Rombongan 959

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.
Posted by on February 20, 2017

SELY ANGGRAINI  (4, Hydrocephalus). Alamat : Dusun Amburan, RT 2/1, Desa Kandangan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sejak lahir Sely sudah memiliki kelainan pada bagian kepalanya. Semakin lama kepala Sely semakin membesar. Melihat hal tersebut, orang tua Sely memeriksakannya ke Puskesmas.Pihak Puskesmas merujuk Sely ke Rumah Sakit Ibnu Sina Gresik untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Sely didiagnosa menderita Hydrocephalus. Sely kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk operasi kepala serta pemasangan selang. Operasi sudah dilakukan dengan biaya dari Dinas Sosial Kabupaten Gresik. Setelah operasi Sely disarankan untuk kontrol rutin setiap bulan di RS Ibnu Sina Gresik. Pada desember 2016 direncanakan dilakukan operasi kedua guna pemasangan selang yang disesuaikan dengan tubuh Sely yang semakin bertumbuh. Selama ini biaya pengobatan Sely ditanggung oleh Dinas Sosial Kabupaten Gresik, namun orang tua Sely merasa kesulitan biaya untuk kebutuhan sehari-hari serta biaya untuk memenuhi kebutuhan gizi Sely. Ayah Sely, Khusaeri (44) sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, sedangkan bu Lis (35), ibunya adalah seorang ibu rumah tangga.  Sedekah Rombongan mendapat info  tentang kesulitan dan perjalanan pengobatan Sely. Alhamdulillah Sedekah Rombongan diberikan kesempatan untuk membantu meringankan beban orang tua Sely. Pada november 2016, Sedekah Rombongan memberikan bantuan kepada Sely. Bantuan sudah diberikan dan digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari serta membeli asupan gizi untuk Sely. Keluarga Sely merasa terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 25 November 2016
Kurir  :  @Wahyu_CSD  @MukhMukhlilsin @EArynta

Sely menderita Hydrocephalus


SUPARI BIN HUSEN (32, Asam Lambung Akut). Alamat: Siwalan Kerto No. 181, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Jawa Timur. Pada juli 2016, Pak Supari tiba-tiba terjatuh ditempat ia bekerja. Pak Supari menganggap hal itu karena kelelahan saja. Namun, semakin lama kondisi Pak Supari semakin lemah dan sering merasakan nyeri perut.  Kemudian Pak Supari memeriksakan diri ke salah satu klinik terdekat dengan uang pinjaman dari tetangga. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Supari didiagnosa menderita asam lambung akut. Karena kondisi kesehatannya yang semakin lemah, Pak Supari terpaksa berhenti bekerja. Sedangkan istrinya, Lusiana (28) seorang ibu rumah tangga yang belum mempunyai penghasilan. Jumlah tanggungan keluarga Pak Supari ada 3 orang. Anak Pak Supari saat ini berada di pondok daerah Jombang, dan biaya SPP anaknya belum bias dibayarkan karena keadaan Pak Supari yang sudah tidak bekerja lagi. Selama pengobatan ke klinik, Pak Supari menggunakan biaya umum, karena belum memiliki kartu jaminan kesehatan. Pak Supari mengeluhkan besarnya biaya berobat, terlebih lagi dengan keadaan saat ini yang tidak mempunyai penghasilan.dan ia juga musti mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan Pak Supari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan diberikan kesempatan untuk membantu meringankan sedikit beban Pak Supari. Pada november 2016 Sedekah Rombongan memberikan bantuan kepada Pak Supari. Bantuan sudah diberikan dan digunakan untuk tambahan biaya pengobatan Pak Supari. Keluarga Pak Supari merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 November 2016
Kurir :  @Wahyu_CSD Nanda @EArynta

Pak supari menderita Asam Lambung Akut


KARWEN BINTI DARSUN YASMUDI (51, Mola). Alamat : RT 2/2, Desa Glempang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang diderita Ibu Karwen bermula pada Desember 2015. Beliau mengeluhkan perutnya sakit dan membesar. Setelah diperiksakan ke Puskesmas Pekuncen, dokter mendiagnosis Ibu Karwen mengalami hamil anggur. Dari puskesmas, Ibu Karwen dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Ajibarang dan didiagnosis menderita mola oleh dokter. Pengobatan dilanjutkan di RS Margono. Ibu Karwen pun menjalani kiret tahap I pada 17 Desember 2015 dan kiret tahap II pada 31 Desember 2015. Setelah menjalani tes hormon dan hasil laboratorium keluar, dokter menyarankan agar Ibu Karwen menjalani kemoterapi di RS Sardjito. Beliau menjalani 4 kali kemoterapi di RS Sardjito dan diwajibkan kontrol rutin setiap bulan selama 3 bulan. Namun sejauh ini baru kontrol sekali pada September 2016. Kini kedua paha Ibu Karrwen sering terasa berat dan kadang hal tersebut mengganggu aktivitasnya. Suaminya, Hartoyo (55) bekerja sebagai buruh serabutan berpenghasilan kecil. Penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Ibu Karwen dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun pengobatannya terkendala biaya transportasi dan akomodasi selama kontrol ke RS Sardjito. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Karwen sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama kontrol ke RS Sardjito.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Januari 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @kusumawardhani05 @misterrmoo Atin @paulsyifa

Bu karwen menderita Mola


SURATNO BIN TUMIHARJO (46, Tumor Mata Kiri). Alamat: Jl. Bayangkara, RT 1/3, Desa  Kedunguter, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala penyakit yang diderita Bapak Suratno berawal pada tahun 2006, matanya terasa gatal namun dibiarkan saja. Semakin hari rasa gatal di matanya makin terasa, beliau pun sempat berobat ke pengobatan alternatif namun tidak ada perubahan yang berarti.  Setelah rasa gatal di matanya tidak kunjung sembuh, akhirnya beliau memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono. Dari hasil pemeriksaan ditemukan ada kelenjar kecil (tumor) di mata kirinya. Bapak Suratno sempat dirujuk ke RSUD Sardjito untuk dilakukan operasi namun tidak beliau lakukan karena takut dioperasi. Sejak saat itu pengobatannya terhenti. Sudah 10 tahun Bapak Suratno tidak menjalani pengobatan lagi dan kondisi matanya semakin membesar. Bapak Suratno dan istrinya, Lestari (45) kembali menceritakan kesulitan yang dihadapinya saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Sejak sakit Bapak Suratno tidak dapat bekerja, sedangkan istrinya bekerja sebagai penjahit baju untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Sekarang biaya pengobatan Bapak Suratno dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III yang sudah dimilikinya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Suratno, sehingga santunan dapat disampaikan untuk membantu biaya pembuatan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS.  Bantuan sebelumnya sudah penah disampaikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 926. Akhirnya, beliau menjalani operasi pada 1 November 2016, kemudian menjalani kontrol rutin 2 pekan sekali dan kemoterapi setiap bulan. Hingga saat ini, beliau sudah menjalani 5 kali kemoterapi. Semoga operasi Pak Suratno nanti lancar dan segera diberi kesembuhan sehingga dapat bekerja mencari nafkah untuk keluarganya.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 21 Oktober 2016
Kurir: @arfanesia Aji @paulsyifa

Bu suratno menderita Tumor Mata Kiri


MTSR  WONOGIRI (B 1732 KZH, Biaya Operasional Bulan November 2016). Sedekah Rombongan yang hampir 90% pergerakannya menolong dhuafa yang sakit baik dalam pendampingan, perawatan, dan pengobatan pasien ini memang memiliki mobilitas yang cukup tinggi. Pergerakan kurir Sedekah Rombongan atau yang sering dikenal dengan istilah “ MOVE “ ini cukup padat mengingat bayanknya pasien yang ditangani. Di Wonogiri sendiri jadwal move pendampingan pasien dari hari Senin-Sabtu, bahkan tak jarang hari minggu pun tetap bergerak. Kondisi geografis wilayah Wonogiri yang memang mencakup 25 Kecamatan ini didominasi area pegunungan dengan jarak tempuh puluhan hingga ratusan kilometer menuju Rumah Sakit rujukan. Kebanyakan pasien #SRWonogiri berobat ke RSD.Moewardi Surakarta. Untuk mendukung pergerakan tersebut kami menggunakan MTSR berupa satu unit mobil grandmax dengan no plat B 1732 KZH. MTSR inilah yang setiap hari mengantar jemput para dhuafa yang sakit untuk berobat ke RS. Kebutuhan pasien pun tak sama mengingat latar belakang penyakit serta tempat tinggal, serta  RS yang dituju. Tentu saja dengan padatnya mobilitas dan jarak tempuh yang jauh setiap harinya. Biaya  MTSR bualn  ini untuk mengcover kebutuhan seperti bensin, parkir, biaya perawatan atau servis, serta biaya operasional lainnya. Semua demi kelancaran mobilitas MTSR dalam mengantar jemput pasien. Semoga dengan lancarnya pergerakan MTSR mempermudah para pasien menjemput kesembuhan mereka.

Jumlah Bantuan : Rp 4.967.000,-
Tanggal               : 26 November 2016
Kurir                   :@Mawan @Nonis @Dodo

Biaya Operasional Bulan November 2016


MTSR  WONOGIRI (AD1999SR, Biaya Operasional Bulan November 2016). Di Wonogiri kita mempunyai 3 kendaraan yang setiap hari selalu bergerak. Pergerakan ini khususnya untuk proses pendampingan pasien yang cukup banyak. Selain itu juga menangani kebutuhan dari warga yang membutuhkan. Satu kendaraan bisa 4 – 5 kali dalam satu minggu. Antara lain kegiatan survey pasien, pendampingan ke rumah sakit antar jemput dan kebutuhan lain misalkan ketika insidental ada pemakaman jenazah yang membutuhkan mobil ambulans. Kebutuhan bahan bakar pun membutuhkan anggaran yang kita cukupi dari keseluruhan proses pendistribusian dana. Dengan harga BBM pertalite sekitar Rp. 7.100,- serta proses mobilitas dalam seminggu rata – rata 4-5 kali. Di Wonogiri sendiri jadwal move pendampingan pasien dari hari Senin-Sabtu, bahkan tak jarang hari minggu pun tetap bergerak. Kondisi geografis wilayah Wonogiri yang memang mencakup 25 Kecamatan ini didominasi area pegunungan dengan jarak tempuh puluhan hingga ratusan kilometer menuju Rumah Sakit rujukan. Kebanyakan pasien berobat ke RSD.Moewardi Surakarta. Semua demi kelancaran mobilitas MTSR dalam mengantar jemput pasien. Semoga dengan lancarnya pergerakan MTSR mempermudah para pasien menjemput kesembuhan mereka. Untuk kebutuhan ini, biaya operasional bulan Nopember 2016 sebagaimana terlampir dalam laporan ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.810.000,-
Tanggal               : 26 November 2016
Kurir                   : @Mawan @Yuli

Biaya Operasional Bulan November 2016


KASIJEM SUWARNI ( 43, Operasi Kista ). Tinggal di Ds Watangrejo Rt03/2, Pracimantoro, Kab. Wonogiri, Prop. Jawa Tengah. Ibu Kasijem mempunyai seorang anak yang masih kecil. Kehidupan keluarganya sangat kurang mampu. Untuk mencukupi kebutuhan seharipun sulit. Suami bekerja di perantauan dan belum tentu dalam sebulan sekali mengirimkan uang untuk mencukupi kebutuhan. Di sana, Parmin ( 46 ) sang suami pun bekerja sebagai kuli bangunan yang belum tentu mendapatkan hasil setiap harinya. Informasi dari warga bahwa ibu ini dirawat di rumah sakit karena mengalami sakit kista atau tumor ovarium. Saat itu Kasijem sudah dua hari sakit demam, namun dianggapnya masuk angin biasa. Tanggal 16 Desember 2016, beliau tak kuat menahan sakit diperutnya. Berkat bantuan tetangga serta ibunya yang sudah cukup tua, dibawa ke RSUD Kabupaten Wonogiri untuk mendapatkan penanganan secara medis. Hasil diagnosa dokter mengatakan bahwa terdapat tumor di kandungannya. Dan hal ini harus dilakukan operasi untuk mengangkatnya. Keluarga pun bingung sebab dengan kondisi ekonomi yang ada saat ini belum mampu untuk biaya selama di penanganan di rumah sakit. Keluarga ini pun juga belum mempunyai jaminan kesehatan sama sekali. Kurir yang memperoleh informasi tersebut pun melakukan survey ke rumahnya, dan melaporkan hasil survey dimana keluarga ini pun layak mendapatkan bantuan. Untuk meringankan beban keluarga tersebut, Sedekah Rombongan membiayai pengobatan serta bantuan untuk kebutuhan pasca operasi. Semoga ini bisa meringankan beban keluarga Satijem. Terimakasih kepada para sedeakholics bersama Sedekah Rombongan bersama meringankan beban keluarga ini. Semoga, kurir dan para sedekaholics selalu mendapatkan kemudahan serta kemurahan rejeki, doa mereka saat kami memberikan bantuan. Aamiin.

Bantuan : Rp. 5.415.000,-
Tanggal : 22 Desember 2016
Kurir : @Mawan@Yuli

Bantuan biaya Operasi Kista


PUTRA DARUS (34, Tumor Wajah ). Alamat : Jl.Plasma 3, Kel. Kenagarian Aur Kuning, Kec. Pasaman, Kab. Pasaman, Prop. Sumatera Barat. Putra menderita sakit tumor wajah. Saat ini tinggal bersama kedua orang tuanya. Sakit yang dideritanya sudah cukup lama. Hampir selama 5 tahun ini tidak mendapatkan penanganan medis. Hal ini dikarenakan keluarga tidak mempunyai biaya karena mereka hidup kekurangan. Informasi dari salah satu rekan di sana melalui whatsapp, kemudian minta bantuan kepada Sedekah Rombongan. Akhirnya, kami memutuskan agar pasien di survey terlebih dahulu. Lenggo, rekan di sana kemudian kami minta tolong untuk melakukan survey serta menghandle pasien ini. Sehingga, walau kurir belum ada di lokasi insyaallah Ibu ini berkenan untuk berpartisipasi dan bergabung menjadi kurir sedekah rombongan di wilayah Pasaman, Sumatera Barat. Pasien ini belum mempunyai jaminan kesehatan. Kondisi semakin parah ketika rasa sakit kambuh, terjadi pembengkakan sedemikian rupa. Keluarga ini kurang mampu, untuk mencukupi kebutuhan makan pun sulit. Putra Darus keseharian sebagai petani. Dia mempunyai 3 orang anak. Tanggal 29 Oktober 2016, pasien di bawa ke rumah sakit untuk dilakukan tindakan pengecekan secara medis. Yang bersangkutan mendapatkan rujukan ke Rumah Sakit M. Jamil dan mendapatkan pemeriksaan lanjutan. Tanggal 3 Nopember 2016, dilakukan tindakan operasi untuk pasien ini. Dan saat ini pun masih dalam proses pendampingan kurir sedekah rombongan. Bantuan untuk akomodasi selama proses penanganan, transportasi serta saat di rumah sakit kita berikan. Ini merupakan bantuan kedua untuk penanganan sakit serta proses penyembuhan Putra Darus. Saat ini masih kita dampingi untuk proses pemulihan pasca operasi. Sebelumnya, Sedekah Rombongan memberikan bantuan 3 juta rupiah pasca dilakukan proses operasi. Semoga, beliau nantinya akan sembuh sebagaimana yang diharapkan. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Desember 2016
Kurir : @Mawan@Lenggo

Pak putra menderita Tumor Wajah


Kelompok Difabel ( Eromoko, Bantuan Tunai ). Di Kecamatan Eromoko, Kab. Wonogiri, Prop. Jawa Tengah dibentuk sebuah kelompok difable. Mereka mempunyai anggota kurang lebih 15 an orang difable. Ada yang cacat tangannya, tuna rungu, patah kaki dan sebagainya. Kelompok ini pun dibentuk dengan tujuan agar mereka mempunyai semangat dalam berkarya. Camat Eromoko, Danang memberikan penjelasan bahwa kelompok difable ini terbentuk atas dasar keinginan mereka sendiri. Dan sebagai orang yang dituakan ditingkat kecamatan, beliau pun mewadahi keinginan tersebut. Berbagai kegiatan pun dilakukan oleh kelompok ini. Diantaranya adalah membuat kerajinan atau produk kreatif untuk dipasarkan. Namun, hal ini juga belum maksimal. Masih membutuhkan banyak bantuan serta support baik dari pemerintah maupun masyarakat dan kelompok organisasi lainnya. Untuk mensupport kegiatan tersebut, salah satunya adalah mengajukan bantuan dana kepada Sedekah Rombongan. Dan atas dasar kemanusiaan serta mewujudkan harapan besar mereka, Sedekah Rombongan pun berpartisipasi memberikan bantuan tunai dengan harapan agar dimanfaatkan sebaik – baiknya dalam kegiatan kelompok difable di Eromoko ini. Semoga bantuan ini bisa menjadikan mereka semakin bersemangat dalam berkarya walau dengan keterbatasan fisik yang mereka alami saat ini.

Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 18 Desember 2016
Kurir : @Mawan

Bantuan Tunai


SUDARMI Binti Alm. PONIMAN ( 74, Bantuan Alat Jalan ). Tinggal di Lingk. Kuryo RT02/1, Jatipurno, Kec. Jatipurno, Kab. Wonogiri, Prop. Jawa Tengah. Mbah Darmi hidup sebatangkara dan saat ini kesulitan berjalan karena pengapuran di kakinya. Untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari mengandalkan bantuan dari tetangganya. Desi, tetangga mbah Darmi menginformasikan kondisi tersebut. Dan mengajukan permohonan bantuan untuk beliau yaitu pembelian alat bantu jalan. Tim kurir sebelumnya melakukan survey ke tempat tinggal beliau. Dan dari hasil survey ini, kami memutuskan untuk memberikan bantuan kepada beliau. Kondisinya memang sangat tidak mampu, dan kesulitan untuk berjalan. Ibu ini pun membutuhkan alat bantu jalan, akhirnya Sedekah Rombongan pun membelikan alat tersebut. Semoga ini bisa meringankan beban Mbah Darmi.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Desember 2016
Kurir : @Mawan@Desi

Bantuan Alat Jalan


SIMUN Bin. Alm. KATIJO ( 37, Lumpuh ). Tinggal di Ds. Wuryorejo RT03/5, Kec. Wonogiri, Kab. Wonogiri, Prop. Jawa Tengah. Beliau mengalami kelumpuhan sudah hampir 5 tahun. Penyebabnya adalah kecelakaan kerja saat di Harco Mangga Dua Jakarta pada tanggal 20 Juli 2011 yang lalu. Bapak Simun saat itu bekerja sebagai buruh bangunan. Dan ketika bekerja di tempat tersebut, lift yang dinaikinya merosot sehingga beliau terjatuh dari lantai 3. Akibatnya, tulang belakang patah dan menyebabkan kelumpuhannya saat ini. Beliau keluarga yang kurang mampu. Sejak jatuh, Simun sudah tidak bisa berbuat apa – apa lagi. Sehari – hari hanya terbaring di tempat tidurnya. Kondisinya sangat memprihatinkan sekali. Makan, minum dan buang air pun di tempat tidur. Mas Sarko, tetangganya pun merasa iba. Sehingga, Sarko berinisiatif mencarikan dana bantuan untuk menopang kebutuhan hidup Simun. Setiap bulannya, bantuan yang berhasil dikumpulkan digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga bapak Simun ini. Dari informasi Sarko tersebut, kurir memberikan bantuan tunai untuk meringankan beban keluarga ini. Semoga bantuan ini sedikit meringankan serta bisa digunakan sebagai tambahan mencukupi kebutuhan sehari – hari keluarga Bapak Simun. Aamiin.

Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 27 Desember 2016
Kurir : @Mawan@Sarko

Pak simun menderita Lumpuh


RSSR JAKARTA (Operasional) Alamat: Jl. Inspeksi Kali Ciliwung Kenari II RT 4/4 No. 15 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. RSSR atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta terletak di sekitar RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo  Jakarta. RSSR berfungsi sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta. Seperti Ibukota atau kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Solo, Semarang, Bandung, Malang, Ternate, Flores, Aceh dan kota lainnya. Di Jakarta khususnya dekat wilayah RSCM kita mengontrak tiga rumah untuk pasien rawat jalan, yang menjadi perhatian kita sehari-hari. Saat ini ada total 22 pasien dampingan yang tinggal di RSSR. Di RSSR III ada 4 kamar yang bisa ditempati pasien. Tidak hanya sekedar diberikan bantuan rtin setiap bulannya, di RSSR juga disediakan sembako, peralatan mandi, susu, pampers dan kebutuhan pasien yang lainnya. Bantuan disampaikan untuk membayar biaya sewa RSSR III dan operasional.  setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 949. Semoga pasien-pasien yang sedang berjuang mencari kesembuhan ini diberi kesabaran serta kelancaran dalam proses pengobatannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 13.700.000,-
Tanggal: 6 Februari 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri

Biaya sewa RSSR III dan operasional


RISMA SIAHAAN (24, Arterio Venous Malformation). Alamat: Jl Jend.Sudirman 45 Pendawa 2 No. 256 Sampit, RT 48/18, Desa Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kota Waringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Risma Siahaan, putri ke-2 dari tiga bersaudara, anak dari Ibu Rosita Boru Nadeak (47) sudah 12 tahun ini mengalami sakit pada tungkai dan kaki kanannya. Gejala awal yang sering ia rasakan adalah nyeri dan pegal-pegal pada kaki. Selain itu Risma juga tidak kuat berdiri terlalu lama, dan biasanya ia akan merasa baal serta kesemutan. Selama ini, karena hidup dengan ekonomi yang pas-pasan dan sepenuhnya masih dibiayai oleh ibunya yang bekerja sebagai buruh tani, Risma anak yatim ini tidak pernah mendapatkan fasilitas pengobatan yang memadai. Alhamdulillah pada pertengahan tahun 2014, dengan dibantu oleh sanak saudaranya dan dibekali jaminan kesehatan BPJS, Risma dapat menjalani pengobatan di RSUD Murjani Sampit Kalimantan Tengah. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter RSUD Murjani yang menanganinya Risma menderita penyakit dengan diagnosis AVM Regio Femur sampai Pedis dextra (AVM regio femur-pedis dextra yaitu: terbentuknya hubungan abnormal antara pembuluh darah arteri dengan vena disertai bypass pada sistem kapiler darah pada daerah paha hingga kaki kanan) dan pengobatan lanjutannya harus dirujuk ke RS Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Meskipun telah berobat dengan fasilitas BPJS, yang sangat membantu Risma dalam menjalani pengobatannya, akan tetapi tingginya biaya kos dan biaya hidup sehari-hari di Jakarta dirasa sangat memberatkan, apalagi Risma saat ini sama sekali belum memiliki pekerjaan. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Risma, sekaligus membantu meringankan beban Risma, bantuan lanjutan untuk biaya harian kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 950. Kondisi Risma Sihaan Alhamdulillah stabil, Risma masih terus menjalani kontrol rutin dan menunggu jadwal untuk dilakukan tindakan embolisasi di RSCM.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 09 Januari 2017
Kurir : @wirawiry @harji_anis @untaririri

Risma menderita Arterio Venous Malformation


SHINTA AMALIA (2, Hydrocepalus) Alamat: Jalan Pahlawan Komarudin, RT 4/5, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Shinta, biasa orang tua dan lingkungan sekitar memanggilnya. Balita pejuang Hydrocepalus ini tinggal disebuah rumah kontrakan bersama kedua orang tua dan kakak perempuannya. Shinta, saat berusia 7 bulan didalam kandungan oleh dokter telah dinyatakan menderita Hydrocepalus melalui hasil USG. Shinta dilahirkan di RS Resti Mulya Penggilingan pada Juni 2015. Setelah 10 hari dari hari kelahirannya, orang tua Shinta mendapat rujukan ke RS Persahabatan Rawamangun untuk melakukan pemeriksaan atas kondisinya. Setelah 8 hari rawat inap di RS Persahabatan, Shinta menjalani operasi pertamanya untuk pemasangan alat di kepalanya. Untuk memenuhi kebutuhan gizinya, Shinta hanya memakan nasi yang diberi kecap manis dan meminum susu yang dibeli Ibunya diwarung karena tidak memiliki biaya untuk membeli susu khusus. Ayah Shinta, Amirudin (41) hanya penjual kue cubit keliling dengan penghasilan yang tidak menentu. Sementara ibunya, Enok Suhartini (39) seorang ibu rumah tangga yang bekerja sebagai buruh cuci pakaian. Setiap hari Shinta diajak Ibunya bekerja yang jaraknya kurang lebih 500 meter dari kontrakannya. Bermodalkan jaminan kesehatan BPJS yang didapat dari pemerintah, Shinta berjuang mencari kesembuhan. Namun kendala yang dihadapi sekarang tidak adanya biaya transportasi ke rumah sakit, mengingat penghasilan kedua orang tuanya yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan kebutuhan yang lainnya, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 941. Terima kasih dan doa dihaturkan dari kedua orang tua Shinta kepada para #Sedekaholics. Semoga doa dan usaha Shinta untuk mencari kesembuhan diijabah oleh Allah SWT. Amin ya robbal allamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 10 Februari  2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @untariri

Shinta menderita Hydrocepalus


ALZENA SAFA (4, Gizi Buruk). Alamat: Jl. Budi Mulia No. 24 RT 6/4, Kelurahan Pedemangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Alzena, gadis kecil berusia 4 tahun ini hanya memiliki berat badan 11 kg. Tubuhnya kecil dan lemas. Alzena, tidak seperti balita seusianya yang suka atau bisa makan apapun yang diinginkan. Alzena, hanya bisa minum susu. Dalam sehari biasanya Alzena minum susu 5 sampai 6 botol. 1 kaleng susu hanya cukup untuk 1 minggu. Ayah Alzena, bapak Untung Subagio (30) sehari-hari hanya bekerja sebagai penjaga toko di kawasan Glodok Jakarta Barat, sementara Ibu Rohana (27) adalah seorang ibu rumah tangga yang setiap harinya mengurus pekerjaan rumah dan merawat Alzena. Sebagai seorang penjaga toko, penghasilan yang diterima bapak Untung tidak seberapa. Bahkan, untuk memenuhi segala kebutuhannya saja sering kurang. Selain untuk membeli susu untuk Alzena, bapak Untung masih harus membayar kontrakan, biaya sekolah anak pertama dan biaya makan sehari-hari. Tentu beban ini dirasa berat oleh bapak Untung, ia tidak bisa membayangkan jika setiap kali ada kekurangan harus pinjam dengan tetangga. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi selama berobat dan membeli kebutuhan untuk Alzena, setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 941. Kini berat badan Alzena terus naik dan masih rutin menjalani kontrol ke RSCM Jakarta, semoga ikhtiar Alzena untuk mendapatkan kesembuhan diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000,-
Tanggal: 10 Februari  2017
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @untaririri

Alzena menderita Gizi Buruk


DALEM PANGESTU (11, Down Syndrome dan Jantung Bocor ). Alamat : Jl. Budimulia RT 10/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara. Dalem Pangestu anak ke 4 dari 5 bersaudara dari pasangan  Bapak Wiwit Nurcahyadi (48) dan Ibu Oneng Sri Wulan (46). Dalem Pangestu, sejak lahir memang sudah memiliki keterbelakangan mental, memasuki usia 1 tahun Dalem Pangestu sering mengalami demam tinggi dan kejang. Pengobatan pertama pernah dilakukan di puskesmas terdekat yang kemudian dirujuk untuk  pengobatan lanjutan ke RSUD Koja Jakarta Utara. Keterbatasan ekonomi menjadi kendala keluarga ini untuk membawa Dalem Pangestu berobat ke RSUD Koja. Bapak Wiwit Nurcahyadi yang belum memiliki pekerjaan tetap ini hanya pasrah melihat kondisi anaknya tersebut. Memasuki usia 11 tahun pengobatan kembali dilakukan, kondisi Dalem Pangestu bertambah menurun. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga sederhana ini, bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 950. Alhamdulillah, bulan Januari kemarin Dalem baru saja menjalani operasi dan semuanya berjalan lancar. Kini Dalem Pangestu masih harus menjalani kontrol rutin di RSUD Koja setiap seminggu sekali. Mohon doa untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 10 Februari 2017
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @untaririri

Dalem menderita Down Syndrome dan Jantung Bocor


TRI BUDIANTORO (40, TBC MDR). Alamat: Jl. Budimulia RT 8/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Bapak Tri Budiantoro sejak empat bulan ini menderita sakit TBC MDR. Gejala awal yang dialami pemuda lajang ini adalah sering mengeluhkan demam dan berat badan turun drastis. Pengobatan pertama dilakukan ke Puskesmas terdekat, dari hasil pemeriksaan dokter puskesmas, Bapak Tri Budiantoro positif menderita TBC dan diharuskan berobat rutin selama sembilan bulan. Namun, kondisi  Bapak Tri Budiantoro terus menurun yang akhirnya dilarikan ke RSUD Persahabatan Jakarta, di RSUD Bapak Tri Budiantoro langsung mendapatkan perawatan intensif rawat inap selama dua minggu, pasca perawatan pengobatan dilanjutkan dengan berobat jalan, oleh team dokter yang menanganinya Tri Budiantoro diharuskan melakukan injeksi (suntik) setiap hari selama enam bulan dan mengkomsumsi obat TBC selama dua tahun. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu dalam pengobatannya, namun biaya transportasi selama pengobatan sangat memberatkan apalagi selama ini Bapak Tri Budiantoro belum bekerja. Alhamdulillah #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 941. Sampai saat ini Bapak Tri Budiantoro masih terus menjalani kontrol rutin ke RS Persahabatan Jakarta, karena obat yang diminum sekarang tidak boleh putus. Semoga apa yang telah dilakukan Bapak Tri Budiantoro akan memberikan kesembuhan nantinya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 9 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @anasaramadhan @untaririri

Pak tri menderita TBC MDR


IMING  BADRUDIN (20, Benjolan di Leher). Alamat: Ciperang RT 6/4 Kelurahan jayasari, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Jawa Barat. Tiga tahun yang lalu Iming merasakan ada benjolan dileher kanannya, selang beberapa lama benjolan itu pecah. Dan muncul lagi lalu pecah lagi terus seperti itu hingga menyisakan bekass luka. Dulu pernah Iming dibawa berobat ke mantra terdekat, tapi pengobatan tidak dilanjutkan karena alasan tidak ada biaya. Meskipun Iming memiliki jaminan kesehatan tapi untuk biaya transportasi tidak ada, karena jarak rumah ke rumah sakit memang jauh. Saat ini Iming hanya bisa menahan sakit dan jika kondisinya sedang baik membantu orang tuanya di kebun. Iming tinggal bersama dengan orang tuanya di sebuah rumah yang sangat sederhana bahkan bisa dibilang tidak layak. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan kembali mengunjungi Iming dan menyampaikan bantuan untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari, setelah bantuan sebelumnya masuk rombongan 941. Iming dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih, atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 10 Februari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @anasaramadhan

Iming menderita Benjolan di Leher


ERAH BINTI SAIKAM (50, Infeksi Ginjal). Alamat : Kp. Cilandak Curug, RT 4/2, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Gejala penyakitnya yang dialami Bu Erah berawal pada akhir tahun 2011, saat itu muncul benjolan di bagian dada yang menyebabkan pegal dan nyeri. Lama – kelamaan benjolan tersebut semakin membesar dan terasa sakit. Bu Erah melakukan pemeriksaan ke klinik terdekat di daerah Rangkas Bitung. Setelah diperiksa, dokter menyatakan Bu Erah menderita infeksi ginjal. Selama 3 tahun Bu Erah mengonsumsi obat dari klinik tempat ia berobat tapi belum ada hasil. Kemudian Bu Erah dirujuk ke RSUD setempat untuk berobat. Letak rumah yang jauh dari perkotaan dan akses jalan yang sulit dilewati dengan kendaraan membuat keluarga kesulitan membawa Bu Erah ke RS. Bu Erah bekerja sebagai buruh tani dan suaminya Bapak Suardi (52) seorang buruh lepas dengan penghasilan yang tidak menentu. Bu Erah biasa ia dipanggil. Beliau tinggal bersama 2 orang anaknya. Anaknya bekerja di Jakarta sebagai buruh konveksi. Bu Erah dan suaminya mengungkapkan kesedihan saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan karena ia sendiri tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat dan belum memiliki jaminan kesehatan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional rawat jalan. Sebelumnya Bu Erah telah dibantu pada rombongan 941.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Februari 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri @anasaramadhan

Bu erah menderita Infeksi Ginjal


NAILA RISDIYANTI (4, Thalassemia Mayor). Alamat: Kp. Ciketing RT 3/3 Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Naila, begitu gadis kecil ini akrab disapa. Sejak usianya masih dalam hitungan bulan sudah dinyatakan menderita Thalassemia Mayor, dimana sel darah merah tidak dapat terbentuk secara sempurna sehingga seringkali kadar hemoglobin dalam darahnya cenderung rendah. Untuk itu, Naila harus rutin menjalani transfusi rutin setiap sebulan sekali di RS Sentra Medika Cikarang. Alhamdulillah, segala pengobatan mulai dari transfusi, obat kelasi besi dan pemeriksaan lain dapat dicover oleh BPJS. Namun, bulan kemarin transfusi Naila sempat terlambat karena Naila masih mempunyai tunggakan BPJS. Orang tua Naila, Ibu Adesti (24) sehari-hari adalah seorang ibu rumah tangga. Sementara bapak Taris (28) bekerja sebagai karyawan. Padahal transfusi darah bagi anak Thalasemia adalah wajib, karena sel darah merah mereka cepat mengalami kerusakan. Alhamduliah, ditengah kondisi yang dialami oleh Naila, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga kecil ini dan menyampaikan bantuan untuk melunasi iuran BPJS. Setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 657. Orang tua Naila mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 07 Januari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Sari

Naila menderita Thalassemia Mayor


MUHAMMAD ADLY (8, Cerebral Palsy). Alamat: Jl Jati Padang Gang Duren Gede 1/2 RT 9/2 No. 26, Kelurahan Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Muhammad Adly, atau lebih kerap disapa Adly orang orang-orang terdekatnya. Ad;y, terlahir tanggal 28 November 2008 lalu, tidak langsung menangis dan harus mendapat perawatan secara intensif di RS Jakarta Medical Center Jakarta Selatan. Hingga usianya sekarang mencapai 8 tahun, menurut sang ibu ukuran otak sang buah hati seperti anak usia 3 bulan. Adly belum bisa duduk apalagi berdiri, Adly kecil hanya bisa tergeletak ditempat tidur dan menggerakkan-gerakkan kepalanya. Menurut dokter, Adly menderita cerebral Palsy atau kelemahan pada ototnya. sekarang Adly harus menjalani kontrol rutin di RSUD Pasar Minggu untuk menjalani rehabilitasi medik setiap seminggu sekali. Alhamduillah, untuk pengobatan dapat dicover oleh BPJS, tapi orang tua Adly kadang kesulitan jika harus ada obat atau alat kesehatan yang harus dibeli diluar jaminan kesehatan. Orang tua Adly, bapak Muhammad Ramli (40) sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Alinda Suprida (35) adalah seorang ibu rumah tangga. Mendengar tentang kondisi keluarga Adly, kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan menyampaikan bantuan awal untuk akomodasi ke rumah sakit. Semoga apa yang sedang diikhtiarkan oleh orang tua Adly, nanti akan menuai hasi yang diharapkan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 06 Februari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Rini Astuti

Adly menderita Cerebral Palsy


SUNAR BIN SADIMAN (33, Post Amputasi Kaki Kiri). Alamat: Jl Jatipadang 3 RT 4/5 Kelurahan Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Sunar begitu ayah satu anak ini kerap disapa oleh tetangganya. Bermula dari 2005 lalu, Pak Sunar mengalami kecelakaan kereta dan mengakibatkan kaki kirinya harus diamputasi. Pasca menjalani tindakan amputasi, Pak Sunar kondisinya terus membaik, tapi beberapa bulan terakhir ini Pak Sunar mengeluh jika kaki kanannya bengkak dan kaku jika digerakkan akibat pernah jatuh saat sedang mengamen di bis kota. Tidak ada perawatan medis, karena Pak Sunar tidak memiliki cukup uang untuk ke rumah sakit. Jangankan ke rumah sakit, cukup untuk makan sehari-hari saja sudah bersyukur. Selama 10 tahun Pak Sunar dan istri beserta satu anaknya tinggal di rumah kecil yang bisa dibilang tidak layak. Pak Sunar terpaksa melakukan ini semua karena memang Pak Sunar sekarang sudah tidak bisa lagi bekerja dan hanya mengandalkan sang istri, ibu Mira (32) yang menjadi buruh cuci disekitar tempat tinggalnya. Mendengar kondisi yang sedang dihadapi oleh Pak Sunar, kurir Sedekah Rombongan langsung mengunjungi Pak Sunar dan menyampaikan bantuan untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari. Pak Sunar dan keluarga menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 8 Februari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Rini Astuti

Pak sunar menderita Post Amputasi Kaki Kiri


KAYLA CHAIRANI (11, Cerebritis). Alamat: Jalan Haji Rohimin No. 155 RT 17/3, Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pasanggrahan, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Kayla Chairani atau lebih sering disapa Kayla oleh orang tua dan orang-orang sekitarnya. Saat usia 4 bulan Kayla megalami kejang demam, langsung dibawa ke rumah sakit dan dokter mengatakan jika terdapat penyempitan pembuluh darah di otak Kayla. Selama bertahun-tahun Kayla harus menjalani rawat jalan di rumah sakit. Alhamdulillah saat Kayla berusia 5 tahun kondisinya berangsur membaik. Namun saat Kayla menginjak usia 7 tahun, Kayla kembali mengalami kejang demam hingga koma dan harus mendapat perawatan intensive selama 3 minggu d RSUD Bekasi. Sampai saat ini, Kayla masih terus menjalani rawat jalan. Alhamdulillah untuk biaya berobat sudah ditanggung oleh jaminan kesehatan tapi masih ada beberapa obat yang harus dibeli secara mandiri. Sementara orang tua Kayla, bapak Rohmani (50) sehari-hari bekerja sebagai buruh jahit dan ibu Zazila (44) adalah seorang ibu rumah tangga. Lewat salah satu akun media sosial seseorang, kurir Sedekah Rombongan mengetahui tentang kondisi Kayla dan keluarganya. Keesokkan harinya kurir Sedekah Rombongan berkunjung ke rumah Kayla dan menyampaikan bantuan untuk membeli obat yang tidak ditanggung oleh jaminan kesehatan. Pak Rohmani menyampaikan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 8 Februari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Rini Astuti

Kayla menderita Cerebritis


EKO SETIAWAN (21, Kanker Kulit). Alamat: Jl. Manunggal 3 RT 11/6 No. 12 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Eko Setiawan, sejak berusia 1,5 tahun tidak bisa terkena sinar matahari, karena kulitnya langsung mengalami iritasi dan muncul bintik-bintik serta flek hitam. Awalnya sang ibu hanya membawa Eko ke klinik terdekat dan hanya diberi obat salf untuk iritasinya. Tahun 20112, saat Eko sudah masuk sekolah menengah atas tiba-tiba terdapat luka dihidung sebelah kiri. Ini yang mengakibatkan kulit dan daging dihidungnya mengelupas. Karena semmakin hari uka itu tak kunjung sembuh, akhirnya Eko dan sang ibu ke rumah sakit dan dokter mengatakan jika Eko menderta kanker kulit. Tahun 2016, Eko menjalani operasi pertamanya di RS Dharmais untuk pengangkatan sel kanker dan hidungnya. Selang beberapa bulan Eko menjalani operasi yang kedua untuk pencangkokan daging dipipi sebelah kiri. Rencananya 2 bulan ke depan akan dilakukan operasi yang ketiga untuk pemasangan hidung. Saat ini Eko masih menjalani kontrol rutin di RS Dharmais, Alhamdulillah segala pengobatan telah ditanggung jaminan kesehatan tapi untuk akomodasi tak jarang orang tua Eko harus mencari pinjaman dulu ke tetangga. Orang tua Eko, bapak Setiawan (49) sehari-harri bekerja sebagai tukang ojek dengan penghasilan yang tidak menentu, sementara ibu Nurhayati (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Setelah mendapat informasi tentang Ako, kurir Sedekah Rombongan langsung mengunjungi Eko dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 8 Februari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Rini Astuti

Eko menderita Kanker Kulit


SANTI RISTIANDARI (30, Osteosarkoma). Alamat: Jl. Pinang 2 RT 4/2 No. 49 Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Kotamadya Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Berawal Agustus 2013, Bu Santi mengalami kecelakaan motor dan jatuh dalam posisi dudu, sehingga terjadi patah tulang. Waktu itu ibu Santi langsung dilarikan ke Rumah Sakit dan mendapat penanganan medis yaitu pemasangan 13 pen pada tulang belakang. Saat itu ibu Santi cukup lama menjalani perawatan, yakni sekitar 3 bulan. Pasca menjalani perawatan panjang, ibu Santi seharusnya masih harus rutin kontrol ke RS Fatmawati Jakarta. Tapi karena ketiadaan biaya, akhirnya ibu Santi memutuskan untuk tidak kontrol dan hanya membeli obat anti nyeri saja yang disarankan oleh dokter, obat tersebut tidak bisa dicover oleh BPJS. Hampir 3 tahun ibu Santi hanya bisa terbaring lemah ditempat tidur, dengan kondisi kaki, tangan dan kepala membengkak. Bahkan tak jarang saat sakitnya kambuh beliau susah bicara. Tidak hanya di kaki, nyeri yang dirasakan ibu Santi  hampir ke seluruh tubuh. Ibu Santi memiliki seorang suami, bapak Asim Abdullah (33) yang bekerja sebagai karyawan sebuah restoran. Tetapi gaji yang diterima suaminyapun hanya pas-pasan untuk biaya kontrakan, kebutuhan sekolah 2 orang anaknya dan kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah, kurir Sedelah Rombongan kembali mendatangi tempat tinggal ibu Santi dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan membeli obat anti nyeri yang tidak dicover BPJS, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 935. Hari senin kemarin, Ibu Susanti baru saja menjalani amputasi untuk kedua kakinya, dibalik senyumnya yang masih terpancar tak ada yang tau apa yang dirasakan oleh Ibu Santi. Semoga apa yang telah menjadi keputusan ibu SSanti adalah yang terbaik dan akan mengantarkan ibu Santi pada kesembuhan. Aamiin. Ibu Santi menyampaikam banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 15 Februari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Rini Astuti

Ibu Santi menderita Osteosarkoma


MUHAMMAD SATYA (7, Demam Berdarah Dengue). Alamat: Jl. Budi Mulia RT 7/4, Kel. Pademangan Barat, Kec. Pademangan, Kotamadya Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. Muhammad Satya atau akrab disapa Satya, pada tanggal 4 Februari kemarin mengalami demam tinggi, sudah dikompres dan minum obat penurun demam. Sempat turun, tapi demam lagi hingga menggigil. Karena khawatir dengan kondisi sang buah hati, ibu Satya membawanya ke RSU Kecamatan didekat tempat tinggalnya, dokter mengatakan jika Satya menderita Demam Berdarah Dengue sekaligue menyarankan jika sebaiknya Satya dirujuk ke RS Koja Jakarta Utara supaya tudak terjadi dehidarasi. Orang tua Satya seketika bingung jika sang buah hati harus dibawa ke rumah sakit, selain karena Satya tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Ia juga tidak mempunyai banyak bekal terlebih jika harus rawat inap. Orang tua Satya, bapak Erwin (38) adalah seorang penjual gorengan dengan penghasilan yang tidak menentu dan ibu Siti (35)v adalah seorang ibu rumah tangga. Salah satu kurir Sedekah Rombongan mengetahui kondisi yang dialami Satya dan langsung mengunjungi Satya sekaligue menyampaikan bantuan untuk membayar biaya rumah sakit. Semoga Stya kecil terus diberi kesehatan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 10 Februari 2017
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @untaririri

Satya menderita Demam Berdarah Dengue


SILVA NADILA (3, Hydrocepalus). Alamat: Jl. Pulo Nangka 1 RT 8/2 Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Kotamadya Jakarta Barat, DKI Jakarta. Silva biasa bocah ini disapa, saat usianya menginjak sepuluh bulan terdapat tanda pembesaran kepala dan pernah mengalami demam tinggi. Karena khawatir, orang tua Silva membawa Silva ke RS Royal Taruma, di rumah sakit dilakukan pemeriksaan laboratorium dan radiologi, dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui jika Silva menderita infeksi pada saluran pernafasan dan Hydrocepalus. Pihak dokter menyarankan jika sebaiknya Silva segera dilakukan operasi untuk pemasangan VP Shunt. Alhamdulillah dengan berbekal BPJS, semua tindakan bisa dilakukan. Setelah dilakukan tindakan operasi lingkar kepala Silva tidak bertambah besar. Tetapi Silva kecil masih terlihat lemas dan lunglai, belum bisa mengangkat kepalanya saat usianya sudah menginjak 2 tahun, sehingga Silva masih harus menjalani kontrol rutin ke RS. Orang tua Silva, bapak Sanajaya (43) dan ibu Sarni (33) tidak patah semangat untuk berjuang mencari kesembuhan putri pertamanya ini. Bapak Sana sehari-hari bekerja sebagai kuli angkut di sebuah pergudangan dengan penghasilan yang pas-pasan, sementara ibu Sarni sebagai ibu rumah tangga. Kadang bapak Sana bingung jika tiba jadwal kontrol tapi tidak ada biaya, dengan sangat terpaksa mereka seperti harus merelakan satu kesempatan hilang melihat anaknya sembuh. Alhamdulillah, ditengah kondisi itu #kurirSR dipertemukan dengan mereka dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan keperluan sehari-hari buat Silva, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 941. Saat ini Silva masih harus menjalani fisioterapi setiap seminggu sekali di RS Royal Taruma. Semoga apa yang telah diusahakan oleh orang tua Silva nantinya akan berbuah manis, ya bisa melihat sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 9 Februari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri  Ryan

Silvia menderita Hydrocepalus


SYAKILA CHOIRUNNISA (3, Hydrocepalus). Alamat: Jl. Hutan Jati RT 4/11 Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Syakila adalah putri kedua dari pasangan bapak Sultoni (33) dan ibu Sumiyati (34). Syakila terlahir beda dengan bayi pada umumnya, yaitu ada pembesaran di kepala. Saat ibu Sumiyati mengandung, sebenarnya sudah terdeteksi adanya virus tokso pada janin Syakila. Dokter sempat memberikan obat supaya virus itu mati, tapi yang terjadi virus malah berkembang. Sampai saat usia kandungan 9 bulan, Syakila harus terlahir dengan kondisi kepala yang besar (Hydrocepalus). Saat itu, dokter menganjurkan untuk operasi pemasangan VP Shunt jika usia Syakila sudah menginjak 3 bulan. Tapi, karena masalah internal operasi itu tidak kunjung dilakukan. Sampai saat usia Syakila menginjak 6 bulan, pihak rumah sakit menyarankan supaya Syakila dirujuk ke RSCM. Alhamdulillah, di RSCM Syakila langsung bisa dilakukan pemasangan VP Shunt, kondisinya juga baik. Beberapa bulan paska menjalani operasi, kadang Syakila mengalami kejang dan keluar busa dari mulutnya. Syakila kecil harusnya berobat rutin ke rumah sakit setiap seminggu sekali, tapi karena kondisi ekonomi yang tidak mendukung akhirnya pengobatan dialihkan ke RSUD terdekat itupun tidak dilakukan secara rutin.  Bapak Sultoni sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta tapi gaji yang diterimanya tidak cukup jika harus dipakai untuk bayar kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan masih untuk membeli susu dan pampers untuk anak kembarnya yang masih berusia 8 bulan (adik Syakila). Sementara ibu Sumiyati dirumah mengurus ketiga putri kecilnya. Kadang jika waktunya kontrol tapi tidak mempunyai ongkos, orang tua Syakila harus meminjam uang ke tetangganya atau rela tidak berangkat ke rumah sakit. Alhamdulillah, ditengah perjuangan orang tua Syakila berikhtiar mencari kesembuhan untuk putrinya, Allah menuntun langkah #kurirSR untuk bertemu dengan mereka. Bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan keperluan Syakila telah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 941. Semoga ini akan sedikit banyak membantu mengurangi beban orang tua Syakila. Kini Syakila masih harus menjalani kontrol rutin di RSCM setiap  2 minggu sekali.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 12 Februari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri  Ryan

Syakila menderita Hydrocepalus


AZZAM RIZALDI (4, Cerebral Palsy + Microchepalus). Alamat: Jalan Kelapa Dua  RT 15/3 Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing, Kotamadya Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. Azzam Rizaldi, sejak usianya menginjak bulan kedua sering mengalami demam tinggi. Orang tuan Azzam waktu itu membawa Azzam ke puskesmas terdekat, lalu oleh pihak puskesmas dirujuk ke RS Koja. Cukup lama Azzam menjalani rawat jalan di RS Koja, tapi belum juga ada perubahan yang berarti. sampai akhirnya pihak RSUD Koja merujuk Azzam ke RSCM Jakarta. Di RSCM diketahui jika Azzam menderita Cerebral Palsy dan Microchepalus, sehingga Azzam harus menjalani kontrol rutin untuk dilakukan terapi. Sekarang, saat Azzam sudah menginjak usia 4 tahun, belum bisa berjalan karena kakinya yang masih sulit digerakkan. Sehingga saran dokter, Azzam harus mengenakan sepatu avo sebagai salah satu terapi kakinya. Tetapi, sepatu ini tidak dapat discover oleh jaminan kesehatan, jadi harus dengan biaya sendiri. Mendengar ini, orang tua Azzam sempay bingung, karena harganya cukup mahal. Sementara orang tua Azzam, bapak Fadillah (24) bekerja sebagai petugas kebersihan di Puskesmas Cilincing dan ibu Masni adalah seorang ibu rumah tangga. Ditengah kesulitan yang dihadapi oleh orang tua Azzam, kurir Sedekah Rombonga yang mengetahui informasi tentang Azzam langsung mengunjungi Azzam dan menyampaikan bantuan untuk biaya membeli sepatu avo. Orang tua Azzam mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 900.000,-
Tanggal: 10 Februari 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri

Azzam menderita Cerebral Palsy + Microchepalus


RIZKY NURANANDA (9, Granuloma pada Hidung dan Mulut). Alamat : Dusun Nelayan RT 8/3, Desa Sungai Limau, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Rizky, begitulah gadis kecil ini dipanggil. Setahun terakhir ini Rizky lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah sakit. Berawal pada Oktober 2015 lalu, terdapat benjolan kecil dan keras disamping hidung Rizky. Awalnya hanyak didiamkan karena berfikir itu akan menghilang dengan sendirinya, tapi lama kelamaan makin membesar dan melebar ke daerah mulutnya. Karena khawatir, oleh orang tuanya Rizky dibawa ke Klinik terdekat. Namun,tidak ada tindakan apapun, Rizky hanya diberi obat anti nyeri. Sampai bulan Maret 2016, Rizky dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah di Pontianak karena benjolan di hidung dan mulut Rizky telah menjadi luka yang lebar. Dari pihak dokter sebenarnya telah menyarankan supaya Rizky dirujuk ke Jakarta, tapi karena alasan biaya orang tua Rizky belum bisa mengindahkan saran dokter. Juli 2016, berbekal jaminan kesehatan BPJS orang tua Rizky membawa Rizky ke RSCM Jakarta. Alhamdulillah, di RSCM Rizky langsung dilakukan tindakan biopsi. Pasca menjalani biopsi tindakan yang harus dijalani Rizky adalah kemoterapi. Dua minggu menjalani kemoterapi, kini luka di hidung dan mulut Rizky semakin mengecil. Orang tua Rizky, bapak Abdur Rauf (44) adalah seorang nelayan dulunya, tapi semenjak menemani putrinya berobat beliau tidak bisa bekerja lagi. Sementara ibunya, ibu Leni Marlina (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Empat bulan tinggal di Jakarta denganbekal yang seadanya tentu menjadi kendala tersendiri untuk bapak Abdur, belum lagi biaya kontrakan yang bisa dibilang mahal. Alhamdulillah ditengah kesulitan yang dihadapi, Allah menuntun langkah kurir Sedekah Rombongan ke tempat Rizky dan menyampaikan bantuan lanjutan  untuk biaya hidup sehari-hari selama menjalani pengobatan di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 904. Semoga bantuan ini dapat meringankan sedikit banyak beban yang dihadapi keluarga Rizky dan proses pengobatan yang dijalani Rziky diberi kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Februari 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Rizky menderita Granuloma pada Hidung dan Mulut


KASIH NUR VAJIRA (6, Syndrom Nefrotik + TBC). Alamat : Desa Prapakan Besi, Dusun Besi Kuning, RT 1/1, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Kasih adalah anak dari pasangan Bapak Henri (36) dan Ibu Satriani (34), keduanya bekerja sebagai petani untuk menghidupi ketiga anaknya. Awalnya Kasih merasakan sakit di bagian perutnya pada Juli 2016. Setelah itu ia diare selama beberapa hari, sepulang merayakan hari raya. Puncaknya pada Agustus 2016 Kasih kembali merasakan sakit di perutnya, kondisi tersebut membuat ia yang begitu ceria menangis karena tak kuat menahan sakit yang kemudian menimbulkan bengkak di wajahnya. Setelah beberapa hari hanya dirawat di rumah, bengkak di bagian wajah Kasih pun tak kunjung mereda hingga membuat keluarga khawatir dan membawanya berobat ke Puskesmas Kecamatan Sekura, Kabupaten Sambas. Selama dirawat di Puskesmas Sekura, bengkak di wajah Kasih semakin menjalar ke bagian ekstremitas, empat hari kemudian abdomen mulai nampak membengkak. Kondisi Kasih tidak mengalami peningkatan dan akhirnya ia dirujuk ke RSUD Sambas. Bengkak di bagian perut Kasih yang semakin membesar membuat ia kesulitan untuk berjalan. Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan Kasih positif mengalami gagal ginjal (Sindrom Nefrotik).  Kasih kemudian dirujuk ke RSUD Pemangkat dan dirawat selama sebelas hari. Pada Oktober 2016 Kasih menjalani kemoterapi yang pertama di RS Singkawang, dalam kondisi tertentu ia memerlukan obat Albumin sebelum dilakukan kemoterapi. Berdasarkan keterangan keluarga Albumin ini tidak ditanggung BPJS sehingga keluarga harus membayar senilai 2 juta rupiah. Pada 20 Januari 2017, Kasih mengalami demam tinggi hingga membuatnya kejang dan tidak sadarkan diri sehingga harus dirawat di RS Pemangkat. Dua hari kemudian Kasih dirujuk dan dirawat di RS Serukam dan setelah enam hari dirawat ia masih tak sadarkan diri. Jadwal kemoterapi selanjutnya adalah tanggal 2 Februari 2017, namun karena kondisi Kasih yang tidak memungkinkan akhirnya jadwal kemoterapi diundur. Setelah Kasih sadarkan diri dari koma, untuk pemenuhan nutrisi dan buang air harus melalui selang. Napas yang cepat disertai batuk menimbukan kecurigaan dokter Kasih mungkin juga mengalami infeksi paru setelah dilakukan penanganan dengan Nebulizer.  Pada 7 Februari 2017, Kasih mengalami melena (feses berwarna hitam) dan muntah darah yang mengharuskannya menjalani cek darah. Berdasarkan keterangan keluarga dari hasil cek darah yang telah dilakukan, kondisi umum ginjal Kasih tidak mengalami perubahan yang lebih baik dan kondisi paru-parunya telah terinfeksi TBC hingga 82%. Saat ini Kasih masih dirawat di RS Serukam, Singkawang dengan kondisi badan membiru dan ikterik (menguning pada kulit dan mata), susah berbicara dan bergerak. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan untuk membantu pengobatan dan membeli kebutuhan Kasih. Semoga Kasih diberikan kekuatan dan kesembuhan sehingga bisa menjalain kemoterapi kembali sampai sehat seperti sedia kala serta ceria seperti anak-anak seusianya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp.3.200.000,-
Tanggal : 27 Januari 2017
Kurir: @arfanesia @bdwiaryn feriansyah @ririn_restu

Kasih menderita Syndrom Nefrotik + TBC


RIAH ANJANI (67, Kanker Rahim). Alamat : Jalan Bulutangkis, RT 4/2, Desa Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Provisi Jawa Timur. Pada tahun 2010 Ibu Anjani selalu mengeluh mengalami sakit saat buang air kecil dan tidak lama kemudian terdapat benjolan kecil pada perut bagian bawah beliau. Saat diperiksakan ke RST Soepraon, Ibu Anjani didiagnosis bahwa ada sel kanker pada rahim beliau. Akhirnya beliau dirujuk ke RS Saiful Anwar untuk penanganan yang lebih intensif. Setelah menjalani beberapa kontrol, Ibu Anjani dilakukan kemo terapi sebanyak 10x. Selama proses pengobatan kondisi badan Ibu Anjani menjadi tidak menentu dan mengakibatkan beliau harus menjalani rawat inap di rumah sakit beberapa kali. Pada Akhirnya dokter merencanakan untuk melakukan operasi pada Ibu Anjani, akan tetapi anak beliau menolak karena kemungkinan berhasil hanya 50%. Selama 7 tahun ini beliau hanya menjalani pengobatan alternatif dan mengkonsumsi obat-obatan herbal. Untuk saat ini beliau tidak bisa berjalan dikarenakan kaki beliau membengkak. Ibu Anjani yang tinggal berdua bersama putranya yang bekerja serabutan. Dari pekerjaan yang digeluti putranya hanya memiliki pendapatan yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan terkadang mendapatkan bantuan dari tetangga sekitar. Tim Sedekah Rombongan yang bersilaturahmi merasakan kesulitan yang dihadapi Ibu Anjani dan santunan untuk beliau pun diberikan untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya untuk berobat. Semoga dengan adanya bantuan dari Sedekah Rombongan dan Para Sedekaholics dapat meringankan beban Ibu Anjani dan segera mendapatkan kesembuhan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Februari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Nuryati @m_rofii11

Riah menderita Kanker Rahim


SHEILA DWI RETNO SARI (15, Kurang Gizi). Alamat : Jalan Sersan Bahrun No. 146, Desa Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Sheila merupakan seorang pelajar yang masih duduk di bangku SMP. Pada saat kelas 3 Sheila sering mengalami batuk-batuk dan kondisi badannya selalu melemah. Keluarga yang khawatir akan putrinya tersebut akhirnya membawa Sheila untuk menjalani pemeriksaan di dokter setempat. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter Sheila didiagnosis sakit Tuberculosis (TBC) dan Sheila pun dirujuk ke rumah sakit. Sheila mendapatkan perawatan yang intensif selama 6 bulan dan alhamdulillah Sheila dinyatakan sembuh oleh dokter. Akan tetapi setelah beberapa bulan kondisi badan Sheila menjadi lemah dan terkadang sering muntah darah. Dengan sigap sang ibu membawanya untuk periksa ke dokter. Dari hasil pemeriksaan yang dijalani Sheila, ternyata tidak terdapat indikasi penyakit apa pun hanya saja kurangnya asupan gizi yang diterima tubuh Sheila. Sheila tinggal bersama Ibunya, Ibu Wiwik (51) yang bekerja sebagai penjual nasi dengan pendapatan yang tidak menentu sedangkan ayah Sheila sendiri sudah lama telah meninggal dunia. Pendapatan yang tidak seberapa terkadang menjadi kendala dalam proses pengobatan Sheila, ditambah lagi Sheila tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Sheila, sehingga dapat membantu proses pengobatan. Santunan yang diberikan untuk Sheila dipergunakan untuk biaya pengobatan dan perbaikan keadaan umum Sheila. Semoga Sheila bisa lekas sembuh dan dapat melanjutkan sekolahnya kembali. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Februari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Junita @m_rofii11

Sheila menderita Kurang Gizi


MUHAMMAD BAMBANG EKO PURWANTO (57, Stroke + Infeksi Paru-paru + Infeksi Lambung + Jantung Bengkak). Alamat : Dusun Tanjung, RT 3/2, Desa Tanjungsari, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung. Bapak Eko pada awalnya merasa sulit menggerakkan anggota tubuhnya dan langsung dibawa ke RS Dokter Iskak Tulungagung dan diketahui kalau beliau mengalami stroke ringan. Setelah menjalani pengobatan di rumah sakit beliau telah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. Setelah beberapa hari berada di rumah, beliau merasa seperti masuk angin dan mengkonsumsi obat masuk angin. Sudah 1 minggu mengalami masuk angin dan telah mengkonsumsi obat akan tetapi tidak kunjung sembuh. Akhirnya beliau dibawa ke RS Dokter Iskak dan menjalani proses pemeriksaan secara medis. Dokter mendiagnosis beliau sakit infeksi paru, lambung dan jantung bengkak. Beliau menjalani perawatan selama 2 minggu di rumah sakit dan telah dirawat di ruang ICU. Setelah menjalani beberapa hari di ruang ICU, akhirnya beliau dinyatakan telah meninggal dunia oleh pihak rumah sakit. Sri Hartini (57) istri beliau hanya sebagai ibu rumah tangga biasa dan kedua anaknya yang merantau untuk bekerja. Bapak Eko bekerja sebagai pedagang, pendapatan yang didapat selalu tidak menentu sehingga hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Akan tetapi beliau sangat bersyukur dengan adanya jaminan kesehatan berupa KIS yang telah beliau miliki. Sedekah Rombongan yang mengetahui kabar dari keluarga akhirnya memberikan santunan kematian. Semoga amal ibadah Bapak Eko diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan  diberikan ketabahan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal :  17 Februari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Kristiono @m_rofii11

Pak eko menderita Stroke + Infeksi Paru-paru + Infeksi Lambung + Jantung Bengkak


SALSA SOFIATUN HALIMAH (3, Talasemia). Alamat : Dusun Winony, RT 1/2, Desa Dono, Kecamatan Sendong, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Kabar sedih bertambah saat awal mula sakit yang diderita Salsa yaitu perutnya yang membesar, disusul dengan terjadinya komplikasi kelainan darah sampai akhirnya Salsa didiagnosis terkena menderita Talasemia. Bulan-bulan sebelumnya Salsa harus menjalani pengobatan rutin di poli anak Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Alhamdulillah mulai pertengahan bulan Juli 2016 Salsa tidak perlu jauh-jauh ke Malang untuk berobat karena telah dirujuk di RS Tulungagung karena kondisinya membaik. Pada pertengahan bulan ini kabar sedih dating dari keluarga Salsa, rumah yang selama ini ditinggali atapnya rusak karena tertimbun pohon. Sebagian atap rumah Salsa hancur dan mengakibatkan Salsa dan keluarga harus tidur ruang tamu. Salsa merupakan putri ke-4 dari 5 bersaudara. Ibu Rubiah (33) sebagai ibu Salsa mendapatkan pengahasilan dengan menitipkan kerupuk di toko-toko. Ibu Rubiah banting tulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya karena suami beliau tidak ada sudah hampir 2 tahun ini, padahal masih ada 2 kakak Salsa juga yang masih memerlukan biaya banyak untuk sekolah dan biaya hidup. Bantuan kali ini digunakan untuk uang saku membantu kehidupan sehari-hari Salsa dan keluarga. Salsa telah memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS kelas III. Bantuan kali ini disalurkan untuk biaya renovasi atap rumah salsa, perbaikan keadaan umum dan transportasi untuk berobat. Santunan sebelumya telah tercatat dalam nomor rombongan 949. Semoga Salsa segera sembuh dan ceria lagi. Amiin

Jumlah Bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 18 Februari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Kristiono @m_rofii11

Salsa menderita Talasemia


TUGIMUN BIN DARMOSWITO (47, Benjolan Di Bawah Telinga). Alamat : Jl. Taman Sari, Dusun III, RT 6/2, Kelurahan Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Enam tahun yang lalu, Pak Tugimun merasakan ada bejolan kecil di bawah telinganya, tetapi karena tidak merasakan sakit maka benjolan tersebut tidak di hiraukan oleh beliau. Setelah beberapa bulan benjolan tersebut agak membesar, dan kadang-kadang terasa nyeri tetapi dikarenakan kondisi keluarga yang sangat minim, maka Pak Tugimun memutuskan untuk tidak memeriksakan benjolan tersebut. Pak Tugimun merasa sudah sangat terganggu dengan benjolan yang sudah sangat membesar, sebesar telur ayam, dan sangat sering menimbulkan rasa nyeri, apalagi kalau saat disentuh dan pada saat terlalu banyak melakukan aktifitas yang berat. Pak Tugimun mempunyai seorang istri yang bernama ibu Ngatiyah (38) seorang ibu rumah tangga. Pak Tugimun belum memiliki kartu jaminan kesehatan. Pak Tugimun menceritakan bahwa beliau kesulitan dalam biaya berobat dan biaya hidup sehari-hari. Mengetahui keadaan beliau, kurir Sedekah Rombongan Lampung mencoba membantu meringankan kesulitan Pak Tugimun. Santunan disampaikan untuk meringankan biaya pengobatan dan kebutuhan sehari-hari beliau. Pak Tugimun dan keluarga mengucapkan terima kasih kepada Sedekah Rombongan dan sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri @viaamaliaR @nia_dec07 Gegen Yogi @yesaridani

Pak tugimun menderita Benjolan Di Bawah Telinga


KATIMUN BIN SUKARJO (67, Pembengkakan Jantung). Alamat : Dusun Tanjung Mukti, RT 9/5, Kelurahan Transtanjungan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Pak Katimun merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Setelah didiagnosis pembengkakan jantung, aktivitas Pak Katimun sehari – hari menjadi terbatas. Sampai sekarang Pak Katimun masih sering merasa lemas, sakit di bagian kepala dan perut, mual-mual hingga memuntahkan cairan. Pak Katimun menahan sakitnya karena ia masih menjalani pekerjaannya sebagai petani. Hal tersebut terpaksa ia lakukan karena ia adalah tulang punggung keluarga. Melihat kondisi Pak Katimun, istrinya, Masrokah (50), berusaha membantu suaminya dengan menjadi buruh tani. Pak Katimun berobat dengan mennggunakan KIS PBI kelas III. Pak Katimun hanya bisa berobat di Puskesmas, itupun jika ia ada uang.  Dibantuan sebelumnya Pak Katimun berobat ke RS Detasemen Kesehatan Tentara (RS DKT) Bandar Lampung. Setelah diperiksa disarankan untuk minum obat yang diresepkan selama 3 bulan untuk kemudian kontrol kembali. Kini 3 bulan telah berlalu dan Pak Katimun diharuskan untuk kontrol kembali. Untuk itu bantuan kembali disampaikan guna biaya trsanportasi control ke RS DKT Bandar Lampung. Bantuan terakhir masuk dalam rombongan 906.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Januari 2016
Kurir :  @akuokawai @sayasepti  herlina

Pak katimun menderita Pembengkakan Jantung


KATINI BINTI KUSDI (59, Diabetes). Alamat: Dusun 1, RT 04/02, Kelurahan Bina Karya Utama, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Pada tahun 2014, kaki Bu Katini pernah terluka karena terkena duri, semakin lama semakin membengkak, kemudian Bu Katini memutuskan untuk berobat ke dokter di daerahnya. Setelah dilakukan pemeriksaan, didapat hasil gula darah yang tinggi dan dokter mendiagnosa Bu Katini menderita penyakit diabetes. Lalu Bu Katini dirawat di klinik rawat inap di Rumbia, beberapa hari dirawat kondisinya tidak ada perubahan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Ahmad Yani (RSAY) Metro untuk dilakukan tindakan amputasi di jari kakinya karena lukanya semakin parah. Setelah selesai perawatan, Bu Katini rutin kontrol di rumah sakit hingga saat ini. Bu Katini sudah tidak dapat bekerja. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Bu Katini dibantu oleh anak-anaknya yang bekerja sebagai petani dan sudah berkeluarga, juga berhutang kepada tetangganya. Suaminya, Sukis telah lama meninggal dunia. Untuk pengobatan selama ini, Bu Katini menggunakan kartu JKN KIS Mandiri Kelas 3. Namun, keluarga mengalami kesulitan untuk biaya transportasi, mengingat jarak tempat tinggal yang jauh dari rumah sakit dan Bu Katini harus sering ke rumah sakit untuk kontrol. Melihat kondisi tersebut, Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang dihadapi mereka. Bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya transportasi Bu Katini. Semoga keadaan Bu Katini semakin membaik sehingga dapat beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti @m_yani @rn_irmala

Bu katini menderita Diabetes


KURSINAH BINTI AHYAR (39, Tumor Paru). Alamat : Dusun 2, RT 1/3, Desa Nambahrejo, Kecamatan Kotagajah, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Awal tahun 2016 Bu Kursinah mengeluh jantung berdebar-debar di sertai lemas dan gemetaran di seluruh badan. Bu Kursinah hanya berobat ke bidan setempat kemudian sembuh dan sakit ini berulang sampai tiga kali selama setahun. Pada saat serangan yang ke 4 tanggal 20 Desember 2016 Bu Kursinah mengeluh sudah tidak bisa menggerakkan kaki dan tangan karena sangat lemas dan jantung terasa cepat berdetaknya serta sulit untuk bernapas. Bu Kursinah di bawa ke dokter spesialis penyakit dalam dan dianjurkan untuk di rawat di RS Ahmad Yani (RSAY) Metro tapi karena terkendala biaya maka Bu Kursinah urung untuk di rawat di RSAY Metro dan memilih untuk membuat kartu JKN KIS terlebih dahulu. Setelah Bu Kursinah mendapatkan kartu JKN KIS dan setelah kartunya aktif Bu Kursinah dirujuk ke RS Mardi Waluyo Metro dengan kondisi yang masih lemas dan jantung berdebar-debar. Setelah dilakukan rontgen Bu Kursinah dinyatakan menderita Tumor Paru Dextra dan dirujuk ke RSAY Metro. Bu Kursinah tampak masih lemas belum bisa berjalan sendirian dan harus dengan bantuan orang lain untuk beraktivitas. Pengobatan di RS selama ini menggunakan kartu JKN-KIS Mandiri Kelas III. Namun, keluarga mengalami kesulitan untuk biaya sehari-hari dan biaya transportasi ke Rumah Sakit. Suami Bu Kursinah, Rubadi (41) hanya bekerja sebagai buruh petani, dan selama Bu Kursinah sakit, ia tidak dapat bekerja. Untuk biaya kehidupan sehari-hari keluarga berhutang kepada tetangga. Melihat kondisi ini, Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang dihadapi keluarga, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan biaya kehidupan sehari-hari. Semoga Bu Kursinah cepat sembuh dan dapat beraktivitas kembali seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 2 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti @sigitrudianto2 @rn_irmala

Bu kursinah menderita Tumor Paru


MUCHLISIN BIN TRIO CASMORO (8, Benjolan di Kepala dan Dada). Alamat : Desa Sido Basuki, RT 4/4, Kelurahan Rejo Agung, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Pada pekan pertama bulan Januari 2017, sore hari Muchlisin sedang bermain. Ia melintas berlari pada saat ada orang yang sedang menebang kayu. Dan kepala Muchlisin tertimpah kayu yang sedang ditebang tersebut. Muchlisin tak sadarkan diri. Sampai 2 jam kemudian masih tak sadarkan diri. Akhirnya Muchlisin dibawa ke RS Ahmad Yani (RSAY) Metro untuk mendapatkan pengobatan. Setelah dilakukan CT scan, didapati benjolan di kepala. Setelah kondisi membaik Muchlisin diperbolehkan pulang. Tetapi setelah kembali ke rumah Muchlisin masih saja mengeluh pusing dan didapati juga benjolan didadanya. Hal tersebut membuat Muchlisin harus memeriksakan diri kembali ke RSAY. Sang ibu, Siti Rokayah (43) kebingungan untuk membayar biaya rumah sakit karena tidak memiliki jaminan kesehatan. Dan ia juga hanya bekerja sebagai buruh cuci dengan penghasilan yang untuk makan saja sering kali tak cukup. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan Lampung bertemu dengan Muchlisin dan ibunya. Dan bantuan disampaikan untuk membantu meringankan pembayaran biaya rumah sakit. Semoga Muchlisin kembali sehat dan dapat beraktifitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti @sitiaminah886 @abeng_13 Dinda

Muchlisin menderita Benjolan di Kepala dan Dada


MOHD ISMAIL (50, Sakit Tulang Belakang). Alamat : Dusun III, RT 4/6, Desa Nambahrejo, Kecamatan Kotagajah, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Awal mulanya pasien yang biasa dipanggil Pak Mangel ini merantau ke Kasui Kabupaten Way Kanan pada tahun 1983- 1995 dan bekerja sebagai buruh pemetik dan pengangkut kopi di Pegunungan Kasui. Pada saat bekerja, Pak Mangel sering jatuh tertimpa kopi saat memanggul kopi naik turun bukit. Pak Mangel juga pernah terjatuh dari motor saat membawa kopi ke pasar dan tidak di bawa ke fasilitas kesehatan. Tahun 1995- 2011 Pak Mangel sering urut ke tukang pijat karena mengeluh sakit pinggang dan jarang berobat ke dokter karena keterbatasan dana dan tidak ada yang mengantar ke dokter. Pada tahun 2012, Pak Mangel semakin kesulitan berjalan sehingga berjalan menggunakan tongkat. Suatu hari Pak Mangel bermaksud pergi ke masjid dan di perjalanan Pak Mangel terjatuh kemudian mengalami sakit di pinggang sehingga Pak Mangel sulit untuk menggerakkan pinggang sampai dengan sekarang. Pak Mangel hanya berobat ke bidan terdekat untuk menahan nyerinya dan sampai sekarang Pak Mangel berjalan menggunakan tongkat. Pak Mangel tinggal di rumah bersama ibu nya yang menderita katarak di kedua matanya dan tidak bisa melihat lagi. Kepada kurir Sedekah Rombongan, keluarga menceritakan Pak Mangel tidak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun dan tidak memiliki biaya untuk berobat. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesedihan dan kesulitan yang dialami keluarga, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya berobat Pak Mangel. Semoga Pak Mangel lekas sembuh dan dapat beraktivitas kembali seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti @sigitrudianto2 @rn_irmala

Pak ismail menderita Sakit Tulang Belakang


NUR AINI (27, Fibrosarcoma). Alamat : Dusun I, RT 6/2, Desa Srimenanti, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kab Lampung Timur, Provinsi Lampung. Sekitar 5 tahun yang lalu, Ibu Nur terjatuh di kebun tidak ada luka serius tetapi terdapat benjolan di atas telinga sebelah kanannya. Seiring waktu berjalan jika daerah benjolan terbentur sesuatu akan membesar dan semakin membesar serta terasa sakit, tapi lagi-lagi Ibu Nur hanya mengkonsumsi obat warung. Puncaknya pada bulan Juli 2016 Ibu Nur memeriksaakan diri ke Puskesmas terdekat dan dirujuk ke RS Mardiwaluyo Metro. Setelah melakukan pemeriksaan Ibu Nur didiagnosis fibrosarcoma atau tumor ganas pada jaringan ikat. Lalu dilakukan operasi pada pertengahan Agustus 2016. Setelah dioperasi Ibu Nur dirujuk ke RS Ahmad Yani (RSAY) untuk melakukan kemoterapi. Ibu Nur disarankan untuk melakukan kemoterapi sebanyak 6 kali. Saat ini adalah kemoterapi yang terakhir untuk kemudian dipantau kembali perkembangannya. Ibu Nur adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan. Suami Ibu Nur, Pak Fandri (39) mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics dan kurir Sedekah Rombongan yang telah membantu  sebelumnya. Jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas III telah banyak membantu tetapi jarak dengan RSAY yang jauh juga masih menjadi kendala. Oleh karena bantuan kembali disampaikan untuk biaya transportasi pengobatan ke RSAY. Bantuan terakhir tercatat dalam rombongan 916.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Janauri 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti @abeng_13 Dinda @sitiaminah886

Ibu nur menderita Fibrosarcoma


RENDI IRAWAN (7, Tetralogy of Fallot). Alamat : Jl. Merica II RT. 8/4, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Pada tahun 2014 Rendi mengalami sesak dan tubuh membiru, orangtuanya hanya mengira ia sakit biasa. Keesokan harinya saat Rendi ke Posyandu oleh petugas Posyandu Rendi disarankan ke rumah sakit untuk melakukan pengecekan mengapa tubuhnya membiru. Orangtua Rendi mengikuti saran petugas Posyandu ke RSUD Ahmad Yani (RSAY) Metro dan oleh dokter Rendi dinyatakan sakit Jantung Bocor dan Penyempitan Pembuluh Darah. Rendi dirawat selama 1 bulan di RSAY Metro dan kemudian dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung pada November 2014. Kurang lebih 15 hari Rendi dirawat, ia lalu disarankan untuk ke RS Harapan Kita Jakarta. Dengan berbekal keyakinan dan bantuan dari sanak keluarga serta tetangga, orangtua Rendi, Junaidi (34) dan Sundariah (26) pun membawanya ke RS Harapan Kita. Di RS Harapan Kita Rendi dinyatakan menderita Tetralogy of Fallot atau penyakit jantung bawaan  dan disarankan untuk melakukan operasi. Sampai saat ini Rendi masih rutin menjalankan kontrol ke RS Harapan Kita Jakarta. Rendi berobat dengan menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri Kelas III. Orangtua Rendi yang hanya bekerja sebagai buruh bangunan telah banyak meninggalkan pekerjaan selama merawat Rendi. Karena itulah mereka merasa kesulitan biaya untuk rawat jalan Rendi dari Lampung ke Jakarta. Kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali memberikan bantuan untuk biaya akomodasi dan transportasi berobat ke RS Harapan Kita Jakarta. Sebelumnya Rendi telah dibantu dalam rombongan 871.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Januari 2016
Kurir :  @akuokawai @sayasepti

Rendi menderita Tetralogy of Fallot


SAIDAH LUTVIAH (6, Thalasemia). Alamat : Dusun IV RT. 9/4 Kelurahan Bandar Agung, Kecamatan Bandar Sribawono, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Saidah adalah anak ke-3 dari tiga bersaudara. Bermula pada tahun 2013 Saidah mengalami gejala panas tinggi, limpa membengkak seperti gejala yang diperlihatkan kakak keduanya, Naila Fairuzza (8), yang sudah dinyatakan Thalasemia. Karena itulah orang tuanya membawa Saidah untuk cek laboratorium dan hasilnya menyatakan Saidah juga menderita Thalasemia. Saidah lalu dirawat di RSUD A. Yani dan disarankan untuk rutin melakukan transfusi darah. Sampai saat ini Saidah harus melakukan transfusi darah setiap 2 bulan sekali atau sesuai saran dokter dan setiap kali transfusi memerlukan 1-2 kantung darah. Kondisi Saidah dan Naila membuat orangtuanya, Ahmad Saihu (57) dan Siti Mudrikah (48), sering kali meninggalkan pekerjaannya sebagai petani demi mendampingi pengobatan penyakit kedua anaknya. Tidak adanya konfirmasi sampai kapan harus dilakukan transfusi darah, membuat keluarga ini sering bolak-balik RSAY. Meski biaya pengobatan telah tercover jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Tetapi jarak yang jauh dengan RSAY membutuhkan dana lebih untuk transportasi. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan titipan sedekaholics kepada pasien dampingan untuk membantu biaya transportasi pengobatan rutin Saidah ke RSAY. Bantuan terakhir tercatat dalam rombongan 849.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Januari 2017
Kurir :  @akuokawai @sayasepti  andri

Saidah menderita Thalasemia


SALAMAH BINTI ABDUL LATIF (52, Ca Nasofaring + Diabetes). Alamat : Dusun Subing Jaya RT 04/02 Kelurahan Rajabasa Lama Kecamatan Labuan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Pada tahun 2010 Bu Salamah sering merasa pusing dan lemas, kemudian berobat ke dokter setempat dan Bu Salamah didiagnosa menderita penyakit Diabetes. Beberapa bulan kemudian, muncul keluhan lain, Bu Salamah mengeluhkan bagian mulutnya terus membengkak. Karena itu dokter merujuk Bu Salamah ke Rumah Sakit Mardi Waluyo (RSMW) Metro. Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan laboratorium, Bu Salamah didiagnosa menderita penyakit Ca Nasofaring atau lebih dikenal dengan tumor ganas pada hidung dan saluran tenggorokan. Kemudian Bu Salamah dirujuk ke Rumah Sakit Ahmad Yani (RSAY) Metro untuk dilakukan tindakan kemoterapi. Hingga saat ini Bu Salamah masih rutin menjalani perawatan kemoterapi. Bu Salamah sudah tidak dapat bekerja. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Bu Salamah dibantu oleh anak-anaknya yang bekerja sebagai petani. Suaminya Abdul Gani telah lama meninggal dunia. Untuk pengobatan selama ini, Bu Salamah menggunakan kartu JKN KIS PBI. Namun, keluarga mengalami kesulitan untuk biaya transportasi, mengingat jarak tempat tinggal yang jauh dari rumah sakit dan Bu Salamah harus sering ke rumah sakit untuk kontrol. Melihat kondisi tersebut, Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang dihadapi mereka. Bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya transportasi Bu Salamah. Semoga keadaan Bu Salamah semakin membaik sehingga dapat beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti @m_yani @rn_irmala

Bu salamah menderita Ca Nasofaring + Diabetes


SITI IMAS AMAH (30, Nodul Hyopertiroid). Alamat : Dusun 1, RT 2/1, Desa Nambahrejo, Kecamatan Kotagajah, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Pada tahun 2007 muncul benjolan kecil di leher dan terasa gatal yang kemudian dibiarkan. 3 tahun kemudian benjolan membesar menjadi seukuran telur puyuh kemudian berobat ke fasilitas kesehatan setempat dan dokter mendiagnosa Bu Siti Imas menderita penyakit Nodul Hypertiroid kemudian dirujuk ke Rumah Sakit. Bu Siti Imas adalah seorang ibu rumah tangga, dan suaminya Edi Siyanto (44) hanya seorang buruh harian lepas. Keluarga mengalami kesulitan biaya untuk pengobatan Bu Siti Imas dan tidak memiliki kartu jaminan kesehatan sebelumnya. Mendengar hal ini, kurir Sedekah Rombongan membantu mengupayakan pendaftaran kartu JKN untuk Bu Siti Imas. Santunan pertama sudah diberikan untuk biaya iuran JKN KIS Mandiri dan biaya kehidupan sehari-hari. Saat ini Bu Siti Imas sudah dapat berobat ke RS dan direncanakan akan menjalani operasi di RS Mardi Waluyo Metro. Bantuan kedua pun diberikan untuk biaya transportasi dan biaya kehidupan sehari-hari. Bantuan terakhir masuk dalam rombongan 924. Semoga Bu Siti Imas lekas sembuh dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti @sigitrudianto2 @rn_irmala

Bu siti menderita Nodul Hyopertiroid


SUGITO BIN SURATMIN (56, Lymphoma Hodgkin Disease). Alamat : Dusun Sinar Sari, RT 1/1, Desa Trisinar, Kecamatan Margatiga, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Semua bermula sekitar tahun 2012 muncul benjolan kecil di sekitar leher Pak Gito. Pak Gito lalu memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat dan disarankan ke dokter spesialis. Beberapa kali benjolan tersebut di operasi tetapi kembali muncul sampai pengobatan berlanjut hingga RS Mardi Waluyo hingga RS Ahmad Yani (RSAY) Metro. Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruhi Pak Gito didiagnosis Lymphoma Hodgkin Disease yang lebih dikenal dengan tumor ganas kelenjar getah bening serta disarankan untuk kembali operasi. Pada 1 Januari 2015, Pak Gito dioperasi di bagian leher kanannya. Seiring waktu berjalan leher kanan Pak Gito kembali membengkak, untuk itu Pak Gito dirujuk ke RS Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung. Istrinya, Warsini (52) yang setia menemani Pak Gito selama berobat. Tetapi setelah di RSAM Pak Gito langsung dirujuk ke RS Dharmais Jakarta. Meski telah berobat menggunakan JKN-KIS Mandiri kelas III, tidak adanya pemasukan menyulitkan keluarga ini untuk melakukan rujukan yang disarankan. Pak Gito telah melakukan proses biopsi untuk mengetahui sakitnya. Sampai saat ini  Pak Gito masuk dalam pengawasan sebagai pasien dampingan Sedekah Rombongan. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali menyampaikan bantuan untuk biaya hidup selama menjalani pengobatan di Jakarta. Bantuan terakhir tercatat dalam rombongan 932.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti @untaririri

Pak sugito menderita Lymphoma Hodgkin Disease


SURYANTO BIN SARJU (39, Kanker Nasofaring). Alamat : Gang Bakti, RT 29/6, Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung. Sekitar dua tahun yang lalu, awalnya Pak Suryanto hanya mengeluh sakit gigi dengan gusi bengkak. Lalu Pak Suryanto hanya meminum obat warung. Tetapi sakit masih terus berlanjut sampai satu tahun tidak kunjung sembuh. Setelah itu di temukan benjolan kecil di bagian leher sebelah kanan. Lalu dibawa berobat ke RS Ahmad Yani (RSAY). Dan setelah diperiksa ternyata didiagnosa kanker nasofaring atau lebih dikenal dengan tumor ganas pada hidung dan saluran tenggorokan. Bapak Suryanto disarankan untuk dilakukan kemo rutin. Kemonya telah berjalan 18 kali tetapi belum ada perubahan. Dokter pun menyarankan untuk rujuk ke RS Dharmais Jakarta. Pak Suryanto menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Untuk itu istrinya, Suryani (55) sedikit bisa bernafas lega karena bantuan kembali disampaikan. Kali ini untuk biaya transportasi dan juga biaya hidup selama menjalani pengobatan di Jakarta. Dan Jaminan kesehatan JKN-KIS PBI yang dimiliki sebagai pelengkapan untuk rujuk sampai ke RS Dharmais Jakarta. Semoga ikhtiar yang dilakukan membuahkan kesembuhan. Bantuan terakhir masuk dalam rombongan 938.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 5 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti Dinda @abeng_13

Pak suryanto menderita Kanker Nasofaring


TUTI AMINAH (46, Sirosis Hepatis). Alamat : Dusun Eka Sakti, RT 45/4, Kelurahan Braja Sakti, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Kurang lebih sudah 2 tahun Ibu Tuti Aminah mengalami sakit, awal mulanya Ibu Tuti seharian penuh tidak makan hanya minum saja. Lalu keesokan harinya Ibu Tuti sarapan pagi tiba-tiba dada dan perutnya  sakit. Ibu Tuti berfikir itu cuma sakit biasa lalu Ibu Tuti tidur. Setelah bangun tidur, tubuh dan mata Ibu Tuti menguning. Melihat kondisi Ibu Tuti, anak pertamanya mengantarkan Ibu Tuti berobat ke Puskesmas. Selang beberapa hari Ibu Tuti kondisi tubuhnya semakin melemah. Ibu Tuti kembali berobat ke Puskesmas, lalu pihak puskesmas tersebut merujuk ke RS Ahmad Yani (RSAY) Metro. Setelah dirujuk dan diperiksa oleh dokter Ibu Tuti didiagnosis terkena Sirosis Hepatis atau dalam bahasa awam dikenal sebagai pengerutan pada hati. Ibu Tuti disarankan untuk terus kontrol ke RSAY untuk mengetahui perkembangan penyakitnya. Meski telah memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI tetap saja ia dan suami, Jainuri (50) merasa kesulitan. Karena jarak tempat tinggal yang jauh dari RSAY dan jarangnya kendaraan umum menuju RSAY membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sedangkan penghasilan suaminya sebagai buruh hanya mencukupi kebutuhan sehari-hari. Mendengar kabar tentang Ibu Tuti, kurir Sedekah Rombongan Lampung segera bergerak menemui Ibu Tuti. Bersilaturahmi sekaligus menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk membantu meringankan biaya transportasi pengobatan rutin Ibu Tuti. Semoga ikhtiar Ibu Tuti berbuah kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Januari 2016
Kurir : @akuokawai @sayasepti @sitiaminah886 @abeng_13 Dinda

Bu tuti menderita Sirosis Hepatis


WAHYU WIDODO (36, Gagal Ginjal + Diabetes). Alamat : Jl. Cempedak RT 24/08, Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro TImur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Awalnya pasien yang akrab dipanggil Pak Widodo ini sering mengkonsumsi energy drink setiap ia bekerja. Kemudian di tahun 2010 Pak Widodo pernah terjatuh dan mengalami luka yang sulit mengering. Pak Widodo memeriksakan dirinya ke Puskesmas setempat dan dokter mendiagnosa Pak Widodo menderita penyakit Diabetes. Selanjutnya Pak Widodo menjalani pengobatan rutin. Beberapa bulan kemudian Pak Widodo mengeluh badannya membengkak, kemudian oleh dokter Puskesmas, Pak Widodo dirujuk ke Rumah Sakit Ahmad Yani (RSAY) Metro. Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, dokter mendiagnosa Pak Widodo menderita penyakit Gagal Ginjal, selanjutnya Pak Widodo menjalani pengobatan dan cuci darah rutin di RSAY Metro hingga saat ini. Sebelum sakit, Pak Widodo bekerja sebagai sopir. Saat ini Pak Widodo hanya bekerja sebagai buruh harian lepas. Istrinya, Wija (36) hanya sebagai ibu rumah tangga, terkadang bekerja membantu di warung kecil dekat rumah. Pengobatan Pak Widodo selama ini menggunakan kartu JKN KIS Mandiri Kelas 3. Namun, Pak Widodo dan keluarga menceritakan, saat ini mereka mengalami kesulitan untuk biaya hidup sehari-hari karena Pak Widodo tidak bisa bekerja secara penuh semenjak sakit. Mendengar hal tersebut, kurir Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan yang dirasakan Pak Widodo dan keluarga. Bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari Pak Widodo dan keuarga. Semoga kondisi Pak Widodo dapat terus stabil dan pulih sehingga dapat beraktivitas kembali seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti @m_yani @rn_irmala

Wahyu menderita Gagal Ginjal + Diabetes


FIRNA YAKIRE (1, Hydrocephalus), Alamat: Jl. Kanal Victory KM 10, RT/RW 2/3, Kelurahan Kladufu, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong. Propinsi Papua Barat. Dik Firna didagnosa dokter menderita Hydrocephalus. Gejala penyakitnya berawal saat Firna berusia 3 bulan, dimana kepalanya semakin membesar. Padahal saat lahir tidak ada tanda maupun gejala yang terlihat. Orang tua Firna sudah memeriksakan kondisi Firna ke puskesmas, lalu dirujuk ke RSUD Kab.Sorong. Saat diperiksa oleh dokter bedah, Firna disarankan untuk segera mendapat operasi. Akan tetapi fasilitas untuk menjalankan operasi Hydrocephalus kurang memadai, sehingga Firna harus dirujuk ke rumah sakit di Jakarta. Orang tua Firna hanya bisa pasrah saja mendengar saran dokter karena kondisi ekonomi keluarga Firna kekurangan. Meskipun Firna mempunyai Kartu Indonesia Sehat, namun tidak mudah untuk membiayai trasportasi dan biaya hidup selama disana. Ayah Firna, Simon Yakire (42 tahun), bekerja sebagai buruh bangunan dan pekerjaan sampingannya mengumpulkan kayu dihutan kemudian menjualnya dipinggir jalan. Sedangkan ibu Firna seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Ayah Firna hanya cukup untuk kebutuhan harian Firna dan 8 saudaranya. Saat dijenguk kurir #sedekahrombongan, orang tua Firna mengungkapkan kesedihannya karena tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Firna. Tim kurir Sorong kemudian mencoba mencari jalan agar Firna segera mendapatkan rujukan ke Jakarta. Kordinasi dan kerjasama pun dilakukan dengan Yayasan Anak Persada (ASP) dan Yayasan Sinar Pelangi di Jakarta untuk membantu pembiayaan Firna selama berada di Jakarta. Santunan ditujukan untuk meringankan biaya perjalanan Firna bersama keluarga pendamping ke Jakarta.

Jumlah bantuan: Rp.3.000.000,-
Tanggal: 24 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong, Mike

Firna menderita Hydrocephalus


VERONIKA IDA (66, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Jl. Sapta Taruna, RT/RW 4/1, Kelurahan Matalamagi, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Bu Veronika mempunyai 5 orang anak, dan saat ini tinggal serumah dengan anaknya yang pertama bersama 3 orang cucunya. Suaminya Bu Veronika sudah meninggal. Sehari-hari Bu Veronika bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Anaknya bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu. Tetapi akhir-akhir ini, Bu Veronika sering sakit-sakitan, sehingga tidak mampu bekerja maksimal. Bu Veronika cenderung mengabaikan kondisi kesehatannya dan tidak berobat ke puskesma atau rumah sakit. Bu Veronika juga ternyata tidak mempunyai Jaminan Kesehatan BPJS maupun KIS. Walaupun begitu, Bu Veronika tampak selalu semangat untuk bekerja, yang semestinya menimbang umur, tidak memungkinkan lagi untuk bekerja. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan untuk membantu biaya keseharian Bu Veronika.

Jumlah bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 26 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala @hamdansorong @pasinem

Bantuan Biaya Hidup


CHARLES SALAMO (7, Retinoblastoma). Alamat: Jl. Kapitan Pattimura, RT/RW 1/1, Kelurahan Tanjung Kasuwari, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Charles didagnosa oleh dokter menderita Retinoblastoma atau kanker pada bagian matanya. Gejala awal yang dirasaka Charles yaitu rasa gatal pada bagian matanya sehingga akhirnya timbul benjolan kecil. Semakin hari benjolannya semakin membesar. Orangtua Charles awalnya hanya membiarkan karena dikira benjolan bisul biasa. Sampai akhirnya tampak menonjol besar keluar di mata kirinya. Kemudian Charles dibawa ke puskesmas terdekat dan dirujuk ke rumah sakit umum untuk mendapatkan perawatan insentif. Setibanya dirumah sakit, Charles diminta untuk menjalani opname. Pada saat itu juga dokter ahli mata mendapati Charles menderita Retinablastoma. Dokter juga menganjurkan untuk melakukan rujukan keluar Sorong untuk mendapatkan operasi sebelum kondisi matanya semakin membesar. Charles adalah anak ke-3 dari 4 bersaudara. Sampai saat ini Charles belum bisa bersekolah karena kondisi matanya. Sudah 9 bulan Charles menderita Retinablastoma ini. Ayah Charles, Ari Kafiar (26), hanya bekerja sebagai buruh pelabuhan. Ibunya, Anace Rumbarak (26), sebagai ibu rumah tangga. Sehari-hari penghasilan orangtuanya Charles tidak menentu. Rumah Charles dan keluarganya saat ditemui sangat sederhana dan jauh diatas bukit. Bantuan awalpun disampaikan untuk pengumpulan dana rujukan pengobatan Charles. Semoga Charles bisa segera diberangkatkan keluar kota untuk menjalani operasi dan cepat diangkat penyakitnya sehingga dapat beraktivitas seperti anak lainnya.

Jumlah bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal: 26 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala @hamdansorong

Charles menderita Retinoblastoma


MASON FRELLY (0, Hydrocephalus). Alamat: Jl. Danau Ayamaru, RT 03/08, Kelurahan Rufei, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Mason adalah bayi yang berumur kurang dari 1 bulan dan menderita Hydrocephalus. Pada saat lahir sebetulnya tidak tampak gejala Hydrocephalus. Kini semakin hari kepala Mason semakin membesar. Dalam upaya menyembuhkan penyakitnya, Mason pernah dibawa ke RSUD. Namun kemudian Mason dianjurkan untuk dirujuk keluar kota untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap. Ibunya mengakui bahwa dulu sewaktu hamil jarang memeriksakan kandungannya. Hal tersebut disebabkan karena tidak mempunyai biaya. Mason terdaftar sebagai pengguna layanan BPJS, sehingga untuk biaya pengobatan masih bisa ditangani. Tetapi jika harus membiayai perjalanan ke luar kota untuk menjalani rujukan pengobatan Mason, ini menjadi sangat berat. Terlebih orangtua Mason sudah tidak bersama, hanya diasuh oleh ibunya. Mason dan ibunya kini tinggal menumpang di rumah Pamannya. Ibu Mason dan Pamannya menyampaikan kesulitan dan kondisi Mason saat dikunjungi kurir #sedekahrombongan. Mereka termasuk keluarga kurang mampu dan tidak mempunyai tabungan untuk membiayai Mason. Dana awal disampaikan untuk membantu meringankan biaya transportasi pengobatan Mason saat melakukan rujukan nanti. Semoga Mason segera mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan diangkat penyakitnya segera.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 29 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala @hamdansorong

Mason menderita Hydrocephalus


HELENA PARERA (57, Diabetes). Alamat: Jl. KPR WIF, KM 10, RT/RW 4/5, Kelurahan Sawagumu, Distrik Malaimsimsa, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Bu Helena menderita sakit Diabetes sudah kurang lebih 2 tahun. Bu Helena sudah berulang kali masuk rumah sakit dalam upaya menyembuhkan penyakit Diabetesnya ini. Pada tahun 2016, jari-jari kaki Bu Helena terpaksa diamputasi, dikarenakan sudah membusuk. Jari kakinya Bu Helena diamputasi agar luka tidak menjalar ke organ tubuh yang lain. Terakhir ini, Bu Helena kemabli masuk rumah sakit dan dirawat sudah 4 hari. Bu Helena adalah seorang ibu rumah tangga, suaminya sudah meninggal 5 tahun yang lalu. Sehari-hari Bu Helena bekerja berjualan kue dipinggir jalan. Sedangkan anaknya yang sudah berkeluarga tidak tinggal bersama dirinya. Pada saat kurir #sedekahrombongan menjenguk, Bu Helena menyampaikan kesulitannya. By Helena harus mencari tambahan uang biaya perawatan di rumah sakit, meskipun sebagai pengguna kartu jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat. Bantuan melalui #sedekahrombonngan disampaikan untuk mendukung biaya selama perawatan di rumah sakit. Harapan bersama Bu Helena dapat sembuh dan kembali berkegiatan seperti semula

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 23 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala @hamdansorong @Hasma

Ibu helena menderita Diabetes


INDAH ZAENATUN (58, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Jl. Malangeda, RT/RW 4/1, Kelurahan Matalamagi, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Bu Zaenatun adalah termasuk keluarga tidak mampu. Suaminya Bu Zaenatun sudah meninggal. Bu Zaenatun mempunyai 3 anak yang penghasilannya tidak menentu. Sehari-hari Bu Zaenatun dan salah satu anaknya berjualan kue keliling kompleks sekitar rumahnya dan bahkan berjualan diteras rumahnya. Saat ditemui di rumahnya, Bu Zaenatun dan keluarga tinggal di rumah yang sangat sederhana dan berada diatas tanah milik orang lain. Terakhir ini Bu Zaenatun sering sakit sehingga jarang untuk dapat berjualan kue. Apabila sakit, Bu Zaenatun hanya dapat berobat menggunakan obat tradisional ramuan daun-daunan. Santunan melaui #sedekahrombongan disampaikan untuk meringankan biaya hidup sehari-hari.

Jumlah bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 26 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala @hamdansorong @Pasinem

Bantuan Biaya Hidup


HABIL LATU SALIMA (2, Luka bakar). Alamat: Jl. Kenanga, RT/RW 2/2, Kelurahan Mariat, Kabupaten Sorong, Propinsi Papua Barat. Habil menderita luka bakar. Ada sekitar 50% tubuhnya mengalami luka bakar. Saat ini Habil dirawat di HCU RSUD Kota Sorong. Habil terkena luka bakar karena tidak sengaja terkena bensin lalu terbakar dari kompor saat ibunya sedang memasak. Ayah Habil kebetulan sedang tidak mempunyai pekerjaan. Sehingga musibah ini sangat memberatkan keluarga Habil. Terlebih Habil juga belum mempunyai BPJS ataupun tidak terdaftar dalam Kartu Indonesia Sehat. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan untuk meringankan biaya perawatan Habil selama dirawat di rumah sakit. Semoga Habil dapat kembali pulih seperti sebelumnya.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 30 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala @hamdansorong

Habil menderita Luka bakar


NATANIEL RAYAR (13, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Jl. Anggrek Raya No 15, RT/RW 1/1, Kelurahan Malabutor, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Natan adalah seorang anak yatim piatu yang dibawa oleh tantenya, Vony Rayar, ke Sorong saat usia Natan 10 tahun. Karena kondisi ekonomi tantenya yang kurang, Natan tidak bisa melanjutkan sekolah di Sorong. Tantenya Natan bekerja sebagai penjual pinang, dan suaminya buruh bangunan. Informasi mengenai Natan didapat dari Ibu Safitri, tetangganya Natan, yang anaknya suka bermain dengan Natan. Ibu Safitri sempat bertanya langsung kepada Natan dan dijawab memang tidak sekolah. Karena merasa iba, Bu Safitri menghubungi kurir #sedekahrombongan untuk membantu menyekolahkan kembali Natan. Kurir kemudian membantu mencarikan informasi sekolah mana yang masih bisa menerimanya. Akhirnya, dipilihlah SMP YPPK Sorong yang bisa menerimanya bersekolah. Biaya masuk sekolahnya sebesar 2 juta rupiah. Kurir melakukan negoisasi kepada kepala sekolahnya dan melakukan pembayaran uang muka sebesar Rp 1.000.000,- pada tanggal 25 November  2016 dan Rp 1.000.000,- sisa dilunasi pada tanggal 30 Januari 2017. Santunan pertama ada pada laporan rombongan #942. Dana santunan ini sangat membantu Natan memenuhi haknya untuk mendapat pendidikan dan bermanfaat dikemudian hari. Dari hasil pantauan, Natan ternyata rajin untuk berangkat sekolah.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 30 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala @hamdansorong

Bantuan Biaya Hidup


ABRAHAM HANOK (41, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Jl. Rawa Indah, KM 9.5 No 03, RT/RW 2/1, Kelurahan Sawagumu, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Pak Abraham termasuk keluarga tidak mampu dan istrinya sudah meninggal. Pak Abraham mempunyai 2 orang anak yang masih duduk di bangku SD. Pada Tahun 2012, Pak Abraham mengalami kecelakaan lalu lintas, sehingga mengakibatkan kaki kanannya harus diamputasi dan mengalami kelumpuhan. Namun kini, Pak Abraham sudah mulai bisa duduk. Meskipun kelihatan sangat dipaksakan karena kondisi kaki kirinya yang juga masih ada luka infeksi dan otot kakinya mulai mengecil. Kondisi ini membuat Pak Abraham tidak bisa bekerja lagi. Dokter menyarankan Pak Abraham untuk kembali berobat dan dirujuk ke dokter ortopedi di Solo. Karena waktu menjalani operasi dilakukan di Solo. Namun hal ini menjadi berat bagi Pak Abraham untuk kembali ke Solo lagi karena tidak mempunyai biaya. Kurir #sedekahrombongan menjenguk Pak Abraham dan mendapatkan info kesulitan yang dialami. Pak Abraham juga ternyata tidak memiliki kartu jaminan kesehatan BPJS maupun Kartu Indonesia sehat sehingga lebih memberatkan dalam pembiayaan. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan untuk membantu pemeriksaan kesehatan di rumah sakit terdekat. Semoga Pak Abraham segera membaik dan kesehatannya dapat pulih kembali.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 25 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala @hamdansorong @Hasma

Bantuan Biaya Hidup


SITI MAHADI (32, Gangguan kehamilan). Alamat: Jl. Kelinci, RT/RW 2/1, Kelurahan Klawulu, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Bu Siti didiagnosa menderita gangguan kehamilan. Bu Siti adalah seorang ibu rumah tangga yang sedang hamil anak ke-2. Bu Siti mengalami perdarahan sehingga hal ini dapat beresiko pada keguguran janinnya. Dokter kandungan yang merawat menganjurkan Bu Siti untuk beristirahat total di rumah sakit dan tidak beraktifitas yang berlebihan. Ais Wugaje, suami Ibu Siti bekerja sebagai buruh di Pelabuhan. Bu Siti dan suaminya menyampaikan kendala yang dialaminya saat dijenguk kurir #sedekahrombongan. Bu Siti menggunakan layanan BPJS dalam melakukan pengobatan tetapi tidak dapat menutup kebutuhan lainnya saat perawatan di rumah sakit. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan untuk membantu mengurangi beban biaya perawatan Bu Siti.

Jumlah bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 23 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala @hamdansorong @Hasma

Bu siti menderita Gangguan kehamilan


HENDRIK KURNIAWAN (5, Malaria), Alamat: Jl. Selat Makassar, RT/RW 5/1, Kelurahan Remu Selatan, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Hendrik adalah Anak ke 4 dari 5 bersaudara. Hendrik didiagnosa menderita penyakit Malaria. Gejala penyakit yang dirasakan yaitu demam tinggi, mengigil, nyeri ulu hati, muntah darah hitam pekat. Awalnya kedua orang tua Hendrik menduga itu hanya demam biasa, lalu memberi obat penurun panas. Namun tidak menurunkan panasnya. Kemudian Hendrik segera dibawa ke Rumah Sakit Kasih Herlina. Hendrik kemudian didapati menderita Malaria dan muntah darah. Lalu Hendrik disarankan untuk dirawat di rumah sakit. Ayah Hedrik bekerja sebagai pengemudi ojek dan ibunya bekerja sebagai cleaning service di rumah sakit. Hendrik dan keluarganya tinggal dirumah kontrakan yang sempit dan sangat sederhana. Penghasilan Ayah Hendrik tidak menentu, dan gaji ibunya juga tidak besar sehingga hanya dapat membiayai kebutuhan harian. Orangtua Hendrik karena terlambat membawa Hendrik ke rumah sakit dan juga memang mempunyai kesulitan keuangan. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan guna meringankan beban biaya pengobatan. Semoga Hendrik segera membaik dan kesehatannya pulih kembali.

Jumlah bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 26 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala @hamdansorong

Hendrik menderita Malaria


DAMARIS BONE (32, Malaria). Alamat: Jl. Salak, RT 2/4, Kelurahan Malabutor, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Bu Damaris menderita penyakit Malaria. Gejala penyakitnya diawali dengan demam tinggi, mengigil, pusing, muntah-muntah dan nyeri ulu hati. Bu Damaris kemudian dibawa ke rumah sakit. Hasil laboratorium menunjukkan bahwa Bu Damaris menderita Malaria PV + (Malaria Tersiana). Kemudian Bu Damaris dirawat di rumah sakit dan sudah 4 hari. Bu Damaris tidak ada keluarga yang mendampingi selama dirawat, karena tidak punya sanak saudara. Ibu Damaris adalah seorang ibu rumah tangga dan sudah tidak bersama suaminya. Bu Damaris mempunyai 3 orang anak, karena sakit, anak-anaknya dititipkan di orang tua Bu Damaris di kampung. Selama Kota Sorong, Bu Damaris tinggal menumpang di rumah kerabat. Bu Damaris sehari-hari bekerja sebagai juru masak di rumah sakit swasta. Selama dirawat Bu Damaris menggunakan Kartu Kesehatan BPJS. Namun selalu ada biaya tambahan lainnya diluar tanggungan BPJS, selain itu juga Bu Damaris perlu terus mengirimkan uang untuk kebutuhan anak-anaknya di kampung. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan untuk meringankan beban biaya perawatan Bu Damaris di rumah sakit. Foto diambil paska Bu Damaris keluar rumah sakit.

Jumlah bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal: 26 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala @hamdansorong @Pasinem

Bu Damaris menderita Malaria


ZULBAIDAH ABDULLAH (72, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Jl. Kanal Victory, RT/RW 1/3, Kelurahan Kladufu, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Bu Zulbaidah adalah orang tua lanjut usia, yang tinggal bersama suaminya yang juga sudah lanjut usia. Bu Zulbaidah mempunyai 2 orang anak yang tinggal di luar kota. Anak-anaknya ini juga kehidupannya serba pas-pasan. Sudah 8 tahun Bu Zulbaidah mengalami kelumpuhan dan hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur. Suaminya, Pak Ahmad Kadir sudah tidak bisa bekerja produktif seperti biasanya. Bu Zulbaidah dan Suaminya setiap hari hanya bisa menunggu dibawakan makanan dari tetangganya. Pada saat dikunjungi kurir #sedekahrombongan, Bu Zulbaidah hanya bisa mengungkapkan kesedihannya dengan menceritakan semua perjalanan riwayat hidupnya. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan guna membantu kebutuhan harian Bu Zulbaidah dan suaminya. Semoga Ibu Zulbaidah dan suaminya tetap selalu diberikan kesehatan, dan anak-anaknya lebih memperhatikan kondisi mereka.

Jumlah bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal: 24 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala @hamdansorong @zhulika30

Bantuan Biaya Hidup


KORI IMBIRI (53, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Jl. Kembang Sepatu, RT/RW 1/3, Kelurahan Klademak, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Ibu Kori termasuk keluarg yang tidak mampu. Suaminya sudah tidak bersama lagi sejak 18 tahun lalu, sehingga Bu Kori harus bekerja membiayai hidup keluarga. Bu Kori mempunyai anak laki-laki yang terpaksa putus sekolah karena kekurangan biaya. Sehari-hari Bu Kori bekerja sebagai pembantu rumah tangga, akan tetapi 3 tahun terakhir ini Bu kori tidak bisa bekerja lagi,karena mengalami kecelakaan yang mengakibatkan lengan tangan kirinya patah. Kondisi lengannya tidak pernah diperiksakan ke rumah sakit karena khawatir biaya yang besar. Bu Kori hanya mengandalkan ramuan tradisional dan diurut. Ibu Kori mengungkapkan kondisinya yang serba terbatas ketika dijenguk kurir #sedekahrombongan. Sebetulnya Bu Kori terdaftar sebagai pemilik Kartu Indonesia Sehat tapi segan untuk menggunakan. Kurir berupaya membujuk Bu Kori untukmemeriksakan kondisinya kerumah sakit. Santunan melalui #sedekah ditujukan untuk meringankan kebutuhan harian dan kebutuhan pemeriksaan kondisi tangannya di rumah sakit.

Jumlah bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 26 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala @hamdansorong @Tencipandori

Bantuan Biaya Hidup


EDI IRAWAN (48, Anemia Aplastik). Alamat: Jl. Linggua, RT/RW 4/2, Kelurahan Klafdalim, Distrik Mosegen, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Sudah 5 Bulan Pak Dedi terkapar sakit dan lumpuh di rumahnya. Pak Dedi tidak bisa bangun dan segala aktivitasnya hanya dilakukan ditempat tidurnya yang beralaskan tikar tipis. Gejala awal yang dirasakan Pak Dedi yaitu kecapean, pusing dan susah makan. Sepulangnya dari kebun sekitaran rumahnya, tiba-tiba Pak Dedi pingsan tidak sadarkan diri. Pada saat itu juga Pak Dedi mengalami kelumpuhan. Waktu tersadar, Pak Dedi hanya minta dipijat oleh istrinya. Setelah dipijat, Pak Dedi mencoba mencoba untuk bangun duduk, tapi tidak bisa karena merasa sangat pusing, pinggang Sakit sakit, dan tulang belakang sakit. Untuk mengobati, Pak Dedi hanya mengandalkan ramuan daun-daunan dan jamu yang di buat oleh istrinya. Tetangga sudah menganjurkan Agar segera Pak Dedi dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit, tapi karena tidak punya biaya Pak Dedi menahan diri untuk berobat. Pekerjaan sehari-hari Pak Dedi adalah bertani. Informasi kesulitan Pak Dedi didapat dari seorang Polisi, yang juga pemilik dari tanah yang Pak Dedi tinggali, memberitahukan ke salah satu kurir #sedekahrombongan Sorong. Pada Saat itu juga tepat Pukul 22.00 WIT, Tim Survey #SR Sorong Raya, menjenguk dan memastikan keadaan Pak Dedi. Ketika dikunjungi, kondisi rumahnya sangatlah sederhana, hanya tinggal dirumah-rumah kebun, jauh dari keramaian masyarakat. Rumahnya juga tidak ada aliran listrik. Pada saat itu juga Kurir berencana membawa Pak Dedi ke rumah sakit. Keesokan harinya MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) membawa Pak Dedi ke rumah sakit. Dari Hasil Laboratorium, ternyata Pak Dedi mengalami penurunan HB (Hemoglobin) akibat adanya cacing didalam perut. Pak Dedi juga didiagnosa menderita Anemia Aplastik dan lumpuh karena Hipoksia (kekurangan oksigen dalam darah). Dokter menganjurkan untuk segera mendapatkan itransfusi 5 kantong darah. Tim kurir #sedekahrombongan juga turut bergerak mencari dermawan yang ingin menyumbangkan darahnya dan bekerjasama dengan perawat, dokter, dan Panguyuban Ikatan Jawa Barat. Segala macam keperluan obat-obatan dan biaya sehari-hari selama di rumah sakit akhirnya terpenuhi dengan bantuan berbagai pihak. Pak Dedi bekerja sebagai petani dan mengandalkan penghasilan dari jualan sayur. Selama Sakit anak perempuan pertama Pak Dedi yang masih Duduk di kelas 6 SD, ikut berjualan sayur bersama tetangganya sebelum berangkat sekolah. Santunan melalui #sedekahrombongan ditujukan guna meringankan biaya perawatan Pak Dedi selama di rumah sakit.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 23 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala @hamdansorong @azkalikstfaisal

Pak edi menderita Anemia Aplastik


EKO SANJAYA ( 38, Lumpuh ). Tinggal di Krisak RT01/1, Selogiri, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prop. Jawa Tengah. Eko yang masih muda dan produktif namun saat ini tidak mampu berbuat banyak untuk membantu mencukupi kebutuhan hidup orang tuanya. Hal ini dikarenakan, Eko mengalami kondisi lumpuh separo. Keluarga sangat kurang mampu, Ayahnya sudah meninggal, dan saat ini dia hidup bersama ibunya yang juga sering sakit – sakitan. Awal gejala ini pun tidak terlalu dirasakannya. Ketika bekerja sebagai kuli kasar dan bangunan, dia sangat rajin. Ini untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari keluarganya. Mencukupi kebutuhan ibunya dan satu adiknya yang masih bersekolah di kelas 4 SD. Yatiyem, ibunya keseharian membantu salah satu tetangga dalam berjualan sayur. Kehidupan mereka kurang beruntung, semenjak ayahnya meninggal keluarga ini limpung. Biasanya sang ayah yang mencukupi kebutuhan, namun semenjak meninggal maka Eko lah sebagai tulang punggung. Suatu ketika, Eko jatuh saat bekerja. Rasa sakit di pinggang dan kaki pun sekedar dirasakan sebagai sakit biasa. Namun, ternyata hal ini membawa dampak luar biasa baginya. Makin hari sakit itu makin menjadi. Beberapa kali diperiksakan ke dokter namun diberi obat penghilang rasa sakit. Kemungkinan, saat terjatuh ada syaraf di kaki yang bermasalah. Sehingga, akhirnya Eko terasa lumpuh dan sampai saat ini pun tidak mampu berjalan. Tiap hari hanya bisa pasrah saja di bed. Beberapa waktu lalu, gejala penyakit dalam muncul. Rasa sakit di bagian perut tak mampu di tahannya, dengan bantuan tetangga maka dia dibawa ke dokter spesialis penyakit dalam. Biaya berobat lumayan mahal, dan dia belum mempunyai jaminan kesehatan. Bahkan, jika pun ada kemungkinan juga tidak terlalu banyak membantu. Biaya kurang lebih 3.854.300. Untuk itu, Sedekah Rombongan membantu biaya pengobatannya dan untuk kebutuhan tambahan satu juta rupiah. Semoga ini bisa meringankan beban hidup keluarga mas Eko. Aamiin.

Bantuan : Rp. 4.854.300,-
Tanggal : 25 Desember 2016
Kurir : @Mawan@Yuli

Pak eko menderita Lumpuh


LUKI APRIYANTO ( 11, Bedah Torak + TBC ). Tinggal di Singodutan RT02/1, Selogiri, Kab. Wonogiri, Prop. Jawa Tengah. Luki adalahs seorang anak yang malang. Saat usianya yang masih belia, dia harus mengalami sakit yang cukup parah. Keluarganya pun hidup dalam kondisi pas – pas an. Maryati ( 43 ), Ibu Luki pun sering menangis, mencoba merasakan apa yang anak semata wayangnya rasakan. Luki saat ini mengidap penyakit paru basah. Kondisi ini diperparah dengan adanya syaraf yang kurang sempurna di toraknya. Sehingga, beberapa kali dia harus di obatkan secara medis serta dilakukan proses operasi bedah. Anak kecil ini pun membutuhkan bantuan dalam kebutuhan gizi sehari – hari. Sang ibu pun penghasilannya pas – pas an. Walau beliau bekerja sebagai salah satu karyawan toko, namun hasil yang diperoleh dari upah tiap bulan tidak mampu mencukupi kebutuhan penanganan medis sang anak. Informasi mengenai keberadaan serta kebutuhan mereka pun tersampaikan kepada kurir Sedekah Rombongan. Kemudian dilakukan survey terlebih dahulu serta pendampingan dalam pengobatan saat ini. Segala biaya kontrol pengobatan selama dua bulan pun kami bantu. Semoga hal ini bisa meringankan beban hidup keluarga mereka, Luki bisa berangsur membaik, sehat kembali walau pun kondisi tidak bisa sempurna sebagaimana mestinya. Terimakasih dari keluarga kepada para sedeaholics atas bantuan selama ini, semoga Tuhan selalu memberikan kemudahan dan kesehatan bagi para kurir agar tetap terus bergerak membantu warga kurang mampu yang membutuhkan uluran tangan dari para sedekaholics dimanapun berada.

Bantuan : Rp. 4.530.000,-
Tanggal : 23 Desember 2016
Kurir : @Mawan@Yuli

Luki menderita Bedah Torak + TBC


JOKO JEGRIK ( 35, Operasi Patah Tulang ). Tinggal di Klampisan RT03/2, Selogiri, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prop. Jawa Tengah. Hidup memang tidak mudah, hidup tidak selalu beruntung. Begitulah kondisi Joko yang saat ini tinggal sendirian di rumahnya. Dia adalah anak yatim piatu, kedua orang tua sudah meninggal. Sedangkan, tidak ada siapapun yang saat ini harus menanggung dan merasakan bersama kepedihan serta rasa sakit yang diderita Joko. Joko setiap hari mencari nafkah sesuap nasi bagi dirinya sendiri. Apapun dilakukannya yang penting halal, terkadang bantu jualan di warung tetangganya dan sering menjadi buruh lepas kuli bangunan. Saat itu, Joko sedang bekerja sebagaimana biasanya membantu proses pengerjaan rumah dan sebagai buruh lepas. Namun, saat itu terjadi insiden, dia terjatuh dan mengakibatkan patah tulang kaki. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit dan harus dioperasi. Operasi penanganan menelan biaya cukup banyak, dia pun saat itu tidak mempunyai jaminan kesehatan sehingga mau tidak mau dengan biaya umum. Dengan kondisi ini, Joko tidak mampu mencukupi biaya tersebut. Sedangkan keluarga dari saudara ayah dan ibunya pun juga hidup pas – pas an. Sedekah Rombongan pun membantu meringankan beban hidupnya dengan membayar biaya pengobatan. Selain itu, kami pun support untuk pengobatan pasca operasi serta pemenuhan kebutuhan hidup untuk beberapa waktu. Mudah – mudahan, dia segera pulih kembali dan bisa beraktifitas seperti sediakala. Terimakasih tak terhingga untuk sedekaholics yang telah membantu melalui Sedekah Rombongan, doanya untuk kurir semua semoga selalu diberikan kesehatan, kemudahan dan kelancaran rejeki sehingga bisa terus membantu orang kurang mampu. Aamiin.

Bantuan : Rp. 12.873.200,-
Tanggal : 24 Desember 2016
Kurir : @Mawan@Yuli

Bantuan biaya Operasi Patah Tulang


MTSR  WONOGIRI (B 1732 KZH, Biaya Operasional Bulan Desember 2016). Pergerakan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan di Kabupaten Wonogiri cukup padat. Pergerakan ini merupakan wujud dari kebergunaan dan kemanfaatan adanya ambulans Sedekah Rombongan. Hampir setiap hari dalam satu minggu, dua MTSR selalu bergerak untuk mendampingi pasien dampingan kontrol ke rumah sakit di Moewardi Solo. Dan ini pun kita lakukan secara bersamaan, bisa jadi dalam satu hari perjalanan pulang pergi Wonogiri kota – Solo sekitar 100 kilometer. Ini pun jarak terhitung dari Kecamatan Wonogiri, padahal pasien kita berasal dari beberapa kecamatan di Kabupaten Wonogiri yang cakupannya cukup jauh. Dalam satu bulan operasional dua MTSR pun tidak sama, tergantung seberapa besar serta tingginya mobilitas. Operasional ini dengan rincian perhitungan sebagai berikut, dalam satu minggu mobilitas pergerakan antar jemput pasien bisa 4-5 kali. Full tank satu kendaraan MTSR salah satunya APV adalah 40 liter. Asumsi biaya untuk 1 liter jangkauan 10 kilometer dengan pergerakan pulang pergi dari Kecamatan Wonogiri – Solo kurang lebih 100 kilometer. Tentunya ini membutuhkan bahan bakar 10 liter. Harga bbm saat ini Rp. 6.550 rb/liter. Sehingga dalam satu kali perjalanan adalah Rp. 65.500,-. Isian full tank 40 liter membutuhkan anggaran sebesar Rp. 262.000,- dengan asumsi harga bbm Rp. 6.550/liternya. Jika dalam satu hari saja pasien dari Kecamatan Paranggupito dengan mobile pulang pergi sejauh 200 kilometer, maka dalam satu hari tersebut membutuhkan 20 liter bahan bakar. Artinya, full tank 40 liter habis dalam dua hari antar jemput pasien dampingan SR Wonogiri. Dengan demikian, ketika satu minggu kita bergerak 4 kali, maka dalam satu minggu tersebut membutuhkan anggaran sebesar Rp. 524.000,-. Maka dalam satu bulan kurang lebih sebesar Rp. 2.096.000,-. Belum kebutuhan lainnya seperti makan driver, service, tambah angin, maupun hal kejadian yang tidak bisa kita prediksi di jalan raya. Semua kebutuhan ini kami laporkan dalam laporan rutin biaya operasional Mobil Tanggap Sedekah Rombongan, dan tentunya ini tercatat dalam loog book MTSR dimana dalam penggunaan MTSR tersebut sesuai dengan SOP yang telah menjadi aturan serta kesepakatan penggunaan anggaran untuk biaya operasionalnya. Demikian laporan operasional bulan desember 2016 untuk pergerakan Sedekah Rombongan di Kabupaten Wonogiri.

Biaya : Rp. 4.835.200,-
Tanggal : 28 Desember 2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Allteam

Biaya Operasional Bulan Desember 2016


RSSR WONOGIRI (Operasional, Desember  2016). Alamat : Jln. Yudistira No. 4 , Kel. Wonokarto, Kec. Wonogiri, Kab. Wonogiri. Bertempat di depan kantor Kelurahan Wonokarto, Wonogiri, Jawa Tengah. Bulan ini kebutuhan untuk rumah singgah pun cukup banyak. Beberapa pasien berdatangan untuk dilakukan kontrol esok hari, sehingga agar waktu efektif mereka yang dari jauh kita inapkan di RSSR. Manfaat dari adanya RSSR selain sebagai transit pasien yang rumahnya jauh di pelosok desa, juga sebagai basecamp dari komando pergerakan Sedekah Rombongan di Wonogiri. Akomodasi serta pembelian lauk dan kebutuhan pokok lainnya bulan ini cukup banyak. Pasien yang singgah tidak hanya seorang saja namun terkadang bersama anggota keluarga lainnya. Bahkan ada pasien yang selama sebulan penuh tinggal di RSSR mengingat pasien harus chek up ke RS. Tercukupinya kebutuhan tersebut merupakan salah satu upaya sedekah rombongan tim Wonogiri memberikan upaya maksimal agar semua bisa tertangani dengan baik. Adapun kebutuhan untuk bulan Desember 2016 sebagaimana terlaporkan di website ini.

Operasional : Rp. Rp. 3.871.300,-
Tanggal : 28 Desember 2016
Kurir : @Mawan@Allteam

Biaya Operasional Bulan Desember 2016


ZIKRUL BIN IDRIS (22, Pendarahan pada otak). Alamat Desa Malei Kecamatan Balaesang Tanjung Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah. Zikrul mengalami kecelakaan pada bulan Januari lalu yang menyebabkan bagian di kepala retak, yang kemudian menyebabkan pendarahan di otak dan patah dibagian tulang hidung. Zikrul merupakan anak dari Bapak Idris (65) yang bekerja sehari-hari sebagai Nelayan dan Ibu bernama Indrawati (Almarhumah). Kondisi ekonomi yang diharapkan oleh ayah Zikrul dari mata pencaharian sebagai nelayan praktis terhambat selama menemani Zikrul di rumah sakit. Adapun jaminan kesehatan yang dimiliki saat ini adalah BPJS.
Kurir sedekah rombongan segera bergerak menuju rumah sakit umum Anutapura Palu tempat Zikrul dirawat. Dan Alhamdulillah titipan dari para sedekaholic telah tersampaikan guna membantu meringankan biaya pengobatan.

Jumlah bantuan  : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Februari 2017
Kurir : Rasyid@Tirana

Zikrul menderita Pendarahan pada otak


PUTRI WAHYUNI BINTI WIWI (14, tumor mata). Alamat Desa Melei Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. Awalnya Putri menganggap bahwa darah yang keluar dari hidung hanyalah mimisan biasa. Namun 3 (tiga) hari kemudian mimisanya berulang dan tidak mau berhenti. Kemudian pihak keluarga segera membawa putri ke rumah sakit di poso dan mendapat perawatan 4 hari lamanya. Dan selanjutnya dari hasil pemeriksaan belum ditemukan jenis penyakit dan penyebabnya. Beberapa minggu kemudian mimisan berulang dan masuk kedua kalinya di rumah sakit, yang kemudian di rujuk ke Rumah sakit umum anutapura di Palu guna mendapatkan perawatan dan pemeriksaan lanjutan. Setelah di rumah sakit Palu Putri di diagnosa mengalami tumor di bagian mata, sehingga dianjurkan untuk dirujuk ke RS. Wahidin di Makassar. Putri saat ini sudah di Makassar dan menjalani rawat jalan sambil menunggu hasil diagnosa lanjutan oleh dokter, mimisan putri sudah berhenti namun mata kanan tampak meononjol keluar. Putri merupakan anak dari bapak Wiwi (40) yang bekerja sebagai nelayan dan ibu bernama Yuni (39). Adapun Jaminan kesehatan yang dimiliki saat ini adalah KIS.
Sedekah rombongan segera bergerak dan menguhubungi kurir di makassar agar dapat berkunjung ke kos tempat Putri tinggal sementara di Makassar. Dan alhamdulillah setelah bertemu kurir sedeakh rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedeakholic guna membantu meringankan biaya akomodasi dan transportasi bagi Putri selama dirawat di Makassar.

Jumlah bantuan    : Rp. 1.000.000, –
Tanggal         : 11 Februari 2017
Kurir                : Rasyid @Ahmad Jueni

Putri menderita tumor mata


GUTU BIN JAFAR (59, Bronchitis). Alamat Jl. Daengmangulu No. 5 Desa Toaya Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah. Pak Gutu sudah hampir 7 (tujuh) bulan lamanya menderita penyakit bronchitis sehingga menyebabkan suara parau dan nyaris menghilang. Awalnya pak Gutu mengalami gejala sesak bernafas dan suara berubah menjadi parau. Yang kemudian pak Gutu melakukan pengobatan seadanya dan menggunakan obat-obatan herbal. Namun usaha tersebut kurang berdampak pada kondisi pak Gutu, akhirnya pak Gutu sempat dirawat di rumah sakit Anutapura Palu dan di Rumah Sakit Umum Undata Palu. Dari hasil pemeriksaan di kedua rumah sakit tersebut, pak Gutu disarankan untuk di rujuk ke RS. Wahidin di Makassar. Pak Gutu sehari-hari bekerja sebagai guru honor di SMP Muhammadiyah Toaya, dimana sampai saat ini pak Gutu belum memiliki tempat tinggal sehingga pihak sekolah meminjamkan satu ruangan di perpustakaan sebagai tempat tinggal pak Gutu. Jaminan kesehatan yang dimiliki saat ini adalah BPJS.
Sedekah rombongan segera bergerak menuju kediaman Pak Gutu setelah mendapat informasi tersebut. Dan alhamdulillah Kurir Sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan biaya berobat bagi pak Gutu.

Jumlah bantuan  : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Februari 2017
Kurir : Rasyid@Syariful

Pak gutu menderita Bronchitis


RUDIYANTO BIN SUGONO (46, Diabetes). Alamat : Perumahan Tas Blok R5-30, RT 7/8, Desa Kalisampurno, KecamatanTanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Bulan agustus 2013 Pak Rudiyanto tiba-tiba merasakan lemas serta  panas dingin. Kemudian keluarga membawa Pak Rudiyanto ke RSUD Sidoarjo. Pak Rudiyanto menjalani rawat inap di RSUD Sidoarjo selama 1 minggu. Namun karena menurut keluarga tidak ada perkembangan, keluarga memutuskan untuk pulang paksa. Setelah itu pengobatan yang dijalani Pak Rudiyanto yaitu pengobatan herbal saja. Beberapa bulan kemudian, kondisi Pak Rudiyanto semakin memburuk akibat gula darah yang tidak terkontrol dan terdapat luka pada kaki yang semakin parah. Pak Rudiyanto kemudian berobat ke RSU Haji Surabaya dan dokter menyarankan amputasi karena luka pada kaki Pak Rudiyanto sudah parah dan terdapat infeksi. Pak Rudiyanto menolak untuk operasi dan memilih untuk mengkonsumsi obat untuk memulihkan kakinya. Untuk membeli obat tersebut Pak Rudiyanto harus mengeluarkan biaya sebesar 4 juta setiap  bulannya.
Sampai saat ini Pak Rudiyantiobelum mampu untuk berjalan sehingga terpaksa ia tidak bias bekerja lagi. Pak Rudiyanto tinggal bersama kedua orang tua dan istrinya. Istri Pak Rudiyanto, Bernadetta Tri Wulaningsis (44) bekerja sebagai guru les PAUD dan saat ini menjadi tulang punggung keluarga. Pak Rudiyanto memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun jarang digunakan karena obat-obatan yang dikonsumsi oleh Pak Rudiyanto adalah obat paten yang tidak ditanggung oleh BPJS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan diberikan kesempatan untuk membantu meringankan sedikit beban Pak Rudiyanto. Pada november 2016, Sedekah Rombongan memberikan santunan kepada Pak Rudiyanto untuk membantu biaya pembelian obat. Keluarga Pak Rudiyanto merasa terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 November 2016
Kurir : @Wahyu_CSD  @@Martinomongi @EArynta

Pak rudi menderita Diabetes


ARDIAN DIKTA PRATAMA  (8, Leukimia). Alamat: Dusun Kedawung, RT 3/2, Desa Bicak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Awal tahun 2015, Ardian mengalami benturan muka pada meja saat sekolah. Benturan tersebut mengakibatkan bentuk muka menjadi miring. Keluarga langsung membawa Ardian ke RS Wahidin Mojokerto untuk dilakukan pemeriksaan. Di RS Wahidin Mojokerto, dilakukan cek laboratorium lengkap.  Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut diketahui bahwa Ardian menderita leukemia dan tumor pipi.  Karena keterbatasan peralatan di RS Wahidin Mojokerto, pada mei 2015 Ardian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Setelah pengobatan rawat jalan di RSUD Dr. Soetomo selama 8 bulan, tumor di pipi sudah menghilang. Namun akibat leukimia yang diderita, kondisi Ardian semakin lemah. Saat ini kondisi Ardian lemas dan terdapat cairan di dalam tubuhnya yang menghimpit kerja paru paru sehingga tidak bisa mengembang. Sudah dilakukan penanganan dokter dengan dibuatkan lubang di dada dan rutin  disedot selama 4 hari sekali. Ardian kesulitan dalam buang air kecil dan susah buang air besar. Sudah 2 bulan ini Ardian tidak bias buang air besar. Ardian memiliki Surat Pernyataan Miskin (SPM) untuk biaya pengobatan. Namun karena tidak memiliki biaya lagi untuk transportasi ke Surabaya serta biaya hidup selama di Surabaya, keluarga sempat berfikir untuk menghentikan pengobatan. Ayah Ardian, Andik Setiawan (34) bekerja sebagai tukang las. Sedangkan Ibunya, Anita (31) adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Adrian. Mulai november 2016, Adrian menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Bantuan pertama telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi ke Surabaya serta kebutuhan sehari-hari selama opname di rumah sakit. Adrian dan keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan  : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 November 2016
Kurir :   @Wahyu_CSD  Nanda @EArynta

Ardian menderita Leukimia


MISIDI BIN NURDINO (60, Sakit Paru-Paru). Alamat : Jl. Pagesangan 4 Gang Damai RT 2/3, Kec. Jambangan, Surabaya, Prov. Jawa Timur. Pak Misidi selama 3 tahun terakhir sering demam dan batuk-batuk yang tak henti-henti. Pak Misidi sudah pernah berobat ke Puskesmas di dekat rumah nya. Oleh pihak Puskesmas, Pak Misidi disarankan untuk memeriksakan diri ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya. Setelah dilakukan foto rontgen di RS Bhayangkara, diketahui bahwa ada luka di paru-paru Pak Misidi. RS Bhayangkara memberikan obat jalan dengan resep dokter setempat, namun dengan kondisi apabila Pak Misidi mengalami muntah darah maka akan disarankan opname. Pak Misidi bekerja sebagai penjual pentol keliling. Beliau tinggal bersama ibunya, Bu Misri (80). Bu Misri adalah seorang  ibu rumah tangga. Pak Misidi pernah memiliki jaminan kesehatan Jamkesda namun saat ini hilang. Kemauan Pak Misidi sembuh sangatlah besar, namun terhalang besarnya biaya untuk berobat dan tranportasi menuju ke rumah sakit. Keluarga mengungkapkan kesedihannya pada kurir Sedekah Rombongan. Melihat kondisi ini, kurir Sedekah Rombongan ikut merasakan kesedihan yang dialami keluarga, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya tranportasi dan biaya kehidupan sehari-hari karena semenjak sakit beliau tidak bekerja dan tidak punya penghasilan. Semoga beliau dapat segera sembuh sehingga bisa beraktivitas kembali.

Jumlah Bantuan  : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Oktober 2016
Kurir :   @Wahyu_CSD  Bambang @EArynta

Pak misidi menderita Sakit Paru-Paru


LAILY HANIK (58, Batu Ginjal). Alamat: Pagesangan IIIA RT 2/3, Kec. Jambangan, Surabaya, Prov. Jawa Timur. Sekitar tahun 2007, Bu Hanik mulai memiliki keluhan pada ginjalnya. Setelah dilakukan pemeriksaan ke RSUD Sidoarjo, Bu Hanik di diagnosa menderita batu ginjal. Dokter menyarankan Bu Hanik untuk konrol rutin. Selama tahun 2007 hingga 2010 Bu Hanik menjalani pengobatan ke RSUD Sidoarjo. Tahun 2014 hingga 2015 Bu Hanik melanjutkan pengobatannya di RS Wangaya Denpasar. Kemudian, Bu Hanik kembali ke Surabaya dan berobat ke RS Siti Khodijah. Dokter menyarankan untuk operasi pengangkatan batu ginjal, sehingga Bu Hanik dirujuk ke RS Angkatan Laut Surabaya untuk operasi. Setelah 2 bulan pasca operasi, Bu Hanik lanjut pengobatannya dengan melakukan terapi laser. Bu Hanik merupakan janda dengan 2 orang anak. Saat ini beliau sudah tidak dapat bekerja karena kondisi sakitnya. Bu Hanik memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun ada beberapa obat dan pemeriksaan laboratorium yang tidak di cover oleh BPJS. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Bu Hanik. Bantuan pertama telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya pengobatan yang tidak tertanggung BPJS dan biaya pemeriksaan laboratorium. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu Hanik masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan  : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 November 2016
Kurir :   @Wahyu_CSD  Bambang @EArynta

Bu laily menderita Batu Ginjal

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SELY ANGGRAINI 2,000,000
2 SUPARI BIN HUSEN 500,000
3 KARWEN BINTI DARSUN YASMUDI 1,000,000
4 SURATNO BIN TUMIHARJO 500,000
5 MTSR WONOGIRI 4,967,000
6 MTSR WONOGIRI 5,810,000
7 KASIJEM SUWARNI 5,415,000
8 PUTRA DARUS 1,000,000
9 Kelompok Difabel 2,000,000
10 SUDARMI Binti Alm. PONIMAN 500,000
11 SIMUN Bin. Alm. KATIJO 600,000
12 RSSR JAKARTA 13,700,000
13 RISMA SIAHAAN 500,000
14 SHINTA AMALIA 750,000
15 ALZENA SAFA 750,000
16 DALEM PANGESTU 500,000
17 TRI BUDIANTORO 500,000
18 IMING BADRUDIN 1,000,000
19 ERAH BINTI SAIKAM 1,000,000
20 NAILA RISDIYANTI 1,000,000
21 MUHAMMAD ADLY 1,000,000
22 SUNAR BIN SADIMAN 1,000,000
23 KAYLA CHAIRANI 1,000,000
24 EKO SETIAWAN 1,000,000
25 SANTI RISTIANDARI 500,000
26 MUHAMMAD SATYA 500,000
27 SILVA NADILA 500,000
28 SYAKILA CHOIRUNNISA 500,000
29 AZZAM RIZALDI 900,000
30 RIZKY NURANANDA 1,000,000
31 KASIH NUR VAJIRA 3,200,000
32 RIAH ANJANI 500,000
33 SHEILA DWI RETNO SARI 500,000
34 MUHAMMAD BAMBANG EKO PURWANTO 1,000,000
35 SALSA SOFIATUN HALIMAH 1,500,000
36 TUGIMUN BIN DARMOSWITO 500,000
37 KATIMUN BIN SUKARJO 500,000
38 KATINI BINTI KUSDI 500,000
39 KURSINAH BINTI AHYAR 500,000
40 MUCHLISIN BIN TRIO CASMORO 500,000
41 MOHD ISMAIL 500,000
42 NUR AINI 500,000
43 RENDI IRAWAN 1,000,000
44 SAIDAH LUTVIAH 500,000
45 SALAMAH BINTI ABDUL LATIF 500,000
46 SITI IMAS AMAH 500,000
47 SUGITO BIN SURATMIN 1,000,000
48 SURYANTO BIN SARJU 1,500,000
49 TUTI 500,000
50 WAHYU WIDODO 500,000
51 FIRNA 3,000,000
52 VERONIKA IDA 500,000
53 CHARLES SALAMO 1,000,000
54 MASON FRELLY 1,000,000
55 HELENA PARERA 500,000
56 INDAH ZAENATUN 500,000
57 HABIL LATU SALIMA 1,000,000
58 NATANIEL RAYAR 1,000,000
59 ABRAHAM HANOK 1,000,000
60 SITI MAHADI 500,000
61 HENDRIK KURNIAWAN 500,000
62 DAMARIS BONE 1,000,000
63 ZULBAIDAH ABDULLAH 1,000,000
64 KORI IMBIRI 500,000
65 EDI IRAWAN 1,000,000
66 EKO SANJAYA 4,854,300
67 LUKI APRIYANTO 4,530,000
68 JOKO JEGRIK 12,873,200
69 MTSR WONOGIRI 4,835,200
70 RSSR WONOGIRI 3,871,300
71 ZIKRUL BIN IDRIS 1,000,000
72 PUTRI WAHYUNI BINTI WIWI 1,000,000
73 GUTU BIN JAFAR 1,000,000
74 RUDIYANTO BIN SUGONO 1,000,000
75 ARDIAN DIKTA PRATAMA 500,000
76 MISIDI BIN NURDINO 500,000
77 LAILY HANIK 500,000
TOTAL 118,556,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 118,556,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 959 ROMBONGAN

Rp. 47,528,304,887,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.