Rombongan 951

Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah.
Posted by on February 4, 2017

ALVARO RIZKY ADITYA (4, Retinoblastoma). Alamat: Karang Banjar, RT 21/9, Kecamatan Bonjongsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Alvaro menderita retinoblastoma atau tumor ganas primer mata pada anak. Di usia empat bulan mata kanannya berwarna merah dan terus mengeluarkan air. Orang tuanya mengira ia terkena konjungtivitis atau belekan. Lama kelamaan, bola mata kanannya semakin membesar, hingga sebesar bola pingpong. Sementara bola mata kirinya kian mengecil dan mengakibatkan penglihatannya tidak berfungsi secara maksimal. Orangtua Alvaro segera memeriksakannya ke puskesmas setempat lalu dirujuk ke RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto. Setelah diperiksa Alvaro dirujuk lagi ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Sejak itu, Alvaro menjadi salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan. Ayah Alvaro, Kirman (30) dan ibunya, Miyanti (27) sangat berterima kasih kepada sedekaholics yang telah membantu pengobatan buah hatinya ini. Alvaro telah melewati 105 jadwal kemoterapi. Alhamdulillah, biaya pengobatan Alvaro selama ini tercover oleh jaminan kesehatan, BPJS Kelas III. Saat ini Alvaro masih kontrol rutin dan fisioterapi tiap seminggu sekali. Setelah serangkaian pengobatan operasi pertamanya selesai, Alvaro dijadwalkan untuk operasi kedua (karena kanker telah menjalar ke mata kanan). Operasi telah dilakukan pada tanggal 20 Januari 2017. Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Saat ini Alvaro masih menjalani kontrol dan terapi rutin.Bantuan ini dipergunakan untuk pembayaran iuran BPJS dan pembelian obat. Santunan sebelumnya terdapat pada rombongan 898. Semoga Alvaro segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.205.000,-
Tanggal : 23 Januari 2017
Kurir :  @KissHerry @namaku_arini @atinlelyas Ulfa

Alvaro menderita Retinoblastoma


TUSIYAH BINTI HARJO UTOMO (47, Ca Mamae Dextra). Alamat : Dusun Kempul, RT 1/3, Desa Jetis, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Akhir Desember 2015 lalu, Bu Tusiyah merasakan ada benjolan di payudara kanan, tetapi ia tidak merasa sakit sama sekali. Oleh pihak keluarga Bu Tusiyah diobati di pengobatan alternative, namun tidak sembuh. Setelah diperiksakan di Puskesmas Loano ternyata disinyalir ada semacam tumor kemudian dirujuk ke RSUD Tjitro Wardojo Purworejo. Setelah di USG ternyata harus dioperasi. Operasi ini sudah dilakukan pada tanggal 29 Maret 2016 di RSUD TW Purworejo. Oleh dokter disarankan untuk kontrol lagi sebulan berikutnya dan melakukan perawatan luka pascaoperasi cukup di Puskesmas terdekat saja. Tanggal 29 April 2016 Bu Tusiyah kontrol lagi ke RSUD TW Purworejo dan oleh dokter harus dirujuk ke RSUP Sardjito Jogjakarta. Suaminya, Siswo Sumarto (58) sangat berterimakasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan atas pendampingannya selama ini. Selama pengobatan, Bu Tusiyah menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS) sehingga segala biaya pengobatan ditanggung pemerintah. Selain kontrol rutin, Bu Tusiyah mendapat 8x jadwal kemoterapi. Kondisi Bu Tusiyah semakin membaik. Semoga Sakit Bu Tusiyah segera dapat disembuhkan sehingga bisa membantu suami mencari nafkah. Aaamin. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 911.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Ulfa

Bu tusiyah menderita Ca Mamae Dextra


MUHAMAD FAREL KURNIYANTO (7, Rhabdomyosarcoma). Alamat : Dusun Binangun, RT 11/5, Desa Wringinanom, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Awal 2016 mata kiri Farel mengeluarkan air mata tapi tidak kunjung sembuh. Orang tuanya membawanya ke RSUD Wonosobo, Jawa Tengah. Setelah diperiksa ia diberi obat salep dan obat tetes. Karena tidak ada perkembangan, dua minggu kemudian Farel dibawa ke RSUD Purwokerto. Tujuh minggu berobat namun tanda-tanda kesembuhan belum muncul, Farel pun dirujuk ke RS Mata Dr. YAP Yogyakarta, kemudian dirujuk lagi ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Setelah dilakukan biopsi, hasil menunjukkan Farel menderita retinoblastoma, yaitu kanker mata pada anak. Dalam pemeriksaan selanjutnya Farel didiagnosa rhabdomyosarcoma yaitu sel kanker yang tumbuh dari jaringan lunak tubuh seperti jaringan otot dan jaringan ikat.  Farel ialah anak ketiga dari tiga bersaudara, pasangan Suharyanto (50) dan Tunjiyah (43). Ayahnya bekerja sebagai tukang ojek, sementara ibunya tak lagi bekerja karena fokus mendampingi pengobatan sang buah hati. Selama pengobatan Farel menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri Kelas III. Setelah menjalani serangkaian kemoterapi di RSUP Dr. Sardjito, Farel dijadwalkan melakukan sinar sebanyak 35x di RSCM Jakarta. Bantuan ini digunakan untuk akomodasi selama pengobatan di Jakarta. Pelaporan santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 945. Semoga Farel segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.800.000,-
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Ulfa @suharji

Farel menderita Rhabdomyosarcoma


WAHYUNI BINTI JUMINO DARMO (45, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Walikan, RT 4/5, Desa Pulutan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Bu Wahyuni ialah salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan dari Gunungkidul. Tahun 2015 ia didiagnosa menderita kanker payudara. Awalnya ia tidak merasakan sakit sama sekali padahal lengan kirinya sudah bengkak. Bu Wahyuni kemudian memeriksakan diri ke RSUD Wonosari, Gunung Kidul lalu dirujuk ke RSPAU dr. S. Hardjolukito. Bu Wahyuni pun menjalani operasi hingga kemoterapi di rumah sakit tersebut. Sebelum sakit, Bu Wahyuni bekerja sebagai pedagang sayuran keliling. Saat ini bukan hanya ia yang tak lagi bekerja, Pak Mukhlis, suaminya juga terpaksa meninggalkan pekerjaan untuk merawat istrinya. Selama pengobatan Bu Wahyuni mendapatkan fasilitias kesehatan BPJS Kelas III, dan bantuan ini diperuntukkan untuk akomodasi Bu Wahyuni selama rawat inap di rumah sakit. Saat ini kondisi Bu Wahyuni menurun. Kanker yang ia derita telah bermetastase ke otak. Meski begitu ia tetap bersemangat untuk sembuh. Semoga Allah SWT segera memberikan kesembuhan kepada Bu Wahyuni, Aamiin. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 945.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Januari 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Ulfa

Bu wahyuni menderita Kanker Payudara


AJID BIN SAWARI (62, Pembengkakkan Leher). Alamat : Kp. Tenjolahang Dangur, RT 1/1, Ds. Tenjolahang, Kec. Jiput, Kab. Pandeglang, Prov. Banten. Menurut istri Pak Ajid, Ibu Umiyati (62), sakit yang diderita suaminya berawal dari sakit gigi bagian bawah, karena tidak kunjung sembuh Pak Ajid sempat dibawa ke klinik dan Puskesmas terdekat. Dokter Puskesmas menyarankan jika obatnya sudah habis namun penyakitnya tak kunjung sembuh, Pak Ajid harus berobat ke rumah sakit. Setelah menjalani pengobatan, sakit gigi Pak Ajid memang sudah tidak terasa, namun leher dan pipi kanannya mengalami pembengkakan hingga terjadi penyumbatan di tenggorokan dan ia kesulitan berbicara. Saat kurir Sedekah Rombongan mengunjungi Pak Ajid, istrinya menuturkan bahwa ia sangat ingin membawa suaminya ke RSUD Pandeglang, namun ia tidak memiliki biaya dan suaminya juga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Maklum saja Pak Ajid sudah tidak bekerja, untuk kehidupan sehari-hari keluarga didapatkan dari bantuan sanak saudaranya. Sedekah Rombongan sangat merasakan dan memahami kendala yang dihadapi keluarga Pak Ajid, bantuan awal pun disampaikan untuk pembuatan JKN – KIS dan biaya transportasi ke RSUD Pandeglang. Semoga Allah SWT menyembuhkan penyakit Pak Ajid agar ia dapat menjalani aktivitas sehari – hari dalam kondisi sehat seperti sedia kala, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir : @nurmanmlana @oji_fahrur @ririn_restu

Pak ajid menderita Pembengkakkan Leher


BANJIR KAMPUNG BAITUL MU’MIN (Bantuan Sembako Korban Banjir). Alamat : Kp. Baitul Mu’min, Desa Cimoyan, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Prov. Banten. Kampung Baitul Mu’min cukup sering dilanda banjir, hampir setiap tahun terjadi berkisar di antara Bulan Desember – Bulan Februari. Banjir kali ini merupakan banjir yang terparah. Kampung Baitul Mu’min terdiri dari 2 RT dan 1 RW dengan penduduk terdiri dari 200 KK. Mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Kampung Baitul Mu’min jarang terjamah oleh bantuan pemerintah karena akses yang sulit dan lokasinya jauh dari pusat Kecamatan Patia. Saat banjir melanda akses jalan yang bisa dilewati adalah melalui Sungai Cimoyan dengan menyewa perahu kayu sederhana. Biaya menyebrang Sungai Cimoyan dari Desa Pagelaran sekitar Rp.150.000,- per orang bahkan bisa lebih tergantung kampung yang akan dituju. Biaya sebesar itu juga menjadi kendala bantuan dapat tersalurkan ke Kampung Baitul Mu’min. Kurir Sedekah Rombongan, Ibu Emay Humairoh, akhirnya dapat menyalurkan bantuan sembako ke Kampung Baitul Mu’min. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk masyarakat Kampung Baitul Mu’min, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.000.000,-
Tanggal : 23 Januari 2017
Kurir : @nurmanmlana Emay @ririn_restu

Bantuan Sembako Korban Banjir


SUYITNO BIN COKO, (52, Hernia) Alamat Dusun Krajan RT/RW 008/002, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Bapak Suyitno mengalami kesakitan di bagian alat kemaluan yang sudah hampir 1 tahun. Dan setelah itu Bapak Suyitno di bawa ke Puskesmas terdekat oleh tetangganya untuk pemeriksaan karena penyakit yang di alami Bapak Suyitno semakin parah. Dan hasil pemeriksaan Dokter puskesmas setempat Bapak Suyitno diagnosa mengalami Hernia, dan oleh Dokter Puskesmas disarankan untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selang 1 hari Bapak Suyitno dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut dan oleh pihak Dokter RSUD Dr. Soebandi Jember Bapak Suyitno harus segera di operasi. Bapak Suyitno memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS NON PBI Kelas III untuk meringankan beban keluarganya selama Bapak Suyitno dalam pengobatan.  Sebelum sakit Bapak Suyitno bekerja sebagai Buruh tani didesanya yang penghasilannya tidak memungkinkan untuk kebutuhan sehari-hari, dan Bapak Suyitno saat ini tinggal bersama Istrinya Sumasih (49) dan Anak-anaknya. Kurir Sedekah Rombongan mendengar kabar dari teman Kurir Sedekah Rombongan bahwa Bapak Suyitno memerlukan dampingan selama pengobatan dan Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal Bapak Suyitno untuk membantu. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Bapak Suyitno. Santunan yang diberikan untuk Iuaran BPJS dan Akomodasi selama di rumah sakit. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 550.000,-
Tanggal : 30 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pak suyitno menderita Hernia


SITI URIPAH, (70, Katarak) Alamat Dusun Gumuk Bagu RT/RW 001/005, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Siti Uripah menderita penyakit Katarak yang sudah dialami sejak 5 tahun yang lalu, yang dimulai dari gatal-gatal di bagian matanya dan setelah 10 bulan berlalu mata Ibu Siti Uripah mulai merabun dikarenakan tidak melakukan pengobatan  dan akhirnya tidak bisa melanjutkan aktivitas bekerjanya. Sebelum sakit Ibu Siti Uripah bekerja sebagai buruh tani di desanya dan Ibu Siti Uripah tinggal sendiri dirumahnya. Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi untuk membantu Ibu Siti Uripah untuk perawatan lebih lanjut di RSUD Dr. Soebandi Jember untuk pengobatan. Ibu Siti Uripah memiliki Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI Kelas III untuk meringankan beban dalam pengobatan selama dirumah sakit. Dan Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Siti Uripah, Santunan yang diberikan untuk Akomodasi pembelian obat diluar BPJS dan pasca operasi. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin.

Jumlah Santunan :  Rp. 893.000,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Ibu siti menderita Katarak


ROHAYATI BINTI SUMADI, (33, Pendarahan) Alamat Jl. Udang Windu RT/RW 001/011, Desa Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ibu Rohayati selesai menstruasi seperti biasa melakukan aktivitas hariannya tiba-tiba ditengah aktivitasnya itu terjadi pendarahan. Setelah itu mengalami Pendarahan yang terus menerus  selama 1 minggu Ibu Rohayati tidak bisa melanjutkan aktivitas karena kondisinya melemah selang 1 hari Ibu Rohayati ke Puskesmas terdekat untuk pengobatan dan oleh pihak Puskesmas disarankan untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Setalah itu Ibu Rohayati sampai di RSUD Dr. Soebandi Jember dirawat dan oleh pihak Dokter Rumah Sakit disarankan untuk rawat jalan dan hanya di beri Obat. Ibu Rohayati memiliki Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI Kelas III untuk meringankan beban keluarganya selama Ibu Rohayati dalam pengobatan. Ibu Rohayati tinggal bersama Suaminya Anca An Vitor (37) yang bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya tidak memungkinkan. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi dari teman Kurir Sedekah Rombongan bahwa Ibu Rohayati memerlukan dampingan karena dari keluarga kurang mampu. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal Ibu Rohayati untuk membantu, karena dari keluarga kurang mampu. Kurir Sedekah Rombongan me nyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Rohayati. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi pembayaran tunggakan BPJS dan denda BPJS. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 24 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Ibu rohayati menderita Pendarahan


ABDUH RAHMAD, (51, ), Alamat Jl Jumat Ling Karangmluo 002/006, Desa Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Rahmad panggilannya, Pak Rahmad mengalami keluhan dibagian dadanya berupa sesak nafas. Setelah itu Pak Rahmad di bawa kepuskesmas terdekat dan diperiksa, dan oleh pihak puskesmas dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Setelah sampai di IGD Pak Rahmad terdiagnosa mengalami Infeksi Paru. Pak Rahmad sebelum sakit bekerja sebagai Supir Angkot di Desanya, dan mempunyai 4 seorang anak yang 3 masih bersekolah dan 1 baru lulus SMA. Dengan kondisinya yang seperti itu fasilitas kesehatan yang dimiliki hanyalah SPM. Baitul Siah (44) istri Pak Rahmat yang menggantikan tulang punggung keluarga selama Pak Rahmat mengalami sakit yang di alaminya. Ibu Baitul Siah ini bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi ke rumah Pak Rahmad untuk menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Pak Rahmad. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi pembelian susu. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 917

Jumlah Santunan : Rp. 580.000,-
Tanggal : 29 Desember 2016
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pak abduh menderita sesak nafas


MEGA RISMA (12, Colonthree Emotikon). Adalah seorang anak gadis dari pasangan ibu Samsiyah (43 tahun) dan Almarhum Bapak Hawi (53 thn), yang tinggal di Alamat Desa Koncer Kidul, RT 16 RW 6, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Mereka berasal dari keluarga yang kurang mampu dan dengan adanya penyakit yang diderita anak ini semakin layak untuk mendapatkan bantuan. ditambah sejak 3 bulan yang lalu, ayahnya meninggal dunia. Adik Mega sudah sejak 2 bulan yang mengalami sakit yang didiagnosa adalah usus buntu. Tetapi ternyata banyak infeksi yang terjadi pada ususnya. Kemudian dokter menyatakan anatomi susu adik mega adalah buruk dan banyak terdapat benjolan. Saat benjolan usus ini meletus, akan akan terjadi kebocoran pada ususnya. Sehingga selama 2 bulan tersebut Adik Risma tidak bisa BAB sehingga badannya menjadi sangat kurus. Kondisi ini terjadi karena tubuhnya tidak bisa menyerap sari makanan dengan baik dan karena kebocoran saluran ususnya ini. Setelah ayahnya meninggal, praktis ibunya saja yang menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai pembantu rumah tangga, tetapi karena kondisi sakit Adik Mega ini, maka ibunya juga tidak bekerja karena harus mendampingi Mega. Kakak Mega yang pertama baru saja lulus SMK sehingga masih belum mendapatkan pekerjaan, sedangkan kakak keduanya masih duduk di bangku SMA. Mega juga mempunyai seorang adik yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Santunan yang diberikan di bawah ini digunakan untuk pembelian susu penambah nutrisi dan kantong kolostomi. Santunan sebelumnya masuk di rombongan 874.

Jumlah santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 24 Oktober 2016, 30 November 2016, 29 Desember 2016, 30 Januari 2017. (Akumulasi)
Kurir:  @yudhoari , @viandwiprayugo

Mega menderita Colonthree Emotikon


RICO JANUARI SANTOSO, (28, Infeksi Luka) Alamat Jl Perum Gebang Permai B-9 RT/RW 001/001, Desa Gebang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur.  Awal mula sakit Rico mengalami kapalan pada kakinya  sebelah Kanan dan disertai gatal – gatal hingga kakinya sampai luka. Selang 4 hari luka di kaki Rico menjalar sampai menyerupai kakinya. Setelah itu Rico dibawa ke puskesmas terdekat untuk pemeriksaan dan pengobatan, setelah itu Rico diagnosa mengalami Infeksi Luka dan oleh pihak Puskesmas disarankan untuk di rujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk perawatan dan pengobatan lebih lanjut karena sakit yang diderita memerlukan pengobatan lanjutan. Rico memiliki Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI kelas III yang meringankan beban keluarganya untuk pengobatan Rico. sebelum sakit Rico bekerja sebagai Jasa Pangkas Rambut di depan rumahnya yang penghasilannya tidak menentukan, yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Saat ini Rico tinggal bersama Ibunya yang bernama Siani (57) yang bekerja sebagai ibu rumah tangga. Kurir Sedekah Rombongan mendengar kabar dari Warga sekitar bahwa Rico memerlukan bantuan Dampingan untuk dalam pengobatan. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal Rico. dan pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Rico. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi dan pembelian Kruk. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Rico menderita Infeksi Luka


ABDUL HALIM, (42, Hepatitis) Alamat Dusun Krajan A 002/021, Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Riwayat Sakit Abdul Halim Lama sakit hampir 3 bulan lamanya hingga sekarang awalnya mungkin kepacekan bekerja setiap hari meskipun sakit tidak dirasakan. Lama kelamaan Abdul Halim merasakan sakit panas yang terus menerus, mual-mual dan disertai pusing akhirnya keluarga membawanya ke puskesmas terdekat. Karena kondisi mulai lemah, pihak puskesmas menyarankan harus dirawat inap dan Dokter menyatakan Abdul Halim terdiagnosa mengalami Gangguan pada Livernya yang dinyatakan mengalami penyakit Hepatitis. Selama 7 hari di puskesmas Dokter menyarankan Bapak Abdul Halim diperbolehkan Pulang. Dan Tiga hari kemudian Abdul Halim kondisinya mulai agak mendingan akhirnya dia mulai bekerja lagi sebagai kuli bangunan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya karena harus membayari anak-anaknya yang masih sekolah. Setelah bekerja selama 2 hari, penyakit yang dideritanya kambuh dan drop. Abdul Halim sudah 4 kali selama sakit masuk ke puskesmas hingga sekarang. Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi ke tempat tingggal Abdul Halim untuk menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Abdul Halim. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi biaya perawatan intensif selama dipuskesmas Bangsalsari. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin. santunan yang sebelumnya masuk dirombongan 941

Jumlah Santunan : Rp. 780.000,-
Tanggal :  24 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pak addul menderita Hepatitis


RIYANTO BIN SURATNO (12, Meningitis)  Alamat Jl. Nusantara Blok GN 005/005 RW 011, Desa Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Awal mula sakit adik Riyanto yang duduk di bangku kelas 6 SD sering mengalamai kejang-kejang dan panas tinggi. Dan pada saat itu adik Riyanto dirujuk ke puskesmas terdekat di Kaliwates, dan oleh pihak puskesmas di rujuk keRumah Sakit Paru Jember untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dan pada saat hari itu adik Riyanto didiagnosa menderita penyakit Meningitis.  Setelah dirawat intensif selama 2 hari untuk perbaikan kondisinya adik Riyanto dirujuk ke Rumah Sakit dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Adik Riyanto adalah putra anak dari pasangan Bapak Suratno (44) yang bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Suama (41) yang tidak bekerja. Penghasilan orang tuanya pun hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan adik Riyanto di rumah sakit paru yang tergeletak lemas. Dan kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Adik Riyanto yang sedang mengalami permasalahan biaya pengobatan. Dan santunan yang diberikan untuk Akomodasi Transportasi dan Santunan Kematian. Semoga santunan yang diberikan diberi kesabaran dan semoga Alm Adik Riyanto diterima disisiNya. dan Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 910

Jumlah Santunan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal :  17 Desember 2016
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pak riyanto menderita Meningitis


SUS SULI, (58, Kanker Usus Besar) Alamat Dusun Maskuning Kulon RT/RW 004/001, Desa Maskuning Kulon, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Ibu Sus mengalami Kanker Usus sejak 7 bulan yang lalu. Awal mula sakit Ibu Sus mengalami kesakitan dibagian perutnya dan tidak nafsu makan sehingga kondisi badannya melemah. Setelah itu Ibu Sus dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk pemeriksaan awal dan oleh pihak Puskesmas Ibu Sus harus dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Koesnadi Bondowoso untuk perawatan lebih lanjut sesampai dirumah sakit Ibu Sus diagnosa Kanker Usus dan sehingga harus menjalani rawat inap. Setelah rawat inap selama 17 Hari Ibu Kondisi Ibu Sus semangkin membaik dan di perbolehkan pulang, karena Ibu Sus memiliki Jaminan Kesehatan berupa JKN-KIS PBI akhirnya Ibu Sus tidak mengeluarkan biaya apapun sehingga meringankan beban keluarganya. Setelah 2 bulan berlalu Ibu Sus kembali kesakitan dan pendarahan Ibu Sus dilarikan ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut dan akhirnya Ibu Sus kembali opname dan transfusi darah. Ibu Sus tinggal bersama Suami Sale (64) yang bekerja sebagai buruh tani di desanya dan Anaknya yang bernama Susi Susanti (23). Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari teman dari Kurir Sedekah Rombongan bahwa Ibu Sus memerlukan dampingan karena dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan langsung bersilahturahmi ke tempat tinggal Ibu Sus untuk membantu Ibu Sus selama perawatan dirumah sakit. Dan pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Sus. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi Obat dan Darah. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Ibu sus menderita Kanker Usus Besar


INDAH WAHYUNI, (13, Hydrocephalus) Alamat Dusun Krajan RT/RW 013/003, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Adik Indah penderita Hydrocephalus sejak baru lahir yang awalnya benjolan kecil hingga membesar. Adik Indah ini tidak pernah berobat di operasi karena keluarga tidak mampu untuk membiayainya. Adik Indah hanya mampu untuk duduk dan berbaring di tempat tidurnya dengan kondisinya yang melemah. Adik Indah tinggal bersama Ibu dan Ayahnya yang bernama Ibu Sri Wahyuningsih (41) yang bekerja seabagai buruh tani dan Bapak Holil (44) yang bekerja sebagai pengayuh becak yang penghasilannya tidak menentukan yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan mendengar kabar dari warga sekitar bahwa Adik Indah memerlukan bantuan. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi. Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Adik Indah. Santunan yang diberikan sebagai Memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi keluarga Adik Indah dan Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Indah menderita Hydrocephalus


MEGA PUTRI MAULIDIA, (12, Kelenjar Getah Bening) Alamt Jl. Fatahillah V/19 Lingk Kauman 001/011, Desa Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur.  Adik Mega sudah mengalami sakit kelenjar Getah bening ini sudah selama 2 tahun yang lalu. Dan sekarang sudah mengganggu ke pendengaran Adik Mega. Adik Mega di bawa ke puskesmas terdekat untuk meminta rujukan ke Dr Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Dan setelah itu adik Mega sampai di rumah sakit Dr Soebandi Jember diminta untuk di kemo tetapi pihak keluarga tidak mau karena keterbatasan biayanya karena tidak tercover oleh BPJS. Mega Putri Maulidia anak dari pasangan Bapak Imam Bastomy (35) yang bekerja sebagai penjual burung berkicau yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-harinya dan Ibu Mei Tiyas (34) yang bekerja sebagai Pembantu rumah tangga, dengan kondisi perekonomian yang serba terbatas fasilitas kesehatan yang dimiliki adik Mega adalah BPJS kelas III. Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi kerumah adik Mega untuk menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Adik Mega. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi biaya perawatan selama dirumah sakit, Check Lab, dan Pembelian Susu. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 917

Jumlah Santunan : Rp. 2.756.000,-
Tanggal : 27 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Mega menderita Kelenjar Getah Bening


RUMIATI BINTI TANI, (54, Kusta) Alamat Dusun Karanganyar RT/RW 001/001, Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Kabuapaten Jember, Jawa Timur. Ibu Rumiati penderita Kusta yang dialami sejak 2006 dan alhamdulillah adanya bantuan dari Puskesmas Balung dengan tenaga medis tahun 2008 Ibu Rumiati selesai dalam pengobatan dan dinyatakan sembuh.  Kusta yang juga dikenal dengan nama lepra atau penyakit Hansen adalah penyakit yang menyerang kulit, sistem saraf perifer, selaput lendir pada saluran pernapasan atas, serta mata. Sistem saraf yang diserang bisa menyebabkan penderitanya mati rasa. Ibu Rumiati adalah seorang buruh tani yang tinggal bersama Suaminya Sayaton (71) yang bekerja sebagai pemulung yang penghasilannya tidak memungkinkan yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan mendengar kabar dari warga setempat bahwa Ibu Rumiati berasal dari keluarga tidak mampu dan Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi ke tempat tinggal ibu Rumiati untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Rumiati. Santunan yang diberikan untuk membantu kebutuhan hidup sehari-hari.  Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi keluarga Ibu Rumiati, dan Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Ibu rumiyati menderita Kusta


TRI LUTFI NUR HIDAYAT, (25, Kanker Tulang) Alamat Dusun Krajan 004/012, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Awal mula Lutfi sakit. Lutfi ini pernah kecelakaan lalu lintas dan kakinya pun cidera sampai tidak bisa berjalan dan setelah 6 bulan berlalu kaki Lutfi ini sudah dinyatakan sembuh dan juga bisa berjalan. Dan setelah 1 tahun berlalu Lutfi ini kembali cidera saat membantu ibunya bekerja,  Lutfi ini terpeleset dan saat jatuh kakinya terkilir dan kemudian cidera lutut sehingga Lutfi tidak bisa terbangun karena kesakitan. Dan sesudah itu Lutfi dibawa pulang sesampai dirumah Lutfi dihadiri Dukun Pijat dirumahnya untuk di pijat. Sesudah selama 2 minggu  itu 4 kali di pijat ke dukun Pijat dan akhirnya kondisi kaki Lutfi pun semakin membengkak dan merasa tidak bisa digerakan lagi. Kurir Sedekah Rombongan mendengar kabar derita dari tetangga Lutfi bahwa Lutfi dapat untuk di dampingi untuk pemeriksaan. Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi ke tempat tinggal Lutfi untuk dirujuk ke Rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut, setelah sampai tiba di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, Lutfi terdiagnosa mengalami Kanker Tulang dan samapai merambat Parunya sampai membengkak. Lilis Suryani Ibu Lutfi yang bekerja sebagai membuka usaha warung kecil yang penghasilannya cukup untuk kesehariannya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu Lutfi. Santunan yang diberikan Akomodasi sebagai biaya perawatan dan obat-obatan di luar BPJS. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 917

Jumlah Santunan : Rp.  500.000,-
Tanggal : 19 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Luthfi menderita Kanker Tulang


SITI NURUL AZ (15, Kelenjar). Alamat : Kampung Ciwaru RT 1/8 Desa Ciporeat, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat Jawa Barat. Nama panggilannya Nurul, anak dari Bapak Solihin (62, Alm) dan Ibu Euis Sumarni (54). Siswa yang masih duduk di bangku sekolah tingkat SMP adalah penderita penyakit kelenjar di bagian leher sebelah kanan dan kiri. Awalnya keluarga tidak menduga bahwa Nurul menderita penyakit kelenjar. Penyakitnya baru diketahui setelah Nurul diperiksakan ke dokter karena ia sering sakit dengan gejala demam, pusing, dan lemas. Seiring berjalannya waktu, muncul benjolan di bagian leher. Dokter yang menanganinya menyarankan Nurul segera menjalani operasi di rumah sakit. Namun, karena keterbatasan biaya dan tidak mempunyai jaminan kesehatan, ia dan keluarganya urung untuk melaksanakan operasi. Meskipun demikian, ikhtiarnya tetap dilakukan melalui pengobatan alternatif di daerah Cinunuk. Sudah 5 bulan menjalani pengobatan, namun belum ada perubahan. Pada keadaan tertentu kelenjar di lehernya mengalami pembesaran, bahkan benjolan bertambah di bagian tempat lain di lehernya. Nurul yang hanya tinggal bersama ibunya mengalami kebingungan menyangkut biaya untuk berobat ke rumah sakit. Sementara saudara lainnya sudah berkeluarga namun belum bisa membatu banyak untuk pengobatan Nurul. Atas izin Allah, kurir Sedekah Rombongan Bandung dipertemukan dengan Nurul dan keluarga. Setelah dilakukan survey, santunan untuk Nurul langsung diberikan dan diterima keluarganya. Bantuam yang disamaikan di rumah orang tuanya ini digunakan untuk keperluan pembuatan BPJS, transportasi dan kebutuhan sehari-hari. Niat Nurul untuk terus berobat begitu kuat. Semoga bantuan ini memperceat kesembuhan Nurul sehingga ia dapat kembali sehat.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @fuad_baasil

Siti menderita Kelenjar


TATANG SUPRIATNA (38, Hepatoma). Alamat : Kampung Babakan Jampang RT 1/17, Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Kang Tatang –begitu panggilan akrabnya—didiagnosa menderita hepatoma saat ia diperiksa tim medis di RSUD Soreang. Berdasarkan penuturan ayahnya, saat dijumpai kurir Sedekah Rombongan Kabupaten Bandung, Asep Cunarya, awalnya Kang Tatang sering mengeluhkan sakit di bagian perutnya. Sejak Oktober 2016 berbagai ikhtiar pengobatan telah dilakukan, baik melalui pengobatan alternatif tradisional maupun medis. Berbekal Jaminan Kesehatan KIS PBI, keluarganya telah membawanya periksa ke Puskesmas terdekat di Kecamatan Rancabali. Sebelum diperiksa di RSUD Soreang, ia hanya diduga mengalami gangguan pada lambungnya. Pada pertengahan Januari 2017 kondisi kesehatannya menurun. Ia merasakan rasa nyeri yang hebat di perutnya. Ia Bahkan tak sadarkan diri. Keluarganya kemudian membawa Tatang dieperiksakan ke IGD RSUD Soreang. Setelah mendapatkan penanganan kegawatdaruratan, buruh tani itu akhirnya dirawat inap di rumah sakit rujukan daerah terbesar di Kabupaten Bandung itu. Setelah mendapatkan pemeriksaan tahap awal, dokter yang menanganinya menduga ia mengida kanker di hati (heatoma). Di rumah sakit inilah kurir Sedekah Rombongan sempat bersilaturahmi dengan Pak Tatang dan keluarganya. Pak Tatang adalah seorang pekerja keras dengan penghasilan tak menentu. Bersama istri dan anak semata wayannya, mereka tinggal di rumah milik orang tua Kang Tatang. Istrinya, Neng Siti (41) hanya disibukkan dengan urusan kerumahtanggaan. Saat ngobrol dengan keluarga Pak Tatang, baaknya Kang Tatang menyampaikan keinginannya agar anaknya itu terus ditangani di rumah sakit sampai sembuh meskipun mereka merasa berat menjalaninya karena ketidakadaan biaya. Dengan empati sedekaholics #SR, alhamdulillah, pada kunjungan yang kedua, kurir Sedekah Rombongan daat menyamaikan bantuan berupa uang untuk Kang Tatang. Santunan yang diterima ibunya di RSUD Soreang ini digunakan untuk akomodasi dan biaya sehari-hari selam Kang Tatang dirawat inap. “Terima kasih. Jazaakumullah. Semoga yang sedekah ini disehatkan Allah Swt dan berkah segala usahanya!” Doa ibu Kang Tatang sambil menangis haru.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @ascun

Pak tatang menderita Hepatoma


AEP SOPIAN (47, Serangan Jantung). Alamat : Kampung Pangkalan RT 2/12, Desa Sukawening, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Kang Aep –begitu panggilan sehari-harinya– tak menduga harus mengalami serangan jantung di saat dia sedang bersemangat bekerja untuk menghidupi keluarganya. Pada 21 Januari 2017, saat istirahat di rumah setelah narik penumpang, tukang ojeg itu tiba-tiba merasakan sakit kepala dan nyeri di dadanya. Mungkin karena rasa sakit yang teramat hebat, ia kemudian pingsan. Saat itu juga keluarga dan tetangganya membawa Kang Aep langsung ke Puskesmas terdekat.  Akan tetapi, tim medis di Puskesmas juga kemudian merujuknya ke IGD RSUD Soreang. Setelah mendapat penanganan kegawatdaruratan di RSUD Soreang, bersyukur, keesokan harinya ia mendapatkan ruangan untuk rawat inap. Di rumah sakit rujukan utama di Kab. Bandung itulah, kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan bapak beranak empat dan istri satu itu, atas informasi dari Kang Teguh, temannya Pak Aep. Saat itu ia sudah seminggu dirawat di Ruang Kenanga RSUD Soreang, menggunakan jaminan kesehatan KIS PBI. “Berdasarkan kabar dari saudaranya, Kang Aep dna keluarganya sudah kehabisan bekal. Selama Kang Aep sakit tidak ada yang menggantikannya mencari nafkah. Mereka amat memerlukan bantuan. Rumahnya memang milik sendiri. Rumah sederhana berdinding ukuran 7 M2,” kata Teguh ditemani anak pertama Kang Aep. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, pada saat menjenguk itu, kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan untuk Pak Aep Sopian dan keluarganya. Bantuan yang diterima anaknya di RSUD Soreang ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi selama di rumah sakit dan biaya sehari-hari. “Terima kasih, Pak. Jazaajumullaah. Samaikan salam dan doa kami untuk bapak-bapak dan ibu-ibu di SR,” doa Kang Aep penuh ketulusan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 23 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @teguh

Pak aep menderita Serangan Jantung


JAMALUDIN MUHAMMAD (6, Amputasi Kedua Tangan). Alamat : Kampung Cisanta RT 3/4, Desa Cikarang, Kecamatan Cisewu, Kabuaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Bersama kedua orangtua dan kakeknya, Jamaludin tinggal di wilayah Garut bagian selatan. Bapaknya, Heriyadi (25) sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dan buruh bangunan. Ibunya, Lisnawati (24) hanya ibu rumah tangga yang kesehariannya disibukkan dengan mengurus rumah tangga yang sekali-kali membantu suaminya. Jamaluddin dan orangtuanya tinggal di rumah kakeknya (dari pihak ayah) yang sehari-hari bekerja sebagai pembuat batu merah. Jamaludin sering melihat kakeknya bekerja mencetak bata merah untuk pesanan pelanggannya. Pagi itu Sabtu, 21 Januari 2017, saat Jamaludin bermain di halamah rumah dekat tempat pembuatan bata merah. Entah apa yang ada dalam benak anak lincah itu, pukul 07.30 kedua tangan meraih tanah bahan pembuatan bata dan memasukkannya ke mesin pres pencetak bata merah. Malang, kadua tangan Jamaludin ikut terdorong ke dalam mesin dan tak sempat dikeluarkan : satu tangannya putus tergencet mesin cetak dalam kecelakaan itu. Jamaludin lalu dilarikan ke Puskesmas Cisewu yang lalu merujuknya langsung ke RSHS Bandung. Diantar ambulance Puskesmas, ia dievakuasi ke IGD RSHS Bandung didampingi ayah, paman, kakek-neneknya, juga perangkat desa. Ibunya tidak ikut karena masih istirahat setelah dua minggu sebelumnya melahirkan anak kedua. Di rumah sakit rujukan nasional itu akhirnya tangan Jamaludin yang satu lagi diamputasi. Jamaludin ditangani intensif di RSHS Bandung, didaftarkan sebagai pasien BPJS Dalam Proses yang pembuatannya menyusul. Keluarga dhuafa ini rupanya belum memiliki jaminan kesehatan. Berita kecelakaan yang menimpa  Jamaludin sampai kepadaa kurir SR di Bandung pada Senin 23 Januari 2017, berdasarkan informasi dari kurir SR lain dan dari media sosial. Setelah kurir SR di Garut, Saudara Cepi, menemui keluarga Jamaludin di rumahnya, kurir Sedekah Rombongn di Bandung malam itu juga menjenguk Jamaudin dan bersilaturahmi dengan keluarga dhuafa yang tabah ini di Ruang Kemuning Lantai 2 Kamar 2 RSHS Bandung. Pada malam itu keluarga sedang berdiskusi untuk menuntaskan pembuatan Kartu BPJS yang sempat tertunda karena ada satu persyaratan yang belum selasai dibuatkan. Jarak dari Bandung ke Garut Selatan cukup jauh dan sudah tidak ada angkutan umum, padahal malam itu juga mereka harus berangkat ke Garut Kota untuk menuntaskan pengurusan Kartu BPJS hari Selasa 24 Januari 2017. Dengan empati sedekaholics alhamdulillah kurir #SR dapat mendampinginya berangkat tengah malam menuju Garut untuk menguruskan kartu BPJS atas nama pasien Jamaludin Muhammad. Bersyukur pada Selasa 24-1-2017 Kartu BPJS Khusus yang langsung aktif itu beres dibuatkan sesuai rencana dan Jamaludin kini sah terdaftar sebagai pasien JKSN KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan juga dapat menyampaikan bantuan untuk Jamaludin dan keluarganya yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari keluarga Jamaludin Muhammad yang tertima musibah itu.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,
Tanggal : 24 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Jamal mengalami Amputasi Kedua Tangan


TITA BINTI EMED (44, Sinonasal). Alamat : Kampung Cikukulu RT 23/9, Desa Pondok Kaso Landeuh, Kecamatan Parung Kuda, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Bersama suami dan ketiga anaknya, ia tinggal di rumah sederhana hasil jerih payah mereka bertahun-tahun bekerja keras sebagai buruh harian tak tetap. Suaminya, Pak Baden (53), sehari-hari bekerja sebagai penambang pasir di kampungnya. Ibu Tita sendiri lebih banyak disibukkan dengan urusan rumah tangga. Dengan tanggungan anak tiga orang, cukup berat bagi mereka menjalani tuntutan kehidupan ekonomi keluarganya. Apalagi, setelah Ibu Tita sakit-sakitan dan harus rutin berobat ke dokter praktek, Puskesmas, dan rumah sakit, kondisi ekonomi mereka semakin terpuruk, seperti yang dituturkan suaminya kepada kurir #SR di RSSR Bandung. Bagaimana tidak? Sejak bulan April 2016 mereka harus mencari uang untuk biaya berobat, padahal untuk biaya hidup sehari-hari pun mereka kerap merasakan kesulitan mendapatkannya. Sakitnya berawalnya saat Ibu Tita sering mimisan yang disusul dengan munculnya bentol, dan gumpalan cairan padat seperti gaji. Seiring waktu ia juga kerap merasa sakit di sekitar kepala. Selain ke dokter praktek, suaminua kemudian memeriksakannya ke Puskesmas Parung Kuda dan RSUD Bunut Kabupaten Sukabumi, menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dia juga pernah dirujuk penanganannya ke RSUD Sekarwangi. Di RSUD itulah ia pernah menjalani operasi dan dirawat satu minggu. Pascaoperasi, tim medis kembali merujuknya ke RSHS Bandung, pada pertengahan Juni 2016. Saat berobat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) inilah, Ibu Tita bertemu dengan kurir #SR di Bandung, berdasarkan informasi dari keluarga pasien dampingan #SR. Saat itu mereka tengah mengalami kesulitan, kehabisan bekal, padahal tahap pemeriksaan masih lama. Akhirnya, ia diajak tinggal di RSSR Bandung. Pada pertengahan bulan Agustus 2016 Bu Tita pulang dulu ke kampung halamannya di Sukabumi. Setelah seminggu di rumahnya, ia kembali lagi melanjutkan tahapa pemeriksaan medisnya di RSHS Bandung. Berdasarkan hasil diagnosa terakhir, Bu Tita harus menjalani 33 kali terapi sinar di RSHS Bandung. Hampir 40 hari Bu Tita dan suami setianya tinggal di RSSR dalam rangka berikhtiar sehat ke RSHS Bandung. Keluarga dhuafa yang diuji juga dengan penyakit ini masih membutuhkan bantuan para dermawan untuk meneruskan pengobatannya. Pada 9 September 2016 Bu Tita harus datang lagi ke RSHS untuk menjalani proses biopsi agar ia segera mengawali tindakan medis yang dibutuhkan di Rumah Sakit Umum Nasional (RSUP) ini. Memahami betapa beratnya beban hidup ibu Tita dan keluarganya, pada September 2016 kembali Sedekah Rombongan memberi mereka bantuan untuk biaya berobat dan ongkos pulang. Pada minggu terakhir Oktober 2016, ibu Tita dan suaminya datang lagi ke RSHS Bandung untuk memulai terapi sinar yang telah dijadwalkan. Kondisinya cukup stabil untuk mengawali terapi yang pada 3 November 2016. Mereka tinggal di RSSR Bandung sampai Ibu Tita menuntaskan terapi sinarnya (44 kali). Karena mereka masih membutuhkan biaya untuk keberlangsungan ikhtiarnya, kurir #SR di Bandung pada bulan itu menyampaikan bantuan lanjutan untuk Ibu Tita dan suaminya.  Hampir sebulan mereka tinggal di RSSR Badung, sampai  9 Desember 2016. Berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir di RSHS, alhamdulillah terapi sinarnya dinilai berhasil. Ibu Tita dan suaminya meminta izin pulang karena jadwal kontrolnya di awal Januari 2017. “Kami juga kangen sama anak kami yang tinggal di kakaknya,” tambah Bu Tita. Pada bulan terakhir di tahun 2016 itu alhamdulillah #SR memberi mereka bantuan lanjutan untuk biaya berobat. Pada Januari 2017 kurir SR bertemu dengn mereka yang masih memerlukan bantuan dan layak untuk terus dibantu sampai tuntas. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk Ibu Tita bin Emed yang digunakan untuk ongkos pulang-pergi ke rumah sakit  dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 925.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @pianjawir

Bu tita menderita Sinonasal


NINING SITI NURJANAH (49, Ca Mammae). Alamat : Kampung Sukamaju RT 7/1, Desa Sindang Jaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Ibu Nining –begitu panggilannya—diduga mengidap kanker payudara sejak tiga bulan yang lalu. Awalnya, ia melihat ada semacam bercak memerah dan benjolan kecil di sekitar payudaranya. Seiring waktu ia juga kera merasakan gejala-gejala lain, seperti nyeri tulang dan persendian, mual, dan kehilangan nafsu makan. Dari hari ke hari berat badannya mengalami penurunan. Ia juga keramerasakan sakit kepala hebat yang tidak lekas sembuh. Berbagai upaya dilakukan anak-anaknya untuk menyembuhakan penyakit yang dialami janda mendiang Pak Aang Sumarna, baik secara tradisional alternatif maupun medis. Tak terhitung berapa kali ia diperiksakan ke dokter prtaktek dengan biaya sendiri dan bantuan dari anak-anaknya. Ia juga bolak-balik keluar-masuk Puskesmas dan rumah sakit di daerah tanpa menggunakan jaminan kesehatan apa pun. Karena terkendala biaya, pengobatannya kerap tertunda adahal ia sangat bersemangat untuk terus berobat ke RSHS Bandung seperti yang dirujuk RSUD Cipanas. Harapannya akhirnya terjawab ketika ada perangkat desa yang memberi bantuan untuk membuatkan Kartu JKSN KIS Mandiri Kelas 3. Pak Agung, perangkat desa itu, pula yang mengabarkan derita hidup yang dialami Bu Nining kepada kurir Sedekah Rombongan di Bandung, “Ibu Nining layak dibantu, Kang. Setelah suaminya meninggal dunia, kehidupannya semakin menurun apalagi setelah ia sakit. Kini ia tinggal di rumah anaknya. Diantar salah satu anaknya dan Pak Agung, akhirnya Bu Nining berangkat ke RSHS Bandung setelah jaminan dari BPJS selesai diproses. Ia tinggal di RSSR Bandung sejal awal Januari 2017. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholic, kurir Sedekah Rombongan juga dapat menyamaikan bantuan awal untuk Ibu Nining yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi, biaya membeli obat, dan biaya sehari-hari. Semoga keluarga dhuafa ini diberi ketabahan dalam ikhtiarnya dan dianugerahi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Bu nining menderita Ca Mammae


MOCH NABIL SATRIA  (5, NHML + Suspect Leukemia) Alamat: Kampung Warudoyong Selatan RT 42/9, Gang Haji Munir, Kecamatan Rengasdengklok Selatan, Kabupaten Karawang, Provinsi jawa barat. Nabil adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan asal Kabupaten Karawang. Nabil mulai sakit sejak berusia 2 tahun. Gejala awalnya berupa adanya benjolan kecil dibagian lehernya, dan Nabil sering mengalami demam. Awalnya Nabil diperiksa diklinik dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Setelah dilakukan Biopsi Dokter diketahui ia menderita  kanker kelenjar getah bening atau dalam bahasa medis dikenal dengan Non Hodgkin Maligna Lymphoma (NHML). Dari hasil tersebut Dokter menyarankan agar Nabil dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Selama di rumah sakit, Nabil diharuskan menjalankan Pengobatan berupa kemoterapi sebanyak 8 siklus. Perkembangan terakhir penyakitnya ialah Nabil  Nabil  terdiagnosa mengidap kanker sel darah putih stadium 4 yang kita kenal dengan leukemia. Hal ini menyebabkan kondisi HB dan trombositnya seringkali drop dan menyebabkan pendarahan. Dengan kondisinya yang tiba-tiba menurun mengharuskannya untuk tinggal tidak jauh dari rumah sakit. Untuk memudahkannya dalam berobat, selama 3 bulan lamanya Ia dan keluarganya tinggal sementara di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Nabil yang seminggu terakhir menjalani perawatan di RSHS Bandung dikarenakan kondisinya semakin lemah dan trombositnya terus menurun, Jumat dini hari 13 Januari 2017 meninggalkan kita semua. Ayah Nabil, Pak Asep (40) yang bekerja sebagai buruh dan istrinya Ibu Kiki (36) adalah seorang ibu rumah tangga menuturkan selama pengobatan dengan menggunakan jaminan kesehatan BPJS Non PBI kelas III ini putranya semangat mencari kesembuhan, namun Tuhan berkehendak lain. Nabil yang wafat di RSHS Bandung jenazahnya dipulangkan ke rumah orang tuanya di Karawang dibantu kurir menggunakan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Sedekah Rombongan memberikan santunan lanjutan kematian kepada keluarga almarhum. Keluarga mengucapkan terima kasih kepada Sedekah Rombongan yang terus mendampingi Nabil memberikan supportnya mencari kesembuhan. Bantuan sebelumnya masuk ke Rombongan 946.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @etydewi2 H.Kosasih

Nabil menderita NHML + Suspect Leukemia


RASYA BIN RANA (10, Akut Limfoblastik Leukimia). Alamat : Dusun Buer RT 6/1, Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Rasya adalah siswa sekolah tingkat dasar. Awalnya sepulang sekolah Rasya mengeluh seluruh badannya ngilu dan panas, hal itu terjadi setahun yang lalu. Orangtua Rasya pada waktu itu membawanya ke Dokter terdekat dan Dokter menyarankan agar Rasya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang.  Diagnosa tim Medis RSUD Kabupaten Karawang menyatakan bahwa Rasya mengidap Akut Limfoblastik Leukimia yang dalam bahasa umum kita kenal dengan kanker sel darah putih. Dokter menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.  Rasya sebelumnya sudah menjadi pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Bandung dan sudah menjalankan proses kemoterapi selama 14 bulan dari 26 bulan yang dijadwalkan. Selain kemoterapi, Rasya juga diharuskan mengonsumsi obat mercaptopurin. Obat tersebut tidak termasuk dalam jaminan kesehatan yang dimilikinya. Alhamdulillah setelah serangkain kemoterapi yang sudah dijalankan kondisi Rasya sekarang sudah mulai membaik. Orang tua Rasya, Bapak Rana (33), berprofesi sebagai pedagang asongan dan Ibu Siti Hasanah (32) adalah seorang ibu rumah tangga. Walau menggunakan jaminan kesehatan yang dimiliki adalah JKN-KIS PBI namun ia kesulitan untuk membeli obat yang harus ia konsumsi secara rutin. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan dana santunan lanjutan untuk membantu membeli kebutuhan Rasya. Bantuan sebelumnya masuk ke dalam Rombongan 914. Semoga Rasya diberikan kekuatan untuk dapat menyelesaikan proses kemoterapi sampai sehat kembali seperti sedia kala dan ceria seperti anak-anak seusianya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @abahlutung @tammitrie

Rasya menderita Akut Limfoblastik Leukimia


INDRIYANI BINTI NANDANG (9, Tumor Intra Abdomen ) Alamat: Dusun Boled,  RT 3/2, Desa Belendung, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Kurir Sedekah Rombongan mengetahui kisah Indriyani melalui media sosial. Indriyani adalah putri tunggal pasangan Bapak Nandang Sujana (31) dan Ibu Ningrum (32). Sakit yang dialaminya dirasakan sejak beberapa tahun lalu dengan keluhan awal mual dan sering muntah-muntah. Mulanya keluarga menduga sakit biasa saja, namun setelah beberapa bulan perutnya semakin keras dan tampak membuncit. Melihat Indriyani yang kesakitan, kemudian keluarga membawanya ke Rumah Sakit Fikri Medika Karawang, setelah 2 hari menjalani perawatan, Indriyani kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dan dirawat selama beberapa hari, dokter kemudian merujuknya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung agar mendapatkan pengobatan lebih lanjut. Menjalani berbagai pemeriksaan secara menyeluruh, akhirnya diketahui ada tumor dalam rongga perut yang dalam bahasa medis disebut dengan Tumor Intra Abdomen. Melihat perkembangan tumornya yang begitu cepat dan terus membesar dan mengakibatkan gangguan pada organ lain, maka dokter menjadwalkan tindakan medis untuk membuang cairan yang menumpuk di perutnya serta mengangkat gumpalan daging dengan diameter 14 cm. Ayahnya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas dan ibunya seorang ibu rumah tangga menuturkan pengobatan Indriyani menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas III, namun pihak keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan hidup saat mengurus Indriyani selama sakit. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan santunan awal titipan sedekaholics kepada keluarga untuk meringankan kebutuhan makan sehari-harinya. Selang beberapa hari setelah santunannya, pada hari Minggu pagi, 21 Januari 2017 Indriyani yang berada di ruangan intensif ini menghembuskan nafas terakhirnya. Keluarga Indriyani mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang telah disampaikan selama Indriyani di Rumah Sakit

Jumlah Bantuan   : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Desember 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @cucudjuanda @etydewi2

Indri menderita Tumor Intra Abdomen


JURIAH BINTI IDUN (48, Ca Mammae). Alamat : Dusun Tambak Sumur 2 RT 14/5, Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Bu Juriah yang seorang ibu rumah tangga, sejak 2 tahun yang lalu merasakan ada benjolan di payudaranya sebelah kanan, namun tidak ia hiraukan. Baru sekitar delapan bulan yang lalu, benjolan di payudara Bu Juriah pecah dan menimbulkan luka. Bu Juriah menjalani serangkaian pemeriksaan di RSUD Kabupaten Karawang sebelum akhirnya ia dirujuk ke Rumah sakit Hasan Sadikin Bandung untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kurir Sedekah Rombongan mendampinggi Bu Juriah ke ke RSHS Bandung menggunakan MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan). Bu Juriah yang selama ini tinggal di RSSR (Rumah Singgah Sedekah Rombongan) Bandung bersama suaminya, beberapa hari kembali ke rumahnya di Karawang. Alhamdulillah perkembangannya semakin baik, Bu Juriah telah selesai menjalani kemoterapi yang terakhir dan saat ini beliau mulai menjalani serangkaian pemeriksaan ulang, seperti di awal untuk memastikan bahwa kondisinya kini sudah normal. Suami Bu Juriah, Pak Misan (53) seorang buruh tani yang penghasilannya tidak menentu dengan jumlah tanggungan 3 orang. Selama sakitnya Bu Juriah terbantu dengan menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk pengobatannya, namun kesulitan untuk memenuhi biaya hidupnya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-harinya di rumah. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 914. Semoga Bu Juriah dan keluarga diberi kemudahan dan kekuatan dalam menjalani ikhtiarnya dan kemoterapi ini akan menjadi siklus terakhir yang harus dijalankan. Aamiin ..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu Kosasih @etydewi2

Bu juriah menderita Ca Mammae


MIRA MAURIKA INDRIKA (13, Acute Lymphadenitis Unspecific). Alamat : Dusun Tanjung, RT 4/2, Desa Karang Tanjung, Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Mira merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Anak ke dua dari lima bersaudara pasangan Bapak Anda Bin Amat (47) dan Ibu Nyai Haryati (41) yang duduk di kelas 8 SMPN 1 Lemah Abang adalah anak yang rajin dan berprestasi d kelasnya. Berawal dari pusing di kepala yang disertai keluar cairan nanah di leher kanan bawah sekitar 3 tahun yang lalu. Oleh orang tua mira dianggap biasa saja karena tidak ada pembengkakan hanya keluar nanah. Lambat laun cairan nanah tersebut sering keluar dan bertambah banyak. Orang tuanya pun mulai khawatir tentang sakit yang diderita Mira. Keluarga membawa Mira ke Puskesmas Lemah Abang, sampai akhirnya Mira dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang dan didiagnosis menderita Acute Lymphadenitis atau infeksi kelenjar getah bening. Mira pun harus dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dibantu Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) yang membawanya ke Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) untuk memudahkannya berobat. Mira pun menjalani perawatan di RSHS Bandung selama beberapa waktu, hasil USG terakhir yang didapat, Alhamdulillah perkembangannya semakin membaik namun masih harus menjalani kontrol. Orang tua Mira, Pak Anda sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas. Walau memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk pengobatannya, namun kedua orang tuanya kesulitan mencari biaya hidup dan akomodasi selama Mira berobat. Santunan lanjutan titipan sedekaholics kembali disampaikan untuk membantu biaya sehari-hari selama Mira berobat. Bantuan sebelumnya tertera dalam Rombongan . Semoga Mira semangat dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan sehingga bisa kembali bersekolah seperti sedia kala. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @badrudin_musthafa @etydewi2

Bu Mira menderita Acute Lymphadenitis Unspecific


AJID BIN ENJUM (58, Tumor Buli + Kanker Kantung Kemih). Alamat: Jl. Mohammad Toha Gg. Junaedi Dalam V RT 7/10, Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pak Ajid dan istrinya, Ibu Jua binti Ihi (55),  tinggal berdua di rumah sederhana berdinding triplek, yang pembuatannya dibantu dari hasil swadaya masyarakat. Mereka tidak memiliki anak dan hidup sangat sederhana. Pak Ajid tidak memiliki pekerjaan tetap. Kadang-kadang ia berjualan barang loakan dan kadang-kadang bekerja sebagai kuli bangunan. Sejak bulan Februari 2016 Pak Ajid merasakan rasa sakit pada perutnya dan kesakitan bila buang air kecil, tetapi rasa sakit itu tidak dia hiraukan. Penderitaan keluarga mereka dimulai ketika pada 26 Agustus 2016 Pak Ajid menderita rasa sakit yang sangat parah pada perutnya serta tidak bisa buang air kecil. Pak Ajid dibawa ke RSHS. Berdasarkan pemeriksaan waktu itu, dokter menyatakan bahwa ia menderita kanker kantung kemih dan harus dioperasi. Akan tetapi, karena mereka tidak memiliki biaya dan tidak memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah, Pak Ajid hanya dirawat dan diberi obat selama tiga hari. Mereka memutuskan untuk pulang dan akan menjalani rawat jalan saja. Selanjutnya, dibantu oleh Ketua RT dan Ketua RW, Pak Ajid diantar-jemput menggunakan motor  ke RS Immanuel untuk berobat jalan, dengan bantuan biaya hasil swadaya RT-RW dan warga yang peduli.  Di RS Immanuel Pak Ajid kembali menjalani pemeriksaan. Setelah dilakukan pemerikaan Sscan dan USG, Pak Ajid dipastikan menderita Tumor Buli atau kanker kantung kemih dan pihak RS Immanuel merujuknya ke RSHS untuk segera dioperasi. Kabar penderitaan keluarga tersebut disampaikan Bapak Dedi Junaedi, Ketua RW setempat, kepada kurir Sedekah Rombongan. Bersyukur kurir #SR bisa berkunjung ke rumah keluarga dhuafa tersebut. Kepada kurir #SR istri Pak Ajid menceritakan penderitaannya sambil menangis. “Sejak Bapak sakit, saya yang bekerja di tempat pembuatan cilok dari pagi sampai jam 2 siang. Sorenya bantu-bantu nyuci di tetangga.” Begitu kata Ibu Jua sambil berlinang air mata. Berdasarkan informasi dari Ketua RW, jaminan SKTM untuk Pak Ajid lalu dibuatkan. Setelah jaminan kesahatannya selesai, ia akan diperiksakan ke RSHS Bandung untuk menjalani operasi. Akan tetapi, Pak Ajid dan istrinya sangat membutuhkan biaya transportasi dan biaya sehari-hari untuk menunjang kehidupannya. Alhamdulillah, pada kunjungan pertama itu, kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa dari para sedekaholik berupa bantuan uang yang akan digunakan untuk biaya transportasi, akomodasi rawat jalan selama menunggu waktu untuk menjalani operasi. Pada bulan Januari 2017, Istri Pak Ajid meminta bantuan Kurir #SR untuk mengantarnya mengurus jadwal operasi Pak Ajid. Selain karena sudah berbulan-bulan menunggu, mereka juga kesulitan biaya transportasi untuk terus bolak-balik ke RSHS Bandung. Syukur Alhamdulillah setelah diantar dan dibantu Kurir #SR, Pak Ajid mendapatkan jadwal dan ruangan untuk operasi di RSHS Bandung pada awal Februari 2017. Untuk membantunya biaya transportasi dan bekal sehari-hari ke rumah sakit, Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali memberi bantuan dari para Sedekaholics Bantuan seblum ini tercatat di Rombongan 908.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 30 Januari 2017
Kurirs: @ddsyaefudin  @azepBima @esumiati1

pak ajid menderita Tumor Buli + Kanker Kantung Kemih


WIWI SURYATI (51, Asam Urat + Darah Tinggi). Alamat: Jln. Pelindung Hewan Gg. Darusalam RT 4/8, Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ibu Wiwi dan suaminya yang bernama bin M. Harun (66 tahun) tinggal bersama 3 orang anaknya yang masih sekolah di SLTP dan SD. Mereka menghuni rumah sewaan yang sempit, ukuran sekitar 4 M2, dengan biaya sewa Rp.425.000,- per bulan. Suaminya yang sudah tua dan hanya tukang laden, kuli bangunan, itu kini jarang mendapat pekerjaan sehingga tidak mampu mengontrak rumah yang lebih layak. Mereka termasuk dhuafa. Di tengah kemiskinannya, keluarga ini harus membiayai anak-anaknya yang masih sekolah. Keperluan sekolah anak-anaknya sering kali tak terpenuhi. Oleh karena itu, demi mencukupi kebutuhan hidupnya, Ibu Wiwi setiap hari mau bekerja apa saja untuk membantu suaminya mencari nafkah. Setiap hari ia berkeliling menjajakan dagangan titipan tetangganya, atau membantunya mencuci pakaian dan membereskan pekerjaan dapur di tetangganya. Kesusahannya semakin bertambah setelah dalam 2 tahun ini ia terserang darah tinggi. Dalam 6 bulan terakhir Ibu Wiwi juga sering mengalami pegal dan linu; badannya bengkak-bengkak dan sulit tidur. Bahkan, dalam dua bulan terakhir ia terjangkiti penyakit gatal-gatal; muncul pula bentolan-bentolan di sekujur tubuhnya. Bentolan-bentolan yang merambat sampai ke tangan dan kakinya itu mengeluarkan cairan yang terasa perih. Akan tetapi, segala rasa sakit di badan dan pusing-pusing itu tidak dia hiraukan. Ia harus bekerja demi mencukupi kebutuhan hidupnya. Ia harus terus bekerja. Selama sakit ia hanya berobat sekali-kali ke Puskesmas atau meminta obat-obatan dari tetangga dan saudaranya. Ia tak mampu berobat ke rumah sakit. Bahkan ia sering khawatir, kalau penyebab sakitnya diketahui dan harus dirawat yang pasti membutuhkan biaya lebih besar. Kabar duka derita keluarga dhuafa ani akhirnya sampai kepada kurir Sedekah Rombongan berdasarkan informasi dari para tetangganya, juga dari Ketua RW setempat yang sering membantunya. Alhamdulillah pada kunjungan pertama kurir #SR dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa dari para sedekaholics untuk Ibu Wiwi, berupa uang tunai. Santunan awal ini digunakan untuk biaya transportasi, akomodasi, dan membeli obat-obatan. Pada 30 Januari 2017 untuk kelima kalinya kurir #SR kembali mengunjunginya. Alhamdulillah, bintik-bintik di lengan dan tubuhnya sedang dalam proses penyembuhan, kecuali darah tinggi dan asam uratnya harus terus diperiksa ke dokter dan membeli obat. Pada kunjungan bulan ini Ibu Wiwi menyampaikan juga kesusahannya yang belum teratasi, yaitu suaminya yang kuli bangunan masih belum punya pekerjaan, sehingga setiap hari selalu kesusahan memperoleh biaya makan dan ongkos sekolah anak-anaknya. Pada kunjungan kelima ini Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan dari sedekaholik untuk Ibu Wiwi agar ia dapat melanjutkan pengobatan dan untuk membantunya biaya sehari-hari bagi keluarganya yang miskin dan. Bantuan sebelum ini tercatatat di Rombongan 930.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin  @azepbima  @hengkisenandika

Ibu wiwi menderita Asam Urat + Darah Tinggi


AI NUNAH (65, Bantuan Tunai). Alamat : Kp. Pasir Angin, RT 7/2, Desa Sirnagalih, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Mak Nunah, akrab kami memanggil wanita sepuh ini. Diusia senjanya, ia tetap bekerja sebagai kuli di kebun milik tetangganya, namun pekerjaannya harus tertunda karena selama 2 bulan ini kakinya membengkak dan sulit digerakkan. Entah apa penyakitnya, ia pun tak tahu karena belum memeriksakan diri ke puskesmas ataupun klinik. Selama ini kakinya hanya ia obati menggunakan minyak hangat, untuk sedikit meringankan rasa sakit yang dirasa. Adapun untuk kebutuhan sehari-hari, kini ia hanya mengandalkan pemberian kerabat terdekatnya, namun kerabatnya tersebut juga memiliki keterbatasan biaya untuk membiayai kehidupan sehari-hari Mak Nunah. Mak Nunah yang juga tinggal di gubuk kecil tersebut, hanya bisa banyak bersabar dan berdo’a, ia yakin Allah akan menolong hamba-hambaNya. Dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mak Nunah, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya hidup Mak Nunah. Semoga titipan tersebut berkah, dan semakin banyak yang peduli dengan Mak Nunah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asepza_

Bantuan Tunai


ANI ROHANI (66, Bantuan Tunai). Alamat : Kp. Sukamulya, RT 13/7, Desa Citamiang, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pada usia senjanya, Mak Ani tetap bekerja sebagai buruh tani di kebun milik tetangganya. Pernah suatu sore dalam keadaan hujan, Mak Ani masih bekerja di kebun, saat perjalanan pulang ia terjatuh dan hingga kini ia tidak bisa berjalan. Sejak saat itu ia tak lagi bisa mencari nafkah untuk kehidupannya sehari-hari, suaminya telah lama meninggal dunia, anaknya yang seorang buruh tani juga memiliki keterbatasan biaya. Mak Ani sangat membutuhkan uluran tangan para donator untuk meringankan biaya hidupnya, beruntung Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Mak Ani, kami datang membawa titipan dari para sedekaholics. Titipan tersebut Insyaallah akan sedikit meringankan biaya hidup Mak Ani.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asepza_

Bantuan Tunai


UJANG ARIM (5, Asma). Alamat : Kp. Cihonje, RT 14/3, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Aim, akrab kami memanggil bocah umur 5 tahun ini. Saat ditemui di rumahnya, Aim sedang terbaring lemah di ruang kamarnya. Menurut penuturan orangtuanya, sudah beberapa minggu Aim mengalami batuk kering yang tak kunjung sembuh. Aim pernah dibawa ke Puskesmas, dokter mengatakan bahwa jika obatnya sudah habis, namun belum terlihat kesembuhan, maka Aim harus segera dibawa ke klinik atau Rumah Sakit. Bukan dibawa ke Klinik, orangtuanya lebih memilih membawa Aim ke pengobatan alternative yang ada di kampungnya, ia pun disarankan meminum obat sejenis tuwak, namun tak juga terlihat perubahan. Orangtuanya punya keinginan besar membawa Aim ke klinik atau Rumah Sakit, namun mereka memiliki keterbatasan biaya. Maklum saja, ayahnya Aim kini jarang sekali mendapat orderan dari majikannya sebagai penangkap ikan, sehingga ayahnya tersebut tidak memiliki penghasilan. Dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Aim dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan Aim. Semoga Aim segera Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asepza_

Ujang menderita Asma


USEP BIN SENA, (42, Infeksi Mata). Alamat: Kp. Cidahu RT 1/1, Desa Gunung karung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Mang Usep, akrab kami memanggil ayah dari tiga orang anak ini. Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, ia bekerja sebagai buruh tani saat musim panen di sawah tiba. Maka jika musim panen, ia tak memiliki penghasilan, karena tidak ada pemilik sawah di desanya yang menggunakan jasa Mang Usep. Suatu hari, persediaan kebutuhan hidup keluarganya sudah benar-benar habis. Ia pun mencari nafkah dengan bekerja sebagai tukang “panggul ayam” yakni sebagai pengangkut ayam yang dipanen, mulai dari pukul 17.00 sore, hingga pukul 00.00 tengah malam. Mang Usep dengan semangat memanggul puluhan kilo ayam tersebut, hanya demi Rp. 30.000 upah dari majikannya. Beratnya beban puluhan kilo ayam yang ia panggul saat itu, dan jalanan yang licin pasca hujan, tak dinyana ia terjatuh. Selain terjatuh, ternyata matanya terkena bulu ayam yang kemudian menyebabkan infeksi di matanya tersebut. Keesokan harinya kaki Mang Usep bengkak, dan matanya gatal. Ia pun memeriksakan diri ke Puskesmas setempat. Setelah 3 minggu menjalani pengobatan, ia merasa matanya semakin gatal seperti ada belatung di matanya. Niat hati ingin berobat ke dokter klinik, namun apa daya ia tak memiliki biaya untuk kembali melakukan pengobatan. Alhamdulillah, kurir SR dipertemukan dengan keluarga Mang Usep. Kurir SR menyampaikan titipan dari para sedekaholic SR untuk membantu biaya pengobatan Mang Usep. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 860.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 28 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asepza_

Pak usep menderita Infeksi Mata


DENIS ARYA PAMUNGKAS (24, Kelainan Tulang). Alamat : Kp. Wangunsari RT 22/6, Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Denis, seorang pemuda yang kini bekerja serabutan di desanya, kadang berjualan donat produksi ibunya, kadang juga menjadi penjaga counter HP. Ia mampu bekerja saat kesehatannya stabil, karena seringnya tulang kaki dan tangannya berubah posisi dan sulit digerakan. Saat sedang kambuh ia tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Sudah lama ia ingin memeriksakan dirinya ke Rumah Sakit besar yang memiliki peralatan lengkap untuk mendiagnosa penyakitnya, namun karena keterbatasan biaya hingga saat ini ia baru mampu memeriksakan diri ke Puskesmas setempat. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Denis. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekholic untuk biaya transportasi ke Rumah Sakit, juga untuk biaya sehari-hari. Semoga Denis segera Allah sembuhkan. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 873.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @awwal_ula

Denis menderita Kelainan Tulang


HARYATI BINTI OKA (25, Biaya Melahirkan). Alamat: Kp. Jawa RT 8/4, Desa Cibogohilir, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Teh Yanti begitu sapaan kami, ia adalah seorang ibu rumahtangga yang sedang mengandung  sebulan bulan anak keduanya. Tanggal 13 Januari ia melahirkan normal di bidan terdekat. Awal 2017 ini pemerintah belum memberlakukan KK&KTP sebagai biaya jampis, jadi Teh Yanti harus membayar biaya mandiri. Namun karena kendala keuangan terpaksa biaya melahirkannya belum terbayarkan, bidan setempat memakluminya dan bisa dibayar jika uangnya sudah ada. Maklum saja suaminya Asep (29) sedang menganggur, untuk kebutuhan sehari-hari saja ia harus meminjam kesana-sini apalagi untuk biaya melahirkan istrinya dan perlengkapan bayinya. Bersyukur Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Teh Yanti yang sedang kebingungan mencari pinjaman karena tidak enak hati kepada bidan yang sudah menolongnya. Kami pun mengerti kesulitan mereka dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya melahirkan Teh Yanti. Semoga Allah membukakan pintu rizki keluarga Teh Yanti untuk kebutuhan sehari-harinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @zakiahk99

Bantuan Biaya Melahirkan


AWALUDIN ATIN (40, Pendarahan Otak). Alamat : Jln. H. Nawi Raya, RT 10/2, Kel. Gandaria Selatan, Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Prov. DKI Jakarta. Pada 12 Januari 2016 di tempatnya bekerja Pak Awaludin tiba-tiba muntah berkali – kali hingga tubuhnya lemas. Oleh rekan kerjanya di sebuah perusahaan retail, ia diantarkan ke rumah dan sepanjang perjalanan ia masih terus muntah dan mengeluh sakit kepala. Kondisi Pak Awaludin semakin menurun dan terus merintih sakit di bagian kepalanya hingga dibawa ke RS Setia Mitra yang lokasinya dekat dengan rumah. Pak Awaludin dianjurkan untuk menjalani CT-Scan dan harus dirawat di ruang ICU, namun karena keterbatasan fasilitas akhirnya is dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta. Kondisi jalan yang sangat macet membuat keluarga tak membawa Pak Awaludin ke RS Fatmawati Jakarta tapi ke RS Pusat Pertamina (RSPP) yang lebih mudah diakses karena pada saat itu ia terus – menerus merintih kepalanya sakit. Di UGD RSPP Pak Awaludin langsung mendapat penanganan dan menjalani serangkaian medis namun di sana ia tak bisa menggunakan JKN – KIS yang dimiliki. Pak Awaludin tak sadarkan diri sehingga langsung dilakukan tindakan operasi dengan biaya puluhan juta. Keluarga merasa keberatan dengan biaya tersebut namun mereka hanya bisa pasrah karena Pak Awaludin harus segera ditangani dan jika terlambat akan berakibat fatal. Keluarga pun disarankan untuk mencari ruang ICU di rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS namun sudah beberapa rumah sakit yang didatangi ruang ICU yang dibutuhkan tidak ada. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguk, Pak Awaludin sudah menjalani dua kali tindakan operasi, sebelumnya ia tak sadarkan diri namun pasca operasi ke dua ia sudah bisa merespon meski hanya gerakan tangan saat diajak bicara. Puluhan juta uang harus ditanggung keluarga untuk biaya operasi dan biaya perawatan, dan biaya tersebut akan terus bertambah karena Pak Awaludin belum juga sadarkan diri. Pak Awaludin didiganosis mengalami pendarahan di otak dan kini dirawat di ruang unit stroke dengan berbagai alat medis terpasang di tubuhnya. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami istri Pak Awaludin, raut wajahnya menampakkan kebingungan akan biaya yang sangat besar yang harus ditanggungnya, terlebih lagi mereka masih memiliki 3 orang anak yang masih kecil. Bantuan pun diberikan untuk membantu biaya pengobatan dan semoga Pak Awaludin segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 25 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @wirawiry @untaririri

Pak awal menderita Pendarahan Otak


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Operasional RSSR Januari 2017 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR).  Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan selama pasien dan keluarga pasien menginap sementara di rumah singgah di saat menunggu masa pengobatan di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, yaitu selama bulan Januari 2017. Semoga sedekah dari para Sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 940

Jumlah Santunan : Rp. 13.008.000,-
Tanggal :  30 Januari 2017
kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Biaya Operasional RSSR Januari 2017


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1272 SR , Biaya Operasional Januari 2017 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo  dan Banyuwangi. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Cuci Ambulance MTSR, dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari pada donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 940

Jumlah santunan: Rp.3.630.000,-
Tanggal: 27 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Biaya Operasional RSSR Januari 2017


TUKINI BINTI POYAN, (63, Bedah Rumah) Alamat Jl. Bungur 14 Lingk Tegal Rejo RT/RW 002/004, Desa Jember Lor, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Rumah yang ditinggali ibu Tukini mengalami kerusakan yang hampir roboh karena bangunan yang sudah tua, atap kayu yang sudah kropos dan bocor saat di landa hujan, rumah yang tidak layak untuk di huni lagi. Dan Ibu Tukini saat ini hanya tinggal bersama Anaknya yang bernama Imam Syafi’i (35) yang telah mengalami gangguan jiwa. Ibu Tukini bekerja sebagai buruh tani Kedelai di desanya untuk menafkahi kehidupan sehari-hari dengan Anaknya. Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi ke tempat tinggal Ibu Tukini dan dalam kesempatan tersebut Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para Sedekaholic untuk membantu Ibu Tukini proses renovasi rumah yang di tinggali Ibu Tukini dan Anaknya Imam Syafi’i. Santunan yang diberikan berupa uang sebesar Rp.3.000.000,- untuk renovasi rumah yang hampir roboh. Semoga santunan bedah Rumah Ibu Tukini berjalan dengan lancar dan Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 27 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bantuan Bedah Rumah


ICIH SRI NINGSIH (35, Diabetes Melitus + Gagal Jantung + Gagal Ginjal). Alamat : Dusun 1 RT 4/1, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Icih adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki dua orang anak. Diusia yang masih relatif muda beliau terkena beberapa penyakit serius. Beliau menderita Diabetes Melitus, Gagal Jantung dan juga Gagal Ginjal. Berawal dari 10 tahun lalu, pasca melahirkan anak pertama beliau mulai merasakan kejanggalan pada kondisi tubuhnya. Setelah diperiksa, beliau terkena penyakit typus dan diabetes melitus. Selain itu, beliau juga memiliki riwayat penyakit hipertensi. Sepuluh tahun berlalu, saat ini kondisi kesehatan beliau kembali drop. Beliau menderita penyakit lain yaitu gagal jantung dan juga gagal ginjal. Gejala awal yang beliau rasakan berupa sesak nafas. Kondisinya amat memprihatinkan dengan perut membuncit, kaki bengkak bahkan sampai mengeluarkan cairan dari perut. Saat ini Ibu Icih sedang rutin menjalani cuci darah setiap satu minggu dua kali, namun akses dari rumah Ibu Icih ke rumah sakit sangat jauh dan harus menggunakan transportasi umum. Alhamdulillah beliau memiliki kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI , namun untuk biaya transportasi, Ibu Icih tidak mempunyai biaya cukup. Suami beliau bernama Bapak Warpa (45) yang bekerja sebagai seorang buruh bangunan di kota besar. Beliau saat ini harus berhenti bekerja karena menemani istrinya menjalani perawatan. Oleh karena itu, Ibu Icih dan suami kesulitan mendapatkan biaya lain diluar tanggung jawab KIS seperti biaya transportasi. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Icih. Bantuan kedua telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada Ibu Icih untuk biaya transportasi. Semoga Allah lekas mengangkat segala penyakit yang tengah dirasakan oleh Ibu Icih. Aamiin. Sebelumnya Ibu Icih masuk kedalam Rombongan 894.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Bu icih menderita Diabetes Melitus + Gagal Jantung + Gagal Ginjal


AMAD BIN SUTARDI (19, Kanker Tulang). Alamat : Dusun Cipanas, RT 5/6, Desa Ciangir, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Amad adalah salah seorang pasien dampingan kurir  Sedekah Rombongan Kuningan yang menderita penyakit kanker tulang. Berawal dari beberapa bulan lalu, ketika Amad tengah bekerja tiba-tiba ia merasakan sakit pada bagian paha hingga kaki sebelah kanan. Tak lama kakinya membengkak hingga mendadak tidak bisa berjalan. Kemudian, ia berobat ke berbagai rumah sakit dan terakhir ia berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan dengan tindakan medis berupa rongten dan hasil diagnosa menunjukkan bahwa Amad menderita kanker tulang. Kemudian, tim medis RSUD 45 Kuningan menyarankan Amad untuk melakukan pengobatan lanjutan ke RSHS Bandung. Namun pihak keluarga merasa biaya yang diperlukaan terlalu mahal karena jaraknya yang jauh sehingga memilih menjalani pengobatan herbal. Namun, kondisinya kembali turun karena bengkak di kaki Amad semakin membesar. Oleh karena itu, kurir Sedekah Rombongan Kuningan segera membawa Amad ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk menjalani pemeriksaan. Menurut tim medis ternyata pembuluh darah di kaki Amad pecah. Sehingga tim medis memutuskan bahwa Amad belum bisa melakukan operasi, karena dikhawatirkan akan mengalami pendarahan. Kemudian Amad dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Amad telah menjalani beberapa pemeriksaan oleh dokter ahli spesialis tulang di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah mlakukan biopsi pada bulan desember 2016, hasil PA Amad menunjukkan bahwa tumor di kaki Amad merupakan tumor jinak, namun tim medis rumah sakit belum puas dengan hasil PA tersebut. Kemudian tim medis menjadwalan kembali biopsi kedua untuk diambil jaringan pada otot kakinya, karna belum diketahui jenis tumor apa pada otot kakinya tersebut. Pada tanggal 26 Januari 2017 Amad kembali melakukan biopsi. Saat ini Amad tengah menunggu hasil PA biopsi keduanya. Amad memiliki kartu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Hanya saja kedua orang tua Amad, Bapak Sutardi (41) dan Ibu Castinah (37) bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan minim. Penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok 4 orang anggota keluarga. Sedangkan Amad membutuhkan biaya akomodasi selama tinggal di bandung. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan ke sembilan kepada Amad untuk biaya akomodasi sehari – hari. Semoga Allah segera memberikan jalan kesembuhan terbaik untuk Amad. Aamiin. Sebelumnya Amad merupakan pasien yang termasuk ke dalam Rombongan 934.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Pak amad menderita Kanker Tulang


BANJIR BANDANG CIBINGBIN (Bantuan Korban Banjir). Alamat : Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Banjir bandang di kecamatan Cibingbin terjadi pada hari Senin tanggal 23 Januari 2017 lalu. Air mulai meluap pada pukul 16.30 sore. Banjir tersebut mengakibatkan delapan desa terendam, yaitu Desa Cibingbin, Cipondok, Ciangir, Sukaharja, Dukuh Badag, Sindang Jawa, Bantar Panjang dan Citenjo. Sekitar 2.500 rumah terendam banjir dengan ketinggian air yang berbeda-beda. Selain itu, banjir tersebut juga mengakibatkan beberapa titik area persawahan rusak parah. Bahkan, area persawahan yang rusak di desa Bantar Panjang mencapai 38,5 hektar. Banjir yang terjadi akibat hujan deras dan banjir kiriman tersebut juga ikut menghanyutkan hewan-hewan ternak yang dimiliki oleh sejumlah warga. Beberapa rumah di pinggiran aliran anak sungai masing-masing desa ada yang roboh dan hanyut terbawa arus. Kerugian akibat banjir tersebut diperkirakan mencapai 2 milyar rupiah. Alhamdulillah biarpun demikian tidak ada korban jiwa. Korban banjir yang rumahnya terendam hingga mencapai 1,5 meter banyak yang mengungsi di beberapa posko pengungsian termasuk di mesjid kecamatan Cibingbin. Luapan air banjir di Cibingbin baru surut pada pagi hari dan menyisakan lumpur sekaligus tumpukan sampah maupun barang-barang warga yang ikut hanyut. Aliran listrik di Kecamatan Cibingbin secara otomatis mati total selama 2 hari. Pasca banjir, para korban banjir banyak yang membutuhkan bahan makanan, pakaian layak pakai, alat kebersihan, alat mandi, perlengkapan bayi, perlengkapan tidur, dll. Melihat banyak korban yang kesulitan akibat luapan banjir tersebut, kurir Sedekah Rombongan Kuningan bergerak membantu para korban bencana dengan menampung banyak sumbangan dari para sedekahholic berupa uang tunai, pakaian layak pakai maupun sembako. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan juga dapat menyampaikan bantuan untuk meringankan beban para korban banjir di kecamatan Cibingbin. Bantuan tersebut berupa perlengkapan mandi, perlengkapan cuci, pampers bayi, alat tulis dan juga makanan siap saji yang dibagikan secara langsung kepada para korban banjir.

Jumlah Bantuan : Rp. 8.000.000 ,-
Tanggal : 23 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Melisa Diah

Bantuan Korban Banjir


MUHAMMAD ARKHA HERDIANSYAH (4, Infeksi Ginjal). Alamat : Dusun Karangsari, RT 13/5, Desa Dukuh picung, Kecamatan Luragung,  Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Balita berusia 4 tahun ini biasa dipanggil Arkha. Diusia yang masih sangat kecil, Arkha menderita infeksi ginjal. Penyakit tersebut baru diketahui pada akhir bulan November 2016 lalu dengan gejala awal bengkak di bagian wajah, perut, kemaluan dan kaki. Biarpun demikian, Arkha tidak pernah mengeluh sakit. Kedua orang tua Arkha panik ketika perut Arkha tiba-tiba terlihat bengkak dan terasa keras. Saat ini Arkha sedang menjalani pengobatan di sebuah klinik dokter umum. Alhamdulillah mulai terlihat perkembangan yang positif. Bengkak di bagian wajah dan kemaluan mulai kempes. Akan tetapi, pengobatan Arkha belum maksimal karena belum diperiksa di rumah sakit dengan alat medis yang jauh lebih lengkap. Alhamdulilah kurir Sedekah Rombongan kuningan dipertemukan dengan Arkha, kemudian kurir Sedekah Rombongan membawa Arkha ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk pemeriksaan lanjutan. Saat ini Arkha rutin melakukan pemeriksaan ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur. Kesehatannya mulai menunjukkan perkembangan yang baik. Arkha memanfaatkan kartu jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas III.  Orang tua Arkha Bapak Andriansyah (30) bekerja sebagai seorang buruh harian lepas dengan penghasilan yang hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Arkha sehingga santunan keempat dapat disampaikan kepada Arkha untuk biaya transportasi dan akomodasi. Semoga Arkha lekas diberi kesembuhan oleh Allah. Aamiin. Sebelumnya Arkha masuk kedalam Rombongan 942.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Melisa

Arkha menderita Infeksi Ginjal


ENI NURAENI (34, Radang di Usus). Alamat : Kp. Babakan, RT 29/8, Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Eni, akrab kami memanggil ibu dari dua orang anak ini. Dua bulan lalu ia mengeluhkan rasa sakit yang sangat di perut bagian bawah, jika sedang kambuh Teh Eni tak jarang sampai mengeluarkan keringat dingin dan menggigil. Ia kemudian memeriksakan diri ke klinik setempat, sempat menjalani rontgen dan didiagnosa terdapat tumor di bagian yang sakit tersebut. Ia dirujuk untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA), terdapat diagnosa yang berbeda dengan dokter yang sebelumnya, ternyata Teh Eni mengalamai radang pada usus, ia sempat menjalani rawat inap selama 4 hari 4 malam karena tak tahan dengan rasa sakitnya. Kini Teh Eni sudah berada di rumahnya, namun karena pemeriksaan tersebut belum tuntas, maka ia pun masih sering pulang pergi ke RSBA. Suaminya Aep (44) yang merupakan seorang buruh tani, merasa keberatan dengan biaya akomodasi selama membiayai ikhtiar pengobatan istrinya. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Teh Enid an keluarga, kami pun menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk meringankan biaya akomodasi Teh Eni menuju RSBA. Bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan 938.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @ula_awwal

Bu eni menderita Radang di Usus


EDI SUTIADI (31, Ca Nasofaring). Alamat : Dusun Langseb IV, RT 4/4, Desa Kertaraharja, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Pak Edi salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan asal Kabupaten Karawang. Sejak Januari 2016 mulai merasa keluhan pada bagian kiri telinganya. Setelah menjalani pemeriksaan, didapat diagnosis bahwa sakit pada telinganya adalah tumor yang dalam dunia medis dikenal dengan nama Ca Nasofaring. Pak Edi dibawa ke Rumah Sakit Cipta Mangunkusumo (RSCM) Jakarta untuk menjalani serangkaian pemeriksaan dan pengobatan secara rutin. Sampai saat ini Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta belum bisa menampung tambahan pasien baru dikarenakan penuhnya jumlah pasien yang tinggal, maka untuk memudahkannya menjalani rawat jalan serta menjaga kondisinya kesehatannya agar stabil dan tidak mudah cepat lelah, beliau disewakan rumah sementara. Pak Edi yang kondisinya Alhamdulillah berangsur membaik,  saat ini selesai  menjalani proses radioterapi yang dijadwalkan. Selanjutnya beliau akan kembali menjalani kemoterapi siklus baru untuk membersihkan jaringan tumor yang tersisa. Selama beliau sakit, 3 bulan terakhir istrinya Cucu Kuswati (22) menggantikannya mencari nafkah sebagai tenaga kerja wanita. Selama berobat beliau menggunakan jaminan kesehatan JKN – KIS PBI. Santunan kembali disampaikan kurir Sedekah Rombongan untuk membantu memenuhi kebutuhan makan, dan biaya sehari-hari selama menjalani pengobatan. Pak Edi mengucapkan terima kasih atas bantuan support yang diterima. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 937. Semoga Pak Edi kembali sehat dan dapat menjalani aktifitasnya sehari-hari seperti dulu. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.450.000,-
Tanggal : 9 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @harji_anis @etydewi2

Pak edi menderita Ca Nasofaring


AZIZAH DEWI LESTARI NINGRUM (11, PDA), Dusun Krajan, RT 3/3, Desa Pucung, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Azizah putri ke 3 dari 3 bersaudara yang pada saat lahir tidak terlihat adanya kelainan. Seiring dengan pertumbuhannya, keluarga mulai menyadari bahwa berat badan dan tinggi badan Azizah tidak seperti anak pada umumnya. Pada tahun 2014, Azizah sering sakit dan orang tua Azizah  membawanya ke klinik terdekat yaitu klinik Safira II Karawang, kemudian dokter menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Karya Husada Karawang. Pada saat itu dokter rumah sakit mendiagnosis Azizah mengalami PJB (Penyakit Jantung Bawaan). Setelah mengetahui apa yang diderita anaknya, orang tua Azizah tidak mau  melakukan serangkaian pemeriksaan yang dianjurkan dokter karena khawatir di rawat inap dan terkendala dengan biaya. Pengobatan pun sempat berhenti. Pada Januari 2016, Azizah sempat berkunjung kerumah saudara nya di Cianjur, pada saat itu Azizah sempat muntah-muntah, saudara Azizah menyarankan untuk  di bawa ke klinik di daerah Cianjur, setelah pemeriksaan lebih lanjut dokter mendiagnosis penyakit yang sama, yaitu PJB. Bulan Maret 2016 orang tua Azizah melakukan rawat jalan di Rumah Sakit Siloam Purwakarta atas saran kerabatnya, ternyata setelah pemeriksaan dokter mendiagnosis dik Azizah terkena PJB tipe PDA (Patent Ductus Arteriosus) Large (7 -8 mm) dan menyarankan untuk di rujuk ke Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita (RSPJNHK) Jakarta. Kontrol rutin di RSPJNHK dijalani dengan semangat sampai 4 kali pertemuan. Azizah dijadwalkan untuk dilakukan tidakan ADO (Amplatzer Ductal Occluder) atau tindakan penutupan saluran pada kelainan PDA pada tanggal 2 Desember 2016. Namun karena terkendala dengan biaya tindakan pun terpaksa di undur hingga Maret 2017. Suhendra bin Aceng (39) ayah dari Azizah merupakan Buruh harian lepas sedangkan ibu nya Sekar Sri Lestari sudah meninggal dunia sejak tahun 2010. Fasilitas Jaminan Kesehatan yang Azizah miliki adalah JKN-KIS Mandiri kelas III. Saat ini orang tua Azizah sangat membutuhkan biaya untuk membayar iuran BPJS Mandiri, biaya sehari-hari di rumah sakit dan transportasi untuk ke RSHS. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Azizah dan keluarga. Kami pun ikut merasakan apa yang dirasakan oleh Azizah dan keluarga. Manfaat awal pun disampaikan. Semoga dengan dipertemukan nya kurir Sedekah Rombongan dengan Azizah dapat memberikan manfaat baik untuk Azizah. Lekas sembuh Azizah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.100.000,-
Tanggal : 18 November 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu  @badrudin_mustafa @tammitrie

Azizah menderita Penyakit Jantung Bawaan


JAMHARI DESTAM (14, Acute Limphoblastic Leukemia ALL). Alamat : Dusun Pisang Sambo, RT 3/1, Kelurahan Pisangsambo, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Jamhari merasakan sakitnya sejak Juni 2016 lalu. Wajahnya selalu pucat, ia seringkali demam, sakit disekujur tulang dan keluar bintik kemerahan di kulit. Keluarga pun membawanya ke Puskesmas, hingga akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Menjalani pemeriksaan Jamhari menderita Acute Limphoblastic Leukemia (ALL) atau secara umum dikenal dengan kanker sel darah putih. Jamhari kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk pemeriksaan serta pengobatannya. Jamhari sampai saat ini rutin menjalani pengobatan. Seminggu sekali ia harus menjalani kemoterapi dari 3 tahun waktu yang dijadwalkan. Selama perawatannya Jamhari tinggal di Rumah Cinta Anak Kanker Bandung yang merupakan rekanan dari Sedekah Rombongan. Orang tua Jamhari, Bapak Juwat (48) dan Ibu Nurhayati (48) terus mendampingi putranya selama sakit. Beliau mengungkapkan, walau saat ini menggunakan fasilitas jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk biaya perawatan putranya, namun ada obat oral yang tidak ditanggung dan wajib dikonsumsi setiap hari. Kembali santunan lanjutan pun disampaikan untuk membantu Jamhari membeli kebutuhan obat. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 919. Terima kasih kepada para sedekaholics yang terus memberikan harapan kepada kepada Jamhari. Semoga bantuan yang maksimal dari para sedekaholics bisa membuat Jamhari semangat dan kembali sehat. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @ambuabah @etydewi2

Pak jamhari menderita Acute Limphoblastic Leukemia


AZAMIL HASAN (5, Acute Limphoblastic Leukemia). Alamat: Dusun Tengkolak Timur, RT 4/2, Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Azamil putra ketiga pasangan Bapak Nuriban (55) dan Ibu Kartini (48). Berawal dari sakit demam tinggi yang terus menerus dan memar di sekujur tubuhnya yang ia rasakan 3 tahun yang lalu. Orang tua Azamil membawanya ke Puskesmas terdekat sampai akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Menjalani serangkaian pemeriksaan di RSHS Bandung diketahui ia menderita kanker darah putih atau dalam bahasa medis disebut dengan Acute Limphoblastic Leukemia (ALL). Alhamdulillah Azamil yang rutin menjalani kontrol di RSHS Bandung kini telah bersih dari sel kanker dan menyelesaikan kemoterapi yang selama ini dijadwalkan. Sampai saat ini Azamil yang didampingi orang tuanya masih tinggal di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung, yang merupakan rekanan dari Sedekah Rombongan. Ayahnya Bapak Nuriban yang  seorang buruh harian dan istrinya yang seorang ibu rumah tangga menuturkan, untuk pengobatannya selama ini Azamil menggunakan jaminan kesehatan JKN-BPJS Mandiri kelas III. Walau terbantu biaya pengobatan dirumah sakit, namun mereka kesulitan untuk membeli obat yang tidak ditanggung oleh BPJS dan wajib dikonsumsinya selama 2 tahun ke depan. Santunan lanjutan kembali disampaikan kepada Azamil untuk membantu biaya membeli obat yang ia konsumsi. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 923. Semoga bantuan para sedekaholics memberikan harapan baru bagi Azamil. Ia kembali sehat sepertia anak lain pada umumnya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 30 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @ambuabah @etydewi2

Azamil menderita Acute Limphoblastic Leukemia


KURNIA BINTI DEDE KUSNADI (1, Atresia Ani). Alamat : Kampung Lembur Sawah, RT. 1/2, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bayi mungil ini dipanggil Nia yang telah di diagnosa oleh dokter mengidap Atresia Ani atau tidak memiliki saluran pembuangan Feses. Orang tua Nia baru mengetahui anaknya memiliki kelainan setelah 3 hari Nia dilahirkan, saat itu Nia menangis tidak henti – henti disertai membengkak dibagian perut. Oleh bidan yang menanganinya, Nia pun dirujuk untuk ke RSUD. Kota Bogor untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan dan diketahui bahwa Nia memiliki kelainan yaitu Atresia Ani serta harus menjalani operasi kolostomi di RSCM Jakarta. namun karena tidak memiliki biaya untuk akomodasi selama di RSCM akhirnya Nia urung dibawa ke RSCM untuk mendapatkan tindakan operasi. Memang untuk biaya pengobatan dari mulai operasi hingga obat – obatan sudah di cover oleh BPJS PBI yang dimiliki oleh Nia namun yang menjadi kendala adalah biaya selama di RSCM serta biaya untuk akomodasi dari rumahnya ke RSCM. Pak Dede (32) hanya bekerja sebagai buruh pembuat sandal di tetangganya dengan penghasilan yang hanya cukup untuk kebutuhan sehri – hari, sedangkan istrinya Bu Sri (28) hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga biasa. Ketika dikunjungi oleh kurir Sedekah Rombongan dirumahnya, Pak Dede bercerita seharusnya Nia sudah menjalani operasi pada 2016 silam, namun niat tsb urung dilakukannya hingga kini. Kurir Sedekah Rombongan yang mendengarkan cerita tsb merasakan kesedihan Pak Dede dan Bu Sri. Bantuan Awalpun disampaikan untuk Nia yang akan digunakan untuk akomodasi Nia melakukan Cek up ke RSCM sebelum melakukan operasi Kolostomi. Semoga Allah memudahkan proses pengobatan Nia sehingga Nia dapat tumbuh dan berkembang seperti anak – anak lainnya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Bu kurnia menderita Atresia Ani


CICI CAHYANI (10, Ginjal Bocor). Alamat : Kampung Cikaret RT 5/3, Kelurahan Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Cici biasa kami menyapa gadis kecil ini, sudah sejak 2 tahun yang lalu Cici di diagnosa Ginjal Bocor oleh dokter di RSUD. Kota Bogor yang menyebabkan semua badan Cici menjadi bengkak serta membuat Cici tidak bisa banyak melakukan kegiatan karena akan membuat ia akan merasa kesakitan hingga pingsan. 2 tahun yang lalu Cici pernah melakukan serangkaian pengobatan di RSUD. Kota Bogor dengan menggunakan JKN – BPJS mandiri kelas 2 yang dibuatkan oleh salah seorang kader desa, namun karena kedua orang tua Cici tidak sanggup untuk membayar iuran setiap bulannya akhirnya pengobatan Cici sempat terhenti pada awal tahun 2016 dan Cici hanya melakukan pengobatan tradisional saja di dekat rumahnya. Makin lama kondisi Cici makin menurun hingga membuat ia sulit untuk berjalan dan harus dibantu oleh kedua orang tuanya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan diberikan kesempatan untuk melihat kondisi Cici di rumah sederhananya. Saat itu sekujur badan Cici membengkak yang membuat ia terus – terusan menangis karena menahan sakit. Orang tua Cici kebingungan karena tidak memiliki biaya akomodasi untuk membawa Cici berobat ke RSUD. Kota Bogor yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya serta tunggakan BPJS yang belum di lunasi hingga kini. Pak Endang hanya bekerja sebagai Buruh Tani dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan sehari – hari sedangkan Bu Yanih hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga biasa hingga tidak bisa melakukan banyak hal untuk pengobatan anaknya. Bantuan Awalpun disampaikan untuk Cici yang digunakan untuk membayar tunggakan BPJS serta untuk akomodasi berobat ke RSUD. Kota Bogor. Semoga Cici lekas segera sembuh dan dapat bermain dengan anak – anak Seusianya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @abah_accit @rexy_eas

Cici menderita Ginjal Bocor


MAJELIS TA’LIM MIFTAHUL JANNAH (Bantuan Alat Hadroh). Alamat : Kampung Kedung Halang Wesel, RT 1/3, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Majelis Ta’lim yang dipimpin oleh Ustadz Memed (60) merupakan Majelis Ta’lim yang didirikan sejak tahun 2014 silam, dibantu oleh 2 tenaga pengajar lainnya yang secara sukarela mengajarkan anak – anak di sekitaran kampung Kedung Halang wesel. Total anak – anak binaan yang ada di Majelis Ta’lim ini berjumlah 76 anak yang semuanya tidak dibebankan biaya sedikitpun karena latar belakang keluarga dari anak – anak tersebut adalah dhuafa dan orang tidak mampu yang diajarkan membaca Al-Qur’an, mengaji, mendengarkan kajian serta hal – hal positif lainnya sebagai bekal di akhirat nanti. Ustadz Memed memiliki impian supaya Majelis Ta’limnya memiliki alat Hadroh sebagai sarana mengajarkan anak – anak ilmu agama, namun alat Hadroh itu tak kunjung bisa terealisasi karena tidak adanya dana yang dimiliki oleh Majelis Ta’lim karena untuk operasional sehari – hari menggunakan dana dari para donatur yang menyumbang seikhlasnya untuk kelancaran kegiatan di Majelis Ta’lim tersebut. Alhamdulillah melalui sedekah dari para Sedekaholics, Sedekah Rombongan diberikan kesempatan untuk membantu Majelis Ta’lim Miftahul Jannah menyediakan alat hadroh untuk anak – anak. Terlihat raut wajah yang bahagia dari anak – anak di Majelis Ta’lim ketika kurir Sedekah Rombongan datang dengan membawa 1 paket peralatan hadroh dengan menggunakan mobil tanggap sedekah rombongan. Tak henti – hentinya Ustadz Memed mengucapkan syukur dan berterima kasih kepada para Sedekaholics karena berkat bantuan para donatur impian Pak Memed bisa terealisasi. Semoga para Sedekaholics selalu diberikan kesehatan serta segala kebaikannya dibalas oleh Allah SWT dengan berlipat ganda. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 28 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Bantuan Alat Hadroh


CHAIRUNISSA BINTI ALI MUSTOFA (1, Hydrocephalus). Alamat : Kampung Sawah Gede, RT. 2/8, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Nissa akrab adik kecil ini dipanggil oleh kedua orang tuanya yang sejak usia 5 bulan terlihat kelainan di bagian kepala Nissa, Kepalanya semakin hari makin membesar tanpa sebab dan Nissa sering kejang – kejang pada saat tidur. Karena khawatir dengan kondisi putrinya akhirnya kedua orang tuanya membawa ke Puskesmas dan langsung diberikan rujukan ke RSUD Cianjur untuk memeriksakan kondisi kesehatannya lebih lanjut. Oleh dokter di RSUD Nissa di diagnosa mengidap Hydrocephalus dan harus dilakukan operasi pemasangan selang di kepalanya, namun setelah operasi dilakukan Nissa masih harus rutin untuk Check up sambil menunggu operasi yang kedua yang belum ditentukan jadwalnya. Walaupun memiliki jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3 namun yang jadi masalah adalah tidak adanya biaya akomodasi untuk Nissa berobat dari rumahnya ke RSUD Cianjur. Pak Ali (35) hanya bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang tidak seberapa sedangkan Bu Siti hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Ketika kurir Sedekah Rombonga datang kerumah Nissa, Pak Ali bercerita kalau ia kebingungan karena tidak ada lagi biaya untuk akomodasi berobat Nissa. Saat ini sudah hampir 1 bulan Nissa tidak check up ke RSUD karena tidak adanya biaya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan berkesempatan meringankan beban Pak Ali dengan memberikan bantuan awal yang akan digunakan sebagai akomodasi Nissa berobat ke RSUD Cianjur. Semoga kebaikan para sedekaholics diberikan balasan yang setimpal oleh Allah Swt. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Nissa menderita Hydrocephalus


AMINAH BINTI AMAN (35, Miom). Alamat : Kedung Halang Blok Asem, RT 4/2, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bu Minah akrab kami menyapa sejak 3 tahun lalu didiagnosa oleh dokter mengidap Miom di rahim. Pada awalnya Bu Minah sering merasakan sakit jika sedang menstruasi, karena kejadian tersebut sudah sering dirasakan jika sedang menstruasi maka kejadian tersebut dibiarkan saja dan hanya diobati dengan minum jamu – jamu yang ada di warung. Namun lama kelamaan sakit yang dirasakan jika menstruasi makin menjadi yang membuat Bu Minah terkadang sampai pingsan dan setelah selesai menstruasi pun sakitnya tak kunjung hilang yang membuat ia khawatir dan memeriksakan ke dokter di Puskesmas oleh dokter di Puskesmas, Bu Minah disarankan untuk melanjutkan pengobatan di RSUD Kota Bogor dengan menggunakan BPJS mandiri kelas 3 agar mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pengobatan yang dijalani Bu Minah hanya berjalan sampai akhir tahun 2015 karena adanya tunggakan BPJS mandiri kelas 3 yang dimiliki Bu Minah karena sudah beberapa bulan tidak dibayar. Pak Ahmad (40) sebagai suami Bu Minah tidak bisa berbuat banyak untuk membayar tunggakan iuran BPJS istrinya, karena penghasilan sebagai buruh serabutan tidak mencukupi untuk membayar iuran tersebut. Setelah melunasi tunggakan BPJS yang dimiliki oleh Bu Minah kini mereka kembali kesulitan untuk biaya akomodasi Bu Minah berobat ke RSUD Kota Bogor. Alhamdulillah kurir #SR diberikan kesembatan kembali oleh Allah untuk membantu meringankan beban yang dirasakan oleh Bu Minah. Bantuan lanjutan pun diberikan untuk Bu Minah agar bisa kembali melanjutkan pengobatannya. Semoga Bu Minah lekas kembali sehat. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 912

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Bu aminah menderita Miom


IIN HAMIDAH (80, TB Paru + Gagal Jantung). Alamat : Kampung Sawah Gede, RT 4/6, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Mak Iin akrab kami menyapa sudah beberapa tahun yang lalu di diagnosa oleh dokter di Puskesmas mengidap TB Paru dan Kelainan Jantung yang membuat kondisinya kini hanya bisa berbaring dan duduk saja di tempat tidur, kadang Mak Iin merasakan sesak nafas yang terkadang membuat ia pingsan dan harus dibantu oleh alat bantu pernafasan. Kini Mak Iin dirawat diruang perawatan RSUD Cianjur karna kondisi badannya mendadak ngedrop. Bersyukur segala pengobatan Mak Iin telah di cover oleh JKN-BPJS Mandiri kelas 2 yang dimiliki. Dokter menyarankan agar Mak Iin rutin mengkonsumsi vitamin yang tidak di cover oleh BPJS yang dimiliki dan harus rutin mengkonsumsi makanan yang bernutrisi untuk membantu memulihkan kondisi kesehatannya. Namun karena kondisi ekonomi yang tidak memadai, Mak Iin tidak dapat menjalankan saran yang diberikan oleh dokter yang merawatnya. Pak Slamet (82) suaminya juga sudah tidak bekerja karena kondisi fisiknya yang sudah tidak kuat lagi untuk bekerja sebagai petani sedangkan anak – anak Mak Iin dan Pak Slamet juga hanya bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu dan harus mencukupi kebutuhan mereka dan keluarganya. Kurir Sedekah Rombongan diberikan kesempatan oleh Allah untuk meringankan beban Mak Iin. Bantuan Awalpun disampaikan kepada Mak Iin yang akan digunakan untuk membeli vitamin yang tidak di cover BPJS dan untuk membeli makanan bernutrisi untuk membantu proses penyembuhan Mak Iin, Semoga Mak Iin lekas kembali pulih agar bisa berkumpul bersama keluarganya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 18 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Bu iin menderita TB Paru + Gagal Jantung


BETSI BINTI ASEP SUNARYA (50, Lumpuh + Kelainan Syaraf + Kista Rahim). Alamat: Kp. Kencana, Rt. 3/8, Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Bu Betsi, panggilan akrab kami untuk perempuan yang bekerja sebagai buruh pembuat kue kering ini, sudah sejak lama ia sering merasakan sakit di pinggangnya saat duduk terlalu lama. Sampai pada suatu hari, ketika ia bangun dari tidurnya, ia kaget karena seluruh anggota badannya hampir tidak bisa digerakkan. Suaminya yakni Pak Aminuddin (54) membawa istrinya tersebut ke RSUD Kota Bogor. Namun karena ruangan rawat inap di RS tersebut penuh, ia pun dirujuk menuju ke RS. Hermina dan menjalani rawat inap disana. Selanjutnya ia harus menjalani pengobatan lanjutan rutin di Dokter khusus yang menangani penyakit syaraf. Pak Aminudin sebagai seorang suami, sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membiayai segala pengobatan yang dijalani istrinya yang tidak ditanggung oleh BPJS Mandiri Kelas 3. Namun pekerjaannya sebagai buruh bangunan, tidak bisa untuk menutupi biaya akomodasi dan transportasi dalam melakukan pengobatan setiap bulannya. Alhamdulillah, kami kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Bu Betsi. Kami menyampaikan titipan bantuan lanjutan meringankan biaya pengobatan Bu Betsi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 858

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Bu betsi menderita Lumpuh + Kelainan Syaraf + Kista Rahim


RIDWAN ARIFIN (19, Tuna Netra + Pembengkakan Kaki). Alamat : Kampung Lebak Makam, RT 2/3, Kelurahan Kiarasari, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Ridwan akrab kami memanggilnya merupakan anak dari pasangan Pak Rusdi (50) dan Bu Siti (46) sudah sejak kecil mengalami gangguan penglihatan yang membuat ia sulit melakukan aktivitas seperti sekolah, mengaji dsb. Karena tidak memiliki biaya yang cukup akhirnya orang tua Ridwan urung membawa anaknya berobat rumah sakit. Baru ketika ridwan masuk ke SMP dan penglihatan Ridwan makin menurun orang tua Ridwan akhirnya memeriksakan kondisi anaknya ke Puskesmas lalu di rujuk ke RSUD. Kota Bogor. Dokter menyebut ada gangguan syaraf di mata Ridwan yang membuat penglihatannya terus menurun dan harus rutin melakukan therapy agar penglihatan Ridwan dapat kembali normal,. Walaupun memiliki jaminan kesehatan BPJS PBI untuk biaya pengobatannya, namun tetap yang menjadi biaya akomodasi yang menjadi kendala orang tua Ridwan tidak melanjutkan pengobatan anaknya. Sejak setahun belakangan kaki kiri Ridwan membengkak serta menimbulkan luka yang tidak diketahui penyebabnya yang kini kondisi kakinya sudah berdarah dan bernanah serta mengeluarkan bau yang tidak sedap. Ketika dikunjungi oleh kurir Sedekah Rombongan, orang tua Ridwan bercerita sebenarnya Ridwan sangat bersemangat untuk sembuh serta kembali bersekolah namun karena kondisi Pak Rusdi yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan membuat proses pengobatan ridwan terhenti. Bantuan Awalpun disampaikan untuk Ridwan yang akan digunakan untuk akomodasi Ridwan berobat ke RSUD. Kota Bogor. Semoga kesehatan Ridwan kembali pulih serta penglihatan Ridwan kembali normal seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @AyahShafwan @rexy_eas

Ridwan menderita Tuna Netra + Pembengkakan Kaki


ZAHWA ANINDITA (1, Retinoblastoma). Alamat : Kampung Rawa Ekek, RT 5/2, Kelurahan Sukadana, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Adik kecil ini diberi nama Zahwa oleh orang tuanya, yang sejak lahir ada mengalami kelainan di mata sebelah kirinya. Pada awalnya orang tua Zahwa tidak curiga akan kondisi mata anaknya dan berfikir nanti akan hilang dengan sendirinya, namun lama kelamaan kelainan di mata kiri Zahwa makin menunjukan perubahan dengan semakin membesar yang kini sebesar ibu jari orang dewasa serta mendesak keluar. Pada saat di periksa di puskesmas, dokter di puskesmas langsung merujuk Zahwa ke RSUD Cianjur agar mendapatkan perawatan yang lebih intensif dan oleh dokter di RSUD Cianjur di diagnosa kalau Zahwa mengidap Retinoblastoma dan harus menjalani operasi. Namun kondisi Zahwa yang masih dibawah 1 tahun membuat operasi tersebut di tunda hingga Zahwa berusia 1 tahun. Kini Zahwa harus rutin menjalani kemotherapi 1 minggu sekali agar kanker yang dirasakannya tidak semakin membesar. BPJS PBI yang dimiliki oleh Zahwa memang mengcover segala pengobatannya di RSUD Cianjur namun tidak dengan biaya akomodasi Zahwa dari rumahnya ke RSUD Cianjur yang lumayan jauh. Pak Ade (39) yang merupakan Ayah Zahwa hanya bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tidak menentu sehingga tidak memiliki cukup biaya untuk akomodasi Zahwa ke RSUD Cianjur setiap minggunya sedangnya Ibu Zahwa hanya sebagai Ibu Rumah tangga biasa yang tidak memiliki penghasilan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan diberikan kesempatan untuk membantu meringankan beban yang dirasakan Pak Ade, Bantuan awalpun disampaikan untuk Zahwa yang digunakan untuk akomodasi Zahwa kemotherapy ke RSUD Tiap minggunya. Semoga proses pengobatan Zahwa diberikan kemudahan oleh Allah Swt. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Zahwa menderita Retinoblastoma


ALVIN NURSYFA (16, Celebral Palsy + Gizi Kurang). Alamat: Kosambi Jaya RT 1/6, Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Alvin pasien dampingan Sedekah Rombongan terlahir dengan kondisi normal. Ia dapat berdiri, berjalan, bermain seperti anak-anak seusiannya. Perubahannya terjadi saat Alvin mengalami panas tinggi disertai kejang di usia 2 tahun, terulang saat usianya 3 tahun hingga akhirnya Alvin tidak dapat menggerakkan kakinya. Melihat tumbuh kembangnya terganggu, Alvin dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Diketahui Alvin mengalami lumpuh otak atau dalam bahasa medis disebut Celebral Palsy dan disarankan menjalani terapi guna merangsang tumbuh kembangnya. Badannya yang kurus, membuatnya lama berbaring hingga menyebabkan tulang punggung belakangnya tidak sempurna. Alvin kini bisa merasakan duduk, perlahan berat badannya bertambah. Alvin tetap menjalani kontrol ke RSUD Kabupaten Karawang. Sebagai orang tua tunggal, guna memenuhi kebutuhan hidup Ibu Kartem (32) bekerja serabutan. Walau terbantu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, beliau kesulitan memenuhi kebutuhan Alvin agar tercukupi asupan gizinya. Santunan lanjutan titipan sedekaholics kembali disampaikan demi membantu Alvin membeli susu dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Santunan sebelumnya tercatat dalam Rombongan 937. Semoga Alvin semangat menjalani hari-harinya dan kondisinya semakin membaik. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @_SutardiAnggara @etydewi2

Alvin menderita Celebral Palsy + Gizi Kurang


KASNO BIN WANDA (43, Gastrointestinal Stromal Tumor). Alamat : Desa Karang Kendal, RT 1/5, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat.  Gejala sakit Pak Kasno berawal pada tahun 2008. Dia mengalami terkilir pada bagian tubuhnya. Dia dan istrinya menduga bahwa itu sesuatu yang wajar dan dianggap tidak berbahaya. Namun selang beberapa lama ia merasakan sakit pada bagian perut serta pinggangnya terasa panas. Bersama istrinya, dia beberapa kali melakukan pemeriksaan di klinik setempat karena mereka beranggapan sakit yang diderita Pak Kasno hanya gejala penyakit yang tidak mengkhawatirkan. Sakit yang diderita Pak Kasno tidak kunjung membaik sehingga istrinya mulai mengkhawatirkan kondisi sang suami dan membawanya ke rumah sakit. Kemudian Pak Kasno menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunung Jati Kota Cirebon. Setelah melalui pemeriksaan dokter, Pak Kasno didiagnosia terkena Gastrointestinal Stromal Tumor yaitu terdapat tumor pada sistem pencernaan di bagian usus atau pipa makanan. Karena kondisinya yang memerlukan penanganan khusus, dokter merujuk Pak Kasno untuk menjalani pengobatan lebih intensif di Rumah sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pak Kasno merupakan kepala keluarga yang berprofesi sebagai penarik becak dan istrinya, Runiah (38) adalah seorang petani. Setelah sakit, Pak Kasno tidak lagi bekerja dan ekonomi keluarga inipun kian menurun hingga semakin memprihatinkan. Biaya pengobatan menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dijamin oleh pemerintah. Saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan ia mengungkapkan kesedihannya karena hanya mengandalkan penghasilan istrinya sebagai petani untuk biaya makan sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan kesedihan dan kesulitan yang mereka alami, bantuan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya transportasi selama Pak Kasno melakukan pengobatan di Bandung. Semoga Pak Kasno segera sembuh dan kesehatannya kembali pulih, sehingga ia dapat bekerja seperti biasa untuk menafkahi keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh dwi aulia

Pak kasno menderita Gastrointestinal Stromal Tumor


FARIS BIN KADNAN (7, Lumpuh). Alamat : Blok Madras, RT 2/6, Dusun III, Desa Dukuh, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat.  Faris, -demikian biasa dia dipanggil- adalah anak laki-laki yang tidak seperti pada umumnya dalam usia itu dapat bermain, berlarian ataupun bersepeda dengan riang bersama teman sebayanya. Hal ini dikarenakan ketika usianya menginjak empat tahun mengalami kecelakaan, tertabrak motor yang mengharuskan dia menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjawinangun Kabupaten Cirebon. Ketika beberapa hari menjalani perawatan di rumah sakit, Faris mengalami koma, tak kunjung sadarkan diri hingga tiga puluh hari. Ketika itu keadaan Faris belum kunjung membaik. Orangtua Faris mulai mengkhawatirkan kondisi kesehatannya ketika dia mengalami kejang. Masa kritis akhirnya berlalu dan Faris telah sadarkan diri. Sejak kejadian tersebut dia mengalami lumpuh pada tubuhnya yang menyebabkan hanya mampu terbaring lemah di atas tempat tidur atau berpindah tempat dengan bantuan orang di sekitarnya. Saat ini Faris mencoba diperiksakan kesehatannya di Poliklinik Syaraf Rumah Sakit Mitra Plumbon Kabupaten Cirebon. Ayah Faris, Kadnan (56) dan ibunya, Carkumi (53) mengungkapkan kesedihan atas kondisi anaknya kepada kurir Sedekah Rombongan. Bapak Kadnan mengais rezeki dan menafkahi keluarganya sebagai penarik becak, pendapatannya yang tidak menentu hanya cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Mereka tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat. Bersyukur keluarga ini memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dapat membantu dan menjamin biaya pengobatan. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuanpun disampaikan untuk membantu biaya transportasi selama menjalani pengobatan. Semoga Faris segera pulih dan bisa berjalan kembali sehingga ia dapat melakukan aktivitas sebagaimana anak pada usianya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh dwi aulia

Faris menderita Lumpuh


HASANUDIN BIN ADAM (31, Bantuan Biaya Hidup dan Instalasi Listrik). Alamat : Gang Ki Gayam, RT 2/6, Desa Buyut, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Kami akrab menyapanya dengan panggilan Hasan. Sejak dulu, Hasan hidup dalam keadaan yang memprihatinkan. Dia selalu berpindah tempat tinggal dari satu kontrakan ke tempat kontrakan lain. Keadaan ekonomi yang lemah dikarenakan Hasan tidak memiliki pekerjaan tetap dan istrinya juga tidak bekerja. Hasan bukan tidak mau bekerja, namun kondisi fisiknya yang tidak begitu kuat, meyebabkan dia sering kali diberhentikan dari tempatnya bekerja. Suatu ketika, karena Hasan dan keluarganya tidak bisa membayar kontrakan selama beberapa bulan, maka pemilik kontrakan mempersilakan Hasan untuk mencari tempat lain. Keadaan ini terpantau oleh salah satu lembaga sosial dan akhirnya Hasan dibuatkan rumah sederhana di atas lahan milik orang lain yang sudah mengizinkannya tinggal untuk sementara. Hasan adalah suami dari Kartini (37) yang memiliki empat orang anak berusia masing masing 11 tahun, 10 tahun, 5 tahun dan yang bungsu 10 bulan. Saat ini Hasan bekerja sebagai penjaga kebun milik seorang tetangganya. Setiap hari dia ditugaskan membersihkan dan merawat kebun tersebut. Ketika kurir Sedekah Rombongan menyempatkan diri bersilaturahmi ke kediamannya, Hasan menyampaikan keinginannya untuk memiliki instalasi listrik di rumah tempat dia tinggal saat ini. Dengan niat memberikan sedikit bantuan untuk kelayakan hidup mereka, Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan biaya hidup dan instalasi listrik kepada Hasan. Berharap pemberian dari sedekaholics ini dapat dirawat dengan baik dan dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh aulia

Bantuan Biaya Hidup dan Instalasi Listrik


MUHAMMAD AZAS (3, Retinoblastoma). Alamat : Dusun Karang Rata, RT 2/5, Desa  Anjatan, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Berawal dari sepuluh bulan lalu tepatnya ketika Azas berusia dua puluh lima bulan, muncul benjolan kecil semacam bisul di bawah mata kanan Azas.  Semakin lama, benjolan tersebut membesar hingga menutupi mata Azas. Melihat hal tersebut orang tua Azas memeriksakan keadaan mata anaknya ke puskesmas setempat dan akhirnya pada Agusutus 2016 dirujuk untuk menjalani pengobatan lebih intensif di Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung. Dokter mendiagnosa Azas terkena retinoblastoma yaitu tumor ganas pada mata yang menyerang retina, jaringan saraf tipis di belakang mata, dan paling umum menyerang anak-anak. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, saat ini Azas tengah menjalani kemoterapi. Sebanyak dua kali siklus telah dilalui pada Januari 2017 ini di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dari tujuh siklus yang direncanakan. Azas adalah putra dari Bapak Karmadi (41) seorang buruh tani dan Ibu Wastiri (39) yang sehari-hari mengurus rumah tangga. Keadaan ekonomi yang sangat sederhana, membuat pengobatan Azas hampir saja terhenti, karena biaya transportasi untuk berobat ke Bandung dirasa berat oleh keluarga ini. Bersyukur biaya berobat Azas sudah ditanggung oleh BPJS Kelas III sehingga tidak terlalu memberatkan. Kurir Sedekah Rombongan bersimpati dan mencoba memahami keadaan ini, kemudian menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk transportasi Azas ke Bandung untuk menjalani pengobatan hingga beberapa bulan ke depan. Semoga bantuan kecil yang diberikan mampu meringankan beban keluarga ini dalam usaha mengobati Azas hingga kembali pulih seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @agiswandi @asiihlestari

Azas menderita Retinoblastoma


NARTONO BIN KANILA (49, Liver). Alamat : Blok Ahad, RT 4/1, Desa Suranenggala Kidul, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Gejala penyakit Pak Tono, – demikian dia akrab disapa- berawal pada bulan Agustus 2016, dia merasakan sakit pada bagian perut. Dia menduga hanya sakit perut seperti biasanya sehingga hanya diobati dengan obat yang dijual bebas di warung-warung. Selang beberapa lama ia merasakan sakit yang luar biasa pada bagian perut dan terasa begitu panas di bagian perutnya tersebut. Bersama istrinya dia melakukan pemeriksaan kesehatannya di puskesmas setempat selama beberapa kali karena beranggapan sakit yang diderita pak Tono hanya gejala maag. Sakit yang diderita Pak Tono tidak kunjung membaik hingga kondisinya mulai mengkhawatirkan dan Pak Tono mulai berobat ke rumah sakit. Dokter menyarankan Pak Tono menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunung Jati Kota Cirebon. Selama tujuh hari dirawat, dokter mendiagnosa Pak Tono terkena liver dan harus menjalani CT-scan abdomen. Karena sesuatu hal dan pertimbangan jarak tempuh, saat ini dia memilih untuk melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit Mitra Plumbon Kabupaten Cirebon. Pak Tono dan keluarganya hidup sangat sederhana. Sebagai kepala keluarga, dia bekerja sebagai buruh dan istrinya, Rukyati hanya mengurus rumah tangga. Saat ini pengobatan pak Tono menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Saat kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi ke kediamannya, dia mengungkapkan kesedihannya yang tidak lagi bisa bekerja dan hanya mengandalkan bantuan dari saudara. Sedekah Rombongan merasakan kesedihan dan kesulitan yang mereka alami, kemudian menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk biaya transportasi selama melakukan pengobatan di rumah sakit. Iringan do’a disampaikan semoga Pak Tono segera sembuh dan kesehatannya kembali pulih, sehingga ia dapat bekerja seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh dwi aulia

Pak nartono menderita Liver


UMI KULSUM (30, Kelainan pada Mata). Alamat : RT 2/2, Desa Karang Kendal, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Umi sudah mengalami kelainan pada matanya sejak duduk di bangku kelas dua sekolah dasar. Matanya hanya bisa melihat samar-samar. Beberapa kali Umi diperiksa oleh petugas kesehatan di puskesmas waktu itu namun tidak ada perubahan. Saat berusia dua puluh tahun, Umi kembali memeriksakan kesehatan matanya dan dokter menyarankan untuk menggunakan kacamata agar penglihatannya terbantu. Saat itu, justru matanya merasa semakin tidak nyaman. Dan akhirnya pada awal Januari 2017 lalu, Umi berobat kembali ke dokter spesialis mata di Poliklinik Rumah Sakit Mitra Plumbon Kabupaten Cirebon. Dokter memberinya obat dan kacamatanya diganti dengan yang lebih cocok. Alhamdulillah, matanya kini bisa melihat dengan lebih baik walau masih jauh dari normal. Umi adalah istri dari Sarodin (35) yang bekerja sebagai buruh harian lepas. Kehidupan sederhana mereka bersama kedua anaknya yang berusia 19 bulan dan 13 tahun memaksa Umi untuk tidak terlalu mempedulikan kesehatan matanya. Selama berobat dan memeriksakan keadaan matanya, Umi menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sedekah Rombongan memfasilitasi transportasi serta sedikit meringankan biaya hidupnya dengan menyampaikan bantuan dari sedekaholics. Semoga Umi bisa menjalani hidup dengan baik walau penglihatannya tidak sempurna.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh dwi aulia

Bu umi menderita Kelainan pada Mata


DASINAH BINTI ADAM (63, Melanoma Maligna). Alamat : RT 3/12, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Berawal dari bintil kecil di kaki tahun 2010, pada saat itu Ibu Dasinah memeriksakan penyakitnya ke puskesmas, dan diduga hanya luka biasa. Lambat laun bintil tersebut kian membesar, sampai akhirnya pada lima tahun lalu dokter mendiagnosa Ibu Dasinah terkena kanker kulit stadium empat yang membuat kaki kirinya tidak bisa difungsikan secara normal, bahkan sudah tidak bisa digunakan untuk berjalan. Pada awal pemeriksaan tahun 2015 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon, Ibu Dasinah sudah terdiagnosa Melanoma Maligna yaitu sejenis kanker kulit dan disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pada Agustus 2016, Ibu Dasinah disarankan menjalani terapi suntik interferon selama satu tahun tanpa putus. Hal ini tidak dapat dilakukan karena sesuatu hal, sehingga saat ini Ibu Dasinah diberikan terapi suntik jenis lain yang fungsinya hampir sama. Ibu Dasinah adalah istri dari Pak Admono (64) yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak dengan empat orang anak. Dua dari empat orang anaknya memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah karena menemani ibunya di Bandung selama proses pengobatan. Sementara Pak Admono mengasuh dua anak lainnya yang masih sekolah di Cirebon. Bersyukur biaya pengobatan Ibu Dasinah sudah ditanggung BPJS kelas III. Kekuatan hati dan kebulatan tekad keluarga ini untuk mengobati sang ibu, membawa kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi ke kediaman mereka dan menyampaikan bantuan biaya untuk transportasi ke Bandung jika Pak Admono dan kedua anaknya ingin membesuk Ibu Dasinah di Bandung. Hal ini disambut baik dan mereka menyampaikan terima kasih kepada sedekaholics yang telah menyampaikan bantuannya melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh aulia

Bu dasinah menderita Melanoma Maligna


ULFA FAUZIAH (18, Tunggakan Sekolah). Alamat: Kp. Kebon Kalapa, RT 3/1, Kel. Setianegara, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Ulfa adalah seorang siswa berprestasi. Ketika duduk di bangku SMP, ia meraih ranking pertama hingga bangku SMA. Ia bersekolah di pesantren selama 6 tahun. Selama sekolah, sudah banyak kegiatan yang ia geluti dan ia termasuk anak yang aktif terbukti dengan terpilihnya Ulfa sebagai ketua OSIS semasa SMA. Namun sayang, pendidikannya harus terkendala masalah ekonomi keluarganya sehingga sekarang ia masih saja  menunggak biaya iuran bulanan. Tunggakan sekolahnya sudah mencapai 8 juta dan sekarang ijazahnya ditahan sekolah. Ayahnya, Ahmad (49) adalah seorang pedagang di pasar dengan pendapatan tidak menentu sedangkan ibunya, Iis (46) adalah seorang IRT. Mereka tinggal di rumah kontrakan dan sekarang terbebani dengan tunggakan sekolah. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa berkunjung ke rumahnya dan meyampaikan bantuan lanjutan untuk membantu meringankan biaya iuran sekolah yang sudah lama tidak terbayar.  Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 928. Semoga ada jalan dari Allah SWT sehingga pendidikan Ulfa tak terbebani dengan masalah biaya dan keluarganya diberi kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 26 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bantuan meringankan biaya iuran sekolah


MTSR TASIKMALAYA (B1495SU, Operasional dan Perawatan Rutin). Mulai Bulan Mei tahun 2014, Sedekah Rombongan area Tasikmalaya memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Area operasional MTSR Tasikmalaya mencakup Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, dan juga mengantar pasien yang dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung dan RSU Siaga Medika Banyumas. Bulan Juli 2014 MTSR Tasikmalaya melakukan servis besar di Layanan Servis Resmi Suzuki. Awal September kembali masuk bengkel untuk service kakai-kaki, ganti shockbreaker depan, per belakang, sekaligus ganti oli, filter oli, dan penggantian vanbelt. Selain untuk biaya pemeliharaan MTSR melalui servis rutin, biaya pemeliharaan juga dipergunakan untuk membeli sebuah ban karena ban cadangan sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Pada tanggal 24 November 2016, MTSR melakukan perbaikan pada bagian kopling. Frekuensi penggunaan MTSR Tasikmalaya semakin hari semakin tinggi. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya di Priangan Timur, mengantar jemput pasien ke RSUD, juga mengantar jemput pasien ke RSHS Bandung. Hampir setiap minggu ada saja pasien yang harus diantar ke RSHS Bandung, sekarang ditambah dengan mengantar pasien ke RSU Siaga Medika Banyumas, bahkan kadang dalam seminggu bisa 2-3 kali pulang pergi ke Bandung yang berjarak sekitar 120km dengan waktu tempuh 3-4 jam sekali jalan. Agar kondisi mobil tetap prima, service rutin selalu dijalani MTSR. Titipan sedekah dari para #SahabatSR kembali dipergunakan untuk mendukung biaya operasional bahan bakar untuk membantu korban banjir di Kuningan, dan service light bar berikut ongkos pengerjaannya selama Januari 2017, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 927.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr @adiabdillah

Biaya Operasional dan Perawatan Rutin


ARJUNA VIRENDRA (1, Infeksi Saluran Pernafasan). Alamat : Kp. Jaya Raga RT 5/7, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sejak 2 Minggu yang lalu Juna sering merasakan sesak nafas hingga pada hari sabtu tanggal 24 Desember 2016 kondisinya sangat mengkhawatirkan dan kemudian dilarikan ke UGD RS Karya Medika untuk mendapat pertolongan. Keluarga sangat berharap Juna bisa dibuatkan BPJS yang dapat digunakan saat itu juga, namun terjadi masalah karena BPJS orang tua Juna status kelas 2 dan nunggak iuran sampai 600 ribu rupiah, sehingga terjadi kendala untuk pembuatan BPJS. Mau tidak mau biaya perawatan Juna harus dengan jaminan umum. Ayah Juna, Ardiyansyah (24) bermata pencaharian sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Sedangkan ibunya, Bu Ai Nurcahyani (20) ibu rumah tangga. Mereka sangat kebingungan ketika harus menghadapi jumlah tagihan rumah sakit, karena ketiadaan uang. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi ke RS Karya Medika menemui orang tua Juna. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk membantu pembayaran tunggakan BPJS Kesehatan agar dapat digunakan kembali. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 937.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Arjuna menderita Infeksi Saluran Pernafasan

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 ALVARO RIZKY ADITYA 1,205,000
2 TUSIYAH BINTI HARJO UTOMO 500,000
3 MUHAMAD FAREL KURNIYANTO 1,800,000
4 WAHYUNI BINTI JUMINO DARMO 500,000
5 AJID BIN SAWARI 500,000
6 BANJIR KAMPUNG BAITUL MU’MIN 4,000,000
7 SUYITNO BIN COKO 550,000
8 SITI URIPAH 893,000
9 ROHAYATI BINTI SUMADI 700,000
10 ABDUH RAHMAD 580,000
11 MEGA RISMA 500,000
12 RICO JANUARI SANTOSO 500,000
13 ABDUL HALIM 780,000
14 RIYANTO 3,000,000
15 SUS SULI 1,000,000
16 INDAH WAHYUNI 1,000,000
17 MEGA PUTRI MAULIDIA 2,756,000
18 RUMIATI BINTI TANI 500,000
19 TRI LUTFI NUR HIDAYAT 500,000
20 SITI NURUL AZ 500,000
21 TATANG SUPRIATNA 500,000
22 AEP SOPIAN 500,000
23 JAMALUDIN MUHAMMAD 1,000,000
24 TITA BINTI EMED 500,000
25 NINING SITI NURJANAH 500,000
26 MOCH NABIL SATRIA 500,000
27 RASYA BIN RANA 1,000,000
28 INDRIYANI BINTI NANDANG 500,000
29 JURIAH BINTI IDUN 500,000
30 MIRA MAURIKA INDRIKA 500,000
31 AJID BIN ENJUM 500,000
32 WIWI SURYATI 500,000
33 AI NUNAH 500,000
34 ANI ROHANI 500,000
35 UJANG ARIM 500,000
36 USEP BIN SENA 750,000
37 DENIS ARYA PAMUNGKAS 500,000
38 HARYATI BINTI OKA 500,000
39 AWALUDIN ATIN 5,000,000
40 RSSR JEMBER 13,008,000
41 MTSR JEMBER 3,630,000
42 TUKINI BINTI POYAN 3,000,000
43 ICIH SRI NINGSIH 500,000
44 AMAD BIN SUTARDI 1,000,000
45 BANJIR BANDANG CIBINGBIN 8,000,000
46 MUHAMMAD ARKHA HERDIANSYAH 500,000
47 ENI NURAENI 500,000
48 EDI SUTIADI 1,450,000
49 AZIZAH DEWI LESTARI NINGRUM 1,100,000
50 JAMHARI DESTAM 1,000,000
51 AZAMIL 750,000
52 KURNIA BINTI DEDE KUSNADI 1,000,000
53 CICI CAHYANI 1,000,000
54 MAJELIS TA’LIM MIFTAHUL JANNAH 2,500,000
55 CHAIRUNISSA BINTI ALI MUSTOFA 1,000,000
56 AMINAH BINTI AMAN 500,000
57 IIN HAMIDAH 750,000
58 BETSI BINTI ASEP SUNARYA 500,000
59 RIDWAN ARIFIN 1,000,000
60 ZAHWA ANINDITA 750,000
61 ALVIN NURSYFA 500,000
62 KASNO BIN WANDA 1,000,000
63 FARIS BIN KADNAN 500,000
64 HASANUDIN BIN ADAM 1,000,000
65 MUHAMMAD AZAS 1,000,000
66 NARTONO BIN KANILA 500,000
67 UMI KULSUM 500,000
68 DASINAH BINTI ADAM 500,000
69 ULFA FAUZIAH 750,000
70 MTSR TASIKMALAYA 1,000,000
71 ARJUNA VIRENDRA 1,000,000
Total 89,202,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 89,202,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 951 ROMBONGAN

Rp. 46,749,759,238,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.