Rombongan 964

Bukan saja sedekah membuka pintu rezeki seseorang, tetapi bahkan bersedekah juga melipat-gandakan rezeki yang ada pada kita.
Posted by on March 3, 2017

RSSR MALANG (Biaya Operasional Bulan Januari 2017 Tahap Ke – 1). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk biaya listrik, air, obat-obatan, kebutuhan ATK, dan biaya administrasi. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 947. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 9.945.920,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir: @FaizFaeruz @AfiatBuchori @nay_munaa @m_rofii11

Biaya operasional bulan Januari 2017 tahap ke – 1


WASILAH BINTI MURSIDI (36, Dhuafa + Lumpuh). Alamat : Dusun Bire, RT 5/3, Desa Togubang, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Bu Wasilah mengalami lumpuh sejak Sekolah Dasar, tepatnya saat kelas 3 ketika beiau berusia 13 tahun. Waktu itu  Bu Wasilah terjatuh di sekolah. Setelah itu Bu Wasilah sempat dibawa unruk periksa ke Dokter di Bangkalan, namun belum mebuahkan hasil yang maksimal. Dikarenakan keterbatasan biaya, akhirnya kkeluarga Bu Wasilah tidak melanjutkan pengobatan. Hanya membiarkan kondisi tersebut berlangsung berpuluh tahun hingga saat ini. Saat ini Bu Wasilah lumpuh dan sekujur tubuhnya menghitam. Kesehariannya Bu Wasilah tidur diluar rumah di gubuk kecil beralaskan bambu dikarenakan tidak mau tidur  di dalam rumah. Bu wasilah tinggal bersama ibunya, Holimah (58) dan bapaknya, Mursidi (61). Pekerjaan sehari hari Pak Mursidi dan Bu Holimah adalah buruh tani yang penghasilannya tidak tetap. Bu Wasilah memiliki jaminan kesehatan berupa KIS PBI namun tidak dipergunakan. Bu Wasilah ingin bisa berobat lagi untuk mendapat kesembuhan, namun terhalang biaya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Bu Wasilah. Bantuan telah disampaikan untuk biaya pembelian alas tidur, biaya berobat dan transportasi ke tempat berobat. Semoga bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan ini dapat bermanfaat untuk Bu wasilah dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura Roni

Bu Wasilah seorang dhuafa dan umpuh


MTSR SURABAYA (L 1182 E, Biaya Operasional Desember 2016). Pada tahun 2015, Sedekah Rombongan dihubungi oleh salah satu pengusaha di Surabaya dan mengabarkan bahwa beliau akan menyedekahkan satu buah unit mobil untuk dijadikan ambulan. Lalu mobil tersebut langsung diberikan kepada kami. Mobil ini selanjutnya kami gunakan sebagai Mobil tanggap Sedekah rombongan (MTSR) wilayah Surabaya yang berfungsi mengantar jemput para pasien Sedekah Rombongan dari Rumah Singgah Sedekah Rombongan Surabaya ke rumah sakit di Surabaya utamanya RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Selain itu, MTSR juga sering mengantar jemput para pasien yang berada di luar kota Surabaya untuk melakukan pengobatan di rumah sakit Surabaya. Dengan adanya Mobilitas MTSR di wilayah Surabaya dan sekitarnya, kebutuhan untuk bensin, tol, servis dan biaya operasional lainnya pun dibutuhkan agar mobilitas MTSR dalam hal mengantar pasien Sedekah Rombongan di wilayah Surabaya dan sekitarnya dapat berjalan optimal. Biaya operasional kali ini digunakan untuk biaya service rutin, biaya bahan bakar, biaya tol dan transportasi pasien. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya tercatat pada rombongan 961. Semoga MTSR bisa terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 7.968.000,-
Tanggal : 30 Desember 2016
Kurir : @Wahyu_CSD BambangBKY @EArynta

Biaya operasional bulan Desember 2016


RSSR SURABAYA (Operasional RSSR). Alamat: Jalan Semampir Selatan Gang 2A No. 61, Kelurahan Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Surabaya ini didirikan sebagai tempat singgah untuk para pasien dhuafa di luar Kota Surabaya agar lebih mudah untuk melakukan pengobatan di rumah sakit di Surabaya, utamanya RSUD Dr. Soetomo. Mengingat RSUD Dr. Soetomo merupakan Rumah Sakit rujukan Indonesia Timur, maka banyak pasien Sedekah Rombongan Surabaya yang berasal dari luar kota, sehingga dengan adanya RSSR sangat membantu para pasien dhuafa dalam melakukan pengobatan ke Surabaya. Bantuan dana dari sedekaholics kali ini dipergunakan untuk pembayaran listrik, pembayaran PDAM serta biaya obat yang tidak dicover BPJS, biaya iuran BPJS dan juga konsumsi pasien yang tinggal di RSSR. Bantuan untuk RSSR Surabaya sebelumnya tercatat dalam rombongan 961. Kurir dan para pasien Sedekah Rombongan Surabaya mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekaholic. Semoga RSSR Surabaya dapat terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit dan tidak kesulitan jika membutuhkan tempat untuk tinggal selama pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp 7.378.925,-
Tanggal : 30 Desember 2016
Kurir : @Wahyu_CSD BambangBKY @EArynta

Biaya operasional RSSR


AMENIA BINTI KARSUN (46, Sinus Ohrenicocostali) Alamat: Dusun Buncitan RT 10/5, Desa Kampung Baru, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Pada bulan Januari 2014 bu Amenia merasakan sakit tenggorokan yang tidak seperti biasanya. Bu Amenia kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas dan dirujuk ke RSUD Sidoarjo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium di RSUD Sidoarjo, bu Amenia didiagnosa  menderita Sinus Ohrenicocostali. Karena keterbatasan alat, bu Amenia di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk pengobatan lebih lanjut. Di RSUD Dr. Soetomo dilakukan beberapa kali pemeriksaan, dan berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter memberikan advice untuk kemoterapi. Bu Amenia sudah menjalani beberapa kali kemoterapi, namun karena keterbatasan biaya, terutama untuk biaya transportasi bu Amenia akhirnya menghentikan pengobatannya. Bu Amenia adalah seorang ibu rumah tangga, sedangkan sang suami, pak Banjir (50) merupakan seorang kuli angkut air. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan pada bulan Februari 2016 mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan bu Amenia. Melihat semangat beliau yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk menyalurkan bantuan para sedekaholic kepada beliau. Sedekah Rombongan juga membantu bu Amenia dalam pembuatan jaminan kesehatan BPJS. Saat ini bu Amenia kembali menjalani kemoterapi. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya obat diluar tanggunan BPJS. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 961. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini bu Amenia masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Januari 2016
Kurir : @Wahyu_CSD Ditta @EArynta

Bu Amenia menderita sinus ohrenicocostali


SITI MARDIYAH (76, Kanker Payudara). Alamat: Desa Buncitan, RT 10/5, Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Sekitar tahun 2014, Bu Siti mulai merasakan nyeri di bagian payudaranya. Karena nyeri tidak kunjung menghilang, akhirnya Bu Siti memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Puskesmas kemudian merujuk Bu Siti ke RSUD Sidoarjo untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan Bu Siti didiagnosa menderita kanker payudara. Karena kondisi Bu Siti yang juga memiliki penyakit jantung serta karena faktor usia, Bu Siti tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi.  Saat ini Bu Siti menjalani pengobatan rawat jalan di RSUD Sidoarjo. Namun, karena tidak ada biaya serta tidak memiliki keluarga, Bu Siti hampir menghentikan pengobatannya. Bu Siti sudah tidak bekerja dan beliau tidak menikah. Bu Siti tinggal sendiri di rumah kecil yang terbuat dari bambu. Untuk makan sehari-hari beliau hanya menunggu diberi makan oleh tentangga. Alhamdulillah kami SedekahRombongan pada November 2016 mendapat info tentang sakit dan kehidupan Bu Siti. Melihat kesulitan beliau, kami beruntung berkesempatan untuk menyalurkan bantuan para sedekaholic kepada beliau. Setiap bulannya Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan kepada beliau dan membantu dalam mendampingi pengobatan beliau. Bantuan sudah diberikan dan dipergunakan untuk  biaya kehidupan sehari-hari dan biaya transportasi selama kontrol. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 961. Bu Siti sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal  : 31 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 @EArynta

Bu Siti menderita kanker payudara


MOH. IMRON (44, Tumor Tulang). Alamat : Dusun Kedaton, RT 3/2, Desa Sentonorejo, Kecamatan. Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Pak Imron biasa dipanggil adalah seorang petani padi di kampungnya. Pada awal tahun 2012, tepatnya saat beliau memanen padi di sawah milik orang lain yang sedang ia lakukan, tangan kanan beliau cidera. Pengobatan pertama yang dilakukan hanya diurut saja. Lama-kelamaan timbul benjolan kecil seperti uci-uci di tangan kanan beliau. Seiring berjalannya waktu, benjolan tersebut semakin membesar. Oleh pihak keluarga,pasien dibawa berobat ke Rumah Sakit Sakinah Mojokerto dengan biaya umum. Berdasarkan hasil foto rontgen yang telah dilakukan di rumah sakit, pak Imron diagnosa menderita tumor tulang. Karna ketiadaan biaya, akhirnya pasien pulang paksa. Harapan beliau dapat kembali sehat seperti semula dan dapat memberi nafkah untuk keluarganya. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan dipertemukan dengan pak Imron dan saat itu juga kurir Sedekah Rombongan langsung menjemput Pak Imron beserta keluarga untuk diantar ke Surabaya. Saat ini Pak Imron melakuakn kontrol dan persiapan untuk operasi. Bantuan sudah diberikan untuk membantu biaya pengobatan serta transportasi ke Surabaya. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 941. Pak Imron dan keluarga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan sedekaholics melalui Sedekah Rombongan. Serta mari kita berdoa bersama-sama agar pak Imron dapat kembali sehat dan bisa menafkahi keluarganya kembali.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir: @Wahyu_CSD  Ditta @EArynta

Pak imron menderita tumor tulang


SIFA NURRAHMAH (1, Kelainan Kongenital). Alamat : RT 3/1, Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Dik Sifa menderita kelainan congenital atau cacat bawan sejak lahir. Hingga saat ini belum ada pengobatan yang dijalaninya, ia baru berkonsultasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Goetheng Purbalingga. Dokter menyarankan agar Dik Sifa menjalani tiga tahap operasi, yaitu :operasi bibir sesegera mungkin, operasi langit-langit mulut dan gusi saat berusia 1,5 tahun dan operasi mata. Namun ia belum dapat melaksanakannya karena terkendala biaya. Saat ini ia tidak menjalani pengobatan apa pun dan hanya tinggal di rumah dalam perawatan ibunya. Dik Sifa adalah anak dari pasangan Dodi Wibowo (30) dan Desti Rahayu (25). Bapak Dodi bekerja sebagai pedagang, sedangkan Ibu Desti adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Bapak Dodi yang kecil sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Biaya pengobatan Dik Sifa dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan di RSUD Goetheng menjadi kendala baginya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Sifa. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dihadapi Dik Sifa pada pengobatannya. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi saat pengobatan Dik Sifa. Semoga ia dapat segera menjalani pengobatan, diberi kelancaran dan kesembuhan.

Jumlah Bantuan :Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Januari 2017
Kurir : @arfanesiaDidik @paulsyifa

Sifa menderita kelainan kongenital


SUTINI (70, Asma). Alamat : RT 08/01, Desa Lebeng, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Mbah Sutini sudah sekitar 5 tahun menderita penyakit asma. Saat penyakitnya sedang kambuh Mbah Sutini mengeluhkan sesak napas. Namun karena keterbatasan biaya keluarga Mbah Sutini tidak dapat membawa beliau berobat ke rumah sakit. Semenjak sang suami meninggal dunia, Mbah Sutini tinggal seorang diri di sebuah rumah yang terletak disamping rumah anak beliau, Sakino (45) yang bekerja serabutan.Semenjak sakit Mbah Sutini sudah tidak lagi bekerja. Beliau sempat melakukan pengobatan yang dibantu jaminan kesehatan berupa Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang dimilikinya. Tetapi kartu Jamkesda tersebut hanya dapat digunakan sebanyak 3x untuk pengobatannya di puskesmas dan saat ini sudah tidak dapat dipergunakan lagi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mbah Sutini. Santunan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Mbah Sutini agar dapat segera dirujuk ke rumah sakit. Semoga pengobatan Mbah Sutini berjalan lancar dan beliau segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 4 Februari 2017
Kurir : @arfanesia Puspita @firdhanelis

Bu Sutini menderita asma


NARSEM BINTI TAWIRAJI (65, Kanker Payudara Kiri). Alamat : RT 2/4, Desa Kalikidang, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala penyakit yang dialami Ibu Narsem berawal dari tumbuhnya benjolan sebesar kelereng di payudara sebelah kirinya. Keluarga Ibu Narsem segera membawanya berobat ke Rumah Sakit (RS) Wiradadi Husada. Benjolan di payudara kiri Ibu Narsem semakin membesar, sehinggabeliau memeriksakan diri ke RS Bunda pada tahun 2013. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau menderita kanker pada payudara kirinya dan dokter menyarankan agar segera dioperasi. Namun karena Ibu Narsem takut dan terkendala biaya, beliau tidak bisa melaksanakan operasi sehingga hanya melakukan pengobatan alternatif dan minum jamu tradisional. Pada 20 Desember 2016, kondisi Ibu Narsem turun sehingga dilarikan ke RS Banyumas. Dokter kemudian merujuk RS Sardjito untuk melanjutkan pengobatan beliau. Ibu Narsem adalah istri dari Pono Nawiarto (48). Bapak Pono bekerja membuat tahu dan Ibu Narsem yang menjualnya di pasar. Penghasilan keluarga yang hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari tersebut, kini semakin berkurang semenjak Ibu Narsem sakit. Kini biaya pengobatan beliau dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS non PBI kelas II yang dimilikinya. Namun beliau masih kesulitan mencari dana untuk biaya transportasi dan akomodasi selama berobat di RS Sardjito. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Narsem, sehingga dapat kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Santunan sebelumnya sudah pernah disampaikan dan laporannya terdapat dalam Rombongan 940. Kini Ibu Narsem masih rutin menjalani kemoterapi di RS Sardjito. Semoga Ibu Narsem segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @atinlaely @paulsyifa

Bu Narsem menderita kanker payudara kiri


LUTFIANA ULFA (4, Hydrocephalus). Alamat : RT 2/4, Desa Kaliwungu,Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Dik Lutfi, begitu ia biasa dipanggil, menderita pembesaran lingkar kepala sejak usia 1,5 tahun. Kondisi pembesaran di kepala Dik Lutfi pun tidak tertangani sampai usia 3 tahun lebih. Alhamdulillah pada Juli 2016, Dik Lutfi sudah ditangani di Rumah Sakit (RS) Margono. Cairan di kepalanya sudah berhasil dikeluarkan sehingga kini Dik Lutfi masih harus menjalani kontrol sebulan sekali di RS Margono. Meski terkendala pendamping Nenek Lutfi saat berobat ke RS Margono, beliau tetap semangat merawat Dik Lutfi. Rumini (30), ibu Dik Lutfi adalah seorang pembantu rumah tangga (PRT) yang berpenghasilan kecil. Ibu Rumini yang berperan sebagai tulang punggung keluarga harus mengumpulkan biaya pengobatan anaknya sekuat tenaga, disamping itu ia juga harus memikirkan kebutuhan sehari-hari keluarganya.Bahkan saat ini Ibu Rumini memaksakan diri untuk mengais rejeki di ibu kota sebagai PRT, sehingga Dik Lutfi dirawat oleh neneknya. Biaya pengobatan Dik Lutfi dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun pengobatannya terkendala biaya transportasi dan pemenuhan gizi sehari-harinya.Mengetahui hal tersebut tim SedekahRombongan segera bergerak membantu pengobatan Dik Lutfi. Santunan dari sedekaholics kembali disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan kehidupan sehari-hari seperti susu formula untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Santunan sebelumnya sudah pernah disampaikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 907. Kini Dik Lutfi masih menjalani kontrol di RS Margono.

Jumlah santunan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 10 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @KangImam @paulsyifa

Luthfi menderita hydrocephalus


MUDDAKIR BIN DULHADI DARYAN (38, Acne Keloid). Alamat : Jl. Gunung Wilis, RT 1/2, Kelurahan Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Muddakir mengalami kecelakaan kerja pada 12 Januari 2016 yang menyebabkan beliau terbakar pada kedua tangan dan kakinya. Beliau langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit (RS) Margono Purwokerto dan mendapatkan perawatan selama satu minggu. Beliau melanjutkan pengobatan di Puskesmas Purwokerto Utara dengan mendapatkan suntikan obat steroid tiap minggu. Biaya suntik obat steroidyang mahal membuat Bapak Muddakir tidak mampu meneruskan pengobatannya. Beliau pun mencoba beralih ke pengobatan herbal dengan menggunakan madu dan minyak zaitun, namun tidak menghasilkan perubahan yang berarti. Keloid pada bekas luka bakarnya semakin membesar dan menyebabkan beliau kesulitan melakukan aktifitas berat, sehingga beliau tidak dapat kembali bekerja di bengkel. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau, sehingga dapat mendampingi pengobatannya. Bapak Muddakir yang semula bekerja sebagai montir di bengkel kini tidak dapat bekerja, sedangkan istrinya, Waginah (31) bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Singapura. Penghasilan keluarga yang semula sudah sedikit kini semakin berkurang semenjak Bapak Muddakir tidak bekerja. Alhamdulillah biaya pengobatan di rumah sakit dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun beliau tidak memiliki simapan yang cukup untuk biaya obat diluar tanggungan BPJS dan transpotasi selama pengobatannya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Bapak Muddakir, santunan kembali disampaikan untuk membantu biaya obat yang tidak dalam tanggungan BPJS. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan laporannya ada di rombongan 926. Kini Bapak Muddakir sudah menjalani operasi pengangkatan keloid pada kaki kanannya dan masih harus menjalani kontrol rutin di RS Margono.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @virgiawanadr @paulsyifa

Pak Muddakir menderita acne keloid


PROS EKAWATI (35, Kanker Mata). Alamat : Jl. Kalibener, Gang 2, RT 4/2, Kelurahan Kranji, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala penyakit Ibu Pros berawal pada tahun 2012. Awalnya, tumbuh benjolan di mata kirinya. Benjolan tersebut kian membesar dan mengganggu penglihatan Ibu Pros. Setelah memeriksakan diri ke Rumah Sakit (RS) Banyumas, dokter mendiagnosis Ibu Pros mengidap kanker mata stadium 4 sehingga beliau harus melanjutkan dan menjalani serangkaian pengobatan di RS Sarjito. Ibu Pros kembali mengungkapkan kesedihannya saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Penghasilan keluarga Bu Pros hanya mengandalkan suaminya, Selfanes (40) yang bekerja sebagai karyawan di suatu toko. Penghasilannya yang kecil hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari dan biaya sekolah 3 orang anaknya. Biaya pengobatan Bu Pros dapat dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun ada obat yang tidak termasuk dalam tanggungan BPJS, sehingga beliau harus mengupayakan dana untuk memenuhi biaya tersebut. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dihadapi Ibu Pros, santunan kembali disampaikan untuk membantu biaya obat yang tidak dalam jaminan BPJS. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 935. Alhamdulillah pengobatan Ibu Pros berjalan lancar. Ibu Pros telah menjalani radioterapi di RS Margono dan kini beliau melanjutkan kontrol di RS Sardjito dan scan mata di Panti Rapih. Semoga Ibu Pros segera diberikan kesembuhan sehingga dapat beraktivitas seperti semula. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Februari 2016
Kurir : @arfanesia @virgiawanadr @paulsyifa

Bu Pros menderita kanker mata


WINDI NUR SULISTYANINGRUM (10, Jantung Bocor). Alamat : RT 5/2, Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala penyakit yang diderita Dik Windi bermula pada tahun 2013. Ia merasakan jantungnya berdetak dengan keras, mudah lelah dan sesak nafas. Orang tuanya membawa Dik Windi berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Ia kemudian di rujuk ke RSUD Margono dan didiagnosis menderita jantung bocor. Pengobatan Dik Windi dilanjutkan di RSUD Sardjito. Alhamdulillah pengobatannya berjalan lancar. Kini Dik Windi dalam kondisi yang baik. Dik Windi adalah anak ketiga dari pasangan Alm. Suparmono dan Sutristiyaningsih (47). Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang terkadang membuat jajanan pasar bila ada pesanan. Kedua kakaknya sudah bekerja dengan penghasilan yang masih kecil. Biaya pengobatan Dik Windi dapat dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun keluarganya kesulitan untuk membayar biaya iuran bulanan jaminan kesehatan, kebutuhan sehari-hari, serta transportasi dan akomodasi selama berobat. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Windi. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialaminya. Santunan dari sedekaholics kembali disampaikan untuk membantu biaya iuran bulanan JKN-KIS Non PBI kelas III, transportasi dan kebutuhan sehari-hari. Santunan sebelumnya sudah pernah disampaikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 939. Kini Dik Windi masih harus menjalani kontrol rutin di RSUD Sardjito. Semoga Dik Windi segera diberi kesembuhan dan diangkat penyakitnya sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @sirheywarex@paulsyifa

Windi menderita jantung bocor


SAIJAH BINTI SANTAKRIP (80, Stroke). Alamat : RT 3/4, Kelurahan Singosari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada 26 Desember 2016, Ibu Saijah jatuh di dapur ketika hendak memasak. Seketika itu, beliau tidak sadarkan diri. Keluarganya segera membawa Ibu Saijah ke Rumah Sakit (RS) Margono. Hasil pemeriksaan menunjukkan beliau menderita stroke karena ada pembuluh darahnya yang tersumbat sehingga syarafnya terganggu. Beliau pun dirawat selama satu pekan. Kini beliau dirawat di rumahnya dan bagian kanan tubuhnya tidak dapat digerakkan (lumpuh). Ibu Saijah tidak bekerja. Suaminya, Sakhidin (80) bekerja sebagai buruh harian lepas. Penghasilannya yang kecil sulit mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Ibu Saijah dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Pengobatan beliau terkendala biaya transportasi ke rumah sakit dan biaya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. Maklum, Ibu Saijah hanya tinggal dengan suaminya dan jarak tempat tinggal beliau ke rumah sakit cukup jauh. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Saijah dan keluarganya. Santunan dari sedekaholics kembali diberikan untuk membantu biaya transportasi ke rumah sakit dan kebutuhan hidup sehari-hari. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan laporannya terdapat dapal rombongan 940. Kini Ibu Saijah masih dalam masa pemulihan dan harus menjalani kontrol rutin. Semoga pengobatan Ibu Saijah dapat berjalan dengan lancar dan beliau segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @olipe_oile @paulsyifa

Bu Saijah menderita stroke


MARIKUN BIN TUKIMIN (18, Polio). Alamat : RT 9/4, Desa Selanegara, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Marikun mengidap penyakitpoliosejak tahun 2001, yaitu saat ia berusia 2 tahun. Polio atau poliomyelitis adalah penyakit virus yang sangat mudah menular dan menyerang sistem saraf, khususnya pada balita yang belum melakukan vaksinasi polio . Pada kasus Marikun, penyakit ini menyebabkan kelumpuhan.Pihak keluarga sudah mengupayakan berbagai pengobatan baik di rumah sakit maupun secara tradisional namun belum ada hasil yang memuaskan. Dulu Marikun pernah bisa berjalan, namun sekarang kondisinya tidak dapat berjalan lagi bahkan tidak dapat bicara. Ibunya, Tusmira (36) bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Bandung dan hanya pulang saat hari raya idul fitri. Marikun kini tinggal bersama kakak dan neneknya yang sudah renta. Biaya kehidupan sehari-hari hanya mengandalkan kiriman dari sang ibu yang penghasilannya kecil. Marikun tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga biaya berobat menjadi kendala dalam pengobatannya. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Marikun sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedelaholics. Santunan diberikan untuk membantu biaya berobat Marikun. Semoga Marikun dapat segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @iwunn @paulsyifa

Marikun menderita polio


MTSR PURWOKERTO (AB 9046 WK, Biaya Operasional Februari 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo, RSUD Banyumas, Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, RSU Wiradadi Keluarga dan sebagian rumah sakit di Kabupaten Purbalingga serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Karyadi. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap) dan Brebes. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan, service rutin, pembelian gas oksigen, pembelian double blower dan jasa driver. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 954 .

Jumlah Bantuan : Rp. 7.354.000,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @misterrmoo @iwunn @sirheywarex @ddeean

Biaya operasional bulan Februari 2017


SUSI BINTI JONI (45, Tumor Payudara). Alamat: Jalan Padasuka No. 1 RT 3/1, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sudah hampir sembilan bulan, Susi, seorang ibu tuna rungu ini mengidap tumor payudara. Berawal pada bulan Maret 2016, Ibu Susi merasakan benjolan kecil sebesar buah jeruk purut di payudara kanan disertai bintik-bintik merah. Saat itu, beliau tidak terlalu ambil pusing dengan benjolan kecil tersebut. Namun lama kelamaan, benjolan pada payudara kanannya itu semakin membesar dan kini, benjolan kecil juga mulai dirasa muncul di payudara kirinya. Karena kondisi kesehatannya terus menurun, Ibu Susi pun dibawa sang adik berobat ke Puskesmas terdekat, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung di Ujung Berung. Dari RSUD Kota Bandung, Ibu Susi dirujuk kembali ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menjalani serangkaian cek laboratorium. Dari hasil cek laboratorium, dokter RSHS mendiagnosa bahwa Ibu Susi mengidap tumor payudara stadium 4. Dokter pun menyarankan Ibu Susi untuk menjalani kemoterapi rutin sebanyak 12 kali. Saat ini, Ibu Susi baru menjalani kemoterapi sebanyak 5 kali, dan masih harus melakukan kemoterapi sebanyak 7 kali lagi. Namun, perjuangan panjang Ibu Susi harus terhenti karena tidak ada cukup biaya untuk transportasi berobat. Untuk berobat selama ini pun, Ibu Susi hanya mengandalkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dimilikinya. Kini, kondisi beliau sangatlah memprihatinkan, tumor di payudaranya berkembang semakin cepat dan efek kemoterapi membuat rambutnya kian rontok.  Saat ini, beliau hidup sendiri di rumah petaknya, tak ada suami yang menemani dan anak semata wayangnya yang masih berusia belia tinggal bersama saudaranya. Sesekali beliau dijenguk oleh ibu dan adiknya. Sang adiklah yang selama ini menemani Ibu Susi menjalani ikhtiar berobat. Setiap harinya Ibu Susi hanya bisa terbaring lemah, bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ia hanya mengandalkan pemberian dari sang adik dan teman-teman adiknya. Atas informasi dari Bapak Iwan (teman adiknya Ibu Susi), Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim dengan Ibu Susi di kediamannya. Atas izin Allah SWT, pada kunjungan itu kurir #SR dapat menyampaikan bantuan uang dari sedekaholics yang berempati dengan penderitaannya. Bantuan awal itu diberikan kepada Ibu Susi yang akan digunakan untuk pembuatan BPJS Kesehatan dan kebutuhan sehari-hari. Pada Januari dan Februari 2017 kurir #SR kembali mengunjungi Ibu Susi, dan dari kunjungan itu diperoleh kabar bahwa ia sudah mendapat jadwal operasi serta harus kembali melakukan kontrol ke RSHS Bandung. Oleh karena itu, Ibu Susi masih memerlukan biaya untuk transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari, pada kunjungan kedua dan ketiga itu Kurir #SR kembali menyampaikan bantuan uang dari Sedekaholics. Mudah-mudahan bantuan dari para dermawan itu dapat meringankan biaya hidup Ibu Susi dan dapat membuka jalan kesembuhannya. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 945.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @Lisdamojang @kharismaghilda

Bu susi menderita kanker payudara


SALSA SUKMAWATI (2, Bibir Sumbing + Gizi Buruk). Alamat: Jalan Cibaduyut Gg. Tarate 2 Blok Oca  RT 1/1, Kelurahan Cangkuang, Kecamatan Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Salsa adalah anak bungsu dari keluarga miskin, hasil pernikahan Pak Dede Rohman (39) dengan Ibu Diah (30). Sehari-hari Pak Dede bekerja sebagai tukang odong-odong dan memiliki anak enam orang. Anak pertamanya berusia 16 tahun bekerja serabutan dan bantu-bantu di pabrik sandal, anak kedua dan ketiganya putus sekolah, sedangkan anak keempat dan kelima belum sekolah. Salsa Sukmawati terlahir dengan bibir sumbing dan terlihat cacat pada mata sebelah kirinya. Menurut bidan yang menangani sejak kelahirannya, mata Salsa yang sebelah kiri itu tidak akan berfungsi normal. Selain itu, Salsa terlahir dengan berat badan dan kondisi yang tampak kurang gizi. Kondisi tubuh dan berat badan ananda Salsa yang tidak memenuhi persyaratan itulah yang menyebabkan tindakan operasi pada bibir sumbingnya tidak bisa dilakukan. Meskipun demikian, harapan dan keinginan orang tua Salsa untuk dapat mengoperasi bibir sumbing anaknya itu tidaklah hilang. Sekarang, ananda Salsa Sukmawati sudah berusia dua tahun. Akan tetapi kesedihan dan duka kedua orang tuanya belum juga hilang disebabkan kondisi Salsa yang saat ini semakin memprihatinkan. Berat badan Salsa terus menurun akibat kurangnya penanganan medis dan kurangnya asupan gizi. Kemiskinan keluarga Pak Dede Rohman tak mampu memenuhi kebutuhan anak dan istrinya, apalagi untuk membiayai pengobatan Salsa. Kabar tentang kisah duka keluarga dhuafa ini akhirnya sampai kepada kurir Sedekah Rombongan melalui tetangganya yang peduli, yaitu Ibu Mega. Syukur, kurir #SR dapat berkunjung ke rumah orang tua Salsa Sukmawati dan bersilaturahmi dengan keluarga yang tabah ini. Pada kunjungan itu juga, alhamulillah, kurir #SR dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa berupa bantuan uang dari sedekaholik #SR yang berempati atas penderitaan keluarga Pak Dede. Bantuan pertama ini diberikan untuk membiayai pembuatan Jaminan Kesehatan agar Salsa memperoleh kemudaan berobat ke rumah sakit, dan mudah-mudahan dapat membantunya membeli makanan untuk menambah asupan gizi dan vitamin. Dikarenakan Salsa Sukmawati memerlukan bantuan berkelajutan untuk memulihkan kondisi kesehatan dan berat badannya agar dapat menjalani operasi, maka ia menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Januari dan Februari 2017 Kurir #SR kembali mengunjungi keluarga Salsa untuk menyampaikan bantuan lanjutan dari para sedekaholik. Bantuan uang tersebut digunakan untuk biaya transportasi pemeriksaan, membeli vitamin dan nutrisi yang dibutuhkan Salsa, serta mudah-mudahan dapat membantu meringankan beban hidup keluarganya. Alhamdulillah, pada kunjungan keempat kondisi Salsa sudah semakin membaik dan berat badannya bertambah, Mudah-mudahan bantuan para dermawan akan memberi harapan dan membuka jalan bagi kesembuhan Salsa. Aamiin ya Robbal Aalamin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 943.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 22 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin  @azepbima @lisdamojang @trietan @hengkisenandika

Salsa menderita bibir sumbing dan gizi buruk


DEDI ROHENDI (38, Patah Tulang + Decubitus). Alamat : Jl. Kebon Kangkung I No. 12/127 RT 1, Kelurahan Kebon Kangkung, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pada tanggal 11 Mei 2016 Pak Dedi mengalami kecelakaan lalu lintas di Jl. Soekarno Hatta Bandung ketika pulang kerja malam. Ia dikenal sebagai sebagai office boy di sebuah perusahaan swasta dengan status sebagai pegawai kontrak. Malam itu Dedi tertabrak truk hingga masuk ke bagian bawah truk dan terseret. Akibat kejadian itu, Dedi mengalami luka bagian pantat dan paha sehingga dagingnya habis akibat terseret dan bagian tulang selangkangannya patah. Pak Dedi kemudian dibawa periksa dan dirawat di RS Al Islam Bandung selama satu minggu. Terdaftar sebagai Pasien Umum, di rumah sakit ini ia mendapatkan tindakan operasi plastik di bagian pantatnya. Setelah seminggu di RSAI, keluarganya merasa tak mampu untuk membayar biaya rumah sakit. Untuk biaya berobat, ia juga berhutang Rp.5000.000,- kepada pihak ketiga. Pada 17 Mei 2016, penanganan medisnya kemudian dirujuk ke RSHS Bandung setelah keluarganya mendaftarkan Pak Dedi sebagai pesert BPJS PBI. Dibantu warga dan kurir Sedekah Rombongan Bandung, ia kemudian dibawa ke RSHS untuk diperiksa menggunakan MTSR Bandung. kecelakaan itu rupanya cukup serius. Ia mengalami luka di bagian pantat dan paha, saluran pembuangan air besar terganggu, dan saluran pernafasan menjadi terganggu. Tim medis di RSHS memutuskan untuk mengambil tindakan operasi pembuatan saluran pembuangan air besar di bagian perut dan saluran pernafasan di tenggorokannya. Pak Dedi sempat dirawat di  RSHS Bandung selama hampir 4 bulan; ia bahkan sempat ditangani di Ruangan ICU RSHS. Saat ditemui kurir #SR di rumah orang tuanya, Pak Dedi hanya bisa tidur tergeletak; ia tidak bisa duduk apalagi berdiri; badannya sangat kurus. Di badan bagian belakangnya juga muncul decubitus. “Setiap saat harus ada yang menjaganya karena ia harus selalu diberi nafas bantuan melalui tabung oksigen –sehari dibutuhkan 2 tabung oksigen ukuran kecil); dahaknya harus sering disedot,“ kata Bu Ai Siti Halimah (35), istri Pak Dedi yang menuturkan kisah dukanya sambil menahan tangis. “Semoga ada yang bisa bantu kami, terutama untuk membeli obat di luar tanggungan BPJS seperti obat untuk mengobati luka (setiap hari butuh 4 lembar supratul dan perban),” tambahnya kepada kurir Kota Bandung, Kang Dzim Dzim. Harapan keluarga dhuafa dengan tanggunan dua orang ini pun mendapat empati dari para sedekaholics. Sambil menjenguk dan mendoakannya, alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan awal dari para dermawan untuk Pak Dedi Rohendi dan menjadikannya pasien dampingan. Karena Pak Dedi dan istrinya masih sangat membutuhkan biaya, maka pada bulan Januari dan Februari 2017, kurir Sedekah Rombongan kembali mengunjunginya dan kembali memberikan bantuan uang. Bantuan sedekaholics melalui Sedekah Rombongan tersebut akan digunakan untuk biaya membeli obat, biaya perawatan, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 943.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @dzim_dzim @iwadewa1 @ajeng

Pak Dedi menderita patah tulang + decubitus


YOHANAH  BINTI SANTARJI (62, Komplikasi). Alamat : Pasir Pogor,  RT 7/11, Dusun Sukamaju, Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Ibu Yohanah adalah istri dari Pak Suwaya (72).  Sudah dua tahun ini Ibu Yohanah beberapakali ke RS 6 Mulai dari bengkak jantung, hipertensi, gangguan lambung, diabetes dan ginjal diderita Ibu Yohanah.  Kondisi ini menyebabkan Ibu Yohanah menjual harta bendanya untuk membayar biaya cuci darah yang harus dilakukan setiap dua kali  seminggu di RSUD Kota Banjar. Suaminya sudah renta dan tidak bisa berjalan sehingga tidak bisa mencari nafkah. Sehari-hari Ibu Yohanah dan suami tinggal di rumah anak perempuannya yang bernama Supini (38) yang tadinya berprofesi sebagai asisten rumah tangga dan terpaksa berhenti demi menjaga ibunya. Untuk kebutuhan sehari-hari biayanya ditanggung oleh anak laki-lakinya yang bernama Jueni (32) yang bekerja di Jakarta sebagai buruh bangunan. Meskipun biaya berobat ditanggung oleh JKN-KIS PBI, keluarga Ibu Yohanah masih merasa keberatan karena untuk pergi ke Banjar Ibu Yohanah harus menggunakan mobil sewaan dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Takdir Allah mempertemukan kurir SR dengan keluarga Ibu Yohanah dan memberikan bantuan untuk biaya transport ke RS. Keluarga Ibu Yohanah sangat bersyukur dan berterima kasih kepada SR atas bantuan yang diberikan. Semoga Ibu Yohanah diberikan kesembuhan dan diangkat penyakitnya oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @fhierda @kusdiana

Bu Yohanah menderita komplikasi


LELA NURLELA (44, TB Tulang). Alamat: Kampung Babakan Cedok RT 1/10, Desa Pangauban, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Penderitaan Ibu Lela dimulai pada suatu pagi di tahun 2012. Waktu itu, ketika bangun tidur, dari pinggang sampai kedua kakinya tidak bisa digerakkan atau mengalami kelumpuhan. Sejak saat itu Ibu Lela dibawa berobat ke beberapa rumah sakit, sampai yang terakhir diperiksa di RS Immanuel bandung. Berdasarkan pemeriksaan di RS Immanuel, ia didiagnosa TB tulang. Demi membiayai pengobatan, Ibu Lela dan suaminya, yaitu Bpk. Agus Nurdin (51) sampai menjual seluruh barang berharga dan rumahnya. Dan mereka pun tinggal di rumah orang-tuanya. Akan tetapi, setelah melakukan pemeriksaan di klinik spesialis TB tulang, ternyata tidak ditemukan penyakit TB tulang. Karena sudah tidak memiliki lagi biaya untuk berobat ke rumah sakit, selanjutnya Ibu Lela hanya melakukan pengobatan secara tradisional, sebab seluruh harta hasil suaminya bekerja sebagai tukang jahit sudah habis. Dan penderitaan Ibu Lela itu bertambah memprihatinkan, karena ketika  ia sedang perlu pertolongan dan pendamping, ia malah seperti ditelantarkan oleh suaminya yang semakin  sering pergi dan jarang pulang. Bahkan untuk mengurus pembuatan BPJS pun, Ibu Lela tidak ada orang yang membantunya. Sekarang Ibu Lela hanya terbaring di rumah orang tuanya ditemani radio kecil yang menjadi teman di samping pembaringannya. Kisah duka Ibu Lela ini disampaikannya sendiri melalui SMS dan telepon kepada Kurir Sedekah Rombongan, yang kebetulan bekerja sebagai penyiar di sebuah stasiun radio swasta di Bandung. Syukur Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dapat mengunjungi Ibu Lela di rumahnya. Kepada Kurir Sedekah Rombongan Ibu Lela menceritakan keinginannya untuk dapat dibantu berobat. Pada kunjungan pertama itu, kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan para Sedekaholics yang berempati terhadap penderitaannya. Bantuan itu berupa uang yang mudah-mudahan dapat membantu membiayai transportasi-akomodasi pembuatan jaminan kesehatan, dan mudah-mudahan dapat membantu meringankan beban hidupnya. Pada Februari 2017, Kurir Sedekah Rombongan kembali mengujungi Ibu Lela. Alhamdulillah, proses pembuatan BPJS-nya sudah selesai dan ia bisa menggunakannya. Karena ia tinggal di Kabupaten dan harus berobat ke RSHS Bandung, maka pada kunjungan kedua itu Sedekah Rombongan kembali menyampaikan titipan langit, bantuan dari Sedekaholics untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan membantunan untuk biaya sehari-hari. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 938. Mudah-mudahan bantuan para dermawan akan memberinya harapan dan semangat berobat untuk membuka jalan bagi kesembuhannya..

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 24 Februari 2017
Kurirs: @ddsyaefudin @azepbima @lisdamojang @hengkisenandika @trietan

Bu Lela menderita tb tulang


RIKI RINDIANA (40, Maag Kronis). Alamat: Jalan Desa No.53, Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pak Riki sudah menderita penyakit maag sejak lima tahun yang lalu dan kini penyakitnya berkembang menjadi kronis karena tidak mendapatkan penanganan yang baik. Awalnya selama tiga hari, beliau sering merasakan mual dan mengalami muntah serta buang air besar. Karena kondisi kesehatannya yang terus menurun, dibantu ketua RT setempat, Pak Riki pun dibawa berobat ke balai pengobatan dekat tempat tinggalnya, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Pindad, Bandung. Dokter menyatakan bahwa Pak Riki menderita penyakit maag kronis dan mengalami dehidrasi berat karena tubuhnya kekurangan cairan. Akhirnya, beliau pun menjalani rawat inap di RSU Pindad selama enam hari. Kini, kondisi beliau masih lemas, pucat dan hanya bisa terbaring tak berdaya. Pada awalnya, beliau enggan dibawa ke rumah sakit karena tidak kuat menahan rasa sakit pada perutnya dan terkendala biaya pengobatan. Untuk biaya perawatan di rumah sakit pun Pak Riki terpaksa harus meminjam uang kepada tetangganya sebanyak Rp. 500.000,- karena beliau belum memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS dan terdaftar sebagai pasien umum. Saat ini pun, Pak Riki masih harus membayar sisa biaya rumah sakit sebanyak Rp. 990.000,-. Akhirnya, dibantu ketua RT setempat, Pak Riki dibuatkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk meringankan biaya rumah sakitnya. Himpitan ekonomi yang harus dihadapi Pak Riki membuat beliau terpaksa menunda pengobatan penyakit maag-nya, hingga kini kondisinya bertambah parah. Karena belum berkeluarga, selama ini Pak Riki pun hanya tinggal bersama pamannya di rumah petak milik keluarganya. Sebelum sakit, Pak Riki bekerja sebagai petugas kebersihan dengan penghasilan tak seberapa. Keterbatasan ekonomi ini yang membuat beliau merasa kesulitan untuk berobat dan membayar biaya rumah sakit. Alhamdulillah, atas informasi dari Pak Agus (Ketua RT), kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim dengan Pak Riki. Atas izin Allah SWT, Sedekah Rombongan pun menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk membantunya meringankan proses pengobatan Pak Riki. Bantuan awal kepada Pak Riki ini akan digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi pengobatan di RSU Pindad. Semoga titipan langit dari para dermawan ini dapat membuka jalan kesembuhan bagi Pak Riki.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @kharismagilda @iwadewa1  Ika

Pak Riki menderita maag kronis


RAEDI BIN PEWARTA ARSA (70, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Dusun Kliwon, RT 30/15, Desa Bandorasakulon, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Raedi mulai menderita penyakit kanker kelenjar getah bening pada tahun 2012 lalu. Gejala awal yang muncul adalah berupa benjolan di bagian leher yang lama kelamaan membesar bahkan sampai menyebar ke hidung, rahang dan sekitarnya. Pada saat itu, beliau menjalani pengobatan bersama kurir Sedekah Rombongan Jogjakarta di Rumah Sakit Panti Rapih dan Rumah Sakit Sardjito Jogjakarta. Tindakan medis yang telah beliau jalani di sana berupa pengangkatan benjolan di bawah leher, sedangkan benjolan pada rahang dibersihkan. Akan tetapi,  benjolan di bagian urat besar belakang telinga di sisakan karena jika dilakukan tindakan operasi ada kemungkinan pasien tidak kuat bertahan. Setelah itu, pengobatan diteruskan dengan kemoterapi sebanyak 4 kali dan terapi sinar sebanyak 35 kali sampai tahun 2013. Alhamdulillah, atas ikhtiar tersebut beliau merasa sembuh. Namun setelah 3 tahun berlalu, di akhir tahun 2012 lalu muncul kembali gejala awal berupa benjolan di rahang bawah yang terus membesar, berdarah dan bernanah. Kemudian, Bapak Raedi berobat ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) 45 Kuningan. Melihat kondisi beliau, pihak dokter bedah tidak sanggup menangani benjolan tersebut, karna alat medis di rumah sakit yang kurang lengkap. Beralih ke Rumah Sakit Ciremai Cirebon pun tindakan medis tidak bisa dilakukan karena tidak lengkapnya peralatan medis. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan Kuningan dipertemukan dengan Bapak Raedi, dan membawa beliau berobat ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, saat itu juga beliau langsung di biopsi oleh tim medis rumah sakit. Menurut Tim Medis Rumah Sakit Sekar Kamulyan, Bapak Raedi harus disinar, dan di RS Sekar Kamulyan tidak ada alat penyinaran. Kemudian Bapak Raedi dirujuk ke RS Margono Purwokerto. Pada tanggal 23 Februari 2017 kurir Sedekah Rombongan Kuningan mengantarkan Bapak Raedi ke RSSR Purwokerto untuk menjalani pengobatan lebih lanjut di RS Margono Purwokerto. Saat ini Bapak Raedi tinggal di RSSR Purwokerto. Kondisi beliau belum ada perubahan dan masih sering keluar nanah dari lukanya. Beliau mempunyai jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Selama sakit beliau sudah tidak bisa bekerja seperti sediakala sedangkan istri beliau Ibu Suarmi (53) adalah ibu rumah tangga biasa. Bapak Raedi membutuhkan biaya  transportasi ke Rumah Sakit Margono Purwokerto dan untuk akomodasi selama berobat. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan sehingga santunan kedua dapat kembali disampaikan kepada Bapak Raedi. Semoga beliau lekas diberi kesembuhan oleh Allah. Aamiin. Sebelumnya Bapak raedi masuk kedalam Rombongan 956.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Pak Raedi menderita kanker kelenjar getah bening


SUNAWAN BIN NARDI (27, Kecelakaan Kerja). Alamat : RT 6/5, Desa Dipajang, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Pada bulan Desember tahun lalu, Bapak Sunawan mengalami kecelakaan kerja tepatnya di daerah Cikarang. Pada saat bekerja, tiba tiba beliau tersengat aliran listrik dari sutet dekat tempat beliau bekerja. Hal tersebut kemudian membuat Bapak Sunawan langsung tak sadarkan diri sehingga beliau di bawa ke rumah sakit. Pasca kejadian itu, beliau langsung dibawa pulang dan menjalani pengobatan ke Rumah Sakit Majenang. Selain Rumah Sakit Majenang, beliau juga dibawa ke Rumah Sakit Kardinah. Kecelakaan kerja yang beliau alami membuat Bapak Sunawan mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Saat ini beliau belum bisa bekerja kembali karena hanya bisa terbaring lemah sambil menahan rasa sakit. Beliau hanya diperiksa oleh mantri desa yang setiap hari ke rumah memeriksa luka beliau, hal itu dikarenakan jarak rumah beliau ke rumah sakit sangat jauh. Kondisi beliau sudah mulai membaik dan lukanya sudah mulai mengering. Istri beliau, Ibu Sutinah (21) sangat telaten merawat suaminya. Beliau memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun, keterbatasan biaya membuat beliau mengandalkan mantri desa untuk menyembuhkan lukanya. Terlebih jarak rumah sakit dari rumahnya sangat jauh sehingga tidak memungkinkan untuk beliau dibawa terlalu jauh karena khawatir lukanya kembali basah. Beliau membutuhkan biaya untuk membeli obat diluar tanggung jawab BPJS. Untuk kehidupan sehari-hari beliau ditanggung oleh kedua orang tuanya Bapak Nardi (60) yang bekerja sebagai buruh tani dan Ibu Kaswi (49). Alhamdulillah, biarpun tempat tinggalnya tidak termasuk wilayah Kuningan Allah mempermudah kurir Sedekah Rombongan Kuningan untuk membantu beliau. Santunan awal telah disampaikan kepada Bapak Sunawan untuk biaya membeli obat diluar jaminan BPJS. Semoga Allah memberi kesabaran dan kesembuhan untuk Bapak Sunawan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 26 Februari 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Pak Sunawan mengalami kecelakaan kerja


MIMIN RUKMINI (43, Stroke). Alamat : Dusun Manis, RT 4/ 1, Desa Purwaninangun, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Mimin, biasa beliau dipanggil, adalah seorang Ibu rumah tangga. Berawal dari 8 tahun lalu, kesehatan Ibu Mimin mendadak turun. Tiba tiba tubuh Ibu Mimin terasa berat dan kaku. Tak lama, tubuh beliau yang sebelah kiri tiba-tiba tidak bisa bergerak. Sebelumnya, beliau mempunyai riwayat darah tinggi. Saat ini, 8 tahun sudah Ibu Mimin menjalani hari – hari dengan rasa sakitnya. Beliau pernah menjalani pengobatan tradisional berupa pijat beberapa kali. Akan tetapi, tidak ada perubahan sama sekali. Kemudian,  beliau dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 dan Rumah Sakit Wijaya Kusumah. Pihak medis menyatakan bahwa beliau menderita stroke. Saat ini keadaan Ibu Mimin sudah bisa berjalan hanya saja tidak bisa berjalan dengan sempurna. Selain itu, seluruh badannya penuh dengan bintik-bintik merah yang menyebabkan gatal dan membuat rambutnya rontok. Saat ini Ibu Mimin sudah tidak berobat kemana-mana karena tidak memiliki biaya. Beliau memiliki jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3 namun pembayarannya tidak lancar. Beliau sudah tidak hidup bersama dengan suaminya lagi. Sedangkan untuk biaya sehari – hari beliau hanya mengandalkan dari Ibu kandungnya yang sudah tua dan hanya bekerja serabutan. Alhamdulilah, kurir Sedekah Rombongan Kuningan dipertemukan dengan Ibu Mimin sehingga santunan awal dapat disampaikan untuk biaya pembayaran BPJS dan biaya transportasi ke rumah sakit untuk pengobatan lanjutan. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk Ibu Mimin. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Februari 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Peni

Bu Mimin menderita stroke


AJAT BIN MEMED (50, Tumor Lambung). Alamat : Dusun Pahing, RT  3/2, Desa Wilanagara, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan , Provinsi Jawa Barat. Bapak Ajat biasa beliau dipanggil ini menderita sakit yang cukup serius sejak tahun 2011. Beliau didiagnosa menderita penyempitan usus serta hernia. Pada saat itu, beliau juga telah menjalani tindakan medis berupa operasi. Akan tetapi, setelah operasi kondisi beliau mulai menurun. Beliau sering merasakan nyeri pada bagian perutnya. Hal tersebut berlangsung lama. Puncaknya, pada bulan Desember 2016 lalu kondisi beliau benar-benar turun hingga menjalani rawat inap di Rumah Sakit Kuningan Medical Centre (KMC) Luragung selama beberapa hari. Anehnya, pihak medis menyimpulkan bahwa Bapak Ajat tidak menderita penyakit apapun. Sehingga selang beberapa hari beliau segera dibawa pulang ke rumah. Tak lama, pada awal bulan Pebruari lalu kondisinya kembali turun sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan (RSSK) Cigugur. Pihak rumah sakit menganjurkan beliau agar melakukan pemeriksaan laboratorium di sebuah klinik di daerah Cirebon. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan alat medis yang ada di RSSK Cigugur. Hasil laboratorium menunjukkan bahwa ada tumor di lambung Bapak Ajat yang mulai menjalar ke usus beliau. Karena kondisi beliau yang semakin mengkhawatirkan akhirnya beliau segera dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Beliau memiliki jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Semenjak sakit, beliau sudah tidak bisa bekerja seperti biasanya sebagai seorang penjual rokok di Jakarta. Sehingga beliau tidak memiliki pendapatan yang cukup untuk menjalani pengobatan lanjutan. Alhamdulillah, Allah Maha Baik mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Bapak Ajat, sehingga santunan awal dapat disampaikan kepada beliau untuk biaya transportasi ke Bandung. Semoga Allah mempermudah jalan Bapak Ajat untuk mendapat kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 26 Februari 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Melisa Asep

Pak Ajat menderita tumor lambung


ERI SONA NABABAN (57, Retinoblastoma). Alamat : Dusun III Handayani, RT 1/1, Kelurahan Desa Suka Ramai, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Riwayat penyakit Bu Eri berawal saat ia merasakan gatal, perih dan sakit pada matanya. Kemudian ia dibawa ke puskesmas terdekat dan saat itu dokter mengatakan mata Bu Eri hanya mengalami iritasi ringan dan ia diberikan obat untuk mengobati iritasi pada matanya tersebut. Tiga bulan diobati dan tak kunjung sembuh, akhirnya Bu Eri dirujuk ke RSUD Bangkinang dan dokter curiga ada kelainan pada mata Bu Eri sehingga dokter merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, dokter RSUD mendiagnosanya dengan penyakit Retinoblastoma (Kanker Mata) pada mata kirinya. Dokter menyarankan agar Bu Eri menjalani pengobatan untuk mengobati penyakitnya tersebut namun sayangnya ia tidak mengindahkan saran dokter. Setelah 18 tahun berlalu tanpa pengobatan apapun, saat ini kondisi Bu Eri sangat memprihatinkan dengan penampakan bola matanya yang semakin keluar dan membesar. Namun niatnya untuk melanjutkan pengobatan terkendala dengan biaya akomodasi dan transportasi meskipun ia telah memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk menjamin pengobatannya. Suami Bu Eri, Banhara Manulu, sudah meninggal 4 tahun yang lalu. Penghasilan keluarga saat ini hanya mengandalkan bantuan dari anaknya yang kondisi perekonomiannya pun masih terbatas. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Eri dan merasakan kesulitan yang dihadapi keluarga. Bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi Bu Eri ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga dengan dilanjutkannya pengobatan, Bu Eri dapat segera pulih dari kondisinya hingga ia diberikan kesembuhan total. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Februari 2017
Kurir : @nhpita @darma82 @asynulzumarti @hermanwaesyah

Bu Eri menderita retinoblastoma


MTSR RIAU (BM 1509 SR, Biaya Operasional Januari 2017). Sejak April 2016, alhamdulillah Sedekah Rombongan Riau dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan membantu dhuafa yang sakit dan tidak mampu ke rumah sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Riau. Hingga kini, keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR Riau maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Selama bulan Januari 2017 telah dikeluarkan kebutuhan biaya operasional MTSR Riau yang digunakan untuk membeli BBM premium, membayar biaya transportasi pasien saat MTSR sedang menjemput pasien lain, menjemput pasien di luar kota Pekanbaru dan membayar biaya servis rutin MTSR. Insyaa Allah, hingga ke depannya MTSR Riau akan semakin dirasakan manfaatnya oleh pasien dhuafa khususnya di wilayah Pekanbaru serta kota lainnya di Provinsi Riau, aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 950.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.576.500,-
Tanggal : 22 Februari 2017
Kurir : @nhpita @uldharma Nasrul Febri dan seluruh kurir Riau

Biaya operasional bulan Januari 2017


RSSR RIAU (Operasional RSSR Januari 2017). Alamat : Jalan Kutilang Sakti, Perum Griya Kutilang Asri, Blok A 4, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Sejak Februari 2016 lalu, Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Riau menjadi tempat bernaung pasien rujukan dari luar kota Pekanbaru yang membutuhkan tempat tinggal selama mereka berobat jalan di Pekanbaru. Mereka adalah pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan Riau yang berdomisili di berbagai kabupaten yang ada di penjuru Riau, antara lain : Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Kuansing dan Dumai. Alhamdulillah RSSR Riau dapat memudahkan pendampingan pasien dhuafa yang sedang ikhtiar berobat di rumah sakit rujukan utama di Riau yakni RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Selama bulan Januari 2017 telah dikeluarkan kebutuhan operasional RSSR yang digunakan untuk kebutuhan makan sehari-hari pasien, biaya listrik, biaya kebersihan dan biaya operasional harian lainnya. Semoga para pasien yang sedang berjuang untuk kesembuhan diberi kelancaran dalam pengobatannya, aamiin. Bantuan untuk operasional RSSR Riau sebelumnya masuk dalam Rombongan 950.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.076.500,-
Tanggal : 22 Februari 2017
Kurir : @nhpita @uldharma Khairini @hermanwaesyah dan seluruh kurir Riau

Biaya operasional bulan Januari 2017


NURHAYATI RAJINAN (68, Cacar Api). Alamat : Desa Sikakak RT 5/3, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau. Awal penyakit Ibu Nurhayati berawal saat ia merasakan kulit di bagian punggung hingga ketiaknya berair dan melepuh hingga menimbulkan rasa perih. Penyakit yang dideritanya ini hilang timbul karena tidak diobati dengan tuntas sehingga sering kambuh meskipun sempat beberapa kali sembuh. Ia pernah dibawa berobat ke RSUD di daerah Rengat pada tahun 2016, namun karena keterbatasan biaya saat ini ia tidak pernah berobat lagi. Rasa perih yang masih sering ia rasakan hanya diatasi dengan obat salep yang dijual di warung-warung. Kondisi Ibu Nurhayati saat ini semakin memprihatinkan karena ia tidak dapat melanjutkan pengobatannya. Sejak suaminya, Rajinan (77), menderita stroke pertengahan tahun lalu ia tidak bisa bekerja serabutan lagi sebagai pembuat atap dari daun. Sebelum Ibu Nurhayati sakit, ia juga bekerja serabutan sebagai penyadap karet namun saat ini pun ia sudah tidak mampu bekerja lagi karena sepanjang lengan kanan hingga ketiaknya sudah sulit digerakkan akibat cacar api yang menyebar dan menyebabkan rasa perih, panas serta gatal. Ibu Nurhayati tidak memiliki jaminan kesehatan apapun untuk membantu biaya pengobatannya secara medis, saat ini pengobatan dilakukan dengan obat-obatan tradisional saja. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Nurhayati dan memberikan bantuan biaya transportasi agar ia dapat kembali berobat. Semoga Ibu Nurhayati cepat sembuh dan dapat beraktivitas kembali, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Februari 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti Imelda

Ibu Nur menderita cacar api


RENI ARIANTI (7, Leukemia + Gizi Buruk). Alamat : Bukit Kemuning RT 9/4, Kelurahan Bukit Kemuning, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Sebelum didiagnosa penyakit Leukemia, Reni menderita gizi buruk sehingga ia sering sakit-sakitan. Namun sekitar 6 bulan yang lalu tiba-tiba ia tidak bisa jalan dan kondisi tubuhnya sangat lemah sehingga orang tuanya membawanya ke RSUD Bangkinang agar dapat dilakukan check up menyeluruh terhadap Reni. Setelah menjalani cek darah dan pemeriksaan BMP (Bone Marrow Puncture) yaitu pemeriksaan sumsum tulang belakang dengan cara mengambil sedikit massa dari sumsum tulang belakang seorang pasien yang tersuspek leukemia, Reni positif terdiagnosa penyakit leukemia. Dokter menyarankan pengobatan kemoterapi namun saat ini masih terkendala kondisi gizi buruk yang dialami Reni sehingga kemoterapi ditunda hingga ia dinyatakan memenuhi persyaratan kondisi tubuh yang fit untuk menjalaninya. Alhamdulillah selama Reni berobat jalan hingga saat ini menjalani rawat inap di RSIA Eria Bunda seluruh biaya pengobatannya ditanggung oleh BPJS dengan JKN-KIS Mandiri kelas 3 yang dimilikinya. Namun tetap saja keluarga memiliki kendala dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka di RS selama Reni dirawat di RS. Ayah Reni, Ipung Agus Susilo (34), bekerja sebagai pendodos sawit dengang penghasilan tidak tetap. Sedangkan ibunya, Sugianti (33), adalah seorang ibu rumah tangga. Saat ini keluarga tinggal di sebuah rumah kontrakan sederhana di daerah Kampar. Penghasilan Pak Ipung hanya mampu untuk membiayai kebutuhan keluarga sehari-hari sehingga dengan kondisi perekonomian keluarga yang terbatas mereka sulit memenuhi kebutuhan akomodasi di RS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Reni dan keluarganya dan dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya makan sehari-hari keluarga selama menunggui Reni yang hingga saat ini masih dirawat di RSIA Eria Bunda Pekanbaru. Alhamdulillah Reni menjadi pasien dampingan SR Riau dan insyaa Allah akan dibantu pengobatannya hingga ia sembuh nantinya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Februari 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @darma82

Reni menderita leukemia dan gizi buruk


SYAHRIAL BIN IBRAHIM (64, Katarak). Alamat : Desa Bedeng Sikuran, RT 2/1, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau. Sejak tahun 2012, Pak Syahrial mengalami gangguan penglihatan pada mata sebelah kanannya namun tidak dihiraukannya. Ia tapi tidak pernah melakukan pengobatan medis karena ia masih bisa beraktivitas seperti biasa. Namun belakangan ini kondisi matanya semakin memburuk, ia semakin sulit melihat sehingga mengganggu aktivitasnya sehari-hari. Pak Syahrial bekerja sebagai buruh tani di kampung halamannya di Teluk Kuantan dan istrinya, Arjuna (54), membantu penghasilan keluarga dengan bekerja sebagai sebagai buruh harian di rumah tetangganya dengan pendapatan yang hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari saja. Dengan kondisi perekonomian keluarga yang masih terbatas, keluarga belum pernah membawa Pak Syahrial untuk berobat meskipun ia sudah memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk menjamin pengobatannya. Biaya transportasi dan akomodasi untuk berobat menjadi kendala keluarga untuk membawa Pak Syahrial berobat ke Pekanbaru. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Syahrial sehingga dapat membantu biaya transportasi dan akomodasi selama ia berobat di Pekanbaru. Alhamdulillah setelah menjalani pengobatan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dan dilakukan tindakan operasi pada matanya, Pak Syahrial kini telah sembuh dari penyakit kataraknya. Semoga kondisi Pak Syahrial segera pulih dan selalu diberikan kesehatan agar dapat kembali beraktivitas seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Febuari 2017
Kurir : @nhphita @asynulzumarti Imelda Suci @karin_lathief

Syahrial menderita katarak


JUDIN BIN JAMHARI (46, Gangguan Liver). Alamat : Dusun Wonomulyo, RT 5/6, Desa Bukit Lembah Subur, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sebelum didiagnosa mengalami gangguan liver oleh dokter, Pak Judin pernah mengalami stroke ringan pada tahun 2009. Alhamdulillah keadaan Pak Judin semakin membaik dan bisa beraktivitas kembali, namun hingga kini jari-jari tangan kiri Pak Judin belum bisa digerakkan dengan maksimal. Menjelang akhir tahun 2016 yang lalu, Pak Judin sering mengalami sakit perut di sebelah kanan hingga terasa ke ulu hati dan perut terasa mengeras. Hingga akhirnya pada bulan Januari 2017 Pak Judin sudah tidak bisa bergerak seperti biasa, aktivitas yang bisa dilakukan Pak Judin saat ini hanyalah sesekali duduk dan berbaring di tempat tidur saja. Selama berbaring Pak Judin masih merasakan sakit di perutnya, ia sudah tidak sanggup berjalan karena perutnya terasa nyeri bila ia bergerak. Kondisi badannya semakin lemah dan berat badannya semakin menurun. Sebelum sakit, Pak Judin sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak tetap dan istrinya, Jumiatun (41), seorang ibu rumah tangga. Setelah Pak Judin sakit-sakitan, Bu Jumiatun saat ini bekerja sebagai buruh serabutan pencari brondolan sawit yang tercecer di jalanan di jalanan saat diangkut oleh mobil pengangkut sawit. Selain itu, Bu Jumiatun juga sesekali berjualan bakso di pasar seminggu sekali. Selama ini pengobatan Pak Judin ditanggung oleh JKN-KIS PBI namun keluarga tetap mengalami kendala biaya transportasi dan akomodasi untuk terus melanjutkan pengobatan Pak Judin. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Judin dan dapat membantu biaya transportasi dan akomodasi dari desa menuju Rumah Sakit Evarina di Pelalawan. Semoga keadaan Pak Judin semakin membaik hingga ia sembuh dan bisa beraktivitas kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 12 Febuari 2017
Kurir : @nhphita @siswanto10 @hermanwaesyah @karin_lathief

Pak Judin menderita gangguan liver


MAHYUNIS BIN BOYOK (65, Jantung + Darah Tinggi + Katarak). Alamat : Jl. Jenderal Sudirman, Gg. Jambu no. 32, RT 16, Bintan Dumai, Kota Dumai, Provinsi Riau. Pak Mahyunis mengidap penyakit jantung sudah sejak 2 bulan terakhir, sedangkan darah tinggi yang diderita sudah sejak 15 tahun dan gangguan katarak pada matanya sudah dialami sejak 2 tahun yang lalu. Karena berbagai komplikasi penyakit yang dideritanya, Pak Mahyunis sudah tidak dapat melakukan pekerjaan yang berat. Namun Pak Mahyunis tidak pernah dibawa ke rumah sakit untuk melakukan pengobatan, padahal Pak Mahyunis sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS Non PBI kelas 3 karena terkendala biaya transportasi. Istri Pak Mahyunis, Endri Fazni (62), adalah seorang ibu rumah tangga yang sehari-harinya mengurus Pak Mahyunis yang sering sakit-sakitan dan tidak bisa bekerja lagi karena kondisinya yang sudah lemah. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Mahyunis dan bantuan disampaikan untuk membantu biaya transportasi agar ia dapat kembali berobat. Semoga kondisi kesehatan Pak Mahyunis semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 17 Februari 2017
Kurir : @nhpita @jangajid @rizkyqurniazary

Pak mahyunis menderita jantung, darah tinggi, katarak


ATAINA ROSAIN (48, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Suluk Bongkal, RT 1/2, Desa Kotoran Pait Beringin, Kecamatan Pinggir, Kota Duri, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Bu Ataina menderita penyakit kanker payudara sejak 3 tahun yang lalu. Sebelumnya ia sudah pernah berobat ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, namun karena terkendala biaya transportasi dan akomodasi pengobatan tersebut tidak dilanjutkan. Sejak itu, pihak keluarga hanya melakukan perawatan untuk Ibu Ataina di rumah saja dan ia hanya dibawa berobat ke puskesmas terdekat. Kondisi Bu Ataina saat ini semakin memprihatinkan dengan rasa nyeri dan kesakitan pada payudaranya yang sudah mulai membusuk. Bu Ataina telah memiliki jaminan kesehatan yaitu KIS PBI untuk ikhtiar pengobatannya, akan tetapi keluarga tetap terkendala untuk biaya akomodasi selama ia berobat di Pekanbaru. Suami Bu Ataina yaitu Bapak Rosain (47), tidak memiliki pekerjaan tetap dan Bu Ataina sendiri adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Ataina dan santunan pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi selama ia melanjutkan pengobatan kemoterapinya di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga kondisi kesehatan Bu Ataina semakin membaik hingga ia bisa sembuh dari penyakitnya. Aamiin. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan masuk dalam rombongan 955.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 13 Februari 2017
Kurir : @nhpita @eniepalupi Rina @sulistyaone

Bu Ataina menderita kanker payudara


AWALUDIN NASUTION (41, Kecelakaan Kerja). Alamat : Perumahan Primkopad, Blok F 12, RT 3/13, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Pada 29 September 2016, Pak Awaludin jatuh dari ketinggian di tempatnya bekerja sebagai buruh bangunan. Kondisinya saat itu tidak sadarkan diri sehingga langsung dibawa oleh mandornya ke Eka Hospital Pekanbaru, yang merupakan rumah sakit terdekat pada saat itu. Kondisi Pak Awaludin yang parah membuat dokter langsung mengambil tindakan operasi kepalanya yang mengalami keretakan, natinya akan dilanjutkan dengan operasi batang hidungnya yang retak serta operasi pada kakinya yang patah. Setelah operasi dilakukan, baru diketahui bahwa Pak Awaludin memiliki jaminan KIS PBI namun sayangnya mandor mendaftarkannya sebagai pasien umum kelas 3. Awalnya mandor tersebut yang menjadi penjamin dan memberikan deposit untuk operasi kepala Pak Awaludin, namun ketika biaya rumah sakit mencapai 37 juta rupiah dan Pak Awaludin masih harus menjalani perawatan, akhirnya mandor tersebut tidak lagi membantu pembayaran biaya rumah sakit. Biaya rumah sakit selanjutnya dibebankan kepada Pak Awaludin dan keluarga, sehingga mereka harus membayar sendiri kekurangan biayanya. Pada 7 Oktober 2016, Pak Awaludin sudah bisa pulang karena kondisinya membaik meski batang hidung dan kakinya masih belum dioperasi. Keluarga tidak mampu melunasi sisa tagihan sebesar 50 juta rupiah sehingga ia belum diperbolehkan pulang. Pak Awaludin bekerja sebagai tukang bangunan harian dengan penghasilan yang tidak menentu, sedangkan istrinya, Ranita (30), adalah ibu rumah tangga. Keluarga ini memiliki tanggungan 4 orang anak yang masih kecil. Sebagai tukang bangunan harian, penghasilan Pak Awaludin sangat terbatas dan tidak tetap. Apalagi tahun ini ia jarang mendapat panggilan pekerjaan, sehingga keluarga ini hidup dengan penuh keterbatasan. Keluarga sudah berusaha mengalihkan Pak Awaludin dari pasien status umum agar bisa menggunakan KIS PBI selain berusaha mencari pinjaman untuk dapat melunasi pembayaran rumah sakit. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info tentang kesulitan yang dihadapi keluarga Pak Awaludin dan langsung bergerak menjenguknya ke Eka Hospital.  Selang beberapa hari kemudian, kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar bahwa BPJS bersedia membantu Pak Awaludin sebesar 16 juta rupiah, hingga tersisa biaya rumah sakit sebesar 34 juta rupiah lagi yang harus dibayarkan. Setelah Sedekah Rombongan melakukan proses negosiasi dengan rumah sakit, alhamdulillah mendapatkan keringanan sehingga tagihan menjadi menjadi Rp. 24.018.000,-, pembayaran juga dapat dibayarkan secara berangsur selama 10 bulan hingga lunas. Alhamdulillah Sedekah Rombongan membayarkan jaminan pembayaran biaya RS Pak Awaludin di Eka Hospital hingga lunas nanti secara mengangsur sehingga ia bisa pulang ke rumahnya. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santuan untuk cicilan pembayaran RS Pak Awaludin bulan Februari 2017. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan masuk dalam Rombongan 947.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.401.800,-
Tanggal : 13 Februari 2016
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @sulistyaone

Awaludin menderita kecelakaan kerja


AGUS HASAN SIHOMBING (35, Infeksi Paru-Paru). Alamat : Jl. Bahorok, Desa Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Sejak 6 bulan yang lalu, Pak Agus merasakan rasa sakit pada dadanya lalu ia berobat di puskesmas desa setempat. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa Pak Agus mengalami infeksi pada paru-parunya dan dokter memberinya obat selama ia berobat jalan. Dengan sakit yang dideritanya, Pak Agus tetap menjalankan aktifitas seperti biasa, sambil tetap rutin mengonsumsi obat yang diberikan dokter puskesmas. Pak Agus bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak tetap. Keinginannya untuk sembuh sangat tinggi meskipun ia sempat mengalami muntah darah karena terlalu lelah bekerja dan dibawa ke RSUD Duri oleh tetangganya. Selama ikhtiar pengobatannya ia dirawat oleh istrinya, Ngatini (35), yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah Pak Agus sudah memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI sehingga seluruh biaya pengobatan sudah ditanggung. Dengan izin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Agus dan keluarga. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Pak Agus dan menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama ia dirawat di RSUD Duri. Ke depannya, Sedekah Rombongan insyaa Allah akan mendampingi pengobatan Pak Agus hingga ia sembuh total. Semoga Pak Agus tetap semangat dan segera diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Februari 2017
Kurir : @nhpita @eniepalupi Supriadi @sulistyaone

Pak Agus menderita infeksi paru-paru


MELISA BINTI RAMLISAID (21, Lupus). Alamat : Jl. Pesisir, RT 1/6, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Awalnya timbul bercak- bercak merah pada tubuh Melisa dan ketika itu diduga ia mengalami campak. Keluarganya lalu memberikan obat kampung untuk mengobati bercak merah tersebut, akan tetapi makin banyak bercak merah yang timbul. Akhirnya Melisa dibawa ke dokter dan diberikan obat, namun tetap saja bercak merah tersebut timbul hingga lama kelamaan bercak tersebut seperti melepuh. Keluarga kemudian membawa Melisa berobat terapi lintah untuk penyembuhan, namun Melisa malah mengalami demam, suhu badannya makin panas dan kondisinya semakin menurun. Akhirnya dengan segala usaha alternatif yang dilakukan tidak membawa hasil, Melisa dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dan langsung dirawat inap. Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, dokter mendiagnosa Melisa menderita penyakit lupus dan selama 9 hari Melisa dirawat inap di RS. Kondisi Melisa saat ini sudah semakin membaik, namun mukanya melepuh seperti terbakar. Melisa merupakan anak dari Pak Ramlisaid yang telah meninggal dunia dan Ibu Nurmi (59) seorang ibu rumah tangga. Untuk biaya pengobatannya, Melisa menggunakan JKN-KIS Non PBI Mandiri Kelas 3 yang dimilikinya. Namun keluarga tetap mengalami kendala dalam biaya transportasi dan akomodasi selama Melisa menjalani pengobatannya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Melisa dan bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi selama Melisa berobat. Semoga kondisi kesehatan Melisa semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 13 Desember 2016
Kurir : @nhpita Murda @hermanwaesyah @rizkyqurniazary

Melisa menderita lupus


ENDRI FAZNI (62, Stroke). Alamat : Jl. Jenderal Sudirman, Gg. Jambu, no. 32, RT 16, Bintan Dumai, Kota Dumai, Provinsi Riau. Ibu Endri menderita penyakit stroke sejak 8 bulan yang lalu. Kondisi Ibu Endri saat ini hanya bisa terbaring karena belum pernah dibawa berobat ke rumah sakit. Ibu Endri memiliki suami yaitu Pak Mahyunis (65) yang juga tidak bekerja karena juga sudah sakit-sakitan. Kondisi perekonomian keluarga ini masih sangat terbatas karena penghasilan keluarga hanya bergantung dari anak laki-laki Ibu Endri yang bekerja sebagai buruh serabutan, yang penghasilannya masih jauh dari cukup. Ibu Endri sudah memiliki JKN-KIS Non PBI kelas 3 yang dapat digunakan untuk pengobatannya, akan tetapi ia memiliki kendala biaya transportasi untuk berobat karena keluarga tidak memiliki dana untuk itu. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Endri dan bantuan disampaikan untuk membantu biaya transportasi. Semoga kondisi kesehatan Bu Endri semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 17 Februari 2017
Kurir : @nhpita @jangajid @rizkyqurniazary

Pak Endri menderita stroke


WINARTI BINTI SURIPTO (38, Kanker Payudara). Alamat : Simpang Intan Desa Kayu Api Beringin Pait, Kecamatan  Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Awalnya sejak setahun yang lalu ada benjolan kecil pada payudara kanan Bu Winarti, namun benjolan itu tidak terlalu dirasakan oleh bu Winarti. Selama 6 bulan Bu Winarti hanya berobat di Puskesmas dan minum jamu-jamuan untuk meringankan rasa sakitnya. Hingga akhirnya pada bulan Agustus 2016 benjolan tersebut semakin membesar, terasa nyeri dan mengeras. Sekitar bulan Oktober 2016, rasa nyeri pada payudara yang dirasakan oleh Bu Winarti sudah tidak tertahankan lagi sehingga oleh Puskesmas Simpang Intan di Kecamatan Pinggir ia dirujuk ke RSUD Duri. Kemudian oleh RSUD Duri ia dirujuk lanjutan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Dokter di RSUD Pekanbaru mendiagnosa Bu Winarti menderita kanker payudara dan harus menjalani pengobatan kemoterapi. Pada bulan November 2016 Bu Winarti mulai menjalani pengobatan kemoterapi. Selama pengobatannya, Bu Winarti menggunakan JKN-KIS PBI sehingga semuanya ditanggung. Namun ia tetap terkendala dalam biaya transportasi dan akomodasi selama menjalani kemoterapi di RSUD Pekanbaru. Pak Supri, suami Bu Winarti, bekerja sebagai buruh kasar dan mempunyai tanggungan 6 orang anak; anak yang tertua masih kelas 1 SMP dan bungsu sekolah TK. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Winarti dan menyampaikan bantuan biaya transportasi dan akomodasi selama ia berobat di Pekanbaru. Saat ini Bu Winarti sedang memulihkan kondisinya dengan teratur minum obat agar bisa melanjutkan proses kemoterapi. Semoga Bu Winarti tetap tabah, bisa sehat kembali dan dapat menjalani aktifitasnya seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 10 Febuari 2017
Kurir : @nhphita @eniepalupi Supriadi @karin_lathief

Bu Winarti menderita kanker payudara


HIDAYAT BIN ASEP DARMAWAN (21, Infeksi Paru-Paru). Alamat Jl. Rambutan, RT 2/1, Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Pada tanggal 9 Januari 2017, Hidayat (Dayat) merasakan sakit di dadanya lalu keluarga membawanya berobat ke klinik Dokter Deni. Dari hasil pemeriksaan dokter menyarankan Dayat untuk melakukan rontgen di RS Thurshina Duri. Dari hasil rontgen diketahui ada cairan yang mengendap di paru-paru Dayat. Dokter Deni kemudian merujuk Dayat ke RSUD Duri. Berdasarkan hasil rontgen tersebut, tim dokter RSUD Duri memutuskan untuk melakukan tindakan operasi pengeluaran cairan paru-paru Dayat. Alhamdulillah pada tanggal 10 Januari 2017 Dayat menjalani operasi penyedotan cairan paru-paru. Namun setelah beberapa hari, Dayat mengeluh merasakan kesakitan dan sesak nafas. Dokter pun melakukan penarikan selang yang ternyata terlalu panjang masuk ke dalam dada. Pada tanggal 30 Januari 2017 akhirnya dilakukan operasi ulang karena telah terjadi infeksi di paru-paru Dayat. Sebelum sakit, Dayat bekerja sebagai buruh pembuat lemari kaca dan diupah berdasarkan banyaknya lemari yang terjual. Orang tua Dayat, Yuniar (51), adalah orang tua tunggal yang bekerja sebagai buruh harian setrika yang upahnya hanya cukup untuk makan sehari-hari. Selama menjalani pengobatan di rumah sakit, Dayat tercatat sebagai pasien umum dikarenakan JKN-KIS PBI Dayat belum aktif dan kondisi ini sangat membebani Ibu Yuniar. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dayat dan turut merasakan kesulitan yang mereka hadapi. Dayat insyaa Allah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan selama masa pengobatannya. Santunan awal pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Dayat selama ia dirawat inap dengan status pasien umum di RSUD Duri. Hingga saat ini, Dayat masih menjalani rawat inap karena fungsi paru-parunya belum dapat bekerja dengan baik. Semoga Dayat segera diberikan kesembuhan dan bisa beraktifitas seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 20 Februari 2017
Kurir : @nhpita @eniepalupi @nurul_laura Rika Dewi @hermanwaesyah

Dayat menderita infeksi paru-paru


RSSR JOGJA (Operasional Bulan Februari 2017). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. RSSR Jogja merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara para pasien dampingan Sedekah Rombongan. RSSR Jogja ini kian dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang sedang melakukan rawat jalan dan berasal dari golongan tidak mampu atau dhuafa. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Pasien yang telah selesai berobat diantarkan kembali ke rumah masing-masing. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja. RSSR dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Selain itu, RSSR Jogja juga digunakan sebagai kantor administrasi pusat yang membantu kinerja Sedekah Rombongan secara nasional. Biaya operasional bulan Februari ini meliputi biaya administrasi perkantoran, biaya reportase ke Sedekah Rombongan Solo, biaya cetak dan jilid laporan dari website Sedekah Rombongan, biaya konsumsi pasien dan pendamping, biaya listrik, air, telepon dan internet, biaya renovasi eternit RSSR dan pembelian kerai, juga biaya pembelian bhp perawat (pembelian masker, handsrub, kasa steril, verban, alkohol untuk perawatan luka pasien). Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan 953. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 21.483.758,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Februari 2017


JIHAN FATIN (2, Atresia Bilier + Sirosis). Alamat : Dusun Wiyono, RT 4/2, Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Jihan adalah satu pasien dampingan #SedekahRombongan dari Kabupaten Magelang. Jihan dilahirkan dalam keadaan seluruh tubuh berwarna kuning. Saat usia dua bulan, ia mengalami demam tinggi yang tak kunjung turun. Orang tuanya kemudian membawanya ke bidan, dari sana dirujuk ke RSU Tidar Kota Magelang. Dokter mendiagnosa balita ini menderita atresia bilier atau tidak adanya saluran empedu dari hati. Jihan kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dokter mendiagnosa menderita sirosis (pengerutan hati). Jihan pernah mengalami koma selama dua bulan dan demam tinggi & kejang sampai memengaruhi fungsi syaraf mata. Bagian punggungnya pun mengalami decubitus karena terlalu lama berbaring. Kesulitan ekonomi juga dirasakan kedua orang tuanya terutama biaya transportasi dan akomodasi dari Grabag ke Yogyakarta. Setiap berobat mereka menyewa mobil yang harga sewanya mahal. Selain itu mereka juga kesulitan untuk pembelian obat dan susu pregistimil. Ayah Jihan, A. Mujib (37) bekerja sebagai karyawan swasta sementara ibunya, Etik (30) seorang ibu rumah tangga. Orangtua Jihan pun tercengang ketika mendengar biaya pengobatan dengan cara cangkok hati bisa mencapai 1‒1,5M. Meski memiliki jaminan kesehatan, BPJS, namun tidak bisa dimaksimalkan karena jaminan kesehatan ini maksimal mengcover 250 juta rupiah. Sebelumnya Jihan kontrol rutin dua minggu sekali di RSUP Dr. Sardjito, tetapi sekarang cukup sebulan sekali. Fisioterapinya bisa dilakukan di RSUD setempat setiap dua minggu sekali. Bantuan dari sedekaholics ini dipergunakan untuk pembelian 6 kaleng susu pregistimil dan pembelian obat yang tidak dicover BPJS. Pelaporan bantuan sebelumnya terdapat dalam rombongan 945.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.922.800,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Jihan menderita atresia bilier + sirosis


JIHAN FATIN (2, Atresia Bilier + Sirosis). Alamat : Dusun Wiyono, RT 4/2, Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Jihan adalah satu pasien dampingan #SedekahRombongan dari Kabupaten Magelang. Jihan dilahirkan dalam keadaan seluruh tubuh berwarna kuning. Saat usia dua bulan, ia mengalami demam tinggi yang tak kunjung turun. Orang tuanya kemudian membawanya ke bidan, dari sana dirujuk ke RSU Tidar Kota Magelang. Dokter mendiagnosa balita ini menderita atresia bilier atau tidak adanya saluran empedu dari hati. Jihan kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dokter mendiagnosa menderita sirosis (pengerutan hati). Jihan pernah mengalami koma selama dua bulan dan demam tinggi & kejang sampai memengaruhi fungsi syaraf mata. Bagian punggungnya pun mengalami decubitus karena terlalu lama berbaring. Kesulitan ekonomi juga dirasakan kedua orang tuanya terutama biaya transportasi dan akomodasi dari Grabag ke Yogyakarta. Setiap berobat mereka menyewa mobil yang harga sewanya mahal. Selain itu mereka juga kesulitan untuk pembelian obat dan susu pregistimil. Ayah Jihan, A. Mujib (37) bekerja sebagai karyawan swasta sementara ibunya, Etik (30) seorang ibu rumah tangga. Orangtua Jihan pun tercengang ketika mendengar biaya pengobatan dengan cara cangkok hati bisa mencapai 1‒1,5M. Meski memiliki jaminan kesehatan, BPJS, namun tidak bisa dimaksimalkan karena jaminan kesehatan ini maksimal mengcover 250 juta rupiah. Sebelumnya Jihan kontrol rutin dua minggu sekali di RSUP Dr. Sardjito, tetapi sekarang cukup sebulan sekali. Fisioterapinya bisa dilakukan di RSUD setempat setiap dua minggu sekali. Bantuan dari sedekaholics ini dipergunakan untuk pembelian 4 kaleng susu pregistimil. Pelaporan bantuan sebelumnya terdapat dalam rombongan 945.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.088.000,-
Tanggal : 27 Februari 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Jihan menderita atresia bilier + sirosis


CHARLES SALAMO KAFIER (7, Retinoblastoma). Alamat : Jln. Kapitan Pattimura, RT 01/01,Kel.Tanjung Kasuwawari Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, Papua Barat. Awalnya Charles merasakan gatal di bagian mata kirinya hingga timbul benjolan yang semakin lama makin membesar. Orang tua Charles mengira hanya bisul, sampai akhirnya benjolan tersebut menonjol keluar. Charles pun diperiksakan ke puskesmas terdekat lalu dirujuk ke rumah sakit umum. Dokter spesialis mata mendiagnosa Charles menderita retinoblastoma dan harus dirujuk ke luar kota agar segera dioperasi. Charles adalah anak Ke 3 dari 4 bersaudara dan belum bersekolah. Ayah Charles, Ari Kafiar (26) bekerja sebagai buruh pelabuhan, sementara ibunya Anace Rumbarak (26) ialah ibu rumah tangga. Saat dijenguk oleh Kurir Sedekah Rombongan mereka mengungkapkan kesedihan karena tidak mampu membawa Charles berobat ke luar kota. Maklum, penghasilan kedua orang tua ini tidak menentu, rumahnya pun berada di atas bukit dan jauh dari kota. Alhamdulillah, dengan perantara sedekaholics saat ini Charles mendapat perawatan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Bantuan ini digunakan untuk akomodasi selama Charles rawat inap. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 959. Semoga Charles segara mendapat kesembuhan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Februari 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Arif

Charles menderita retinoblastoma


RUBINI BINTI PAWIRO DINOMO (43, Sarkoma). Alamat: Dusun Gatak,  RT 1/7,  Kelurahan Gari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tiga tahun lalu Bu Rubini didiagnosa dokter menderita sarcoma, yaitu sekelompok tumor ganas yang menyerang tubuh di bagian tengah. Ia sudah menjalani dua kali operasi di Rumah Sakit Khusus Bedah Soedirman Yogyakarta dan operasi satu kali lagi di RSUD Wonosari, Gunungkidul. Lalu Bu Rubini dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito sejak Mei 2016. Bu Rubini menjalani pengobatan kontrol rutin dan serangkaian protokol kemoterapi di RSUP Dr. Sardjito. Bu Rubini ialah salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan yang selalu bersemangat menjemput kesembuhan. Sebelum sakit, Bu Rubini bekerja membantu suaminya, Riswanto, sebagai buruh tani menggarap lahan milik orang lain. Selama pengobatan ini Bu Rubini menggunakan fasilitas jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Bantuan dari sedekaholics ini diberikan pada saat Bu Rubini dirawat di RSUP Dr. Sardjito untuk menjalani operasi kembali. Alhamdulilah operasi telah dilaksanakan dan kondisinya membaik. Saat ini Bu Rubini masih menjalani kontrol rutin pascaoperasi, Semoga Bu Rubini segera mendapat kesembuhan, Aamiin. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 881.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Februari 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Arif

Bu Rubini menderita sarkoma


WASTINI BINTI SOKARJO (38, Tumor Jinak Ketiak). Alamat : Dusun Timunsari, RT 2/2, Desa Hargosari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Riwayat penyakitnya dimulai setahun yang lalu, awalnya payudaranya terasa sakit dan keras. Ia pun memeriksakan diri ke bidan, dugaan sementara sakit karena menggunakan kontrasepsi yang sudah kadaluarsa. Atas inisiatif sendiri, ia pun berobat ke RSUD Wonosari Gunungkidul lalu dirujuk ke RSPAU dr. S. Hardjolukito Yogyakarta. Ia pun menjalani serangkaian pemeriksaan seperti usg dan rongent, setelah itu ia diberi obat anti nyeri. Pada pemeriksaan kedua, diketahui bahwa ada benjolan kecil pada ketiak, benjolan tersebut tidak sakit malah payudaranya yang sakit. September 2016, Bu Wastini menjalani operasi pengangkatan benjolan di bagian kanan, satu bulan kemudian benjolan di bagian kiri yang diangkat. Setelah dua kali operasi ia masih harus menjalani kontrol rutin. Kondisinya saat ini secara umum baik dan stabil, namun ketiaknya masih nyeri dan payudaranya masih terasa sakit. Untuk berobat ia mengandalkan jaminan kesehatan dari pemerintah, Jamkesmas. Sementara untuk biaya transportasi berobat kadang ia dibantu oleh adiknya. Sehari-harinya ia bekerja sebagai asisten rumah tangga, namun sejak sakit ia tidak bisa bekerja lagi. Muhammad Ali (48), suaminya, bekerja sebagai sopir panggilan di Jakarta dengan pendapatan tidak menentu. Pasangan ini memiliki satu tanggungan, yaitu anak tunggal mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Bantuan dari sedekaholics ini diberikan untuk membantu biaya transportasi pengobatan Bu Wastini. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 910.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Februari 2017
Kurir : @KissHerry @namaku_arini @atinlelyas

Bu wastini menderita tumor jinak ketiak


MUHAMAD FAREL KURNIYANTO (7, Rhabdomyosarcoma). Alamat : Dusun Binangun, RT 11/5, Desa Wringinanom, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Awal 2016 mata kiri Farel mengeluarkan air mata tapi tidak kunjung sembuh. Orang tuanya membawanya ke RSUD Wonosobo, Jawa Tengah. Setelah diperiksa ia diberi obat salep dan obat tetes. Karena tidak ada perkembangan, dua minggu kemudian Farel dibawa ke RSUD Purwokerto. Tujuh minggu berobat namun tanda-tanda kesembuhan belum muncul, Farel pun dirujuk ke RS Mata Dr. YAP Yogyakarta, kemudian dirujuk lagi ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Setelah dilakukan biopsi, hasil menunjukkan Farel menderita retinoblastoma, yaitu kanker mata pada anak. Dalam pemeriksaan selanjutnya Farel didiagnosa rhabdomyosarcoma yaitu sel kanker yang tumbuh dari jaringan lunak tubuh seperti jaringan otot dan jaringan ikat.  Farel ialah anak ketiga dari tiga bersaudara, pasangan Suharyanto (50) dan Tunjiyah (43). Ayahnya bekerja sebagai tukang ojek, sementara ibunya tak lagi bekerja karena fokus mendampingi pengobatan sang buah hati. Selama pengobatan Farel menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri Kelas III. Setelah menjalani serangkaian kemoterapi di RSUP Dr. Sardjito, Farel dijadwalkan melakukan sinar radioterapi di RSCM Jakarta. Saat ini Farel telah menjalani radioterapi ke 18 dari 31x yang dijadwalkan. Alhamdulillah kondisinya membaik dan terlihat bugar. Bantuan ini digunakan untuk akomodasi selama pengobatan di Jakarta. Pelaporan santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 951. Semoga Farel segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.800.000,-
Tanggal : 27 Februari 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Ulfa @suharji

Farel menderita rhabdomyosarcoma


ROFINGAH BINTI GIYADI (51, Ca Mammae). Alamat : Dusun Gembuk, Desa Nggetas, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Yogyakarta. Tahun 2000 Bu Rofingah pernah menjalani operasi pengangkatan tumor payudara di Rumah Sakit Fatmasuri. Pascaoperasi keadaannya yang awalanya baik justru sakit kembali. Keluarga menduga penyakitnya kambuh lalu diperiksakan ke bidan terdekat. Karena selama pengobatan tersebut tidak ada perubahan, pihak keluarga membawa ke Puskesmas Playen. Pihak puskesmas kemudian merujuk pasien ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Dokter mendiagnosa Bu Rofingah menderita kanker payudara. Setelah itu Bu Rofingah masih mendapat rujukan ke RSPAU Harjolukito, Yogyakarta. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga Bu Rofingah. Sejak itu, Bu Rofingah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Di RSPAU Harjolukito Bu Rofingah mendapat perawatan lebih lanjut. Ia menjalani serangkaian pemeriksaan, kontrol rutin, dan kemoterapi. Saat ini kondisi Bu Rofingah semakin membaik dan selalu kontrol rutin sebulan sekali di RSPAU Harjolukito. Bantuan ini digunakan untuk akomodasi selama berobat Bu Rofingah ke rumah sakit. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 779. Semoga Bu Rofingah segera mendapatkan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 15 Februari 2017
Kurir: @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Syaidah

Bu rofigah menderita ca mammae


NARSEM BINTI TAWIRAJI (65, Kanker Payudara Kiri). Alamat : RT 2/4, Desa Kalikidang, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala penyakit yang dialami Ibu Narsem berawal dari tumbuhnya benjolan sebesar kelereng di payudara sebelah kirinya. Keluarga Ibu Narsem segera membawanya berobat ke Rumah Sakit Wiradadi Husada. Benjolan di payudara kirinya semakin membesar, sehingga beliau memeriksakan diri ke RS Bunda pada tahun 2013. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau menderita kanker pada payudara kirinya dan dokter menyarankan agar segera dioperasi. Namun karena Ibu Narsem takut dan terkendala biaya, beliau tidak bisa melaksanakan operasi sehingga hanya melakukan pengobatan alternatif dan minum jamu tradisional. Pada tanggal 20 Desember 2016, kondisi Ibu Narsem turun. Beliau pun dilarikan ke RS Banyumas. Dokter kemudian merujuk RSUP Dr. Sardjito untuk melanjutkan pengobatan beliau. Kini beliau masih merasakan nyeri di payudara kirinya dan sakit perut setiap hari. Ibu Narsem adalah istri dari Pono Nawiarto (48) yang bekerja membuat tahu sementara Ibu Narsem yang menjualnya di pasar. Penghasilan keluarga yang hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari tersebut, kini semakin berkurang semenjak Ibu Narsem sakit. Biaya pengobatan beliau dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS non PBI kelas II yang dimilikinya. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Ibu Narsem. Ibu Narsem menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan tinggal sementara di RSSR Yogyakarta. Bantuan ini digunakan untuk bantuan transportasi ke rumah sakit dan pembelian obat kemoterapi yang tidak tercover. Semoga Ibu Narsem segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti semula. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 940.

Jumlah Bantuan : Rp. 704.300,-
Tanggal : 26 Februari 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Erwin

Bu Narsem menderita kanker payudara kiri


MTSR JOGJA (AB 1617 FN, Operasional Bulan Februari 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 1617 FN inilah MTSR yang disebut mobil penumpang. Meski disebut mobil penumpang wilayah operasional MTSR ini pun sama dengan yang lain, yaitu mengcover wilayah Provinsi Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, selalu dilakukan perawatan rutin bagi masing-masing MTSR. Biaya ini meliputi biaya penggantian indikator bensin, penggantian dua ban mobil, dan biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Januari hingga bulan Februari 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 953.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.917.796,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Februari 2017


MTSR JOGJA (AB 9032 WK, Operasional Bulan Februari 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 9032 WK ini salah satu MTSR yang dioperasionalkan sebagai ambulans transport. MTSR ini mengcover wilayah Provinsi Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, selalu dilakukan perawatan rutin bagi masing-masing MTSR. Biaya ini meliputi biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Januari hingga bulan Februari 2017, servis rutin, dan pembayaran pajak tahunan. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja ini sebelumnya ada pada rombongan 953.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.658.796,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Februari 2017


MTSR JOGJA (AB 1185 JC, Operasional Bulan Februari 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Januari hingga bulan Februari 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 953.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.070.796,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Februari 2017


MTSR JOGJA (AB 1030 W, Operasional Bulan Februari 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Januari hingga bulan Februari 2017 dan penggantian bosh stabilizer. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 953.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.510.796,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Februari 2017


MTSR JOGJA (AB 9043 WK, Operasional Bulan Februari 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk servis rutin meliputi ganti filter solar, ganti oli mesin, cek rem 4 roda, ganti kampas rem depan 1 set, dan biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Januari hingga bulan Februari 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 953.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.275.796,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Februari 2017


Almh. AGNES SETIYANI (15, TBC Usus). Alamat : dusun ngadirejo Rt 03 Desa Cempoko Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi  Jawa Timur. Agnes, biasa dipanggil menderita penyakit ini sejak kelas 3 SD yang diawali dengan BAB darah. Orang tua sudah melakukan pengobatan di Puskesmas dan hanya didiagnosa penyakit MAAG. Hingga akhirnya sekitar beberapa bulan yang lalu perut  Agnes semakin keras dan membesar yang akhirnya dibawa berobat hingga ke dokter spesialis dan masih didiagnosa Maag Akut. Keluarga Agnes kemudian bertemu seorang perawat salah satu dokter spesialis di ngawi dan menyarankan operasi. Sebelum operasi Agnes di USG terlebih dahulu disalah satu RS ngawi untuk mengidentifikasi penyakit dan dari hasil USG diketahui ada infeksi di usus buntu. Kemudian beberapa hari kemudian Agnes dibawa di salah satu klinik daerah Karang Anyar untuk dilakukan tindakan operasi. Setelah tindakan operasi dilakukan baru diketahui bahwa penyakit yang diderita Agnes adalah TBC Usus. Tindakan yang dilakukan para dokter operasi saat itu adalah membersihkan cairan yang terdapat diperut dan membuatkan saluran pembuangan melalui perut sebelah kanan. Kondisi Agnes pasca operasi hanya bisa berbaring ditempat tidur. Jika dibuat duduk dan mengeluarkan kotoran terasa sakit. Ayah Agnes, Supangat (43) bekerja sebagai sopir panggilan dan ibu Agnes, Pujiwati (35) tidak bekerja. Pendapatan yang diterima ayah Agnes disaat sepi carteran Rp. 500.000 per bulan. Sedangkan tempat tinggal saat ini masih menumpang dirumah saudara. Pengobatan Agnes saat ini menggunakan biaya sendiri dan dibantu oleh saudara yang lain. Sedangkan biaya yang telah dikeluarkan sudah mencapai sekitar Rp. 25.000.000 dimana sebesar Rp. 16.000.000 adalah hasil pinjaman. Saat ini keluarga Agnes sedang melakukan pengurusan BPJS. Dan kendala yang dihadapi keluarga Agnes adalah biaya perawatan karna harus sedia semacam pampers untuk menampung saluran pembuangan yang melalui perut. Jika tidak diberi pampers bau yang dikeluarkan akan sangat mengganggu. Selain kendala biaya juga kendala karna kurang pengetahuan akan penyakit yang diderita Agnes. Rabu 1 Maret 2017 Agnes berpulang ke Rahmatullah dengan tenang. Keluarga mengucapkan terima kasih kepada kurir Sedekah rombongan atas bantuan yang telah diberikan. Semoga amal ibadah Agnes diterima di sisiNya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000
Tanggal: 1 Maret 2017
Kurir: @Mawan @Anissetya60 @wellyanto @shofawa

Almh. Agnes menderita TBC usus


EKO WAHYUDI (26, Tumor Testis). Alamat: Dusun Pelang RT. 2/2, Desa Tanggulangin, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Mas Eko sapanya, sejak 1,5 tahun lalu  menderita nyeri pada selangkangan dan sekitar paha sering ia rasa, namun tidak ia pedulikan karena harus bekerja. Kedua orangtuanya telah lama berpulang, Bapak Sakarmin dan Ibu Imah, ia memiliki seorang adik bernama Aji (17) yang tinggal bersama dengan budhenya di Wonogiri. Sakit yang ia derita semakin parah hingga membengkak, budhe kemudian membawanya pulang  bersama budhe, pakdhe dan adik. Ia kemudian dibawa berobat ke Rumah Sakit Dr. Moewardi (RSDM) menggunakan Jaminan kesehatan (BPJS) kelas 3. Satu bulan menjalani pengobatan rawat jalan. Dokter menyatakan ia menderita tumor testis. Karena sakitnya itulah ia melepas pekerjaan sebagai buruh di Jakarta, rumah kontrakan di Jakarta dalam proses pengurusan untuk pindah tempat. Adiknya yang selama ini merawat karena budhe harus bekerja di Bogor berjualan jamu sementara pakdhe di rumah menderita tbc sehingga tidak dapat bekerja. Operasi pertama telah dilalui Mas Eko pada 16 September 2016. Saat ini mas Eko menjalani kemoterapi siklus 4 di RSDM alhamdulillah tumor mas Eko semakin mengecil.  Santunan ke- 6 untuk biaya hidup selama menjalani pengobatan di RS kembali di sampaikan kepada Mas Eko. Dimana santunan sebelumnya tercantum dalam rombongan 941. Mas Eko dan keluarga menyampaikan terima kasih atas bantuan yang di berikan dan memohon doa kepada semua agar Mas Eko di beri kesembuhan. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir: @Mawan @anissetya60 @ayak

Eko menderita tumor testis


KARSINAH BINTI BANGSA (46, Infeksi Ginjal). Alamat : Dusun Cibiru, RT 1/ 5, Desa Sukadana, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Kesehatan seorang ibu rumah tangga yang biasa dipanggil Ibu Karsinah ini sedang terganggu. Awalnya sejak beliau melepas KB 9 bulan lalu, Ibu Karsinah mulai merasakan gejala awal seperti sering sakit di bagian kepala hingga sering mengalami pendarahan hebat selama 9 bulan lamanya. Sayangnya, beliau tidak memberitahukan kondisi beliau kepada pihak keluarga.  Akan tetapi karena sakitnya semakin lama semakin parah dan membuat kondisi beliau turun, maka keluarga pun akhirnya tahu dan membawa Ibu Karsinah ke Puskesmas terdekat. Namun, pihak Puskesmas langsung merujuk beliau ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan. Kondisi beliau semakin mengkhawatirkan dengan wajah yang terlihat sangat pucat dan kaki mulai bengkak. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa Ibu Karsinah didiagnosa mengidap hipertensi, sakit jantung dan infeksi ginjal. Ibu karsinah harus menjalani cuci darah sebanyak dua kali dalam seminggu. Pada tanggal 24 Februari 2017 Ibu Karsinah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 karna kondisinya semakin menurun. Kemudian tim medis rumah sakit melakukan pemeriksaan jantung dan paru – paru. HB beliau turun dan beliau di transfusi menghabiskan 8 labu darah dalam masa perawatan 4 hari. Dalam menjalani pengobatan, Ibu Karsinah memanfaatkan kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Akan tetapi, beliau kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan lanjutan berupa cuci darah. Suami beliau, Bapak Darmin (47) hanya bekerja sebagai seorang buruh serabutan dengan penghasilan yang hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Karsinah. Akhirnya, santunan kedua dapat disampaikan Sedekah Rombongan kepada Ibu Karsinah untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Semoga Allah mempermudah ikhtiar Ibu Karsinah demi memperoleh kesembuhan. Aamiin. Sebelumnya Ibu Karsinah masuk kedalam Rombongan 958.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 26 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Dedeh

Bu Karsinah menderita infeksi ginjal

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 RSSR MALANG 9,945,920
2 WASILAH BINTI MURSIDI 1,000,000
3 MTSR SURABAYA 7,968,000
4 RSSR SURABAYA 7,378,925
5 AMENIA BINTI KARSUN 500,000
6 SITI MARDIYAH 500,000
7 MOH. IMRON 500,000
8 SIFA NURRAHMAH 1,000,000
9 SUTINI 1,000,000
10 NARSEM 500,000
11 LUTFIANA ULFA 1,000,000
12 MUDDAKIR BIN DULHADI DARYAN 1,000,000
13 PROS EKAWATI 500,000
14 WINDI NUR SULISTYANINGRUM 1,000,000
15 SAIJAH BINTI SANTAKRIP 1,000,000
16 MARIKUN BIN TUKIMIN 750,000
17 MTSR PURWOKERTO 7,354,000
18 SUSI BINTI JONI 500,000
19 SALSA SUKMAWATI 500,000
20 DEDI ROHENDI 500,000
21 YOHANAH BINTI SANTARJI 1,000,000
22 LELA NURLELA 750,000
23 RIKI RINDIANA 500,000
24 RAEDI BIN PEWARTA ARSA 1,000,000
25 SUNAWAN BIN NARDI 750,000
26 MIMIN RUKMINI 500,000
27 AJAT BIN MEMED 600,000
28 ERI SONA NABABAN 500,000
29 MTSR RIAU 4,576,500
30 RSSR RIAU` 4,076,500
31 NURHAYATI RAJINAN 500,000
32 RENI ARIANTI 500,000
33 SYAHRIAL BIN IBRAHIM 500,000
34 JUDIN BIN JAMHARI 500,000
35 MAHYUNIS BIN BOYOK 500,000
36 ATAINA ROSAIN 500,000
37 AWALUDIN NASUTION 2,401,800
38 AGUS HASAN SIHOMBING 500,000
39 MELISA BINTI RAMLISAID 500,000
40 ENDRI FAZNI 500,000
41 WINARTI BINTI SURIPTO 500,000
42 HIDAYAT BIN ASEP DARMAWAN 1,000,000
43 RSSR JOGJA 21,483,758
44 JIHAN FATIN 1,922,800
45 JIHAN FATIN 1,088,000
46 CHARLES SALAMO KAFIER 500,000
47 RUBINI BINTI PAWIRO DINOMO 500,000
48 WASTINI BINTI SOKARJO 500,000
49 MUHAMAD FAREL KURNIYANTO 1,800,000
50 ROFINGAH BINTI GIYADI 500,000
51 NARSEM BINTI TAWIRAJI 704,300
52 MTSR JOGJA 5,917,796
53 MTSR JOGJA 5,658,796
54 MTSR JOGJA 3,070,796
55 MTSR JOGJA 3,510,796
56 MTSR JOGJA 5,275,796
57 Almh. AGNES SETIYANI 1,000,000
58 EKO WAHYUDI 500,000
59 Karsinah 500,000
Total 121,484,483

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 121,484,483,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 964 ROMBONGAN

Rp. 47,937,900,367,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.