Rombongan 961

Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan kecuali ia bertambah, bertambah, bertambah.
Posted by on February 23, 2017

ABDUL FATAH (46 Tahun, Kanker Nasofaring) Alamat: Dusun Cangaan,  RT 1/3, Desa Cangaan, Kec. Genteng Wetan, Kab. Banyuwangi, Jawa Timur. Bapak 3 orang anak ini mengalami sakit sejak 2013 lalu. Awalnya beliau mengeluh pusing dan mata yang tidak begitu jelas untuk melihat. Setelah beberapa kali ke dokter, dokter hanya mengira kecapekan dan butuh istirahat. Tetapi seiring berjalannya waktu, sakit yang diderita tidak kunjung sembuh. Akhirnya dokter di rumah sakit setempat merujuk ke rumah sakit di daerah Jember. Di rumah sakit tersebut barulah diketahui bahwa Pak Abdul menderita kanker nasofaring ganas yang terletak di bagian belakang hidung dan harus di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Ketika di rujuk ke Surabaya Pak Abdul dan istrinya, Bu Utri  (42) mulai kebingungan mengenai dana dan penyakit yang diderita suaminya. Beliau sempat menunda keberangkatan ke Surabaya karena keterbatasan dana. Memang sejak sakit beliau tidak lagi bekerja, ketiga anaknya dititipkan ke saudara. Pekerjaan menjahit digantikan oleh anak pertama dengan penghasilan yang tidak menentu, anak kedua tidak bisa melanjutkan sekolah yang juga karena keterbatasan biaya, dan anak yang ketiga masih berumur 2 tahun. Ditengah kebingungan mencari uang untuk berobat, transportasi, dan menghidupi keluarga, sang istri bu Utri mencoba meminta permohonan bantuan ke kelurahan setempat. dan dari kelurahan dibantu untuk dibuatkan sebuah proposal untuk pengajuan bantuan. Proposal inilah yang digunakan Bu Utri untuk meminta sumbangan ke toko-toko, tetangga sebelah dan orang-orang yang ditemuinya. Setiap terkumpul dana, langsung digunakan untuk berangkat ke Surabaya, dan ketika dana habis, mereka pulang untuk mencari dana kembali. Begitulah tutur bu Utri kepada kami, kurir Sedekah Rombongan. Berkat Tangan Allah kami bisa bertemu keluarga Pak Abdul dan sedikit membantu meringankan proses pengobatannya. Pak Abdul mengidap kanker nasofaring stadium 4 dan sudah menjalar di syaraf mata, sekarang beliau harus menjalani serangkaian kemoterapi dan sinar radioterapi di RSUD Dr. Soetomo. Saat ini kondisi Pak Abdul sudah semakin membaik. Selain melakukan biopsi, beliau juga melakukan kontrol rutin sebulan sekali ke Posa Mata dan Paliatif. Santunan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 928. Pak Abdul dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan dengan bantuan ini beliau masih dapat melanjutkan ikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000
Tanggal : 18 Desember 2016
Kurir :   @Wahyu_CSD Ditta @EArynta

Pak abdul menderita Kanker Nasofaring


AGUSTINA RAHAYU BIN AINUR ROFIQ (11, Hidrocephalus) Alamat: Desa Karang Nongko RT 02/03, Kecamatan Mojoranu, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Ayu nama panggilannya, pada awalnya adik Ayu lahir normal. Bayi yang dikenal periang terlihat sangat lincah, kaki dan tangannya tidak berhenti bergerak. Menginjak usia 4 bulan mulai timbul kelainan pada masa pertumbuhannya. Kepalanya membesar dan kelincahaannya mulai berkurang. Melihat kondisi anaknya yang semakin memburuk, kedua orang tua Ayu lantas membawa Ayu ke Puskesmas terdekat. Dengan alasan peralatan di Puskesmas yang kurang lengkap, pihak Puskesmas merujuk dik Ayu ke Rumah Sakit Sakinah Mojokerto. Ainur Rofiq, ayah dari dik Ayu kesehariannya bekerja sebagai buruh jahit sepatu di sekitaran rumahnya. Penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari. Ibunya, Wahyu Suci kesehariannya sebagai ibu rumah tangga. Dengan alasan ekonomi, pak Ainur Rofiq merasa tidak mampu untuk membiayai biaya pengobatan anaknya yang mencapai puluhan juta. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga bapak Ainur Rofiq dan berkesempatan membantu membuatkan BPJS kelas III dan juga memberikan bantuan dana untuk proses pengobatan dik Ayu. Alhamdulillah saat ini dik Ayu telah menjalani operasi, tetapi saat ini perkembangannya masih belum sesuai harapan. Setelah operasi, dik Ayu mengalami pertumbuhan yang terlambat. Bantuan telah disampaikan untuk membantu biaya obat yang tidak ditanggung oleh BPJS. Bantuan sebelumnya telah tercatat di rombongan 957. Keluarga dik Ayu sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Ayu masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Desember 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @Anggrit

Agustina menderita Hidrocephalus


FILDAYANI BINTI DARSO (24, Kista). Alamat Dusun V Umala Desa Toaya Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah. Fildayani sejak setahun yang lalu menderita penyakit kista, yang awalnya mengalami gejala sakit perut yang kemudian lama kelamaan perutnya mengeras dan mengalami pembengkakan. Pernah dirawat inap di Rumah Sakit Madani Palu dan didiagnosa oleh dokter agar segera dilakukan pembedahan untuk mengangkat kista tersebut. Dan untuk pelaksanaan pembedahan Fildayani pihak rumah sakit menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin di Makassar karena disamping masih kurangnya fasilitas pembedahan di rumah sakit Madani Palu juga agar lebih maksimal dalam hal perawatan dan pengobatan. Fildayani merupakan anak dari bapak Darso (59, almarhum) dan Ibu bernama Rosna (55). Fildayani sehari-hari bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk bisa membantu ekonomi keluarga setelah 4 bulan yang lalu Ayah Darso meninggal dunia. Dikarenakan belum memiliki biaya trasnportasi dan akomodasi maka Fildayani sampai saat ini hanya dirawat dirumah tantenya dan belum bisa berangkat ke Makassar guna melaksankan operasi atau pembedahan. Jaminan kesehatan yang dimiliki saat ini adalah BPJS.
Kurir sedekah rombongan segera bergerak menuju kediaman Fildayani. Dan Alhamdulillah titipan dari para sedekaholic telah tersampaikan guna membantu meringankan biaya pengobatan bagi Fildayani.

Jumlah bantuan  : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Februari 2017
Kurir : Rasyid@Sariful Umar

Filda menderita Kista


AHMAD ALAMSYAH BIN JUDLAN (3, kelainan pada usus). Alamat Dusun 3 Desa Olaya Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah. Sejak umur 4 bulan Adik Ahmad sudah mengalami kesulitan buang air besar (BAB) dikarenakan akibat dari usus adik Ahmad mengalami kelainan. Saat ini usus adik Ahmad menonjol keluar sehingga adik Ahmad hanya bisa terus menangis. Adik Ahmad merupakan anak dari bapak Judlan (35) yang sahari-hari bekerja sebagai buruh lepas dan Ibu bernama Sumarni (32) sebagai Ibu rumah tangga. Dengan kondisi ekonomi yang sulit maka kendala yang dihadapi orang tua adik Ahmad saat ini adalah biaya akomodasi untuk bisa membawa adik Ahmad berobat ke rumah sakit. Dan sampai saat ini adik ahmad belum memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk apapun.
Sedekah rombongan segera bergerak menemui Adik Ahmad dan kedua orang tuanya. Dan alhamdulillah setelah bertemu kurir sedekah rombongan segera menyampaikan bantuan pertama dari para sedeakholic guna membantu meringankan biaya berobat bagi Adik Ahmad.

Jumlah bantuan    : Rp. 1.000.000, –
Tanggal         : 24 Januari 2017
Kurir                : Rasyid @Tirana dan Syarif

Ahmad menderita kelainan pada usus


AMENIA BINTI KARSUN (46, Sinus Ohrenicocostali) Alamat: Dusun Buncitan RT 10/5, Desa Kampung Baru, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Pada bulan Januari 2014 bu Amenia merasakan sakit tenggorokan yang tidak seperti biasanya. Bu Amenia kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas dan dirujuk ke RSUD Sidoarjo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium di RSUD Sidoarjo, bu Amenia didiagnosa  menderita Sinus Ohrenicocostali. Karena keterbatasan alat, bu Amenia di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk pengobatan lebih lanjut. Di RSUD Dr. Soetomo dilakukan beberapa kali pemeriksaan, dan berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter memberikan advice untuk kemoterapi. Bu Amenia sudah menjalani beberapa kali kemoterapi, namun karena keterbatasan biaya, terutama untuk biaya transportasi bu Amenia akhirnya menghentikan pengobatannya. Bu Amenia adalah seorang ibu rumah tangga, sedangkan sang suami, pak Banjir (50) merupakan seorang kuli angkut air. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan pada bulan Februari 2016 mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan bu Amenia. Melihat semangat beliau yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk menyalurkan bantuan para sedekaholics kepada beliau. #SedekahRombongan juga membantu bu Amenia dalam pembuatan jaminan kesehatan BPJS. Saat ini bu Amenia kembali menjalani kemoterapi. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya obat diluar tanggunan BPJS. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 947. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini bu Amenia masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

 

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Desember 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 @EArynta

Bu amenia menderita Sinus Ohrenicocostali


DIAN RAHMAWATI (15, Dislokasi Tulang Pinggul) Alamat: Dusun Karang Candi, RT 02/06, Desa Bulujowo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Dian biasa ia disapa, waktu kecil saat berumur 5 tahun, ia pergi mengaji. Setelah mengaji entah bagimana ceritanya, ia jatuh dari mushola yang menyebabkan ia tidak bisa berjalan. Dian sudah berikhtiar untuk berobat ke beberapa ahli tulang baik secara tradisional maupun medis, terakhir dibawa ke Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. Dikarenakan keterbatasan dana dan kondisi orang tua saat itu yang sedang sakit, maka ia memutuskan untuk berhenti berobat. Karena lama tidak berobat, saat ini cara berjalan Dian berbeda dengan orang pada umumnya. Sekarang cara berjalan Dian terlihat seperti  pincang dan terseok-seok, kondisi ini menyebabkan Dian putus sekolah karena malu sering diejek teman-temannya. Ayah Dian, pak Warmuji (45) menderita penyakit komplikasi, praktis tidak bisa bekerja sama sekali, dengan tiga tanggungan keluarga yakni dua anak dan istri menyebabkan satu persatu barang berharga yang dia punyai dijual untuk berobat dan bertahan hidup. Tak jarang tetangganya ber baik hati membantu meringankan beban hidupnya dengan menawarkan kerja kepada istrinya sebagai pemanggang ikan. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan disampaikan dengan harapan Dian bisa berobat lagi dan bisa sembuh seperti sediakala. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 947. Saat ini Dian manjadi pasien dampingan SRtulabo dan sudah memulai pengobatan di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Dian dan keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut ia bisa melanjutkan ikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Desember 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @MiftakhAbuSaSi

Dian menderita Dislokasi Tulang Pinggul


MELATI BINTI AMIR (6, Kelainan Bawaan Lahir Rusaknya Tulang Hidung Bagian Dalam) Alamat: Perum Panji RT 03/15 Kec. Mimbaan Panji, Kab. Situbondo, Provinsi Jawa Timur.  Melati, biasa ia dipanggil adalah anak yang periang dan pantang menyerah. Pada usia 3 bulan Melati mengalami muntaber dengan tergesa-gesa orang tua membawa melati ke UGD RSUD Situbondo. Pada saat itu kondisinya memburuk, mulutnya keluar busa dan hidungnya mengalami infeksi sehingga Melati hanya bisa bernafas melalui mulutnya. Melati diperbolehkan menjalani operasi jika berat badan telah mencapai 10 kg. Pada usia 1,5 tahun, Melati dirujuk ke RSUD Dr.Soetomo Surabaya untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Pihak dari RSUD Dr.Soetomo belum mengijinkan Melati menjalani operasi karena usianya masih dibawah 5th. Sembari menunggu Melati diijinkan menjalani operasi, dokter menghimbau Melati untuk menjalani kontrol rutin. Ayahnya, Amir (28) seorang pengamen dan ibunya Sri Siswo (26) hanyalah seorang pembantu rumah tangga. Dek Melati memiliki fasilitas jamkesmas, namun Pak Amir dan Bu Sri merasa kesulitan dalam biaya transportasi dan obat-obatan selama masa pengobatan di Surabaya. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh dek Melati dan bantuan diberikan untuk membantu biaya transportasi selama pengobatan dan biaya obat-obatan. Usia Dek Melati telah mencapai 5 tahun dan mendapat persetujuan dari dokter untuk menjalani operasi pada usia 6 tahun dan operasi pertama dilakukan pada tanggal 25 Maret 2016. Bantuan telah diberikan untuk biaya transportasi dan obat diluar jamkesmas. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 947. Rasa syukur, bahagia dan ucapan terima kasih disampaikan oleh Pak Amir dan Bu Sri kepada sedekaholics melalui kurir Sedekah Rombongan yang telah membantu pengobatan Melati sehingga Melati dapat menjalani hidup. Saat ini Melati menjalani kontrol setiap bulan sembari menunggu jadwal operasi kedua yang akan dilakukan jika usia Melati telah mencapai 10 tahun.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 22 Desember 2016
Kurir  :  @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Melati menderita Kelainan Bawaan Lahir Rusaknya Tulang Hidung Bagian Dalam


MISRENI BINTI SAMIN (37, Tumor Mata) Alamat : Jl. Tirta Mulya RT 08/06, Kecamatan Tanah Bumbu, Kota Banjarmasin, Propinsi Kalimantan Selatan. Ibu Reni panggilan akrabnya mulai merasakan sakit pada tahun 2010. Setiap kali mengendarai sepeda motor, mata sebelah kanan selalu perih dan mengeluarkan air mata. Karena merasa terganggu dengan keadaan seperti itu, Akhirnya bu Reni memeriksakan dirinya di Puskesmas terdekat. Lalu oleh pihak Puskesmas dirujuk ke rumah sakit terdekat karena keterbatasan peralan medis. Di rumah sakit, dilakukanlah CT Scan dan diketahui bahwa bu Misreni menderita tumor mata. Bu Misreni adalah seorang petani padi dan pemetik teh di kebun. Pendapatan sehari-hari beliau kadang hanya cukup untuk makan. Bu Misreni memiliki seorang anak perempuan yang masih sekolah & seoarng anak lelaki yang sekarang menemaninya berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Pihak rumah sakit merekomendasikan bu Misreni untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo karena peralatan yang lebih lengkap. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Misreni. Bantunan telah diberikan untuk biaya akomodasi transportasi selama pengobatan dan membayar biaya-biaya obat diluar Jamkesmas. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 947. Harapan bu Misreni semoga bisa sembuh total dan kembali ditengah-tengah keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 19 Desember 2016
Kurir  : @Wahyu_CSD  Ditta @EArynta

Bu misreni menderita Tumor Mata


NJOO SWIE FOEN (61, Kanker Payudara). Alamat:  Jl. Syamanhudi No 35, Jember, Jawa Timur. Bu Gio biasa dipanggil, beliau adalah seorang janda yang suaminya juga merupakan salah satu pasien Sedekah Rombongan yang telah meninggal dunia. Sakit yang diderita bu Gio berawal dari munculnya benjolan di payudaranya, setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, dokter mendiagnosa bu Gio menderita kanker payudara stadium 3, dan diharuskan untuk operasi. Total biaya operasi sebesar Rp. 35.000.000,- dan bu Gio  membayarnya dengan menggunakan uang tabungan serta uang hasil berhutang kepada saudara-saudaranya. Setelah operasi dokter mewajibkan bu Gio untuk menjalani kemoterapi dan sinar radiotherapy secara rutin, namun beliau sudah tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pengobatannya tersebut. Bu Gio sehari-hari sebagai ibu rumah tangga dan tinggal sendiri di rumah peninggalan orang tuanya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan bu Gio. Kami memberikan bantuan sebesar Rp. 500.000,- yang digunakan untuk biaya transportasi ke Surabaya. Sedekah Rombongan juga membantu bu Gio dalam pembuatan BPJS dan pembayaran iuran BPJS. Mulai awal menjalani kemoterapi dan radioterapi bu Gio telah didampingi oleh Sedekah Rombongan. Bantuan sebelumnya sudah diberikan dan masuk di rombongan 947.  Saat ini semua proses kemoterapi dan radioterapi sudah selesai, namun muncul benjolan lagi yang semakin membesar di punggung beliau dan saat ini masih dalam tahap diagnosis. Saat ini bu Gio masih rutin kontrol ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya setiap sebulan sekali.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 19 Desember 2016
Kurir:   @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Ibu njoo menderita Kanker Payudara


RIRIN INDRAWATI (51, Kanker Mulut) Alamat: Dusun Duku RT 1/27, Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pada awal tahun 2013 muncul benjolan di langit langit mulut Bu Ririn. Kemudian Bu Ririn  melakukan pemeriksaan di salah satu rumah sakit di Jember dan dilakukan tindakan biopsi. Dari hasil pemeriksaan, Bu Ririn didiagnosa menderita kanker mulut. Selanjutnya dilakukan operasi pada kelenjar air liur Bu Ririn. Pasca operasi benjolan kembali tumbuh. Pada tahun 2014 Bu Ririn di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bu Ririn baru melakukan pengobatan ke RSU Dr. Soetomo Surabaya pada bulan Agustus 2015 untuk menjalani radioterapi. Keterlambatan untuk datang ke RSUD Dr. Soetomo karena kendala biaya transportasi ke Surabaya.  Pada Februari 2016 muncul benjolan di atas hidung. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Ririn kembali didiagnosa menderita kanker dan kanker baru tersebut sudah tidak bias dioperasi karena sudah menyebar ke otak. Bu Ririn memiliki fasilitas jaminan kesehatan (JKN), namun beliau merasa kesulitan biaya transportasi dan tempat tinggal selama berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang kesulitan yang dialami bu Ririn, dan kami diberi kesempatan untuk meringankan beban beliau. Bantunan sudah diberikan dan digunakan untuk biaya transportasi ke Surabaya. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 947. Bu Ririn dan keluarga merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekahholics atas bantuan yang telah diberikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan: Rp  500.000,-
Tanggal: 19 Desember 2016
Kurir: @Wahyu_CSD Ditta @EArynta

Bu ririn menderita Kanker Mulut


RIZKI IKMALA (3, Tumor Hati). Alamat : Desa Greden RT 4/17, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Dik Rizki biasa disapa, pada awal februari 2016, dik Rizki mengeluhkan perutnya yang semakin membesar. Keluarga membawa dik Rizki berobat ke Puskesmas terdekat. terkendala keterbatasan peralatan di Puskesmas, dik Rizki dirujuk ke RSUD Jember. Hasil pemeriksaan di RSUD Jember, dik Rizki didiagnosa menderita tumor hati. Kemudian dik Rizki dirujuk ke RSUD Dr.Soetomo Surabaya untuk penanganan lebih lanjut. Dokter menyarankan dik Rizki untuk melakukan kontrol rutin di Poli Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Orang tua Dik Rizki, Jumadi (47) bekerja sebagai kuli batu. Sedangkan ibunya, Umi Hanik (46) seorang ibu rumah tangga. Meskipun dik Rizki memiliki BPJS sebagai jaminan kesehatan, namun karena biaya transportasi ke Surabaya tidak sedikit, keluarga sempat ingin menghentikan pengobatan dik Rizki. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Dik Rizki. Kami beruntung berkesempatan untuk membantu dik Rizki. Saat ini dik Rizki menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan dan rutin melakukan kontrol di Poli Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya kebutuhan nutrisi dik Rizki. Bantunan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 947 Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Dik Rizki masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Desember 2016
Kurir : @Wahyu_CSD BambangMbenk @EArynta

Rizki menderita tumor hati


Nurhonsa (46, Tumor Mata ). Alamat : Desa Dawuhan RT 1/2, Kec. Batu, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Sejak awal September 2014 lalu, muncul benjolan pada mata Bu Nurhosna, kemudian Bu Nurhosna memeriksakan dirinya di RSUD Bondowoso dan didiagnosa mengalami penyumbatan pada saluran air mata sebelah kanannya. Semakin hari benjolanpada mata kanan Bu Nurhosna semaikin bertambah besar. Sehingga pada akhirnya beliau dirujuk untuk berorat ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Namun karena keterbatasan biayatransportasi ke Surabaya beliau hampir putus asa untuk tidak melanjutkan pengobatannya. Bu Nurhosna seorang ibu rumah tangga dengan tanggungan 2 orang anak. Beruntung kami Sedekah Rombongan bertemu dengan beliau. Sedekah Rombongan membantu biaya pengobatan, transpotasi serta membantu membuatkan BPJS untuk Bu Nurhosna.Bantuan kembali disampaikan oleh Sedekah Rombongan sejumlah Rp. 500.000,- untuk biaya berobat & transportasi. Sebelumnya bantuan untuk Bu Nurhosna masuk dalam rombongan 947. Saat ini Bu Nurhosna masih rutin setiap satu bulan sekali datang ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk kontrol dan mengikuti jadwal kemoterapi. Pihak keluarga merasa sangat senang dan bersyukur atas bantuan yang disampaikan. Semoga pengobatan Bu Nurhosna bisa segera selesai dan dokter menyatakan sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 17 Desember 2016
Kurir:  @Wahyu_CSD BambangBKY @EArynta

Ibu nurhonsa menderita Tumor Mata


SUCI RAMADANI​ (3, Kelumpuhan Saraf Otak) Alamat : Dukuh Kupang Barat 1 Buntu 3 Blok II no 58 Surabaya. Dik Suci begitu dia biasa dipanggil oleh kedua orang tuanya. Terlahir sehat dan normal, namun saat usia 1,3 tahun tubuh Dik Suci tiba-tiba sakit panas dan kejang-kejang. Kemudian Dik Suci lumpuh karena penyakitnya menyerang pada sistem sarafnya. Hasil CT-Scan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menunjukkan bahwa terdapat cairan di otak dan sewaktu-waktu bisa mengakibatkan pembengkakan kepala (Kepala Dik Suci membesar). Pada saat itu ibunda dik Suci tidak mau dilakukan tindakan medis berupa operasi, melainkan memilih untuk melakukan pengobatan alternatif. Alhamdulillah pengobatan alternatif tersebut membuahkan hasil. Dik Suci mulai bisa bergerak, merespon, ukuran kepalanya normal kembali, namun Dik Suci masih belum bisa duduk. Ketika bertemu dengan #SRsurabaya, keluarga sudah kehabisan biaya untuk pengobatan Dik Suci, yang ahirnya pengobatannya pun terhenti. Keluarga sangat ingin untuk melakukan pemeriksaan CT-Scan kembali untuk mengetahui keadaan cairan yang ada di kepala Dik Suci dan ingin melanjutkan pengobatan melalui jalur medis. Saat ini ikhtiar berobat Dik Suci adalah melakukan kontrol rutin 2 kali seminggu di Rumah Sakit William Booth, Surabaya. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 957. Dik Suci dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan. Bismillah, semoga dengan ikhtiar bersama-sama penyakit Dik Suci bisa segera diobati dan balita mungil ini bisa tumbuh dengan sehat dan normal seperti balita lainnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Desember 2016
Kurir : @Wahyu_CSD Khoiriyah @MukhMukhlisin

Suci menderita Kelumpuhan Saraf Otak


LAILY HANIK (58, Batu Ginjal). Alamat: Pagesangan IIIA RT 2/3, Kec. Jambangan, Surabaya, Prov. Jawa Timur. Sekitar tahun 2007, Bu Hanik mulai memiliki keluhan pada ginjalnya. Setelah dilakukan pemeriksaan ke RSUD Sidoarjo, Bu Hanik di diagnosa menderita batu ginjal. Dokter menyarankan Bu Hanik untuk konrol rutin. Selama tahun 2007 hingga 2010 Bu Hanik menjalani pengobatan ke RSUD Sidoarjo. Tahun 2014 hingga 2015 Bu Hanik melanjutkan pengobatannya di RS Wangaya Denpasar. Kemudian, Bu Hanik kembali ke Surabaya dan berobat ke RS Siti Khodijah. Dokter menyarankan untuk operasi pengangkatan batu ginjal, sehingga Bu Hanik dirujuk ke RS Angkatan Laut Surabaya untuk operasi. Setelah 2 bulan pasca operasi, Bu Hanik lanjut pengobatannya dengan melakukan terapi laser. Bu Hanik merupakan janda dengan 2 orang anak. Saat ini beliau sudah tidak dapat bekerja karena kondisi sakitnya. Bu Hanik memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun ada beberapa obat dan pemeriksaan laboratorium yang tidak di cover oleh BPJS. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Bu Hanik. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya pengobatan yang tidak tertanggung BPJS dan biaya pemeriksaan laboratorium. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 959. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu Hanik masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan  : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Desember 2016
Kurir :   @Wahyu_CSD  Hesti @EArynta

Bu laily menderita Batu Ginjal


PADI  BIN SAKIP (33, Tumor Mata). Alamat: Dusun Kururan, RT 28/6, Desa Mbelulu, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Saat usia 19 tahun, pak Padi mengalami kecelakaan dan benturan pada mata sehingga menyebabkan mata bagian kanan menonjol keluar. Pak Padi langsung dilarikan ke rumah sakit untuk pertolongan pertama. Kondisi pak Padi lambat laun semakin membaik pasca kecelakaan, namun pada usia 32 tahun kondisi mata padi selalu memerah dan terdapat daging tumbuh di dalam mata. Pak Padi memeriksakan diri ke  RSUD Soedono Bojonegoro. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Padi di diagnosa menderita  tumor mata. Pak Padi kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Setelah beberapa kali kontrol serta pemeriksaan di RSUD Dr. Soetomo, dokter menyarankan operasi pengangkatan tumor. Pak Padi tidak memiliki jaminan kesehatan serta terkendala dana untuk operasi. Pak Padi tinggal bersama istrinya. Pak Padi bekerja sebagai buruh tani, sedangkan istrinya sebagai ibu rumah tangga. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan pak Padi. Mulai september 2016 pak Padi menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Saat ini pak Padi masih menjalani kontrol dan persiapan untuk melakukan operasi pengangkatan tumor. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 933. Sedekah Rombongan juga membantu pak Padi untuk pembuatan serta pembayaran iuran BPJS. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini pak Padi masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 14 Desember 2016
Kurir :  @Wahyu_CSD  BambangBKY @EArynta

Pak padi menderita Tumor Mata


JANUAR DAFFA MAULANA (3, Ichtyosis Lamelar). Alamat : Dsn. Gunung Mas RT02/1, Kec. Manyaran, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Daffa begitu biasa dipanggil memang menderita kelainan kulit ini sejak lahir serta sempat menghambat tumbuh kembang dan psikologisnya. Penyebabnya kelainan kromosum yang membuat Daffa tak memiliki pori-pori sehingga dia pun tak bisa berkeringat. Lahir premature di usia 6 bualan kandungan juga membuat Daffa mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya.  Sampai saat ini Daffa masih rutin chek up ke poli kulit dan kelamin RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Bulan ini tak ada keluhan berarti pada kondisi Daffa. Penggunaan cream khusus, olive oil serta sering mandi tanpa sabun di minta tetap dilanjudkan.  Untuk proses tumbuh kembangnya saat ini, kondisi Daffa mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik. Baik kemampuan fisik maupun verbalnya. Untuk terus memantau perkembangannya, Daffa diharuskan chek up rutin paling sedikit sebulan sekali. Daffa adalah putra pertama pasangan Bapak Yulianto Pambudi dan Ibu Rahning Puspitasari. Saat ini ayahnya Daffa bekerja sebagai buruh pabrik demi membiayai pengobatan Daffa. Daffa memang pengguna BPJS MANDIRI,  akan tetapi sebagian besar  obat belum tercover oleh jaminan kesehatan. Belum lagi untuk perawatan khusus kulit Daffa sehari-hari membutuhkan biaya yang tak sedikit.  Untuk kebutuhan hal tersebut, #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk keluarga ini. Sampai saat ini  kita tetap mendampingi pengobatan serta kontrol rutinnya. Semoga ke depan upaya ini semakin memberikan progress yang positip untuk kesembuhan sakit yang di alaminya.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Januari 2017
Kurir : @Mawan@Nonis

Januar menderita Ichtyosis Lamelar


KARTINI BINTI SAMIYO (57, Ca Mammae), Alamat : Dsn Blimbing 02/07 , Ds.Ngadirojo Kidul, Kec. Ngadirojo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Hampir dua tahun jadi pasien dampingan kita. Pertama kali kita handle kondisi payudara sebelah kanan membengkak 3 kali lipat dari payudara sebelah kiri, karena sudah terjadi peradangan dengan kondisi luka berlobang menganga di beberapa tempat, berdarah dan bernanah. Kondisi seperti itu sudah 9 bulan beliau derita. Seteah menjalani 3 kali kemoterapi dan luka mongering, akhirnya tindakan operasi pengangkatan payudara berani dilakukan. Pasca operasi pengangkatan payudara, dilanjudkan 6 kali kemoterapi. Setelah menjalani 9 kali kemoterapi dan dari hasil evaluasi menunjukkan perkembangan yang lebih baik, dokter memutuskan untuk mengganti kemoterapi infuse menjadi kemoterapi obat. Kini Bu Kartini rutin jalani kemoterapi obat. Dua minggu sekali Bu Kartini harus ke RS untuk mengambil obat sekaligus konsultasi. Untuk mengetahui perkembangan minum obat terapi. Ada kondisi Bu Kartini yang cukup mengkhawatirkan saat ini. Tangan kanan terjadi pembengkakan, rencananya pada saat chek up lanjutan akan dikonsultasikan kembali. Bu Kartini yang kesehariannya hanya tinggal dirumah saja menumpang di rumah anaknya. Kebetulan kehidupan anaknya pun tak jauh beda dengan keadaan Bu Kartini, artinya juga dari keluarga tak mampu. Saat ini Bu Kartini peserta BPJS Mandiri. #Sedekah Rombongan yang sudah hampir 2 tahun ini mendampingi, sangat membantu meringankan beban Bu Kartini. Semoga kondisi Bu Kartini kedepan jadi lebih baik lagi.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Januari 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Bu kartini menderita Ca Mammae


LUTFHI ARYA FIRDAUS (2, Jantung + Hemangioma). Alamat : Dsn Pancuran RT 01/06, Desa Kaliancar, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov.  Jawa Tengah. Lutfhi mengalami masalah kesehatan sejak lahir. Terlahir dalam keadaan terlambat satu minggu dari jadwal kelahiran membuat bayi ini harus dilahirkan lewat proses dipacu. Karena ada masalah setelah kelahiran Lutfi langsung masuk dalam perawatan ruang inkubator selama 5 hari untuk menjalani perawatan dan fisiotherapi agar bisa menyusu tanpa alat bantu selang. Ternyata tak sampai situ saja, 7 hari setelah kelahirannya muncul bercak-bercak merah di beberapa bagian tubuhnya. Keluarga berharap bercak itu akan hilang seiiring bertambah usia. Tapi pada kenyataannya justru sebaliknya bertambahnya usia, bercak semakin banyak. Pertumbuhannya  juga lambat dan sering sakit-sakitan  dan dilihat secara sepintas memang seperti anak yang tak normal BB hanya 5 KG. Dari semua test yang dilakukan Lutfi didiagnosa menderita kelainan jantung dan hemangioma kapiler. Saat ini Lutfi masih rutin terapi obat jantung, sebulan sekali chek up. Melihat kondisi Lutfi yang semakin baik, dokter mulai berani mengambil tindakan fisioterapi. Kondisi Lutfi yang lemah akibat mengalami gangguan jantung memang membuat tumbuh kembangnya terhambat. Saat ini Lutfi dijadwalkan fisioterapi rutin seminggu dua kali. Sementara untuk bulan ini dilakukan test Exco untuk mengetahui perkembangan jantungnya. Mulai bulan ini Lutfi akan mengkonsumsi obat jantung sehari dua kali, setelah sebelumnya hanya minum sehari sekali. Lutfi akhir-akhir ini sering mengalami kesulitan buang air kecil, untuk itu rencananya akan dilakukan USG Testis, sementara untuk hemangioma akan mulai di konsultasikan ke poli kulit dan kelamin. Ayah Lutfi, Pak Anton kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan. Sementara Ibunya, Siti Aisyah bekerja sebagai pelayan toko demi membantu meringankan kebutuhan keluarga. Apalagi dalam satu minggu Lutfi perlu bolak- balik ke RS 2 sampai 3 kali, tentunya membutuhkan biaya yang tak sedikit.  Lutfi saat ini peserta BPJS MANDIRI. Bantuan #SedekahRombongan ini untuk pendampingan serta proses penghandle-an secara rutin. Semoga, kondisinya semakin membaik.

Bantuan : Rp. 1.805.000,-
Tanggal : 10 Januari 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Luthfi menderita Jantung + Hemangioma


FARID ABDULLAH ( 1, Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik). Alamat :   Dsn. Tahunan RT 02/06, Ds. Sambirejo, Kec. Jatisrono, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah.  Farid begitu nama panggilannya, menderita beberapa kelainan, diantaranya kebocora jantung, sidaktil, bengkoknya pergelangan tangan kanan, serta tak memiliki daun telinga sebelah kanan. Bayi malang ini juga terlahir tanpa memiliki lubang anus (Atresia Ani).  Dua hari setelah dilahirkan Farid dirujuk ke RS Dr Moewardi Surakarta untuk menjalani operasi pembuatan stoma, atau saluran pembuangan sementara di perut sebelah kiri. Sementara untuk jantungnya, untuk saat ini Farid menjalani terapi obat jantung diiringi fisioterapi untuk membantu tumbuh kembangnya. Farid adalah peserta BPJS MANDIRI. Empat bulan pasca operasi pembuatan stoma Farid menjalani operasi pembuatan anus. Setelah sempat mengalami masalah pada anus, dan dilakukan operasi ulang, kini kondisi pasien sudah lebih baik, tetap menjalani control rutin untuk bisa memantau perkembangan pasien pasca operasi. Jika kondisi sudah memungkinkan akan dilanjudkan businasi rutin. Untuk biaya akomodasi sudah barang tentu mereka tak mampu. Sebagai seorang terapis, Ayah Farid, Bapak Suharwin hanya bisa bekerja jika ada orang yang membutuhkan saja, tak setiap hari ada yang melakukan terapi. Sementara Ibunya Farid, Ibu Yessy hanyalah ibu rumah tangga saja. Merekapun tinggal masih menumpang di rumah kakek dan neneknya Farid. Bantu Farid memperjuangkan kesembuhannya. Keluarga Farid tak mengharap Farid memiliki fisik normal. Mereka hanya ingin Farid sehat seperti anak pada umumnya. Semoga saja Farid tak menemukan banyak kendala untuk proses pengobatannya nanti.

Bantuan : Rp. 1.360.000,-
Tanggal : 12 Januari 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Farid menderita Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik


ASMUL BINTI BUTTEL (40, Kanker Payudara). Alamat : Desa Robatal RT 4/6, Kec. Robatal, Kab. Sampang, Prov. Jawa Timur. Pada awal tahun 2016, Bu Asmul merasa ada yang aneh dengan payudara sebelah kirinya yakni sering sakit dan mengeras. Lama kelamaan payudaranya semakin membesar hingga akhirnya Bu Asmul yang sebelumnya bekerja sebagai pembantu rumah tangga hanya bisa berbaring, tidak bisa bergerak karena kesakitan. Bu Asmul pernah memeriksakan sakitnya ke RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan. Hasilnya dokter memberikan obat oles dan menyarankan agar segera dilakukan operasi pengangkatan payudaranya tersebut. Namun karena tidak ada biaya dan bu Asmul juga takut operasi saat itu tidak dilakukan operasi pengangkatan. Pak Asmudin (40), suami bu Asmul terlihat sabar dan pasrah ketika melihat istrinya sering menjerit kesakitan. Pak Asmudin yang sehari harinya bekerja sebagai tukang bangunan dan tukang ojek sering bingung dalam merawat istrinya, untungnya ada saudara yang membantu dalam merawatnya. Ketika kurir Sedekah Rombongan menjenguk, Bu Asmul terlihat kesakitan menjerit ingin sembuh dan berobat dengan pengobatan non medis karena takut dioperasi. Pada awal oktober 2016, kurir Sedekah Rombongan mengunjungi  rumah Bu Asmul untuk memberikan bantuan, namun bu Asmul beserta keluarga sedang pergi ke pengobatan alternatif di Pasuruan. Akhirnya kami kembali lagi pada akhir oktober 2016, namun kami mendapat kabar bahwa Bu Asmul telah meninggal dunia. Kurir Sedekah Rombongan turut berbela sungkawa. Kami berkesempatan memberikan santunan yang telah diterima oleh suami almarhumah. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya pemakaman almarhumah. Semoga santunan tersebut bermanfaat bagi keluarga.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 28 Oktober 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @vanmadura @lika.js Robby @hafnirosania

Pak asmul menderita Kanker Payudara


DALIMIN BIN TARMO SUTARYO ( 62 , Tumor Pipi ). Alamat : Dsn Suwondo, RT 01/09, Ds. Gumiwang, Kec. Wuryantoro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Setelah  menjalani kemotherapi yang keenam untuk sementara kemoterapi dilanjudkan dengan kemoterapi obat. Pak Dalimin ini merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan yang juga sudah berjalan cukup lama. Pasca pengangkatan tumor yang sudah 11 tahun, dua minggu kemudian terjadi pendarahan hebat di pipi. Kini kondisinya sudah mulai membaik. Dokter memutuskan melanjudkan pengobatan dengan kemoterapi obat. Bulan ini rencana sesuai rencana sebelumnya, pasien akan menjalani rongent dan USG untuk mengetahui perkembangan obat kemoterapinya sekaligus untuk melengkapi persyaratan tindakan radioterapi. Hasilnya cukup bagus dan pasien mulai mendapat rujukan untuk mengurus prosedur tindakan radioterapi. Keluarga Pak Dalimin saat ini peserta BPJS MANDIRI. Meskipun begitu mereka masih kesulitan untuk biaya akomodasi dan medikasi. Kebutuhan untuk perjalanan, serta proses pendampingan di cukupi dengan #SedekahRombongan. Semoga kondisi Pak Dalimin semakin membaik.

Bantuan : Rp. 1.271.000,-
Tanggal : 17 Januari 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Pak dalimin menderita Tumor Pipi


EKO PRAYITNO (32, Retinoblastoma) Alamat : Dsn. Klego RT 01/08, Ds. Tirtosworo, Kec. Giriwoyo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Sudah dua tahun lebih ini mengidap Retinoblastoma di mata sebelah kiri. Awalnya hanya berupa benjolan kecil di sebelah mata kiri. Tapi lama kelamaan benjolan itu semakin membesar. Tahun 2015 lalu Eko sudah sempat berobat di RSD.MOEWARDI Surakarta. Bahkan sempat menjalani kemoterapi sebanyak enam kali. Kondisi juga sempat membaik. Namun karena kehabisan biaya pengobatan terhenti selama satu tahun. Sakit itu dibiarkan saja hingga akhirnya memperburuk kondisinya.  Tim dokter akhirnya memutuskan untuk melanjudkan kemoterapi dan radioterapi. Rencananya bulan depan dijadwalkan kemoterapi terakhir dan dijadwalkan untuk mengurus prosedur tindakan radioterapi karena radioterapi dijadwalkan bulan Maret mendatang. Eko anak pasangan Pak Sutiman, 60 dan Ibu Sumiyen, 55 ini sebelum sakit juga bekerja sebagai seorang kuli bangunan. Namun, dua tahun lalu setelah menderita kanker itu Eko memutuskan untuk tidak bekerja. Orang tuanya juga hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Sekali jalan mereka butuh biaya 600 ribu sampai 800 ribu karena jarak rumah sampai RS sangat jauh, padahal mereka dalam sebulan 3 sampai 4 kali ke RS. Itu belum termasuk perlengkapan medikasi selama di rumah untuk perawatan luka. Keluarga Eko saat ini masih terdaftar sebagai peserta BPJS MANDIRI, artinya mereka masih harus membayar iuran tiap bulannya. Biaya yang tak sedikit tentunya, yang harus mereka keluarkan setiap bulannya. Kini berkat uluran para sedekaholic Eko sudah bisa melanjutkan pengobatannya kembali.

Bantuan : Rp 2.676.500,-
Tanggal : 24 Januari 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Pak Eko menderita Retinoblastoma


RIAN JUNIOR ( 8, Atresia Ani ). Alamat : Dsn. Pasekan RT 01/02, Ds. Pasekan, Kec. Eromoko, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa. Rian begitu anak ini biasa di panggil, sejak lahir menderita kelainan. Terlahir tanpa memiliki anus atau Atresia Ani, selain itu juga menderita Down Syndrom. Rian lahir secara normal dibantu oleh bidan di Jakarta karena waktu itu ibunya memeng sedaang merantau di Jakarta. Ketidaknormalan Rian baru diitemukan saat  tahu bahwa Rian tak memiliki anus. Rian segera dirujuk ke RSCM untuk dialkukan tindakan operasi pembuatan stoma. Waktu itu untuk membiayai operasi Rian, ibunya rela menjual sebidang tanah, satu-satunya harta yang dimiliki ibunya Rian. Merasa semakin kesulitan ekonomi, dan tak mampu membiayai hidup di Jakarta, akhirnya Rian dibawa pulang kampung oleh ibunya dan memutuskan menetap di desa saja. Harusnya bayi atresia ani menjalani operasi pembuatan anus pada usia 4-6 bulan. Akhirnya setelah menunggu selama 8 tahun lebih Rian bisa menjalani operasi pembuatan anus. Saat ini Rian menjalani businasi rutin, bahkan lebih sering dari sebelumnya. Untuk tindakan businasi membutuhkan perlengkapan serta obatnya berupa gel pelumas. Sayangnya resep yang di berikan RS tak mencukupi kebutuhan businasi Rian, dan mau tak mau harus membeli lagi di apotik luar dengan biaya sendiri. Keluarga Rian memang memiliki KIS, tapi kondisi ekonomi yang memang benar-benar miskin membuat orang tua Rian hanya bisna pasrah. Ibunya Rian, Ibu Yatiem hanyalah seorang buruh tani dengan pendapatan yang sangat minim dan itupun tidak menentu. Pendapatan hanya 100 sampai 200 ribu per bulan, sehari-hari lebih sering makan tiwul karena jarang mampu membeli beras. Bisa dibayangkan dengan kehidupan mereka di tambah lokasi yang jauh di pelosok desa, serta tak ada akses kendaraaan umum membuat mereka tak mampu melanjudkan pengobatan. Atas dampingan #Sedekah Rombongan Rian dapat melanjudkan pengobatannya.

Bantuan : Rp. 1.453.500,-
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Rian menderita Atresia Ani


WINANTI BINTI TAYAT, (20, Megacolon). Alamat : Dsn Pagersengon   RT 02/ 07, Ds. Selopuro, Kec. Batuwarno, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Winanti  sudah hampir 3 tahun berjuang untuk sembuh dari sakit Megacolon yang dideritanya di RS Dr.Moewardi Surakarta. Gadis kelahiran tanggal 10 Juni 1996 ini sebenarnya sudah menderita kelainan usus dari lahir, hanya saja baru terdeteksi di usia 17 tahun. Dari bayi Winanti selalu bermasalah dalam buang air besar. Kadang seminggu sekali,dua minggu bahkan sebulan sekali baru bisa buang air besar. Tiga tahun pula Winanti jadi pasien dampingan #Sedekah Rombongan. Empat kali operasi sudah di jalani tapi belum juga menunjukkan kemajuan. Beberapa tindakan pemeriksaan sudah dilakukan tapi tak membuahkan hasil juga. Langkah terakhir yang dilakukan bulan ini dilakukan tindakan Endoskopi. Hasilnya terbaca bahwa saluran usus dan anus masih sangat sempit. Sangat beresiko jika dilakukan operasi penyambungan usus karena ukurannya belum normal. Tim dokter memutuskan untuk dilakukan businasi setiap hari ke RS. Artinya Winanti tiap hari harus bolak-balik ke RS hanya untuk tindakan businasi, sampai ukuran anus normal sesuai usianya. Setelah bulan lalu sempat menjalani opname akibat gangguan pencernaan, bulan ini Winanti kembali melanjudkan businasi. Dari poli interna Winanti sudah dinyatakan sembuh tak ada keluhan lagi. Perjuangan  yang tak kenal lelah untuk mendapatkan kesembuhan. Mengingat tempat tinggal Winanti cukup jauh di pelosok desa dengan kondisi alam pegunungan, sekitar 76 km menuju RS.Dr Moewardi Winanti tinggal di RSSR Wonogiri. Sudah hampir 6 bulan ini Winanti tinggal di RSSR Wonogiri agar jarak tempuh lebih dekat. Apalagi kondisi ekonomi keluarganya juga dari keluarga tak mampu. Pak Tayat yang sudah berusia 70 an tahun masih harus bekerja sebagai buruh tani. Sementara Ibu Sutiyem, ibunya  Winanti hanya ibu rumah tangga biasa merawat Winanti dirumah. Meskipun keluarga Winanti memiliki Jamkesmas, tetap saja mereka masih tak mampu membiayai perlengkapan medis untuk medikasi sekaligus transportasi. Kehadiran #Sedekah Rombongan sangatlah membantu meringankan  beban mereka

Bantuan  : Rp.2.863.000,-
Tanggal   : 23 Januari 2017
Kurir        : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Winanti menderita Megacolon


YANUAR TRIADI (16, Kelenjar Getah Bening). Alamat : Dsn.Pasekan RT 01/10, Kel. Pasekan, Kec.Eromoko, Kab.Wonogiri, Prov.Jawa Tengah. Siswa kelas 1 SMK PGRI WONOGIRI ini lahir pada tanggal 16 Januari 2000. Yanu begitu dia biasa dipanggil, mulai merasakan sakit sudah sekitar 4 tahun yang lalu. Awalnya muncul benjolan kecil di leher sebelah kanan disertai sering panas dan batuk. Selama tahun 2013 sampai 2015 berobat jalan di dokter terdekat, tak sedikit biaya yang di keluarkan. Seminggu sekali menebus obat menghabiskan biaya 200 sampai 300 ribuan. Bukannya sembuh ,benjolan yang awalnya hanya sebesar biji jagung justru bertambah jadi sebesar telur ayam. Tahun 2015 akhirnya memutuskan berobat ke RSUD WONOGIRI dan dilakukan PA. Hasilnya Yanu di diagnosa menderita kelenjar getah bening. Pihak RSUD WONOGIRI pun segera merujuk Yanu ke RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Berdasar analisa dan diagnosa hasil PA dari RSUD WONOGIRI, pihak RSD.MOEWARDI SURAKARTA akhirnya memutuskan untuk mengambil tindakan kemoterapi. Selama setahun Yanu sudah menjalani 8 kali kemoterapi. Sudah di hentikan kemoterapinya, karena benjolan sudah tak ditemuka lagi. Tapi ternyata pertengahan tahun 2016 Yanu kembali mengalami panas, demam di tubuhnya,sering kejang bahkan benjolan tumbuh lagi. Yanu pun segera dilarikan ke RSUD WONOGIRI dan sempat menjalani rawat inap selama satu minggu. Tak kunjung membaik, Yanu dirujuk ke RSD.MOEWARDI lagi dan langsung menjalani ranap selama satu bulan. Dari semua hasil observasi akhirnya Tim dokter memutuskan untuk melanjudkan tindakan kemoterapi. Bulan ini Yanu sudah menjalani kemoterapi yang kelima. Artinya tiap bulan Yanu menjalani rawat inap minimal satu minggu untuk menjalani kemoterapi. Selain itu juga harus jalani test lab rutin jelang kemoterapi selanjutnya serta konsul hasil lab nya untuk keesokan harinya. Saat ini kondisi Yanu sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Kedua orang tua buruh tani dengan pendapatan tidak tetap.Sementara dalam sebulan perlu ke RSDM 3-4 kali. Biaya yang harus dikeluarkan jika kondisi pasien stabil bisa naik kendaraan sekitar 150 -200 ribu.Tapi jika kondisi drop harus sewa mobil sendiri 500 ribu sekali jalan. Orang tua Yanu, Bapak Samidi dan Ibu Sukini kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan dengan pendapatan yang tidak menentu. Mereka memang memiliki kartu jaminan kesehatan berupa KIS. Tapi bukan berarti semua bisa tercover. Untuk biaya berobat selama ini mereka biasanya menjual dulu apa yang mereka punya. Karena sakit ini juga, Yanu terpaksa berhenti sekolah dulu. Dan bantuan sedekaholic sangatlah membantu Yanu melanjutkan pengobatan.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal  : 26  Januari 2017
Kurir       : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Yanuar menderita Kelenjar Getah Bening


RSSR SURABAYA (Operasional RSSR). Alamat: Jalan Semampir Selatan Gang 2A No. 61, Kelurahan Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Surabaya ini didirikan sebagai tempat singgah untuk para pasien dhuafa di luar Kota Surabaya agar lebih mudah untuk melakukan pengobatan di rumah sakit di Surabaya, utamanya RSUD Dr. Soetomo. Mengingat RSUD Dr. Soetomo merupakan Rumah Sakit rujukan Indonesia Timur, maka banyak pasien Sedekah Rombongan Surabaya yang berasal dari luar kota, sehingga dengan adanya RSSR sangat membantu para pasien dhuafa dalam melakukan pengobatan ke Surabaya. Bantuan dana dari sedekaholics kali ini dipergunakan untuk pembayaran listrik, pembayaran PDAM serta biaya obat yang tidak dicover BPJS, biaya iuran BPJS dan juga konsumsi pasien yang tinggal di RSSR. Bantuan untuk RSSR Surabaya sebelumnya tercatat dalam rombongan 941. Kurir dan para pasien Sedekah Rombongan Surabaya mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekaholic. Semoga RSSR Surabaya dapat terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit dan tidak kesulitan jika membutuhkan tempat untuk tinggal selama pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp 6.135.789,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @Gitatamara @EArynta

Biaya Operasional RSSR


APRILIA CASSANDRA SYAFFARIYANI (6 Luka Bakar). Alamat : Dsn. Mloko RT 02/01, Ds.  Songbledeg, Kec. Paranggupito, Kab. Wonogiri , Prov. Jawa Tengah. Sandra,begitu nama panggilannya, awalnya anak yang aktif dan periang. Malangnya bulan Juli tahun 2014 dia mengalami luka bakar di tubuhnya akibat ledakan gas elpigi. Sandra mengalami luka bakar di kedua tangan, kaki, punggung dan wajahnya. Pada saat kejadian Sandra segera dilarikan ke RS dan untuk menjalani operasi selama 7 kali di RSUD WONOGIRI dalam kurun waktu setahun ini. Tapi ternyata sampai sekarang kondisi kulit Sandra tak mengalami perubahan .Akhirnya pihak RSUD WONOGIRI memutuskan merujuk ke RSD.MOEWARDI SOLO untuk ditangani Dokter specialis bedah plastik. Selama hampir satu tahun di RSD.MOEWARDI SURAKARTA, Sandra sudah menjalani 14 kali operasi rekontruksi, tapi karena tak menunjukkkan banyak perubahan akhirnya Sandra dirujuk ke RS.SOETOMO SURABAYA. Tanggal 2 Mei 2016 Sandra jalani operasi yang pertama di RS.Dr Soetomo Surabaya. Sandra menjalani operasi rekontruksi di jari tangan , kaki dan pipi. Selain medikasi Sandra juga menjalani rehabilitasi medis serta terapi ke psikiatri.  Setelah sempat mengalami penundaan operasi, akhirnya pihak keluarga di hubungi pihak RS untuk melanjudkan operasi di Surabaya. Awal Januari Sandra kembali berangkat ke Surabaya. Setelah selesai mengurus perpanjangan surat rujukan dan semua prosedur terpenuhi, operasi segera dilakukan. Operasi berjalan selama 8 jam, sempat mengalami pendarahan bahkan harus transfuse 3 kantong darah. Saat ini Sandra menjadi dampingan #SRWonogiri dan #SRSurabaya. Karena di Surabaya pengobatan membutuhkan waktu yang lama, untuk sementara keluarga Sandra pindah domisili agar bisa pindah Faskes JAMKESMAS. Tak mudah bagi keluarga Sandra melewati semua in. Ayahnya, Bapak Taufik  hanya buruh sebagai nelayan dengan penghasilan pas-pasan untuk sementara ibunya, Ibu Esti bekerja sebagai buruh tani untuk membantu ekonomi keluarganya. Keluarga ini memang peserta JAMKESMAS, tapi untuk biaya transport selama di Solo dan Surabaya tentulah membutuhkan biaya yang tak sedikit. Dan untuk bulan ini bantuan untuk biaya transportasi kembali ke Surabaya, obat yang tak tercover BPJS serta perlengkapan medikasi untuk luka pasca operasi.  Semoga Sandra dan keluarga diberi kesabaran, operasi lanjutan  bisa berjalan lancar dan bisa lebih baik dari  sebelumnya.

Bantuan  : Rp.  2.098.000,-
Tanggal  : 04 Januari 2017
Kurir   : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Sandra menderita Luka Bakar


KATNI JARTO (43, Rhabdomyosarcoma). Alamat : Dsn. Temon Lor RT 02/05, Ds. Temon, Kec. Baturetno ,Kab. Wonogiri , Prov. Jawa Tengah. Sekitar bulan Juni 2014 ini Bu Katni mulai merasakan nyeri pada paha sebelah kanan. Awalnya hanya benjolan kecil sebesar bisul,tapi lama-lama bertambah besar. Tapi lama-kelamaan benjolan itu semakin besar dan semakin sakit. Keluarga Bu Katni khawatir dan membawa ke sebuah RS swasta di Wonogiri.Di RS.Marga Husada inilah Bu Katni diminta segera menjalani tindakan operasi. Diagnosa sementara waktu itu tumor di paha kanan. Pasca operasi, dua bulan kemudian benjolan itu muncul lagi dengan kondisi lebih besar dari sebelumnya bahkan bisa dibilang pertumbuhan benjolan itu begitu cepat dan lebih terasa sakit. Akhirnya pihak RS Marga Husada segera merujuk ke RSD.Moewardi Solo. Tim Dokter juga segera mengambil tindakan cepat dengan melakukan serangkaian test pendukung untuk operasi. Dari hasil PA yang dilakukan pada saat operasi, pasien menderita Pleomorphic Rhabdomyosarcoma, penyakit kanker ganas yang menyerang jaringan lunak seperti otot dan biasanya menyerang di bagian leher, kaki, paha. Dokterpun sudah menjelaskan bahwa Bu Katni menderita kanker ganas level 3. Pasca  operasi dan luka dinyatakan sembuh, Tim dokter akhirnya memutuskan melakukan tindakan kemoterapi. Saat ini Bu Katni sudah menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Dan dinyatakan selesai jalani kemoterapi. Tindakan selanjutnya adalah chek up rutin untuk evaluasi perkembangan medisnya. Bulan ini Bu Katni hanya jalani chek up rutin sebulan sekali saja untuk terus di observasi. Rencananya bulan depan Bu Katni akan dijadwalkan jalani rongent dan USG untuk observasi lanjutan. Sampai saat ini benjolan tak tampak tumbuh lagi dan pasien tak mengalami keluhan yang berarti. Keluarga ini memang tergolong tidak mampu. Pak Jarto,suami Bu Katni bermata pencaharian sebagai tenaga serabutan dengan pendapatan yang tak menentu. Terkadang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja mereka masih kekurangan ditambah lagi biaya sekolah anak mereka. Melihat kondisi yang seperti ini tak lantas membuat Bu Katni tinggal diam. Sebisa mungkin beliau membantu meringankan beban keluarga dengan bekerja sebagai buruh tani. Keluarga ini memang terdaftar sebagai peserta KIS.  Tapi mengingat biaya ke RS memang tak sedikit untuk sekali jalan, tentunya biaya ini bukanlah biaya yang ringan. Saat ini Bu Katni menjadi pasien dampingan #SR. Dan bantuan sedekaholic tentulah sangat meringankan beliau. Bu Katni merasa benar-benar terbantu untuk biaya berobat selama ini.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal  : 27 Januari 2017
Kurir       :@Mawan,@Nonis,@Dodo

Bu katni menderita Rhabdomyosarcoma


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN MADURA (Modifikasi Ambulans & Inventaris). #MTSR merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Gerakan Sosial Sedekah Rombongan. #MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umumnya dan kaum dhuafa pada khususnya. Akhir Tahun 2016, Sedekah Rombongan kembali menghadirkan satu ambulance lagi, yaitu mobil bermerek Suzuki APV dengan nomor polisi AB 1624 QE. Armada ini akan ditempatkan dan bergerak di Wilayah Madura. Mobil penumpang ini kemudian dialihfungsikan menjadi ambulans dan akan dipergunakan untuk mengcover Wilayah Madura. Mobil ini kemudian dimodifikasi, mulai dari branding, pemasangan lampu lightbar, pemasangan sirine multi fungsi, pemasangan scoope stretcher, brankar, dan tabung oksigen lengkap, hingga pembelian perlengkapan ambulans seperti masker, sarung tangan karet, seperangkat obat-obatan untuk pertolongan pertama, dan tak ketinggalan pembuatan karoseri interior ambulans. Modifikasi tersebut membutuhkan dana sebesar Rp. 22.750.000,-. Proses modifikasi ini memakan waktu yang tak begitu lama, kira-kira hanya satu bulan lamanya. MTSR Madura siap membelah jalanan di Pulau Madura. Semoga mobil ini memberikan manfaat dan menjadi amal baik bagi pemberinya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 22.750.000,-
Tanggal : 3 Januari 2017
Kurir : @Saptuari, @Aji_Kristanto

Biaya Modifikasi Ambulans & Inventaris


BUDI HANDOYO (46 Tahun, Glaukoma ). Alamat: Jl. Nakula, RT 03 / RW 08, Gadingan, Wates, Kulonprogo, Yogyakarta. Ia tinggal di rumahnya seorang diri. Ustaz Budi, begitu panggilan akrabnya. Sejak Agustus 2014 ia menderita Glaukoma pada mata sebelah kanan. Gejala awalnya, saat ia melihat sebuah objek muncul garis-garis. Pak Budi menjalani pemeriksaan di RSU Dr. Sardjito Yogyakarta dan hasilnya ia terkena virus toksoplasma, mata kanan katarak. Sehingga harus dirujuk ek RS Islam Hidayatullah Yogyakarta untuk segera dilakukan operasi. Namun operasi tersebut sedikit memberikan perkembangan. Beberapa bulan berlalu, Pak Budi bertekad untuk mengobati penyakitnya lagi dan dibantu dengan penggalangan dana dari para kerabat dekatnya. Ia pun berangkat ke RS Mata Cicendo Bandung. Pak Budi berencana untuk melakukan operasi vitrektomi atau operasi tindakan pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat cairan mata, vitreus, yang ada di mata bagian tengah. Namun, pihak medis RS Mata Cicendo justru merujuknya untuk kembali ke RSU Dr. Sadjito untuk dilakukan tindakan laser pada mata. Namun, usaha medis tersebut gagal. Pak Budi masih belum mampu melihat dan dokter
menyatakan Pak Budi mengalami buta total. Dirasa usaha medis tak cukup membantu, Pak Budi kini beralih ke pengobatan herbal dan terapi. Alhamdulillah #sedekahrombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan Pak Budi, dan memberikan santunan untuk meringankan biaya hidup dan biaya pengobatan selama di Bandung. Pak Budi mengucapkan terima kasih untuk para #sedekaholic yang telah menyisihkan rezeki untuknya. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan semoga Pak Budi segera diberikan kesembuhan.

Jumlah bantuan : Rp.10.000.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2016
Kurir : @Saptuari, @AtinLelyaS, @wuri_shinta

Pak budi menderita Glaukoma


CIPTO DIMULYO (76th, Patah Tulang Kaki Kanan) alamat Kretek Lor RT 03 Jambidan Banguntapan Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Bapak Cipto Dimulyo menderita sakit patah tulang kaki kanan akibat kecelakaan lalulintas di jalan Ngablak tak jauh dari kediamannya. Bapak Cipto diusia yang tak muda lagi masih terus berkarya membuat batu bata merah dari tanah. Pada hari senin 28/11/2016 pukul 16.00 WIB ketika Bapak Cipto hendak pulang kerumahnya dengan mengendarai sepeda motor roda dua sampai di Jalan Ngablak Banguntapan Bantul DIY mengalami tabrakan dengan seorang pemuda yang juga mengendarai sepeda motor. Sehingga mengakibatkan keduanya jatuh ke aspal.
Atas budi baik warga masyarakat sekitar tempat kejadian kecelakaan lalulintas tersebut Bapak Cipto dibawa menuju rumah sakit terdekat dalam hal ini Rumah Sakit Rajawali Citra di Jl.Pleret Banguntapan Bantul DIY. Setelah mendapatkan pertolongan pertama pada kecelakaan dari Tim medis, Bapak Cipto Dimulyo menjalani pemeriksaan awal lanjutan.Dari hasil pemeriksaan awal Bapak Cipto dinyatakan mengalami trauma pada tulang kaki kanan akibat benturan sehingga mengakibatkan patah pada tulang kaki kanan. Oleh pihak Tim Medis Bapak Cipto Dimulyo dianjurkan menjalani operasi pemasangan besi platina pada tulang kaki yang patah untuk menguatkan tulang kaki agar menyambung kembali. Satu hari rawat inap di RS.Rajawali Citra oleh pihak keluarga dan atas permintaan keluarga Bapak Cipto Dimulyo dipindahkan ke RSKB Ringroad Selatan di Sewon Bantul DIY. Bapak Cipto Dimulyo menjalani proses kesembuhan dari operasi hingga pasca operasi selama 4 hari rawat inap. Selama menjalani proses kesembuhan  menggunakan fasilitas umum dikarenakan jaminan kesehatan dari JasaRaharja baru dalam proses pengurusan adapun kendala yang dihadapi masalah biaya pengobatan. Bapak Cipto Dimulyo usia 76th ,Suami dari Ibu Sutiyem usia 68 th serta bapak dari 5 orang anak yang sudah berkeluarga 4 sedangkan 1 orang anak masih turut serta beliau.
Alhamdulillah oleh Allah SWT, #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bapak Cipto untuk turut serta berpartisipasi dalam meringankan beban penderitaan beliau menyampaikan santunan titipan #sedekaholics guna meringankan biaya pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000 ( Dua Juta Rupiah )
Tanggal : 13 Desember 2016
Kurir: @Saptuari @faisal_gudeg @KedunkUSSIL

Pak cipto menderita Patah Tulang Kaki Kanan


WAGIMAN BIN KARYO WIHARJO (48th, Patah Tulang Kaki Kanan). Alamat Plaosan RT 05/ RW 19 Tlogoadi Mlati Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Bapak Wagiman menderita sakit patah tulang kaki kanan akibat dari kecelakaan lalulintas yang menimpanya pada hari Senin 28/11/2016 pukul 03.30 WIB di Jalan Kebon agung Cebongan Mlati Sleman DIY. Kronologi kejadian kecelakaan lalulintas berawal ketika Bapak Wagiman hendak berangkat bekerja bahan bakar motornya kehabisan.Ketika sedang berupaya mencari pedagang bensin eceran sambil menuntun sepeda motor dari arah belakang tertabrak pengendara sepeda motor lainnya hingga semua terjatuh ke tanah kedua belah pihak. Selanjutnya ketika hendak bangkit dari jatuh akibat kecelakaan lalulintas tersebut Pak Wagiman mengalami kejadian tertabrak pengendara lainnya lagi sehingga terlindas pada kaki kanan. Berkah dari pertolongan warga masyarakat sekitar kejadian perkara Bapak Wagiman dan korban lain dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Rumah sakit terdekat dalam kesempatan ini RSA UGM di Kronggahan Trihanggo Gamping Sleman DIY. Setelah mendapatkan penanganan medis awal Bapak Wagiman didiagnosa menderita patah tulang kaki kanan yang mengharuskan untuk menjalani operasi pemasangan platina guna penguat tulang kakinya. 8 hari menjalani rawat inap di Rumah Sakit dari tindakan awal hingga pasca operasi. Namun kendala yang dihadapi Bapak Wagiman dan keluarga adalah masalah biaya karena harus segera dilakukan tindakan medis tanpa mempunyai jaminan kesehatan apapun.
Bapak Wagiman berusia 48th yang berprofesi sebagai buruh harian lepas tentunya dengan terjadinya kecelakaan ini semakin menambah beban penderitaan beliau. Suami dari Ibu Wasilah(46th) sebagai tulang punggung keluarga untuk mencukupi kehidupan sehari-hari saja pas-pasan menghidupi seorang istri dan 3 orang anak masih usia remaja dan bersekolah.
Alhamdulillah oleh Allah SWT #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bapak Wagiman berserta keluarga untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban derita beliau dengan menyampaikan santunan titipan dari #sedekaholics guna meringankan biaya pengobatan. Semoga berkah dan manfaat

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000 (Dua Juta Rupiah)
Tanggal: 13 Desember 2016
Kurir: @Saptuari @faisal_gudeg @KedunkUSSIL

Pak wagiman menderita Patah Tulang Kaki Kanan


MUHAMMAD SYAQIF DIRGA TRISKANADIFAN (4 bulan, Pendarahan Otak) beralamatkan di Mancasan WB2/707, RT41/RW09, Kecamatan Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Prop. DIY. Dik Syaqif sudah berada di ruang Intermediate Care di RS. Sardjito semenjak 22 Desember 2016, dikarenakan kecelakaan yang dialaminya dan kedua orangtuanya. Dik Syaqif mengalami pendarahan otak, dikarenakan benturan dengan bendar keras yang menyebabkan bagian dasar otaknya terus berdarah. Karena keadaannya tersebut, Dik Syaqif harus dibantu ventilator yang membuatnya tetap bernafas.
Selama dirawat di RS. Sardjito, biaya ditanggung oleh BPJS dan Jasa Raharja. Dikarenakan sakitnya Dik Syaqif disebabkan kecelakaan, Jasa Raharja turut membantu biaya pengobatannya. Namun tidak semua biaya tidak tercover BPJS, ada tindakan pengobatan yang harus dibiayai sendiri. Dik Syaqif sendiri seharusnya mendapat tindakan operasi, namun karena kondisi serta usianya, hal itu urung dilakukan. Sebagai gantinya, Dik Syaqif mendapatkan penanganan melalui obat serta terapi.
Sekarang kondisi Dik Syaqif masih belum sadarkan diri, namun menurut dokter yang menanganinya, kondisi Dik Syaqif sudah menunjukkan progres kearah yang baik. Kedua orangtua Dik Syaqif, Sutrisno (34)  dan Sri Kanthi Prihatin (34) meninggal dalam peristiwa kecelakaan di Jalan Magelang KM.5, Mlati, Sleman, Yogyakarta. Keluarga Dik Syaqif kini hanya tersisa kakaknya, yaitu Wildan Aprila Triskanadifan (13). Kakaknya sering menunggu Dik Syaqif, dengan harapan agar Dik Syaqif cepat bangun dan sembuh.
Kendala yang dihadapi Dik Syaqif adalah kesulitan biaya untuk pengobatan, karena kedua orangtuanya sudah tiada, otomatis tidak ada lagi yang dapat membantunya kecuali saudara-saudaranya. Dik Syaqif dan kakaknya kini juga menjadi yatim piatu, sehingga kehidupan mereka juga bergantung kepada uluran tangan saudara-saudaranya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan saudara Dik Syaqif, semoga dapat meringankan beban Dik Syaqif untuk pengobatan di rumah sakit.
Jumlah Bantuan  : Rp.3.000.000
Tanggal   :26 Desember 2016
Kurir   :@saptuari @faisal_gudeg @RofiqSILVER @rizkyaditya4

Syafiq menderita Pendarahan Otak


MASJID AL-ISLAM (Inventaris). Alamat: Gemblakan Bawah RT.20/RW.07 Kelurahan Suryatmajan, Kecamatan Danurejan, Kabupaten Kota Yogyakarta, Provinsi DIY. Alhamdulillah, Masjid Al-Islam Gemblakan mendapatkan hibah dari seorang dermawan berupa sebuah ambulance pada medio semester pertama tahun 2016 silam. Armada ini dimanfaatkan bagi jamaah yang tinggal di sekitar masjid pada khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya. Namun, sayangnya interior ambulance ini kurang lengkap sehingga pelayanannya belum maksimal. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan sedekah turut berpartisipasi untuk melengkapi desain interior ambulance tersebut. Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan kemudian memberikan bantuan berupa satu unit brankar ambulance yang dibeli senilai Rp. 8.500.000,-. Bantuan diterima oleh Pak Tirto, Ketua Takmir Masjid Al-Islam, semoga bantuan tersebut bermanfaat bagi ummat. Mewakili seluruh jamaah masjid, ia berterima kasih kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 8.500.000,-
Tanggal : 21 Desember 2016
Kurir : @Saptuari, @Aji_Kristanto

Bantuan berupa satu unit brankar ambulance


MTSR SURABAYA (L 1182 E, Biaya Operasional September 2016). Pada tahun 2015, Sedekah Rombongan dihubungi oleh salah satu pengusaha di Surabaya dan mengabarkan bahwa beliau akan menyedekahkan satu buah unit mobil untuk dijadikan ambulan. Lalu mobil tersebut langsung diberikan kepada kami. Mobil ini selanjutnya kami gunakan sebagai Mobil tanggap Sedekah rombongan (MTSR) wilayah Surabaya yang berfungsi mengantar jemput para pasien Sedekah Rombongan dari Rumah Singgah Sedekah Rombongan Surabaya ke rumah sakit di Surabaya utamanya RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Selain itu, MTSR juga sering mengantar jemput para pasien yang berada di luar kota Surabaya untuk melakukan pengobatan di rumah sakit Surabaya. Dengan adanya Mobilitas MTSR di wilayah Surabaya dan sekitarnya, kebutuhan untuk bensin, tol, servis dan biaya operasional lainnya pun dibutuhkan agar mobilitas MTSR dalam hal mengantar pasien Sedekah Rombongan di wilayah Surabaya dan sekitarnya dapat berjalan optimal. Biaya operasional kali ini digunakan untuk biaya service rutin, biaya bahan bakar, biaya tol dan transportasi pasien. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya tercatat pada rombongan 941. Semoga MTSR bisa terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 6.025.500,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Biaya Operasional September 2016


WULAN HASNA ARDINI (4, Lumpuh+TBC) Alamat: Dusun Saudan RT 1/10, Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Hasna sapaan akrabnya, berawal dari panas tinggi dan kejang selama 2 hari, Hasna kemudian dilarikan ke puskesmas terdekat oleh ibunya. Meski sudah diberi obat kondisinya belum membaik hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Ngipang Surakarta. Dengan Jamkesda nya selama 11 hari dirawat, ia tidak bisa jalan dan kemudian kehilangan pita suara. Dari hasil scan diketahui, ia menderita TBC yang sudah masuk ke saraf otak sehingga menyebabkan lumpuh dan hilang pita suara. Saat ini, Hasna rutin menjalani terapi di YPAC Surakarta 1x seminggu. Sang ibu, Jumiyem (39) merupakan tulang punggung keluarga karena suami beliau Bapak Sarman (42) menderita TBC dan rutin menjalani pengobatan di puskesmas sehingga tidak dapat bekerja. Demikian pula dengan anak kedua Novita D. (15) yang juga menderita TBC sudah sekolah lagi. Sementara anak pertama beliau Desi L. (21) sudah menikah dan punya keluarga kecil. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, beliau biasa bekerja sebagai pengasuh anak di desa dengan penghasilan Rp. 250.000/bulan. Namun, sejak Hasna sakit, beliau tidak lagi bekerja karena harus mengurus Hasna serta dikhawatirkan sakit Hasna akan menular ke lingkungan tempat beliau bekerja. Saat ini, beliau hanya mengandalkan bantuan warga sekitar untuk mencukupi kebutuhan harian dan pengobatan dik Hasna. Santunan ke 2 untuk biaya pengobatan selama di YPAC Surakarta dan RSUD Ngipang Surakarta kembali di sampaikan kepada dik Hasna. Dimana santunan sebelumnya tercantum dalam rombongan (…) . Dik Hasna dan Keluarga mengucapkan banyak terimakasih serta mendoakan semoga amal kebaikan sedekaholics dan kurir diterima Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 18 Februari 2017
Kurir: @Mawan @Anissetya60 @YuliSetiyowat12

Wulan menderita Lumpuh+TBC


KURNIANDI METIARIDHO (11, CTEV). Alamat: Lawatan RT. 1/1, Dukuh Turi, Tegal, Jawa Tengah. Dik Ridho merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Solo sejak tahun 2015 lalu.  Sejak lahir Dik Ridho sudah mengalami cacat pada kaki kanan dan kedua tangannya. Meski begitu, Dik Ridho termasuk sosok yang rajin dan pantang menyerah. Bahkan ia pernah bekerja di tempat pengrajin bulu angsa. Ayahnya, Kuwatman (40) bekerja sebagai penjual mie ayam yang berpenghasilan tidak menentu. sementara Ibunya Kurninda (35) tidak bekerja. Dik Ridho pernah mendapat bantuan pengobatan dari luar. Namun tidak sampai selesai sudah terhenti. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Dik Ridho dan keluarga. Sehingga pengobatan bisa dilanjutkan kembali. Sejauh ini, Dik Ridho telah menjalani dua kali operasi. Kondisi terkini, kakinya sudah bisa untuk berpijak dan akan melaksanakan kontrol kembali bulan Februari mendatang. Santunan ke-11 kembali disampaikan oleh kurir #SedekahRombongan Solo untuk biaya akomodasi dan transportasi dari Tegal ke Solo (PP) . Santunan sebelumnya telah masuk dalam rombongan 932. Dik Ridho dan keluarga menyampaikan terima kasih kepada #SedekahHolic. Semoga Allah membalas dengan kebaikan yang jauh lebih baik lagi. Aamiin

Jumlah Santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 16 Februari 2017
Kurir:@Mawan @Anissetya60 @Ayak

Ridho menderita CTEV


GIYANTO BIN HARJO SUMITOMO (31, Tetralogi of Fallot). Alamat : Kampung Nogobandan RT 6 RW 11, Kelurahan Kedunglumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta. Sejak lahir 31 tahun yang lalu pak Giyanto sudah didiagnosa oleh dokter menderita TOF (Tetralogi of Fallot), namun pak Giyanto tidak merasakan sakit apapun. Baru 3 bulan yang lalu pak Giyanto mulai merasakan sakit di bagian dada dan mudah jatuh saat bekerja. Sebelumnya pak Giyanto bekerja sebagai buruh di salah satu perusahaan swasta, namun karena pak Giyanto harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai penyakitnya maka dengan terpaksa pak Giyanto berhenti dari pekerjaannya dan saat ini beliau hanya bisa istirahat di rumah karena sudah tidak mampu untuk bekerja keras lagi. Saat ini pak Giyanto tinggal beserta istri, anak dan ibunya, dan saat ini hanya istrinya lah yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setelah merasakan sakit di bagian dada pak Giyanto memeriksakan sakitnya ke RS DR Moewardi, dari RS DR Moewardi pak Giyanto dirujuk ke RS Harapan Kita Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Saat ini pak Giyanto sedang menjalani pemeriksaan di RS Harapan Kita Jakarta untuk persiapan tindakan operasi di jantungnya. Karena pengobatan yang harus dilakukan di Jakarta, pak Giyanto sangat membutuhkan bantuan untuk biaya akomodasi selama pengobatan di Jakarta. Pak Giyanto beserta keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diterima semoga amal kebaikan sedekaholics dan kurir #SedekahRombongan diterima Allah.
Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 19 Februari 2017
Kurir : @Mawan @Anissetya60 @Ayak

Pak giyanto menderita Tetralogi of Fallot


SITI MARDIYAH (76, Kanker Payudara). Alamat: Desa Buncitan, RT 10/5, Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Sekitar tahun 2014, Bu Siti mulai merasakan nyeri di bagian payudaranya. Karena nyeri tidak kunjung menghilang, akhirnya Bu Siti memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Puskesmas kemudian merujuk Bu Siti ke RSUD Sidoarjo untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan Bu Siti didiagnosa menderita kanker payudara. Karena kondisi Bu Siti yang juga memiliki penyakit jantung serta karena faktor usia, Bu Siti tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi.  Saat ini Bu Siti menjalani pengobatan rawat jalan di RSUD Sidoarjo. Namun, karena tidak ada biaya serta tidak memiliki keluarga, Bu Siti hampir menghentikan pengobatannya. Bu Siti sudah tidak bekerja dan beliau tidak menikah. Bu Siti tinggal sendiri di rumah kecil yang terbuat dari bambu. Untuk makan sehari-hari beliau hanya menunggu diberi makan oleh tentangga. Alhamdulillah kami SedekahRombongan pada November 2016 mendapat info tentang sakit dan kehidupan Bu Siti. Melihat kesulitan beliau, kami beruntung berkesempatan untuk menyalurkan bantuan para sedekaholic kepada beliau. Setiap bulannya Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan kepada beliau dan membantu dalam mendampingi pengobatan beliau. Bantuan sudah diberikan dan dipergunakan untuk  biaya kehidupan sehari-hari dan biaya transportasi selama kontrol. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 960. Bu Siti sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal  : 7 Oktober 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 @EArynta

Bu siti menderita Kanker Payudara


BAKTI SOSIAL (Berbagi Nasi). Alamat : Jl. Soekarno Hatta, Mlajah, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Tepat akhir bulan Oktober 2016, seorang sedekaholic menyampaikan permintaannya kepada kurir Sedekah Rombongan Madura untuk menyalurkan sedekahnya dalam bentuk makanan kepada kaum dhuafa. Kurir  Sedekah Rombongan Madura di Bangkalan meresponnya dengan mengadakan kegiatan berbagi nasi dalam bentuk makanan dan minuman. Beberapa kurir terjun langsung membagikan 115 paket makanan untuk wilayah kecamatan Kota Bangkalan yang di bagi menjadi 2 kali pembagian yaitu siang dan malam. Saat siang hari kuri melakukan blusukan ke kampung dengan target janda, dhuafa dan yatim piatu. Sedangkan malam harinya dengan menyisir jalanan di mulai dari Jalan KH. Ach. Marzuki dan selesei di Jalan Soekarno Hatta dengan target pemulung, tukang becak, pedagang asongan, satpam dan juru parkir. Alhamdulillah kegiatan tersebut dapat berlangsung dengan lancer sesuai harapan. Amanah dari sedekaholic sudah tersampaikan dan mendapat respon positif dari masyarakat setempat. Semoga kegiatan ini bisa rutin untuk dilakukan sehingga Sedekah Rombogan semakin dikenal dan bermanfaat untuk masyarakat

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2016
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura @siham78 Indah @hrosania

Pengadaan berbagi nasi


FAJAR RAHMAWATI (15, Penyakit Kulit, Susp. Scabies). Alamat : Dusun Kalikobok RT 17, Desa Kalikobok, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Tahun 2014 tepatnya bulan Februari Fajar mengalami gatal-gatal di sekujur tubuhnya hinggal kulitnya memerah. Orang tua Fajar mengira itu gatal biasa sehingga tidak ada penanganan serius dan dibiarkan begitu saja. Dua minggu berlangsung gatal yang dialami Fajar tidak kunjung sembuh, tetapi semakin parah, kulit di sekujur tubuh Fajar mulai mengelupas dan mengeras, hal ini menyebabkan Fajar tidak bisa berjalan dan tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. Karena gatal yang semakin parah akhirnya Fajar dibawa ke RSUD Sragen untuk mendapatkan penanganan yang serius, beberapa kali melakukan pengobatan di RSUD Sragen Fajar diberi obat luar berupa salep, namun gatal yang dialaminya tidak kunjung sambuh juga. Anak ketiga dari bapak Muchtarom (51) dan ibu Muslimah (49) ini saat ini hanya bisa bermain dan menghabiskan waktunya di dalam rumah. Karena keterbatasan biaya & transportasi akhirnya orang tua Fajar memutuskan untuk berhenti membawa Fajar ke RSUD sragen hingga akhirnya kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan Fajar dan Fajar bisa berobat kembali ke RSUD Sragen. Orang tua Fajar mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk kesembuhan Fajar. Aamiin.

Jumlah santunan : Rp 500.000,-
Tanggal : 20 Februari 2017
Kurir : @mawan @AnisSetya @Ayak

Fajar menderita Penyakit Kulit, Susp. Scabies


WAGIRUN BIN KARIYO UTOMO (62 th, Luka Jari Kaki), Dusun Klendrekan RT 26,RW 12,Desa Banjarsari, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bapak Wagirun sudah 13 tahun menderita sakit luka di betis kaki hingga ke jari-jari kaki, bahkan sampai membusuk. Sudah beberapa kali melakukan pengobatan ke betbagai rumah sakit dan alternatif, namun hasilnya nihil. Selama di rumah sakit sudah dilakukan tes laborat, untuk mengetahui penyebab sakitnya, namun dari semua tes laborat yang dilakukan tim medis, baek asam urat kolesterol gula darah semua normal. Secara garis besarnya tidak ditemukan penyakit yang menyebabkan luka sulit untuk disembuhkan. Selama sakit bapak wagirun  yang biasanya berprofesi sebagai petani tidak bisa bekerja lagi. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga, istrinya yaitu itu Berta Pani yang berusia 52 th, berjualan tempe di pasar tradisional, dengan pendapatan yang tak seberapa. Beruntung bapak Wagirun mempunyai jaminan BPJS, sehingga untuk biaya di rumah sakit tercover BPJS PBI. Setelah 13 tahun mencari kesembuhan, akhirnya Tuhan berkehendak lain. Pada tanggal 01 Januari 2017 bapak Wagirun meninggal dunia di RSUD Wates Kulonprogo. Semoga bapak Wagirun diampuni segala dosa-dosanya dan mendapatkan tempat yang terbaik. Alhamdulilah Sedekah rombongan bisa berpartisipasi untuk ikut serta menyampaikan bantuan titipan dari #Sedekahollics, untuk keluarga almarhum bapak Wagirun. Semoga menjadi amal kebaikan bagi segenap #Sedekahollics dan Sedekah Rombongan

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal : 02 Januari 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @jemigigi

Pak wagirun menderita Luka Jari Kaki


WARNIDA BINTI ALAMLAH (2minggu, Melahirkan). Alamat : Jl. Kelud V No. 214 LK III, RT 006, Desa Perumnas Way Halim, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung, Propinsi Lampung, pekerjaan ibu rumah tangga. Pada awal bulan Januari 2017, nyonya Warnida merasakan kandungannya sudah seperti mau melahirkan, padahal usia kandungannya baru 7 bulan. Oleh suaminya yaitu bapak Sudibyo bin Budi Utomo Paino yang berprofesi sebagai penjual herbal, diperiksakan ke bidan praktek. Namun dari tempat bidan praktek langsung dirujuk ke RSUP DR Sardjito. Saat ini memang keluarga ini merantau di Yogyakarta. Setelah dilakukan pemeriksaan tim medis memutuskan harus dilakukan tindakan operasi cesar untuk menyelamatkan bayi dan ibunya. Alhamdulilah operasi berjalan lancar, namun keluarga ini tidak mampu membayar biaya persalinan, karena baik bayi maupun ibunya tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Alhamdulilah Sedekah rombongan dipertemukan dengan keluarga nyonya warnida untuk menyampaikan bantuan titipan dari #Sedekahollics, semoga bisa meringankan beban biaya rumah sakit untuk nyonya Warnida. Keluarga nyonya Warnida mengucapkan terimakasih dan mendoakan semoga menjadi amal kebaikan bagi segenal #Sedekahollics dan Sedekah Rombongan

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 19 Januari 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st  @jemigigi

Bantuan biaya melahirkan


ROMZANAH BINTI ALI MARDANI (51 Tahun, Badan, Tangan dan Kaki Panas). Alamat: Basiran, RT.01 RW.01 Desa Blongkeng, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Keseharian Bu Romzanah bekerja sebagai buruh tani yang mengerjakan sawah ladang milik orang lain. Sudah dua bulan lamanya ia merasakan sakit di badan, kaki dan tangannya. Ia pernah berobat ke puskesmas dan diberi resep obat, ia pun tak pernah lupa meminum obatnya itu. Namun hingga obatnya habis namun belum ada perubahan, ia masih sakit. Ia kembali berobat, kali ini ia mendatangi mantri atau tiyang sepuh, namun hasilnya masih tetap sama. Diagnosa penyakitnya pun hingga saat ini belum diketahui. Bu Romzanah tinggal bersama seorang anaknya yang telah dewasa. Sang anak sementara ini berhenti bekerja untuk menjaga ibunya yang sedang sakit. Begitu juga dengan Bu Romzanah, ia praktis tidak bisa bekerja dalam kondisi demikian. Akibatnya keluarga ini tidak memiliki penghasilan lagi. Bu Romzanah memiliki keinginan yang besar untuk sembuh, ia ingin mengetahui sakit yang dideritanya kini, namun ia terkendala oleh kondisi ekonomi. Kurir Sedekah Rombongan kemudian bersilaurahmi sembari menyampaikan titipan dari Sedekaholic untuk membantu kesulitan mereka. Bantuan ini digunakan untuk periksa lebih lanjut untuk mengetahui penyakitnya. Selain itu bantuan ini juga digunakan untuk biaya berobat dan akomodasi. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban kehidupan mereka. Bu Romzanah dan anaknya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Mereka pun senantiasa mendoakan agar Sedekaholic diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Amin.

Jumlah Bantuan  : Rp. 1.000.000
Tanggal : 23 Desember 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st  @jemigigi

Bu romzanah mengalami panas di badan


PUTRI NINGRUM RAHAYU (9 Tahun, Bantuan Biaya Pendidikan). Alamat : Jalan Sorowojo, Pedak RT.14/RW.06 Desa Karangbendo, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Putri merupakan anak kedua dari pasangan Bapak Ruminten (53 Tahun), yang bekerja sebagai buruh harian lepas dengan gaji yang tak tentu. Kalau ada info tukang bangunan ya kerja, kalau tidak ada ya di rumah. Sementara itu, Ibu Pariningsih (44 Tahun), bekerja sebagai ibu rumah tangga. Sidiq Prayoga, kakak laki-lakinya, kini tengah duduk di bangku Kelas 1 SMK Muhammadiyah Berbah. Putri sendiri kini tengah duduk di bangku sekolah dasar swasta. Putri merupakan pelajar aktif yang masih semangat ingin meneruskan sekolahnya. Kesehariannya berangkat sekolah diantar kakaknya dan pulang dijemput ibunya. Keluarga ini mengalami kendala biaya pendidikan, ada beberapa biaya pendidikan yang tertunggak. Seperti biaya infaq, daftar ulang, ekstrakulikuler, dan les bahasa inggris. Keluarga ini memiliki tanggungan hutang ke tetangga sekitarnya. Tetapi tetangga menganggap semua itu untuk menolong jadi tidak perlu dikembalikan. Kondisi keluarga ini memang memprihatikan, sebagian barang rumah tangga mereka adalah sumbangan para tetangga mereka. Putri terancam putus sekolah tetapi ia masih semangat bersekolah. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan dana sedekah, turut berpartisipasi untuk meringankan beban kehidupan mereka. Kurir Sedekah Rombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah mereka sembari menyampaikan bantuan berupa uang tunai yang digunakan untuk melunasi tunggakan biaya pendidikan sang putri. Keluarga ini menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Terima kasih, Sedekaholi, berkat sedekahmu, Putri dapat kembali bersekolah lagi…

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000
Tanggal : 8 Januari 2017
Kurir : @Kissherry, @Ekow_ST@jemigigi

Bantuan Biaya Pendidikan


SIYAM binti MARYUDI (53 tahun, ca mamae). Alamat : Dusun Jurug RT 08, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tahun 2012 Bu Siam terkena kanker payudara. Awalnya hanya berobat alternative saja, tidak ada pemeriksaan medis sama sekali. 1 tahun lebih berobat alternative bukanya sembuh tetapi membuat kanker tersebut lebih parah dan membuat benjolan yang terdapat di payudara sebelah kiri akhirnya meletus dan keluar cairan berupa darah. Di bulan oktober 2014 alhamdulilah kurir Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Bu Siam ini, pada waktu itu kondisinya terbaring lemah, cairan di payudara sebelah kiri tak henti hentinya keluar hingga membasahi bajunya. Kaki sebelah kiri juga tak mampu digerakkan sehingga tiap jalan harus di papah. Setelah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, Bu Siam menjalani pemeriksaan awal berupa biopsi. Dari hasil biopsi di simpulkan bahwa Bu Siam mengalami kanker payudara stadium 4 yang sudah metastase ke tulang. Proses awal pengobatan yaitu menjalani kemoterapi sebanyak 6x. Setelah luka mengering, di lanjutkan dengan tindakan operasi pengangkatan payudaranya. Kemudian kemo lagi 6x dan suntik vitamin untuk tulang (zometa) sebanyak 15 kali. Selama menjalani pengobatan alhamdulilah kondisi Bu Siam berangsur angsur membaik. Badan yang tadinya kurus kering semakin hari semakin berisi dan kaki yang tidak bisa bergerak berangsur-angsur bisa digerakkan dan bisa berjalan. Di bulan Mei 2016 Bu Siam menjalani operasi lagi di karenakan ada massa di bagian aksila. Kemudian di bulan Oktober menjalani operasi lagi karna ada benjolan di bekas operasi pertama. Setelah menjalani operasi yang terakhir ini dokter memberikan terapi kemo oral. Akan tetapi kondisi bu siam pasca operasi semakin menurun dan lemah. Badan kurus kering, tidak mau makan dan minum dan sering mengalami sesak nafas. Pada tanggal 9 Januari 2017 akhirnya Bu Siam menghembuskan nafas terakhirnya. Kurir Sedekah Rombongan yang melayat ke rumah beliau mengucapkan bela sungkawa sebesar besarnya kepada keluarga almarhumah Bu Siam dan menyampaikan santunan utk keluarga Bu Siam. Segenap keluarga menyampaikan rasa terimakasih yg sebesar besarnya kepada kurir Sedekah Rombongan dan kepada sedekaholic yang sudah membantu Bu Siam selama 2 tahun ini. Semoga kebaikan kurir Sedekah Rombongan dan sedekaholic di balas sebaik baiknya oleh Alloh SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 9 Januari 2017
Kurir : @kisshery, @ekow_st, danis@danish_cookiez

Bu siyam menderita ca mamae


SUPRIYATI BINTI SUMARNO (33 th, lumpuh) Alamat: Kp. Klepu RT 02 RW21 ds. Sendang mulyo Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Propinsi  D.I Yogyakarta. Ibu Supriyati  menderita lumpuh sejak kejadian gempa Jogja tahun 2006 lampau. Sejak kejadian itu membuatnya harus melakukan segala aktivitas duduk dikursi roda. Ibu Supriyati sekarang dirawat oleh suaminya yang baru dikenalnya bulan Maret 2015 lalu. Setelah menikah setiap hari  Ibu Supriyati oleh suaminya melakukan perawatan luka decubitus yg dialami sejak lama dan belum sembuh. Setelah dirawat dengan baik menggunakan minyak habbatusauda luka-lukanya sangat membaik, hampir nutup, tetapi karena keterbatasan biaya jadi suaminya hanya mampu beli sekuatnya saja. Kondisi Ibu Supriyati sekarang sedang mengandung 8 bulan dan Suami harus memikirkan kesehatan calon bayi, harus membeli susu hamil untuk menambah gizi calon bayi. Suami Ibu Supriyati yaitu Chomarudin bekerja sebagai tukang bangunan, sewaktu kurir SR sedang survey pak Chomarudin mengalami musibah,  jari tangannya tertimpa genteng ketika kerja, padahal baru hari pertama masuk kerja. Oleh karena musibah tersebut suami tidak bisa bekerja sementara waktu dan tidak mendapat penghasilan sampai tangganya sembuh. Sedangkan orang tua Ibu Supriyati adalah seorang penenun  stagen yang mana dalam sehari hanya bisa membuat satu sampai dua stagen yang panjangnya 10 meter. Sedangkan harga stagen di pasaran Rp. 25.000. Alhamdulillah keluarga Ibu Supriyati di pertemukan dengan Sedekah Rombongan untuk menyampaikan titipan sedekaholic disampaikan untuk memenuhi kebutuhan pengobatannya dan menambah gizi bayi.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 12 Januari 2017
Kurir : @KissHerry, @ekow_st, @jemigigi

Bu supriyati menderita lumpuh


TUYEM bin ATMO (70 tahun, Bantuan Tunai). Alamat :  Jalan KH. Wahid Hasyim, Dusun Karasan RT 04, Kelurahan Palbapang, Kecamatan Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Mbah Tuyem berusia 70 tahun, hidup sebatang kara dengan belas kasih para tetangga. Suami meninggal dunia usia 62 tahun. Mbah Tuyem mempunyai 1 orang anak dan sudah menikah. Namun semenjak anaknya menikah dan punya cucu, mbah Tuyem tidak ada yang mengurusi. Hingga pada akhirnya tanggal 20 Desember 2014 anaknya dikabarkan meninggal dunia. Mbah Tuyem juga mengatakan (sesug tanggal 20 Desember 2016, 2 tahune anak kulo). Sebelum anaknya menikah, anaknya menjual rumah kediamannya dan sehari-harinya hanya meminta uang. Hingga pada akhirnya, tetangga sebelah mbah Tuyem (mbah Setiyo Karyo) menghibahkan gubug yang saat ini di tempatinya. Gubug tersebut sudah di tempatinya puluhan tahun dengan kondisi gubug yang hampir ambrug karena bambu dan kayunya yang sudah lapuk. Kesehariannya mbah Tuyem menjual kacang goreng, kacang godog, pisang godog di Lapangan Jodog, Bantul. Sehari kadang dapat 10ribu kadang 20ribu. Kalau ada event/ tontonan/ konser/ dangdut/ pasar malam mbah Tuyem semangat berjualan karena dagangannya laku. Untuk berjualan biasanya mbah Tuyem naik bis atau kalau nggak diantar tetangga atau keponakan yang bersedia mengantarnya berjualan. Untuk modal kacang yang ia beli,  hutang ke tetangga atau koramil atau bakso di sekitar palbapang. Kalau tidak dapat modal, mbah Tuyem di gubug mencari kayu bakar di belakang gubugnya. Sehari-hari mbah Tuyem mengkonsumsi bubur (nasi dibikin bubur). Beras biasanya pemberian tetangga atau keponakannya. Untuk membuat bubur mbah Tuyem menggunakan tungku dan kayu bakar yang dicari dibelakang gubugnya. Gubug hampir ambrug, kalau hujan pasti bocor, bambu dan kayu2 lapuk, untuk makan sehari-harinya mengharapkan belas kasih para tetangga, tidak ada alas tidur (kasur) , tidur hanya beralaskan pakaian2 (gombal-gombal yang ditumpuk),untuk modal dagangannya harus hutang sana sini, kalau hujan gubug bocor dan genangan air. Kalau sumur depan gubugnya saat dan keruh, mbah Tuyem harus menyiapkan uang 70 ribu untuk menggali sumurnya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan oleh Allah SWT. dipertemukan dengan Mbah Tuyem untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau dengan menyampaikan santunan titipan sedekaholics yang digunakan untuk keperluan modal usaha dan memperbaiki tempat tinggalnya.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 16 Januari 2017
Kurir : : @kissherry @ekow_st @jemigigi

Bantuan Tunai


PUTRI SYAHRINI (6, Ginjal Bocor). Alamat : Jalan Kijang Lama, RT 1/5, Kelurahan Melayu Kota Piring, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Putri, begitu gadis kecil ini biasa dipanggil. Putri didiagnosis oleh dokter mengalami ginjal bocor sejak berumur 2 tahun. Penyakit yang diderita oleh Putri diawali dengan demam tinggi selama beberapa hari. Saat itu orang tua Putri mengira ia hanya mengalami demam biasa. Setelah beberapa minggu kemudian, kondisi tubuh Putri semakin memburuk dan ia mengalami bengkak di seluruh tubuh, terutama di daerah wajah dan kaki. Putri pun sempat buang air kecil berwarna merah dan keruh. Putri akhirnya dibawa ke Puskesmas dan dirujuk ke rumah sakit. Putri dinyatakan menderita ginjal bocor dan ginjalnya sudah tidak bisa berfungsi dengan baik. Putri harus menjalani pengobatan lebih lanjut ke fasilitas yang lebih lengkap, ia dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Bersama Ibunya, Sarifah (51), Putri berobat ke Jakarta dan menjalani berbagai rangkaian pemeriksaan. Akan tetapi, Putri tidak melanjutkan pengobatannya karena orang tuanya tidak memiliki cukup uang untuk membiayai kehidupan selama di Jakarta meski sudah memilik JKN – KIS. Saat ini, kondisi Putri stabil walaupun seluruh tubuhnya masih bengkak. Putri adalah gadis ceria dan senang bermain dengan teman-temannya. Dengan kondisinya sekarang, Putri masih bersemangat sekolah. Ibu Sarifah setiap hari bekerja membuat keset kaki dari kain perca yang kemudian dijual oleh suaminya, Syarif (64). Hasil penjualan keset inilah kemudian digunakan untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Saat ditemui oleh Kurir Sedekah Rombongan, Ibu Sarifah mengungkapkan keinginannya untuk melanjutkan pengobatan Putri ke fasilitas pengobatan yang lebih lengkap, namun ia tidak memiliki simpanan uang untuk bekal berobat ke Jakarta. Kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk operasional pengobatan Putri. Semoga dengan bantuan yang diberikan oleh Sedekah Rombongan dapat membantu proses pengobatan Putri. Semoga Putri bisa segera berobat dan diberikan kesembuhan seperti sedia kala sehingga ia bisa kembali bersekolah dan bermain dengan teman-temannya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal: 27 Januari 2017
Kurir : @arfanesia @HeruBinYatiman Icha @ririn_restu

Putri menderita Ginjal Bocor


SITI MARYAM (52, Kaki Diabetes). Alamat : Kp. Sei Enam Laut, RT 4/1, Kelurahan Sungai Enam, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Ibu Maryam didiagnosis mengalami kaki diabetes sejak dua bulan yang lalu. Kaki diabetes adalah luka pada kaki yang sulit sembuh diakibatkan kadar gula darah yang terlalu tinggi dan tidak terkontrol dengan obat-obatan. Awalnya luka di kaki Ibu Maryam hanya berupa bisul kecil yang kemudian pecah. Luka tersebut awalnya belum terlalu parah, namun setelah lebih dari tiga minggu kondisi lukanya memburuk. Luka menjadi berbau dan berulat, hal ini disebabkan karena Ibu Maryam sempat menempuh perjalanan jauh dari Palembang ke Tanjungpinang dan kondisi kaki terus – menerus dalam keadaan lembab. Ibu Maryam kemudian berobat ke dokter. Saat itu dikatakan gula darah Ibu Maryam lebih dari 400 mg/dL sedangkan kadar gula darah normal adalah di bawah 200 mg/dL. Selain kondisi jari-jari kaki kiri Ibu Maryam yang semakin membusuk, ia juga mulai mengalami penurunan nafsu makan sehingga berat badannya menurun. Dokter kemudian memberikan obat-obatan berupa obat penurun gula, penghilang nyeri dan antibiotik. Dokter menyarankan jari kaki kiri Ibu Maryam diamputasi. Akhirnya ia menjalani tindakan operasi. Luka di jari-jari kaki Ibu Maryam sudah dibersihkan dan saat ini sedang dalam perawatan. Ia pun masih rutin minum obat yang diberikan. Saat ini Ibu Maryam tinggal dengan temannya, Ibu Susi (45). Suami Ibu Maryam sudah meninggal. Dari pernikahannya, Ibu Maryam memiliki seorang anak laki-laki yang sudah berkeluarga dan tinggal di Palembang. Saat ini Ibu Maryam tidak bekerja, untuk menghidupi kehidupan sehari-harinya ia mengandalkan bantuan dari Ibu Susi. Untuk membiayai pengobatan dan operasinya, Ibu Maryam menggunakan jaminan kesehatan. Saat dikunjungi oleh kurir Sedekah Rombongan, Ibu Maryam bercerita mengenai keinginannya yang besar untuk sembuh dari penyakitnya. Kurir Sedekah Rombongan bersyukur dapat dipertemukan dengan Ibu Maryam dan memberikan bantuan untuk kebutuhan berobat dan biaya sehari – hari. Ibu Maryam sangat berharap kondisinya semakin membaik sehingga bisa melakukan aktivitas sehari-harinya sendiri sehingga tidak merepotkan orang lain. Semoga Ibu Maryam diberikan kesabaran dan kesembuhan oleh Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Januari 2017
Kurir :@arfanesia @HeruBinYatiman @thiwipepthy @ErystyaApriani Ardi @ririn_restu

Bu siti menderita Kaki Diabetes


ATIK BINTI YUSUF (38, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Jalan Kuantan, Gang Putri Ledang 3, RT 2/1, Kelurahan Melayu Kota Piring, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Ibu Atik adalah ibu dari 3 orang anak : Agus (14), Asep (3) dan Larasati (10 bulan). Suami Ibu Atik, Bapak Walidi (38), telah meninggal dunia satu tahun yang lalu akibat kecelakaan. Sejak saat itu Ibu Atik membiayai hidupnya dan ketiga anaknya dengan bekerja sebagai seorang buruh cuci dengan gaji Rp. 600.000,- per bulan. Dari penghasilannya tersebut harus ia sisihkan sebesar Rp. 250.000,- untuk sewa rumah per bulan, belum lagi untuk kebutuhan sehari – hari. Ibu Atik bekerja dari pagi hingga sore hari dengan membawa Larasati ke tempatnya bekerja, sementara Agus bersekolah dan Asep dititipkan ke rumah tetangga. Kepada kurir Sedekah Rombongan, Ibu Atik mengaku khawatir tidak mampu membiayai anak-anaknya bersekolah dengan penghasilannya yang sangat pas-pasan. Meski begitu, Ibu Atik tetap bekerja keras karena melihat semangat Agus untuk bersekolah yang dibuktikan dengan prestasinya di sekolah. Agus dikenal sebagai anak yang baik dan penurut, ia pun disenangi guru-guru di sekolahnya. Saat ditemui kurir Sedekah Rombongan, Agus baru saja terkena musibah terjatuh dari motor saat diboncengi temannya sepulang sekolah. Agus tampak kesulitan untuk berjalan karena luka memar, lecet dan bengkak pada kaki kirinya. Ibu Atik mengaku belum sempat mengantar Agus ke Puskesmas karena bekerja. Untuk jaminan kesehatan, Ibu Atik dan anak-anaknya telah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI. Saat diperiksa oleh kurir Sedekah Rombongan yang berprofesi sebagai dokter, Agus segera diberikan antibiotik, anti nyeri, salep pereda bengkak dan vitamin untuk mengobati luka yang dialaminya. Ibu Atik bersyukur sekali atas kunjungan kurir Sedekah Rombongan yang menyampaikan santunan, ia pun mengucapkan terima kasih. Santunan yang disampaikan oleh kurir Sedekah Rombongan akan dipergunakan untuk membeli kebutuhan sehari – hari dan biaya sekolah anak-anaknya. Ibu Atik berharap diberikan kekuatan untuk membesarkan dan menyekolahkan anak-anaknya hingga tumbuh menjadi anak yang berbakti dan cerdas. Semoga Allah mengabulkan doa Ibu Atik. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Januari 2017
Kurir : @arfanesia @HaruBinYatiman @Mumutmuya @ririn_restu

Bantuan Biaya Hidup


YOHANES APRILIANO DEGA (2, Malformasi Anorectal). Alamat : Desa Danga, RT 17/8, Kec. Kolibali, Kab. Nagekeo, Pulau Flores, Prov. Nusa Tenggara Timur. Yohanes merupakan anak pertama dari Quirines Nere (38) dan Kristina Biji Kula (29). Ia terlahir dengan kondisi cacat bawaan yakni tidak memiliki anus dan terdapat kelainan pada alat kelaminnya. Sebelumnya Yohanes sudah pernah dirawat di RS Flores untuk pembuatan anus, namun karena di sana tidak memiliki fasilitas yang lengkap untuk penanganan terhadap kelainan yang dimiliki, Yohanes dirujuk ke RSUP Sanglah, Bali. Selama menjalani pengobatan di RSUP Sanglah Yohanes sudah menjalani operasi colostomy sebanyak 2 kali dan sudah ditutup. Saat ini kondisi Yohanes sudah lebih baik dan menjalani rawat jalan sembari menunggu jadwal operasi berikutnya, namun untuk operasi berikutnya dokter di RSUP Sanglah menyarankan untuk merujuk Yohanes ke RSCM Jakarta dikarenakan peralatan operasi di RSUP Sanglah belum memadai. Ayah dan ibu Yohanes yang  bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu membuat mereka kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi ditambah dengan penyakit yang diderita oleh Yohanes memerlukan biaya yang besar dan pengobatan yang cukup lama. Awalnya mereka pasrah menerima keadaan anaknya namun mereka tidak putus asa untuk selalu mengupayakan kesembuhan bagi anak mereka. Biaya pengobatan selama di RSUP Sanglah sudah ditanggung oleh JKN – KIS kelas III yang dimilikinya. Selama pengobatan di Bali orang tua Yohanes sudah tidak lagi bekerja, sehingga tidak ada penghasilan sama sekali dan mereka kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Alhamdulillah, sejak September 2016 kurir Sedekah Rombongan menjadikan Yohanes sebagai pasien dampingan dan bisa merujuknya ke RSCM Jakarta untuk rekonstruksi alat kelaminnya. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk kebutuhan sehari – hari selama berobat di RSCM Jakarta. Santunan sebelumnya telah diberikan dan terdapat dalam rombongan 949.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 20 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @lusimartha @ririn_restu

Yohanes menderita Malformasi Anorectal


BAGAS BIN RIAN HIDAYAT ( 1, Atresia Ani). Alamat : Desa Rasabou, RT 2/1, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Provinsi NTB. Bagas yang saat itu berusia 2 bulan adalah anak pertama dari pasangan Rian Hidayat (36) dan Eti (30). Sejak lahir Bagas  tidak mempunyai lubang anus sehingga ia tidak bisa BAB secara normal. Saat baru lahir Bagas dibuatkan lubang anus sementara di perutnya (kolostomi) dengan biaya ditanggung oleh BPJS. Bagas mengalami BAB yang tidak lancar sehingga menyebabkan perutnya membesar. Bagas sempat dirawat di RSUD Bima selama 20 hari, karena kondisinya tidak mengalami kemajuan ia dirujuk ke RSU Provinsi NTB dan menjalani perawatan selama 13 hari sejak tanggal 6 Januari 2017. Kondisi Bagas terus menurun hingga akhirnya ia meninggal dunia pada 19 Januari 2017 di RSUP NTB. Bapak Rian Hidayat yang berprofesi sebagai petani tidak mampu menyewa ambulans untuk membawa pulang jenazah Bagas ke Bima. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dapat meringankan beban orang tua Bagas dengan memberikan bantuan biaya pemulangan jenazah. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya penyebrangan menggunakan kapal feri dan bensin ambulans yang dibantu oleh Dasi NTB. Alhamdulillah dengan adanya bantuan adari Sedekah Rombongan dan Dasi NTB proses pemulangan jenazah Bagas dapat berjalan dengan lancar. Ucapan terima kasih dari kedua orang tua Bagas kepada Sedekah Rombongan dan berdoa semoga semua kebaikan sedekaholic di balas Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 30 Januari 2017.
Kurir : @arfanesia Muhtar Panca @ririn_restu

Bagas menderita Atresia Ani


MONDY BIN YANTO (11, Gastroschisis) Alamat : Kelurahan Pelanjau, RT 10/3, Desa Amawang, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Murid kelas 4 SD ini sebenarnya merupakan anak yang periang, namun karena ia memiliki kelainan dimana terdapat usus yang keluar di bagian perutnya, Mondy menjadi jarang sekali keluar rumah. Kelainan yang diderita Mondy sudah ia alami sejak lahir. Sewaktu bayi Mondy sering menangis sepanjang hari, karena tak mengetahui penyebabnya maka orang tua Mondy membawanya ke Puskesmas terdekat. Dokter yang memeriksa pada waktu itu menyarankan untuk segera dibawa ke RSUD Abdul Aziz Singkawang agar mendapat penanganan lebih lanjut. Sampai saat ini terhitung sudah dua kali Mondy menjalani operasi, namun karena jauhnya rumah sakit dari rumah, keterbatasan transportasi dan tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan maka dalam beberapa tahun terahir Mondy sudah tidak lagi menjalani kontrol rutin yang disarankan oleh dokter. Terlebih lagi ayah Mondy, Yanto, juga mengalami sakit saraf terjepit yang membuatnya kesulitan berjalan dan harus menggunakan tongkat. Akhirnya tindakan yang dapat dilakukan orang tua Mondy hanya bergantian membersihkan luka pada usus yang keluar dari perutnya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Mondy. Kurir harus menelusuri hutan, naik turun bukit untuk sampai ke rumah Mondy. Setelah bantuan sebelumnya disampaikan untuk melanjutkan pengobatan yang sudah lama tidak dilakukan, bantuan lanjutan pun kembali disampaikan kurir Sedekah Rombongan untuk kebutuhan transportasi berobat ke RS Serukam Singkawang dan biaya hidup selama berobat di sana. Sebelumnya Mondy dibantu dalam rombongan 928.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Mondy menderita Gastroschisis


JULAILA DABONG (38, Kanker Nasofaring). Alamat : Dusun Meriam Jaya, RT 10/1, Desa Dabong, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Ibu Julaila merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Di leher Ibu Julaila tumbuh benjolan yang setelah menjalani rangkaian pengobatan ia didiagnosis menderita kanker nasofaring. Sebelumnya Ibu Julaila berobat di RS Sudarso Pontianak namun dirujuk ke RS Dharmais Jakarta. Dengan berbekal bantuan dari Sedekah Rombongan Ibu Julaila beberapa minggu menjalani pemeriksaan di RS Dharmais, namun karena pada saat itu Ibu Julaila dalam kondisi hamil, dokter memutuskan untuk menghentikan sementara pengobatan kemoterapi selama masa kehamilan Ibu Julaila. Ibu Julaila pun diperkenankan pulang ke Pontianak. Saat di Pontianak Ibu Julaila sempat dirawat di RSUD Sudarso. Kini Ibu Julaila melanjutkan pengobatannya di RS Dharmais Jakarta. Hingga kini Ibu Julaila telah menjalani 26 kali kemoterapi. Setelah menjalani kemoterapi, Ibu Julaila kini menjalani sinar dan biopsi di bagian ulu hati karena beberapa minggu terakhir ia mengeluh sesak napas. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya hidup selama berobat, membeli vitamin dan kebutuhan lainnya selama di Jakarta. Sebelumnya Ibu Julaila telah dibantu pada Rombongan 943.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 26 Januari 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Ibu julaila menderita Kanker Nasofarin


MASJID AL IKHLAS (Bantuan Biaya Renovasi). Alamat : Jalan Sungai Kumba, RT 2/5, Desa Siding, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat. Masjid Al Ikhlas merupakan satu-satunya masjid di Desa Siding. Masjid ini dibangun pada pertengahan tahun 2000-an oleh tentara yang bertugas di Pos Perbatasan Indonesia-Malaysia di Desa Siding. Karena berada di lingkungan Suku Dayak non muslim, penggunaan masjid ini mengalami pasang surut. Kondisinya terkadang ramai, sepi, bahkan pernah juga tidak digunakan sama sekali. Penduduk lokal yang beragama islam di sekitar masjid sangat sedikit sehingga penggunaan masjid untuk ibadah sholat jumat atau sholat berjamaah 5 waktu tergantung pada warga muslim pendatang yang bertugas di Desa Siding. Kondisi masjid menjadi tidak terurus dan membutuhkan perbaikan. Kondisi lantainya masih semen kasar, plafon yang lepas hingga kayu yang mulai dimakan rayap. Satu bulan belakangan, Alhamdulillah masjid sudah mulai digunakan untuk sholat berjamaah walau baru satu saf. Meskipun begitu, kondisi tersebut insya Allah sudah mampu mengobati dahaga muslim sekitar untuk berkumpul melaksanakan sholat bersama-sama. Hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk dapat istiqamah di wilayah perbatasan dimana warga muslim bisa dihitung dengan jari. Kurir Sedekah Rombongan akhirnya melakukan survei untuk masjid ini, masjid ini memang membutuhkan perbaikan untuk menunjang fungsinya sebagai tempat ibadah. Santunan dari sedekaholics Sedekah Rombongan disampaikan untuk membantu biaya renovasi masjid Al Ikhlas ini. Semoga santunan ini dapat membantu proses perbaikan masjid, dan masyarakat muslim di Desa Siding senantiasa meramaikan masjid dan sholat berjamaah di satu-satunya masjid di Desa Siding ini. Amin.

Jumlah Bantuan: Rp. 3.000.000,-
Tanggal: 5 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Bantuan Biaya Renovasi


KATMINI BINTI PAWIRO BANI (85, Patah Tulang Kaki). Alamat : Jalan I Gusti Ngurah Rai No. 15, Gang Sayang, RT 1/2, Desa Bago, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Provinsi jawa Timur. Pada 1 bulan yang lalu Ibu Katmini terjatuh saat akan ke kamar mandi, mengetahui akan hal tersebut putrid beliau akhirnya membawa beliau ke tukang pijat. Setelah dipijat beberapa kali, beliau tidak merasakan perubahan apa pun. Akhirnya selama seminggu beliau tidak bisa berjalan dan hanya berbaring di tempat tidur. Alhamdulillah Sedekah Rombongan yang dipertemukan membantu beliau untuk menjalani pemeriksaan medis. Setelah beliau di rontgen, ternyata diketahui bahwa beliau mengalami patah tulang pada kaki beliau. Ibu Katmini tinggal bersama kedua putrid dan seorang cucu yang masih sekolah. Kedua putri beliau bekerja sebagai pegawai swasta dengan pendapatan yang tidak seberapa. Ditambah lagi beliau tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun untuk berobat menjadi kendalanya. Santunan yang diberikan kepada Ibu Katmini telah dipergunakan untuk biaya berobat dan kebutuhan obat-obatan. Semoga pengobatan yang akan dilakukan Ibu Katmini berjalan lancar dan lekas diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  21 Februari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Kristiono @m_rofii11

Bu katimini menderita Patah Tulang Kaki


AS’AD HADIANTO (52, Diabetes). Alamat : Dusun Bendo, RT 27/7, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada 6 bulan yang lalu Bapak As’ad mengalami kecelakaan, beliau terjatuh dari sepeda motor. Setelah kecelakaan tersebut jarak pandang beliau menjadi tidak jelas dan beberapa hari kemudian terkadang badan beliau tiba-tiba lemas. Karena kondisi badan tersebut, Bapak As’ad hanya bisa beristirahat ditempat tidur saja dan mengalami kesulitan hanya untuk sekedar duduk. Bapak As’ad yang sempat diperiksakan di Puskesmas Bendo tidak mendapatkan keterangan beliau mengalami sakit apa dan saat berobat kembali pihak Puskesmas menyatakan bahwa kadar gula beliau tinggi. Sehingga pihak Puskesmas mendiagnosis bahwa beliau mengalami diabetes dan memberikan rujukan untuk kontrol ke rumah sakit. Untuk saat ini kondisi badan beliau sering tiba-tiba lemas dan kaki kanan sering mengalami nyeri secara tiba-tiba. Bapak As’ad tinggal hanya berdua bersama istri beliau Ibu Samtatik (51) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga biasa. Bapak As’ad sendiri bekerja sebagai kuli bangunan yang berpenghaslan sedikit, sedangkan beliau harus membiayai kedua putrid beliau yang masih sekolah. Bapak As’ad sendiri juga tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun untuk melakukan pengobatan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau dan santunan pun diberikan kepada beliau untuk biaya berobat dan transportasi untuk kontrol ke rumah sakit. Semoga kondisi Bapak As’ad akan segera membaik dan dapat beraktifitas lagi seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  21 Februari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Kristiono @m_rofii11

Pas as’ad menderita Diabetes


ISWAHYUDI BIN SYAID (50, Stroke). Alamat : Jalan Memberamo V, No. 19 , Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2005 Bapak Iswahyudi secara mendadak tidak dapat  menggerakkan tubuhnya. Keluarga akhirnya membawa beliau untuk berobat ke RS Saiful Anwar Malang. Setelah dilakukan pemeriksaan dokter mendiagnosis bahwa beliau terkena stroke dan menjalani rawat inap di rumah sakit selama 1 bulan. Setelah diperbolehkan untuk pulang oleh pihak rumah sakit, beliau memutuskan untuk tinggal di rumah asal beliau di Lumajang. Setelah beberapa tahun berlalu, Bapak Iswahyudi tiba-tiba mengalami stroke lagi dan mendapatkan pengobatan di puskesmas. Tidak begitu lama Bapak Iswahyudi menjalani pengobatan di puskesmas, beliau telah diperbolehkan untuk pulang. Beliau yang merasa sudah sehat, akhirnya memutuskan untuk bekerja kembali di Malang. Pada tahun 2015 hingga sekarang Bapak Iswahyudi kembali mengalami stroke untuk yang ke tiga kalinya. Bapak Iswahyudi yang tidak bisa berjalan dan tidak adanya keluarga atau saudara di Kota Malang akhirnya hanya beristirahat saja di tempat tidur. Sebelumnya Bapak Iswahyudi tinggal bersama Ibunya di Malang akan tetapi untuk sekarang ini beliau tinggal sendirian, dikarenakan sang ibu tinggal di Lumajang. Tanpa adanya keluarga Bapak Iswahyudi sangat kesulitan akan melakukan pengobatan. Alhamdulillah Sedekah Romongan yang telah dipertemukan dengan beliau akhirnya membantu untuk proses pengobatan beliau. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa KIS sangat lah membantu beliau dalam biaya pengobatan. Santunan yang telah diberikan kepada beliau telah dipergunakan untuk kebutuhan berobat dan membeli obat-obatan. Semoga Bapak Iswahyudi segera mendapatkan kesembuhan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  20 Februari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Nuryati @m_rofii11

Pak iswahyudi menderita Stroke


KAMISAH KASIRAN (79, Hypertensi + Dispepsia). Alamat : Dusun Krajan, RT 1/2, Desa Sumberejo Wetan, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Ibu Kamisah yang saat itu sedang bekerja tiba-tiba kepala beliau pusing sebelah. Akhirnya beliau memutuska untuk berhenti bekerja dan beristirahat di rumah. Pada malam hari perut beliau mulai terasa kembung dan mual-mual. Keesokan harinya badan beliau jadi lemas dan Ibu Kamisah hanya mengkonsumsi jamu saja, akan tetapi tak kunjung sembuh. Kemudian beliau dibawa ke dokter umum setempat untuk mendapatkan pengobatan secara medis dan dokter pun mendiagnosis asam lambung Ibu Kamisah naik. Oleh dokter hanya memberi obat, akan tetapi selama 2 minggu sakit Ibu Kamisah tak kunjung sembuh. Akhirnya beliau menjalani cek lab di RS Putra Waspada dan hasilnya sama dan diberi obat lagi tetapi tak kunjung membaik. Pada 3 hari kemudian beliau menjalani kontrol dan dilakukan cek lab lagi. Dokter akhirnya mendiagnosis beliau mengalami Hypertesi atau tekanan darah tinggi dan Dispepsia atau sekumpulan gejala berupa nyeri yang terjadi pada perut bagian atas yang menetap atau berulang. Mengetahui kondisi Ibu Kamisah yang lemas akhirnya dokter menyarankan beliau untuk menjalani rawat inap. Kondisi Ibu Kasimah saat ini masih lemas, akan tetapi beliau tidak merasakan pusing lagi dan pihak rumah sakit telah memperbolehkan beliau untuk pulang dan memberikan obat untuk dikonsumsi. Ibu Kamisah tinggal seorang diri dengan mata pencaharian berjualan pecel tiap pagi hari dengan pendapatan yang sangat sedikit, pendapatan itu pun beliau gunakan  untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Biaya pengobatan semakin menyulitkan beliau, dikarenakan tidak adanya jaminan kesehatan apa pun. Tim Sedekah Rombongan yang dipertemukan dengan Ibu Kamisah memberikan santunan yang dipergunakan untuk transportasi dan kebutuhan perbaikan keadaan umum. Semoga Ibu Kamisah lekas diberikan kesembuhan dan dapat beraktivitas kembali seperti sedia kala. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  23 Februari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Dirham @m_rofii11

Bu kamisah menderita Hypertensi + Dispepsia


MIATUN BINTI YATMUN (73, Usus Buntu). Alamat : Dusun Ngantru, RT 2/2, Desa Ngantru, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung. Sekitar 2 tahun yang lalu Ibu Miatun pernah sakit hernia dan telah dilakukan operasi. Akan tetapi beberapa hari setelah dilakukan operasi beliau menjadi sulit untuk buang air besar. Setelah menjalani pemeriksaan lagi, ternyata usus buntu beliau mengalami infeksi dan pada akhirnya di lakukan operasi ke dua untuk pembuatan saluran pembuangan pada perut beliau. Setelah menjalani rawat jalan hampir selama 6 bulan, beliau dibawa lagi ke rumah sakit untuk operasi pengembalian keadaan pasca operasi yang kedua. Akan tetapi kondisi badan Ibu Miatun tiba-tiba turun dan akhirnya mengurungkan iat untuk dilakukannya operasi. Hingga saat ini kondisi Ibu Miatun hanya berbaring di tempat tidur dan dilakukan penggantian kadung stoma di rumah. Kondisi badan ibu Miatun semakin memburuk dengan adanya infeksi di area sekitar tempat pembuangan. Ibu Miatun tinggal bersama anak dan menantu beliau, Anak beliau yang bekerja serabutan selalu mendapatkan penghasilan yang tidak menentu sedangkan menantunya hanya sebagai ibu rumah tangga. Pendapatan yang selalu cukup untuk membiayai ebutuhan sehari-hari ini sangat menyulikan untuk menjalani pengobatan. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa KIS yang dimiliki Ibu Miatun sangat membantu dalam proses berobat. Akan tetapi kebutuhan membeli obat-obatan dan biaya transportasi sering menjadi kendalanya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Miatun sehingga santunan untuk beliau pun dapat diberikan dan telah dipergunakan untuk membeli obat-obatan dan transportasi. Semoga kondisi Ibu Miatun lekas membaik dan dapat sembuh seketika. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Februari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Dirham @m_rofii11

Bu miatun menderita Usus Buntu

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 ABDUL FATAH 500,000
2 AGUSTINA RAHAYU BIN AINUR ROFIQ 500,000
3 FILDAYANI BINTI DARSO 1,000,000
4 AHMAD ALAMSYAH BIN JUDLAN 1,000,000
5 AMENIA BINTI KARSUN 500,000
6 DIAN RAHMAWATI 500,000
7 MELATI BINTI AMIR 500,000
8 MISRENI BINTI SAMIN 500,000
9 NJOO SWIE FOEN 500,000
10 RIRIN INDRAWATI 500,000
11 RIZKI IKMALA 500,000
12 Nurhosna 500,000
13 SUCI RAMADANI​ 500,000
14 LAILY HANIK 500,000
15 PADI BIN SAKIP 500,000
16 JANUAR DAFFA MAULANA 1,000,000
17 KARTINI BINTI SAMIYO 1,000,000
18 LUTFHI ARYA FIRDAUS 1,805,000
19 FARID ABDULLAH 1,360,000
20 ASMUL BINTI BUTTEL 1,000,000
21 DALIMIN BIN TARMO SUTARYO 1,271,000
22 EKO PRAYITNO 2,676,500
23 RIAN JUNIOR 1,453,500
24 WINANTI BINTI TAYAT 2,863,000
25 YANUAR TRIADI 1,000,000
26 RSSR SURABAYA 6,135,789
27 APRILIA CASSANDRA SYAFFARIYANI 2,098,000
28 KATNI JARTO 500,000
29 MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN MADURA 22,750,000
30 BUDI HANDOYO 10,000,000
31 CIPTO DIMULYO 2,000,000
32 WAGIMAN BIN KARYO WIHARJO 2,000,000
33 MUHAMMAD SYAQIF DIRGA TRISKANADIFAN 3,000,000
34 MASJID AL-ISLAM 8,500,000
35 MTSR SURABAYA 6,025,500
36 WULAN HASNA ARDINI 500,000
37 KURNIANDI METIARIDHO 500,000
38 GIYANTO BIN HARJO SUMITOMO 500,000
39 SITI MARDIYAH 500,000
40 BAKTI SOSIAL 2,000,000
41 FAJAR RAHMAWATI 500,000
42 WAGIRUN BIN KARIYO UTOMO 1,000,000
43 WARNIDA BINTI ALAMLAH 1,000,000
44 ROMZANAH BINTI ALI MARDANI 1,000,000
45 PUTRI NINGRUM RAHAYU 750,000
46 SIYAM binti MARYUDI 1,500,000
47 SUPRIYATI BINTI SUMARNO 1,000,000
48 TUYEM bin ATMO 1,000,000
49 PUTRI SYAHRINI 1,000,000
50 SITI MARYAM 1,000,000
51 ATIK BINTI YUSUF 1,000,000
52 YOHANES APRILIANO DEGA 800,000
53 BAGAS BIN RIAN HIDAYAT 1,500,000
54 MONDY BIN YANTO 1,000,000
55 MASJID AL IKHLAS 3,000,000
56 KATMINI BINTI PAWIRO BANI 500,000
57 AS’AD HADIANTO 500,000
58 ISWAHYUDI BIN SYAID 500,000
59 KAMISAH KASIRAN 500,000
60 MIATUN BINTI YATMUN 5,000,000
Total 114,988,289

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 114,988,289,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 961 ROMBONGAN

Rp. 47,704,644,176,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


One Response to Rombongan 961

  1. sejarah indonesia

    We are a gaggle of volunteers and opening a brand new scheme in our community.
    Your site provided us with useful info to work on. You have performed a
    formidable job and our whole group will be grateful to
    you.