Rombongan 947

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya.
Posted by on January 30, 2017

JUHARIA BINTI ALIGE (52, Tumor Mata), alamat : Jl. Merpati, Lrg. Merpati, RT ¼, Kel. Tanahmodindi, Kec, Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Ibu Juharia menderita tumor yang menyebar di bagian mata sejak tahun 2004, dan sudah beberapa kali melakukan pengobatan dan perawatan di berbagai rumah sakit diantaranya RS. Wirabuana Palu, RS. Amapana dan RS Undata Palu. Dan hasil konsultasi terakhir bahwa Ibu Juharia harus di rujuk ke Rumah Sakit di Makassar. Namun dikarenakan ketiadaan biaya Ibu Juharia memilih melakukan pengobatan di rumah saja. Kurir sedeah rombongan setelah mendapat informasi mengenai beliau, segera bergerak menuju kediaman Ibu Juharia dan melihat kondisinya secara langsung. Pada saat itu kondisi Ibu Juharia sering mengalami kesakitan di bagian wajah dan sehari-hari untuk menghilangkan rasa sakit yang diderita tersebut (mata dan bagian wajah), maka setiap malam hanya mengandalkan obat penghilang rasa sakit yaitu Asam mefenamat dan anti biotik cefadroxil. Kondisi ini sudah berlangsung selama beberapa tahun sehingga menyebabkan Ibu Juharia mengalami gangguan tidur dan selalu tidur dengan posisi duduk (karena sulit tidur jika berbaring/perasaan tidak nyaman). Suami Ibu Juharia yaitu Bapak Muhammad Syarif (50) yang bekerja sebagi buruh merasakan sangat kesulitan untuk membiayai pengobatan istrinya. Keduanya selama ini hanya mengandalkan gaji yang minim dari pendapatan hasil bekerja sebagai seorang buruh harian lepas. Jaminan kesehatan yang dimiliki oleh pasien ini adalah BPJS.

Alhamdulillah sedekah rombongan melakukan pendampingan kepada Ibu Juharia selama di Makassar. Dan saat ini telah menjalani operasi sebagaimana tindaklanjut dari pemeriksaan sebelumnya. Sedekah rombongan memberi bantuan ke-3 guna membantu meringankan biaya berobat dan akomodasi selama di Makassar. Batuan sebelumnya masuk dalam rombongan 943

Jumlah bantuan : Rp. 2.425.000,-
Tanggal : 25 Januari 2016
Kurir : Rasyid@Lismasari

Bu juharia menderita Tumor Mata


NUR AINUN TRI SAHRAN BINTI SARDAN (8, Leukimia). Alamat : BTN Baliase Blok AC No. 14 Kota Palu Sulawesi Tengah. Dik Ainun pada bulan Juni 2015 didiagnosa oleh dokter menderita Leukimia. Sehingga harus menjalani 62 kali kemoterapi di Surabaya. Dik Aninun sudah menjalani 52 dari 62 jadwal kemoterapi. Dan apabila tidak diselesaikan maka jadwalnya harus diulang kembali dari awal. Kondisi saat ini dik Ainun sudah tidak bisa berjalan karena kanker sudah masuk ke tulang. Dan selain Leukimia ada beberapa penyakit yang masuk seperti typus. Kemoterapi yang dijalani oleh dik Ainun terbagi 2 periode, periode pertama 1-34 dan periode kedua 35-62. Hasil periode pertama sudah terlihat perkembangan dari kondisi dik Aninun. Sedangkan hasil fase kedua akan dilihat dari keseluruhan fase kemoterapi tersebut. Dik Ainun merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Ayah bernama Sardan Khan (40) dan ibu bernama Andriana (35). Ayah dik Ainun sudah tidak bekerja lagi karena semua kemampuan dan harta telah dikeluarkan untuk membiayai proses pengobatan. Biaya yang telah dikeluarkan oleh keluarga terbilang cukup banyak sampai dengan kemoterapi yang ke-33.  Semua pembiayaanya berasal dari penjualan aset kendaraan dan rumah pribadi. Dana tersebut hanya mampu membiayai sampai dengan kemoterapi yang ke-33. Kedua orang tua sudah tidak memiliki kemampuan ekonomi lagi baik dana maupun aset yang bisa dijual, ditambah lagi biaya transportasi dan kebutuhan hidup selama di Surabaya. Saat ini dik Ainun sudah menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS, tetapi ada beberapa obat yang tidak dicover oleh BPJS.
Kurir Sedekah rombongan melakukan pendampingan kepada Dik Ainun untuk bisa diberangkatkan dan berobat lanjut di Surabaya sesuai dengan tahapan medis yang ditempuh selama ini. Sedekah rombongan memberikan bantuan ke-2 untuk biaya transportasi Palu-Surabaya dan Akomodasi Dokter pendamping serta obat yang tidak dicover oleh BPJS. Bantuan sebelumnya terdapat pada Rombongan 943.

Jumlah bantuan    : Rp. 8.690.000, –
Tanggal         : 25 Januari 2017
Kurir                : Rasyid @Ahmad Jueni

Ainun menderita Leukimia


ASPINA BINTI LAMAMING (49, Diabetes), alamat : Jl. Trans Sulawesi Desa Salubomba Kec. Banawa Tengah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Ibu Aspina telah lama mengidap penyakit diabetes, sehingga sempat dirawat diruang opname kurang lebih seminggu lamanya di Rumah Sakit Umum Kabelota Donggala. Dikarenakan kondisi Ibu Aspina yang terus mengalami penurunan dan juga diharuskan agar dirujuk ke RS Palu, maka pihak keluarga mengambil keputusan hanya dirawat di rumah saja. Suami ibu Aspina yaitu Abbas (52) yang bekerja sebagai nelayan, merasakan kesulitan jika harus membawa Ibu Aspina ke RS di Palu, disamping dikarenakan kekurangan biaya guna transportasi dan biaya obat juga disebabkan sulitnya meninggalkan pekerjaan sehari-hari karena harus mencari nafkah nuat ketiga anaknya.
Kurir sedekah rombongan segera bergerak menuju rumah Ibu Aspina setelah mendapatkan informasi. Dan Alhamdulillah kurir sedekah rombongan menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu Ibu Aspina. Namun dua hari setelah kurir sedekah rombongan berkunjung dan menyampaikan santunan, dari pihak keluarga memberi kabar bahwa ibu Aspina telah meninggal dunia.

Jumlah bantuan    : Rp. 500.000, –
Tanggal         : 22 Januari 2017
Kurir                : Rasyid @Suparman

Bu aspina menderita Diabetes


MAJALAH TEMBUS LANGIT SEDEKAH ROMBONGAN VOLUME 14 (Biaya Cetak). Gerakan Sosial Sedekah Rombongan kini telah memasuki usia yang ke-5. Selama itu pula, Sedekah Rombongan telah menyalurkan dana bantuan dari Sedekaholic kepada ribuan dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan. Semakin hari, kami semakin bertransformasi, salah satu bentuk inovasi kami adalah menerbitkan sebuah majalah yang diberi nama Majalah Tembus Langit (MTL). MTL adalah Media Inspirasi Gerakan #SedekahRombongan, saat ini sudah memasuki volume yang ke-14. Pada MTL yang terbit di awal tahun 2017, kali ini redaksi mengangkat tema New Year, New Habit. Rubrik lainnya pun tak kalah menarik dan menginspirasi, silakan menyimak. MTL Vol 13 dicetak sebanyak 1.000 eksemplar dan didistribusikan ke lebih dari 20 wilayah kerja SR se-Indonesia, untuk disampaikan kepada Sedekaholic. MTL juga didistribusikan ke berbagai kalangan mulai dari karyawan, pengusaha, entertainer, hingga pejabat teras, dan dibagikan secara cuma-cuma. Proses produksi majalah ini membutuhkan biaya sebanyak Rp. 6.500.000,- untuk biaya cetak. Hadirnya MTL diharapkan dapat membuka jendela baru untuk mengembangkan jaringan ke seluruh negeri. MTL merupakan wujud ucapan terima kasih kami kepada Sedekaholic dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran sedekah kepada dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan yang tergabung lebih dari 940 rombongan. MTL juga merupakan salah satu bentuk pelaporan kepada masyarakat pada umumnya dan kepada Sedekaholic pada khususnya, tentang pelaporan dana sedekah yang mereka titipkan melalui Sedekah Rombongan. Semoga MTL dapat terbit setiap bulan secara rutin dan semoga kisah-kisah nyata yang dihadirkan dapat menginspirasi dan menebar manfaat. Amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 6.500.000,-
Tanggal : 24 Januari 2017
Kurir : @Saptuari

Biaya Cetak


AMENIA BINTI KARSUN (46, Sinus Ohrenicocostali) Alamat: Dusun Buncitan RT 10/5, Desa Kampung Baru, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Pada bulan Januari 2014 bu Amenia merasakan sakit tenggorokan yang tidak seperti biasanya. Bu Amenia kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas dan dirujuk ke RSUD Sidoarjo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium di RSUD Sidoarjo, bu Amenia didiagnosa  menderita Sinus Ohrenicocostali. Karena keterbatasan alat, bu Amenia di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk pengobatan lebih lanjut. Di RSUD Dr. Soetomo dilakukan beberapa kali pemeriksaan, dan berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter memberikan advice untuk kemoterapi. Bu Amenia sudah menjalani beberapa kali kemoterapi, namun karena keterbatasan biaya, terutama untuk biaya transportasi bu Amenia akhirnya menghentikan pengobatannya. Bu Amenia adalah seorang ibu rumah tangga, sedangkan sang suami, pak Banjir (50) merupakan seorang kuli angkut air. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan pada bulan Februari 2016 mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan bu Amenia. Melihat semangat beliau yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk menyalurkan bantuan para sedekaholics kepada beliau. #SedekahRombongan juga membantu bu Amenia dalam pembuatan jaminan kesehatan BPJS. Saat ini bu Amenia kembali menjalani kemoterapi. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya obat diluar tanggunan BPJS. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 933. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini bu Amenia masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 November 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 @EArynta

Bu amenia menderita Sinus Ohrenicocostali


NJOO SWIE FOEN (61, Kanker Payudara). Alamat:  Jl. Syamanhudi No 35, Jember, Jawa Timur. Bu Gio biasa dipanggil, beliau adalah seorang janda yang suaminya juga merupakan salah satu pasien Sedekah Rombongan yang telah meninggal dunia. Sakit yang diderita bu Gio berawal dari munculnya benjolan di payudaranya, setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, dokter mendiagnosa bu Gio menderita kanker payudara stadium 3, dan diharuskan untuk operasi. Total biaya operasi sebesar Rp. 35.000.000,- dan bu Gio  membayarnya dengan menggunakan uang tabungan serta uang hasil berhutang kepada saudara-saudaranya. Setelah operasi dokter mewajibkan bu Gio untuk menjalani kemoterapi dan sinar radiotherapy secara rutin, namun beliau sudah tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pengobatannya tersebut. Bu Gio sehari-hari sebagai ibu rumah tangga dan tinggal sendiri di rumah peninggalan orang tuanya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan bu Gio. Kami memberikan bantuan sebesar Rp. 500.000,- yang digunakan untuk biaya transportasi ke Surabaya. Sedekah Rombongan juga membantu bu Gio dalam pembuatan BPJS dan pembayaran iuran BPJS. Mulai awal menjalani kemoterapi dan radioterapi bu Gio telah didampingi oleh Sedekah Rombongan. Bantuan sebelumnya sudah diberikan dan masuk di rombongan 933.  Saat ini semua proses kemoterapi dan radioterapi sudah selesai, namun muncul benjolan lagi yang semakin membesar di punggung beliau dan saat ini masih dalam tahap diagnosis. Saat ini bu Gio masih rutin kontrol ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya setiap sebulan sekali.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 12 November 2016
Kurir:   @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Ibu njoo menderita Kanker Payudara


NURHOSNA BIN MUSAKKI (46, Tumor Mata ). Alamat : Desa Dawuhan RT 1/2, Kec. Batu, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Sejak awal September 2014 lalu, muncul benjolan pada mata Bu Nurhosna, kemudian Bu Nurhosna memeriksakan dirinya di RSUD Bondowoso dan didiagnosa mengalami penyumbatan pada saluran air mata sebelah kanannya. Semakin hari benjolanpada mata kanan Bu Nurhosna semaikin bertambah besar. Sehingga pada akhirnya beliau dirujuk untuk berorat ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Namun karena keterbatasan biayatransportasi ke Surabaya beliau hampir putus asa untuk tidak melanjutkan pengobatannya. Bu Nurhosna seorang ibu rumah tangga dengan tanggungan 2 orang anak. Beruntung kami Sedekah Rombongan bertemu dengan beliau. Sedekah Rombongan membantu biaya pengobatan, transpotasi serta membantu membuatkan BPJS untuk Bu Nurhosna.Bantuan kembali disampaikan oleh Sedekah Rombongan sejumlah Rp. 500.000,- untuk biaya berobat & transportasi. Sebelumnya bantuan untuk Bu Nurhosna masuk dalam rombongan 933. Saat ini Bu Nurhosna masih rutin setiap satu bulan sekali datang ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk kontrol dan mengikuti jadwal kemoterapi. Pihak keluarga merasa sangat senang dan bersyukur atas bantuan yang disampaikan. Semoga pengobatan Bu Nurhosna bisa segera selesai dan dokter menyatakan sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 November 2016
Kurir:  @Wahyu_CSD Nanda @EArynta

Ibu nurhonsa menderita Tumor Mata


HELMIATUS SOLEKAH (6, Tumor Mata). Alamat: Dusun Krajan, RT 10/ 04, Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Mia biasa ia dipanggil oleh orang tuanya, Mia menderita tumor mata sejak setahun lalu ia menjadi pasien dampingan dari Sedekah Rombongan. Tumor yang diderita oleh Mia sudah menjalar hingga ke tulang dan tengkorak matanya. Sehingga satu-satunya jalan adalah dengan melakukan operasi pengangkatan tumor dan sebagian tulang serta tengkorak kepalanya. 12 juni 2015 Mia telah menjalani operasi, alhamdulillah operasi yang dijalani oleh Mia berhasil, dan diketahui bila tumor yang dideritanya tidaklah ganas, sehingga tidak diperlukan kemoterapi. Namun, Mia masih harus menjalani rekontruksi mata 2-3 bulan berikutnya, serta bedah plastik di sekitar wajah dan pemasangan bola mata palsu. Pada awal sakitnya, keluarga Mia mengeluhkan tentang banyaknya pengeluaran untuk biaya pengobatan, ongkos transportasi dan tempat tinggal selama berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Alhamdulillah, kami Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mia. Setelah melalui survey, Mia resmi menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Saat ini Mia melakukan kontrol rutin sebulan sekali ke Surabaya. Bantuan telah diberikan untuk biaya transportasi dan berobat. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 933. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Mia masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan. Semoga dengan ikhtiar ini penyakit Mia bisa segera diobati dan Mia bisa melanjutkan sekolah untuk menggapai cita-cita.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 November 2016
Kurir : @Wahyu_CSD Nanda @EArynta

Bu mia menderita Tumor Mata


MUNAWIR BIN WASIMIN (46, Gloukoma) Alamat : Dsn, Wringin Tengah, RT 02/06, Kelurahan. Wringin, Kec. Wringin, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Bapak Munawir di diagnosis menderita Gloukoma dengan keadaan yang sudah parah kedua matanya sudah tidak bisa melihat lagi, dengan kondisi yang seperti itu, beliau disarankan untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Dengan kondisi mata yang seperti itu, beliau tetap berusaha mencari nafkah. Beliau adalah seorang pembuat tape di kampungnya. Bu Sanimah (44) istrinya, adalah seorang ibu rumah tangga. Pendapatan yang diperoleh pak Munawir tidak menentu. Terkadang penghasilan dari menjual tape tidak cukup untuk biaya sehari hari beliau. Biaya transportasi yang mahal dan biaya hidup yang tidak murah membuat pak Munawir sempat menunda keberangkatannya. Mendengar hal itu kurir Sedekah Rombongan segera mendatangi rumah beliau dan mulai melakukan survey. Setelah dirasa cukup dan layak untuk dibantu, kami segera membawa pak Munawir ke Surabaya. Pak Munawir dan istri adalah pasangan suami istri yang taat beribadah. Terbukti pada saat berada di rumah singgah, ibadah sholat lima waktu tidak pernah mereka tinggalkan begitupun dengan sholat sunah seperti sholat dhuha dan sholat tahajud. Alhamdulillah, kami kurir Sedekah Rombongan bersyukur dipertemukan oleh keluarga pak Munawir. Belum seminggu menjalani perawatan di dokter Soetomo, mata sebelah kiri beliau sudah dioperasi dan digantikan oleh bola mata palsu. Saat ini pak Munawir menunggu pendonor mata untuk menggantikan mata sebelah kanan beliau. Harapan beliau dapat melihat dengan normal dan jelas kembali tentu juga adalah harapan dari kami,kurir yang mendampingi beliau. Saat ini beliau melakukan kontrol 1 bulan sekali sembari menunggu adanya pendonor mata untuk beliau. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 933. Pak Munawir dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 November 2016
Kurir : @Wahyu_CSD  Nanda @EArynta

Pak munawir menderita Gloukoma


RIZKI IKMALA (3, Tumor Hati). Alamat : Desa Greden RT 4/17, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Dik Rizki biasa disapa, pada awal februari 2016, dik Rizki mengeluhkan perutnya yang semakin membesar. Keluarga membawa dik Rizki berobat ke Puskesmas terdekat. terkendala keterbatasan peralatan di Puskesmas, dik Rizki dirujuk ke RSUD Jember. Hasil pemeriksaan di RSUD Jember, dik Rizki didiagnosa menderita tumor hati. Kemudian dik Rizki dirujuk ke RSUD Dr.Soetomo Surabaya untuk penanganan lebih lanjut. Dokter menyarankan dik Rizki untuk melakukan kontrol rutin di Poli Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Orang tua Dik Rizki, Jumadi (47) bekerja sebagai kuli batu. Sedangkan ibunya, Umi Hanik (46) seorang ibu rumah tangga. Meskipun dik Rizki memiliki BPJS sebagai jaminan kesehatan, namun karena biaya transportasi ke Surabaya tidak sedikit, keluarga sempat ingin menghentikan pengobatan dik Rizki. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Dik Rizki. Kami beruntung berkesempatan untuk membantu dik Rizki. Saat ini dik Rizki menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan dan rutin melakukan kontrol di Poli Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya kebutuhan nutrisi dik Rizki. Bantunan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 915 Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Dik Rizki masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 November 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Rizki menderita Tumor Hati


HARTATIK ROFI’I (41, Tumor Otak). Alamat: Dusun Sidodadi, RT 1/1, Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. 3 tahun yg lalu bu Hartatik pernah mengalami jatuh di pabrik tempat beliau bekerja. Setelah jatuh, beliau merasa ada benjolan di kepala dan sering merasa pusing. Kemudian bu Hartatik memeriksakan diri ke rumah sakit setempat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Hartatik didiagnosa menderita tumor otak. Bu Hartatik sempat dirawat di Rumah Sakit Mojosari selama 6 hari. Karena keterbatasan peralatan, bu Hartatik di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bu Hartatik sudah mulai kontrol ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi. Saat ini bu Hartatik sudah tidak mampu berkerja lagi karena kondisi tubuhnya tidak memungkinkan. Bu Hartatik sering mengalami kejang, kaki & tangan susah untuk digerakkan dan sering keluar busa serta darah dari mulutnya di setiap malam. Suami bu Hartatik, bapak Rofi’i (46) juga sudah tidak bekerja karena merawat bu Hartatik. Meskipun pembayaran pengobatan di rumah sakit sudah ditanggung oleh jaminan kesehatan KIS, namun untuk biaya transportasi ke Surabaya bu Suhartatik dan keluarga mengalami kesulitan. Untuk biaya transportasi dan biaya pengobatan yang tidak termasuk jaminan KIS, Bu Hartatik meminjam uang dari kas desa dan koperasi desa sebesar Rp. 6.000.000,-. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan bu Hartatik. Mulai september 2016 bu Hartatik menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya pengobatan yang tidak tertanggung KIS. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 933. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini bu Hartatik masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 5 November 2016
Kurir  :  @Wahyu_CSD Mistina @EArynta

Bu hartatik menderita Tumor Otak


DIARDO BRIGITA WIRYAWAN (6, Postop Kloaka). Alamat: Perumahan Kramat 1 blok M-8, Kab. Jember, Jawa Timur. Dik Diardo biasanya ia dipanggil adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Sejak awal kelahirannya dik Diardo sudah terdeteksi adanya daging tumbuh pada saluran anusnya, sehingga pada usia 2 bulan dik Diardo harus melakukan operasi pembuatan anus di perut sebelah kiri. Genap usia 10 bulan dilakukan operasi kedua yaitu pengangkatan daging tumbuh yang ada di dalam anusnya. Semua operasi ini dilakukan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menggunakan SKTM karena rumah sakit di Jember saat itu tidak mampu menangani dik Diardo. Beberapa waktu kemudian penggunaan SKTM untuk pengobatan dihapuskan oleh pemerintah dan keluarga dik Diardo beralih membuat BPJS agar pengobatan dik Diardo dapat terus berjalan. Selama proses pengobatan biaya yang dikeluarkan yaitu untuk transportasi dari Jember ke Surabaya tidaklah murah, sehingga mau tidak mau orang tua dik Diardo harus mencari pinjaman agar proses pengobatan dapat terus berjalan. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan dipertemukan dengan dik Diardo dan keluarga ,sehingga berkesempatan membantu membiayai proses pengobatannya. Saat ini dik Diardo disarankan dokter untuk melakukan suntik hormon satu kali setiap bulannya sebelum dilakukan proses operasi selanjutnya. Santunan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 915. Keluarga merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Diardo masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan. Semoga kondisi dik Diardo semakin hari semakin baik sehingga memudahkan proses pengobatan yang masih harus dijalani selanjutnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 November 2016
Kurir  :  @Wahyu_CSD Eisty @Martinomongi

Diardo menderita Postop Kloaka


MELATI BINTI AMIR (6, Kelainan Bawaan Lahir Rusaknya Tulang Hidung Bagian Dalam) Alamat: Perum Panji RT 03/15 Kec. Mimbaan Panji, Kab. Situbondo, Provinsi Jawa Timur.  Melati, biasa ia dipanggil adalah anak yang periang dan pantang menyerah. Pada usia 3 bulan Melati mengalami muntaber dengan tergesa-gesa orang tua membawa melati ke UGD RSUD Situbondo. Pada saat itu kondisinya memburuk, mulutnya keluar busa dan hidungnya mengalami infeksi sehingga Melati hanya bisa bernafas melalui mulutnya. Melati diperbolehkan menjalani operasi jika berat badan telah mencapai 10 kg. Pada usia 1,5 tahun, Melati dirujuk ke RSUD Dr.Soetomo Surabaya untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Pihak dari RSUD Dr.Soetomo belum mengijinkan Melati menjalani operasi karena usianya masih dibawah 5th. Sembari menunggu Melati diijinkan menjalani operasi, dokter menghimbau Melati untuk menjalani kontrol rutin. Ayahnya, Amir (28) seorang pengamen dan ibunya Sri Siswo (26) hanyalah seorang pembantu rumah tangga. Dek Melati memiliki fasilitas jamkesmas, namun Pak Amir dan Bu Sri merasa kesulitan dalam biaya transportasi dan obat-obatan selama masa pengobatan di Surabaya. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh dek Melati dan bantuan diberikan untuk membantu biaya transportasi selama pengobatan dan biaya obat-obatan. Usia Dek Melati telah mencapai 5 tahun dan mendapat persetujuan dari dokter untuk menjalani operasi pada usia 6 tahun dan operasi pertama dilakukan pada tanggal 25 Maret 2016. Bantuan telah diberikan untuk biaya transportasi dan obat diluar jamkesmas. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 915. Rasa syukur, bahagia dan ucapan terima kasih disampaikan oleh Pak Amir dan Bu Sri kepada sedekaholics melalui kurir Sedekah Rombongan yang telah membantu pengobatan Melati sehingga Melati dapat menjalani hidup. Saat ini Melati menjalani kontrol setiap bulan sembari menunggu jadwal operasi kedua yang akan dilakukan jika usia Melati telah mencapai 10 tahun.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 25 November 2016
Kurir  :  @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Melati menderita Kelainan Bawaan Lahir Rusaknya Tulang Hidung Bagian Dalam


RIRIN INDRAWATI (51, Kanker Mulut) Alamat: Dusun Duku RT 1/27, Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pada awal tahun 2013 muncul benjolan di langit langit mulut Bu Ririn. Kemudian Bu Ririn  melakukan pemeriksaan di salah satu rumah sakit di Jember dan dilakukan tindakan biopsi. Dari hasil pemeriksaan, Bu Ririn didiagnosa menderita kanker mulut. Selanjutnya dilakukan operasi pada kelenjar air liur Bu Ririn. Pasca operasi benjolan kembali tumbuh. Pada tahun 2014 Bu Ririn di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bu Ririn baru melakukan pengobatan ke RSU Dr. Soetomo Surabaya pada bulan Agustus 2015 untuk menjalani radioterapi. Keterlambatan untuk datang ke RSUD Dr. Soetomo karena kendala biaya transportasi ke Surabaya.  Pada Februari 2016 muncul benjolan di atas hidung. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Ririn kembali didiagnosa menderita kanker dan kanker baru tersebut sudah tidak bias dioperasi karena sudah menyebar ke otak. Bu Ririn memiliki fasilitas jaminan kesehatan (JKN), namun beliau merasa kesulitan biaya transportasi dan tempat tinggal selama berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang kesulitan yang dialami bu Ririn, dan kami diberi kesempatan untuk meringankan beban beliau. Bantunan sudah diberikan dan digunakan untuk biaya transportasi ke Surabaya. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 933. Bu Ririn dan keluarga merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekahholics atas bantuan yang telah diberikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan: Rp  500.000,-
Tanggal: 16 November 2016
Kurir: @Wahyu_CSD @MukhMukhlisin

Bu ririn menderita Kanker Mulut


DIAN RAHMAWATI (15, Dislokasi Tulang Pinggul) Alamat: Dusun Karang Candi, RT 02/06, Desa Bulujowo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Dian biasa ia disapa, waktu kecil saat berumur 5 tahun, ia pergi mengaji. Setelah mengaji entah bagimana ceritanya, ia jatuh dari mushola yang menyebabkan ia tidak bisa berjalan. Dian sudah berikhtiar untuk berobat ke beberapa ahli tulang baik secara tradisional maupun medis, terakhir dibawa ke Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. Dikarenakan keterbatasan dana dan kondisi orang tua saat itu yang sedang sakit, maka ia memutuskan untuk berhenti berobat. Karena lama tidak berobat, saat ini cara berjalan Dian berbeda dengan orang pada umumnya. Sekarang cara berjalan Dian terlihat seperti  pincang dan terseok-seok, kondisi ini menyebabkan Dian putus sekolah karena malu sering diejek teman-temannya. Ayah Dian, pak Warmuji (45) menderita penyakit komplikasi, praktis tidak bisa bekerja sama sekali, dengan tiga tanggungan keluarga yakni dua anak dan istri menyebabkan satu persatu barang berharga yang dia punyai dijual untuk berobat dan bertahan hidup. Tak jarang tetangganya ber baik hati membantu meringankan beban hidupnya dengan menawarkan kerja kepada istrinya sebagai pemanggang ikan. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan disampaikan dengan harapan Dian bisa berobat lagi dan bisa sembuh seperti sediakala. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 941. Saat ini Dian manjadi pasien dampingan SRtulabo dan sudah memulai pengobatan di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Dian dan keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut ia bisa melanjutkan ikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 November 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @MiftakhAbuSaSi

Dian menderita Dislokasi Tulang Pinggul


MISRENI BINTI SAMIN (37, Tumor Mata) Alamat : Jl. Tirta Mulya RT 08/06, Kecamatan Tanah Bumbu, Kota Banjarmasin, Propinsi Kalimantan Selatan. Ibu Reni panggilan akrabnya mulai merasakan sakit pada tahun 2010. Setiap kali mengendarai sepeda motor, mata sebelah kanan selalu perih dan mengeluarkan air mata. Karena merasa terganggu dengan keadaan seperti itu, Akhirnya bu Reni memeriksakan dirinya di Puskesmas terdekat. Lalu oleh pihak Puskesmas dirujuk ke rumah sakit terdekat karena keterbatasan peralan medis. Di rumah sakit, dilakukanlah CT Scan dan diketahui bahwa bu Misreni menderita tumor mata. Bu Misreni adalah seorang petani padi dan pemetik teh di kebun. Pendapatan sehari-hari beliau kadang hanya cukup untuk makan. Bu Misreni memiliki seorang anak perempuan yang masih sekolah & seoarng anak lelaki yang sekarang menemaninya berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Pihak rumah sakit merekomendasikan bu Misreni untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo karena peralatan yang lebih lengkap. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Misreni. Bantunan telah diberikan untuk biaya akomodasi transportasi selama pengobatan dan membayar biaya-biaya obat diluar Jamkesmas. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 933. Harapan bu Misreni semoga bisa sembuh total dan kembali ditengah-tengah keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 22 November 2016
Kurir  : @Wahyu_CSD  Riany @EArynta

Bu misreni menderita Tumor Mata


MUHAMMAD ROSYIKUL ILMI (4, Epilepsy Unspecified) Alamat: Dusun Kauman, RT 03/01, Desa Bulujowo, Kecamatan Bacar, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Rossy nama panggilannya, saat menginjak usia 3 tahun mendadak badan dan kepalanya panas kemudian tubuhnya kejang. Keluarga membawa Rossy ke Puskesmas setempat. Setelah itu dilanjutkan untuk melakukan pengobatan ke RSUD Tuban dan terapi selama 2 bulan, kemudian pengobatan dilanjutkan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Atas saran dari dokter di rumah sakit tersebut, Rossy disarankan untuk melanjutkan pengobatannya ke RSUD DR. Soetomo Surabaya. Namun perjalanan pengobatan Rossy terhenti dikarenakan keterbatasan dana yang dimiliki. Otomatis Rossy tidak mendapatkan penanganan yang maksimal. Hal itu berdampak pada kondisi sakitnya. Kondisi saat ini, ia mengalami kejang tiap hari. Awalnya bisa kejang 30 kali sehari, sekarang sudah berkurang menjadi 10 kali sehari dan keadaanya masih belum bisa bicara, hiperaktif dan selalu mengonsumsi obat Valproic Acid dan racikan. Ayahnya, pak Makmur bekerja sebagai nelayan /anak buah kapal, yang hanya  efektif melaut 15 hari sebulan. Pendapatannya tidak menentu, bahkan  terkadang tidak mendapat pemasukan sama sekali. Rossy mempunyai jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Meski begitu, keluarga mengeluhkan biaya yang dibutuhkan untuk transportasi dan biaya  sehari-hari selama berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan telah disampaikan untuk biaya transportasi dan obat diluar jaminan kesehatan. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 940. Keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah diberikan melalui Sedekah Rombongan. Semoga Rossy bisa melanjutkan pengobatan lebih lanjut ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 November 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @MiftakhAbuSaSi

Rossy menderita Epilepsy Unspecified


MISRIYA BIN ALAWI (35, Tumor Pipi). Alamat: Desa Glingseran RT 10/1, Kec. Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Sejak Bu Misriya umur 10 tahun muncul benjolan di dalam gusi  sebelah kiri dan semakin lama semakin membesar. Kemudian Bu Misriya memeriksakan diri ke RSUD Kusnadi Bondowoso. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Misriya didiagnosa menderita tumor pipi kemudian di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Di RSUD Dr. Soetomo dilakukan tindakan operasi  bedah pengangkatan benjolan. Setelah tindakan operasi, bu Misriya rutin kontrol ke Poli Bedah Mulut, Poli Mata, Poli Syaraf dan Poli Bedah Plastik. Namun ikhtiar Bu Misriya sempat terhenti karena kendala biaya transportasi dan tempat tinggal selama di Surabaya. Suami bu Misriya yang menjadi tulang punggung keluarga meninggal karena kecelakaan. Sehari-hari bu Misriya bekerja sebagai buruh tani dan tempat tinggal selama ini masih menumpang dirumah saudara nya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Bu Misriya dan memberikan bantuan kepada Bu Misriya yang dipergunakan untuk biaya transportasi ke Surabaya. Saat ini bu Misriya melakukan kembali melakukan pengobatan. Bantuan sebelumnya tercatat dalam rombongan 933. Bu Misriya merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini bu Misriya masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan  : Rp. 500.000,-
Tanggal  : 22 November 2016
Kurir : @Wahyu_CSD BambangBKY @EArynta

Pak misriya menderita Tumor Pipi


BAKSOS MALANG (Khitanan Massal + Pembagian Sepeda). Alamat : Jalan Sersan Sapar RT 12/2, Desa Kedawung Pojok, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Ialah kegiatan kerjasama Sedekah Rombongan Malang dan Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Dampit, Malang. Ponpes Darul Ulum ialah salah satu Pondok Pesantren yang memiliki jumlah santri cukup banyak, saat ini tercatat 118 santri yang menuntut ilmu disini. Kegiatan belajar ilmu agama serta ekstrakurikuler sebagai tambahan kompetensi juga diadakan hampir setiap hari. Ternyata santri disini juga banyak yang berasal dari luar desa, sehingga keberadaan Ponpes ini dinilai baik bahkan bagi masyarakat di luar Desa Kedawung. Acara baksos ini diadakan serentak pada 14 Desember 2016 di lokasi Ponpes. Khitanan Massal dilakukan dengan peserta sejumlah 6 orang. 20 unit sepeda juga dihadiahkan untuk anak-anak yang membutuhkan sepeda sebagai sarana transportasi mereka. Kegiatan yang berlangsung hampir sehari ini berjalan lancar dengan diawali acara sholawatan dan diakhiri dengan pemberian hadiahs. Semoga kegiatan kerjasama seperti ini semakin banyak dan meluaskan gerak Sedekah Rombongan, sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.325.000,-
Tanggal : 14 Desember 2016
Kurir : @FaizFaeruz @ekokurniawan @nay_munaa

Khitanan Massal + Pembagian Sepeda


MTSR MALANG (AB 9044 WK, Biaya Operasional Bulan Desember 2016). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil yang dikendarai oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk beraktivitas seperti mengantar/ menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang, mensurvei pasien yang akan dijadikan pasien dampingan dan bahkan menyampaikan santunan titipan yang diberikan dari Sedekaholics. Dengan nomor hotline 0818-0808-8001 yang tertera di badan mobil ambulance MTSR ini diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat langsung menghubungi MTSR ini. Pada bulan ini pengeluaran yang dialokasikan untuk operasional MTSR Malang ialah untuk biaya cuci mobil, membeli pulsa, bahan bakar, konsumsi move ke luar kota dan servis rutin tiap bulan. Bantuan bulan sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 932. Semoga MTSR semakin bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi Sedekaholics. Amiiinn

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir : @FaizFaeruz @m_rofii11 Agus

Biaya Operasional Bulan Desember 2016


MTSR MALANG (N 1208 CJ, Biaya Operasional Bulan Desember 2016). Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “move” pun cepat dan padat sekali. Kebutuhan antar pasien tak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Saat ini, pasien Sedekah Rombongan Malang berjumlah kurang lebih 50 pasien dampingan, dengan berbagai macam latar belakang. Padatnya agenda mobilitas ambulan Sedekah Rombongan atau biasa yang kami sebut dengan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) membuat  Malang membutuhkan MTSR tambahan. Sehingga Sedekah Rombongan Malang pada bulan Mei tahun 2016 kemarin meluncurkan program “PATUNGAN AMBULAN” untuk mewujudkan mimpi kami bisa bergerak lebih efektif dengan adanya 2 MTSR di Malang. Untuk mendukung performa mobil agar tetap dalam kondisi baik, maka bulan ini keperluan MTSR yang diperlukan antara lain untuk biaya bahan bakar, pulsa, cuci mobil dan service rutin setiap bulan. Laporan keuangan MTSR pada bulan sebelumnya telah masuk di nomor rombongan 932. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dan ibadah kita ini dengan sebaik-baiknya pembalasan, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.487.000,-
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir : @FaizFaeruz Sitin @m_rofii11

Biaya Operasional Bulan Desember 2016


RSSR MALANG (Biaya Operasional Bulan Desember 2016). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk biaya listrik, air, obat-obatan, konsumsi, dan biaya administrasi. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 932. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 15.111.930,-
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir: @FaizFaeruz @AfiatBuchori @nay_munaa @m_rofii11

Biaya Operasional Bulan Desember 2016


NABBITA ANUGERAH MUKTI (5, Kelainan Tulang Kaki). Alamat: Pangen, Juru Tengah RT 002/005, Kel. Pangen, Kec. Purworejo, Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Nabita merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Solo sejak 2013 silam. Tinggal bersama Ibunya, Dwi (36) Nabita sejak lahir telah mengalami kelainan pada tulang kakinya. Karena hal itulah sang ayah meninggalkannya dan tidak diketahui keberadaannya kini. Ibu Dwi pun berjuang sendiri untuk dapat memenuhi kebutuhan harian dan berobat Nabita. Sehari-hari beliau bekerja sebagai penjaga toko dengan penghasilan Rp. 800.000,-/bulan. Alhamdulillah kini kondisi Nabita semakin membaik setelah menjalani serangkaian pengobatan untuk dapat memperbaiki struktur kakinya. Nabita diharuskan kontrol sebulan sekali di RSO untuk mengecek perkembangan kakinya. Santunan ke-14 pun kembali disampaikan oleh kurir #SedekahRombongan untuk biaya transportasi Nabita dari Purworejo ke Solo. Santunan sebelumnya tercantum dalam rombongan 917 Keluarga Nabita mengucapkan terimakasih serta mendoakan agar segala amal kita diterima serta dibalas oleh Allah SWT. Mari doakan agar Nabita segera sembuh dan dapat bermain kembali. Aaamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 25 Januari 2017
Kurir :  @mawan @anissetya60 @ayak

Nabbita menderita Kelainan Tulang Kaki


DWI SANTOSO (37, Skizofernia, jantung lemah). Alamat : Dukuh Mlokolegi Rt 05 Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Mas Dwi Santoso adalah seorang anak yang lahir dalam keadaan normal baik jasmani maupun rohani. Namun semua itu berubah semenjak kelas 6 SD, saat itu  ia sering menerima tekanan dari gurunya dan sering diperolok-olok  karena gagal mengikuti pelajaran sekolah. Saat itulah mas Dwi Santoso mengalami sakit jiwa . Ia tinggal hanya bersama Sri Sugianti (65)  ibu kandungnya yang bekerja sebagai buruh tani yang hidup serba kekurangan untuk mencukupi kebutuhan makan sehari-hari. Ibu Sri sudah lama ditinggalkan suaminya, sehingga beliau harus berjuang sendiri untuk keluarganya. Untuk membiayai pengobatan Mas Dwi Santoro, Ibu Sri sugiati menggunakan BPJS untuk berobat ke Rumah Sakit Jiwa Surakarta. Rutin setiap sebulan sekali naik bus untuk berobat. Ibu Sri Sugiharto masih sangat berharap Mas Dwi Santoso bisa normal kembali seperti sedia kala. Selain itu, Mas Dwi Santoro memiliki penyakit jantung lemah. Ibu Sri Sugiharto membutuhkan bantuan untuk biaya akomodasi berobat anaknya. #SedekahRombongan melakukan survai dan menyampaikan titipan dari sedekaholic untuk membantu akomodasi pengobatan Mas Dwi Santosa. Keluarga mengucapkan banyak Terimakasih atas bantuan yang diberikan..

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000
Tanggal : Januari 2017
Kurir : @ Mawan @anissetya60 @shofawa @nikoMandela

Bu dwi menderita Skizofernia, jantung lemah


SRI HANDAYANI (37,Komplikasi) Alamat: Sucen Barat RT.16/05, Kedung Lengkung, Simo, Boyolali, Jawa Tengah. Ibu satu putri ini sudah satu tahun terakhir tidak dapat beraktifitas seperti biasa, harus terbaring lemas di dipan yang beralaskan tikar dan bertutup selambu. Istri dari Bapak Muhtarudin (43) awalnya terpleset saat bekerja membantu suami di penggilingan padi, saat itu beliu merasa sedikit lemas karena masalah jantung lemah dan flek paru- paru yang diderita semenjak sekolah di madrasah tsanawiyah. Saat itu mbak Sri menjadi korban kekerasan pemuda yang sedang mabuk,  beliau menjadi korban kekerasan fisik sampi diinjak-injak. Semenjak kejadian tersebut mbk Sri menjadi syok, sehingga saat mendengar suara keras beliau selalu pingsan. Berbekal Jaminan kesehatan yang dimiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) Pengobatan sudah dijalani, mulai dari kontrol ke dokter spesialis dalam, syaraf, paru, namun belum membuahkan hasil. Karena keterbatasan biaya akhir Juli 2015 pengobatanya terhenti, sampai saat ini beliau hanya terbaring diatas dipan. Beliau tidak mengkonsumsi obat, hanya menahan rasa sakit yang diderita. Sehari- hari semua kebutuhanya disiapkan suami, jika ditinggal bekerja beliau dibantu Khusnul Laily Nur Khasanah (11). Saat ini Mbak Sri menjalani pengobatan di rumah sakit Dr. Moewardi Solo beliau kontrol 1 bulan Sekali. Beliau dianjurkan terapi di Puskesmas terdekat agar otot- otot beliau menjadi Kuat. Sedekah rombongan memberikan bantuan titipan #sedekaholics guna akomodasi  selama pengobatan di RS. Bantuan Sebelumnya masuk rombongan 916. Keluarga Mbak Sri mengucapkan Banyak Terimakasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal : 27 Januari 2017
Kurir :@mawan @anissetya60 @cahyanieka

Ibu sri menderita Komplikasi


MARZUKI BIN BENGKUK (47, Basal Cell Carcinoma). Alamat : Karang Daye, Kec. Pujut, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB. Suami dari Ibu Aminah (36) ini sebelum sakit sehari-harinya bekerja sebagai petani. Kini Pak Marzuki menderita Basal Cell Carcinoma atau kanker kulit ganas. Pak Marzuki bercerita muncul benjolan kecil di dekat kelopak mata kanannya sejak 3 tahun lalu yang kondisinya terus membesar. Selama satu tahun Pak Marzuki berobat ke mantri namun tidak membuahkan hasil. Benjolan yang semakin membesar membuat Pak Marzuki berobat ke rumah sakit di Lombok selama kurang lebih 6 bulan, namun karena keterbatasan sarana kesehatan yang ada di sana ia dirujuk ke RSUP Sanglah, Bali. Pak Marzuki berobat di poliklinik bedah plastik RSUP Sanglah dan menjalani rawat jalan 3 hari sekali untuk merawat lukanya. Saat ini Pak Marzuki sudah kehilangan penglihatan pada mata kanannya. Pak Marzuki sudah menjalani pengobatan di Bali selama 6 bulan menggunakan JKN – KIS kelas III dan tinggal di sebuah kamar kost di Jln. Pulau Komodo No. 6. Selama di Bali Pak Marzuki tidak bekerja, aktivitas yang dapat ia lakukan pun terbatas, sehingga kesehariannya lebih banyak bergantung pada istrinya. Untuk biaya hidup selama di Bali, Pak Marzuki mengandalkan uang hasil penjualan tanah di kampung. Pak Marzuki memiliki 2 orang anak yang kini ia titipkan ke mertuanya, 1 anaknya masih bersekolah di Lombok dan yang lainnya baru tamat SMA belum memiliki pekerjaan. Pak Marzuki mengaku uang hasil penjualan tanah sudah habis sehingga ia kesulitan membayar uang kost sebesar Rp 600.000,- dan untuk biaya sehari – hari. Terlebih lagi ia pun memiliki utang dengan saudaranya di kampung, sebesar 2 juta rupiah untuk keperluan transportasi berobat dari Lombok ke Bali. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Marzuki dan keluarganya. Santuan diberikan untuk membayar uang sewa kost dan kebutuhan sehari – hari. Semoga Pak Marzuki diberikan kesembuhan oleh Allah SWT sehingga dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 November 2016
Kurir : @arfanesia Lusi @ririn_restu

Bu marzuki menderita Basal Cell Carcinoma


NIRWAN RAMADHAN (3, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Desa Pagarawan, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Sejak usia 2 tahun, Nirwan didiagnosis penyakit kanker kelenjar getah bening yang membuatnya sering diopname di rumah sakit. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguk Nirwan di rumahnya, ia hanya mendapatkan asupan makanan lewat infus karena tidak mau makan sehingga berat badannya terus menurun. Ayahnya, Bapak Ali sudah berusaha untuk pengobatan Nirwan di beberapa rumah sakit di Pangkalpinang dengan KIS yang dimiliki namun Nirwan harus dirujuk ke Jakarta. Ketiadaan biaya membuat Bapak Ali tidak bisa membawa Nirwan berobat ke Jakarta. Kondisi Nirwan menurun sehingga ia dibawa ke Rumah Sakit Provinsi Soekarno Hatta. Kondisinya Nirwan semakin memburuk, akhirnya pada 20 November 2016, ia menghembuskan napas terakhir di saat – saat ia berjuang melawan penyakitnya. Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan orang tuanya di acara pemakaman almarhum Nirwan dan memberikan bantuan sebagai rasa belasungkawa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 November 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @Effendy_babel @ririn_restu

Nirwan menderita Kanker Kelenjar Getah Bening


ZAINUDIN BIN ABIDIN (52, Tumor Okular). Alamat : Jln. Suka Maju, RT 3, Kelurahan Tanjung Pauh Km 32, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Pak Zainudin adalah orang tua tunggal dari satu orang anak karena istrinya sudah meninggal dunia pada tahun 1994, saat putranya baru berusia 3 tahun. Pada tahun 2007, Pak Zainudin mengeluh muncul benjolan kecil seukuran kelereng di bagian bawah mata kanannya yang semakin membesar dan memerah disertai rasa sakit seperti tertusuk jarum. Sampai tahun 2013, benjolannya semakin membesar hingga seukuran kepalan tangan dan saat itu putra Pak Zainudin langsung mengurus pembuatan kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) sehingga ia mendapatkan penanganan dan dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Pak Zainudin didiagnosis menderita Tumor Okuler Dextra dan mendapat perawatan selama 5 bulan di RSCM, akan tetapi di awal tahun 2014 ia harus menunda pengobatannya dengan alasan peralihan kartu Jamkesda ke JKN dan putra semata wayang yang menjaganya harus mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN). Pak Zainudin sudah tidak bekerja lagi sejak tahun 2013 akibat sakit yang ia derita, sebelumnya ia bekerja sebagai buruh pemotong karet di kebun milik orang lain dengan penghasilan per minggu sebesar 300 ribu rupiah. Saat ini Sefrianto (18), putra semata wayang Pak Zainudin  yang membiayai kehidupan mereka sehari-hari, ia bekerja sebagai karyawan toko dengan penghasilan 1 juta rupia per bulan. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami keluarga kecil ini, bantuan awal pun disampaikan guna pengurusan jaminan kesehatan agar Pak Zainudin bisa segera mendapatkan pengobatan yang sudah lama tertunda dan kesehatannya bisa segera pulih kembali seperti semula, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 17 Januari 2017
Kurir : @arfanesia @shintatantri @DecoJet @ririn_restu

Pak zainudin menderita Tumor Okular


MARDIANA ASRIADI (44, Susp. Ca Colon). Alamat : Jln. Otto Iskandar Dinata, RT 3, Kel. Sulanjana, Kec. Jambi Timur, Kota Jambi, Prov. Jambi. Sejak 8 tahun lalu Ibu Mardiana berjuang seorang diri karena suaminya telah meninggal dunia. Awalnya, Ibu Mardiana mengeluh perutnya sering mengalami sakit sejak beberapa tahun terakhir dengan Buang Air Besar (BAB) cair dan terkadang disertai darah. Akibatnya lama – kelamaan Ibu Mardiana tidak dapat berjualan seperti biasa karena nyeri perut yang semakin parah dan muntah setiap makan atau minum. Sehari-hari Ibu Mardiana harus berjuang mencari nafkah dengan berdagang makanan ringan dan es tebu di kawasan Ancol untuk menghidupi keempat anaknya, terlebih lagi kondisi putri terakhirnya mengalami keterlambatan tumbuh kembang sehingga gadis mungil berusia 8 tahun itu hanya mampu duduk dan berbaring saja. Ibu Mardiana memiliki kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang menanggung biaya pengobatannya, hanya saja kendala biaya transportasi dan biaya kehidupan sehari-hari mengakibatkan Ibu Mardiana harus menahan sakit karena tak dapat berobat dengan maksimal. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan wanita tangguh ini, bantuan awal pun disampaikan untuk kebutuhan berobat. Semoga Ibu Mardiana bisa sehat dan beraktivitas kembali seperti semula dan menjadi penyala harapan bagi putra-putrinya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Januari 2017
Kurir : @arfanesia @shintatantri @laviola_niza @ririn_restu

Bu mardiana menderita Susp. Ca Colon


MUSHOLLA AL-JAENURI (Bantuan Tunai). Alamat : RT 28 RW 10 Dusun Gudang Sakti Desa Sruwen Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang, Propinsi Jawa Tengah. Wilayah ini masuk kabupaten Semarang meskipun secara geografis lebih deket bahkan berdampingan dengan wilayah kabupaten Boyolali. Didirikan  dengan dana swadaya masyarakat dan dikerjakan dengan cara gotong royong oleh warga sekitar. Musholla ini cukup luas, sehingga selain digunakan sebagai tempat shalat berjamaah juga sebagai tempat kegiatan keagamaan dan sosial . Hampir seluruh kegiatan baik fisik maupun kegiatan non fisik dibiayai dengan swadaya. Artinya semua bekerja sukarela dengan menyumbangkan apa yang bisa mereka lakukan, tidak terbatas pada sumbangan fisik semata. Sedekah Rombongan berpartisipasi untuk kegiatan di Mushola ini dengan memberikan bantuan yang nilainya mungkin jika diukur dengan materi semata menjadi kecil, tetapi pahala sedekah jariyah memberikan semangat bagi kami untuk untuk  berkontribusi. Semoga yang kecil ini , Allah balas berlipat – lipat dan dijadikan sebagai tabungan akhirat kelak. Bantuan stimulan  diterima oleh salah seorang takmir yaitu bapak Bambang Suyoto. Atas bantuan yang telah disampaikan, takmir merasa senang dan berdoa semoga sedekaholic semakin dilancarkan rizkinya dan dimudahkan segala urusannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.300.000,-
Tanggal : 23 Desember  2016
Kurir : @kissherry, Samsudin

Bantuan Tunai


MUSHOLA AL-IHSAN (Bantuan Tunai). Alamat : RT 14 RW 03 Dusun Kuncen Desa Karangduren Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang Propinsi Jawa Tengah. Mushola ini didirikan pada tahun 1986 dengan dana swadaya masyarakat 3 RT. Selain pendanaan yang swadaya, pengerjaan pembangunan pun dengan cara gotong royong, sehingga perlu waktu lama untuk mewujudkan sebuah tempat ibadah untuk warga, tetapi semangat para warga patut untuk di apresiasi. Mushola ini dibangun karena kebutuhan masyarakat untuk beribadah terutama shalat berjamaah, mengingat dengan masjid jaraknya cukup jauh. Selain untuk ibadah berjamaah dimusholla ini juga digunakan untuk kegiatan ibadah lain yang bersifat sosial kemasyarakatan. Letaknya Mushola cukup terpencil jauh dari akses jalan raya. Untuk menjaga syiar tetap berjalan, dengan kontribusi yang mungkin kecil dibandingkan kontribusi warga setempat, Sedekah Rombongan ambil bagian dalam kegiatan sedekah jariyah ini . Penyampaian bantuan diterima oleh salah satu takmir musholla yaitu  Ustad Parjiyono. Atas bantuan yang telah disampaikan, ketua takmir musholla mewakili warga setempat  mengucapkan terima kasih dan berdoa semoga sedekaholic dilimpahkan rizkinya dan dimudahkan urusanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 27 Desember  2016
Kurir : @kissherry,  Samsudin

Bantuan Tunai


SARNO BIN SETRO GIMUN (45, Prostat) Alamat: Desa Karangrejo RT 21/09, Kec. Kawedanan, Kab. Magetan, Jawa Timur. Pada tahun 2010 Pak Sarno mulai mengalami gangguan kencing. Kemudian Pak sarno memeriksakan diri ke Rumah Sakit terdekat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Sarno di Diagnosa menderita prostat. Pak Sarno menjalani pengobatan dengan biaya umum di Rumah Sakit tersebut. Setelah beberapa kali berobat, Pak Sarno memutuskan untuk menghentikan pengobatannya karena keterbatasan biaya. Kondisi Pak Sarno semakin lama semakin memburuk, muncul benjolan pada buah zakarnya. Benjolan tersebut mengeluarkan nanah dan semakin lama semakin membesarterutama saat Pak Sarno kelelahan. Karena kondisi kesehatannya yang semakin memburuk, Pak Sarno berhenti bekerja. Benjolan pada buah zakar mengakibatkan Pak Sarno tidak bisa buang air kecil dan harus memakai kateter.Bahkan bila benjolan itu kambuh dan membengkak, Pak Sarno akan kesulitan untuk berjalan. Karena keterbatasan biaya, Pak Sarno hanya berobat di klinik dokter terdekat saat benjolan kambuh saja. Saat ini Pak Sarno sudah tidak bekerja. Sedangkan istri Pak Sarno bekerja sebagai penjual jamu. Jumlah tanggungan keluarga Pak Sarno adalah 4 orang. Penghasilan istri Pak Sarno tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan Pak Sarno. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Sarno berdasarkan informasi dari saudara salah satu kurir Sedekah Rombongan. #SedekahRombongan membuatkan BPJS untuk Pak Sarno agar dapat melanjutkan kembali pengobatannya. Setelah selama 5 bulan berobat di RSUD Soedono Madiun dalam dampingan Sedekah Rombongan, Pak Sarno dirujuk dokter untuk melanjutkan pengobatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Saat ini Pak Sarno rutin menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya setiap seblan sekali. Bantuan sudah disampaikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta obat yang tidak tercover BPJS. Bantuan sebelumnya tercatat di rombongan 925. Keluarga pak Sarno mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Oktober 2016
Kurir :  @Wahyu_CSD  @Martinomongi

Pak sarno menderita Prostat


FAIQAL KHOIRUL AKBAR (7, Pembesaran limpa). Alamat: Dusun Bapelle RT 02/03, Desa Bapelle, Kecamatan Robatal, Kabupaten. Sampang, Provinsi Jawa Timur. Faiqal tinggal bersama dengan kakek & neneknya semenjak bapak & ibunya berpisah. Faiqal seorang pelajar sekolah dasar, ia mengidap penyakit limpa sejak empat tahun yang lalu. Faiqal rutin melakukan pengobatan ke dokter dengan biaya berobat yang didapat dari uang yang dikiriman ibunya yang berprofesi sebagai juru masak. Faiqal tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan karena masalah pengurusan administrasi. Menurut dokter penyakit Faiqal sudah menjalar ke organ tubuh lainnya seperti hati. Faiqal sempat muntah darah dan sempat opname berkali-kali di Rumah Sakit Sampang dan Surabaya. Menurut dokter, Faiqal bisa jadi hanya bertahan 3 tahun saja dari saat ini. Meskipun Faiqal menderita penyakit kronis, namun ia tetap bersemangat untuk sekolah dan termasuk siswa yang berprestasi di sekolahnya. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan setelah mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Faiqal berkesempatan untuk membantunya. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya berobat. Faiqal dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 8 Oktober 2016
Kurir : @wahyu_CSD @vanmadura Rani @hrosania

Faiqal menderita Pembesaran limpa


RUM BINTI KARIM (54, Dhuafa + Obesitas). Alamat: Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur. Bu Rum biasa disapa. Beliau tinggal bersama suami dan kedua anaknya. Bermula pada tahun 2010 Bu Rum merasakan kalau berat badannya tidak normal yaitu 80 kg. Setelah diperiksakan ke dokter, Bu Rum diberikan obat diet, namun hal itu tidak berhasil mengurangi berat badannya. Tahun ke tahun berat badan beliau bertambah. Saat kurir Sedekah Rombongan melakukan survei ke rumah beliau, berat badan Bu Rum mencapai 150 kg sehingga membuat beliau tidak bisa berjalan, hanya bisa duduk dan berbaring. Kakinya membengkak dan warna kulitnya menghitam. Selama ini Bu Rum rutin periksa ke dokter 2 minggu sekali. Dalam Sekali periksa bisa menghabiskan biaya sekitar 200 ribu. Bu Rum tidak mempunyai jaminan kesehatan karena tidak mempunyai KTP.  Beliau juga pernah disarankan oleh dokter untuk melakukan sedot lemak namun beliau menolak karena alasan biaya. Untuk memenuhi kebutuhannya, beliau hanya mengandalkan penghasilan suaminya sebagai nelayan dan kuli serabutan. Sedangkan kedua anaknya putus sekolah karena harus mengurus beliau. Sejak bulan agustus 2016 Bu Rum tak lagi ke dokter karena tidak mempunyai biaya hanya membeli obat yang biasa diminum. Alhamdulillah, setelah mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Bu Rum, kami Sedekah Rombongan berkesempatan untuk membantu. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya biaya berobat. Bu Rum dan keluarga sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut saat ini beliau masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2016
Kurir : @wahyu_CSD @vanmadura  @hrosania

Bu rum seorang Dhuafa dan menderita Obesitas


MUNI P JALI (86, Dhuafa). Alamat : Dusun Murtajih RT 04/03, Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Pak Jali, biasa ia disapa. Beliau seorang dhuafa yang hidup sebatang kara, tidak memiliki keluarga dan tidak ada kerabat. Di usianya yang senja, ia tidak bisa bekerja dikarenakan fisik yang sudah tidak mumpuni dan pengelihatan yang mulai terganggu. Sebelumnya Pak Jali bekerja sebagai tukang becak untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Saat ini untuk makan sehari-hari, beliau dibantu oleh tetangga sekitar. Sedihnya, beliau hanya makan ketika ada yang mengirim makanan. Bahkan rumah yang ditempati saat ini adalah tanah milik warga sekitar. Selain itu, penerangan di rumah tersebut disumbang dari listrik tetangga sebelah rumah. Kondisi tempat tinggal beliau jua tanpa kasur maupun peralatan masak. Melihat hal tersebut, Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan berkesempatan untuk membantu. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari Pak Jali. Pak Jali sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholis melalui Sedekah Rombongan. Pak Jali juga mendoakan semoga para sedekaholic dan Kurir Sedekah Rombongan senantiasa diberi kesehatan dan rejeki berkah yang melimpah supaya dapat terus membantu orang-orang yang kurang beruntung.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 24 Oktober 2016
Kurir : @wahyu_CSD @vanmadura Eko @hrosania

Bantuan tunai


SLAMAH BINTI UMAR (38, Ca Mamae). Alamat: Kampung Gruget RT 05/05, Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur. Bu Slamah biasa ia disapa. Bu Slamah tinggal bersama kakak dan orang tuanya yang sudah lanjut usia. Ia seorang janda yang tak memiliki anak. Sehari hari Bu Slamah bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Hampir satu tahun ini ia menderita kanker payudara. Hal ini bermula dari munculnya melakukan engobatan alternatif namun belum membuahkan hasil. Saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan, ia mengaku belum memiliki jaminan kesehatan BPJS dikarenakan terkendala kartu keluarga dan KTP yang sudah hilang. Beberapa hari kemudian kemudian kami mendapat kabar bahwa Bu Slamah merintih sangat kesakitan dan ingin berobat ke medis. Kami langsung membawa Bu Slamah ke RSUD Sampang. Sembari Bu Slamah rawat inap di RSUD, kami kurir Sedekah Rombongan membantu proses pembuatan BPJS agar segera bisa digunakan. Setelah 3 hari rawat inap dan melakukan biopsi, Bu Slamah pulang ke rumah sembari menunggu hasil biopsi untuk mengetahui langkah pengobatan selanjutnya. Selain itu kami berkesempatan untuk memberikan bantuan dana. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya berobat. Bu Slamah sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut saat ini beliau masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

 

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2016
Kurir : @wahyu_CSD @vanmadura Sri @hrosania

Bu slamah menderita Ca Mamae


NI’A BIN ENGLEP (79, Dhuafa). Alamat : Dusun Bangkes RT 05/06, Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Mbah Nia biasa disapa. Beliau tinggal seorang diri dirumahnya. Sebenarnya beliau mempunyai keponakan laki-laki yang merawatnya. Namun, saat ini keponakannya sudah meninggal. Dahulu, Mbah Nia  memenuhi kebutuhan hidupnya dengan berjualan cuka dan vetsin. Berjualan dengan berjalan kaki dan jaraknya pun cukup jauh. Namun, sekarang Mbah Nia  tidak berjualan lagi karena usia beliau yang sudah sepuh sehingga tidak bisa berjalan jauh lagi. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Mbah Nia  hanya bisa mengandalkan sisa tabungannya dan bantuan dari para tetangga. Mbah Ni’a pernah beberapa kali direncanakan mendapat bantuan yaitu bedah rumah, hanya saja tidak terealisasi karena beliau tidak mempunyai keturunan. Bantuan yang kedua dari salah satu pimpinan pondok pesantren di daerah tersebut berupa perabotan rumah tangga. Saat dikunjungi oleh kurir Sedekah Rombongan beliau sedang berbaring istirahat di kamarnya. Melihat kesulitan yang dialami Mbah Nia, kami Sedekah Rombongan bersyukur diberi kesempatan untuk membantu meringankan beban beliau. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Mbah Nia sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2016
Kurir : @wahyu_CSD @vanmadura Ainun @hrosania

Bantuan tunai


NUR AISYAH HIDAYAH (11, Skoliosis). Alamat : Jl. KH. Moh. Toha RT 2/6, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Bangkalan, Provinsi Jawa Timur.  Ais biasa ia dipanggil adalah seorang pelajar kelas 4 di SDN Kemayoran 2 Bangkalan. Saat Ais berusia 1 tahun, orang tua Ais merasa ada yang aneh dengan tulang belakang anaknya, ia sering mengalami sesak nafas dan tidak bisa menegakkan badannya dengan sempurna. Keluarga memutuskan untuk memeriksakan Ais ke Puskesmas terdekat, namun pihak Puskesmas menyarankan untuk dibawa ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Ais divonis menderita skoliosis, sehingga disarankan oleh dokter untuk sementara waktu memakai bracing, alat untuk menopang tulang belakang yang berbentuk seperti baju sampai Ais cukup umur untuk dilakukan tindakan operasi dan dilakukan penyesuaian ukuran bracing setiap 6 sampai 10 bulan sekali. Ais adalah putri dari pasangan Bapak Agus Taufik Hidayah (46) dan Ibu Zaitun (34). Ayahnya seorang PNS Golongan 2A di kantor kelurahan Kemayoran, sedangkan ibunya seorang pengasuh anak di sebuah perumahan di Bangkalan. Ia anak pertama dari empat bersaudara. Sudah 2 tahun ini Ais tidak bisa memakai bracing dikarenakan bracing miliknya sudah rusak dan tidak muat untuk dipakai. Bapak Taufik mengalami kesulitan biaya untuk membelikan Ais bracing yang baru setelah beliau terkena musibah. Orang tua adik Ais sangat sedih dan bingung, meskipun Ais bisa beraktifitas seperti teman-temannya, tapi tulang belakangnya semakin membengkok hingga 85 derajat, sehingga badannya miring. Beliau menuturkan hanya  bisa memeriksakan kondisi Ais setiap bulan ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya dengan menggunakan kartu BPJS Kesehatan Kelas II.  Dokter menyarankan, Ais bisa dioperasi saat dia sudah besar tapi dengan resiko pertumbuhannya akan terhenti. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Ais dan keluarga. Alhamdulillah kami diberi kesempatan untuk membantu meringankan bebannya. Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk membeli Bracing yang baru bagi adik Ais untuk menopang tulang belakangnya agar bisa berdiri tegak dan bisa berjalan dengan normal tanpa harus terpincang-pincang. Ais dan keluarga sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini bisa digunakan dengan sebaik mungkin dan bisa bermanfaat untuk Ais.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal  : 25 Oktober 2016
Kurir : @wahyu_CSD @vanmadura @siham78 Emy @hrosania

Ais menderita Skoliosis


IMMAH BINTI MUNASIR (70, Dhuafa). Alamat : Dusun Bandung Timur RT 02/04, Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan,  Provinsi Jawa Timur. Mbah Immah biasa ia disapa para tetangganya. Mbah Immah tinggal seorang diri di rumah kecilnya yang terbuat dari bambu. Beliau tidak menikah, sehingga tidak memiliki suami ataupun keturunan. Rumahnya jauh dari kata layak, lantainya masih dari tanah. Ketika hujan dating, atap rumahnya sering bocor. Penerangan di rumah tersebut masih menumpang dari tetangga, hanya ada 1 lampu di rumah beliau, yaitu lampu untuk menerangi teras rumah saja, sedangkan di dalam beliau menggunakan lampu tradisional. Mbah immah tidak bekerja, dan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari beliau mendapat dari belas kasihan para tetangga. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Mbah Immah. Alhamdulillah kami diberi kesempatan untuk membantu meringankan beban beliau. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Mbah Immah sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal penyerahan : 26 Oktober 2016
Kurir: @wahyu_CSD @vanmadura @siham78 Emy Ainul @hrosania

Bantuan tunai


BAKTI SOSIAL SEDEKAH ROMBONGAN RIAU (Khitanan Massal). Alamat : Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Eria Bunda, Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 163, Sukajadi, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Pada tanggal 26 Desember 2016, Sedekah Rombongan Riau bekerjasama dengan RSIA Eria Bunda Pekanbaru mengadakan Bakti Sosial Khitanan Massal bagi anak-anak dhuafa yang berdomisili di daerah Pekanbaru dan sekitarnya. RSIA Eria Bunda sebagai rumah sakit yang mengkhususkan diri pada pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak menyambut baik kerjasama ini dalam rangka ikut berbagi peduli untuk peningkatan kesehatan anak-anak di Pekanbaru. Peserta Khitanan Massal ini diikuti oleh 51 anak dhuafa yang didampingi oleh orang tua mereka masing-masing, dengan total biaya medis khitan sebesar Rp. 12.750.000,-. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari ini alhamdulillah berjalan lancar. Alhamdulillah para peserta khitan juga mendapatkan makan siang, snack goody bag, bingkisan sarung serta uang saku sebagai apresiasi atas keberanian mereka menjalani proses khitanan, yang seluruh biayanya juga difasilitasi oleh sedekaholics sebesar Rp. 10.930.000,-. Semoga kegiatan Baksos Khitanan Massal ini dapat dilaksanakan rutin setiap tahunnya, sehingga semakin banyak anak dhuafa yang terbantu untuk bisa menjalani khitan menjelang akil balighnya hingga kelak menjadi generasi yang sehat dan sholeh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 23.680.000,-
Tanggal : 26 Desember 2016
Kurir : @nhpita @asynulzumarti dan seluruh Kurir Riau

Bantuan acara Khitanan Massal


RAFIAH BINTI ARIFIN (48, Kanker Kulit). Alamat : Jl. Bata, Gang Bata 5, Simpang BPG Hangtuah Rejosari,Kota  Pekanbaru, Provinsi Riau. Riwayat penyakit Ibu Rafiah bermula sekitar setahun yang lalu saat di beberapa bagian tubuhnya hingga wajah timbul beberapa benjolan yang berair dan gatal, hingga akhirnya lama kelamaan menjalar hampir ke seluruh tubuhnya. Selain tubuhnya yang dipenuhi benjolan, Ibu Rafiah pernah mengalami kanker rahim sekitar 15 tahun yang lalu dan sudah pernah melakukan kemo beberapa kali hingga akhirnya rahimnya harus diangkat. Saat kurir Sedekah Rombongan mengunjungi Ibu Rafiah, kondisi beliau sudah sangat lemah dan sehari-harinya lebih banyak berbaring. Ia sudah sulit untuk berdiri karena tubuhnya yang semakin membengkak juga karena benjolan yang semakin terasa gatal dan perih. Ia sudah tidak berselera lagi untuk minum karena perutnya kadang terasa sesak bila ia minum agak banyak. Ketiadaan jaminan kesehatan membuatnya harus menunda pengobatan medis karena tidak adanya biaya untuk berobat. Selama ini, rasa gatal akibat benjolan yang ada di sekujur tubuhnya hanya diatasi dengan obat-obatan tradisional saja. Ibu Rafiah baru beberapa bulan ini tinggal di Pekanbaru dengan membawa adiknya, Ibu Agustina, yang berasal dari Medan yang adalah seorang janda 4 anak. Mereka tinggal di sebuah kontrakan kecil yang kurang layak huni karena penghasilan Ibu Agustina sebagai petugas dinas kebersihan di Pekanbaru yaitu sebagai tukang sapu jalanan, masih belum mencukupi biaya hidup sehari-hari keluarga ini. Sedekah Rombongan sempat membawa berobat Ibu Rafiah ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk mengetahui diagnosa penyakit yang dideritanya. Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, dokter mendiagnosanya menderita kanker kulit stadium lanjut. Sedekah Rombongan berencana mengurus administrasi pengurusan KIS Ibu Rafiah agar ia dapat terus menjalani pengobatan hingga sembuh, namun ternyata Ibu Rafiah meninggal dunia sebelum dibantu lebih lanjut. Sedekah Rombongan menyampaikan santunan uang duka kepada keluarga almarhumah. Semoga almarhumah khusnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Januari 2017
Kurir : @nhpita Murda @asynulzumarti Nining

Bu rafiah menderita Kanker Kulit


DANI SYAPUTRA (41, Jantung + Katarak). Alamat : Jl. Kesehatan, Gg. Afdhal, Kelurahan Babussalam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Sakit jantung yang diderita oleh Pak Dani baru diketahui sejak 4 bulan yang lalu saat diadakan Medical Check Up di PT Supraco tempat Pak Dani bekerja. Selain jantung, Pak Dani menderita katarak sejak akhir tahun 2013 dan sudah pernah dioperasi di Rumah Sakit Permata Hati Duri. Saat itu operasi katarak masih ditanggung PT Supraco karena ia masih berstatus karyawan di perusahaan itu. Sejak ia terkena imbas PHK massal dari PT Supraco, ia tidak lagi mendapatkan jaminan kesehatan penuh dari perusahaan tersebut. Sayangnya, seluruh rekam medis hasil check up jantung maupun katarak masih tertinggal di PT Supraco sehingga untuk berobat ulang ia terkendala dalam hal biaya. Kondisi mata Pak Dani saat ini memburuk lagi, ia tidak bisa melihat dengan jelas dan pedih bila terkena angin. Sedangkan efek dari sakit jantungnya, saat ini ia mudah lelah namun belum dilakukan pengobatan lanjutan karena masih tidak memiliki dana untuk berobat. Pekerjaan Pak Dani saat ini sebagai tukang ojek dengan penghasilan Rp. 30.000,-/hari hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga. Pak Dani yang sudah bercerai dengan istrinya tinggal berdua dengan anaknya yang bersekolah di SMPN 3 Mandau, Duri. Sedangkan anaknya yang kecil tinggal di Sumatra Barat bersama mantan istrinya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Dani dan merasakan kesulitan yang dialaminya. Sedekah Rombongan menyampaikan santunan untuk membantu pengurusan JKN-KIS Mandiri kelas 3 agar Pak Dani dapat kembali berobat. Semoga Pak Dani segera diberikan kesembuhan dan ia dapat beraktifitas dengan baik untuk menafkahi keluarganya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000-,
Tanggal : 17 Januari 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah @eniepalupi

Pak dani menderita Jantung + Katarak


WICKY IVANZA (12, Pendarahan di Otak). Alamat : Jalan Melati, RT 2/3, Simpang Garoga, Desa Tambusai Batang Dui, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Pada tanggal 25 Desember 2016, Wicky dan abangnya mengalami kecelakaan di jalan Lintas Duri- Pekanbaru, Desa Balai Raja, Kecamatan Pinggir. Wicky langsung dibawa ke Klinik Balai Raja dan sempat mendapat pertolongan pertama oleh dokter di sana. Namun karena kondisi Wicky sudah kritis, ia langsung dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dan saat itu dokter langsung melakukan tindakan operasi di bagian kepalanya tingkat kesadaran pasien hanya tinggal 5%. Hingga saat ini kondisi Wicky masih koma dan dirawat di ICU RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Alhamdulillah selama Wicky dirawat di RS, keluarga menggunakan JKN-KIS Mandiri kelas 3 sehingga tidak ada mengalami kendala dalam pengobatannya. Wicky adalah anak dari Pak Mariadi (41) yang bekerja sebagai tukang parkir sedangkan ibunya telah meninggal. Penghasilan Pak Mariadi hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari sehingga keluarga masih terkendala dengan biaya akomodasi selama Wicky dirawat di RS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Wicky dan keluarga sehingga santunan dapat disampaikan untuk membantu biaya akomodasi keluarga selama di RS. Semoga keadaan Wicky segera membaik dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga dirumah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000-,
Tanggal : 16 Januari 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah Febri

Wicky menderita Pendarahan di Otak


DENI HENDRIKA (41, Gagal Ginjal). Alamat : Jl. Alhamra, RT 3/2, Kelurahan Duri Timur, Gang Lestari, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Riwayat penyakit Pak Deni berawal saat ia merasakan sakit kepala yang teramat sangat pada awal bulan November 2016. Keluarga membawanya berobat ke klinik terdekat dan dokter mendiagnosa Pak Deni mengalami hipertensi. Sejak itu Pak Deni rutin mengecek kondisinya ke klinik tersebut hingga 3 kali berobat namun tidak ada perubahan membaik karena kondisi badannya semakin lama semakin lemas hingga wajahnya sangat pucat. Pada tanggal 27 November 2016 Pak Deni dirujuk ke RSUD Duri untuk melakukan cek darah pada HB dan fungsi ginjalnya. Hasil darah menunjukkan HB yang sangat rendah dan ia didiagnosa mengalami gagal ginjal. Ia disarankan dokter untuk melakukan cuci darah di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Saat ia berobat di RSUD Duri, ia sudah melakukan cuci darah sebanyak 2 kali yang biayanya masih ditanggung karena selama pengobatannya Pak Deni menggunakan Jamkesda. Sejak cuci darah terakhir kondisinya tidak kunjung membaik, ia masih merasakan lemas, wajahnya masih memucat, berat badan terus menurun, hingga ia harus dirawat kurang lebih selama 6 hari yaitu sejak 3 Januari hingga 9 Januari 2017 di RSUD Duri. Selama dirawat ia sering muntah dan nafsu makannya menurun sehingga kondisi fisiknya semakin menurun. Kondisinya yang terus terbaring lemah membuat Pak Deni tidak mampu bekerja lagi, istrinya Noviliza (36) bekerja harian dipasar sebagai buruh pengupas bawang untuk membantu kelangsungan ekonomi keluarga ini. Namun upah kerja yang didapatkan tidak cukup untuk memenuhi biaya akomodasi selama Pak Deni dirawat di RSUD. Karena kondisinya yang semakin memburuk, Pak Deni kemudian dirujuk lanjutan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru agar mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Namun sayangnya, baru sehari setelah Pak Deni dirawat di RS ia meninggal dunia. Sedekah Rombongan ikut berbelasungkawa dan menyampaikan santunan duka kepada keluarga almarhum. Semoga almarhum khusnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000-,
Tanggal : 10 Januari 2017
Kurir : @nhpita, @enipalupi Dewi

Pak Deni menderita Gagal Ginjal


SALMA ZAKIA (10, Infeksi Ginjal). Alamat : Desa Sencano Jaya, RT 7/2, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Sejak 1 tahun yang lalu Salma sering merasakan sakit di perutnya, hingga setiap bulan sakit yang dirasakannya bisa 2 kali kambuh. Keluarga membawanya berobat ke bidan desa dan sejak itu ia minum obat yang diberikan oleh bidan setiap ia merasakan perutnya nyeri. Sekitar 1 minggu yang lalu, perutnya kembali terasa nyeri hingga bagian muka mengalami pembengkakan dan keluarganya membawa Salma berobat ke puskesmas. Dokter puskesmas menyarankan keluarga agar Salma dibawa berobat ke dokter spesialis anak. Akhirnya Salma dibawa ke klinik Ibnu Sina di daerah Air Molek dan setelah menjalani pemeriksaan dokter mendiagnosa Salma mengalami infeksi pada ginjalnya. Dokter menyarankan agar Salma langsung dirawat di klinik tersebut sampai kondisinya membaik. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguk Salma, wajahnya masih mengalami pembengkakan dan ia masih merasakan nyeri di perutnya. Salma adalah anak dari pasangan Ibu Mujiati (40) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga dan Pak Sugeng (46) yang bekerja sebagai buruh panen dengan penghasilan yang tidak tetap. Meskipun keluarga memiliki JKN-KIS Mandiri kelas 3 dan biaya pengobatan ditanggung, keluarga mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan harian mereka selama Salma dirawat di RS. Penghasilan Pak Sugeng yang tidak tetap hanya mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari. Alhamdulillah Salma dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan santunan pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi keluarga selama Salma dirawat. Semoga Salma segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Januari 2017
Kurir : @nhpita Bayu Reni

Salma menderita Infeksi Ginjal


BAYI NY. MARNI YASTI (1, Gangguan Pertumbuhan Janin). Alamat : Jalan Muhajirin Ujung – Jalan Teratai, Perum. Villa Teratai Indah, Blok E 12, RT 1/9, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Ibu Marni yang sedang hamil tua sekitar 38 minggu berencana untuk melakukan persalinan secara normal di bidan dan melakukan pemeriksaan pada kandungannya. Namun ketika dilakukan pemeriksaan, ternyata Ibu Marni memiliki penyakit hipertensi sehingga ia langsung dibawa ke rumah sakit oleh bidan tempat Ibu Marni memeriksa kandungannya. Sesampainya di RSIA Eria Bunda Ibu Marni kembali diperiksa, ternyata bayi dalam kandungan Ibu Marni mengalami lemah nafas, sehingga secepatnya harus diambil tindakan operasi caesar. Alhamdulillah bayi lahir dengan selamat dan langsung dirawat dengan pemasangan ventilator karena bayi mengalami sesak nafas dan sulit untuk minum ASI. Hal ini disebabkan karena daya hisap bayi sangat kurang sehingga dokter memasang sonde (selang) untuk minum. Berat badan bayi juga tidak sesuai dengan umur kandungan si ibu. Seharusnya dengan umur kandungan 38 minggu berat badan bayi minimal 2.5 kg, namun bayi Ibu Marni hanya 1,8 kg saat lahir. Dokter menyarankan bayi dirawat di RS dulu agar mendapatkan perawatan yang intensif, hingga berat badannya mencapai lebih kurang 2,5 kg dengan mengonsumsi ASI melalui selang yang dipasangkan. Ibu Marni (30) adalah seorang ibu rumah tangga, sedangkan suaminya yaitu Dasril (28) bekerja sebagai karyawan rumah makan dengan gaji yang hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga ini serta membayar sewa rumah. Keluarga ini tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga Ibu Marni terdaftar sebagai pasien umum kelas 3 di RSIA Eria Bunda. Dengan kondisi perekonomian yang sulit, keluarga ini tidak mampu untuk membayar biaya RS selama bayi dirawat secara intensif di ruang PICU. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Marni dan dapat menyampaikan santunan untuk membantu pembayaran biaya RS bayi Ibu Marni selama ia dirawat. Semoga Ibu Marni dan bayinya selalu diberikan kesehatan, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 2.131.725-,
Tanggal : 3 Januari 2017
Kurir : @nhpita @asynul_zumarti @robyparm @hermanwaesyah

Bantuan perawatan di PICU karena mengalami Gangguan Pertumbuhan Janin


DIANA PUTRI (4, Kelainan Jantung). Alamat : Desa Tegar 20 KM Bekasap, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Diana lahir dalam keadaan normal meskipun sudah terlihat tanda-tanda napasnya agak tersengal. Saat ia berumur 3 bulan, badan Diana tiba-tiba membiru dan ia mengalami sesak napas. Keluarga langsung membawanya ke RSUD Duri dan dari hasil pemeriksaan diketahui ada kelainan pada jantungnya sehingga ia langsung dirawat inap selama 2 hari. Mengingat Diana perlu diperiksa lebih intensif, pihak RSUD Duri kemudian merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Ia dirawat di sana selama 20 hari sambil menunggu hasil ECO. Saat itu Diana disarankan untuk dibawa ke RSCM Jakarta, namun karena berat badannya masih kurang dari 5 kg dan keluarga telah kehabisan biaya hidup di Pekanbaru, akhirnya pihak keluarga meminta agar Diana diperbolehkan pulang untuk dirawat di rumah saja. Meskipun demikian, Diana tetap kontrol rutin ke RSUD Duri. Alhamdulillah saat Diana berumur 3.5 tahun keluarga sudah berhasil mengumpulkan uang dan meminta kepada pihak RSUD Duri agar merujuk Diana kembali ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk selanjutnya dirujuk ke RS Harapan Kita Jakarta. Di RS Harapan Kita Jakarta Diana kembali menjalani pemeriksaan rontgen, ECO dan diobservasi untuk persiapan pra operasi. Hasil observasi menunjukkan Diana tidak dapat dioperasi karena tekanan darahnya tinggi dan hasil keputusan tim dokter mewajibkan Diana minum obat setiap hari untuk memperpanjang usianya. Obat seharga Rp.1.500.000,-/bulan tersebut tidak ditanggung BPJS dan hanya ada di RS Eka Hospital. Alhamdulillah dokter anak di RSUD Duri, Aryuni, SpA, sedang mengusahakan agar obat tersebut masuk subsidi Pemda setempat sehingga harganya bisa lebih murah di RSUD Duri. Diana tidak boleh beraktivitas hingga kelelahan karena dapat menyebabkan sesak napas. Ia pun tidak boleh berlari karena dikhawatirkan bisa terjatuh karena dapat menyebabkan badannya membiru hingga pingsan. Harga obat yang cukup mahal membuat kondisi keluarga semakin sulit. Ayah Diana, Wahidin (33), bekerja sebagai petani serabutan dengan penghasilan yang tidak tetap, sedangkan ibunya, Nuryani (34), adalah seorang ibu rumah tangga. Sebelumnya keluarga ini memiliki ladang yang tidak seberapa luas untuk dijadikan pegangan hidup mereka, namun itu pun telah terjual untuk biaya transportasi dan akomodasi mereka saat Diana menjalani pengobatannya di RS Harapan Kita Jakarta. Jangankan untuk membeli obat, penghasilan keluarga ini pun tidak mencukupi untuk biaya hidup. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Diana dan keluarganya dan dapat kembali memberikan santunan untuk membeli obat yang tidak ditanggung BPJS. Semoga Diana selalu sehat dan diberikan kesembuhan dari penyakitnya, aamiin. Bantuan untuk Diana sebelumnya masuk dalam Rombongan 909.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 30 Desember 2016
Kurir : @nhpita @eniepalupi

Diana menderita Kelainan Jantung


KASRIK BINTI RASMIN (37, INFEKSI LAMBUNG). Alamat : Dusun Timber, RT 3/8, Desa Punti Kayu, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Sekitar 6 bulan yang lalu, Ibu Kasrik merasakan nyeri pada perutnya lalu ia pergi berobat ke puskesmas setempat. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter puskesmas kemudian langsung merujuk ke RS Pematang Reba. Menurut dokter di RS, lambung ibu Kasri mengalami infeksi dan ia harus dirawat inap. Selama 4 hari dirawat kondisi Ibu Kasrik mulai membaik dan ia pun diijinkan pulang. Baru beberapa hari ia beristirahat di rumah kondisi Ibu Kasrik kembali memburuk, pihak keluarga ingin membawanya kembali ke RS namun ia menolak dan hanya mau dirawat di rumahnya saja. Ibu Kasrik adalah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai 2 orang anak yg masih kecil dan ia tinggal bersama ibunya, Watiah (67), sejak bercerai dengan suaminya. Saat kurir Sedekah Rombongan mendatangi Ibu Kasrik di rumahnya, kondisinya semakin memburuk dan beliau hanya minum obat dari bidan setempat. Ia sudah tidak dapat makan dan minum sehingga ia harus diinfus. Kondisinya hanya bisa terbaring lemah dan sudah sulit diajak berkomunikasi. Sedekah Rombongan pun menyampaikan santunan untuk membantu pembelian obat-obatan yang diperlukan selama Ibu Kasrik dirawat di rumah. Namun tidak lama setelah penyampaian santunan diberikan oleh Sedekah Rombongan, Ibu Kasrik meninggal dunia. Semoga almarhumah khusnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Desember 2016
Kurir: @nhpita Tari Reni

Bu kasrik menderita INFEKSI LAMBUNG


MISIYEM WAGIMIN (50, Dhuafa). Alamat : Jl. Amal Bakti, RT 1/6, Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Dalam kesehariannya, Ibu Misiyem berjualan pisang keliling di sekitar kota Duri, Riau. Ia mulai berjualan sejak pukul 2 siang hingga pukul 8 malam, dengan penghasilan rata-rata Rp 25.000/hari. Setiap hari, Ibu Misiyem berangkat dari rumah menggunakan angkot dilanjutkan dengan naik ojek menuju tempat ia berjualan keliling. Ibu Misiyem membeli pisang dari pedagang buah borongan dan menjualnya kembali dengan perolehan keuntungan yang tidak seberapa. Suami Ibu Misiyem, Wagimin (56), sehari-harinya bekerja mencari belut di sungai terdekat untuk dijual kembali. Pak Wagimin berangkat ke sungai setiap hari mulai pukul 4-6 sore dan esok paginya baru dapat dilihat seberapa banyak hasil tangkapannya. Keuntungan yang paling besar yang dapat diperolehnya setiap panen belut adalah sebesar Rp. 70.000,- bila ia berhasil memperoleh hasil tangkapan 2 kg belut. Namun bila tidak ada belut yg diperolehnya, ia pulang dengan tangan kosong. Dengan penghasilan yang tidak menentu, keluarga ini masih hidup dalam keterbatasan karena penghasilan yang mereka dapatkan belum mampu mencukupi kehidupan mereka. Sedekah Rombongan pun merasakan kesulitan yang dihadapi keluarga ini dan menyampaikan santunan untuk membantu meringankan kehidupan mereka.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Januari 2017
Kurir: @nhpita @hermanwaesyah @enipalupi

Ibu misiyem seorang Dhuafa


IMAM KAYADI (11, Patah Tangan Kiri). Alamat : Desa Jumrah, RT 10/5, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Suatu sore saat Imam bermain bersama kawan-kawannya, ia terpeleset ketika sedang memanjat pohon manggis sehingga tangannya tidak bisa digerakkan sama sekali. Saat itu juga orang tuanya membawa ke puskesmas terdekat namun pihak puskesmas tidak sanggup menangani kondisi Imam sehingga ia dirujuk ke RSUD Bagansiapi-api. Namun dokter di RSUD Bagansiapi-api sedang berhalangan hadir sehingga ia dirujuk lanjutan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Imam langsung dibawa ke bagian Radiologi untuk rontgen dan dokter mendiagnosanya mengalami patah tulang di tangan kiri dan tangan kanan mengalami retak. Saat kurir Sedekah Rombongan menjumpai Imam dan keluarganya di RS, kondisi Imam masih belum bisa bergerak aktif karena ia baru saja selesai dioperasi. Selama dirawat di RSUD, Imam terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Ayah Imam, Aswan (36), bekerja sebagai buruh tani sawit di perkebunan orang, sedangkan ibunya, Mella (28) adalah seorang ibu rumah tangga. Untuk biaya makan sehari-hari di RSUD keluarga mendapatkan bantuan dari keluarga mereka. Keluarga mengalami kesulitan untuk membayar biaya RS Imam selama ia dirawat karena penghasilan ayah Imam hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga ini sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga ini dan menyampaikan bantuan untuk pembayaran RS Imam di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga kondisi Imam semakin membaik dan ia dapat beraktivitas seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Januari 2017
Kurir : @nhpita @karin_lathief @rusdiyantik

Imam menderita Patah Tangan Kiri


RAFAKA BIN NOVIARMAN & RAFIKI BIN NOVIARMAN (1, Kembar Kelahiran Prematur). Alamat : Jln. Suka Karya, Gg. Iman, RT 1/2, Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Bayi kembar dari pasangan Noviarman (26) dan Fitriandayani (23) ini lahir pada 12 Oktober 2016 di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan kondisi prematur. Syukurlah kondisi keduanya sehat, hanya berat badannya saja yang masih kurang proporsional sehingga masih harus dirawat dalam inkubator di ruangan PICU. Untuk kebutuhan ASI si kembar, setiap harinya Ibu Fitri harus bolak-balik dari rumah ke RSUD karena ia belum sanggup menunggui bayinya di RSUD dengan kondisi yang masih belum pulih pasca operasi caesar. Selain itu, keluarga ini tidak memiliki biaya bila sehari-hari harus tinggal di RSUD. Kondisi perekonomian keluarga ini sangat sulit dengan pekerjaan Pak Noviarman sebagai buruh angkut gudang yang berpenghasilan terbatas, serta Ibu Fitri yang kadang membantu dengan mengajar di TK di dekat rumahnya. Keduanya tinggal di rumah kontrakan bersama dengan ibu, adik, dan kakak Ibu Fitri yang seorang janda dengan 4 orang anak. Pasangan ini merupakan tulang punggung keluarga besar mereka. Bapak Noviarman sendiri sudah diberikan SP 1 dari tempatnya bekerja karena sudah melebihi batas ijin yang diberikan perusahan untuk mengurus bayi kembarnya. Sejak 14 Oktober 2016 yang lalu, keluarga sudah meminta pihak RSUD agar kedua bayinya bisa dibawa pulang karena sudah kehabisan biaya. Mereka bahkan bersedia menandatangani surat pernyataan bahwa mereka yang bertanggung jawab penuh atas kepulangan kedua bayinya yang berdasarkan permintaan keluarga dan bukan atas rekomendasi dokter. Pihak RSUD masih belum dapat melepas keduanya karena berat badan si kembar belum mencapai 2 kg, bahkan keduanya belum bisa minum ASI sendiri dan masih melalui selang. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bapak Noviarman dan menjadikan si kembar sebagai pasien dampingan #SR Riau. Alhamdulillah si kembar telah diperbolehkan pulang dengan kondisi sehat, namun keluarga terkendala tagihan rumah sakit yang harus dibayar sebanyak 23 juta rupiah. Sedekah Rombongan pun merasakan kesulitan mereka dan memberikan bantuan lanjutan untuk membayar tagihan dengan cara mencicil di RSUD. Bantuan pembayaran RS dibayarkan Sedekah Rombongan untuk membantu keluarga si kembar pada RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Santunan pembayaran sebelumnya masuk dalam Rombongan 930.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Januari 2017
Kurir : @nhpita Tika Nining

Bantuan untuk membayar biaya rumah sakit bayi Kembar Kelahiran Prematur


BAYI NY. LAILA NIKA (1, Gangguan Pertumbuhan Janin). Alamat  : Jl. Merpati Indah Perum Merpati Indah, Blok L No. 9, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Tanggal 26 Desember 2016, Ibu Laila merasakan tanda-tanda akan melahirkan sehingga keluarga membawanya RS Tabrani di Pekanbaru. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, Ibu Laila sudah mengalami pembukaan 2. Oleh pihak RS Tabrani, keluarga disarankan membawa Ibu Laila ke RSUD Arifin Achmad dan melakukan persalinan di sana untuk meminimalisir biaya. Ibu Laila Nika belum memililki jaminan kesehatan apapun sehingga keluarga harus membayar biaya persalinan, apalagi persalinan tersebut akan dilakukan secara caesar mengingat bayi yang dikandung Ibu Laila adalah bayi kembar. Alhamdulillah, Ibu Laila melahirkan bayi kembar di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan berat badan masing-masing 1.7 kg dan dirawat di ruang NICU, bayi kembarnya lahir dengan berat normal 2.2 kg. Orang tua si kembar yaitu Hendri Subandri (35) bekerja sebagai butuh bangunan dan Laila Nika (33) adalah ibu rumah tangga. Pak Hendri dan Ibu Laila menempati rumah kontrakan mereka yang sederhana di daerah Pekanbaru. Penghasilan yang diperolehnya sebagai buruh bangunan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga ini sehari-hari. Total biaya yang harus dibayarkan keluarga Ibu Laila untuk perawatan si kembar selama dirawat di RS yaitu sebesar Rp. 6.429.244 dan tentunya hal ini sungguh memberatkan keluarga karena mereka tidak memiliki uang untuk melunasi biaya tersebut. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Laila Nika dan dapat membantu pembayaran biaya RS di RSUD Arifin Achmad secara mengangsur. Santunan awal pun disampaikan untuk membayar cicilan biaya RS di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga kondisi kesehatan bayi kembar semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Januari 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti

Bantuan biaya perawatan bayi dengan Gangguan Pertumbuhan Janin


GUNA IBMAWAN (14, Patah Tulang Kaki). Alamat : Desa Sekijang RT 1/4, Kecamatan Bandar Sekijang, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pada Minggu, 31 Juli 2016, pukul 17.15 WIB, Guna diminta orang tuanya untuk membeli air galon isi ulang. Ia pun pergi ke toko terdekat dengan mengendarai motor bersama adiknya. Sore itu lalu lintas ramai dari arah Pekanbaru ke Kerinci. Ketika sampai di belokan persimpangan rumahnya, ia perlahan-lahan mengarahkan motor untuk belok ke kanan, namun tiba-tiba ada motor melaju kencang melewati mobil persis di belakang motor Guna. Posisi motor Guna yang sudah mulai belok langsung dihantam motor tersebut dan menabrak kaki kanan Guna. Motor Guna terjatuh dan adiknya terlempar hingga terkilir. Guna yang saat itu sudah tidak dapat menggerakan kakinya langsung dibawa oleh warga menggunakan ambulan desa ke RSUD Pekanbaru untuk ditangani lebih lanjut. Hingga kini Guna telah menjalani operasi tulang bertahap pada kakinya sebanyak 3 kali. Ia akan diperbolehkan pulang dari rumah sakit pasca menjalani fisioterapi setelah kondisinya benar-benar pulih. Alhamdulillah Guna menggunakan Jamkesmas selama berobat di RSUD sehingga ia bebas dari segala biaya pengobatannya, namun keluarga tetap mengalami kesulitan untuk memenuhi biaya akomodasi sehari-hari selama Guna dirawat di RSUD. Kehidupan keluarga Guna yang sangat terbatas tidak cukup untuk menanggung biaya hidup mereka di rumah sakit. Ayah Guna, Kariono (50), bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak tetap, sedangkan ibunya, Sri Mulyani (43), adalah seorang ibu rumah tangga yang setia mendampingi Guna. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Guna dan hingga kini Guna menjadi pasien dampingan SR Riau hingga ia benar-benar pulih dari operasinya. Selama menjalani kontrol rawat jalan dan operasi lanjutan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Guna dan ibunya tinggal di RSSR. Bantuan lanjutan pun disampaikan kepada Guna untuk membantu biaya akomodasi selama ia dirawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga ia segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya, aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 890.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Januari 2017
Kurir : @nhpita Ragil @uldharma

Guna menderita Patah Tulang Kaki


ALIFA NASIHA (1, Kelahiran Prematur Spontan). Alamat : Jalan Damai, RT 3/8, Kelurahan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Alifa lahir dengan kondisi prematur; semua organ tubuhnya masih belum berkembang dengan sempurna terutama jantung dan paru-paru. Pada saat ini bayi Alifa masih mengalami kesulitan untuk bernapas dan berat badannya belum cukup memadai untuk keluar dari ruang inkubator. Bayi Alifa lahir dari pasangan Bambang (31) dan Suryana (25). Pada masa kehamilan usia 3 bulan, Ibu Suryana mengalami pendarahan dan ia langsung dibawa berobat ke klinik terdekat hingga perdarahan terhenti. Tiga bulan kemudian terjadi pendarahan lagi yang berlangsung selama 3 hari sehingga keluarga langsung membawanya ke RSIA Eria Bunda dan pihak rumah sakit menyarankan untuk langsung dirawat inap. Dalam hitungan jam Ibu Suryana mengeluarkan darah dan lendir sehingga dokter pun berencana merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan pertimbangan peralatan di RSUD lebih lengkap. Saat proses rujukan sedang diurus dan belum berangkat ke RSUD, ternyata kepala bayi sudah keluar sehingga Ibu Suryana tidak susah payah untuk melahirkan. Bayi lahir dengan proses kelahiran normal hanya dalam waktu 10 menit. Akhirnya Alifa lahir dalam kondisi prematur dengan usia kandungan hanya 6,5 bulan dengan berat badan 1,35 kg. Bayi Alifa langsung dibawa masuk ke ruang inkubator dan dipasang selang untuk membantunya bernapas karena jantung dan paru-parunya belum berfungsi dengan sempurna. Dokter yang merawatnya menyarankan pihak keluarga untuk membeli susu formula agar berat badan Alifa bisa lebih cepat bertambah, namun keluarga mengalami kesulitan karena penghasilan ayah Alifa yang bekerja sebagai buruh bangunan sangat kecil hanya dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga ini. Keluarga Alifa merupakan pendatang baru di Pekanbaru sejak bulan April 2016. Rumah yang mereka tinggali saat ini pun adalah gudang proyek bangunan yang dimiliki oleh pemilik proyek tempat ayah Alifa bekerja. Di gudang tersebut ayah Alifa sekaligus ditugaskan untuk menjaga barang-barang yang ada di gudang tersebut. Selama Alifa dirawat di RSIA Eria Bunda, ia terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Dokumen yang diperlukan untuk membuat Jamkesda masih dalam pengurusan karena keluarganya yang baru saja berdomisili di Pekanbaru. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Alifa dipertemukan dan menjadikannya pasien dampingan SR Riau. Santunan awal pun disampaikan untuk membantu pembelian susu formula agar berat badan Alifa bisa cepat bertambah. Bantuan ini telah masuk dalam Rombongan 925. Alhamdulillah kondisi Alifa saat ini sudah membaik dan ia sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya. Namun keluarga tetap terkendala dengan tunggakan biaya RS selama Alifa masih dalam perawatan intensif di RSIA Eria Bunda. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu cicilan pembayaran biaya RS Alifa hingga lunas nanti. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 930.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 5 Desember 2016
Kurir : @nhpita Irni Icang @asynulzumarti

Alifa menderita Kelahiran Prematur Spontan


M. RIZKY FEBRIAN (1, Saluran Tenggorokan Tersumbat). Alamat : Jalan Sialang Bungkuk No.49, Kelurahan Saul, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Rizky lahir dari pasangan Handri Marlinton (28) yang bekerja sebagai petugas SPBU di Jl. Srikandi Pekanbaru dan Ani Yulia (21) seorang ibu rumah tangga. Hingga kini keluarga kecil itu tinggal di rumah nenek Rizky karena gaji Pak Handri tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari. Awal diketahuinya kelainan pada Rizky yaitu saat ia tidak bisa menelan ASI. Orang tuanya kemudian membawa Rizky ke rumah sakit dan dilakukan rontgen untuk mengetahui penyebabnya. Hasil rontgen menunjukkan adanya saluran yang buntu di tenggorokan ke arah jantung. Akhirnya operasi awal pun dilakukan untuk memperbaiki saluran tenggorokan Rizky agar ia dapat minum ASI. Keluarga Rizky belum memiliki jaminan kesehatan untuk membiayai pengobatan anaknya karena ketiadaan biaya. Selama berobat, keluarga meminjam uang dari kerabat dan tetangga untuk membiayai operasi Rizky. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Rizky dan membawanya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru sehingga ia dapat ditangani lebih intensif dan operasi lanjutan dapat dilakukan secepatnya. Alhamdulillah operasi pembuatan saluran tenggorokan Rizky berjalan lancar dan saat ini ia telah tumbuh sehat serta normal. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan menyampaikan santunan untuk melunasi biaya operasi dan rawat inap selama Rizky dirawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Sebelumnya Rizky telah dibantu pada Rombongan 930.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.011.300,-
Tanggal : 16 Januari 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @hermanwaesyah

Rizky menderita Saluran Tenggorokan Tersumbat


AWALUDIN NASUTION (41, Kecelakaan Kerja). Alamat : Perumahan Primkopad, Blok F 12, RT 3/13, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Pada 29 September 2016, Pak Awaludin jatuh dari ketinggian di tempatnya bekerja sebagai buruh bangunan. Kondisinya saat itu tidak sadarkan diri sehingga langsung dibawa oleh mandornya ke Eka Hospital Pekanbaru, yang merupakan rumah sakit terdekat pada saat itu. Kondisi Pak Awaludin yang parah membuat dokter langsung mengambil tindakan operasi kepalanya yang mengalami keretakan, natinya akan dilanjutkan dengan operasi batang hidungnya yang retak serta operasi pada kakinya yang patah. Setelah operasi dilakukan, baru diketahui bahwa Pak Awaludin memiliki jaminan KIS PBI namun sayangnya mandor mendaftarkannya sebagai pasien umum kelas 3. Awalnya mandor tersebut yang menjadi penjamin dan memberikan deposit untuk operasi kepala Pak Awaludin, namun ketika biaya rumah sakit mencapai 37 juta rupiah dan Pak Awaludin masih harus menjalani perawatan, akhirnya mandor tersebut tidak lagi membantu pembayaran biaya rumah sakit. Biaya rumah sakit selanjutnya dibebankan kepada Pak Awaludin dan keluarga, sehingga mereka harus membayar sendiri kekurangan biayanya. Pada 7 Oktober 2016, Pak Awaludin sudah bisa pulang karena kondisinya membaik meski batang hidung dan kakinya masih belum dioperasi. Keluarga tidak mampu melunasi sisa tagihan sebesar 50 juta rupiah sehingga ia belum diperbolehkan pulang. Pak Awaludin bekerja sebagai tukang bangunan harian dengan penghasilan yang tidak menentu, sedangkan istrinya, Ranita (30), adalah ibu rumah tangga. Keluarga ini memiliki tanggungan 4 orang anak yang masih kecil. Sebagai tukang bangunan harian, penghasilan Pak Awaludin sangat terbatas dan tidak tetap. Apalagi tahun ini ia jarang mendapat panggilan pekerjaan, sehingga keluarga ini hidup dengan penuh keterbatasan. Keluarga sudah berusaha mengalihkan Pak Awaludin dari pasien status umum agar bisa menggunakan KIS PBI selain berusaha mencari pinjaman untuk dapat melunasi pembayaran rumah sakit. Alhamdulillah kurir  Sedekah Rombongan mendapatkan info tentang kesulitan yang dihadapi keluarga Pak Awaludin dan langsung bergerak menjenguknya ke Eka Hospital.  Selang beberapa hari kemudian, kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar bahwa BPJS bersedia membantu Pak Awaludin sebesar 16 juta rupiah, hingga tersisa biaya rumah sakit sebesar 34 juta rupiah lagi yang harus dibayarkan. Setelah Sedekah Rombongan melakukan proses negosiasi dengan rumah sakit, alhamdulillah mendapatkan keringanan sehingga tagihan menjadi menjadi Rp. 24.018.000,-, pembayaran juga dapat dibayarkan secara berangsur selama 10 bulan hingga lunas. Alhamdulillah Sedekah Rombongan membayarkan jaminan pembayaran biaya RS Pak Awaludin di Eka Hospital hingga lunas nanti secara mengangsur sehingga ia bisa pulang ke rumahnya. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santuan untuk cicilan pembayaran RS Pak Awaludin bulan Januari 2017. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 930.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.401.800,-
Tanggal : 13 Januari 2016
Kurir : @nhpita @asynulzumarti Fira

Pak awaludin menderita Kecelakaan Kerja


DIKI WAHYUDI (6, Tumor di Dada Kiri). Alamat : Jln. Tengku Mahmud, Simpang Jengkol dekat TPU, Kel. Palas, Kec. Rumbai, Kota Pekanbaru, Prov. Riau. Diki menderita tumor otot pada dada kirinya, sakit yang dideritanya dialami sejak ia usia balita. Pada usia 1,5 tahun, ia sudah menjalankan operasi pertama pengangkatan tumor tersebut, namun setelah operasi pertama dilakukan, sekitar 8 bulan kemudian massa tumor kembali tumbuh di tempat yang sama. Hingga usia 4,5 tahun ia sudah menjalani operasi sebanyak tiga kali. Setelah operasi terakhir pada usia 4,5 tahun, Diki diharuskan menjalankan kemoterapi. Orang tuanya sudah tidak memiliki biaya untuk pengobatannya. Ia dirawat di rumah tanpa pengawasan dokter hingga usia 5,5 tahun hingga kondisinya semakin parah dengan tumor yang mengalami pembengkakan dan pecah. Akhirnya mau tidak mau orang tua Diki harus membawanya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Dokter menganjurkan Diki menjalani kemoterapi sebanyak 18 siklus kemo dengan 1 kali siklus kemo ia membutuhkan 2 botol obat Dactinomycin. Ayahnya, Budianto, bekerja sebagai pedagang serabutan dengan penghasilan yang tidak tetap setiap bulannya, sedangkan ibunya, Ningsih, adalah seorang ibu rumah tangga. Kondisi perekonomian keluarga yang masih terbatas membuat Diki terkendala biaya untuk menjalani pengobatannya hingga akhirnya Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarganya oleh salah satu dokter yang menangani Diki. Sedekah Rombongan memutuskan membantunya sebagai pasien dampingan. Alhamdulillah pengobatan Diki berjalan lancar dan ia bisa melanjutkan pengobatan kemoterapi dan menjalani operasi pembuangan tumornya yang pecah. Setelah menjalani operasi, kondisi Diki berangsur membaik dan dokter memutuskan kemo dilanjutkan kembali agar tumor semakin mengecil, namun sayangnya setelah beberapa kali menjalani siklus kemo kondisi tumor Diki kembali membesar. Akhirnya dokter menyarankan Diki untuk melanjutkan pengobatannya di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta agar mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Berbekal surat rujukan ke RSCM, Diki dan keluarganya memutuskan untuk berobat ke Jakarta namun terkendala biaya transportasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan biaya transportasi untuk Diki dan keluarganya sehingga mereka bisa berangkat ke Jakarta. Saat ini Diki telah tinggal di RSSR Jakarta dan melanjutkan pengobatannya di RSCM. Semoga Diki segera diberikan kesembuhan total dari penyakitnya, aamiin. Santunan kembali disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari Diki selama ia berobat di Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 930.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 19 Januari 2017
Kurir : @nhpita @harji_anies @untaririri

Diki menderita Tumor di Dada Kiri

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 JUHARIA BINTI ALIGE 2,425,000
2 NUR AINUN TRI SAHRAN BINTI SARDAN 8,690,000
3 ASPINA BINTI LAMAMING 500,000
4 MAJALAH TEMBUS LANGIT SEDEKAH ROMBONGAN VOLUME 14 6,500,000
5 AMENIA BINTI KARSUN 500,000
6 NJOO SWIE FOEN 500,000
7 NURHOSNA BIN MUSAKKI 500,000
8 HELMIATUS SOLEKAH 500,000
9 MUNAWIR BIN WASIMIN 500,000
10 RIZKI IKMALA 500,000
11 HARTATIK ROFI’I 500,000
12 DIARDO BRIGITA WIRYAWAN 500,000
13 MELATI BINTI AMIR 500,000
14 RIRIN INDRAWATI 500,000
15 DIAN RAHMAWATI 500,000
16 MISRENI BINTI SAMIN 500,000
17 MUHAMMAD ROSYIKUL ILMI 500,000
18 MISRIYA BIN ALAWI 500,000
19 BAKSOS MALANG 6,325,000
20 MTSR MALANG 2,500,000
21 MTSR MALANG 2,487,000
22 RSSR MALANG 15,111,930
23 NABBITA ANUGERAH MUKTI 500,000
24 DWI SANTOSO 750,000
25 SRI HANDAYANI 500,000
26 MARZUKI BIN BENGKUK 1,000,000
27 NIRWAN RAMADHAN 1,000,000
28 ZAINUDIN BIN ABIDIN 750,000
29 MARDIANA ASRIADI 500,000
30 MUSHOLLA AL-JAENURI 1,300,000
31 MUSHOLA AL-IHSAN 1,200,000
32 SARNO BIN SETRO GIMUN 500,000
33 FAIQAL KHOIRUL AKBAR 1,500,000
34 RUM BINTI KARIM 1,500,000
35 MUNI P JALI 1,500,000
36 SLAMAH BINTI UMAR 500,000
37 NI’A BIN ENGLEP 1,500,000
38 NUR AISYAH HIDAYAH 2,500,000
39 IMMAH 1,000,000
40 BAKTI SOSIAL SEDEKAH ROMBONGAN RIAU 23,680,000
41 RAFIAH BINTI ARIFIN 1,000,000
42 DANI SYAPUTRA 500,000
43 WICKY IVANZA 500,000
44 DENI HENDRIKA 1,000,000
45 SALMA ZAKIA 500,000
46 BAYI NY. MARNI YASTI 2,131,725
47 DIANA PUTRI 600,000
48 KASRIK BINTI RASMIN 500,000
49 MISIYEM WAGIMIN 500,000
50 IMAM KAYADI 1,000,000
51 RAFAKA BIN NOVIARMAN & RAFIKI BIN NOVIARMAN 1,000,000
52 BAYI NY. LAILA NIKA 1,000,000
53 GUNA IBMAWAN 500,000
54 ALIFA NASIHA 2,000,000
55 M. RIZKY FEBRIAN 1,011,300
56 AWALUDIN NASUTION 2,401,800
57 DIKI WAHYUDI 750,000
Total 110,113,755

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 110,113,755,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 947 ROMBONGAN

Rp. 46,433,994,545,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.