Rombongan 965

Orang-orang yang menginfakkan hartanya di waktu malam dan siang secara sembunyi dan terang-terangan maka mereka mendapat pahala dari Tuhannya.
Posted by on March 7, 2017

MTSR MAGETAN (AE 8066 NE, Biaya Operasional Februari 2017). Mobil APV tahun 2008 dengan nomor polisi AE 8066 NE. adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Magetan dengan interior ambulance standart untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Magetan sejak 2 tahun lalu. Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan untuk menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Magetan seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng Gunung Lawu dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan Februari 2017 sebesar Rp 3.045.000 di gunakan untuk biaya servis dan ganti oli, pembelian sparepart, pembelian BBM dan cuci mobil. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic MTSR Magetan dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit. Sebelumnya laporan keuangan MTSR AE 8066 NE masuk pada rombongan 953.

Jumlah Bantuan : Rp 3.045.000
Tanggal : 1 Maret 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional bulan Februari 2017


MTSR MAGETAN (AE 1495 KG, Biaya Operasional Februari 2017). Pada tanggal 12 Agustus 2016 Sedekah Rombongan wilayah Magetan kembali mendapat amanah dari warga setempat berupa satu unit mobil Luxio tahun 2012 yang di pergunakan sebagai MTSR di wilayah Magetan dan sekitarnya. Mobil standart penumpang tersebut di pergunakan untuk mempermudah bergerakan Kurir Sedekah Rombongan Di wilayah Magetan untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholic dan mengantar pasien damp, Yogya, Surabaya maupun Malang. Mtsr 2 digunakan juga Untuk mengoptimalkan mobilitas MTSR di Kota Kabupaten Magetan yang juga mengcover wilayah Kabupaten Ngawi, Ponorogo, Caruban dan sekitarnya. Kebutuhan BBM Servis rutin dan biaya Operasional lainya pastinya sangat di butuhkan. Bantuan kali ini pada bulan Februari 2017 sebesar Rp 1.695.000 di alokasikan untuk biaya servis, pembelian BBM dan cuci mobil. Laporan keuangan Operasional MTSR AE 1495 KG sebelumnya masuk pada rombongan 953.

Jumlah Bantuan : Rp 1.695.000
Tanggal : 1 Maret 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional bulan Februari 2017


RSSR MAGETAN, (Biaya operasional Rssr Magetan bulan Februari 2017). Rssr adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. RSSR hadir di Magetan sejak bulan Oktober 2015. Kami mengontrak rumah di Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan selama 2,5 tahun setelah 1 tahun sebelum nya berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomer 25 Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi Subuh bisa langsung berangkat ke Solo.  Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan makan pasien, rekening air, listrik, kebersihan dan prasarana lain  untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan Magetan selama bulan Februarii 2017 setelah sebelum nya masuk rombongan 953.

Jumlah Santunan : Rp 2.706.000
Tanggal : 1 Maret 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional bulan Februari 2017


NURI RUSMIYATI, (37, Ca Mamae sebelah kanan). Alamat : RT 1/2 Desa Magetan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Nuri adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita kanker payudara sejak tahun 2014 silam. Pada tahun yang sama Bu Nuri menjalani operasi pengangkatan payudara sebelah kanan di Rsud. dr. Sayidiman Magetan, dilanjutkan kemoterapi sebanyak 6 kali di Rsud. dr. Soedono Madiun. Setelah itu beliau rutin kontrol tiap 10 hari sekali. Suami Bu Nuri yaitu Pak Cipto (38 tahun) bekerja sebagai tenaga kebersihan di Dinas Agraria Magetan yang penghasilan nya tidak seberapa, dan harus merawat istri sakit serta membiayai sekolah anak nya yang duduk di kelas 1 SMK dan 5 SD. Tahun 2016 Bu Nuri kembali merasakan sakit, dan oleh dokter dinyatakan penyakitnya sudah mencapai Stadium 4 sehingga harus di rujuk ke Rsup. dr. Moewardi Solo. Salah satu kurir Magetan mendapatkan informasi tentang keluarga ini dan segera melakukan survey. Bu Nuri menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan mulai bulan Oktober 2016. Bantuan pertama titipan para Sedekaholic telah disampaikan Rp. 1.000.000 dan digunakan untuk biaya akmodasi pengobatan. Pak Cipto mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga Bu Nuri bisa sembuh seperti dahulu kala. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 9 Februari 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @KinantiAwe

Bu Nuri menderita ca mamae sebelah kanan


RIDWAN BIN RUSMIN, (60, Paru-paru). Alamat : Dusun Sumberjo RT 4/3, Desa Ringinagung, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Ridwan adalah seorang lansia yang tinggal sebatang kara di rumah nya yang sangat sederhana. Mulai tahun 2003 beliau menderita sakit paru-paru tanpa ada satu orang pun keluarga nya yang mendampingi. Sejak lama beliau bercerai dengan istrinya, sedangkan anaknya merantau ke Jakarta dan sudah tidak pernah menjenguk bapak nya lagi. Pak Ridwan mulai berobat ke Rsud. dr. Soedono Madiun dengan biaya umum sehingga biaya sangat besar dan terpaksa harus berhenti karena kehabisan biaya. Sebelum sakit, pak Ridwan bekerja sebagai buruh serabutan tetapi setelah sakit sudah tidak dapat bekerja lagi sehingga hidup nya tergantung pemberian tetangga sekitar. Teman-teman alumni se SMA beliau juga bersimpati dan mengumpulkan bantuan untuk memperbaiki rumah pak Ridwan supaya lebih layak di tempati dan juga membantu pembuatan Bpjs Mandiri sehingga pak Ridwan kembali bisa berobat. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi tentang Pak Ridwan dari tetangga sekitar Rssr Magetan. Alhamdulillah pak Ridwan mendapatkan santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 dan digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan dan pembelian obat diluar tanggungan Bpjs. Pak Ridwan sangat terharu dan mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga bantuan dapat bermanfaat dan Pak Ridwan dapat sembuh seperti sediakala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 26 Februari 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @RonyPratama

Pak ridwan menderita sakit paru-paru


SENEN BIN TONADI, (52, Lansia sebatang kara) Alamat : Dusun Banjeng Rt 7 / 3 Desa Purwosari, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Mbah Senen, orang-orang setempat biasa memanggilnya demikian. Kakek tua yang hidup sebatang kara ini tinggal dirumah kecil yang berisi penuh sampah. Karena tidak punya anak dan istri mbah Senen hidup tergantung pada tetangga sebelah rumahnya untuk urusan kebutuhan makan. Sehari hari ia hanya berkerja sebagai pemulung, menyusuri kampung-kampung dan pulang membawa seonggok sampah untuk dijualnya. Jika musim mlinjo tiba, sesekali ia bekerja sampingan menumbuk mlinjo untuk dijadikan emping lalu dijual. Jika sedang tidak musim melinjo mbah Senen kembali menekuni aktivitasnya mencari sampah. Pada awal bulan Januari lalu salah seorang kurir Sedekah Rombongan mendengar kabar tentang keadaan mbah Senen dari tetangga sekitar rumahnya. Lalu kurir Sedekah Rombongan mengadakan survei dan alhamdulilah mbah Senen mendapatkan bantuan lepas sebesar Rp. 1.000.000. Dana tersebut di alokasikan untuk membeli sebuah kasur, dan sembako untuk dapat meringankan beban mbah Senen. Mbah Senen sangat berterimakasih kepada Sedekaholic yang telah membantunya melalui Sedekah Rombongan, semoga dapat bermanfaat.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 3 Februari 2017
Kurir : @Mawanhananto @ErvinSurvive @Kinantiawe

Pak Senen seorang lansia sebatang kara


SURATMI BINTI SAKIR, (58, Ca Mamae) Alamat : Dusun Wijel RT 2/4 Desa Sidorejo Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Perempuan berusia 58 tahun, Bu Ratmi namanya. Seorang ibu rumah tangga yang tinggal di tepi barat daerah Ngawi. Pada bulan awal tahun lalu, tahun 2016, Bu Ratmi mengalami kecelakan kerja saat bekerja sebagai penjual makanan diwarung dekat tambang batu, tangan kanannya patah, dan ia segera dilarikan ke Sangkal Putung untuk mendapatkan pertolongan. Tidak lama setelah ia dinyatakan sembuh, ia mengalami kecelakaan kembali saat bekerja, lagi lagi tangan kanannya patah, dia segera di larikan ke Rsud dr. Soedono Madiun dan ternyata akibat dari patah tulangnya itu, ditangan kanannya itu tumbuh tumor. Cobaan belum berhenti sampai disitu, bulan Mei 2016, dia didiagnosa dokter menderita kanker payudara stadium 4, dokter menganjurkan Bu Ratmi untuk segera melakukan operasi pengangkatan payudara. Tepat pada bulan Oktober 2016 bu Ratmi melakukan operasi pengangkatan kanker payudara. Tidak lama setelah operasi berhasil dilakukan, salah seorang kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi mengenai kondisi Bu Ratmi. Lalu diadakan survei dan Bu Ratmi mendapatkan bantuan dampingan. Sekarang ia melakukan Kemoterapi dan Kontrol didampingi oleh kurir Sedekah Rombongan. Santunan pertama sebesar Rp 500.000 titipan para Sedekaholic telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat. Bu Ratmi sangat berterimaksih atas bantuan dari sedekaholic, semoga Bu Ratmi segera diberi kesembuhan, dan bantuan yang diberikan semoga bermanfaat. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 9 Februari 2017
Kurir : @Mawanhananto @ErvinSurvive @Iqbalfahmi

Bu Suratmi menderita ca mamae


FATIN TRI MEILANI, (4, Hydrocepalus). Alamat : Dukuh Nunut RT 04/01, Desa Duwet, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan,  Provinsi Jawa Timur. Dik Fatin adalah anak ketiga dari bapak Kusno (46 tahun) dan Ibu Tinah (39 tahun). Dik Fatin lahir 27 Mei 2013 di RSUD Sudono Madiun. Sejak dalam kandungan Dik Fatin sudah terindikasi pembesaran di kepalanya yang melebihi ukuran janin normal. Setelah lahir ternyata hal itu benar. Dokter menemukan adanya cairan di kepalanya (Hydrocephalus). Ia pun kemudian dirawat di rumah sakit. Pada 5 Juni 2013 dilakukan pemasangan selang di kepalanya untuk mengeluarkan cairan melalui saluran kencing. Saat tim SR melakukan survey diketahui bahwa orang tua dik Fatin bekerja sebagai buruh tani. Di rumahnya tinggal 7 orang : ayah, ibu, 3 anak, kakek dan nenek. Pengobatan dan perawatan Dik Fatin selama ini menggunakan fasilitas BPJS mandiri. Namun begitu keluarga tetap merasa keberatan karena masih harus bekerja memenuhi kebutuhan keluarga  dan biaya sekolah kedua kakak dik Fatin yang duduk di bangku SD dan SMA. Keluarga dik Fatin membutuhkan pendampingan dan bantuan untuk meringankan bebannya. Sedekah Rombongan hadir untuk membantu proses pengobatan dik Fatin. Santunan ke sembilan dari Sedekah Rombongan sebesar Rp 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk pembayaran premi bulanan bpjs mandiri. Sebelum nya Dik Fatin telah dibantu pada rombongan 655, 669, 674, 692, 719, 774, 800 dan 858. Bapak Kusno sekeluarga mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga atas santunan para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan

Santunan : Rp 500.000
Tanggal : 9 Februari 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @KinantiAwe

Fatin menderita hydrocepalus


KADINEM BINTI KERTOREDI (57, duafa+ buta+sebatangkara) Alamat : RT 4/8 Dukuh Plosorejo, Desa Krowe,  Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Kadinem adalah lansia yang hidup sebatang kara di sebuah bukit di daerah pinggiran kota Magetan dengan keterbatasan yang di milikinya. Suaminya sudah lama meninggal dan tidak dikaruniai anak. Bu Kadinem mengalami katarak yang menurut dokter sudah tidak dapat di sembuhkan. Keseharian beliau hanya bisa duduk, menyapu dan memasak sebisanya. Bahan makanan dan lauk pauk yang di dapat Bu Kadinem pun hanya menunggu raskin dari pemerintah dan warga yang merasa iba kepadanya. Ada satu tetangga yang selalu memantau Bu Kadinem setiap hari, karena memang posisi rumah Bu Kadinem masuk ke wilayah hutan kira-kira berjarak 1 km dari desa dan beliau hanya memiliki 1 tetangga saja. Melihat kondisi dan keterbatasan tetangganya pun sangat tidak mungkin membantu konsumsi Bu Kadinem setiap harinya. Karena itu kurir Sedekah Rombongan mengusahakan bantuan sembako dan lauk pauk untuk Bu Kadinem supaya meringankan beban beliau. Santunan ketiga dari para Sedekaholic sebesar Rp 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya hidup sehari-hari setelah sebelum nya masuk rombongan 797 dan 853. Rasa terimakasih dan doa disampaikan Bu Kadinem kepada kurir Sedekah Rombongan dan para sedekaholic di mana pun berada. Semoga menjadi amal kebaikan yang dibalas berlimpah oleh Allah, Amin.

Jumlah Santunan  Rp 1.000.000
Tanggal : 11 Februari 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @KinantiAwe

Bu kadinem seorang dhuafa, buta dan sebatangkara


DIRWAS BIN DAUD (6, microsefalus + cerebal palsy + syaraf tangan putus + gangguan paru-paru). Alamat : KPR Bukit Selosari Permai Blok A3 No 3, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Dirwas adalah putra kedua pasangan Bapak Daud (37 tahun) dan Ibu Ai Mulyani (26 tahun), yang mengalami kelainan sejak lahir. Kelainan itu sendiri diketahui sejak Dirwas berumur 4 bulan. Di usia nya yang ke enam seharus nya Dirwas sudah bisa berlarian hanya bisa tergolek lemah di tempat tidur karena penyakit microsefalus yang menghambat tumbuh kembang nya. Tidak cukup sampai disitu, saat usia menginjak 5 tahun tulang tangan Dirwas menjadi bengkok dan saat dilakukan rontgen dinyatakan jika syaraf tangan nya putus. Karena keterbatasan biaya maka pengobatan Dirwas hanya dilakukan dengan terapi di Magetan. Pak Daud yang bekerja sebagai penjual bubur ayam sangat kesulitan membiayai pengobatan Dirwas. Di lain sisi Pak Daud masih mempunyai 5 anak yang masih kecil- kecil, yang tertua berusia 7 tahun dan yang bungsu baru berusia 6 bulan, sedangkan Dirwas adalah anak ke 2. Belum lagi harus memikirkan biaya kontrak rumah setahun sekali, semua dirasa cukup memberatkan Pak Daud. Alhamdulillah pak Daud dipertemukan dengan Sedekah Rombongan berdasarkan informasi dari mantan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Dik Dirwas menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan memulai pengobatan dengan jaminan Bpjs di Rumah Sakit Ortopedi Solo untuk masalah tulang tangan nya dan ke rsu Moewardi untuk terapi tumbuh kembang nya yang dilakukan tiap seminggu sekali. Santunan ke lima titipan para Sedekaholic sebesar Rp 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi selama menjalani pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 805 833, 866 dan 909. Pak Daud mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000
Tanggal : 23 Februari 2017
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @Ronypratama

Dirwas menderita microsefalus + cerebal palsy,syaraf tangan putus, gangguan paru-paru


MUSHOLA AL BADRUN, ( Pengadaan tiang pengeras suara dan tempat wudlu). Alamat : Dusun Ngrandu, Desa Sumberagung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Mushola Al Badrun adalah mushola berukuran 6×8 m yang berdiri di atas tanah wakaf dari tahun 1991. Karena  keterbatasan perekonomian warga, takmir dan jamaah yang rata rata bekerja sebagai buruh tani dan pekerja serabutan membuat kondisi bangunan mushola yang sudah termakan usia tersebut tidak terurus dengan baik. Sebenarnya sudah ada perbaikan di atap-atap mushola dan penggantian genting mengunakan dana dari donatur seorang perantauan warga setempat di Jakarta. Namun karena keterbatasan biaya yang di hibahkan untuk mushola tersebut pembangunan pun belum dapat di lanjutkan. Tempat wudlu yang kurang memadahi dan tiang pengeras suara yang saat ini menggunakan bambu dan sering roboh hampir setiap 3 bulan sekali perlu dilakukan perbaikan. Saat di survei ke lokasi pengeras suara hanya di dirikan mengunakan bambu yg sudah patah di ketinggian 4 meter yg akhir nya hanya terdengar di sekitar mushola saja. Padahal menurut warga mushola tersebut sering di gunakan untuk mengabarkan apa bila ada pemeriksaan balita setempat dari Dinas Kesehatan (Posyandu) juga saat ada warga desa meninggal dunia. Allhamdulilah bantuan dari sedekaholic melalui Sedekah Rombongan di sampaikan dalam wujud tiang pengeras suara dari pipa besi setinggi lebih kurang 8 meter juga material untuk pengadaan tempat wudlu yang telah di realisasikan oleh jamaah mushola Al Badrun dengan bekerja bakti secara bergantian. Ucapan terimakasih di ucapkan dari segenap takmir mushola dan jamaah kepada Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : 5.000.000,-
Tanggal : 25 Februari 2017
Kurir : @Mawanhananto @Ervinsurvive @Ronyprata58

Pengadaan tiang pengeras suara dan tempat wudlu


REZA TRI ANDIKA (16, Uretral Stricture). Alamat : RT 22/04, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Uretral Stricture atau yang biasa dikenal dengan kesulitan untuk buang air kecil ini dimulai sejak empat tahun lalu Reza bermain sepeda bersama teman-temannya, ia terjatuh dari sepeda dan saluran kencingnya terbentur sadel sepeda yang menyebabkan Reza tidak dapat buang air kecil. Keluarga pun membawanya ke Puskesmas untuk bisa segera ditangani, lalu dirujuk ke RSUD Sayidiman Magetan. Karena peralatan medis yang kurang lengkap Reza dirujuk ke RS dr. Moewardi Solo untuk mendapat penanganan. Operasi telah dilakukan, namun ternyata Reza belum bisa buang air kecil melalui saluran kencing. Pengobatan dihentikan selama dua tahun karena keterbatasan biaya, Reza buang air kecil menggunakan selang yang di pasang di saluran kencingnya dan diganti setiap seminggu sekali sekali di RSUD setempat. Dokter menyarankan Reza melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk penanganan lebih lanjut. Reza telah direncanakan dokter untuk melakukan operasi akan tetapi menunggu lubang bekas operasi yang pertama menutup terlebih dahulu. Pada pertengahan bulan Januari, lubang bekas operasi Reza yang dulu telah tertutup dan akan dilakukanya operasi. Alhamdulillah, operasi Reza pun telah dilakukan dan berjalan lancar. Ayah Reza, Paiman (50) dan ibunya Panirah (48) yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu merasa sudah tidak sanggup membiayai pengobatan Reza, inilah kendala bagi keluarga ini. Sampai akhirnya Sedekah Rombongan mendengar kabar tentang Reza. Santunan ke lima telah disampaikan dan digunakan untuk biaya membeli susu, pampers, obat-obatan dan biaya masuk rumah sakit. Santunan sebelum nya telah masuk nomor rombongan 909, 935  939 dan 953. Semoga Reza bisa segera sembuh dan sehat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 510.000,-
Tanggal : 26 Februari 2017
Kurir :  @MawanHananto @ErvinSurvive @FaizFaeruz @tica_fajaria @nay_munaa

Reza menderita Uretral stricture


WIWIK WINARSIH, (44, Kanker Payudara+ pergeseran tulang belakang). Alamat : Dusun Tawangsari, RT 13/6, Desa Sumberejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Wiwik adalah seorang ibu yang mengalami penyakit kanker payudara. Awalnya sakitnya di tulang belakang atau di pinggang (Jawa : kecetit), pertama cek up di Rsud Soedono diagnosa kanker payudara,  diperkirakan sudah menjalar ke tulang belakang, oleh dokter disarankan untuk kemoterapi, kemudian  yang kedua berobat ke RS Griya Husada Madiun selama 9 hari dan diagnosa sama,  tapi ada pergeseran tulang belakang. Bu Wiwik memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi Bu Wiwik. Akhirnya bantuan awalpun disampaikan oleh Sedekah Rombongan  untuk biaya akomodasi pengobatan Bu Wiwik. Tak lupa Bu Wiwik mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Februari 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bu wiwik menderita Kanker Payudara dan pergeseran tulang belakang


SRI RAHAYU (41, Kanker Payudara Kiri). Alamat: Jalan Tawangsari, RT 5/5, Desa Gempolan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Beliau merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang sejak tahun 2014. Awal mula beliau merasakan sakit pada di payudara sebelah kiri dan lambat laun semakin membesar sampai menimbulkan luka. Keluarga yang mengetahui kondisi tersebut akhirnya membawanya ke Rumah Sakit Amelia namun pihak rumah sakit menolak untuk menangani. Akhirnya Bu Sri dibawa ke RS Bhayangkara Kediri dan dilakukan operasi. Pada bulan ini Ibu Sri menjalani kontrol rutin setiap 1 bulan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Setelah menjalani beberapa hari di RS Bayangkara, Ibu Sri akhirnya di perbolehkan untuk pulang. Saat ini beliau tinggal bersama suaminya Edi Nugroho (45) dan satu anaknya bernama Hilal (12). Sehari-hari Pak Edi bekerja sebagai penjual buah keliling dengan penghasilan yang sedikit dan Bu Sri hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas II yang dimiliki Bu Sri, sedikit meringankan bebannya dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang biaya transportasi dan kebutuhan obat yang belum masuk tanggungan BPJS menjadi kendalanya. Keluarga pun bertemu dan mengungkapkan kesulitan yang dihadapi kepada tim Sedekah Rombongan. Santunan kembali kurir sampaikan untuk perbaikan keadaan umum, membeli obat dan biaya transportasi pulang pergi Kediri-Malang. Bantuan kepada Bu Sri pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 960. Semoga kondisi Bu Sri selalu membaik. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 1 Maret 2017
Kurir : @FaizFaeruz Katino @nay_munaa @m_rofii11

Ibu Sri menderita Kanker Payudara Kiri


MAINUN SIJUK (63, Maag Kronis). Alamat : Dusun Air Gelarak RT 18/2, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangkabelitung. Sejak Januari 2015, Ibu Mainun sudah merasakan sakit. Ketika dirujuk ke rumah sakit, ia didiagnosis dokter menderita demam berdarah, kolesterol tinggi dan hipertensi. Beberapa hari dirawat, kondisi Ibu Mainun mulai membaik dan bisa kembali ke rumah. Pada September 2016, kondisi kesehatan Ibu Mainun kembali memburuk dan ia kembali masuk rumah sakit. Dokter mendiagnosis Ibu Mainun mengalami maag kronis yang hingga kini sering kambuh. Ibu Mainun berobat menggunakan JKN – KIS kelas III. Ibu Mainun yang seorang janda kini sudah tidak bisa bekerja lagi. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ia bergantung hidup dengan anak-anaknya. Di esullitan yang dihadapinya, Ibu Mainun masih mempunyai tanggungan seorang anak laki-lakinya yang mendrita autis sejak kecil hingga ia dewasa. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Mainun dan menyampaikan bantuan agar ia dapat memeriksakan kembali kondisinya ke RSUD dan membantu meringankan beban ekonomi keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, Desmi Sarmayanti @ririn_restu

Bu mainun menderita Maag Kronis


ANGELIA ALBERTA (10, Pembengkakkan Kelenjar Getah Bening). Alamat : Jln. Singkur, RT 3/1 Desa Selindung Baru, Kecamatan Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangkabelitung. Tiga bulan yang lalu tepatnya pada 2 November 2016, Angel mengeluh adanya benjolan sebesar kelereng di beberapa bagian tubuhnya. Ada 2 benjolan di leher kanan, 2 benjolan di leher kiri, 1 benjolan di belakang telinga kanan dan 1 benjolan di belakang telinga kiri. Orang tua Angel membawanya ke dokter bedah di Rumah Sakit Bakti Timah. Oleh dokter, Angel diberi obat untuk melihat perkembangan benjolan tersebut apakah terus membesar atau mengecil, dan ia disarankan menjalani rawat jalan. Selama berobat jalan, kondisi benjolan Angel tidak mengecil sama sekali, bahkan mulai menimbulkan rasa nyeri yang tidak kujung hilang. Setiap hari Angel merasakan nyeri terutama pada kepala dan tangannya. Angel juga tidak bisa bersekolah lagi karena rasa sakit yang tak tertahankan di kepalanya. Akhirnya pada Jumat, 10 Februari 2017, kesehatan Angel menurun dan ia mengalami sesak napas hingga harus dirawat di rumah sakit. Angel didiagnosis dokter mengalami pembengkakkan kelenjar getah bening. Selama dirawat di rumah sakit, Angel masih terus merasakan kesakitan yang tidak kunjung sembuh. Pada Senin, 13 Februari 2017, Angel sudah diperbolehkan pulang oleh dokter dan akan terus dilihat perkembangan kesehatannya. Angel telah memiliki JKN – KIS kelas III. Kondisi ekonomi yang sulit membuat keluarga tidak bisa maksimal dalam pengobatan Angel dan mereka khawatir jika nantinya Angel harus intensif berobat. Ayah Angel yang berprofesi sebagai buruh serabutan di perusahaan air mineral juga menderita jantung koroner dan masih menjalani rawat jalan setiap bulannya. Kurir Sedekah Rombongan bersyukur dapat bertemu dengan Angel dan keluarga. Santunan pun disampaikan untuk operasional pengobatan Angel. Semoga bantuan yang disampaikan dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga Angel dan ia bisa menjalani pengobatan dengan optimal.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @ririn_restu

Angelia menderita pembengkakkan kelenjar getah bening


KURNIA MASITA (40, Kanker Serviks). Alamat : Gang Menumbing No 11 Sudimampir, RT 1, Desa Parit Padang, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Awal tahun 2014, Ibu Kurnia mengalami haid terus – menerus yang tidak kunjung henti. Kondisi tersebut berlangsung hingga 2 bulan. Ibu Kurnia memeriksakan kondisinya dan dokter mendagnosis ia menderita kanker serviks stadium tinggi. Ibu Kurnia beberapa kali dirawat di rumah sakit hingga pihak rumah sakit menyatakan tidak bisa melakukan tindaka operasi pengangkatan sel kanker dan merujuknya ke RS Dharmais Jakarta. Awal tahun 2015, Ibu Kurnia dirujuk ke RS Dharmais Jakarta dan saat menunggu jadwal berobat ia mengalami stroke secara tiba – tiba hingga membuatnya tidak bisa berbicara dan lumpuh setengah badan. Kondisi tersebut membuat beban Ibu Kurnia semakin terasa berat dalam menjalani ujian sakitnya. Dokter memutuskan tidak bisa melakukan operasi pengangkatan rahim karena statusnya sudah stadium tinggi. Selama setahun di Jakarta Ibu Kurnia sudah menjalani terapi sinar dan kemoterapi. Keluarga Ibu Kurnia khawatir dengan biaya dan kebutuhan selama berobat sehingga memutuskan untuk kembali ke daerah asalnya. Saat ini Ibu Kurnia hanya bisa terbaring di tempat tidur sambil merintih kesakitan karena rasa nyeri di perutnya. Setiap bulan Ibu Kurnia selalu diopname di rumah sakit untuk menghilangkan rasa nyerinya, bukan untuk mengobati penyakitnya yang sudah kronis. Selama pengobatan Ibu Kurnia mendapatkan pelayanan JKN-KIS kelas III yang dimilikinya. Ibu Kurnia memiliki tanggungan 3 orang anak. Saat ini Ibu Kurnia tinggal di rumah orang tuanya bersama keluarga adik kandungnya dan sehari – hari dirawat oleh adik iparnya. Kebutuhan sehari – hari mereka ditanggung oleh adik kandungnya yang berprofesi sebagai supir. Pada 2 Februari 2017, kurir Sedekah Rombongan mendapatkan kabar Ibu Kurnia meninggal dunia setelah sehari sebelumnya sempat dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya yang semakin menurun. Keluarga sudah mengikhlaskan semua yang dialami oleh almarhumah. Kurir Sedekah Rombongan berkesempatan bertemu dengan anak bungsu almarhumah untuk menyerahkan santuan duka. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @ririn_restu

Bu Kurnia menderita kanker serviks


MUHAMMAD ZAKY (8, Thalasemia + Hernia Scrotalis). Alamat : Desa Panca Tunggal, RT 5, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Zaky merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan, ia telah lama menderita thalasemia dan sudah beberapa tahun terakhir ini sering dirawat untuk tranfusi darah. Keterbatasan sarana dan prasarana rumah sakit di Bangka membuat Zaky dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Pasca menjalani pengobatan di RSCM Jakarta selama 3 minggu, sesuai dengan rekomendasi dokter, Zaky kembali menjalani pengobatan rutin di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang untuk melakukan transfusi darah rutin 2 kali setiap bulan. Alhamdulillah transfusi darah sudah dapat dilaksanakan secara rutin dan terakhir Zaky menjalani transfusi darah ke-4 pada 3 Oktober 2016. Untuk transfusi darah dan berobat ke RS Depati Hamzah Pangkalpinang, Zaky dan ayahnya harus menempuh perjalanan selama 3 jam dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Zaky harus dirawat selama 1 hari untuk keperluan proses transfusi darah. Zaky harus kembali menjalani transfusi darah rutin, untuk itu Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan akomodasi selama di perjalanan dan kebutuhan selama berobat di Pangkalpinang. Sebelumnya Zaky masuk ke rombongan 926.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @effendy_babel @ririn_restu

Zaky menderita thalasemia dan hernia scrotalis


MUHAMMAD ZAKY (8, Thalasemia + Hernia Scrotalis). Alamat : Desa Panca Tunggal, RT 5, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Zaky merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan, ia telah lama menderita thalasemia dan sudah beberapa tahun terakhir ini sering dirawat untuk tranfusi darah. Keterbatasan sarana dan prasarana rumah sakit di Bangka membuat Zaky dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Pasca menjalani pengobatan di RSCM Jakarta selama 3 minggu, sesuai dengan rekomendasi dokter, Zaky kembali menjalani pengobatan rutin di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang untuk melakukan transfusi darah rutin 2 kali setiap bulan. Alhamdulillah transfusi darah sudah dapat dilaksanakan secara rutin dan terakhir Zaky menjalani transfusi darah ke-4 pada 3 Oktober 2016. Untuk transfusi darah dan berobat ke RS Depati Hamzah Pangkalpinang, Zaky dan ayahnya harus menempuh perjalanan selama 3 jam dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Zaky harus dirawat selama 1 hari untuk keperluan proses transfusi darah. Zaky harus kembali menjalani transfusi darah rutin pada buan Januari ini, untuk itu Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan akomodasi selama di perjalanan dan kebutuhan selama berobat di Pangkalpinang. Sebelumnya Zaky masuk ke rombongan 926 dan pada tanggal 13 Desember 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Januari 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @effendy_babel @ririn_restu

Zaky menderita thalasemia dan hernia scrotalis


ILHAM RESTU (14, Cidera Kepala akibat Kecelakaan). Alamat : Jalan M. Nur No. 940, Kelurahan Koba, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pada 11 November 2016, saat Ilham pergi menunaikan ibadah salat jumat di Masjid  Jamik Koba, ia  mengalami kecelakaan. Ilham  yang berusaha mendahului mobil di depannya tidak bisa menghindari  sebuah motor dari arah berlawanan yang muncul  tiba – tiba. Ilham terpelanting dan kepalanya terbentur keras ke arah  selokan. Akibatnya kepala sebelah kanan Ilham pecah. Ilham dilarikan ke  rumah sakit daerah Koba dan dilakukan operasi di kepalanya. Fasilitas  rumah sakit yang kurang memadai membuat Ilham dirujuk ke RS  Bakti Timah Pangkalpinang. Ilham menjalani operasi ulang karena  hasil CT-Scan menunjukkan adanya kotoran yang masuk ke dalam kepala  melalui darah  dan kondisi batok kepalanya terjadi kerusakan. Dokter membedah dan  memasang  pen titanium di batok kepala Ilham dan ia sempat dirawat di ruang ICU  selama 2 hari. Meski sudah memiliki JKN – KIS, Ilham dibawa pulang kerumah karena orang tuanya tidak memiliki uang jika Ilham dirawat lebih lama. Kondisi Ilham saat ini masih sangat lemas, ingatannya berkurang, dan sering mengalami sakit kepala. Ilham masih harus melakukan kontrol kurang lebih  7 kali untuk mengecek kondisi kepala dan  mengevaluasi ingatannya pasca tabrakan. Kondisi orang tuanya yang hanya  sebagai juru parkir, membuat mereka kesulitan untuk membawa ilham kontrol ke rumah sakit karena biaya yang harus dikeluarkan sekali  kontrol  kurang lebih 1,4 juta rupiah. Kurir Sedekahrombongan bersimpati atas kondisi Ilham dan alhamdulillah berkesempatan bertemu dengannya dan menyampaikan santunan untuk kebutuhan berobat. Semoga ilham bisa lekas sembuh, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, Ahmad Hendra @ririn_restu

Ilham menderita cidera kepala akibat kecelakaan


ABDUL RANI (64, Cellulitis). Alamat : Jln. Raya Tua Tunu, RT 1, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Pak Abdul Rani merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan yang menderita penyakit Cellulitis. Pada September 2016, ia pernah dirawat di Rumah Sakit Bhakti Wara namun setelah itu ia tak lagi berobat. Setelah 2 bulan tidak diobati secara medis, kakinya mengalami infeksi, bernanah dan melepuh. Akhirnya Pak Abdul Rani kembali dirawat selama 2 minggu menggunakan JKN – KIS kelas III yang dimilikinya. Selama dirawat, kondisi Pak Abdul Rani semakin membaik dan luka kakinya mulai mengering. Dokter menyarankan Pak Abdul Rani berobat jalan selama dua bulan dengan catatan luka pada kakinya harus setiap hari dibersihkan dan diobati oleh perawat. Oleh karena itu, untuk membantu sang istri dalam merawat Pak Abdul Rani, perawat akan datang setiap hari mengunjunginya untuk merawat lukanya di rumah. Pak Abdul Rani adalah seorang buruh harian dengan penghasilan tidak menentu, sedangkan istrinya hanya sebagai ibu rumah tangga. Kondisi perekonomian yang terbatas membuat keluarga sebelumnya tidak berani membawa Pak Abdul Rani ke dokter. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan bisa membantu keluarga Pak Abdul Rani. Ketiadaan keluarga di Pangkalpinang membuat anak angkat Pak Abdul Rani dan istri membawa mereka ke kediamannya di daerah Muntok, meskipun sebenarnya perawatan belum selesai sempurna. Hal itu dilakukan sang anak angkat agar dapat mengurus Pak Abdul Rani. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat – obatan dan biaya kunjungan perawat yang mengurus luka setiap hari. Sebelumnya Pak Abdul Rani telah dibantu dalam rombongan 940.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.000.000,-
Tanggal : 23 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, Herda @ririn_restu

Pak abdul menderita cellulitis


HUSNA SALSABILA (3, Infeksi Paru – Paru). Alamat : Jln. Berok Ulu, RT 5/2, Desa Sungai Selan, Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung. Sejak lahir, Husna sering mengalami batuk dengan kadar dahak berlebih yang disertai pilek dan mengi. Jika penyakit Husna kambuh, orang tuanya membawa Husna ke Puskesmas Sungai Selan dan tak lama ia langsung sembuh.  Beberapa hari setelah sembuh, penyakit Husna sering kambuh lagi dan kejadian itu terus berulang. Pada Selasa, 20 Desember 2016, Husna kembali sakit dan karena kondisinya sangat mengkhawatirkan ia langsung dibawa ke RSUD Depati Hamzah yang kemudian mrujuknya ke ruang ICU Rumah Sakit Bakti Timah. Kondisi Husna masih tidak sadarkan diri dan dinyatakan terkena infeksi paru-paru. Husna dan keluarga tidak memiliki jaminan kesehatan sehingga keluarga terbebani dengan biaya selama di rumah sakit. Orang tua Husna, Bapak Agus Maulana dan Ibu Sartika memiliki tanggungan 3 anak. Pekerjaannya sebagai buruh harian hanya bisa mencukupi kebutuhan sehari – hari keluarga. Untuk membiayai pengobatan Husna, Bapak Agus terpaksa meminjam kepada keluarga dan kerabat terdekat. Kurir Sedekah Rombongan bersyukur dapat dipertemukan dengan Husna dan keluarga di ruang ICU Rumah Sakit Bakti Timah. Husna sudah cukup lama dalam kondisi tidak sadarkan diri dan ia harus segera dioperasi. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan untuk membantu biaya rumah sakit. Semoha santunan yang disampaikan bisa membantu meringankan beban ekonomi keluarga dan Husna bisa cepat pulih dan berkumpul lagi bersama keluarga, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Aminah @ririn_restu

Husna menderitainfeksi paru -paru


ALVO CUBY (2, Kelainan Ginjal). Alamat : Jln. Sumedang No. 122, RT 2/2, Desa Kacang Pedang Kejaksaan, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Balita lucu ini biasa dipanggil Niko. Dari berat badan dan nafsu makannya Niko terlihat sangat sehat, akan tetapi sejak November lalu perutnya tiba – tiba membesar. Oleh orang tuanya, Niko dibawa ke pengobatan alternatif di kampungnya. Kondisi Niko yang belum ada perubahan membuat seorang dokter yang juga teman ayahnya sempat memeriksa kondisi Niko, dan ia diagnosis sementara mengalami alergi. Kondisi Niko belum terlihat normal bahkan matanya semakin membengkak. Akhirnya orang tua Niko memeriksakan kondisinya ke dokter spesialis dan ia didiagnosis mengalami kelainan ginjal. Selama sakit, orang tua Niko belum berani membawanya ke rumah sakit untuk diobati secara intensif karena kondisi perekonomian keluarga yang sulit. Ayah Niko akhirnya mendaftarkannya terlebih dahulu menjadi peserta JKN – KIS agar dapat meringankan pengobatannya. Kini Niko telah dirawat di RSUD Depati Hamzah dan ditangani oleh dokter secara intensif. Meski dengan kondisi beberapa bagian tubuh yang membengkak, Niko tetap ceria dan tidak terlihat sakit bahkan ia pun selalu lahap menikmati makanannya. Ayah Niko saat ini bekerja sebagai buruh harian dengan penghasilan yang tidak menentu. Satu tahun yang lalu, Ayah Niko bekerja di pabrik supplier tabung oksigen untuk rumah sakit, akan tetapi karena ia menderita sakit yang berkepanjangan ia harus beristirahat total. Kurir Sedekah Rombongan bersimpati atas kondisi keluarga Niko dan alhamdulillah berkesempatan bertemu dan dapat menyampaikan santunan untuk operasinal berobat Niko. Semoga Niko bisa lekas sembuh, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Maret 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Asmiriadi @ririn_restu

Alvo menderita Kelainan Ginjal

—-
AURORA NURMALI PASANDA (1, Bibir Sumbing + Jantung Bocor). Alamat : Perum Taman Valencia, Blok F No 15, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam kota,  Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Pada 9 November 2016, Ibu Indah Hermayanti (36) melahirkan seorang bayi dengan kondisi bibir sumbing dan jantung bocor di RSUD Embung Fatimah Batam. Oleh ayahnya, Bapak Yaqob Pasanda (36), bayi ini diberi nama Aurora. Kondisi Aurora saat ini membaik, awalnya ia sering mengalami panas tinggi dan kejang – kejang. Hanya saja berat badan Aurora yang awalnya 48 kg kini menjadi 40 kg dan ia tetap harus kontrol setiap bulan untuk melihat perkembangan jantungnya. Saran dokter untuk secepatnya menaikkan berat badan Aurora menjadi 50 kg agar operasi jantung bocornya dapat segera dilakukan. Ibu Indah hingga kini masih berusaha mencari program operasi bibir sumbing gratis, tetapi masih belum ada informasi.  Pak Yaqob sekarang ini tidak bekerja, sedangkan Ibu Indah bekerja di kantin sekolah.  Bersyukur  kurir sedekah rombongan dipertemukan dengan Ibu Indah yang menceritakan semua keluh kesahnya.  Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu meringankan biaya pengobatan Aurora, semoga Aurora cepat sembuh dan menjadi putri yang dibanggakan kedua orang tua.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 25 February 2017
Kurir : @arfanesia @herubinyatiman @arina

Aurora menderita bibir sumbing dan jantung bocor


YOHANES APRILIANO DEGA  (2, Malformasi Anorectal). Alamat : Desa Danga, RT 17/8, Kec. Kolibali,  Kab. Nagekeo, Pulau Flores, Prov. Nusa Tenggara Timur. Yohanes merupakan anak pertama dari Quirines Nere (38) dan Kristina Biji Kula (29). Ia  terlahir dengan kondisi cacat bawaan yakni tidak memiliki anus dan  terdapat kelainan pada alat kelaminnya. Sebelumnya Yohanes sudah pernah  dirawat di RS Flores untuk pembuatan anus, namun karena di sana tidak  memiliki fasilitas yang lengkap untuk penanganan terhadap kelainan yang  dimiliki, Yohanes dirujuk ke RSUP Sanglah, Bali. Selama menjalani  pengobatan di RSUP Sanglah Yohanes sudah menjalani operasi colostomy  sebanyak 2 kali dan sudah ditutup. Saat ini kondisi Yohanes sudah lebih  baik dan menjalani rawat jalan sembari menunggu jadwal operasi  berikutnya, namun untuk operasi berikutnya dokter di RSUP Sanglah  menyarankan untuk merujuk Yohanes ke RSCM Jakarta dikarenakan peralatan  operasi di RSUP Sanglah belum memadai. Ayah dan ibu Yohanes yang   bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu membuat  mereka kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi ditambah  dengan penyakit yang diderita oleh Yohanes memerlukan biaya yang besar  dan pengobatan yang cukup lama. Awalnya mereka pasrah menerima keadaan  anaknya namun mereka tidak putus asa untuk selalu mengupayakan  kesembuhan bagi anak mereka. Biaya pengobatan selama di RSUP Sanglah  sudah ditanggung oleh JKN – KIS kelas III yang dimilikinya. Selama  pengobatan di Bali orang tua Yohanes sudah tidak lagi bekerja, sehingga  tidak ada penghasilan sama sekali dan mereka kesulitan dalam memenuhi  kebutuhan hidup. Alhamdulillah, sejak September 2016 kurir Sedekah  Rombongan menjadikan Yohanes sebagai pasien dampingan dan bisa  merujuknya ke RSCM Jakarta untuk rekonstruksi alat kelaminnya. Kurir  Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya pemeriksaan laboratorium di luar tanggungan BPJS dan untuk kebutuhan  sehari – hari selama berobat di RSCM Jakarta. Santunan sebelumnya telah  diberikan dan terdapat dalam rombongan 961.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.950.000,-
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir : @arfanesia @lusimartha @ririn_restu

Yohanes menderita malformasi anorectal


RSSR MALANG (Biaya Operasional Bulan Januari 2017 Tahap Ke – 2). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk membeli bahan pokok dan sekunder seperti beras, sayuran, telur, lauk pauk, buah-buahan, bumbu dapur, gula, kopi dan teh. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.859.500,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir: @FaizFaeruz @AfiatBuchori @nay_munaa @m_rofii11

Biaya operasional bulan Januari 2017 tahap ke – 2


UMAR AL FARUQ BIN WARTONO (2, gangguan saluran pernapasan). Alamat Jl. Winners poros Palu Donggala Silae Kecamatan Ulujadi Sulawesi Tengah. Awalnya adik Umar sedang bermain bersama teman-temanya dan sambil memakan buah sarikaya. Tiba-tiba biji sarikaya tertelan dan menyebabkan adik Umar sulit bernapas dan akhirnya tidak sadarkan diri. Saat itu pula kedua orang tua langsung melarikan adik Umar ke rumah sakit Anutapura Palu guna mendapatkan pertolongan. Namun dari pihak dokter rumah sakit setelah melihat hasil rongen tidak ditemukan biji sarikaya tersebut, sehingga pihak rumah sakit Anutapura Palu langsung memberi rujukan agar adik Umar segera dibawa ke rumah sakit di Surabaya. Adik Umar  merupakan anak dari bapak Wartono (35) yang sehari-hari bekerja sebagai guru ngaji, sedangkan Ibu bernama Fita Ratnasari (29) sebagai Ibu rumah tangga. Adik Umar belum memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk apapun.
Sedekah rombongan segera bergerak menuju rumah sakit setelah mendapatkan informasi tersebut. Dan kurir segera melakukan pendampingan kepada kedua orang tua adik Umar guna pengurusan segala persiapan agar adik Umar dapat diberengkatkan ke Surabaya. Namun Allah berkehendak lain dalam proses persiapan keberangkatan kondisi Adik Umar terus memburuk dan akhinya meninggal dunia. Semoga Adik Umar diterima disisi-Nya dan keluarga diberi ketabahan atas kejadian ini. Amin.

Jumlah bantuan    : Rp. 1.500.000, –
Tanggal     : 15 Januari 2017
Kurir        : Rasyid @Siti Fitria

Umar menderita gangguan saluran pernapasan


JUHARIA BINTI ALIGE (52, Tumor Mata), alamat : Jl. Merpati, Lrg. Merpati, RT ¼, Kel. Tanahmodindi, Kec, Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Ibu Juharia menderita tumor yang menyebar di bagian mata sejak tahun 2004, dan sudah beberapa kali melakukan pengobatan dan perawatan di berbagai rumah sakit diantaranya RS. Wirabuana Palu, RS. Amapana dan RS Undata Palu. Dan hasil konsultasi terakhir bahwa Ibu Juharia harus di rujuk ke Rumah Sakit di Makassar. Namun dikarenakan ketiadaan biaya Ibu Juharia memilih melakukan pengobatan di rumah saja. Kurir sedeah rombongan setelah mendapat informasi mengenai beliau, segera bergerak menuju kediaman Ibu Juharia dan melihat kondisinya secara langsung. Pada saat itu kondisi Ibu Juharia sering mengalami kesakitan di bagian wajah dan sehari-hari untuk menghilangkan rasa sakit yang diderita tersebut (mata dan bagian wajah), maka setiap malam hanya mengandalkan obat penghilang rasa sakit yaitu Asam mefenamat dan anti biotik cefadroxil. Kondisi ini sudah berlangsung selama beberapa tahun sehingga menyebabkan Ibu Juharia mengalami gangguan tidur dan selalu tidur dengan posisi duduk (karena sulit tidur jika berbaring/perasaan tidak nyaman). Suami Ibu Juharia yaitu Bapak Muhammad Syarif (50) yang bekerja sebagi buruh merasakan sangat kesulitan untuk membiayai pengobatan istrinya. Keduanya selama ini hanya mengandalkan gaji yang minim dari pendapatan hasil bekerja sebagai seorang buruh harian lepas. Jaminan kesehatan yang dimiliki oleh pasien ini adalah BPJS.
Alhamdulillah sedekah rombongan telah melakukan pendampingan kepada Ibu Juharia selama di Makassar. Dan setelah menjalani operasi di rumah sakit Wahidin Makassar Ibu Juharia telah kembali ke Palu. Sedekah rombongan kembali menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan biaya berobat untuk penyembuhan. Dimana bantuan sebelumya terdapat pada rombongan 947.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Maret 2017
Kurir : Rasyid@Lismasari

Bu Juharia menderita tumor mata


NURSIFA PRIMELIA TALABA (46, Komplikasi penyakit). Alamat Jl. Sutoyo, RT/RW 007/002, Kelurahan Besusu Tengah Kecamatan Palu Timur Kota Palu Sulawesi Tengah. Ibu Nursifa sejak 6 bulan yang lalu didiagnosa mengidap penyakit komplikasi (Hypertensi, Anemia, gangguan ginjal, maag, gangguan katup jantung, gangguan gula darah, vertigo dan asam lambung). Ibu Nursia sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Undata Palu, dan menurut dokter harus segera dilakukan pencucian darah, namun pihak keluarga belum merespon saran dokter tersebut karena masih mengalami kebimbangan. Suami Ibu Nursifa bernama Moh. Said (53) yang bekerja sebagai buruh harian lepas dan memiliki tanggungan 5 orang anak. Kondisi saat ini Ibu Nursifa tidak bisa bangun dan tinggal di rumah keluarga yang berpenghuni 3 kepala rumah tangga. Jaminan kesehatan yang dimiliki saat ini adalah Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Kurir sedekah rombongan melakukan pedampingan guna meringankan biaya perawatan, berobat dan akomodasi Ibu Nursifa yang belum tercover oleh Kartu Indonesia Sehat (KIS). Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 956.

Jumlah bantuan  : Rp. 1.300.000
Tanggal : 1 Maret 2017
Kurir : Rasyid@Lisma

Bu Nursifa menderita komplikasi penyakit


MARYAM NURASANAH BINTI ISHAK (12, Kanker Darah). Alamat Jl. Jati, RT/RW 002/001 Kelurahan Gunung Bale Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah. Adik Maryam sejak 3 bulan yang lalu mengalami pendarahan dari mulut dan hidung serta suhu tubuh yang terus meningkat sehingga menyebabkan Adik Maryam lemas dan sulit menelan makanan. Melihat kondisi adik Maryam pihak keluarga segera memeriksakan diri ke Puskesmas guna mengetahui peyakit yang diderita. Namun dikarenakan kondisi tubuh terus melemah maka adik Maryam dilarikan ke RS Kabelota Donggala dan dirawat di ruang ICU selama 3 hari. Dari diganosa awal oleh dokter di RS Kabelota bahwa adik Maryam mengidap penyakit kanker darah, sehingga pihak RS pada tanggal 17 Februari 2017 membuat rujukan ke RS Undata Palu guna pemeriksaan lebih lanjut. Pada sore hari itu juga pihak keluarga segera membawa Adik Maryam ke RS Undata Palu dan dirawat di ruang Catelia Kelas 3. Dari hasil pemeriksaan sementara bahwa adik Maryam mengidap Hematemesis, Melena, Gastritis Kronik, Variles Esofagus, Anemia Chronil Deseare (Anemia Akut) dan Sepsis (gangguan pencernaan). Berat badan terus mengalami penurunan yang semula 35 Kg (3 bulan yang lalu) dan saat ini hanya 22 Kg. Adik Maryam merupakan anak ketiga dari bapak Ishak (49) yang bekerja sehari-hari sebagai tukang ojek dengan penghasilan sehari kurang lebih Rp. 40.000,-. Dan Ibu bernama Mila Rahayun (49) yang hanya sebagai Ibu rumah tangga. Kondisi ekonomi yang sulit membuat kedua orang tua Adik Maryam sempat hanya bisa pasrah dan tidak dapat berbuat banyak kepada anaknya. Adik Maryam sudah selama 3 bulan tidak lagi masuk bersekolah di SMP 1 Banawa akibat penyakit yang diderita. Saat ini jaminan kesehatan yang dimiliki adalah SKTM (surat keterangan tidak mampu).
Sedekah rombongan saat ini melakukan pendampingan kepada Adik Maryam. Dan segera menyampaikan bantuan kedua dari para sedekaholic guna membantu meringankan biaya berobat bagi adik Maryam. Bantuan sebelumnya terdapat dalam rombongan 960.

Jumlah bantuan  : Rp. 1.800.000,-
Tanggal : 1 Maret 2017
Kurir : Rasyid@Syarif dan Lismassari

Maryam menderita kanker darah


HUSNA BINTI LARIAJA (52, TBC akut). Alamat Dusun V Umala Desa Toaya Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Ibu Husna sudah hampir 3 bulan lamanya menderita batuk yang disertai dengan darah. Yang awalnya dianggap sebagai batuk biasa dan cukup dengan mengkonsumsi obat biasa. Namun kurun beberapa hari batuk yang diderita tak kungjung reda bahkan kondisi fisik terus melemah. Oleh keluarga segara membawa Ibu Husna ke Rumah Sakit Madani Palu, dan setelah dirawat selama 6 hari dokter mendiagnosa bahwa Ibu Husna menderita penyakit TBC akut yang kemudian disarankan agar berobat kontinyu selama 6 bulan berturut-turut. Ibu Husna merupakan Ibu rumah tangga dan telah menjanda selama 24 tahun serta mempunyai 3 orang Anak. Anak pertama bernama Justina (30) sudah menikah dan tinggal jauh bersama suami. Sedangkan anak kedua bernama Alfan (26) yang bekerja sebagai buruh bangunan dan penyokong utama ekonomi Ibu Husna. Dan anak ketiga bernama Ritna (24) sehari-hari membantu pekerjaan Ibu Husna di rumah. Jaminan kesehatan yang dimiliki saat ini adalah Kartu Indnesia Sehat (KIS).
Sedekah rombongan segera bergerak menuju kediaman Ibu Husna setelah mendapatkan informasi tersebut. Dan alhamdulillah sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic untuk membantu meringankan biaya berobat bagi Ibu Husna.

Jumlah bantuan    : Rp. 500.000, –
Tanggal     : 2 Maret 2017
Kurir        : Rasyid @Syariful Umar

Husna menderita TBC akut


AHMAD ALAMSYAH BIN JUDLAN (3, kelainan pada usus). Alamat Dusun 3 Desa Olaya Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah. Sejak umur 4 bulan Adik Ahmad sudah mengalami kesulitan buang air besar (BAB) dikarenakan akibat dari usus adik Ahmad mengalami kelainan. Saat ini usus adik Ahmad menonjol keluar sehingga adik Ahmad hanya bisa terus menangis. Adik Ahmad merupakan anak dari bapak Judlan (35) yang sahari-hari bekerja sebagai buruh lepas dan Ibu bernama Sumarni (32) sebagai Ibu rumah tangga. Dengan kondisi ekonomi yang sulit maka kendala yang dihadapi orang tua adik Ahmad saat ini adalah biaya akomodasi untuk bisa membawa adik Ahmad berobat ke rumah sakit. Dan sampai saat ini adik ahmad belum memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk apapun.
Sedekah rombongan melakukan pendampingan kepada Adik Ahmad dan alhamdulillah operasi usus Adik Ahmad berhasil dan dilakukan perawatan untuk penyembuhan di rumah sakit Anutapura Palu. Sedekah rombongan kembali menyampaikan titipan dari para sedekaholic, setelah sebelumnya bantuan terdapat pada rombongan 963.

Jumlah bantuan    : Rp. 1.325.000, –
Tanggal     : 28 Februari 2017
Kurir        : Rasyid @Tirana dan Syarif

Ahmad menderita kelainan pada usus


ALFARIZI BIN BURHANUDDIN (3 bulan, wajah dan kulit kepala bisul bernanah). Alamat Desa Pakuli Kec. Gumbasa Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah. Awalnya sekitar sebulan yang lalu adik Alfarizi mengalami bintik-bintik merah, yang lama kelamaan terus menyebar di sekitar wajah dan kulit kepala. Setiap kali bintik tersebut pecah maka bermunculan kembali bintik merah ditempat lain, sehingga membuat adik Alfarizi terus menangis dan sulit untuk tertidur manahan perih. Saat ini bintik merah tersebut semakin menyebar dan telah bernanah. Sehingga kedua orang tua segera membawa adik Alfarizi di rumah sakit Anutapura Palu guna pemeriksaan lebih lanjut setelah sebelumnya dirawat di Puskesmas Pakuli kabupaten Sigi. Adik Alfarizi merupakan anak dari Bapak Burhanuddin (37) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan, dan Ibu bernama Nirmala (32) sebagai Ibu rumah tangga. Saat ini adik Alfarizi belum memiliki jaminana kesehatan dalam bentuk apapun.
Sedekah rombongan segera bergerak menuju rumah sakit tempat Adik Alfarizi di rawat. Dan alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan biaya berobat bagi adik Alfarizi.

Jumlah bantuan    : Rp. 1.000.000, –
Tanggal     : 28 Februari 2017
Kurir        : Rasyid @Tati, Syarif  dan Fitri

Alfarizi menderita wajah dan kulit kepala bisul bernanah


RAMADHAN BIN MUHAMAD NASIR (28, Coroted Caverneus Fishula Dextra). Alamat Desa Desa Pebatae Bumi Raya Kabupaten Morowali Propinsi Sulawesi Tengah. Ramadhnan pada tanggal 7 Januari mengalami kecelakaan sehingga menyebabkan pendarahan pada otak dan selaput mata bawah menonjol (corated caverneus). Kondisi ini menyebabkan beberapa hari Ramadhan tidak sadarkan diri dan kondisi terus melemah. Pihak rumah sakit Undata Palu menyarankan agar Ramadhan segera di rujuk ke rumah sakit di Surabaya guna mendapatkan parawatan dan pengobatan lebih lanjut. Ramadhan merupakan anak dari Bapak Muhamad Nasir (50) yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan, dan Ibu bernama Rosmini (40). Dikarenakan kondisi ekonomi yang sulit, maka kedua orang tua menunda untuk memberangkatkan Ramadhan ke Surabaya dan memilih untuk merawat di rumah. Saat ini jamninan kesehatan yang dimiliki adalah Jamsosda.
Sedekah rombongan segera bergerak setelah mendapat informasi tersebut. Dan alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan biaya berobat bagi Ramadhan.

Jumlah bantuan    : Rp. 1.000.000, –
Tanggal     : 5 Maret 2017
Kurir        : Rasyid @Tati, Syarif dan Fitri

Pak Ramadhan menderita Coroted Caverneus Fishula Dextra


MARSINI BINTI WIRO SENTONO (38, Gangren Diabet). Alamat : Kriyanan Wates Kulon Progo DIY. Marsini sudah lama menikah dengan Legiono namun belum dikaruniai anak. Legiono yang bekerja serabutan sebagai buruh lepas dan kurang peduli dengan kebutuhan sehari- hari membuat Marsini bekerja menjadi buruh cuci. Namun sudah setahun lebih mengidap penyakit gula dan terjadi luka dikaki kanannya,  membuatnya berjalan agak pincang dan kerepotan untuk melanjutkan pekerjaannya. Marsini kontrol secara teratur ke puskesmas setiap bulan menggunakan jamkesmas, namun sejak kakinya semakin bengkak karena luka gangren Marsini berhenti bekerja dan praktis tidak mempunyai penghasilan untuk mencukupi kebutuhan sehari hari. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi untuk menyampaikan amanat sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp  500.000,00
Tanggal : 16 Januari 2017
Nama Kurir : @MarjunulNP, Muchammad Yudan Febrianto, Lilik Wuryani.

Bu Marsini menderita Gangren Diabet


IBNU SISWANTO (37, Bedah Rumah). Alamat: Serut, Pengasih, Kulon Progo, DIY. Ibnu demikian dipanggil beberapa tahun lalu mengalami kecelakaan yang membuat tangan kanannya tidak bisa digerakkan bahkan posisi tangan menjadi ke belakang. Oleh karena itu, Ibnu tidak bisa bekerja lagi. Dengan uang hasil kerja yang sempat ditabungnya, Ibnu mencoba menyewa ruko untuk berjualan makanan kering. Dengan hasil yang tidak pasti dan tidak seberapa, akhirnya ia tidak mampu lagi menyewa ruko karena uang sewanya naik. Ibnu mempunyai istri dan satu orang anak yang berusia 3 tahun. Ibnu tetap berjualan di tempat yang sederhana dan sangat kecil. Istrinya juga membantu berjualan cilog. Saat ini, rumah yang ditempati membutuhkan pergantian pada bagian atap. Atap yang sudah mulai rapuh mengkhawatirkan. Oleh tetangga direncanakan dibongkar secara gotong royong. Beberapa bantuan dari temanpun digalang, namun belum cukup untuk membantu menutup semua biaya perbaikan atap. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi untuk memberikan santunan dari sedekaholics.

Jumlah bantuan: Rp 2.000.000.-
Tanggal: 30 Januari 2017
Nama Kurir: @Marjunul NP, Mochamad Yudan Febrianto, Lilik Wuryani.

Bantuan bedah rumah


SUPRIYADI BIN KARDI (50, ODGJ). Alamat : Terbah, Wates, Kulon Progo, DIY. Supriyadi yang sehari  sebagai tukang becak dengan penghasilan yang tidak menentu. Istri Supriyadi pun berusaha membantu dengan bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan penghasilan 500 ribu setiap bulan. Dengan penghasilan  tersebut untuk menghidupi ketiga anaknya, dengan kondisi anak pertama terjadi kelainan refrakdi yang sangat parah karena lahir secara prematur. Sempat dibawa periksa sampai Sardjito dan memperoleh beberapa santunan. Dalam kondisi serba kekurangan membuat Supriyadi menderita gangguan jiwa. Setiap hari pergi menarik becak tetapi tidak pernah menghasilkan uang. Praktis segala kebutuhan dicukupi dari penghasilan istrinya yang tidak seberapa. Beberapa pintu dan jendela rumah sudah keropos membutuhkan perbaikan. Anak pertama Supriyadi pun saat ini mendapat perawatan dan pendidikan dari yayasan Yakum. Beruntung kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi untuk memberikan santunan dari sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal : 24 Januari 2017
Nama Kurir : @MarjunulNP, Muchammad Yudan Febrianto, Lilik Wuryani.

Pak Supriyadi menderita gangguan jiwa


SUMARSIH BIN ATMO SUKIRNO (43, Bantuan modal usaha). Alamat : Tanggulangin Sidomulyo, Kulon Progo. Sumarsih terpaksa bekerja serabutan untuk menghidupi ketiga anaknya yang masih sekolah SMP, SD dan balita.Sejak suaminya yang dulu bekerja di pabrik secara mendadak meninggal dunia pada bulan Mei 2016. Praktis Sumarsih hanya bisa mengandalkan tenaganya menjadi buruh serabutan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari karena kehidupan bersama suami serba pas pas an sehingga tidak mempunyai tabungan. Keinginan Sumarsih adalah membuka warung dirumah sehingga dapat mengasuh anak nya sekaligus mencari nafkah. Karena pada saat ditinggal bekerja serabutan anaknya bermain tanpa pengawasan sehingga si kecil menderita luka bakar di sebagian besar dada dan perut, dan dalam proses pemulihan. Pada saat kemarin hampir sebulan harus berobat rutin praktis tidak mempunyai penghasilan karena tidak bekerja. Sumarsih pun mempunyai pinjaman 1 juta yang belum terbayarkan. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi untuk memberikan santunan dari sedekaholics.

Jumlah bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 16 Desember 2017
Nama Kurir : @Marjunul NP, Muchammad Yudan Febrianto, Lilik Wuryani.

Bantuan modal usaha


SUJIYEM BINTI SUJARMAN (63, Ca Mammae) Alamat : Kutan, Jatirejo, Lendah, Kulon Progo, DIY. Sujiyem yang bekerja sehari-hari dengan berjualan bakmi goreng dengan penghasilan tidak menentu adalah istri dari Suroso (71) yang tidak lagi bekerja. Sujiyem hanya tinggal bersama Suroso karena sejak menikah tidak dikaruniai anak. Sujiyem mengangkat seorang anak sejak bayi yang sekarang sudah berumah tangga dan hidup terpisah di Gamping Yogyakarta. Sujiyem merasakan adanya benjolan sejak bulan Juli 2016 dipayudara kanan dan terasa nyeri, kemudian berobat ke RS Pura Raharja. Oleh RS, Sujiyem dirujuk ke RS UGM untuk mammografi dengan hasil curiga kanker. Kemudian dilakukan biopsi di RSUD Wates, dan setelah hasil biopsi keluar dengan hasil kanker kemudian tanggal 17 Agustus 2016 dilakukan mastektomi. Setelah luka operasi kering, Sujiyem dirujuk ke RSUP DR Sardjito untuk kemotherapy. Saat ini Sujiyem sudah menjalani kemotherapy yang keenam dan dilanjutkan radiotherapy yang mendapatkan antrian pada tahun 2019. Saat ini Sujiyem merasakan kedua kakinya nyeri dan kaku untuk berjalan. Sujiyem masih menjalani kontrol secara rutin di Sardjito setiap bulannya menggunakan Jamkesmas. Sujiyem pernah mendapatkan santunan #SR pada tanggal 17 Agustus 2016 dengan nomor rombongan 883. Santunan kedua diberikan kembali karena masih butuh waktu panjang bagi Sujiyem untuk berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal : 17 Januari 2017
Nama Kurir : @Marjunul NP, Muchammad Yudan Febrianto, Lilik Wuryani.

Bu Sujiyem menderita Ca Mammae


TIKA DEVI PURWANTI (16, Beasiswa). Alamat: Pedukuhan Xll Rt 048 Rw 023, Karangsewu, Galur, Kulon Progo. Suwarno memiliki 2 orang anak yang masih sekolah, Anak yang pertama Tika Devi Purwanti yang bersekolah di SMA N 1 GALUR Kelas X B, dan yang ke 2 Rizal Tri Prasetya masih duduk di SD. Pekerjaan sehari-hari Bapak Suwarno sebagai buruh serabutan dan ibu sebagai buruh  rumah tangga di rumah tetanganya. Penghasilan dari Bapak Suwarno dan Ibu Jumini sangat pas pasan untuk biaya hidup sehari-hari. Dan saat ini Bapak Suwarno , memiliki kekurangan kewajiban membayar uang sumbangan sekolah anak pertama yang duduk di sekolah menengah atas sebesar 1.500.000, kondisi ekonomi Pak Suwarno dan keluarga tidak bisa untuk menutup kekurangan biaya sekolah tersebut. Keluarga Bapak suwarno sangat berharab ada yang bisa membantu meringankan beban keluarga tersebut untuk membayar biaya kekurangan pendidikan.  Beruntung kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi untuk memberikan santunan dari sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal : 22 Januari 2017
Nama Kurir : @MarjunulNP, Muchammad Yudan Febrianto, Herman.

Bantuan beasiswa


KDD (KELOMPOK DIFABEL DESA) MAKMUR JATI MANDIRI. Sekretariat : Balai desa Jatirejo,Lendah,Kulon Progo,DIY. KDD Makmur Jati Mandiri berdiri pada bulan Agustus 2015. Jumlah Anggota sekitar 40 orang, terdiri dari sekitar 10 usia anak-anak, 5 usia remaja, 35 usia dewasa dan tua.  Anggota terdiri dari para penyandang difabel ( tuna rungu wicara, tuna netra, CP (cerebral parsy), autis, down syndrom, psikotik,tuna grahita, lumpuh layu, slow learner. KDD Makmur Jati Mandiri  merupakan kelompok difabel yang dibentuk oleh SiGAB (sasana integrasi dan advokasi difabel) pada bulan Agustus 2015. Tujuan dibentuk KDD ini adalah untuk memberikan wadah bagi teman-teman difabel agar mereka semangat, mandiri, dan tidak merasa sendiri. Sigab membiaya operasional KDD hanya bulan agustus 2015 sampai September 2016. Utk 3 bulan berikutnya (Oktober-Desember) biaya operasional KDD dibiayai oleh pemerintah desa. Agenda-agenda yang dilakukan dalam KDD ini adalah pertemuan rutin setiap bulan yang diisi dengan berbagai acara seperti pelatihan-pelatihan kewirausahaan, seminar kedifabelan, dan lain sebagainya. Kondisi saat ini : teman-teman difabel mulai semangat dan percaya diri untuk keluar rumah dan bersosialisasi. Namun kendala yang dihadapi saat ini adalah terdapat  kekhawatiran jika keberadaan KDD ini tidak berlangsung lana  karena untuk anggaran tahun 2017 masih belum pasti. Padahal teman-teman KDD mempunyai mimpi besar yaitu mendirikan sebuah usaha yang diprakarsai KDD sendiru. Oleh karenanya segenap pengurus mengusahakan penggalangan dana untuk berlangsungnya kegiatan di KDD ini. Segenap pengurus dan anggota bersyukur kurir Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi untuk memberikan santunan dari sedekaholic.

Jumlah bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 19 Januari 2017
Nama kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febriyanto, Rohanna Desy Kurniawati

Bantuan biaya operasional


SUNARDI BIN SUMARTO (56, Bantuan Bedah Rumah). Alamat: Gunung Gempal, RT.22/RW. 10, Giripeni, Wates, Kulon Progo, DIY. Sunardi bekerja sebagai tukang becak dengan penghasilan yang tidak menentu. Sunardi mempunyai istri Paijah dan 4 orang anak yang masih sekolah. Bedah rumah dari Pemda sudah diberikan berupa material bangunan, sedangkan tenaga untuk mendirikan rumah adalah gotong royong tetangga sekitar. Saat inipun sudah berdiri rumah sederhana tanpa atap. Sunardi belum dapat melanjutkan pembangunan karena tidak mempunyai uang. Sunardi sekeluarga menempati gubug reot yang sudah tidak layak huni di samping rumah yang belum jadi. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi untuk memberikan santunan sedekaholics.

Jumlah bantuan: Rp 2.000.000,-
Tanggal: 30 Januari 2017
Nama Kurir: @Marjunul NP, Mochamad Yudan Febrianto, Lilik Wuryani

Bantuan bedah rumah


TPA DA’ WATUL ISLAMIYAH (Bantuan operasional). TPA Da’watul Islamiyah, Direktur TPA Hj.ASNAH AL AMIEN, S.AG. Alamat lengkap: Madigondo Sidoharjo Samigaluh Kulon Progo. TPA Da’watul Islamiyahberdiri sudah lama Tahun 1993 dan mendapat sertifikat dari AMM tahun 1997, dulu pengajian  belajar Al qur’an ada TK Islam Al Quran, kemudian sekarang TPA mengasuh santri dari tingkat PAUD sampai MTs. Anak didik ada 57 anak, sekarang Ustad/ah 11 orang. Untuk kegiatan operasional memang sangat minim sehingga sangat membutuhkan bantuan operasional. Sementara pembelajaran  TPA menempati aula PP Da’watul Islamiyah. Beruntung Kurir  Sedekah Rombongan  dapat bersilaturahmi menyampaikan amanah sedekahholiks  ke TPA, dan kami segenap pengurus mengucapkan terimakasih.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 19 Januari 2017
Nama kurir: @MarjunulNP,Muchammad Yudan Febriyanto, Ahmad Amin.

Bantuan operasional


SOFIA ANIS INAYATI (10, beasiswa dan  yatim). Alamat lengkap: Madigondo Sidoharjo Samigaluh Kulon Progo. Bapak Sofia bernama Suprapto (alm) dan ibunya bernama Ibu Suwarti. Sofia Anis Inayati anak berusia 10 tahun , dia anak yatim, sejak umur 4 tahun.  Bapaknya meninggal dunia karena sakit perut dalam usia 40 tahun. Sekarang Sofia Anis kelas 4 SD. Hidup bersama ibunya yang dhuafa dan penghasilan dari bertani yang sangat minim. Kakak Sofia selepas lulus SMA bekerja serabutan.  Kemudian diusulkan bantuan  RR untuk biaya pendidikan dan kebutuhan di rumah. Karena juga tergolong duafa karena ibunya tidak punya pekerjaan tetap. Bersyukur Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi yang sebelumnya memang sudah silaturahmi untuk menyampaikan amanah dari para sedekahholics .

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 24 Januari 2017.
Kurir: @MarjunulNP, Muchammad Yudan, Ahmad Amin.

Bantuan beasiswa


SUTINI BINTI MURMO PAWIRO ( 54, Stroke). Alamat lengkap: Kragilan, Sinduadi, Mlati. Ibu Sutini sakit strook sejak Tahun 2013 pertama kali serangan , kemudian di bawa ke RS Queen Latifa , Sleman, dengan fasilitas BPJS (KIS). Ibu Sutini, terserang stroke kemudian dibawa ke RS Queen Latifa di kelas 3, dari separuh tubuh lemas, tidak bisa digerakkan, sudah sering wira wiri ke RS, namun   masih lumpuh separo. Kondisi terkini, beliau masih lumpuh separuh, tangan  kanan dan kaki sulit di gerakkan, kalau berjalan dengan diseret-seret. Sutini di rumah bekerja dengan  anaknya di sebuah minimarket. Suaminya bernama Sudarto bekerja serabutan dan menjahit di pinggir jalan di daerah Mlati. Beruntung Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi untuk menyampaikan amanah dari Sedekahholics berupa bantuan uang yang diterima suaminya Sudarto. Sudarto dan Ibu Sutini mengucapkan terima kasih.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000.-
Tgl Survey:  21 Januari 2017.
Kurir:@MarjunulNP, Muchammad Yudan, Ahmad Amin.

Bu Sutini menderita stroke


KELOMPOK MIGUNANI. Alamat: Jalan Kolonel Sugiono No. 14 Wates Kulon Progo. Kelompok migunani bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dengan salah satu program Mobil Layanan Masyarakat Migunani (Ambulan). Ambulan ini berfungsi sebagai sarana transportasi medis/berobat masyarakat ke rumah sakit. Kendala yang dihadapi adalah kurangnya fasilitas kursi roda untuk pasien di rumah sakit sebagai sarana mobilitas pasien saat berobat. Kondisi ini membuat pasien harus mengantri bahkan tidak mendapatkan kursi roda sendiri untuk membantu pasien yang menggunakan jasa Migunani. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi menyampaikan amanah dari sedekaholics.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000.-
Tanggal: 21 Januari 2017
Kurir: @Marjunul NP, Mochamad Yudan Febrianto, Abindranath.

Bantuan kursi roda


RIO RAHMAN (13, beasiswa). Alamat: Pingitan, Sumberarum, Moyudan, Sleman. Rio Rahman adalah seorang anak yang dirawat oleh neneknya Sumiyem. Rio duduk di kelas 7 SMP. Ayahnya tidak pernah menafkahi. Sehingga untuk hidup bergantung kepada neneknya. Pekerjaan neneknya adalah buruh tani, yang penghasilannya tidak menentu. Rio mempunyai tunggakan uang sekolah 1 semester sebanyak Rp  750.000. Dia belum mendapatkan bantuan pendidikan dari sekolahnya. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi untuk memberikan santunan dari sedekaholics.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 18 Januari 2017
Nama kurir: @Marjunul NP, Mochamad Yudan Febrianto, @kak_yanna.

Bantuan beasiswa


NARWOTO BIN HARJO SUMARTO (56, patah tulang kaki). Alamat: Jitar Rt 005 Rw 010,Sumberarum,Moyudan,Sleman,DIY, 55563. Bapak Narwoto mengalami kecelakaan patah kaki sebanyak dua kali dalam tahun yg sama. Pada bulan Maret 2016 dan sekarang pada bulan november 2016. Saat ini menggunakan penyangga kaki untuk berjalan. Beliau berobag hanya ke shinse atau ke pengobatan tradisional dikarenakan keadaan ekonomi yg tidak memungkinkan sehingga tidak bisa ke rumah sakit. Kondisi saat ini masih menggunakan alat bantu/krek untuk bisa berjalan.Bapak Narwoto belum bisa beraktivitas. Sehari-hari  pak Narwoto bekerja sebagai buruh bangunan yang mempunyai penghasilan tidak menentu,  padahal beliau adalah tulang punggung keluarga. Keluarga mempunyai hutang kepada tetangga pada  kecelakaan pertama sebanyak lebih kurang  5 juta. Pada kecelakaan yang kedua beliau meminjam lagi ke tetangga sebanyak lebih kurang 4,5 juta. Sampai saat ini masih mempunyai hutang yang belum bisa terbayar sebanyak 8,3 juta.  Untuk membiayai hidupnya sehari-hari, saat ini istri pak Narwoto berjualan angkringan di rumah. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi untuk memberikan santunan dari sedekaholics.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 17 Januari 2017
Nama kurir: @Marjunul NP, Mochamaf Yudan Febrianto, @kak_yanna.

Pak Narwoto menderita patah tulang kaki


GOZALI BIN SEMI (79, kanker kulit di kaki/kakinya pada tumit membesar sebesar melon). Alamat lengkap: Tepus, Sidoharjo, Samigaluh, Kulon Progo. Bapak Gozali sudah 5 tahun sakit kulit, waktu itu diperiksakan ke Puskesmas dan sampai RSUD Wates sudah. Alternatif sudah namun kondisinya tetap semakin parah. Sekarang di diamkan di rumah diobati dengan obat alternatif dan hanya menunggu keajaiban saja kalau sembuh kata Tolabi anak bapak Gozali. Kondisi terkini, menurut dokter beliau mengalami kanker kulit dan pada kaki membesar sebesar melon. Lukanya sangat bau, kondisi keluarga sangat mengenaskan. Beliau hidup miskin dengan istri dan salah satu anaknya. Kondisi terkini masih miskin karena terkendala biaya yang diderita sakitnya. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi untuk menyampaikan amanah dari sedekaholics.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 1 Februari 2017
Kurir: @Marjunul NP, Mochamad Yudan Febrianto, Ahmad Amin.

Pak Gozali menderita kanker kulit di kaki/kakinya pada tumit membesar sebesar melon


UNTUNG RIYANTO BIN KASIPIN (38, difabel/ kena virus tikus). Alamat : Sumoroto, Sidoharjo, Samigaluh,Kulon Progo DIY. Untung Riyanto seorang tuna netra sudah lama menikah dengan Ny. Pariji yang istrinya juga difabel. Pekerjaan untung Riyanto adalah sebagai tukang pijat tuna netra. Itupun kalau ada yang menggunakan jasa pijatnya.  Pada tanggal 12 Januari 2017 Untung Riyanto di rumah tidak sadarkan diri , kemudian oleh tetangganya di bawa ke RS Santo Yusuf Boro dengan biaya fasilitas KIS. Karena di RS Santo Yusuf belum siuman dan hb sangat rendah maka dirujuk ke RSUP Sarjito Yogyakarta di ruang Nicu, ternyata menurut dokder kena virus tikus.Istrinya yang juga seorang  difabel dan duafa sangat bingung menunggu suaminya di RS Sarjito, sehingga sering dibantu penjaga pasien sebelahnya. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi untuk menyampaikan amanat sedekaholics. yang di berikan di RS yang digunakan untuk kebutuhan selama di RS.

Jumlah Bantuan : Rp  500.000,00
Tanggal : 20Januari 2017
Nama Kurir : @MarjunulNP, Muchammad Yudan Febrianto, Ahmad Amin.

Pak untuk seorang difabel dan terserang virus tikus


MTSR SOLO (AD 1998 SR, Biaya Operasional Februari 2017) Bebo, sapaan akrab dari para kurir untuk ambulance SedekahRombongan Solo. Mobil Luxio putih dengan corak Batik ini pertama kali digunakan pada akhir 2014. Dengan nomer Hotline 08158911911. Mobil Tanggap Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Bebo ini telah hilir mudik mengantar jemput pasien dari rumah ke rumah sakit, mensurvey sasaran, menyampaikan santunan di area Solo Raya, tak jarang digunakan untuk estafet pasien ke kota lain. Perawatan serta kebersihan bebo terus dilakukan oleh para kurir agar bebo tetap nyaman saat digunakan. Bulan Februari ini, kebutuhan oprasional MTSR Bebo digunakan untuk biaya pembelian bensin, perawatan dan branding ulang MTSR dengan Jarak tempuh 4.308km . Setelah branding ulang, bebo yang sebelumnya tampil dengan corak batik merah kini sudah berganti dengan corak batik biru. Laporan sebelumnya masuk rombongan 958. Doa terbaik untuk sedekaholics agar segala urusan dimudahkan serta dilancarkan. Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.032.500
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @Mawan @anissetya60 @Allcrew

Biaya operasional Februari 2017


RSSR SOLO (Operasional Bulan Februari 2017) Alamat: Jl. Manggis II No. 5 RT 2/5, Kecamatan Jajar, Kelurahan Laweyan, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Memasuki tahun ke-3 SedekahRombongan Solo memiliki Rumah Singgah (RSSR), kian hari hilir mudik pasien datang sebagai upaya untuk sembuh dari sakit mereka. Wilayah jangkauan yang semakin luas, tak hanya di Solo namun juga termasuk Wonogiri, Magetan, Sragen, Madiun dan pasien transferan lain dari luar kota semakin membuat ramai suasana RSSR. Kebutuhan untuk menunjang kesembuhan pasien seperti konsumsi, obat-obatan, listrik, PAM selalu disediakan. Selain itu dengan adanya Admin RSSR semua urusan administrasi pasien dan kurir semakin mudah dan lancar. Alhamdulillah berkat sedekaholics, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi di bulan ini dan tersampaikan untuk pasien dampingan yang berada di RSSR. Sebelumnya laporan santunan RSSR Solo masuk dalam rombongan 958. Semoga segala amal sedekaholics semua dibalas oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 5.318.700
Tanggal:  28 Februari 2017
Kurir: @mawan @anissetya60 @Allcrew

Biaya operasional Februari 2017


MOHAMMAD IRFAN (21, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Ruko Pasar Sepanjang, RT 1/2, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Irfan adalah seorang anak jalanan tanpa memiliki identitas, tanpa keluarga dan tanpa tempat tinggal. Sejak awal tahun 2016, Irfan merasakan ada benjolan di sekitar leher. Benjolan tersebut, semakin lama semakin membesar. Akibat pembesaran benjolan tersebut, Irfan mulai merasakan sesak nafas dan susah dalam menelan makanan. Sehari-hari, Irfan dibantu oleh temannya yang sesama anak jalanan. Pada bulan Desember 2016, melalui info dari masyarakat, akhirnya Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Irfan. Kemudian Sedekah Rombongan membantu pemeriksaan Irfan ke IGD RSUD Sidoarjo, Alhamdulillah RSUD Sidoarjo merespon dengan baik, bahkan membebaskan seluruh biaya administrasi Irfan. Sedekah Rombongan memberikan santunan yang dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, biaya akomodasi transportasi untuk berobat ke rumah sakit, serta pembelian obat Irfan. Irfan merasa terbantu, ia mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga proses pengobatannya bisa berjalan dengan lancar dan segera diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan: Rp. 916.000,-
Tanggal: 9 Desember 2016
Kurir : @Wahyu_CSD Ditta @EArynta

Irfan menderita kanker kelenjar getah bening


SITI KHUSNUL KHULUK (45, Tumor Kepala). Alamat : Dusun Sidoduwur,  RT 6/2, Desa Parengan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Bu  Luluk biasa ia disapa oleh para tetangganya, sekitar 2 tahun yang lalu, Bu Luluk mulai merasakan nyeri hebat pada bagian kepalanya. Bu Luluk kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Pihak Puskesmas merujuk Bu Luluk ke Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun karena keterbatasan alat untuk CT Scan, akhirnya Bu Luluk dirujuk ke RSI Sakinah Mojokerto. Setelah dilakukan pemeriksaan CT Scan, Bu Luluk didiagnosa menderita tumor pada kepala. Tim dokter merujuk Bu Luluk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk penanganan yang lebih lanjut. Karena keterbatasan biaya untuk akomodasi & transportasi ke Surabaya, akhirnya keluarga memutuskan untuk menghentikan pengobatan Bu Luluk. Suami Bu Luluk, Karsani (48) sehari-hari bekerja serabutan, sedangkan Bu Luluk adalah seorang ibu rumah tangga. Jumlah tanggungan keluarga ada 2 orang anak yang masih membutuhkan biaya untuk pensidikan. Bu Luluk memiliki jaminan kesehatan BPJS Kelas 3. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Bu Luluk. Melihat semangat beliau begitu besar, kami beruntung mendapat kesempatan untuk membantu Bu Luluk. Bantuan pertama telah diberikan dan digunakan untuk biaya akomodasi dan transpotasi ke Surabaya. Saat ini Bu Luluk akan menjalani CT scan dan serangkaian tes laboratorium. Bu Luluk dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu Luluk masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @Nur_Imanu @EArynta

Bu Siti menderita tumor kepala


SUS SULI, (58, Kanker Usus Besar) Alamat Dusun Maskuning Kulon RT/RW 004/001, Desa Maskuning Kulon, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Ibu Sus mengalami Kanker Usus sejak 7 bulan yang lalu. Awal mula sakit Ibu Sus mengalami kesakitan dibagian perutnya dan tidak nafsu makan sehingga kondisi badannya melemah. Setelah itu Ibu Sus dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk pemeriksaan awal dan oleh pihak Puskesmas Ibu Sus harus dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Koesnadi Bondowoso untuk perawatan lebih lanjut sesampai dirumah sakit Ibu Sus diagnosa Kanker Usus dan sehingga harus menjalani rawat inap. Setelah rawat inap selama 17 Hari Ibu Kondisi Ibu Sus semangkin membaik dan di perbolehkan pulang, karena Ibu Sus memiliki Jaminan Kesehatan berupa JKN-KIS PBI akhirnya Ibu Sus tidak mengeluarkan biaya apapun sehingga meringankan beban keluarganya. Setelah 2 bulan berlalu Ibu Sus kembali kesakitan dan pendarahan Ibu Sus dilarikan ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut dan akhirnya Ibu Sus kembali opname dan transfusi darah. Ibu Sus tinggal bersama Suami Sale (64) yang bekerja sebagai buruh tani di desanya dan Anaknya yang bernama Susi Susanti (23). Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari teman dari Kurir Sedekah Rombongan bahwa Ibu Sus memerlukan dampingan karena dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan langsung bersilahturahmi ke tempat tinggal Ibu Sus untuk membantu Ibu Sus selama perawatan dirumah sakit. Dan pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Sus. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi Obat dan Darah. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 951

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Februari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Ibu Sus menderita kanker usus besar


SUPI BINTI NIJO ,(48, Urethral Syndrome). Beralamat di Dusun Krajan RT 014 RW 002 Desa Kretek Kecamatan Taman Krocok Kabupaten Bondowoso. Tinggal di Tengah-tengah pergunungan.Ibu Supi ini adalah seorang janda dan bekerja sebagai buruh tani di desanya saat suaminya meninggal. Awal mula Ibu Supi sakit saat bekerja jatuh di sawah dengan posisi duduk, dan Ibu Supi kesakitan di bagian bokongnya. Ibu Supi terus melanjutkan pekerjaanya saat kesakitan, sesudah itu Ibu Supi di pijat oleh dukun pijat dirumahnya malah sakitnya malah tambah parah. Dan Ibu Supi pun dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk pemeriksaan awal. Sesudah diperiksa ke Puskesmas terdekat Bu Supi harus dirujuk ke Rumah Sakit Kusnadi Bondowoso untuk pemeriksaan lanjutan. Setelah Diagnosa Ibu Supi telah mengalami Urethral Syndrome, yang sempat dirawat di Rumah Sakit Kusnadi Bondowoso selama 4 (Empat hari). Dan keluarga Ibu Supi kehabisan biaya dirumah sakit , dan sempat meminta rawat jalan dari pihak rumah sakit. Setelah itu Kurir SedekahRombongan bersilahturahmi ke Ibu Supi untuk menyampaikan titipan para sedekaholics berupa uang untuk pembelian Obat diluar BPJS. Semoga santunan dari sedekaholics menjadi catatan amal baik dan diberi balasan berlimpah ganda dari ALLAH AZZA WA ZALLA. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 895

Jumlah Santunan : Rp. 640.000,-
Tanggal : Februari 2017
Kurir : @yudhoari  @irviyandwiprayugo

Bu Supi menderita urethral syndrome


AFRYN DIKA RHAMDHAN, (4, Hydrocephalus) Alamat Dusun Rowotamtu RT/RW 002/007, Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Adik Afryn adalah anak pertama dari pasangan muda Bapak Feri Fadli (21) dan Ibu Yayik Desi Hermawati (21) yang lahir di Puskesmas Rambipuji Tanggal 28 Juni 2013. Adik Afryn mengalami sakit Hydrocephalus sejak umur 4 bulan yang orang tuanya tidak merasakan bahwa anaknya mengalami sakit Hydrocephalus.Ibunya hanya merasakan bahwa Afryn sering demam, sulit tidur, dan sering menangis tengah malam. Setelah umur satu tahun kepala Adik Afryn makin membesar, oleh pihak keluarga langsung dibawa ke Puskesmas untuk mengetahui sakit yang dialaminya.Dan ternyata diagnosa dokter menyatakan bahwa Afryn mengalami Hydrocephalus.Orang tuanya pun kebingungan karena keterbatasan perekonomian yang tidak mendukung untuk melanjutkan pengobatan.Setahun lalu keluarga kecil yg masih menumpang tinggal di rumah orang tua tersebut sempat beberapa kali mendapat tawaran pengobatan gratis,bahkan sempat dirawat inap di sebuah RS swasta di Jember.Tapi lagi-lagi rasa bahagia keluarga kecil ini harus tertunda setelah rawat inap selama 5 hari diperbolehkan pulang tanpa ada tindakan operasi sesuai apa yg telah dijanjikan sebelumnya.Sambil menunggu dirumah,pasangan suami istri ini hanya mampu berserah kepada Allah Subhanahuwata’ala sambil merawat Adik Afryn yg setiap hari bertambah besar ukuran kepalanya yg disebabkan oleh kelebihan cairan otak.Bapak Feri Fadli (21) Orang tua Adik Afryn bekerja sebagai buruh serabutan yang pekerjaannya tidak menetap yang hanya menunggu orang yang membutuhkan tenaga kerjanya,beliau harus kembali bekerja untuk memenuhi kebutuhan susu si bayi.Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Adik Afryn ini setelah mendapatkan info dari keluarga pasien dampingan Sedekah Rombongan lain yg kebetulan masih tetangga.Saat itu juga Kurir Sedekah Rombongan langsung mengurus Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI Kelas III untuk Adik Afryn agar meringankan beban keluarga untuk berobat dan perawatan di Rumah Sakit.Alhamdulillah setelah kami berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah syaraf yg menangani kasus Hydrocephalus,saat itu juga Adik Afryn kami evakuasi ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk segera mendapat perawatan karena kepalanya semakin membesar. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Adik Afryn. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi selama di RSUD Dr. Soebandi Jember. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat dari Allah Subhanahuwata’ala …Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 955

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  7 Februari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Afryn menderita Hydrocephalus


BUMAINA BINTI SARDIMAN, (77, Ca Mamae) Alamat Dusun Krajan B 002/036, Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Awal mula sakit Ibu Bumaina memiliki benjolan kecil di payudara sebelah kanan yang dianggap benjolan biasa, setelah 4 bulan benjolan yang dialami Ibu Bumaina semakin dan mengalami kesakitan. Setelah itu Ibu Bumaina ke Puskesmas terdekat untuk berobat dan mengetahui sakitnya. Dan ternyata diagnosa Dokter menyatakan Ibu Bumaina mengalami Ca Mamae dan oleh Dokter Puskesmas tersebut menyarankan untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Karena Ibu Bumaina tidak memiliki fasilitas Jaminan Kesehatan maka Ibu Bumaina tidak meminta rujukan karena keterbatasan biaya atau perekonomian. Selang 1 minggu Ibu Bumaina bertemu dengan Kurir Sedekah Rombongan untuk membantu dan mendapingi Ibu Bumaina karena dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan langsung mengurus Jaminan kesehatan untuk Ibu Bumainah JKN-KIS NON PBI Kelas III untuk meringankan beban pengobatan Ibu Bumainah selama dirumah sakit. Setelah itu selang 1 hari Jaminan Kesehatan selesai Ibu Bumainah langsung meminta rujukan ke RSUD Dr. Soebandi Jember dan Kurir Sedekah Rombongan langsung mengantarkan ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk pengobatan dan perawatan lebih lanjut. Setelah berada di RSUD Dr. Soebandi Jember dan diperiksa oleh Dokter, Ibu Bumaina harus menjalankan Kemoterapi. Setelah Kemotrapi pertama selesai dan 1 bulan berlalu Ibu Bumaina harus menjalankan Kemotrapi kedua tetapi Ibu Bumaina tidak menjalaninnya karena tidak memiliki biaya Transport untuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Ibu Bumaina tinggal bersama Anaknya Bapak Wagiyono (47) dan cucunya. Bapak Wagiyono  yang bekerja sebagai buruh serabutan di Desanya yang penghasilannya tidak memungkinkan, yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Bumaina. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi selama dirumah sakit. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala . .  Amin..

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Februari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bumaina menderita ca mamae


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Operasional RSSR Februari 2017 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR).  Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan selama pasien dan keluarga pasien menginap sementara di rumah singgah di saat menunggu masa pengobatan di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, yaitu selama bulan Februari 2017. Semoga sedekah dari para #sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 951

Jumlah Santunan : Rp. 15.220.000,-
Tanggal :  28 Februari 2017
kurir : @yudhoari  @viandwiprayugo

Biaya operasional RSSR Februari 2017


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1272 SR , Biaya Operasional Februari 2017 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo  dan Banyuwangi. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari pada donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 951

Jumlah santunan: Rp.3.043.000,-
Tanggal: 25 Februari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Biaya operasional MTSR Februari 2017


YUSUF SAPUTRA, (3, Hernia) Alamat Dusun Gumuk Limo 013/015, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Yusuf Saputra, biasa dipanggil Putra. adik Putra menderita Hernia sejak lahir. Dan Hernia yang di deritanya tidak mengalami kesakitan karena umur adik Putra masih kecil. Dan setelah umur 3 tahun adik Rosi mengalami kesakitan di bagian alat kelaminnya dan sering menangis karena kesakitan, dan akhirnya oleh pihak keluarga langsung dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mengetahui penyakit yang di derita adik Putra. Dokter menyatakan adik Putra mengalami penyakit Hernia yang harus segera dirujuk ke Rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Setelah sampai dirumah sakit Dr. Soebandi Jember Dokter menyatakan segera di Operasi, karena kondisi perekonomian tidak memungkinkan untuk melanjutkan pengobatan, Akhirnya tertunda untuk pengobatan adik Putra. Tak lama kemudian salah satu teman menginformasikan kepada Kurir Sedekah Rombongan bahwa tentang keadaannya. Segera Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi untuk mensurvey keadaan adik Putra. dan kemudian dibantu pengurusan pembuatan BPJS mandiri kelas III, Akhirnya adik Putra bisa melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember, Dokter menyatakan adik Putra segera di Operasi. Adik Putra adalah anak dari Bapak Salim (41) dan pasangan Ibu Siti Aminah (30). Bapak Salim bekerja sabagai kuli bangunan yang penghasilannya tidak memungkinkan, yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari untuk keluarganya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Putra, Santunan yang diberikan untuk Akomodasi pasca operasi di rumah sakit Dr. Soebandi Jember. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi keluarga dan Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala . .  Amin..

Jumlah Santunan : Rp. 548.000,-
Tanggal : 22 Februari 2017 dan 2 Maret 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Yusuf menderita hernia


SHERLY PUTRI ANGGUN SUTIKNO, (1, Meningitis + Keracunan Air Ketuban) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/001, Desa Tangsil Kulon, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Adik Sherly adalah anak dari pasang Bapak Sutikno (23) dan Ibu Umy Nur Khoimah (23) yang lahir di RSUD Dr. Koesnadi Bondowoso pada tanggal 26 Januari 2017. Sejak awal dilahirakan sudah mengalami kesulitan persalinan dan yang mana waktu persalinan mulai dari bukaan 1 sampai melahirkan membutuhkan waktu 4 hari dan PD saat dilahirkan bayi Sherly kulitnya membiru dan tidak menangis sehingga adik Sherly mendapatkan penanganan Khusus di Incubator di ruang perinatologi. Bayi Sherly memerlukan 4 kantong transfusi trombosit dikarenakan trombosit Bayi Sherly menurun hingga 6. Selang 12 hari kondisi Bayi Sherly sudah mulai membaik dan Ibu Umy sudah bisa langsung memberikan ASI secara langsung kepada Bayi Sherly dan pengobatan tinggal antibiotik, dan Trombosit sekarang sudah ke 124. Keluarga Bayi Sherly memerlukan bantuan karena dari keluarga kurang mampu, dan bantuan yang diperlukan biaya selama perawatan di RSUD Dr. Koesnadi Bondowoso, dan biaya yang diperlukan cukup besar karena sebelum Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI Kelas III belum selesai terpaksa Bayi Sherly menggunakan pengobatan Umum. Ayah Bayi Sherly, Bapak Sutikno (23) bekerja di bengkel sepeda motor yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan Ibu Umy bekerja sebagai Ibu Rumah tangga. Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi ke Bayi Sherly dan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Bayi Sherly. Santunan yang diberikan untuk pembayaran perawatan selama di RSUD Dr. Koesnadi Bondowoso. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi keluarga dan santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala . .  Amin..

Jumlah santunan : Rp. 9.200.000,-
Tanggal : 8 Februari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Sherly menderita meningitis dan keracunan air ketuban


ASMONOWATI (52, Keloid Akut), Bu Asmonowati usia 52 tahun tinggal di Dusun Ajung Krajan RT 02 RW 14, Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember Jawa Timur. Dalam kesehariannya berprofesi sebagai penjahit. Wanita yang berstatus janda ini memiliki satu orang putra yang baru saja menyelesaikan sekolah SMA. Semenjak beberapa tahun silam Bu Asmonowati menderita gangguan lapisan kulit di dadanya. Secara visual di identifikasi sebagai keloid. Penyakit ini awalnya dianggap penyakit kulit biasa namun seiring berjalannya waktu keloid nya meluas dan terasa nyeri, sampai-sampai jika penyakitnya kambuh kesulitan bernafaspun dia alami. Setelah Kurir  Sedakah Rombongan Jember bersillaturahmi ke Rumah beliau, Jadwal pemeriksaanpun dibuat. Bu Asmonowati dibawa ke R.S Soebandi untuk melakukan pemeriksaan, diagnosa awal, terapi obat dan kemudian dilakukan operasi pengangkatan lapisan kulit di area dada. Sedekah Rombongan memberikan santuna kepada Bu Asmonowati untuk  Pembelian Rutin Obat dan Salep di Luar BPJS. Santunan Sebelumnya masuk dirombongan 955

Jumlah santunan: Rp.500.000,-
Tanggal: 6 Maret 2017
Kurir: @yudhoari @viandwiprayugo

Bu Asmonowati menderita keloid akut


AUREL MAURIN SALSA DELLA, (4,Kelainan Pembuluh Darah) Alamat Dusun Krajan 001/001, Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Aurel menderita Kelainan pembulu darah pada kaki kirinya sejak 4 bulan yang lalu. Awal mulanya sempat dikira adik Aurel menderita kaki gajah pada kaki kirinya. Dan setelah itu langsung di periksakan ke Puskesmas terdekat karena kakinya semakin membengkak dan juga semakin berat untuk berjalan. Setelah pemeriksaan lebih lanjut adik Aurel dirujuk ke Rumah Sakit Paru Jember untuk mengetahui penyakitnya dan didiagnosa adik Aurel mengalami Kelainan pembulu darah pada kaki sebalah kirinya. Adik Aurel ini anak dari pasang Bapak Agung Setiawa (33) yang bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak memungkinkan dan Ibu Lilik Ernawati (21) Ibu Rumah Tangga. Adik Aurel ini tergolong orang tidak mampu yang layak untuk di dampingi pengobatan selama adik menderita penyakit yang ia alami. Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan adik Aurel di Rumah Sakit Paru Jember untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Aurel. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi pembelian Obat-obatan di luar BPJS. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti yang belimpah ganda. Aminn. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 938

Jumlah Santunan : Rp. 947.000,-
Tanggal :  14 Desember 2016, 4 Januari 2017, dan 6 Maret 2017 (Akumulasi)
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Aurel menderita kelainan pembuluh darah


MUHAMMAD GUFRON, (17, Tumor diatas Tulang Belikat) Alamat Dusun Gadingsari 001/001. Desa Gadingsari, Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Gufron mengalami Tumor diatas Tulang Belikat sejak kecil sudah terdapat benjolan dan hanya sebesar kelereng dan mulai membesar sejak 1 bulan ini sejak awal bulan Desember 2016. Pengobatan yang dilakukan sudah diperiksakan di rumah sakit Bhayangkara Bondowoso dan menunggu hasil diagnosa alkhir dari Dokter onkologi. Kondisi terkini sekarang yang dirasakan sekarang nyeri di benjolannya dileher dan kepala. Jaminan kesehatan yang digunakan Gufron Kartu BPJS NON PBI Kelas III. Gufron tinggal besama kedua orang tuannya yang bernama Ibu Roudatul Jannah (37) yang berprofesi sebagai Ibu rumah tangga dan Bapak Samsul Arifin (48) yang bekerja sebagai buruh tani di desannya, penghasilan yang tidak memungkinkan Keluarga Gurfron termasuk keluarga orang mampu. Kurir Sedekah Rombongan mendengar informasi dari warga sekitar bahwa Gufron memerlukan dampingan dari Sedekah Rombongan untuk pengobatannya. Dan Kurir Sedekah Rombongan ketempat tinggal Gufron dan bersilahturahmi untuk membantu Gufron. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Gufron, santunan yang diberikan untuk Akomodasi biaya perawatan dan Pembayaran BPJS. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Gufron dan santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala . .  Amin..

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Januari 2017 – 6 Maret 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Gufron menderita tumor diatas tulang belikat


IBRAHIM BIN TANU, (60, TB Paru – Paru) Alamat Dusun Krajan RT/RW 005/001, Desa Koncer Darul Aman, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sudah sekitar 1 tahun Bapak Ibrahim menderita TB Paru, namun pengobatan yang tidak beraturan membuat sakitnya tak kunjung sembuh. Upaya Pengobatan yang ia lakukan hanya di sekitar klinik dan puskesmas terdekat. Itu pun ia lakukan ketika nafas terasa sesak. Hingga pada tanggal 20 Februari 2017, Bapak Ibrahim merasakan nafasnya sangat sesak sehingga keluarga sempat membawanya ke RSUD Dr. Koesnadi Bondowoso dengan Jaminan Kartu kesehatan JKN KIS-PBI yang ia miliki. Saat itu Bapak Ibrahim dievakuasi dengan menggunakan mobil pick up yang disewa dari tetangganya, itu pun uang sewa nya belum dibayar hingga saat ini. Ia sempat menjalani perawatan selama  5 hari di RSUD Dr. Koesnadi Bondowoso. Saat ini Bapak Ibrahim harus rutin menjalani kontrol rutin di RSUD Dr. Koesnadi Bondowoso.  Bapak Ibrahim selama ini tinggal bersama keluarga dari adiknya, Bu Solikhin (45) yang sehari-harinya berjualan gorengan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka. Saat ini mereka kesulitan untuk memenuhi biaya akomodasi kontrol ke rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Bapak Ibrahim. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi selama di RSUD Dr. Koesnadi Bondowoso dan Uang Transport. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Bapak Ibrahim dan santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala . .  Amin..

Jumlah Santunan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pak Ibrahim menderita TB paru – paru


TUMIATI BINTI SUKARNI  (56, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Kedungpen, RT 3/1, Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Sejak 15 tahun yang lalu Bu Tumiati sudah memiliki keluhan pada payudaranya. Awalnya terdapat benjolan pada payudaranya. Setelah memeriksakan diri ke RSUD Mojokerto, Bu Tumiati didiagnosa menderita kanker payudara. Dokter menyarankan operasi pengangkatan payudara sebelah kiri. Operasi sudah dilakukan dan dilanjutkan dengan kemoterapi.  Bu Tumiati menjalani kemoterapi sebanyak 9 kali. Kemudian sempat memutuskan berhenti kontrol karena merasa kondisi sudah membaik. 5 tahun kemudian, benjolan pada payudara kembali muncul. Benjolan tersebut sampai menjalar hingga ke tangan kanannya. Kondisi benjolan yang menjalar ke tangan kanan tersebut semakin lama semakin parah. Saat ini Bu Tumiati hanya melakukan perawatan lukanya di rumah. Bu Tumiati memiliki jaminan kesehatan, namun merasa kesulitan untuk transportasi dan biaya lain yang tidak termasuk tanggungan jaminan kesehatan yaitu Kartu Indonesia Sehat (KIS).. Hal tersebut menyebabkan Bu Tumiati tidak dapat maksimal dalam menjalani pengobatannya. Saat ini Bu Tumiati sudah tidak mampu bekerja karena kondisi kesehatannya yang semakin menurun. Sedekah Rombongan turut merasakan kesedihan Bu Tumuati. Melihat semangat beliau yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu pengobatan Bu Tumiati. Santunan pertama telah diberikan, dan digunakan untuk biaya transportasi serta biaya tambahan pengobatan yang tidak termasuk dalam tanggungan KIS. Bu Tumiati mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu Tumiati masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @Nur_Imanu @EArynta

Bu Tumiati menderita kanker payudara


HELMIATUS YATIM BUDI HARYANTO (9, Kanker Kelenjar Getah Bening) Alamat: Dusun Plalangan, RT 5/1, Desa Kalianyar, Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Helmi nama panggilan akrabnya adalah seorang anak yatim. Saat usia 4 bulan di dalam kandungan, ayahnya meninggal dunia karena penyakit kanker ganas pada bagian leher yang diderita sejak lama. Sang ibu menikah lagi dan tinggal bersama suaminya. Saat ini Helmi tinggal dan dirawat oleh Ahmad Hosen pamannnya dan ibu Marsuna bibinya. Helmi kecil tumbuh normal, seperti anak-anak pada umumnya. Namun, hal yang berbeda mulai terjadi ketika Helmi menginjak usia 2 tahun. Di daun telinga sebelah kanan timbul benjolan kecil menyerupai benjolan akibat gigitan serangga. Pihak keluarga langsung memeriksakan Helmi ke rumah pak mantri yang berada tidak jauh dari rumahnya. Karena tidak ada perkembangan dalam pengobatannya,  keluarga langsung membawanya ke Rumah Sakit Koesnadi, Bondowoso untuk pengobatan lebih lanjut. Segala pemeriksaan medis dijalani oleh Helmi. Dari pemeriksaan tersebut, diketahui bahwa ia menderita kanker kelenjar getah bening.  Dokter menyarankan untuk segera melakukan operasi agar tidak membuat keadaan Helmi semakin memburuk. Namun pada saat itu pihak keluarga tidak memiliki biaya untuk membayar biaya operasi dan biaya rumah sakit.  Proses pengobatan sempat terhenti selama 4 tahun. Ahmad Hosen, yang saat ini menjadi ayah angkatnya, sehari-hari bekerja sebagai buruh di perkebunan kopi di desanya. Hasil  dari pekerjaannya itu hanya cukup untuk makan sehari-hari. Marsunah, yang kini menjadi ibu angkatnya juga bekerja sebagai buruh di perkebunan kopi untuk membantu meringankan beban keluarga. Karena kondisi yang semakin memburuk, pada oktober 2016 keluarga kembali membawa Helmi ke Rumah Sakit Koesnadi Bondowoso dengan bebekal jaminan kesehatan BPJS kelas III. Kemudian Helmi langsung dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk penanganan lebih lanjut. Keluarga mengeluhkan besarnya biaya akomodasi dan transportasi untuk berobat di Surabaya. Keluarga Helmi juga hamper berputus asa dengan kendala tersebut. Sedekah rombongan merasakan kesulitan keluarga Helmi. Bantunan telah diberikan untuk membantu biaya pengobatan serta transportasi selama proses pengobatan. Helmi dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut ia bisa melanjutkan ikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1,00.000,-
Tanggal : 24 Oktober 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @KurniaIswardani @Martinomongi

Bu Helmi menderita kanker kelenjar getah bening

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MTSR MAGETAN 3,045,000
2 MTSR MAGETAN 1,695,000
3 RSSR MAGETAN 2,706,000
4 NURI RUSMIYATI 1,000,000
5 RIDWAN BIN RUSMIN 1,000,000
6 SENEN BIN TONADI 1,000,000
7 SURATMI BINTI SAKIR 500,000
8 FATIN TRI MEILANI 500,000
9 KADINEM BINTI KERTOREDI 1,000,000
10 DIRWAS BIN DAUD 500,000
11 MUSHOLA AL BADRUN 5,000,000
12 REZA TRI ANDIKA 510,000
13 WIWIK WINARSIH 1,000,000
14 SRI RAHAYU 600,000
15 MAINUN SIJUK 500,000
16 ANGELIA ALBERTA 1,000,000
17 KURNIA MASITA 1,000,000
18 MUHAMMAD ZAKY 1,000,000
19 MUHAMMAD ZAKY 1,000,000
20 ILHAM RESTU 1,000,000
21 ABDUL RANI 4,000,000
22 HUSNA SALSABILA 1,000,000
23 ALVO CUBY 1,000,000
24 AURORA NURMALI PASANDA 500,000
25 YOHANES APRILIANO DEGA 1,950,000
26 RSSR MALANG 3,859,500
27 UMAR AL FARUQ BIN WARTONO 1,500,000
28 JUHARIA BINTI ALIGE 1,000,000
29 NURSIFA PRIMELIA TALABA 1,300,000
30 MARYAM NURASANAH BINTI ISHAK 1,800,000
31 HUSNA BINTI LARIAJA 500,000
32 AHMAD ALAMSYAH BIN JUDLAN 1,325,000
33 ALFARIZI BIN BURHANUDDIN 1,000,000
34 RAMADHAN BIN MUHAMAD NASIR 1,000,000
35 MARSINI BINTI WIRO SENTONO 500,000
36 IBNU SISWANTO 2,000,000
37 SUPRIYADI BIN KARDI 1,000,000
38 SUMARSIH BIN ATMO SUKIRNO 500,000
39 SUJIYEM BINTI SUJARMAN 1,000,000
40 TIKA DEVI PURWANTI 1,000,000
41 KELOMPOK DIFABEL DESA 2,000,000
42 SUNARDI BIN SUMARTO 2,000,000
43 TPA DA’ WATUL ISLAMIYAH 1,000,000
44 SOFIA ANIS INAYATI 500,000
45 SUTINI BINTI MURMO PAWIRO 1,000,000
46 KELOMPOK MIGUNANI 1,000,000
47 RIO RAHMAN 1,000,000
48 NARWOTO 1,000,000
49 GOZALI BIN SEMI 1,000,000
50 UNTUNG RIYANTO BIN KASIPIN 500,000
51 MTSR SOLO 5,032,500
52 RSSR SOLO 5,318,700
53 MOHAMMAD IRFAN 916,000
54 SITI KHUSNUL KHULUK 500,000
55 SUS SULI 500,000
56 SUPI BINTI NIJO 640,000
57 AFRYN DIKA RHAMDHAN 500,000
58 BUMAINA BINTI SARDIMAN 500,000
59 RSSR JEMBER 15,220,000
60 MTSR JEMBER 3,043,000
61 YUSUF SAPUTRA 548,000
62 SHERLY PUTRI ANGGUN SUTIKNO 9,200,000
63 ASMONOWATI 500,000
64 AUREL MAURIN SALSA DELLA 947,000
65 MUHAMMAD GUFRON 500,000
66 IBRAHIM BIN TANU 1,200,000
67 TUMIATI BINTI SUKARNI 500,000
68 HELMIATUS YATIM BUDI HARYANTO 1,00,000
Total 110,855,700

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 110,855,700,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 965 ROMBONGAN

Rp. 48,049,006,067,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.