Rombongan 946

Allah Melipat Gandakan Ganjaran Kepada Orang Yang Bersedekah.
Posted by on January 28, 2017

MIMIN AMINAH (61, Kanker Cervix Grade 2). Alamat : Kampung Pahing, RT 3/2, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Mimin Aminah biasa di panggil Ibu Mimin. Beliau terkena penyakit yang cukup berbahaya, yaitu Kanker Cervix yang sudah stadium 2. Kanker Cervix yaitu kanker yang muncul pada leher rahim. Berawal dari tiga bulan lalu, selepas Subuh beliau mendadak sakit dengan gejala berupa badan yang menggigil dan sesak nafas. Kemudian, pihak keluarga membawa beliau ke Rumas Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Disana beliau tidak menjalani rawat inap, namun hanya menjalani rawat jalan karena kamar penuh. Selang satu bulan, beliau sering mengalami pendarahan pada bagian intim. Setelah diperiksa, beliau ternyata terkena kanker cervix stadium 2 dan disarankan untuk melanjutkan pengobatan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun, beliau tidak memiliki biaya lebih untuk pengobatan lanjutan. Ibu Mimin memiliki kartu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Namun, untuk biaya transportasi ke rumah sakit beliau merasa kesulitan. Suami beliau Bapak Enon Suhanan (70) hanya bekerja sebagai seorang buruh harian lepas dengan pendapatan yang sangat minim. Alhamdulillah, atas ijin Allah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Ibu Mimin. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000 ,-
Tanggal : 13 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Melisa Diah

Bu mimin menderita Kanker Cervix Grade 2


TASKINI BINTI MIHARTA (65, Stroke). Alamat : Dusun 2 Cibodas, RT 4/3, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Taskini adalah salah seorang ibu rumah tangga yang menderita stroke diusia senjanya. Sudah 8 tahun beliau tidak bisa berjalan. Awalnya, gejala yang beliau rasakan seperti sering mengeluh pusing dan sakit di bagian kaki kirinya. Selain itu beliau juga memiliki riwayat hipertensi atau darah tinggi. Karena kondisi yang tak kunjung membaik, beliau memeriksakan kondisinya ke dokter praktek setempat. Pihak dokter menjelaskan bahwa Ibu Taskini menderita stroke. Dengan kondisi seperti itu, beliau diharuskan menjalani terapi rutin di rumah sakit. Beliau telah menjalani berbagai macam pengobatan medis di berbagai rumah sakit yang ada di daerah Kuningan termasuk ke Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon. Kondisi beliau saat ini hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur. Dan keluarga juga sudah pasrah menerima keadaan ibu Taskini. Untuk aktifitas harian seperti buang air kecil maupun besar beliau sangat bergantung pada penggunaan pampers. Beliau memiliki jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Hanya saja beliau kesulitan berkenaan dengan biaya pembelian pampers yang tidak ditanggung oleh BPJS. Ibu Taskini hanya tinggal dengan anak bungsunya karena sang suami telah meninggal dunia. Hidup beliau ditanggung oleh anak bungsunya yang bekerja sebagai seorang karyawan sebuah koperasi kecil. Pendapatannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Taskini sehingga santunan kedua dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi. Semoga Allah memberi jalan kesembuhan untuk Ibu Taskini. Aamiin. Sebelumnya Ibu Taskini masuk kedalam Rombongan 927.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Bu taskini menderita Stroke


RUKINI BINTI TARSONO (46, Ca Mamae Sinistra). Alamat : Dusun II Cibodas, RT 1/4, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rukini adalah seorang pasien dampingan Sedekah Rombongan Kuningan. Beliau mengidap penyakit Ca Mamae atau bahasa umumnya biasa disebut dengan kanker payudara semenjak 2 tahun yang lalu. Sel kanker tersebut menyerang payudara sebelah kiri beliau. Setelah positif terkena kanker payudara, beliau sudah menjalani biopsi di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Selanjutnya, pada bulan April lalu beliau telah menjalani operasi pengangkatan sel kanker. Sudah 2 kali beliau menjalani operasi, namun setelah tindakan operasi yang ke 2 beliau harus melanjutkan pengobatan lanjutan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menjalani kemoterapi. Ibu Rukini harus menjalani kemoterapi satu kali lagi. Dan minggu ini kondisi Ibu Rukini menurun, sehingga kemoterapi harus dijadwalkan kembali. Kemudian kurir Sedekah Rombongan Kuningan membawa Ibu Rukini ke Rumah sakit Sekar Kamulyan sebelum berangkat lagi ke RSHS Bandung untuk menjalani beberapa pemeriksaan . Ibu Rukini memiliki kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Hanya saja beliau memerlukan biaya lain seperti transportasi. Suami Ibu Rukini bernama Bapak Suhana (62), beliau bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan beliau hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Keduanya kesulitan mendapat biaya transportasi. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan ketujuh kepada Ibu Rukini untuk biaya transportasi. Semoga beliau lekas sembuh dari penyakit yang dideritanya. Aamiin. Sebelumnya Ibu Rukini merupakan pasien Rombongan 924.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Bu rukini menderita Ca Mamae Sinistra


SARMADI BIN JAYA WINATA (75, Luka Infeksi Pada Kaki Kiri + Katarak). Alamat : Dusun 2 Cibodas, RT 1/3, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Sebelumnya, Bapak Sarmadi adalah seorang buruh tani yang menjadi pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan karena terdapat luka infeksi pada kaki kirinya. Kaki beliau tertusuk bambu tajam ketika bekerja. Keadaan beliau sempat mengkhawatirkan karena kaki beliau semakin lama semakin membusuk hingga kulit luarnya mengelupas. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Bapak Sarmadi. Dengan dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan Bapak Sarmadi telah mendapatkan tindakan medis berupa operasi di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Alhamdulillah proses operasi telah dilakukan secara bertahap sebanyak 3 kali operasi. Saat ini kondisi beliau berangsur-angsur membaik dan mulai bisa berjalan tanpa menggunakan tongkat. Selain itu, kondisi kedua mata Bapak Sarmadi yang positif terkena katarak juga sudah bisa melihat dengan baik. Sebelumnya, beliau telah menjalani operasi di kedua matanya beberapa waktu lalu. Namun, beliau harus tetap melakukan kontrol kesehatan matanya agar proses penyembuhan berjalan maksimal. Saat ini Bapak Sarmadi harus melakukan kontrol kedua pasca operasi, dan harus membeli obat tetes mata diluar tanggungan BPJS. Bapak Sarmadi menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3 selama menjalani pengobatan. Namun beliau membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit. Bapak Sarmadi sementara ini tidak bekerja sehingga merasa kesulitan mendapat biaya untuk biaya transportsi. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah santunan ketujuh dapat disampaikan Sedekah Rombongan kepada Bapak Sarmadi untuk biaya transportasi ke rumah sakit dan biaya pembelian obat diluar BPJS. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada Bapak Sarmadi. Aamiin. Sebelumnya beliau masuk ke dalam pasien Rombongan 924.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Pak sarmadi menderita Luka Infeksi Pada Kaki Kiri + Katarak


TASWID BIN DARNO (48, Tumor Perut). Alamat: RT 3/1, Desa Sukaharja, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Taswid, seorang kepala rumah tangga yang bekerja sebagai seorang supir angkutan umum. Saat ini, beliau kembali terkena gangguan kesehatan setelah sebelumnya pada tahun 2012 beliau telah menjalani operasi pengangkatan tumor di perut. Kesehatan beliau kembali terganggu di pertengahan tahun 2015 dengan gejala awal berupa pembengkakan di kaki sebelah kanan. Hal tersebut akibat dari sebuah penyakit di bagian saluran kencing yang tersumbat karena adanya benjolan. Pertengahan bulan Agustus lalu, beliau sudah menjalani serangkaian pemeriksaan di Rumah Sakit Wijaya Kusuma Kuningan dan menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Selang beberapa bulan, kesehatan Bapak Taswid kembali memburuk. Tumor di perutnya kambuh kembali hingga menghimpit ginjal Bapak Taswid sehingga beliau harus menjalani pemasangan selang di bagian ginjalnya. Setelah kurang lebih satu bulan beliau dirawat di RSHS, dan melakukan serangkaian pemeriksaan, tim medis menyatakan kalau sedikit kemungkinan Bapak Taswid bisa disembuhkan, karna melihat kondisi beliau yang semakin menurun dan penyakit beliau sudah mulai menjalar ke organ yang lain. Kemudian keluarga beliau memilih untuk menjalani perawatan di rumah saja. Beliau diantarkan dengan menggunakan MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) ke rumahnya di Desa Cibingbin. Selama menjalani perawatan, beliau terbantu dengan adanya kartu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI yang beliau miliki. Sayangnya beliau kesulitan untuk mendapatkan biaya transportasi untuk pulang. Maklum saja, semenjak sakit beliau sudah tidak bisa bekerja seperti sedia kala. Istri beliau pun tidak dapat bekerja sebagai pedagang masakan keliling karena menjaga suaminya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan keempat kepada Bapak Taswid untuk biaya transportasi. Semoga Allah semakin meringankan ikhtiar Bapak Taswid demi kesembuhan beliau. Aamiin. Sebelumnya Bapak Taswid masuk ke dalam Rombongan 934.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Pak taswid menderita Tumor Perut


KURNIAWATI BINTI SUGIANTO (41, Ca Mamae Dextra). Alamat : Dusun Pahing, RT 5/3, Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Uri, biasa beliau dipanggil merupakan anak kedua yang memiliki 4 saudara. Saat ini, di usia kepala empat beliau diperkirakan menderita Ca Mamae atau yang biasa disebut dengan kanker payudara. Gejala awal beliau rasakan sejak 2 tahun yang lalu. Awalnya payudara sebelah kanan beliau terasa sakit, tepatnya di bagian bawah ketiak. Tak lama, pihak keluarga memutuskan untuk membawa beliau ke dokter umum yang membuka praktek di daerah rumah beliau. Berdasarkan pemeriksaan dokter, Ibu Uri diperkirakan mengidap kanker payudara. Setelah itu, beliau hanya melakukan pengobatan tradisional dengan hanya meminum ramuan daun sirsak saja. Alhamdulillah beberapa waktu lalu Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Kurniawati sehingga beliau bisa menjalani pemeriksaan awal di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Dari hasil diagnosis tim medis rumah sakit, Ibu Uri mengidap kanker payudara stadium 3 dan adanya kelenjar disekitar payudara sebelah kanannya. Selain itu, di akhir bulan Nopember lalu beliau telah melakukan operasi pengangkatan kelenjar dan sel kanker. Saat ini beliau harus menjalani tindakan lanjutan berupa kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sebelum menjalani kemoterapi, Ibu Uri harus melakukan beberapa pemeriksaan terlebih dahulu. Dan masih ada beberapa pemeriksaan yang harus beliau jalani. Untuk pengobatan, Ibu Uri terbantu dengan adanya kartu BPJS mandiri kelas 3. Walaupun begitu, Ibu Uri membutuhkan biaya untuk transportasi dan akomodsi. Beliau termasuk keluarga yang kurang mampu. Hidup beliau bergantung pada saudara dan kedua orang tuanya yang sudah tua, Bapak Sugianto (80) dan Ibu Wasri (75). Keduanya sudah tidak bekerja hingga akhirnya hidup keduanya bergantung pada anak-anak yang lain. Alhamdulillah, karena bantuan Allah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan keempat kepada Ibu Uri untuk biaya transportasi dan akomodasi. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk Ibu Kurniawati. Aamiin. Sebelumnya Ibu Kurniawati masuk kedalam Rombongan 931.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 16 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Bu uri menderita Ca Mamae Dextra


RAHMANSYAH BIN MARTONO (7, TB. Tulang). Alamat: Blok Nyongat, RT 8/6, Desa Sukagumiwang, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Sampai usianya yang kini sudah menginjak usia 6 tahun, Rahmansyah tak pernah berhenti merasakan penderitaan karena sakit berat yang ia derita. Saat usia satu tahun ia mengalami hydrocephalus. Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah dan kegigihan ibundanya, ia dinyatakan sembuh setelah satu tahun ia diterapi. Saat berusia 2 tahun ia mengalami TB Tulang kronik di kaki kanannya. Sampai saat ini, sudah empat tahun orangtua Rahmansyah berikhtiar di RSHS Bandung untuk kesembuhan anak keduanya ini. Satu minggu sekali dia kontrol dan dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat ini. Sampai saat ini perkembangan Rahmansyah sangat menggembirakan. Pascaoperasi ia sudah bisa berjalan, setelah dilakukan pemasangan sepatu untuk memudahkan ia berjalan serta bermain seperti anak-anak se-usianya. Dengan dukungan sedekaholics #SR, ia rajin menjalani fisioterapi seminggu 3 kali di RSHS Bandung. Rahmansyah juga semakin rajin bersekolah di TK bersama teman-teman seusianya. Ia bersemangat saat belajar membaca, menulis dan berhitung di sekolah yang tidak jauh dari Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung. Putra bungsu dari keluarga dhuafa ini masih membutuhkan dukungan para dermawan. Ayah Rahmansyah, yaitu Martono (55), sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, sedangkan ibundanya, Aisyah (37) hanyalah ibu rumah tangga biasa. Selama menjalani pengobatan di RSHS Bandung, Rahmansyah menggunakan fasilitas jaminan kesehatan Jamkesmas. Untuk kelanjutan terapi Rahmansyah, alhamdulillah, pada Januari 2017 Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk anak periang ini. Bantuan yang diterima ibunya di RSSR Bandung ini digunakan untuk biaya transportasi ke Jakarta menjalani control pasca pembuatan sepatu kaki kanan Rahmansyah yang terkena TB Dan pembelian vitamin tulang. Pemasangan sepatunya alhamdulillah berhasil. Semoga Rahmansyah segera dapat pulih dari penyakitnya. Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 917.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @avinptr

Rahmansyah menderita TB. Tulang


ALIYAH JANNAH (32, Typus + Mag Kronik). Alamat: Kampung Cihareuday RT 1/16, Desa Margamulya, Kecamata Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Selama dua bulan lebih Ibu Aliyah kerap mengalami demam, pusing dan sakit di kepala, juga lesu. Seiring perjalanan waktu, nafsu makannnya menurun sehingga ia semakin terpuruk dan hanya bisa berbaring. Upaya penyembuhan yang telah dilakukan hanya pengobatan tradisional dan alternatif. Ia belum pernah diperiksakan ke dokter, Puskesmas apalagi rumah sakit, karena ketiadaan biaya dan tidak punya jaminan kesehatan apa pun. Suaminya, Bapak Ayi Jana (37), hanyalah buruh harian yang bekerja di penggilingan padi yang berada di luar desanya. Dengan penghasilan yang tak seberapa, berat bagi keluarga dhuafa ini untuk mengobati anggota keluarganya ke rumah sakit sampai tuntas. “Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pun, mereka kesulitan,” kata Pak Ajang, pengurus lingkungan yang menemani kurir #SR saat mengunjungi Ibu Aliyah yang terbaring di rumah bilik sederhana milik orangtuanya. Berdasarkan penuturan ibunya, sejak November 2016 Ibu Aliyah sakit. Karena kondisinya sangat mengkhawatirkan, siang itu juga Ibu Aliyah dibawa periksa ke IGD RSUD Soreang dan didaftarkan sebagai pasien Jamkesda Kab. Bandung yang persyaratannya disusulkan. Didampingi keluarga dan kurir Kabupaten Bandung, Ibu Juju dan Pak Asep Cunarya, alhamdulillah, ibu Aliyah mendapatkan pelayanan medis di IGD RSUD Soreang dan esok harinya dia langsung dirawat dirawat inap di sana. Memahami betapa beratnya cobaan hidup yang dialami keluarga dhuafa ini, alhamdulillah, Sedekah Rombongan memberi mereka santunan berupa uang titipan dari sedekaholics #SR untuk mengurangi kesulitan mereka. Tanda Cinta Dhuafa ini digunakn untuk biaya pembuatan kartu SKTM/Jamkesda Kaupaten Bandung, biaya sehari-hari selama pasien dirawat di rumah sakit, dan biaya membeli obat.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @ascun

Ibu aliyah menderita Typus + Mag Kronik


ADANG BIN ENJUN (47, Pendarahan Otak). Alamat : Kampung Ciaul RT 1/13 Desa Cisondari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Buruh tani ini tak menduka akan mengalami kecelakaan pada 12 Desember 2016. Saat ia tengah bekerja di kebun, batang pohon jatuh dan menimpa bagian belakang kepalanya. Beruntung ada warga yang menyaksikan kejadian langka itu. Beberaa saat setelah kejadian, warga dan keluarganya kemudian membawanya ke Puskesmas Pasirjambu. Setelah mendapatkan pertolongan pertama, dokter jaga di Puskesmas lalu merujuk penanganan medisnya ke RSUD Soreang. Karena ruangan rawat inap di rumah sakit rujukan warga Kabupaen Bandung itu tidak ada yang kosong, Pak Adang kemudian diperiksanan ke IGD RSU Immanuel Kota Bandung. Di rumah sakit swasta ini ia mendapatkan penanganan pertama untuk menangani kondisi kegawatdaruratan yang dialami Pak Adang. Bapak lima anak itu, esok harinya, lalu dirawat inap di rumah sakit yang sama dandidafarkan sebagai pasien umum –saat itu keluarganya tidak menyadari bahwa pak Adang sudah memiliki kartu Jamkesmas/JKSN KIS PBI. Setelah ia diperiksa secara intensif di Poli Syaraf, dokter yang menanganinya menyimpulkan bahwa Pak Adang harus menjalani operasi kepala bagian belakan karena ada pendarahan di otak, dengan biaya yang besar. Karena khawatir tidak akan sanggup membayarnya, keluarga Pak Adang kemudian membawanya pulang paksa dari rumah sakit. Kabar ikhwal musibah yang dialami Pak Adang dan keluarganya itu akhirnya sampai kepada kurir Sedekah Rombongan atas informasi dari Kepala Desa Cisondari. Didampingi perangkat desa, kurir #SR di Kabupaten Bandung lalu mengunjungi Pak Adang dan keluarganya pada 14 Desember 2016. Siang itu juga ia lalu dibawa periksa ke IGD RHSH Bandung. Bersyukur ia mendapatkan penanganan yang cepat bahkan difasilitasi memasuki ruangan rawat inap. Menggunakan fasilitas KIS PBI, tiga hari kemudian Pak Adang menjalani operasi di RSHS Bandung dan hasilnya sangat menggembirakan. Pascaoperasi, ingatannya kembali normal. Alhamdulillah. Setelah diawat hampir sepuluh hari, ia tinggal di RSSR Bandung karena diharuskan kontrol. Buaruh tani dan istrinya, Ibu Enis (43), ini amat layak mendapatkan bantuan untuk mengikhtiarkan kesembuhannya agar ia bisa bekerja kembali menjalankan kewajibannya sebagai kepala rumah tangga. Dengan empati sedekaholics, bersyukur kurir Sedekah Rombongan dapat mendampinginya berobat di RSHS Bandunga dan menyampaikan bantun untuk Pak Adang bin Enjun yang digunakan untuk biaya membeli obat, uang saku selama berobat, dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 14 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak adang menderita Pendarahan Otak


YULNIDA BINTI JALIAS (45, Gagal Ginjal Kronik). Alamat: Karees Kulon RT 5/6, Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat. Ibu Yulnida tinggal di rumah kontrakan bersama kedua anaknya dan ibunya yang sudah renta. Pekerjaannya sehari-hari adalah buruh harian lepas untuk menafkahi keluarga. Beban hidupnya dirasakan semakin berat sejak ia mengalami gagal ginjal kronik 4 tahun yang lalu. Karena penyakit yang dideritanya itu, ia harus mengatur pola makannya sesuai anjuran dokter dan teratur minum obat. Tidak hanya itu, ia juga harus menjalani hemodialisa 2 kali dalam satu minggu agar kondisi fisiknya tetap stabil. Bu Yulnida berobat menggunakan kartu BPJS PBI Kelas 3. Alhamdulillah, sampai saat ini #SedekahRombongan dapat mendampingi Bu Yulnida berobat di RS Hasan Sadikin Bandung. Dari perjalanan penyakitnya, diketahui bahwa pada bulan Juni 2014, Bu Yulnida mendapat tindakan penyedotan untuk mengurangi cairan di bagian perut. Keadaannya sesudah itu ia berangsur membaik. Namun, pada bulan Agustus 2014, bagian kaki dan tangannya mengalami pembengkakan. Bu Yulnida berobat kembali pada bulan September 2014. Saat ini kondisinya stabil meskipun ada keluhan gatal di badannya. Pada awal bulan Januari 2015 kurir SR mendapat informasi dari Bu Yulnida bahwa ia kerap merasakan denyut jantungnya berdetak cepat dan keras. Pada 29 Juni 2015 kurir #SedekahRombongan menemuinya di ruangan Hemodialisa RSHS Bandung dan menyampaikan Santuan Lanjutan. Pada kunjungan tanggal 26 Februari 2015, Bu Yulnida mengutarakan bahwa tim dokter RSHS menganjurkannya berkonsultasi ke Poli Kulit serta tetap kontrol dan menjalani hemodialisa 2 kali seminggu. Pada 30 April 2015 kurir SR mengunjungi Bu Yulnida di RSHS. Pada akhir Juni 2015 ia juga menjalani kontrol rutinnya ke RSHS Bandung. Kondisinya masih stagnan meskipun permasalahan pada kulitnya sudah teratasi. Pada awal Agustus 2015 kembali MTSR Bandung mengantar-jemput Bu Yulnida kntrol ke RSHS dan menjalani hemodialisis. Akhir September 2015 ia kontrol juga ke RS Mata Cicendo Kota Bandung karena ia kehilangan 30 persen fungsi matanya. Selain ada gangguan lain di matanya, ia juga harus mengganti kacamata. Alhamdulillah #SR membantu membelikannya. Akhir Oktober 2015, Bu Yulnida kembali menjalani kontrol ke RSHS Bandung. Pada 25 November 2015 kondisi Bu Yulnida menurun drastis. Saat menjalani hemodialisis, ia muntah-muntah, tak bisa bergerak dan sempat pingsan. Ia kemudian dievakuasi di IGD RSHS Bandung. Masa kritisnya alhamdulillah dapat terlewati. Pada 19 Januari 2016 keluarganya mengontak kurir #SR memberitakan bahwa Bu Yulnida tak bisa berjalan ketika akan pergi menjalani hemodialisa. MTSR 1629 kemudian menjemput dia ke rumahnya. Pada pertengahan Maret 2016, kurir SR mendampinginya kembali kontrol dan cuci darah di RSHS Bandung. Kondisinya masih mengkhawatirkan. Fungsi matanya semakin menurun walaupun dibantu dengan kaca mata. Alhamdulillah saat itu #SR juga dapat menyampaikan bantuan untuk Bu Yulnida. Pada bulan Mei 2016 dan Juni 2016 kurir #SR rutin menjenguk dan mendampinginya agar ia bisa terus termotivasi untuk kontrol rutin dan menjalani hemodialisis delapan kali sebulan. Sesekaholics #SR juga alhamdulillah terus membantunya untuk biaya berobat Bu Yulnida. Pada awal Juli 2016 kurir #SR menjenguk Bu Yulnida di rumahnya untuk yang kesekian kalinya sambil menyampaikan bantuan para sedekaholics #SR. Pada pertengahan Agustus 2016 ia menghubungi kurir #SR di Bandung mengabarkan bahwa ia harus diperiksakan ke Poli Kulit di RSHS Bandung, selain masih harus menjalani cuci darah secara rutin. Ia juga memohon bantuan untuk biaya kontrak rumah bulan Agustus 2016. Bersyukur sedekaholics #SR terus memberinya bantuan. Pada bulan Desember 2016 keluarganya mengabarkan bahwa kondisinya menurun. Ia kemudian dijemput untuk kontrol ke RSHS sambil menjalani hemodialisis dua kali seminggu;jug memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobat. Pada awal minggu kedua di bulan Januari 2017, Bu Yulnida menghubungi lagi kurir #SR, memohon bantuan untuk terus ikhtiar berobat. Bu Yulnida masih memerlukan dukungan dan bantuan para dermawan. Selain memang masih harus berobat, ia juga termasuk dhuafa yang layak dibantu. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali Sedekah Rombongan memberinya santunan lanjutan untuk Bu Yulnida binti Jalias yang digunakan untuk ongkos berobat, tambahan biaya kontrakan, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 925.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @maulida_qasyanggi

Bu yulnida menderita Gagal Ginjal Kronik


ENTIN BINTI KASTOLANI (41, Tumor Abdomen). Alamat: Kampung Sipapanting RT 5/1, Desa Mekarjaya Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Entin diduga menderita kista ovarium sejak awal tahun 2016. Gejala awalnya ia kerap mengalami sakit di bagian perut. Ia kerap merasakan sakit perut tetapi rasa sakitnya timbul dari organ-organ lain, seperti usus kecil, usus besar, hati, kandung empedu, dan pankreas. Seiring perjalanan waktu, perutnya terus membesar. Ia juga sulit makan dan tidur. Berbekal Jamkesmas, berbagai upaya medis dilakukan keluarga Bu Eti untuk menyembuhkan penyakitnya, tetapi perutnya terus membesar seiring perkembangan waktu. “Kami sudah berupaya sampai rumah sakit di daerah. Anak saya harus diperiksakan ke RSHS Bandung tetapi kami tak sanggup membiayainya,” kata ibunya yang setia mendampingi janda satu anak itu. Seperti yang juga dituturkan adiknya, keluarga Bu Eti telah memeriksakannya ke Puskesmas, RSUD Singaparna dan RSUD Kota Tasikmalaya. Di RSUD Singaparna ia pernah mendapatkan tindakan pengeluaran cairan di perutnya (melalui selang), dan sempat dirawat dua minggu. Cerita duka Bu Entin dan keluarga dhuafa ini sampai kepada #SR melalui informasi keluarga pasien yang pernah didampingi berobat oleh kurir #SR. Ibu Entin amat layak dibaantu. Ia termsuk janda yang lemah secara ekonomi, juga fisik. Penyakit yang dideritanya sangat serius dan perlu penanganan berkelanjutan. Almarhum suaminya, Pak Syahrudin, tak banyak meninggalkan warisan harta untuk melanjutkan kehidupan; ia hanya buruh harian dengan penghasilan tak menentu. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dapat bersilaturahmi dengan Bu Entin di rumah orangtuanya. Karena rujukan dari RSUD Tasikmalaya untuk berobat ke RSHS Bandung sudah disiapkan, malam itu juga ia diantar MTSR Bandung berobaat ke Kota Kembang dan beristirahat di RSSR Bandung. Di rumah singgah ia sempat menurun drastis kondisinya, sehingga segera diperiksakan ke IGD RSHS Bandung. Alhamdulillah malam itu juga ia mendapatkan ruangan untuk rawat inap. Pada 3 November 2016, Bu Entin menjalani operasi dan dirawat inap sampai 9 Desember 2016. Setelah melewati masa pemulihan, ia kemudian diperolehkan pulang sementara, sebelum menjalani kemoterapi yang akan dilaksanakan mulai pertengahan bulan Desember 2016. Ibu Entin tidak langsung pulang ke kampung halamannya; ia memilih tinggal di RSSR Bandung. Pada pertengahan Desember 2016 HB-nya menurun drasatis. Ia kemudian diperiksakan kembali ke RSSR Bandung. Janda dhuafa ini masih memerlukan bantuan untuk terus berikhtiar secara medis sampai sembuh. Alhamdulillah harapannya semakin terbuka. Dan dengan empati sedekaholics, kurir #SR juga dapat memberinya bantuan untuk biaya berobat. Pada pertengahan Januari 2017, Ibu Entin datang datang lagi ke RSHS Bandung untuk menjalani kemo terapi ke-1 dari 6 kali terapi kemo yang dijadwalkan. Bersyukur ia tak menunggu lama untuk mendapatkan pelayanan terapi tersebut. Lima hari ia dirawat sambil menjalani kemoterapi. Pasca oerasi abdomen, perkembangan kesehatan Bu Entin cukup menggembirakan, tetapi ia tetap harus menuntaskan siklus teraapinya. Untuk meringankan beban keluarga dhuafa ini, alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali memberinya bantuan untuk Ibu Entin binti Kastolani yang digunakan untuk biaya membeli obat/vitamin dan biaya sehari-hari selama dirawat di RSHS Bandung. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 928.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @widi_cincin

Bu entin menderita Tumor Abdomen


DIAT RUHYAT (52, Prostat). Alamat : Kampung Pagersari RT 1/5 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan penuturaan Pak Diat, ia diduga menderita penyakit prostat sejak awal bulan November 2016. Gejala awalnya, ia kerap merasakan keinginan atu dorongan yang kuat untuk buang air kencing, tetapi sulit mengeluarkannya; atau, kalau buang air kencing, ia meraskan sakit yang luar biasa, dan terkadang air kencingnya bercampur darah. Berbagai upaya pengobatan ia lakukan, baik melalui pengobatan alternatif maupun medis. Selain berobat ke dokter praktek, secara medis, buruh serabutan itu telah dibawa periksa juga ke Puskesmas Ciwidey dengan fasilitas JKSN KIS PBI. Setelah beberapa kali ditangani Puskesmas, penanganan medisnya dirujuk ke RSUD Soreang. Ditemani istrinya, Bu Hayati (49), Pak Diat pulang-pergi menjalani pemeriksaan awal di salah satu rumah sakit rujukan di Kabuaten Bandung itu. Berdasarkan hasil diagnoasa, Pak Diat positip mengidap menyakit prostat dan diharuskan menjalani tindakan operasi. Sambi menunggu jadwal operasi, Pak Diat menggunakan kateter yang harus diganti rutin. Bersyukur pada minggu kedua di bulan Januari 2017 dia bisa masuk ruangan, dirawat inap di RSUD Soreang. “Kami kesulitan untuk biaya berangkat ke rumah sakit dan kebutuhan selagi bapak dirawat,” kata istrinya kepada kurir Sedekah Rombongan yang mengunjunginya di rumah bilik sederhana yang tanahnya milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Berdasarkan hasil silaturahmi dengan Pak Diat dan keluarganya, mereka termasuk dhuafa yang layak mendapatkan dukungan dan bantuan untuk mengikhtiarkan kesembuhannya agar ia bisa beraktivitas kembali. Semangat Pak Diat untuk berobaat juga tinggi. Alhadulillah, dengan empati sedekaholics Sedekah Rombongan, kurir di Kabupaten Bandung dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa, berupa uang, untuk Pak Diat yang digunakan untuk biaya membeli kateter, uang saku selama dirawat, dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak diat menderita Prostat


SOPA NUR PAOJA (6, Lupus). Alamat: Kampung Pasir Pogor RT 9/2, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sopa, putri Pak Amin (44) dan Ibu Ikoh (32) ini sudah lebih dua tahun lamanya menderita Lupus. Ayah Sopa seorang buruh harian lepas yang memiliki tanggungan sebanyak 7 orang. Saat ini Sopa kontrol teratur di RS Hasan Sadikin Bandung. Alasan terkendala biaya seperti pengobatan sebelumnya sudah teratasi. Alhamdulillah bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan sudah diberikan kepada Sopa dan orangtuanya. Ia menjadi pasien dampingan #SR dan alhamdulillah, pada pertemuan selanjutnya, 14 Januari 2016, tampak kondisi Sopa terus membaik. Akan tetapi, karena Sopa masih harus berobat ke RSHS Bandung, sedekaholics #SR kembali memberinya bantuan untuk biaya transportasi dan membeli obat. Pada April 2016 kurir Sedekah Rombongan bertemu lagi dengan Sopa dan bapaknya di RSHS Bandung. Untuk membantu memudahkan ikhtiar berobatnya, Sopa menginap di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung. Walaupun Sopa nampak semakin mambaik, tim medis masih menganjurkannya kontrol dan berobat sampai tuntas. Sopa dan keluarganya masih membutuhkan bantuan untuk menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan pusat itu. Alhamdulillah, selama pengobatannya dan singgah di RCAK, Sedekah Rombongan dapat terus menyampaikan bantuan, yaitu titipan dari sedekaholics yang berempati kepadanya. Setiap bulan Sopa dan keluarganya harus rutin berobat dan kontrol ke RSHS Bandung. Selama itu pula ia dan keluarganya harus pulang-pergi dari rumahnya di Garut ke RSHS dan singah untuk menginap di RCAK Bandung. Selama proses kontrol dan berobat itu pula mereka membutuhkan biaya transportasi-akomodasi dan biaya untuk membeli obat. Alhamdulillah juga setiap kali Sopa berobat dan membutuhkan biaya, Kurir Sedekah Rombongaan dapat menemuinya dan memberi bantuan lanjutan dari para Sedekaholics. Berdasarkan informasi dari kurir #SR yang mendampingi pengobatannya di Bandung, pada Oktober sampai Desember 2017, kondisinya semakin membaik. Akan tetapi, dikarenakan proses pengobatannya masih harus berlanjut dan masih memerlukan biaya, pada Januari 2017 Sedekah Rombongan kembali memberinya santunan lanjutan untuk biaya berobat Sopa. Bantuannya yang disampaikan di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung ini digunakan untuk membeli obat-obatan (Oscal) yang amat ia butuhkan karena tidak dijamin oleh Jamkesmas, juga untuk ongkos pulang ke kampung halamannya di Garut. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 928.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 18 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @ambulutung @ghildakharisma @hengkisenandika

Sopa menderita Lupus


NENG RAHMAWATI (12, Leukemia). Alamat: Kampung Cibetik Cipageran RT 5/14, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat. Anak dari Bapak Dede Syaefudin (47) dan ibu Ratmini (45) ini sejak setahun yang lalu berjuang melawan ganasnya Kanker Darah Akut. Penyakit yang Neng alami mengharuskan anak periang ini berobat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung hingga saat ini. Sang ayah, Dede Syaefudin, seorang kepala keluarga yang bekerja sebagai buruh tani ini upah kerjanya hanya Rp.35.000,- per hari. Tak heran mereka sangat kesulitan untuk membeli obat yang tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan, yaitu Mercaptopurin. Obat ini harus diminum setiap hari. Kini Neng sedang menjalani kemoterapi sesuai tata laksana yang direncanakan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat bertemudengan Neng Rahmawati dan keluarganya. Sejak itu ia menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, dan dapat melakukan pemeriksaan serta kontrol secara teratur. Kondisinya terus membaik, namun dia masih harus kontrol rutin. Pada akhir Desember 2014 kurir Sedekah Rombongan kembali menemui Neng Rahmawati dan keluarganya saat mereka berobat ke RSHS Bandung. Dengan izin Allah SWT pula saat itu Sedekah Rombongan dapat mengantarkan titipan dari Sedekaholics yang digunakan untuk membeli obat yang tidak dijamin BPJS Kesehatan. Pada pertengahan bulan Februari 2016, kurir Sedekah Rombongan mendapat informasi bahwa Neng dirawat inap di RSHS Bandung untuk menjalani kemoterapi dan kontrol rutin. Saat ditemui, Neng dan keluarganya tampak kebingungan karena tidak punya biaya untuk membeli obat yang tidak ditanggung Jamkesmas dan biaya sehari-hari selama dirawat. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali meringankan beban mereka dengan memberinya santunan yang disampaikan di Rumah Sakit Rujukan Pusat itu. Pada bulan-bulan selanjutnya Sedekah Rombongan kembali kembali melakukan pendampingan kepada Neng Rahmawati dan memberi bantuan setiap ia menjalani kontrol rutin ke RSHS Bandung. Untuk membantu dan memudahkan proses pengobatannya yang harus berlanjut, Neng Rahmawati tinggal dan dirawat di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK), yang beralamat di daerah Sukajadi Bandung, dan sudah bersinergi dengan Sedekah Rombongan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat terus menyampaikan titipan langit kepada mereka yang mereka terima di RCAK Bandung. Hingga Oktober 2016, kondisi Neng terus membaik dan masih rutin menjalani pengobatan di RSHS. Pada akhir Oktober 2016 sampai Desember 2016 masih rutin ke RSHS Bandung untuk menjalani kemoterapi lanjutan. Ia masih membutuhkan bantuan para derawan untuk membeli obat-obatan demi menuntaskan ikhtiarnya untuk memperoleh kesembuhan. Alhamdulillah dengan empati sedekaholik, pada Januari 2017 kembali kurir #SR dapat menyampaikan bantuan para dermawan untuk Neng Rahmawati. Bantuan yang diterima di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung ini digunakan untuk tambahan biaya membeli obat. Semoga sedekah ini membawa keberkahan bagi semua dan membuka pintu kesembuhan bagi Neng Rahmawati. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 928.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @ambutung @kharismagilda @hengkisenandika

Neng menderita Leukemia


RUKIMAH BINTI SOKA (67, Darah Tinggi + Infeksi Lambung). Alamat: Jalan Binong Utara No. 220 RT 7/10, Kelurahan Kebon Kangkung, Kecamatan Kaiara Condong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pada awal Januari 2017, Ibu Rukimah merasa sangat pusing dan mual-mual sampai akhirnya ia terjatuh di depan rumahnya. Berdasarkan pemeriksaan di Klinik Medika Bandung, Ibu Rukimah diketahui terserang darah tinggi. Akan tetapi, mual-mula dan mulas di perutnya belum diketahui akibat penyakit apa. Sejak kecelakaan itu ia terbaring di rumah kotrakannya yang berukuran sekitar 2 X 2 meter dirawat oleh suaminya. Suaminya, Bpk. Maman Sulaeman (67) tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia mencari nafkah dengan memperbaiki alat-alat elektronik milik tetangga di rumahnya atau apabila ada yang meminta bantuannya membetulkan barang elektronik dan listrik. Sejak diperiksa di Klinik Ibu Rukimah belum melakukan pemeriksaan lagi ke Rumah Sakit karena, walaupun memiliki BPJS PBI, suaminya tidak memiliki biaya transportasi dan biaya hidup. Walau Ibu Rukimah terlihat semakin kesakitan dan terus terbaring, Bpk. Maman hanya bisa pasrah dan biaya sehari-harinya dibantu oleh tetangga serta anaknya, yang juga hidup dalam kekurangan. Kabar penderitaan keluarga dhuafa itu diketahui oleh kurir Sedekah Rombongan, yaitu Ibu Ajeng, yang juga aktif di Karang Taruna membantu para lansia terlantar di daerahnya. Syukur Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat berkunjung ke rumah Ibu Rukimah dan suaminya. Melihat kondisi Ibu Rukimah yang memprihatinkan, dengan segera Kurir Sedekah Rombongan mengevakuasi Ibu Rukimah ke IGD RSHS Bandung, dengan menggunakan MTSR. Berdasarkan pemeriksaan di RSHS Bandung, selain terserang darah tinggi, Ibu Rukimah juga diduga mengalami infeksi lambung. Atas bantuan Kurir Sedekah Rombongan Ibu Rukimah akhirnya mendapat perawatan di RSHS Bandung. Pada kesempatan itu juga Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari para Sedekaholics berupa uang, yang diperlukan untuk bekal sehari-hari dan transportasi yang diperlukan selama perawatan. Mudah-mudahan bantuan para dermawan melalui Sedekah Rombongan ini dapat meringankan beban hidup keluarga Ibu Rukimah dan membuka jalan bagi kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @lisdamojang @ajeng

Bu rukima menderita Darah Tinggi + Infeksi Lambung


RIKA MAELANI (25, Tuberculosis Tulang). Alamat: Kp. Krajan, RT 1/1, Desa Ciptasari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rika merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan asal Kabupaten Karawang. Ibu dari dua orang anak ini, menderita kelumpuhan sejak tahun 2013. Berbagai upaya dilakukan demi kesembuhannya namun belum mendapatkan hasil, hingga Ibu Rika dan keluarganya pasrah menerima keadaannya selama 2 tahun. Hampir setahun yang lalu Ibu Rika mulai berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang dan dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Menjalani pemerikasaan di RSHS Bandung, Ibu Rika dinyatakan positif mengidap Tuberculosis Tulang. Untuk kesembuhannya Dokter menyarankan agar Ibu Rika melakukan tindakan operasi. Sampai saat ini Ibu Rika terus mengonsumsi obat dan disarankan untuk terus menggunakan korset khusus guna menyangga tulang belakangnya. Ibu Rika sampai dengan saat ini masih tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung menunggu jadwal dan ruangan kosong untuk tindakan operasinya di RSHS Bandung. Suami Ibu Rika, Bapak Andi Nugroho (37) sehari-hari mendampingi istrinya di RSSR Bandung sehingga tidak dapat mencari nafkah bagi keluarganya. Walau untuk biaya pengobatannya beliau menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, namun ia kesulitan untuk biaya kebutuhan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk meringankan beban Rika membeli kebutuhan sehari-hari dan keperluan membeli korset demi membantu pemulihannya. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kelancaran hingga operasinya bisa segera dilakukan dan Rika kembali bisa berjalan seperti sedia kala. Bantuan Sebelumnya masuk ke dalam Rombongan 937.

Jumlah Bantuan : Rp. 900.000,-
Tanggal : 27 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @cucudjuanda @etydewi2

Ibu rika menderita Tuberculosis Tulang


HANDI KUSNAWAN (11, End Stage Renal Disease + Batu Empedu). Alamat : Dusun Kecemek, RT 7/2, Desa Bayurkidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Handi merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Anak pertama dari pasangan Bapak Engkus Kusnawan (35) dan Ibu Nurjanah Binti Chalim (34), mulai merasakan sakitnya sejak 4 tahun lalu. Awalnya mual terus-menerus disertai bengkak di sekujur tubuhnya. Keluarga membawa Handi ke Rumah Sakit Islam Kabupaten Karawang, selanjutnya ia mendapat rujukan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, namun pihak keluarga menolak dengan alasan biaya. Setahun kemudian dengan keluhan yang sama, Handi dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang dan mendapatkan perawatan selama seminggu. Selang beberapa hari pulang ke rumah, ia kembali merasakan sakit, lehernya merasa tercekik disertai panas tinggi. Orang tua Handi pada saat itu hanya membawanya berobat secara herbal, namun keadannya semakin parah. Awal Juni 2016 lalu Handi dilakukan pemeriksaan kembali pada Handi di RSUD Kabupaten Karawang, dan ia terdiagnosis menderita End Stage Renal Disease yang dalam bahasa umum dikenal dengan gagal ginjal. Handi kemudian dirujuk ke RSHS Bandung untuk menjalani pengobatannya lebih lanjut. Belakangan Handi merasakan keluhan terhadap perutnya yang semakin bengkak, keras dan sakit. Dokter mendiagnosis Handi menderita batu empedu dan menyarankan agar ia menjalani proses operasi pengangkatan batu empedu. Alhamdulillah operasi berjalan dengan baik, Handi sampai saat ini rutin menjalani kontrol kesehatan serta cuci darah sesuai jadwal yang telah ditentukan. Untuk kemudahan selama Handi menjalani pengobatan sesekali ia tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Ibu Handi yang seorang ibu rumah tangga menuturkan, keadaan suaminya yang seorang buruh dengan penghasilan yang tidak menentu, menjadi kendala memenuhi kebutuhan sehari-hari. Walau dibantu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk pengobatannya namun mereka kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama Handi berobat. Kembali santuan lanjutan disampaikan untuk meringankan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari untuk Handi. Santunan sebelumnya telah tercatat dalam Rombongan 927. Ayah Handi merasa sangat terbantu dan mengucapkan terima kasih bantuan yang terus diberikan selama ini. Semoga titipan dari sedekaholics memberikan harapan baru untuk Handi, dan ia terus semangat menjalani hari-harinya menjalani pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @etydewi2

Handi menderita End Stage Renal Disease + Batu Empedu


MOCH NABIL SATRIA (5, NHML + Suspect Leukemia) Alamat: Kampung Warudoyong Selatan,RT42/9, Gang Haji Munir, Kecamatan Rengasdengklok Selatan, Kabupaten Karawang, Provinsi jawa barat. Nabil adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan asal Kabupaten Karawang. Nabil mulai sakit sejak berusia 2 tahun. Gejala awalnya berupa adanya benjolan kecil dibagian lehernya, dan Nabil sering mengalami demam. Awalnya nabil diperiksa diklinik dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Setelah dilakukan Biopsi Dokter diketahui ia menderita kanker kelenjar getah bening atau dalam bahasa medis dikenal dengan Non Hodgkin Maligna Lymphoma (NHML). Dari hasil tersebut Dokter menyarankan agar Nabil dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Selama di rumah sakit, Nabil diharuskan menjalankan Pengobatan berupa kemoterapi sebanyak 8 siklus. Perkembangan terakhir penyakitnya ialah Nabil Nabil terdiagnosa mengidap kanker sel darah putih stadium 4 yang kita kenal dengan leukemia. Hal ini menyebabkan kondisi HB dan trombositnya seringkali drop dan menyebabkan pendarahan. Dengan kondisinya yang tiba-tiba menurun mengharuskannya untuk tinggal tidak jauh dari rumah sakit. Untuk memudahkannya dalam berobat, Ia dan keluarganya tinggal sementara di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Ayah Nabil, Pak Asep (40) yang bekerja sebagai buruh dan istrinya Ibu Kiki (36) adalah seorang ibu rumah tangga menuturkan selama pengobatan putranya menggunakan jaminan kesehatan BPJS Non PBI kelas III namun keluarga kesulitan untuk memenuhi biaya kebutuhan sehari-hari. Santunan lanjutan titipan sedekaholics pun kembali disampaikan untuknya membeli susu dan membantu biaya kebutuhan sehari-hari selama Nabil di RSSR Bandung. Bantuan sebelumnya masuk ke rombongan nomor 928. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada Nabil untuk bisa menuntaskan pengobatannya dan kondisinya kembali stabil. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @Kasviansyah @etydewi2

Nabil menderita NHML + Suspect Leukemia


SOFYAN RAMLI (64, Stroke). Alamat: Jl. Pasar Kidul, RT 15/2, Kel. Manonjaya, Kec. Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah empat tahun Pak Sofyan hanya bisa terbaring di atas kasur. Awal mula gejala yang ia rasakan adalah sakit kepala yang tidak tertahankan saat ia baru pulang dari mesjid setelah sholat berjamaah maghrib. Ia pun memilih beristirahat dan meminum obat warung berharap keesokan harinya sakit kepala yang ia derita akan sembuh. Namun betapa kagetnya, ketika ia bangun pagi seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan terlebih lagi tangan dan kaki kirinya. Ia pun memeriksakan diri ke klinik dibantu keluarganya, ternyata ia terserang penyakit stroke. Dalam sekali berobat, ia menghabiskan uang hingga tujuh ratus ribu. Sayangnya, sudah dua tahun, Pak Sofyan tak bisa berobat lagi karena kehabisan uang dan jaminan kesehatan pun tidak punya. Dulu, ia bekerja sebagai penjahit dan sekarang sudah tidak mempunyai penghasilan. Istrinya, Nyai (60) yang menggantikannya sebagai tulang punggung keluarga. Bu Nyai berjualan rujak dan gorengan di depan rumahnya untuk memenuhi kebutuhan dan makan sehari-hari. Alhamdulillah, Allah memberikan kesempatan kurir untuk mengunjungi Pak Sofyan di kediamannya dan melihat keadaannya yang sudah lemah tak berdaya. Santunan dari Sedekaholics pun disampaikan kepada Pak Sofyan untuk membantunya melanjutkan pengobatan yang telah lama tertunda supaya ia bisa menjemput kesembuhan dan kembali sehat. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak sofyan menderita Stroke


ISAH BINTI TARDI (60, Asam Urat+Katarak+Diabetes Mellitus). Alamat: Kp. Kebon Kalapa, RT 3/1, Kel. Setinegara, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah delapan tahun Ibu Isah menderita penyakit asam urat. Terkadang saat bangun dari tidur, kakinya tidak bisa digerakkan yang menyebabkan ia tidak bisa berjalan. Keadaannya kembali pulih jika ia meminum obat tradisional yang biasa ia beli. Penyakitnya bertambah yang disebabkan oleh gabah yang masuk ke matanya sehingga menyebabkan matanya menjadi rabun. Setelah memeriksakan diri ke dokter mata ternyata matanya harus dioperasi di RSHS Bandung karena katarak. Bebannya tidak sampai di situ, penyakit lainnya datang tanpa diinginkan, karena ia mengidap diabetes mellitus yang mengakibatkan tubuhnya semakin kurus. Penah berobat ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya namun tidak ada kemajuan, jaminan kesehatan seperti KIS pun ia tidak punya sehingga ia mmilih menghentikan pengobatan. Sekarang, matanya hanya diobati dengan cairan mata yang dibeli dari apotik. Suami Bu Isah sudah empat tahun meninggal dan ia dirawat oleh anak-anaknya yang berjumlah empat orang. Mereka tinggal di rumah sempit yang mungkin hanya bisa menampung tiga orang keluarga. Bu Isah dulu bekerja sebagai buruh tani namun karena matanya yang sudah rabun, ia pun kini berdiam diri di rumah. Kurir Sedekah Rombongan akhirnya bisa melihat Bu Isah di rumahnya dan menyampaikan santunan dari para donatur yang sudah berbaik hati memberikan hartanya untuk membantu para dhuafa yang sakit. Santunan tersebut akan digunakan Bu Isah untuk pergi berobat ke dokter spesialis mata. Semoga Allah mengangkat semua penyakit yang dibebankan kepada Bu Isah dan menggantinya dengan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 21 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Iis

Bu isah menderita Asam Urat+Katarak+Diabetes Mellitus


JUMRIAH BINTI UNUS (86, Susp. Vertigo+Stroke). Alamat: Dusun Cikadu, RT 6/2, Kel. Cilangkap, Kec. Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Ijum, biasa ia dipanggil para tetangganya sudah hampir setahun mengalami penyakit stroke. Kegiatannya terhambat karena kaki dan badannya sudah menjadi kaku. Untuk makan pun dibantu salah seorang anaknya. Kepalanya pun sering sakit, diduga ia terserang Vertigo karena sakit kepala yang ia derita semakin menjadi-jadi dan sering kambuh. Sayangnya, Bu Ijum tidak pernah berobat kecuali ke puskesmas. Pernah dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo namun ia keberatan karena terkendala masalah biaya, ia pun tidak termasuk warga yang diberi jaminan KIS. Bu Ijum sudah tidak bekerja dan suaminya sudah meninggal beberapa tahun lalu. Ia dirawat anaknya yang bekerja sebagai buruh tani dan tinggal tidak jauh dari rumahnya. Kurir Sedekah Rombongan pun meluncur ke rumahnya yang sudah hampir roboh atas informasi dari salah satu tetangganya yang peduli dengan Bu Ijum. Saat dikunjungi kurir, keadaan Bu Ijum sangat memprihatinkan karena badannya sudah kurus. Santunan pun disampaikan supaya Bu Ijum bisa berobat ke rumah sakit untuk melakukan pengobatan secara intensif. ke depannya, kurir akan selalu melihat perkembangan kesehatan Bu Ijum. Semoga Allah memberinya kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 19 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu jumirah menderita Susp. Vertigo+Stroke


NISA ALIATUL SYUARO (16, Bantuan Tunai). Alamat: Jl. Bebedahan, RT 5/6, Kel. Lengkongsari, Kec. Tawang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Nisa adalah siswi di salah satu sekolah kejuruan di Tasikmalaya. Ia termasuk siswi yang berprestasi karena rankingnya selalu tinggi dan masuk dalam tiga besar. Sayangnya, sekolahnya terancam harus berhenti karena kemiskinan yang mengikutinya bertahun-tahun. Bantuan seperti beasiswa tidak pernah ia dapatkan. Penderitannya semakin berat karena ayah dan ibunya sudah meninggal. Sekarang ia tinggal bersama Uwaknya yang tuna netra dan berjualan gorengan. Nisa juga aktif di salah satu organisasi pemuda di lingkungannya. Alhamdulillah, Allah memberikan cobaan kepada hamba-Nya sesuai dengan kemampuannya, kurir Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Nisa dan merasakan beban yang Nisa rasakan. Bantuan dari Sedekaholics pun disampaikan untuk membantu Nisa membiayai sekolah, alat tulis dan biaya transportasi ke sekolah karena ia harus naik angkot 3 kali untuk bisa sampai. Semoga masa depan Nisa bisa menjadi cerah dengan pendidikan dan mengubah keadaan keluarganya ke arah yang lebih baik. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 18 Januari 2017
Kurir: @dddyaefudin @mustikanoverita Ari

Bantuan Tunai


RASYA NURYAMAN PUTRA (1, Susp. Tumor Ginjal). Alamat: Kp. Cibogo, RT 3/4, Kel. Janggala, Kec. Sukaraja, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Rasya terlahir normal tanpa kekurangan apapun. Namun menginjak bulan ke-8, Rasya mulai mengeluhkan perutnya yang sakit hingga ia menangis menjerit. Karena panik, akhirnya orangtua Rasya membawanya ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Setelah pemeriksaan ternyata ditemukan benjolan di ginjal Rasya dan diduga itu adalah tumor sehingga Rasya harus dirujuk ke RSHS. Sempat kebingungan berangkat ke RSHS Bandung karena biaya antar dengan ambulans mencapai 700 ribu. Alhamdulillah, orangtua Rasya bertemu dengan kurir #SedekahRombongan yang sedang membantu pasien lain untuk berobat. Akhirnya, MTSR membawa Rasya ke Bandung dan sempat singgah di RSSR Bandung. Ibu Rasya, Yayu (30) adalah seorang IRT dan ayahnya, Nuryaman (35) bekerja sebagai buruh sehingga mereka merasa kesulitan membiayai pengobatan Rasya karena tak punya jaminan kesehatan. Santunan lanjutan pun disampaikan untuk membeli diaper dan susu yang dibutuhkan Rasya. Kondisinya sekarang sudah membaik dan sudah melakukan MRI (Magnetic Resonance Imaging), ke depannya Rasya masih harus melakukan pengobatan intensif. Semoga Rasya segera sehat agar ia bisa bermain dengan teman-teman sebayanya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 928.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @kasviansyah

Rasya menderita Susp. Tumor Ginjal


NANA JANET (47, Tumor Renal). Alamat : Dusun Krajan, RT 3/3, Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Bapak Nana merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan, anak kedua dari tiga bersaudara penyandang disabilitas pendengaran. Tepatnya satu tahun lalu beliau mengeluhkan sakit di bagian perut kemudian beliau menyadari saat meraba bagian perutnya terdapat benjolan. Awalnya hanya diabaikan saja dan menganggap hanyalah benjolan biasa, namun semakin hari benjolan membesar dan bila dipegang terasa sangat sakit. Ketua RT menyarankan agar Pak Nana memeriksakannya ke Puskesmas terdekat. Pihak Puskesmas merujuk beliau ke Rumah Sakit Izza Cikampek. Karena terkendala jaminan kesehatan, Pak Nana membuatnya terlebih dahulu. Beliau kemudian menjalani serangkaian pemeriksaan di Rumah Sakit Izza dan diagnosis dokter bahwa benjolan pada perut Pak Nana merupakan tumor renal atau biasa kita kenal dengan tumor ginjal. Pak Nana sempat tinggal sementara di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) untuk terus dapat menjalani pemeriksaan rutin di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan direncanakan 27 Januari ini menjalani pemeriksaan USG. Pak Nana yang tinggal bersama Ibunya Tirah (79) dan ketiga saudaranya sehari-hari bekerja sebagai kuli serabutan. Walau beliau tercatat sebagai pemegang jaminan kesehatan Kartu Karawang Sehat, namun keadaanya saat ini yang sedang sakit menjadi kendala untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan lanjutan titipan dari sedekaholics untuk meringankan beban biaya kebutuhan hidupnya selama berobat. Bantuan sebelumnya tercatat dalam rombongan nomor 937. Semoga Pak Nana terus semangat menuntaskan pengobatannya mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Desember 2016
Kurir : @ddayaefudin @zerinabanu @badrudin_musthafa @etydewi2

Pak nana menderita Tumor Renal


USE ROSIDIN (70, Hipertensi+Stroke+Lumpuh layu). Alamat: Kp. Warung Nangka RT 2/8, Kelurahan Cibaduyut, Kecamatan Bojongloa, Kota Bandung, Provunsi Jawa Barat. Sebelum terserang stroke dan mengalami kelumpuhan, Pak Use Rosidin adalah seorang penarik becak. Istrinya bernama Oneng Binti Parsa (64). Mereka tinggal bersama anak-menantunya di rumah sederhana di gang yang sempit. Sejak 2013 Pak Use sakit dan terbaring di rumahnya akibat terserang darah tinggi, stroke, dan badannya lumpuh di bagian kanan. Selama tiga tahun ia pun tidak bisa bekerja untuk mencari nafkah, sehingga keluarga mereka hidup dalam keprihatinan dan serba kekurangan. Kebutuhan mereka sehari-hari diperoleh dari anaknya yang sudah berkeluarga dan dari saudara-saudaranya. Ketika terserang stroke ringan, Pak Use pernah dirawat di RSHS Bandung selama sepuluh hari. Berdasarkan anjuran dokter pada saat itu, mereka diperbolehkan pulang dan dipersilakan melanjutkan pengobatan dengan cara terapi. Karena keterbatasan biaya, mereka hanya sekali-kali saja melakukan pengobatan dengan cara terapi. Tetapi sampai saat ini lumpuhnya tidak kunjung membaik. Pak Use masih terbaring dirawat istri dan anak-anaknya dengan penuh kesabaran. Kabar duka keluarga dhuafa ini akhirnya sampai kepada kurir Sedekah Rombongan dan alhamdulillah kurir #SR dapat bersilaturahmi mengunjungi mereka. Kepada kurir #SR, keluarga Pak Use Rosidin menceritakan penderitaannya karena sakit dan beban ekonominya yang berat. Walaupun memiliki KIS (Kartu Indonesia Sehat), mereka tidak bisa membawa Pak Use berobat ke klinik atau rumah sakit karena tidak memiliki biaya transportasi dan bekal sehari-hari. Mereka sangat berharap mendapat bantuan agar dapat mengobati Pak Use walaupun hanya kepada ahli terapi yang harus mereka datangkan. Alhamdulillah Pak Use dan keluarganya mendapatkan bantuan dari sedekaholic #SR dan didaftarkan sebagai pasien dampingan sehingga ia bisa melanjutkan pengobatan. Meskipun nilainya tidak besar, dengan keberkahan sedekah, Pak Use bisa berobat kembali. Ia amat berterima kasih kepada sedekaholics #SR yang tak terus membantunya berobat. Setiap bulan kurir #SR menjenguk Pak Use untuk melihat perkembangannya. Pak Use masih harus kontrol rutin ke rumah sakit. Ia juga harus melaksanakan anjuran dokter: terus menjalani pengobatan dengan terapi. Karena itu, ia masih membutuhkan bantuan untuk mengikhtiarkan kesembuhannya. Alhamdulillah harapannya disambut ketulusan para sedekaholics #SR dengan memberinya santunan lanjutan secara berkala, yang dia terima di rumahnya yang sempit. Pada Januari 2017 kurir Sedekah Rombongan di Bandung kembali menyampaikan bantuan dari para Sedekaholics untuk membantunya meringankan beban hidup, biaya terapi dan pemeriksaan ke dokter. Sambil menyampaikan terima kasih kepada sedekaholics dan kurir #SR, istri Pak Use tak henti mendoakan segala kebaikan bagi para Sedekaholics dan para Kurir Sedekah Rombongan. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 914.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @asepbima @hengkisenandika @esumiati1

Pak use menderita Hipertensi+Stroke+Lumpuh layu


EUIS KOMARIAH BINTI ENGKIK (43, Chronic Gastritis Unspecitied). Kp. Rancabungur, RT 2/1 Kelurahan Bungursari, Kec Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak setahun yang lalu ibu Euis komariah, mengidap penyakit Chronic Gastritis Unspecitied. Berawal dari seringnya mengalami sakit pada bagian dalam perut lalu ia berobat ke Puskesmas satu minggu sekali selama dua bulan namun belum membuahkan hasil. Kemudian ia melanjutkan pengobatannya ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya satu minggu sekali selama satu bulan. Bu Euis sempat berhenti berobat, karena tidak adanya biaya. Dengan seiringnya waktu, penyakit yang diderita oleh bu Euis semakin bertambah. Ia pun sempat mengalami kritis, dan tak sadarkan diri. Keluarga bu Euis membawanya ke Puskesmas, setelah dua hari dirawat inap ia ahirnya dirujuk ke RSUD dr.Soekardjo kota Tasikmalaya. Alhamdulillah, sekarang keadaannya membaik dan sudah bisa duduk seperti biasa namun harus masih menjalani pengobatan. Suami Bu Euis, Dudung (47) bekerja sebagai buruh harian lepas, dengan tanggungan 4 orang, sedangkan penghasilan yang ia dapatkan, hanya cukup untuk kebutuhan pokok hidup sehari-hari saja. Pak Dudung juga harus mencari biaya tambahan untuk sekolah anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Sekarang pak Dudung bertambah bebannya lagi, ia harus membiayai istrinya yang sedang dirawat di RSUD meski Ibu Euis punya Jamkesda. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi dan pembelian obat. Keadaannya sekarang sudah tidak bisa lagi berjalan karena kambuh. Semoga Bu Euis segera diberi kesehatan oleh Allah SWT. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 923.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 21 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu euis menderita Chronic Gastritis Unspecitied


DEWI DIPRIYANI (19, Radang Daging di Paha Kiri). Alamat: Kp. Rancabungur, RT 2/1, Kel. Bungursari, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Berawal dari rasa sakit di paha kiri dan akhirnya Dewi tidak bisa berjalan selama berhari-hari. karena panik, akhirnya keluarga Dewi membawanya ke RSUD dr. Soekardjo untuk diobati, ternyata Dewi harus dirujuk ke RSHS Bandung setelah dinyatakan radang daging di paha kirinya. di RSHS ternyata Dewi harus dioperasi. Dewi dan keluarga sempat berpikir dan kebingungan darimana biaya berobat dan akomodasi ke Bandung. Ketika di rumah sakit, kurir bertemu dengan ayah Dewi, Sutrisno (50) yang bekerja sebagai buruh tani dan ia pun mengungkapkan kesulitannya. Akhirnya #SedekahRombongan pun membawa Dewi ke RSHS Bandung dengan MTSR agar Dewi bisa diobati. Setelah operasi, keadaan Dewi lumayan membaik tapi masih harus rutin kontrol ke Bandung untuk melihat perkembangan penyakitnya. Bantuan pun disampaikan untuk biaya akomodasi dan obat karena meskipun Dewi sudah mengalami kemajuan, ia masih harus berobat jalan supaya penyakitnya tidak semakin parah. Semoga penyakit Dewi segera diangkat oleh Allah SWT dan kembali beraktivitas seperti biasanya. Aamiin. Sebelumnya masuk di rombongan 923.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 21 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @MiftahudinSR @adiabdillah

Dewi menderita Radang Daging di Paha Kiri


KAMILAH BINTI UCA (43, Parkinson). Alamat: Kp. Desakolot RT 2/7, Desa Rancapaku, Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Dua tahun yang lalu Bu Kamilah secara tiba tiba tak sadarkan diri dan terjatuh. Beliau sempat dilarikan oleh MTSR ke IGD RSUD SMC dan dirawat beberapa hari sampai akhirnya beliau siuman. Namun setelah sadar beliau tak bisa lagi menggerakkan tubuhnya apalagi bangun. Karena peralatan yang kurang memadai maka beliau pun dirujuk ke RSUD dr. Soekarjdo Kota Tasikmalaya, dan kurang lebih 15 hari dirawat inap di sana dengan jaminan KIS. Pasca beliau dirawat dan kondisinya agak membaik ia diperbolehkan pulang dan harus menjalani kontrol rutin untuk memantau perkembangan kesehatannya. Terkadang juga beliau harus memeriksakan diri ke RSHS Bandung. #SedekahRombongan menyampaikan santunan kembali untuk membantu kesulitan janda tua yang saat ini sudah tidak memiliki sumber penghasilan lagi ini dan untuk membeli obat yang menghabiskan ratusan ribu rupiah per minggunya. Suami Bu Kamilah, alm. Pak Endin, adalah pasien penderita kanker dampingan SR yang sudah meninggal beberapa bulan yang lalu. Almarhum suami Bu Kamilah meningggalkan 2 orang anak yang masih menjadi tanggungannya. Keadaan Bu Kamilah sekarang sudah bisa berjalan meskipun hanya sampai halaman rumahnya. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kesembuhan kepada Bu Kamilah dan keluarganya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 938.

Jumlah Bantuan: Rp. 900.000,-
Tanggal: 23 Januari 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr

Bu kamilah menderita Parkinson


UYUM BINTI SANOPI (57, Katarak). Alamat: Kp. Cidahu, RT 15/5, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bagi warga Kampung Cidahu, Mak Uyum adalah sosok yang sangat dikenal. Bagaimana tidak, jika setiap pagi Nenek sepuh ini berkeliling kampung menjajakan jualannya ke setiap rumah yang ada di Kampung Cidahu, sehingga warga sekitar sudah tidak aneh lagi dengan wajahnya. Hal tersebut Mak Uyum lakukan untuk membantu suaminya yang bekerja sebagai kuli serabutan dengan penghasilan tak menentu. Laba yang diperoleh Mak Uyum tidaklah banyak, karena dagangan tersebut bukan hasil produksinya sendiri, melainkan produksi tetangganya yang ia jajakan. Meskipun sedikit, Mak Uyum tetap bisa membantu suaminya juga membiayai cucunya yang yatim dan kini tinggal bersama Mak Uyum dan suaminya. Hanya saja beberapa minggu ini Mak Uyum harus berhenti berjualan, matanya sudah tidak normal lagi sehingga ia tidak bisa melihat, ia pun memeriksakan diri ke dokter yang ada di puskesmas sekitar, dokter tersebut mendiagnosa Mak Uyum terkena penyakit katarak. Karena keterbatasan alat, maka tim medis di puskesmas tersebut merujuk Mak Uyum untuk melakukan pemeriksaan khusus ke dokter mata yang ada di RSBA (Rumah Sakit Bayu Asih). Lagi, karena kendala biaya transportasi Mak Uyum pun belum bisa memeriksakan dirinya ke RS tersebut diatas. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Mak Uyum, kami diberi titipan oleh sedekaholics untuk menyampaikan bantuan kepada Mak Uyum untuk biaya transportasi Mak Uyum menuju RSBA. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 906.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 22 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Mak uyum menderita Katarak


SITI MAEMUNAH (72, TB Paru). Kp. Datarmanjah, RT 10/4, Desa Tegal Datar, Kec. Maniis, Kab. Purwakarta, Jawa Barat. Mak Mae, akrab kami memanggil Nenek dari satu cucu ini. Sejak lama ia tinggal bersama cucunya yang merupakan seorang yatim. Ia dan cucunya tersebut tinggal berdua di sebuah gubuk beralas tanah. Sejak 6 tahun lalu suaminya telah meninggal dunia. Mak Mae tak lagi memiliki seseorang untuk dijadikannya sebagai tulang punggung keluarga, maka dari itu ia sendiri yang mencari nafkah dengan menjadi seorang kuli pemetik buah sawo. Pekerjaan tersebut ia jalani ketika musim panen sawo tiba, jika musim panen berakhir maka ia tak lagi memiliki penghasilan. Ia pun sering diberi bantuan oleh masyarakat di sekitar tempat ia tinggal. Kami kurir #SR mendapat kabar dari pak RT setempat, bahwa Mak Mae memiliki penyakit TB Paru sejak lama, namun belum pernah melakukan pengobatan lagi karena keterbatasan biaya. Mak Mae membutuhkan biaya untuk transportasi menuju RSUD, untuk biaya pengobatannya ia bisa menggunakan fasilitas Jampis (Jaminan Purwakarta Istimewa). Kami kurir #SR pun menemui Mak Mae di rumahnya, untuk memastikan kabar yang diperoleh dari para Pak RT. Maka pada pertemuan kedua, kami langsung menyampaikan titipan para Sedekaholics #SR untuk Mak Mae. Semoga Mak Mae segera Allah sembuhkan. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 887.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Bu siti menderita TB Paru


ELAN SUHERLAN (58, Syaraf Terjepit). Alamat : Kp. Gunungkarung, RT 10/ 5, Desa Gunungkarung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bah Elan, akrab kami memanggil lelaki yang usianya tak muda lagi ini. Diusia senjanya, kini Bah Elan tetap menjalani pekerjaannya sebagai pengambil getah karet di hutan milik pemerintah. Dengan tertatih ia memanggul dua ember getah karet dari hutan menuju pabrik, tangan dan kakinya kadang bergetar karena berat beban yang ia panggul di pundaknya. Saat itu, jalanan menuju pabrik sangat licin, seperti biasa Bah Elan memanggul dua ember getah karet, tiba-tiba ia terpeleset dan jatuh, getah karet yang ia kumpulkan sedari pagi hingga sore harus tumpah diatas tanah, selain itu Bah Elan sempat pingsan dan tak sadarkan diri. Ketika terbangun Bah Elan mengeluh sakit pada bagian pinggangnya, ia pun kemudian menjalani pengobatan dengan cara pijat tradisional, namun belum juga membaik. Kemudian keluarganya membawa Bah Elan untuk menjalani pemeriksaan di Puskesmas, tim medis di puskesmas tersebut mendiagnosa Bah Elan mengalami HNP (Herniated Nukleus Pulposus) atau kebanyakan masyarakat mengenalnya dengan sebutan penyakit syaraf terjepit. Hal tersebut terjadi ketika adanya penonjolan inti dari diskus yang menjadi bantalan tulang belakang, sehingga penonjolan tersebut menekan syaraf dan mengakibatkan timbulnya rasa sakit, kesemutan juga kelemahan pada anggota gerak. Bah Elan disarankan untuk menjalani pengobatan lanjutan di RSBA (Rumah Sakit Bayu Asih), namun karena keterbatasan biaya, hingga kini Bah Elan belum bisa berobat ke RS tersebut. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bah Elan, kami diberi titipan oleh sedekaholics untuk menyampaikan bantuan kepada Bah Elan. Bantuan tersebut berupa uang untuk biaya transportasi Bah Elan menuju RSBA. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 911.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Pak elan menderita Syaraf Terjepit


IIS NURMALASARI (1, Atresia Ani). Alamat : RT 4/2, Desa Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Dek Iis merupakan buah hati pertama dari pasangan Bapak Masna (25) dan Ibu Tinah (23). Ia memiliki keistimewaan lain sejak lahir, yakni tak memiliki lubang anus yang sempurna seperti bayi pada umumnya. Hal tersebut mengakibatkan perut Dek Iis semakin membuncit karena tak bisa membuang kotoran, setiap harinya ia hanya mampu menangis mengeram kesakitan. Orangtuanya tidak bisa berbuat banyak, mereka hanya mampu memeriksakan anaknya tersebut ke puskesmas setempat. Padahal Dek Iis sejak lahir telah dirujuk untuk melakukan pengobatan di RSUD Purwakarta, namun karena keterbatasan biaya akhirnya hingga saat ini kondisi Iis pun semakin memburuk, maklum saja ayahnya Iis adalah kuli serabutan yang penghasilannya tak menentu dan pas-pasan. Kabar tersebut terdengar oleh banyak relawan di Purwakarta, akhirnya Agustus lalu Dek Iis dibawa berobat ke RS. Santosa Bandung dan menjalani perawatan intensif selama beberapa hari disana, alhamdulillah kurir #SedekahRombongan bisa menemui Iis dan keluarganya di RS tersebut, juga sekaligus menyampaikan titipan bantuan dari para Sedekaholics. Sebulan kemudian ketika Iis sudah berada di rumahnya, ibunya menghubungi kurir #SRPurwakarta dan meminta untuk segera datang ke rumahnya di Cikampek. Kami pun mendatangi rumahnya, ibunya mengeluhkan kekurangan biaya untuk membeli kantong feses, biaya transportasi ke puskesmas setiap minggunya, juga pembelian susu formula. Alhamdulillah hingga saat ini terhitung 4 kali kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk Dek Iis, kedua orangtuanya meminta agar para kurir ikut mendoakan proses operasi Dek Iis yang waktunya belum pasti diketahui. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 934. Semoga Dek Iis segera Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603

Iis menderita Atresia Ani


EPON FATIMAH (52, Tumor Paru). Alamat: Kp. Cilimus, RT 1/1, Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bu Epon –akrab kami memanggil ibu dari 6 orang anak ini–, didiagnosa mengalami TB Paru sejak satu tahun lalu. Selama ini ia berobat ke klinik setempat dan mengonsumsi obat sesuai resep dokter. Satu bulan terakhir ini ia kemudian dirujuk untuk melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA). Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa terdapat diagnosa penyakit baru di dalam tubuhnya, yakni tumor paru. Tim medis di RS tersebut kemudian merujuk Bu Epon ke RSHS Bandung untuk dilakukan tindakan terhadap tumornya tersebut. Ia pun berangkat ke Bandung menggunakan MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) dengan didampingi kurir #SedekahRombongan. Setelah 2 hari melakukan serangkaian pemeriksaan di RS tersebut, Bu Epon disarankan untuk menjalani tindakan penyedotan cairan yang terdapat di dalam paru-parunya. Tindakan tersebut harus atas ijin keluarga karena memiliki resiko yang tinggi, maka keluarga Bu Epon meminta waktu beberapa hari untuk memikirkannya. Allah mempertemukan kami yakni kurir #SedekahRombongan dengan Bu Epon adalah melalui perangkat desa Darangdan, mereka mengabarkan bahwa ada pasien yang sakit menahun dan sudah tidak memiliki biaya untuk berobat, maklum saja suaminya adalah seorang kuli pengambil getah karet di hutan karet milik pemerintah, penghasilannya tak menentu. Setelah melakukan survey, maka pertemuan selanjutnya kami pun menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan Bu Epon. Mari doakan bersama, agar Allah segera mengangkat penyakit yang ada pada tubuh Bu Epon. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 917.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @ula_awwal

Bu epon menderita Tumor Paru


AHMAD ROHILI (42, Hepatoma). Alamat: Kp. Babakan, RT 29/8, Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pak Ahmad, akrab kami memanggil lelaki kelahiran Cilegon ini. Sejak lama ia merasakan ada ganjalan saat melakukan pekerjaannya sebagai tukang las di sebuah bengkel alat berat, yakni sering mengalami kelelahan dan nyeri di bagian ulu hati. Namun hal tersebut ia anggap biasa, karena tidak menimbulkan nyeri yang sangat. Sejak tanggal 22 November, tiba-tiba rasa sakit tersebut semakin menjadi dengan intensitas waktu yang semakin sering, jika sedang kambuh Pak Ahmad mengeluarkan keringat dingin dari sekujur tubuhnya. Istrinya Imas (32) mulai khawatir dengan keadaan suaminya tersebut, Pak Ahmad kemudian dibawa berobat ke klinik setempat. Setelah menjalani pemeriksaan, ia dirujuk untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di RS Siloam Purwakarta. hasil pemeriksaan di RS tersebut, menunjukkan ditemukannya sebuah benjolan di bagian organ hati Pak Ahmad. Ia pun kembali dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk dilakukan tindakan terhadap benjolannya tersebut, diketahui bahwa Pak Ahmad telah didiagnosa mengidap penyakit kanker hati atau secara medis disebut hepatoma. Pada pertengahan ikhtiar pengobatannya, Pak Ahmad beserta istri kekurangan biaya akomodasi, terlebih karena BPJS kelas III miliknya belum bisa digunakan, ia pun kemudian meminta tolong kepada kurir Sedekah Rombongan. Maklum saja meskipun Pak Ahmad bekerja sebagai tukang las di sebuah bengkel alat berat, namun beberapa bulan ini pekerjaannya tersebut harus terhenti karena sakit yang dideritanya. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Ahmad, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan Pak Ahmad. Mari doakan bersama agar Allah segera menyembuhkan Pak Ahmad. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 927.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @ula_awwal

Pak ahmad menderita Hepatoma


GERHANA BIN SABYAN (37, Usus Buntu). Alamat : Perum Bumi Bekasi Baru Utara RT 4/8, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak awal Januari 2016, Pak Gerhana atau yang sering dipanggil Pak Nana sering merasakan sakit perut. Upaya yang sudah dilakukan hanya pemeriksaan di puskesmas terdekat. Pernah Pak Nana mendapat surat rujukan supaya menjalani pemeriksaan di rumah sakit, namun ia tidak menjalaninya karena alasan biaya. Pak Nanan hanya seorang buruh serabutan, sedangkan istrinya, Bu Wainah (31) hanya seorang buruh cuci di perumahan tempat ia tinggal. Untuk kebutuhan sehari-hari saja mereka sangat kesulitan, karena penghasilannya tidak memadai. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung dan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi berobat ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Yunita Muslimah

Pak nana menderita Usus Buntu


GRACIO MAXIMILLIAN NATANAEL SIAHAAN (1, Infeksi Paru-Paru dan Pembengkakan Jantung). Alamat: Jl. Meranti Selatan II Blok D, No.223 RT 5/11, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kotamadya Bekasi, Jawa Barat. Pada 11 April 2016 lalu, tiba-tiba Gracio mengalami demam, diare dan muntah. Oleh Maria (26), ibunya, ia dibawa ke RS. Rawalumbu. Namun saat itu ruangan di rumah sakit tersebut sedang penuh. Selanjutnya Gracio dibawa ke RS. Elisabeth dan oleh tim dokter Gracio dicek darahnya. Saat itu hasilnya menunjukkan kalau Hb nya rendah. Karena kondisi ruangan juga penuh, pihak rumah sakit merujuk Gracio ke rumah sakit lain di kota Bekasi, namun di sana Gracio ditolak karena demamnya belum mencapai 40 derajat. Selanjutnya Ibu Gracio membawanya kembali pulang ke rumah. Pada malam harinya Gracio dibawa lagi ke RS. Hermina dan tim dokter melakukan cek urine, feses dan juga rontgen. Dari hasil cek urine menunjukkan kalau Gracio menderita dehidrasi, dari hasil cek feses menunjukkan kalau ada bakteri dan dari hasil rontgen menunjukkan kalau Gracio mengidap infeksi paru-paru dan pembengkakan jantung. Selanjutnya Gracio dirawat selama satu minggu di RS Hermina. Namun pihak rumah sakit hanya melakukan pengobatan sakit paru-parunya, sedangkan untuk jantung tidak ditangani, hal ini dikarenakan keterbatasan alat di RS tersebut. Selama satu minggu dirawat, Gracio diuap sebanyak 6-7 kali dan diberi obat antibiotik serta parasetamol. Pada hari Sabtu, 16 April 2016 Gracio diperbolehkan pulang dan tetap harus menjalani rawat jalan. Selama di rumah, Gracio susah minum. Pada pertengahan Januari 2017, Gracio kembali menjalani perawatan di rumah sakit yang sama, kali ini ia menjalani perawatan intensif di Ruang PICU. Selama menjalani perawatan, orang tua Gracio kesulitan bekal untuk sehari-hari di rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 885.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir: @ddsyefudin @SuharnaYana Yunita Muslimah


SITI MAIMUNAH (52, Bronchitis). Alamat : Kp. Bojong Koneng RT 4/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sudah lebih dari 10 tahun Bu Siti menderita bronchitis, namun karena ketiadaan biaya pengobatannya tidak teratur. Saat ini ia mulai rutin berobat ke RSPAD Gatot Subroto, namun hampir saja terbengkalai karena ketiadaan biaya akomodasi. Bu Siti hanya tinggal sendiri di rumahnya, ia tidak punya suami dan anak yang sekiranya dapat menemani di saat seperti ini. Bu Siti tidak memiliki kartu jaminan kesehatan karena ketidaktahuan proses pembuatan jaminan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi pembuatan jaminan dan kontrol ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Putri Chandramukti

Bu siti menderita Bronchitis


ABDULLAH BASKARA (38, CKD). Alamat : Kp. Cikarang Jati RT 1/2, Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak bulan September 2016, Abdullah sudah didiagnosa gagal ginjal dan harus rutin menjalani cuci darah 2 kali dalam seminggu di RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Namun pada tanggal 10 Januari 2017, ia mengalami sesak nafas secara tiba-tiba dan langsung dievakuasi ke RSUD Kabupaten Bekasi. Di RSUD Kabupaten Bekasi dilakukan pertolongan pertama, namun Abdullah harus segera cuci darah di RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Mereka sempat bingung ketika akan dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto karena tidak ada bekal. Meskipun biaya rumah sakit sudah tercover KIS Mandiri yang ia miliki namun mereka butuh bekal selama berada di rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk bekal selama di RSPAD Gatot Subroto.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Mamat Maksudi

Pak abdullah menderita gagal ginjal


MUHAMMAD NAJMU ADDIEN (1, Hydrocepalus). Alamat : Kp. Kali Manggis RT 3/5, Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak Najmu usia 8 bulan di dalam kandungan, hasil USG menunjukan kondisi Najmu memang sudah ada kelainan. Oleh karena itu proses kelahirannya pun dibantu operasi Caesar di RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta. Pada usia 2 bulan, Najmu menjalani operasi pemasangan selang di belakang kepala sebagai alat untuk mengeluarkan cairan di dalam kepala. Salah satu efek dari hydrocephalus yaitu saluran kemih terinfeksi bakteri menyebabkan buang air kecil sedikit-sedikit dan sering demam, nutrisi yang masuk ke dalam tubuh diserap bakteri sehingga berat badan Najmu di usia 1 tahun hanya 6,4 kg. Saluran kemih harus secepatnya dikhitan untuk menghilangkan bakteri yang ada. Saraf mata sebelah kiri juga tertekan cairan sehingga menghilangkan kemampuan mata untuk membedakan warna dan mata menjadi sipit. Sehingga diperlukan pemeriksaan lebih khusus dan obat khusus pula untuk mengembalikan fungsi mata kirinya. Ayahnya, Pak Edi Wartadi (35) hanya seorang buruh harian sedangkan ibunya, Eliatul Fitroh (30) hanya ibu rumah tangga. Saat ini Najmu membutuhkan alat uap dan tabung oksigen. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk pembelian alat uap dan tabung oksigen.Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 934.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Sasa

Najmu menderita Hydrocepalus


DEDE BINTI FULAN (44, Ca Mammae). Alamat : Kp. Tegal Sari, RT 6/2, Desa Kertasari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bu Dede, akrab kami memanggil seorang ibu yang telah menderita penyakit kanker payudara sejak September 2014 lalu. Ya, sudah hampir 2 tahun Bu Dede bergelut dengan penyakitnya tersebut. Awalnya hanya berupa benjolan biasa pada payudara sebelah kiri, namun seiring waktu benjolan tersebut semakin membesar hingga ke bawah ketiak. Ia pernah melakukan operasi pada bulan Agustus 2017 di RS Ramahadi Purwakarta menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS kelas III, namun kankernya tersebut malah semakin menyebar, ia pun kemudian dirujuk ke RSHS Bandung. Harusnya awal Januari kemarin Bu Dede berangkat ke RSHS, namun karena kendala biaya, ia pun menunda hajatnya tersebut. Maklum saja, suaminya Apipudin (41) merupakan seorang buruh serabutan yang mempunyai keterbatasan penghasilan dan tak menentu. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Dede dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Bu Dede. Insyaallah Bu Dede akan memulai kembali ikhtiar pengobatannya pada hari selasa 24 Januari 2017 di RSHS Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @ula_awwal

Bu dede menderita Ca Mammae


ARSINI BINTI WADI (55, Kanker Tulang Hidung). Alamat : Desa Kedung Krisik Utara, RT 2/5, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Awalnya, enam tahun lalu Ibu Arsini merasakan nyeri di sekitar tulang hidung dan pipi. Tanpa terasa, sakitnya kian menjalar dan muncul benjolan di sekitar hidung. Ibu Arsini sesekali berobat ke puskesmas, sampai suatu saat benjolan itu terus membesar dan hampir menutup mata kirinya. Barulah dia sadar bahwa sakitnya bukan sekedar biasa saja. Dari puskesmas, Ibu Arsini dirujuk untuk menjalani pengobatan lebih lanjut di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Dokter menyatakan Ibu Arsini terkena kanker tulang hidung. Karena sakit yang dideritanya memerlukan penanganan intensif, Ibu Arsini dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun rujukan ini sempat diabaikan karena terkendala biaya transportasi dan biaya hidup sehari-hari jika harus berada di Bandung selama pengobatan. Ibu Arsini adalah seorang dhuafa yang hanya tinggal berdua dengan suaminya Bapak Akim (70) di sebuah rumah sederhana. Keduanya tidak bekerja dan hanya mengandalkan kepedulian dari para tetangga serta dermawan yang mau membantu. Hal ini disebabkan keadaan sakit dan faktor usia yang memaksa keduanya untuk tidak terlalu banyak beraktifitas. Rumah yang ditempati sekarangpun hasil gotong royong warga sekitar yang bersimpati atas keadaan mereka berdua. Bersyukur untuk biaya pengobatan sudah dijamin oleh BPJS PBI Kelas III. Apalagi setelah Ibu Arsini menderita sakit kanker tulang hidung, maka konsentrasi keduanya hanya fokus pada penyembuhan penyakit tersebut. Ketika kurir Sedekah Rombongan berkunjung ke Ibu Arsini, tersirat harapan untuk berobat secara sungguh-sungguh demi kesembuhan sakitnya tersebut. Kendala biaya transportasi dan biaya hidup sehari-haripun diceritakan Ibu Arsini kepada kurir Sedekah Rombongan. Maka, dengan niat membantu yang tulus serta menyampaikan amanat dari para sedekaholics, bantuanpun diberikan kepada Ibu Arsini untuk memenuhi rencana pengobatannya di Bandung. Sejak 1 Juni 2016, Ibu Arsini tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung, dan hasil biopsi menyarankan untuk terapi sinar sebanyak 40 kali. Setelah Idul Fitri 2016 lalu, Ibu Arsini menetap di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung hingga terapinya selesai. Saat ini, Ibu Arsini menjaalani pemeriksaaan rutin setelah terapi di Bandung. Bantuan biaya transportasi diberikan kembali untuk melengkapi proses pengobatan hingga tuntas. Bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan 917. Kini Ibu Arsini sudah terlihat lebih sehat karena semangatnya menjalani proses pengobatan serta berkat do’a dan bantuan dari sedekaholics sekalian.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh suniah

Bu arsini menderita Kanker Tulang Hidung


KARNI BINTI SUKARI (57, Ca Ovarium). Alamat : Gang Ki Delima, RT 2/5, Desa Pasindangan, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Awalnya Ibu Karni mengalami perdarahan hebat dan mengeluarkan gumpalan dari vagina pada bulan Juni 2016 lalu. Kejadian tersebut memaksanya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon untuk mendapat perawatan. Saat dirawat, kadar hemoglobin Ibu Karni sempat sangat rendah hingga akhirnya dilakukan transfusi sebanyak tiga labu. Kondisinya terus menurun selama beberapa hari, namun akhirnya mulai membaik pada hari ketiga perawatan. Selama lima hari di RSUD Gunungjati Kota Cirebon, dokter mengobsevasi dan menyatakan bahwa Ibu Karni terkena kanker pada rahim atau biasa disebut Ca Ovarium. Selanjutnya Ibu Karni dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk pengobatan lebih intensif. Ibu Karni adalah istri dari Bapak Karna (64) yang hidup sangat sederhana. Sebelum sakit, dia berjualan es kelapa bersama suaminya. Penghasilan yang didapat hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Saat ini, ketika Ibu Karni sakit maka Bapak Karna pun tidak berjualan karena harus mendampingi istrinya di rumah sakit dan mereka tidak lagi memiliki penghasilan. Ibu Karni menggunakan fasilitas BPJS KIS Kelas III untuk biaya pengobatan, sedangkan untuk transportasi dan biaya hidup hanya mengandalkan dari bantuan para tetangga. Sedekah Rombongan menaruh simpati mendalam atas keadaan mereka. Setelah bersilaturahmi dan berkunjung ke kediamannya, bantuanpun disampaikan untuk biaya transportasi selama berobat ke RSHS Bandung. Harapan kesembuhan semakin terlihat dari wajah Ibu Karni ketika kami mengunjunginya beberapa hari menjelang keberangkatan ke Bandung. Bantuan sebelumnya telah disampaikan kepada Ibu Karni dan tercatat pada Rombongan 917. Semoga pengobatan yang lebih maksimal dan bantuan dari sedekaholics bisa membuat Ibu Karni segera sehat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh dwi

Bu karni menderita Ca Ovarium


SALI BIN MISDA (32, Kanker Usus). Alamat : Blok Pengkolan Pejagalan, RT 2/3, Desa Klangenan, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Setahun lalu, Bapak Sali menderita sakit pada bagian perut dan didiagnosa dokter menderita tumor pada usus. Karena sakitnya tersebut, Bapak Sali dirawat di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon selama beberapa hari. Kian hari, sakitnya tidak berkurang, justru malah bertambah dan akhirnya dokter menyatakan bahwa tumor usus yang dialami Bapak Sali sudah mencapai stadium empat. Rujukanpun diberikan untuk tindakan operasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah menjalani proses pemeriksaaan intensif, operasipun dilakukan dan kesehatan Bapak Sali mulai membaik. Selanjutnya proses pengobatan rutin masih berlanjut untuk terus memantau kesehatannya. Bapak Sali adalah seorang buruh rotan, suami dari Ibu Sinta (29) yang berjualan gorengan untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Sejak sakit, Bapak Sali tidak lagi bekerja, dengan demikian kondisi ekonomipun menurun drastis karena biaya operasional pengobatan yang cukup besar untuk pulang pergi ke Bandung. Jaminan kesehatan BPJS Mandiri digunakan Bapak Sali selama menjalani proses pengobatannya. Ketika kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi ke kediamannya, keluarga ini menuturkan tentang kesulitan biaya yang harus disiapkan selama berobat ke Bandung. Sebagai wujud simpati mendalam dan apresiasi atas kegigihan Bapak Sali untuk kembali sembuh, Sedekah Rombongan menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu biaya transportasi selama Bapak Sali berobat. Bantuan untuk Bapak Sali sebelumnya telah diberikan dan masuk ke dalam Rombongan 923. Semoga Bapak Sali segera diberikan kesehatan agar bisa beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh aulia

Pak sali menderita Kanker Usus


SUSYANI BINTI MUHAMMAD NASIRUDIN (33, Myoma Intra Abdomen). Alamat : Desa Dukuh, RT 3/5, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Ibu Susi –demikian kami akrab menyapanya- merasakan sakit pada bagian perut pada awal Mei 2016. Karena sakitnya berlanjut, maka dia berobat ke puskesmas. Dokter puskesmas menyatakan terlalu banyak gas asam lambung di dalam perut sehingga menyebabkan perutnya terasa sakit. Setelah beberapa hari pengobatan dan tidak ada perubahan yang signifikan, Ibu Susi akhirnya memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Setelah beberapa kali berobat jalan, dokter mendiagnosa Ibu Susi terkena tumor ovarium. Karena keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan, pengobatanpun berhenti, sampai akhirnya Ibu Susi mencoba berobat ke Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon. Di sini Ibu Susi didiagnosa myoma intra abdomen dengan gejala perut semakin membesar dan mengeras. Dokter menyarankan untuk segera dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung agar mendapat penanganan lebih lanjut. Setelah melalui beberapa tahapan, Ibu Susi saat ini tengah menjalani pengobatan di RSHS Bandung. Ibu Susi adalah istri dari Bapak Jaedi (37) seorang sopir angkutan umum. Sehari-hari mereka hidup sederhana bersama tiga orang anak, dua di antaranya adalah anak kembar. Tinggal dalam sebuah rumah pra sejahtera, dan penghasilan sang suami yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, membuat rencana pengobatan ke Bandung sempat tertunda walaupun sudah disiapkan BPJS PBI Kelas III untuk pembiayaan berobatnya. Menyikapi hal tersebut, kurir Sedekah Rombongan berusaha untuk memahami keadaan Ibu Susi dan segera memberikan bantuan untuk transportasi dan biaya hidup selama menjalani pengobatan di Bandung saat ini. Ibu Susi dan suami tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung selama menjalani proses tindakan medis lebih lanjut. Bantuan kepada Ibu Susi sebelumnya termasuk dalam Rombongan 942. Semoga Ibu Susi diberikan kesehatan seperti sedia kala agar bisa kembali hidup bahagia bersama keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh dwi @asiihlestari

Bu susyani menderita Myoma Intra Abdomen


YANA BIN SUPENA (29, Suspect Ca Nasofaring). Alamat : Jalan Karyabakti, Kedung Krisik Utara, RT 1/5, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sakit yang diderita Yana berawal dari rasa sesak dan kesulitan bernafas. Kian hari sakitnya kian bertambah dan akhirnya berobat ke puskesmas lalu dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Setelah melalui pemeriksaan, dokter menyatakan Yana terkena penyakit kanker pada bagian hidung dan akhirnya diambil tindakan operasi serta perawatan selama beberapa hari di rumah sakit tersebut. Setelah pulang, Yana rutin berobat dan memeriksakan perkembangan kesehatannya di RSUD Gunungjati Kota Cirebon. Namun, kondisinya kian hari kian melemah, dan kesulitan bernafas semakin sering disertai penglihatan yang kian tidak jelas. Dokter memeriksa lebih intensif, dan hasilnya ditemukan kanker ganas pada bagian hidung (Ca Nasofaring) sebesar biji kacang sebanyak tiga buah. Karena memerlukan pengobatan lebih lanjut, Yana dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Hingga saat ini, Yana sudah beberapa kali berobat ke poliklinik RSHS Bandung dan proses pengobatannya masih terus berjalan. Sebelum sakit, Yana bekerja sebagai penarik becak dan tinggal bersama orang tuanya dalam sebuah rumah sederhana. Setelah Yana menderita sakit saat ini, biaya hidup sehari-hari ditanggung oleh ayahnya, Bapak Supena yang juga seorang penarik becak. Kendala biaya membuat pengobatan Yana hampir terhenti, karena untuk sehari-hari saja penghasilan Bapak Supena tidak mencukupi. Bersyukur untuk biaya pengobatan sudah dijamin oleh BPJS PBI Kelas III. Perjuangan dan kegigihan untuk berusaha mencari kesembuhan bagi Yana akhirnya mempertemukan kurir SedekahRombongan dengan keluarga ini. Empati dan rasa prihatin yang mendalam sangat terasa ketika kurir Sedekah Rombongan bersilaturami ke kediamannya. Bantuanpun disampaikan kepada Yana untuk transportasi selama berobat ke RSHS Bandung, juga untuk kebutuhan sehari-hari. Selama berobat di Bandung, Yana mendapat pendampingan penuh dari kurir Sedekah Rombongan. Bantuan sebelum ini tercatat pada Rombongan 917. Semoga Yana senantiasa diberikan kesembuhan dan keluarganya selalu diberikan kesabaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh suniah

Pak yana menderita Suspect Ca Nasofaring


IWAN SANUSI (27, Glukoma). Alamat : Kp. Jati RT 2/3, Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Penyakit gangguan mata yang dialami Iwan sejak usia 10 tahun membuat ia mengalami keterbatasan dalam beraktivitas. Bahkan ia terlihat pendiam dan pemalu dengan keadaannya seperti ini. Sangat besar keinginannya untuk sembuh, namun kendala ekonomi yang membuat ia seolah tidak begitu menghiraukan keadaannya. Meskipun ia memiliki Kartu KIS PBI, namun tidak berani untuk melanjutkan pengobatan yang dulu pernah ia lakukan. Iwan diharuskan menjalani pemeriksaan di RS Cicendo Bandung dan rencananya akan menginap di RSSR Bandung selama masa pemeriksaan. Sudah 4 tahun ayah Iwan, Pak Isan Santoso meninggal dunia dan saat ini Iwan tinggal berdua dengan ibunya, Bu Wariah (45) yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi dan bekal selama menjalani pengobatan di RS Cicendo Bandung. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 923. Semoga diusianya yang masih produktif, Iwan diberi kesembuhan agar bisa membantu orang tuanya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Mamat Maksudi

Iwan menderita Glukoma


NURYANAH BINTI ACHMAD (27, Thalasemia). Alamat : Jln. Masjid Ar-Rohman RT 2/5, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Saat usia 5 tahun sudah ada tanda-tanda kelainan pada perut Nuryanah, namun saat itu perutnya hanya membengkak. Pada usia 17 tahun terjadi perubahan pada perut Nuryanah, semakin lama semakin membesar layaknya seperti wanita hamil. Setelah menjalani pemeriksaan di RSUD Kota Bekasi, Nuryanah dinyatakan menderita thalasemia dan harus menjalani transfusi darah secara rutin. Namun karena keadaan ekonomi yang kurang mendukung, pengobatan Nuryanah tidak maksimal. Ironisnya lagi pengobatan sempat terhenti karena ketiadaan biaya akomodasi. Ayahnya, Pak Ahmad (61) yang sehari-harinya mencari nafkah dengan mengais becak tidak dapat memenuhi kebutuhan berobat Nuryanah, sedangkan ibunya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi berobat ke RSUD Kota Bekasi. Semoga Nuryanah dan keluarga diberi kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Amalia


MUHAMMAD SUEB (63, Hypertensi). Alamat : Perum Telaga Harapan Blok F11 No. 24 RT 8/12, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pak Sueb,- Panggilan sehari-hari- pada pertengahan November 2016, secara mendadak tiba-tiba pingsan tak sadarkan diri. Oleh istrinya dan dibantu beberapa tetangga terdekat, ia dievakuasi ke Klinik terdekat yang tidak jauh dari lokasi. Namun dengan melihat kondisi Pak Sueb yang tak sadarkan diri, dokter klinik menyarankan agar Pak Sueb dibawa ke rumah sakit. Dan akhirnya Pak Sueb dilarikan ke IGD RS Ridhoka Salma untuk mendapatkan pertolongan medis. Setelah menjalani pemeriksaan di IGD, Pak Sueb disarankan untuk menjalani perawatan intensif di Ruang ICU. Setelah menjalani perawatan di Ruang ICU selama 3 hari, Pak Sueb dipindahkan ke ruangan perawatan. Pak Sueb tidak memiliki jaminan apa-apa, sehingga tercatat sebagai pasien umum dan tidak dapat diupayakan Jaminan secepatnya karena ia tercatat di KTP sebagai warga DKI Jakarta. Pak Sueb adalah seorang guru ngaji di tempat ia tinggal saat ini, rumah yang ia tempati statusnya rumah orang lain yang ditinggal oleh pemiliknya. Atas ijin pemilik rumah, ia dikuasakan untuk menempati rumah tersebut tanpa membayar uang sewa. Pak Sueb tinggal berdua bersama istrinya tanpa ada anak dan saudara yang dekat. Istrinya, Bu Tasrifah (54) hanya seorang ibu rumah tangga. Mereka sempat kebingungan dengan biaya rumah sakit, bahkan Bu Tasrifah pernah mengutarakan niat untuk membawa pula suaminya secara paksa dengan alasan tidak ada biaya. Alhamdulillah, mereka dipertemukan oleh Kurir #SedekahRombongan yang siap membantu biaya perawatan Pak Sueb. Setelah menjalani perawatan 3 hari di ICU dan 10 hari di ruang perawatan biasa, biaya mencapai sekitar 10 juta rupiah. Kurir #SedekahRombongan mengupayakan pembuatan Surat Perjanjian Hutang (SPH) kepada RS Ridhoka Salma untuk mencicil biaya perawatan Pak Sueb. Cicilan ketiga pun disampaikan untuk pembayaran biaya perawatan Pak Sueb. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 943.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Zaenal

Pak sueb menderita Hypertensi


ARIYADI NUR ENDANG (36, TB Paru). Alamat : Jalan Rusa XC Blok O3 No.17 RT 3/8, Kelurahan Sertajaya, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Nama panggilannya adalah Pak Ari. Sudah 6 tahun lamanya ia menderita penyakit TB Paru, namun karena kesibukannya sebagai pedagang sayur keliling, Pak Ari tidak teratur menjalani pengobatan rutin. Hingga pada tanggal 18 Januari 2017, ia menjalaani perawatan di RS Ridhoka Salma karena sempat terjatuh dan tidak sadaarkan diri. Pada saat dibawa ke RS Ridhoka Salma oleh ketua RT setempat, Pak Ari tidak memiliki jaminan apa-apa. Akhirnya diputuskan untuk mengupayakan jaminan kesehatan dengan tempo 3 X 24 jam. Pak Ari tinggal serumah dengan ibunya dan seorang anak yang masih berusia 10 tahun, ia tinggal di rumah kontrakan. Ia bercerai dengan istrinya sekitar 7 bulan yang lalu. Mereka sangat kesulitan untuk bekal selama berada di rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk bekal selama di rumah sakit dan biaya akomodasi mengurus jaminan.

Jumlah Baantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Pak ariyadi menderita TB Paru


AZIZAH BINTI AZIS (31, Tumor Abdomen). Alamat Lrg.PPKD Kelurahan Tanjung Batu Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah. Ibu Azizah sudah sejak 3 bulan lamanya menahan sakit di bagian perut, dan terus mengalami pembengkakan. Setelah melakukan pemeriksaan di dokter dan di USG ternyata mengidap penyakit Tumor Abdomen atau dalam bahasa awam lebih dikenal sebagai tumor pada perut. Sehingga pihak keluarga membawa Ibu Azizah untuk dirawat di Rumah Sakit Umum Anutapura Palu. Setelah mendapatkan perawatan dan pemeriksaan beberapa hari di RS Anutapura Palu, pihak rumah sakit menyarankan untuk dilakukan operasi pengangkatan tumor tersebut. Namun dikarenakan keterbatasan alat medis di rumah sakit, maka pihak rumah sakit memberikan rujukan ke RS. Wahidin di makassar untuk operasi dan pengobatan lebih lanjut. Ibu Azizah merupakan seorang ibu rumah tangga, beliau merupakan istri dari bapak Irfan (40) yang bekerja sebagai karyawan swasta dan memiliki tanggungan 4 orang anak. Selama pengobatanya Ibu Azizah menggunakan jaminan kesehatan BPJS ketenagakerjaan yang dimiliki oleh suami. Namun karena banyaknya beban yang ditanggung oleh keluarga ini, terkadang dirinya merasa kesulitan untuk biaya pengobatan dan biaya perawatan selama berobat di rumah sakit.
Alhamdulillah sedekah rombongan melakukan pendampingan kepada Ibu Azizah untuk bisa diberangkatkan ke Makassar guna mendapatkan pengobatan dan perawatan lebih lanjut sesuai dengan surat rujukan dari RS Anuapura Palu. Ibu Azizah bersama suami berangkat ke Makassar pada hari Rabu, 4 Januari 2017 pukul 07.10 dan tiba di Makassar pukul 08.15 wita. Kemudian bersama kurir sedekah rombongan di Makassar langsung dibawa ke Rumah Sakit DR. Wahidin guna menindaklanjuti rujukan RS Palu. Sebagai tindak lanjut pendampingan kepada Ibu Azizah, maka sedekah rombongan memberi bantuan ke-2 guna membantu meringankan biaya transportasi Palu-Makassar. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 940.

Jumlah bantuan : Rp. 1.518.000,-
Tanggal : 4 Januari 2017
Kurir : Rasyid@Suparman

Bu azizah menderita Tumor Abdomen

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MIMIN AMINAH 750,000
2 TASKINI BINTI MIHARTA 500,000
3 RUKINI BINTI TARSONO 1,000,000
4 SARMADI BIN JAYA WINATA 500,000
5 TASWID BIN DARNO 1,000,000
6 KURNIAWATI BINTI SUGIANTO 750,000
7 RAHMANSYAH BIN MARTONO 500,000
8 ALIYAH JANNAH 500,000
9 ADANG BIN ENJUN 750,000
10 YULNIDA BINTI JALIAS 500,000
11 ENTIN BINTI KASTOLANI 500,000
12 DIAT RUHYAT 500,000
13 SOPA NUR PAOJA 750,000
14 NENG RAHMAWATI 1,000,000
15 RUKIMAH BINTI SOKA 500,000
16 RIKA MAELANI 900,000
17 HANDI KUSNAWAN 500,000
18 MOCH NABIL SATRIA 500,000
19 SOFYAN RAMLI 750,000
20 ISAH BINTI TARDI 500,000
21 JUMRIAH BINTI UNUS 750,000
22 NISA ALIATUL SYUARO 500,000
23 RASYA NURYAMAN PUTRA 500,000
24 NANA JANET 1,000,000
25 USE ROSIDIN 500,000
26 EUIS KOMARIAH BINTI ENGKIK 500,000
27 DEWI DIPRIYANI 500,000
28 KAMILAH BINTI UCA 900,000
29 UYUM BINTI SANOPI 750,000
30 SITI MAEMUNAH 1,000,000
31 ELAN 500,000
32 IIS NURMALASARI 500,000
33 EPON FATIMAH 500,000
34 AHMAD ROHILI 500,000
35 GERHANA BIN SABYAN 500,000
36 GRACIO MAXIMILLIAN NATANAEL SIAHAAN 500,000
37 SITI MAIMUNAH 500,000
38 ABDULLAH BASKARA 500,000
39 MUHAMMAD NAJMU ADDIEN 1,500,000
40 DEDE BINTI FULAN 500,000
41 ARSINI BINTI WADI 500,000
42 KARNI BINTI SUKARI 500,000
43 SALI BIN MISDA 1,000,000
44 SUSYANI BINTI MUHAMMAD NASIRUDIN 500,000
45 YANA BIN SUPENA 500,000
46 IWAN SANUSI 1,000,000
47 NURYANAH BINTI ACHMAD 500,000
48 MUHAMMAD SUEB 2,500,000
49 ARIYADI NUR ENDANG 500,000
50 AZIZAH BINTI AZIS 1,518,000
Total 35,068,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 35,068,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 946 ROMBONGAN

Rp. 46,323,880,790,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.