Rombongan 949

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan kelipatan yang banyak.
Posted by on February 1, 2017

WINDA YULIANA (13, TB Kelenjar). Alamat : Dusun Sukamulya, RT 3/5, Desa Cimara, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Winda Yuliana adalah seorang pasien dampingan Sedekah Rombongan Kuningan. Ia merupakan siswi yang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Di usia 12 tahun, kesehatan Winda sedikit terganggu. Hal itu berkenaan dengan adanya benjolan di bagian sebelah kanan leher Winda. Benjolan di lehernya semakin hari semakin membesar hingga mengeluarkan nanah. Menurut pemeriksaan tim medis, ia didiagnosis menderita TB Kelenjar. Beberapa waktu lalu, benjolan pada leher Winda semakin membengkak dan meninggalkan lubang bekas nanah. Dengan dampingan Sedekah Rombongan Kuningan, awal September lalu Winda menjalani operasi pengambilan sampel tumor pada lehernya. Saat ini Winda sedang melakukan pengobatan rutin setiap dua minggu sekali. Sudah hampir enam bulan Winda menjalani pengobatan di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Keadaan luka Winda saat ini sudah mulai membaik, hanya saja untuk lebih meyakinkan hasil diagnosa tim medis Rumah Sakit Sekar Kamulyan, kemudian tim medis Rumah Sakit Sekar Kamulyan merujuk Winda ke Rumah Sakit Persahabatan (RSUP) Jakarta. Pada tanggal 15 Desember 2016, kurir Sedekah Rombongan Kuningan mendampingi Winda  ke Rumah Sakit Persahabatan Jakarta untuk pengobatan lanjutan. Terakhir, Winda melakukan kontrol ke RSUP pada tanggal 28 Desember 2016 lalu. Winda menjalani beberapa pemeriksaan kesehatan, tes laboratorium dan sebulan kemudian harus melakukan kontrol lagi. Winda harus mengonsumsi obat dan vitamin yang disarankan oleh tim medis RSUP. Alhamdulillah selama menjalani pengobatan Winda menggunakan bantuan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, sehingga sangat membantu proses pengobatan Winda, hanya saja Winda membutuhkan biaya transportasi dan pembelian obat diluar tanggungan BPJS serta ada beberapa tes laboratorium yang tidak di tanggung oleh BPJS. Maklum saja, ayah Winda, Bapak Carya (56) adalah seorang buruh tani yang berpenghasilan tak tentu. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah Sedekah Rombongan bisa menyampaikan santunan kesembilan untuk biaya transportasi dan biaya pembelian obat diluar tanggungan BPJS. Semoga Allah memudahkan ikhtiar Winda demi kesembuhan penyakitnya. Aamiin. Sebelumnya Winda masuk ke dalam pasien Rombongan 937.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Bu winda menderita TB Kelenjar


AZMI HAIL MAHLAL (2, Flek Paru). Alamat : Dusun 1, RT 5/2, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Azmi adalah seorang pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan. Usia Azmi baru menginjak 2 tahun, namun ia menderita penyakit serius dengan adanya flek di dalam paru-parunya. Gejala awal Azmi rasakan ketika ia berusia 5 bulan. Ia sering mengalami demam yang disertai dengan perubahan fokus penglihatan karena bola matanya selalu mengarah ke atas. Selain itu, berat badannya semakin lama semakin menurun. Akibatnya tumbuh kembang Azmi sedikit terhambat. Perkembangan motorik Azmi cenderung lambat, selain itu Azmi juga belum bisa bicara seperti balita pada umumnya. Untuk pertama kalinya, bulan September lalu Azmi menjalani pemeriksaan di rumah sakit besar karena sebelumnya ia hanya menjalani pengobatan di Puskesmas terdekat. Azmi menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Kondisi Azmi sangat lemah, untuk duduk saja ia membutuhkan penyangga atau lebih sering dipangku. Pihak medis akhirnya melakukan terapi khusus kepada Azmi, yaitu fisiotherapy. Terapi ini menggunakan bantuan cahaya khusus yang menyinari bagian punggung Azmi. Alhamdulillah, kepala Azmi pun saat ini sudah mulai tegak setelah sebelumnya tertunduk lemas. Saat ini Azmi sudah bisa belajar berjalan dan sudah mulai aktif belajar berbicara. Pengobatan rutin yang dilakukan Azmi saat ini adalah dengan terapi sinar. Selama menjalani pengobatan, Azmi terbantu dengan adanya jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Hanya saja, Bapak Johan Ermaya (36) dan Ibu Rohimah (27) selaku orang tua Azmi kesulitan mendapatkan biaya transportasi ke rumah sakit. Maklum saja, Bapak Johan bekerja sebagai pedagang asongan di lampu merah kota Cirebon. Pendapatan harian hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari keluarganya. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kedelapan kepada Azmi untuk biaya transportasi. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan kepada Azmi. Aamiin. Sebelumnya Azmi masuk kedalam pasien Rombongan 934.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Azmi menderita Flek Paru


BILLY APRILIANA (4, Kelamin Ganda).  Alamat : Dusun Malaraman, RT 1/7, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Balita berusia 4 tahun ini biasa dipanggil Billy. Ia merupakan pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan. Billy menderita penyakit bawaan sejak lahir, ia memiliki kelamin ganda. Menurut keterangan dari pihak keluarga, Billy telah menjalani tindakan medis berupa operasi sebanyak 2 kali. Alhamdulillah Billy telah melakukan operasi ulang di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah diperiksa di RSHS, kondisi Billy jauh lebih baik walau sering mengeluh sakit apabila ia sedang buang air kecil. Billy telah melakukan tindakan medis berupa cek laboratorium untuk analisis kromosom. Hasil pemeriksaan tersebut  menunjukkan bahwa 100 % Billy berkelamin laki-laki. Selama menjalani tindakan pemeriksaan, Billy memanfaatkan jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI. Namun, kedua orang tua Billy kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi dan akomodasi serta cek laboratorium yang tidak ditanggung oleh BPJS. Maklum saja, ayah Billy Bapak Nana Suhana (39) bekerja sebagai seorang buruh dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok 4 orang anggota keluarga. Sedangkan ibu Billy bernama Ibu Umi (34), beliau hanya ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan ketiga untuk biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit sekaligus untuk biaya cek laboratorium. Semoga Billy lekas diberi kesembuhan oleh Allah. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 917.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Billy menderita Kelamin Ganda


SARMILIH IRMA (37, Radang Usus). Alamat : Kp. Cipayung, RT 3/7, Desa Tengah, Kec. Cibinong, Kab. Bogor, Prov. Jawa Barat. Sarmilih memiliki riwayat sakit radang usus sejak 8 bulan yang lalu, dan 3 minggu terakhir kondisinya terus menurun hingga tidak bisa bangun. Sarmilih mengeluh sakit yang luar biasa dan akhirnya pada Senin, 13 Januari 2017 ia langsung dibawa ke IGD RS Trimitra, Cibinong dengan mobil kerabatnya. Setelah mendapat tindakan medis awal di IGD, dokter  menyatakan Sarmilih harus dirawat di ruang isolasi namun kondisi ruangan penuh. Akhirnya kurir Sedekah Rombongan yang menjenguknya di RS Trimitra berdiskusi dengan pihak keluarga untuk membawa Sarmilih ke RSUD Cibinong dengan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Di RSUD Cibinong Sarmilih segera mendapat tindakan awal untuk radang ususnya, beberapa jam di IGD dokter memperbolehkannya pulang dan selanjutnya harus menjalani rawat jalan. Sarmilih belum memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga istrinya, Irma Kasih (31), kebingungan untuk membayar biaya pengobatan pada malam itu. Sakit yang diderita Sarmilih belakangan ini membuat ia tidak dapat bekerja sebagai wiraswasta, sedangkan istrinya yang hanya ibu rumah tangga tak memiliki simpanan sama sekali. Setelah diperbolehkan pulang, menjelang subuh MTSR pun mengantar Sarmilih ke rumahnya. Kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk biaya pengobatan Sarmilih pada malam itu dan pembuatan JKN – KIS.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @wirawiry

Pak sarmilih menderita Radang Usu


IPIN BIN JAKA (84, Tuna Netra). Alamat: Kampung Lengkong Jaya RT 2/10, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Sudah empat tahun, Pak Ipin menderita kebutaan. Di usia rentanya sekarang ini, beliau hanya bisa tergolek lemah tak berdaya dan tidak dapat melakukan aktivitas apa pun karena penyakit yang dideritanya. Penyebab  kebutaan yang diderita Pak Ipin berawal pada Januari 2013, bagian kepala beliau tertimpa pohon saat sedang mencari kayu bakar di daerah hutan dekat tempat tinggalnya. Awalnya Pak Ipin merasakan gejala nyeri pada mata dan penglihatannya menjadi kabur, seperti penyakit rabun. Lama kelamaan, gejalanya semakin parah hingga Pak Ipin mengalami kebutaan pada kedua matanya. Selama sakit pun, beliau tidak pernah melakukan pengobatan sama sekali karena keterbatasan biaya dan tidak memiliki jaminan kesehatan. Ditambah saat ini, Pak Ipin juga menderita ambeien akibat duduk dan terbaring terlalu lama. Selama ini, beliau tinggal di rumah petak bersama sang istri, Ibu Piah (88). Sang istrilah yang selama ini mencari nafkah untuk keluarga dan merawat Pak Ipin dengan penuh kesabaran. Ibu Piah yang juga sudah berusia renta tidak bisa bekerja terlalu berat. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ibu Piah bekerja sebagai buruh cuci di rumah saudaranya dengan upah yang tidak seberapa. Atas informasi dari Ibu Sulastri (saudara jauh), cerita dhuafa ini akhirnya sampai kepada kurir Sedekah Rombongan. Kurir Sedekah Rombongan pun bersilaturahim ke rumah keluarga Pak Ipin dan alhamdulillah, atas empati dari sedekaholics, kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan awal untuk Pak Ipin. Bantuan ini digunakan untuk biaya pengobatan dan transportasi selama berobat. Semoga titipan langit dari sedekaholics ini dapat membuka jalan kesembuhan untuk Pak Ipin. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @kharismagilda @mahfudsalama
@cecepabdulhamid @Ajeng Ika

Pak ipin menderita Tuna Netra


AI SITI ROKAYAH (29, Invasive Ductal Carcinoma). Alamat: Kampung Sukaraja RT 1/1, Desa Jatisari, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Ibu Ai Siti, Belum lama, Ibu Ai divonis menderita Invasive Ductal Carcinoma (IDC) Mammae Grade III. Invasive Ductal Carcinoma (IDC) adalah salah satu jenis kanker payudara yang paling umum terjadi. Kanker jenis ini biasanya menyebar di luar payudara – berawal dari saluran susu dan menyerang jaringan payudara di sekitarnya. Ibu Ai mulai merasakan sakit di bagian payudaranya pada Juni 2016. Ia pun dibawa berobat ke Rumah Sakit Umum (RSU) dr. Slamet Garut. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, tim dokter mendiagnosa bahwa Ibu Ai menderita kanker payudara stadium III/ Invasive Ductal Carcinoma (IDC) Mammae Grade III. Selama sakit, sudah enam kali Ibu Ai menjalani rawat inap di RSU dr. Slamet Garut karena kondisi kesehatannya yang tidak stabil. Akhirnya, ia pun dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk pengobatan lebih lanjut dan menjalani kemoterapi sebanyak enam kali. Hingga kini, kondisi kesehatan Ibu Ai semakin mengalami penurunan dan ia baru menjalani kemoterapi pertamanya pada 4 Januari 2017. Perjuangan Ibu Ai untuk sembuh belumlah usai, Ibu Ai masih harus menjalani kemoterapi sebanyak lima kali lagi dan akan menjalani operasi di RSHS Bandung. Beruntung Ibu Ai tidak berjuang sendiri, Sang suami selama ini sabar menemaninya berikhtiar menjalani pengobatan. Saat ini, Ibu Ai dan suaminya, Hasbi Kurniawan (32) tinggal di rumah mertuanya. Dahulu, Ibu Ai bekerja sebagai karyawan toko. Namun setelah jatuh sakit, sudah sekitar 8 bulan ia tidak bisa bekerja lagi. Pak Hasbi yang kini menjadi tulang punggung keluarga dan bekerja sebagai pedagang aksesori keliling dengan penghasilan tidak menentu. Karena himpitan ekonomi yang harus mereka hadapi, ditambah sang istri yang membutuhkan biaya pengobatan yang tidak sedikit, Pak Hasbi bekerja banting tulang tak kenal lelah. Ia berupaya mencari kerja tambahan dengan bantu-bantu di pesantren dekat rumahnya untuk membantu biaya pengobatan sang istri yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Selama berobat, Ibu Ai menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS Non PBI Kelas III. Cerita keluarga dhuafa ini akhirnya sampai kepada kurir Sedekah Rombongan Bandung. Pada akhir Januari 2017, kurir Sedekah Rombongan bersyukur mendaat kesempatan mengunjungi keluarga Ibu Ai di kediamannya dan menyampaikan titipan langit dari sedekaholics berupa bantuan materi yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi selama berobat dan biaya sehari-hari. Semoga ikhtiar berobat Ibu Ai senantiasa dilancarkan oleh Allah SWT dan bantuan dari sedekaholics ini membuka jalan kesembuhan baginya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @kharismagilda @mahfudsalama @cecepabdulhamid

Bu ai menderita Invasive Ductal Carcinoma


BENI BIN YUYU (54, Tumor di Leher). Alamat : Kampung Cumala RT 1/8 Desa Cukanggenteng, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Kabuaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pak Beni –begitu panggilan sehari harinya– mulai sakit sejak bulan Agustus 2016. Awalnya ia merasakan adanya benjolan di bagian rahang bawah sebelah kiri. Berbekal jaminan kesehatan dari JKSN KIS PBI, keluarganya kemudian memeriksakannya ke Puskesmas terdekat, yaitu Puskesmas Pasirjambu. Setelah beberapa kali berobat ke Fasilitas Kesehatan (Faskes) Tingkat I itu, penanganan medisnya kemudian dirujuk ke RS Al-Ihsan. Beberaa minggu ia mendapat pengobatan dan pemeriksaan di RS Al-ihsan Baleendah Kabupaten Bandung. Karena penyakitnya belum juga teratasi, tim medis merujuk pemeriksaan  Pak Beben ke RSHS Bandung. Seteleh bermingu-minggu menjalani pemeriksaan tahap awal di RSHS Bandung, Pak Beben diduga kuat menderita tumor di lehernya. Berdasarkan hasil analisa medis, ia harus mengikuti 6 kali terapi kemo di RSHS Bandung. Walaupun biaya berobat ditanggung Asuransi Kesehatan, tetapi ia merasakan kesulitan untuk terus berobat karena tidak memiliki biaya untuk ongkos ke rumah sakit, akomodasi, dan biaya hidup sehari-hari. Jangankan untuk biata berobat, untuk kebutuhan hidu harian pun kerap mengandalkan pinjaman dan bantuan saudara dan tetangga. Sejak sakit, ia kehilangan pekerjaannya sebagai buruh Rumah yang ia tempati sekarang adalah rumah kontrakan yang setiap bulannya menjadi  beban tambahan. Di rumah panggung berdinding bilik itu, ia tinggal bersama Ibu Dedeh (48) dan kedua anaknya yang masih bersekolah di Sedolah Dasar (SD). Istrinya tak bisa membantu banyak menggantikan suaminya mencari penghasilan. Ia hanya ibu rumah tangga biasa. Ujian hidup yang dialami Pak Beben dan keluarga akhirnya sama keada kurir Sedekah Rombongan di Kab. Bandung berdasarkan informasi dari Ustad Azis. Bersyukur kurir #SR bisa bersilaturahmi dengan Pak Beben dan keluarganya yang tabah dan tawakal itu. Pada saat dijenguk, bisa disimulkan bahwa penyakitnya amat serius : ada luka yabg menganga dengan ukuran kurang lebih 20 CM vertikal, 15 CM Horizontal, dengan luka yang mengeluarkan darah dan nanah serta bau tak sedap. Berdasarkan penuturan Pak Beben sendiri, sampai Januari 2017 ia sudah menjalani  2 kali kemo terapi. Kemo Ketiga dijadwalkan Senin 6 Februari 2017. Pak Beben dan keluarganya termasuk dhuafa sakit yang amat layak mendapatkan dukungan dan bantuan dari semua pihak. Alhamdulillah, dengan emati sedekaholics, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan Bantuan Awal untuk Pak Beben. Bantuan yang dia teima di rumah kontrakan ini digunakan untuk biaya membeli obat pembersih dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @ascun

Pak beni menderita Tumor di Leher


EEN SUHAENAH (48, Kanker Payudara + Tumor Perut). Alamat: Dusun Pamegatan, RT 19/6, Desa Margahayu, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah dua bulan ini, Bu Een merasakan kebas di payudara kanannya. Ternyata semakin lama, payudaranya menghitam dan muncul beberapa luka di sekitarnya. Kemudian, Bu Een memeriksakan diri ke klinik terdekat dan setelah melakukan pemeriksaan, Bu Een dinyatakan mengidap kanker payudara dan dirujuk ke RS SMC Singaparna untuk pengangkatan payudara. Karena masih kebingungan dengan biaya yang harus dikeluarkan, Bu Een memilih meminum obat dari dokter dengan jaminan KIS. Penderitaannya belum sampai di sana, sakit perut yang sudah berminggu-minggu ia rasakan ternyata adalah tumor, namun keluarganya masih merahasiakannya agar tidak membuat keadaan Bu Een semakin lemah. Bu Een tinggal bersama suaminya, Kundang (56) yang bekerja sebagai buruh harian lepas dengan pendapatan 20 ribu per hari, di rumahnya juga tinggal ayah Bu Een yang tuna netra, sedangkan anak-anak mereka tinggal agak berjauhan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa mengunjungi beliau diantar tetangga yang ikut peduli padanya. Santunan pun disampaikan untuk meringankan biaya berobat dan akomodasi. ke depannya, Bu Een akan menjadi pasien dampingan dan akan terus dipantau keadaannya hingga Bu Een sembuh, insya Allah. Semoga Allah segera mengangkat penyakit Bu Een. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu een menderita Kanker Payudara + Tumor Perut


KOMARAMDANI BIN AMIN (12, Lumpuh Layu). Alamat: Kampung Cipaku Hilir RT 1/10, Kelurahan Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Adik kita, Komarramdani yang seharusnya sudah sekolah, sekarang hanya terbaring lemas dirawat oleh kedua orang tuanya dengan penuh kesabaran. Sakit panas tinggi yang dialaminya ketika ia berusia tiga tahun membuatnya ia mengalami kelumpuhan dan keterlambatan pertumbuhan. Pak Amin dan istrinya, Ibu Lilis, adalah kedua orang tuanya. Mereka menceritakan kesedihannya kepada Kurir Sedekah Rombongan yang mengunjunginya. Komaramdani pernah diperiksakan ke RSHS Bandung dan diberi obat, akan tetapi karena keterbatasan biaya mereka tidak pernah membawanya kembali. Mereka tinggal di kampung yang jauh dari jalan raya, dan tentu saja untuk pergi berobat ke RSHS Bandung memerlukan dan transportasi. Belum lagi, kondisi anaknya yang lumpuh layu itu memerlukan sarana transportasi yang memadai. Mereka hanya bisa pasrah dan berharap keajaiban atau uluran tangan para dermawan agar anaknya dapat kembali dibawa ke rumah sakit untuk berobat. Kisah duka keluarga ini sampai kepada Kurir Sedekah Rombongan melalui Bapak Entis Sutisna, yang kenal dengan Kurir Sedekah Rombongan. Syukur Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan keluarga prihati tersebut dan dapat berkunjung ke rumahnya. Pada kunjungan pertama itu, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan langit, bantuan uang dari para Sedekaholics yang berempati dengan kesusahan mereka. Bantuan tersebut akan digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat ke rumah sakit. Mudah-mudahan bantuan para dermawan ini dapat meringankan beban hidup Pak Amin dan Ibu Lilis, memberinya harapan dan akan membuka jalan bagi kesembuhan bagi adik kita, Komaramdani Bin Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin  @azepbima  @lisdamojang @ajeng

Komaramdani menderita Lumpuh Layu


RAYA DESWITA (9, Gangguan Jantung). Alamat: Kp. Panyingkiran, RT 9/3, Desa Padasuka, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah dari kecil, Raya sering sakit-sakitan, ia sering merasa kelelahan meskipun melakukan hal-hal sepele. Terkadang ia mengalami kejang-kejang disertai demam. Semakin bertambahnya umur, keadaan Raya semakin parah. Suatu hari, tubuh Raya kejang-kejang disertai dengan darah keluar dari mulutnya. Keluarganya panik dan membawa Raya ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Setelah diperiksa dokter spesialis anak, Raya dinyatakan mengalami gangguan jantung dan harus melakukan proses Echocardiography di RS Jasa Kartini, biayanya sebesar tujuh ratus lima puluh ribu dan tidak dicover BPJS. Raya tinggal bersama ayahnya, Kusnadi (56) yang bekerja sebagai buruh tani dan ibunya, Cucum (44) yang setiap hari merawatnya. Raya juga punya empat saudara yang masih sekolah. Sedekah Rombongan akhirnya bisa melihat keadaan Raya dan menyampaikan santunan untuk biaya pengobatan Raya yang menghabiskan uang hingga jutaan per bulannya. Semoga Allah segera memberi kesembuhan kepada Raya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 27 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR Rahmat

Raya menderita Gangguan Jantung


RSSR JAKARTA 2 (Opersional RSSR). Alamat: Jl. Inspeksi Kali Ciliwung Kenari II No. 15 RT 4/4 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. RSSR atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan, sejak bulan Juni 2013 Sedekah Rombongan telah menyewa rumah di sekitar Rumah Sakit Umum Nasional Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta  yang  fungsinya sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang menjalani rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari luar daerah DKI Jakarta. Daerah – daeerah tersebut seperti Lampung, Banten, Bogor, Bandung, Cirebon, Jambi, Riau, Bintan, Solo, Jogja, Flores, Aceh dan pulau-pulau serta propinsi lainnya. Semakin hari semakin banyak pasien yang tinggal di RSSR, hingga kamar  yang sebelumnya disediakan  sangat tidak mencukupi kapasitas tampungnya. Alhamdulillah, semakin banyak muzakih yang mengamanahkan sedekah kepada #SedekahRombongan dalam kebersamaan memberikan kebahagiaan kepada para pasien dhuafa dan pada awal Januari 2014 sebuah lembaga ZIS bernama BAZMA PERTAMINA membiayai sewa rumah berkapasitas 7 kamar untuk menampung para pasien dhuafa yang sebelumnya tidak tertampung. BAZMA PERTAMINA adalah Lembaga Zakat milik PERTAMINA, yang bergerak untuk mengangkat harkat hidup para dhuafa dengan memaksimalkan potensi dana zakat dan infaq dari insan muslim Pertamina. Memasuki tahun ke-empat kembali BAZMA melanjutkan bantuan untuk biaya sewa Rumah Singgah tahun 2017 dan pengelolaan sehari-harinya diserahkan kepada Sedekah Rombongan untuk pasien-pasiennya. Semoga BAZMA Pertamina semakin maju dan dapat terus membantu dan bekerja sama untuk membantu para dhuafa. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 40.000.000,-
Tanggal : 18 Januari 2017.
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik @untaririri

Bantuan untuk biaya sewa Rumah Singgah tahun 2017


NENI LESTARI (37, Kanker Serviks). Alamat : Jalan Industri Kapal Dalam 15C, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat. Pada pertengahan 2016, Bu Neni pernah melakukan pemeriksaan di klinik terdekat, karena waktu itu sekujur tubuhnya mendadak lemas. Bu Neni pernah beberapakali menjalani perawatan di beberapa rumah sakit karena kondisinya memburuk secara tiba-tiba. Beruntung ia memiliki kartu jaminan kesehatan BPJS Mandiri sehingga untuk biaya rumah sakit bisa tercover. Pada awal Januari 2017, ia sempat dirawat di RS Simpang Depok, dari hasil pemeriksaan ia dinyatakan menderita kanker serviks dan harus menjalani pengobatan rutin. Namun karena keterbatasan peralatan medis, akhirnya Bu Neni dirujuk ke RSCM Jakarta untuk menjalani proses pemeriksaan. Disaat berlangsungnya masa-masa pengobatan penyakitnya, Bu Neni kesulitan biaya untuk akomodasi ke rumah sakit. Suaminya, Pak Hendri Umar (43) hanya seorang buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentu. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan awal untuk bekal dan membeli obat yang tidak tercover BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin Deni Delon

Bu neni menderita Kanker Serviks


RSUD Dr. DOLOPO, (Bantuan Lima Unit Kursi Roda). Alamat : Jl. Raya Dolopo No. 117, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Berawal dari semangat teman – teman kurir #SRMadiun selama lebih dari satu tahun ini bergerak membantu  menyampaikan amanah dari para sedekaholics, maka koordinator wilayah kami menyarankan agar kami membuat pengajuan bantuan lima buah kursi roda untuk disampaikan kepada Rumah Sakit setempat dalam rangka bekerjasama dan bersinergi sehingga ke depan akan lebih baik dan lancar pergerakan kami dalam membantu para dhuafa yang sakit di wilayah Madiun dan sekitarnya. Memang banyak sekali di antara masyarakat Madiun dan sekitarnya yang masih harus banyak membutuhkan uluran tangan para sedekaholics.  Alhamdulillah bantuan  lima buah kursi roda sudah kami sampaikan. Dan lima buah kursi roda tersebut  disampaikan kepada RSUD Dolopo, dan kami sebelumnya sudah menyampaikan surat permohonan kerjasama kepada RSUD tersebut. Akhirnya pihak RSUD Dolopo menyambut baik dan menerima kerjasama dengan Sedekah Rombongan. Mereka merespon baik kegiatan #SRMadiun yang dengan ikhlas dan sabar mendampingi para pasien yang sering ke Rumah Sakit. Bahkan ke depan direncanakan misal sewaktu-waktu ada semacam pelatihan atau kegiatan untuk menambah wawasan para kurir tentang pengetahuan kesehatan dasar, maka para kurir #SRMadiun akan dilibatkan.  Akhirnya 5 buah kursi roda tersebut disampaikan kepada RSUD Dolopo, kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun sebanyak 2 buah, disampaikan kepada Puskesmas Patihan, Kota Madiun, sebanyak 1 buah, dan yang 2 buah kursi roda untuk inventaris #SRMadiun karena #SRMadiun mempunyai pasien dampingan yang juga membutuhkan kursi roda. Tak lupa ucapan terimakasih disampaikan kepada para sedekaholics atas bantuannya yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 6 Januari 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati


ALMH. SITI ALFIYAH, (56, Cysta  Ovarium). Alamat : Jl. Sunan  Ampel, RT 13/6,  Desa  Sumberejo,  Kecamatan Geger,  Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Siti adalah seorang ibu rumah tangga. Beliau hidup dengan suaminya yang tiap hari bekerja di sawah. Beberapa bulan yang lalu bu Siti sakit dan akhirnya rawat inap di Rsud. Soedono Madiun. Setelah beberapa hari menjalani pemeriksaan, bu Siti diperbolehkan pulang  tanpa mengetahui sakit yang dideritanya. Namun beberapa hari kemudian bu Siti Anfal dan dibawa ke RSI Madiun dan akhirnya pada tanggal 25 Agustus 2016 dilakukan operasi Cysta Ovarium kanan. Belum lama setelah operasi yaitu tanggal 5 September 2016Bantuan Lima Unit Kursi Roda kemarin bu Siti harus kembali ke Rumah Sakit karena dalam jangka waktu yang belum lama perut dan paha sampai kaki sebelah kanan membesar tanpa tahu apa penyebabnya. Akhirnya dari hasil pemeriksaan maka bu Siti harus dirujuk ke Solo. Namun karena terbentur biaya, bu Siti belum menjalani pemeriksaan lanjut di RS yang ditunjuk oleh Dokter. Sawah satu-satunya sudah  terjual untuk biaya rumah sakit dan pengobatan sebelumnya. Karena suaminya juga sudah lama  mengalami sakit dan kini terkena stroke. Saat sekarang bu Siti memiliki fasilitas jaminan kesehatan Bpjs mandiri.  Sedekah Rombongan merasakan beban berat bu Siti yang sudah tidak punya simpanan  untuk biaya berobat. Setelah 4 kali kontrol dan didampingi oleh Sedekah Rombongan, dan belum sampai menjalani operasi, Allah berkehendak lain, Bu Siti Alfiah meninggal dunia dengan tenang di rumahnya. Santunan kematianpun disampaikan kepada keluarga, yang sebelumnya sudah menerima bantuan awal dan masuk pada rombongan  929 untuk biaya berobat. Keluarga tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih atas kepada para Sedekacolics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan. Semoga arwah bu Siti Alfiah diterima di sisi Allah dan diampuni semua dosanya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Januari 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Almh bu siti menderita Cysta Ovarium


SITI NURUL JANNAH, (47,  CA Endometrium). Alamat : RT 12/4 Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan,  Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Siti, demikian biasa dipanggil di rumah, suaminya yang hanya bekerja sebagai sopir panggilan dengan penghasilan yang tidak menentu hanya cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Itupun  masih banyak dibantu oleh keluarga, karena sekarang bu Siti menumpang di rumah saudara karena belum mempunyai tempat tinggal. Kini Ibu Siti  tidak lagi bisa ceria seperti dahulu. Setelah beliau mengidap penyakit CA Endometrium,  bu Siti hanya mampu berbaring di tempat tidurnya dengan ditemani sang suami dan dua anaknya lagi yg masih kecil. Pengobatan yang dulu pernah dijalaninya harus terpaksa berhenti karena faktor biaya dan transpot dari rumah menuju tempat berobat yang jauh. Suaminya tidak sanggup lagi untuk menyewa kendaraan tiap kali harus berobat. Fasilitas kartu BPJS pun sempat tak terbayar karena bu Siti sudah tidak memiliki simpanan untuk membayarnya. SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dialami bu Siti, santunan kedua sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi rawat inap selama menjalani kemoterapi, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 930. Semoga bu Siti segera sembuh dari sakitnya dan kesehatannya kembali pulih.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Januari  2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bu siti menderita CA Endometrium


SITI AMINAH, (45, Stroke). Alamat : Dusun Pandean, RT 16/5, Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Siti begitulah sapaan beliau dari tetangga nya. Beliau biasanya bekerja sebagai ibu rumah tangga di rumah penduduk. Kurang lebih 2 bulan yang lalu Bu Siti menderita Stroke, yang mengharuskan beliau untuk beristirahat di atas tempat tidur. Suaminya yang hanya bekerja sebagai pemulung rosok kini harus bekerja lebih keras untuk mencukupi kehidupan sehari-hari dan di tambah lagi untuk biaya sekolah 2 anak nya. Stroke kali ini adalah yang ke dua kalinya, karena sebelumnya setahun yang lalu juga pernah kena stroke. Sebenarnya bu Siti memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS. Namun tetap saja bu  Siti masih sangat keberatan untuk biaya proses pengobatan sakitnya tersebut. Saat kurir Sedekah Rombongan mengunjunginya, Bu Siti tidur lemas didampingi suami dan anak nya, karena beliau baru pulang rawat inap di RSUD Dr. Soedono. Kondisi Bu Siti dan keluarganya tersebut  sangat difahami oleh Sedekah Rombongan. Santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan dipergunakan untuk biaya melanjutkan pengobatan. Bu Siti sekeluarga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan tersebut yang digunakan untuk berobat dan menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Januari  2017
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @Mundiwati

Bu siti menderita Stroke


SIYAM BINTI KARNI, (56, Stroke). Alamat : Dusun Sangen, RT 9/2, Desa Sangen, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbah Siyam, biasa dipanggil begitu oleh tetangganya, suaminya meninggal sudah 6 tahun lebih. Mbah Siyam sakit sejak 3 tahun yg lalu. Dulu mempunyai warung di daerah Kertosari tapi sudah dijual karena untuk berobat.  Sakit yg dialami adalah Stroke tubuh bagian kanan total, sehingga sekarang untuk berbicarapun tidak bisa. Pernah berobat ke Rumah Sakit,  dikarenakan terbentur keterbatasan biaya dan sarana dengan terpaksa pengobatan berhenti dan sepertinya Beliau sudah patah semangat juga sehingga menolak untuk diajak berobat, walau sebenarnya memiliki BPJS. Beliau tinggal di rumah hanya dengan anak angkat yang bekerja sebagai security, rumahnya pun sudah dijual dan masih punya hutang sebesar 3 juta rupiah. Jadi sekarang statusnya numpang di rumah orang,  dan di rumah sudah tidak ada barang berharga, ada mesin pompa air yg digunakan untuk mandi sekarang pun kondisinya rusak sehingga kesulitan untuk memandikan mbah Siyam. Beliau pun sering buang air di tempat ketika ditinggal sang anak angkat bekerja sehingga menimbulkan aroma yg tidak sedap di dalam rumah. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi mbah Siyam. Santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000 titipan para sedekaholic telah disampaikan dan digunakam untuk biaya berobat. Anak angkatnya atas nama ibunya mengucapkab banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Januari 2017
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @Mundiwati

Bu siyam menderita Stroke


RIZKI CAHAYA SAPUTRA, (4, Leukemia). Alamat :  Dusun Sogaten, RT 17/2, Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rizky adalah seorang balita yang mengalami penyakit leukemia.  Awalnya Rizky tidak bisa berjalan, sering jatuh, sehingga oleh kedua orang tuanya dibawa ke sangkal putung, yang katanya tidak apa-apa.  Tapi kondisi badannya panas terus dan tidak turun – turun. Sampai selama 2 minggu dan badan Rizky semakin kurus dan pucat. Rizky dibawa ke Klinik Yepa Kaibon, dan pada saat itu hb hanya 3. Sehingga tranfusi ke Rsud. Soedono Madiun. Setelah dilakukan cek laboratorium, Rizky juga diindikasi ada pembengkaan hati dan limpa. Dari Rsud. Soedono dirujuk ke Rsdm Solo. Rizky juga mengalami mimisan. Dan menurut jadwal seminggu sekali ke Rsdm Solo. Terakhir tanggal 3 Desember 2016 kemarin. Padahal sakit leukimia yang dideritanya, dan dirujuk berobat ke RSDM Solo, jatah kemo 111 kali, baru dijalani 27 kali. Tiap 10 hari menjalano kemoterapi. Rizky memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi kedua orang tuanya, yang harus naik bis umum untuk berobat Rizky ke RSDM Solo. Bapaknya Rizky yang bekerja serabutan dan tidak tentu penghasilannya, juga ibunya yang sekarang berjualan es jus di depan rumahnya demi bisa membiayai Rizky. Santunan awal titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan untuk biaya akomodasi pengobatan dan proses kemoterapi. Tak lupa ibunya Rizky mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Januari 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Rizki menderita Leukemia


PUDJI UTAMI, (60, Ca Mamae). Alamat : Dusun Pintu RT 12/5 Desa Dagangan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa timur. Bu Pudji begitulah sapaan beliau dari para pelanggan warung nya. Beliau mempunyai usaha warung kopi dan nasi pecel. Kurang lebihnya 1 tahun yang lalu Bu Pudji menderita Kanker Payudara, yang mengharuskan beliau untuk istirahat dan menutup warung pecelnya. Suaminya yang hanya bekerja sebagai buruh tani kini harus bekerja lebih keras untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari dan ditambah lagi untuk biaya berobat istrinya. Memang untuk biaya berobat sudah tercukupi dari jaminan kesehatan yang dimilikinya (KIS), namun kini Bu Pudji harus dirujuk ke Rumah Sakit di luar daerah untuk menyembuhkan penyakit nya, dan itulah yang menjadi kendala Bu Pudji untuk melanjutkan pengobatanya. Anaknya yang masih sekolah juga tidak bisa berbuat banyak untuk membantu ibunya. Pada saat kurir Sedekah Rombongan mengunjunginya, Bu Pudji sedang duduk lemas didampingi anaknya, sedangkan suaminya bekerja. Kondisi Bu Pudji dan keluarganya sangat dipahami oleh Sedekah Rombongan.  Santunan titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan dipergunakan untuk biaya berobat bu Pudji. Tidak lupa bu Pudji mengucapkan banyak  terima kasih kepada sedekaholics atas bantuannya yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Januari 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bu pudji menderita Ca Mamae


DIANA BINTI JEMANI, (17, Biaya Pendidikan). Alamat :  Dusun Glatik, RT 26/9, Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Diana adalah seorang siswi salah satu SMA yang ada di Kecamatan Dagangan yaitu SMA Bayariyah, kelas XII. Dia termasuk anak yang bagus dalam prestasinya, walau keadaan orang tuanya kurang mampu. Diana tetap semangat untuk belajar demi cita – citanya. Bapaknya yang bekerja sebagai seorang buruh tani dan ibunya tidak bekerja, sehingga Diana harus pandai – pandai menggunakan uang hasil jerih bapaknya yang tidak seberapa. Setiap harinya Diana untuk berangkat sekolah sering mencari boncengan temannya karena agak jauh jarak rumah ke sekolahnya. Untuk uang saku setiap hari tidak tentu diberi oleh orang tuanya, kalau bertepatan ada rezeki lebih maka Diana diberi uang saku, kalau tidak ada maka Diana harus menahan diri dan tirakat untuk tidak jajan di sekolah. Menjelang ujian semester 1 kemarinpun, Diana masih belum bisa melunasi biaya – biaya administrasi, belum lagi sebentar lagi akan menghadapi ujian akhir sekolah, yang juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kurir Sedekah Rombongan pada saat bertemu Diana dan orang tuanya  bisa merasakan kondisi yang dirasakan mereka. Santunan titipan para Sedekaholic sebesar Rp 1.000.000  untuk biaya pendidikanpun disampaikan kepada Diana untuk membayar biaya sekolah. Pihak sekolah atas nama Diana dan keluarga mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Januari 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Biaya Pendidikan


ANDIK ISDIANTO, (26, remuk tulang kaki karena kecelakaan). Alamat : Desa Plosotinil RT 5/3 Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Andik mengalami kecelakaan 2 tahun lalu, saat akan berangkat kerja di suatu Expo dengan di boncengkan teman nya. Kecelakaan beruntun terjadi dan Andik mengalami luka yang cukup serius, tulang lutut nya hilang sepanjang 6 cm. Saat itu Andik langsung dilarikan ke Rsud Sayidiman Magetan, dan setelah beberapa hari dirawat harus dirujuk ke Rsu Suharso/ Orthopedi Solo, dilakukan operasi dengan jaminan Bpjs. Setelah proses operasi, Andik hanya mampu melakukan kontrol dua kali, setelah itu berhenti berobat karena sudah tidak punya biaya lagi. Orang tua Andik yaitu Pak Suyono (40) bekerja sebagai buruh tani dan ibunya yaitu Bu Asmirah, seorang ibu rumah tangga, jadi sangat keberatan untuk biaya pengobatan Andik. Beruntung saat kontrol kedua, Andik bertemu dengan Nuryadi yang merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan sehingga Nuryadi menyampaikan tentang kondisi Andik pada salah satu kurir #SRMagetan. Setelah melalui proses survey, Andik menjadi salah satu pasien dampingan dan bisa melanjutkan proses pengobatan kembali. Santunan kedua titipan para Sedekaholic sebesar Rp 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi selama rawat inap dan pembelian obat diluar tanggungan Bpjs, setelah sebelum nya masuk rombongan 929. Andik dan keluarga mengucapkan terimakasih yang tak terhingga atas semua bantuan dan pendampingan yang telah dilakukan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 21 Januari 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Ronyprata58

Andik menderita remuk tulang kaki karena kecelakaan


MTSR MAGETAN (AE 8066 NE, Biaya Operasional Desember 2016). Mobil APV tahun 2008 dengan nomor polisi AE 8066 NE. adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Magetan dengan interior ambulance standart untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Magetan sejak 2 tahun lalu. Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan untuk menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Magetan seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng Gunung Lawu dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan Desember 2016 sebesar Rp 2.900.000 di gunakan untuk biaya servis rutin, pembelian BBM dan cuci mobil. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic MTSR Magetan dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit. Sebelumnya laporan keuangan MTSR AE 8066 NE masuk pada rombongan 939

Jumlah Bantuan : Rp 2.900.000
Tanggal : 1 Januari 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya Operasional Desember 2016


MTSR MAGETAN (AE 1495 KG, Biaya Operasional Desember 2016). Pada tanggal 12 Agustus 2016 Sedekah Rombongan wilayah Magetan kembali mendapat amanah dari warga setempat berupa satu unit mobil Luxio tahun 2012 yang di pergunakan sebagai MTSR di wilayah Magetan dan sekitarnya. Mobil standart penumpang tersebut di pergunakan untuk mempermudah bergerakan Kurir Sedekah Rombongan Di wilayah Magetan untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholic dan mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan menjemput kesembuhan ke rumah sakit Magetan, Solo, Yogya, Surabaya maupun Malang. Mtsr 2 digunakan juga Untuk mengoptimalkan mobilitas MTSR di Kota Kabupaten Magetan yang juga mengcover wilayah Kabupaten Ngawi, Ponorogo, Caruban dan sekitarnya. Kebutuhan BBM Servis rutin dan biaya Operasional lainya pastinya sangat di butuhkan. Bantuan kali ini pada bulan Desember 2016 sebesar Rp 2.770.000 di alokasikan untuk biaya servis, pembelian BBM dan cuci mobil. Laporan keuangan Operasional MTSR AE 1495 KG sebelumnya masuk pada rombongan 939

Jumlah Bantuan : Rp 2.770.000
Tanggal : 1 Januari 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya Operasional Desember 2016


RSSR MAGETAN, (Biaya operasional Rssr Magetan bulan Desember 2016). Rssr adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. RSSR hadir di Magetan sejak bulan Oktober 2015. Kami mengontrak rumah di Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan selama 2,5 tahun setelah 1 tahun sebelum nya berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomer 25 Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi Subuh bisa langsung berangkat ke Solo.  Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain  untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan Magetan selama bulan Desember 2016 setelah sebelum nya masuk rombongan 939

Jumlah Santunan : Rp 2.800.000
Tanggal : 1 Januari 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Rssr Magetan bulan Desember 2016


KINI BINTI WAHYO, ( 38, jantung lemah, benjolan di leher ). Alamat : Dusun Papringan, RT.02/04 Desa Getasanyar, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Ibu Kini memiliki fasilitas kesehatan berupa Jamkesmas. Beliau memiliki tanggungan  2 orang anak, kelas 5 Sekolah Dasar, Balita 5 tahun gizi buruk sedangkan anaknya yg tertua berumur 18 tahun dan bekerja menjadi pembantu di rumah makan. Suami Ibu Kini yaitu bapak Sunu (53 tahun) bekerja sebagai penjual cilok keliling yang penghasilannya bahkan tidak mencukupi untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Bu Kini mengalami sakit benjolan di leher sejak 11 tahun yang lalu sampai-sampai untuk berbicara tidak jelas bahkan untuk bernafas kadang mengalami kesulitan. Sedekah Rombongan bertemu dengan Bu Kini berdasarkan Informasi dari warga sekitar. Proses pengobatan di mulai di RS Dr. Sayidiman Magetan setahun yang lalu, tetapi karena keterbatasan peralatan terpaksa harus dirujuk ke RS Dr. Moewardi Solo. Santunan ke 5 titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan untuk biaya akomodasi selama pengobatan setelah sebelumnya masuk pada rombongan 632, 774, 785 dan 891. Keluarga Bu Kini merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dan pendampingan dari  Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000
Tanggal : 29 Januari  2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @RonyPrata58 @KinantiAwe

Bu kini menderita jantung lemah, benjolan di leher


SUMIYEM BINTI KARSO SIRIN, (55, kedua kaki patah karena kecelakaan). Alamat : RT.03/01 Dusun Basri Desa Sidorejo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Setahun lalu Ibu Sumiyem mengalami kecelakaan tertabrak truk saat pulang dari menghadiri hajatan saudara nya. Kedua kaki nya remuk dan harus dirawat di RS Ortopedi Soeharso Solo beberapa minggu. Si penabrak hanya memberikan santunan Rp 5.000.000 dan ditinggalkan pergi. Ibu Sumiyem mempunyai jaminan kesehatan Bpjs tetapi untuk biaya transport dari Ngawi ke Solo dan akomodasi di rumah sakit sangat memberat kan keluarga, apalagi jadwal kontrol nya sangat sering mengingat luka yang dialami oleh Ibu Sumiyem sangat parah. Sedangkan suami nya yaitu Bapak Kasiman (58 tahun) hanya bekerja serabutan sehingga hasil nya tidak menentu. Bu Sumiyem mempunyai 2 anak, yang pertama sudah meninggal karena sakit gagal ginjal. Yang kedua yaitu Mardi (27 tahun) sudah berkeluarga dan kerja di sebuah restoran. Untuk proses berobat, Mardi ini lah yang selalu menjadi pendamping ibu nya. Karena keterbatasan biaya operasi pelepasan pen belum bisa dilakukan sampai akhir nya dipertemukan dengan kurir Sedekah Rombongan dan sudah 8 bulan terakhir menjadi pasien dampingan. Santunan ketiga titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp 1.000.000 dan digunakan untuk biaya akomodasi selama rawat inap dan kontrol, setelah sebelum nya masuk rombongan 874 dan 891. Keluarga Pak Kasiman sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas segala bantuan dan pendampingan kepada Ibu Sumiyem selama ini. Semoga menjadi catatan amal terbaik bagi semua pihak yang telah membantu.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : 11 Januari 2017
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @RonyPrata58

Bu sumiyem menderita kedua kaki patah karena kecelakaan


IIN TUMINI (43, Ca Cervik). Alamat : Kelurahan Patalan RT 4/1, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Iin, biasa ibu dua anak itu di panggil. Beliau bekerja dengan suaminya, Pak Kenik (44) sebagai tukang rosok ( pengumpul barang bekas) di Jakarta. Namun setahun lalu Bu Iin menderita sakit yang membuatnya tidak mampu bekerja membantu suaminya lagi. Karena penghasilan dari suami yang pas pas an dan di rasa berat di gunakan untuk biaya hidup di Jakarta dan harus membiayai sekolah kedua anaknya di kampung. Pak Kenik memutuskan untuk membawa Bu Iin pulang ke Ngawi. Setelah pulang ke kampung Pak Kenik bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Untuk mendapat biaya pengobatan yang lebih ringan Kenik mendaftarkan keluarganya ke kantor BPJS dan memilih fasilitas pembayaran kelas dua. Namun, karena kurangnya wawasan dan isu rumah sakit tidak melayani pasien BPJS dengan baik dari oknum tidak bertanggung jawab. Pak Kenik menghentikan pembayaran BPJS Bu Iin dan memilih pengobatan alternatif dan herbal. Sepuluh bulan belalu, bukanya semakin membaik, kondisi bu Iin Tumini malah semakin memburuk bahkan tidak mampu berjalan dan terjadi pendarahan setiap hari. Saat mengetahui keberadaan  Sedekah Rombongan di wilayah Magetan. Pak Kenik segera mendatangi RSSR Magetan pada tanggal 15 Oktober 2016 untuk meminta bantuan. Langsung saja Kurir mensurvey kondisi Bu Iin dan benar saja sangat memprihatinkan. Hari berikutnya Kurir Sedekah Rombongan wilayah Magetan melunasi tunggakan pembayaran BPJS dan melarikan Iin ke RSDU dr Widodo Ngawi. Untuk selanjutnya pengobatan bu Iin Tumini dilanjutkan ke Rsud. Moewardi Solo.
Bantuan ketiga dari sedekaholic sebesar Rp 1.000.000 disampaikan dan digunakan untuk membayar tunggakan Bpjs mandiri, biaya operasional rawat inap selama proses kemoterapi dan obat- obatan yang tidak tercover Bpjs, setelah sebelum nya masuk rombongan 909 dan 929. Ucapan terimakasih di sampaikan dari Bu Iin dan keluarga atas bantuan yang di berikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumplah Bantuan : 1.000.000,-
Tanggal : 2 Januari 2017
Kurir : @Mawanhananto @Ervinsurvive @Ronyprata58

Bu iin menderita Ca Cervik


SALSA SOFIATUN HALIMAH (3, Talasemia). Alamat : Dusun Winony, RT 1/2, Desa Dono, Kecamatan Sendong, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Kabar sedih bertambah saat awal mula sakit yang diderita Salsa yaitu perutnya yang membesar, disusul dengan terjadinya komplikasi kelainan darah sampai akhirnya Salsa didiagnosis terkena menderita Talasemia. Bulan-bulan sebelumnya Salsa harus menjalani pengobatan rutin di poli anak Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Alhamdulillah mulai pertengahan bulan Juli 2016 Salsa tidak perlu jauh-jauh ke Malang untuk berobat karena telah dirujuk di RS Tulungagung karena kondisinya membaik. Salsa merupakan putri ke-4 dari 5 bersaudara. Ibu Rubiah (33) sebagai ibu Salsa mendapatkan pengahasilan dengan menitipkan kerupuk di toko-toko. Ibu Rubiah banting tulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya karena suami beliau tidak ada sudah hampir 2 tahun ini, padahal masih ada 2 kakak Salsa juga yang masih memerlukan biaya banyak untuk sekolah dan biaya hidup. Bantuan kali ini digunakan untuk uang saku membantu kehidupan sehari-hari Salsa dan keluarga. Salsa telah memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS kelas III. Bantuan kali ini disalurkan untuk biaya perbaikan keadaan umum dan transportasi ke rumah sakit. Santunan sebelumya telah tercatat dalam nomor rombongan 913. Semoga Salsa segera sembuh dan ceria lagi. Amiin

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Kristiono @m_rofii11

Salsa menderita Talasemia


ANITA N ULUM (12, Talasemia). Alamat : Dusun Ngantru, RT 2/2, Desa Ngantru, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Sejak dari lahir adik Anita telah didiagnosa menderita Talasemia. Sehingga Anita menjalani pengobatannya di Rumah Sakit Soetomo Surabaya. Untuk 1 tahun ini pengobatan Anita telah bisa menjalani pengobatan di RS Iskak Tulungagung untuk tambah darah setiap bulannya. Anita merupakan anak yang aktif diantara teman-temannya, akan tetapi kondisinya selalu menurun disertai mimisan ketika menjelang kontrol. Ibu Srianik (32) sebagai ibu Anita yang bekerja sebagai karyawan swasta. Ibu Srianik banting tulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Anita telah memiliki jaminan kesehatan berupa KIS. Akan tetapi masih memiliki kendala dalam biaya transportasi untuk ke rumah sakit. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Anita. Bantuan kali ini disalurkan untuk biaya perbaikan keadaan umum dan transportasi ke rumah sakit. Semoga Anita segera diberikan kesembuhan. Amiin

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Kristiono @m_rofii11

Anita menderita Talasemia


BINTANG MAULANA ZIKIR ARSYAH (3, Demam Berdarah). Alamat : Jalan Hamid Rusdi III, No. 233 B, RT 2/12, Kel. Bunulrejo, Kec. Blimbing, Kota Malang, Prov. Jawa Timur. Pada pertengahan Bulan Januari, Bintang mengalami panas yang sangat tinggi dan Bintang pun juga rewel sepanjang hari. Pada keesokan harinya, Bintang dibawa ke dua orang tuanya Puskesmas Pakis untuk pemeriksaan dan Bintang di diagnosis mengalami sakit demam berdarah. Bintang pun dilakukan rawat inap di Puskesmas Pakis. Saat menjalani pengobatan di Puskesmas, kondisi badan bintang yang naik turun membuat kedua orang tuanya khawatir. Alhamdulillah, pada akhir Bulan Januari kondisi suhu badan bintang menjadi normal dan telah dinyatakan sembuh oleh pihak Puskesmas. Ayah Bintang Bapak Saichu (36) bekerja sebagai tukang gali sumur. Dai pekerjaan tersebut Bapak Saichu memperoleh upah yang sangat tidak menentu dan Istri beliau Ibu Vina (27) sebagai ibu rumah tangga. Pendapatan yang diperoleh Bapak Saichu hanya cukup untuk biaya sehari-hari tidak mampu untuk membayar biaya administrasi Puskesmas yang dirasa sangat mahal. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bintang dan bantuan pun diberikan untuk biaya Puskesmas dan perbaikan keadaan umum Bintang. Semoga Bintang selalu diberikan kesehatan dan dapat menjadi anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Sulaiman @m_rofii11

Bintang menderita Demam Berdarah


SITI ROSIDAH (46, Liver + Kolesterol). Alamat : Perum. Pondok Mutiara G2, No. 3, RT 2/11, Desa Cengkok, Kec. Di, Kab. Malang. Sejak 1 tahun yang lalu, kedua kaki Ibu Rosidah sering mengalami bengkak dan tekadang rasa nyerih pun di rasakan pada telapak kaki beliau. Hal tersebut bisa terjadi jika beliau kelelahan saat menjalani aktivitas beliau. Mengetahui akan hal yang kerap terjadi pada kondisi fisik beliau, Ibu Siti pun mencoba untuk berobat ke Klinik Bentoel. Dari pemeriksaan yang dilakukan, hasil lab beliau pun mengindikasikan liver dan kolesterol. Untuk saat ini kaki beliau masih bengkak dan telapak kaki terasa nyeri, dikarenakan belum adanya tindakan medis lagi yang beliau jalani. Suami beliau Bapak Budi Setiyono (66) yang bekerja serabutan sebagai supir memiliki penghasilan yang sedikit dan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ibu Siti juga tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun untuk melanjutkan proses berobat. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Siti dan bantuan yang diberikan dialokasikan untuk melanjutkan pengobatan dan transportasi. Semoga dengan kembalinya Ibu Siti untuk berobat lagi bisa lekas sembuh. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Imam @m_rofii11

Bu siti menderita Liver + Kolesterol


ERNI BIN NARDI (24, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Jember, RT 5/3, Desa Kampung Baru, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Erni dan suamimya, Ortha Melando (27), telah berumah tangga selama 5 tahun. Selama itu, pasangan tersebut belum dikaruniai keturunan. Untuk segera mendapatkan anak, salah satu usaha yang dilakukan oleh Erni adalah dengan mengkonsumsi jamu. Sayangnya usaha tersebut malah menjadikan Erni terkena penyakit. Sekitar 10 bulan yang lalu, tensi Erni sempat tinggi. Setelah diperiksakan ke rumah sakit, Erni dinyatakan gagal ginjal. Sampai saat ini, Erni telah melakukan penyinaran sebanyak 52 kali, rawat inap sebanyak 17 kali dan untuk sekarang Erni harus kontrol setiap awal bulannya untuk melakukan cuci darah. Suaminya, Ortha Melando (27), memilih berhenti dari pekerjaannya sebagai karyawan untuk merawat Erni yang lebih berharga baginya. Karena tidak memiliki pekerjaan, pasangan ini dan keluarganya pelan-pelan mulai menjual segala harta bendanya untuk biaya pengobatan Erni. Beruntung biaya pengobatan Erni yang rutin kontrol di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang tiap tanggal 1 ini banyak terbantu dengan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas I. Melihat kesulitan tersebut, kurir Sedekah Rombongan tanggap memberikan bantuan kepada Erni yang bulan ini dialokasikan untuk biaya iuaran BPJS, transportasi pulang pergi Jombang-Malang dan membeli obat-obatan. Bantuan pada bulan sebelumnya telah tercatat pada nomor rombongan 925. Semoga bantuan dari Sedekaholics bisa meringankan beban Erni dan semoga lekas diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz @m_rofii11 @nay_munaa

Bu erni menderita Gagal Ginjal


ASREVI SINGGIH (26, Lumpuh). Alamat : Kemirahan, Gang 2G, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada awal tahun 2016, tepatnya bulan Januari telah terjadi kecelakaan kendaraan bermotor parah yang menimpa Asrevi, sehingga dia mengalami gegar otak ringan dan memar dada. Tidak hanya itu, rusuk ke 6, 7 dan 8 bergeser dan tulang ekornya pun cedera. Akibat kecelakaan itu pun, Asrevi harus rawat inap di ICU selama 7 hari, lalu UGD selama 2 hari. Setelah beberapa bulan kecelakaan tersebut terjadi, sampai kini Asrevi masih mengalami lumpuh dari perut sampai ke bawah. Pada bulan sebelumnya Asrevi mulai mengkonsumsi susu berkalsium untuk mulai menjalani jadwal fisioterapi. Alhamdulillah sekarang kondisi Asrevi sudah mulai membaik. Pada awalnya Asrevi yang belum bisa duduk sekarang sudah bisa dan nafsu makannya pun sudah mulai bertambah. Untuk saat ini Asrevi menjalani kontrol di RS Aisyah Malang. Putra dari pasangan bapak Beni Wahyudi & Ibu Indah ini sangat berharap bisa segera menjalani operasi tulang punggung seperti yang telah disarankan oleh dokter agar bisa beraktivitas kembali. Sayangnya kendala dari banyaknya biaya yang dibutuhkan dan kesulitan transportasi mengurungkan niat ini. Asrevi telah memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Alhamdulillah sedekahmu tersampaikan untuk biaya transportasi, membeli susu, obat-obatan, pampers dan iuran BPJS. Ucapan terimakasih disampaikan keluarga Ibu Asrevi kepada kurir Sedekah Rombongan dan para Sedekaholics. Bantuan kepada Asrevi pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 932. Semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban Asrevi sekeluarga dan diberi kesembuhan. Aminn

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria @nay_munaa @m_rofii11

Asrevi menderita Lumpuh


MUHAMMAD NUR ALFA (3, Invaginasi). Alamat : Lingkungan Krajan Barat, RT 11/2, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kota Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Beberapa bulan yang lalu Alfa susah makan karena merasakan sakit di bagian perutnya. Orang tuanya pun membawa Alfa ke tukang urut atau pijat untuk mengurut Alfa agar mau makan kembali. Tapi diduga pijatan tukang urut tersebut terlalu kencang saat menekan usus besar Alfa yang masih belum terlalu kuat organ tubuhnya. Sehingga ususnya tidak berkontraksi secara baik karena sebagian usus tersangkut dibagian usus yang lain atau yang lebih dikenal dengan istilah invaginasi dalam dunia kedokteran. Tindakan operasi di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk pemasangan alat bantu pencernaan sudah berhasil dilakukan dan saat ini Alfa sedang dijadwalkan untuk operasi kedua kalinya. Pada bulan ini Alfa telah telah melakukan radiologi lopografi atau pemeriksaan secara radiologi dengan memasukan media kontras positif kedalam usus melalui lubang buatan pada daerah perut. Untuk saat ini Alfa menunggu kamar untuk operasi penggabungan dua ujung usus yang sehat setelah usus yang sakit dipotong (anastomosis). Alhamdulillah operasi yang dijalani oleh alfa berjalan lancer dan Alfa pun telah dijadwalkan untuk menjalani kontrol 1 bulan sekali untuk melihat kondisi dari usus Alfa. Alfa tinggal bersama kedua orang tuanya, Bapak Harianto (37) yang bekerja petani dan Ibu Sunarti (34) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga biasa. Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas II adalah fasilitas kesehatan yang Alfa miliki. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan Malang telah dipertemukan dengan Alfa dan memberi bantuan lanjutan untuk membeli kantong stoma, susu dan transportasi Pasuruan-Malang. Bantuan pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam rombongan nomor 925. Semoga Alfa segera diberi kelancaran dalam menjalani pengobatan dan diberi kesembuhan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.608.400,-
Tanggal : 27 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Sitin @nay_munaa @m_rofii11

Alfa menderita Invaginasi


SRI RAHAYU (41, Kanker Payudara Kiri). Alamat: Jalan Tawangsari, RT 5/5, Desa Gempolan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Beliau merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang sejak tahun 2014. Awal mula beliau merasakan sakit pada di payudara sebelah kiri dan lambat laun semakin membesar sampai menimbulkan luka. Keluarga yang mengetahui kondisi tersebut akhirnya membawanya ke Rumah Sakit Amelia namun pihak rumah sakit menolak untuk menangani. Akhirnya Bu Sri dibawa ke Bhayangkara dan dilakukan operasi. Pada bulan ini Ibu Sri menjalani kontrol rutin setiap 1 bulan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Saat ini beliau tinggal bersama suaminya Edi Nugroho (45) dan satu anaknya bernama Hilal (12). Sehari-hari Pak Edi bekerja sebagai penjual buah keliling dengan penghasilan antara 20 ribu sampai 30 ribu per harinya. Dan Bu Sri hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas II yang dimiliki Bu Sri, sedikit meringankan bebannya dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang biaya transportasi dan kebutuhan obat yang belum masuk tanggungan BPJS menjadi kendala dalam proses pengobatan. Keluarga pun bertemu dan mengungkapkan kesulitan yang dihadapi kepada tim Sedekah Rombongan. Santunan kembali kurir sampaikan untuk perbaikan keadaan umum, membeli obat dan biaya transportasi pulang pergi Kediri-Malang. Bantuan kepada Bu Sri pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 941. Semoga kondisi Bu Sri akan membaik dan dapat menjalani aktivitas seperti biasanya. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Katino @nay_munaa @m_rofii11

Ibu sri menderita Kanker Payudara Kiri


DWI CHANDRA RAMADAN (36, Kecelakaan Motor). Alamat : Jalan Prada Abu Ali No. 40, RT 3/11, Dusun Ngambon, Desa Girimoyo, Kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Sebelum terjadi kecelakaan, Bapak Chandra telah menderita Guliane Bell Syndrome (GBS) yang ditandai dengan kondisi kakinya lumpuh selama dua hari ketika kecapekan atau kedinginan, setelah itu normal kembali. Setelah kecelakaan keadaan Bapak Chandra semakin parah bahkan pergelangan kaki kiri, tulang pinggul, pantat sebelah kiri patah, dan saluran kencing putus. Beliau sempat dirawat di RS Kepanjen lalu dirujuk di RS Saiful Anwar Malang karena keadaan luka yang parah. Pada Bulan Januari kemarin beliau telah menjalani operasi pemasangan pen pada pergelangan kiri beliau dan alhamdullilah operasi pun berjalan lancar. Istri beliau, Aris Susanti (37) bekerja sebagai ibu rumah tangga. Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III telah dimiliki beliau, akan tetapi obat-obatan yang tidak di tanggung oleh BPJS menjadi kendalanya. Alhamdulillah bulan ini santunan dari Sedekah Rombongan Malang telah tersalurkan untuk biaya transportasi dan membeli obat-obatan. Santunan untuk Bapak Chandra pada bulan sebelumnya telah masuk dalam rombongan nomor 942. Semoga Bapak Chandra bisa segera sembuh dan dapat beraktivitas kembali seperti sebelumnya. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz @m_rofii11 @nay_munaa

Dwi menderita Kecelakaan Motor


MUSRIPAH BINTI SLAMET KUDORI (58, Kanker Payudara Kiri). Alamat: Jalan Melati, RT 39/7, Kelurahan Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Sakit kanker payudara telah dirasa Ibu Musripah sejak tahun 2012, kemudian tangan bagian kiri mulai bengkak sejak 5 bulan yang lalu. Kondisi yang semakin buruk tersebut membuat beliau harus dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri dan telah dilakukan operasi. Namun beliau masih ada keluhan, pada bagian tangan sebelah kiri beliau mulai membengkak dan dirasa nyeri sewaktu-waktu sehingga menyulitkan beliau dalam berakivitas. Beliau di rujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk menjalani pengobatan dan kontrol. Pada akhir bulan ini Ibu Musripah melakukan kontrol dan pengambilan obat. Ibu Musripah sebagai anak dari Bapak Alm. Slamet Kudori dan Ibu Mariatun ini juga harus menanggung biaya keluarganya. Kendala biaya dan minimnya pendapatan karena pekerjaan Ibu Musripah sebagai ibu rumah tangga, serta suaminya Bapak Kasiani (59) yang hanya sebagai kuli bangunan. Itupun jika bila ada proyek membangun properti, dengan penghasilan yang masih belum cukup untuk menjalani pengobatan. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III, sedikit meringankan beban dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang ada beberapa kebutuhan yang belum di tanggung BPJS. Santunan yang telah diberikan kepada Bu Musripah dipergunakan untuk biaya transportasi pulang pergi Kediri-Malang, membeli susu dan iuran BPJS. Ucapan terimakasih disampaikan keluarga Ibu Musripah kepada kurir Sedekah Rombongan dan para Sedekaholics. Santunan bulan sebelumnya kepada Ibu Musripah masuk dalam rombongan nomor 945. Alhamdulillah sedekahmu tersampaikan, semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban keluarga Ibu Musripah dan semoga beliau lekas diberikan kesembuhan. Aminn

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Sitin @m_rofii11

Bu musripah menderita Kanker Payudara Kiri


MUHAMMAD RIDHO ISLAMI (1 bulan, Perbaikan Gizi). Alamat : Jalan Kenanga Indah No. 28, RT 1/6, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Muhammad Ridho Islami, biasa dipanggil Ridho lahir pada 10 Januari 2017 di Rumah Sakit Tentara Soepraun Malang, terlahir dengan normal. Dirujuk oleh bidan setempat ke Rumah Sakit Saiful Anwar dikarenakan kondisi ibunda Ridho mengalami dehidrasi saat akan melahirkan. Kini Ridho dan keluarganya sedang kesulitan dalam biaya kontrol dan perbaikan gizi untuk ibunda pasca melahirkan dan menyusui. Ridho terlahir dari seorang ibu bernama Suryani (36) yang bekerja sebagai buruh cuci baju, sementara ayahnya Heri Suryono (40) berprofesi sebagai kuli buruh serabutan. Ridho juga belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah Sedekah Rombongan Malang dipertemukan dengan Ridho sehingga bisa membantu untuk membayar biaya kepulangan dari rumah sakit, memenuhi kebutuhan gizi bayi baru lahir serta gizi untuk ibu menyusui dan perbaikan kondisi pasca melahirkan dan biaya melahirkan. Semoga kelak Ridho akan menjadi anak yang berbakti kepada orang tua. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000
Tanggal : 14 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz @afiatbuchori @candyaryo @nay_munaa

Perbaikan Gizi


MILLAH KHULUQI (37, Miopi). Alamat: Merpati 1 Perumahan Patal 34, RT 1/1, Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Ibu Millah menderita sakit mata miopi atau yang lebih dikenal dengan mata minus yang menyebabkan beliau kesulitan untuk melihat objek jarak jauh (Miopi). Terlebih lagi juga ada gejala alergi jika mata terkena debu, angin, dan matahari. Padahal pekerjaan beliau sebagai guru memerlukan penglihatan yang normal. Untuk saat ini beliau akan menjalani pengobatan yang telah di jadwalkan oleh dokter untuk alerginya. Alm Suharlan M. Shodiq merupakan nama suami beliau yang telah meninggal, sementara ibu Millah sendiri berprofesi sebagai guru ngaji. Beliau kini tinggal bersama putranya yang juga merupakan pasien Sedekah Rombongan Malang dengan penyakit yang sama. Jaminan kesehatan JKN-KIS Mandiri Kelas III yang telah dimiliki beliau pun belum mampu menyokong biaya pengobatannya yang harus intensif, maklum saja pendapatan ibu Millah juga minimum. Kurir Sedekah Rombongan Malang pun memberikan santunan yang ke 2 untuk keperluan transportasi dan biaya untuk berobat. Bantuan untuk Ibu Millah pada bulan kemarin telah masuk pada rombongan nomor 932. Semoga kondisi Ibu Millah semakin membaik. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz @nay_munaa

Millah menderita Miopi


DAMAR ARDIANSYAH (4, Hydrocepalus). Alamat : Dusun Gadungan, RT 4/4, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Sejak lahir Damar sudah diperiksakan ke rumah sakit dan di diagnosis menderita hydrocepalus, atau yang lebih dikenal dengan membesarnya kepala karena cairan berlebih. Pada saat itu pengobatan sudah dilakukan dengan merujuk Damar ke RS Dr. Sutomo untuk menjalani MRI, namun terkendala biaya sehingga pengobatan putus di tengah jalan, hingga kini Damar berusia 4 tahun baru akan diperiksakan lagi. Saat ini kondisi Damar cukup stabil setelah hari Jumat, 13 januari 2017 pulang dari Rumah Sakit Pare. Suyitno (44), adalah ayah dari Damar yang bekerja sebagai supir sedangkan Supriyati (35), adalah Ibu dari Damar sebagai ibu rumah tangga biasa. Damar telah memiliki Jamkesda sebagai jaminan kesehatan yang ia miliki, tapi terkendala akan biaya transportasi dan kebutuhan untuk berobat. Sedekah Rombongan Malang pun dipertemukan dengan Damar dan memberikan santunan yang dipergunakan untuk biaya pengobatan, obat-obatan, dan biaya transportasi. Semoga kondisi Damar segera membaik. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Katino @nay_munaa

Damar menderita Hydrocepalus


KASIYATI BINTI ANDRIYAN (43, Kanker Payudara Kiri). Alamat : RT 1/10, Desa Randu Agung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Sudah sejak awal tahun 2016, muncul benjolan yang semakin membesar di payudara beliau.  Benjolan tersebut ternyata sangat sakit waktu malam saat Ibu Kasiyati tidur malam, nyeri tersebut berpusat di perut dan dada sampai tembus ke punggung. Mengetahui hal tersebut Ibu Kasiyati berobat ke RSSA dan dokter telah mendiagnosis beliau kanker payudara. Selama ini Ibu Kasiyati hanya kontrol dan mengkonsumsi obat yang diberikan oleh pihak rumah sakit. Rencana untuk kemo atau sinar sama sekali belum terencanakan, dikarenakan terhentinya proses pengobatan beliau. Ibu Kasiyati hidup seorang diri dirumahnya dan beliau bekerja sebagai pengamen di pasar. Beliau memiliki JKN-KIS kelas III sebagai jaminan kesehatan untuk berobat, akan tetapi masih terkendala dalam hal transportasi dan obat yang tidak ditanggung BPJS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan Malang dipertemukan dengan Ibu Kasiyati. Santunan pun diberikan kepada Ibu Kasiyati untuk biaya transportasi, membeli obat-obatan dan perbaikan keadaan umum. Semoga proses pengobatan beliau kembali berjalan dengan lancar dan mendapatkan kesembuhan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.543.500,-
Tanggal : 10 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz @lazuardisp @nay_munaa

Bu kasiyati menderita Kanker Payudara Kiri


AGUSTINI SURYANTI (23, Kanker Kelenjar Limfa). Alamat : Desa Dasan Lekong, Kec. Suela, Kab. Lombok Timur, Prov. Nusa Tenggara Barat. Agustini adalah anak keempat dari Bapak Supriadi (60) yang bekerja sebagai petani dan Ibu Sanun yang sudah meninggal dunia. Agustini adalah seorang penjaga toko sembako di Lombok. Sekitar tahun 2009 Agustini mengeluh muncul benjolan di sisi kiri lehernya yang awalnya seukuran kelereng dan kemudian membesar menjadi seukuran bola pingpong. Benjolan tersebut semakin membesar sejak setahun terakhir dan membuatnya kesulitan untuk makan hingga akhirnya ia berobat ke dokter. Oleh dokter di RS Mataram Agustini didiagnosis menderita kanker kelenjar limfa yang harus segera dirujuk ke RSUP Sanglah, Bali, untuk tindakan lebih lanjut. Selama di RS Mataram Agustini mengaku belum pernah mendapat pengobatan, sampai akhirnya ia akhirnya harus di rujuk ke RSUP Sanglah dengan biaya yang berasal dari pinjaman saudaranya. Di RSUP Sanglah Agustini sudah mendapat pengobatan kemoterapi sebanyak 6 kali, namun tidak terdapat berubahan, dan dokter berencana akan megganti obat kemoterapinya. Satu tahun terakhir Agustuni terpaksa berhenti bekerja karena kedaannya semakin parah sehingga ia tidak bisa membantu ayahnya memenuhi kebutuhan sehari-hari, sedangkan ketiga saudara juga berpenghasilan tidak menentu. Akibatnya untuk kehidupan sehari-hari, mereka mengandalkan pemberian uang dari saudara dan tetangga mereka. Di Lombok, keluarga Agustini belum memiliki rumah sendiri, mereka tinggal di sebuah rumah kontrakan yang sangat sederhana. Saat harus menjalani pengobatan di RSUP Sanglah, Agustini tinggal di sebuah  kost dekat dengan RSUP Sanglah yang keadaannya cukup memprihatinkan. Agustini juga merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya karena pendapatan ayahnya yang hanya seorang petani tidak dapat mencukupinya. Alhamdulillah pada September 2016 kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Agustini dan menjadikannya pasien dampingan. Saat ini Agustini masih menjalani rawat jalan dan kemoterapi di RSUP Sanglah. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk untuk biaya kost dan operasional berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam Rombongan 928. Besar harapan semoga Agustini segera sembuh dan diberi ketabahan juga kesabaran, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @lusimartha @ririn_restu

Bu agustini menderita Kanker Kelenjar Limfa


DEMI BINTI AMA’ FAHMI (39, Kanker Payudara). Alamat : Desa Tembeng Putik Timur, Kec. Wanasaba, Kab. Lombok Timur, Prov. Nusa Tenggara Barat. Ibu Demi adalah janda yang memiliki 2 orang anak. Awalnya sekitar 1 tahun yang lalu, muncul benjolan di payudara sebelah kiri, satu bulan setelah benjolan tersebut muncul, benjolan tersebut pecah dan terasa nyeri. Setelah itu tumbuh benjolan lagi yang semakin lama semakin membesar dan juga nyerinya bertambah dan sering berdarah. Sebelumnya Bu Demi pernah dirawat di RS Mataram Lombok, dan dinyatakan menderita kanker payudara, lalu ia disarankan oleh dokter untuk menjalani pengobatan lebih lanjut di RSUP Sanglah, Bali. Ketiadaan biaya membuat Demi tidak segera berobat, sampai akhirnya keadaannya semakin menurun dan keluarga membawanya kembali ke RS Mataram. Bu Demi sempat dirawat beberapa hari dan akhirnya dirujuk ke RSUP Sanglah dengan bantuan biaya yang dikumpulkan oleh saudaranya. Bu Demi saat ini sudah menjalani kemoterapi sebanyak 3 kali dan rencana akan dilakukan terapi sinar. Selama menjalani kemoterapi dan terapi oral, kondisi Bu Demi sering mengalami penurunan sehingga terkadang diperlukan rawat inap pasca kemoterapi. Sejak menjalani pengobatan di RSUP Sanglah pada Juli 2016, Bu Demi tinggal bersama anak pertamanya, Hendra (22) di sebuah kost yang sangat sederhana. Bu Demi juga memiliki 1 orang anak lagi bernama Risma Damayanti (9), seorang pelajar kelas 3 SD yang saat ini diasuh oleh keluarganya di Lombok. Bu Demi sudah bercerai dengan suaminya, akibatnya untuk kehidupan sehari-hari Bu Demi dan anaknya mengandalkan uang pinjaman dari saudarannya. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguk Bu Demi di kostnya, ia mengungkapkan kesedihannya atas penyakit yang ia derita, dan juga kesedihannya memikirkan anaknya di Lombok karena mereka memiliki utang serta tunggakan biaya sekolah anaknya. Pengobatan selama di RSUP Sanglah yang dijalani Bu Demi ditanggung oleh JKN – KIS kelas III yang ia miliki. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesedihan yang Bu Demi  alami, dan sejak November 2016 menjadikannya sebagai pasien dampingan. Bu Demi saat ini sedang menjalani rawat jalan dan kemoterapi di poliklinik bedak onkologi RSUP Sanglah. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya kost dan kebutuhan harian. Santunan sebelumya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 928. Semoga Bu Demi lekas diberi kesembuhan, dan tetap semangat menjalani ikhtiarnya dalam mencari kesembuhan, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @lusimartha @ririn_restu

Bu demi menderita kanker payudara


YOHANES APRILIANO DEGA (2, Malformasi Anorectal). Alamat : Desa Danga, RT 17/8, Kec. Kolibali, Kab. Nageko, Pulau Flores, Prov. Nusa Tenggara Timur. Yohanes merupakan anak pertama dari Quirines Nere (38) dan Kristina Biji Kula (29). Ia terlahir dengan kondisi cacat bawaan yakni tidak memiliki anus dan terdapat kelainan pada alat kelaminnya. Sebelumnya Yohanes sudah pernah dirawat di RS Flores untuk pembuatan anus, namun karena di sana tidak memiliki fasilitas yang lengkap untuk penanganan terhadap kelainan yang dimiliki, Yohanes dirujuk ke RSUP Sanglah, Bali. Selama menjalani pengobatan di RSUP Sanglah Yohanes sudah menjalani operasi colostomy sebanyak 2 kali dan sudah ditutup. Saat ini kondisi Yohanes sudah lebih baik dan menjalani rawat jalan sembari menunggu jadwal operasi berikutnya, namun untuk operasi berikutnya dokter di RSUP Sanglah menyarankan untuk merujuk Yohanes ke RSCM Jakarta dikarenakan peralatan operasi di RSUP Sanglah belum memadai. Ayah dan ibu Yohanes yang  bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu membuat mereka kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi ditambah dengan penyakit yang diderita oleh Yohanes memerlukan biaya dan pengobatan yang cukup lama. Awalnya mereka pasrah menerima keadaan anaknya namun mereka tidak putus asa untuk selalu mengupayakan kesembuhan bagi anak mereka. Biaya pengobatan selama di RSUP Sanglah sudah ditanggung oleh JKN – KIS kelas III yang dimilikinya. Selama pengobatan di Bali orang tua Yohanes sudah tidak lagi bekerja, sehingga tidak ada penghasilan sama sekali dan mereka kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Alhamdulillah, sejak September 2016 kurir Sedekah Rombongan menjadikan Yohanes sebagai pasien dampingan dan bisa merujuknya ke RSCM Jakarta untuk rekonstruksi alat kelaminnya. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi ke Jakarta dan kebutuhan sehari – hari. Santunan sebelumnya telah diberikan dan terdapat dalam rombongan 928.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 1 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @lusimartha @ririn_restu

Yohanes menderita Malformasi Anorectal


MUHAMMAD ROHIM dan MUHAMMAD ROHMAN (1, Dermatitis Alergi). Alamat : Jln. Ikan Mas Kampung Sei Carang, RT 1/5, Kelurahan Air Raja, Kecamatan Tanjung Pinang Timur, Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau. Sekitar 8 bulan yang lalu awalnya ada tetangga yang didiagnosis terkena flu singapura, tidak lama kemudian pada tubuh Rohim dan Rohman muncul seperti biang keringat yang awalnya sedikit kemudian muncul di hampir seluruh tubuhnya.  Keluarga hanya beranggapan itu biang keringat biasa sehingga si kembar tidak segera dibawa ke dokter, namun kondisi si kembar semakin tidak nyaman dan akhirnya keluarga memutuskan untuk membawa mereka ke Puskesmas terdekat namun masih belum juga ada perubahan. Kondisi Rohim dan Rohman yang tidak kunjung membaik membuat mereka dirujuk ke UGD rumah sakit terdekat. Sakit ini juga membuat Rohim terkena infeksi paru namun sudah diberikan obat dan kondisi membaik. Rohim dan Rohman harus rutin diobati dengan salep dan jika tidak diberikan penyakitnya akan kambuh lagi. Jaminan kesehatan yang dimiliki keduanya adalah JKN – KIS kelas III. Ayah mereka, Muhammad Andriansyah (34), hanya bekerja sebagai buruh bangunan dengan gaji yang tidak seberapa. Saat dikunjungi kurir Sedekah Rombongan, Pak Muhammad menceritakan kendala yang dihadapi saat pembelian obat, karena tidak semua apotek menjual salep yang dibutuhkan si kembar. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit. Semoga Rohman dan Rohim segera kembali pulih dan sehat selalu.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal: 12 Desember 2016
Kurir : @aranesia @herubinyatiman @monikayolanda @mumutmutya @ririn_restu

Rohim dan rohman menderita Dermatitis Alergi)


SUPIA BINTI GUSTAM (2, Jantung Bocor). Alamat : Dusun Baru, RT 16/5, Kecamatan Salatiga, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Ayah Supia, Pak Gustam, tidak menyangka anaknya yang masih kecil harus terkena penyakit jantung bocor. Ketika lahir, tidak ada gejala yang dialami Supia, namun saat usianya berusia 3 bulan ia mengalami pembengkakkan pada tangan dan perutnya. Awalnya Pak Gustam tidak terlalu khawatir, karena setelah membawanya ke pengobatan alternatif kodisi Supia dianggap lumrah terjadi, namun setelah lama berobat ke beberapa pengobatan alternatif kondisinya tidak kunjung membaik sehingga ia dibawa ke Puskesmas terdekat namun dirujuk ke RSUD di Singkawang. Sesampainya di RSUD dokter menyatakan bahwa Supia mengalami kelainan jantung bocor dan harus segera melakukan pengobatan lanjutan ke RS Harapan Kita Jakarta. Meskipun Supia sudah memiliki JKN-KIS Mandiri kelas lll, namun biaya transportasi dari kabupaten Sambas ke Jakarta tidaklah sedikit sehingga Pak Gustam mengurungkan niatnya untuk terus melanjutkan pengobatan anaknya. Pak Gustam dan istrinya, Ibu Armina dalam kesehariannya bekerja sebagai petani penoreh getah untuk menyambung hidup sehari – hari, mereka tak memiliki uang untuk pengobatan Supia. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Supia, bantuan awal pun diberikan untuk biaya transportasi dan kebutuhan hidup Supia beserta kedua orangtuanya selama berobat di RS Harapan Kita Jakarta. Semoga Supia segera sembuh sehingga bisa beraktivitas seperti anak – anak seusianya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Supia menderita Jantung Bocor


INDO TANG (100, Lumpuh + Sesak Napas). Alamat : Jalan Gunung Belah, Desa Seberang, Kecematan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Sakit yang diderita Ibu Indo Tang sudah 8 tahun dirasakannya. Awalnya Ibu Indo Tang mengeluh sakit-sakitan di badan dan mengalami sesak napas. Anaknya sempat membawa Ibu Indo Tang berobat ke Puskesmas terdekat, namun itu hanya dilakukannya sekali karena ia tidak punya biaya untuk membawa ibunya berobat. Anak Ibu Indo Tang hanya buruh di kebun orang lain dengan penghasilan yang tidak menentu. Ibu Indo Tang selama ini hanya berobat tradisional seadanya, lama – kelamaan ia mulai mengalami kesulitan berjalan dan berdiri hingga akhirnya mengalami kelumpuhan. Ibu Indo Tang tidak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun, sedangkan dokter Puskesmas menyarankan agar ia rutin kontrol kesehatan. Kesulitan keuangan dan jauhnya jarak Puskesmas dari rumah menghambat pengobatan Ibu Indo Tang. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Ibu Indo Tang, santunan diberikan untuk biaya akomodasi kontrol kesehatan dan pengobatan di Puskesmas.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000.-
Tanggal : 25 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @rintawulandari Wendi @ririn_restu

Bu indo menderita Lumpuh + Sesak Napas


OKTAVIANUS LAGA (22, Susp. Apendicitis). Alamat : Jalan Kampung Lourdes, RT 11, Dusun Berjoko, Desa Sei Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Sakitnya bermula sejak 18 Desember 2016, saat itu Oktavianus tiba-tiba merasakan sakit seperti di tusuk-tusuk di perut bagian kanan bawah. Oktavianus sekuat tenaga menahan sakitnya. Perutnya terasa sangat keras saat diraba. Sejak saat itu sakitnya hilang timbul. Pada 23 Desember 2016, Oktavianus berobat ke klinik dan didiagnosis Suspect Apendicitis atau dalam bahasa awamnya radang usus buntu. Petugas kesehatan menyarankan agar Oktavianus berobat ke RSUD Nunukan, namun karena tidak memiliki biaya ia tidak memeriksakan diri ke sana dan hanya minum obat – obatan herbal. Saat ini Oktavianus masih sering mengeluh sakit, obat – obatan herbal yang diminumnya tidak juga membuat kondisinya membaik. Oktavianus tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, ia pun tidak memiliki pekerjaan tetap, hanya mengandalkan hasil kebun keluarga yang  sangat jarang panen. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dihadapi oleh Oktavianus dan memberikannya santunan untuk biaya transportasi dan pemeriksaan di RSUD Nunukan. Semoga santunan ini bermanfaat dan Oktavianus terus bersemangat menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 22 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @rintawulandari Daniel @ririn_restu

Oktavianus menderita Susp. Apendicitis


SAMSIAH BINTI MAJJU (60, Lumpuh). Alamat : Jalan Reformasi, RT 1, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Ibu Samsiah sering mengeluh sakit di badan dan tulangnya namun ia hiraukan saja. Saat kondisinya menurun, Ibu Samsiah terjatuh di kamar mandi dan setelah kejadian itu ia tidak bisa berjalan hingga kini. Sebelumnya Ibu Samsiah masih bisa mencari nafkah dengan berjualan kue di pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari – harinya dan sang kakak yang tuna netra, namun kini ia tidak bisa bekerja sehingga tak memiliki penghasilan. Tempat tinggalnya sekarang ini pun merupakan sumbangan warga yang kasihan pada Ibu Samsiah. Tiga bulan terakhir sakit Ibu Samsiah sering kambuh, ia mengeluh sakit pada kaki hingga tidak bisa berdiri dan berjalan. Selama ini Ibu Samsiah hanya mengonsumsi obat-obatan herbal yang ada di warung. Ibu Samsiah belum mengetahui secara pasti penyakit yang dideritanya karena belum pernah berobat ke rumah sakit. Ibu Samsiah memiliki jaminan kesehatan JKN – KIS PBI, namun karena besarnya biaya transportasi ke RSUD yang harus menyebrang pulau membuat ia tak dapat berobat. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Ibu Samsiah, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi ke rumah sakit. Semoga dengan adanya santunan ini, Ibu Samsiah bisa semangat berikhtiar menjemput kesembuhannya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 21 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @rintawulandari Duwi @ririn_restu

Bu samsiah menderita Lumpuh


ROBET E LAJA TAPUN (18, Fraktur). Alamat : Jalan Sei Jepun Panamas, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Robet mengalami kecelakaan pada 9 Desember 2016 lalu yang membuat kaki kirinya patah. Musibah yang tiba-tiba terjadi ini cukup menyulitkan keluarga Robet karena orang tuanya tak memiliki uang untuk pengobatan anaknya. Penghasilan Ayah Robet, Alfons Baba Kabis (59), sebagai buruh sawit di negara tetangga tak menentu, sedangkan ibunya, Lincevia Tabita (48) hanya ibu rumah tangga. Dokter menyarankan Robet menjalani operasi pemasangan pen, namun keluarganya menolak karena ketiadaan biaya meski ia telah memiliki JKN – KIS PBI. Akhirnya Robet dan keluarganya meminta dipulangkan dari rumah sakit dan ingin melakukan pengobatan tradisional seperti urut atau meminum jamu. Kini Robet hanya bisa terbaring di rumahnya. Robet membutuhkan nutrisi makanan untuk menunjang pertumbuhan kalsium kakinya dan untuk mempercepat penyembuhan luka. Keluarga Robet tak mampu menyediakan makan-makanan bergizi sehingga ia hanya makan ala kadarnya. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dihadapi Robet dan memberikan santunan untuk biaya akomodasi berobat dan untuk membeli makanan bernutrisi agar Robet bisa segera sembuh, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 12 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @rintawulandari Cypriani @ririn_restu

Robet menderita Fraktur


ENI NURAENI (23, Bells Palsy+Kelainan pada Syaraf Wajah). Alamat: Kp. Babakan Girang RT 1/1, Kelurahan Hegar Manah, Kecamatan Pangarangan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Eni Nuraeni adalah anak pertama dari dua bersaudara pasangan Bapak Husen (43) dan Ibu Yoyoh (39), yang sudah 4 tahun terakhir ini menderita Bells Palsy atau Kelainan pada Syaraf Wajah. Gejala awal, Eni rasakan saat duduk dibangku kelas 2 SMP, Eni sering mengalami demam tinggi dan nyeri di rahang hingga telinga serta kejang pada mata, bibir dan hidungnya, biasanya menyerang saat Eni capek dan lelah. Kondisi ini mengakibatkan kegiatan sekolah Eni terganggu, pasca lulus SMP Eni terpaksa tidak melanjutkan pendidikannya ke bangku SMA karena sakit yang diderita Eni. Upaya pengobatan  dilakukan mulai dari alternatif hingga medis, semua dilakukan Bapak Husen demi putri tercintanya. Bapak Husen, sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Tapi semenjak pengobatan Eni dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo dari RSUD Adji Dharmo Lebak Banten, Bapak Husen tidak lagi bisa bertani lagi sehingga tidak ada biaya lagi. Alhamdulillah, kini setelah Eni menjadi pasien dampingan #SR dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta, Bapak Husen tidak lagi harus menunggu Eni di Jakarta dan bisa kembali bertani di kampung. Kurir  #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 935 untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani pengobatan di Jakarta. Kini Eni masih terus menjalani kontrol rutin di RSCM, saat ini pengobatannya lebih fokus pada pendengarannya. Pertengahan bulan ini Eni telah menjalani operasi yang kelima, Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Mohon doa terbaik untuk Eni, semoga proses pengobatan yang dilakukan diberi kemudahan dan lekas mendapat kesembuhan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal:  17 Januari 2017
Kurir: @wirawiry  @untaririri

Eni menderita Bells Palsy+Kelainan pada Syaraf Wajah


SITI MARSELA (3, Tumor Perut). Alamat: Kp. Cireret RT 1/4, Desa Kandangsapi, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten. Sela, begitulah bocah kecil ini disapa, adalah putri dari pasangan Bapak Marsani (57) dan Epon (56). Saat Sela berusia 5 bulan orang tuanya merasa ada benjolan di perut Sela sebelah kiri. Awalnya kedua orang tua Sela mengira benjolan itu akibat gigitan serangga, namun lama kelamaan benjolan itu makin membesar dan akhirnya Sela dibawa ke RSUD Malimping untuk mendapat tindakan medis, tapi disana belum diketahui pasti penyakit apa yang diderita Sela. Pada akhir bulan Januari 2016 ini Sela dibawa kembali oleh orang tuanya ke RSUD Malimping, namun karena keterbatasan alat medis, akhirnya Sela di rujuk ke RS H. Darmo Rangkas Bitung. Setelah pemeriksaan di RS H. Darmo, Sela didiagnosa menderita Tumor Perut, tapi karena keterbatasan fasilitas Sela dirujuk ke RSCM. Awalnya orang tua Sela keberatan jika Sela harus dirujuk ke Jakarta meskipun untuk biaya rumah sakit sudah ditanggung oleh BPJS, tapi mereka khawatir untuk biaya sehari-hari. Tapi, Allah menunjukkan kebesaranNya, Sela dipertemukan dengan #SedekahRombongan dan berangkat ke Jakarta. Selama menjalani pengobatan di RSCM, Sela beserta keluarganya tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan Jakarta. Alhamdulillah, bantuan lanjutan telah disampaikan untuk biaya sehari-hari selama menjalani pengobatan di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 935. Sekarang Sela kecil masih harus menjalani kontrol rutin dan kemoterapi di Poli Anak RSCM dan Alhamdulillah ditengah proses berobat yang dijalaninya kondisi Sela terus membaik. Mohon doa terbaik untuk Sela, semoga segala proses pengobatan yang dijalaninya diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 17 Januari 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Siti menderita Tumor Perut

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 WINDA YULIANA 1,000,000
2 AZMI HAIL MAHLAL 500,000
3 BILLY APRILIANA 1,000,000
4 SARMILIH IRMA 1,000,000
5 IPIN BIN JAKA 500,000
6 AI SITI ROKAYAH 500,000
7 BENI BIN YUYU 500,000
8 EEN SUHAENAH 500,000
9 KOMARAMDANI BIN AMIN 500,000
10 RAYA DESWITA 500,000
11 RSSR JAKARTA 2 40,000,000
12 NENI 1,000,000
13 RSUD Dr. DOLOPO 5,000,000
14 ALMH. SITI ALFIYAH 1,000,000
15 SITI NURUL JANNAH 1,000,000
16 SITI AMINAH 1,000,000
17 SIYAM BINTI KARNI 1,000,000
18 RIZKI CAHAYA SAPUTRA 1,000,000
19 PUDJI UTAMI 1,000,000
20 DIANA BINTI JEMANI 1,000,000
21 ANDIK ISDIANTO 1,000,000
22 MTSR MAGETAN 2,900,000
23 MTSR MAGETAN 2,770,000
24 RSSR MAGETAN 2,800,000
25 KINI BINTI WAHYO 500,000
26 SUMIYEM BINTI KARSO SIRIN 1,000,000
27 IIN TUMINI 1,000,000
28 SALSA SOFIATUN HALIMAH 500,000
29 ANITA N ULUM 500,000
30 BINTANG 1,000,000
31 SITI ROSIDAH 500,000
32 ERNI BIN NARDI 1,000,000
33 ASREVI SINGGIH 500,000
34 MUHAMMAD NUR ALFA 1,608,400
35 SRI RAHAYU 500,000
36 DWI CHANDRA RAMADAN 500,000
37 MUSRIPAH BINTI SLAMET KUDORI 500,000
38 MUHAMMAD RIDHO ISLAMI 2,000,000
39 MILLAH KHULUQI 500,000
40 DAMAR ARDIANSYAH 1,000,000
41 KASIYATI BINTI ANDRIYAN 1,543,500
42 AGUSTINI SURYANTI 500,000
43 DEMI BINTI AMA’ FAHMI 500,000
44 YOHANES APRILIANO DEGA 3,000,000
45 MUHAMMAD ROHIM dan MUHAMMAD ROHMAN 750,000
46 SUPIA BINTI GUSTAM 2,000,000
47 INDO TANG 750,000
48 OKTAVIANUS LAGA 1,000,000
49 SAMSIAH BINTI MAJJU 1,000,000
50 ROBET E LAJA TAPUN 1,000,000
51 ENI NURAENI 500,000
52 SITI MARSELA 500,000
Total 95,121,900

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 95,121,900,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 949 ROMBONGAN

Rp. 46,605,533,638,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.