Rombongan 945

Posted by on January 27, 2017

SYACHRONI THALIB ( 76, Katarak ). Tinggal di RT03/1, Sampit, Kab. Kotawaringin Timur, Prop. Kalimantan Tengah. Ibu ini mempunyai seorang anak yang menderita sakit tumor di tangan. Berawa dari informasi ke mas Saptuari, kemudian kami koordinasikan kepada rekan di lokasi yang bersangkutan. Setelah dilakukan survey, alamat rumah pasien pun ketemu. Ibu ini sudah lama mengalami gegar otak ringan pasca kecelakaan. Selain itu, ibu ini juga mengalami vertigo serta katarak akut. Adapun luka robek di kepala akibat kecelakaan sudah dijahit sebanyak 22 kali. Mereka saat ini hidup menumpang di rumah saudaranya, mereka tidak memiliki rumah sendiri. Selain sakit yang di alami itu, beliau juga sudah terkena pengeroposan tulang sehingga sekarang sulit berjalan. Pasien ini riwayatnya merupakan pasien yang pernah di handle oleh kurir di Jogjakarta. Saat itu diupayakan untuk pengobatan secara medis. Karena keluarga pasien tersebut menginginkan untuk kembali ke kampung halaman, akhirnya disana hanya diobati secara alternatif. Pengobatan yang dilakukan dengan herbal, sebab tidak mempunyai biaya berobat ke dokter lagi. Riwayat kecelakaan sebagaimana diceritakan oleh sang anak, adalah ketika hendak berangkat ke Surabaya untuk berobat, beliau di serempet motor. Pasca kecelakaan tersebut, beliau kehabisan uang untuk pengobatan sebab sudah terpakai untuk biaya perawatan rumah sakit di Sampit. Semoga bantuan ini meringankan beban beliau dan keluarga.

Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 16 Nopember 2016
Kurir : @Saptuari@Mawan@Oscar

Bu syahroni menderita Katarak


MUSRIPAH BINTI SLAMET KUDORI (58, Kanker Payudara Kiri). Alamat: Jalan Melati, RT 39/7, Kelurahan Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Sakit kanker payudara telah dirasa Ibu Musripah sejak tahun 2012, kemudian tangan bagian kiri mulai bengkak sejak 5 bulan yang lalu. Kondisi yang semakin buruk tersebut membuat beliau harus dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri dan telah dilakukan operasi. Namun beliau masih ada keluhan, pada bagian tangan sebelah kiri beliau mulai membengkak dan dirasa nyeri sewaktu-waktu sehingga menyulitkan beliau dalam berakivitas. Beliau di rujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk menjalani pengobatan dan kontrol. Pada awal bulan ini Ibu Musripah melanjutkan kemo terapi untuk tahap yang ke 2. Ibu Musripah sebagai anak dari Bapak Alm. Slamet Kudori dan Ibu Mariatun ini juga harus menanggung biaya keluarganya. Kendala biaya dan minimnya pendapatan karena pekerjaan Ibu Musripah sebagai ibu rumah tangga, serta suaminya Bapak Kasiani (59) yang hanya sebagai kuli bangunan. Itupun jika bila ada proyek membangun properti, dengan penghasilan yang masih belum cukup untuk menjalani pengobatan. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III, sedikit meringankan beban dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang ada beberapa kebutuhan yang belum di tanggung BPJS. Santunan yang telah diberikan kepada Bu Musripah dipergunakan untuk biaya transportasi pulang pergi Kediri-Malang, membeli susu dan iuran BPJS. Ucapan terimakasih disampaikan keluarga Ibu Musripah kepada kurir Sedekah Rombongan dan para Sedekaholics. Santunan bulan sebelumnya kepada Ibu Musripah masuk dalam rombongan nomor 939. Alhamdulillah sedekahmu tersampaikan, semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban keluarga Ibu Musripah dan semoga beliau lekas diberikan kesembuhan. Aminn

Jumlah Bantuan : Rp. 789.400,-
Tanggal : 13 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Sitin @m_rofii11

Bu musripah menderita Kanker Payudara Kiri


HARTATIK BINTI JO PAWIRO (29, Tuberculosis Paru). Alamat : Jalan Srikaya, No. 97, Dusun Damar Ulan, RT 15/4, Desa Damar Ulan, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Awal sakit beliau ialah pada pertengahan 2015 dimulai dengan batuk berkepanjangan yang tidak kunjung sembuh lebih dari 3 bulan, diikuti dengan berat badan yang mulai menurun. Pada awal Januari 2016, Ibu Hartatik dibawa ke Rumah Sakit Madinah Kasembon untuk diperiksa. Sampai akhirnya dirujuk menuju Rumah Sakit Saiful Anwar Malang untuk perawatan lebih intensif karena kondisi beliau saat ini memburuk dengan ditandai semakin sering sesak nafas dikarenakan penyakit Tuberculosis (TBC) Paru. Saat ini Ibu Hartatik telah menjalani pemeriksaan dahak dan dilakukan CT-SCAN. Muhaimin (36), suami Ibu Hartutik yang berprofesi buruh. Sementara Bapak Jo Pawiro (60) dan Ibu Rukinah (66), kedua orang tua beliau bekerja sebagi petani. Pendapatan keluarga ini yang hanya cukup untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari menyebabkan pengobatan Ibu Hartatik pun tersendat. Meski beliau memiliki BPJS Mandiri Kelas III, tapi biaya pengobatan seperti membeli obat yang tidak tercangkup BPJS. Alhamdulillah telah dipertemukan dengan #SedekahRombongan Malang sehingga terbantu untuk mencukupi biaya pengobatan beliau. Bantuan bulan ini dipergunakan untuk biaya perbaikan keadaan umum dan transportasi pulang pergi Kediri-Malang. Santunan untuk Ibu Hartatik sebelumnya telah masuk dalam nomor rombongan 920. Semoga Ibu Hartatik segera diberikan kesembuhan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Sitin @m_rofii11

Bu hartatik menderita Tuberculosis Paru


NARMI BINTI RESO SENTONO (60, Kista Ovarium). Alamat : Gantiwarno, RT 4/1, Kampung Ngawen, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Yogyakarta. Tiga belas tahun lalu, Bu Narmi merasakan ada benjolan sebesar telur ayam di perutnya. Pihak keluarga segera memeriksakan ke dr. Akmal dan didiagnosa ada kista. Lalu Bu Narmi dirujuk ke RS Tegalyoso Klaten dan dijadwalkan untuk operasi. Sayangnya operasi tak jadi dilakukan karena pasien menstruasi kuman dan hanya dilakukan curettage. Semakin hari perut Bu Narmi semakin membesar, akhirnya keluarga mengambil jalan pengobatan alternatif. Sayangnya sakit Bu Narmi tak kunjung sembuh hingga tahun 2009 diperiksakan ke RSUD Wonosari, Gunungkidul dan dijadwalkan operasi kembali. Jadwal operasi yang kedua ini pun urung dilakukan karena keterbatasan prasarana ruang ICU. Akhirnya Bu Narmi dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Saat kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya, keluarga menyatakan telah putus asa untuk melanjutkan pengobatan karena keterbatasan biaya dan trauma dengan jadwal operasi yang selalu dibatalkan. Sementara saat ini kondisi Bu Narmi semakin sulit beraktivitas karena perutnya semakin membesar. Meski begitu, Bu Narmi tetap membantu suaminya, Sugiman (60), jualan soto di sekolah dekat rumahnya karena sang suami yang menjadi tulang punggung keluarga ini sebenarnya juga sakit bronchitis. Dengan penghasilan rata-rata 10-15ribu sehari sepasang suami istri ini terus berusaha menggulirkan ekonomi keluarga. Alhamdulillah, Allah meluluhkan hati pihak keluarga dan bersama Sedekah Rombongan mengawal pengobatan Bu Narmi yang sempat tertunda. Saat ini Bu Narmi melanjutkan pengobatan ke RSUP Dr. Sardjito. Selama pengobatan Bu Narmi mendapatkan fasilitas kesehatan BPJS Kelas III. Santunan ini diberikan untuk biaya akomodasi selama Bu Narmi berobat ke rumah sakit. Semoga Allah memudahkan Bu Narmi dalam menjemput kesembuhan, Aamiin. Keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics yang terus mendampingi pengobatan Bu Narmi.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Desember 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Bu narmi menderita Kista Ovarium


RSSR JOGJA (Operasional Bulan Desember). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. RSSR Jogja merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara para pasien dampingan Sedekah Rombongan. RSSR Jogja ini kian dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang sedang melakukan rawat jalan dan berasal dari golongan tidak mampu atau dhuafa. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Pasien yang telah selesai berobat diantarkan kembali ke rumah masing-masing. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja. RSSR dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Selain itu, RSSR Jogja juga digunakan sebagai kantor administrasi pusat yang membantu kinerja Sedekah Rombongan secara nasional. Biaya operasional bulan Desember ini meliputi biaya administrasi perkantoran, biaya distribusi majalah Tembus Langit Sedekah Rombongan, cetak kuitansi penerimaan dan penyampaian Sedekah Rombongan, biaya reportase ke Sedekah Rombongan Purwokerto, konsumsi pasien dan pendamping, biaya listrik dan air, dan biaya pembelian bhp perawat (pembelian masker, handsrub, kasa steril, verban, alkohol untuk perawatan luka pasien).  Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan 925. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Jumlah bantuan          : Rp. 30.607.140,-
Tanggal                      : 31 Desember 2016
Kurir                           : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya Operasional Bulan Desember


PARYADI BIN TOHIR (72, Ca Parotis). Alamat : Dusun Wareng, RT 3/ 4, Desa Wareng, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Pak Paryadi awalnya merasakan sakit di bawah telinga kiri, namun ia tidak memeriksakannya karena hanya dianggap sakit biasa. Empat bulan kemudian, ada benjolan kecil tumbuh di bagian yang sakit itu. Semakin lama, benjolan itu semakin besar dan rasanya nyeri, namun lagi-lagi ia tidak memeriksakannya dan hanya minum obat anti nyeri yang dibeli di warung. Penyebabnya sama, keterbatasan ekonomi. Pak Paryadi berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, ia memiliki empat orang anak perempuan, semuanya sudah menikah dan tinggal bersama suami mereka masing-masing di luar kota. Pak Paryadi sangat ingin mengobati penyakitnya namun ia terkendala biaya pengobatan, akomodasi dan transportasi. Kondisinya saat ini badannya lemas, belum bisa menyangga kepala. Sedekaholics melalui Sedekah Rombongan turut berpartisipasi untuk meringankan beban kakek berusia senja ini. Kurir Sedekah Rombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah beliau sembari menyampaikan amanah yang akan digunakan untuk berobat ke rumah sakit, dan juga untuk biaya akomodasi dan transportasi. Sedekah Rombongan juga akan mendampingi proses pengobatannya. Santunan sebelumnya telah dilaporkan pada Rombongan 901. Keluarga ini menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Desember 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Pak paryadi menderita Ca Parotis


MUHAMAD FAREL KURNIYANTO (7, Rhabdomyosarcoma). Alamat : Dusun Binangun, RT 11/5, Desa Wringinanom, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Awal 2016 mata kiri Farel mengeluarkan air mata tapi tidak kunjung sembuh. Orang tuanya membawanya ke RSUD Wonosobo Jawa Tengah. Setelah diperiksa ia diberi obat salep dan obat tetes. Karena tidak ada perkembangan, dua minggu kemudian Farel dibawa ke RSUD Purwokerto. Tujuh minggu berobat namun tanda-tanda kesembuhan belum muncul, Farel pun dirujuk ke RS Mata Dr. YAP Yogyakarta, kemudian dirujuk lagi ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Setelah dilakukan biopsi, hasil menunjukkan Farel menderita retinoblastoma, yaitu kanker mata pada anak. Dalam pemeriksaan selanjutnya Farel didiagnosa rhabdomyosarcoma yaitu sel kanker yang tumbuh dari jaringan lunak tubuh seperti jaringan otot dan jaringan ikat.  Farel ialah anak ketiga dari tiga bersaudara, pasangan Suharyanto (50) dan Tunjiyah (43). Ayahnya bekerja sebagai tukang ojek, sementara ibunya tak lagi bekerja karena fokus mendampingi pengobatan sang buah hati. Selama pengobatan Farel menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri Kelas III. Setelah menjalani serangkaian kemoterapi di RSUP Dr. Sardjito, Farel dijadwalkan melakukan sinar sebanyak 35x di RSCM Jakarta. Bantuan ini digunakan untuk pembelian tiket perjalanan Jakarta-Jogja dan akomodasi selama berobat di Jakarta. Pelaporan santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 921. Semoga Farel segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.445.000,-
Tanggal : 17 Desember 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Farel menderita Rhabdomyosarcoma


ERIKA LITHASARI PONGANAN (15, Leukemia). Alamat: Dusun Banaran 8, RW 8, Desa Banaran, Kecamatan Playen , Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Yogyakarta. Awalnya, Erika dirawat di RS Nur Rohmah Playen karena terdeteksi terkena gejala typus. Pascaopname ia kontrol rutin ke dr. Wiratmo. Kemudian ia dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito karena kondisinya menurun. Setelah menjalani serangkaian perawatan dan pemeriksaan Erika didiagnosa menderita leukemia. Pertengahan tahun lalu kondisi Erika sangat lemas, pandangan matanya kadang buyar, dan sering pusing. Tetapi ia tetap semangat menjalani protocol kemoterapi dan kontrol rutin. Pelajar kelas 2 SMK ini pun terus bersemangat sekolah. Semenjak ayahnya meninggal, ibu Erika menjadi tulang punggung keluarga. Beliau pun harus merawat putrinya. Beruntung kakak Erika sudah bekerja dan dapat sedikit membantu perekonomian keluarga. Hanya saja jarak rumah ke rumah sakit tidaklah dekat, dan membutuhkan biaya transportasi lumayan. Terlebih, dulu, Erika menggunakan fasilitas Jamkesos dan tidak cukup untuk mengcover 5-6x kontrol rutin dalam sebulan. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Sedekah Rombongan kepada keluarga Erika. Sejak itu Erika menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Jogja dan untuk biaya pengobatan Erika telah terdaftar menjadi pengguna BPJS Kelas 3. Saat ini kondisi Erika semakin membaik. Bantuan dari sedekaholics ini untuk pembelian obat yang tidak tercover oleh BPJS. Erika dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics yang selalu mendampingi proses pengobatannya. Laporan santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 830. Semoga Erika lekas sehat dan dapat beraktivitas kembali, Amin.

Jumlah bantuan: Rp. 780.000,-
Tanggal: 27 Desember 2016
Kurir : @kisshery @namaku_arini @atinlelyas

Erika menderita Leukemia


EKSA MAULANA SARIF (1, Hydrocephalus). Alamat : Kampung Tejosari, RT 6/7, Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Adek Eksa menderita hydrocephalus sejak lahir. Awalnya oleh dokter diduga bayi yang terkandung kembar tetapi ketika proses operasi persalinan di RS Budi Rahayu Magelang diketahui ternyata bayi menderita hydrocephalus. Pihak rumah sakit merujuk pasien ke RSU Tidar Magelang lalu dirujuk ke RST Magelang. Kemudian Eksa dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini ia menjalani kontrol rutin di poli bedah syaraf dan poli tumbuh kembang. Adek Eksa ialah putra dari dari Eko Porwandianto (22) yang bekerja sebagai buruh yang penghasilanya tidak tentu dan Linda Aprlia Ningrum (21) kini tidak bekerja karena harus merawat adek Eksa. Meskipun memiliki fasilitas kesehatan BPJS Kelas III, keluarga Eksa merasa kesulitan untuk transportasi dan tempat tinggal selama pengobatan ke Yogyakarta. Alhamdulillah, Allah mempertemukan dengan Sedekah Rombongan. Eksa pun menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Bantuan ini diberikan untuk biaya akomodasi selama di rumah sakit. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada Sedekah Rombongan atas bantuan yang telah diberikan. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 931.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Desember 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Eksa menderita Hydrocephalus


JIHAN FATIN (2, Atresia Bilier + Sirosis). Alamat : Dusun Wiyono, RT 4/2, Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Jihan adalah satu pasien dampingan #SedekahRombongan dari Kabupaten Magelang. Jihan dilahirkan dalam keadaan seluruh tubuh berwarna kuning. Saat usia dua bulan, ia mengalami demam tinggi yang tak kunjung turun. Orang tuanya kemudian membawanya ke bidan, dari sana dirujuk ke RSU Tidar Kota Magelang. Dokter mendiagnosa balita ini menderita atresia bilier atau tidak adanya saluran empedu dari hati. Jihan kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dokter mendiagnosa menderita sirosis (pengerutan hati). Jihan pernah mengalami koma selama dua bulan dan demam tinggi & kejang sampai memengaruhi fungsi syaraf mata. Bagian punggungnya pun mengalami decubitus karena terlalu lama berbaring. Kesulitan ekonomi juga dirasakan kedua orang tuanya terutama biaya transportasi dan akomodasi dari Grabag ke Yogyakarta. Setiap berobat mereka menyewa mobil yang harga sewanya mahal. Selain itu mereka juga kesulitan untuk pembelian obat dan susu pregistimil. Ayah Jihan, A. Mujib (37) bekerja sebagai karyawan swasta sementara ibunya, Etik (30) seorang ibu rumah tangga. Orangtua Jihan pun tercengang ketika mendengar biaya pengobatan dengan cara cangkok hati bisa mencapai 1‒1,5M. Meski memiliki jaminan kesehatan, BPJS, namun tidak bisa dimaksimalkan karena jaminan kesehatan ini maksimal mengcover 250 juta rupiah. Sebelumnya Jihan kontrol rutin dua minggu sekali di RSUP Dr. Sardjito, tetapi sekarang cukup sebulan sekali. Fisioterapinya bisa dilakukan di RSUD setempat setiap dua minggu sekali. Bantuan dari sedekaholics ini dipergunakan untuk pembelian 6 kaleng susu pregistimil dan pembelian obat yang tidak dicover BPJS. Pelaporan bantuan sebelumnya terdapat dalam rombongan 915.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.872.240,-
Tanggal : 27 Desember 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Jihan menderita Atresia Bilier + Sirosis


SRI KARDIYATI (49, Ca Mamae Sinistra). Alamat : Dusun Mranti No. 1948 RT 1/1, Desa Mranti, Kecamatan  Purworejo, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Awalnya Bu Sri merasa sakit ketika muncul benjolan kecil di payudara sebelah kiri. Benjolan itu terasa panas, ia pun mengkonsumsi ramuan herbal selama kurang lebih satu tahun. Namun tidak ada perubahan pada benjolan itu, ukurannya tidak mengecil dan rasanya masih sakit dan panas. Merasa pengobatan alternatifnya kurang efektif, Bu Sri Kardiyati pun memeriksakan diri ke RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo. Berdasarkan pemeriksaan itu, dokter menyatakan Bu Sri Kardiyati menderita kanker payudara, dokter pun menyarankan untuk segera menjalani operasi biopsi. Operasi biopsi dilakukan di RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo, hasil biopsi menyatakan ia menderita kanker ganas. Bu Sri Kardiyati kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta untuk menjalani pengobatan dan kemoterapi. Alhamdulillah, Allah menjadikan Bu Sri sebagai salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan. Bu Sri merasa terbantu dengan pendampingan pengobatan yang dilakukan bersama sedekaholics. Selama berobat Bu Sri Kardiyati menggunakan fasilitas jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS Mandiri Kelas III. Bantuan ini digunakan untuk pembelian obat yang tidak tercover BPJS. Bu Sri Kardiyati sangat berterima kasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 915.

Jumlah Bantuan : Rp. 529.421,-
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Ibu sri menderita Ca Mamae Sinistra


WAHYUNI BINTI JUMINO DARMO (45, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Walikan, RT 4/5, Desa Pulutan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Bu Wahyuni ialah salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan dari Gunungkidul. Tahun 2015 ia didiagnosa menderita kanker payudara. Awalnya ia tidak merasakan sakit sama sekali padahal lengan kirinya sudah bengkak. Bu Wahyuni kemudian memeriksakan diri ke RSUD Wonosari, Gunung Kidul lalu dirujuk ke RSPAU dr. S. Hardjolukito. Bu Wahyuni pun menjalani operasi hingga kemoterapi di rumah sakit tersebut. Sebelum sakit, Bu Wahyuni bekerja sebagai pedagang sayuran keliling. Saat ini bukan hanya ia yang tak lagi bekerja, Mukhlis, suaminya juga terpaksa meninggalkan pekerjaan untuk merawat istrinya. Selama pengobatan Bu Wahyuni mendapatkan fasilitias kesehatan BPJS Kelas III, dan bantuan ini diperuntukkan untuk akomodasi Bu Wahyuni selama rawat inapo di rumah sakit. Semoga Allah SWt segera memberikan kesembuhan kepada Bu Wahyuni, Aamiin. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 887.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Bu wahyuni menderita Kanker Payudara


ABDUR ROHMAN , (63, Prostat) Alamat Dusun Sumber Malang RT/RW 001/001, Desa Randu Agung, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Bapak Rohman Sering ingin buang air kecil terutama pada malam hari dan  nyeri atau terbakar saat buang air kecil. Setelah itu Bapak Rohman diperiksa ke Puskesmas terdekat untuk mengetahui penyakitnya dan Bapak Rohman diagnosa mengalami penyakit Prostat dan oleh pihak Puskesmas Bapak Rohman disarankan untuk dirujuk ke RSUD Bina Sehat untuk perawatan dan pengobatan lanjutan. Selang 2 hari Bapak Rohman sampai di RSUD Binah Sehat Jember diperiksa dan oleh Dokter Bapak Rohman harus rawat inap untuk perawatan dan pengobatan. Setelah rawat inap selama 7 hari, Kondisi Bapak Rohman semakin membaik. Bapak Rohman memiliki Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI dan meringankan beban pembiayaan Bapak Rohman. Sebelum sakit Bapak Rohman bekerja sebagai buruh tani di desanya yang penghasilannya tidak memungkinkan. Dan Bapak Rohman hanya tinggal bersama istrinya Ibu Jumaiya (60) yang bekerja sebagai buruh tani di desanya. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan infomasi dari teman Kurir Sedekah Rombongan bahwa Bapak Rohman memerlukan bantuan untuk dampingan selama pengobata. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi tempat tinggal dan bersilahturahmi. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Bapak Rohman. Santunan yang berikan sebagai Akomodasi dan pembelian Obat-obatan diluar BPJS. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh dariNya. Amin

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pak rohman menderita Prostat


SAKINAH BINTI WADIMAN, (40, Melahirkan Cesar) Alamat Dusun Gendir RT/RW 003/012, Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ibu Sakinah wanita yang hamil ini seperti biasa melakukan aktivitas hariannya, tiba-tiba ditengah aktivitasnya itu terjadi pendarahan. Setelah itu Ibu Sakinah dibawa ke Bidan setempat untuk mendapatkan perawatan lanjutan, Karena kondisinya yang melemah akibat kekurangan darah Ibu Sakinah di bawa ke RSUD DKT Jember untuk perawatan lebih lanjut. Setelah sampai di RSUD DKT Jember Ibu Sakinah disarankan untuk Operasi Cesar. Ibu Sakinah tidak memiliki Jaminan Kesehatan karena kondisi Ibu Sakinah tergolong Urgent sampai tidak sempat mengurusi Jaminan Kesehatannya. Ibu Sakinah tinggal bersama Suaminya Rokip (36) yang bekerja sebagai Sopir supliyer snack atau makanan ringan yang gajinya hanya cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi dari teman Kurir Sedekah Rombongan bahwa Ibu Sakinah memerlukan bantuan dan dampingan karena dari keluarga tidak kurang mampu. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi ketempat tinggal dan bersilahturahmi, dan pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Sakinah. Santunan yang diberikan sebagai biaya Operasi Cesar di RSUD DKT Jember. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda oleh darinya. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 5.490.000,-
Tanggal : 24 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bantuan biaya Operasi Cesar


BUSAIRI BIN SUNO, (52, Infeksi Usus) Alamat Dusun Dampar 003/001, Desa Suren, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Bapak Busairi mengalami kesakitan dibagian perutnya dan susah BAB selama 1 Bulan setelah itu Bapak Busairi dibawa kepuskesmas untuk diperiksa. Setelah itu oleh puskesmas Bapak Busairi hanya di beri obat. Dan setelah 1 minggu berlalu Bapak Busairi mengalami kesakitan lagi di perutnya dan langsung di bawa puskesmas terdekat dan oleh pihak puskesmas di rujuk ke RSUD Bina Sehat Jember untuk perawatan lebih lanjut. Dan setelah itu sampai di IGD bapak Busairi terdiagnosa mengalami Infeksi Usus dan Bapak Busairi sempat rawat inap selama 8 hari di RSUD Bina Sehat Jember. Sebelum mengalami sakit Bapak Busairi  bekerja sebagai buruh serabutan di desanya yang hanya cukup untuk kebutuhan kesehariannya. Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi ke RSUD untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Bapak Busairi. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi pembelian Underpad dan Kantong Kolostomi. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat Ganda oleh dariNya. Amin. Santunan Sebelumnya masuk dirombongan 938

Jumlah Santunan : Rp. 1.525.000,-
Tanggal : 16 Desember 2016
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pak busairi menderita Infeksi Usus


SADINA BINTI MADRINA, (104, Bedah Rumah) Alamat Jl. Cadika Lingkungan Gerdu RT/RW 004/012, Desa Sempusari, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Rumah yang ditinggali Ibu Sadina mengalami roboh total akibat Angin kencang yang menghimbas rumah Ibu Sadina dan bangunan yang sudah tua dan tidak layak untuk di huni lagi. Kepala Ibu Sadina kejatuhan bambu atap rumah yang roboh sehingga kepalanya mengalami luka bocor. Ibu Sadina ini tidak memiliki pekerjaan karena faktor usia, dan Ibu Sadina saat ini hanya tinggal sendiri. Kehidupan sehari-hari di beri tetangganya untuk bertahan hidup. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi dari teman Kurir Sedekah Rombongan bahwa Ibu Sadina memerlukan bantuan. Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi ke tempat tinggal Ibu Sadina dan dalam kesempatan tersebut Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para Sedekaholic untuk membantu Ibu Sadina berupa uang sebesar Rp.2.000.000,- untuk pembangunan rumah yang sudah roboh. Semoga santunan bedah Rumah Ibu Sadina berjalan dengan lancar dan Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 19 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bedah Rumah


TURIYA BINTI DURAHEM, (94, Usus Buntu) Alamat Dusun Sumber Malang RT/RW 002/001, Desa Randuagung, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ibu Turiya mengalami Usus Buntu sejak 3 bulan yang lalu. Ibu Turiya dibawa ke Puskesmas terdekat oleh Saudaranya karena Ibu Turiya mengalami Pusing, Rasa mual ingin muntah dan Demam atau suhu tubuh meningkat disertai dengan wajah pucat lalu sesampai di Puskesmas Ibu Turiya diagnosa mengalami Usus Buntu dan oleh pihak Puskesmas disarankan untuk dirujuk ke RSUD Bina Sehat Jember untuk perawatan lebih lanjut. Selang 1 hari Ibu Turiya berada di RSUD dan diperiksa oleh pihak Dokter Ibu Turiya harus menjalanin Rawat inap. Ibu Turiya memiliki Jaminan kesehatan JKN-KIS PBI yang bisa meringankan beban pengobatan Ibu Turiya. Ibu Turiya tinggal sendiri dirumahnya, beliau makan sehari-hari di kirimin oleh tetangganya. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi dari teman Kurir Sedekah Rombongan bahwa Ibu Turiya memerlukan bantuan karena keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi dan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Turiya. Santunan yang diberikan sebagai Akomadasi dan pembelian obat-obatan di luar BPJS. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Ibu turiya menderita Usus Buntu


FITRIA RAHMADANI, (1,Hydrocephalus) Alamat Dusun Krajan 001/007, Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur Adek Fitri mengalami Hydrocephalus bawakan sejak lahir. Adik Fitri yang masih berumur 1 tahun ini sering tidak menyadari diri dan juga sering diam. Adik Fitria langsung dirujuk ke puskesmas terdekat di tanggul dan oleh pihak Puskesmas dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi untuk perawatan lebih lanjut, setelah itu, adik Fitri diperiksa oleh Dokter dirumah sakit Dr Soebandi untuk segera di Operasi. Dan setelah 1 bulan. Adik Fitria Di operasi untuk pemasangan selang. Adik Fitria Anak dari pasangan Bapak Jasuri bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Maratul Mukminah sebagai Ibu Rumah tangga dirumahnya. Sedekah Rombongan berlisahturahmi untuk memberikan santunan dari Sedekaholics untuk Akomodasi Tranport dan Pembayaran BPJS. Semoga sedekah para Sedekaholic dalam membantu Adik Fitria Rahmadani menjadi catatan amal baik dan mendapatkan ganti berlipat ganda dari ALLAH AZZA WA ZALLA. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 938

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Januari 2017
Kurir :  @yudhoari @viandwiprayugo

Fitria menderita Hydrocephalus


ALI IMRON, (5, Meninokel) Alamat Dusun Sumber Balin 004/003, Desa Cumedak, Kecamatan SumberJambe, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Awal mula Adik Ali dirujuk ke Puskesmas SumberJambe karena Ali merasa pusing, sesudah itu Ali Imron bertemu dengan kurir #SedekahRombongan di saat Ali di Puskesmas. Kurir #SedekahRombongan membawa Ali dirujuk kerumah sakit Dr Soebandi Jember Untuk pemeriksaan lebih lanjut hingga sampai penjadwalan Operasi Meninokel yang dialami Adik Ali. setelah itu usai penjadwalan Operasi Ali Imron kembali lagi setelah 1 bulan mendatang. 1 bulan berlalu Adik Imron menjalanin operasi yang sakit di alami adik Ali. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu biaya pasca operasi dan obat-obatan selama perawatan di rumah sakit Dr Soebandi Jember. Santunan yang digunakan untuk Akomodasi Pembelian Susu. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 938

Jumlah Santunan : Rp.  560.000,-
Tanggal : 23 Desember 2016
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Ali menderita Meninokel


LUSIANI BINTI SIKAN, (49, Kanker Serviks) Alamat Jl. Darmawangsa Dusun Gudangrejo RT/RW 003/025, Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Awal mula sakit Ibu Lusiani ini sering mengalami keputihan dan tiba-tiba pendarahan langsung di bawa ke puskesmas terdekat untuk mengetahui sakitnya yang dialami Ibu Lusiani. Setelah Ibu Lusiani diperiksa diagnosa mengalami Kanker Serviks dan oleh pihak Dokter disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Selang satu hari Ibu Lusiani di evakuasi ke Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut dan oleh Dokter Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember disarankan untuk di rujuk ke RSUD Dr. Saiful Anwar untuk perawatan lebih lanjut dan Ibu Lusiani memiliki Jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Ibu Lusiani ini seorang janda yang tinggal di Polsek Rambipuji Rumah bekas tahanan. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari perangkat desa Rambipuji bahwa Ibu Lusiani memerlukan dampingan karena dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal yang di tinggali Ibu Lusiani untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Lusiani. Santunan yang diberikan untuk Akomadasi dan pembelian Obat-obatan di luar BPJS. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 754.000,-
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bu lusiani menderita Kanker Serviks


IRMA CAHYANDARI, (14, Paraplegia) Alamat Jl. Jumat Lingk Karangmluwo 002/006, Desa Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Irma Cahyandari Namanya, biasa di panggil Irma. Irma yang masih duduk di bangku sekolah SMP kelas 2 ini mengalami gangguan pada kakinya sehingga kedua kakinya tidak bisa bergerak selama 3 bulan ini. Dan oleh pihak keluarga langsung di pijet ke dukun pijet di desannya karena di anggap penyakit sepele. Dan selama 1 minggu tidak ada perkembangan Adik Irma di rujuk ke Puskesmas terdekat untuk mengetahui penyakitnya. Dan oleh pihak Puskesmas hanya di beri Obat-obatan. Dan setelah 3 Bulan berlalu, Kurir Sedekah Rombongan mendengar cerita dari Bapak RW Karangmluwo bahwa adik Irma layak di bantu atau di dampingi oleh Sedekah Rombongan. Adik Irma hanya tinggal bersama Ibunya Siti Maisaro (40) yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Ayah Irma sudah meninggal sudah menginjak 3 tahun yang lalu. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Adik Irma. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi Pembelian Obat-obatan di luar BPJS dan Pembelian Susu. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 938

Jumlah Santunan : Rp. 1.110.000,-
Tanggal : 17 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Irma menderita Paraplegia


MARSYAH AMANDA PUTRI, (1, Penyakit Jantung Bawaan) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/003, Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Marsyah Amanda Putri adalah Bayi yang lahir pada tanggal 25 Mei 2016 dari Ibu Listiani (32) mengalami Penyakit Jantung Bawaan sejak lahir yang mengakibatkan pernafasannya terganggu sesak nafas dan munculnya warna biru pada beberapa tempat, mulai dari bayi yang terlihat lebih biru saat menangis, mulai dari kuku, bibir serta lidah. Hal ini akan terjadi lagi saat bayi menggunakan banyak tenaganya, seperti menyejan saat buang air besar, menyusui dan melakukan beberapa hal yang menguras tenaga. Adik Marsyah ini dirawat di rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk pemulihan kondisinya yang melemah. Adik Marsyah memiliki Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI untuk meringankan beban keluarganya untuk berobat dan Alhamdulillah kondisi Adik Marsyah saat ini semakin membaik. Sastrawan Dwi Saputra (38) Ayah Adik Marsyah ini bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilannya tidak menentukan, hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi ke tempat tinggal Adik Marsyah untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Adik Marsyah yang memerlukan pengobatan lanjutan. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi biaya Transport dan pembelian Obat-obatan berupa Sirup yang di tanggung di luar BPJS. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.422.000,-
Tanggal : 28 Desember 2016 dan 18 Januari 2017 (Akumulasi)
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Marsyah menderita Penyakit Jantung Bawaan


SUBROTO BIN KASERO, (47, TB Tulang) Alamat Dusun Krajan 002/005, Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Awal mula sakit Bapak Subroto mengalami jatuh saat turun dari angkutan umum bis satu tahun yang lalu. Sesudah itu bapak Subroto mengalami kesakitan di bagian kakinya sehingga di bawa ke dukun pijat di desanya sehingga keadaannya semakin membaik. Setelah 3 bulan yang berlalu Bapak Subroto mengalami kesakitan pada kakinya, sesudah itu kaki Bapak Subroto semakin mengecil dan berjalan pun tidak normal. Setelah itu Bapak Subroto bawa ke Puskesmas terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut, oleh pihak Puskesmas tidak menyagupi untuk masalah penyakit bapak Subroto sehingga pihak puskesmas Bapak Subroto segera di rujuk ke Rumah Sakit dr. Soebandi Jember untuk penanganan lebih lanjut. Setelah di diaognosa Bapak Subroto mengalami penyakit TB Tulang di Kakinya, sehingga oleh pihak rumah sakit segera di operasi supaya kaki yang di alami bapak Subroto tidak semakin mengecil. Bapak Subroto bekerja sebagai buruh tani di desanya yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Bapak Subroto tinggal bersama istri dan ayahnya yang sudah tua, bahkan bapak Subroto tetap menjadi pulang punggung keluarga dengan bekerja semampunya.  Kurir Sedekah Rombongan bertemu oleh Bapak Subroto di rumah sakit dr. Soebandi untuk membantu Bapak Subroto untuk yang sedang mengalami kesulitan pembiayaan operasi dan obat-obatan yang dibutuhkan Bapak Subroto. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu bapak Subroto dan semoga mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Santunan yang disampaikan dipergunakan untuk Pembelian Susu dan Akomadasi Transport. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 910

Jumlah Santunan : Rp. 760.000,-
Tanggal : 29 November 2016
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pak subroto menderita TB Tulang


LIA FITRIANA, (30, Sumsung Tulang Belakang) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/001, Desa Sri Mulyo, Kecamatan Madang Suku II, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatra Selatan. Awal mula sakit Lia ini sering mengalami nyeri pada anggota tubuhnya yang paling Lia rasakan nyeri di Leher dan punggung yang kesakitan luar biasa. Dan saat Lia pulang kampung ke tempat tinggal orang tuanya di Jember dan tiba tiba penyakit yang dialaminya kambuh mengakibatkan Lia tidak tersadarkan diri dan langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk berobat dan berbobat. Selang 1 hari oleh Dokter Puskesmas menyarankan untuk dirujuk ke RSUD Paru Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan setelah sampai di RSUD Lia diagnosa mengalami Sumsum Tulang Belakang yang mengakibatkan seluruh badannya nyeri-nyeri dan oleh pihak RSUD Paru Jember untuk segera di Operasi supaya tidak menjalar penyakit yang lainnya. Lia Fitriana memiliki Jaminan Kesehatan JKN-KIS PBI untuk meringankan beban keluarganya untuk Lia berobat. Lia Fitriana tinggal bersama suaminya Agus Prianto (34) yang bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak memungkinkan. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan Info dari perangkat Desa Curahnongko bahwa warganya memerlukan dampingan karena keluarga Lia berasal dari keluarga kurang mampu.  Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi ke tempat tinggal orang tua Lia dan bersilahturahmi untuk menyapaikan titipan para  Sedekaholics untuk membantu Lia. Santunan yang diberikan untuk Biaya MRI dan pembelian Obat-obatan diluar BPJS. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh dariNya. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 2.722.000,-
Tanggal : 29 November 2016
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Lia menderita Sumsung Tulang Belakang


ACHMAD ROFIQ, (24, Kelenjar Getah Bening) Alamat Jl Gajah Mada XVII/29 LINGK. PATIMURA RT/RW 002/032, Desa Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Awal mula sakit Rofiq mengalami kecapekan dan seluruh sendi – sendinya mulai terasa nyeri-nyeri. Setelah 2 bulan berlalu Leher sebelah Kanan dan Paha sebelah kiri Rofiq muncul benjolan kecil yang terasa kesakitan. Setelah itu oleh pihak keluarga Rofiq diperiksakan ke Puskesmas terdekat untuk mengetahui penyakit yang dialami Rofiq, setelah diagnosa Rofiq mengalami kelenjar getah bening yang pengobatannya cukup lama. Dan oleh Puskesmas tersebut Rofiq harus dirujuk ke Rumah Sakit Bina Sehat Jember untuk perawatan dan pengobatan lebih lanjut. dan  Rofiq memiliki Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI untuk berobat dan meringankan beban keluarganya. Sebelum Rofiq sakit, Rofiq bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilannya tidak memungkinkan dan Rofiq saat ini tinggal bersama Bapaknya yang bernama Achmad Hadi yang bekerja sebagai Supir Taxi yang penghasilannya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari teman Kurir Sedekah Rombongan bahwa Rofiq memerlukan dampingan karena penyakit yang dialaminya butuh pengobatan yang cukup lama dan Keluarga Rofiq tergolong kurang mampu. Kurir Sedekah Rombongan ketempat tinggal Rofiq dan bersilahturahmi dan dalam kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyapaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Rofiq. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi biaya laboratorium patologi anatomi. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Rofiq dan Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh dariNya. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Rofiq menderita Kelenjar Getah Bening


POPI SANTUNAN MUSHOLA AS SYAKUR ( Santunan Plafon, Cat Tembok dan Genting) Alamat Dusun Mojo RT/RW 003/004, Desa Biting, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ada sekitar kurang lebih 150 Kepala Keluarga yang bermukim di sekitar Mushola ini dan menggunakan Mushola ini sebagai tempat beribadah dan sebagai tempat untuk belajar Anak-anak disekitar mengaji. Mushola ini memiliki lebih dari 20-40 orang jamaah yang terdiri dari berbagai kalangan dan latar belakang. Dalam kurun waktu mulai berdiri hingga sekrang banyak bagian yang sudah rusak dan kurang layak dari segi keamanan dan kenyamanan dalam beribadah. Hal ini dapat dilihat dari kusen – kusen pintu dan Jendela yang sudah kropos, dinding tembok yang sudah mengelupas dan ketinggian antara lantai dan plafon atau enternit yang pendek yang kesemuannya itu perlu segera di ganti dan diperbaiki demi keamanan dan kenyamanan bersama bagi para jama’ah yang sedang melakukan ibadah di Mushola AS SYAKUR ini.  Kurir Sedekah Rombongan mengikuti berpartisipasi dalam renovasi Mushola AS SYAKUR dan dalam kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk perenovasian Mushola tersebut. Santunan yang diberikan untuk pembelian Plafon, Cat Tembok, Dan Genting. Semoga santunan Mushola  AS SYAKUR digunakan dengan baik dan warga masyarakat sekitarnya semakin memakmurkan Mushola ini. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 17 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Santunan Plafon, Cat Tembok dan Genting


MOH FAJRI, (16, Tifus) Alamat Jalan Jayanegara IV/119 Lingkungan Condro Utara RT 003 RW 008, Desa Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Adik Jafri mengalami sakit demam selama 38 hari dan disertai mual-mual. Dan saat itu Adik Fajri ke kamar mandi jatuh pingsan karena kondisinya yang melemah. Adik Fajri langsung di larikan ke puskesmas karena kondisinya. Selang 1 hari adik Fajri dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut dan sampai di RSUD Dr. Soebandi Jember adik Fajri diagnosa Tifus Stadium 4, dan oleh pihak Dokter Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember disarankan untuk rawat inap untuk pemulihan dan pengobatan adik Fajri. Adik Fajri memiliki Jaminan Kesehatan BPJS NON PBI untuk meringankan beban keluarga adik Fajri. Adik Fajri anak dari pasangan Bapak Mahfud dan Ibu Nikmatul Ulfa. Bapak Mahfud adalah Seorang penjual tembakau di pasar Sukowono Jember yang penghasilannya cukup untuk membiayai sehari-hari. Kurir Sedakah Rombongan bersilahturahmi ke tempat tinggal Adik Fajri dan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Fajri. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi pemeriksaan di rumah sakit Dr.soebandi Jember dan Pembelian Obat-obatan di Luar BPJS. Semoga sedekah para Sedekaholic dalam membantu Adik Fajri menjadi catatan amal baik dan mendapatkan ganti berlipat ganda dari ALLAH AZZA WA ZALLA. Amin.

Jumlah Santuna : Rp. 1.825.000,-
Tanggal : 28 Desember 2016 dan 4 Januari 2017 ( Akumulasi )
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Fajri menderita Tifus


SRI SUNDARI, (50, Stroke) Alamat Perum Pondok Tanggul Asri RT/RW 002/019, Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Awal mula sakit Ibu Sri mengalami Kanker Payudara selama 1 tahun pengobatan dan operasi di rumah sakit Dr. Soebandi Jember dan dinyatakan sembuh. Setelah 1 tahun berlalu Ibu Sri mengalami tensi darah tinggi dan akhirnya mengalami Stroke organ tubuh sebelah kiri melumpuh. Sri memiliki Jaminan Kesehatan BPJS Non PBI Kelas III. Sri Sundari tinggal bersama Anaknya Agus Virnando (21) yang bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentukan. Ibu Sri tinggal dirumah Kontrakan yang sederhana. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari teman Kurir Sedekah Rombongan bahwa Ibu Sri memerlukan bantuan untuk kebutuhan biaya rawat jalan karena dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi dan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Sri. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi biaya pengobatan. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Ibu sri menderita Stroke


Santunan Sepeda Kayuh Untuk Anak Yatim Piatu. Alamat Dusun Plalangan 020/005, Desa Plerean, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Anak yatim ini yang bernama Misbahul Ulum dan Muhammad Fauzi anak dari Ibu Holifah yang bekerja sebagai penjual makanan ringan dirumahnya. Hal ini sangat dibutuhkan bagi mereka mengingat jarak sekolahan yang cukup jauh dari rumah tinggal mereka yang menempuh kurang lebih 50kg. Meski anak Yatim ini tidak memiliki Ayah tetapi mereka tetap bersemangat untuk sekolah dan ingin megapai cita-citanya. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi tempat tinggal anak yatim ini yang membutuhkan bantuan mereka. Lokasi yang cukup masuk ke pedalaman menyulitkan bagi Kurir Sedekah Rombongan untuk menyalurkan bantuan ini. Jumlah Santunan Sepeda Kayuh Untuk Anak Yatim ini Mengeluarkan Dana Rp. 1.300.000,- .  Semoga Santunan yang di berikan Bermanfaat Bagi Anak-anak Yatim Piatu dan semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya. Amin

Jumlah Santunan : Rp. 1.300.000,-
Tanggal Santunan: 7 Desember 2016
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bantuan sepeda


PONIDI BIN KAJAT, (53, Infeksi Usus + Lambung ) Alamat Dusun Sulakdoro RT/RW 011/006, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Awal mula sakit Bapak Ponidi mengalami kesakitan di bagian perutnya dan mual-mual. Setelah itu Bapak Ponidi sempat pingsan di kamar mandinya dan dilarikan ke puskesmas terdekat, dan oleh pihak Puskesmas disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Setelah sampai di RSUD Dr. Soebandi Jember Bapak Ponidi didiagnosa mengalami Infeksi Usus dan Lambung oleh pihak rumah sakit Dr. Soebandi Jember Bapak Ponidi disarankan untuk rawat inap karena kondisi Bapak Ponidi melemah. Dengan adanya Jaminan Kesehatan berupa BPJS Mandiri NON PBI Kelas III yang dimliki Bapak Ponidi dapat meringankan beban dari keluarga Bapak Ponidi. Bapak Ponidi hanya tinggal bersama Istrinya yang bernama Tuminah (51) yang bekerja sebagai buruh tani di desanya. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari teman Kurir Sedekah Rombongan bahwa Bapak Ponidi memerlukan dampingan karena Bapak Ponidi berasal dari keluarga kurang mampu. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi Bapak Ponidi dirumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Bapak Ponidi. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi Transport dan pembelian obat-obatan di Luar BPJS. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti belipat ganda oleh dariNya. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Januari 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pak ponidi menderita Infeksi Usus + Lambung

—-
DJUWITA BINTI DJUAN (56, Paru-Paru + Kista Ovarium). Alamat : Jl. Ters. PSM Dalam No. 265 RT 10/6, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Panggilan akrabnya Ibu Djuwita. Baru-baru ini Ibu Djuwita didiagnosa menderita penyakit paru dan kista ovarium. Gejala awalnya terjadi pada bulan September 2016; seluruh tubuhnya membengkak dan perutnya membesar. Ibu Djuwita kemudian dibawa berobat ke Rumah Sakit Umum (RSU) Pindad, Bandung dan dirawat selama tiga hari. Selama dirawat inap, ia menjalani serangkaian pemeriksaan, salah satunya Thorax PA. Ibu Djuwita didiagnosa menderita penyakit paru dan kista ovarium. Untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut, Ibu Djuwita dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Menurut dokter RSHS Bandung, Ibu Djuwita harus menjalani operasi kista ovarium yang dijadwalkan pada Kamis (17/11). Pada tanggal tersebut, Ibu Djuwita seharusnya menjalani operasi, namun karena hasil pemeriksaan pada Senin (14/11) menunjukkan kondisi gula darahnya tinggi, Ibu Djuwita dijadwalkan ulang untuk menjalani operasi pada Senin (21/11). Sebelum dioperasi, Ibu Djuwita pun disarankan dokter untuk menjalani rawat inap terlebih dahulu pada Jumat (18/11). Keadaan Ibu Djuwita saat ini sangat mengkhawatirkan. Ia sering mengalami pusing dan hanya bisa tergolek lemah tak berdaya di atas tempat tidurnya. Ibu Djuwita memiliki suami bernama Adih (63) dan empat orang anak. Saat ini, Adih hanya bekerja serabutan, sehingga penghasilannya sangatlah minim dan tak menentu. Himpitan ekonomi yang harus mereka hadapi membuat keluarga ini kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan Ibu Djuwita. Selama berobat, Ibu Djuwita hanya mengandalkan fasilitas jaminan kesehatan BPJS PBI yang dimilikinya. Alhamdulillah, atas informasi dari Ajeng (tetangga Ibu Djuwita), kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim dengan keluarga Ibu Djuwita. Dengan empati sedekahilics, pada kesempatan itu kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan titipan langit melalui Sedekah Rombongan berupa uang kepada keluarga Ibu Djuwita. Bantuan pertama ini digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat ke RSHS Bandung dan untuk kebutuhan sehari-hari. Pada Januari 2017 Kurir Sedekah Rombongan kembali mengunjungi Ibu Djuwita. Pada kunjungan kedua itu diperoleh kabar bahwa kista ovariumnya sudah dioperasi dan bengkak di perutnya sudah mengecil. Disebabkan Ibu Djuwita masih memerlukan biaya kontrol dan berobat lanjutan, maka pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan uang dari sedekaholics. Bantuan tersebut akan digunakan untuk biaya transportasi kontrol dan melanjutkan ikhtiarnya untuk memperoleh kesembuhan. Semoga titipan langit dari sedekaholics #SR ini dapat meringankan beban hidup keluarga Ibu Djuwita dan membuka jalan kesembuhan bagi Ibu Djuwita. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 917.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 16 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin  @azepbima @kharismagilda @Dzim_dzim @iwadewa1

Ibu djuwita menderita Paru-Paru + Kista Ovarium


SUSI BINTI JONI (45, Tumor Payudara). Alamat: Jalan Padasuka No. 1 RT 3/1, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sudah hampir sembilan bulan, Susi, seorang ibu tuna rungu ini mengidap tumor payudara. Berawal pada bulan Maret 2016, Ibu Susi merasakan benjolan kecil sebesar buah jeruk purut di payudara kanan disertai bintik-bintik merah. Saat itu, beliau tidak terlalu ambil pusing dengan benjolan kecil tersebut. Namun lama kelamaan, benjolan pada payudara kanannya itu semakin membesar dan kini, benjolan kecil juga mulai dirasa muncul di payudara kirinya. Karena kondisi kesehatannya terus menurun, Ibu Susi pun dibawa sang adik berobat ke Puskesmas terdekat, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung di Ujung Berung. Dari RSUD Kota Bandung, Ibu Susi dirujuk kembali ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menjalani serangkaian cek laboratorium. Dari hasil cek laboratorium, dokter RSHS mendiagnosa bahwa Ibu Susi mengidap tumor payudara stadium 4. Dokter pun menyarankan Ibu Susi untuk menjalani kemoterapi rutin sebanyak 12 kali. Saat ini, Ibu Susi baru menjalani kemoterapi sebanyak 5 kali, dan masih harus melakukan kemoterapi sebanyak 7 kali lagi. Namun, perjuangan panjang Ibu Susi harus terhenti karena tidak ada cukup biaya untuk transportasi berobat. Untuk berobat selama ini pun, Ibu Susi hanya mengandalkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dimilikinya. Kini, kondisi beliau sangatlah memprihatinkan, tumor di payudaranya berkembang semakin cepat dan efek kemoterapi membuat rambutnya kian rontok.  Saat ini, beliau hidup sendiri di rumah petaknya, tak ada suami yang menemani dan anak semata wayangnya yang masih berusia belia tinggal bersama saudaranya. Sesekali beliau dijenguk oleh ibu dan adiknya. Sang adiklah yang selama ini menemani Ibu Susi menjalani ikhtiar berobat. Kesehariannya, Ibu Susi hanya bisa terbaring lemah, bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia hanya mengandalkan pemberian dari sang adik dan teman-teman adiknya. Alhamdulillah, atas informasi dari Bapak Iwan (adik Ibu Susi), kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim dengan Ibu Susi di kediamannya. Atas izin Allah SWT, santunan awal pun diberikan kepada Ibu Susi yang digunakan untuk pembuatan BPJS Kesehatan dan kebutuhan sehari-hari. Pada Januari 2017 Kurir #SR kembali mengunjungi Ibu Susi, dan dari kunjungan itu diperoleh kabar bahwa ia sudah mendapat jadwal operasi serta harus kembali melakukan kontrol ke RSHS Bandung. Oleh karena itu, Ibu Susi masih memerlukan biaya untuk transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari, pada kunjungan kedua Kurir #SR kembali menyampaikan bantuan uang dari Sedekaholics. Mudah-mudahan bantuan dari para dermawan itu dapat meringankan biaya hidup Ibu Susi dan dapat membuka jalan kesembuhannya. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 930.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 16 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @Lisdamojang @kharismaghilda

Bu susi menderita Tumor Payudara


ENGKAY KARSIH (76, Patah Tulang Paha Kanan Atas) Alamat: Kampung Ciwidey Kulon RT 3/13 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ma Engkay -begitu panggilan kesehariannya- tinggal bersama anak bungsunya yang belum menikah di rumah sederhana peninggalan mendiang suaminya, Pak Fernan, yang semasa hidupnya dikenal luas sebagai Hansip Desa Ciwidey. Nendi, anak bungsunya itu yang sampai saat ini paling setia mendampingi dan membantu kehidupan Ma Engkay di hari tuanya. Kini beban hidup keluarga dhuafa ini semakin berat setelah Ma Engkay mengalami musibah: terjatuh di jamban rumahnya pada 29 Mei 2015. Ma Engkay yang dikenal rajin mengaji ini hanya bisa terlentang tak berdaya di tempat tidur. Tulang pahanya yang sebelah kanan mengalami retak bahkan diduga patah, berdasarkan hasil rontgen. Berbekal Jamkesmas, keluarga dan warga telah memeriksakannya beberapa kali ke Puskesmas Ciwidey dan beberapa dokter praktek terdekat. Sayang, sampai saat ini ia belum pernah mendapatkan penanganan dari bagian bedah orthopedi rumah sakit. Keluarganya lebih memilih ahli tulang untuk penanganannya karena biayanya dianggap murah. Seminggu sekali ahli tulang mengobati Ma Engkay di rumahnya. Sementara itu, luka Ma Engkay di bagian belakang (dekubitus) ditangani dokter praktek setempat. Keluarganya berkeinginan untuk memeriksakan Ma Engkay ke rumah sakit, tetapi harapan mereka belum terlaksana karena terkendala biaya. Alhamduillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga tabah ini dan dapat bersama-sama mengikhtiarkan kesembuhannya sampai saat ini. Berkat pertolongan Allah dan bantuan sedekaholics, alhamdulillah, kini luka di bagian belakang Ma Engkay hampir sembuh, juga bengkak di lututnya semakin mengecil. Ia kini mulai bisa duduk walau tidak lama. Pada awal Januari 2017 kurir Sedekah Rombongan bersyukur bisa bertemu lagi dengan Ibu Engkay di rumahnya dan dapat mengambil pelajaran dari kesabarannya menghadapi penyakit dan ketekunannya beribadah dalam keadaan apa pun.   Berdasarkan penuturan anak-anak Bu Engkay yang kompak bergiliran merawatnya, kini sampai kini tulang punggung dan tulang paha kaki kanan atasnya belum pulih total, dania hanya ditangani oleh ahli tulang. Bu engkay masih harus melanjutkan pengobatan. Alhamdulillah #SR kembali menyampaikan titipan sedekaholics untuk membeli obat, membeli pampers, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 797.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak engkay menderita Patah Tulang Paha Kanan Atas


ENGKOM BINTI ENTUY (50, Kanker Payudara). Alamat: Kampung Cipagiri RT 1/9, Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Dua tahun lebih Bu Engkom menderita penyakit kanker payudara. Sejak Mei 2014 silam, janda berusia paruh baya ini hanya bisa terbaring lemah menahan rasa sakit akibat penyakit yang dideritanya. Selama sakit, ibu rumah tangga ini hanya menjalani pengobatan ke dokter terdekat. Menurut analisa sang dokter, ia harus segera menjalani operasi. Namun, karena penghasilannya sebagai buruh tani hanya cukup untuk bertahan hidup, pengobatan medis lebih lanjut pun dia urungkan. Dia memang termasuk dhuafa yang layak dibantu. bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun ia dibantu saudara-saudaranya. Tempat tinggalnya pun menumpang di rumah orangtuamya. Saat ini, ia hanya bisa terbaring lemas dan tidak bisa duduk kecuali dibantu. Pada tanggal 7 Juli 2016, salah satu bagian payudaranya mengeluarkan banyak darah, hingga menyebabkan Bu Engkom tak sadarkan diri. Dalam ketidakadaan biaya yang menghambat keinginan Bu Engkom dan keluarganya untuk berobat ke rumah sakit sampai sembuh, mereka tetap berusaha sekemampuan. Harapannya untuk bisa terus berobat dan sembuh, akhirnya tersampaikan kepada #SedekahRombongan berkat informasi dari anaknya yang menghubungi kurir #SR di Kabupaten Bandung, Kang Asep Cunarya. Dua hari kemudian, kurir #SR menjenguk Bu Engkom di rumah orangtuanya. Karena dia belum memiliki Jaminan Kesehatan apa pun, keesokan harinya relawan setempat dan anaknya memproses Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang langsung dapat diaktifkan. Setelah kartu jaminan kesehatan dari Pemerintah itu beres dibuatkan, ia lalu dibawa periksa ke Puskesmas Rawabogo Ciwidey dan langsung diantar ke RSUD Soreang setelah mendapatkan rujukan. Mulai 19 Juli 2016, ia menjalani pemeriksaan awal di RSHS Bandung untuk memastikan penyakitnya dan alternatif pengobatannya. Alhamdulillah dengan empati sedekaholics, pada bulan itu kurir #SR juga dapat menyampaikan Bantuan Awal untuk Bu Engkom yang dipergunakan untuk biaya pembuatan BPJS Kesehatan, biaya transportasi-akomodasi berobat, dan biaya sehari-hari. Setelah mendapatkan bantuan dari sedekaholik #SR dan pendampingan dari kurir #SR, kini ia semakin bersemangat untuk terus berobat. Pada pertengahan September 2016 Bu Engkom mulai menjalani kemoterapi yang pertama dari 6 kali terapi yang dijadwalkan di RSHS Bandung. MTSR Bandung Raya 1 alhamdulillah berkesempatan mengantarnya pulang sampai terminal menuju daerah kelahirannya di Pasirjambu. Kemoterapi selanjutnya dijadwalkan pada pertengahan Oktober 2016. Selama bulan November 2016 dan Desember 2016 ia juga telatin menjalani kemoterapi sampai yang ke-5. Pada awal Januari 2017 kurir Sedekah Rombongan di Kabupaten Bandung menjenguknya saat ia ada di rumah ibunya. Perkembangannya amat mengembirakan. Payudaranya tidak bengkak lagi. Meskipun  demikian ia harus menjalani kemoterapi yang ke-6. Ia masih memmbutuhkan dukungan dan bantuan untuk terus berhtiar. Alhamdulillah dengan empati sedekaholics, Sedekah Rombongan di Bandung dapat menyampaikan Bantuan Ketiga yang dipergunakan untuk biaya transportasi-akomodasi pulang-pergi ke bearobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 898.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Bu engkom menderita Kanker Payudara


RINRIN MUSTHOFA (46, Saraf Terjepit + Usus Bocor). Alamat: Kp. Legok Kondang RT 4/9, Desa Pangalengan, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pak Dindin, sapaan akrabnya. Enam bulan sudah, Pak Rinrin menderita penyakit saraf terjepit dan mengalami usus bocor. Gejala penyakitnya berawal pada pertengahan Maret 2016 lalu ketika ia sering mengalami demam disertai mual dan pusing. Gejalanya terus berulang hingga berminggu-minggu lamanya. Karena kondisinya yang tak kunjung membaik, pihak keluarga membawanya berobat ke Puskesmas Pangalengan, RSUD Soreang, dan RSUD Al Ihsan. Setelah menjalani pengobatan, kondisi Pak Rinrin tak jua menunjukkan perkembangan yang menggembirakan; ia bahkan jadi tidak bisa duduk sama sekali. Akhirnya, dia dibawa periksa ke RSHS Bandung berdasarkan rujan dari RSUD Soreang. Tim medis di rumah sakit rujukan pusat ini menduga ia menderita saraf terjepit di tulang ekornya. Hampir dua minggu dia menjalani rawat inap di RSHS Bandung pasca operasi tulang ekornya. Hingga saat ini mantan pedagang pasar tradisional ini harus menjalani kontrol dan pemeriksaan lanjutan di RSHS Bandung. Saat Pak Rinrin menjalani pemeriksaan lanjutan, tim medis RSHS juga menemukan masalah lain yang cukup serius, yakni ususnya bocor. Selama Pak Rinrin sakit, bersyukur adik-adiknya bergantian menemaninya berobat ke rumah sakit. Adik-adiknya itulah yang mengungkapkan kisah duka yang dialami Pak Rinrin kepada kurir Sedekah Rombongan saat bertemu dengan mereka di Rumah Singgah Sedakah Rombongan (RSSR) Bandung.  Pak Rinrin dibawa ke RSSR Bandung oleh kurir #SR di RSUD Soreang setelah penanganannya dirujuk kembali ke Poli Ortopedi RSHS Bandung. Dua hari sekali MTSR Bandung mengantar-jemput Pak Rinrin ke/dari RSHS Bandung. Pak Rinrin dan adik-adikya termasuk dhuafa yang amat layak mendapakan bantuan dan dorongan untuk terus bertahan menghadapi cobaan. Walaupun dikenal sebagai pedagang kecil di pasar tradisional, Pak Rinrin kini tak memiliki lagi simpanan dan pemasukan untuk biaya sehari-hari, apa lagi untuk biaya pengobatan. Ia juga kini sendirian setelah berpisah dengan istrinya. Usahanya sebagai pedagang kelontongan terhenti karena sakit yang ia derita. Selama pengobatan, ia menggunakan fasilitas Kartu BPJS dan pinjaman dari sanak saudaranya. Para dermawan Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Pak Rinrin dengan memberinya bantuan agar ia bisa melanjutkan ikhtiar sehatnya. Titipan dari sedekaholics #SR ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat di daerah, membeli obat, dan biaya sehari-hari berobat. Pada akhir Desember 2016, keluarganya menghubungi kurir #SR, mengabarkan bahwa Pak Ririn masih harus kontrol ke RSHS Bandung. Dengan empati sedekaholics #SR, alhamdulillah, kurir #SR dapat menjenguk Pak Rinrin, mengantar-jemputnya menjalani pemeriksaan di RSHS, serta memberinya bantuan lanjutan untuk biaya sehari-hari, membeli pampers dan obat. Bantun sebelum ini tercatat di Rombongan 906.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 13 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @ascun

Pak dindin menderita Saraf Terjepit + Usus Bocor


MUHAMMAD WANDA ABDILLAH (10, Suspect Demam Typhoid + Amandel). Alamat: Kampung Cimuncang Tengah, RT 2/7 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. Wanda –begitu panggilan sehari-harinya– adalah siswa Kelas 4 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Babakan Tiga Ciwidey. Dia anak pertama dari dua bersaudara, buah cinta pasangan Ahmad Sugandi (39) dan Enden Juriah (34). Pak Sugandi, ayahnya hanyalah seorang buruh harian yang bekerja menjahit di perusahaan konfeksi rumahan di kampungnya. Ibunya sehari-hari lebih banyak disibukkan dengan mengurus anak di rumah kontrakannya. Keluarga Wanda termasuk warga miskin yang layak mendapat bantuan. Untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari pun mereka tampak kewalahan. Kini beban kehidupan mereka bertambah sejak Wanda jatuh sakit dan harus berobat. Dalam dua bulan ini Wanda kerap demam berkepanjangan dan sesekali muntah. Dua kali ia diperiksakan ke dokter praktek dan dua kali juga dibawa ke Puskesmas. Dugaan sementara, Wanda terserang demam typhoid. Dia belum pernah diperiksakan ke rumah sakit karena keluarga dhuafa ini tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun. Keinginan mereka untuk mengobati Wanda ke rumah sakit, beritanya sampai pada kurir #SR atas informasi dari kader PKK Desa. Alhamdulillah #SR dapat bersilaturahmi dengan keluarga tabah ini dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya membuat kartu BPJS,  transportasi, dan akomodasi berobat ke rumah sakit. Setelah berobat rutin, alhamdulillah kesehatan Wanda mulai pulih. Ia mulai bersekolah lagi meskipun masih harus kontrol. Pada akhir Desember 2016,  kurir Sedekah Rombongan menemui Wanda dan kedua orangtuanya. Mereka menyatakan keinginannya untuk memeriksakan Wanda ke klinik karena kerap demam dan memeriksakan gangguan amandelnya. Keluarga dhuafa ini masih membutuhkan bantuan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholik, kembali  Sedekah Rombongan memberi mereka santun untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat ke klinik serta biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat masuk di Rombongan 764.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 12 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @maulida_qasyanggi

Wanda menderita Suspect Demam Typhoid + Amandel


ADI CARDIA (53, Batu Ginjal). Alamat: Kampung Pagersari RT 1/3, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pak Adi yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan menderita batu ginjal sejak 8 bulan yang lalu. Gejala awalnya, ia tidak dapat buang air kecil dan buang air besar dengan lancar selama 8 hari. Warga sekita, didampingi #SedekahRombongan, membawa Pak Adi ke rumah sakit di Bandung. Di RSUD Al Ihsan Bale Endah, Adi mendapatkan penanganan dengan cepat antara lain dengan pemasangan kateter sehingga pengeluaran air kencingnya lancar kembali. Empat bulan yang lalu, ia juga dirawat di RSUD Al-Ihsan selama 1 minggu dan dilanjutkan dengan rawat jalan dua minggu sekali. #SedekahRombongan telah mendampingi dan memberinya bantuan untuk biaya pembuatan BPJS dan transportasi ke rumah sakit. Setelah berkali-kali didampingi kurir #SR ke RS Al Ihsan Bale Endah Kab. Bandung, Pak Adi berangsur membaik dan masa kritisnya terlewati. Akan tetapi, dokter yang menangani Pak Adi menyarankannya untuk melanjutkan pengobatan di RSHS Bandung untuk memfungsikan kembali saluran kencingnya. Sedekaholiks #SR terus mendampinginya ke RSHS. Tanggal 7 dan 8 Januari 2015 Pak Adi mulai menjalani pemeriksaan awal di RSHS. Ia menginap dua hari di Rumah Singgah SR (RSSR). Tanggal 13 Januari 2015 ia juga menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit yang sama. Pada 27 dan 28 Januari 2015 ia juga harus ke RSHS karena kateternya bocor. Pada 9 Februari 2015 Pak Adi menjalani pemeriksaan sebelum operasi. Karena kondisinya memburuk, jadwal operasinya belum bisa ditentukan. Selasa 14 April 2015 dia didampingi kembali ke RSHS untuk pemeriksaan darah yang hasilnya baru bisa didiagnosa pada Selasa 21 April 2015 sambil menjalani pemeriksaan lainnya yang terus ia jalani sampai awal Juni 2015. Alhamdulillah, berkah sedekah, kini Pak Adi sudah menjalani seluruh tahapan pemeriksaan sebelum mendapatkan tindakan operasi. Pak Adi tinggal menunggu panggilan untuk dirawat inap dan dioperasi di RSHS Bandung. Pada 3 dan 10 Agustus 2015 Pak Adi ke RSHS lagi untuk menjalani kontrol. Pada Kamis 24 September 2015, kurir #SR menemui Pak Adi di rumahnya, memotivasinya untuk melanjutkan pengobatan. Pada Selasa (29/9/15) MTSR Bandug membawanya kontrol lagi ke RSHS. Sampai akhir Desember 2015, dia belum mendapatkan panggilan dari Bagian Rawat Inap RSHS karena belum ada kamar yang kosong. Sambil menunggu panggilan dari RSHS, dia masih harus kontrol dua minggu sekali ke RSUD Soreang untuk mengganti kateter. Karena terlalu lama menunggu panggilan (hampir empat bulan), Pak Adi mengurungkan kesiapannya untuk dioperasi. Terapi yang ia jalani saat ini hanya mengganti kateter secara rutin. Pada akhir Mei 2016 kurir #SR Bandung Raya menemui Pak Adi di rumah keluarganya. Setelah dimotivasi, ia akhirnya bersedia melanjutkan kontrol rutinnya ke rumah sakit. Pada Agustus 2016 ia menghentikan kontrol rutinnya ke RSHS Bandung karena saudaranya yang biasa mendampingi Pak Adi mendapat pekerjaan di luar daerah. Pak Adi hanya mengganti rutin kateter ke klinik terdekat sambil menunggu panggilan operasi di RSHS Bandung. Pada Desember 2016, Pak Adi mnyempaikan keinginannya kepada kurir Mulawarman untuk meneruskan pengobatannya yang tertunda di RSHS Bandung. Dhuafa ini masih sangat membutuhkan dukungan dan bantuan. Memahami betapa beratnya tahapan ikhtiar Pak Adi, kembali kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan kepadanya yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat, membeli obat dan kateter serta biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 853.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 15 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Pak adi menderita Batu Ginjal


ANNISA BINTI WAWAN (6, Hydrochepalus). Alamat: Kampung Bojong Malaka, RT 2/13, Desa Kopo, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ayah Annisa, Wawan (29) bekerja sebagai kusir delman; sedangkan ibunya, Isma, hanya ibu rumah tangga. Saat Annisa berusia satu bulan, ia didiagnosis hydrochepalus. Berbekal Jamkesmas waktu itu Annisa sudah menjalani pemasangan selang (vp shunt) dan tiga kali mendapat tindakan operasi. Tetapi, sampai saat ini penyakitnya belum teratasi. Pada akhir tahun 2014 dokter menyarankan Annisa dioperasi kembali. Akan tetapi, orangtuanya merasa belum siap. Apalagi saat itu Annisa tidak terdaftar lagi sebagai peserta Jamkesmas. Masalah biaya rumah sakit menjadi kendala. Sebelumnya Annisa dirawat di RSHS Bandung karena penyakitnya kambuh, kepalanya terus membesar dan diduga mengalami meningitis. Tata laksana  terhadap keadaan Annisa membutuhkan waktu lama dan diperlukan kesiapan moril dan materiil. #SedekahRombongan kemudian mendaftrakan Annisa sebagai peserta BPJS sehingga orangtuanya tidak perlu merasa khawatir akan biaya pengobatan yang sangat mahal. Sampai Januari 2015 Annisa berobat jalan ke RSUD Soreang menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Setelah Annisa memiliki Kartu BPJS, Alhamdulillah orang tuanya termotivasi kembali untuk melanjutkan tindakan operasi keempat bagi Annisa. Sayang, operasi belum dilaksanakan karena kondisi Annisa belum stabil. Ia kerap mengalami kejang setiap hari. Bahkan kini kedua matanya tak bisa melihat. Pada 30 Juni 2015, Kurir #SR bisa bertemu lagi dengan Annisa dan keluarganya setelah beberapa bulan mereka mengadu nasib di Cirebon. Untuk kesekian kalinya, mereka didampingi kembali mengawali pemeriksaannya ke RSUD Soreang kemudian ke RSHS Bandung. Pada awal Oktober 2015 Annisa mengalami kejang-kejang. Ia kemudian diperiksakan ke bidan dan Puskesmas. Ibunya Annisa, Bu Isma sendiri sedang mengandung anak ketiga. Dua kali Bu Isma diantar MTSR kontrol rutin pekembagan kehamilannya. Dokter Kandungan RSUD Soreang menduga kelahirannya melalui operasi. Dan pada 17 November 2015 Bu Isma melahirkan putri ketiganya melalui operasi cessar. Sementara itu kondisi anak keduanya, Annisa memburuk. Hampir setiap malam ia kejang dan demam. Pada pertengahan Januari 2016 kurir #SR menemui Annisa dan keluarganya untuk pemeiksaan rutin ke RSUD Soreang. Secara medis, tindakan terakhir untuk mengurangi cairan dan pembesaran kepalanya adalah operasi. Akan tetapi, sampai saat ini tindakan itu belum dilaksanakkan, menunggu kesiapan kedua orangtuanya. “Kami masih trauma Pak. Sudah dua kali Annisa dioperasi, tetapi kepalanya masih seperti itu,” jawab ibunya ketika ditanya kurir mengapa tindakan operasinnya selalu ditunda. “Bantu kami membeli obat untuk menangani Annisa kalau kejang dan kebutuhan susu. Apalagi, kami bulan ini (Februari 2016, red.) harus ikut suami ke Cirebon,” tambahnya. Selama Annisa tinggal di Cirebon, alhamdulillah empati sedekaholics #SR terus disampaikan. Pada awal Mei 2016 Annisa dan ibunya pulang ke kampung halaman tempat Ibu Isma dibesarkan. Saat dikunjungi kurir #SR, ibunya Annisa menyatakan bahwa Annisa akan diperiksakan kembali secara rutin ke rumah sakit, karena kondisinya semakin menurun. Pada bulan Mei 2016 bersyukur kurir #SR dapat menyampaikan bantuan untuk biaya berobat dan biaya sehari-hari Annisa dan keluarganya. Pada akhir Agustus 2016 ibunya Annisa memberitahu kurir #SR di Bandung bahwa kondisi Annisa kembaali menurun drastis. Ia tak mau menerima asupan makanan dan lingkar kepalanya membesar. Saat dikunjungi, kondisi Annisa memanga amat mengkhawatirkan. Ia masih harus menjalani terapi dan penanganan lainnya di rumah sakit. Dengn doa semua dan bantuan paramedis, bersyukur Annisa dapat diangani dengan baik. Pada  akhir November 2016, ibunya menghubungi kurir #SR mengabarkan bahwa pada telinga kiri Annisa ada luka yang terus membesar. Beberapa hari kemudian kurir SR menemui Annisa dan ibunya di rumah kontrakan, kemudian membawa Annisa periksa ke Pukesmas Kopo dan RSUD Soreang. Annisa dianjurkan untuk kontrol rutin dua kali dalam seminggu ke rumah sakit. Pada Januari 2017 kurir Sedekah Rombongan mengunjungi Annisa dan keluarganya setelah ibunya meminta bantuan untuk menguruskan tagihan Iuran BPJS serta biaya untuk membeli obat dan susu. Memahami begitu beratnya cobaan yang dialami keluarga miskin ini, kembali bantuan dari sedekaholics #SR disampaikan kepada mereka. Bantuan yang dia terima di rumah orangtua angkatnya ini digunakan untuk biaya membayar iuran BPJS, membeli obat dan susu, serta biaya hidup sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 925.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 13 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @maulida_qasyanggi

Annisa menderita Hydrochepalus


UZI LESTARI (16, Kanker Tulang Belakang). Alamat : Kampung.Gamnung RT 4/8, Desa Mejarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Uzi adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Bersama ibu dan saudaranya, ia tinggal di rumah bedeng milik perusahaan (bedeng adaah perumahan sederhana untuk pekerja kelas rendahan di perusahaah perkebunan teh). Ayahnya telah meninggal dunia beberapa bulan yang lalu karena kecelakaan. Ibunya, Bu Komariah (40), hanyalah ibu rumah tangga biasa yang kesehariannya disibukkan dengan mengurus rumah dan anak-anak; ia tidak punya pekerjaan tetap untuk melanjutkan kehidupan: membesarkan kedua anaknya yang kini menjadi anak yatim. Sepeninggal ayahnya, Uzi dan keluarganya semakin terpuruk. Mereka termasuk dhuafa yang sangat layak mendapatkan bantuan untuk menjalani kehidupan. Apalagi setelah siswi SLTP ini mengalamai sakit yang tak biasa sejak bulan Juli 2016. Ia diduga  terserang tumor di betis dan kanker tulang belakang. Berbekal Jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS), keluarga Uzi membawanya berkali-kali diperiksa ke Puskesmas Pasirjambu dan RSUD Soreang. Akhinya, RSUD Soreang merujuk penanganan medis Uzi ke RSHS Bandung. Akan tetapi karena ketidakadaan biaya, ikhtiarnya tertunda beberapa lama, padahal Uzi bersemangat untuk berobat karena ingin kembali bersekolah. Harapan Uzi dan keluarganya untuk terus berobat akhirnya sampai beritanya kepada Kurir Sedekah Rombongan atas informasi dari kader Posyandu di desa yang berada di dataran tinggi ini. Dengan Izin Allah Swt, bersyukur kurir #SR di Kabupaten Bandung dapat mengantar-jemput dan mendampingi Uzi diperiksakan di RSHS Bandung. Setelah dua kali didampingi menjalani tahapan diagnosa di RSHS, alhamdulillah, tindakan biopsi sudah dilakukan. Setelah menunggu beberapa minggu, akhirnya keluar hasil pemeriksaan terakhir berupa penegakan Patology Anatomy (PA). Ia didiagnosa mengidap Tumor Tulang Belakang. Pada awal November 2016, Uzi menjalani operasi tulang belakang. Alhamdulillah operasinya berhasil. Ia sudah mulai bisa duduk walaupun tidak lama. Akan tetapi, secara medis, perjalanan dia meraih kesembuhan masih amat panjang. Dia harus kontrol rutin seminggu sekali, dan harus menjalani 3o kali terap sinar. Padahal, segala kemampuan mereka telah terkuras habis. Anak yatim dan ibunya ini masih membutuhkan bantuan. Memahami musibah yang dialami Uzi dan keluarganya, dengan empati sedekaholics #SR, kurir Sedekah Rombongan di Bandung alhamdulillah dapat menyampaikan bantuan Ke-3 untuk Uzi yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya membeli obat yang tidak ditanggug JKSN –BPJS PBI. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 919.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  14 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Uzi menderita Kanker Tulang Belakang


MUHAMMAD SHIDDIQ MY (3, Meningokel). Alamat: Bojong Gadog RT 2/2, Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Anak yatim ini tinggal bersama ibu dan neneknya di rumah bilik peninggalan kekeknya. Ayahnya meninggal dunia karena sakit saat Siddiq masih berusia empat bulan dalam kandungan ibunya. Sungguh berat cobaan yang mereka alami, terutama ibunya, Khodijah (19). Belum lama ia ditinggal suaminya, kini ia harus menghadapi kenyataan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya: anak pertamanya lahir dengan kelainan bawaan: ada benjolan di antara sudut mata kanan dan pangkal hidung. Bayi yang diberi nama Shiddiq –seperti pesan almarhum ayahnya– ini pada usia delapan hari setelah dilahirkan kemudian diperiksakan ke dokter praktek di Pasirjambu. Dokter menyarankan Shiddiq segera dibawa ke rumah sakit. Ibu Shiddiq baru membawanya 30 hari kemudian karena kuatir biaya ke rumah sakit. Selain tak memiliki uang, mereka juga tidak punya jaminan kesehatan apa pun. Kesulitan yang mereka hadapi dipahami para awdwkaholik SR. Alhamdullah #SR bisa bersilaturahmi dengan anak yatim ini dan mendampinginya berobat ke rumah sakit sampai saat ini. Biaya tranportasi-akomodasi ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung Juga biaya sehari-hari mereka dibantu sedekaholik. Shiddiq memang masih memerlukan penanganan lanjut. Pada kontrol kedua, Sabtu, 23 Mei 2015, ke RSUD Soreang, dokter di Bagian Bedah menduga bahwa benjolan yang perlahan membesar itu adalah Meningokel. Dokter menyarankan tindakan operasi di RSHS Bandung. Selasa 26 Mei 2015 kembali SR mendampinginya menjalani pemeriksaan pertama di POli Bedah dan Poli Anak RSHS Bandung. Karena masih ada tahapan diagnosa yang harus dijalani, pada Jumat 28 Mei 2015 Shiddiq didampingi lagi ke RSHS untuk pemeriksaan darah, jantung, dan paru. Selama bulan Juni 2015 lima kali Shiddiq menjalani pemeriksaan di RSHS Banding sebelum tindakan operasi. Pada 1 dan 2 Juli 2015 ia juga dirujuk ke RS Mata Cicendo Kota Bandung yang hasil pemeriksaannya akan keluar 7 Juli 2015. Pada awal Agustis 2015 anak yatim ini harus menjalani kembali serangkaian pemerksaan medis di RSHS Bandung. Pada awal Agustus 2015 Shiddiq dirawat inap hampir sebulan dilanjutkan dengan tindakan operasi. Alhamdulillah operasi pertamanya berhasil. Pada 28 Agustus 2015 ia diperbolehkan pulang dan dijemput MTSR Bandung. Siddiq menjalani kontrol pertamanya pada 3 September 2015, juga diantar-jemput MTSR. Perkembangannya sangat menggembirakan. Benjolannya sudah mengecil. Minggu kedua Oktober 2015 Shidddiq kontrol lagi ke RSHS Bandungi. Pada kontrol ketiga, bulan November 2015, dokter menyatakan bahwa penanganan di RSHS telah tuntas. Tetapi karena pada mata kirinya sering keluar cairan dan memerah, ia dirujuk ke RS Mata Cicendo, dan harus berobat jalan dua minggu sekali. Pada akhir Desember 2015, Shiddiq diantar-jemput lagi ke RS Mata Cicendo untuk pemeriksaan matanya yang kerap berair. Pada 9 Februaru 2016, kurir #SR kembali mendampinginya kontrol ke Poli Anak RSHS Bandung. Kondisinya alhamdulillah membaik, meskipun ia masih harus kontrol kembali. Pada awal April 2016 ibunya mengabari kurir #SR di Bandung bahwa Shiddiq harus kontrol selaligus menjalani terapi di RSHS Bandung. “Kami harus bawa lagi Shiddiq ke RSHS tapi kami tak punya biaya,” kata ibunya. Anak yatim dari keluarga dhuafa ini masih memerlukan bantuan untuk mengikhtiarkan kesembuhannya. Kurir #SR kemudian mengantar-jemput Shiddiq dan keluarganya menjalani pemeriksaan medis dan terapis di RSHS Bandung. Selain itu, alhamdulillah, sedekaholiks #SR juga kembali memberinya bantuan untuk biaya akomodasi selama berobat dan biaya sehari-hari. Sejak bulan Mei 2016 Shiddiq rutin menjalani terapi seminggu sekali ke RSHS Bandung. Alhamdulillah kurir #SR terus mendampingi dan mengantar-jemputnya menggunakan MTSR Bandung. Meskipun kondisinya amat menggembirakan, sampai September 2016, anak yatim ini masih harus kontrol dan terapi rutin di RSHS Bandung. Begitu juga selama di bulan Oktober dan November 2016, Shiddiq harus menjalani terapi rutin seminggu sekali di RSHS Bandung. Pada awal Januari 2017 ibunya menghubungi kurir #SR mengabarkan adanya benjolan di bagian belakang pundak anak semata wayangnya itu. Esok harinya, Shiddiq lalu diperiksakan ke Puskesmas dan RSUD Soreang. Karena benjolannya diduga seritus, penanganannya kemudian dirujuk lagi ke RSHS Bandung. Baru saja penyakit miningokele teratasi, Shiddiq harus kembali menjalani pemeriksaan untuk memastikan benjolan yang tumbuh di awal tahun 2017 itu. Berempati atas apa yang dialami Shiddiq dan keluarganya, kembali kurir #SedekahRombongan di Bandung menyampaikan bantuan lanjutan untuk mereka yang digunakan untuk biaya pelunasan iuran BPJS Mandiri Kelas 2, biaya tranportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 917.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Shiddiq menderita Meningokel


AGUS BIN MOMO (49, Lumpuh). Alamat: Kampung Balong RT 1/10, Desa Cisondari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Buruh tani ini tinggal di rumah bilik di daerah pegunungan bersama istri dan keempat anaknya yang masih kecil. Selain menjadi buruh tani, dia sekali-kali berdagang buah-buahan, seperti konyal, kesemek dan alpukat yang ia ambil dari pohon-pohon di hutan dekat kampungnya. Betapapun kerasnya usaha Pak Agus menghidupi keluarganya, sampai kini ia masih merasakan beratnya beban ekonomi yang menggelayuti bahtera rumah tangganya. Istrinya, Raswati (33), yang kedua kakinya cacat sejak lahir, hanya mampu menjalankan tugas sehari-hari sebagai istri dengan segala keterbatasannya. Keluarga ini layak dibantu, apalagi kini Pak Agus –sebagai tulang punggung keluarga— mengalami kelumpuhan akibat terjatuh dari pohon saat mengambil buah konyal pada awal tahun 2015. Berbekal Jamkesmas, kerabat dan tetangganya memeriksakan Pak Agus ke Puskesmas, RSUD Soreang, dan RSHS Bandung. Berdasarkan hasil pemeriksaan ternyata tulang pinggul dan kakinya harus dioperasi. Sampai kini ia menunggu jadwal panggilan untuk masuk ruang rawat inap. Kenyataan pahit yang dialami Pak Agus dan keluarganya diketahui #SedekahRombongan berkat informasi dari Kepala Desa Cisondari. Alhamdulillah kurir #SR dapat bersilaturahmi dengan keluarga tabah ini padal 1 Mei 2015. Pada tanggal yang sama disampaikan pula wujud empati sedekaholik #SR kepada keluarga dhuafa ini, berupa bantuan untuk biaya sehari-hari dan transportasi-akomodasi selama dia berobat. Pada pertengahan Agustus 2015 kondisi Pak Agus memburuk; pantatnya mengalami decubitus. Pada malam hari, dia kemudian dievakuasi MTSR Bandung ke IGD RS Santosa Kota Bandung, dan dirawat inap di sana menggunakan Jamkesmas/BPJS PBI. Pada 5 September 2015 dia diperbolehkan pulang karena masa kritisnya telah terlewati. Tanggal 12 September 2015 Pak Agus diharuskan kontrol ke rumah sakit yang sama. MTSR kembali menjemputnya sekaligus memberinya bantuan untuk membeli obat, transportasi dan akomodasi pengobatan serta biaya sehari-hari. Pada 6 Oktober 2015 Pak Agus didampingi lagi kontrol ke RSHS Bandung untuk penanganan tulangnya. Ia sempat menginap sampai 8 Oktober 2015. Pada minggu kedua November 2015 ia kembali dievakuasi ke RSSR Bandung untuk melanjutkan pengobatannya di RSHS Bandung. Berdasarkan kapasitas hasil pemeriksaan RMI, tim medis RSHS Bandung memutuskan untuk mengambil tindakan operasi tulang yang akan dilaksanakan pada bulan Januari 2016. Senin 18 Januari 2016 keluarganya memberi tahu kurir #SR bahwa Pak Agus harus ke RSHS Bandung untuk diagnosa RMI pada Kamis, 21 Januari 2016. Pak Agus kemudian dievakuasi dari rumahnya ke RSSR Bandung pada Rabu 20 Januari 2016. Alhamdulillah decobitus di tulang belakangnya mulai mengering. Masih ada tahapan medis yang harus ia jalani, yaitu operasi tulang belakangnya. Pada bulan Maret 2016 ia harus melakukan pemeriksaan pra-operasi di RSHS Bandung. Pada bulan itu bersyukur #SedekahRombongan juga memberinya bantuan untuk biaya berobat. Luka besar di punggungnya mulai berangsur sembuh. Tak ada lagi nanah dan bau menyengat. Akan tetapi, karena Pak Agus bersedia menjalani operasi tulang ekornya, maka pada bulan Juni dan Juli 2016 kurir #SR membawanya periksa ke RSHS Bandung sambil menunggu panggilan masuk ruang rawat inap. Sejak 8 Juli 2016 ia bahkan tinggal di RSSR Bandung didampingi anaknya. Ikhtiar untuk kesembuhan Pak Agus masih cukup lama. Pak Agus dan keluarganya masih membutuhkan bantuan, selain motivasi dan dukungan. Allhamdulillah pada akhir Juli 2016 Pak Agus dipanggil masuk ruaangan rawat inap sebelum dilakukan tindakan operasi bedah plastik dan operasi tulang belakang. Tindakan operasi dyang dilaksanakan di RSHS Bandung alhamdulillah berjalan lancar. Pascaoperasi Pak Agus harus menjalani kontrol dua minggu sekali ke Poli Ortopedi RSHS Bandung. Kini kondisinya amat menggembirakan. Ia sudah mulai bisa duduk. Mekipun demikian, ia masih membutuhkan bantuan para dermawan untuk melanjutkan ikhtiar sehatnya sampai tuntas. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, pada akhir Agustus 2016 kembali #SR memberinya santunan lanjutan. Pada awal November 2016 Pak Agus kembali didampingi kurir #SR benjalani kontrol dan pengobatan di RSHS Bandung. Ia tinggal di RSSR bandung sambil mengikuti program terapi dan rawat jalan di RSHS Bandung. Alhamdulillah pada bulan kesebelas ini pun #SedekahRombongan memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobat. Pada Desember 2016 Pak Agus harus datang lagi ke RSHS Bandung dan tinggal di RSSR Bandung. Ia harus menjalani terapi rutin dua kali sehari yang hasilnya sudah mulai terlihat: kini ia sudah bisa duduk dan melipatkan kakiknya. Pada pertengahan Januari 2017 dia harus ke RSHS lagi untuk kontrol dan melanjutkan terapi medisnya. Akan tetapi, karena ia masih memerlukan bantuan, kembali Sedekah Rombongan memberinya bantuan lanjutan untuk Pak Agus dan keluarganya. Bantuan yang ia terima di rumahnya ini digunakan untuk biaya membeli obat dan biaya sehari-hari Pak Agus dan keluarganya. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 925.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Pak agus menderita Lumpuh


II HERLIAH (59, Lumpuh Setengah Badan). Alamat : Kampung Indragiri RT 3/2, Desa Indragiri, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ibu Ii diduga mengalami serangan stroke sejak bulan Agustus 2015. Gejala awalnya ibu rumah tangga itu sering mengalami kesemutan dan sakit kepala. Seiring waktu beberapa kedua kakinya mengalami kelumpuhan. Berbagai upaya medis dan nonmedis ia jalani. Didampingi suaminya, Pak Asep Kusniadi (58), ia telah dibawa periksa ke Puskesmas Rancabali dan RSUD Soreang. Di salah satu rumah sakit rujukan warga Kabupaten Bandung itu, Ibu Ii Herliah bahkan pernah dirawat inap, didaftarkan sebagai pasien umum, dengan biaya pinjaman dari pihak ketiga. Karena ketiadaan biaya dan tak punya jaminan kesehatan apa pun, ikhtiarnya terpaksa terhenti sampai di situ. Suaminya sudah bertahun-tahun tak punya lagi pekerjaan tetap untuk menopang kehidupan mereka di hari tuanya, setelah ia berhenti bekerja sebagai pegawai kebun di Perusahaan Teh. Cobaan hidup yang dihadapi keluarga dhuafa ini sampai beritanya kepada kurir Sedekah Rombongan di Kabupaten Bandung yang kemudian mengunjunginya di rumah kontrakan mereka. Ibu Ii Herliah mengemukakan keinginannya untuk melanjutkan pengobatan. Walaupun hanya terbaring di kamar karena mengalami lumpuh setengah badan, ia tetap bersemangat untuk terus berupaya mencari kesembuhan. Alhamdulillah, melalui empati sedekaholics, kurir #SR dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa kepada Ibu II Herliah. Bantuan awal ini digunakan untuk biaya pembuatan Kartu BPJS Mandiri, biaya bayar kontrakan, dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @drajat_permana

Bu ii menderita Lumpuh Setengah Badan


HESTI AHMADI (20, Usus Buntu). Alamat : Kampung Kendan RT 4/10, Desa Nagreg Kendan, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Esti –begitu panggilannya—didiagnosa mengidap penyakit usus buntu ketika ia menjalani pemeriksaan rutin kehamilannya di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Cikopo Cicalengka Kabupaten Bandung. Mungkin karena kehamilannya itu, gangguan usus buntu itu tidak terdeteksi dari awal. “Dokter yang menangani menyarankan istri saya harus menjalani operasi usus buntu, sedangkan kami tidak memiliki biaya dan tak punya kartu Jamkesmas,” kata suaminya, Pak  Ahmadi (28), saat dijumpai kurir #SR Kabupaten Bandung, Pak Muhtar Efendi yang menemui mereka berssama seorang warga, Pak Dodi Suherman, yang berbaik hati ingin membantunya. Selama 11 hari Bu Hesti dirawat di rumah sakit; selama itu pula mereka kebingungan untuk membayar biaya rumah sakit. Secara medis, operasinya alhamdulillah berjalan lancar. Tetapi, karena Bu Esti terdaftar sebagai pasien umum yang harus membayar sendiri biaya pelayanan medisnya, mereka harus melunasi tagihan Rp.7.700.000,- Didampingi kurir #SR, keluarga Esti kemudian mengajukan keringanan pembayaraan secara bertahap, dan bersyukur pengajuannya dipenuhi manajemen RSUD Cikopo Cicalengka. Keluarga dhuafa ini memang layak mendapatkan bantuan untuk mengurangi beban kesulitan yang dialaminya. Suami Bu Esti yang hanya buruh serabutan tak sanggup membayar tagihan rumah sakit sebesar itu. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, Sedekah  Rombongan dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa, berupa uang, untuk Ibu Hesti Ahmadi yang digunakan untuk membayar biaya rumah sakit (angsuran pertama).

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @muhtarefendi

Hesti menderita Usus Buntu


ANDRI SAEPUDIN (27, TB Paru + Maag). Alamat: Kp. Sukasari, RT 1/6, Kel. Sukarindik, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Andri, biasa ia dipanggil warga sekitar, sudah beberapa bulan ini mengidap penyakit paru. Berawal dari sakit dada dan pengap yang ia rasakan setiap hari dan rasa sakitnya semakin menjadi ketika Andri menghirup asap rokok dari lingkungan rumahnya. Setelah diperiksa di puskesmas ternyata ia mengidap penyakit TB Paru dan harus melakukan pengobatan selama 6 bulan. Seiring waktu, ternyata penyakitnya bertambah dengan rasa sakit di bagian perut karena Andri selalu menunda jam makan hingga akhirnya ia terkena penyakit maag. Dari hari ke hari kondisinya semakin parah dan keluarganya pun memaksakan diri untuk berobat ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya tapi harus dirujuk ke RSHS Bandung untuk pengobatan lanjut. Andri sempat kebingungan dengan biaya berobat dan akomodasi karena ia hanya bekerja sebagai buruh bangunan dan kadang tidak mendapat uang sama sekali selama beberapa hari karena sepinya pekerjaan apalagi ia tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun.  Alhamdulillah, Allah mempertemukan #SedekahRombongan dengan Andri dan keluarga untuk membantu meringankan bebannya tersebut dengan menyampaikan santunan dari Sedekaholics karena ada obat-obatan yang harus dibeli. MTSR pun membawa Andri ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Keadaannya sekarang makin memprihatinkan dan harus dirawat di ruang isolasi. Semoga Allah memberi kesembuhan pada Andri. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 923.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 17 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Andri menderita TB Paru + Maag


ODAH BINTI ODIH (58, Ca Ovarium). Alamat : Kampung Legok Yenang, RT 3/4, Kelurahan Kadumanggu, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Mak Odah biasa kami memanggil sejak awal tahun 2016 sering merasakan demam disertai muntah. Karena dikira hanya masuk angin biasa akhirnya Mak Odah hanya mengkonsumsi obat – obatan warung saja tanpa memeriksakan kondisi kesehatannya ke balai pengobatan apapun. Namun lama kelamaan sakit yang dirasakan pun berbeda, Mak Odah merasakan ada benjolan dibagian bawah perutnya yang makin hari semakin membesar. Akhirnya Mak Odah memberanikan diri untuk memeriksakan kondisi kesehatannya ke Puskesmas Babakan Madang dengan menggunakan BPJS mandiri kelas 3 dan oleh pihak puskesmas ia dirujuk ke RSUD Cibinong yang dilanjutkan dirujuk kembali ke RS. Fatmawati Jakarta untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa Mak Odah mengidap Kanker Ovarium dan harus segera menjalani operasi agar penyakit tersebut tidak semakin parah, namun pengobatan tersebut terpaksa terhenti karena tidak adanya biaya yang dimiliki Mak Odah untuk ongkos dan akomodasi ke RS. Fatmawati. Pak Jaya yang merupakan suami Mak Odah hanya bekerja sebagai kuli di pabrik tapioka di daerah Sentul dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan. Mendengar kabar tersebut, kurir #SedekahRombongan pun dipertemukan oleh Mak Odah untuk menyampaikan dana titipan para #Sedekaholic. Bantuan lanjutan dari para #Sedekaholic akan digunakan untuk biaya akomodasi Mak Odah ke RS. Fatmawati untuk melanjutkan pengobatannya dan akan menjalani operasi pada tanggal 16 Januari 2017 jika tidak ada halangan. Mari kita doakan semoga Mak Odah segera diangkat penyakitnya oleh Allah Swt. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 917.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefuddin @omguguh @kartimans1 @hendri.grohl @rexy_eas

Bu odah menderita Ca Ovarium


TEUKU ARJUNA ABADI BASAI (18, Hernia). Alamat : Jalan Rawa Bebek, RT 10/11, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Kota Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. Arjuna akrab dia disapa sudah sedari lahir ada kelainan yang dirasakan oleh orang tuanya. Jika Arjuna menangis di perut bagian bawah dan di bagian kelamin akan mengalami pembengkakan yang membuat Arjuna kecil makin susah untuk di tenangkan. Beranjak dewasa tidak ada perubahan di diri Arjuna, ia tetap sering merasakan nyeri dibagian perut bawah dan terjadi pembengkakan di bagian kelaminnya setelah bangun tidur atau melakukan kegiatan yang melelahkan. Pernah Arjuna memeriksakan kondisi nya ke Puskesmas Penjaringan dan oleh dokter didiagnosa mengidap Hernia dan harus segera dirujuk ke RSUD. Tarakan untuk mendapatkan tindakan lanjutan. Karena Arjuna belum memiliki jaminan kesehatan apapun akhirnya niatan tersebut diurungkan sampai Arjuna memiliki Jaminan kesehatan. Pernah Bu Lia (42) ibunda Arjuna mencoba untuk mengurus jaminan kesehatan untuk Arjuna namun karena ketidaktahuan tentang cara membuatnya serta ketidak sabaran dalam mengurus nya akhirnya hingga sekarang Arjuna belum dibuatkan Jaminan kesehatan apapun. Bu Lia juga harus menghidupi Arjuna dan ketiga adiknya dengan berjualan nasi uduk sejak berpisah dengan ayahnya Arjuna. Sedekah Rombongan diberikan kesempatan oleh Allah untuk bertemu dengan Arjuna, Ketika bertemu dengan kurir Sedekah Rombongan, Arjuna bercita – cita untuk dapat melanjutkan kuliah di luar negeri agar dapat membahagiakan Ibunya, tentu sebelum ia mengejar cita – citanya Arjuna harus terlebih dahulu kembali pulih kesehatannya. Bantuan awalpun disampaikan untuk Arjuna yang akan digunakan membuat jaminan kesehatan serta untuk biaya sehari – hari Arjuna dan keluarganya. Semoga Allah senantiasa memudahkan Arjuna dalam ikhtiar penyembuhan penyakit yang dirasakannya agar ia dapat kembali mengejar cita – citanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @rexy_eas

Arjuna menderita Hernia


YAN DWI LESTARI (32, Susp. Kanker Tulang). Alamat : Kp. Buaran, RT 3/9, Kel. Serua Indah, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Prov. Banten. Pada tahun 2007, Ibu Dwi pernah terjatuh di kamar mandi dan sejak saat itu ia mulai mengeluhkan sakit pada kakinya namun ia biarkan saja. Akhirnya pada tahun 2013 ia mengalami kesulitan berjalan dan mulai menjalani pengobatan. Dari hasil serangkaian pemeriksaan di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Ibu Dwi didiagnosis menderita susp. kanker tulang, namun belum dapat dipastikan tindakan apa yang akan dilakukan untuk mengobati sakitnya. Akhirnya ia memutuskan pindah berobat ke rumah sakit milik sebuah yayasan sosial. Di sana ia menjalani berbagai pemeriksaan dan diketahui tulangnya mengalami pengeroposan. Menurut dokter di rumah sakit tersebut Ibu Dwi harus menjalani operasi pemasangan alat namun operasi tersebut belum dapat dilakukan karena alat yang dibutuhkan belum tersedia. Nantinya Ibu Dwi akan dihubungi jika alat tersebut sudah ada dan operasi siap dilakukan. Saat itu kondisi Ibu Dwi masih dapat berjalan meski tak seperti saat ia sehat, lama – kelamaan ia mulai menggunakan alat bantu hingga akhirnya ia hanya dapat duduk di kursi roda. Sekitar tahun 2014, pasca melahirkan kondisi Ibu Dwi semakin memburuk. Selama dua tahun dalam kondisi sakit Ibu Dwi tak pernah menjalani pengobatan karena ia masih mengharapkan tindakan operasi yang akan dilakukan rumah sakit tempat ia berobat. Kini Ibu Dwi hanya dapat terbaring lemah di tempat tidurnya dengan kondisi paha yang mengalami pembesaran. Ibu Dwi tak dapat beranjak dari tempat tidurnya, bahkan jika pahanya disentuh atau digerakkan ia merasakan kesakitan yang luar biasa. Ibu Dwi telah memiliki JKN – KIS kelas III, keluarganya akan berupaya untuk menindaklanjuti kapan tindakan operasi dapat dilakukan. Ibu Dwi tinggal di satu ruangan semi permanen yang dibangun di lahan milik orang. Suaminya, Agus Harianto (34), tak dapat berbuat banyak untuk pengobatan istrinya. Meski hidup dalam kondisi yang memprihatinkan, Ibu Dwi tetap bersemangat demi kesembuhannya. Kurir Sedekah Rombongan mengunjungi Ibu Dwi di rumahnya dan memberikan bantuan awal untuk kebutuhan berobat dan memenuhi kebutuhan sehari – hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @nurmanmlana

Yan menderita Susp. Kanker Tulang


MUHAMMAD ALVIANO (1, Kelainan Syaraf + Microcephalus). Alamat : Kampung Cikaret, Rt. 02/02, Kelurahan Pulosari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bayi mungil ini biasa dipanggil Alviano oleh orang tuanya, pada awal kelahirannya tidak ada kelainan apapun, Alviano sama seperti bayi – bayi pada umumnya namun pada bulan Agustus 2016 Alviano mengalami Demam tinggi disertai susah untuk minum ASI dan makanan. Karena merasa khawatir Alviano dibawa oleh Mariana (30) dan Suherman (34) ke Puskesmas Leuwiliang namun dari pengobatan yang dilakukan di Puskesmas tidak ada perubahan yang berarti bagi Alviano, ia masih tidak mau minum ASI walaupun sudah diganti dengan susu formula dan demamnya tak kunjung turun. Ketika berobat kedua kalinya ke Puskesmas, Alviano langsung di rujuk ke RSUD Leuwiliang dan dari hasil observasi pihak RSUD diperkirakan ada gangguan syaraf di otak, dikarenakan alat medis di RSUD Leuwiliang tidak lengkap akhirnya Alviano kembali dirujuk ke RS. PMI Bogor. Ketika di RS. PMI Bogor tidak dapat menerima Alviano apabila dengan jaminan BPJS yang dimilikinya. Kurir #sedekahrombongan yang mendapatkan informasi tentang Alviano langsung bergerak ke rumah Alviano, setelah berkordinasi dengan pihak keluarga akhirnya Alviano kembali dibawa ke RSUD Leuwiliang dan kembali mendapatkan rujukan ke poli anak RS. Fatmawati. Setelah diperiksa di RS. Fatmawati Alviano disarankan untuk kembali memeriksakan Alviano ke poli mata dan poli THT. Ayah Alviano yang bekerja sebagai buruh serabutan tidak dapat menyembunyikan kesedihannya karena tidak bisa maksimal untuk mengobati Alviano karena keterbatasan biaya walaupun Alviano memiliki jaminan kesehatan BPJS. Penghasilannya sebagai buruh serabutan tidak mencukupi untuk biaya akomodasi Alviano berobat ke Rumah Sakit. Sudah 3 minggu kurir #SR mendampingi Alviano, setelah hasil pemeriksaan mendalam di Alviano ternyata ia mengidap Mikrocephalus. Alviano sangat memerlukan beberapa pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyakit apa saja yang di deritanya. Pada tanggal 7 Januari sekitar pukul 02.00 dini hari Alviano dipanggil menghadap sang pencipta. Terlihat kesedihan yang mendalam di raut wajah ibunda Alviano karena di tinggal pergi oleh sang anak tercinta untuk selama – lamanya. Bantuan Lanjutan pun kami sampaikan kepada Ibunda Alviano untuk membantu biaya pemakaman dan kebutuhan lainnya. Semoga Allah menempatkan Alviano ditempat terbaik sehingga bisa menjadi pembela bagi orang tuanya kelak Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di rombongan 928

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Alviano menderita Kelainan Syaraf + Microcephalus


NURUL FADHILA (19, Susp. TB Paru + Infeksi Lambung). Alamat : Gang Masjid, RT 2/6, Kelurahan Kedung Jaya, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Nurul biasa kami memanggil awalnya hanya merasakan sakit di bagian perutnya sekitar 4 bulan yang lalu, karena mengira hanya sakit maag biasa Nurul hanya meminum obat maag yang dibelinya diwarung. Namun sakit tersebut bukannya hilang malah semakin menjadi yang membuat Nurul tidak bisa melakukan pekerjaannya sebagai asisten rumah tangga. Karena merasakan khawatir dengan kondisinya, Nurul memeriksakan kondisi kesehatannya ke Puskesmas dan lagi lagi hanya diberikan obat maag oleh pihak Puskesmas. Sebulan terakhir Nurul merasakan kalau berat badannya berangsur turun dengan drastic yang membuat ia makin khawatir dengan kondisi kesehatannya, kembali ia memeriksakan kondisinya ke Puskesmas dan oleh pihak Puskesmas memberikan diagnosa awal kalau Nurul mengidap Susp. TB Paru dan infeksi lambung dan harus dirujuk ke RSUD. Kota Bogor untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan. Walaupun untuk biaya pengobatan memiliki JKN-BPJS Mandiri Kelas 3, Nurul tidak pernah memeriksakan kondisi kesehatannya karena tidak memiliki biaya untuk akomodasi. Nurul merupakan seorang Yatim piatu yang sejak beberapa tahun lalu ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya yang membuat ia harus mencari nafkah sendiri untuk menghidupi dia dan adik – adiknya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan diberikan amanah untuk menyampaikan titipan para sedekaholics untuk Nurul yang akan digunakan untuk biaya akomodasi Nurul berobat ke RSUD. Kota Bogor serta untuk kebutuhan sehari – hari. Semoga Nurul lekas kembali pulih agar dapat kembali mencari beraktifitas seperti biasanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 13 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Nurul menderita Susp. TB Paru + Infeksi Lambung


ABDUL RAHMAN (26, Infeksi Syaraf + Infeksi Lambung). Alamat : Gang Masjid, RT 2/6, Kelurahan Kedung Jaya, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Kami biasa memanggil nya dengan sebutan Babang yang sejak 3 bulan lalu sering merasakan demam, pusing disertai dengan sakit di bagian lambung yang membuat Babang tidak bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Babang pernah memeriksakan kondisi kesehatannya ke Puskesmas dan Klinik dekat rumahnya dan diberikan obat oleh Pihak Puskesmas, namun setelah obatnya habis, Babang akan kembali merasakan sakit seperti yang dialami sebelumnya oleh sebab itu dokter menyarankan agar Babang memeriksakan kondisi kesehatannya ke RSUD. Kota Bogor agar dapat mengetahui penyakit yang dirasakannya. Babang bukan tidak mau untuk berobat kerumah sakit namun yang menjadi kendala adalah ia tidak memiliki uang untuk biaya akomodasi kerumah sakit walaupun memiliki JKN-BPJS PBI untuk berobat. Babang merupakan anak yatim piatu yang sudah sejak kecil di tinggal oleh kedua orang tuanya untuk selama – lamanya. Ketika kurir Sedekah Rombongan datang untuk melihat kondisi Babang, ia bercerita sangat ingin sembuh dan bisa kembali beraktifitas seperti biasanya namun karena keterbatasan ekonomi akhirnya ia hanya pasrah dengan keadaan yang sekarang. Bantuan Awalpun disampaikan untuk Babang yang digunakan untuk Akomodasi Babang berobat ke RSUD. Kota Bogor agar dapat mengetahui penyakit yang di derita oleh Babang. Semoga Babang cepat kembali pulih agar dapat kembali bekerja seperti biasanya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 13 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Abdul menderita Infeksi Syaraf + Infeksi Lambung

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SYACHRONI THALIB 2,000,000
2 MUSRIPAH BINTI SLAMET KUDORI 789,400
3 HARTATIK BINTI JO PAWIRO 500,000
4 NARMI BINTI RESO SENTONO 500,000
5 RSSR JOGJA 30,607,140
6 PARYADI BIN TOHIR 500,000
7 MUHAMAD FAREL KURNIYANTO 2,445,000
8 ERIKA LITHASARI PONGANAN 780,000
9 EKSA MAULANA SARIF 500,000
10 JIHAN FATIN 1,872,240
11 SRI KARDIYATI 529,421
12 WAHYUNI BINTI JUMINO DARMO 500,000
13 ABDUR ROHMAN 500,000
14 SAKINAH BINTI WADIMAN 5,490,000
15 BUSAIRI BIN SUNO 1,525,000
16 SADINA BINTI MADRINA 2,000,000
17 TURIYA BINTI DURAHEM 500,000
18 FITRIA RAHMADANI 500,000
19 ALI IMRON 560,000
20 LUSIANI BINTI SIKAN 754,000
21 IRMA CAHYANDARI 1,110,000
22 MARSYAH AMANDA PUTRI 1,422,000
23 SUBROTO BIN KASERO 760,000
24 LIA FITRIANA 2,722,000
25 ACHMAD ROFIQ 500,000
26 POPI SANTUNAN MUSHOLA AS SYAKUR 1,500,000
27 MOH FAJRI 1,825,000
28 SRI SUNDARI 1,000,000
29 Santunan Sepeda Kayuh Untuk Anak Yatim Piatu 1,300,000
30 PONIDI BIN KAJAT 500,000
31 DJUWITA BINTI DJUAN 500,000
32 SUSI BINTI JONI 500,000
33 ENGKAY KARSIH 500,000
34 ENGKOM BINTI ENTUY 500,000
35 RINRIN MUSTHOFA 750,000
36 MUHAMMAD WANDA ABDILLAH 750,000
37 ADI CARDIA 500,000
38 ANNISA 700,000
39 UZI LESTARI 500,000
40 MUHAMMAD SHIDDIQ MY 500,000
41 AGUS BIN MOMO 500,000
42 II HERLIAH 1,000,000
43 HESTI AHMADI 1,000,000
44 ANDRI SAEPUDIN 500,000
45 ODAH BINTI ODIH 1,000,000
46 TEUKU ARJUNA ABADI BASAI 1,000,000
47 YAN DWI LESTARI 1,000,000
48 MUHAMMAD ALVIANO 500,000
49 NURUL FADHILA 750,000
50 ABDUL RAHMAN 750,000
TOTAL 79,691,201

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 79,691,201,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 945 ROMBONGAN

Rp. 46,288,812,790,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.