Rombongan 952

Dan berikanlah infak di jalan Allah dan janganlah engkau menjatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah karena sesungguhnya Allah menyukai orang yang berbuat baik.
Posted by on February 6, 2017

USEP BIN ENDU (43, Hernia Ingunalis Dextra). Alamat : Kp. Bojongkoneng RT 1/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah sejak 3 bulan yang lalu, Pak Usep merasakan ada benjolan yang tumbuh pada sekitar kemaluannya. Benjolan tersebut lama-kelamaan semakin membesar dan sangat menggangu aktivitas. Namun benjolan tersebut kadang hilang ketika baru bangun tidur, tapi setelah menjalani aktivitas atau jalan, benjolan tersebut membesar. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan di RS Karya Medika 1 Cikarang, ia dijadwalkan operasi hari Senin, 26 Desember 2016 jam 15.00 WIB. Namun sebelumnya kartu BPJS Pak Usep terkendala dengan iuran yang belum dibayar. Semenjak 3 bulan terakhir Pak Usep tidak bisa bekerja karena kondisinya yang tidak bisa banyak bergerak. Pak Usep yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan merasa kesulitan ketika harus membayar iuran BPJS yang ia miliki sekeluarga. Sedangkan istrinya, Bu Simah Sumarni (43) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama ia menjalani kontrol setelah operasi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 942.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Pak usep menderita Hernia Ingunalis Dextra


DAHLIAH BINTI DAHLAN (52, Kanker Serviks). Alamat : Kp. Teluk Haur RT 1/5, Desa Kertajaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Berawal semenjak bulan Desember 2015, Bu Dahliah sering mengeluarkan darah dari kemaluannya, dianggap datang bulan, namun tidakberaturan. Saat itu awalnya ia dibawa ke RS Islam Karawang, namun karena keterbatasan alat medis, akhirnya dirujuk ke RSCM Jakarta. Setelah menjalani perawatan beberapa hari dan serangkaian pemeriksaan ia dinyatakan terkena kanker serviks. Dan saat kondisinya sudah mulai membaik ia diperbolehkan pulang, namun harus rutin menjalani kontrol sesuai jadwal yang sudah ditentukan.  Bu Dahlia seorang janda yang tinggal bersama anaknya. Suaminya, Pak Iming sudah meninggal sejak 12 tahun yang lalu. Bu Dahliah sangat kesulitan biaya akomodasi ke rumah sakit, terlebih saat ini ia harus menjalani kontrol 3 hari berturut-turut di RSCM Jakarta. Saat ini Bu Dahlia tinggal di rumah kost dekat RSCM karena RSSR Jakarta penuh. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya sewa rumah kost di Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 927. Semoga penyakit Bu Dahliah dapat segera disembuhkan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @Suharji

Bu dahliah menderita Kanker Serviks


DARWATI BINTI JAYADI (51, Diabetes Militus). Alamat : Kp. Bojong Koneng RT 1/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah 1 tahun Bu Darwati menderita diabetes, saat ini menimbulkan luka pada kaki sebelah kiri.  Selama itu, Bu Darwati menjalani pengobatan rutin di RS. Sentra Medika Cikarang. Namun keterbatasan biaya transport membuat pengobatannya tidak maksimal. Terkadang berbenturan dengan kebutuhan hidup sehari-hari. Ada kalanya obat yang dibutuhkan tidak ada di apotik rumah sakit, sehingga harus membeli di luar. Seandainya obat yang ia butuhkan tersedia di apotik rumah sakit, ada kemungkinan bisa tercover oleh Kartu BPJS yang ia miliki tanpa harus merogoh kocek. Pendapatan suami tidak menentu, kadang untuk makan pun sulit. Suami Bu Darwati, Pak Usir (52) yang sehari-harinya mencari nafkah sebagai tukang ojek. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Saat ini Bu Darwati masih rutin menjalani beberapa kali pemeriksaan di RS Sentra Medika Cikarang. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 925.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Bu darwati menderita Diabetes Militus


MUHAMMAD FAJRI RAMADHAN (1, Pneumonia). Alamat : Kp. Ciketing RT 2/2, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak usia 15 hari, Fajri sudah didiagnosa menderita Pneumonia, Farese Diafragma Kanan dan Hemiparese Dextra.Semua itu terlihat dengan keadaan tubuhnya yang membiru. Dengan kondisi seperti ini, ia harus menjalani operasi di RS Hermina Kota Bekasi dengan estimasi biaya mencapai sekitar 34 juta rupiah. Namun untuk biaya operasi sudah ada pihak penjamin yang bersedia menanggung. Namun untuk keperluan sehari-hari mereka kesulitan untuk pembelian pampers dan susu khusus Neosure. Hingga saat ini Fajri sudah menjalani 2 kali operasi Plikasi Diafragma dan masih menjalani perawatan di Ruang Picu karena kondisinya 85% masih bergantung pada ventilator. Ayah Fajri, Pak Nasirudin (39) hanya seorang buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Sedangkan ibunya, Bu Masanih (34) hanya seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat mengunjunginya dan menyampaikan bantuan awal untuk pembelian pampers dan susu khusus Neosure.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Yunita Muslimah

Fajri menderita Pneumonia


IDWAN PANCA SURYANA (22, Kecelakaan Tabrak Lari). Alamat : Kp. Cibitung RT 6/12, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sungguh malang nasib Idwan ketika sedang berada di jalan raya, saat sedang membantu parkiran di sebuah bundaran jalan, ia tidak menduga ada sebuah sepeda motor yang melaju kencang menghantamnya dari belakang. Saat itu kondisi sepi karena sudah jam 11 malam, sehingga pengendara sepeda motor pun dapat melarikan diri dengan leluasa. Saat kejadian tanggal 20 Januari 2017. Beberapa saat kemudian Idwan langsung dievakuasi oleh warga sekitar yang menemukannya di pinggir jalan. Idawan di bawa ke IGD RSUD Kabupaten Bekasi dengan kondisi luka di bagian kepala. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan, akhirnya ia harus menjalani perawatan. Sekitar 3 hari kemudian dokter menyatakan Idwan harus menjalani operasi karena ada tulang yang patah di bagian pinggul. Idwan tidak memiliki jaminan apa-apa, sehingga keluarganya menolak ketika akan dioperasi karena ketiadaan biaya. Akhirnya keluarga berkehendak untuk membawa pulang dan akan menjalani operasi ketika jaminan sudah ada. Ayahnya, Pak Mulyono (45) hanya seorang buruh serabutan yang berpenghasilan tidak menentu. Sedangkan ibunya, Bu Hasanah (43) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya kontrol akomodasi mengurus jaminan agar Idwan bisa melanjutkan pengobatannya dengan kartu jaminan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay Zhebs

Idwan menderita Kecelakaan Tabrak Lari


DIRO BIN ATMAJA (52, Gangguan Jantung). Alamat : Kp. Kalijeruk RT 3/3, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada tanggal 29 Januari 2017, Pak Diro mendadak dadanya sakit dan sesak nafas. Dalam keadaan darurat seperti ini keluarga membawa Pak Diro ke IGD RS Ridhoka Salma Cikarang. Namun setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan akhirnya ia dirujuk ke RSUD Kabupaten Bekasi. Setelah menjalani pemeriksaan, Pak Diro disarankan untuk menjalani perawatan.  Sementara keluarga ini harus membuat surat pernyataan jaminan, karena ia tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Mereka sempat kebingungan dengan kisaran biaya yang akan ia bayar seandainya jaminan tidak terpenuhi. Namun dengan adanya arahan dari kurir Sedekah Rombongan akhirnya Pak Diro dapat dibuatkan Kartu BPJS yang langsung aktif dan dapat digunakan. Pak Diro hanya seorang buruh serabutan, sedangkan istrinya, Bu Yati (42) hanya seorang ibu rumah tangga. Mereka kini kesulitan biaya bekal selama menunggu di rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk bekal di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Pak diro menderita Gangguan Jantung


MTSR BEKASI (B 1349 SZM, Biaya Operasional). Sejak bulan November tahun 2014, Sedekah Rombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Kondisi MTSR Bekasi saat ini mengalaami kerusakan sumber tegangan ACCU yang harus segera diganti agar bisa beraktivitas normal kembali. Alhamdulillah Sedekah Rombongan telah menyampaikan biaya operasional dan pembelian ACCU untuk MTSR Bekasi. Inshaa Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan sebelumnya masuk di Rombongan 943.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 1 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Biaya Operasional


MAMAN BIN AMIR (48, Gangguan Mata). Alamat : Kp. Bojong Koneng RT 1/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak pertengahan tahun 2016, Pak Maman sering merasakan sakit pada mata kanannya yang disertai berkurangnya pengelihatan. Sejak saat itu ia mulai melakukan pemeriksaan ke RSUD Kabupaten Bekasi dan sekitar 1 bulan kemudian ia mendapat surat rujukan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan ke RS Cicendo Bandung, tapi pemeriksaan ke RS Cicendo tidak dilakukan karena ia kesulitan biaya untuk akomodasi ke Bandung. Pak Maman hanya seorang buruh serabutan, namun semenjak ia mengaalami gangguan pada matanya, Pak Maman tidak bisa beraktivitas secara normal. Istrinya, Ibu Masjuroh (40) hanya seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat mengunjungi Pak Maman dan menyampaaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi ke RS Cicendo Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Taanggal : 30 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Pak maman menderita Gangguan Mata


ABDUL JALIL (55, Tumor Anus + Batu Ginjal). Alamat : Dusun I, RT 1/2, Desa Dukuh, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Pada awalnya, Pak Jalil –demikian dia biasa disapa- merasakan sakit ketika duduk terlalu lama dan buang air kecil. Gejala tersebut bertambah menjadi tidak lancarnya buang air besar dan kecil. Hal ini berlangsung selama hampir dua tahun sampai akhirnya Pak Jalil mengalami buang air besar yang disertai darah. Karena dirasa mengkhawatirkan, Pak Jalil didampingi istri memeriksakan keadaan sakitnya ke Poliklinik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Tidak diduga, ternyata dokter mendiagnosa Pak Jalil terkena tumor anus dan harus segera menjalani operasi, karena tidak berfungsinya saluran anus. Operasi dilaksanakan di RSUD Gunungjati Kota Cirebon pada tanggal 4 Desember 2016, dan sejak saat itu Pak Jalil menggunakan selang dan kantung sebagai alat pengganti anus yang tidak lagi berfungsi. Setelah operasi dilaksanakan, dokter merujuk Pak Jalil untuk berobat lebih intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah melalui pemeriksaan di RSHS, dokter menyatakan bahwa Pak Jalil juga mengalami gangguan pada ginjal dengan ditemukannya batu dalam bagian tubuh tersebut. Pak Jalil adalah seorang buruh tani. Bersama istrinya Ibu Kemis (50), dia menjalani kehidupan sangat sederhana di rumah kecilnya. Penghasilan yang biasanya didapat dari kerja Pak Jalil, kini tak lagi ada karena sakit yang diderita. Bersyukur selama masa pengobatan, Pak Jalil menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari sedekaholics kepada Pak Jalil untuk membantu proses pengobatan ke Bandung berupa bantuan transportasi dan biaya hidup selama di Bandung. Saat ini Pak Jalil tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung untuk menjalani proses pengobatan selanjutnya di RSHS. Semoga kesembuhan segera Allah berikan kepada Pak Jalil dan bisa kembali menjalani hari-hari yang lebih baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh dwi @asiihlestari

Pak abdul menderita Tumor Anus + Batu Ginjal


DURKIMA BIN RADIMA (65, Pembesaran Kantung Kemih + Tumor Hati + Stroke). Alamat : RT 2/2, Desa Karang Kendal, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Selama sekitar satu tahun, Pak Durkima mengalami sakit di bagian perut dan dada ketika buang air. Karena ketidakpahaman akan penyakit dan waktu yang tersita untuk bekerja, sakit tersebut tidak dirasakan. Pak Durkima tidak mengkhawatirkan sakitnya dan hanya menjalani hari-hari seperti biasa. Namun, ketika rasa sakitnya terasa luar biasa hingga hampir pingsan, Pak Durkima baru memeriksakan diri ke Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon. Diagnosa dokter menyatakan bahwa Pak Durkima mengalami pembesaran kantung kemih yang menyebabkan rasa sakit ketika buang air. Sedangkan rasa sakit di dadanya disebabkan oleh tumor yang menyerang hati. Atas diagnosa tersebut, dokter merujuk Pak Durkima untuk menjalani operasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun keadaan Pak Durkima semakin menurun dan tidak memungkinkan untuk dibawa ke Bandung, bahkan sakitnya kini bertambah karena bagian tubuh sebelah kanannya tidak dapat digerakkan karena terserang stroke. Pak Durkima adalah suami dari Ibu Kanirah (30) yang bekerja sebagi buruh tani. Kehidupan mereka yang sederhana, kian terasa berat dengan penyakit yang diderita pak Durkima karena menyebabkan pendapatan sehari-hari tidak ada lagi. Untuk biaya hidup sejak Pak Durkima sakit, mereka mendapat bantuan dari saudara dan tetangga, sedangkan pengobatan Pak Durkima difasilitasi BPJS Mandiri kelas III. Sedekah Rombongan membantu keluarga ini dengan menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk persiapan biaya transportasi selama pengobatan Pak Durkima, juga sedikit meringankan biaya hidup sehari-harinya. Semoga Pak Durkima diberikan kesehatan yang baik dan bisa pulih seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh dwi aulia

Pak durkima menderita Pembesaran Kantung Kemih + Tumor Hati + Stroke


ROBIAH BINTI MUJIONO (6, Tumor Otak). Alamat: Ceremei Ujung RT 4/2 Kelurahan Bantar Jati Kaum, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Robiah atau sering disapa dengan Obi, gadis kecil ini setahun terakhir telah menjadi pejuang Tumor Otak. Berawal dari bulan November 2015, Obi sering mengeluh pusing, mual hingga muntah. Saat itu Obi langsung dibawa ke RSUD Bogor oleh orang tuanya, beberapa bulan menjalani proses pengobatan disana tapi belum ada perubahan yang berarti pada kondisi Obi. Dokter menyarankan supaya Obi dirujuk ke RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, Maret 2016 dengan segala keoptimisan orang tua Obi membawa Obi kecil ke RSCM. Dokter mengatakan jika Obi harus dioperasi untuk pemasangan selang karena tumor di otak Obi tidak bisa diangkat. Pasca menjalani operasi Obi sempat melewati masa kritis selama satu bulan. Alhamdulillah, kondisinya terus membaik. Hingga kini Obi masih terus menjalani kontrol rutin di beberapa poli di RSCM, termasuk ke Poli Gizi karena Obi mengalami gizi buruk. Hampir seminggu 3 kali Obi dan orang tuanya bolak-balik Bogor-Jakarta, selain jarak yang jauh tapi juga biaya transport yang harus dikeluarkan orang tua Obi-pun tidak sedikit. Orang tua Obi, Bapak Mujiono (52) sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan dan tidak menentu. Sementara Ibu Herlina (42) dulunya sering berjualan sayur di pasar tapi saat kondisi Obi seperti ini, beliau hanya bisa merawat Obi di rumah. Ditengah keterbatasan yang dijalani Obi dan orangtuanya, namun mereka tidak pernah berputus asa. Kini Obi dirawat di gedug RSCM Kirana karena kondisinya yang semakin drop dan makin mengkhawatirkan. Kurir SedekahRombongan yang mendapatkan kabar kalau Obi kembali dirawat di RSCM dan sedang kesulitan biaya untuk bekal selama di RSCM langsung menemui pihak keluarga dan menyampaikan santunan lanjutan yang akan digunakan untuk membeli susu dan akomodasi ke rumah sakit. Obi kecil masih punya banyak mimpi, mohon doa dari rekan-rekan semoga proses pengobatan yang dijalani Obi diberi kelancaran. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 942.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 31 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @omguguh @untaririri @rexy_eas

Obi menderita tumor otak


YULI YULIAWATI (38, Ca Mammae). Alamat : kp. Gunung Lanjung, RT 2/7, Desa Cijedil, Kec. Cugenang, Kab. Cianjur, Prov. Jawa Barat. Pada 2013 akhir terdapat benjolan sebesar kelereng di hidung Ibu Yuli, benjolan itu seringnya dipijit oleh suaminya dan kemudian hilang dengan sendirinya. tetapi setelah menghilang, ada lagi benjolan di jidat sebelah kanan, setelah satu bulan hilang lagi, kemudian muncul lagi benjolan di sebelah kiri. keluarga pun hanya bisa melakukan pengobatan Ibu Yuli ke pengobatan Alternatif, karena belum mampu menjalani pengobatan di Rumah sakit. Pada Februari 2015, benjolannya pindah ke Payudara sebelah kanan, ukurannya sebesar kelereng. Pada waktu itu beliau sedang hamil 3 bulan. kemudian dibawa ke Puskesmas, diagnosis dokter saat itu Ibu Yuli mengidap tumor tetapi tidak diperkenankan oleh bidan untuk operasi karena sedang hamil. Setelah dua bulan melahirkan, benjolannya semakin besar dan ada matanya seperti bisul, kemudian tidak lama setelah itu benjolannya pecah dan mengeluarkan banyak darah. Sisa luka benjolan itu tidak kering tapi menjadi lubang besar seukuran jempol orang dewasa. 22  September 2016, diperiksa di Puskesmas dan dirujuk ke RSUD Cianjur dan langsung mendapat tindakan awal foto rontgen dan cek Laboratorium. dari hasil pemeriksaan tersebut kemudian ditemukanlah adanya Kanker Payudara. dan harus segera dirujuk ke RSHS Bandung, tapi tidak jadi dirujuk ke RSHS Bandung, karena tidak ada biaya untuk transport dan kebutuhan sehari – hari. Awal Desember 2016, ada sebuah LSM yang bersedia untuk membantu pengobatan Ibu Yuli, lalu dirawat inap di RSUD Cianjur dan dirujuk ke RSHS bandung, selama satu hari dicek Laboratorium dan foto rontgen.. dan disuruh kembali ke RSHS bandung  24 januari 2017. Namun karena rasa sakit dan nyeri yang luar biasa pada benjolannya. 30 Desember 2016, Ibu Yuli masuk UGD RSUD Cianjur. Suami Ibu Yuli, Ayi Sopyan (41), tidak bisa berbuat banyak karena penghasilannya sebagai buruh serabutan tidak menentu. ditambah empat anaknya yang masih kecil yang menjadi tanggungannya. Ibu Yuli telah memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI, sehingga cukup terbantu untuk biaya pengobatan. akan tetapi untuk kebutuhan lain seperti transportasi dan makan beliau merasa kesulitan. Kurir sedekah Rombongan yang bertemu beliau merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari selama pengobatan di Rumah Sakit.  Semoga Ibu Yuli segera diberi kesembuhan. Aamiin….

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @deri_darusman @dinisitirahma

Bu yuli menderita Ca Mammae


MAESAROH BINTI AJID (52, Ca Servix dan Tumor Rahim). Alamat : kp. Bojong Girang, RT 4/5, Desa Limbangan Sari, Kec. Parung Kuda, Kab. Sukabumi, Prov. Jawa Barat. Pada Agustus 2015, Bu Maesaroh merasakan sakit dan perih yang luar biasa di dalam perut beliau apabila bergerak. kemudian Bu Maesaroh memeriksakan keluhannya tersebut ke RSUD Bunut,  RS. Sekarwangi,  dan RS.  Assyifa Sukabumi.. berdasarkan pemeriksaan tersebut Bu Maesaroh didiagnosis menderita Kanker Leher Rahim (Ca Servix)  dan Tumor Rahim. kemudian harus segera dirujuk ke RSHS Bandung, tetapi tidak jadi dirujuk karena tidak ada biaya untuk kebutuhan sehari – hari selama berobat dan ada ketakutan terhadap akibat kemoterapi. Bu Maesaroh merupakan seorang Janda, kedua anak beliau pun sudah menikah dan tidak bisa membantu banyak untuk pengobatan Bu Maesaroh. Bu Maesaroh telah memiliki JKN – KIS Mandiri kelas III sehingga cukup terbantu untuk biaya pengobatan. akan tetapi untuk kebutuhan lain seperti transportasi dan makan beliau merasa kesulitan. Kurir sedekah Rombongan yang bertemu beliau merasakan kesulitannya, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari selama pengobatan di Rumah Sakit.  Semoga Ibu Maesaroh segera diberi kesembuhan. Aamiin….

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @deri_darusman

Bu maesaroh menderita Ca Servix dan Tumor Rahim


UNDANG SUDARNA (53, Susp. Tumor Kulit / Tumor Mata). Alamat : Kampung Cipakis RT 4/7, Desa Cipakis, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Dua tahun lalu Pak Undang kerap merasakan gatal pada tahi lalat di pipi sebelah kanannya. Seiring perkebangan waku, selain gatal, ia juga merasakan perih sekali-kali pada tempat yang sama. Yang lebih mengkhawatirkan, semakin lama muncul luk a di pipinya yang melebar ke daerah mata, bahkan akhirnya memyerang metanya. Lelaki yang dikenal sebagai tukang ojeg itu tidak sempat memeriksakan gejala aneh di pipinya itu ke rumah sakit karena tidak memiliki biaya, jaminan kesehatan apa pun, dan jauhnya jarak dari rumah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur. Tempat tinggalnya berada di wilayah Cianjur bagian selatan yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut. Duda tak punya anak ini bertemu dengan kurir #SedekahRombongan saat ia tinggal di rumah kakaknya di Desa Ciwidey Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung. Rupanya ia beencana pindah ke Bandung. Kepindannya ke Kabupaten Bandung ia maksudkan agar ia bisa memulai hidup baru dan bisa lebih mudah memeriksakan dirinya ke sarana kesehatan. Saat dikunjungi di rumah kakaknya yang sederhana, ia mengutarakan harapannya untuk melanjutkan pengobatannya yang lama tertunda. Didampingi kakaknya dan pengurus lingkungan, ia sempat diperiksakan ke Puskesmas dan RSUD Soreang saat kondisinya menurun. Pak Undang termasuk warga dhuafa yang layak mendapatkan bantuan dan dorongan untuk mengikhtiarkan kesembuhan dari penyakit yang dialaminya. Alhamdulillah, dengan empati sedakaholics #SR, kurir di Bandung juga dapat menyampaikan bantun awal yang digunakan untuk biaya pembuatan Kartu BPJS Mandiri, biaya transportasi dan biaya sehari-hari. Setelah terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri Kelas 3, kini ia semakin bersemangat untuk berobat. Selama bulan November sampai pertengahan Desember 2016 Pak Undang kemudian menjalani serangkaian pemeriksaan awal di RSHS Bandung, dan ditangani di Poli Ongkologi. Dia tinggal di RSSR Bandung, dan sekali-kali diantar-jemput MTSR Bandung pulang ke rumah saudaranya di Kecamatan Ciwidey. Kini ia tengah menunggu pemeriksaan melalui CT-Scan yang dijadwalkan akhir Desember 2016. Pada pertengahan 2017 ia tinggal lagi seminggu di RSSR Bandung untuk menjalani pemeriksaa melalui RMI. IIkhtiar kesembuhannya masih cukup lama. Untuk membantunya terus berobat sampai sembuh, kembali kurir #SR menyampaikan bantuan lanjutan dari sedekaholik yang digunakan untuk biaya membeli obat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 928.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Pak undang menderita Susp. Tumor Kulit / Tumor Mata


MTSR KARAWANG (T 9959 DA, Inventaris Sedekah Rombongan). Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “BERGERAK” pun cepat dan padat sekali. Kebutuhan antar pasien tak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Saat ini, pasien Sedekah Rombongan Karawang berjumlah kurang lebih 35 pasien dampingan, dengan berbagai macam latar belakang. Padatnya agenda mobilitas ambulan Sedekah Rombongan atau biasa yang kami sebut dengan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) membuat Karawang membutuhkan MTSR. Sehingga Sedekah Rombongan Karawang pada bulan November tahun 2016 kemarin meluncurkan program Menggalang Dana langsung dari para Sedekaholics yang sudah memahami kebutuhan Ambulance di Kabupaten Karawang, untuk mewujudkan mimpi kami bisa bergerak lebih efektif dengan adanya MTSR di Karawang. Alhamdulillah, respon positif dari Sedekaholics kami dapatkan. Program ini pun berjalan lancar sehingga dana dapat terkumpul dalam waktu sekitar 1 bulan sejumlah yang tertera di bawah ini. Mobil APV SGX dengan plat nomor T 9959 DA dengan hotline 08155911911 telah berada di garasi kantor Sedekah Rombongan Karawang. Dana tersebut juga telah dialokasikan untuk karoseri, light bar, sirine, branding. Sekarang MTSR Sedekah Rombongan Karawang telah beroperasi. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung program ini, baik dukungan dalam bentuk materi maupun membantu dalam penyebarluasan informasi. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dan ibadah kita ini dengan sebaik-baiknya pembalasan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 208.800.000,-
Tanggal : 3 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @etydewi2

Pengadaan Ambulance Sedekah Rombongan karawang


IDAH BINTI H.HOLID (60, Sirosis Hati). Alamat : Dusun Langseb IV, RT 3/4, Desa Kertaharja, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ibu Idah merasakan sakitnya sejak 10 tahun yang lalu, namun belum pernah sekalipun di bawa ke rumah sakit, hanya sekedar kontrol di Puskesmas maupun Klinik terdekat. Ibu Idah seringkali merasakan mual, terkadang perutnya melilit dan dadanya terasa panas. Tepatnya pada awal bulan Oktober 2016, Ibu Idah yang perutnya semakin membengkak tidak lagi kuat menahan sakitnya. Bu Idah kemudian dirawat selama seminggu di Rumah Sakit Islam (RSI) Kabupaten Karawang. Satu bulan kemudian kondisi Bu Idah menurun sehingga kembali mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Dari hasil pemeriksaan medis Ibu Idah mengalami penyakit hati kronis yang dikenal dengan Sirosis Hati. Dokter menyarankan agar beliau segera dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS) Bandung. Ibu Idah yang seorang Ibu Rumah Tangga, suaminya Alm. Bapak Kamaludin telah meninggal dunia, menunda rujukan dari Rumah Sakit dikarenakan  faktor keadaan ekonomi keluarga yang tidak mampu. Walaupun memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI namun keluarga bingung bagaimana memenuhi kebutuhan selama berobat nanti. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Idah, dan membantu memfasilitasi untuk mengantar beliau ke RSHS Bandung. Dan untuk kemudahannya selama menjalani pengobatan, Bu Idah tinggal sementara di Rumah Singgah Sedekah Rombongan. Santunan awalpun disampaikan untuk meringankan beban biaya kebutuhan sehari-hari selama di RSSR. Semoga Ibu Ida diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan.. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu Kosasih @etydewi2

Bu idah menderita Sirosis Hati


KARYATI BINTI SARKO (51, Ca Ovarium). Alamat : Dusun Telar RT 2/1, Desa Telarsari, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ibu Karyati merupakan pasien asal Kabupaten Karawang yang hidup bersama kedua anaknya. Pada tahun 2014 lalu, Ibu Karyati merasakan adanya benjolan kecil di bagian kanan pada organ kewanitaannya. Tumbuhnya benjolan ini awalnya tidak terasa sakit, namun semakin hari tumbuh membesar dan terasa perih. Februari 2016 lalu, Bu Karyati tidak tahan lagi menahan sakitnya dan mendapat rujukan dari Puskesmas Jatisari, ke Rumah Sakit Siloam Purwakarta. Menjalani pemeriksaan menyeluruh Bu Karyati terdiagnosis Kanker Ovarium. Bu Karyati kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, namun sehari perawatan disana Bu Karyati kembali ke rumahnya di Karawang dengan pertimbangan biaya hidup. Januari 2016 lalu, Bu Karyati yang terbaring lemah tak berdaya dirumahnya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Dokter menyarankan agar segera melakukan operasi pengangkatan benjolan. Menunggu jadwal operasi yang ditentukan Ibu Karyati menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Karawang. Selama sakitnya kebutuhan hidup dirinya dan kedua anaknya dibantu oleh saudara dan tetangga sekitar. Bu Karyati terbantu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk biaya pengobatannya, namun untuk kebutuhan sehari-hari dirumah sakit dan transportasi beliau kesulitan. Santunan awal titipan para sedekaholics pun disampaikan untuk membantu kebutuhan hidupnya selama beliau di rawat. Semoga operasi Bu Karyati  dapat berjalan dengan lancar dan diberikan kekuatan serta kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @badrudin_musthafa   @etydewi2

Bu karyati menderita Ca Ovarium


RSSR SEMARANG (Biaya Inventaris RSSR Bulan Desember). Alamat : Jl. Sadewa 2 No. 3, RT 1/3, Kel. Pendrikan Kidul, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang. RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Di Semarang sejak bulan Juni 2016 ini kami menyewa sebuah rumah di daerah Semarang Tengah ini, sebelumnya di daerah Pleburan Semarang sejak 2 tahun lalu sebagai rumah singgah untuk pasien. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah misalnya ada pasien #SedekahRombongan yang berasal dari luar kota Semarang, biasanya dari wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, Pekalongan, Pati, Jepara, Purwodadi, Rembang, dsb yang harus menjalani pengobatan di Semarang selama berbulan-bulan dan hanya perlu masuk Rumah Sakit seminggu sekali misalnya untuk kemoterapi, kontrol rutin, atau proses pengobatan yang lain tidak perlu bolak balik ke rumahnya dan bisa menempati Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR). Laporan ini ditujukan untuk pembelian 4 white boards ukuran besar Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan Desember 2016. Laporan keuangan operasional RSSR ini sebelumya masuk di rombongan 948.

Jumlah Bantuan : Rp. 591.000,-
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya Inventaris RSSR Bulan Desember


RSSR SEMARANG (Operasional Bulan Desember). Alamat : Jl. Sadewa 2 No. 3, RT 1/3, Kel. Pendrikan Kidul, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang. RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Di Semarang sejak bulan Juni 2016 ini kami menyewa sebuah rumah di daerah Semarang Tengah ini, sebelumnya di daerah Pleburan Semarang sejak 2 tahun lalu sebagai rumah singgah untuk pasien. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah misalnya ada pasien #SedekahRombongan yang berasal dari luar kota Semarang, biasanya dari wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, Pekalongan, Pati, Jepara, Purwodadi, Rembang, dsb yang harus menjalani pengobatan di Semarang selama berbulan-bulan dan hanya perlu masuk Rumah Sakit seminggu sekali misalnya untuk kemoterapi, kontrol rutin, atau proses pengobatan yang lain tidak perlu bolak balik ke rumahnya dan bisa menempati Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR). Laporan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan Desember 2016. Laporan keuangan operasional RSSR ini sebelumya masuk di rombongan 948.

Jumlah Bantuan : Rp. 11.782.450,-
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir : @indrades All Kurir Semarang


MTSR SEMARANG (H 8690 QF, Biaya  Operasional Bulan Desember). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulance MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Desember 2016. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 948.

Jumlah Bantuan : Rp. 7.535.500,-
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya Operasional Bulan Desember


MTSR SEMARANG (G 9221 GC, Biaya  Operasional Bulan Desember). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Desember 2016. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 948.

Jumlah Bantuan : Rp. 8.754.580,-
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir : @indrades @DiahPertiwi1110

Biaya Operasional Bulan Desember


UNTUNG SAHARA (20, Kanker Tulang). Alamat : Kalenpandan RT 4/14, Pamulihan, Larangan, Brebes, Jawa Tengah.  Awalnya, Untung mengalami kecelakaan yang tak kunjung sembuh meskipun sudah diperiksakan di klinik setempat. Akhirnya oleh orangtuanya, dibawa ke Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo di Jakarta dan menjalani kontrol setiap bulannya, Tetapi pengobatan terhenti karena terkendala biaya serta tak ada kemajuan kesembuhan. Ayah Untung yaitu Bapak Dartam (50) yang kesehariannya sebagai buruh harian lepas merasa kesulitan dengan besarnya biaya transportasi yang harus disiapkan. Maklum saja, Bapak Dartam tidak memiliki simpanan uang. Pak Dartam masih memiliki tanggungan 5 anak. Seluruh biaya pengobatan Untung telah dicover oleh JKN-KIS PBI. Kurir #SRbrebes dipertemukan dengan Untung kemudian mendamipingi pengobatanya. Untung dirujuk untuk melanjutkan pengobatan di RS. Ortopedi Solo. Maret 2016, Untung menjalani pemeriksaan awal kemudian kontrol tiap satu bulan sekali. Pada 25 April 2016, dokter menganjurkan untuk melakukan pengobatan rutin rawat jalan selama beberapa minggu untuk mematikan sel kanker yang ada, sebelum dilakukan operasi. Awal Agustus 2016, Untung kembali menjalani kontrol serta tes laboratorium, kemudian 8 Agustus ia menjalani operasi kaki bagian kiri. Saat ini ia masih menjalani perawatan di RS serta dianjurkan untuk berbaring selama 6 minggu untuk memulihkan kaki pasca operasi. Kemudian dokter menganjurkan untuk kontrol/terapi setiap 1 minggu sekali pada hari kamis untuk pemulihan lebih lanjut dan dokter memberikan obat setiap kontrol untuk melenturkan sendi yang kaku. Santunan kembali disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 948.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 22 Desember 2016
Kurir : @indrades @DiahPertiwi1110

Untung menderita Kanker Tulang


RASIYEM BINTI KASIM (42, Kanker Rahang). Alamat : Dukuh Jumbleng, RT 5/4, Kel. Sojomerto, Kec. Gemuh, Kab. Kendal, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 2014 lalu, Bu Rasiyem merasakan sakit gigi, kemudian timbul benjolan di rahang kanannya. Kemudian, Bu Rasiyem berobat ke dokter praktek di desa. Oleh dokter disarankan ke RSI di Kendal. Dua hari setelah berobat, rasa sakitnya makin hebat lalu dirujuk ke RSUD Tugurejo Semarang. Di RSUD Tugurejo Semarang dilakukan operasi cabut gigi kiri dan kanan. Berdasarkan pemeriksaan awal, dicurigai ada keganasan. Namun karena merasa sudah membaik, pengobatan tidak dilanjutkan. Padahal dokter telah menyarankan untuk operasi. Pada awal tahun 2015, Sakit yang diderita Bu Rasiyem semakin parah. Kondisi tubuh juga semakin menurun. Kemudian Bu Rasiyem menjalani kontrol rutin di RSUD Tugurejo Semarang. Setelah menjalani kontrol rutin selama 3 bulan, pengobatan Bu Rasiyem kembali terhenti karena tidak adanya biaya untuk bolak-balik ke Semarang. Bu Rasiyem telah memiliki JKN – KIS PBI. Bu Rasiyem yang masih memiliki 3 tanggungan anak. Alhamdulillah pada bulan Juni 2016 tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Rasiyem. Dan kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Bu Rasiyem. Saat ini Bu Rasiyem dapat melanjutkan pengobatannya kembali di RSUD Tugurejo Semarang. Karena penyakitnya sudah semakin parah, dokter menyarankan Bu Rasiyem untuk menjalani kemoterapi. Dan sekarang, Bu Rasiyem telah menyelesaikan kemoterapi yang ke-7. Santunan diberikan kepada Bu Rasiyem untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 948.

Jumlah Bantuan : Rp. 746.545,-
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @rishafaiq @DiahPertiwi1110

Bu rasiyem menderita Kanker Rahang


MARYATI BINTI KASNURI (32, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Jln. Kakaktua, RT 4/3 No.10, Gang 1 Randu Gunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Sejak 2013 lalu, Bu Maryati memiliki benjolan di bagian payudaranya. Kemudian Bu Maryati memeriksakan diri ke Rumah sakit di Tegal. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter mendiagnosa Bu Maryati menderita kanker payudara stadium 3. Karena keterbatasan alat medis, dokter merujuk Bu Maryati berobat ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pengobatan pertama dilakukan setelah Bu Maryati melahirkan anaknya yg kedua. Dokter tidak memperbolehkan kanker Bu Maryati dioperasi, karena saat itu beliau masih menyusui. Setelah anaknya sudah besar, dokter menyarankan agar Bu Maryati segera dioperasi, akan tetapi Bu Maryati tidak berani melakukan operasi. Selain itu, karena keterbatasan biaya, kanker Bu Maryati dibiarkan begitu saja sampai akhirnya pecah dan menjalar ke leher dan liver. Bu Maryati sudah memiliki JKN – KIS PBI, akan tetapi beliau tidak memiliki biaya untuk akomodasi selama perawatan, karena selama ini beliau mendapatkan bantuan dari warga sekitar tempat tinggalnya. Suami Bu Maryati, Bapak Rahmat (27 tahun) bekerja sebagai buruh serabutan, penghasilannya sebagai buruh serabutan yang tidak menentu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tidak mampu membiayai akomodasi pengobatan yang harus dijalani Bu Maryati, apalagi beliau memiliki tanggungan dua orang anak yang berumur 7 tahun dan 1 tahun. Saat ini anak pertama Bu Maryati terpaksa harus putus sekolah dikarenakan tidak mampu membayar biaya sekolah. Bu Maryati menjalani pemeriksaan rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan telah menjalani 6 kali kemoterapi. Kondisinya sudah mulai membaik, kanker di payudara sudah mengecil dan mengering. Bu Maryati telah menjalani USG dan rontgen untuk mengetahui sampai sejauh mana penyebaran kankernya. Hasil kontrol pada tanggal 3 Mei 2016 terdapat benjolan di liver, dokter memberikan obat untuk diminum selama satu bulan, dan mengharuskan Bu Maryati kontrol kembali setelah obat habis. Hasil kontrol pada tanggal 3 Juni 3016, dokter memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan rahim karena kanker sudah menyebar ke rahim dan liver. Sebelum operasi dokter menyarankan agar bu Maryati meminta persetujuan pihak keluarga terlebih dahulu. Apabila keluarga sudah setuju maka operasi pengangkatan rahim akan dilakukan pada bulan Juli 2016. Alhamdulillah, Bu Maryati sudah menjalani operasi pengangkatan rahim. Operasi berjalan dengan lancar, namun Bu Maryati masih harus menjalani kemoterapi pasca operasi. Saat ini Bu Maryati sudah menjalani kemoterapi ke-7. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama Bu Maryati menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Semoga Bu Maryati bisa lekas sembuh dan dapat beraktivitas kembali seperti biasanya. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 948.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir : @Indrades @Ida @lianhumaira @DiahPertiwi1110

Bu maryati menderita Kanker Payudara Kanan


ROMADHON BIN CUNDUK  (50, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Tondano No. 18, Noyontaan, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pak Romadhon adalah seorang tukang becak di wilayah Kota Pekalongan. Gejala awal penyakit beliau sekitar bulan Februari 2015, saat itu mulai tumbuh benjolan pada bagian leher. Karena tidak merasakan sakit, jadi beliau tidak terlalu memperdulikannya. Pada Bulan Agustus tahun 2015 akhirnya keluarga Bapak Romadhon memeriksakan diri ke dokter dan dokter mendiagnosis terkena kanker kelenjar getah bening. Sejak Pak Romadhon didiagnosa mengidap kanker, beliau sudah tidak bisa bekerja sebagai tukang becak. beliau memiliki tanggungan 3 orang anak yang masih bersekolah yaitu anak ke-3 SMA, anak ke-4 SMP dan anak ke-5 SD. Fasilitas jaminan kesehatan yang digunakan beliau adalah kartu BPJS Kesehatan JKN – KIS PBI. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah, isteri Pak Romadhon bekerja sebagai petugas kebersihan/cleaning service. Hingga pada bulan November 2015, Allah mempertemukan Pak Romadhon dengan kurir Sedekah Rombongan.Tim SR membawa Pak Romadhon berobat ke RSUD Bendan dan segera dirujuk ke RS Dr. Kariadi Semarang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Setelah pemeriksaan medis selesai dilakukan, Dokter menyarankan untuk segera melakukan kemoterapi. Tahap demi tahap kemoterapi telah selesai dan dilalui Pak Romadhon dengan lancar. Saat ini Pak Romadhon sudah menjalani serangkaian program kemoterapi. Setelah ini akan dilakukan evaluasi untuk memastikan kondisi kanker Pak Romadhon. Santunan disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 948.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @dianfariza @yodhadidot @DiahPertiwi1110

Pak romadhon menderita Kanker Kelenjar Getah Bening


SUNIAH BINTI RASDJAN (51, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Desa Tengki, RT 2/4, Kec. Brebes, Kab. Brebes, Prov. Jawa Tengah. Beberapa tahun lalu, Bu Suniah tiba-tiba merasakan nyeri pada bagian dada lebih tepatnya dekat dengan tulang rusuk bagian bawah. Awalnya Bu Suniah mengira sakit tersebut hanya sakit sementara dan melakukan terapi pijat. Karena dirasa tak juga membaik, Bu Suniah memutuskan untuk berobat ke dokter klinik setempat. Dokter menyebutkan bahwa sakit yang dirasakan Bu Suniah kemungkinan adalah sakit Maag. Hari-hari berlalu, dan rasa nyeri belum juga hilang setelah berobat hingga pada akhirnya Bu Suniah mulai merasakan adanya benjolan pada payudara bagian kanannya. Akhirnya Bu Suniah memeriksakan diri di rumah sakit setempat dan ternyata benjolan tersebut adalah kanker yang sudah cukup besar. Benjolan yang muncul kemudian diambil dengan jalan operasi dan dokter menyarankan untuk rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk pengobatan lebih lanjut. Bekerja sebagai buruh tani, jarak yang jauh dari Semarang dan biaya pengobatan membuat Bu Suniah berfikir untuk melakukan pengobatan lanjut. Bu Suniah telah memiliki fasilitas keshatan JKN – KIS PBI. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Suniah dan saat ini telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Semarang. BuSuniah dibawa ke Semarang untuk menjalani beberapa tindakan medis di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bu Suniah telah menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Saat ini Bu Suniah tengah menjalani sinar yang dijadwalkan sebanyak 30 kali penyinaran. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 899.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal :  31 Desember 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @restirianii @DiahPertiwi1110

Bu suniah menderita Kanker Payudara Kanan


SURONO BIN TARMUJI (42, Patah Kaki + Stroke). Alamat : Desa Jawisari RT 1/1 Kec. Limbangan, Kab. Kendal, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 1992 Pak Surono kerja di RB PURA RAHARJA Jogjakarta bagian administrasi kemudian menikah pada tahun 1996. Pada tanggal 3 December 2009 Pak Surono mengalami stroke ringan di sebelah kiri. Pihak keluarga membawa Pak Surono ke RS. Bethesda Jogja untuk mendapat perawatan lebih intensif. Setelah itu stroke Pak Surono sering kambuh sampai menyerang tubuh bagian kanan hingga menyebabkan bibir me-merot kesamping. Kondisi Pak Surono tak kunjung menunjukkan perbaikan justru pada tahun 2010 penyakit Pak Surono semakin parah sampai menyerang kondisi kejiwaan dan membuat kesehatannya tidak stabil. Belum lepas dari stroke ringan yang di derita, pada awal bulan November 2011 Pak Surono mengalami kecelakaan bersama anak pertama beliau hingga menyebabkan kaki Pak Surono patah dan harus dilakukan operasi di RS PKU Muhammadiyah Gamping Jogja. Dibutuhkan biaya sekitar 25 juta untuk operasi pemasangan pen di kaki namun apa daya keluarga tidak mempunyai simpanan uang sebanyak itu. Setelah meminjam kesana kemari keluarga Pak Surono hanya memperoleh pinjaman 2 juta, hanya cukup untuk menebus obat dan membayar administrasi rumah sakit .Keterbatasan dana dan tidak adanya fasilitas kesehatan membuat pengobatan Pak Surono pun ditunda hingga tahun 2013. Alhamdulillah atas ijin Allah, pertengahan tahun 2013 tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Surono. Setelah mengalami tahap survey, saat ini Pak Surono telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan Pak Surono dapat melanjutkan pengobatan kembali. Tim kurir #SedekahRombongan juga membantu proses pembuatan JKN – KIS Mandiri Kelas III untuk Pak Surono. Pak Surono telah menjalani serangkaian pengecheckan secara intensif di RSUD Tugurejo Semarang, dan Pak Surono telah menjalani operasi pengambilan pen pada kaki. Saat ini Pak Surono sedang menjalani kontrol rutin di RS Permata Medika Semarang. Bantuan pun disampaikan guna keperluan berobat dan keseharian Pak Surono selama berobat. Semoga Pak Surono lekas sembuh dan dapat kembali beraktifitas seperti sedia kala. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 927.

Jumlah Bantunan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @rifqiizzaturrijal @DiahPertiwi1110

Pak surono menderita Patah Kaki + Stroke


SEPTIANA DEWI (3, Tumor Pipi). Alamat : Jl. Angkatan 66, Gang 10A, RT 4/2, Desa Kramatsari, Kec. Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada awalnya, 2 hari setelah Septi lahir diketahui ada benjolan pada pipi kiri. Kemudian orang tua Septi membawa ke RSUD Bendan Pekalongan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah diakukan pemeriksaan, dokter mendiagnosis bahwa Septi menderita tumor pipi. Kemudian dokter merujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk pengobatan lebih lanjut. Pada akhir September 2014, Septi dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Tahap demi tahap pemeriksaan telah dilalui oleh Septi. Dokter menyarankan Septi untuk menjalani operasi pada usia 1 tahun karena organ tubuh dan wajahnya yang masih sangat rentan jika dilakukan tindakan medis lanjut, seperti pembedahan. Pada Oktober 2015, Septi menjalani operasi pengangkatan tumor tahap satu dan selanjutnya dilakukan rekontruksi wajah. Hingga saat ini, Septi telah menjalani operasi rekontruksi wajah sebanyak 7 kali. Saat ini Septi sedang menjalani pengobatan rawat jalan dan persiapan rekonstruksi tahap ke 8. Ayah Septi, Dimyati (34) yang bekerja sebagai tukang tambal ban dan ibunya, Umiasih (24) seorang ibu rumah tangga, merasa kesulitan ketika berobat ke Semarang karena jarak yang sangat jauh sehingga dibutuhkan biaya akomodasi yang tidak sedikit. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Hingga pada pertengahan September 2014 tim kurir#SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Septi dan kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan yang juga dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dan menjadikan Septi sebagai pasien dampingan #SedekahRombongan. Santunan kembali disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 948.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @haurilmnisfari @DiahPertiwi1110

Septi menderita Tumor Pipi


SITI MUSIYAM (45, Kanker Ovarium). Alamat : Desa Karangsari, Kec Bojong, Kab Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 2014 lalu, Ibu Musiyam mengalami keputihan terus-menerus. Ibu Musiyam mengira keputihan yang biasa terjadi menjelang datang bulan. Setelah satu bulan keputihan tersebut tidak kunjung berhenti bahkan Ibu Musiyam merasakan ada benjolan pada bagian perut. Sehingga menyebabkan Ibu Musiyam susah buang air kecil. Kemudian Ibu Musiyam berobat ke RSUD Kajen Pekalongan. Setelah dilakukan rontgen, dokter mendiagnosa bahwa Ibu Musiyam menderita kanker ovarium atau dalam bahasa awam dikenal sebagai kanker indung telur. Kemudian Ibu Musiyam dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk penanganan lebih intensif. Ibu Musiyam menjalani operasi pengangkatan kanker pada rahim di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pasca operasi pengangkatan kanker, Ibu Musiyam telah menjalani kemoterapi 6 kali untuk membunuh sel-sel kanker yang ada. Dari hasil USG masih terlihat bahwa kanker di indung telur Ibu Musiyam masih ada, dan ukurannya semakin membesar. Posisi kanker semakin mendesak organ ginjal sehingga mengganggu fungsi sistem perkemihannya. Ibu Musiyam yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga dan suami Ibu Musiyam yaitu Bapak Kasdolah (42) sebagai tukang batu di Jakarta yang penghasilannya tidak menentu seakan-akan ingin menyerah. Ibu Musiyam juga masih memiliki tanggungan 2 anak yang belum bekerja. Pengobatan cukup panjang harus dilalui Ibu Musiyam. Kesulitan biaya transportasi juga menjadi kendala utama. Biaya pengobatan sudah dicover JKN – KIS Mandiri Kelas III. Alhamdulillah pada akhir tahun 2014, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Musiyam dan sepakat mendampingi selama berobat. Saat ini Ibu Musiyam telah selesai menjalani program kemoterapi lanjutan. Bekas operasi kedua juga belum dijahit karena masih ada kanker di perut Bu Mus, sehingga untuk tindakan operasi selanjutnya menunggu rapat dokter​​. Bantuan dari sedekaholics ini ditujukan untuk Bu Musiyam dan Keluarga untuk biaya akomodasi Bu Musiyam saat pengobatan di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 948.

Jumlah Bantuan : Rp 549.379
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir : @indrades @idaiddo  @DiahPertiwi1110

Bu siti menderita Kanker Ovarium


MUHAMAD WILDAN AFANI (1, Atresia Ani). Alamat : Desa Lambanggelun, RT 1/1, Kec. Paninggaran, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada tanggal 9 Mei 2016 lalu, lahir seorang bayi laki-laki bernama Wildan. Semua keluarga gembira menyambut kelahiran Wildan. Namun, tiba-tiba kabar kurang menyenangkan datang dari dokter yang penangani persalinan ibu Wildan. Saat itu dokter menjelaskan bahwa Wildan lahir dengan kondisi tidak normal. Wildan memiliki kelainan pada saat lahir yaitu atresia ani atau yaitu tidak memiliki anus. Dokter menjelaskan bahwa Wildan harus menjalani operasi supaya memiliki anus. Tetangga sekitar yang mengetahui kondisi tersebut kemudian secara sukarela membantu agar Wildan bisa segera operasi. Operasi tahap satu pun dilakukan yaitu pembuatan colostomi (anus buatan) di perut kiri sebagai jalan pembuangan tinja sementara yang dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah operasi tahap satu selesai, Wildan harus menjalani operasi tahap dua yaitu pembuatan anus diusia 6 bulan. Namun operasi tersebut belum bisa dilakukan saat Wildan berusia 6 bulan. Orang tua Wildan yaitu Pak Nasib Sugiono (22) yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan Bu Titi Murni (21) hanyalah ibu rumah tangga biasa merasa tidak mampu dengan biaya transportasi yang harus mereka siapkan. Pak Nasib dan Bu Titi Saat itu Pak Nasib seakan-akan menyerah. Meskipun biaya pengobatan telah dijamin oleh fasilitas kesehatan yang telah dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Hingga akhirnya tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Nasib. Tim kurir #SedekahRombongan sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Wildan. Serangkaian tindakan medis di RSUP Dr. Kariadi telah selesai dilakukan dan Wildan sudah menjalani operasi tahap dua. Saat ini Wildan sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya akomodasi selama di Semarang. Santunan disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 948.

Jumlah Bantuan : Rp. 5​00.000,-
Tanggal : 28 Desember​ 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @DiyahSumanti @DiahPertiwi1110

Wildan menderita Atresia Ani


NGATINI BINTI AMIR (36, Tumor Dagu). Alamat : Dusun Ngaliyan RT 03/13 Kel. Kalongan, Kec. Ungaran Timur, Kab. Semarang, Prov. Jawa Tengah. Sepuluh tahun yang lalu, sekitar tahun 2004, Bu Ngatini awalnya memiliki keluhan sakit gigi, kemudian muncul benjolan kecil di area dagunya. Benjolan tersebut semakin lama semakin membesar. Saat itu, Bu Ngatini diantar periksa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang oleh tetangganya yang bekerja sebagai perawat di RSUP Dr. Kariadi. Bu Ngatini divonis terkena tumor dagu jinak oleh dokter dan harus dilakukan operasi. Menurut dokter meskipun tumor tersebut jinak namun apabila tidak diambil maka semakin lama akan semakin besar dan akan mengganggu kegiatan sehari-hari Bu Ngatini. Namun karena jarak dari rumah beliau menuju RSUP Dr. Kariadi Semarang yang cukup jauh, terlebih dengan kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan sampai sekarang belum dilakukan operasi pengangkatan tumor padahal tumor dagunya sudah sangat besar. Bu Ngatini bekerja di sebuah perumahan sebagai buruh bagian merawat taman. Suami Bu Ngatini, Pak Kuat dahulu bekerja sebagai kernet truk di Sumatra namun sekarang hanya  bekerja serabutan di rumah. Bu Ngatini masih mempunyai tanggungan 2 anak yang masih kecil dan bapak mertua yang sudah lansia. Saat ini Bu Ngatini sudah memiliki  fasilitas JKN – KIS PBI yang dibuatkan oleh perangkat desa setempat. Karena faktor kurangnya pengetahuan sehingga Bu Ngatini memerlukan pendampingan dalam proses pengobatan. Serta dibutuhkan banyak biaya transportasi mengingat jarak rumah dengan RSUP Dr. kariadi sangat jauh. Tanggal 27 Januari 2016 Tim #SedekahRombongan bertemu dengan Bu Ngatini, setelah melakukan obrolan panjang akhirnya tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Bu Ngatini.  Pada tanggal 4 Februari 2016, atas rujukan dari RSUD Ungaran, Bu Ngatini melakukan kontrol pertama di RS Tugu Semarang dengan dampingan tim #SedekahRombongan di Poli Onkologi. Karena kondisi tumornya yang sudah sangat besar dan sudah menyerang rahang, dokter menyarankan untuk segera dilakukan operasi dengan resiko Bu Ngatini akan kehilangan semua gigi bagian bawahnya sebab rahang bawah harus diganti dengan pen. Dan Bu Ngatini bersedia dengan resiko tersebut. Karena keterbatasan alat di RS Tugu, Bu Ngatini dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang.Alhamdulillah, tanggal 28 April 2016, Bu Ngatini menjalani operasi pengangkatan tumor di RSUP Dr. Kariadi Semrang. Operasi berjalan dengan lancar dan saat ini Bu Ngatini sedang dalam masa pemulihan pasca operasi di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Selang bantu makan sudah dilepas tanggal 25 Mei 2016. Alhamdulilah saat ini, Bu Ngatini sudah bisa menutup mulutnya dengan sempurna dan memakan makanan biasa yang teksturnya lunak. Bu Ngatini menjalankan kontrol rutin dua minggu sekali untuk memeriksa luka jahitan setelah operasi. Tanggal 16 Desember 2016, Bu Ngatini menjalani operasi untuk menyempurnakan jahitan di pipi sebelah kiri. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar dan saat ini sudah diperbolehkan pulang dari RSUP Dr. Kariadi dan melakukan pengobatan rawat jalan. Kondisi Bu Ngatini semakin membaik, #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama Bu Ngatini menjalani pengobatan di Semarang. Mohon doanya semoga Bu Ngatini lekas sembuh dan dapat beraktivitas seperti semula. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 927.

Jumlah Bantuan : Rp. 900.000,-
Tanggal : 21 Desember 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @lianhumaira @DiahPertiwi1110

Bu ngatini menderita Tumor Dagu


MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO (6, Hydrocephalus + Kelainan Struktur Wajah). Alamat : Ds. Godong, RT 3/ 1, Kec. Wonopringgo, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengan. Dik Maghfiroh sudah mengalami kelainan terutama pada struktur wajah dan tempurung kepalanya sejah lahir. Beberapa hari setelah kelahiran Dik Maghfiroh langsung dibawa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang atas rujukan rumah sakit daerah setempat. Kurang lebih sekitar satu bulan Dik Maghfiroh dirawat secara intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ayah Maghfiroh yaitu Bapak Yunan Purnomo (45) sebagai buruh serabutan dan Ibu Nur Alfiana (42) sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan yang tidak menentu membuat Bapak Purnomo kesulitan biaya transportasi pulang pergi ke Semarang. Meskipun semua biaya pengobatan sudah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Pada awal 2014 tim kurir #SedekahRombongan bertemu dengan keluarga Maghfiroh. Kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Maghfiroh. Saat ini Maghfiroh sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Mohon doanya semoga Maghfiroh lekas sembuh. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 948.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Desember 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @auliarahman04 @DiahPertiwi1110

Maghfiroh menderita Hydrocephalus + Kelainan Struktur Wajah


Abdurrochim bin Casmadi (44, Kanker Usus). Alamat : Dk. Milahan Timur RT 5/3, Kel. Rowokembu, Kec. Wonopringgo, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada Mei 2016 Pak Abdurrochim mengeluh sakit di bagian perut, kemudian Pak Abdurrochim berobat ke Puskesmas. Di Puskesmas Pak Abdurrochim diberi rujukan untuk berobat ke RSUD Bendan. Dari RSUD Bendan, Pak Abdurrochim dirujuk ke Poli Bedah RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dari hasil pemeriksaan awal, dokter mendiagnosa bahwa Pak Abdurrochim menderita Kanker Usus. Pak Abdurrochim dijadwalkan untuk menjalani kemoterapi. Istri PakAbdurrochim yaitu Ibu Nur Sekhah (38) yang kesehariannya sebagai buruh harian lepas merasa keberatan apabila PakAbdurrochim berobat di Semarang. Hal ini disebabkan tidak adanya biaya transportasi. Meskipun biaya pengobatan sudah ditanggung oleh JKN – KIS PBI. Pak Abdurrochim masih memiliki satu anak yang masih sekolah. Pada pertengahan November 2016 kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Abdurrochim. Kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan. Saat ini Pak Abdurrochim sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Santunan awal disampaikan untuk membantu biaya akomodasi saat di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 948.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.157.545,-
Tanggal : 19 Desember 2016
Kurir : @indrades@idaiddo @eka @DiahPertiwi1110

Pak rochim menderita Kanker Usus


ELI NURJANAH (42, Tumor Dagu). Alamat : DK Tumpek, RT 4/6 Pakujati, Kec. Paguyangan, Kab. Brebes, Prov. Jawa Tengah. Bu Eli adalah nama panggilannya. Awalnya, ada benjolan kecil pada bagian dagu Bu Eli. Namun, Bu Eli mengira benjolan itu adalah jerawat biasa dan dibiarkan saja.Setelah beberapa hari benjolan tersebut membesar dan terasa nyeri. Bu Eli memeriksakan ke RS. Jatiwinangun Purwokerto dan didiagnosis menderita tumor ganas pada dagu stadium awal. Kemudian Bu Eli dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Tidak adanya jaminan kesehatan yang dimiliki, membuat Bu Eli kesulitan dalam melanjutkan pengobatan ke Semarang. Kondisi ekonomi keluarga yang kurang mampu membuat proses pengobatan terhenti. Suami Bu Eli, Pak Kodirin (47) yang bekerja sebagai kuli bangunan merasa tidak mempu dengan biaya operasi yang sangat besar. Pada awal November 2016, tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Eli dan tim kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan. Kemudian Bu Eli dibawa ke Semarang untuk menjalani pemeriksaan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Tim kurir juga membantu proses pembuatan jaminan kesehatan Bu Eli berupa JKN – KIS Mandiri Kelas III. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Setelah menjalani serangkaian tindakan medis yaitu kemoterapi dan radio terapi. Saat ini Bu Eli masih menjalani kontrol rutin setiap tiga bulan sekali untuk memtau kondisi kesehatan Bu Eli. Mohon doanya semoga Bu Eli segera sembuh. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Bu Eli selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 927.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 19 Desember 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @sekarkusumadewi @DiahPertiwi1110

Bu eli menderita Tumor Dagu


MIFTAHUL JANAH (37, Kanker Ovarium ). Alamat : Desa Pesindon Gang 1 No 4, RT 2/12, Kec. Pekalongan Barat, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Awalnya bulan november 2016, Bu Mifta mengeluh merasakan nyeri di perut bagian bawah. Kemudian  Bu Mifta dibawa ke Puskesmas Bendan dan diagnosa sakit maag. Namun sakit nyeri yang dirasakan tidak kunjung sembuh bahkan perut Bu Mifta semakin hari semakin membesar. Bu Mifta periksa ke Klinik Gadjah Mada Bendan untuk melakukan USG dan hasil USG memperlihatkan adanya benjolan di ovarium Bu Mifta. Bu Mifta dirujuk ke RSUD Bendan Pekalongan penanganan lebih lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter mendiagnosa bahwa Bu Mifta menderita kanker ovarium atau dalam bahasa awam dikenal sebagai kanker indung telur. Bu Mifta dijadwalkan untuk menjalani operasi penggangkatan kanker. Operasi tersebut dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bu Mifta yang kesehariaanya sebagai penjaga toko dan berpenghasilan sedikit. Bu Mifta memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan. Bu Mifta memiliki tanggungan satu anak yang masih sekolah. Bu Mifta telah memiliki fasilitas kesehatan yaitu JKN – KIS Mandiri Kelas III. Alhamdulillah, pada awal desember 2016 kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Mifta. Dan selanjutnya Bu Mifta menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Saat ini Bu Mifta telah menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang sebelum menjalani operasi. Bantuan dari Sedekaholics ditujukan untuk Bu Mifta dan keluarga untuk membantu biaya akomodasi saat pengobatan di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Desember 2016
Kurir : @indrades @idaiddo  @DiahPertiwi1110@awwalufikafaela

Bu mifta menderita Kanker Ovarium


LIA LIFIANA (17, Penyempitan Anus).  Alamat : Dk. Lengkong, RT. 4/3, Ds. Adinuso, Kec. Subah, Kab. Batang, Prov. Jawa Tengah. Sejak lahir Lia sudah menderita penyumbatan anus, namun Lia belum mendapatkan penanganan apapun. Hingga pada usia 7 tahun Lia diperiksakan ke RSUD Batang. Dari RSUD Batang, Lia dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Karena tidak ada biaya pihak keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan. Pada saat Lia berusia 17 tahun, Lia mengalami penyakit usus buntu. Kemudian Lia menjalani operasi usus buntu sekaligus operasi penyumbatan anus di RS Bendan Pekalongan. Pasca operasi, Lia dirujuk ke RSUP Dr. Keriadi Semarang untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Ayah Lia yaitu Bapak Bandiyo (51) yang bekerja sebagai buruh tidak memiliki simpanan untuk biaya pengobatan Lia di Semarang. Sehingga pengobatan Lia kembali dihentikan. Lia telah terdaftar sepakai penerima jaminan kesehatan berupa JKN – KIS PBI yang dibuatkan oleh perangkat desa setempat. Alhamdulillah pada awal desember 2016, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Lia. Saat ini Lia telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Lia kembali melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Lia sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Santunan awal pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Lia selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Desember 2016
Kurir : @indrades  @idaiddo @DiahPertiwi1110 @hanifpeduli

Lia menderita Penyempitan Anus


AHMAD ZAINURI (20, Kanker Nasofaring). Alamat : Jalan Ki Ageng Gribig, Gang  6, RT 2/5, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada awalnya Zainuri tidak menyangka jika ternyata radang yang dia anggap penyakit biasa ini lama-kelamaan semakin parah bahkan ia juga menjadi sulit untuk bicara. Zainuri pun sempat menjalani pengobatan alternatif, akan tetapi kondisi Zainuri tetap tak kunjung membaik. Sehingga akhirnya Zainuri pergi ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang dan diketahui bahwa ia di diagnosis kanker nasofaring atau kanker di rongga belakang hidung. Rencana pengobatan yang harus dijalani Zainuri ialah 12 kali kemoterapi di RSSA dan sekarang Zainuri telah menjalani kemo terapi yang ke 2. Setelah selesai menjalani kemo terapi yang ke 2, kondisi badan Zainuri menjadi turun. Selang beberapa minggu, kabar sedih pun disampaikan oleh keluarga bahwa Zainuri telah meninggal dunia. Hendri (46) sebagai ayah Zainuri yang bekerja sebagai supir travel dengan gaji tak tentu. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas II yang dimiliki Zainuri sedikit meringankan beban dari keluarga ini. Saat bertemu dengan tim dari Sedekah Rombongan ayah Zainuri pun mengungkapkan kesedihannya karena terkendala dalam biaya untuk upaya kesembuhan Zainuri. Santunan kematian pun diberikan tim Sedekah Rombongan Malang untuk keluarga Zainuri. Santunan sebelumnya telah masuk dalam nomor rombongan 941. Semoga Zainuri tanang di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Candy @m_rofii11

Ahmad menderita Kanker Nasofaring


SURHANIK BINTI HASYIM (51, Diabetes). Alamat : Jalan Mawar I, No. 29 A, RT 4/14, Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada 5 tahun yang lalu kaki kanan Ibu Surhanik terluka karena terjatuh dan mengakibatkan kaki beliau terluka. Luka yang dirasa biasa itu pun dihiraukan oleh Ibu Surhanik. Seiring berjalannya waktu, luka pada kaki beliau semakin membesar dan bertambah parah. Mengetahui hal tersebut Ibu Surhanik pun diperiksakan ke RS Saiful Anwar Malang dan dokter mendiagnosis Ibu Surhanik mengalami diabetes. Saat itu juga pun dokter melakukan operasi amputasi pada kaki kanan Ibu Surhanik agar bakteri tidak semakin menyebar. Untuk saat ini kondisi beliau hanya bisa duduk di kursi roda dan pergelangan kaki kiri pun membengkak. Ibu Surhanik saat ini tinggal berdua di kontrakan hanya bersama seorang anaknya. Suami beliau Bapak Rachmad telah meninggal dunia dan anak beliau bekerja sebagai karyawan swasta. Akan tetapi dari penghasilan anaknya tersebut hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan iuran untuk sewa kontrakan. jaminan kesehatan berupa JKN yang dimiliki sedikit meringankan beban beliau dikarenakan biaya transportasi dan membeli obat menjadi kendalanya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Surhanik dan santunan pertama pun diberikan untuk biaya berobat dan transportasi. Semoga kondisi Ibu Surhanik lekas membaik dan sehat selalu. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Nuryati @m_rofii11

Bu surhanik menderita Diabetes


IGNASIUS RENDY WAHYUNDA (22, Gagal Ginjal). Alamat : Jalan Trowulan VII, No. 6, RT 1/9, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Provinsi Jawa Timur. Pada 1 tahun lalu Ignasius yang bekerja di pelabuhan selalu merasa lemas setelah bekerja. Karena hal tersebut akhirnya Ignasius mulai mengkonsumsi minuman suplemen agar tenaganya selalu fit saat bekerja. Karena terlalu sering mengkonsumsi minuman suplemen Ignasius pun sering mengalami sakit pada pinggangnya. Karena rasa sakit yang selalu terasa saat beraktivitas. Ignasius akhirnya memeriksakan ke dokter dan Ignasius telah didiagnosis mengalami gagal ginjal. Dokter pun menyarankan Ignasius untuk dilakukan cuci darah setiap sebulan sekali di RS Saiful Anwar (RSSA) Malang. Pada bulan kemarin Ignasius menjalani rawat inap di RSSA karena mengalami kejang, kondisi badan yang lemas, sering pusing. Untuk saat ini Ignasius hanya bisa beristirahat di tempat tidur. Ignasius adalah putra dari Almarhum Andreas Rudi Subono dan Ibu Sunarni yang bekerja sebagai karyawan swasta. Ignasius pun tidak bisa membantu ibunya lagi untuk membiayai kebutuhan sehari-hari. Untuk biaya pengobatan Ignasius juga mulai terkendala karena menurunnya pendapatan. Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas 2 yang dimiliki sangat membantu. Akan tetapi biaya untuk berobat, transportasi, dan kebutuhan saat di Malang menjadi kendalanya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ignasius dan santunan awal pun diberikan kepada Ignasius untuk biaya transportasi dan kebutuhan berobat saat di Malang. Semoga Ignasius selalu diberikan kelancaran dalam menjalani proses berobat dan segera diberikan kesembuhan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Katino @m_rofii11

Ignasius menderita Gagal Ginjal


FRANSISCUS DEWA SURYA (19, Tumor Tulang) Alamat : Jalan Banjaran I, No. 89 B, RT 2/9, Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Sekitar 1 tahun yang lalu Dewa mengalami kecelakaan dan mengakibatkan lengan tangan kanan atasnya terkilir. Keluarga yang mengetahui akan hal tersebut kemudian membawa Dewa ke tukang urut. Akan tetapi tindakan itu pun tidak memperoleh hasil apapun. Beberapa hari kemudian pada luka terkilir tersebut terdapat benjolan yang sangat kecil. Karena dianggap biasa saja, benjolan yang awalnya kecil lama kelamaan semakin membesar. Pihak keluarga pun akhirnya membawanya ke RS Bhayangkara Kediri dan oleh dokter didiagnosis menderita tumor tulang. Saat itu juga Dewa dirujuk ke RS  Dr. Sutomo Surabaya dan pasien di sarankan untuk melakukan operasi berupa operasi amputasi lengan tangan kanan. Akan tetapi operasi pun tidak dilakukan dikarena Dewa menolak sebab takut akan hilangnya lengan tangannya. Untuk saat ini tumor pada lengannya semakin membesar dan mengeluarkan cairan terus-menerus. Dewa tinggal bersama kedua orang tuanya, Bapak Marcos Tukimin (47) dan Ibu Siti Rodiyah (46). Ayah Dewa sebagai tulang punggung keluarga hanya bekerja sebagai tukang potong rambut. Penghasilan yang diperoleh pun hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Keluarga merasa terbantu akan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas II. Akan tetapi keluarga selalu terkendala dalam biaya untuk berobat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dewa dan santunan pun diberikan untuk biaya transportasi dan membeli obat-obatan. Semoga Dewa segera menjalani pengobatan dan lekas diberikan kesembuhan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Februari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Katino @m_rofii11

Dewa menderita Tumor Tulang


DWI CHANDRA RAMADAN (36, Kecelakaan Motor). Alamat : Jalan Prada Abu Ali No. 40, RT 3/11, Dusun Ngambon, Desa Girimoyo, Kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Sebelum terjadi kecelakaan, Bapak Chandra telah menderita Guliane Bell Syndrome (GBS) yang ditandai dengan kondisi kakinya lumpuh selama dua hari ketika kecapekan atau kedinginan, setelah itu normal kembali. Setelah kecelakaan keadaan Bapak Chandra semakin parah bahkan pergelangan kaki kiri, tulang pinggul, pantat sebelah kiri patah, dan saluran kencing putus. Beliau sempat dirawat di RS Kepanjen lalu dirujuk di RS Saiful Anwar Malang karena keadaan luka yang parah. Pada Bulan Januari kemarin beliau telah menjalani operasi pemasangan pen pada pergelangan kaki kiri beliau dan alhamdullilah operasi pun berjalan lancar. Setelah operasi tersebut, Bapak Chandra menjalani perawatan luka yang intensif, agar luka beliau terhindar dari bakteri. Istri beliau, Aris Susanti (37) bekerja sebagai ibu rumah tangga. Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III telah dimiliki beliau, akan tetapi obat-obatan yang tidak di tanggung oleh BPJS menjadi kendalanya. Alhamdulillah, santunan dari Sedekah Rombongan Malang telah tersampaikan untuk membeli obat-obatan dan biaya perawatan luka. Santunan untuk Bapak Chandra pada bulan sebelumnya telah masuk dalam rombongan nomor 949. Semoga Bapak Chandra bisa segera sembuh dan dapat beraktivitas kembali seperti sebelumnya. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 950.000,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz @AfiatBuchori Hatta @m_rofii11

Pak dwi menderita Kecelakaan Motor


RSSR SOLO (Operasional Bulan Desember 2016) Alamat: Jl. Manggis II RT 2/5, Kecamatan Jajar, Kelurahan Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah. Memasuki tahun ke-3 SedekahRombongan Solo memiliki Rumah Singgah (RSSR), kian hari hilir mudik pasien datang sebagai upaya untuk sembuh dari sakit mereka. Wilayah jangkauan yang semakin luas, tak hanya di Solo namun juga termasuk Wonogiri, Magetan, Madiun dan pasiem transferan lain dari luar kota semakin membuat ramai suasana RSSR. Kebutuhan untuk menunjang kesembuhan pasien seperti konsumsi, obat-obatan pun terus disediakan. Selain itu perbaikan Sarana MCK Rumah singgah untuk menambah kenyamanan pasien. Alhamdulillah berkat sedekaholics, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi di bulan ini dan tersampaikan untuk pasien dampingan yang berada di RSSR. Sebelumnya laporan santunan RSSR Solo masuk dalam rombongan 932. Semoga segala amal sedekaholics semua dibalas oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 8.439.000
Tanggal:  25 Desember 2016
Kurir: @mawan @anissetya60 @cahyanieka @usamah

Bantuan biaya Operasional Bulan Desember 2016


BANJIR SOLO RAYA (Bantuan Korban banjir). Alamat : Kampung Joyotakan, Kelurahan Serengan, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Hujan deras yang terjadi di Kota Solo pada tanggal 28 November 2016 menyebabkan beberapa sungai yang ada di Kota Solo meluap. Kampung Joyotakan kelurahan Serengan merupakan salah satu daerah yang terkena dampak dari meluapnya sungai di Kota Solo. Air menggenangi rumah-rumah warga dan aktivitas warga secara otomatis terhenti. Rumah, pakaian, peralatan sekolah anak-anak dan perabotan rumah tangga terendam air, hal ini menyebabkan warga harus dievakuasi ke wilayah yang lebih aman. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan wilayah Solobisa  bekerjasama dengan instansi terkait untuk meringankan beban saudara kita yang menjadi korban banjir dengan memberikan bantuan kepada korban banjir. Bantuan yang diberikan salah satunya yaitu berupa makanan siap saji, karena pada saat itu yang mereka butuhkan yaitu makanan siap saji. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para korban banjir.

Jumlah Bantuan : Rp 973.700
Tanggal : 28 November 2016
Kurir : @mawan @anissetya60 @HappyYudananto

Bantuan makanan siap saji untuk korban banjir


ISTINA BINTI SUTARJI, (40, Ca Cervix). Beralamat : Dukuh Gedungbendo Rt 2/10  Desa Tambakboyo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Ibu Istina mengalami tumor kandungan, berawal pada Mei 2016 beliau merasakan kembung, lalu diperiksakan ke puskesmas, namun setelah beberapa hari tidak kunjungan membaik. Kemudian dibawa ke klinik, oleh dokter dilakukan USG dan terdapat benjolan. Menurut diagnosa dokter, benjolan tersebut adalah kista. Oleh dokter diberi rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah Sragen. Ibu Istina menjalani biopsi, lalu didiagnosa tumor ganas dikandungan dan dirujuk ke Rumah Sakit Dr Moewardi (RSDM) Solo. Selama ini, Ibu Istina harus menjalani kontrol rutin setiap bulannya dan harus bolak-balik dari Ngawi ke Solo dan sebaliknya menggunakan alat transportasi umum. Terakhir kontrol pada bulan November dan akan dijadwalkan operasi pada tanggal 23 Desember ini, namun selama di rumah, perut Ibu Istina semakin membesar. Bahkan berat badan beliau sudah naik 6 kg. Dengan membesarnya perut beliau, membuat nafas menjadi sesak. Menurut dokter, cairan diperut tersebut sudah masuk ke paru-paru dan ginjal. Saat ini Ibu Istina menjalani rawat inap di RSDM untuk menunggu jadwal operasi. Namun setelah hampir 50 hari di RSDM, Bu Istina belum mendapat tindakan operasi karena cairan yang berada di paru-paru masih banyak dan kadar gula pada darah cukup tinggi sehingga apabila ingin dilakukan tindakan operasi akan sangat berbahaya. Suami Ibu Istina, Bapak Sri Handoyo (48) hanya bekerja sebagai buruh dengan penghasilan yang tidak menentu. Sekali kerja hanya mendapat penghasilan Rp 30.000,00. Namun, karena harus menemani istrinya berobat, sehingga Bapak Handoyo tidak bisa bekerja. Padahal beliau masih mempunyai 3 tanggungan anak, Istiantoro (23),  Handini (14) dan Hasim (7). Keluarga beliau tergolong keluarga yang tidak mampu, sehingga mendapatkan Kartu Indonesia Sehat untuk berobat. Meskipun demikian, beliau mengalami kesulitan untuk biaya selama menjalani pengobatan dan untuk biaya sekolah anak. Oleh karena itu, kurir SR menyampaikan santunan ke-2 untuk membantu biaya berobat Ibu Istina, yang sebelumnya masuk pada rombongan 931. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

‌Jumlah bantuan : Rp 500.000,00
‌tanggal : 26 Januari 2017
‌kurir : @mawan @anissetya60 @shofawa

Bu istina menderita Ca Cervix


FEBRIANA DEWI SOLEKA (7, Luka Bakar). Beralamat : Dusun Soko RT 05 RW 03 Desa Tegal Made, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Febriana Dewi Soleka yang biasa dipanggil Adik Dewi mengalami luka bakar disebagian tubuhnya bagian kanan seperti di tangan, kaki, muka, daun telinga dan badan, berawal dari 15 Desember 2016 adik Dewi  terkena sambaran api. Saat itu kakaknya sedang membakar sampah dengan spirtus, tak sengaja api menyambar botol spirtus yang dipegangnya dan secara reflek kakaknya melemparkan botol spirtus kebelakang dan mengenai adik Dewi. Setelah itu adik Dewi dibawa ke RS Kustati Surakarta dan diopname selama 9 hari dengan biaya umum.  Beruntung biaya rumah sakitpun yang belasan juta rupiah dibantu oleh  para tetangga karena kondisi keluarga yang tidak mencukupi. Luka adik Dewi saat ini masih basah dan tangan kanan yang belum bisa digerakkan. Sudah lebih dari satu bulan namun luka adik Dewi belum kering karena luka bakar yang parah. Karena pengobatan luka bakar yang butuh waktu yang lama mengharuskan adik Dewi harus menjalani rawat jalan dan butuh perawatan untuk membersihak luka bakarnya. Saat ini adik Dewi masih menjalani rawat jalan dan untuk membersihkan lukanya ada perawat yang setiap minggu sekali datang yang barang tentu perlu biaya yang tidak sedikit. Adik Dewi masih menjalani rawat jalan di RS Kustati Surakarta. Namun akan melanjutkan pengobatan di RSUD Sukoharjo dengan jamkesda yang dimilikinya. Tanggal 26 jamuari kemaren adik Dewi masih menjalani kontrol di RS Kustati. Orangtua Adik Dewi, Bapak Daryono (37 tahun) dan Ibu Sriyati (40 tahun) bekerja sebagai buruh dengan penghasilan UMR sekitar Rp. 1.200.000 tidak cukup pengobatan adik Dewi. Saat adik Dewi sakit, Ibu Sriyati tidak bekerja karena harus merawat Adik Dewi. Selain adik Dewi, bapak Daryono masih memiliki tanggungan 1 orang putra yang masih duduk dibangku SMP. Alhamdulillah adik Dewi dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan. 3 Februari 2017, kurir #SR menyampaikan santunan dari #SedekahHolic sebesar Rp. 1.000.000 keda adik Dewi untuk membantu biaya pengobatan. Keluarga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang telah diberikan. Semoga Allah membalas dengan balasan yang berlipat ganda. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 3 Februari 2017
Kurir : @mawan @anissesta60 @RizqiRizqie

Febriana menderita Luka Bakar


SALHAHUDIN AL FARIZ (12, Bantuan Sekolah Siswa Dhuafa Berprestasi). Alamat : Dusun Air Gelarak, RT 17/8, Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Salhahudin adalah seorang anak yatim yang telah lama ditinggal meninggal ayahnya, Bapak Selani. Pasca meninggal ayahnya, Salhahudin hanya diasuh oleh ibunya, Ibu Marhayati, seorang diri. Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, Ibu Marhayati bekerja sebagai buruh harian mengumpulkan batu – batu kecil di hutan yang kemudian dijualnya ke  toko bahan bangunan. Penghasilan dari pekerjaan tersebut hanya bisa mencukupi kebutuhan sehari – hari. Di sisi lain dengan segala keterbatasan selama ini, Salhahudin adalah siswa yang berprestasi di sekolahnya. Salah satu prestasinya yang menonjol adalah keterampilannya membuat kerajinan tangan dari kertas. Salhahudin bercita – cita ingin melanjutkan sekolahnya ke jenjang SLTP tetapi keluarga merasa keberatan karena faktor biaya. Salhahudin telah mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) tapi belum bisa ia gunakan. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Salhahudin dan dapat menyampaikan bantuan untuk memudahkan keinginan Salhahudin melanjutkan sekolah. Semoga perjuangan Salhahudin menuntut ilmu selalu diberkahi Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 November 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Desmi @ririn_restu

Bantuan Sekolah Siswa Dhuafa Berprestasi


IRYANA ISMAIL (40, Jantung Bocor). Alamat : Jln. Sijuk, Dusun Air Gelarak, RT 15/8, Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Pada 15 Maret 2016, Ibu Iryana merasakan sesak di dada hingga membuatnya pingsan. Ibu Iryana sempat dilarikan ke rumah sakit oleh keluarganya dan dokter mendiagnosis ia mengalami jantung bocor. Setelah menjalani opname di rumah sakit, kondisi Ibu Iryana mulai membaik dan ia diharuskan kontrol rutin ke rumah sakit 2 minggu sekali. Ibu Iryana diharuskan istirahat total di rumah, karena itulah ia tidak dapat bekerja lagi sebagai buruh harian yang dilakukannya demi membantu suaminya menopang kehidupan keluarga. Selain itu, Ibu Iryana juga mempunyai riwayat penyakit maag kronis. Selama menjalani pengobatan, Ibu Iryana menggunakan JKN – KIS kelas III. Suami Ibu Iryana, Bapak Ismail, adalah seorang buruh harian tidak tetap dengan penghasilan yang tak menentu. Pekerjaan yang sudah ia lakoni bertahun – tahun itu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Ujian sakit yang dialami istrinya membuat Bapak Ismail semakin bersemangat mencari nafkah. Terlebih lagi mereka masih memiliki tanggungan 2 orang anak yang masih bersekolah. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan keluarga Ibu Iryana dan dapat menyampaikan bantuan untuk keperluan pengobatannya. Semoga bantuan yang disampaikan bisa membantu meringankan beban keluarga dalam penyembuhan sakit Ibu Iryana.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 November 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Desmi @ririn_restu

Bu iryana menderita Jantung Bocor


HESTI DONI (35, Patah Tulang Kaki akibat Kecelakaan). Alamat : Jln. Sijuk, Dusun Air Gelarak, RT 15/8, Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Pada tanggal 17 September 2016, Ibu Hesti mengalami kecelakaan saat menjemput anaknya pulang sekolah. Kecelakaan itu mengakibatkan kaki kanannya patah dan mengalami luka yang cukup serius di sebagian tubuhnya. Ibu Hesti sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Belitung dan kaki kanannya harus digips. Selama perawatan, Ibu Hesti mendapatkan fasilitas pelayanan JKN – KIS kelas III. Saat ini Ibu Hesti sudah pulang dan dirawat di rumah oleh suaminya, Bapak Doni. Bapak Doni terpaksa meninggalkan pekerjaan lamanya karena harus mengurus Ibu Hesti dan kedua anaknya. Untuk menopang kehidupan keluarga, Bapak Doni hanya bekerja serabutan. Kondisi tersebut membuat keluarga kesulitan membawa Ibu Hesti berobat rutin ke RSUD ataupun pengobatan alternatif lainnya. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Hesti dan dapat menyampaikan bantuan untuk memeriksakan kembali kondisi Ibu Hesti ke RSUD, sekaligus membantu meringankan beban ekonomi keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 28 November 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Desmi @ririn_restu

Bu hesti menderita Patah Tulang Kaki akibat Kecelakaan


ERIN INDRAWATI (38, Gangguan pada Liver). Alamat : Jln. Swadaya, RT 5/3, Kel. Jurang Mangu Timur, Kec. Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Prov. Banten. Bu Erin adalah seorang janda dengan empat orang anak. Sudah 2 bulan lamanya ia tidak dapat beraktivitas seperti biasa karena kondisi tubuhnya terus lemah dan perutnya terasa begah. Sejak suaminya meninggal 1 tahun lalu, ia berjibaku seorang diri menghidupi keempat anaknya dengan menjadi kuli cuci dan menyambi berdagang lauk – pauk keliling kampung sehabis mencuci. Bu Erin mencoba memeriksakan dirinya ke Puskesmas setempat untuk mengetahui secara pasti sakit yang dideritanya, menurut dokter kemungkinan ada gangguan pada livernya. Dokter merujuknya ke rumah sakit yang lebih besar, namun belum ia lakukan karena tak memiliki uang. Di tengah sakit yang menderanya, Bu Erin semakin merasa bersedih karena kebingungan untuk menghidupi keempat anaknya, terlebih lagi salah satu anaknya ada yang mengidap thalasemia. Satu – satunya motor peninggalan almarhum suami sudah Bu Erin jual untuk pengobatan anaknya, membayar kontrakan dan biaya hidup sehari – hari. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguk Bu Erin di kontrakannya yang sederhana, ia sedang terbaring lemah beralaskan kain bekas bahan pembuatan keset yang dahulu menjadi sumber penghasilan almarhum suaminya. Meski kondisinya lemah, Bu Erin masih berusaha untuk duduk saat kurir mengajaknya berbicara. Bu Erin ingin sekali berobat ke rumah sakit karena selama ini ia hanya ke Puskesmas jika sakit mendera dengan JKN – KIS PBI yang dimilikinya. Kurir Sedekah Rombongan bersyukur dipertemukan dengan Bu Erin dan dapat menyampaikan bantuan untuk akomodasi berobat dan biaya hidup sehari – hari. Semoga Bu Erin segera diangkat penyakitnya agar dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 17 Januari 2017
Kurir : @nurmanmaulana usman @ririn_restu

Bu erin menderita Gangguan pada Liver

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 USEP BIN ENDU 500,000
2 DAHLIAH BINTI DAHLAN 1,000,000
3 DARWATI BINTI JAYADI 1,000,000
4 MUHAMMAD FAJRI RAMADHAN 500,000
5 IDWAN PANCA SURYANA 1,000,000
6 DIRO BIN ATMAJA 500,000
7 MTSR BEKASI 2,000,000
8 MAMAN BIN AMIR 1,000,000
9 ABDUL JALIL 1,000,000
10 DURKIMA BIN RADIMA 1,000,000
11 ROBIAH BINTI MUJIONO 1,000,000
12 YULI YULIAWATI 500,000
13 MAESAROH BINTI AJID 500,000
14 UNDANG SUDARNA 500,000
15 MTSR KARAWANG 208,800,000
16 IDAH BINTI H.HOLID 500,000
17 KARYATI BINTI SARKO 500,000
18 RSSR SEMARANG 591,000
19 RSSR SEMARANG 11,782,450
20 MTSR SEMARANG 7,535,500
21 MTSR SEMARANG 8,754,580
22 UNTUNG SAHARA 2,500,000
23 RASIYEM BINTI KASIM 746,545
24 MARYATI BINTI KASNURI 750,000
25 ROMADHON BIN CUNDUK 1,000,000
26 SUNIAH BINTI RASDJAN 800,000
27 SURONO BIN TARMUJI 1,200,000
28 SEPTIANA DEWI 500,000
29 SITI MUSIYAM 549,379
30 MUHAMAD WILDAN AFANI 500,000
31 NGATINI 900,000
32 MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO 500,000
33 Abdurrochim bin Casmadi 2,157,545
34 ELI NURJANAH 800,000
35 MIFTAHUL JANAH 500,000
36 LIA LIFIANA 500,000
37 AHMAD ZAINURI 1,000,000
38 SURHANIK BINTI HASYIM 500,000
39 IGNASIUS RENDY WAHYUNDA 500,000
40 FRANSISCUS DEWA SURYA 500,000
41 DWI CHANDRA RAMADAN 950,000
42 RSSR SOLO 8,439,000
43 BANJIR SOLO RAYA 973,700
44 ISTINA BINTI SUTARJI 500,000
45 FEBRIANA DEWI SOLEKA 1,000,000
46 SALHAHUDIN AL FARIZ 1,000,000
47 IRYANA ISMAIL 750,000
48 HESTI DONI 750,000
49 ERIN INDRAWATI 500,000
Total 281,729,699

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 281,729,699,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 952 ROMBONGAN

Rp. 47,031,488,937,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.