Rombongan 966

Siapa yang memberi pinjaman kepada pinjaman yang baik, maka Alloh akan melipatgandakan balasannya dan balasan yang mulia.
Posted by on March 9, 2017

ARDIAN DIKTA PRATAMA  (8, Leukimia). Alamat: Dusun Kedawung, RT 3/2, Desa Bicak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Awal tahun 2015, Ardian mengalami benturan muka pada meja saat sekolah. Benturan tersebut mengakibatkan bentuk muka menjadi miring. Keluarga langsung membawa Ardian ke RS Wahidin Mojokerto untuk dilakukan pemeriksaan. Di RS Wahidin Mojokerto, dilakukan cek laboratorium lengkap.  Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut diketahui bahwa Ardian menderita leukemia dan tumor pipi.  Karena keterbatasan peralatan di RS Wahidin Mojokerto, pada mei 2015 Ardian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Setelah pengobatan rawat jalan di RSUD Dr. Soetomo selama 8 bulan, tumor di pipi sudah menghilang. Namun akibat leukimia yang diderita, kondisi Ardian semakin lemah. Saat ini kondisi Ardian lemas dan terdapat cairan di dalam tubuhnya yang menghimpit kerja paru paru sehingga tidak bisa mengembang. Sudah dilakukan penanganan dokter dengan dibuatkan lubang di dada dan rutin  disedot selama 4 hari sekali. Ardian kesulitan dalam buang air kecil dan susah buang air besar. Sudah 2 bulan ini Ardian tidak bias buang air besar. Ardian memiliki Surat Pernyataan Miskin (SPM) untuk biaya pengobatan. Namun karena tidak memiliki biaya lagi untuk transportasi ke Surabaya serta biaya hidup selama di Surabaya, keluarga sempat berfikir untuk menghentikan pengobatan. Ayah Ardian, Andik Setiawan (34) bekerja sebagai tukang las. Sedangkan ibunya, Anita (31) adalah seorang ibu rumah tangga. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Ardian. Bantuan kembali disampaikan kepada keluarga Ardian untuk biaya transportasi ke Surabaya serta kebutuhan sehari-hari selama opname di rumah sakit. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 959. Ardian dan keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1,446.900,-
Tanggal : 23 Desember 2016
Kurir : @Wahyu_CSD  @Anggreat @EArynta

Ardian menderita leukimia


GRACIA DONY PRAMUDYA WICAKSONO (10, Glaukuma Konginental), Alamat : Panti Muhammadiyah Purworejo, Plaosan gg V No. 382 B RT 1 RW 14 Purworejo. Dony merupakan santri Panti Muhammadiyah Purworejo, Doni masuk ke Panti Muhammadiyah sejak tahun 2014, waktu masuk emang doni sudah mengalami gangguan pada mata. Oleh sebab itu Dony dari awal emang sudah disekolah di SLB Muhamamdiyah Purworejo. Pihak pengurus panti mulai memeriksakan mata Dony di Poli Mata Rumah Sakit Tjitro Wardjojo pada bulan Oktober tahun 2016 dengan jaminan kesehatan JKN – PBI. Dikarenakan peralatan RS Tjitro Wardjojo Purworejo tidak lengkap maka pemeriksaan Dony dirujuk ke Rumah Sakit Kariadi Semarang. Alhamdulilah Dony bertemu dengan kurir Sedekah Rombongan yang langsung bersilaturahmi ke Panti Muhammadiyah Purworejo. Santunan dari sedekacholic pun diberikan untuk akomodasi dan kehidupan Dony saat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Januari 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Didit Wiwit

Dony menderita glaukuma konginental


MULYOREJO BINTI ALM. KASAN KARTO (90, Dhuafa + Penjual Lupis), Alamat : Dusun Ngampon RT 2 RW 5, Desa Semawung Kembaran Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Mbah Mulyorejo hampir lebih dari 50 tahun sudah berjualan kue cenil lupis walaupun sejak suami mbah Mulyorejo alm. Maryadi meninggal, mbah Mulyorejo tetap jualan. Mbah Muluorejo memiliki tiga anak yang sudah mempunyai keluarga masing-masing. Anaknya mbah Mulyorejo antara lain Ibu Leginem (65), Pak Sumardi (57), Dan Ibu Kusmini (40). Karena tidak ingin membebani keluarga anak-anaknya mbah mulyorejo tetap berjualan kue cenil lupis berkeliling jalan kaki dari rumah ke Stasiun kereta api Kutoarjo. Mbah Mulyorejo mulai jualan dari jam 08.00 pagi sampai jam 15.00 sore. Dikarenakan fisik tidak lagi sekuat seperti muda dulu, mbah Mulyorejo berjualan tidak setiap harinya dan mbah Mulyorejo biasa menjual cenil lupisnya dengan harga 2000 dan 3000 rupiah seporsi bungkusan daun tetapi kadang-kadang 1.000 rupiah jika ada anak kecil yg membelinya. Alhamdulilah kurir Sedekah Rombongan mendengar informasi langsung bersilaturahmi ke rumahnya. Santunan dari sedekacholic pun diberikan untuk kebutuhan sehari-hari mbah Mulyorejo.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Januari 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Dwi

Mbah Mulyo seorang dhuafa dan penjual lupis


SONIA ANDRIYATI BINTI SLAMET (11, Tumor Kelenjar Getah Bening), Alamat : Dusun Sindomulyo RT 03 / RW 01 Desa Sidomulyo, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Ananda Sonia mulai merasakan sakit setelah lebaran tahun 2016, berawal dari munculnya benjolan di sebelah kiri dan mulai diperiksakan ke puskesmas Sruwohrejo. Dikarenakan tidak kunjung sembuh dan benjolan tersebut pindah ke daerah hidung yang mengakibatkan mata sebelah kiri agak keluar. Sama pihak keluaga melanjutkan pemeriksaan lebih lanjut di RSU Tjitro Wardjojo Purworejo. Mata dek Sonia semakin membesar dan peralatan di RSU kurang menunjag maka dimulai membuat rujukan ke RS Sardjito Yogyakarta. Bapak nya ananda Sonia Pak Slamet (43) sehari-hari membantu bude nya ananda Sonia di Jakarta sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga. Pembuatan BPJS pun dibuat sama pak Slamet dari awal ananda sakit. Semenjak ananda Sonia sakit praktis bapak slamet tidak bekerja karena selalu mendampingi ananda Sonia berobat. Pak Slamet dan bu Mursinah memiliki anak Sonia Andriyati (11) , Zakia Takiana (7) dan Bilqis Nabila Hafizara (8). Alhamdulilah pak Slamet bertemu ama kurir #SedekahRombongan langsung silaturahmi ke rumahnya. Pengobatan pun dilakukan mulai dari Kemo di RS Sardjito Jogjakarta, cuma Baru melakukan kemo yang ke 4 Ananda Sonia mengalami alergi, dan dilanjut kan melakukan sinar. Jadwal sinar pun dicari yang paling cepat sampai ke RS Moewardi Solo. Dan akhirnya Sonia di rujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Santunan ke lima dari sedekahcholic pun diberikan ke keluarga pak Slamet untuk membayar biaya kehidupan dan pembayaran kontrakan di Jakarta. Santunan sebelumnya pada Rombongan 901, 918, 921 dan 933

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Januari 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Untari Didit

Bu Sonia menderita tumor kelenjar getah bening


SALIYEM BINTI FULAN (93, Dhuafa + Lumpuh), Alamat : Dukuh Krajan RT 1 RW 1 Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Mbah Saliyem yang sudah lemah fisiknya dan semua aktifitasnya di lakukan di tempat tidur. Mbah Saliyem memiliki 3 orang anak, Anak yang pertama sudah meninggal dunia, anak ke dua ibu Munjariyah (48) dan anak ketiga Trihartini (45). Awalnya kedua anak tinggal di Jakarta. Ibu Munjariyah bekerja sebagai pemulung dan kadang membantu nelayan panen udang rebon. Sudah berkeluarga dan belum memiliki anak. Bu Munjariyah  sedang dalam proses cerai karena suaminya tidak bertanggung jawab nafkah lahir batin. Akhirnya memutuskan pulang kekampung halaman di kota Kebumen sejak Januari 2015 lalu sambil mengurus ibunya mbah Saliyem yang sudah tidak bisa beraktifitas lagi. Selama di Kebumen, bu Munjariyah hanya bekerja sebagai buruh serabutan bahkan sering tidak ada uang. Sedangkan anaknya yg ketiga tidak pernah membantu, karena secara ekonomi paspasan. Alhamdulilah kurir Sedekah Rombongan mendengar informasi tersebut dan langsung bersilaturahmi ke rumah mbah Saliyem. Santunan dari sedekacholic diberikan mbah Saliyem meringankan beban ekonomi keluarga. Terimakasih untuk sedekacholic yang telah menyalurkan sebagian rezekinya untuk membantu sesama.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Januari 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Fitri

Bu Saliyem seorang dhuafa dan lumpuh


PAINI BINTI MAD SAYUDI (66, Katarak), Alamat : Desa Pasar Senen RT 1 RW 3 Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Bu Paini mengalami gangguan penglihatan sejak tahun 2014. Sebelumnya bu Paini bekerja sebagai buruh membuat emping (krupuk) untuk menompang biaya hidup sehari-hari semenjak suaminya alm. Cokro Suwito yang meninggal semenjak tahun 2010. Namun karena kondisi fisik dan matanya yang sudah tidak normal lagi maka bu Paini sudah tidak bisa bekerja seperti biasa. Ditahun 2015 diperiksakan ke Puskesmas, dari Puskesmas disarankan untuk diperiksakan ke RS. Karena ekonomi keluarga yang serba kekurangan dan kurang pengalaman maka keluarga tidak berani memeriksakan ke rumah sakit. Pengobatan pun dilakukan dengan diobati obat-obat herbal. Alhamdulilah berkat media lokal bu Paini dipertemukan dengan kurir Sedekah Rombongan untuk segera ditindak lanjuti diperiksakan di Rumah Sakit Purbowangi Kebumen. Operasi di lakukan pada hari Senin 26 Desember 2016 lalu dengan fasilitas gratis dari pihak rumah sakit walaupun bu Paini memiliki Jaminan Kesehatan PBI. Operasi berjalan lancar sampai saat ini ibu paini masih melakukan kontrol rutin yang didampingi oleh kurir Sedekah Rombongan. Santunan dari sedekacholic pun diberikan untuk kebutuhan sehari-hari selama masih kontrol di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Januari 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Tuti

Bu Paini menderita katarak


AISYATUS SUFRO (58, Stroke). Alamat : Desa Kalanganyar, RT 1/1, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Bu Aisyatus sudah sejak lama menderita hipertensi, dan pada tahun 2012 Bu Aisyatus mulai sulit menggerakkan bagian tubuh sebelah kanan. Bu Aisyatus melakukan pemeriksaan di RSUD Sidoarjo dan didiagnosa menderita stroke. Selama satu setengah tahun ini Bu Aisyatus menjalani pengobatan di RSUD Sidoarjo. Karena keterbatasan biaya, terpaksa motor milik anak Bu Aisyatus yang biasanya digunakan sebagai alat transportasi untuk berobat akhirnya terjual. Kondisi kesehatan Bu Aisyatus belum kunjung membaik. Bu Aisyatus memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun karena sudah tidak ada dana untuk biaya transportasi, akhirnya Bu Aisyatus menghentikan pengobatannya. Bu Aisyatus dirawat sendiri oleh anaknya di rumah, dan karena terlalu lama tidur berbaring, beliau mulai mengalami luka pada kulitnya. Luka pada kulit Bu Aisyatus semakin lama semakin menyebar serta tampak melepuh seperti luka bakar dan bernanah. Bu Aisyatus hanya bisa berpasrah dan berdoa untuk kesembuhan penyakitnya. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Bu Aisyatus. Bantuan pertama telah disampaikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya pengobatan yang tidak tertanggung BPJS. Setelah berikhtiar selama 1 bulan bersama #SR, Bu Aisyatus menghembuskan nafas terakhirnya. #SR turut berbela sungkawa dan merasa kehilangan. Bantuan telah disampaikan untuk biaya pemakaman almarhumah. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan..

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 26 Desember 2016
Kurir :  @Wahyu_CSD  @MasKhus1027 @EArynta

Bu Aisyatus menderita stroke


MUHAMMAD ROSYIKUL ILMI (4, Epilepsy Unspecified) Alamat: Dusun Kauman, RT 3/1, Desa Bulujowo, Kecamatan Bacar, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Rossy nama panggilannya, saat menginjak usia 3 tahun mendadak badan dan kepalanya panas kemudian tubuhnya kejang. Keluarga membawa Rossy ke Puskesmas setempat. Setelah itu dilanjutkan untuk melakukan pengobatan ke RSUD Tuban dan terapi selama 2 bulan, kemudian pengobatan dilanjutkan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Atas saran dari dokter di rumah sakit tersebut, Rossy disarankan untuk melanjutkan pengobatannya ke RSUD DR. Soetomo Surabaya. Namun perjalanan pengobatan Rossy terhenti dikarenakan keterbatasan dana yang dimiliki. Otomatis Rossy tidak mendapatkan penanganan yang maksimal. Hal itu berdampak pada kondisi sakitnya. Kondisi saat ini, ia mengalami kejang tiap hari. Awalnya bisa kejang 30 kali sehari, sekarang sudah berkurang menjadi 10 kali sehari dan keadaanya masih belum bisa bicara, hiperaktif dan selalu mengonsumsi obat Valproic Acid dan racikan. Ayahnya, pak Makmur bekerja sebagai nelayan/anak buah kapal, yang hanya  efektif melaut 15 hari sebulan. Pendapatannya tidak menentu, bahkan  terkadang tidak mendapat pemasukan sama sekali. Rossy mempunyai jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Meski begitu, keluarga mengeluhkan biaya yang dibutuhkan untuk transportasi dan biaya  sehari-hari selama berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan telah disampaikan untuk biaya transportasi dan obat diluar jaminan kesehatan. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 947. Keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah diberikan melalui Sedekah Rombongan. Semoga Rossy bisa melanjutkan pengobatan lebih lanjut ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Desember 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @MiftakhAbuSaSi

Rosyikul menderita epilepsy unspecified


NIA PUJI LESTARI (30, Kanker Serviks). Alamat : Semampir, Gang AWS VII, RT 2/2, Kelurahan Medokan Semampir, Kecamatan.Sukolilo, Kota Surabaya, Jawa Timur. Sekitar awal tahun 2015 Bu Nia tiba-tiba merasakan sakit yang hebat di perut bagian bawah. Bu Nia berfikir jika sakit yang dirasakan karena mendekati jadwal menstruasi. Namun, nyeri perut bawah yang dirasakan Bu Nia tidak kunjung sembuh sampai 2 hari berikutnya, hingga akhirnya Bu Nia memeriksakan diri ke dokter kandungan. Berdasarkan pemeriksaan, Bu Nia didiagnosa menderita kanker serviks. Pada mei 2015, Bu Nia pulang ke kampung halaman untuk mengurus jaminan kesehatan BPJS. Serta melanjutkan pengobatan di kampung halamannya, di Ngawi. Setelah dilakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Ngawi, Bu Nia di rujuk ke Rumah Sakit Moewardi Solo untuk dilakukan operasi pengangkatan serviks dan rahim. Operasi telah dilakukan dan Bu Nia disarankan untuk kontrol rutin setiap bulan. Namun karena keterbatasan biaya dan Bu Nia sudah tidak merasakan keluhan, akhirnya ia memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatannya dan kembali ke Surabaya untuk bekerja. Saat mulai bekerja hingga beberapa bulan kemudian, Bu Nia tidak merasakan keluhan berarti. Namun, sekitar 5 bulan kemudian Bu Nia mengalami pendarahan hebat, namun ia tetap mengabaikannya. Sekitar satu bulan kemudian, Bu Nia kembali mengalami pendarahan hebat hingga merasa lemas. Bu Nia kemudian berangkat sendiri untuk memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Haji Surabaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan foto rongen, diketahui bahwa kanker yang diderita Bu Nia sudah menyebar ke Ginjal. Bu Nia dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk dilakukan tindakan sinar. Hingga saat ini sinar sudah dilakukan sebanyak 25 kali. Karena kondisi yang lemah, saat ini Bu Nia sudah tidak dapat bekerja lagi, sehingga praktis tidak mempunya pemasukan sama sekali. Bu Nia mengeluhkan besarnya biaya yang diperlukan untuk berobat, transportasi dan kebutuhan obat diluar BPJS. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Bu Nia. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya hidup, tranportasi ke rumah sakit serta biaya pengobatan yang tidak tertanggung BPJS. Bantuan sebelumnya telah teracatat pada rombongan 958. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu Nia masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.806.850,-
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir :  @Wahyu_CSD  Riany @EArynta

Nia menderita kanker serviks


FARIDA BINTI SUYANTO (52, Kanker Payudara Kanan). Alamat: Jalan Bawean, RT 4/3, Desa Gedang Sewu, Kecamatan Pare, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Awal sakit beliau ditandai dengan benjolan kecil di dada sebelah kanan, karena keadaan semakin mengkhawatirkan, beliau mendapat rujukan dari Rumah Sakit Pare tempat biasanya beliau berobat, untuk menuju Rumah Sakit Saiful Anwar Malang pada bulan Mei 2016. Sampai saat ini Ibu Farida sudah menjalani 8 kali kemoterapi. Kabarnya Ibu Farida sudah tidak kemoterapi lagi, dikarenakan kankernya sudah hilang. Saat ini kondisi badan Ibu Farida telah segar kembali seperti sedia kala dan saat ini beliau hanya menjalani kontrol rutin pada awal bulan saja. Ayah beliau ialah alm Bapak Suyanto, sementara ibu beliau alm Bu Suparti. Beliau memiliki 2 anak, putra dan putri yang sekarang duduk di bangku SMA. Sekarang beliau tinggal dengan anaknya yang putra, sementara suami beliau telah meninggal sejak 1996. Pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang gajinya tak seberapa banyak, menyulitkan beliau untuk memenuhi kebutuhan berobat terutama dalam biaya transportasi Kediri-Malang dan sebaliknya serta biaya tempat menginap sewaktu di Malang. Ibu Farida memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Bantuan kali ini disalurkan untuk biaya perbaikan keadaan umum, iuran BPJS dan transportasi pulang pergi Kediri-Malang. Setelah santunan sebelumnya masuk dalam nomor rombongan 954. Semoga kondisi Ibu Farida akan selalu tetap membaik dan tetap dalam keadaan fit. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Maret 2017
Kurir : @FaizFaeruz @hayyudc @m_rofii11

Bu Farida menderita kanker payudara kanan


SUNARIAH BINTI DULAMIN (46, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Dusun Patok Picis, RT 19/6, Kelurahan Patok Picis, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Provinsi jawa Timur. Pada 6 bulan yang lalu Ibu Sunariah mengetahui ada benjolan kecil pada leher beliau, akan tetapi tidak di gubris karena menurut beliau tidak mengganggu aktivitas. Seiring berjalannya waktu benjolan itu pun semakin tumbuh besar dan mempengaruhi keadaan tubuh beliau. Akhirnya beliau pergi untuk berobat ke RSUD Kanjuruan Malang dan oleh dokter didiagnosis kanker kelenjar getah bening. Karena kurangnya peralatan pengobatan Ibu Sunariah pun dirujuk untuk melanjutkan pengobatan di RS Saiful Anwar (RSSA) Malang. Alhamdulillah Untuk saat ini Ibu Sunariah telah menjaladi dampingan Sedekah Rombongan Malang. Beliau pun telah menjalani kontrol dan bulan depan akan melakukan konsul ke dokter untuk jadwal sinar. Bapak Muhtadin (35) adalah suami Ibu Sunariah yang berprofesi sebagai guru swasta dan Ibu Sunariah sendiri hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Penghasilan yang didapat suami beliau terkadang kurang untuk memenuhi biaya hidup, apa lagi anak beliau juga masih perlu biaya untuk bersekolah. Ibu Sunariah yang telah dipertemukan dengan Tim Sedekah Rombongan menuturkan kesedihan beliau karena terkendala berobat. Jaminan kesehatan berupa Jamkesmas yang dimiliki sangat membantu, akan tetapi biaya transportasi dan kebutuhan saat berobat selalu mengurungkan niat beliau. Pada bulan ini santunan untuk Ibu Sunariah telah diberikan dan dipergunakan untuk kebutuhan berobat, membeli obat-obatan dan biaya Sunariah dan beliau dapat sembuh seperti sedia kala. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 739.400,-
Tanggal : 6 Maret 2017
Kurir : @FaizFaeruz @hayyudc @m_rofii11

Bu Sunariah menderita kanker kelenjar getah bening


MUNARTI BINTI KUSNI (56, Kanker Payudara Kiri). Alamat :  Dusun Betet, RT 12/5, Desa Betet, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Pada awalnya terdapat benjolan kecil dan dirasa sakit oleh Ibu Munarti. Suami beliau akhirnya membawa beliau ke dokter di sekitar rumah beliau dan oleh dokter disarankan untuk ke berobat ke RS Saiful Anwar (RSSA). Setelah dilakukan pemeriksaan dokter mendiagnosis beliau positif kanker payudara. Dokter pun memberikan saran untuk dilakukannya operasi dan Ibu Munarti pun menyanggupi saran dari dokter. Akhirnya operasi yang telah dilakukan Ibu Munarti berjalan dengan lancer dan beliau rutin menjalani kontrol setiap 3 bulan sekali selama 7 tahun di RSSA. Akan tetapi karena terkendala dalam biaya akhirnya beliau tidak melanjutkan kontrol selama 2 tahun. Akhirnya muncul benjolan lagi disebelah tempat pasca operasi yang dulu dan kondisi saat ini benjolan sudah pecah dan beliau pun hanya bisa berbaring di tempat tidur karena kondisi badan yang melemah. Bapak Katini (56) adalah suami beliau yang bekerja memelihara sapi milik tetangga, sedangkan Ibu Munarti hanya sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan dari Bapak Katini yang sedikit hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan terkadang tetangga memberikan bantuan kepada beliau. Jaminan kesehatan berupa KIS yang dimiliki sangat membantu beliau, akan tetapi untuk kebutuhan selama berobat dan transportasi ke Malang kerap selalu menjadi kendalanya. Ibu Munarti yang telah dipertemukan dengan Sedekah Rombongan mencurahkan kesedihan yang di rasakan. Mengetahui kendala yang dihadapi Ibu Munarti dan keluarga, Tim Sedekah Rombongan pun memberikan batuan berupa sembako, selimut, pampers dan biaya untuk berobat kembali. Semoga Ibu Munarti bisa kembali menjalani pengobatan beliau dengan lancer dan beliau segera diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Maret 2017
Kurir : @FaizFaeruz Katino @m_rofii11

Bu Munarti menderita kanker payudara kiri


MUHAMMAD NUR ALFA (3, Invaginasi). Alamat : Lingkungan Krajan Barat, RT 11/2, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kota Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Beberapa bulan yang lalu Alfa susah makan karena merasakan sakit di bagian perutnya. Orang tuanya pun membawa Alfa ke tukang urut atau pijat untuk mengurut Alfa agar mau makan kembali. Tapi diduga pijatan tukang urut tersebut terlalu kencang saat menekan usus besar Alfa yang masih belum terlalu kuat organ tubuhnya. Sehingga ususnya tidak berkontraksi secara baik karena sebagian usus tersangkut dibagian usus yang lain atau yang lebih dikenal dengan istilah invaginasi dalam dunia kedokteran. Untuk sekarang Alfa menjalani kontrol dan mulai melatih ususnya pasca operasi agar kembali bekerja kembali seperti sediakala. Alfa tinggal bersama kedua orang tuanya, Bapak Harianto (37) yang bekerja petani dan Ibu Sunarti (34) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga biasa. Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas II adalah fasilitas kesehatan yang Alfa miliki. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan Malang telah dipertemukan dengan Alfa dan memberi bantuan lanjutan untuk membeli pampers, susu dan transportasi pulang pergi Pasuruan-Malang. Bantuan pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam rombongan nomor 949. Semoga Alfa segera diberi kelancaran dalam menjalani pengobatan dan diberi kesembuhan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 664.340,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @FaizFaeruz @m_rofii11

Alfa menderita invaginasi


SITI USWATUL ROISA (36, Tumor Kelenjar Thyroid). Alamat : Dusun Urek-Utek, RT 1/3, Desa Asrikaton Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada bulan September 2016 beliau merasa nggreges, gemeteran, pusing, benjolannya sakit, keringat dingin. Ibu Siti juga sudah pernah periksa ke dokter dan langsung didiagnosa penyakit beliau tergolong ganas. Beliau pun dirujuk untuk menjalani cek lab, tapi belum ada biaya jadi pemeriksaan ditunda. Berat badan pun turun 10 kg dalam waktu sebulan, beliau masih bisa bekerja tapi tidak boleh terlalu keras sampai beliau kelelahan, terlebih nafas yang juga sering sesak. Selama ini Ibu Siti hanya menjalani pengobatan alternatif. Alhamdulillah untuk saat ini kondisi tubuh Ibu Siti sudah mulai membaik dan setelah ini beliau akan menjalani proses pengobatan di RS Lavalete Malang. Pekerjaan beliau ialah sebagai buruh serabutan, sementara Bapak Joko (39) sebagai suaminya bekerja sebagai tukang bangunan dengan penghasilan yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kesulitan biaya menjadikan Ibu Siti terpaksa menghentikan pengobatannya, beliau  juga belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah, pada bulan ini santunan dari Sedekah Rombongan Malang tersalurkan untuk biaya berobat, membeli obat-obatan dan transportasi ke RS Lavalete. Bantuan untuk Ibu Siti sebelumnya telah tercatat pada rombongan nomor 941. Semoga Ibu Siti diberi kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti biasanya. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 6 Maret 2017
Kurir : @FaizFaeruz @hayyudc @m_rofii11

Sita menderita tumor kelenjar thyroid


SUMBER BINTI DUMENI (50, Batu Ginjal + Diabetes) Alamat : Dusun Gandu, RT 8/3, Desa Latsari, Kec. Bacar, Kab. Tuban, Jawa Timur. Bu Sumber adalah seorang buruh tani. Sudah hampir tiga tahun terakhir dia tidak bisa bekerja dan hanya berbaring lemah di kamarnya. Sakit pinggang yang dirasakan sudah tidak tertahankan lagi, sehingga dia dilarikan ke Puskesmas terdekat. Karena tidak ada perkembangan, dia dirujuk ke RSUD Dr. Koesma Tuban. Hasil diagnosa awal, Bu Sumber dinyatakan menderita batu ginjal.  Dokter kemudian merujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani operasi pengangkatan batu ginjal. Dikarenakan keterbatasan biaya, operasipun gagal dilaksanakan. Bu Sumber tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Baru beberapa hari tinggal dirumah, sakitnya kambuh lagi dan semakin memburuk. atas bantuan dan pinjman dana dari keluarga, Bu Sumber dilarikan ke RS Muhammadiyah Lamongan. Operasi pengangkatan batu ginjal berjalan lancar. Setalah rawat inap selama tiga hari , Bu Sumber diperbolehkan pulang dengan harus melakukan kontrol rutin 5 kali. Biaya pengobatan ini menghabiskan dana sekitar 60 juta. Bu Sumber terpaksa menjual seluruh asetnya berupa tanah dan hewan peliharaan untuk melunasi pinjaman biaya berobat. Belum tuntas pengobatan dia jatuh sakit dan dilarikan ke RS. Muhammadiyah Tuban dan dirawat inap selama 5 hari. Sedekah Rombongan mendapat info tentang riwayat sakit dan pengobatan beliau. Berbekal Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), Bu Sumber dirujuk ke RSUD Dr. Koesma Tuban. Setelah dirawat beberapa hari, Bu Sumber dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan pertama telah disampaikan dan dipergunakan untuk biaya operasional  dan transportasi ke RS Tuban. Ditengah persiapan Bu Sumber untuk mencari kesembuhan di Surabaya, beliau menghembuskan nafas terakhirnya. #SR turut berbela sungkawa dan merasa kehilangan. Bantuan telah disampaikan untuk biaya pemakaman almarhumah. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 3 Desember 2016
Kurir :  @Wahyu_CSD  @MiftakhulAbuSaSi

Bu Sumber menderita batu ginjal dan diabetes


LAILY HANIK (58, Batu Ginjal). Alamat: Pagesangan IIIA RT 2/3, Kec. Jambangan, Surabaya, Prov. Jawa Timur. Sekitar tahun 2007, Bu Hanik mulai memiliki keluhan pada ginjalnya. Setelah dilakukan pemeriksaan ke RSUD Sidoarjo, Bu Hanik di diagnosa menderita batu ginjal. Dokter menyarankan Bu Hanik untuk konrol rutin. Selama tahun 2007 hingga 2010 Bu Hanik menjalani pengobatan ke RSUD Sidoarjo. Tahun 2014 hingga 2015 Bu Hanik melanjutkan pengobatannya di RS Wangaya Denpasar. Kemudian, Bu Hanik kembali ke Surabaya dan berobat ke RS Siti Khodijah. Dokter menyarankan untuk operasi pengangkatan batu ginjal, sehingga Bu Hanik dirujuk ke RS Angkatan Laut Surabaya untuk operasi. Setelah 2 bulan pasca operasi, Bu Hanik lanjut pengobatannya dengan melakukan terapi laser. Bu Hanik merupakan janda dengan 2 orang anak. Saat ini beliau sudah tidak dapat bekerja karena kondisi sakitnya. Bu Hanik memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun ada beberapa obat dan pemeriksaan laboratorium yang tidak di cover oleh BPJS. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Bu Hanik. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya pengobatan yang tidak tertanggung BPJS dan biaya pemeriksaan laboratorium. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 959. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu Hanik masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan  : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Oktober 2016
Kurir :   @Wahyu_CSD  Bambang @EArynta

Bu Laily menderita batu ginjal


BAYI NY. LAILA NIKA (1, Gangguan Pertumbuhan Janin). Alamat  : Jl. Merpati Indah Perum Merpati Indah, Blok L No. 9, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Tanggal 26 Desember 2016, Ibu Laila merasakan tanda-tanda akan melahirkan sehingga keluarga membawanya RS Tabrani di Pekanbaru. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, Ibu Laila sudah mengalami pembukaan 2. Oleh pihak RS Tabrani, keluarga disarankan membawa Ibu Laila ke RSUD Arifin Achmad dan melakukan persalinan di sana untuk meminimalisir biaya. Ibu Laila Nika belum memililki jaminan kesehatan apapun sehingga keluarga harus membayar biaya persalinan, apalagi persalinan tersebut akan dilakukan secara caesar mengingat bayi yang dikandung Ibu Laila adalah bayi kembar. Alhamdulillah, Ibu Laila melahirkan bayi kembar di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan berat badan masing-masing 1.7 kg dan dirawat di ruang NICU, bayi kembarnya lahir dengan berat normal 2.2 kg. Orang tua si kembar yaitu Hendri Subandri (35) bekerja sebagai butuh bangunan dan Laila Nika (33) adalah ibu rumah tangga. Pak Hendri dan Ibu Laila menempati rumah kontrakan mereka yang sederhana di daerah Pekanbaru. Penghasilan yang diperolehnya sebagai buruh bangunan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga ini sehari-hari. Total biaya yang harus dibayarkan keluarga Ibu Laila untuk perawatan si kembar selama dirawat di RS yaitu sebesar Rp. 6.429.244 dan tentunya hal ini sungguh memberatkan keluarga karena mereka tidak memiliki uang untuk melunasi biaya tersebut. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Laila Nika dan dapat membantu pembayaran biaya RS di RSUD Arifin Achmad secara mengangsur. Santunan awal pun disampaikan untuk membayar cicilan biaya RS di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga kondisi kesehatan bayi kembar semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 955.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Maret 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @sulistyaone

Bayi Ny Laila menderita gangguan pertumbuhan janin


RAFAKA BIN NOVIARMAN & RAFIKI BIN NOVIARMAN (1, Kembar Kelahiran Prematur). Alamat : Jln. Suka Karya, Gg. Iman, RT 1/2, Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Bayi kembar dari pasangan Noviarman (26) dan Fitriandayani (23) ini lahir pada 12 Oktober 2016 di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan kondisi prematur. Syukurlah kondisi keduanya sehat, hanya berat badannya saja yang masih kurang proporsional sehingga masih harus dirawat dalam inkubator di ruangan PICU. Untuk kebutuhan ASI si kembar, setiap harinya Ibu Fitri harus bolak-balik dari rumah ke RSUD karena ia belum sanggup menunggui bayinya di RSUD dengan kondisi yang masih belum pulih pasca operasi caesar. Selain itu, keluarga ini tidak memiliki biaya bila sehari-hari harus tinggal di RSUD. Kondisi perekonomian keluarga ini sangat sulit dengan pekerjaan Pak Noviarman sebagai buruh angkut gudang yang berpenghasilan terbatas, serta Ibu Fitri yang kadang membantu dengan mengajar di TK di dekat rumahnya. Keduanya tinggal di rumah kontrakan bersama dengan ibu, adik, dan kakak Ibu Fitri yang seorang janda dengan 4 orang anak. Pasangan ini merupakan tulang punggung keluarga besar mereka. Bapak Noviarman sendiri sudah diberikan SP 1 dari tempatnya bekerja karena sudah melebihi batas ijin yang diberikan perusahan untuk mengurus bayi kembarnya. Sejak 14 Oktober 2016 yang lalu, keluarga sudah meminta pihak RSUD agar kedua bayinya bisa dibawa pulang karena sudah kehabisan biaya. Mereka bahkan bersedia menandatangani surat pernyataan bahwa mereka yang bertanggung jawab penuh atas kepulangan kedua bayinya yang berdasarkan permintaan keluarga dan bukan atas rekomendasi dokter. Pihak RSUD masih belum dapat melepas keduanya karena berat badan si kembar belum mencapai 2 kg, bahkan keduanya belum bisa minum ASI sendiri dan masih melalui selang. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bapak Noviarman dan menjadikan si kembar sebagai pasien dampingan #SR Riau. Alhamdulillah si kembar telah diperbolehkan pulang dengan kondisi sehat, namun keluarga terkendala tagihan rumah sakit yang harus dibayar sebanyak 23 juta rupiah. Sedekah Rombongan pun merasakan kesulitan mereka dan memberikan bantuan lanjutan untuk membayar tagihan dengan cara mencicil di RSUD. Bantuan pembayaran RS dibayarkan Sedekah Rombongan untuk membantu keluarga si kembar pada RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Santunan pembayaran sebelumnya masuk dalam Rombongan 955.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Maret 2017
Kurir : @nhpita Tika @sulistyaone

Bantuan lanjutan untuk membayar tagihan di RSUD


AWALUDIN NASUTION (41, Kecelakaan Kerja). Alamat : Perumahan Primkopad, Blok F 12, RT 3/13, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Pada 29 September 2016, Pak Awaludin jatuh dari ketinggian di tempatnya bekerja sebagai buruh bangunan. Kondisinya saat itu tidak sadarkan diri sehingga langsung dibawa oleh mandornya ke Eka Hospital Pekanbaru, yang merupakan rumah sakit terdekat pada saat itu. Kondisi Pak Awaludin yang parah membuat dokter langsung mengambil tindakan operasi kepalanya yang mengalami keretakan, natinya akan dilanjutkan dengan operasi batang hidungnya yang retak serta operasi pada kakinya yang patah. Setelah operasi dilakukan, baru diketahui bahwa Pak Awaludin memiliki jaminan KIS PBI namun sayangnya mandor mendaftarkannya sebagai pasien umum kelas 3. Awalnya mandor tersebut yang menjadi penjamin dan memberikan deposit untuk operasi kepala Pak Awaludin, namun ketika biaya rumah sakit mencapai 37 juta rupiah dan Pak Awaludin masih harus menjalani perawatan, akhirnya mandor tersebut tidak lagi membantu pembayaran biaya rumah sakit. Biaya rumah sakit selanjutnya dibebankan kepada Pak Awaludin dan keluarga, sehingga mereka harus membayar sendiri kekurangan biayanya. Pada 7 Oktober 2016, Pak Awaludin sudah bisa pulang karena kondisinya membaik meski batang hidung dan kakinya masih belum dioperasi. Keluarga tidak mampu melunasi sisa tagihan sebesar 50 juta rupiah sehingga ia belum diperbolehkan pulang. Pak Awaludin bekerja sebagai tukang bangunan harian dengan penghasilan yang tidak menentu, sedangkan istrinya, Ranita (30), adalah ibu rumah tangga. Keluarga ini memiliki tanggungan 4 orang anak yang masih kecil. Sebagai tukang bangunan harian, penghasilan Pak Awaludin sangat terbatas dan tidak tetap. Apalagi tahun ini ia jarang mendapat panggilan pekerjaan, sehingga keluarga ini hidup dengan penuh keterbatasan. Keluarga sudah berusaha mengalihkan Pak Awaludin dari pasien status umum agar bisa menggunakan KIS PBI selain berusaha mencari pinjaman untuk dapat melunasi pembayaran rumah sakit. Alhamdulillah kurir  Sedekah Rombongan mendapatkan info tentang kesulitan yang dihadapi keluarga Pak Awaludin dan langsung bergerak menjenguknya ke Eka Hospital.  Selang beberapa hari kemudian, kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar bahwa BPJS bersedia membantu Pak Awaludin sebesar 16 juta rupiah, hingga tersisa biaya rumah sakit sebesar 34 juta rupiah lagi yang harus dibayarkan. Setelah Sedekah Rombongan melakukan proses negosiasi dengan rumah sakit, alhamdulillah mendapatkan keringanan sehingga tagihan menjadi menjadi Rp. 24.018.000,-, pembayaran juga dapat dibayarkan secara berangsur selama 10 bulan hingga lunas. Alhamdulillah Sedekah Rombongan membayarkan jaminan pembayaran biaya RS Pak Awaludin di Eka Hospital hingga lunas nanti secara mengangsur sehingga ia bisa pulang ke rumahnya. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santuan untuk cicilan pembayaran RS Pak Awaludin bulan Maret 2017. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 964.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.401.800,-
Tanggal : 2 Maret 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @hermanwaesyah

Pak awaludin menderita Kecelakaan Kerja


IMAM KAYADI (11, Patah Tangan Kiri). Alamat : Desa Jumrah, RT 10/5, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Suatu sore saat Imam bermain bersama kawan-kawannya, ia terpeleset ketika sedang memanjat pohon manggis sehingga tangannya tidak bisa digerakkan sama sekali. Saat itu juga orang tuanya membawa ke puskesmas terdekat namun pihak puskesmas tidak sanggup menangani kondisi Imam sehingga ia dirujuk ke RSUD Bagansiapi-api. Namun dokter di RSUD Bagansiapi-api sedang berhalangan hadir sehingga ia dirujuk lanjutan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Imam langsung dibawa ke bagian Radiologi untuk rontgen dan dokter mendiagnosanya mengalami patah tulang di tangan kiri dan tangan kanan mengalami retak. Saat kurir Sedekah Rombongan menjumpai Imam dan keluarganya di RS, kondisi Imam masih belum bisa bergerak aktif karena ia baru saja selesai dioperasi. Selama dirawat di RSUD, Imam terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Ayah Imam, Aswan (36), bekerja sebagai buruh tani sawit di perkebunan orang, sedangkan ibunya, Mella (28) adalah seorang ibu rumah tangga. Untuk biaya makan sehari-hari di RSUD keluarga mendapatkan bantuan dari keluarga mereka. Keluarga mengalami kesulitan untuk membayar biaya RS Imam selama ia dirawat karena penghasilan ayah Imam hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga ini sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga ini dan menyampaikan bantuan untuk pembayaran RS Imam di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga kondisi Imam semakin membaik dan ia dapat beraktivitas seperti sediakala. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 955.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Maret 2017
Kurir : @nhpita @rusdiyantik @karin_lathief @hermanwaesyah

Imam menderita patah tangan kiri


GUNA IBMAWAN (14, Patah Tulang Kaki). Alamat : Desa Sekijang RT 1/4, Kecamatan Bandar Sekijang, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pada Minggu, 31 Juli 2016, pukul 17.15 WIB, Guna diminta orang tuanya untuk membeli air galon isi ulang. Ia pun pergi ke toko terdekat dengan mengendarai motor bersama adiknya. Sore itu lalu lintas ramai dari arah Pekanbaru ke Kerinci. Ketika sampai di belokan persimpangan rumahnya, ia perlahan-lahan mengarahkan motor untuk belok ke kanan, namun tiba-tiba ada motor melaju kencang melewati mobil persis di belakang motor Guna. Posisi motor Guna yang sudah mulai belok langsung dihantam motor tersebut dan menabrak kaki kanan Guna. Motor Guna terjatuh dan adiknya terlempar hingga terkilir. Guna yang saat itu sudah tidak dapat menggerakan kakinya langsung dibawa oleh warga menggunakan ambulan desa ke RSUD Pekanbaru untuk ditangani lebih lanjut. Hingga kini Guna telah menjalani operasi tulang bertahap pada kakinya sebanyak 3 kali. Ia akan diperbolehkan pulang dari rumah sakit pasca menjalani fisioterapi setelah kondisinya benar-benar pulih. Alhamdulillah Guna menggunakan Jamkesmas selama berobat di RSUD sehingga ia bebas dari segala biaya pengobatannya, namun keluarga tetap mengalami kesulitan untuk memenuhi biaya akomodasi sehari-hari selama Guna dirawat di RSUD. Kehidupan keluarga Guna yang sangat terbatas tidak cukup untuk menanggung biaya hidup mereka di rumah sakit. Ayah Guna, Kariono (50), bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak tetap, sedangkan ibunya, Sri Mulyani (43), adalah seorang ibu rumah tangga yang setia mendampingi Guna. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Guna dan hingga kini Guna menjadi pasien dampingan SR Riau hingga ia benar-benar pulih dari operasinya. Selama menjalani kontrol rawat jalan dan operasi lanjutan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Guna dan ibunya tinggal di RSSR. Bantuan lanjutan pun disampaikan kepada Guna untuk membantu biaya akomodasi selama ia dirawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga ia segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya, aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 947.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Maret 2017
Kurir : @nhpita Ragil @hermanwaesyah

Guna menderita patah tulang kaki


SALMA ZAKIA (10, Infeksi Ginjal). Alamat : Desa Sencano Jaya, RT 7/2, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Sejak 1 tahun yang lalu Salma sering merasakan sakit di perutnya, hingga setiap bulan sakit yang dirasakannya bisa 2 kali kambuh. Keluarga membawanya berobat ke bidan desa dan sejak itu ia minum obat yang diberikan oleh bidan setiap ia merasakan perutnya nyeri. Sekitar 1 minggu yang lalu, perutnya kembali terasa nyeri hingga bagian muka mengalami pembengkakan dan keluarganya membawa Salma berobat ke puskesmas. Dokter puskesmas menyarankan keluarga agar Salma dibawa berobat ke dokter spesialis anak. Akhirnya Salma dibawa ke klinik Ibnu Sina di daerah Air Molek dan setelah menjalani pemeriksaan dokter mendiagnosa Salma mengalami infeksi pada ginjalnya. Dokter menyarankan agar Salma langsung dirawat di klinik tersebut sampai kondisinya membaik. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguk Salma, wajahnya masih mengalami pembengkakan dan ia masih merasakan nyeri di perutnya. Salma adalah anak dari pasangan Ibu Mujiati (40) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga dan Pak Sugeng (46) yang bekerja sebagai buruh panen dengan penghasilan yang tidak tetap. Meskipun keluarga memiliki JKN-KIS Mandiri kelas 3 dan biaya pengobatan ditanggung, keluarga mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan harian mereka selama Salma dirawat di RS. Penghasilan Pak Sugeng yang tidak tetap hanya mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari. Alhamdulillah Salma dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan santunan pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi keluarga selama Salma dirawat. Semoga Salma segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya, aamiin. Santunan sebelumnya sudah masuk dalam Rombongan 947.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Maret 2017
Kurir : @nhpita Bayu Reni

Salma menderita infeksi ginjal


JUDIN BIN JAMHARI (46, Gangguan Liver). Alamat : Dusun Wonomulyo, RT 5/6, Desa Bukit Lembah Subur, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sebelum didiagnosa mengalami gangguan liver oleh dokter, Pak Judin pernah mengalami stroke ringan pada tahun 2009. Alhamdulillah keadaan Pak Judin semakin membaik dan bisa beraktivitas kembali, namun hingga kini jari-jari tangan kiri Pak Judin belum bisa digerakkan dengan maksimal. Menjelang akhir tahun 2016 yang lalu, Pak Judin sering mengalami sakit perut di sebelah kanan hingga terasa ke ulu hati dan perut terasa mengeras. Hingga akhirnya pada bulan Januari 2017 Pak Judin sudah tidak bisa bergerak seperti biasa, aktivitas yang bisa dilakukan Pak Judin saat ini hanyalah sesekali duduk dan berbaring di tempat tidur saja. Selama berbaring Pak Judin masih merasakan sakit di perutnya, ia sudah tidak sanggup berjalan karena perutnya terasa nyeri bila ia bergerak. Kondisi badannya semakin lemah dan berat badannya semakin menurun. Sebelum sakit, Pak Judin sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak tetap dan istrinya, Jumiatun (41), seorang ibu rumah tangga. Setelah Pak Judin sakit-sakitan, Bu Jumiatun saat ini bekerja sebagai buruh serabutan pencari brondolan sawit yang tercecer di jalanan di jalanan saat diangkut oleh mobil pengangkut sawit. Selain itu, Bu Jumiatun juga sesekali berjualan bakso di pasar seminggu sekali. Selama ini pengobatan Pak Judin ditanggung oleh JKN-KIS PBI namun keluarga tetap mengalami kendala biaya transportasi dan akomodasi untuk terus melanjutkan pengobatan Pak Judin. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Judin dan dapat membantu biaya transportasi dan akomodasi dari desa menuju Rumah Sakit Evarina di Pelalawan. Dokter di Evarina kemudian merujuk Pak Judin ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru agar ia mendapatkan perawatan yang lebih intensif lagi. Selama berobat jalan di Pekanbaru, Pak Judin menginap di RSSR Riau hingga dokter menyatakan ia dapat melanjutkan pengobatannya di kampung halamannya di Pelalawan. Namun sayangnya, tidak lama setelah kepulangannya ke Pelalawan Pak Judin meninggal dunia di rumahnya sebelum sempat melanjutkan pengobatan. Semoga almarhum khusnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 964.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Maret 2017
Kurir : @nhpita @siswanto10

Judin menderita gangguan liver


RAFARDAN ATHALLA (1, Atrofi Serebri/Pengecilan Jaringan Otak). Alamat : Jl. Aman, Gg. Melur 2 no.58, RT 4/7, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Saat usianya menginjak 2 bulan, Rafardan Athalla atau biasa dipanggil Rafar, mendadak mengalami kejang pada kakinya hingga kakinya tidak bisa ditekuk. Karena ketiadaan biaya, kaki bayi Rafar hanya diobati dengan obat minyak gosok yang dijual bebas saja. Sejak saat itu, hampir tiap hari siang dan malam, selama empat bulan bayi Rafar selalu menangis kesakitan karena kejangnya tersebut. Pengurus RT setempat kemudian berinisiatif mengumpulkan iuran dari warga sekitar dan teman orangtua Rafar hingga alhamdulillah akhirnya terkumpul uang untuk membawa bayi Rafar berobat ke dokter spesialis anak di RSIA Muthia Sari. Hasil diagnosa dokter menyatakan bahwa jaringan otak Rafar mengalami pengecilan dan ia tidak mengalami tumbuh kembang yang normal pada anak seusianya. Kondisinya saat ini memprihatinkan dengan berat badan hanya 4.5 kg, lingkar kepala 36 cm dan pertumbuhannya seperti bayi berumur 2-3 bulan yang hanya bisa miring dan telentang. Orang tua Rafar sudah lama berpisah sejak Rafar masih dalam kandungan. Ibu Rafar, Awida Sukri, bekerja sebagai pelayan kedai makanan dengan gaji Rp. 1.000.000 per bulan. Penghasilan yang kecil dengan tanggungan 3 anak dan nenek Rafar membuat kehidupan Ibu Awida semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari. Keluarga Rafar belum mempunyai jaminan kesehatan apapun karena Ibu Awida belum membuat kartu keluarga. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Rafar dan keluarga dan santunan pun disampaikan untuk membantu biaya pengurusan dokumen pembuatan JKN-KIS PBI serta biaya berobat Rafar selama KIS masih dalam pengurusan. Semoga Rafar dapat segera menjalani pengobatan dan diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Maret 2017
Kurir : @nhpita @eniepalupi

Rafar menderita atrofi serebri/pengecilan jaringan otak


TIRTA SATRIA (24, Suspek Tumor Testis). Alamat : Jl. Bahorok, Desa Pinggir, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Riwayat penyakit Tirta berawal sejak setahun belakangan ini, yaitu saat testis Tirta mengalami bengkak. Awalnya ia tidak terlalu merasakan sehingga dibiarkan saja. Namun satu bulan terakhir ini Tirta tidak bisa BAB dan testisnya semakin bengkak. Padahal dalam kesehariannya, ia tetap makan seperti biasa dan perutnya tidak membesar. Awalnya dokter mendiagnosa bahwa Tirta menderita penyakit usus buntu, namun setelah pemeriksaan lebih lanjut merujuk dari hasil laboratorium, EKG dan rontgen, ternyata ia menderita suspek tumor testis. Atas diagnosa tersebut, ia harus dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru agar dapat ditangani secara lebih intensif. Ayah Tirta, Poniman (47), bekerja sebagai buruh tani dan ibunya, Nurlela (40), adalah seorang ibu rumah tangga. Tirta sendiri sudah berkeluarga dengan tanggungan istri dan satu orang anak. Saat ini, Tirta tidak bekerja lagi karena sudah lebih dari enam bulan terkena pengurangan karyawan di perusahaan tempatnya dulu bekerja. Biaya pengobatan Tirta dikenai biaya umum, karena JKN-KIS NON PBI kelas 3 yang ia miliki baru dibayar tunggakannya dan belum bisa digunakan saat itu. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Tirta dan dapat merasakan kesulitan yang dihadapi Tirta dan keluarga. Santunan pun kemudian disampaikan untuk membayar biaya RS selama ia dirawat inap. Alhamdulillah, kondisi Tirta saat ini mulai membaik namun ia tetap wajib kontrol dan rutin minum obat dari RSUD Duri. Semoga Tirta tetap semangat untuk meraih kesembuhan dan bisa kembali mencari nafkah untuk keluarganya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 930.000,-
Tanggal : 1 Maret 2017
Kurir : @nhpita @eniepalupi Supriyadi

Tirta menderita suspek tumor testis


BIAN SETYA NUGRAHA (1, Atresia Ani). Alamat : Jl. Lettu Suyitno RT 3/1, Kecamatan Mulyoagung, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Bian lahir pada bulan September 2016. Bian terlahir berbeda dari bayi pada umumnya. Saat dilahirkan, Bian dideteksi memiliki kelainan pada bagian anus. Kemudian Bian diperiksakan  ke RSUD Bojonegoro. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bian didiagnosa menderita Atresia Ani (tidak memiliki anus). Kemudian dilakukan operasi pembuatan anus sementara (colostomy). Pasca operasi kondisi Bian tidak langsung membaik. Berat badan Bian semakin menurun. ASI dari ibunda Bian juga tidak keluar lancar sehingga asupan nutrisi kurang dan yang menyebabkan Bian mengalami dehidrasi. Akibat dehidrasi tersebut, Bian kembali dirawat inap di Rumah Sakit hingga kondisinya membaik. Pada tanggal 1 Desember 2016 Bian kembali rawat inap di Rumah Sakit karena sariawan, demam dan banyak mengeluarkan cairan dari anus buatannya (lubang colostomy). Selama pengobatan, Bian menggunakan jaminan kesehatan. Namun orang tua Bian merasa kesulitan karena ada beberapa obat yang tidak tertanggung dalam jaminan kesehatan. Ayah Bian, Dwi Setyo Budi (26) sehari-hari bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sedangkan Ibunya, Ratna Dewi Lestari (24) bekerja sebagai administrasi distributor minuman. Kondisi kesehatan Bian semakin lama semakin memburuk dan akhirnya Bian menghembuskan nafas terakhirnya. Sedekah Rombongan turut bebebela sungkawa atas meninggalnya Bian. Sedekah Rombongan menyalurkan santunan kematian yang digunakan untuk biaya pemakaman dan kebutuhan lainnya. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Desember 2016
Kurir : @Wahyu_CSD DwiIpin @EArynta

Bian menderita atresia ani


YUDISTIRA PRATAMA (6, Jantung Bocor + Cerebral Palsy). Alamat: Kampung Caringin RT 2/4, Desa Cimahi, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Yudhistira Pratama adalah putra pertama pasangan Bapak Yusuf (30) dan Ibu Neneng Sartika (26). Keceriaan bocah yang memiliki tubuh bongsor ini tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karena teriakan dan lari-lari kecil anak-anak, Yudhistira diusianya yang sudah menginjak 6 tahun hanya bisa berbaring dan sesekali berguling-guling di tempat tidur, belum bisa duduk apalagi berdiri. Sejak kecil Yudistira telah dinyatakan terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy. Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diikhtiarkan. Berbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat rutin ke RSUD Karawang yang kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta. Selama di Jakarta, persoalan baru muncul yakni biaya harian selama di rumah sakit, terkadang orangtua Yudhistira harus menahan lapar. Bapak Yusuf  hanya seorang buruh harian dan Ibu Neneng adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan dengan Yudistira dan orang tuanya sekaligus turut membantu  meringankan beban kedua orang tua Yudistira. Bantuan lanjutan telah disampaikan, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 950 untuk membeli pampers, susu dan kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di Jakarta. Alhamdulillah, Yudistira terus menunjukkan kemajuan yang, sekarang Yudistira sudah bisa duduk sendiri meski hanya beberapa menit dan sudah mulai makan dengan oral. Sampai saat ini Yudistira masih terus menjalani kontrol rutin di beberapa poli dan menjalani terapi di RSCM. Terima kasih kepada #Sedekaholics, berkat bantuan yang disalurkan Yudistira bisa terus melanjutkan proses pengobatannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 20 Februari 2017
Kurir: @wirawiry  @untaririri

Yudis menderita jantung bocor dan cerebral palsy


AQILA FEBRIYANA (1, Hiperbilirubin). Alamat: Jalan Kenari 2 No. 25 RT 9/4 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta. Aqila Febriyana atau lebih akrab disapa dengan panggilan Aqila adalah putrid pertama pasangan bapak Didit Firdaus (30) dan ibu Diana Lestari (28). Aqila terlahir pada tanggal 2 Februari 2017 lalu, dengan kondisi kulitnya kuning dikarenakan dari hasil pemeriksaan laboratorium nilai bilirubinnya tinggi. Sehingga Aqila harus menjalani rawat inap, selain itu Aqila kecil juga mengalami muntah-muntah. Kondisi ini sedikit membuat orang tua Aqila bingung, biaya berobat memang sudah dijamin oleh jaminan kesehatan. Tapi posisinya sekatrang Pak Didit baru saja mulai bekerja dan belum menerima gaji bulanan sehingga untuk kebutuhan sehari-hari kadang bingung mau pinjam kemana. Kurir sedekah rombongan mengetahui kabar tentang kondisi Aqila dan langsung menyampaikan bantuan awal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk membeli pampers  dan biaya akomodasi. Orang tua Aqila mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 Maret 2017
Kurir: @wirawiry Shendy @untaririri

Aqila menderita hiperbilirubin


TIDJO SAIMAN (57, Skizofrenia). Alamat: Jl. Cipedak 3 No. 26 Rt 5//9 Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Kotamadya Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Ibu Tidjo, begitulah beliau disapa. Sudah beberapa tahun ini menderita gangguan jiwa, tidak diketahui pasti apa penyebabnya. Dan selama itu pula Ibu Tidjo tidak pernah dibawa berobat ke rumah sakit. Sang suami bapak Saiman (65) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh untuk bersih-bersih makam didekat tempat tinggalnya dengan penghasilan yang jauh dari kata cukup. Pak Saiman dengan sabar merawat sang istri di rumah, selain merawat sang istri pak Saiman juga mengurus dua anaknya yang masih kecil. Kondisi rumahnyapun jauh dari kata layak, karena tidak ada listrik dan untuk MCk hars ke tempat tetangganya. Namun ditengah kondisi ini Pak Saiman tidak pernah mengeluh, beliau tetap dengan sabar mengurus segalanya sendiri. Mendengar kabar tentang kondisi pak Saiman, kurir sedekah ombongan langsung mengunjungi ibu Tidjo dan Saiman untuk menyampaikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pak Saiman mengucapkan bbanyak terima kasih atas bantuan yang diberikan. Tak lupa sederet doa juga terucap dari Pak Saiman untuk sedekaholics dan kurir sedekah rombongan. Semoga dengan bantuan yang diberikan ini bisa meringankan sedikit banyak beban yang dihtanggung Pak Saiman. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 22 Februari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Rini

Pak Tidjo menderita skizofrenia


ALEX MANTUFANUAN (53, Stroke). Alamat: Tanah Merah RT 12/7 Kelurahan Penumpang, Kecamatan Tanjung Priok,  Kotamadya Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. Bang Alex begitu beliau disapa, bermula 1 tahun yang lalu tiba-tiba Bang Alex mengalami kekakuan di tangan dan kaki kirinya. Kemudian dibawa ke Klinik terdekat, dokter di klinik mengatakan jika bang Alex menderita Stroke. Karena keterbatasan biaya bang Alex tidak memeriksakan dirinya ke dokter, bang Alex cukup memeriksakan diri ke klinik terdekat. Sehari-hari bang Alex bekerja serabutan, sekarang saat kondisinya sedang sakit seperti ini bang Alex tidak bisa berbuat banyak. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bang Alex saat para pasien sedekah rombongan yang dirawat di RSUD Koja Tanjung Priuk banyak yang dibantu pengurusan surat-suratnya oleh bang Alex. Kemarin kurir sedekah rombongan berkunjung ke tempat bang Aex dan menyampaikan santunan untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 912. Bang Alex menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 2 Maret 2017
Kurir: @wirawiry  @harji_anis @untaririri

Pak Alex menderita stroke


AGIH PRIYANTO (61, Patah Tulang Kaki Kiri). Alamat: Jalan Kampung Baru, RT 12/8, Kelurahan Tipar Cakung, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. 24 Mei 2016 mungkin menjadi hari yang tak bisa dilupakan oleh seorang Agih Priyanto, seorang ayah dengan satu orang anak. Pak Agih, begitu beliau disapa. Waktu itu, Pak Agih hendak berangkat kerja di sekitaran Pulo Gadung tapi nasib malang tak bisa dihindari ditengah perjalanan Pak Agih mengalami kecelakaan, tertabrak sepeda motor dari arah yang berlawanan. Saat itu Pak Agih langsung dilarikan ke RS Jakarta di Rawamangun, alhamdulillah Pak Agih langsung mendapat penanganan dari tim medis dan menjalani perawatan selama satu setengah bulan. 11 Juli 2016 Pak Agih diperbolehkan pulang tapi pengobatan yang dijalani Pak Agih tidak berhenti sampai disini saja. Pak Agih masih harus menjalani rawat jalan hingga sekarang. Beruntung untuk biaya pengobatan semua bisa tercover oleh Kartu Jakarta Sehat. Meski begitu beban yang dipikul Pak Agih tidak berhenti sampai disini saja, sebagai kepala keluarga tentu Pak Agih ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya.  Tapi semenjak kecelakaan itu Pak Agih tidak lagi bisa bekerja, untuk memenuhi hidup sehari-hari Pak Agih dan keluarga bertumpu pada istrinya, Bu Ronjah Sapitri (48) sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci pakaian. Dengan penghasilan yang terhitung kecil, Bu Ronjah masih harus membayar biaya kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan untuk biaya rawat jalan ke RS. Alhamdulillah, kembali kurir Sedekah Rombongan mendatangi keluarga Pak Agih dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RS, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 934. Sampai saat ini Pak Agih masih terus menjalani kontrol rutin, semoga bantuan yang diberikan oleh #SedekahRombongan sedikit banyak bisa meringankan beban yang dialami oleh keluarga Pak Agih. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri

Pak Agih menderita patah tulang kaki kiri


WAHIDIN MUHAMMAD (65, Diabetes Melitus). Alamat: Kp. Lamporan RT 8/8 Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Kotamadya Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Tahun 2003, mungkin menjadi tahun yang susah untuk dilupakan oleh seorang Wahidin Muhammad. Di tahun itu, Pak Wahidin dinyatakan menderita Diabetes Meltus oleh dokter di RSUD Cengkareng. Selama itu pula Pak Wahidin harus menjalani kontrol rutin. Tapi pada November 2016, terpaksa Pak Wahidin harus menghentikan pengobatanya, karena kontrak kerjanya habis sehingga tidak ada biaya untuk ke rumah sakit. Kondisi ini ternyata memperburuk kesehatan Pak Wahidin, dijempol kaki pak Wahidin mulai timbul luka yang telah membusuk sehingga harus dilakukan amputasi. Pasca menjalani operasi kondisi pak Wahidin tak kunjung membaik, lukanya semakin bertambah dan dokter menyarankan jika Pak Wahidin harus dilakukan tindakan amputasi lagi hingga mata kaki. Namun, Pak Wahidin dan keluarganya bellum siap. Sehingga Pak Wahidin memutuskan untuk melanjutkan pengobatannya ke sebuah klinik dengan biaya Rp. 500.000,- sekali datang dan dokter klinik tersebut menyarankan supaya Pak Wahidin menjalani pengobatan rutin selama 3 bulan dengan kontrol 2 hari sekali. Tentu kondisi ini sangat memberatkan Pak Wahidin yang notabene sedang tidak mempunyai pekerjaan. Sementara sang istri, ibu Saamah (61) adalah seorang ibu rumah tangga. Ditengah kondisi yang dialami oleh Pak Wahidin, kurir sedekah rombongan mendapat info tentang ini dan mengunjungi Pak Wahidin sekaligus menyampaikan bantuan untuk biaya berobat. Semoga bantuan yang diberikan sedikit banyak bisa meringankan bebanyang dialami oleh Pak Wahidin. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 2 Maret 2017
Kurir: @wirawiry @ryan_spm @untaririri

Pak Wahidin menderita diabetes melitus


MAHIRA ASLA FAZILAH (1, Atresia Billier). Alamat: Jl. Lumba-lumba 2 RT 1/11 Kelurahan Jati, Kecamatan Pulo Gadung, Kotamadya Jakarta Timur. Mahira Asla Fazilah sejak lahir sudah menderita  Atresia Billier (kondisi bawaan /kongenital dimana terjadi penyumbatan pada tuba (saluran) yang membawa cairan empedu dari hati ke kandung empedu). Atresia Billier terjadi ketika saluran empedu di dalam atau di luar hati tidak berkembang secara normal. Gejala awal yang tampak pada Mahira, anak pertama dari bapak Adutta Tri Anugrah (38) dan ibu Mesinah (30) ini kondisi tubuhnya menguning dan disertai kondisi perut yang membuncit. Pengobatan pertama sudah dilakukannya pada puskesmas terdekat, dari puskesmas kemudian dirujuk ke RS Kartika Pulo Mas Jakarta Timur. Dan berlanjut ke RSCM sampai akhirnya harus menjalani transplantasi hati. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu pengobatan Mahira namun pasca menjalani tindakan transplantasi hati yang dilakukan Februari 2015 kemarin membuat Mahira harus menjalani rawat jalan yang panjang. Kondisi membuat bapak Adutta Tri Anugrah yang bekerja sebagai karyawan swasta ini merasa terbebani dengan biaya transportasi selama pengobatan Mahira. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dan memahami kesulitan bapak Adutta dan keluarganya. Bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 933. Saat ini Mahira  tetap masih terus  menjalani rawat jalan setiap sebulan sekali di RSCM. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan juga untuk kesembuhan Mahira.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Maret 2016
Kurir : @wirawiry @harji_anis @untaririri

Mahira menderita atresia billier


NURHAYATI BINTI KANJIAN (41, Diabetes Melitus). Alamat: Jl. Manunggal 3 RT 11/6 No. 12, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Ibu Hayati, begitu beliau sering disapa oleh kerabatnya. Sejak November 2015, ibu Hayati telah menderita Diabetes Melitus, sehingga membuat tubuhnya kurus dan terdapat luka dikakinya. Selain itu, ibu Hayati juga serng mengeluh sesak napas dan merasakan nyeri didadanya. Oleh dokter, ibu Hayati disarankan untuk mengatur pola makan dan mengkonsumsi beberapa obat untuk mengontrol gula darahnya. Tapi anjuran dokter ini kadang tidak diindahkan oleh ibu Hayati, hingga kemarin ibu Hayati merasakan sesak dan tubuhnya sangat lemas kemudian oleh suaminya langsung dibawa ke RS Budi Asih. Ibu Hayati disarankan untuk menjalani rawat inap, kaena kondisinya yang sangat lemah. Sang suami, bapak Setiawan (45) yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek terpaksa tidak bisa bekerja karena harus menunggu sang istri di rumah sakit. Sementara beliau teteap mmbutuhkan biaya untuk kebutuha sehari-hari. Mendengar kabar tentang kondisi yang dialami oleh ibu Nurhayati, kurir sedekah rombongan berniat untuk segera datang mengunjungi ibu Hayati, tapi sebelum hal ini dilakukan ibu Hayati telah berpulang. Sehingga kurir sedekah rombongan, beralih mengunjungi rumahnya dan menyampaikan uang duka atas meniggalnya ibu Hayati. Semoga mendapatkan tempat yang terbaik disisi-Nya. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp.  1.000.000,-
Tanggal: 22 Februari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Rini

Almh Nur menderita diabetes melitus


SLAMET RIADI (52, Asma). Alamat: Jl. Tanah Tinggi 3 RT 1/1 Kelurahan Bungur, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta. Slamet Riadi, atau lebih sering dipanggil dengan nama Pak Slamet, sejak awal bulan lalu dinyatakan sakit Asma oleh tim dokter RSCM. Sebenaranya keluhan yang dialami oleh Pak Slamet sudah sangat lama seperti sesak napas dan mual, namun oleh Pak Slamet tidak begitu dirasakan. Faktor ekonomi yang memaksa Pak Slamet untuk terus mencoba kuat ditengah kondisinya, hingga tanggal 5 Februari kemarin saat Pak Slamet sudah tidak bisa lagi menahan sesak napas yang ia rasakan. Oleh warga sekitar Pak Slamet dibawa ke RS Ridwan Kenari, tapi pihak dokter langsung merujuk Pak Slamet ke RSCM. Pak Slamet diharuskan menjalani rawat inap oleh dokter karena kondisinya yang sesak napas, sakit kepala hebat dan mual yang disertai dengan muntah, sehingga Pak Slamet harus mendapat perawatan medis. Alhamdulillah selama dirawat kondisinya terus membaik. Tapi disisi lain sang istri, ibu Ratimah (50) yang hanya seorang ibu rumah tangga sedikit kebingungan dengan kondisi yang beliau hadapi. Ibu Ratimah tidak memiliki bekal untuk sekedar bertahan di rumah sakit, bahkan untuk makan saja kadang beliau hanya sekali sehari. Salah satu kurir sedekah rombongan mengetahui kondisi ini, dan langsung menjenguk Pak Slamet sekaligue menyampaikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama Pak Slamet menjalani perawatan di rumah sakit. Pak Slamet dan ibu Raatimah mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 22 Februari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Rini

Pak Slamet menderita asma


SUYITNO RUSWANDI (47, TBC). Alamat: jl. Tanah Tinggi 1 RT 1/1 Kelurahan Bungur, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta. Pak Suyitno, begitulah beliau akrab disapa. Beberapa tahun terakhhir terakhir ini sering sekali mengeluh sesak napas, mual danpusing. Tapi oleh Pak Suyitno tidak begitu dirasakan, karena beliau harus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sampai pada Februari 2017 kemarinn Pak Suyitno mengeluh sesak berat dan sampai dilarikan ke RSUK Johor Baru. Stelah dilakukan pemeriksaan foto thorax dan pemeriksaan sputum Pak Suyitno dinyatakan sakit TBC oleh ttim dokter. Dengan demikian Pak Suyitno harus mengkonsumsi obat secara rutin selama 6 bulan, tanpa perlu menjalani rawat inap. Ditengah kondisinya yang lemah, Pak Suyitno masih terus bekerja. Sang istri Ibu Karni (50) sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci di sekitar tempatnya tinggal. Ibu Surtin-pun tak tega melihat kondisi suaminyya yang masih harus bekerja saat kondisinya lemah. Mendengar tentang kondisi yang dialami oleh Pak Suyitno, kurir sedekah rombongan langsung menemui Pak Suyitno dan menyampaikan bantuan untuk baya akomodasi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pak suyitno mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan, ia juga berharap sakit yang diderianya akan mendapat kesembuhan. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 Februari 2017
Kurir: @wirawiry @uuntaririri Rini

Papk Suyitno menderita TBC


ARDINI PUTRI (23, Meningitis TB). Alamat: Kp. Bahari RT 3/3 Kelurahan Tanjung Priok, Kecamatan Priok, Kotamadya Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. Ardini Putri atau lebih akrab disapa dengan nama Ardini, bulan November 2016 lalu mengalami pembengkakan diperutnya. Ardini mengira jika dirinya hamil, hingga dilakukan pemeriksaan test pack dan USG tapi hasilnya negative, tidak ada janin diperut Ardini. Kemudian Ardini disarankan oleh dokter untuk ke RS Suroso Sunter, tanggal 23 Januari 2017 Ardini memeriksakan dirinya dan dokter mengatakan jika Ardin menderita kista. Lalu oleh pihak rumah sakit Ardini disarankan untuk dirujuk ke RS Gatot Subroto, tapi lagi-lagi diagnose yang sebelumnya juga tidak dibenarkan. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, diketahui jika Ardini menderita Meningitis Tb dan saat itu Ardini langsung dilakukan tindakan operasi untuk pengangkatan cairan diperutnya. Pasca menjalani operasi Ardini masih terus menjalani kontrol rutin di RS Gatot Subroto, meski begitu keluhan-keluhan masih sering dirasakan oleh Ardini seperti sering pusing, kakinya mengecil hingga susah bicara jika kondisinya sedang menurun. Ardini menjalani kontrol rutin setiap seminggu sekali dan sesekali ada obat yang harus dibeli karena tidak dimasuk dalam jaminan kesehatan yang dipakainya. Saang suami, Slamet Riyadi (23) sehari-hari bekerja sebagai buruh lepas dengan penghasilan yang tidak menentu. Tak jarang dengan sangat terpaksa Slamet tidak bisa membelikan obat untuk sang istri, padahal disisi lain Salamet sangat mengharapkan sang istri bisa sembuh dari sakit yang sekarang dideritanya. Mendengar tentang kondisi yang dialami oleh keluarga kecil ini, kurir sedekah rombongan langsung mengunjunngi dan menyampaikan santuanan awal untuk biaya akomodasi dan membeli obat yang tidak tercover oleh jaminan kesehatan. Slamet dan Ardni mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 24 Februari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Rini

Bu Ardini menderita meningitis TB


BATTAR ABINAYA BASUPATI (2, Atresia Billier). Alamat: Sidoasri RT 1/1 Candipuro, Kalianda, Lampung Selatan, Lampung. Battar begitu bocah kecil ini sering disapa, terlahir dengan persalinan normal BAtttar tumbuh layaknya bayi seusianya. Tapi saat usia Battar menginjak bulan kedua, sclera mata dan badanbya tampak menguning, sudah pernah dibawa ke dokter. Dokter mengatakan jika sebaiknya sering dijemur jika pagi dan bdiberi obat. Seminggu berikutnya tak ada perubahan, hingga Battar dibawa ke rumah sakit daerah, dari sanan Battar didiagnosa tersangka Atresia Billier dan harus dirujuk ke RSCM Jakarta. Di RSCM, Battar cukup lama menjalani serangkaian pemeriksaan hingga pada tanggal 29 November 2015 Battar kecil dilakukan tindakan transplantasi hati, dengan ayahnya sebagai pendonor. Pasca menjalani transplantasi hati, tentu kondisi Battar semakin rentan terhadap dengan penyakit lain dan harus hidup ditempat yang lebih baik. Sementara sang ayah, bapak Sutrisno (37) sehari-hari bekerja sebagai sopir truk inipun tidak bisa terlalu dipaksakan karena kondisi pasca menjadi pendonor hati untuk Battar tidak boleh terlalu memforsir tenaganya. Sementara sang ibu, ibu Jumi Lestari (30) adalah seorang ibu rumah tangga. Hingga saat ini Battar masih harus mengkonsumsi susu khusus dengan harga yang tidak murah dan juga masih harus menjalani rawat jalan setiap 3 bulan sekali ke RSCM. Kondisi ini dirasakan sulit bagi pak Sutriyono, sehingga kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit dan membeli susu khusus untuk Battar. Orang tua Battar mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.0000,-
Tanggal: 20 Februari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Battar menderita atresia billier


TRISNO BIN CATIM (18, Thalassemia Mayor + Osteomilietis). Alamat: jl. Budi Mulia RT 8/8 Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Kota Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. trisno, begitu remaja 18 tahun ini sering disapa. Tumbuh dengan diberi keistimewaan oleh Allah, yaitu dengan adanya kelainan pada sel darahnya. Trisno, harus mulai berteman dengan jarum suntik saat usianya menginjak 6 bulan, saat itu untuk pertama kalinya Trisno dinyatakan sakit Thalassemia Mayor dan harus menjalani transfusi rutin setiap sebulan sekali. Sampai usia Trisno menginjak 17 tahun, Trisno semakin mudah lelah dan Hb nya sering turun sehingga transfuse yang dijalaninya pun semakin dipercepat hingga seminggu sekali. Pernah waktu itu Trisno terjatuh yang membuat tulang kakinya retak, karena anak dengan kondisi Thalassemia cenderung tulangnya rapuh. Cukup ama dibiarkan tapi kondisinya semakin memprihatinkan, tulang kaki kanan yang tadinya hanya retak kini patah dan mengalami pembengkakan hingga ke pangal paha. Bulan Januari kemarin, Trisno memutuskan untuk mengikuti sara dokter yaitu dilakukan amputasi pada kaki kanannya. Bagi Trisno ini tidak menjadi masalah, dibandingkan dengan dirinya yang harus menahan nyeri yang luar biasa setiap kakinya digerakkan. Alhamdulillah, pasca menjalani aputasi kondisi Trisno berangsur membaik. Meski rumahnya terbilang dekat dengan RSCM, tapi bukan berart Trisno tanpa kendala. Sempat tinggal di sebuah yayasan, hanya suaya bisa diantar jemput oleh ambulan dan supaya ibunya bisa bekerja. Orang tua Trisno, bapak Catim (56) sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Sementara ibu Sutinah (50) dulunya masih bisa membantu sang suami bekerja sebagai buruh cuci, tapi karena kondisi Trisno yang mebutuhkan bantuan total kini lebih sering menghabiskan waktunya untuk merawat Trisno dan kedua adik Trisno yang masih kecil. Kadang untuk bisa makan di rumah sakit, mereka harus menunggu Pak Catim mendapatkan kerja dulu. Mendengar cerita tetang kondisi yang diallami oleh Trisno, kurir Sedekah Rombongan langsung mengunjungi risno dan menyampaikan santunan awal untuk memenuhi kebutuhan harian selama Trisno menjalani perawatan di rumah sakit. Trisno dan orang tuanya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan. Trisno juga menitipkan  sepotong doa dari rekan-rekan semua, semoga selalu diberi kemudahan untuk melewati kado terindah dari Tuhan ini.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 21 Februari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Trisno menderita thalassemia mayor dan osteomilietis


INTAN BINTI BADHAR (4, Radang Selaput Otak). Alamat: Jl. Tanah Tinggi RT 12/6 Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Intan begitulah nama gadis kecil ini. Dulu gadis kecil ini begitu lincah, periang dan sangat aktif. Namun, waktu Intan berumur 1 tahun ia terjatuh dari kursi dan kepalanya terbentur lantai. Tapi oleh orangtuanya Intan tidak langsung dibawa ke rumah sait, melainkan dibawa ke tukang urut. Selang tiga hari dari kejadian itu Intan mengalami demam tinggi dan kejang. Karena panik orang tua Intan langsung membawa Intan ke rumah sakit, dan diketahui jika Intan menderita Radang Selaput Otak dan sempat menjalani perawatan intensif selama 3 bulan. Alhamdulillah kondisi Intan berangsur membaik dan Intanpun diperbolehkan pulang. Tapi Intan yang sekarang tidak lagi seperti Intan yang dulu, Intan mengalami gangguan motorik dan gangguan pertumbuhan, hingga ketita usia Intan sudah menginjak 4 tahun masih terlihat 2 tahun serta ada gangguan di kemampuan bicara dan pendengarannya. Harusnya sampai saat ini Intan masih harus menjalani kontrol rutin, tapi kondisi ekonomi memaksa orang tuanya untuk menahan diri ke rumah sakit. Orang tua Intan, ibu Surani (24) harus bekerja seorang diri menjadi pengamen dijalanan untuk membiayai 4 orang anaknya yang masih kecil-kecil. Untuk bisa makan sehari-hari saja sudah lebih dari cukup. Bahkan tempat tinggalpun mereka hanya menumpang orang. Mendengar kabar tentang Intan kecil, kurir #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya ke rumah sakit dan kebutuhan Intan lainnya, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 941. Semoga bantuan ini bisa sedikit banyak meringankan beban yang dipikul orang tua Intan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 Februari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Rini

Intan menderita radang selaput otak


RIZA SAPUTRI (16, Sinoviosarkoma). Alamat: Ds. Teluk Kandai RT. 1/1, Kelurahan Teluk Kandai, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Gadis manis yang akrab disapa Riza ini adalah siswi kelas 2 SMP yang telah cuti selama 12 bulan karena harus menjalani proses pengobatan yang panjang. Bermula pada bulan Juli 2015 silam, di paha sebelah kanan Riza terdapat benjolan sebesar telur ayam, beberapa bulan sebelumnya sudah ada tapi Riza tidak berani mengatakan kepada orang tuanya. Sejak saat itu, orang tua Riza membawa Riza berobat ke RS. San Sani, tapi pihak dokter tidak mengetahui diagnosa pasti dari sakit yang diderita Riza. Tidak puas berobat di rumah sakit tersebut, orang tua Riza kemudian membawa Riza berobat ke RS. Eka Hospital, disana dokter mengatakan jika Riza menderita Tumor Jinak, tapi karena keterbatasan alat akhirnya pihak rumah sakit merujuk Riza ke RS. Arifin Ahmad Pekan Baru. Di RS. Arifin Ahmad, Riza langsung dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Pada bulan November 2015, Riza bersama dengan kedua orangtuanya berangkat ke Jakarta untuk berikhtiar mencari kesembuhan. Di RSCM Riza langsung mendapat penanganan medis, setelah menjalani beberapa pemeriksaan, bulan Desember 2015, Riza dilakukan tindakan biopsi dan dari hasil biopsi tersebut dokter mengatakan jika Riza menderita Sinoviosarkoma. Setelah dilakukan tindakan biopsi, benjolan di paha Riza sempat membesar. Selama ini pengobatan yang dijalani adalah pemberian kemoterapi. Nanti untuk tindak lanjutnya akan dilakukan tindakan pengangkatan tumor jika respon pemberian terapi posistif. Hampir Selama 10 bulan Riza dan kedua orang tuanya berada di Jakarta untuk menjalani pengobatan tentu bukan menjadi hal yang mudah. Sebelum ke Jakarta ayah Riza, bapak Syafrizal (43) adalah seorang petani kebun dan ibunya, ibu Santi (38) sehari- hari menjadi ibu rumah tangga biasa. selama di Jakarta bapak Syafrizal tidak bisa berkebun lagi, untuk kebutuhan sehari-hari selama di Jakarta harus berhemat. Alhamdulillah Kurir #SR dipertemukan dengan keluarga ini dan kembali menyampaikan bantuan untuk kebutuhan selama di rumah sakit, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 934. Saat ini Riza sedang enjalani rawat inap di Gedung A RSCM, karena kemarin sempat mengeluh sesak napas. Riza dan keluarganya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan. Riza juga meminta doa dari #SahabatSR semoga jalan dia untuk mencari kesembuhan diberi kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000, –
Tanggal : 20 Februari 2016
Kurir: @wirawiry  @untaririri

Riza menderita sinoviosarkoma


SITI MARSELA (3, Tumor Perut). Alamat: Kp. Cireret RT 1/4, Desa Kandangsapi, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten. Sela, begitulah bocah kecil ini disapa, adalah putri dari pasangan Bapak Marsani (57) dan Epon (56). Saat Sela berusia 5 bulan orang tuanya merasa ada benjolan di perut Sela sebelah kiri. Awalnya kedua orang tua Sela mengira benjolan itu akibat gigitan serangga, namun lama kelamaan benjolan itu makin membesar dan akhirnya Sela dibawa ke RSUD Malimping untuk mendapat tindakan medis, tapi disana belum diketahui pasti penyakit apa yang diderita Sela. Pada akhir bulan Januari 2016 ini Sela dibawa kembali oleh orang tuanya ke RSUD Malimping, namun karena keterbatasan alat medis, akhirnya Sela di rujuk ke RS H. Darmo Rangkas Bitung. Setelah pemeriksaan di RS H. Darmo, Sela didiagnosa menderita Tumor Perut, tapi karena keterbatasan fasilitas Sela dirujuk ke RSCM. Awalnya orang tua Sela keberatan jika Sela harus dirujuk ke Jakarta meskipun untuk biaya rumah sakit sudah ditanggung oleh BPJS, tapi mereka khawatir untuk biaya sehari-hari. Tapi, Allah menunjukkan kebesaranNya, Sela dipertemukan dengan #SedekahRombongan dan berangkat ke Jakarta. Selama menjalani pengobatan di RSCM, Sela beserta keluarganya tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan Jakarta. Alhamdulillah, bantuan lanjutan telah disampaikan untuk biaya sehari-hari selama menjalani pengobatan di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 949. Sekarang Sela kecil masih harus menjalani kontrol rutin di beberapa poli dan kemoterapi di Poli Anak RSCM dan Alhamdulillah ditengah proses berobat yang dijalaninya kondisi Sela terus membaik. Mohon doa terbaik untuk Sela, semoga segala proses pengobatan yang dijalaninya diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 Februari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Siti menderita Tumor Perut


AGUSTINI NURMAN (35, Tumor Pipi). Alamat: Talang Batu RT 1/1, Kabupaten Mesuji, Lampung. Agustini  adalah pasien dampingan #SedekahRombongan asal Lampung yang tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta sejak 2012 lalu. Istri dari bapak Nurman ini, sejak tahun 2008 terkena Tumor Lunak Pipi kanannya. Sempat menjalani pengobatan di RS Abdoel Moeloek Lampung, tapi karena terkendala fasilitas akhirnya dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Dengan berbekal seadanya Ibu Agustini saat itu berangkat ke Jakarta bersama dengan suaminya. Suaminya, bapak Nurman (38) adalah seorang nelayan, tapi semenjak menemani istrinya berobat di Jakarta, beliau tidak lagi bekerja. Di RSCM, Ibu Agustini sudah menjalani 3 kali proses operasi dengan menggunakan fasilitas Jamkesmas. Penyakitnya belum sembuh total, Ibu Agustini masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan tindakan operasi lagi untuk rekonstruksi hidungnya. Alhamdulillah,  #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya operasional mereka selama berobat di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 950. Tanggal 20 Februari kemarin, ibu Agustin baru saja menjalani operasi yang ke empat untuk rekonstruksi hidungnya, kini ibu Agustin masih harus menjalani kontrol rutin di Poli Bedah Plastik RSCM dan menunggu jadwal operasi yang selanjutnya. Semoga proses pengobatan yang akan dijalani Ibu Agustini diberi kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 19 Februari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Ibu Agustini menderita tumor pipi


MUHAMMAD ALDI (5, Cerebral Palsy). Alamat: Jl. Kenari 1 RT 7/4 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Muhammad Aldi atau lebih akrab disapa Aldi, oleh dokter dinyatakan menderita Cerebral Palsy sejak usia menginjak 3 bulan. Saat itu Aldi kecil mengalami demam tinggi disertai kejang, oleh orangtua Aldi, Bapak Gunawan (42) dan Ibu Nuraeni (38)  Aldi dibawa ke Puskesmas terdekat. Tapi pihak Puskesmas langsung merujuk Aldi ke RSCM. Sempat menjalani rawat inap selama seminggu Aldi bisa pulang. Dan sejak saat itu Aldi harus bolak balik RS untuk kontrol rutin. Saat Aldi menginjak usia 2 tahun, Aldi mulai menjalani fisioterapi setiap seminggu 2x di RSCM. Sementara Bapak Gunawan sehari-hari hanya bekerja sebagai tukang ojek dengan penghasilan yang tidak menentu. Ini menjadi beban tersendiri buat Bapak Gunawan. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan menyampaikan santunan dari #Sedekaholics untuk membeli susu, pampers dan akomodasi ke RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 950. Orang tua Aldi mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Kini Aldi masih terus menjalani kontrol rutin, mohon doa dari rekan-rekan untuk kesembuhan Aldi.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 20 Februari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Aldi menderita cerebral palsy


CASMURI BIN TANYA (40, Paru-paru + Infeksi Ginjal). Alamat : Kp. Parung Belimbing, RT 2/17, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Ayah dari 2 orang anak perempuan yang masih kecil ini bekerja sebagai karyawan toko di daerah Jakarta Pusat. Awal penyakit yang diderita adalah saat dalam perjalanan pulang selepas ia bekerja, ia merasakan sakit pada bagian perut. Setelah sampai di rumah ia meminta kepada sang istri untuk membelikan jamu dan mengerok badannya yang dikira hanya masuk angin biasa. Namun keesokan harinya sakit yang dia alami makin parah, sampai-sampai dia tidak dapat bangun dari tidurnya. Melihat kondisi sang suami yang tidak berdaya, sang istri Suerni (38) meminta bantuan kepada tetangga untuk membawa Pak Muri ke rumah sakit. Setelah sampai di rumah sakit, Muri langsung mendapatkan penanganan dari dokter. Sempat menjalani perawatan selama seminggu di RSUD Depok, lalu diperbolehkan pulang karena kondisinya telah berangsur membaik. Namun, Pak Muri kini sudah tidak bisa lagi bekerja seperti dulu karena kondisinya yang belum pulih sepenuhnya. Sementara sang istri hanyalah seorang ibu rumah tangga yang fokus mengurus kedua anaknya yang masih kecil. Kini terpaksa Ibu Suerni kadang menjadi buruh cuci di sekitar tempat tinggalya, sekedar untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Pak Muri seharusnya masih harus kontrol rutin ke rumah sakit, tapi karena keterbatasan biaya membuat Ibu Suerni sering terlambat membawa Pak Muri berobat. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk akomodasi ke rumah sakit dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, setelah bantuan sbelumnya masuk di rombongan 950. Semoga Pak Muri lekas diberi kesembuhan sehingga dapat bekerja kembali. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 27 Februari 2017
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @untaririri

Pak Casmuri menderita paru-paru dan infeksi ginjal


SARBINI BIN AHMAD (60, Diabetes Melitus). Alamat: Jln Kenari RT 6/4 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. pak Sarbini begitulah beliau sering disapa oleh orang-orang terdekatnya. Sejak beberapa tahun terakhir ini telah menderita Gula Darah Kering (Diabetes Melitus) yang mengakibatkan kakinya mengecil dan ini membuatnya untuk tidak bisa banyak beraktivtas. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-haripun pak Sarbini kini bergantung pada sang istri, Ibu Rusmiati (60) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci. Cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah lebih dari cukup bagi pasangan yang sudah tak muda lagi ini, padahal Pak Sarbini membutuhkan biaya untuk berobat rutin ke rumah sakit. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya akomodasi dan memenuhi kebutuhan harian, setelah santunan sebelumnya masuk dirombongan 950. Semoga bantuan ini bisa sedikit banyak meringankan beban yang dihadapi oleh Pak Sarbini. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 26 Februari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Sugiono

Pak Sarbini menderita diabetes melitus


MUZHAKI HUSNIKARIM (9, Cerebral Palsy). Alamat: Jalan Jatipadang RT 9/2 Kelurahan Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Kotamadya Jakarta Selatan, DKI Jakarta.  Muzhaki menderita Cerebral Palsy sejak lahir, terlahir dengan proses operasi  saesar dan kondisinya kekurangan oksigen sehingga tidak langsung menangis. Harus menjalani perawatan didalam incubator selama 20 hari. Saat menjalani perawatan itu seharusnya Muzhaki kecil harus dilakukan pemeriksaan CT-Scan karena dokter sudah curiga kita terdapat kelainan pada syaraf Muzhaki. Tapi karena ketiadaan biaya memaksa keluarga Muzhaki untuk melakukan pemeriksaan CT-Scan ini saat usia Muzhaki telah menginjak 1 tahun. Sampai menginjak usia 1 tahun, Muzhaki kecil tidak tumbuh selayaknya anak seusianya Muzhaki mengalami keterlambatan tumbuh kembang dan ada pelemahan motorik. Sejak saat itu Muzhaki kecil harus bolak balik ke rumah sakit untuk menjalani rehabilitasi medik dan fisioterapi di RSUP Fatmawati. Alhamdulillah semua biaya sudah di-cover oleh jaminan kesehatan. Tapi untuk tindakan fisioterapi di RSUP Fatmawati sehari dibatasi untuk 8 pasien sehingga jauh-jauh hari harus mengatur jadwal. Sebagai alternative, orang tua Muzhaki melalukan fisioterapi untuk Muzhaki di Keana Centre supaya jadwal fisioterapinya tidak terlambat. Dan sekali visit dikenakan biaya 50 ribu belum lagi untuk ongkos ke rumah sakit. Orag tua Muzhaki , bapak Maulana (41) sehari-hari bekerja serabutan dengan penhasslan yang tak menentu. Sementara ibu Kuswati (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Ditengah keterbatasan yang dialami oleh bapak Maulana, beliau tetap ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya fisioterapi Muzhaki dan akomodasi ke rumah sakit, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 950. Semoga bantuan ini bisa sedikit banyak meringankan beban yang dialami keluarga Muzhaki. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 22 Februari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Rini Astuti

Muzhaki menderita Cerebral Palsy


SAYEKTI SUNARYO (64, TBC). Alamat: Jl. Kuning RT 6/6 No. 57 Kota Bambu, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Bu Sayekti, begitu beliau sering dipanggil oleh keluarga dan tetangganya. Bu Sayekti, sejak beberapa tahun terakhir ini harus berjuang melawan penyakit TBC yang dideritanya. Tubuhnya semakin kurus, pernah berobat rutin yang tidak boleh putus selama 6 bulan. Kemudian berlanjut dengan menjalani kontrol rutin di RS Persahabatan sebulan sekali. Alhamdulillah, biaya pengobatannya telah ditanggung oleh jaminan kesehatan. Tetapi untuk akomodasi Bu Sayekti, kadang bingung harus mencari kemana. Suaminya, Bapak Sunaryo (67) sudah tidak sekuat dulu lagi, sebagai seorang buruh serabutan dengan penghasilan tak menentu kadang untuk makan saja hanya seadanya. Kurir #SedekahRombongan kembali mengunjungi Bu Sayekti dan menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 950. Bu Sayekti dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 26 Februari 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri

Bu Sayekti menderita TBC


RAHMA RAHIDATUL (3, Epilepsy dan Cerebral Palsy Spastis). Alamat: Jembatan Besi RT 6/1, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta. Ayah Rahma bernama Eri Sepriadi (34) seorang pedagang es susu kedelai di Pasar Inpres Jembatan Besi dan Ibunya, Muslimah (35) seorang ibu rumah tangga. Rahma sejak usianya masih hitungan bulan, oleh dokter sudah dinyatakan menderita Epilepsy dan Cerebral Palsy Spastis, dengan berbekal BPJS orang tua Rahma membawa berobat ke RSCM. Di RSCM Rahma harus rutin kontrol di 2 Poli, yaitu Poli Neurologi dan Unit Rahabilitasi Medik. Beberapa kali menjalani kontrol rutin ke RSCM, terpaksa orang tua Rahma harus menghentikan pengobatan Rahma karena tidak mempunyai biaya untuk ke RS. Sampai akhirnya keluarga kecil ini dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan. Alhamdulillah, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya membayar kontrakan dan biaya transport setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 950. Kini Rahma masih harus menjalani kontrol rutin di Poli Neurologi dan Unit Rehabilitasi Medik RSCM setiap minggunya. Keluarga Rahma juga menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir : @wirawiry @harji_anis @untaririri

Rahma menderita epilepsy dan cerebral palsy spastis


HADI ANDRIANSYAH (14, Varises Esofagus) Alamat: Kampung Gelam Timur RT. 4/3 Kelurahan Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Hadi anak kedua dari pasangan bapak Sawaludin (47) seorang buruh dengan penghasilan tak menentu dan ibu Marmi (47) yang sehari-hari jualan makanan ringan. Hadi, sudah 3 tahun ini menderita sakit Varises Esofagus. Keluhan yang sering dirasakan Hadi adalah mengalami muntah darah dan diikuti dengan perut yang semakin lama semakin membesar. Karena khawatir orang tua Hadi membawa Hadi ke Puskesmas terdekat, tapi pihak Puskesmas menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUD Tangerang. Dari hasil pemeriksaan yang dijalani Hadi, dokter mengatakan jika Hadi menderita Varises Esofagus. Dan lagi, karena keterbatasan alat pihak dokter menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Saat itu Hadi masih menunggunakan biaya umum, sehingga orang tua Hadi sempat kewalahan dengan biaya rumah sakit yang terus membengkak. Karena alasan tidak ada biaya, pengobatan yang dijalani Hadi-pun sempat tertunda selama setahun dan kondisi ini cukup menambah buruk kondisi Hadi. Badannya makin kurus dan perutnya kian membesar, dengan berat hati orang tua Hadi akhirnya memutuskan membawa Hadi ke Jakarta dan mulai melanjutkan pengobatan. Awal ke RSCM Hadi langsung dirawat untuk bisa dilakukan tindakan endoscopy. Hingga kini Hadi telah menjalani 6 kali tindakan endoscopy. Tapi ditengah proses pengobatan yang dijalaninya, orang tua Hadi sempat dibikin khawatir karena dokter menyatakan jika Hadi juga menderita gizi buruk sehingga harus mengkonsumsi susu khusus untuk memenuhi nutrisinya. Dan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Hadi, kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 950. Kini Hadi sedang menunggu panggilan untuk dilakukan tindakan Embolisasi dan terus memperbaiki nutrisinya dengan mengkonsumsi susu khusus. Semoga serangkaian pengobatan yang dijalani Hadi nantinya akan membawa kepada kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 Februari 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri

Hadi menderita Varises Esofagus


PEJUANG HATI (Bantuan membeli susu anak Atresia Billier). Alamat: Kenari II No. 177 RT. 10/6 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Pejuang Hati adalah kumpulan dari beberapa lintas komunitas yang didalamnya lebih memperhatikan anak-anak penderita Atresia Bilier. Atresia Bilier adalah kondisi dimana saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal yang menyebabkan terjadinya penyumbatan aliran empedu dari hati ke kandung empedu. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan hati dan sirosis hati, yang jika tidak diobati bisa berakibat fatal. Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti dari Atresia bilier, tapi pada kasus Atresia Bilier sering ditandai dengan saat anak masih berusia 2 minggu akan tampak kuning diseluruh tubuh dan sklera mata, perut buncit (karena hati membesar), gatal-gatal sehingga anak mudah rewel, tinja berwarna pucat atau dempul dan air kemih berwarna kuning pekat (gelap). Tindakan medis yang bisa dilakukan untuk anak dengan Atresia Bilier sejauh ini adalah kasai dan transplantasi hati. Tapi anak dengan Atresia Bilier biasanya juga akan mengalami gangguan disistem percernaan yang membuat mereka mudah terkena gizi buruk. Sehingga anak-anak ini harus mengkonsumsi susu khusus supaya nutrisinya terpenuhi tapi yang menjadi kendala bagi sebagian besar orang tua adalah susu yang harus dikonsumsi ini harganya relatif mahal. Padahal salah satu syarat untuk bisa dilakukan pembedahan (kasai dan transplantasi hati) adalah kondisi tubuhnya bagus dan harus mencapai berat badan tertentu. Dari sinilah teman-teman dari Pejuang Hati tergerak, mereka hadir untuk membantu meringankan beban orang tua anak-anak penderita Atresia Bilier yaitu dengan membantu memberikan susu khusus. Selain itu, Pejuang Hati juga hadir untuk menjembatani antara orang tua dengan pihak rumah sakit jika sang anak akan dilakukan transplantasi hati, karena tidak semua biaya transplantasi hati ini bisa ditanggung oleh BPJS. Biaya yang masih harus disiapkan untuk tindakan transplantasi hati adalah ratusan juta rupiah, untuk biaya pemeriksaan awal pendonor dan kebutuhan darah. Alhamdulillah, #SedekahRombongan turut serta menjadi bagian dari Pejuang Hati dan menyampaikan santunan lanjutan, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 950 untuk membantu mewujudkan hati yang baru untuk anak-anak Atresia Bilier.

Jumlah Bantuan: Rp. 3.000.000,-
Tanggal: 20 Februari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Shendy

Bantuan membeli susu anak atresia billier


TYAS B CAHYANINGSIH (13, Tumor Medula). Alamat : Jalan Damai RT 7/2 Kelurahan Daan Mogot, Kecamatan Cengkareng, Kotamadya Jakarta Barat, DKI Jakarta. Pagi itu, 8 tahun yang lalu saat Tyas bangun pagi, tiba – tiba ia merasakan kedua kakinya lemas, ia pun tidak bisa buang air kecil dan buang air besar. Sepuluh hari Tyas diberi obat warung oleh ibunya, Ibu Nuryati (33), tapi usaha itu sia-sia. Akhirnya Ibu Nuryati membawa Tyas berobat ke RS Sumber Waras, lebih dari sebulan Tyas dirawat, tapi kesembuhan belum kunjung didapat. Sampai akhirnya Tyas kecil dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), beberapa kali ia menjalani pemeriksaan tapi pihak dokter masih kesulitan menemukan penyebab dari kelumpuhan yang dialami oleh Tyas. Akhirnya Tyas menjalani pemeriksaan MRI 1.5, dan dari hasil pemeriksaan menunjukkan ia menderita Tumor Medula Spinalis (Tumor di Tulang Belakang). Dokter mengambil tindakan untuk mengangkat tumor tersebut, tapi hanya 60% saja. Pasca operasi, tak banyak juga perubahan yang dialami Tyas. Tindakan radioterapi sebanyak 30 kali pun sudah dilewati Tyas, tapi kondisinya tak kunjung membaik. Tyas hanya bisa terbaring di tempat tidur hingga punggung dan pantatnya terluka,  membusuk dan tulangnya keluar. Empat tahun pasca tindakan yang dilakukan di RSCM, Tyas melanjutkan pengobatannya di RSUD Tarakan, karena jaraknya lebih dekat dari tempat tinggalnya. Sang Ibu sampai sekarang belum bisa membawa Tyas ke rumah sakit lagi, karena tidak memiliki uang dan harus mengurus dua adik Tyas. Di balik keceriaannya, ternyata Tyas harus menjalani tindakan amputasi pada kaki kanannya, karena bagian pantat yang telah membusuk tersebut sudah terinfeksi dan jika tidak dilakukan amputasi kemungkinan kelumpuhan yang dialami Tyas akan menjalar ke bagian tubuh yang lain. Selama di rumah Tyas harus menjalani perawatan lukanya dengan baik, ia pun membutuhkan pampers dan susu. Kondisi ini yang membuat Ibu Nuryati bingung jika tak ada uang. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk melanjutkan pengobatan Tyas dan membeli kebutuhan Tyas seperti perban, pampers dan susu. Tyas sebelumnya telah dibantu dalam Rombongan 950. Saat ini Tyas masih menunggu jadwal untuk tindakan amputasi, di RSUD Tarakan. Semoga proses pengobatan panjang yang dijalani Tyas, nantinya akan memberikan hasil yang terbaik, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 20 Februari 2017
Kurir : @wirawiry @ernatsan @untaririri

Tyas menderita tumor medula


MELLATUL LATIFAH (12, Hidrocepalus + Jantung Bocor). Alamat: Kp. Pasuaran Cidudut RT 1/2 Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Gadis manis ini bernama Mellatul Latifah, sehari-hari biasa disapa Mella. Mella adalah anak pertama dari pasangan Bapak Aji Suardi (41) dan Ibu Ika Novita (28). Mella terlahir 12 tahun lalu, saat dilahirkan Mella tidak langsung menangis seperti bayi pada umumnya. Sebulan dua bulan Mella tumbuh layaknya anak seusianya, badannya gemuk dan menggemaskan. Tapi saat menginjak usia 10 bulan, perlahan tapi pasti Mella mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan. Sampai akhirnya saat Mella berusia 1,5 tahun orang tua Mella membawa Mella berobat ke RS Dramaga Katih Bogor, Mella dianjurkan untuk melakukan rawat jalan tiap 2 minggu sekali. Sampai pada usia 10 tahun, Mella sering mengalami pusing, muntah dan cepat lelah ditambah diujung kuku tangan dan kakinya sering mengalami kebiruan. Karena khawatir orang tua Mella membawa Mella ke RSUD Bogor, di RSUD Mella dilakukan pemeriksaan CT Scan dan hasilnya terdapat gumpalan darah di otak Mella. Dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RS Fatmawati, dua malam dirawat Mella dilakukan tindakan Echocardiografi dan hasilnya mengatakan jika Mella menderita Jantung Bocor dan kemungkinan gumpalan di otak diperoleh dari infeksi di jantungnya. Tapi pihak dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo karena keterbatasan fasilitas. Tanggal 26 November 2015, Mella bersama kedua orang tuanya berangkat ke RSCM dengan tujuan mencari kesembuhan. Di RSCM, Mella menjalani serangkaian pemeriksaan seperti EKG, Echocardiografi dan CT Scan, dan hasilnya Mella menderita Jantung Bocor, Hidrocepalus (terdapat penumpukan cairan di otak) dan tidak terdapat organ Limpha di tubuh Mella. Saat itu orang tua Mella sempat stress karena begitu besar ujian yang harus diterima oleh gadis kecilnya. Januari 2016, Mella menjalani operasi untuk mengangkat gumpalan kecil di otaknya, Alhamdulillah saat itu kondisi Mella berangsur membaik. Hampir 10 bulan orang tua Mella mendampingi Mella berobat entah sudah berapa banyak biaya yang dikeluarkan, sampai orangtua Mella rela menjual barang-barang pribadinya. Sehari-hari Bapak Aji bekerja sebagai penjual roti di kawasan Tanah Abang dan Ibu Ika sebagai Ibu Rumah Tangga, tapi semenjak mendampingi Mella berobat Bapak Aji tidak bisa bekerja penuh, karena harus bergantian menjaga Mella di rumah sakit. Alhamdulillah, ditengah perjuangan Mella mencari kesembuhan #KurirSR dipertemukan dengan Mella dan kedua orangtuanya, dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli susu khusus dan memenuhi kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di RSCM, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 950. Saat ini Mella sedang menunggu jadwal tindakan kateterisasi di PJT RSCM . Mohon doa terbaik dari rekan-rekan semoga Mella lekas diberi jalan untuk sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 20 Februari 2017
Kurir: @wirawiry  @untaririri

Mella menderita hidrocepalus dan jantung bocor


SAMI’AH BINTI SAMIDEN (80, Dhuafa + Tuna Netra). Alamat : Dusun Kolla Daya, RT 5/5, Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur. Mbah Sami’ah mengalami kebutaan semenjak kecil. Beliau  hidup sebatangkara di sebuah rumah peninggalan saudaranya. Walaupun dalam kondisi tidak bisa melihat, beliau hidup mandiri. Dengan bantuan tongkat dan indra peraba, beliau memasak sendiri dengan mnggunakan kayu bakar. Air untuk kebutuhan mandi & masak, Mbah Sami’ah menimba dan mengangkat air sendiri dari sumur depan rumahnya. Untuk kebutuhan sehari-hari seperti beras dan kayu bakar, beliau peroleh dari pemberian para tetangganya. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan Mbah Sami’ah. Sedekah Rombongan berkesempatan memberikan bantuan uang tunai yang digunakan untuk biaya mencukupi kebutuhan sehari-hari. Beliau mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholic atas bantuan yang diberikan. Semoga bantuan yang disalurkan ini dapat bermanfaat untuk Mbah Sami’ah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 November 2016
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura Sri @hrosania

Bu Samiah seorang dhuafa dan tuna netra

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah bantuan
1 ARDIAN DIKTA PRATAMA 1,446,900
2 GRACIA DONY PRAMUDYA WICAKSONO 1,000,000
3 MULYOREJO BINTI ALM. KASAN KARTO 500,000
4 SONIA ANDRIYATI BINTI SLAMET 1,000,000
5 SALIYEM BINTI FULAN 500,000
6 PAINI BINTI MAD SAYUDI 500,000
7 AISYATUS SUFRO 1,500,000
8 MUHAMMAD ROSYIKUL ILMI 500,000
9 NIA PUJI LESTARI 1,806,850
10 FARIDA BINTI SUYANTO 500,000
11 SUNARIAH BINTI DULAMIN 739,400
12 MUNARTI BINTI KUSNI 1,000,000
13 MUHAMMAD NUR ALFA 664,340
14 SITI USWATUL ROISA 800,000
15 SUMBER BINTI DUMENI 1,500,000
16 LAILY HANIK 500,000
17 BAYI NY. LAILA NIKA 1,000,000
18 RAFAKA BIN NOVIARMAN & RAFIKI BIN NOVIARMAN 1,000,000
19 AWALUDIN NASUTION 2,401,800
20 IMAM KAYADI 1,000,000
21 GUNA IBMAWAN 500,000
22 SALMA ZAKIA 500,000
23 JUDIN BIN JAMHARI 1,000,000
24 RAFARDAN ATHALLA 500,000
25 TIRTA SATRIA 930,000
26 BIAN SETYA NUGRAHA 1,000,000
27 YUDISTIRA PRATAMA 750,000
28 AQILA FEBRIYANA 500,000
29 TIDJO SAIMAN 1,000,000
30 ALEX MANTUFANUAN 1,000,000
31 AGIH PRIYANTO 1,000,000
32 WAHIDIN MUHAMMAD 1,000,000
33 MAHIRA ASLA FAZILAH 500,000
34 NURHAYATI BINTI KANJIAN 1,000,000
35 SLAMET 500,000
36 SUYITNO RUSWANDI 500,000
37 ARDINI PUTRI 1,000,000
38 BATTAR ABINAYA BASUPATI 1,000,000
39 TRISNO BIN CATIM 1,000,000
40 INTAN BINTI BADHAR 500,000
41 RIZA SAPUTRI 500,000
42 SITI MARSELA 500,000
43 AGUSTINI NURMAN 750,000
44 MUHAMMAD ALDI 1,000,000
45 CASMURI BIN TANYA 1,000,000
46 SARBINI BIN AHMAD 500,000
47 MUZHAKI HUSNIKARIM 500,000
48 SAYEKTI SUNARYO 500,000
49 RAHMA RAHIDATUL 1,000,000
50 HADI ANDRIANSYAH 500,000
51 PEJUANG HATI 3,000,000
52 TYAS B CAHYANINGSIH 1,000,000
53 MELLATUL LATIFAH 750,000
54 SAMI’AH BINTI SAMIDEN 1,000,000
Total 48,039,290

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 48,039,290,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 966 ROMBONGAN

Rp. 48,097,045,357,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.