Rombongan 954

Orang yang rajin bersedekah adalah perpanjangan tangan dari tuhan yang maha pemberi rezeki. Maka wajarlah jika ia juga memiliki rezeki yang melimpah.
Posted by on February 9, 2017

DEA SEKAR ARUM (9, Anemia Aplastik). Alamat : Dusun Babakan Tengah RT 1/5, Kecamatan Adiarsa Timur, Kelurahan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Provinsi  Jawa Barat. Sekitar 4 bulan yang lalu adik Dea sering merasa lemas, muka dan seluruh badan pucat dan tidur terus, memar pada sekujur tubuhnya dan pendarahan pada gusi.Kemudian orang tua dik Dea membawa ke Rumah Sakit Delima Asih Karawang. Dokter menyarankan untuk langsung di rawat inap. Kemudian dik Dea dirawat selama 1 minggu menggunakan Jaminan Kesehatan Karawang Sehat, setelah dirawat selama 1 minggu dokter rumah sakit merujuk dik Dea ke Rumah Sakit Umum Daerah Karawang (RSUD) di RSUD dirawat selama 10 hari dan Dokter menyarankan untuk dibawa ke RSHS Bandung sesegera mungkin. Saat dijenguk Kurir Sedekah Rombongan dikediamannya karena kondisi sekarang dik Dea berhenti pengobatan karena Sang Ayah adik Dea Nurwendi (43) yang hanya bekerja sebagai Buruh Harian Lepas dan sang Ibu Ningrum (39) yang bekerja sebagai Asisten rumah tangga merasakan kesulitan untuk biaya sehari-hari dan transportasi sang anak selama pengobatan berlangsung Sedekah Rombongan pun merasakan akan kesulitan yang dialami mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu meringankan pihak keluarga. Semoga Adik Dea bisa terus berobat hingga kesehatannya kembali pulih.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @_SutardiAnggara Indri

Dea menderita Anemia Plastik


ELAH HAYATI (36, TB Paru  Aktif). Alamat: Jalan Cidurian Utara RT 5/10 Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong,  Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Suami Ibu Elah, yaitu Pak Endang Kosasih hanyalah seorang tukang jahit yang penghasilannya pas-pasan. Selain harus mengurus tiga orang anak, Ibu Elah Hayati dan suaminya merasakan beban hidupnya semakin berat sejak tahun 1997. Pada waktu itu, Ibu Elah terkena penyakit TB Paru aktif yang membuatnya harus berobat selama berbulan-bulan sampai dinyatakan sembuh. Akan tetapi, pada tahun 1999 penyakitnya itu kambuh lagi, yang membuatnya harus kembali berobat dalam jangka waktu yang lama. Musibah ini tentu saja membuat keadaan ekonomi mereka semakin sulit. Nasib malang belum juga selesai, ketika pada Mei 2016 penyakit TB Paru Ibu Elah kembali kambuh, yang memaksanya harus keluarmasuk rumah sakit; ia bahkan sempat dirawat di RSP Rotinsulu Kota Bandung. Walaupun pada waktu itu ia berobat menggunakan fasilitas kesehatan SKTM, tetapi biaya transportasi-akomodasi bolak-balik ke rumah sakit semakin mempersulit kehidupan keluarga mereka. Walaupun sekarang sudah pulang ke rumah, Ibu Elah harus rutin menjalani  berobat jalan dan kontrol setiap dua minggu. Keadaan ekonomi yang semakin sulit membuat suami Ibu Elah sering kesulitan memenuhi kebutuhan keluarganya, dan sering kesusahan untuk berangkat berobat jalan ke RSP Rotinsulu. Kabar duka keluarga dhuafa itu akhirnya sampai kepada Kurir Sedekah Rombongan melalui Ibu Ajeng, warga yang peduli dan berempati atas apa yang dialami Ibu Elah dan keluarganya. Bersyukur kurir #SR dapat berkunjung ke rumah Ibu Elah dan bertemu dengan suami serta anak-anaknya. Banyak pelajaran hidup yang didapat dari keteguhannya menerima cobaan. Pada kunjungan pertama itu, alhamdlillah, kurir #SR dapat menyampaikan Titipan Langit, yaitu bantuan uang dari sedekaholik yang berempati pada penderitaan Ibu Elah. Bantuan yang disampaikan di rumah sempitnya itu semoga dapat meringankan beban ekonominya dan membantunya untuk biaya transportasi kontrol dan berobat jalan Ibu Elah ke Rumah Sakit Paru-paru Rotinsulu Bandung. Pada Januari 2017, Kurir Sedekah Rombongan kembali mengunjungi Ibu Elah untuk melihat kondisinya. Ibu Elah masih memerlukan biaya untuk terus berobat jalan dan cek-up kondisinya. Pada kunjungan kedua itu Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan Sedekaholik, berupa uang untuk biaya transportasi-akomodasi berobat, serta untuk meringankan biaya hidupnya sehari-hari. Semoga bantuan sedekaholik itu memberi manfaat yang banyak dan membuka jalan bagi kesembuhan penyakitnya. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 925.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tangal : 3 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin  @azepbima @ajeng @iwadewa1

Bu elah menderita TB Paru Aktif


HAEKAL HENDRAWAN (7, Operasi Bibir dan Mulut). Alamat: Jalan Babakan Sari RT 1/5, Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pada Januari 2017, Haekal mengalami kecelakaan di sekolahnya, SDN Babakan Surabaya, Kiaracondong-Bandung. Akibat kecelakaan itu, ia mengalami luka yang sangat fatal pada bibir dan mulutnya. Setelah kedua orang tuanya diberitahu, Haekal langsung dievakuasi ke RS Pindad Bandung. Akibat musibah itu, tentu saja membuat kedua orang tuanya panic dan sangat sedih. Sesampai di Rumah Sakit Pindad, kepanikan mereka bertambah sebab Haekal harus segera dioperasi, dan rumah sakit memberitahukan biayanya sekitar Rp 5.000.000,-. Jelas saja kondisi itu membuat ayah Haekal, Bpk. Iwan dan istrinya sangat bingung dan sedih, sebab mereka tidak memiliki uang sebesar itu, dan mereka belum memiliki jaminan kesehatan atau BPJS. Ayah Haekal hanya bekerja sebagai buruh harian lepas dan hidup dalam kesederhanaan. Kabar duka keluarga dhuafa yang sedang panik dan sedih itu sampai kepada Kurir Sedekah Rombongan melalui guru Haekal, yang mengenal Kurir #SR. Syukur Alhamdulillah, Kurir #SR dapat bertemu dengan mereka di rumah sakit dan membantu mereka untuk menenangkan hatinya. Selain memberinya dukungan moril, Kurir #SR juga membantunya memencari biaya untuk membayar operasi Haehal lewat beberapa pinjaman kepada teman dan kerabatnya. Alhamdulillah, operasi Haekal berjalan lancar dan Haekal pun bisa kembali ke rumah. Pada kunjungan berikutnya ke rumah keluarga Haekal, Kurir #SR menyampaikan bantuan uang dari para Sedekaholik yang berempati pada musibah yang dialami mereka. Bantuan tersebut akan digunakan untuk meringankan beban hidup keluarganya, mencicil uang biaya operasi, serta akan digunakan untuk biaya transportasi berobat jalan dan cek-up ke rumah sakit. Mudah-mudahan bantuan para dermawan, Sedekaholik #SR akan memudahkan proses kesembuhan Haekal, membantunya untuk memiliki BPJS, serta memudahkan keluarganya untuk dapat melunasi utang biaya operas Haekal.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin  @azepbima  @iwadewa1 @ajeng

Haekal menderita Operasi Bibir dan Mulut


MUHAMMAD IQBAL FAUZY (18, Gangguan Ginjal). Alamat : Kampung Ranca Ucit RT.4/6 Desa Ranca Panggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Bersama ayah, ibu, dan kelima saudara kandungnya, ia tinggal di rumah sederhana yang masih belum selesai pembangunannya. Ayahnya, Pak Hasanudin (36) bekerja sebagai tukang ojek di kampungnya dengan penghasilan tak menentu. Ibunya, Rosnawati (36 ), selain disibukkan dengan mengurus anak-anaknya, juga berdagang warungan di rumahnya. Bagi Pak Hasanudin, bukan hal yang mudah membesarkan keenam anak-anak mereka dalam kondisi ekonomi yang tergolong dhuafa. Apalagi putra kedua mereka, Iqbal, mengalami penyakit berat yang membutuhkan penanganan serius. Sejak November 2015, siswa Kelas 2 SMK Jurusan Otomotif ini tak dapat buang air kecil dan buang air besar dengan lancar.  Dengan menggunakan Kartu Jamkesmas, orangtuanya kemudian memeriksakan Iqbal ke puskesmas dan RSUD Cililin dan sempat dirawat dua minggu. Iqbal diduga menderita kebocoran ginjal. Ia kemudian dirujuk ke IGD RS Dustira dan ke IGD RSHS Bandung. Karena tidak ada biaya untuk terus dirawat di rumah sakit, keluarganya hanya pasrah mengobatinya di rumah. Harapan Iqbal untuk terus berikhtiar sampai sembuh dan bisa bersekolah lagi akhirnya sampai kepada kurir #SR atas informasi tetangga mereka. Kurir #SedekahRombongan kemudian menjenguk Iqbal di rumahnya dan malam itu juga membawanya ke IGD RS Dustira. Tim medis di rumah sakit binaan TNI AD ini memutuskan untuk merawat inap Iqbal malam itu juga. Dan alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, malam itu #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan awal untuk Iqbal dan keluarganya. Santunan yang diterima kakak Iqbal ini digunakan untuk biaya akomodasi dan biaya sehari-hari selama Iqbal dirawat di rumah sakit. Setelah dirawat, Iqbal gigih memperjuangkan kesembuhannya dengan rutin kontrol dan menjaga kesehatannya. Pada akhir Maret 2016, saudaranya memberitahu kurir #SR di Bandung bahwa Iqbal masih membutuhkan biaya untuk menuntaskan ikhtiarnya. Saat berjumpa dengan Iqbal dan keluarganya, ia tampak semakin membaik setelah menjalani kontrol dan pengobatan di minggu terakhir bulan Maret 2016. Berdasarkan hasil cek di laboratorium, insya Allah, Iqbal mendekati kesembuhan. Ibunya pun sudah mulai bersemangat berdagang lagi di depan rumahnya. Meskipun demikian, pengobatannya belum diberhentikan oleh dokter yang menanganinya dI RSU Dustira Kota Cimahi. Ia masih harus kontrol dan membutuhkan bantuan. Dengan izin Allah Swt dan kedermawanan sedekaholics, alhamdulillah, kembali kurir #SR menyampaikan bantuan ke-2 pada bulan April 2016 untuk melanjutkan kontrol rutinnya ke RSU Dustira Cimahi.  Pada akhir Agustus 2016 ibunya Iqbal menelpon kurir SR, mengabarkan bahwa kondisi Iqbal semakin membaik tetapi ia masih harus kontrol dua bulan sekali. Alhamdulillah pada bulan kedelapan itu, Sedekah Rombongan memberinya bantu. Pada awal September 2016 kurir #SR di Bandung Raya kembali menjenguk Iqbal di rumahnya. Kondisi kesehatan Iqbal tampak menggembirakan, tetapi ia masih harus kontrol dan membutuhkan biaya. Karena itu, Sedekah Rombongan kemudian memberinya bantuan lanjutan. Pada akhir Januari 217, ibunya mengabarkan bahwa pada bulan Februari 2017 Iqbal harus menjalani kontrol rutin ke RSUD Dustira Kota Cimahi dan masih membutuhkan bantuan untuk terus berikhtiar. Alhamdulillah harapan mereka dikabulkan Allah SWT. Dengan empati sedekahlics, kembali Sedekah Rombongan menyampaikan Titipan Langit dari sedekaholics untuk Iqbal dan keluarganya. Bantuan ke-4 ini diterima ayahnya karena Iqbal sedang silaturahmi ke rumah saudaranya. Santunan digunakan untuk biaya membeli obat, tranportasi-akomodasi, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 889.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Iqbal menderita Gangguan Ginjal


ASRI AGUSTIN (15, Susp. Penyakit Kulit dan Sembelit). Alamat: Kampung Pangeteran RT 4/13, Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Penyakit kulit yang diderita Asri mulai terasa sejak ia duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar. Pada mulanya di wajah Asri timbul bintk-bintik yang mirip dengan bisul kecil. Seiring perjalanan waktu, bintik-bintik itu semakin lama semakin banyak, menyebar, dan menyiksa karena menimbulkan rasa gatal yang hebat. Selain itu, ia juga cukup lama mengalami gangguan pada pencernaan. Sayang, Asri belum pernah memeriksakan penyakitnya ke dokter karena tidak ada biaya dan jauhnya tempat tinggal Asri –ia dan keluarganya tinggal di kampung, di daerah pegunungan. Bersama ayahnya, Asri numpang di rumah neneknya yang juga sedang sakit. Ayahnya, meskipun sehat, tidak dapat membiayainya berobat. Penghasilannya sebagai buruh bangunan dan kerja serabutan tidak mencukupi kebutuhan dasar hidup mereka. Meskipun demikian, ayah Asri terus berusaha menyekolahkan anaknya padahal ongkos ke sekolah menghabiskan sekitar Rp.150.000,- per minggu. Kehidupan keluarga dhuafa ini serba sulit dan sangat memerlukan bantuan. Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mereka juga membutuhkan bantuan untuk berobat di tengah tingginya biaya transportasi karena akses dari rumah ke pusat kesehatan yang jauh dan sulit ditempuh. Untuk memenuhi kebutuhan mereka, selain dari penghasilan ayah Asri yang tak mencukupi itu, juga diperoleh dari bantuan warga dan jemaah pengajian yang datang memberi santunan. Atas kehendak Allah SWT, informasi mengenai kesulitan yang dialami Asri dan keluarganya akhirnya sampai kepada kurir Sedekah Rombongan. Berempati atas kesulitan yang dialami Asri dan keluarganya, sedekaholics #SR kemudian memberi mereka bantuan yang disampaikan kurir #SR di rumah sederhana itu, yang digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat serta biaya sehari-hari. Pada bulan Agustus 2016, kurir #SR kembali mendapat kabar bahwa penyakit Asri semakin bertambah, dengan muncul benjolan-benjolan berair sampai ke bagian wajahnya. Pada kunjungannya yang kedua itu, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan dari sedekaholik berupa uang untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat ke rumah sakit di kota. Asri harus menjalani kontrol rutin ke RSUD Ujungberung Kota Bandung, oleh karena itu, pada November 2016 dan Februari 2017 kurir #SR rutin menjenguk Asri untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Ia belum dinyatakan sembuh dan masih harus berobat ke rumah sakit. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholik, Sedekah Rombongan dapat kembali memberinya bantuan lanjutan untuk Asri Agustin, yang akan digunakan untuk biaya transportasi berobat. Semoga bantuan para dermawan ini menjadi berkah bagi semua dan membawa kesembuhan, khusunya bagi Asri. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 914.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin  @azepbima @hengkisenandika @lisdamojang

Asri menderita Susp. Penyakit Kulit dan Sembelit


EEN BINTI WAHYAR (62, Keropos Tulang Belakang). Alamat: Kampung Pangeteran RT 4/13, Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Keropos tulang belakang yang diderita Ibu Een sudah dialaminya sejak 2012. Berdasarkan penuturannya, ia kerap merasakan nyeri yang teramat pada perutnya, yang diikuti pula rasa sakit pada tulang punggung dan pinggang, serta rasa linu di sekujur badannya. Meskipun termasuk dhuafa, ia terus berupaya mengobatinya. Tindakan medis pernah dia tempuh di RSUD Ujung Berung. Berdasarkan hasil rontgen, diketahui ada keretakan pada cincin tulang belakang Bu Een. Sebagai terapinya, dokter kemudian memakaikan alat penyangga tulang di badannya. Pada tahun 2015 Bu Een kembali memeriksakan kondisi kesehatannya di RSUD Ujung Berung Kabupaten Bandung. Tim medis menyimpulkan bahwa cincin tulang belakang Bu Een tidak bisa diobati lagi, dan dia harus terus-menerus memakai alat penyangga tulang, dibantu dengan obat pereda nyeri dan suplemen tulang yang diresepkan dokter. Menurut tim medis, pemakaian alat penyangga tulang itu dianggap penting; jika tidak memakai alat tersebut, dia tidak akan bisa berdiri –apalagi berjalan– dan tulang punggungnya akan terasa sakit yang dapat menghambat aktivitas sehari-hari. “Jika pergi berobat, saya kerap mengalami kesulitan. Berjalan pun susah,” kata Bu Een; seperti dikemukakan kurir yang menemuinya, “Kasihan Bu Een! Ia tak bisa berjalan seperti biasa. Kediamannya pun terletak di daerah pegunungan. Kondisi jalannya terjal dan menanjak. Lebih dari itu, akses untuk mendapatkan jasa tranportasi umum pun susah didapat.Karena itu, Bu Een sering menggunakan jasa ojeg yang ongkosnya cukup tinggi (Rp.70.000,- per orang pulang-pergi); jika harus menggunakan angkot, Bu Een menyewanya dengan biaya Rp.250.000.” Biaya transportasi berobat Bu Een sangat mahal. Padahal, untuk membiayai kehidupan sehari-hari, ditambah keperluan hidup kedua cucunya, selama ini dia peroleh dari bantuan warga atau sedekah beberapa kelompok pengajian yang menjenguknya, atau dari zakat yang hanya diperolehnya sekali dalam setahun. Alhamdulillah, dengan kemurahan hati Yang Maha Rahman Maha Rahim, melalui ibu-ibu pengajian yang acap kali menjenguknya, informasi mengenai derita Bu Een akhirnya sampai kepada kurir Sedekah Rombongan, yang dilanjut dengan kunjungan langsung ke kediaman Bu Een. Berdasarkan kesaksian kurir #SR Bandung, Bu Een sangat layak mendapatkan bantuan untuk biaya berobat. Dengan empati sedekaholics #SR, alhamdulillah ia sudah dibantu sedekaholics #SR dan dimasukkan dalam Daftar Pasien Dampingan #SR. Santunan Awal yang pernah ia terima di rumahnya digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat, biaya membeli obat, dan biaya sehari-hari. Karena jarak yang jauh, pada pertengahan bulan Agustus dan November 2016, kurir #SR baru bisa kembali mengunjungi Ibu Een untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Berdasarkan penuturan Bu Een dan keluarganya, juga dari pengamatan kurir #SR, dia masih harus terus memeriksakan dan mengobati penyakit yang dideritanya. Maka pada kunjungan-kunjungan itu, kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu Ibu Een. Pada Februari 2017 kurir #SR kembali menemui Bu Een untuk mengetahui kondisinya. Pada kunjungan itu, Ia nampak semakin membaik meskipun masih harus kontrol rutin dan terus minum obatnya. Alhamdulillah, pada kunjungan itu pun Kurir #SR dapat kembali menyampaikan bantuan secekaholics yang akan digunakan untuk biaya transportasi berobat dan biaya hidup sehari-hari. Semoga bantuan ini dapat membantu ikhtiar kesembuhannya, serta membawa berkah bagi semua! Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 914.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @hengkisenandika @lisdamojang

Bu een menderita Keropos Tulang Belakang


OKTA EFRIYADI (19, Bantuan Mahasiswa Berprestasi). Alamat : Blok Pon RT 4/5, Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat.  Okta mengikuti seleksi The 7th Annual Basic Science International Conference 2017 yang digelar oleh Universitas Brawijaya Malang. Dari sekian ratus peserta, dia terpilih untuk menyampaikan presentasi dalam bahasa Inggris dengan materi berjudul ‘The Effectifeness Sap of Avicenna alba as an Antimicrobial that Inhibit Bacteria Growth in Streptococcus mutans’ bersama pembicara lain yang berasal dari Indonesia, Switzerland, Jepang, Jerman dan Inggris pada Maret mendatang. Namun prestasinya tersebut terkendala masalah biaya yang harus dia siapkan. Hampir saja dia putus asa dan gagal mengikuti event internasional tersebut karena sehari menjelang pendaftaran ditutup, dia belum memiliki biaya untuk mendaftar. Okta adalah mahasiswa semester enam jurusan Biologi di IAIN Syekh Nurjati Kota Cirebon, seorang anak yatim yang saat ini tinggal bersama ibunya, Bawon (49). Ayahnya sudah wafat beberapa tahun lalu. Setiap hari dia naik angkutan umum minibus sekira satu jam perjalanan untuk sampai ke Terminal Harjamukti Kota Cirebon. Dari terminal, dia melanjutkan dengan berjalan kaki sejauh hampir lima kilometer untuk sampai di kampusnya. Hal ini dia lakukan karena keterbatasan ekonomi keluarganya. Untuk membiayai transport dari rumah ke kampus, Okta hanya mengandalkan penghasilan dari dia mengajar anak-anak mengaji di kampungnya. Tiap pulang kuliah, dia langsung bersiap menempuh perjalanan sekira dua kilometer dari rumahnya dengan menggunakan sepeda untuk mengajar mengaji. Kurir Sedekah Rombongan merasa sangat bersyukur dipertemukan oleh Allah dengan Okta. Setelah mendapatkan rincian kebutuhannya, alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat membantu penyediaan fasilitas secara menyeluruh untuk persiapan dan keberangkatan Okta meliputi tiket kereta api, penginapan, pendaftaran, makan, hingga pakaian dan sepatu yang akan dikenakannya saat presentasi di salah satu hotel terbesar di Malang nanti. Matanya berkaca-kaca ketika bantuan disampaikan sehari menjelang pendaftaran ditutup. Ucapan terima kasih dan do’a kebaikan keluar dari bibirnya untuk sedekaholics yang telah berkenan membantu mewujudkan cita-citanya. Allah memang tak pernah keliru merencanakan segala hal untuk makhluk-Nya.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.900.000,-
Tanggal : 2 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @myusela aulia

Bantuan Mahasiswa Berprestasi


ROINI BINTI NADI (41, Congestive Heart Failure + Atrial Fibrillation). Alamat : Dusun IV, Blok Wage RT 4/7, Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Ibu Roini sudah menderita sakit sejak sepuluh tahun lalu, namun mulai terasa berat sejak lima tahun terakhir. Gejalanya, sering merasa sesak nafas secara mendadak dan degup jantung terasa cepat. Awalnya sakit ini tidak begitu dirasakan, karena dianggap sebagai sakit ringan yang akan hilang seiring berjalannya waktu. Namun, akhirnya Ibu Roini merasa sakitnya kian bertambah hingga akhirnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Dokter menyatakan Ibu Roini terdiagnosa Congestive Heart Failure atau gagal jantung kongestif dan Atrial Fibrillation yang ditandai dengan irama jantung yang tidak stabil dan cenderung cepat. Setelah menjalani perawatan di RSUD Gunungjati Kota Cirebon, dokter memberikan rujukan untuk pengobatan lebih lanjut di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Awalnya, karena kendala biaya, rujukan untuk berobat ke Bandung belum juga terlaksana namun Sedekah Rombongan berkenan memberikan sedikit bantuan untuk pengobatan Ibu Roini dan akhirnya bisa menjalani pengobatan di Bandung. Saat ini Ibu Roini masih menjalani pengobatan rutin di RSHS hingga beberapa waktu mendatang. Ibu Roini adalah seorang janda dari almarhum Bapak Wadi yang wafat beberapa tahun lalu. Saat ini dia hidup bersama lima orang anaknya. Ibu Roini tidak bekerja, dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dia hanya menerima pesanan pembuatan ketupat, itupun tidak setiap hari ada yang memesan, hanya pada waktu tertentu saja. Hal ini jelas membuat dia tidak sanggup untuk berobat ke Bandung walaupun biaya pengobatan sudah ditanggung oleh BPJS PBI Kelas III. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan simpati dan empati mendalam atas keadaannya. Bantuan dari sedekaholics kembali diberikan kepada Ibu Roini untuk biaya transportasi selama pengobatan di Bandung. Bantuan sebelumnya termasuk dalam Rombongan 922. Seraya memberikan pendampingan, do’apun teriring agar Ibu Roini segera diberikan kesembuhan dan kesehatan yang lebih baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh suniah aulia

Bu roini menderita Congestive Heart Failure + Atrial Fibrillation


EHA JULAEHA (78, Hipertensi). Alamat : Kp. Cibalenyen RT 4/1, Ds. Tegaldatar, Kec. Maniis, Kab. Purwakarta, Jawa Barat. Mak Eha, akrab kami memanggilnya. Sejak lama ia menderita penyakit hipertensi atau penyakit yang menyerang pembuluh darah dan akan mengakibatkan tekanan darah didalam tubuh seseorang menjadi naik secara drastis, orang yang mengalami sakit hipertensi jika sudah tidak terkontrol akan menyebabkan terkena stroke bahkan bisa menyebabkan resiko kematian yang tinggi. Gejala yang sering dialami oleh Mak Eha adalah sakit kepala dan punduk terasa sangat berat, terkadang ia hanya bisa berbaring karena kepala yang katanya seperti diputar-putar. Kali ini penyakit Mak Eha sedang kambuh, ia pun dibawa berobat ke puskesmas oleh suaminya Yayat (81). Tim medis di puskesmas tersebut menyarankan agar Mak Eha menjalani perawatan intensif di RS Daerah, agar tekanan darahnya selalu terkontrol juga agar Mak Eha selalu mendapatkan asupan makanan yang baik. Tim medis mengkhawatirkan, jika tekanan darah Mak Eha semakin tinggi maka ia akan terkena penyakit stroke. Mak Eha pun pulang ke rumah, suaminya berniat untuk mengumpulkan uang terlebih dahulu sebagai bekal menuju RS Daerah/RSBA Purwakarta. butuh waktu lama untuk mengumpulkan uang tersebut, pasalnya Pak Yayat –suami Mak Eha- adalah buruh serabutan, jika masa panen tiba ia memiliki pekerjaan dan penghasilan. Jika masa panen selesai, maka ia pun tak memiliki penghasilan. Alhamdulillah, kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Mak Eha, kami menyampaikan titipan bantuan para sedekaholics untuk biaya akomodasi dan transportasi ke RSBA. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 911.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asep_za

BU eha menderita Hipertensi


ELIH PARIDAH (33, Infeksi Mata). Alamat : Kp. Gunungkarung, RT 10/5 Desa Gunungkarung, Kec. Maniis, Kab. Purwakarta, Jawa Barat. Bu Elih, akrab kami memanggil ibu dari 3 orang anak ini. Ia merupakan suami dari Rahmat (35) yang merupakan buruh serabutan, kadang Pak Rahmat ini ikut serta kuli mengambil getah karet di perkebunan milik perhutani, kadang juga berjualan sawo milik tetangganya. Bu Elih memiliki putri yang masih balita, saat itu seperti biasa setiap pagi ia menyuapi anak balitanya sarapan bubur. Tiba-tiba anaknya tersebut mencakar bagian bola mata Bu Elih hingga ia tak bisa membuka mata, suaminya pun kaget. Selang beberapa hari pemglihatannya menjadi kabur, ia pun kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas setempat. Tim medis di puskesmas tersebut menyarankan agar Bu Elih menjalani pemeriksaan lanjutan di RSUD Bayu Asih. Namun, keberangkatannya tertunda karena harus terkendala biaya. Alhamdulillah kami dipertemukan dengan keluarga Bu Elih, ia membutuhkan bantuan untuk biaya transportasi dan akomodasi ke RSUD Bayu Asih. Bantuan pun telah tersalurkan, semoga Bu Elih segera Allah beri kesembuhan. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 833.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asep_za

Bu elih menderita Infeksi Mata


DAYAT SUDRAJAT (81, Reumatik Akut). Kp. Bungur RT 1/1, Ds. Tegaldatar, Kec. Maniis, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Bapak paruh baya ini kami panggil Abah Dayat, kerutan di kening dan tangannya amat sangat nampak. Ya, Abah ini telah berusia 81 tahun, bagi kebanyakan orang usia 81 merupakan usia dimana seseorang sudah tak perlu bekerja keras menafkahi keluarga. Berbeda dengan Bah Dayat, setiap harinya ia harus menyusuri danau Cirata mencari tutut untuk kemudian ia jual. Penghasilannya cukup untuk memenuhi kebutuhan istri dan satu cucunya. Bukan untuk pertama kali Bah Dayat mengeluhkan rasa sakit di bagian punggungnya karena terlalu sering membungkuk mencari tutut di pesisir pantai, tapi rasa sakitnya selalu ia tahan, tak lain hanya agar istri dan cucunya tetap bisa makan setiap harinya. Rasa sakit tersebut ia anggap biasa, hingga suatu hari pada bagian punggung, tangan juga kakinya membengkak, kali ini ia benar-benar tak bisa berangkat mencari tutut. Tak ada obat, tak ada apapun, ia hanya bisa terbaring di rumah kayu miliknya. Beberapa hari berlalu, tengkulak yang sering membeli tutut Bah Dayat menjenguknya di rumah. Dengan bantuan tengkulak tersebut, Bah Dayat pun dibawa pergi ke puskesmas setempat. Akses menuju puskesmas tersebut tidaklah mudah, mereka harus melewati danau menggunakan perahu. Sesampainya di Puskesmas dan menjalani pemeriksaan, Bah Dayat didiagnosa mengidap penyakit reumatik akut, ia dirujuk untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di RSBA. Namun mengingat dirinya memiliki keterbatasan biaya, akhirnya Bah Dayat meminta dibawa pulang ke rumahnya. Alhamdulillah, kami kurir #SR Purwakarta dipertemukan dengan Bah Dayat dan keluarga, setelah melakukan survey pada pertemuan pertama, maka pada pertemuan kedua kami langsung menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics #SedekahRombongan untuk Bah Dayat dan keluarga. Titipan tersebut akan digunakan untuk melanjutkan pengobatan ke RSBA Purwakarta serta biaya hidup sehari-hari. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 883.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asep_za

Pak dayat menderita Reumatik Akut


DEDI SUHAEDI (45, Pembengkakan Kelenjar Getah Bening + TB Paru Aktif). Alamat: Jl. Basuki Rahmat, RT 13/7, Desa Sindang Kasih, Kecamatan  Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pak Dedi telah berhenti bekerja sejak ia mengalami benjolan di bagian lehernya, benjolan tersebut awalnya hanya ia anggap penyakit gondok, namun ternyata semakin hari semakin membesar. Ia pun kemudian memeriksakan diri ke klinik setempat, tim medis di klinik tersebut mendiagnosa bahwa Pak Dedi mengalami pembengkakan kelenjar getah bening pada lehernya. Ia dirujuk untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke RSBA (Rumah Sakit Bayu Asih) berbekal fasilitas kesehatan berupa KIS (Kartu Indonesia Sehat). Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan ulang di RS tersebut, ternyata ia pun didiagnosa mengidap penyakit TB Paru. Saat itu dokter menyarankan agar Pak Dedi segera melakukan operasi, operasi pun telah dilaksanakan pada tanggal 23 November 2016. Tak sampai disitu, kini Pak Dedi harus melakukan kontrol pengobatan 1 bulan 1 kali ke RSBA, ia sempat kebingungan karena sudah tak memiliki biaya. Untuk biaya hidup ia dan keluarganya pun harus meminjam kepada tetangga, apalagi dua anaknya masih duduk di bangku sekolah, dan memerlukan banyak pembiayaan. Bersyukur kami kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Dedi, kami diamanahi oleh sedekaholics untuk menyampaikan bantuan yang akan digunakan oleh Pak Dedi untuk melanjutkan ikhtiar pengobatan penyakitnya. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tertulis di dalam Rombongan 942. Doakan bersama agar Allah menyembuhkan penyakit Pak Dedi, ia akan menjalani operasi keduanya pada akhir Januari 2017.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 3 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 mulyati

Pak dedi menderita Pembengkakan Kelenjar Getah Bening + TB Paru Aktif


PASYA MOCH. RIDWAN (9, Susp. Infeksi Amandel). Alamat : Kampung Hegarsari RT 1/3, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pasya — begitu panggilannya sehari-hari– tinggal bersama ayah dan kakak kandungnya di rumah kontrakan yang sempit berukuran 7x7m2. Ayahnya, Pak Atep  (38) bekerja mencari nafkah sebagai pengemudi ojeg di depan Taman Kota Ciwidey. Ibunya, Bu Herawati, sudah meninggal beberapa bulan yang lalu setelah dua tahun berjuang melawan kanker. Sungguh berat cobaan yang dialami keluarga ini:  kemiskinan dan kesakitan, menjadi cerita harian yang memilukan. Pasya sering sakit-sakitan. Siswa kelas dua Sekolah Dasar Negeri (SDN) ini kerap merasakan sakit  di tenggorokannya. Setelah diperiksakan ke Puskesmas, ia diperkirakan menderita infeksi amandel. Ia dianjurkan periksa lebih lanjut ke RSUD Al Ihsan Baleendah Kabupaten Bandung. Akan tetapi, pengobatannya belum dilanjutkan karena orangtuanya tidak memiliki biaya untuk berobat dan Pasya belum memiliki jaminan kesehatan apa pun. Harapan mereka untuk meneruskan ikhtiar sampai beritanya kepada kurir Sedekah Rombongan ketika bertemu secara tidak sengaja dengan Pak Atep. Alhamdulillah pada bulan Januari 2016 Pasya mendapatkan santunan awal dan didaftarkan sebagai pasien dampingan #SR. Berbekal jaminan BPJS Mandiri Kelas 3, orangtuanya kemudian memeriksakan Pasya ke klinik dan dokter praktek terdekat. Ia juga sempat dirujuk ke RSUD Soreang. Berdasarkan pemeriksaan di RS rujukan itu, anak sulung ini diharuskan menjalani operasi. Akan tetapi, operasinya ditunda karena ia tidak ingin ketinggalan belajarnya di sekolah. Anak keluarga dhuafa ini masih membutuhkan bantuan untuk melanjutkan ikhtiarnya agar ia tidak sakit-sakitan dan bisa terus semangat bersekolah. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics #SR, ia bisa terus dibantu berobat. Pada Januari 2017 kurir #SR menjenguknya saat sakit di rumah. Pasya dan ayahnya berharap dapat melanjutkan pengobatan sampai sembuh. Maka dengan empati para dermawan, kembali kurir #SR di Bandung menyampaikan bantuan lanjutan untuk Pasya dan keluarganya. Bantuan ke-3 yang diterima bapaknya di rumah kontrakan mereka ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 867.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Pasya menderita Susp. Infeksi Amandel


WATI BINTI RUSMAN (14, Suspect kelumpuhan saraf otak). Alamat: Kampung Jampe Berun RT 3/7, Desa Sindang Kerta, Kecamatan Sindang Kerta, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Bersama ayah dan ibunya, kini Wati tinggal menumpang di rumah nenek dari ibunya. Di rumah panggung berdinding bilik ini bernaung dua keluarga. Baru dua bulan keluarganya pindah ke Bandung Barat. Sebelumnya mereka tinggal di wilayah Banten di daerah terpencil, di rumah sederhana yang dibangun di atas tanah milik Perhutani. Karena tidak ada lagi pekerjaan, ayah-ibunya membawanya hijrah ke tempat kelahiran ibu Wati, Sumiati (41) di Sindangkerta. Ayahnya, Rusman (45) pernah bekerja di sana sebagai penyedap karet. Kepindahan mereka juga dipicu keinginan ayah-ibu Wati untuk melupakan kesedihan mereka ditinggal  kedua kakak Wati yang telah meninggal. Wati terlahir dalam keadaan normal. Akan tetapi, ketika berusia lima bulan, Wati kerap mengalami kejang, sulit menerima asupan makanan dan sulit tidur. Selama bertahun-tahun di Banten, Wati belum pernah diperiksakan secara serius ke rumah sakit. Walaupun sudah memiliki Jamkesmas, mereka belum pernah memanfaatkannya karena jarak yang jauh dan ketidakadaan biaya operasional. Dua bulan di Bandung, ibunya menguatirkankan kondisi anaknya. Ia kemudian menemui Kepala Desa Sindangkerta, meminta petunjuk dan bantuan untuk mengobati Wati.  Berdasarkan informasi dari Kepala Desa, alhamdulillah, #SedekahRombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga dhuafa ini. Didampingi Kepala Desa Sindagkerta, kurir #SR kemudian memeriksakannya langsung ke RS Dustira Kota Cimahi. Tim medis rumah sakit binaan TNI AD ini menduga Wati mengalami kelumpuhan otak. Wati harus menjalani fisioterapi dua kali dalam seminggu. Setelah menjadi pasien dampingan #SR dan mendapatkan perhatian khusus dari Kepala Desa dan kader PKK setempat, pengobatan Wati semakin teratur. Berat badannya kini bertambah meskipun belum ada tanda-tanda pembaikan yang berarti. Pada bulan September 2016 kurir #SR kembali mengunjungi Wati dan keluarganya di rumah milik mereka yang dibuatkan warga. Pertumbuhan fisik Wati sangat menggembirakan. Ia kini hanya menjalani terapi sebulan sekali. Pada awal Januari 2017 kurir Sedekah Rombongan kembali mengunjungi Wati dan keluarganya di rumah saudaranya. Wati dan keluarganya masih membutuhkan bantuan sedekaholics. Memahami beratnya musibah yang menimpa Wati dan keluarganya, sedekaholics #SR kembali menyampaikan bantuan yang diterima ibunya. Bantuan ini digunakan untuk membeli susu, pamper, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 889.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000.-
Tanggal : 5 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @cunarya

Wati menderita Suspect kelumpuhan saraf otak


MTSR BANDUNG RAYA 1 (B 1629 SZF, Biaya Operasional Bulan Januari 2017). Sejak bulan Mei tahun 2014, Sedekah Rombongan Bandung dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan papa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten Bandung yang sebagian besar dataran tinggi dan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat, tentu saja MTSR Bandung Raya 1 harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR Bandung Raya 1 sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan, sejak Februari 2015, intensitas penggunaan MTSR Bandung Raya 1 semakin tinggi. Ketersediaan bahan bakar, kesiapan kendaraan, dan kesigapan supir MTSR Bandung Raya 1 menjadi keharusan agar pengkhidmatan #SedekahRombongan semakin dirasakan masyarakat. Dengan izin Allah Swt, bersyukur sedekaholics senantiasa menyokong misi MTSR Bandung Raya 1 dalam hal biaya pemeliharaan dan biaya operasional agar MTSR Bandung Raya  1 senantiasa laik dan layak jalan. Alhamdulillah para dermawan #SedekahRombongan telah memberi bantuan untuk operasional bulan Januari 2017 yang digunakan untuk : (1) membayarkan pembelian bahan bakar; (2) biaya ganti oli dan servis rutin; (3) honor supir; (4) biaya tol dan parkir; (5) dan pengeluaran tak terduga. Insya Allah, MTSR Bandung Raya 1 akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bandung Raya dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para sedekaholic #SR dibalas Allah SWT dengan berkah dan jannah di dunia dan akhirat. Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 925.

Jumlah Bantuan: Rp. 4.310.500,-
Tangggal: 6 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @Lisdamojang

Biaya Operasional Bulan Januari 2017


MTSR BANDUNG RAYA 2 (B 2641 BF, Biaya Operasional Januari 2017). Sejak bulan Mei 2014, Sedekah Rombongan Bandung Raya dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan papa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), kendaraan multiguna yang dapatdifungsikan sebagai ambulance dan mobil jenazah. Menghadapi medan beberapa kabupaten di wilayah Bandung Raya yang sebagian besar dataran tinggi dan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat, tentu saja MTSR harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan sejak Februari 2015, karena tuntutan warga akan keberadaan angkutan untuk pasien semakin besar, intensitas penggunaan MTSR Bandung Raya semakin tinggi. Selain antar-jemput pasien atau jenazah di sekitar Bandung Raya, mobil ambulance ini juga hampir setiap hari bergerak sampai ke pelosok desa di kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Memperhatikan betapa banyaknya warga dhuafa sakit yang  membutuhkan ambulance, alhamdulillah, pada awal Mei 2016 sedekaholics #SR mempercayakan lagi satu unit mobil ambulance (AVP, B 2641 BF) tambahan untuk dikelola #SR Bandung Raya. Ambulance yang kerap dipanggil Mr. Black ini tentu harus tampil prima. Selain penggantian pelumas dan servis rutin, ketersediaan bahan bakar menjadi keharusan agar MTSR Bandung Raya 2 senantiasa laik dan layak jalan. Alhamdulillah sedekaholics #SedekahRombongan memahami tuntutan tersebut dan telah membayarkan biaya pembelian bahan bakar masa penggunaan selama bulan Januari 2017, pembelian pelumas, honor supir dan perpanjang STNK. Insya Allah, MTSR Bandung Raya 2 ini akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bandung Raya dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para Sedekaholics #SR dibalas Allah Swt dengan berkah dan jannah di dunia dan akhirat. Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 931.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.930.500,-
Tangggal : 6 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @Lisdamojang

Biaya Operasional Bulan Januari 2017


SITI KHOIRUNISA (16, Kanker Tulang). Alamat: Kp. Pekopen RT.5/7, Kelurahan Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Siti Khoirunisa atau lebih akrab disapa Anisa, 3 tahun yang lalu merasakan ada benjolan kecil dibahu kirinya. Tapi Anisa hanya diam, tidak berani biang kepada orang tuanya. Saat itu Anisa belum merasakan nyeri, tapi selang beberapa bulan benjoan itu terus membesar dan menimbulkan rasa nyeri. Waktu itu Anisa duduk dibangku kelas 2 SMP, oleh orang tuanya dibawa berobat ke klinik di dekat tempat tinggalnya. Tapi tak ada hasil yang memuaskan ari pengobatan itu, akhirnya Anisa dibawa ke RSUD Cibitung. Sempat menjalani pengobatan tapi tidak sampai tuntas karena orang tua Anisa memilih untuk berobat ke alternatif. Selang 2 tahun, benjolan itu semakin membesar hingga ke tangan kirinya dan membuat Anisa tidak bebas untuk beraktivitas. Kembali, orang tua Anisa membawa Anisa ke RSUD Cibitung, tapi kali ini pihak RSUD langsung menyarankan orang tua Anisa untuk dirujuk ke RSUP Persahabatan, karena keterbatasan fasilitas rumah sakit. Di RSUP Persahabatan, Anisa langsung mendapatkan jadwal untuk operasi tapi karena saat itu dokter bedah orthopedinya sedang dinas di luar kota, jadi jadwal operasi Anisa sempat ditunda. Harapan yang begitu besar tertancap pada sosok kedua orang tunya, bapak Rohmat (62) dan Ibu Rahmi (57) yang sehari-harinya bekerja sebagai pemulung, mereka ingin melihat putri bungsunya itu sembuh. Seminggu lebih menjalani perawatan, orang tua Anisa mulai kehabisan bekal, kadang mereka sehari hanya makan sekali. Sesaat setelah mendpat kabar tentang kondisi Anisa dan keluarganya, kurir Sedekah Rombongan langsung  mengunjungi mereka ke rumah sakit dan menyampaikan bantuan untuk memenuhi kebutuhannya selama di rumah sakit. Selang 2 hari, kami mendapat kabar jika Anisa telah berpulang. Innalilahi wa innailaihiroji’uun, mohon doa terbaik untuk Anisa. Semoga khusnul khotimah dan sakit yang dirasakan sebelumnya bisa menjadi penggugur dosanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 26 Januari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Siti menderita Kanker Tulang


NURJANNAH BINTI JUMARI (14, Thalasemia Mayor). Alamat: Jl. Masjid Al Muhajirin RT 3/5 Jati Rahayu, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Nurjannah atau kerap disapa dengan nama Jannah, menderita Thalasemia sejak usianya masih 6 bulan. Dari kecil Jannah sudah harus berteman dengan jarum suntik dan membiasakan diri dengan lingkungan rumah sakit. Setiap sebulan sekali Jannah ke rumah sakit untuk menjalani transfusi rutin. Kemarin, Jannah terpaksa harus dilarikan ke IGD RS Hermina Bekasi karena sesak napas dan setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium diketahui jika kadar hemoglobin dalam darahnya hanya 4 mg/dl. Selang beberapa jam, Jannah langsung dipindahkan ke ruang perawatan untuk dilakukan trannsfusi darah. Meski untuk biaya rumah sakit telah ditanggung oleh jaminan kesehatan, tapi untuk makan dan obat yang sebagian harus dibeli di luar orang tua Jannah merasa keberatan. Orang tua Jannah, bapak Jumari (55) sehari-hari bekerja sebagi tukang penarik becak dengan penghasilan yang tidak menentu. Sementara ibu Julaela (50) kadang menjadi buruh cuci untuk orang-orang disekitar tempat tinggalnya. Alhamdulillah, setelah mengetahui informasi tentang kondisi yang dialami oleh keluarga Jannah, kurir Sedekah Rombongan langsung menuju rumah sakit dan menyampaikan bantuan untuk kebutuhan selama menjalani perawatan. Semoga kondisi Jannah lekas membaik, dan Jannah dapat segera pulang ke rumah. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 Januari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Sariwati

Nur menderita Thalasemia Mayor


PUNGUT BINTI NILAN (53, Pembengkakan Jantung). Alamat : Kp. Pulo Ngandang RT 10/3, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Ibu Pungut sekitar sebelumnya pernah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta, ia dipulangkan karena sering sakit-sakitan. Sudah 6 bulan terakhir ia rutin berobat di salah satu klinik terdekat dari rumahnya. Dari hasil rontgen, Bu Pungut mengalami pembengkakan jantung, sering batuk-batuk terlebih pada malam hari. Uang hasil dari ia bekerja selama beberapa bulan terakhir habis digunakan untuk biaya berobat di klinik dengan biaya umum. Semua itu ia lakukan karena besarnya keinginan untuk sembuh sehingga tidak terpikirkan untuk membuat kartu BPJS. Saat ini pengobatannya terhenti karena ia sudah tidak memiliki biaya untuk berobat. Bu Pungut sudah lama menjanda, suaminya meninggal sejak 10 tahun yang lalu. Saat ini ia tinggal bersama anak menantunya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan. Alhamdulillah, Kartu KIS Bu Pungut sudah ada dan dapat dipergunakan. Saat ini Bu Pungut menjalani pengobatan di RS Bakti Husada Cikarang dan ada obat yang harus dibeli di apotik luar rumah sakit yang harganya hampir Rp. 500.000,-. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi dan membeli obat. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 942.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu pungut menderita Pembengkakan Jantung


HARTONO BIN HANAPI (48, Stroke). Alamat : Kp. Pekopen RT 3/7, Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pak Hartono sudah 10 tahun menderita stroke, berawal ketika ia sedang di kamar mandi dan terjatuh. Sejak itu ia tidak dapat mencari nafkah untuk keluarga sehingga kesehariannya sangat kesulitan. Selain harus menjalani kontrol rutin ia juga terkadang menjalani terapy dengan jaminan Kartu KIS PBI. Namun saat ini pengobatannya terhenti karena kendala ekonomi yang semakin sulit. Jangan kan untuk berobat, untuk makan sehari-hari saja mereka kesulitan. Keadaan seperti ini yang membuat istri Pak Hartono, Bu Welas Ningsih harus berperan mencari nafkah. Ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan upah yang tidak memadai. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk membantu biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @ancurusak

Pak hartono menderita Stroke


KOYAH BINTI NYIMAN (33, Ca Mammae). Alamat : Kp. Ceger RT 2/3, Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak Januari 2016, Koyah sering merasakan sakit dan gatal pada payudara sebelah kanan. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan di RS Hermina Kota Bekasi, ia dinyatakan terkena kanker payudara. Setelah 4 bulan kemudian ia menjalani operasi di RS Hermina Kota Bekasi dengan Kartu Jaminan KIS PBI yang ia miliki. Koyah wajib menjalani kontrol setelah operasi, namun ia terkadang masih merasakan sakit pada kepala dan gigi. Saat ini setelah Koyah menjalani kemoterapy di RS Hermina, ia menjalani proses penyinaran di RS Dharmais Jakarta. Koyah hanya seorang janda yang tinggal bersama orang tuanya. Suaminya, Pak Jaya Kusuma sudah meninggal sejak 4 tahun yang lalu. Kehidupan sehari-hari mereka sangat sulit dan layak dibantu. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi ke rumah sakit agar pengobatan Koyah dapat berjalan lancar.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Rini Astuti

Bu koyah menderita Ca Mammae


SUKAESIH BINTI FULAN (29, Post Partum + Anemia). Alamat : Kp. Karya Logam RT 1/2, Desa Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada pertengahan Januari 2017, Bu Sukaesih dievakuasi ke IGD Kebidanan RSUD Kabupaten Bekasi dengan diagnosa pendarahan karena keguguran tanpa kartu jaminan. Mereka kesulitan untuk mengurus jaminan karena tidak memiliki kartu keluarga. Tindakan yang dilakukan terhadap Bu Sukaesih akan dilakukan Kuret yang memakan biaya hampir 3 juta rupiah. Proses kuret pun dilakukan meskipun tanpa jaminan. Bu Sukaesih tinggal bersama suaminya, Pak Roberto (35) yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh kasar. Penghasilannya tidak menentu sehingga mereka layak dibantu. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan mengupayakan Surat Perjanjian Hutang (SPH) dan akan dibayar bertahap. Bantuan awal pun disaampaikan untuk cicilan pertama biaya rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Mamat Maksudi

Bu sukaesih menderita Post Partum + Anemia


NAMIH BINTI NILAN (48, Arthralgia + Asam Urat). Alamat : Kp. Pulo Ngandang RT 11/3, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sudah hampir 6 bulan Bu Namih tidak merasakan sakit pada paha kanan nya sehingga membuatnya kadang harus berjalan merayap pada dinding rumah. Upaya pengobatan yang sudah dilakukan hanya pengobatan di klinik terdekat, namun belum ada hasil yang memuaskan. Hingga pada hari Kamis, 3 November ia menjalani pemeriksaan ke Puskesmas Cabangbungin dan disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Suami Bu Namih, Pak Oji Bin Muksin (49) adalah pasien patah tulang yang hingga saat ini penyakitnya belum pulih yang pernah dibantu pada Rombongan 880. Hal inilah yang membuat keluarga ini layak dibantu karena suami sudah tidak bisa bekerja. Alhamdulillah, Bu Namih dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan yang siap membantu. Kurir Sedekah Rombongan melakukan pendampingan untuk tahap pemeriksaan lanjutan dan psioteraphy di RS Ridhoka Salma dengan jaminan KIS PBI. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama menjalani kontrol di rumah sakit. Dalam 2 minggu terakhir, Bu Namih menjalani kontrol sebanyak 5 kali diantaranya psioteraphy. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 942.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu namih menderita Arthralgia + Asam Urat


SUMIYEM BINTI JONOREJO (61 th, Lumpuh Kaki). Alamat : Dusun Kowang RT 01/ RW 01, Desa Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kejadian bermula pada bulan Maret 2016 lalu. Saat Ibu Sumiyem mengangkat jemuran dan terjatuh di dapur belakang tidak bisa berdiri lagi. Oleh keluarga dan tetangga dibawa ke Puskesmas Selomartani Kalasan, dan dianjurkan untuk ranap. Setelah 2 hari disana oleh keluarga dipindahkan berobat di RSUD Prambanan, dan ranap selama 1 minggu. Karena tidak ada perubahan akhirnya dibawa pulang dan dirawat di rumah oleh adik-adiknya serta tetangganya secara bergiliran. Ibu Sumiyem mengeluhkan hanya kedua kaki yang tidak bisa digerakkan (mengalami kelumpuhan), dan kesehariannya belau dirawat di kediamannya oleh adik iparnya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau dan menyampaikan bantuan dari para sedekahholic guna membantu meringankan biaya pengobatannya.

Tanggal : 11 Januari 2017
Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir : : @kissherry @ekow_st @Putri_sri

Bu sumiyem menderita Lumpuh Kaki


SURIPNI BINTI SAWAI HARDJO SUMANTO (40 th, tumor ganas). Alamat : Dusun Sawit RT 02 /01 Desa Ngerangan Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah. Awal mulanya Iibu Suripni sering mengalami sembelit dan nyeri di bagian pinggang, dan disaat mengalami seperti itu  ibu suripni cuma di anggap penyakit ringan biasa. Kegiatan nya dirumah juga mengurus suaminya Mulyadi yang sakit sakitan juga hingga ibu suripni sampe kurang memperhatikan kondisi fisiknya. Lama kelamaan ibu suripni lebih sering sembelit dan nyeri pinggang dan setelah diperiksakan ternyata diaknosa dokter ibu suripni menderita ambeyen. Karena keterbatasan biaya dan suami nya yang makin parah sakitnya, ibu suprini tidak mengobati penyakitnya lebih lanjut. Pada suatu hari dia mendapatkan bantuan dari tetangganya yang bersedia meminjamkan BPJS nya dan melaksanakan operasi. Setelah  operasi ternyata terdeteksi tumor ganas di bagian sekitar tulang ekor. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau yang saat bertemu sudah di ruang ICU sebuah rumah sakit di Klaten, dan menyampaikan titipan bantuan dari para Sedekahholic. Dari pihak keluarga mewakili mengucapkan terimakasih kepada Sedekah Rombongan. Dan mari kita doakan semoga ibu Suripni lekas membaik.

Tanggal : 26 Desember 2016
Jumlah : Rp. 500.000,-
Kurir : : @kissherry @ekow_st @Putri_sri

Bu suripni menderita tumor ganas


SUNGKOWO WADI (46th/Demam Berdarah) bertempat tinggal di dusun Ringinsari RT 01 RW 11 kelurahan Bokoharjo Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Awalnya sakit demam selama 3 hari berturut-turut. Lalu oleh istrinya bernama Mariyem (55th) yang bekerja sebagai petani dan pedagang di bawa berobat ke bidan dan diberi suntikan. Malangnya, setiba di rumah badannya malah terasa menggigil kedinginan. Karena cemas takut terjadi apa-apa, lalu ia dibawa ke RSUD terdekat. Setelah diperiksa ternyata dia menderita sakit Demam Berdarah dan harus ranap di ruang ICU. Selama 3 hari di ruang tersebut lalu dibawa ke bangsal untuk pemulihan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau dan menyampaikan bantuan dari para Sedekahholic untuk membantu biaya pengobatan.

Tanggal : 26 Desember 2016
Jumlah : Rp. 500.000,-
Kurir : : @kissherry @ekow_st @Putri_sri

Pak sungkowo menderita Demam Berdarah


WAKIJAN BIN MARTO IRONO (53, Pendarahan Lambung). Alamat : Ringinsari Kradenan RT 012/ RW 052 Desa Maguwoharjo Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman Provinsi Yogyakarta merupakan Duda yg memiliki 3 putra. Beliau sehari-hari bekerja sebagai seorang pengepul barang bekas di daerah Jogja untuk memenuhi kebutuhannnya sehari-hari. Kronologi awal mula dari sakit yang beliau rasakan, beliau sering mengalami sakit perut, hanya saja beliau menganggap hanya sakit perut biasa bukan penyakit berat. Sekitar kurang lebih satu bulan yang lalu beliau  mengalami sakit perut yang tak tertahan sehingga pihak keluarga membawanya kerumah sakit sekitar. Dari diagnosa dokter, Pak Wakijan divonis mengalami sakit komplikasi pendarahan lambung dan sakit batu ginjal sehingga beliau harus segera dioperasi.  Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan pihak keluarga Pak Wakijan untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau dengan menyampaikan santunan titipan Sedekaholics yang digunakan untuk keperluan berobat senilai Rp500.000,- (lima ratus ribu rupiah)

Tanggal : 25 Desember 2016
Jumlah : Rp. 500.000,-
Kurir : : @kissherry @ekow_st @Putri_sri

Pak wakijan menderita Pendarahan Lambung


ANINDIYA BIN EKO SUMARYADI (1,5bulan, lahiran cesar) alamat : Pedukuhan Noyokerten RT O3 RW 37, Desa Sendang Tirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta . Dik Anin putri dari bapak Eko Sumaryadi yang tiap hari pekerjaan nya sebagai serabutan, dan ibu Dewi Noviyanti sebagai ibu rumah tangga. Keluarga ini sudah tidak mempunyai rumah sendiri dan hanya kost dengan uluran sekitar 2×4 meter untuk ditempati dengan keempat anaknya yang semua masih balita, anak pertama masih TK. Pada menjelang hari persalinan keluarga ini sebenarnya sudah mempersiapkan dana, namun karena keterbatasan ekonomi hanya mempunyai dana Rp 2.000.000,- setidaknya hampir mencukupi untuk persalinan normal. Pada tanggal 19 Oktober 2016 Ibu Dewi Noviyanti mulai merasa akan melahirkan dan dibawa ke klinik terdekat. Ternyata tidak bisa dilakukan persalinan normal, karena ketuban sudah pecah maka dokter memutuskan harus dilakukan tindakan persalinan dengan cesar. Setelah dilakukan Cesar dan opname 3 hari, bayi dan ibunya boleh pulang. Namun keluarga ini tidak bisa segera pulang karena belum bisa membayar biaya klinik, bahkan bayinya sempat akan ditahan. Setelah pihak keluarga bermusyawarah dengan pihak klinik, bayi boleh dibawa pulang dengan perjanjian akan melunasi kekurangan biaya yang belum terbayar. Yang lebih sulit lagi, karena klinik ini tidak ada kerjasama dengan lembaga penjamin kesehatan. Saat ini bayi dalam kondisi sehat dan sudah dibawa pulang, namun keluarga masih harus membayar kekurangan biaya persalinan di klinik. Alhamdulillah  Sedekah Rombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan keluarga Dik Anindiya turut serta berpartisipasi meringankan beban dengan menyampaikan santunan titipan Sedekaholics untuk melunasi kekurangan biaya di Klinik.

Tanggal : 3 Januari 2017
Jumlah : Rp.1.500.000,-
Kurir : : @kissherry @ekow_st @jemigigi

Bantuan untuk melunasi kekurangan biaya caesar di Klinik.


MITRO WIYONO (73th, Katarak). Alamat :  Pedukuhan Ngijo Wetan Duwet Gentong, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bapak Mitro Wiyono sudah sejak lama menderita katarak, dan sempat menjalani operasi di rumah sakit. Awal mula sakitnya, sekitar tahun 2010 sewaktu sedang melayat di daerah piyungan tiba-tiba penglihatannya menjadi gelap dan tidak bisa melihat apa-apa. Setelah diperiksakan ke rumah sakit, dokter mendiagnosa bahwa bapak Mitro Wiyono mengalami katarak, dan harus dilakukan tindakan operasi. Setelah dilakukan tindakan operasi, alhamdulilah saat ini bisa melihat kembali walaupun tidak begitu jelas. Keadaan ekonomi keluarga ini sangat memprihatinkan, dimana istri dari bapak Mitro Wiyono saat ini mengalami kelumpuhan, jika hendak buang hajat harus di gendong, sedangkan bapak Mitro Wiyono sudah tidak bisa bekerja lagi. Untuk kehidupan sehari-harinya mengandalkan dari anaknya yang bekerja serabutan dengan keadaan ekonomi yang juga memprihatinkan . Alhamdulillah Sedekah Rombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan Bapak Mitro turut serta berpartisipasi meringankan beban dengan menyampaikan santunan titipan sedekaholics.

Tanggal : 27 Desember 2016
Jumlah : Rp.1.500.000,-
Kurir : : @kissherry @ekow_st @jemigigi

Pak mitro menderita Katarak


RIZKY ANINDIYA PUTRI (9 bulan, Radang Otak). alamat : Pedukuhan Ngoto RT 001, Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta . Dik Rizky putri dari bapak Wahdini bin Sunardi yang setiap harinya bekerja sebagai penjaga penitipan motor, dan ibu Caturiyah yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga. Pada tanggal 7 November 2016, mengalami batuk dan demam, dibawa ke Puskesmas Sewon, dan kemudian dirujuk ke RS Medika Jl. Parang tritis, dan tanggal 9 November dirujuk ke RSUD Wirosaban. Di Wirosaban mengalami koma dan dirujuk ke RS Sarjito, tetapi karena belum punya jaminan apapun, keluarga harus membayar biaya rumah sakit sebesar Rp 1.200.000,-,tetapi belum mampu untuk membayarnya, setelah bermusyawarah dengan pihak rumah sakit, akhirnya biaya rumah sakit boleh diangsur Rp 150.000,-/bulan sesuai kesanggupan ekonomi keluarga. Setelah dirawat di RSUP Sardjito, baru mendapat jaminan kesehatan Jamkesos, namun hanya berlaku sampai desember 2016. Alhamdulillah Sedekah Rombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan keluarga dik Rizky turut serta berpartisipasi meringankan beban dengan menyampaikan santunan titipan Sedekaholics.

Tanggal : 29 Desember 2016
Jumlah : Rp.1.000.000,-
Kurir : : @kissherry @ekow_st @jemigigi

Rizky menderita Radang Otak


NGADIYEM BINTI ATMO IYONO (48 th, Jantung & infeksi paru-paru). Alamat : Pedukuhan Jetak RT 004 RW 029, Desa Sendang Tirto, Kecamatan Berkah, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada tanggal 20 Oktober 2016 mengalami pusing, persendian ngilu-ngilu dan tampak pucat. Karena panik, keponakannya segera membawanya ke rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta. Setelah dilakukan observasi, dokter mendiagnosa Ibu Ngadiyem menderita sakit komplikasi sakit Jantung dan infeksi paru-paru dan harus rawat inap. Ibu Ngadiyem hidup seorang diri setelah bercerai dari almarhum suaminya, sewaktu merantau di Jakarta. Sebenarnya beliau mempunyai seorang anak, namun anaknya sudah sejak kecil diadopsi orang. Sejak diadopsi sampai saat ini Ibu Ngadiyem tidak pernah bertemu dengan anaknya lagi. Beliau mempunyai tempat tinggal sendiri, namun karena mulai rusak dan belum bisa memperbaikinya, saat ini bu Ngadiyem hidup menumpang ditempat adiknya .Ibu Ngadiyem mempunyai jaminan jamkesda, namun karena pasien masuk rumah sakit hari ahad, dan ketidaktahuan mengurus jamkesda bisa diurus maksimal 3×24 jam setelah masuk ugd, maka jamkesda tidak bisa dipakai karena sudah terlambat jika mau diurus rujukannya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan Ibu Ngadiyem turut serta berpartisipasi meringankan beban dengan menyampaikan santunan titipan sedekaholics.

Tanggal : 27 Desember 2016
Jumlah : Rp.1.000.000,-
Kurir : : @kissherry @ekow_st @jemigigi

Bu ngadiyem menderita Jantung & infeksi paru-paru


ANSORI BIN MUHDI (52th, Ca Rectum). Alamat : Singosaren Wukirsari RT 04 Imogiri Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada bulan Mei 2014 BAB berdarah lalu di periksakan di puskesmas hasil kurang sayuran. Seminggu kemudian merasakan sakit, perih saat BAB terdapat bercak darah pada feses di bawa ke pukesmas hasil sama seperti saat pertama periksa kurang sayuran. Lalu periksa ke RS Nurhidayah di beri obat, akan tetapi seminggu kemudian merasakan sakit dan di bawa ke RS Nurhidayah ke poli penyakit dalam dengan hasil hemoroid dan di beri obat untuk menghilangkan hemoroidnya. Akan tetapi obat belum habis pasien merasakan sakit, panas pada anus, kemudian di bawa ke RS Nurhidayah poli penyakit dalam lalu di rujuk ke poli bedah hasil ada luka di dalam anus di beri obat satu minggu lagi kontrol hasil bagus tidak perlu kontrol lagi. Satu minggu kemudian merasakan sakit, panas lagi kemudian kontrol ada benjolan di dalam. Kemudian di rujuk ke RS PKU Bantul hasil ada bejolan di dalam anus, di rencanakan untuk operasi, nunggu antrian operasi lama pasien sudah tidak tahan sakit. Kemudian di bawa ke RS Nurhidayah poli bedah di jadwalkan untuk operasi di buatkan colostomy dan hasil PA ca recti disarankan untuk kemo di RSUD Panembahan Senopati. Di RSUD Panembahan Senopati oleh dr. Harjun di jadwalakn kemo sebanyak 24x setiap 2 minggu sekali (sudah selesai). Kemudian kontrol ke RSUD Kota Yogyakarta karena dr. Harjun tidak praktek di RSUD Panembahan Senopati lagi, dengan keluhan BAK tidak lancar. Dirujuk ke PKU Bantul poli urologi di rencanakan pengobatan rutin selama 6 bulan, akan tetapi pengobatan baru berjalan 2bulan pasien tidak bisa BAK. Lalu dilakukan operasi hasil PA BPH dengan keganasan dan disarankan kemo di PKU Jogja 3 minggu sekali, kemo ke 3 tanggal 10 Oktober 2016 saat ini masih menjalani kemo tambahan di PKU Muhammadiyah Kota. Alhamdulillah Sedekah Rombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan Bapak Ansori turut serta berpartisipasi meringankan beban dengan menyampaikan santunan titipan sedekaholics.

Tanggal : 27 Desember 2016
Jumlah : Rp.750.000,-
Kurir : : @kissherry @ekow_st @jemigigi

Pak ansori menderita Ca Rectum


RAHAYU BINTI NGATIJO (11 th, Hidrosefalus post vp shunt) Alamat : Temuwuh, RT 02 Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Rahayu merupakan anak ke 4 dari 6 bersaudara dari pasangan Ngatijo (60 tahun) dan Robiyah (41 tahun). Berawal ketika masih di Lampung pada bulan ketiga tahun 2016, Rahayu hanya mengalami pusing. keluarga membawa Rahayu ke rumahsakit, lalu dokter menyarankan untuk melalukan operasi karana ada cairan di kepala yang harus disedot. Pada bulan ke4 dilakukan dioperasi pada kepalanya dan operasi berhasil. Namun Rahayu mengalami buta mata karna efek syaraf yang ada di kepalanya mengganggu syaraf penglihatan. Setelah pulang dari operasi tepatnya 10 hari setelahnya perut Rahayu membesar akibat cairan yang ada pada tubuhnya tidak dapat diurai dengan baik. Pada bulan ke 5 cairan dalam perut disedot namun hanya seminggu perut sudah membesar lagi, dan disedot cairan tersebut tiap bulannya sampai bulan ke 9. Padahal perjalanan dari rumahnya ke rumah sakit di Lewa, Lampung Barat memakan waktu sampai satu hari penuh. Akhirnya keluarga memutuskan untuk mengobati sakit Rahayu pulang ke kampung di Jogja, maka sudah 1 bulan di kampung Dlingo. Perjuangan Rahayu memang berat ia harus putus sekolah sejak kelas 4 SD, padahal Rahayu termasuk anak yang pintar di sekolahnya. Keluarga sangat memperhatikan kondisi Rahayu, sampai rela menjual tanah di lampung untuk biaya pulang ke Jogja. Bapak Rahayu hanyalah seorang buruh tani yang bekerja diladang orang karna tidak punya sawah sendiri. Sedangkan ibunya hanya mengurusi anak-anaknya karna anak pertama mengalami lumpuh kaki, sehingga tidak dapat beraktifitas normal, terkadang juga membantu suami bekerja di ladang orang. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Rahayu untuk memberikan santunan titipan Sedekaholic senilai 23.500.000. Santunan diberikan sebagai biaya pelunasan perawatan intensif di rumah sakit dan biaya akomodasi, dan Alhamdulillah selanjutnya sudah bisa memakaih jamkesda untuk tindakan selanjutnya masih butuh penanganan yang intesif seperti operasi dll.

Jumlah : Rp. 23.500.000,-
Tanggal : 31 Desember 2016
kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER

Rahayu menderita Hidrosefalus post vp shunt

————–
IBRAHIM BIN NASIH (72, Lumpuh Menahun). Alamat : Jalan Abdul Wahab, RT 3, Dusun Pantai Indah, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Pak Ibrahim menderita penyakit lumpuh sejak 10 tahun yang lalu. Pak Ibrahim sudah berobat di beberapa tempat, namun sakitnya tak kunjung pulih. Sekarang Pak Ibrahim hanya bisa berbaring di tempat tidurnya, untuk berpindah tempat pun menggunakan kedua tangannya dengan cara mengesot. Kelumpuhannya membuat Pak Ibrahim jarang keluar rumah, ia pun tidak lagi bisa bekerja. Pak Ibrahim pernah berobat ke RSUD Nunukan, namun karena ketiadaan biaya ia hanya mengonsumsi obat kampung saja. Kini kondisi Pak Ibrahim lumpuh total, seluruh aktivitasnya dibantu keluarganya. Dokter menyarankan untuk melakukan kontrol rutin di rumah sakit dan berkonsultasi dengan spesialis saraf. Bapak Ibrahim memiliki JKN – KIS PBI, namun karena kendala biaya akomodasi ia tak pernah melakukan kontrol ke rumah sakit. Istrinya, Buating (43), tak memiliki simpanan uang untuk membawa suaminya ke rumah sakit. Ia telah berusaha keras menggantikan suaminya menjadi tulang punggung keluarga dengan menjadi penjahit sepatu dan penebar bibit rumput laut, namun penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Bapak Ibrahim, santunan pun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000.-
Tanggal : 17 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @rintawulandari Misnawati @ririn_restu

Ibrahim menderita Lumpuh Menahun


RITA PURJANTI (15, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Jalan Sutra, RT 8/3, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Rita adalah pelajar kelas 9 di SMP swasta Tri Dharma Sanggau. Putri sulung Bapak Bujang ini memiliki tunggakan SPP dan biaya sekolah lainnya selama tahun ajaran 2015/2016 dan semester ganjil tahun ajaran 2016/2017. Lebih dari satu juta rupiah tunggakan yang harus dibayar namun keluarga tak mampu melunasinya. Tertunggaknya pembayaran SPP dan biaya sekolah tersebut membuat Rita tidak bisa mengambil rapornya. Pihak sekolah memberi waktu kepada keluarga Rita untuk dapat segera melunasi tunggakan tersebut, dengan pertimbangan Rita adalah anak yang rajin dan memiliki nilai akademik yang cukup baik. Keluarga kebingungan atas tunggakan yang begitu besar, belum lagi jika tak segera dibayarkan jumlahnya akan semakin bertambah karena sudah masuk semester genap. Pak Bujang tak lagi dapat bekerja karena dalam kondisi sakit, ia adalah pasien yang pernah dibantu Sedekah Rombongan. Kebutuhan keluarga kini diupayakan oleh ibu Rita yang menjadi buruh cuci dengan gaji Rp200.000,- per bulan, namun penghasilan sebesar itu untuk kebutuhan sehari – hari saja terasa sulit apalagi untuk biaya sekolah. Meski kesulitan untuk biaya sekolah karena keterbatasan ekonomi, Rita tetap menjadi anak yang rajin. Ia selalu bersemangat pergi ke sekolah meskipun harus berjalan kaki menempuh jarak lebih dari 3 km. Rita juga ikut membantu kedua orang tuanya dengan menyetrika di rumah orang yang membutuhkan jasanya, walau hasilnya tidak seberapa ia selalu mensyukurinya. Kurir Sedekah Rombongan bersyukur dipertemukan dengan Rita, bantuan dari para sedekaholic pun disampaikan untuk biaya sekolah. Rita mengucapkan terima kasih atas bantuan ini dan semoga dapat meringankan beban orang tuanya dan ia selalu bersemangat untuk menuntut ilmu.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Februari 2017
Kurir : @arfanesia @indapras @ririn_restu

Bantuan Biaya Sekolah


WIJI BINTI SAIDI (51, Diabetes). Alamat : Dusun Ngrami, RT 4/2, Kelurahan Ngrami, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Pada Bulan Desember 2016 Ibu Wiji tiba-tiba merasakan badannya menjadi lemah, akan tetapi beliau tidak memperdulikan akan hal tersebut. Setelah beristirahat beberapa hari, beliau tetap memilih untuk melanjutkan pekerjaannya. Karena kondisinya yang melemah itu membuat beliau terjatuh dan kaki beliau pun terluka. Keluarga pun membawa Ibu Wiji ke RSUD Nganjuk untuk menjalani pengobatan. Ibu Wiji didiagnosis oleh dokter mengalami diabetes dan menjalani perawatan di RSUD Nganjuk selama 2 minggu. Untuk saat ini beliau masih menjalani tahap pemulihan. Akan tetapi kaki sebelah kiri beliau masih bengkak dikarenakan bekas dari terjatuh. Bapak Mardi (51) adalah suami Ibu Wiji yang bekerja sebagai petani. Pendapatan dari suami Ibu Wiji yang sedikit hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III yang dimiliki sangat membantu beliau. Akan tetapi untuk biaya transportasi dan obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS selalu menjadi kendalanya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan Malang dipertemukan dengan Ibu Wiji. Kesulitan yang dialami Ibu Wiji sangat dirasakan oleh Tim Sedekah Rombongan Malang. Dan santunan pun diberikan kepada Ibu Wiji dipergunakan untuk biaya pengobatan dan transportasi. Ibu Wiji dan keluarga sangat berterima kasih kepada Sedekah Rombongan dan Sedekaholics atas bantuan yang telah diberikan. Semoga Ibu Wiji lekas diberikan kesembuhan dan dapat beraktivitas lagi seperti semula. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Oby_bee @m_rofii11

Bu wiji menderita Diabetes


SURATENO BIN KASIN (43, Diabetes). Alamat : Dusun Nongkosewu, RT 1/1, Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada setahun yang lalu Bapak Surateno yang ingin mendaftarkan dirinya sebagai anggota DPRD mengalami sebuah kendala. Saat akan mendaftar tubuh beliau tiba-tiba terasa lemas dan penglihatan yang mulai kabur. Saat itu juga beliau dibawa ke Puskesmas Poncokusumo untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah menjalani pemeriksaan, akhirnya beliau didiagnosis mengalami sakit diabetes. Bapak Surateno yang memiliki keinginan untuk sembuh akhirnya mencoba segala macam pengobatan herbal. Karena tidak mendapatkan hasil beliau mencoba menjalani terapi lintah. Akan tetapi semua usaha yang telah dilakukan tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. Untuk saat ini beliau hanya beristirahat di tempat tidur dan kedua kaki beliau pun menjadi bengkak. Bapak Surateno hanya tinggal berdua bersama istrinya, Muliyati (42) yang sebagai ibu rumah tangga biasa. Kondisi keuangan keluarga pun menjadi menurun dikarenakan Bapak Surateno yang sebagai tulang punggung keluarga tidak bisa bekerja lagi. Kebutuhan untuk berobat pun terpaksa terhenti karena tidak adanya biaya lagi. Bapak Surateno juga belum memiliki jaminan kesehatan apa pun untuk berobat. Alhamdulillah, Tim Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Surateno, sehingga dapat menyalurkan amanah dari Sedekaholics untuk beliau. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk biaya berobat dan transportasi. Semoga kondisi Bapak Surateno membaik dan dapat menjalani aktivitasnya kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz @AfiatBuchori Hatta @m_rofii11

Bu surateno menderita Diabetes


HERYANI BINTI SUTARSO (48, Kanker Usus) Alamat : Jalan Raya Randuagung V, No. 10, RT 4/3, Kelurahan Randuagung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada 2 tahun yang lalu Ibu Heryani mengalami gangguan saat BAB, lama kelamaan beliau tidak dapat melakukan buang angin. Beliau pun berinisiatif melakukan pemeriksaan ke RS Panti Waluyo Sawahan Malang. Setelah diperiksan beliau didiagnosis mengalami kangker usus dan oleh dokter direncanakan untuk melakukan operasi. Langkah untuk operasi pun diambil oleh beliau dan alhamdulillah operasi yang dilakukan berjalan lancar. Setelah dilakukan operasi, Ibu Heryani telah di jadwalkan untuk melakukan pengobatan kemo terapi. Ibu Heryani telah menjalani kemo terapi sebanyak 5 kali dan kemo terapi yang ke 6 akan dilakukan pada 8 Februari. Ibu Heryani bekerja sebagai karyawan penjaga toko dan suami beliau sebagai BANSER. Operasi yang telah dilakukan telah memakan banyak biaya, perabotan rumah beliau pun telah habis terjual. Alhamdulillah, untuk saat ini beliau telah terbantu akan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Akan tetapi kendala dalam transportasi dan obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS menjadi kendala dalam berobat. Sedekah Rombongan pun dipertemukan dengan Ibu Heryani dan santunan untuk beliau telah diberikan untuk biaya transportasi dan perbaikan keadaan umum. Semoga Ibu Heryani diberikan kesembuhan dan dapat beraktivitas lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Poppy @m_rofii11

Ibu heryani menderita Kanker Usus


MOCHAMAD SOLEH (51, Serangan Jantung). Alamat : Jalan Dr. Sutomo, RT 1/6, Kelurahan Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Bapak Sholeh saat muda sudah diidentifikasi oleh dokter memiliki sakit jantung. Saat usia beliau menginjak 40 tahun, sakit jantung yang dimiliki beliau semakin sering terjadi. Dikarenakan saat beliau mulai terpikirkan akan keadaan ekonomi keluarga dan anak-anaknya. Bapak Soleh sudah pernah mengalami serangan jantung yang pertama pada 5 tahun yang lalu. Saat ini merupakan serangan jantung yang kedua dan dirasakan serangan jantung paling parah yang pernah dialami beliau. Istri beliau yang mengetahui saat beliau mengalami serangan jantung langsung membawa beliau ke RSUD Lawang. Setelah 2 malam Bapak Soleh dirawat intensif di ruang ICU, alhamdulilah kondisi beliau akhirnya membaik dan telah dipindahkan ke ruang perawatan normal. Untuk saat ini kondisi beliau berangsur-angsur membaik dan dapat berbicara lagi. Bapak Soleh hanya tinggal berdua bersama istrinya, sedangka anak-anak beliau pergi merantau untuk bekerja. Istri beliau Ibu Nur Hidayati (48) setiap hari selalu membantu suaminya yang berjualan es degan. Penghasilan yang didapat oleh Bapak Soleh hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III sangatlah membantu beliau saat berobat. Akan tetapi kebutuhan untuk sehari-hari dan transportasi menjadi kendala tersendiri saat beliau mengalami sakit jantung dan membuat beliau tidak bekerja. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan Malang dipertemukan dengan beliau dan santunan untuk Bapak Soleh telah diberikan untuk biaya akomodasi dan kebutuhan untuk berobat. Semoga kondisi Bapak Soleh senantiasa membaik dan dapat beraktivitas seperti semula. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz @m_rofii11

Pak soleh menderita Serangan Jantung


RIADI BINTI GARIMUN (66, Diabetes). Alamat : Jalan Anjasmoro III A, No. 31, RT 3/2, Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada Bulan Desember lalu Bapak Riadi tanpa sengaja menginjak pecahan kaca saat bekerja. Beliau pada awalnya luka karena pecahan kaca itu tidak dirasa terlalu sakit. Akan tetapi semakin hari kaki beliau semakin membesar dan luka itu pun mengeluarkan nanah. Akhirnya Bapak Riadi pun dibawa oleh keluarga untuk pergi berobat ke Puskesmas Lawang. Pihak puskesmas pun mendiagnosis Bapak Riadi mengalami diabetes. Mengetahui akan hal tersebut pihak puskesmas tidak bisa melakukan tindakan apapun karena peralatan yang masih kurang. Beliau akhirnya dirujuk ke RSUD Lawang untuk melakukan pengobatan yang lebih intensif. Pihak RSUD menyarankan untuk dilakukannya operasi pada kaki Bapak Riadi. Untuk saat ini Bapak Riadi sedang menunggu kamar untuk tindakan operasi yang disarankan pihak RSUD Lawang. Selama ini Bapak Riadi bekerja serabutan, sehingga pendapatan yang diterima tidak menentu. Sedangkan Istri beliau Ibu Nentin (60) hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Pendapatan yang diterima oleh Bapak Riadi hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bapak Riadi yang tidak bekerja membuat kebutuhan untuk berobat menjadi semakin sulit. Beliau bersyukur dengan adanya jaminan kesehatan berupa Jamkesda sangat membantu dalam proses pengobatan beliau. Akan tetapi kebutuhan untuk sehari-hari dan membeli obat menjadi kendalanya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemuka dengan Bapak Riadi. Santuna untuk beliau telah dipergunakan untuk berobat dan untuk membeli kebutuhan selama proses pengobatan. Semoga operasi yang akan dijalankan Bapak Riadi berjalan dengan lancer dan beliau segera mendapatkan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Hatta @m_rofii11

Bu riadi menderita Diabetes


HAMIYAH SYAFIUDIN (50, Kanker Payudara Kanan). Alamat: Jalan Sunan Ampel, RT 5/1, Kelurahan Bulupitu, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2013 awal terdapat benjolan sebesar kelereng di payudara sebelah kanan, Ibu Hamiyah pun melakukan USG, tapi saat itu dikira hanya benjolan biasa. Sampai diketahui hasilnya ialah kanker dan disarankan melakukan operasi. Kondisi beliau semakin memburuk hanya duduk dan berbaring di kamar tidur selama beberapa bulan terakhir ini. Keluarga pun hanya bisa mengobatkan Ibu Hamiyah ke aneka pengobatan alternatif yang ada, karena belum mampu membiayai operasi karena keterbatasan biaya. Untuk saat ini beliau kembali menjalani pengobatan di Rumah Sakit Saiful Anwar dan beliau mulai mendapatkan perawatan luka dari pihak Rumah Sakit. Ibu Hamiyah di jadwalkan kontrol setiap 1 bulan sekali dan mengambil obat, akan tetapi kondisi beliau semakin melemah. Syafiudin (64), suami beliau juga tidak bisa berbuat banyak karena gajinya tidak mencukupi biaya pengobatan istrinya yang terbilang mahal bagi keluarga ini. Ibu Hamiyah telah memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III, sehingga cukup terbantu untuk biaya pengobatan. Akan tetapi untuk kebutuhan lain seperti transportasi dan makan beliau masih merasa kesulitan. Kurir Sedekah Rombongan yang bertemu beliau pun membantu untuk menangani kesulitan beliau. Bantuan yang di berikan untuk beliau digunakan untuk biaya transportasi ke Rumah Sakit Saiful Anwar dan membeli obat-obatan yang tidak di tanggung BPJS . Bantuan kepada Ibu Hamiyah pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 914. Semoga kondisi Ibu Hamiyah segera membaik dan diberikan kesembuhan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 532.700,-
Tanggal : 7 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Sitin @m_rofii11

Bu hamiyah menderita Kanker Payudara Kanan


FARIDA BINTI SUYANTO (52, Kanker Payudara Kanan). Alamat: Jalan Bawean, RT 4/3, Desa Gedang Sewu, Kecamatan Pare, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Awal sakit beliau ditandai dengan benjolan kecil di dada sebelah kanan, karena keadaan semakin mengkhawatirkan, beliau mendapat rujukan dari Rumah Sakit Pare tempat biasanya beliau berobat, untuk menuju Rumah Sakit Saiful Anwar Malang pada bulan Mei 2016. Sampai saat ini Ibu Farida sudah menjalani 8 kali kemoterapi. Kabarnya Ibu Farida sudah tidak kemoterapi lagi, dikarenakan kankernya sudah hilang. Untuk bulan ini Ibu Farida telah menjalani kontrol rutin dan mengambil obat setiap bulannya. Ayah beliau ialah alm Bapak Suyanto, sementara ibu beliau alm Bu Suparti. Beliau memiliki 2 anak, putra dan putri yang sekarang duduk di bangku SMA. Sekarang beliau tinggal dengan anaknya yang putra, sementara suami beliau telah meninggal sejak 1996. Pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang gajinya tak seberapa banyak, menyulitkan beliau untuk memenuhi kebutuhan berobat terutama dalam biaya transportasi Kediri-Malang dan sebaliknya serta biaya tempat menginap sewaktu di Malang. Ibu Farida memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Bantuan kali ini disalurkan untuk biaya perbaikan keadaan umum, iuran BPJS dan transportasi Kediri-Malang. Setelah santunan sebelumnya masuk dalam nomor rombongan 939. Semoga kondisi Ibu Farida akan selalu tetap membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Februari 2017
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria @m_rofii11

Bu farida menderita Kanker Payudara Kanan


SUTINI BINTI SUDIRYA (39, TB. Paru-paru + TB. Tulang). Alamat : Dusun Pahing, RT 3/1, Desa Sakertatimur, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Dua tahun ke belakang, Ibu Tini biasa beliau dipanggil menderita penyakit yang cukup serius yaitu TB Paru-paru sekaligus TB. Tulang. Gejala awal yang beliau rasakan berupa seringnya beliau merasakan sakit di bagian dada. Selain itu, kondisi beliau semakin turun karena berat badan beliau semakin menyusut. Badan beliau semakin hari semakin kurus dan terasa lemas tak bertenaga. Oleh karena itu, pihak keluarga membawa Ibu Tini ke Rumah Sakit Rawamangun untuk menjalani pengobatan. Hasil pemeriksaan di Rumah Sakit Rawamangun membuat Ibu Tini harus segera dirujuk ke Rumah Sakit Persahabatan untuk pengobatan lebih lanjut. Tak lama, beliau pun segera dibawa ke Rumah Sakit Persahabatan dan masuk IGD selama 2 hari. Akan tetapi, beliau terpaksa menghentikan pengobatan dikarenakan tidak ada biaya. Beberapa waktu lalu, beliau sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan selama 2 minggu. Dengan alasan keterbatasan biaya kebutuhan sehari-hari, akhirnya Ibu Tini terpaksa dibawa pulang dan menjalani pengobatan seadanya di rumah. Pihak dokter sebenarnya tidak mengijinkan beliau pulang karena kondisinya belum stabil. Pada tanggal 29 Desember 2016 kemarin, kurir Sedekah Rombongan Kuningan menjemput ibu Tini untuk di bawa ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan dengan menggunakan ambulans karena kondisi beliau yang hanya bisa berbaring di tempat tidur. Beliau hampir satu minggu dirawat di RS Sekar Kamulyan, karena keadaannya semakin lemah. Setelah pemeriksaan laboratorium, usg, rontgen, cek darah dan juga terapi punggung, tim medis rumah sakit mendiagnosa TB beliau sudah stadium 2, dan kecil kemungkinan bisa disembuhkan. Saat ini beliau sudah kembali pulang ke rumahnya. Ibu Tini memiliki kartu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Akan tetapi, beliau kesulitan berkenaan dengan biaya hidup sehari-hari selama dirawat di rumah sakit, dan juga kesulitan biaya untuk pembelian obat diluar BPJS. Suami beliau, Bapak Kemal Wildansyah (43) juga sedang menderita penyakit TB Paru-paru dan sehari harinya merawat Ibu Tini yang mengakibatkan beliau tidak bisa bekerja. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Tini, sehingga santunan kedua untuk biaya hidup sehari-hari sekaligus membeli obat diluar jaminan KIS dapat disampaikan Sedekah Rombongan kepada Ibu Tini. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Ibu Tini. Aamiin. Sebelumnya Ibu Tini masuk di Rombongan 937.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.750.000,-
Tanggal : 5 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

BU sutini menderita TB. Paru-paru + TB. Tulang


DYAH WURYANTININGSIH (47, Kanker Payudara Kiri). Alamat : RT 2/1, Desa Penambongan, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Sejak tahun 2010, Ibu Dyah menderita kanker pada payudara kirinya (ca mammae) dan sudah pernah dioperasi di Rumah Sakit (RS) Panti Rapih Yogyakarta. Namun pada akhir 2012, kembali tumbuh benjolan di sekitar ketiak kirinya. Ibu Dyah pun harus kembali menjalani pengobatan. Beliau melanjutkan pengobatan pasca operasi untuk penyinaran dan kemoterapi di RS Sardjito Yogyakarta. Beliau sempat dirujuk ke RS Hardjolukito pada tahun 2014, namun kembali meneruskan pengobatannya di RS Sardjito. Beliau menjalani kemoterapi rutin setiap 30 hari atau sesuai jadwal dari dokter. 3 bulan terakhir beliau tidak berangkat ke RS Sardjito karena sudah merasa lelah. Akhirnya Ibu Dyah meninggal pada 18 November 2016 pukul 16.00. Suaminya, Isnaeni Hermanto (51), yang ditemui kurir Sedekah Rombongan mengungkapkan kesedihan yang dialaminya. Bapak Hermanto bekerja dengan membuka toko alat-alat kesehatan. Penghasilannya yang tidak menentu hanya dapat mencukupi kebutuhan hidup keluarga dan biaya sekolah ketiga anaknya. Biaya pengobtan Ibu Dyah dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS mandiri kelas III. Santunan kembali diberikan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan almarhumah. Sebelumnya santunan sudah pernah disampaikan dan masuk dalam rombongan 880.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 November 2016
Kurir : @arfanesia @rianayananta @paulsyifa

Bu dyah menderita Kanker Payudara Kiri


SUMARNI BINTI ARJA (75, Katarak Kedua Mata). Alamat : RT 3/5, Desa Kertayasa, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sejak tahun 2013, penglihatan mata Nenek Sumarni mulai kabur dan hingga sekarang tidak dapat melihat. Beliau pernah berobat ke Rumah Sakit (RS) Kamandaka Purwokerto, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau menderita katarak pada kedua matanya. Pengobatan sempat berjalan, namun terhenti karena terkendala biaya. Kini Nenek Sumarni sedang berusaha mencari informasi operasi katarak gratis yang sering dilakukan oleh RS Muhammadiyah Gombong. Hingga saat ini beliau tidak menjalani pengobatan apa pun. Nenek Sumarni hidup bersama anak laki-lakinya di rumah yang sederhana. Putranya sering pergi untuk bekerja sebagai buruh bangunan di Jakarta. Semenjak sakit, Nenek Sumarni tidak bisa bekerja. Awalnya beliau bekerja sebagai buruh tanam padi di sawah yang berpenghasilan kecil. Beliau sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Beliau juga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Sehingga beliau sangat kesulitan dalam hal biaya untuk berobat. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nenek Sumarni. Santunan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu kebutuhan berobat beliau dan sedang dibantu untuk mendapatkan jaminan kesehatan dari BPJS. Semoga Nenek Sumarni segera diberi kesembuhan dan dapat beraktifitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Januari 2017
Kurir : @arfanesia @KangImam @paulsyifa

Bu sumarni menderita Katarak Kedua Mata


SATINI BINTI NAMIARJA(36, Syaraf Terjepit). Alamat : RT 3/1, Dusun Ketasari, Desa Losari, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Satini didiagnosis menderita syaraf terjepit sejak tahun 2010. Awalnya, beliau merasa kesemutan, pegal dan linu. Lama kelamaan, beliau tidak dapat berjalan. Ibu Satini pernah berobat sekali di Rumah Sakit (RS) Margono namun tidak dapat berlanjut hingga bertahun-tahun karena masalah biaya. Beliau pun harus menahan sakitnya, bahkan tubuhnya semakin kurus seperti tinggal tulang berbalut kulit. Akhir tahun 2016, beliau mencoba berobat kembali setelah memiliki jaminan kesehatan. Namun setelah beberapa kali berobat dan rawat jalan, belum ada perkembangan yang berarti. Kini Ibu Satini masih mengkonsumsi obat. Beliau hanya dapat terbaring lemas di tempat tidurnya, tidak dapat berjalan, duduk dan sakit pegal linu. Ibu Satini dulu bekerja sebagai buruh. Beliau sangat kesulitan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan kedua anaknya yang masih bersekolah. Kini biaya pengobatannya dibantu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Namun biaya transportasi dan akomodasi saat kontrol ke rumah sakit menjadi kendala baginya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Satini sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi ke rumah sakit selama pengobatannya. Semoga Ibu Satini segera diberi kesembuhan sehingga dapat bekerja untuk menafkahi kedua anaknya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Januari 2017
Kurir : @arfanesia @ajiprst @misterrmoo @iwunn @virgiawanadr @paulsyifa

Bu satini menderita Syaraf Terjepit


DARMO SUWITO (63, Stroke + Darah Tinggi). Alamat : RT 4/3, Desa Karangnangka, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Darmo menderita stroke dan darah tinggi sejak 19 Desember 2016. Beliau sempat tidak dapat berjalan (lumpuh) dan menjalani rawat inap (opname) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Goetheng Purbalingga. Setelah diizinkan pulang, beliau menjalani terapi pijat syaraf secara rutin. Kini kondisi Bapak Darmo berangsur membaik. Beliau sudah dapat berjalan kembali meskipun belum lancar seperti sedia kala. Dokter berpesan agar beliau tidak mengkonsumsi kopi, rokok dan daging kambing, serta menghindari berpikir terlalu keras. Bapak Darmo dan istrinya, Mursinah (63) bekerja sebagai petani. Semenjak Bapak Darmo sakit, hanya Ibu Mursinah yang bekerja mencari nafkah. Penghasilan yang semula sedikit, kini semakin berkurang. Mereka kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya. Biaya pengobatan Bapak Darmo dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan di RSUD Goetheng menjadi kendala baginya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Darno. Santunan disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan beliau. Semoga pengobatan yang dijalani Bapak Darmo berjalan lancar dan beliau segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Januari 2017
Kurir : @arfanesia Didik @paulsyifa

Pak darmo menderita Stroke + Darah Tinggi


MTSR PURWOKERTO (AB 1664 TA, Biaya Operasional Januari 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo, RSUD Banyumas, Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, RSU Wiradadi Husada dan sebagian rumah sakit di Kabupaten Purbalingga serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Karyadi. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap) dan Brebes. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan, service rutin, pembelian gas oksigen, dan jasa driver. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 940.

JumlahBantuan :Rp. 7.500.000,-
Tanggal :31 Januari 2017
Kurir : @arfanesia@virgiawanadr @misterrmoo @ajiprst @iwunnYunanto @ddeean

Biaya Operasional Januari 2017


RSSR PURWOKERTO (Bantuan Operasional RSSR Bulan Januari Tahun 2017). Alamat : Jl. Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Tegal dan Ciamis yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk kebutuhan operasional bulanan RSSR. Bantuan untuk RSSR sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 939. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan :Rp. 2.911.300,-
Tanggal :31 Januari 2017
Kurir : @arfanesia @olipe_oile

Bantuan Operasional RSSR Bulan Januari Tahun 2017


NYAHAT DARSUS, (58, Gegar Otak+Koma) Alamat Dusun Parsehan 001/009, Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Awal mula sakit Bapak Nyahat memulai aktivitasnya di pagi hari saat perjalanan ke sawah dengan mengendarai sepeda kayuh dan tiba-tiba  dari arah belakang dia ditabrak oleh kendaraan bermotor dengan kecepatan tinggi. Setelah itu bapak Nyahat dilarikan ke Puskesmas terdekat karena bapak Nyahat tidak tersadarkan diri. Sesudah itu oleh pihak puskesmas dirujuk ke rumah sakit Wonolangan Dringu untuk perawatan lebih lanjut, dan setelah di diagnosa bahwa Bapak Nyahat mengalami gagar otak dibagian otak tengahnya dan harus dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Setelah itu Bapak Nyahat dirawat inap selama 21 hari dan keadaanpun semakin membaik dan stabil. Sebelum sakit bapak Nyahat bekerja sebagai buruh serabutan di desanya, dan sebagai tulang punggung keluarga dia dikenal sebagai sosok pekerja keras. Dan istrinya Ibu Sini Darsus sedang mengalami sakit Stroke. Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga bapak Nyahat dirumah sakit dr Soebandi Jember. Dan kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Bapak Nyahat. Santunan yang diberikan untuk akomodasi pembelian Obat-obatan di Luar BPJS dan transport Probolinggo – Jember. Semoga bapak Nyahat segera diberikan kesembuhan dan santunan yang diberikan para sedekaholic mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 938

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Januari 2017
Kurir: @Yudhoari @viandwiprayugo

Pak nyahat menderita Gegar Otak+Koma

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 DEA SEKAR ARUM 500,000
2 ELAH HAYATI 500,000
3 HAEKAL HENDRAWAN 500,000
4 MUHAMMAD IQBAL FAUZY 500,000
5 ASRI AGUSTIN 500,000
6 EEN 500,000
7 OKTA EFRIYADI 2,900,000
8 ROINI BINTI NADI 500,000
9 EHA JULAEHA 500,000
10 ELIH PARIDAH 1,000,000
11 DAYAT SUDRAJAT 500,000
12 DEDI SUHAEDI 500,000
13 PASYA MOCH. RIDWAN 500,000
14 WATI BINTI RUSMAN 5,000,000
15 MTSR BANDUNG RAYA 1 4,310,500
16 MTSR BANDUNG RAYA 2 6,930,500
17 SITI KHOIRUNISA 1,000,000
18 NURJANNAH BINTI JUMARI 500,000
19 PUNGUT BINTI NILAN 1,000,000
20 HARTONO 500,000
21 KOYAH BINTI NYIMAN 500,000
22 SUKAESIH BINTI FULAN 1,000,000
23 NAMIH BINTI NILAN 1,000,000
24 SUMIYEM BINTI JONOREJO 500,000
25 SURIPNI BINTI SAWAI HARDJO SUMANTO 500,000
26 SUNGKOWO WADI 500,000
27 WAKIJAN BIN MARTO IRONO 500,000
28 ANINDIYA BIN EKO SUMARYADI 1,500,000
29 MITRO WIYONO 1,500,000
30 RIZKY ANINDIYA PUTRI 1,000,000
31 NGADIYEM BINTI ATMO IYONO 1,000,000
32 ANSORI BIN MUHDI 750,000
33 RAHAYU 23,500,000
34 IBRAHIM BIN NASIH 750,000
35 RITA PURJANTI 1,000,000
36 WIJI BINTI SAIDI 1,000,000
37 SURATENO BIN KASIN 500,000
38 HERYANI BINTI SUTARSO 500,000
39 MOCHAMAD SOLEH 1,000,000
40 RIADI BINTI GARIMUN 1,000,000
41 HAMIYAH SYAFIUDIN 523,700
42 FARIDA BINTI SUYANTO 500,000
43 SUTINI BINTI SUDIRYA 1,750,000
44 DYAH WURYANTININGSIH 1,000,000
45 SUMARNI BINTI ARJA 500,000
46 SATINI BINTI NAMIARJA 1,000,000
47 DARMO SUWITO 500,000
48 MTSR PURWOKERTO 7,500,000
49 RSSR PURWOKERTO 2,911,300
50 NYAHAT DARSUS 500,000
Total 84,826,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 84,826,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 954 ROMBONGAN

Rp. 47,205,722,760,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.