Rombongan 957

Bersedekah memang membuat harta anda berkurang, tapi membuat hati anda bertambah kaya, dimana pada akhirnya harta-harta mendekat kepada anda.
Posted by on February 15, 2017

YAMINAH BINTI PUANA (43, Tumor Ganas pada Vulva). Alamat : Jalan Kampung Baru, RT 1/-, Desa Kampung Baru, Kecamatan Kasui, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung. Ibu Yaminah adalah pasien Sedekah Rombongan Lampung yang saat ini tinggal di rumah singgah Jakarta. Satu tahun yang lalu beliau tidak mengalami menstruasi dan merasakan perih pada kemaluannya. Setelah diperiksa di Rumah Sakit Kamino Way Kanan, dokter mendiagnosis Ibu Yaminah mengalami tumor ganas pada daerah kemaluan tepatnya di vulva, sehingga RS Kamino langsung merujuknya ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung. Setelah dilakukan pemeriksaan histopatologi dan didapatkan jenis tumornya adalah squamous cell carsinoma, beliau dirujuk ke Rumah Sakit Darmais. Ketika melakukan sinar, kondisi Ibu Yaminah sempat menurun. Dokter belum bisa menjadwalkan operasi sampai dengan selesai sinar dan pemeriksaan lanjutannya. Namun Ibu Yaminah meninggal di tengah proses penyinaran. Seluruh kurir Sedekah Rombongan mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Selama pengobatan beliau menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Suami Ibu Yaminah, Bapak Lesus Gandi (48), mengais rezeki sebagai petani. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberi santunan kelima untuk biaya akomodasi, biaya santunan duka dan biaya transportasi ambulance mengantar Ibu Yaminah pulang ke Lampung. Santunan keempat masuk dalam rombongan 932. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang disampaikan selama ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 1 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri @evandlendi08 @trii20 @yesaridani

BU yamina menderita Tumor Ganas pada Vulva


YUSRI BIN SALEH (66, Pembengkakan Jatung + Infeksi Paru-Paru). Alamat : Komplek Hankam, Nomor 75, RT 4/3, Kelurahan Pasir Gintung, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Berawal pada bulan Januari 2016, perut Bapak Yusri terasa sakit dan bagian dada susah untuk bernapas. Keluarga pun langsung membawa Bapak Yusri ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo dan dokter mendiagnosis beliau mengalami pembengkakan jantung dan infeksi paru- paru. Bapak Yusri sempat menjalani rawat inap selama 5 hari. Setelah diperbolehkan pulang dan berangsur membaik, Bapak Yusri sempat meminum kopi namun tiba-tiba dadanya kembali terasa sakit hingga sulit untuk bernapas sampai terjadi kejang-kejang. Keluarga melarikannya ke Rumah Sakit Umum Daerah Tjcokrodipo dan menjalani rawat inap selama 4 hari. Setelah diperbolehkan pulang kembali, beberapa hari kemudian Bapak Yusri merasakan kembali dadanya amat sakit sehingga dibawa ke Rumah Sakit Daerah Kesehatan Tentara (RSDKT), pihak rumah sakit pun merujuk beliau ke Rumah Sakit Urip Sumohardjo dikarenakan kendala alat. Bapak Yusri dan istrinya, Tini (64) kesehariannya bekerja sebagai buruh dagang. Selama berobat Bapak Yusri menggunakan jalur umum dikarenakan tidak memiliki jaminan kesehatan. Pihak keluarga merasa kesulitan untuk biaya hidup, pengobatan Bapak Yusri dan juga pembuatan kartu jaminan kesehatan. Mengetahui kesulitan keluarga, kurir Sedekah Rombongan Lampung mendatangi kediaman Bapak Yusri untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk biaya pengobatan dan biaya kehidupan sehari- hari. Semoga bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Pihak keluarga mengucapkan banyak terima kasih.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri Fajri @nurazizahagustn @yesaridani

Pak yusri menderita Pembengkakan Jatung + Infeksi Paru-Paru


BEJO BIN TAMYIS (62, Tumor mata + Pembengkakan pada leher). Alamat : Desa Bandarjaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Gejala awal penyakitnya sekitar tahun 2010, saat itu Bapak Bejo sedang tidur sehabis pulang dari bekerja di Batam saat terbangun tiba-tiba beliau mengalami gangguan penglihatan di sertai sakit pada bagian mata kirinya, sejak saat itu Bapak Bejo hanya bisa menahan rasa sakit yang diderita tanpa berobat sama sekali karena tidak memiliki biaya. Setelah satu tahun Bapak Bejo mengalami pembengkakan pada mata kirinya disertai mata yang berair. Bapak Bejo pun memutuskan pulang ke Lampung karena sudah kehabisan biaya untuk bertahan hidup di Batam, setelah sampai di Lampung karena tidak memiliki tempat tinggal Bapak Bejo hanya tinggal seorang diri di jalanan, dan oleh pengurus masjid diminta untuk tinggal di Pekarangan Masjid Istiqlal Bandar Jaya. Kini keadaan Bapak Bejo masih lemas dan matanya masih sakit. Istri Bapak Bejo sudah meninggal lama sehingga kini beliau hanya tinggal sendiri tanpa ada pekerjaan dan tempat tinggal, sehingga Bapak Bejo hanya bisa pasrah untuk menjalani hidup, fasilitas kesehatan pun tidak beliau miliki, Alhamdulillah, Allah SWT. Mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Lampung dengan Bapak Bejo. Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup Bapak Bejo serta biaya pengobatan. Bapak Bejo sangat berterimakasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000, –
Tanggal : 23 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @siskakhadija @NstZakaria @xkurniawatix

Pak bedjo menderita Tumor mata + Pembengkakan pada leher


SAPTO ADI  (61, Nyeri Sendi Tangan dan Punggung). Alamat : Lingkungan IV, RT 12/4, Desa Bandar Jaya Timur, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Bapak Sapto adalah seorang petani, awal mula sakitnya sekitar 5 Januari 2010 saat sedang istirahat dari bekerja beliau merasakan nyeri dipunggung disertai rasa sakit saat berdiri dan melakukan aktifitas tapi tidak beliau hiraukan karena beliau menganggap hanya kecapean biasa, sekitar 9 september 2016 beliau merasakan sakit lagi dibagian sendi-sendi kanan dan punggung, Selama sakit Bapak Sapto hanya mengkonsumsi obat warung sebagai pereda rasa sakit dan tidak berobat karena tidak adanya biaya. Kini kondisi Bapak Sapto masih merasakan sakit ditangan dan punggung. Bapak Sapto bekerja sebagai buruh tani di tempat tetangganya dan terkadang Bapak Sapto bila malam sering mencari barang bekas di sekitar wilayah tempat tinggalnya, keluarga Bapak Sapto tinggal di gubuk yang dimana statusnya bukan hak milik melainkan menumpang, dengan istri dan satu anak gadisnya. Namun kini anaknya sudah tidak lagi tinggal di rumah dikarenakan sudah bekerja di luar daerah. Sehingga keluarga ini kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan transportasi untuk berobat walaupun sudah terbantu dengan adanya JAMKESMAS, Alhamdulillah, Allah SWT. Mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Lampung dengan Bapak Sapto dan keluarganya. Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup Bapak Sapto dan keluarganya serta biaya pengobatan. Mereka sangat berterimakasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000-
Tanggal : 23 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @siskakhadija @NstZakaria @xkurniawatix

Pak sapto menderita Nyeri Sendi Tangan dan Punggung


SUYATNO BIN SABAR (57, Diabetes Melitus). Alamat : Jl. Merpati Gg. Dara 2, Dusun II, RT. 1/-, Desa Tanjung Aman, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. Bapak Suyatno menderita diabetes melitus sejak 5 tahun yang lalu, Awalnya Bapak Suyatno tidak menyangka terkena diabetes, tetapi saat bekerja dia selalu merasa sering kelelahan, apalagi jika kerjanya harus terporsir maka tiba-tiba badannya merasa lemas, kemudian keluarga membawa Bapak Suyatno ke dokter terdekat dan didiagnosis terkena Diabetes Melitus, karena demi memenuhi kebutuhan sehari-hari beliau masih terus harus bekerja dan terkadang sakitnya kambuh berhari-hari sehingga. Sekarang kondisi Bapak Suyatno Lemas dan badannya semakin kurus. Bapak Suyatno bekerja sebagai tukang bangunan dan tukang kayu serta tukang batu, Istrinya, Poniem (51) sebagai ibu rumah tangga juga menderita sakit pada kaki akibat kecelakaan sejak 7 tahun yang lalu sehingga keluarga ini kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan transportasi untuk berobat walaupun sudah terbantu dengan adanya KIS-PBI Kelas III, Alhamdulillah, Allah SWT. Mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Lampung dengan Bapak Suyatno dan keluarganya. Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup Bapak Suyatno dan keluarganya serta biaya pengobatan. Mereka sangat berterimakasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000.-
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @siskakhadija @purnawan_adja @xkurniawatix

Pak suyatno menderita Diabetes Melitus


ADEVA PUTRI ZAHIDA (1, Kelahiran Prematur). ALamat : Dusun 6, RT 34/13, Kelurahan Simbarwaringin, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten  Lampung tengah, Provinsi Lampung. Ketika usia kehamilan 6 bulan, Ibu Oktavia (21) merasakan pecah ketuban. Kemudian dibawa ke bidan terdekat dan dirujuk ke klinik terdekat dan terdiagnosis ketuban pecah dini. Kemudian Ibu Okta disarankan dirawat di RS Muhammadiyah Metro. Setelah dirawat 4 hari, kemudian disarankan untuk rawat jalan. Tetapi 1 minggu kemudian dokter menyarankan harus di lakukan operasi sesar. Dan lahirlah Adik Adeva meski dengan berat badan bayi 1.500 gram. Karena berat badannya yang kecil membuat Adik Adeva dirawat beberapa hari sampai kondisinya stabil. Senang melihat anaknya lahir ke dunia, disisi lain ada kesedihan di mata Pak Johantoro (24), karena jaminan kesehatan yang telah dibuat belum dapat digunakan. Dan membuat semua proses kelahiran Adik Adiva masuk dalam biaya mandiri.  Sedangkan Pak Johantoro sendiri hanya bekerja sebagai buruh yang penghasilannya tidak tetap. Melihat kesedihan Pak Johantoro, kurir Sedekah Rombongan merasa terpanggil untuk membantu keluarga ini dengan menyampaikan titipan sedekaholics untuk meringankan biaya rumah sakit. Semoga titipan yang disampaikan dapat bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Januari 2016
Kurir : @akuokawai @sayasepti Stevi

Adeva menderita Kelahiran Prematur


INDRA BIN SIABUDIN (38, Gagal Ginjal). Alamat : Desa Tejoagung, RT 26/7, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Pada tahun 2008, gejala awal yang dirasakan Pak Indra adalah mata kemerahan dan tekanan darah yang tinggi. Sempat dirawat di Rumah Sakit Siaga Jakarta. Setelah perawatan selesai, Pak Indra sering mengeluh lemas dan merasakan kondisi fisiknya mulai tidak enak. Kemudian Pak Indra berobat ke Puskesmas setempat. Setelah diperiksa, didapat hasil pemeriksaan tekanan darah yang tinggi serta kadar Ureum dan Creatinin yang diatas normal, kemudian dokter mendiagnosis Pak Indra mengalami kerusakan pada ginjal. Kemudian dokter Puskesmas merujuk Pak Indra ke salah satu Rumah Sakit di Bekasi, dokter Rumah Sakit menyatakan Pak Indra harus dilakukan tindakan hemodialisa atau cuci darah. Kemudian Pak Indra memutuskan untuk kembali ke Lampung. Pak Indra menjalani perawatan hemodialisa di RS Abdul Moeloek Bandar Lampung hingga tahun 2010, kemudian dilanjutkan perawatan hemodialisa di RS Ahmad Yani Metro secara rutin hingga saat ini. Awalnya Pak Indra adalah seorang pegawai swasta di Jakarta, kemudian karena kembali ke Lampung, kini Pak Indra hanya bekerja sebagai buruh. Dan istrinya, Dalisa (34) hanya sebagai Ibu Rumah Tangga. Pada saat kurir Sedekah Rombongan menjenguk Pak Indra, beliau dan keluarga menceritakan kesulitannya. Selama ini pengobatan dan perawatan Pak Indra menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS Mandiri Kelas III. Namun, Pak Indra dan keluarga mengalami kesulitan biaya hidup, karena selama sakit Pak Indra tidak dapat bekerja. Pak Indra pun tinggal menumpang di rumah kakaknya yang bekerja sebagai petani, dan untuk memenuhi biaya hidup Pak Indra berhutang pada keluarga. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang dialami Pak Indra dan keluarga, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu memenuhi biaya hidup sehari-hari. Semoga Pak Indra dapat segera pulih dan bisa beraktivitas kembali seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Desember 2016
Kurir : @andradideri @sayasepti Nesya Dinda @m_yani @rn_irmala @akuokawai

Pak indra menderita Gagal Ginjal


NUR LETSOIN (83, Kista Ovarium). Alamat: Jln. Basuki Rahmat, RT/RW 5/3, KM 12, Kelurahan Klawulu, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Bu Nur Letsoin yang biasa dipanggil oleh tetangganya Nenek Nur, adalah orang tua lanjut usia. Bu Nur menderita Kista Ovarium sejak tahun 2013. Gejala awal yang dirasakan yaitu mual muntah, diare terus menerus. Kemudian ditambah rasa nyeri yang hebat pada perut disertai perdarahan. Dari hari ke hari, perut Bu Nur semakin membesar. Bu Nur sempat dilarikan ke RSUD Kota Sorong untuk pemeriksaan kondisinya dan dirawat selama 2 minggu. Bu Nur ditangani langsung oleh dokter bagian kebidanan dan penyakit kandungan. Saat itu juga Bu Nur dianjurkan untuk menjalani operasi, akan tetapi lokasinya harus di luar Sorong karena fasilitas medis yang tidak memadai. Anak-anaknya Bu Nur kurang memiliki perhatian kepadanya. Bu Nur tinggal di rumah sangat sederhana yang berukuran kecil, bersama cucu laki-lakinya, anak yatim piatu berumur 10 Tahun. Saat dijenguk oleh kurir #sedekahrombongan, Bu Nur menangis dan mengungkapkan kesedihannya. Bu Nur menceritakan bahwa dia tidak mempunyai biaya lebih untuk mengobati penyakitnya. Meskipun mempunyai KIS (Kartu Indonesia Sehat), ada biaya-biaya lainnya yang tidak tertanggung. Bu Nur sementara ini hanya bisa pasrah dan menggunakan obat-obatan herbal. Bantuanpun disampaikan kepada Bu Nur, untuk dapat meringankan biaya transportasi dan biaya tambahan selama di rumah sakit.

Jumlah bantuan: 1.000.000,-
Tanggal: 3 Februari 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Bu nur menderita Kista Ovarium


MTSR SORONG RAYA (PB 1625 SF, Operasional Januari 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah armada transportasi gratis yang diperuntukan bagi distribusi bantuan, pengantaran pasien duafa dan jenazah. MTSR Sorong ini siap sedia di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang beralamat di Jl. Sele Be Solu, Kelurahan Klawalu, Kota Sorong (dekat dengan Gereja GKI Klawalu). Mobilitas kurir kini semakin responsif dan padat. Kebutuhan pengantaran pasien dari beragam tempat, telah mengakses beberapa rumah sakit yang berbeda. Pasien #Sedekah Rombongan Sorong Raya,kini semakin semakin bertambah,dengan berbagai macam penyakitnya. Pada Bulan Januari ini, kebutuhan operasional ditujukan untuk pembayaran pajak Mobil, pengisian bahan bakar bensin serta biaya perawatan. Semoga pergerakan MTSR kedepannya lebih berguna untuk Masyarakat umum dan dhuafa yang membutuhkan. Layanan MTSR Sorong ini dapat dihubungi di nomor 081354112984. Bantuan MTSR ini disampaikan pada laporan sebelumnya yaitu rombongan #906.

Jumlah bantuan: 3.500.000,-
Tanggal : 3 Februari 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong @irfanpribadhy

Biaya Operasional Januari 2017


RSSR SORONG RAYA (Inventaris RSSR). Alamat: Jln. Selebesolu, KM 12, RT/RW 2/1, Kelurahan Klawulu, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) merupakan rumah yang dijadikan persinggahan pasien-pasien yang berasal dari luar Kota Sorong. Banyak pasien mengakses rumah sakit di Kota Sorong dari luar Kota Sorong seperti Raja Ampat, Kabupaten Sorong, Bintuni, Fakfak dan lainnya. Keberadaan rumah singgah dibutuhkan untuk mengatasi kendala akomodasi bagi pasien yang sedang mengantri kamar di RSUD Kota Sorong. Biaya operasional Januari ini digunakan untuk pembelian seprei, sarung bantal untuk pasien, alat kebersihan, tripleks white Board dan alat tulis. Kini layanan RSSR Sorong Raya semakin meningkat, setelah adanya sosialisasi bersama stakeholder terkait di Kota Sorong. Semoga RSSR Sorong Raya lebih baik kedepannya, serta amanat yang dititipkan dapat digunakan untuk kepentingan duafa.

Jumlah bantuan: 3.000.000,-
Tanggal: 30 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong, @azkalikstfaisal

Biaya Inventaris RSSR


TONNY YAKOP (77, Diabetes Melitus). Alamat: Jln. Menur No. 54, RT/RW 5/6, Kelurahan Kofkerbu, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Pak Tonny menderita penyakit Diabetes Melitus. Gejala awalnya ditemui saat Pak Tonny mendapati luka kecil pada kaki kirinya yang tidak kunjung sembuh dan malah semakin membesar. Pak Tonny sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), akan tetapi dikarenakan kekurangan biaya, menyebabkan Pak Tonny dengan secara terpaksa pulang diantar anaknya. Setelah sebulan tinggal dirumah, luka Pak Tonny semakin meluas karena kurangnya perawatan medis sampai Pak Tonny tidak dapat berjalan normal. Pada saat dijenguk Kurir #sedekahrombongan, Pak Tonny mengungkap kesulitan dan permasalahannya.  Pak Tonny adalah pensiunan Kejaksaan yang sekarang kondisinya sangat memprihatikan. Istri Pak Tonny sudah tidak bersama sehingga tidak ada yang merawatnya. Anak Pak Tonny juga tidak memiliki banyak biaya untuk perawatan. Pak Tonny hanya menggunakan jaminan kesehatan BPJS saat berobat sehingga cukup terbantu. Bantuan awal disampaikan kepada Pak Tony untuk membantu biaya diluar BPJS saat berobat nanti. Semoga Pak Tonny segera mendapatkan perawatan yang lebih baik sehingga kondisi kedua kaki Pak Tonny dapat berjalan normal.

Jumlah bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal: 1 Februari 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Pak tonny menderita Diabetes Melitus


BEATRIX RAMANDEY (53, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Jln.Wijaya Kusuma, RT/RW 2/2, Kelurahan Kofkerbu, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Bu Beatrix adalah keluarga yang tidak mampu. Suaminya telah meninggal 23 tahun yang lalu. Bu Beatrix mempunyai 4 orang anak yang tidak sekolah karena tidak mempunyai biaya. Sebagai tulang punggung, sehari-hari Bu Betrix bekerja sebagai buruh cuci pakaian dari rumah ke rumah apabila ada yang membutuhkan tenaganya. Terakhir ini Bu Beatrix merasa sangat kelelahan tapi itu semua tidak memundurkan semangat untuk mencukupi keperluan rumah tangga dan anak-anaknya. Namun pekerjaan Bu Beatrix sering terbengkalai karena sering sakit-sakitan. Bu Betrix mengungkapkan kondisinya saat dijenguk kurir #sedekahrombongan. Tabungan saja tidak punya, sehingga sungkan untuk pergi berobat walaupun Bu Beatrix peserta layanan BPJS. Bu Beatrix khawatir ada biaya-biaya lain yang tidak dapat dia penuhi. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan untuk mengurangi beban biaya hidup dan tambahan biaya berobat ketika sakit.

Jumlah bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 26 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong, Tenci Pandori

Bantuan Biaya Hidup


JANUAR DAFFA MAULANA (3, Ichtyosis Lamelar). Alamat : Dsn. Gunung Mas RT02/1, Kec. Manyaran, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Daffa begitu biasa dipanggil memang menderita kelainan kulit ini sejak lahir hingga menghambat tumbuh kembang dan psikologisnya. Penyebabnya kelainan kromosum yang membuat Daffa tak memiliki pori-pori sehingga dia pun tak bisa berkeringat. Lahir premature di usia 6 bualan kandungan juga membuat Daffa mengalami masalh dengan tumbuh kembangnya.  Sampai saat ini Daffa masih rutin chek up ke poli kulit dan kelamin RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Bulan ini perkembangan menunjukkan perkembangan yang cukup bagus pada kulitnya. Cuaca tak begitu panas, jadi kulit tak terlalu kering. Kulit lebih halus dari bulan sebelumnya, dan pengelupasan berkuran. Sebenarnya untuk bulan ini dokter menyarankan untuk mengganti olive oil (minyak zaitun) dengan coconut oil (minyak kelapa) karena dinilai punya tingkat kelembaban yang lebih baik. Tapi akhirnya urung dilakukan karena dulu pernah dicoba tapi justru memperparah iritasi pada kulitnya.  Untuk proses tumbuh kembangnya saat ini, kondisi Daffa mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik. Baik kemampuan fisik maupun verbalnya. Untuk terus memantau perkembangannya, Daffa diharuskan chek up rutin paling sedikit sebulan sekali. Daffa adalah putra pertama pasangan Bapak Yulianto Pambudi dan Ibu Rahning Puspitasari. Saat ini ayahnya Daffa bekerja sebagai buruh pabrik demi membiayai pengobatan Daffa. Daffa memang pengguna BPJS MANDIRI,  akan tetapi sebagian besar  obat belum tercover oleh jaminan kesehatan. Belum lagi untuk perawatan khusus kulit Daffa sehari-hari membutuhkan biaya yang tak sedikit.  Untuk kebutuhan hal tersebut, #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk keluarga ini. Setiap dua minggu kami mendampingi pengobatan serta kontrol rutinnya. Semoga ke depan upaya ini semakin memberikan progress yang positip untuk kesembuhan sakit yang di alaminya.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Desember  2016
Kurir : @Mawan@Nonis

Januar menderita Ichtyosis Lamelar


KARTINI BINTI SAMIYO (57, Ca Mammae), Alamat : Dsn Blimbing 02/07 , Ds.Ngadirojo Kidul, Kec. Ngadirojo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Hampir dua tahun jadi pasien dampingan kita. Pertama kali kita handle kondisi payudara sebelah kanan membengkak karena sudah terjadi peradangan dengan kondisi luka berlobang menganga di beberapa tempat, berdarah dan bernanah. Kondisi seperti itu sudah 9 bulan beliau derita. Seteah menjalani 3 kali kemoterapi dan luka mongering, akhirnya tindakan operasi bisa dilakukan. Pasca operasi pengangkatan payudara, dilanjudkan 6 kali kemoterapi. Setelah menjalani 9 kali kemoterapi dan dari hasil evaluasi menunjukkan perkembangan yang lebih baik, dokter memutuskan untuk mengganti kemoterapi infuse menjadi kemoterapi obat. Kini Bu Kartini rutin jalani kemoterapi obat. Dua minggu sekali Bu Kartini harus ke RS untuk mengambil obat sekaligus konsultasi. Untuk mengetahui perkembangan minum obat terapi, Bu Kartini dijadwalkan menjalani serangkaian test, baik test darah, rongent maupun USG Abdomen. Bu Kartini yang kesehariannya hanya tinggal dirumah saja menumpang di rumah anaknya. Kebetulan kehidupan anaknya pun tak jauh beda dengan keadaan Bu Kartini, artinya juga dari keluarga tak mampu. Meskipun Bu Kartini peserta BPJS mandiri, masih ada obat yang tak tercover BPJS, #Sedekah Rombongan yang sudah hampir 2 tahun ini mendampingi, sangat membantu meringankan beban Bu Kartini. Semoga kondisi Bu Kartini kedepan jadi lebih baik lagi.

Bantuan : Rp. 1.382.000,-
Tanggal : 9 Desember 2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Bu kartini menderita Ca Mammae


LUTFHI ARYA FIRDAUS (2, Jantung + Hemangioma). Alamat : Dsn Pancuran RT 01/06, Desa Kaliancar, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov.  Jawa Tengah. Lutfhi mengalami masalah kesehatan sejak lahir. Terlahir dalam keadaan terlambat satu minggu dari jadwal kelahiran membuat bayi ini harus dilahirkan lewat proses dipacu. Karena ada masalah setelah kelahiran Lutfi langsung masuk dalam perawatan ruang inkubator selama 5 hari untuk menjalani perawatan dan fisiotherapi agar bisa menyusu tanpa alat bantu selang. Ternyata tak sampai situ saja, 7 hari setelah kelahirannya muncul bercak-bercak merah di beberapa bagian tubuhnya. Keluarga berharap bercak itu akan hilang seiiring bertambah usia. Tapi pada kenyataannya justru sebaliknya bertambahnya usia, bercak semakin banyak. Pertumbuhannya  juga lambat dan sering sakit-sakitan  dan dilihat secara sepintas memang seperti anak yang tak normal BB hanya 5 KG. Dari semua test yang dilakukan Lutfi didiagnosa menderita kelainan jantung dan hemangioma kapiler. Saat ini Lutfi masih rutin terapi obat jantung, sebulan sekali chek up. Melihat kondisi Lutfi yang semakin baik, dokter mulai berani mengambil tindakan fisioterapi. Kondisi Lutfi yang lemah akibat mengalami gangguan jantung memang membuat tumbuh kembangnya terhambat. Saat ini Lutfi dijadwalkan fisioterapi rutin seminggu dua kali. Sementara untuk perkembangan jantungnya pada waktu chek up terakhir, dokter akan mengambil tindakan Exco yang rencananya akan dilakukan bulan depan. Ayah Lutfi, Pak Anton kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan. Sementara Ibunya, Siti Aisyah bekerja sebagai pelayan toko demi membantu meringankan kebutuhan keluarga. Lutfi saat ini peserta BPJS MANDIRI. Bantuan #SedekahRombongan ini untuk pendampingan serta proses penghandle-an secara rutin. Semoga, kondisinya semakin membaik.

Bantuan : Rp. 1.641.000,-
Tanggal : 9 Desember 2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Luthfi menderita Jantung + Hemangioma


FARID ABDULLAH ( 1, Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik). Alamat :   Dsn. Tahunan RT 02/06, Ds. Sambirejo, Kec. Jatisrono, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah.  Farid begitu nama panggilannya, menderita beberapa kelainan, diantaranya kebocora jantung, sidaktil, bengkoknya pergelangan tangan kanan, serta tak memiliki daun telinga sebelah kanan. Bayi malang ini juga terlahir tanpa memiliki lubang anus (Atresia Ani).  Dua hari setelah dilahirkan Farid dirujuk ke RS Dr Moewardi Surakarta untuk menjalani operasi pembuatan stoma, atau saluran pembuangan sementara di perut sebelah kiri. Sementara untuk jantungnya, untuk saat ini Farid menjalani terapi obat jantung diiringi fisioterapi untuk membantu tumbuh kembangnya. Farid adalah peserta BPJS MANDIRI. Empat bulan pasca operasi pembuatan stoma Farid menjalani operasi pembuatan anus. Setelah operasi pembuatan anus, Farid harus rutin menjalani businasi untuk membuat ukuran anus sesuai seperti usianya. Jika ukuran sudah sesuai dengan usianya, rencananya akan segera dilakukan operasi penyambungan dan penutupan stoma. Tapi ternyata ada masalah dengan anusnya yang menghambat proses businasinya. Dari anus muncul seperti benjolan daging yang semakin hari semakin membesar. Yang tidak menutup kemungkinan lama-lama akan membuat lobang anus semakin sempit. Akhirnya tim dokter memutuskan melakukan operasi ulang pada anusnya dengan membuang gumpalan daging yang muncul dari dalam anus. Operasi sudah berhasil dilakukan dan saat ini masih dalam masa pemulihan. Untuk biaya akomodasi sudah barang tentu mereka tak mampu. Sebagai seorang terapis, Ayah Farid, Bapak Suharwin hanya bisa bekerja jika ada orang yang membutuhkan saja, tak setiap hari ada yang melakukan terapi. Sementara Ibunya Farid, Ibu Yessy hanyalah ibu rumah tangga saja. Merekapun tinggal masih menumpang di rumah kakek dan neneknya Farid. Bantu Farid memperjuangkan kesembuhannya. Keluarga Farid tak mengharap Farid memiliki fisik normal. Mereka hanya ingin Farid sehat seperti anak pada umumnya. Semoga saja Farid tak menemukan banyak kendala untuk proses pengobatannya nanti.

Bantuan : Rp. 2.863.000,-
Tanggal : 13 Desember 2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Farid menderita Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik


DALIMIN BIN TARMO SUTARYO ( 62 , Tumor Pipi ). Alamat : Dsn Suwondo, RT 01/09, Ds. Gumiwang, Kec. Wuryantoro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Setelah  menjalani kemotherapi yang keenam untuk sementara kemoterapi dilanjudkan dengan kemoterapi obat. Pak Dalimin ini merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan yang juga sudah berjalan cukup lama. Pasca pengangkatan tumor yang sudah 11 tahun dideritanya, bahkan kemudian, berjalan hampir dua minggu terjadi pendarahan hebat di pipi. Kini kondisinya sudah mulai membaik. Dokter memutuskan melanjudkan pengobatan dengan kemoterapi obat. Bulan ini rencananya pasien akan dijadwalkan menjalani rongent dan USG untuk mengetahui perkembangan obat kemoterapinya. Keluarga ini peserta BPJS MANDIRI. Meskipun begitu mereka masih kesulitan untuk biaya akomodasi dan medikasi. Kebutuhan untuk perjalanan, serta proses pendampingan di cukupi dengan #SedekahRombongan. Semoga kondisi Pak Dalimin semakin membaik.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Desember  2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Pak dalimin menderita Tumor Pipi


EKO PRAYITNO (32, Retinoblastoma) Alamat : Dsn. Klego RT 01/08, Ds. Tirtosworo, Kec. Giriwoyo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Sudah dua tahun ini mengidap Retinoblastoma di mata sebelah kiri. Awalnya hanya berupa benjolan kecil di sebelah mata kiri. Tapi lama kelamaan benjolan itu semakin membesar. Tahun 2015 lalu Eko sudah sempat berobat di RSD.MOEWARDI Surakarta. Bahkan sempat menjalani kemoterapi sebanyak enam kali. Kondisi juga sempat membaik. Namun karena kehabisan biaya pengobatan terhenti selama satu tahun. Sakit itu dibiarkan saja hingga akhirnya memperburuk kondisinya.  Tim dokter akhirnya memutuskan untuk melanjudkan kemoterapi dan radioterapi. Hanya saja radioterapi baru mau dilakukan Maret tahun depan. Bulan ini Eko sempat menjalani rawat inap untuk perbaikan kondisi sebelum menjalani kemoterapi. Hal ini disebabkan karena pasien mengalami penurunan HB dan harus menjalani transfuse darah terlebih dahulu.  Saat ini kondisi luka lebih kering, tak melebar dan tak membengkak lagi..  Eko anak pasangan Sutiman, 60 dan Sumiyen, 55 ini Eko sebelum sakit juga bekerja sebagai seorang kuli bangunan. Namun, dua tahun lalu setelah menderita kanker itu Eko memutuskan untuk tidak bekerja. Orang tuanya juga hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Sekali jalan mereka butuh biaya 600 ribu sampai 800 ribu karena jarak rumah sampai RS sangat jauh, padahal mereka dalam sebulan 3 sampai 4 kali ke RS. Itu belum termasuk perlengkapan medikasi selama di rumah untuk perawatan luka. Keluarga Eko saat ini masih terdaftar sebagai peserta BPJS MANDIRI, artinya mereka masih harus membayar iuran tiap bulannya. Biaya yang tak sedikit bukan yang harus mereka keluarkan setiap bulannya? Kini berkat uluran para sedekaholic Eko sudah bisa melanjutkan pengobatannya kembali.

Bantuan : Rp. 2.804.000,-
Tanggal : 6 Desember 2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Pak eko menderita Retinoblastoma


RIAN JUNIOR ( 8, Atresia Ani ). Alamat : Dsn. Pasekan RT 01/02, Ds. Pasekan, Kec. Eromoko, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa. Rian begitu anak ini biasa di panggil, sejak lahir menderita kelainan. Terlahir tanpa memiliki anus atau Atresia Ani, selain itu juga menderita Down Syndrom. Rian lahir secara normal dibantu oleh bidan di Jakarta karena waktu itu ibunya memeng sedaang merantau di Jakarta. Ketidaknormalan Rian baru diitemukan saat  tahu bahwa Rian tak memiliki anus. Rian segera dirujuk ke RSCM untuk dialkukan tindakan operasi pembuatan stoma. Waktu itu untuk membiayai operasi Rian, ibunya rela menjual sebidang tanah, satu-satunya harta yang dimiliki ibunya Rian. Merasa semakin kesulitan ekonomi, dan tak mampu membiayai hidup di Jakarta, akhirnya Rian dibawa pulang kampung oleh ibunya dan memutuskan menetap di desa saja. Harusnya bayi atresia ani menjalani operasi pembuatan anus pada usia 4-6 bulan. Akhirnya setelah menunggu selama 8 tahun lebih Rian bisa menjalani operasi pembuatan anus. Sayangnya ada masalah pasca operasi pembuatan anus. Proses penyembuhan luka lambat yang menyebabkan anus menutup kembali. Pertengahan Bulan Desember ini akhirnya Rian menjalani operasi ulang pembuatan anus. Dan satu minggu kemudian langsung dilakukan businasi mengingat riwayat Rian yang mengalami penutupan anus lagi. Tim dokter mengharuskan untuk dilakukan businasi manual selama dirumah, sementara businasi rutin di RS dilakukan dua minggu sekali. Keluarga Rian memang memiliki KIS, tapi kondisi ekonomi yang memang benar-benar miskin membuat orang tua Rian hanya bisna pasrah. Ibunya Rian, Ibu Yatiem hanyalah seorang buruh tani dengan pendapatan yang sangat minim dan itupun tidak menentu. Pendapatan hanya 100 sampai 200 ribu per bulan, sehari-hari lebih sering makan tiwul karena jarang mampu membeli beras. Bisa dibayangkan dengan kehidupan mereka di tambah lokasi yang jauh di pelosok desa, serta tak ada akses kendaraaan umum membuat mereka tak mampu melanjudkan pengobatan. Atas dampingan #Sedekah Rombongan Rian dapat melanjudkan pengobatannya.

Bantuan : Rp. 1.348.000,-
Tanggal : 23 Desember 2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Rian menderita Atresia Ani


WINANTI BINTI TAYAT, (20, Megacolon). Alamat : Dsn Pagersengon   RT 02/ 07, Ds. Selopuro, Kec. Batuwarno, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Winanti  sudah hampir 3 tahun berjuang untuk sembuh dari sakit Megacolon yang dideritanya di RS Dr.Moewardi Surakarta. Gadis kelahiran tanggal 10 Juni 1996 ini sebenarnya sudah menderita kelainan usus dari lahir, hanya saja baru terdeteksi di usia 17 tahun. Dari bayi Winanti selalu bermasalah dalam buang air besar. Kadang seminggu sekali,dua minggu bahkan sebulan sekali baru bisa buang air besar. Tiga tahun pula Winanti jadi pasien dampingan #Sedekah Rombongan. Empat kali operasi sudah di jalani tapi belum juga menunjukkan kemajuan. Beberapa tindakan pemeriksaan sudah dilakukan tapi tak membuahkan hasil juga. Langkah terakhir yang dilakukan bulan ini dilakukan tindakan Endoskopi. Hasilnya terbaca bahwa saluran usus dan anus masih sangat sempit. Sangat beresiko jika dilakukan operasi penyambungan usus karena ukurannya belum normal. Tim dokter memutuskan untuk dilakukan businasi setiap hari ke RS. Artinya Winanti tiap hari harus bolak-balik ke RS hanya untuk tindakan businasi, sampai ukuran anus normal sesuai usianya. Sayangnya bulan ini Winanti mengalami maslah dengan pencernaannya. Winanti mengalami diare selama beberapa hari, muntah hingga kehilangan banyak cairan. Karena perlu segera penanganan segera dan kejadian bertepatan dengan hari libur, maka kami memutuskan membawa pasien ke RS lewat IGD. Benar saja, Winanti harus segera menjalani opname karena kondisi semakin menurun. Sementara pasien menjalani rawat inap di RS, businasi juga masih tetap dilakukan oleh tim dokter bedah, sementara untuk pencernaannya ditangani oleh dokter interna. Perjuangan  yang tak kenal lelah untuk mendapatkan kesembuhan. Mengingat tempat tinggal Winanti cukup jauh di pelosok desa dengan kondisi alam pegunungan. Menempuh jarak sekitar 76 km menuju RS.Dr Moewardi Winanti tinggal di RSSR Wonogiri. Sudah hampir 4 bulan ini Winanti tinggal di RSSR Wonogiri agar jarak tempuh lebih dekat. Apalagi kondisi ekonomi keluarganya juga dari keluarga tak mampu. Pak Tayat yang sudah berusia 70 an tahun masih harus bekerja sebagai buruh tani. Sementara Ibu Sutiyem, ibunya  Winanti hanya ibu rumah tangga biasa merawat Winanti dirumah. Meskipun keluarga Winanti memiliki Jamkesmas, tetap saja mereka masih tak mampu membiayai perlengkapan medis untuk medikasi sekaligus transportasi. Kehadiran #Sedekah Rombongan sangatlah membantu meringankan  beban mereka .

Bantuan  : Rp. 2.460.000,-
Tanggal   : 20 Desember  2016
Kurir        : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Bu winanti menderita Megacolon


YANUAR TRIADI (16, Kelenjar Getah Bening). Alamat : Dsn.Pasekan RT 01/10, Kel. Pasekan, Kec.Eromoko, Kab.Wonogiri, Prov.Jawa Tengah. Siswa kelas 1 SMK PGRI WONOGIRI ini lahir pada tanggal 16 Januari 2000. Yanu begitu dia biasa dipanggil, mulai merasakan sakit sudah sekitar 4 tahun yang lalu. Awalnya muncul benjolan kecil di leher sebelah kanan disertai sering panas dan batuk. Selama tahun 2013 sampai 2015 berobat jalan di dokter terdekat, tak sedikit biaya yang di keluarkan. Seminggu sekali menebus obat menghabiskan biaya 200 sampai 300 ribuan. Bukannya sembuh ,benjolan yang awalnya hanya sebesar biji jagung justru bertambah jadi sebesar telur ayam. Tahun 2015 akhirnya memutuskan berobat ke RSUD WONOGIRI dan dilakukan PA. Hasilnya Yanu di diagnosa menderita kelenjar getah bening. Pihak RSUD WONOGIRI pun segera merujuk Yanu ke RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Berdasar analisa dan diagnosa hasil PA dari RSUD WONOGIRI, pihak RSD.MOEWARDI SURAKARTA akhirnya memutuskan untuk mengambil tindakan kemoterapi. Selama setahun Yanu sudah menjalani 8 kali kemoterapi. Sudah di hentikan kemoterapinya, karena benjolan sudah tak ditemuka lagi. Tapi ternyata pertengahan tahun 2016 Yanu kembali mengalami panas, demam di tubuhnya,sering kejang bahkan benjolan tumbuh lagi. Yanu pun segera dilarikan ke RSUD WONOGIRI dan sempat menjalani rawat inap selama satu minggu. Tak kunjung membaik, Yanu dirujuk ke RSD.MOEWARDI lagi dan langsung menjalani ranap selama satu bulan. Dari semua hasil observasi akhirnya Tim dokter memutuskan untuk melanjudkan tindakan kemoterapi. Bulan ini Yanu sudah menjalani kemoterapi yang keempat. Artinya tiap bulan Yanu menjalani rawat inap minimal satu minggu untuk menjalani kemoterapi. Selain itu juga menjalani test lab rutin jelang kemoterapi selanjutnya serta konsul hasil lab nya untuk keesokan harinya. Kedua orang tua buruh tani dengan pendapatan tidak tetap.Sementara dalam sebulan perlu ke RSDM 3-4 kali. Biaya yang harus dikeluarkan jika kondisi pasien stabil bisa naik kendaraan Sumsum sekitar 150 -200 ribu.Tapi jika kondisi drop harus sewa mobil sendiri 500 ribu sekali jalan. Orang tua Yanu, Bapak Samidi dan Ibu Sukini kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan dengan pendapatan yang tidak menentu. Mereka memang memiliki kartu jaminan kesehatan berupa KIS. Tapi bukan berarti semua bisa tercover. Untuk biaya berobat selama ini mereka biasanya menjual dulu apa yang mereka punya. Karena sakit ini juga, Yanu terpaksa berhenti sekolah dulu. Dan bantuan sedekaholic sangatlah membantu Yanu melanjutkan pengobatan.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal  : 26  Desember 2016
Kurir       : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Yanuar menderita Kelenjar Getah Bening


APRILIA CASSANDRA SYAFFARIYANI (6 Luka Bakar). Alamat : Dsn. Mloko RT 02/01, Ds.  Songbledeg, Kec. Paranggupito, Kab. Wonogiri , Prov. Jawa Tengah. Sandra,begitu nama panggilannya, awalnya anak yang aktif dan periang. Malangnya bulan Juli tahun 2014 dia mengalami luka bakar di tubuhnya akibat ledakan gas elpigi. Sandra mengalami luka bakar di kedua tangan, kaki, punggung dan wajahnya. Pada saat kejadian Sandra segera dilarikan ke RS dan untuk menjalani operasi selama 7 kali di RSUD WONOGIRI dalam kurun waktu setahun ini. Tapi ternyata sampai sekarang kondisi kulit Sandra tak mengalami perubahan .Akhirnya pihak RSUD WONOGIRI memutuskan merujuk ke RSD.MOEWARDI SOLO untuk ditangani Dokter specialis bedah plastik. Selama hampir satu tahun di RSD.MOEWARDI SURAKARTA, Sandra sudah menjalani 14 kali operasi rekontruksi, tapi karena tak menunjukkkan banyak perubahan akhirnya Sandra dirujuk ke RS.SOETOMO SURABAYA. Tanggal 2 Mei 2016 Sandra jalani operasi yang pertama di RS.Dr Soetomo Surabaya. Sandra menjalani operasi rekontruksi di jari tangan , kaki dan pipi. Selain medikasi Sandra juga menjalani rehabilitasi medis serta terapi ke psikiatri. Rencana selanjudnya akan dilakukan operasi lanjutan untuk keloidnya. Karena terjadi perubahan jadwal operasi, keluarga Sandra minta untuk pulang dahulu ke Wonogiri. Meskipun begitu selama di  Wonogiri Sandra tetap menjalani medikasi mandiri, kebetulan untuk beberapa obat untuk perawatan memang tak tercover BPJS, jadi harus keluar biaya sendiri. Saat ini Sandra menjadi dampingan #SRWonogiri dan #SRSurabaya. Karena di Surabaya pengobatan membutuhkan waktu yang lama, untuk sementara keluarga Sandra pindah domisili agar bisa pindah Faskes JAMKESMAS. Tak mudah bagi keluarga Sandra melewati semua in. Ayahnya, Bapak Taufik  hanya buruh sebagai nelayan dengan penghasilan pas-pasan untuk sementara ibunya, Ibu Esti bekerja sebagai buruh tani untuk membantu ekonomi keluarganya. Keluarga ini memang peserta JAMKESMAS, tapi untuk biaya transport selama di Solo dan Surabaya tentulah membutuhkan biaya yang tak sedikit. Dan untuk bulan ini bantuan untuk biaya transportasi Surabaya-Wonogiri, obat yang tak tercover BPJS serta perlengkapan medikasi untuk luka pasca operasi.  Semoga Sandra dan keluarga diberi kesabaran, operasi lanjutan  bisa berjalan lancar dan bisa lebih baik dari  sebelumnya.

Bantuan  : Rp.  2.750.000,-
Tanggal  : 17 Desember 2016
Kurir   : @Mawan,@Nonis

Sandra menderita Luka Bakar


KATNI JARTO (43, Rhabdomyosarcoma). Alamat : Dsn. Temon Lor RT 02/05, Ds. Temon, Kec. Baturetno ,Kab. Wonogiri , Prov. Jawa Tengah. Sekitar bulan Juni 2014 ini Bu Katni mulai merasakan nyeri pada paha sebelah kanan. Awalnya hanya benjolan kecil sebesar bisul,tapi lama-lama bertambah besar. Tapi lama-kelamaan benjolan itu semakin besar dan semakin sakit. Keluarga Bu Katni khawatir dan membawa ke sebuah RS swasta di Wonogiri.Di RS.Marga Husada inilah Bu Katni diminta segera menjalani tindakan operasi. Diagnosa sementara waktu itu tumor di paha kanan. Pasca operasi, dua bulan kemudian benjolan itu muncul lagi dengan kondisi lebih besar dari sebelumnya bahkan bisa dibilang pertumbuhan benjolan itu begitu cepat dan lebih terasa sakit. Akhirnya pihak RS Marga Husada segera merujuk ke RSD.Moewardi Solo. Tim Dokter juga segera mengambil tindakan cepat dengan melakukan serangkaian test pendukung untuk operasi. Dari hasil PA yang dilakukan pada saat operasi, pasien menderita Pleomorphic Rhabdomyosarcoma, penyakit kanker ganas yang menyerang jaringan lunak seperti otot dan biasanya menyerang di bagian leher, kaki, paha. Dokterpun sudah menjelaskan bahwa Bu Katni menderita kanker ganas level 3. Pasca  operasi dan luka dinyatakan sembuh, Tim dokter akhirnya memutuskan melakukan tindakan kemoterapi. Sebulan sekali Bu Katni menjalani kemoterapi, test darah dan konsultasi rutin pastinya. Saat ini Bu Katni sudah menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Tindakan selanjutnya adalah chek up rutin untuk evaluasi perkembangan medisnya. Bulan ini Bu Katni hanya jalani chek up rutin sebulan sekali saja untuk terus di observasi.  Dan Alhamdulillah sampai saat ini benjolan tak tampak tumbuh lagi. Keluarga ini memang tergolong tidak mampu. Pak Jarto,suami Bu Katni bermata pencaharian sebagai tenaga serabutan dengan pendapatan yang tak menentu. Terkadang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja mereka masih kekurangan ditambah lagi biaya sekolah anak mereka. Melihat kondisi yang seperti ini tak lantas membuat Bu Katni tinggal diam. Sebisa mungkin beliau membantu meringankan beban keluarga dengan bekerja sebagai buruh tani. Keluarga ini memang terdaftar sebagai peserta KIS.  Tapi mengingat biaya ke RS memang tak sedikit untuk sekali jalan, tentunya biaya ini bukanlah biaya yang ringan. Saat ini Bu Katni menjadi pasien dampingan #SR. Dan bantuan sedekaholic tentulah sangat meringankan beliau. Bu Katni merasa benar-benar terbantu untuk biaya berobat selama ini.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal  : 19 Desember 2016
Kurir       :@Mawan,@Nonis,@Dodo

Bu katni menderita Rhabdomyosarcoma


IDA SOEGIARTI (44, Tumor Otak). Alamat : Jalan Cendana 34 B, RT 18/4, Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2010 saat Ibu Ida berdagang di pasar, tiba-tiba beliau merasak sakit kepala pada bagian kiri. Seketika beliau langsung menutup dagangannya dan pulang untuk istirahat. Beberapa hari kemudian beliau mengalami kejang-kejang dan penglihatan serta pendengaran beliau menjadi kurang baik. Sehingga beliau dibawa ke RS Gambiran Kediri untuk penanganan medis. Setelah menjalani pemeriksaan, ternyata terdapat tumor pada otak kiri beliau. Ibu Ida yang disarankan untuk melakukan operasi oleh pihak rumah sakit sangat ketakutan dan mengurungkan untuk dilakukannya operasi. Seiring berjalannya tahun kepala Ibu Ida semakin sakit dan tak jarang beliau juga sering mengalami kejang-kejang. Akhirnya pada tahun 2015 Ibu Ida memberanika diri untuk dilakukannya operasi di RSUD Doktor Soetomo Surabaya. Operasi yang dilakukan berjalan lancar akan tetapi penglihatan, pendengaran dan suara beliau tidak berfungsi maksimal. Sampai saat ini beliau kadang masih kejang-kejang dan mata tidak berfungsi, penanganan medis yang dilakukan saat ini menjalani kontrol ke RS Gambiran kediri. Suami beliau Bapak Maesuri (43) yang bekerja sebagai pedagang dengan penghasilan yang tidak menentu. Apalagi sekarang  kondisi Ibu Ida yang sakit membuat penghasilan yang didapatkan Bapak Maesuri hanya cukup untuk biaya memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ibu Ida sangat bersyukur dengan adanya jaminan kesehatan berupa KIS yang dimiliki beliau. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau dan telah memberikan santunan yang dipergunakan untuk biaya berobat dan transportasi. Ibu Ida sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan Sedekah Rombongan dan untuk para Sedekaholics. Semoga kondisi Ibu Ida dapat segera membaik dan dapat membantu sang suami lagi. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Februari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Junita @m_rofii11

Bu ida menderita Tumor Otak


ROMLAH BINTI RIBUT SUPRIYADI (30, Melahirkan Secara Caesar) Alamat: Jl. Tambak Wedi RT 06/07, Kecamatan Pagesangan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Ibu Romlah adalah seorang ibu hamil yang berprofesi sebagai pedagang tahu di pasar. Setiap hari ia mesti bangun pagi untuk mulai berjualan. Suatu hari, ia merasa kesakitan saat ia berjualan di pasar. Dengan sigap, para pedagang lainnya yang berada di sekitarnya membawa bu Romlah ke rumah sakit terdekat yaitu Rumah Sakit Soewandhi, Surabaya. Setelah menjalani pemeriksaan, ternyata ada masalah pada kandungan bu Romlah. Air ketuban di kandungan bu Romlah pecah, sehingga jalan keluar satu satunya untuk menyelamatkan bayinya adalah dengan melakukan operasi caesar. Ribut Supriyadi (35) suami bu Romlah, setelah mengetahui kejadian tersebut, bergegas menemui istrinya di rumah sakit untuk memberikan  dukungan kepada sang istri. Dalam kesehariannya, pak Ribut bekerja sebagai pengamen di sekitar Stadion Tambaksari Surabaya. Biaya operasi yang mencapai belasan juta rupiah membuat pak Ribut harus memutar otak guna mendapatkan uang tersebut. Pak Ribut beserta istri tinggal disebuah rumah kontrakan berukuran 5×5 m di daerah Tambaksari Surabaya. Pak Ribut merasa kesulitan untuk mencukupi biaya operasi tersebut. Kurir Sedekah Rombongan yang juga pegawai dari RS Soewandhi tempat dimana bu Romlah dirawat langsung bertindak memberikan  bantuan berupa uang tunai untuk membantu meringankan biaya persalinan anak dari bu Romlah dan pak Ribut. Terlihat jelas di raut wajah mereka, perasaan senang dan lega karena beban mereka sudah berkurang. Pak Ribut dan bu Romlah sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2016
Kurir : @Wahyu_CSD Nanda @Martinomongi

Bantuan biaya Melahirkan Secara Caesar


SAK’I BIN MISWAN (53, Sakit Paru-Paru) Alamat : Jl. Kepodang RT 08/02, Kecamatan Sidoarjo Kota, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Pak Sak’i biasa ia disapa para tetangganya, adalah seorang pedagang sate ayam keliling di sekitar rumahnya. Pria asal Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur ini terkenal sebagai perokok aktif. Suatu hari saat mempersiapkan dagangan untuk berjualan, tiba-tiba ia mengeluh sesak nafas dan sakit di bagian dada. Karena kondisi yang seperti yang seperti itu pihak keluarga membawa pasien ke UGD RSUD Sidoarjo. Dari hasil pemeriksaan, pasien divonis menderita penyakit paru-paru. Di rumah sakit, pasien menjalani opname hanya selama 3 hari. Pasien berobat menggunakan jalur umum, dan pengobatan pasien sempat terhenti sementara dikarenakan tidak adanya biaya. Kurir Sedekah Rombongan yang mendengar informasi tersebut langsung berkunjung kerumah beliau untuk melakukan survey. Pak Sak’i hanya tinggal bersama 2 orang anaknya beserta kakaknya yang bernama ibu Suliha. Kami Kurir Sedekah Rombongan berusaha meringankan beban pak Sak’i dengan membantu pembuatan jaminan kesehatan BPJS. Namun dalam perjalanannya pembuatan BPJS, kondisi kesehatan pak Sak’i menurun, tiba-tiba ia mengalami sesak nafas, sehingga kami langsung membawa kembali ke UGD RSUD Sidoarjo, Jawa Timur. Alhamdulillah, Setelah beberapa hari menjalani perawatan di rumah sakit kondisi pak Sak’i mulai membaik. Kami kurir Sedekah Rombongan telah memberikan santunan untuk membantu meringankan biaya berobat di rumah sakit. Harapan kami, Semoga pak Sak’i  dapat kembali sehat seperti semula. Pak Sak’I dan keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.025.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2016
Kurir : @Wahyu_CSD Bambang @Martinomongi

Pak saki menderita Sakit Paru-Paru


MARLIKA BINTI AHMAD (62, Infeksi Lambung + Tifus). Alamat : Jalan Anjasmoro, RT 3/2, Desa Turireho, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada saat akan berangkat untuk bekerja Ibu Malika tiba-tiba mual dan merasakan nyeri pada perut beliau. Ibu Marlika hanya menganggap kalau sakitnya hanya maag biasa dan beliau hanya mengkonsumsi obat maag. Keesokan harinya tubuh beliau tiba-tiba menjadi lemas dan merasa pusing saat akan berjalan. Selama 2 hari beliau hanya beristirahat di tempat tidur dan pada setiap harinya beliau selalu muntah-muntah. Suami beliau dengan sigap membawa beliau ke RSUD Lawang dan beliau didiagnosis mengalami infeksi pada lambung dan tifus. Selama seminggu beliau menjalani rawat inap di rumah sakit untuk pengobatan. Alhamdulillah kondisi badan Ibu Marlika berangsur-angsur membaik dan telah diperbolehkan untuk pulang. Mujiono (64) adalah suami beliau yang bekerja sebagai buruh serabutan, sedangkan Ibu Marlika bekerja dengan berjualan es puter. Penghasilan yang di dapat dari keduanya tidak menentu dan terkadang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja. Beliau sangat terkendala akan biaya untuk berobat, apa lagi beliau tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Marlika, sehingga beliau dapat terbantu dalam proses pengobatan. Santunan untuk Ibu Marlika telah dipergunakan untuk berobat dan perbaikan keadaan umum. Semoga kondisi Ibu Marlika akan selalu membaik dan tetap bisa beraktivitas seperti semula. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Februari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Nuryati @m_rofii11

BU marlika menderita Infeksi Lambung + Tifus


BUNASIH BINTI BUNA (75, Kifosis Osteoporosis). Alamat: Jl. Letnan Singosastro RT 4/7, Kmp. Kidul Dalam, Kelurahan Kraton, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Mbah Asih biasa ia disapa oleh para tetangganya. Mbah Asih mengalami sakit yang kebanyakan dialami lansia yaitu kifosis osteoporosis, tulang tidak bisa tegak, kalau berjalan beliau membungkuk. Sebulan yang lalu beliau terjatuh  saat berjalan di halaman belakang rumahnya, sehingga sekarang  beliau agak kesusahan untuk berjalan. Sehari-harinya, mbah Asih berjualan bubur di Pasar Senen Bangkalan. Namun sejak terjatuh waktu lalu, beliau sudah tidak bisa berjualan lagi. Saat ini beliau hidup menumpang di rumah seorang nenek/janda. Untuk kebutuhan sehari-hari, beliau dibantu tetangganya. Mendengar informasi tersebut, Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi tempat tinggal mbah Asih. Alhamdulillah Sedekah rombongan mendapat kesempatan untuk meringankan beban mbah Asih. Sedekah Rombongan memberikan bantuan berupa sembako dan kebutuhan sehari-hari. Mbah Asih mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan sedekaholics melalui Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini bisa digunakan dengan sebaik mungkin dan bisa bermanfaat untuk mbah Bunasih.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal  : 27 Oktober 2016
Kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura @siham78 Indah

Bu bunasih menderita Kifosis Osteoporosis


LATIF ANDITA FADLI (38, Dhuafa + Tuna Netra). Alamat: Dusun Lembung RT 4/3, Desa Bapelle, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur. Pak Latif adalah seorang TKI di Malaysia yang bekerja sebagai kuli bangunan. Ia mengalami kebutaan sejak kecelakaan kerja 10 bulan lalu. Kecelakaan tersebut terjadi ketika pak Latif memotong keramik, mata  sebelah pak Latif tiba-tiba tidak dapat melihat, naasnya seminggu kemudian kedua matanya menjadi tak dapat berfungsi semua. Akhirnya, bersama istrinya, bu Bafruroh (24) yang juga bekerja sebagai cleaning service di Malaysia, mereka memilih untuk pulang ke Madura. Sesampainya di Madura, pak Latif  melakukan pemeriksaan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Dokter spesialis mata mengatakan bahwa mata pak Latif sudah terlambat untuk dilakukan operasi karena saraf matanya sudah terputus. Saat kurir Sedekah Rombongan mengunjungi tempat tinggal pak Latif, ia mengungkapkan kesedihannya karena tidak bisa lagi mencari nafkah untuk istri dan anak semata wayangnya yang saat ini berumur 4 tahun. Sedekah Rombongan merasakan kesedihan yang dialamai pak Latif. Alhamdulillah kami diberi kesempatan untukmeringankan beban pak Latif. Bantuan telah diberikan untuk biaya berobat dan sedikit mencukupi kebutuhan sehari-hari. Pak Latif dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2016
kurir : @Wahyu_CSD  @vanmadura Rani Robby @hrosania

Pak latif seorang Dhuafa + Tuna Netra


IRFAN MAULANA (13, Pembekuan di Otak). Alamat : Dusun Kolla Daya RT 2/5, Desa Ketapang Laok,  Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang. Sejak bayi, Irfan mengalami gizi buruk. Kemudian semakin hari, tangan, kaki, serta kepalanya menjadi kaku dan tidak bisa digerakkan. Keluarga Irfan sudah melakukan ikhtiar dengan memeriksakan Irfan ke rumah sakit yang ada di Madura, namun belum menunjukkan hasil yang maksimal. Alhasil keluarga memeriksakan Irfan ke Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya, namun hasilnya juga belum memuaskan. Irfan divonis mengalami pembekuan di otak dan peluang untuk sembuh kecil. Semenjak bayi, Irfan sudah berpisah dengan ayahnya, Musiono (40). Sementara Sahimah (30), ibu Irfan menjadi TKI di Malaysia, sehingga saat ini Irfan dirawat oleh neneknya, Nabiah (70) dan kakek Sapa’i (70). Mendapat info tentang kondisi dan riwayat pengobatan Irfan, kami Kurir Sedekah Rombongan bergegas menemui Irfan. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan berkesempatan untuk membantu Irfan. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya biaya berobat. Irfan dan keluarga sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut saat ini ia masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @vanmadura Rani @hrosania

Irfan menderita Pembekuan di Otak


BANJIR SAMPANG (Bantuan Sembako). Alamat : Jalan Melati & Jalan Mawar RT 1/2, Kecamatan Dalpenang, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur. Banjir melanda Kabupaten Sampang sejak senin 10 Oktober 2016 sampai dengan kamis 13 Oktober 2016. Hal tersebut terjadi akibat meluapnya sungai kemuning, setelah sebelumnya wilayah tersebut diguyur hujan derasselama dua hari berturut-turut. Ratusan rumah dari 8 kecamatan yang berada di sekitar sungai kemuning terendam banjir. Banjir yang paling dalam, dengan ketinggian air 2 meter terjadi di wilayah Kecamatan Dalpenang. Akses transportasi yang melewati Sampang juga masih ditutup. Sedekah Rombongan berkesempatan membantu menyalurkan bantuan kepada masyarakat kurang mampu / dhuafa korban banjir di wilayah tersebut. Jenis bantuan yang diberikan berupa paket kebutuhan sehari-hari yang sekaligus juga bisa dimanfaatkan saat keadaan kembali darurat, antara lain beras, mie instan, biskuit, susu, minyak goreng, dan lilin. Bantuan disalurkan ke sejumlah titik pusat banjir antara lain di Jalan Melati, Jalan Mawar, Jalan Imam Bonjol, Jalan Suhadak, Jalan Pahlawan, Jalan Kamboja dan Jalan Panggung. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan bisa mengurangi beban mereka yang membutuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @vanmadura Sri Indah Robby @hrosania

Bantuan Sembako


BEDJOE ARYO SAPUTRO  (2, Kelainan Jantung) Alamat: Dusun Larangan RT 12/04, Desa Krengceng, Kec. Kepung, Kab. Kediri, Jawa Timur. Saat lahir dik Bedjo terlihat normal seperti bayi pada umumnya. Sejak usia 2 bulan dik Bedjo mulai memiliki masalah di pernafasannya. Setiap dik Bejdo menangis kuat, seluruh badannya akan membiru dan nafasnya terengah-engah. Setelah diperiksakan di RS. PHC Perak Surabaya, dokter mendiagnosa terdapat masalah  pada jantung dik Bedjo (kelainan jantung), kemudian dokter merujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter menyarankan dik Bedjo untuk kontrol rutin ke Poli Anak. Meskipun dik Bedjo memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun karena keterbatasan biaya transportasi ke Surabaya, orang tua dik Bedjo hampir putus asauntuk melanjutkan proses pengobatan anaknya. Riadi (42) ayah dik Bedjo seorang kuli bangunan yang hanya mendapatkan penghasilan ketika ada pekerjaan. Sedangkan Suparni (40) ibunya hanya sebagai ibu rumah tangga. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan dik Bedjo. Melihat semangat begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu dik Bedjo. Saat ini dik Bedjo rutin melakukan kontrol di Poli Jantung Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya kebutuhan nutrisi dik Bedjo. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 866. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Bedjo masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 2.100.000,-
Tanggal : 31 Mei 2016
Kurir :  @Wahyu_CSD  Ditta @EArynta

Bedjo menderita Kelainan Jantung


SUCI RAMADANI​ (3, Kelumpuhan Saraf Otak) Alamat : Dukuh Kupang Barat 1 Buntu 3 Blok II no 58 Surabaya. Dik Suci begitu dia biasa dipanggil oleh kedua orang tuanya. Terlahir sehat dan normal, namun saat usia 1,3 tahun tubuh Dik Suci tiba-tiba sakit panas dan kejang-kejang. Kemudian Dik Suci lumpuh karena penyakitnya menyerang pada sistem sarafnya. Hasil CT-Scan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menunjukkan bahwa terdapat cairan di otak dan sewaktu-waktu bisa mengakibatkan pembengkakan kepala (Kepala Dik Suci membesar). Pada saat itu ibunda dik Suci tidak mau dilakukan tindakan medis berupa operasi, melainkan memilih untuk melakukan pengobatan alternatif. Alhamdulillah pengobatan alternatif tersebut membuahkan hasil. Dik Suci mulai bisa bergerak, merespon, ukuran kepalanya normal kembali, namun Dik Suci masih belum bisa duduk. Ketika bertemu dengan #SRsurabaya, keluarga sudah kehabisan biaya untuk pengobatan Dik Suci, yang ahirnya pengobatannya pun terhenti. Keluarga sangat ingin untuk melakukan pemeriksaan CT-Scan kembali untuk mengetahui keadaan cairan yang ada di kepala Dik Suci dan ingin melanjutkan pengobatan melalui jalur medis. Saat ini ikhtiar berobat Dik Suci adalah melakukan kontrol rutin 2 kali seminggu di Rumah Sakit William Booth, Surabaya. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 941. Dik Suci dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan. Bismillah, semoga dengan ikhtiar bersama-sama penyakit Dik Suci bisa segera diobati dan balita mungil ini bisa tumbuh dengan sehat dan normal seperti balita lainnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @Wahyu_CSD Khoiriyah @MukhMukhlisin

Suci menderita Kelumpuhan Saraf Otak


CALLISTA ANINDITA PUTRI (2, Dandy Walker) Alamat: Desa Ngumpak Dalem RT 10/03, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Dek Callista nama bayi mungil yang selalu terlihat ceria dan tetap cantik dibalik segala kekurangan fisik yang dimiliki yaitu kepala yang terus membesar. Penyakit ini sudah terdeteksi sejak ia masih dalam kandungan. Saat usia kandungan 5 bulan dari hasil USG menunjukkan adanya cairan dalam kepalanya yang menyebabkan kepalanya membesar, sehingga saat melahirkan harus dilakukan operasi caesar. Setelah umur tiga bulan nampak pertumbuhan kepala yang tidak normal, yaitu mengalami pembesaran dengan cepat. Setelah konsultasi dengan dokter setempat, dek Callista disarankan untuk operasi pemasangan selang dikepalanya guna mengeluarkan cairan dikepalanya, namun karena keterbatasan ekonomi memaksa pihak keluarga untuk menunda operasi yang telah disarankan dokter tersebut. Jangankan untuk biaya operasi, untuk biaya kontrolpun keluarga sudah kebingungan. Setelah usia lima bulan badan dek Callista menjadi sangat kurus dengan kepala yang terus membesar. Akhirnya berbekal uang santuan, bu Linda (24) ibu dari dek Callista memeriksakanya ke dokter. Dokter menyarankan agar dek Callista segera melakukan operasi. Alhamdulillah dikala itu keluarga sudah mempunyai jaminan kesehatan BPJS. Operasipun dilakukan dan berjalan lancar. Pasca operasi seharusnya dek Callista wajib menjalani kontrol rutin. Namun dikarenakan keterbatasan biaya, dek Callista harus menunda melakukan kontrol rutin. Orang tuanya bekerja sebagai buruh serabutan dan waktu itu bapaknya sedang terkena musibah, sehingga tidak mampu untuk memeriksakan kembali dek Callista. Alhamdulilah di usia 3 bulan SRtulabo dipertemukan dengan dek Callista. Bersama Sedekah Rombongan, dek Callista dibawa ke UGD dan dilakukan pemeriksaan. Berbekal SKTM dek Callista mulai bisa melanjutkan pengobatan dan terapi setiap bulan. Periksaan terakhir menunjukan perkembangan yang positif yakni otak kecil dek Callista yang dulunya hampir hilang karena cairan di kepalanya kini mulai ada meskipun sangat kecil, dan  alhamdulillah dari terapi tesebut dek Callista mulai bisa mengangkat kepalanya. Bantuan telah disampaikan untuk biaya transportasi dan operasional keluarga. Bantuan sebelumnya telah tercatat di rombongan 942. Keluarga dek Callista merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dek Callista masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan. Semoga dengan terapi yang rutin dan gizi yang cukup, perkembangan kesembuhan dek Callista bisa lebih meningkat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 November 2016
Kurir : @Wahyu_CSD DwiKurnia @MiftakhAbuSaSi

Callista menderita Dandy Walker


AGUSTINA RAHAYU BIN AINUR ROFIQ (11, Hidrocephalus) Alamat: Desa Karang Nongko RT 02/03, Kecamatan Mojoranu, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Ayu nama panggilannya, pada awalnya adik Ayu lahir normal. Bayi yang dikenal periang terlihat sangat lincah, kaki dan tangannya tidak berhenti bergerak. Menginjak usia 4 bulan mulai timbul kelainan pada masa pertumbuhannya. Kepalanya membesar dan kelincahaannya mulai berkurang. Melihat kondisi anaknya yang semakin memburuk, kedua orang tua Ayu lantas membawa Ayu ke Puskesmas terdekat. Dengan alasan peralatan di Puskesmas yang kurang lengkap, pihak Puskesmas merujuk dik Ayu ke Rumah Sakit Sakinah Mojokerto. Ainur Rofiq, ayah dari dik Ayu kesehariannya bekerja sebagai buruh jahit sepatu di sekitaran rumahnya. Penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari. Ibunya, Wahyu Suci kesehariannya sebagai ibu rumah tangga. Dengan alasan ekonomi, pak Ainur Rofiq merasa tidak mampu untuk membiayai biaya pengobatan anaknya yang mencapai puluhan juta. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga bapak Ainur Rofiq dan berkesempatan membantu membuatkan BPJS kelas III dan juga memberikan bantuan dana untuk proses pengobatan dik Ayu. Alhamdulillah saat ini dik Ayu telah menjalani operasi, tetapi saat ini perkembangannya masih belum sesuai harapan. Setelah operasi, dik Ayu mengalami pertumbuhan yang terlambat. Bantuan telah disampaikan untuk membantu biaya obat yang tidak ditanggung oleh BPJS. Bantuan sebelumnya telah tercatat di rombongan 941. Keluarga dik Ayu sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Ayu masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 November 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @Anggrit

Ayu menderita Hidrocephalus


HELMIATUS YATIM BUDI HARYANTO (9, Kanker Kelenjar Getah Bening) Alamat: Dusun Plalangan RT 05/01, Desa Kalianyar, Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Helmi nama panggilan akrabnya adalah seorang anak yatim. Saat usia 4 bulan di dalam kandungan, ayahnya meninggal dunia karena penyakit kanker ganas pada bagian leher yang diderita sejak lama. Sang ibu kandung menikah lagi dan tinggal bersama suaminya di Bondowoso, Jawa Timur. Saat ini Helmi tinggal dan dirawat oleh Ahmad Hosen pamannnya dan ibu Marsuna bibinya. Pada awalnya Helmi tumbuh normal, seperti anak-anak pada umumnya. Namun, hal yang berbeda mulai terjadi ketika Helmi menginjak usia 2 tahun. Di daun telinga sebelah kanan timbul benjolan kecil menyerupai benjolan akibat gigitan serangga. Pada saat itu juga keluarga langsung memeriksakan Helmi ke rumah pak mantri yang berada tidak jauh dari rumahnya. Karena tidak ada perkembangan dalam pengobatannya,  keluarga langsung membawanya ke Rumah Sakit Koesnadi, Bondowoso untuk pengobatan lebih lanjut. Segala pemeriksaan medis dijalani oleh Helmi. Dari pemeriksaan tersebut, diketahui bahwa ia menderita kanker kelenjar getah bening.  Dokter menyarankan untuk segera melakukan operasi agar tidak membuat keadaan Helmi semakin memburuk. Namun pada saat itu pihak keluarga tidak memiliki biaya untuk membayar biaya operasi dan biaya rumah sakit, akhirnya pengobatan sempat terhenti selama 4 tahun. Ahmad Hosen, yang saat ini menjadi ayah angkatnya, sehari-hari bekerja sebagai buruh di perkebunan kopi di desanya. Hasil  dari pekerjaannya itu hanya cukup untuk makan sehari-hari. Marsunah, yang kini menjadi ibu angkatnya juga bekerja sebagai buruh di perkebunan kopi untuk membantu meringankan beban keluarga. Karena kondisi yang semakin memburuk, pada bulan oktober 2016 keluarga kembali membawa Helmi ke Rumah Sakit Koesnadi Bondowoso dengan jaminan kesehatan BPJS kelas III. Kemudian Helmi langsung dirujuk ke RSUD Dr.Soetomo Surabaya dikarenakan peralatan operasi yang lebih memadai. Alhamdulillah, kami Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga dan santunan telah diberikan untuk membantu biaya pengobatan serta transportasi selama proses pengobatan. Helmi dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut ia bisa melanjutkan ikhtiar mencari kesembuhan. Semoga bantuan ini dapat menjadi penyemangat keluarga untuk terus melanjutkan proses pengobatan Helmi sehingga ia bisa sembuh seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 November 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi

Helmi menderita Kanker Kelenjar Getah Bening


SANTINI BIN TEKSAN (54, Dhuafa + Katarak). Alamat : Jl KH. Moh. Toha RT 2/6, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Mbah Santini sudah lama menderita katarak pada mata kanan dan kiri namun beliau lupa kapan mulai menderita penyakit tersebut. Mata beliau pernah di operasi di salah satu rumah sakit di Surabaya secara gratis, namun pada masa penyembuhan mata beliau terkena sorotan lampu mobil dan membuat beliau jatuh saat jalan kaki menuju rumah. Pada saat jatuh, matanya sedikit terkena benturan sehingga matanya terasa sakit dan penglihatan buram. Setelah itu kedua mata Mbah Santini diberi air sirih atas rekomendasi tetangganya, akan tetapi penglihatannya semakin buram dan tidak jelas hingga saat ini. Mbah Santini tidak memiliki biaya dan takut untuk memeriksakan matanya, hingga akhirnya mata beliau dibiarkan begitu saja kondisinya. Mbah Santini sendiri merupakan seorang janda yang kesehariannya berjualan di warung kopi kecil miliknya dan dibantu salah satu kerabatnya. Beliau memiliki jaminan kesehatan KIS, namun tidak digunakan. Tim kurir dari Sedekah Rombongan Bangkalan membantu mengantarkan dan memeriksakan mata Mbah Santini ke dokter mata, dokter Farida Moenir di Kelurahan Kemayoran Bangkalan. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa mata kanan mbah Santini sudah tidak ada harapan untuk sembuh, sementara untuk mata kiri masih ada harapan untuk sembuh dengan operasi katarak. Tim kurir  memberikan referensi untuk operasi mata kiri mbah Santini ke salah satu klinik mata di Gresik dengan alasan klinik tersebut sudah menjalin komitmen dengan Sedekah Rombongan. Semoga bantuan yang kami berikan dapat membantu mbah Santini dalam perawatan penyakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 19 November 2016
Kurir: @Wahyu_CSD @vanmadura  @siham78 Nuris Ainul @hrosania

Bu santini seorang Dhuafa + Katarak


EVA AYU RAHMAWATI (16, Kerusakan Syaraf Mata). Alamat: Jl. Kramat 2, RT 3/3 , Kelurahan Karang Dalam, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur. Eva yang seharusnya menginjak bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) kini hanya bisa beraktivitas di rumah, padahal Ia termasuk siswa berprestasi. Hal ini dikarenakan kedua matanya tak bisa lagi melihat. Cerita berawal ketika ia mengalami kece;akaan di tahun 2013. Saat itu Eva masih bersekolah di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ia berangkat sekolah mengendarai sepeda, ditengah perjalanan secara tiba-tiba Ia diserempet oleh pengendara sepeda motor yang mengakibatkan Eva terjatuh. Sedangkan si pengendara motor lari dan tidak bertanggung jawab atas perbuatannya. Meski tidak ada luka yang terlihat di tubuhnya, namun naas beberapa hari kemudian mata kanannya menjadi tak dapat melihat. Pihak keluarga langsung membawa Eva ke RSUD Sampang. RSUD Sampang menyatakan tak mampu mengobati, begitupun saat Eva dirujuk ke RSUD Pamekasan. Kondisinya semakin memburuk karena beberapa hari kemudian mata sebelah kiri juga tak bisa melihat. Pihak keluarga segera memriksakan Eva ke dokter mata di Rumah Sakit Kayoon Surabaya. Dokter menyatakan bahwa syaraf mata Eva rusak dan untuk menyembuhkannya butuh proses pengobatan yang memakan waktu lama. Eva juga tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan. Pihak keluarga Eva memilih untuk tidak melanjutkan pengobatan medis dan memilih untuk berobat secara non-medis. Beberapa alternatif pernah ia datangi. Dan terakhir ia  berobat alternatif di Sumenep. Eva adalah anak pertama dari 2 bersaudara pasangan suami istri Moh. Rofiq (39) dan Sakiyah (33) yang sama-sama berprofesi sebagai petani di sawah milik orang lain. Kondisi eva saat ini mulai membaik, matanya sudah bisa merespon rangsangan cahaya. Sedekah Rombongan merasakan kesedihan yang dialami Eva dan keluarga. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan yang dapat digunakan untuk menemnuhi kebutuhan eva. Semoga kedua mata eva bisa segera sembuh dan bisa kembali melihat seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 November 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @vanmadura Robby @hrosania

Eva menderita Kerusakan Syaraf Mata


SITI NAJMAH (56, Radang Payudara). Alamat : Jl. Pahlawan V, RT 3/2, Kecamatan Rongtengah, Kabupaten Sampang Madura, Provinsi Jawa Timur.  Ibu Najmah adalah janda dengan tiga anak yang sehari-hari mencari nafkah dibantu oleh anaknya dengan membuka warung rujak. Beliau tinggal dengan ketiga anaknya. Anak pertama dan kedua telah berkeluarga serta memiliki anak yang juga turut tinggal dirumah sederhana yang juga dijadikan tempat berjualan rujak. Riwayat sakit bu Najmah bermula dari 2 bulan lalu. Bu Najmah merasakan ada benjolan di payudaranya. Setelah beberapa lama dibiarkan, benjolan tersebut pecah dan membuat payudaranya membengkak. Melihat kejadian tersebut, anak beliau membawa bu Najmah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sampang untuk dilakukan pemeriksaan medis. Setelah dilakukan pemeriksaan, hasil biopsi menyatakan bahwa bu Najmah terkena radang payudara dan harus dilakukan tindakan operasi. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguk ke rumah bu Najmah, rumah tersebut tampak sepi karena sejak sakit ia tak lagi berjualan. Bu Najmah melakukan pengobatan menggunakan fasilitas kesehatan BPJS mandiri kelas III. Akan tetapi beliau mengeluhkan biaya untuk tranportasi dan operasional sehari-hari dikarenakan ia sudah tidak berjualan lagi semenjak sakit. Rencananya akan segera dilakukan tindakan operasi pengangkatan, namun masih menunggu kadar gulanya normal. Bantuan pertama  telah disampaikan. Keluarga bu Najmah sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini bu Najmah masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 November 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @vanmadura Sri @hrosania

Ibu siti menderita Radang Payudara


SRANI BINTI SNIRAM (80, Dhuafa + Tuna Netra). Alamat : Jl. Alasraja, RT3/8, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan Madura, Provinsi Jawa Timur. Mbah Srani merupakan seorang janda yang tinggal seorang diri di rumah petak kecil. Kondisi rumah beliau sudah tidak layak huni karena banyak bagian bangunan yang terbuat dari anyaman bambu sudah dimakan rayap. Sejak beberapa tahun  yang lalu mbah Srani mengalami gangguan total pada penglihatannya. Kondisi fisiknya sudah sangat lemah dan tidak bisa bergerak dari tempat tidur. Saat kurir Sedekah Rombongan mendatangi rumahnya, mbah Srani sedang tergulai lemah di ranjangnya. Tetangga beliau menuturkan, bahwa untuk aktifitas mandi, buang air besar dan lainnya, mbah Srani dibantu oleh tetangga di depan rumahnya. Termasuk untuk menyediakan makanan dan obat warung. Hal tersebut karena mbah Srani sudah tidak memiliki sanak saudara dan keturunan. Melihat kondisi tersebut, Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan diberi kesempatan untuk sedikit meringankan beban mbah Srani. Bantuan telah disampuakin ke mbah Srani,. Bantuan yang disaampaikan berupa bahan pangan untuk kebutuhan sehari-hari. Mbah Srani mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga bantuan tersebut dapat meringankan beban mbah Srinah.

Jumlah santunan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal: 6 November 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @vanmadura @masyrifahhatib @hrosania

Bu srani seorang Dhuafa + Tuna Netra


SULIHAH BINTI MOH SUKRI (55, Kanker Payudara). Alamat : Kampung Murlaok RT 2/6,  Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan Madura, Provinsi Jawa Timur. Bu Lihah, begitu sapaan akrabnya oleh para tetangga dan pelanggan bubur dagangannya. Bu lihah adalah Janda dengan satu anak. Sekitar 4 bulan lalu ia mengeluhkan sakit di bagian payudaranya. Terdapat benjolan di bagian payudara sebelah kiri dan mengeluarkan darah serta cairan kuning dari bagian putingnya. Ketika kurir Sedekah Rombongan berkunjung ke rumah bu Lihah, beliau juga menuturkan bahwa payudaranya mengalami pembengkakan selama beberapa bulan terakhir. Pihak kerabat terdekat mengantar bu Lihah unutk periksa ke Puskesmas dan kemudian oleh pihak Puskesmas dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkalan untuk menjalani operasi pengangkatan kankernya. Pengobatan yang dilakukan dengan menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas III. Meski begitu bu Lihah mengeluhkan besarnya biaya transportasi untuk berobat dari rumah ke rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan berkesempatan untuk membantu bu Lihah dengan menyampaikan bantuan biaya transportasi dan biaya obat di luar BPJS. Operasi sudah dilakukan dan kondisi bu Lihah pasca operasi mulai membaik. Saat ini bu Lihah sedang menunggu jadwal kemoterapi yang akan dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan yang Sedekah Rombongan sampaikan juga meliputi biaya transportasi bu Lihah dari Madura ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bu Lihah sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini ia masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal: 6 November 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @vanmadura @masyrifahhatib @hrosania

Bu sulihah menderita Kanker Payudara

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 YAMINAH BINTI PUANA 3,000,000
2 YUSRI BIN SALEH 500,000
3 BEJO BIN TAMYIS 1,000,000
4 SAPTO ADI 500,000
5 SUYATNO BIN SABAR 750,000
6 ADEVA PUTRI ZAHIDA 500,000
7 INDRA BIN SIABUDIN 500,000
8 NUR LETSOIN 1,000,000
9 MTSR SORONG RAYA 3,500,000
10 RSSR SORONG RAYA 3,000,000
11 TONNY YAKOP 1,000,000
12 BEATRIX RAMANDEY 500,000
13 JANUAR DAFFA MAULANA 1,000,000
14 KARTINI BINTI SAMIYO 1,382,000
15 LUTFHI ARYA FIRDAUS 1,641,000
16 FARID ABDULLAH 2,863,000
17 DALIMIN BIN TARMO SUTARYO 1,000,000
18 EKO PRAYITNO 2,804,000
19 RIAN JUNIOR 1,348,000
20 WINANTI BINTI TAYAT 2,460,000
21 YANUAR TRIADI 1,000,000
22 APRILIA CASSANDRA SYAFFARIYANI 2,750,000
23 KATNI JARTO 500,000
24 IDA SOEGIARTI 500,000
25 ROMLAH BINTI RIBUT SUPRIYADI 1,500,000
26 SAK’I BIN MISWAN 3,025,000
27 MARLIKA BINTI AHMAD 500,000
28 BUNASIH BINTI BUNA 1,000,000
29 LATIF ANDITA FADLI 1,000,000
30 IRFAN MAULANA 1,000,000
31 BANJIR SAMPANG 1,500,000
32 SUCI RAMADANI​ 500,000
33 CALLISTA ANINDITA PUTRI 500,000
34 AGUSTINA RAHAYU BIN AINUR ROFIQ 500,000
35 HELMIATUS YATIM BUDI HARYANTO 500,000
36 SANTINI BIN TEKSAN 500,000
37 EVA AYU RAHMAWATI 1,000,000
38 SITI NAJMAH 1,000,000
39 SRANI BINTI SNIRAM 1,500,000
40 SULIHAH BINTI MOH SUKRI 1,500,000
Total 52,023,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 52,023,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 957 ROMBONGAN

Rp. 47,365,517,887,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.