga. Sakit yang diderita Pak Ari berawal pada Januari 2017. Awalnya Pak Ari merasakan sakit pada pinggang sebelah kanannya. Setelah melakukan pemeriksaan ke poli dalam menggunakan KIS yang dimiliki, Pak Ari diagnosis oleh dokter mengidap penyakit nefrolitiasis atau batu ginjal. Pak Ari sempat dirawat selama 7 hari di RSUD Dr. Adjidarmo Lebak, Banten. Alhamdulilah setelah menjalani rawat inap selama sepekan kondisi Pak Ari berangsur membaik dan diperbolehkan pulang dengan catatan harus kontrol kembali untuk melihat perkembangan kondisinya. Kurir Sedekah Rombongan bersyukur dapat menyampaikan bantuan dari Sedekaholic untuk Pak Ari. Bantuan awal pun disampaikan untuk biaya transportasi ke rumah sakit dan keperluan selama di rumah sakit. Semoga Pak Ari lekas sembuh dan dapat kembali bekerja seperti sediakala. Amin amin ya robbal allamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Februari 2017
Kurir : @nurmanmaulana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak Ari menderita nefrolitiasis


ADUNG JAYA (58, Diabetes). Alamat : Kp. Ranca Gede, RT 9/2, Desa Jaya Sari, Kecamatan Cimarga, Kab. Lebak, Provinsi Banten. September 2014 lalu Pak Adung tiba-tiba merasakan badannya menjadi lemah dan sakit di bagian kaki sebelah kanannya. Kondisi tersebut tidak dihiraukannya dan ia tetap bekerja seperti biasa sebagai buruh tani di kebun milik orang lain bersama istrinya, Nurheni (53). Kondisinya yang semakin melemah itu membuat Pak Adung terjatuh hingga kakinya terluka. Keluarga pun membawa Pak Adung ke RSUD Dr. Adjidarmo Lebak, Banten, untuk menjalani pengobatan. Pak Adung didiagnosis oleh dokter menderita diabetes dan harus menjalani perawatan selama hampir 2 minggu. Kini Pak Adung masih menjalani tahap pemulihan, namun kaki sebelah kanannya masih bengkak akibat terjatuh. Bermodalkan jaminan kesehatan KIS yang didapat dari pemerintah setempat, Pak Adung menjalani pengobatannya. Akan tetapi untuk biaya transportasi dan obat-obatan yang tidak ditanggung menjadi kendala. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan Pak Adung. Kesulitan yang dialami Pak Adung dirasakan juga oleh kurir Sedekah Rombongan dan santunan awal pun diberikan kepada untuk biaya pengobatan dan transportasi. Pak Adung dan keluarga sangat berterima kasih kepada Sedekah Rombongan dan Sedekaholics atas bantuan yang telah diberikan. Semoga Pak Adung lekas diberikan kesembuhan dan dapat beraktivitas lagi seperti semula. Amiin ya robbal allamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Februari 2017
Kurir : @nurmanmaulana @anasaramadhan

Pak Adung menderita diabetes


JANI SIMIN (69, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Kp. Ciperag, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Prov. Banten. Bu Jani adalah seorang janda tua renta yang tinggal bersama seorang anaknya di sebuah rumah panggung yang sangat sederhana. Keseharian Bu Jani dihabiskan untuk mengurus ternak ayam milik tetangganya. Upah yang diperoleh Bu Jani jauh dari cukup, membuat anaknya, Simin (41), ikut membantu mencari penghasilan dengan bekerja sebagai pengumpul pasir. Meski telah bekerja dengan begitu keras, tetap saja mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Terkadang untuk makan sehari-hari mereka mendapatkan bantuan dari tetangga. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan keluarga ini dan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya hidup sehari-hari. Sebelumnya Bu Jani dibantu pada Rombongan 944.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Februari 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Bantuan biaya hidup


ANIS NOPIANA (16, Melahirkan Prematur). Alamat : Jalan Pelita Abdul Majid No. 15, Kelurahan Cipete, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Sudah lebih dari satu minggu lamanya Anis harus menginap di RS Fatmawati untuk menemani bayi yang baru dilahirkannya. Bayi perempuan yang lahir prematur 8 bulan itu harus mendapatkan penanganan itensif karena kondisi tubuhnya masih menguning serta Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Sebelumnya Anis baru pertama kali memeriksakan kehamilannya di rumah sakit di daerah Mampang, Jakarta tepatnya pada 16 Februari 2017. Rumah sakit tersebut merujuk Anis ke RS Fatmawati untuk mendapatkan penanganan itensif. Anis belum mempunyai JKN – KIS dan seluruh berkas kependudukannya berada di Desa Jampang, Sukabumi. Kurir menyarankan agar Anis dan suaminya, Dede Suhendra (26) untuk segera mengurus pembuatanJKN – KIS serta mendatangi pihak dinas sosial agar diberikan kemudahan pengaktifan. Apabila tidak diurus maka pembiayaan harus ditanggung dengan biaya pribadi. Penghasilan Dede sebagai tukang cuci motor sangat jauh dari cukup. Anis dan Dede tinggal di sebuah pos tempat Dede bekerja. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapat informasi mengenai Anis memberikan bantuan untuk pembuatan JKN – KIS dan operasional selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Februari 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Anis melahirkan prematur


SAROH RIZKI (16, Pendarahan Di Kepala). Alamat : Kampung Parigi, RT 3/6, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Sudah hampir 2 minggu lebih Saroh berada di ruang ICU RS Fatmawati jakarta. Saroh adalah putri dari Bapak Sunardi (62) dan Ibu Rini Puspasari (44). Saroh menjadi korban tabrak lari di jalan Bulak Rambutan, Cipayung Depok. Menurut pengakuan Pak Sunardi, Saroh saat itu tidak langsung dilarikan ke rumah sakit melainkan langsung dibawa ke rumah karena tak memiliki biaya. Setelah 2 bulan kondisi Saroh bukan semakin baik, tetapi menjadi lebih parah. Saroh kehilangan kesadarannya. Dibantu oleh tetangga, Saroh dibawa ke UGD RS Fatmawati, di bagian kepalanya terjadi pendarahan. Pak Sunardi yang bekerja sebagai tukang servis AC ini merasa kebingungan biaya pengobatan anaknya. Penghasilan Pak Sunardi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan selama di rumah sakit, karena ia hanya bekerja jika ada yang menggunakan jasanya dan saat ini ia fokus pada pengobatan anaknya. Oleh pihak RS Fatmawati, Pak Sunardi disarankan untuk segera mengurus administrasi asuransi ke kantor Jasa Raharja agar pembiayaan Saroh di RS bisa ditanggung. Kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk membantu biaya operasional selama di RS dan membeli obat yang tidak dicover BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Februari 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Saroh menderita pendarahan di kepala


MAD SIRA (79, Lumpuh). Alamat : Kp. Cipancur, RT 3/2, Desa. Jayasari, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Prov. Banten. Pak Mad Sira sudah 2 tahun lebih menderita stroke. Berawal ketika Pak Mad Sira mengalami kecelakaan saat bekerja di kebun milik tetangganya. Pak Mad Sira terpeleset dan jatuh ke jurang dengan kedalaman hampir 20 meter. Beruntung Pak Mad Sira masih selamat karena sempat berpegangan pada akar pohon di sisi jurang. Sesaat setelah kecelakaan itu, Pak Mad Sira segera dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis, namun karena keterbatasan alat ia harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar. Keterbatasan biaya dan jarak tempuh ke rumah sakit besar cukup jauh, membuat keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Pak Mad Sira secara medis. Terlebih lagi ia tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Selama hampir 6 bulan Pak Mad Sira menjalani pengobatan tradisional di mantri sekitar, namun bekas luka di kaki yang ia derita mengakibatkannya tidak dapat berjalan dengan normal. Alhamdulillah, setelah mendapatkan bantuan dari Sedekah Rombongan, Pak Mad Sira dapat melanjutkan pengobatannya secara medis. Kini ia masih rutin menjalani pengobatan di Puskesmas setempat. Keinginan Pak Mad Sira untuk sembuh pun sangat tinggi. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya hidup sehari-hari dan operasional berobat. Semoga Pak Mad Sira diberi kemudahan dalam ikhtiar pengobatannya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Februari 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak Mad menderita lumpuh


JASID CIPANCUR (87, Stroke). Alamat : Kp. Cipancur, RT 3/2, Desa Jayasari, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Prov. Banten. Kakek berusia 87 tahun ini hidup dan tinggal di sebuah rumah panggung bersama seorang istri dan satu orang anaknya. Awal penyakit yang diderita Pak Jasid adalah ketika ia mengalami demam tinggi yang disertai batuk berdarah. Keluarga dan tetangga sempat membawa Pak Jasid ke Puskemas, namun karena keterbatasan biaya akhirnya Pak Jasid tidak melanjutkan pengobatannya. Pak Jasid pun belum memilliki jaminan kesehatan. Pak Jasid menderita stroke lebih dari 11 tahun, dan selama itu pula Pak Jasid hanya bisa terbaring di tempat tidur. Sang istri tercinta, Siti (80), dan anaknya, Ikhsan (45), dengan setia menjaga dan merawat Pak Jasid. Selama Pak Jasid terbaring sakit, Ikhsan lah yang menjadi tulang punggung keluarga menggantikan posisi sang ayah. Ikhsan bekerja sebagai buruh di perkebunan karet dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi Pak Jasid belum membaik, ia masih terkulai lemah di tempat tidurnya. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dapat kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli obat dan biaya hidup sehari-hari. Sebelumnya Pak Jasid dibantu pada Rombongan 944.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Februari 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak Jasid menderita stroke


KHARIS BIN ANSORI (63, Ca. Colon). Alamat : Dusun Tlogo III, RT 2/2, Desa Tlogo, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Pada awalnya Bapak Kharis merasakan nyeri dan terkadang berliau juga susah untuk buang air besar (BAB). Beliau telah merasakan gejala tersebut selama 2 minggu, sehingga berat badan beliau menurun dengan derastis tiap harinya. Keluarga yang mengetahui bahwa sakit beliau tidak kunjung sembuh, keluarga pun akhirnya membawa Bapak Kharis untuk periksa ke dokter sekitar. Beliau didiagnosis ca. colon atau kanker yang ada pada usus besar, Bapak Kharis pun akhirnya diberikan rujukan untuk ke RS Saiful Anwar Malang dan telah menjalani pengobatan . Akan tetapi pengobatan Bapak Kharis terhenti karena tidak adanya biaya untuk transportasi dan biaya hidup di Malang. Bapak Kharis yang dipertemukan dengan Sedekah Rombongan mencurahkan kesulitan yang dihadapi. Akan tetapi karena keadaan Bapak Kharis yang terus menurun, akhirnya beliau pun menghembuskan nafas terakhirnya pada pertengahan bulan ini. Bapak Kharis tinggal bersama istri dan seorang anak beliau yang masing-masing berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan buruh tani. Dalam keluarga ini anak beliau sebagai tulang punggung keluarga dengan upah sehari-harinya tidak menentu. Karena sedikitnya pendapatan yang diperoleh, kebutuhan sehari-hari pun terkadang dibantu oleh tetangga. Pengobatan yang dijalani selama ini bisa berjalan karena adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas 3 yang beliau miliki. Akhirnya santunan pun yang diberikan untuk santunan kematian Bapak Kharis. Semoga amal ibadah Bapak Kharis diterima Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan hati untuk menerima cobaan ini. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Maret 2017
Kurir : @FaizFaeruz Dirham @m_rofii11

Pak Kharis menderita ca. colon


SRIHANA BINTI WARNI (57, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Dusun Besole, RT 1/4, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Pada awalnya Ibu Srihana sudah mengetahui bahwa ada benjolan kecil pada payudara sebelah kiri beliau. Karena tidak terasa sakit, Ibu Srihana pun menghiraukan benjolan itu. Seiring berjalannya waktu, benjolan itu menjadi bertambah besar dan pada akhirnya benjolan tersebut meletus. Akibat dari kejadian tersebut bekas benjolan itu pu mengeluarkan cairan dan terasa sangat sakit. Pada Februari 2017 Ibu Srihana dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan beliau menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang. Ibu Srihana akhirnya menjalani pengobatan di RS Saiful Anwar Malang untuk proses yang lebih intensif. Keadaan Ibu Srihana saat ini sangat lemah dan payudara kiri beliau seperti membengkak berwarna merah kehitam hitaman. Ibu Srihana yag tinggal berdua saja bersama suaminya Bapak Mukani (56) yang bekerja hanya sebagai kuli bangunan. Karena pendapatan yang sangat minim itu lah yang membuat Ibu Srihana tidak melakukan pengobatan sama sekali. Apa lagi Ibu Srihana tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun, sehingga beliau merasa sangat sulit untuk berobat. Santunan pertama yang diberikan kepada Ibu Srihana telah beliau gunakan untuk biaya pembuatan kartu BPJS, Kebutuhan membersihkan luka beliau dan perbaikan keadaan umum. Semoga dengan adanya bantuan yang telah diberikan kepada beliau dapat menjadi jalan untuk menuju kesembuhan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 535.000,-
Tanggal : 12 Maret 2017
Kurir : @FaizFaeruz Sitin @m_rofii11

Ibu Sri menderita kanker payudara kiri


MUHAMMAD NUR CHOLIK (18, TB Tulang). Alamat : Ampelsari, RT 3/5, Kel. Ampelsari, Kec. Banjarnegara, Kab. Banjarnegara, Prov. Jawa Tengah. Putra dari Bapak Suratno (40), dan Ibu Nurkhayati Sulistiowati (37) ini menderita TB tulang sejak 7 bulan yang lalu. Mulanya ia batuk – terus menerus selama dua bulan namun setelah diperiksakan kondisi paru – parunya baik. Selain batuk, Cholik juga mengalami kesulitan berjalan dan setelah menjalani berbagai pemeriksaan medis akhirnya ia didiagnosis menderita TB Tulang. Lama – kelamaan kondisi Cholik semakin memburuk diawali dengan kebalnya kaki hingga akhirnya ia mengalami kelumpuhan. Orang tua Cholik berupaya untuk pengobatan anaknya dan membawanya ke Jakarta agar mendapat penanganan yang lebih maksimal. Didampingi ibunya dan menumpang tinggal di rumah keluarga di Jakarta, Cholik berikhtiar untuk pengobatannya. Kondisi Cholik semakin menurun hingga sempat dibawa ke UGD RS Fatmawati Jakarta. Saat itu ia belum memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga biaya pengobatan harus ditanggung orang tuanya. Lebih dari dua minggu Cholik dirawat dan belasan juta rupiah harus dibayarkan orang tuanya. Penghasilan Bapak Suratno sebagai pembuat batako dan Ibu Nurkhayati yang sudah meninggalkannya pekerjaannya sebagai buruh jahit tak mampu melunasi biaya pengobatan Cholik. Simpanan untuk berobat telah semua dikeluarkan namun masih saja menyisakan tagihan lebih dari 9 juta rupiah yang akhirnya harus dicicil setiap bulannya. Akhirnya orang tua Cholik berusaha membuat JKN – KIS namun karena keterbatasan informasi bahwa meski Cholik beridentitas luar daerah ia dapat membuat KIS di Jakarta, ia dan ibunya kembali ke Banjarnegara untuk membuat KIS di sana. Selama tiga bulan Cholik hanya dirawat di rumah dan tidak pernah lagi berobat karena belum memiliki jaminan kesehatan. Akhirnya KIS mandiri kelas III dimiliki Cholik dan ia kembali melanjutkan pengobatannya di Jakarta. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguknya, Cholik sudah dirawat di RS Fatmawati selama dua bulan. Ia sudah menjalani biopsi untuk mengetahui apa yang menyebabkan kelumpuhannya. Hasil biopsi menunjukkan Cholik negatif mengidap kanker, dokter masih terus mengobservasi kondisi Cholik hingga ada perkembangan diagnosis pastinya. Setelah menjalani rawat inap cukup lama, Cholik diperbolehkan pulang dan diharuskan menjalani rawat jalan. Setelah sebelumnya Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk pembelian alat medis untuk kebutuhan di rumah, kurir kembali memberikan bantuan lanjutan untuk transportasi pulang dan operasional rawat jalan selanjutnya. Sebelumnya bantuan telah disampaikan dalam rombongan 955.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Februari 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Nur menderita TB tulang


EDE BIN KARMA (42, Infeksi Saluran Kencing). Alamat : Kp. Sinar Mulya, RT 2/3, Desa Tegal Papak, Kecamatan Pagelaran, Kab. Pandeglang, Provinsi Banten. Sakit  Pak Ede diideritanya sejak enam bulan yang lalu. Gejala awal yang dirasakannya adalah ketika buang air kecil ia merasakan sakit yang seiring berjalannya waktu, rasa sakit itu semakin menjadi-jadi hingga ia tidak bisa mengeluarkan air kencing. Meski kondisinya sudah semakin memburuk, keluarga tidak segera membawanya ke Puskesmas atau rumah sakit karena tidak memiliki biaya. Beruntung ada tetangga yang peduli dan membantu keluarga membawa Pak Ede berobat ke Puskesmas. Setelah menjalani pemeriksaan, pihak Puskesmas langsung merujuknya ke RSUD Pandeglang untuk dirawat Inap. Pak Ede dirawat di RSUD Pandeglang selama 3 hari, karena keterbatasan peralatan akhirnya RSUD Pandeglang  merujuknya ke RSUD Provinsi Banten. Meski sudah mendapatkan rujukan ke RSUD Provinsi Banten dan telah memilliki JKN – KIS PBI, namun karena ketiadaan biaya untuk transportasi dan biaya operasional lainnya keluarga Pak Ede tidak segera membawanya ka RSUD Banten tetapi membawanya pulang ke rumah. Saat ini Pak Ede hanya mampu dirawat di rumah dan keluarga terus berharap mendapatkan rezeki lebih agar bisa melanjutkan pengobatan ke RSUD Provinsi Banten. Pak Ede bekerja sebagai buruh tani dan istrinya, Ibu Ani, hanya ibu rumah tangga biasa. Penghasilan Pak Ede hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan istri dan 3 anaknya yang masih kecil. Sejak Pak Ede sakit, istrinya lah yang mengais rezeki menjadi kuli serabutan di kampung. Kesulitan yang dialami Pak Ede sampai juga kepada kurir Sedekah Rombongan, kurir pun menjenguknya dan menyampaikan bantuan dari Sedekaholics untuk biaya transportasi ke RSUD Provinsi Banten. Semoga Pak Ede segera membaik agar dapat kembali berikhtiar untuk keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Februari 2017
Kurir : @nurmanmlana titin @ririn_restu

Pak Ede menderita infeksi saluran kencing


MASWATI BINTI SUKIRJA (40, Tumor Leher). Alamat : Kp . Kadukupa, RT 2/6, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Ibu Maswati mulai menderita sakit sejak 3 tahun lalu yang ditandai dengan benjolan kecil pada bagian kiri leher. Ia tidak pernah melakukan pengobatan secara medis sehingga benjolan tersebut semakin membesar. Istri dari Sahani (45) yang bekerja sebagai buruh bangunan ini ingin sekali memeriksakan penyakitnya di rumah sakit, namun pekerjaan Pak Sahani tidak menentu sehingga pengobatan istrinya tak dapat maksimal. Meksi sudah mempunyai kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS), Ibu Maswati tidak mempunyai uang untuk biaya transportasi ke RSUD Pandeglang yang jaraknya cukup jauh dari rumah. Penghasilan suaminya hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari bersama keempat anaknya. Alhamdulillah setelah didampingi dan dibantu Sedekah Rombongan, Ibu Maswati dapat kembali berobat. Ia mulai berikhtar memeriksakan diri ke Puskesmas yang kemudian merujuknya ke RSUD Pandeglang. Setelah berobat di RSUD Pandeglang, Ibu Maswati kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta. Saat ini Ibu Maswati hanya bisa pasrah karena untuk melanjutkan pengobatan ke RSCM Jakarta membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Alhamdulilah kurir Sedekah Rombongan kembali dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat ke RSCM Jakarta. Sebelumnya bantuan untuk Ibu Maswati telah disampaikan dalam Rombongan 944.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Februari 2017
Kurir : @nurmanmlana Titin @ririn_restu

Bu Maswati menderita tumor leher


SUTI YAYA (42, Sakit Kepala + Buta Mata Kanan + Pembengkakkan pada Pipi) Alamat : Kp. Kalibaru, RT 11/3, Desa Cilangkahan, Kec. Malingping, Kab. Lebak, Prov. Banten. Beberapa bulan yang lalu Ibu suti mengalami kejadian naas dimana seekor sapi menyeruduknya berkali-kali hingga terjatuh dan tidak sadarkan diri. Ibu Suti memiliki 5 orang anak dan kini tinggal bersama dua anak laki-lakinya di rumah yang sangat sederhana. Tiga anak lainnya sudah berkeluarga sedangkan suaminya, Yaya, sudah meninggal sejak 12 tahun yang lalu. Ibu Suti mencari nafkah seorang diri untuk membiayai kehidupannya dan anak – anaknya. Ibu Suti bekerja menjadi buruh tani saat panen tiba, jika belum panen ia mencari lidi untuk dijadikan sapu untuk dijualnya. Terkadang orang yang membeli sapunya itu karena kasihan padanya. Satu anak Ibu Suti mengalami keterbelakangan mental, ia mengikuti apa yang disuruh orang bahkan ketika dikerjai temannya untuk memanjat pohon langsung ia lakukan hingga terjatuh dan dirawat di Puskesmas. Ibu Suti ingin sekali mengobati sakitnya. Ia terus merasakan sakit kepala seperti ditusuk – tusuk namun belum diketahui sakit apa yang dideritanya. Ia pun menderita buta di mata kanannya dan pipinya mengalami pembengkakkan akibat diseruduk sapi. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang Ibu Suti dan keluarga hadapi, santunan awal pun disampaikan untuk operasional berobat dan memenuhi kebutuhan sehari – hari. Semoga Ibu Suti segera sembuh dari sakitnya dan selalu diberikan kesehatan sehingga bisa mencari nafkah seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 25 Februari 2017
Kurir : @nurmanmlana Ipit @ririn_restu

Bu Suti menderita sakit kepala dan buta mata kanan + pembengkakkan pada pipi


ROSALINA PUTRI (1, Gizi Buruk). Alamat : Kp. Babad Barat, RT 9/5, Ds. Tenjolahang, Kec. Jiput, Kab. Pandeglang, Prov. Banten. Rosalina adalah putri dari Abdul Rohim dan Heni Supeni. Menurut penuturan orang tuanya Rosalina terlahir normal, namun menginjak usia 9 bulan berat badannya menurun, suhu badannya sering mengalami panas serta buang air besarnya tidak normal. Orang tua Rosalina merasa khawatir dengan kondisi anaknya sehingga mereka membawa Rosalina ke Puskesmas yang mendiagnosisnya menderita gizi buruk. Ketiadaan biaya membuat Rosalina dibawa pulang ke rumah dan tidak melanjutkan pengobatannya. Pak Abdul Rohim bekerja serabutan dengan penghasilan tak menentu sedangkan Ibu Heni hanya ibu rumah tangga. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapat informasi mengenai Rosmalina menjenguknya di rumah yang sangat sederhana pada 27 Februari 2017. Kurir Sedekah Rombongan mendampingi keluarga Rosalina ke Puskesmas Labuan untuk membuat rujukan agar Rosalina dapat segera berobat di RSUD Pandeglang. Sedekah Rombongan merasakan kendala yang dihadapi keluarga Rosalina, bantuan awal pun disampaikan untuk biaya pembuatan JKN – KIS dan kebutuhan pengobatan selama di rumah sakit. Semoga Rosalina segera disembuhkan dari penyakit yang dideritanya dan sehat seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir: @nurmanmlana @oji_fahrur @ririn_restu

Rosalina menderita gizi buruk


M. NOVAL AGUSTIN (15, Typus + Flek Paru – Paru). Alamat : Kp. Cimanuk Lembur Tengah, RT 4/2, Desa Cimanuk, Kecamatan Cimanuk, Kab. Pandeglang, Prov. Banten. Noval mengalami gejala sakit sejak 2 bulan yang lalu, tetapi ia tidak menghiraukannya. Seiring waktu kondisi sakitnya mulai akut, ia semakin lemah, kepala dan dadanya terasa sakit. Akhirnya pada 28 Februari 2017 ia diperiksakan ke Puskesmas Cimanuk dan menjalani rawat inap. Setelah 4 hari dirawat, kondisinya belum kunjung membaik, dokter Puskesmas pun merujuknya ke RSUD Pandeglang. Keluarga Noval kebingungan karena mereka belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Biaya rawat inap di Puskesmas pun didapat dari hasil urunan warga, itu pun belum dapat membayar keselurahan biaya yang harus dibayarkan. Noval yang sekarang duduk di bangku kelas 2 SMP adalah anak pertama dari pasangaan Sukri (35) dan Erlinda (31). Ayahnya yang berprofesi sebagai tukang ojeg sudah pergi entah kemana sejak Noval SD. Ibu Erlinda mencoba ikhtiar menjadi kuli di kota dan jarang pulang. Kini Noval diurus oleh neneknya, Ibu Halimah (70), yang terkadang mencari barang bekas untuk dijual dalam memenuhi kebutuhan sehari – hari. Berita kesulitan dan kondisi Noval yang sekarang berbaring di Puskesmas diketahui oleh kurir Sedekah Rombongan, Kurir pun segera menjenguknya dan menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk membuat JKN – KIS dan membayar biaya perawatan di Puskesmas. Semoga Noval segera membaik agar bisa bersekolah lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Februari 2017
Kurir : @nurmanmlana @yadi_uy @ririn_restu

Noval menderita typus + flek paru – paru


NADIRA AZ ZAIIRA (1, Kelainan Jantung). Alamat : Kp. Bencongan, Kel. Bencongan, Kec. Kelapa Dua, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Nadira yang masih berusia 8 bulan ini menderita kelainan jantung sejak dilahirkan. Ia juga memiliki berat badan jauh di bawah normal dan menderita gizi buruk. Sejak lahir dokter menganjurkan Nadira untuk rutin berobat setiap bulannya. Setelah berobat rutin selama empat bulan, kondisi keuangan keluarganya semakin sulit sehingga pengobatannya terhenti. Terlebih lagi Nadira belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Penghasilan ayah Nadira, Heri Giantoro (38) sebagai buruh bangunan dan ibunya, Beti (40) sebagai buruh cuci, hanya cukup untuk makan sehari – hari. Kesulitan ekonomi bahkan pernah membuat keluarga Nadira harus pergi dari kontrakan akibat menunggak uang sewa selama beberapa bulan. Orang tua Nadira tak sanggup lagi membiayai pengobatan Nadira, untuk membuat jaminan kesehatan pun mereka tak memiliki uang. Kondisi Nadira semakin memburuk karena tidak lagi berobat, ia sering mengalami sesak napas. Kondisi Nadira semakin memburuk dan akhirnya orang tuanya memberanikan diri membawa Nadira ke RS Harapan Kita Jakarta dengan berbekal surat keterangan tidak mampu dan rujukan dari RSU Tangerang. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nadira. Setelah jaminan kesehatan dimiliki, kini Nadira bisa kontrol setiap bulanya. Kondisi Nadira berangsur menunjukan perubahan yang baik. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan Tangerang dapat menyampaikan bantuan lanjutan kepada Nadira untuk biaya transportasi berobat dan membeli susu. Selain itu ayah Nadira juga mempunyai keinginan usaha kecil-kecilan dengan jualan kopi keliling. Insya Allah sebagian uang bantuan lanjutan akan dipergunakan membuat gerobag kecil yang akan ditaruh di motornya. Mudah mudahan dengan usaha jualan kopi keliling akan menambah penghasilan keluarga Nadira. Sebelumnya nadira telah di bantu di rombongan 955

Jumlah Bantuan : Rp 500,000,-
Tanggal : 7 Maret  2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @ririn_restu

Nadira menderita kelainan jantung


IMAN PABUARAN (47, Tunanetra). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 1/2, Kel. Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Pak Iman cukup terkenal di kampungnya, meski seorang tunnetra ia adalah seorang  muazin di masjid sekitar rumahnya. Suaranya yang merdu selalu mengumandangkan adzan di masjid memanggil jamaah untuk segera menjalankan kewajiban umat islam solat lima waktu. Pak Iman mengalami kebutaan sejak ia berumur tiga tahun karena demam tinggi yang terlambat ditangani. Alhamdulillah Pak Iman dikaruniai dua orang  anak dan kini tinggal bersama istri dan anak – anaknya di gubuk kecil miliknya. Untuk biaya hidup sehari-hari, keluarga hanya mengandalkan pendapatan Pak Iman sebagai tukang pijit panggilan. Panggilan untuk memijit tidak setiap hari selalu ada, bahkan bisa dihitung dalam waktu sebulan. Untuk menambah pendapatan keluarga istri Pak Iman terkadang menjadi buruh cuci di tetangga yang memerlukanya. Kehidupan sehari – hari keluarga Pak Iman sering mengalami kekurangan. Alhamdulilah untuk keperluan dapur apabila keluarga Pak Iman tidak ada uang, ada tetangganya yang berbaik hati memberikan pinjaman yang dapat dibayarkannya ketika ada uang. Setelah mendengar beban hidup Pak Iman, kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk membantu biaya hidup sehari- hari.

Jumlah Bantuan : Rp 500,000,-
Tanggal : 6 Maret  2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @mistamista9 @ririn_restu

Pak Iman seorang tunanetra


PAHRUROJI BIN RAHMAN (26, Maag kronis+ Sesak Napas). Alamat : Kp. Kemiri, RT 1/1, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Pahruroji kini hanya bisa terbaring di atas tempat tidurnya dan tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. Tiga bulan yang lalu ia mulai merasakan rasa sakit pada perutnya. Rasa sakit itu semakin sering ia rasakan bahkan pernah hingga pingsan. Oji berasal dari keluarga tidak mampu, kedua orang tuanya yang sudah renta tidak memiliki biaya untuk membawa Oji ke dokter. Selama ini ketika Oji mulai merasakan sakit, ia hanya dibawa ke tukang urut di sekitar rumahnya. Sebenarnya Oji sangat ingin memeriksakan diri ke rumah sakit, tetapi karena ketiadaan baya ia mengurungkan niatnya untuk berobat. Keluarga Oji sebenernya mendapat jaminan kesehatan daerah (Jamkesda), namun hanya ia yang tidak mendapatkannya. Alhamdulilah Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan Oji. Setelah mendengar cerita yang dialami Oji, dan rasa kemauannya yang besar untuk berobat dan sembuh, Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya transportasi dan pengurusan jaminan kesehatan. Mudah – mudahan setelah Oji memiliki jaminan kesehatan iya bisa berobat dengan  rutin sampai sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp 500,000,-
Tanggal : 6 Maret  2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnamisna9 @ririn_restu

Oji menderita maag kronis+ sesak napas


ANIH BINTI JASIH (58, Patah Tulang + Stroke + Lumpuh). Alamat : Jln. Swadaya,  RT 3/4, Kel. Bhakti Jaya, Kec. Setu, Kota Tangerang Selatan, Prov. Banten. Nenek Anih sudah 3 tahun tidak dapat beraktivitas seperti biasa karena kondisi tubuhnya yang terus lemah, terlebih lagi setelah terjatuh dari kamar mandi. Sejak suaminya meninggal 8 tahun yang lalu, ia berjibaku seorang diri menghidupi putra tunggalnya hingga lulus SLTP, dengan menjadi kuli cuci di perumahan dan menyambi berjualan abu gosok keliling kampung setelah  mencuci. Sejak mengalami sakit stroke Nenek Anih terpaksa mengorbankan semua yang dimilikinya, uang tabungan telah habis untuk biaya berobat dan membiayai anak tunggalnya, Anto. Saat ini Anto yang bekerja sebagai buruh di pabrik garam di wilayah pamulang harus menanggung kebutuhan sehari – hari keluarga. Anto semakin mengalami kesulitan keuangan karena kondisi ibunya yang sakit. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapatkan informasi mengenai Nenek Anih segera mengunjunginya. Kondisinya sangat memprihatinkan, ia tinggal di rumah yang sangat kecil dengan anak, menantu dan cucunya. Nenek Anih pun hanya dapat tidur beralaskan kasur lantai. Nenek Anih berobat ke Puskesmas terdekat menggunakan JKN – KIS PBI yang dimilikinya, ia pun terkadang didatangi tenaga kesehatan dari Posyandu dan Puskemas untuk memeriksa kondisinya rutin setiap sebulan sekali. Melihat kondisi Nenek Anih, kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk meringankan biaya berobat dan kebutuhan sehari – hari. Semoga dengan bantuan awal ini keluarga Nenek Anih dapat terbantu dalam kehidupan sehari – harinya dan semoga ia segera diangkat penyakitnya agar dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Februari 2017
Kurir : @nurmanmlana usman @ririn_restu

Bu Anih menderita patah tulang + stroke + lumpuh


RIDWAN BIN KURDIYANTO (5, Thalasemia). Alamat : Desa Panca Tunggal, RT 5, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten  Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ridwan merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Buah hati pasangan Bapak Kurdiyanto (30) dan Ibu Umi Habibah (22) ini telah lama dicurigai mengidap Thalasemia. Saat berusia 1 tahun, Ridwan berobat ke dokter dan didiagnosis gejala penyakit Thalasemia. Saat usia 3 tahun, Ridwan kembali menjalani pemeriksaan di Puskesmas Pulau Besar dengan hasil kadar hemoglobin 4 gr/dL di bawah batas normal. Dokter menyarankan Ridwan dibawa ke RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, namun karena keterbatasan biaya pengobatan urung dilakukan. Perjalanan menuju RSUD Depati Hamzah membutuhkan waktu 3 jam dan biaya yang terasa besar bagi keluarga. Bapak Kurdiyanto hanya bekerja sebagai buruh sedangkan Ibu Umi Habiba sehari – harinya megurus Ridwan dan keempat saudaranya yang salah satunya juga mengidap thalasemia. Ridwan memiliki jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS) namun sebelumnya ia tidak menjalani pengobatan dan transfusi darah secara rutin sesuai anjuran dokter karena ketiadaan biaya. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dapat membantu Ridwan sehingga ia bisa mulai transfusi darah secara rutin sejak Agustus kemarin. Pada November 2016, Ridwan kembali menjalani kontrol dan transfusi darah di RS Depati Hamzah Pangkalpinang. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk oprasional berobat, semoga bantuan yang disampaikan dapat memberikan kemudahan bagi keluarga dalam proses pengobatan penyakit Ridwan. Sebelumnya Ridwan dibantu pada Rombongan 926.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 November 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @Effendy_babel @ririn_restu

Ridwan menderita thalasemia


MUHAMMAD AFDAN SAKURA CIBOBI (4, Hydrocephalus). Alamat : Desa Soasio, RT 1/2, Dusun Rajawali, Kec. Galela, Kab. Halmahera Utara, Prov. Maluku Utara. Si kecil yang biasa disapa Afdan ini menderita hydrocephalus sejak berusia 5 bulan. Sang ibu, Ibu Astuti (53), sama sekali tidak menduga penyakit ini menimpa buah hatinya karena ia merasa melahirkan Afdan dalam kondisi normal. Awalnya Ibu Astuti mencurigai leher Afdan yang  terlihat lemah dan tak berdaya, esok harinya ia membawa Afdan ke salah satu dokter praktek di Tobelo. Ibu Astuti disarankan untuk membawa Afdan ke dokter spesialis anak. Selang beberapa hari kemudian, Ibu Astuti membawa Afdan ke dokter spesialis anak dan Afdan didagnosis menderita penyakit Hydrocephalus. Saat ini kepala Afdan semakin besar, ia selalu kejang-kejang jika mengalami panas tinggi, penglihatan kedua matanya diduga kabur dan kedua kakinya membentuk huruf X. Ayah Afdan, Pak Sudarto Cibobi (57), bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu, sedangkan Ibu Astuti (53) hanyalah ibu rumah tangga. Keterbatas ekonomi membuat kedua orang tua Afdan tidak membawanya berobat terlebih lagi ia tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Setelah mendapat bantuan dari Sedekah Rombongan untuk pembuatan KIS, Afdan kembali dapat menjalani pengobatan secara medis. Sebelumnya Afdan berobat di RSUD Bisorie Kota Ternate, namun ia dirujuk ke RSCM Jakarta. Selama berobat di RSCM, Afdan dan orang tuanya tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta. Afdan mulai menjalani pengobatan di RSCM pada 5 Desember 2016 dan pada 30 Januari 2017 ia dijadwalkan menjalani operasi bedah syaraf. Pasca operasi, Afdan dirawat inap selama dua minggu dan setelah kondisinya membaik ia diperbolehkan pulang. Pada 26 Februari 2017, Afdan dan keluarga akan kembali ke Ternate dan melanjutkan pengobatannya di sana. Kurir Sedekah Rombongan  kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat selama di Jakarta dan biaya transportasi kembali ke Ternate. Semoga Afdan sembuh total dan tumbuh ceria seperti anak – anak seusianya, amin. Sebelumnya bantuan untuk Afdan telah disampaikan pada rombongan 930.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 25 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @mahfudsalama @ririn_restu

Afdan menderita hydrocephalus


MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI (8, ADHD Kombinasi dan Gejala Autisme Ringan). Serta ZASKIA FAHIRA PERMATASARI (6, ADHD Kombinasi, Autistic Spectrum dan Retardasi Mental Sedang); LISHA ZAHRA PERMATASARI  (5, ADHD Kombinasi). Alamat : Jln. Lembang Baru IV No. 12 B, RT 2/9, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Prov. Banten. Ibu Ade Fitria sungguh memiliki kesabaran yang luar biasa. Bagaimana tidak, ketiga anak yang begitu ia sayangi mengalami gangguan yang sama yakni ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas dengan tipe Kombinasi. Secara kasat mata, fisik anak-anak Bu Ade terlihat seperti anak normal, namun perilaku dan psikomotor mereka berbeda. Kondisi Rifki kini  kembali cenderung lebih agresif sehingga obat untuk penenangnya ditingkatkan dosisnya namun sudah tidak tempramental. Zaskia mengalami peningkatan, ia sudah bisa mulai mengeja dan membaca 1 kosakata dan sudah bisa menulis tanpa kaku jarinya. Ia pun sudah bisa duduk tenang ketika diminta. Bu Ade yang selama ini berjuang demi kesembuhan anaknya juga diduga mengidap penyakit yang cukup parah dan kondisi kesehatannya semakin menurun. Ia merasa sangat sedih jika tak dapat mengurus anaknya lagi sedangkan anak – anaknya masih harus terus menjalani pengobatan. Ketiga anak Bu Ade masih menjalani terapi rutin dan konsultasi ke psikiatri untuk mendapatkan obat penenang. Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat setelah sebelumnya dibantu pada rombongan 943.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Februari 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bantuan untuk berobat anak-anak yang menderita ADHD Kombinasi dan Gejala Autisme Ringan


SUKARSA ECA (85, Lansia Dhuafa). Alamat : Kelurahan Perigi, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Dengan kondisi tubuh yang sudah membungkuk, kakek yang akrab disapa Pak Eca ini mendorong gerobaknya. Sehari – harinya Pak Eca berjualan es cincau yang ia buat sendiri di sekitar wilayah Bintaro. Meski sudah renta, ia masih bersemangat mencari uang untuk biaya hidup sehari – hari ia dan istrinya, Ibu Uni, yang tinggal di Cirebon. Pak Eca memiliki dua orang anak, satu dari mereka sudah meninggal dunia karena sakit, dan yang lainnya sudah berkeluarga dan tinggal jauh darinya. Pak Eca sudah berjualan cincau selama tiga tahun, rasanya yang enak tak menjamin cincau itu habis setiap hari, terlebih lagi saat hujan tiba. Jika dagangannya tidak habis, Pak Eca terpaksa membuangnya atau membagi – bagikannya ke tetangga sekitar. Pak Eca tinggal di kontrakan yang sangat sederhana seorang diri, tetangga sekitarnya sama – sama perantau yang berjualan aneka makanan. Pak Eca semasa mudanya turut serta dalam perjuangan melawan penjajah. Dengan semangat ia menceritakan bagaimana ia dengan gagah beraninya ikut angkat senjata. Menurutnya, saat itu semua orang memiliki keberanian tanpa pamrih demi kemerdekaan Indonesia. Tanpa pikir mendapatkan balas jasa, para pejuang turun ke medan perang dengan ikhlas dan tak kenal takut. Ia pun menceritakan kondisi yang begitu sulit untuk makan. Para pejuang dan masyarakat saat itu makan seadanya meski tak layak. Masa tuanya kini Pak Eca habiskan untuk berjuang bertahan hidup. Ia masih harus mencari nafkah untuk makan, mengirimkan uang untuk istrinya, dan sebagian ia sisihkan untuk memperbaiki rumah. Meski usianya sudah senja dan tubuh yang sudah membungkuk, Pak Eca terlihat masih segar bugar. Deretan gigi yang masih utuh, putih dan sehat menghiasi senyumnya. Kurir Sedekah Rombongan bersyukur dapat bertemu dengan Pak Eca dan dapat menyampaikan santunan untuk kebutuhan sehari – hari. Semoga Pak Eca selalu diberi kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Maret 2017
Kurir : @nurmanmlana @rianananudz @ririn_restu

Pak Eca seorang lansia dhuafa


NAJLA NAUFA RIZKIA  ( 12, Hidrocepalhus ). Alamat : Dusun Krajan II RT 2/2 , Desa Soropadan, Kec. Pringsurat, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Rizkia adalah anak ke dua yang terlahir dari pasangan Bapak Sabar (55, Petani) dan Ibu Rofiun (52, Ibu rumah tangga).Derita Dik Rizkia ini di ketahui sejak anak tersbut berusia 6 bulan. Saat itu Rizkia mengalami demam yang tidak kunjung berhenti , kedua orang tuanya segera membawa berobat ke Puskesmas setempat, namun dari Puskesmas langsung diberikan rujukan ke RSUD Temanggung untuk penanganan lebih intensif. Setelah mendapatkan penanganan Dokter diketahui jika anak tersebut mengalami Hidrocepalus, ini diketahui karena lingkar kepalanya yang tidak normal dan ada cairan di kepalanya. Atas saran Dokter dibawalah ke RS Kariadi Semarang untuk segera dilakukan operasi. Setelah  dilakukan dioperasi dan diperbolehkan pulang kondisi Dik Rizkia sudah membaik. Saat ini Dik Rizkia sudah sekolah meski sekolah di Sekolah Luar Biasa ( SLB) dikarenakan pasca operasi tidak bisa sembuh seperti anak anak normal lainnya. Sampai saat ini sebenarnya setiap bulannya harus rutin control dan meminum obat dari Dokter di RS Kariadi, namun kadang hal itu tidak dilakukan mengingat masalah biaya. Meskipun Dik Rizkia mempunyai KIS PBI namun untuk biaya transport dan akomodasinya sangatlah besar sehingga keluarga sangatlah kesulitan.  Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan  keluarga Dik Rizkiauntuk dapat membantu  dengan memberikan bantuan  dari para Sedekahholics yang digunakan untuk biaya transport dan akomodasi untuk control rutin di RS Kariadi Semarang. Keluarga sangat berterimakasih kepada Sedekah Rombongan semoga Dik Rizkia bisa segera control rutin lagi dan cepat sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Januari 2017
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82

Najla menderita hidrocepalhus


SUPRIYADI JAWAI (24, Ca. Nasofaring). Alamat : Dusun Sabaran Sungai, RT 6/3, Desa Sabaran, Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Sebelum sakit, Supriyadi bekerja sebagai kuli bangunan di Malaysia, namun beberapa bulan terakhir ia harus kembali ke Indonesia. Sakit yang dialami Supriyadi berawal dari munculnya benjolan kecil pada lehernya, ia sempat memeriksakan diri ke Puskesmas namun karena keterbatasan alat ia dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang. Supriyadi kemudian menjalani biopsi di RSUD untuk mengetahui penyakitnya, dokter menyatakan penyakit yang dialami Supriyadi belum terlalu berat dan disarankan untuk diangkat benjolannya. Keluarga pun langsung menyetujui untuk operasi pengangkatan benjolan, dan akhirnya benjolan tersebut berhasil diangkat melalui operasi di RSUD Abdul Aziz Singkawang. Setelah Supriyadi menjalani operasi dan kondisinya mulai membaik, beberapa bulan kemudian benjolan kembali muncul di leher dan ukurannya lebih besar dari yang sebelumnya. Supriyadi pun sering mengalami sakit kepala yang diserta mimisan atau mengeluarkan darah dari hidung. Akhirnya keluarga kembali membawa Supriyadi ke RSUD Abdul Aziz dan setelah diperiksa diketahui ia menderita Ca. Nasofaring. Supriyadi kemudian dirujuk ke RSUD Provinsi Sudarso Pontianak namun dokter kembali merujuk untuk dibawa ke RS Dharmais Jakarta. Meski pengobatan telah ditanggung oleh JKN – KIS kelas III yang dimiliki, namun karena terkendala biaya untuk operasional berobat keluarga membawa Supriyadi pulang ke rumah. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Supriyadi dan keluarga, saat berkunjung ke rumahnya kurir merasakan kesulitan yang dihadapi keluarga ini sehingga bantuan awal pun disampaikan untuk biaya pembelian tiket pesawat serta biaya kos selama berobat di Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp.2.500.000,-
Tanggal : 27 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Supriyadi menderita ca. nasofaring


DESA LANGLANG (Bencana Alam Angin Puting Beliung). Alamat : Desa Langlang, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada 7 Maret 2017, atau lebih tepatnya saat pukul 15.00 WIB setelah adzan berkumandang, seorang warga Desa Langlang melihat datangnya angin puting beliung dari arah timur menuju ke barat yang pada saat itu cuaca sedang gerimis. Warga yang mengetahui akan datangnya angin puting beliung tersebut berteriak sambil bertepuk tangan agar para warga yang berada di dalam rumah bisa menyelamatkan diri masing-masing. Angin puting beliung awalnya bertiup kecil sehingga hanya menyapu atap rumah para warga, akan tetapi angin tersebut bertambah besar saat menuju ke arah barat. Akibatnya beberapa rumah roboh, pohon-pohon dan 2 tiang listrik bertumbangan ke jalan. Sampai saat ini telah diketahui ada 12 RW rusak dengan kurang lebih 200 rumah warga dan termasuk 7 orang luka. Kabar bencana ini tersebar cepat yang membuat komunitas-komunitas di Malang dengan bantuan anggota TNI bergotong royong membantu para warga. Tak luput, Sedekah Rombongan juga berpartisipasi dalam membantu warga Desa Langlang agar proses perbaikan desa menjadi lancar. Semoga kegiatan yang selalu bergotong royong seperti ini dapat bermanfaat bagi sesama.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 11 Maret 2017
Kurir : @FaizFaeruz @m_rofii11

Bantuan bencana alam angin puting beliung


YUNIARTI BINTI ATIM (52, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Jalan Kaliurang Barat V, No. 1374, RT 4/7, Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Sekitar 1 tahun yang lalu timbul benjolan kecil yang berada di leher sebelah kanan. Setelah pemeriksaan medis akhirnya beliau didiagnosis oleh dokter menjangkit kanker pada kelenjar getah bening. Beliau akhirnya diberikan surat rujukan untuk mulai berobat di RST Soepraon dan sudah dilakukan kemo terapi sebanyak 6 kali akan tetapi tidak mendapatkan perubahan. Beliau juga sudah melakukan CT Scan di RS Panti Nirmala dan dari hasil CT Scan dinyatakan kanker sudah menyebar ke otak beliau. Pada Bulan Januari kemarin kondisi Ibu Yuniarti menurun, pihak keluarga pun akhirnya membawa ke RS Saiful Anwar (RSSA) Malang dan dilakukan rawat inap selama 10 hari. Beberapa hari yang lalu, kondisi tubuh Ibu Yuniarti tiba-tiba menurun dan beliau pun akhirnya dibawa ke RSSA. Beliau menjalani perawatan intensif di ruang ICU selama sehari dan pada keesokan harinya beliau dinyatakan meninggal oleh pihak rumah sakit. Ibu Yuniarti tinggal satu atap bersama suami, 4 anak dan 2 cucu beliau. Penghasilan yang diperoleh keluarga hanya dari suami beliau dan seorang anak laki-laki beliau, sedangkan anak beliau yang lain hanya sebagai ibu rumah tangga dan ada yang masih bersekolah. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JAMKESDA yang dimiliki beliau sangat membantu dalam berobat. Akan tetapi biaya untuk transportasi dan kebutuhan untuk pemulihan keadaan beliau pasca berobat selalu menjadi kendalanya. Santunan pun diberikan berupa santunan kematian dan bantuan untuk Ibu Yuniarti sebelumnya telah tercatat di rombongan nomor 969. Semoga amal ibadah Ibu Yuniarti diterima oleh Allah dan keluarga diberikan ketabahan yang sebesar-besarnya. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14  Maret 2017
Kurir : @FaizFaeruz Nuryati @m_rofii11

Bu Yuniarti menderita kanker kelenjar getah bening


SARI RATNA (37, Intra Uterin Fetal Death). Alamat : Jln. Aselih, Kel. Cipedak, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Prov. DKI Jakarta. Bayi yang dikandung oleh Ibu Sari meninggal dunia di dalam kandungan sehingga harus dikuret. Ibu Sari menjalani kuretase di RS Fatmawati Jakarta namun ketika diperbolehkan pulang ia tidak memiliki biaya. Ibu Sari dirawat sebagai pasien umum karena ia tak memiliki jaminan apapun. Suaminya, Angga (31), tidak dapat membiayai biaya perawatan istrinya. Berbekal Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dibuat oleh Ibu Sari melalui ibunya, Ibu Djuariah, ia berusaha meminta keringan pada pihak rumah sakit agar dapat mencicil tanggungan biaya perawatan. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapat informasi tentang Ibu Sari dari pihak rumah sakit menyampaikan santunan untuk membantu meringankan biaya rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 10 Februari 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Ibu Sari menderita intra uterin fetal death


JAENAB JASAN (60, Tumor di Kaki + Gangguan Kejiwaan). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 2/2, Desa Buniayu, Kec. Suka Mulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Jaenab menderita tumor di kaki yang setahun terakhir kondisinya semain membesar. Selama ini Ibu Jaenab tidak pernah berobat karena ia juga  mengalami gangguan kejiwaan yang dipicu oleh anaknya yang hilang entah kemana. Anaknya sudah dua tahun ini hilang tak ada kabar. Untuk makan sehari – hari Ibu Jaenab mengandalkan belas kasihan dari tetangganya. Penderitaan Ibu Jaenab semakin lengkap dengan kondisi rumahnya yang hampir roboh. Ketika hujan datang bocor dimana – mana dan Ibu Jaenab sangat cemas karena rumahnya bisa roboh sewaktu – waktu. Dinding yang terbuat dari bilik bambu sudah lapuk dan hancur terkena air hujan. Tetangga sekitar sudah mencoba mengajukan program bedah rumah ke pemerintah desa, namun selama ini belum ada tindak lanjutnya. Setelah mendapatkan bantuan dari Sedekah Rombongan untuk perbaikan rumah, kini Ibu Jaenab dapat tinggal lebih layak dan nyaman. Kondisi Bu Jaenab pun semakin membaik, mulanya ia sulit diajak berkomunikasi akibat kondisi kejiwaannya, kini ia mulai terbuka dengan orang lain. Bahkan ketika kurir kembali mengunjunginya, ia mengucapkan rasa terima kasih. Mudah mudahan dengan kondisi rumah yang lebih layak dapat membantu penyembuhan kejiwaan Bu Jaenab. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan Tangerang kembali menyampaikan bantuan lanjutan kepada Bu Jaenab untuk membayar sebagian utang, dan biaya hidup sehari-hari. Sebelumnya Bu Jaenab telah dibantu pada rombongan 962.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Maret  2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @fatmamisna @ririn_restu

Bu Jaenab menderita tumor di kaki + gangguan kejiwaan


RISKY ABDUL BIN HARIS OTOLUWA (7, Tumor Ganas). Alamat Jl. Kelapa Dua Atas Lrg. Sandakan 3 Kelurahan Simpong Kecamatan Luwuk Selatan Kabupaten Luwuk Propinsi Sulawesi Tengah. Awalnya pada bulan November 2016 Adik Risky melakukan kegiatan olahraga di sekolahnya (bermain kasti). Pada saat melakukan permainan tersebut adik Risky terjatuh dan tertindih oleh temanya, sehingga menyebabka paha bagian kaki kanan mengalami mengalami bengkak dan memar. Selang beberapa hari dirawat oleh ibunya di rumah, bengkak dan memar di bagian kaki tersebut tidak kunjung mengalami perubahan dan sembuh. Oleh karena itu berdasarkan saran dari keluarga maka adik Risky dibawa ke puskesmas setempat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Namun setelah lebih dari 2 bulan lamanya bagian paha kaki kanan tidak mengalami perubahan dan bahkan bengkak nya bertambah besar. Dan ditengah rasa sakit yang diderita oleh adik Risky musibah kembali datang menghampiri yaitu ayah adik Risky meninggal dunia. Kemudian setelah 40 hari pasca duka, adik Risky dibawa ke rumah sakit umum Luwuk untuk dilakukan pemeriksaan dan perawatan lanjutan. Dan dari hasil rontgen dan pemeriksaan dokter adik Risky menderita Tumor Ganas (Oestosakroma) pada bagian paha kanan tersebut sebagai akibat adanya penggumpalan darah pada saat terjatuh dan tertindih sewaktu berolahraga di sekolah. Selanjutnya menurut dokter agar adik Risky segera dirujuk ke rumah sakit Wahidin di Makassar guna penanganan lebih lanjut karena keterbatasan alat medis di rumah sakit di luwuk.  Adik Risky merupakan anak dari Bapak Haris Otoluwa (45, almarhum) yang dulunya bekerja sebagai sopir angkot dan Ibu bernama Marlinda Busalo (36) sebagai Ibu rumah tangga. Adik Risky belum memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk apapun.
Sedekah rombongan segera bergerak setelah mendapat informasi tersebut. Dan alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera melakukan pendampingan mulai dari pengurusan BPJS hingga pendampingan adik Risky ke Makassar.

Jumlah bantuan   : Rp. 7.870.000, –
Tanggal                : 12 Maret 2017
Kurir                    : Rasyid @Tati, Syarif dan Fitri

Risky menderita tumor ganas


HALIMAH BINTI NUSI (50, Kanker Payudara). Alamat Jl. Trans Sulawesi dusun 4 Desa Salubomba Kecamatan Banawa Tengah Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah. Ibu Halima menderita kanker payudara sudah sejak setahun lalu. Pernah dirawat selama beberapa hari di Rumah Sakit umum Anutapura Palu, dan disarankan untuk rujuk ke rumah sakit Wahidin di Makassar. Namun dikarenakan kendala biaya transpor dan akomodasi pihak keluarga memutuskan untuk dirawat di rumah dengan mengandalkan pengobatan Herbal. Ibu Halimah merupakan istri dari Bapak Muhammad (52) yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan. Mereka memiliki tanggungan 3 orang anak. Saat ini jaminan kesehatan yang dimiliki selama berobat di rumah sakit adalah Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Sedekah rombongan segera bergerak ke kediaman Ibu Halimah setelah mendapat informasi tersebut. Dan alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan biaya berobat.

Jumlah bantuan    : Rp. 1.000.000, –
Tanggal         : 9 Maret 2017
Kurir            : Rasyid @Suparman

Bu Halimah menderita kanker payudara


HUDIYAH BINTI YACI (45, Kanker Payudara). Alamat Jl. Banawa Lrg. Bambapangasi Kelurahan Maleni Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah. Sudah 2 tahun lamanya Ibu Hudiyah menderita kanker payudara dan Pernah dirawat di 2 rumah sakit di Kota Palu yaitu Rumah Sakit umum Anutapura Palu dan RS UNDATA, yang kemudian oleh dokter disarankan untuk rujuk ke rumah sakit Wahidin di Makassar. Namun dikarenakan kendala biaya transpor dan akomodasi pihak keluarga memutuskan untuk dirawat di rumah dengan mengandalkan pengobatan Herbal. Ibu Hudiyah merupakan istri dari Bapak Arsyad (46) yang sehari-hari bekerja sebagai sopir. Mereka memiliki tanggungan 4 orang anak. Saat ini jaminan kesehatan yang dimiliki selama berobat di rumah sakit adalah Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Sedekah rombongan segera bergerak ke rumah Ibu Hudiyah setelah mendapat informasi tersebut. Dan alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan biaya berobat.

Jumlah bantuan    : Rp. 1.000.000, –
Tanggal         : 9 Maret 2017
Kurir            : Rasyid @Suparman

Bu Hudiyah menderita kanker payudara


TANDI SAILE BIN LUDIN (48, Karsinoma Nasofaring Stadium IV). Alamat Jl. Tandiayabe Desa Toaya Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Awalnya Pak Tandi merasakan sakit kepala, yang kemudian pak Tandi berfikir hanya sakit kepala bisa sehingga cukup dengan mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit kepala biasa. Namun selang beberapa hari sakit kepala tersebut tak kunjung sembuh dan bahkan semakin terasa sakit. Sehingga oleh pihak keluarga pak Tandi segera dilarikan di rumah sakit umum Madani kota palu. Beberapa saat setelah dirawat di rumah sakit Madani sakit kepala tersebut mulai berangsur hilang. Namun setelah kembali ke rumah pak Tandi kembali merasakana sakit kepala yang hebat, sehingga keluarga kembali membawa pak Tandi ke rumah sakit umum Undata Kota Palu. Dan ternyata hasil diagnosa dokter rumah sakit bahwa sakit kepala yang diderita oleh pak Tandi adalah akibat dari tumor di area hidung yang sakitnya hingga terasa di bagian kepala. Dan pihak rumah sakit Undata Palu menyarankan agar bapak Tandi harus di rujuk ke rumah sakit Wahidin di Makassar. Pak Tandi sehari-hari bekerja sebagai petani yang memiliki tanggungan 4 orang anak dan seorang Istri yang bernama Rosni (54). Dengan kondisi ekonomi yang sulit Pak Tandi menunggu keputusan keluarga apakah mengikuti saran dokter untuk melanjutkan pengobatan di Makassar ataukah tidak. Jaminan kesehatan saat ini yang dimiliki oleh pak Tandi adalah KIS (Kartu Indonesia Sehat).
Sedekah rombongan segera bergerak dan mendampingi Pak Tandi untuk diberangkatkan ke Makassar. Dan Alhamdulillah pada tanggal 26 Februari 2016 Pak Tandi telah tiba di Makassar dan langsung segera didampingi pengurusanya di Rumah Sakit Wahidin. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 963.

Jumlah bantuan    : Rp. 4.324.000, –
Tanggal         : 16 Maret 2017
Kurir            : Rasyid @Syariful Umar dan Lismasari

Pak Tandi menderita karsinoma nasofaring stadium IV


CICIN MULIANI (39, Typhus + TB Paru). Alamat : Kampung Sawah Murti, RT 1/2, Kelurahan Bojong Sempu, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Bu Cicin meninggal pada Rabu, 27 April 2016 di RS Fatmawati Jakarta. Bu Cicin mempunyai riwayat sakit Typhus dan TB Paru. Awal sakitnya pada 1 bulan yang lalu, Bu Cicin mengalami demam yang tak kunjung turun. Oleh suaminya, Iswan Khoiri (47), Bu Cicin diperiksakan ke Puskesmas. Setelah berobat dari Puskesmas, kondisinya membaik. Satu minggu kemudian, kondisi Bu Cicin melemah hingga dibawa ke rumah sakit di daerah Parung, Bogor. Karena ketidaktersediaan peralatan, Bu Cicin dirujuk ke UGD RS. Fatmawati pada 25 April 2016. Setelah 6 jam berada di UGD, Bu Cicin dipindahkan ke ruang perawatan Gedung Teratai ruang Isolasi. Menurut pihak dokter Bu Cicin juga terkena TB Paru sehingga perlu penanganan yang itensif. Setelah menjalani perawatan Allah berkehendak lain, Bu Cicin menghembuskan napas terakhirnya pada 27 April 2016. Biaya perawatan di RS Fatmawati menggunakan jaminan umum karena ia tidak mempunyai JKN – KIS. Pak khoiri harus membayar biaya rumah sakit tersebut yang tidak mampu ia penuhi. Penghasilannya sebagai penjual mainan anak-anak di sekolah masih sangat sedikit dan belum lagi ia harus menutupi kebutuhan 2 anaknya. Oleh karena itu Pak Khoiri membuat surat perjanjian utang yang setiap bulannya harus diangsur. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan kepada Pak Khoiri untuk membantu membayar tunggakan rumah sakit, membayar iuran KIS, dan kebutuhan sehari – hari. Sebelumnya Pak Khoiri telah dibantu pada Rombongan 930.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Februari 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bu Cicin menderita typhus + TB paru


SADINEM TURIMAN COKROSUWITO (57, Stroke). Alamat : RT 03/04, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Sadinem sekitar 5 tahun lalu menderita tekanan darah tinggi. Suatu pagi pada saat bangun tiba-tiba separuh dari badan Ibu Sadinem tidak dapat digerakkan. Keluarga lalu membawa Ibu Sadinem berobat ke Rumah Sakit (RS) Pelayanan Kesehatan Umum (PKU) Muhammadiyah Gombong. Beliau kemudian di rawat selama 10 hari dan mengalami koma selama 4 hari. Setelah menempuh pengobatan di rumah sakit, keluarga mengupayakan pengobatan Ibu Sadinem melalui terapi tusuk jarum di Kota Bandung selama 1 tahun. Namun terapi yg dilakukan tidak membuahkan hasil dan keluarga membawa beliau kembali pulang ke kampung halamannya. Ibu Sadinem kemudian menjalani beberapa pengobatan tradisional namun upaya tersebut tidak menunjukkan hasil yang baik. Keluarga sudah merasa putus asa untuk mengobati beliau dan selama 3 tahun terakhir Ibu Sadinem tidak menjalani pengobatan sama sekali. Saat ini seluruh badan beliau kaku dan tidak dapat di gerakkan serta mengalami kesulitan berbicara. Suaminya, Turiman Cokrosuwito (62) bekerja sebagai buruh tani. Penghasilannya hanya cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Selama menjalani pengobatan, Ibu Sadinem dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Tidak adanya biaya tranportasi dan keluarga yang mendampingi ke rumah sakit menjadi kendala yang dihadapi Ibu Sadinem dalam melanjutkan pengobatannya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Sadinem. Santunan telah disampaikan untuk membantu biaya pengobatan beliau agar dapat segera melakukan pengobatan lagi di rumah sakit. Semoga pengobatan Ibu Sadinem berjalan lancar dan beliau segera diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 25 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @menttariii @virgiawanadr  @firdhanelis

Bu Sadinem menderita stroke


KEVIN ALDAN AMALUL NIZAM (1, Hydrocephalus). Alamat : RT 3/7, Dusun Padawaras, Desa Gumelar, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Kevin Aldan Amalul Nizam atau akrab dipanggil Kevin terlahir dalam kondisi normal dan sehat. Namun pada usia 1 bulan, pandangan Dik Kevin selalu tertuju ke bawah dan saat menangis tidak keluar air mata. Keluarga belum menaruh curiga dengan kondisi tersebut. Baru pada bulan kedua pascakelahiran, kepala Dik Kevin terlihat membesar secara tidak wajar, hingga ototnya terlihat. Akhirnya, Dik Kevin diperiksakan ke Puskesmas Gumelar kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto. Hasil pemeriksaan Dokter RSMS, Dik Kevin mengidap Hydrocephalus (akumulasi abnormal cairan cerebrospinal di dalam otak). Harus segera dilakukakan tindakan operasi untuk mengeluarkan cairan di tempurung kepala supaya tidak terus membesar. Akhirnya pada tanggal 6 Februari 2017, Dik Kevin menjalani operasi. Saat ini, Dik Kevin diharuskan menjalani kontrol rutin untuk memantau perkembangan pascaoperasi. Suripto (30), ayah dari Dik Kevin bekerja sebagai buruh serabutan, sedangkan istrinya, Wuryanti (29) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari membuat keluarga Dik Kevin kesulitan menanggung biaya pengobatan. Ditambah lagi, jaminan kesehatan berupa Jamkesda yang digunakan untuk membantu pengobatan Dik Kevin, hanya menanggung biaya operasi saja, sedangkan biaya alat yang ditanam di dalam tubuh Dik Kevin harus dibiayai secara mandiri. Alhamdulillah, kurir  Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Kevin sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedelaholics. Santunan diberikan untuk membantu biaya pengobatan Dik Kevin yang cukup besar. Semoga Dik Kevin dapat segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000,-
Tanggal : 2 Maret 2017
Kurir : @arfanesia @virgiawanadr @misterrmoo

Kevin menderita hydrocephalus


WAHID NUR HASAN (6, Leukemia). Alamat : RT 1/5, Desa Karangsari, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada April 2016 yang lalu, Dik Hasan mengeluhkan pegal, linu dan lemas pada persendian kakinya sehingga tidak dapat berjalan. Selain itu, ia juga sakit demam dengan panas tubuh yang tinggi. Orang tuanya berinisiatif membawa Dik Hasan untuk dipijat. Namun dua hari kemudian keadaannya tidak membaik, justru panas badannya semakin tinggi. Dik Hasan kemudian diperiksakan ke puskesmas terdekat, namun keadaannya belum juga membaik. Ia kemudian berobat ke Rumah Sakit (RS) Siaga Medika Banyumas. Dokter menduga Dik Hasan menderita leukimia dan memberikan rujukan ke RS Sardjito. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Dik Hasan menderita leukemia atau kanker sel darah putih. Dokter menyarankan agar ia menjalani kemoterapi rutin selama dua tahun. Kini Dik Hasan masih tidak dapat berjalan. Kedua orang tuanya, Radiman (34) dan Risdianti (34) menceritakan kesedihan dan kesulitan yang mereka hadapi saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Bapak Radiman bekerja sebagai buruh tani berpenghasilan kecil. Penghasilannya tersebut hanya cukup memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya. Biaya pengobatan Dik Hasan dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun pengobatannya masih terkendala biaya transportasi ke rumah sakit dan obat yang harus ditebus apabila ada efek samping yang ditimbulkan dari kemoterapi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Hasan sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan obat yang tidak dalam jaminan BPJS. Semoga pengobatan yang dijalani Dik Hasan berjalan lancar dan ia segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Maret 2017
Kurir : @arfanesia @menttariii @paulsyifa

Wahid menderita leukemia


KIRANA DERMAWAN (1, Kanker Kaki Kanan). Alamat : RT 6/3, Desa Kedondong, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dik Kirana memiliki benjolan di kaki kanannya sejak ia lahir. Orang tuanya langsung memeriksakan Dik Kirana ke Rumah Sakit (RS) Margono. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Dik Kirana menderita tumor ganas pada kaki kanannya dan harus segera diamputasi. Mendengar hal tersebut, orang tuanya langsung mengupayakan pengobatan ke RS Sardjito. Dik Kirana pun menjalani pengobatan secara radioterapi di RS Sardjito dan RS Margono. Ayah Dik Kirana, Sugeng Prayitno (32) bekerja sebagai penjual bakso keliling dan sesekali berjualan burung dara di pasar, sedangkan ibunya, Lajar Tri Mulyani (30) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Pak Sugeng yang kecil hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama kedua anaknya yang masih kecil. Biaya pengobatan Dik Kirana dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan masih menjadi kendala baginya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Kirana. Santunan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 950. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tumor pada kaki kanan Dik Kirana sudah berubah menjadi kanker dan sudah menjalar ke pembuluh darahnya. Menurut dokter, jika dilakukan tindakan operasi ada resiko cedera otot dan sel kankernya pun tidak dapat diangkat semua. Dokter pun menyarankan untuk mengamputasi kaki kanan Dik Kirana. Sekarang keluarga Dik Kirana sedang memikirkan tindakan yang akan mereka ambil untuk kesembuhan putrinya. Semoga Dik Kirana segera sembuh, dapat tumbuh sehat dan membanggakan orang tuanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Maret 2017
Kurir : @arfanesia @atinlaely @paulsyifa

Kirana menderita kanker kaki kanan


PROS EKAWATI (35, Kanker Mata). Alamat : Jl. Kalibener, Gang 2, RT 4/2, Kelurahan Kranji, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala penyakit Ibu Pros berawal pada tahun 2012. Awalnya, tumbuh benjolan di mata kirinya. Benjolan tersebut kian membesar dan mengganggu penglihatan Ibu Pros. Setelah memeriksakan diri ke Rumah Sakit (RS) Banyumas, dokter mendiagnosis Ibu Pros mengidap kanker mata stadium 4 sehingga beliau harus melanjutkan dan menjalani serangkaian pengobatan di RS Sarjito dan RS Margono serta scan mata di Panti Rapih. Ibu Pros kembali mengungkapkan kesedihannya saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Penghasilan keluarga Bu Pros hanya mengandalkan suaminya, Selfanes (40) yang bekerja sebagai karyawan di suatu toko. Penghasilannya yang kecil hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah 3 orang anaknya. Biaya pengobatan Bu Pros dapat dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun beliau masih kesulitan untuk memenuhi biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit, mengingat jarak tempat tinggal beliau dan rumah sakit yang jauh. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dihadapi Ibu Pros, santunan kembali disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 964. Kini pengobatan Ibu Pros dirujuk ke RS Dharmais Jakarta untuk dilakukan tindakan operasi. Semoga Ibu Pros segera diberikan kesembuhan sehingga dapat beraktivitas seperti semula. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 12 Maret 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @sirheywarex @paulsyifa

Bu Pros menderita kanker mata


RAMA FABIAN PURWANEGARA (12, Susp Tumor Mata). Alamat: Jl. Lensapura, RT 6/1, Desa Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang dialami Dik Rama berawal pada Juli 2015. Dik Rama mengeluhkan matanya yang sakit dan penglihatannya yang kabur. Kedua orang tuanya segera memeriksakan Dik Rama ke balai pengobatan mata di Jl. Kamandakan Purwokerto. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyampaikan bahwa Dik Rama mengalami pembengkakan saraf mata. Dokter juga menyampaikan bahwa untuk kasus Dik Rama dapat diobati dengan terapi secara rutin. Alhamdulillah kedua mata Dik Rama sudah dapat melihat dengan normal meski terkadang mata kirinya masih terasa sakit. Kontrol yang sebelumnya satu minggu sekali menjadi satu bulan sekali. Penghasilan Ayah Dik Rama, Suhendar (38) hanya cukup untuk makan dan biaya sekolah. Keluarga Dik Rama masih tinggal bersama kakeknya, Tn. Adbul Aziz seorang porter angkut barang di terminal purwokerto yang penghasilan hariannya sekitar 30-50 ribu. Biaya pengobatan Dik Rama dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun proses pengobatannya masih terkendala biaya transportasi dan akomodasi ke Katarak Centre.  Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Rama. Santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 926. Karena kendala biaya, Dik Rama tidak menjalani kontrol rutin selama dua bulan sehingga penglihatannya sering kabur. Setelah diperiksakan ke Katarak Centre, dokter spesialis mata mendiagnosis ada tumor di otak Dik Rama. Kini pengobatan Dik Rama akan dilanjutkan di Rumah Sakit Margono Purwokerto.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Maret 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @sirheywarex @paulsyifa

Rama menderita susp tumor mata


MTSR 1 MAGETAN, (AE 8066 NE, Biaya Inventaris Pemasangan Interior Ambulan Standar). Hampir dua tahun MTSR Magetan memutar rodanya di Kabupaten Magetan, Ngawi, Madiun, Ponorogo dan sekitarnya untuk membantu duafa yang sakit menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit daerah sampai harus di rujuk ke luar kota. Solo dan Yogyakarta adalah tujuan utama pasien rujukan dari Magetan dan sekitarnya. Selama dua tahun juga MTSR Magetan difungsikan maksimal sebagai ambulan fleksibel yang bisa bongkar pasang dari mobil penumpang menjadi ambulan berstrecher atau sebalik nya dari ambulan berstrecher menjadi mobil penumpang menyesuaikan kebutuhan pasien. Alhamdulillah pada tanggal 12 Agustus 2016 Magetan mendapatkan satu unit armada MTSR hasil patungan dari warga Magetan dan Sedekah Rombongan untuk mendampingi #SR Magetan dan mempercepat pergerakan kurir. Di karenakan sudah memiliki MTSR pendamping dan interior MTSR Magetan belum standart ambulan,  maka di lakukan pembelian perlengkapan dan interior ambulan untuk kenyamanan dan keamanan pengemudi dan pasien dari rumah menuju rumah sakit atau sebaliknya. Biaya yang dibutuhkan sebesar Rp. 4.415.000 dan di alokasikan untuk pembelian dan pemasangan lantai dasar, Bangku, Almari, Perlengkapan P3K, Gantungan infus dan pemadam api dan Branding ulang Mtsr 1 Magetan. Sebelumnya laporan keuangan MTSR Magetan masuk pada rombongan 965.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.415.000,-
Tanggal : 4 Maret 2017
Kurir : @Mawanhananto @ErvinSurvive Allcrew

Biaya inventaris pemasangan interior ambulan standar


RSSR MAGETAN (Inventaris Bulan Januari – Februari 2017). Alamat : Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan hadir di Magetan sejak bulan Oktober 2015. Rssr Magetan ini banyak digunakan untuk transit pasien dampingan yang rumahnya jauh seperti Ngawi, Madiun dan Ponorogo sebelum berobat ke Rsdm maupun Rso Solo. Pada tahun ke dua Rssr menempati kontrakan baru sehingga membutuhkan beberapa perlengkapan baru diantara nya Kasur busa, almari, perlengkapan dapur seiring dengan bertambahnya pasien dampingan yang transit di Rssr Magetan. Dengan Rssr yang baru diharapkan pasien lebih merasa nyaman dan menunjang proses kesembuhan untuk mereka. Laporan ini ditujukan untuk pembelian inventaris Rssr Magetan yang meliputi kasur busa, selimut, sepray, almari dan perlengkapan dapur. Semoga segala amal sedekaholics semua dibalas oleh Allah SWT. Amin.

Jumlah Bantuan: Rp. 3.456.000
Tanggal :  5 Maret  2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive Allcrew

Biaya inventaris bulan Januari – Februari 2017


ALM. NURI RUSMIYATI, (37, Ca Mamae sebelah kanan). Alamat : RT 1/2 Desa Magetan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Nuri adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita kanker payudara sejak tahun 2014 silam. Pada tahun yang sama Bu Nuri menjalani operasi pengangkatan payudara sebelah kanan di Rsud. dr. Sayidiman Magetan, dilanjutkan kemoterapi sebanyak 6 kali di Rsud. dr. Soedono Madiun. Setelah itu beliau rutin kontrol tiap 10 hari sekali. Suami Bu Nuri yaitu Pak Cipto (38 tahun) bekerja sebagai tenaga kebersihan di Dinas Agraria Magetan yang penghasilan nya tidak seberapa, dan harus merawat istri sakit serta membiayai sekolah anak nya yang duduk di kelas 1 SMK dan 5 SD. Tahun 2016 Bu Nuri kembali merasakan sakit, dan dokter menyatakan Ca Mamae yang dideritanya sudah mencapai Stadium 4 sehingga harus di rujuk ke Rsup. dr. Moewardi Solo. Salah satu kurir Magetan mendapatkan informasi tentang keluarga ini dan segera melakukan survey. Bu Nuri menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan mulai bulan Oktober 2016. Pengobatan dilakukan dengan kemoterapi pil dan kontrol tiap dua minggu sekali. Setelah 5 bulan dalam dampingan Sedekah Rombongan, dan berbagai usaha dilakukan ternyata Allah berkehendak lain. Pada hari Rabu, 1 Maret 2017 Bu Nuri menghembuskan nafas terakhir. Santunan kematian titipan para Sedekaholic telah disampaikan Rp. 1.000.000 dan digunakan untuk biaya pemakaman setelah sebelum nya masuk pada rombongan 965. Pak Cipto mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan dan pendampingan penuh dari Sedekah Rombongan selama ini. Semoga Almarhumah Bu Nuri mendapatkan tempat terbaik disisiNya dan diterima semua amal baik nya selama hidup. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.100.000
Tanggal : 1 Maret 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @RonyPrata58 @AnwarYusuf

Alm bu Nuri menderita ca mamae sebelah kanan


MTSR MADIUN, (B 1760 KHZ, Biaya Operasional Februari 2017). Mobil Gran Max tahun 2014 dengan nomor polisi B 1760 KHZ adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Madiun dengan interior standart penumpang untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Madiun sejak tanggal 3 Februari 2017 lalu telah dihibahkan oleh sedekaholics yang berdomisili di Jakarta melalui kurir Sedekah Rombongan Wonogiri. Fungsinya mtsr adalah untuk Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Madiun dalam menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Madiun seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain. Medan yang sangat berat di lereng gunung Wilis dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan Februari 2017 sebesar Rp 4.250.000.di gunakan untuk biaya Poles, Branding,  pembelian sparepart, pembelian BBM dan cuci mobil. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic maka MTSR Madiun dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.250.000,-
Tanggal : 1 Maret 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Biaya operasional Februari 2017


MUCHOLIFAH BINTI IMAM SUPARMAN, ( 58, OS PROPTOSIS) Alamat : RT 3/2, Desa  Pagotan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Mucholifah adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak. Anak yang pertama dan ketiga dalam kondisi keterbelakangan mental. Suaminya yang hanya bekerja sebagai buruh tani terkadang tidak mencukupi untuk mengepulkan asap dapur mereka, sehingga Bu Mucholifah harus ikut bekerja sebagai tukang bersih – bersih di rumah tetangga. Sampai suatu hari Bu Mucholifah merasa tak enak badan, semua badannya terasa sakit sampai harus opname di RSUD Dolopo selama 5 hari dan dinyatakan memiliki asam urat tinggi. Namun tak sampai di situ saja sakit yang diderita Bu Mucholifah. Beberapa bulan yang lalu Bu Mucholifah merasakan ada ganjalan di matanya. Karena sudah tidak ada biaya, maka Bu Mucholifah tidak pernah memeriksakannya. Sehingga sampai saat ini kondisi mata Bu Mucholifah sangat mengenaskan, bola matanya menonjol keluar. Karena kondisi yang semakin parah, suami Bu Mucholifah mengajaknya periksa dengan meminjam uang pada saudaranya, dari hasil pemeriksaan, ternyata Bu Mucholifah menderita Tumor Retrobulbar dan dirujuk ke RS. Sardjito Jogjakarta. Meski Saat ini Bu Mucholifah memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah berupa KIS ( Kartu Indonesia Sehat ), namun belum punya dana untuk akomodasi dan mengurus keperluan pengobatannya, sehingga Bu Mucholifah harus terbaring lemas di rumah saja. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami bu Mucholifah. Bantuanpun disampaikan untuk biaya  pengobatan, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada rombongan 953. Bu Mucholifah merasa senang sekali dan mengucapkan terimakasih kepada sedekacholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan supaya bisa melanjutkan proses pengobatan dan operasinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 1 Maret 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bu Mucholifah menderita osteoporisis


AHMAD AMIEN HUSAIN, (21, Patah Tulang Bahu). Alamat : Desa Joho, RT 1/1, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Husen, begitu biasa kami memanggilnya adalah seorang mahasiswa sebuah Perguruan Tinggi di Ponorogo yang telah menjadi kurir setahun yang lalu. Bersama kurir lainnya di Madiun, Husen aktif sekali dalam semua kegiatan yang dilaksanakan di Sedekah Rombongan. Husen yang menjadi anak tunggal di keluarganya, semakin bisa bersosial dengan lingkungan yang lebih luas, dibandingkan dulu sebelum menjadi kurir Sedekah Rombongan. Pada saat pulang dari rumah temannya, tidak diduga Husen mengalami kecelakaan, sehingga saat itu juga harus dilarikan ke Rumah Sakit terdekat. Dari hasil pemeriksaan mas Husen dinyatakan patah tulang bahu, yang harus dilakukan operasi untuk kesembuhannya. Sebagai rasa empati teman – teman Sedekah Rombongan maka bantuanpun disampaikan untuk biaya berobat. Husen awalnya merasa tidak enak, seorang kurir yang biasa membantu menyampaikan bantuan, saat ini malah dia yang diberi bantuan. Kami sampaikan bahwa ini adalah karena rasa solidaritas kita sebagai sesama kurir Sedekah Rombongan. Santunan sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk tambahan biaya berobat. Husen terharu sekali dan mengucapkan banyak terimakasih pada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Februari 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Ahmad menderita patah tulang bahu


NAYLA MUAZARA ALYA FITRI, (3, Hydrosefalus). Alamat : RT 17/6, Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Nayla adalah seorang anak berusia 3 tahun. Sejak 3 bulan Naila mengalami susah buang air besar yang akhirnya harus menjalani operasi di RSSA untuk mengeluarkan ususnya. Hampir kurang lebih 1,5 tahun Nayla buang air besar melalui usus yg dikeluarkan dibagian perutnya. Hingga usianya genap 2 tahun Naila menjalani operasi lagi untuk memasukkan ususnya. Selama ini Nayla dibantu sebuah yayasan Anak di Kota Malang, Sayangnya saat ini Nayla sudah dilepas dan tidak memberikan bantuan lagi terhadap Nayla karena dirasa sudah cukup. Padahal saat ini kondisi Nayla belum bisa dikatakan sembuh, karena setelah beberapa kali kontrol ke RSSA Nayla diminta CTScan dan hasilnya Nayla didiagnosa Hydrocepalus. Walaupun sebenarnya Nayla memiliki jaminan kesehatan BPJS kelas 3, namun karena keterbatasan ekonomi, akhirnya Nayla diajak orang tuanya pulang ke Madiun dan tidak melanjutkan pengobatan. Sedangkan Rumah yg ditempati di Madiun ini sebenarnya milik paman dari ayah Nayla, Namun di Madiun suaminya bisa bekerja serabutan dan ibu Nayla berjualan cemol di depan rumahnya. Saat bertemu dengan Sedekah Rombongan,  semua berkas pengobatan Nayla masih di Malang. Karena selain kartu keluarga nya berdomisili Malang, orang tua Nayla berencana suatu saat punya rejeki atau ada yang memberikan bantuan, akan mengajak Nayla untuk berobat lagi ke RSSA. Sedekah Rombongan memahami kondisi orang tua Nayla. Santunan awal titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat Nayla. Orang tua Nayla sangat berterimakasih kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Februari 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Nayla menderita hydrosefalus


KASIHANTO BIN JAIMIN, (7, Bantuan biaya sekolah dan biaya hidup). Alamat : Dukuh Panthuk RT 28/3, Desa Randualas, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Kesi begitu biasa dipanggil adalah seorang anak yatim, bapaknya meninggal sudah 4 tahun yang lalu. Dia duduk di bangku SD kelas V. Sementara kakaknya sudah SMP. Ibunya yang sering sakit – sakitan, hanya bisa pasrah dengan  keadaan sekarang ini. Ibu Kesi sehari-harinya tidak mempunyai pekerjaan tetap, hanya kalau ada tetangga yang menyuruh membantu mencuci dan setrika, maka pada waktu itulah keluarganya mendapatkan pendapatan. Atau kalau musim panen padi maka ibunya bekerja di sawah tetangganya. Kondisi rumah yang sangat memprihatinkan juga dirasakan oleh keluarga tersebut. Lantai yang masih berupa tanah, tembok sudah rusak di sana – sini. Kesi juga merupakan salah satu anak yatim yang kemarin mengikuti program khitan gratis dari Sedekah Rombongan Madiun. Pada saat berkunjung ke rumah Kesi, team Sedekah Rombongan sangat memahami kesulitan yang dialami keluarga Kesi. Alhamdulillah Kesi dan keluarga  mendapatkan bantuan lepas sebesar Rp. 1.000.000 dan digunakan untuk keperluan sekolah dan biaya hidup sehari-harinya. Kesi sekeluarga merasa senang sekali dan mengucapkan banyak terima kasih atas santunan sedekaholics yang telah disampaikan melalui SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Februari 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bantuan biaya sekolah dan biaya hidup


SUPINI BINTI SURADI, (45, Modal usaha dan biaya pendidikan). Alamat : Dusun Mutih, RT 23/2, Kelurahan Wungu, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Bu Supini adalah seorang janda yang tinggal di rumahnya dengan 2 orang anak dan seorang adik. Awalnya mereka hidup di luar kota tempat tinggal suaminya. Karena suaminya menikah lagi maka bu Supinah memutuskan untuk pulang ke desa kelahirannya. Bekerja keras adalah prinsip ibu janda ini demi kelanjutan pendidikan 2 putrinya. Mulai kerja membantu tetangga yang membutuhkan, memelihara kambing tetangganya, juga kalau musim panen ketela bu Supini membuat tape dan dijual. Bu Supini ingin sekali memiliki kambing sendiri agar bisa berkembang sehingga bisa untuk membiayai sekolah anaknya. Pada saat Sedekah Rombongan ke rumah bu Supinah, kondisi rumahnya sangat memprihatinkan. Katanya sudah ada rencana dari desa bahwa nanti akan direhap. Sementara 2 anaknya yang masih sekolah di SLTP dan SLTA untuk biaya sekolah sering dibantu oleh tetangganya yang peduli dengan kondisi bu Supini. Ibunya hanya bisa meneteskan air mata bila  anaknya bilang kalau besok harus membayar biaya sekolah. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga bu Supini. Sehingga bantuanpun disampaikan sebesar Rp. 1.000.000 dan digunakan untuk modal usaha dan biaya pendidikan anaknya. Bu Supini sangat berterimakasih atas bantuan sedekaholics yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan. Bu Supini mendoakan semoga sedekaholics dan seluruh kurir Sedekah Rombongan diberi kesehatan dan dilipatkan rezekinya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Februari 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bantuan modal usaha dan biaya pendidikan


MUSEMI BINTI SARKUN, (75, Mata Rabun). Alamat : Dusun Tumpang, RT 15/2, Desa Geger, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Mbah Musemi, berusia 75 tahun, menderita mata rabun hingga mengalami kebutaan. Beliau tinggal bersama adik perempuannya bernama Lasemi yang menurut keterangan usianya selisih satu tahun dengan Mbah Musemi. Beliau tinggal di rumah ukuran 4×7 meter, dengan kamar mandi di depan rumah berupa empang dan listrik yang masih nyalur dari rumah tetangga. Pada saat  Sedekah Rombongan berkunjung ke rumah Beliau, rumahnya sedang direnovasi atas inisiatif Polsek setempat dibantu tetangga agar rumah lebih layak huni, sementara ini Beliau berdua diungsikan ke rumah tetangga. Suami Beliau sudah lama meninggal dengan tanpa dikaruniai anak. Untuk makan dan minum sehari-hari mereka mengandalkan belas kasih dari tetangga dan orang yang iba melihat kondisinya. Setiap didatangi orang Beliau selalu minta didoakan agar tidak jatuh, mungkin Beliau pernah jatuh sehingga menyebabkan trauma. Melihat kondisi kesehatan dan perekonomian yang memprihatinkan, akan sangat berarti setiap bantuan dalam bentuk apapun yg ditujukan untuk Beliau berdua. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi mbah Musemi dan adiknya. Bantuanpun disampaikan sebesar Rp. 1.000.000 kepada mbah Musemi dan digunakan untuk biaya berobat dan kebutuhan hidup. Mbah Musemi mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan sedekaholics yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Februari 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bu Musemi menderita mata rabun


SANEM BINTI LAMIDI, (58, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Dusun Karang Agung, RT 19/7, Desa Randualas, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Sanem adalah seorang ibu tua yang setiap harinya harus menghidupi 3 orang anaknya dengan perjuangan keras. Bu Sanem harus bekerja keras demi kelangsungan hidup keluarganya. Setiap hari Bu Sanem mencari daun cengkeh di kebun milik tetangganya. Demikian juga dengan suaminya harus juga bekerja keras, walau sebenarnya kondisi suaminya yang kurang sehat badannya. Keluarga bu Sanem yang sangat minim itu, nampak sekali dengan melihat kondisi rumahnya yang berukuran kecil dengan lantai yang masih berupa tanah, belum plesteran. Juga ada seekor kambing milik tetangga yang dipelihara bu Sanem, diletakkan dekat tempat memasak bu Sanem. Belum lagi kondisi bu Sanem yang kurang begitu faham bila diajak berbicara. Kondisi tersebut sangat dipahami oleh kurir Sedekah Rombongan saat berkunjung di rumahnya. Alhamdulillah bu Sanem sekeluarga mendapatkan santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000 dan digunakan untuk biaya hidup. Ucapan terimakasih disampaikan kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Februari 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bantuan biaya hidup


KARMI BINTI SALIM, (79, Stenosis). Alamat : Dusun Gilis RT 2/1, Desa Joho, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbah Karmi, begitulah para tetangga memanggilnya. Diusianya yang telah memasuki kepala 8 ini beliau tidak bisa menikmati masa tuanya dengan indah. Hal ini dikarenakan beliau mengalami sakit Stenosis atau biasa disebut tulang kejepit. Hal ini terjadi karena kecelakaan yang dialaminya beberapa bulan yang lalu. Kecelakaan ini terjadi saat beliau hendak pergi ke rumah saudaranya dengan berjalan kaki. Namun naas di tengah perjalanan beliau tertabrak sepeda motor dari belakang. Hal ini membuat syaraf pada pinggangya terjepit. Sudah dua bulan ini pasca kecelakaan yang dialami beliau hanya bisa tergeletak di tempat tidurnya. Entah ada kerusakan organ tubuh apalagi yang beliau alami, karena setelah kejadian itu beliau tidak mampu pergi ke dokter karena terkendala biaya untuk  berobat, walau sebenarnya mbah Karmi memiliki jaminan kesehatan BPJS. Jangankan untuk berobat,  untuk keperluan sehari-hari saja Mbah Karmi hanya mengandalkan anaknya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Anaknya pun harus membanting tulang memenuhi kebutuhan keluarganya, karena suaminya juga sakit dan tidak bisa mencari nafkah. Sedekah Rombongan sangat memahami keadaan yang dirasakan Mbah Karmi. Alhamdulillah santunan lepas titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp 1.000.000 dan digunakan  untuk biaya berobat dan membantu kebutuhan sehari-hari. Tidak lupa mbah Karmi mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas bantuan sedekaholics yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Februari 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bu Karmi menderita stenosis


KASINEM BINTI MATAIR, (75, Tulang pantat bergeser pasca kecelakaan). Alamat : Dusun Kali Celeng RT 4/1, Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbah Kas semula hidup sebatang kara. Beliau tidak mempunyai suami hingga usianya yang di atas 70 an tahun ini. Namun sudah satu tahun ini beliau hidup bersama adiknya, hal ini dikarenakan beliau mengalami kecelakaan saat dibonceng dengan sepeda motor yang membuat tulang pada bagian pantatnya bergeser. Dengan keadaan seperti ini beliau tidak bisa bekerja di kebun lagi dan sekarang harus tinggal bersama adiknya. Mbah Kas kini hanya mengandalkan adiknya untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Adiknya pun hanya bekerja sebagai pemanen coklat dan pencari kayu bakar yang dalam satu minggunya hanya memperoleh uang kisaran 30 – 40 ribu, itu pun harus dibagi dengan Mbah Kas. Adiknya pun juga mengalami sakit pada gusinya yang bengkak sudah lebih dari 2 tahun. Keadaan seperti ini membuat Mbah Kas tidak bisa mendapat pengobatan yang lebih layak. Pasca kecelakaan tersebut Mbah Kas hanya dibawa ke tukang pijit, itupun hanya 3x. Terlebih beliau juga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. SedekahRombongan sangat memahami keadaan yang dialami Mbah Kas. Alhamdulillah Mbah Kas mendapatkan santunan lepas sebesar Rp 1.000.000 yang digunakan untuk biaya berobat. Mbah Kas merasa senang sekali dan mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Februari 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bu Kasinem menderita tulang pantat bergeser pasca kecelakaan


ALM. SITI NURUL JANNAH, (47,  CA Endometrium). Alamat : RT 12/4, Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan,  Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Siti, demikian biasa dipanggil di rumah, suaminya yang hanya bekerja sebagai sopir panggilan dengan penghasilan yang tidak menentu hanya cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Itupun  masih banyak dibantu oleh keluarga, karena sekarang bu Siti menumpang di rumah saudara karena belum mempunyai tenpat tinggal. Kini Ibu Siti  tidak lagi bisa ceria seperti dahulu. Setelah beliau mengidap penyakit CA Endometrium,  bu Siti hanya mampu berbaring di tempat tidurnya dengan ditemani sang suami dan dua anaknya lagi yg masih kecil.
Pengobatan yang dulu pernah dijalaninya harus terpaksa berhenti karena faktor biaya dan transpot dari rumah menuju tempat berobat yang jauh. Suaminya tidak sanggup lagi untuk menyewa kendaraan tiap kali harus berobat. Fasilitas kartu BPJS pun sempat tak terbayar karena bu Siti sudah tidak memiliki simpanan untuk membayarnya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami bu Siti, selama bantuan telah disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit. Namun pada hari Jumat, 24 Februari 2017 bu Siti Nurul Jannah berpulang ke Rahmatullah dengan tenang. Santunan kematian titipan para sedekaholic sebesar Rp 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya pemakaman. Semoga Almarhunah khusnul khotimah,  diampuni semua dosa, diterima semua amal baiknya, dan diterima di sisi Allah. Amin. Keluarga almarhumah Bu Nurul mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan sedekaholics yang telah disampaikan Sedekah Rombongan selama ini dan meminta maaf bila ada  salah selama ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Februari  2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Almh Bu Siti menderita CA endometrium

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 AYU NOVITA SARI 1,000,000
2 ELIATUL IKHLAS 1,000,000
3 FATMAWATI BINTI ANWAR 2,500,000
4 ELIATUL IKHLAS 1,500,000
5 ISWAH YUDI 500,000
6 ARI KASAN 1,000,000
7 ADUNG JAYA 1,000,000
8 JANI SIMIN 1,000,000
9 ANIS NOPIANA 1,000,000
10 SAROH RIZKI 1,000,000
11 MAD SIRA 1,000,000
12 JASID CIPANCUR 1,000,000
13 KHARIS BIN ANSORI 500,000
14 SRIHANA BINTI WARNI 535,000
15 MUHAMMAD NUR CHOLIK 1,000,000
16 EDE BIN KARMA 500,000
17 MASWATI BINTI SUKIRJA 500,000
18 SUTI YAYA 500,000
19 ROSALINA PUTRI 500,000
20 M. NOVAL AGUSTIN 500,000
21 NADIRA AZ ZAIIRA 500,000
22 IMAN PABUARAN 500,000
23 PAHRU ROJI 500,000
24 ANIH BINTI JASIH 500,000
25 RIDWAN BIN KURDIYANTO 500,000
26 MUHAMMAD AFDAN SAKURA CIBOBI 5,000,000
27 MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI 1,000,000
28 SUKARSA ECA 500,000
29 NAJLA NAUFA RIZKIA 1,000,000
30 SUPRIYADI JAWAI 2,500,000
31 DESA LANGLANG 5,000,000
32 YUNIARTI BINTI ATIM 1,000,000
33 SARI RATNA 500,000
34 JAENAB JASAN 500,000
35 RISKY ABDUL BIN HARIS OTOLUWA 7,870,000
36 HALIMAH BINTI NUSI 1,000,000
37 HUDIYAH BINTI YACI 1,000,000
38 TANDI SAILE BIN LUDIN 4,324,000
39 CICIN MULIANI 1,000,000
40 SADINEM TURIMAN COKROSUWITO 1,500,000
41 KEVIN ALDAN AMALUL NIZAM 2,000,000
42 WAHID NUR HASAN 1,000,000
43 KIRANA DERMAWAN 500,000
44 PROS EKAWATI 600,000
45 RAMA FABIAN PURWANEGARA 500,000
46 MTSR 1 MAGETAN 4,415,000
47 RSSR MAGETAN 3,456,000
48 ALM. NURI RUSMIYATI 1,100,000
49 MTSR MADIUN 4,250,000
50 MUCHOLIFAH BINTI IMAM SUPARMAN 1,000,000
51 AHMAD AMIEN HUSAIN 1,000,000
52 NAYLA MUAZARA ALYA FITRI 1,000,000
53 KASIHANTO BIN JAIMIN 1,000,000
54 SUPINI BINTI SURADI 1,000,000
55 MUSEMI BINTI SARKUN 1,000,000
56 SANEM BINTI LAMIDI 1,000,000
57 KARMI BINTI SALIM 1,000,000
58 KASINEM BINTI MATAIR 1,000,000
59 ALM. SITI NURUL JANNAH 1,000,000
Total 52,729,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 52,729,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 971 ROMBONGAN

Rp. 48,412,893,919,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.