Rombongan 955

sedekah akan membuka pintu rezeki dari arah yang tidak anda sangka-sangka sebelumnya.
Posted by on February 10, 2017

ACHMAD ROFIQ, (24, Kelenjar Getah Bening) Alamat Jl Gajah Mada XVII/29 LINGK. PATIMURA RT/RW 002/032, Desa Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Awal mula sakit Rofiq mengalami kecapekan dan seluruh sendi – sendinya mulai terasa nyeri-nyeri. Setelah 2 bulan berlalu Leher sebelah Kanan dan Paha sebelah kiri Rofiq muncul benjolan kecil yang terasa kesakitan. Setelah itu oleh pihak keluarga Rofiq diperiksakan ke Puskesmas terdekat untuk mengetahui penyakit yang dialami Rofiq, setelah diagnosa Rofiq mengalami kelenjar getah bening yang pengobatannya cukup lama. Dan oleh Puskesmas tersebut Rofiq harus dirujuk ke Rumah Sakit Bina Sehat Jember untuk perawatan dan pengobatan lebih lanjut. dan  Rofiq memiliki Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI untuk berobat dan meringankan beban keluarganya. Sebelum Rofiq sakit, Rofiq bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilannya tidak memungkinkan dan Rofiq saat ini tinggal bersama Bapaknya yang bernama Achmad Hadi yang bekerja sebagai Supir Taxi yang penghasilannya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari teman Kurir Sedekah Rombongan bahwa Rofiq memerlukan dampingan karena penyakit yang dialaminya butuh pengobatan yang cukup lama dan Keluarga Rofiq tergolong kurang mampu. Kurir Sedekah Rombongan ketempat tinggal Rofiq dan bersilahturahmi dan dalam kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyapaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Rofiq. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi biaya laboratorium patologi anatomi. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Rofiq dan Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh dariNya. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 945

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Februari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Achmad menderita Kelenjar Getah Bening


ASMONOWATI (52, Keloid Akut), Bu Asmonowati usia 52 tahun tinggal di Dusun Ajung Krajan RT 02 RW 14, Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember Jawa Timur. Dalam kesehariannya berprofesi sebagai penjahit. Wanita yang berstatus janda ini memiliki satu orang putra yang baru saja menyelesaikan sekolah SMA. Semenjak beberapa tahun silam Bu Asmonowati menderita gangguan lapisan kulit di dadanya. Secara visual di identifikasi sebagai keloid. Penyakit ini awalnya dianggap penyakit kulit biasa namun seiring berjalannya waktu keloid nya meluas dan terasa nyeri, sampai-sampai jika penyakitnya kambuh kesulitan bernafaspun dia alami. Setelah Kurir  Sedakah Rombongan Jember bersillaturahmi ke Rumah beliau, Jadwal pemeriksaanpun dibuat. Bu Asmonowati dibawa ke R.S Soebandi untuk melakukan pemeriksaan, diagnosa awal, terapi obat dan kemudian dilakukan operasi pengangkatan lapisan kulit di area dada. Sedekah Rombongan memberikan santuna kepada Bu Asmonowati untuk  Pembelian Rutin Obat dan Salep di Luar BPJS. Santunan Sebelumnya masuk dirombongan 941

Jumlah santunan: Rp.940.000,-
Tanggal: 13 Januari 2017 dan 6 Februari 2017 (akumulasi)
Kurir: @yudhoari @viandwiprayugo

Bu asmonowati menderita Keloid Akut


NUR SALI, (41, Combus) Alamat Dusun Jeni 001/010, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Nur Sali, biasa di panggil Sali. Mas Sali kecelakaan kerja saat bekerja dibangunan di Bali. Nur Sali mengalami kesetrum di Aliran Listrik yang tegangantinggi saat berada di lantai 4, sampai akhirnya tersetrum dan jatuh hinggah tersangkut di kabel Listrik. Dan Mas Sali pun semaput, hingga akhirnya dibawa ke puskesmas terdekat di bali. Usai dirawat dipuskesmas terdekat di Bali. Mas Nur Sali dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember. Memakai Ambulan Puskesmas di Bali, dan sampai di IGD rumah sakit Dr. Soebandi Jember Nur Sali mengalami sakit dan kepanasan di bagian tubuhnya. Setelah itu Mas Nur Sali terdiagnosa mengalami penyakit Combus atau Luka bakar di bagian tubuhnya. Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Mas Sali untuk menyapaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Mas Nur Sali. Santunan digunakan untuk Akomodasi selama dirumah sakit Dr. Soebandi Jember dan pembelian Obat-obatan di Luar BPJS. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 940

Jumlah Santunan : Rp.500.000,-
Tanggal : 20 Desember 2016 dan 1 Februari 2017 (akumulasi)
Kurir : @yudhoari  @viandwiprayugo

Pak sali menderita Combus


HENDRIK SEPTIAWAN, (14, Thalasemia) Alamat Dusun Krajan RT/RW 003/010, Desa Bagorejo, Kecamatan Gumuk Mas, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Awal mula sakit Hendrik mengalami rasa lemas dan sering pusing disertai mual-mual selama 3 bulan yang lalu. Setelah itu Hendrik di bawa ke Puskesmas terdekat karena kondisi Hendrik melemas dan oleh pihak Dokter puskesmas menyarankan untuk dirujuk ke Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Selang satu hari, Hendrik dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember dan diagnosa mengalami Thalasemia. Thalasemia adalah kelainan darah yang diturunkan yang mana tubuh tidak memproduksi cukup hemoglobin sehingga mengakibatkan jumlah hemoglobin di dalam tubuh sedikit. Hemoglobin adalah protein pembentuk sel darah merah yang berguna untuk mengikat oksigen dan membawanya ke seluruh tubuh. Dan Hendrik harus menjalanin rawat inap untuk pemulihan kondisi yang melemah. Hendrik memiliki fasilitas Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI kelas III yang meringankan beban keluarganya dalam pengobatan Hendrik. Hendrik anak dari Pasang Ibu Sulasmi (69) dan Bapak Muanam (66) yang bekerja sebagai buruh tani di  Desanya yang penghasilannya tidak memungkin yang hanya cukup untuk kesehariannya. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari teman Kurir Sedekah Rombongan bahwa Hendrik memerlukan dampingan karena dari keluarga kurang mampu. Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi dan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Hendrik. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi selama dirumah Sakit Dr. Soebandi Jember. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh dariNya. Amin

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Hendrik menderita Thalasemia


NUR HAYATI, (11, Asites) Alamat Dusun Kumitir RT/RW 003/001, Desa Greden, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sejak satu tahun yang lalu Adik Nur Hayati ini masih  waktu kelas dua Madrasah mengalami kembung pada perutnya selama lima hari dan sempat dibawa ke Puskesmas terdekat dan Adik Nur Hayati ini hanya diberi obat. Setelah tiga bulan berlalu perut si Adik Nur Hayati ini semakin membesar dan merasa kesakitan. Dan oleh pihak keluarganya hanya diberi ramuan jamu karena tidak mempunyai biaya untuk berobat. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari teman Kurir Sedekah Rombongan bahwa Adik Nur Hayati memerlukan dampingan untuk berobat dan Adik Nur Hayati memiliki semangat untuk sembuh. Kurir Sedekah Rombongan langsung mengevakuasi Adik Nur Hayati ke Rumah Sakit dan mengurus surat Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI Kelas III untuk meringankan beban untuk berobat. Kondisi saat ini di konsultasikan ke Dokter yang menangani membutuhkan rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Adik Nur Hayati tinggal bersama Ibu Suminah (43) yang bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga dan Bapak Suradi (49) yang bekerja sebagai buruh tani di desanya yang penghasilannya tidak memungkinkan, hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Adik Nur Hayati. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi selama dirumah sakit. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh dariNya. Amin

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Nur menderita Asites


IRMA CAHYANDARI, (14, Paraplegia) Alamat Jl. Jumat Lingk Karangmluwo 002/006, Desa Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Irma Cahyandari Namanya, biasa di panggil Irma. Irma yang masih duduk di bangku sekolah SMP kelas 2 ini mengalami gangguan pada kakinya sehingga kedua kakinya tidak bisa bergerak selama 3 bulan ini. Dan oleh pihak keluarga langsung di pijet ke dukun pijet di desannya karena di anggap penyakit sepele. Dan selama 1 minggu tidak ada perkembangan Adik Irma di rujuk ke Puskesmas terdekat untuk mengetahui penyakitnya. Dan oleh pihak Puskesmas hanya di beri Obat-obatan. Dan setelah 3 Bulan berlalu, Kurir Sedekah Rombongan mendengar cerita dari Bapak RW Karangmluwo bahwa adik Irma layak di bantu atau di dampingi oleh Sedekah Rombongan. Adik Irma hanya tinggal bersama Ibunya Siti Maisaro (40) yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Ayah Irma sudah meninggal sudah menginjak 3 tahun yang lalu. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Adik Irma. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi Pembelian Obat-obatan di luar BPJS dan Pembelian Susu. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 945

Jumlah Santunan : Rp. 830.000,-
Tanggal : 1 Februari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Irma menderita Paraplegia


SALAMAH BINTI BUSAIRI, (71, Patah Tulang) Alamat Dusun Krajan RT/RW 014/003, Desa Kademangan, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Sejak bulan Desember 2016 Ibu Salamah menderita patah tulang, awal mulanya Ibu Salamah terjatuh diruang tamu tempat ibu salamah bekerja hingga Ibu Salamah tidak bisa berjalan. Lalu Ibu Salamah dibawa ke tukang pijet terdekat, Seharusnya Ibu Salamah dibawa ke kerumah sakit setempat karena keadaan kakinya tidak kembali ke posisi semula karena keterbatasan biaya atau perekonomian. Ibu Salamah hanya mengandalkan tukang pijet, biaya untuk pijat pun disumbang oleh keluarga Ibu Salamah Tinggal. Sebelum sakit Ibu Salamah bekerja sebagai pembantu rumah tangga yang penghasilannya hanya cukup untuk sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari teman Kurir Sedekah Rombongan bahwa ibu Salamah mengalami Patah Tulang dan dari keluarga tidak mampu yang hanya hidup sebatang kara. Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi dan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Salamah. Santunan yang diberikan untuk pembelian alat bantu Jalan berupa Tongkat dan Akomodasi. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh dariNya Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bu salamah menderita Patah Tulang


DAFA ALFAREZA ZAEDAN, (1, Cacat Lahir) Alamat Dusun Gumuk Banji RT/RW 005/029, Desa Kencong, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Adik Dafa adalah Anak dari pasangan Bapak Gatot Sugianto (43) dan Ibu Hanifah (42) yang terlahir Cacat di Puskesmas Kencong Tanggal 27 November 2016, selang satu hari oleh pihak Dokter Puskesmas kencong disarankan untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut karena Kondisi Adik Dafa melemas. Setelah dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember Adik Dafa berada di ruang ICU untuk perbaikan kondisi untuk melanjutkan perawatan dan Operasi. Setelah berada diruang ICU selama tiga hari Adik Dafa menghebuskan nafas terakhirnya di Ruang ICU. Orang tua Adik Dafa Bapak Gatot Sugianto (43) bekerja sebagai tambal ban di pinggir jalan yang penghasilannya tidak memungkinkan yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Keluarga Dafa adalah keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi dan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Alm Bayi Dafa. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi dan perawatan selama di RSUD Dr. Soebandi Jember. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh dariNya Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 990.000,-
Tanggal : 30 November 2016 dan 2 Desember 2016 (Akumulasi)
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Dafa menderita Cacat Lahir


NABILA SYIFA AULIA, (1, Hydrocephalus) Alamat Dusun Kramat RT/RW 013/007, Desa Sebanen, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Nabila Syifa Aulia, biasa dipanggil Nabila. Nabila adalah Anak dari pasangan Bapak Abdullah (66) dan Ibu Nursia (35) yang lahir di Puskesmas Kalisat pada tanggal 24 Maret 2016. Adik Nabila mengalami sakit Hydrocephalus sejak umur 3 bulan, yang sering nangis tengah malam,kejang-kejang dan demam. Setelah umur 5 bulan kepala Adik Nabila membesar dan langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk perawatan dan untuk mengetahui sakitnya. Setelah itu sampai di Puskesmas adik Nabila diagnosa mengalami Hydrocephalus dan oleh Dokter Puskesmas disarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit berhubung orang tua Adik Nabila tidak mempunyai biaya akhirnya Orang tuanya membawa pulang Adik Nabila dan tidak melanjutkan perawatannya. Setelah itu Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari teman Kurir Sedekah Rombongan bahwa Adik Nabila memerlukan dampingan selama berobat karena dari keluarga tidak mampu.  Kurir Sedekah Rombongan langsung mengurus Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI Kelas III untuk Adik Nabila berobat ke Rumah Sakit. Setelah Jaminan Kesehatan selesai Adik Nabila di meminta rujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Abdullah (66) Ayah dari Adik Nabila bekerja sebagai buruh Tani di desanya yang penghasilannya tidak menentukan. dan Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi ke Adik Nabila dan dalam kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Nabila. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi pasca Operasi di RSUD Dr. Soebandi Jember. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh dariNya Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Februari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Nabila menderita Hydrocephalus


AFRYN DIKA RHAMDHAN, (4, Hydrocephalus) Alamat Dusun Rowotamtu RT/RW 002/007, Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Adik Afryn adalah anak pertama dari pasangan muda Bapak Feri Fadli (21) dan Ibu Yayik Desi Hermawati (21) yang lahir di Puskesmas Rambipuji Tanggal 28 Juni 2013. Adik Afryn mengalami sakit Hydrocephalus sejak umur 4 bulan yang orang tuanya tidak merasakan bahwa anaknya mengalami sakit Hydrocephalus.Ibunya hanya merasakan bahwa Afryn sering demam, sulit tidur, dan sering menangis tengah malam. Setelah umur satu tahun kepala Adik Afryn makin membesar, oleh pihak keluarga langsung dibawa ke Puskesmas untuk mengetahui sakit yang dialaminya.Dan ternyata diagnosa dokter menyatakan bahwa Afryn mengalami Hydrocephalus.Orang tuanya pun kebingungan karena keterbatasan perekonomian yang tidak mendukung untuk melanjutkan pengobatan.Setahun lalu keluarga kecil yg masih menumpang tinggal di rumah orang tua tersebut sempat beberapa kali mendapat tawaran pengobatan gratis,bahkan sempat dirawat inap di sebuah RS swasta di Jember.Tapi lagi-lagi rasa bahagia keluarga kecil ini harus tertunda setelah rawat inap selama 5 hari diperbolehkan pulang tanpa ada tindakan operasi sesuai apa yg telah dijanjikan sebelumnya.Sambil menunggu dirumah,pasangan suami istri ini hanya mampu berserah kepada Allah Subhanahuwata’ala sambil merawat Adik Afryn yg setiap hari bertambah besar ukuran kepalanya yg disebabkan oleh kelebihan cairan otak.Bapak Feri Fadli (21) Orang tua Adik Afryn bekerja sebagai buruh serabutan yang pekerjaannya tidak menetap yang hanya menunggu orang yang membutuhkan tenaga kerjanya,beliau harus kembali bekerja untuk memenuhi kebutuhan susu si bayi.Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Adik Afryn ini setelah mendapatkan info dari keluarga pasien dampingan Sedekah Rombongan lain yg kebetulan masih tetangga.Saat itu juga Kurir Sedekah Rombongan langsung mengurus Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI Kelas III untuk Adik Afryn agar meringankan beban keluarga untuk berobat dan perawatan di Rumah Sakit.Alhamdulillah setelah kami berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah syaraf yg menangani kasus Hydrocephalus,saat itu juga Adik Afryn kami evakuasi ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk segera mendapat perawatan karena kepalanya semakin membesar. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Adik Afryn. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi selama di RSUD Dr. Soebandi Jember. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat dari Allah Subhanahuwata’ala …Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  7 Februari 201
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Afryn menderita Hydrocephalus


MBAH RA’ES, (96, Dhuafa) Alamat Dusun Karang Anyar RT/RW 001/003, Desa Sumber Salak, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Mbah Ra’es adalah seorang janda tua yang ditinggal suaminya sejak umur 69 tahun. Dan kondisi sekarang Mbah Ra’es hanya terbaring lemas di tempat tidurnya, Mbah Ra’es hanya tinggal sendiri dirumahnya yang dirawat oleh tetangganya. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari Kurir Sedekah Rombongan bahwa Mbah Ra’es memerlukan bantuan. Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi dan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Mbah Ra’es. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi kebutuhan sehari-hari. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala . . Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Februari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bantuan tunai


DIMIN SUHADAK, (75, Patah Kaki  + Patah Tangan)  Alamat Dusun Krajan RT/RW 011/005, Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur.  Bapak Suhadak adalah seorang pemulung yang mengalami Patah Kaki sebelah Kiri dan Patah Tangan sebelah Kiri akibat Tabrak Lari oleh Sepeda Motor saat Bapak Suhadak memulung sampah di pinggir jalan. Setelah itu Bapak Suhadak dilarikan ke RSUD Dr. Soebandi Jember karena kondisi Bapak Sudahak melemah dan tidak sadarkan diri. Setelah itu Bapak Suhadak harus menjalani Rawat inap karena Bapak Suhadak harus menjalanin perawatan dan Transfusi darah 2 Kantong yang mengakibatkan pendarahaan pada kakinya sebelah kiri yang patah. Bapak Suhadak tinggal dirumah saudaranya karena Bapak Suhadak tidak memiliki rumah sendiri. Bapak Suhadak sebelum sakit bekerja sebagai pemulung yang penghasilannya tidak memungkinkan, yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan mandapatkan info dari teman Kurir Sedekah Rombongan bahwa Bapak Suhadak memerlukan bantuan selama berobat karena dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ke rumah sakit tempat Bapak Suhadak Rawat inap dan pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk menyampaikan titipan para Sedekaholcs untuk membantu Bapak Suhadak. Santunan yang diberikan untuk penebusan 2 Kantong Darah. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh dariNya Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 720.000,-
Tanggal : 6 Februari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pak dimin menderita Patah Kaki + Patah Tangan


SLAMA BINTI CAHYO, (86, Dhuafa) Alamat Dusun Karang Bireh RT/RW 001/010, Desa Sumber Lesung, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Mbah Slama adalah seorang Dhuafa yang ditinggal suaminya sejak 9 tahun yang lalu. Ibu Slama ini tidak memiliki anak dan hanya tinggal sendiri dirumahnya dan rumah yang ditinggali Ibu Slama hampir roboh. Dan Swadaya Masyarakat desa Sumber Lesung membantu renovasi Ibu Slama yang hampir roboh. Ibu Slama saat ini dirawat oleh tetangganya yang dekat dari rumah Ibu Slama. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal Ibu Slama untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Slama. Santunan yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk Ibu Slama. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti oleh Allah Subhanahuwata’ala . .  Amin..

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Februari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bantuan tunai


KHORIYAH BINTI BUKHORI, (35, Ca Mamae) Alamat Dusun Krajan RT/RW 003/009, Desa Bagorejo, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Awal mula sakit Ibu Khoriyah memiliki benjolan kecil di payudara sebelah kiri yang dianggap benjolan biasa, setelah 4 bulan benjolan yang dialami Ibu Khoriyah semakin membesar dan mengalami kesakitan. Setelah itu Ibu Khoriyah ke Puskesmas terdekat untuk berobat dan mengetahui sakitnya. Dan ternyata diagnosa Dokter menyatakan Ibu Khoriyah mengalami Ca Mamae dan oleh Dokter Puskesmas tersebut menyarankan untuk dirujuk ke RSUD DKT Jember untuk perawatan lebih lanjut. Karena Ibu Khoriyah memiliki fasilitas Jaminan Kesehatan JKN-KIS PBI yang meringankan beban pembiayaan pengobat Ibu Khoriyah, maka Ibu Khoriyah langsung meminta rujukan ke RSUD DKT Jember untuk perawatan lebih lanjut. Selang satu hari Ibu Khoriyah berada di RSUD DKT Jember dan diperiksa oleh Dokter, Ibu Khoriyah harus menjalankan Kemoterapi. Setelah Kemotrapi pertama selesai dan 1 bulan berlalu Ibu Khoriyah harus menjalankan Kemotrapi kedua tetapi Ibu Khoriyah tidak ke menjalaninnya karena tidak memiliki biaya Transport untuk ke RSUD DKT Jember. Ibu Khoriyah tinggal bersama Suaminya Sutijo (41) yang bekerja sebagai buruh tani di Desanya yang penghasilannya tidak memungkinkan, yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari teman Kurir Sedekah Rombongan bahwa Ibu Khoriyah memerlukan bantuan dampingan selama berobat ke RSUD DKT Jember, karena dari keluarga kurang mampu. Dan pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan mendatangi kerumahnya dan bersilahturahmi dan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Khoriyah. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi selama dirumah sakit dan transport. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala . .  Amin..

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Februari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bu khoiriyah menderita Ca Mamae


SEPTI FATIMAH (25, Polio). Alamat : Jl. Kutilang Sakti Blok A No. 09, RT 4/1, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Ketika berumur 2 tahun, Septi terkena step/steip yaitu kejang yang disertai demam tinggi dan ibunya langsung membawanya ke RSUD Pekanbaru. Beberapa waktu setelah kejadian step pertama tersebut, Septi sempat kembali mengalami kejang-kejang selama 15 hari dan ia dibawa terapi oleh ibunya. Namun hasil terapi tidak seperti yang diharapkan, kondisi Septi masih belum ada kemajuan dan masih kerap mengalami kejang-kejang. Kini kondisi kaki kiri Septi kaku, tangannya sedikit bengkok serta bicaranya tidak lancar. Dalam kesehariannya, Septi tingal bersama adik dan ibunya yang bekerja sebagai pencari plastik bekas dengan penghasilan Rp. 700.000,- dan itu tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara adik Septi terkadang bekerja mengangkat air galon dan tidak jarang pula menganggur. Alhamdulillah Septi memiliki Jamkesmas sehingga untuk biaya pengobatan sudah terbantu. Meskipun demikian, keluarga tetap terkendala saat Septi harus menjalani terapi karena dibutuhkan biaya akomodasi selama terapi tersebut. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami keluarga Septi dan menyampaikan santunan untuk biaya akomodasi di RS. Semoga Septi dan keluarga tetap semangat mengupayakan kesembuhan Septi hingga ia sembuh sempurna. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Januari 2017
Kurir : @nhpita @rini_syafrin @robyparm @ekow_uwal Dede @sulistyaone

Septi menderita Polio


DIKI WAHYUDI (6, Tumor di Dada Kiri). Alamat : Jln. Tengku Mahmud, Simpang Jengkol dekat TPU, Kel. Palas, Kec. Rumbai, Kota Pekanbaru, Prov. Riau. Diki menderita tumor otot pada dada kirinya, sakit yang dideritanya dialami sejak ia usia balita. Pada usia 1,5 tahun, ia sudah menjalankan operasi pertama pengangkatan tumor tersebut, namun setelah operasi pertama dilakukan, sekitar 8 bulan kemudian massa tumor kembali tumbuh di tempat yang sama. Hingga usia 4,5 tahun ia sudah menjalani operasi sebanyak tiga kali. Setelah operasi terakhir pada usia 4,5 tahun, Diki diharuskan menjalankan kemoterapi. Orang tuanya sudah tidak memiliki biaya untuk pengobatannya. Ia dirawat di rumah tanpa pengawasan dokter hingga usia 5,5 tahun hingga kondisinya semakin parah dengan tumor yang mengalami pembengkakan dan pecah. Akhirnya mau tidak mau orang tua Diki harus membawanya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Dokter menganjurkan Diki menjalani kemoterapi sebanyak 18 siklus kemo dengan 1 kali siklus kemo ia membutuhkan 2 botol obat Dactinomycin. Ayahnya, Budianto, bekerja sebagai pedagang serabutan dengan penghasilan yang tidak tetap setiap bulannya, sedangkan ibunya, Ningsih, adalah seorang ibu rumah tangga. Kondisi perekonomian keluarga yang masih terbatas membuat Diki terkendala biaya untuk menjalani pengobatannya hingga akhirnya Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarganya oleh salah satu dokter yang menangani Diki. Sedekah Rombongan memutuskan membantunya sebagai pasien dampingan. Alhamdulillah pengobatan Diki berjalan lancar dan ia bisa melanjutkan pengobatan kemoterapi dan menjalani operasi pembuangan tumornya yang pecah. Setelah menjalani operasi, kondisi Diki berangsur membaik dan dokter memutuskan kemo dilanjutkan kembali agar tumor semakin mengecil, namun sayangnya setelah beberapa kali menjalani siklus kemo kondisi tumor Diki kembali membesar. Akhirnya dokter menyarankan Diki untuk melanjutkan pengobatannya di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta agar mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Berbekal surat rujukan ke RSCM, Diki dan keluarganya memutuskan untuk berobat ke Jakarta namun terkendala biaya transportasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan biaya transportasi untuk Diki dan keluarganya sehingga mereka bisa berangkat ke Jakarta. Saat ini Diki telah tinggal di RSSR Jakarta dan melanjutkan pengobatannya di RSCM. Semoga Diki segera diberikan kesembuhan total dari penyakitnya, aamiin. Santunan kembali disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari Diki selama ia berobat di Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 947.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Januari 2017
Kurir : @nhpita @harji_anies @untaririri

Diki menderita Tumor di Dada Kiri


ALIFA NASIHA (1, Kelahiran Prematur Spontan). Alamat : Jalan Damai, RT 3/8, Kelurahan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Alifa lahir dengan kondisi prematur; semua organ tubuhnya masih belum berkembang dengan sempurna terutama jantung dan paru-paru. Pada saat ini bayi Alifa masih mengalami kesulitan untuk bernapas dan berat badannya belum cukup memadai untuk keluar dari ruang inkubator. Bayi Alifa lahir dari pasangan Bambang (31) dan Suryana (25). Pada masa kehamilan usia 3 bulan, Ibu Suryana mengalami pendarahan dan ia langsung dibawa berobat ke klinik terdekat hingga perdarahan terhenti. Tiga bulan kemudian terjadi pendarahan lagi yang berlangsung selama 3 hari sehingga keluarga langsung membawanya ke RSIA Eria Bunda dan pihak rumah sakit menyarankan untuk langsung dirawat inap. Dalam hitungan jam Ibu Suryana mengeluarkan darah dan lendir sehingga dokter pun berencana merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan pertimbangan peralatan di RSUD lebih lengkap. Saat proses rujukan sedang diurus dan belum berangkat ke RSUD, ternyata kepala bayi sudah keluar sehingga Ibu Suryana tidak susah payah untuk melahirkan. Bayi lahir dengan proses kelahiran normal hanya dalam waktu 10 menit. Akhirnya Alifa lahir dalam kondisi prematur dengan usia kandungan hanya 6,5 bulan dengan berat badan 1,35 kg. Bayi Alifa langsung dibawa masuk ke ruang inkubator dan dipasang selang untuk membantunya bernapas karena jantung dan paru-parunya belum berfungsi dengan sempurna. Dokter yang merawatnya menyarankan pihak keluarga untuk membeli susu formula agar berat badan Alifa bisa lebih cepat bertambah, namun keluarga mengalami kesulitan karena penghasilan ayah Alifa yang bekerja sebagai buruh bangunan sangat kecil hanya dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga ini. Keluarga Alifa merupakan pendatang baru di Pekanbaru sejak bulan April 2016. Rumah yang mereka tinggali saat ini pun adalah gudang proyek bangunan yang dimiliki oleh pemilik proyek tempat ayah Alifa bekerja. Di gudang tersebut ayah Alifa sekaligus ditugaskan untuk menjaga barang-barang yang ada di gudang tersebut. Selama Alifa dirawat di RSIA Eria Bunda, ia terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Dokumen yang diperlukan untuk membuat Jamkesda masih dalam pengurusan karena keluarganya yang baru saja berdomisili di Pekanbaru. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Alifa dipertemukan dan menjadikannya pasien dampingan SR Riau. Santunan awal pun disampaikan untuk membantu pembelian susu formula agar berat badan Alifa bisa cepat bertambah. Alhamdulillah kondisi Alifa saat ini sudah membaik dan ia sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya. Namun keluarga tetap terkendala dengan tunggakan biaya RS selama Alifa masih dalam perawatan intensif di RSIA Eria Bunda. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu cicilan pembayaran biaya RS Alifa hingga lunas nanti. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 947.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 24 Januari 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @uldharma

Alifa menderita Kelahiran Prematur Spontan


EFFENDI SIMATUPANG (52, Kanker Tulang). Alamat : Jl. Sidomulya KM 18, Gg. Masjid RT 2/6, Kecamatan Simpang Puncak, Kulim, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Sejak kecil Pak Effendi sering menderita gatal pada lutut sebelah kiri, dan ketika itu dikira kudis atau penyakit kulit biasa dan hanya dibawa berobat secara tradisional saja. Gatal-gatal tersebut kadang sembuh akan tetapi tak jarang kambuh lagi. Kira-kira 3 bulan terakhir ini, kulit pada lutut kiri Pak Effendi membengkak, gatal dan mengelupas. Akhirnya pada bulan Oktober 2016, Pak Effendi dibawa ke puskesmas Simpang Puncak dan langsung dirujuk ke RSUD Duri. Namun dokter RSUD Duri kemudian membuat rujukan lanjutan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru agar kondisi Pak Effendi bisa diperiksa secara lebih intensif. Di RSUD Pekanbaru, pemeriksaan dilakukan dengan biopsi hingg akhirnya dokter mendiagnosa penyakit yang diderita Pak Effendi adalah kanker tulang. Selama berobat, alhamdulillah Pak Effendi menggunakan jaminan kesehatan Jamkesda sehingga seluruh biaya pengobatannya gratis. Kondisi Pak Effendi saat ini semakin memprihatinkan, dimana kulit pada lututnya sudah mengelupas hingga dagingnya terlihat dan terdapat nanah yang menimbulkan bau. Ia juga sudah sulit untuk berjalan karena lututnya terasa nyeri, sehingga ia berjalan menggunakan tongkat. Meskipun telah menggunakan Jamkesda dalam menjalankan pengobatannya, Pak Effendi tetap mengalami kendala yaitu dalam hal biaya akomodasi dan biaya transportasinya. Jadwal kemo Pak Effendi tiap bulan yang rutin dilakukan 4 kali dalam sebulan membutuhkan dana yang tidak sedikit karena ia harus bolak-balik dan tidak dirawat inap. Hal ini dikarenakan tidak ada yang bisa mendampingi Pak Effendi, karena istrinya pun harus menggantikan Pak Effendi untuk bekerja saat ia menjalani kemo. Rumah yang ditempati keluarga Pak Effendi saat ini adalah rumah sewa yang pembayarannya dibantu masjid dan masyarakat sekitar. Pak Effendi bekerja sebagai imam dan ghorim mesjid di sekitar tempat tinggalnya sedangkan istrinya, Sri Wanti (47), adalah seorang ibu rumah tangga. Selama Pak Effendi sakit, tugas sebagai imam mesjid digantikan oleh pengurus masjid, sementara untuk tugas gorim diambil alih istri dan anaknya secara bergantian. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Effendi dan bantuan pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi transportasi selama pengobatan kemo Pak Effendi. Semoga kondisi kesehatan Pak Effendi semakin membaik hingga ia sembuh dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 24 Januari 2017
Kurir : @nhpita @eniepalupi Rika @hermanwaesyah @rizkyqurniazary

Effendi menderita Kanker Tulang


SULIATI SAFARUDIN (43, Diabetes). Alamat : Desa Punti Kayu, RT 1/1, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragirii Hulu, Provinsi Riau. Kurang lebih 6 bulan yang lalu, Bu Suliati merasakan sakit di dada dan batuk yang tak kunjung berhenti sehingga keluarga membawanya ke RSUD. Dari hasil pemeriksaan dokter, Bu Suliati mengalami diabetes hingga terdapat infeksi di paru-parunya. Setelah 5 hari dirawat inap di RS, akhirnya ia diperbolehkan pulang. Ia pun menjalani rutinitas hidupnya seperti biasa lagi hingga suatu hari batuk Bu Suliati kambuh, yang menyebabkan dadanya terasa sakit. Karena keterbatasan biaya, ia tidak mau dibawa kembali ke RS dan hanya mau minum obat tradisional saja. Saat kurir Sedekah Rombongan mengunjungi Bu Suliati, ia batuk terus menerus dan kondisi badannya mulai mengurus sehingga hanya bisa terbaring lemas. Suami Bu Suliati, Safarudin (45), bekerja sebagai buruh di kebun sawit milik orang lain dengan penghasilan yang tidak menentu. Pendapatan yang diperolehnya hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga saja. Selama pengobatannya, seluruh biaya berobat Bu Suliati ditanggung oleh Jamkesmas sehingga gratis. Namun ia tetap mengalami kendala untuk berobat karena dibutuhkan dana yang besar untuk biaya akomodasi dan transportasi, dengan lokasi desa yang jauh dari RS. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga Bu Suliati dan menyampaikan santunan kepada keluarga untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi ke RSUD. Semoga Bu Suliati cepat sembuh dan bisa menjalankan aktivitas seperti biasanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Januari 2017
Kurir : @nhpita Reni @karin_latief

Bu suliati menderita Diabetes


RESFI AKBAR (21, Bantuan Biaya Kuliah). Alamat : Dusun Bukit Indah, RT 9/3, Desa Laboy Jaya, Kecamatan Bangkinang Seberang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Resfi adalah anak ke dua dari enam bersaudara dari pasangan Darwis (50) dan Jusmaini (40). Ayah Resfi bekerja sebagai buruh tani di kebun saudaranya yang penghasilannya tidak tetap dan tidak jarang kekurangan, sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Keterbatasan ekonomi membuat adiknya yang terakhir diasuh oleh neneknya ditambah juga merawat dua orang anak lagi dari paman Resfi yang meninggal. Oleh sebab itu, Resfi harus mencari uang sendiri untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari dan kebutuhan kuliahnya. Pekerjaan yang sering ia lakukan adalah membersihkan halaman rumah orang dan membantu stand foto saat wisuda berlangsung di kampus. Terkadang Resfi mendapatkan penghasilan sebesar Rp 70.000,- hasil dari kerja serabutannya di kampung. Saat ini Resfi menetap di Pekanbaru karena ia terdaftar sebagai mahasiswa di UIN SUSKA RIAU. Ia tinggal di kontrakan bersama 6 kawannya dan tiap tahunnya masing-masing dari mereka harus membayar Rp.1.000.000,-. Alhamdulillah, kawan-kawan Resfi memahami kendala biaya hidup yang dihadapinya, sehingga ia mendapatkan keringanan biaya kontrakan dengan membayar hanya setengahnya saja. Resfi adalah anak yang pandai, rajin belajar dan suka bekerja keras, namun sayang keluarganya tidak mampu untuk membiayai kuliahnya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Resfi dan keluarganya, sehingga dapat membantu membayarkan uang kuliah agar ia dapat terus melanjutkan pendidikannya. Semoga Resfi selalu semangat untuk menuntut ilmu hingga ia dapat mencapai cita-citanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 21 Januari 2017
Kurir : @nphita @damanik82 @karin_lathief

Bantuan Biaya Kuliah


SEPTIANDI BIN DHANI (3, Hirschsprung/Kelainan Usus Besar). Alamat : Jalan Dahlia no. 60, RT 1/2, Kelurahan Kidung Sari, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Sejak lahir Septiandi telah mengalami kelainan pada usus besar atau dalam bahasa medisnya disebut Hirschsprung. Pengobatan yang dilakukan untuk Septiandi yaitu telah dilakukannya tindakan operasi sebanyak dua kali operasi. Operasi pertama dilakukan untuk membuat usus buatan diluar perut dan operasi kedua dilakukan untuk memasukkan usus buatan. Namun hingga kini, kondisi Septiandi masih sering merasakan kesakitan pada perutnya, muntah-muntah dan mengalami kesulitan BAB serta susah buang angin. Untuk melakukan pengobatan selanjutnya, keluarga mengalami kendala yaitu keterbatasan biaya karena ketiadaan jaminan kesehatan untuk memudahkan pengobatan Septiandi. Padahal dokter menyarankan untuk segera dilakukan CT scan agar diagnosa kondisi penyakitnya dapat terus dipantau. Namun orang tua Septiandi saat ini sudah pasrah, karena terkendala dalam melengkapi administrasi untuk pengurusan kartu jaminan kesehatan. Septiandi adalah anak dari Dhani (27) yang bekerja sebagai tukang bakso keliling dan Aniki Ramadhani (27) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Pak Dhani sebagai tukang bakso keliling yaitu sebesar 50 ribu/hari, seringkali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Terlebih lagi, Pak Dhani juga harus membayar cicilan buat gerobak jualannya. Septiandi juga memiliki seorang saudara yang telah dibawa oleh keluarga ke Lampung karena kehidupan keluarga Pak Dhani yang sulit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Septiandi dan dapat membantu pengurusan JKN-KIS Mandiri kelas 3 serta pembelian bahan sembako untuk membantu kebutuhan hidupnya sehari-hari. Semoga kondisi kesehatan Septiandi semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 26 Januari 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti Sri @rizkyqurniazary

Pak septi menderita Hirschsprung/Kelainan Usus Besar


WARIJAN BIN DARGASI (54, Pembengkakan Jantung + Paru-Paru). Alamat : Dusun Sungai Aur, RT 4/2, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Pada tanggal 2 Desember 2016, Pak Warijan awalnya merasakan sesak nafas namun tak dihiraukan dan beliau tetap menjalankan aktifitas seperti biasa. Tetapi beberapa hari kemudian, sesak nafas yang beliau rasakan sebelumnya kambuh kembali dan semakin parah hingga akhirnya beliau berobat ke bidan setempat. Setelah mengkonsumsi obat yang diberikan bidan, kondisi Pak Warijan juga tak kunjung membaik hingga sesak nafas yang beliau alami seringkali mengganggu pekerjaannya sehari-hari sebagai petani. Akhirnya Pak Warijan memutuskan untuk berobat ke klinik dan oleh dokter yang memeriksanya beliau didiagnosa mengalami pembengkakan jantung dan paru-paru sehingga harus dirawat inap. Setelah 2 hari beliau menjalani rawat inap, kondisinya tidak mengalami kemajuan sehingga ia akhirnya dipindahkan ke RSUD Pematang Rebah. Namun kondisi kesehatan beliau terus memburuk, sehingga beliau langsung dirujuk ke RS Ibnu Sina di Pekanbaru. Dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Ibnu Sina Pekanbaru, kondisi beliau semakin kritis sehingga mengharuskan dirawat mendadak di RS di daerah Kerinci selama 5 hari sebelum melanjutkan perjalanan ke RS Ibnu Sina Pekanbaru. Setelah beliau dirawat 2 hari di RS Ibnu Sina Pekanbaru, kondisi kesehatannya berangsur membaik namun karena tidak adanya jaminan kesehatan dan tidak adanya biaya dari keluarga beliau, terpaksa beliau pulang meski sebenarnya pihak RS belum mengijinkannya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Pak Warijan dan menyampaikan santunan untuk membantu pengurusan KIS agar beliau kembali dapat melanjutkan pengobatannya. Namun Allah ternyata berkehendak lain, Pak Warijan akhirnya meninggal dunia sebelum KIS beliau selesai diproses. Semoga almarhum khusnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Januari 2017
Kurir : @nhpita Bayu Reni @sulistyaone

Pak warijan menderita Pembengkakan Jantung + Paru-Paru


ATAINA ROSAIN (48, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Suluk Bongkal, RT 1/2, Desa Kotoran Pait Beringin, Kecamatan Pinggir, Kota Duri, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Bu Ataina menderita penyakit kanker payudara sejak 3 tahun yang lalu. Sebelumnya ia sudah pernah berobat ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, namun karena terkendala biaya transportasi dan akomodasi pengobatan tersebut tidak dilanjutkan. Sejak itu, pihak keluarga hanya melakukan perawatan untuk Ibu Ataina di rumah saja dan ia hanya dibawa berobat ke puskesmas terdekat. Kondisi Bu Ataina saat ini semakin memprihatinkan dengan rasa nyeri dan kesakitan pada payudaranya yang sudah mulai membusuk. Bu Ataina telah memiliki jaminan kesehatan yaitu KIS PBI untuk ikhtiar pengobatannya, akan tetapi keluarga tetap terkendala untuk biaya akomodasi selama ia berobat di Pekanbaru. Suami Bu Ataina yaitu Bapak Rosain (47), tidak memiliki pekerjaan tetap dan Bu Ataina sendiri adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Ataina dan santunan pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi selama ia melanjutkan pengobatan kemoterapinya di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga kondisi kesehatan Bu Ataina semakin membaik hingga ia bisa sembuh dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 28 Januari 2017
Kurir : @nhpita Dody @hermanwaesyah Rina @rizkyqurniazary

Bu ataina menderita Kanker Payudara


PITO RIA HANDIKA ( 22, Tumor Jinak di Mata Kanan). Alamat : Desa Bedeng Sikuran, RT 2/1, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau. Tumor yang berada di kelopak mata kanan Pito sudah ada sejak ia berumur 5 tahun. Saat itu, tumor yang tumbuh di kelopak mata itu tidak begitu besar sehingga keluarga menganggap hal tersebut tidak berbahaya dan membiarkannya begitu saja. Namun daging yang tumbuh tersebut semakin lama semakin membesar hingga membuat mata Pito tidak bisa melihat dengan jelas. Akhirnya keluarga membawa Pito ke RS dan dilakukan operasi mata pada tahun 2008 yang dibiayai oleh Pemda setempat. Paska operasi kondisi mata Pito sempat membaik, namun tidak ada kontrol tindak lanjut setelahnya. Seiring berjalannya waktu, tumor tersebut mulai tumbuh lagi hingga saat ini yang menyebabkan mata Pito tertutup sehingga mengakibatkan mata sebelah kanan tidak bisa melihat. Keluarga hanya bisa pasrah dengan keadaan yang ada karena ayah Pito, Syahrial (62), sudah tidak begitu kuat lagi bekerja akibat penyakit katarak yang di deritanya. Sedangkan ibunya, Arjuna (54), bekerja sebagai buruh harian yang bekerja satu hari penuh dengan hasil pendapatan yang hanya mampu mencukupi kebutuhan keluarga ini sehari-hari. Meskipun Pito dan keluarganya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS PBI, namun untuk melanjutkan pengobatannya Pito tetap terkendala dalam biaya transportasi dan akomodasi. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pito dan keluarga dan dapat menyampaikan santunan awal untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama Pito berobat di Pekanbaru. Insyaa Allah Pito menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan selama ia menjalani ikhtiar pengobatannya sampai ia sembuh. Semoga pengobatan Pito berjalan lancar dan ia bisa kembali beraktivitas seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 21 Januari 2017
Kurir : @nhpita Imelda @asynulzumarti @karin_lathief

Pito menderita Tumor Jinak di Mata Kanan


ASSIFA MESA AOLIA (4, Leukimia). Alamat : Komplek Perumahan PT SSDP, Dusun Kerinci Kiri, Kampung Kerinci Kanan, RT 19/5, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Kira-kira 3 bulan yang lalu Assifa atau yang biasa dipanggil Sifa mengalami pembengkakan di kelenjar tiroid. Kemudian Sifa dibawa ke RS di daerah Siak dan dirawat selama beberapa hari karena pembengkakannya semakin terasa sakit. Selain adanya pembengkakan pada kelenjar tirodnya, kondisi perut Sifa juga semakin membesar dan mengeras. Dokter menyarankan agar Sifa dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk dapat diperiksa secara lebih intensif. Di RSUD Arifin Achmad Sifa dikonsul ke dokter anak, dr. Elmi Sp.A, dan menurut dokter ia diharuskan menjalani tes BMP (Bone Marrow Puncture) yaitu pengambilan sedikit sampel massa dari sumsum tulang belakang bagi pasien dengan suspek penyakit Leukimia. Setelah konsultasi, kemudian Sifa diperbolehkan untuk pulang karena dianggap kondisinya tidak terlalu buruk. Namun dalam perjalanan pulang, kondisi Sifa menurun sehingga ia langsung dibawa ke rumah sakit Eka Hospital dan dirawat inap. Selama 13 hari dirawat di Eka Hospital alhamdulillah biaya pengobatan Sifa ditanggung oleh mandor sawit tempat ayah Sifa bekerja. Saat dirawat, Sifa melakukan transfusi darah sebanyak 12 kantong. Setelah dirawat beberapa hari di Eka Hospital, Sifa dirujuk ke RSIA Eria Bunda. Di Eria Bunda Sifa dirawat lebih lama yaitu kurang lebih selama 1 bulan lamanya. Ia kembali harus ditransfusi trombofaresis sebanyak 3 kantong dan darah merah sebanyak 15 kantong. Selama dirawat di RSIA Eria Bunda Sifa tidak lagi dibiayai oleh mandor sawit, alhamdulillah keluarga memiliki jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3 sehingga biaya perawatan Sifa pun gratis. Berdasarkan hasil tes BMP yang dijalani Sifa, ia dinyatakan positif mengidap penyakit Leukimia (Kanker Darah) dan harus menjalankan pengobatan kemoterapi. Namun sayangnya hingga saat, Sifa belum memenuhi persyaratan untuk menjalani kemoterapi karena kondisi gizi buruk yang dialaminya. Selain itu, Sifa mengalami peradangan gatal di tangannya sehingga kulit tangannya sudah mengalami pembusukan dan bernanah. Saat kurir Sedekah Rombongan mengunjunginya, kondisi Sifa hanya bisa terbaring lemah karena sesak nafas yang dialaminya. Sifa merupakan anak dari pasangan Muhsinin (35) dan Siti Saleha (27). Muhsinin bekerja sebagai buruh panen sawit sedangkan istrinya adalah seorang ibu rumah tangga. Perekonomian keluarga yang masih serba minim menyulitkan keluarga untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari di RS. Seringkali, Muhsinin harus berhutang kepada mandor untuk biaya makan mereka sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Sifa sehingga santunan untuk membantu biaya akomodasi Sifa selama dirawat di RS dapat disampaikan untuk dapat meringankan kesulitan keluarga ini. Semoga kondisi Sifa terus membaik dan ia segera disembuhkan dari penyakitnya. Aamiin. Bantuan untuk Assifa sebelumnya masuk dalam Rombongan 930.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Februari 2017
Kurir : @nhpita Murda Rina

Assifa menderita Leukimia


IMAM KAYADI (11, Patah Tangan Kiri). Alamat : Desa Jumrah, RT 10/5, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Suatu sore saat Imam bermain bersama kawan-kawannya, ia terpeleset ketika sedang memanjat pohon manggis sehingga tangannya tidak bisa digerakkan sama sekali. Saat itu juga orang tuanya membawa ke puskesmas terdekat namun pihak puskesmas tidak sanggup menangani kondisi Imam sehingga ia dirujuk ke RSUD Bagansiapi-api. Namun dokter di RSUD Bagansiapi-api sedang berhalangan hadir sehingga ia dirujuk lanjutan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Imam langsung dibawa ke bagian Radiologi untuk rontgen dan dokter mendiagnosanya mengalami patah tulang di tangan kiri dan tangan kanan mengalami retak. Saat kurir Sedekah Rombongan menjumpai Imam dan keluarganya di RS, kondisi Imam masih belum bisa bergerak aktif karena ia baru saja selesai dioperasi. Selama dirawat di RSUD, Imam terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Ayah Imam, Aswan (36), bekerja sebagai buruh tani sawit di perkebunan orang, sedangkan ibunya, Mella (28) adalah seorang ibu rumah tangga. Untuk biaya makan sehari-hari di RSUD keluarga mendapatkan bantuan dari keluarga mereka. Keluarga mengalami kesulitan untuk membayar biaya RS Imam selama ia dirawat karena penghasilan ayah Imam hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga ini sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga ini dan menyampaikan bantuan untuk pembayaran RS Imam di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga kondisi Imam semakin membaik dan ia dapat beraktivitas seperti sediakala. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 947.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Februari 2017
Kurir : @nhpita @rusdiyantik @ekow_uwal @karin_lathief

Imam menderita Patah Tangan Kiri


RAFAKA BIN NOVIARMAN & RAFIKI BIN NOVIARMAN (1, Kembar Kelahiran Prematur). Alamat : Jln. Suka Karya, Gg. Iman, RT 1/2, Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Bayi kembar dari pasangan Noviarman (26) dan Fitriandayani (23) ini lahir pada 12 Oktober 2016 di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan kondisi prematur. Syukurlah kondisi keduanya sehat, hanya berat badannya saja yang masih kurang proporsional sehingga masih harus dirawat dalam inkubator di ruangan PICU. Untuk kebutuhan ASI si kembar, setiap harinya Ibu Fitri harus bolak-balik dari rumah ke RSUD karena ia belum sanggup menunggui bayinya di RSUD dengan kondisi yang masih belum pulih pasca operasi caesar. Selain itu, keluarga ini tidak memiliki biaya bila sehari-hari harus tinggal di RSUD. Kondisi perekonomian keluarga ini sangat sulit dengan pekerjaan Pak Noviarman sebagai buruh angkut gudang yang berpenghasilan terbatas, serta Ibu Fitri yang kadang membantu dengan mengajar di TK di dekat rumahnya. Keduanya tinggal di rumah kontrakan bersama dengan ibu, adik, dan kakak Ibu Fitri yang seorang janda dengan 4 orang anak. Pasangan ini merupakan tulang punggung keluarga besar mereka. Bapak Noviarman sendiri sudah diberikan SP 1 dari tempatnya bekerja karena sudah melebihi batas ijin yang diberikan perusahan untuk mengurus bayi kembarnya. Sejak 14 Oktober 2016 yang lalu, keluarga sudah meminta pihak RSUD agar kedua bayinya bisa dibawa pulang karena sudah kehabisan biaya. Mereka bahkan bersedia menandatangani surat pernyataan bahwa mereka yang bertanggung jawab penuh atas kepulangan kedua bayinya yang berdasarkan permintaan keluarga dan bukan atas rekomendasi dokter. Pihak RSUD masih belum dapat melepas keduanya karena berat badan si kembar belum mencapai 2 kg, bahkan keduanya belum bisa minum ASI sendiri dan masih melalui selang. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bapak Noviarman dan menjadikan si kembar sebagai pasien dampingan #SR Riau. Alhamdulillah si kembar telah diperbolehkan pulang dengan kondisi sehat, namun keluarga terkendala tagihan rumah sakit yang harus dibayar sebanyak 23 juta rupiah. Sedekah Rombongan pun merasakan kesulitan mereka dan memberikan bantuan lanjutan untuk membayar tagihan dengan cara mencicil di RSUD. Bantuan pembayaran RS dibayarkan Sedekah Rombongan untuk membantu keluarga si kembar pada RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Santunan pembayaran sebelumnya masuk dalam Rombongan 947.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Februari 2017
Kurir : @nhpita Tika @karin_lathief

Kembar Kelahiran Prematur


BAYI NY. LAILA NIKA (1, Gangguan Pertumbuhan Janin). Alamat  : Jl. Merpati Indah Perum Merpati Indah, Blok L No. 9, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Tanggal 26 Desember 2016, Ibu Laila merasakan tanda-tanda akan melahirkan sehingga keluarga membawanya RS Tabrani di Pekanbaru. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, Ibu Laila sudah mengalami pembukaan 2. Oleh pihak RS Tabrani, keluarga disarankan membawa Ibu Laila ke RSUD Arifin Achmad dan melakukan persalinan di sana untuk meminimalisir biaya. Ibu Laila Nika belum memililki jaminan kesehatan apapun sehingga keluarga harus membayar biaya persalinan, apalagi persalinan tersebut akan dilakukan secara caesar mengingat bayi yang dikandung Ibu Laila adalah bayi kembar. Alhamdulillah, Ibu Laila melahirkan bayi kembar di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan berat badan masing-masing 1.7 kg dan dirawat di ruang NICU, bayi kembarnya lahir dengan berat normal 2.2 kg. Orang tua si kembar yaitu Hendri Subandri (35) bekerja sebagai butuh bangunan dan Laila Nika (33) adalah ibu rumah tangga. Pak Hendri dan Ibu Laila menempati rumah kontrakan mereka yang sederhana di daerah Pekanbaru. Penghasilan yang diperolehnya sebagai buruh bangunan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga ini sehari-hari. Total biaya yang harus dibayarkan keluarga Ibu Laila untuk perawatan si kembar selama dirawat di RS yaitu sebesar Rp. 6.429.244 dan tentunya hal ini sungguh memberatkan keluarga karena mereka tidak memiliki uang untuk melunasi biaya tersebut. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Laila Nika dan dapat membantu pembayaran biaya RS di RSUD Arifin Achmad secara mengangsur. Santunan awal pun disampaikan untuk membayar cicilan biaya RS di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga kondisi kesehatan bayi kembar semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 947.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Februari 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @rusdiyantik

Bayi ny laila menderita Gangguan Pertumbuhan Janin


AMIRA PUTRI (2, Hydrocephalus). Alamat : Desa Tabalong Mati, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Provinsi Kalimantan Selatan. Amira Putri adalah anak dari Bapak Syahrudin (30) dan Ibu Nurul Khatimah (27). Amira terlahir dengan kondisi normal, namun memasuki usia 3 bulan kepalanya mulai sedikit membesar. Tumbuh kembangnya pun tergolong terlambat dibandingkan bayi pada umumnya. Pada saat Amira tidur, kedua kelopak matanya tidak bisa tertutup. Amira hanya bisa terbaring lemah dan menangis ketika ia merasa lapar. Pada pertengahan tahun 2015, Amira diperiksakan ke RSUD Pambalah Batung Amuntai. RSUD tidak mampu menanganinya sehingga Amira dirujuk ke RSUD Ulin di Banjarmasin. Setelah dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin, dokter mengatakan Amira harus dioperasi, namun keluarga mengurungkan niat karena dokter mengatakan sebagian besar kasus operasi hydrocephalus berujung kematian. Selain itu Bapak Syahrudin yang hanya bekerja sebagai buruh kuli angkut di pasar, tidak mampu membiayai kebutuhan pengobatan Amira yang besar meski sudah mempunya JKN – KIS PBI. Saat ini kondisi Amira semakin memprihatinkan : kepalanya semakin membesar, badannya semakin kurus, dan seringkali suhu badannya panas. Ketiadaan biaya membuat orang tua Amira hanya membawanya ke Puskesmas. Jika berobat ke RSUD Ulin di Banjarmasin yang berjarak lebih dari 250 km dari rumah, keluarga harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk biaya akomodasi dan transportasi. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Amira dan dapat menyampaikan bantuan untuk keperluan berobat Amira. Semoga kondisi Amira semakin membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 7 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia Dessy @ririn_restu

Amira menderita Hydrocephalus


MUNTIRAH RAHMAT (66, Kanker Payudara). Alamat : Jalan Melati, RT 3, Desa Pandak Daun, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Istri dari bapak Rahmat (72) ini menderita sakit kanker payudara. Ibu Muntira mulai mengetahui sakitnya pada awal tahun 2016 lalu. Ibu Muntira sudah melakukan operasi, namun karena BPJS tidak menanggung seluruh biaya operasi, Ibu Muntira dan Bapak Rahmat yang hanya bekerja sebagai petani ini terpaksa harus menggadaikan rumahnya untuk menutup biaya operasi. Kondisi tersebut membuat mereka terpaksa harus membayar biaya sewa bulanan hingga mampu melunasi rumah yang digadaikannya. Selain operasi, Ibu Muntirah juga melaksanakan kemoterapi demi kesembuhannya. Alhamdulillah semua proses kemoterapi ditanggung oleh JKN – KIS Mandiri kelas III yang dimilikinya. Saat ini kondisi Ibu Muntirah sering mengeluarkan nanah dan darah dari payudaranya, selain itu muncul juga benjolan di bagian tubuh lainnya. Sejak Ibu Muntirah sakit, Bapak Rahmat sibuk menjaga dan merawat istrinya, sehingga ia tidak dapat bekerja untuk mencari nafkah. Hal ini memberatkan keluarga mereka karena harus mencukupi kebutuhan untuk makan sehari-hari dan jua uang sewa rumah yang harus dibayar tiap bulannya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Muntirah dan dapat menyampaikan bantuan dari sedekahholic untuk kebutuhan sehari-hari dan keperluan untuk berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 7 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia Dessy @ririn_restu

Bu muntirah menderita Kanker Payudara


ANTOENY BIN SYARKOWI (30, Psikotik). Alamat : Dusun Tanjung Kemala, RT 1/2, Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Martapura, Kabupaten Oku Timur, Provinsi Sumatera Selatan. Setelah lulus SMA, Antoeny bekerja di rumah makan sekitar Martapura, sejak saat itu ia sering mangalami hal – hal yang tidak normal. Antoeny sering melamun dan mimpi buruk yang terkadang disertai dengan suhu badan panas tinggi. Keluarga Antoeny pada waktu itu membawanya ke pengobatan tradisional, namun kondisinya tidak kunjung membaik dan tingkah lakunya semakin tidak normal. Dua tahun lalu keluarganya memutuskan membawa Antoeny ke RS Renaldi Bahar di Palembang, sebulan rawat inap kondisinya membaik namun karena keterbatasan biaya pengobatan dihentikan. Orang tua Antoeny, Bapak Syarkowi (58), yang bekerja sebagai tukang ojek dan Ibu Linda Wirmala (45), seorang ibu rumah tangga yang juga berjualan jajanan kecil, menuturkan kesulitan yang mereka hadapi untuk biaya tranportasi dan biaya hidup sehari-hari di rumah sakit meski Antoeny sudah mempunyai JKN-KIS PBI. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami keluarga Antoeny, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu meringankan kebutuhan pengobatan di rumah sakit. Semoga Antoeny bisa terus berobat dan kesehatannya kembali pulih sehingga ia dapat bekerja membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 23 November 2016
Kurir : @arfanesia @sintamurtinaa @ririn_restu

Antoeny menderita Psikotik


EEN BINTI TIAN (40, Parkinson). Alamat : Kp. Pengkolan, RT 2/1, Desa Pasir Jaya, Kec. Cikupa, Kab. Tangerang, Provinsi Banten. Ibu dari 3 anak ini adalah ibu yang luar biasa, di tengah keterbatasan ekonomi ia mampu membesarkan anak-anaknya seorang diri tanpa meminta belas kasihan pada orang lain. Awal tahun 2003, Ibu Een mulai merasakan gejala sering kesemutan, tangan sering gemetar, pergerakannya menjadi lambat dan sering kaku dan terdiam tiba – tiba. Anak dan menantu Ibu Een membawanya ke pengobatan alternatif beberapa kali namun penyakitnya tak kunjung membaik dan kondisinya semakin menurun. Akhirnya di awal tahun 2006, Ibu Een dibawa berobat ke dokter dan ia didagnosis menderita parkinson atau adanya gangguan syaraf yang mengatur pergerakkan tubuh. Atas saran kerabat Ibu Een dibuatkan JKN – KIS dan akhirnya ia dapat berobat rutin  ke RS Arya Medika Tangerang. Selama beberapa tahun ia rutin berobat ke rumah sakit tersebut, namun  proses pengobatan mulai tersendat karena ada beberapa obat yang tidak dicover oleh BPJS dan harganya cukup mahal. Anak Ibu Een hanya sanggup membeli setengah jumlah obat yang disarankan oleh dokter. Beberapa bulan terakhir Ibu Een sudah jarang berobat karena tidak ada biaya untuk menebus obat, sedangkan ia harus rutin meminum obat tersebut karena jika tidak meminumnya kondisinya semakin menurun. Dokter mengatakan bahwa obat tersebut bukan untuk menyembuhkan tetapi hanya membantu mengurangi efek dari penyakit tersebut. Anak Ibu Een yang mengetahui tentang Sedekah Rombongan dari tayangan televisi segera menghubungi Sedekah Rombongan dan bercerita mengenai kondisi ibunya. Syukur Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan Ibu Een dan dapat memberikan bantuan untuk biaya transportasi dan kebutuhan berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Januari 2017
Kurir : @nurmanmlana @pratama_chatur @sandiakbar15 @ririn_restu

Bu een menderita Parkinson


NADIRA AZ ZAIIRA (1, Kelainan Jantung). Alamat : Kp. Bencongan, Kel. Bencongan, Kec. Kelapa Dua, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Nadira yang masih berusia 8 bulan ini menderita kelainan jantung sejak dilahirkan. Ia juga memiliki berat badan jauh di bawah normal dan menderita gizi buruk. Sejak lahir dokter menganjurkan Nadira untuk rutin berobat setiap bulannya. Setelah berobat rutin selama empat bulan, kondisi keuangan keluarganya semakin sulit sehingga pengobatannya terhenti. Terlebih lagi Nadira belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Penghasilan ayah Nadira, Heri Giantoro (38) sebagai buruh bangunan dan ibunya, Beti (40) sebagai buruh cuci, hanya cukup untuk makan sehari – hari. Kesulitan ekonomi bahkan pernah membuat keluarga Nadira harus pergi dari kontrakan akibat menunggak uang sewa selama beberapa bulan. Orang tua Nadira tak sanggup lagi membiayai pengobatan Nadira, untuk membuat jaminan kesehatan pun mereka tak memiliki uang. Kondisi Nadira semakin memburuk karena tidak lagi berobat, ia sering mengalami sesak napas. Kondisi Nadira  semakin memburuk dan akhirnya orang tuanya memberanikan diri membawa Nadira ke RS Harapan Kita Jakarta dengan berbekal surat keterangan tidak mampu dan rujukan dari RSU Tangerang. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nadira. Bantuan awal pun disampaikan untuk pengurusan pembuatan JKN – KIS dan membeli susu Nadira. Mudah – mudahan bantuan awal yang diberikan bisa sedikit membantu keluarga Nadira.

Jumlah Bantuan : Rp 500,000,-
Tanggal : 27 Januari 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @ririn_restu

Nadira menderita Kelainan Jantung


MUHAMMAD NUR CHOLIK (18, TB Tulang). Alamat : Ampelsari, RT 3/5, Kel. Ampelsari, Kec. Banjarnegara, Kab. Banjarnegara, Prov. Jawa Tengah. Putra dari Bapak Suratno (40), dan Ibu Nurkhayati Sulistiowati (37) ini menderita TB tulang sejak 7 bulan yang lalu. Mulanya ia batuk – terus menerus selama dua bulan namun setelah diperiksakan kondisi paru – parunya baik. Selain batuk, Cholik juga mengalami kesulitan berjalan dan setelah menjalani berbagai pemeriksaan medis akhirnya ia didiagnosis menderita TB Tulang. Lama – kelamaan kondisi Cholik semakin memburuk diawali dengan kebalnya kaki hingga akhirnya ia mengalami kelumpuhan. Orang tua Cholik berupaya untuk pengobatan anaknya dan membawanya ke Jakarta agar mendapat penanganan yang lebih maksimal. Didampingi ibunya dan menumpang tinggal di rumah keluarga di Jakarta, Cholik berikhtiar untuk pengobatannya. Kondisi Cholik semakin menurun hingga sempat dibawa ke UGD RS Fatmawati Jakarta. Saat itu ia belum memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga biaya pengobatan harus ditanggung orang tuanya. Lebih dari dua minggu Cholik dirawat dan belasan juta rupiah harus dibayarkan orang tuanya. Penghasilan Bapak Suratno sebagai pembuat batako dan Ibu Nurkhayati yang sudah meninggalkannya pekerjaannya sebagai buruh jahit tak mampu melunasi biaya pengobatan Cholik. Simpanan untuk berobat telah semua dikeluarkan namun masih saja menyisakan tagihan lebih dari 9 juta rupiah yang akhirnya harus dicicil setiap bulannya. Akhirnya orang tua Cholik berusaha membuat JKN – KIS namun karena keterbatasan informasi bahwa meski Cholik beridentitas luar daerah ia dapat membuat KIS di Jakarta, ia dan ibunya kembali ke Banjarnegara untuk membuat KIS di sana. Selama tiga bulan Cholik hanya dirawat di rumah dan tidak pernah lagi berobat karena belum memiliki jaminan kesehatan. Akhirnya KIS mandiri kelas III dimiliki Cholik dan ia kembali melanjutkan pengobatannya di Jakarta. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguknya, Cholik sudah dirawat di RS Fatmawati selama dua bulan. Ia sudah menjalani biopsi untuk mengetahui apa yang menyebabkan kelumpuhannya. Hasil biopsi menunjukkan Cholik negatif mengidap kanker, dokter masih terus mengobservasi kondisi Cholik hingga ada perkembangan diagnosis pastinya. Cholik membutuhkan brace untuk menyangga tubuhnya, bantal kursi roda dan instrumen steril medis yang terbuat dari stainless untuk kebutuhan di rumah, karena ia diperbolehkan pulang 10 hari ke depan jika kondisinya terus membaik dan melanjutkan rawat jalan. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk pembelian alat – alat tersebut dan kebutuhan selama di rumah sakit, semoga Cholik segera diberi kesembuhan sehingga ia bisa beraktivitas seperti biasa, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 2 Februari 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Nur menderita TB Tulang


MRS. X (25, Tuna Rungu + Gangguan Psikotik + Vulnus Laceratum). Alamat : Kelurahan Jurangmangu, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Wanita yang mengidap tuna rungu ini adalah seorang korban tabrak lari. Saat itu, ia yang juga diduga menderita gangguan kejiwaan berjalan seorang diri di jalan tol Pondok Aren km 10 dan terserempet mobil hingga mengalami luka sobek. Ia ibawa ke UGD RS Fatmawati Jakarta oleh aparat kepolisian dari Polres Tangerang Selatan. Wanita ini sulit diajak berkomunikasi karena keterbatasannya sehingga tidak dapat diketahui identitasnya. Ia pun tidak membawa keterangan identitas apapun, hanya baju yang melekat di tubuhnya. Saat ditangani di UGD, dinyatakan tidak ada luka serius yang membuat ia harus dirawat. Saat pihak rumah sakit mencoba membuat jaminan kesehatan yang dapat menanggung biaya pengobatannya, ia diperbolehkan pulang sehingga dinyatakan sebagai pasien umum. Akhirnya pihak rumah sakit berupaya menghubungi dinas sosial setempat agar wanita ini dapat hidup lebih layak dan tertangani dengan baik. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan yang dipergunakan untuk biaya pengobatan sewaktu di UGD.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Januari 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Ibu x menderita Tuna Rungu + Gangguan Psikotik + Vulnus Laceratum


RIZKI ILHAM SOBRI (19, Tumor Kaki Kiri). Alamat : RT 2/5, Desa Kebanggan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang diderita Sobri berawal pada saat ia berusia 15 tahun. Terdapat benjolan sebesar kelereng di paha kirinya. Orang tuanya segera membawa Sobri untuk berobat ke Rumah Sakit (RS) Wiayakusuma. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Sobri menderita tumor pada kaki kirinya. Operasi pun segera dilakukan. Namun selang beberapa waktu dari operasi tersebut, benjolan tersebut tumbuh kembali. Operasi kedua pun dilakukan, kali ini di RS Margono. Namun hasilnya tetap sama, benjolan itu tetap tumbuh dan semakin membesar. Operasi kembali dilakukan, kali ini di RS Islam Banjarnegara dan masih dilanjutkan operasi yang ke-4,5,6 di RS Hidayah. Pada operasi terakhir dilakukan pengangkatan kaki untuk mencegah benjolan tersebut tumbuh kembali. Setelah beberapa kali menjalani terapi sinar dan kemoterapi pasca amputasi kaki kirinya, kondisi Sobri menurun. Akhirnya pada 16 Januari 2017, kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar bahwa Sobri meninggal dunia. Kepergian Sobri memberikan duka bagi keluarganya. Sobri adalah putra pertama dari pasangan Bapak Khoeri (43) dan Ibu Tariyah (31). Bapak Khoeri bekerja sebagai ojek di terminal Purwokerto. Penghasilannya yang kecil harus dapat mencukupi kebutuhan hidup istri dan ketiga anaknya yang masih bersekolah. Biaya pengobatan Sobri dibantu oleh jaminan kesehatan JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun pihak keluarga masih kesulitan mencari biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan di rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Sobri. Santunan disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan di rumah sakit. Semoga Sobri mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan sakit yang dideritanya selama ini menjadi penggugur dosa-dosanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @menttariii @firdhanelis @paulsyifa

Rizki menderita Tumor Kaki Kiri


ALIYAA MUFIDAH SARI (4, Jantung Bocor). Alamat : RT 2/5, Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dik Aliya menderita jantung bocor sejak lahir, namun baru diketahui saat ia berusia 1,5 tahun. Sejak saat itu, Dik Aliya menjalani pengobatan di Rumah Sakit (RS) Sardjito Yogyakarta dan RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Operasi telah dilakukan di RS Cipto Mangunkusumo. Kini jantungnya sudah mulai pulih, namun Dik Aliya mengalami gangguan pendengaran dan tidak lancar berbicara. Kedua orang tuanya menceritakan kesedihan dan kesulitan yang dialaminya saat kurir Sedekah Rombongan menjenguk Dik Aliya. Dik Aliya adalah putri dari pasangan Bapak Mei Sugianto (36) dan Ibu Nur Waeni (28). Bapak Mei bekerja sebagai karyawan swasta, sedangkan Ibu Nur seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Bapak Mei hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya. Biaya pengobatan Dik Aliya dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas II yang dimilikinya. Namun pengobatannya terkendala biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit karena jarak rumah sakit dan tempat tinggalnya yang cukup jauh, sehingga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Aliya. Santunan diberikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Semoga pengobatan Dik Aliya lancar dan ia segera diberi kesembuhan sehingga dapat tumbuh sehat dan berbakti kepada orang tua.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @menttariii @firdhanelis @paulsyifa

Aliyaa menderita Jantung Bocor


PAINAH DARSIM KUDOYO (60, Syaraf Terjepit). Alamat : Rt 5/2, Desa Kedungbanteng, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Painah menderita syaraf terjepit sejak November 2016. Sakit yang dideritanya tersebut membuat Ibu Painah tidak dapat berjalan sehingga beliau hanya dapat terbaring di tempat tidur dan tidak dapat bekerja. Ibu Painah sempat dirawat inap di Rumah Sakit (RS) Margono dan menjalani kontrol 1 kali. Kini beliau melanjutkan pengobatannya dengan terapi tusuk jarum (akupuntur). Alhamdulillah terapi tersebut memberikan hasil yang bagus, kondisi Ibu Painah sudah mulai membaik. Beliau sudah dapat berjalan meskipun pelan dan merambat. Ibu Painah dan suaminya, Darsim Kudoyo (67) tidak bekerja. Biaya kehidupan sehari-harinya ditanggung oleh anaknya yang sudah berkeluarga dan berpenghasilan kecil. Biaya pengobatan Ibu Painah dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun pengobatannya terkendala biaya transportasi dan tidak ada yang dapat mendampinginya di rumah sakit, sehingga terapi dilakukan di rumah dengan memanggil terapis yang biaya pengobatannya di luar jaminan BPJS. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Painah sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya terapi yang sedang dijalaninya. Semoga pengobatan Ibu Painah dapat berjalan lancar dan beliau segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @menttariii @firdhanelis @paulsyifa

Bu painah menderita Syaraf Terjepit


MUJENI BIN PAIJO (80, Infeksi Kaki Kanan dan Kiri). Alamat : RT 5/2, Desa Kedungbanteng, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Awalnya, jari kedua kaki Kakek Mujeni terasa gatal. Kondisi tersebut beliau biarkan, tidak diperiksa ke dokter karena masalah biaya dan tidak ada yang mendampingi. Namun lama kelamaan kondisi jari kakinya bertambah parah dan terjadi infeksi sehingga jari kakinya bengkak dan harus diamputasi. Karena tidak dirawat dengan baik, kaki Kakek Mujeni sering kembali gatal dan sakit untuk berjalan sehingga beliau membutuhkan bantuan tongkat untuk berjalan. Kakek Mujeni kini juga sering sakit-sakitan. Sudah lama beliau hidup seorang diri. Sehari-hari beliau tinggal di rumahnya yang sederhana, bantuan dari Gerakan Sedekah Banyumas Raya (GSBR). Kondisi beliau sudah tidak memungkinkan untuk bekerja, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya beliau mendapat bantuan dari tetangga sekitar. Terkadang beliau tidak makan, hanya minum air putih karena tidak ada makanan atau tidak dapat memasak bahan makanan yang ada. Kakek Mujeni tidak terdaftar dalam jaminan kesehatan apapun, sehingga beliau sangat kesulitan untuk berobat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya pengobatan dan memenuhi kebutuhan hidup Kakek Mujeni. Semoga bantuan dari sedekaholics dapat meringankan beban hidup beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @menttariii @firdhanelis @paulsyifa

Pak mujeni menderita Infeksi Kaki Kanan dan Kiri


ARIS MUHTADI (42, Skin Graft pada Kaki KananAtas). Alamat : RT 1/4, Desa PasirLor, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada 9 September 2016, Bapak Aris mengalami kecelakaan lalu lintas di Tangerang. Beliau terlindas truk sehingga daging pada kaki  kanan atasnya terkoyak. Dokter menyarankan agar Bapak Aris menjalani operasi cangkok daging dan kulit untuk mengganti daging yang terkoyak tersebut atau dalam bahasa medis dikenal dengan skin graft. Namun, saran tersebut tidak dapat segera dilaksanakan karena masalah biaya. Bapak Aris akhirnya menjalani pengobatan alternative dan dirawat di rumah. Pembentukan daging paha kanannya memerlukan tidakan medis seperti perawatan luka dan ganti pembalut luka dengan teratur, sehingga beliau tetap harus berobat kedokter. Sebelum kecelakaan itu terjadi, Bapak Aris bekerja sebagai karyawan perusahaan pengolahan limbah di Tangerang namun semenjak sakit, beliau kembali ke kampong halamannya dan tidak bekerja. Istrinya, Anis Tusliah (38) bekerja sebagai karyawan sebuah took konveksi. Penghasilan keluarga mereka berkurang semenjak Bapak Aris tidak bekerja. Istrinya harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Bapak Aris tidak terdaftar dalam jaminan kesehatan manapun sehingga masalah biaya menjadi kendala besar bagi pengobatannya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kasa dan plester khusus untuk membalut daging serta cairan pembersih luka. Semoga pengobatan Bapak Aris berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan agar dapat bekerja kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Januari 2017
Kurir : @arfanesia @olipe_oile @iwunn @paulsyifa

Pak aris menderita Skin Graft pada Kaki KananAtas


TITO DWIE SAPUTRO (36, Patah Tulang Kaki + Tangan Kanan). Alamat : RT 3/1, Desa Dermasari, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada Desember 2016, Bapak Tito mengalami kecelakaan lalu lintas di daerah Cilacap. Beliau segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Fatimah Cilacap untuk mendapatkan pertolongan pertama, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Siaga Medika. Bapak Tito harus menjalani operasi pada lengan dan kaki kanannya yang mengalami patah tulang cukup serius. Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Kini beliau dalam proses penyembuhan pasca operasi dan harus kontrol ke rumah sakit. Bapak Tito yang bekerja sebagai seorang karyawan di sebuah hotel, kini tidak dapat bekerja seperti biasa. Penghasilan keluarganya terhenti. Orang tuanya, Sugeng Riyanto (63) bekerja sebagai petugas cleaning service hotel dan Sawitri (59) membuka usaha warung kecil-kecilan. Dari orang tuanya tersebut, keluarga Bapak Tito mendapatkan nafkah untuk sementara. Kesulitannya bertambah karena Bapak Tito tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, sehingga biaya pengobatan di rumah sakit cukup besar. Beliau harus mencari pinjaman untuk membayar biaya tersebut. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Tito, sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya pembuatan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III serta membantu biaya perawatan di rumah dan transportasi ke rumah sakit. Semoga Bapak Tito segera diberi kesehatan, sehingga dapat beraktifitas dan bekerja seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir : @arfanesia Yunanto @paulsyifa

Pak tito menderita Patah Tulang Kaki + Tangan Kanan


LATIF BIN KUSWANTO (4, Ginjal Bocor). Alamat : RT 6/2, Dusun Kecomberan, Desa Pengalusan, Kecamatan Mrebet. Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang dialami Dik Latif bermula pa Agustus 2016. Badannya panas tinggi dan bengkak di beberapa bagian tubuhnya. Orang tuanya segera memeriksakan Dik Latif ke dr. Wulandari. Sementara dokter mendiagnosis Dik Latif menderita ginjal bocor dan disarankan untuk segera dibawa ke Rumah Sakit (RS) Nirmala Purbalingga. Dik Latif pun segera dibawa ke RS Nirmala dan diharuskan menjalani rawat inap (opname) selama 10 hari. Selang beberapa bulan, Dik Latif opname lagi selama 13 hari di RS Nirmala. Pada awal Desember 2016, bengkak di tubuh Dik Latif semakin membesar sehingga ia segera diperiksakan ke RS Banyumas. Namun pengobatan tidak dilanjutkan karena terkendala biaya. Kini tubuh Dik Latif masih bengkak, matanya memerah dan susah untuk dibuka. Ayahnya, Kuswanto (35) bekerja sebagai penyadap nira berpenghasilan kecil dan Ibunya, Dasini adalah seorang ibu rumah tangga. Meski memiliki keterbatasan fisik (tidak memiliki tangan kiri), Bapak Kuswanto sangat bersemangat dan rajin bekerja. Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI belum dapat digunakan karena masih dalam proses pembuatan. Praktis, biaya pengobatan Dik Lutfi yang besar sangat menyulitkan keluarganya yang berpenghasilan kecil. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Latif, sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya pengobatan, transportasi dan akomodasi di rumah sakit. Semoga pengobatan Dik Lutfi berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir : @arfanesia Didik @paulsyifa

Latif menderita Ginjal Bocor


BAYI NY. DEVI ANGGRAENI (1, Gastroschisis). Alamat : Kampung Bulaksaga, RT 3/6, Desa Cibadung, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pada 20 Desember 2016, Ibu Devi melahirkan seorang bayi perempuan di RS Fatmawati Jakarta atas rujukan Puskesmas. Bayi Ibu Devi mengalami kelainan, ia menderita Gastroschisis yang merupakan kelainan bawaan tidak menyatunya dinding perut (otot) kiri dan kanan yang berakibat usus bayi keluar. Bayi Ibu Devi harus menjalani operasi untuk memasukkan kembali ususnya. Bayi tersebut kini dirawat di ruang PICU RS Fatmawati. Suami Ibu Devi, Soedrajat (30), yang bekerja serabutan dengan penghasilan tak menentu kebingungan atas biaya rumah sakit istri dan anaknya karena mereka tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Kurir Sedekah Rombongan mendapat informasi mengenai kondisi Ibu Devi dan bayinya dari pihak RS Fatmawati. Kurir pun menjenguk mereka di rumah sakit dan menyampaikan bantuan untuk membantu membayar biaya rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Januari 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bayi ny devi menderita Gastroschisis


RIZKY ALVIAN (22, Tumor Kelenjar Getah Bening). Alamat : Kp. Cicangkal Peusar, RT 5/1, Desa Suka Mulya, Kec. Rumpin, Kab. Bogor, Prov. Jawa Barat. Rizky adalah seorang buruh di proyek bangunan, ia tinggal bersama ibunya, Rosmiati (46) dan adiknya, Rosdiana (14) yang saat ini masih duduk di bangku SMP. Kakaknya yang lain pun ada yang ikut tinggal dalam satu rumah dengannya meski sudah berkeluarga. Rizky termasuk pemuda yang bertanggung jawab kepada keluarga, sejak ayahnya meninggal 4 tahun lalu, ia lah yang menggantikan almarhum menjadi kepala keluarga mencari nafkah untuk membiayai kebutuhan sehari – hari dan biaya sekolah adiknya. Sejak 10 bulan belakangan ini, Rizky mengidap penyakit tumor kelenjar getah bening, pahanya membengkak dan semakin besar hingga membusuk karena tak diobati. Ketika kurir Sedekah Rombongan mengunjunginya,  kondisinya sangat memprihatinkan, Rizky hanya bisa berobat secara alternatif dan sekali berobat ke Puskesmas terdekat namun tak bisa menangani karena kondisinya sudah sangat parah. Alhamdulillah setelah didampingi Sedekah Rombongan, Rizky telah memilliki JKN – KIS Mandiri kelas III sehingga ia dapat menjalani kontrol rutin di RSU Tangerang. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Sebelumnya Rizky dibantu pada rombongan 930.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Januari 2017
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana usman @ririn_restu

Rizky menderita Tumor Kelenjar Getah Bening


ENI PUJI (29, Pendarahan + Suspect Ca. Ovarium) Alamat: Dusun Krajan RT 01/04, Kelurahan Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ibu Eni nama panggilan akrabnya, saat itu ia mengalami keguguran pada kandungannya pada saat kandungan menginjak usia 5 bulan. melihat keadaan bu Eni yang seperti itu, pihak keluarga langsung membawa pasien ke UGD di rumah sakit terdekat. Sesampainya di rumah sakit, ibu Eni langsung menjalani berbagai tindakan medis salah satunya adalah kiret atau stereliusasi ovarium. Melihat kondisi bu Eni,  dokter memberi rujukan ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk menjalani tindakan medis lebih lanjut. Setelah mendapat perawatan selama beberapa hari, kondisinya mulai membaik dan dokter memperbolehkan bu Eni untuk istirahat di rumah. Beberapa minggu kemudian kondisi bu Eni kembali menurun serta mengalami pendarahan lagi. Melihat kondisi yang seperti itu, pihak keluarga langsung membawa bu Eni ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif, dan didapatkan diagnosa lanjutan yaitu suspect ca. ovarium. Dokter memberi rujukan ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani tindakan medis lebih lanjut. Bapak Sutikno selaku suami dari bu Eni kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan. Setiap pagi mengayuh becak keliling desa untuk mengantarkan penumpang. Jika sepi penumpang atau sepulang dari mengayuh becak, pak Sutikno berkeliling mencari barang bekas yang masih layak untuk dijual demi menambah penghasilan dari penghasilan utamany. Bu Eni sendiri kesehariannya bekerja sebagai asisten rumah tangga di sekitar rumahnya. Namun, semenjak hamil lalu mengalami keguguran, ia sudah tidak bekerja lagi. Dengan kondisi tersebut keluarga bu Eni mengeluhkan biaya yang harus dikeluarkan untuk berobat, belum lagi biaya transportasi dan biaya hidup selama ikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Kami kurir Sedekah Rombongan yang mendengar informasi tersebut langsung mendatangi keluarga bu Eni dan memberikan santunan untuk bekal keluarga bu Eni selama menjalani pengobatan di Surabaya. Bu Eni telah menjalani pengobatan di Surabaya, tetapi kondisinya terus menurun dikarenakan pasien telah mengalami metastase ca. ovarium. Setelah berjuang selama satu minggu di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, bu Eni kembali ke rahmatullah, meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Kami merasa kehilangan & turut berbela sungkawa atas kepergian bu Eni. Kurir Sedekah Rombongan turut membantu proses administrasi  & kepulangan jenazah ke daerah asal. Kami juga diberi kesempatan untuk menyampaikan santunan  kematian kepada keluarga almarhumah. Keluarga merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 15.807.127,-
Tanggal : 23 Oktober 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @Gredyanto @Martinomongi

Bu eni menderita Pendarahan + Suspect Ca. Ovarium


DALIO BIN JOYO SENTONO (82 Tahun, Prostat). Alamat: Pundung Sari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Dalio mempunyai istri tetapi sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Anggota keluarga yang lainnya sama sekali tak diketahui rimbanya. Pak Dalio pun kini hidup sebatang kara tanpa sanak saudara. Pak Dalio menderita sakit prostat lebih dari sepuluh tahun lamanya. Ia juga menderita sakit jantung yang sewaktu-waktu dapat merenggut nyawanya. Sebelum sakit, ia bekerja sebagai buruh tani untuk menyambung kehidupannya. Sejak sakit, Pak Dalio dibantu para tetangganya untuk urusan makan sehari-hari. Ia pun kerap membantu para tetangganya, namun sebatas kemampuannya saja. Sedekah Rombongan kemudian mendampinginya selama proses pengobatannya. Ternyata, Pak Dalio selama sakit sama sekali belum pernah diperiksakan. Tetapi, Pak Dalio begitu bersemangat berikhtiar untuk menyambut kesembuhannya. Pak Dalio menjalani kontrol rutin setiap bulan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Kurir dan Perawat Sedekah Rombongan akan terus mendampinginya hingga ia sembuh. Pak Dalio tinggal sendirian di rumah gubuk yang dibangun oleh bapak dukuh setempat, yang berdiri di atas lahan milik tetangganya. Kondisinya begitu memprihatinkan, lantainya masih terbuat dari tanah, genteng rumahnya banyak yang berlubang, saat musim hujan banyak air yang masuk karena hampir semua genting bolong. Bangunan semi permanen itu hanya berdinding anyaman bambu. Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan yang digunakan untuk biaya berobat dan biaya hidup sehari-hari. Pak Dalio menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 1 Januari 2017
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @Aji_Kristanto

Pak dalio menderita Prostat


ADELIA ORLIN PURWANTO (1 Tahun, Demam Tinggi). Alamat: Ngepos RT.01/RW.08 Ngeposari, Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Adelia yang masih bayi ini sering mengalami sakit hingga harus bolak-balik opname di puskesmas / rumah sakit. Ia tercatat tiga kali rawat inap dengan gejala sakit yang berbeda, mulai dari pneunomia dan diare. Terakhir, ia dirawat di puskesmas karena demam tinggi, setelah diperiksa ternyata ia mengalami inveksi virus. Adelia merupakan anak pasangan Nur Edi P. (28 Tahun) dan Dian Asri A. (19 Tahun), keluarga ini merupakan keluarga sederhana. Ayahnya hanya seorang buruh, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga biasa. Kondisi rumah mereka begitu sederhana, terbuat dari kayu lapis hampir lapuk, kurang layak huni. Keluarga ini tidak memiliki jaminan kesehatan, namun saat ini sedang berusaha untuk mengurus jamkesos. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi ke rumah mereka, orang tuanya mengungkapkan keinginan mereka yaitu berharap supaya anak mereka lekas sembuh. Namun saat ini mereka terkendala beban biaya dalam upaya kesembuhan anaknya. Sedekah Rombongan kemudian menyampaikan titipan langit untuk membantu kesulitan yang tengah melilit mereka. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban kehidupan mereka. Keluarga ini menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Januari 2017
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @Aji_Kristanto, triastuti

Adelia menderita Demam Tinggi


RAYEM BINTI KARIYO DIKROMO (54 Tahun, Gangguan Penglihatan). Alamat: Sokokerep RT.04/RW.48 Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Bu Rayem mengalami gangguan penglihatan sejak tiga tahun yang lalu, saat itu mata kanannya terkena batang pohon sehingga menyebabkan sakit. Dokter menyarankan untuk segera melakukan operasi, Bu Rayem pun menjalani operasi. Akhir tahun 2016, Bu Rayem sering mengeluh sakit kepala, penglihatannya juga semakin buram. Semakin lama, daya penglihatannya semakin berkurang. Ia pun kembali berobat ke dokter mata dan setelah itu sudah bisa melihat meski remang-remang. Beberapa hari setelah itu, tiba-tiba ia merasakan sakit kepala hebat, rasanya seperti ditusuk-tusuk jarum. Bu Rayem pun menjadi kesulitan bicara dan penglihatannya jadi gelap. Ia segera dibawa ke puskesmas terdekat, dirujuk ke RS Panti Rahayu Gunungkidul, lalu dirujuk lagi ke RS. Mata Dr. Yap Yogyakarta. Pak Pujo Utomo (56 Tahun), suaminya, sehari-harinya bekerja sebagai petani. Sebelum kehilangan penglihatan, Bu Rayembekerja sebagai pemijat tradisional. Bu Rayem sangat ingin sembuh kembali, namun ia da keluarganya menghadapi kendala ekonomi. Mereka tidak memiliki biaya berobat dan biaya transportasi. Sedekaholic melalui SedekahRombongan turut berpartisipasi untuk meringankan beban keluarga ini. Kurir SedekahRombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah mereka sembari menyampaikan bantuan yang digunakan untuk biaya pengobatan dan transportasi. Bu Rayem dan keluarganya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Terima kasih, sedekaholic, berkat sedekahmu, Bu Rayem dapat melanjutkan pengobatannya kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Januari 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @Aji_Kristanto, triasturi

Bu rayem menderita Gangguan Penglihatan


SUKINAH BINTI SUMO PAWIRO (50 Tahun, Gagal Ginjal). Alamat: Bansari RT.04/RW.04 Kelurahan Kepek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Bu Sukinah divonis menderita gagal ginjal sejak tahun 2013 silam. Saat itu ia sempat diopname di rumah sakit selama 16 hari. Sejak saat itu, Bu Sukinah diwajibkan untuk melakukan terapi cuci darah dua kali seminggu, setiap hari senin dan kamis, di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Bu Sukinah dan keluarganya termasuk dalam golongan ekonomi menengah ke bawah. Pak Suroto, suaminya, hanya bekerja sebagai pengumpul barang bekas. Selama berobat dan terapi, Bu Sukinah memanfaatkan jaminan kesehatan dari pemerintah. Meski biaya pengobatannya ter-cover jamkes, namun ia dan keluarganya terbebani biaya transportasi yang tak murah. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan dan sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban mereka. Sedekah Rombongan melalui kurir kemudian menyalurkan bantuan dari sedekaholic, bantuan ini akan digunakan untuk membiayai transportasi selama berobat. Bu Sukinah dan keluarganya sangat berterima kasih kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Mereka pun senantiasa mendoakan agar Sedekaholic diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Januari 2017
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @Aji_Kristanto, @ryan

Bu sukinah menderita Gagal Ginjal


DWI SURYANI (48 Tahun, Patah Tulang / Fraktur). Alamat: Playen I RT.03/RW.02 Playen, Kabupaten Gunungkidul, Propinsi DIY. Bu Yani, merupakan ibu satu anak, ia telah berpisah dengan suaminya. Bu Yani dan anak laki-lakinya tinggal di rumah orang tuanya. Desember 2013 silam, Bu Yani pulang bekerja mengendarai sepeda motor dan memboncengkan temannya. Sesampainya di Piyungan, jalanan sedang padat-padatnya. Di depannya ada bus yang tiba-tiba membanting setir ke kiri mendekat ke arah motornya yang berada di kiri bus tersebut. Motor Bu Yani oleng kemudian jatuh, ia langsung dilarikan ke Puskesmas Piyungan. Ia pun harus melakukan pemeriksaan rontgen, Bu Yani pun dirujuk ke RSUD Wonosari. Dari hasil rontgen diketahui tulang paha kirinya patah, sebagian tulang paha di atas tempurung lutut kiri hancur dan tempurung lututnya dislokasi. Setelah mengetahui kondisi Bu Yani, keluarga memutuskan untuk mengobatkannya ke sangkal putung. Kaki Bu Yani dibalut dengan handuk berlapis-lapis dan dirawat selama 40 hari. Saat kontrol, kakinya dipaksa berjalan, namun ternyata belum kuat dan ia pun merasakan sangat sakit. Setelah itu, ia tidak mau kembali kontrol. Selang 1,5 tahun kemudian, Bu Yani merasa kakinya tidak ada progres pemulihan, kondisinya tetap seperti awal dulu. Atas saran keluarga, Bu Yani memeriksakannya ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Hasil rontgen menunjukkan tulangnya belum tersambung sehingga dilakukan operasi pemasangan pen pada bulan November 2015. Operasi ini sekaligus cangkok tulang yang diambilkan dari tulang pelvis untuk mengisi tulang di atas tempurung lutut yang hancur. Terakhir periksa pada bulan Februari 2016, dokter menyatakan tulang sudah mulai tersambung, namun Bu Yani perlu melatih otot-ototnya. Setelah itu Bu Yani tidak memeriksakan kakinya lagi karena proses rujukannya berneli-belit. Sejak kecelakaan, Bu Yani tidak dapat bekerja dan saat ini aktivitasnya sangat terbatas. Untuk berjalan harus menggunakan alat bantu dan apabila kecapekan sedikit saja kakinya bengkak, sakit dan terasa kaku. Kakinya juga belum bisa ditekuk, sehingga harus selalu dalam kondisi lurus. Jika dicoba untuk berjalan tanpa alat bantu, masih terasa sakit dan seperti tidak kuat untuk menopang beban. Bu Yani merasa ingin kembali merawat kakinya agar bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Pengobatannya dicover oleh jaminan kesehatan, namun ia terkendala biaya akomodasi dan transportasi. Mari bantu saudara kita yang tengah mengalami kesulitan ini. Kurir Sedekah Rombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah beliau sembari menyampaikan bantuan yang digunakan untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi berobat. Bu Yani dan keluarganya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Januari 2017
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @Aji_Kristanto, @ariska

Ibu dwi menderita Patah Tulang / Fraktur


WARTINEM BINTI MINTONO (42 Tahun, Gagal Ginjal). Alamat: Dusun Semanu Tengah RT.03/RW.37 Kelurahan Semanu, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Bu Wartinem merupakan ibu dari tiga anak, sebelum sakit ia bekerja sebagai pedagang baju keliling untuk membantu ekonomi keluarganya. Sementara itu, suaminya bekerja sebagai kenek truk pasir. Sebagai pedagang keliling, Bu Wartinem memiliki kebiasaan minum minuman berenergi dingin untuk menjaga staminanya, ternyata kebiasaannya tersebut berakibat sangat fatal untuk kesehatannya. Pada awal tahun 2015, Bu Wartinem divonis dokter terkena gagal ginjal dan diharuskan untuk melakukan cuci darah dua kali seminggu di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Semenjak sakit, Bu Wartinem tidak bisa bekerja lagi. Beberapa waktu yang lalu kondisi kesehatannya menurun dan harus menjalani perawatan rawat inap di RSUD Wonosari Gunungkidul. Keluarga ini berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, mereka sangat membutuhkan pertolongan dari kita. Kurir Sedekah Rombongan kemudian menjenguknya di rumah sakit sembari menyampaikan bantuan dari sedekaholic berupa uang tunai yang akan dipergunakan untuk biaya hidup sementara selama dirawat di rumah sakit. Bu Wartinem dan keluarganya sangat berterima kasih kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Mereka pun senantiasa mendoakan agar #Sedekaholic diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Januari 2017
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @Aji_Kristanto

Bu wartinem menderita Gagal Ginjal


PAIDI BIN SUWIRYO (41 Tahun, Gagal Ginjal). Alamat: Ngawu RT.03/RW.01 Ngawu, Playen, Gunungkidul, DIY. Petani dan pekerja serbutan ini tak menyangka kalau kebiasaannya akan membawa dampak buruk bagi kesehatannya. Ia memang memiliki riwayat sakit hipertensi, tetapi karena terkendala biaya ia tidak pernah kontrol dan jarang periksa. Pak Paidi memiliki aktivitas lain yakni sebagai atlet voli, ia dulu sering mengonsumsi minuman suplemen penambah energi. Akibat kebiasaan ini ia mengalami gagal ginjal dan harus rutin melakukan cuci darah. Awalnya dilakukan di RSUD Wonosari, namun karena terkendala sarana kesehatan maka ia dirujuk ke RS Happy Land Yogyakarta. Supartini (43 Tahun), sang istri, setia memboncengkan suaminya mengantar pasien ke rumah sakit tiga kali dalam seminggu. Rutinitas seperti ini tentu membutuhkan banyak biaya, bahkan jumlah yang diperlukan tidak sebanding degan kebutuhan hidup lainnya. Apalagi, Pak Paidi sering menderita sesak nafas akibat penumpukan cairan di perutnya. Cairan tersebut tidak bisa keluar karena Pak Paidi tidak bisa buang air kecil. Cairan tersebut hanya bisa dikeluarkan lewat cuci darah atau dilakukan penyedotan. Jika sudah tergolong parah, istrinya membawa ke RS PKU Wonosari untuk menyedot cairannya dengan biaya yang tidak sedikit. Selama 2 tahun ini sudah dilakukan 8x penyedotan cairan di perut. Pak paidi dan keluarganya mengalami kendala ekonomi dan sulitnya akomodasi ke rumah sakit mengingat kondisi fisik pasien sangat lemah. Apalagi apabila pergi ke rumah sakit dibonceng istrinya tentu sangat membahayakan. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan dan sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban mereka. Sedekah Rombongan melalui kurir kemudian menyalurkan bantuan dari sedekaholic untuk membantu meringankan biaya pengobatan pasien. Sedekah Rombongan juga memberikan pendampingan dan pelayanan terhadap kebutuhan transportasi (antar jemput menggunakan ambulans setiap kali berobat dan cuci darah). Keluarga ini menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Semoga Pak Paidi segera diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Januari 2017
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @Aji_Kristanto, @ryan

Pak paidi menderita Gagal Ginjal


SENEN WASITO (55 Tahun, Stroke). Alamat RT.05/RW.14 Ngasem, Tepus, Gunungkidul, DIY. Riwayat Ibu Senen pernah menderita darah tinggi yang kemudian membuat badannya lemas semua, kaki dan tangan kanan lemas tidak bisa digerakkan. Bu Senen dibawa oleh suami dan tetangga beliau ke sebuah klinik, ia kemudian dirujuk ke RS PKU Yogyakarta untuk dilakukan pemeriksaan dan menghabiskan biaya sebesar tiga ratus lima puluh ribu rupiah. Kondisinya saat ini, tangan kanan dan kaki kanan sulit untuk digerakan. Setelah rutin kontrol, kondisinya saat ini sudah mulai membaik. Saat ini beliau rutin melakukan kontrol di RSUD Wonosari sebulan sekali dengan biaya transportasi sebesar dua ratus ribu rupiah untuk menyewa mobil tetangga. Biaya pengobatannya ditanggung oleh Kartu Indonesia Sehat (KIS). Bu Senen memiliki suami bernama Iman Wasito (63 Tahun) yang setiap hari bekerja sebagai buruh tani di ladang milik tetangga beliau. Dua anaknya semua sudah dewasa dan bekerja di kota yang berbeda. Keluarga ini menghadapi kendala ekonomi karena berasal dari kalangan menengah. Mari bantu saudara kita yang tengah mengalami kesulitan ini. Sedekaholic dan Sedekah Rombongan turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban keluarga mereka. Sedekaholic melalui Kurir Sedekah Rombongan kemudian menyampaikan titipan langit sebesar lima ratus ribu rupiah untuk membantu membelikan alat bantu jalan serta untuk akomodasi pengobatan. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka… Tak lupa mereka mengucapkan terima kasih kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan atas bantuan yang diberikan…

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Januari 2017
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @ryan  @Aji_Kristanto

Bu senen menderita Stroke


SURANI BINTI NARTO REJO (36 Tahun, Kanker Payudara). Alamat : Dondong RT.09/RW.04 Desa Jetis, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Bu Surani sudah merasakan adanya benjolan kecil di payudaranya sejak tiga tahun yang lalu. Ia berusaha menghilangkannya dengan menonsumsi suplemen herbal. Pada tahun 2016, benjolan kecil tersebut mulai membesar, ditemani suaminya ia memeriksakan diri di sebuah rumah sakit di Gunungkidul. Berdasarkan pemeriksaan, dokter memvonisnya menderita kanker payudara dan menyarankan untuk segera menjalani operasi. Bu Surani pun melakukan operasi di rumah sakit yang sama, untuk biaya operasi tersebut ia terpaksa meminjam uang, baik dari bank maupun dari tetangga dekatnya. Hingga kini belum bisa melunasi pinjaman tersebut. Berbekal Jamkesmas, Bu Surani saat ini tengah menjalani rangkaian kemoterapi di RSUP Dr.  Sardjito Yogyakarta. Saat ini kondisi kesehatannya makin memprihatinkan karena penyakitnya sudah bermetastase sampai ke otak. Tim dokter yang menanganinya menyarankan untuk segera melakukan radioterapi, sekaligus menjalankan sisa protokol kemoterapinya. Bu Surani sangat bersemangat menjalani rangkaian pengobatannya karena ia sangat ingin segera sembuh. Namun ia menghadapi kendala biaya transportasi dan akomodasi. Pak Paimin (42 Tahun), suaminya, bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya tak tetap. Mari bantu saudara kita yang tengah mengalami kesulitan ini. Sedekaholic dan Sedekah Rombongan turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban keluarga mereka. Sedekah Rombongan Jogja akan mendampingi proses pengobatannya hingga ia sembuh. Sedekah Rombongan juga membantu fasilitas akomodasi selama berobat berupa tempat tinggal sementara di RSSR, dan untuk transportasi selama berobat menggunakan MTSR. Sedekaholic melalui Kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan titipan langit sebesar lima ratus ribu rupiah untuk membantu akomodasi pengobatan. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka.  Alhamdulillah, Bu Surani dan keluarganya sangat bersyukur, karena berkat bantuan Sedekaholic mereka bisa melanjutkan pengobatan Bu Surani.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Januari 2017
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @ryan, @Aji_Kristanto, @AtinLelyaS

Bu surani menderita Kanker Payudara

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 ACHMAD ROFIQ 500,000
2 ASMONOWATI 940,000
3 NUR SALI 500,000
4 HENDRIK SEPTIAWAN 500,000
5 NUR HAYATI 500,000
6 IRMA CAHYANDARI 830,000
7 SALAMAH BINTI BUSAIRI 500,000
8 DAFA ALFAREZA ZAEDAN 990,000
9 NABILA 500,000
10 AFRYN DIKA RHAMDHAN 500,000
11 MBAH RA’ES 500,000
12 DIMIN SUHADAK 720,000
13 SLAMA BINTI CAHYO 500,000
14 KHORIYAH BINTI BUKHORI 500,000
15 SEPTI FATIMAH 500,000
16 DIKI WAHYUDI 500,000
17 ALIFA NASIHA 2,000,000
18 EFFENDI SIMATUPANG 500,000
19 SULIATI SAFARUDIN 500,000
20 RESFI AKBAR 1,500,000
21 SEPTIANDI BIN DHANI 500,000
22 WARIJAN BIN DARGASI 500,000
23 ATAINA ROSAIN 1,000,000
24 PITO RIA HANDIKA 500,000
25 ASSIFA MESA AOLIA 500,000
26 IMAM KAYADI 1,000,000
27 RAFAKA BIN NOVIARMAN & RAFIKI BIN NOVIARMAN 1,000,000
28 BAYI NY. LAILA NIKA 1,000,000
29 AMIRA PUTRI 1,500,000
30 MUNTIRAH RAHMAT 1,500,000
31 ANTOENY BIN SYARKOWI 1,500,000
32 EEN BINTI TIAN 500,000
33 NADIRA AZ ZAIIRA 500,000
34 MUHAMMAD NUR CHOLIK 1,500,000
35 MRS. X 1,000,000
36 RIZKI ILHAM SOBRI 1,000,000
37 ALIYAA MUFIDAH SARI 1,000,000
38 PAINAH DARSIM KUDOYO 1,000,000
39 MUJENI BIN PAIJO 500,000
40 ARIS MUHTADI 1,000,000
41 TITO DWIE SAPUTRO 1,500,000
42 LATIF BIN KUSWANTO 1,000,000
43 BAYI NY. DEVI ANGGRAENI 1,000,000
44 RIZKY ALVIAN 500,000
45 ENI PUJI 15,807,127
46 DALIO BIN JOYO SENTONO 1,500,000
47 ADELIA ORLIN PURWANTO 1,000,000
48 RAYEM BINTI KARIYO DIKROMO 1,000,000
49 SUKINAH BINTI SUMO PAWIRO 1,000,000
50 DWI SURYANI 1,000,000
51 WARTINEM BINTI MINTONO 500,000
52 PAIDI BIN SUWIRYO 500,000
53 SENEN WASITO 500,000
54 SURANI BINTI NARTO REJO 1,000,000
Total 60,287,127

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 60,287,127,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 955 ROMBONGAN

Rp. 47,266,009,887,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.