Rombongan 970

Sedekah menjadikan diri anda lebih pantas untuk menerima rezeki yang lebih besar.
Posted by on March 16, 2017

MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN 2 (MTSR 2) PURWOREJO (Pembelian Dragbar Otomatis). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan Purworejo digunakan untuk  mendukung kelancaran gerakan Sedekah Rombongan. Diantaranya untuk  penyampaian santunan dari para sedekaholics lewat para kurir Sedekah Rombongan Purworejo kepada keluarga dhuafa, pasien yang berada di wilayah Purworejo dan sekitarnya. Bahkan sampai wilayah Kebumen. Disamping itu terkadang digunakan masyarakat dalam mengantar jenazah ke tempat peristirahatan yang terakhir. MTSR juga dalam merujuk pasien ke luar wilayah Purworejo, baik Magelang, Purwokerto maupun Jogjakarta. Dikarenakan mobilitas di Purworejo yang sangat padat maka memerlukan penambahan armada MTSR 2. Alhamdulilah Pada bulan November 2016 ini Purworejo dapat terwujud dalam pengadaan MTSR 2 Purworejo.Untuk melengkapi ambulance MTSR memerlukan Dragbar Otomatis. Bantuan dari sedekacholic pun diberikan untuk pembelian Dragbar Otomatis

Jumlah Bantuan : Rp. 8.700.000,-
Tanggal : 28 Februari 2016
Kurir : @Marjunul NP Sudiarto All Kurir

Pembelian dragbar otomatis


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN 1 (MTSR 1) PURWOREJO (Biaya Operasional). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan Purworejo digunakan untuk mendukung kelancaran gerakan Sedekah Rombongan. Diantaranya untuk penyampaian santunan dari para sedekaholics lewat para kurir Sedekah Rombongan Purworejo kepada keluarga dhuafa, pasien yang berada di wilayah Purworejo dan sekitarnya. Bahkan sampai wilayah Kebumen. Disamping itu terkadang digunakan masyarakat dalam mengantar jenazah ke tempat peristirahatan yang terakhir. MTSR juga diperlukan dalam merujuk pasien ke luar wilayah Purworejo, baik Magelang, Purwokerto maupun Jogjakarta. Pada bulan Januari 2017 – Februari 2017 biaya yang digunakan untuk service rutin dan pembelian bahan bakar MTSR.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.679.000,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @Marjunul NP Sudiarto All Kurir

Biaya operasional


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN 2 (MTSR 2) PURWOREJO (Biaya Operasional). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan Purworejo digunakan untuk mendukung kelancaran gerakan Sedekah Rombongan. Diantaranya untuk penyampaian santunan dari para sedekaholics lewat para kurir Sedekah Rombongan Purworejo kepada keluarga dhuafa, pasien yang berada di wilayah Purworejo dan sekitarnya. Bahkan sampai wilayah Kebumen. Disamping itu terkadang digunakan masyarakat dalam mengantar jenazah ke tempat peristirahatan yang terakhir. MTSR juga diperlukan dalam merujuk pasien ke luar wilayah Purworejo, baik Magelang, Purwokerto maupun Jogjakarta. Pada bulan Januari 2017 – Februari 2017 biaya yang digunakan untuk service rutin dan pembelian bahan bakar MTSR.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.647.000,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @Marjunul NP Sudiarto All Kurir

Biaya operasional


FATIMAH ULFANIA (2, Hydrocephalus). Alamat : Blok Lojok, RT 10/3, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Sejak dalam kandungan, Fatimah didiagnosa dokter spesialis kandungan memiliki kelainan dengan diameter kepala yang melebihi ukuran normal. Setelah terlahir prematur pada usia kehamilan tujuh bulan, Fatimah memang memiliki ukuran kepala yang lebih besar dari bayi lain pada umumnya. Dokter menyatakan Fatimah terserang hydrocephalus, yaitu penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan di dalam otak (cairan serebro spinal). Gangguan itu menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak di sekitarnya, khususnya pusat-pusat saraf yang vital. Sejak September 2015, Fatimah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indramayu yang kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Setelah menjalani perawatan dan pemeriksaan selama tiga hari, Fatimah menjalani operasi, namun tidak ada perkembangan membaik untuk sakitnya. Fatimah kembali menjalani pemeriksaan rutin hingga pada Januari 2017 lalu, menjalani operasi berikutnya di RSUD Indramayu dan kesehatannya mulai terlihat membaik. Saat ini Fatimah menjalani pemeriksaan rutin di rumah sakit tersebut setiap hari Jum’at. Ayah Fatimah adalah Bapak Herman (35) seorang buruh bangunan yang bekerja tidak setiap waktu. Kehidupan sederhana yang dijalani bersama istrinya, Ibu Turmi (34) membuat proses pengobatan Fatimah hampir saja terhenti karena keadaan ekonomi yang tidak begitu stabil. Fatimah menggunakan fasilitas kesehatan dari pemerintah setempat berupa Kartu Kasep untuk pengobatan selama ini. Kurir Sedekah Rombongan yang bersilaturahmi ke kediamannya menaruh simpati atas kondisi Fatimah dan keluarganya. Bantuan dari sedekaholicspun disampaikan untuk menunjang transportasi selama pengobatan Fatimah dilakukan hingga beberapa waktu ke depan. Semoga kesembuhan segera diberikan Allah kepada Fatimah hingga bisa menjalani hidup sehat seperti anak-anak lain pada umumnya.

Jumlah Bantuan :  Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 Februari 2017
Kurir :  @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @agiswandi @asiihlestarie

Fatimah menderita hydrocephalus


DADANG ANDIKA (19, Kanker Usus). Alamat : Blok Percantilan, RT 19/3, Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Berawal pada September 2016, Dadang merasakan sakit karena buang air besar tidak berupa feses tetapi mengeluarkan darah. Hal ini menyebabkan demam tinggi, tidak bisa tidur, kepala terasa pening dan susah makan. Dadang langsung dibawa berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indramayu dengan diagnosa terkena kanker usus. Karena memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, Dadang dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Kendala jarak dan waktu tunggu yang cukup lama, membuat keluarga memutuskan untuk membawa Dadang berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Dokter di rumah sakit ini merujuk Dadang untuk segera menjalani operasi di Rumah Sakit Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon. Operasipun berhasil dilaksanakan, dan selanjutnya Dadang harus menjalani proses kemoterapi di Rumah Sakit Permata Kabupaten Cirebon. Karena sesuatu hal, Rumah Sakit Permata merujuk Dadang untuk menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled, Kabupaten Cirebon. Saat ini, Dadang telah menjalani tiga kali kemoterapi. Bapak Darkiah (65) adalah ayah Dadang yang bekerja sebagai seorang buruh lepas. Sedangkan Ibunya, Dastiem (60) membantu ekonomi keluarga dengan berjualan makanan keliling di kampungnya. Kehidupan sehari-hari keluarga ini cukup sederhana dan memerlukan bantuan untuk pengobatan Dadang yang waktunya cukup lama. Fasilitas BPJS kelas II digunakan Dadang selama menjalani pengobatan. Bantuan dari sedekaholics diberikan kepada Dadang untuk meringankan beban biaya transportasi selama pengobatan. Ucapan terima kasih disampaikan oleh keluarga Dadang kepada sedekaholics dan Kurir Sedekah Rombongan yang telah berkenan membantunya, seraya berharap kesembuhan bisa kembali dirasakan oleh Dadang hingga bisa menjalani hidup dengan sehat.

Jumlah Bantuan :  Rp. 750.000,-
Tanggal : 26 Februari 2017
Kurir :  @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @agiswandi @asiihlestarie

Kanker Usus

Dadang menderita kanker usus


AGUNG NUGRAHA (4, Osteosarcoma). Alamat : Dusun/Kampung 1, RT 4/1, Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Agung terjatuh pada bulan Desember 2016 lalu. Kedua orang tuanya membawa berobat ke tempat pijat tradisional. Dan selama sebulan kemudian, kaki kiri Agung membesar di bagian paha, seperti bengkak yang kian lama kian bertambah parah. Agungpun tidak dapat berjalan lagi karena kesakitan. Sehari-hari dia harus digendong agar tidak menangis, karena jika menangis terus menerus bengkak di kakinya kian mengkhawatirkan. Akhirnya Agung dibawa berobat ke  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Setelah melalui pemeriksaan, dokter mendiagnosa Agung terkena osteosarcoma yaitu salah satu jenis kanker tulang paling sering dijumpai yang menyerang remaja berusia dua puluh tahun ke bawah dan anak-anak. Kanker tulang jenis ini umumnya menyerang tulang-tulang berukuran besar pada bagian yang memiliki tingkat pertumbuhan tercepat. Dokter menyampaikan bahwa ada kemungkinan kaki kiri Agung harus diamputasi. Untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut, Agung dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Saat ini Agung telah dua kali menjalani pemeriksaan di Bandung dan sedang menunggu hasilnya. Agung adalah putra dari Bapak Eko Cahyono (37) yang bekerja sebagai sopir. Ibunya, Sri Rahayu (37) hanyalah seorang ibu rumah tangga yang bertugas menjaga Agung dan mengurus kebutuhan sehari-hari. Penghasilan Pak Eko yang tidak bisa mencukupi biaya berobat, hampir saja membuat pengobatan Agung tidak dilanjutkan. Bersyukur jaminan kesehatan BPJS bisa digunakan selama Agung menjalani pengobatan. Kurir Sedekah Rombongan turut prihatin atas keadaan keluarga ini, dan menyampaikan bantuan untuk transportasi selama Agung berobat ke Bandung. Besar harapan, sakitnya bisa segera sembuh dan Agung sehat kembali seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 26 Februari 2017
Kurir :  @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh rina @asiihlestarie

Agung menderita osteosarcoma


NENG RAHMAWATI (12, Leukemia). Alamat: Kampung Cibetik Cipageran RT 5/14, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat. Anak dari Bapak Dede Syaefudin (47) dan ibu Ratmini (45) ini sejak setahun yang lalu berjuang melawan ganasnya Kanker Darah Akut. Penyakit yang Neng alami mengharuskan anak periang ini berobat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung hingga saat ini. Sang ayah, Dede Syaefudin, seorang kepala keluarga yang bekerja sebagai buruh tani ini upah kerjanya hanya Rp.35.000,- per hari. Tak heran mereka sangat kesulitan untuk membeli obat yang tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan, yaitu Mercaptopurin. Obat ini harus diminum setiap hari. Kini Neng sedang menjalani kemoterapi sesuai tata laksana yang direncanakan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat bertemudengan Neng Rahmawati dan keluarganya. Sejak itu ia menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, dan dapat melakukan pemeriksaan serta kontrol secara teratur. Kondisinya terus membaik, namun dia masih harus kontrol rutin. Pada akhir Desember 2014 kurir Sedekah Rombongan kembali menemui Neng Rahmawati dan keluarganya saat mereka berobat ke RSHS Bandung. Dengan izin Allah SWT pula saat itu Sedekah Rombongan dapat mengantarkan titipan dari Sedekaholics yang digunakan untuk membeli obat yang tidak dijamin BPJS Kesehatan. Pada pertengahan bulan Februari 2016, kurir Sedekah Rombongan mendapat informasi bahwa Neng dirawat inap di RSHS Bandung untuk menjalani kemoterapi dan kontrol rutin. Saat ditemui, Neng dan keluarganya tampak kebingungan karena tidak punya biaya untuk membeli obat yang tidak ditanggung Jamkesmas dan biaya sehari-hari selama dirawat. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali meringankan beban mereka dengan memberinya santunan yang disampaikan di Rumah Sakit Rujukan Pusat itu. Pada bulan-bulan selanjutnya Sedekah Rombongan kembali kembali melakukan pendampingan kepada Neng Rahmawati dan memberi bantuan setiap ia menjalani kontrol rutin ke RSHS Bandung. Untuk membantu dan memudahkan proses pengobatannya yang harus berlanjut, Neng Rahmawati tinggal dan dirawat di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK), yang beralamat di daerah Sukajadi Bandung, dan sudah bersinergi dengan Sedekah Rombongan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat terus menyampaikan titipan langit kepada mereka yang mereka terima di RCAK Bandung. Hingga Oktober 2016, kondisi Neng terus membaik dan masih rutin menjalani pengobatan di RSHS. Pada akhir Oktober 2016 sampai Desember 2016 masih rutin ke RSHS Bandung untuk menjalani kemoterapi lanjutan. Ia masih membutuhkan bantuan para derawan untuk membeli obat-obatan demi menuntaskan ikhtiarnya untuk memperoleh kesembuhan. Alhamdulillah dengan empati sedekaholik, pada Januari dan Maret 2017 kurir #SR kembali dapat menyampaikan bantuan para dermawan untuk Neng Rahmawati. Bantuan yang diterima di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung ini digunakan untuk tambahan biaya membeli obat. Semoga sedekah ini membawa keberkahan bagi semua dan membuka pintu kesembuhan bagi Neng Rahmawati. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 928.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @kharismagilda @ambutung @hengkisenandika

Neng menderita leukemia


SOPA NUR PAOJA (6, Lupus). Alamat: Kampung Pasir Pogor RT 9/2, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sopa, putri Pak Amin (44) dan Ibu Ikoh (32) ini sudah lebih dua tahun lamanya menderita Lupus. Ayah Sopa seorang buruh harian lepas yang memiliki tanggungan sebanyak 7 orang. Saat ini Sopa kontrol teratur di RS Hasan Sadikin Bandung. Alasan terkendala biaya seperti pengobatan sebelumnya sudah teratasi. Alhamdulillah bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan sudah diberikan kepada Sopa dan orangtuanya. Ia menjadi pasien dampingan #SR dan alhamdulillah, pada pertemuan selanjutnya, 14 Januari 2016, tampak kondisi Sopa terus membaik. Akan tetapi, karena Sopa masih harus berobat ke RSHS Bandung, sedekaholics #SR kembali memberinya bantuan untuk biaya transportasi dan membeli obat. Pada April 2016 kurir Sedekah Rombongan bertemu lagi dengan Sopa dan bapaknya di RSHS Bandung. Untuk membantu memudahkan ikhtiar berobatnya, Sopa menginap di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung. Walaupun Sopa nampak semakin mambaik, tim medis masih menganjurkannya kontrol dan berobat sampai tuntas. Sopa dan keluarganya masih membutuhkan bantuan untuk menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan pusat itu. Alhamdulillah, selama pengobatannya dan singgah di RCAK, Sedekah Rombongan dapat terus menyampaikan bantuan, yaitu titipan dari sedekaholics yang berempati kepadanya. Setiap bulan Sopa dan keluarganya harus rutin berobat dan kontrol ke RSHS Bandung. Selama itu pula ia dan keluarganya harus pulang-pergi dari rumahnya di Garut ke RSHS dan singah untuk menginap di RCAK Bandung. Selama proses kontrol dan berobat itu pula mereka membutuhkan biaya transportasi-akomodasi dan biaya untuk membeli obat. Alhamdulillah juga setiap kali Sopa berobat dan membutuhkan biaya, Kurir Sedekah Rombongaan dapat menemuinya dan memberi bantuan lanjutan dari para Sedekaholics. Berdasarkan informasi dari kurir #SR yang mendampingi pengobatannya di Bandung, pada Oktober sampai Desember 2017, kondisinya semakin membaik. Akan tetapi, dikarenakan proses pengobatannya masih harus berlanjut dan masih memerlukan biaya, maka pada Januari dan Maret 2017 Sedekah Rombongan kembali memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobat Sopa. Bantuannya yang disampaikan di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung ini digunakan untuk membeli obat-obatan (Oscal) yang amat ia butuhkan karena tidak dijamin oleh Jamkesmas, juga untuk ongkos pulang ke kampung halamannya di Garut. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 946.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 6 Maret 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @ghildakharisma @ambulutung @hengkisenandika

Sopa menderita lupus


OCOH BINTI SANHADI  (90, Gangguan Pengelihatan). Alamat : Dsn. Susuru, RT 1/5, Ds. Kertajaya, Kec. Panawangan, Kab. Ciamis. Ma Ocoh begitu beliau disapa sehari-hari adalah adalah seorang janda tua dari Bapak Ahdi (Alm). Sudah sepuluh taun tidak bisa melihat. Peristiwa itu berawal ketika ma Ocoh  terjatuh dan kemudian sakit panas.  Karena tidak ada biaya untuk berobat ke rumah sakit, maka ma Ocoh dirawat seadanya saja dirumah. Tadinya, ma Ocoh masih bisa melihat meskipun agak kabur. Karena dibiarkan tanpa pengobatan, sekarang matanya tidak bisa melihat sama sekali sehingga tidak dapat beraktifitas apapun, dan harus di gendong ketika bepergian. Ibu Ocoh sekarang tinggal dengan anaknya Teti (50), yang kondisi ekonominya pun kurang memadai. Ibu Teti hanya bekerja sebagai buruh tani serabutan. Kondisi itulah yang mengakibatkan ma Ocoh tidak diobati sepuluh tahun terakhir ini. Meskipun mempunyai kartu JKN-KIS PBI, namun untuk biaya transportasi dan sehari-hari keluarganya merasa keberatan. Takdir Alloh mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga Ibu Ocoh dan memberikan bantuan untuk biaya untuk kehidupan sehari-hari. Keluarga Ibu Ocoh sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Sedekaholic atas bantuan yang diberikan. Semoga Ibu Ocoh segera diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @fhierda @jaudymedia

Pak Ocoh menderita gangguan pengelihatan


ANGGITA LAILA (2, Gizi Buruk + Down Syndrome +  Jantung Bocor + Hipotiroid). Alamat : Dsn. Sindangkerta, RT 38/12, Ds. Karangpawitan, Kec. Padaherang, Kab. Pangandaran, Prov. Jawa Barat. Anggita begitu ia dipanggil sehari-hari, seorang balita penderita gizi buruk yang dirawat di RSUD Ciamis sejak Jumat 24 Pebruari 2017 lalu. Saat ini,Anggita dirawat di Ruang Melati No 5 dan dijaga oleh ibu, saudara dan seorang pendamping. Untuk memperbaiki status gizinya,  RS memberikan susu pan enteral yaitu formula khusus untuk penanganan Malnutrisi. Selain itu, Anggita diberikan obat Euthyrox 100μg untuk penanganan Hipotiroid (kelenjar tiroid kurang aktif dibagian leher depan) yang juga dideritanya. Sebagai pelengkap penegakan diagnosis, sudah dilakukan rontgen dan sudah dikonsultasikan serta mendapat penanganan dari dr spesialis anak. Kedua orang tua Anggita, Bapak Yayan Marsidin (49) dan Ibu Rosini (45) tidak menangani dengan cepat kondisi anaknya dikarenakan kondisi keuanganya yang kurang mencukupi. Pak Yayan bekerja di pabrik penggilingan padi yang pendapatan hariannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Anggita menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas III untuk menjalani perawatan medis. Alhamdulillah,  Sedekah Rombongan bisa menyampaikan santunan pertama kepada Anggita untuk biaya beli susu formula akomodasi dan transportasi. Semoga kondisi Anggita semakin membaik. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 27 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @jaudymedia

Anggita menderita gizi buruk ,down syndrome ,jantung bocor ,hipotiroid


KOKOM BINTI ABAS (37, Maag + Typus). Alamat : Dsn. Susuru, RT 1/5, Ds. Kertajaya, Kec. Panawangan, Kab. Ciamis, Jawa Barat. Ibu Kokom adalah istri dari Bapak Wawan (42)  yang kegiatan sehari-harinya berada di rumah mengurus keperluan rumah tangga. Sudah satu bulan ini, Ibu Kokom panas. Pada awalnya Ibu Kokom merasa mual-mual. Karena sedang hamil, gejala itu dianggap biasa sehingga tidak langsung ditangani. Karena tidak kunjung membaik, Ibu Kokom dibawa ke bidan terdekat. Setelah diperiksa, ternyata harus dirawat di rumah sakit dikarenakan maagnya yang sudah kronis, dan kondisinya diperparah setelah sebulan ini Ibu Kokom susah makan.  Setelah dibawa ke Bidan,kondisi Ibu Kokom masih belum membaik,sehingga keluarganya memutuskan untuk membawanya ke RSUD Ciamis. Ibu Kokom didiagnosis terkena Maag dan Thyfoid.  Meskipun mempunyai kartu JKN-KIS PBI, namun untuk biaya transportasi ke  RSUD Ciamis menjadi kendala, karena jika menggunakan kendaraan umum harus beberapakali naik turun. Kondisu ini mengharuskan keluarga Ibu Kokom untuk menyewa mobil ke RSUD Ciamis. Takdir Alloh mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga Ibu Kokom dan memberikan bantuan untuk biaya untuk biaya transportasi dan akomodasi. Keluarga Ibu Kokom sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Sedekaholic atas bantuan yang diberikan. Semoga Ibu Kokom diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @fhierda @jaudymedia

Bu Kokom menderita maag dan typus


DEDI CAHYADI (36, Pneumonia). Alamat : Dusun Kidul, RT 11/9, Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Pak Dedi adalah pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Ciamis, beliau menderita Paru-paru Basah kini keadannya kian membaik akan tetapi batuknya masih belum berhenti dan nafasnya masih terengah-engah. Pak Dedi sekarang masih tinggal bersama orangtuanya untuk mendapatkan perawatan. Hari ini Rabu, 1 Maret 2017 Pak Dedi akan melakukan test dahak lagi di Laboratorium Klinik Budi Kartini. Sebelumnya Pak Dedi juga telah melakukan test dahak di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung dan mendapat hasil test Positif Sensitif, Sampai saat ini, Pak Dedi masih belum bisa bekerja seperti biasa. Sebagai tulang punggung keluarga dan harus menafkahi istrinya Siti Usnayah (31) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan  menanggung biaya sekolah kedua anaknya,kondisi ini tentu sangat memberatkan. Untuk sementara istri dan anaknya tinggal di rumah mertuanya di Tangerang. Pak Dedi memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Atas ijin Alloh, kurir Sedekah Rombongan Ciamis dipertemukan dengan pak Dedi dan ikut memberikan bantuan keempat untuk transportasi. Pak Dedi dan keluarganya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan Sedekah Rombongan. Semoga pak Dedi dapat kembali sehat dan bisa kembali bekerja sehingga dapat segera mencari nafkah untuk menghidupi istri dan anak-anaknya. Sebelumnya Pak Dedi adalah pasien Rombongan 953.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 1 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @jaudymedia

Pak Dedi menderita pneumonia


MIDAH ISTIKOMAH (26, Radang Sendi). Alamat : Dsn. Cikarees, RT 6/2, Ds. Harum Mandala, Kec. Cigugur, Kab. Pangandaran, Jawa Barat. Neng Midah adalah Pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Pangandaran, yang menderita Radang Sendi sejak dua belas tahun yang lalu. Saat ini keadaannya mulai membaik, dan akan dilakukan operasi pengambilan Pen yang kedua di Rumah Sakit Siaga Medica Purwokerto, dengan menggunakan mobil sewaan, neng Midah pergi bersama ibunya Munawaroh (41) menuju ke RS. Biaya sewa mobil dan akomodasi selama di RS didanai oleh Sedekah Rombongan. Ibunya seorang janda yang berpenghasilan tidak menentu, dan kadang bekerja sebagai buruh tani dikampungnya. Neng Midah memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri Kelas III yang sampai saat ini dibayar oleh seorang donatur. Atas ijin Alloh SWT kurir Sedekah Rombongan Pangandaran dipertemukan dengan Neng Midah dan memberikan bantuan ke empat untuk biaya transportasi dan akomodasi selama tinggal di Purwokerto. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 925. Neng Midah dan keluarga merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan Sedekah Rombongan, semoga neng Midah dapat kembali sehat seperti sediakala dan hidup seperti layaknya seorang gadis lainnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 7 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @Fhierda @indarkusnandar

Bu Midah menderita radang sendi


RSSR BANDUNG RAYA (Biaya Operasional). Alamat : Jl. H. Yasin No. 56 RT 2/2, Kelurahan Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung atau biasa disebut RSSR Bandung merupakan Rumah Singgah yang dikelola oleh Sedekeh Rombongan Bandung sejak tahun 2013. Sejak tahun itu pula RSSR Bandung telah menjadi rumah singgah bagi saudara kita yaitu para dhuafa sakit dari berbagai daerah yang harus melakukan pengobatan di RSHS Bandung. RSSR  menjadi tempat singgah sementara bagi kurang lebih 15 pasien beserta pendampingnya. Selain itu pasien juga difasilitasi dengan kasur untuk beristirahat, dapur lengkap beserta persediaan makanan, dua toilet, mushalla dan satu motor matic untuk alat transportasi bersama. Selain tempat singgah sementara bagi para pasien dhuafa, rumah singgah juga berfungsi sebagai sarana koordinasi bagi para kurir/relawan, sarana promosi dan ladang amal bagi para sedekaholics yang tergerak hatinya untuk bersedekah secara langsung. Alhamdulillah berkat peranan para sedekahollics, sejak tahun 2013 sampai dengan sekarang RSSR dapat menyediakan sembako untuk makan sehari-hari para pasien dan pendamping pasien. Selanjutnya berkat sedekahollics pula kebutuhan operasional RSSR seperti utility, retribusi kebersihan dan biaya operasional lainnya bisa terpenuhi. Semoga semua bantuan dari para sedekahollics yang dipergunakan untuk operasional RSSR Bandung raya ini menjadi ladang pahala dan membawa berkah kesembuhan bagi saudara kita para dhuafa sakit yang merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Bantuan RSSR Bandung sebelumnya sudah masuk dalam Rombongan 931.

Jumlah Bantuan : Rp. 8.088.019,-
Tanggal : 8 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @lisdamojang @episodeere

Biaya operasional


AGUS BIN MOMO (49, Lumpuh). Alamat: Kampung Balong RT 1/10, Desa Cisondari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Buruh tani ini tinggal di rumah bilik di daerah pegunungan bersama istri dan keempat anaknya yang masih kecil. Selain menjadi buruh tani, dia sekali-kali berdagang buah-buahan, seperti konyal, kesemek dan alpukat yang ia ambil dari pohon-pohon di hutan dekat kampungnya. Betapapun kerasnya usaha Pak Agus menghidupi keluarganya, sampai kini ia masih merasakan beratnya beban ekonomi yang menggelayuti bahtera rumah tangganya. Istrinya, Raswati (33), yang kedua kakinya cacat sejak lahir, hanya mampu menjalankan tugas sehari-hari sebagai istri dengan segala keterbatasannya. Keluarga ini layak dibantu, apalagi kini Pak Agus –sebagai tulang punggung keluarga— mengalami kelumpuhan akibat terjatuh dari pohon saat mengambil buah konyal pada awal tahun 2015. Berbekal Jamkesmas, kerabat dan tetangganya memeriksakan Pak Agus ke Puskesmas, RSUD Soreang, dan RSHS Bandung. Berdasarkan hasil pemeriksaan ternyata tulang pinggul dan kakinya harus dioperasi. Sampai kini ia menunggu jadwal panggilan untuk masuk ruang rawat inap. Kenyataan pahit yang dialami Pak Agus dan keluarganya diketahui #SedekahRombongan berkat informasi dari Kepala Desa Cisondari. Alhamdulillah kurir #SR dapat bersilaturahmi dengan keluarga tabah ini padal 1 Mei 2015. Pada tanggal yang sama disampaikan pula wujud empati sedekaholik #SR kepada keluarga dhuafa ini, berupa bantuan untuk biaya sehari-hari dan transportasi-akomodasi selama dia berobat. Pada pertengahan Agustus 2015 kondisi Pak Agus memburuk; pantatnya mengalami decubitus. Pada malam hari, dia kemudian dievakuasi MTSR Bandung ke IGD RS Santosa Kota Bandung, dan dirawat inap di sana menggunakan Jamkesmas/BPJS PBI. Pada 5 September 2015 dia diperbolehkan pulang karena masa kritisnya telah terlewati. Tanggal 12 September 2015 Pak Agus diharuskan kontrol ke rumah sakit yang sama. MTSR kembali menjemputnya sekaligus memberinya bantuan untuk membeli obat, transportasi dan akomodasi pengobatan serta biaya sehari-hari. Pada 6 Oktober 2015 Pak Agus didampingi lagi kontrol ke RSHS Bandung untuk penanganan tulangnya. Ia sempat menginap sampai 8 Oktober 2015. Pada minggu kedua November 2015 ia kembali dievakuasi ke RSSR Bandung untuk melanjutkan pengobatannya di RSHS Bandung. Berdasarkan kapasitas hasil pemeriksaan RMI, tim medis RSHS Bandung memutuskan untuk mengambil tindakan operasi tulang yang akan dilaksanakan pada bulan Januari 2016. Senin 18 Januari 2016 keluarganya memberi tahu kurir #SR bahwa Pak Agus harus ke RSHS Bandung untuk diagnosa RMI pada Kamis, 21 Januari 2016. Pak Agus kemudian dievakuasi dari rumahnya ke RSSR Bandung pada Rabu 20 Januari 2016. Alhamdulillah decobitus di tulang belakangnya mulai mengering. Masih ada tahapan medis yang harus ia jalani, yaitu operasi tulang belakangnya. Pada bulan Maret 2016 ia harus melakukan pemeriksaan pra-operasi di RSHS Bandung. Pada bulan itu bersyukur #SedekahRombongan juga memberinya bantuan untuk biaya berobat. Luka besar di punggungnya mulai berangsur sembuh. Tak ada lagi nanah dan bau menyengat. Akan tetapi, karena Pak Agus bersedia menjalani operasi tulang ekornya, maka pada bulan Juni dan Juli 2016 kurir #SR membawanya periksa ke RSHS Bandung sambil menunggu panggilan masuk ruang rawat inap. Sejak 8 Juli 2016 ia bahkan tinggal di RSSR Bandung didampingi anaknya. Ikhtiar untuk kesembuhan Pak Agus masih cukup lama. Pak Agus dan keluarganya masih membutuhkan bantuan, selain motivasi dan dukungan. Allhamdulillah pada akhir Juli 2016 Pak Agus dipanggil masuk ruaangan rawat inap sebelum dilakukan tindakan operasi bedah plastik dan operasi tulang belakang. Tindakan operasi dyang dilaksanakan di RSHS Bandung alhamdulillah berjalan lancar. Pascaoperasi Pak Agus harus menjalani kontrol dua minggu sekali ke Poli Ortopedi RSHS Bandung. Kini kondisinya amat menggembirakan. Ia sudah mulai bisa duduk. Mekipun demikian, ia masih membutuhkan bantuan para dermawan untuk melanjutkan ikhtiar sehatnya sampai tuntas. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, pada akhir Agustus 2016 kembali #SR memberinya santunan lanjutan. Pada awal November 2016 Pak Agus kembali didampingi kurir #SR benjalani kontrol dan pengobatan di RSHS Bandung. Ia tinggal di RSSR bandung sambil mengikuti program terapi dan rawat jalan di RSHS Bandung. Alhamdulillah pada bulan kesebelas ini pun #SedekahRombongan memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobat. Pada Desember 2016 Pak Agus harus datang lagi ke RSHS Bandung dan tinggal di RSSR Bandung. Ia harus menjalani terapi rutin dua kali sehari yang hasilnya sudah mulai terlihat: kini ia sudah bisa duduk dan melipatkan kakiknya. Pada pertengahan Januari 2017 dia harus ke RSHS lagi untuk kontrol dan melanjutkan terapi medisnya. Kemali ia tinggal semingg di RSSR Bandung. Pada awal Maret 2017, anaknya menghubungikurir #SR mengabarkan bahwa luka decobitus di punggung bawah Pak Agus menganga dan basah lagi. Karena itu, MTSR Bandung kemudian membawanya periksa ke Poli Bedah Plastik RSHS Bandung. Selama lima hari ia tinggal di RSSR Bandung dan bolak-balik RSHS Bandung menjalani pemeriksaan. Ia masih memerlukan bantuan dan dukungan sampai sembuh. Alhamdulillah, dengn empati sedekaholics, kembali Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk Pak Agus dan keluarganya, yang digunakan untuk biaya membeli obat dan biaya sehari-hari keluarganya di kampung. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 945.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 5 Maret  2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @mualida_qasyanggi

Pak Agus menderita lumpuh


DIKI PERMANA (14, Ca Nasofaring). Alamat : Kampung Cisabuk RT 3/5 Desa Santosa, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Diki adalah anak yatim piatu yang kini diasuh oleh bibinya dari pihak ibu. Ibu kandungnya sendiri meninggal dunia saat Diki baru berusia 17 hari. Ayahnya meninggal dunia saat dia masih dalam kandungan ibunya. Anak bungsu dari tiga bersaudara ini sekarang tercatat sebagai siswa Kelas 2 SLTP di wilayah Bandung Selatan. Orangtua asuhnya, yaitu Ibu Ai Cacah (51) dan Pak Rahmat (54) dengan telaten membesarkan dan menyekolahkan anak yatim piatu ini seperti anak mereka sendiri. Walaupun hanya berprofesi sebagai buruh tani/pemetik teh, mereka berusaha keras mendidiknya sampai kini. Diki juga termasuk rajin bersekolah. Akan tetapi, sejak bulan September 2016, Diki sering meninggalkan tugas belajarnya di selolah karena ia kerap sakit sejak awal November 2016. Berbagai upaya medis dilakukan untuk mengatasi penyakitnya agar Diki bisa kembali rutin bersekolah. Berbekal Jamkesmas, bolak-balik Diki diperiksakan ke Puskesmas Pangalengan dan RSUD Soreang. Pada pemeriksaan ketiga di RSUD Soreang, tim medis merujuk pemeriksaannya ke RSHS Bandung. Ia diduga mengidap Ca Nasofaring. Akan tetapi, karena tidak ada biaya, keluarga Diki kerap menunda pemeriksaannya di Kota Bandung. Jarak dari rumah mereka ke RSHS Bandung sangat jauh dan ongkosnya sangat memberatkan mereka. “Padahal, Diki bersemangat sekali untuk berobat,” kata Bu Wiwin, kader PKK yang mengabarkan kesulitan mereka kepada kurir #SR. Bersyukur kurir #SR kemudian dapat bersilaturahmi dengan Diki dan ibunya saar mereka berobat di RSHS Bandung. Diki dan ibunya kemudian tinggal di RSSR Bandung. Tahapan peneriksaan yang sudah dilakukan adalah memeriksakannya ke Poli Umum Anak, Poli Infeksi, Poli Onkologi, dan Poli Kulit. Setelah menjalani berkali-kali pemeriksaan awal di RSUP itu dan berdasarkan hasil biopsi, Diki harus menjalani tindakan medis berupa terapi sinar yang akan ditentukan jadwalnya pada pertengahan Januari 2017. Diki dan keluarganya amat layak mendapatkan bantuan untuk terus berikhtiar sampai sembuh. Harapan mereka alhamdulillah mendapatkan jawaban dari sedekaholik dengan memberinya bantuan awal sebagai Tanda Cinta Dhuafa yang dititipkan melalui Sedekah Rombongan. Bantuan Pertama disampaikan pada akhir Desember 2016 di RSSR Bandung. Pada pertengahan Januari 2017 Diki dan ibunya datang lagi ke RSHS Bandung untuk mengawali terapi sinarnya. Akan tetapi, tim medis berkesimpulan bahwa terapi sinarnya bisa ditunda, digantikan dengan terapi lain. Setelah tiga hari di RSSR Bandung, Diki dan ibunya pulang dulu ke kampungnya agar Diki bisa bersekolah lagi. Pada pertengahan Februari 2017 Diki dan ibunya datang lagi ke RSSR Bandung dan tinggal selama 12 hari untuk menjalani tindakan lanjutan di RSHS Bandung. Kondisiniya tampak membaik, tetapi ia masih harus rutin kontrol dan membutuhkan bantuan para dermawan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk Diki Permana dan ibunya. Bantuan Kedua ini digunakan untuk biaya transortasi, membeli obat, dan biaya sehari-hari keluarganya. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 942.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 5 Maret  2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Diki menderita ca nasofaring


YULINAR BINTI HAWA (78, TB. Paru). Alamat : Karees Kulon RT 5/6, Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ibu Yulinar adalah seorang janda tua yang sudah lama menjadi orang tua tunggal untuk membesarkan anak-anaknya. Suaminya  meninggal dunia dua puluh lima tahun yang lalu. Hampir sepertiga usia hidupnya dia habiskan untuk bekerja keras menghidupi keempat anaknya dalam keadaan ekonomi yang serba kekurangan. Ibu Yuli tidak memiliki keahlian lain selain bekerja serabutan atau menjajakan makanan di sekitar rumah kontrakannya. Akan tetapi, sejak Agustus 2016, ia tak bisa lagi menjalankan aktivitas usahanya setelah ia sakit-sakitan. Ia kerap mengalami demam berkepanjangan, batuk-batuk, dan sesak nafas. Berbagai upaya medis telah dilakuakan keluarganya, menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Diantar seorang putranta, Ibu Yuli telah dibawa periksa ke Puskesmas dan RSU Muhammadiyah yang termasuk rumah sakit rujukan di Kota Bandung. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis di RSU Muhammadiyah, Ibu Yuli diduga menderita TB. Paru.  Ia harus berobat rutin dua minggu sekali ke rumah sakit. Ibu Yuli termasuk warga miskin yang layak mendapatkan bantuan untuk terus berobat sampaisembuh. Selain sudah tua dan tak punya penghasilan, penyakit yang diderita Ibu Yuli juga terkategori penyakit serius yang penanganannya cukup lama. “Walaupun sudah tua, Ibu Yuli tetap semangat untuk berobat,” kata informan yang menyampaikan kisah duka Ibu Yuli kepada kurir #SR di Bandung. Bersyukur kurir #SR dapat menjenguk Ibu Yuli di rumah kontrakannya yang pengap, dan dapat mengambil pelajaran dari ketabahan dan kerja keras Ibu Yuli menjalani kahidupan. Dengan empati sedekaholics #SR, pada kunjungan pertama di bulan Oktober 2016, alhadulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan awal untuk biaya berobat Ibu Yulinar. Pada awal Februari 2017 keluarganya menghubungi kurir #SR, mengabarkan bahwa Ibu Yulinar harus kontrol lagi ke rumah sakit. Bersyukur kurir #SR dapat bersilaturahmi lagi dengan Ibu Yuli di rumah kontrakannya. Kondisinya membaik tetapi ia masih harus kontrol lagi ke RSU Muhammadiyah Kota Bandung. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan Bantuan untuk Ibu Yulinar binti Hawa. Bantuan Kedua ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat ke rumah sakit dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 6 Maret  2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Buyulinar menderita TB. paru


MADRASAH DARUL MAARIF (Bantuan Pembangunan Gedung Ruang KBM). Alamat : Dusun Pahing, RT 3/1, Desa Sakerta Timur, Kecamatan Darma,  Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Madrasah Darul Maarif adalah sebuah madrasah yang sudah memiliki banyak murid dan sudah berjalan selama hampir satu tahun. Akan tetapi, proses pembelajaran hanya menumpang di sebuah bangunan Posyandu. Sebetulnya, sudah ada sepetak tanah wakaf untuk membangun ruang belajar mengajar. Hanya saja tanah tersebut masih berupa kebun yang masih penuh dengan semak belukar dan tumbuhan liar. Bapak Nana Heryana (32) dan istrinya Ibu Siti Azizah (26) selaku pengajar dan pemilik madrasah Darul Maarif ini tidak memiliki biaya untuk memulai pembangunan. Sepetak tanah tersebut juga merupakan wakaf dari orang tua Bapak Nana. Selama ini, proses pembelajaran berjalan dengan lancar namun kurang optimal karena masih menumpag bangunan Posyandu dengan fasilitas seadanya. Alhamdulillah, rencana Allah begitu menakjubkan dengan mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Bapak Nana. Alhamdulilah bantuan awal dapat disampaikan Sedekah Rombongan kepada Bapak Nana untuk memulai pembangunan ruang belajar mengajar madrasah Darul Maarif. Santunan awal disampaikan untuk membeli satu truk pasir dan satu truk batu. Semoga proses pembangunan selalu diberi kemudahan oleh Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 3 Maret 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Didi

Bantuan pembangunan gedung ruang KBM


BILLY APRILIANA (4, Kelamin Ganda).  Alamat : Dusun Malaraman, RT 1/7, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Balita berusia 4 tahun ini biasa dipanggil Billy. Ia merupakan pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan. Billy menderita penyakit bawaan sejak lahir, ia memiliki kelamin ganda. Menurut keterangan dari pihak keluarga, Billy telah menjalani tindakan medis berupa operasi sebanyak 2 kali. Alhamdulillah Billy telah melakukan operasi ulang di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah diperiksa di RSHS, kondisi Billy jauh lebih baik walau sering mengeluh sakit apabila ia sedang buang air kecil. Billy telah melakukan tindakan medis berupa cek laboratorium untuk analisis kromosom. Hasil pemeriksaan tersebut  menunjukkan bahwa 100 % Billy berkelamin laki-laki. Setelah sebelumnya kondisi Billy menurun, Alhamdulillah saat ini kondisi Billy sudah kembali membaik. Pada tanggal 3 Maret 2017 Billy telah menjalani operasi yang ketiga, setelah 3 minggu dirawat di RSHS. Dan akan dijadwalkan lagi operasi yang keempat, karna alat reproduksinya belum sempurna. Selama menjalani tindakan pemeriksaan, Billy memanfaatkan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun, kedua orang tua Billy kesulitan berkenaan dengan pembelian vitamin karena tidak ditanggung oleh BPJS. Maklum saja, ayah Billy Bapak Nana Suhana (39) bekerja sebagai seorang buruh dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok 4 orang anggota keluarga. Sedangkan ibu Billy bernama Ibu Umi (34), beliau hanya ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan keenam untuk biaya pembelian vitamin dan transportasi. Semoga Billy lekas diberi kesembuhan oleh Allah. Aamiin. Sebelumnya Billy termasuk kedalam Rombongan 962.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Billy menderita kelamin ganda


AJAT BIN MEMED (50, Kanker Hati). Alamat : Dusun Pahing, RT 3/2, Desa Wilanagara, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan , Provinsi Jawa Barat. Bapak Ajat biasa beliau dipanggil ini menderita sakit yang cukup serius sejak tahun 2011. Beliau didiagnosa menderita penyempitan usus serta hernia. Pada saat itu, beliau juga telah menjalani tindakan medis berupa operasi. Akan tetapi, setelah operasi kondisi beliau mulai menurun. Beliau sering merasakan nyeri pada bagian perutnya. Hal tersebut berlangsung lama. Puncaknya, pada bulan Desember2016 lalu kondisi beliau benar-benar turun hingga menjalani rawat inap di Rumah Sakit Kuningan Medical Centre (KMC) Luragung selama beberapa hari. Anehnya, pihak medis menyimpulkan bahwa Bapak Ajat tidak menderita penyakit apapun. Sehingga selang beberapa hari beliau segera dibawa pulang ke rumah. Tak lama, pada awal bulan Pebruari lalu kondisinya kembali turun sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan (RSSK) Cigugur. Pihak rumah sakit menganjurkan beliau agar melakukan pemeriksaan laboratorium di sebuah klinik di daerah Cirebon. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan alat medis yang ada di RSSK Cigugur. Hasil laboratorium menunjukkan bahwa ada tumor di lambung Bapak Ajat yang mulai menjalar ke usus beliau. Karena kondisi beliau yang semakin mengkhawatirkan akhirnya beliau segera dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Kemudian kurir Sedekah Rombongan Kuningan membawa Bapak Ajat ke RSHS dan mendampingi beliau untuk menjalani pemeriksaan disana. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, tim medis rumah sakit mendiagnosa Bapak Ajat mengidap Kanker Hati dan harus segera ditangani. Beliau juga sempat masuk IGD dan dirawat diruang penindakan karna dehidrasi. Beliau memiliki jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Semenjak sakit, beliau sudah tidak bisa bekerja seperti biasanya sebagai seorang penjual rokok di Jakarta. Sehingga beliau tidak memiliki pendapatan yang cukup untuk menjalani pengobatan lanjutan. Alhamdulillah, Allah Maha Baik mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Bapak Ajat, sehingga santunan kedua dapat disampaikan kepada beliau untuk biaya transportasi. Semoga Allah mempermudah jalan Bapak Ajat untuk mendapat kesembuhan. Aamiin. Sebelumnya Bapak Ajat masuk kedalam Rombongan 964.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Maret 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Melisa Asep

Pak Ajat menderita kanker hati


UMYATI BINTI ENCENG (37, Operasi Caesar). Alamat : Dusun Kedungsark,  RT 1/1, Desa Baregbeg, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Ibu Umiyati adalah seorang pasien yang keadaannya sangat darurat untuk dibantu. Beliau tengah hamil 9 bulan, namun saat masa kehamilan beliau menderita penyakit asma dan hipertensi. Setelah memeriksakan kondisi kehamilan ke bidan desa, kemudian bidan desa menyarankan beliau untuk menjalani persalinan di rumah sakit. Hal tersebut dikarenakan beliau mengalami kontraksi dan keluar cairan. Bidan desa memberi surat rujukan ke Puskesmas Darma. Akan tetapi, karena pihak Puskesmas tidak sanggup menangani Ibu Umiyati karena beresiko, akhirnya beliau dirujuk ke Rumah Sakit Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Selain itu pihak Puskesmas juga memberi keterangan bahwa ketuban Ibu Umiyati sudah pecah dan kering. Akhirnya, pihak keluarga membawa Ibu Umiyati ke rumah sakit meskipun tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Dengan kondisi yang cukup mendesak, demi keselamatan Ibu Umiyati dan bayi akhirnya operasi caesar segera dilakukan. Suami Ibu Umiyati, Bapak Maman Darisman (37) yang bekerja sebagai buruh serabutan merasa kebingungan berkenaan dengan biaya rumah sakit. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Umiyati sehingga santunan dapat disampaikan Sedekah Rombongan kepada beliau untuk membayar administratsi rumah sakit. Semoga kondisi Ibu Umiyati dan bayi lekas membaik dan cepat pulih kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir :@dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Didi

Bantuan biaya operasi caesar


LALITA ASANI (11, Hairy Cell Leukemia) Alamat: Dusun Tanjungsari, RT 16/6, Desa Mekarmaya, Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Lalita adalah sosok anak perempuan yang tangguh. Dia berjuang melawan sakit yang dideritanya sejak berusia 8 tahun. Lalita didiagnosa leukemia stadium 3 dan harus menjalankan kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Saat itu, Lalita berhasil menyelesaikan kemoterapi yang dianjurkan oleh Dokter sebanyak 110 kali. Setelah menyelesaikan kemoterapi, Lalita menjalankan pemeriksaan sumsum tulang belakang untuk memeriksa perkembangan sel kanker di dalam tubuhnya pasca kemoterapi. Hasil pemeriksaan terakhir menunjukan perkembangan yang sangat baik, yaitu hanya ditemukan sebesar 0,78 persen sel kanker di tubuh Lalita. Dokter menyatakan hal tersebut berarti sebuah kesembuhan baginya. Hal tersebut tidak lepas dari kegigihan ibunya Cahyanah (28) dalam mengupayakan pengobatan untuk Lalita meskipun berprofesi sebagai Buruh Tani. Selang setahun kondisi Lalita tiba-tiba menurun, Lalita merasakan demam, lemas dan wajahnya pucat. Ibu Lalita segera membawanya ke  Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) Jakarta. Dan ternyata Lalita harus melakukan pemeriksaan BMP ulang, dan hasilnya sel kanker dalam tubuhnya naik kembali hingga 87%. Dokter menyarankan Lalita untuk melakukan protokoler Kemo high Risk.  Santunan lanjutan kembali disampaikan untuk membantu biaya transportasi kontrol ke RSK Dharmais Jakarta serta pembelian obat Cyclophosphamide (CPA) 1.300 mg. Lalita melakukan kemoterapi seminggu sekali namun  Jaminan Kesehatan JKN-PBI hanya menanggung obat kemoterapi 3 minggu sekali. Setelah santunan sebelumnya masuk Rombongan 902. Semoga hasil pemeriksaan rutin Lalita menunjukkan hasil yang baik, dan Lalita bisa kembali bermain dan belajar seperti anak-anak seusianya. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000-
Tanggal: 2 Maret 2017
Kurir: @ddsyaefudin @zerinabanu @muhammadrifai

Lalita menderita hairy cell leukemia


HARIS BIN ABDUL BASIT (2, Suspect Ensefalitis). Alamat : Dusun Krajan, RT 2/1, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Haris merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Awalnya Haris merasakan demam tinggi dan kejang, hingga mengalami penurunan kesadaran selama 2 hari. Setelah mendapat rujukan dari klinik setempat Haris kemudian dibawa ke Rumah Sakit Mitra Family Kabupaten Karawang. Dengan diagnosis awal meningitis dan bronkopneumonia. Haris mendapatkan perawatan secara intensif. Setelah seminggu di rumah sakit Haris diperbolehkan kembali ke rumah untuk melakukan rawat jalan. Pasca sakitnya ia mengalami sedikit gangguan pada penglihatannya yang lambat dalam memberikan reaksi. Keluarga kembali ke RSMF untuk memeriksakannya dan melakukan tes. Dikarenakan alat yang dibutuhkan tidak dapat digunakan sementara bagi pasien, Haris kemudian melakukan pengobatan ke Rumah Sakit Dewi Sri Kabupaten Karawang. Menjalani serangkaian pemeriksaan diketahui Haris suspect Ensefalitis (radang otak), dianjurkan Dokter untuk menjalani fisiotetapi guna merangsang fungsi syarafnya. Ayah Haris, Bapak Abdul Basit (37)  yang seorang buruh harian lepas dan Ibu Casinah BT Tarsam (37) seorang Ibu Rumah Tangga menuturkan Haris harus menjalani  fisioterapi  selama 4 kali pertemuan, dengan menggunakan fasilitas jaminan kesehatan karawang sehat.  Kondisi Haris sempat membaik setelah beberapa kali menjalani terapi, namun pada bulan Februari kesadaran Haris mengalami penurunan kembali sehingga Haris langsung masuk ruang HCU di Rumah Sakit Umum karawang. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan dari sedekaholics  untuk meringankan biaya selama di rumah sakit. Orang tua Haris mengucapkan terima kasih atas bantuan yang disampaikan. Semoga Haris cepat sehat kembali. Bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan 927.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Februari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu Sugianto @tammitree

Haris menderita suspect ensefalitis


WAHYUNI, ALMARHUM (48 Tahun, Kanker Payudara). Alamat: Dusun Walikan RT.04/RW.05 Desa Pulutan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Bu Wahyuni terdiagnosa menderita kanker payudara sejak medio Tahun 2015. Alhamdulillah, Allah menunjukkan jalan kepada Kurir Sedekah Rombongan untuk bertemu Bu Wahyuni dan keluarganya. Bu Wahyuni kemudian menjadi salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Wilayah Jogjakarta. Bu Wahyuni menjalani pengobatan kemoterapi di RSPAU dr. S. Hardjolukito, Yogyakarta, kondisinya sempat membaik namun sayang karena penyakitnya sudah menyebar sampai ke otak akhirnya ia tidak tertolong lagi. Bu Wahyuni dipanggil ke rahmatullah, innalillahi wainnailaihi roojiun… Pak Mukhlis, suaminya, selalu setia mendampinginya saat sakit. Selama itu pula ia rela sesekali meninggalkan pekerjaannya sebagai pedagang sayur di pasar. Kini, meski telah ditinggal oleh istrinya ia tetap harus bertahan dan menghidupi anak-anak mereka. Namun, Pak Mukhlis kini habis modal untuk berjualan sayur di pasar. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan dana sedekah kembali berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban kehidupan keluarga mereka. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan sedekahmu sebesar lima juta rupiah. Bantuan ini akan digunakan untuk  modal membuka usaha berdagang sayur di pasar supaya ayah ini sanggup berdiri tegar menafkahi keluarganya. Pak Mukhlis sangat berterima kasih kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Mereka senantiasa mendoakan agar Sedekaholic diberikan keberkahan oleh Tuhan YME.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 12 Maret 2017
Kurir : @Saptuari, @Aji_Kristanto, @Sunnahku

Almh Bu Wahyuni menderita kanker payudara


SUWARNI BINTI ALM. HADI SUMARTO (43, Kanker Tulang), Alamat : Desa Brengkelan, RT 3 RW 1, Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Bu Suwarni sudah merasakan badan selalu pegal dan tulang terasa sakit sudah hampir 2 tahun. Sakit yang dirasakan bu Suwarni tidak dirasakan, karena bu Suwarni masih harus menghidupi ke dua anaknya yang masih sekolah, karena suami bu Suwarni Alm. Sandiyatno sudah lama meninggal. Enam bulan yang lalu sakit Bu Suwarni semakin sering muncul. Bulan Januari semakin parah dan berobat ke Rumah Sakit Tjitro Wardjojo Purworejo dengan fasilitas Jaminan Kesehatan Non PBI. Bahkan saat pemeriksaan di poli langsung dirujuk ke rawat inap Rumah Sakit Tjitro Wardjojo. Bu Suwarni rawat inap mulai 15 Januari 2017 dan sudah pulang hari Kamis 26 Januari 2017. Alhamdulilah kurir Sedekah Rombongan mendapat informasi tersebut dan langsung bersilaturahmi ke rumahnya. Santunan dari sedekahcholic pun diberikan untuk meringankan akomodasi pengobatan saat berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Februari 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Nurul Adib

Bu Suwarni menderita kanker tulang


RIFKY ELMADITA (11, Kanker Kulit). Alamat : Kampong Malang Kulong No. 1/24, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Rifky, sejak berusia 2 tahun mulai mengeluh mengalami alergi saat terkena sinar matahari. Setiap terkena sinar matahari, kulit Rifky muncul benjolan kuci yang terasa gatal. Kondisi tersebut hanya dibiarkan saja hingga benjolan semakin banyak.  Kemudian Rifky dibawa ke Rumah Sakit setempat. Dari hasil pemeriksaan, Rifky didiagnosa menderita kanker kulit. Rifky dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk menjalani pengobatan yang lebih lengkap. Di RSUD Dr. Soetomo, Rifky menjalani operasi dan kondisinya sudah mulai membaik. Rifky dan keluarga mengalami kesulitan untuk biaya transportasi serta biaya pengobatan yang diluar tanggungan jaminan kesehatan. Ayah Rifky, Kasmadi (37) sehari-hari bekerja sebagai penjual cireng. Jumlah tanggungan keluarga adalah 2 orang. Jaminan kesehatan yang digunakan Rifky adalah Jamkesda  (Jaminan Kesehatan Daerah). Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Rifky. Melihat semangat Rifky dan keluarga yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu Rifky. Bantuan pertama telah diberikan dan digunakan untuk biaya transportasi dan biaya pengobatan yang tidak termasuk dalam tanggungan Jamkesda. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 967. Rifky dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Rifky masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 648.000,-
Tanggal  : 26 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  Bambang @EArynta

Rifky menderita kanker kulit


HERMANSYAH BIN DAHAR (49, Penyumbatan Pembuluh Darah di Kaki/Atherosclerosis). Alamat : Jl. Budi Daya Gg Metros No 7, RT 1/4, Desa Tuah Karya, Kecamatan Tampan, Kelurahan Tuah Tarya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Sudah 3 tahun terakhir kaki kanan Pak Hermansyah terasa sakit dari bagian kaki atas sampai ke bawah. Kondisi kakinya semakin memburuk dengan membusuknya daging di bagian kaki hingga ia menjalani operasi dua kali. Operasi pertama di jari kelingking Pak Hermansyah yang diamputasi pada tahun 2016 di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Operasi ke dua dilakukan pada bulan Februari 2017, dengan tindakan amputasi kaki kanan Pak Hermansyah. Sebelumnya, dokter mendiagnosa pembusukan daging pada kaki kanan Pak Hermansyah akibat diabetes, namun setelah dilakukan pemeriksaan ia tidak menderita diabetes melainkan penyumbatan pembuluh darah/atherosclerosis yang antara lain dipicu oleh kebiasaan buruk Pak Hermansyah yang adalah seorang perokok berat. Saat kurir Sedekah Rombongan mengunjungi Pak Hermansyah, kakinya masih diperban karena baru saja menjalani operasi. Sejak kondisinya sakit, Pak Hermansyah sudah tidak mampu bekerja lagi sehingga keluarga penghasilan keluarga hanya bergantung dari penghasilan istrinya, Nelwati, yang bekerja sebagai asisten rumah tangga dengan gaji yang hanya mampu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga ini. Alhamdulillah selama pengobatannya, Pak Hermansyah ditanggung oleh Jamkesda. Namun keluarga masih terkendala dalam memenuhi biaya akomodasi Pak Hermansyah selama ia dirawat di RS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Hermansyah dan merasakan kesulitan keluarga, bantuan pun disampaikan untuk membantu keluarga untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari di RS. Semoga kesehatan Pak Hermansyah semakin membaik, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Maret 2017
Surveyor : @nhphita Murda @rini_syafrin @karin_lathief

Pak Hermansyah menderita penyumbatan pembuluh darah di kaki/atherosclerosis


RAJINAN BIN JUNU (77, Stroke Ringan). Alamat : Dusun II, RT 8/4, Desa Sikakak, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Beberapa tahun yang lalu Pak Rajinan terjatuh ketika sedang bekerja di sawah, lalu keluarganya membawa beliau ke dokter terdekat. Dokter mendiagnosanya dengan penyakit stroke ringan dan menyarankan untuk rutin berobat jalan. Namun beliau tidak melakukan pengobatan lebih lanjut karena keterbatasan biaya transportasi dengan jarak tempuh yang jauh dari rumah ke RS. Kondisi saat ini kaki dan tangan kiri Pak Rajinan sulit digerakkan, sedangkan kaki kanan beliau sering terasa nyeri. Pak Rajinan sudah memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, namun karena kurang paham dalam penggunaannya selama ini beliau tidak pernah menggunakan kartu KIS tersebut. Sebelum menderita stroke, keseharian Pak Rajinan diisi dengan bekerja sebagai buruh serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Sedangkan istri beliau, Nurhayati (64), adalah seorang ibu rumah tangga yang sehari-harinya mengurus Pak Rajinan. Ketiadaan biaya transportasi menyulitkan Pak Rajinan untuk ikhtiar pengobatannya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Rajinan dan menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi beliau ke dokter. Sedekah Rombongan juga mengedukasi Pak Rajinan tentang manfaat JKN-KIS PBI, sehingga ke depannya dapat beliau gunakan untuk terus melanjutkan pengobatan. Semoga beliau segera pulih dari penyakitnya, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Maret 2017
Kurir : @nhpita Imelda @hermanwaesyah @sulistyaone

Pak Rajinan menderita stroke ringan


RENI ARIANTI (7, Leukemia + Gizi Buruk). Alamat : Bukit Kemuning RT 9/4, Kelurahan Bukit Kemuning, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Sebelum didiagnosa penyakit Leukemia, Reni menderita gizi buruk sehingga ia sering sakit-sakitan. Namun sekitar 6 bulan yang lalu tiba-tiba ia tidak bisa jalan dan kondisi tubuhnya sangat lemah sehingga orang tuanya membawanya ke RSUD Bangkinang agar dapat dilakukan check up menyeluruh terhadap Reni. Setelah menjalani cek darah dan pemeriksaan BMP (Bone Marrow Puncture) yaitu pemeriksaan sumsum tulang belakang dengan cara mengambil sedikit massa dari sumsum tulang belakang seorang pasien yang tersuspek leukemia, Reni positif terdiagnosa penyakit leukemia. Dokter menyarankan pengobatan kemoterapi namun saat ini masih terkendala kondisi gizi buruk yang dialami Reni sehingga kemoterapi ditunda hingga ia dinyatakan memenuhi persyaratan kondisi tubuh yang fit untuk menjalaninya. Alhamdulillah selama Reni berobat jalan hingga saat ini menjalani rawat inap di RSIA Eria Bunda seluruh biaya pengobatannya ditanggung oleh BPJS dengan JKN-KIS Mandiri kelas 3 yang dimilikinya. Namun tetap saja keluarga memiliki kendala dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka di RS selama Reni dirawat di RS. Ayah Reni, Ipung Agus Susilo (34), bekerja sebagai pendodos sawit dengang penghasilan tidak tetap. Sedangkan ibunya, Sugianti (33), adalah seorang ibu rumah tangga. Saat ini keluarga tinggal di sebuah rumah kontrakan sederhana di daerah Kampar. Penghasilan Pak Ipung hanya mampu untuk membiayai kebutuhan keluarga sehari-hari sehingga dengan kondisi perekonomian keluarga yang terbatas mereka sulit memenuhi kebutuhan akomodasi di RS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Reni dan keluarganya dan dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya makan sehari-hari keluarga selama menunggui Reni selama dirawat di RSIA Eria Bunda Pekanbaru. Alhamdulillah Reni menjadi pasien dampingan SR Riau dan insyaa Allah akan dibantu pengobatannya hingga ia sembuh nantinya. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 964.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Maret 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti Sri

Reni menderita leukemia + gizi buruk


ASSIFA MESA AOLIA (4, Leukimia). Alamat : Komplek Perumahan PT SSDP, Dusun Kerinci Kiri, Kampung Kerinci Kanan, RT 19/5, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Kira-kira 3 bulan yang lalu Assifa atau yang biasa dipanggil Sifa mengalami pembengkakan di kelenjar tiroid. Kemudian Sifa dibawa ke RS di daerah Siak dan dirawat selama beberapa hari karena pembengkakannya semakin terasa sakit. Selain adanya pembengkakan pada kelenjar tirodnya, kondisi perut Sifa juga semakin membesar dan mengeras. Dokter menyarankan agar Sifa dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk dapat diperiksa secara lebih intensif. Di RSUD Arifin Achmad Sifa dikonsul ke dokter anak, dr. Elmi Sp.A, dan menurut dokter ia diharuskan menjalani tes BMP (Bone Marrow Puncture) yaitu pengambilan sedikit sampel massa dari sumsum tulang belakang bagi pasien dengan suspek penyakit Leukimia. Setelah konsultasi, kemudian Sifa diperbolehkan untuk pulang karena dianggap kondisinya tidak terlalu buruk. Namun dalam perjalanan pulang, kondisi Sifa menurun sehingga ia langsung dibawa ke rumah sakit Eka Hospital dan dirawat inap. Selama 13 hari dirawat di Eka Hospital alhamdulillah biaya pengobatan Sifa ditanggung oleh mandor sawit tempat ayah Sifa bekerja. Saat dirawat, Sifa melakukan transfusi darah sebanyak 12 kantong. Setelah dirawat beberapa hari di Eka Hospital, Sifa dirujuk ke RSIA Eria Bunda. Di Eria Bunda Sifa dirawat lebih lama yaitu kurang lebih selama 1 bulan lamanya. Ia kembali harus ditransfusi trombofaresis sebanyak 3 kantong dan darah merah sebanyak 15 kantong. Selama dirawat di RSIA Eria Bunda Sifa tidak lagi dibiayai oleh mandor sawit, alhamdulillah keluarga memiliki jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3 sehingga biaya perawatan Sifa pun gratis. Berdasarkan hasil tes BMP yang dijalani Sifa, ia dinyatakan positif mengidap penyakit Leukimia (Kanker Darah) dan harus menjalankan pengobatan kemoterapi. Namun sayangnya hingga saat, Sifa belum memenuhi persyaratan untuk menjalani kemoterapi karena kondisi gizi buruk yang dialaminya. Selain itu, Sifa mengalami peradangan gatal di tangannya sehingga kulit tangannya sudah mengalami pembusukan dan bernanah. Saat kurir Sedekah Rombongan mengunjunginya, kondisi Sifa hanya bisa terbaring lemah karena sesak nafas yang dialaminya. Sifa merupakan anak dari pasangan Muhsinin (35) dan Siti Saleha (27). Muhsinin bekerja sebagai buruh panen sawit sedangkan istrinya adalah seorang ibu rumah tangga. Perekonomian keluarga yang masih serba minim menyulitkan keluarga untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari di RS. Seringkali, Muhsinin harus berhutang kepada mandor untuk biaya makan mereka sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Sifa sehingga santunan untuk membantu biaya akomodasi Sifa selama dirawat di RS dapat disampaikan untuk dapat meringankan kesulitan keluarga ini. Semoga kondisi Sifa terus membaik dan ia segera disembuhkan dari penyakitnya. Aamiin. Bantuan untuk Assifa sebelumnya masuk dalam Rombongan 955.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Maret 2017
Kurir : @nhpita Murda @asynulzumarti Sri

Sifa menderita leukimia


M. VICKY AL GHAZALI (2, Suspek Hidrosepalus). Alamat : Jl. Gaya Baru Gg. Setia, Kelurahan Duri Timur, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Pada tanggal 4 Februari 2017, Al mengalami demam tinggi dan muntah-muntah dan kakek Al membawanya ke tukang urut. Namun setelah diurut, kondisi Al makin lemas bahkan sering kejang ringan. Karena kondisinya makin lemah dan hilang kesadaran, pada tanggal 8 Februari Al dibawa ke IGD RSUD Duri. Dokter pun bergerak cepat dan mengambill tindakan dengan melakukan cek darah serta CT Scan. Hasil CT Scan menunjukkan adanya cairan di kepala dengan volume yang cukup banyak dan Al didiagnosa menderita suspek hidrosepalus. Berdasarkan diagnosa tersebut, dokter mengambil tindakan tindakan penyedotan untuk mengeluarkan cairan di rongga dada dan memberikan bantuan oksigen. Selama dirawat di RSUD Duri, Al berstatus pasien umum karena pengurusan JKN-KIS PBI keluarga Al masih terhambat di perubahan Kartu Keluarga. Sejak orang tua Al berpisah saat usianya masih 5 bulan, Al dan kakaknya hidup bersama ayahnya. Perekonomian keluarga semakin sulit saat ayah Al terkena dampak pengurangan karyawan di toko tempat kerjanya, sehingga saat ini mereka tinggal di rumah kontrakan kakek Al yang bekerja sebagai tukang parkir dengan penghasilan yang tidak tetap. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Al dan keluarganya dan ikut merasakan kesulitan yang dialami oleh mereka. Insyaa Allah Al menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang akan terus dibantu pengobatannya. Santunan awal pun disampaikan untuk membantu pembayaran biaya RS hingga lunas nantinya, agar Al dapat terus berobat sampai ia sembuh. Namun sayangnya takdir berkata lain, pada tanggal 16 Februari 2017 Al kembali ke pangkuan Allah. Selamat jalan Al, semoga kelak menjadi syafaat bagi kedua orang tuanya di hari akhir. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 1 Maret 2017
Kurir : @nhpita @eniepalupi @hermanwaesyah Dewi

Vicky menderita suspek hidrosepalus


MUHAMMAD ARIF MUBAROK (9, Suspek Autoimun). Alamat : Jalan Tegal Sari KM 4, RT 1/4, Kulim Duri, Kelurahan Balai Makam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Sejak 9 bulan yang lalu saat duduk di kelas 2 SD, Arif sering merasakan lemas yang disertai dengan bengkak-bengkak di sekujur tubuhnya. Saat itu ia langsung dibawa ke RSUD Duri dan dirawat inap untuk menjalani transfusi darah B+ sebanyak 2 kantong. Hingga kini ia sering dirawat inap di RSUD Duri maupun RSUD Pekanbaru. Pengobatannya sempat terhenti ketika kelenjar tiroidnya membengkak sehingga ia harus menunggu sampai fungsi tiroidnya normal kembali. Selama berobat Arif menggunakan fasilitas jaminan kesehatan Jamkesda. Dua bulan terakhir ini Arif sering diopname di RSUD Duri karena kondisi kesehatannya menurun. Ia terlihat pucat hingga jari-jarinya memutih, badannya penuh bercak memerah dan hanya bisa terbaring lemah sehingga harus menjalani transfusi darah. Akhirnya dokter memutuskan Arif dirujuk ke RSUD Pekanbaru agar mendapatkan perawatan yang lebih intensif dan menjalani pemeriksaan ulang untuk mengetahui kepastian tentang penyakitnya. Meskipun biaya pengobatan Arif telah dijamin oleh Jamkesda, namun keluarga Arif masih mengalami kesulitan untuk memenuhi biaya akomodasi mereka sehari-hari selama Arif dirawat di RSUD Pekanbaru. Ayah Arif, M. Khairul Ilyas (42), bekerja sebagai pendodos sawit dengan penghasilan tidak tetap dan ibunya, Siti Rahmawati (37), adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga Arif hanya mampu untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari saja. Alhamdulillah #SedekahRombongan bertemu dengan Arif dan keluarganya dan dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi mereka selama mendampingi Arif dirawat inap di RSUD Pekanbaru. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 950.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Maret 2017
Kurir : @nhpita @eniepalupi Rina

Arif menderita suspek autoimun


WINARTI BINTI SURIPTO (38, Kanker Payudara). Alamat : Simpang Intan Desa Kayu Api Beringin Pait, Kecamatan  Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Awalnya sejak setahun yang lalu ada benjolan kecil pada payudara kanan Bu Winarti, namun benjolan itu tidak terlalu dirasakan oleh bu Winarti. Selama 6 bulan Bu Winarti hanya berobat di Puskesmas dan minum jamu-jamuan untuk meringankan rasa sakitnya. Hingga akhirnya pada bulan Agustus 2016 benjolan tersebut semakin membesar, terasa nyeri dan mengeras. Sekitar bulan Oktober 2016, rasa nyeri pada payudara yang dirasakan oleh Bu Winarti sudah tidak tertahankan lagi sehingga oleh Puskesmas Simpang Intan di Kecamatan Pinggir ia dirujuk ke RSUD Duri. Kemudian oleh RSUD Duri ia dirujuk lanjutan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Dokter di RSUD Pekanbaru mendiagnosa Bu Winarti menderita kanker payudara dan harus menjalani pengobatan kemoterapi. Pada bulan November 2016 Bu Winarti mulai menjalani pengobatan kemoterapi. Selama pengobatannya, Bu Winarti menggunakan JKN-KIS PBI sehingga semuanya ditanggung. Namun ia tetap terkendala dalam biaya transportasi dan akomodasi selama menjalani kemoterapi di RSUD Pekanbaru. Pak Supri, suami Bu Winarti, bekerja sebagai buruh kasar dan mempunyai tanggungan 6 orang anak; anak yang tertua masih kelas 1 SMP dan bungsu sekolah TK. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Winarti dan menyampaikan bantuan biaya transportasi dan akomodasi selama ia berobat di Pekanbaru. Saat ini Bu Winarti sedang memulihkan kondisinya dengan teratur minum obat agar bisa melanjutkan proses kemoterapi. Selama melanjutkan pengobatannya, Bu Winarti tinggal di RSSR Riau di Pekanbaru. Semoga Bu Winarti tetap tabah, bisa sehat kembali dan dapat menjalani aktifitasnya seperti sediakala. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 964.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Maret 2017
Kurir : @nhpita @eniepalupi Rina

Bu Winarti menderita kanker payudara


LESTARI PUJIONO (54, Kanker Tiroid). Alamat : Jl. Pada Karya Sebanga, RT 3/3, Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Kota Duri, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Sudah sejak satu tahun belakangan ini terdapat benjolan pada leher Bu Lestari. Karena mulsi yang semakin membesar, Bu Lestari melakukan pemeriksaan ke puskesmas yang kemudian dirujuk ke RSUD Duri.  Di RSUD Bu Lestari didiagnosa dokter mengidap kanker tiroid stadium 1 dan ia disarankan untuk menjalani operasi pengangkatan benjolan tersebut. Seharusnya untuk penanganan lebih lanjut, Bu Lestari harus dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, namun karena terkendala ketiadaan jaminan kesehatan dan tidak adanya biaya saat itu, Bu Lestari belum mau dirujuk. Kondisinya tubuhnya saat ini semakin mengurus meskipun belum ada gangguan lain yang berarti. Suami Bu Lestari yaitu Pak Pujiono (56) bekerja sebagai kuli angkut dan pekerja upah dodos sawit orang lain dengan pendapatan yang tidak tetap, sedangkan Bu Lestari sendiri sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Dengan penghasilan yang masih terbatas, Bu Lestari mengalami kendala biaya dalam melakukan pengobatannya khususnya biaya akomodasi jika dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, apalagi JKN-KIS Non PBI kelas 3 yang telah dimiliki saat ini ternyata belum juga bisa digunakan karena data nama dan tanggal lahir berbeda dengan yang ada di Kartu Keluarga. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Lestari dan bantuan pun disampaikan untuk santunan sembako karena hidup Bu Lestari memang sangat kekurangan dan ia menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan untuk bantuan akomodasi dan transportasi saat dirujuk ke Pekanbaru. Semoga kondisi kesehatan Bu Lestari semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Maret 2017
Kurir : @nhpita @eniepalupi Supriadi @rizkykurniazary

Bu Lestari menderita kanker tiroid


SUCI NOVELA (7, Langit-langit Rongga Mulut Bolong/Sindrom Pierre Robin). Alamat : Jalan Merpati Sakti, Gg Merpati Putih, RT 3/20, Kecamatan Tampan, Kelurahaan Simpang Baru, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Suci terlahir dalam keadaan tidak memiliki langit-langit dalam mulutnya. Kondisi Suci saat ini mengalami kesulitan untuk makan dan berbicara (saat berbicara suaranya sengau seperti suara hidung), namun Suci belum pernah dibawa berobat oleh keluarga karena terkendala biaya perawatan ke RS dengan ketiadaan fasilitas jaminan kesehatan. Suci merupakan anak angkat dari Bapak Safrinaldi (35) yang bekerja sebagai pengumpul kara-kara (pemulung) dan Ibu Asriani (22) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Saat ini Suci sudah mulai belajar di salah satu sekolah di dekat rumah tetapi masih dalam tingkatan belajar privat. Insyaa Allah pada tahun ajaran baru tahun ini, Suci akan memasuki Sekolah Dasar. Biaya sekolah Suci dibiayai oleh bapak angkatnya dan keluarga Suci yang lain juga berusaha untuk membantu biaya kehidupan Suci yang juga hidup dalam kondisi kurang berkecukupan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Suci dan bantuan pun disampaikan untuk pengurusan jaminan kesehatan, membantu biaya berobat ke rumah sakit dan membeli alat-alat sekolah untuk menunjang pendidikan Suci. Semoga kondisi kesehatan Suci semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Maret 2017
Kurir : @nhpita @sulistyaone Rini

Suci menderita langit-langit rongga mulut bolong/sindrom pierre Robin


MUHAMMAD RIZKY (1, Meningokel). Alamat : Jl. Tanjung Harapan, Gg. Tg. Una, RT 6/1, Desa Pekan Arba, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Selama masa kehamilannya, ibunda Rizky rutin melakukan kontrol ke bidan di Posyandu desa setempat dan tidak ada gejala yang ganjil. Proses melahirkan Rizky pun dilakukan normal pada tanggal 3 Februari 2017 dengan berat badan 3,4 kg. Namun ternyata ada yang tidak normal pada fisik Rizky dengan adanya benjolan di antara pinggul dan tulang ekor. Saat berusia 1 minggu, benjolan pada bagian tubuh belakang Rizky tersebut semakin membesar dan pecah. Lalu oleh keluarga, Rizky langsung dibawa ke Puskesmas setempat. Pecahnya benjolan ini berlangsung hingga 3 kali sampai akhirnya keluarga memutuskan untuk membawa Rizky ke RSUD Indragiri Hilir agar ia mendapatkan penanganan lebih lanjut. Kini Rizky dirawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru setelah dirujuk lanjutan dari RSUD Indragiri Hilir dan biaya perawatan Rizky selama di Rumah Sakit sudah ditanggung oleh JAMKESDA. Namun ayah Rizky yang bekerja sebagai buruh serabutan serta ibundanya yang bekerja sebagai buruh cuci tetap terkendala dengan biaya hidup sehari-hari selama Rizky dirawat di RSUD. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Rizky dan menyampaikan titipan dari sedekaholics untuk biaya akomodasi keluarga selama menunggu Rizky yang masih dirawat di RSUD. Semoga Rizky segera mendapat kesembuhan dan keluarga tetap semangat untuk terus mengupayakan kesembuhannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Maret 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @putriacri_20 @sulistyaone @ekow_uwal Wahyu @hermanwaesyah Rina

Rizky menderita meningokel


MURNI BINTI AHMAD RODIN (65, Stroke). Alamat : Jl. Cengkeh, RT 8/2, Kelurahan Babussalam, Kecamatan Mandau, Kota Duri, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Sekitar dua bulan yang lalu, kaki Bu Murni terasa nyeri dan kaku lalu keluarganya membawa ke puskesmas namun tidak dirawat inap. Selama dua bulan tersebut, beliau terus merasakan nyeri pada kakinya. Hingga akhirnya sebulan kemudian, kaki Bu Murni semakin terasa sangat berat, kaku dan susah untuk digerakkan. Oleh dokter puskesmas, ia kemudian dirujuk ke RSUD Duri untuk menjalani fisioterapi, akan tetapi karena ketiadaan biaya Bu Murni tidak meneruskan pengobatan ke RSUD Duri. Keadaan Bu Murni saat ini semakin memburuk dengan kaki yang mengalami pincang sehingga ia sulit berjalan. Sebelum sakit, Bu Murni sering mencari pinang yang jatuh di kebun orang. Dengan izin pemilik pohon, pinang yang terkumpul dibawa pulang untuk kemudian dikeringkan, lalu dijual. Penghasilan jual pinang per bulannya beliau peroleh paling banyak sebesar Rp. 40.000,-. Untuk menambah penghasilannya, Bu Murni juga berjualan baju seken yang disedekahkan oleh orang dengan harga jual yaitu antara Rp. 2.000,- sampai Rp. 5.000,-. Saat ini Bu Murni sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena sakit yang dideritanya. Beliau tidak mampu lagi bekerja mencari pinang karena sudah sulit untuk berjalan. Suami Bu Murni yaitu Pak Heri, telah meninggal dunia. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Murni dan bantuan pun disampaikan untuk biaya transportasi untuk menjalani fisioterapi serta santunan sembako. Semoga kondisi kesehatan Bu Murni semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Maret 2017
Kurir : @nhpita @eniepalupi

Bu Murni menderita stroke


AHMAD WAHYU (1, Gizi Buruk). Alamat :  Jl. Aman, Gg. Aster 1, RT 2/7, Kelurahan Pematang Pudu Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Sejak bayi Ahmad berumur lebih dari sepuluh hari ia tidak mau menyusu ibunya, setiap diberi minum ASI bayi Ahmad memuntahkannya kembali. BAB bayi Ahmad juga tidak lancar dan berwarna hitam. Berat awal bayi Ahmad pada saat lahir yaitu 2,3 kg, namun sekarang beratnya turun menjadi 1,8 kg. Kondisi bayi Ahmad saat ini masih belum stabil, ia mengalami hipotermia. Untuk pengobatan bayi Ahmad, keluarga sedang dalam pengurusan JKN-KIS PBI tetapi masih terkendala karena KTP dan KK orang tua dari Siantar. Bayi Ahmad adalah anak dari pasangan Bapak Heriyanto (39) yang bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Suwirawati (33) yang sehari-harinya beraktivitas sebagai ibu rumah tangga. Dengan penghasilan yang tidak begitu besar yang didapatkan oleh ayah bayi Ahmad, keluarga tidak mampu membayar biaya RS selama bayi Ahmad dirawat dengan status pasien umum kelas 3. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga bayi Ahmad dan bantuan pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan di RSUD Duri serta pembelian susu. Semoga kondisi kesehatan bayi Ahmad semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 900.000,-
Tanggal : 4 Maret 2017
Kurir : @nhpita @eniepalupi Dewi

Ahmad menderita gizi buruk


PAINI SUDARNO (65, Vertigo). Alamat : Jl. Soekarno Hatta, Gg Karya Bakti, RT 21, Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, Provinsi Riau. Riwayat penyakit Bu Paini berawal ketika beliau sering mengalami sakit kepala yang sangat mengganggu hingga menyebabkan muntah jika beliau mencoba membuka matanya. Sakit ini sudah diderita sejak suami Bu Paini, almarhum Pak Sudarno, meninggal dunia pada tahun 2006. Dari pemeriksaan dokter di puskesmas, Bu Paini terdiagnosa penyakit vertigo. Beliau sering dirawat inap di puskesmas akibat vertigo yang dideritanya karena saat penyakitnya kambuh, ia hanya bisa berbaring saja di tempat tidur. Alhamdulillah selama menjalani rawat jalan maupun rawat inap, beliau menggunakan jaminan kesehatan Jamkesmas sehingga seluruh biaya pengobatan gratis. Sejak suaminya meninggal, Bu Paini kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena ketiadaan penghasilan yang diperolehnya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Paini dan bantuan disampaikan untuk membantu biaya berobat beliau ke RSUD Dumai. Semoga kondisi kesehatan Bu Paini semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Maret 2017
Kurir : @nhpita @jangajid

Bu Paini menderita vertigo


MISWATI BINTI M. LUTAN (39, Osteoporosis + Gout Artritis + Central Obesity). Alamat : Dusun Koto, RT 5/2, Desa Simandolak, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Sudah sejak lama Ibu Miswati menderita obesitas yang mengakibatkan dirinya mengalami osteoporosis dan asam urat. Memasuki tahun ke 7 sejak ia menderita obesitas, ia semakin mudah merasa lelah saat mengerjakan pekerjaan rumah tangga meskipun secara fisik beliau terlihat tidak seperti orang sakit. Saat merasa kelelahan, penyakit osteoporosis dan asam urat Ibu Miswati kambuh hingga membuat kepala pusing dan badannya terasa lemas. Bila mengalami rasa lelah yang luar biasa, bahkan ia mengalami demam dan muntah-muntah. Dalam ikhtiar pengobatannya, Ibu Miswati pernah berobat ke RSUD Taluk Kuantan namun tidak diteruskan karena terkendala biaya. Saat ini, Ibu Miswati belum memiliki jaminan kesehatan sehingga untuk berobat harus menggunakan dana pribadi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan bertemu dengan Ibu Miswati dan dapat menyampaikan santunan untuk biaya akomodasi dan transportasi ke rumah sakit. Semoga ibu Miswati tetap semangat untuk menjemput kesembuhannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Maret 2017
Kurir : @nhpita Pifin Imelda @sulistyaone

Bu Miswati menderita osteoporosis + gout artritis + central obesity


RAJA MARLIUS (66, Syaraf Terjepit). Alamat : Dusun Paluh, RT 2/1, Desa Ujung Tanjung, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Sudah hampir 3 tahun lamanya Pak Raja merasakan sakit pada tulang punggungnya akibat penyakit syaraf terjepit yang dideritanya. Di awal sakitnya, beliau sering dibawa oleh keluarga berobat ke puskesmas hingga akhirnya ke RSUD Teluk Kuantan. Namun karena keterbatasan biaya transportasi untuk membawa Pak Raja berobat, keluarga memutuskan untuk menghentikan pengobatan beliau. Semenjak sakit, Pak Raja tidak dapat bekerja lagi dan sang istri lah, Rosmainar (50), yang kini menjadi tulang punggung keluarga dengan membuka warung kelontong kecil-kecilan di rumah. Namun itu pun belum cukup bagi keluarga untuk dapat melanjutkan pengobatan Pak Raja, meskipun sebenarnya beliau sudah memiliki JKN-KIS PBI untuk menjamin biaya pengobatannya. Untuk meringankan penyakit Pak Raja, keluarga hanya mampu membeli obat-obatan dari bidan desa. Saat ini kondisi Pak Raja sangat lemah, untuk berbaring dan duduk pun harus dibantu istri dan kedua tangan Pak Raja terus gemetar. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Raja dan merasakan kesulitan yang beliau alami. Sedekah Rombongan menyampaikan santunan untuk biaya transportasi dan akomodasi agar Pak Raja dapat melanjutkan pengobatannya ke RS. Semoga Pak Raja cepat sembuh dan beliau dapat beraktivitas kembali seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Maret 2017
Kurir : @nhpita Pifin Imelda @sulistyaone

Pak Raja menderita syaraf terjepit


KOMARUDIN BIN JAMULIA (57, Peradangan di Lutut). Alamat : Kubu Baru, RT 2/6, Desa Rambah Samo Barat, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Pak Komarudin sering merasakan nyeri pada lututnya sejak terjatuh di kebun tempat beliau bekerja 3 minggu yang lalu. Kemudian Pak Komarudin pergi ke tukang urut untuk mengobati lututnya yang sakit tersebut, namun setelah diurut tetap saja lututnya masih nyeri bila digerakkan. Hingga kini, beliau merasakan sakit pada lututnya jika berjalan dan lututnya pun mengeluarkan bunyi gemeretak yang menimbulkan nyeri, sehingga untuk berjalan Pak Komarudin harus menggunakan tongkat. Saat ini beliau sudah tidak dapat bekerja lagi karena kondisi kesehatan yang belum juga membaik. Terlebih jarak pondok tempat tinggal dan kebun tempat beliau bekerja cukup jauh. Pak Komarudin bekerja sebagai buruh di kebun karet yang penghasilannya masih belum mencukupi biaya hidup dan berobat beliau. Kini beliau tinggal seorang diri menyewa pondok dengan biaya sewa Rp. 150.000,- per bulan. Alhamdulillah beliau memiliki Jamkesmas sehingga seluruh biaya pengobatan ditanggung. Namun tetap saja masih ada kendala untuk berobat karena beliau tidak memiliki dana untuk biaya transportasi ke RS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Komarudin dan menyampaikan santunan untuk membantu biaya pergi berobat ke RS. Insyaa Allah, beliau akan didampingi hingga pengobatan untuk 2 bulan ke depan. Semoga Pak Komarudin segera diberikan kesembuhan dan dapat beraktifitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Maret 2017
Kurir : @nhpita Mustakwa @sulistyaone

Pak Komarudin menderita peradangan di lutut


SOFA USAMAWATI (19, Tumor Jinak di Kepala). Alamat:  Jl. Limbungan, RT 1/5, Kelurahan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Riwayat penyakit Sofa bermula sejak ia berada di bangku SMP kelas 3, saat itu penglihatan Sofa mulai kabur dan pandangan sudah tidak jelas. Namun karena sibuk dengan berbagai tugas sekolah dan persiapan UN ia tidak begitu menghiraukan. Dengan berbagai kesibukannya tersebut, ia juga sering kelelahan hingga sering pingsan. Ibunya membawa Sofa pergi ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk kontrol ke dokter mata, tapi tidak ditemukan diagnosis penyakit apapun pada saat itu. Dokter pun hanya memberikan vitamin, namun tetap saja tidak ada perubahan membaik yang dirasakan Sofa. Pendengaran Sofa kemudian juga mulai terganggu sejak kelas 2 SMA dan dokter menyarankan untuk tindakan CT Scan di bagian kepala. Hasil CT Scan menunjukkan adanya benjolan di sekitar kepala. Dokter melakukan tindakan pemasangan selang untuk mengaliri cairan dari kepala ke saluran pembuangan cairan. Saat kurir Sedekah Rombongan menemui Sofa, ia mudah sekali pusing dan sering emosi. Sejak kedua orang tuanya berpisah, Sofa dan adiknya tinggal bersama ibunya di rumah kontrakannya yang sederhana. Dalam kesehariannya, ibu Sofa yaitu Sumiyati (48) berkeliling menjajakan jamu dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga. Selama ini alhamdulillah ikhtiar pengobatan Sofa ditanggung oleh JKN-KIS PBI, namun keluarga tetap mengalami kendala dalam biaya transportasi dan akomodasi selama berobat. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Sofa dan dapat merasakan kesulitan Sofa dan keluarganya. Bantuan pun disampaikan kepada Sofa dan keluarga untuk membantu biaya akomodasi Sofa selama berobat di RS. Semoga kesehatan Sofa semakin membaik dan ia dapat terus melanjutkan sekolahnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Maret 2017
Kurir: @nhpita @robyparm @ekow_uwal @hermanwaesyah @karin_lathief

Sofa menderita tumor jinak di kepala


MUHAMMAD ZIKRA (13, Dhuafa). Alamat: Jl. Srikandi, Perumahan Widia Graha 3, Blok QL No 7. Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Zikra adalah anak ke dua dari lima bersaudara dari pasangan Endra Renata (50) dan Marta Sari (40), yang saat ini duduk di kelas 5 SD 077 Pekanbaru. Ayah Zikra bekerja sebagai buruh serabutan yang pekerjaannya tergantung dari panggilan orang yang membutuhkannya. Penghasilan yang diperolehnya hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya dari hari ke hari saja. Ibu Zikra ikut membantu penghasilan keluarga dengan menjual makanan ringan ke warung-warung terdekat. Keterbatasan ekonomi membuat adiknya yg terakhir diasuh oleh nenek Zikra. Setiap berangkat dan pulang sekolah, Zikra selalu diantar dan jemput oleh ayahnya menggunakan pinjaman sepeda tetangga. Saat ini, keluarga Zikra tinggal menetap di Pekanbaru dengan menumpang rumah milik keluarga dari keluarga kakeknya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Zikra dan keluarganya sehingga dapat membantu untuk membelikan Zikra sepeda. Insyaa Allah sepeda ini dapat dimanfaatkan Zikra untuk memudahkan transportasi pergi dan pulang sekolah. Semoga Zikra selalu semangat untuk menuntut ilmu hingga ia dapat mencapai cita-citanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal: 1 Maret 2017
Kurir : @nhphita Rina @karin_lathief

Bantuan sepeda


DIANA SITORUS (35, Kista). Alamat : Jl. Panglima Undan Gang Saiyo, RT 5/4, Kelurahan Minas Jaya, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Sekitar 3 bulan yang lalu, Bu Diana mengalami pendarahan menstruasi yang tidak kunjung berhenti. Bu Diana kemudian pergi ke RS Santa Maria Pekanbaru untuk memeriksa kesehatannya. Diagnosa dokter terhadap Bu Diana adalah adanya kista di rahimnya. Dokter menyarankan Bu Diana untuk menjalani operasi, namun karena terkendala biaya Bu Diana hanya mampu membeli obat penghilang rasa nyeri. Selama mengonsumsi obat tersebut, pendarahan Bu Diana tidak kunjung berhenti. Bu Diana juga sudah melakukan suntik untuk mengurangi perdarahan namun tapi tidak ada perkembangan yang signifikan. Selain kista, Bu Diana juga menderita sakit diabetes. Pendarahan masih belum berhenti hingga kini dan ia hanya minum obat durol untuk menambah darah. Suami Bu Diana, Putra Simatupang (33), bekerja sebagai buruh Sawit dengan gaji per harinya Rp. 70.000,- tergantung dari jumlah sawit yang didapatkan. Bu Diana dan keluarga harus membayar uang sewa rumah setiap bulannya dengan biaya sewa Rp. 300.000,-. Selama berobat Bu Diana menggunakan biaya pribadi karena belum memiliki jaminan kesehatan apapun, sehingga gaji suami tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga. Alhamdulillah Bu Diana dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan santunan pun disampaikan untuk membantu biaya pengurusan jaminan kesehatan serta biaya akomodasi selama berobat di RS. Semoga Bu Diana segera sehat kembali dan bisa beraktivitas lagi seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Maret 2017
Kurir : @nhphita @mursyidafw @karin_lathief

Ibu Diana menderita kista


ASRAN LUBIS (50, Gangguan Penglihatan). Alamat : Desa Bedeng Sikuran, RT 1/1, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau. Pak Lubis merasakan gangguan penglihatan sejak remaja, namun ia tidak pernah memeriksakan matanya secara medis. Dua tahun belakangan, gangguan penglihatan Pak Lubis semakin parah hingga pandangannya semakin kabur. Beberapa bulan yang lalu, Pak Lubis dibantu oleh salah seorang warga di desanya dengan membelikan kacamata karena ia prihatin dengan kondisi mata Pak Lubis yang sudah sulit melihat lagi. Akan tetapi mata Pak Lubis masih kabur, walau pandangannya sedikit terbantu oleh pemakaian kacamata tersebut. Pak Lubis pernah berobat ke Puskesmas, tetapi dokter mengatakan kondisi matanya baik dan tekanan darah tingginya lah yang menyebabkan matanya kabur. Semenjak itu Pak Lubis hanya diberi obat penurun tensi dan tidak pernah berobat lagi. Dengan kondisi mata yang sudah terganggu penglihatannya, Pak Lubis sulit bekerja dan beraktivitas seperti biasa. Istri Pak Lubis, Lasmi (45), bekerja sebagai buruh harian di sekitar rumah dengan penghasilan yang masih minim. Selama ini alhamdulillah pengobatan Pak Lubis ditanggung oleh JKN-KIS PBI, namun keluarga tetap terkendala biaya transportasi selama beliau berobat jalan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Lubis dan bantuan pun disampaikan kepada keluarga untuk biaya transportasi berobat di RS. Semoga kondisi mata Pak Lubis bisa segera pulih dan beliau bisa beraktivitas kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Maret 2017
Kurir : @nhphita Imelda @karin_lathief

Pak Asran menderita gangguan penglihatan


ERNAWATI TOHIR (41, Jantung + TB Paru). Alamat : Jalan Beringin 3, RT 3/6, Kelurahan Cibunar, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bu Ernawati sebelumnya dirawat selama 3 minggu di RS Fatmawati Jakarta karena sakit jantung dan TB Paru yang dideritanya. Selama ini yang menemani Bu Ernawati berobat adalah anaknya, Nanda (19), karena suaminya telah meninggal 4 tahun lalu. Setelah kondisinya membaik, Bu Ernawati diperbolehkan pulang, ia kembali ke rumah kontrakannya yang tak layak. Ia semakin kurus dan kini hanya dapat terbaring lemah di tempat tidur. Bu Ernawati dan keluarga sangat kekurangan uang untuk biaya berobat dan memenuhi kebutuhan sehari – hari, terlebih lagi ia harus membayar kontrakan. Nanda pun tidak dapat mencari uang karena tidak bisa meninggalkan ibunya di rumah. Selama ini mereka mengandalkan penghasilan adik Nanda, Dona (14), yang bekerja menjaga toko dengan penghasilan yang jauh dari kata cukup. Jika penyakitnya kambuh, Nanda hanya bisa membawa ibunya ke Puskesmas terdekat. Setelah beberapa minggu kondisinya terus menurun, Ibu Erna meninggal dunia pada 2 November 2016 saat perjalanan menuju RS Meruya Jakarta. Setelah kehilangan sang ibu, Nanda sempat bekerja agar terus bisa memenuhi kebutuhan hidupnya beserta adik – adiknya. Penghasilan yang ia dapatkan jauh dari kata cukup sehingga ia berusaha mencari pekerjaan yang lebih layak lagi. Nanda sampai saat ini belum mendapatkan pekerjaan, ia kebingungan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari terutama untuk adiknya yang masih sangat kecil. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya kebutuhan sehari – hari Nanda beserta adik – adiknya yang kini telah menjadi yatim piatu. Sebelumnya keluarga Bu Erna telah dibantu pada rombongan 943.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal :  6 Februari 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bu Erna menderita jantung dan TB Paru


SONNY DASAWARSA (47, Hernia Scrotalis Strangulata Dextra). Alamat : Kampung Sugutamu, Jln. Warujaya, RT 8/21, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Pak Sonny sehari-hari bekerja di industri rumahan pembuatan sepatu. Sebelumnya ia adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan yang menderita hernia. Saat itu Pak Sonny mengeluhkan mendadak ada  benjolan di buah zakar sebelah kanan, disertai nyeri hebat dan muntah sehingga membuatnya sulit beraktivitas. Pak Sonny kemudian dibawa ke klinik terdekat dan oleh dokter ia didiagnosis hernia scrotalis inkarserata. Melihat kondisi fisiknya yang membutuhkan penanganan segera, Pak Sonny dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta. Tim dokter di rumah sakit tersebut mengharuskan dilakukan  operasi herniotomi, namun keluarga memutuskan membawa Pak Sonny pulang karena kendala biaya dan JKN – KIS yang dimiliki belum dapat digunakan. Keesokan harinya, Pak Sonny mengeluh nyeri hebat disertai muntah dan diare, sehingga dalam keadaan lemah itu ia kembali dibawa ke klinik dan dirujuk lagi ke RS Fatmawati Jakarta. Ia membawa bekal sejumlah uang dari hasil bantuan dokter yang menanganinya di klinik tersebut bersama teman-teman sejawatnya. Pada 7 November 2014, Pak Sonny dioperasi herniotomi dan herniorafi. Kondisinya setelah operasi stabil dan dirawat hingga 10 November 2014. Pasca operasi Pak Sonny diharuskan menjalani kontrol untuk mengetahui perkembangan penyakitnya, namun jarang ia lakukan. Beberapa bulan lalu Pak Sonny sempat mengeluh sakit pada bagian testisnya, namun ia hanya berobat seadanya, dan setelah sakitnya reda ia biarkan saja. Kini Pak Sonny kembai mengeluhkan sakit dan sudah seminggu lebih ia tak bekerja. Pada testisnya pun kembali tumbuh benjolan. Keluarga Pak Sonny ingin sekali kembali membawanya berobat namun ia masih memiliki tunggakan iuran JKN – KIS yang dimilikinya. Kurir Sedekah Rombongan menyarankan agar segera berobat kembali dan memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan membayar iuran JKN – KIS. Sebelumnya, Pak Sonny dibantu pada rombongan 763.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Februari 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Sonny menderita hernia scrotalis strangulata dextra


DIMAS DWI NUGROHO (14, Kanker Otot + Celebral Palsy). Alamat : Jalan H. Salim, Gang Bidan, RT 9/6, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Sudah belasan tahun anak dari pasangan Agus Budi Saputro (41) yang bekerja sebagai petugas keamanan dan Nurjanah (39) yang seorang ibu rumah tangga ini menderita kanker otot dan celebral palsy. Kanker ototnya sudah tidak dapat diobati setelah menjalani dua kali protokol kemoterapi karena berdampak buruk pada sakit celebral palsy yang dideritanya. Ia akan kejang – kejang bahkan hingga tak sadarkan diri setelah menjalani kemoterapi. Beberapa bulan terakhir ini, Dimas sering masuk keluar rumah sakit akibat batuk yang tak kunjung henti dan membuat kondisinya semakin lemas. Kini ia sering mengalami sesak napas dan menggunakan tabung oksigen. Ia tak boleh putus minum obat sedangkan penghasilan ayahnya tak cukup untuk membeli obat yang tidak dicover BPJS. Beberapa hari yang lalu Dimas dirawat di RS Harapan Kita Jakarta karena kondisinya kembali menurun. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli obat, dan kebutuhan Dimas seperti pampers dan susu. Sebelumnya Dimas dibantu pada rombongan 943.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 8 Februari 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Dimas menderita kanker otot dan celebral palsy

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MTSR 2 PURWOREJO 8,700,000
2 MTSR 1 PURWOREJO 3,679,000
3 MTSR 2 PURWOREJO 1,647,000
4 FATIMAH ULFANIA 750,000
5 DADANG ANDIKA 750,000
6 AGUNG NUGRAHA 750,000
7 NENG RAHMAWATI 1,000,000
8 SOPA NUR PAOJA 750,000
9 OCOH BINTI SANHADI 750,000
10 ANGGITA LAILA 1,500,000
11 KOKOM BINTI ABAS 750,000
12 DEDI CAHYADI 750,000
13 MIDAH ISTIKOMAH 2,000,000
14 RSSR BANDUNG RAYA 8,088,019
15 AGUS BIN MOMO 750,000
16 DIKI PERMANA 750,000
17 YULINAR BINTI HAWA 750,000
18 MADRASAH DARUL MAARIF 1,500,000
19 BILLY APRILIANA 500,000
20 AJAT BIN MEMED 500,000
21 UMYATI BINTI ENCENG 1,000,000
22 LALITA ASANI 1,500,000
23 HARIS BIN ABDUL BASIT 500,000
24 HARIS BIN ABDUL BASIT 500,000
25 ALMH WAHYUNI 5,000,000
26 SUWARNI BINTI ALM. HADI SUMARTO 500,000
27 RIFKY ELMADITA 648,000
28 HERMANSYAH BIN DAHAR 500,000
29 RAJINAN BIN JUNU 500,000
30 RENI ARIANTI 500,000
31 ASSIFA MESA AOLIA 500,000
32 M. VICKY AL GHAZALI 1,000,000
33 MUHAMMAD ARIF MUBAROK 500,000
34 WINARTI BINTI SURIPTO 500,000
35 LESTARI PUJIONO 500,000
36 SUCI NOVELA 500,000
37 MUHAMMAD RIZKY 500,000
38 MURNI BINTI AHMAD RODIN 500,000
39 AHMAD WAHYU 900,000
40 PAINI SUDARNO 500,000
41 MISWATI BINTI M. LUTAN 500,000
42 RAJA MARLIUS 500,000
43 KOMARUDIN BIN JAMULIA 500,000
44 SOFA USAMAWATI 500,000
45 MUHAMMAD ZIKRA 1,200,000
46 DIANA SITORUS 500,000
47 ASRAN LUBIS 500,000
48 ERNAWATI TOHIR 1,500,000
49 SONNY DASAWARSA 500,000
50 DIMAS DWI NUGROHO 1,500,000
Total 61,362,019

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 61,362,019,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 970 ROMBONGAN

Rp. 48,360,164,919,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.