Rombongan 950

Harta itu tidak akan kurang dengan disedekahkan.
Posted by on February 3, 2017

MELLATUL LATIFAH (12, Hidrocepalus + Jantung Bocor). Alamat: Kp. Pasuaran Cidudut RT 1/2 Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Gadis manis ini bernama Mellatul Latifah, sehari-hari biasa disapa Mella. Mella adalah anak pertama dari pasangan Bapak Aji Suardi (41) dan Ibu Ika Novita (28). Mella terlahir 12 tahun lalu, saat dilahirkan Mella tidak langsung menangis seperti bayi pada umumnya. Sebulan dua bulan Mella tumbuh layaknya anak seusianya, badannya gemuk dan menggemaskan. Tapi saat menginjak usia 10 bulan, perlahan tapi pasti Mella mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan. Sampai akhirnya saat Mella berusia 1,5 tahun orang tua Mella membawa Mella berobat ke RS Dramaga Katih Bogor, Mella dianjurkan untuk melakukan rawat jalan tiap 2 minggu sekali. Sampai pada usia 10 tahun, Mella sering mengalami pusing, muntah dan cepat lelah ditambah diujung kuku tangan dan kakinya sering mengalami kebiruan. Karena khawatir orang tua Mella membawa Mella ke RSUD Bogor, di RSUD Mella dilakukan pemeriksaan CT Scan dan hasilnya terdapat gumpalan darah di otak Mella. Dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RS Fatmawati, dua malam dirawat Mella dilakukan tindakan Echocardiografi dan hasilnya mengatakan jika Mella menderita Jantung Bocor dan kemungkinan gumpalan di otak diperoleh dari infeksi di jantungnya. Tapi pihak dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo karena keterbatasan fasilitas. Tanggal 26 November 2015, Mella bersama kedua orang tuanya berangkat ke RSCM dengan tujuan mencari kesembuhan. Di RSCM, Mella menjalani serangkaian pemeriksaan seperti EKG, Echocardiografi dan CT Scan, dan hasilnya Mella menderita Jantung Bocor, Hidrocepalus (terdapat penumpukan cairan di otak) dan tidak terdapat organ Limpha di tubuh Mella. Saat itu orang tua Mella sempat stress karena begitu besar ujian yang harus diterima oleh gadis kecilnya. Januari 2016, Mella menjalani operasi untuk mengangkat gumpalan kecil di otaknya, Alhamdulillah saat itu kondisi Mella berangsur membaik. Hampir 10 bulan orang tua Mella mendampingi Mella berobat entah sudah berapa banyak biaya yang dikeluarkan, sampai orangtua Mella rela menjual barang-barang pribadinya. Sehari-hari Bapak Aji bekerja sebagai penjual roti di kawasan Tanah Abang dan Ibu Ika sebagai Ibu Rumah Tangga, tapi semenjak mendampingi Mella berobat Bapak Aji tidak bisa bekerja penuh, karena harus bergantian menjaga Mella di rumah sakit. Alhamdulillah, ditengah perjuangan Mella mencari kesembuhan #KurirSR dipertemukan dengan Mella dan kedua orangtuanya, dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli susu khusus dan memenuhi kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di RSCM, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 935. Saat ini Mella sedang menunggu jadwal pemberian vaksin, untuk persiapan tindakan kateterisasi di PJT RSCM . Mohon doa terbaik dari rekan-rekan semoga Mella lekas diberi jalan untuk sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 17 Januari 2017
Kurir: @wirawiry  @untaririri

Mella menderita Hidrocepalus + Jantung Bocor


TYAS B CAHYANINGSIH (13, Tumor Medula). Alamat : Jalan Damai RT 7/2 Kelurahan Daan Mogot, Kecamatan Cengkareng, Kotamadya Jakarta Barat, DKI Jakarta. Pagi itu, 8 tahun yang lalu saat Tyas bangun pagi, tiba – tiba ia merasakan kedua kakinya lemas, ia pun tidak bisa buang air kecil dan buang air besar. Sepuluh hari Tyas diberi obat warung oleh ibunya, Ibu Nuryati (33), tapi usaha itu sia-sia. Akhirnya Ibu Nuryati membawa Tyas berobat ke RS Sumber Waras, lebih dari sebulan Tyas dirawat, tapi kesembuhan belum kunjung didapat. Sampai akhirnya Tyas kecil dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), beberapa kali ia menjalani pemeriksaan tapi pihak dokter masih kesulitan menemukan penyebab dari kelumpuhan yang dialami oleh Tyas. Akhirnya Tyas menjalani pemeriksaan MRI 1.5, dan dari hasil pemeriksaan menunjukkan ia menderita Tumor Medula Spinalis (Tumor di Tulang Belakang). Dokter mengambil tindakan untuk mengangkat tumor tersebut, tapi hanya 60% saja. Pasca operasi, tak banyak juga perubahan yang dialami Tyas. Tindakan radioterapi sebanyak 30 kali pun sudah dilewati Tyas, tapi kondisinya tak kunjung membaik. Tyas hanya bisa terbaring di tempat tidur hingga punggung dan pantatnya terluka,  membusuk dan tulangnya keluar. Empat tahun pasca tindakan yang dilakukan di RSCM, Tyas melanjutkan pengobatannya di RSUD Tarakan, karena jaraknya lebih dekat dari tempat tinggalnya. Sang Ibu sampai sekarang belum bisa membawa Tyas ke rumah sakit lagi, karena tidak memiliki uang dan harus mengurus dua adik Tyas. Di balik keceriaannya, ternyata Tyas harus menjalani tindakan amputasi pada kaki kanannya, karena bagian pantat yang telah membusuk tersebut sudah terinfeksi dan jika tidak dilakukan amputasi kemungkinan kelumpuhan yang dialami Tyas akan menjalar ke bagian tubuh yang lain. Selama di rumah Tyas harus menjalani perawatan lukanya dengan baik, ia pun membutuhkan pampers dan susu. Kondisi ini yang membuat Ibu Nuryati bingung jika tak ada uang. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk melanjutkan pengobatan Tyas dan membeli kebutuhan Tyas seperti perban, pampers dan susu. Tyas sebelumnya telah dibantu dalam Rombongan 924. Semoga proses pengobatan panjang yang dijalani Tyas, nantinya akan memberikan hasil yang terbaik, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 18 Januari 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Tyas menderita Tumor Medula


YUDISTIRA PRATAMA (6, Jantung Bocor + Cerebral Palsy). Alamat: Kampung Caringin RT 2/4, Desa Cimahi, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Yudhistira Pratama adalah putra pertama pasangan Bapak Yusuf (30) dan Ibu Neneng Sartika (26). Keceriaan bocah yang memiliki tubuh bongsor ini tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karena teriakan dan lari-lari kecil anak-anak, Yudhistira diusianya yang sudah menginjak 6 tahun hanya bisa berbaring dan sesekali berguling-guling di tempat tidur, belum bisa duduk apalagi berdiri. Sejak kecil Yudistira telah dinyatakan terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy. Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diikhtiarkan. Berbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat rutin ke RSUD Karawang yang kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta. Selama di Jakarta, persoalan baru muncul yakni biaya harian selama di rumah sakit, terkadang orangtua Yudhistira harus menahan lapar. Bapak Yusuf  hanya seorang buruh harian dan Ibu Neneng adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan dengan Yudistira dan orang tuanya sekaligus turut membantu  meringankan beban kedua orang tua Yudistira. Bantuan lanjutan telah disampaikan, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 935 untuk membeli pampers, susu dan kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di Jakarta. Alhamdulillah, Yudistira terus menunjukkan kemajuan yang, sekarang Yudistira sudah bisa duduk sendiri meski hanya beberapa menit dan sudah mulai makan dengan oral. Sampai saat ini Yudistira mash terus menjalani kontrol rutin di beberapa poli dan menjalani terapi di RSCM. Terima kasih kepada #Sedekaholics, berkat bantuan yang disalurkan Yudistira bisa terus melanjutkan proses pengobatannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 17 Januari 2017
Kurir: @wirawiry  @untaririri

Yudistira menderita Jantung Bocor + Cerebral Palsy


PEJUANG HATI (Bantuan membeli susu anak Atresia Billier). Alamat: Kenari II No. 177 RT. 10/6 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Pejuang Hati adalah kumpulan dari beberapa lintas komunitas yang didalamnya lebih memperhatikan anak-anak penderita Atresia Bilier. Atresia Bilier adalah kondisi dimana saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal yang menyebabkan terjadinya penyumbatan aliran empedu dari hati ke kandung empedu. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan hati dan sirosis hati, yang jika tidak diobati bisa berakibat fatal. Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti dari Atresia bilier, tapi pada kasus Atresia Bilier sering ditandai dengan saat anak masih berusia 2 minggu akan tampak kuning diseluruh tubuh dan sklera mata, perut buncit (karena hati membesar), gatal-gatal sehingga anak mudah rewel, tinja berwarna pucat atau dempul dan air kemih berwarna kuning pekat (gelap). Tindakan medis yang bisa dilakukan untuk anak dengan Atresia Bilier sejauh ini adalah kasai dan transplantasi hati. Tapi anak dengan Atresia Bilier biasanya juga akan mengalami gangguan disistem percernaan yang membuat mereka mudah terkena gizi buruk. Sehingga anak-anak ini harus mengkonsumsi susu khusus supaya nutrisinya terpenuhi tapi yang menjadi kendala bagi sebagian besar orang tua adalah susu yang harus dikonsumsi ini harganya relatif mahal. Padahal salah satu syarat untuk bisa dilakukan pembedahan (kasai dan transplantasi hati) adalah kondisi tubuhnya bagus dan harus mencapai berat badan tertentu. Dari sinilah teman-teman dari Pejuang Hati tergerak, mereka hadir untuk membantu meringankan beban orang tua anak-anak penderita Atresia Bilier yaitu dengan membantu memberikan susu khusus. Selain itu, Pejuang Hati juga hadir untuk menjembatani antara orang tua dengan pihak rumah sakit jika sang anak akan dilakukan transplantasi hati, karena tidak semua biaya transplantasi hati ini bisa ditanggung oleh BPJS. Biaya yang masih harus disiapkan untuk tindakan transplantasi hati adalah ratusan juta rupiah, untuk biaya pemeriksaan awal pendonor dan kebutuhan darah. Alhamdulillah, #SedekahRombongan turut serta menjadi bagian dari Pejuang Hati dan menyampaikan santunan lanjutan, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 934 untuk membantu mewujudkan hati yang baru untuk anak-anak Atresia Bilier.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.500.000,-
Tanggal: 20 Januari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Shendy

Bantuan untuk membeli susu


HADI ANDRIANSYAH (13, Varises Esofagus) Alamat: Kampung Gelam Timur RT. 4/3 Kelurahan Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Hadi anak kedua dari pasangan bapak Sawaludin (47) seorang buruh dengan penghasilan tak menentu dan ibu Marmi (47) yang sehari-hari jualan makanan ringan. Hadi, sudah 3 tahun ini menderita sakit Varises Esofagus. Keluhan yang sering dirasakan Hadi adalah mengalami muntah darah dan diikuti dengan perut yang semakin lama semakin membesar. Karena khawatir orang tua Hadi membawa Hadi ke Puskesmas terdekat, tapi pihak Puskesmas menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUD Tangerang. Dari hasil pemeriksaan yang dijalani Hadi, dokter mengatakan jika Hadi menderita Varises Esofagus. Dan lagi, karena keterbatasan alat pihak dokter menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Saat itu Hadi masih menunggunakan biaya umum, sehingga orang tua Hadi sempat kewalahan dengan biaya rumah sakit yang terus membengkak. Karena alasan tidak ada biaya, pengobatan yang dijalani Hadi-pun sempat tertunda selama setahun dan kondisi ini cukup menambah buruk kondisi Hadi. Badannya makin kurus dan perutnya kian membesar, dengan berat hati orang tua Hadi akhirnya memutuskan membawa Hadi ke Jakarta dan mulai melanjutkan pengobatan. Awal ke RSCM Hadi langsung dirawat untuk bisa dilakukan tindakan endoscopy. Hingga kini Hadi telah menjalani 6 kali tindakan endoscopy. Tapi ditengah proses pengobatan yang dijalaninya, orang tua Hadi sempat dibikin khawatir karena dokter menyatakan jika Hadi juga menderita gizi buruk sehingga harus mengkonsumsi susu khusus untuk memenuhi nutrisinya. Dan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Hadi, kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 936. Awal bulan ini Hadi baru aja dilakuan tindakan Endoscopy, kini Hadi sedang menunggu panggilan untuk dilakukan tindakan Embolisasi. Semoga serangkaian pengobatan yang dijalani Hadi nantinya akan membawa kepada kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 17 Januari 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri

Hadi menderita Varises Esofagus


RAHMA RAHIDATUL (3, Epilepsy dan Cerebral Palsy Spastis). Alamat: Jembatan Besi RT 6/1, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta. Ayah Rahma bernama Eri Sepriadi (34) seorang pedagang es susu kedelai di Pasar Inpres Jembatan Besi dan Ibunya, Muslimah (35) seorang ibu rumah tangga. Rahma sejak usianya masih hitungan bulan, oleh dokter sudah dinyatakan menderita Epilepsy dan Cerebral Palsy Spastis, dengan berbekal BPJS orang tua Rahma membawa berobat ke RSCM. Di RSCM Rahma harus rutin kontrol di 2 Poli, yaitu Poli Neurologi dan Unit Rahabilitasi Medik. Beberapa kali menjalani kontrol rutin ke RSCM, terpaksa orang tua Rahma harus menghentikan pengobatan Rahma karena tidak mempunyai biaya untuk ke RS. Sampai akhirnya keluarga kecil ini dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan. Alhamdulillah, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya membayar kontrakan dan biaya transport setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 924. Kini Rahma masih harus menjalani kontrol rutin di Poli Neurologi dan Unit Rehabilitasi Medik RSCM setiap minggunya. Keluarga Rahma juga menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir : @wirawiry @harji_anis @untaririri

Rahma menderita Epilepsy dan Cerebral Palsy Spastis


SAYID YUSUF RAMADHANI (12, Kanker Tulang). Alamat: Jl. Batu Ratna 4 RT 17/5 No. 57 Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Jakarta Timur, DKI Jakarta. Sayid Yusuf Ramadhani atau lebih akrab disapa Yusuf, sekitar satu tahun yang lalu saat bermain bola terjatuh, tapi saat itu tidak begitu dihiraukan oleh bocah 12 tahun ini. Klimaksnya, sekitar 6 bulan yang lalu ketika Yusuf tiba-tiba terjatuh saat sedang bermain di sekolahnya. Beberapa hari kemudian kaki kanannya bengkak, tapi oleh orang tua Yusuf tidak dibawa ke rumah sakit, melainkan dibawa ke tukang urut. setelah diurut, kaki Yusuf tak kunjung sembuh, yang ada semakin bengkak. Karena khawatir, orang tua Yusuf akhirnya membawa Yusuf ke RS Fatmawati, di RS dilakukan tindakan biopsi. Pasca dilakukan biopsi belum ada lagi tindakan lanjutan yang dijalani Yusuf. Enam bulan berlalu, kondisi kaki Yusuf semakin mengkhawatirkan kakinya semakin bengkak, mengalami perdarahan dan mengeluarkan pus. Selain itu Yusuf juga sering mengeluh sesak napas, sehingga di rumahnya orang tua Yusuf harus sedia oksigen dan alat uap (nebulizer). Kini Yusuf hanya bisa terbaring lemah ditempat tidur. Sebenarnya orang tua Yusuf, Bapak Sayid Usman (34) yang sehari bekerja sebagai tukan ojek dan Ibu Irmawati (31) Ibu Rumah Tangga, ingin membawa Yusuf berobat supaya mendapat penganan yang lebih baik dan nantinya Yusuf bisa sembuh. Tapi masalah biaya rupanya menjadi penghalang jalan Yusuf untuk mencari kesembuhan. Bapak Usman, sebagai tukang ojek penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebituhan sehari-hari, padahal untuk membawa Yusuf ke rumah sakit harus menyewa mobil. Alhamdulillah, ditengah beban hidup yang dipikul Bapak Usman, #SedekahRombongan hadir untuk memberikan sedikit bantuan untuk mengurangi beban Bapak Usman dan menyampaikan bantuan lanjutan setelah bantuan sebelumnya massuk di Rombongan 933. Hari Seni kemarin, Yusuf telah dilakukan tindakan amputasi di RS Dharmais. Semoga ini bisa menjadi salah satu jalan untuk Yusuf mendapatkan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 17 Januari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Rini Astuti

Sayid menderita Kanker Tulang


RISMA SIAHAAN (22, Arterio Venous Malformation). Alamat: Jl Jend.Sudirman 45 Pendawa 2 No. 256 Sampit, RT 48/18, Desa Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kota Waringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Risma Siahaan, putri ke-2 dari tiga bersaudara, anak dari Ibu Rosita Boru Nadeak (47) sudah 12 tahun ini mengalami sakit pada tungkai dan kaki kanannya. Gejala awal yang sering ia rasakan adalah nyeri dan pegal-pegal pada kaki. Selain itu Risma juga tidak kuat berdiri terlalu lama, dan biasanya ia akan merasa baal serta kesemutan. Selama ini, karena hidup dengan ekonomi yang pas-pasan dan sepenuhnya masih dibiayai oleh ibunya yang bekerja sebagai buruh tani, Risma anak yatim ini tidak pernah mendapatkan fasilitas pengobatan yang memadai. Alhamdulillah pada pertengahan tahun 2014, dengan dibantu oleh sanak saudaranya dan dibekali jaminan kesehatan BPJS, Risma dapat menjalani pengobatan di RSUD Murjani Sampit Kalimantan Tengah. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter RSUD Murjani yang menanganinya Risma menderita penyakit dengan diagnosis AVM Regio Femur sampai Pedis dextra (AVM regio femur-pedis dextra yaitu: terbentuknya hubungan abnormal antara pembuluh darah arteri dengan vena disertai bypass pada sistem kapiler darah pada daerah paha hingga kaki kanan) dan pengobatan lanjutannya harus dirujuk ke RS Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Meskipun telah berobat dengan fasilitas BPJS, yang sangat membantu Risma dalam menjalani pengobatannya, akan tetapi tingginya biaya kost dan biaya hidup sehari-hari di Jakarta dirasa sangat memberatkan, apalagi Risma saat ini sama sekali belum memiliki pekerjaan. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Risma, sekaligus membantu meringankan beban Risma, bantuan lanjutan untuk biaya harian kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 933. Kondisi Risma Sihaan Alhamdulillah stabil, Risma masih terus menjalani kontrol rutin dan menunggu jadwal untuk dilakukan tindakan embolisasi di RSCM.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Januari 2017
Kurir : @wirawiry @harji_anis @untaririri

Risma menderita Arterio Venous Malformation


AMINAH BINTI HATA (32, Tumor Mata). Alamat: Kampung Pasir Peteuy RT. 2/1 Desa Pasir Peteuy, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Ibu Aminah adalah salah satu pasien #DampinganSR asal Pandeglang. 3 tahun yang lalu Ibu Aminah mengira goresan biru di bawah mata kanannya adalah bawaan kandungan, yang kebetulan saat itu Ibu Aminah sedang mengandung anak kedua. Tapi setelah melahirkan goresan dibawah matanya lambat laun makin membesar dan memerah. Ibu Aminah langsung memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat, tapi karena keterbatasan fasilitas pihak puskesmas memutuskan untuk merujuk Ibu Aminah ke RSUD Betah Pandeglang, Banten. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, dokter mengatakan jika Ibu Aminah menderita Tumor Mata. Lagi-lagi karena keterbatasan fasilitas, Ibu Aminah harus dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo. Awalnya Ibu Aminah dan suami sedikit keberatan karena harus ke Jakarta. Suami Ibu Aminah, Bapak Iyan (31) adalah seorang buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Tapi karena tekad Ibu Aminah yang ingin sembuh, akhirnya keluarga memutuskan untuk berangkat ke Jakarta dengan berbekal jaminan kesehatan BPJS. Hampir 1 tahun berobat di RSCM, Alhamdulillah sudah banyak perubahan yang dialami Ibu Aminah. Bantuan lanjutan kembali disampaikan kepada Ibu Aminah untuk biaya akomodasi ke RSCM. Sebelumnya Ibu Aminah telah menerima bantuan dari #Sedekaholics dan masuk rombongan 924. Kini Ibu Aminah masih terus menjalani kontrol rutin si RSCM, setiap sebulan sekali. Terima kasih #SahabatSR atas bantuan yang terus mengalir, semoga ini adalah salah satu jalan ibu Aminah mendapatkan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal:  24 Januari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Bu aminah menderita Tumor Mata


SAYEKTI SUNARYO (64, TBC). Alamat: Jl. Kuning RT 6/6 No. 57 Kota Bambu, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Bu Sayekti, begitu beliau sering dipanggil oleh keluarga dan tetangganya. Bu Sayekti, sejak beberapa tahun terakhir ini harus berjuang melawan penyakit TBC yang dideritanya. Tubuhnya semakin kurus, pernah berobat rutin yang tidak boleh putus selama 6 bulan. Kemudian berlanjut dengan menjalani kontrol rutin di RS Persahabatan sebulan sekali. Alhamdulillah, biaya pengobatannya telah ditanggung oleh jaminan kesehatan. Tetapi untuk akomodasi Bu Sayekti, kadang bingung harus mencari kemana. Suaminya, Bapak Sunaryo (67) sudah tidak sekuat dulu lagi, sebagai seorang buruh serabutan dengan penghasilan tak menentu kadang untuk makan saja hanya seadanya. Kurir #SedekahRombongan saat mengetahui informasi tentang Bu Sayekti langsung mengunjungi dan menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi. Bu Sayekti dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 Januari 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri

Bu sayekti menderita TBC


MUZHAKI HUSNIKARIM (9, Cerebral Palsy). Alamat: Jalan Jatipadang RT 9/2 Kelurahan Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Kotamadya Jakarta Selatan, DKI Jakarta.  Muzhaki menderita Cerebral Palsy sejak lahir, terlahir dengan proses operasi  saesar dan kondisinya kekurangan oksigen sehingga tidak langsung menangis. Harus menjalani perawatan didalam incubator selama 20 hari. Saat menjalani perawatan itu seharusnya Muzhaki kecil harus dilakukan pemeriksaan CT-Scan karena dokter sudah curiga kita terdapat kelainan pada syaraf Muzhaki. Tapi karena ketiadaan biaya memaksa keluarga Muzhaki untuk melakukan pemeriksaan CT-Scan ini saat usia Muzhaki telah menginjak 1 tahun. Sampai menginjak usia 1 tahun, Muzhaki kecil tidak tumbuh selayaknya anak seusianya Muzhaki mengalami keterlambatan tumbuh kembang dan ada pelemahan motorik. Sejak saat itu Muzhaki kecil harus bolak balik ke rumah sakit untuk menjalani rehabilitasi medik dan fisioterapi di RSUP Fatmawati. Alhamdulillah semua biaya sudah di-cover oleh jaminan kesehatan. Tapi untuk tindakan fisioterapi di RSUP Fatmawati sehari dibatasi untuk 8 pasien sehingga jauh-jauh hari harus mengatur jadwal. Sebagai alternative, orang tua Muzhaki melalukan fisioterapi untuk Muzhaki di Keana Centre supaya jadwal fisioterapinya tidak terlambat. Dan sekali visit dikenakan biaya 50 ribu belum lagi untuk ongkos ke rumah sakit. Orag tua Muzhaki , bapak Maulana (41) sehari-hari bekerja serabutan dengan penhasslan yang tak menentu. Sementara ibu Kuswati (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Ditengah keterbatasan yang dialami oleh bapak Maulana, beliau tetap ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga kecil ini sekaligus menyampaikan bantuan awal untuk biaya fisioterapi Muzhaki dan akomodasi ke rumah sakit. Semoga bantuan ini bisa sedikit banyak meringankan beban yang dialami keluarga Muzhaki. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 22 Januari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Rini Astuti

Mushaki menderita Cerebral Palsy


SARBINI BIN AHMAD (60, Diabetes Melitus). Alamat: Jln Kenari RT 6/4 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. pak Sarbini begitulah beliau sering disapa oleh orang-orang terdekatnya. Sejak beberapa tahun terakhir ini telah menderita Gula Darah Kering (Diabetes Melitus) yang mengakibatkan kakinya mengecil dan ini membuatnya untuk tidak bisa banyak beraktivtas. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-haripun pak Sarbini kini bergantung pada sang istri, Ibu Rusmiati (60) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci. Cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah lebih dari cukup bagi pasangan yang sudah tak muda lagi ini, padahal Pak Sarbini membutuhkan biaya untuk berobat rutin ke rumah sakit. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Sarbni dan menyampaikan santunan untuk biaya akomodasi dan memenuhi kebutuhan harian. Semoga bantuan ini bisa sedikit banyak meringankan beban yang dihadapi oleh Pak Sarbini. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 Januari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Sugiono

Bu sarbini menderita Diabetes Melitus


DALEM PANGESTU (11, Down Syndrome dan Jantung Bocor ). Alamat : Jl. Budimulia RT 10/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara. Dalem Pangestu anak ke 4 dari 5 bersaudara dari pasangan  Bapak Wiwit Nurcahyadi (48) dan Ibu Oneng Sri Wulan (46). Dalem Pangestu, sejak lahir memang sudah memiliki keterbelakangan mental, memasuki usia 1 tahun Dalem Pangestu sering mengalami demam tinggi dan kejang. Pengobatan pertama pernah dilakukan di puskesmas terdekat yang kemudian dirujuk untuk  pengobatan lanjutan ke RSUD Koja Jakarta Utara. Keterbatasan ekonomi menjadi kendala keluarga ini untuk membawa Dalem Pangestu berobat ke RSUD Koja. Bapak Wiwit Nurcahyadi yang belum memiliki pekerjaan tetap ini hanya pasrah melihat kondisi anaknya tersebut. Memasuki usia 11 tahun pengobatan kembali dilakukan, kondisi Dalem Pangestu bertambah menurun. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga sederhana ini, bantuan lanjutan untuk biaya membeli kursi roda kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 941. Kini Dalem Pangestu masih harus menjalani kontrol rutin di RSUD Koja setiap seminggu sekali. Mohon doa untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 27 Januari 2017
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @untaririri

Dalem menderita Down Syndrome dan Jantung Bocor


CASMURI BIN TANYA ( 40, Paru-paru + Infeksi Ginjal ). Alamat : Kp. Parung Belimbing, RT 2/17, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Ayah dari 2 orang anak perempuan yang masih kecil ini bekerja sebagai karyawan toko di daerah Jakarta Pusat. Awal penyakit yang diderita adalah saat dalam perjalanan pulang selepas ia bekerja, ia merasakan sakit pada bagian perut. Setelah sampai di rumah ia meminta kepada sang istri untuk membelikan jamu dan mengerok badannya yang dikira hanya masuk angin biasa. Namun keesokan harinya sakit yang dia alami makin parah, sampai-sampai dia tidak dapat bangun dari tidurnya. Melihat kondisi sang suami yang tidak berdaya, sang istri Suerni (38) meminta bantuan kepada tetangga untuk membawa Pak Muri ke rumah sakit. Setelah sampai di rumah sakit, Muri langsung mendapatkan penanganan dari dokter. Sempat menjalani perawatan selama seminggu di RSUD Depok, lalu diperbolehkan pulang karena kondisinya telah berangsur membaik. Namun, Pak Muri kini sudah tidak bisa lagi bekerja seperti dulu karena kondisinya yang belum pulih sepenuhnya. Sementara sang istri hanyalah seorang ibu rumah tangga yang fokus mengurus kedua anaknya yang masih kecil. Kini terpaksa Ibu Suerni kadang menjadi buruh cuci di sekitar tempat tinggalya, sekedar untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Pak Muri seharusny masih harus kontrol rutin ke rumah sakit, tapi karena keterbatasan biaya membuat Ibu Suerni sering terlambat membawa Pak Muri berobat. Alhamdulillah, setelah mendengar kabar tentang kondisi Pak Muri Kurir Sedekah Rombongan langsung mengunjungi Pak Muri dan menyampaikan bantuan awal untuk akomodasi ke rumah sakit dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semoga Pak Muri lekas diberi kesembuhan sehingga dapat bekerja kembali. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 27 Januari 2017
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @untaririri

Pak muri menderita Paru-paru + Infeksi Ginjal


MUHAMMAD ALDI (5, Cerebral Palsy). Alamat: Jl. Kenari 1 RT 7/4 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Muhammad Aldi atau lebih akrab disapa Aldi, oleh dokter dinyatakan menderita Cerebral Palsy sejak usia menginjak 3 bulan. Saat itu Aldi kecil mengalami demam tinggi disertai kejang, oleh orangtua Aldi, Bapak Gunawan (42) dan Ibu Nuraeni (38)  Aldi dibawa ke Puskesmas terdekat. Tapi pihak Puskesmas langsung merujuk Aldi ke RSCM. Sempat menjalani rawat inap selama seminggu Aldi bisa pulang. Dan sejak saat itu Aldi harus bolak balik RS untuk kontrol rutin. Saat Aldi menginjak usia 2 tahun, Aldi mulai menjalani fisioterapi setiap seminggu 2x di RSCM. Sementara Bapak Gunawan sehari-hari hanya bekerja sebagai tukang ojek dengan penghasilan yang tidak menentu. Ini menjadi beban tersendiri buat Bapak Gunawan. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan menyampaikan santunan dari #Sedekaholics untuk membeli susu, pampers dan akomodasi ke RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 934. Orang tua Aldi mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Kini Aldi masih terus menjalani kontrol rutin, mohon doa dari rekan-rekan untuk kesembuhan Aldi.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 20 Januari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Aldi menderita Cerebral Palsy


WARDI BIN SUPRANI (56, Paru-paru + Lemah Jantung). Alamat : Jln. Budi Mulia RT 7/4 No 26, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Kotamadya Jakarta Utara, DKI Jakarta. Pak Wardi adalah warga pendatang asal kabupaten Serang yang tinggal di Jakarta bersama anak-anaknya. Awal sakit yang diderita Pak Wardi saat beliau tiba-tiba terjatuh didepan rumah kontrakannya. Oleh warga sekitar Pak Wardi langsung dibawa ke Puekesmas terdekat, tapi dari Puskesmas langsung dirujuk ke RSUP Persahabatan. Disana Pak Wardi langsung dilakukan penanganan medis, dan diketahui jika Pak Wardi mengalami serangan jantung dan menderita Lemah Jantung. Pak Wardi cukup lama menjalani rawat inap, kemudian diperbolehkan pulang. Semenjak itu Pak Wardi tidak lagi bisa bekerja dan tulang punggung keluarga berpindah ke sang istri. Ibu Erah (50) sebelumnya adalah seorang ibu rumah tangga, tapi karena kondisi yang dialami sekarang berbeda, ibu Erah terpaksa harus bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Perjuangan yang dilakukan Ibu Erah tidaklah ringan, Ibu Erah harus banting tulang seorang diri belum lagi harus mengurus anak dan suaminya. Alhamdulillah, ditengah kondisi yang pas-pasan ini kurir Sedekag Rombongan dipertemukan dengan Ibu Erah dan menyampaikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan akomodasi ke rumah sakit. Pak Wardi dan Ibu Erah menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang teah diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 27 januari 2017
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @untaririri

Pak warni menderita Paru-paru + Lemah Jantung


ANITA AGUSTINA (42, Ginjal). Alamat: Jalan Bintara I No. 29 RT 12/2, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Provinsi Kota Bekasi. Ibu Anita seorang ibu rumah tangga yang mempunyai 3 anak yang masih bersekolah. Sejak bulan November 2016 beliau didiagnosis mengidap penyakit ginjal. Awalnya Bu Anita mengeluhkan sakit dibagian pinggang. Ibu Anita memeriksa ke klinik dekat rumahnya. Merasa sakitnya tak kunjung reda dan malah semakin menjadi, akhirnya beliau memutuskan untuk diperiksakan ke Rumah Sakit Persahabatan dan dirawat selama 9 hari kemudian kembali ke rumah. Setelah seminggu kemudian Bu Anita makin drop dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat yaitu Rumah Sakit Islam Pondok Kopi. Meskipun belum sembuh sempurna, Ibu Anita dan keluarga memutuskan untuk kembali kerumah karena kekurangan biaya. Ibu Anita mempunyai jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 2 yang masih mempunyai tunggakan. Suaminya yang bernama ADE ARSUDIN (43) hanya bekerja serabutan yang seringkali sebagai kuli panggul di pasar yang berpenghasilan tidak menentu dan kurang mencukupi untuk keluarga serta membiayai ketiga anaknya yang masih bersekolah. Atas izin Allah SWT, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Anita dan menyampaikan santunan awal untuk biaya transportasi dan akomodasi. Ibu Anita dan suaminya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Ibu Anita dapat pulih dan sehat kembali seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-.
Tanggal : 23 Januari 2017
Kurir : @wirawiry @nurfahmadini @untaririri

Bu anita menderita Ginjal


MADI JAYA (47, Stroke). Alamat: Jl. Hidup Baru RT 6/4 Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Kotamadya Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. pak Madi, begitulah bapak 3 orang anak ini sering dipanggil oleh oaring-orang disekitar tempat tinggalnya. Pagi itu Pak Madi saat bangun tidur merasakan pusing hebat dan tangan serta kakinya tiba-tba lemas hingga susah untuk digerakkan. karena khawatir, istri Pak madi (Ibu Eni, 44) membawa Pak Madi ke klinik terdekat dengan dibantu oleh tetangga rumah. Dokter di klinik tersebut mengatakan jika Pak Madi mengalami gejala stroke. Pak MAdi yang sehari-hari memang sudah tidak bekerja ini, untuk memenuhi kebutuhan hariannya harus dibantu oelh sang istri. Sehingga selain menjadi tulang punggung keluarga Ibu Eni juga harus emrawat sang suami, yang sampai sekrang ini kondisinya belum normal kembali. Alhamdulillah, setelah mendapat kabar tentang kondisi Pak MAdi kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi rumahnya dan menyamaikan bantuan awal untuk berobat ke klinik dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Jumlah bantuan; Rp. 500.000,-
Tanggal: 30 Januari 2017
Kurir: @wirawiry @endangnumik @untaririri

Pak madi menderita Stroke


AGUSTINI NURMAN (35, Tumor Pipi). Alamat: Talang Batu RT 1/1, Kabupaten Mesuji, Lampung. Agustini  adalah pasien dampingan #SedekahRombongan asal Lampung yang tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta sejak 2012 lalu. Istri dari bapak Nurman ini, sejak tahun 2008 terkena Tumor Lunak Pipi kanannya. Sempat menjalani pengobatan di RS Abdoel Moeloek Lampung, tapi karena terkendala fasilitas akhirnya dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Dengan berbekal seadanya Ibu Agustini saat itu berangkat ke Jakarta bersama dengan suaminya. Suaminya, bapak Nurman (38) adalah seorang nelayan, tapi semenjak menemani istrinya berobat di Jakarta, beliau tidak lagi bekerja. Di RSCM, Ibu Agustini sudah menjalani 3 kali proses operasi dengan menggunakan fasilitas Jamkesmas. Penyakitnya belum sembuh total, Ibu Agustini masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan tindakan operasi lagi untuk rekonstruksi hidungnya. Alhamdulillah,  #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya operasional mereka selama berobat di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 935. Kini ibu Agustin masih harus menjalani kontrol rutin di Poli Bedah Plastik RSCM dan menunggu jadwal operasi yang selanjutnya. Semoga proses pengobatan yang akan dijalani Ibu Agustini diberi kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 17 Januari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Bu agustini menderita Tumor Pipi


SUDIRMAN BIN TAMBASAH (60, Lumpuh + Susp. Stroke). Alamat : Dusun Abadi, RT 2, Kecamatan Sebatik Induk, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Pak Sudirman menderita sakit, hampir setahun ia tidak bisa berjalan dan hanya dapat terbaring di tempat tidur. Pak Sudirman sudah berobat ke RSUD Nunukan setiap 2 minggu, ia harus kontrol ke dokter saraf tetapi keluarga sudah tidak memiliki biaya untuk transportasi dan kini lebih memilih menggunakan obat kampung. Kondisi ekonomi keluarga Pak Sudirman semakin memprihatinkan sejak ia sakit. Kini sumber penghasilan didapat dari istrinya, Rahmantia (44), yang bekerja sebagai buruh kasar pasir pantai dengan penghasilan hanya 20 ribu rupiah per hari, itu pun jika tidak sedang musim hujan. Pak Sudiman dan Ibu Rahmantia memiliki tanggungan 3 orang anak yang masih bersekolah dan balita. Pak Sudirman kini sering mengeluh sakit pada lututnya hingga tidak bisa berjalan, aktivitas sehari – hari pun harus dibantu keluarga. Pak Sudirman memiliki JKN – KIS PBI, namun biaya transportasi ke fasilitas kesehatan tetap terasa berat baginya. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Pak Sudirman, bantuan awal pun diberikan untuk biaya akomodasi berobat ke Puskesmas atau rumah sakit. Semoga dengan bantuan ini Pak Sudirman lebih semangat berikhtiar menjemput kesembuhannya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000.-
Tanggal : 20 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @rintawulandari Aisah @ririn_restu

Pak sudirman menderita Lumpuh + Susp. Stroke


MASTUR BINTI MADENAN (68, Asma). Alamat : Jalan Sutra, RT 8/3, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Menurut cerita anak Nenek Mastur yang tinggal bersamanya, Nenek Mastur sudah lama menderita penyakit sesak napas. Sesak napas yang dideritanya semakin parah karena ia jarang berobat, ia semakin kesulitan bernapas jika terkena asap. Keseharian Nenek Mastur dalam mencukupi kebutuhan hidup adalah dengan menjadi tukang urut, pelanggannya biasa mendatangi atau memanggilnya ke rumah. Meski sudah tua ia masih harus mencari uang karena anaknya hanya seorang tukang bangunan yang kehidupan ekonominya juga pas-pasan. Keterbatasan ekonomi itu juga lah yang membuat Nenek Mastur tidak pernah berobat walaupun hanya ke Puskesmas terdekat. Ia pun belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Kondisi Nenek Mastur sempat parah hingga dibawa ke rumah sakit pada 2 Januari 2017, saat itu ia menghirup asap kembang api yang banyak dinyalakan pada perayaan malam tahun baru. Kurir Sedekah Rombongan bersyukur bisa bertemu dengan Nenek Mastur dan dapat memberikan bantuan untuk pengobatan selanjutnya dan pembuatan JKN – KIS. Saat ini kondisi Nenek Mastur membaik walau ia masih sulit makan. Nenek Mastur sangat senang bertemu dengan kurir Sedekah Rombongan dan berdoa semoga Sedekah Rombongan semakin menebar kebaikan dalam membantu yang membutuhkan dan terus maju, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 29 Januari 2017
Kuris : @arfanesia @indapras @ririn_restu

Nek mastur menderita Asma


MUHAMAD BUJANG P (58, Asma). Alamat : Jalan Sutra, RT 8/3, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Pak Bujang, biasa ia disapa, menderita sesak napas sejak tahun 2002, ia pernah memeriksakan kesehatannya dan didiagnosis menderita asma. Keterbatasan dana dan kurangnya informasi jenjang pengobatan membuat Pak Bujang tidak melanjutkan pengobatan hingga saat ini. Pak Bujang bekerja mengandalkan keahliannya bertukang, namun penghasilannya tak menentu hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari, itu pun tergantung bila ada orang yang membutuhkan jasanya. Istri Pak Bujang membantu mencari uang dengan menjadi buruh cuci dengan gaji Rp200.000,- per bulan. Mereka masih memiliki tanggungan 2 orang anak yang masih bersekolah : anak sulung duduk di bangku kelas 9 SMP swasta, dan anak ke-2 duduk di kelas 6 SD. Pak Bujang adalah seorang ayah yang bertanggung jawab pada keluarga, ia tetap bekerja walau sering sakit-sakitan. Jika bekerja terlalu keras Pak Bujang sering mengalami demam dan asmanya kambuh, bahkan pernah hingga muntah darah. Ekonomi keluarga yang sulit membuat Pak Bujang enggan berobat ke rumah sakit. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguknya, Pak Bujang tidak ada di rumah dan sedang menjalani pengobatan alternatif di kampungnya. Kurir Sedekah Rombongan kembali  mengunjunginya dan menganjurkan Pak Bujang untuk berobat di rumah sakit. Saat ini sedang diusahakan pembuatan JKN – KIS untuk Pak Bujang dan keluarga, dengan harapan Pak Bujang semakin sehat dan mudah untuk berobat nantinya. Bantuan pun diberikan untuk pembuatan JKN – KIS dan operasional berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Januari 2017
Kurir : @arfanesia @indapras @ririn_restu

Pak bujang menderita Asma


ACEP KARSA (62, TB Paru + Liver). Alamat : Kp.Muncul, RT 11/3, Kel.Setu, Kec.Setu, Kota Tangerang Selatan, Prov.Banten. Satu tahun lamanya Pak Acep tidak dapat melakukan aktivitasnya sebagai tukang ojek pangkalan. Kini ia hanya dapat terbaring di tempat tidur karena penyakit liver dan TB Paru yang dideritanya. Ayah dari 4 orang anak ini hanya bisa pasrah, ia masih terus menjalani rawat jalan di RSUD Tangerang Selatan. Beberapa hari terakhir kondisi tubuh Pak Acep menurun hingga dilarikan ke RSUD, namun karena keterbatasan alat ia dirujuk ke rumah sakit swasta. Ketiadaan biaya membuat keluarga meminta Pak Acep dipulangkan  setelah 1 minggu dirawat di rumah sakit swasta tersebut. Kondisi Pak Acep kini semakin memprihatinkan karena sudah tidak bisa lagi mendapatkan asupan makanan langsung meski keluarga sudah memaksanya untuk makan. Tubuhnya semakin lemas dan ia hanya dapat terbaring di kasur lusuhnya. Menurut istrinya, Yanih (51) dan anak bungsunya, Anto (26), kerap kali Pak Acep merintih kesakitan setiap tengah malam dan mengeluh dadanya sesak saat bernapas. Ibu Yanih kebingungan karena keluarga tak memiliki uang untuk pengobatan Pak Acep meski biaya pengobatan di RSUD Tangerang Selatan gratis dengan menggunakan KTP atau KK. Ibu Yanih kini harus rela menggantikan suaminya mencari nafkah dengan menjadi kuli cuci namun penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari – hari. Kondisi keuangan anak – anaknya pun tak jauh berbeda, mereka tak memiliki cukup uang untuk pengobatan ayah mereka. Kurir Sedekah Rombongan yang menjenguk Pak Acep di rumahnya merasakan kesulitan yang dialami keluarga Pak Acep. Bantuan awal pun diberikan untuk operasional berobat jalan. Ucapan terima kasih disampaikan keluarga Pak Acep dan semoga Pak Acep bisa segera sembuh dari penyakitnya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11Januari 2017
Kurir : @nurmanmlana usman @ririn_restu

Pak acep menderita TB Paru + Liver


ISAH BINTI MUHAMMAD (73, Lumpuh + Alergi Kulit). Alamat : Kp. Sampangbitung, RT 2/3, Desa Jiput, Kec. Jiput, Kab. Pandeglang, Prov. Banten. Mbok Isah adalah seorang pekerja keras, ia hanya hidup berdua dengan anak tunggalnya karena suaminya telah berpulang keharibaan sang pencipta sekitar 10 tahun yang lalu. Sebelumnya Mbok Isah masih bisa bekerja di ladang, namun sejak tahun 2015 ia terserang stroke yang membuat seluruh badannya tidak bisa digerakan sama sekali. Makan pun hanya bisa memakai infusan yang diberikan oleh bidan di desanya. Mbok Isah sebetulnya tidak punya riwayat darah tinggi, tetapi entah mengapa tiba-tiba tensinya sangat tinggi hingga menyebabkan stroke. Setelah setahun berlalu kini Mbok Isah sudah bisa makan dan menggerakan separuh badannya dari pusar sampai ke kepala, tetapi dari pusar sampai ke kaki tidak bisa digerakkan sehingga ia tidak bisa melakukan aktivitas seperti sedia kala. Mbok Isah hanya bisa berobat ke bidan yang ada di desanya karena akses dan uang yang dimilikinya sangat terbatas. Saat ini Mbok Isah  hanya bisa pasrah dengan penyakitnya. Kondisinya semakin memprihatinkan karena ia sering mengalami gatal-gatal pada kulitnya hingga terjadi peradangan. Kini Mbok Isah tidak bisa melakukan banyak aktivitas selain duduk dan tidur di tempat tidurnya. Perawatannya pun hanya dilakukan ala kadarnya oleh putra semata wayang yang sampai sekarang belum menikah karena ingin merawat sang ibu. Kendala yang dihadapi Mbok Isah saat ini adalah ia tidak punya biaya untuk berobat karena penghasilan anaknya yang bekerja sebagai buruh tani jauh dari kata cukup, itupun jika ada yang memintanya bekerja. Ia pun belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Selain itu, akses yang cukup jauh menuju rumah sakit dan keterbatasan transportasi membuat Mbok Isah tidak mendapat perawatan yang maksimal. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Ibu Isah dan anaknya, bantuan awal pun disalurkan untuk membantu biaya berobat. Semoga Ibu Isah bisa sehat kembali seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Januari 2016
Kurir : @nurmanmlana @ratuditta @ririn_restu

Bu isah menderita Lumpuh + Alergi Kulit


KANAYA PRADITA HASIBUAN (27, TB Paru + Infeksi Ginjal + Penurunan Kekebalan Tubuh). Alamat : Jln. Ciledug Raya, RT 1/4, Kel. Petukangan Utara, Kec. Pesanggrahan, Kota Jakarta Selatan, Prov. DKI Jakarta. Di usianya yang masih muda Kanaya sudah menderita komplikasi berbagai penyakit. Tubuhnya sangat kurus dan sudah sulit berjalan sehingga harus menggunakan kursi roda. Kanaya menderita sakit sejak 7 tahun yang lalu namun tidak pernah ia obati dengan maksimal hingga sakitnya semakin parah dan menjalar ke berbagai organ tubuhnya. Kini Kanaya dirawat oleh kakanya, Raya, yang sebelumnya terpisah lama sejak mereka masih kecil. Kakaknya tak lagi memiliki pekerjaan karena tak bisa meninggalkan Kanaya di kamar kos yang kini sulit dibayarkan uang sewanya. Beberapa satpam di sebuah rumah sakit di Jakarta yang merupakan tetangga kos mereka bahu – membahu mengumpulkan uang untuk membantu kebutuhan sehari – hari Kanaya beserta kakaknya. Kanaya berobat di poli penyakit dalam RSUD Pasar Minggu Jakarta menggunakan JKN – KIS kelas III, kondisi kesehatannya semakin menurun dan emosinya terkadang tidak stabil. Kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk operasional berobat dan membeli kebutuhan sehari – hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Januari 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Kanaya menderita TB Paru + Infeksi Ginjal + Penurunan Kekebalan Tubuh


ALFAN KURNIAWAN (1, Celebral Palsy). Alamat : Kapuk Pulo, RT 10/2, Kel. Kapuk Cengkareng, Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Prov. DKI Jakarta. Alfan anak sulung dari pasangan Bu Sani (22) dan Pak Iwan (23) yang bekerja sebagai buruh harian lepas. Sejak lahir Alfan sudah terdiagnosis Celebral Palsy dan sampai saat ini ia berobat di RSUD Cengkareng. Alfan sering kejang-kejang disertai melemasnya badan dan otot-otot. Di usianya yang hampir 2 tahun Alfan hanya terbaring lemas, berat badan kurang dan cenderung gizi buruk. Alfan berobat menggunakan JKN – KIS kelas 3, namun orang tua Alfan kesulitan untuk ongkos ke RSUD dan untuk membeli susu karena penghasilan Pak Iwan yang tidak mencukupi untuk keperluan Alfan. Belakangan ini Alfan sering kejang – kejang dan panas tinggi dalam waktu yang cukup lama bahkan hingga harus dirawat. Beberapa waktu lalu Alfan menjalani pemeriksaan CT-Scan atas rujukan dokter untuk mengetahui kenapa ia sering mengalami demam mendadak dan kejang hingga tak sadarkan diri. Beberapa waktu lalu Alfan dirawat di RSUD Cengkareng karena kejang dan demam tinggi. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli susu dan operasional berobat ke RSUD Cengkareng. Sebelumnya Alfan dibantu pada Rombongan 930.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Januari 2016
Kurir : @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Alfan menderita Celebral Palsy


MARWAH HABIBATUN NISA (6, Hidrosefalus). Alamat : Jln. BGN 3, RT 7/2 Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat. Marwah adalah anak dari pasangan Bu Jamilah (30) dan Pak Asep (40) yang keseharianya berdagang tahu di Pasar Cengkareng. Marwah terlahir sehat, namun saat berusia 3 bulan ia sama sekali tidak bisa menangis hingga akhirnya dibawa ke RSUD Cengkareng dan didiagnosis ada cairan berlebih di otak yang disebabkan oleh sepsis atau infeksi. Sampai saat ini Marwah sudah menjalani 3 kali operasi pemasangan selang di kepala untuk mengeluarkan cairan di kepalanya. Pak Asep sangat kebingungan untuk operasional berobat Marwah meski sudah menggunakan KIS, karena penghasilannya hanya bisa untuk makan dan membayar sewa rumah saja. Orang tua Marwah berkonsultasi pada dokter spesialis orthopedi di RSCM atas rujukan dokter rehabmedis RSUD Cengkareng, dokter menyatakan ada kelainan pada tulang panggul Marwah sehingga menyebabkan kakinya memiliki ukuran yang tak sama. Dokter RSCM menyarankan untuk segera dioperasi namun atas berbagai pertimbangan orang tua Marwah menolak saran tersebut dan memilih jalan fisioterapi dan pijat syaraf. Saat ini Marwah masih menjalani fisioterapi rutin dan diharuskan menggunakan sepatu AFO untuk kebutuhan fisioterapinya. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat rutin dan uang muka membeli sepatu AFO. Sebelumnya Marwah telah dibantu pada Rombongan 929.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 6 Januari 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Marwah menderita Hidrosefalus


YANI BINTI ADJAN (50, Glaucoma). Alamat : Jln. Ukir Dalam, RT 6/13, Kec. Cengkareng Timur, Kota Jakarta Barat, Prov. DKI Jakarta. Bu Yani berasal dari keluarga yang kurang mampu, ia tinggal di kontrakan sepetak bersama sang ayah yang sudah sangat sepuh, Pak Adjan (80). Sejak 3 tahun lalu, kedua mata Bu Yani memerah, ia lalu berobat ke Puskesmas dan langsung dirujuk ke RSUD Cengkareng untuk memastikan penyakit apa yang dideritanya. Setelah beberapa kali berobat di RSUD akhirnya ia didiagnosis menderita Glaucoma. Bu Yani kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Bu Yani berobat dengan menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Bu Yani tidak bekerja, ia pun belum menikah. Selama ini ia dibantu oleh tetanganya. Kondisi saat ini Bu Yani sama sekali tidak bisa melihat dan tumbuh benjolan di bagian leher yang belum pernah ia periksakan. Pengobatan untuk matanya pun sempat tertunda karena tidak memeliki uang untuk ongkos ke RSCM. Setelah menjalani pengobatan di RSCM, Bu Yani memutuskan untuk berobat secara alternatif, namun karena ketiadaan biaya pengobatannya terhenti. Bu Yani kembali menjalani pengobatan secara herbal yang sebelumnya pernah dijalaninya. Hasilnya berdampak baik pada benjolan di lehernya, ia sudah tidak lagi merasakan nyeri. Meski sudah tidak dapat melihat, Bu Yani pasrah namun tidak berputus asa. Ia tetap menjalani aktivitasnya meski dengan kondisi terbatas. Alhamdulillah tetangganya memberi pekerjaan dan hasilnya dapat ia gunakan untuk kebutuhan sehari – hari. Bu Yani kembali berobat ke Puskesmas dengan harapan ada kabar baik untuk matanya, namun dokter tetap menyatakan penyakit glaucoma yang dideritanya sudah tidak dapat disembuhkan. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat, membayar kontrakan dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebelumnya Bu Yani dibantu pada Rombongan 929.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 6 Januari 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abudullahicall @ririn_restu

Bu yani menderita Glaucoma


MISKA AULIA (3, Rubella Kongenital Syndrom + Penyakit Jantung Bawaan VSD). Alamat : Kapuk Pulo, RT 6/10, Kel. Kapuk, Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Prov. DKI Jakarta. Anak ke-3 dari pasangan Pak Saripudin dan Ibu Musripah ini mengalami Rubella Kongenital Syndrom yang menyebabkan kecacatan lahir. Ia menderita kelainan pada mata kanannya yang didiagnosis katarak. Selain itu ia juga menderita kelainan jantung bawaan VSD ( Ventrikel Septal Defect) atau yang seringkali disebut jantung bocor. RSUD Cengkareng tempat awal Miska berobat merujuknya ke RS Harapan Kita Jakarta. Di RS Harapan Kita dilakukan kateterisasi untuk persiapan operasi bedah thorax yang masih dalam penjadwalan. Sambil menunggu jadwal operasi, Miska dirujuk ke RSCM untuk pemeriksaan penunjang penyakit kataraknya. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dinyatakan Miska memerlukan lensa mata yang tidak dicover BPJS. Alhamdulillah Miska dapat memiliki lensa mata tersebut dan kini sudah bisa bermain seperti anak-anak lainya. Saat ini Miska masih menunggu jadwal untuk tindakan operasi jantungnya. Miska telah menjalani beberapa kali sesi terapi wicara di RSUD Cengkareng dan kini ia sudah mulai bisa mengenali bunyi dan suara. Miska juga masih harus menjalani kontrol rutin untuk penanganan matanya dan berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir dokter menyatakan katarak pada kanannya kembali muncul sehingga harus dioperasi lagi. Wajah Miska sering pucat karena penyakit jantung yang diidapnya, namun ia mengalami perkembangan pendengaran yang baik karena ibunya rutin membawanya terapi. Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Sebelumnya Miska di bantu pada Rombongan 929.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Januari 2017
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Miska menderita Rubella Kongenital Syndrom + Penyakit Jantung Bawaan VSD


REZA AFIF FIRDAUS (1, Tumor Ganas Testis). Alamat : Pedongkelan Depan No. 36, RT 4/6, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Reza adalah anak dari Pak Drajad (43) yang keseharianya berjualan bubur dan Ibu Jarwi (32) yang keseharianya mengurus Reza yang tengah sakit. Sejak bayi Reza sudah mengidap penyakit tumor testis. Kondisi tersebut membuat kedua orang tua Reza kebingungan, namun mereka tetap bersemangat mendampingi anaknya yang harus berobat ke RSUD Cengkareng dan RSCM Jakarta. Jika sedang mendampingi Reza berobat, Pak Drajad terpaksa tak berjualan padahal ia masih harus memenuhi kebutuhan kedua kakak Reza yang masih sekolah. Reza masih harus menjalani kemoterapi, namun pasca tindakan kemoterapi ia sering merasakan mual dan susah makan sehingga berat badannya turun. Dokter menyarankan untuk minum susu khusus penambah berat badan, karena jika berat badan Reza turun daya tahan tubuhnya pun akan menurun dan dikhawatirkan sel kanker yang sudah mulai jinak menjadi ganas kembali. Reza masih harus menjalankan kemoterapi sebanyak 6 sesi lagi. Pasca kemo banyak efek samping yang dirasakan Reza, selain kulitnya yang menghitam, berat badannya juga menurun drastis dan terus – menerus merasakan mual. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat ke RSCM Jakarta dan membeli susu penambah berat badan. Sebelumnya Reza dibantu pada Rombogan 929.

Jumlan Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Januari 2017
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Reza menderita Tumor Ganas Testis


NATHAN LEVINE SUWANTO (2, Bocor Jantung). Alamat : Jln. Ukir Dalam No. 54, RT 6/13, Pedongkelan Depan, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Prov. DKI Jakarta. Nathan adalah anak pertama dari Bu Sisca (28) dan Pak Wawan (30) yang bekerja sebagai supir pribadi. Sejak Nathan lahir sudah ada kelainan pada hidungnya dimana warna hidungnya terlihat kebiru-biruan tidak seperti bayi pada umumnya. Nathan didiagnosis menderita kelainan jantung dan berobat di RSCM Jakarta. Kekurangan gizi membuat tumbuh kembang Nathan terhambat : ia belum bisa berjalan, berbicara dan mendengar. Nathan kini menggunakan alat bantu dengar dan masih harus menjalani terapi. Ia sudah dapat berdiri tegak dan mendengar lebih baik namun masih harus belajar berjalan. Nathan masih menjalani fisioterapi agar tumbuh kembangnya dapat maksimal. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk oerasional berobat di RSUD Cengkareng. Sebelumnya Nathan dibantu pada Rombongan 929.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Januari 2017
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Nathan menderita Bocor Jantung


HARUN AL- RASYID (9, Celebral Palsy). Alamat : Jalan H Jairi, RT 5/2, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Harun anak pertama dari Bu Samidah (46) yang bekerja sebagai tukang jahit dan Pak Mujiono (47) yang tidak bisa bekerja karena kendala fisik yang sudah tidak mendukung. Saat berusia 2 bulan Harun sakit demam, kejang kemudian dirawat di rumah sakit. Hingga saat ini, Harun masih sering mengalami kejang sehingga mengakibatkan tubuhnya lemas dan tidak dapat melakukan aktivitas layaknya anak seusianya. Di usianya kini ia hanya bisa berguling dan semua aktivitas tergantung pada ibunya. Harun berasal dari keluarga yang kurang mampu, ia pun berobat menggunakan KIS kelas III. Meski telah berobat menggunakan KIS, orang tua Harun terkendala biaya transportasi untuk fisioterapi rutin di RSUD Cengkareng. Harun tidak patah semangat dalam menjalani pengobatan. Ia rela harus mengantri sejak subuh hari setiap hari Senin demi menjemput kesembuhan. Meskipun entah sampai kapan Harun harus menjalani pengobatan, orang tua Harun tetap percaya akan mukzizat Allah atas usaha yang telah mereka lakukan. Fisioterapi dan vitamin stimulasi otak yang sangat dibutuhkan Harun agar kondisi kesehatannya selalu ada perkembangan yang baik. Harun dirujuk ke RSCM Jakarta untuk melakukan pemeriksaan EEG untuk memastikan penyebab kejang – kejangnya. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan terapi rutin. Sebelumnya Harun dibantu pada Rombongan 929.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal : 6 Januari 2017
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Harun menderita Celebral Palsy


SULIYEM BIN SUKMO (53, Asma + Darah Tinggi). Alamat : Kampung Apung, RT 9/2, Kelurahan Pondok Jagung 2, Kecamatan Kalideres, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Ibu Suliyem yang biasa dipanggil Bu Iyem ini adalah seorang janda dengan satu anak, Yanto (26). Beberapa tahun yang lalu suami Bu Iyem meninggal dunia karena sakit. Saat ini ia tinggal berdua dengan Yanto di kontrakan sepetak. Bu Iyem bekerja sebagai pembantu rumah tangga di daerah Kalideres, hanya saja ia sudah tidak bisa bekerja lagi karena menderita asma akut dan darah tinggi. Penyakit asma yang dideritanya sudah sangat parah sehingga ia sering tiba-tiba merasa sesak dan lemas. Bu Iyem juga sering mengeluh sakit kepala. Berbekal kartu KIS PBI dari pemerintah, Yanto membawa Ibunya berobat ke Puskesmas Pesakih di dekat rumahnya, namun karena peralatan yang kurang memadai ia dirujuk ke RSUD Cengkareng yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya. Bu Iyem sempat dirawat dan ia menjalani berbagai pemeriksaan medis sehingga diketahui sakit kepala yang diderita Bu Iyem akibat penyakit darah tinggi yang beresiko terjadi serangan stroke dan gagal jantung. Setelah kondisinya membaik, Bu Iyem berobat jalan dan diberi beberapa obat, salah satunya obat darah tinggi yang harus diminum setiap hari. Belakangan ini Bu Iyem sering tiba-tiba sesak hingga tubuhnya menggigil. Mengingat RSUD yang letaknya lumayan jauh, dokter menyarankan untuk menyediakan tabung oksigen di rumah untuk berjaga-jaga ketika sesak napas Bu Iyem kambuh. Hal tersebut juga dikarenakan Yanto tak dapat terus menemani Bu Iyem di rumah karena harus bekerja. Penghasilan Yanto sebesar Rp. 850.000,- per bulan hanya bisa untuk membayar kontrakan dan makan sehari-hari sehingga tidak bisa membeli tabung oksigen tersebut. Alhamdulillah setelah diberikan bantuan tabung oksigen oleh SedekahRombongan, kondisi Bu Iyem semakin membaik. Sebelumnya ia hanya dapat berbaring dengan sesak napas kini ia sudah dapat duduk. Raut mukanya pun terlihat lebih segar, namun ia masih harus tetap menjalani kontrol rutin untuk mengevaluasi penyakit darah tingginya yang membuat tangan kanannya sering kaku dan sulit digerakkan. Sebulan sekali Bu Iyem berobat ke RSUD untuk kontrol rutin dan mengambil obat darah tingginya.  Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan untuk biaya operasional dan membeli obat. Sebelumnya Bu Iyem telah dibantu pada Rombongan 929.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 6 Januari 2017
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Bu suliyem menderita Asma + Darah Tinggi


UMI ALFIAH (36, Tumor Pembuluh Darah pada Mata). Alamat : Jln. Ukir Dalam No. 53, RT 6/13, Pedongkelan Depan, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat. Sejak 2011 lalu, terdapat benjolan pada mata  kiri Bu Umi. Dari hasil CT-Scan RSCM Jakarta Bu Umi didiagnosis menderita tumor pembulu darah. Sebelumnya, Bu Umi berdagang sayuran di pasar, namun karena mudah lelah kondisinya sering menurun akhirnya ia tidak bisa lagi berdagang. Sudah beberapa bulan ini ia mengandalkan bantuan dari saudara-saudaranya di kampung dan tetangganya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia pun sempat mengalami depresi karena beberapa bulan yang lalu suaminya meninggal dunia. Ia kebingungan bagaimana menafkahi keempat anaknya dalam kondisi sakit seperti ini. Ia pun sering kebingungan untuk membayar kontrakan karena sudah tidak lagi berdagang. Bu Umi mendapatkan jadwal operasi mata pada 1 Januari 2017. Kondisi Bu Umi sering tidak sabil, jika terlalu lelah ia merasakan nyeri pada kelopak matanya. Saat berobat di RSCM Jakarta dan menanyakan kepastian jadwal operasi, Bu Umi berdiskusi dengan dokter dan dokter menyatakan operasinya terpaksa diundur beberapa minggu lagi karena operasi yang akan dilakukan adalah operasi besar dan bersiko tinggi sehingga masih ada pemeriksaan lanjutan yang harus dijalani Bu Umi.  Saat ini Bu Umi menunggu hasil perundingan dokter spesialis untuk tindakan operasi matanya. Sebelumnya dari hasil pemeriksaan kontrol rutin, diketahui tumor di pembuluh mata Bu Umi sudah masuk stadium 2. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan membeli kebutuhan sehari – hari. Sebelumnya Bu Umi dibantu pada Rombongan 929.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Januari 2017
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abudullahicall @ririn_restu

Bu umi menderita Tumor Pembuluh Darah pada Mata


MUHAMMAD NAUFAL NAIL (8, Tumor Ganas di Perut). Alamat : RT 3/1, Desa Sokaraja Kulon, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dik Naufal mulai tidak bisa buang air besar dan air kecil pada Mei 2016. Setelah diperiksakan ke Rmah Sakit Umum (RSU) Banyumas ternyata ditemukan ada benjolan tumor di perut. Ia kemudian menjalani operasi di RSU Banyumas. Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Kini Dik Naufal sudah menjalani 2 kali kemoterapi dan masih melanjutkan pengobatan tersebut di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sardjito. Dik Naufal adalah putra dari pasangan Bapak Riswanto (46) dan Ibu Nurjaenah (49). Bapak Riswanto adalah mantan supir di Arab Saudi (Tenaga Kerja Indonesia) dan sekarang tidak bekerja, sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Keluarga mereka sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Biaya pengobatan dik Naufal dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun pengobatannya masih terkendala biaya transportasi dan akomodasi ke Yogyakarta. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Naufal. Santunan diberikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi ke RSUD Sardjito selama pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @misterrmoo @ajiprst @paulsyifa

Naufal menderita Tumor Ganas di Perut


NINDYA DITANTIANA (29, Tumor Payudara Kiri). Alamat : Jl. Pahlawan, Gang 4, RT 1/4, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala penyakit yang diderita Nindya berawal saat muncul benjolan di payudara kirinya. Ia pun segera memeriksakan diri ke Rumah Sakit (RS) Wiradadi Husada. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Nindya menderita tumor di payudara kirinya. Dokter pun menyarankan agar ia segera menjalani operasi. Nindya menjalani operasi pengangkatan tumor pada awal Januari 2017 di RS Wiradadi Husada. Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan kini ia dalam tahap pemulihan pasca operasi. Nindya bekerja sebagai karyawan di sebuah klinik. Ia tinggal bersama kedua orang tuanya, Budi Cahyono (59) dan Hendri Harsini (58). Keduanya tidak bekerja. Penghasilan Nindya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya. Biaya pengobatannya dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS non PBI kelas II yang dimilikinya. Namun ia masih harus mencari dana untuk biaya obat yang tidakdijamin BPJS dantransportasi selama berobat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nindya sehingga dapat menberikan santunan untuk membantu biaya obatdantransportasi. Semoga pengobatan Nindya berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 3 Januari 2017
Kurir : @arfanesia @misterrmoo Puspita @paulsyifa

Nindya menderita Tumor Payudara Kiri


HENDRI HARSINI (58, Stroke). Alamat : Jl. Pahlawan, Gang 4, RT 1/4, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sejak tahun 2013, Ibu Hendri menderita stroke karena adanya penyumbatan pembuluh darah yang menyebabkan gangguan pada sistem syaraf tubuhnya. Sejak saat itu, kedua kaki beliau lumpuh sehingga tidak dapat berjalan. Kini beliau menjalani kontrol rutin di Rumah Sakit Banyumas. Ibu Hendri adalah istri dari Budi Cahyono (59). Sebelum sakit, Ibu Hendri adalah seorang guru di Sekolah Luar Biasa (SLB). Bapak Budi kini tidak bekerja. Biaya hidup sehari-hari keluarga ini hanya mengandalkan penghasilan dari anak perempuannya, Nindya (29) yang bekerja di sebuah klinik. Namun kini Nindya juga sedang sakit, sehingga kebutuhan mereka semakin besar. Biaya pengobatan Ibu Hendri dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS non PBI kelas II yang dimilikinya. Namun beliau kesulitan mencari dana untuk biaya obat yang tidak dalam jaminan BPJS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Hendri. Santunan dari sedekaholics diberikan untuk membantu biaya obat yang tidak dalam jaminan BPJS. Semoga pengobatan Ibu Hendri dapat berjalan lancar dan beliau segera diberi kesembuhan agar dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Januari 2017
Kurir : @arfanesia @misterrmoo Puspita @paulsyifa

Bu hendri menderita Stroke


PROS EKAWATI (35, Kanker Mata Kiri). Alamat : Jl. Kalibener, Gang 2, RT 4/2, Kelurahan Kranji, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala penyakit Ibu Pros berawal pada tahun 2012. Awalnya, tumbuh benjolan di mata kirinya. Benjolan tersebut kian membesar dan mengganggu pengelihatan Ibu Pros. Setelah memeriksakan diri ke Rumah Sakit (RS) Banyumas, dokter mendiagnosis Ibu Pros mengidap kanker mata stadium 4 sehingga beliau harus melanjutkan dan menjalani serangkaian pengobatan di RS Sarjito. Ibu Pros kembali mengungkapkan kesedihannya saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Penghasilan keluarga Bu Pros hanya mengandalkan suaminya, Selfanes (40) yang bekerja sebagai karyawan di suatu toko. Penghasilannya yang kecil hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari dan biaya sekolah 3 orang anaknya. Biaya pengobatan Bu Pros dapat dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun ada obat yang tidak termasuk dalam tanggungan BPJS, sehingga beliau harus mengupayakan dana untuk memenuhi biaya tersebut. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dihadapi Ibu Pros, santunan kembali disampaikan untuk membantu biaya obat yang tidak dalam jaminan BPJS. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 935. Alhamdulillah pengobatan Ibu Pros berjalan lancar. Kini Ibu Pros melanjutkan pengobatan di RS Margono dengan menjalani radioterapi sebanyak 35 kali. Semoga Ibu Pros segera diberikan kesembuhan sehingga dapat beraktivitas seperti semula. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Januari 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @menttariii @paulsyifa

Ibu pros menderita Kanker Mata Kiri


MARYATI BINTI KARMADI (71, Gangguan Kejiwaan). Alamat : RT 5/3, Desa Grecol Tegal Sari, Kecamatan Kalimanah Wetan, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Nenek Maryati menderita gangguan kejiwaan sejak Juli 2014. Beliau sering kali mengingat kejadian yang terjadi semasa kerjanya dan berbicara sendiri. Beliau juga mengalami beberapa gangguan kesehatan. Matanya sakit dan kakinya sulit untuk berjalan namun beliau tetap ingin berjalan-jalan terus sehingga kakinya banyak luka karena sering jatuh. Kini beliau menjalani pengobatan rutin di Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. Nenek Maryati tinggal bersama keluarga putrinya yang membuka bengkel kecil untuk mencari nafkah. Penghasilan keluarga putrinya yang kecil sulit untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka. Biaya pengobatannya dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun pengobatan beliau terkendala transportasi ke rumah sakit dan kursi roda untuk mobilitas Nenek Maryati agar tidak jatuh lagi. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau. Santunan diberikan untuk membantu biaya transportasi selama pengobatan Nenek Maryati.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Januari 2017
Kurir : @arfanesia @rianayanata @paulsyifa

Nek maryati menderita Gangguan Kejiwaan


SUMINAH BINTI ARSADIMEJA (60, Ca Cervix). Alamat : Jl. Sersan Sadiman, RT 2/3, Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala penyakit yang diderita Ibu Suminah berawal pada tahun 2015. Beliau mengalami keputihan dan mengeluarkan banyak lendir berwarna kebiruan dari saluran kemaluannya. Beliau segera memeriksakan diri ke Rumah Sakit Tentara (RST) Wijaya Kusuma Purwokerto. Hasil pemeriksaan menunjukkan ada bintik-bintik kecil di leher rahimnya. Beliau juga sempat mengalami pendarahan. Karena takut dan saat itu belum memiliki jaminan kesehatan, maka Ibu Suminah memilih untuk menjalani pengobatan alternatif dan mengkonsumsi obat herbal. Pada pertengahan Desember 2016, kondisinya semakin menurun. Keluarganya segera membawa Ibu Suminah untuk berobat ke Rumah Sakit (RS) Margono. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau menderita kanker leher rahim (ca cervix) stadium 3. Kini beliau menjalani kemoterapi di RS Margono. Beliau juga masih sering mual, muntah dan pinggangnya terasa sakit. Suaminya, Sumargo (61) bekerja sebagai buruh haruan lepas yang berpenghasilan kecil. Biaya pengobatan Ibu Suminah dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Pengobatan beliau masih terkendala biaya transportasi ke rumah sakit dan obat yang tidak dalam jaminan BPJS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Suminah sehingga santunan dapat disampaikan untuk membantu biaya obat dan transportasi selama pengobatannya. Semoga Ibu Suminah segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 16 Januari 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @virgiawanadr @paulsyifa

Bu suminah menderita Ca Cervix


KIRANA DERMAWAN (1, Tumor Kaki Kanan). Alamat : RT 6/3, Desa Kedondong, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dik Kirana memiliki benjolan di kaki kanannya sejak ia lahir. Orang tuanya langsung memeriksakan Dik Kirana ke Rumah Sakit (RS) Margono. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Dik Kirana menderita tumor ganas pada kaki kanannya dan harus segera diamputasi. Mendengar hal tersebut, orang tuanya langsung mengupayakan pengobatan ke RS Sardjito. Setelah menjalani kemoterapi di RS Sardjito, Dik Kirana meneruskan pengobatannya di RS Margono. Ayah Dik Kirana, Sugeng Prayitno (32) bekerja sebagai penjual bakso keliling dan sesekali berjualan burung dara di pasar, sedangkan ibunya, Lajar Tri Mulyani (30) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Pak Sugeng yang kecil hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama kedua anaknya yang masih kecil. Biaya pengobatan Dik Kirana dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan masih menjadi kendala baginya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Kirana. Santunan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 935. Hingga saat ini Dik Kirana sudah menjalani 27 kali radioterapi di RS Margono. Pengobatan Dik Kirana dilanjutkan dengan kontrol pasca radioterapi di RS Sardjito. Alhamdulillah kini tumor di kaki kanannya mulai mengecil. Semoga Dik Kirana segera sembuh, dapat tumbuh sehat dan membanggakan orang tuanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Januari 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @misterrmoo @virgiawanadr @paulsyifa

Kirana menderita Tumor Kaki Kanan


MTSR RIAU (BM 1509SR, Biaya Operasional Desember 2016). Sejak April 2016, alhamdulillah Sedekah Rombongan Riau dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan membantu dhuafa yang sakit dan tidak mampu ke rumah sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Riau. Hingga kini, keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR Riau maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Selama bulan Desember 2016 telah dikeluarkan kebutuhan biaya operasional MTSR Riau yang digunakan untuk membeli BBM premium, membayar biaya transportasi pasien saat MTSR sedang menjemput pasien lain, menjemput pasien di luar kota Pekanbaru dan membayar biaya servis rutin MTSR. Insyaa Allah, hingga ke depannya MTSR Riau akan semakin dirasakan manfaatnya oleh pasien dhuafa khususnya di wilayah Pekanbaru serta kota lainnya di Provinsi Riau, aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 930.

Jumlah Bantuan : Rp. 7.383.000,-
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir : @nhpita @captoel Nasrul seluruh kurir Riau

Biaya Operasional Desember 2016


RSSR RIAU (Operasional RSSR Desember 2016). Alamat : Jalan Kutilang Sakti, Perum Griya Kutilang Asri, Blok A 4, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Sejak Februari 2016 lalu, Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Riau menjadi tempat bernaung pasien rujukan dari luar kota Pekanbaru yang membutuhkan tempat tinggal selama mereka berobat jalan di Pekanbaru. Mereka adalah pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan Riau yang berdomisili di berbagai kabupaten yang ada di penjuru Riau, antara lain : Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Kuansing dan Dumai. Alhamdulillah RSSR Riau dapat memudahkan pendampingan pasien dhuafa yang sedang ikhtiar berobat di rumah sakit rujukan utama di Riau yakni RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Selama bulan Desember 2016 telah dikeluarkan kebutuhan operasional RSSR yang digunakan untuk kebutuhan makan sehari-hari pasien, biaya listrik, biaya kebersihan dan biaya operasional harian lainnya. Semoga para pasien yang sedang berjuang untuk kesembuhan diberi kelancaran dalam pengobatannya, aamiin. Bantuan untuk operasional RSSR Riau sebelumnya masuk dalam Rombongan 930.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.657.600,-
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir : @nhpita Khairini Rina dan seluruh kurir Riau

Biaya Operasional Desember 2016


YULIAR MASRI (62, Asam Urat). Alamat : Jl. Pangeran Hidayat, RT 1/5, Kelurahan Kota Baru, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Ibu Yuliar menderita penyakit asam urat sejak 4 tahun yang lalu. Jika penyakitnya sedang kambuh, ia merasakan kaku pada seluruh badannya dan persendian tulangnya terasa sakit. Ibu Yuliar juga sudah tidak dapat banyak beraktivitas lagi karena seringkali ia pingsan bila merasa terlalu lelah. Dalam ikhtiar pengobatannya, Ibu Yuliar berobat ke Puskesmas terdekat dengan menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS Mandiri kelas 3 sehingga seluruh biaya pengobatannya gratis. Selain mengonsumsi obat dokter untuk meringankan penyakitnya, ia juga menjalani terapi obat tradisional. Ibu Yuliar tidak selalu dapat berobat ke dokter karena ketiadaan biaya transportasi untuk pergi ke Puskesmas. Sejak suaminya meninggal dunia, ia hanya tinggal bersama Siti anak perempuannya yang telah berkeluarga, namun kehidupan keluarga Siti pun masih dalam keterbatasan. Sedekah Rombongan yang mendapatkan info tentang Ibu Yuliar segera menemui keluarga ini di rumahnya. Santunan pun disampaikan kepada Ibu Yuliar untuk membantu biaya transportasi agar ia bisa berobat ke Puskesmas terdekat. Semoga Ibu Yuliar diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir : @nhpita @sulistyaone Herman

Bu yuliar menderita Asam Urat


RISKI BIN AMRIL (15, Kanker Tulang). Alamat : Gang Horas, RT 3/6, Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Saat masih kecil, Riski pernah terjatuh keras dalam posisi terduduk namun orang tuanya tidak pernah memeriksakan kondisi tulangnya setelah kejadian tersebut. Lima bulan terakhir kondisi tulang pangkal paha Riski semakin parah hingga ia mengalami kesulitan berjalan. Kakinya semakin mengecil, badannya semakin kurus hingga seperti tulang yang berbalut kulit, pangkal paha kirinya pun membengkak sebesar bola. Orang tuanya lalu membawa Riski berobat ke RS Efarina di Pangkalan Kerinci. Dokter di RS Efarina kemudian merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk mendapatkan pemeriksaan lebih intensif. Dokter di RSUD Arifin Achmad mendiagnosis Riski menderita Osteosarkoma atau kanker tulang pada tulang pangkal paha kirinya dan merujuknya ke RSCM Jakarta. Riski tinggal dengan ayahnya, Amril, yang bekerja sebagai pedagang kain keliling dengan penghasilan tidak tetap, dan ibunya, Rosita, yang seorang ibu rumah tangga. Mereka tinggal di rumah kontrakan berukuran 4×10 dengan 1 kamar yang menampung 6 orang anggota keluarga. Selama pengobatan Riski menggunakan BPJS kelas 3, namun keluarga tetap mengalami kendala biaya transportasi berobat ke RSCM Jakarta karena untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pun mereka masih mengalami keterbatasan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Riski dan menyampaikan santunan untuk membantu keluarga dalam biaya akomodasi dan pembelian tiket agar Riski dapat berobat ke Jakarta. Saat ini Riski telah tinggal di RSSR Jakarta dan masih berobat secara rutin di RSCM Jakarta. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu kebutuhan sehari-hari Riski dan keluarga selama ia menjalani pengobatan di Jakarta. Semoga kondisi Riski dapat membaik dan ia segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya, aamiin. Bantuan Riski sebelumnya sudah masuk dalam Rombongan 930.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 27 Januari 2017
Kurir : @nhpita @harji_anies @untaririri

Riski menderita Kanker Tulang


MUHAMMAD ARIF MUBAROK (9, Suspek Autoimun). Alamat : Jalan Tegal Sari KM 4, RT 1/4, Kulim Duri, Kelurahan Balai Makam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Sejak 9 bulan yang lalu saat duduk di kelas 2 SD, Arif sering merasakan lemas yang disertai dengan bengkak-bengkak di sekujur tubuhnya. Saat itu ia langsung dibawa ke RSUD Duri dan dirawat inap untuk menjalani transfusi darah B+ sebanyak 2 kantong. Hingga kini ia sering dirawat inap di RSUD Duri maupun RSUD Pekanbaru. Pengobatannya sempat terhenti ketika kelenjar tiroidnya membengkak sehingga ia harus menunggu sampai fungsi tiroidnya normal kembali. Selama berobat Arif menggunakan fasilitas jaminan kesehatan Jamkesda. Dua bulan terakhir ini Arif sering diopname di RSUD Duri karena kondisi kesehatannya menurun. Ia terlihat pucat hingga jari-jarinya memutih, badannya penuh bercak memerah dan hanya bisa terbaring lemah sehingga harus menjalani transfusi darah. Akhirnya dokter memutuskan Arif dirujuk ke RSUD Pekanbaru agar mendapatkan perawatan yang lebih intensif dan menjalani pemeriksaan ulang untuk mengetahui kepastian tentang penyakitnya. Meskipun biaya pengobatan Arif telah dijamin oleh Jamkesda, namun keluarga Arif masih mengalami kesulitan untuk memenuhi biaya akomodasi mereka sehari-hari selama Arif dirawat di RSUD Pekanbaru. Ayah Arif, M. Khairul Ilyas (42), bekerja sebagai pendodos sawit dengan penghasilan tidak tetap dan ibunya, Siti Rahmawati (37), adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga Arif hanya mampu untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari saja. Alhamdulillah #SedekahRombongan bertemu dengan Arif dan keluarganya dan dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi mereka selama mendampingi Arif dirawat inap di RSUD Pekanbaru. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 909.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 November 2016
Kurir : @nhpita @eniepalupi @robyparm

Arif menderita Suspek Autoimun


RANGGA SYAPUTERA (1, Omfalokel/Usus di Luar Perut). Alamat : Jl. Lingkungan Tanjung, RT 2/1, Kelurahan Pasir Sialang Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Pada masa kehamilannya, Ibu Vini Safitriana (26), tidak pernah mengalami gejala yang ganjil dan mengkhawatirkan. Ia selalu menjalani kontrol kehamilan secara rutin di Puskesmas terdekat, namun memang tidak pernah melakukan pemeriksaan USG pada janin yang dikandungnya. Pada tanggal 11 Januari 2017 Rangga lahir melalui persalinan di bidan puskesmas dalam kondisi yang memprihatinkan yaitu ususnya berada di luar perutnya (usus terburai). Oleh bidan puskesmas, Rangga dirujuk ke RSUD Bangkinang dan sempat dirawat inap selama 1 hari. Dokter di RSUD Bangkinang kemudian membuat surat rujukan lanjutan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru agar Rangga dapat ditangani secara lebih intensif. Saat ini Rangga dirawat di ruang NICU RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dalam kondisi usus semakin membesar dan sempat beberapa kali muntah darah. Alhamdulillah selama pengobatannya Rangga tidak mengalami kendala karena keluarganya sudah terdaftar dalam JKN-KIS Mandiri kelas 3. Namun dalam memenuhi kebutuhan akomodasi sehari-hari di RS keluarga masih membutuhkan bantuan dana. Ayah Rangga, Adi Syaputera (24), bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan tidak tetap sehingga pendapatannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga saja. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dihadapi keluarga Rangga dan menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi keluarga selama Rangga dirawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga Rangga segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir : @nhpita Putri Febri Herman @uldharma

Rangga menderita Omfalokel/Usus di Luar Perut


RSSR JOGJA (Renovasi dan Pembelian Inventaris). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno, RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. RSSR (Rumah Singgah Sedekah Rombongan) adalah rumah singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di rumah sakit. Jadi misalnya ada pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Jogja yang harus menjalani pengobatan selama berbulan-bulan misalnya untuk kemoterapi atau proses pengobatan yang bisa tinggal sementara di RSSR. Namun di Yogyakarta, RSSR tak hanya digunakan untuk singgah para pasien Sedekah Rombongan saja. Terdapat 6 orang staf #SR (admin, akunting, reporter, desainer) yang menempati sebagian ruangan di lantai 2. Mereka bekerja untuk menunjang pergerakan #SR mulai pukul 08.00 – 16.00 di ruangan tersebut. Maka dari itu, diperlukan ruangan kerja baik untuk menciptakan iklim kerja yang baik pula. Salah satunya dengan memasang pintu kaca untuk menjaga ruangan tersebut agar tidak sembarangan orang bisa masuk. Dan tentu saja agar para pasien juga tak terganggu aktivitas para staf. Selain itu, ruangan ini juga dilengkapi lagi dengan rak-rak buku yang difungsikan untuk menata dokumen-dokumen #SR. Supaya dokumen-dokumen penting tersebut dapat tersusun dan terinventarisasi dengan baik. Bantuan ini digunakan untuk pemasangan pintu kaca seharga Rp 4.200.000 dan pembelian rak buku senilai Rp 2.033.000 tersebut. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya terdapat pada Rombongan 945.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.233.000,-
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir : @Saptuari @Boyadisakti @arrasholeha @atinlelyas

Biaya Renovasi dan Pembelian Inventaris


SUDIMAN BIN MARTO KARYO (56, Kanker Rektum). Alamat : Dusun Ponces, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Sudiman mulai merasakan sakit pada bagian rektum sejak tahun 2015 lalu. Di penghujung tahun ia berobat ke poli bedah umum di RSUP Wates, Kulon Progo. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyarankan pasien untuk melakukan operasi kolostomi (pemindahan saluran pembuangan yang tadinya di anus menjadi di perut). Namun karena pasien merasa takut maka operasi tersebut urung dilakukan. Pak Sudiman menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan melanjutkan pengobatannya kembali ke RSUP Wates. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa penyakitnya merupakan kanker ganas stadium 4. Kondisinya pun kian hari kian parah, sudah keluar cairan yang berbau tak sedap dari rektumnya, pasien pun harus selalu menggunakan diapers. Karena kondisinya yang sudah parah, akhirnya pasien dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Pak Sudiman memiliki seorang istri yang bekerja sebagai buruh serabutan. Pasangan ini dikaruniai satu anak laki-laki, belum menikah dan memiliki kelainan mental. Sejak sakitnya kian parah, Pak Sudiman tidak lagi bisa mencari kayu bakar seperti sebelumnya untuk menghidupi keluarganya, ia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Berbekal jaminan kesehatan BPJS Kelas III, Pak Sudiman menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. Alhamdulillah, operasinya telah dilakukan. Bantuan ini digunakan untuk akomodasi selama pasien rawat inap. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 936. Pak Sudiman dan keluarganya sangat berterima kasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Januari 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Pak sudiman menderita Kanker Rektum


ANITA ADHA (11, Buta Mata Kanan). Alamat : Kp. Cipinang, RT 10/3, Desa Cilangkahan, Kec. Malingping, Kab. Lebak, Prov. Banten. Saat berusia 5 tahun gadis yang kini duduk di kelas 6 MI Cilangkahan ini mengalami hal yang menyedihkan, mata sebelah kanannya tertusuk lidi oleh keponakannya yang masih kecil saat mereka main bersama. Pada kejadian itu mata Nita memerah dan ia menangis tapi kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan. Nita saat itu diasuh oleh kakek dan neneknya, sedangkan ibunya bekerja di Jakarta menjadi asisten rumah tangga. Seiring berjalannya waktu, mata Nita semakin memerah namun orang tuanya menganggap itu hanya terkena angin dan sakit mata biasa, Nita pun hanya dibawa ke mantri setempat dan diberi salep. Setelah diberi salep bukannya membaik justru muncul warna putih yang menutupi bola hitam matanya dan setelah itu Nita tidak bisa melihat lagi hingga sekarang. Ayah Nita, Ujang (42) dan ibunya, Jamis (37) mengungkapkan kesedihan atas apa yang sudah terjadi pada anak perempuannya itu dan mereka sangat menyesal karena menginggalkan anaknya bekerja di Jakarta. Mata Nita belum pernah diperiksakan karena orang tuanya tak memiliki uang dan ia belum memiliki jaminan kesehatan. Pak Ujang bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan yang tak menentu sedangkan Ibu Jamis bekerja saat orang menggunakan jasanya, seperti menjadi buruh cuci dan bertani. Ibu Jamis berharap agar suatu saat nanti ia bisa membawa anaknya berobat dan Nita kembali bisa melihat seperti sedia kala. Kurir Sedekah Rombongan merasa prihatin atas apa yang dialami Nita, santunan awal pun disampaikan untuk operasional berobat. Semoga Nita dapat segera diobati dan bisa melihat kembali seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Januari 2017
Kurir : @nurmanmlana Ipit @ririn_restu

Anita menderita Buta Mata Kanan


WAKIYEM BINTI SARMO REJO (45, Suspect Ca Serviks). Alamat : Dusun Trembono, 01/10, Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Awalnya Bu Wakiyem kaget karena keluar darah dari jalan lahir mirip dengan wanita keguguran. Pihak keluarga membawanya berobat ke RSUP Dr. Suradji Tirtonego, Klaten. Berdasarkan hasil Patologi Anatomi diketahui ia mengidap kanker serviks stadium 2B. Selanjutnya pasien dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta dan mendapat rujukan untuk cek lab penunjang, radiologi dan poli jantung. Tetapi ketiadaan biaya transportasi dan akomodasi membuat keluarga memutuskan pengobatan Bu Wakiyem terhenti pada tanggal 21 September 2016. Alhamdulillah, Allah pertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga Bu Wakiyem. Saat itu kondisi perut Bu Wakiyem sudah membesar dan keras. Ia mengaku sulit buang air besar. Setelah pengobatan di rumah sakit dilanjutkan diketahui kanker yang ia derita telah memasuki stadium 4. Selain itu kanker telah bermetastase ke seluruh vagina dan anus. Dokter menyarankan untuk segera dilakukan sinar karena tidak memungkinkan untuk kemoterapi. Sulampin (54), suaminya tak lagi bekerja dan bergantian dengan putrinya untuk merawat istrinya. Selama pengobatan Bu Wakiyem menggunakan fasilitas kesehatan KIS. Sebelum dilakukan sinar, Bu Wakiyem harus menjalani serangkaian pemeriksaan (CT Scan, Rontgen, dll) dan pemeriksaan lanjutan mengenai lima benjolan yang ada di lehernya. Bantuan ini diberikan untuk meringankan keluarga Bu Wakiyem selama pengobatan di rumah sakit. Keluarga Bu Wakiyem sangat berterima kasih atas kebaikan sedekaholics. Semoga Bu Wakiyem segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Januari 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Erwin Syaidah

Bu wakiyem menderita Suspect Ca Serviks

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MELLATUL LATIFAH 750,000
2 TYAS B CAHYANINGSIH 1,000,000
3 YUDISTIRA PRATAMA 750,000
4 PEJUANG HATI 2,500,000
5 HADI ANDRIANSYAH 500,000
6 RAHMA RAHIDATUL 1,000,000
7 SAYID YUSUF RAMADHANI 500,000
8 RISMA 500,000
9 AMINAH BINTI HATA 500,000
10 SAYEKTI SUNARYO 500,000
11 MUZHAKI HUSNIKARIM 500,000
12 SARBINI BIN AHMAD 500,000
13 DALEM PANGESTU 1,000,000
14 CASMURI BIN TANYA 1,000,000
15 MUHAMMAD ALDI 1,000,000
16 WARDI BIN SUPRANI 1,000,000
17 ANITA AGUSTINA 500,000
18 MADI JAYA 500,000
19 SUDIRMAN BIN TAMBASAH 750,000
20 MASTUR BINTI MADENAN 750,000
21 MUHAMAD BUJANG P 500,000
22 ACEP KARSA 1,000,000
23 ISAH BINTI MUHAMMAD 500,000
24 KANAYA PRADITA HASIBUAN 1,000,000
25 ALFAN KURNIAWAN 500,000
26 MARWAH HABIBATUN NISA 750,000
27 YANI BINTI ADJAN 750,000
28 MISKA AULIA 500,000
29 REZA AFIF FIRDAUS 500,000
30 NATHAN LEVINE SUWANTO 500,000
31 HARUN AL- RASYID 750,000
32 SULIYEM BIN SUKMO 750,000
33 UMI ALFIAH 500,000
34 MUHAMMAD NAUFAL NAIL 1,000,000
35 NINDYA DITANTIANA 1,000,000
36 HENDRI HARSINI 1,000,000
37 PROS EKAWATI 500,000
38 MARYATI BINTI KARMADI 1,000,000
39 SUMINAH BINTI ARSADIMEJA 1,000,000
40 KIRANA DERMAWAN 500,000
41 MTSR RIAU 7,383,000
42 RSSR RIAU 6,657,600
43 YULIAR MASRI 500,000
44 RISKI BIN AMRIL 1,250,000
45 MUHAMMAD ARIF MUBAROK 500,000
46 RANGGA SYAPUTERA 500,000
47 RSSR JOGJA 6,233,000
48 SUDIMAN BIN MARTO KARYO 500,000
49 ANITA ADHA 500,000
50 WAKIYEM BINTI SARMO REJO 500,000
Total 55,023,600

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 55,023,600,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 950 ROMBONGAN

Rp. 46,660,557,238,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.