Rombongan 948

Barang siapa berniat untuk bersedekah, kecepatan Allah membalasnya lebih dari gerakan sedekahnya.
Posted by on January 31, 2017

RSSR SEMARANG (Operasional Bulan November). Alamat : Jl. Sadewa 2 No. 3, RT 1/3, Kel. Pendrikan Kidul, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang. RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Di Semarang sejak bulan Juni 2016 ini kami menyewa sebuah rumah di daerah Semarang Tengah ini, sebelumnya di daerah Pleburan Semarang sejak 2 tahun lalu sebagai rumah singgah untuk pasien. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah misalnya ada pasien #SedekahRombongan yang berasal dari luar kota Semarang, biasanya dari wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, Pekalongan, Pati, Jepara, Purwodadi, Rembang, dsb yang harus menjalani pengobatan di Semarang selama berbulan-bulan dan hanya perlu masuk Rumah Sakit seminggu sekali misalnya untuk kemoterapi, kontrol rutin, atau proses pengobatan yang lain tidak perlu bolak balik ke rumahnya dan bisa menempati Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR). Laporan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan November 2016. Laporan keuangan operasional RSSR ini sebelumya masuk di rombongan 931.

Jumlah Bantuan : Rp. 12.789.650,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya Operasional Bulan November


MTSR SEMARANG (H 8690 QF, Biaya  Operasional Bulan November). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulance MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan November 2016. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 931.

Jumlah Bantuan : Rp. 7.680.200,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya Operasional Bulan November


MTSR SEMARANG (G 9221 GC, Biaya  Operasional Bulan November). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan November 2016. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 931.

Jumlah Bantuan : Rp. 8.523.540,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya Operasional Bulan November


KUSTARI BIN TARDI (47, Tumor Dagu). Alamat : Dukuh Centuko, RT. 2/2, Kel. Tombo, Kec. Bandar, Kab. Batang, Prov. Jawa Tengah.  Tepatnya yaitu 23 tahun lalu atau tepatnya pada tahun 1993 beliau mengalami penyakit neoplasia (tumor parotis) yang ada pada dagu, tanpa disadari oleh beliau. Dari tahun ke tahun benjolan itu semakin membesar, kemudian Pak Kustari memeriksakan ke puskesmas. Karena keterbatasan tenaga medis, pihak puskesmas kemudian merujuk Pak Kustari ke rumah sakit setempat. Pengobatan sempat terhenti karena tidak ada biaya. Pada tahun 2000 Pak Kustari melakukan pemeriksaan di rumah sakit setempat. Setelah menjalani pemeriksaan dokter memutuskan agar Pak Kustari menjalani operasi pengangkatan tumor pada dagu. Dikarenakan tumor tersebut sudah sangat besar. Setelah menjalani operasi dan akhirnya pemasangan pen. Tahun demi tahun tanpa disadari seharusnya pen tersebut dilepas tetapi hampir kurang lebih 12 tahun tidak terlepas hingga tahun 2012 pen tersebut muncul dengan sendirinya didagu. Ketidak tahuan tentang prosedur pengobatan membuat Pak Kustari menyesalkan hal ini terjadi. Pak Kustari yang kesehariannya sebagai seorang petani dan masih memiliki tanggungan dua anak merasa keberatan dengan biaya pulang pergi ke rumah sakit. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover oleh JKN – KIS PBI yang dimiliki. Alhamdulillah atas ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Kustari. Santunan awal disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Pak Kustari. Mohon doanya semoga Pak Kustari segera sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 November 2016
Kurir : @indrades @marco @DiahPertiwi1110

Pak kustari menderita Tumor Dagu


MARYATI BINTI KASNURI (32, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Jln. Kakaktua RT 4/3 No.10, Gang 1 Randu Gunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Sejak 2013 lalu, Bu Maryati memiliki benjolan di bagian payudaranya. Kemudian Bu Maryati memeriksakan diri ke Rumah sakit di Tegal. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter mendiagnosa Bu Maryati menderita kanker payudara stadium 3. Karena keterbatasan alat medis, dokter merujuk Bu Maryati berobat ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pengobatan pertama dilakukan setelah Bu Maryati melahirkan anaknya yg kedua. Dokter tidak memperbolehkan kanker Bu Maryati dioperasi, karena saat itu beliau masih menyusui. Setelah anaknya sudah besar, dokter menyarankan agar Bu Maryati segera dioperasi, akan tetapi Bu Maryati tidak berani melakukan operasi. Selain itu, karena keterbatasan biaya, kanker Bu Maryati dibiarkan begitu saja sampai akhirnya pecah dan menjalar ke leher dan liver. Bu Maryati sudah memiliki Jamkesmas, akan tetapi beliau tidak memiliki biaya untuk akomodasi selama perawatan, karena selama ini beliau mendapatkan bantuan dari warga sekitar tempat tinggalnya. Suami Bu Maryati, Bapak Rahmat (27 tahun) bekerja sebagai buruh serabutan, penghasilannya sebagai buruh serabutan yang tidak menentu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tidak mampu membiayai akomodasi pengobatan yang harus dijalani Bu Maryati, apalagi beliau memiliki tanggungan dua orang anak yang berumur 7 tahun dan 1 tahun. Saat ini anak pertama Bu Maryati terpaksa harus putus sekolah dikarenakan tidak mampu membayar biaya sekolah. Bu Maryati menjalani pemeriksaan rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan telah menjalani 6 kali kemoterapi. Kondisinya sudah mulai membaik, kanker di payudara sudah mengecil dan mengering. Bu Maryati telah menjalani USG dan rontgen untuk mengetahui sampai sejauh mana penyebaran kankernya. Hasil kontrol pada tanggal 3 Mei 2016 terdapat benjolan di liver, dokter memberikan obat untuk diminum selama satu bulan, dan mengharuskan Bu Maryati kontrol kembali setelah obat habis. Hasil kontrol pada tanggal 3 Juni 3016, dokter memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan rahim karena kanker sudah menyebar ke rahim dan liver. Sebelum operasi dokter menyarankan agar bu Maryati meminta persetujuan pihak keluarga terlebih dahulu. Apabila keluarga sudah setuju maka operasi pengangkatan rahim akan dilakukan pada bulan Juli 2016. Alhamdulillah, Bu Maryati sudah menjalani operasi pengangkatan rahim. Operasi berjalan dengan lancar, namun Bu Maryati masih harus menjalani kemoterapi pasca operasi. Setelah beberapa kali gagal menjalani kemoterapi karena tekanan darah kurang, saat ini Bu Maryati sudah menjalani kemoterapi ke-5. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama Bu Maryati menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Semoga Bu Maryati bisa lekas sembuh dan dapat beraktivitas kembali seperti biasanya. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 927.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.700.000,-
Tanggal : 3 Desember 2016
Kurir : @Indrades @Ida @lianhumaira @DiahPertiwi1110

Bu maryati menderita Kanker Payudara Kanan


RASIYEM BINTI KASIM (42, Kanker Rahang). Alamat : Dukuh Jumbleng, RT 5/4, Kel. Sojomerto, Kec. Gemuh, Kab. Kendal, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 2014 lalu, Bu Rasiyem merasakan sakit gigi, kemudian timbul benjolan di rahang kanannya. Kemudian, Bu Rasiyem berobat ke dokter praktek di desa. Oleh dokter disarankan ke RSI di Kendal. Dua hari setelah berobat, rasa sakitnya makin hebat lalu dirujuk ke RSUD Tugurejo Semarang. Di RSUD Tugurejo Semarang dilakukan operasi cabut gigi kiri dan kanan. Berdasarkan pemeriksaan awal, dicurigai ada keganasan. Namun karena merasa sudah membaik, pengobatan tidak dilanjutkan. Padahal dokter telah menyarankan untuk operasi. Pada awal tahun 2015, Sakit yang diderita Bu Rasiyem semakin parah. Kondisi tubuh juga semakin menurun. Kemudian Bu Rasiyem menjalani kontrol rutin di RSUD Tugurejo Semarang. Setelah menjalani kontrol rutin selama 3 bulan, pengobatan Bu Rasiyem kembali terhenti karena tidak adanya biaya untuk bolak-balik ke Semarang. Bu Rasiyem telah memiliki JKN – KIS PBI. Bu Rasiyem yang masih memiliki 3 tanggungan anak memilih untuk mengobati lukanya dengan obat-obatan tradisional. Alhamdulillah pada bulan Juni 2016 tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Rasiyem. Dan kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Bu Rasiyem. Saat ini Bu Rasiyem dapat melanjutkan pengobatannya kembali di RSUD Tugurejo Semarang. Karena penyakitnya sudah semakin parah, dokter menyarankan Bu Rasiyem untuk menjalani kemoterapi. Dan sekarang, Bu Rasiyem telah menyelesaikan kemoterapi yang ke-7. Santunan diberikan kepada Bu Rasiyem untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 927.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.122.500,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @rishafaiq @DiahPertiwi1110

Bu rasiyem menderita Kanker Rahang


SUNARTI BINTI ASTAP (38, Kanker Ovarium). Alamat : Karangmalang, RT 4/2, Kec. Kedungbanteng, Kab. Tegal, Prov.Jawa tengah. Pada tahun 2013 lalu, Bu Sunarti mengeluhkan sakit di bagian perutnya. Setelah diperiksakan ke RSUD setempat diketahui terdapat tumor dalam perut Bu Sunarti. Pihak keluarga Bu Sunarti tidak langsung melakukan pengobatan kepada Bu Sunarti karena kala itu Bu Sunarti masih bekerja di luar kota. Tahun 2014, Bu Narti pertama kali melakukan tindakan operasi di RSUD Soesilo Slawi. Namun, setahun kemudian perut Bu Sunarti terlihat bertambah besar. Bu Sunarti lalu melakukan operasi ke-2 di RSI Singkil Tegal dan dokter menyarankan untuk rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang guna pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dirujuk ke Semarang, Bu Sunarti tidak langsung melanjutkan pengobatan di Semarang. Tidak adanya biaya membuat pengobatan tertunda meskipun biaya pengobatan telah dicover fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI yang buatkan perangkat desa setempat. Alhamdulillah, pada bulan Juni 2016 tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Sunarti. Setelah berdiskusi dengan pihak keluarga, Bu Sunarti kemudian dibawa ke Semarang dan menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Semarang. Saat ini Bu Sunarti telah menjalani operasi pengangkatan kanker di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan tengah menunggu hasil USG untuk penentuan tindak lanjut. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 927.

Jumlah Bantuan : Rp. 900.000,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir: @indrades @idaiddo @restirianii @DiahPertiwi1110

Bu sunarti menderita Kanker Ovarium


SITI MUSIYAM (45, Kanker Ovarium). Alamat : Desa Karangsari, Kec Bojong, Kab Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 2014 lalu, Ibu Musiyam mengalami keputihan terus-menerus. Ibu Musiyam mengira keputihan yang biasa terjadi menjelang datang bulan. Setelah satu bulan keputihan tersebut tidak kunjung berhenti bahkan Ibu Musiyam merasakan ada benjolan pada bagian perut. Sehingga menyebabkan Ibu Musiyam susah buang air kecil. Kemudian Ibu Musiyam berobat ke RSUD Kajen Pekalongan. Setelah dilakukan rontgen, dokter mendiagnosa bahwa Ibu Musiyam menderita kanker ovarium atau dalam bahasa awam dikenal sebagai kanker indung telur. Kemudian Ibu Musiyam dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk penanganan lebih intensif. Ibu Musiyam menjalani operasi pengangkatan kanker pada rahim di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pasca operasi pengangkatan kanker, Ibu Musiyam telah menjalani kemoterapi 6 kali untuk membunuh sel-sel kanker yang ada. Dari hasil USG masih terlihat bahwa kanker di indung telur Ibu Musiyam masih ada, dan ukurannya semakin membesar. Posisi kanker semakin mendesak organ ginjal sehingga mengganggu fungsi sistem perkemihannya. Ibu Musiyam yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga dan suami Ibu Musiyam yaitu Bapak Kasdolah (42) sebagai tukang batu di Jakarta yang penghasilannya tidak menentu seakan-akan ingin menyerah. Ibu Musiyam juga masih memiliki tanggungan 2 anak yang belum bekerja. Pengobatan cukup panjang harus dilalui Ibu Musiyam. Kesulitan biaya transportasi juga menjadi kendala utama. Biaya pengobatan sudah dicover JKN – KIS PBI. Alhamdulillah pada akhir tahun 2014, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Musiyam dan sepakat mendampingi selama berobat. Saat ini Ibu Musiyam sedang menjalani serangkaian program kemoterapi lanjutan karena diduga lubang yang ada di perut Ibu Musiyam tidak kunjung sembuh karena telah tumbuh kanker pada lubang tersebut. Bantuan dari sedekaholics ini ditujukan untuk Bu Musiyam dan Keluarga untuk biaya akomodasi Bu Musiyam saat pengobatan di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 927.

Jumlah bantuan : Rp 1.224.689,-
Tanggal : 30 November 2016
Kurir : @indrades @idaiddo  @DiahPertiwi1110

Bu siti menderita Kanker Ovarium


ROMADHON BIN CUNDUK  (50, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Tondano No. 18, Noyontaan, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pak Romadhon adalah seorang tukang becak di wilayah Kota Pekalongan. Gejala awal penyakit beliau sekitar bulan Februari 2015, saat itu mulai tumbuh benjolan pada bagian leher. Karena tidak merasakan sakit, jadi beliau tidak terlalu memperdulikannya. Pada Bulan Agustus tahun 2015 akhirnya keluarga Bapak Romadhon memeriksakan diri ke dokter dan dokter mendiagnosis terkena kanker kelenjar getah bening. Sejak Pak Romadhon didiagnosa mengidap kanker, beliau sudah tidak bisa bekerja sebagai tukang becak. beliau memiliki tanggungan 3 orang anak yang masih bersekolah yaitu anak ke-3 SMA, anak ke-4 SMP dan anak ke-5 SD. Fasilitas jaminan kesehatan yang digunakan beliau adalah JKN – KIS PBI. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah, isteri Pak Romadhon bekerja sebagai petugas kebersihan/cleaning service. Hingga pada bulan November 2015, Allah mempertemukan Pak Romadhon dengan kurir  Sedekah Rombongan. Tim SR membawa Pak Romadhon berobat ke RSUD Bendan dan segera dirujuk ke RS Dr. Kariadi Semarang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Setelah pemeriksaan medis selesai dilakukan, Dokter menyarankan untuk segera melakukan kemoterapi. Tahap demi tahap kemoterapi telah selesai dan dilalui Pak Romadhon dengan lancar. Saat ini Pak Romadhon sedang menjalani kontrol rutin dan cek lab sebelum dilakukan tindakan kemoterapi ke-10. Bantuan disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 927.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 29 November 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @dianfariza @yodhadidot @DiahPertiwi1110

Pak romadhon menderita Kanker Kelenjar Getah Bening


SUMARMO BIN SOALMAN (50, Stroke). Alamat : Wonosari, RT 2/3, Kel. Wonosari, Kec. Ngaliyan, Kota Semarang, Prov. Jawa Tengah. Pada bulan Maret 2016 Pak Sumarmo tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri, keterbatasan biaya membuat keluarga tidak berani membawa Pak Sumarmo untuk di periksakan ke dokter. Keterlambatan penanganan di tambah riwayat tekanan darah tinggi, menyebabkan Pak Sumarno menderita Stroke. Sejak saat itu sampai kurang lebih 9  bulan keluarga hanya mampu melakukan pengobatan seadanya, dilakukan pijat, pengobatan tradisional dan pengobatan alternatif. Pak Sumarmo yang kesehariaanya sebagai seorang supir. Namun sejak sakit Pak Sumarmo tidak bisa bekerja dan bergantung sepenuhnya pada keluarga. Sebab Pak Sumarmo adalah seorang duda dan tidak memiliki anak. Pak Sumarmo juga tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan apapun. Pada bulan November 2016 kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Simarmo. Santunan pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Pak Sumarmo.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 November 2016
Kurir : @indrades  @idaiddo @bintangbinuka @DiahPertiwi1110

Pak sumarmo menderita Stroke


FAJAR FIRMANSYAH (10, Hipertiroid). Alamat : Dukuh Larangan, RT 23/11, Desa Jatingarang, Kec. Bodeh, Kab. Pemalang, Prov. Jawa Tengah. Pada saat lahir terdapat benjolan kecil pada leher Fajar. Kedua orang tua Fajar tidak begitu mengkhawatirkan benjolan tersebut. Pada usia 5 tahun, benjolan tersebut semakin membesar dan bila diraba terasa keras. Kemudian Fajar dibawa ke RSUD Kajen dilakukan pemeriksaan lebih intensive. Setelah dilakukan rontgen, dokter mendiagnosa bahwa Fajar menderita hiperteroid atau berlebihnya hormon tiroid pada tubuh. Dokter merujuk Fajar ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ayah Fajar yaitu Bapak Dul Azis (47) yang bekerja sebagai buruh tani tidak bisa berbuat apa-apa. Meskipun Fajar sudah memiliki fasilitas kesehatan yaitu JKN – KIS PBI. Alhamdulillah atas ijin Allah, pada awal oktober 2016 tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Fajar. Kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Fajar. Fajar dibawa kesemarang untuk melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Fajar sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang sebelum menjalani tindakan selanjutnya. Santunan kembali disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 927.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 November 2016
Kurir : @indrades  @idaiddo @Qiiyu @DiahPertiwi1110

Fajar menderita Hipertiroid


SALAMAH BINTI TAMRIN (24, Kista). Alamat : Desa Jembayat, RT 1/2, Kec. Margasari, Kab. Tegal, Prov. Jawa Tengah. Mbak Salamah adalah anak pasangan Bapak Tamrin (53) dan Ibu Wahyuni (43). Bapaknya hanyalah seorang sopir metromini, dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Mbak Salamah sudah berkeluarga, memiliki satu orang putra yang berumur 21 bulan. Mbak Salamah telah melakukan 3 kali operasi pada bagian perut. Yang pertama operasi caesar saat melahirkan putra pertamanya bulan November 2014. Saat operasi caesar tersebut baru diketahui bahwa mbak Salamah memiliki kista di perutnya (2 biji, besar dan kecil). Operasi kedua adalah operasi usus buntu pada bulan Mei 2016, dan yang ketiga operasi pengangkatan kista di bulan Juni 2016 namun operasi terebut gagal karna dokter tidak berani melanjutkan dikarenakan kistanya yang sudah mengalami perlengketan dengan usus sehingga saat ini mbak Salamah dirujuk berobat ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Namun, Mbak Salamah tidak langsung ke Semarang karena tidak ada biaya. Mbak Salamah memilih tidak melanjutkan pengobatan. Alhamdulillah pada awal Agustus 2016 tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mbak Salamah sehingga Mbak Salamah dapat melanjutkan pengobatan kembali. Kurir juga membantu pembuatan fasilitas kesehatan berupa JKN – KIS Mandiri Kelas III untuk Mbak Salamah. Saat ini kondisi Mbak Salamah semakin membaik. Mbak Salamah dianjurkankan tetap menjalani kontrol untuk memantau kondisi kesehatannya. Santunan dari Sedekaholics kami sampaikan kepada mbak Salamah untuk biaya akomodasi selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 927.

Jumlah Bantuan : Rp. 876.114,-
Tanggal : 25 November 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @colourish_ @DiahPertiwi1110

Mbak salamah menderita Kista


SEPTIANA DEWI (3, Tumor Pipi). Alamat : Jl. Angkatan 66, Gang 10A, RT 4/2, Desa Kramatsari, Kec. Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada awalnya, 2 hari setelah Septi lahir diketahui ada benjolan pada pipi kiri. Kemudian orang tua Septi membawa ke RSUD Bendan Pekalongan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah diakukan pemeriksaan, dokter mendiagnosis bahwa Septi menderita tumor pipi. Kemudian dokter merujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk pengobatan lebih lanjut. Pada akhir September 2014, Septi dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Tahap demi tahap pemeriksaan telah dilalui oleh Septi. Dokter menyarankan Septi untuk menjalani operasi pada usia 1 tahun karena organ tubuh dan wajahnya yang masih sangat rentan jika dilakukan tindakan medis lanjut, seperti pembedahan. Pada Oktober 2015, Septi menjalani operasi pengangkatan tumor tahap satu dan selanjutnya dilakukan rekontruksi wajah. Hingga saat ini, Septi telah menjalani operasi rekontruksi wajah sebanyak 7 kali. Saat ini Septi sedang menjalani pengobatan rawat jalan dan persiapan rekonstruksi tahap ke 8. Ayah Septi, Dimyati (34) yang bekerja sebagai tukang tambal ban dan ibunya, Umiasih (24) seorang ibu rumah tangga, merasa kesulitan ketika berobat ke Semarang karena jarak yang sangat jauh sehingga dibutuhkan biaya akomodasi yang tidak sedikit. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu BPJS PBI Kelas III. Hingga pada pertengahan September 2014 tim kurir#SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Septi dan kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan yang juga dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dan menjadikan Septi sebagai pasien dampingan #SedekahRombongan. Santunan kembali disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 927.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 23 November 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @haurilmnisfari @DiahPertiwi1110

Septiana menderita Tumor Pipi


MUHAMAD WILDAN AFANI (1, Atresia Ani). Alamat : Desa Lambanggelun, RT 1/1, Kec. Paninggaran, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada tanggal 9 Mei 2016 lalu, lahir seorang bayi laki-laki bernama Wildan. Semua keluarga gembira menyambut kelahiran Wildan. Namun, tiba-tiba kabar kurang menyenangkan datang dari dokter yang penangani persalinan ibu Wildan. Saat itu dokter menjelaskan bahwa Wildan lahir dengan kondisi tidak normal. Wildan memiliki kelainan pada saat lahir yaitu atresia ani atau yaitu tidak memiliki anus. Dokter menjelaskan bahwa Wildan harus menjalani operasi supaya memiliki anus. Tetangga sekitar yang mengetahui kondisi tersebut kemudian secara sukarela membantu agar Wildan bisa segera operasi. Operasi tahap satu pun dilakukan yaitu pembuatan colostomi (anus buatan) di perut kiri sebagai jalan pembuangan tinja sementara yang dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah operasi tahap satu selesai, Wildan harus menjalani operasi tahap dua yaitu pembuatan anus diusia 6 bulan. Namun operasi tersebut belum bisa dilakukan saat Wildan berusia 6 bulan. Orang tua Wildan yaitu Pak Nasib Sugiono (22) yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan Bu Titi Murni (21) hanyalah ibu rumah tangga biasa merasa tidak mampu dengan biaya transportasi yang harus mereka siapkan. Pak Nasib dan Bu Titi Saat itu Pak Nasib seakan-akan menyerah. Meskipun biaya pengobatan telah dijamin oleh fasilitas kesehatan yang telah dimiliki yaitu BPJS PBI Kelas III. Hingga akhirnya tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Nasib. Tim kurir #SedekahRombongan sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Wildan. Serangkaian tindakan medis di RSUP Dr. Kariadi telah selesai dilakukan dan Wildan sudah menjalani operasi tahap dua. Saat ini Wildan sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya akomodasi selama di Semarang. Santunan disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 927.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 November 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @DiyahSumanti @DiahPertiwi1110

Wildan menderita Atresia Ani


Abdurrochim bin Casmadi (44, Kanker Usus). Alamat : Dk. Milahan Timur RT 5/3, Kel. Rowokembu, Kec. Wonopringgo, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada Mei 2016 Pak Abdurrochim mengeluh sakit di bagian perut, kemudian Pak Abdurrochim berobat ke Puskesmas. Di Puskesmas Pak Abdurrochim diberi rujukan untuk berobat ke RSUD Bendan. Dari RSUD Bendan, Pak Abdurrochim dirujuk ke Poli Bedah RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dari hasil pemeriksaan awal, dokter mendiagnosa bahwa Pak Abdurrochim menderita Kanker Usus. Pak Abdurrochim dijadwalkan untuk menjalani kemoterapi. Istri PakAbdurrochim yaitu Ibu Nur Sekhah (38) yang kesehariannya sebagai buruh harian lepas merasa keberatan apabila PakAbdurrochim berobat di Semarang. Hal ini disebabkan tidak adanya biaya transportasi. Meskipun biaya pengobatan sudah ditanggung oleh JKN – KIS PBI. Pak Abdurrochim masih memiliki satu anak yang masih sekolah. Pada pertengahan November 2016 kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Abdurrochim. Kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan. Saat ini Pak Abdurrochim sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Santunan awal disampaikan untuk membantu biaya akomodasi saat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 November 2016
Kurir : @indrades@idaiddo @eka @DiahPertiwi1110

Pak abdurrohim menderita Kanker Usus


YULI HIDAYATI (38, Kanker Usus). Alamat : Jalan Durian Gang Anggur 2 No. 12, RT 4/6, Kel. Kraton, Kec. Tegal Barat, Kab. Tegal , Prov. Jawa Tengah. Pada bulan Juli 2016. Bu Yuli mengalami  susah BAB yang di sertai keluar darah dan terasa sakit. Keluarga pernah membawa Bu Yuli ke Klinik setempat diagnosa awal terkena ambiein, akan tetapi kondisi Bu Yuli mulai mengkhawatirkan ketika badan semakin lemas dan di sertai pendarahan yang tidak kunjung berhenti. Akhirnya di bawa ke RSUD Kardinah Tegal. Dokter mendiagnosa bahwa Bu Yuli menderita kanker usus. Kemudian dokter merujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mendapat perawatan lebih intensif. Bu Yuli merasa keberatan karena tidak ada biaya untuk pulang pergi ke Semarang. Bu Yuli yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga dan suami Bu Yuli bekerja sebagai buruh jahit tidak memiliki banyak simpanan untuk baiya transportasi. Bu Yuli juga masih memiliki tanggungan 4 anak yang masih sekolah. Saat ini Bu Yuli telah memiliki jaminan kesehatan yaitu JKN – KIS Mandiri Kelas III. Alhamdulillah atas ijin Allah, pada pertengahan oktober 2016 kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Yuli. Bu Yuli kemudian dibawa ke Semarang untuk menjalani pengobatan lanjutan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah menjalani serangkaian tindakan medis, Bu Yuli kemudian menjalani operasi saluran anus. Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Saat ini Bu Yuli sedang menjalani proses pemulihan pasca operasi. Santunan awal disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 November 2016
Kurir : @indrades@idaiddo @eka @DiahPertiwi1110

Bu Yuli menderita Kanker Usus


DIKA ARIANTI  (35, Demam Tifoid). Alamat : Ds. Pegirikan, Kec. Talang , Kab. Tegal , Prov. Jawa Tengah. Awalnya Mba Dika mengalami demam tinggi, pusing dan mual disertai kram perut. Keluarga membawa ke rumah sakit setempat. Setelah dilakukan pemeriksaan dokter mendiagnosa bahwa Mba Dika menderita demam tifoid atau penyakit yang terjadi karena infeksi bakteri. Mba Dika disarankan untuk rawat inap. Setelah menjalani rawat inap kurang lebih satu minggu, Mba Dika diijinkan pulang. Namun, sesampainya di rumah penyakit itu kambuh lagi. Mba Dika mengalami demam tinggi, pusing dan mual disertai kram perut. Karena tidak ada biaya transportasi ke rumah sakit akhirnya Mba Dika hanya memperoleh penanganan seadanya. Suami Mba Dika yaitu Pak … sebagai …tidak bisa mencukupi untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Mba Dika telah terdaftar pada JKN – KIS PBI. Mba Dika juga mempunyai tanggungan satu anak yang menderita kelainan pada kaki. Alhamdulillah, kurir dipertemukan dengan Mba Dika. Santunan disampaikan untuk membantu biaya transportasi. Semoga Mba Dika lekas sembuh.

Jumlah Bantunan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 21 November 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @kumells @DiahPertiwi1110

Pak dika menderita Demam Tifoid


TRI SURYANTI BINTI DUMADI ( 20, Patah Tulang Kanan ). Alamat : Dusun Jamus, Desa Jamus RT 3/01, Mranggen, Kab. Demak, Prov. Jawa Tengah. Awalnya adalah akibat kecelakaan yang dialami sewaktu berangkat kerja ke ngablak di sebuah pabrik bersama temannya, Tri yang sedang mengendarai sepeda motor mengalami kecelakaan berlawanan dengan sepeda motor tossa roda tiga yang menyebabkan kaki sebelah kanan bawah patah. Lalu Tri dibawa ke rumah sakit selama 1,5 hari. Karena tidak ada biaya pengobatan di rumah sakit akhirnya dibawa ke pengobatan alternative. Patah tulang tersebut menyebabkan bahaya infeksi atau mungkin sudah membusuk karena luka pada tulang terbuka dan dagingnya terkelupas serta kulitnya sudah membusuk. Hal ini dikarenakan pengobatan patah tulang tidak di tangani secara tepat dan benar. Dibutuhkan biaya yang sangat besar untuk proses pengobatan karena Tri tidak memiliki jaminan kesehatan. Namun atas ijin Allah tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Tri. Saat pertama kali kurir #Sedekah Rombongan mengunjungi rumah Tri, ayah Tri yaitu Bapak Dumadi (56) dan ibunya, Ibu Yuliyah (53) mengungkapkan kesedihannya karena tidak bisa melakukan pengobatan kepada Tri. Setelah mengurus surat BPJS akhirnya Tri mendapatkan fasilitas JKN – KIS PBI. Saat ini Tri telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Semarang dan Tri telah menjalani pengobatan lanjutan di RSUD Ketileng Semarang. Setelah menjalani beberapa tindakan medis, Tri menjalani operasi pertama yaitu pemasangan pen dan untuk meluruskan kaki. Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Pada akhirnya operasi penggantian pen yang sebelumnya akan dilakukan pada bulan Juni akhirnya dibatalkan sebab menurut dokter ortopedi kondisi tulang sudah baik dan kuat untuk berdiri maupaun berjalan. Dokter ortopedi menyarankan berlatih berdiri ataupun berjalan secara mandiri dan dilakukan pelan pelan. Alhamdulillah kondisi saat ini Tri bisa berjalan secara mandiri tanpa menggunakan bantuan tongkat sesuai saran dokter dan hasil rontgen tulang kaki yang terakhir tulang pada kaki Tri sudah kuat untuk menopang berat badan Tri itu sendiri. Saat ini Tri sudah melakukan operasi pelepasan pen yang terpasang pada kaki Tri yang patah. Kondisi Tri secara keseluruhan baik. Semoga Tri segera sembuh. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Tri selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 927.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 November 2016
Kurir : @indrades@idaiddo @harisarmansyah1 @DiahPertiwi1110

Tri menderita Patah Tulang Kanan


MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO (6, Hydrocephalus + Kelainan Struktur Wajah). Alamat : Ds. Godong, RT 3/ 1, Kec. Wonopringgo, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengan. Dik Maghfiroh sudah mengalami kelainan terutama pada struktur wajah dan tempurung kepalanya sejah lahir. Beberapa hari setelah kelahiran Dik Maghfiroh langsung dibawa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang atas rujukan rumah sakit daerah setempat. Kurang lebih sekitar satu bulan Dik Maghfiroh dirawat secara intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ayah Maghfiroh yaitu Bapak Yunan Purnomo (45) sebagai buruh serabutan dan Ibu Nur Alfiana (42) sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan yang tidak menentu membuat Bapak Purnomo kesulitan biaya transportasi pulang pergi ke Semarang. Meskipun semua biaya pengobatan sudah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Pada awal 2014 tim kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Maghfiroh. Kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Maghfiroh. Saat ini Maghfiroh sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Mohon doanya semoga Maghfiroh lekas sembuh. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 927.

Jumlah Bantuan : Rp. 996.000,-
Tanggal : 22 November 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @auliarahman04 @DiahPertiwi1110

Maghfiroh menderita Hydrocephalus + Kelainan Struktur Wajah


MUHAMMAD NUR RIZKY (17, Hipospadia). Alamat : Desa Rejosari, Kec Grabag, Kab Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Rizky menderita hipospadia atau kelamin ganda sejak lahir. Awalnya Rizky menjalani kehidupan sebagai seorang anak perempuan. Namun hingga menginjak kelas tiga SMP, Rizky belum mengalami menstruasi. Rizky dibawa periksa ke bidan setempat. Bidan mengatakan bahwa Rizky tidak memiliki payudara dan harus dirujuk ke rumah sakit daerah untuk mendapat penanganan lebih intensif. Setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit daerah, dokter menyarankan untuk kembali di rujuk ke Semarang untuk dilakukan operasi. Hal ini dikarenakan Rizky cenderung laki-laki. Risky yang tinggal bersama neneknya tidak bisa berbuat apa-apa. Besarnya biaya pengobatan membuat Rizky tidak mau melanjutkan pengobatan. Rizky telah terdaftar pada jaminan kesehatan JKN- KIS Mandiri Kelas II. Pada bulan Januari 2016 #Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Rizky. Dan Rizky menjadi pasien dampingan #SRSemarang. Saat ini Rizky telah dirujuk di RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mejalani pengobatan dan telah dijadwalkan untuk melanjalani operasi pertama yang telah di laksanakan tanggal 18 November 2016. Adapun operasi berjalan lancar dan kondisi sekarang sehat.  Bantuan dari #sahabatSR ditujukan untuk Rizky dan keluarga untuk biaya operasional selama menjalani pengobatan dan rawat inap di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 895.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 21 November 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @mbakipa @DiahPertiwi1110

Rizky menderita Hipospadia


KASTAWI BINTI RASIMIN (52, Lumpuh + Diabetes). Alamat : Ds. Kebonmanis, RT 2/3, Kel. Mangunsari, Kec. Gunung Pati, Kab. Semarang, Prov. Jawa Tengah. Awalnya, sepulang dari bekerjaPak Kastawi mengeluhkan sakit pada tubuh bagian kiri. Selang beberapa jam tubuh bagian kiri tidak bisa digerakkan. Kemudian diobatkan ke mantra desa dan mantra pun menyarankan untuk dibawa ke dokter. Setelah berobat di klinik setempat,dokter mendiagnosa bahwa Pak Kastawi menderita lumpuh serta diabetes. Diabetes ini trigliserit menyebabkan sebagian jantung Pak Kastawi tertutup oleh lemak. Istri Pak Kastawi , Bu Umiyati (48) hanya bekerja sebagai buruh pabrik tidak memiliki simpanan untuk proses pengobatan. Pak Kastawi juga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Hingga akhirnya pengobatan dihentikan. Pak Kastawi juga masih memiliki tanggungan 2 anak yang masih sekolah. Alhamdulillah atas ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan pak Kastawi. Santunan pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Pak Kastawi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 November 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @syamok @DiahPertiwi1110

Pak kastawi menderita Lumpuh + Diabetes


MUCHAMMAD DWI ANUGRAH (5, Pembengkakan Pembulu Darah + Patah Tulang). Alamat : Desa Proyonanggan, RT 5/5, Kec. Batang, Kab. Batang, Prov. Jawa Tengah. Dik Anugrah atau sering dipanggil Dik Nunug. Awalnya pada tahun 2014 Dik Nunug mengeluh gatal pada kaki kirinya, orang tuanya mengira bahwa gatalnya hanya karena alergi biasa. Semakin lama gatalnya semakin melebar dan kaki kirinya semakin bengkak. Saat diperiksakan ke RSUD Batang, dokter mendiagnosa Dik Nunug menderita penyakit tulang rapuh dan permbengkakan pembuluh darah atau Hemangioma sehingga harus dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pada bulan Januari 2016, Dik Nunug jatuh setelah didorong temannya saat bermain, sehingga harus dilarikan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dokter hanya memasang gips pada kaki kiri Dik Nunug, belum berani mengambil tindakan operasi karena Dik Nunug harus menjalani operasi besar, sehingga harus menunggu kondisi tulangnya membaik. Pada bulan Juli 2016 Dik Nunug kembali jatuh, dan saat dicek di RSUP Dr. Kariadi ternyata ada tulang yang lepas, sehingga harus segera dioperasi. Ayah Dik Nunug, Pak Sukirno (39) yang hanya bekerja sebagai buruh batu berpenghasilan pas-pasan dan ibunya, Bu Wahyuni (36) yang tidak bekerja ternyata tidak cukup untuk membawa Dik Nunug bolak-balik Semarang-Batang. Meskipun biaya pengobatan telah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Pada akhir Juli 2016 Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Dik Nunug, yang selanjutnya Dik Nunug menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Saat ini Dik Nunug sedang menjalani kontrol rutin. Santunan dari sedekaholics ditujukan untuk Dik Nunug dan keluarga untuk membantu biaya akomodasi saat pengobatan di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 920.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 November 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @Amel @DiahPertiwi1110

Dwi menderita Lumpuh + Diabetes


NUR HIKMAH (27, Patent Ductus Arteriosus). Alamat : Desa Karang Mulya, RT 4/4,  Kec. Suradadi Kab. Tegal, Prov. Jawa Tengah. Awalnya, di bulan mei 2016, Nur Hikmah pernah bekerja di pabrik konveksi selama 2 bulan di Jakarta. Selama bekerja, Nur Hikmah sering mengalami batuk-batuk serta sesak napas. Batuk sering muncul saat Nur Hikmah kelelahan saat bekerja. Seringkali juga tangan dan kakinya berkeringat dingin dan muncul bintik-bintik kebiruan. Satu bulan yang lalu Nur hikmah berobat puskesmas Jatibogor dan dicurigai terdapat kelainan jantung bawaan. Sehingga dia dirujuk ke RSUD Kardinah Tegal dan dilakukan echocardiogradi. Dari hasil pemeriksaan di dapatkan bahwa Nur Hikmah mengalami kelainan jantung bawaan yaitu Patent Cuctus Arteriosus (PDA) dan harus di rujuk ke pelayanan kesehatan yang lebih tinggi yaitu RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk dilakukan tindakan selanjutnya. Nur Hikmah merasa kebingungan dengan hal ini, karena Nur Hikmah adalah seorang anak yang menjadi tulang punggung keluarganya. Ibunya telah meninggal dan sekarang harus bertanggung jawab mengurusi ayahnya. Keterbatasan biaya membuat pengobatan Nur Hikmah tidak dilanjutkan. Alhamdulillah, pada awal agustus 2016 tim kurir  Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nur Hikmah. Saat ini Nur Hikmah telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan area Semarang dan telah memiliki fasiltas kesehatan berupa JKN – KIS Mandiri Kelas III. Nur Hikmah melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Nur Hikmah sedang menjalani kontrol rutin untuk persiapan operasi pada bulan maret 2017. Santuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Nur Hikmah selama di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 927.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 November 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @mbakipa @DiahPertiwi1110

Nur menderita Patent Ductus Arteriosus


MUHAMMAD ASYARI (23, Kanker Hidung). Alamat : Desa Tluwuk, RT 8/2,Kec. Wedarijaksa, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Ari, biasa ia dipanggil. Berawal bulan oktober 2014, Ari sering mengalami sakit flu tetapi hanya bagian kiri. Lama-lama berbau dan muncul benjolan tetapi belum bengkak. Karena khawatir dengan kondisi Ari kemudian orang tua Ari memeriksakan di puskesmas setempat. Setelah diberi obat dari puskesmas benjolan tersebut mengecil. Akan tetapi setelah obat habis, benjolan tersebut kembali muncul. Kemudian Ari dibawa ke RSUD RAA Suwondo Pati untuk pemeriksaan lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter mendiagnosa bahwa Ari menderita tumor ganas. Kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi untuk menjalani operasi pengambilan sampel. Hasil pengambilan sampel menunjukkan bahwa Ari menderita kanker hidung. Ari dijadwalkan akan menjalani beberapa tahap kemotherapi. Ari telah menjalani beberapa tahap kemotherapi dan beberapa operasi pengangkatan sel kanker di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Alhamdulillah, kondisi Ari semakin membaik. Ayah Ari, Pak Said (51) dan ibunya, Bu Uswatun Hasanah (46) merasa sedih. Maklum saja Bapak Said bekerja menjadi buruh jemur padi dan Bu Uswatun Hasanah hanya ibu rumah tangga biasa. Penghasilan Pak Said hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pak Said juga masih memiliki tanggungan satu orang anak yang masih bersekolah. Hal tersebut membuat Ari memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover JKN – KIS PBI. Pada bulan juli 2015, tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ari dan kurir sepakat mendampingi Ari dalam proses pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini kondisi Ari sedang pemulihan setelah operasi penutupan luka tahap kedua. Mohon doanya semoga Ari segera sembuh. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 944.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 November 2016
Kurir : @indrades  @idaiddo  @vazen @DiahPertiwi1110

Asyari menderita Kanker Hidung


RATEMI BINTI SAMSURI (49, Kanker Kelenjar Tiroid). Alamat : Temenggungan, RT 2/6 Sumberejo, Kec. Kaliwungu, Kab. Kendal, Prov. Jawa Tengah. Pada awal tahun 2016 bu Ratemi sering mengalami pusing, namun tidak begitu dihiraukan oleh beliau, hanya berobat ke Puskesmas terdekat dan diberi obat pusing. Lalu timbul benjolan kecil di pelipis wajahnya yang semakin hari ukurannya semakin membesar. Kemudian Bu Ratemi memeriksakan keluhannya di RSUD Soewandi Kendal, dokter mendiagnosa menderita tumour facial dan dijadwalkan operasi pada bulan April 2016. Setelah menunggu beberapa minggu, Bu Ratemi menjalani operasi dan kondisinya membaik. Namun pada pertengahan Mei 2016 kondisi Bu Ratemi kembali  turun dan dibawa berobat kembali ke RSUD Soewandi Kendal. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ditemukan benjolan juga pada bagian bawah leher, lalu pihak RSUD Soewandi Kendal memberikan rujukan ke RSUD Tugurejo Semarang. Berdasarkan pemeriksaan di RSUD Tugurejo Bu Ratemi didiagnosa menderita kanker kelenjar tiroid. Pada 11 Juni 2016 Bu Ratemi kembali menjalani operasi di RSUD Tugurejo. Semua biaya untuk pemeriksaan dan operasi telah dicover fasilitas JKN – KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki Bu Ratemi. Namun, adapun kendala yang dihadapi Bu Ratemi adalah biaya akomodasi untuk kontrol ke rumah sakit karena suaminya yaitu Pak Suwandi (54) bekerja sebagai teknisi listrik serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu, dan Bu Ratemi hanyalah seorang ibu rumah tangga. Bu Ratemi masih ada tanggungan anak ketiga yang masih berusia 13 tahun. Hingga pada tanggal 13 Juni 2016 atas ijin Allah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Ratemi dan sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Bu Ratemi. Pasca operasi Bu Ratemi melakukan kontrol di RSUD Tugurejo kembali, oleh dokter disarankan untuk dilakukan tes thyroid, dan diberi rujukan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini BU Ratemi sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang, dari hasil tes thyroid dokter menyampaikan bahwa dari bagian leher ke bawah sudah bersih dr sel kanker. Selanjutnya masih akan dilakukan tes thyroid untuk mengetahui bagian leher ke atas. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 927.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 November 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @ThikaNugrahini @DiahPertiwi1110

Bu ratemi menderita Kanker Kelenjar Tiroid


KAMINEM BINTI ABDUL HAMID (66, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Jalan Kenconowungu 2 No. 16, RT 1/1, Kel. Karangayu, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang, Prov. Jawa Tengah.  Pada tahun 2014 Bu Kaminem mengeluh sering pegal-pegal di bagian tangan dan merasa sakit ketika tangannya diangkat, namun tidak dihiraukan selama berbulan-bulan. Setelah tujuh bulan, benjolan mulai muncul di sekitar payudara kiri. Bu Kaminem memberanikan diri untuk periksa ke Puskesmas, kemudian dirujuk ke RSUD Tugurejo Semarang. Berdasarkan pemeriksaan di RSUD Tugurejo Semarang, Bu Kaminem didiagnosa menderita kanker payudara. Bu Kaminem kemudian menjalani 6 kali kemoterapi di RSUD Tugurejo pada tahun 2014 hingga 2015, dilanjutkan dengan tindakan penyinaran. Namun sel-sel kankernya masih tetap tumbuh. Menurut dokter hal tersebut dikarenakan asupan nutrisi Bu Kaminem yang kurang baik, sehingga sel-sel kanker terus tumbuh. Karena faktor usia yang sudah terlalu lanjut, dokter tidak bias mengambil tindakan operasi untuk mengangkat kanker Bu Kaminem. Semua biaya untuk pemeriksaan dan kemoterapi telah dicover JKN – KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki Bu Kaminem. Namun adapun kendala yang dihadapi Bu Kaminem adalah biaya akomodasi untuk kontrol ke rumah sakit. Bu Kaminem adalah seorang janda yang sudah tidak bekerja, beliau tinggal bersama putri sulungnya yang juga telah menjanda dan hanya bekerja sebagai asisten rumah tangga. Pada November 2016 atas ijin Allah kurir  Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Kaminem dan sepakat untuk memberikan bantuan untuk meringankan kebutuhan hidup Bu Kaminem. Pada akhir tahun 2016, Bu Kaminem memutuskan untuk berhenti melakukan pengobatan karena faktor usia.  Santunan disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 November 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @DiahPertiwi1110

Bu kaminem menderita Kanker Payudara Kiri


UNTUNG SAHARA (20, Kanker Tulang). Alamat : Kalenpandan RT 4/14, Pamulihan, Larangan, Brebes, Jawa Tengah.  Awalnya, Untung mengalami kecelakaan yang tak kunjung sembuh meskipun sudah diperiksakan di klinik setempat. Akhirnya oleh orangtuanya, dibawa ke Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo di Jakarta dan menjalani kontrol setiap bulannya, Tetapi pengobatan terhenti karena terkendala biaya serta tak ada kemajuan kesembuhan. Ayah Untung yaitu Bapak Dartam (50) yang kesehariannya sebagai buruh harian lepas merasa kesulitan dengan besarnya biaya transportasi yang harus disiapkan. Maklum saja, Bapak Dartam tidak memiliki simpanan uang. Pak Dartam masih memiliki tanggungan 5 anak. Seluruh biaya pengobatan Untung telah dicover oleh JKN-KIS PBI. Kurir #SRbrebes dipertemukan dengan Untung kemudian mendamipingi pengobatanya. Untung dirujuk untuk melanjutkan pengobatan di RS. Ortopedi Solo. Maret 2016, Untung menjalani pemeriksaan awal kemudian kontrol tiap satu bulan sekali. Pada 25 April 2016, dokter menganjurkan untuk melakukan pengobatan rutin rawat jalan selama beberapa minggu untuk mematikan sel kanker yang ada, sebelum dilakukan operasi. Awal Agustus 2016, Untung kembali menjalani kontrol serta tes laboratorium, kemudian 8 Agustus ia menjalani operasi kaki bagian kiri. Saat ini ia masih menjalani perawatan di RS serta dianjurkan untuk berbaring selama 6 minggu untuk memulihkan kaki pasca operasi. Kemudian dokter menganjurkan untuk kontrol/terapi setiap 1 minggu sekali pada hari kamis untuk pemulihan lebih lanjut dan dokter memberikan obat setiap kontrol untuk melenturkan sendi yang kaku. Santunan kembali disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 931.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 5 November 2016
Kurir : @indrades @DiahPertiwi1110

Untung menderita Kanker Tulang


JUARIYAH BINTI SUTI MUKTI (43,Penjepitan Syaraf Tulang Belakang + Lumpuh). Alamat : Jl. Sadewo VII/40, RT 1/4, Kel. Pendrikan Lor, Kab. Semarang Tengah, Prov. Jawa Tengah. Bu Juariyah adalah seorang guru les dan mengaji bagi anak-anak disekitar rumahnya. Bu Juariyah telah mengalami kelumpuhan dan penjepitan syaraf tulang belakang selama 10 tahun, hal ini menyebabkan Bu Juariyah hanya bisa duduk dan tidak bisa jalan. Bu Juariyah telah menjalani paket terapi berupa fisioterapi (FT) dan okupasi terapi (OT) untuk mempertahankan kekuatan dan agar semua anggota tubuh bisa digerakkan dengan baik. Kemudian karena setelah dilakukan terapi okupasi dan bagian tangan respon cukup baik dan kemampuannya meningkat, maka disarankan dokter untuk menjalani okupasi terapi (OT) dan melatih gerakan tangannya dirumah sendiri. Sampai saat ini bu Juariyah menjalani fisioterapi selama dua minggu berturut- turut, terakhir kaki beliau disinar dan berusaha untuk diluruskan tetapi mengalami kesakitan pada kakinya dan akan dilakukan bergantian dengan okupasi terapi. Suami Bu Juariyah, Pak Wawan (48) mengungkapkan kesedihan saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Pak Wawan hanyalah seorang tukang pijat dan mengalami kebutaan. Dari penghasilan sebagai guru les dan tukang pijat membuat mereka belum bisa membawa Bu Juariyah berobat secara maksimal. Pada pertengahan bulan Juli 2015 kurir #SRSemarang bertemu dengan Bu Juariyah dan keluarga. Alhamdulillah kini Bu Juariyah telah menjadi pasien dampingan #SRSemarang. Saat ini Bu Juariyah menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS Non-PBI Kelas III. Tepat setahun Bu Juariyah menjadi pasien dampingan #SRSemarang harapan kesembuhan selalu diharapkan oleh beliau. Setelah bulan april kemaren bu Juariyah dirawat inap di RSUD Tugurejo Semarang. Sampai bulan Agustus ini kondisi Bu Juariyah stabil dan masih menjalani fisoterapi berupa penyinaran dan penyetruman syaraf agar aliran darah beliau lancar dan kondisinya tidak semakin lemas . Pada tanggal 7 November 2016, Bu Juariyah mengeluh sakit dan sulit bernafas, kemudian pada malam itu juga dilarikan ke rsud Tugurejo semarang. Karena kondisi yang semakin lemah dan nafas semakin sesak, dokter memutuskan untuk dirawat di ruang ICU. Selama 2 hari Bu juariyah dirawat di ruang ICU. Pada tanggal 9 November 2016 tepatnya hari selasa jam 09.00 wib Bu Juariyah dipanggil oleh Allah SWT. Terima kasih Sedekaholics yang selama ini ikut membantu untuk pengobatan Bu Juariyah, semoga Bu Juariyah amal dan ibadah Bu Juariyah diterima disisi Allah SWT. Santunan disampaikan untuk membantu pengurusan jenazah dan keperluan kematian lainnya. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 927.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 13 November 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @syamok @DiahPertiwi1110

Bu juariyah menderita Penjepitan Syaraf Tulang Belakang + Lumpuh


REZA ADITIYA PRATAMA (3, Megacolon Disease). Alamat : Desa Kedunguter, RT 9/2, Kec. Brebes, Kab. Brebes, Prov. Jawa Tengah. Pada saat lahir Reza tidak dapat buang air besar seperti pada umunya. Pihak rumah sakit membantu dengan obat agar Reza bisa buang air besar. Karena tidak ada hasil akhirnya Reza dirujuk ke RS Bhakti Asih Brebes dengan harapan Reza bisa mendapat penanganan lebih intensif agar dapat buang air besar. Namun selama 9 hari lamanya, Reza tetap tidak bisa buang air besar. Kemudian Reza dirujuk ke RS Mitra Keluarga Tegal untuk melakukan rontgen. Dari pemeriksaan dokter diketahui bahwa  Reza mengidap penyakit  megacolon disease atau suatu penyakit yang terjadi karena adanya kelemahan pada persyarafan usus besar yang letaknya terbawah disekitar daerah anus. Hal tersebut  menyebabkan Reza tidak dapat buang air besar. Reza kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melakukan operasi colostomi (pembuatan anus sementara pada perut). Ayah Reza yaitu Bapak Hendro Yulistiono (30) adalah seorang petani  dan ibunya yaitu Ibu Sugiarti (25) seorang ibu rumah tangga, mengatakan bahwa tidak ada biaya jika harus pulang-pergi ke Semarang. Mengingat jarak rumah ke Semarang cukup jauh, sehingga beliau membutuhkan biaya cukup banyak untuk akomodasi. Reza telah memiliki fasilitas kesehatan yaitu JKN – KIS PBI. Alhamdulillah pada bulan Oktober 2016, tim Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Reza dan kurir sepakat mendampingi selama berobat. Saat ini Reza sudah menjalani operasi colostomi. Dokter mengatakan bahwa hasil operasi sudah membaik sehingga Reza dijadwalkan operasi tahap kedua di bulann Januari 2017. Santunan kembali disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Reza dan keluarga saat berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 927.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 November 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @asteria @DiahPertiwi1110

Reza menderita Megacolon Disease


ZAHWA AULIA ZAHRA (5, Meningoencephalocele Anterior). Alamat Desa Ngabean RT 3/4, Kec. Gunungpati, Kab. Semarang, Prov. Jawa Tengah. Dek Zahra sejak dari lahir telah  memiliki benjolan kecil di bagian hidungnya. Awalnya benjolan tersebut dibiarkan saja, namun semakin bertambahnya usia berambah pula kapasitas benjolannya yang tiap hari semakin membesar mengikuti usia Dek Zahra. Dek Zahra juga sering mengalami demam serta keluar cairan dari mata dan hidung. Akhirnya ketika Dek Zahra berusia 1 bulan orangtuanya memeriksakannya ke puskesmas terdekat, lalu dari puskesmas mendapak rujuk ke RSUD Tugurejo Semarang. Namun karena kondisi ekonomi dan keterbatasan transportasi pengobatan tersebut dihentikan. Kini usia Dek Zahra 4,5 tahun  dan kondisi benjolan pada hidung Dek Zahra sudah semakin besar dan berpengaruh pada area mata.  Dek Zahra sering mengalami panas dan demam serta sering mengeluh pusing dan sakit pada kepalanya. Terkadang keluar cairan dari mata dan hidungnya. Kemudian orangtuanya memeriksakannya kembali ke RSUD Tugurejo Semarang, dari RSUD Tugurejo mendapat rujukan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah pemeriksaan didapatkan diagnosa bahwa Dek Zahra menderita Meningoencephalocele Anterior. Untuk tindakan selanjutnya keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan dari Ct-Scan kepala. Nenek Zahra (55) mengungkapkan kesedihannya saat dijenguk Kurir Sedekah Rombongan. Maklum saja semenjak ditinggal Ayahnya Nanang (30) Zahra tinggal bersama Ibunya, Nur (28) dan neneknya, Siti (55). Untuk menafkahi 2 orang anak dan orangtuanya Ibu Nur hanya bekerja sebagai buruh pabrik. Beliau tidak punya simpanan untuk biaya berobat dan fasilitas Kartu BPJS pun mereka belum memiliki. Saat ini Dek Zahra telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Santunan disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di Semarang. Mohon doanya semoga Dek Zahwa lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 2 November 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @debbysyarifah @DiahPertiwi1110

Zahwa menderita Meningoencephalocele Anterior


RAHARJO PRAYITNO (36, Infeksi Tulang Belakang). Alamat : Desa Wanasari, RT 2/3, Kec. Margasari, Kab. Tegal, Prov. Jawa Tengah. Awalnya, Pak Raharjo mengeluh kelelahan dan sakit pada bagian bahu, sehingga melakukan pengobatan alternatif akupuntur. Namun tidak sampai dua bulan setelah menjalani akupuntur, Pak Raharjo mengalami kelumpuhan pada kedua kaki, kemudian mati rasa mulai dari dada hingga kaki. Setelah diperiksakan ke RSUD Kardinah Tegal, dokter mendiagnosa bahwa penyebab kelumpuhan adalah karena adanya infeksi pada tulang belakang Pak Raharjo. Dokter di RSUD Kardinah Tegal kemudian merujuk Pak Raharjo ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melakukan pengobatan lebih lanjut. Seketika Pak Raharjo tidak bisa melanjutkan pengobatan di Semarang karena tidak memiliki biaya untuk pulang pergi ke Semarang meskipun biaya pengobatan sepenuhnya telah dicover JKN – KIS PBI yang dimiliki Pak Raharjo. Semenjak mengalami kelumpuhan, Pak Raharjo yang menjadi tulang punggung keluarga terpaksa berhenti bekerja, sehingga keluarganya harus bergantung pada kedua orang tua Pak Raharjo yaitu, Pak Sudaryo (58) seorang buruh kecap dan Bu Tarisi (56). Pada pertengahan Juli 2016, tim kurir  Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Raharjo di rumahnya. Saat ini Pak Raharjo telah menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan dan dapat melanjutkan pengobatan di Semarang. Pada tanggal 15 Oktober 2016, Pak Raharjo menjalani operasi kembali karena menurut dokter, hasil jahitan pada operasi pertama masih kurang baik. Pasca operasi kedua, Pak Raharjo harus kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi hingga luka bekas operasi kering dan sembuh. Selanjutnya Pak Raharjo cukup menjalani fisioterapi hingga fungsi motorik tubuhnya kembali seperti semula di rumah sakit daerah.. Bantuan kembali diberikan untuk membantu biaya akomodasi Pak Raharjo saat berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 927.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 November 2016​​
Kurir : @indrades @idaiddo @DiahPertiwi1110

Pak raharjo menderita Infeksi Tulang Belakang


MOHAMMAD SYAIFUL AMRI, (17, Patah Tulang). Desa Gading, RT 4/3,Kec. Juwana, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Bulan Agustus 2016 lalu, Syaiful mengalami kecelakaan ketika mengantarkan ibunya kepasar bersama adik kecilnya yang berusi sekitar 2 tahun menabrak truk yang sedang belok, Syaiful mengalami patah tulang tangan kanan dan patah tulang kaki kanan, adiknya terpental bersama ibunya ,alhadulillah hanya mengalami luka memar, akhirya syaiful di  bawa ke RSUD Soewondo, dan di rujuk ke RS. Karima Utama Solo, Operasi yang dilakukan menghabisakan dana sebesar Rp. 18.000.000,- karena di Rumah Sakit tersebut tidak menerima Kartu Jaminan Kesehatan KIS PBI, Alhamdulillah Keluarga mendapat keringanan bantuan dari sang sopir truk dan dana dari Jasa Raharja. Ayahnya Sutiyo Atmono (39) bekerja sebagai kuli bangunan dan ibunya Suwarni (37) Ibu rumah tangga, beban terasa berat karena tidak adanya dana untuk akomodasi pengobatan Syaiful Solo – Pati untuk kontrol pemulihan pasca operasi. Sang ibu tidak bisa membantu banyak karena harus mengurusi adiknya yang masih berusia 2 tahun. Pasca operasi untuk kontrol orang tuanya tidak memiliki dana akomadasi untuk sewa mobil karena keadaanya dua tangan dan dua kaki Syaiful dipasang pen, belum lagi dana untuk membeli obat. Terpaksa dirawat di rumah dan dibelikan obat semampunya selama 5 bulan hingga terjadi infeksi pada luka di kakinya. Keluarga Syaiful merasa bingung dan tak tahu harus berbuat apa dengan keadaan Syaiful. Alhamdulillah Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Syaiful dan memberi bantuan yang digunakan untuk pengobatan dan akomodasi di RS. Mitra Bangsa Pati.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @JeanseaMaurer Rukamto

Syaiful menderita Patah Tulang


SUJONO PATI, (31, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Dk.Kunden, Desa Sidokerto, RT 1/1. Kec. Pati, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Tiga minggu lalu keadaan janggal terjadi pada sang Istri Sutiroh (30). Awalnya Sutiroh (30) sering berbicara sendiri, beberapa hari setelah itu kondisinya makin parah, beliau sering berlari-lari tidak jelas dan berjalan tidak menentu tujuannya di sepanjang jalan. Pihak Desa akhirnya membantu mengobatkan Sutiroh (31) ke Puskesmas. Kondisi rumah masih beralaskan tanah dan banyak genteng yang bocor sehingga saat hujan di dalam rumah becek. Selain itu keluarga ini juga tidak memiliki MCK, untuk keperluan masak dan mandi harus mengambil air dari tetangga,sedangkan untuk mencuci dan MCK harus pergi ke sungai. Pak Sujono tinggal bersama istri dan anaknya yang masih berusia 3 tahun. Sehari-hari Pak Sujono mencukupi kebutuhan keluarganya dengan bekerja serabutan dari kuli bangunan,mencari rosok,kuli angkat,dan mengamen. Kondisi ekonomi yang kekurangan membuat Pak Sujono tidak bisa memenuhi pengobatan yang penuh untuk istrinya. Sedekah Rombongan memberikan bantuan  yang digunakan untuk membantu membeli obat istri Pak Sujono serta untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Semoga bantuan yang diberikan bermanfaat bagi Pak Sujono sekeluarga. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @fifikusuma @JeanseaMaurer

Bantuan Biaya Hidup


DARMINAH BINTI HUSAIN, (57, Gagal Ginjal). Alamat: Desa Bulumanis Lor, RT 1/1, Kec. Margoyoso, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Akhir tahun 2014, sering timbul gejala sakit pada bagian paha, dikiranya hanya sakit perut biasa namun setelah di periksakan di Puskesmas dengan memanfaatkan JKN KIS PBI Ibu Darminah terdiagnosa penyakit gagal ginjal. Pengobatan harus rajin periksa di RSI Pati untuk pengobatan dan cuci darah. Seringnya melakukan cuci darah membuat keluarga ini kesusahan dalam hal pengobatan dan akomodasi, sekarang Ibu Darminah sudah tidak berjualan lagi semenjak mengidap gagal ginjal, ditambah adanya benjolan lunak pada leher beliau yang sudah ada sejak 8 tahun yang lalu. Beliau memiliki 3 putra, yang pertama Syaiful Bahri (29) masih menganggur, yang kedua Aziz Muslim sudah meninggal dikarenakan mengidap Hydrocephalus, yang ketiga Tri Wulandari (20) bekerja sebagai karyawan toko baju di pasar, keadaan rumah tidak adanya WC dalam rumah, beralaskan tanah membuat kebersihan kurang terjamin. Sementara itu cuci darah harus dilakukan setiap 2x seminggu. Bapak Suaib yang bekerja hanya sebagai tukang buruh ternak kambing sekitar kualahan dalam membiayai pengobatannya. Sedekah Rombongan bertemu keluarga Bu Darminah dan memberikan bantuan yang digunakan untuk akomodasi pengobatan selama beliau menjalani cuci darah. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk beliau. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 November 2016
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @JeanseaMaurer

Bu darminah menderita Gagal Ginjal


SARMISIH BIN SUMOKARSI, (59, Bantuan Biaya Hidup).Desa Dengkek, RT. 5/1, Kec.  Pati, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Mbah Sarmi panggilannya, beliau adalah seorang pengais padi dan penjual daun pisang dari cara itulah beliau menghidupi dirinya. Tidak adanya sanak keluarga membuat Mbah Sarmi menjadi wanita yang mandiri. Keterbatasan biaya hidup menjadikan beliau terkadang menunggu uluran tetangga untuk makan. Rumah yang di tempatipun dibuatkan pihak desa. Sedekah Rombongan mengunjungi rumah Mbah Sarmi dan memberikan bantuan yang digunakan membeli kebutuhan hidup. Terimakasih diucapkan untuk #SedekahHolics atas titipan sedekah yang diamanahkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @JeanseaMaurer Sutrisno

Bantuan Biaya Hidup


SITI FATIMAH, (28, Kista). Alamat : Desa Karaban, RT 5/7, Kec. Gabus, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Berawal dua tahun yang lalu setelah beliau melahirkan dua orang putrinya secara Caesar. 2 minggu kemudian beliau mengalami panas tinggi dan masuk ke RSUD Suwondo Pati, setelah 3 minggu muncul penyakit kulit seperti Campak di sluruh tubuh dan tampak menguning di seluruh pergelangan serta bengkak dan keluar cairan protein. Pada saat itu Bu Siti di diagnosa penyakit Erithroderma semacam penyakit kulit dimana kulit tersebut selalu mengelupas dan menimbulkan rasa sakit hingga urat2 sekujur tubuh nampak. Oleh dokter pengobatan penuh dilakukan di RSUP Kariadi Semarang. Setelah sembuh dari Erithroderma Bu Siti merasa ada sesuatu yang mengganjal di bagian perut sampai akhirnya beliau memeriksakan keluhannya ke RSU Fastabiq Sehat di Pati, setelah itu dokter mendiagnosa bahwa Bu Siti mengidap penyakit kista. Dokter menyarankan untuk tindakan pengambilan kista, namun hal tersebut belum dilakukan karena JKN BPJS kelas III yang dimiliki beliau sudah premi (belum bayar) sehingga kartu tersebut tidak bisa digunakan. Juga karena tidak adanya sanak saudara yang mengasuh anaknya Sri Maharani Arsala Qudsy, dan Sri Maharani Amira Tungga Dewi yang berusia 17 bulan, apabila Bu Siti menjalani pengobatan pengambilan kistanya. Suaminya Pak Rochmad (35) yang bekerja sebagai buruh pembuat meja belajar hanya bisa berdoa untuk kesembuhan istrinya sambil berikhtiyar untuk bisa mengobati istrinya. Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan untuk membayar premi BPJS beliau dan untuk akomodasi pengobatan. Sebelumnya Bu Siti adalah salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan pada saat pengobatan sakit Erithrodermanya yang sudah terbantu  pada ROM  799. Terimakasih diucapkan kepada SedekahHolic yang senantiasa selalu mensupport #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal :  23 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @JeanseaMaurer

Bu siti menderita Kista


NAUFAL ARDIANSYAH, (2, Hydrochepalus). Alamat : Desa Gajahmati,  RT 4/2, Kec. Pati, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Bermula dari keluhan yang dirasakan Dek Naufal sejak umur 4 bulan, Dek Naufal mengeluh demam  disertai BAB cair,  kemudian Dek Naufal segera dibawa ke bidan Desa Gajahmati. Bidan desa  mendiagnosa bahwa Dek Naufal menderita Hydrocephalus. Hydrocephalus adalah akumulasi abnormal cairan cerebrospinal di dalam otak akibat tersumbatnya aliran pengeluaran cairan otak tersebut. Cairan ini sering meningkatkan tekanan sehingga dapat memeras dan merusak otak. Pada normalnya cairan otak itu diproduksi dan diserap dengan seimbang. Kepala Dek Naufal semakin lama mulai membesar ketika berumur empat bulan. Setelah berobat di bidan desa, Dek Naufal diberi rujukan ke Pukesmas Pati 1 untuk ke RSUD Soewondo Pati, dan akhirnya dirujuk ke RSUP Kariadi Semarang. Di RSUP Kariadi Semarang Dek Naufal menjalani rawat inap selama dua hari, dalam rawat inap yang dilakukan, Dek Naufal sudah menjalani rontgen  dan dokter menyarankan untuk tindakan operasi. Namun dikarenakan ketiadaan biaya akhirnya Dek Naufal menghentikan pengobatannya dikarenakan ketiadaan biaya. Ibunya Rufikah (20) bekerja sebagai ibu rumah tangga dan Ayahnya Subandi (25) bekerja sebagai buruh serabutan, pendapatan yang sangat minim untuk tindakan operasi yang disarankan oleh dokter. Saat itu juga dik Naufal masih menggunakan jaminan kesehatan berupa Jamkesda. Kini Dek Naufal tinggal menunggu kamar antrian untuk tindakan operasi, beberapa hari setelah ranap observasi di RSUP Kariadi Semarang Dek Naufal mengalami demam tinggi. Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan untuk pengobatan Dek Naufal. Sebelumnya Dek Naufal Sudah terbantu pada Rom 929. Semoga Allah memberi  kesembuhan untuk Dek Naufal. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 756.500,-
Tanggal : 25 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @Nadya @JeanseaMaurer

Naufal menderita Hydrochepalus


SUNARTI BINTI KASAM, (58, Sakit akibat terdapatnya luka di perut bagian dalam), Alamat : Dsn Toyogiri, RT 001 / RW 003, Desa. Delik, Kec. Tuntang, Kab. Semarang, Prov. Jateng. Ibu Narti biasa beliau dipanggil. Beberapa tahun terakhir ini beliau merasakan tubuhnya lemas, perutnya sakit, untuk BAB dan kadang kadang BAK mengeluarkan darah, sudah di bawa ke Puskesmas terdekat diberi obat jalan, disarankan untuk opname di RSUD Ambarawa, karena kondisi keluarga dan ekonomi yang kurang memungkinkan pihak keluarga tidak segera membawanya. Maklum terbatasnya biaya untuk ke Rumah Sakit serta Beliau belum memiliki fasilitas kartu BPJS kesehatan. Selama berobat jalan hanya mengandalkan dari suaminya Pak Aviv (52) yang bekerja sebagai tukang rongsok. Selain itu masih harus menanggung biaya untuk kebutuhan hidup empat orang cucunya yang masih kecil dan butuh biaya untuk bersekolah. Kesedihan beliau diceritakan pada saat dijenguk kurir #SedekahRombongan di rumahnya, yang dulunya juga hasil renovasi bantuan dari desa. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit. Semoga Ibu Sunarti segera pulih kesehatannya dan dapat beraktivitas seperti biasa

Jumlah Bantuan: Rp. 700.000,-
Tanggal : 20 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestiarto @trislametrahardjo @abdulwachid

Bu sunarti menderita Sakit akibat terdapatnya luka di perut bagian dalam


SITI HARTI, (71, Bantuan Biaya Hidup).  Alamat : Dukuh Muktisari, Desa Muktiharjo, RT 5/3, Kec. Margorejo, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Mbah Siti adalah seorang dhuafa janda tua yang tinggal di rumah sederhana bersama ketiga anaknya Radi (33), Suyatno (32), Sutoyo (28) yang mengalami gangguan jiwa. Untuk menghidupi ketiga anaknya, Mbah Siti hanya mengandalkan berkebun dan sebagian dari belas kasihan tetangga serta para donatur yang setiap bulan memberikan beberapa sembako. Dengan berkebun mbah Siti bisa makan seadanya dan bisa sepenuhnya mengurusi segala kebutuhan anak-anaknya walaupun dengan penuh keterbatasan hidup. Alhamdulillah atas informasi dari masyarakat, Sedekah Rombongan bergerak untuk menindaklanjutinya. Sungguh menyentuh hati nurani kurir Sedekah Rombongan dan setiap orang tentang kondisi yang dialami oleh mbah Siti ini, sangatlah berat. Sedekah Rombongan memberikan bantuan kepada Mbah Siti yang digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 September 2016
Kurir: @dewa_popfmpati  @ImamTeguh @JeanseaMaurer

Bantuan Biaya Hidup


ASEP SUPRIATNA (52, Ankylosing Spondylitis). Alamat: Gang Slamet 2 RT 6/2, Kelurahan Babakan Surabaya, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sudah tujuh tahun, Bapak Asep menderita penyakit ankylosing spondylitis − penyakit peradangan kronis yang menjangkiti tulang belakang dan bagian tubuh lainnya. Berawal pada tahun 2009, Bapak Asep sering mengeluh sakit atau nyeri pada bagian leher dan pundak. Bapak Asep mengira gejala itu hanya masuk angin biasa. Namun, lama-kelamaan, rasa nyeri yang beliau rasakan semakin hebat dan menjalar ke bagian tubuh lainnya. Mulai dari leher, pundak, punggung, sampai kaki terasa sakit dan kaku, terutama bila melakukan aktivitas. Pada tahun 2010, Bapak Asep sempat dibawa berobat oleh istrinya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung, Ujung Berung untuk menjalani cek laboratorium. Pada tahun 2012, Bapak Asep kembali melakukan pemeriksaan fisik dan cek laboratorium di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Menurut pemeriksaan tim medis di RSUP ini, beliau didiagnosa menderita ankylosing spondylitis. Hingga kini, kondisi Bapak Asep kian memburuk dan berat badannya turun secara drastis sehingga dia hanya bisa terbaring lemah di atas tempat tidurnya. Rasa kaku dan nyeri membuat hampir seluruh bagian tubuh Bapak Asep tidak bisa digerakkan (kecuali pada bagian tangan). Karena itulah, sang istri merasa kesulitan membawa Pak Asep untuk berobat karena beliau tidak tahan merasakan sakit yang hebat saat tubuhnya diangkat atau digerakkan. Di tengah kondisi Bapak Asep yang sangat memperihatinkan, sang istri, Ibu Tati Susilawati (44) juga harus berjuang memenuhi kebutuhan keluarga dengan berdagang. Penghasilannya yang tidak menentu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena himpitan ekonomi yang dialami keluarganya, Ibu Tati merasa kesulitan untuk biaya pengobatan Bapak Asep, apalagi sang suami juga belum memiliki kartu jaminan kesehatan (Jamkesmas). Ujian hidup yang dialami keluarga Pak Asep, akhirnya sampai beritanya kepada kurir #SR di Bandung atas informasi dari temannya yang peduli akan apa yang mereka alami. Alhamdulillah, atas izin Allah SWT, pada 4 Desember 2016 Sedekah Rombongan bisa bersilaturahim dengan keluarga Bapak Asep sekaligus menyampaikan titipan langit dari Sedekaholics yang digunakan untuk pembuatan kartu  BPJS Kesehatan Kelas 3 dan kebutuhan sehari-hari. Pada pertengahan Januari 2017 kurir #SR Bandung kembali menjenguk Pak Asep di rumahnya yang pengap. Karena kondisinya terus memburuk, Kamis sore 19 Januari 2017 ia kemudian dievakuasi menggunakan MTSR Bandung ke IGD RSUD Ujung Berung Kota Bandung dan RSHS B; setelah mendapatkan penanganan kegawatdaruratan, esok harinya ia  dirawat inap di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) itu. Setelah mulai pulih, pada 25 Januari 2017, Pak Asep diperbolehkan pulang. MTSR Bandung kembali menjemput Pak Asep di rumah sakit dan mengantarkannya pulang. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholik juga, kurir Sedekah Rombongan kembali dapat menyampaikan bantuan untuk Pak Asep Supriatna yang diterima istrinya. Bantuan Ke-2 yang mereka terima di RSHS ini digunakan untuk biaya membeli obat dan biaya sehari-hari keluarga dhuafa ini. Semoga bantuan para dermawan ini bisa meringankan beban keluarga Pak Asep dan semoga beliau lekas diberi kesembuhan. Aamiin. Bntuan sebelu ini tercatat di Rombongan 925.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 24 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @kharismagilda @maulidaqasyanggi

Pak asep menderita Ankylosing Spondylitis


IDA BINTI CAYO (17, Tumor Mandibula). Dusun Krajan Barat, RT 2/3, Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ida sudah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak awal bulan September 2016. Ida merupakan anak sulung dari 5 bersaudara. Empat tahun lalu ida merasakan sakit  di rahang bagian kirinya dan orangtua Ida membawa Ida ke klinik terdekat untuk memeriksakan kondisi penyakit yang diderita oleh Ida. Dokter merujuk Ida ke Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Karawang dan didiagnosa mengidap tumor mandibula atau dikenal sebagai tumor rahang bawah.  Pengobatan Ida pada saat itu terpaksa terhenti karena kendala biaya yang dihadapi oleh keluarganya. Ida hidup di keluarga yang serba kekurangan, Ibunya, Ane (51) adalah seorang Pembantu Rumah Tangga (PRT) dengan 5 orang anak, sedangkan suaminya sudah lama meninggal. Baru 3 bulan ini Ida melanjutkan pengobatannya, setelah kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi mengenai Ida dari seorang aparat desa nya. Ida dibuatkan Jaminan Kesehatan KIS PBI, dan melanjutkan pengobatannya hingga dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS). Di RSHS, Ida melakukan test untuk mengetahui keganasan pada tumornya, Alhamdulillah hasilnya adalah bahwa positif tumor jinak. Pengobatan yang disarankan yaitu berupa operasi untuk mengganti rahangnya. Awalnya Ida dijadwalkan untuk tindakan operasi pada pertengahan bulan Desember. Namun karena ada permasalahan akses menuju RSHS kurang mendukung, maka operasi pun ditunda. Ida dijadwalkan kembali tindakan operasi pada Januari 2017.  Bantuan kembali disampaikan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan transportasi selama pengobatan. Bantuan sebelumnya masuk ke Rombongan 923. Semoga operasi Ida berjalan lancar dan Ida kembali sehat seperti sedia kala. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 27 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @cucudjuanda

Ida menderita Tumor Mandibula


MIRA MAURIKA INDRIKA (13, Acute Lymphadenitis). Alamat : Dusun Tanjung, RT 4/2, Desa Karang Tanjung, Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Mira merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Anak ke dua dari lima bersaudara pasangan Bapak Anda Bin Amat (47) dan Ibu Nyai Haryati (41) yang sekarang masih duduk di kelas 8 SMPN 1 Lemah Abang adalah anak yang rajin dan berprestasi d kelasnya. Sekitar tiga tahun lalu awalnya Mira merasakan pusing di kepala yang disertai keluar cairan nanah di leher kanan bawah. Sakit yang diderita Mira tidak terlalu diperhatikan oleh kedua orang tuanya, karena penghasilan orang tuanya yg bekerja sebagai buruh harian lepas hanya cukup untuk makan sehari-hari maka untuk berobat dikesampingkan. Lambat laun cairan nanah tersebut sering keluar dan bertambah banyak dan orang tuanya mulai khawatir tentang sakit yang diderita Mira. Orang tua Mira memeriksakan Mira ke Puskesmas Lemah Abang pada tanggal 17 Desember 2016. Karena keterbatasan peralatan di puskesmas akhirnya Mira dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang pada tanggal 21 Desember 2016 dan didiagnosis menderita Acute Lymphadenitis atau infeksi kelenjar getah bening dan Mira harus dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Walau memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk pengobatannya, namun kedua orang tuanya hanya bisa pasrah untuk tidak melanjutkan pengobatan Mira ke RSHS Bandung. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mira. Bantuan awal diberikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama berobat. Semoga Mira diberikan kelancaran dalam menjalani pengobatan dan diberi kesembuhan sehingga bisa kembali bersekolah seperti sedia kala. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @badrudin_musthafa @muhammadrifai

Mira menderita Acute Lymphadenitis


JUMADI BIN MARHAYA (63, Tumor Mandibula Dextra). Alamat : Dusun Pasir Kembang, RT 9/4, Desa Karang Tanjung, Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Bapak Jumadi merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pada bulan Juni 2016 Pak Jumadi  merasakan sakit pada giginya kemudian beliau memeriksakan diri ke Puskesmas Lemah Abang. Beberapa hari kemudian satu gigi bagian bawah sebelah kanan lepas dan terasa ada benjolan kecil di bagian gusinya. Benjolan tersebut dirasakan semakin lama semakin membesar namun tidak ada kendala saat makan dan minum, sehingga beliau tidak menghiraukannya. Selain itu penghasilan Pak Jumadi yang bekerja sebagai buruh serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja masih kekurangan apalagi untuk biaya berobat. Berselang beberapa bulan kemudian benjolan yang ada di gusinya dirasakan semakin membesar dan mulai menutupi mulutnya, tepatnya tanggal 9 November 2016  Pak Jumadi memeriksakan diri ke Puskesmas Lemah Abang dan di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang dan didiagnosis Tumor Mandibula Dextra (Tumor Rahang Bawah Kanan). Di RSUD Karawang Pak Jumadi hanya dirawat satu hari, karena sakitnya bertambah parah maka dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Karena keterbatasan biaya Pak Jumadi mengurungkan niat berangkat ke RSHS Bandung. Walau menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk pengobatannya, namun penghasilan Pak Jumadi beserta istrinya Ibu Ilah Binti Namit (43) yang berkerja sebagai ibu rumah tangga mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Jumadi. Bantuan awal disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama berobat. Semoga Pak Jumadi diberikan kelancaran dalam menjalani pengobatan dan diberi kesembuhan. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @badrudin_musthafa @muhammadrifai

Pak jumadi menderita Tumor Mandibula Dextra


HANDI KUSNAWAN (11, End Stage Renal Disease + Batu Empedu). Alamat : Dusun Kecemek, RT 7/2, Desa Bayurkidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Handi merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Handi mulai merasakan sakitnya sejak 4 tahun lalu. Gejala awalnya bengkak di sekujur tubuhnya. Keluarga membawa Handi ke Rumah Sakit Islam Kabupaten Karawang, selanjutnya  mendapat rujukan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setahun kemudian Handi mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang dan. Handi  terdiagnosis menderita End Stage Renal Disease yang dalam bahasa umum dikenal dengan gagal ginjal. Handi kemudian dirujuk ke RSHS Bandung untuk menjalani pengobatannya lebih lanjut. Belakangan Handi merasakan keluhan terhadap perutnya yang semakin bengkak, keras dan sakit. Dokter mendiagnosis Handi menderita batu empedu dan menyarankan agar ia menjalani proses operasi pengangkatan batu empedu dengan lancer.  Handi yang kembali ke Karawang rutin menjalani kontrol kesehatan serta cuci darah sesuai jadwal yang telah ditentukan sebanyak dua kali dalam seminggu.  Ibu Handi seorang ibu rumah tangga menuturkan, dan ayahnya seorang buruh merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selama sakitnya Handi menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Kembali santuan lanjutan disampaikan untuk meringankan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari untuk Handi. Santunan sebelumnya telah tercatat dalam Rombongan 927. Ayah Handi merasa sangat terbantu dan mengucapkan terima kasih bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @etydewi2

Handi menderita End Stage Renal Disease + Batu Empedu


SUKMAWATI BINTI POPON FATIMAH (6, Kelainan Pergelangan Kaki + Telapak Kaki). Alamat: Jalan Sekepondok No.125/208C, RT 07/03, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Adik kita, Sukmawati adalah anak yatim-piatu yang sekarang dirawat oleh paman dan bibinya, yaitu Bpk. Oting Rohendi (43) dan Ibu Dedeh Komariah (43). Dari kisah yang diceritakan bibinya,  Sukmawati terlahir premature dengan ukuran sangat kecil. Pada usianya yang baru 1 tahun ibu yang melahirkannya meninggal dunia, dan lebih menyedihkan lagi, pada usianya yang ketiga ayahnya pun meninggal dunia. Sejak yatim dan sampai yatim-piatu, Sukmawati dirawat oleh Neneknya yang hidup dalam kemiskinan sehingga ia kurang mendapat perawatan yang semestinya. Walaupun pertumbuhannya tidak normal dan sudah terlihat ada kelainan (terlihat bengkok) pada pergelangan kakinya, Sukmawati belum pernah dibawa berobat ke Rumah Sakit atau ke Dokter spesialis. Sehingga sampai usianya mencapai 5 tahun, ia tidak bisa berdiri tegak dan tidak bisa berjalan. Pergelangan kakinya semakin tampak tidak normal dan telapak kakinya tidak bisa berpijak dengan lurus. Penderitaan adik kita, Sukmawati ini semakin bertambah menyedihkan ketika pada usia lima tahun itu, neneknya pun meninggal dunia. Pada waktu dibawa oleh paman dan bibinya, Sukmawati pun dalam keadaan sakit thypus dan dari pemeriksaan dokter umum, kondisi badannya dinyatakan kurang gizi. Melihat usia Sukmawati yang masih kecil dan masa depannya harus diselamatkan, paman dan bibinya sangat ingin memeriksakan kelainan kaki Sukmawati atau membawanya ke Rumah Sakit. Akan tetapi, pamanya itu hanyalah seorang buruh harian lepas yang hidup dalam kesederhanaan. Ia tidak memiliki biaya dan merasa takut membayangkan biaya yang akan titanggungnya nanti. Untuk mencukupu kebutuhan keluarganya, istri Pak Oting pun turut mencari nafkah dengan menjadi tukang pijat. Dan dengan keahliannya itu pun ia hanya bisa menolong Sukmawati dengan merawatnya sesuai kemampuan. Hal yang selalu menyedihkan adalah ketika Sukmawati sering menangis ingin sekolah seperti anak-anak lain. Akan tetapi apa daya, berjalan pun ia tidak bisa. Dengan tekun dan sabar paman dan bibinya itu pun terus menghibur dan merawatnya. Kisah menyedihkan anak yatim-piatu, Sukmawati dan orang tua angkatnya ini sampai kepada Kurir Sedekah Rombongan melalui kabar dari Ketua Linmas di Kecamatan Cibeunying yang peduli dan prihatin terhadap keluarga mereka. Syukur Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat bertemu dengan Sukmawati di rumah paman dan bibinya itu. Pada kunjungan pertama itu, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan tanda cinta, berupa batuan tuang, dari para Sedekaholics yang dititipkan kepada Sedekah Rombongan. Bantuan tersebut akan digunakan untuk biaya pemeriksaan awal Sukmawati ke Rumah Sakit dan transportasi pembuatan BPJS. Mudah-mudahan bantuan para dermawan akan meringankan beban orang-tua angkat Sukmawati dan dapat membantunya berobat untuk memperoleh kesembuhan, demi masa depannya. Aamiin ya Robbal alamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @hengkisenandika

Sukma menderita Kelainan Pergelangan Kaki + Telapak Kaki


MUHAMMAD AZKA (3, Leukemia). Alamat: Dusun Cigalagah RT 3/2, Desa Nagreg, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Azka adalah putra Bapak Agus Ramdan yang bekerja sebagai buruh harian lepas dan ibu Dewi Susilawati (27) seorang ibu rumah tangga. Kedua orangtuanya sabar menghadapi ujian yang diberi oleh Allah SWT atas penyakit yang diderita Azka. Sejak satu tahun yang lalu Azka menderita kanker darah (leukemia) dan saat ini berobat di RS Hasan Sadikin (RSHS). Sampai saat ini Azka didampingi kurir Sedekah Rombongan dan, apabila ia sedang menjalani pengobatan atau kontrol di RSHS Bandung, tinggal di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung. Dek Azka termasuk pasien dampingan yang sampai saat ini masih harus berobat rutin ke RSHS Bandung. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, Sedekah Rombongan dapat terus menyampaikan santunan secara berkelanjutan, yang diterima ibunya di RCAK Bandung. Sejak Februari sampai Agustus 2016 Azka dan orangtuanya rutin datang ke Bandung untuk melanjutkan terapinya di RSHS Bandung. Karena mereka masih memerlukan bantuan untuk terus berikhtiar sampai sembuh, dengan empati sedekaholics, kurir #SR di Bandung dapat terus menyampaikan Titipan Langit untuk Azka yang juga diterima ibunya. Perkembangan Dek Azka amat menggembirakan. Ia berangsur sembuh. Meskipun demikian, ia masih harus kontrol dan terapi rutin di RSHS bandung. Azka dan keluarganya masih membutuhkan uluran tangan para dermawan. Pada September 2016, saat mereka menjalani pemeriksaan rutin di Kota Kembang, bersyukur kurir #SR dapat terus dipertemukan dengan Azka dan orangtuanya. Dalam kunjungan Kurir #SR di RCAK Bandung itu alhamdulillah kurir #SR dapat menyampaikan bantuan lanjutan yang digunakan untuk biaya pembelian obat Mercaptopurin yang tidak dijamin Jamkesmas. Pada akhir Oktober 2016 Azka dan ibunya datang lagi ke RSHS Bandung untuk kontrol dan memjalani pengobatan lanjutan. Akan tetapi, Azka tidak langsung ditangani seperti biasa karena iuran BPJS Keluarganya menunggak. Kesulitan mereka akhirnya sampai kepada kurir #SR di Bandung. Setelah diajukan kepada #SR, alhamdulillah sedekaholics #SR berempati kepadanya dan kembali memberinya santunan lanjutan untuk Muhammad Azka. Pada pertengahan Desember 2016 dan Januari 2017 Azka datang lagi ke RSHS Bandung untuk menjalani kontrol dan pengobatan. Kondisinya terus membaik. Karena Azka dan keluarganya mesih memerlukan bantuan, kembali Sedekah Rombongan memberinya santunan lanjutan untuk biaya berobat Azka. Bantuan yang disampaikan di Rumah Singgah Anak Kanker (RCAK) Bandung ini digunakan untuk biaya membeli obat, transportasi, dan akomodasi. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 928.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 26 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @ambulutung @hengkisenandika

Azka menderita Leukemia


WARTIKAH BINTI KARMANA (75, Jompo+Rabun+Stroke). Alamat: Jl. Ir. H. Juanda, RT 2/6, Desa Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Uwar, biasa ia dipanggil tetangganya adalah seorang lansia yang sudah renta. Sudah lama ia menderita penyakit stroke, keluarganya sering memaksanya untuk berobat namun Bu Uwar enggan melakukan pengobatan karena tidak yakin bahwa ia akan sembuh mengingat umurnya yang sudah sepuh. Terkadang ia menyerah dengan rasa sakit yang ia derita dan pergi ke klinik sesekali diantar anak-anaknya. Sekarang, ia hanya bisa beristirahat di rumah karena untuk berjalan pun sudah sulit dan ia mudah kelelahan, penglihatannya pun sudah berkurang tapi ia tak punya biaya untuk membeli alat bantu melihat seperti kacamata, jaminan kesehatan juga ia tak punya. Bu Uwar tinggal bersama anaknya, Sudirman (50) yang membuka usaha kecil-kecilan karena Bu Uwar sudah tidak punya rumah lagi sejak ditinggal suaminya sepuluh tahun lalu. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa menjenguk dan melihat kondisi Bu Uwar. Santunan dari Sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatannya dan transportasi. Semoga Allah memberi kesembuhan pada Bu Uwar. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 25 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu uwar menderita Jompo+Rabun+Stroke


EMI BINTI AJA (71, Reumatik+Jompo). Alamat : Kp. Cikawung, RT 6/5, Kelurahan Awipari, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Belasan tahun sudah Bu Emi merasakan penyakit reumatik yang mengganggu aktivitasnya. Ia hanya berobat ke klinik terdekat dengan jaminan KIS  itu pun hanya sesekali karena keadaan fisiknya yang semakin melemah. Untuk pergi ke klinik ia harus menggunakan ojek dengan biaya transport yang tidak sedikit karena letak rumahnya yang agak sulit dijangkau kendaraan. Bu Emi tinggal sebatang kara di rumah yang sudah tidak layak di tengah kebun singkong milik tetangganya dengan penerangan yang minim. Di dekat rumahnya ada tempat pembuangan sampah dan baunya sangat menyengat. Tiap pagi, ia sering duduk di depan rumah menggunakan alas yang sudah lusuh. Kedua anaknya jarang menjenguknya karena salah satunya sedang sakit dan yang lainnya bekerja di luar pulau dan hanya pulang sesekali. Suami Bu Emi sudah meninggal beberapa tahun lalu, untuk makan, Bu Emi harus menunggu belas kasihan warga sekitar. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa menemui Bu Emi atas informasi dari salah seorang keluarga jauhnya. Santunan pun disampaikan untuk membantu Bu Emi membeli obat dan makan sehari-hari. semoga Allah mengangkat semua beban Bu Emi dan menggantinya dengan kemudahan. Aamiin Ya Robbal alamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 25 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu emi menderita Reumatik+Jompo


IKA SUMARTIKA BINTI ENGKOS HERMAWAN (49, Kanker Payudara). Alamat: Cikalang Girang, RT 7/4, Kel. Kahuripan, Kec. Tawang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah dua tahun Ibu Ika mengindap penyakit kanker payudara. Gejala awal yang beliau rasakan adalah meriang dengan adanya benjolan di kedua payudarnya. Ketika itu beliau tidak menyadari bahwa benjolan yang ada pada kedua payudaranya itu adalah kanker, beliau mengira itu hanya gigitan binatang kecil seperti semut atau serangga lain. Maklum, beliau kurang paham tentang penyakit-penyakit berat seperti kanker. Beliau tidak memeriksakan benjolan pada kedua payudaranya karena keterbatasan biaya. Namun dengan berjalannya waktu, benjolan yang ada pada payudaranya itu semakin membesar dan terasa nyeri. Meriang pun semakin sering beliau rasakan. Beliau hanya mampu berobat ke Puskesmas saja walaupun sudah diberi surat rujukan untuk melanjutkan pengobatannya ke RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Hal itu dikarenakan suami beliau tidak mampu membiayai pengobatan. Setelah berbulan-bulan, akhirnya Ibu Ika memaksakan diri untuk berobat ke RSUD namun hasilnya sangat mengejutkan, ia positif terkena kanker payudaya dan beliau harus melakukan operasi di RSHS Bandung. Tetapi ia tidak melanjutkan pengobatannya dengan alasan keterbatasan biaya. Lama-lama, penyakit yang beliau idap semakin mengkhawatiran, benjolannya semakin membesar dan mengakibatkan Ibu Ika tidak bisa kemana-mana, beliau hanya bisa berbaring dan pasrah dengan kondisinya. Alhamdulillah, Allah Maha Baik, dengan seizin Allah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Ika. Alhamdulillah, pada akhirnya Ibu Ika bisa melanjutkan pengobatannya di RSHS Bandung. Alhamdulilah, kondisi terkini Ibu Ika pasca operasi menunjukkan perkembangan yang baik meskipun masih harus berobat dengan Jamkesda. Ibu Ika adalah seorang Ibu rumah tangga yang memiliki seorang anak dan seorang suami bernama Bapak Asep Purnama (49) yang bekerja sebagai buruh bangunan.  #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya obat-obatan diluar jaminan Jamkesda dan akomodasi sehari-hari selama Bu Ika menjalani pengobatan di RSHS Bandung dan RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Semoga dengan bantuan yang diberikan melalui kurir #SedekahRombongan, kondisi Ibu Ika semakin membaik dan sembuh dari penyakitnya. Keadaan Bu Ika sekarang sudah membaik namun masih harus menjalani pengobatan. Semoga Ibu Ika juga senantiasa diberikan kesabaran oleh Allah. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 923.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 25 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu ika menderita Kanker Payudara


NURJAMIL IDRIS (55, Lemah Jantung). Alamat : Kp. Siluman, RT 3/2, Desa Setiaratu, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Pak Jamil, biasa beliau disapa warga sekitar adalah seorang tukang jahit baju. Ia membuka usahanya tersebut selama bertahun-tahun dan bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarganya dengan cukup. Hebatnya beliau bisa menyekolahkan anak semata wayangnya hingga perguruan tinggi. Namun, pada akhir tahun 2015, Pak Jamil mulai mengeluh merasa sakit di dada, kadang terasa sesak dan susah untuk bernapas. Akibatnya, ia tidak bisa melakukan kegiatan sehari-harinya menjahit baju, apalagi istrinya, KARNINGSIH (55) hanya seorang ibu rumah tangga yang tidak mempunyai penghasilan. Setelah merasa keluhannya semakin menjadi, Pak Jamil memeriksakan diri ke dokter terdekat, ternyata ia terdeteksi mempunyai penyakit lemah jantung. Pak Jamil merasa terkejut karena ia khawatir tak bisa melanjutkan mata pencahariannya sebagai penjahit karena fisiknya sudah melemah. Semakin hari, penyakitnya semakin parah karena hanya minum obat dengan dosis rendah hingga akhirnya ia dirawat di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya selama 11 hari dengan jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Tapi, karena hanya beliau yang bekerja, keluarganya kesulitan untuk biaya hidup sehari-hari dan kadang dibantu anaknya yang berkuliah sambil bekerja di Bandung. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan beliau dan santunan pun diberikan untuk membeli obat yang harus dibeli karena tidak dijamin oleh KIS sebesar 200 ribu untuk satu minggu. Keadaan Pak Jamil sekarang semakin memprihatinkan dengan badan yang semakin kurus. Semoga Pak Jamil segera diberi kesembuhan dan bisa melanjutkan peran sebagai tulang punggung keluarga. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 856.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 24 Januari 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak jamil menderita Lemah Jantung


LALA BINTI NURBAN (15, Patah Tulang Kaki). Alamat: Kp. Cikuya, Bojong Sari, Manonjaya, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Lala awalnya terlahir sebagai anak yang normal dengan kondisi fisik baik. Menginjak dua tahun ketika Lala belajar berjalan, tiba-tiba ia terjatuh ke lantai dengan keadaan kaki terlipat kemudian patah karena tulang kakinya yang masih rapuh. Sempat dibawa ke puskesmas dan rumah sakit namun tidak ada tindakan yang bisa dilakukan. Keluarganya pun pernah membawanya ke tukang pijat untuk memulihkan kondisi tulang kakinya. Namun kakinya malah semakin parah dan sekarang ia hanya bisa berjalan dengan satu kaki dan tidak bersekolah karena kemampuan finansial keluarga yang tidak memadai. Kini ia tinggal bersama Ibunya, Tati (46) seorang ibu rumah tangga dan keenam saudaranya. Ia dan ibunya dinafkahi oleh kakak-kakaknya yang sudah bekerja. Mereka tinggal di rumah kontrakan kecil dan jauh sekali dari jalan raya dan rumah sakit sehingga kebingungan untuk melanjutkan pengobatan. Sedekah Rombongan pun merasakan beban yang mereka alami dan bantuan berupa jangka untuk membantunya berjalan dan santunan untuk berobat lebih lanjut agar luka di kakinya bisa diobati. Sebelumnya masuk di Rombongan 822.

Jumlah Bantuan: Rp. 600.000,-
Tanggal: 25 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Lala menderita Patah Tulang Kaki


ECIN BINTI TAMAMI (63, Infeksi Paru Aktif). Alamat : Kp Cimuncang, RT 4/4, Desa Gunung Sari, Kec. Sukaratum, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Sudah tiga tahun, Bu Ecin menderita penyakit infeksi paru akut. Berawal dari rasa sakit di dadanya yang semakin menjadi dari hari ke hari. Semula, Bu Ecin masih bisa menahannya namun lama-kelamaan ia pun tumbang dan memaksakan diri untuk berobat ke puskesmas terdekat. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata Bu Ecin terkena infeksi paru aktif dan harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya untuk dirawat secara intensif namun Bu Ika menolak dan akhirnya hanya berobat di rumah. Beberapa hari setelah itu, Bu Ika tak sadarkan diri dan keluarganya pun membawanya ke RSUD dan dirawat inap selama 5 hari. Bu Ika sekarang hidup menjanda dengan satu anak dan hanya bergantung pada belas kasihan tetangganya karena kini ia sudah tidak bisa bekerja. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan pada Bu Ecin untuk biaya berobat dan akomodasi. Kondisi terkini, Bu Ecin kembali memburuk dan harus berobat lagi ke rumah sakit. Semoga penyakit Bu Ecin segera diangkat oleh Allah dan diberi ketabahan yang luas. Aamiin. Sebelumnya ada di Rombongan 923.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 26 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu ecin menderita Infeksi Paru Aktif


LINA ROHIMAH (18, Tunggakan Sekolah). Alamat : Kp. Desa Kolot RT 2/7, Kel. Rancapaku, Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Lina adalah seorang siswi SMK swasta yang duduk di kelas 11. Meskipun terlahir dari keluarga yang tak berkecukupan, semangat Lina untuk sekolah begitu tinggi. Sayangnya, semangatnya tersebut harus terhalang oleh masalah ekonomi yang membelitnya. Sudah beberapa bulan ini Lina merasa minder pergi ke sekolah karena mempunyai tunggakan iuran sebesar 2 juta rupiah setelah sebelumnya ia bercerita bahwa tunggakan sekolahnya hanya 1,5 juta. Di rumahnya pun ia harus menjaga ibunya, Kamilah (44) sendirian yang sedang sakit stroke sejak dua tahun lalu karena ayahnya sudah meninggal. Karena tak ada yang bekerja mencari nafkah, Lina dan ibunya hanya berharap pada belas kasihan tetangganya. Ketika kurir Sedekah Rombongan mengunjungi rumahnya yang sebenarnya tidak layak huni, Lina bercerita bahwa ia ingin terus bersekolah agar ia nantinya bisa bekerja dan membiayai kehidupannya dan ibunya. Santunan pun diberikan kembali pada Lina untuk melunasi semua tunggakan sekolahnya dan membantu biaya bulanan sekolahnya agar ia bisa kembali menimba ilmu di bangku SMA sampai lulus. Semoga Lina bisa menggapai jenjang pendidikan yang tinggi sehingga ia bisa terbebas dari jerat kemiskinan. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 927.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 26 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bantuan biaya bulanan sekolah


OON FATONAH (62, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Cigebot, RT 1/7, Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Ibu Oon adalah pasien dampingan kurir sedelah rombongan beliau adalah seorang Ibu Rumah Tangga mengindap penyakit kanker payudara sebelah kiri sejak tahun ramadhan kemarin, Ibu Oon sudah berkali-kali melakukan kemoterapi di RS TMC Tasikmalaya, dan transfusi rutin sebelum melakukan kemoterapi. Rambutnya sudah habis semua dikarenakan efek dari kemoterapi, seharusnya terus dilakukan perawatan ekstra yaitu melakukan kemoterapi lanjutan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto selama 45 hari dikarenakan biaya masih belum cukup sampai saat ini belum dilaksanakan. dikarenakan kondisi ekonomi Bapak Jana (69) yang tidak memadai maka beliau menjual tanahnya untuk biaya pengobatan istrinya, Ibu Oon mempunyai jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Suami Ibu Oon Bapak Jana hanya bekerja di tempat penggilingan padi yang penghasilannya tidak menentu. Atas Izin Alloh SWT, kurir Sedekah Rombongan Ciamis menyampaikan santunan kedua untuk biaya transportasi dan akomodasi. Ibu Oon dan suaminya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Ibu Oon dapat pulih dan sehat kembali seperti sediakala. Sebelumnya Ibu Oon adalah pasien Rombongan 937.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-.
Tanggal : 19 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @jaudymedia

Bu oon menderita Kanker Payudara


YAYA KARTIWA (59, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Cigebot, RT 3/6, Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Bapak Yaya sehari-hari bekerja sebagai seorang buruh bangunan. Sejak 5 bulan yang lalu beliau didiagnosis mengidap penyakit ginjal. Awalnya, Pak Yaya merasakan sakit di bagian pinggang. Karena pertimbangan biaya, beliau mencoba berobat alternatif dengan mendatangi tukang pijat. Merasa sakitnya tak kunjung reda dan malah semakin menjadi, akhirnya Bapak Yaya memutuskan untuk diperiksakan ke dr Setyo dan dirawat selama 6 hari di RSUD Ciamis. Meskipun belum sembuh sempurna, Pak Yaya dan keluarga memutuskan untuk minta pulang paksa karena kekurangan biaya. Bapak Yaya mempunyai jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Istrinya yang bernama IDONG HODIJAH (52) sebagai ibu rumah tangga, serta memiliki 2 orang anak yang bernama Misgiono (40) dan Heri Herdiansah (26) kedua anaknya bekerja diluar kota dengan pekerjaan yang tidak menentu. Atas Izin Alloh SWT, kurir Sedekah Rombongan Ciamis dipertemukan dengan Bapak Yaya dan menyampaikan santunan awal untuk biaya transportasi dan akomodasi. Bapak Yaya dan istrinya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Bapak Yaya dapat pulih dan sehat kembali seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-.
Tanggal : 19 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @mangopiktea

Pak yaya menderita Gagal Ginjal


SAFA OCTAVIANI PUTRI (3, Down Syndrome). Alamat : Jl. Pahlawan Sukaluyu I No. 22 RT 7/6, Kelurahan Cihaur Geulis, Kecamatan Cibeuying Kaler, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Safa bertemu dengan kurir Sedekah Rombongan berkat informasi dari Ibu Heni, pegawai RSHS Bandung yang berempati atas apa yang dialami Safa dan keluarganya yang tergolong dhuafa. Sejak dilahirkan Safa mengalami kelainan bawaan yang dikenal dengan istilah Down Sindrome. Secara medis, kelainan ini cukup serius, yaitu suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom. Kromosom ini terbentuk akibat kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan. Pertumbuhannya tidak normal seperti umumnya anak-anak. Ia mengalami kelainan genetika. Gejala penyakit ini pada Safa terlihat pada gejala yang tampak minimal dan melalui tanda yang khas. Penampilan fisiknya berbeda dengan penampian fisik umumnya anak-anak. Kedua orang tua dan keluarganya telah memeriksakan Safa, baik secara medis maupun nonmedis. Sayang sampai saat ini ia tidak memiliki jaminan kesehaan BPJS. Safa pernah dirawat di RSHS Bandung yang biayanya sampai saat ini belum terbayarkan (Sisa tagihannya kurang lebih Rp.5.500.000,-). Padahal samapai saat ini Safa harus terus menjalani  kontrol rutin ke RS Santo Yusuf dan RSHS Bandung. Saat bertemu dengan kurir #SR di RSHS Bandung, ibunya menyampaikan harapannya untuk dapat membayar tunggakan tagihan di RSHS Bandung dan kelanjutan ikhtiar sehatnya bagi Safa. Mereka termasuk mustahiq yang layak dibantu. Tempat tinggal mereka numpang rumah keluarga. Ayah Safa, Pak Andi Rusli (29) hanya buruh harian lepas yang penghasilannya tak menentu dan tak seberapa. Ibunya Rina Marlina (38) sehari-hari hanya disibukkan dengan urusan rumah tangga dan merawat kedua anak mereka. Harapan mereka alhamdulillah mendapatkan empati dari sedekaholis #SR dengan memberi mereka bantuan awal pada 22 Agustus 2016. Bantuan yang diterima ibunya itu digunakan untuk membayar cicilan tagihan dari RSHS Bandung dan biaya pembuatan BPJS Kelas 3. Pada minggu pertama November 2016 kurrir #SR di Bandung menemui Safa dan ibunya di rumah kontrakan yang juga menjadi tempat ia bekerja. Safa masih harus terus kontrol ke rumah sakit dan membutuhkan bantuan. Sambil menjenguk Safa, alhamdulillah, kurir #SR juga dapat menyampaikan bantuan kedua dari  para dermawan untuk Safa dan keluarganya. Pada bulan Januari 2017, kurir Bandung kembali menemui Safa dan ibunya di rumah majikannya tempat ibunya bekerja. Berdasarkan penuturan ibunya, kini Safa harus menjalani terapi jalan dan terapi wicara di RSU Santo Yusuf. Karena itu, Safa dan ibunya masih membutuhkan bantuan. Alhamdulillah, dengan, empati sedekaholics, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk Safa dan ibunya. Bantuan ke-3 ini digunakan untuk biaya operasional berobat, biaya sehari-hari, dan biaya mengangsur tagihan dari RSHS Bandung. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 914.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tangal : 25 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @fuad_baasil

Safa menderta Down Syndrome


YULIANI LESTARI (9, Down Syndrome + Penyumbatan Air Mata). Alamat: Jalan Desa no. 11 RT 3/2, Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat. Putri Bapak Riana dan Ibu Mamah ini sejak bayi perkembangannya mengalami keterlambatan. Berdasarkan pemeriksaan di RSHS Bandung, Yuliani dinyatakan termasuk anak yang memiliki kelainan genetik sejak lahir atau down syndrome. Keadaan ini tentu saja membuat kedua orang-tuanya, yang hidup dalam keadaan miskin dan memiliki 3 orang anak, semakin sulit. Sejak berobat dari RSHS itu, orang-tua Yuliani belum pernah memeriksakan lagi atau mengobati putriny aitu secara khusus ke Rumah Sakit, sebab ayahnya Yuliani hanya bekerja sebagai anggota tim kebersihan di Kecamatan. Sekarang Yuliani sudah sekolah di SLB Sukapura Bandung, akan tetapi karena kesulitan biaya sudah 4 bulan tidak bisa membayar biaya SPP. Kesedihan dan penderitaan Yuliani bersama orang- semakin bertambah, karena sejak masuk sekolah Yuliani mengalami gangguan penglihatan. Yuliani hanya bisa melihat dalam jarak dekat, sehingga mengalami kesulitan ketika belajar. Berdasarkan cerita ayah-ibunya, Yuliani juga duduga seperti mengalami penyumbatan air mata. Namun, kondisi Yuliani itu belum bisa diperiksakan ke dokter mata dikarenakan tidak memiliki biaya. Kisah duka keluarga dhuafa ini sampai kepada Kurir Sedekah Rombongan melalui teman seprofesinya yang mengenal Kurir #SR. Syukur Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung ke rumah orang-tua Yuliani. Pada kunjungan pertama itu, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan langit, berupa bantuan uang dari para Sedekaholics yang berempati dengan penderitaan Yuliani. Bantuan tersebut akan digunakan untuk biaya transportasi dan pemeriksaan ke Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung. Alhamdulillah, satu hari setelah bantuan diberikan, Yuliani dapat pergi ke RS Mata Cicendo dan mengabarkan hasil pemeriksaannya. Berdasarkan pemeriksaan di RSM Cicendo, kelopak mata Yuliani ada yang masuk ke dalam matanya, sehingga bulu matanya pun menempel di bola matanya. Setelah pemeriksaan itu, ia diberi obat dan dianjurkan lagi diperiksa untuk memastikan, apakah mata Yuliani bisa disembuhkan dengan obat atau harus dioperasi. Semoga bantuan para dermawan melalui Sedekah Rombongan ini dapat meringankan beban hidup orang tua  Yuliani dan membuka jalan bagi kesembuhan Yuliani.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @lisdamojang @iwadewa1

Yuli menderita Down Syndrome + Penyumbatan Air Mata


LILI BIN ALIM (79, Stroke). Alamat:  Jalan PSM Dalam 2 No. 85 RT 2/11, Kelurahan Kebon Jayanti Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandug, Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2007 Pak Lili bin Alim terkena darah tinggi yang mengakibatkan ia jatuh di rumahnya dan mengalami stroke ringan. Pak Lili tidak menikah sampai usia tuanya, sehingga sejak ia sakit dan terbaring di tempat tidur, dirawat oleh adiknya yang berprofesi sebagai penjual Koran. Karena kemiskinannya itu, Pak Lili hanya mampu berobat ke Puskesmas terdekat. Kondisi sekarang sudah semakin memperhatinkan, sebab tangan dan kakinya menjadi kaku (meringkel) tidak bisa digerakkan. Kondisi itu menyebabkan ia sulit melakukan aktivitas, bahkan, untuk tidur dan bangkit pun ia harus diangkat dan dibopong oleh adiknya. Karena keadaan sulit itu pula, adiknya semakin tidak bisa mencari nafkah, karena harus merawat dan menjaga Pak Lili. Keadaan Kabar Pak Lili yang memprihatinkan dan adiknya yang mengalami kesusahan itu sampai kabarnya kepada Kurir Sedekah Rombongan melalui keponakannya bernama Iwan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung menemui Pak Lili dan adiknya. Pada kunjungan pertama ke rumahnya itu, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan uang dari para Sedekaholic, yang dititipkan melalui Sedekah Rombongan. Bantuan tersebut akan digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi pembuatan BPJS dan biaya pemeriksaan ke rumah sakit. Mudah-mudahan bantuan para dermawan ini dapat meringankan beban hidup Pak Lili dan adiknya, serta membuka jalan bagi kesembuhan Pak Lili bin Alim.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @lisdamojang @iwadewa1

Pak lili menderita Stroke


DEDEH JUARIAH (64, Diabet + Jantung + Asam lambung). Alamat: Jalan Amir Machmud, Gg. H. Mustopa No. 176, Desa Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat. Sejak bulan Januari 2010, Ibu Dedeh sering mengalami pingsan, dan setelah diperiksa di RS Cibabat – Cimahi, diketahui bahwa ia mengidap penyakit diabet, jantung dan asam lambung. Ibu Dedeh adalah seorang janda yang tinggal dan dirawat oleh anak dan menantunya di rumah kontrakan. Setelah melakukan beberapa pemeriksaan dan berobat di beberapa rumah sakit, dengan menggunakan fasilitas BPJS, sampai saat ini kondisinya kesehatannya belum juga membaik. Menantunya bekerja sebagai PSG di sebuah super market, dan dengan penghasilannya yang terbatas itu, ia sering mengalami kesulitan untuk memiliki biaya transportasi dan akomodasi berobat. Bahkan untuk biaya sehari-hari dan mencukupi kebutuhan Ibu Dedeh pun sering dibantu saudara-saudaranya. Kesulitan ekonomi itulah yang menyebabkan Ibu Dedeh tidak bisa melakukan chek-up dan berobat rutin. Padahal, berdasarkan anjuran dokter, seharusnya Ibu Dedeh melakukan chek-up dan berobat rutin setiap minggu. Kabar duka keluarga dhuafa itu sampai kepada Sedekah Rombongan melalui kabar dari Bapak Asep Sudibyo, yang disampaikannya kepada Kurir Sedekah Rombongan. Syukur Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan Ibu Dedeh dan keluarga di rumah kontrakannya. Pada kunjungan pertama itu, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan uang dari para Sedekaholics yang berempati dengan kesulitan mereka. Bantuan melalui Sedekah Rombongan itu diberikan untuk membantunya biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari Ibu Dedeh. Mudah-mudahan bantuan para dermawan melalui Sedekah Rombongan ini dapat meringankan beban hidup Ibu Dedeh dan keluarganya, menjadi jalan bagi kesembuhan Ibu Dedeh, dan menjadi amal shaleh yang mendapat penggantian lebih baik dari Allah SWT. Aamin ya robbal ‘aalamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin  @azepbima  @lisdamojang @trietan

Bu dedeh menderita Diabet + Jantung + Asam lambung


SUNARSIH BINTI SOMADI (52, Tumor Paru-Paru). Alamat : Dusun 1 Cipondok, RT 6/2, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu rumah tangga yang biasa dipanggil Ibu Sunarsih ini menderita penyakit paru-paru basah dan merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Kuningan. Penyakit tersebut beliau derita sejak beberapa bulan terakhir. Beliau sering mengeluhkan sakit pada bagian dadanya yang disertai dengan batuk-batuk bahkan sesak nafas. Selama ini beliau berobat jalan ke dokter umum yang ada di daerah tempat tinggalnya. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, kurir Sedekah Rombongan Kuningan bisa membawa beliau ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Berdasarkan pemeriksaan tim medis, beliau harus melakukan operasi pemasangan selang dari paru – parunya untuk menyedot cairan, karena kondisi paru-parunya sudah penuh dengan air bahkan jantungnya sudah bengkak. Oleh karena itu, beberapa waktu lalu beliau telah menjalani rawat inap di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Pasca menjalani rawat inap, tim medis menyarankan beliau agar segera menjalani pemeriksan ke Rumah Sakit Persahabatan Jakarta untuk pengobatan lanjutan. Pada tanggal 6 Desember 2016 Kemarin, Ibu Sunarsih didampingi kurir Sedekah Rombongan Kuningan melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta. Dari hasil pemeriksaan tim medis rumah sakit, bahwa ada tumor di paru – paru Ibu Sunarsih. Kemudian tanggal 26 Januari 2017, Ibu Sunarsih kembali melakukan kontrol kesehatan, karna harus melakukan beberapa cek laboratorium dan harus membeli obat. Apabila sedang kambuh, dada beliau terasa sesak. Ibu Sunarsih terbantu dengan adanya kartu jaminan kesehatan BPJS mandiri kelas 3. Biarpun demikian, beliau membutuhkan biaya transportasi dan akomodasi ke Rumah Sakit Persahabatan Jakarta. Maklum saja, suami beliau Bapak Sutar (60) hanya bekerja sebagai seorang petani yang penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah atas ijin Allah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kelima kepada Ibu Sunarsih untuk biaya transportasi dan akomodasi ke Jakarta. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk beliau. Aamiin. Sebelumnya Ibu Sunarsih masuk ke dalam Rombongan 940.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Bu sunarsih menderita Tumor Paru-Paru


FAQIH HIDAYAT (2, Jantung Bocor). Alamat : Dusun Cibuah, RT 3/13, Desa Nanggela, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Faqih merupakan balita yang masih berumur 2 tahun. Di usia yang masih sangat kecil ia harus menahan sakit akibat adanya gangguan pada jantungnya. Menurut pihak medis, ia terkena penyakit jantung bocor semenjak lahir. Penyakit yang diderita Faqih diketahui pada saat usianya 1 bulan. Saat itu, ia terkena disentri sehingga ia dibawa ke klinik terdekat. Menurut pemeriksaan dokter, Faqih positif menderita jantung bocor. Keadaan tersebut tentu sangat mengejutkan pihak keluarga. Kemudian, pihak dokter juga menyarankan agar Faqih segera dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Kondisi kesehatan Faqih sering turun hingga keluar masuk rumah sakit untuk menjalani perawatan. Bulan Pebruari 2016 lalu, sudah 2 kali ia menjalani perawatan di Rumah Sakit Kuningan Medical Centre (KMC). Selain itu, ia juga pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Linggajati Kuningan. Hasil pemeriksaan membuat Faqih harus segera dibawa ke Rumah Sakit Harapan Kita. Faqih kemudian dibawa Ke Rumah Sakit Harapan Kita dan dirawat beberapa hari. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Faqih sebelum melakukan operasi, sehingga Faqih bisa menjalani perawatan kembali di Rumah Sakit Harapan Kita untuk persiapan operasi. Pada tanggal 22 Nopember 2016 lalu, Faqih telah menjalani operasi. Alhamdulillah, operasi berjalan dengan lancar. Setelah melakukan operasi, Faqih harus melakukan kontrol kesehatan lagi. Alhamdulillah kondisi Faqih saat ini sangat baik. Namun orang tua Faqih terkendala dengan biaya pembelian obat yang tidak ditanggung oleh BPJS. Selama menjalani pengobatan, Faqih menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Faqih merupakan anak dari pasangan suami istri Bapak Karsan (36) dan Ibu Yati Rahmawati (30). Saat ini Faqih hanya tinggal dengan Ibunya, yang hanya menggantungkan kehidupan sehari-hari kepada orang tua Ibu Yati. Ibu Yati sendiri tidak bekerja sama sekali. Alhamdulillah, karena pertolongan Allah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan keempat kepada Faqih untuk biaya pembelian obat diluar tanggungan BPJS. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk Faqih. Aamiin. Sebelumnya Faqih merupakan pasien Rombongan 940.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Melisa

Faqih menderita Jantung Bocor

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 RSSR SEMARANG 12,789,650
2 MTSR SEMARANG 7,680,200
3 MTSR SEMARANG 8,523,540
4 KUSTARI BIN TARDI 1,000,000
5 MARYATI BINTI KASNURI 1,700,000
6 RASIYEM BINTI KASIM 1,122,500
7 SUNARTI BINTI ASTAP 900,000
8 SITI MUSIYAM 1,122,689
9 ROMADHON BIN CUNDUK 1,500,000
10 SUMARMO BIN SOALMAN 1,000,000
11 FAJAR FIRMANSYAH 1,000,000
12 SALAMAH BINTI TAMRIN 876,114
13 SEPTIANA DEWI 600,000
14 MUHAMAD WILDAN AFANI 1,000,000
15 Abdurrochim bin Casmadi 500,000
16 YULI HIDAYATI 500,000
17 DIKA ARIANTI 1,500,000
18 TRI SURYANTI BINTI DUMADI 500,000
19 MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO 996,000
20 MUHAMMAD NUR RIZKY 800,000
21 KASTAWI BINTI RASIMIN 1,000,000
22 MUCHAMMAD DWI ANUGRAH 500,000
23 NUR HIKMAH 500,000
24 MUHAMMAD ASYARI 500,000
25 RATEMI BINTI SAMSURI 500,000
26 KAMINEM BINTI ABDUL HAMID 1,000,000
27 UNTUNG SAHARA 1,000,000
28 JUARIYAH BINTI SUTI MUKTI 2,000,000
29 REZA ADITIYA PRATAMA 500,000
30 ZAHWA AULIA ZAHRA 1,000,000
31 RAHARJO PRAYITNO 1,000,000
32 MOHAMMAD SYAIFUL AMRI 1,000,000
33 SUJONO PATI 1,000,000
34 DARMINAH BINTI HUSAIN 500,000
35 SARMISIH BIN SUMOKARSI 1,000,000
36 SITI FATIMAH 1,000,000
37 NAUFAL ARDIANSYAH 756,500
38 SUNARTI BINTI KASAM 700,000
39 SITI HARTI 1,000,000
40 ASEP SUPRIATNA 500,000
41 IDA BINTI CAYO 1,250,000
42 MIRA MAURIKA INDRIKA 500,000
43 JUMADI BIN MARHAYA 500,000
44 HANDI KUSNAWAN 500,000
45 SUKMAWATI BINTI POPON FATIMAH 500,000
46 MUHAMMAD AZKA 750,000
47 WARTIKAH BINTI KARMANA 500,000
48 EMI BINTI AJA 500,000
49 IKA SUMARTIKA BINTI ENGKOS HERMAWAN 500,000
50 NURJAMIL IDRIS 500,000
51 LALA BINTI NURBAN 600,000
52 ECIN BINTI TAMAMI 500,000
53 LINA ROHIMAH 500,000
54 OON FATONAH 2,000,000
55 YAYA KARTIWA 500,000
56 SAFA OCTAVIANI PUTRI 750,000
57 YULIANI LESTARI 500,000
58 LILI BIN ALIM 500,000
59 DEDEH JUARIAH 500,000
60 SUNARSIH BINTI SOMADI 1,000,000
61 FAQIH HIDAYAT 500,000
Total 76,417,193

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 76,417,193,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 948 ROMBONGAN

Rp. 46,510,411,738,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.