Rombongan 962

Bukan saja sedekah membuka pintu rezeki seseorang, tetapi bahkan bersedekah juga melipat-gandakan rezeki yang ada pada kita.
Posted by on February 26, 2017

GUNARSO BIN SUPARJI (56, Gastritis Erosif + Anemia ec Melena). Alamat : Karang Anyar, RT 2/1, Desa Kresnomulyo, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Awalnya Pak Gunarso tidak mempunyai keluhan tentang kesehatannya, sampai ketika bermula dari empat bulan yang lalu Pak Gunarso mengkonsumsi daging kurban yg sudah lama disimpan di dalam lemari es . Setelah mengkonsumsinya Pak Gunarso langsung merasa mual dan pusing. Namun saat itu hanya dikira sakit biasa sehingga hanya mengkonsumsi obat yg beli diwarung, selang beberapa hari Pak Gunarso mengalami muntah darah yang sudah mengental. Karena khawatir oleh keluarga langsung dibawa ke salah satu rumah sakit yang berada di Pringsewu dan didiagnosis oleh dokter terkena Gastritis Erosif atau Tukak Lambung dan Anemia ec Melena atau Anemia karena pendarahan pada pencernaan bagian bawah kemudian dirawat beberapa hari dirasa sudah membaik pak gunarso dianjurkan untuk pulang dengan syarat harus kontrol rutin. Namun Pak Gunarso tidak kontrol melakukan kontrol setelah itu. Selang satu bulan Pak Gunarso kondisinya melemah lagi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Pringsewu dan dirawat selama 8 hari, selama dirawat Pak Gunarso harus  melakukan transfusi darah karena kekurangan darah sebanyak 6 kantong. Pak Gunarso yang sebagai kepala keluarga yang sehari-harinya sebagai petani dan istrinya Paryati (49) adalah sebagai ibu rumah tangga, ketika untuk melakukan kontrol ke Rumah Sakit sering merasa bingung karena tidak adanya biaya dan terkadang harus pinjam uang kepada tetangga dan kerabatnya. Pak Gunarso menggunakan kartu JKN-KIS PBI ketika berobat sehingga meringankan biaya berobatnya. Melihat kondisi tersebut, kurir Sedekah Rombongan Lampung ikut merasakan kesusahannya. Bantuan awal pun diberikan untuk meringankan biaya transportasi dan akomodasi ketika kontrol. Semoga Pak Gunarso cepat sembuh dan bisa mencari nafkah untuk keluarga lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @yulian_safri

Pak gunarso menderita Gastritis Erosif + Anemia ec Melena


DHIKI IRAWAN (15 Tahun, Usus Buntu). Alamat : Pace RT.02/RW.17 Candirejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Dhiki Irawan merupakan putra pasangan Pak Martono (48 Tahun) dan Ibu Nakiyem (42 Tahun), keduanya bekerja sebagai petani dan pekebun. Dhiki dibesarkan di Pulau Kalimantan, selama ini kedua orang tuanya memang merantau jauh dari kampung halaman mereka untuk bekerja. Beberapa waktu lalu keluarga ini memutuskan untuk pulang kampung. Ketika sampai di kampung, Dhiki tiba-tiba sakit. Setelah diperiksakan ke dokter, ternyata ia menderita usus buntu dan harus segera dioperasi. Dhiki kemudian menjalani operasi usus buntu di sebuah rumah sakit di Kota Yogyakarta. Dhiki tidak memiliki jaminan kesehatan sehingga selama pengobatan ia menggunakan jalur umum. Biaya operasi terbilang cukup mahal untuk keluarga sederhana ini, yaitu mencapai empat juta rupiah. Pihak keluarga merasa kesulitan untuk membayarnya karena mereka berasal dari kalangan sederhana, belum lagi mereka masih punya tanggungan kepada pihak lain. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban kehidupan mereka. Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan kemudian memberikan bantuan uang tunai yang digunakan untuk membantu biaya pengobatan Dhiki. Ia dan keluarganya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Sedekaholic dan SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Januari 2017
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto, @ruswanto

Dhiki menderita Usus Buntu


YENI NURVITA SUPRATIWI (25 Tahun, Patah Tulang Belakang). Alamat : Gunung Kacangan, Sumberwungu, Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Propinsi DI. Yogyakarta. Yeni menikah dengan Endra Riawan, pada tahun 2012 silam. Usai menikah mereka meninggalkan dusun mereka dan hijrah ke Jogja. Mereka bekerja di sana, Riawan di sebuah kios foto copy, Yeni di bagian administrasi sebuah kantor. Ayah Yeni, Pak Handoyo, adalah buruh di pabrik gamping. Ibunya, Sulastri, berjualan di warung di depan rumahnya. Pulang kerja sore itu menjadimoment yang tak terlupakan bagi Yeni. Di depan gerbang pintu keluar tiba-tiba pintu besinya menimpa dirinya. Yeni kemudian segera dilarikan ke rumah sakit, ia pun menjalani operasi di RSO Dr. Soeharso Surakarta, dan menghabiskan biaya puluhan juta rupiah. Dokter menyarankan pengobatan jangka panjang dan menjalani terapi akupuntur dan fisioterapi rutin setiap minggu. Namun, karena ia tak memiliki biaya dan ketiadaan transportasi terpaksa pengobatannya dihentikan. Selang beberapa bulan setelah menjalani operasi, muncul luka di tubuh bagian belakang. Ia pun sempat diperiksakan di sebuah rumah sakit tak jauh dari tempat tinggalnya. Lukanya sembuh, namun kondisinya masih lumpuh. Karena keterbatasan dana, keluarganya memutuskan untuk menempuh pengobatan alternatif. Sedekah Rombongan dihubungi oleh salah satu tetangga yang mencari bantuan, Yeni pun menjadi Pasien Dampingan Sedekah Rombongan Jogja Raya. Para kurir tiap minggu bergantian menjemput dari rumahnya menuju RSUP Dr. Sardjito Jogjakarta, dua jam perjalanan. Yeni bahkan pernah kami bawa ke terapi pijat di Pandeglang, Banten. Sudah 4 tahun berlalu, badan yang lumpuh itu belum sembuh juga. Ayah ibunya senantiasa menjaga Yeni di rumahnya, ke kamar mandi pun Yeni harus digendong. Warung ibunya sudah tak tersisa, waktu sudah banyak tersita mengurus Yeni di awal-awal sakit dulu. Suami Yeni masih bekerja di Jogja, hanya dua minggu sekali mereka bertemu. Sedekah Rombongan kemudian menyampaikan titipan langit untuk membantu perekonomian mereka. Yeni dan keluarganya sangat bersyukur kepada Allah SWT. Mereka pun tak henti mengucap terima kasih sembari berdoa untuk Sedekaholic dan Sedekah Rombongan agar selalu dilimpahkan keberkahan oleh Allah SWT. Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan meringankan beban hidup mereka.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 28 Desember 2016
Kurir : @KissHerry, @ekow_st, @Aji_Kristanto

Bu yeni menderita Patah Tulang Belakang


SUWARDIYONO BIN MURGIYANTO (42 Tahun, Lumpuh). Alamat: Karang RT.33 Nglegi, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DI. Yogyakarta. Pak Suwardiyono mengalami lumpuh kaki sejak beberapa tahun yang lalu. Aktivitasnya pun menjadi terbatas karena ia tidak bisa bergerak dengan leluasa. Ia lebih banyak melakukan aktivitas di rumah. Sulanjari (36 Tahun), istrinya, bekerja sebagai ibu rumah tangga. Pasangan ini dibantu oleh kedua orang tua, Pak Murgiyanto dan Bu Sutirah –keduanya bekerja sebagai petani, terutama untuk urusan hidup sehari-hari. Keluarga ini termasuk kalangan sederhana, rumah mereka juga apa adanya. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban kehidupan mereka. Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan kemudian memberikan bantuan berupa uang tunai dan satu unit kursi roda untuk memudahkan pergerakan Pak Suwardiyono. Pak Suwardiyono dan keluarganya sangat berterima kasih kepada Sedekaholic dan SedekahRombongan. Semoga bantuan dari sedekaholic dapat meningkatkan aktivitas Pak Suwardiyono.Mudah-mudahan sedekah yang diberikan kepada mereka juga menjadi ladang pahala bagi sedekaholic.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto, @ryan

Pak suwardiyono menderita Lumpuh


SUGANTA BIN NATA SUWITA, Alm  (43 Tahun, Kanker Testis/Santunan Kematian). Alamat: Kaliwaru RT.01/RW.14 Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DI. Yogyakarta. Sejak sepuluh bulan yang lalu, testisnya mulai membesar, ia pun diperiksakan ke puskesmas dan didiagnosa menderita hernia. Dari puskesmas kemudian dirujuk ke RSB Cawas, Klaten. Setelah melalui pemeriksaan, dokter mendiagnosanya menderita tumor testis, kemudian dilakukan pengangkatan tumor. Enam bulan kemudian, testisnya mulai membesar lagi, ia pun memeriksakan diri ke puskesmas. Lagi-lagi harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar, RSI Klaten Jawa Tengah, masih dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Ia pun menjalani usg, cek labolatorium dan pemeriksaan patologi anatomi. Hasilnya mengatakan bahwa ia menderita kanker testis dan diminta untuk segera melakukan kemoterapi. Pak Suganta dan Bu Triyani (33 Tahun), istrinya, keduanya berprofesi sebagai buruh tani. Pasangan ini hanya mempunyai satu anak perempuan. Pak Suganta adalah tulang punggung keluarga, sejak sakit ia tidak bisa lagi bekerja. Ia memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS Kelas 3. Namun mereka masih kekurangan biaya untuk mengcover biaya pengobatan yang tak termasuk dalam fasilitas BPJS, termasuk untuk akomodasi dan transportasi selama berobat. Mereka sangat kekurangan biaya, sampai harus menjual 4 gram emas milik putrinya, padahal emas itu adalah hadiah lomba kejuaraan kesenian. Mereka juga meminjam uang dari banyak pihak untuk membantu biaya pengobatan sang kepala keluarga. Setelah berikhtiar sekuat tenaga namun kondisinya kian memprihatinkan, badannya sangat kurus, diperkirakan ada sel yang bermetastase ke daerah lipatan paha. Ia pun mengalami depresi karena penyakitnya tak kunjung sembuh. Kita manusia hanya bisa berusaha, tapi pada akhirnya Tuhan-lah yang menentukan segalanya. Setelah melalui perjuangan panjang, Tuhan memberikan kesembuhan sejati padanya. Pak Suganta berpulang ke Rumah Tuhan. Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan kembali berpartisipasi untuk meringankan beban keluarga mereka. Kurir Sedekah Rombongan kemudian melayat ke rumah duka sekaligus menyampaikan santunan duka. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban mereka, mudah-mudahan bantuan ini juga menjadi catatan amalan bagi para Sedekaholic. Pihak keluarga mengucap terima kasih kepada sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Semoga Pag Suganta diterima semua amalannya dab diberikan tempat terbaik  di sisi Tuhan YME. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 26 Desember 2016
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto, @bidan_nur

Pak suganta menderita Kanker Testis/Santunan Kematian


NARMI BINTI RESO SENTONO (60 Tahun, Kista Ovarium). Alamat: Gantiwarno RT.04/RW.01 Kampung Ngawen, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DI. Yogyakarta. Riwayat penyakitnya sudah diketahui sejak tiga belas tahun yang lalu. Saat itu, Bu Narmi merasakan ada benjolan sebesar telur ayam di perutnya. Ia lantas memeriksakan diri ke sebuah klinik, kemudian dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar agar bisa segera dioperasi. Menjelang operasi, Bu Narmi mengalami menstruasi sehingga dilakukan tindakan curettage. Setelah itu, perutnya semakin hari semakin membesar. Ia dan keluarganya memutuskan untuk menjalani pengobatan secara tradisional karena keterbatasan biaya berobat. Namun setelah beberapa tahun berikhtiar menjalani pengobatan alternatif sakitnya tak kunjung sembuh. Tahun 2009, ia kembali memeriksakan diri ke rumah sakit, kali ini ke sebuah rumah sakit daerah di kotanya. Dokter setuju akan melakukan operasi, namun urung dilakukan karena keterbatasan sarana. Bu Narmi kemudian dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar yaitu ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Saat itu ia dan keluarganya sudah putus asa dan mengurungkan niat berobat. Karena mereka merasa lelah, terlebih mereka tidak memiliki biaya lagi. Semakin hari benjolan di perutnya itu semakin besar sehingga mengganggu aktivitas hariannya. Padahal sehari-harianya ia membantu suaminya bekerja, Bu Narmi tetap membantu sang suami meski dengan perut yang besar. Pak Sugiman (60 Tahun), suaminya, bekerja sebagai pedagang soto di sekolahan. Meski usia mereka tak muda lagi mereka harus tetap bekerja demi mencukupi kebutuhan keluarga. Keluarga ini sudap pasrah dengan kondisinya, meski memiliki jaminan kesehatan dari meperintah mereka tak sanggup untuk membayar biaya akomodasi, transportasi, serta biaya lain yang tak tercover jaminan kesehatan. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban kehidupannya. Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan kemudian memberikan bantuan uang tunai yang digunakan untuk biaya akomodasi berobat. Semoga bantuan ini memberikan banyak manfaat bagi keluarga ini. Mudah-mudahan sedekah yang diberikan kepada mereka menjadi ladang pahala bagi sedekaholic. Terima kasih, Sedekaholic, berkat sedekahmu, Bu Narmi dapat melanjutkan pengobatannya kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Januari 2017
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto, @bidan_nur

Bu narmi menderita Kista Ovarium


WARSINI BINTI TUGIRAN (29 Tahun, Katarak). Alamat: Susukan RT.04/RW.04 Desa Giritirto, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Sungguh malang kejadian yang menimpa Warsini Binti Tugiran, di usianya yang masih muda ia terkena penyakit katarak. Gejala awalnya, ia merasakan penglihatan mata kanannya tidak jernih lagi, semakin hari semakin kabur. Matanya pun mengalami pembengkakan dan ada titik berwarna putih di bola matanya. Setelah diperiksakan ke dokter barulah diketahui bahwa ia menderita katarak. Warsini memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah, KIS. Seharusnya ia dapat segera berobat agar penyakitnya tak semakin parah, namun ternyata ia terkendala biaya akomodasi dan transportasi untuk berobat. Ya, ia dan keluarganya termasuk kalangan sederhana, ayahnya hanya bekerja sebagai seorang petani, sementara ibunya sudah meninggal. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban kehidupannya. Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan kemudian memberikan bantuan uang tunai yang digunakan untuk biaya akomodasi berobat. Semoga bantuan ini memberikan banyak manfaat bagi Warsini. Mudah-mudahan sedekah yang diberikan kepada mereka juga menjadi ladang pahala bagi sedekaholic. Terima kasih, Sedekaholic, berkat sedekahmu, Warsini dapat melanjutkan pengobatannya kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Februari 2017
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto, @tubi

Bu warsini menderita Katarak


SALEM BINTI SONAWI (73 Tahun, Darah Tinggi & Muntaber). Alamat: Nangsri Lor, Candirejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Nenek Salem merupakan seorang janda, ia tinggal bersama anak bungsunya. Pak Ngabasto (36 Tahun), anaknya, bekerja sebagai buruh serabutan, penghasilannya sangat minim hanya cukup untuk membiayai keluarganya dan kebutuhan ibunya. Pada penghujung tahun 2016, Nenek Salem merasakan sakit kepala disertai dengan mual dan muntah. Ia pun beberapa kali bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air besar. Kondisinya pun semakin lemas karena kekurangan cairan. Karena kesehatannya semakin menurun, Nenek Salem kemudian dibawa ke sebuah klinik swasta yang letaknya tak jauh dari pusat kecamatan, di sana ia menjalani perawatan. Nenek Salem juga memiliki riwayat penyakit darah tinggi. Selama berobat ia menggunakan jalur umum karena tidak memiliki jaminan kesehatan, baik dari swasta maupun pemerintah. Tentu biaya pengobatan yang harus dibayar terbilang mahal bagi keluarga sederhana ini. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan dana sedekah turut merasakan kendala yang dihadapi oleh Pak Ngabasto dan Nenek Salem. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan bantuan dari Sedekaholic untuk keluarga mereka. Bantuan ini digunakan untuk membantu membayar biaya pengobatan dan perawatan Nenek Salem. Mari kita doakan beliau supaya lekas sehat dan dapat beraktivitas seperti sedia kala. Tak lupa, Nenek Salem dan keluarganya mengucapkan banyak terima kasih kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan atas bantuan yang diberikan kepada mereka.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Januari 2017
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto, @ruswanto

Nek salem menderita Darah Tinggi & Muntaber


MUHAMMAD HASAN AL QOWIY (3, Kecelakaan). Alamat : Sukoharjo III RT 2/2, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. Muhammad Hasan Al Qowiy biasa dipanggil Hasan adalah anak bungsu dari 4 bersaudara. Hasan adalah anak yatim sejak 2 tahun lalu. Ayah Hasan meninggal sewaktu Hasan berusia 1 tahun. Hasan mengalami kecelakaan saat diajak Ibunya naik motor pada hari sabtu tanggal 6 januari 2017. Saat itu Hasan dibonceng di depan, sedangkan yang mengendarai motor adalah Ibunya Hasan. Saat sedang mengendari motor, Ibu Hasan yang masih baru bisa mengendarai motor mengalami kecelakaan tunggal, ngerem mendadak dikarenakan di depan kendaraan ada mobil yang tiba-tiba berhenti. Ibu Hasan dan 2 orang saudaranya yg lain tidak mengalami luka yang cukup serius, namun Hasan mengalami luka yang cukup serius dikarenakan kepalanya terbentur batu. Sesaat setelah kecelakaan tersebut, Hasan sempat dibawa ke Puskesmas Sukoharjo, namun karena keterbatasan peralatan dan tenaga medis yang menangani, Hasan dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu untuk menjalani operasi di kepalanya dan berhasil dikeluarkan beberapa batu yang masuk ke kepala Hasan. Saat ini Hasan sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. Orang tua Hasan, Ibu Siti Anisah (40)  yang sehari-hari berdagang alat tulis berpindah-pindah pasar harus menafkahi 4 orang anak dan 1 orang tua (Nenek Hasan). saat ini dikarenakan harus Merawat Hasan, Ibu Hasan tidak bisa bekerja, sehingga membutuhkan biaya untuk rawat jalan Hasan dan biaya hidup sehari-hari.  Jaminan kesehatan pun belum dimiliki. Alhamdulillah, Allah SWT. Mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Lampung dengan Ibu Siti Anisah dan keluarganya. Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup Ibu Siti Anisah dan keluarganya serta biaya pengobatan. Mereka sangat berterimakasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000.-
Tanggal : 19 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @saesarayaArief hidayanto @xkurniawatix

Hasan mengalami Kecelakaan


SAKIRAN BIN AHMAD SAIMI (40, Patah Tulang + Syaraf Mati). Alamat : Pekon Banyuwangi, RT 1/1, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Bapak Sakiran sebelumnya adalah seorang buruh timah di Kepulauan Bangka. Pertengahan 2011, Bapak Sakiran mendapat musibah tertimpa dan tertimbun longsoran tanah di tambang timah tempatnya bekerja. Saat tertimpa longsoran Bapak Sakiran dalam kondisi duduk, sehingga longsoran tersebut mengenai punggungnya. Saat kejadian tersebut Bapak Sakiran dibawa teman-temannya ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan penanganan medis. Pihak rumah sakit menganjurkan Bapak Sakiran untuk dioperasi karena terjadi patah tulang di tulang belakang, mengenai syaraf dan terdapat luka yang cukup parah di bagian pinggul. Keluarga Bapak Sakiran menolak dilakukan operasi karena biaya yang cukup tinggi. Hingga akhirnya Bapak Sakiran dipulangkan ke kampung halamannya. Selama 4 tahun ini Bapak Sakiran hanya bisa berbaring miring di ranjang, tubuh bagian bawahnya tidak bisa digerakkan, kaku karena syaraf terputus dan tulang punggung belakang patah. Bapak Sakiran tidak bisa bekerja lagi, sehingga istrinya, Siti Indun (42) membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan menjadi buruh pemotong genteng. Bapak Sakiran tidak memiliki kartu jaminan kesehatan, dikarenakan pihak keluarga kesulitan mencari biaya baik untuk membuat kartu jaminan kesehatan maupun biaya hidup sehari-hari. Melihat kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung langsung mendatangi kediaman Bapak Sakiran untuk menyampaikan sedekah dari para sedekaholics untuk membantu biaya pengobatan dan kehidupan sehari-hari. Bapak Sakiran adalah pasien dampingan kurir #SedekahRombongan, kondisi saat ini Bapak Sakiran masih terbaring di rumahnya, dan kondisinya belum kunjung membaik. Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan santunan yang ketiga untuk biaya pengobatan ke dokter. Santunan sebelumnya Bapak Sakiran masuk dalam rombongan 911.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Januari 2017
Kurir: @akuokawai @jajang_fajar @yulian_safri @xkurniawatix

Pak sakiran menderita Patah Tulang + Syaraf Mati


RIA APRIYANTI (16, Lupus + Ginjal Bocor). Alamat : Sidang Bandar Anom, RT 2/1 Kelurahan Bandar Anom, Kecamatan Rawa Jitu Utara, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Ria adalah putri pertama Bapak Susilo awal mula sakitnya di tahun 2010 ketika Ria berusia 10 tahun, Ria mengalami demam kemudian ibunya membelikan obat demam di warung terdekat. Setelah beberapa hari minum obat namun demamnya tak kunjung sembuh. Karena khawatir, orangtua Ria pun membawa Ria ke puskesmas setempat. Menurut dokter puskesmas, terdapat gejala lupus pada Ria sehingga Ria harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pringsewu. Di Rumah Sakit Umum Pringsewu Ria menjalani rawat inap selama 1 minggu. Selama perawatan di rumah sakit kondisi Ria belum kunjung membaik, sehingga Ria harus dirujuk ke Rumah Sakit Kramat 128 Jakarta. Badannya demam, keluar bintik-bintik merah dan garis-garis di kakinya, kaki terasa lemas dan sulit untuk buang air kecil. Ria pun segera dibawa berobat kembali ke Rumah Sakit Kramat 128 Jakarta. Hingga saat ini apabila penyakit Ria kambuh, orangtua Ria selalu membawanya berobat ke Rumah Sakit Kramat 128 Jakarta. Orangtua Ria, Bapak Susilo (61) dan Ibu Suyati (47) hanya petani dan  ibu rumah tangga, sehingga keluarga ini membutuhkan bantuan biaya untuk transportasi berobat ke Jakarta walaupun keluarga ini keluarga memiliki jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat kelas II. karena terkendala biaya keluarga menunda keberangkatan ke Jakarta. Sedekah Rombongan Lampung turut merasakan kesulitan yang dialami oleh orangtua Ria, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu agar Ria segera dibawa kontrol ke RS Kramat 128 Jakarta. Semoga Ria segera sembuh dan dapat membagikan keceriaan di keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1,000.000,-
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir : @akuokawai  @saesaraya leni @yulian_safri priska @xkurniawati

Bu ria menderita Lupus + Ginjal Bocor


SUMARNI BINTI KASWADI (45, Pengapuran Tulang). Alamat : Waringinsari Barat RT.2/1, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Tujuh tahun yang lalu Ibu Sumarni yang kesehariannya sebagai buruh pabrik merasakan nyeri pada sendi kaki, tangan, bahkan jari jari tangannya sering keram dan kesemutan. Karena sakit yang tak tertahankan lagi Ibu Sumarni berobat ke Rumah Sakit Ariamedika di Tanggerang karena pada saat itu Ibu Sumarni bekerja di tanggerang setelah  empat hari dirawat didiagnosa Ibu Sumarni pengalami pengapuran tulang,  satu bulan kemudian Ibu Sumarni kembali dirawat di Rumah Sakit Aria Medika selama lima hari setengah bulan berikut nya dirawat lagi selama empat hari. Karena harta benda sudah habis terjual untuk biaya pengobatan pada tahun 2014 keluarga Ibu Sumarni memutuskan untuk pulang ke Lampung. Selama satu tahun di Lampung Ibu Sumarni sudah 7x dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu. Suaminya, Yatin Ismanto (45) yang bekerja sebagai buruh belum bisa mencukupi biaya pengobatan istrinya bahkan untuk makan sehari haripun terkadang mereka masih kekurangan, sehingga membutuhkan biaya untuk berobat dan biaya hidup sehari-hari walaupun keluarga ini memiliki jaminan kesehatan berupa JKN KIS NON PBI. Alhamdulillah, Allah SWT. Mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Lampung dengan Bapak Yatin dan keluarganya. Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup Bapak Yatin dan keluarganya serta biaya pengobatan. Mereka sangat berterimakasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000 .-
Tanggal :  24 Januari 2017
Kurir :  @akuokawai @saesaraya  Arief hidayanto @xkurniawatix

Bu sumarni menderita Pengapuran Tulang


WAGINAH BINTI HARJO WIYONO (61, Stroke), Alamat : Dusun Podo Rejo, RT 3/1, desa Rejo sari,  Kecamatan Pringsewu,  Kabupaten Pringsewu,  Provinsi Lampung. Berawal dari 2 tahun yang lalu Ibu Waginah mengalami pusing dan demam tinggi, tak lama kemudian badannya sebelah kiri susah untuk digerakan. Oleh pihak keluarga Ibu Waginah langsung dibawa ke dokter praktik setempat untuk mendapatkan pertolongan pertama, dokter mendiagnosis terkena stroke dan menyarankan untuk dibawa ke rumah sakit. Dengan berbekal rujukan dokter, Ibu Waginah dibawa ke Rumah Sakit Umum Pringsewu dan sempat dirawat beberapa hari. Karena kondisinya belum juga membaik akhirnya Ibu Waginah dibawa pulang untuk dirawat di rumah. Sepulang dari rumah sakit Ibu Waginah tidak bisa berjalan karena badan yg sebelah kiri tidak bisa digerakan. Sekarang kondisi Ibu Waginah sudah kian membaik karena terapi yg dilakukannya di rumah dan sudah mulai bisa berjalan perlahan dengan berpegangan dinding rumah. Suami Ibu Waginah, Sarmani (61) yang bekerja sebagai buruh belum bisa mencukupi biaya pengobatan istrinya bahkan untuk makan sehari haripun terkadang mereka masih kekurangan. sehingga membutuhkan biaya untuk berobat dan biaya hidup sehari-hari walaupun keluarga ini memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah, Allah SWT. Mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Lampung dengan Bapak Sarmani dan keluarganya. Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup Bapak Sarmani dan keluarganya serta biaya pengobatan. Mereka sangat berterimakasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar @yuliansafri @xkurniawatix

Bu waginah menderita Stroke


SUNARMI SUTRISNO (47, Stroma Nodosa). Alamat: Jl. H. Hasan Rt. 13/8 No. 33 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Ibu Sunarmi, begitulah beliau sering disapa oleh warga sekitar. Pada awal 2013 lalu, di leher ibu Sunarmi muncul benjolan sebesar kelereng. Oleh keluarga, ibu Sunarmi diperiksakan ke dokter spesialis THT. Dari dokter belum ada tindakan lanjutan, dan benjolan itu semakin lama semakin membesar. Karena khawatir, pihak keluarga membawa ibu Sunarmi dibawa ke Puskesmas Budhi Asih Cawang. Di Puskesmas, Ibu Sunarmi dilakukan pemeriksaan USG dan hasilnya dokter mengatakan jika ibu Sunarmi menderita Stoma Nodusa. Tapi karena keterbatasan alat, ibu Sunarmi dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Di RSCM, merujuk dari hasil USG dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan biopsi. Biopsi sudah dilakukan 2 kali pada bulan Juli dan Oktober 2015. Ibu Sunarmi sempat menghentikan pengobatannya karena BPJS yang tidak aktif, tapi alhamdulillah kini Bu Sunarmi bisa melanjutnya pengobatannya lagi meski tidak rutin. Karena kadang biaya untuk ke rumah sakit tidak ada. Sehari-hari Ibu Sunarmi adalah seorang ibu rumah tangga yang sesekali bekerja sebagai buruh cuci pakaian disekitaran tempat. tinggalnya. Sedangkan suaminya, bapak Sutrisno (56) bekerja sebagai tukang ojek pangkalan di depan pengadilan negeri Jakarta Timur. Sebagai tukang ojek, penghasilan yang diterima bapak Sutrisno tidak menentu. Sehingga penghasilan yang diterimapun tidak cukup untuk membayar segala kebutuhannya mulai dari bayar kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan biaya anak sekolah. Jadi Ibu Sunarmi harus bisa merelakan untuk tidak melanjutkan pengobatannya. Alhamdulillah, #KurirSR kembali dipertemukan dengan keluarga ibu Sunarmi, bantuan lanjutan untuk membayar BPJS dan biaya transport selama masa pengobatan kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 941. Ibu Sunarmi mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, karena dengan bantuan ini ibu Sunarmi dapat melanjutkan lagi proses pengobatannya.Semoga proses pengobatan yang dijalani Ibu Sunarmi diberikan kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 10 Februari  2017
Kurir: @wirawiry  @anasaramadhan @untaririri

Bu sunarmi menderita Stroma Nodosa


HANUM YUNARNI (41, Diabetes + TB Paru). Alamat :  Jln. H. Hasan RT. 13/8 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Ibu Hanum biasa disapa, enam bulan lalu tepatnya bulan Maret 2016, Ibu Hanum mengeluh kurang enak badan dan segera berobat ke klinik terdekat dirumahnya yaitu Klinik Mitra 24 jam Penggilingan. Diagnosa dari dokter saat itu Ibu Hanum mengidap penyakit radang paru-paru. Setelah itu, Ibu Hanum menjalani kontrol rutin di klinik. Enam bulan berjalan sampai suatu malam awal bulan September  2016 Ibu Hanum mengeluh mual lalu muntah sampai tiga kali, karena kondisi melemah Ibu Hanum langsung dibawa ke rumah sakit Persahabatan Rawamangun. Ibu Hanum ditempatkan diruang IGD Isolasi dan di diagnosa mengidap penyakit Diabetes, saat itu angka gula darahmnya mencapai angka 600. Sebelumnya dokter menyarankan agar Ibu Hanum dirawat diruang ICU tapi pihak keluarga menolak karena tidak menyanggupi biaya yang harus dibayar yaitu Rp. 5.000.000 permalam, karena saat itu juga Ibu Hanum belum mempunyai jaminan kesehatan BPJS. Sebelumnya Ibu Hanum belum punya jaminan kesehatan BPJS, setelah dua hari dirawat di rumah sakit suami Ibu Hanum Edy Mulyadi (42) segera mengurus pembuatan kartu BPJS. Ibu Hanum merupakan ibu dari tiga orang anak yang masih bersekolah. Pak Edi Mulyadi bekerja sebagai tukang ojek pangkalan didekat rumahnya. Ibu Hanum sendiri berjualan jajanan anak dirumahnya untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi, setelah bantuan sebelumnya masuk rombongan 941. Kini ibu Hanum masih harus menjalani kontrol rutin di RSUP Persahabatan Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 10 Februari 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @untaririri

Bu hanum menderita Diabetes + TB Par


EVA SURYATI (34, Tumor Mata). Alamat: Jl. Budimulia RT 4/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Satu tahun pasca musibah kecelakaan lalu lintas menggunakan sepeda motor yang mengakibatkan ibu Eva mengalami benturan pada kepala dan pelipis kanannya. Kini mata kanan ibu Eva  sering mengeluarkan cairan dan pandangannya kabur. Bapak Denny Eka Sagita (35) suami dari ibu Eva yang memang tidak mempunyai pekerjaan tetap, tidak bisa berbuat banyak untuk membantu istrinya menjalani pengobatan ke rumah sakit.  Ibu Eva, sehari-harinya bekerja sebagai tukang urut keliling, mulai menjalani pengobatannya satu bulan yang lalu di RS Tarakan Jakarta. Dari hasil pemeriksaan dokter, ibu Eva Suryati menderita sakit Tumor Mata. Berobat dengan fasilitas BPJS yang sudah dimilikinya sangat membantu dalam proses pengobatan,  namun biaya transportasi menjadi kendala untuk ibu Eva. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan ibu yang sedang kesulitan ini. Bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 941. Saat ini ibu Eva sedang menunggu jadwal operasi matanya di RSCM Jakarta. Semoga pengobatannya dilancarkan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Februari 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @untaririri

Bu eva menderita Tumor Mata


HASANUDI BIN FULAN (31, Riwayat Sakit Kanker Nasofaring), Alamat :  Desa Kemiri RT.13/3, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.  Hasanudin, bapak satu anak suami dari ibu Wiwin Mintarsih (27) sudah dua tahun ini menderita sakit kanker Nasofaring. Pengobatan pernah dilakukan di RSUD Karawang yang kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSCM Jakarta. Berobat dengan fasilitas Kesehatan BPJS sangat membantu bagi bapak Hasanudin yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh pabrik ini, namun biaya harian dan biaya untuk tinggal sementara sangat memberatkannya, apalagi proses pengobatannya membutuhkan waktu yang lama. #SedekahRombongan ikut meringankan beban bapak Hasanudin, bantuan lanjutan untuk biaya harian dan biaya untuk membayar kos sudah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 634. Semoga bantuan ini  bermanfaat dan bapak Hasanudin bisa cepat sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Februari 2017
Kurir :  @wirawiri @endangnumik @untaririri

Pak hasan menderita Riwayat Sakit Kanker Nasofaring


NAFIA KHOIROTUNNISA (6 Tahun, Tipus). Alamat: Soga RT.04/RW.02 Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DI. Yogyakarta. Nafia Khoirotunnisa merupakan putri pasangan Pak Samsul Hidayat (37 Tahun) dan Ibu Nanik Sugiyanti (29 Tahun). Ayahnya bekerja sebagai buruh harian lepas, penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara itu ibunya hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga. Beberapa minggu yang lalu, Nafia mengalami demam dan sakit kepala, ditambah dengan gangguan pencernaan (sakit perut dan diare). Orang tuanya kemudian segera membawanya ke rumah sakit terdekat. Setelah dirawat, kondisinya berangsur membaik. Selama pengobatan, ia menggaunakan jalur umum karena tidak memiliki jaminan kesehatan baik swasta maupun pemerintah. Biaya yang dikeluarkan tentu tak sedikit, padahal pihak keluarga termasuk kalangan sederhana. Belum lagi mereka masih punya tanggungan kepada pihak lain. Sedekaholic dan Sedekah Rombongan turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban keluarga mereka. Sedekaholic melalui Kurir Sedekah Rombongan kemudian menyampaikan titipan langit untuk membantu biaya pengobatan yang tertunggak. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka… Alhamdulillah, Nafia dan keluarganya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada sedekaholic dan sedekah rombongan atas bantuan yang diberikan. Mereka pun senantiasa mendoakan agar Sedekaholic diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Semoga Nafia segera diberikan kesembuhan. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Januari 2017
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto, @ruswanto

Nafia menderita Tipus


SUPARDILAH BINTI JUMIYO (49 Tahun, Luka Bakar). Alamat: RT.12/RW.03 Plembon Kidul, Logandeng, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DI. Yogyakarta. Ibu Supardilah bekerja sebagai juru masak di sebuah warung soto di Logandeng, Playen, Gunungkidul. Bulan April 2016 lalu, Bu Supardilah tengah bersiap-siap di dapur, ia akan menggoreng ayam. Tiba-tiba ia terpeleset dan terjatuh tepat di samping wajan penggorengan, karena ia juga menyenggol wajan penggorengan tersebut maka ia pun terkena minyak panas yang ada di wajan penggorengan tersebut. Minyak panas tersebut mengenai tangan kanan, paha kanan dan kaki kanan, ia pun mengalami luka bakar yang cukup serius. Ia pun segera dilarikan ke rumah sakit, ia sempat dirawat selama beberapa hari. Hingga saat ini lukanya belum benar-benar sembuh, Bu Supardilah masih sering merasakan panas dan gatal pada luka bakarnya. Tangan kanannya tidak bisa menggenggam sempurna akibat luka bakar tersebut. Luka bakar yang dideritanya selama ini diobati menggunakan obat salep yang resepnya diberikan oleh puskesmas. Sejak mengalami insiden tersebut ia tidak lagi bekerja di warung soto tersebut. Setelah lukanya agak mendingan ia memutuskan untuk bekerja sebagai buruh serabutan, kadang di sawah, kadang di kebun. Meski masih sering merasakan sakit ia tetap harus bekerja karena ia harus mengurus suami dan kakak iparnya, keduanya menderita stroke. Kondisi ekonominya memang serba kekurangan. Beberapa minggu lalu, suaminya meninggal dunia. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan sedekahturut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban kehidupannya. Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan kemudian memberikan bantuan uang tunai yang digunakan untuk biaya pengobatan luka bakarnya yang belum tuntas. Semoga bantuan ini memberikan banyak manfaat baginya, mudah-mudahan sedekah yang diberikan kepadanya juga menjadi ladang pahala bagi sedekaholic. Bu Supardilah sangat berterima kasih kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Ia pun senantiasa mendoakan agar Sedekaholic selalu diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Februari 2017
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto, @ariska

Bu supardilah menderita Luka Bakar


NGADIKAN BIN KARTONO (35 Tahun, Epilepsi). Alamat: Gaduhan, Hargosari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DI. Yogyakarta. Pak Ngadikan kini tengah diuji dengan penyakit dan kemiskinan, sejak dua tahun yang lalu ia sering mengalami kejang secara tiba-tiba. Ternyata ia menderita epilepsi, sejak saat itu ia pun harus mengonsumsi obat untuk mengatasi sakitnya tersebut. Harga obatnya terbilang cukup mahal bagi Pak Ngadikan, karena ia dan keluarganya termasuk dalam golongan yang sederhana. Pak Ngadikan merupakan seorang kepala keluarga yang bekerja sebagai buruh. Namun sejak mengalami sakit ia tidak bisa lagi bekerja dengan maksimal karena meski sudah mengonsumsi obat, penyakitnya masih sering kambuh. Pak Ngadikan pun tidak memiliki jaminan kesehatan baik dari swasta maupun pemerintah. Ekapuji Wastuti (28 Tahun), istrinya, bekerja sebagai guru tidak tetap di sebuah sekolah dasar, penghasilannya pun di bawah upah minimum regional. Keluarga ini memiliki satu anak yang usianya baru tiga tahun. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan mereka yang sedang berada dalam kondisi pas-pasan. Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan turut berpartisipasi untuk meringankan beban kehidupan mereka. Kurir Sedekah Rombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah mereka sembari menyampaikan bantuan berupa uang tunai yang digunakan untuk membantu pembelian obat. Pak Ngadikan dan keluarganya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Januari 2017
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto, @ruswanto

Pak ngadikan menderita Epilepsi


SUKIMAN BIN KARSOMO (45 Tahun,Stroke). Alamat: Nangsri Lor, Candirejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DI Yogyakarta. Sejak September 2016, Pak Sukiman terserang gejala stroke, ia pun langsung dilarikan ke dokter untuk pertolongan pertama. Setelah itu ia menjalani terapi ke beberapa tempat, sayangnya kondisinya belum ada perubahan. Beberapa hari kemudian, Pak Sukiman kembali terserang stroke, ia mengalami kejang dan segera dilarikan ke klinik swasta terdekat yang berada di seputaran Kecamatan Semanu. Kondisinya sangat lemah, ia pun merasakan sakit kepala. Pak Sukiman memiliki istri bernama Bu Parjilah (42 Tahun), yang berprofesi sebagai pedagang. Sang istri kini yang menggantikan Pak Sukiman menjadi tulang punggung keluarga.  Selama berobat, Pak Sukiman menggunakan jalur umum karena tidak memiliki jaminan kesehatan baik dari swasta maupun pemerintah. Biaya yang dikeluarkan tentu terbilang mahal, terlebih bagi keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah seperti mereka. Keluarga ini menghadapi kendala dalam membiayai pengobatan, baik terapi, perawatan, maupun akomodasi. Mereka sangat membutuhkan pertolongan dari kita, mari kita bantu saudara kita ini… Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan dana sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban kehidupan mereka. Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan kemudian memberikan bantuan uang tunai yang digunakan untuk membantu biaya pembuatan jaminan kesehatan dan juga untuk biaya pengobatannya. Pak Sukiman dan keluarganya sangat terbantu dengan adanya bantuan ini, mereka mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Semoga Pak Sukiman segera diberikan kesembuhan agar bisa beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Januari 2017
Kurir : @kissherry , @ekow_st, @aji_kristanto, @ruswanto

Pak sukiman menderita Stroke


WATIYEM BINTI KARTO (60 Tahun, Pembengkakan Telinga). Alamat: Gebang, Candirejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DI Yogyakarta. Riwayat penyakitnya ini dimulai sejak beberapa bulan yang lalu, November 2016 Bu Watiyem merasakan sakit kepala sebelah. Satu hari kemudian, sakitnya tidak kunjung sembuh malah makin menjadi. Ia merasakan pusing pada seluruh kepalanya, ditambah dengan mual dan muntah. Bu Watiyem kemudian dilarikan ke sebuah klinik di kota tersebut karena kondisinya yang tak kunjung membaik. Setelah beberapa jam dirawat, telinga kanannya mulai membengkak. Ia pun terpaksa menjalani rawat inap karena masih sering pusing, mual dan muntah. Bu Watiyem dan keluarganya merupakan keluarga dari kalangan sederhana. Pak Suharto (60 Tahun), suaminya, bekerja sebagai petani yang penghasilannya tidak menentu. Bu Watiyem juga tidak memiliki jaminan kesehatan sehingga saat berobat terpaksa menggunakan jalur umum. Tentu biaya berobatnya terbilang tidak murah bagi mereka. Keluarga ini sangat membutuhkan bantuan dari kita semua karena mereka sedang mengalami kesulitan ekonomi sehingga tidak bisa membayar biaya berobat danbiaya rumah sakit. Mari kita bantu saudara kita yang tengah butuh pertolongan ini… Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan dan sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban kehidupanmereka. Sedekaholic melalui Sedekah Rombongankemudian memberikan bantuan uang tunai yang digunakan untuk membantu membayar biaya pengobatan yang tertunggak. Bu Watiyem dankeluarganya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Januari 2017
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto, @ruswanto

Bu watiyem menderita Pembengkakan Telinga


WASTINAH BINTI TARNO (48 Tahun, Jantung). Alamat: Gading 4, Gading, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Bu Wastinah kini tengah menderita penyakit jantung, ia sudah berkali-kali keluar-masuk rumah sakit. Ia pernah juga masuk ke ICU, karena saat itu kondisi kesehatannya menurun. Akhir tahun 2016 lalu, Bu Wastinah kembali dilarikan ke rumah sakit karena tiba-tiba drop. Kondisianya kian lemah sehingga terpaksa menjalani rawat inap selama lima hari. Tetapi sayang setelah dibawa pulang, kondisinya kembali buruk dan dibawa lagi ke rumah sakit lagi. Kali ini ia menjalani rawat inap lebih lama, kondisinya masih lemas, nafas agak sesak dan perut sakit. Dokter menyarankan untuk istirahat total di rumah sakit, karena menurut dokter masih ada peluang untuk sembuh bila sakitnya ditangani dengan baik dan disertai kesabaran. Bu Wastinah dan keluarganya ini termasuk golongan orang yang tidak mampu secara ekonomi. Pak Saimin (42 Tahun), suaminya, hanya bekerja sebagai buruh tani, selama istrinya sakit ia tidak bekerja lagi karena harus menjaga istrinya. Mereka sangat membutuhkan pertolongan dari Sedekaholic, mari bantu saudara kita ini yang tengah dilanda musibah ini. Kurir Sedekah Rombongan kemudian menjenguknya di rumah sakit sembari menyampaikan bantuan dari Sedekaholic berupa uang tunai yang akan dipergunakan untuk biaya hidup sementara selama dirawat di rumah sakit. Bu Wastinah keluarganya sangat berterima kasih kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Mereka pun senantiasa mendoakan agar Sedekaholic diberikan keberkahan oleh Tuhan YME.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Januari 2017
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto, @ruswanto

Bu wastinah menderita Jantung


PONEM  BINTI SOKAKIYO (56 Tahun, Kanker Payudara). Alamat: Pundak RT.04/RT.02 Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY.  Riwayat sakitnya dimulai ketika payudaranya mulai membengkak, namun ia abaikan karena hanya dianggap bengkak biasa. Namun lambat laun bengkaknya semakin membesar dan mulai terasa sakit, dan sakitnya itu juga tak kunjung sembuh. Ia kemudian periksa di puskesmas, setelah pemeriksaan ia divonis menderita kanker payudara. Dokter menyarankan untuk segera menjalankan operasi, namun hal itu terpaksa diurungkan karena keterbatasan biaya. Disamping itu ia juga tak mendapat dukungan dari keluarga karena ia hanya hidup sebatang kara. Bu Ponem merupakan masyarakat kelas bawah (ekonomi lemah), untuk hidup sehari-hari ia hanya mengandalkan tetangganya. Kondisinya saat ini kian lemah, terlebih karena ia masih merasakan sakit pada payudaranya. Ia mengonsumsi obat yang diresepkan dokter, jika tidak minum obat ia akan merasakan sakit dan panas yang luar biasa di sekujur tubuh. Bu Ponem kemudian mengurus jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS, dan mulai berobat. Saat ini sedang menunggu jadwal kemoterapi di RSPAU dr. S. Hardjolukito Yogyakarta. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban kehidupannya. Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan kemudian memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar satu juta rupiah yang digunakan untuk biaya akomodasi dan transportasi selama pengobatan. Semoga bantuan ini memberikan manfaat baginya, mudah-mudahan sedekah yang diberikan kepadanya juga menjadi ladang pahala bagi sedekaholic. Bu Ponem sangat berterima kasih kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Ia pun senantiasa mendoakan agar Sedekaholic selalu diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Januari 2017
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto, @rujito

Bu ponem menderita Kanker Payudara


WARTINEM BINTI MINTONO (42 Tahun, Gagal Ginjal). Alamat: Dusun Semanu Tengah RT.03/RW.37 Kelurahan Semanu, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DI Yogyakarta. Bu Wartinem merupakan ibu dari tiga anak, sebelum sakit ia bekerja sebagai pedagang baju keliling untuk membantu ekonomi keluarganya. Sementara itu, suaminya bekerja sebagai kenek truk pasir. Sebagai pedagang keliling, Bu Wartinem memiliki kebiasaan minum minuman berenergi dingin untuk menjaga staminanya, ternyata kebiasaannya tersebut berakibat sangat fatal untuk kesehatannya. Pada awal tahun 2015, Bu Wartinem divonis dokter terkena gagal ginjal dan diharuskan untuk melakukan cuci darah dua kali seminggu di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Semenjak sakit, Bu Wartinem tidak bisa bekerja lagi. Beberapa waktu yang lalu kondisi kesehatannya menurun dan harus menjalani perawatan rawat inap di RSUD Wonosari Gunungkidul. Keluarga ini berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, mereka sangat membutuhkan pertolongan dari kita. Kurir Sedekah Rombongan kemudian menjenguknya di rumah sakit sembari menyampaikan bantuan dari sedekaholic berupa uang tunai yang akan dipergunakan untuk biaya hidup sementara selama dirawat di rumah sakit. Bu Wartinem dan keluarganya sangat berterima kasih kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Mereka pun senantiasa mendoakan agar #Sedekaholic diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Januari 2017
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @Aji_Kristanto

Bu wartinem enderita Gagal Ginjal


IAN SOPYAN SAURI (28, Tortikolis Sinistra). Alamat : Dusun Manis RT 2/3, Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Seorang pemuda yang akrab disapa Ian ini adalah seorang tukang parkir di sebuah pasar tradisional. Ia mulai menderita sakit pada tahun 2014. Saat itu, ia sedang memanggul barang belanjaan milik orang lain, tiba tiba tulang lehernya seperti ada yang patah, namun Ian tidak merasakan sakit sedikit pun. Kondisi tersebut tidak diberitahukan kepada orang tuanya. Selang beberapa waktu, ada perubahan di leher Ian, lehernya tidak bisa diluruskan lagi seperti sebelumnya. Dengan kondisi demikian, sayangnya Ian tidak melakukan pengobatan medis maupun tradisional. Kemudian pada tahun 2015, Ian dibawa ke pengobatan alternatif dan ke RSUD. Namun, karena keterbatasan biaya transportasi dan akomodasi pengobatan pun dihentikan. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ian. Dengan dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan Ian dibawa ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Berdasarkan hasil diagnosa dokter Ian menderita Tortikolis Sinistra, yaitu suatu gangguan pada otot leher yang mengakibatkan kepala terlihat memutar ke samping. Dengan keadaan seperti itu, Ian bekerja tidak maksimal. Saat ini Ian harus rutin menjalani fisioterapi di Rumah Sakit sekar Kamulyan Cigugur, untuk melemaskan otot lehernya. Ian baru menjalani 6 kali terapi dengan menggunakan sinar. Dan ada sedikit perubahan, yang tadinya lehernya tidak bisa tegak dengan sempurna, sekarang sudah mulai bisa walaupun sedikit demi sedikit. Ibu Ian, Mulyati (47) bekerja sebagai penunggu bensin eceran, yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, dan ada adik Ian yang masih sekolah. Sedangkan Ayah Ian sudah meninggal dunia. Ian kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi ke rumah sakit dan juga untuk akomodasi sehari – hari. Biarpun demikian, pengobatannya sedikit terbantu dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan pun dapat menyampaikan santunan ketiga kepada Ian untuk biaya transportasi ke rumah sakit dan untuk akomodasi sehari – hari. Semoga Ian lekas diberi kesembuhan oleh Allah. Aamiin. Sebelumnya Ian masuk kedalam Rombongan 956.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Melisa Diah

Pak udin menderita Tortikolis Sinistra


BILLY APRILIANA (4, Kelamin Ganda).  Alamat : Dusun Malaraman, RT 1/7, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Balita berusia 4 tahun ini biasa dipanggil Billy. Ia merupakan pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan. Billy menderita penyakit bawaan sejak lahir, ia memiliki kelamin ganda. Menurut keterangan dari pihak keluarga, Billy telah menjalani tindakan medis berupa operasi sebanyak 2 kali. Alhamdulillah Billy telah melakukan operasi ulang di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah diperiksa di RSHS, kondisi Billy jauh lebih baik walau sering mengeluh sakit apabila ia sedang buang air kecil. Billy telah melakukan tindakan medis berupa cek laboratorium untuk analisis kromosom. Hasil pemeriksaan tersebut  menunjukkan bahwa 100 % Billy berkelamin laki-laki. Setelah sebelumnya kondisi Billy menurun, Alhamdulillah saat ini kondisi Billy sudah kembali membaik. Billy telah menjalani beberapa pemeriksaan di RSHS Bandung, saat ini Billy sudah masuk ruangan dan akan dijadwalkan operasi kembali karena operasi yang telah dijadwalkan sebelumnya tidak jadi dilaksansakan karena ada beberapa kendala. Selain itu, sebelum melakukan operasi, Billy harus disuntik hormon untuk alat reproduksinya. Selama menjalani tindakan pemeriksaan, Billy memanfaatkan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun, kedua orang tua Billy kesulitan berkenaan dengan biaya suntik hormon ini, karena tidak ditanggung oleh BPJS. Maklum saja, ayah Billy Bapak Nana Suhana (39) bekerja sebagai seorang buruh dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok 4 orang anggota keluarga. Sedangkan ibu Billy bernama Ibu Umi (34), beliau hanya ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kelima untuk biaya suntik hormon alat reproduksinya. Semoga Billy lekas diberi kesembuhan oleh Allah. Aamiin. Sebelumnya Billy termasuk kedalam Rombongan 958.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Billy menderita Kelamin Ganda


UDIN BIN FANDI (59, Batu Ginjal). Alamat : Kp. Babakan RT 12/6, Desa Sadarkarya, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sudah kurang lebih 1 bulan ini, Mang Udin terbaring di ruang tengah rumahnya sambil menahan nyeri yang sangat di bagian pinggang dan perut sebelah kiri. Semua orang yang menjenguknya pasti akan merasa iba, karena Mang Udin amat sangat nampak kesakitan menahan nyeri tersebut. Istrinya Entar (52) mencoba ikhtiar untuk kesembuhan suaminya tersebut, ia memanggil tukang pijat yang berada tak jauh dari rumahnya, Entar khawatir jika suaminya mengalami turun bero. Selang beberapa hari setelah proses pemijatan, tak ada tanda-tanda kesembuhan sedikitpun, nyeri yang diderita Mang Udin semakin menjadi-jadi. Ia pun kemudian dibawa ke Puskesmas oleh isrinya, hasil pemeriksaan menunjukkan Mang Udin harus segera dibawa ke RS Siloam Purwakarta. Dengan berbekal pinjaman uang, Mang Udin dan istrinya pun berangkat ke RS tersebut. Hasil pemeriksaan di RS tersebut mengharuskan Mang Udin menjalani proses USG, agar penyakitnya lebih jelas dan cepat diketahui. Ia pun menjalani proses tersebut, namun hasilnya tidak menunjukkan ada hal yang aneh di dalam organ dalam Mang Udin. Ia disarankan untuk kembali menjalani pemeriksaan pada tanggal 22 Februari 2017 mendatang. Mang Udin yang merupakan seorang kuli serabutan, memiliki keterbatasan biaya akomodasi untuk pulang pergi ke Rumah Sakit. Beruntung kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Mang Udin, kami telah menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Mang Udin menuju Rumah Sakit. Semoga Mang Udin segera Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @ula_awwal

Pak udin menderita Tortikolis Sinistra


EMMA SITI FATIMAH (35, Gangguan Penglihatan). Alamat : Kp. Depok RT 10/5, Desa Bojong Timur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Emma, akrab kami memanggil perempuan yang pernah menjadi TKI pada tahun 2005 di Negara Arab Saudi ini. Kurang lebih selama 2 tahun ia menjadi abdi devisa Negara, juga selama 2 tahun tersebut Teh Emma sering mendapat perlakuan kasar dari majikan tempat ia bekerja. Ia hanya bisa bersabar menerima perlakuan majikannya tersebut, hingga puncaknya pada saat Teh Emma dipukul menggunakan kabel listrik di bagian matanya, bukan satu kali namun berulang-ulang. Ia pun memutuskan pulang dengan keadaan kedua matanya sama sekali tidak bisa melihat. Sepulangnya dari Arab Saudi, ia mencoba berikhtiar untuk kesembuhan matanya tersebut. Ia pun menjalani operasi di RS Polri Sukanto Jakarta, sempat sembuh dan kembali bisa melihat dengan normal, namun hanya selama 1 bulan. Setelah itu penglihatannya kembali buram, ia pun sudah putus asa dan tidak pernah lagi mengobati kedua matanya tersebut. Dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Teh Emma dan keluarga dalam keadaan ia ingin kembali berobat. Namun kini ia memiliki keterbatasan biaya, Teh Emma kini menjalani profesi sebagai tukang jahit, dan suaminya merupakan kuli serabutan. Kami kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Teh Emma menuju Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @ula_awwal

Bu emma menderita Gangguan Penglihatan


SALSA RAMADANTI (1, Jantung Bocor). Alamat : Kp. Sawit Kaler RT 9/5, Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Neng Salsa, akrab kami memanggil balita yang lahir kembar dan premature ini. Neng Salsa sangat beruntung, dengan berat yang hanya 1,2 kg ketika lahir, namun ia bisa bertahan hidup hingga sekarang. Sedangkan kembarannya yang lahir dengan berat 5 ons, harus meninggal tak lama setelah ia lahir ke dunia. Neng Salsa sudah didiagnosa mengalami bocor jantung ketika umurnya masih 3 bulan, keluarganya sempat ikhtiar pengobatan untuk kesembuhan Neng Salsa. Kala itu, pemeriksaannya sudah sampai tahap Echo, namun karena kendala biaya maka selama 5 bulan ini proses pengobatan dan pemeriksaan Neng Salsa harus tertunda. Ayahnya Caca (33) merupakan seorang buruh kuli menjahit tas di kota Bandung, penghasilannya tak cukup untuk membiayai akomodasi pengobatan anaknya tersebut. Akhir Januari lalu, dengan tekad yang kuat, Neng Salsa kembali dibawa untuk ikhtiar pengobatan, keluarganya meminjam uang kepada tetangga setempat untuk biaya akomodasi. Dengan ijin Allah, tetangganya tersebut mengabarkan kepada kurir Sedekah Rombongan daerah Purwakarta. Kami pun datang bersilaturahim ke rumah Neng Salsa, saat itu Neng Salsa akan dibawa ke RSHS Bandung untuk menjalani proses echo ulang. Kami pun menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Neng Salsa menuju RSHS Bandung. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 958.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @ula_awwal

Salsa menderita Jantung Bocor


SITI WULANDARI (10, Asma). Alamat : Kp. Taneuh Beureum, RT 7/6, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sudah hampir dua minggu ini Neng Wulan tidak berangkat sekolah dan mengaji, ia tergolek lemah di ruang kamarnya karena sesak dan batuk yang dideritanya. Ia pernah dibawa berobat ke puskesmas setempat dan menjalani proses uap, namun tak kunjung terlihat tanda-tanda kesembuhan, ia kemudian kembali dibawa ke puskesmas dan dirujuk untuk melakukan pengobatan di Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA), hal tersebut agar Neng Wulan bisa menjalani perawatan secara intensif dan mencegah semakin parahnya penyakit yang diderita. Namun pengobatan ke RS tersebut harus tertunda, karena Nenek dan Kakek yang kini merawat Neng Wulan tidak memiliki cukup uang untuk biaya akomodasi pengobatan cucunya tersebut. Beruntung kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Neng Wulan, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan Neng Wulan. Mari doakan semoga Neng Wulan segera Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asepza_

Siti menderita Asma


MUHAMMAD ALIF IBRAHIM (4, Biaya Sunat). Alamat : Kp. Pasir Datar, RT 24/11, Desa Gunung Karung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Alif, akrab kami memanggil anak yang sangat menggemaskan ini. Ia lahir dari pasangan suami istri yakni Yayan dan Yanti yang keduanya merupakan tuna rungu juga wicara. Dengan rahmatnya Allah, Alif lahir dengan keadaan normal meski kedua orangtuanya memiliki kecacatan. Alif sering mengikuti pengajian bersama teman-teman sebayanya, namun ketika ia merengek ingin ikut sholat berjamaah di masjid bersama ayahnya, ia tidak diperbolehkan karena belum melaksanakan sunat sebagaimana lelaki seharusnya. Ayahnya ingin segera membawa Alif ke klinik untuk dilakukan proses sunat, namun karena terkendala biaya ia pun harus menunda keinginannya. Yayan yang merupakan seorang penjahit di kampungnya, tak memiliki cukup uang untuk biaya sunat anaknya, diperkirakan ia harus memiliki uang sekitar Rp. 600.000,-. Beruntung kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Alif, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya sunatnya Alif. Mari doakan semoga prosesnya dilancarkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asepza_

Biaya Sunat


MUHAMMAD RIKI (10, Pembengkakan Kelenjar Getah Bening). Alamat : Kp. Cidahu RT 2/2, Desa Gunung Karung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Riki akrab kami memanggil siswa yang kini duduk di kelas 4 sekolah dasar ini, sudah 2 minggu ia merasakan ada benjolan di sekitar lehernya. Selama itu pula ia hanya diobati memakai obat kampung seadanya, namun empat hari kemudian leher Riki tidak bisa digerakkan dan terasa sakit. Ia pun kemudian dibawa ke puskesmas setempat, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Riki didignosa menderita pembengkakan kelenjar getah bening dan dirujuk ke Rumah Sakit Bayu Asih Purwakarta. Namun ia dan keluarganya memiliki keterbatasan biaya, ayahnya merupakan seorang kuli kebun yang memiliki penghasilan terbatas. Beruntung kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Riki, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan Riki. Mari doakan semoga Riki segera Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asepza_

Riki menderita Pembengkakan Kelenjar Getah Bening


AISHA NANDA MUZAMIL (13, Typus). Alamat : Kp. Pesantren RT 9/4, Desa Palinggihan, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pada awalnya Aisha hanya menderita penyakit maag kronis, kemudian disusul dengan demam yang tinggi selama 1 minggu. Ia pun dibawa berobat ke Puskesmas setempat, ia didiagnosa mengidap penyakit typus, dokter pun memberinya obat. Namun setelah 1 minggu tidak ada tanda kesembuhan, demamnya masih juga tinggi, ibunya Ida (40) yang berprofesi sebagai pedagang gorengan keliling ingin membawa anaknya tersebut ke klinik atau Rumah Sakit, agar mendapatkan perawatan yang intensif. Namun karena kendala biaya, maka hingga kini Aisha hanya bisa terbaring lemah di ruang kamar rumahnya. Ida sebagai ibu dan juga kepala keluarga tersebut tak bisa berbuat banyak untuk anaknya, hasil penjualan gorengan yang ia jajakan di kampung halamannya tak cukup ia biaya akomodasi anaknya menuju klinik atau Rumah Sakit. Beruntung kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Aisha, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan Aisha. Mari doakan semoga Aisha segera Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @zakiyah99_

Aisha menderita Typus


HADNA NURUL AZIZAH (4, Asma). Alamat : Kp. Pesantren, RT 9/4, Desa Palinggihan, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sejak bayi, Dek Hasna sudah menderita penyakit asma, tak jarang penyakitnya tersebut kambuh. Awal Februari kemarin Hasna mengalami sesak dan demam yang tinggi, ibunya hanya bisa memberi Dek Hasna obat-obatan herbal. Namun hingga kini belum juga terlihat ada tanda kesembuhan, ibunya ingin menbawa Dek Hasna ke klinik atau Rumah Sakit. Lagi-lagi karena keterbatasan biaya, maka Dek Hasna kini masih terbaring lemah di rumahnya, maklum saja ayahnya Dek Hasna adalah soeorang penjual buku keliling yang kadang dalam sehari tak mendapat 1 pun pembeli, untuk biaya sehari-hari pun kurang, apalagi untuk berobat. Beruntung kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Dek Hasna, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan Dek Hasna. Mari doakan semoga Dek Hasna segera Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @zakiyah99_

Hadna menderita Asma


KISOH BINTI AFFANDI (60, Stroke). Alamat: Dusun Pangrumasan, RT 16/8, Desa Cileungsir, Kecamatan, Rancah Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Sekitar 6 tahun yang lalu, Ibu Kisoh terjatuh dalam perjalanan menuju ke sawah,  dan sejak saat itu kakinya yang sebelah kanan menjadi tidak normal. Saat melangkah terasa berat dan gemetar.  Dalam kurun waktu tersebut Ibu Kisoh pernah beberapa kali berobat ke Puskesmas dan ke pengobat tradisional. Menurut diagnosa dokter di Puskesmas ia terkena stroke ringan dan tekanan darahnya tinggi. Sampai saat ini keadaanya belum membaik, ia hanya bisa beraktivitas di rumah saja. Sebelum sakit, Ibu Kisoh bekerja sebagai buruh tani di sawah orang lain, membantu pekerjaan suaminya Eso (67) yang juga berprofesi sebagai buruh tani atau buruh lepas harian. Selama ini pengahasilan suaminya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan itupun kadang tidak menentu. Ibu Kisoh ini tinggal bersama cucunya Dafa (7) yang baru sekolah Kelas 1 SD. Ibunya Dafa saat ini tengah mencari pekerjaan di kota karena baru saja berpisah dengan suaminya. Ibu Kisoh tidak  memiliki BPJS atau jaminan kesehatan lainnya karena merasa kesulitan membayar iuran bulanannya.  Atas izin Alloh, kurir Sedekah Rombongan Ciamis dipertemukan dengan Ibu Kisoh dan ikut memberikan bantuan  berupa biaya untuk pengobatan ke tenaga kesehatan setempat dan membeli obat-obatan. Keluarga Ibu Kisoh merasa sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan Sedekah Rombongan.  Semoga Ibu Kisoh dapat kembali sehat dan bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @zezenzn

Bu kisoh menderita Stroke


YUSUP SOLIH (33, Tumor Intra Abdomen). Alamat : Jalan Sukamanah RT 5/13, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sejak tujuh bulan lalu, hampir setiap hari Pak Yusup menghabiskan waktu hanya di atas tempat tidur, dalam rumah mungil milik orangtua sang istri. Pak Yusup divonis menderita tumor intra abdomen − massa yang padat dengan ketebalan yang berbeda-beda, disebabkan oleh sel tubuh mengalami transformasi dan tumbuh secara autonom lepas dari kendali pertumbuhan sel normal. Awalnya, Pak Yusup merasakan mual dan nyeri lambung secara terus-menerus, panas dingin dan nafsu makan berkurang. Dalam tiga bulan perutnya kian membesar hingga sekarang berukuran melebihi ukuran bola sepak, sehingga ia mengalami kesulitan untuk duduk dan berdiri. Pak Yusup pun dibawa berobat ke klinik dekat rumahnya dan menjalani USG. Diagnosa awal, dokter menyatakan bahwa Pak Yusup menderita pembengkakan kelenjar di perut. Pak Yusup pun dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan, kemudian dirujuk kembali ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung karena kurangnya peralatan medis. Pada 29 Desember 2016, Pak Yusup menjalani cek darah di RSHS. Kembali pada 26 Januari 2017, Pak Yusup menjalani USG dan foto Thorax. Tim dokter RSHS mendiagnosa bahwa Pak Yusup menderita penyakit tumor intra abdomen. Awalnya Pak Yusup harus menjalani pemeriksaan CT Scan, namun karena hasil radiologi menunjukkan tidak adanya massa dan dokter yang merekomendasikan untuk CT Scan tidak memberikan tanggapan lebih lanjut, akhirnya CT Scan pun tidak jadi dilaksanakan. Kini, Pak Yusup hanya bisa terbaring lemah, rambutnya sudah mulai rontok, berat badannya terus mengalami penurunan, buang air besar dan kecilnya pun sudah tidak terkontrol. Karena kondisi kesehatannya tidak mengalami perkembangan yang signifikan, harapan Pak Yusup untuk sembuh pun sempat surut. Ditambah himpitan ekonomi yang harus dihadapi keluarga Pak Yusup, membuat semangat beliau untuk kembali ikhtiar berobat semakin menurun. Saat ini Pak Yusup dan Ibu Wiwi (28) beserta satu anaknya yang masih kecil hidup menumpang di rumah orangtua sang istri. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun mereka hanya mengandalkan pemberian dari orangtua Ibu Wiwi yang kesehariannya bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang tak seberapa. Selama berobat pun, Pak Yusup hanya menggunakan jaminan kesehatan KIS dan sang istri pun terpaksa menggadaikan motor untuk biaya transportasi selama berobat serta kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah, atas informasi dari Ibu Apong, kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim dengan keluarga Pak Yusup. Bantuan awal pun diberikan untuk biaya pengobatan dan transportasi berobat. Semoga titipan langit dari sedekaholics dapat membuka jalan kesembuhan bagi Pak Yusup. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @kharismagilda @Ajeng @iwadewa1

Pak yusuf menderita Tumor Intra Abdomen


ASEP CAHYA (53, Susp. Radang Tenggorokan Akut). Alamat : Jalan Sukaresmi 3 No.37, Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sudah enam bulan, pria paruh baya ini harus menahan rasa sakit radang tenggorokan akut yang dideritanya sejak tahun 2016. Awalnya, Bapak Asep merasakan nyeri hebat pada bagian tenggorokan. Meski tenggorokannya terasa sakit, namun Bapak Asep tidak terlalu menghiraukan. Himpitan ekonomi yang harus dihadapi Bapak Asep, membuat beliau harus mengurungkan niat untuk memeriksakan penyakitnya itu. Karena tidak ada tindakan medis apapun, perlahan, sakitnya kian bertambah parah. Leher beliau ditumbuhi benjolan hingga akhirnya pecah dan mengeluarkan nanah. Tangannya juga mengalami infeksi dan dipenuhi bintik-bintik merah. Karena khawatir dengan kondisi kesehatan kakaknya, sang adik dibantu oleh warga membawa beliau ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah diperiksa, ternyata trombosit Bapak Asep mengalami penurunan di bawah batas normal dan beliau harus menjalani rawat inap. Setelah lima hari dirawat, alhamdulillah, trombositnya sudah mengalami kenaikan di angka 31.000, namun saat itu tim dokter belum bisa memastikan penyakit yang diderita Bapak Asep. Pada hari Kamis (16/02) mendatang, Bapak Asep masih harus menjalani pemeriksaan ke Poli THT. Selama di rumah sakit, sang adiklah yang dengan sabar menemani Bapak Asep. Hingga saat ini Bapak Asep memang belum berkeluarga dan hanya tinggal bersama adiknya. Sang adiklah yang selama ini memenuhi kebutuhan sehari-hari dan bekerja sebagai petugas kebersihan dengan penghasilan yang tidak seberapa. Cobaan yang dialami Bapak Asep sangatlah berat, semasa hidupnya, Bapak Asep hanya mengandalkan bantuan dari para tetangga yang peduli kepadanya. Selama berobat di RSHS pun, Bapak Asep hanya menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Alhamdulillah, atas informasi dari Bapak Jojon, kurir Sedekah Rombongan bisa bersilaturahim dengan Bapak Asep dan sang adik di kediamannya. Bersyukur, atas izin Allah SWT, kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan titipan langit kepada Bapak Asep untuk biaya sehari-hari selama di rumah sakit. Semoga Allah SWT memberi kesembuhan untuk Bapak Asep. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @kharismagilda @iwadewa1

Pak asep menderita Susp. Radang Tenggorokan Akut


AHMAD MUZAKI (4, Leukemia). Alamat: Blok Palinggihan RT 2/1, Desa Wanayasa, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Zaki adalah buah hati pasangan Bapak Emed Sumaedi (34), seorang buruh lepas, dan ibu Siti Julaeha (30), seorang ibu rumah tangga. Sejak satu tahun yang lalu, Zaki didiagnosa menderita leukemia atau yang sering disebut kanker darah. Zaki harus menjalani kemoterapi di rumah sakit rujukan, yaitu RS Hasan Sadikin Bandung Jawa Barat. Sampai saat ini ia tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan (RSSR) Bandung. Ia termasuk pasien dampingan #SR yang sampai saat ini dibantu untuk mengupayakan kesembuhannya. Perkembangan Zaki saat ini terus membaik. Meskipun demikian, ia masih harus melanjutkan terapinya. Pada awal Maret 2016 kurir #SR bertemu lagi dengan Dek Zaki di rumah singgah, saat ia menjalani pemeriksaan dan pengobatan rutin di RSHS Bandung. Waktu itu sedekaholics #SR memberi mereka bantuan untuk biaya berobat. Alhamdulillah perkembangannya semakin menggembirakan. Meskipun demikian, ia masih harus terapi rutin ke RSHS Bandung. Pada awal April 2016 Zaki dan kedua orangtuanya datang kembali ke Bandung untuk menjalani terapi rutin. Saat itu alhamdulillah #SedekahRombongan dapat membantunya untuk biaya berobat. Perkembangannya alhamdulillah cukup menggembirakan, tetapi dia masih harus terus berobat. Keluarganya masih memerlukan bantuan untuk tambahan membeli obat yang tidak dijamin Kartu BPJS. Karena itu, pada bulan September 2016 #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan dari sedekaholics #SR yang dipergunakan untuk pembelian obat Mercaptopurin yang tidak ditanggung oleh jaminan kesehatan yang dimilikinya. Begitu juga pada bulan Oktober 2016, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya berobat Zaki. Pada bulan ini De Zaki sempat mendapatkan tindakan di RS Al Islam Kota Bandung. Batuan yang diterima bapaknya di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung ini digunakn untuk membeli obat. “Jazakumullah #SR! Semoga sedekah para dermawan membawa kesehatan, keberkahan dan kebaikan bagi semua pasien dan kurir SR, baik di dunia maupun di akhirat!” doa bapaknya Ahmad Zaki penuh ketulusan. Bantuan untuk Ahmad Zaki sebelum ini tercatat di Rombongan 911.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal : 15 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @abahlutung

Ahmad menderita Leukemia


ANDIKA SURYA (6, ALL). Alamat: Kampung Gunung Guruh RT 35/17, Desa Cikajang, Kecamatan Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Cukup lama Andika Surya mengidap penyakit kanker darah, Akut Leukimia Limfoblastik (ALL). Penyakit tersebut diderita Andika sejak akhir tahun 2014. Menurut penuturan orangtuanya, awalnya Andika kerap terlihat lemas, loyo dan sering sakit; bahkan berat badannya terus menyusut. Berbagai upaya dilakukan keluarganya untuk menyembuhkan Andika. Puskesmas, klinik, dokter praktek, dan RSUD menjadi tempat yang kerap mereka datangi untuk memeriksakannya. Akhirnya penanganan medis Andika dilakukan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung setelah mendapatkan rujukan medis dari RSUD Bunut Sukabumi. Di Rumah Sakit Umum Pusat inilah keluarga dhuafa ini bertemu dengan kurir #SedekahRombongan dan menyampaikan keinginannya untuk bisa berobat di Kota Kembang di tengah kemiskinan yang mereka alami. Alhamdulillah sampai saat ini, Andika telah menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan Bandung. Andika terlahir dari keluarga yang kurang mampu. Ayah Andika, Bapak Sumanto (31), sehari- hari hanya seorang guru honorer di salah satu sekolah di Sukabumi. Ibunya, Rini Andrian (31), hanya sebagai ibu rumah tangga biasa yang disibukkan dengan kegiatan kerumahtanggaan. Penghasilan keluarga ini sangat minim; hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sampai saat ini Andika masih menjalani terapi pengobatan di RSHS Bandung dengan menggunakan fasilitas jaminan BPJS Kesehatan. Alhamdulillah kondisi terakhir Andika semakin membaik. Bahkan, hasil BMP evaluasi tim dokter di Poli Hemato RSHS Bandung, menunjukkan bahwa kondisi Andika menuju ke arah sehat. Meskipun demikian, ia masih harus menjalani kontrol rutin. Untuk menjalani pengobatan, Andika harus berangkat dari Sukabumi menuju RSHS Bandung. Andika dan keluarganya membutuhkan uang transportasi dan bekal selama di Bandung, juga biaya untuk membeli obat yang tidak ditanggung oleh BPJS. Pada bulan September 2016, Andika menjalani kontrol ke RSHS Bandung dan bertemu dengan kurir #SedekahRombongan. Pada kesempatan bersilaturahmi itu, alhamdulillah kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk Andika. Kini kondisinya menggembirakan, meskipun dia masih harus terus kontrol rutin bulan berikutnya. Begitu juga pada awal bulan Oktober 2016, #SedekahRombongan kembali memberi bantuan yang digunakan untuk pembelian obat Mercapto dan biaya transportasi-akomodasi berobat di RSHS Bandung. Saat ditemui #SedekahRombongan pada bulan Oktober 2016, kondisi Andika pun terus menunjukkan perkembangan yang positif. Akan tetapi, pada akhir Oktober 2016, Andika datang lagi ke RSHS Bandung untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan lanjutan dan tinggal di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung. Alhamdulillah, dengan empai sedekaholics #SR, kembali kurir #SR di Bandung menyamaian bantuan lanjutan untuk Andika yang digunakan untuk biaya tambahan membeli obaat. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Andika dan keberkahan untuk para dermawan. Aamiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 911.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 15 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @abahlutung @kharismagilda

Andika menderita Akut Leukimia Limfoblastik


MUHAMMAD RIFKI (12, Leukemia). Alamat: Blok Pakupatan RT 8/3, Kelurahan Wotgali, Kecamatan Plered, Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Rifki seorang anak yatim piatu yang saat ini diasuh oleh paman dan bibinya. Ia menderita kanker darah sejak 6 bulan yang lalu. Paman yang mengasuhnya, Warnijan (47) dan Bibinya, Salamah (45) sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Mereka termasuk keluarga dhuafa yang layak dibantu untuk meringankan beban hidupnya. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Rifki serta bibinya dan dapat mengambil pelajaran hidup dari kisah mereka: ketabahan dan kesabaran. Mereka pernah tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung dan sampai sekarang menjadi pasien dampingan kurir #SedekahRombongan di Bandung. Pendampingan untuk Rifki dilakukan sampai kini karena ia masih harus kontrol rutin ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dengan izin Allah SWT, pada akhir Desember 2015, kurir #SedekahRombongan bertemu kembali dengan Rifki dan keluarganya, juga dapat menyampaikan bantuan untuk membeli obat yang tidak ditanggung Jamkesmas. Pada awal Februari 2016 kurir #SedekahRombongan bertemu kembali dengan Rifki saat ia berobat dan kontrol ke RSHS Bandung. Kondisi Rifki berangsur membaik, meskipun dia masih harus terus berobat karena belum dinyatakan sembuh secara medis. Rifki dan keluarganya masih membutuhkan bantuan untuk melanjutkan terapinya. Dengan bantuan #Sedekaholics, pada bulan itu alhamdulillah ia bisa berobat menjalani jadwal terapinya. Pada bulan April 2016 ia diperiksakan lagi ke RSHS Bandung sambil menjalani terapi rutin. Pada bulan keempat ini ia juga mendapatkan bantuan dari #SedekahRombongan. Pada Mei 2016 kurir #SedekahRombongan bertemu kembali dengan Rifki dan keluarganya di rumah singgah. Perkembangannnya cukup menggembirakan meskipun ia masih harus menjalani terapi di RSHS Bandung. Karena Rifki dan keluarganya masih membutuhkan dukungan untuk terus berobat, kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan sedekaholics untuk Rifki. Hingga Oktober 2016, bantuan dari #Sedekaholics tak henti-hentinya mengalir untuk Rifki. Alhamdulillah, #SedekahRombongan kembali bertemu dengan Rifki dan kondisinya saat ini terus membaik. Akan tetapi pada akhir Oktober 2016, Rifki datang kembali ke Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung untuk melanjutkan pemeriksaan dan pengobatannya di RSHS Bandung. Ia masih harus menjalani terapi rutin dan membutuhkan uluran tangan para dermawan. Dengan izin Allah swt, bersyukur sedekaholics #SR kembali memberinya santunan lanjutan yang digunakan untuk Rifki. Bantuan yang diterima ibunya di RCAK Bandung ini diberikan digunakan untuk tambahan biaya membeli obat. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 911.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 15 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @abahlutung @kharismagilda

Rifki menderita Leukemia


INDRI NOER MEYDIA (28, Lupus + Tidak Memiliki Saluran Menstruasi). Alamat: Jalan Papanggungan VI RT 7/5, Kelurahan Kebon Kangkung, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Usianya Indri masih tergolong muda, namun ia harus berjuang melawan penyakit lupus yang dideritanya. Berawal pada 9 September 2016, Indri merasakan sakit kepala berat dan sering pingsan. Indri pun dibawa berobat ke klinik terdekat dengan diagnosa awal menderita vertigo. Kemudian, Indri  dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Pindad dan ia sempat dirawat selama 9 hari di RSU tersebut. Karena kondisi kesehatannya tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan, Indri kembali dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan sempat dirawat inap sebanyak 2 kali, yakni selama 18 dan 9 hari. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa Indri mengidap penyakit lupus. Lebih mengejutkan lagi, ternyata selama hidupnya, Indri tidak pernah mengalami menstruasi karena tidak memiliki saluran untuk menstruasi. Saat itu, Indri pernah akan dioperasi di RSHS Bandung untuk membuat saluran atau lubang agar ia bisa menstruasi, tetapi beberapa saat sebelum operasi Indri mengalami pingsan dan operasi pun dibatalkan. Hingga kini tindakan tersebut belum dilakukan karena kondisi kesehatan Indri semakin menurun. Saat ini pun, Indri hanya bisa terbaring lemah, rambutnya sudah mulai rontok, berat badannya menurun drastis dari 80 kg sekarang hanya sekitar 35 kg, serta buang air besar dan kecilnya pun sudah tidak terkontrol. Sungguh malang, Indri juga merasakan kehilangan semangat hidup karena kondisi kesehatannya yang kian menurun. Ditambah himpitan ekonomi yang harus dihadapi keluarganya, membuat harapan Indri untuk sembuh pun semakin surut. Cobaan yang dihadapi Indri dan keluarganya sangatlah berat. Sejak bulan Juli 2016, Pak Ence Suganda (53), ayah Indri, sudah tidak bekerja karena sang majikan dipindah tugaskan ke Batam dan ini mengakibatkan Pak Ence tidak memiliki penghasilan sama sekali. Ini yang membuat beliau merasakan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan sang anak. Dahulu sebelum sakit, biaya pengobatan memang di-cover oleh BPJS Kesehatan yang disediakan dari tempat Indri bekerja. Namun, karena kondisi kesehatannya kian menurun, Indri pun memutuskan untuk tidak bekerja lagi dan otomatis BPJS Kesehatan yang ia miliki tidak dapat digunakan. Untuk biaya berobat, sekarang, Indri hanya mengandalkan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Alhamdulillah, atas informasi dari Pak Rudi (Ketua RW), kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim mengunjungi Indri dan keluarganya. Pada kunjungan pertamaitu Sedekah Rombongan memberikan bantuan awal untuk biaya pengobatan dan transportasi selama berobat ke RSHS Bandung. Semoga titipan langit dari sedekaholics ini dapat meringankan beban hidup keluarga Indri dan dapat membuka jalan kesembuhan bagi Indri. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 15 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @kharismagilda @Dzim_dzim

Indri menderita Lupus + Tidak Memiliki Saluran Menstruasi


AGUS SETIAWAN (25, Patah Tulang +  Decubitus + Gangguan Kandung Kemih). Alamat: Jl. Mekar Sari RT 2/17, Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sepuluh tahun sudah kehidupan pemuda ini seperti terenggut. Akibat kecelakaan yang dialaminya, sampaikini, ia hanya bisa menghabiskan waktu di rumah dengan duduk atau terbaring. Untuk ke kamar mandi atau toilet pun ia melakukannya dengan cara merangkak atau ngesot. Penderitaan yang dialami Agus Setiawan itu dimulai pada tahun 2010. Ketika sedang bekerja sebagai pegawai bangunan di Sukabumi, Agus mengalami kecelakaan, yaitu jatuh dari gedung lantai 4. Akibat jatuh itu, ia mengalami patah tulang belakang, syaraf terjepit, dan luka sekitar pinggang bagian belakang. Pertolongan dan bantuan yang diperoleh dari perusahaannya hanya sampai dirawat selama tiga hari. Keluarganya kemudian memeriksakannya sampai ke RSHS Bandung. Di Rumah Sakit Rujukan Pusat ini ia sempat dirawat dan mendapat tindakan operasi, dengan menggunakan fasilitas SKTM. Akan tetapi, ketika seharusnya dilakukan operasi lanjutan, yaitu pemasangan pen, keluarga mereka terbentur masalah biaya yang tidak tercover oleh fasilitas SKTM. Oleh karena itu, dengan perasaan sedih dan kecewa, Agus dibawa ke rumah dan berusaha melanjutkan pengobatan dengan cara tradisional, yaitu diurut. Disebabkan selama bertahun-tahun ia hanya berobat di rumah. Ia hanya bisa duduk dan berbaring. Organ tubuhnya, dari pinggang ke kaki menjadi lumpuh. Penderitaan dan kesedihan Agus semakin bertambah karena kedua orang-tuanya bercerai. Ayahnya tidak pernah mengunjunginya lagi; sedangkan ibunya kini tinggal bersama suaminya yang baru dan bekerja sebagai pembantu. Selama dalam penderitaannya Agus Setiawan tinggal dan dirawat oleh kakek dan neneknya di rumah berukuran sangat kecil. Bahkan, dalam Kartu Keluarga Agus tercatat sebagai anak dari Kakek Unen (73) dan Nenek Ita (72). Pada bulan November tahun 2013 Agus pernah diperiksakan lagi ke RSUD Kota Bandung, dan hasil pemeriksaannya menyatakan bahwa tulang yang seharusnya dipasangi pen sudah tersambung secara alami dengan posisi yang salah akibat terlalu lama dibiarkan tanpa perawatan dan pengobatan medis. Pada saat itu dokter menyatakan tidak sanggup mengembalikan posisi tulang tersebut ke posisi normal. Akibat cacat pada tubuhnya itu, sampai saat ini Agus tidak bisa melakukan aktivitas lain selain duduk dan berbaring. Dampak dari kondisi tersebut saat ini ia juga mengalami decubitus di bagian pantat, dan buang air kecilnya tidak terkontrol, setiap ±15 menit sekali. Menurut perkiraan, Agus mengalami gangguan saluran kandung kemih. Untuk memastikannya ia memerlukan pemeriksaan ke rumah sakit. Belum lagi ia bisa memeriksakan dirinya ke rumah sakit, penderitaan Agus semakin bertambah lagi karena kakek yang mengurusnya meninggal dunia. Kini ia tinggal dan diurus hanya oleh neneknya. Kisah duka dan penderitaan Agus beserta neneknya itu sampai kepada kurir Sedekah Rombongan melalui Bapak Ryan Hendriana, Sekretaris Karang Taruna “Tunas Sari” Kel. Babakan Sari Kota Bandung. Bersyukur kurir #SR dapat berkunjung dan bersilaturahmi ke rumah Agus beserta neneknya itu. Kepada kurir #SR, Agus, dengan ditemani Pak Ryan, menceritakan segala kesedihan dan kesusahannya. Agus dan neneknya sangat berharap dapat memperoleh bantuan dan pertolongan agar dapat memeriksakan dirinya dan mengobati penyakit yang sekarang dideritanya. Selain ingin memperoleh bantuan untuk pengobatan dan biaya hidup sehari-hari, Agus juga sangat berharap memiliki kursi roda agar dapat melakukan aktivitas. Ia tidak ingin terus-menerus merepotkan neneknya dan orang lain. Ia tak ingin lagi ke toilet harus digendong atau terpaksa merangkak dan ngesot bila tidak ada orang yang membantunya. Bila memiliki kursi roda, ia berharap dapat keluar dari rumahnya yang sempit itu dan melakukan aktivitas lain. Berempati dengan penderitaan Agus, pada kunjungan pertama itu kurir Sedekah Rombongan alhamdulillah dapat menyampaikan Tanda Cinta dari para Sedekaholik berupa bantuan uang dan menjadikannya sebagai pasien dampingan Sedekah Rombongan. Bantuan pertama itu digunakan untuk biaya transprotasi dan akomodasi pemeriksaan Agus ke rumah sakit. Pada akhir November Kurir Sedekah Rombongan kembali mengunjunginya. Pada kunjungan kedua diperoleh kabar bahwa Decubitusnya membesar, dan frekuensi kencing masih tetap. Dari hasil pemeriksaan di Puskesmas Agus disarankan untuk di USG ke Rumah Sakit. Sekarang Agus Setiawan dan neneknya masih memerlukan biaya untuk berobat dan biaya sehari-hari, dan  oleh sebab itu, pada Januari dan Februari 2017  kurir #SR kembali menyampaikan bantuan dari para sedekaholik untuk meringankan beban hidupnya dan membantunya biaya transportasi untuk berobat. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 943.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin  @azepbima @lisdamojang @djim-djim

Pak agus menderita Patah Tulang + Decubitus + Gangguan Kandung Kemih


RUKIMAH BINTI SOKA (67, Darah Tinggi + Infeksi Lambung). Alamat: Jalan Binong Utara No. 220 RT 7/10, Kelurahan Kebon Kangkung, Kecamatan Kaiara Condong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pada awal Januari 2017, Ibu Rukimah merasa sangat pusing dan mual-mual sampai akhirnya ia terjatuh di depan rumahnya. Berdasarkan pemeriksaan di Klinik Medika Bandung, Ibu Rukimah diketahui terserang darah tinggi. Akan tetapi, mual-mula dan mulas di perutnya belum diketahui akibat penyakit apa. Sejak kecelakaan itu ia terbaring di rumah kotrakannya yang berukuran sekitar 2 X 2 meter dirawat oleh suaminya. Suaminya, Bpk. Maman Sulaeman (67) tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia mencari nafkah dengan memperbaiki alat-alat elektronik milik tetangga di rumahnya atau apabila ada yang meminta bantuannya membetulkan barang elektronik dan listrik. Sejak diperiksa di Klinik Ibu Rukimah belum melakukan pemeriksaan lagi ke Rumah Sakit karena, walaupun memiliki BPJS PBI, suaminya tidak memiliki biaya transportasi dan biaya hidup. Walau Ibu Rukimah terlihat semakin kesakitan dan terus terbaring, Bpk. Maman hanya bisa pasrah dan biaya sehari-harinya dibantu oleh tetangga serta anaknya, yang juga hidup dalam kekurangan. Kabar penderitaan keluarga dhuafa itu diketahui oleh kurir Sedekah Rombongan, yaitu Ibu Ajeng, yang juga aktif di Karang Taruna membantu para lansia terlantar di daerahnya. Syukur Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat berkunjung ke rumah Ibu Rukimah dan suaminya. Melihat kondisi Ibu Rukimah yang memprihatinkan, dengan segera Kurir Sedekah Rombongan mengevakuasi Ibu Rukimah ke IGD RSHS Bandung, dengan menggunakan MTSR. Berdasarkan pemeriksaan di RSHS Bandung, selain terserang darah tinggi, Ibu Rukimah juga diduga mengalami infeksi lambung. Atas bantuan Kurir Sedekah Rombongan Ibu Rukimah akhirnya mendapat perawatan di RSHS Bandung. Pada kesempatan itu juga Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari para Sedekaholics berupa uang, yang diperlukan untuk bekal sehari-hari dan transportasi yang diperlukan selama perawatan. Alhamdulillah, pada bulan Februari 2017 Kurir Sedekah Rombongan kembali mengunjungi Ibu Rukimah. Pada saat itu Ibu Rukimah sudah membaik dan sudah bisa duduk. Karena ia masih memerlukan biaya berobat dan kontrol ke rumah sakit, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan uang dari para Sedekaholics untuk membantu biaya transportasi berobat dan sehari-hari. Mudah-mudahan bantuan para dermawan melalui Sedekah Rombongan ini dapat meringankan beban hidup keluarga Ibu Rukimah dan membuka jalan bagi kesembuhannya. Bantuan sebelumnya tercatat di Rombongan 946

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @iwadewa1 @ajeng

Bu rukimah menderita Darah Tinggi + Infeksi Lambung


IYUK RUKMANA (45, Diabetes Mellitus). Alamat: Kampung Ciloa RT 3/11, Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama istri dan kedua anaknya, kini, lelaki yang akrab dipanggil Eruk di kampungnya ini tinggal menumpang di rumah orang tuanya. Rumah yang pernah ia bangun dari hasil keringatnya telah terjual dan uangnya habis digunakan untuk biaya berobat. Pak Eruk tak bisa lagi berdagang keliling sejak ia sakit. Istrinya, Ratmini (39), yang menggantikan posisinya mencari rezeki dengan membuka warung. Pada akhir tahun 2014 bapak dua anak ini mendapatkan musibah: ia menderita kencing manis. Tanpa jaminan kesehatan apa pun, keluarga kemudian memeriksakan Pak Eruk ke dokter praktek dan rumah sakit. Berbulan-bulan lamanya ia keluar-masuk rumah sakit; bahkan sempat beberapa hari ia dirawat untuk mengupayakan kesembuhannya. Akhirnya, tim medis RSUD Soreang memutuskan untuk mengamputasi telapak kaki kirinya. Hampir setahun ia berjalan merangkak. Selama itu pula ia berharap bisa memiliki tongkat. Tetapi, jangankan untuk membeli tongkat, untuk biaya hidup sehari-hari dan kontrol pun ia harus meminjam uang. Kisah duka Pak Rukmana akhirnya sampai kepada #SedekahRombongan atas informasi dari pengurus Karang Taruna Desa Panyocokan. Alhamdulillah kurir #SR dapat bersilaturahmi dengan Pak Eruk dan keluarganya, menyampaikan Tanda Cinta Dhu’afa dari sedekaholics #SR kepadanya, dan menjadikannya pasien dampingan. Walau penanganan luka di kakinya memerlukan waktu lama, secara psikis, ia nampak tegar. Karena Pak Eruk masih harus terus berobat, untuk yang kedua kalinya sedekaholics #SR memberinya santunan yang ia terima di tempat tinggalnya. Pada awal April 2016, keluarganya mengabarkan bahwa Pak Eruk kehabisan obat dan harus kontrol ke Puskesmas. Saat dikunjungi, tercium luka di kaki kirinya mengeluarkan bau, juga tampak bernanah. Dia masih memerlukan bantuan para dermawan untuk mengobati luka bekas amputasi. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics #SR, pada bulan April 2016 kembali kurir #SR di Bandung dapat menyampaikan bantuan yang di terima di rumahnya. Pada pertengahan Oktober 2016 dia memberitahukan bahwa persediaan obat telah habis dan dia masih harus berobat. Kurir #SR kemudian menemui Pak Iyuk di rumahnya sambil menyampaikan bantuan lanjutan. Pada pertengahan Februari 2017 Pak Eruk menghubungi kurir Sedekah Rombongan, mengabarkan bahwa dia masih harus berobat. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics #SR, Sedekah Romongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk Pak Iyuk Rukmana. Bantuan Ke-5 ini digunakan untuk biaya membeli obat, transportasi-akomodasi kontrol, dan biaya sehari-hari. Ia begitu gembira menerima bantuan ini, apalagi kini ia juga sudah memiliki Jamkesmas untuk melanjutkan ikhtiar berobatnya. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 908.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak iyuk menderita Diabetes Mellitus


FATMAWATI BINTI PANDI (40. Susp. Asam Urat + Darah Tinggi + Kanker Payudara). Alamat: Kampung Cihanjawar RT 2/2, Desa Margamulya, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. Ibu Fatmawati biasa dipanggil Wati. Bersama suami dan dua anaknya, ia tinggal di rumah kontrakan yang sangat sederhana. Sehari-hari pekerjaannya menjadi pembantu rumah tangga di rumah-rumah tetangga yang bergantian mempekerjakannya. Suaminya, Agus (45) adalah pekerja serabutan. Keluarga dhuafa ini semakin jatuh dalam kemiskinan semenjak Ibu Wati tak bisa lagi bekerja membantu penghasilan suaminya. Dalam dua bulan ini Ibu Wati tidak bisa bekerja seperti biasa karena kedua kakinya tidak bisa berfungsi dengan baik. Ia merasakan nyeri saat berjalan. Berkali-kali ia berobat ke Puskesmas. Ia belum pernah diperiksakan ke rumah sakit karena tidak punya jaminan kesehatan. Padahal, dokter di Puskesmas telah merujuknya ke RSUD Soreang. Ia diduga mengidap asam urat dan darah tinggi. Keinginannya untuk terus berobat ke rumah sakit sampai kepada #SedekahRombongan atas informasi Kader PKK di lingkungannya. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan bisa bersilaturahmi dengan Ibu Wati dan keluarganya serta membantunya menjadi pasien dampingan #SR. Pada 22 Desember 2015 buruh cuci ini berobat lagi ke Puskesmas Pasirjambu. Ia juga mendapat rujukan untuk diperiksakan di RSUD Soreang. Perkembangannya belum membaik. Pada akhir Februari 2016 dia harus kembali kontrol ke rumah sakit. Keluarga dhuafa ini masih membutuhkan uluran tangan untuk terus mengikhtiarkan kesembuhan dari sakit yang dideritanya. Alhamdulillah sedekaholics #SR terus berempati kepada mereka dan kembali memberinya bantuan ketiga yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat, membeli obat yang tidak dijamin Kartu BPJS, dan biaya sehari-hari. Pada pertengahan Oktober 2016, Ibu Wati datang ke rumah kurir #SR dan menyampaikan hasil pemeriksaan di Puskesmas bahwa pemeriksaan medisnya dirujuk ke RSUD Soreang. Sebelumnya dia memeriksakan benjolan dan luka di payudaranya di Faskes Tingkat I itu. Dengan empati sedekaholics #SR, alhamdulillah dia mendapatkan bantuan lanjutan. Pada pertengahan Februari 2017Ibu Wati menghubungi kurir Sedekah Rombongan, mengabarkan bahwa ia masih harus menjalani pemeriksaan dan pengobatan di rumah sakit. Ibu Wati masih memerlukan uluran tangan untuk melanjutkan ikhtiarnya menuju kesembuhan. Alhamdulillah sedekaholiks #SR terus berempati kepada Ibu Wati dan keluarganya dengan memberinya bantuan lanjutan yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 908.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 17 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @maulilda_qasyanggi

Bu fatma menderita Susp. Asam Urat + Darah Tinggi + Kanker Payudara


IIN SOLIHIN (17,  Susp. Lumpuh Layu). Alamat : Kampung Arca RT 1/27 Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Iin Solihin seari-hari dipanggil Ihin– adalah anak pertama dari tiga bersaudara, bukti kasih pasangan suami istri, Pak Yana (41) dan Ibu Siti Nuraeni (38). Di kampungnya, ayah Ihin dikenal sebagai buruh bangunan yang bekerja berpindah-pindah bahkan sampai ke luar Jawa. Karena itu, Iin jarang bercengkerama dengan ayahnya. Ibunyalah yang sehari-hari menemaninya dan mengurus anak-anaknya yang lain. Sampai usia sembilan tahun, Iin menjalani masa kanak-kanaknya seperti anak-anak lainnya: sehat dan ceria. Akan tetapi, menjelang usia sepuluh tahun, Iin terserang sakit. Hampir dua tahun ia kerap mengalami demam berkepanjangan dan sesekali kejang-kejang. Ia pernah diperiksakan ke Puskesmas dan dokter praktek tetapi belum pernah ditangani secara serius di rumah sakit. Walaupun memiliki Jamkesmas, keluarganya selalu khawatir kalau berurusan dengan rumah sakit. Pada tahun 2010, kondisi Iin semakin memburuk. Ia mengalami kelumpuhan total. Tenaga medis di Puskeamas menduga Iin terserang lumpuh layu. Sayang, pengobatan Iin hanya dijalani secara tradisional: diurut dan diberi ramuan berdasarkan informasi yang mereka dapat. Iin terpuruk tak berdaya; keluarganya hanya bisa berdoa di tengah kemiskinan mereka. Bahkan kini mereka tinggal di rumah saudaranya karena rumah kecil mereka tinggali kini sudah berpindah tangan. Kegetiran hidup yang dialami keluarga ini sampai kepada sedekaholics #SR berdasarkan informasi dari kader kesehatan di RSUD Soreang. Alhamdulillah #SedekahRombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga dhuafa ini, juga dapat menyampaikan bantuan untuk melanjutkan biaya pengobatan dan biaya sehari-hari Iin dan keluarganya. Pada Kamis, 20 Agustus 2015 Iin mengawali pemeriksaannya di RSUD Soreang. Rumah sakit daerah Kab. Bandung ini kemudian merujuk penanganan Ihin ke RSHS Bandung. Tiga hari sekali MTSR Bandung mengantar-jemput Iin menjalani pemeriksaan awal ke Poli Tulang, Poli Syaraf, dan Poli Dalam. Dia juga sempat tiga hari. di Rumah Singgah SR (RSSR) karena kondisinya menurun. Pada 21 dan 22 September 2015 Iin harus kontrol lagi ke RSHS Bandung, sekaligus mengawali program psioterapi. Pada pertengahan November 2015, kondisi Iin memburuk. MTSR kemudian mengevakuasinya ke IGD RSUD Soreang. Pada Senin, 23 November 2015, Iin dirujuk kembali penanganannya ke RSHS Bandung. MTSR kembali mengantar-jemputnya ke rumah sakit. Pada 22 Desember 2015 kurir SR menjemput Iin untuk pemeriksaan dan psioterapi di RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Iin rutin sebulan sekali kontrol ke rumah sakit untuk menjalani pisioterapi. Mereka masih memerlukan bantuan untuk membeli obat/vitamin, biaya sehari-hari, dan biaya transportakomodasi. Alhamdulillah pada awal Maret 2016 kembali Sedekah Rombongan memberi bantuan lanjutan untuk Iin dan keluarganya. Sejak April 2016 Iin tidak berobat lagi kerumah sakait. Dia hanya ingin dirawat di rumah saja. Pada pertengahan Februari 2017 ibunya Iin menghubungi kurir #SR di Bandung, memohon bantuan untuk melanjutkan kembali ikhtiar kesembuhan. Saat dikunjungi, kondisi Iin kurang menggembirakan. Ia perlu dibantu lagi. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kurir #SR dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk Iin Solihin. Semoga Allah memberi kemudahan untuk ikhtiar dan kesembuhan Iin Solihin! Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 811.

Jumlah Bantuan : Rp.700.000,-
Tanggal : 17 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Iin menderita Susp. Lumpuh Layu


WATI BINTI MAJA (63, Bengkak Jantung). Alamat: Kampung Astakarama RT 2/13 Desa Cikoneng, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama suami dan dua anaknya yang sudah berkeluarga, Bu Wati tinggal di rumah panggung sederhana hasil jerih payah mereka. Seperti suaminya, Atang Mustaja (70), Bu Wati pun dikenal warga sebagai pekerja keras. Sehari-hari dia bekerja di kebun atau sawah sebagai buruh tani harian dengan upah tak seberapa. Pekerjaannya pun tidaklah menentu. Tetapi sejak akhir Maret 2016 ia tidak bisa lagi bekerja membantu suaminya mencari nafkah untuk keluarga. Bu Wati sakit-sakitan. Awalnya dia mengalami demam tinggi berkepanjangan, juga sering mual dan sakit di perutnya. Bahkan ia pernah secara mendadak tak sadarkan diri selama beberapa waktu. Empat kali keluargan Bu Wati membawanya periksa ke dokter praktek dan klinik dengan biaya sendiri, hasil pinjaman dari pihak ketiga. Walaupun telah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk fasilitas berobat, saat itu Bu Wati tidak menggunakannya karena ia dan keluarganya belum tahu cara memanfaatkannya. Berdasarkan hasil pemeriksaan beberapa dokter, diduga ia mengalami pembengkakan di jantungnya. Salah seorang anaknya kemudian menghubungi kurir #SedekahRombongan di Bandung. Ia berharap ibunya bisa diperiksakan ke rumah sakit. Pada pertengahan April 2016 kurir #SR di Bandung kemudian menjenguk Bu Wati di rumahnya. Setelah mendoakan kesembuhan bagi Bu Wati, lalu dijelaskan pula cara menggunakan Kartu KIS sebagai fasilitas berobat ke rumah sakit. Bu Wati dan keluarganya sangat bergembira. Ia tidak terlalu khawatir memikirkan biaya rumah sakit seperti yang ditakutkannya selama ini. Pada kesempatan kenjungan itu, dengan empati sedekaholics #SR, alhamdulillah kurir #SR juga dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa kepada Bu Wati dan keluarganya yang digunakan untuk biaya berobat. Pada pertengahan Juli 2016 anaknya mengabari kurir #SR bahwa kondisi Bu Wati menurun. Ia kumudian diperiksakan ke Puskesmas dan RSUD Soreang. Tim medis memutuskan bahwa Bu Wati harus kontrol rutin ke Puskesmas dan rumah sakit. Buruh tani ini masih membutuhkan uluran tangan para dermawan. Alhamdulillah pada Agustus 2016, kembali kurir  #SR memberinya bantuan untuk Bu Wati dan keluarganya. Pada ertengahan Februari 2017 anaknya menghubungi kurir #SR, dan meminta  Bantuan ke-3 yang dia terima di rumahnya ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat ke Puskesmas dan RSUD Soreang serta biaya sehari-hari keluarga dhuafa ini. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 877.

Jumlah Bantuan : Rp.700.000,-
Tanggal : 19 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Bu wati menderita Bengkak Jantung


ROHMAH BINTI SUMHAYI (99, Katarak). Alamat: Kampung Astakarama RT 2/13 Desa Cikoneng, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Janda yang paling tua di kampungnya ini tinggal sendirian di rumah peninggalan mendiang suaminya. Sekali-kali ia ditemani saudara jauhnya karena Mak Rohmah memang tak memiliki keturunan. Ia sendirian hidup dalam kemiskinan. Saudara dan tetangganyalah yang menopang kebutuhannya selama ini. Enam bulan terakhir ini Mak Rohmah semakin tak berdaya. Kedua matanya tak bisa melihat dengan normal. Ia mengalami kebutaan. Diduga ia mengalami katarak. Bahkan dalam dua minggu ini dari mata kanannya kerap keluar darah. Kemungkinan karena gatal dan nyeri sehingga ia sering kali menggaruk dan memukul-mukul mata kanannya itu. Keluarga dan warga yang peduli kemudian memeriksakannya ke klinik dan Puskesmas Pasirjambu. Ketika berobat itulah Mak Rohmah bertemu dengan kurir #SedekahRombongan. Ma Rohmah kemudian didampingi ke dokter praktek karena dia tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun. Dokter  menganjurkan Mak Rohmah untuk kontrol seminggu tiga kali sebelum ia berobat ke RSUD Soreang, sambil menunggu SKTM Kabupaten Bandung yang masih diproses oleh pengurus Rukun Warga. Selain itu, alhamdulillah #SedekahRombongan juga membantu Mak Rohmah berupa uang untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari serta menjadikannya pasien dampingan. Pada awal April 2016, warga yang peduli menghubungi kurir #SR, mengabarkan bahwa kondisi Ma Rohmah semakin menurun. Bahkan perilakunya berubah seperti anak-anak. Alhamdulillah, saat itu Sedekah Rombongan dapat meringankan beban keluarganya dan memberinya bantuan. Pada Juli 2016, kurir #SR di Kabupaten Bandung mengunjunginya untuk yang ketiga kali. Ia masih membutuhkan bantuan para dermawan. Berempati atas apa yang dialami ibu paling tua di desanya itu, kembali #SR menyampaikan bantuan lanjutan kepadanya. Pada pertengahan Februari 2017 kurir #SR menemui Ma Rohmah di rumah anakcucunya. Dia masih memerlukan bantuan untuk melanjutkan kehidupan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, Sedekah Rombongan kembali menyamaikan bantuan keempat untuk Ma Rohmah. Bantuan yang diterima sanak saudara Ma Omah ini digunakan untuk biaya membeli obat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 871.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Bu rohmah menderita Katarak


AGUS HIDAYAT (48, Stroke). Alamat: Kampung Cihanjawar RT 3/5, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pak Agus mengalami kelumpuhan yang disebabkan oleh serangan penyakit stroke yang ia derita. Semenjak sakit, istrinyalah yang mencari nafkah untuk keluarga mereka dengan bekerja sebagai buruh cuci. Selama ini bapak dari dua anak ini berobat di Puskesmas Pasirjambu dan RSUD Soreang dengan fasilitas Jamkesmas. Selain minum obat, Pak Agus, yang dikenal dengan Agus Boncel ini, juga disarankan mengikuti fisioterapi seperti latihan menggerakkan jari-jari tangan, lengan, dan kaki. Pak Agus juga menjalani terapi pijat tradisional yang dirasakannya membantu proses kesembuhan. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat mendampingi Pak Agus berobat sampai saat ini. Pada awal Maret 2016, MTSR Bandung sempat mengantar-jemput Pak Agus ke Puskesmas Sugihmukti Pasirjambu. Lebih dari itu, santunan dari sedekaholics #SR pun kembali disampaikan kepada Pak Agus di gubuk pinjaman dari tetangganya itu. Bantuan ini digunakan untuk membeli obat, vitamin dan keperluan sehari-hari. Pada kunjungan, 12 Maret 2016, kondisinya tampak semakin membaik walaupun ia belum bisa berjalan secara normal dan harus pakai tongkat. Pak Agus juga masih harus kontrol berkala ke Puskesmas dan RSUD Soreang. Pada pertengahan Februari 2017, anaknya Pak Agus menemui kurir Sedekah Rombongaan, mengabarkan bahwa Pak Agus terjatuh di rumahnya dan mereka memohon bantuan untuk terus berikhtiar meraih kesembuhan. Alhamdulillah, dengan empat sedekaholics, kembali Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk Pak Agus yang digunakan untuk biaya berobat dan terapi serta biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 816.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal:  18  Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak agus menderita Stroke


OTONG MULAWARMAN (51, Tiroid). Alamat: Kampung Cimuncang Tengah RT 2/7, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sungguh berat cobaan yang dialami Mang Otong –begitu sering ia disapa! Ia terus diuji dengan penyakit dan kemiskinan! Pofesinya hanya buruh cuci di perusahaan katering di kota Bandung. De Anah R (38) hanya ibu rumah tangga yang tak punya pekerjaan untuk menopang ekonomi keluarganya. Bersama istri dan anak tunggalnya, Mang Otong menempati rumah peninggalan mertuanya yang dibangun di tanah milik PJKA, yang kondisinya sudah tak layak huni. Penderitaan Mang Otong semakin berat sejak ia didiagnosis mengalami gangguan kelenjar tiroid pada tahun 2005 yang lalu. Berbekal JAMKESMAS, ia mengupayakan pengobatan namun tidak pernah sampai tuntas karena terhambat masalah biaya. “Untuk biaya hidup sehari-hari pun kembang kempis. Pekerjaan pun tidak setiap hari ada, padahal saya diupah harian …” tuturnya sambil menunduk. Berdasarkan penuturannya pula, ia juga pernah mengalami gangguan di matanya dan berobat rawat jalan di RSUD Soreang pada tahun 2005 sampai 2006. Hasil ikhtiarnya: matanya berfungsi baik walau harus dibantu kaca mata. Pada tahun 2009, ia sempat memulai kembali pengobatan untuk mengatasi gangguan tiroidnya, namun kembali terhenti karena alasan biaya. Alhamdulillah #SedekahRombongan bertemu dengan Mang Otong, dan bisa membantunya memotivasi agar ia kontrol teratur serta menyakinkannya bahwa penyakitnya dapat diobati dengan ikhtiar dan izin Allah. Kini ia rutin sebulan sekali kontrol ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung mengobati gangguan tiroidnya; dan alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan. Akan tetapi, pada awal bulan April 2015 ia merasakan kedua matanya mengalami penurunan fungsi. Ia harus diperiksakan lagi ke RS Mata Cicendo Kota Bandung. Pada akhir Juni 2015 ia menjalani kontrol kembali ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Pada awal Agustus 2015 dia melakukan pemeriksaan matanya yang kini kemampuan melihatnya menurun 40 persen. Pada 5 Oktober 2015 ia kontrol lagi dan memerikasakan matanya ke RS Mata Cicendo. Pada 20 November 2015 Pak Otong kontrol lagi ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung, menjalani pemeriksaan rutin. Hasilnya, gangguan tiroid nya masih ada, dan ia masih harus kontrol rutin sebelum dihentikan oleh tim dokter yang menanganinya. Pada akhir Januari 2016, Pak Otong kembali berobat ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Ia masih memerlukan bantuan untuk terus berikhtiar sampai Allah Swt menentukan kesembuhannya. Alhamdulillah, sedekaholics #SR juga terus berempati kepada Mang Otong dan keluargannya. Pada Mei 2016 kurir #SR bertemu lagi dengan Pak Otong saat ia berobat ke RSHS Bandung dan memberinya santunan lanjutan. Alhamduillah perkembangan kesehatan Pak Otong membaik tetapi ia masih harus rutin kontrol sebulan sekali. Pada awal September 2016 Pak Otong mendapatkan bantuan dari Pemkab Bandung untuk perbaikan rumahnya. Sebagai empati sedekaholicster, alhamdulillah kurir #SR di Bandung juga memberinya bantuan untuk Pak Otong, untuk biaya tambahan renovasi rumah dan transportasi-akomodasi berobat ke  RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Pada pemeriksaan ruti di bulan November 2016, Pak Otong disarankan untuk pemeriksaan matanya di RSM Cicendo. Berdasakan hasil pemeriksaan, ia harus menjalani operasi mata. Pada 18 November 2016, didampingi istrinya, ia datang ke RSM Cicendo untuk operasi. Akan tetapi, tim medis menunda operasinya sampai akhir Desember 2016 karena retina matanya perlu ditangani terlebih dahulu dengan terapi sinar. Pada akhir Desember 2016 Pak Otong kontrol lagi ke RSM Cicendo sambil memastikan rencana operasinya. Operasinya akan dijadwalkan pertengahan Januari 2017. Pada waktu yang telah ditentukan Pk Otong kembali menemui pihak RSM Cicendo untuk menjalani operasi. Tetai karena ada gangguan di jantungnya, tindakan operasinya ditunda sampai ia jantungnya dinyatakan sehat. Pak Otong masih harus berikhtiar sehat dan membutuhkan bantuan. Alhamdulillah, sedekaholics #SR kembali memberinya santunan yang dia terima di rumah kontrakannya. Bantuan digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 942.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak otong menderita Tiroid


ABIMANYU BIN CANDI (1, Hydrocephalus + Kelainan Jantung + Hernia). Alamat : Dusun Krajan, RT 1/4, Desa Kampungsawah, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Bayi Abimanyu anak kedua yang  berusia 40 hari. Semasa hamil Ibunda Abimanyu tidak pernah memeriksakan janin melalui USG, saat lahir bagian kepalanya lebih besar dari ukuran bayi pada umumnya. Keluhan lain yang terjadi ia mengalami gangguan pernafasan, dan gangguan lain terlihat perbedaan pada organ reproduksinya. Merasa ada yang terjadi pada bayi mereka, keluarga akhirnya membawa Abimanyu ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Tim medis mendiagnosa Abimanyu menderita Hydrocephalus, Kelainan Jantung dan juga Hernia. Abimanyu sampai saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Karawang. Tindakan lebih lanjut terhadap cairan yg menumpuk di rongga kepalanya belum bisa dilakukan dikarenakan usianya yang belum mencukupi. Orang tua bayi Abimanyu  Bapak Candi (38) yang seorang Buruh Harian Lepas dan ibu Munarsih (25) seorang ibu rumah tangga, menuturkan kesulitan yang mereka hadapi untuk biaya tranportasi dan biaya hidup sehari-hari di rumah sakit. Bayi Abimanyu sudah mempunyai jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Sedekah Rombongan pun merasakan akan kesulitan yang dialami keluarga Abimanyu, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu meringankan kebutuhan sehari-hari. Semoga bayi Abimanyu bisa terus berobat hingga kesehatannya kembali pulih dan tumbuh sehat hingga dewasa kelak.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @shofwan Indri

Abimanyu menderita Hydrocephalus + Kelainan Jantung + Hernia


YANTI NOVIANTI (38, Maag Kronik + Pendarahan di Telinga). Alamat: Kampung Cihanjawar RT 3/5, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pada pertengahan Februari 2017, Teh Yanti –begitu panggilan sehari-harinya—mengalami kecelakaan di rumahnya kepalanya terbentur pintu sehingga telinga kanannya berdarah. Selama beberapa waktu pedagang warungan itu tak sadarkan diri. “Malam itu juga dia kemudian dibawa periksa ke IGD RSUD Soreang. Setelah mendapatkan pemeriksaan istri saya diperolehkan ulang dan dianjurkan untuk datang lagi ke oli THT RSUD Soreang,” kata suaminya, Pak Cecep (47), saat menjelaskan kronologis kejadian yang menima Teh Yanti yang mengakibatkan dia tak bisa beraktivitas seperti biasa. Pak Cecep juga menambahkan bahwa beberapa hari setelah kejadian, Teh Yanti dibawa periksa lagi ke Poli THT. Ia juga sempat diperiksa di Poli Dalam RSHS Soreang karena ia mengeluhkan sering merasakan sakit di bagian perut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, diduga gendang telinganya pecah dan ia mengalamimag mag kronik. Selama berobat ke rumah sakit, ia didaftarkan sebagai asiern umum karena ia tidak memiliki jaminan kesehatan. Saat dijumpai kurir Sedekah Rombongan di rumahnya, ia hanya bisa terbaring tak berdaya. Teh Yanti dan keluarganya layak mendapatkan bantuan untuk bisa menghadapi musibah sakit yang dia alami di saat kondisi  ekonomi keluarganya sedang terpuruk. “Tanggungan keluarga kami ada empat anak. Cukup berat kami memenuhi kebutuhan keseharian apalagi istri sakit.” Tambah suaminya. Dengan empati sedekaholics, alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan untuk Ibu Yanti Novianti yang digunakan untuk biaya pembuatan kartu BPJS Kelas 3 dan biaya sehari-hari. Semoga sedekah ini membawa kebaikan bagi ara dermawan dan membuka kesembuhan bagi Ibu Yanti Novianti. Aamiiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal:  19  Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Bu yanti menderita Maag Kronik + Pendarahan di Telinga


JURIAH BINTI IDUN (48, Ca Mammae). Alamat : Dusun Tambak Sumur 2 RT 14/5, Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Bu Juriah yang seorang ibu rumah tangga, sejak 2 tahun yang lalu merasakan ada benjolan di payudaranya sebelah kanan, namun beliau hiraukan. Delapan bulan yang lalu, benjolan di payudara Bu Juriah pecah dan menimbulkan luka. Bu Juriah menjalani serangkaian pemeriksaan di RSUD Kabupaten Karawang sebelum akhirnya ia dirujuk ke Rumah sakit Hasan Sadikin Bandung untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sampai saat ini beliau masih menjalani pengobatan secara rutin. Minggu ini Kurir Sedekah Rombongan mendampinggi Bu Juriah ke ke RSHS Bandung menggunakan MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan). Bu Juriah yang selama ini tinggal di RSSR (Rumah Singgah Sedekah Rombongan) Bandung melanjutkan kemoterapi yang ke 6 dari 6 kali yang dijadwalkan pada siklus kedua ini. Suami Bu Juriah, Pak Misan (53) adalah seorang buruh tani yang penghasilannya tidak menentu dengan jumlah tanggungan 3 orang. Selama sakitnya Bu Juriah terbantu dengan menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk pengobatannya, namun kesulitan untuk memenuhi biaya hidupnya terutama biaya akomodasi dan makan selama berobat di Bandung. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-harinya selama berobat. Bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan 956. Semoga Bu Juriah diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin ..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu Kosasih @etydewi2

Bu juriah menderita Ca Mammae


YAYASAN GALUH (Bantuan Sembako), beralamat di Jl. Cut Mutia, Bambu Kuning No. XI, Kampung Sepatan, RT 3/2, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Yayasan Galuh diketuai oleh Bpk. Suhanda Gendu (59) anak dari Gendu Mulatip yang merupakan pendiri dari Yayasan Galuh. Yayasan ini menampung orang-orang cacat mental/gila baik yang punya keluarga ataupun yang ada di jalanan. Sejak tahun 1980, Yayasan Galuh sudah berdiri diatas tanah serta sebagian bangunan dengan total luas 4.000m, saat ini sudah menampung sekitar 370an pasien dari Bekasi dan kota lainnya, dalam sebulan kebutuhan beras untuk Yayasan bisa mencapai 6 ton ditambah lauk pauk yang harus mereka siapkan dengan dibantu oleh relawan sebanyak 45 orang. Mereka adalah orang-orang yang pilihan Tuhan, dengan Ikhlas dan tanpa pamrih merawat dan mengobati orang-orang skizofrenia, cacat mentalnya dan tak terurus pihak keluarganya. Mereka sangat membutuhkan bantuan kita, Alhamdulillah sejak tahun 2012 Sedekah Rombongan telah rutin menyampaikan bantuan untuk keperluan operasional dan pada bulan Februari 2017 kembali Sedekah Rombongan menyampaikan santunan untuk keperluan operasional yayasan ini setelah santunan sebelumnya masuk pada Rombongan 934. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk Bapak Suhanda dan tentunya untuk pasien-pasien yang sekarang berikhtiar di Yayasan Galuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 19 Februari  2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Yunita Muslimah

Bantuan Sembako


MUHAMMAD SUEB (63, Hypertensi). Alamat : Perum Telaga Harapan Blok F11 No. 24 RT 8/12, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pak Sueb,- Panggilan sehari-hari- pada pertengahan November 2016, secara mendadak tiba-tiba pingsan tak sadarkan diri. Oleh istrinya dan dibantu beberapa tetangga terdekat, ia dievakuasi ke Klinik terdekat yang tidak jauh dari lokasi. Namun dengan melihat kondisi Pak Sueb yang tak sadarkan diri, dokter klinik menyarankan agar Pak Sueb dibawa ke rumah sakit. Dan akhirnya Pak Sueb dilarikan ke IGD RS Ridhoka Salma untuk mendapatkan pertolongan medis. Setelah menjalani pemeriksaan di IGD, Pak Sueb disarankan untuk menjalani perawatan intensif di Ruang ICU. Setelah menjalani perawatan di Ruang ICU selama 3 hari, Pak Sueb dipindahkan ke ruangan perawatan. Pak Sueb tidak memiliki jaminan apa-apa, sehingga tercatat sebagai pasien umum dan tidak dapat diupayakan Jaminan secepatnya karena ia tercatat di KTP sebagai warga DKI Jakarta. Pak Sueb adalah seorang guru ngaji di tempat ia tinggal saat ini, rumah yang ia tempati statusnya rumah orang lain yang ditinggal oleh pemiliknya. Atas ijin pemilik rumah, ia dikuasakan untuk menempati rumah tersebut tanpa membayar uang sewa. Pak Sueb tinggal berdua bersama istrinya tanpa ada anak dan saudara yang dekat. Istrinya, Bu Tasrifah (54) hanya seorang ibu rumah tangga. Mereka sempat kebingungan dengan biaya rumah sakit, bahkan Bu Tasrifah pernah mengutarakan niat untuk membawa pula suaminya secara paksa dengan alasan tidak ada biaya. Alhamdulillah, mereka dipertemukan oleh Kurir #SedekahRombongan yang siap membantu biaya perawatan Pak Sueb. Setelah menjalani perawatan 3 hari di ICU dan 10 hari di ruang perawatan biasa, biaya mencapai sekitar 10 juta rupiah. Kurir #SedekahRombongan mengupayakan pembuatan Surat Perjanjian Hutang (SPH) kepada RS Ridhoka Salma untuk mencicil biaya perawatan Pak Sueb. Cicilan keempat pun disampaikan untuk pembayaran biaya perawatan Pak Sueb. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 946.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 16 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Zaenal

Pak sueb menderita Hypertensi


DARIYAH ROSADI (35, Ca Mammae). Alamat : Kp. Buniayu RT 2/2, Desa Sukarukun, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak pertengahan tahun 2016, Bu Dariyah merasakan ada benjolan pada payudara sebelah kanan. Setelah melakukan pemeriksaan biopsi di RS Medirossa Cikarang, ia dinyatakan terkena kanker payudara dan langsung dirujuk ke RS Hermina Kota Bekasi. Karena keterbatasan alat pemeriksaan, akhirnya Bu Dariyah dirujuk kembali ke RS Persahabatan Jakarta dengan persyaratan Kartu KIS-PBI. Saat ini proses pengobatan penyakit Bu Dariyah tertunda karena keterbatasan biaya. Suaminya, Pak Rosadih (35) hanya seorang buruh serabutan yang besar penghasilannya tidak menentu. Alahamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi ke rumah sakit. Semoga pengobatan penyakit Bu Dariyah diberi kemudahan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom

Bu dariyah menderita Ca Mammae


RISNAWATI BINTI RIMAN (35, Susp. Tumor Payudara). Alamat : Kp. Gudang RT 3/2, Desa Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.  Awal Januari 2016, ada benjolan kecil pada payudara kanan Bu Risna. Setelah melakukan pemeriksaan di RSUD Kota Bekasi, ia diharuskan melakukan biopsi untuk memastikan berbahaya atau tidak benjolan tersebut. Namun hingga sekarang Bu Risna belum melakukan operasi biopsi karena waktu itu ia belum memiliki kartu jaminan. Saat ini Alhamdulillah Bu Risna sudah memiliki kartu KIS yang dapat digunakan untuk berobat. Kesulitannya sekarang adalah biaya akomodasi, karena penghasilan suaminya, Rifki (30) tidak dapat menopang kebutuhan biaya akomodasi pengobatan Bu Risna, karena ia hanya seorang buruh serabutan. Alhamdulillah, mereka akhirnya dipertemukan dengan Sedekah Rombongan, bantuan awal pun disampaikan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Ratusyan Betty Suaib

Bu risna menderita Susp. Tumor Payudara


AZIZ DEBIA AROBI (22, Diabetes Melitus dengan riwayat koma diabetikum). Alamat: Kp. Pamahan RT 4/1, Desa Sukamantri, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Aziz menderita Diabetes Melitus (DM) tipe I ini sudah cukup lama,  yaitu sekitar 8 tahun. Selama itu pula ia diharuskan untuk berobat rutin di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Bahkan menurut dokter, pengobatan ini harus dijalani Aziz seumur hidup.  Aziz kini tinggal bersama ibunya, Ibu Winih (42), yang sehari-harinya sebagai buruh serabutan di sawah milik tetangga. Pekerjaan itu dilakukan ibunya,  semenjak ayahnya, Pak Maja meninggal 6 tahun yang lalu. Karena penyakit Diabetes Melitus yang ia derita tipe tergantung insulin (IDDM), maka selama masa pengobatan Aziz harus menyuntik sendiri dengan alat suntik Novorapid FlexPen  beberapa saat setelah ia makan. Obat yang didapat dari rumah sakit  hanya cukup untuk 1 bulan dan ia  harus kembali sebelum obat habis. Aziz pernah punya pengalaman  kehabisan obat, sehingga ia sempat mengalami koma. Saat ini Aziz masih rutin menjalani beberapa kali pemeriksaan ke Poli Endokrin untuk memeriksakan kakinya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjut untuk biaya akomodasi ke RSCM Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 902. Semoga Allah memudahkan segala urusan Aziz agar ia tetap semangat menjalani kehidupan ini. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @suharnayana @mardisay

Aziz menderita Diabetes Melitus dengan riwayat koma diabetikum


NOVIA JULIANTI (9, Tumor Pipi). Alamat : Kp. Siluman RT 2/2, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awal November 2016, Novia terjatuh dari sepeda, ada memar pada bagian bawah mata. Karena dianggap luka memar biasa, pengobatan hanya dilakukan secara tradisional. Namun 2 bulan kemudian memar tersebut berubah menjadi benjolan yang makin membesar hingga sekarang. Setelah dibuatkan kartu jaminan KIS Mandiri, ia dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk menjalani pemeriksaan dan beberapa hari kemudian dokter menyarankan untuk merujuk Novia ke RSCM Jakarta karena harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut dengan peralatan lebih canggih. Mereka kesulitan biaya akomodasi selama menjalani pemeriksaan di RSCM Jakarta. Ayahnya, Pak Sago sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, saat ini ia tinggal bersama ibunya, Bu Sati (47) yang bekerja sebagai buruh cuci untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan mereka dan menyampaikan bantuan awal untuk bekal selama menjalani pemeriksaan di RSCM Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom

Novia menderita Tumor Pipi


KOYAH BINTI NYIMAN (33, Ca Mammae). Alamat : Kp. Ceger RT 2/3, Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak Januari 2016, Koyah sering merasakan sakit dan gatal pada payudara sebelah kanan. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan di RS Hermina Kota Bekasi, ia dinyatakan terkena kanker payudara. Setelah 4 bulan kemudian ia menjalani operasi di RS Hermina Kota Bekasi dengan Kartu Jaminan KIS PBI yang ia miliki. Koyah wajib menjalani kontrol setelah operasi, namun ia terkadang masih merasakan sakit pada kepala dan gigi. Saat ini setelah Koyah menjalani kemoterapy di RS Hermina, ia menjalani proses penyinaran di RS Dharmais Jakarta. Koyah hanya seorang janda yang tinggal bersama orang tuanya. Suaminya, Pak Jaya Kusuma sudah meninggal sejak 4 tahun yang lalu. Kehidupan sehari-hari mereka sangat sulit dan layak dibantu. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi ke rumah sakit agar pengobatan Koyah dapat berjalan lancar. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 960.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Asti

Bu koyah menderita Ca Mammae


SUHARSO BIN DASTRO (67, Pengeroposan Tulang Kaki). Alamat : Kp. Gandu RT 2/1, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pak Harso sudah 4 tahun menderita pengeroposan tulang, kondisi saat ini ia hanya mampu berjalan dengan bantuan tongkat, itu pun tidak berlangsung lama. Kondisi seperti ini membuat Pak Harso tidak dapat beraktivitas, hanya bisa duduk-duduk di depan rumah. Dahulu Pak Harso pernah menjalani operasi kaki kanan di RSCM Jakarta dengan biaya umum karena waktu itu ekonominya masih baik. Namun hari demi hari harta bendanya terjual sedikit demi sedikit, warung kecil tempat ia berjualan sudah habis sampai ke modal-modalnya untuk biaya akomodasi pengobatan. Bahkan kartu BPJS Kesehatan yang ia miliki sudah tidak dibayarkan iurannya sehingga pengobatannya berhenti. Tunggakan BPJS Pak Harso mencapai 700 ribu rupiah dengan tanggungan 3 orang. Untuk biaya makan sehari-hari mereka sangat kesulitan. Istrinya, Bu Komariah (60) hanya bisa pasrah melihat keadaan suaminya. Alhamdulillah mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan sehingga bantuan awal pun disampaikan untuk membayar tunggakan BPJS Kesehatan dan bekal selama menjalani kontrol.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 20 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay Jainudin

Pak suharso menderita Pengeroposan Tulang Kaki


TATI BINTI DIA  (50, Komplikasi). Alamat: Kampung Cihareuday Girang RT 10/16, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Teh Tati —begitu panggilan sehari-harinya— tak mengira akan mendapatkan ujian hidup yang harus dipikulnya. Setelah ditinggal suaminya beberapa tahun yang lalu dan harus membesarkan kedua anaknya, ia sendiri harus bergelut melawan penyakit yang menggerogotinya sejak bulan Juli 2016.  Janda dhuafa itu kerap merasakan sakit luar biasa di kepala dan perutnya. Awalnya, selama tiga minggu ia mengalami demam dan kerap muntah-muntah. Berbagai upaya pengobatan dilakukan, baik melalui pengobatan alternatif-tradisoal maupun pengobatan medis. Berkali-kali keluarganya memeriksakan Teh Tati ke dokter praktek tetapi ia tidak meraskan kesembuhan. Karena kehabisan biaya, dia hanya berobat di rumah. Pada akhir Januari 2017 kondisi Teh Tati menurun drastis. Ia terbaring tak berdaya dan sempat tak sadarkan diri. Keadaan buruh tani yang mengkhawatrikan itu kemudian dikabarkan pengurus lingkungan kepada kurir #SR di Bandung. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga miskin ini dan dapat mengambil pelajaran hidup dari ketabahan mereka. Menggunakan MTSR Bandung, pada sore itu juga Teh Tati diperiksakan ke IGD RSUD Soreang, menggunakan jaminan kesehatan KIS PBI. Setelah kondisi kritisnya terlewati, dia diperbolehkan pulang dan dianjurkan untuk memeriksakan diri ke Poli Syaraf dan Poli Dalam. Pada pertengahan Februari 2017 kurir #SR mendapat kabar lagi dari pengurus RW bahwa Teh Tati harus dibawa ke IGD RS Soreng. Malam itu juga MTSR Bandung kembali membawanya ke rumah sakit dan mendampinginya sampai ia mendapatkan kamar rawat ini. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics juga, saat di RSUD Soreang, kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan untuk Ibu Tati binti Dia yang digunakan untuk biaya bekal hidup selama lima hari ia dirawat di rumah sakit dan biaya sehari-hari. “Terima kasih atas segala bantuan #SR. Jazakumullah! Semoga berkah sedekahnya!” doa anaknya.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal:  20  Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Bu tati menderita Komplikasi


MUSLIMAH INTINAN JIHAN (8, Thalassemia + HAIHA). Alamat : Dusun Cibolang RT 1/7 Kelurahan Kebun Kelapa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Jihan –panggilan kesayanganya—didiagnosa menderita thalassemia dan HAIHA sejak ia berusia 18 bulan. Berdasarkan penuturan orang tuanya, awalnya, wajah Jihan terlihat pucat dan perut buncit. Ia juga sering mengalami demam. “Kami sudah membawanya berobat, baik ke alternatif maupun medis. Juga pernah ke dokter dengan biaya sendiri. Akhirnya Jihan diperiksakan keluarganya ke Puskesmas terdekat dan RSUD Sumedang,” kata ayahnya, Rais Efendy (35) yang sehari-hari dikenal sebagai supir. Setelah berkali-kali ke rumah sakit daerah di Sumedang, akhirnya pemeriksaan medis Jihan dirujuk ke RSHS Bandung. “Jihan kini sedang menunggu jadwal operasi dan transfusi rutin setiap 5 hari sekali di RSHS Bandung,” tambah ibunya, Ibu Dewi Juansih (34) saat ditemui di Rumah Singgah Al Fatih Sukajadi Bandung. Jihan dan keluarganya termasuk dhuafa yang layak mendapatkan dukungan dan bantuan untuk terus ikhtiar berobat sampai sembuh. Penghasilan kedua orang tuanya tidaklah seberapa dan tak menentu , sedangkan mereka harus mengusahakan kehidupan bagi kedua anaknya. Sakit yang  dialami Jihan juga termasuk penyakit seriusyang memerlukan penanganan lama. Dengan ujian sakit yang menimpa Jihan tentu keluarga kecil ini semakin merasakan beratnya beban di pundak. Harapan mereka alhamdulillah diijabah Allah SWT. Dengan empati sedekaholics, alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan untuk Dek Muslimah Intinan Jihan yang digunakan untuk biaya hidup mereka selama tinggal di rumah singgah dan menjalani pemeriksaan/pengobatan di RSHS Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @kasviansyahputra

Jihan menderita Thalassemia + HAIHA


UMAN NURMAN (57, Darah Tinggi + Jantung + Stroke). Alamat: Kampung Nenggeng RT 2/5, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pak Uman mengalami sakit cukup lama; hampir dua tahun ia berusaha keras untuk sembuh, terus berobat sekemampaun. “Tapi sampai saat ini Bapak belum sembuh; malahan lebih parah tak bisa ke mana-mana, hanya terbaring saja. Berobatnya seadanya. Bapak punya Jamkesmas tapi bingung untuk ongkos berangkat ke rumah sakitnya, ke Puskemas juga jauh dan harus pakai mobil,” kata istrinya Ibu Lilis Harliah (50) menjelaskan kendala yang mereka hadapi untuk mengobati suaminya. Harapan hidup keluarga dhuafa itu akhirnya tersampaikan kepada kurir Sedekah Rombonga saat menjumpai mereka di rumah bilik sederhana hasil usaha Pak Uman selama bertahun-tahun menjadi “tukang rongsokan”. Bersyukur kurir #SR bisa bersilaturahmi dengan Pak Uman dan keluarganya serta mendapatkan pelajaran berharga dari ketabahan mereka menjalani kehidupan. “Walau anak kami hanya dua orang, tetapi kami merasakan berat menghidupinya, apalagi setelah bapak tak bekerja lagi,” tambah istrinya. Mereka amat layak mendapatkan bantuan para dermawan karena termasuk dhuafa yang juga tengah diuji dengan penyakit. Pada pertengahan Februari 2017, untuk yang pertama kalinya, Pak Uman didampingi kurir #SR dibawa periksa ke Puskesmas Sugihmukti Pasirjambu. Karena kondisinya menururun, sore itu juga pemeriksaan medis Pak Uman dirujuk ke IGD RSUD Soreang. Menggunakan MTSR Bandung, ia kemudian dievakuasi dan alhamdulillah mendapatkan penanganan terbaik. Alhamdulillah, dengan empat sedekaholics juga, kurir Sedekah Rombongan daat menyampaikan bantuan untuk Pak Uman yang digunakan untuk biaya berobat dan terapi serta biaya sehari-hari. “Terima kasih atas bantuan sedekahnya. Hanya Allah Swt yang akan membalasnya,” doa istrinya. Semoga bantuan awal ini membuka jalan kesembuhan Pak Uman agar dia segera bisa menjalankan aktivitas usahanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal:  18  Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak uman menderita darah tinggi, jantung dan stroke


HESTI AHMADI (20, Usus Buntu). Alamat : Kampung Kendan RT 4/10, Desa Nagreg Kendan, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Esti –begitu panggilannya—didiagnosa mengidap penyakit usus buntu ketika ia menjalani pemeriksaan rutin kehamilannya di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Cikopo Cicalengka Kabupaten Bandung. Mungkin karena kehamilannya itu, gangguan usus buntu itu tidak terdeteksi dari awal. “Dokter yang menangani menyarankan istri saya harus menjalani operasi usus buntu, sedangkan kami tidak memiliki biaya dan tak punya kartu Jamkesmas,” kata suaminya, Pak  Ahmadi (28), saat dijumpai kurir #SR Kabupaten Bandung, Pak Muhtar Efendi yang menemui mereka berssama seorang warga, Pak Dodi Suherman, yang berbaik hati ingin membantunya. Selama 11 hari Bu Eesti dirawat di rumah sakit; selama itu pula mereka kebingungan untuk membayar biaya rumah sakit. Secara medis, operasinya alhamdulillah berjalan lancar. Tetapi, karena Bu Esti terdaftar sebagai pasien umum yang harus membayar sendiri biaya pelayanan medisnya, mereka harus melunasi tagihan Rp.7.700.000,- Didampingi kurir Sedekah Rombongan, keluarga Esti kemudian mengajukan keringanan pembayaraan secara bertahap, dan bersyukur pengajuannya dipenuhi manajemen RSUD Cikopo Cicalengka. Keluarga dhuafa ini memang layak mendapatkan bantuan untuk mengurangi beban kesulitan yang dialaminya. Suami Bu Esti yang hanya buruh serabutan tak sanggup membayar tagihan rumah sakit sebesar itu. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, pada Januari 2017 Sedekah  Rombongan dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa, berupa uang, untuk Ibu Hesti Ahmadi yang digunakan untuk membayar biaya rumah sakit (Angsuran Pertama). Pada bulan Februari 217 kurir #SR di Kecamatan Nagreg menbabarkan bahwa kondisi Esti berangsur sehat. Alhamdulillah pada bulan ini juga Sedekah Rombongan dapat menyamaikan bantuan lanjutan yang digunakan untuk membayarkan Angsuran Kedua sebagai pembayaran biaya rumah sakit Hesti Ahmadi. Terima kasih. Jazaakumullah. Semoga yang bersedakah semua diluaskan rezikinya,” doa Heti dan suaminya. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 945.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @muhtarefendi

Hesti menderita usus buntu


AZZIMAH FERIKA PUTRI (1, NCB SMK + Bullac Pulmonary Konginetal). Alamat: Jl. Cemara Asri 2 Blok C/E1 No. 23 Lego Permai, Tangerang, Banten. Azzimah begitu sang ibu menyebut nama gadis kecil ini, si kecil yang kehadirannya sangat dirindukan oleh kedua orang tuanya hingga harus menunggu selama 6 tahun. Azzimah lahir pada tanggal 6 September 2016, terlahir prematur dengan berat badan 1250 gram. Alhamdulillah sang ibu cukup telaten merawatnya, saat usia Azzimah menginjak bulan ketiga berat badannya sudah naik ke angka 2700 gram. Saat itu Azzimah kecil juga sedang menderita Hernia, sehingga harus rutin kontrol ke RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta. Dan saat berat badannya sudah cukup Azzimah harus menjalani operasi herniotomi. Pasca menjalani operasi, kondisi Azzimah semakin menurun hingga pada bulan ke empat dokter mengatakan jika sebagian besar organ paru-paru Azzimah sudah tidak berfungsi dengan baik. Hanya sebesar 20% paru-paru kiri dan 40% paru-paru kanan yang masih dapat berfungsi dengan baik, dan untuk bisa bertahan Azzimah sangat bergantung pada alat bantu napas (ventilator). Hingga hari Minggu (29/1) kemarin, Azzimah dilakukan tindakan trakheostomi. Meski kondisi Azzimah telah stabil tapi bayi mungil ini tetap tidak bisa lepas dari ventilator. Sehingga dokter menyarankan supaya keluarga memiliki ventilator sendiri, sehingga Azzimah bisa menjalani perawatan di rumah. Mendengar harga yang dikatakan dokter, rasanya orang tua Azzimah sudah tak mampu berkata apa-apa lagi. Ibu Rustiana (36) sehari-hari adalah seorang pegawai negeri sipil, sekarang saat Azzimah sedang menjalani perawatan di ruang PICU RSCM sang ibu setiap hari harus bolak-balik Jakarta-Tangerang. Sementara sang ayah, Bapak Feri Supriadi (35) sehari-hari adalah seorang guru honorer. Meski sudah dengan pekerjaan yang cukup mapan, tapi untuk bisa membeli alat yang harganya mencapai 200 juta, ini dirasakan sulit untuk pasangan ini. Setelah mendapat informasi tentang kondisi Azzimah, kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi ruang PICU RSCM dan menyampaikan bantuan untuk membeli pampera dan memenuhi kebutuhan sehari-hari selama menjalani perawatan. Semoga sakit yang diderita Azzimah kecil lekas diangkat dan Azzimah dapat tumbuh besae layaknya teman-teman seusianya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 4 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @untaririri

Azzimah menderita NCB SMK + Bullac Pulmonary Konginetal


SANIH BINTI NAMAN (40, Gagal Ginjal Kronik). Alamat: Kp. Ciherang Pulo Besar RT 5/6, Desa Karang Satu, Kecamatan  Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Bu Sanih, begitulah beliau dipanggil oleh anak-anak TPA di kampungnya. Bu Sanih adalah seorang guru ngaji di kampung tempatnya tinggal. Semangat anak-anak untuk belajar mengaji  merupakan salah satu alasan  Bu Sanih mau mengajar mengaji di kampong itu.  Namun, seminggu terakhir suasana TPA terasa berbeda. Beliau tak hadir di masjid untuk anak-anak tapi harus terbaring di rumah sakit. Ia terpaksa harus dirawat di RS. Medirossa Cikarang karena keluhan yang dirasakan sejak kurang lebih 3 bulan sebelumnya, yaitu  sering mengalami nyeri di bagian pinggang. Oleh Bu Sanih gejala penyakitnya tidak begitu dihiraukan, dan masih dapat ditahan. Orang-orang di sekitarnya beranggapan Bu Sanih hanya kurang minum. Sebulan dua bulan berselang, nyeri yang dirasakan makin tak tertahankan, mual muntah juga tidak bisa dihindari disertai dengan bagian muka dan kaki yang bengkak membuat anak Bu Sanih tidak tega melihatnya. Sehingga anak Bu Sanih mengajaknya untuk berobat. Saat itu karena sudah tidak tahan lagi, Bu Sanih langsung dibawa ke IGD RS. Medirossa Cikarang. Dokter langsung menyarankan untuk dirawat, karena dokter menduga  Bu Sanih menderita gagal ginjal. Pada hari Senin 21 September 2015, Bu Sanih  harus menjalani cuci darah untuk pertama kalinya dan dilanjutkan untuk cuci darah yang kedua pada hari Kamis 24 September 2015. Dan untuk selanjutnya Bu Sanih dijadwalkan untuk rutin menjalani cuci darah 2 kali dalam satu minggu. Untuk  biaya rawat jalan  ke rumah sakit bukanlah hal yang mudah untuk Bu Sanih, meskipun biaya sudah tercover BPJS. Suaminya, Pak Nanif (50) hanyalah seorang pencari rongsokan. Untuk makan sehari-hari saja kadang susah, apalagi harus bolak-balik ke rumah sakit seminggu 2 kali. Pada tanggal 20 Februari 2017, Bu Sanih dievakuasi ke RSUD Kabupaten Bekasi karena kondisinya mengkhawatirkan. Akhirnya dokter menyarankan agar Bu Sanih dirawat di Ruang ICU. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan lanjutan kepada  Bu Sanih untuk bekal selama ia menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Bekasi.  Semoga ini akan memberi manfaat untuk Bu Sanih dan keluarga serta meringankan bebannya.  Semoga Bu Sanih segera diberikan kesembuhan  agar  kembali  mengajar  anak-anak mengaji. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana RatnaTidi

Bu sanih menderita Gagal Ginjal Kronik


MULYANA BINTI YADI (20, Gagal Ginjal). Alamat : Jalan Kampus Unkris RT 5/9, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondok Gede, Kotamadya Bekasi, Jawa Barat. Awal Januari 2016, Mulyana atau yang biasa disapa Mul ini, sudah merasakan tanda-tanda sakitnya itu. Setiap hari ia sering merasakan lemas, hingga pada bulan Maret 2016, ia drop dan langsung dilarikan ke RSUD Kota Bekasi dengan jaminan SKTM atau Surat Keterangan Tidak Mampu. Setelah menjalani pemeriksaan, ia dinyatakan terkena gagal ginjal dan harus menjalani cuci darah secara rutin. Beberapa kali ia menjalani cuci darah di RSUD Kota Bekasi dengan menggunakan SKTM, namun kali ini ia disarankan agar menggunakan Kartu KIS. Ketidaktahuan mereka tentang prosedur pembuatan kartu KIS kini menjadi kendala. Sampai akhirnya mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang siap membantu. Mulyana sudah lama ditinggalkan ayahnya, Pak Mulyadi yang kini sudah tiada dan saat ini ia tinggal bersama ibu dan sepupuhnya. Penghasilan mereka sehari-hari tidak dapat menopang biaya pengobatannya. Kondisi Mulyana 3 hari yang lalu mengalami drop dan terpaksa harus dilarikan ke RSUD Kabupaten Bekasi. Saat ini ia menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Bekasi dan ada obat yang harus beli di luar rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama di rumah sakit dan utk membeli obat. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 953.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Ratna Tidi

Mulyana menderita Gagal Ginjal


FRANSISCUS DEWA SURYA (19, Tumor Tulang) Alamat : Jalan Banjaran I, No. 89 B, RT 2/9, Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Sekitar 1 tahun yang lalu Dewa mengalami kecelakaan dan mengakibatkan lengan tangan kanan atasnya terkilir. Keluarga yang mengetahui akan hal tersebut kemudian membawa Dewa ke tukang urut. Akan tetapi tindakan itu pun tidak memperoleh hasil apapun. Beberapa hari kemudian pada luka terkilir tersebut terdapat benjolan yang sangat kecil. Karena dianggap biasa saja, benjolan yang awalnya kecil lama kelamaan semakin membesar. Pihak keluarga pun akhirnya membawanya ke RS Bhayangkara Kediri dan oleh dokter didiagnosis menderita tumor tulang. Setelah berada di RS  Dr. Sutomo Surabaya kondisi badan Dewa melemah dan masuk ruang ICU. Setelah satu hari berada di ruang ICU akhirnya Dewa menghembuskan nafas terakhirnya. Dewa tinggal bersama kedua orang tuanya, Bapak Marcos Tukimin (47) dan Ibu Siti Rodiyah (46). Ayah Dewa sebagai tulang punggung keluarga hanya bekerja sebagai tukang potong rambut. Penghasilan yang diperoleh pun hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Keluarga merasa terbantu akan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas II. Akan tetapi keluarga selalu terkendala dalam biaya untuk berobat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dewa dan santunan kali ini diberikan untuk santunan kematian. Bantuan untuk Dewa sebelumnya telah masuk di rombongan nomor 952. Semoga amal ibadah Dewa diterima Tuhan Yang Maha Esa. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Februari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Katino @m_rofii11

Dewa menderita Tumor Tulang


LAMIYO BIN SETRORJO (62, Tumor Jinak di Kepala). Alamat : RT 19, Kelurahan Sridadi, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Prov. Jambi. Saat hendak bekerja, kurir Sedekah Rombongan sering berpapasan dengan Mbah Lamiyo, kurir pun memberanikan diri bertanya mengenai benjolan besar di kepalanya. Mbah Lamiyo bercerita sewaktu beliau kecil memang sudah ada benjolan sebesar kelereng, namun dibiarkan saja dan hingga kini benjolannya semakin membesar. Benjolan tersebut membuat Mbah Lamiyo terganggu saat tidur namun ia tak mampu memeriksakan kondisinya karena tak memiliki uang. Mbah Lamiyo beserta istrinya hanya seorang buruh tani karet dengan penghasilan yang sangat kecil yang berusaha dicukupkan untuk makan sehari – hari. Kurir Sedekah Rombongan berusaha mengajak dan menyarankan Mbah Lamiyo untuk berobat, kurir pun membantu mengurus pembuatan JKN – KIS kelas III yang nantinya akan digunakan untuk berobat. Mbah Lamiyo sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang disampaikan. Salah satu anaknya pun bersyukur akhirnya dapat membawa ayahnya berobat dan berupaya mendampingi untuk berkonsultasi dengan dokter. Kurir Sedekah Rombongan Jambi bersyukur dipertemukan dengan Mbah Lamiyo dan dapat menyampaikan bantuan awal untuk akomodasi berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @shintatantri @cut_yusnila @ririn_restu

Pak lamiyo menderita Tumor Jinak di Kepala


JAENAB JASAN (60, Tumor di Kaki + Gangguan Kejiwaan). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 2/2, Desa Buniayu, Kec. Suka Mulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Jaenab menderita tumor di kaki yang setahun terakhir kondisinya semain membesar. Selama ini Ibu Jaenab tidak pernah berobat karena ia juga  mengalami gangguan kejiwaan yang dipicu oleh anaknya yang hilang entah kemana. Anaknya sudah dua tahun ini hilang tak ada kabar. Untuk makan sehari – hari Ibu Jaenab mengandalkan belas kasihan dari tetangganya. Penderitaan Ibu Jaenab semakin lengkap dengan kondisi rumahnya yang hampir roboh. Ketika hujan datang bocor dimana – mana dan Ibu Jaenab sangat cemas karena rumahnya bisa roboh sewaktu – waktu. Dinding yang terbuat dari bilik bambu sudah lapuk dan hancur terkena air hujan. Tetangga sekitar sudah mencoba mengajukan program bedah rumah ke pemerintah desa, namun selama ini belum ada tindak lanjutnya. Syukur Alhamdullilah kurir Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan Ibu Jaenab. Kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan awal  untuk kebutuhan sehari – hari Ibu Jaenab. Kurir pun berharap dapat memberikan bantuan lanjutan untuk memperbaiki rumah Ibu Jaenab.

Jumlah Bantuan : Rp. 500,000,-
Tanggal : 4 Februari 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangemplus @pratama_chatur @ririn_restu

Bu jaenab menderita Tumor di Kaki + Gangguan Kejiwaan


JAENAB JASAN (60, Tumor di Kaki + Gangguan Kejiwaan). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 2/2, Desa Buniayu, Kec. Suka Mulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Jaenab menderita tumor di kaki yang setahun terakhir kondisinya semain membesar. Selama ini Ibu Jaenab tidak pernah berobat karena ia juga  mengalami gangguan kejiwaan yang dipicu oleh anaknya yang hilang entah kemana. Anaknya sudah dua tahun ini hilang tak ada kabar. Untuk makan sehari – hari Ibu Jaenab mengandalkan belas kasihan dari tetangganya. Penderitaan Ibu Jaenab semakin lengkap dengan kondisi rumahnya yang hampir roboh. Ketika hujan datang bocor dimana – mana dan Ibu Jaenab sangat cemas karena rumahnya bisa roboh sewaktu – waktu. Dinding yang terbuat dari bilik bambu sudah lapuk dan hancur terkena air hujan. Tetangga sekitar sudah mencoba mengajukan program bedah rumah ke pemerintah desa, namun selama ini belum ada tindak lanjutnya. Syukur Alhamdullilah kurir Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan Ibu Jaenab. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk perbaikan rumah Ibu Jaenab. Bantuan tersebut dipergunakan untuk membeli bahan bangunan yang dibutuhkan. Setelah bahan bangunan tersedia, akhirnya pada 11 Februari 2017 renovasi rumah Ibu Jaenab dapat dimulai. Dengan kerjasama empat tukang, kurir Sedekah Rombongan, dan dibantu warga sekitar proses pembangunan rumah Ibu Jaenab dapat selesai dalam dua hari. Kini rumah Ibu Jaenab bisa ditempati dengan nyaman. Rasa cemas akan robohnya rumah dan dinginya air hujan karena rumah yang bocor kini tak dirasakan lagi. Rasa syukur dipanjatkan oleh Ibu Jaenab setelah rumahnya diperbaiki. Mudah – mudahan dengan rumah tinggal barunya Ibu Jaenab bisa hidup lebih nyaman. Sebelumnya Ibu Jaenab telah dibantu pada tanggal 4 Februari 2017.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.300.000,-
Tanggal : 13 Februari 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @ririn_restu

Bu jaenab menderita Tumor di Kaki + Gangguan Kejiwaan


DIMYATI ENDOL (25, Tumor di Belakang Telinga). Alamat : Kp. Endol, RT 14/4, Desa Lempuyang, Kec. Tanara, Kab. Serang, Prov. Banten. Dimyati kini hanya bisa terbaring lemas di atas tempat tidurnya. Ia menahan rasa sakit yang luar biasa akibat tumor ganas yang dideritanya. Tumor yang berada di kepala, tepatnya di bagian belakang telinga semakin membesar dari hari ke hari. Awal mulanya Dimyati tidak menyangka jika benjolan kecil di kepalanya akibat terjatuh dan tertimpa benda keras akan menjadi tumor. Kejadian itu terjadi sekitar enam bulan yang lalu. Setelah tiga bulan muncul benjolan tersebut tak kunjung hilang dan Dimyati justru semakin merasakan nyeri. Dimyarti mencoba berobat ke RSUD, ia kemudian diarahkan ke bagian THT. Setelah dilakukan pemeriksaan dan USG ternyata Dokter mendiagnosis bahwa ada tumor di belakang telinganya dan ia dirujuk ke RSCM Jakarta. Kondisi ekonomi keluarga yang serba kekurangan membuat Dimyati mengurungkan niatnya untuk berobat. Dimyati selama dua bulan hanya membeli obat di apotek dengan resep yang diberikan dokter yang menanganinya pertama kali. Ibu Dimyati yang bekerja sebagai penjual nasi uduk keliling, penghasilanya tak mampu untuk membiayai pengobatan anaknya. Syukur Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dimyati. Setelah mengetahui kesulitan Dimyati dalam berobat, kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan awal untuk akomodasi dan transportasi pengurusan rujukan yang sempat tertunda. Setelah surat rujukan ada, rencananya Dimyati akan langsung dibawa ke RSCM dengan JKN – KIS kelas III yang dimilikinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Februari 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangemplus @pratama_chatur @ririn_restu

Bu dimiyati menderita Tumor di Belakang Telinga


UDI BIN UDIN (21, Difabel). Alamat : Kelurahan Awipari, Kecamatan Cibeureum, Kota  Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Pada Sabtu sekitar pukul setengah 5 pagi, salah seorang teman dari kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan Udi yang terlihat bingung dan sendirian di Stasiun Purwosari, Solo. Teman kurir tersebut mulanya hanya mengamati Udi dari jauh, saat itu ia terlihat mendekati loket dan tidak mempunyai uang yang cukup untuk membeli tiket. Udi kemudian menuju pintu masuk peron kereta namun langsung dicegah oleh seorang petugas. Mendapati Udi yang tidak memiliki tiket, petugas tersebut lantas tidak mengizinkan Udi masuk ke peron dan mengarahkannya untuk duduk di kursi ruang tunggu. Beberapa saat setelah Udi duduk di ruang tunggu, teman kurir pun mendatanginya dan menanyakan kemana tujuan Udi. Dengan suara parau dan sulit dipahami, samar – samar terdengar Tasikmalaya diucapkan Udi yang kemudian kembali ditanyakan teman kurir untuk memperjelasnya, dan Udi pun mengiyakan dengan anggukan. Ketika ditanya detail daerah tujuannya di Tasikmalaya, Udi kembali tak dapat menyebutkannya dengan jelas. Teman kurir pun berinisiatif mencari di internet dan menanyakan pada Udi nama daerah di Tasikmalaya satu per satu, Ia menjawab beberapa daerah dengan gelengan dan ketika disebut daerah Awipari ia kemudian menganggukkan kepalanya. Dari cerita Udi yang berusaha dipahami oleh teman kurir, ia mengaku tersesat saat berjalan kaki dari Tasikmalaya hingga Solo dan di saku dompetnya tersisa uang Rp. 38.000,-. Melihat kondisi Udi yang susah berkomunikasi dan tidak memiliki uang, teman kurir ingin mengantarkannya ke Dinsos Kota Solo, namun disayangkan pada hari Sabtu kantor Dinsos tutup. Tak habis akal, teman kurir pun membawa Udi ke kantor kepolisian dan lembaga kemasyarakatan di Kota Solo, namun tak membuahkan hasil. Akhirnya teman kurir mempertimbangkan untuk memulangkan Udi ke asalnya dengan bekal alamat yang dituliskan di secarik kertas yang diletakkan di saku dan buku di tasnya. Teman kurir akhirnya membelikan tiket bus dari Solo menuju Tasikmalaya dengan harapan semoga Udi bisa sampai rumah dengan selamat. Bantuan dari Sedekah Rombongan disampaikan kepada Udi untuk pembelian tiket bus dan perbekalannya selama di perjalanan. Semoga Udi selamat sampai rumah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Februari 2017
Kurir : @nurmanmlna @rianananudz @biazrio @ririn_restu

Udi seorang Difabel


KEGIATAN LANSIA SEHAT PULAU DERAWAN (Bantuan Biaya Obat dan Cek Kesehatan). Alamat : GOR Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Kurir Sedekah Rombongan di Pulau derawan bersinergi dengan kawan – kawan dari Nusantara Sehat mengadakan kegiatan Lansia Sehat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi kebahagiaan pada para lansia di masa tuanya. Kegiatan yang diselenggarakan antara lain terdiri dari pengecekan dasar kesehatan (tekanan darah, berat badan dan tinggi badan), konsultasi gizi mengenai asupan nutrisi, dilanjutkan dengan pengecekan gula darah, kolesterol total dan asam urat. Selain itu, para lansia juga diberikan edukasi mengenai kesehatan dan penyuluhan gizi seimbang. Lansia pun diajak bermain dan senam bersama, mereka kemudian diberikan makanan sehat yang rendah kalori. Jumlah lansia yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 64 orang. Kegiatan ini juga dilakukan karena minimnya fasilitas kesehatan di Pulau Derawan yang tidak dapat menjangkau kebutuhan kesehatan masyarakat terutama lansia. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat untuk para lansia dan mereka tetap dapat hidup sehat dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Bantuan dari Sedekah Rombongan disampaikan untuk pembelian obat, kebutuhan pengecekan kesehatan dan konsumsi untuk kegiatan ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 18 Februari 2017
Kurir : @nurmanmlna @rianananudz @nahrulhasan @ririn_restu

Bantuan Biaya Obat dan Cek Kesehatan


ZAHRA BINTI IMAN (3, Stroke + Step). Alamat : Kp. Talang baru, RT 17/4, Desa Pondok Panjang, Kec. Cihara, Kab. Lebak, Prov. Banten. Zahra gadis kecil yang lucu serta cantik ini mengalami stroke yang diawali dengan step. Pada umur 1,5 tahun, Zahra mengalami step namun orang tuanya keliru dalam penangan pertamanya. Saat itu orang tua Zahra membawanya ke tukang urut di kampungnya dan seketika itu juga Zahra mengalami gejala stroke. Zahra mengalami kelumpuhan pada separuh anggota badannya yang disertai kejang – kejang. Ayah Zahra, Iman (24) dan ibunya, Musnawati (23), merasa sangat bersedih melihat kondisi anaknya dan sangat menyesal karena salah mengambil tindakan pertama ketika Zahra terkena step. Pak Iman yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tak menentu tak mampu membawa anaknya berobat ke rumah sakit, sedangkan Ibu Musnawati hanya ibu rumah tangga. Zahra pun belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Kini Zahra terlambat berbicara, mengalami kesulitan berjalan dan kondisi tangannya terus mengepal. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan dan kesedihan yang dialami keluarga Zahra, bantuan awal pun disampaikan untuk biaya berobat Zahra. Semoga Allah memberikan kesabaran yang luas untuk Zahra dan keluarga dan semoga ia dapat sembuh sehingga bisa seperti layaknya anak kecil pada umumnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 februari 2017
Kurir : @nurmanmlana ipit @ririn_restu

Zahra menderita Stroke + Step


FATIMA BAUW (30, Penyumbatan jantung). Alamat: Jl. Nikolas Kabes, Desa Wagom, Distrik Pariwari, Kabupaten Fakfak, Propinsi Papua Barat. Bu Fatima didiagnosa menderita penyumbatan pada jantung. Gejala yang dirasakan yaitu dadanya terasa sesak napas sehingga pihak keluarga segera membawa Bu Fatima ke Rumah Sakit Umum Fakfak. Kondisi tersebut terjadi pada Juli 2016 lalu.  Namun, beberapa hari lalu, Bu Fatima sempat menjalani opname selama 1 minggu di rumah sakit karena kembali gejala sesak napas kambuh. Selama perawatan Bu Fatima menggunakan layanan BPJS sehingga cukup membantu. Bu Fatima sudah tidak mempunyai suami dan tinggal dengan 3 orang anaknya. 2 anak bersekolah di SD Inpres kelas 3 dan 5, sedangkan 1 anak lainnya belum bersekolah. Sehari-hari, Bu Fatima berjualan di pasar guna untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tetapi sejak mengalami gangguan jantung, Bu Fatima tidak lagi berjualan. Ibu Fatima menyampaikan riwayat penyakitnya dan sebetulnya diminta untuk melakukan rujukan ke RSU lain diluar kota. Hal ini memberatkan Bu Fatima sebab tidak memiliki biaya transportasi. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan guna meringankan biaya transportasi rujukan ke luar kota..

Jumlah bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 1 Februari 2017
Kurir : @bratamanggala via dody, wa sampia

Fatima menderita Penyumbatan jantung


WA HAWA (53, Bantuan biaya hidup). Alamat: Kampung Katemba RT/RW 2/5, Distrik Fakfak Tengah, Kabupaten Fakfak, Propinsi Papua Barat. Bu Hawa adalah seorang seorang ibu yang sudah tidak memiliki suami dan tinggal dengan 2 orang anaknya. Anak-anaknya bersekolah di bersekolah di SD YAPIS Merapi Danaweria. Bu Hawa termasuk keluarga miskin. Guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, Bu Hawa menjual hasil sirih dan pinang yang ditanam oleh almarhum suaminya di samping rumah. Itupun hasilnya tidak banyak karena sangat tergantung miusim, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi untuk mendukung biaya sekolah anak-anaknya. Dengan demikian, untuk memenuhi kebutuhan harian, Bu Hawa terkadang mendapatkan bantuan dari keluarga dan tetangganya. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan guna meringankan kebutuhan biaya hidup Bu Hawa.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Februari 2017
Kurir : @bratamanggala via @dody @Novita

Bantuan biaya hidup


IAN LA NONCE (12, Hambatan tingkah laku). Alamat: Kampung Katemba RT/RW 2/5, Distrik Fakfak Tengah, Kabupaten Fakfak, Propinsi Papua Barat. Ian adalah seorang anak laki-laki yang dari kecil diasuh oleh kakek dan neneknya. Kedua orang tuanya sudah lama berpisah. Ibunya tidak diketahui keberadaannya, sedangkan bapaknya sudah menikah lagi dan tidak tinggal bersama Ian. Ian sejak bayi tinggal bersama nenek dan kakeknya. Hambatan tingkah laku ini diketahui sejak bayi. Kakek dan neneknya hanya pengobatan alternatif tapi belum diperiksakan secara medis. Kakek dan neneknya sudah tidak kuat lagi untuk memantau sehingga Ian dikurung dikamar yang terbuat dari kayu dalam ukuran 2×2 meter. Kondisi Ian diceritakan oleh neneknya yang sudah sakit-sakitan, serta kakek Ian yang mengalami gangguan pendengaran kepada tim #sedekahrombongan. Santunan ditujukan untuk membantu pemeriksaan kondisi Ian secara medis ke rumah sakit.

Jumlah bantuan : Rp1.000.000,-
Tanggal : 7 Februari 2017
Kurir : @bratamanggala via @dody @suriani

Ian menderita Hambatan tingkah laku

Bella Sabrina ( 4 thn, hidrocephalus) beralamat di Payaman, Secang, Magelang Jawa Tengah.Bella lahir pada taun 2013, sejak lahir bella sudah mengalami kelainan pada kepalanya. Semakin hari kepalnya semakin membesar dan sering mengalami kejang saat badanya demam. Kedua orang tua bella memutus untuk memeriksakan kondisi bella ini ke RS.Sarjito. Diagnosis dokter menunjukkan bahwa bella mengidap penyakit hidrocepalus disertai epilepsi. Satu tahun menjalani pengobatan di Sarjito, alhamdulilah di tahun 2014 bella di pertemukan dengan sedekah rombongan. Bella menjadi pasien dampingan SR agar bisa fokus dalam menjalani pengobatan dan fisioterapi. Pengobatan bella di mulai dari pemasangan alat berupa selang pipih yang ditanam di kepala belakang sebelah kiri bawah. Selang tersebut berfungsi sebagai penyedot cairan yang berlebih di kepala. Kemudian berlanjut di poli saraf, tumbuh kembang anak dan fisioterapi. Fisioterapi di lakukan 3 x dalam 1 minggu, hal ini di lakukan untuk merangsang sensor motoriknya bella dan supaya tubuh bella bs di gerakkan ke kanan kiri dan tengkurep. Tahun 2015 bella hanya di sarankan untuk kontrol tiap bulan sekali dan fidioterapi pun bisa dilakukan di RSUD Magelang tiap 1 minggu 1 kali. Unt5uk itu Sedekah Rombongan memberikan santunan untuk transportasi, susu dan kebutuhan lain  untuk bella. Orang tua bella sangat berterima kasih kepada SR sudah banyak membantu bella selama ini. Dan mendoakan untuk para kurir SR dan para sedekah holik di berikan balasan yang terbaik dari ALLOH SWT.Aaaaaamiiin……

jumlah santunan: Rp.2.000.000
tanggal: 8 februari 2017
kurir: danis @danish_cookiez

Bella menderita hydrocepallus

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 GUNARSO BIN SUPARJI 500,000
2 DHIKI IRAWAN 1,000,000
3 YENI NURVITA SUPRATIWI 1,500,000
4 SUWARDIYONO BIN MURGIYANTO 1,500,000
5 SUGANTA BIN NATA SUWITA 1,500,000
6 NARMI BINTI RESO SENTONO 1,000,000
7 WARSINI BINTI TUGIRAN 1,000,000
8 SALEM BINTI SONAWI 1,000,000
9 MUHAMMAD HASAN AL QOWIY 500,000
10 SAKIRAN BIN AHMAD SAIMI 500,000
11 RIA APRIYANTI 1,000,000
12 SUMARNI BINTI KASWADI 1,000,000
13 WAGINAH BINTI HARJO WIYONO 500,000
14 SUNARMI SUTRISNO 750,000
15 HANUM YUNARNI 750,000
16 EVA SURYATI 500,000
17 HASANUDI BIN FULAN 1,000,000
18 NAFIA KHOIROTUNNISA 1,000,000
19 SUPARDILAH BINTI JUMIYO 1,000,000
20 NGADIKAN BIN KARTONO 1,000,000
21 SUKIMAN BIN KARSOMO 1,000,000
22 WATIYEM BINTI KARTO 1,000,000
23 WASTINAH BINTI TARNO 1,000,000
24 PONEM BINTI SOKAKIYO 1,000,000
25 WARTINEM BINTI MINTONO 500,000
26 IAN SOPYAN SAURI 1,000,000
27 BILLY APRILIANA 500,000
28 UDIN BIN FANDI 1,000,000
29 EMMA SITI FATIMAH 500,000
30 SALSA RAMADANTI 500,000
31 SITI WULANDARI 500,000
32 MUHAMMAD ALIF IBRAHIM 500,000
33 MUHAMMAD RIKI 500,000
34 AISHA NANDA MUZAMIL 500,000
35 HADNA NURUL AZIZAH 500,000
36 KISOH BINTI AFFANDI 500,000
37 YUSUP SOLIH 500,000
38 ASEP CAHYA 500,000
39 AHMAD MUZAKI 750,000
40 ANDIKA SURYA 750,000
41 MUHAMMAD RIFKI 1,000,000
42 INDRI NOER MEYDIA 750,000
43 AGUS SETIAWAN 500,000
44 RUKIMAH BINTI SOKA 500,000
45 IYUK RUKMANA 500,000
46 FATMAWATI BINTI PANDI 750,000
47 IIN SOLIHIN 700,000
48 WATI BINTI MAJA 700,000
49 ROHMAH BINTI SUMHAYI 500,000
50 AGUS HIDAYAT 750,000
51 OTONG MULAWARMAN 1,000,000
52 ABIMANYU BIN CANDI 500,000
53 YANTI NOVIANTI 500,000
54 JURIAH BINTI IDUN 500,000
55 YAYASAN GALUH 2,500,000
56 MUHAMMAD SUEB 2,500,000
57 DARIYAH ROSADI 500,000
58 RISNAWATI BINTI RIMAN 500,000
59 AZIZ DEBIA AROBI 1,000,000
60 NOVIA JULIANTI 500,000
61 KOYAH BINTI NYIMAN 500,000
62 SUHARSO BIN DASTRO 1,500,000
63 TATI BINTI DIA 1,000,000
64 MUSLIMAH INTINAN JIHAN 500,000
65 UMAN NURMAN 750,000
66 HESTI AHMADI 1,000,000
67 AZZIMAH FERIKA PUTRI 1,000,000
68 SANIH BINTI NAMAN 500,000
69 MULYANA BINTI YADI 500,000
70 FRANSISCUS DEWA SURYA 1,000,000
71 LAMIYO BIN SETRORJO 500,000
72 JAENAB JASAN 500,000
73 JAENAB JASAN 4,300,000
74 DIMYATI ENDOL 1,000,000
75 UDI BIN UDIN 500,000
76 KEGIATAN LANSIA SEHAT PULAU DERAWAN 1,500,000
77 ZAHRA BINTI IMAN 500,000
78 FATIMA BAUW 1,000,000
79 WA HAWA 500,000
80 IAN LA NONCE 1,000,000
81 Bella Sabrina 1,000,000
Total 70,200,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 70,200,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 962 ROMBONGAN

Rp. 47,774,594,176,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


One Response to Rombongan 962

  1. JesusIsenber

    I see your site needs some fresh & unique content. Writing manually is time
    consuming, but there is solution for this.
    Just search for; Masquro’s strategies