Rombongan 967

Sedekah adalah pembuka rejeki. Memang benar, anda akan kehilangan uang, tapi disaat bersamaan anda juga sedang mengundang rejeki yang jauh lebih banyak.
Posted by on March 10, 2017

AGUSTINA RAHAYU BIN AINUR ROFIQ (11, Hidrocephalus) Alamat: Desa Karang Nongko RT 02/03, Kecamatan Mojoranu, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Ayu nama panggilannya, pada awalnya adik Ayu lahir normal. Bayi yang dikenal periang terlihat sangat lincah, kaki dan tangannya tidak berhenti bergerak. Menginjak usia 4 bulan mulai timbul kelainan pada masa pertumbuhannya. Kepalanya membesar dan kelincahaannya mulai berkurang. Melihat kondisi anaknya yang semakin memburuk, kedua orang tua Ayu lantas membawa Ayu ke Puskesmas terdekat. Dengan alasan peralatan di Puskesmas yang kurang lengkap, pihak Puskesmas merujuk dik Ayu ke Rumah Sakit Sakinah Mojokerto. Ainur Rofiq, ayah dari dik Ayu kesehariannya bekerja sebagai buruh jahit sepatu di sekitaran rumahnya. Penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari. Ibunya, Wahyu Suci kesehariannya sebagai ibu rumah tangga. Dengan alasan ekonomi, pak Ainur Rofiq merasa tidak mampu untuk membiayai biaya pengobatan anaknya yang mencapai puluhan juta. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga bapak Ainur Rofiq dan berkesempatan membantu membuatkan BPJS kelas III dan juga memberikan bantuan dana untuk proses pengobatan dik Ayu. Alhamdulillah saat ini dik Ayu telah menjalani operasi, tetapi saat ini perkembangannya masih belum sesuai harapan. Setelah operasi, dik Ayu mengalami pertumbuhan yang terlambat. Bantuan telah disampaikan untuk membantu biaya obat yang tidak ditanggung oleh BPJS. Bantuan sebelumnya telah tercatat di rombongan 961. Keluarga dik Ayu sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Ayu masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Anggrit

Agustina menderita hidrocephalus


HARTATIK ROFI’I (41, Tumor Otak). Alamat: Dusun Sidodadi, RT 1/1, Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. 3 tahun yg lalu bu Hartatik pernah mengalami jatuh di pabrik tempat beliau bekerja. Setelah jatuh, beliau merasa ada benjolan di kepala dan sering merasa pusing. Kemudian bu Hartatik memeriksakan diri ke rumah sakit setempat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Hartatik didiagnosa menderita tumor otak. Bu Hartatik sempat dirawat di Rumah Sakit Mojosari selama 6 hari. Karena keterbatasan peralatan, bu Hartatik di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bu Hartatik sudah mulai kontrol ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi. Saat ini bu Hartatik sudah tidak mampu berkerja lagi karena kondisi tubuhnya tidak memungkinkan. Bu Hartatik sering mengalami kejang, kaki & tangan susah untuk digerakkan dan sering keluar busa serta darah dari mulutnya di setiap malam. Suami bu Hartatik, bapak Rofi’i (46) juga sudah tidak bekerja karena merawat bu Hartatik. Meskipun pembayaran pengobatan di rumah sakit sudah ditanggung oleh jaminan kesehatan KIS, namun untuk biaya transportasi ke Surabaya bu Suhartatik dan keluarga mengalami kesulitan. Untuk biaya transportasi dan biaya pengobatan yang tidak termasuk jaminan KIS, Bu Hartatik meminjam uang dari kas desa dan koperasi desa sebesar Rp. 6.000.000,-. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan bu Hartatik. Mulai september 2016 bu Hartatik menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pada januari 2017 Bu hartatik melakukan operasi dan kondisi saat ini kondisinya sudah membaik. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya pengobatan yang tidak tertanggung KIS. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 947. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini bu Hartatik masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 738.500,-
Tanggal : 17 Januari 2017
Kurir  :  @Wahyu_CSD @Anggreat @EArynta

Bu Hartatik menderita tumor otak


MELATI BINTI AMIR (6, Kelainan Bawaan Lahir Rusaknya Tulang Hidung Bagian Dalam) Alamat: Perum Panji RT 03/15 Kec. Mimbaan Panji, Kab. Situbondo, Provinsi Jawa Timur.  Melati, biasa ia dipanggil adalah anak yang periang dan pantang menyerah. Pada usia 3 bulan Melati mengalami muntaber dengan tergesa-gesa orang tua membawa melati ke UGD RSUD Situbondo. Pada saat itu kondisinya memburuk, mulutnya keluar busa dan hidungnya mengalami infeksi sehingga Melati hanya bisa bernafas melalui mulutnya. Melati diperbolehkan menjalani operasi jika berat badan telah mencapai 10 kg. Pada usia 1,5 tahun, Melati dirujuk ke RSUD Dr.Soetomo Surabaya untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Pihak dari RSUD Dr.Soetomo belum mengijinkan Melati menjalani operasi karena usianya masih dibawah 5th. Sembari menunggu Melati diijinkan menjalani operasi, dokter menghimbau Melati untuk menjalani kontrol rutin. Ayahnya, Amir (28) seorang pengamen dan ibunya Sri Siswo (26) hanyalah seorang pembantu rumah tangga. Dek Melati memiliki fasilitas jamkesmas, namun Pak Amir dan Bu Sri merasa kesulitan dalam biaya transportasi dan obat-obatan selama masa pengobatan di Surabaya. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh dek Melati dan bantuan diberikan untuk membantu biaya transportasi selama pengobatan dan biaya obat-obatan. Usia Dek Melati telah mencapai 5 tahun dan mendapat persetujuan dari dokter untuk menjalani operasi pada usia 6 tahun dan operasi pertama dilakukan pada tanggal 25 Maret 2016. Bantuan telah diberikan untuk biaya transportasi dan obat diluar jamkesmas. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 961. Rasa syukur, bahagia dan ucapan terima kasih disampaikan oleh Pak Amir dan Bu Sri kepada sedekaholics melalui kurir Sedekah Rombongan yang telah membantu pengobatan Melati sehingga Melati dapat menjalani hidup. Saat ini Melati menjalani kontrol setiap bulan sembari menunggu jadwal operasi kedua.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 25 Januari 2017
Kurir  :  @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Melati menderita kelainan bawaan lahir rusaknya tulang hidung bagian dalam


MUNAWIR BIN WASIMIN (46, Gloukoma) Alamat : Dsn, Wringin Tengah, RT 02/06, Kelurahan. Wringin, Kec. Wringin, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Bapak Munawir di diagnosis menderita Gloukoma dengan keadaan yang sudah parah kedua matanya sudah tidak bisa melihat lagi, dengan kondisi yang seperti itu, beliau disarankan untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Dengan kondisi mata yang seperti itu, beliau tetap berusaha mencari nafkah. Beliau adalah seorang pembuat tape di kampungnya. Bu Sanimah (44) istrinya, adalah seorang ibu rumah tangga. Pendapatan yang diperoleh pak Munawir tidak menentu. Terkadang penghasilan dari menjual tape tidak cukup untuk biaya sehari hari beliau. Biaya transportasi yang mahal dan biaya hidup yang tidak murah membuat pak Munawir sempat menunda keberangkatannya. Mendengar hal itu kurir Sedekah Rombongan segera mendatangi rumah beliau dan mulai melakukan survey. Setelah dirasa cukup dan layak untuk dibantu, kami segera membawa pak Munawir ke Surabaya. Pak Munawir dan istri adalah pasangan suami istri yang taat beribadah. Terbukti pada saat berada di rumah singgah, ibadah sholat lima waktu tidak pernah mereka tinggalkan begitupun dengan sholat sunah seperti sholat dhuha dan sholat tahajud. Alhamdulillah, kami kurir Sedekah Rombongan bersyukur dipertemukan oleh keluarga pak Munawir. Belum seminggu menjalani perawatan di dokter Soetomo, mata sebelah kiri beliau sudah dioperasi dan digantikan oleh bola mata palsu. Saat ini pak Munawir menunggu pendonor mata untuk menggantikan mata sebelah kanan beliau. Harapan beliau dapat melihat dengan normal dan jelas kembali tentu juga adalah harapan dari kami,kurir yang mendampingi beliau. Saat ini beliau melakukan kontrol 1 bulan sekali sembari menunggu adanya pendonor mata untuk beliau. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 947. Pak Munawir dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @martinomongi @EArynta

Pak Munawir menderita gloukoma


NURHOSNA BIN MUSAKKI (46, Tumor Mata ). Alamat : Desa Dawuhan RT 1/2, Kec. Batu, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Sejak awal September 2014 lalu, muncul benjolan pada mata Bu Nurhosna, kemudian Bu Nurhosna memeriksakan dirinya di RSUD Bondowoso dan didiagnosa mengalami penyumbatan pada saluran air mata sebelah kanannya. Semakin hari benjolanpada mata kanan Bu Nurhosna semaikin bertambah besar. Sehingga pada akhirnya beliau dirujuk untuk berorat ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Namun karena keterbatasan biayatransportasi ke Surabaya beliau hampir putus asa untuk tidak melanjutkan pengobatannya. Bu Nurhosna seorang ibu rumah tangga dengan tanggungan 2 orang anak. Beruntung kami Sedekah Rombongan bertemu dengan beliau. Sedekah Rombongan membantu biaya pengobatan, transpotasi serta membantu membuatkan BPJS untuk Bu Nurhosna. Bantuan kembali disampaikan oleh Sedekah Rombongan sejumlah Rp. 528.000,- untuk biaya berobat & transportasi. Sebelumnya bantuan untuk Bu Nurhosna masuk dalam rombongan 961. Saat ini Bu Nurhosna masih rutin setiap satu bulan sekali datang ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk kontrol dan mengikuti jadwal kemoterapi. Pihak keluarga merasa sangat senang dan bersyukur atas bantuan yang disampaikan. Semoga pengobatan Bu Nurhosna bisa segera selesai dan dokter menyatakan sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 528.000,-
Tanggal: 25 Januari 2017
Kurir:  @Wahyu_CSD @Opotondanda @EArynta

Bu Nurhonsa menderita tumor mata


RIZKI IKMALA (3, Tumor Hati). Alamat : Desa Greden RT 4/17, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Dik Rizki biasa disapa, pada awal februari 2016, dik Rizki mengeluhkan perutnya yang semakin membesar. Keluarga membawa dik Rizki berobat ke Puskesmas terdekat. terkendala keterbatasan peralatan di Puskesmas, dik Rizki dirujuk ke RSUD Jember. Hasil pemeriksaan di RSUD Jember, dik Rizki didiagnosa menderita tumor hati. Kemudian dik Rizki dirujuk ke RSUD Dr.Soetomo Surabaya untuk penanganan lebih lanjut. Dokter menyarankan dik Rizki untuk melakukan kontrol rutin di Poli Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Orang tua Dik Rizki, Jumadi (47) bekerja sebagai kuli batu. Sedangkan ibunya, Umi Hanik (46) seorang ibu rumah tangga. Meskipun dik Rizki memiliki BPJS sebagai jaminan kesehatan, namun karena biaya transportasi ke Surabaya tidak sedikit, keluarga sempat ingin menghentikan pengobatan dik Rizki. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Dik Rizki. Kami beruntung berkesempatan untuk membantu dik Rizki. Saat ini dik Rizki menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan rutin melakukan kontrol di Poli Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya kebutuhan nutrisi dik Rizki. Bantunan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 961. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Dik Rizki masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 568.400,-
Tanggal : 18 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD BambangBKY @EArynta

Rizki menderita tumor hati


SUCI RAMADANI​ (3, Kelumpuhan Saraf Otak) Alamat : Dukuh Kupang Barat 1 Buntu 3 Blok II no 58 Surabaya. Dik Suci begitu dia biasa dipanggil oleh kedua orang tuanya. Terlahir sehat dan normal, namun saat usia 1,3 tahun tubuh Dik Suci tiba-tiba sakit panas dan kejang-kejang. Kemudian Dik Suci lumpuh karena penyakitnya menyerang pada sistem sarafnya. Hasil CT-Scan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menunjukkan bahwa terdapat cairan di otak dan sewaktu-waktu bisa mengakibatkan pembengkakan kepala (Kepala Dik Suci membesar). Pada saat itu ibunda dik Suci tidak mau dilakukan tindakan medis berupa operasi, melainkan memilih untuk melakukan pengobatan alternatif. Alhamdulillah pengobatan alternatif tersebut membuahkan hasil. Dik Suci mulai bisa bergerak, merespon, ukuran kepalanya normal kembali, namun Dik Suci masih belum bisa duduk. Ketika bertemu dengan #SRsurabaya, keluarga sudah kehabisan biaya untuk pengobatan Dik Suci, yang ahirnya pengobatannya pun terhenti. Keluarga sangat ingin untuk melakukan pemeriksaan CT-Scan kembali untuk mengetahui keadaan cairan yang ada di kepala Dik Suci dan ingin melanjutkan pengobatan melalui jalur medis. Saat ini ikhtiar berobat Dik Suci adalah melakukan kontrol rutin 2 kali seminggu di Rumah Sakit William Booth, Surabaya. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 961. Dik Suci dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan. Bismillah, semoga dengan ikhtiar bersama-sama penyakit Dik Suci bisa segera diobati dan balita mungil ini bisa tumbuh dengan sehat dan normal seperti balita lainnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Khoiriyah @MukhMukhlisin

Suci menderita kelumpuhan saraf otak


ARDIAN DIKTA PRATAMA  (8, Leukimia). Alamat: Dusun Kedawung, RT 3/2, Desa Bicak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Awal tahun 2015, Ardian mengalami benturan muka pada meja saat sekolah. Benturan tersebut mengakibatkan bentuk muka menjadi miring. Keluarga langsung membawa Ardian ke RS Wahidin Mojokerto untuk dilakukan pemeriksaan. Di RS Wahidin Mojokerto, dilakukan cek laboratorium lengkap.  Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut diketahui bahwa Ardian menderita leukemia dan tumor pipi.  Karena keterbatasan peralatan di RS Wahidin Mojokerto, pada mei 2015 Ardian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Setelah pengobatan rawat jalan di RSUD Dr. Soetomo selama 8 bulan, tumor di pipi sudah menghilang. Namun akibat leukimia yang diderita, kondisi Ardian semakin lemah. Saat ini kondisi Ardian lemas dan terdapat cairan di dalam tubuhnya yang menghimpit kerja paru paru sehingga tidak bisa mengembang. Sudah dilakukan penanganan dokter dengan dibuatkan lubang di dada dan rutin  disedot selama 4 hari sekali. Ardian kesulitan dalam buang air kecil dan susah buang air besar. Sudah 2 bulan ini Ardian tidak bias buang air besar. Ardian memiliki Surat Pernyataan Miskin (SPM) untuk biaya pengobatan. Namun karena tidak memiliki biaya lagi untuk transportasi ke Surabaya serta biaya hidup selama di Surabaya, keluarga sempat berfikir untuk menghentikan pengobatan. Ayah Ardian, Andik Setiawan (34) bekerja sebagai tukang las. Sedangkan ibunya, Anita (31) adalah seorang ibu rumah tangga. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Ardian. Bantuan kembali disampaikan kepada keluarga Ardian untuk biaya transportasi ke Surabaya, kebutuhan sehari-hari selama opname di rumah sakit, serta biaya obat. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 959. Ardian dan keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.433.373,-
Tanggal : 30 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @Anggreat @EArynta

Pak Arian menderita leukimia


MISIDI BIN NURDINO (60, Sakit Paru-Paru). Alamat : Jl. Pagesangan 4 Gang Damai RT 2/3, Kec. Jambangan, Surabaya, Prov. Jawa Timur. Pak Misidi selama 3 tahun terakhir sering demam dan batuk-batuk yang tak henti-henti. Pak Misidi sudah pernah berobat ke Puskesmas di dekat rumah nya. Oleh pihak Puskesmas, Pak Misidi disarankan untuk memeriksakan diri ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya. Setelah dilakukan foto rontgen di RS Bhayangkara, diketahui bahwa ada luka di paru-paru Pak Misidi. RS Bhayangkara memberikan obat jalan dengan resep dokter setempat, namun dengan kondisi apabila Pak Misidi mengalami muntah darah maka akan disarankan opname. Pak Misidi bekerja sebagai penjual pentol keliling. Beliau tinggal bersama ibunya, Bu Misri (80). Bu Misri adalah seorang  ibu rumah tangga. Pak Misidi pernah memiliki jaminan kesehatan Jamkesda namun saat ini hilang. Kemauan Pak Misidi sembuh sangatlah besar, namun terhalang besarnya biaya untuk berobat dan tranportasi menuju ke rumah sakit. Keluarga mengungkapkan kesedihannya pada kurir Sedekah Rombongan. Melihat kondisi ini, kurir Sedekah Rombongan ikut merasakan kesedihan yang dialami keluarga. Bantuan awalpun disampaikan untuk biaya tranportasi dan biaya kehidupan sehari-hari karena semenjak sakit beliau tidak bekerja dan tidak punya penghasilan. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 659. Semoga beliau dapat segera sembuh sehingga bisa beraktivitas kembali.

Jumlah Bantuan  : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Desember 2016
Kurir :   @Wahyu_CSD  Bambang @EArynta

Pak Misidi menderita sakit paru-paru


NIA PUJI LESTARI (30, Kanker Serviks). Alamat : Semampir, Gang AWS VII, RT 2/2, Kelurahan Medokan Semampir, Kecamatan.Sukolilo, Kota Surabaya, Jawa Timur. Sekitar awal tahun 2015 Bu Nia tiba-tiba merasakan sakit yang hebat di perut bagian bawah. Bu Nia berfikir jika sakit yang dirasakan karena mendekati jadwal menstruasi. Namun, nyeri perut bawah yang dirasakan Bu Nia tidak kunjung sembuh sampai 2 hari berikutnya, hingga akhirnya Bu Nia memeriksakan diri ke dokter kandungan. Berdasarkan pemeriksaan, Bu Nia didiagnosa menderita kanker serviks. Pada mei 2015, Bu Nia pulang ke kampung halaman untuk mengurus jaminan kesehatan BPJS. Serta melanjutkan pengobatan di kampung halamannya, di Ngawi. Setelah dilakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Ngawi, Bu Nia di rujuk ke Rumah Sakit Moewardi Solo untuk dilakukan operasi pengangkatan serviks dan rahim. Operasi telah dilakukan dan Bu Nia disarankan untuk kontrol rutin setiap bulan. Namun karena keterbatasan biaya dan Bu Nia sudah tidak merasakan keluhan, akhirnya ia memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatannya dan kembali ke Surabaya untuk bekerja. Saat mulai bekerja hingga beberapa bulan kemudian, Bu Nia tidak merasakan keluhan berarti. Namun, sekitar 5 bulan kemudian Bu Nia mengalami pendarahan hebat, namun ia tetap mengabaikannya. Sekitar satu bulan kemudian, Bu Nia kembali mengalami pendarahan hebat hingga merasa lemas. Bu Nia kemudian berangkat sendiri untuk memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Haji Surabaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan foto rongen, diketahui bahwa kanker yang diderita Bu Nia sudah menyebar ke Ginjal. Bu Nia dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk dilakukan tindakan sinar. Hingga saat ini sinar sudah dilakukan sebanyak 25 kali. Karena kondisi yang lemah, saat ini Bu Nia sudah tidak dapat bekerja lagi, sehingga praktis tidak mempunya pemasukan sama sekali. Bu Nia mengeluhkan besarnya biaya yang diperlukan untuk berobat, transportasi dan kebutuhan obat diluar BPJS. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Bu Nia. Bu Nia menjadi pasien dampingan #SR. Setelah beberapa bulan berikhtiar mencari kesembuhan, pada akhir januari 2017 kondisi kesehatan Bu Nia semakin memburuk dan akhirnya Bu Nia menghembuskan nafas terakhirnya. Sedekah Rombongan turut bebebela sungkawa atas meninggalnya Bu Nia. Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan untuk biaya pengobatan sebelumnya dan santunan kematian yang digunakan untuk biaya pemakaman dan kebutuhan lainnya. Bantuan sebelumnya telah teracatat pada rombongan 958. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan,.

Jumlah Bantuan : Rp 3.038.400,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir :  @Wahyu_CSD  @EArynta

Bu Nia menderita sanker serviks


RIFKY ELMADITA (11, Kanker Kulit). Alamat : Kampong Malang Kulong No. 1/24, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Rifky, sejak berusia 2 tahun mulai mengeluh mengalami alergi saat terkena sinar matahari. Setiap terkena sinar matahari, kulit Rifky muncul benjolan kuci yang terasa gatal. Kondisi tersebut hanya dibiarkan saja hingga benjolan semakin banyak.  Kemudian Rifky dibawa ke Rumah Sakit setempat. Dari hasil pemeriksaan, Rifky didiagnosa menderita kanker kulit. Rifky dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk menjalani pengobatan yang lebih lengkap. Di RSUD Dr. Soetomo, Rifky menjalani operasi dan kondisinya sudah mulai membaik. Rifky dan keluarga mengalami kesulitan untuk biaya transportasi serta biaya pengobatan yang diluar tanggungan jaminan kesehatan. Ayah Rifky, Kasmadi (37) sehari-hari bekerja sebagai penjual cireng. Jumlah tanggungan keluarga adalah 2 orang. Jaminan kesehatan yang digunakan Rifky adalah Jamkesda  (Jaminan Kesehatan Daerah). Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Rifky. Melihat semangat Rifky dan keluarga yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu Rifky. Bantuan pertama telah diberikan dan digunakan untuk biaya transpotasi dan biaya pengobatan yang tidak termasuk dalam tanggungan Jamkesda. Rifky dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Rifky masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal  : 5 Desember 2016
Kurir : @Wahyu_CSD  Eisty @EArynta

Rifki menderita Kanker Kulit


RIRIN INDRAWATI (51, Kanker Mulut) Alamat: Dusun Duku RT 1/27, Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pada awal tahun 2013 muncul benjolan di langit langit mulut Bu Ririn. Kemudian Bu Ririn  melakukan pemeriksaan di salah satu rumah sakit di Jember dan dilakukan tindakan biopsi. Dari hasil pemeriksaan, Bu Ririn didiagnosa menderita kanker mulut. Selanjutnya dilakukan operasi pada kelenjar air liur Bu Ririn. Pasca operasi benjolan kembali tumbuh. Pada tahun 2014 Bu Ririn di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bu Ririn baru melakukan pengobatan ke RSU Dr. Soetomo Surabaya pada bulan Agustus 2015 untuk menjalani radioterapi. Keterlambatan untuk datang ke RSUD Dr. Soetomo karena kendala biaya transportasi ke Surabaya.  Pada Februari 2016 muncul benjolan di atas hidung. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Ririn kembali didiagnosa menderita kanker dan kanker baru tersebut sudah tidak bias dioperasi karena sudah menyebar ke otak. Bu Ririn memiliki fasilitas jaminan kesehatan (JKN), namun beliau merasa kesulitan biaya transportasi dan tempat tinggal selama berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Sedekah Rombongan mendapat info tentang kesulitan yang dialami bu Ririn, dan kami diberi kesempatan untuk meringankan beban beliau. Setelah beberapa bulan berikhtiar mencari kesembuhan, pada januari 2017 kondisi kesehatan Bu Ririn semakin menurun, dan akhirnya Bu Ririn menghembuskan nafas terakhirnya. Sedekah Rombongan turut bebebela sungkawa atas meninggalnya Bu Ririn. Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan untuk biaya pengobatan sebelumnya dan santunan kematian yang digunakan untuk biaya pemakaman dan kebutuhan lainnya. Bantuan sebelumnya telah teracatat pada rombongan 961. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan,.

Jumlah Bantuan: Rp  1.000.000,-
Tanggal: 22 Januari 2017
Kurir: @Wahyu_CSD @EArynta

Bu Ririn menderita kanker mulut


ZUYUN RAHMAWATI (30, Lumpuh). Alamat : Kelurahan Rungkut Kidul, RT 5/4, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.  November 2016 lalu Bu Zuyun mulai merasakan keluhan nyeri pada pagian punggung dan tulang belakang. Nyeri tersebut tidak kunjung sembuh. 7 hari berselang kaki Bu Zuyun tidak dapat digerakkan. Selama ini pengobatan yang dilakukan Bu Zuyun yaitu membeli obat anti nyeri di apotek. Karena kondisi kakinya yang tidak kunjung membaik, pihak keluarga membawa Bu Zuyun ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Saat ini masih dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang seperti CT Scan, dan belum ada kesimpulan terkait penyakit Bu Zuyun. Bu Yuhun, sehari-hari adalah seorang ibu rumah tangga, sedangkan suaminya Ahmad Robiyanto (33) adalah seorang pengemudi ojek. Saat ini Bu Zuyun menggunakan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu sebagai jaminan kesehatan. Namun SKTM tersebut hanya berlaku selama 2 bulan saja. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Bu Zuyun. Melihat semangat beliau begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu Bu Zuyun. Bantuan pertama telah diberikan dan digunakan untuk biaya trasnportasi ke rumash sakit, kebutuhan nutrisi dan pembelian obat yang tidak tercover jaminan kesehatan. Bu Zuyun dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu Zuyun masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal  : 16 Desember 2016
Kurir : @Wahyu_CSD  BambangBKY @EArynta

Bu Zuyun menderita lumpuh


ABDUL RANI (64, Cellulitis). Alamat : Jln. Raya Tua Tunu, RT 1, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Pak Abdul Rani merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan yang menderita penyakit Cellulitis. Pada September 2016, ia pernah dirawat di Rumah Sakit Bhakti Wara namun setelah itu ia tak lagi berobat. Setelah 2 bulan tidak diobati secara medis, kakinya mengalami infeksi, bernanah dan melepuh. Akhirnya Pak Abdul Rani kembali dirawat selama 2 minggu menggunakan JKN – KIS kelas III yang dimilikinya. Selama dirawat, kondisi Pak Abdul Rani semakin membaik dan luka kakinya mulai mengering. Dokter menyarankan Pak Abdul Rani berobat jalan selama dua bulan dengan catatan luka pada kakinya harus setiap hari dibersihkan dan diobati oleh perawat. Oleh karena itu, untuk membantu sang istri dalam merawat Pak Abdul Rani, perawat akan datang setiap hari mengunjunginya untuk merawat lukanya di rumah. Pak Abdul Rani adalah seorang buruh harian dengan penghasilan tidak menentu, sedangkan istrinya hanya sebagai ibu rumah tangga. Kondisi perekonomian yang terbatas membuat keluarga sebelumnya tidak berani membawa Pak Abdul Rani ke dokter. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan keluarga Pak Abdul Rani. Pak Abdul Rani sempat dirawat di RS Bhakti Wara, namun ia tidak dapat membayar biaya rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membayar biaya rumah sakit tahap pertama. Sebelumnya Pak Abdul Rani telah dibantu dalam rombongan 965.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 1 Maret 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Herda @ririn_restu

Pak Abdul menderita cellulitis


ABDUL RANI (64, Cellulitis). Alamat : Jln. Raya Tua Tunu, RT 1, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Pak Abdul Rani merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan yang menderita penyakit Cellulitis. Pada September 2016, ia pernah dirawat di Rumah Sakit Bhakti Wara namun setelah itu ia tak lagi berobat. Setelah 2 bulan tidak diobati secara medis, kakinya mengalami infeksi, bernanah dan melepuh. Akhirnya Pak Abdul Rani kembali dirawat selama 2 minggu menggunakan JKN – KIS kelas III yang dimilikinya. Selama dirawat, kondisi Pak Abdul Rani semakin membaik dan luka kakinya mulai mengering. Dokter menyarankan Pak Abdul Rani berobat jalan selama dua bulan dengan catatan luka pada kakinya harus setiap hari dibersihkan dan diobati oleh perawat. Oleh karena itu, untuk membantu sang istri dalam merawat Pak Abdul Rani, perawat akan datang setiap hari mengunjunginya untuk merawat lukanya di rumah. Pak Abdul Rani adalah seorang buruh harian dengan penghasilan tidak menentu, sedangkan istrinya hanya sebagai ibu rumah tangga. Kondisi perekonomian yang terbatas membuat keluarga sebelumnya tidak berani membawa Pak Abdul Rani ke dokter. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan keluarga Pak Abdul Rani. Pak Abdul Rani sempat dirawat di RS Bhakti Wara, namun ia tidak dapat membayar biaya rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membayar biaya rumah sakit tahap kedua. Sebelumnya Pak Abdul Rani telah dibantu biaya rumah sakit tahap pertama dan bantuan dalam rombongan 965.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 1 Maret 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Herda @ririn_restu

Pak Abdul menderita cellulitis


HILMA NUHA (1, Bronchitis + Bilface). Alamat : RT 2/6, Dusun Kemojing, Desa Kemangkon, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Awal Desember 2016, Dik Hilma menderita batuk namun tak kunjung sembuh. Selain batuk, wajah Dik Hilma juga terlihat tidak normal atau ‘menceng’. Akhirnya, Dik Hilma dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Goeteng Purbalingga. Dari hasil pemeriksaan dokter, didapat hasil bahwa Dik Hilma menderita bronchitis dan bilface (kelainan saraf muka). Akhirnya dokter menyarankan untuk mondok. Setelah menjalani opname selama satu minggu (12-19 Desember 2016), kesehatan Dik Hilma terus membaik. Saat ini Dik Hilma hanya menjalani kontrol rutin dan sinar seminggu sekali. Wasimin (37), ayah dari Dik Hilma bekerja sebagai buruh gali pasir, sedangkan ibunya, Larmiati (28) seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membuat keluarga Dik Hilma kesulitan untuk menanggung biaya pengobatan. Apalagi, Dik Hilma tidak terdaftar dalam jaminan kesehatan manapun, sehingga masalah ekonomi menjadi kendala utama dalam pengobatannya. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Hilma sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedelaholics. Santunan diberikan untuk membantu biaya pengobatan Dik Hilma. Semoga Dik Hilma dapat segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 5 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @kangimam Diono @misterrmoo

Hilma menderita bronchitis dan bilface


CUCU PUTRI ASIH (17, Pieomortik Rhabdomiosarcoma). Alamat : RT 2/4, Dusun Sukajadi, Desa Metenggeng, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Cucu, biasa ia dipanggil, adalah siswi berprestasi dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).Awalnya ia merasakan sakit di bagian giginya, kemudian gigi tersebut pun dicabut. Namun tidak lama kemudian muncul benjolan di bekas gigi yang dicabut tersebut. Awalnya hal terebut dianggap hal yang biasa, namun bejolan tersebut semakin membesar. Kedua orang tuanya memeriksakan Cucu ke rumah sakit setempat. Ia didagnosis menderita tumor gingiva atau tumor pada bagian gusi. Ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Margono. Setelah dilakukan pemeriksaan jaringan lebih lanjut ternyata Cucu menderita Pieomortik Rhabdomiosarcoma atau kanker jaringan lunak yang terdapat di bagian gusi.Cucu harus menjalani kemoterapi tiap pekan di RS Margono. Sejak saat itu juga Cucu tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto. Ia sangat bersemangat untuk sembuh, namun Allah berkehendak lain. Kondisinya semakin parah dan beberapa kali kondisinya menurun sehingga harus menjalani rawat inap di RS Margono. Dokter menyarankan agar Cucu menjalani terapi sinar. Belum sempat menjalani terapi, pada 13 Februari 2017 Cucu meninggal dunia di RS Margono. Ia adalah anak dari pasangan Nardi (54) dan Tarminah. Keduanya bekerja sebagai buruh berpenghasilan kecil. Dari penghasilannya tersebut hanya dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga mereka. Biaya pengobatan Cucu dibantu jaminan kesehatan berupa jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat). Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Cucu dan keluarganya sehingga dapat menyampaikan santunan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Semoga Cucu mendapatkan tempat terbaik di sisiNya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @olipe_oile @paulsyifa

Cucu menderita pieomortik rhabdomiosarcoma


NGADINAH JAFAR (36, Kanker Payudara Kiri). Alamat : RT 1/2, Desa Kalilujar, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Ngadinah menderita kanker payudara sebelah kiri sejak 7 tahun yang lalu yaitu pada tahun 2010. Operasi pertama kali dilaksanakan pada tahun 2010 dan operasi kedua dilakukan pada tahun 2014. Setelah itu beliau menjalani pengobatan dan terapi rutin di Rumah Sakit (RS) Margono. Pada tanggal 12 Februari 2016, Ibu Ngadinah menjalani operasi kembali di RS Islam Bawang dan dirujuk ke RS Dadi Keluarga Purwokerto untuk menjalani kontrol. Ibu ngadinah adalah seorang ibu rumah tangga dengan dua orang anak. Suaminya, Jafar (41) sebelumnya bekerja sebagai kuli bangunan namun semenjak mengalami kecelakaan kerja, beliau sudah tidak mencari nafkah lagi. Keluarga mereka pun kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya. Selama ini biaya hidup mereka ditanggung oleh anak pertamanya yang berpenghasilan kecil. Biaya pengobatan Ibu Ngadinah dibantu jaminan kesehatan berupa Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat). Namun beliau masih mengalami kendala dalam biaya pengobatan dan akomodasi ke rumah sakit karena jarak tempat tinggal beliau dan rumah sakit jauh. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Ibu Ngadinah sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan diberikan untuk membantu biaya pengobatan dan akomodasi ke rumah sakit. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan laporannya terdapat pada rombongan 807. Kini Ibu Ngadinah masih harus menjalani kontrol rutin di RS Dadi Keluarga. Semoga pengobatan Ibu Ngadinah berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @virgiawanadr @misterrmoo @paulsyifa

Bu Ngadinah menderita kanker payudara kiri


ALFA BINTANG ARDANI (2, Truncus Arteriosuss + Gizi Buruk + Tuna Netra). Alamat : RT 5/2, Dusun Glempang, Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Dik Alfa lahir dengan kondisi mata tidak dapat melihat. Saat lahir, ia pun tidak menangis dan warna mukanya berwarna kebiruan. Kedua orang tuanya segera membawa Dik Alfa ke Rumah Sakit (RS) Siti Aminah. Ia pun dirawat selama 12 hari di sana. Awalnya Dik Alfa didiagnosis menderita jantung bocor. Dari RS Siti Aminah, ia pun dirujuk ke RS Sardjito dan menjalani perawatan selama 12 hari di sana. Hasil pemeriksaan diketahui bahwa Dik Alfa menderita Truncus Arteriosus dan gizi buruk. Truncus arteriosus adalah kelainan jantung langka yang hadir saat bayi lahir (kongenital), yaitu hanya terdapat satu pembuluh darah besar pada bayi yang mengarah keluar dari jantung. Dokter menyarankan agar ia mengonsumsi obat seumur hidup karena faktor usia yang sudah terlambat sehingga tidak dapat dilakukan tindakan operasi terhadap Alfa. Mendengar hal tersebut, kedua orang tuanya berusaha mencari pengobatan lain di RS Harapan Kita. Dik Alfa adalah anak dari pasangan Fahrizal Anwar (25) dan Tri Ulfa Fadilah (27). Bapak Fahrizal bekerja serabutan dan penghasilannya kecil. Penghasilannya tersebut hanya mencukupi kehidupan sehari-hari keluarganya. Biaya pengobatan Dik Alfa dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Pengobatannya terkendala biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan ke rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Alfa dan keluarga sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Semoga pengobatan yang dijalani Dik Alfa dapat berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @virgiawanadr @paulsyifa

Alfa menderita truncus arteriosuss gizi buruk dan tuna netra


PURWITA WIJAYANTI (36, Ca Cervix).  Alamat : Jl. Kober, Gang Riswan, RT 1/5, Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Ita, biasa ia dipanggil, menderita kanker serviks (ca cervix) sejak tahun 2014. Semenjak saat itu, Ibu Ita rutin menjalani kemoterapi dan terapi sinar di Rumah Sakit (RS) Margono. Kondisinya semakin memburuk. Beliau harus menjalani HD dan tubuhnya harus dipasang nefro dan HD kit yang akhir tahun 2016 lalu sudah diganti melalui operasi nefrostomi. Kondisi Ibu Ita yang sering kali turun membuatnya sering dilarikan ke RS Margono dan RS Sardjito. Semenjak Sakit, Ibu Ita tidak dapat bekerja, sedangkan suaminya, Glenn Allan McGrew (49) bekerja dengan menjual burger buatannya. Penghasilannya yang kecil dan tidak menentu tersebut hanya dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya sekolah kedua anaknya. Usahanya pun harus terhenti saat Bapak Glenn mendampingi istrinya berobat. Praktis penghasilan keluarga mereka semakin berkurang. Biaya pengobatan Ibu Ita dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan masih menjadi kendala bagi Ibu Ita. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Ita. Santunan diberikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan di RS Margono dan RS Sardjito. Bantuan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 935. Hasil pemeriksaan terakhir di RS Sardjito menunjukkan bahwa penyakit kanker yang diderita Ibu Ita sudah stadium 4 dan menjalar ke organ hati dan kantung kemihnya. Saat ini beliau sedang dalam perawatan intensif di RS Margono. Semoga Ibu Ita tetap semangat dalam menjalani pengobatannya dan segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @olipe_oile @virgiawanadr @paulsyifa

Bu Ita menderita ca cervix


SATIM BIN SAIMUN SANWIKARTA(41, Paraparesis Inferior). Alamat : RT 4/6, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Satim mengalami kecelakaan jatuh dari pohon kelapa pada tahun 2012. Beliau segera dibawa ke Rumah Sakit (RS) Pelayanan Kesehatan Umum (PKU) Muhammadiyah Gombong. Dari hasil pemeriksaan, Bapak Satim diketahui mengalami kecacatan karena cedera pada neural sensori, motorik dan autonom di dalam medula spinalis (paraparesis inferior) sehingga beliau tidak dapat berjalan. Pihak keluarga kemudian membawanya ke tukang urut dan disarankan agar kaki Bapak Satim direndam dalam air panas. Hal tersebut menyebabkan kakinya melepuh. Bapak Satim hanya dapat beraktivitas di tempat tidur dan kakinya yang semula melepuh kini lukanya membusuk hingga akhirnya mengering. Beliau kini tinggal dengan kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya, Saimun Sanwikarta (81) dan Saini (62) bekerja sebagai buruh tani berpenghasilan kecil. Merka sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Bapak Satim dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Bapak Satim sangat ingin melanjutkan pengobatan namun pengobatannya terkendala biaya transportasi dan akomodasi saat pengobatan di rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Satim sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Semoga Bapak Satim segera diberi kesembuhan sehingga dapat kembali beraktivitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @menttariii @paulsyifa

Pak Satim menderita paraparesis inferior


SOBIRIN BIN RADUN (47, Tumor Usus). Alamat : RT 5/3, Dusun Caruban, KelurahanPurwodadi, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Gejala awal yang dialami Bapak Sobirin berawal pada Januari 2016. Saat buang air besar, beliau mengeluarkan darah. Beliau memeriksakan diri ke Rumah Sakit (RS) Amanda. Bapak Sobirin kemudian dirujuk ke RS Margono. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau menderita tumor usus yang mengharuskannya segera dioperasi. Operasi dilakukan pada Mei 2016, kemudian dilanjutkan 12 kali kemoterapi dan 25 kali sinar. Hingga saat ini Bapak Sobirin sudah menjalani 10 kali kemoterapi. Beliau rutin menjalani terapi sinar di RS Margono setiap Senin hingga Jumat. Sebelum sakit, Bapak Sobirin bekerja sebagai buruh serabutan. Istrinya, Tuti (30) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilannya yang kecil hanya mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari mereka beserta ke tiga orang anaknya yang masih berusia 12, 9 dan 2 tahun. Biaya pengobatan Bapak Sobirin dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun beliau masih kesulitan memenuhi  biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sobirin. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dihadapinya. Bantuan dari sedekaholics kembali disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan ke rumah sakit. Santunan sebelumnya telah diberikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 939. Setelah melakukan pemeriksaan saat menjalani terapi rutin, terlihat bahwa ada benjolan yang kembali tumbuh pada tempat yang sama dengan tempat tumor usus Bapak Sobirin sebelumnya. Semoga Bapak Sobirin segera diberi kesehatan dan dapat bekerja seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @virgiawanadr @paulsyifa

Pak Sobirin menderita tumor usus


MTSR SURABAYA (L 1182 E, Biaya Operasional Januari 2017). Pada tahun 2015, Sedekah Rombongan dihubungi oleh salah satu pengusaha di Surabaya dan mengabarkan bahwa beliau akan menyedekahkan satu buah unit mobil untuk dijadikan ambulan. Lalu mobil tersebut langsung diberikan kepada kami. Mobil ini selanjutnya kami gunakan sebagai Mobil tanggap Sedekah rombongan (MTSR) wilayah Surabaya yang berfungsi mengantar jemput para pasien Sedekah Rombongan dari Rumah Singgah Sedekah Rombongan Surabaya ke rumah sakit di Surabaya utamanya RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Selain itu, MTSR juga sering mengantar jemput para pasien yang berada di luar kota Surabaya untuk melakukan pengobatan di rumah sakit Surabaya. Dengan adanya Mobilitas MTSR di wilayah Surabaya dan sekitarnya, kebutuhan untuk bensin, tol, servis dan biaya operasional lainnya pun dibutuhkan agar mobilitas MTSR dalam hal mengantar pasien Sedekah Rombongan di wilayah Surabaya dan sekitarnya dapat berjalan optimal. Biaya operasional kali ini digunakan untuk biaya service rutin, gaji driver, biaya bahan bakar, biaya tol dan transportasi pasien. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya tercatat pada rombongan 964. Semoga MTSR bisa terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 8.155.500 ,-
Tanggal : 31 januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Eisty @EArynta

Biaya operasional Januari 2017


EDI RIZAL (17,  Kecelakaan + Patah Tulang). Alamat : Kelurahan Simomulyo Baru 5B No. 23, RT 12/4, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Rizal biasa ia disapa teman-temannya. Ia duduk dibangku kelas 3 SMA. Saat mengikuti acara sekolah, Rizal naik bus sekolah dari Pandaan Pasuruan ke Surabaya. Di dalam bus tersebut hanya ada Rizal dan sopir bus. Ketika melintas di tol Sidoarjo, Bus yang dinaiki Rizal mengalami kecelakaan. Rizal  kemudian dilarikan ke RSUD Sidoarjo untuk mendapatkan pertolongan pertama. Karena kecelakaan yang dialami  parah. Rizal harus dirawat inap di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif, lalu dijadwalkan operasi. Selama menjalani pengobatan di RSUD Sidoarjo, Rizal menggunakan pembiayaan umum, karena dari pihak sekolah berjanji untuk menanggung biaya pengobatan Rizal, sembari menunggu aktifasi BPJS yang bantu pembuatannya oleh pihak sekolah. Di RSUD Sidoarjo, Rizal sudah menjalani 2 kali operasi dan menghabiskan dana sekitar Rp. 40.000.000,-. Karena biaya yang dikeluarkan sudah banyak, pihak sekolah mengalihkan pembiayaan Rizal ke BPJS. Pihak keluarga merasa keberatan karena meskipun dibantu dalam pengurusan administrasi BPJS, BPJS juga tidak dapat langsung aktif, sedangkan setiap hari selalu ada kebutuhan yang diperlukan untuk pengobatan Rizal. Saat ini Rizal masih dirawat di RSUD Sidoarjo dan memiliki tunggakan biaya pengobatan. Keluarga Rizal tidak ingin membawa Rizal pulang paksa, karena kondisinya masih membutuhkan perawatan di Rumah Sakit. Ayah Rizal, Rifai (46) bekerja sebagai penjual es keliling. Sedangkan ibunya, Juliha (34) adalah seorang ibu rumah tangga. Jumlah tanggungan keluarga ada 3 orang anak. Pihak keluarga mengalami kesulitan dalam pembiayaan pengobatan apalagi ada jadwal operasi ketiga Rizal yang harus segera dilaksanakan. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Rizal. Sedekah Rombongan memberikan bantuan pada Rizal yang digunakan untuk biaya transportasi & operasi ketiga. Operasi ketiga berhasil dilaksanakan. Saat ini Rizal masih melakukan kontrol pasca operasi di RSUD Sidoarjo. Rizal dan keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan: Rp. 13.741.000,-
Tanggal: 8 Desember 2016
Kurir:   @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Bambang @EArynta

Edi mengalami kecelakaan dan patah tulang


NJOO SWIE FOEN (61, Kanker Payudara). Alamat:  Jl. Syamanhudi No 35, Jember, Jawa Timur. Bu Gio biasa dipanggil, beliau adalah seorang janda yang suaminya juga merupakan salah satu pasien Sedekah Rombongan yang telah meninggal dunia. Sakit yang diderita bu Gio berawal dari munculnya benjolan di payudaranya, setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, dokter mendiagnosa bu Gio menderita kanker payudara stadium 3, dan diharuskan untuk operasi. Total biaya operasi sebesar Rp. 35.000.000,- dan bu Gio  membayarnya dengan menggunakan uang tabungan serta uang hasil berhutang kepada saudara-saudaranya. Setelah operasi dokter mewajibkan bu Gio untuk menjalani kemoterapi dan sinar radiotherapy secara rutin, namun beliau sudah tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pengobatannya tersebut. Bu Gio sehari-hari sebagai ibu rumah tangga dan tinggal sendiri di rumah peninggalan orang tuanya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan bu Gio. Mulai awal menjalani kemoterapi dan radioterapi bu Gio telah didampingi oleh Sedekah Rombongan. Sedekah Rombongan juga membantu bu Gio dalam pembuatan BPJS dan pembayaran iuran BPJS. Selain itu Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan untuk pembelian obat yang tidak tercover BPJS serta biaya transportasi ke Surabaya. Bantuan sebelumnya sudah diberikan dan masuk di rombongan 961.  Saat ini semua proses kemoterapi dan radioterapi sudah selesai, namun dokter menyarankan agar bu Gio masih rutin kontrol ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya setiap sebulan sekali.

Jumlah Bantuan: Rp. 642.500,-
Tanggal: 16 Januari 2017
Kurir:   @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Ibu njoo menderita kanker payudara

—-
MISRIYA BIN ALAWI (35, Tumor Pipi). Alamat: Desa Glingseran RT 10/1, Kec. Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Sejak Bu Misriya umur 10 tahun muncul benjolan di dalam gusi  sebelah kiri dan semakin lama semakin membesar. Kemudian Bu Misriya memeriksakan diri ke RSUD Kusnadi Bondowoso. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Misriya didiagnosa menderita tumor pipi kemudian di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Di RSUD Dr. Soetomo dilakukan tindakan operasi  bedah pengangkatan benjolan. Setelah tindakan operasi, bu Misriya rutin kontrol ke Poli Bedah Mulut, Poli Mata, Poli Syaraf dan Poli Bedah Plastik. Namun ikhtiar Bu Misriya sempat terhenti karena kendala biaya transportasi dan tempat tinggal selama di Surabaya. Suami bu Misriya yang menjadi tulang punggung keluarga meninggal karena kecelakaan. Sehari-hari bu Misriya bekerja sebagai buruh tani dan tempat tinggal selama ini masih menumpang dirumah saudara nya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Bu Misriya dan memberikan bantuan kepada Bu Misriya yang dipergunakan untuk biaya transportasi ke Surabaya, dan juga biaya obat yang tidak ditanggung oleh jaminan kesehatan. Saat ini bu Misriya melakukan kembali melakukan pengobatan. Bantuan sebelumnya tercatat dalam rombongan 947. Bu Misriya merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini bu Misriya masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan  : Rp. 1.464.800,-
Tanggal  : 29 Desember 2016
Kurir : @Wahyu_CSD Ditta @EArynta

Bu Misriya menderita tumor pipi


DESI HIKMAH (5, Kelainan Syaraf Otak). Alamat : Kelurahan Simolawang, Gang 2 No. 24B, Kecamatan Simolawang, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Desi terlahir tidak seperti bayi pada umumnya. Sejak lahir Desi dideteksi menderita kelainan pada otaknya. Dokter menduga jika kelainan bawaan yang diderita Desi akibat dari virus Toksoplasma (virus dari kucing) yang diderita oleh ibu Desi ketika hamil. Setelah lahir, Desi dirawat di RS Adi Husada, namun karena keterbatasan peralatan akhirnya Desi di rujuk RSUD Dr. Soetomo. Di RSUD Dr. Soetomo, Desi sudah menjalani beberapa kali operasi. Paska operasi Desi melanjutkan pengobatannya dengan kontrol ruti di Poli Rehap Medik. Kondisi Desi hingga saat ini masih belum membaik, sehingga harus terus melakukan kontrol rutin ke Rumah Sakit. Desi sering mengalami kejang dan saat ini Desi mengalami gangguan penglihatan. Karena kondisi kesehatannya yang kurang baik, Desi mengalami keterlambatan perkembangan. Sampai usia 5 tahun Desi belum dapat berbicara. Desi juga tidak bisa makan dengan normal. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya harus melalui selang yang di pasang di hidung (NGT). Ayah Desi, Sentot (46) bekerja sebagai TNI. Sedangkan ibunya, Lilik Sri (43) adalah seorang ibu rumah tangga. Desi dan keluarga memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun banyak obat-obatan Desi yang tidak termasuk dalam tanggungan jaminan kesehatan., sehingga keluarga merasa kesulitan untuk pembiayaan pengobatan Desi.. Sedekah Rombongan memberikan bantuan kepada Desi yang digunakan untuk biaya pengobatan Desi tertutama untuk obat-obatan yang tidak tercover BPJS. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan: Rp. 3.000.000,-
Tanggal: 5 Desember 2016
Kurir:   @Wahyu_CSD Nanda @EArynta

Desi menderita kelainan syaraf otak


WIDOWATI BINTI SUYATNO (32, Jantung Bocor). Alamat: Dukuh Mojo Wetan RT 03/02, Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Widowati merupakan istri dari Bambang Purnomo (39) yang memiliki 4 orang anak yaitu Silvi Veronika Putri (15 ), Rahcmad Bahtiar Arifin (13), Gilang Binar Erlangga ( 8), dan Hasna Irana Ratifa (1,5). Ibu Widowati mengalami sesak dan rasa sakit pada bagian dada/jantung.  Berbekal jaminan kesehatan BPJS kelas 3. Pada Desember 2015 beliau diperiksakan ke RSUD Kab Sragen, dan di diagnosis jantung bocor. Pada saat itu pula pihak rumah sakit langsung merujuk ke RS. Sarjito Yogyakarta. Pada perjalanan pengobatan yang setiap bulan kontrol ke rumah sakit Sarjito dari awal tahun 2016 sampai awal tahun 2017 sudah menghabiskan banyak waktu dan biaya yang akhirnya sekeluarga menghutang kepada pihak bank sebesar 10 juta. Kontrol dilakukan sebulan sekali yang awalnya naik ambulance gratis. Pada akhirnya kontrol dilakukan pakai motor dari Sragen ke Yogyakarta. Seiring berjalanya waktu Ibu Widowati harus melakukan operasi, namun karena keterbatasan alat  di RS Sarjito, maka beliau dirujuk ke rumah sakit di Jakarta. Namun biaya ke jakarta membutuhkan biaya transportasi, makan dan tempat tinggal jadi keluarga pun belum juga membawa beliau ke Jakarta. Suami bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan pas-pasan hanya cukup untuk membelikan susu balita dan biaya sekolah anaknya. Januari 2017 ibu Widowati menjadi pasien dampingan SedekahRombongan, tanggal 18 Januari beliau berangkat ke Jakarta disana dilakukan pemeriksaan untuk operasi jantung. Santunan ke dua disampaikan untuk biaya akomodasi selama tinggal di Jakarta santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 941. Keluarga Ibu Widowati mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang di terima semoga amal kebaikan sedekaholics dan kurir SedekahRombongan di terima Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 5 februari 2017
Kurir: @Mawan @Anissetya60 @Harji

Ibu Widowati menderita jantung bocor


MAHIRAH FARHAH FAUZIYAH (2 bulan, Fistula/infeksi). Alamat : Dukuh Gedoro Rt 1/4, Desa Cepoko, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Mahirah adalah bayi yang baru berusia 1,5 bulan. Gejala sakit Mahirah diketahui 36 hari setelah kelahiran. Gejala awal yang diketahui adalah saat buang air besar sangat rewel disertai darah dan terkadang nanah. Oleh orang tua Mahirah dibawa ke puskesmas dan dirujuk ke dokter spesialis kulit. Dari pengobatan tersebut ada kemajuan dalam kesembuhan. Yang awalnya pada bibir anus dan vagina berwarna merah sudah berangsur normal. Tetapi hingga saat ini untuk sakit yang diderita belum sembuh total dan masih sakit saat BAB juga terkadang keluar nanah. Diagnosa awal yang diterima keluarga adalah vistula. Ayah Mahirah, Nanang Solihin (36) bekerja sebagai buruh dan Ibu Mahirah, Rosyanti  (28) tidak bekerja. Pendapatan ayah Mahirah yang seorang buruh hanya Rp Rp. 30.000,- perhari jika ada panggilan. Sedangkan mereka masih harus membiayai 3 orang anak. Anak I bernama M. Hasan Azgar (8) sekolah SD dan Anak II Aufa Abdul Ghani (3) belum sekolah. Untuk pengobatan Mahirah, kedua orang tuanya telah meminjam Rp. 1.000.000 kepada guru ngaji ayah Mahirah. Tempat tinggal yang ditempati keluarga Mahirah adalah milik saudaranya yang merantau di Kalimantan. Saat ini ayah Mahira telah mendaftarkan keluarganya untuk memiliki BPJS (KIS). Kendala orang tua Mahirah adalah transportasi dan biaya hidup jika saat berobat mengharuskan Mahirah rawat inap. Oleh karena itu, kurir menyampaikan sedekah dari #sedekahholic untuk biaya berobat Mahirah. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal: 6 Maret 2017
Kurir: @Mawan @Anissetya60 @wellyanto

Mahirah menderita fistula/infeksi


MOHAMMAD ADRIAN (11, Atresia Ani). Alamat: Dusun Besulu, RT 3/6, Desa Kuniran, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Adrian terlahir tidak sama seperti bayi yang lainnya. Ia terlahir tanpa memiliki anus. Dokter merujuk Adrian ke RSUD Dr. Soetomo untuk operasi pembuatan anus sementara (Colostomy). Operasi pertama sudah dilakukan dengan biaya bantuan dari seorang sedekaholic. Setelah operasi, Adrian diharuskan untuk kontrol rutin. Semakin lama uang yang dimiliki orang tua Adrian semakin habis untuk biaya kontrol ke Surabaya, hingga akhirnya orang tua Adrian menjual rumahnya. Uang hasil penjualan rumah lama kelamaan habis dan Adrian tidak memiliki biaya lagi untuk berobat. Pengobatan terpaksa tidak dilanjutkan, padahal anus buatan (Colostomy) Adrian mulai menutup, sehingga seharusnya dilakukan operasi lagi. Ayah Adrian, Pandi (45) sehari-hari bekerja sebagai petani. Sedangkan Ibunya, Siti Hartatik (40) bekerja sebagai buruh tani. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Adrian. Mulai bulan November 2016, Adrian bersama Sedekah Rombongan kembali berikhtiar mencari kesembuhan. Bantuan pertama telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi ke Surabaya serta kebutuhan gizi Adrian. Sedekah Rombongan juga membantu pengurusan BPJS serta pembayaran iuran BPJS setiap bulannya. Saat ini Adrian kembali melakukan pengobatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Adrian dan keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 November 2016
Kurir: @Wahyu_CSD  DwiIpin @EArynta

Adrian menderita atresia ani


RSSR SURABAYA (Operasional RSSR). Alamat: Jalan Semampir Selatan Gang 2A No. 61, RT 3/5, Kelurahan Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Surabaya ini difungsikan sebagai tempat singgah untuk para pasien dhuafa di luar Kota Surabaya agar lebih mudah untuk melakukan pengobatan di rumah sakit di Surabaya, utamanya RSUD Dr. Soetomo. Mengingat RSUD Dr. Soetomo merupakan Rumah Sakit rujukan Indonesia Timur, maka banyak pasien Sedekah Rombongan Surabaya yang berasal dari luar kota, sehingga dengan adanya RSSR sangat membantu para pasien dhuafa dalam melakukan pengobatan ke Surabaya. Bantuan dana dari sedekaholic kali ini dipergunakan untuk pembayaran listrik, pembayaran PDAM,  biaya obat yang tidak tercover jaminan kesehatan, serta biaya iuran BPJS. Bantuan untuk RSSR Surabaya sebelumnya tercatat dalam rombongan 964.  Kurir dan para pasien Sedekah Rombongan Surabaya mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekaholic. Semoga RSSR Surabaya dapat terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit dan tidak kesulitan jika membutuhkan tempat untuk tinggal selama pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp 2.020.796,-
Tanggal : 30 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Gitatamara @EArynta

Biaya operasional RSSR


BEDJOE ARYO SAPUTRO  (2, Kelainan Jantung) Alamat: Dusun Larangan RT 12/04, Desa Krengceng, Kec. Kepung, Kab. Kediri, Jawa Timur. Saat lahir dik Bedjo terlihat normal seperti bayi pada umumnya. Sejak usia 2 bulan dik Bedjo mulai memiliki masalah di pernafasannya. Setiap dik Bejdo menangis kuat, seluruh badannya akan membiru dan nafasnya terengah-engah. Setelah diperiksakan di RS. PHC Perak Surabaya, dokter mendiagnosa terdapat masalah  pada jantung dik Bedjo (kelainan jantung), kemudian dokter merujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter menyarankan dik Bedjo untuk kontrol rutin ke Poli Anak. Meskipun dik Bedjo memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun karena keterbatasan biaya transportasi ke Surabaya, orang tua dik Bedjo hampir putus asa untuk melanjutkan proses pengobatan anaknya. Riadi (42) ayah dik Bedjo seorang kuli bangunan yang hanya mendapatkan penghasilan ketika ada pekerjaan. Sedangkan Suparni (40) ibunya hanya sebagai ibu rumah tangga. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan dik Bedjo. Melihat semangat begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu dik Bedjo. Saat ini dik Bedjo rutin melakukan kontrol di Poli Jantung Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya kebutuhan nutrisi dik Bedjo. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 957. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Bedjo masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.950.000,-
Tanggal : 26 November 2016
Kurir :  @Wahyu_CSD  Wellyanto @EArynta

Bedjo menderita kelainan jantung


MISRENI BINTI SAMIN (37, Tumor Mata) Alamat : Jl. Tirta Mulya RT 08/06, Kecamatan Tanah Bumbu, Kota Banjarmasin, Propinsi Kalimantan Selatan. Bu Misreni mulai merasakan sakit pada tahun 2010. Setiap kali mengendarai sepeda motor, mata sebelah kanan selalu perih dan mengeluarkan air mata. Karena merasa terganggu dengan keadaan seperti itu, Akhirnya bu Reni memeriksakan dirinya di Puskesmas terdekat. Lalu oleh pihak Puskesmas dirujuk ke rumah sakit terdekat karena keterbatasan peralan medis. Di rumah sakit, dilakukanlah CT Scan dan diketahui bahwa bu Misreni menderita tumor mata. Bu Misreni adalah seorang petani padi dan pemetik teh di kebun. Pendapatan sehari-hari beliau kadang hanya cukup untuk makan. Bu Misreni memiliki seorang anak perempuan yang masih sekolah & seoarng anak lelaki yang sekarang menemaninya berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Pihak rumah sakit merekomendasikan bu Misreni untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo karena peralatan yang lebih lengkap. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Misreni. Bantunan telah diberikan untuk biaya akomodasi transportasi selama pengobatan dan membayar biaya-biaya obat diluar Jamkesmas. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 961. Januari ini Bu Misreni telah melakukan operasi. Selanjutnya Bu Misreni dijadwalkan untuk kontrol rutin paska operasi. Semoga bu Misreni bisa segera sembuh total dan kembali ditengah-tengah keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.900,-
Tanggal: 28 Januari 2017
Kurir  : @Wahyu_CSD  Eisty @EArynta

Bu Misreni menderita tumor mata


MOHAMAD BIMA ADI (15, Kelainan Ginjal). Alamat: Jl. Ogan 1 No 24 Dusun Durenan Desa Pelem, Kec. Pare, Kab. Kediri, Jawa Timur. Bima adalah pelajar kelas VIII Sekolah Menengah Pertama di Pare, Kediri. Pada awal September 2015 Bima sering mengeluh cepat lelah, sering merasa lemas dan sering mengalami demam. Karena itu orang tuanya memeriksakan Bima ke Puskesmas. Awal bulan November 2015 Bima mengalami demam lagi dan diikuti kejang sehingga membuat orang tuanya panik, Kemudian Bima langsung diperiksakan ke Rumah Sakit Amelia di Pare, Kediri. Berdasarkan hasil pemeriksaan di Rumah Sakit, Bima diagnosis menderita kelainan ginjal. Bima sempat opname beberapa hari, dan akhirnya dokter memberi rujukan ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Proses berobat selama di RSUD Dr. Soetomo Surabaya terbilang lancar. Ayah Bima, Heru Widodo (42) bekerja sebagai pedagang asongan dan ibunya, Winarti (40) adalah seorang ibu rumah tangga yang juga terkadang membantu suaminya berdagang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Karena keterbatasan dalam biaya transportasi dan biaya hidup untuk di Surabaya, keluarga pun memutuskan untuk tidak berangkat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bima, saat itu juga kurir Sedekah Rombongan langsung menjemput Bima dan keluarga pendamping untuk di antar ke Surabaya. Bima juga dibuatkan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Bantuan sudah diberikan dan dipergunakan untuk biaya pengobatan serta transportasi ke Surabaya. Bantuan sebelumya tercatat pada rombongan 943. Bima dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para Sedekaholics melalui Sedekah Rombongan. Semoga keadaan Bima segera membaik dan bisa melanjutkan sekolah demi menggapai cita-cita.

Jumlah Bantuan : Rp. 665.000,-
Tanggal : 18 Januari 2016
Kurir : @FaizFaeruz @Wahyu_CSD BambangBKY @EArynta @m_rofii11

Bima menderita kelainan ginjal


BEDJOE ARYO SAPUTRO (2, Kelainan Jantung) Alamat: Dusun Larangan, RT 12/4, Desa Krengceng, Kec. Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Saat lahir Adik Bedjo terlihat normal seperti bayi pada umumnya akan tetapi pada usia 2 bulan Adik Bedjo mulai memiliki masalah di pernafasannya. Setiap Adik Bejdo menangis kuat, seluruh badannya akan membiru dan nafasnya terengah-engah. Setelah diperiksakan di Rumah Sakit  PHC Perak Surabaya, dokter mendiagnosa terdapat masalah  pada jantung Adik Bedjo, kemudian dokter merujuk Adik Bedjo ke RSUD Dr. Soetomo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter menyarankan Adik Bedjo untuk melakukan kontrol rutin ke Poli Anak. Riadi (42) ayah dik Bedjo seorang tukang bangunan yang hanya mendapatkan penghasilan ketika ada pekerjaan. Sedangkan Suparni (40) ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Adik Bedjo. Meskipun Adik Bedjo memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III, namun karena keterbatasan biaya transportasi dan biaya hidup selama berobat di Surabaya. Melihat semangatnya yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu Adik Bedjo. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya kebutuhan nutrisi dan obat yang tak tercover BPJS. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 957. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari Sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Adik Bedjo masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.800.000,-
Tanggal : 22 Januari 2016
Kurir :  @FaizFaeruz @Wahyu_CSD BambangBKY @EArynta @m_rofii11

Bedjo menderita kelainan jantung


SUGITO BIN KASENI (51, Tumor Pipi). Alamat : Dusun Gragalan, RT 1/1, Desa Soso, Kec. Gandusari, Kab. Blitar, Jawa Timur. Pada awalnya Bapak Gito merasakan sakit pada matanya, lalu muncul benjolan di pipi sebelah kanan. Kemudian beliau mencoba mengobati sakitnya secara tradisional, namun lama kelamaan benjolannya justru menjadi semakin membesar. Selanjutnya beliau berobat ke RSUD Ngudi Waluyo Blitar dengan menggunakan biaya sendiri. Setelah menjalani pemeriksaan, Bapak Gito didiagnosis menderita tumor pipi. Pak Gito kemudian dirujuk ke RS Saiful Anwar (RSSA) Malang. Namun pengobatan tidak berlanjut karena kendala biaya transportasi ke Malang. Bapak Gito telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, akhirnya beliau pun bersedia melanjutkan pengobatannya di RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani kemo terapi. Untuk sekarang beliau menunggu kamar untuk dilakukannya kemo terapi yang ke 8.  Bapak Gito dulunya adalah seorang penjual bakso di Kalimantan Barat. Namun karena sakit, beliau tidak bisa bekerja dan pulang kembali ke Blitar. Beliau tinggal bersama istrinya, Sarifah (49) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan yang bertumpu pada istrinya hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, sehingga untuk berobat beliau merasa terbebani akan biaya untuk ke rumah sakit. Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang dipergunakan untuk biaya transportasi, kebutuhan selama di Surabaya dan biaya pembuatan BPJS beliau. Bantuan sudah diberikan dan untuk bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan nomor 906. Semoga dengan kontrol dan kemoterapi secara rutin kondisi Bapak Gito akan semakin membaik dan bisa sembuh total. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 30 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Wahyu_CSD BambangBKY @EArynta @m_rofii11

Pak Sugito menderita tumor pipi


SUPRAPTI BINTI FUAD (56, Tumor Paru Ganas). Alamat : Dusun Kemaduh, RT 3/3, No. 261, Desa Kemaduh, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Sejak 1 tahun yang lalu Ibu Suprapti sering mengalami sesak nafas, kemudian beliau memeriksakan dirinya ke tempat praktek dokter di daerah setempat. Dari hasil pemeriksaan, dokter merujuk Bu Suprapti ke RSUD Nganjuk untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkah pemeriksaan yang dilakukan di RSUD Nganjuk, Ibu Suprapti didiagnosis menderita Tumor Paru Ganas dan kondisi tumor sudah menyebar ke tulang. Kemudian Bu Suprapti dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk melakukan kemo terapi. Kondisi Ibu Suprapti saat ini lebih banyak istirahat diatas tempat tidur, karena bagian tubuh sebelah kanan mengalami kelumpuhan. Ibu Suprapti adalah seorang janda yang tinggal bersama adik serta keponakannya di rumah peninggalan orang tua. Saat ini Bu Suprapti sudah tidak dapat bekerja karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan. Selama menjalani pengobatan, Ibu Suprapti menggunakan SPM (Surat Keterangan Miskin). Namun beliau merasa kesulitan untuk biaya akomodasi, transportasi ke Surabaya dan biaya pengobatan yang tidak tertanggung dalam jaminan kesehatan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Suprapti, sehingga santunan pertama yang diberikan digunakan untuk biaya transportasi ke Surabaya serta pembelian obat yang tidak tercover jaminan kesehatan. Semoga dengan bantuan yang diberikan Sedekaholics dapat meringankan beban Ibu Suprapti dan beliau dapat sembuh. Amin

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Wahyu_CSD BambangBKY @EArynta @m_rofii11

Bu Suprapti menderita tumor paru ganas


TRIMALA BINTI HASYM (55, Kanker Usus). Alamat : Jalan Wahid Hasyim V B, No. 17B, RT 23/4, Desa Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Sejak bulan Desember 2013, Ibu Trimala mulai merasakan nyeri hebat pada bagian perutnya. Kemudian beliau berobat ke RSUD Gambiran Kediri. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Ibu Trimala didiagnosis ada sel kanker pada usus beliau. Karena keterbatasan peralatan, akhirnya beliau dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. Selama menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soetomo, Bu Trimala sudah menjalani 2 kali operasi. Operasi pertama dilakukan pembuatan saluran pembuangan dan operasi kedua dilakukan pemotongan usus dan pemindahan saluran pembuangan. Paska operasi, Ibu Trimala menjalani pengobatan dengan kemo terapi. Saat ini Ibu Trimala sudah tidak dapat bekerja karena kondisinya yang semakin menurun. Sedangkan suaminya, Mlegiran (65) juga sudah tidak bekerja karena harus menemani Bu Trimala berobat. Jaminan kesehatan yang dimiliki Ibu Trimala berupa Jamkesda. namun biaya yang dikeluarkan untuk transportasi dan biaya hidup selama berobat di Surabaya juga tidak sedikit. Tabungan yang dimiliki oleh Bu Trimala sudah habis untuk memenuhi biaya-biaya tersebut. Tim Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Ibu Trimala, Tim Sedekah Rombongan merasa beruntung berkesempatan untuk membantu Ibu Trimala. Bantuan pertama telah diberikan dan digunakan untuk biaya transpotasi dan akomodasi selama Surabaya. Bu Trimala dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para Sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu Trimala masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 13 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Wahyu_CSD BambangBKY @EArynta @m_rofii11

Ibu Trimala menderita kanker usus


RODLIYANAH BINTI WARSONO (32, Kelenjar Kronis) Alamat : Dusun Karangcandi, RT  4/5, Desa Bulujowo, Kecamatan Bacar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Iyah nama panggilannya, sekitar 3 tahun yang lalu mendadak temperatur suhu tubuhnya tinggi, kemudian timbul benjolan di lehernya. Iyah sudah melakukan pengobatan awal di Puskesmas terdekat, kemudian ia dirujuk ke RSUD Tuban, namun sampai sekarang kondisinya belum mengalami kemajuan yang berarti. Temperatur tubuhnya tiap hari masih tinggi, disertai benjolan di leher. Tenggorokan Iyah terasa sakit ketika makan. Nafsu makannya menurun mengakibatkan berat badannya turun drastis dari 84 kg menjadi 53 kg. Ayahnya, Warsono yang merupakan tulang punggung keluarga telah meninggal dunia. Praktis pengobatannya dihentikan karena keterbatasan biaya. Saat ini Iyah tinggal bersama ibunya. Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari ibunya bekerja sebagai pemanggang ikan. Untuk biaya pengobatan Iyah mengandalkan SKTM dari desa dan SPM dari Dinkes. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun telah disampaikan dengan harapan Iyah bisa kembali berobat, dengan bantuan tersebut, langkah awal dilakukan pengobatan ulang dari Puskesmas kemudian di lanjutkan ke RSUD Tuban, dengan kepastian akan dilakukan operasi satu tahun kemudian bila sudah rutin melakukan pengobatan di tiap bulannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir : @Wahyu_CSD  @MiftakhAbuSaSi

Bu Iyah menderita kelenjar kronis


KATIMAH BINTI SURTANI (54, Kanker Ovarium). Alamat : Dusun Kapurono, RT 3/4, Desa Ngajum, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Sekitar 1 tahun yang lalu perut ibu Katimah tiba-tiba membesar dan beliau mengira jika beliau hamil. Beliau pun akhirnya berinisiatif untuk pergi ke klinik setempat dan oleh pihak klinik disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di RSUD Kepanjen. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa terdapat sel kanker pada ovarium stadium 4, pihak rumah sakit pun memberikan beliau surat rujukan ke RS Saiful Anwar (RSSA) Malang. Saat berada di RSSA dengan kondisi badan beliau yang lemas saat kontrol pertama, akhirnya beliau pun harus menjalani rawat inap di RSSA untuk beberapa hari untuk pemulihan kondisi beliau. Untuk saat ini beliau telah diperbolehkan pulang dan akan melanjutkan jadwal kontrol yang sempat terhenti. Ibu Katimah tinggal sebatang kara di rumah beliau karena kedua orang tua beliau sudah meninggal dan beliau juga belum menikah. Ibu Katimah bekerja serabutan tidak memiliki cukup tabungan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari. Setiap hari beliau dibantu oleh tetangga sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari beliau dan transportasi untuk ke rumah sakit. Jaminan kesehatan berupa Jamkesmas sangat amat membantu beliau dalam menjalani pengobatan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau Ibu Katimah dan memberikan santunan pertama yang dipergunakan untuk biaya transportasi dan perbaikan keadaan umum beliau. Semoga bantuan yang diberikan Sedekaholics melalui Sedekah Rombogan dapat menjadi jalan untuk menuju kesembuhan Ibu Katimah. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Maret 2017
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria @m_rofii11

Bu Katimah menderita kanker ovarium


MASROI ABDILLAH (56, Serangan Jantung + Diabetes). Alamat : Dusun Bendo, RT 22/6, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Bapak Roi, begitulah beliau kerap di panggil oleh warga setempat. Pada 2 tahun yang lalu nasib malang menghampiri Bapak Roi, beliau mengalami kecelakaan saat berboncengan sepeda motor bersama teman beliau. Akibat dari kecelakaan tersebut kaki kanan Bapak Roi mengalami luka-luka, beliau hanya membasuh luka itu dengan air untuk membersihkannya. Lama kelamaan luka tersebut tidak kunjung sembuh dan sekarang telah memborok. Beliau pun akhirnya pergi untuk periksa di Rumah Sakit Wava Husada Kepanjen dan beliau didiagnosis mengalami diabetes. Dari pihak rumah sakit beliau beliau hanya diberikan obat-obat untuk diabetes beliau dan beliau juga rutin menjalani kontrol di RS Wava Husada. Akan tetapi pada akhir Bulan Februari beliau mengalami serangan jantung dan kondisi tubuh Bapak Roi pun membengkak. Mengetahui hal tersebut oleh tetangga langsung dibawa ke RST Soepraon Malang dan beliau pun menjalani rawat inap. Alhamdulilah, sekarang keadaan Bapak Roi berangsur-angsur membaik setelah menjalani pengobatan. Bapak Roi tinggal sebatang kara karena kedua orang tua beliau sudah lama meninggal dunia dan beliau pun juga belum menikah. Selama ini Bapak Roi bekerja secara serabutan, sehingga penghasilan yang didapat beliau tidak menentu. Bapak Roi yang memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas 2 merasa tenang untuk biaya pengobatan beliau, akan tetapi kebutuhan sehari-hari untuk beliau dan pendamping menjadi kendalanya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau dan memberikan bantuan yang dipergunakan untuk biaya kebutuhan sehari-hari dan transportasi. Semoga keadaan Bapak Roi semakin membaik dan dapat berkativitas kembali seperti dulu. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Maret 2017
Kurir : @FaizFaeruz @m_rofii11

Bu Masroi menderita serangan jantung dan diabetes


PANTI ASUHAN HAJAR ASWAD (Biaya Pendidikan Anak Panti ). Alamat : Perumahan Permata Sukodono Raya Blok B412, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Panti Asuhan Hajar Aswad merupakan panti asuhan yang sudah terdaftar. Panti asuhan ini merawat 18 anak asuh yang terdiri dari 14 anak usia sekolah, 3 anak usia pra sekolah dan 1 anak autis. Dalam sebulan, diperkirakan panti asuhan ini membutuhkan dana sekitar 15 – 20 juta rupiah untuk mencukupi kebutuhan operasional, namun hingga saat ini Panti Asuhan Hajar Aswad belum memiliki donatur tetap. Karena keterbatasan tempat, 7 anak asuh terpaksa pulang ke rumah saat malam hari. Selain untuk biaya pendidikan, panti asuhan membutuhkan dana untuk memberi uang saku anak asuh, membeli kasur, kipas angin serta sembako. Mengetahui kesulitan tersebut, Sedekah Rombongan menyampaikan santunan untuk keperluan biaya pendidikan anak asuh kepada Panti Asuhan Hajar Aswad. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk anak-anak asuh Panti Asuhan Hajar Aswad.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 22 November 2016
Kurir : @Wahyu_CSD  Riany @EArynta

Biaya pendidikan anak panti


RSSR SURABAYA (Kebutuhan RSSR). Alamat: Jalan Semampir Selatan Gang 2A No. 61, RT 3/5, Kelurahan Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Surabaya ini difungsikan sebagai tempat singgah untuk para pasien dhuafa di luar Kota Surabaya agar lebih mudah untuk melakukan pengobatan di rumah sakit di Surabaya, utamanya RSUD Dr. Soetomo. Mengingat RSUD Dr. Soetomo merupakan Rumah Sakit rujukan Indonesia Timur, maka banyak pasien Sedekah Rombongan Surabaya yang berasal dari luar kota, sehingga dengan adanya RSSR sangat membantu para pasien dhuafa dalam melakukan pengobatan ke Surabaya. Bantuan dana dari sedekaholic kali ini dipergunakan untuk Kebutuhan RSSR. Bantuan untuk RSSR Surabaya sebelumnya tercatat dalam rombongan 964.  Kurir dan para pasien Sedekah Rombongan Surabaya mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekaholic. Semoga RSSR Surabaya dapat terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit dan tidak kesulitan jika membutuhkan tempat untuk tinggal selama pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp 2.228.474,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Gitatamara @EArynta

Biaya operasional


AZMI HAIL MAHLAL (2, Flek Paru). Alamat : Dusun 1, RT 5/2, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Azmi adalah seorang pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan. Usia Azmi baru menginjak 2 tahun, namun ia menderita penyakit serius dengan adanya flek di dalam paru-parunya. Gejala awal Azmi rasakan ketika ia berusia 5 bulan. Ia sering mengalami demam yang disertai dengan perubahan fokus penglihatan karena bola matanya selalu mengarah ke atas. Selain itu, berat badannya semakin lama semakin menurun. Akibatnya tumbuh kembang Azmi sedikit terhambat. Perkembangan motorik Azmi cenderung lambat, selain itu Azmi juga belum bisa bicara seperti balita pada umumnya. Untuk pertama kalinya, bulan September lalu Azmi menjalani pemeriksaan di rumah sakit besar karena sebelumnya ia hanya menjalani pengobatan di Puskesmas terdekat. Azmi menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Kondisi Azmi sangat lemah, untuk duduk saja ia membutuhkan penyangga atau lebih sering dipangku. Pihak medis akhirnya melakukan terapi khusus kepada Azmi, yaitu fisiotherapy. Terapi ini menggunakan bantuan cahaya khusus yang menyinari bagian punggung Azmi. Alhamdulillah, kepala Azmi pun saat ini sudah mulai tegak setelah sebelumnya tertunduk lemas. Saat ini Azmi sudah bisa belajar berjalan dan sudah mulai aktif belajar berbicara. Azmi juga sekarang terlihat sangat aktif dan mulai berani berinteraksi dengan sekitarnya, setelah sebelumnya dia anak yang pemalu dan mudah menangis.  Pengobatan rutin yang dilakukan Azmi saat ini adalah dengan terapi sinar. Perkembangan dari fisioterapi rutin ini begitu jelas karna Azmi tak pernah absen mengikuti terapi. Setelah perkembangan Azmi sempurna, maka akan dilanjutkan dengan terapi yang lain. Selama menjalani pengobatan, Azmi terbantu dengan adanya jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Hanya saja, Bapak Johan Ermaya (36) dan Ibu Rohimah (27) selaku orang tua Azmi kesulitan mendapatkan biaya transportasi ke rumah sakit. Maklum saja, Bapak Johan bekerja sebagai pedagang asongan di lampu merah kota Cirebon. Pendapatan harian hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari keluarganya. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kesembilan kepada Azmi untuk biaya transportasi dan pembelian pampers. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan kepada Azmi. Aamiin. Sebelumnya Azmi masuk kedalam Rombongan 956.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Februari  2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Azmi menderita flek paru


MIMIN AMINAH (61, Kanker Cervix Grade 2). Alamat : Kampung Pahing, RT 3/2, Kelurahan  Sukamulya, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Mimin Aminah biasa di panggil Ibu Mimin. Beliau terkena penyakit yang cukup berbahaya, yaitu Kanker Cervix yang sudah stadium 2. Kanker Cervix yaitu kanker yang muncul pada leher rahim. Berawal dari tiga bulan lalu, selepas Subuh beliau mendadak sakit dengan gejala berupa badan yang menggigil dan sesak nafas. Kemudian, pihak keluarga membawa beliau ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Disana beliau tidak menjalani rawat inap, namun hanya menjalani rawat jalan karena kamar penuh. Selang satu bulan, beliau sering mengalami pendarahan pada bagian intim. Setelah diperiksa, beliau ternyata terkena kanker cervix grade 2 dan disarankan untuk melanjutkan pengobatan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun, beliau tidak memiliki biaya lebih untuk pengobatan lanjutan.  Kemudian Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Mimin, dan membawa beliau berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ibu Mimin harus menjalani kemoterapi terlebih dahulu sebelum menjalani operasi. Saat ini Ibu Mimin telah menjalani 3 kali kemoterapi. Ibu Mimin memiliki kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun, untuk biaya transportasi ke rumah sakit beliau merasa kesulitan. Suami beliau Bapak Enon Suhanan (70) hanya bekerja sebagai seorang buruh harian lepas dengan pendapatan yang sangat minim. Alhamdulillah, atas ijin Allah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan ketiga untuk biaya transportasi ke rumah sakit dan akomodasi selama di rumah sakit. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Ibu Mimin. Aamiin. Sebelumnya Ibu Mimin masuk kedalam Rombongan 956.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Bu Mimin menderita kanker cervix grade 2


NIA DEWIANTI (35, Kanker Usus). Alamat : Dusun Sukamukti, RT 2/4, Desa Mekar Raharja, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Ibu Nia merupakan salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Kuningan yang menderita kanker usus. Penyakit Ibu Nia berawal ketika beliau sering mengeluh sakit di bagian perut. Akhirnya, beliau memeriksakan kondisinya ke Rumah Sakit dan segera mendapat perawatan di Rumah Sakit. Hasil USG, tes darah dan rongten menunjukkan bahwa Ibu Nia menderita penyakit Kanker Usus. Beliau menjalani tindakan operasi pemotongan usus sebanyak 2 kali pada bulan Maret 2016 lalu. Untuk aktifitasnya sehari-hari pasca operasi beliau menggunakan alat Colostomy yang dipasang pada perutnya sebagai alternatif buang air besar. Saat ini kondisi beliau Alhamdulillah sudah jauh lebih baik setelah melanjutkan pengobatan lanjutan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada pertengahan bulan Juni lalu. Ibu Nia harus menjalani check up sekaligus kemoterapi secara rutin ke RSHS Bandung. Pada akhir november lalu, kondisi kesehatan Ibu Nia sempat turun karena terjadi infeksi pada ususnya sehingga jadwal kemoterapi pun harus diundur. Alhamdulillah saat ini keadaan fisik Ibu Nia kembali membaik dan Ibu Nia dapat menjalani kemoterapi lanjutan. Ibu Nia harus menjalani satu kali kemoterapi lagi untuk menjalani operasi. Setelah itu akan dijadwalkan operasi pemasukan usus nya yang sudah steril. Ibu Nia menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri kelas III untuk meringankan beban biaya rumah sakit. Hanya saja, beliau kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi dan akomodasi selama di Bandung. Suami Ibu Nia,  Bapak Andrianan (35) saat ini bekerja sebagai pedagang sayuran keliling demi mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kesepuluh untuk transportasi dan akomodasi. Semoga ikhtiar Ibu Nia membuahkan hasil terbaik berupa kesembuhan. Aamiin. Sebelumnya Ibu Nia merupakan pasien Rombongan 956.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Ibu Nia menderita kanker usus


UCIN WASMAN (57, Gangguan Jiwa + Dehidrasi Berat). Alamat : Jalan Sukamanah RT 5/13 Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Dari tahun 1983, Pak Ucin sudah menderita gangguan jiwa, yang membuat emosinya seringkali tidak stabil dan tidak terkendali. Ia sering mengamuk dan marah-marah tidak jelas kepada almarhum bapaknya dan orang-orang di sekitarnya. Selama sakit, Pak Ucin pernah menjalani rawat inap di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bandung yang beralamat di Jalan Riau 11, Kota Bandung, dan beberapa kali sempat menjalani kontrol. Namun, karena himpitan ekonomi yang dialami keluarganya, upaya pengobatan Pak Ucin pun harus terhenti hingga saat ini. Dengan segala keterbatasan, pihak keluarga pun memilih untuk merawatnya di rumah. Pada tahun 2005, almarhum bapaknya terpaksa mengurung Pak Ucin di ruangan sempit dan tidak layak di rumahnya, yang hanya bisa digunakan untuk posisi duduk karena ia masih sering mengamuk dan mengganggu orang di sekitarnya. Lebih dari delapan tahun, Pak Ucin hanya bisa tidur beralaskan tikar tipis dan hidup jauh dari layak, dengan posisi tubuh melengkung dan kaki menekuk. Itulah yang membuat kondisi tubuhnya saat ini menjadi kurus kering hanya tinggal kulit membalut tulang dan posisi kakinya menjadi menekuk dan tidak bisa diluruskan. Keadaan Pak Ucin yang menderita gangguan jiwa, namun sudah tidak mengamuk lagi, mengalami dehidrasi berat karena selama dikurung asupan cairan yang masuk ke tubuhnya sangat kurang. Selama ini, Pak Ucin tinggal bersama ibu kandungnya, Ibu Encas (78) dan adiknya, Juhana (37). Bapaknya meninggal sekitar 8 tahun yang lalu dan adiknya, Dahlan, juga meninggal sekitar 3 tahun yang lalu. Meskipun Ibu Encas sudah berusia renta, sembari merawat Pak Ucin dan Juhana yang juga menderita keterbelakangan mental, beliau juga harus mencari nafkah untuk keluarganya. Ibu Encas bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan yang tidak pasti. Terkadang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, beliau harus berhutang ke warung dan tetangganya. Untuk memulai kembali pengobatan pun rasanya sangat sulit karena Pak Ucin belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah, atas informasi dari Ika (tetangga Pak Ucin), kisah keluarga dhuafa ini sampai kepada kurir Sedekah Rombongan. Kurir Sedekah Rombongan pun mengunjungi Pak Ucin di rumahnya dan menyampaikan titipan langit dari Sedekaholics yang digunakan untuk pembuatan BPJS PBI, akomodasi berobat ke RSUD Ujung Berung dan kebutuhan sehari-hari. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dibantu Puskesmas UPT Babakan Sari berkesempatan membawa Pak Ucin ke RSUD Ujung Berung untuk berobat dan menjalani rawat inap. Disebabkan kondisi Pak Ucin yang sudah sangat mengkhawatirkan, maka Ia pun harus bolak-balik menjalani pemeriksaan dan pengobatan ke rumah sakit, juga selain itu, ia harus banyak diberi makanan dan asupan gizi yang banyak. Dikarenakan ia hanya diurus oleh Ibunya yang sudah tua-renta dan miskin, serta  tidak ada yang membiayainya untuk kebutuhan sehari-hari, maka pada Januari dan Februari 2017 Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan uang dari para Sedekaholics. Bantuan tersebut akan digunakan untuk biaya sehari-hari, membeli alat-alat untuk perawatan, dan transportasi-Akomodasi berobat Pak Ucin. Akan tetapi, pada tengah malam tanggal 1 Maret 2017, Kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar bahwa Pak Ucin mengalami kondisi yang sangat kritis, Kurir Sedekah Rombongan pun datang dengan MTSR untuk menjemputnya. Tetapi walaupun dibujuk para pengurus dan warga yang membantunya, Ibu Pak Ucin tidak mengizinkannya untuk dibawa ke IGD RSHS. Kurir #SR pun berinisiatif dan menawarkan untuk mendatangkan dokter ke rumah Pak Ucin, namun ibunya itu memilih untuk pasrah. Pagi-pagi, pada 2 Maret 2017, Kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar bahwa Pak Ucin telah meninggal dunia. Pada pagi itu juga beberapa orang Kurir Sedekah Rombongan berangkat untuk membantu pemakaman almarhum Pak Ucin Wasman. Pada kesempatan itu juga Kurir #SR memberikan bantuan uang, tanda cinta dari para Sedekaholics yang diberikan kepada Ibunya Pak Ucin. Bantunan Sedekaholics tersebut akan digunakan untuk menambah biaya mengurus jenazah dan pemakaman Pak Ucin. Bantuan sebelumnya tercatat di Rombongan 953.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @iwadewa1 @djim_djim  Ajeng

Pak Ucin menderita gangguan jiwa dan dehidrasi berat


AJID BIN ENJUM (58, Tumor Buli + Kanker Kantung Kemih). Alamat: Jl. Mohammad Toha Gg. Junaedi Dalam V RT 7/10, Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pak Ajid dan istrinya, Ibu Jua binti Ihi (55),  tinggal berdua di rumah sederhana berdinding triplek, yang pembuatannya dibantu dari hasil swadaya masyarakat. Mereka tidak memiliki anak dan hidup sangat sederhana. Pak Ajid tidak memiliki pekerjaan tetap. Kadang-kadang ia berjualan barang loakan dan kadang-kadang bekerja sebagai kuli bangunan. Sejak bulan Februari 2016 Pak Ajid merasakan rasa sakit pada perutnya dan kesakitan bila buang air kecil, tetapi rasa sakit itu tidak dia hiraukan. Penderitaan keluarga mereka dimulai ketika pada 26 Agustus 2016 Pak Ajid menderita rasa sakit yang sangat parah pada perutnya serta tidak bisa buang air kecil. Pak Ajid dibawa ke RSHS. Berdasarkan pemeriksaan waktu itu, dokter menyatakan bahwa ia menderita kanker kantung kemih dan harus dioperasi. Akan tetapi, karena mereka tidak memiliki biaya dan tidak memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah, Pak Ajid hanya dirawat dan diberi obat selama tiga hari. Mereka memutuskan untuk pulang dan akan menjalani rawat jalan saja. Selanjutnya, dibantu oleh Ketua RT dan Ketua RW, Pak Ajid diantar-jemput menggunakan motor  ke RS Immanuel untuk berobat jalan, dengan bantuan biaya hasil swadaya RT-RW dan warga yang peduli.  Di RS Immanuel Pak Ajid kembali menjalani pemeriksaan. Setelah dilakukan pemerikaan Sscan dan USG, Pak Ajid dipastikan menderita Tumor Buli atau kanker kantung kemih dan pihak RS Immanuel merujuknya ke RSHS untuk segera dioperasi. Kabar penderitaan keluarga tersebut disampaikan Bapak Dedi Junaedi, Ketua RW setempat, kepada kurir Sedekah Rombongan. Bersyukur kurir #SR bisa berkunjung ke rumah keluarga dhuafa tersebut. Kepada kurir #SR istri Pak Ajid menceritakan penderitaannya sambil menangis. “Sejak Bapak sakit, saya yang bekerja di tempat pembuatan cilok dari pagi sampai jam 2 siang. Sorenya bantu-bantu nyuci di tetangga.” Begitu kata Ibu Jua sambil berlinang air mata. Berdasarkan informasi dari Ketua RW, jaminan SKTM untuk Pak Ajid lalu dibuatkan. Setelah jaminan kesahatannya selesai, ia akan diperiksakan ke RSHS Bandung untuk menjalani operasi. Akan tetapi, Pak Ajid dan istrinya sangat membutuhkan biaya transportasi dan biaya sehari-hari untuk menunjang kehidupannya. Alhamdulillah, pada kunjungan pertama itu, kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa dari para sedekaholik berupa bantuan uang yang akan digunakan untuk biaya transportasi, akomodasi rawat jalan selama menunggu waktu untuk menjalani operasi. Pada bulan Januari 2017, Istri Pak Ajid meminta bantuan Kurir #SR untuk mengantarnya mengurus jadwal operasi Pak Ajid. Selain karena sudah berbulan-bulan menunggu, mereka juga kesulitan biaya transportasi untuk terus bolak-balik ke RSHS Bandung. Syukur Alhamdulillah setelah diantar dan dibantu Kurir #SR, pada akhir Maret 2017, Pak Ajid mendapatkan jadwal dan ruangan untuk operasi di RSHS Bandung. Alhamdulillah pada Februari dan Maret 2017 Sedekah Rombongan dapat memberi bantuan lanjutan berupa uang dari para Sedekaholics. Bantuan tersebut digunakan untuk untuk biaya transportasi-akomodasi ke rumah sakit serta bekal sehari-hari selama operasi dan perawatan. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 951.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 2 Maret 2017
Kurirs: @ddsyaefudin  @azepBima @esumiati1

Pak Ajid menderita tumor buli dan kanker kantung kemih


IQBAL GHIFARI (5, Hydrocepalus). Alamat : Dusun Wage, RT 1/1, Desa Tinggar, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Iqbal yang saat ini berusia 5 tahun menderita penyakit Hidrocepalus sejak usianya baru menginjak 3 minggu. Ia dilahirkan secara normal di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) 45 Kuningan dalam keadaan yang sehat. Akan tetapi, setelah usia Iqbal 3 minggu terjadi pembengkakkan di bagian kepala. Melihat kondisi Iqbal, ia pernah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Wijaya Kusumah Kuningan selama 10 hari. Penyakit tersebut membuat pertumbuhan Iqbal terganggu karena di usia 5 tahun ia belum bisa beraktifitas seperti anak seusianya. Ia tidak bisa duduk hingga menyender pun ia merasa kesulitan. Saat ini, Iqbal hanya bisa tidur terlentang. Selain itu, ia juga tidak bisa mengunyah walaupun giginya tumbuh normal. Yang lebih mengkhawatirkan, penglihatan Iqbal tidak berfungsi dengan maksimal dan tidak terlalu cepat merespon sesuatu yang dilihat. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan Kuningan dipertemukan dengan Iqbal, dan membawa Iqbal ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah melakukan beberapa pemeriksaan, Iqbal dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Plumbon, untuk melakukan CT-Scan. Saat ini Iqbal tengah menunggu hasil CT-Scan dan pada tanggal 7 Maret 2017 mendatang, Iqbal harus menjalani kontrol. Iqbal menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Iqbal merupakan putra dari Bapak Enco Tarsa (45) yang bekerja sebagai buruh bangunan. Penghasilan beliau hanya cukup untuk membiayai kebutuhan pokok sehari-hari. Sementara, Iqbal membutuhkan biaya transportasi sekaligus akomodasi ke rumah sakit untuk pemeriksaan ulang. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Iqbal dan keluarga, sehingga santunan kedua dapat disampaikan kepada Iqbal. Semoga Allah mempermudah ikhtiar Iqbal agar lekas sembuh. Aamiin. Sebelumnya Iqbal masuk kedalam Rombongan 956.

Jumlah Bantuan : Rp. 650.000,-
Tanggal : 2 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Didi

Iqbal menderita hydrocepalus


IAN SOPYAN SAURI (28, Tortikolis Sinistra). Alamat : Dusun Manis RT 2/3, Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Seorang pemuda yang akrab disapa Ian ini adalah seorang tukang parkir di sebuah pasar tradisional. Ia mulai menderita sakit pada tahun 2014. Saat itu, ia sedang memanggul barang belanjaan milik orang lain, tiba tiba tulang lehernya seperti ada yang patah, namun Ian tidak merasakan sakit sedikit pun. Kondisi tersebut tidak diberitahukan kepada orang tuanya. Selang beberapa waktu, ada perubahan di leher Ian, lehernya tidak bisa diluruskan lagi seperti sebelumnya. Dengan kondisi demikian, sayangnya Ian tidak melakukan pengobatan medis maupun tradisional. Kemudian pada tahun 2015, Ian dibawa ke pengobatan alternatif dan ke RSUD. Namun, karena keterbatasan biaya transportasi dan akomodasi pengobatan pun dihentikan. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ian. Dengan dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan Ian dibawa ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Berdasarkan hasil diagnosa dokter Ian menderita Tortikolis Sinistra, yaitu suatu gangguan pada otot leher yang mengakibatkan kepala terlihat memutar ke samping. Dengan keadaan seperti itu, Ian bekerja tidak maksimal. Saat ini Ian harus rutin menjalani fisioterapi di Rumah Sakit sekar Kamulyan Cigugur, untuk melemaskan otot lehernya. Ian baru menjalani 8 kali terapi dengan menggunakan sinar. Dan ada sedikit perubahan, yang tadinya lehernya tidak bisa tegak dengan sempurna, sekarang sudah mulai bisa walaupun sedikit demi sedikit. Satu minggu sekali Ian menjalani terapi. Ibu Ian, Mulyati (47) bekerja sebagai penunggu bensin eceran, yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari, dan ada adik Ian yang masih sekolah. Sedangkan Ayah Ian sudah meninggal dunia. Ian kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi ke rumah sakit. Biarpun demikian, pengobatannya sedikit terbantu dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan pun dapat menyampaikan santunan kelima kepada Ian untuk biaya transportasi dua kali keberangkatan ke rumah sakit. Semoga Ian lekas diberi kesembuhan oleh Allah. Aamiin. Sebelumnya Ian masuk kedalam Rombongan 962.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Melisa Diah

Ian menderita tortikolis sinistra


AHMAD JUFRI (27, Kelainan Syaraf). Alamat : Blok Pengkolan, RT 2/3, Desa Klangenan, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Jufri terlahir normal dan sehat, namun pada usia tiga bulan sering kejang dan suhu tubuhnya tinggi. Hasil diagnosa dokter ketika Jufri diperiksakan, menyatakan bahwa dia terkena penyakit hernia. Karena usai yang masih sangat dini, pengobatanpun hanya dilakukan melalui pemeriksaan rutin. Hal ini terus berlanjut hingga menginjak usia tiga tahun Jufri belum bisa berjalan dan kakinya mengecil serta melipat. Seiring usianya bertumbuh, Jefri menjadi seorang remaja yang tidak seperti pada umumnya, karena dia tidak bisa berjalan dan penglihatannya juga tidak normal. Berbagai pengobatan telah dilakukan, namun belum ada hasil yang bisa membuat keadaannya menjadi lebih baik. Diagnosa terakhir yang menyatakan Jufri mengalami kelainan syarafpun tidak dibarengi dengan pengobatan. Hal tersebut berlangsung hingga menginjak usianya yang ke dua puluh tujuh saat ini. Jufri adalah putra dari Bapak Sukirno (55) seorang pensiunan dan Ibu Mien Ramini (51) yang sehari-hari mengurus rumah tangga dan merawat Jufri. Kehidupan keluarga ini cukup sederhana dan untuk biaya pengobatan, Jufri menggunakan fasilitas kesehatan BPJS. Kurir Sedekah Rombongan merasa prihatin atas sakit yang dialami Jufri. Bantuan dari sedekaholicspun diberikan untuk biaya hidup dan pengobatan yang terus berjalan. Semoga Jufri diberikan ketabahan dan ikhtiar untuk mencapai kesembuhannya diberi hasil terbaik oleh Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan :  Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Februari 2017
Kurir :  @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @ocheppriyatno @asiihlestarie

Ahmad menderita kelainan syaraf


YANA BIN SUPENA (29, Ca Nasofaring). Alamat : Jalan Karyabakti, Kedung Krisik Utara, RT 1/5, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sakit yang diderita Yana berawal dari rasa sesak dan kesulitan bernafas. Kian hari sakitnya kian bertambah dan akhirnya berobat ke puskesmas lalu dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Setelah melalui pemeriksaan, dokter menyatakan Yana terkena penyakit kanker pada bagian hidung dan akhirnya diambil tindakan operasi serta perawatan selama beberapa hari di rumah sakit tersebut. Setelah pulang, Yana rutin berobat dan memeriksakan perkembangan kesehatannya di RSUD Gunungjati Kota Cirebon. Namun, kondisinya kian hari kian melemah, dan kesulitan bernafas semakin sering disertai penglihatan yang kian tidak jelas. Dokter memeriksa lebih intensif, dan hasilnya ditemukan kanker ganas pada bagian hidung (Ca Nasofaring) sebesar biji kacang sebanyak tiga buah. Karena memerlukan pengobatan lebih lanjut, Yana dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Yana sudah beberapa kali berobat ke poliklinik RSHS Bandung dan proses pengobatannya terus berjalan sampai akhirnya Yana dirujuk balik untuk menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Permata Cirebon, yang kemudian dialihkan ke Rumah Sakit Sumber Waras Ciwaringin Cirebon dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled kabupaten Cirebon. Proses ikhtiar untuk kesembuhan Yana terus dilakukan semaksimal mungkin, namun Allah berkehendak lain. Yana terlebih dahulu dipanggil untuk menghadap-Nya pada tanggal 1 Maret 2017. Sebelum sakit, Yana bekerja sebagai penarik becak dan tinggal bersama orang tuanya dalam sebuah rumah sederhana. Setelah Yana menderita sakit saat ini, biaya hidup sehari-hari ditanggung oleh ayahnya, Bapak Supena yang juga seorang penarik becak. Kendala biaya membuat pengobatan Yana hampir terhenti, karena untuk sehari-hari saja penghasilan Bapak Supena tidak mencukupi. Bersyukur untuk biaya pengobatan sudah dijamin oleh BPJS PBI Kelas III.  Perjuangan dan kegigihan untuk berusaha mencari kesembuhan bagi Yana akhirnya mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga ini. Empati dan rasa prihatin yang mendalam sangat terasa ketika kurir Sedekah Rombongan bersilaturami ke kediamannya. Bantuanpun disampaikan kepada Yana untuk transportasi selama berobat ke RSHS Bandung, juga untuk kebutuhan sehari-hari. Selama berobat di Bandung, Yana mendapat pendampingan penuh dari kurir Sedekah Rombongan. Ucapan terima kasih dari pihak keluarga disampaikan kepada sedekaholics yang telah berkenan membantu selama ini. Bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan 946. Semoga Yana diberi tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarganya selalu diberikan kesabaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh suniah @asiihlestari

Yana menderita ca nasofaring


FARIS BIN KADNAN (8, Lumpuh). Alamat : Blok Madras, RT 2/6, Dusun III, Desa Dukuh, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat.  Faris, -demikian biasa dia dipanggil- adalah anak laki-laki yang tidak seperti pada umumnya dalam usia itu dapat bermain, berlarian ataupun bersepeda dengan riang bersama teman sebayanya. Hal ini dikarenakan ketika usianya menginjak empat tahun mengalami kecelakaan, tertabrak motor yang mengharuskan dia menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjawinangun Kabupaten Cirebon. Ketika beberapa hari menjalani perawatan di rumah sakit, Faris mengalami koma, tak kunjung sadarkan diri hingga tiga puluh hari. Ketika itu keadaan Faris belum kunjung membaik. Orangtua Faris mulai mengkhawatirkan kondisi kesehatannya ketika dia mengalami kejang. Masa kritis akhirnya berlalu dan Faris telah sadarkan diri. Sejak kejadian tersebut dia mengalami lumpuh pada tubuhnya yang menyebabkan hanya mampu terbaring lemah di atas tempat tidur atau berpindah tempat dengan bantuan orang di sekitarnya. Setelah melalui pemeriksaan kesehatan di Poliklinik Syaraf Rumah Sakit Mitra Plumbon Kabupaten Cirebon, saat ini Faris menjalani terapi rutin untuk mengusahakan kesembuhan atas lumpuh yang dideritanya. Ketika pertama kali bertemu, Ayah Faris, Kadnan (56) dan ibunya, Carkumi (53) mengungkapkan kesedihan atas kondisi anaknya kepada kurir Sedekah Rombongan. Bapak Kadnan mengais rezeki dan menafkahi keluarganya sebagai penarik becak, pendapatannya yang tidak menentu hanya cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Mereka tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat. Bersyukur keluarga ini memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dapat membantu dan menjamin biaya pengobatan. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuanpun disampaikan untuk membantu biaya transportasi selama menjalani pengobatan. Semoga Faris segera pulih dan bisa berjalan kembali sehingga ia dapat melakukan aktivitas sebagaimana anak pada usianya. Bantuan kepada Faris sebelum ini termasuk dalam Rombongan 951.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh dwi @asiihlestari

Faris menderita lumpuh


NARTONO BIN KANILA (49, Liver). Alamat : Blok Ahad, RT 4/1, Desa Suranenggala Kidul, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Gejala penyakit Pak Tono, – demikian dia akrab disapa- berawal pada bulan Agustus 2016, dia merasakan sakit pada bagian perut. Dia menduga hanya sakit perut seperti biasanya sehingga hanya diobati dengan obat yang dijual bebas di warung-warung. Selang beberapa lama ia merasakan sakit yang luar biasa pada bagian perut dan terasa begitu panas di bagian perutnya tersebut. Bersama istrinya dia melakukan pemeriksaan kesehatannya di puskesmas setempat selama beberapa kali karena beranggapan sakit yang diderita pak Tono hanya gejala maag. Sakit yang diderita Pak Tono tidak kunjung membaik hingga kondisinya mulai mengkhawatirkan dan Pak Tono mulai berobat ke rumah sakit. Dokter menyarankan Pak Tono menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunung Jati Kota Cirebon. Selama tujuh hari dirawat, dokter mendiagnosa Pak Tono terkena liver dan harus menjalani CT-scan abdomen. Karena sesuatu hal dan pertimbangan jarak tempuh, dia memilih untuk melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit Mitra Plumbon Kabupaten Cirebon. Namun dokter di Rumah Sakit Mitra Plumbon Kabupaten Cirebon merujuk Pak Tono untuk berobat lebih lanjut di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Sedekah Rombongan memfasilitasi pengobatannya selama di Bandung dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Pak Tono dan keluarganya hidup sangat sederhana. Sebagai kepala keluarga, dia bekerja sebagai buruh dan istrinya, Rukyati hanya mengurus rumah tangga. Saat ini pengobatan pak Tono menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Saat kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi ke kediamannya, dia mengungkapkan kesedihan karena tidak lagi bisa bekerja dan hanya mengandalkan bantuan dari saudara. Sedekah Rombongan merasakan kesedihan dan kesulitan yang mereka alami, kemudian menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk biaya transportasi dan biaya hidup selama melakukan pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Iringan do’a disampaikan semoga Pak Tono segera sembuh dan kesehatannya kembali pulih, sehingga ia dapat bekerja seperti biasa. Bantuan sebelumnya diberikan kepada Pak Tono tercatat pada Rombongan 951.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh dwi @asiihlestari

Pak Tono menderita liver


ROHEMI BINTI DARIP (46, Tumor Otak). Alamat : Dusun/Kampung 1, RT 20/6, Desa Cibogo, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Ibu Emi –demikian kami akrab menyapanya-  merasakan sakit di bagian kepala sejak sepuluh tahun yang lalu, tepatnya pada  2007. Namun semakin lama sakit tersebut kian parah dan mengganggu kegiatan sehari-hari, akhirnya Ibu Emi  mencoba memeriksakan ke balai pengobatan setempat. Demi mendapatkan pengobatan yang lebih baik, pihak balai pengobatan merujuk Ibu Emi ke Rumah Sakit Pelabuhan Kota Cirebon. Ibu Emi didiagnosa mengidap penyakit Tumor Otak, yaitu tumor yang berasal dari otak atau tumor ini biasa disebut dengan tumor otak primer, akan tetapi hal tersebut juga dapat disebabkan oleh adanya kanker yang sudah menyebar dari bagian tubuh lainnya. Ibu Emi sempat menjalani pengobatan rutin pada tahun 2008, namun terhenti karena kendala biaya. Kini Ibu Emi terbaring tidak bisa beraktifitas seperti biasa lagi karena kondisi tubuhnya sudah lumpuh sebagian dan sudah tidak bisa duduk lama sehingga hampir setiap hari menghabiskan waktunya hanya dengan berbaring saja di tempat tidur bahkan sekarang mata Ibu Emi juga sudah tidak bisa melihat lagi. Saat ini Ibu Emi tengah menjalani pengobatan di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon dan pada tanggal 13 Februari 2017 baru selesai operasi untuk mengangkat cairan yang ada di otaknya. Selanjutnya dokter akan melakukan operasi lanjutan guna mengangkat tumor yang ada. Pengobatan dengan pemeriksaan rutin masih dilakukan di poliklinik Rumah Sakit Mitra Plumbon Kabupaten Cirebon hingga saat ini. Ibu Emi adalah istri dari Bapak Warju (50) yang bekerja sebagai pedagang makanan keliling. Penghasilannya yang tidak tetap membuat Ibu Emi terkendala untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik. Bersyukur untuk menunjang biaya pengobatan Ibu Emi memakai fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Kurir Sedekah Rombongan merasa prihatin dan menaruh simpati atas keadaan Ibu Emi. Sedekah Rombongan sangat merasakan kesulitan mereka, bantuanpun disampaikan untuk membantu meringankan biaya transportasi pengobatan. Selain itu, Sedekah Rombongan juga memberikan bantuan renovasi kamar Ibu Emi untuk menunjang proses penyembuhannya. Bantuan kepada Ibu Emi sebelumnya tercatat pada Rombongan 960. Semoga Ibu Emi segera sembuh dan kesehatannya kembali pulih hingga bisa kembali beraktifitas.

Jumlah Bantuan :  Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Februari 2017
Kurir :  @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @ocheppriyatno @asiihlestarie

Bu Emi menderita tumor otak


SURIAH BINTI MURSIDI (77, Diabetes+Pengeroposan Tulang). Alamat : Jl. KK Singawinata, Gg. Garuda 1, RT 44/4, Kelurahan Nagri Kidul, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sudah kurang lebih 5 tahun Mak Suriah hanya bisa terbaring lemah di sudut kamar rumahnya yang kumuh, rumah yang sangat tak layak ditempati dengan kondisi kamar mandi yang sangat kurang sehat. Di rumahnya tersebut Mak Suriah tinggal seorang diri dengan penyakit diabetesnya yang menemani. Umurnya memang sudah tak lagi muda, ia pun terkena pengeroposan tulang, hal tersebut membuat Mak Suriah kesulitan untuk bergerak dan menyebabkan munculnya luka di bagian panggulnya karena lembab. Luka tersebut dengan sukarela dibersihkan oleh seorang perawat yang setiap minggunya datang ke rumah Mak Suriah. Sedangkan untuk keperluan sehari-hari Mak Suriah mengandalkan pemberian dari tetangga terdekatnya, anak-anaknya tidak bisa memenuhi keperluan ibunya tersebut karena keterbatasan ekonomi. Beruntung kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mak Suriah, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan dan biaya hidup sehari-hari Mak Suriah. Mari doakan bersama agar Mak Suriah segera Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 Lilis Ligar @ula_awwal

Bu Suriah menderita diabetes dan pengeroposan tulang


SUHIRMAN BIN FULAN (66, Stroke). Alamat : Kp. Cihideung, RT 12/4, Kelurahan Mulya Mekar, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pak Irman, akrab kami memanggil ayah dari 5 orang anak ini. Tepatnya 5 tahun lalu Pak Irman mengalami sakit di bagian kaki, hal tersebut ia anggap sakit biasa. Hingga satu waktu ketika Pak Irman sedang melaksanakan shalat, ia terjatuh dan kepalanya terbentu keras ke tembok rumahnya. Semenjak itu seluruh badannya tidak bisa digerakkan dan hanya bisa duduk dalam waktu beberapa menit saja. Juga semenjak itu pula tanggung jawabnya mencari nafkah harus dialihkan ke istri tercinta, yakni Siti Maesaroh (36) yang kini bekerja sebagai pemulung barang-barang bekas, ia dibantu oleh anak sulungnya yang masih berumur 17 tahun dan sempat putus sekolah karena kekurangan biaya. Pak Irman belum pernah menjalani pengobatan dimanapun, uang hasil memulung barang bekas cukup untuk makan sehari-hari, tapi tidak cukup untuk biaya pengobatan. Beruntung kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Irman dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan dan biaya hidup sehari-hari Pak Irman. Mari doakan bersama agar Pak Irman segera Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 Lilis Ligar @ula_awwal

Pak Suhirman menderita stroke


SANDI RAMDANI (5, Thalasemia). Alamat : Kp. Sawit Kaler, RT 8/4, Desa Sadarkarya, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sandi, akrab kami memanggil bocah laki-laki yang baru berumur 5 tahun ini. Sejak lahir ia telah didiagnosa mengalami kelainan darah yang disebut dengan Thalassemia. Penyakit Thalassemia adalah kelainan darah yang membuat tubuh tidak mampu memproduksi cukup hemoglobin, sehingga mengakibatkan jumlah hemoglobin di tubuh sangat sedikit. Hal tersebut mengharuskan Sandi menjalani transfuse darah setiap satu satu kali, jika terlewat maka tubuhnya akan lemas dan tidak bisa melakukan aktivitas bermain bersama teman sebayanya. Ayah Sandi yakni Pak Suryadi (31) merupakan buruh harian lepas yang memiliki penghasilan terbatas, mereka sangat membutuhkan donasi untuk biaya akomodasi setiap bulannya di Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA) untuk menjalani transfusi. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Sandi dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan untuk biaya akomodasi pengobatan Sandi. Mari doakan semoga anak kecil ini segera Allah angkat penyakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 Wahyu @ula_awwal

Sandi menderita thalasemia

No Nama Jumlah Bantuan
1 AGUSTINA RAHAYU BIN AINUR ROFIQ 500,000
2 HARTATIK ROFI’I 738,500
3 MELATI BINTI AMIR 500,000
4 MUNAWIR BIN WASIMIN 500,000
5 NURHOSNA BIN MUSAKKI 528,000
6 RIZKI IKMALA 568,400
7 SUCI RAMADANI 500,000
8 ARDIAN DIKTA PRATAMA 2,433,373
9 MISIDI BIN NURDINO 500,000
10 NIA PUJI LESTARI 3,038,400
11 RIFKY ELMADITA 500,000
12 RIRIN INDRAWATI 1,000,000
13 ZUYUN RAHMAWATI 500,000
14 ABDUL RANI 2,000,000
15 ABDUL RANI 2,000,000
16 HILMA NUHA 1,000,000
17 CUCU PUTRI ASIH 1,000,000
18 NGADINAH JAFAR 1,000,000
19 ALFA BINTANG ARDANI 500,000
20 PURWITA WIJAYANTI 500,000
21 SATIM BIN SAIMUN SANWIKARTA 1,000,000
22 SOBIRIN BIN RADUN 500,000
23 MTSR SURABAYA 8,155,500
24 EDI RIZAL 13,741,000
25 NJOO SWIE FOEN 642,500
26 MISRIYA BIN ALAWI 1,464,800
27 DESI HIKMAH 3,000,000
28 WIDOWATI BINTI SUYATNO 1,000,000
29 MAHIRAH FARHAH FAUZIYAH 1,000,000
30 MOHAMMAD ADRIAN 500,000
31 RSSR SURABAYA 2,020,796
32 BEDJOE ARYO SAPUTRO 1,950,000
33 MISRENI BINTI SAMIN 800,900
34 MOHAMAD BIMA ADI 665,000
35 BEDJOE ARYO SAPUTRO 1,800,000
36 SUGITO BIN KASENI 800,000
37 SUPRAPTI BINTI FUAD 500,000
38 TRIMALA BINTI HASYM 500,000
39 RODLIYANAH BINTI WARSONO 500,000
40 KATIMAH BINTI SURTANI 500,000
41 MASROI ABDILLAH 500,000
42 PANTI ASUHAN HAJAR ASWAD 3,000,000
43 RSSR SURABAYA 2,228,474
44 AZMI HAIL MAHLAL 500,000
45 MIMIN AMINAH 750,000
46 NIA DEWIANTI 750,000
47 UCIN WASMAN 500,000
48 AJID BIN ENJUM 500,000
49 IQBAL GHIFARI 650,000
50 IAN SOPYAN SAURI 500,000
51 AHMAD JUFRI 500,000
52 YANA BIN SUPENA 500,000
53 FARIS BIN KADNAN 500,000
54 NARTONO BIN KANILA 1,000,000
55 ROHEMI BINTI DARIP 1,000,000
56 SURIAH BINTI MURSIDI 1,000,000
57 SUHIRMAN BIN FULAN 1,000,000
58 SANDI RAMDANI 500,000
Total 76,725,643

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 76,725,643,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 967 ROMBONGAN

Rp. 48,173,771,000,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.