Rombongan 953

Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah.
Posted by on February 8, 2017

MTSR JOGJA (AB 9032 WK, Operasional Bulan Januari). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 9032 WK ini salah satu MTSR yang dioperasionalkan sebagai ambulans transport. MTSR ini mengcover wilayah Provinsi Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, selalu dilakukan perawatan rutin bagi masing-masing MTSR. Biaya ini meliputi biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Desember hingga pertengahan bulan Januari 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja ini sebelumnya ada pada rombongan 941.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.317.320,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya Operasional Bulan Januari


MTSR JOGJA (AB 1185 JC, Operasional Bulan Januari). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Desember hingga pertengahan bulan Januari 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 941.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.317.320,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya Operasional Bulan Januari


MTSR JOGJA (AB 1030 W, Operasional Bulan Januari). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Desember hingga pertengahan bulan Januari 2017 dan penggantian wiper mobil. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 941.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.617.320,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya Operasional Bulan Januari


MTSR JOGJA (AB 1617 FN, Operasional Bulan Januari). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 1617 FN inilah MTSR yang disebut mobil penumpang. Meski disebut mobil penumpang wilayah operasional MTSR ini pun sama dengan yang lain, yaitu mengcover wilayah Provinsi Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, selalu dilakukan perawatan rutin bagi masing-masing MTSR. Biaya ini meliputi biaya servis ringan meliputi penggantian autoguard injector cleaner, ganti busi dan ganti oli, juga pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Desember hingga pertengahan bulan Januari 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 941.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.527.320,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya Operasional Bulan Januari


MTSR JOGJA (AB 9043 WK, Operasional Bulan Januari). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk cuci mobil dan pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Desember hingga pertengahan bulan Januari 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 941.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.347.320,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya Operasional Bulan Januari


RSSR JOGJA (Operasional Bulan Januari). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. RSSR Jogja merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara para pasien dampingan Sedekah Rombongan. RSSR Jogja ini kian dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang sedang melakukan rawat jalan dan berasal dari golongan tidak mampu atau dhuafa. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Pasien yang telah selesai berobat diantarkan kembali ke rumah masing-masing. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja. RSSR dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Selain itu, RSSR Jogja juga digunakan sebagai kantor administrasi pusat yang membantu kinerja Sedekah Rombongan secara nasional. Biaya operasional bulan Januari ini meliputi biaya administrasi perkantoran, biaya distribusi majalah Tembus Langit Sedekah Rombongan, piknik pasien dampingan Sedekah Rombongan Jogja bersama kurir tanggal 7 Januari 2017, biaya reportase ke Sedekah Rombongan Purworejo, konsumsi pasien dan pendamping, biaya listrik dan air, dan biaya pembelian bhp perawat (pembelian masker, handsrub, kassa steril, verban, alkohol untuk perawatan luka pasien).  Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan 945. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 27.302.034,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya Operasional Bulan Januari


TUMILAH BINTI SISWODIARJO (61, Kanker Payudara Kiri).  Alamat : Dusun Tiwir, RT 5/20, Desa Sumbersari, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tahun 1985 muncul benjolan kecil di payudara kiri Bu Tumilah. Kemudian ia berobat ke mantra desa dan dilakukan operasi untuk mengangkat benjolan tersebut. Alhamdulillah, ia tak lagi merasakan sakit lagi sampai di tahun 2012 setelah ia mengalami kecelakaan motor tunggal. Akibat kecelakaan tersebut ia mengalami patah tulang, gegar otak kecil, dan kelopak matanya tidak bisa terbuka sempurna sehingga ia harus melakukan terapi selama tiga bulan. Selama masa terapi ini, ia mengeluh sakit di payudaranya, ternyata muncul benjolan kembali dan lama-lama makin membesar. Saat itu Allah mempertemukan keluarga Bu Tumilah dengan Sedekah Rombongan. Tahun 2012 ia menjalani operasi pengangkatan massa di RS Nur Hidayah, Bantul. Ia pun menjalani 6x kemoterapi dan 30x sinar di RSUP Dr. Sardjito. Selama pengobatan ia tak pernah mengeluh meskipun tanpa memiliki fasilitas jaminan kesehatan. Alhamdulillah, saat ini kondisi kesehatannya semakin membaik dan kontrol rutinnya cukup 6 bulan sekali saja. Sekarang ia bisa membantu pekerjaan suaminya, Musiran, di sawah dan berjualan angkringan di dekat rumahnya. Keluarga Bu Tumilah sangat berterima kasih kepada sedekaholics atas bantuan selama proses pengobatannya. Bantuan ini diberikan untuk cek laboratorium dan pembelian obat. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 795.

Jumlah Bantuan : Rp. 657.600,-
Tanggal : 11 Januari 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Bu tumilah menderita Kanker Payudara Kiri


ADI ROMANSA (17, Hypospadia). Alamat : Dusun Mlobo, RT 1/3, Desa Karangkajen, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Sejak lahir Adi menderita hypospadias yaitu kelainan pada saluran kencing. Sebelumnya Adi sudah pernah operasi tiga kali, dan masih mendapat jadwal operasi kembali, tetapi karena keterbatasan biaya pengobatan Adi sempat terhenti. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Adi. Kemudian Adi menjadi salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Wilayah Yogyakarta yang berobat di RSUP Dr. Sardjito. Ayah Adi, Jajang Kuswara bekerja sebagai buruh, sementara Barliyah, ibunya, seorang ibu rumah tangga. Kedua orang tua Adi sangat berterimakasih kepada sedekaholics yang berkenan mendampingi pengobatan Adi. Saat ini Adi sedang rawat inap di RSUP Dr. Sardjito untuk menjalani operasi di awal Februari 2017. Selama pengobatan Adi menggunakan fasilitas jaminan kesehatan BPJS Kelas III. Bantuan ini digunakan untuk biaya akomodasi Adi selama rawat inap. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 530. Semoga Adi segera mendapatkan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Ulfa

Adi menderita Hypospadia


RSSR MAGETAN, (Biaya operasional Rssr Magetan bulan Januari 2017). Rssr adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. RSSR hadir di Magetan sejak bulan Oktober 2015. Kami mengontrak rumah di Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan selama 2,5 tahun setelah 1 tahun sebelum nya berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomer 25 Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi Subuh bisa langsung berangkat ke Solo.  Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan makan pasien, rekening air, listrik, kebersihan dan prasarana lain  untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan Magetan selama bulan Januari 2017 setelah sebelum nya masuk rombongan 949.

Jumlah Santunan : Rp 2.262.500
Tanggal : 1 Februari 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Rssr Magetan bulan Januari 2017


MTSR 1 MAGETAN (AE 8066 NE, Biaya Operasional Januari 2017). Mobil APV tahun 2008 dengan nomor polisi AE 8066 NE. adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Magetan dengan interior ambulance standart untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Magetan sejak 2 tahun lalu. Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan untuk menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Magetan seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng Gunung Maw dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan Januari 2017 sebesar Rp 2.840.000 di gunakan untuk biaya servis gardan dan pembelian sparepart, pembelian BBM dan cuci mobil. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic MTSR Magetan dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit. Sebelumnya laporan keuangan MTSR AE 8066 NE masuk pada rombongan 949.

Jumlah Bantuan : Rp 2.840.000
Tanggal : 1 Februari 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional MTSR Magetan bulan Januari 2017


MTSR MAGETAN (AE 1495 KG, Biaya Operasional Januari 2017). Pada tanggal 12 Agustus 2016 Sedekah Rombongan wilayah Magetan kembali mendapat amanah dari warga setempat berupa satu unit mobil Luxio tahun 2012 yang di pergunakan sebagai MTSR di wilayah Magetan dan sekitarnya. Mobil standart penumpang tersebut di pergunakan untuk mempermudah bergerakan Kurir Sedekah Rombongan Di wilayah Magetan untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholic dan mengantar pasien damp, Yogya, Surabaya maupun Malang. Mtsr 2 digunakan juga Untuk mengoptimalkan mobilitas MTSR di Kota Kabupaten Magetan yang juga mengcover wilayah Kabupaten Ngawi, Ponorogo, Caruban dan sekitarnya. Kebutuhan BBM Servis rutin dan biaya Operasional lainya pastinya sangat di butuhkan. Bantuan kali ini pada bulan Januari 2017 sebesar Rp 3.200.000 di alokasikan untuk biaya servis, pembelian 2 buah ban, pembelian BBM dan cuci mobil. Laporan keuangan Operasional MTSR AE 1495 KG sebelumnya masuk pada rombongan 949.

Jumlah Bantuan : Rp 3.200.000
Tanggal : 1 Februari 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional bulan Januari 2017


ALM. IIN TUMINI (43, Ca Cervik). Alamat : Kelurahan Patalan RT 4/1, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Iin, biasa ibu dua anak itu di panggil. Beliau bekerja dengan suaminya, Pak Kenik (44) sebagai tukang rosok ( pengumpul barang bekas) di Jakarta. Namun setahun lalu Bu Iin menderita sakit yang membuatnya tidak mampu bekerja membantu suaminya lagi. Karena penghasilan dari suami yang pas pas an dan di rasa berat di gunakan untuk biaya hidup di Jakarta dan harus membiayai sekolah kedua anaknya di kampung. Pak Kenik memutuskan untuk membawa Bu Iin pulang ke Ngawi. Setelah pulang ke kampung Pak Kenik bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Untuk mendapat biaya pengobatan yang lebih ringan Kenik mendaftarkan keluarganya ke kantor BPJS dan memilih fasilitas pembayaran kelas dua. Namun, karena kurangnya wawasan dan isu rumah sakit tidak melayani pasien BPJS dengan baik dari oknum tidak bertanggung jawab. Pak Kenik menghentikan pembayaran BPJS Bu Iin dan memilih pengobatan alternatif dan herbal. Sepuluh bulan belalu, bukanya semakin membaik, kondisi bu Iin Tumini malah semakin memburuk bahkan tidak mampu berjalan dan terjadi pendarahan setiap hari. Saat mengetahui keberadaan  Sedekah Rombongan di wilayah Magetan. Pak Kenik segera mendatangi RSSR Magetan pada tanggal 15 Oktober 2016 untuk meminta bantuan. Langsung saja Kurir mensurvey kondisi Bu Iin dan benar saja sangat memprihatinkan. Hari berikutnya Kurir Sedekah Rombongan wilayah Magetan melunasi tunggakan pembayaran BPJS dan melarikan Iin ke RSDU dr Widodo Ngawi. Untuk selanjutnya pengobatan bu Iin Tumini dilanjutkan ke Rsud. Moewardi Solo. Setelah 6 bulan dalam dampingan Sedekah Rombongan dan berusaha maksimal untuk kesembuhan Bu Iin, Allah berkehendak lain, pada tanggal 10 Januari 2017 Bu Iin meninggal dunia. Santunan kematian titipan dari sedekaholic sebesar Rp 1.000.000 disampaikan dan digunakan untuk biaya pemakaman, setelah sebelum nya masuk rombongan 909, 929 dan 949. Ucapan terimakasih di sampaikan dari keluarga Almarhumah Bu Iin atas bantuan yang di berikan oleh Sedekah Rombongan selama ini.

Jumplah Bantuan : 1.000.000,-
Tanggal : 10 Januari 2017
Kurir : @Mawanhananto @Ervinsurvive @Ronyprata58 @KinantiAwe @CahyaniET

Bu iin menderita Ca Cervik


REZA TRI ANDIKA (16, Uretral Stricture). Alamat : RT 22/04, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Uretral Stricture atau yang biasa dikenal dengan kesulitan untuk buang air kecil ini dimulai sejak empat tahun lalu Reza bermain sepeda bersama teman-temannya, ia terjatuh dari sepeda dan saluran kencingnya terbentur sadel sepeda yang menyebabkan Reza tidak dapat buang air kecil. Keluarga pun membawanya ke Puskesmas untuk bisa segera ditangani, lalu dirujuk ke RSUD Sayidiman Magetan. Karena peralatan medis yang kurang lengkap Reza dirujuk ke RS dr. Mowardi Solo untuk mendapat penanganan. Operasi telah dilakukan, namun ternyata Reza belum bisa buang air kecil melalui saluran kencing. Pengobatan dihentikan selama dua tahun karena keterbatasan biaya, Reza buang air kecil menggunakan selang yang di pasang di saluran kencingnya dan diganti setiap seminggu sekali sekali di RSUD setempat. Dokter menyarankan Reza melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk penanganan lebih lanjut. Reza telah direncanakan dokter untuk melakukan operasi akan tetapi menunggu lubang bekas operasi yang pertama menutup terlebih dahulu. Pada pertengahan bulan Januari, lubang bekas operasi Reza yang dulu telah tertutup dan akan dilakukanya operasi. Alhamdulillah, operasi Reza pun telah dilakukan dan berjalan lancar. Ayah Reza, Paiman (50) dan ibunya Panirah (48) yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu merasa sudah tidak sanggup membiayai pengobatan Reza, inilah kendala bagi keluarga ini. Sampai akhirnya Sedekah Rombongan mendengar kabar tentang Reza. Santunan ke empat telah disampaikan dan digunakan untuk biaya membeli susu, pampers, obat-obatan dan biaya masuk rumah sakit. Santunan sebelum nya telah masuk nomor rombongan 909, 935 dan 939. Semoga Reza bisa segera sembuh dan sehat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 573.000,-
Tanggal : 1 Februari 2017
Kurir :  @MawanHananto @ErvinSurvive @FaizFaeruz @tica_fajaria @nay_munaa

Reza menderita Uretral Stricture


MUSOFA HAMDAN, (14, Shepinabifida). Alamat : Dusun Baliboto,  RT 42/4, Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Hamdan, begitulah nama seorang anak putra dari Ibu Ayib. Di usianya yg ke 14 tahun ini seharusnya dia masih bisa merasakan indahnya bersekolah dan bertemu teman-temannya. Seharusnya Hamdan sekarang kelas 8 SLTP, namun karena penyakit yang dideritanya kini ia harus berhenti sekolah dan hanya bisa terdiam di rumah. Shepinabifida ialah penyakit benjolan di tulang ekor akibat keluarnya bagian sumsum tulang belakang. Penyakit ini diderita sejak kecil, yang hingga sekarang merambat pada ginjal dan jantungnya. Ibunya yang hanya sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi Ibu Ayib masih mempunyai tanggungan 2 anaknya. Kini Ibu Ayib harus berjuang menghidupi keluarganya seorang diri menjadi single parent. Sementara Hamdan  masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang  salah satu kakinya untuk berjalan tidak bisa sempurna seperti biasanya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Hamdan. Saat ini Hamdan menggunakan fasilitas KIS. Dengan keadaan tersebut,  Hamdan yang sebelumnya  sudah menerima santunan dan masuk pada rombongan 929, kali ini Hamdan kembali menerima santunan sebesar Rp 1.000.000 untuk biaya pengobatan. Sedekah Rombongan selalu memberi semangat untuk Hamdan untuk bisa berjuang melawan sakit yang dideritanya. Ucapan terimakasih disampaikan  kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Hamdan diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat melanjutkan sekolahnya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Februari 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Mustofa menderita Shepinabifida


MUCHOLIFAH BINTI IMAM SUPARMAN, ( 58, Os Proptosis). Alamat : RT 3/2, Desa  Pagotan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Mucholifah adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak. Anak yang pertama dan ketiga dalam kondisi keterbelakangan mental. Suaminya yang hanya bekerja sebagai buruh tani terkadang tidak mencukupi untuk mengepulkan asap dapur mereka, sehingga Bu Mucholifah harus ikut bekerja sebagai tukang bersih – bersih di rumah tetangga. Sampai suatu hari Bu Mucholifah merasa tak enak badan, semua badannya terasa sakit sampai harus opname di RSUD Dolopo selama 5 hari dan dinyatakan memiliki asam urat tinggi. Namun tak sampai di situ saja sakit yang diderita Bu Mucholifah. Beberapa bulan yang lalu Bu Mucholifah merasakan ada ganjalan di matanya. Karena sudah tidak ada biaya, maka Bu Mucholifah tidak pernah memeriksakannya. Sehingga sampai saat ini kondisi mata Bu Mucholifah sangat mengenaskan, bola matanya menonjol keluar. Karena kondisi yang semakin parah, suami Bu Mucholifah mengajaknya periksa dengan meminjam uang pada saudaranya, dari hasil pemeriksaan, ternyata Bu Mucholifah menderita Tumor Retrobulbar dan dirujuk ke RS. Sardjito Jogjakarta. Meski Saat ini Bu Mucholifah memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah berupa KIS ( Kartu Indonesia Sehat ), namun belum punya dana untuk akomodasi dan mengurus keperluan pengobatannya, sehingga Bu Mucholifah harus terbaring lemas di rumah saja. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami bu Mucholifah. Santunan keduapun telah disampaikan untuk biaya  pengobatan, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 929. Bu Mucholifah merasa senang sekali dan mengucapkan terimakasih kepada sedekacholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan supaya bisa melanjutkan proses pengobatan dan operasinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000 ,-
Tanggal : 4 Februari 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Ibu mucholifah menderita Os Proptosis


SITI NURUL JANNAH, (47,  CA Endometrium). Alamat : RT 12/4, Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan,  Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Siti, demikian biasa dipanggil di rumah, suaminya yang hanya bekerja sebagai sopir panggilan dengan penghasilan yang tidak menentu hanya cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Itupun  masih banyak dibantu oleh keluarga, karena sekarang bu Siti menumpang di rumah saudara karena belum mempunyai tenpat tinggal. Kini Ibu Siti  tidak lagi bisa ceria seperti dahulu. Setelah beliau mengidap penyakit Ca Endometrium,  bu Siti hanya mampu berbaring di tempat tidurnya dengan ditemani sang suami dan dua anaknya lagi yg masih kecil. Pengobatan yang dulu pernah dijalaninya harus terpaksa berhenti karena faktor biaya dan transpot dari rumah menuju tempat berobat yang jauh. Suaminya tidak sanggup lagi untuk menyewa kendaraan tiap kali harus berobat. Fasilitas kartu BPJS pun sempat tak terbayar karena bu Siti sudah tidak memiliki simpanan untuk membayaenya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami bu Siti, bantuan yang kedua sebesar Rp 1.000.000 telah disampaikan untuk membantu biaya akomodasi pengobatan selama rawat inap di rumah sakit, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 951. Semoga bu Siti segera sembuh dari sakitnya dan kesehatannya kembali pulih.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Februari  2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Ibu siti menderita CA Endometrium


KARTA (66, Gangguan jantung). Alamat: Jl. Ch. Martha Tiahahu, Kelurahan Kalibobo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Propinsi Papua. Awal mula gejala pada jantung Pak Karta sekitar 2 bulan yang lalu. Saat itu Pak Karta sedang sedang bekerja memberi makan sapi yang beliau jaga. Saat itu tiba-tiba saja terasa degup jantungnya menjadi sangat kencang, disertai dengan sesak nafas dan telinga berasa panas. Seketika itu beliau langsung terduduk untuk segera beristirahat. Berselang beberapa saat beliau memutuskan untuk pulang dengan menggunakan ojek, sebab ia merasa begitu lemas. Malam harinya baliau pergi berobat untuk memeriksa apakah terkena Malaria apa tidak. Namun hasil menunjukkan negatif. Keesokkannya beliau pergi ke klinik untuk pemeriksaan darah lengkap. Ternyata hasilnya menunjukkan bahwa gula, kolesterol, dan tekanan darahnya semua tinggi. Pak Karta sendiri tidak memiliki jaminan kesehatan baik BPJS maupun KIS (kartu Indonesia Sehat). Pak Karta bekerja sebagai buruh ternak milik orang. Kurir #sedekahrombongan pergi ke rumah Bapak Karta dan berjumpa dengan anak beliau yang bernama Sirajudin. Setelah dipersilahkan masuk, kurir bertemu dengan Pak Karta, beliau sedang beristirahat karena jantungnya kembali sakit lagi. Bantuan yang diberikan digunakan untuk pemeriksaan jantungnya kembali dan membeli obat-obatan untuk mengurangi rasa sakit di jantungnya sementara.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 26 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala via Anto

Pak karta menderita Gangguan jantung


LALI PORA (60, Benjolan di hidung). Alamat: Desa Dikir, Kecamatan Wejewa, Kabupaten Sumba Barat Daya, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Bu Lali Pora menderita benjolan pada bagian hidungnya. Sejak dua tahun yang lalu benjolan di bagian hidung mulai membesar namun dibiarkan saja. Gejala yang dirasakan Bu Lali adalah rasa ngilu pada bagian benjolan hidungnya. Bu Lali memiliki 3 orang anak yang terakhir masih di sekolah dasar. Sehari-hari Bu Lali membantu suaminya bertani Jagung. Di wilayah mereka Jagung merupakan makanan pokok. Bantuan melalui #sedekahrombongan ditujukan agar Bu Lali bisa memeriksa kondisi kesehatannya ke rumah sakit umum di kota karena di desa tempat tinggal Bu Lali tidak ada dokter hanya perawat bidan. Biaya tersebut akan digunakan untuk biaya transportasi juga menimbang jarak ke kota sekitar 30 km.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 12 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala via Robby Nabuasa

Bu lali menderita Benjolan di hidung


MARIA BILI (40, Gangguan retina mata). Alamat: Kelurahan Mauhau, RT/RW 3/1, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Bu Maria sejak 5 tahun yang lalu menderita gangguan pada retina matanya. Gejala yang dirasakan Bu Maria adalah rasa sakit yang selalu muncul. Gejala gangguan pada retina matanya sudah konsultasi ke dokter dan mendapat rujukan ke rumah sakit di Denpasar. Sementara ini dokter hanya memberikan obat untuk mengurangi rasa sakitnya. Bu Maria adalah seorang ibu rumah tangga, memiliki 4 orang anak. Bantuan melalui #sedekahrombongan ditujukan untuk meringankan biaya rujukan pemeriksaan ke Denpasar.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 12 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala via Robby Nabuasa

Bu maria menderita Gangguan retina mata


MARSELINA LONGA (30, Gangguan jantung). Alamat: Desa Dangga Dangu, Kecamatan Wejewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Bu Marselina sudah 2 tahun mengalami sakit jantung. Bu Marselina sempat memeriksakan kondisinya ke dokter bahkan beberapa kali menjalani opname di rumah sakit. Gejala yang dirasakan yaitu rasa sakit pada bagian dadanya dan sering demam. Bu Marselina memiliki 1 anak. Suaminya bernama John Umbu yang bekerja sebagai petani Jagung. Kondisi ekonomi keluarga Bu Marselina kurang beruntung karena kebun jagungnya hanya bisa panen 1 tahun 1 kali. Kurir mengunjungi rumah Bu Marselina yang memiliki rumah berdinding bambu. Bantuan melalui #sedekahrombongan ditujukan untuk membiayai perjalanan Bu Marselina ke rumah sakit di kota yang jaraknya cukup jauh.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 12 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala via Robby Nabuasa

Bu marselina menderita Gangguan jantung


ANERTINA LOKA (46, Kanker kandungan). Alamat: Desa Dikir, Kecamatan Wejewa, Kabupaten Sumba Barat Daya, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Bu Anertina sudah setahun terakhir ini didiagnosa dokter menderita kanker kandungan. Gejala yang dirasakan Bu Anertina adalah adanya rasa sakit pada bagian perut dan kadang disertai demam. Bu Anertina tinggal bersama dengan suami dan 4 orang anak yang masih bersekolah. Pekerjaan suami Bu Anertina sebagai petani kebun jagung. Mereka tinggal disebuah rumah sederhana yang terbuat dari bambu beratap alang. Bantuan melalui #sedekahrombongan ditujukan untuk membantu biaya pemeriksaan rutin kanker Bu Anertina ke rumah sakit umum karena jaraknya cukup jauh.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 12 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala via Robby Nabuasa

Bu anertia menderita Kanker kandungan


LISA ANA HAMU (50, Pemulihan operasi tumor). Alamat: Desa Kamalawatar, Kecamatan Mangili, Kabupaten Sumba Timur, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Bu Lisa baru saja menjalani operasi tumor ganas di Rahim. Saat menjalani operasi, Bu Lisa menggunakan layanan Kartu Indonesia Sehat, sehingga sangat terbantu untuk pembiayaannya. Namun dokter meminta Bu Lisa untuk mengkonsumsi makanan sehat dan obat untuk pemulihan. Untuk memenuhi saran dokter, Bu Lisa agak kesulitan karena suaminya hanya sebagai petani kebun jagung dan kacang hijau yang panen setahun sekali. Sehingga untuk kebutuhan harian saja tidak mencukupi. Bu Lisa mempunyai anak 4 orang, 2 diantaranya masih sekolah sedangkan yg lain merantau cari kerja dan jarang berkomunikasi. Bantuan melalui #sedekahrombongan ditujukan untuk membantu pemulihan operasi tumor ganas Bu Lisa.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 12 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala via Robby Nabuasa

Bu lisa menderita Pemulihan operasi tumor


LINCE KALUMBANG (45, Pembengkakan ginjal). Alamat: Jln. Wekaro, RT/RW 2/3, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumba Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Bu Lince menderita pembengkakan ginjal sejak 2 tahun lalu. Penyakitnya ini diketahui setelah Bu Lince memeriksakan kondisinya ke rumah sakit. Gejala yang dirasakan Bu Lince adalah demam dan sakit pada bagian perut.  Bu Lince memiliki 3 orang anak. Suaminya Bu Lince bekerja sebagai pedagang. Sehubungan tidak mempunyai biaya untuk berobat lanjutan, Bu Lince terpaksa berhenti untuk memeriksakan kesehatannya. Saat penyampaian santunan, Bu Lince ditemu di rumahnya yang terbuat dari bambu dan berlantai tanah. Bantuan #sedekahrombongan ditujukan untuk menambah biaya berobat lanjutan Bu Lince ke rumah sakit terdekat.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 12 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala via Robby Nabuasa

Bu lince menderita Pembengkakan ginjal


AGUSTINA LALI (47, Gondok). Alamat: Desa Dangga Dangu, Kecamatan Wejewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Bu Agustina menderita penyakit gondok selama kurang lebih 3 tahun. Gejala yang dirasakan Bu Agustina adalah rasa ngilu dan tenggorokan terasa sesak. Bu Agustina tinggal bersama suami dan 3 orang anak yg masih sekolah di tingkat menengah dan dasar. Suami Bu Agustina bekerja sebagai petani kebun jagung dan kacang sebagian dikonsumsi. Bu Agustina sempat memeriksakan kondisinya namun tidak rutin untuk berobat. Kendala yang dihadapi Bu Agustina adalah biaya pengobatan dan biaya perjalanan ke rumah sakit yang tidak sedikit. Santunan melalui #sedekahrombongan ditujukan untuk membantu meringankan biaya pemeriksaan gondoknya Bu Agustina. Harapan Bu Agustina dapat segera terlepas dari penyakit gondoknya yang dideritanya.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 12 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala via Robby Nabuasa

Bu agustina menderita Gondok


MARKUS BILI (53, Asma). Alamat: Desa Dangga Dangu, Kecamatan Wejewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Pak Markus menderita Asma sejak 3 tahun lalu. Gejala yang dirasakan Pak Markus seperti kesulitan bernapas dan batuk-batuk. Pak Markus sempat memeriksakan kondisinya ke Puskesmas terdekat dan diberikan obat Asma. Namun karena tidak rutin berobat, gejala Asmanya Pak Markus muncul kembali. Pak Markus bekerja sebagai petani kebun jagung dan kacang kacangan dengan penghasilan yang kecil. Bersama istri dan 3 orang anaknya, Pak Markus tinggal di rumah yang terbuat dari kayu dan bambu berbentuk panggung. Santunan melalui #sedekahrombongan ditujukan untuk membantu meringankan biaya berobat Pak Markus.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 12 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala via Robby Nabuasa

Pak markus menderita Asma


UMBU SOGARA (62, Benjolan di punggung). Alamat: Desa Dangga Dangu, Kecamatan Wejewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Pak Umbu sejak 3 tahun yang lalu merasakan ada benjolan yang tumbuh pada bagian punggungnya. Gejala yang menyertai seperti rasa ngilu pada bagian benjolannya. Saat ini benjolannya sudah semakin terlihat. Pak Umbu saat ini masih bekerja sebagai petani kebun jagung, kacang tanah serta singkong. Pak Umbu memiliki istri dan 4 anak serta dua cucu. Salah satu yang mendampingi Pak Umbu adalah cucunya. Pak Umbu sebetulnya sangat ingin berobat karena benjolannya sudah sangat menganggu. Namun Pak Umbu dan keluarga masih serba kekurangan. Melalui bantuan dari #sedekahrombongan, santunan yang ada akan segera digunakan untuk membiayai perjalanan ke rumah sakit dan biaya berobat.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 12 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala via Robby Nabuasa

Pak umbu menderita Benjolan di punggung


DANIEL BUKU (53, Benjolan di paha). Alamat: Desa Dangga Dangu, Kecamatan Wejewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Bapak Daniel mengalami penumbuhan benjolan pada bagian pahanya sejak 2 tahun lalu. Kondisinya semakin mengkhawatirkan karena benjolannya sudah semakin membesar. Pak Daniel sampai saat ini belum memeriksakan kondisinya ke rumah sakit karena masalah biaya. Pak Daniel tinggal bersama istri dan 4 anaknya. 2 anak masih sekolah, sedangkan yang 2 lagi sudah berkeluarga. Pekerjaan Pak Daniel sebagai sebagai petani jagung dan beternak ayam dalam jumlah kecil. Sehubungan tidak mempunyai biaya berobat, kurir kemudian menemuinya di rumahnya Pak Daniel yang terbuat dari dinding bambu. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan kepada Pak Daniel untuk biaya pemeriksaan dan pengobatan tahap awal.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 12 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala via Robby Nabuasa

Pak daniel menderita Benjolan di paha


BILI NGONGO (54, Benjolan di telinga). Alamat: Desa Dikir, Kecamatan Wejewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Pak Bili menderita benjolan pada bagian telinganya dan semakin membesar. Pak Bili tidak terlalu memperhatikan kondisinya sampai akhirnya benjolannya semakin besar dan mulai mengganggu. Pak Bili mempunyai istri dan 4 anak yang masih sekolah. 3 diantaranya masih bersekolah, dan 1 orang lainnya sudah tidak sekolah yang kemudian membantu Pak Bili bekerja. Pak Bili bekerja sebagai petani jagung. Bantuan dari #sedekahrombongan ditujukan untuk pemeriksaan benjolan pada bagian telinga Pak Bili.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 12 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala via Robby Nabuasa

Pak bili menderita Benjolan di telinga


PAU LENDE (60, Benjolan di perut). Alamat: Desa Dikir, Kecamatan Wejewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Sejak 2 tahun lalu Pak Lende merasakan ada benjolan tumbuh pada bagian perutnya. Semakin kesini, benjolannya terus membesar. Pak Lende ingin memeriksakan kondisinya namun khawatir nantinya akan dikenai biaya tinggi. Pak Lende bekerja sebagai petani jagung dan kacang kacangan. Namun, hasil taninya hanya bisa digunakan untuk menutup makan sehari-sehari. Dengan adanya cobaan penyakit, Pak Lende menjadi lebih kesulitan untuk membiayai. Pak Lende tinggal bersama istri dan 3 orang anaknya. Ada satu orang anaknya yang sudah berkeluarga dan tinggal berpisah dengan Pak Lende tetapi sama kondisi ekonominya masih belum bisa membantu Pak Lende untuk berobat. Biaya melalui #sedekahrombongan diperuntukkan untuk membiayai perjalanan Pak Lende ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 12 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala via Robby Nabuasa

Pak lende menderita Benjolan di perut


RSSR BANDUNG RAYA (Biaya Operasional). Alamat : Jl. H. Yasin No. 56 RT 2/2, Kelurahan Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung atau biasa disebut RSSR Bandung merupakan Rumah Singgah yang dikelola oleh Sedekeh Rombongan Bandung sejak tahun 2013. Sejak tahun itu pula RSSR Bandung telah menjadi rumah singgah bagi saudara kita yaitu para dhuafa sakit dari berbagai daerah yang harus melakukan pengobatan di RSHS Bandung. RSSR menjadi tempat singgah sementara bagi kurang lebih 15 pasien beserta pendampingnya. Selain itu pasien juga difasilitasi dengan kasur untuk beristirahat, dapur lengkap beserta persediaan makanan, dua toilet, mushalla dan satu motor matic untuk alat transportasi bersama. Selain tempat singgah sementara bagi para pasien dhuafa, rumah singgah juga berfungsi sebagai sarana koordinasi bagi para kurir/relawan, sarana promosi dan ladang amal bagi para sedekaholics yang tergerak hatinya untuk bersedekah secara langsung. Alhamdulillah berkat peranan para sedekahollics, sejak tahun 2013 sampai dengan sekarang RSSR dapat menyediakan sembako untuk makan sehari-hari para pasien dan pendamping pasien. Selanjutnya berkat sedekahollics pula kebutuhan operasional RSSR seperti utility, retribusi kebersihan dan biaya operasional lainnya bisa terpenuhi. Semoga semua bantuan dari para sedekahollics yang dipergunakan untuk operasional RSSR Bandung raya ini menjadi ladang pahala dan membawa berkah kesembuhan bagi saudara kita para dhuafa sakit yang merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pembiayaan sebelumnya masuk di Rombongan  942.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.626.089,-
Tanggal : 2 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @Lisdamojang @khari @episodeere

Bantuan Biaya Operasional


SOLEHUDIN BIN JENAL (43, Penurunan Penglihatan). Alamat : Dusun Sindanghilir, RT 7/10, Desa Cipaku, Kec. Cipaku, Kab. Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Sudah setahun yang lalu, Pak Soleh tidak bisa melihat. sehabis pulang pengajian sedang berjalan kaki tiba tiba penghilatan menjadi gelap, kemudian melanjutkan perjalanan dan terjatuh, hingga orang lain membantu untuk bangun dan mengantarnya pulang, Pak Soleh biasa mengajar mengaji anak-anak madrasah di masjid jami’, sempat beberapa bulan tidak bisa beraktifitas seperti biasa, namun dengan semangatnya untuk mengajar anak-anak madrasah dia tetap mengajar anak-anak mengaji meski keadannya demikian. Istrinya Eneng Nurhayat (36) sebagai ibu rumah tangga mengurus kedua anaknya Fahmi Mubarok (13) dan Putri Fauziah (7) Pak Soleh memiliki jaminan kesehatan yaitu JKN-KIS PBI, atas ijin Allah kurir Sedekah Rombongan Ciamis dipertemukan dengan Pak Soleh dan ikut memberikan bantuan awal berupa biaya transportasi berobat ke Garut. Pak Soleh merasa sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan Sedekah Rombongan. Semoga Pak Soleh dapat kembali sehat dan bisa kembali bekerja sehingga dapat segera mencari nafkah untuk menghidupi istri dan anak-anaknya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 30 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @jaudymedia

Pak soleh menderita Penurunan Penglihatan


DEDI CAHYADI (36, Pneumonia). Alamat : Dusun Kidul, RT 11/9, Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Pak Dedi adalah pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Ciamis, beliau menderita Paru-paru Basah dan sudah beberapa kali berobat jalan ke RS. Keadannya sekarang kian membaik, meskipun batuknya masih belum berhenti dan nafasnya masih terengah-engah. Pak Dedi sekarang masih tinggal bersama orangtuanya untuk mendapatkan perawatan. Hari ini Senin, 30 Januari 2017, Pak Dedi kembali akan melakukan test dahak di Laboratorium Klinik Budi Kartini dan pada tanggal 2 Februari 2017 mendatang kontrol ke RS Permata Bunda Ciamis. Karena masih menjalani perawatan, sampai kini Pak Dedi masih belum bisa bekerja. Beliau tulang punggung keluarga dan harus menafkahi istrinya Siti Usnayah (31) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Selain itu Pak Dedi masih memiliki tanggungan biaya sekolah kedua anaknya. Untuk saat ini, istri dan anaknya tinggal di rumah mertuanya di Tangerang. Pak Dedi memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Atas ijin Alloh, kurir Sedekah Rombongan Ciamis dipertemukan dengan pak Dedi dan memberikan bantuan ketiga untuk biaya transportasi pemeriksaan dan rawat jalan. Pak Dedi dan keluarganya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan Sedekah Rombongan. Semoga pak Dedi dapat kembali sehat dan bisa kembali bekerja sehingga dapat segera mencari nafkah untuk menghidupi istri dan anak-anaknya. Sebelumnya Pak Dedi adalah pasien Rombongan 937.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 30 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @jaudymedia

Pak dedi menderita Pneumonia


YATI BINTI JAJA (35, Kista). Alamat: Kp. Cigadog, RT 7/1, Desa Cigadog, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah setahun ini Bu Yati menderita penyakit kista. Awal mulanya, Bu Yati merasaka sakit di perutnya dan makin lama sakitnya tidak tertahankan, sempat berobat ke dokter namun ia didiagnosa diare akut. Sayangnya, setelah meminum obat diare, rasa sakitnya tidak sembuh sama sekali malah makin menjadi. Karena takut berobat lagi ke dokter, Bu Yati lebih memilih pergi ke paranormal, keluarganya pun mengetahuinya dan memaksanya untuk memeriksakan diri ke rumah sakit. Ternyata Bu Yati didiagnosa penyakit kista dan dirujuk ke RSHS Bandung. Dulu, ia sempat hamil namun mengalami keguguran saat janinnya masih berusia 6 bulan. Bu Yati adalah seorang janda yang sudah lama ditinggal suaminya dan sekarang ia hidup sendiri tanpa pekerjaan. Penyakit kistanya semakin membesar karena Bu Yati sempat berhenti melakukan pengobatan karena ia tak punya jaminan kesehatan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa melihat keadaan Bu Yati dan membawanya dengan MTSR ke rumah singgah untuk menunggu jadwal pemeriksaan selanjutnya. Santunan pun diberikan untuk bekal selama berobat di rumah sakit. Semoga Allah memberi kesembuhan pada Bu Yati. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 1 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @adiabdillah @miftahudinSR

Bu yati menderita Kista


EMAY BIN DANU (61, Ca Nasofaring). Alamat: Kp. Cialia RT 1/3, Desa Rajapolah, Kec. Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah setahun ini, Pak Emay mempunyai benjolan di lehernya. Awalnya hanya benjolan kecil dan tidak terasa sakit, ternyata beberapa minggu kemudian benjolannya membesar dan mulai terasa mengganggu. Ia pun mencoba mengobatinya dengan pengobatan alternatif namun tak ada perubahan sama sekali. Akhirnya, ia mencoba berobat ke RS SMC Rancamaya Kabupaten Tasikmalaya dan harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dan didiagnosa kanker nasofaring. Ia pun harus dirawat selama dua minggu dan melakukan kemoterapi. Setelah kemoterapi selesai, penyakitnya malah tidak kunjung sembuh dan benjolannya malah semakin membesar dan harus berobat lanjut ke RSHS Bandung. Sayangnya, ia tak melanjutkan pengobatannya karena terhalang masalah biaya akomodasi, meskipun ia mempunyai KIS. Pak Emay bekerja sebagai petani dan sudah beberapa bulan ini ia harus berdiam diri di rumah karena penyakitnya. Istrinya, Omah (57) yang kini harus menggantikan perannya sebagai tulang punggung keluarga ditambah mengurus ketiga cucunya yang masih bersekolah. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan diberi kesempatan untuk mengunjungi rumah kontrakan Pak Emay dan menyampaikan bantuan dari para Sedekaholics untuk membantu biaya pengobatan Pak Emay selama di Bandung dan MTSR juga mendampingi Pak Emay sampai ke RS Hasan Sadikin Bandung. Keadaannya sekarang sudah membaik namun harus masih berobat secara rutin. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kesembuhan untuknya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombogan 934.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 1 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @adiabdillah @miftahudinSR

Pak emay menderita Ca Nasofaring


UJANG SUPRIATNA (19, Gangguan Jiwa). Alamat: Kp. Gunung Gede, RT 26/7, Desa Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Penyakit yang dialami Ujang sudah terjadi sejak tiga bulan yang lalu. Awal mulanya, saat ia bekerja di Menado untuk mencari emas di kedalaman tanah, lama kelamaan teman kerjanya melihat ketidakwajaran pada diri Ujang. Terkadang ia tertawa terbahak-bahak sendiri, pernah juga ia menangis sendirian hingga berhari-hari. Akhirnya, teman Ujang memutuskan untuk mengantarnya pulang ke rumah keluarga Ujang di Tasik. Keluarganya berusaha mengobati Ujang ke berbagai tempat, pernah diobati oleh kyai namun tidak ada kemajuan yang berarti, sampai suatu hari seseorang menganjurkannya untuk berobat ke dokter dan Ujang pun diberi obat-obatan yang harus diminum 8 jam sekali. Ia berobat tanpa jaminan dan harus menghabiskan biaya hingga ratusan ribu perbulannya. Bila tidak ada kemajuan, Ujang akan dibawa ke rumah sakit jiwa.  Ujang tinggal di rumah dengan dinding anyaman bambu bersama Ibunya, Rukmanah (48) dan ayahnya, Pardi (52) yang bekerja sebagai buruh harian lepas dengan pendapatan tidak menentu. Untuk berobat ke rumah sakit dirasakan sangat sulit karena letak rumah Ujang yang lumayan jauh dari jangkauan dan dekat dengan hutan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa mengunjungi rumahnya dan menyampaikan santunan untuk membantu biaya pengobatan Ujang. Semoga Allah memberikan kesembuhan pada Ujang. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 3 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Ujang menderita Gangguan Jiwa


HERI SAPARUDIN ( 51, Gangguan Kelenjar Getah Bening). Alamat: Kp. Kudang, RT 2/1, Desa Margabakti, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah sepuluh tahun, Pak Heri mengalami penyakit kelenjar getah bening. Gejala awal adalah rasa sakit kepala yang tidak tertahankan, lehernya pun sakit dan tidak sama sekali bisa digerakkan. Kemudian ia melakukan pengecekan di laboratorium dan ia didiagnosa kelenjar getah bening. Setelah berobat rutin, penyakitnya sempat sembuh dan sayangnya itu hanya bertahan selama lima tahun kemudian penyakitnya kembali lagi dan harus berobat lagi. Biaya yang ia keluarkan bisa sampai ratusan ribu untuk transportasi meskipun Pak Heri mempunyai BPJS. Ada pula obat-obatan yang harus dibeli. Pak Heri sudah hidup menduda selama tiga tahun karena istrinya meninggal dan bekerja sebagai tukang ojeg untuk membiayai dua anaknya yang masih sekolah. Sedekah Rombongan mendapatkan info tentang Pak Heri dari salah satu keluarganya dan mengunjunginnya di kediamannya. Santunan pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan obat. Mudah-mudahan Allah memberi kesembuhan yang panjang bagi Pak Heri agar ia bisa menafkahi anak-anaknya yang masih membutuhkan kasih sayang orangtua. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 2 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak heri menderita Gangguan Kelenjar Getah Bening


HAMEDI BIN KARJAI (93, Lumpuh + Jompo). Alamat: Kp. Cihaji Kidul, RT 4/3, Desa Sukanagara, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah bertahun-tahun, Pak Hamedi tidak bisa berjalan karena penyakit stroke yang menyerangnya, faktor umur juga menjadi salah satu penyebab fisiknya tidak kuat seperti dulu. Selama sakit, Pak Hamedi hanya berobat sesekali dan keadaannya sekarang semakin kurus dan memilih berdiam diri di rumah saja karena keluarganya sudah putus asa dan Pak Hamedi sama sekali tidak mempunyai jaminan kesehatan. Pak Hamedi tinggal di rumah dengan penerangan yang kurang bersama anaknya Yoyo (56) dan Iwan (31) yang bekerja sebagai buruh dan sudah berkeluarga. Pak Hamedi hidup menduda sejak lama karena istrinya sudah meninggal bertahun-tahun lalu. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa melihat kondisi Pak Hamedi yang sudah tidak bisa mendengar, santunan pun disampaikan kepada Pak Hamedi untuk biaya melanjutkan pengobatan dan akomodasi. Mudah-mudahan allah memberi umur yang panjang kepada Pak Hamedi. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 2 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak hamedi menderita Lumpuh + Jompo


AGUS BIN CUCU (25, Gangguan Syaraf). Alamat: Kp. Karangtinggang, RT 5/7, Kel. Manonjaya, Kec. Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak lima tahun lalu, Agus sudah menderita penyakit gangguan syaraf. Penyebabnya adalah tekanan hidup yang bertubi-tubi karena keluarganya meninggal satu per satu dalam jangka waktu satu tahun. Ada pun keluarganya yang meninggal adalah ibu, ayah dan kakaknya, bebannya bertambah dengan kemiskinan yang menghimpit dan rumah yang sudah tidak bisa ditinggali. Sekarang, ia hanya mondar-mandir di pasar dekat rumahnya. Terkadang ia hanya termenung di pinggir jalan dengan tatapan kosong. Agus dirawat paman dari pihak ibu yang juga mempunyai keadaan memprihatinkan. Agus tidak bekerja dan menggantungkan hidup dari belas kasihan tetangga. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa menemukan Agus dan menyampaikan santunan untuk biaya hidup Agus. Ke depannya Agus akan diurus aparat setempat dan dibawa berobat ke rumah sakit jiwa. Ya Allah, semoga Engkau segera memberi kesembuhan pada Agus dan mengangkat semua bebannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: 500.000,-
Tanggal: 3 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak agus menderita Gangguan Syaraf


AWIN BIN IDI (76, Jompo). Alamat: Kp. Citeureup, RT 4/7, Kel. Margaluyu, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Hampir lima tahun Bu Awin terkapar di rumahnya karena stroke. Sempat tidak bisa berjalan karena penyakitnya tersebut. Bu Awin hanya bisa memeriksakan diri ke puskesmas atau meminum obat warung. Keluarganya tak pernah membawanya ke rumah sakit karena keterbatasan biaya dan jarak rumah mereka yang jauh dari RSUD. Untuk transportasi pun mereka kesulitan karena tidak mempunyai kendaraan ditambah ia tak mempunyai jaminan kesehatan. Bu Awin terkadang muntah-muntah dan entah apa penyebabnya. Bu Awin tinggal bersama anaknya, Ani (37) dan Nana (40) di rumah yang terbuat dari anyaman bambu. Bila malam tiba, rumahnya terlihat remang karena pencahayaan yang kurang. Anak-anak Bu Awin bekerja sebagai buruh lepas dengan pendapatan belasan ribu per hari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan berkesempatan menjenguk Bu Awin dan melihat langsung keadaannya yang sudah renta dan badannya semakin kurus. Selain penyakit yang menggerogoti, faktor usia juga mempengaruhi keadaan fisiknya. Santunan dari Sedekaholics pun disampaikan untuk meringankan biaya hidup dan obat untuk memulihkan penyakit Bu Awin. Semoga Allah memberi kesehatan pada Bu Awin meskpun ia sudah berada di usia senja. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 3 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bantuan biaya hidup dan obat


RANDI BIN ENJU (22, Batu Ginjal). Alamat: Jl. Bebedahan, RT 2/6, Kel. Lengkongsari, Kec. Tawang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Randi adalah seorang pemuda yang tergolong aktif di organisasi di kampungnya. Sayangnya, aktivitasnya terhambat karena penyakit yang dideritanya. Gejala awal yang dirasakannya adalah rasa sakit di bagian perut, buang air kecil pun terasa sakit. Akhirnya keluarganya membawa Randi ke rumah sakit dan ia didiagnosa dengan penyakit batu ginjal. Kemudian Randi dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung untuk melakukan operasi, lagi-lagi tindakan operasi tersebut harus tertunda karena biaya yang besar meskipun ia mempunyai jaminan KIS. Randi bersekolah di salah satu SMK dekat rumahnya. Belajarnya pun harus terganggu dan Randi sering absen. Randi tinggal bersama ayahnya, Enju (62) yang bekerja sebagai tukang becak dan ibunya, Ihat (60) yang juga kerja membantu perekonomian keluarga sebagai buruh cuci. Pertolongan Allah datang pada hamba-Nya yang tidak berhenti berdoa. Skenario-Nya mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Randi dan menyampaikan bantuan dari Sedekaholics yang berbesar hati menyisihkan sebagian materinya untuk membantu para dhuafa yang membutuhkan. Bantuan tersebut akan dipakai Randi untuk berobat. Ke depannya, Randi akan diantar ke RSHS dengan MTSR untuk melakukan operasi. Semoga proses pengobatan Randi berjalan lancar dan ia bisa sembuh seperti sedia kala agar bisa kembali bekerja.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 3 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ari

Randi menderita Batu Ginjal


AISYAH BINTI YAYAT SUPRIATNA (24, Thalasemia). Alamat: Kp. Sindanggalih RT 12/5, Desa Sukaratu, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak delapan belas tahun yang lalu, Aisyah sudah mengidap Thalasemia ketika ia masih berusia tiga tahun. Awalnya tubuhnya terlihat kekuning-kuningan kemudian orangtuanya mulai khawatir dengan keadaan Aisyah dan membawanya ke Puskesmas terdekat. Setelah berobat jalan setiap satu minggu sekali selama empat tahun namun tidak ada perubahan yang signifikan. Kemudian Aisyah dirujuk ke RSUD Tasikmalaya karena minimnya peralatan medis di Puskesmas dan kemudian menjalani pengobatan di RSUD Tasikmalaya. Setelah beberapa kali berobat jalan ternyata Aisyah divonis mengidap penyakit Thalasemia dan harus ditransfusi darah tetapi  harus dirujuk ke RSHS  Bandung. Ketika berobat jalan di RSHS, pengobatan Aisyah sering terbengkalai terbentur masalah biaya karena kondisi keluarga Aisyah yang memprihatinkan sehingga sampai sekarang kondisi Aisyah belum membaik. Ayah Aisyah, Yayat Supriatna (50), adalah seorang buruh serabutan dan ibunya, Lisnawati (43) adalah seorang ibu rumah tangga. Meskipun keluarganya punya BPJS, tetapi mereka terbebani perbekalan sehari-hari ketika berobat jalan di RSHS. Ketika #SedekahRombongan mengunjungi kediaman Aisyah, keluarganya mengungkapkan kegembirannya atas bantuan yang disalurkan untuk bantuan pengobatan Aisyah. Bulan Februari 2017 Aisyah kembali menjalani transfusi darah di RSHS Bandung. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk transportasi dan akomodasi sehari-hari selama Aisyah menjalani perawatan di RSHS. Semoga Aisyah segera dapat melanjutkan pengobatannya dan  diberi kesembuhan agar bisa menjalani hari-harinya dengan senyum keceriaan. Sebelumnya masuk di rombongan 937.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 3 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Aisyah menderita Thalasemia


TETI HERAWATI (54, Hipertensi+Vertigo). Alamat: Kp. Kotabaru, RT 2/1, Kel. Neglasari, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah bertahun-tahun, Bu Teti mengidap penyakit darah tinggi yang mengakibatkan kepalanya menjadi pusing. Aktivitasnya menjadi terhambat dan akhirnya Bu Teti hanya bisa rebahan di kasur. Saat memeriksakan diri ke dokter terdekat ternyata ia juga menderita vertigo. Sempat ingin berobat ke rumah sakit namun ia tak punya kendaraan dan tak ada yang mengantar, jaminan kesehatan juga tak punya. Ibu Teti hidup seorang diri setelah menjanda selama 10 tahun, anak pun ia tak punya. Kerabatnya kadang sesekali menjenguknya dan memberikan bantuan. Sehari-hari Bu Teti berjualan di warung untuk menyambung hidup dan hanya cukup untuk makan sehari-hari. Alhamdulillah,  #SedekahRombongan diberi kesempatan lagi untuk bertemu dengan Bu Teti dan menanyakan keadaan yang sedang berbaring di atas kasur karena penyakitnya kambuh. Ia hanya mengurus dirinya sendirian, atau terkadang kerabatnya datang menjenguk. Santunan pun diberikan untuk membantunya membeli obat karena ia tak punya jaminan kesehatan. Semoga penyakit Bu Teti segera diangkat dan bebannya diringankan. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 923.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 3 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu teti menderita Hipertensi+Vertigo


HERDI BIN ROHMAN (39, Stroke + Hipertensi). Alamat: kp. Nangoh, RT 2/9, Desa Bungursari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Saat Pak Herdi baru pulang dari bekerja, ia merasakan sakit kepala yang amat sangat, ia pun memilih istirahat dan meminum obat warung. Berharap sakitnya akan sembuh, ternyata malah semakin menjadi dan akhirnya Pak Herdi pingsan. Keluarganya panik dan membawanya ke IGD RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Sayangnya, saat Pak Herdi sadar dari pingsannya, seluruh tubuh bagian kiri sudah tidak bisa digerakkan dan ia didiagnosa menderita penyakit stroke dan hipertensi dan harus dirawat selama lima hari dengan jaminan KIS. Pak Herdi tinggal bersama ibunya yang sakit-sakitan karena ia sudah tidak punya istri dan anak. Sehari-harinya, Pak Herdi bekerja sebagai buruh cuci piring di salah satu rumah makan, pendapatannya pun tak seberapa. Kini ia dirawat oleh beberapa kerabatnya di rumah sakit. Alhamdulillah, kurir bisa bertemu dengan Pak Herdi di bangsal rumah sakit dan menyampaikan santunan untuk bekal selama berobat dan akomodasi. Semoga Allah segera memberi kesembuhan untuk Pak Herdi. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 4 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Pak herdi menderita Stroke + Hipertensi


TETY SUSILAWATI (48, Tumor Otak). Alamat : Jl. Pasir Melati, No. 888, Desa Majalengka Wetan, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Ibu Tety merupakan pasien dampingan asal Majalengka, Jawa Barat. Beliau adalah perempuan tangguh yang tetap berjuang melawan penyakit ganas tumor otak. Penyakit tersebut sempat membuat beliau tidak bisa bangun dari tempat tidurnya. Kaki, tangan, juga sebagian besar bagian tubuhnya terasa lemas tak bertenaga. Beliau pernah menjalani pengobatan di RSUD Majalengka selama 2 bulan, namun tidak ada perubahan yang signifikan. Kemudian Ibu Tety dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Alhamdulillah, saat ini Ibu Tety telah menjalani dua kali operasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan harus menjalani terapi sinar dan suntik antibiotik sebanyak dua kali dalam sehari. Selama menjalani terapi, Ibu Tety tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Hal itu dikarnakan jarak dari Majalengka yang cukup jauh dan tidak ada keluarga yang bisa mendampingi perawatannya. Saat ini beliau sudah dibawa pulang ke Majalengka. Kondisi beliau saat ini Alhamdulillah sudah lebih baik, beliau sudah bisa berkomunikasi dengan baik biarpun muncul benjolan lagi dikepalanya. Beliau sangat membutuhkan kursi roda untuk memudahkan aktifitas sehari-hari. Kemudian kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan kursi roda dari sedekaholics untuk Ibu Tety. Ibu Tety memiliki jaminan kesehatan BPJS mandiri kelas 2. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan keenam berupa kursi roda untuk Ibu Tety agar beliau tetap bisa melakukan aktifitas ringan di rumahnya. Semoga Allah memberikan kesembuhan sekaligus kesabaran untuk Ibu Tety. Aamiin. Sebelumnya Ibu Tety masuk kedalam Rombongan 915.

Jumlah Bantuan : Rp. 850.000,-
Tanggal : 29 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Bu teti menderita Tumor Otak


SANUSI BIN KARIM (54, Stroke). Alamat : Kp. Srengseng RT 3/2, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Gejala penyakit yang dialami Pak Sanusi berawal 3 tahun yang lalu. Saat itu Pak Sanusi masih bekerja sebagai penjual mie ayam keliling. Ketika ia sedang mendorong gerobaknya,  tiba-tiba Pak Sanusi terjatuh dan tidak sadarkan diri. Warga sekitar yang melihatnya segera menolong dan langsung membawanya ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Pak Sanusi kemudian dirujuk ke RSUD Kabupaten Bekasi dengan kartu jaminan Jamkesmas untuk penanganan lebih lanjut. Ia dinyatakan menderita stroke dan kelemahan pada bagian tubuh sebelah kanan sehingga harus menjalani rawat inap selama 1 minggu sebelum akhirnya diperbolehkan pulang. Setelah pulang, Pak Sanusi seharusnya menjalani kontrol rutin, namun karena ketiadaan biaya hal tersebut tidak dilakukan. Pada tanggal 2 November 2015, kondisi fisik Pak Sanusi menurun sehingga harus dibawa ke  RS. Bakti Husada Bekasi. Pak Sanusi kembali menjalani perawatan di rumah sakit ini selama 4 hari. Pak  Sanusi dan keluarganya cukup kesulitan untuk memenuhi biaya transport dan akomodasi selama di rumah sakit sehingga keluarga ini  layak dibantu. Istri Pak Sanusi, Bu Nasiah (45) selama ini yang mencari nafkah menggantikan suaminya dengan berjualan kue keliling setiap pagi. Saat ini Pak Sanusi masih menjalani kontrol rutin ke RS Bhakti Husada Cikarang. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi selama menjalani kontrol di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 943. Semoga Pak Sanusi dan keluarganya diberi kesabaran menghadapi cobaan ini. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Februari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Pak sanusi menderita Stroke


MULYANA BINTI YADI (20, Gagal Ginjal). Alamat : Jalan Kampus Unkris RT 5/9, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondok Gede, Kotamadya Bekasi, Jawa Barat. Awal Januari 2016, Mulyana atau yang biasa disapa Mul ini, sudah merasakan tanda-tanda sakitnya itu. Setiap hari ia sering merasakan lemas, hingga pada bulan Maret 2016, ia drop dan langsung dilarikan ke RSUD Kota Bekasi dengan jaminan SKTM atau Surat Keterangan Tidak Mampu. Setelah menjalani pemeriksaan, ia dinyatakan terkena gagal ginjal dan harus menjalani cuci darah secara rutin. Beberapa kali ia menjalani cuci darah di RSUD Kota Bekasi dengan menggunakan SKTM, namun kali ini ia disarankan agar menggunakan Kartu KIS. Ketidaktahuan mereka tentang prosedur pembuatan kartu KIS kini menjadi kendala. Sampai akhirnya mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang siap membantu. Mulyana sudah lama ditinggalkan ayahnya, Pak Mulyadi yang kini sudah tiada dan saat ini ia tinggal bersama ibu dan sepupuhnya. Penghasilan mereka sehari-hari tidak dapat menopang biaya pengobatannya. Kondisi Mulyana 3 hari yang lalu mengalami drop dan terpaksa harus dilarikan ke RSUD Kabupaten Bekasi. Saat ini ia menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Bekasi. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 937.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana  @nurhida_161

Pak mul menderita Gagal Ginjal


MUHAMMAD NAJMU ADDIEN (1, Hydrocepalus). Alamat : Kp. Kali Manggis RT 3/5, Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak Najmu usia 8 bulan di dalam kandungan, hasil USG menunjukan kondisi Najmu memang sudah ada kelainan. Oleh karena itu proses kelahirannya pun dibantu operasi Caesar di RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta. Pada usia 2 bulan, Najmu menjalani operasi pemasangan selang di belakang kepala sebagai alat untuk mengeluarkan cairan di dalam kepala. Salah satu efek dari hydrocephalus yaitu saluran kemih terinfeksi bakteri menyebabkan buang air kecil sedikit-sedikit dan sering demam, nutrisi yang masuk ke dalam tubuh diserap bakteri sehingga berat badan Najmu di usia 1 tahun hanya 6,4 kg. Saluran kemih harus secepatnya dikhitan untuk menghilangkan bakteri yang ada. Saraf mata sebelah kiri juga tertekan cairan sehingga menghilangkan kemampuan mata untuk membedakan warna dan mata menjadi sipit. Sehingga diperlukan pemeriksaan lebih khusus dan obat khusus pula untuk mengembalikan fungsi mata kirinya. Ayahnya, Pak Edi Wartadi (35) hanya seorang buruh harian sedangkan ibunya, Eliatul Fitroh (30) hanya ibu rumah tangga. Saat ini Najmu membutuhkan biaya untuk membeli backslab tangan dan kaki serta sepatu ortho. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk pembelian backslab tangan dan kaki serta sepatu ortho. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 946.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Sasa

Najmu menderita Hydrocepalus


MAEMUNAH BINTI MADAWI (65, Kanker Kulit). Alamat : Kp. Gandu RT 1/1, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sekitar 10 tahun yang lalu Bu Munah pernah menjalani operasi pada pipi kanan di RSCM Jakarta. Waktu itu setelah menjalani operasi ia sempat menjalani pemeriksaan beberapa kali saja karena keterbatasan biaya. Dan hingga saat ini luka di pipi Bu Munah belum kering bahkan sempat ditemui ada ulat pada luka tersebut. Masih begitu besar keinginan Bu Munah untuk kembali menjalani pengobatan. Bu Munah hidup menumpang di rumah anaknya yang sudah berkeluarga, suaminya meninggal sejak 10 tahun yang lalu. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat mengupayakan kartu jaminan untuk Bu Munah agar dapat melanjutkan pengobatannya. Bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi Bu Munah dalam menjalani pengobatannya ke RSUD Kabupaten Bekasi. Semoga pengobatan Bu Munah dapat berjalan lancar. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu maemunah menderita Kanker Kulit


MUHAMMAD FAJRI RAMADHAN (1, Pneumonia). Alamat : Kp. Ciketing RT 2/2, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak usia 15 hari, Fajri sudah didiagnosa menderita Pneumonia, Farese Diafragma Kanan dan Hemiparese Dextra.Semua itu terlihat dengan keadaan tubuhnya yang membiru. Dengan kondisi seperti ini, ia harus menjalani operasi di RS Hermina Kota Bekasi dengan estimasi biaya mencapai sekitar 34 juta rupiah. Namun untuk biaya operasi sudah ada pihak penjamin yang bersedia menanggung. Namun untuk keperluan sehari-hari mereka kesulitan untuk pembelian pampers dan susu khusus Neosure. Hingga saat ini Fajri sudah menjalani 2 kali operasi Plikasi Diafragma dan masih menjalani perawatan di Ruang Picu karena kondisinya 85% masih bergantung pada ventilator. Ayah Fajri, Pak Nasirudin (39) hanya seorang buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Sedangkan ibunya, Bu Masanih (34) hanya seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat mengunjunginya dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk pembelian pampers dan susu khusus Neosure. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 952.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Yunita Muslimah

Fajri menderita Pneumonia


SEPTI ANGGI AL YUDHA (17, Susp. Infeksi Ginjal). Alamat : Perumnas 1 Jalan Cempaka 5 No. 110 RT 5/7, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak kecil Septi sering sakit di bagian perut tapi tidak diobati dengan maksimal. Hingga pada pertengahan 2016, buang air kecilnya bercampur darah dan dibiarkan tanpa pengobatan. Satu tahun terakhir Septi tinggal di pesantren sehingga masalah kesehatannya semakin tidak terkontrol. Sakit di bagian perutnya semakin sering kambuh dan puncaknya tanggal 26 Januari 2017 buang air kecilnya bercampur darah lagi, sakit di bagian perutnya semakin tidak tertahan akhirnya Septi dijemput dari pesantren oleh neneknya. Sejak usia 15 tahunan Septi juga sering mimisan, hanya diobati dengan daun sirih yang diselipkan ke dalam hidung tanpa ada pemeriksaan dokter. Sejak kelas 4 Sekolah Dasar, kedua orang tua Septi meninggal. Sejak itu pula ia tinggal bersama neneknya, Bu Siti Zaitun (56) yang sehari-harinya bekerja di jasa ekspedisi dengan upah Rp. 65.000,- per hari. Untuk kebutuhan sehari-hari mereka sangat kesulitan dengan upah tersebut. Septi memiliki Kartu BPJS yang memiliki jumlah tunggakan cukup besar, sehingga tidak dapat digunakan untuk berobat. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan awal untuk membantu pembayaran tunggakan BPJS Kesehatan agar dapat dipergunakan lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Sasa

Septi menderita Susp. Infeksi Ginjal


SURYATI BINTI MAMAN (44, Ca Mammae). Alamat: Lingkungan Cipeuteuy Lama RT  2/6, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Sejak 2013 Ibu Suryati sudah menderita kanker payudara. Bermula dari munculnya benjolan kecil-kecil yang tidak pernah ia periksakan karena takut. Namun, karena keluarganya semakin khawatir dengan kondisinya, pada Oktober 2015 ia mulai berobat ke rumah sakit. Berdasarkan pemeriksaan, diketahui bahwa sel kankernya aktif dan sudah menjalar sampai ke hati. Hal itu jugalah yang mengakibatkan kaki dan tangan Ibu Suryati membengkak serta nafasnya menjadi sesak. Selain itu, urinnya juga menjadi kental dan kecoklatan. Sejak saat itu Ibu Suryati sudah menjalani lima kali kemoterapi. Jelas saja, akibat sakitnya itu keluarga Ibu Suryati yang hidup dalam kemiskinan semakin mengalami kesusahan dan menderita kesedihan. Suami Ibu Suryati, yaitu Bapak Imran, hanyalah seorang pedagang majalah keliling. Akibat kemiskinan itu, Ibu Suryati dan keluarga terpaksa tinggal menumpang di rumah kakaknya. Bahkan, demi mencukupi kebutuhan keluarga, anak sulungnya terpaksa berhenti sekolah, dan memilih bekerja untuk membantu mencari nafkah. Karena ketidakmampuan ekonomi, Ibu Suryati mengalami kesulitan untuk memiliki biaya berobat dan biaya transportasinya. Padahal, Ibu Suryati sempat dirujuk oleh dokternya untuk mengulang kembali kemoterapinya di RSHS Bandung. Hal itulah yang semakin memberatkan keluarga miskin  ini, Jarak antara tempat tinggalnya ke RSHS Bandung cukup jauh dan memerlukan biaya transportasi dan akomodasi. Kisah duka keluarga dhuafa tersebut sampai kepada kurir Sedekah Rombongan melalui tetangganya, yaitu Bapak Mpi. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung ke rumahnya dan bersilaturahmi. Pada kunjungan pertama itu, kurir #SR juga alhamdulillah dapat menyampaikan bantuan dari para sedekaholik #SR yang berempati atas penderitaannya. Bantuan berupa uang itu akan digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi Ibu Suryati dalam ikhtiarnya berobat ke RSHS Bandung. Pada awal Desember 2016 Kurir #SR kembali mengunjungi Ibu Suryani. Kondisinya masih menampakkan bengkak-bengkak di tangan dan sering mengalami sesak nafas. Pada kunjungan kedua itu, kemblai Kurir #SR menyampaikan bantuan dari Sedekaholik, yang akan digunakan untuk biaya control dan rontgen ke RSHS Bandung. Pada Februari 2017 Kurir #SR kembali mengunjungi Ibu Suryati yang sedang menjalani perawatan pasca operasi paru-paru di RSU Sumedang. Alhamdulillah, kondisinya mulai membaik dan menunggu stabil untuk dapat menjalani kemo kembali di RSHS Bandung. Pada kunjungan itu, Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan uang dari para Sedekaholik untuk meringankan beban hidupnya, yang akan digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi selama perawatan di Rumah Sakit. Mudah-mudahan bantuan #SR dan para Sedekaholik menjadi amal saleh yang akan membuka jalan bagi kesembuhannya. Bantuan sebelumnya tercatat di Rombongan 924.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @denisugama

Bu suryati menderita Ca Mammae


JAJANG PERMANA (39, Stroke). Alamat: Kampung Bojongkoneng, RT 4/ 12, Desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Provinsi Provinsi Jawa Barat. Pada bulan April 2014 Bapak Jajang tiba-tiba tidak bisa bangun dari tempat tidurnya. Seluruh badannya terasa lemas. Berdasarkan pemeriksaan dokter di Graha Rancamanyar Kab. Bandung, Pak Jajang didiagnosa terserang stroke. Akibat sakitnya itu, ia tidak lagi bisa mencari nafkah, berjualan bandros keliling, padahal ia memiliki istri dan dua orang anak yang masih kecil. Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya itu, Pak Jajang hanya mengandalkan pemberian mertuanya yang bekerja sebagai tukang becak. Sebagai ikhtiar untuk kesembuhannya, Pak Jajang sesekali berobat ke dokter ahli saraf, yang praktek di daerah dekat rumahnya. Untuk melanjutkan berobat ke rumah sakit, mereka tidak memiliki biaya dan belum memilik jaminan kesehatan. Kondisi kehidupannya yang sulit itu sudah berlangsung kurang lebih dua tahun. Sekarang Pak Jajang sudah bisa berjalan, namun langkahnya masih terpapah-papah dan tangannya masih belum bisa digerakkan. Dalam kondisi yang belum sehat dan normal seperti biasa, dia memaksakan diri mencari nafkah untuk anak-istrinya, dengan menjadi pemulung, mengumpulkan rongsokan untuk dijual. Anaknya yang pertama sudah kelas 1 SMP, dan anaknya yang kedua masih berusia empat tahun. Oleh karena itu, istrinya tidak bisa membantu mencari nafkah karena harus mengurusi kedua anaknya yang masih kecil. Sementara itu, mertuanya yang hanya tukang becak tidak bisa terus membantu lagi karena penghasilannya pun semakin berkurang. Kondisi kehidupannya yang miskin dan dalam kesulitan itu diketahui kurir Sedekah Rombongan yang tinggal tak jauh dari tempat tinggal Pak Jajang. Bersyukur, kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung ke rumah Pak Jajang dan bersilaturahmi dengan keluarganya. Pada kunjungan pertama itu, alhamdulillah kurir #SR juga dapat menyampaikan titipan langit, yaitu bantuan berupa uang dari sedekaholik #SR yang berempati atas penderitaan keluarganya. Bantuan melalui Sedekah Rombongan itu diberikan untuk meringankan beban hidupnya, membantunya untuk biaya transportasi membuat BPJS dan biaya berobat. Pada Februari 2017, Kurir Sedekah Rombongan kembali mengunjungi Pak Jajang untuk melihat kondisi kesehatannya. Pada kunjungan itu diketahui bahwa kehidupan keluarganya makin susah. Ia belum bekerja dan sering tidak memiliki uang atau bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Kondisi itu pulalah yang membuat kondisi kesehatannya belum membaik karena tidak bisa berobat secara rutin dan maksimal. Pada kunjungan kedua itu Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan dari para Sedekaholik yang akan digunakan untuk membeli kebutuhan makanan pokok dan biaya transportasi berobat. Mudah-mudahan bantuan ini dapat memberinya harapan dan membuka jalan bagi kesembuhan Pak Jajang Permana. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 928.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin  @azepbima @seynie05

Pak jajang menderita Stroke


KANIA AULIA KHOERUNNISA (5, Susp. Anemia Fantastis atau Leukemia). Alamat: Jl. Parunghalang RT 6/2, Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Kania, anak tunggal dari Bapak Teten dan Ibu Imas ini, tidak seberuntung anak lain seusianya. Saat anak lain selalu bermain dengan riang gembira, Kania kehilangan keceriaannya karena harus terbaring di atas ranjang besi rumah sakit. Kania diduga mengidap kelainan darah; diagnosa sementara ia mengidap penyakit Anemia Fantastis atau Leukemia. Gejala awal memang tampak seperti gejala penyakit DBD pada umumnya. Namun, sudah sekitar dua minggu lebih, tubuh Kania mudah sekali memar bila mengalami kelelahan atau kecelakaan kecil, seperti terbentur. Lama-kelamaan muncul bintik-bintik merah di beberapa bagian tubuhnya, disertai batuk dan demam tinggi yang sulit sembuh. Segala upaya pengobatan telah dilakukan, baik medis maupun nonmedis. Kania pernah diperiksakan ke Puskesmas, dokter umum, dan rumah sakit. Cek darah juga telah dilakukan. Gadis cantik ini bahkan sempat dirawat di RS Bina Sehat, Dayeuh Kolot, Kab. Bandung. Namun, setelah dirawat selama tiga malam di RS Bina Sehat, kondisi kesehatan Kania malah semakin memburuk, kadar trombositnya kian menurun. Karena diduga mengalami kelainan darah, penanganan medisnya kemudian dirujuk ke RSHS Bandung. Sejak Jumat 13 Mei 2016 Kania akhirnya dirawat di RSUP yang terletak di Kota Kembang itu. Selama di RSHS, Kania sempat mengalami pendarahan hebat di hidungnya dan muntah darah. Para dokter menyarankan untuk menjalani cek darah dan biopsi sumsum tulang belakang. Sampai saat dilakukan survey oleh kurir #SR, Kania sudah menerima tranfusi trombosit sebanyak 21 labu, belum lagi tranfusi darah dan PRC. Hampir 11 hari di RSHS, kondisi Kania belum memperlihatkan perkembangan yang signifikan. Ia juga tampak mengalami stres seusai menjalani biopsi sumsum tulang belakang yang dilakukan pada Senin 23 April 2016. Selama menjalani pengobatan medis, untuk biayanya, Bapak Teten (ayah Kania) hanya mengandalkan jaminan SKTM karena jaminan BPJS masih dalam pengajuan. Untuk penunjang biayanya mereka hanya mengandalkan hasil jualan gorengan yang hasilnya tidak menentu. Penghasilan Bapak Teten sebagai pedagang gorengan yang tidak seberapa itu, tentu tidak sebanding dengan tuntutan hidup dan cobaan yang mereka alami. Karena itu, di balik sosok tegar seorang ayah, ia mengaku kepada kurir #SR, kerap meneteskan air mata karena tidak tega melihat kondisi anak semata wayangnya. “Tetapi, saya harus terus tegar, kuat dan tak akan lelah berusaha demi kesembuhan putri saya ini,” tekad ayahnya. Cerita dhuafa ini akhirnya sampai kepada kurir Sedekah Rombongan melalui informasi dari salah satu rekan kurir #SR. Bersyukur, kurir #SR dapat bersilaturahmi dengan keluarga kecil yang tergolong dhuafa ini. Atas izin Allah SWT, alhamdulillah, kurir #SR juga dapat menyampaikan amanah, Titipan Langit dari para donatur dan Sedekaholics #SR, untuk Kania. Bantuan awal yang berupa uang ini digunakan untuk biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari selama berobat di RSHS Bandung. Pada Februari 2017 kurir #SR kembali mengunjungi keluarga Kania, dikarenakan mendapat kabar bahwa kondisi Kania kembali menurun. Kania sering mengalami pendarahan di hidung dan beberapa kali dibawa ke dokter. Kania masih memerlukan biaya untuk membeli obat, nutrisi dan pemeriksaan ke dokter, oleh karena itu pada kunjungan kedua tersebut Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan uang dari para Sedekaholik. Saat menerima bantuan dari Sedekah Rombongan, tampak suasana haru, senang, dan entah perasaan apa lagi terpancar dari wajah keluarga kecil ini, sambil berdoa, “Terima kasih. Jazakumullah!” Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 850.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 4 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @seynie

Bu kania menderita Susp. Anemia Fantastis atau Leukemia


ARIN FAJRI (15, Susp. Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat: Kp. Cijeruk Gulir RT 1/1, Kel. Cibeuti, Kelurahan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Arin adalah seorang murid SMP kelas X yang ceria dan aktif di sekolahnya. Suatu hari, ia menemukan benjolan sebesar kacang hijau di lehernya. Ia mengira bahwa itu hanya benjolan biasa saja. Namun pada minggu berikutnya, Arin terserang demam hingga berhari-hari, benjolannya agak membesar, nafsu makan dan berat badannya pun berkurang drastis. Kemudian, Arin dibawa keluarganya berobat ke puskesmas namun dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Sayangnya, dari RSUD ia dirujuk lagi ke RS Jasa Kartini dan melakukan cek laboratorium dan diduga mengidap penyakit kanker kelenjar getah bening. Kemungkinan ia harus dirawat selama beberapa hari dengan jaminan kesehatan Jamkesda. Arin tinggal bersama ayahnya, Abdul Majid (41) yang bekerja sebagai buruh bangunan dan ibunya, Rani (38) yang seorang ibu rumah tangga. Keluarga ini tinggal di rumah kontrakan kecil. Mereka kebingungan dengan biaya pengobatan yang mungkin harus dijalani Arin ke depannya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan Arin dan menyampaikan santunan untuk biaya pengobatan dan akomodasi selama berobat di rumah sakit supaya prosesnya berjalan lancar. Semoga Arin segera diberi kesembuhan dan penyakitnya tidak bertambah parah dan bisa kembali bersekolah. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 4 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR @adebuser

Arin menderita Susp. Kanker Kelenjar Getah Bening


SUKANDAR BIN SAMBAS (58, Syok Hipovolemik). Alamat: Kp. Kulon Pasar RT 2/11, Kel. Cilembang, Kec. Cilembang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Pak Kandar, biasa ia dipanggil sudah delapan bulan berobat ke puskesmas, penyebabnya adalah gejala yang sering ia alami seperti keringat yang berlebihan, dada yang sering sakit dan sesak nafas, mukanya terkadang pucat, bibir dan kuku yang membiru. Setelah memeriksakan diri ke puskesmas, ia harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dan ternyata didiagnosa dengan penyakit Syok Hipovolemik. Penyakit tersebut adalah kondisi dimana jantung tidak bisa memasok darah ke seluruh tubuh karena volume yang kurang, diakibatkan cedera dalam. Harusnya ia dirawat di RSUD namun ia memilih pulang karena tidak punya biaya untuk bekal meskipun untuk pengobatan ia mempunyai Jamkesda. Sehari-harinya, Pak Kandar bekerja sebagai supir angkot dengan pendapatan 30-40 per hari dan tinggal bersama istrinya, Heni (30) yang seorang ibu rumah tangga. Mereka juga masih punya tanggungan anak yang yang masih sekolah. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan bisa menjenguk Pak Kandar di rumahnya dan mendengar keluhannya. Santunan pun disampaikan untuk Pak Kandar untuk akomodasi supaya ia bisa melanjutkan pengobatannya dan kembali sehat. Semoga Allah memberi kelancaran untuknya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 4 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR @adebuser

Pak sukandar menderita Syok Hipovolemik


IMAS BINTI MUAD (42, Pembengkakan Kelenjar Tiroid). Alamat: Kp. Cimuncang RT 4/4, Desa Gunungsari, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah lima tahun ini Bu Imas mengalami penyakit pembengkakan kelenjar tiroid. Selama sakit, ia hanya berobat ke puskesmas padahal ia dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya untuk pengobatan lanjut namun ia tidak mampu karena keterbatasan biaya dan tidak mempunyai jaminan kesehatan. Semakin hari penyakitnya semakin memprihatinkan, lehernya sering sakit dan sudah tidak bisa berbicara. Bu Imas tinggal bersama suaminya, Hilaludin (45) yang bekerja sebagai buruh tani dan kuli panggul di pasar dengan penghasilan yang hanya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka punya 3 anak yang masih duduk di bangku SMA dan SD yang masih membutuhkan biaya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan diberi kesempatan untuk mengunjungi kediaman Bu Imas dan menyampaikan santunan dari Sedekaholics untuk biaya membeli obat dan akomodasi selama proses pengobatan. Mudah-mudahan Allah memberi kemudahan untuk Bu Imas agar ia bisa sembuh dan kembali sehat karena anak-anaknya masih membutuhkan kasih sayang orangtua. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 4 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu imas menderita Pembengkakan Kelenjar Tiroid


SALAMUN BIN SUJONO (51, Bronkhitis). Alamat: Kp. Rancabungur RT 3/2, Kelurahan Bungursari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah beberapa bulan, Pak Salam, biasa ia dipanggil tetangganya, terbaring di atas kasur karena penyakit yang dideritanya. Awalnya, ia mengalami demam tinggi disertai muntah. Dadanya sering terasa sesak dan batuk berkepanjangan. Akhirnya ia memutuskan berobat ke puskesmas dan didiagnosa mengidap penyakit bronkhitis dan harus dirujuk ke RSUD tapi ia memilih dirawat saja di rumah padahal ia mempunyai jaminan KIS. Pak Salam bekerja sebagai buruh tani, namun semenjak sakit, ia harus berhenti bekerja dan posisinya sebagai tulang punggung keluarga diganti oleh istrinya, Emi (50) yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan gaji 20 ribu perhari. Mereka juga masih punya dua anak yang duduk di bangku sekolah. Terkadang tetangganya membantu untuk biaya pengobatan karena merasa iba dan Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan beliau atas informasi dari kerabatnya. Santunan dari para Sedekaholics pun disampaikan kepada Pak Salam untuk biaya obat dan akomodasi supaya ia bisa dirawat inap dan segera sembuh agar ia bisa bekerja kembali seperti biasa. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 4 Februari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Pak salamun menderita Bronkhitis


SRI MULYATI (44, Ca Mammae). Alamat : Kp. Bojong Koneng RT 1/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ibu dari 2 anak ini menderita kanker payudara sejak hampir 2 tahun. Setelah menjalani pemeriksaan bertahap, bulan April 2016, ia menjalani operasi pengangkatan payudara sebelah kanan di RS Hermina Kota Bekasi. Saat ini ia harus menjalani kemotherapy rutin di RS. Hermina. Suaminya, Pak Umar Sumarjo (46) hanya tukang ojek yang mangkal di depan perumahan tak jauh dari tempat tinggalnya. Mereka sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan biaya akomodasi pengobatan. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan di RS. Hermina, ia dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto Jakarta untuk kemoterapy. Untuk mempermudah akses selama menjalani pengobatan, Bu Sri tinggal sementara di RSSR Jakarta. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama menjalani kemoterapy di RSPAD Gatot Subroto. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 924.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Rini Astuti

Bu sri menderita Ca Mammae


DIRO BIN ATMAJA (52, Gangguan Jantung). Alamat : Kp. Kalijeruk RT 3/3, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada tanggal 29 Januari 2017, Pak Diro mendadak dadanya sakit dan sesak nafas. Dalam keadaan darurat seperti ini keluarga membawa Pak Diro ke IGD RS Ridhoka Salma Cikarang. Namun setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan akhirnya ia dirujuk ke RSUD Kabupaten Bekasi. Setelah menjalani pemeriksaan, Pak Diro disarankan untuk menjalani perawatan.  Sementara keluarga ini harus membuat surat pernyataan jaminan, karena ia tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Mereka sempat kebingungan dengan kisaran biaya yang akan ia bayar seandainya jaminan tidak terpenuhi. Namun dengan adanya arahan dari kurir Sedekah Rombongan akhirnya Pak Diro dapat dibuatkan Kartu BPJS yang langsung aktif dan dapat digunakan. Pak Diro hanya seorang buruh serabutan, sedangkan istrinya, Bu Yati (42) hanya seorang ibu rumah tangga. Saat ini Pak Diro sudah diperbolehkan pulan namun harus menjalani kontrol rutin. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama menjalani kontrol. Bantuan sebelomnya masuk di Rombongan 952.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Pak diro menderita Gangguan Jantung


RAMI BINTI RAWA (85, Asam Urat Tinggi). Alamat Kp. Pulo Tanjung RT 1/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah semenjak 3 tahun nenek ini sering sakit-sakitan, namun karena ia tidak punya uang untuk berobat akhirnya ia hanya mengandalkan obat-obatan warung. Maklum saja nenek ini hidup di rumah yang sangat kecil. Sedangkan sanak saudara hanya kadang-kadang saja memberinya uang, karena kondisi ekonomi mereka pun tergolong tidak mampu. Kadang nenek Rami mendapat pemberian uang dari tetangga yang simpati. Selama ini ia tidak pernah ke puskesmas karena kondisi yang tidak memungkinkan. Penyakitnya hanya bisa dirasakan tanpa bisa berbuat banyak. Pertengahan bulan September 2016, Nenek Rami sempat dirawat di Puskesmas karena sesak nafas, tapi saat ini sudah pulang karena kondisinya sudah mulai membaik namun harus menjalani kontrol rutin. Suami nenek Rami sudah sekitar 21 tahun yang lalu meninggal dunia. Alhamdulillah, #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi berobat ke puskesmas dan kebutuhan sehari-hari. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 934.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu rami menderita Asam Urat Tinggi


UCIN WASMAN (57, Gangguan Jiwa + Dehidrasi Berat). Alamat : Jalan Sukamanah RT 5/13 Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Dari tahun 1983, Pak Ucin sudah menderita gangguan jiwa, yang membuat emosinya seringkali tidak stabil dan tidak terkendali. Ia sering mengamuk dan marah-marah tidak jelas kepada almarhum bapaknya dan orang-orang di sekitarnya. Selama sakit, Pak Ucin pernah menjalani rawat inap di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bandung yang beralamat di Jalan Riau 11, Kota Bandung, dan beberapa kali sempat menjalani kontrol. Namun, karena himpitan ekonomi yang dialami keluarganya, upaya pengobatan Pak Ucin pun harus terhenti hingga saat ini. Dengan segala keterbatasan, pihak keluarga pun memilih untuk merawatnya di rumah. Pada tahun 2005, almarhum bapaknya terpaksa mengurung Pak Ucin di ruangan sempit dan tidak layak di rumahnya, yang hanya bisa digunakan untuk posisi duduk karena ia masih sering mengamuk dan mengganggu orang di sekitarnya. Lebih dari delapan tahun, Pak Ucin hanya bisa tidur beralaskan tikar tipis dan hidup jauh dari layak, dengan posisi tubuh melengkung dan kaki menekuk. Itulah yang membuat kondisi tubuhnya saat ini menjadi kurus kering hanya tinggal kulit membalut tulang dan posisi kakinya menjadi menekuk dan tidak bisa diluruskan. Keadaan Pak Ucin kini masih menderita gangguan jiwa, namun sudah tidak mengamuk lagi dan juga mengalami dehidrasi berat karena selama dikurung asupan cairan yang masuk ke tubuhnya sangat kurang. Selama ini, Pak Ucin tinggal bersama ibu kandungnya, Ibu Encas (78) dan adiknya, Juhana (37). Bapaknya meninggal sekitar 8 tahun yang lalu dan adiknya, Dahlan, juga meninggal sekitar 3 tahun yang lalu. Meskipun Ibu Encas sudah berusia renta, sembari merawat Pak Ucin dan Juhana yang juga menderita keterbelakangan mental, beliau juga harus mencari nafkah untuk keluarganya. Ibu Encas bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan yang tidak pasti. Terkadang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, beliau harus berhutang ke warung dan tetangganya. Untuk memulai kembali pengobatan pun rasanya sangat sulit karena Pak Ucin belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah, atas informasi dari Ika (tetangga Pak Ucin), kisah keluarga dhuafa ini sampai kepada kurir Sedekah Rombongan. Kurir Sedekah Rombongan pun mengunjungi Pak Ucin di rumahnya dan menyampaikan titipan langit dari Sedekaholics yang digunakan untuk pembuatan BPJS PBI, akomodasi berobat ke RSUD Ujung Berung dan kebutuhan sehari-hari. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dibantu Puskesmas UPT Babakan Sari berkesempatan membawa Pak Ucin ke RSUD Ujung Berung untuk berobat dan menjalani rawat inap. Disebabkan kondisi Pak Ucin yang sudah sangat mengkhawatirkan, maka Ia pun harus bolak-balik menjalani pemeriksaan dan pengobatan ke rumah sakit, juga selain itu, ia harus banyak diberi makanan dan asupan gizi yang banyak. Dikarenakan ia hanya diurus oleh Ibunya yang sudah tua-renta dan miskin, serta  tidak ada yang membiayainya untuk kebutuhan sehari-hari, maka pada Januari dan Februari 2017 Sedekah rombongan kembali memberikan bantuan uang dari para Sedekaholics. Bantuan tersebut akan digunakan untuk biaya sehari-hari, membeli alat-alat untuk perawatan, dan transportasi-Akomodasi berobat Pak Ucin. Semoga ikhtiar pengobatan Pak Ucin senantiasa dilancarkan oleh Allah SWT dan kondisi kesehatannya bisa kembali pulih. Aamiin. Bantuan yang diberikan sebelumnya tercatat di Rombongan 942.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 3 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @iwadewa1 @ajeng

Pak ucin menderita Gangguan Jiwa + Dehidrasi Berat


NANA JANET (47, Tumor Renal). Alamat : Dusun Krajan RT 3/3, Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Bapak Nana merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan, anak kedua dari tiga bersaudara penyandang disabilitas pendengaran. Tepatnya satu tahun lalu beliau mengeluhkan sakit di bagian perut kemudian beliau menyadari saat meraba bagian perutnya terdapat benjolan. Awalnya hanya diabaikan saja dan menganggap hanyalah benjolan biasa, namun semakin hari benjolan membesar dan bila dipegang terasa sangat sakit. Pak Nana memeriksakannya ke Puskesmas terdekat kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Izza Cikampek. Menjalani serangkaian pemeriksaan dokter mendiagnosis bahwa benjolan pada perut Pak Nana merupakan tumor renal atau biasa kita kenal dengan tumor ginjal. Pak Nana saat ini tinggal sementara di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) untuk terus dapat menjalani pemeriksaan rutin di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Alhamdulillah beliau telah menjalani pemeriksaan USG sebanyak 2x, untuk selanjutnya menunggu pelaksanaan CT-SCAN  untuk persiapan tindakan operasi pengangkatan tumornya. Pak Nana yang tinggal bersama Ibunya Tirah (79) dan ketiga saudaranya sehari-hari bekerja sebagai kuli serabutan. Walau beliau tercatat sebagai pemegang jaminan kesehatan Kartu Karawang Sehat, namun keadaanya yang sedang sakit menjadi kendala untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari. Kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan lanjutan titipan dari sedekaholics untuk meringankan beban biaya kebutuhan hidupnya selama berobat di RSHS Bandung. Bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan 946. Semoga Pak Nana terus semangat  menuntaskan pengobatannya mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Desember 2016
Kurir : @ddayaefudin @zerinabanu @badrudin_musthafa @etydewi2

Pak nana menderita Tumor Renal


ERINA NURFADILAH (7, Leukemia Limfoblastik Akut). Dusun Sukasari RT 8/4, Desa Cibadak, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Erina adalah putri bungsu dari 2 bersaudara, dia masih duduk dibangku taman kanak – kanak ketika mulai merasakan sakitnya. Awalnya Erina sering mengeluhkan sakit di sekujur tubuhnya dan merasa lemas. Berkali-kali Erina diperiksakan ke Puskesmas kemudian ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Setelah menjalani seluruh tahapan pemeriksaan Erina didiagnosa mengidap Leukimia Limfoblastik Akut (ALL).  Erina kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, ia diharuskan menjalani kemoterapi sebanyak 49 kali yang terbagi ke dalam 7 siklus. Berbekal jaminan kesehatan Karawang Sehat mereka berikhtiar untuk kesembuhan Erina. Selama menjalani kemoterapi, Erina harus membeli obat yang tidak dijamin Jaminan Kesehatan. Berkat pertolongan Allah SWT dan upaya bersama, perkembangan kesehatan Erina amat menggembirakan, bulan Oktober adalah kemoterapi terakhir Erina. Hasil pemeriksaan BMIT nya menunjukkan bahwa dalam tubuh Erina bebas sel kanker, ia dinyatakan sembuh. Ayah Erina, Ahmad (37) yang berprofesi sebagai buruh dan ibunya  Dedeh Ropiah (35) merasa sangat bersyukur dan berbahagia atas kesembuhan putri bungsunya tersebut. Orang tua Erina tak hentinya mendoakan para sedekaholics yang sudah membantu mendapatkan kesembuhan. Akan tetapi, Erina masih harus rutin mengonsumsi obat Mercapto setiap hari hingga satu tahun ke depan. Pada akhir Desember 2016 Erina datang lagi ke RSHS Bandung untuk menjalani pemeriksaan. Erina dan keluarganya masih membutuhkan bantuan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk Erina yang digunakan untuk tambahan biaya membeli obat Mercapto. Semoga Allah senantiasa menjaga kesehatan Erina dan menjadikan kesembuhannya selamanya. Aamiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 923.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal :  30 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @abahlutung @tamitrie

Bu erina menderita Leukemia Limfoblastik Akut


TAHYAR TARYONO (46, Hernia) Alamat: Dusun Karajan RT 3/3, Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Pak Tahyar merasakan sakit yang sekarang dialaminya selama 10 tahun lamanya. Awalnya merasa mulas-mulas dibagian bawah perutnya, jika keluhan sakitnya datang Pak Tahyar memposisikan kaki lebih tinggi dari kepala untuk meredakan rasa sakit. Kondisi ini membuat Pak Tahyar kesulitan untuk melakukan aktifitas sehari-hari. Selama ini beliau berupaya melakukan pengobatan dengan pijat tradisional, namun sakitnya tak kunjung sembuh. Suatu waktu saat Pak Tahyar sedang pergi mencari nafkah tiba-tiba beliau pingsan di jalan dan  langsung dibawa ke Puskesmas Cikampek Utara dan kemudian dirujuk ke  IGD Rumah Sakit Izza Cikampek dan mendapat perawatan di ruang ICU. Menjalani serangkaian pemeriksaan, Pak Tahyar didiagnosis sakit turun bero atau dalam bahas medis kita kenal dengan Hernia. Apabila kondisinya stabil dokter menyarankan untuk segera dilakukan operasi. Alhamdulillah awal Januari 2017 lalu operasi berjalan lancar setelah bertahun-tahun menolak menjalaninya dikarenakan alasan biaya. Pak Tahyar yang kondisinya masih lemah saat ini belum bisa bekerja maksimal, bersama istrinya Ibu Aminah (52) seorang ibu rumah tangga menuturkan, selama pengobatannya beliau terbantu dengan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI namun dengan keadaan yang serba kekurangan dengan tanggungan kedua anaknya, beliau kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Tahyar, dan telah menyampaikan santunan awal titipan sedekaholics untuk meringankan biaya hidup sehari-hari. Semoga Pak Tahyar kembali sehat, bisa kembali bekerja seperti sedia kala. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @badrudin_musthafa @etydewi2

Pak tahyar menderita Hernia


DIMAS BIN AHMAD HIDAYAT (3, Penurunan Daya Imun Tubuh + Gizi Buruk + Bronchopneumoniae). Alamat : Desa Linggarsari RT 4/2, Kelurahan Linggarsari, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Saat menginjak usia 1.5 tahun, kesehatan Dimas semakin lama dirasa semakin menurun. Seringkali ia mengalami batuk dahak berkepanjangan serta mengalami demam yang disertai menggigil. Dimas juga sering kali mengalami buang air besar terus menerus setiap kali tubuhnya menerima asupan makanan. Berat badannya pun susah bertambah bahkan cenderung semakin menurun saja. Melihat hal ini ibundanya pun membawa Dimas ke Puskesmas, Dokter mendiagnosa ia menderita gizi buruk disertai infeksi akut pada jaringan paru-parunya, atau yang biasa dikenal dengan Bronchopneumonia dikarenakan penurunan daya imun tubuhnya. Dimas sebelumnya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Kabupaten Karawang selama 3 minggu, setelah itu Dimas diizinkan pulang untuk selanjutnya mendapatkan rawat jalan. Dimas yang hidup hanya bersama ibunya Imas Pratiwi (20), merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak Oktober lalu. Ibu Imas yang sampai saat ini belum bisa bekerja karena sehari-harinya menemani Dimas. Walaupun menggunakan fasilitas kesehatan JKN-KIS Mandiri Kelas III namun Ibu Imas mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, dan biaya akomodasi untuk mengantar Dimas berobat ke Rumah Sakit. Alhamdulillah keadaan Dimas semakin membaik dan berat badannya pun bertambah,  santunan lanjutan kembali disampaikan untuk membantu Dimas membeli susu dan biaya makan sehari-hari. Ibunda Dimas mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah disampaikan. Harapan kami semoga kondisi Dimas semakin terus membaik. Santunan sebelumnya telah disampaikan dan tercatat dalam Rombongan 927.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @muhammadrifai

Dimas menderita Penurunan Daya Imun Tubuh + Gizi Buruk + Bronchopneumoniae

REKAPITULASI ROMBONGAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MTSR JOGJA 2,317,320
2 MTSR JOGJA 2,317,320
3 MTSR JOGJA 2,617,320
4 MTSR JOGJA 3,527,320
5 MTSR JOGJA 2,347,320
6 RSSR JOGJA 27,302,034
7 TUMILAH BINTI SISWODIARJO 657,600
8 ADI ROMANSA 500,000
9 RSSR MAGETAN 2,262,500
10 MTSR 1 MAGETAN 2,840,000
11 MTSR MAGETAN 3,200,000
12 ALM. IIN TUMINI 1,000,000
13 REZA TRI ANDIKA 573,000
14 MUSOFA HAMDAN 1,000,000
15 MUCHOLIFAH BINTI IMAM SUPARMAN 1,000,000
16 SITI NURUL JANNAH 1,000,000
17 KARTA 1,000,000
18 LALI PORA 500,000
19 MARIA BILI 2,000,000
20 MARSELINA LONGA 500,000
21 ANERTINA LOKA 500,000
22 LISA ANA HAMU 500,000
23 LINCE KALUMBANG 500,000
24 AGUSTINA LALI 500,000
25 MARKUS BILI 500,000
26 UMBU SOGARA 500,000
27 DANIEL BUKU 500,000
28 BILI NGONGO 500,000
29 PAU LENDE 500,000
30 RSSR BANDUNG RAYA 6,626,089
31 SOLEHUDIN BIN JENAL 720,000
32 DEDI CAHYADI 750,000
33 YATI BINTI JAJA 500,000
34 EMAY BIN DANU 500,000
35 UJANG SUPRIATNA 500,000
36 HERI SAPARUDIN 500,000
37 HAMEDI 500,000
38 AGUS BIN CUCU 500,000
39 AWIN BIN IDI 500,000
40 RANDI BIN ENJU 500,000
41 AISYAH BINTI YAYAT SUPRIATNA 500,000
42 TETI HERAWATI 500,000
43 HERDI BIN ROHMAN 500,000
44 TETY SUSILAWATI 850,000
45 SANUSI BIN KARIM 500,000
46 MULYANA BINTI YADI 500,000
47 MUHAMMAD NAJMU ADDIEN 1,000,000
48 MAEMUNAH BINTI MADAWI 500,000
49 MUHAMMAD FAJRI RAMADHAN 500,000
50 SEPTI ANGGI AL YUDHA 1,000,000
51 SURYATI BINTI MAMAN 500,000
52 JAJANG PERMANA 500,000
53 KANIA AULIA KHOERUNNISA 500,000
54 ARIN FAJRI 500,000
55 SUKANDAR BIN SAMBAS 500,000
56 IMAS BINTI MUAD 500,000
57 SALAMUN BIN SUJONO 500,000
58 SRI MULYATI 500,000
59 DIRO BIN ATMAJA 500,000
60 RAMI BINTI RAWA 500,000
61 UCIN WASMAN 750,000
62 NANA JANET 500,000
63 ERINA 750,000
64 TAHYAR TARYONO 500,000
65 DIMAS BIN AHMAD HIDAYAT 500,000
Total 89,407,823

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 89,407,823,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 953 ROMBONGAN

Rp. 47,120,896,760,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.