Rombongan 963

Wahai orang yang beriman, berinfaklah kamu atas sebagian rizki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang tidak ada jual beli lagi dan tidak ada lagi persahabatan serta syafa’at kecuali atas izin Allah.
Posted by on March 1, 2017

AHMAD ALAMSYAH BIN JUDLAN (3, kelainan pada usus). Alamat Dusun 3 Desa Olaya Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah. Sejak umur 4 bulan Adik Ahmad sudah mengalami kesulitan buang air besar (BAB) dikarenakan akibat dari usus adik Ahmad mengalami kelainan. Saat ini usus adik Ahmad menonjol keluar sehingga adik Ahmad hanya bisa terus menangis. Adik Ahmad merupakan anak dari bapak Judlan (35) yang sahari-hari bekerja sebagai buruh lepas dan Ibu bernama Sumarni (32) sebagai Ibu rumah tangga. Dengan kondisi ekonomi yang sulit maka kendala yang dihadapi orang tua adik Ahmad saat ini adalah biaya akomodasi untuk bisa membawa adik Ahmad berobat ke rumah sakit. Dan sampai saat ini adik ahmad belum memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk apapun.
Sedekah rombongan melakukan pendampingan kepada Adik Ahmad dan alhamdulillah kurir sedekah rombongan bergerak membantu orang tua ahmad dalam pengurusan BPJS. Selanjutnya sedekah rombongan menyampaikan titipan ke-2 dari para sedekaholic setelah sebelumnya telah menerima santunan pertama yang termuat dalam rombongan 961.

Jumlah bantuan    : Rp. 1.500.000, –
Tanggal         : 26 Januari 2017
Kurir                : Rasyid @Tirana dan Syarif

Ahmad menderita kelainan pada usus


TANDI SAILE BIN LUDIN (48, Karsinoma Nasofaring Stadium IV). Alamat Jl. Tandiayabe Desa Toaya Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Awalnya Pak Tandi merasakan sakit kepala, yang kemudian pak Tandi berfikir hanya sakit kepala bisa sehingga cukup dengan mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit kepala biasa. Namun selang beberapa hari sakit kepala tersebut tak kunjung sembuh dan bahkan semakin terasa sakit. Sehingga oleh pihak keluarga pak Tandi segera dilarikan di rumah sakit umum Madani kota palu. Beberapa saat setelah dirawat di rumah sakit Madani sakit kepala tersebut mulai berangsur hilang. Namun setelah kembali ke rumah pak Tandi kembali merasakana sakit kepala yang hebat, sehingga keluarga kembali membawa pak Tandi ke rumah sakit umum Undata Kota Palu. Dan ternyata hasil diagnosa dokter rumah sakit bahwa sakit kepala yang diderita oleh pak Tandi adalah akibat dari tumor di area hidung yang sakitnya hingga terasa di bagian kepala. Dan pihak rumah sakit Undata Palu menyarankan agar bapak Tandi harus di rujuk ke rumah sakit Wahidin di Makassar. Pak Tandi sehari-hari bekerja sebagai petani yang memiliki tanggungan 4 orang anak dan seorang Istri yang bernama Rosni (54). Dengan kondisi ekonomi yang sulit Pak Tandi menunggu keputusan keluarga apakah mengikuti saran dokter untuk melanjutkan pengobatan di Makassar ataukah tidak. Jaminan kesehatan saat ini yang dimiliki oleh pak Tandi adalah KIS (Kartu Indonesia Sehat).
Sedekah rombongan segera bergerak menuju kediaman Pak Tandi setelah mendapat informasi tersebut. Dan alhamdulillah sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan biaya berobat bagi pak Tandi.

Jumlah bantuan    : Rp. 1.000.000, –
Tanggal         : 24 Februari 2017
Kurir                : Rasyid @Syariful Umar dan Lismasari

Pak tandi menderita Karsinoma Nasofaring Stadium IV


MENTARI BINTI JAMRIN (4 bulan, Pnemonia). Alamat Jln. Banawa Poros Donggala Mamuju Kelurahan Ganti Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Adik Mentari sudah sejak lahir mengalami kesulitan bernafas (pnemonia). Sehingga terkadang adik Mentari sulit tertidur dan sering menangis. Kedua orang tua nya sudah sering membawa Adik Mentari ke rumah sakit Kabelota Donggala guna mendapatkan perawatan. Adik Mentari merupakan anak ke-3 dari bapak Jamrin (32) yang bekerja sehari-hari sebagai buruh harian lepas dan ibu bernama Jumiati (27) sebagai Ibu rumah tangga. Dengan kondisi penghasilan kedua orang tua yang tidak tetap, praktis perawatan dan pemenuhan gizi bagi Adik Mentari cukup memprihatinkan. Jaminan kesehatan yang dimiliki saat ini Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Sedekah rombongan segera bergerak ke rumah sakit Kabelota Dongala setelah mendapatkan informasi tersebut. Dan alhamdulillah sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic untuk membantu meringankan biaya berobat bagi Adik Mentari.

Jumlah bantuan    : Rp. 500.000, –
Tanggal         : 14 Februari 2017
Kurir                : Rasyid @Suparman

Mentari menderita Pnemonia


RADIT BIN RIFKY (10, Gangguan pencernaan). Alamat Jln. Banawa No. 32 Kelurahan Maleni Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Adik Radit awalnya mengalami demam tinggi dan sulit untuk mengkonsumsi makanan. Kedua orang tua hanya berupaya merawat adik Radit di rumah dengan memberikan obat penurun panas. Namun beberapa hari kondisi adik Radit terus melemah, sehingga kedua orang tua Radit segera melarikan  ke rumah sakit Kabelota Donggala. Adik Radit merupakan anak pertama dari bapak Rifky (33) yang sehari-hari bekerja sebagai tukang gunting rambut, dan Ibu bernama Eni (30) sebagai ibu rumah tangga. Jaminan kesehatan yang dimiliki saat ini Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Sedekah rombongan segera bergerak ke rumah sakit Kabelota Dongala setelah mendapatkan informasi tersebut. Dan alhamdulillah sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic untuk membantu meringankan biaya berobat bagi Adik Radit.

Jumlah bantuan    : Rp. 500.000, –
Tanggal         : 15 Februari 2017
Kurir                : Rasyid @Suparman

Radit menderita Gangguan pencernaan


DEANDRA BIN ERFAN (2, Pnemonia/cairan di paru-paru). Alamat Jln. Palu Donggala No. 23 Kelurahan Kabonga Kecil Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Adik Deandra mengidap penyakit Pnemonia atau ada cairan di paru-paru. Kondisi ini sudah sejak lahir diderita oleh adik Deandra. Adik deandra merupakan anak pertama dari bapak Erfan (25) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas, dan Ibu bernama Desi (25) sebagai ibu rumah tangga. Jaminan kesehatan yang dimiliki saat ini adalah Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Sedekah rombongan segera bergerak ke rumah sakit Kabelota Dongala setelah mendapatkan informasi tersebut. Dan alhamdulillah sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic untuk membantu meringankan biaya berobat bagi Adik Deandra.

Jumlah bantuan    : Rp. 500.000, –
Tanggal         : 16 Februari 2017
Kurir                : Rasyid @Suparman

Deandra menderita Pnemonia/cairan di paru-paru


MARIATI BINTI MUHAMMAD TAYIB (48, TBC akut). Alamat Jl. Poros Donggala Pasangkayu Desa Mekar Baru Kecamatan Banawa Tengah Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Ibu Mariati telah lama mengidap penyakit TBC akut yang sering juga disertai dengan muntah darah. Pernah berobat rutin selama 6 bulan, namun sampai saat ini kondisi belum mengalami perubahan. Sehingga pihak keluarga memasukkan kembali ibu Mariati ke rumah sakit umum Kabelota Donggala guna mendapatkan pengobatan dan perawatan lebih lanjut. Ibu Mariati memiliki suami bernama Hermanto (40) yang sehari-hari bekerja sebagai petani dan memiliki anak 6 orang. Jaminan kesehatan yang dimiliki saat ini adalah BPJS.
Sedekah rombongan segera bergerak ke rumah sakit Kabelota Dongala setelah mendapatkan informasi tersebut. Dan alhamdulillah sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic untuk membantu meringankan biaya berobat bagi Ibu Mariati.

Jumlah bantuan    : Rp. 500.000, –
Tanggal         : 18 Februari 2017
Kurir                : Rasyid @Suparman

Bu maryati menderita TBC akut


MAKRUF BIN RUSLI  (41, Infeksi pada usus). Alamat Jl. Poros Donggala Palu Kelurahan Kabonga Besar Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Awalnya bapak Makruf merasa kesakitan di bagian perut yang kemudian melakukan pengobatan sendiri dengan mengkonsumsi obat sakit perut biasa. Namun rasa sakit tersebut tidak juga mereda sehingga beberapa hari Pak Makruf hanya terbaring di rumah. Oleh pihak keluarga melihat kondisi pak Makruf maka segera dibawa ke rumah sakit umum Kabelota Donggala. Kurang lebih seminggu pak Makruf dirawat di rumah sakit Kabelota dan dilakukan operasi kecil pada bagian usus. Saat ini pak Makruf telah keluar dari rumah sakit dan menjalani rawat jalan. Pak Makruf sehari-hari bekerja sebagai sebagai tukang becak dan menafkahi seorang istri bernama Ija (35) dan 5 orang anak. Dengan kondisi saat ini pasca operasi dan menjalani rawat jalan praktis membuat pak Makruf tidak dapat melakoni pekerjaan menarik becak kembali sampai kondisi kesehatan pulih total.  Saat ini Jaminan kesehatan yang dimiliki adalah BPJS.
Sedekah rombongan segera bergerak ke rumah bapak Makruf setelah mendapatkan informasi tersebut. Dan alhamdulillah sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic untuk membantu meringankan biaya berobat bagi bapak Makruf.

Jumlah bantuan    : Rp. 500.000, –
Tanggal         : 18 Februari 2017
Kurir                : Rasyid @Suparman

Pak makruf menderita Infeksi pada usus


MELDI BIN ARIS  (17, Pendarahan di kepala). Alamat Jl. Poros Donggala Palu Kelurahan Maleni Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Adik Meldi mengalami kecelakaan pada tanggal 17 Februari 2017 pkl 20.15 wita, yang menyebabkan adik Meldi tak sadarkan diri dan mengalami benturan hebat di bagian kepala. Kemudian saat itu juga dilarikan ke rumah sakit umum Kabelota Donggala untuk mendapatkan pertolongan pertama, namun dikarenakan kondisi Adik Meldi tak sadarkan diri dan mengalami pendarahan dalam bagian kepala maka pihak rumah sakit segera merujuk Adik Meldi ke rumah sakit umum Anutapura Palu guna mendapatkan penanganan medis lanjutan. Adik Meldi merupakan anak pertama dari bapak Aris Ajra (45) yang sehari-hari bekerja sebagai sopir dan ibu bernama Risna (39) yang turut bekerja membantu kehidupan ekonomi keluarga dengan cara berdagang makanan dipinggiran jalan. Saat ini jaminan kesehatan yang dimiliki adalah Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Sedekah rombongan segera bergerak ke rumah sakit setelah mendapatkan informasi tersebut. Dan alhamdulillah sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic untuk membantu meringankan biaya berobat bagi Adik Meldi.

Jumlah bantuan    : Rp. 500.000, –
Tanggal         : 19 Februari 2017
Kurir                : Rasyid @Suparman

Meldi menderita pendarahan di kepala


TUMILAH (60 tahun, ca mamae) yang beralamat di dusun Tiwir, Godean, Yogyakarta ini merupakan pasien dampingan SR sejak tahun 2012. Sapaan akrabnya adalah bu tum. Bu Tum merupakan ibu rumah tangga sekaligus bekerja menggarap sawah orang lain. Bu tum ini menderita kanker payudara sejak tahun 2010 silam dan di tahun 2012 sudah di nyatakan stadium 4. Pengobatan berawal dari tindakan operasi di RS Nurhidayah. Setelah menjalani operasi beliau mendapat rujukan untuk melanjutkan dengan kemoterapi di RS Sarjito. Beliau menjalani kemoterapi sebanyak 8 kali. Setelah proses kemoterap selesai, beliau menjalani sinar sebanyak 25 kali di Sarjito. Setelah sinar selese, dokter radoiterapi menjadwalkan untuk setiap bulan sekali kontrol. Dua tahun lebih beliau menjalani kontrol rutin ini. Dengan fisik beliau yang kuat, dokter radioterapi hanya memberikan resep antioksidan untuk menjaga kesehatan dan staminanya. Di awal 2016 beliau alhamdulilah sudah di nyatakan sembuh, dan rutin kontrol menjadi 3 bulan sekali dan tanpa pemberian obat. Hal ini dilakukan dokter dengan tujuan supaya tidak lagi ketergantungan dengan obat, dan saran dokter untuk di jaga pola makanya saja. Kemudian di awal tahun 2017 ini beliau hanya kontrol setiap 6 bln sekali atau jika ada keluhan. Dengan kondisi beliau yang sudah baik ini, alhamdulilah SR memberikan bantuan untuk modal usaha membuka warung angkringan dan toko kelontong. Bu Tumilah sangat berterimakasih kepada SR, para kurir dan para sedekaholic atas bantuannya selama ini. Beliau mendoakan semoga para kurir dan sedekaholik di berikan kemudahan, kelimpahan rezeki dan kesehatan. Aaaamiiin….

Jumlah bantuan: Rp. 4.000.000,-
Tanggal pemberian: 9 Februari 2017
Kurir : danis @danish_cookiez

Bu tumilah menderita ca mamae


DESI WULANSARI (14, Kanker Epidermoid mandibula) Alamat: Dusun Krajan RT. 01/04, Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.  Pasien dampingan #SRsolo sejak Juni 2015 lalu ini merupakan putri ketiga dari pasangan Bapak Suradi dan Ibu Yatun. Berbekal kartu BPJS kelas 3. Sejak Juni 2015 lalu, Desi mulai menjalani pengobatan di RS. Dr. Moewardi Solo, setelah melakukan berbagai macam tes laboratorium dan observasi oleh tim dokter, pada 19 Agustus 2015 Desi menjalani operasi. Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Tim dokter menyatakan, dik Desi perlu melakukan operasi kembali di bagian depan telinga. April 2016 dilakukan operasi. Setelah itu dilakukan kontrol Setiap bulan. Agustus 2016 dek Desi menjalani CT-Scan hasilnya dek Desi harus menjalani Sinar. Pertengahan Oktober 2016 dek Desi mulai menjalani Sinar di RSDM setiap Hari. Setelah serangkaian sinar selesai dijalani akhirnya dokter menyatakan kanker yang diderita dek Desi sudah sembuh. Selanjutnya kontrol di lakukan setiap 3 bulan. Santunan ke-7 untuk Desi kembali disampaikan oleh #KurirSR  untuk biaya akomodasi kontrol selama proses sinar di RSDM. Sebelumnya santunan untuk Desi masuk dalam rombongan 917 Pihak keluarga merasa sangat senang dan bersyukur atas santunan yang disampaikan. Semoga Desi segera diberikan kesembuhan. Aamiiin.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 15 Februari 2017
Kurir: @Mawan  @Anissetya60 @cahyani_eka

Desi menderita kanker epidermoid mandibula


MTSR MALANG (AB 9044 WK, Biaya Operasional Bulan Januari 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil yang dikendarai oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk beraktivitas seperti mengantar / menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang, mensurvei pasien yang akan dijadikan pasien dampingan dan bahkan menyampaikan santunan titipan yang diberikan dari Sedekaholics. Dengan nomor hotline 0818-0808-8001 yang tertera di badan mobil ambulance MTSR ini diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat langsung menghubungi MTSR ini. Pada bulan ini pengeluaran yang dialokasikan untuk operasional MTSR Malang ialah untuk membeli pulsa, bahan bakar, dan servis rutin tiap bulan agar MTSR tetap bisa berperforma baik dan lancer saat beroperasi. Bantuan bulan sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 947. Semoga MTSR semakin bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi Sedekaholics. Amiiinn

Jumlah Bantuan : Rp. 4.242.859,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria @nay_munaa @m_rofii11

Biaya operasional bulan Januari 2017


MTSR MALANG (N 1208 CJ, Biaya Operasional Bulan Januari 2017). Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “move” pun cepat dan padat sekali. Kebutuhan antar pasien tak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Saat ini, pasien Sedekah Rombongan Malang berjumlah kurang lebih 50 pasien dampingan, dengan berbagai macam latar belakang. Padatnya agenda mobilitas ambulan Sedekah Rombongan atau biasa yang kami sebut dengan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) membuat  Malang membutuhkan MTSR tambahan. Sehingga Sedekah Rombongan Malang pada bulan Mei tahun 2016 kemarin meluncurkan program “PATUNGAN AMBULAN” untuk mewujudkan mimpi kami bisa bergerak lebih efektif dengan adanya 2 MTSR di Malang. Untuk mendukung performa mobil agar tetap dalam kondisi baik, maka bulan ini keperluan MTSR yang diperlukan antara lain untuk biaya bahan bakar, pulsa dan service rutin setiap bulan. Laporan keuangan MTSR pada bulan sebelumnya telah masuk di nomor rombongan 947. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dan ibadah kita ini dengan sebaik-baiknya pembalasan, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.696.249,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria @nay_munaa @m_rofii11

Biaya operasional bulan Januari 2017


MOH. HASAN (30, Penyempitan Sigmoid). Alamat : Dusun Kolla 2, RT 5/6, Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur. Pak Hasan yang harus terus menggunakan kantong perut sebagai penampung kotoran dikarenakan penyempitan di daerah sigmoid akibat kecelakaan lalu lintas yang dia alami saat menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia, kini sudah memiliki BPJS kelas III.  Di kampung halamannya, di kecamatan Ketapang Sampang Madura, dia tinggal bersama sang nenek. Untuk kebutuhan sehari-hari, dia mengandalkan kiriman dari sang istri yang masih bekerja di Malaysia. Sang istri, Masruroh (30) dan anak semata wayang mereka yang berumur 3 tahun memilih untuk tetap tinggal di Malaysia karena masih harus bekerja untuk membayar pinjaman biaya berobat Pak Hasan di Rrumah sakit Malaysia yang belum terlunaskan. Pak Hasan sempat melakukan CT scan pada 6 Oktober di RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan, dokter mengatakan bahwa harus dilakukan operasi penyambungan usus besar. Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan yang dapat dipergunakan untuk kebutuhan membeli kantong perut. Pak Hasan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini bisa membantu ikhtiar Pak Hasan untuk segera sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Desember 2016
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura Robby @hrosania

Pak hasan menderita penyempitan sigmoid


SULIHAH BINTI MOH SUKRI (55, Kanker Payudara). Alamat : Kampung Murlaok, RT2/6, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan Madura, Provinsi Jawa Timur. Bu Lihah, begitu sapaan akrabnya oleh para tetangga dan pelanggan bubur jualannya. Penyakit kanker payudara yang didiagnosa dokter dokter pada bagian payudara kiri Bu Sulihah membuatnya perlu melakukan beberapa treatment pengobatan. November lalu, beliau sudah melakukan operasi pengangkatan kankernya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkalan. Bulan ini Bu Sulihah menjalani kemoterapi pertamanya di RSUD Dr. Soetomo Surabaya dengan fasilitas BPJS yang dimiliki beliau. Proses kemoterapi dilakukan selama 3 kali dalam sebulan. Selanjutnya Bu Lihah akan rutin melakukan kemoterapi setiap bulannya. Saat ini bu Sulihah sudah merasa membaik pasca operasi dan kemoterapi pertama, namun masih belum bisa beraktifitas berat dan hanya bisa di rumah saja. Bantuan yang disalurkan Sedekah Rombongan dipergunakan untuk biaya transportasi beliau dari Blega ke Surabaya dan juga biaya akomodasi untuk melanjutkan pengobatan. Bu Lihah berterima kasih dan merasa sangat terbantu oleh bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga semangat dan ikhtiar Bu Sulihah untuk sembuh bisa segera terwujud.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 13 Desember 2016
Kurir: @Wahyu_CSD  @vanmadura masyrifahhatib @hrosania

Bu sulihah menderita kanker payudara


AHYAITA BANJAH DINI (10, Lupus Nefritis). Alamat : Jl. Trunojoyo VII No. 121, RT. 4/3, Kec. Patemon, Kota Pamekasan, Prov. Jawa Timur. Ita, biasa ia dipanggil adalah pelajar kelas IV di salah satu sekolah negeri di Pamekasan. Pada awalnya ia lahir dengan keadaan yang normal. Perkembangan fisiknya tidak mengalami masalah. Namun, sekitar Agustus 2016, ia sempat merasa sakit pada daerah perutnya dan sempat pingsan.  Saat itu juga orang tuanya membawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pamekasan untuk diperiksa. Kemudian dokter mendiagnosis bahwa ia menderita Lupus Nefritis atau penyakit ginjal yang serius yang disebabkan oleh peradangan yang berkepanjangan di ginjal. Dokter memberikan saran pada kedua orang tuanya untuk merujuk ke Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya untuk segera mendapat penanganan yang tepat. Sampai saat ini, ia masih rutin berobat ke RSUD Dr. Soetomo. Sebelumnya ia selalu rutin melakukan cuci darah namun saat ini sudah dipasang CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis) atau metode yang dipasang di daerah perutuntuk menghilangkan racun dan kelebihan air dari tubuh manusia. Ayah Ita, Mukhlisin (47) dan ibunya Muhayatun (37), mengungkapkan bahwa sejak sakit sampai saat ini, Ita belum bisa masuk sekolah, dikarenakan ia harus berobat ke Surabaya yang terkadang harus menginap sampai dengan delapan hari. Saat ini, pengobatan Ita terus diperhatikan oleh kedua orang tuanya, terutama ayahnya yang seorang sales roti. Keluarga juga mengeluhkan besarnya biaya yg diperlukan untuk transportasi, akomodasi dan tempat tinggal selama di Surabaya. Keadaan inilah yang mendorong Kurir Sedekah Rombongan untuk ikut membantu kesembuhan Ita. Bantuanpun disampaikan untuk biaya transport dan pengobatannya di Surabaya. Semoga Ita bisa segera pulih dan masuk sekolah demi meraih cita-cita.

Jumlah Bantuan​: Rp. 1.000.000,-
Tanggal​: 19 Desember 2016
Kurir​: @Wahyu_CSD  @vanmadura @estianti01 @u_nitaks @nomo_Ramadhan

Ita menderita lupus nefritis


YATIK BINTI DA’IY (8, Meningocele). Alamat : Dusun Sondung, RT 2/6, Desa Togubang, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Benjolan yang berada di antara hidung atau meningocele, membuat adik Yatik kesulitan dalam berbicara serta dikucilkan oleh teman sebayanya, karena dianggap manusia aneh, dan itu sangat berpengaruh pada psikologinya. Dalam kesehariannya Yatik hanya menghabiskan waktu dengan diam dirumahnya tanpa teman, tanpa interaksi dengan lingkungan. Penyakit yang di derita Yatik sejak lahir ini, belum pernah diperiksakan ke rumah sakit karena tidak punya biaya untuk berobat, apalagi biaya operasi. Ayah Yatik, Da’iy (60) adalah seorang buruh tani, sedangkan ibunya, Misna (56) bekerja serabutan dengan penghasilan yang diperoleh keduanya tidak menentu. Jaminan kesehatan yang dimiliki oleh adik Yatik adalah JKN – KIS PBI. Setelah mendapat info tersebut, kami Sedekah Rombongan segera mengujungi Yatik ke rumahnya. Bu Misna menyampaikan keinginannya agar anaknya bisa sembuh dan normal seperti anak seusianya. Alhamdulillah di waktu yang bersamaan kami mendapat informasi tentang operasi gratis dari salah satu rumah sakit di Surabaya. Sedekah Rombongan membantu untuk pendaftaran operasi tersebut. Bantuan telah disampaikan berupa uang tunai untuk biaya transportasi dan akomodasi selama di Surabaya dan biaya kontrol paska operasi, juga pembelian obat yang tidak dicover oleh jaminan kesehatan. Pihak keluarga sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.450.000,-
Tanggal : 28 Desember 2016
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura Roni hrosania

Bu yatik menderita meningocele


MAIFA DASA PARAWANSA (11, Atresia Duodenum). Alamat: Jl. KH Abdul Karim No.7, RT 2/2, Desa Pangeranan, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Ifa begitu panggilannya, terlahir normal dengan berat badan 3,2 kg dan panjang 48 cm. Namun, ketika usianya menginjak 1 tahun dan dimas pertumbuhannya berat badan Ifa bukannya bertambah, namun berangsur-angsur berkurang. Ifa tidak pernah dibawa ke Posyandu ataupun Puskesmas, karena sang ibu berpikir Ifa tidak akan bisa sembuh. Selama 10 tahun ini Ifa tidak pernah keluar rumah, dia hanya bisa terbaring di atas kasur dan menangis ketika lapar. Kondisi saat ini Ifa mengalami bisu, buta dan syaraf kurang berfungsi dengan baik. Ifa tidak bisa makan seperti anak-anak pada umumnya. Ifa hanya bisa makan dengan bubur dan susu saja, tidak bisa makan nasi dan lainnya. Ayahnya, Mohammad Hasanuddin (61) seorang pensiunan pegawai kantor kelurahan dan Ibunya, Djamilah (51) seorang penjual rujak. Penghasilan sang ibu yang tak menentu dan pensiunan sang ayah yang terbatas, harus dibagi untuk menghidupi 8 orang saudara Ifa yang masih tinggal serumah. Kendala yang dihadapi orang tua Ifa adalah tidak adanya biaya untuk berobat serta tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Pada akhirnya Kurir Sedekah Rombongan  Bangkalan bersama bidan dari Puskesmas Bangkalan berkunjung ke rumah Ifa untuk mengetahui penyebab sakitnya. Kurir Sedekah Rombongan bekerjasama dengan Pustu Pangeranan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan untuk penanganan lebih lanjut. Senin, 18 Desember 2016 Ifa dibawa ke RSUD Bangkalan untuk mendapatkan perawatan yang intensif. Hasil rontgen menunjukkan bahwa Ifa mengalami Atresia Duodenum (kelainan pada usus). Saat ini, Ifa sudah 6 hari berada di RSUD Bangkalan dengan penanganan khusus dari tim medis. Alhamdulillah berat badan Ifa bertambah 3 ons. Kaki yang awalnya tidak bisa digerakkan, saat ini sudah bisa digerakkan. Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk keperluan Ifa selama di Rumah Sakit, karena menurut dokter Ifa harus dirawat intensif selama 1 sampai 2 bulan sebelum dilakukan tindakan selanjutnya. Semoga bantuan dari sedekaholic melalui Sedekah Rombongan ini dapat membantu meringankan biaya pengobatan Ifa. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Desember 2016
Kurir : @ Wahyu_CSD  @vanmadura @chococheese28 wulan @hrosania

Ifa menderita atresia duodenum


SANTINI BIN TEKSAN (54, Dhuafa + Katarak). Alamat : Jl KH. Moh. Toha RT 2/6, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Mbah Santini sudah lama menderita katarak pada mata kanan dan kiri namun beliau lupa kapan mulai menderita penyakit tersebut. Mata beliau pernah di operasi di salah satu rumah sakit di Surabaya secara gratis, namun pada masa penyembuhan mata beliau terkena sorotan lampu mobil dan membuat beliau jatuh saat jalan kaki menuju rumah. Pada saat jatuh, matanya sedikit terkena benturan sehingga matanya terasa sakit dan penglihatan buram. Setelah itu kedua mata Mbah Santini diberi air sirih atas rekomendasi tetangganya, akan tetapi penglihatannya semakin buram dan tidak jelas hingga saat ini. Mbah Santini tidak memiliki biaya dan takut untuk memeriksakan matanya, hingga akhirnya mata beliau dibiarkan begitu saja kondisinya. Mbah Santini sendiri merupakan seorang janda yang kesehariannya berjualan di warung kopi kecil miliknya dan dibantu salah satu kerabatnya. Beliau memiliki jaminan kesehatan KIS, namun tidak digunakan. Tim kurir dari Sedekah Rombongan Bangkalan membantu mengantarkan dan memeriksakan mata Mbah Santini ke dokter mata, dokter Farida Moenir di Kelurahan Kemayoran Bangkalan. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa mata kanan mbah Santini sudah tidak ada harapan untuk sembuh, sementara untuk mata kiri masih ada harapan untuk sembuh dengan operasi katarak. Tim kurir Sedekah Rombongan memberikan referensi untuk operasi mata kiri mbah Santini ke RS Mata Undaan. Alhamdulillah telah dilakukan operasi pertama untuk pengangkatan daging yang tumbuh di mata dan januari akan dilakukan control serta operasi kedua untuk pengambilan kataraknya. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 957. Mbah Santini mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga bantuan yang kami berikan dapat membantu mbah Santini dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.550.000,-
Tanggal: 12 Desember 2016
Kurir: @Wahyu_CSD  @vanmadura @siham78 Nuris Ainul @hrosania

Bu santini menderita dhuafa + katarak


DINA AGUSTINA (37, Kanker Nasofaring). Alamat: Dusun Sanggrah, RT 07/03, Desa Pakandangan Sangra, Kec. Bluto, Kab. Sumenep Madura, Jawa Timur. Bu Dina biasa disapa, pada pertengahan tahun 2013 ketika masih tinggal di Bekasi, hidung bu Dina terasa mampet seperti pilek. Setelah pindah domisili ke Madura awal tahun 2014, beliau diperiksakan ke dokter spesialis dan mendapat vonis mengidap tumor jinak. Pertengahan tahun 2014 Bu Dina dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan sudah melakukan operasi pada maret 2015. Tindakan yang dilakukan pasca operasi adalah kemoterapi. Kondisi pasien saat ini jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Yang dikeluhkan pasien adalah biaya transportasi dari rumah di Sumenep ke RSUD Dr. Soetomo yang mahal, serta biaya kost ketika sedang berada di Surabaya untuk ikhtiar mencari kesembuhan. Bahkan tidak jarang pasien tidur di teras rumah sakit yang sudah tentu tidak layak dijadikan tempat istirahat. Apalagi untuk jadwal berobat bisa 2 kali dalam satu bulan. Pak Joyo (42) suami bu Dina, sebelumnya bekerja sebagai pengajar di yayasan islam di Sumenep tetapi diberhentikan karena sering izin untuk menemani istri berobat ke Surabaya. Saat ini pak Joyo bekerja serabutan, terkadang bertani. Pasien tinggal dirumah orang tua suami, bersama bapak dan ibu mertuanya serta seorang anak di Sumenep. Setelah melalui survey dan dirasa layak mendapat bantuan, bu Dina menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Alhamdulillah setelah berikhtiar selama 1 tahun bersama Sedekah Rombongan, Bu Dina dinyatakan sembuh oleh dokter, namun masih teteap melakukan kontrol setiap 3 bulan sekali.  Santunan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 9460 Keluarga bu Dina merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini bu Dina masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Desember 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @vanmadura @hafnirosania

Dina menderita Kanker Nasofaring


MILLATUL ULYA (1, Broncho Pnemonia). Alamat : Desa Daleman, RT ½, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur. Dek Ulya sedang terbaring lemah bersama beberapa bayi lainnya di kamar cempaka 1 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sampang saat kurir Sedekah Rombongan menjenguknya. Ia mengalami kesusahan bernafas akibat jantung yang mengalami kebocoran. Ia adalah anak tunggal dari pasangan Zainul Abidin (27) yang bekerja sebagai tukang bangunan dan Ibu Mustafidah (22) yang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Keluarga kecil ini adalah warga asli Sampang Madura namun hidup mencari nafkah di Surabaya. Pada 9 Desember 2016, dek Ulya mengalami nafas tersendak, mata melotot, dan kondisi tubuh semakin kurus. Ia segera diperiksakan ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Dari hasil rontgen, dokter spesialis anak menyatakan bahwa terdapat lubang di jantungnya sebesar 8mm. Ia harus segera ditangani medis. Namun karena kendala biaya dan belum memiliki fasilitas kesehatan, pihak keluarga memilih untuk pulang ke kampung halaman. Saat ini ia dirawat inap di RSUD Sampang sembari proses menunggu pembuatan BPJS selesai. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan pertama yang dapat digunakan untuk biaya berobat dek Ulya dan untuk kebutuhan sehari-hari. Kedua orang tua dek Ulya berterimakasih dengan bantuan yang disalurkan Sedekah Rombongan karena sangat membantu meringankan kebutuhan mereka. Semoga proses pengobatan dapat berjalan lancar dan dek Ulya bisa kembali sehat seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Desember 2016
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura Fafan Sri @hrosania

Ulya menderita Broncho Pnemonia


KASNI BINTI MADROJI (50, Myoma Uteri). Alamat: RT1/1 Dusun Lima, Desa Meri, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pertengahan Desember 2016, Ibu Kasni awalnya menderita keputihan dan mengeluh sakit di bagian perut. Diperiksakan kedokter umum, beliau didiagnosis maag. Akan tetapi kondisinya tidak semakin membaik. Sakitnya makin menjadi, terutama di bagian rahim. Kemudian beliau dibawa ke Rumah Sakit (RS) Nirmala. Setelah pemeriksaan menyeluruh, didapatkan hasil bahwa sakit ditimbulkan oleh infeksi alat kontrasepsi jenis spiral yang sudah menyatu dengan rahim karena belum pernah dilepas selama 31 tahun. Dokter memutuskan melakukan tindakan operasi untuk mengangkat penyakit Ibu Kasni. Kini beliau dalam proses pemulihan pasca operasi dan diharuskan menjalani kontrol. Penghidupan sehari-hari keluarga Ibu Kasni mengandalkan hasil kerja dari suaminya, Bapak Kasmiarto (55) yang berprofesi sebagai penjual bubur. Bapak Kasmiarto setia mendampingi Ibu Kasni menjalani pengobatannya, meski beliau tidak dapat bekerja. Penghasilan keluarga yang semula kecil hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, kini terhenti.  Untuk biaya pengobatan dan operasi, Ibu Kasni dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun pengobatannya terkendala transportasi dan akomodasi di rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Kasni dan keluarganya. Santuan disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan Ibu Kasni. Semoga Ibu Kasni segera pulih dan diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Januari 2017
Kurir : @arfanesia Didik @misterrmoo

Bu kasni menderita Myoma Uteri


HOIRUL BIN KHOIRI (19, Cerebral Palsy). Alamat : Jl Benangger, RT 3/4, Desa Bringen, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Sakit yang diderita oleh Hoirul berawal ketika ia berusia 3 bulan, ia mengalami demam yang tidak kunjung sembuh dan ibunya memeriksakannya ke bidan desa. Dikarenakan fasilitas kesehatan yang ada kurang memadai, akhirnya pihak keluarga merawatnya di rumah sehingga kondisinya semakin memburuk dan sering mengalami kejang-kejang. Penanganan medis yang kurang baik menyebabkan gangguan perkembangan otak. Kondisi Hoirul saat ini hanya bisa berbaring lemah, tangan dan kakinya kaku hanya jari-jarinya saja yang bisa digerakkan, tidak bisa mengucapkan sepatah katapun kecuali mengerang. Aktifitas seperti makan, mandi, BAB dan BAK, sepenuhnya dibantu ibunya. Ayahnya, Khoiri (44) dan ibunya, Siti Khotijah (40) merasa sedih dengan kondisi anaknya. Saat ditemui Kurir Sedekah Rombongan, ibu Siti Khotijah mengungkapkan kesedihannya karena belum bisa melakukan pengobatan dengan maksimal dikarenakan keterbatasan biaya. Jaminan kesehatan yang dimiliki adalah Sehati yang merupakan program pemerintah Bangkalan. Untuk membiayai kehidupan kedua anaknya, Bapak Khoiri harus merantau ke kota untuk mencari rejeki sebagai buruh kasar, sedangkan Ibu Siti Khotijah bekerja sebagai buruh tani. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga Hoirul. Bantuan telah disampaikan. Keluarga Hoirul mengucapkan banyak terima kasih  atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, semoga bantuan ini bisa meringankan keluarga Hoirul. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Desember 2016
Kurir : : @Wahyu_CSD  @vanmadura @siham78 @hrosania

Hoirul menderita Cerebral Palsy


HATIMAH BINTI DULJADI (58, Sakit Paru-Paru). Alamat : Jl. Sinhaji RT 2/2, Kecamatan Jungcangcang, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Bu Hatim biasa beliau dipanggil, adalah seorang petani. Sejak sebulan yang lalu, beliau merasakan sesak napas dan tidak kuat untuk berjalan. Beliau hanya merasakan nyeri di dada dan sangat sesak untuk bernapas. Sejak itu aktivitas beliau menurun, begitu juga dengan nafsu makan beliau. Tidak ada pengobatan yang dilakukan beliau semenjak merasakan nyeri di dadanya. Beliau hanya pasrah, atas sakitnya. Beliau sempat dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa dan menjalani rawat inap karena dokter mendiagnosis paru-paru beliau lemah, namun hanya sehari berada di ruang inap, beliau sudah meminta untuk pulang. Keadaan ini yang menyebabkan keluarga tidak bisa melakukan banyak hal meskipun semua pengobatan sudah tercover oleh BPJS. Bu Hatim hanya ingin istirahat di rumah, menurut beliau itu lebih baik. Beliau juga tidak bersedia minum obat semenjak pulang ke rumah. Saat ini beliau hanya berusaha untuk minum dan makan yang teratur. Saat kurir sedekah Sedekah Rombongan mengunjungi rumah beliau, beliau terlihat lemah dan hanya berbaring. Sedekah Rombongan ingin membantu pasien untuk sembuh, semoga bantuan yang disampaikan dapat dipergunakan dengan baik oleh beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Desember 2016
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura  @renalradityo

Bu hatimah menderita Sakit Paru-Paru


NAFHAH BINTI ABD. KHOBIR (46, Jantung dan Asma).  Alamat : Dusun Sumber Betoh, RT 1/11, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Ibu Nafhah adalah seorang janda dengan satu orang putra. Awalnya, beliau bekerja selayaknya orang normal pada umumnya.  Namun pada tahun 2015, beliau merasa lemah dan hampir pingsan karena terlalu lelah bekerja. Keluarga kemudian membawa beliau ke Rumah Sakit  Asy Syaafi Pamekasan untuk diperiksa. Dokter mendiagnosis beliau terkena serangan jantung. Sebelumnya, beliau menderita penyakit asma. Keseharian beliau semenjak didiagnosis dokter mengidap penyakit jantung hanya berdiam diri di rumah. Beliau tidak bisa melakukan aktifitas yang berat. Setiap hari, beliau biasa dibantu oleh saudara yang rumahnya bersebelahan dengan rumah beliau. Selama beberapa bulan terakhir, beliau selalu rutin memeriksakan kondisinya ke Rumah Sakit  Asy Syaafi Pamekasan. Setiap bulan beliau harus menerima obat dari rumah sakit. Saat ini beliau sudah tidak lagi bisa bekerja, saudaranya yang membantu kehidupan beliau dan putranya. Keadaan inilah yang mendorong kurir Sedekah Rombongan untuk bisa membantu meringankan kehidupan beliau. Titipan dana dari sedekaholics sudah disampaikan ke Bu Nafhah. Beliau mengucapkan banyak terima kasih  atas bantuan tersebut. Semoga beliau tetap tegar dan semangat menjalani kehidupan bersama putranya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 24 Desember 2016
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura  @estianti01 @u_nitaks

Bu nafhah menderita Jantung dan Asma


PANTI AN-NIDHOMIYAH (Bakti Sosial). Alamat: Jl. Stadion II/17B, Barurambat Kota, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Panti An-Nidhomiyah diketuai oleh Bapak H. Moh. Aliyulhaq,  MS (27) yang merupakan Putra pendiri panti Bapak KH. Moh. Mas’ud Hrd., M. Ag (70). Panti ini menampung anak-anak yatim, piatu, yatim piatu dan anak anak dari keluarga yang kurang mampu. Panti An-Nidhomiyah berdiri diatas tanah waqaf seluas 726 m2 dan sampai saat ini menampung 97 anak dari tingkat TK-SMA. Dalam sebulan kebutuhan beras untuk panti 24 kwintal dengan lauk pauk seadanya yang dimasak bersama pengasuh dan santri wanita. Kebutuhan pokok dan biaya sekolah keseluruhan ditanggung oleh panti dengan dana bantuan dari pemerintah, beberapa donatur dan dana pribadi dari keluarga pendiri panti. Pada November 2016 Sedekah Rombongan bekerjasama dengan teman-teman dari FORMARA (Forum Mahasiswa Madura di Unair) melaksanakan kegiatan lomba mewarnai untuk tingkat TK-SD, membaca al-qur’an tingkat SMP dan seminar motivasi untuk tingkat SMA. Selain memberikan hadiah untuk pemenang lomba, kami juga berkesempatan memberikan bingkisan alat tulis dan bantuan sembako untuk panti. Semoga bantuan yang disalurkan Sedekah Rombongan bisa membantu kebutuhan dan memotivasi adik-adik panti untuk semakin semangat bersekolah.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 27 November 2016
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura  @niaruun Agung @renalradityo

Bakti Sosial


MUNALI BIN MUNADI (65, Tuberkulosis). Alamat : Desa Jangkar, RT 3/1, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Sejak hampir 2 bulan terakhir pak Munali mengalami gejala batuk-batuk yang disertai sesak nafas. Pak Munali tidak pernah periksa ke rumah sakit. Kerabatnya menyarankan pak Munali untuk pergi ke alternatif untuk berobat. Namun penyakitnya tak kunjung sembuh. Pak Munali sehari-hari bekerja serabutan. Kadang membantu tetangganya mencari rumput untuk hewan ternak dan kadang jadi buruh tani. Istrinya, Ibu Marliyah (60) bekerja sebagai buruh tani di sawah milik tetangganya dengan upah yang tidak seberapa. Pak Munali dan Ibu Marliyah tidak memiliki anak, beliau tinggal berdua di rumah petaknya. Tembok masih terbuat dari anyaman bambu, lantainya masih dari tanah. Kurir Sedekah Rombongan menyarankan pihak keluarga agar Pak Munali mau diperiksakan ke Rumah Sakit. Pada tanggal 14 Desember 2016, Kurir Sedekah Rombongan mengantar pak Munali ke RSUD Bangkalan untuk diperiksa lebih lanjut. Ternyata Pak Munali positif terkena Tuberkulosis. Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk biaya pengobatan pak Munali. Pak Munali sempat di rawat di RSUD Bangkalan selama 3 hari dan harus rutin kontrol untuk tahap penyembuhan. Namun, pada tanggal 25 Desember 2016 kurir Sedekah Rombongan Bangkalan mendapatkan informasi bahwa Pak Munali telah meninggal dunia. Berita duka ini menggerakkan hati tim Sedekah Rombongan untuk memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan kebutuhan keluarga yang ditinggalkan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 27 Desember 2016
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura  @chococheese28

Pak munali menderita Tuberkulosis


HALIMATUS SA’DIYAH (54, Dhuafa). Alamat : Jln. Gatot Koco, RT 1/4, Kelurahan Kolpajung, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Bu Tus biasa ia disapa oleh para tetangganya, tinggal bersama kedua anaknya yang masih duduk dibangku sekolah. Suaminya telah meninggal beberapa bulan yang lalu dikarenakan sakit stroke. Sebelumnya Bu Tus memenuhi kebutuhan hidupnya dengan bekerja di sebuah rumah makan dan suami sebagai pembersih kuburan disamping rumahnya. Namun sejak ditinggal suaminya, Bu Tus tidak bekerja lagi. Rumah beliau merupakan rumah sederhana yang terbuat dari anyaman bamboo. Kamar mandi sederhana yang terpisah dari rumah pun tidak beratap. Untuk memenuhi kebutuhannya, Bu Tus hanya bisa mengandalkan jualan klontong dalam jumlah kecil di rumahnya dan bantuan dari para tetangga. Sementara anak sulung Bu Tus mengais rejeki dengan memelihara kambing milik tetangga. Saat dikunjungi oleh kurir Sedekah Rombongan, Bu Tus mengungkapkan kesulitannya. Sedekah Rombongan turut merasakan kesedihan Bu Tus. Bantuan berupa sembako dan uang tunai telah disampaikan. Beliau sangat berterima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah rombongan. Semoga Bantuan tersebut dapat meringankan beban beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 5 Desember 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura  Anis @hrosania

Bu tus menderita Dhuafa


TRI OKTAVIANI (4, Meningocele). Alamat : Jl. Kenangan No.6, RT 1/3, Kelurahan Mlajah, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur.  Ocha, begitu nama panggilannya yang sejak lahir mengalami kelainan pada bagian wajahnya. Pada bagian hidung dekat mata terdapat benjolan yang diketahui sebagai penyakit meningocele. Sejak lahir hingga berumur 2 tahun Ocha rutin diperiksakan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkalan. Namun, sejak 3 tahun terakhir Ocha sudah tidak diperiksakan kembali karena orang tua sudah sempat putus harapan. Penyakitnya semakin hari semakin parah hingga menyerang bagian mata kanannya. Kondisi terkini mata kanan Ocha sudah tidak bisa melihat.  Jalan satu-satunya untuk sembuh hanyalah operasi. Ayahnya, Alm. Prio Sunandar semasa hidupnya bekerja sebagai sopir, sedangkan ibunya Suleha (38) ikut bekerja bersama mertuanya di sebuah sekolah. Penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, sedangkan ibu Suleha masih mempunyai tanggungan 2 orang kakak dari Ocha. Kakak yang pertama duduk di bangku kuliah semester 3, dan kakak yang kedua duduk di bangku sekolah dasar kelas 4. Ocha tidak memiliki jaminan kesehatan kecuali kartu Sehati, yaitu fasilitas kesehatan dari bupati Bangkalan. Ocha ingin di operasi hanya saja terbentur oleh biaya, rumah yang ditempatinya adalah rumah mertua sang ibu. Sedekah Rombongan membantu mencarikan jalan agar adik Ocha bisa sembuh. Kurir #SRBangkalan bekerja sama dengan Rumah Sakit Islam Jemursari, Surabaya untuk mendapatkan operasi meningocele gratis. Alhamdulillah pada tanggal 18 November 2016, Ocha telah berhasil melaksanakan operasi meningocele. Saat ini Ocah sudah pulang dan telah melakukan kontrol sebnyak 2 kali paska operasi. Perban di kepalanyapun telah dibuka. Bantuan kembali disampaikan untuk biaya tranportasi dan akomodasi selama berobat di Surabaya. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 960.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Desember 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura  @chococheese28

Ibu tri menderita Meningocele


MANI BINTI MISYAM (59, Sirosis Hepatis). Alamat : Dusun Batu Putih, RT 3/6, Desa Larangan Dalam, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Sejak tahun 2012 Bu Mani bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi. Namun terpaksa kembali ke Indonesia pada 2016 dikarenakan sakit yang diderita sehingga mengakibatkan perut beliau membesar. Keluargapun tidak mengetahui sakit yang diderita oleh beliau, sehingga pada awal Juni 2016 keluarganya memeriksakan Bu Mani ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pamekasan. Setelah diperiksa, menurut dokter Bu Mani sudah menderita Sirosis Hepatis dengan pembesaran limpa dan ascites. Sirosis hepatis merupakan penyakit liver kronis di mana sel-sel dan jaringan hati yang sehat diganti dengan jaringan parut yang tidak memiliki fungsi seperti hati yang normal. Kerusakan yang disebabkan oleh sirosis tidak dapat kembali normal dan akhirnya kerusakan bisa meluas sehingga hati berhenti berfungsi. Inilah kondisi yang juga disebut dengan gagal hati. Dokter juga menerangkan bahwa akibat sirosis ini mengakibatkan terjadinya penumpukan cairan pada perut (ascites) yang membuat perut Bu Mani membesar. Dokter menyarankan untuk segera dilakukan operasi. Karena ketidakmampuan dalam hal biaya akhirnya keluarga membawa Bu Mani pulang. Suami Bu Mani, Pak Alwi (91) bekerja sebagai penjaga gua tempat sarang burung walet milik warga setempat. Namun, saat ini pak Alwi sudah tidak bekerja lagi karena sakit. Sedangkan anaknya Nurhasan (19) bekerja sebagai buruh serabutan, sehingga biaya hidup sehari-hari serba kekurangan. Ibu Mani menggunakan BPJS KIS-Non PBI untuk pengobatannya. Saat ini, kondisi Ibu Mani semakin menurun. Beliau hanya mampu berbaring ditempat tidur dan perut beliau pun semakin membesar dan harus segera diobati. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan tersebut. Bantuan telah diberikan untuk membantu biaya pengobatan beliau. Bu Mani dan keluarga sangat berterimakasih atas bantuan ini. Semoga Ibu Mani segera mendapat kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 1 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura @rwahyuagung @nunia91

Bu mani menderita Sirosis Hepatis


MOHAMMAD DJASULI (67, Hidrokel + Hernia Umbilicus). Alamat: Jl. Anggrek no. 107 RT 4/5, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Pak Djasuli biasa beliau dipanggil, dulu beliau adalah seorang pemanjat pohon kelapa. Sudah 20 tahun beliau merasakan adanya kelainan di skrotumnya, namun karena tidak ada biaya serta pengetahuan yang kurang tentang penyakitnya, beliau enggan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya ke fasilitas kesehatan setempat sehingga ukuran skrotumnya bertambah besar. Saat ini Bapak Djasuli sehari-harinya pergi ke pantai untuk mencari kerang. Sedangkan istrinya, Ibu Sukarti (65) adalah seorang ibu rumah tangga. Saat ditemui kurir Sedekah Rombongan, beliau mengatakan bahwa bertambah besar ukuran skrotumnya, membuat aktifitas beliau terganggu meskipun saat ini sudah tidak merasakan nyeri. Meskipun sudah memiliki jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI, beliau belum pernah menggunakannya untuk memeriksakan kesehatannya. Hal ini dikarenakan pengetahuan yang minim terkait penyakit serta prosedur berobat dengan KIS dan terkendala biaya transportasi. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan beliau. Bantunan awal pun diberikan ke Pak Djasuli. Dengan didampingi kurir Sedekah Rombongan, akhirnya Pak Djasuli bisa memeriksakan kesehatannya ke RSUD Syamrabu Bangkalan. Alhamdulillah telah dilakukan operasi tahap pertama untuk mengobati hidrokel / cairan di sekeliling testis. Saat ini beliau masih dalam tahap pemulihan pasca operasi dan persiapan untuk operasi tahap 2 yaitu operasi hernia. Pak Djasuli menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Semoga kesehatan Bapak Djasuli bisa segera pulih dan bisa beraktifitas dengan normal tanpa terbebani oleh penyakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura  @siham78 Nuris Zaman

Djasuli menderita Hidrokel + Hernia Umbilicus


ARISANDI BIN SATRAWI (6, Dhuafa + Tunadaksa). Alamat : Dusun Brukoh, RT 4/6, Desa Klomoang Timur, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Dek Sandi biasa ia disapa, ia mengalami cacat sejak lahir. Kaki Dek Sandi yang tidak tumbuh normal mengakibatkan dia tidak bisa berjalan dengan normal. Pihak keluarga tidak pernah membawanya periksa ke Puskesmas ataupun pengobatan medis lain, hal ini dikarenakan karena faktor ekonomi yang kurang. Sewaktu awal terlihat gejala sakit ini dan perumbuhan yang kurang normal, Dek Sandi dibawa ke tukang pijat tradisional.  Dek Sandi dari kecil ditinggal orang tuanya yang telah berpisah. Ibunya memilih kembali ke kampung halamannya dan bapaknya bekerja ke Malaysia. Kini Dek Sandi tinggal bersama neneknya. Nenek Sandi (80) yang sudah sepuh, tidak bekerja. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka hanya menunggu bantuan dari tetangga dan warga sekitar. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka. Sedekah Rombongan berkesempatan memberikan bantuan berupa kursi roda dan sembako untuk kebutuhan sehari-hari. Semoga dengan kursi roda tersebut, bisa memudahkan Dek Sandi dalam beraktifitas. Nenek Sandi juga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 7 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura  Teguh Anis @HafniRosania

Arisandi seorang Dhuafa + Tunadaksa


NYERANG BIN MAIL (75, Dhuafa + Gangguan Fungsi Kaki). Alamat: Dusun Banbalang, RT 1/2, Desa Batoporo Barat, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur. Mbah Nyerang tinggal di sebuah mushola sejak 3 tahun lalu. Hal tersebut terjadi karena rumahnya telah roboh saat terkena dampak angin kencang. Sedangkan Istrinya, Sini (70) tinggal di rumah cucu dari sepupunya. Mereka tak memiliki anak. Di usiaya yang telah senja, untuk makanan sehari-hari diperoleh dari pemberian cucu-cucu dari sepupunya. Mbah Nyerang berjalan tidak normal. Ia bercerita, saat berusia 10 tahun, ia mengalami kecelakaan, jatuh dari pohon. Sehingga sejak saat itu, kaki kirinya tidak berfungsi secara normal. Sehari-hari ia bekerja sebagai buruh tani. Namun, saat ini karena kondisi kesehatannya yang tak lagi kuat, ia berhenti bertani. Saat kurir Sedekah Rombongan menemui Mbah Nyerang, beliau mengungkapkan kesulitannya untuk mencukupi kebutuhan hidup. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan beliau berdua. Sedekah Rombongan berkesempatan memberikan bantuan uang tunai untuk membeli sembako yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Pak Nyerang dan istri sangat terbantu. Beliau berdua mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura  Fafan @HafniRosania

Mbah nyerang seorang dhuafa + Gangguan Fungsi Kaki


MUSRIPAH BINTI SLAMET KUDORI (58, Kanker Payudara Kiri). Alamat: Jalan Melati, RT 39/7, Kelurahan Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Sakit kanker payudara telah dirasa Ibu Musripah sejak tahun 2012, kemudian tangan bagian kiri mulai bengkak sejak 5 bulan yang lalu. Kondisi yang semakin buruk tersebut membuat beliau harus dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri dan telah dilakukan operasi. Namun beliau masih ada keluhan, pada bagian tangan sebelah kiri beliau mulai membengkak dan dirasa nyeri sewaktu-waktu sehingga menyulitkan beliau dalam berakivitas. Beliau di rujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk menjalani pengobatan dan kontrol. Ibu Musripah bulan ini telah menjalani kemo terapi dan dokter juga merencana beliau untuk dilakukan sinar. Ibu Musripah sebagai anak dari Bapak Alm. Slamet Kudori dan Ibu Mariatun ini juga harus menanggung biaya keluarganya. Kendala biaya dan minimnya pendapatan karena pekerjaan Ibu Musripah sebagai ibu rumah tangga, serta suaminya Bapak Kasiani (59) yang hanya sebagai kuli bangunan. Itupun jika bila ada proyek membangun properti, dengan penghasilan yang masih belum cukup untuk menjalani pengobatan. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III, sedikit meringankan beban dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang ada beberapa kebutuhan yang belum di tanggung BPJS. Santunan yang telah diberikan kepada Bu Musripah dipergunakan untuk biaya transportasi pulang pergi Kediri-Malang, membeli susu dan iuran BPJS. Ucapan terimakasih disampaikan keluarga Ibu Musripah kepada kurir Sedekah Rombongan dan para Sedekaholics. Santunan bulan sebelumnya kepada Ibu Musripah masuk dalam rombongan nomor 945. Alhamdulillah sedekahmu tersampaikan, semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban keluarga Ibu Musripah dan semoga beliau lekas diberikan kesembuhan. Aminn

Jumlah Bantuan : Rp. 902.600,-
Tanggal : 24 Februari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Sitin @m_rofii11

Bu musripah menderita Kanker Payudara Kiri


ERNI BINTI NARDI (24, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Jember, RT 5/3, Desa Kampung Baru, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Erni dan suamimya, Ortha Melando (27), telah berumah tangga selama 5 tahun. Selama itu, pasangan tersebut belum dikaruniai keturunan. Untuk segera mendapatkan anak, salah satu usaha yang dilakukan oleh Erni adalah dengan mengkonsumsi jamu. Sayangnya usaha tersebut malah menjadikan Erni terkena penyakit. Sekitar 10 bulan yang lalu, tensi Erni sempat tinggi. Setelah diperiksakan ke rumah sakit, Erni dinyatakan gagal ginjal. Sampai saat ini, Erni telah melakukan penyinaran sebanyak 52 kali, rawat inap sebanyak 17 kali dan untuk sekarang Erni harus kontrol setiap awal bulannya untuk melakukan cuci darah. Akan tetapi pada awal bulan Februari Erni yang tidak tepat waktu karena kontrol yang telat mengakibatkan kondisi badannya turun. Suaminya, Ortha Melando (27), memilih berhenti dari pekerjaannya sebagai karyawan untuk merawat Erni yang lebih berharga baginya. Karena tidak memiliki pekerjaan, pasangan ini dan keluarganya pelan-pelan mulai menjual segala harta bendanya untuk biaya pengobatan Erni. Beruntung biaya pengobatan Erni yang rutin kontrol di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang tiap tanggal 1 ini banyak terbantu dengan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas I. Melihat kesulitan tersebut, kurir Sedekah Rombongan tanggap memberikan bantuan kepada Erni yang bulan ini dialokasikan untuk biaya iuaran BPJS, transportasi pulang pergi Jombang-Malang dan untuk biaya perbaikan keadaan umum. Bantuan pada bulan sebelumnya telah tercatat pada nomor rombongan 949. Semoga bantuan dari Sedekaholics bisa meringankan beban Erni dan semoga lekas diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 530.000,-
Tanggal : 1 Februari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Sitin @m_rofii11 @nay_munaa

Erni menderita Gagal Ginjal


MUKIMAH BINTI NURJAKEN (75, Dhuafa). Alamat : Desa Batuporo Timur, RT 5/6, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur. Mbah Imah, biasa ia disapa oleh para tetanggganya, adalah seorang janda. Ia memiliki seorang anak laki-laki yang kini telah berkeluarga dan merantau ke Surabaya sebagai kuli bangunan. Mbah Kimah tinggal di sebuah gubuk kecil bersama seorang cucunya yang berumur 7 tahun. Untuk kebutuhan sehari-hari, ia bekerja sebagai pengrajin keranjang bambu. Setiap seminggu sekali ia menjual keranjang bambu di pasar disekitar rumahnya dengan harga Rp. 5.000,- . Saat berkunjung ke rumahnya, kurir Sedekah Rombongan merasa terharu dengan perjuangan Mbah Kimah dalam mencari nafkah. Di usia yang sudah tua, dan di tengah keterbatasannya, ia masih sangat semangat. Setiap pagi ia mencari bambu, dari mulai memangkas sampai merangkai menjadi keranjang, ia lakukan seorang diri. Ditambah dengan akses jalan dari dan menuju rumahnya masih sangat terbatas. Akan tetapi Mbah kimah masih kesulitan dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mbah kimah. Bantuan telah disampaikan kepada Mbah Kimah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Beliau merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura  Fafan @HafniRosania

Mbah imah seorang Dhuafa


JUMRIYAH BINTI MUHAMMAD (30, Tubercolosis). Alamat: Dusun Masaran, RT 5/3, Kelurahan Togubang, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Bu Jumriyah menderita TBC ringan sejak tahun 2004 silam. Mulai saat itu Bu Jumriyah mengonsumsi obat yang disarankan dokter. Dalam jangka waktu yang relatif singkat penyakitnya berangsur sembuh. Sejak 3 tahun yang lalu penyakitnya mulai kambuh lagi, tepatnya saat suaminya mulai sakit-sakitan. Bu Jumriyah harus merawat suaminya yang terkena kanker tulang sehingga lupa dengan kondisinya sendiri yang juga memiliki riwayat penyakit. Dua tahun mengurus suaminya yang lumpuh akibat kanker tulang yang dideritanya, membuat Bu Jumriyah harus membanting tulang sendiri. Sapi dan harta lainnya telah habis untuk biaya pengobatan suaminya, sehingga untuk makan sehari-hari ia harus dibantu keluarganya yang lain. Awal tahun 2015 suami Bu Jumriyah meninggal. Karena kondisi psikologinya belum stabil akibat ditinggal suami,  Kondisi Bu Jumriyah menurun. Tubuhnya kurus, batuk-batuk dan keluar darah. Pada bulan april 2016 Bu Jumriyah periksa dan melakukan rongten di laboratorium Fortuna Bangkalan. Mulai saat itu bu Jumriyah rutin minum obat selama 6 bulan yang di dapat dari Puskesmas secara gratis. Kondisinya mulai membaik tapi batuknya masih sering dan kadang ada darah yang keluar. Oleh bidan setempat disarankan untuk beli obat lanjutan, tapi Bu Jumriyah tidak mampu membelinya karena keterbatasan biaya. Beliau juga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga akhirnya hanya mengkonsumsi susu beruang setiap harinya sebagai pengganti obat. Kamis 1 Desember 2016 kurir Sedekah Rombongan menemui Bu Jumriyah dengan maksud ingin mengetahui kondisi dan  keinginannya untuk berobat. Tekadnya untuk sembuh dan normal seperti ibu-ibu lainnya membuat bu Jumriyah kuat melawan penyakit yang dideritanya. Pada 27 Desember 2016 Bu Jumriyah bersama Sedekah Rombongan melakukan pemeriksaan dan rontgen ulang. Dari hasil rontgennya diketahui bahwa paru-parunya sudah parah, saran dokter agar mengkonsumsi obat secara rutin dan 3 bulan sekali harus kontrol. Bu Jumriyah menyampaikan terima kasih atas bantuan ini karena sangat membantu meringankan beban beliau. Semoga bantuan dari seekaholics melalui Sedekah Rombongan yang diberikan dapat membantu Bu Jumriyah pulih dan normal kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura Roni

Bu jumriah menderita Tubercolosis


SANTINI BIN TEKSAN (54, Dhuafa + Katarak). Alamat : Jl KH. Moh. Toha RT 2/6, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Mbah Santini sudah lama menderita katarak pada mata kanan dan kiri namun beliau lupa kapan mulai menderita penyakit tersebut. Mata beliau pernah di operasi di salah satu rumah sakit di Surabaya secara gratis, namun pada masa penyembuhan mata beliau terkena sorotan lampu mobil dan membuat beliau jatuh saat jalan kaki menuju rumah. Pada saat jatuh, matanya sedikit terkena benturan sehingga matanya terasa sakit dan penglihatan buram. Setelah itu kedua mata Mbah Santini diberi air sirih atas rekomendasi tetangganya, akan tetapi penglihatannya semakin buram dan tidak jelas hingga saat ini. Mbah Santini tidak memiliki biaya dan takut untuk memeriksakan matanya, hingga akhirnya mata beliau dibiarkan begitu saja kondisinya. Mbah Santini sendiri merupakan seorang janda yang kesehariannya berjualan di warung kopi kecil miliknya dan dibantu salah satu kerabatnya. Beliau memiliki jaminan kesehatan KIS, namun tidak digunakan. Tim kurir dari Sedekah Rombongan Bangkalan membantu mengantarkan dan memeriksakan mata Mbah Santini ke dokter mata, dokter Farida Moenir di Kelurahan Kemayoran Bangkalan. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa mata kanan mbah Santini sudah tidak ada harapan untuk sembuh, sementara untuk mata kiri masih ada harapan untuk sembuh dengan operasi katarak. Tim kurir Sedekah Rombongan memberikan referensi untuk operasi mata kiri mbah Santini ke RS Mata Undaan. Alhamdulillah telah dilakukan operasi pertama untuk pengangkatan daging yang tumbuh di mata. Kemudian operasi kedua telah dilaksanakan tanggal 23 Januari 2017 untuk pengambilan kataraknya. Alhamdulillah dari hasil operasi tersebut, mata kiri mbah Santini dapat melihat dengan jelas sejauh 5 meter dan masih disarankan untuk menjalani kontrol beberapa kali untuk memantau perkembangan paska operasi. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 957. Mbah Santini mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga bantuan yang kami berikan dapat membantu mbah Santini dalam meningkatkan kualitas hidupnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 22 Januari 2017
Kurir: @Wahyu_CSD  @vanmadura @siham78 Nuris Ainul @hrosania

Bu santini menderita Dhuafa + Katarak


MAIFA DASA PARAWANSA (11, Atresia Duodenum). Alamat: Jl. KH Abdul Karim No.7, RT 2/2, Desa Pangeranan, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Ifa begitu panggilannya, terlahir normal dengan berat badan 3,2 kg dan panjang 48 cm. Namun, ketika usianya menginjak 1 tahun dan dimasa pertumbuhannya berat badan Ifa bukannya bertambah, namun berangsur-angsur berkurang. Ifa tidak pernah dibawa ke Posyandu ataupun Puskesmas, karena sang ibu berpikir Ifa tidak akan bisa sembuh. Selama 10 tahun ini Ifa tidak pernah keluar rumah, dia hanya bisa terbaring di atas kasur dan menangis ketika lapar. Kondisi saat ini Ifa mengalami bisu, buta dan syaraf kurang berfungsi dengan baik. Ifa tidak bisa makan seperti anak-anak pada umumnya. Ifa hanya bisa makan dengan bubur dan susu saja, tidak bisa makan nasi dan lainnya. Ayahnya, Mohammad Hasanuddin (61) seorang pensiunan pegawai kantor kelurahan dan Ibunya, Djamilah (51) seorang penjual rujak. Penghasilan sang ibu yang tak menentu dan pensiunan sang ayah yang terbatas, harus dibagi untuk menghidupi 8 orang saudara Ifa yang masih tinggal serumah. Kendala yang dihadapi orang tua Ifa adalah tidak adanya biaya untuk berobat serta tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Pada akhirnya Kurir Sedekah Rombongan  Bangkalan bersama bidan dari Puskesmas Bangkalan berkunjung ke rumah Ifa untuk mengetahui penyebab sakitnya. Kurir Sedekah Rombongan bekerjasama dengan Pustu Pangeranan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan untuk penanganan lebih lanjut. Senin, 18 Desember 2016 Ifa dibawa ke RSUD Bangkalan untuk mendapatkan perawatan yang intensif. Hasil rontgen menunjukkan bahwa Ifa mengalami Atresia Duodenum (kelainan pada usus). Bulan lalu Ifa selama 6 hari berada di RSUD Bangkalan dengan penanganan khusus dari tim medis. Alhamdulillah berat badan Ifa bertambah 3 ons. Kaki yang awalnya tidak bisa digerakkan, saat ini sudah bisa digerakkan. Kondisi saat ini, berat badannya sudah 10 kg, namun untuk pendengarannya masih belum bisa ditindaklanjuti karena kotoran telinga masih kaku jadi tidak bisa dikeluarkan, sehingga masih harus diberi obat tetes telinga. Ifa juga sudah mendapatkan perawatan intensif dari Puskesmas Pembantu setempat berupa bubur dan susu khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizinya sehari-hari. Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk keperluan Ifa, karena menurut dokter Ifa harus dirawat intensif selama 1 sampai 2 bulan sebelum dilakukan tindakan selanjutnya. Pihak keluarga berterima kasih atas bantuan yang disalurkan Sedekah Rombongan dengan melihat perkembangan dek Ifa yang semakin membaik Semoga bantuan dari sedekaholic melalui Sedekah Rombongan ini dapat membantu meringankan biaya pengobatan Ifa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura @chococheese28

Ifa menderita Atresia Duodenum

REKAPITULASI BANTUAN

NO Nama Jumlah Bantuan
1 AHMAD ALAMSYAH BIN JUDLAN 1,500,000
2 TANDI 1,000,000
3 MENTARI BINTI JAMRIN 500,000
4 RADIT BIN RIFKY 500,000
5 DEANDRA BIN ERFAN 500,000
6 MARIATI BINTI MUHAMMAD TAYIB 500,000
7 MAKRUF BIN RUSLI 500,000
8 MELDI BIN ARIS 500,000
9 TUMILAH 4,000,000
10 DESI WULANSARI 500,000
11 MTSR MALANG 4,242,859
12 MTSR MALANG 3,696,249
13 MOH. HASAN 500,000
14 SULIHAH BINTI MOH SUKRI 500,000
15 AHYAITA BANJAH DINI 1,000,000
16 YATIK BINTI DA’IY 1,450,000
17 MAIFA DASA PARAWANSA 500,000
18 SANTINI BIN TEKSAN 1,550,000
19 DINA AGUSTINA 1,000,000
20 MILLATUL ULYA 500,000
21 KASNI BINTI MADROJI 500,000
22 HOIRUL BIN KHOIRI 1,000,000
23 HATIMAH BINTI DULJADI 500,000
24 NAFHAH BINTI ABD. KHOBIR 750,000
25 PANTI AN-NIDHOMIYAH 3,000,000
26 MUNALI BIN MUNADI 1,500,000
27 HALIMATUS SA’DIYAH 1,200,000
28 TRI OKTAVIANI 500,000
29 MANI BINTI MISYAM 1,500,000
30 MOHAMMAD DJASULI 500,000
31 ARISANDI BIN SATRAWI 1,500,000
32 NYERANG BIN MAIL 500,000
33 MUSRIPAH BINTI SLAMET KUDORI 902,600
34 ERNI BINTI NARDI 530,000
35 MUKIMAH BINTI NURJAKEN 1,000,000
36 JUMRIYAH BINTI MUHAMMAD 500,000
37 SANTINI BIN TEKSAN 530,000
38 MAIFA DASA PARAWANSA 500,000
Total 41,821,708

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 41,821,708,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 963 ROMBONGAN

Rp. 47,816,665,884,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.