Rombongan 956

Kekuatan dari sedekah begitu ajaib, sehingga akal sehat tak mampu menangkap sebab-akibat dari sedekah.
Posted by on February 14, 2017

IDAH BINTI H.HOLID (60, Sirosis Hati). Alamat : Dusun Langseb IV, RT 3/4, Desa Kertaharja, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ibu Idah merasakan sakit sejak 10 tahun lalu. Awalnya merasakan mual, perut melilit, dadanya terasa panas, perutnya pun semakin membengkak. Pada bulan Oktober 2016, Ibu Idah yang tidak kuat menahan sakitnya dirawat selama seminggu di Rumah Sakit Islam (RSI) Kabupaten Karawang. Satu bulan kemudian kondisi Bu Idah menurun sehingga kembali mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Hasil pemeriksaan menyatakan Bu Ida menderita penyakit hati kronis yang dikenal dengan Sirosis Hati. Dokter merujuknya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS) Bandung. Ibu Idah yang saat ini tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung rutin menjalani pengobatannya di RSHS Bandung. Ia menjalani pemeriksaan USG kandungan dan USG penyakit dalam, serta menjalani 3 kali tindakan sedot cairan agar tidak menutupi bagian paru-parunya. Selama menunggu hasil dari seluruh pemeriksaannya untuk tindakan medis selanjutnya, Ibu Idah dibantu Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Karawang mengantarnya kembali ke halaman rumahnya di Karawang. Beliau yang sehari-hari adalah seorang Ibu Rumah Tangga, menuturkan keinginannya untuk berhenti melanjutkan pengobatan. Untuk pengobatannya selama ini, Bu Idah terbantu dengan menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Namun faktor keadaan ekonomi yang kurang membuatnya kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari selama beliau sakit. Santunan lanjutan kembali disampaikan untuk meringankan beban biaya kebutuhan sehari-hari saat Bu Idah berada di RSSR Bandung setelah santunan sebelumnya masuk ke dalam Rombongan 952. Kabar duka yang kami dengar 31 Januari 2017, Bu Idah menghembuskan nafasnya yang terakhir. Bu Idah telah berusaha keras melawan rasa sakitnya selama ini, semoga menjadi penggugur dosa untuknya kelak, in syaa Allah khusnul khotimah…Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu Kosasih @etydewi2

Bu idah menderita Sirosis Hati


SUDIN BIN ABIH (61, Soft Tisue Tumor Et Regio Colli Dextra Suspect Lhymphoma Hodgkin Disease +  Secondary Infection). Alamat : Dusun Karajan, RT 2/1,  Desa Barugbug, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Awalnya Juni tahun lalu, Pak Sudin seringkali merasakan pusing-pusing dan mual. Hal lain yang beliau telat sadari ialah tumbuhnya benjolan di leher sebelah kanannya. Melihat  benjolan Pak Sudin yang semakin membesar, keluarga membawa ke Puskesmas Jatisari selanjutnya dirujuk ke Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Menjalani serangkaian tes di RSUD diketahui Pak Sudin menderita Tumor jaringan lunak  pada  leher kanan yang dicurigai akibat keganasan pada kelenjar getah bening disertai infeksi sekunder yang dalam bahas medis dikenal dengan Soft tisue tumor et regio colli dextra suspect lhymphoma hodgkin disease +  secondary infection. Pak Sudin selama sakitnya tidak dapat bekerja mencari nafkah, Istrinya ibu Awati (44) yang seorang ibu rumah tangga menururkan untuk pengobatan suaminya terbantu dengan adanya jaminan kesehatan JKN-KIS PBI namun untuk biaya transportasi selama berobat keluarga merasa kesulitan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan pak Sudin untuk menyampaikan titipan para sedekaholics guna meringankan biaya untuk transportasi selama beliau dirawat. Semoga Pak Sudin kembali sehat dan dapat menjalani aktifitas seperti sedia kala. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu Kosasih @etydewi2

Pak sudin menderita Soft Tisue Tumor Et Regio Colli Dextra Suspect Lhymphoma Hodgkin Disease + Secondary Infection


RASYA BIN RANA (10, Leukimia Limfoblastik Akut). Alamat : Dusun Buer, RT 6/1, Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Rasya adalah siswa sekolah tingkat dasar. Awalnya sepulang sekolah Rasya mengeluh seluruh badannya ngilu dan panas, hal itu terjadi setahun yang lalu. Orangtua Rasya pada waktu itu membawanya ke Dokter terdekat dan Dokter menyarankan agar Rasya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang.  Diagnosa tim Medis RSUD Kabupaten Karawang menyatakan bahwa Rasya mengidap Leukimia Limfoblastik Akut yang dalam bahasa umum kita kenal dengan kanker sel darah putih. Dokter menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.  Rasya sebelumnya sudah menjadi pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Bandung dan sudah menjalankan proses kemoterapi selama 14 bulan dari 26 bulan yang dijadwalkan. Selain kemoterapi, Rasya juga diharuskan mengonsumsi obat mercaptopurin. Obat tersebut tidak termasuk dalam jaminan kesehatan yang dimilikinya. Alhamdulillah setelah serangkain kemoterapi yang sudah dijalankan kondisi Rasya sekarang sudah semakin membaik. Orang tua Rasya, Bapak Rana (33), berprofesi sebagai pedagang asongan dan Ibu Siti Hasanah (32) adalah seorang ibu rumah tangga. Walau menggunakan jaminan kesehatan yang dimiliki adalah JKN-KIS PBI namun ia kesulitan untuk membeli obat yang harus ia konsumsi secara rutin. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan dana santunan lanjutan yang diberikan secara rutin setiap bulan nya untuk membantu membeli kebutuhan Rasya. Bantuan sebelumnya masuk ke dalam rombongan nomor 951. Semoga Rasya diberikan kekuatan untuk dapat menyelesaikan proses kemoterapi sampai sehat kembali seperti sedia kala dan ceria seperti anak-anak seusianya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 30 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @abahlutung @tammitrie

Rasya menderita Leukimia Limfoblastik Akut


IDA BINTI CAYO (17, Tumor Mandibula). Dusun Krajan Barat, RT 2/3, Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ida sudah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak awal bulan September 2016. Ida merupakan anak sulung dari 5 bersaudara. Empat tahun lalu ida merasakan sakit  di rahang bagian kirinya dan orangtua Ida membawa Ida ke klinik terdekat untuk memeriksakan kondisi penyakit yang diderita oleh Ida. Dokter merujuk Ida ke Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Karawang dan didiagnosa mengidap tumor mandibula atau dikenal sebagai tumor rahang bawah.  Pengobatan Ida sempat terhenti karena kendala biaya yang dihadapi oleh keluarganya. Ida hidup di keluarga yang serba kekurangan, Ibunya, Ane (51) adalah seorang Pembantu Rumah Tangga (PRT) dengan 5 orang anak, sedangkan suaminya sudah lama meninggal. Baru 3 bulan ini Ida melanjutkan pengobatannya, setelah kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi mengenai Ida dari seorang aparat desa nya. Ida dibuatkan Jaminan Kesehatan KIS PBI, dan melanjutkan pengobatannya hingga dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS). Di RSHS, Ida melakukan test untuk mengetahui keganasan pada tumornya, Alhamdulillah hasilnya adalah bahwa positif tumor jinak. Pengobatan yang disarankan yaitu berupa operasi untuk mengganti rahangnya. Awalnya Ida dijadwalkan untuk tindakan operasi pada pertengahan bulan Desember. Namun karena ada permasalahan akses menuju RSHS kurang mendukung, maka operasi pun ditunda. Alhamdulillah meski sempat tertunda operasi Ida sudah dilaksanakan dan Ida sudah memakai gigi palsu di bagian rahang bawah pada tanggal 2 Februari 2017 kemarin. Secara medis penyembuhan Ida sudah tuntas, namun apabila ada keluhan dokter menyarankan untuk segera kontrol. Bantuan kembali disampaikan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk mencukupi kebutuhan selama Ida berada di RSSR Bandung. Bantuan sebelumnya masuk ke Rombongan 948. Semoga Ida segera sehat kembali dan dapat menjalani keseharian nya dengan ceria. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @badrudin @tammitrie

Bu ida menderita Tumor Mandibula


REJA MAULANA (3, Hernia). Alamat: Kampung Banjarsari RT 5/9, Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Fasilitas kesehatan: BPJS. Reja tinggal bersama kedua orabgtuanya di rumah kontrakan. Ayahnya, Agus Sajidin (28), hanyalah buruh tani yang dipekerjakan dengan upah harian. Sehari ia mendapat bayaran Rp.50.000. Itu pun kalau ada yang membutuhkan jasa tenaganya. Ibunya, Iim Nurhanah (31) adalah ibu rumah tangga yang sehari-hari disibukkan dengan mengurus kedua anaknya. Kini ibunya tak mampu lagi membantu suaminya mencari tambahan penghasilan, karena ia diduga mengidap kanker payudara. “Anak saya yang kedua ini sering sakit-sakitan, dan bila menangis, muncul pembengkakan di selangkangannya. Kata mantri dan Puskesmas, Reja terkena Hernia. Reja aja dulu, pak, bantu biar sembuh,” pinta ibunya saat kurir berkunjung ke rumah orangtuanya. Reja nampak tidak bergairah seperti layaknya anak-anak. Bukan hal mudah memang merasakan sakit berbulan-bulan tanpa upaya penyembuhan yang optimal. “Kami hanya mampu membawanya sampai Puskesmas. Takkan mampu kalau harus ke rumah sakit. Ia hanya diberi obat penahan sakit saja,” kata bapaknya sambil menunduk haru. Dengan bantuan kader PKK dan kedus setempat, akhirnya kita bisa membuatkan BPJS untuk melanjutkan pengobatan Reja. Relawan #SedekahRombongan memeriksakan Reja dua kali ke RSUD Soreang. Akhirnya Reja dioperasi di RSUD Al Ihsan Baleendah Kab. Bandung dan berhasil. Tiga minggu sekali ia kontrol ke RSUD Al Ihsan dalam tiga bulan. Penyakit hernianya dinyatakan sembuh. Selain mengidap Hernia, pertumbuhan dan perkembangan Reja ternyata tidak normal. Ia juga harus berobat jalan empat minggu sekai ke Bagian Tumbuh Kembang RSUD Soreang. Kini pertumbuhan dan perkembangannya menggembirakan, meskipun sebulan sekali ia masih harus terapi ke RSUD rujukan itu. Pada awal April 2016 kurir #SR di Bandung menjenguk Reja di rumah neneknya yang terletak di daerah pegunungan. Ibunya menuturkan bahwa pertumbuhan anak bungsunya itu cukup menggembirakan. “Alhamdulillah Pak sekarang. Tapi dia masih harus kontrol ke Bandung. Kami sebenarnya sudah cape,” kata ibunya. Reja masih harus kontrol sebulan sekali ke RSUD Soreang dan RSU Al-Ihsan Baleendah Kabupaten Bandung. Oleh karena itu, untuk melanjutkan ikhtiar bagi kesembuhan Reja, pada Februari 217 kurir Sedekah Rombongan kembali menjenguknya sambil menyampaikan santunan lanjutan untuk Reja Maulana dan keluarganya. Santunan yang disampaikan di rumah saudaranya ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 867.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 4 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Reja menderita Hernia


EDIH SUPARMAN (60, Bengkak Jantung + Stroke). Alamat : Kampung Neglasari RT 1/4 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sehari-hari ia dipanggil Mang Edih dan dikenal warga desanya sebagai Anggota Hansip Desa Ciwidey. Perangkat desa itu tak menduga di hari tuanya harus mengalami sakit yang cukup serius. “Kata dokter waktu itu suami saya mengalami embengkakan jantung dan stroke. Itu terjadi setahun yang, sekitar bulan Januari 2016,” kata istrinya, Ibu Nani (50) saat dikunjungi kurir Sedekah Rombongan di rumah bilik mereka yang sempit. Berbekal Kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), Mang Edih berkali-kali diperiksakan ke Puskesmas Ciwidey dan RSUD Soreang. Ia bahkan pernah dirawat inap dua minggu di salah satu rumah sakit rujukan di Kabupaten Bandung itu, saat tim medis menangani gangguan jantung yang dialaminya. Setelah mengalami perawatan secara maksimal dan kontrol rutin selama dua bulan, bersyukur gangguan jantungnya dapat disembuhkan. Akan tetapi, tak lama setelah ia sembuh dari gangguan pembengkakan jantung, ia mengalami stroke : tangan kanan dan kaki kanannya tak bisa lagi digerakkan. Selama sepuluh bulan ia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Karena sakitnya itu, ia kini tak bekerja lagi. Kepala keluarga dhuafa ini kini tak punya lagi penghasilan untuk menghidupi keluarganya, terutama satu anaknya yang masih jadi tanggungan. Selama ini yang kerap membantu biaya berobat adalah kedua anaknya yang sudah berkeluarga, dan dari penghasilan istrinya berjualan nasi uduk. “Bapak kini harus rutin berobat dan terapi untuk mengatasi stroke yan dialaminya,” tambah istrinya. Pak Edih dan keluarganya amat layak dibantu. Selain termasuk dhuafa, penyakit yang dialaminya memerlukan penanganan lama dan serius juga biaya tidak kecil. Alhamdulillah, harapan Pak Edih dan keluarganya terpenuhi. Dengan empati sedekaholics, kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan untuk Pak Edih Suparman dan keluarganya. Bantuan awal yang diterima istrinya ini digunakan untuk biaya tranportasi-akomodasi berobat dan biaya seharihari.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 4 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak edih menderita Bengkak Jantung + Stroke


SAMSUDIN BIN OTO (59, Diabetes Melitus dan Gagal Ginjal). Alamat: Kampung Mumunggang RT 3/10 Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Bersama istri dan satu anaknya yang masih lajang, Pak Samsudin tinggal di rumah panggung sederhana, hasil kerja kerasnya, berdagang, sebelum ia terserang penyakit. Sejak awal 2011 Pak Samsudin tidak bisa bekerja lagi seperti biasa karena ia sakit-sakitan. Dengan menggunakan biaya pribadi, ia memeriksakan penyakitnya ke dokter praktek dan rumah sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Pak Samsudin pertama kali didiagnosa menderita kencing mannis (Diabetes Melitus). Ketika masih mengobati penyakitnya itu, ia juga dikatakan menderita gagal ginjal berdasarkan hasil pemeriksaan di RSHS Bandung. Di rumah sakit rujukan nasional ini ia pernah dua minggu dirawat, menggunakan biaya sendiri. Bertahun-tahun ia berobat, menguras segala yang ia miliki: kesabaran, harta dan air mata. Karena tidak punya lagi biaya, dia sempat berhenti berobat. Apalagi, istrinya pun, Imas Rosmiati (55) sudah setahun terserang Stroke. Atas saran saudaranya, ia kemudian membuat Kartu BPJS Kelas 3. Sampai saat ini dia bisa berobat lagi dan menjalani hemodialisa (cuci darah) seminggu dua kali di RS AMC Cileunyi Bandung, menggunakan fasilitas BPJS. Akan tetapi, akibat kemiskinan yang dialaminya, ia sering kesulitan memiliki biaya transportasi karena tidak ada lagi harta benda yang bisa dijual. Musibah yang menimpa Pak Samsudin dan keluarganya sampai kepada Sedekah Rombongan atas informasi kader PKK di lingkungannya. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dengan Pak Samsudin dan keluarganya sambil menyampaikan bantuan dari sedekaholics dan mendaftarkannya sebagai pasien dampingan Sedekah Rombongan. Sejak  November 2015 Pak Samsudin setiap bulan dikunjungi dan dibantu ikhtiar berobatnya, bahkan beberapa kali diantar-jemput untuk cuci-darah, dan Alhamdulillah masa kritisnya telah terlewati. Walaupun kemudian kondisinya nampak membaik, ia masih membutuhkan uluran tangan demi membantunya agar dapat terus berobat dan cuci darah. Pada kunjungan bulan Oktober 2016, diperoleh kabar bahwa kedua ginjal Pak Samsudin harus “dinuklir”. Namun, karena jadwal tindakan itu harus mengantri dan menunggu sampai Februari 2017, sementara kondisi Pak Samsudin semakin mengkhawatirkan, maka dokter menyarankan untuk melakukannya melalui jalur umum. Tetapi, Biaya “menuklir” melalui jalur umum tersebut tentu tidak ditanggung BPJS, dan biayanya berkisar antara Rp 1.500.000,-. Selain itu, sejak bulan lalu Pak Samsudin harus bolak-balik memeriksakan matanya ke RS Mata Cicendo dikarenakan sekarang ia mengalami ngangguan penglihatan. Memahami betapa beratnya derita hidup Pak Samsudin dan keluarganya, pada akhir Desember 2016 dan awal Februari 2017 Kurir Sedekah Robongan kembali memberinya santunan lanjutan, bantuan dari para sedekaholics. Bantuan tersebut akan digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi cuci darah, berobat ke RS Mata Cicendo Bandung, dan membayar iuran BPJS. Semoga dari bantuan para sedekaholic nanti, secara bertahap kedua ginjal Pak Samsudin dan gangguan penglihatan pada matanya dapat disembuhkan. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 937.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @hengkisenandika @lisdamojang

Pak samsudin menderita Diabetes Melitus dan Gagal Ginjal


IMAS ROSMIATI (53, Darah Tinggi dan Stroke). Alamat: Kampung Mumunggang RT 3/10 Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Bersama suami dan satu anaknya yang belum berkeluarga, Bu Imas tinggal di rumah panggung yang amat sederhana. Suaminya, Pak Samsudin (58), bekerja sebagai pedagang keliling yang kini tidak bisa lagi beraktivitas karena ia juga menderita penyakit seperti yang dialami istrinya. Suami-istri ini tengah mendapatkan ujian luar biasa! Sejak akhir 2013 Bu Imas tidak mampu lagi menjalankan tugas kesehariannya sebagai ibu rumah tangga. Ia sakit-sakitan, dan sempat berbulan-bulan hanya teronggok di pembaringan. Berawal dari serangan thypus, kedua pergelangan tangan dan pergelangan kakinya kemudian tak bisa berfungsi. Dari pergelangan kaki dan tangan sampai jari-jarinya bahkan menghitam. Ia diduga mengalami Stroke dan Darah Tinggi. Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan, baik melalui medis maupun nonmedis dengan biaya sendiri. Selain ke dokter praktek, Puskesmas, RSUD Sumedang, ia bahkan pernah berobat ke RSHS Bandung sebagai pasien umum. Karena sudah habis biaya, akhirnya ia menggunakan fasilitas BPJS Kelas 3 untuk berobat. Akan tetapi, ikhtiar berobatnya kerap terhenti karena ketidakadaan dana. Cobaan hidup yang dialami Bu Imas akhirnya sampai kepada kurir Sedekah Rombongan atas informasi seorang kader PKK. Ketika kurir #SR berkunjung ke rumahnya, ia menuturkan harapannya untuk terus berobat. Alhamdulillah empati sedekaholics #SR menjawab keinginan Bu Imas. Sejak Desember 2015 Sedekah Rombongan menjadikannya sebagai pasien dampingan. Dan sejak saat itu, atas bantuan para secekaholics, Ibu Imas dapat melanjutkan pengobatannya. Sampai pada kunjungan di bulan Agustus 2016, kondisi fisik Bu Imas terlihat belum membaik. Tangan dan kakinya masih sakit dan sulit digerakkan, sehingga setiap harus berobat ia masih memerlukan transportasi yang bisa mengantar-jemput dari rumahnya ke rumah sakit. Pada bulan November dan Desember 2016, alhamdulillah, Kurir Sedekah rombongan dapat terus memberi bantuan karena Ibu Imas harus terus menjalani kontrol dan pengobatan rutin ke rumah sakit. Pada kunjungan di bulan Februari 2017 kondisi Ibu Imas mengabarkan bahwa kondisinya sudah membaik, Tangannya sudah bisa digerakkan dan sudah bisa berdiri tetapi belum bisa berjalan dengan lancar. Pada kunjungan itu juga, kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan Sedekaholik yang memahami dan berempati pada penyakit yang dideritanya. Bantuan uang tersebut masih dibutuhkan untuk digunakan sebagai biaya transportasi-akomodasi berobat, membeli vitamin tambahan, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 937.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @asepbima @lilisdariyah @hengkisenandika

Bu imas menderita Darah Tinggi dan Stroke


RIKA MAELANI (25, Tuberculosis Tulang). Alamat: Kp. Krajan, RT 1/1, Desa Ciptasari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rika adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan asal Kabupaten Karawang. Ibu dua orang putri ini, menderita kelumpuhan sejak tahun 2013. Berbagai upaya dilakukan demi kesembuhannya selama 2 tahun namun belum membuahkan hasil, hingga Ibu Rika dan keluarganya pun pasrah menerima keadaan. Setahun lalu Ibu Rika berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang, kemudian Dokter merujuknya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Menjalani pemerikasaan di RSHS Bandung, Ibu Rika dinyatakan positif mengidap Tuberculosis Tulang. Untuk kesembuhannya Dokter menyarankan agar Ibu Rika melakukan tindakan operasi. Sampai satu ini Ibu Rika terus mengonsumsi obat dan disarankan untuk terus menggunakan korset khusus guna menyangga tulang belakangnya. Untuk memudahkannya melakukan kontrol ke RSHS, Ibu Rika saat ini tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Beliau masih menunggu antrian ruangan untuk tindakan operasinya di RSHS Bandung. Suami Ibu Rika, Bapak Andi Nugroho (37) sehari-hari mendampingi istrinya di RSSR Bandung sehingga tidak dapat mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Sedang sehari-hari kedua putrinya yang masih kecil dititipkan keluarga di Karawang. Untuk biaya pengobatannya, beliau menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, namun  kesulitan dirasakan untuk memenuhi biaya kebutuhan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk meringankan beban Ibu Rika membeli kebutuhan sehari-hari dan keperluannya membeli pampers. Semoga Ibu Rika bisa segera menjalani operasi dan sehat seperti sedia kala. Bantuan Sebelumnya masuk ke dalam Rombongan 946.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @cucudjuanda @etydewi2

Bu rika menderita Tuberculosis Tulang


KARYATI BINTI SARKO (51, Kanker Ovarium). Alamat : Dusun Telar RT 2/1, Desa Telarsari, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ibu Karyati merupakan pasien dampingan asal Kabupaten Karawang. Pada tahun 2014, Ibu Karyati merasakan benjolan kecil di bagian kanan pada organ kewanitaan. Benjolan yang awalnya tidak terasa sakit, kelamaan terasa perih, bahkan perubahannya pun terlihat dari kondisi perutnya yang juga ikut membesar. Februari 2016, Bu Karyati tidak lagi menahan sakitnya dan mendapat rujukan dari Puskesmas Jatisari, ke Rumah Sakit Siloam Purwakarta. Menjalani pemeriksaan, Bu Karyati terdiagnosis Kanker Ovarium. Mendapat rujukan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang, Bu Karyati kemudian dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun dengan pertimbangan biaya hidup, Bu Karyati tidak melanjutkan pengobatannya. Januari 2017, Bu Karyati yang terbaring lemah tak berdaya dirumahnya kemudian dibawa ke RSUD Kabupaten Karawang. Dokter menyarankan agar dilakukan operasi pengangkatan benjolan segera. Alhamdulillah tindakan operasi Bu Karyati berjalan dengan lancar. Beliau sudah 2 kali menjalani kontrol ke rumah sakit pasca operasinya. Bu Karyati yang kondisinya masih lemah memggantungkan kebutuhan hidup dirinya dan kedua anaknya oleh saudara dan tetangga sekitar. Bu Karyati terbantu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk biaya pengobatannya, namun untuk kebutuhan sehari-hari dan transportasi berobat beliau kesulitan. Santunan lanjutan titipan para sedekaholics pun disampaikan untuk membantu kebutuhannya sehari-hari selama sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 952. Semoga Bu Karyati kembali pulih dan sehat secara total dan menjalani hari-harinya seperti sedia kala. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @badrudin_musthafa @etydewi2

Bu karyati menderita Kanker Ovarium


JURIAH BINTI IDUN (48, Ca Mammae). Alamat : Dusun Tambak Sumur 2 RT 14/5, Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Bu Juriah yang seorang ibu rumah tangga, sejak 2 tahun yang lalu merasakan ada benjolan di payudaranya sebelah kanan, namun tidak ia hiraukan. Baru sekitar delapan bulan yang lalu, benjolan di payudara Bu Juriah pecah dan menimbulkan luka. Bu Juriah menjalani serangkaian pemeriksaan di RSUD Kabupaten Karawang sebelum akhirnya ia dirujuk ke Rumah sakit Hasan Sadikin Bandung untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kurir Sedekah Rombongan mendampinggi Bu Juriah ke ke RSHS Bandung menggunakan MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan). Bu Juriah yang selama ini tinggal di RSSR (Rumah Singgah Sedekah Rombongan) Bandung bersama suaminya, beberapa hari kembali ke rumahnya di Karawang. Alhamdulillah perkembangannya semakin baik, Bu Juriah masih menjalani kemoterapi siklus keduanya direncanakan sebanyak 6 kali. Suami Bu Juriah, Pak Misan (53) adalah seorang buruh tani yang penghasilannya tidak menentu dengan jumlah tanggungan 3 orang. Selama sakitnya Bu Juriah terbantu dengan menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk pengobatannya, namun kesulitan untuk memenuhi biaya hidupnya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-harinya di rumah. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 951. Semoga Bu Juriah terus semangat dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin ..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu Kosasih @etydewi2

BU juriah menderita Ca Mammae


IAN SOPYAN SAURI (28, Tortikolis Sinistra). Alamat : Dusun Manis RT 2/3, Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Seorang pemuda yang akrab disapa Ian ini adalah seorang tukang parkir di sebuah pasar tradisional. Ia mulai menderita sakit pada tahun 2014. Saat itu, ia sedang memanggul barang belanjaan milik orang lain, tiba tiba tulang lehernya seperti ada yang patah, namun Ian tidak merasakan sakit sedikit pun. Kondisi tersebut tidak diberitahukan kepada orang tuanya. Selang beberapa waktu, ada perubahan di leher Ian, lehernya tidak bisa diluruskan lagi seperti sebelumnya. Dengan kondisi demikian, sayangnya Ian tidak melakukan pengobatan medis maupun tradisional. Kemudian pada tahun 2015, Ian dibawa ke pengobatan alternatif dan ke RSUD. Namun, karena keterbatasan biaya transportasi dan akomodasi pengobatan pun dihentikan. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ian. Dengan dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan Ian dibawa ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Berdasarkan hasil diagnosa dokter Ian menderita Tortikolis Sinistra, yaitu suatu gangguan pada otot leher yang mengakibatkan kepala terlihat memutar ke samping. Dengan keadaan seperti itu, Ian bekerja tidak maksimal. Saat ini Ian harus rutin menjalani fisioterapi di Rumah Sakit sekar Kamulyan Cigugur, untuk melemaskan otot lehernya. Ibu Ian, Mulyati (47) bekerja sebagai penunggu bensin eceran, yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari, dan ada adik Ian yang masih sekolah. Sedangkan Ayah Ian sudah meninggal dunia. Ian kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi ke rumah sakit. Biarpun demikian, pengobatannya sedikit terbantu dengan adanya jaminan kesehatan jenis JKN-KIS PBI yang dibayar oleh pemerintah. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan pun dapat menyampaikan santunan kedua kepada Ian untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Semoga Ian lekas diberi kesembuhan oleh Allah. Aamiin. Sebelumnya Ian masuk kedalam Rombongan 942.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Melisa Diah

Ian menderita Tortikolis Sinistra


NIA DEWIANTI (35, Kanker Usus). Alamat : Dusun Sukamukti, RT 2/4, Desa Mekar Raharja, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Ibu Nia merupakan salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Kuningan yang menderita kanker usus. Penyakit Ibu Nia berawal ketika beliau sering mengeluh sakit di bagian perut. Akhirnya, beliau memeriksakan kondisinya ke Rumah Sakit dan segera mendapat perawatan di Rumah Sakit. Hasil USG, tes darah dan rongten menunjukkan bahwa Ibu Nia menderita penyakit Kanker Usus. Beliau menjalani tindakan operasi pemotongan usus sebanyak 2 kali pada bulan Maret 2016 lalu. Untuk aktifitasnya sehari-hari pasca operasi beliau menggunakan alat Colostomy yang dipasang pada perutnya sebagai alternatif buang air besar. Saat ini kondisi beliau Alhamdulillah sudah jauh lebih baik setelah melanjutkan pengobatan lanjutan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada pertengahan bulan Juni lalu. Ibu Nia harus menjalani check up sekaligus kemoterapi secara rutin ke RSHS Bandung. Pada akhir november lalu, kondisi kesehatan Ibu Nia sempat turun karena terjadi infeksi pada ususnya sehingga jadwal kemoterapi pun harus diundur. Alhamdulillah saat ini keadaan fisik Ibu Nia kembali membaik dan Ibu Nia dapat menjalani kemoterapi lanjutan. Ibu Nia harus menjalani dua kali kemoterapi lagi untuk menjalani operasi. Ibu Nia menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri kelas III untuk meringankan beban biaya rumah sakit. Hanya saja, beliau kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi dan akomodasi selama di Bandung. Suami Ibu Nia,  Bapak Andrianan (35) saat ini bekerja sebagai pedagang sayuran keliling demi mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kesembilan untuk transportasi dan akomodasi. Semoga ikhtiar Ibu Nia membuahkan hasil terbaik berupa kesembuhan. Aamiin. Sebelumnya Ibu Nia merupakan pasien Rombongan 924.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Bu nia menderita Kanker Usus


IQBAL GHIFARI (5, Hydrocepalus). Alamat : Dusun Wage RT 1/1, Desa Tinggar, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Iqbal yang saat ini berusia 5 tahun menderita penyakit Hidrosepalus sejak usianya baru menginjak 3 minggu. Ia dilahirkan secara normal di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) 45 Kuningan dalam keadaan yang sehat. Akan tetapi, setelah usia Iqbal 3 minggu terjadi pembengkakkan di bagian kepala. Melihat kondisi Iqbal, ia pernah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Wijaya Kusumah Kuningan selama 10 hari. Penyakit tersebut membuat pertumbuhan Iqbal terganggu karena di usia 5 tahun ia belum bisa beraktifitas seperti anak seusianya. Ia tidak bisa duduk hingga menyender pun ia merasa kesulitan. Saat ini, Iqbal hanya bisa tidur terlentang. Selain itu, ia juga tidak bisa mengunyah walaupun giginya tumbuh normal. Yang lebih mengkhawatirkan, penglihatan Iqbal tidak berfungsi dengan maksimal dan tidak terlalu cepat merespon sesuatu yang dilihat. Iqbal menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Iqbal merupakan putra dari Bapak Enco Tarsa (45) yang bekerja sebagai buruh bangunan. Penghasilan beliau hanya cukup untuk membiayai kebutuhan pokok sehari-hari. Sementara, Iqbal membutuhkan biaya transportasi sekaligus akomodasi ke rumah sakit untuk pemeriksaan ulang. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Iqbal dan keluarga, sehingga santunan awal dapat disampaikan kepada Iqbal. Semoga Allah mempermudah ikhtiar Iqbal agar lekas sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 3 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Didi

Iqbal menderita Hydrocepalus


RAEDI BIN PEWARTA ARSA (70, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Dusun Kliwon, RT  30/15, Desa Bandorasakulon, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Raedi mulai menderita penyakit kanker kelenjar getah bening pada tahun 2012 lalu. Gejala awal yang muncul adalah berupa benjolan di bagian leher yang lama kelamaan membesar bahkan sampai menyebar ke hidung, rahang dan sekitarnya. Pada saat itu, beliau menjalani pengobatan bersama kurir Sedekah Rombongan Jogjakarta di Rumah Sakit Panti Rapih dan Rumah Sakit Sardjito Jogjakarta. Tindakan medis yang telah beliau jalani di sana berupa pengangkatan benjolan di bawah leher, sedangkan benjolan pada rahang dibersihkan. Akan tetapi,  benjolan di bagian urat besar belakang telinga di sisakan karena jika dilakukan tindakan operasi ada kemungkinan pasien tidak kuat bertahan. Setelah itu, pengobatan diteruskan dengan kemoterapi sebanyak 4 kali dan terapi sinar sebanyak 35 kali sampai tahun 2013. Alhamdulillah, atas ikhtiar tersebut beliau merasa sembuh. Namun setelah 3 tahun berlalu, di akhir tahun 2016 lalu muncul kembali gejala awal berupa benjolan di rahang bawah yang terus membesar, berdarah dan bernanah. Kemudian, Bapak Raedi berobat ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) 45 Kuningan. Melihat kondisi beliau, pihak dokter bedah tidak sanggup menangani benjolan tersebut. Beralih ke Rumah Sakit Ciremai Cirebon dan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung pun tindakan medis tidak bisa dilakukan karena tidak lengkapnya peralatan medis. Akhirnya, Bapak Raedi harus segera dirujuk ke Jogjakarta tepatnya ke rumah sakit saat beliau menjalani pengobatan sebelumnya. Akan tetapi sebelum dirujuk ke Jogjakarta, Kurir Sedekah Rombongan membawa Bapak Raedi ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur, untuk menjalani biopsi dan pemeriksaan dari awal lagi. Beliau mempunyai jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Selama sakit beliau sudah tidak bisa bekerja seperti sediakala sedangkan istri beliau Ibu Suarmi (53) adalah ibu rumah tangga biasa. Saat ini Bapak Raedi membutuhkan biaya untuk transportasi ke Rumah Sakit. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan sehingga santunan dapat kembali disampaikan kepada Bapak Raedi. Semoga beliau lekas diberi kesembuhan oleh Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 2 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Eka Irma

Pak raedy menderita Kanker Kelenjar Getah Bening


DANA BIN KARSID (76, Tumor Ganas di Paha). Alamat : Dusun Gandol, RT 15/6, Desa Dukuh Picung, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Dana adalah seorang kepala rumah tangga yang masih aktif dalam mencari nafkah sebagai seorang petani dan linmas di desanya. Akan tetapi, sejak tahun 2011 kondisi kesehatannya menurun. Beliau menderita tumor yang menyerang bagian paha sebelah kanan. Beliau sudah menjalani pengobatan bahkan sampai harus rawat inap di Rumah Sakit Kuningan Medical Centre (KMC) Luragung. Menurut pihak medis, berdasarkan hasil laboratorium yang telah dilakukan, Bapak Dana harus melanjutkan pengobatan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pada tanggal 7 Februari 2017, beliau telah menajalani biopsi di RSHS. Dan tinggal menunggu hasilnya. Kondisi beliau saat ini jika berjalan kadang terasa sakit, diakibatkan tumor yang semakin membesar dan sudah pecah lukanya. Beliau memanfaatkan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Saat ini dengan kondisi beliau yang cukup mengkhawatirkan, beliau tidak bisa melakukan pekerjaannya sebagai seorang petani, namun kadang-kadang beliau masih menerima pekerjaan di balai desa sesuai tanggung jawabnya sebagai seorang linmas. Dengan pendapatan yang hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari, Bapak Dana membutuhkan biaya untuk transportasi sekaligus akomodasi ke RSHS Bandung. Alhamdulillah santunan awal dapat disampaikan Sedekah Rombongan melalui kurir Sedekah Rombongan Kuningan kepada Bapak Dana untuk biaya transportasi dan akomodasi. Semoga Allah segera memberikan kesembuhan kepada Bapak Dana. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 2 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Asep

Pak dana menderita Tumor Ganas di Paha


KHALISTA NUR FITRI (5, Meningitis+Lumpuh Total). Alamat: Jalan Sukamajuno No.39 RT 4/10, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sejak bayi Khalista dan ibunya (29 thn) tinggal bersama neneknya. Sejak orang-tuanya bercerai, ayahnya tidak pernah datang atau mengurusnya. Ibunya pun bekerja di Cikampek, di sebuah perusahaan cathering, yang hanya pulang 1 atau 2 kali dalam sebulan. Ketika usia Khalista baru menginjak 18 bulan, ia mengalami demam tinggi. Panasnya mencapai 40 derajat lebih. Setelah dibawa ke dokter terdekat, kemudian dirujuk ke RS Santoyusuf dan langsung ditangani di IGD. Dari sana ia langsung mendapat menanganan MMR (scan kepala) dan selama 19 hari dirawat-inap dengan biaya dari neneknya yang didapat dari hasil menggadaikan sertifikat rumah warisan yang ia tempati. Setelah dirawat di RS Santoyusuf, Khalista kemudian dirujuk ke RSHS Bandung untuk mendapat tindakan operasi meningitis. Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan dari RSHS didapatkan hasil bahwa Khalista mengalami infeksi selaput otak. Ia pun dirawat di RSHS selama 3 bulan dengan menggunakan fasilitas kesehatan SKTM. Setelah bisa pulang pun, Khalista harus menjalani rawat-jalan setiap bulan sebanyak 2 kali. Penderitaan adik kecil Khalista ini semakin bertambah, karena matanya pun kemudian tidak bisa melihat. Setelah diperiksa ke RS Mata Cicendo, didapatkan hasil bahwa berdasarkan pemeriksaan dokter, mata khalista tidak bisa melihat lagi dikarenakan mengalami kerusakan saraf. Sekarang Khalista hanya terbaring karena seluruh badannya mengalami kelumpuhan total. Neneknya yang sudah tua sudah pasrah dengan keadaan itu, karena harus bolak-balik ke rumah sakit sudah tidak kuat lagi dan tidak memiliki biaya. Yang dibutuhkan Khalista dan neneknya adalah bantuan untuk mempertahankan hidup khalista, yaitu mereka butuh membeli susu yang harganya sekitar Rp 200.000,- untuk setiap tiga hari. Hanya susu itulah makanan dan nutrisi yang bisa dikonsumsi Khalista. Selain itu, neneknya juga memerlukan biaya untuk sehari-hari karena bantuan dari Ibu khalista jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan Khalista dan biaya sehari-hari neneknya. Bersasarkan informasi dari Bpk. Iwan Kusumah, petugas Linmas yang peduli terhadap penderitaannya, syukur alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat berkunjung ke rumah nenek Khalista dan menjenguk Khalista yang terbaring lemas di lantai beralaskan kasur. Pada kunjungan pertama itu, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan langit, bantuan uang dari para sedekaholics yang berempati kepadanya. Bantuan tersebut mudah-mudahan dapat meringankan beban hidup neneknya dan untuk membantunya membeli susu serta biaya terapi untuk Khalista. Pada Februari 2017 kurir #SR kembali mengunjungi Khalista untuk menjenguk dan untuk mengetahui kondisinya. Pada saat dikunjungi, diketahui bahwa nenek yang merawatnya juga sedang sakit. Oleh karena itu, bulan ini Khalista belum sempat dibawa ke tempat terapi. Pada kunjungan kedua itu Kurir #SR kembali menyampaikan bantuan uang untuk Khalista dan neneknya. Mudah-mudahan para dermawan yang terketuk hatinya akan kembali memberikan bantuannya untuk meringankan penderitaan Khalista dan keluarganya, demi meringankan penderitaannya dan memberinya harapan untuk terus bertahan. Bantuan sebelumnya tercatat di Rombongan 937.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @hengkisenandika @trietan

Khalista menderita Meningitis+Lumpuh Total


MIRA MAURIKA INDRIKA (13, Acute Lymphadenitis Unspecified). Alamat : Dusun Tanjung, RT 4/2, Desa Karang Tanjung, Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Mira merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Putri kedua pasangan Bapak Anda Bin Amat (47) dan Ibu Nyai Haryati (41) yang duduk di kelas 8 SMPN 1 Lemah Abang adalah anak yang berprestasi di kelasnya. Berawal dari pusing di kepala disertai keluar cairan nanah di leher kanan bawah 3 tahun lalu. Awalnya dianggap biasa karena tidak ada pembengkakan, lambat laun cairan nanah yang keluar bertambah banyak. Keluarga membawa Mira ke Puskesmas Lemah Abang, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang dan didiagnosis menderita Acute Lymphadenitis Unspecified atau infeksi kelenjar getah bening. Mira dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dibantu Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), Mira menjalani perawatan di RSHS Bandung selama 1 minggu. Mira yang menjalani pemeriksaan sebanyak 3 kali , oleh dokter dinyatakan tumornya jinak. Alhamdulillah perkembangan Mira semakin membaik namun masih harus menjalani kontrol dan berobat selama 1 bulan sekali di RSHS Bandung. Orang tua Mira, Pak Anda kini bekerja sebagai buruh tani menuturkan, walaupun memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk pengobatan putrinya, namun kedua orang tuanya kesulitan mencari biaya hidup dan akomodasi selama Mira berobat. Santunan lanjutan titipan sedekaholics kembali disampaikan untuk membantu biaya sehari-hari dan tranportasi Mira berobat. Bantuan sebelumnya tertera dalam Rombongan 951. Semoga Mira kembali ceria, sehat dan dapat kembali beraktifitas seperti sedia kala.Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @badrudin_musthafa @etydewi2

Mira menderita Acute Lymphadenitis Unspecified


ICOH BINTI MISJA (48, Gangguan Kelenjar Getah Bening). Alamat : Dusun Dano, RT 8/16, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Icoh biasa beliau dipanggil ini menderita penyakit kelenjar getah bening. Penyakit yang beliau derita sejak satu tahun lalu ini berawal dari adanya benjolan kecil di leher yang semakin lama semakin membesar. Saat ini, beliau berobat jalan di Puskesmas Cigugur, Kuningan. Kemudian, pihak Puskesmas memutuskan agar Ibu Icoh segera dirujuk ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tak lama, Ibu Icoh akhirnya menjalani rawat inap di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur dan menjalani operasi pengambilan sampel/biopsi dari leher. Saat ini, benjolan di leher Ibu Icoh semakin membesar dan harus segera menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ibu Icoh memanfaatkan kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Akan tetapi, biarpun terbantu dengan adanya jaminan kesehatan, beliau merasa kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi ke Bandung. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah santunan awal dapat disampaikan kurir Sedekah Rombongan Kuningan kepada Ibu Icoh untuk biaya transportasi ke Bandung. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada Ibu Icoh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Bu icoh menderita Gangguan Kelenjar Getah Bening


MIMIN AMINAH (61, Kanker Cervix Grade 2). Alamat : Kampung Pahing, RT 3/2, Kelurahan  Sukamulya, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Mimin Aminah biasa di panggil Ibu Mimin. Beliau terkena penyakit yang cukup berbahaya, yaitu Kanker Cervix yang sudah stadium 2. Kanker Cervix yaitu kanker yang muncul pada leher rahim. Berawal dari tiga bulan lalu, selepas Subuh beliau mendadak sakit dengan gejala berupa badan yang menggigil dan sesak nafas. Kemudian, pihak keluarga membawa beliau ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Disana beliau tidak menjalani rawat inap, namun hanya menjalani rawat jalan karena kamar penuh. Selang satu bulan, beliau sering mengalami pendarahan pada bagian intim. Setelah diperiksa, beliau ternyata terkena kanker cervix grade 2 dan disarankan untuk melanjutkan pengobatan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun, beliau tidak memiliki biaya lebih untuk pengobatan lanjutan.  Kemudian Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Mimin, dan membawa beliau berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pada tanggal 17 januari 2017, Ibu Mimin mulai menjalani rawat inap di RSHS. Dan telah menjalani kemoterapi yang pertama. Saat ini Ibu Mimin tengah menjalani kemoterapi yang kedua. Ibu Mimin memiliki kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun, untuk biaya transportasi ke rumah sakit beliau merasa kesulitan. Suami beliau Bapak Enon Suhanan (70) hanya bekerja sebagai seorang buruh harian lepas dengan pendapatan yang sangat minim. Alhamdulillah, atas ijin Allah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kedua untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Ibu Mimin. Aamiin. Sebelumnya Ibu Mimin masuk kedalam Rombongan 946.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000 ,-
Tanggal : 7 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Bu mimin menderita Kanker Cervix Grade 2


AZMI HAIL MAHLAL (2, Flek Paru). Alamat : Dusun 1, RT 5/2, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Azmi adalah seorang pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan. Usia Azmi baru menginjak 2 tahun, namun ia menderita penyakit serius dengan adanya flek di dalam paru-parunya. Gejala awal Azmi rasakan ketika ia berusia 5 bulan. Ia sering mengalami demam yang disertai dengan perubahan fokus penglihatan karena bola matanya selalu mengarah ke atas. Selain itu, berat badannya semakin lama semakin menurun. Akibatnya tumbuh kembang Azmi sedikit terhambat. Perkembangan motorik Azmi cenderung lambat, selain itu Azmi juga belum bisa bicara seperti balita pada umumnya. Untuk pertama kalinya, bulan September lalu Azmi menjalani pemeriksaan di rumah sakit besar karena sebelumnya ia hanya menjalani pengobatan di Puskesmas terdekat. Azmi menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Kondisi Azmi sangat lemah, untuk duduk saja ia membutuhkan penyangga atau lebih sering dipangku. Pihak medis akhirnya melakukan terapi khusus kepada Azmi, yaitu fisiotherapy. Terapi ini menggunakan bantuan cahaya khusus yang menyinari bagian punggung Azmi. Alhamdulillah, kepala Azmi pun saat ini sudah mulai tegak setelah sebelumnya tertunduk lemas. Saat ini Azmi sudah bisa belajar berjalan dan sudah mulai aktif belajar berbicara. Azmi juga sekarang terlihat sangat aktif dan mulai berani berinteraksi dengan sekitarnya, setelah sebelumnya dia anak yang pemalu dan mudah menangis.  Pengobatan rutin yang dilakukan Azmi saat ini adalah dengan terapi sinar. Selama menjalani pengobatan, Azmi terbantu dengan adanya jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Hanya saja, Bapak Johan Ermaya (36) dan Ibu Rohimah (27) selaku orang tua Azmi kesulitan mendapatkan biaya transportasi ke rumah sakit. Maklum saja, Bapak Johan bekerja sebagai pedagang asongan di lampu merah kota Cirebon. Pendapatan harian hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari keluarganya. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kedelapan kepada Azmi untuk biaya transportasi. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan kepada Azmi. Aamiin. Sebelumnya Azmi masuk kedalam pasien Rombongan ke 949.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Februari  2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Azmi menderita Flek Paru


NIZAM MAULANA (1, Labiopalatoschizis). Alamat : Dusun Surian, RT 10/5, Desa Karangpaninggal, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Nizam merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan yang menderita labiopalatoschizies atau bibir sumbing. Nizam telah menjalani perawatan dengan dampingan seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soekardjo Tasikmalaya.  Pada bulan November 2016, Nizam telah menjalani operasi untuk pertama kalinya di RSUD Dr. Soekardjo Tasikmalaya.  Operasi berjalan dengan lancar dan Nizam harus tetap melakukan kontrol rutin paa waktu yang ditentukan oleh RSUD Dr. Sukardjo. Belum tuntas pengobatan pasca operasi harus dijalani, ada lagi masalah dengan kesehatannya. Terdapat benjolan kecil di ketiak Nizam,dan terasa sakit ketika disentuh sehingga ibu Nizam agak kesulitan saat menggendong Nizam. Rencananya Nizam akan diperiksa pada hari Selasa, 7 Februari 2017 di RSUD Dr. Sukardjo. Kedua orang tua Nizam, Bapak Lukmanul Hakim (37) dan Ibu Eti Rohaeti (34) merasa agak keberatan dan terbebani karena masalah tersebut. Maklum saja, pendapatan harian Bapak Lukmanul Hakim sebagai seorang buruh tani hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Nizam menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas III untuk menjalani perawatan medis. Alhamdulillah,  Sedekah Rombongan bisa menyampaikan santunan kelima kepada Nizam untuk biaya sewa kontrakan dan transportasi. Semoga kondisi Nizam semakin membaik. Aamiin. Sebelumnya Nizam adalah pasien Rombongan 923

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 4 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @jaudymedia

Nizam menderita Labiopalatoschizis


REZKI ARDIKA AKBAR BIN LAWENNA (16, Liver). Alamat Jl. Kelor Kelurahan Balaroa Kecamatan Palu Barat Kota Palu Sulawesi Tengah. Akbar sejak SMP Kelas 3 (tahun 2015) sudah sering mengalami kondisi kesehatan yang kurang baik namun dikarenakan pada saat itu belum mendapatkan penanganan serius maka kondisi tersebut diabaikan dan dianggap hanya penyakit biasa. Namun sejak tangal 23 Januari 2017 kondisi Akbar mengalami penurunan kesehatan secara tiba-tiba (drop), sehingga keluarga memutuskan untuk membawa Akbar ke RS Anutapura. Dan setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, maka diperoleh hasil bahwa Akbar didiagnosa mengidap penyakit Liver dan harus segera dilakukan Opname. Akbar adalah Pelajar SMA Muhammadiyah Palu KELAS XI.  Akbar merupakan anak ke 8 (delapan) dari 10 (sepuluh) bersaudara, Ayahnya bernama Lawenna (53) yang bekerja sebagai buruh lepas dan Ibunya bernama Nur Alang (56) yang turut bekerja sebagai penjual jajanan tradisional di Pasar dengan penghasilan yang tidak tetap. Orang tua Akbar beserta ke 4 saudara lainnya saat ini tinggal di kos-kosan di kota Palu. Walaupun Akbar telah memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS, namun pihak keluarga marasa sangat berat akibat kondisi ekonomi yang menghimpit, sehingga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan dan perawatan di rumah sakit melainkan hanya dirawat di rumah Kos dengan menggunakan pengobatan herbal dan pengobatan tradisional lainya.
Sedekah rombongan segera bergerak menuju kediaman Akbar setelah mendapat informasi tersebut. Dan alhamdulillah Kurir Sedekah rombongan segera melakukan pendampingan di Rumah sakit guna mendapatkan perawatan sebagaimana mestinya.

Jumlah bantuan  : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Februari 2017
Kurir : Rasyid@Syarif

Rezki menderita Liver


NURSIFA PRIMELIA TALABA (46, Komplikasi penyakit). Alamat Jl. Sutoyo, RT/RW 007/002, Kelurahan Besusu Tengah Kecamatan Palu Timur Kota Palu Sulawesi Tengah. Ibu Nursifa sejak 6 bulan yang lalu didiagnosa mengidap penyakit komplikasi (Hypertensi, Anemia, gangguan ginjal, maag, gangguan katup jantung, gangguan gula darah, vertigo dan asam lambung). Ibu Nursia sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Undata Palu, dan menurut dokter harus segera dilakukan pencucian darah, namun pihak keluarga belum merespon saran dokter tersebut karena masih mengalami kebimbangan. Suami Ibu Nursifa bernama Moh. Said (53) yang bekerja sebagai buruh harian lepas dan memiliki tanggungan 5 orang anak. Kondisi saat ini Ibu Nursifa tidak bisa bangun dan tinggal di rumah keluarga yang berpenghuni 3 kepala rumah tangga. Jaminan kesehatan yang dimiliki saat ini adalah Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Kurir sedekah rombongan segera bergerak menuju kediaman ibu Nursifa setelah memperoleh informasi tersebut. Dan alhamdulillah kurir sedekah rombongan menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan biaya perawatan, berobat dan akomodasi Ibu Nursifa yang belum tercover oleh KIS

Jumlah bantuan  : Rp. 2.435.000
Tanggal : 2 Februari 2017
Kurir : Rasyid@Lisma

Bu nursifa menderita Komplikasi penyakit


NIA RAMADHANI BIN UPI (1, Gizi Buruk dan Tersiram Air Panas). Alamat Desa Napu Kecamatan Wassa Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. Adik Nia pada 3 (tiga) bulan yang lalu mengalami kecelakaan tersiram air panas ke sekujur tubuhnya, sehingga menyebabkan hampir 75% kulit melepuh dan berair. Adik Nia pada saat itu tidak langsung mendapatkan pertolongan ke puskesmas melainkan hanya diobati oleh ibunya dengan menggunakan pasta gigi (odol) ke sekujur tubuh yang tersiram air panas tersebut. Setelah dua hari lamanya tidak mengalami perubahan barulah Ibu Adik Nia membawanya ke Puskesmas untuk di obati. Namun dikarenakan kendala ekonomi, maka Ibu nya mengeluarkan Adik Nia dari Puskesmas meski belum sepenuhnya pulih. Masih dengan kondisi tersebut, Ibnya membawa dik Nia untuk turut serta ke Kota Palu guna mencari pekerjaan agar bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Adik Nia merupakan anak tunggal dari seorang ayah yang bernama Upi (30) yang bekerja sebagai Sopir Truck dan Ibu bernama Arni (26) yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung. Kedua orang tua Dik Nia telah berpisah sejak Dik Nia berumur 2 bulan, sehingga Dik Nia diasuh tunggal oleh Ibunya. Kondisi ekonomi yang sulit terkadang membuat Dik Nia dan Ibunya sehari-hari hanya bisa mengkonsumsi Mie Instan dan bahkan terkadang seharian tidak mendapat asupan makanan. Akibat kondisi seperti inilah yang menyebabkan kesehatan Dik Nia terus mengalami penurunan dan mengalami Gizi Buruk. Saat ini dik Nia dirawat di Rumah Sakit Tentara Kota Palu dan belum memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk apapun.
Sedekah rombongan segera bergerak dan berkunjung ke rumah sakit tempat dik Nia dirawat. Dan kurir sedekah rombongan langsung melakukan pendampingan dan membantu pengurusan BPJS. Setelah itu kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic untuk dik Nia Ramadhani guna membantu meringankan biaya berobat dan perawatan selama di rumah sakit. Namun demikian Allah SWT berkehendak lain selang beberapa hari tepatnya tanggal 7 Februari Adik Nia Ramadhani meninggal dunia.

Jumlah bantuan    : Rp. 2.700.000, –
Tanggal         : 2 Februari 2017
Kurir                : Rasyid @Syarif dan Lisma

Nia menderita Gizi Buruk dan Tersiram Air Panas


HENDRAWATI BINTI Alm.JASMAN (27thn, KURET). Tinggal di Jl. Al-furqon no 73 kebun dahri Provinsi Bengkulu. Setelah menikah pada bulan febuari yang lalu setelah dua bulan mbak hendrawati alhamdulillah di kabarkan hamil oleh bidan setelah melakukan periksa, berjalan seminggu mbak hendrawati melakukan usg ke dokter kandungan hasilnya embrionya masih kecil di suruh kontrol lagi bulan depan, Pada tanggal 19 Nopember 2016, sore hari mbak hendrawati menggalami pendarahan, dan di bawa ke rumah sakit . Setelah di lakukan pemeriksaan dan USG di RS.PKU SOLO ternyata janinnya tidak berkembang untuk yang kedua kalinya. Di sarankan oleh dokter untuk kuret dan melakukan touch darah untuk mengetahui apakah ada virus di rahim, dan kista yang membahayakan serta membersihkan darah kotor yang ada di rahim mbak hendrawati biaya untuk kuret dan pengecekan darah serta virus mencapai Rp.6.000.000,. mbak hendrawati binggung untuk biaya tindakan kuret sedangkan mbak hendrawati dan suami masih dalam keadaan keuangnya hanya dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan membantu meringankan untuk biaya kuret. Sebelumnya masuk di rombongan 872.

Santunan : Rp. 6.000.000
Tanggal   : 15 desember 2016
Kurir : @Saptuari@Mawan@Aldimeifi

Bantuan biaya kuret


ARIDA BINTI TAYIB (66, Gondok + Tumor). Alamat : Desa Banjar Agung Ilir, RT 1/2, Kec. Pugung, Kab. Tanggamus, Prov. Lampung. Ibu Arida menderita gondok dan tumor pada awal bulan desember 2016, beliau merasakan bagian tenggorokannya sakit pada saat batuk seperti ada yang menarik-narik dibagian lehernya sampai ke pundak. Kemudian beliau periksa ke Puskesmas Rantau Tijang dokter mendiagnosis beliau mengalami gondok dan tumor di leher. Dokter menyarankan Ibu Arida harus berobat lanjut ke dokter spesialis yang ada di Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM), dokter pun memberikan surat rujukan. Keesokan harinya beliau pergi berobat ke RSAM. Setelah diperiksa dokter hanya memberikan obat, setelah 2 minggu sakit di leher tidak ada perubahan beliau kembali lagi ke Rumah Sakit dan dokter mengatakan beliau harus dioperasi, karena keterbatasan biaya jarak dari rumah ke Rumah Sakit yang jauh sehingga sampai sekarang beliau belum di operasi. Kondisi beliau saat ini sakit di bagian leher jika batuk dan benjolan pada leher semakin membesar. Beliau bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga sedangkan suaminya Arif (64) sebagai tukang pijat penghasilan beliau yang didapat hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selama pengobatan beliau ditanggung jaminan kesehatan JKN – KIS mandiri kelas III. Namun karena jarak dari rumah ke RS lumayan jauh, keluarga mengalami kendala biaya transportasi. Keluarga mengungkapkan kesedihannya pada kurir Sedekah Rombongan. Melihat kondisi ini, kurir Sedekah Rombongan ikut merasakan kesedihan yang dialami kelurga, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya transportasi. Semoga beliau dapat segera sembuh sehingga bisa beraktivitas kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar @ummusofiayusuf

Bu arida menderita Gondok + Tumor


ARIF BIN ZAKARIA (64, Hemoroid). Alamat : Dusun Banjar Agung Ilir, RT 1/2, Desa Banjar Agung Ilir, Kec. Pugung, Kab. Tanggamus, Prov. Lampung. Bapak Arif mengalami sakit ambeyen sejak awal Agustus 2016. Awalnya beliau buang air besar terasa sakit dan tidak keluar selama 2 hari. Kemudian beliau ke Puskesmas Rantau Tijang dan dokter mendiagnosis Pak Arif mengalami sakit hemoroid atau dalam bahasa awam dikenal dengan ambeyen. Sampai saat ini beliau masih sering sakit. Sebelumnya, dokter telah menyarankan Pak Arif untuk melakukan operasi di Rumah Sakit terdekat namun karena keterbatasan biaya beliau hanya kontrol di Puskesmas. Pak Arif tinggal dengan istrinya, Ibu Arida (66) seorang ibu rumah tangga. Beliau memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS mandiri kelas III. Dengan keadaan keterbatasan ekonomi, Pak Arif mengalami kesulitan untuk biaya berobat dan transportasi. Melihat kondisi ini, kurir Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang dialami keluarga, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya pengobatan dan transportasi. Semoga Pak Arif dapat segera sembuh sehingga ia dapat beraktivitas kembali seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar @ummusofiayusuf

Pak arif menderita Hemoroid


EDI SUYANTO (50, Kelumpuhan). Alamat : Pekon Wonosobo,  RT 2/-, Kec. Wonosobo, Kab. Tanggamus, Prov. Lampung. Bapak Edi Suyanto menderita patah tulang pada bagian kaki dari tahun 1990 yaitu 27 tahun yang lalu ketika beliau berumur 23 tahun, yang dikarenakan jatuh dari pohon. Pada saat itu beliau tidak dilarikan ke Rumah Sakit (RS) terdekat dikarenakan kendala biaya. Pak Edi saat itu menggunakan jasa ahli pijat dan ahli sangkal putung untuk mengobati kakinya. Dikarenakan Pak Edi belum pernah dibawa ke RS, beliau belum mendapatkan penanganan secara maksimal. Kondisi terkini Pak Edi mengalami kelumpuhan dan kedua kakinya telah mengecil. Pak Edi tinggal bersama saudaranya dan beliau memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS mandiri kelas III. Selain keterbatasan biaya untuk berobat, Pak Edi mengalami kesulitan untuk biaya transportasi berobat. Melihat kondisi ini, kurir Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang dialami keluarga, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya pengobatan dan transportasi. Semoga Pak Jayan dapat segera sembuh sehingga ia dapat beraktivitas kembali seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000 ,-
Tanggal : 7 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar Dani @jjtari

Pak edi menderita Kelumpuhan


IKA ORI IRAWAN (23, Pembengkakan Seluruh Tubuh). Alamat : Jln. Datarajan, Blok 2, RT 1/2, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Tiga bulan yang lalu tepatnya bulan Oktober 2016 Ika mengalami pembengkakan diseluruh tubuhnya. Oleh keluarga Ika dibawa ke RS Mitra Husada kemudian dirujuk ke RS Urip Sumoharjo. Di RS Urip Sumoharjo, Ika dirawat selama 6 hari. Dokter yang merawat Ika mengatakan kemungkinan ada kerusakan ginjal dan kelainan darah melihat dari tanda-tanda pembengkakan diseluruh tubuh Ika. Belum diketahui pasti apa penyakit Ika karena saat dirawat dan akan diperiksa lebih lanjut pihak keluarga Ika menolak untuk berlama-lama di RS Urip Sumoharjo karena keterbatasan biaya untuk perawatan. Ika bekerja sebagai guru honor di SMK Harapan Bangsa Ulu Belu. Ika adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Selain menjadi Guru Honor, ia juga kuliah di Stmik Pringsewu. Ia tinggal bersama Ibunya yang menjaganya setelah Ayahnya meninggal saat Ika masih SMP. Bersama kedua saudaranya Ika tinggal dirumah sederhana. Ika memiliki JKN KIS-PBI, Namun untuk kelanjutan pengobatan Ika tidak mencukupi lagi. Keluarga mengungkapkan kesulitan yang mereka hadapi untuk biaya transportasi dan lainnya saat ini dengan memperlihatkan kondisi kesehatan Ika yang belum membaik kepada kurir sedekah rombongan. Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan pengobatan. Semoga kesehatan Ika semakin membaik.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000-
Tanggal : 8 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar @Raden_691 @erna_0307

Ika menderita Pembengkakan Seluruh Tubuh


JAYAN BIN ALI (73, Gondok + Asam Urat). Alamat : Pagelaran 1, RT 6/1, Desa Pagelaran, Kec. Pagelaran, Kab. Pringsewu, Prov. Lampung. Sejak lahir bagian leher Pak Jayan terdapat sebuah benjolan. Semakin bertambah usia, benjolan tersebut semakin membesar. Benjolan terlihat membesar semenjak Pak Jayan berumur 20 tahun namun benjolan tersebut tidak terasa sakit hanya saja mengganggu beliau saat makan. Pak Jayan sudah periksa ke bidan desa Pagelaran dan diagnosis mengalami sakit gondok yang tidak ganas. Selain gondok, awal tahun 2014 Pak Jayan mengalami sakit dibagian kaki dan tidak bisa berjalan. Beliau tidak kuat menapakkan kakinya karna bengkak, Pak Jayan kemudian diperiksa ke Puskesmas Pagelaran. Dokter mendiagnosis Pak Jayan sakit asam urat. Pak Jayan tinggal dengan istrinya, Ibu Paini (50) yang bekerja sebagai tukang pijat. Pak Jayan memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Selain keterbatasan biaya untuk berobat, Pak Jayan mengalami kesulitan untuk biaya transportasi berobat. Melihat kondisi ini, kurir Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang dialami keluarga, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya pengobatan dan transportasi. Semoga Pak Jayan dapat segera sembuh sehingga ia dapat beraktivitas kembali seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000 ,-
Tanggal : 6 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar @ummusofiayusuf @jjtari

Pak jayan menderita Gondok + Asam Urat


MEDI WAHYUDI (27, Gangguan Jiwa). Alamat : Desa Banjar Agung Ilir, RT 001/002, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Berawal dari tahun 2005 pasien yang akrab dipanggil Yudi ini mengalami perubahan sikap, orangnya pendiam dan suka menyendiri serta tidak suka keramaian. Melihat kondisi yang seperti itu ayahnya, Muchtar (50) membawa Yudi ke Pondok di Banten. Namun belum genap 1 bulan, Yudi kabur dari Pondok untuk kembali ke Lampung. Karena keterbatasan biaya, keluarga tidak pernah membawa Yudi ke dokter spesialis untuk memeriksa kejiwaannya sehingga kondisi Yudi semakin terganggu kejiwaannya. Kadang Yudi berbicara sendiri, tertawa sendiri, sering menjerit di tengah malam. Saat ini Yudi bicaranya melantur dan sering mengamuk. Yudi tinggal dengan ayahnya yang bekerja sebagai buruh bangunan. Yudi memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS Mandiri Kelas III, namun kartu JKN yang dimiliki tidak aktif karena terdapat tunggakan iuran. Selain itu keluarga mengalami keterbatasan biaya transportasi, sementara akses ke Rumah Sakit Jiwa sangat jauh dari tempat tinggal sehingga keluarga kesulitan membawa Yudi untuk berobat. Melihat kondisi ini, kurir Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang dialami keluarga, bantuan awalpun disampaikan untuk pembayaran iuran JKN dan biaya transportasi. Semoga Yudi dapat segera sembuh sehingga ia dapat berkomunikasi dengan normal dan beraktivitas kembali seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000 ,-
Tanggal : 6 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar @ummusofiayusuf @rn_irmala

Pak medi menderita gangguan jiwa


SAWAL BIN ADAM (63, Peradangan Hati). Alamat : Desa Banjar Agung Ilir, RT 1/2, Kec. Pugung, Kab. Tanggamus, Prov. Lampung. Pak Sawal sakit sejak 2 tahun yang lalu awalnya beliau mengalami sakit perut kemudian berobat ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu dirawat selama 3 hari dokter mendiagnosis beliau terkena penyakit liver atau peradangan hati. Sebulan kemudian beliau mengalami sakit yang sama kemudian dibawa lagi ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu dirawat lagi selama 4 hari. Kemudian 2 bulan kembali sakit lagi yang sama dibawa berobat ke Rumah Sakit umum pringsewu dirawat lagi selama 3 hari. Setelah itu Selama 2 bulan beliau hanya kontrol saja di Rumah Sakit Umum Pringsewu. Sampai sekarang ini kurang lebih 1 tahun beliau tidak pernah berobat lagi hanya dirawat dirumah saja karena keterbatasan biaya transportasi dan kehidupan sehari-hari. Kondisi beliau saat ini batuk-batuk, sesak napas, perut terasa panas, kaki terasa dingin. Beliau bekerja sebagai buruh tani sedangkan istrinya Astriyani (56) sebagai ibu rumah tangga, Penghasilan beliau yang di dapat hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selama pengobatan beliau ditanggung jaminan kesehatan  JKN-KIS PBI. Namun karena jarak dari rumah ke RS lumayan jauh, keluarga mengalami kendala biaya transportasi. Keluarga mengungkapkan kesedihannya pada kurir Sedekah Rombongan. Melihat kondisi ini, kurir Sedekah Rombongan ikut merasakan kesedihan yang dialami keluarga, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya tranportasi dan biaya kehidupan sehari-hari karena semenjak sakit beliau tidak bekerja dan tidak punya penghasilan. Semoga beliau dapat segera sembuh sehingga bisa beraktivitas kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar @ummusofiayusuf

Pak sawal menderita peradangan hati


RODIYAH BINTI RIKAM (27, Kerusakan Syaraf Otak + Urat Syaraf). Alamat : Desa Bogorejo, Dusun 7, RT 3/-, Kec. Gedong Tataan, Kab. Pesawaran, Prov. Lampung. Rodiyah adalah seorang gadis sulung berusia 27 tahun, yang tinggal di desa Bogorejo yang hampir 23 tahun dalam keadaan sakit. Awalnya Rodiyah adalah balita normal namun diusia 5 tahun Rodiyah mengalami demam tinggi dan kejang. Keluarga membawa Rodiyah kecil ke bidan terdekat dan mendapatkan pengobatan. Setelah beberapa waktu Rodiyah mengalami kesulitan dalam berjalan, tubuhnya gemetaran, Kakinya tak lagi berdiri dengan tegak. Keluarga membawa Rodiyah berobat ke dokter spesialis anak di daerah Pringsewu. Dokter mendiagnosis bahwa Rodiyah mengalami kerusakan syaraf otak dan urat syaraf. Keluarga rutin membawa ia ke dokter tersebut setiap bulannya untuk diterapi, namun setelah 11 bulan berlalu tidak ada perubahan yang menunjukan Rodiyah kembali normal. Kedua orang tuanya pun tidak membawa ia ke dokter dan beralih ke pengobatan alternatif karena jarak dari rumah yang cukup jauh dan keterbatasan biaya untuk pergi ke dokter. Setelah bertahun – tahun berobat alternatif juga tidak ada perubahan, Rodiyah hanya dirawat dirumah tanpa ada pengobatan apapun. Rikam (56) ayahnya seorang buruh serabutan dan Ngadiyem (51) ibunya seorang ibu rumah tangga. Pak Rikam dan ibu Ngadiyem memiliki dua orang anak. Anak sulungnya yaitu Rodiyah dan anak kedua seorang putra yang sedang menempuh Sekolah Menengah Atas. Mereka tinggal dirumah berdinding bilik bambu yang sangat sederhana dan masih beralas tanah. Penghasilan yang diperoleh pak Rikam hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Selama pengobatan Rodiyah putri sulung pak Rikam sebelumnya menggunakan biaya pribadi mengingat dulu belum ada jaminan kesehatan, namun kini mereka sudah memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Meski demikian, mereka kesulitan dalam biaya transportasi untuk kontrol setiap bulannya. Melihat kondisi tersebut Kurir Sedekah Rombongan mendatangi kediaman Rodiyah dan menyampaikan santunan awal untuk membantu biaya transportasi. Semoga Rodiyah lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Desember 2016
Kurir : @akuokawai @jajangfajar Dwi

Bu rodiyah menderita Kerusakan Syaraf Otak + Urat Syaraf


SURIP BIN KARTAJA (49, Pembesaran Daerah Kemaluan + Tangan Yang Tidak Bisa Digerakkan). Alamat : Dusun Sumber Sari, RT 2/4, Desa Cipadang, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Dua Tahun yang lalu Pak Surip demam tinggi dan kejang selepas pulang bekerja. Menurut penuturan ibunya, saat Pak Surip sakit demam dan kejang tidak diketahui apa penyebabnya. Saat itu pihak keluarga hanya memanggil mantri dan bidan setempat untuk memeriksakan kondisi Pak Surip. Selama dua tahun sakit Pak Surip belum pernah dibawa berobat ke Rumah Sakit atau Puskesmas.Sampai saat ini kondisi tangan kanan Pak Surip tidak dapat digerakkan, sulit bicara dan kemaluannya mulai membengkak hingga sebesar kepalan tangan orang dewasa. Pak Surip yang bekerja sebagai petani menghidupi ibunya yang sudah tua dan beberapa anggota keluarganya seperti kakak dan keponakannya karena beliau belum berkeluarga dan mereka tinggal dalam satu rumah yang sederhana. Penghasilan yang tidak terlalu besar mereka gunakan untuk saling membantu anggota keluarga yang lain jika mereka kekurangan dalam rumah itu. Pak Surip memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, Namun belum pernah ia gunakan. Keluarga mengungkapkan kesulitan yang mereka hadapi untuk biaya transportasi dan lainnya saat ini dengan memperlihatkan kondisi kesehatan Pak Surip yang belum membaik kepada kurir sedekah rombongan. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan pengobatan. Semoga kesehatan Pak Surip semakin membaik.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000-
Tanggal : 17 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @jajangfajar Leny

Pak surip menderita Pembesaran Daerah Kemaluan + Tangan Yang Tidak Bisa Digerakkan


TENTREM BINTI SASTRO WINANGUN (33, Magh Kronis). Alamat : Dusun Sukaraja 8, RT 1/1, Desa Sukaraja, Kec. Gedong Tataan, Kab. Pesawaran, Prov. Lampung. Awal tahun 2016, Ibu Tentrem sering mengalami keluhan sakit di area perut dan kepalanya sangat pusing. Kegiatan mencari nafkah untuk keluarga mengakibatkan kurangnya perhatiannya terhadap kesehatan. Di pertengahan tahun 2016 Ibu Tentrem dibawa ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) karena kondisi yang memburuk, dokter RSAM mendiagnosis bahwa Ibu Tentrem memiliki magh kronis. Di tahun yang sama, Ibu Tentrem kembali masuk RSAM dengan bantuan biaya dari kerabatnya. Dan kini beliau tidak beraktivitas dan hanya dirumah saja, ini dikarenakan sakit Magh sering kambuh secara tiba-tiba. Ibu Tentrem adalah seorang janda dengan keseharian sebagai penjual kue. Beliau hidup dengan ibunya, Munik (80) yang sudah tua dan seorang anak. Dengan kondisi ekonomi yang tidak menentu, menjadikan keadaannya semakin memprihatinkan, terlebih dikarenakan belum memiliki kartu jaminan kesehatan. Melihat kondisi ini, kurir Sedekah Rombongan Lampung menyampaikan santunan awal untuk membantu biaya pengobatan. Semoga Ibu Tentrem lekas sembuh dan kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar @jjtari

Bu tentrem menderita Magh Kronis


REVANNO PUTRA REJA (1, Tumor Punggung + Hidrocepalus). Alamat : Dusun Jati,  RT 2/5, Desa Karanganom, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Sejak lahir, di punggung Revano telah terdapat benjolan kecil. Setiap hari benjolan tersebut semakin tumbuh dan mengakibatkan Revano tidak bisa tidur terlentang layaknya bayi normal. Tanpa disadari keluarga, kepala Revano juga semakin tumbuh. Mengetahui kondisi putranya yang semakin parah, orang tua Revano akhirnya membawanya ke RS Saiful Anwar Malang. Pemeriksaan dilakukan dengan cek darah dan ct scan pada Revano. Dokter telah mendiagnosis kalau Revano memiliki tumor di punggungnya dan hidrocepalus. Dokter telah menyarankan untuk melakukan tindakan operasi pada punggung Revano, akan tetapi pihak keluarga menolak karena kurangnya biaya. Setelah dibawa kembali pulang, kondisi Revano semakin parah. Pada akhir Bulan Januari badan Revano menjadi panas dan tidak bisa mengkonsumsi apa pun. Keluarga membawa Revano ke RS Iskak Tulungagung untuk mendapatkan pengobatan. Kondisi saat ini Revano masih di bantu dengan oksigen dan infus. Bapak Jarot Sujarwo (34) dan Ibu Reni Wijayanti (24) adalah orang tua Revano yang bekerja sebagai karyawan swasta dan ibu rumah tangga. Penghasilan yang didapat dari Bapak Jarot tiap bulannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Jaminan kesehatan yang belum dimiliki semakin menjadi kendala dalam proses pengobatan Revano. Alhamdulillah, Tim Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Revano. Kesulitan yang dihadapi keluarga ini dirasakan oleh Tim Sedekah Rombongan dan santunan pertama pun diberikan kepada Revano untuk biaya berobat dan membuat BPJS. Keluarga sangat berterima kasih kepada Tim Sedekah Rombongan dan Sedekaholics atas bantuan yang telah diberikan. Semoga kondisi Revano akan selalu membaik dan dapat melanjutkan pengobatan berupa operasi yang telah direncanakan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Februari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Dirham @m_rofii11

Pak revanno menderita Tumor Punggung + Hidrocepalus


NGATIAH BINTI RATEMU (60, Suspect Hepatitis). Alamat : Dusun Karangnongko, RT 2/1, Kelurahan Pucangsongo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada 2 bulan lalu Ibu Ngatiah mulai merasa pusing dan terus menerus merasa mual. Lama kelamaan perut beliau mulai semakin membesar dan badan terasa lemas saat berdiri dari tempat tidur. Ibu Ngatiah pun akhirnya dibawa ke Puskesmas Pakis untuk menjalani pemeriksaan. Pihak Puskesmas akhirnya mendiagnosis bahwa beliau mengalami gejala sakit hepatitis. Ibu Ngatiah akhirnya menjalani rawat inap di Puskesmas Pakis untuk pengobatan agar sakit beliau tidak lebih parah. Selama pengobatan berlangsung kondisi badan Ibu Ngatiah semakin membaik dan diperbolehkan untuk pulang oleh pihak puskesmas. Akan tetapi sakit Ibu Ngatiah sering kambuh dan perlu penanganan lagi. Ibu Ngatiah tinggal berdua bersama suaminya Bapak Jarum (63) yang bekerja sebagai petani. Pendapatan yang sedikit selalu menjadi kendala dalam proses pengobatan beliau, sehingga hanya dilakukan pengobatan di posyandu terdekat. Jaminan kesehatan apa pun belum dimiliki oleh Ibu Ngatiah. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Ngatiah dan santunan pun diberikan kepada beliau untuk kebutuhan berobat dan transportasi. Semoga Ibu Ngatiah bisa segera lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Februari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Sulaiman @m_rofii11

Bu ngatiah menderita Suspect Hepatitis


SAFINATUN NAJA (47, Diabetes). Alamat : Dusun Tlogo, RT 2/2, Desa Tlogo, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2014 yang lalu Ibu Naja telah didiagnosis sakit diabetes saat beliau periksa ke Puskesmas Kanigoro karena badan beliau yang tiba-tiba lemas. 2 minggu kemudia kaki sebelah kanan mengalami lecet karena terjatuh, luka yang dirasa beliau semakin sakit. Mengetahui akan hal tersebut keluarga membawa beliau ke rumah sakit swasta di Blitar dan beliau pun mendapatkan kesembuhan. Akan tetapi pada tahun 2016 beliau mengalami kecelakaan dan mengakibatkan luka pada kaki sebelah kiri. Keluarga pun dengan sigap membawa beliau ke rumah sakit lagi dan dari pihak rumah sakit akan di sarankan untuk dilakukan operasi amputasi kaki kiri. Karena Ibu Naja merasa takut akan saran rumah sakit, akhirnya beliau hanya rawat jalan di sebuah klinik di Blitar. Saat ini luka pada kaki sebelah kiri Ibu Naja semakin parah dan menyebuat beliau sulit untuk beraktivitas. Ibu Naja tinggal sendiri di rumahnya, karena suami beliau telah lama meninggal dunia. Sehari-hari Ibu Naja bekerja dengan berjualan ceriping dengan pendapatan yang sedikit. Untuk berobat Ibu Naja harus pulang pergi ke klinik yang berada di Blitar dengan menggunakan kendaraan sepeda motor. Beliau sangat terbantu dengan jaminan kesehatan berupa KIS yang beliau miliki, akan tetapi kebutuhan untuk transportasi dan biaya selama berobat ke klinik masih menjadi kendala. Alhamdulilah Sedekah Rombongan Dipertemukan dengan Ibu Naja dan santuan pun telah diberikan untuk biaya transportasi dan kebutuhan membeli obat-obatan. Semoga kondisi Ibu Naja segera membaik dan dapat beraktivitas lagi. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Februari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Dirham @m_rofii11

Bu safina menderita Diabetes


RSSR LAMPUNG (Biaya Operasional RSSR Januari 2017). Alamat : Jalan Zebra, Nomor 24, RT 6/-, Lingkungan 1, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Rumah Singgah Sedekah Rombongan atau biasa disebut RSSR sampai saat ini sudah banyak membantu kaum dhuafa yang sedang kontrol dan rawat jalan di rumah sakit daerah Bandar Lampung. RSSR dibangun untuk tempat perlindungan sementara para pasien dari luar kota Bandar Lampung. Beberapa pasien dan pendamping pasien bahkan pernah tidur di teras masjid rumah sakit karena harus kontrol setiap hari dan tidak bisa pulang ke rumah dikarenakan tempat tinggal yang terlampau jauh. Alhamdulillah kini mereka tertolong adanya tempat berteduh bahkan disediakan sembako gratis di RSSR. RSSR beserta fasilitas yang tersedia gratis bagi pasien dan pendamping pasien. Untuk itu, kurir yang sebagai perantara selalu cepat tanggap menyediakan sembako jika stok sembako habis. Dalam pengupayaan sembako, fasilitas RSSR serta RSSR sendiri tak lepas dari biaya operasional yang didapat dari sedekaholics yang menyumbangkan dananya khusus RSSR. Bulan ini biaya operasional mencakup pembelian beras, telur, garam, minyak makan, gas, air minum, biaya administrasi, biaya listrik dan pengeluaran lainnya yang menyangkut RSSR. Terima kasih untuk sedekaholics semoga memberatkan amal kebaikkan. Biaya operasional bulan Desember tercantum dalam rombongan 932.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri @evandlendi08 @adityaBdvil @raden_691 Fajri @yesaridani

Biaya Operasional RSSR Januari 2017


ADITYA AINURROCHMAN (1, Hydrocepalus). Alamat : Dusun IV Dorowati, RT 6/1, Desa Penagan Ratu, Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. Pada saat berumur 1 bulan Adik Aditya mengalami kejang-kejang kemudian diperiksa ke dokter setempat. Dokter mendiagnosis Adik Aditya mengalami penyakit hydrocepalus yaitu penyakit yang otaknya terdapat cairan. Kemudian dokter menyarankan untuk dirujuk ke RSUD Mayjend HM Ryacudu, Lampung Utara. Tetapi pihak RSUD Mayjend HM Ryacudu merujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Pada tanggal 20 Oktober 2016, Adik Aditya melakukan operasi yang pertama dan dipasang selang di kepalanya. Ketika kontrol kembali pada tanggal 20 Desember 2016, dokter mengatakan bahwa selang yang dikepala Adik Aditya mengalami infeksi. Saat ini keadaan Adik Aditya sangat lemas, demam dan diare. Apabila kepala Adik Aditya tersentuh ia merasa kesakitan hingga menangis dan terlihat jelas warna merah bekas selang di kepalanya. Dokter sudah menjadwalkan operasi selanjutnya pada bulan Januari 2017, namun untuk melakukan operasi kondisi Adik Aditya belum stabil. Ayah Adik Aditya, Jamil (50) mencari nafkah sebagai buruh untuk membiayai kehidupan sehari-hari dan biaya pengobatan Adik Aditya. Sedangkan Ibu Adik Aditya, Ibu Teko sudah meninggal sejak melahirkan Adik Aditya. Saat ini Adik Aditya dirawat dan diasuh oleh bibinya. Selama pengobatan Adik Aditya menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III. Mengetahui keadaan Adik Aditya, kurir Sedekah Rombongan Lampung mendatangi keluarga Adik Aditya untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholics guna biaya pengobatan dan kebutuhan sehari-hari. Semoga bantuan yang disampaikan dapat meringankan biaya pengobatan dan kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Desember 2016
Kurir : @akuokawai @andraderi @raden _691 @nurazizahagustn @yesaridani

Aditya menderita Hydrocepalus


IMAM SUPRIYONO (35, Steven Jhonson Syndrome). Alamat : Jalan H. Komarudin, Gang Damai 1, RT 16/2, Kelurahan Rajabasa Raya, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Pak Imam merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Lampung. Penyakit yang dialami Pak Imam bermula dari demam pada bulan Maret 2011 lalu. Pak Imam yang sebelumnya hanya mengkonsumsi obat warung dan apotik, memeriksakan diri ke klinik namun setelah itu Pak Imam kejang dan sulit bernapas. Beliau sempat dilarikan ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) karena tak sadarkan diri, setelah beberapa hari rawat inap, tubuh Pak Imam melepuh dan tidak bisa bergerak, dokter mendiagnosis Pak Imam mengalami penyakit Steven Johnson Syndrome (SJS) atau reaksi alergi hebat pada kulit, saluran napas, mata, dan saluran pencernaan. Penyakit itu pun menyebabkan penglihatan Pak Imam rabun. Pihak RSAM merujuk Pak Imam ke Rumah Sakit Cicendo Bandung (RSCB). Setelah menjalani operasi pada tanggal 22 Desember 2016, keadaan mata Pak Imam masih belum bisa melihat, berjalan masih butuh bantuan agar tidak menabrak, sehingga akan menjalani operasi yang kedua, namun menunggu hasil laboratorium operasi yang pertama. Dikarenakan cukup lama dan belum pasti jadwal operasi kedua maka beliau kembali pulang ke Lampung pada tanggal 25 Desember 2016 dan disarankan dokter kontrol di RSAM. Pak Imam mengalami kesulitan untuk biaya berobat dan kehidupan sehari-hari karena sudah lama tidak bekerja, penghasilan istrinya pun sangat pas-pasan. Untuk meringkan kebutuhan sehari-hari dan biaya berobat, istrinya, Ibu Sri Lestari (36), bekerja antar-jemput anak sekolah. Selama ini Pak Imam menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI untuk biaya pengobatannya. Kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali menyantuni Pak Imam. Santunan ketiga pun disampaikan untuk membantu berobat dan kehidupan sehari-hari. Santunan kedua masuk dalam rombongan 922.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Januari 2017
Kurir :  @akuokawai @andradideri Fajri @raden_691 @yesaridani

Pak imam menderita Steven Jhonson Syndrome


JOHAN BIN NURDIN (50, Stroke). Alamat : Jl. Bukit IV LK II, RT 5/-, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Tahun 2010, Bapak Johan yang kesehariannya bekerja sebagai pemulung, tiba-tiba jatuh terduduk. Seketika itu tangannya sulit untuk digerakkan. Keluarga yang mengetahuinya segera membawa Bapak Johan ke pengobatan alternatif. Mantri mengatakan Bapak Johan terkena stroke. Beliau hanya menghabiskan obat dari mantri dan tidak pernah dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat dikarenakan terkendala biaya. Sampai saat ini Bapak Johan mengandalkan obat warung jika merasa kepalanya pusing akibat hipertensi. Kondisi terkini Bapak Johan tangannya tidak bisa digerakkan dan beliau juga masih sulit berbicara. Bapak Johan mempunyai istri yang bernama Ibu Sriatun (50) tapi saat ini beliau tinggal bersama kakak kandungnya, Mahdalena karena istrinya sudah lama pergi. Bapak Johan belum memiliki kartu jaminan kesehatan apapun. Bapak Johan mengungkapkan kesulitan ekonomi untuk biaya hidup sehari-hari. Mengetahui keadaan beliau, kurir Sedekah Rombongan Lampung mencoba membantu dengan meringankan kesulitan Bapak Johan. Santunan disampaikan untuk meringankan biaya pengobatan dan kebutuhan sehari-hari beliau. Bapak Johan mengucapkan terima kasih kepada sedekah rombongan dan sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri @nando_691 Yogi @yesaridani

Pak johan menderita Stroke


KEMIS BIN KARJA (66, Pembengkakan Jantung + Infeksi Paru-Paru). Alamat : Dusun III Taman Sari, RT 6/2, Kelurahan Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Berawal pada bulan Juni 2016, Bapak Kemis menjalani aktifitasnya sebagai peternak sapi yang dimiliki, ketika itu sapi yang dimiliki Pak Kemis mengamuk dan menendangnya hingga terjatuh sehingga kepala beliau berdarah karena terkena batu. Keluarga membawa ke Puskesmas dan diberi obat. Memasuki bulan Desember 2016, Pak Kemis mengalami sesak di dadanya sehingga mengganggu aktifitas Pak Kemis sebagai peternak sapi, beliau dibawa ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo dan dokter mendiagnosis Pak Kemis terkena pembengkakan jantung dan infeksi paru-paru sehingga Pak Kemis diharuskan menjalani rawat inap selama seminggu. Beberapa hari kemudian lelaki yang telah memasuki usia senjanya itu kembali merasakan sesak, keluarga membawa Pak Kemis ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) dan menjalani rawat inap selama 4 hari. Kondisi Pak Kemis saat ini masih merasakan sesak napas dan lemas. Ibu Sarmi (61) istri dari Pak Kemis kesehariannya sebagai ibu rumah tangga. Selama berobat Pak Kemis menggunakan jalur umum dikarenakan tidak mempunyai jaminan kesehatan, pihak keluarga merasakan kesulitan dalam biaya berobat. Mengetahui keadaan Pak Kemis, kurir Sedekah Rombongan Lampung mendatangi kediamannya untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholics guna meringankan beban keluarga Pak Kemis untuk berobat dan beliau lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 januari 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri @Djs_cory @yesaridani

Pak kemis menderita Pembengkakan Jantung + Infeksi Paru-Paru


MARNI BINTI MAUN (Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Jalan Taman Sari, Dusun 3, RT 6/2, Kelurahan Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Ibu Marni biasa ia dipanggil, harus mengurus kelima anaknya. Kelima anak Ibu Marni masih sangat kecil, dan yang paling bungsu masih bayi serta membutuhkan nutrisi dan susu yang bergizi. Sedangkan dua anaknya yang lain sudah memasuki sekolah dasar, satu lainnya memasuki sekolah menengah pertama, dan anak yang paling tua memasuki sekolah menengah atas. Ibu Marni mengaku terkadang meminjam uang tetangga jika biaya hidup tidak ada. Suaminya, Bapak Hariri (41) mengais rejeki sebagai buruh harian lepas, sedangkan Ibu Marni seorang ibu rumah tangga. Kebutuhan yang semakin besar ditambah lagi biaya untuk sekolah membuat Ibu Marni mengeluhkan kesulitannya. Keluarga kesulitan mencari biaya hidup, terlebih lagi mereka tinggal di sebuah gubuk yang masih milik orang lain. Gubuk yang terbuat dari geribik itu pun hanya mempunyai 3 ruangan kecil yang dipakai sebagai kamar tidur, dapur dan kamar tidur pun dalam satu ruangan kecil. Keluarga ini memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Ibu Marni mengungkapkan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari yang semakin mahal. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Marni. Titipan langit pun disampaikan untuk meringankan kebutuhan sehari-hari. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada para pencari muka dihadapan Tuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri Fajri @nurazizahagustn @yesaridani

Bantuan Biaya Hidup


NURDIN BIN ABDULGANI (56, Stroke + Gangren Diabetes Militus). Alamat : Jalan Pisang, Nomor 15, RT 7/-, Kelurahan Pasir Gintung, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Gejala penyakit stroke Bapak Nurdin berawal pada 6 bulan yang lalu tepatnya bulan Juni 2016. Saat di rumah ketika Bapak Nurdin sedang membersihkan botol-botol plastik bekas hasil memulung tiba-tiba beliau terjatuh dan seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan. Beliau segera dibawa ke mantri terdekat dan sempat menjalani pengobatan alternatif namun tidak ada perubahan. Beberapa hari setelahnya, kaki kanan beliau membengkak. Semakin hari kakinya membesar, pada akhirnya tanggal 26 Oktober 2016 Bapak Nurdin dibawa ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) dan menurut diagnosis dokter Bapak Nurdin mengalami penyakit Gangren DM. Bapak Nurdin dirawat di RSAM sekitar 15 hari, namun karena keterbatasan biaya beliau dibawa pulang. Kondisi terkini lelaki paruh baya ini hanya terbaring di kasur. Keadaan tangan kiri dan kaki kirinya sudah sedikit bisa digerakkan tetapi tangan kanan dan kaki kanan masih kaku untuk digerakkan. Bapak Nurdin mengais rejeki dengan bekerja sebagai pemulung. Karena saat ini beliau tidak mampu bekerja lagi, maka istrinya, Ibu Ratna (59) yang menggantikan pekerjaannya. Mereka tinggal menumpang di gudang Polda Lampung. Bapak Nurdin tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Sehingga beliau dan istrinya mengalami kesulitan untuk biaya berobat dan biaya hidup sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan Lampung mengetahui kesulitan yang dialami Bapak Nurdin dan langsung mendatangi beliau untuk menyampaikan titipan langit untuk meringankan biaya berobat dan kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga Bapak Nurdin kembali sehat dan dapat bekerja lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Desember 2016
Kurir : @akuokawai @andradideri @raden_691 @nurazizahagustn @yesaridani

Pak nurdin menderita Stroke + Gangren Diabetes Militus


ROKIYAH BINTI SILANDUNG (54, Prolaps Uteri + Infeksi Sekunder + Adhesi Dinding Vagina + Ca Servix). Alamat : Gedung Menang, RT 1/1, Kelurahan Gedung Menong, Kecamatan Negeri Agung, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung. Ibu Rokiyah adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan Lampung sejak bulan September. Ibu Rokiyah yang didiagnosis dokter Rumah Sakit Haji Kamino menyatakan beliau turun peranakan atau prolaps uteri disertai dengan infeksi sekunder dan perlengketan pada dinding vaginanya. Saat ini beliau tinggal di rumah singgah Jakarta untuk penanganan lebih lanjut di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Alhamdulillah kondisi kesehatan  Ibu Rokiyah saat ini mengalami banyak sekali peningkatan setelah melalui proses penyinaran sebanyak 25 kali. Hanya saja efek dari proses penyinaran tersebut membuat Ibu Rokiyah kehilangan nafsu makan, sehingga menyebabkan kondisi tubuh beliau masih lemas. Ibu Rokiyah pun masih harus menjalani beberapa proses pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kelanjutan pengobatan nya. Setelah kemarin tanggal 3 dan 4 Januari 2017, Ibu Rokiyah menjalani pemeriksaan laboratorium, hasil dari pemeriksaan tersebut baru akan diketahui pada tanggal 12 Januari 2017. Apabila hasil pemeriksaan tersebut baik, maka proses pengobatan Ibu Rokiyah dapat dilanjutkan di RSAM. Ibu Rokiyah adalah seorang buruh tani sedangkan suaminya sudah meninggal dunia. Selama berobat beliau menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Keluarga merasa sulit karena biaya akomodasi dan transportasi di Jakarta yang cukup tinggi. Kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali menyampaikan titipan langit keenam kepada Ibu Rokiyah untuk biaya akomodasi dan transportasi. Titipan langit kelima tersampaikan dalam rombongan 932.

Jumlah Bantuan :  Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri @nia_dec07 @raden_691 @yesaridani

Bu rokiyah menderita Prolaps Uteri + Infeksi Sekunder + Adhesi Dinding Vagina + Ca Servix


RUDI BIN NURIL (42, Katarak Komplikata). Alamat : Sungai Badak, RT 2/4, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Bapak Rudi yang pekerjaannya sebagai penghalus kayu sering merasakan gatal pada matanya dikarenakan debu kayu. Mulanya hanya pada bagian mata sebelah kiri, kemudian menjalar ke bagian mata kanan. Setelah dibawa ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) hasil diagnosis Pak Rudi terkena katarak komplikata, kemudian beliau dirujuk ke Rumah Sakit Cicendo Bandung (RSCB). Sudah beberapa bulan ini Bapak Rudi menetap di rumah singgah Bandung untuk kontrol di RSCB. Pasca operasi, sekarang kondisi Bapak Rudi sudah membaik dan dijadwalkan untuk kontrol lagi minggu depan untuk tindakan medis selanjutnya dokter merencanakan untuk dipasang mata palsu pada mata kiri, sedangkan mata kanan harus mencari donor kornea mata. Istri dari Pak Rudi, As (40) kesehariannya sebagai ibu rumah tangga. Alhamdulillah pengobatan Bapak Rudi dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Pihak keluarga merasa kesulitan untuk biaya akomodasi selama di Bandung terlebih lagi Bapak Rudi sudah tidak bekerja selama sakit sehingga tak ada pemasukkan. Setelah bertemu kurir Sedekah Rombongan, beliau pun menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Lampung. Titipan langit kelima kembali disampaikan untuk membantu biaya akomodasi. Titipan langit keempat terdata dalam rombongan 932.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri @raden_691 @yesaridani

Pak rudi menderita Katarak Komplikata


WASRAN BIN SARGA (68, Mata Katarak). Alamat : Jalan Raya Suban LK I, RT 13/-, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Bapak Wasran mulai rabun sekitar 20 tahun yang lalu, tidak diketahui penyebabnya dan tidak dibawa berobat. Bapak Wasran hanya membeli obat tetes mata di apotek. Sekitar 2 tahun yang lalu Bapak Wasran ikut pengobatan gratis dan diberikan obat golongan penisilin. Sejak diberikan obat tersebut mata Bapak Wasran yang sebelah kanan tidak bisa melihat, ia takut berobat karena tidak mempunyai biaya. Kondisi terkini mata beliau yang sebelah kanan tidak bisa melihat dan sebelah kiri sudah mulai rabun menyebabkannya tidak bisa memulung lagi. Istrinya, bernama Ibu Yani (64), bekerja sebagai tukang pijit, mereka tinggal di atas tanah warga yang dibangun dari sumbangan warga desa. Bapak Wasran belum mempunyai kartu jaminan kesehatan apapun. Keluarga mengungkapkan kesulitan dalam biaya hidup dan pengobatan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan Lampung dipertemukan dengan Bapak Wasran. Titipan langit pun disampaikan untuk meringankan biaya hidup dan pengobatan. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada para pencari muka dihadapan Tuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Desember 2016
Kurir : @akuokawai @andradideri @sevinndae @RamadaniFredyE6 @yesaridani

Pak wasran menderita Mata Katarak


TUTUR NGATBIYAH (17, Tumor Rahim). Alamat : Dusun Karang Anyar, RT -/-, Desa Wates, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Pada  tanggal 29 Agustus lalu, Ibu Tutur biasa ia dipanggil, mengeluh sakit pada bagian perutnya. Karena sakitnya sudah tidak tertahan, keluarga segera membawanya ke Rumah Sakit Komarudin Umar (RSKU) Liwa. Dokter yang memeriksa mengatakan telah terjadi perdarahan pada rahim Ibu Tutur. Kemudian beliau disarankan untuk datang kontrol kembali pada bulan November. Selama menunggu jadwal kontrol di RSKU, Ibu Tutur mengaku sering merasakan sakit yang luar biasa di bagian perut dan untuk meringankannya ia hanya meminum obat yang diberikan dokter RSKU. Pada saat kontrol bulan November, dokter menyarankan Ibu Tutur untuk segera dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM), karena sudah terdapat tanda tumor di rahimnya. Pada bulan Desember 2016, Ibu Tutur berangkat ke RSAM dan hingga saat ini sedang menunggu jadwal pemeriksaan di RSAM. Suaminya, Bapak Mohammad Sohib (20), seorang buruh. Sedangkan kedua orangtuanya, Bapak Sobirin (48) dan Ibu Masitoh (38) mengais rezeki sebagai petani. Keluarga kesulitan untuk biaya akomodasi di RSAM Bandar Lampung karena jauh dari tempat tinggal. Selama pengobatan Ibu Tutur menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Mengetahui keadaan keluarga, kurir Sedekah Rombongan Lampung mendatangi RSAM untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholics guna meringankan biaya akomodasi selama Ibu Tutur berobat di RSAM Bandar Lampung. Semoga bantuan yang disampaikan dapat membantu dan Ibu Tutur lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Januari 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri @adityaBdvil @yesaridani

Tutur menderita Tumor Rahim

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 IDAH BINTI H.HOLID 1,000,000
2 SUDIN BIN ABIH 500,000
3 RASYA BIN RANA 1,000,000
4 IDA BINTI CAYO 500,000
5 REJA MAULANA 500,000
6 EDIH SUPARMAN 500,000
7 SAMSUDIN BIN OTO 500,000
8 IMAS ROSMIATI 500,000
9 RIKA MAELANI 500,000
10 KARYATI BINTI SARKO 500,000
11 JURIAH BINTI IDUN 500,000
12 IAN SOPYAN SAURI 500,000
13 NIA DEWIANTI 1,000,000
14 IQBAL GHIFARI 500,000
15 RAEDI BIN PEWARTA ARSA 600,000
16 DANA BIN KARSID 500,000
17 KHALISTA NUR FITRI 500,000
18 MIRA MAURIKA INDRIKA 1,000,000
19 ICOH BINTI MISJA 1,000,000
20 MIMIN AMINAH 750,000
21 AZMI HAIL MAHLAL 500,000
22 NIZAM MAULANA 750,000
23 REZKI ARDIKA AKBAR BIN LAWENNA 1,000,000
24 NURSIFA PRIMELIA TALABA 2,435,000
25 NIA RAMADHANI BIN UPI 2,700,000
26 HENDRAWATI BINTI Alm.JASMAN 6,000,000
27 ARIDA BINTI TAYIB 500,000
28 ARIF BIN ZAKARIA 500,000
29 EDI SUYANTO 500,000
30 IKA ORI IRAWAN 1,000,000
31 JAYAN BIN ALI 500,000
32 MEDI WAHYUDI 2,000,000
33 SAWAL BIN ADAM 1,000,000
34 RODIYAH BINTI RIKAM 500,000
35 SURIP BIN KARTAJA 1,000,000
36 TENTREM BINTI SASTRO WINANGUN 500,000
37 REVANNO PUTRA REJA 500,000
38 NGATIAH BINTI RATEMU 1,000,000
39 SAFINATUN NAJA 500,000
40 RSSR LAMPUNG 5,000,000
41 ADITYA AINURROCHMAN 500,000
42 IMAM SUPRIYONO 500,000
43 JOHAN BIN NURDIN 500,000
44 KEMIS BIN KARJA 1,000,000
45 MARNI BINTI MAUN 500,000
46 NURDIN BIN ABDULGANI 500,000
47 ROKIYAH BINTI SILANDUNG 1,000,000
48 RUDI BIN NURIL 1,000,000
49 WASRAN BIN SARGA 500,000
50 TUTUR NGATBIYAH 500,000
Total 47,735,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 47,735,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 956 ROMBONGAN

Rp. 47,313,744,887,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.