Rombongan 944

Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.
Posted by on January 22, 2017

LIA ALIYAH (5, Radang Paru-paru). Alamat : Kp. Cidahu, RT 16/5, Desa Tegal Datar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Neng Lia, akrab kami memanggil gadis kecil ini. Tepat 2 minggu ini Neng Lia mengalami demam, demam tersebut juga disertai batuk yang gatal dan tanpa dahak. Selama 2 minggu tersebut Neng Lia hanya diobati seadanya menggunakan obat warung, namun ternyata belum nampak perubahan. Ibunya (35), mulai cemas dengan keadaan anaknya tersebut, ia pun membawa Neng Lia ke puskesmas terdekat. Hasil pemeriksaan di puskesmas tersebut mengharuskan Neng Lia menjalani pemeriksaan dan pengobatan lanjutan di Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA). Namun karena kendala biaya, sementara ikhtiar tersebut ditunda dulu. Maklum saja, ayah Neng Lia saat ini sedang tidak memiliki pekerjaan, sehingga tidak memiliki biaya untuk akomodasi menuju RS tersebut. Beruntung Allah pertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga Neng Lia, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Neng Lia menuju Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asepza_

Lia menderita radang paru-paru


DANU NAJMUDIN (59, Gangguan Paru). Alamat : Kp. Cidahu, RT 17/5, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bah Danu, akrab kami memanggilnya. Sejak lama ia sering mengalami batuk, namun akhir-akhir disertai dengan badan yang meriang. Selama ini Bah Danu hanya menjalani pengobatan seadanya menggunakan obat warung, namun tak terlihat adanya perkembangan. Dibantu aparat setempat, Bah Danu pun dibawa ke Pusekesmas dan menjalani rawat inap disana. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Bah Danu didiagnosa mengalami gangguan paru dan harus menjalani perawatan instensif di Rumah Sakit Bayu Asih. Namun karena kendala biaya, maka saat ini Bah Danu hanya bisa dirawat istrinya di rumah. Beruntung Allah pertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga Bah Danu, kami telah menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya ikhtiar pengobatan penyakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asepza_

Pak danu menderita Gangguan Paru


MUHAMMAD RAKA (1, Radang Paru-paru). Alamat : Kampung Cidahu, RT 1/2 Desa Gunungkarung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sudah 2 bulan ini Dek Raka mengalami batuk yang tak kunjung sembuh, kadang juga disertai dengan demam yang tinggi. Selama 2 bulan ini Dek Raka hanya meminum obat yang diminum lewat ibunya, begitu kiranya kebiasaan orang-orang di kampung, jika anak yang sakit, maka ibu yang meminum obatnya, dengan dalih nantinya obat tersebut akan terminum bersamaan dengan ASI. Namun ikhtiar tersebut tak membuahkan hasil, batuknya semakin menjadi. Dek Raka pun dibawa ke puskesmas setempat, namun dokter menyarankan untuk melakukan pemeriksaan di dokter umum atau Rumah Sakit. Berdasarkan saran dari saudaranya, Dek Raka harus melakukan pemeriksaan di klinik dokter Ueng, hasil pemeriksaan mengharuskan Dek Raka menjalani rawat inap, namun di tempat lain, yakni di RS. Karina Medika Purwakarta. Ayahnya Cecep yang merupakan guru honorer sangat kebingungan dengan biaya pengobatan anaknya tersebut, maklum saja setiap bulannya gajinya tersebut hanya mencapai Rp. 200.000-300.000,-. Beruntung Allah pertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Dek Raka dan keluarga, kami telah menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya ikhtiar pengobatan penyakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asepza_

Raka menderita Radang Paru-paru


MARWOTO BIN SUMARNO (46, patah tulang + infeksi telinga). Alamat: Dusun Joyontakan, Rt 04 Rw 05, kecamatan Serengan, kabupaten Surakarta, provinsi Jawa Tengah. Bapak Marwoto, bapak 4 anak ini mengeluhkan sakit kepala sejak 2013 yang lalu, dan sudah diperiksakan ke beberapa dokter dan hasilnya kurang memuaskan. Dari pemeriksaan yang sempat berjalan 4 kali tersebut sakit kepala beliau tak kunjung sembuh juga, bahkan sempat pula dibawa berobat ke pengobatan alternatif tetapi hasilnya nihil. Akhirnya pak Marwoto diperiksakan ke RSUD Dr Muwardi Surakarta. Dari hasil pemeriksaan beliau didiagnosa mengalami infeksi telinga bagian dalam sebelah kiri dan kanan sehingga beliau mengalami gangguan pendengaran. Kata dokter infeksi tersebut sudah menjalar ke otak. Beliau dianjurkan untuk segera dilakukan tindakan pembedahan. Berbekal kartu BPJS yang di punya, Setahun yang lalu, beliau menjalani pembedahan telinga bagian kanan untuk melakukan penggantian gendang telinga yang rusak akibat infeksi. Seharusnya saat ini dilakukan pembedahan telinga bagian kiri, tapi ternyata Alloh masih sayang dengan beliau, pak Marwoto diberi ujian lagi, beliau mengalami kecelakaan sehingga mengakibatkan tulang telapak kaki bagian kiri patah 4 bagian. Saat ini sudah ditangani berupa pemasangan pen luar di RS Karima Utama Kartasura. Tindakan selanjutnya beliau menjalani kontrol 2 kali seminggu untuk medikasi, tapi beliau kesulitan prihal transportasi. Pernah beliau mencoba naik taksi tapi biaya yang dikeluarkan terlalu besar. Akhirnya beliau memilih medikasi dirumah dengan memanggil perawat. Dengan kejadian tersebut praktis pengobatan telinga pak Marwoto tertunda. Ketika bekerja penghasilan beliau tidak menentu, kadang kalau sedang lancar dalam sehari dapat menyisihkan Rp 50.000,- untuk ditabung. Untuk modal usaha beliau mengajukan pinjaman berupa KUR di BRI sebesar Rp5.000.000,- dalam jangka 2 tahun. Dengan kondisi sekarang tidak memungkinkan bagi beliau untuk mengangsur pinjaman, bahkan sempat terkena black list dari pihak bank. Beruntung ada teman beliau yang bermurah hati sanggup membayar tunggakan dan angsuran sampai 3 bulan kedepan. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Marwoto dan menyerahkan bantuan untuk meringankan beban beliau. Bapak Marwoto sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada sedekahholics, semoga amal baik ini diterima Alloh SWT

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 8 Januari 2017
Kurir: @mawan @anissetya60 @ayak @usamah

Pak marwoto menderita patah tulang + infeksi telinga


KARDINAH BINTI KARDIMIN WIRJOSOEDARMO (Ca mamae + Osteopprosis).  Alamat: Perum Griya Karya, Gang Nakula RT 01 RW 11, Sonorejo, Sukoharjo, Jawa Tengah. Ibu Kardinah merupakan janda dan tidak memiliki anak. Bermula pada tahun 2012 beliau mengeluhkan sakit di dada, kemudian diperiksakan ke RSUD Sukoharjo dan sudah beberapa kali menjalankan pengobatan dan kontrol. Disebabkan kurangnya peralatan yang ada, Bu Kardinah dirujuk ke RSUD Dr Muwardi Surakarta. Dari beberapa kali kontrol dan cek lab akhirnya beliau divonis menderita kanker payudara. Disamping itu beliau juga mengeluhkan sakit pada kaki kanan. Bemula dari jatuh dan dikira hanya terkilir, setelah diperiksa dan dilakukan rontgen ternyata tulang kaki kanan Ibu Kardinah mengalami pengapuran. Dengan kondisi seperti itu Ibu Kardinah kesulitan dalam beraktifitas seperti berjalan dan duduk, bahkan dalam hal MCK saja perlu bantuan orang lain. Saat ini hari hari Bu Kardinah dihabiskan di tempat tidur. Sementara ini beliau tinggal bersama adik beliau bernama Bapak Basuki. Selama berobat beliau menggunakan BPJS kelas 1. Kurir Sedekah Rombongan telah dipertemukan dengan Ibu Kardinah dan menyampaikan santunan untuk meringankan beban beliau. Ibu Kardinah sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada sedekah holics, dan mendoakan semoga bantuan tersebut di catat sebagai amal baik disisi Alloh SWT

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 8 Januari 2017
Kurir: @mawan @anissetya60 @ayak @usamah

Bu kardinah menderita Ca mamae + Osteopprosis


MTSR SOLO (AD 1998 SR, Biaya Operasional Desember 2016). Bebo, sapaan akrab dari para kurir untuk ambulance SedekahRombongan Solo. Mobil Luxio putih dengan corak Batik merah ini, pertama kali digunakan pada akhir 2014. Dengan nomer Hotline 08158911911. Mobil Tanggap Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Bebo ini telah hilir mudik mengantar jemput pasien dari rumah ke rumah sakit, mensurvey sasaran, menyampaikan santunan diarea Soloraya, Tak jarang digunakan untuk estafet pasien ke kota lain. Perawatan serta kebersihan bebo terus dilakukan oleh para kurir agar bebo tetap nyaman saat digunakan. Bulan Desember ini, kebutuhan oprasional MTSR Bebo digunakan untuk biaya pembelian bensin & perawatan. Laporan sebelumnya masuk rombongan Doa terbaik untuk #SahabatSR agar segala urusan dimudahkan serta dilancarkan. Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.465.000
Tanggal : 27 Desember 2016
Kurir : @Mawan @anissetya60 @ayak @usamah

Biaya Operasional Desember 2016


SATIPAH BINTI GINO (54, Diabetes Melitus). Alamat : RT 3/1, Desa Sridadi, Kelurahan Sridadi, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Jika ada yang membutuhkan tenaganya, Mbah Tipah berusaha membantu suaminya yang bekerja serabutan untuk menafkahi kedua buah hatinya. Tiga anak Mbah Tipah yang lain sudah berkeluarga dan tinggal jauh darinya. Tetangganya melihat Mbah Tipah semakin kurus dan menyarankan untuk berobat ke Puskesmas terdekat, namun hal itu tak pernah dilakukannya karena ia merasa sehat dan baik – baik saja. Suatu hari ketika bekerja Mbah Tipah jatuh pingsan hingga dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan kadar gula dalam darahnya tinggi dan harus dirawat. Dengan memanfaatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) Mbah Tipah dirawat dan setelah membaik ia kembali ke rumah dan bekerja seperti biasanya. Kemudian Mbah Tipah terluka pada kakinya hingga membusuk dan tak dapat berjalan. Mbah Tipah tidak menyadari apa yang dilaminya itu akibat riwayat diabetes melitus yang dideritanya dan karena ia tak pernah meminum obat sejak keluar dari rumah sakit. Mbah Tipah tidak merasakan sakit di kakinya sehingga dibiarkannya hingga 1 tahun lebih. Suatu ketika ada tetangga yang menghubungi kurir Sedekah Rombongan Jambi untuk melihat kondisi Mbah Tipah. Akhirnya kurir Sedekah Rombongan mendatangi kediaman Mbah Tipah dan membawanya ke rumah sakit untuk melakukan cek gula darah dan ternyata ia kembali harus dirawat karena kadar gulanya tidak terkontrol membuat lukanya semakin memburuk. Alhamdulillah setelah 8 hari dirawat Mbah Tipah diperbolehkan pulang dan dokter menganjurkan agar ia menjaga pola makannya dengan membeli gula dan susu khusus diabetes. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan Jambi dapat menyampaikan bantuan dari para sedekaholics untuk membeli makanan khusus diabetes dan memenuhi kebutuhan sehari – hari. Semoga bantuan yang diberikan bisa meringankan dan lebih bermanfaat untuk proses kesembuhan Mbah Tipah agar kondisinya lebih baik lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @shintatantri @cut_yusnila @ririn_restu

bu satipah menderita Diabetes Melitus


SARIPAH BINTI SAMSURI (80, Diabetes Melitus). Alamat : Pal IV, RT 23/6, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Di usia senjanya Nenek Saripah hanya dapat terbaring di atas ranjang yang beralas papan, di sebuah gubuk kecil pemberian orang yang dengan ikhlas memperkenankan Nenek Saripah menempatinya seumur hidup. Nenek Saripah yang sudah tidak memiliki suami ini menderita lumpuh dan diabetes. Dua tahun yang lalu saat Nenek Saripah masih bisa berjalan kejadian naas menimpanya, ia terpeleset hingga menyebabkan tulang pinggangnya bergeser dan tidak bisa digerakkan. Menurut cucu dari saudara Nenek Saripah, Nenek Saripah pernah dibawa ke rumah sakit namun ia tidak mendapatkan penanganan yang maksimal sehingga ia memutuskan pulang. Nenek Saripah sama sekali tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun sehingga kesulitan untuk biaya pengobatan. Ketika kurir Sedekah Rombongan mengunjungi Nenek Saripah, terlihat di antara papan yang menyangga tubuhnya terdapat pipa penghubung yang menyalurkan kotoran BAB atau BAK-nya ke luar rumah. Kondisi tersebut dimaksudkan untuk mempermudah Nenek Saripah buang air dan mandi sendiri di tempat ia berbaring karena cucunya tidak selalu ada di rumah dan bisa menceboki dan memandikannya. Pak Damiri selaku cucu dari abang Nenek Saripah bercerita bahwa nenek tidak mau tinggal di rumahnya karena tidak ingin merepotkan keluarganya. Kurir Sedekah Rombongan Jambi yang melihat kondisi Nenek Saripah memberikan bantuan untuk menebus obat diabetes dan membeli kebutuhan sehari- hari.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal : 4 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @shintatantri @cut_yusnila @ririn_restu

Bu saripah menderita Diabetes Melitus


MAD SIRA (79, Lumpuh). Alamat : Kp. Cipancur, RT 3/2, Desa. Jayasari, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Prov. Banten. Pak Mad Sira sudah 2 tahun lebih menderita stroke. Berawal ketika Pak Mad Sira mengalami kecelakaan saat bekerja di kebun milik tetangganya. Pak Mad Sira terpeleset dan jatuh ke jurang dengan kedalaman hampir 20 meter. Beruntung Pak Mad Sira masih selamat karena sempat berpegangan pada akar pohon di sisi jurang. Sesaat setelah kecelakaan itu, Pak Mad Sira segera dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis, namun karena keterbatasan alat ia harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar. Keterbatasan biaya dan jarak tempuh ke rumah sakit besar cukup jauh, membuat keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Pak Mad Sira secara medis. Terlebih lagi ia tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Selama hampir 6 bulan Pak Mad Sira menjalani pengobatan tradisional di mantri sekitar, namun bekas luka di kaki yang ia derita mengakibatkannya tidak dapat berjalan dengan normal. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan keluarga ini. Bantuan disampaikan untuk biaya hidup sehari-hari. Semoga Pak Mad Sira diberi kemudahan dalam ikhtiar pengobatannya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Januari 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak mad menderita Lumpuh


JANI SIMIN (69, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Kp. Ciperag, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Prov. Banten. Bu Jani adalah seorang janda tua renta yang tinggal bersama seorang anaknya di sebuah rumah panggung yang sangat sederhana. Keseharian Bu Jani dihabiskan untuk mengurus ternak ayam milik tetangganya. Upah yang diperoleh Bu Jani jauh dari cukup, membuat anaknya, Simin (41), ikut membantu mencari penghasilan dengan bekerja sebagai pengumpul pasir. Meski telah bekerja dengan begitu keras, tetap saja mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Terkadang untuk makan sehari-hari mereka mendapatkan bantuan dari tetangga. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan keluarga ini. Bantuan disampaikan untuk biaya hidup sehari-hari. Ucap syukur serta doa dipanjatkan Bu Jani dan anaknya untuk para sedekaholics, semoga segala amal dan kebaikan para sedekaholics dibalas oleh Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Januari 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Bantuan Biaya Hidup


JASID CIPANCUR (87, Stroke). Alamat : Kp. Cipancur, RT 3/2, Desa Jayasari, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Prov. Banten. Kakek berusia 87 tahun ini hidup dan tinggal di sebuah rumah panggung bersama seorang istri dan satu orang anaknya. Awal penyakit yang diderita Pak Jasid adalah ketika ia mengalami demam tinggi yang disertai batuk berdarah. Keluarga dan tetangga sempat membawa Pak Jasid ke Puskemas, namun karena keterbatasan biaya akhirnya Pak Jasid tidak melanjutkan pengobatannya. Pak Jasid pun belum memilliki jaminan kesehatan. Pak Jasid menderita stroke lebih dari 11 tahun, dan selama itu pula Pak Jasid hanya bisa terbaring di tempat tidur. Sang istri tercinta, Siti (80), dan anaknya, Ikhsan (45), dengan setia menjaga dan merawat Pak Jasid. Selama Pak Jasid terbaring sakit, Ikhsan lah yang menjadi tulang punggung keluarga menggantikan posisi sang ayah. Ikhsan bekerja sebagai buruh di perkebunan karet dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan keluarga ini. Bantuan disampaikan untuk biaya hidup sehari-hari dan membeli obat. Ucap syukur serta doa dipanjatkan dari mereka untuk para sedekaholics, semoga segala amal dan kebaikan para sedekaholics dibalas oleh Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Januari 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak jasid menderita Stroke


MASWATI BINTI SUKIRJA (40, Tumor Leher). Alamat : Kp . Kadukupa, RT 2/6, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Ibu Maswati mulai menderita sakit sejak 3 tahun lalu yang ditandai dengan benjolan kecil pada bagian kiri leher. Ia tidak pernah melakukan pengobatan secara medis sehingga benjolan tersebut semakin membesar. Istri dari Sahani (45) yang bekerja sebagai buruh bangunan ini ingin sekali memeriksakan penyakitnya di rumah sakit, namun pekerjaan Pak Sahani tidak menentu sehingga pengobatan istrinya tak dapat maksimal. Meksi sudah mempunyai kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS), Ibu Maswati tidak mempunyai uang untuk biaya transportasi ke RSUD Pandeglang yang jaraknya cukup jauh dari rumah. Penghasilan suaminya hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari bersama keempat anaknya. Alhamdulillah bantuan dari Sedekaholics Sedekah Rombongan dapat disampaikan kepadanya untuk membantu biaya transportasi ke RSUD. Semoga Ibu Maswati segera sembuh dari tumornya .

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Januari 2017
Kurir : @nurmanmlana @yadi_uy Titin @ririn_restu

Bu maswati menderita Tumor Leher


ANAH MA’MUN (50, Jantung + Hypertensi). Alamat : Kp. Cigunung, Desa Cimanuk, Kec. Cimanuk, Kab. Pandeglang, Provinsi Banten. Ibu Anah mengetahui penyakitnya sejak Oktober 2016, ketika itu kondisinya melemah dan diperiksakan ke Puskesmas terdekat. Dokter menyarankan untuk berobat ke RSUD Pandeglang, namun hingga kini belum ia lakukan karena ketiadaan biaya. Maklum saja Ibu Anah sudah tidak mempunyai suami, kini ia tinggal di rumah ditemani cucunya. Untuk biaya hidup sehari-hari Ibu Anah dibantu 2 anak laki-lakinya yang bekerja serabutan dengan penghasilan yang jauh dari cukup, mereka pun telah memiliki keluarga sehingga tidak bisa merawat dan mengobati ibunya secara maksimal. Kondisi Ibu Anah saat ini hanya bisa duduk dan terbaring di tempat tidur, ingin sekali ia berobat tetapi terkendala biaya dan ketiadaan jaminan kesehatan. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Ibu Anah, kurir pun menyampaikan  bantuan dari Sedekaholics untuk pembuatan JKN – KIS. Semoga Ibu Anah bisa segera sehat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tangga : 10 Januari 2016
Kurir : @nurmanmlana @yadi_uy @ririn_restu

Bu anah menderita Jantung + Hypertensi


ENDANG SUGIARTI (59, Acites). Alamat : Purwosari, RT 2/2, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Bu Endang, begitulah para tetangga memanggilnya. Beliau adalah seorang janda pasien dampingan Sedekah Rombongan Kudus sejak Oktober 2016 lalu. Sejak lebaran Idul Fitri Juli 2016 lalu, perut Bu Endang membesar, semakin membesar dan mengeras setiap harinya. Akhirnya dari pihak keluarga berinisiatif membawa beliau ke Rumah Sakit, tetapi dari pihak rumah sakit tidak menyatakan bahwa Bu Endang mengidap suatu penyakit. Akhirnya dicobalah pengobatan alternatif dan tidak ada perkembangan apapun. Lama kelamaan perut Bu Endang semakin membesar, nafsu makan pun menghilang, tidur pun tidak nyenyak karena perutnya yang semakin membesar. Dari bulan Oktober sudah beberapa kali melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus belum juga ditemukan apa sakit sebenarnya. Sampai saat ini diagnosa dokter Bu Endang mengalami Acites (adanya cairan di perut). Saat ini beliau tinggal bersama anak lelakinya Ahmad Bunyamin (24) dan sesekali dijenguk oleh anak-anaknya. Sebenarnya Bu Endang memiliki 4 anak lain, 3 anak perempuan sudah berumah tangga sendiri, dan anak bungsu ikut salah satu kakaknya yg sudah berumah tangga itu. Bu Endang mengelola warung kelontong kecil dan anaknya Ahmad membuka les privat untuk anak-anak sekolah di rumahnya untuk membiayai kuliah dan membantu ibunya. Dari warung klontong, Bu Endang mendapatkan penghasilan yang tidak menentu dan akhirnya setiap hari dibantu juga oleh tetangga. Jaminan yang dimiliki JKN- KIS PBI, karena kurangnya pengetahuan dalam sistem administrasi, akhirnya tidak pernah kartu itu dipakai untuk berobat. Santunan pun di berikan Kurir Sedekah Rombongan Kudus kepada Bu Endang. Dari santunan tersebut, digunakan untuk menambah barang-barang di warung klontongnya, agar warung Bu Endang dapat semakin berkembang, dan dapat meningkatkan taraf hidup dari keluarga Bu Endang juga biaya akomodasi pemgobatan. Bu Endang segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Desember 2016
Kurir : @RobbyAdiarta @Lucie_augustin Ahmad

Bu endang menderita Acites


HERI SISWANTO (36, Tetraparesis). Alamat : Jalan Kiangkat,  RT 3/3 ,Desa Rendeng, Kecamatan Kota ,Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Beliau merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Kudus sejak Bulan November tahun 2016. Lima tahun yang lalu (tahun 2011) Mas Heri mengalami kecelakan motor kemudian dibawa ke Rumah Sakit terdekat setelah melakukan pemeriksaan hasil rontgen saat itu tidak ada luka yang serius. Tapi berjalannya waktu lama kelamaan ternyata tangan dan kaki kiri tidak bisa digerakkan  hingga hampir lima tahun dibiarkan karena tidak ada biaya. Dari pihak keluarga Mas Heri hanya dibawa  pengobatan alternatif. Sampai akhirnya bulan November  2016 Mas Heri dibawa kembali untuk melakukan pengobatan dan diketahui dari hasil rontgen diagnosa Mas Heri mengalami kelemahan pada 4 anggota gerak (tangan kanan kiri juga kaki kanan kiri) atau secara medis disebut tetraparasis. Saat ini Mas Heri tinggal bersama kedua orangtuanya Ibu Suyati (57) merupakan ibunya  dan Bapaknya Kayat (62). Pekerjaan Bu Suyati jualan Lentog setiap pagi dengan  penghasilan yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari sedangkan suami beliau pak kayat sudah tidak bisa bekerja menafkahi keluarga karena terkena stroke satu tahun lalu. Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimiliki Mas Heri sedikit meringankan bebannya dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang biaya transportasi dan kebutuhan obat yang belum masuk tanggungan jaminan kesehatan menjadi kendala dalam proses pengobatan. Ketika Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan Mas Heri dsn keluarga, mereka mengungkapkan kesulitan biaya pengobatan. Santunan diberikan untuk membantu akomodasi selama pengobatan. Pihak keluarga menyampaikan terima kasih untuk bantuannya dan semoga Mas Heri selalu diberikan semangat dan bisa kembali sehat. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @lucie_augustin @sigit

Pak heri menderita Tetraparesis


MUHAMMAD ARSYA  PRADIKA  (1, Kurang Gizi). Alamat : Dersalam, RT 3/2, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah.  Arsya,  biasa dipanggil adalah seorang bayi usia 7 bulan pasien dampingan Sedekah Rombongan di Kudus. Awal mulanya, info mengenai Dik Arsya didapatkan dari pegawai Puskesmas Dersalam yang memberikan  informasi bahwa ada bayi yang mengalami Gizi Kurang. Gejala yang terlihat adalah tubuh kurus namun pada bagian perut membesar, hal ini disebabkan karena dicurigai akibat kekurangan energi protein dalam tubuhnya. Sebelumnya juga Dik Arsya sudah pernah menjalani rawat inap di rumah sakit, namun kesehatannya belum terlalu banyak perubahan. Sesampainya di rumah  setelah dirawat inap Dik Arsya mendadak demam. Kemudian oleh kedua orang tuanya dibawa lagi ke dokter di puskesmas. Dik Arsya disarankan untuk menjalani kontrol rutin setiap satu minggu sekali. Dik Arsya walaupun tidak memiliki jaminan kesehatan tetapi mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah Kabupaten Kudus setempat dengan menunjukkan KTP dan KK untuk warga tidak mampu untuk mendapatkan fasilitas pengobatan gratis. Kini Dik Arsya sedikit demi sedikit mulai  membaik keadaannya. Ayahnya Bapak Sistyan Nugroho (33) dan ibunya, Sulasmi (32) mengungkapkan kesedihan dan penyesalan saat dikunjungi Kurir Sedekah Rombongan. Maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat yang lebih dan hanya memanfaatkan fasilitas dari pemerintah Kabupaten Kudus apa adanya. Sistyan yang hanya kuli bangunan sementara Sulasmi yang merupakan ibu rumah tangga merasa sangat kesulitan untuk biaya pengobatan Dik Arsya. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan awal pun disampaikan untuk biaya sehari-hari dan membantu biaya pengobtan Dik Arsya. Semoga Dik Arsya lekas sembuh dan dapat beraktifitas kembali seperti bayi pada umumnya.

Jumlah Bantuan :  Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @Lucie_augustin @mustafandrey

Arsya menderita Kurang Gizi


SUPRIYANTO BIN PAIJAN (65, Pneumoniae + stroke + TBC). Alamat : Jepang Pakis, RT 3/1, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Beliau adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak Oktober 2016. Selama dua tahun Pak Supri mengalami sakit paru-paru yang disebabkan karena banyaknya menghirup debu saat proses pembubutan bulu di tempat pemotongan ayam tempat beliau bekerja. Saraf pada tubuh pak Supri juga mengalami gangguan yang menyebabkan beliau tidak bisa beranjak dari tempat tidur, untuk makan beliau mengkonsumsi makanan cair serta susu untuk menunjang nutrisinya. Pak Supri pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Lukmono Hadi Kudus, dan di diagnosa terkena Paru-Paru Basah atau istilah medis pneumoniae juga adanya stroke pada bagian tubuh kanan namun hanya bgian mulut dan tangan. Selain itu parahnya lagi Pak Supri oleh dokter di diagnoaa TBC (Tuberkulosis) dimana adanya infeksi pada saluran pernafasan karena bakteri. Selama perawatan Pak Supri tidak ada perkembangan membaik sehingga olah keluarga dibawa pulang untuk dirawat dirumah. Penyakit beliau bertambah parah saat salah satu anaknya meninggal dunia satu tahun yang lalu (tahun 2015) karena kecelakaan. Setelah itu tidak pernah menjalani pengobatan lagi. Jaminan KIS-JKN PBI yang dimiliki membantu meringankan pengobatan beliau namun kesulitan keluarga alami untuk biaya obat yang tidak tercover oleh jaminan kesehatan. Pak Supriyanto tinggal bersama istri, Ina Maryana (47) dan satu anaknya bernama Indra Setiyanto (22). Sebelum sakit, pak Supri bekerja di tempat pemotongan ayam, dan setelah beliau sakit digantikan oleh anaknya yang menjadi tulang punggung keluarga hingga sekarang. Sedangkan istrinya tidak bisa bekerja karena merawat kondisi Pak Supri yang kesehariannya memerlukan perawatan khusus. Untuk kehidupan sehari-hari sangat kekurangan sehingga dibantu oleh tetangga sekitar. Alhamdulillah, awal Oktober 2016 kurir Sedekah Rombongan Kudus dipertemukan dengan Pak Supri dan mendampingi beliau menjalani pengobatan kembali di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. Dirawat selama kurang lebih satu minggu di RS Mardi Rahayu tetapi Allah berkehendak lain, beliau meninggal pada Kamis pagi tanggal 3 November 2016. Santunan diberikan untuk biaya pemakaman.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 3 November  2016
Kurir : @robbyadiarta @Lucie_augustin Arim

Pak supriyanto menderita Pneumoniae + stroke + TBC


SULIKIN BIN SIKIN SUMARI (19, Suspect Rachitis). Alamat: Desa Kutuk, RT 4/4, Kecamatan Undaan,  Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Beliau merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Kudus mulai bulan Desember 2016. Awal mula sakit yang diderita Sulikin gejalanya dirasakan sejak dirinya berusia 5 tahun. Pada saat itu dirinya  terjatuh dan mengalami patah tulang. Oleh keluarganya, kemudian diperiksakan dan diketahui menderita sakit mudah patah tulang yang biasa dikenal sebagai penyakit  suspect rachitis atau gangguan mineralisasi pada tulang akibat kekurangan vitamin D. Karena ketiadaan biaya dan belum adanya jaminan kesehatan saat itu,  maka penyakit yang diderita Sulikin hanya diobati seadanya dengan cara dibungkus rotan yang dilapisi kain. Selama itu Sulikin merasakan sakit yang amat sangat. Pernah sekali waktu dirinya terjatuh dan akhirnya kemudian tulang kakinya kembali patah. Karena kondisinya, membuat Mas Solikin menjadi putus harapan dan tidak mempunyai semangat. Ditambah lagi sang ayah yang sudah menderita penyakit  stroke sejak mas Sulikin masih bayi. Hal ini dirasakan oleh Kurir Sedekah Rombongan Kudus merasakan perjuangan keluarga ini begitu luar biasa. Saat ini kondisi kedua kaki mas Sulikin tidak dapat berjalan karena bentuk kaki bengkok karena dulu saat patah tulang hanya diobati dengan dibungkus rotan yang dilapisi kain. Kini Mas Sulikin bersama dengan Kurir  Sedekah Rombongan Kudus masih terus mengupayakan yang terbaik bagi kesehatannya. Saat ini Sulikin tinggal bersama Ibunya bernama Bu Sukijah (56) dan bapaknya bernama Bapak Sikan Sumari (59) yang menderita sakit stroke dan tidak dapat beraktifitas apapun. Kini Sehari-hari Sulikin membantu aktifitas ibundanya dan sejak bulan Oktober sudah belajar untuk memberikan jasa potong rambut pada tetangganya. Dan dari hasil potong rambut tersebut Sulikin bisa mendapat penghasilan walaupun belum tentu tiap hari ada. Dan Ibundanya hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Yang jika saat ada musim tanam dimintai bantuan tetangganya untuk ikut menanam di sawah. Sekarang dengan adanya jaminan kesehatan berupa KIS-JKN PBI yang dimiliki Sulikin dan keluarga, sedikit meringankan bebannya dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang biaya transportasi dan kebutuhan obat yang belum masuk tanggungan BPJS menjadi kendala dalam proses pengobatan. Alhamdulillah kurir  Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan Sulikin  dan keluarga menyampaikan titipan dari sedekaholics guna membantu proses kesembuhan . Dengan ini santunan ke-1 kurir sampaikan untuk biaya transportasi guna keperluan berobat. Semoga kondisi  Sulikin semakin membaik dan diberi kesembuhan, Aamiin. Semoga perjuangan hidup Sulikin dan keluarga dapat menginspirasi kita semua dan menjadikan kita semua untuk dapat lebih bersyukur.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal :  29 Desember 2016
Kurir: @robbyadiarta @Lucie_augustin @wibowo

Pak sulikin menderita Suspect Rachitis


SIKIN SUMARI (59, Stroke). Alamat: Desa Kutuk, RT 4/4, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Sudah lebih dari 15 tahun Pak Sikin tidak bisa bekerja menjadi tulang punggung bagi istrinya Sukijah (56) dan anaknya Sulikin (19) sebagai kuli bangunan. Lima belas tahun (2001) yang lalu stroke yang disertai kelumpuhan seluruh badan menimpa Pak Sikin. Pada awalnya, Beliau merasakan lemas dan sulit menggerakan bagian tubuhnya seperti tangan dan kaki namun secara tiba-tiba sesaat setelah beliau bangun tidur seluruh anggota badan tidak bisa digerakkan. Kondisi seperti itu dikarenakan beban hidup dan keempat anaknya yang meninggal dunia karena keterbelakangan ekonomi sehingga membuat stres Pak Sikin. Berbagai upaya untuk mendapatkan kesembuhan sudah dilakukan oleh keluarganya. Saat ini Pak Sikin terbaring dirumah dengan perawatan seadanya dari sang istri sesekali hanya bisa duduk sebentar. Pak Sikin tidak pernah dibawa pengobatan ke Rumah sakit karena tidak adanya biaya. Pak Sikin tidak mempunyai jaminan kesehatan, dan sekarang sedang dibuatkan kartu KIS – JKN PBI dan untuk kehidupan sehari-hari Beliau dan keluarga dibantu tetangga sekitar. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan Kudus telah menyampaikan bantuan untuk pengobatan dan membantu biaya hidup keluarga Pak Sikin. Semoga Pak Sikin bisa kembali sembuh untuk bisa kembali beraktifitas seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @Lucie_augustin @wibowo

Pak sikin menderita Stroke


AMRIH MARYANTO (23, Hematoma). Alamat: Dusun Ngabean RT 04 RW 03 Kel. Pringapus Kec. Pringapus  Kab. Semarang, Jawa Tengah. Mas Amrih adalah anak bungsu dari pasangan suami istri Bapak Mujiono dan Ibu Sukarsih. Ayah Amrih bekerja sebagai penjual sosis keliling dan Ibu Amrihbekerja sebagai penjual gendar pecel keliling. Amrih saat ini kalau pagi bekerja di tempat pembuatan jok kursi dan malam hari sebagai penjaga di pengisian air minum isi ulang. Mas Amrih telah menderita tumor di bagian mata sejak lahir,  sudah dilakukan operasi pada saat berusia 7 bln dengan biaya pribadi yang dibayar secara diangsur selama berbulan-bulan. Setelah lulus SMP tumor kembali membesar dan dilakukan operasi kembali di RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan biaya swadaya masyarakat. Pada tahun 2014 tumor kembali membesar dan oleh dokter kembali disarankan untuk melakukan operasi, namun sampai sekarang belum dilakukan operasi karena terkendala biaya. Meskipun pada saat itu pasien sudah memiliki kartu Jamkesda namun dari Jamkesda hanya bisa mengkover kurang lebih 10jt padahal oleh rumah sakit sudah diberi estimasi biaya lebih dari itu, sehingga pasien dan keluarga memutuskan untuk tidak melakukan operasi. awal tahun 2016, tim kurir dipertemukan dengan keluarga Mas Amrih dan sepakat untuk mendampingi pengobatan Mas Amrih. Saat ini mas Amrih telah melakukan operasi untuk pengambilan tumor yang berada di area wajah, namun tumor yang berada di sekitar area mata belum bisa diambil masih menunggu dijadwalkan oleh dokter, saat ini mas Amrih masih menjalani kontrol rutin setiap bulan untuk hasil kontrol pasca operasi dan mengethaui tindakan selanjutnya,

Jumlah bantuan : Rp. 600.000
Tanggal : 27 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @arifiin_yaa

Pak amrih menderita Hematoma


RUDI HARTONO ( 40, Kanker Kulit). Alamat: Bumiharjo RT 01/07 Kec. Ngandong Keling,  Kab. Jepara, Prov. Jawa Tengah. Pak Rudi biasa ia dipanggil. Berawal pada pertengahan tahun 2007 yang lalu, ketika Pak Rudi sedang membantu tetangga merenovasi rumah, kemudian kakinya tersangkut kabel listrik dengan teganggang yang sangat tinggi sehingga Pak Rudi  tersengat arus listrik tersebut. Kemudian tetangga membawa Pak Rudi ke RSUD Kartini Jepara. Karena luka pada kaki Pak Rudi  parah, sehingga harus dilakukan tindakan operasi untuk mengamputasi kaki kiri. Proses operasi berjalan lancar dan Pak Rudi menjalani proses perbaikan pasca operasi. Pasca operasi Pak Rudi harus terus menjalani kontrol  agar luka bekas operasi segera sembuh. Berbekal Jamkesmas pada waktu itu, sang istri, Bu Nani (36) dengan setia mengantar Pak Rudi  kontrol rutin di RSUD Kartini. Setelah merasa lebih baik, Pak Rudi tidak melanjutkan kontrol rutin. Selain merasa kondisi sudah baik, disebabkan biaya transportasi yang cukup banyak sehingga Pak Rudi tidak melanjutkan pengobatan. Selang 9 tahun pasca operasi, Pak Rudi kembali merasakan sakit pada bagian kaki kanan. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata Pak Rudi menderita kanker kulit yang mengharuskan diamputasi kaki kanannya. Saat itu kondisi Pak Rudisangat drop karena kehilangan kedua kakinya membuat Pak Rudi tidak bisa bekerja seperti biasa. Sedangkan Pak Rudi memiliki tanggungan 4 orang anak yang masih sekolah. Namun Allah berkehendak lain, alhamdulillah tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Rudi. Saat ini Pak Rudi telah menjadi pasien dampingan SR Semarang. Alhamdulilah kondisi Pak Rudi semakin membaik, Bulan Desember ini Pak Rudi kembali menjalani kontrol rutin dan hasil nya membaik dan dokter menyarankan untuk kontrol kembali 6 Bulan sekali. Mohon doa dari #sedekahholic sekalian agar Pak Rudi lekas sembuh dan dapat beraktivitas seperti biasanya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk biaya akomodasi Pak Rudi Selama melakukan pengobatan di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 880.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal :  28 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @arifiin_yaa

Pak rudi menderita Kanker Kulit


NGATINI BINTI SUMERI (58, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Dusun Dampit RT 2/4, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Bekerja sebagai buruh harian lepas di gudang rosok, Bu Ngatini berusaha menghidupi keluarganya. Sebagai tulang punggung tunggal keluarga, hasil kerja Bu Ngatini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian, wajar jika rumah yang Bu Ngatini huni adalah milik orang lain, berlantaikan tanah, dinding masih nampak susunan batanya, perabotan dan perlengkapan rumah pun seadanya, yang penting bisa untuk menunjang kebutuhan sehari-hari. Bu Ngatini tinggal bersama putri tunggalnya, putri tunggal yang memiliki kebutuhan khusus akibat dari musibah kecelakaan yang ia alami sewaktu kecil ketika perjalanan pulang dari sekolah. Putri tunggal yang tentunya menjadi harapan Bu Ngatini kelak, namun Allah swt memberikan kehendak lain dari harapan Bu Ngatini. Selain harus bekerja mencari nafkah, Bu Ngatini juga harus merawat dan mengawasi putrinya. Alhamdulillah, Allah swt memberi kesempatan kepada kurir Sedekah Rombongan untuk bertemu dengan Bu Ngatini untuk menyampaikan titipan santunan dari Sedekaholics untuk digunakan sebagai tambahan memenuhi kebutuhan harian Bu Ngatini dan puterinya. Semoga Allah swt senantiasa mencukupi kebutuhan Bu Ngatini dan keluarganya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 20 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestianto @abdulwachid @trislamet @muhtadinexc

Bantuan Biaya Hidup


AMRIH MARYANTO (23, Hematoma). Alamat: Dusun Ngabean RT 04 RW 03 Kel. Pringapus Kec. Pringapus  Kab. Semarang, Jawa Tengah. Mas Amrih adalah anak bungsu dari pasangan suami istri Bapak Mujiono dan Ibu Sukarsih. Ayah Amrih bekerja sebagai penjual sosis keliling dan Ibu Amrihbekerja sebagai penjual gendar pecel keliling. Amrih saat ini kalau pagi bekerja di tempat pembuatan jok kursi dan malam hari sebagai penjaga di pengisian air minum isi ulang. Mas Amrih telah menderita tumor di bagian mata sejak lahir,  sudah dilakukan operasi pada saat berusia 7 bln dengan biaya pribadi yang dibayar secara diangsur selama berbulan-bulan. Setelah lulus SMP tumor kembali membesar dan dilakukan operasi kembali di RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan biaya swadaya masyarakat. Pada tahun 2014 tumor kembali membesar dan oleh dokter kembali disarankan untuk melakukan operasi, namun sampai sekarang belum dilakukan operasi karena terkendala biaya. Meskipun pada saat itu pasien sudah memiliki kartu Jamkesda namun dari Jamkesda hanya bisa mengkover kurang lebih 10jt padahal oleh rumah sakit sudah diberi estimasi biaya lebih dari itu, sehingga pasien dan keluarga memutuskan untuk tidak melakukan operasi. awal tahun 2016, tim kurir dipertemukan dengan keluarga Mas Amrih dan sepakat untuk mendampingi pengobatan Mas Amrih. Saat ini Mas Amrih telah menjalani operasi pengambkan tumor dn saat ini masih kontrol rutin tiap bulanan selama 3 bulan, sampai dijadwalkan operasi kembali dari poli mata.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 03 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta, @arifiin_yaa

Mas amrih menderita Hematoma


SARIMAN BIN MUNTARI (79, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Dusun Toyogiri, RT 2/3, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Mbah sariman sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Usianya yang sudah lanjut membuatnya tidak mampu untuk mencari pekerjaan tambahan. Sebagai buruh tani, pekerjaannya pun tidak selalu ada, karena kebutuhan tenaga juga musiman. Mbah Sariman bersama istrinya tinggal di sepetak rumah yang tidak layak huni, berdindingkan papan, berlantai tanah, dan status tanah juga belum jelas kepemilikannya. Bekerja sebagai buruh tani ia lakoni hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, ia juga menanam singkong untuk dimakan ketika tidak memasak nasi. Begitupun kehidupan Mbah Sariman tidak membuatnya putus asa dengan meminta belas kasihan warga atau masyarakat. Alhamdulillah Allah pertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan Mbah Sariman, santunan telah disampaikan semoga dapat membantu untuk tambahan biaya hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 20 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestianto @abdulwachid @trislamet @muhtadinexc

Bantuan Biaya Hidup


FAIZIN BIN ABRORI (24, Radang Otak / Saraf). Alamat : Dusun Candi Tengah RT 4/7, Desa Candirejo , Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.  Faizin kecil dikenal sebagai anak yang suka mengaji, sampai suatu hari ketika berusia 7 tahun, ia mengalami panas, demam,  kejang dan mata berkedip-kedip.  Siang hari, sekitar pukul 11 siang, panas demamnya kambuh lagi dan ia dibawa ke RSUD Ambarawa. Setelah opname dan dirawat selama 32 hari di RSUD Ambarawa, Faizin tidak bisa apa-apa bahkan untuk sekedar berbicara pun tidak bisa. Pengobatan alternatif telah dilakukan, alhasil Faizin bisa berbicara dengan tidak jelas.  Pada tahun  2013, Faizin  panas demam lagi, dibawa ke RSUD Salatiga, opname selama 2 minggu, setelah pulang, selang dua bulan panas demamnya kambuh lagi dan dibawa ke RSUD Salatiga lagi. Sempat direkomendasikan untuk dirujuk ke Semarang/Solo, karena  keterbatasan biaya akhirnya keluarga Faizin memilih untuk memeriksakannya ke Dokter Spesialis Saraf di Salatiga, di samping karena kasihan jika Faizin terlalu lama mengantrai di poliklinik di RSUD Salatiga. Beberapa kali periksa dan kontrol ke Rumah Praktik Dokter Spesialis Syarat, karena keterbatasan biaya dan karena kerepotan sebab di rumah Ibunda Faizin juga harus merawat Nenek Faizin yang hanya bisa berbaring seperti halnya Faizin. Kini Faizin hanya duduk, berbaring dan bermain di atas tempat tidur. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dan bersilaturahmi sekaligus menyampaikan amanah sedekah  dari Sedekaholics sebagai tambahan untuk membantu biaya hidup sehari-hari Faizin dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2016
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestianto @muhtadinexc

Pak faizin menderita Radang Otak / Saraf


RUSTIANA BINTI SUGIYONO (32, Patah Kaki). Alamat : Perum Pringkurung RT 3/3, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Rustiana seorang pekerja wanita di toko optik di Salatiga, tinggal bersama Ibunya dan menjadi tulang punggung keluarga. Alih-alih bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, qodarullah, saat dalam menjalankan pekerjaan sebagai sales optik keliling, beliau tertimpa musibah. Rustiana mengalami kecelakaan tabrak lari di depan NISSIN Ungaran yang mengakibatkan kaki kirinya patah. Seketika itu beliau langsung dilarikan ke RS. Ken Saras Kab. Semarang untuk mendapatkan perawatan dan pemasangan pen kaki kirinya. Pasca operasi pemasangan pen kaki seharusnya beliau melakukan kontrol lagi, namun karena keadaan yang tidak memungkinkan sehingga beliau tidak melakukan kontrol ke RS. Ken Saras. Saat ini Rustiana hanya bisa berbaring dan duduk, belum bisa berjalan, luka mulai mengering dan masih diperban. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan awal untuk membantu
kebutuhan biaya hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 7 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestianto @trislamet @ muhtadinexc

Bu rustiana menderita Patah Kaki


WAHYU LISTIYONINGSIH (45, Patah Kaki). Alamat : Dusun Tegalrejo RT 3/3, Kelurahan Bawen, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Hidup sebagai seorang janda, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Bu Wahyu bekerja sebagai karyawati di UD. Lestari, sebuah perusahaan kayu lapis di Kab. Semarang. Suatu pagi, pada tanggal 1 Mei 2016 Bu Wahyu mengalami kecelakaan di depan Pasar Karangjati Kab. Semarang yang mengakibatkan kaki kirinya patah, dan seketika itu Bu Wahyu dibawa ke RS. Ken Saras Kab. Semarang. Di RS. Ken Saras, selama 10 hari Bu Wahyu mendapatkan perawatan dan pemasangan pen kaki kiri. Selama perawatan di RS. Ken Saras, Bu Wahyu menghabiskan biaya sebesar Rp. 25.700.000, sedangkan Bu Wahyu tidak memiliki jaminan kesehatan. Santunan dari Jasa Raharja sebesar Rp 10.000.000, sehingga Bu Wahyu masih memiliki tanggungan pelunasan biaya perawatan sebesar Rp. 15.700.000 yang sampai saat ini belum bisa dilunasi. Melalui negosiasi oleh seseorang, akhirnya Bu Wahyu diizinkan pihak RS. Ken Saras untuk pulang dengan catatan harus tetap melunasi sisa tanggungan biaya. Kontrol rutin dan check up seharusnya dilakukan, namun karena terkendala biaya dan transportasi, terpaksa Bu Wayu tidak melakukannya. Kini Bu Wahyu tinggal seorang diri di Kos kecil, tanpa penghasilan, hanya bisa duduk dan berbaring, berjalan pun belum bisa, kalau ingin mandi harus merangkak, malam hari memakai pampers agar tidak kerepotan harus ke kamar mandi, soal makan dan kebutuhan sehari-hari sangat bergantung pada belas kasihan dan kebaikan tetangga kos. Qodarullah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan Bu Wahyu, santunan awal disampaikan untuk tambahan biaya hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 7 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestianto @trislamet @ muhtadinexc

Bu wahyu menderita Patah Kaki


RUDI HARTONO (40, Kanker Kulit pada Kaki Kanan). Alamat : Desa Bumiharjo, RT 1/7, Kecamatan Ngandong Keling, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Pak Rudi biasa ia dipanggil. Berawal pada pertengahan tahun 2007 yang lalu, ketika Pak Rudi sedang membantu tetangga merenovasi rumah, kemudian kakinya tersangkut kabel listrik dengan tegangan tinggi sehingga membuat Beliau tersengat arus listrik tersebut. Kemudian, oleh tetangga membawa Pak Rudi ke Rumah Sakit Umum Daerah Kartini Jepara. Karena luka pada kaki kiri Pak Rudi  parah, sehingga harus dilakukan operasi untuk mengamputasi. Proses operasi berjalan lancar dan Pak Rudi menjalani proses pemulihan pasca operasi. Setelah operasi Pak Rudi disarankan untuk rutin menjalani kontrol agar luka bekas operasi segera sembuh. Jaminan kesehatan KIS – JKN PBI yang waktu itu beliau miliki sangat membantu. Pada waktu itu sang istri Ibu Nani (36) dengan setia mengantar Pak Rudi  kontrol rutin di RSUD Kartini. Setelah merasa lebih baik, Pak Rudi tidak melanjutkan kontrol rutin kembali. Selain merasa kondisi sudah baik, disebabkan biaya transportasi yang cukup banyak sehingga Pak Rudi tidak melanjutkan pengobatan. Setelah sembilan tahun pasca operasi, Pak Rudi kembali merasakan sakit pada bagian kaki kanan. Oleh keluarga dibawa ke dokter, ternyata Pak Rudi menderita kanker kulit yang mengharuskan dilakukan operasi untuk amputasi kaki kanannya. Saat itu kondisi Pak Rudi sangat terpukul karena kehilangan kedua kakinya membuat Pak Rudi tidak bisa bekerja seperti biasa. Sedangkan Pak Rudi memiliki tanggungan 4 orang anak yang masih sekolah. Namun Allah berkehendak lain, alhamdulillah tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Rudi. Saat ini Pak Rudi telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Semarang. Alhamdulilah kondisi Pak Rudi semakin membaik, Bulan Desember ini Pak Rudi kembali menjalani kontrol rutin dan hasil nya membaik dan dokter menyarankan untuk kontrol kembali 6 Bulan sekali. Santunan kembali kurir sampaika  untuk biaya akomodasi Pak Rudi Selama melakukan pengobatan di Semarang. Bantuan kepada Pak Rudi pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 936. Semoga kondisi Pak Rudi semakin membaik dan diberi kesembuhan dapat beraktivitas seperti biasanya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal :  28 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta Rifki Galih @arifiin_yaa @lucie_augustin

Pak rudi menderita Kanker Kulit pada Kaki Kanan


AMRIH MARYANTO (23, Tumor Mata Kiri). Alamat : Dusun Ngabean, RT 4/3, Kelurahan Pringapus, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Mas Amrih telah menderita tumor di bagian mata kiri sejak lahir, sudah dilakukan operasi pada saat berusia tujuh bulan dengan biaya sendiri yang dibayar secara diangsur selama berbulan-bulan karena belum adanya jaminan kesehatan saat itu. Setelah lulus SMP tumor kembali membesar dan dilakukan operasi kembali di RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan biaya swadaya masyarakat. Pada tahun 2014 tumor kembali membesar dan oleh dokter kembali disarankan untuk melakukan operasi, namun sampai sekarang belum dilakukan operasi karena terkendala biaya. Mas Amrih adalah anak bungsu dari pasangan suami istri Bapak Mujiono (55) dan Ibu Sukarsih (55). Ayah Mas Amrih bekerja sebagau penjual sosis keliling sedang Ibunya sebagai penjual pecel keliling. Mas Amrih sendiri setiap pagi bekerja ditempat pembuatan jok kursi dan malam harinya sebagai penjaga salah satu di pengisian air isi ulang. Meskipun pada saat itu Mas Amrih sudah memiliki jaminan kesehatan KIS – JKN PBI namun hanya bisa membantu sebagian biaya operasi, karena kekurangan biaya operasi sehingga pasien dan keluarga memutuskan untuk tidak melakukan operasi. Awal tahun 2016, tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Mas Amrih dan sepakat untuk mendampingi pengobatan Mas Amrih. Saat ini mas Amrih telah melakukan operasi untuk pengambilan tumor yang berada di area wajahnya, namun tumor yang berada di sekitar area mata belum bisa diambil karena masih menunggu dijadwalkan oleh dokter. Saat ini mas Amrih masih menjalani kontrol rutin setiap bulan untuk hasil kontrol pasca operasi untuk mengetahui tindakan selanjutnya. Bantuan kepada Mas Amrih pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 936. Santunan kembali kurir sampaikan untuk biaya akomodasi pengobatan dan biaya sehari-hari. Semoga kondisi Mas Amrih semakin membaik dan diberi kesembuhan, Aamiin. Semoga perjuangan hidup Mas Amrih dan keluarga dapat menginspirasi kita semua dan menjadikan kita semua untuk dapat lebih bersyukur.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000
Tanggal : 27 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta RifqiGalih @arifiin_yaa @lucie_augustin

Pak amrih menderita Tumor Mata Kiri


MARIYANAH BINTI MUNASIH (61, Diabetes dan Jantung). Alamat: Dusun Kampung Rapet RT 2/4, Kelurahan Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Usia semakin lanjut raga mulai melemah, demikian yang dialami Bu Mariyanah. Di usianya yang sudah mencapai 61 tahun, Ibu Mariyanah merasakan raganya yang mulai lemah, tidak disangka ternyata sudah lama ia memiliki sakit diabet, baru-baru ini ia menyadari dan mengetahuinya setelah merasa tidak nyaman dengan keadaan raganya dan bertekad memeriksakan kesehatannya ke Rumah Sakit dekat tempat ia tinggal. Alhasil diketahuilah bahwa ternyata Bu Mariyanah menderita diabet dan gangguan jantung. Bu Mariyanah kini tinggal dengan anaknya, sehingga segala sesuatu sangat bergantung kepada anaknya yang telah berkeluarga dan hidup serba pas-pasan. Kini Bu Mariyanah sangat membutuhkan bantuan untuk melanjutkan ikhtiar penyembuhan penyakitnya dan untuk membantu memenuhi kebutuhan hariannya. Qodarullah, Allah pertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan Bu Mariyanah, sedekah dari #Sedekaholics disampaikan kepada Bu Mariyanah sebagai bantuan tambahan biaya pengobatan dan tambahan biaya hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 3 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestianto @trislamet @muchtar

Bu maryanah menderita Diabetes dan Jantung


MARPUAH BINTI SUMARJO (45, Mioma). Alamat: Dusun Krajan RT 1/1, Desa Gemawang, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Bu Marpuah merupakan seorang janda, setelah suaminya meninggal ia hidup bersama kedua anaknya yang kini menjadi tanggungannya sendiri. Sebagai ibu rumah tangga, tidak banyak yang bisa ia lakukan, untuk menafkahi keluarga ia memilih bekerja serabutan. Seberapapun hasilnya ia habiskan untuk biaya hidup sehari-hari dan membiayai sekolah kedua anaknya. Sebuah nasib telah menimpa Bu Marpuah, sejak 3 tahun yang lalu ia sering mengalami haid yang lama seperti pendarahan, hingga akhirnya ia berikhtiar memeriksakan diri  ke sebuah klinik di dekat ia tinggal, waktu itu hanya diberi obat untuk menghentikan sementara dan disarankan kontrol ke RSUD tetapi beliau belum berani. Sampai akhir-akhir ini seiring dengan pendarahan yang kadang-kadang muncul lagi, Bu Marpuah bertekad memeriksakan diri ke RSUD Ambarawa di Poli Kandungan, ia didiagnosa mengidap Mioma dan harus rawat inap di rumah sakit. Sudah 1 minggu beliau rawar inap di RSUD Ambarawa untuk menunggu jadwal operasi pengangkatan penyakitnya. Selain rasa payah merasakan sakitnya, beliau juga kesusahan dalam hal pendanaan. Saat ini beliau masih menggunakan Jamkesda, sedangkan nanti akan ada tindakan operasi besar yang dikhawatirkan akan membutuhkan biaya besar dan melebihi limit Jamkesda. Sedangkan untuk biaya akomodasi keluarga yang menunggu di rumah sakit saja masih kekurangan, ditambah biaya kebutuhan hidup anak-anaknya dirumah. Alhamdulillah, Allah pertemukan Bu Marpuah dengan Kurir Sedekah Rombongan, setelah memahami keadaan beliau, tim Sedekah Rombongan memutuskan untuk mendampingi pengobatan beliau. Santunan awal telah disampaikan, semoga dapat digunakan sebagai tambahan biaya pengobatan dan kebutuhan harian keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 4 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestianto @trislamet

Bu marpuah menderita Mioma


HARNI BINTI MUNGIN (58, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Dusun Gedad RT 2/6, Desa Kalikurmo, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Harni sudah lama hidup sendiri, setelah suami berpisah dan anak beliau meninggal dunia. Bekerja sebagai buruh tani yang terkadang upahnya berupa sayuran dari si pemilik kebun. Ibu Harni mencari tambahan penghasilan dengan cara mencari tanaman cepoka di hutan untuk dijual dan hasilnya untuk kebutuhan sehari sehari. Hidup sendiri dalam rumah kecil, berdinding papan yang nampak tidak rapi asal bisa menjadi tempat berlindung dari udara luar. Lantai khas rumah papan, yakni tanah polos tanpa plesteran. Ruang tamu dan kamar tidur menjadi satu, tempat tidur pun cukup dari bahan kayu tanpa kasur ataupun sekedar tikar. Dapur dan peralatan masak juga seadanya, tungku mungil berbahan bakar kayu beliau gunakan untuk keperluan memasak setiap harinya. Memasak seadanya, karena memang beliau tidak memiliki penghasilan tetap yang sekiranya cukup untuk sekedar kebutuhan harian. Alhamdulillah Allah pertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan Bu Harni, amanah sedekah dari Sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Semoga Allah senantiasa melapangkan rizki Bu Harni dan kita semua. Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 24 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestianto @trislamet

Bantuan Biaya Hidup


DARSIH AL SUDARSIH BINTI ASMUDI (61, Diabetes). Alamat: Dusun Gudang RT 5/3, Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Sudah semenjak 2 tahun yang lalu Bu Darsih menderita sakit diabetes, beliau pernah bercerita bahwa dulu waktu kerja sering mengkonsumsi minuman untuk stamina dalam bentuk sachet yang menurut beliau menjadi salah satu pemicu diabet selain pola makan dan pola hidupnya. Setelah mengetahui penyakitnya, beliau berusaha kontrol dan menjalani rawat jalan di puskesmas dan RSUD setempat. Hingga saat ini beliau masih rutin mengkonsumsi obat. Kini suaminya telah meninggal, anaknya berkeluarga dan merantau dengan kehidupan yang juga masih kekurangan. Kebutuhan harian Bu Darsih mengandalkan adiknya yang bekerja sebagai buruh pabrik, adiknya sendiri juga masih menanggung anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah. Bu Darsih memang merupakan penerima manfaat BPJS PBI, sehingga ada kemudahaan biaya untuk berobat, namun beliau masih kesulitan untuk biaya di luar penanggungan BPJS, sehingga beliau sangat membutuhkan bantuan untuk biaya tersebut. Maklum, karena beliau sudah tidak ada penghasilan dan tidak ada yang memberinya nafkah. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau, santunan awal telah diberikan untuk bantuan biaya berobat dan sebagai tambahan biaya hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 27 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestianto @wachid @trislamet

Bu darsih menderita Diabetes


ZAEDAH BINTI MUSRIN (57, Kaki Lumpuh). Alamat: Dusun Kemetiran RT 9/5, Desa Nyamat, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Bu Zaedah, buruh lepas di Desa Nyamat, hidup sebagai seorang janda tinggal bersama putri terakhirnya. Bersama putrinya beliu mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama. Namun, sejak 9 bulan yang lalu,  Bu Zaedah tidak bisa bekerja, karena beliau terjatuh pada saat bekerja, seketika itu kondisi kedua kakinya masih bisa digerakkan tetapi lemas tidak bertenaga. Bu Zaedah memeriksakan kesehatan kakinya ke Puskesmas setempat, oleh dokter kaki Bu Zaeadah didiagnosa mengalami low back pain. Setelah pemeriksaan itu tidak pernah dikontrolkan lagi karena kondisi ekonomi keluarga yang kurang memungkinkan, untuk aktivitas sehari hari sangat bergantung kepada anaknya yang terakhir yang sangat berbhakti kepada Ibunya, sebelum bekerja menyelesaikan keperluan ibunya, dan pulang sore hari untuk merawat ibunya kembali. Kini Bu Zaedah hanya bisa duduk dan berbaring, untuk aktivitas lainnya sangat bergantung kepada anaknya. Bu Zaedah memang penerima manfaat BPJS PBI, sehingga pengobatannya tertanggung oleh BPJS, namun Bu Zaedah kesulitan biaya transportasi dan lain-lain di luar manfaat BPJS, termasuk biaya hidup harian. Alhamdulillah Allah pertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan Bu Zaedah, santunan awal telah diberikan untuk membantu biaya berobat dan tambahan biaya hidup harian.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 27 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestianto @wachid @trislamet

Bu zaedah menderita Kaki Lumpuh


SUNARTI BINTI KASAM (58, Infeksi Lambung). Alamat: Dusun Toyogiri RT 1/3, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Sebagai wanita desa, Bu Sunarti menjalani hidup sebagai ibu rumah tangga. Bu Sunarti tetap merasa bersyukur meski suaminya hanyalah tukang rongsok karena itu ia yakini sebagai jalan rizki keluarganya. Sudah beberapa tahun terakhir ini Bu Sunarti merasa tidak enak badan, perutnya sering terasa sakit, badannya lemas, raut wajahnya tampak pucat. Kondisi demikian ini hanya beliau periksakan di Puskesmas Kec. Tuntang dan diberi obat rawat jalan, walaupun sebenarnya disarankan opname di RSUD. Selama proses rawat jalan belum nampak adanya perkembangan kesembuhan, meskipun demikian kala itu Bu Sunarti enggan untuk opname karena keterbatasan biaya. Maklum dikeluarganya hanya mengandalkan sang suami yang bekerja sebagai tukang rongsok, di sisi lain masih sangat kekurangan untuk biaya hidup harian ditambah tidak adanya asuransi jaminan kesehatan. Kini Bu Sunarti masih menjalani proses rawat jalan di rumah sambil mengurus 4 orang cucu karena masing-masing ibunya bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di luar kota dan sudah berpisah dengan suami mereka masing-masing. Keinginan Bu Sunarti untuk sembuh sangat tinggi, namun beliau memiliki kendala biaya untuk Perawatan lebih lanjut ke RSUD, dan kendala karena mengurus keluarga yang belum memungkinkan untuk ditinggal opname di RS. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan mencoba memahami keadaan Bu Sunarti, alhasil Bu Sunarti menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Setelah Bu Sunarti menjadi peserta Jamkesda, bersama Sedekah Rombongan Bu Sunarti dibawa ke RSUD Ambarawa untuk rawat inap selama 5 hari, dilakukan transfusi darah sebanyak 4 kantong, diberi obat maag, dan vitamin. Alhamdulillah kondisi Bu Sunarti sudah membaik dan diperbolehkan pulang. Kini Bu Sunarti menjalani masa pemulihan di rumah. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan amanah sedekah dari Sedekaholics untuk bantuan proses pemulihan pasca rawat inap dan untuk membantu kebutuhan hidup sehari hari.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 13 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestianto @muchtar @trislamet

Bu sunarti menderita Infeksi Lambung


GIAT AGUS SALIM (15, Patah Kaki + Gangguan Saluran Kencing). Alamat : Pasar Banggi, RT 1/3, Kec. Rembang, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Peristiwa ini terjadi dua tahun lalu, ketika Dik Giat mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan salah satu kakinya di amputasi. Kecelakaan ini bermula ketika Dik Giat dan teman-temannya sedang mengendarai sepeda motor, mereka pun bercanda satu sama lain di jalanan raya. Kemudian, seorang temannya itu menarik Dik Giat dari belakang, sehingga Dik Giat pun jatuh dari motor. Sebuah truk tronton yang bermuatan kosong tepat berada di belakangnya, ban truk tronton itu seketika melindas kaki Dik Giat. Dik Giat pun dilarikan di rumah sakit daerah Jepara, dari rumah sakit daerah Jepara di rujuk ke RSI Sultan Agung Semarang. Karena tidak adanya biaya akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Dik Giat di RSI Sultan Agung Semarang. Dik Giat hanya memperoleh pengobatan seadanya kurang lebih 7 bulan lamanya. Pada awal Maret 2016, kurir Sedekah Rombongan Rembang dipertemukan dengan keluarga Dik Giat. Atas beberapa  pertimbangan, tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Dik Giat. Kemudian Dik Giat dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSI Sultan Agung Semarang. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, pihak RSI Sultan Agung Semarang menyarankan untuk mengamputasi salah satu kaki Dik Giat yang terlindas karena mengalami pembusukan. Setelah menjalani amputasi kaki, ternyata Dik Giat mengalami masalah pada saluran kandung kemih. Dik Giat pun dilarikan lagi di rumah sakit daerah Jepara, kemudian dirujuk di RSI Sultan Agung semarang. Dari pihak RSI Sultan Agung semarang, menyarankan untuk di rujuk di RS. Orthopedi Solo. Setelah menjalani pemeriksaan di RS. Orthopedi Solo ternyata dokter menyatakan tidak ada masalah dengan kaki pasca amputasi. Namun memang terjadi masalah pada kandung kemih Dik Giat, sehingga Dik Giat dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melanjutkan pengobatan. Selama Pengobatan Dik Giat menggunakan Jaminan Kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang membantu pengobatan Dik Giat. Dik Giat tinggal bersama Ayahnya yaitu Heri Sugiarto (47) bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya Surjanah Wati (34) ibu rumah tangga dan memiliki 3 saudara yaitu Shafitri Aulia Firdaus (9), Muhammad Akmal Satrio (8), Sadam Husen (4). Gaji yang diperoleh oleh ayahnya tentu tidak banyak dan minim jika digunakan pengobatan Dik Giat, belum lagi dengan kebutuhan sekolah adik-adiknya. Saat ini Dik Giat sedang menjalani kontol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang sebulan sekali. Tanggal 14 Desember 2016 Dik Giat mengeluh sakit diarea kencingnya dan harus dibawa ke RSUP Dr. Kariadi untuk tindak lanjut pengobatan di poli Urologi. Sebelumnya luka kaki Dik Giat rajin dibersihkan oleh salah satu kurir Sedekah Rombongan Rembang dan Alhamdulillah ada kemajuan penyembuhan di lukanya. Sedekah Rombongan member bantuan yang digunakan untuk pembelian alat perawatan luka dan akomodasi ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Sebelumnya sudah terbantu di Rombongan 895.

Jumlah Bantuan : Rp.1.056.500,-
Tanggal : 9 Desember 2016
Kurir : @dewa_popfmpati Arif @JeanseaMaurer

Giat menderita Patah Kaki + Gangguan Saluran Kencing


RUSMINAH BINTI TRIMO (47, Radang Lambung). Alamat: Dusun Mbagu, RT 8/3, Kec. Juana,  Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Ibu Rusminah, yang akrab dipanggil Mbah Rus. Sejak November 2015, Mbah Rus merasakan perih melilit dibagian perutnya, awalnya dianggap hanya penyakit maagh biasa sehingga tidak diobatkan, hanya membeli obat diwarung semampunya. Hingga ketika rasa perih tersebut dirasa tidak menghilang, akhirnya beliau melakukan pemeriksaan dan pengobatan di RS. Mardi Rahayu Kudus. Dari RS. Mardi Rahayu Kudus dokter mendiagnosa bahwa Mbah Rus terkena Radang Lambung. Rasa bingung dan takut menyelimuti fikiran Mbah Rus, karena penyakit tersebut lama masa penyembuhannya juga akan sering kambuh. Selama pengobatan Mbah Rus menggunakan Jaminan Kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang setara dengan BPJS kelas III PBI. Mbah Rus tinggal bersama Suaminya Mbah Trimo (50) yang bekerja sebagai buruh harian lepas dan kedua cucu perempuannya Deva (8) dan Leoni (5) yang masih sekolah dibangku tingkat dasar (SD). Dengan gaji tak seberapa tentunya sangat berat menghidupi keluarganya. Sampai akhirnya pengobatan yang dulunya sering dilakukan menjadi tidak pernah dilakukan hingga akhirnya Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Mbah Rus yang waktunya sedang mengalami kambuh pada Lambungnya. Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan untuk akomodasi pengobatan,karena saat itu beliau di rawat inap di RS. Mitra Bangsa Pati. Dengan kontrol rutin yang dilakukan , alhamdulillah kambuh yang dirasakan tidak sesering dahulu. Semoga Mbah Rus segera sehat kembali. Aamiin. Sebelumnya Mbah Rus sudah terbantu di Rombongan ke 815.

Jumlah Bantunan   : Rp. 500.000,-
Tanggal  : 20 Oktober  2016
Kurir  :  @dewa_popfmpati Yayan @JeanseaMaurer

Bu rusminah menderita Radang Lambung


JUWADI BIN SUPAR (60, Katarak). Alamat : Desa Sidokerto, RT 8/1, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Prov. Jawa Tengah. Delapan tahun yang lalu Mbah Juwadi merasakan penglihatan yang menurun setelah diperiksakan ternyata dokter mendiagnosa katarak kepada beliau. Dulu, Mbah Juwadi sering memeriksakan  penyakitnya di Rumah Sakit Keluarga Sehat Hospital, namun itu hanya dilakukan 3x, karena ketika dokter menyarankan tindakan operasi, dan Mbah Juwadi tidak melaksanakan saran tersebut  karena keterbatasan biaya. Sekarang mata beliau benar-benar tidak bisa melihat. Alhamdulillah pada bulan Oktober mbah juwadi dipertemukan dengan Sedekah Rombongan, pada tanggal 5 Oktober 2016 Mbah juwadi melakukan operasi cataract di RSUD Soewondo Pati Dua jam operasi dilakukan Alhamdulillah lancar, dan tiga hari setelah operasi dilakukan Mbah Juwadi disarankan untuk kontrol rutin agar beliau segera mendapat kesembuhan. Mbah Juwadi tinggal berdua bersama Istrinya Tri Suryani (56) beliau memiliki anak namun sudah berkeluarga. Dan untuk aktivitas keseharian, beliau dibantu oleh istrinya. Para saudara dan tetangga pun sering memberikan bantuan berupa makanan karena kondisi ekonomi keluarga Mbah Juwadi yang kurang mampu, apalagi dengan kondisi sakit seperti itu yang menyebabkan beliau tidak dapat bekerja lagi. Selama melakukan pengobatan , Mbah Juwadi menggunakan Jaminan Kesehatan berupa  Kartu Indonesia Sehat (KIS).  Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan Mbah Juwadi untuk akomodasi pengobatan. Semoga Allah memberikan kesembuhan untuk beliau. Sebelumnya sudah terbantu di ROM 926. Terimakasih sedekahholics yang telah memberikan bantuan yang berguna untuk akomodasi pengobatan semua pasien.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal  : 27 November 2016
Kurir  : @dewa_popfmpati Sugiono  @JeanseaMaurer

Pak juwadi menderita Katarak


FANISHA CHAIRAMAN (3, Suspect Leukemia). Alamat : Desa Ketanen, RT 2/4, Kec. Trangkil, Kab.Pati, Prov. Jawa Tengah. Dek Fanisha diumurnya yang masih balita yang seharusnya sedang asyik-asyiknya bermain dengan seumurannya, tetapi itu semua tidak bisa baginya. Dulunya ia lahir normal seperti bayi-bayi yang lainnya, tetapi sejak Dek Fanisha berumur 9 bulan ia mulai sering sakit-sakitan. Hingga 1 tahun belakangan ini ia sering merasakan sakit pada bagian perut, kepala, serta muncul bintik-bintik merah pada kulitnya. Sejak saat itu Dek Fanesha menjadi anak yang susah makan dan berat badannya menurun drastis. Pada bulan Agustus 2016 Dek Fanisha dibawa orang tuanya berobat ke Rumah Sakit Keluarga Sehat Pati dan menjalani rawat inap selama 3 hari lamanya, Dokter mendiagnosa MDS (Sindrom myelodysplastic )adalah sekelompok penyakit di mana produksi sel abnormal sumsum tulang. Ada tidak cukup sel darah normal yang sedang dibuat. Hal ini menyebabkan anemia, perdarahan dan risiko infeks. Karena di RS. Keluarga Sehat tidak ada dokter spesialis darah, maka Dek Fanisha dirujuk ke Rumah Sakit Umum Karyadi. Akhir Agustus 2016 Dek Fanisha tiba dan dirawat selama 6 hari disana. Dari hasil serangkaian pemeriksaan dokter, Dek Fanisha didiagnosa menderita Suspect Leukemia (dicurigai keganasan sel darah putih) dan mengaharuskan ia untuk menjalani cuci darah. Karena keterbatasan dana membuat orang tua Dek Fanisha tidak bisa rutin menjalani transfusi darah untuk anaknya. Hingga kondisi Dek Fanisha sering lemas dan lebih sering digendong oleh orang tuanya. Dengan kondisi Pak Suparman (39) ayahnya bekerja sebagai buruh dan Bu Chairani Nasution (33) ibunya  pegawai toko kelontong kecil. Apalagi orang tuanya juga harus membayar biaya sekolah Aditya Chairaman (7) kakak Dek Fanisha yang sekarang kelas 1 Sekolah Dasar (SD). Dengan mengandalkan BPJS kelas III yang dibayar pribadi, dengan itulah sedikit membantu biaya pengobatan Dek Fanisha. Setelah 2 minggu dirawat di RSUP Kariadi Semarang dan akhirnya sudah diperbolehkan pulang. Namun baru semalam dirumah Dek Fanisha mengeluarkan darah dari hidungnya, dibawalah Dek Fanisha untuk rawat inap kembali di RSUD Soewondo Pati. Baru beberapa hari setelah Dek Fanisha dinyatakan boleh keluar dari Rumah Sakit selang waktu 1 minggu Dek Fanisha kembali rawat inap di RSUP Kariadi Semarang, 4 hari perawatan disana sempat masuk ke ruangan ICU, Allah lebih sayang Dek Fanisha, semalam di ruang PICU Dek Fanisha meninggal dunia. MTSR berpartisipasi menjemput jenazah Dek Fanisha menuju rumah rumah duka. Semoga Allah memberi tempat terbaik untuknya disana. Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang dipergunakan untuk biaya akomodasi dan biaya pemakaman. Sebelumnya Dek Fanisha sudah terbantu di Rombongan 926.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Desember 2016
Kurir : @dewa_popfmpati Guntur @JeanseaMaurer

Fanisha menderita Suspect Leukemia


KHOIRUL ABIDIN (21, Tumor Dagu). Alamat : Desa Slungkep, RT 4/1, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Bidin, begitulah warga sekitar memanggilnya. Ketika lahir Dia sama terlahir normal seperti halnya anak-anak yang lainnya. Tetapi ketika menginjak usianya 2 tahun, mulai muncul benjolan kecil pada dagunya. Benjolan itu lambat tahun semakin bertambah besar seiring usianya yang terus bertambah. Hingga benjolan itu semakin membesar seukuran 2 kepalan tangan. Sekitar 7 tahun yang lalu Bidin pernah melakukan operasi pada dagunya, itupun bantuan dari warga setempat. Akan tetapi, operasi yang harusnya dijadwalkan dilakukan 2 kali dan saat itu baru dilakukan 1 kali karena untuk operasi yang berikutnya terkendala masalah biaya. Bahkan terdapat luka didagunya yang kerap kali mengeluarkan nanah. Lukanya itu pun hanya Dia tutupi dengan perban dan supaya nanah tidak keluar dari luka didagunya. Walaupun Bidin dalam keadaan sakit seperti itu, Dia masih bekerja sebagai buruh penitik lubang kancing. Sedangkan Pak Rasmun (53) ayahnya bekerja sebagai buruh kuli angkut. Dan ibunya, Bu Suamiati telah terlebih dahulu meninggal dunia beberapa tahun yang lalu. Bidin adalah anak pertama dari 3 bersaudara, Diyah Rohmawati (17) dan Rusmi (16) itulah kedua adiknya yang saat ini masih bersekolah. Pengobatan yang dilakukan Bidin menggunakan Jaminan Kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Tetapi karena kurangnya pengetahuan tentang cara penggunaannya, membuat Bidin dan keluarga tidak pernah menggunakannya untuk memeriksakan keadaannya. Dan kurangnya biaya juga yang membuat Bidin tidak bisa melakukan operasi yang kedua kalinya. Kurir Sedekah Rombongan pun merasakan kesulitan yang Bidin alami. Setelah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan alhamdulillah banyak kemajuan penyembuhan yang dirasakan pengambilan sampel tumor sudah diambil dan langkah selanjutnya menunggu antrian kamar rawat inap di RSUP Kariadi Semarang untuk tindakan operasi nantinya. Alhamdulillah tanggal 15 Desember 2016 Bidin mendapat telepon dari pihak RSUP Kariadi Semarang untuk berangkat segera kesana karena kamar perawatan lanjutan sudah tersedia.   Kurir Sedekah Rombongan kemudian mendatangi rumahnya dan bersilaturahmi, tidak lupa memberi bantuan yang diamanahkan dari para Sedekaholics kepada Sedekah Rombongan yang digunakan untuk akomodasi Bidin selama rawat inap di RSUP Kariadi Semarang. Dan semoga sakit yang Dia alami berangsur-angsur sembuh. Aamiin. Sebelumnya sudah terbantu pada Rombongan 916.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 15 Desember 2016
Kurir : @dewa_popfmpati @ellpin86 @JeanseaMaurer

Khoirul menderita Tumor Dagu


SUPARMI BINTI HADI (67, Katarak). Alamat : Desa Kajar RT.1/2, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar satu tahun yang lalu Mbah Suparmi merasa matanya sakit dan kalau melihat berkunang kunang. Mbah Suparmi sudah tidak kuat menahan sakit. Mbah Suparmi tidak bekerjadan untuk kebutuhan sehari-hari mendapatkan bantuan dari tetangga-tetangga rumah. Setelah melakukan pemeriksaan di RSUD Soewondo Pati Mbah Suparmi dinyatakan mengidap katarak. Setelah dioperasi Mbah Suparmi mengeluhkan matanya nyeri dan buram lalu dirujuk ke RSI Sultan Agung Semarang. Hal tersebut membuat Mbah Suparmi tidak melanjutkan pengobatan meskipun biaya pengobatan sudah dicover KIS. Tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mbah Suparmi dan kurir sepakat mendampingi Mbah Suparmi dalam proses pengobatan di RSI Sultan Agung Semarang. Saat ini kondisi Mbah Suparmi sudah membaik dan sudah bisa melanjutkan pengobatan di RSUD Soewondo Pati. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.106.500,-
Tanggal : 27 Desember 2016
Kurir : @dewa_popfmpati @jeanseaMaurer @vazen @fatkhiyaah

Bu suparmi menderita Katarak


MUHAMMAD ASYARI (23, Kanker Hidung). Alamat : Desa Tluwuk, RT 8/2,Kec. Wedarijaksa, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Ari, biasa ia dipanggil. Berawal bulan oktober 2014, Ari sering mengalami sakit flu tetapi hanya bagian kiri. Lama-lama berbau dan muncul benjolan tetapi belum bengkak. Karena khawatir dengan kondisi Ari kemudian orang tua Ari memeriksakan di puskesmas setempat. Setelah diberi obat dari puskesmas benjolan tersebut mengecil. Akan tetapi setelah obat habis, benjolan tersebut kembali muncul. Kemudian Ari dibawa ke RSUD RAA Suwondo Pati untuk pemeriksaan lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter mendiagnosa bahwa Ari menderita tumor ganas. Kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi untuk menjalani operasi pengambilan sampel. Hasil pengambilan sampel menunjukkan bahwa Ari menderita kanker hidung. Ari dijadwalkan akan menjalani beberapa tahap kemotherapi. Ari telah menjalani beberapa tahap kemotherapi dan beberapa operasi pengangkatan sel kanker di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Alhamdulillah, kondisi Ari semakin membaik. Ayah Ari, Pak Said (51) dan ibunya, Bu Uswatun Hasanah (46) merasa sedih. Maklum saja Bapak Said bekerja menjadi buruh jemur padi dan Bu Uswatun Hasanah hanya ibu rumah tangga biasa. Penghasilan Pak Said hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pak Said juga masih memiliki tanggungan satu orang anak yang masih bersekolah. Hal tersebut membuat Ari memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover BPJS PBI Kelas III. Pada bulan juli 2015, tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ari dan kurir sepakat mendampingi Ari dalam proses pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini kondisi Ari sedang pemulihan setelah operasi penutupan luka tahap kedua. Mohon doanya semoga Ari segera sembuh. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Sebelumnya sudah terbantu pada ROM 920.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.100.000,-
Tanggal : 24 Desember 2016
Kurir : @dewa_popfmpati @JeanseaMaurer @vazen @desiariyanii @fatkhiyaah

Asyari menderita Kanker Hidung


NAFIATUN NUR (23, Lipoma). Alamat: Dukuh Krajan, RT 2/1, Desa Alasdowo, Kec. Dukuhseti, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Nafiatun yang sejak lahir mengalami kejanggalan di sekitar pantatnya, adanya sebuah benjolan yang tak seperti anak pada umumnya. Kemudian Nafiatun diperiksakan ke RSUD RAA Soewondo Pati, dokter mendiagnosa Nafiatun menderita lipoma. Saat Nafiatun kecil sudah akan dilakukan operasi, namun tiap akan dilakukan operasi, suhu badannnya tinggi, sehingga operasi gagal dilakukan. Hal ini terus berulang hingga Nafiatun beranjak dewasa, tiap hari di bagian benjolan tersebut mengeluarkan nanah yang menimbulkan bau tidak sedap dan harus menggunakan pembalut. Karena kondisi yang kian memprihatinkan akhirnya keluarga membawa Nafiatun menjalani pemeriksaan awal pada 15 Maret 2016 di puskesmas, dokter di puskesmas mendiagnosa Nafiatun menderita penyakit yang sama dan harus dirujuk ke Poli bedah RSUD RAA Soewondo Pati. Pengobatan yang dilakukan alhamdulillah tertanggung oleh JKN KIS yang setara dengan BPJS kelas III,  Ayahnya Ahmad Mu’rob (63) bekerja sebagai buruh serabutan dan ibunya Ibu Munawaroh (56)  ibu rumah tangga. Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Nafiatun dan memberi bantuan. Bantuan diberikan untuk akomodasi dan pemenuhan kebutuhannya selama di rawat inap dan kontrol luka setelah operasi. Pada 18 Mei 2016 Nafiatun dinyatakan sembuh dari lipomanya, Kini Nafiatun menjadi salah satu dampingan Sedekah Rombongan, sebelumnya sudah dibantu pada ROM 886. Sedekah Rombongan Bahagia mendengar kesembuhan mbak nafiatun.

Jumlah Bantuan  : Rp.1.000.000,-
Tanggal                 : 21 April 2016
Kurir                      : @robbyadiarta @dewa_popfmpati Yayan @JeanseaMaurer

Nafiatun menderita lipoma


SUWODO PATI (73, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Desa Ngening, RT 1/1, Kec. Batangan, Kab.Pati, Prov. Jawa Tengah. Mbah Suwodo hidup dengan keadaan rumah beralaskan tanah dan dinding bambu. Pada tahun 2015 dari pihak desa pernah datang ke lokasi mbah Suwodo untuk diajukan program bedah rumah dan sampai sekarang masih dalam tahap proses atau menunggu. Selain itu jika musim penghujan rumah Mbah Suwodo tak luput dari genangan banjir, ditambah dengan kondisi rumah yang sangat memprihatinkan dan usia yang sudah lanjut,pastinya bencana itu tidak bisa terhindarkan. Beliau tinggal bersama sang istri Mbah Gemi (67) Sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan hidup beliau bekerja sebagai buruh tani/perkebunan dengan upah Rp 25.000,00-Rp 50.000,00 dengan waktu yang tidak tentu (hanya pada musim penghujan). Sebenarnya beliau memiliki 6 anak, namun sudah berkeluarga jadi pemenuhan ekonomi lebih terfokus untuk keluarga masing-masing. Di sisi lain Mbah Suwodo sering sakit-sakitan seperti  sesak nafas dan penyakit faktor umur, akhirnya Mbah Gemi lah yang harus mencukupi keperluan sehari-hari seorang diri, walaupun kadang-kadang  tetangga juga ikut membantu. Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Mbah Suwodo dan memberikan bantuan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Semoga bantuan tersebut bisa bermanfaat bagi Mbah Suwodo dan Mbah Gemi. Aamiin

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 November 2016
Kurir: @dewa_popfmpati @fifikusuma @JeanseaMaurer

Bantuan Biaya Hidup


RUBIKA SARI (15, Alergi Kulit). Alamat: Desa Bancak, RT 7/2, Kec. Gunungwungkal, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Dik Sari adalah siswa kelas V SD Bancak, yang kini seharusnya sudah duduk dibangku kelas VIII SMP, namun hal tersebut tidak bisa terlaksana dikarenakan suatu penyakit alergi kulit yang dialami Dik Sari. Kelainan ini dialami Dek Sari sejak 3 tahun yang lalu dimana tubuh Dik Sari merasa gatal-gatal dan disertai rasa perih, panas dan kulit tubuhnya menghitam serta timbul semacam luka-luka yang mengeluarkan bau. Saat itu Dik Sari pernah mendapatkan perawatan dari RSUD RAA Soewondo Pati, dua kali opname namun hanya diberi obat dan salep. Itu pun tanpa ada perkembangan yang berarti. Dan kelainan kulit Dik Sari pun belum bisa sembuh seperti yang diharapkan dirinya dan keluarganya. Dua Tahun yang lalu Dik Sari terpaksa berhenti bersekolah, karena alergi kulitnya kian parah, timbul seperti luka dan berbau. Ini tentunya sangat menganggu saat teman-temannya belajar di kelas. Setahun yang lalu terpaksa keluarga memutuskan untuk menghentikan pengobatan secara medis pada Dik Sari. Keputusan ini diambil karena kondisi ekonomi keluarga Dik Sari memang sangat memprihatinkan. Selama pengobatan Dik Sari menggunakan JKN KIS PBI yang sangat membantu sekali dalam proses penyembuhan Dik Sari. Ayahnya Syakur (39) telah lama pergi meninggalkan rumah dan tidak diketahui keberadaannya, sedangkan Ibunya Kasmini (36) saat ini tengah mengalami kelainan pengeroposan tulang. Kebutuhan sehari-hari keluarga Dik Saridibantu oleh paman dan bibinya, disamping membantu Dik Sari dan ibunya masih juga merawat neneknya Kartini (76) dan adiknya Puji Lestari (5) yang masih sekolah di Taman Kanak-kanak. Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Dik Sari dan kini dia menjadi salah satu dampingan Sedekah Rombongan. Kini kondisi Dik Sari mengalami kesembuhan yang signifikan setelah dirawat di RSUP DR Kariadi Semarang selama tiga bulan lamanya menjalani rawat jalan dan penanganan yang baik tepatnya pada 18 mei 2016, Dik Sari dinyatakan sembuh total dari gatal – gatalnya.Dan sekarang kondisi Dek Sari ternyata penyakitnya kambuh  kembali setelah para kurir SR Pati menjenguknya.Gatal-gatal disekitar tubuh mulai kambuh lagi,dan sekarang kita jadikan pasien dampingan kembali dengan harapan dapat membantu Dik Sari mendapatkan kesembuhan. Sedekah memberikan bantuan yang digunakan untuk membeli obat dan cairan antiseptik yang bertujuan membantu penyembuhan, sebelumnya sudah dibantu pada ROM 836.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 4 Oktober 2016
Kurir :@dewa_popfmpati Miftah @JeanseaMaurer

Sari menderita Alergi Kulit


PARSI BINTI SARYAN (57, Patah Tulang). Alamat: Desa Tergo, RT2/3, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Pada 02 November 2016 Bu Parsi menjadi korban kecelakaan di kawasan Perumahan Rendole Pati. Beliau bersama anak laki-lakinya Suyadi (20) yang mengendarai sepeda motor ditabrak mobil pick up dari arah berlawanan. Bu Parsi dan anaknya menderita luka parah dan dilarikan ke RSUD RAA Soewondo Pati. Bu Parsi didiagnosa mengalami patah tulang di paha dan kaki kirinya. Sedangkan anak laki-laki beliau akhirnya meninggal dunia meski sudah mendapat perawatan di RSUP Kariadi Semarang. Bu Parsi telah melakukan 2x operasi pada paha dan kaki kirinya. Saat ini masih rutin melakukan kontrol ke rumah sakit. Di rumah beliau tinggal bersama suaminya Bapak Darmin (58) dan anak perempuanya Shofiana (22). Sehari-hari Pak Darmin hanya beraktifitas di rumah. Beliau tidak bisa bekerja karena menderita sakit rematik dan kakinya terkadang sulit untuk digunakan berjalan. Sedangkan putrinya dulu bekerja bersama Bu Parsi sebagai pedagang asongan di RSUD RAA Soewondo Pati. Saat ini putrinya tidak bisa berjualan karena harus merawat Bu Parsi yang belum sembuh total. Ketika mengalami kecelakaan Bu Parsi belum memiliki jaminan kesehatan, sehingga membuat biaya perawatanya sangat memberatkan. Namun sekarang beliau sudah terdaftar di BPJS Mandiri kelas III dan  meringankan biaya beliau ketika melakukan kontrol ke rumah sakit. Meski begitu, Bu Parsi masih mengalami sejumlah kendala dalam pengobatanya seperti obat-obatan tambahan dan transportasi yang memadai mengingat letak geografis rumah beliau yang berada di dataran tinggi. Untuk itu Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk akomodasi pengobatan beliau di RSUD RAA Soewondo Pati.Semoga proses pengobatan Bu Parsi lancar dan segera diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 15 Desember 2016
Kurir: @Dewa_popfmpati @JeansieMaurer @DarulNext

Bu parsi menderita Patah Tulang


FERY SETIAWAN ( 16, Patah Tulang). Alamat : Desa Guwo, Kelurahan Gading Rejo, RT 1/1, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Fery panggilan di rumah, mengalami kecelakaan sepeda motor saat berboncengan dengan temannya di jalan pantura juwana pati, pada malam hari jam 23.30 WIB, 29 Desember 2016, dia terpeleset ke bahu jalan dan terpelental ke tengah, dan temanya yang bonceng meninggal ditempat kejadian karena terlindas truk. Fery mengalami luka parah yang mengakibatkan luka di bagian lutut bagian belakang sobek sehingga urat sarafnya putus dan bagian bawah perut luka berlubang 2 tempat yang cukup serius, lalu di bawalah Fery ke puskesmas, namun karena di Puskesmas tidak bisa menangani dengan lanjut akhirnya Fery dirujuk ke RS. Sultan Agung Semarang. Selama pengobatan di RS. Sultan Agung Semarang orang tua Fery berharap bisa menggunakan JKN KIS PBI yang dimiliki namun, pihak Rumah Sakit mengatakan tidak bisa menggunakan JKN KIS PBI, akhirnya pengobatan yang dilakukan menggunakan jalur umum/ bayar , biaya yang dianggarkan Pihak Rumah sakit untuk biaya operasi berkisar Rp. 35.000.000,- untuk biaya awal, butuh waktu 3 hari untuk mencari pinjaman uang sebesar itu , karena keadaan keluarga kekurangan ekonomi. Dengan izin Allah Sedekah Rombongan bertemu denga keluarga Fery dan membantu penyembuhan, Pengobatan Fery dipindahkan ke RSUP Kariadi Semarang yang bisa menggunakan JKN KIS PBI yang akan mengurangi kesusahan yang dirasakan keluarga Fery. Ayahnya Kasbun sudah lama meninggal, pemenuhan ekonomi dipikul sendiri oleh ibunya Sri Untari (37) yang bekerja serabutan. Berat dirasakan oleh ibu Sri Untari untuk mengobatkan dengan nominal sedemikian banyak. Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Fery dan memberikan bantuan yang digunakan untuk akomodasi perawatan pengobatan. Kondisi terkini, kaki sebelah kanan Fery sudah diamputasi karena mengalami pembusukan dan saraf yang sudah terputus, kini Fery memasuki tahap pemulihan pasca operasi amputasi, semoga diberi kesembuhan oleh Allah. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 29 November 2016
Kurir: @Dewa_popfmpati Rukamto @JeanseaMaurer

Fery menderita Patah Tulang


DASIYAN BIN MUBARI (77, Dhuafa Lanjut Usia) Alamat :Dsn Gedad, RT 02/RW 06, Desa Kalikurmo, Kec. Bringin, Kab. Semarang, Prov. Jateng. Mbah Dasiyan, biasa beliau dipanggil. Kondisi beliau yang sudah lanjut usia tidak memungkinkan lagi untuk bisa bekerja seperti dulu sebagai buruh tani, dengan kondisi kehidupan yang sangat memprihatinkan, tinggal dengan istrinya di sebuah rumah berdinding papan dan beralaskan tanah, jika hujan gentingnya hampir rata-rata bocor semua, untuk kebutuhan makan hanya bergantung istrinya sebagai ibu rumah tangga dan kadang kadang serabutan sebagai buruh tani, anaknya pun kondisi kehidupannya masih kekurangan.  Makanan sehari harinya seringnya makan jagung dan singkong rebus, belum tentu makan nasi. Untuk tidur hanya beralaskan tikar diatas tanah dengan kelambu untuk menghindari gigitan nyamuk dan hawa dingin. Hingga kurir #SedekahRombongan berkunjung dan mengetahui secara langsung kondisi beliau. #SedekahRombongan merasakan kehidupan beliau, dan bantuan disampaikan untuk membantu mencukupi kebutuhan hidup sehari-harinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestiarto @abdulwachid @trislametrahardjo

Bantuan tunai untuk membantu mencukupi kebutuhan hidup sehari-harinya.

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 LIA ALIYAH 1,000,000
2 DANU NAJMUDIN 1,000,000
3 MUHAMMAD RAKA 1,000,000
4 MARWOTO BIN SUMARNO 500,000
5 KARDINAH BINTI KARDIMIN WIRJOSOEDARMO 500,000
6 MTSR SOLO 3,465,000
7 SATIPAH 500,000
8 SARIPAH BINTI SAMSURI 1,000,000
9 MAD SIRA 1,000,000
10 JANI SIMIN 1,000,000
11 JASID CIPANCUR 1,000,000
12 MASWATI BIN SUKIRJA 500,000
13 ANAH MA’MUN 500,000
14 ENDANG SUGIARTI 500,000
15 HERI SISWANTO 500,000
16 MUHAMMAD ARSYA PRADIKA 500,000
17 SUPRIYANTO BIN PAIJAN 1,000,000
18 SULIKIN BIN SIKIN SUMARI 500,000
19 SIKIN SUMARI 1,000,000
20 AMRIH MARYANTO 600,000
21 RUDI HARTONO 500,000
22 NGATINI BINTI SUMERI 1,000,000
23 AMRIH 500,000
24 SARIMAN BIN MUNTARI 1,000,000
25 FAIZIN BIN ABRORI 1,500,000
26 RUSTIANA BINTI SUGIYONO 500,000
27 WAHYU LISTIYONINGSIH 500,000
28 RUDI HARTONO 500,000
29 AMRIH MARYANTO 600,000
30 MARIYANAH BINTI MUNASIH 1,000,000
31 MARPUAH BINTI SUMARJO 500,000
32 HARNI BINTI MUNGIN 1,000,000
33 DARSIH AL SUDARSIH BINTI ASMUDI 1,000,000
34 ZAEDAH BINTI MUSRIN 500,000
35 SUNARTI BINTI KASAM 1,000,000
36 GIAT AGUS SALIM 1,056,500
37 RUSMINAH BINTI TRIMO 500,000
38 JUWADI BIN SUPAR 500,000
39 FANISHA CHAIRAMAN 1,000,000
40 KHOIRUL ABIDIN 500,000
41 SUPARMI BINTI HADI 1,106,500
42 MUHAMMAD ASYARI 1,100,000
43 NAFIATUN NUR 1,000,000
44 SUWODO PATI 1,000,000
45 RUBIKA SARI 500,000
46 PARSI BINTI SARYAN 500,000
47 FERY SETIAWAN 2,000,000
48 DASIYAN BIN MUBARI 1,000,000
Total 40,928,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 40,928,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 944 ROMBONGAN

Rp. 46,209,121,589,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.