Rombongan 958

Orang yang rajin bersedekah adalah perpanjangan tangan dari tuhan yang maha pemberi rezeki. Maka wajarlah jika ia juga memiliki rezeki yang melimpah.
Posted by on February 17, 2017

RSSR SOLO (Operasional Bulan Januari 2017) Alamat: Jl. Manggis II RT 2/5, Kecamatan Jajar, Kelurahan Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah. Memasuki tahun ke-3 SedekahRombongan Solo memiliki Rumah Singgah (RSSR), kian hari hilir mudik pasien datang sebagai upaya untuk sembuh dari sakit mereka. Wilayah jangkauan yang semakin luas, tak hanya di Solo namun juga termasuk Wonogiri, Magetan, Madiun dan pasiem transferan lain dari luar kota semakin membuat ramai suasana RSSR. Kebutuhan untuk menunjang kesembuhan pasien seperti konsumsi, obat-obatan, listrik, PAM selalu disediakan. Selain itu dengan adanya Admin RSSR semua urusan administrasi pasien dan kurir semakin mudah dan lancar. Alhamdulillah berkat sedekaholics, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi di bulan ini dan tersampaikan untuk pasien dampingan yang berada di RSSR. Sebelumnya laporan santunan RSSR Solo masuk dalam rombongan 952. Semoga segala amal sedekaholics semua dibalas oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 5.620.000
Tanggal:  4 Februari 2017
Kurir: @mawan @anissetya60 @cahyanieka

Biaya Operasional Bulan Januari 2017


MTSR SOLO (AD 1998 SR, Biaya Operasional Januari 2017) Bebo, sapaan akrab dari para kurir untuk ambulance SedekahRombongan Solo. Mobil Luxio putih dengan corak Batik merah ini, pertama kali digunakan pada akhir 2014. Dengan nomer Hotline 08158911911. Mobil Tanggap Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Bebo ini telah hilir mudik mengantar jemput pasien dari rumah ke rumah sakit, mensurvey sasaran, menyampaikan santunan diarea Soloraya, Tak jarang digunakan untuk estafet pasien ke kota lain. Perawatan serta kebersihan bebo terus dilakukan oleh para kurir agar bebo tetap nyaman saat digunakan. Bulan Januari ini, kebutuhan oprasional MTSR Bebo digunakan untuk biaya pembelian bensin & perawatan dan gaji Driver. Laporan sebelumnya masuk rombongan 944. Doa terbaik untuk #SahabatSR agar segala urusan dimudahkan serta dilancarkan. Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.396.000
Tanggal : 4 Februari 2017
Kurir : @Mawan @anissetya60 @ayak @welly

Biaya Operasional Januari 2017


RSSR SOLO (Inventaris Bulan November 2016) Alamat: Jl. Manggis II RT 2/5, Kecamatan Jajar, Kelurahan Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah. Memasuki tahun ke-3 SedekahRombongan Solo memiliki Rumah Singgah (RSSR), kian hari hilir mudik pasien datang sebagai upaya untuk sembuh dari sakit mereka. Wilayah jangkauan yang semakin luas, tak hanya di Solo namun juga termasuk Wonogiri, Magetan, Madiun dan pasiem transferan lain dari luar kota semakin membuat ramai suasana RSSR. Kebutuhan Tempat tidur semakin meningkat. Sehingga diperlukan penambahan Seprai, selimut, Horden, pembelian ATK ( buku, spidol, dll) Kebutuhan tersebut dapat terpenuhi, untung menunjang kesembuhan dan pendokumentasian RM pasien berkat bantuan #Sedekaholic. Semoga segala amal sedekaholics semua dibalas oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 810.000
Tanggal:  4 Desember  2017
Kurir: @mawan @anissetya60 @cahyanieka

Biaya Inventaris Bulan November 2016


RSSR SOLO (Inventaris Bulan Desember 2016) Alamat: Jl. Manggis II RT 2/5, Kecamatan Jajar, Kelurahan Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah. Memasuki tahun ke-3 SedekahRombongan Solo memiliki Rumah Singgah (RSSR), kian hari hilir mudik pasien datang sebagai upaya untuk sembuh dari sakit mereka. Wilayah jangkauan yang semakin luas, tak hanya di Solo namun juga termasuk Wonogiri, Magetan, Madiun dan pasiem transferan lain dari luar kota semakin membuat ramai suasana RSSR. Kebutuhan Tempat tidur semakin meningkat. Sehingga diperlukan penambahan KYasur, bantal dan kipas angin, selain itu untuk menjaga kebersihan rumah singgah diperlukan Sapu, pel, kemoceng dll. Kebutuhan tersebut dapat terpenuhi di bulan ini dan tersampaikan untuk pasien dampingan yang berada di RSSR. Semoga segala amal sedekaholics semua dibalas oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 805.000
Tanggal:  4 Januari 2017
Kurir: @mawan @anissetya60 @cahyanieka

Biaya Inventaris Bulan desember 2016


KHAIRUNNISA BINTI TEGUH EFFENDY (8, Gangguan Pita Suara). Alamat : Jln. Takhta, RT 2, No. 42, Gg. Suka Damai, Desa Pekapuran, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Provinsi Kalimantan Selatan. Khairunnisa mengalami kelainan bicara sejak lahir, hingga usianya menginjak 8 tahun ia belum juga lancar berbicara. Saat ini Khairunnisa tinggal bersama ibunya, Ibu Yuli (25) yang bekerja sebagai penjag toko, sedangkan ayahnya sudah lama meninggal. Untuk melancarkan kemampuan berbicaranya, Khairunnisa rutin menjalani terapi dengan biaya sendiri, meski sudah memiliki JKN – KIS PBI. Seiring berjalannya waktu, muncul kendala dimana Ibu Yuli selama 4 bulan terakhir belum mendapat bayaran dari pekerjaannya menjaga toko. Kondisi tersebut menyebabkan biaya terapi Khairunnisa ditutupi dari berutang. Selain itu utang yang didapat juga digunakan untuk membiayai keperluan sekolah Khairunnisa. Ibu Yuli yang kini seorang diri menjadi tulang punggung keluarga merasa kesulitan dengan kondisi ekonominya sekarang, selain harus mencukupi kebutuhan sehari-hari, ia juga harus mencari uang untuk biaya terapi dan keperluan sekolah Kharunnisa. Alhamdulillah, atas kehendak Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Khairunnisa. Untuk membantu meringankan beban ekonomi keluarga Khairunnisa, kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari sedekaholics. Semoga terapi Khairunnisa bisa terus berjalan dan sekolahnya tidak putus di tengah jalan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.700.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia Dessy Naobe @ririn_restu

Nisa menderita Gangguan Pita Suara


SYARIF NURDIANSYAH (39, Neurofibromatosis). Alamat: Kampung Pasar Kidul RT 2/9, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Syarif menderita neurofibromatosis sejak ia remaja. Tak sanggup dibayangkan jika nasib yang dialami guru ngaji ini menimpa kita! “Hanya 15 tahun saya bisa menikmati hidup dengan kondisi sehat dan normal. Saya sakit-sakitan sejak kelas 3 STM,” cerita Syarif sambil menghela nafas panjang, ditemani istrinya, Entin Sutianah (30) di rumahnya. Neurofibromatosis merupakan kelainan genetik yang ditandai dengan adanya benjolan berisi jaringan saraf (neurofibroma) di bawah kulit. Penyakit ini biasanya mulai muncul sejak usia remaja. Selama ini Syarif sudah berobat ke rumah sakit dengan kartu Jamkesmas, namun tidak teratur karena terkendala biaya transport ke rumah sakit. Maklum saja penghasilannya hanya didapat dari berjualan di depan sekolah. Pak Syarif amat layak disantuni agar berkurang penderitaannya dan bisa melanjutkan upaya kesembuhannya. Alhamdulillah #SedekahRombongan sampai saat ini terus membantu dan mendampingi Pak Syarif berobat. Kini Pak Syarif harus menjalani bedah beku seminggu sekali di RSHS Bandung. Terapi bedah beku secara rutin harus ia jalani untuk mengurangi benjolan di sekujur tubuhnya. Sebelum ke RSHS, ia menjalani pemeriksaan laboratorium darah berupa bleedeng time dan clothing time di Puskesmas Ciwidey. Pada kontrol kedua di bulan Januari 2015 Syarif sempat menginap dua malam di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Pak Syarif juga mengalami kebutaan dan sudah diperiksa di RS Mata Cicendo Bandung. Pada pemeriksaan minggu terakhir bulan Aptil 2015, ia ditangani juga oleh tim medis Bagian Syaraf dan ia mendapatkan pemeriksaan RMI di RSHS Bandung. Hasilnya, alhamdulillah, tidak ada indikasi ia terserang tumor pada syarafnya. Pada pertengahan Agustus 2015, Pak Syarif melanjutkan ikhtiar berobatnya ke RSHS Bandung dan ia menjalani bedah beku. Pada awal Oktober 2015 ia harus kontrol lagi ke RSHS dan kembali menjalani bedah beku. Pada bulan November 2015 ia tidak mendapatkan terapi bedah bekunya karena obatnya kosong. Pada bulan Desember 2015 kurir sudah mendaftarkannya untuk terapi bedah beku yang keberhasilannya mulai terasa. Pada awal Februari 2016 seorang dokter RSHS Bandung menelpon keluarga Pak Syarif, menawarkan alternatif lain untuk penanganan penyakitnya, yaitu melalui operasi kecil. Didampingi kurir #SR, ia kemudian diantar ke RSHS Bandung untuk menjalaninya. Tindakan ini membawa hasil yang memuaskan. Pada April dan Mei 2016 Pak Syarif kontrol rutin ke RSHS Bandung sambil meneruskan tindakan operasi mengangkat benjolan-benjolan lainnya yang masih bertebaran di sekujur tubuhnya. Begitu juga pada Juni 2016, MTSR dan kurir Bandung bersyukur bisa  mendampingi Pak Syarif menjalani operasi kecil di RSHS Bandung dan memberinya satunan lanjuan untuk biaya berobat. Ia harus senantiasa didampingi karena tak bisa berjalan secara normal setelah penglihatannya tak berfungsi dengan baik. Pada pertengahan September 2016, kurir #SR Bandung menemuinya kembali di rumahnya dan memberinya bantuan yang digunakan untuk biaya berobat dan biaya sehari-hari. Pada awal November 2016 Pak Syarif menghubungi lagi kurir #SR, mengemukakan bahwa ia ingin kembali melanjutkan pengobatan ke RSHS Bandung. Bersyukur kurir #SR dapat mendampinginya berobat. Tim medis RSHS memberinya tindakan bedah beku. Pada pemeriksaan saat itu ia juga dijadwalkan tim medis untuk mendapatkan tindakan operasi kecil pada awal Desember 2016. Selama seuluh hari dia tinggal di RSSR sambil menunggu panggilan. Akan tetapi, sampai akhir Desember 2016 ia belum mendapatkan ruangan. Karena itu, guru ngaji itu pulang dulu ke rumahnya. Pada awal Februari 2017 kurir Sedekah Rombongan mendaminginya lagi kontrol sambil mengecek jadwal masuk ruang rawat inap. Alhamdulilah pada kali  ini ia mendaatka gilirannya dan masuk ruang rawat inip di ruangan Kana RSHS Bandung. Operasi pembedahan benjolan di tangannya akan dilaksanakan pada 13 Februari 2017. Semoga Allah Swtmemberi kemudahan dan kelancaran. Pak Syarif dan keluarganya masih memerlukan bantuan untuk melanjutkan pengobatan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan kembali memberinya santun untuk biaya transport, membeli obat dan biaya sehari-hari selama Pak Syarif dirawat di RSHS Bandung. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 942.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @widi_cincin

Pak syarif menderita Neurofibromatosis


YATI CAHYATI (32, Tumor Mansentarial). Alamat : Kampung Cigadog RT 7/6, Desa Cigadog Tugu, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Panggilannya Teh Yati. Ia kini tinggal bersama ibu, ayah dan  ayahnya setelah beberapa tahun menjanda. Ia tak punya kegiatan lain selain membantu ibunya, Ibu Waqi (52) di rumah dan sekali-kali menemani bapaknya, Pak Jaja (61) bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tak menentu dan tak seberapa. Teh Yati dan keluarganya termasuk keluarga dhuafa yang layak mendapatkan bantuan untuk menjalani kehidupan. Apalagi, semenjak Teh Yati mengalami sakit sejak tahun 2014, kehidupan ekonomi mereka semakin terpuruk. Gejala sakitnya berawal ketika Teh Yati kerap Buang Air Besar (BAB) dengan frekwensi yang tidak normal. Seiring waktu muncul benjolan di daerah sekitar anus. Saat itu ia sedang hamil tua. Berbekal BPJS Mandiri Kelas 3, orangtuanya terus memeriksakan Yati ke Puskesmas Leuwisari dan RSUD Rancamaya. Di salah satu RSUD Kabupaten Tasikmalaya ini ia sempat dua minggau dirawat juga setelah melahirkan anaknya yang meninggal tak lama setelah terlahir. Seperti penuturannya pada kurir #SedekahRombngan, untuk menyembuhkan penyakitnya, ia juga pernah dirawat di RSUD Sukarjo Kota Tasikmalaya selama 19 hari. Ia didiagnosa mengidap Tumor Mensentarial. Tim medis di RSUD Sukarjo kemudian merujuk pananganan medisnya ke RSHS Bandung. Pada 27 Oktober 2016 ia sempat diantar MTSR Tasikmalaya untuk mengawali ikhtiarnya di Kota Kembang. Bersama ibunya, ia tinggal di RSSR Bandung untuk mempermudahnya berobat di rumah sakit rujukan pusat itu. Selama penanganan awal di RSHS Bandung Teh Yati telah menjalani pemeriksaan lab, rontgen, USG, bahkan biopsi. Hasil Patology Anatomy (PA)-nya sudah ada. Teh Yati harus menjalani Kolonoskopi pada 29 November 2016. Berempati atas apa yang dialami Teh Yati dan keluarganya, kurir #SR bersyukur dapat memberinya bantuan awal yang digunakan untuk biaya membeli obat, pempers, biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari selama berobat di RSHS Bandung. Didampingi ibunya, ia bersemangat menjalani serangkaian pemeriksaan di rumah sakit. Bantuan sesama keluarga pasien dan motivasi kurir #SR amat membantunya untuk terus berobat sampai tuntas. Dia dijadwalkan akan menjalani kemoterapi mulai pertengahan Desember 2016. Akan tetapi, karena kondisi kesehatannya menurun (HB : 7), ia dirujuk kembali ke RSUD Tasikmalaya untuk memulihkan HB-nya. Teh Yati dan ibunya kemudian difasilitasi #SR untuk pulang dulu dan menjalani transfusi di rumah sakit daerah. Setelah kondisinya pulih, ada pada Februari 2017, Teh Yati datang lagi ke RSSR Bandung untuk melanjutkan terapi kemo ke-2 dari 6 kali terapi yang direncanakan. Teh Yati dan ibunya masih membutuhkan bantuan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali kurir #SR menyampaikan bantuan lanjutan untuk Teh Yati yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi Bandung-Tasikmalaya dan biaya membeli obat. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 928.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal : 7 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @widi_cincin

Bu yati menderita Tumor Mansentarial


MUHAMMAD SHIDDIQ MY (3, Meningokel). Alamat: Bojong Gadog RT 2/2, Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Anak yatim ini tinggal bersama ibu dan neneknya di rumah bilik peninggalan kekeknya. Ayahnya meninggal dunia karena sakit saat Siddiq masih berusia empat bulan dalam kandungan ibunya. Sungguh berat cobaan yang mereka alami, terutama ibunya, Khodijah (19). Belum lama ia ditinggal suaminya, kini ia harus menghadapi kenyataan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya: anak pertamanya lahir dengan kelainan bawaan: ada benjolan di antara sudut mata kanan dan pangkal hidung. Bayi yang diberi nama Shiddiq –seperti pesan almarhum ayahnya– ini pada usia delapan hari setelah dilahirkan kemudian diperiksakan ke dokter praktek di Pasirjambu. Dokter menyarankan Shiddiq segera dibawa ke rumah sakit. Ibu Shiddiq baru membawanya 30 hari kemudian karena kuatir biaya ke rumah sakit. Selain tak memiliki uang, mereka juga tidak punya jaminan kesehatan apa pun. Kesulitan yang mereka hadapi dipahami para awdwkaholik SR. Alhamdullah #SR bisa bersilaturahmi dengan anak yatim ini dan mendampinginya berobat ke rumah sakit sampai saat ini. Biaya tranportasi-akomodasi ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung Juga biaya sehari-hari mereka dibantu sedekaholik. Shiddiq memang masih memerlukan penanganan lanjut. Pada kontrol kedua, Sabtu, 23 Mei 2015, ke RSUD Soreang, dokter di Bagian Bedah menduga bahwa benjolan yang perlahan membesar itu adalah Meningokel. Dokter menyarankan tindakan operasi di RSHS Bandung. Selasa 26 Mei 2015 kembali SR mendampinginya menjalani pemeriksaan pertama di POli Bedah dan Poli Anak RSHS Bandung. Karena masih ada tahapan diagnosa yang harus dijalani, pada Jumat 28 Mei 2015 Shiddiq didampingi lagi ke RSHS untuk pemeriksaan darah, jantung, dan paru. Selama bulan Juni 2015 lima kali Shiddiq menjalani pemeriksaan di RSHS Banding sebelum tindakan operasi. Pada 1 dan 2 Juli 2015 ia juga dirujuk ke RS Mata Cicendo Kota Bandung yang hasil pemeriksaannya akan keluar 7 Juli 2015. Pada awal Agustis 2015 anak yatim ini harus menjalani kembali serangkaian pemerksaan medis di RSHS Bandung. Pada awal Agustus 2015 Shiddiq dirawat inap hampir sebulan dilanjutkan dengan tindakan operasi. Alhamdulillah operasi pertamanya berhasil. Pada 28 Agustus 2015 ia diperbolehkan pulang dan dijemput MTSR Bandung. Siddiq menjalani kontrol pertamanya pada 3 September 2015, juga diantar-jemput MTSR. Perkembangannya sangat menggembirakan. Benjolannya sudah mengecil. Minggu kedua Oktober 2015 Shidddiq kontrol lagi ke RSHS Bandungi. Pada kontrol ketiga, bulan November 2015, dokter menyatakan bahwa penanganan di RSHS telah tuntas. Tetapi karena pada mata kirinya sering keluar cairan dan memerah, ia dirujuk ke RS Mata Cicendo, dan harus berobat jalan dua minggu sekali. Pada akhir Desember 2015, Shiddiq diantar-jemput lagi ke RS Mata Cicendo untuk pemeriksaan matanya yang kerap berair. Pada 9 Februari 2016, kurir #SR kembali mendampinginya kontrol ke Poli Anak RSHS Bandung. Kondisinya alhamdulillah membaik, meskipun ia masih harus kontrol kembali. Pada awal April 2016 ibunya mengabari kurir #SR di Bandung bahwa Shiddiq harus kontrol selaligus menjalani terapi di RSHS Bandung. “Kami harus bawa lagi Shiddiq ke RSHS tapi kami tak punya biaya,” kata ibunya. Anak yatim dari keluarga dhuafa ini masih memerlukan bantuan untuk mengikhtiarkan kesembuhannya. Kurir #SR kemudian mengantar-jemput Shiddiq dan keluarganya menjalani pemeriksaan medis dan terapis di RSHS Bandung. Selain itu, alhamdulillah, sedekaholiks #SR juga kembali memberinya bantuan untuk biaya akomodasi selama berobat dan biaya sehari-hari. Sejak bulan Mei 2016 Shiddiq rutin menjalani terapi seminggu sekali ke RSHS Bandung. Alhamdulillah kurir #SR terus mendampingi dan mengantar-jemputnya menggunakan MTSR Bandung. Meskipun kondisinya amat menggembirakan, sampai September 2016, anak yatim ini masih harus kontrol dan terapi rutin di RSHS Bandung. Begitu juga di bulan Oktober 2016 dan November 2016, Shiddiq menjalani terapi rutin seminggu sekali di RSHS Bandung. Pada awal Januari 2017 ibunya menghubungi kurir #SR mengabarkan adanya benjolan di bagian belakang pundak anak semata wayangnya itu. Esok harinya, Shiddiq diperiksakan ke Puskesmas dan RSUD Soreang. Karena benjolannya diduga serius, penanganannya kemudian dirujuk lagi ke RSHS Bandung. Baru saja penyakit miningokele teratasi, Shiddiq harus kembali menjalani pemeriksaan untuk memastikan benjolan yang tumbuh di awal tahun 2017 itu. Pada Feburari 2016, selain di dieriksakan ke oli Ongko dan oli Anak, ia juga sempat diterapi di Poli Tumbuh Kembang. Shiddiq dan keluarganya masih membutuhkan dukungan dan bantuan,. Berempati atas apa yang dialami Shiddiq dan keluarganya, kembali kurir Sedekah Rombongan di Bandung menyampaikan bantuan lanjutan untuk mereka yang digunakan untuk biaya pelunasan iuran BPJS Mandiri Kelas 3, biaya tranportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 945.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Shiddiq menderita Meningokel


YETI HERMAWATI (28, Tumor pada Tulang Kaki Kanan). Alamat :  Kampung Munjul RT 6/6 Dusun Munjul, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2015 Teh Yeti –panggilan sehari-harinya—mengalami kecelakaan kecil terjatuh di halaman rumah orang tuanya. Dia bersama suaminya, Pak Apep K (40) dan kedua anaknya memamg masih tinggal bersama orangtuanya karena belum punya rumah sendiri. Semuala ia tidak begitu menghiraukan akibat jatuhnya itu, tetai karena ada pembengkakan di kaki kanannya, ia kemudian memeriksakannya ke tukang pijit di kampungnya. Berkali-kali keluarganya membawanya berobat secara alternatif, tetapi dari hari ke hari benjolannya semakin membesar. Berbagai upaya penyembuhan alternatif nonmedis pun dilakukan. Setelah lama berobat dan tak kunjung sembuh, akhirnya mereka memutuskan berikhtiar secara medis dan membawanya periksa berkali-kali ke dokter praktek. Dokter menduga benjolannya itu tumor yang menyerang tulang kaki kanannya dan menyarankan untuk menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Berbekal Jaminan Kesehatan KIS PBI, Teh Yeti kemudian diperiksakan ke Puskesmas Cipaku dan Rumah Sakit Daerah di Ciamis; di RSUD ini ia sempat dirawat satu malam. Berasarkan hasil rontsen, ia diduga teserang penyakit osteosarcoma. Tim medis RSUD Ciamis akhirnya merujuk emeriksaannya ke RSHS Bandung. Atas informasi dari saudaranya di Bandung, ia diarahkan untuk menemui kurir Sedekah Rombongan di RSSR Bandung. Pada 13 Desember 2016 Teh Yeti tiba di RSSR Bandung untuk melanjutkan ikhtiarnya di Kota Kembang. Semua tahapan diagnosa awal di RSHS Bandung sudah ia jalani. Samai saat ini hamir dua bulan ia tinggal di RSSR Bandung, meninggalkan kedua anaknya– yang satu masih usia Sedokah Dasar dan yang satu lagi masih menyusui. Di RSHS Bandung ia bahkan mendapatkan pemeriksaan RMI. Hasil Patology Anatomy menyimulkan bahwa Teh Yeti menderita Low grade chondro sarcoma (sejenis tumor di tulang). Ia harus menjalani kemo mulai pertengahan Februari 2017. Teh Yeti dan suaminya layak mendaatkan bantuan agar ia semakin tegar menghadapi musibah yang dialaminya. “Kami sudah kehabisan biaya. Pekerjaan saya sebagai buruh di perusahaan konveksi rumahan kini harus ditinggalkan, kata suaminya. Alhamdulillah, haraan mereka terkabulkan. Dengan empatapi sedekaholics, Sedekah Rombongan menyamaikan bantuan awal untuk Ibu Yeti Hermawati dan suaminya yang sedang menjalankan perintah Allah SWT : berikhtiar untuk meraih kesembuhan. Semoga sedekah para dermawan ini membawa keberkahan dan ijabah kesembuhan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @widi_cincin

Bu Yeti menderita Tumor pada Tulang Kaki Kanan


ENTIN BINTI KASTOLANI (41, Tumor Abdomen). Alamat: Kampung Sipapanting RT 5/1, Desa Mekarjaya Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Entin diduga menderita kista ovarium sejak awal tahun 2016. Gejala awalnya ia kerap mengalami sakit di bagian perut. Ia kerap merasakan sakit perut tetapi rasa sakitnya timbul dari organ-organ lain, seperti usus kecil, usus besar, hati, kandung empedu, dan pankreas. Seiring perjalanan waktu, perutnya terus membesar. Ia juga sulit makan dan tidur. Berbekal Jamkesmas, berbagai upaya medis dilakukan keluarga Bu Eti untuk menyembuhkan penyakitnya, tetapi perutnya terus membesar seiring perkembangan waktu. “Kami sudah berupaya sampai rumah sakit di daerah. Anak saya harus diperiksakan ke RSHS Bandung tetapi kami tak sanggup membiayainya,” kata ibunya yang setia mendampingi janda satu anak itu. Seperti yang juga dituturkan adiknya, keluarga Bu Eti telah memeriksakannya ke Puskesmas, RSUD Singaparna dan RSUD Kota Tasikmalaya. Di RSUD Singaparna ia pernah mendapatkan tindakan pengeluaran cairan di perutnya (melalui selang), dan sempat dirawat dua minggu. Cerita duka Bu Entin dan keluarga dhuafa ini sampai kepada #SR melalui informasi keluarga pasien yang pernah didampingi berobat oleh kurir #SR. Ibu Entin amat layak dibaantu. Ia termsuk janda yang lemah secara ekonomi, juga fisik. Penyakit yang dideritanya sangat serius dan perlu penanganan berkelanjutan. Almarhum suaminya, Pak Syahrudin, tak banyak meninggalkan warisan harta untuk melanjutkan kehidupan; ia hanya buruh harian dengan penghasilan tak menentu. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dapat bersilaturahmi dengan Bu Entin di rumah orangtuanya. Karena rujukan dari RSUD Tasikmalaya untuk berobat ke RSHS Bandung sudah disiapkan, malam itu juga ia diantar MTSR Bandung berobaat ke Kota Kembang dan beristirahat di RSSR Bandung. Di rumah singgah ia sempat menurun drastis kondisinya, sehingga segera diperiksakan ke IGD RSHS Bandung. Alhamdulillah malam itu juga ia mendapatkan ruangan untuk rawat inap. Pada 3 November 2016, Bu Entin menjalani operasi dan dirawat inap sampai 9 Desember 2016. Setelah melewati masa pemulihan, ia kemudian diperolehkan pulang sementara, sebelum menjalani kemoterapi yang akan dilaksanakan mulai pertengahan bulan Desember 2016. Ibu Entin tidak langsung pulang ke kampung halamannya; ia memilih tinggal di RSSR Bandung. Pada pertengahan Desember 2016 HB-nya menurun drasatis. Ia kemudian diperiksakan kembali ke RSSR Bandung. Karena janda dhuafa ini masih memerlukan bantuan untuk terus berikhtiar secara medis sampai ia sembuh, pada 15 Desember 2016 sedekaholics #SR memberinya bantuan lanjutan. Begitu juga pada 16 Januari 2107 #SR memberinya bantuan di RSSR Bandung setelah ia selesai menjalani kemo terapi yang pertema.  Alhamdulillah kondisinya semakin mambaaik; harapan tuk sembuh semakin terbuka. Pada awal Februari 2017 Bu Entin dan ibunya datang lagi ke RSHS Bandung, menggunakan angkutan umum (travel), untuk menjalani kemo terapi ke-2 dari 6 kali terapi yang dijadwalkan. Ia sempat dirawat inap di Ruang Almanda RSHS ditemani ibunya. Keluarga dhuafa ini masih membutuhkan bantuan untuk terus berikhtiar. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk Bu Entin dan ibunya. Bantuan yang disampikan di RSHS Bandung ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi Tasikmaaya – Bandung dan biaya sehari-hari selama dirawat di RSHS Bandung. Bantuan sebelum ini  tercatat di Rombongan 946.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @widi_cincin

Bu entin menderita Tumor Abdomen


ELAH BINTI SUNARTA (57, Susp. Tumor Abdomen). Alamat : Kampung Pangkalan RT 1/2 Desa Sukawening, Kecamatan Ciwidey, Kabuaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ma Elah adalah panggilan sehari-harinya. Bersama suami tecinta, yaitu Abah Imid (67), dan satu anaknya yang belum berkeluarga, Ma Elah tinggal di rumah panggung amat sederhana berdinding bilik yang berada di kawasan pesawahan. Di hari tuanya, Ma Elah tak menyangka harus mengalami sakit yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Selama sakit-sakitan, sejak tahaun 2015, buruh tani itu tak bisa lagi bekerja di ladang atau sawah, menggarap lahan milik orang yang mempekerjakannya. Gejala awalnya Ma Elah kerap merasakan mual dan sakit di bagian perutnya. Karena sakit yang hebat, ia kera tak sadarkan diri. Berbekal Jaminan Kesehatan KIS PBI, suami dan anaknya memeriksakan Ma Elah Puskesmas Rawabogo dan RSUD Soreang. Klinik, dokter praktek, uskesmas dan rumah sakit menjadi temapat yang paling sering dikunjungi Ma Elah dalam rangka berobat mencari kesembuhan. Berdasarkan rujukan dari RSUD Soreang, ia juga pernah menjalani pemeriksaan tahap awal di RSHS Bandung tetapi tidak dilanjutkan karena terkendala masalah biaya. “Kata dokter yang memeriksanya waktu itu, Ma Elah mengidap tumor di perutnya,” jelas anaknya saat menjelaskan riwayat sakit ibunya kepada kurir Sedekah Rombongan. Berdasarkan data-data hasil pemeriksaan, Ma Elah diduga mengidap tumor abdomen. Saat dikunjumgi kurir #SR kondisinya sangat mengkhawatirkan. Ia hanya bisa berbaring, tergolek di lantai temat tidur. Sore itu juga Ma Elah diajak untuk langsung diperiksakan ke IGD RSUD Soreang atau IGD RSHS Bandung. Karena sudah lama tak mendapatkn penanganan medis/kontrol, kondisinya menurun amat cepat. Ma Elah dan keluarganya ssangatlah layak dibantu. Selain karena penyakit yang dialaminya serius dan dapat mengancam nyawanya, Ma Elah dan suaminya juga termasuk warga dhuafa yang berhak mendapatkan bantuan untuk meringankan belenggu yang memasung kehiduapanya. Harapan mereka untuk terus berikhtiar, akhirnya terjawab melalui kemurahhatian para sedeaholis #SR. Alhamdulillah pada kunjungan itu, Sedekah Rombongan juga dapat menyamaikan bantuan berupa uang untuk Ibu Elah dan keluarganya. Bantuan yang diterima keluarganya itu digunakan untuk biaya sehari-hari Ma Elah dan keluarganya, serta untuk membeli pempers dan oba/tvitamin. “Terima ksih atas bantuan yang tak kami duga ini. Semoga Allah Swt membalas semua yang sedekah,” doa keluarga ma Elah yang hadir dalam silaturahmi itu.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @ascun

Bu elah menderita Susp. Tumor Abdomen


HERMAN BIN SAHLI (56, Ginjal Kronik). Alamat  Kamung Ciancur RT 1/3, Desa Sukawening, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sejak pertengahan tahun 2016 Pak Herman diduga mengalami gangguan pada ginjalnya. Awalnya ia sering merasakan ingin kencing tetapi sulit keluar dan air kencing yang keluarnya pun sedikit. Terkadang ia juga merasakan rasa sakit yang luar biasa saat kencing. Buruh tani itu juga kerap mengalami deman dan penurunan nafsu makan. Berbagai upaya dilakukan Pak Herman dengan dukungan istri dan anak-anaknya, baik yang berupa pengobatan alternatif nonmedis maupun pengobatan medis. Menggunakan jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI, keluarganya telah membawa Pak Herman berobat ke Puskesmas Ciwidey dan RSUD Soreang. Berdasarkan hasil pemeriksaan di rumah sakit yang disebutkan terakhir itu, penanganan medis Pak Herman kemudian dirujuk ke RSHS Bandung. Dibantu keluarga dan warga, ia lalu menjalani pemeriksaan tahap awal di Poli Penyakit Dalam dan Poli Urologi. Berdasarkan hasil pemeriksaan CT Scan dan analisa Poli Urologi, dia diduga mengidap penyakit Ginjal KronikSelain menguras tenaga dan pikiran, pulang-pergi dari rumah ke RSHS, juga telah menghabiskan biaya besar. Kerap kali pengobatannya tertunda karena terkendala biaya. Jangankan untuk berobat, untuk memenuhi kebutuhan seharihari pun, keluarga dhuafa ini mengandalkan pekerjaannya yang tidak menentu sebagai buruh serabutan. Apa yang dialami Pak Herman dan harapannya untuk terus berobat, akhirnya sampai beritanya kepada kurir Sedekah Rombongan atas informasi dari seorang yang pernah dibantu sedekaholics #SR. Bersyukur kurir #SR mendapatkan kesempatan untuk bersilaturahmi dengan Pak Herman dan istrinya, Ibu Idah Saidah (55), juga kedua anaknya di rumah panggungnya yang berdinding bilik. “Bapak ingin sekali berobat sampai sembuh,” kata anaknya menyampaikan keinginan Pak Herman. Alhamdulillah, harapannya dijawab Allah Swt. Mulai Selasa 14 Februari 2017 Pak Herman dijadwalkan akan dibawa kembali periksa ke RSHS Bandung. Dengan empati dari sedekaholics, pada saat silaturahmi itu, Sedekah Rombongan juga menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa, berupa uang, untuk Pak Herman dan istrinya. Bantuan yang diterima istrinya ini digunakan untuk membeli kateter, pamers, dan biaya sehari-hari mereka. “Terima kasih atas sedekahnya. Jazakumullah. Semoga sedekah dari SR ini membawa keberkahan bagi semua yang sedekah,” doa Pak Herman yang diamini istri dan anak-anaknya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak herman menderita Ginjal Kronik


NURSITI BINTI SUTIANA (25, Usus Buntu). Alamat : Kampung Cipangikisan RT 1/8 Desa Sukaresmi, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pada Jumat 3 Februari 2017, Siti –panggilan sehari-harinya—merasakan sakit yang hebat di bagian perutnya. Ia bahkan sempat pingsan karena menahan nyeri yang tak terkira. Diduga ia mengalami peradangan usus buntu. Seharian suami dan mertuanya mencoba menyembuhkan sakit yang dialami Siti dengan memberi obat dan balsem. Akan tetapi sampai lepas magrib Siti tetap saja kesakitan dan sekali-kali tak sadarkan diri. Berdasarkan informasi dari tetangga yang sama-sama mengontrak, suami Siti menghubungi kurir Sedekah Rombongan diBandung, meminta bantuan untuk membawa Siti diperiksakan ke Rumah Sakit Umum Darah di Soreang. Karena MTSR Bandung sedang digunakan membawa pasien lain, Siti kemudian dibawa menggunakan ambulance Desa Ciwidey. Pukul 20.15 Siti tiba di IGD RSUD Soreang dalam keadaan setengah sadar. Bersyukur Siti mendapatkan penanganan terbaik malam itu sehingga kegawatdarurtannya dapat teratasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan, Siti diduga kuat mengalami peradangan usus buntu dan harus segera mendapatkan tindakan operasi. Walaupun terkendala masalah jaminan kesehatan, malam itu Siti didaftarkan di ruang rawat inap, di ruang Mawar RSUD Soreang. Karena tidak memiliki Kartu BPJS, Siti dilayani di rumah sakit sebagai pasien “SKTM Dalam Proses – yang dalam dua hari pesyaratan SKTM-nya harus diberesekan sampai ke Dinsos Kab. Bandung. Dengan izin Allah Swt dan bantuan berbagai pihak, alhamdulillah SKTM atas nama NURSITI dapat diselesaikan dan Siti langsung dioperasi keesokan harinya. Pascaoperasi yang berhasil itu Siti diharuskan istirahat sambil dirawat selama tiga hari. Pada 8 Februari 2017 Siti dierbolehkan pulang dan dijemut MTSR Bandung. Siti dan suaminya, Andri (27), sangat layak mendapatkan bantuan supaya mereka bisa lebih tegar menghadapi ujian penyakit dan kemiskinan. Mereka adalah keluarga muda yang termasuk dhuafa. Belum lama mereka membina rumah tangga; mereka sudah diuji dengan kesulitan hidup. Sebagai kepala keluarga, suaminya belum punya penghasilan yang mencukupi untuk menjalankan perahu rumah tangganya. Kesulitan yang mereka alami mendapatkan empat dari sedekaholics #SR dengan memberinya bantuan berupa uang untuk biaya berobat Siti. Bantuan Sedekah Rombongan yang diterima ayah dan suaminya di RSUD Soreang ini digunakan untuk biaya ongkos pembuatan SKTM Kab. Bandung serta biaya transportasi-akomodasi selama Siti dirawat di RSUD Soreang. “samaikan salam dan ucaan terima kasih untuk bapak-bapak dan ibu-ibu di Sedekah Rombongan. Semoga Allah SWT yang membalasnya,” doa ayahnya di setibanya di rumah kontrakan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 8 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Siti menderita Usus Buntu


SYAUQI PERMANA (10, Kelainan Syaraf + Tumor Hidung). Alamat :Kampung Kebon Kopi, RT 5/9, Kelurahan Kedung Jaya, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Uki akrab kami memanggil anak laki – laki kelas 3 sekolah dasar ini. Berawal sejak Uki kelas 1 SD mulai terlihat ada Benjolan di hidung bagian tengah. Karena tidak merasakan sakit di benjolan tersebut, Uki tidak pernah mau ketika diajak untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Namun lama kelamaan benjolan tersebut makin membesar dan membuat Uki menjadi bahan olokan teman-teman sekolahnya hingga akhirnya Uki tidak mau untuk bersekolah sampai benjolan tersebut sembuh. Uki sudah mau untuk memeriksakan kondisi kesehatannya ke Puskesmas dan oleh Puskesmas Uki dirujuk ke RSUD untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Walaupun memiliki BPJS PBI Namun kembali Uki belum memeriksakan kondisinya karena keterbatasan biaya yang dimiliki orang tuanya. Uki merupakan seorang anak yatim yang beberapa bulan lalu ditinggal pergi sang ayah dan kini Ibundanya Uki yang bernama Susilawati (36) hanya bekerja sebagai buruh cuci untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Kurir Sedekah rombongan merasakan kesulitan yang dirasakan Uki. Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk Uki yang digunakan untuk membayar tunggakan BPJS nya agar dapat digunakan untuk menjalani operasi Uki. Uki kecil masih memiliki banyak cita-cita yang bisa diraih. Mari kita doakan supaya Uki dapat segera kembali bersekolah untuk menggapai cita-citanya. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 942.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Syauqi menderita Kelainan Syaraf + Tumor Hidung


MTSR BOGOR (B 1681 SIF, Biaya Operasional Januari 2017). Pada akhir pekan awal Februari 2016, #SedekahRombongan dihubungi oleh salah seorang pengusaha di Jakarta, Pengusaha yang selama ini rutin memantau pergerakan #SR. Pengusaha ini menghubungi #SR mengabarkan niatnya  memberikan mobil yang diperuntukan untuk ambulance. Beliau selama ini memonitor pergerakan #SR serta menjadi salah satu Sedekaholics yang rutin menyalurkan bantuannya lewat SR. Sebuah Nissan Evalia ber Plat Nomer B 1481 SIF baru langsung kami jemput di rumah beliau di kawasan selatan Jakarta, diberikan langsung pada kami oleh puterinya. Mobil ini selanjutnya akan kami pergunakan untuk MTSR wilayah Bogor yang berfungsi untuk mengantar jemput para dhuafa berobat dalam dampingan #SedekahRombongan. tentunya dengan mobilitas MTSR di wilayah kabupaten dan kota bogor, Kebutuhan untuk bensin, Tol dan biaya operasional lainnya pun dibutuhkan supaya  mobilitas MTSR untuk mengantar jemput pasien – pasien #SedekahRombongan di wilayah kabupaten dan kota Bogor bisa optimal. Biaya Operasional kali ini digunakan untuk service rutin MTSR Serta untuk operasional penjemputan pasien selama bulan Oktober 2016. Semoga dengan hadir nya MTSR di Wilayah Bogor akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di Rombongan 937.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.500.000,-
Tanggal :  31 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @Kartimans1 @rexy_eas

Biaya Operasional Januari 2017


CICI CAHYANI (10, Ginjal Bocor). Alamat : Kampung Cikaret, RT 5/3, Kelurahan Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Cici biasa kami menyapa gadis kecil ini, sudah sejak 2 tahun yang lalu Cici di diagnosa Ginjal Bocor oleh dokter di RSUD. Kota Bogor yang menyebabkan semua badan Cici menjadi bengkak serta membuat Cici tidak bisa banyak melakukan kegiatan karena akan membuat ia akan merasa kesakitan hingga pingsan. Sekitar 2 tahun yang lalu Cici pernah melakukan serangkaian pengobatan di RSUD. Kota Bogor dengan menggunakan JKN – BPJS mandiri kelas 2 yang dibuatkan oleh salah seorang kader desa, namun karena kedua orang tua Cici tidak sanggup untuk membayar iuran setiap bulannya akhirnya pengobatan Cici sempat terhenti pada awal tahun 2016 dan Cici hanya melakukan pengobatan tradisional saja di dekat rumahnya. Makin lama kondisi Cici makin menurun hingga membuat ia sulit untuk berjalan dan harus dibantu oleh kedua orang tuanya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan diberikan kesempatan untuk melihat kondisi Cici di rumah sederhananya. Saat itu sekujur badan Cici membengkak yang membuat ia terus – terusan menangis karena menahan sakit. Orang tua Cici kebingungan karena tidak memiliki biaya akomodasi untuk membawa Cici berobat ke RSUD. Kota Bogor yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya serta tunggakan BPJS yang belum di lunasi hingga kini. Pak Endang hanya bekerja sebagai Buruh Tani dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan sehari-hari sedangkan Bu Yanih hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga biasa hingga tidak bisa melakukan banyak hal untuk pengobatan anaknya. Kini Cici dirujuk kembali ke RSUD Fatmawati supaya mendapatkan pengobatan yang lebih lengkap disana. Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk Cici yang digunakan untuk bekal dan akomodasi sehari – hari di RSUD Fatmawati. Semoga Cici lekas segera sembuh dan dapat bermain dengan anak-anak seusianya. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 951.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @abah_accit @rexy_eas

Cici menderita Ginjal Bocor


ODAH BINTI ODIH (58, Ca Ovarium). Kampung Legok Yenang, RT 3/4, Kelurahan Kadumanggu, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Mak Odah biasa kami memanggil sejak awal tahun 2016 sering merasakan demam disertai muntah. Karena dikira hanya masuk angin biasa akhirnya Mak Odah hanya mengkonsumsi obat – obatan warung saja tanpa memeriksakan kondisi kesehatannya ke balai pengobatan apapun. Namun lama kelamaan sakit yang dirasakan pun berbeda, Mak Odah merasakan ada benjolan dibagian bawah perutnya yang makin hari semakin membesar. Akhirnya Mak Odah memberanikan diri untuk memeriksakan kondisi kesehatannya ke Puskesmas Babakan Madang dengan menggunakan BPJS mandiri kelas 3 dan oleh pihak puskesmas ia dirujuk ke RSUD Cibinong yang dilanjutkan dirujuk kembali ke RS. Fatmawati Jakarta untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa Mak Odah mengidap Kanker Ovarium dan harus segera menjalani operasi agar penyakit tersebut tidak semakin parah, namun pengobatan tersebut terpaksa terhenti karena tidak adanya biaya yang dimiliki Mak Odah untuk ongkos dan akomodasi ke RS. Fatmawati. Pak Jaya yang merupakan suami Mak Odah hanya bekerja sebagai kuli di pabrik tapioka di daerah Sentul dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan. Alhamdulillah Operasi Mak Odah telah selesai dilaksanakan tanpa halangan yang berarti, tim dokter berhasil mengangkat tumor ovarium yang selama ini dirasakan Mak Odah, kini Mak Odah harus rutin 1 minggu sekali check up ke RS. Fatmawati untuk memastikan kondisi kesehatannya stabil. Bantuan Lanjutan pun disampaikan untuk Mak Odah sebagai akomodasi Mak Odah check up ke RS. Fatmawati. Mari kita doakan semoga Mak Odah cepat kembali diberikan kesehatan oleh Allah Swt. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di rombongan 945.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefuddin @omguguh @kartimans1 @hendri.grohl @rexy_eas

Bu odah menderita Ca Ovarium


SUTINI BINTI SUDIRYA (39, TB. Paru + TB. Tulang). Alamat : Dusun Pahing, RT 3/1, Desa Sakertatimur, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Dua tahun ke belakang, Ibu Tini biasa beliau dipanggil menderita penyakit yang cukup serius yaitu TB Paru-paru sekaligus TB. Tulang. Gejala awal yang beliau rasakan berupa seringnya beliau merasakan sakit di bagian dada. Selain itu, kondisi beliau semakin turun karena berat badan beliau semakin menyusut. Badan beliau semakin hari semakin kurus dan terasa lemas tak bertenaga. Oleh karena itu, pihak keluarga membawa Ibu Tini ke Rumah Sakit Rawamangun untuk menjalani pengobatan. Hasil pemeriksaan di Rumah Sakit Rawamangun membuat Ibu Tini harus segera dirujuk ke Rumah Sakit Persahabatan untuk pengobatan lebih lanjut. Tak lama, beliau pun segera dibawa ke Rumah Sakit Persahabatan dan masuk IGD selama 2 hari. Akan tetapi, beliau terpaksa menghentikan pengobatan dikarenakan tidak ada biaya. Beberapa waktu lalu, beliau sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan selama 2 minggu. Dengan alasan keterbatasan biaya kebutuhan sehari-hari, akhirnya Ibu Tini terpaksa dibawa pulang dan menjalani pengobatan seadanya di rumah. Pihak dokter sebenarnya tidak mengijinkan beliau pulang karena kondisinya belum stabil. Pada tanggal 29 Desember 2016 kemarin, kurir Sedekah Rombongan Kuningan menjemput ibu Tini untuk di bawa ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan dengan menggunakan ambulans karena kondisi beliau yang hanya bisa berbaring di tempat tidur. Beliau hampir satu minggu dirawat di RS Sekar Kamulyan, karena keadaannya semakin lemah. Setelah pemeriksaan laboratorium, usg, rontgen, cek darah dan juga terapi punggung, tim medis rumah sakit mendiagnosa TB beliau sudah stadium 2. Saat ini beliau sudah kembali pulang ke rumahnya. Dan hanya dirawat di rumah saja oleh keluarganya. Kondisi beliau saat ini semakin lemah dan hanya bisa berbaring. Ibu Tini memiliki kartu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Akan tetapi, beliau kesulitan berkenaan dengan biaya pembelian pampers dan kebutuhan sehari hari. Suami beliau, Bapak Kemal Wildansyah (43) hanya pekerja serabutan, dan baru mulai bekerja lagi setelah lama mengurus istrinya. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Tini, sehingga santunan ketiga untuk membeli kebutuhan sehari hari dapat disampaikan Sedekah Rombongan kepada Ibu Tini. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Ibu Tini. Aamiin. Sebelumnya Ibu Tini masuk kedalam Rombongan 954.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Bu sutini menderita TB. Paru + TB. Tulang


BILLY APRILIANA (4, Kelamin Ganda).  Alamat : Dusun Malaraman, RT 1/7, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Balita berusia 4 tahun ini biasa dipanggil Billy. Ia merupakan pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan. Billy menderita penyakit bawaan sejak lahir, ia memiliki kelamin ganda. Menurut keterangan dari pihak keluarga, Billy telah menjalani tindakan medis berupa operasi sebanyak 2 kali. Alhamdulillah Billy telah melakukan operasi ulang di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah diperiksa di RSHS, kondisi Billy jauh lebih baik walau sering mengeluh sakit apabila ia sedang buang air kecil. Billy telah melakukan tindakan medis berupa cek laboratorium untuk analisis kromosom. Hasil pemeriksaan tersebut  menunjukkan bahwa 100 % Billy berkelamin laki-laki. Setelah sebelumnya kondisi Billy menurun, Alhamdulillah saat ini kondisi Billy sudah kembali membaik. Billy telah menjalani beberapa pemeriksaan di RSHS Bandung, kemudian tim medis telah menjadwalkan tanggal operasi ketiga Billy pada hari senin tanggal 13 januari 2017. Selama menjalani tindakan pemeriksaan, Billy memanfaatkan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun, kedua orang tua Billy kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi dan akomodasi selama di bandung. Maklum saja, ayah Billy Bapak Nana Suhana (39) bekerja sebagai seorang buruh dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok 4 orang anggota keluarga. Sedangkan ibu Billy bernama Ibu Umi (34), beliau hanya ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan keempat untuk biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit. Semoga Billy lekas diberi kesembuhan oleh Allah. Aamiin. Sebelumnya Billy termasuk kedalam Rombongan 949.

Jumlah Santunan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 11 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Billy menderita Kelamin Ganda


KURNIAWATI BINTI SUGIANTO (41, Ca Mammae Dextra). Alamat : Dusun Pahing, RT 5/3, Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Uri, biasa beliau dipanggil merupakan anak kedua yang memiliki 4 saudara. Saat ini, di usia kepala empat beliau didiagnosa menderita Ca Mamae dextra atau yang biasa disebut dengan kanker payudara. Gejala awal beliau rasakan sejak 2 tahun yang lalu. Awalnya payudara sebelah kanan beliau terasa sakit, tepatnya di bagian bawah ketiak. Tak lama, pihak keluarga memutuskan  untuk membawa beliau ke dokter umum yang membuka praktek di daerah rumah beliau. Berdasarkan pemeriksaan dokter, Ibu Uri diperkirakan mengidap kanker payudara. Setelah itu, beliau hanya melakukan pengobatan tradisional dengan hanya meminum ramuan daun sirsak saja. Alhamdulillah beberapa waktu lalu Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Kurniawati sehingga beliau bisa menjalani pemeriksaan awal di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Dari hasil diagnosis tim medis rumah sakit, Ibu Uri mengidap kanker payudara stadium 3 dan adanya kelenjar disekitar payudara sebelah kanannya.  Selain itu, di akhir bulan Nopember lalu beliau telah melakukan operasi pengangkatan kelenjar dan sel kanker. Saat ini beliau harus menjalani tindakan lanjutan berupa kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sebelum menjalani kemoterapi, Ibu Uri harus melakukan beberapa pemeriksaan terlebih dahulu. Dan masih ada beberapa pemeriksaan yang harus beliau jalani. Sampai saat ini Ibu Uri belum mendapatkan jadwal kemoterapi karna kondisi fisiknya masih turun, dan HB nya yang selalu rendah. Ibu Uri juga terkendala dengan tidak adanya pendamping pasien ketika pengobatan. Untuk pengobatan, Ibu Uri terbantu dengan adanya kartu BPJS mandiri kelas 3. Beliau termasuk keluarga yang kurang mampu. Hidup beliau bergantung pada saudara dan kedua orang tuanya yang sudah tua, Bapak Sugianto (80) dan Ibu Wasri (75). Keduanya sudah tidak bekerja hingga akhirnya hidup keduanya bergantung pada anak-anak yang lain. Alhamdulillah, karena bantuan Allah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kelima kepada Ibu Uri untuk biaya pembayaran BPJS dan akomodasi. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk Ibu Uri. Aamiin. Sebelumnya Ibu Kurniawati masuk kedalam Rombongan 946.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Bu uri menderita Ca Mammae Dextra


KARSINAH BINTI BANGSA (46, Infeksi Ginjal). Alamat : Dusun Cibiru, RT 1/ 5, Desa Sukadana, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Kesehatan seorang ibu rumah tangga yang biasa dipanggil Ibu Karsinah ini sedang terganggu. Awalnya sejak beliau melepas KB 9 bulan lalu, Ibu Karsinah mulai merasakan gejala awal seperti sering sakit di bagian kepala hingga sering mengalami pendarahan hebat selama 9 bulan lamanya. Sayangnya, beliau tidak memberitahukan kondisi beliau kepada pihak keluarga.  Akan tetapi karena sakitnya semakin lama semakin parah dan membuat kondisi beliau turun, maka keluarga pun akhirnya tahu dan membawa Ibu Karsinah ke Puskesmas terdekat. Namun, pihak Puskesmas langsung merujuk beliau ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan. Kondisi beliau semakin mengkhawatirkan dengan wajah yang terlihat sangat pucat dan kaki mulai bengkak. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa Ibu Karsinah didiagnosa mengidap hipertensi, sakit jantung dan infeksi ginjal. Ibu karsinah harus menjalani cuci darah sebanyak dua kali dalam seminggu. Kondisi Ibu Karsinah saat ini sangat lemas dengan kaki yang masih bengkak. Dalam menjalani pengobatan, Ibu Karsinah memanfaatkan kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Akan tetapi, beliau kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan lanjutan berupa cuci darah. Suami beliau, Bapak Darmin (47) hanya bekerja sebagai seorang buruh serabutan dengan penghasilan yang hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Karsinah. Akhirnya, santunan awal dapat disampaikan Sedekah Rombongan kepada Ibu Karsinah untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Semoga Allah mempermudah ikhtiar Ibu Karsinah demi memperoleh kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 650.000
Tanggal : 8 Pebruari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Dedeh

Bu karsinah menderita Infeksi Ginjal


LATIP BIN RASWAN (56, Tumor pada Pinggul). Alamat : Blok Sumur Wuni, RT 1/7, Kelurahan Argasunya,  Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sakit Pak Latip berawal dari bisul di kakinya yang semula kecil namun kian lama semakin membesar. Karena sakit yang semakin terasa, Pak Latip berobat ke Rumah Sakit Budi Luhur dan dirawat selama beberapa hari. Bisulnya tidak kunjung sembuh, bahkan kakinya kian bengkak dan membesar hingga menyerupai sakit kaki gajah. Pengobatan yang dilakukan di Rumah Sakit ini berhasil mengurangi bengkaknya dan Pak Latip diperbolehkan pulang. Setelah beberapa hari di rumah, sakitnya berpindah pada bagian pinggul. Pak Latip kembali menjalani perawatan, kali ini di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Diagnosa dokter menyatakan Pak Latip terkena tumor pada pinggul yang menyebabkan rasa sakit tak tertahankan. Beberapa hari di rumah sakit, Pak Latip pulang kembali setelah mendapat rujukan untuk berobat lebih intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Kendala biaya transportasi menyebabkan rujukan ini tertunda. Sebelum sakit, Pak Latip bekerja sebagai kuli angkut pasir di daerahnya. Kerja keras yang dilakukannya selama sekian waktu menyebabkan daya tahan tubuhnya menurun dan akhirnya sakit seperti saat ini. Mata pencaharianpun terhenti, karena sang istri Badriyah (55) hanya mengurus rumah tangga, sedangkan 9 orang anak Pak Latip belum mampu untuk membantu orang tuanya. Kehidupan sederhana yang dijalani, menjadi sangat memprihatinkan setelah Pak Latip tidak mampu lagi bekerja. Bersyukur selama menjalani pengobatan Pak Latip menggunakan fasilitas kesehatan BPJS Kelas III. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk biaya transportasi dan biaya hidup sehari-hari selama pengobatan Pak Latip. Setelah bantuan diberikan, Pak Latip saat ini menjalani pengobatan di Bandung. Semoga kesembuhan segera diberikan kepadanya agar bisa kembali hidup normal seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh suniah @asiihlestari

Pak latip menderita Tumor pada Pinggul


MUTIAH BINTI CARNA (73, Lumpuh Akibat Kecelakaan + Pengeroposan Tulang). Alamat: Kebon Waru Barat No. 46/41, RT 4/2, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cibeuying Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ibu Mutiah sudah lama menjanda dan tidak memiliki anak. Suaminya, Bapak Eman, sudah lama meninggal dunia dan sejak itu ia hidup sendirian di rumahnya yang berukuran kurang-lebih 2 X 2,5 meter. Ketika masih sehat ia mencari nafkah dengan menjadi tukang pijat di daerahnya. Sungguh malang nasib Ibu Muatiah, ketika suatu hari ia terjatuh dari bangku yang dipijaknya ketika sedang menjemur pakaian. Akibatnya tangannya terkilir dan bahunya keseleo. Beberapa hari ia harus terbaring karena seluruh badannya juga sakit. Setelah agak sembuh, karena ia hidup sendirian, ia kembali memaksakan diri melakukan pekerjaan rumahnya. Akan tetapi, karena kondisinya belum sehat — tangan dan bahunya masih sakit– ia kembali terjatuh dari bangku yang ia pijak ketika menjemur pakaian: kakinya terluka sangat parah sehingga dijahit sampai 24 jahitan. Sejak kecelakaan tersebut, sudah satu tahun lebih Ibu Mutiah terbaring di kamarnya dengan perawatan seadanya yang diperoleh dari dokter yang didatangkan ke gubugnya. Disebabkan oleh kondisinya yang sudah lama terbaring itu, kakinya menjadi lumpuh dan badannya sulit untuk bisa bangkit. Berdasarkan keterangan dokter yang terakhir memeriksanya, tulang kaki Ibu Mutiah mengalami pengeroposan. Sayang, sampai saat ini ia belum pernah dibawa periksa ke rumah sakit. Selama setahun lebih Ibu Mutiah dirawat oleh adik dan keponakannya yang juga hidup sederhana. Kebutuhan sehari-hari Ibu Mutiah diperoleh dari pemberian tetangga yang merasa kasihan dan sesekali menjenguknya. Kisah duka Ibu Mutiah itu disampaikan oleh Pak Iwan Kusumah kepada kurir Sedekah Rombongan. Pak Iwan seorang petugas Linmas yang peduli dan turut membantu kebutuhan Ibu Mutiah. Bersyukur kurir #SR dapat berkunjung ke rumah Ibu Mutiah. Kepada kurir #SR, keluarga Ibu Mutiah dan Pak Iwan menyampaikan harapannya agar Ibu Mutiah mendapat bantuan untuk pengobatan dan biaya hidupnya sehari-hari. Berempati dengan kondisi hidup keluarga dhuafa tersebut, alhamdulillah, Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan uang dari Sedekaholics dan menjadikannya sebagai pasien dampingan Sedekah Rombongan. Bantuan Pertama ini digunakan biaya memeriksakan Ibu Mutiah ke rumah sakit dan biaya sehari-hari. Pada kunjungan kedua kurir #SR, Ibu Mutiah sempat mengungkapkan keinginannya untuk sekedar bisa duduk, tetapi tidak mampu. Pada kunjungan bulan Desember 2016 diketahui bahwa hasil pengobatan dokter yang didatangkan ke rumahnya belum menunjukkan perekembangan membaik. Dikarenakan kondisi itu, Ibu Mutiah masih sangat memerlukan uluran tangan untuk meringankan beban penderiaannya. Maka pada Februari 2017, kurir #SR kembali mengunjungi Ibu Mutiah yang masih terbaring sendirian di kamarnya yang gelap dan sempit, untuk menyampaikan bantuan lanjutan, berupa uang dari para Sedekaholics. Bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk biaya berobat, dan terutama untuk kebutuhannya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 938.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 11 Februari 2017
Kurirs: @ddsyaefudin @azepbima @hengkisenandika

Bu mutiah menderita Lumpuh Akibat Kecelakaan + Pengeroposan Tulang


SITI ROHMAH (32, Kolik Abdomen). Alamat : Cimuncang RT 2/8 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sejak awal 2016 Teh Siti –nama panggilannya — kerap merasakan sakit yang hebat di bagian perutnya. Ia juga kerap merasa mual dan sekali-kali muntah. Selama beberapa bulan, ibu rumah tangga itu menduga bahwa itu hanya gejala sakit perut biasa. Obat sakit perut yang umum dipasarkan, diminumnya secara teratur, tetapi rasa sakitnya tak kunjung hilang. Bersama suaminya, berkali-kali ia juga dibawa periksa ke dokter praktek. Karena dokter praktek menyarankannya untuk memeriksakan diri di rumah sakit, ia kemudian berobat ke Puskesmas, menggunakan jaminan kesehatan KIS PBI. Dengan semangat ingin sembuh, berkali-kali dia diperiksa di Puskesmas Ciwidey. Dokter di Puskesmas akhirnya merujuk penanganan medis Teh Siti ke Poli Dalam RSUD Soreang Kab. Bandung. Akan tetapi, selama beberapa bulan, rujukan medis itu tidak ia tindaklanjuti karena terkendala masalah biaya. “Jangankan untuk biaya berobat; untuk kebutuhan pokok sehari-hari pun kami sering kesulitan,” katanya kepada kurir Sedekah Rombongan, saat ia menyampaikan keinginannya untuk melanjutkan pengobatan di rumah sakit. Teh Siti bertemu dengan kurir #SR atas informasi dari saudaranya yang pernah dibantu Sedekah Rombongan. Bersyukur kurir #SR dapat bersilaturahmi dengan keluarga kecil yang tabah ini. Teh Siti dan suaminya termasuk dhuafa yang layak dibantu. Suaminya, Pak Atep Oni (29) hanya pekerjaan buruh harian lepas yang penghasilannya tak seberapa dan tak menentu. Mereka termasuk dhuafa. Selain itu, penyakit Teh Siti cukup serius dan ia sangat bersemangat untuk terus berobat. Alhamdulillah harapannya mulai terbuka. Dengan empati sedekaholocs #SR, pada awal Februari 2017, ia diantar MTSR Bandung menjalani pemeriksaan awal di RSUD Soreang. Berdasarkan hasil pemeriksaa sementara, ia diduga mengalami Kolik Abdomen (Keram Usus yang Menyakitkan). Pada hari yang sama, alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan juga dapat menyampaikan Bantuan Awal kepada Ibu Siti Rohmah, berupa uang, yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi, membeli obat, dan biaya sehari-hari. Semoga sedekah ini membawa keberkahan bagi sedekaholics dan membuka kesembuhan bagi Teh Siti. “Terima kasih kepada #SR. Jazakumullah,” doa Bu Siti penuh ketulusan.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 9 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Bu siti menderita Kolik Abdomen


ETI SURYETI (43, Tumor pada Anus). Alamat: Kampung Pasir Sareh RT 4/5, Kelurahan Sinarjaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Awalnya, Bu Eti sering merasakan sakit pada bagian perut dan pinggangnya, namun ia tak pernah  menghiraukan rasa sakitnya itu; dia hanya menganggap sakit perut biasa. Setelah dua minggu, sakit perut yang dia rasakan tak kunjung membaik dan kondisinya malah semakin parah. Undang (45), suami Bu Eti, tak tega melihat sakit yang diderita istrinya itu. Lantas, ia membawanya berobat ke Puskesmas terdekat. Setelah dua minggu berobat di Puskesmas, dokter belum bisa mendiagnosa penyakit yang dialami ibu pendiam ini. Akhirnya, pemeriksaan medis Bu Eti dirujuk ke RSHS Bandung. Setelah menjalani pemeriksaan, Ibu Eti didiagnosa mengidap Tumor Anus. Selama kurang lebih satu tahun, dia berikhtiar menjalani pengobatan di RSHS Bandung hanya ditemani anak terbesarnya. Suaminya, Pak Undang –yang hanya buruh harian lepas– tidak bisa meninggalkan pekerjaan dan kedua anak mereka di kampung halaman. “kalau suami saya berhenti bekerja, dari mana biaya sehari-hari. Untuk biaya pengobatan ini kami kesulitan,’ kata Bu Eti. Penghasilan Ibu Eti sebagai pembantu rumah tangga dan upah sang suami yang tidak menentu, kalau digabungkan, hanya cukup untuk membiayai kehidupan keluarga sehari-hari dan biaya sekolah anak-anak mereka. Setiap berobat ke RSHS Bandung, mereka kerap kebingungan karena tidak punya sanak saudara di Bandung. Dalam ketidakmampuan ekonomi, Ibu Eti terpaksa harus bolak-balik menjalani pengobatan di kampung orang. Kesulitan hidup mereka akhirnya sampai kepada kurir #SR di Bandung, atas informasi dari pasien dampingan #SR yang sempat dirawat dalam ruangan yang sama dengan Ibu Eti. Bersyukur kurir #SR bisa bersilaturahmi dengan Ibu Eti! Dari ibu asal desa ini, kita dapat belajar arti sabar dan tawakal. Saat menceritakan kegetiran hidup yang dialami keluarganya, tersirat kuat juga harapannya untuk terus berikhtiar menjalankan perintah Allah Swt. Secara medis, ia akan menjalani kemoterapi yang dijadwalkan mulai akhir Desember 2016. Tetapi Ibu Eti memutuskan untuk pulang dulu ke kampungnya, setelah sebulan tinggal di RSSR Bandung. Pada minggu pertama bulan Februari 2017, diantar kedua anaknya,  Ibu Eti datang lagi ke RSSR Bandung untuk melanjutkan terapi kemo yang tertunda. Meskipun secara fisik kondisinya belum membaik, tetapi semangatnya untuk terus berikhtiar sangat tinggi. Ia masih membutuhkan dukungan dan bantuan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholic, kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk Ibu Eti. Bantuan yang dia terima di RSSR ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi, tambahan biaya membeli obat, dan biaya sehari-hari. Saat menerima titipan langit tersebut, Bu Eti mengucapkan terima kasih dan mendoakan sedekaholics dan kurir #SR agar senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 919.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 9 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @widi_cincin

Bu eti menderita Tumor pada Anus


AEP BIN UCA (54, Hernia). Alamat : Kampung Palalangon RT 17/2, Desa Sinargalih, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Prov. Jawa Barat. Pak Aep adalah seorang kuli bangunan. Pak Aep tinggal di rumah milik sendiri, bersama istri dan anak-anaknya. Pak Aep sering merasakan sakit pada perut bagian bawah. Keluhan itu sering dirasakan akhir-akhir ini. Sehingga Pak Aep tidak dapat bekerja seperti biasanya. Pak Aep sudah memeriksakan kesehatannya ke Puskesmas terdekat, dan hasil pemeriksaan dokter Pak Aep menderita penyakit hernia, dokter menyarankan Pak Aep harus segera dibawa ke dokter specialis bagian dalam di Rumah Sakit Bayu Asih Purwakarta. Karena tidak punya jaminan kesehatan dan tidak ada biaya, Pak Aep tidak meneruskan ikhtiar berobatnya. Pak Aep ingin segera sembuh dari penyakit yang sering menyiksanya. Pak Aep masih mempunyai tanggungan anak sekolah yang sangat membutuhkan biaya. Istrinya tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa pasrah pada keadaan. Pada saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan, Pak Aep sedang duduk lemah dan mengeluhkan sakitnya yang sudah lama diderita. #SedekahRombongan sangat merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga Pak Aep bisa memeriksakan kesehatannya dan keadaannya segera membaik. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 900.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asep_za

Pak aep menderita Hernia


LUSI BINTI MANSUR (14, Lupus). Alamat : Kp. Cidahu, RT 16/5, Desa Tegal Datar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Usi –akrab kami memanggil gadis remaja ini–, ia merupakan putri bungsu dari pasangan Bapak Mansur (Alm) dan Ibu Nirat (45). Ya, pada tanggal 14 Januari 2014 lalu, ayah Lusi meninggal dunia. Ayahnya meninggalkan empat orang anak dan satu istri. Maka, semenjak itu ibunyalah yang membiayai Usi dan ketiga saudaranya. Adapun riwayat penyakit Usi, diawali dengan seringnya mengalami muntah dan pusing. Ibunya pun membawanya berobat ke Puskesmas terdekat, ia pun hanya didiagnosa mengalami penyakit maag. Satu minggu berlalu, kondisi kesehatan Usi tak juga membaik, ia justru semakin sering mengalami muntah, pusing lalu seluruh kulitnya memerah. Ibunya pun mulai khawatir, ingin hati segera memeriksakan Lusi ke RSUD Purwakarta, namun apa daya hasil berjualan di warungnya tak cukup untuk membiayai pengobatan Lusi, karena ia harus membayar hutang bekas modal warungnya dahulu. Ia pun kemudian meminta bantuan Pak RT setempat, biaya pengobatan Usi dibantu dari hasil perelek (patungan) warga setempat. Usi pun bisa berobat di RSUD Bayu Asih, tak dinyana ternyata hasil pemeriksaan menunjukan bahwa Usi menderita penyakit lupus. Ia pun kemudian mendapat rujukan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di RSHS Bandung, keberangkatannya menuju RSHS sempat tertunda karena kendala biaya juga ibunya tak bisa meninggalkan warungnya dalam waktu lama, jika warung ditinggal dan ditutup, maka keluarga Usi tidak memiliki penghasilan. Alhamdulillah, kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Usi, saat itu tampak gurat kesedihan di wajah ibunya, kami dengan membuka telinga mendengar segala keluh kesahnya. Saat itu kami membawa titipan bantuan dari para sedekaholics #SR, bantuan tersebut akan digunakan Usi dan keluarganya untuk biaya transportasi dan akomodasi selama menjalani pengobatan di RSHS Bandung, karena Ibunya menuturkan jika uang sudah terkumpul, maka ikhtiar pengobatan anaknya akan dilanjutkan. Selain itu, bantuan tersebut juga digunakan untuk biaya sehari-hari keluarga Lusi juga biaya untuk melunasi hutang yang dulu digunakan untuk biaya pengobatan Lusi. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 927. Semoga Allah memudahkan segala urusan keluarga Usi, juga Allah angkat penyakit Usi dan kembali disehatkan sebagaimana biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asep_za

Bu lusi menderita Lupus


SALSA RAMADANTI (1, Jantung Bocor). Alamat : Kp. Sawit Kaler RT 9/5, Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Neng Salsa, akrab kami memanggil balita yang lahir kembar dan premature ini. Neng Salsa sangat beruntung, dengan berat yang hanya 1,2 kg ketika lahir, namun ia bisa bertahan hidup hingga sekarang. Sedangkan kembarannya yang lahir dengan berat 5 ons, harus meninggal tak lama setelah ia lahir ke dunia. Neng Salsa sudah didiagnosa mengalami bocor jantung ketika umurnya masih 3 bulan, keluarganya sempat ikhtiar pengobatan untuk kesembuhan Neng Salsa. Kala itu, pemeriksaannya sudah sampai tahap Echo, namun karena kendala biaya maka selama 5 bulan ini proses pengobatan dan pemeriksaan Neng Salsa harus tertunda. Ayahnya Caca (33) merupakan seorang buruh kuli menjahit tas di kota Bandung, penghasilannya tak cukup untuk membiayai akomodasi pengobatan anaknya tersebut, tempat tinggal pun masih harus menumpang di rumah Nenek Salsa. Akhir Januari lalu, dengan tekad yang kuat, Neng Salsa kembali dibawa untuk ikhtiar pengobatan, keluarganya meminjam uang kepada tetangga setempat untuk biaya akomodasi. Dengan ijin Allah, tetangganya tersebut mengabarkan kepada kurir Sedekah Rombongan daerah Purwakarta. Kami pun datang bersilaturahim ke rumah Neng Salsa, saat itu Neng Salsa akan dibawa ke RSHS Bandung untuk menjalani proses echo ulang. Kami pun menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Neng Salsa menuju RSHS Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @ula_awwal

Salsa menderita Jantung Bocor


RAEHAN SAOMI WARDANA (14, Gejala Typus). Alamat : Kp. Pangkalan RT 4/2, Desa Palinggihan, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Rere, akrab kami memanggil siswa kelas V MTS ini. Tepatnya pada hari Rabu, 25 Januari 2017 Rere terpaksa pulang lebih awal dari sekolahnya, ia mengalami demam tinggi kemudian diantar pulang oleh teman sekelasnya. Sampai tanggal 31 Januari Rere belum juga masuk sekolah, ketika dijenguk oleh guru sekaligus kurir di daerah tersebut, ternyata Rere masih dalam keadaan demam tinggi. Orantuanya belum membawa Rere ke Dokter atau puskesmas, hal tersebut tak lain karena kendala biaya. Ibunya yang merupakan seorang buruh cuci di rumah tetangga, tak memiliki cukup uang untuk membawa Rere berobat. Beruntung Allah pertemukan kurir sedekah rombongan dengan Rere dan ibunya, kami sampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan Rere. Semoga Rere segera Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @zakiyah_

Raehan menderita Gejala Typus


OMAN BIN MANSYUR (46, Kelainan Ginjal). Alamat: Kp. Cidahu, RT 2/2, Desa  Gunungkarung, Kec. Maniis, Kab. Purwakarta. Pak Oman, akrab kami memanggil lelaki pekerja keras ini. Ia merupakan seorang buruh tani di sawah, berangkat saat sebelum matahari terbit dan pulang saat hari mulai gelap. Kadang ia lupa dengan kesehatannya, jika sedang asyik bekerja ia lupa untuk sesekali meneguk air putih. Ia lebih memilih tenggorokannya kering kerontang. Hal itulah yang menyebabkan Pak Oman didiagnosa mengalami penyakit kelainan ginjal, salah satunya adalah karena ia jarang sekali meminum air putih. Awalnya ia sering mengeluh kesakitan di bagian punggung dan perutnya, ia pun dibawa berobat ke Puskesmas setempat. Tim medis di Puskesmas tersebut menyarankan agar Pak Oman segera melakukan pemeriksaan di RSUD Daerah. Ia pun kemudian dibawa ke RS tersebut dengan menggunakan fasilitas BPJS. Hasil pemeriksaan menunjukan bahwa ia mengidap penyakit gangguan ginjal dan harus melakukan kontrol pemeriksaan setiap bulannya. Ia merasa keberatan dengan biaya transportasi dan akomodasi pulang-pergi RS tersebut, juga ia harus membayar beberapa obat yang tidak tercover BPJS. Alhamdulillah kami dipertemukan dengan keluarga Pak Oman, kami menyampaikan titipan para Sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga Pak Oman segera Allah sembuhkan. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 833.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asep_za

Pak oman menderita Kelainan Ginjal


SIFA MARDOTILLAH (6, TBC Kulit). Alamat : Kp. Slaganggeng RT 9/4, Desa Cilingga, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Neng Sifa, akrab kami memanggilnya. Bulan agustus 2016 lalu, ia merasakan gatal-gatal dipunggungnya yang kemudian menyebar ke seluruh tubuh dari ujung kaki hingga ujung kepala. Tak hanya gatal, namun juga menjadi benjolan-benjolan penuh nanah, beberapa ada yang mengering dan tampak mengerak.  Kondisinya sungguh sudah sangat memprihatinkan. Selain itu, ibu dan adiknya harus rela tertular penyakit tersebut, karena selama ini ibunyalah yang merawat Sifa secara langsung, ayahnya sudah sejak 2 tahun lalu meninggal dunia. Selama ini Sifa, ibu dan adiknya hanya mengandalkan pemberian dari tetangga dan kerabat dekatnya. Bersukur kami kurir sedekah rombongan bisa bertemu dengan Sifa, saat itu ia sedang berada di ruang perawatan Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA) Purwakarta. Kami langsung menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya berobat dan biaya hidup sehari-hari Sifa, ibu juga adiknya. Semoga Allah segera mengangkat penyakit yang melekat pada ketiganya tersebut.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @hastapradja

Sifa menderita TBC Kulit


MUHAMMAD RAFLI (10, Leukimia). Alamat : Gg. Bronjong, RT 24/8, Desa Maracang, Kecamatan Maracang, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Dek Rafli merupakan pasien dampingan gerakan Sedekah Rombongan. Sejak menginjak umur 6 tahun, ia mengalami demam disertai dengan muntah, mencret dan nyeri diseluruh persendiannya, kemudian ia dibawa ke Puskesmas setempat oleh kedua orangtuanya. Tim medis di Puskesmas tersebut menyarankan Dek Rafli untuk menjalani tes darah di RSUD Bayu Asih Purwakarta, ia pun kemudian dibawa ke RSUD tersebut. Hasil laboratorium menyatakan bahwa Dek Rafli didiagnosa mengidap penyakit Leukimia, semenjak itu setiap bulannya Dek Rafli harus menjalani pemeriksaan secara rutin ke RSHS Bandung. Selama 2 tahun ini kedua orangtuanya tidak pernah berhenti berjuang untuk ikhtiar pengobatan anaknya agar bisa sembuh kembali, hingga keduanya rela meminjam uang kepada tetangganya. Ayahnya yakni Rogis (36) adalah seorang pengumpul rongsokan yang memiliki penghasilan yang sangat minim, selain membiayai kehidupan keluarganya sehari-hari dan membiayai pengobatan Rafli, ayahnya pun harus membayar kontrakan tempat mereka tinggal setiap bulannya. Kedua orangtuanya amat sangat membutuhkan uluran bantuan dari para donator untuk membantu membiayai pengobatan Rafli. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Dek Rafli, kami diberi titipan oleh sedekaholics untuk menyampaikan bantuan kepada Dek Rafli. Bantuan tersebut digunakan Dek Rafli untuk biaya akomodasi ke RSHS Bandung juga biaya pembelian obat yang tidak tercover BPJS. Pada tanggal 13 Februari 2017, saat kami menyambangi rumahnya, kondisi Dek Rafli semakin parah, kini ia tidak bisa berjalan lagi sebagaimana biasa. Mari doakan bersama agar proses pengobatan Dek Rafli berjalan dengan lancar. Adapun laporan bantuan sebelumnya, tercatat pada Rombongan 943.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @hastapradja

Rafli menderita Leukimia


IIS NURMALASARI (1, Atresia Ani). Alamat : RT 4/2, Desa Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Dek Iis merupakan buah hati pertama dari pasangan Bapak Masna (25) dan Ibu Tinah (23). Ia memiliki keistimewaan lain sejak lahir, yakni tak memiliki lubang anus yang sempurna seperti bayi pada umumnya. Hal tersebut mengakibatkan perut Dek Iis semakin membuncit karena tak bisa membuang kotoran, setiap harinya ia hanya mampu menangis mengeram kesakitan. Orangtuanya tidak bisa berbuat banyak, mereka hanya mampu memeriksakan anaknya tersebut ke puskesmas setempat. Padahal Dek Iis sejak lahir telah dirujuk untuk melakukan pengobatan di RSUD Purwakarta, namun karena keterbatasan biaya akhirnya hingga saat ini kondisi Iis pun semakin memburuk, maklum saja ayahnya Iis adalah kuli serabutan yang penghasilannya tak menentu dan pas-pasan. Kabar tersebut terdengar oleh banyak relawan di Purwakarta, akhirnya Agustus lalu Dek Iis dibawa berobat ke RS. Santosa Bandung dan menjalani perawatan intensif selama beberapa hari disana, alhamdulillah kurir #SedekahRombongan bisa menemui Iis dan keluarganya di RS tersebut, juga sekaligus menyampaikan titipan bantuan dari para Sedekaholics. Sebulan kemudian ketika Iis sudah berada di rumahnya, ibunya menghubungi kurir #SRPurwakarta dan meminta untuk segera datang ke rumahnya di Cikampek. Kami pun mendatangi rumahnya, ibunya mengeluhkan kekurangan biaya untuk membeli kantong feses, biaya transportasi ke puskesmas setiap minggunya, juga pembelian susu formula. Alhamdulillah hingga saat ini terhitung 4 kali kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk Dek Iis, kedua orangtuanya meminta agar para kurir ikut mendoakan proses operasi Dek Iis yang waktunya belum pasti diketahui. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 946. Semoga Dek Iis segera Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603

Bu iis menderita Atresia Ani


HANDI KUSNAWAN (11, End Stage Renal Disease + Batu Empedu). Alamat : Dusun Kecemek RT 7/2, Desa Bayurkidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Handi pasien dampingan Sedekah Rombongan, putra pertama dari pasangan Bapak Engkus Kusnawan (35) dan Ibu Nurjanah Binti Chalim (34). Merasakan sakitnya sejak 4 tahun lalu. Berawal dari mual terus-menerus disertai bengkak di sekujur tubuh. Keluarga membawa Handi ke Rumah Sakit Islam Kabupaten Karawang, dan mendapat rujukan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, namun  keluarga menolak dengan alasan biaya. Setahun kemudian Handi dirawat selama seminggu ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Selang beberapa hari pulang, ia merasakan lehernya tercekik disertai panas tinggi. Pada saat itu Handi hanya berobat secara herbal, namun keadannya semakin parah. Juni 2016 Handi melakukan pemeriksaan di RSUD Kabupaten Karawang, ia terdiagnosis menderita End Stage Renal Disease yang dalam bahasa umum dikenal dengan gagal ginjal. Handi kemudian dirujuk ke RSHS Bandung untuk menjalani pengobatannya lebih lanjut. Handi belakangan juga diketahui perutnya bengkak, keras dan sakit, ia terdiagnosis menderita batu empedu dan diharuskan menjalani proses operasi pengangkatan batu empedunya. Alhamdulillah operasi berjalan dengan baik. Handi saat ini rutin menjalani kontrol kesehatan serta cuci darah sesuai jadwal yang telah ditentukan sebanyak dua kali dalam seminggu di RSUD Karawang. Selama sakitnya Handi menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, walau terbantu dalam biaya di rumah sakit namun mereka kesulitan dalam memenuhi kebutuhan biaya transportasi dan biaya makan selama handi harus cuci darah. Kembali santuan lanjutan disampaikan untuk membantu biaya sehari-hari selama Handi dirawat di RSUD Karawang. Santunan sebelumnya telah tercatat dalam Rombongan 948. Semoga kondisi handi terus stabil dengan kondisi yang baik seperti sekarang ini aamiin ya rab..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @etydewi2

Handi menderita End Stage Renal Disease + Batu Empedu


HANDI KUSNAWAN (11, End Stage Renal Disease + Batu Empedu). Alamat : Dusun Kecemek RT 7/2, Desa Bayurkidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Handi pasien dampingan Sedekah Rombongan, putra pertama dari pasangan Bapak Engkus Kusnawan (35) dan Ibu Nurjanah Binti Chalim (34). Merasakan sakitnya sejak 4 tahun lalu. Berawal dari mual terus-menerus disertai bengkak di sekujur tubuh. Keluarga membawa Handi ke Rumah Sakit Islam Kabupaten Karawang, dan mendapat rujukan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, namun  keluarga menolak dengan alasan biaya. Setahun kemudian Handi dirawat selama seminggu ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Selang beberapa hari pulang, ia merasakan lehernya tercekik disertai panas tinggi. Pada saat itu Handi hanya berobat secara herbal, namun keadannya semakin parah. Juni 2016 Handi melakukan pemeriksaan di RSUD Kabupaten Karawang, ia didiagnosis menderita End Stage Renal Disease yang dalam bahasa umum dikenal dengan gagal ginjal. Handi kemudian dirujuk ke RSHS Bandung untuk menjalani pengobatannya lebih lanjut. Handi belakangan juga mendereita batu empedu, sehingga mengharuskannya untuk dioperasi untuk mengambil batu empedunya. Alhamdulillah operasi berjalan dengan baik. Handi sampai saat ini rutin menjalani kontrol kesehatan serta cuci darah sesuai jadwal yang telah ditentukan sebanyak dua kali dalam seminggu. Selama sakitnya Handi menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, walau terbantu dalam biaya di rumah sakit namun orang tua Handi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan biaya transportasi selama Handi berobat. Kembali santuan lanjutan disampaikan untuk meringankan memenuhi kebutuhan sehari-hari juga transportasi selama ia berobat. Santunan sebelumnya telah tercatat dalam Rombongan yang sama . Ayah Handi mengucapkan terima kasih bantuan yang terus diberikan selama ini. Semoga titipan dari sedekaholics memberikan harapan baru untuk Handi, semangat menjalani hari-harinya selama pengobatan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @etydewi2

Handi menderita End Stage Renal Disease + Batu Empedu


DIDAH FARIDAH (38, Gagal Ginjal + Maag Kronis). Alamat: Kp. Rancapaku, RT 5/3, Desa Rancapaku, Kec. Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Rasa sakit yang dialami Bu Didah sudah terasa sejak dua bulan lalu. Badannya semakin hari semakin lemah dan demam menyerangnya selama beberapa hari, perutnya sering terasa sakit, wajahnya pucat dan tidak bertenaga. Bu Didah tidak tahu penyakit apa yang menimpanya. Akhirnya, ia memeriksakan diri ke puskesmas terdekat dan ternyata harus dirujuk ke RS SMC Rancamaya, Singaparna. Namun karena terbentur masalah biaya, ia memilih mengobati penyakitnya di rumah saja padahal ia mempunyai Jamkesmas. Beberapa hari kemudian, Bu Didah tidak sadarkan diri dan dibawa ke rumah sakit dan dokter mendiagnosanya dengan penyakit gagal ginjal dan maag akut sehingga ia harus melakukan cuci darah. Bu Didah tinggal bersama suaminya, Wawan (40) yang bekerja sebagai buruh tani dengan pendapatan yang hanya mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka mempunyai dua anak yang masih membutuhkan biaya sekolah. Sedekah Rombongan akhirnya bisa bertemu dengan Bu Didah dan suaminya ketika ia dirawat di RS SMC dan menyampaikan bantuan untuk biaya berobat dan akomodasi. Tapi kita tak pernah tahu skenario yang telah diatur-Nya, Bu Didah menghembuskan nafas terakhir setelah dirawat selama lima hari. Semoga Allah memberi tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 9 Februari 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR @adiabdillah Endang

Bu didah menderita Gagal Ginjal + Maag Kronis


NANI BINTI SALIM (33, Ca Mammae). Alamat: Kp. Sukamaju RT 2/3, Kelurahan Urug, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Awalnya, Bu Nani merasakan sakit di bagian payudaranya dan mengira itu hanya lah sakit biasa. Beberapa minggu kemudian, rasa sakitnya semakin menjadi dan peyudaranya menghitam dan mulai ada benjolan kecil dan luka, ia pun pergi berobat ke puskesmas namun setelah tiga minggu tidak ada kemajuan sama sekali dan ia harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Ketika dirawat di RSUD dan akan melakukan pembedahan, ternyata Bu Nani harus dirujuk ke RSHS Bandung karena ketidaktersediaan alat medis di RSUD. Ia pun dibawa ke RSHS dan melakukan operasi dan sayangnya setelah operasi pengangkatan payudara, kondisinya semakin lemah dan dilarikan lagi ke RSUD Tasikmalaya dengan jaminan KIS. Bu Nani tinggal bersama suaminya, Kusnadi (41) yang bekerja sebagai buruh bangunan dan kadang tidak bekerja selama beberapa minggu karena sepinya pekerjaan, hal tersebut membuat bebannya keluarga Bu Nani bertambah karena tak ada pendapatan padahal ia membutuhkan biaya berobat dan transportasi, ditambah dengan tanggungan anak yang masih duduk di bangku sekolah. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Bu Nani dan menyampaikan bantuan dari Sedekaholics untuk meringankan biaya membeli obat yang tidak dijamin KIS. Semoga Allah segera mengangkat penyakit Bu Nani dan memberi kesembuhan untuknya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 8 Januari 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @adebuser @miftahudinSR

Bu nani menderita Ca Mammae


FAIRUS SAFANA (2, Hidrosephalus+ TB Paru). Alamat: Kp. Talaga RT 1/8, Desa Sukamaju Kidul, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Ketika dilahirkan, keadaan fisik Fairus sudah terlihat tidak normal. Kepalanya yang membesar tidak seperti bayi kebanyakan. Orangtuanya sudah membawanya ke puskesmas sampai ke rumah sakit untuk ditangani. Berkali-kali keluar masuk rumah sakit hingga berobat jalan selama lima bulan pernah Fairus jalani. Namun, sampai sekarang keadaannya masih memprihatinkan karena tidak ada perubahan yang menggembirakan. Keluarga Fairus sudah berusaha mengobati buah hatinya ini sesuai dengan kemampuannya, tapi kemampuan perekonomian mereka sangat terbatas. Bulan April 2015 Fairus diduga menderita hernia, namun yang akan didahulukan adalah pengobatan TB Parunya dulu, serta terapi yang harus ia jalani di klinik swasta. Fairus bulan Mei 2016 masih menjalani terapi rutin TB Paru dan terapi gerak utuk melatih syaraf motoriknya di klinik swasta.Ayahnya, Hidayatullah (36) hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Sebenarnya Fairus mempunyai jaminan kesehatan Jamkesda, tapi ayahnya mempunyai tujuh anak yang harus dibiayai dan  mereka membutuhkan biaya tambahan untuk bekal selama berobat di rumah sakit. Sehingga ketika menerima bantuan dari #SedekahRombongan yang berasal dari donasi para Sedekaholics, mereka mengungkapkan  kelegaannya. Santunan #SedekahRombongan disampaikan kembali untuk biaya terapi dan pengobatan Fairus selama bulan Februari 2017 di RSUD dr. Soekardjo dan klinik Syifa Medina Tasikmalaya, untuk biaya transportasi, akomodasi sehari-hari, biaya terapi, dan membeli asupan makanan bergizi agar kondisinya tetap stabil dan untuk meningkatkan gizi Fairus yang juga mengalami perkembangan badan yang agak terlambat. Keadaannya sekarang masih belum stabil dan masih harus melakukan pengobatan. Semoga Fairus dapat segera sembuh dan merasakan kegembiraan seperti anak-anak yang lainnya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan  896.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 10 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr

Fairus menderita Hidrosephalus+ TB Paru


ACEP JUMHUR (13, TB Paru). Alamat: Kp. Rancabungur RT 2/1, Kelurahan Bungursari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah dari umur lima tahun, Acep menderita penyakit TB Paru. Hampir setiap hari dadanya terasa sakit dan pernapasannya sering terganggu dan setiap hari pula ia harus mengonsumsi obat yang ia dapatkan dari puskesmas. Tak jarang, karena masalah ekonomi, Acep mengehentikan pengobatannya yang harusnya dilakukan sebulan sekali untuk sementara waktu dan ia harus absen dari sekolahnya karena terkadang kondisinya yang melemah. Selain jaminan kesehatan yang tak dimiliki Acep, masalah transportasi pun menjadi halangan. Acep tinggal bersama ayahnya, Sutrisno (44) yang bekerja sebagai buruh tani dan ibunya, Heni (43) yng membantu perekonomia keluarga dengan bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Bagi mereka beban terasa berat karena untuk kebutuhan sehari-hari kadang tidak tercukupi apalagi ditambah dengan penyakit Acep yang tidak kunjung sembuh. Akhirnya, kurir Sedekah Rombongan diberi kesempatan untuk menjenguk Acep dan menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi dan obat. Semoga Allah memberi kesehatan pada Acep agar ia bisa bersekolah seperti teman-temannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 8 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR @adiabdillah

Acep menderita TB Paru


IKAH BINTI MADPAI (77, Hypertensi + Jompo). Alamat: Kp. Bojong Herang RT 4/5, Kelurahan Mulyasari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah lama Bu Ikah terserang penyakit hipertensi yang mengganggu aktivitas sehari-harinya. Ia sering merasakan pusing setiap hari dan ketika memeriksakan diri ke puskesmas, Bu Ikah diberi obat untuk mengurangi rasa sakitnya. Namun karena faktor usia yang semakin senja, penyakitnya tersebut tidak memperlihatkan perkembangan yang baik, untuk berobat ke rumah sakit pun ia tak mampu dan tak punya jaminan kesehatan. Setiap hari, Bu Ikah hanya bisa berdiam diri di rumah karena kakinya sudah tidak kuat berjalan lagi. Suaminya, Uju (79) setiap harinya berjualan opak dan pendapatannya tidak menentu karena dagangannya kadang tidak laku, Pak Uju sempat ingin melakukan pekerjaan lain tapi apa daya karena badannya sudah renta dimakan usia. Mereka hidup berdua di rumah kecil sederhana dan anak-anaknya sudah menikah dan tinggal berjauhan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa menemui mereka berdua dan menyampaikan bantuan dari para Sedekaholics yang sudah menyisihkan sebagian hartanya demi membantu para dhuafa seperti Bu Ikah untuk meringankan biaya pengobatan dan akomodasi. Semoga Allah memberi kemudahan hidup kepada Bu Ikah dan Pak Uju. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 Februari 2017
Kurir: @ddsayefudin @mustikanoverita Ahmad

Ikah menderita Hypertensi + Jompo


YADI BIN ASJAN (64, Katarak). Alamat: Kp. Mekarjaya RT 32/8, Kelurahan Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah beberapa bulan ini, Pak Yadi menderita penyakit katarak. Penyakit tersebut muncul karena Pak Yadi yang sering pergi ke sawah dan matanya sering terkena gabah dan lama-kelamaan membuat matanya rabun. Pak Yadi kemudia pergi berobat ke pengobatan gratis yang diadakan di daerahnya dan ia diberi obat tetes mata. Bukannya membaik, penglihatan Pak Yadi semakin buram dan mulai ada bercak-bercak putih di bola matanya, awalnya hanya satu mata yang terkena katarak dan sekarang dua mata Pak Yadi sudah tidak bisa melihat. Kini Pak Yadi sudah menganggur dan tak bisa bekerja lagi sebagai petani. Isrinya, Odeh (56) yang kini menggantikan Pak Yadi sebagai tulang pinggung keluarga. Bu Odeh bekerja sebagai buruh cuci. Mereka tinggal agak berjauhan dengan anak-anaknya yang membuat Pak Yadi kesulitan meminta bantuan orang lain untuk melakukan pengobatan ke rumah sakit dan letak rumahnya pun jauh dari jalan raya, jaminan kesehatan pun ia tak punya. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan bisa mengunjungi Pak Yadi untuk menyampaikan santunan dari Sedekaholics untuk biaya berobat ke RSUD supaya penyakitnya bisa segera disembuhkan. Semoga Allah memberikan kesembuhan padanya dan penglihatannya segera pulih. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 7 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak yadi menderita Katarak


OMAN HERMAWAN (76, Pneumonia+Paru-Paru Basah). Alamat: Binong Kidul No. 91/127C RT 4/3, Kelurahan Kebon Kangkung, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sewaktu masih tinggal di Rancaekek Kabupaten Bandung, Pak Oman sering menderita sesak napas, dan berulang kali berobat  ke Puskesmas. Untuk mencari nafkah Pak Oman beserta istri dan kedua anaknya pindah ke Kota Bandung dan tinggal menumpang di rumah saudaranya. Di Bandung ia bekerja menjadi juru parkir di Jalan Terusan Gatot Subroto, dan bekerja dari sore sampai. Karena pekerjaannya itu pula penyakitnya semakin sering kambuh sehingga beberapa kali berobat ke Rumah Sakit Pindad Bandung. Pada tanggal 6 Februari 2017 Pak Oman mengalami sakit yang kritis, sehingga segera dievakuasi ke RS Pindad dan harus dirawat di sana. Selama Pak Oman dirawat ditunggui oleh strinya, Ibu Eneng Jumanah. Karena kondisi Pak Oman itulah Ibu Eneng semakin mengalami kesusahan, karena ia dan suaminya tidak memiliki uang untuk biaya hidup dan untuk bekal selama di rumah sakit. Bahkan kedua anak Pak Oman pun terpaksa dititipkan pada saudaranya di Rancaekek Kab. Bandung. Penderitaan Pak Oman dan keprihatinan yang dialami keluarganya diceritakan oleh Ketua RT yang membantunya, yaitu Ibu Nani Rohaeni, kepada Kurir Sedekah Rombongan. Syukur Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung menemui istri Pak Oman dan menjenguknya ketika Pak Oman sudah pulang ke rumah. Kondisi Pak Oman masih terbaring lemah di tempat tidurnya dirawat dan ditunggui oleh istrinya. Dengan perasaan sedih Istri Pak Oman menceritakan kesusahannya, selain tidak memiliki biaya untuk sehari-hari, ia juga memerlukan biaya transportasi untuk biaya rawat jalan Pak Oman. Karena berempati dengan kesulitan keluarga Pak Oman, alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat memberikan bantuan uang dari para Sedekaholics. Bantuan tersebut akan digunakan untuk meringankan beban hidupnya sehari-hari dan mudah-mudahan dapat membantunya untuk biaya transportasi berobat. Semoga bantuan para dermawan akan membuka jalan bagi kesembuhan Pak Oman Hermawan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 13 Februari 2017
Kurirs: @ddsyaefudin @azepbima @iwadewa1 @ajeng

Pak oman menderita Pneumonia+Paru-Paru Basah


HALIMAH BINTI MARTULIH (39, Kista Ovarium). Alamat : Kp. Karang Tengah RT 2/10, Desa Pusaka Rakyat, Kecamatan Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pada bulan April 2015, Bu Halimah menjalani operasi benjolan pada rahim di RS Koja Jakarta. Setelah menjalani operasi ia sempat kontrol beberapa kali, namun karena ketiadaan dana, ia berhenti menjalani kontrol dan bahkan Kartu BPJS nya tidak dibayarkan iuran bulanannya. Hingga saat ini benjolan di rahim Bu Halimah tumbuh lagi. Ia kesulitan membayar tunggakan BPJS yang sudah terlanjur membengkak. Suaminya, Pak Karta (42) hanya seorang buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentu. Untuk biaya hidup sehari-hari saja mereka kesulitan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan berupaya membantu membayarkan tunggakan BPJS Bu Halimah dan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi berobat ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Asti

Bu halimah menderita Kista Ovarium


INAN BIN SAIM (46, Susp. Eritroderma). Alamat: Kp. Gondrong RT 5/3, Desa Jejalen Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pak Inan yang aslinya warga Kabupaten Karawang ini, sejak 7 tahun yang lalu menderita sakit kulit. Awalnya, kepalanya tertusuk bambu yang kemudian mengeluarkan cairan. Cairan yang keluar dari kepalanya tersebut, terus menetes dan merambat ke permukaan wajahnya. Dari situ, Pak Inan mulai merasakan ada sakit kulit di tubuhnya. Pak Inan sudah berupaya berobat ke mantri di kampung dan ke Puskesmas, namun tak kunjung membuahkan kesembuhan. Sehari-harinya, Pak Inan bekerja sebagai pemulung, sehingga tidak banyak materi yang ia dapatkan dari pekerjaannya ini. Sehingga menghalangi niatannya untuk mengobati sakitnya sampai tuntas. Sakit di kulitnya sangat mengganggu, karena apabila terkena terik matahari, kulitnya merasakan panas, jika terkena air, kulitnya akan mengeluarkan bau anyir. Suami dari Ibu Asih (40) ini hanya bisa pasrah dan menanti ada orang yang mau menolongnya. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Inan sehingga bisa membantu meringankan bebannya. Saat ini Pak Inan akan menjalani pemeriksaan ke dokter spesialis kulit di RSUD Kabupaten Bekasi. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi berobat ke rumah sakit dan membayar iuran Kartu KIS Mandiri. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 943. Semoga Pak Inan segera diberi kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Yunita Muslimah Mamat Maksudi

Pak inan menderita Susp. Eritroderma


NIA PUJI LESTARI (30, Kanker Serviks). Alamat : Semampir, Gang AWS VII, RT 2/2, Kelurahan Medokan Semampir, Kecamatan.Sukolilo, Kota Surabaya, Jawa Timur. Sekitar awal tahun 2015 Bu Nia tiba-tiba merasakan sakit yang hebat di perut bagian bawah. Bu Nia berfikir jika sakit yang dirasakan karena mendekati jadwal menstruasi. Namun, nyeri perut bawah yang dirasakan Bu Nia tidak kunjung sembuh sampai 2 hari berikutnya, hingga akhirnya Bu Nia memeriksakan diri ke dokter kandungan. Berdasarkan pemeriksaan, Bu Nia didiagnosa menderita kanker serviks. Pada mei 2015, Bu Nia pulang ke kampung halaman untuk mengurus jaminan kesehatan BPJS. Serta melanjutkan pengobatan di kampung halamannya, di Ngawi. Setelah dilakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Ngawi, Bu Nia di rujuk ke Rumah Sakit Moewardi Solo untuk dilakukan operasi pengangkatan serviks dan rahim. Operasi telah dilakukan dan Bu Nia disarankan untuk kontrol rutin setiap bulan. Namun karena keterbatasan biaya dan Bu Nia sudah tidak merasakan keluhan, akhirnya ia memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatannya dan kembali ke Surabaya untuk bekerja. Saat mulai bekerja hingga beberapa bulan kemudian, Bu Nia tidak merasakan keluhan berarti. Namun, sekitar 5 bulan kemudian Bu Nia mengalami pendarahan hebat, namun ia tetap mengabaikannya. Sekitar satu bulan kemudian, Bu Nia kembali mengalami pendarahan hebat hingga merasa lemas. Bu Nia kemudian berangkat sendiri untuk memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Haji Surabaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan foto rongen, diketahui bahwa kanker yang diderita Bu Nia sudah menyebar ke Ginjal. Bu Nia dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk dilakukan tindakan sinar. Hingga saat ini sinar sudah dilakukan sebanyak 25 kali. Karena kondisi yang lemah, saat ini Bu Nia sudah tidak dapat bekerja lagi, sehingga praktis tidak mempunya pemasukan sama sekali. Bu Nia mengeluhkan besarnya biaya yang diperlukan untuk berobat, transportasi dan kebutuhan obat diluar BPJS.. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Bu Nia. Mulai november 2016 Bu Nia menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Bantuan pertama telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya hidup, tranportasi ke rumah sakit serta biaya pengobatan yang tidak tertanggung BPJS. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu Nia masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000,-
Tanggal : 9 November  2016
Kurir :  @Wahyu_CSD  Riany @EArynta

Bu nia menderita Kanker Serviks


MASILAH BINTI SAMIN (52, Sakit Lambung). Alamat : Dusun Kedayon, RT 18/5, Desa Sumput, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Sekitar September 2016 lalu, Bu Masilah sibuk bekerja hingga kelelahasn dan sering terlambat makan. Bu Masilah sering mengkonsumsi kopi untuk mengatasi rasa kantuk saat bekerja. Kebiasaan Bu Masilah tersebut dan waktu istirahat yang kurang membuat kondisi Bu Masilah drop. Bu Masilah kemudian di bawa ke rumah sakit. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan di rumah sakit, Bu Masilah mengalami masalah lambung. Selain masalah lambung, bagian pusar Bu Masilah juga mengalami pembengkakan. Pihak Dokter menyarankan untuk dilakukan operasi. Bu Masilah memiliki kartu jaminan kesehatan BPJS Kelas 3, namun Bu Masilah mengalami kesulitan akomodasi dan biaya tranportasi untuk kontrol rutin ke rumah sakit. Sebelum sakit, Bu Masila bekerja sebagai tukang pijat bayi. Namun karena kondisi kesehatannya, Bu Masilah saat ini sudah tidak bekerja lagi. Bu Masilah adalah seorang janda. Ia tinggal bersama anaknya, Heni (26) yang sehari-hari juga bekerja sebagai tukang pijat. Bu Masilah memiliki 2 orang cucu, cucu pertama tinggal bersama Bu Masilah, sedangkan cucu kedua tinggal di panti asuhan karena keluarga Bu Masilah mengalami kesulitan ekonomi. Saat ini Bu Masilah menjalani pengobatan secara tradisional. Kondisi Bu Masilah saat ini, hanya bisa berbaring di tempat tidur. Alhamdulillah Sedekah Rombongan diberikan kesempatan untuk membantu meringankan sedikit beban Bu Masilah. Pada november 2016, Sedekah Rombongan memberikan bantuan kepada Bu Masilah. Bantuan sudah diberikan dan digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Keluarga Bu Masilah mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui  Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 November 2016
Kurir :  @Wahyu_CSD  Riany @EArynta

Bu masilah menderita Sakit Lambung


RIZKI YANTO (16, Malignant Round Cell Tumor). Alamat : Dusun Plampang, RT 1/1, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Rizki begitu ia biasa disapa keluarganya. Sekitar juli 2015, ia merasakan terdapat benjolan di tangan kanannya. Pada awalnya hanya terasa seperti benjolan kecil namun karena sering digaruk, benjolan tersebut pecah dan mengeluarkan nanah. Satu bulan kemudian benjolan menyebar ke sekitar tangan kanannya. Berawal dari penyebaran benjolan tersebut, Rizki semakin lama semakin sulit menggerakkan tangan dan kakinya. Kondisi Rizki semakin parah dan saat ini Rizki tidak bias berjalan.  Keluarga Rizki membawanya periksa ke rumah sakit setempat dan kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Rizki di diagnosa menderita Malignant Round Cell Tumor. Semakin lama kondisi kesehatan Rizki semakin menurun. Rizki sudah menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soetomo selama setengah tahun, namun kondisi Rizki masih belum kunjung membaik. Ayah Rizki, Kasturi (39) saat ini sudah tidak bekerja lagi karena harus menemani Rizki berobat. Sedangkan Ibunya, Supiyati (35) adalah seorang ibu rumah tangga. Rizki memiliki jaminan kesehatan KIS (Kartu Indonesia Sehat), namun terkadang ada beberapa obat yang diluar tanggungan KIS. Selain itu keluarga Rizki juga msti menyediakan dana untuk akomodasi selama ikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan diberikan kesempatan untuk membantu meringankan beban orang tua Rizki. Pada november 2016, Sedekah Rombongan memberikan bantuan uang tunai kepada Rizki. Bantuan sudah diberikan dan digunakan untuk tambahan biaya pengobatan serta membeli asupan gizi untuk Rizki. Keluarga Rizki mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 5 November 2016
Kurir :   @Wahyu_CSD  Riany @EArynta

Pak rizky menderita Malignant Round Cell Tumor

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 RSSR SOLO 5,620,000
2 MTSR SOLO 4,396,000
3 RSSR SOLO 810,000
4 RSSR SOLO 805,000
5 KHAIRUNNISA BINTI TEGUH EFFENDY 1,700,000
6 SYARIF NURDIANSYAH 500,000
7 YATI CAHYATI 750,000
8 MUHAMMAD SHIDDIQ MY 500,000
9 YETI HERMAWATI 500,000
10 ENTIN BINTI KASTOLANI 500,000
11 ELAH BINTI SUNARTA 500,000
12 HERMAN BIN SAHLI 500,000
13 NURSITI BINTI SUTIANA 750,000
14 SYAUQI PERMANA 1,000,000
15 MTSR BOGOR 3,500,000
16 CICI CAHYANI 1,000,000
17 ODAH BINTI ODIH 1,000,000
18 SUTINI BINTI SUDIRYA 500,000
19 BILLY APRILIANA 750,000
20 KURNIAWATI BINTI SUGIANTO 500,000
21 KARSINAH BINTI BANGSA 650,000
22 LATIP BIN RASWAN 1,000,000
23 MUTIAH BINTI CARNA 500,000
24 SITI ROHMAH 500,000
25 ETI SURYETI 750,000
26 AEP BIN UCA 500,000
27 LUSI BINTI MANSUR 500,000
28 SALSA RAMADANTI 500,000
29 RAEHAN SAOMI WARDANA 500,000
30 OMAN BIN MANSYUR 500,000
31 SIFA MARDOTILLAH 1,000,000
32 MUHAMMAD RAFLI 1,000,000
33 IIS NURMALASARI 500,000
34 HANDI KUSNAWAN 500,000
35 HANDI KUSNAWAN 500,000
36 DIDAH FARIDAH 500,000
37 NANI BINTI SALIM 500,000
38 FAIRUS SAFANA 500,000
39 ACEP JUMHUR 500,000
40 IKAH BINTI MADPAI 500,000
41 YADI BIN ASJAN 750,000
42 OMAN HERMAWAN 500,000
43 HALIMAH BINTI MARTULIH 1,000,000
44 INAN BIN SAIM 1,000,000
45 NIA PUJI LESTARI 750,000
46 MASILAH BINTI SAMIN 1,000,000
47 RIZKI YANTO 1,000,000
Total 43,981,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 43,981,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 958 ROMBONGAN

Rp. 47,409,748,887,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


One Response to Rombongan 958

  1. manjakani sekar malam

    I was very pleased to discover this great site.
    I need to to thank you for your time for this wonderful read!!

    I definitely really liked every little bit of it and I have you saved as a favorite to see
    new stuff on your web site.