Rombongan 942

Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api
Posted by on January 18, 2017

ISMAIL BIN ARDJITO (61, Stroke). Alamat: Dusun Karang Turi Sidobandung RT 02/01, Desa Balen, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Pak Ismail nama panggilannya. Sakit yang di derita berawal ketika ia makan jeroan saat makan siang, sore harinya beberapa anggota tubuhnya tidak bisa digerakkan. Dengan kondisi tersebut pak Ismail memeriksakan dirinya ke Puskesmas terdeka. Dari Puskesmas pak Ismail kemudian dirujuk ke RSUD Bojonegoro dan diketahui ia terkena stroke. Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit kondisi pak Ismail membaik meskipun belum bisa berjalan dan masih  menggunakan bantuan kursi roda, namun ia sudah diperbolehkan pulang dengan syarat harus kontrol rutin tiap bulan. Pak Ismail melakukan kontrol rutin tiap bulan namun dirasa belum ada perkembangan yang signifikan. Tak hanya pengobatan medis, terapi pun juga ia lakukan mengingat keinginan untuk sembuh yang begitu besar. Setelah melewati banyak pengobatan dan terapi yang menghabiskan banyak biaya, akhirnya membuat ia putus asa. Dengan alasan keterbatasan biaya, terapi dan pengobatanpun terpaksa dihentikan. Praktis karena sakit yang diderita, ia tidak bisa bekerja sehingga tidak mendapatkan penghasilan,  sedangkan tanggungan keluarga masih ada 2 anak. Jarak rumah ke rumah sakit terhitung jauh, dalam melakukan pengobatan tidak ada pihak keluarga yang menjaga setiap saat karena istri pak Ismail sudah meninggal beberapa tahun sebelumnya. Ditambah lagi kondisi tubuh pak Ismail yang tidak memungkinkan menggunakan transportasi umum menyebabkan ia hanya bisa berdiam diri di rumah sambil beribadah dan  mengurungkan niatnya untuk kontrol rutin. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan pak Ismail. Bantuan telah disampaikan dengan harapan pak Ismail bisa melanjutkan pengobatannya. Pak Ismail merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut ia bisa melanjutkan ikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Oktober 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @DwiKurniaBJN @MiftakhAbuSaSi

Pak ismail menderita Stroke


MUSTAIN BIN TIRTO NADI (11, Bantuan biaya hidup). Alamat: Jl. Pembela No 72, Kelurahan Pejagan, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Mustain adalah siswa sekolah dasar kelas 6 di SDN Pejagan 4 Bangkalan. Mustain merupakan anak pertama dari 3 bersaudara. Di usia yang masih kecil, Mustain harus hidup sebatang kara setelah Pak Tirto Nadi, ayahnya meninggal dunia pada bulan Juni 2016 yang lalu karena penyakit komplikasi asam urat dan darah tinggi. Dulu semasa hidupnya Pak Tirto Nadi berprofesi sebagai buruh di sebuah usaha mebel milik Pak Habi. Sementara itu, Lisa ibu kandungnya pergi merantau ke Medan dengan membawa serta kedua adiknya, Tasya (6) dan Julian (4). Saat ini Mustain diasuh oleh sahabat almarhum ayahnya yang bernama Pak Habi. Meskipun begitu, Mustain lebih senang tinggal di rumah sewa kecil yang terbuat dari bambu. Untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah, Mustain bergantung pada pertolongan Pak Habi dan para tetangga dekat. Melihat keinginan Mustain yang besar untuk terus melanjutkan pendidikan dan bisa membanggakan keluarganya, maka sungguh sayang jika pendidikannya berhenti begitu saja. Sedekah Rombongan merasakan beban yang harus ditanggung oleh Mustain. Santunan diberikan untuk keperluan sehari-hari dan biaya sekolah Mustain. Kurir #SRmadura  juga memberikan masukan agar Mustain jangan sampai putus sekolah, dengan mengarahkan agar selepas SD bisa melanjutkan sekolah di sebuah yayasan secara gratis. Mustain mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga apa yang dicita-citakan Mustain bias terwujud. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @vanmadura @IndahAinul

Bantuan biaya hidup


DINA AGUSTINA (37, Kanker Nasofaring). Alamat: Dusun Sanggrah RT 07/03, Desa Pakandangan Sangra, Kec. Bluto, Kab. Sumenep Madura, Jawa Timur. Bu Dina biasa disapa, pada pertengahan tahun 2013 ketika masih tinggal di Bekasi, hidung bu Dina terasa mampet seperti pilek. Setelah pindah domisili ke Madura awal tahun 2014, beliau diperiksakan ke dokter spesialis dan mendapat vonis mengidap tumor jinak. Pertengahan tahun 2014 Bu Dina dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan sudah melakukan operasi pada maret 2015. Tindakan yang dilakukan pasca operasi adalah kemoterapi. Kondisi pasien saat ini jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Yang dikeluhkan pasien adalah biaya transportasi dari rumah di Sumenep ke RSUD Dr. Soetomo yang mahal, serta biaya kost ketika sedang berada di Surabaya untuk ikhtiar mencari kesembuhan. Bahkan tidak jarang pasien tidur di teras rumah sakit yang sudah tentu tidak layak dijadikan tempat istirahat. Apalagi untuk jadwal berobat bisa 2 kali dalam satu bulan. Pak Joyo (42) suami bu Dina, sebelumnya bekerja sebagai pengajar di yayasan islam di Sumenep tetapi diberhentikan karena sering izin untuk menemani istri berobat ke Surabaya. Saat ini pak Joyo bekerja serabutan, terkadang bertani. Pasien tinggal dirumah orang tua suami, bersama bapak dan ibu mertuanya serta seorang anak di Sumenep. Setelah melalui survey dan dirasa layak mendapat bantuan, bu Dina menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Kondisi bu Dina bulan ini semakin membaik, namun harus melakukan control rutin sebulan 2 kali. Santunan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 929. Keluarga bu Dina merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini bu Dina masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @vanmadura

Bu dina menderita Kanker Nasofaring


CALLISTA ANINDITA PUTRI (2, Dandy Walker) Alamat: Desa Ngumpak Dalem RT 10/03, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Dek Callista nama bayi mungil yang selalu terlihat ceria dan tetap cantik dibalik segala kekurangan fisik yang dimiliki yaitu kepala yang terus membesar. Penyakit ini sudah terdeteksi sejak ia masih dalam kandungan. Saat usia kandungan 5 bulan dari hasil USG menunjukkan adanya cairan dalam kepalanya yang menyebabkan kepalanya membesar, sehingga saat melahirkan harus dilakukan operasi caesar. Setelah umur tiga bulan nampak pertumbuhan kepala yang tidak normal, yaitu mengalami pembesaran dengan cepat. Setelah konsultasi dengan dokter setempat, dek Callista disarankan untuk operasi pemasangan selang dikepalanya guna mengeluarkan cairan dikepalanya, namun karena keterbatasan ekonomi memaksa pihak keluarga untuk menunda operasi yang telah disarankan dokter tersebut. Jangankan untuk biaya operasi, untuk biaya kontrolpun keluarga sudah kebingungan. Setelah usia lima bulan badan dek Callista menjadi sangat kurus dengan kepala yang terus membesar. Akhirnya berbekal uang santuan, bu Linda (24) ibu dari dek Callista memeriksakanya ke dokter. Dokter menyarankan agar dek Callista segera melakukan operasi. Alhamdulillah dikala itu keluarga sudah mempunyai jaminan kesehatan BPJS. Operasipun dilakukan dan berjalan lancar. Pasca operasi seharusnya dek Callista wajib menjalani kontrol rutin. Namun dikarenakan keterbatasan biaya, dek Callista harus menunda melakukan kontrol rutin. Orang tuanya bekerja sebagai buruh serabutan dan waktu itu bapaknya sedang terkena musibah, sehingga tidak mampu untuk memeriksakan kembali dek Callista. Alhamdulilah di usia 3 bulan SRtulabo dipertemukan dengan dek Callista. Bersama Sedekah Rombongan, dek Callista dibawa ke UGD dan dilakukan pemeriksaan. Berbekal SKTM dek Callista mulai bisa melanjutkan pengobatan dan terapi setiap bulan. Periksaan terakhir menunjukan perkembangan yang positif yakni otak kecil dek Callista yang dulunya hampir hilang karena cairan di kepalanya kini mulai ada meskipun sangat kecil, dan  alhamdulillah dari terapi tesebut dek Callista mulai bisa mengangkat kepalanya. Bantuan awalpun telah disampaikan untuk biaya transportasi dan operasional keluarga. Keluarga dek Callista merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dek Callista masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan. Semoga dengan terapi yang rutin dan gizi yang cukup diharapakan perkembangan kesembuhan dek Callista bisa lebih meningkat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @Dwi KurniaBJN @MiftakhAbuSaSi

Callista menderita Dandy Walker


NURHAYATI binti Nurhadi (31, tumor payudara+kanker tulang belakang). Alamat : Giwangan UH 7/66, RT 8 RW 3 Yogyakarta. Hayati, biasa ia dipanggil adalah seorang ibu RT tinggal di daerah Giwangan Yogyakarta yang sebelumnya didiagnosis kanker payudara dan kanker tulang belakang. Terakhir kali dirontgen untuk melihat bagaimana perkembangan apakah ada penjalaran dan ditemukan teroid atau sejenis tumor. Sehingga saat ini harus segera dilakukan tindakan dari dokter yang biasa menanganinya. Namun saat ini masih menunggu keadaan HBnya normal. Hayati tinggal bersama ayah Hayati, Nurhadi (72) dan ibunya, Noktrimah (58), dan memiliki 1 anak, yang bekerja hanya ibunya berjualan dan suaminya sebagai tenaga sales. Mereka tidak mempunyai simpanan untuk berobat maupun kebutuhan sehari-hari Hayati dan mempunyai Fasilitas Kartu BPJS Kesehatan namun tidak semua obat ditanggung. Saat ini kondisi Nurhayati sedang mengalami drop karena kurang HB dan membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhannya di luar pengobatan rumah sakit. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu memenuhi kebutuhan individu di luar pengobatan berupa kasur dan uang tunai untuk akomodasi kontrol di Rumah Sakit.

Jumlah  : Rp. 800.000,-
Tanggal : 12 Desember 2016
Kurir : @RizkyAditya4 @Satyaluke

Bu nur menderita tumor payudara+kanker tulang belakang


PONDOK PESANTREN ORA AJI (Bantuan Sepeda). Pondok Pesantren Ora Aji ini beralamat di Tundan, Purwomartani, Kalasan, Sleman, DIY. Pondok Pesantren ini berdiri sejak tahun 2012 dan selalu berusaha membiayai biaya pendidikan bagi anak asuhnya dari tingkat SD, SMP, SMA. Selain pendidikan formal di sekolah, pondok pesantren yang dikelola Gus Miftah ini juga menyelenggarakan kajian keagamaan rutin setelah Maghrib dan Shubuh. Hampir setiap tahun ajaran baru, Pondok Pesantren Ora Aji menerima santri baru, begitu pun tahun ajaran ini. Ada 6 santri yang di terima di Pondok Pesantren Ora Aji tahun 2016 ini. Jarak pondok ke sekolah yang cukup jauh menggerakkan pengelola dan #SedekahRombongan untuk mengadakan sepeda baru bagi ke-sembilan santri putri ini. Maka, pada tanggal 26 Desember 2016 lalu, 6 sepeda merk Phoenik dikirim oleh Tim #POPI (Pondok Panti) #SedekahRombongan. Semoga sepeda yang diberikan dapat bermanfaat dan mempermudah para santri berangkat sekolah.

Jumlah bantuan : Rp. 5.700.000;
Tanggal : 26 Desember 2016
Kurir : @rizkyaditya4 @anjesmou

Bantuan Sepeda


PAULINA BINTI FRANS (41, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Jln. Pramuka, RT/RW 4/5, Kelurahan Remu Utara, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Bu Paulina adalah seorang janda yang tinggal bersama dengan anaknya yang berumur 15 tahun. Anaknya ini sekarang sekolah di bangku SMA. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Bu Paulina bekerja sebagai petugas kebersihan. Namun, tuntutan kebutuhan cukup tinggi khususnya untuk biaya sekolah anaknya. Kurir #sedekahrombongan kemudian mendatangi rumah Bu Paulina yang sangat sederhana dan melihat betul kondisi Bu Paulina yang serba kekurangan. Bantuan dana melalui #sedekahrombongan ditujukan untuk dapat membantu kebutuhan makan harian dan tambahan biaya sekolah anaknya.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 17 November 2016
Kurir : @bratamanggala @hamdansorong

Bantuan Biaya Hidup


MOSES FANES ABOULU (1, Bibir sumbing). Alamat: Jln. Danau Swiki Arifidin, RT/RW 3/5, Kelurahan Klawasi, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Dik Moses menderita bibir sumbing. Dik Moses adalah anak dari Bapak Antonius Aboulu dan Ibu Seravina Ohoilulun. Selain menderita bibir sumbing, berat badan Dik Moses sempat turun karena kurang nafsu makan. Kondisi Dik Moses sempat diperiksakan di RSUD Kabupaten Sorong dan menjalani pengobatan selama 1 bulan. Dik Moses pun direncanakan menjalani operasi dan harus menunggu antrian. Bapaknya Dik Moses bekerja sebagai buruh bangunan. Dik Moses bersama orangtuanya masih tinggal dirumah neneknya. Dalam proses pengobatan Dik Moses menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Tim kurir #sedekahrombongan melakukan survey awal terlebih dahulu dan kemudian menyampaikan bantuan dana yang ditujukan untuk membantu biaya transportasi dan kebutuhan pengobatan Dik Moses diluar tanggungan KIS.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 18 November 2016
Kurir : @bratamanggala @hamdansorong

Moses menderita Bibir sumbing


MAS ATI BINTI SADONG (60, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Jln. Selat Makassar, RT/RW 1/5, Kelurahan Remu Selatan, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Bu Ati, adalah seorang janda dengan 3 Orang Anak dan 3 orang cucu. Namun seiring waktu berjalan, Bu Ati hanya ditemani oleh 1 orang anaknya saja yang tinggal bersamanya. Anaknya ini adalah seorang pedagang asongan dari pagi sampai sore hari. Sedangkan malam harinya bekerja sambilan sebagai pengemudi ojek. Selain itu Bu Ati berupaya sendiri dengan bekerja sebagai juru masak disebuah rumah sakit di Kota Sorong. Namun, gajinya ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kurir #sedekahrombongan mengunjungi langsung rumah dan melihat kondisi Nenek Ati. Santunan dana melalui #sedekahrombongan disampaikan untuk membantu kebutuhan harian Bu Ati.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 17 November 2016
Kurir : @bratamanggala @hamdansorong

Bantuan Biaya Hidup


RSSR SORONG (Operasional RSSR bulan November dan Desember 2016). Alamat: Jl. Sele Be Solu, Kelurahan Klawalu, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) merupakan rumah yang dijadikan persinggahan pasien-pasien yang berasal dari luar Kota Sorong. Banyak pasien mengakses rumah sakit di Kota Sorong dari luar Kota Sorong seperti Raja Ampat, Kabupaten Sorong, Bintuni, Fakfak dan lainnya. Keberadaan rumah singgah dibutuhkan untuk mengatasi kendala akomodasi bagi pasien yang sedang mengantri kamar di RSUD Kota Sorong. Biaya operasional digunakan untuk mendukung kebutuhan harian pasien selama bulan November dan Desember 2016. Bantuan operasional RSSR ini disampaikan pada laporan sebelumnya yaitu rombongan #939.

Jumlah Bantuan: Rp. 3.000.000,-
Tanggal: 30 Desember 2016
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Operasional RSSR bulan November dan Desember 2016


LENOXLOIS WANGGAI (17, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Jln. Selat Kalobo, RT/RW 3/3, Kelurahan Remu Selatan, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Lenox adalah seorang penyandang disabilitas yang sehari-hari menggunakan kursi roda. Lenox belum mampu mengerjakan kegiatan harian sendiri seperti layaknya anak remaja lain. Namun, Lenox ditemani oleh ibunya yang setiap hari setia merawatnya. Ayahnya Lenox bekerja sebagai buruh di TKBM Pelabuhan Kota Sorong. Secara ekonomi, keluarga Lenox termasuk keluarga kurang mampu. Penghasilan ayahnya hanya cukup untuk membeli kebutuhan harian, sedangkan Lenox juga mempunyai kebutuhan khusus seperti misalnya membeli pampers dan perawatan diri lainnya. Kurir #sedekahrombongan menemui Lenox dan ibunya, kemudian menyampaikan santunan dana untuk membantu meringankan kebutuhan Lenox dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 17 November 2016
Kurir : @bratamanggala @hamdansorong

Bantuan Biaya Hidup


NURASIYAH BINTI RAHMAN (49, Kanker payudara). Alamat: Jln. Melati, RT/RW 1/8, Kelurahan Klawuyuk, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Bu Nur menderita kanker payudara sejak tahun 2014. Saat itu Bu Nur sudah menemukan gejala semacam benjolan di payudara kanannya dan terasa gatal. Tetapi Bu Nur masih menganggap itu hal biasa dan tidak memeriksakan ke rumah sakit. Seiring berjalan waktu, benjolannya semakin besar. Bu Nur kemudian melakukan pemeriksaan ke Dokter Spesialis Bedah di RSUD Sele Be Solu di Kota Sorong dan dinyatakan menderita kanker payudara. Bu Nur menggunakan Kartu Indonesia Sehat selama berobat, sehingga obat-obat yang disarankan Dokter kepadanya gratis. Sehubungan kondisi kankernya semakin parah, dokter merujuk Bu Nur untuk melakukan operasi ke Makassar. Tetapi rujukan tersebut tidak dijalani karena mahalnya biaya tiket pesawat dan biaya hidup nanti selama pengobatan disana. Suaminya Bu Nur bekerja sebagai pedagang kios kecil, sedangkan Bu Nur sendiri embantu bergantian jaga jualan jika suaminya sakit. Menurut Penuturan Ibu Nur, karena tidak menjalani rujukan, Bu Nur memutuskan untuk berobat jalan ke RSUD Sele Be Solu. Samapi saat ini sudah rutin 2 kali dalam seminggu di Dokter Spesialis Bedah. Kurir #sedekahrombongan bertemu dengan Bu Nur di RS Kasih Herlina, karena pada saat bersamaan Dokter Spesialis Bedah punya jadwal praktek di RS tersebut. Dana santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan guna membantu biaya berobat yang tdaik ditanggung Kartu Indonesia Sehat.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 18 November 2016
Kurir : @bratamanggala @hamdansorong

Bu nur menderita Kanker payudara


SAIFUL ANWAR (26, Luka sobek). Alamat: Jln. Sungai Mamberamo, RT/RW 1/1, Kelurahan Matamalagi, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong Papua Barat. Saiful menderita luka sobek pada leher dan kepalanya karena musibah penjambretan. Seseorang tidak dikenal berupaya merampas dompet dan telfon genggam milik Saiful. Sehubungan Saiful melawan, si penjambret mengeluarkan golok dan menebas kepala dan leher Saiful. Kejadian tersebut dialami Saiful pada hari Rabu 23 November 2016, di Kompleks Jln. F. Kalasuat. Si penjambret langsung melarikan diri, sedangkan Saiful jatuh tidak sadarkan diri. Kebetulan Saiful ditemukan oleh pengendara ojek lewat dan langsung membawanya ke RSUD Kabupaten Sorong. Saiful menjalani operasi untuk menjahit luka sobek di kepalanya. Syukurlah Saiful masih bisa diselamatkan, meskipun kondisinya sempat kritis. Saiful menjalani pengobatan dengan menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS), sehingga biaya operasi dan rawat inap selama 2 Minggu ditanggung layanan KIS. Saiful sehari-hari bekerja sebagai guru honorer, dan pekerjaan sampingannya membantu usaha kakaknya yang memiliki jasa laundry pakaian. Sedangkan istrinya Saiful seorang ibu rumah tangga. Kurir #sedekahrombongan mengetahui berita tersebut via telpon oleh seorang informan dan langsung bergerak mengunjungi Saiful yang baru selesai menjalani operasi. Dana santunan disampaikan guna membantu biaya tambahan dari pengobatan Saiful yang tidak tertanggung jaminan kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 24 November 2016
Kurir : @bratamanggala @hamdansorong

Pak saiful menderita Luka sobek


TENOPA BRING (29, Iritasi lambung). Alamat: Jln. Fransesko Kalasuat, RT/RW 1/5, Kelurahan Malanu, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Bu Tenopa, menderita nyeri pada bagian lambung sudah 1 bulan lamanya. Awalnya gejalanya tidak begitu sakit, tapi semakin parah dan tidak tertahankan. Akhirnya Bu Tenopa di bawa ke puskesmas terdekat dan setelah diberi obat mulai membaik. Setelah 4 hari, nyeri lambungnya kumat lagi sampai bernafas saja sulit. Bu Tenopa dibawa ke Rumah Sakit Herlina dan berobat menggunakan layanan Kartu Indonesia Sehat. Suaminya Bu Tenopa bekerja sebagai Petani Sagu. Di rumah sakit, Bu Tenopa ditangani oleh dokter ahli dalam. Kurir #sedekahrombongan menyampaikan dana santunan untuk membantu meringankan biaya transportasi dan kebutuhan selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 25 November 2016
Kurir : @bratamanggala @hamdansorong

Bu tenopa menderita Iritasi lambung


NINIH SRI WAHYUNINGSIH (31, Infeksi saluran kencing). Alamat: Jln. Melati Raya, RT/RW 2/2, Kelurahan Klasabi, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Bu Sri menderita infeksi saluran kencing sejak 1 minggu lalu. Awalnya Bu Sri hanya merasakan sakit kepala dan mual aja. Kemudian Bu Sri membeli obat di kios terdekat guna mengobati sakitnya. Namun, sakitnya masih terus berlanjut dan semakin parah sampai Bu Sri mengalami muntah dan susah makan. Akhirnya suami Bu Sri membawanya ke RS Kasih Herlina. Setelah masuk rumah sakit, Bu Sri mendapat perawatan sesuai dengan gejala dan sakit yang dideritanya. Bu Sri menjalani pengobatan dengan layanan Kartu Indonesia Sehat dan mendapat rawat inap di kelas 3. Pekerjaan sehari-hari Bu Sri sebagai penjual kue di depan rumahnya, sedangkan suaminya seorang pengendara ojek. Kurir #sedekahrombongan pun mendatangi rumah sakit dan melakukan survey awal. Lalu pada pertemuan berikutnya, santunan disampaikan untuk membantu kebutuhan tambahan selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 November 2016
Kurir : @bratamanggala @hamdansorong

Bu ninih menderita Infeksi saluran kencing


MUAMAR MALIK (25, Santunan penguburan). Alamat: Jl. Sedap malam, RT/RW 1/1, Kelurahan Makotyamsah, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, Propinsi Papua Barat. Malik menderita kanker Tiroid sejak tahun 2013. Malik sempat melakukan operasi di RSUD Kabupaten Sorong, namun kelenjar pada bagian lehernya semakin membesar. Dokter kemudian merujuk Malik ke Solo untuk melakukan Kemoterapi. Pada Tahun 2014 Malik berangkat ke Solo untuk melakukan Kemoterapi. Setelah hampir 3 bulan menjalani kemoterapi, Malik kembali ke Sorong lagi. Pada saat itu kondisinya sudah lebih baik. Pada tahun 2016 leher Malik kembali membengkak dan sakit. Malik akhirnya dibawa ke RS AL untuk melakukan pengobatan kembali, dan dokter menyarankan untuk melakukan kemoterapi lagi di RS Solo. Tetapi kali ini Malik menolak dan memilih untuk tinggal di Sorong karena lebih banyak keluarga bersamanya. Selama pengobatan, Malik menggunakan Kartu Indonesia Sehat sehingga sangat meringankan biaya. Bapaknya Malik bekerja sebagai penjahit. Allah pun berkehendak lain, Malik yang juga kurir #sedekahrombongan wafat. Kurir #sedekahrombongan Sorong mengunjungi prosesi pemakamannya dan menyampaikan dana santunan untuk membantu. Semoga Keluarga yang ditinggalkan tabah dan semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 17 November 2016
Kurir : @bratamanggala @hamdansorong

Santunan penguburan


NATANIEL RAYAR (13, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Jln. Anggrek Raya No 15 RT 001 RW I Kelurahan Malabutor Distrik Sorong Manoi Kota Sorong – Papua Barat. Natan adalah seorang anak yatim piatu yang dibawa oleh tantenya ke Sorong. Namun karena kondisi ekonomi tantenya yang kurang, Natan tidak bisa melanjutkan sekolah di Sorong. Tantenya Natan bekerja sebagai penjual Pinang, dan suaminya buruh bangunan. Informasi mengenai Natan didapat dari Ibu Safitri, tetangganya Natan, yang anaknya suka bermain dengan Natan. Ibu Safitri sempat bertanya langsung kepada Natan dan dijawab memang tidak sekolah. Karena merasa iba, Bu Safitri menghubungi kurir #sedekahrombongan untuk membantu menyekolahkan kembali Natan. Kurir #sedekahrombongan mencari informasi sekolah mana yang masih bisa menerimanya. Akhirnya, dipilihlah SMP YPPK Sorong yang bisa menerimanya. Biaya masuk sekolahnya sebesar 2 juta rupiah. Kurir melakukan negoisasi kepada kepala sekolahnya dan melakukan pembayaran uang muka sebesar satu juta rupiah. Semoga dana santunan ini dapat membantu Natan memenuhi haknya untuk mendapat pendidikan dan bermanfaat dikemudian hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 November  2016
Kurir : @bratamanggala @hamdansorong

Bantuan Biaya Hidup


WARGA KLADEMAK SORONG (Bantuan bagi korban kebakaran). Alamat: Jln. Baru, Kompleks Klademak II, Kelurahan Klaligi dan Kelurahan Malawei, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Warga Klademak Sorong sedang berduka karena terkena musibah kebakaran pada Selasa malam, 20 Desember 2016. Jumlah rumah yang terdampak sebanyak 105 rumah, dimana dihuni oleh 120 Kepala keluarga.  Awal mula api disebabkan adanya anak yang bermain petasan melepar keatas rumah, kemudian mengenai sampah plastik dan timbul api yang semakin membesar. Saat itu juga berdatangan mobil pemadam kebakaran, water canon Polres Sorong dan mobil tanki kiriman warga untuk memadamkan api. Syukurlah api akhirnya mulai padam sekitar tengah malam. Banyak warga yang rumahnya terbakar mengungsi ke kerabat dan ada yang tinggal dibeberapa tempat pengungsian sementara. Kurir #sedekahrombongan Sorong segera mendatangi lokasi dan menemui kordinator pengungsian sementara. Bantuan melalui #sedekahrombongan disampaikan untuk meringankan kebutuhan darurat paska kebakaran kepada kordinator posko.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 21 Desember 2016
Kurir : @brata_manggala @hamdansorong

Bantuan bagi korban kebakaran


MISIAH (50, Keracunan obat). Alamat: Jln. Kapok, RT/RW 4/1, Kelurahan Prafi Mulya, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Propinsi Papua Barat. Bu Misiah menderita keracunan obat. Sudah 1 minggu Bu Misiah tidak sadarkan diri berada di ruang ICU RSUD Sele Be Solu Kota Sorong. Gejala penyakitnya dimulai dari gatal-gatal lalu timbul bintik-bintik merah diseluruh tubuh. Dokter pertama kali memberikan anti biotik dan anti alergi, namun Bu Misiah tidak merasakan adanya perubahan malah semakin parah. Tangan kirinya sampai melepuh dan bernanah, pada saat itu juga dokter ahli bedah memutuskan untuk dilakukan tindakan operasi. Ibu Misiah dirawat selama 7 hari hingga akhirnya dinyatakan sembuh dan bisa pulang. Tetapi setelah pulang, bintik merahnya muncul kembali dan hampir seluruh tubuhnya melepuh. Ibu Misiah pun dibawa ke rumah sakit lagi. Kondisinya tidak menunjukkan perubahan, malah terjadi penurunan kesadaran. Dokter menyebutkan bahwa Bu Misiah keracunan obat. Bu Misiah adalah seorang ibu rumah tangga, mempunyai 2 orang anak. Sedangkan suaminya adalah seorang pensiunan PNS di daerah. Anaknya ada yang pegawai swasta dan satu lagi masih sekolah. Ibu Misiah menumpang tinggal di keluarganya selama berobat di Sorong. Selama pengobatan Bu Misiah juga menggunakan Kartu Indonesia sehat. Walaupun demikian, ternyata ada biaya pengobatan yang tidak terjamin oleh fasilitas KIS, sehingga menyulitkan Bu Misiah dan keluarga. Kurir #sedekahrombongan bertemu dengan keluarga Bu Misiah dan merasakan kesulitannya. Dana santunan untuk bantuan berobat disampaikan. Semoga Bu Misiah segera membaik dan dapat berkumpul kembali bersama keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Desember 2016
Kurir : @brata_manggala @hamdansorong

Bu misiah menderita Keracunan obat


MTSR SORONG (PB 1526 SF, Operasional). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah armada transportasi gratis yang diperuntukan bagi distribusi bantuan, pengantaran pasien duafa dan jenazah. MTSR Sorong ini siap sedia di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang beralamat di Jl. Sele Be Solu, Kelurahan Klawalu, Kota Sorong (dekat dengan Gereja GKI Klawalu). Biaya operasional pada November dan Desember 2016 digunakan untuk pembelian accu baru, bensin selama 2 bulan, perbaikan dan perawatan mobil berkala. Layanan MTSR Sorong ini dapat dihubungi di nomor 081354112984 guna mempermudah panggilan warga duafa yang membutuhkan. Bantuan MTSR ini disampaikan pada laporan sebelumnya yaitu rombongan #939.

Jumlah Bantuan: Rp. 3.000.000,-
Tanggal: 30 Desember 2016
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Biaya operasional


MUHAMMAD TEGAR (2, Down Syndrome). Alamat: Kampung Babakan Pandan RT 6/2, Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Saat balita seusianya sedang belajar atau bahkan sudah pandai berjalan dan berbicara, Tegar hanya bisa tergolek lemah di pangkuan ibunya. Apa pasal? Rupanya putera pasangan suami-istri, Dadang Suhendang (47) dan Maryati (45), ini lahir disertai keistimewaan, yaitu down syndrome. Mulanya, Tegar terlahir prematur dengan berat badan kurang dari 2 kg. Ia dilahirkan saat kandungan Maryati memasuki usia 7 bulan. Sesaat setelah Tegar dilahirkan, ada kejanggalan yang dirasakan keluarga sederhana ini: Tegar sama sekali tidak menangis seperti bayi pada umumnya. Saat diketahui prematur, disayangkan Tegar tidak mendapatkan penanganan khusus, misalnya ditempatkan di incubator. Karena terlahir prematur dan kelainan yang dideritanya sedari bayi, ditambah tidak mendapatkan perawatan medis yang memadai, Tegar tumbuh tidak selayaknya bayi normal. Di usianya sekarang ini, Tegar mengalami keterlambatan dalam belajar dan hambatan perkembangan penting, seperti berjalan dan berbicara. Bahkan, refleks terhadap rasa geli dan sakit pun baru terlihat beberapa waktu lalu. Keterlambatan penanganan medisnya itu disebabkan oleh kemiskinan keluarganya. Sang ayah hanya bekerja sebagai buruh bangunan. Ibunya hanya disibukkan dengan aktivitas rumah tangga. Keluarga ini hanya pasrah dengan keadaan. Sampai sekarang, Tegar tidak pernah menjalani perawatan atau terapi khusus untuk merangsang perkembangan fisik dan mentalnya. Selain itu, asupan gizi yang kurang –terkadang Tegar hanya mengonsumsi susu kental manis– membuat kondisinya tak kunjung mengalami perkembangan. Selain down syndrome, saat ini Tegar juga mengalami kelainan pada telapak kaki dan butuh penanganan medis secepatnya. Namun lagi-lagi, kendala biaya membuat keluarga ini harus mengurungkan niatnya untuk membawanya berobat ke rumah sakit. Riwayat sakit Tegar dan kondisi ekonomi keluarganya, dengan izin Allah Swt, akhirnya sampai kepada kurir #SedekahRombongan di Bandung yang kemudian menjenguk mereka di kediamannya. Menurut kesaksian kurir Zainab Susan dan Lilis Dariah, Tegar dan keluarganya amat layak mendapatkan dukungan dan bantuan untuk meneruskan  pengobatan Tegar yang tertunda. Dengan empati sedekahilolics #SR, alhamdulillah pada bulan Juni 2016 keluarga dhuafa ini mendapatkan bantuan berupa uang untuk biaya berobat Tegar. Dengan bantuan itu, alhamdulillah Tegar bisa mulai berobat lagi. Pada Desember 2016 keluarganya menghubungi kurir Sedekah Rombongan di Bandung, mengabarkan bahwa Tegar harus menjalani pemeriksaan rutin sebulan sekali. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi kembali untuk yang ketiga kalinya. Tegar dan keluarganya memang masih membutuhkan bantuan dan dukungan untuk terus berikhtiar. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholik, #SR pada kunjungan ini kurir Sedekah Rombongan juga dapat menyampaikan bantunan untuk Muhammad Tegar dan keluarganya. Bantuan Kedua yang diterima ibunya ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Semoga ketulusan sedekah ini dapat membantu meringankan beban Muhammad Tegar beserta keluarganya. Bantun sebelum ini tercatat di Rombongan 860.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @zenabsusan

Tegar menderita Down Syndrome


HANI NURHAWATI (35, Lupus + Kanker Kulit). Alamat: Jl. Cicadas Girang, RT 1/6, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Istri Aji Hendratna (39) ini adalah ibu dari 4 anak. Mereka tinggal di rumah kontrakan kecil dan sempit. Sejak 3 tahun lalu, ia didiagnosis kanker kulit dan penyakit Lupus. Meski penyakitnya tergolong berat, Bu Hani tidak patah semangat. Ia semakin rajin bekerja dan mencari nafkah sebagai buruh cuci untuk tambahan biaya berobat. Sampai saat ini ia tak henti mengikuti pengobatan rawat jalan pada dokter yang bertugas di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ia menyadari bahwa jaminan kesehatan BPJS PBI Kelas 3 tidak menjamin seluruh obat yang diresepkan dokter untuknya. Kondisi memprihatinkan muncul bila sedang kambuh, dari kulit kepalanya akan timbul perdarahan. Meskipun demikian, Bu Hani tetap menerima keadaan yang menimpa dirinya dan tetap bertawakal kepada Allah atas penyakit yang ia derita. Ia juga mencoba terus pasrah sambil terus berusaha, bekerja menjadi pembantu dan tukang cuci. Karena ketidaknyamanan dan stres, kondisinya semakin memprihatinkan. Ia merasakan nyeri, gatal, dan perih hampir di setiap bagian dari tubuhnya. Pada 18 September 2015 kurir #SR menemuinya di RSHS. Kondisnya masih memprihatinkan dan ia harus terus berobat. Begitu juga saat ia dijemput selesai berobat pada 14 November 2015, ia masih diharuskan berobat dan alhamdulillah sedekaholics #SR memberinya bantuan. Pada akhir Desember 2015, ia mengeluhkan rasa sakit di telinganya. Kondisi Bu Hani semakin memburuk. Pada awal Februari 2016, dia meminta bantuan kurir #SR untuk berobat karena beberapa bagian dari kulit kepalanya kerap mengeluarkan nanah. Maka untuk meringankan beban Bu Hani, pada bulan itu #SedekahRombongan juga memberinya bantuan untuk biaya berobat. Pada akhir Maret 2016 Bu Hani kembali memohon bantuan #SR untuk melanjutkan pengobatan. Saat bertemu di RSHS Bandung, ia menyampaikan bahwa kanker di kulit kepalanya semakin menyebar. Pada Mei 2016 kurir #SR bertemu lagi dengan Bu Hani di RSHS Bandung saat ia berobat dan memberinya santunan lanjutan dari para dermawan. Pada minggu pertama di bulan Agustus 2016 ia menghubungi kurir #SR mengabarkan bahwa ia masih berobat rutin dan membutuhkan bantuan. Saat dijumpai di RSHS Bandung, kondisinya belum membaik. Ia masih membutuhkan uluran tangan. Pada bulan Oktober 2016 kurir #SR di Bandung bertemu kembali dengan Ibu Hani di RSHS Bandung dan memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobat rutin. Pada akhir Desember 2016, Bu hani mengabarkan bahwa ia masih rutin berobat dan membutuhkan bantuan. Ia masih terus berjuang menjalankan usahanya untuk sembuh dari penyakit yang lama ia alami. Maka untuk meringankan beban Bu Hani, kembali #SedekahRombongan memberinya bantuan lanjutan yang digunakan untuk uang transport-akomodasi berobat dan biaya hidup sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 911.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 31 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @kharismagilda

Bu hani menderita Lupus + Kanker Kulit


HENDAR BIN ALI (30, Leukimia + Liver). Alamat: Kampung Tanjungpura Pesantren, Desa Lengkong Jaya RT 2/3, Kecamatan Karang Pawitan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Pekerjaan Hendar sebagai penjual tas keliling membuatnya sering pulang larut malam. Karena pekerjaannya lebih banyak dilakukan berjalan dari desa ke desa, atau dari satu perkampungan ke perkampungan lain, ia sering kelelahan dan kurang memperhatikan kesehatannya. Walaupun sering merasa pegal-pegal dan sering batuk, ia tidak menghiraukannya dan tidak pernah mau berobat. Itu dikarenakan ia harus mencari nafkah demi menghidupi istri dan kedua anaknya yang masih kecil-kecil. Anaknya yang pertama berusia sekitar 7 tahun, dan yang keda berusia 1 tahun. Pada bulan September 2016, pegal-pegal dan kesemutan di badannya terasa hampir di seluruh badan disertai batuk-batuk. Hingga akhirnya badannya lemas dan ia jatuh sakit, dan hanya terbaring di tempat tidur. Setelah diperiksa oleh dokter di Klinik Betesda Kab. Garut, ia dinyatakan sakit Leukimia dan Lever. Beberapa bulan Hendar terbaring di rumahnya, dan karena tidak memiliki biaya atau ongkos, ia tidak bisa berobat ke klinik atau memanggil mantra di kampungnya. Hingga akhirnya kondisinya semakin lemah dan memprihatinkan. Kisah duka keluarga dhuafa itu sampai kepada Sedekah Rombongan melalui tetangganya yang, Alhamdulillah, kenal kepada Kurir Sedekah Rombongan. Syukur Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung ke rumahnya dan membantunya untuk segera dibawa ke Rumah Sakit. Alhamdulillah, Hendar bin Ari akhirnya dapat segera dirawat di RSU dr. Slamet, Garut. Pada saat itu pula, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan langit, yaitu bantuan uang dari para Sedekaholics yang berempati kepada Hendar dan keluarganya. Bantuan terebut untuk digunakan sebagai bekal selama di rumah sakit, dan mudah-mudahan membantu biaya sehari-hari keluarganya. Mudah-mudahan Sedekah Rombongan dapat kembali memberi bantuan dari para dermawan untuk meringankan beban hidupnya dan membantunya untuk memperoleh kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @abdulcecep

Pak hendar menderita Leukimia + Liver


IAN SOPYAN SAURI (28, Tortikolis Sinistra). Alamat : Dusun Manis RT 2/3, Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Seorang pemuda yang akrab disapa Ian ini adalah seorang tukang parkir di sebuah pasar tradisional. Ia mulai menderita sakit pada tahun 2014. Saat itu, ia sedang memanggul barang belanjaan milik orang lain, tiba tiba tulang lehernya seperti ada yang patah, namun Ian tidak merasakan sakit sedikit pun. Kondisi tersebut tidak diberitahukan kepada orang tuanya. Selang beberapa waktu, ada perubahan di leher Ian, lehernya tidak bisa diluruskan lagi seperti sebelumnya. Dengan kondisi demikian, sayangnya Ian tidak melakukan pengobatan medis maupun tradisional. Kemudian pada tahun 2015, Ian dibawa ke pengobatan alternatif dan ke RSUD. Namun, karena keterbatasan biaya transportasi dan akomodasi pengobatan pun dihentikan. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ian. Dengan dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan Ian dibawa ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Berdasarkan hasil diagnosa dokter Ian menderita Tortikolis Sinistra, yaitu suatu gangguan pada otot leher yang mengakibatkan kepala terlihat memutar ke samping. Dengan keadaan seperti itu, Ian tidak bisa bekerja lagi seperti biasanya sehingga tidak mendapat penghasilan sama sekali. Ibu Ian, Mulyati (47) bekerja sebagai penunggu bensin eceran, yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari, dan ada adik Ian yang masih sekolah. Sedangkan Ayah Ian sudah meninggal dunia. Ian kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi ke rumah sakit. Biarpun demikian, pengobatannya sedikit terbantu dengan adanya jaminan kesehatan jenis JKN-KIS PBI yang dibayar oleh pemerintah. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan pun dapat menyampaikan santunan awal kepada Ian untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Semoga Ian lekas diberi kesembuhan oleh Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 5 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Melisa Diah

Bu ian menderita Tortikolis Sinistra


EMAH BINTI JAMALUDIN (78, Lumpuh + Gangguan Jantung). Alamat : Kampung Sirnagalih, RT 2/4, Kelurahan Ciburial, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Mak Emah akrab kami menyapa sudah sejak setahun yang lalu tidak bisa malakukan kegiatan apapun. Mak Emah hanya bisa berbaring di tempat tidur dan melakukan kegiatan apapun di tempat tidur dibantu oleh anak perempuannya. Pernah sekali Mak Emah mencoba menggerakkan kakinya namun yang dirasakan adalah rasa sakit yang teramat sangat. Beberapa kali Mak Emah memeriksakan kondisi kesehatannya ke Puskesmas namun selalu disarankan untuk melanjutkan pengobatan di RSUD. Kota Bogor agar dapat diberikan therapy. Walaupun untuk pengobatan memiliki BPJS PBI namun semua niatan tersebut urung dilakukan karena keterbatasan biaya yang dimiliki serta jarak dari rumah nya ke RSUD Kota Bogor yang lumayan jauh. Kurir Sedekah Rombongan diberikan informasi oleh seorang kader desa tentang Mak Emah dan langsung menuju rumah Mak Emah serta mendengar cerita dari keluarga Mak Emah tentang kesulitan yang mereka alami. Anak Mak Emah tidak memiliki pekerjaan tetap dengan penghasilan tidak menentu sehingga tidak bisa membawa ibundanya berobat ke RSUD Kota Bogor karena penghasilan yang didapatkan hanya cukup untuk biaya makan sehari – hari. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami oleh Mak Emah dan keluarga. Bantuan awal pun disampaikan untuk Mak Emah yang akan digunakan untuk biaya akomodasi ke RSUD Kota Bogor untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Semoga Mak Emah diangkat penyakitnya oleh Allah sehingga dapat kembali beraktivitas seperti biasanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 2 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Mak emah menderita Lumpuh + Gangguan Jantung


SYAUQI PERMANA (10, Kelainan Syaraf + Tumor Hidung). Alamat :Kampung Kebon Kopi, RT 5/9, Kelurahan Kedung Jaya, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Uki akrab kami memanggil anak laki – laki kelas 3 sekolah dasar ini. Berawal sejak Uki kelas 1 SD mulai terlihat ada Benjolan di hidung bagian tengah. Karena tidak merasakan sakit di benjolan tersebut, Uki tidak pernah mau ketika diajak untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Namun lama kelamaan benjolan tersebut makin membesar dan membuat Uki menjadi bahan olokan teman – teman sekolahnya hingga akhirnya Uki tidak mau untuk bersekolah sampai benjolan tersebut sembuh. Uki sudah mau untuk memeriksakan kondisi kesehatannya ke Puskesmas dan oleh Puskesmas Uki dirujuk ke RSUD untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Walaupun memiliki BPJS PBI Namun kembali Uki belum memeriksakan kondisinya karena keterbatasan biaya yang dimiliki orang tuanya. Uki merupakan seorang anak yatim yang beberapa bulan lalu ditinggal pergi sang ayah dan kini Ibundanya Uki yang bernama Susilawati (36) hanya bekerja sebagai buruh cuci untuk mencukupi kebutuhan sehari – harinya. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dirasakan Uki. Bantuan awalpun disampaikan untuk Uki yang digunakan untuk biaya akomodasi pemeriksaan kondisi kesehatannya ke RSUD Kota Bogor. Uki kecil masih memiliki banyak cita – cita yang bisa diraih. Mari kita doakan supaya Uki dapat segera kembali bersekolah untuk menggapai cita – citanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Syauqi menderita Kelainan Syaraf + Tumor Hidung


MUHAMMAD SADERI (54, Gangguan Jantung). Alamat : Kampung Cimanggis, RT 5/1, Kelurahan Mekar Wangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pak Saderi memang sudah beberapa tahun yang lalu di diagnosa oleh dokter mengidap gangguan jantung dan harus memperbanyak istirahat agar kondisinya tidak mudah drop namun sekitar 2 minggu yang lalu Pak Saderi tiba – tiba berteriak kesakitan hingga pingsan. Oleh keluaga Pak Saderi dibawa ke Rumah Sakit Islam Bogor dan langsung dirawat di Ruangan ICU, karena jaminan kesehatan yang dimiliki Pak Saderi adalah KIS PBI dan ruangan untuk kelas 3 di RS. Islam tersebut penuh akhirnya Pak Saderi dirawat di ruangan kelas 1 dengan catatan harus membayar selisih biayanya. Setelah 10 hari dirawat di RS. Islam ternyata Allah berkehandak lain, Pak Saderi pun dipanggil menghadap sang pencipta tanggal 2 Januari 2017 dini hari. Kesedihan mendalam pun dirasakan keluarga Pak Saderi terutama sang istri Bu Nuryati yang begitu kehilangan sosok suaminya. Kurir Sedekah Rombongan yang datang pun mencoba menghibur Bu Nuryati agar tidak terlalu larut dalam kesedihan sekaligus menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu biaya pemakaman Pak Saderi. Semoga Allah menempatkan Pak Saderi di tempat terbaik serta memberi ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @tutikaendo @Fatma @rexy_eas

Pak saderi menderita Gangguan Jantung


NUR IRWANSYAH (47, Sirosis Hepatis). Alamat : Kampung Kebon Kopi, RT 5/9, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pak Irwan biasa kami memanggil sudah sejak beberapa bulan yang lalu terpaksa tidak bisa bekerja karena sering demam serta merasakan nyeri di dadanya. Karena merasa hanya masuk angin akhirnya Pak Irwan hanya diberikan obat – obatan warung seadanya yang tidak kunjung menunjukkan hasil. Lama kelamaan kondisi Pak Irwan makin menurun disertai dengan membesarnya perut Pak Irwan serta mengerasnya kaki Pak Irwan. Akhirnya Pak Irwan memeriksakan dirinya ke Puskesmas dengan ditemani Nurlela (39) istrinya. Dari hasil pemeriksaan awal doker Puskesmas mendiagnosis bahwa Pak Irwan mengidap Sirosis Hepatis atau biasa kita menyebut Hepatitis dan harus melakukan pemeriksaan lanjutan ke Poli penyakit dalam di RSUD. Kota Bogor. Walaupun memiliki BPJS PBI, Pak Irwan hingga kini belum memeriksakan kondisinya ke RSUD. Kota Bogor karena tidak memiliki akomodasi untuk ongkos kerumah sakit karena Pak Irwan sudah tidak bekerja dan sang Istri hanya bekerja sebagai Buruh cuci untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari – hari. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan diberikan kesempatan untuk menyampaikan titipan sedekah para Sedekaholics untuk Pak Irwan yang akan digunakan untuk akomodasi Pak Irwan melakukan pemeriksaan ke Poli RSUD. Semoga Allah mengangkat penyakit yang dirasakan oleh Pak Irwan agar Pak Irwan dapat beraktivitas seperti biasanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 29 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Pak irwan menderita Sirosis Hepatis


ROBIAH BINTI MUJIONO (6, Tumor Otak). Alamat: Ceremei Ujung RT 4/2 Kelurahan Bantar Jati Kaum, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Robiah atau sering disapa dengan Obi, gadis kecil ini setahun terakhir telah menjadi pejuang Tumor Otak. Berawal dari bulan November 2015, Obi sering mengeluh pusing, mual hingga muntah. Saat itu Obi langsung dibawa ke RSUD Bogor oleh orang tuanya, beberapa bulan menjalani proses pengobatan disana tapi belum ada perubahan yang berarti pada kondisi Obi. Dokter menyarankan supaya Obi dirujuk ke RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, Maret 2016 dengan segala keoptimisan orang tua Obi membawa Obi kecil ke RSCM. Dokter mengatakan jika Obi harus dioperasi untuk pemasangan selang karena tumor di otak Obi tidak bisa diangkat. Pasca menjalani operasi Obi sempat melewati masa kritis selama satu bulan. Alhamdulillah, kondisinya terus membaik. Hingga kini Obi masih terus menjalani kontrol rutin di beberapa poli di RSCM, termasuk ke Poli Gizi karena Obi mengalami gizi buruk. Hampir seminggu 3 kali Obi dan orang tuanya bolak-balik Bogor-Jakarta, selain jarak yang jauh tapi juga biaya transport yang harus dikeluarkan orang tua Obi-pun tidak sedikit. Orang tua Obi, Bapak Mujiono (52) sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan dan tidak menentu. Sementara Ibu Herlina (42) dulunya sering berjualan sayur di pasar tapi saat kondisi Obi seperti ini, beliau hanya bisa merawat Obi di rumah. Ditengah keterbatasan yang dijalani Obi dan orangtuanya, namun mereka tidak pernah berputus asa. Alhamdulillah, setelah mendapat informasi tentang kondisi Obi, kurir SedekahRombongan langsung menemui keluarga ini dan menyampaikan santunan awal untuk membeli susu dan akomodasi ke rumah sakit. Obi kecil masih punya banyak mimpi, mohon doa dari rekan-rekan semoga proses pengobatan yang dijalani Obi diberi kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 30 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @omguguh @untaririri @rexy_eas

Robiah menderita Tumor Otak


NENENG BINTI LUKMAN (30, TB Paru MDR). Alamat : Kedung Halang Sentral, RT 1/5, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Neneng pada awal tahun 2015 telah di diagnosa oleh dokter di RSUD Kota Bogor mengidap TB Paru, yang membuat Neneng tidak bisa melakukan banyak aktivitas karena akan mudah kelelahan dan drop, oleh dokter Neneng di sarankan untuk rutin meminum obat – obatan untuk menyembuhkan TB nya. Pengobatan Neneng pun terhenti karena Neneng tidak sanggup membayar BPJS Mandiri kelas 2 yang ia miliki alhasil pada awal Desember 2016 Neneng kembali merasakan sesak nafas disertai batuk – batuk yang mengeluarkan darah. Karena khawatir Neneng memeriksakan diri ke RSUD Kota Bogor dengan biaya umum karena BPJS yang dimiliki tidak dapat digunakan dan dari hasil pemeriksaan di ketahui bahwa TB yang diderita Neneng kini sudah menjadi TB MDR yang mana harus melakukan pengobatan khusus agar TB MDR yang diderita Neneng dapat sembuh namun karena akan menjalani rangkaian pengobatan yang panjang Neneng harus membayar tunggakan BPJS agar dapat digunakan kembali. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Neneng saat sedang memeriksakan kondisi kesehatannya di RSUD, kepada kurir Sedekah Rombongan Neneng bercerita bahwa ia kebingungan untuk membayar tunggakan BPJS yang lumayan banyak agar dapat menggunakan untuk berobat. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami oleh Neneng, Bantuan awalpun disampaikan untuk membayar tunggakan BPJS Neneng dan untuk mengurus pemindahan kelas dari BPJS Mandiri kelas 2 ke BPJS PBI sehingga Neneng tidak kesulitan lagi untuk membayar BPJS. Semoga Allah segera mengangkat penyakit yang dirasakan oleh Neneng. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Bu neneng menderita TB Paru MDR


NUR ISTIQOMAH (10, Medulloblastoma). Alamat : Villa Mutiara Bogor Blok E5/18, RT 5/11, Kelurahan Mekar Wangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Nur biasa ia dipanggil oleh teman nya merupakan pelajar kelas 3 sekolah dasar di daerah Bogor. Berawal pada bulan April 2016, Nur sering merasakan pusing disertai muntah yang terkadang sampai menyebabkan pingsan yang membuat Nur jarang bersekolah, karena khawatir akan kondisi kesehatan anaknya, Lindawati (44) Ibunda Nur membawa Nur berobat ke puskesmas dan dirujuk ke RSUD Kota Bogor. Oleh dokter di RSUD Kota Bogor didiagnosa ada masa di otak Nur dan untuk memastikannya Nur harus kembali dirujuk ke RS. Fatmawati Jakarta. Berbekal BPJS Mandiri kelas 3 dan uang Seadanya, Nur berangkat ke RS. Fatmawati ditemani oleh ibundanya, setelah menjalani serangkaian pemeriksaan Laboratorium dan lain – lain, di diagnosa kalau Nur mengidap Medulloblastoma atau Tumor yang bersarang pada otak kecil dan harus menjalani operasi, radiotherapy serta kemotherapy. Setelah menjalani Operasi pengangkatan tumor, Nur harus rutin control ke RS. Fatmawati untuk radiotherapy serta kemotherapy untuk memastikan kalau Nur sudah sembuh. Namun karena keterbatasan biaya yang dimiliki oleh Orang tua Nur, Jadwal control Nur pun sering terlambat karena harus menunggu ada biaya untuk akomodasi ke RS. Fatmawati. Dahroni (48) Ayah Nur hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu sedangkan Lindawati hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga biasa. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan diberi kesempatan untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk Nur yang akan digunakan untuk biaya Akomodasi Nur melakukan control rutin ke RS. Fatmawati. Semoga Allah segera menyembuhkan Nur agar ia bisa kembali bersekolah dan bermain bersama teman – temannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Nur menderita Medulloblastoma


AZIS PIRMANSYAH (16, Tumor Tulang). Alamat : Dusun Sukamanah, RT 2/5, Desa Sukamaju, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Azis –begitu panggilan kesehariannya– adalah anak yatim yang kini dibesarkan ibunya, Bu Pipit (37). Bapaknya, Pak Royani, sudah lama meninggal. Anak periang itu berubah menjadi pendiam semenjak ia mengalami sakit yang tak pernah terpintas di pikirannya. Pada Mei 2015 ia mengalami kecelakaan saat bermain bola. Diduga kaki kanannya keseleo atau patah tulang, ia dibawa berobat ke alternatif, bengkel patah tulang. Seiring perjalanan waktu, Azis merasakan adanya benjolan di kakinya. Karena Azis kerap merasakan sakit yang tak kunjung reda dan muncul benjolan, keluarganya kemudian memeriksakan Aziz ke Puskesmas dan RSU Sumedang. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, Azis diduga mengidap tumor tulang. Menggunakan Jamkesmas, Aziz keluar-masuk diperiksa di rumah sakit daerah. Penanganan medisnya lalu dirujuk ke RSHS Bandung. Hampir 7 bulan ia berobat di RSHS Bandung. Ia bahkan sudah menjalani 5 kali kemoterapi. “Biaya berobat Aziz tidak sedikit. Selain untuk biaya trasportasi, kami juga terpaksa beberapa kali mengontrak rumah, agar pengobatannya bisa lebih cepat demi kesembuhan Azis,” kata ibunya pada kurir #SR di Sumedang. Akan tetapi, pada Mei 2016, Azis dan keluarganya mendapatkan kabar buruk: dokter menyarankan kaki kanan Azis diamputasi. Setelah berembuk dengan keluarga dan Azis sendiri, akhirnya keputusan pahit itu mereka ambil juga. Ujian hidup yang dialami Azis dan keluarga sampai beritanya kepada kurir saat ia menjalani kontrol di RSHS Bandung. “Setelah diamputasi, kini kondisi Azis agak membaik. Sayang ia harus kehilangan sebelah kakinya. Berat badannya dulu hanya 30 kg. Kini berangsur bertambah lagi. Namun pengobatannya masih harus ditempuh. Menurut keterangan dokter, Azis masih harus menjalani 3 kali kemoterapi lagi,” tambah ibunya. Azis dan keluarganya amat membutuhkan bantuan untuk kelanjutan ikhtiarnya. Ibunya hanya guru honorer PAUD yang penghasilannya tak seberapa. Bahkan kini kondisi ekonomi keluarganya semakin memburuk sehingga Azis pun terpaksa tak bisa melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA seperti teman-temannya. Alhamdulillah sedekaholik #SR berempati atas ujian hidup yang sialami Azis dan keluarganya dengan memberinya bantuan awal berupa uang. Bantuan yang disampaikan di rumahnya ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @denisugama

Aziz menderita Tumor Tulang


DIKI PERMANA (14, Ca Nasofaring). Alamat : Kampung Cisabuk RT 3/5 Desa Santosa, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Diki adalah anak yatim piatu yang kini diasuh oleh bibinya dari pihak ibu. Ibu kandungnya sendiri meninggal dunia saat Diki baru berusia 17 hari. Ayahnya meninggal dunia saat dia masih dalam kandungan ibunya. Anak bungsu dari tiga bersaudara ini sekarang tercatat sebagai siswa Kelas 2 SLTP di wilayah Bandung Selatan. Orangtua asuhnya, yaitu Ibu Ai Cacah (51) dan Pak Rahmat (54) dengan telaten membesarkan dan menyekolahkan anak yatim piatu ini seperti anak mereka sendiri. Walaupun hanya berprofesi sebagai buruh tani/pemetik teh, mereka berusaha keras mendidiknya sampai kini. Diki juga termasuk rajin bersekolah. Akan tetapi, sejak bulan September 2016, Diki sering meninggalkan tugas belajarnya di selolah karena ia kerap sakit sejak awal November 2016. Berbagai upaya medis dilakukan untuk mengatasi penyakitnya agar Diki bisa kembali rutin bersekolah. Berbekal Jamkesmas, bolak-balik Diki diperiksakan ke Puskesmas Pangalengan dan RSUD Soreang. Pada pemeriksaan ketiga di RSUD Soreang, tim medis merujuk pemeriksaannya ke RSHS Bandung. Ia diduga mengidap Ca Nasofaring. Akan tetapi, karena tidak ada biaya, keluarga Diki kerap menunda pemeriksaannya di Kota Bandung. Jarak dari rumah mereka ke RSHS Bandung sangat jauh dan ongkosnya sangat memberatkan mereka. “Padahal, Diki bersemangat sekali untuk berobat,” kata Bu Wiwin, kader PKK yang mengabarkan kesulitan mereka kepada kurir #SR. Bersyukur kurir #SR kemudian dapat bersilaturahmi dengan Diki dan ibunya saar mereka berobat di RSHS Bandung. Diki dan ibunya kemudian tinggal di RSSR Bandung. Tahapan peneriksaan yang sudah dilakukan adalah memeriksakannya ke Poli Umum Anak, Poli infeksi, Poli Onkologi, dan Poli kulit. Setelah menjalani berkali-kali pemeriksaan awal di RSUP itu dan berdasarkan hasil biopsi, Diki harus menjalani tindakan medis berupa terapi sinar yang akan ditentukan jadwalnya pada pertengahan Januari 2017. Diki dan keluarganya amat layak mendapatkan bantuan untuk terus berikhtiar sampai sembuh. Harapan mereka alhamdulillah mendapatkan jawaban dari sedekaholik dengan memberinya bantuan awal sebagai Tanda Cinta Dhuafa yang dititipkan melalui Sedekah Rombongan. Bantuan yang disampaikan di RSSR Bandung ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi selama berobat di RSHS Bandung dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Diki menderita Ca Nasofaring


ANDIKA SURYA (6, ALL). Alamat: Kampung Gunung Guruh RT 35/17, Desa Cikajang, Kecamatan Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Cukup lama Andika Surya mengidap penyakit kanker darah, Akut Leukimia Limfoblastik (ALL). Penyakit tersebut diderita Andika sejak akhir tahun 2014. Menurut penuturan orangtuanya, awalnya Andika kerap terlihat lemas, loyo dan sering sakit; bahkan berat badannya terus menyusut. Berbagai upaya dilakukan keluarganya untuk menyembuhkan Andika. Puskesmas, klinik, dokter praktek, dan RSUD menjadi tempat yang kerap mereka datangi untuk memeriksakannya. Akhirnya penanganan medis Andika dilakukan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung setelah mendapatkan rujukan medis dari RSUD Bunut Sukabumi. Di Rumah Sakit Umum Pusat inilah keluarga dhuafa ini bertemu dengan kurir #SedekahRombongan dan menyampaikan keinginannya untuk bisa berobat di Kota Kembang di tengah kemiskinan yang mereka alami. Alhamdulillah sampai saat ini, Andika telah menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan Bandung. Andika terlahir dari keluarga yang kurang mampu. Ayah Andika, Bapak Sumanto (31), sehari- hari hanya seorang guru honorer di salah satu sekolah di Sukabumi. Ibunya, Rini Andrian (31), hanya sebagai ibu rumah tangga biasa yang disibukkan dengan kegiatan kerumahtanggaan. Penghasilan keluarga ini sangat minim; hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sampai saat ini Andika masih menjalani terapi pengobatan di RSHS Bandung dengan menggunakan fasilitas jaminan BPJS Kesehatan. Alhamdulillah kondisi terakhir Andika semakin membaik. Bahkan, hasil BMP evaluasi tim dokter di Poli Hemato RSHS Bandung, menunjukkan bahwa kondisi Andika menuju ke arah sehat. Meskipun demikian, ia masih harus menjalani kontrol rutin. Untuk menjalani pengobatan, Andika harus berangkat dari Sukabumi menuju RSHS Bandung. Andika dan keluarganya membutuhkan uang transportasi dan bekal selama di Bandung, juga biaya untuk membeli obat yang tidak ditanggung oleh BPJS. Pada bulan September 2016, Andika menjalani kontrol ke RSHS Bandung dan bertemu dengan kurir #SedekahRombongan. Pada kesempatan bersilaturahmi itu, alhamdulillah kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk Andika. Kini kondisinya menggembirakan, meskipun dia masih harus terus kontrol rutin bulan berikutnya. Begitu juga pada awal bulan Oktober 2016, #SedekahRombongan kembali memberi bantuan yang digunakan untuk pembelian obat Mercapto dan biaya transportasi-akomodasi berobat di RSHS Bandung. Saat ditemui #SedekahRombongan pada bulan Oktober 2016, kondisi Andika pun terus menunjukkan perkembangan yang positif. Akan tetapi, pada akhir Oktober 2016, Andika datang lagi ke RSHS Bandung untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan lanjutan dan tinggal di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK)  Bandung. Pada bulan itu #SR juga memberinya bantuan. Di penghujung akhirntahun 2016 ia juga konteol lagi ke RSHS Bandung karena pengobatannya belum dihentikan tim medis RSHS. Pada akhir Desember 2016 alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali kurir #SR di Bandung menyampaikan bantuan lanjutan untuk Andika yang digunakan untuk biaya tambahan membeli obat. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Andika dan keberkahan untuk para dermawan. Aamiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 911.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 28 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @ambulutung @kharismagilda

Andirka mengidap penyakit kanker darah


OTONG MULAWARMAN (49, Tiroid). Alamat: Kampung Cimuncang Tengah RT 2/7, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sungguh berat cobaan yang dialami Mang Otong –begitu sering ia disapa! Ia terus diuji dengan penyakit dan kemiskinan! Pofesinya hanya buruh cuci di perusahaan katering di kota Bandung. De Anah R (38) hanya ibu rumah tangga yang tak punya pekerjaan untuk menopang ekonomi keluarganya. Bersama istri dan anak tunggalnya, Mang Otong menempati rumah peninggalan mertuanya yang dibangun di tanah milik PJKA, yang kondisinya sudah tak layak huni. Penderitaan Mang Otong semakin berat sejak ia didiagnosis mengalami gangguan kelenjar tiroid pada tahun 2005 yang lalu. Berbekal JAMKESMAS, ia mengupayakan pengobatan namun tidak pernah sampai tuntas karena terhambat masalah biaya. “Untuk biaya hidup sehari-hari pun kembang kempis. Pekerjaan pun tidak setiap hari ada, padahal saya diupah harian …” tuturnya sambil menunduk. Berdasarkan penuturannya pula, ia juga pernah mengalami gangguan di matanya dan berobat rawat jalan di RSUD Soreang pada tahun 2005 sampai 2006. Hasil ikhtiarnya: matanya berfungsi baik walau harus dibantu kaca mata. Pada tahun 2009, ia sempat memulai kembali pengobatan untuk mengatasi gangguan tiroidnya, namun kembali terhenti karena alasan biaya. Alhamdulillah #SedekahRombongan bertemu dengan Mang Otong, dan bisa membantunya memotivasi agar ia kontrol teratur serta menyakinkannya bahwa penyakitnya dapat diobati dengan ikhtiar dan izin Allah. Kini ia rutin sebulan sekali kontrol ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung mengobati gangguan tiroidnya; dan alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan. Akan tetapi, pada awal bulan April 2015 ia merasakan kedua matanya mengalami penurunan fungsi. Ia harus diperiksakan lagi ke RS Mata Cicendo Kota Bandung. Pada akhir Juni 2015 ia menjalani kontrol kembali ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Pada awal Agustus 2015 dia melakukan pemeriksaan matanya yang kini kemampuan melihatnya menurun 40 persen. Pada 5 Oktober 2015 ia kontrol lagi dan memerikasakan matanya ke RS Mata Cicendo. Pada 20 November 2015 Pak Otong kontrol lagi ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung, menjalani pemeriksaan rutin. Hasilnya, gangguan tiroid nya masih ada, dan ia masih harus kontrol rutin sebelum dihentikan oleh tim dokter yang menanganinya. Pada akhir Januari 2016, Pak Otong kembali berobat ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Ia masih memerlukan bantuan untuk terus berikhtiar sampai Allah Swt menentukan kesembuhannya. Alhamdulillah, sedekaholics #SR juga terus berempati kepada Mang Otong dan keluargannya. Pada Mei 2016 kurir #SR bertemu lagi dengan Pak Otong saat ia berobat ke RSHS Bandung dan memberinya santunan lanjutan. Alhamduillah perkembangan kesehatan Pak Otong membaik tetapi ia masih harus rutin kontrol sebulan sekali. Pada awal September 2016 Pak Otong mendapatkan bantuan dari Pemkab Bandung untuk perbaikan rumahnya. Sebagai empati sedekaholicster, alhamdulillah kurir #SR di Bandung juga memberinya bantuan untuk Pak Otong, untuk biaya tambahan renovasi rumah dan transportasi-akomodasi berobat ke  RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Pada pemeriksaan ruti di bulan November 2016, Pak Otong disarankan untuk pemeriksaan matanya di RSM Cicendo. Berdasakan hasil pemeriksaan, ia harus menjalani operasi mata. Pada 18 November 2016, didampingi istrinya, ia datang ke RSM Cicendo untuk operasi. Akan tetapi, tim medis menunda operasinya sampai akhir Desember 2016 karena retina matanya perlu ditangani terlebih dahulu dengan terapi sinar. Pada akhir Desember 2016 Pak Otong kontrol lagi ke RSM Cicendo sambil memastikan rencana operasinya. Operasinya akan.dijadwalkan pertengahan Januari 2016. Pak Otong masih harus berikhtiar sehat dan masih membutuhkan bantuan. Alhamdulillah, sedekaholics #SR kembali memberinya bantuan yang digunakan untuk membeli obat yang tidak dijamin Jamkesmas, uang saku, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 920.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @maulidaqasyanggi

Pak otong menderita Tiroid


SYARIF NURDIANSYAH (39, Neurofibromatosis). Alamat: Kampung Pasar Kidul RT 2/9, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Syarif menderita neurofibromatosis sejak ia remaja. Tak sanggup dibayangkan jika nasib yang dialami guru ngaji ini menimpa kita! “Hanya 15 tahun saya bisa menikmati hidup dengan kondisi sehat dan normal. Saya sakit-sakitan sejak kelas 3 STM,” cerita Syarif sambil menghela nafas panjang, ditemani istrinya, Entin Sutianah (30) di rumahnya. Neurofibromatosis merupakan kelainan genetik yang ditandai dengan adanya benjolan berisi jaringan saraf (neurofibroma) di bawah kulit. Penyakit ini biasanya mulai muncul sejak usia remaja. Selama ini Syarif sudah berobat ke rumah sakit dengan kartu Jamkesmas, namun tidak teratur karena terkendala biaya transport ke rumah sakit. Maklum saja penghasilannya hanya didapat dari berjualan di depan sekolah. Pak Syarif amat layak disantuni agar berkurang penderitaannya dan bisa melanjutkan upaya kesembuhannya. Alhamdulillah #SedekahRombongan sampai saat ini terus membantu dan mendampingi Pak Syarif berobat. Kini Pak Syarif harus menjalani bedah beku seminggu sekali di RSHS Bandung. Terapi bedah beku secara rutin harus ia jalani untuk mengurangi benjolan di sekujur tubuhnya. Sebelum ke RSHS, ia menjalani pemeriksaan laboratorium darah berupa bleedeng time dan clothing time di Puskesmas Ciwidey. Pada kontrol kedua di bulan Januari 2015 Syarif sempat menginap dua malam di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Pak Syarif juga mengalami kebutaan dan sudah diperiksa di RS Mata Cicendo Bandung. Pada pemeriksaan minggu terakhir bulan Aptil 2015, ia ditangani juga oleh tim medis Bagian Syaraf dan ia mendapatkan pemeriksaan RMI di RSHS Bandung. Hasilnya, alhamdulillah, tidak ada indikasi ia terserang tumor pada syarafnya. Pada pertengahan Agustus 2015, Pak Syarif melanjutkan ikhtiar berobatnya ke RSHS Bandung dan ia menjalani bedah beku. Pada awal Oktober 2015 ia harus kontrol lagi ke RSHS dan kembali menjalani bedah beku. Pada bulan November 2015 ia tidak mendapatkan terapi bedah bekunya karena obatnya kosong. Pada bulan Desember 2015 kurir sudah mendaftarkannya untuk terapi bedah beku yang keberhasilannya mulai terasa. Pada awal Februari 2016 seorang dokter RSHS Bandung menelpon keluarga Pak Syarif, menawarkan alternatif lain untuk penanganan penyakitnya, yaitu melalui operasi kecil. Didampingi kurir #SR, ia kemudian diantar ke RSHS Bandung untuk menjalaninya. Tindakan ini membawa hasil yang memuaskan. Pada April dan Mei 2016 Pak Syarif kontrol rutin ke RSHS Bandung sambil meneruskan tindakan operasi mengangkat benjolan-benjolan lainnya yang masih bertebaran di sekujur tubuhnya. Begitu juga pada Juni 2016, MTSR dan kurir Bandung bersyukur bisa  mendampingi Pak Syarif menjalani operasi kecil di RSHS Bandung dan memberinya satunan lanjuan untuk biaya berobat. Ia harus senantiasa didampingi karena tak bisa berjalan secara normal setelah penglihatannya tak berfungsi dengan baik. Pada pertengahan September 2016, kurir #SR Bandung menemuinya kembali di rumahnya dan memberinya bantuan yang digunakan untuk biaya berobat dan biaya sehari-hari. Pada awal November 2016 Pak Syarif menghubungi lagi kurir #SR, mengemukakan bahwa ia ingin kembali melanjutkan pengobatan ke RSHS Bandung. Bersyukur kurir #SR dapat mendampinginya berobat. Tim medis RSHS memberinya tindakan bedah beku. Pada pemeriksaan saat itu ia juga dijadwalkan tim medis untuk mendapatkan tindakan operasi kecil pada awal Desember 2016. Dia tinggal di RSSR sepuluh hari sambil menunggu panggilan. Akan tetapi sampai akhir Desember 2016 ia belum mendapatkan ruangan. Pak Syarif dan keluarganya masih memerlukan bantuan untuk melanjutkan pengobatan. Alhamdulillah #SedekahRombongan kembali memberinya santun untuk biaya transport, membeli obat dan biaya sehari-hari kepada muadzin yang juga rutin mengajar ngaji anak-anak di mushola ini. Bantuan sebelum ini administrasinya tercatat di Rombongan 914.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak syarif menderita Neurofibromatosis


ENUNG NURYATI (43, Ca Nasofaring). Alamat: Kp. Pasir Kihiyang RT 8/3, Desa Leles, Kecamatan Sagala Herang, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Sudah hampir satu tahun, Ibu Enung harus berjuang melawan penyakit kanker nasofaring (Ca Nasofaring) yang dideritanya; sejenis kanker atau tumor ganas yang tumbuh pada nasofaring atau area belakang hidung dan area belakang langit-langit tenggorokan. Gejalanya berawal sejak Februari 2016 lalu, Ibu Enung merasakan sakit kepala sebelah kiri, gangguan pendengaran, dan nyeri pada area gigi secara terus-menerus. Ibu Enung pun diperiksakan ke dokter umum, Puskesmas Sagala Herang, dan pada akhirnya di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciereng Subang. Pada Agustus 2016, Ibu Enung menjalani serangkaian pemeriksaan di Poli THT, RSUD Ciereng Subang. Tim dokter menyatakan bahwa Ibu Enung didiagnosa penyakit Ca Nasofaring Stadium 2. Untuk penanganan lebih lanjut, pemeriksaan medis Ibu Enung dirujuk ikhtiar berobatnya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Beliau dirujuk ke Poli THT dan Poli Hematologi Onkologi. Pada November 2016, Ibu Enung kembali menjalani pengobatan di RSHS Bandung dan harus menjalani 33 kali terapi sinar. Perjuangan Ibu Enung selama ikhtiar berobat di RSHS Bandung tidaklah mudah, terkadang beliau ditemani suaminya terpaksa harus tidur di pangkalan ojeg selama satu minggu karena keterbatasan biaya untuk menyewa penginapan. Pak Endi (45), suami Ibu Enung hanya bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan Pak Endi yang tidak seberapa hanya cukup digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah untuk anaknya yang masih duduk di bangku SMA. Untuk berobat selama ini pun, Ibu Enung hanya mengandalkan dana pinjaman dan fasilitas kesehatan BPJS JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Alhamdulillah, atas informasi dari pasien dampingan Sedekah Rombongan, kurir Sedekah Rombongan Bandung dapat bertemu dengan Ibu Enung dan mngajaknya tinggal di RSSR Bandung. “Alhamdulillah kami bisa tinggal di RSSR Bandung selama istri saya terapi sinar di RSHS Bandung. Terima kasih kepada #SR,” kata suaminya. Hampir dua bulan Bu Enung dan suaminya menjadi pasien dampingan di RSSR Bandung. Alhamdulillah atas empati sedekaholics, kurir Sedekah Rombongan juga dapat menyampaikan bantuan awal untuk Ibu Enung. Bantuan yang disampaikan sesaat sebelum imereka pulang ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan kebutuhan sehari-hari. Beliau diharuskan menjalani kontrol rutin pada 14 Januari 2017 mendatang. Semoga titipan langit dari Sedekaholics dapat membuka jalan kesembuhan untuk Ibu Enung. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @kharismagilda

Bu enung menderita Ca Nasofaring)


MTSR BANDUNG RAYA 1 (B 1629 SZF, Biaya Operasional Bulan Desember 2016). Sejak bulan Mei tahun 2014, #SedekahRombongan dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan papa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten Bandung yang sebagian besar dataran tinggi dan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat, tentu saja MTSR Bandung Raya 1 harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR Bandung Raya 1 sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan, sejak Februari 2015, intensitas penggunaan MTSR Bandung Raya 1 semakin tinggi. Ketersediaan bahan bakar, kesiapan kendaraan, dan kesigapan supir MTSR Bandung Raya 1 menjadi keharusan agar pengkhidmatan #SedekahRombongan semakin dirasakan masyarakat. Dengan izin Allah Swt, bersyukur sedekaholics senantiasa menyokong misi MTSR Bandung Raya 1 dalam hal biaya pemeliharaan dan biaya operasional agar MTSR Bandung Raya  1 senantiasa laik dan layak jalan. Alhamdulillah para dermawan #SedekahRombongan telah memberi bantuan untuk operasional bulan November 2016 yang digunakan untuk : (1) membayarkan pembelian bahan bakar; (2) biaya ganti oli dan servis rutin; (3) honor supir; (4) biaya tol dan parkir; (5) biaya beli 1 ban, dan(6) pengeluaran tak terduga. Insya Allah, MTSR Bandung Raya 1 akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bandung Raya dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para sedekaholic #SR dibalas Allah SWT dengan berkah dan jannah di dunia dan akhirat. Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 925.

Jumlah Bantuan: Rp.4.480.000,-
Tangggal: 31 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Biaya Operasional Bulan Desember 2016


ARKHAN ZAKARIYYA (1, Penyakit Kulit). Alamat : Kp. Pangkalan, RT 5/3, Desa Palinggihan, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Dek Arkhan, akrab kami memanggil balita yang baru berumur 5 bulan ini. Sejak usianya menginjak umur 2 bulan, Dek Arkhan terserang penyakit gatal di area muka dan kakinya. Gatal-gatal tersebut menimbulkan bintik-bintik berwarna merah yang berisi nanah, hingga saat ini bintik-bintik tersebut semakin meluas peredarannya ke seluruh badan dan kepala. Dek Arkhan pernah dibawa oleh ibunya ke Puskesmas setempat untuk dilakukan pemeriksaan dan pengobatan terhadap penyakitnya, namun karena kondisinya yang sudah sangat parah akhirnya Dek Arkhan pun dirujuk menuju Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA). Karena kendala biaya, ibunya Fetty (40) hanya mengobati Arkhan menggunakan minyak keletik. Ya, mereka tak memiliki uang untuk pergi berobat ke RSBA, maklum saja ayahnya Syamsu (47) merupakan seorang buruh harian lepas di Jakarta, ia sangat jarang sekali pulang ke rumah. Belum lagi, ayah Dek Arkhan tersebut juga memiliki 6 anak lainnya yang harus ia biayai. Maka selama ini hasil jerih payahnya hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Beruntung Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga Dek Arkhan, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan Dek Arkhan. Semoga allah segera menyembuhkannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @kiki_zakiah

Arkhan menderita Penyakit Kulit


DEDI SUHAEDI (45, Pembengkakan Kelenjar Getah Bening + TB Paru Aktif). Alamat: Jl. Basuki Rahmat, RT 13/7, Desa Sindang Kasih, Kecamatan  Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pak Dedi telah berhenti bekerja sejak ia mengalami benjolan di bagian lehernya, benjolan tersebut awalnya hanya ia anggap penyakit gondok, namun ternyata semakin hari semakin membesar. Ia pun kemudian memeriksakan diri ke klinik setempat, tim medis di klinik tersebut mendiagnosa bahwa Pak Dedi mengalami pembengkakan kelenjar getah bening pada lehernya. Ia dirujuk untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke RSBA (Rumah Sakit Bayu Asih) berbekal fasilitas kesehatan berupa KIS (Kartu Indonesia Sehat). Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan ulang di RS tersebut, ternyata ia pun didiagnosa mengidap penyakit TB Paru. Saat itu dokter menyarankan agar Pak Dedi segera melakukan operasi, operasi pun telah dilaksanakan pada tanggal 23 November 2016. Tak sampai disitu, kini Pak Dedi harus melakukan kontrol pengobatan 1 bulan 1 kali ke RSBA, ia sempat kebingungan karena sudah tak memiliki biaya. Untuk biaya hidup ia dan keluarganya pun harus meminjam kepada tetangga, apalagi dua anaknya masih duduk di bangku sekolah, dan memerlukan banyak pembiayaan. Bersyukur kami kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Dedi, kami diamanahi oleh sedekaholics untuk menyampaikan bantuan yang akan digunakan oleh Pak Dedi untuk melanjutkan ikhtiar pengobatan penyakitnya. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tertulis di dalam Rombongan 927. Doakan bersama agar Allah menyembuhkan penyakit Pak Dedi, ia akan menjalani operasi keduanya pada akhir januari 2017.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 8 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 mulyati

Pak dedi menderita Pembengkakan Kelenjar Getah Bening + TB Paru Aktif


CICI AISAH (57, Asma). Alamat : Kp. Cidahu, RT 17/5, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bi Cici akrab kami memanggilnya, ia menderita penyakit asma sejak 2 tahun lalu, selama 2 tahun tersebut ia hanya beberapa kali memeriksakan penyakitnya tersebut. Saat kambuh, Bi Cici harus menghentikan aktivitasnya sebagai buruh tani di sawah milik tetangganya. Ia ingin sekali sembuh, namun tak memiliki biaya untuk pengobatannya. Penghasilannya sebagai buruh tani tersebut cukup untuk membiayai kehidupan ia, suami, dan cucunya sehari-hari, tapi tak cukup untuk biaya pengobatannya. Suaminya sudah sangat sepuh, sehingga tidak bisa lagi bekerja mencari nafkah. Alhamdulillah, kurir SedekahRombongan dipertemukan dengan Bi Cici dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para Sedekaholics untuk biaya Bi Cici berobat. Bantuan sebelumnya telah tercantum dalam Rombongan 895.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asep_za

Bu cici menderita Asma


ENTIS BIN FULAN (56, Katarak). Alamat : Kp. Datar Tengah, RT 11/3, Desa Citamiang, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Beberapa bulan ini Pak Entis merasakan buram pada matanya, bahkan kadang benar-benar tak bisa melihat apapun yang ada di sekitarnya. Ia ingin secepatnya menjalani pengobatan, namun saat itu kondisinya ia pun sedang membiayai anaknya yang mengidap penyakit tumor otak, harta benda Pak Entis habis semuanya digunakan untuk ikhtiar pengobatan anaknya, namun beberapa minggu lalu anaknya telah meninggal dunia. Kini Pak Entis kembali berharap untuk bisa memeriksakan gangguan pada matanya tersebut, ia pun berangkat menuju Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA) ditemani oleh istrinya. Hasil pemeriksaan di RS tersebut menunjukkan bahwa Pak Entis harus segera dirujuk ke RS Cicendo Bandung, ia pun terpaksa meminjam uang senilai Rp. 1.000.000,- untuk biaya pemeriksaan ke RS Cicendo, saat itu Pak Entis memang belum memiliki Jaminan Kesehatan apapun. Ia pun melanjutkan ikhtiarnya ke RS Cicendo, Pak Entis beranggapan bahwa dalam satu kali pemeriksaan penyakitnya akan tertangani, namun ternyata dokter kembali menyarankannya untuk menjalani ngontrol dalam seminggu ke depan. Pak Entis kini kembali kebingungan, hasil dagang buah-buahan pun belum tidak terlalu besar, baru cukup untk biaya keluarganya sehari-hari. Beruntung Allah pertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Pak Entis dan keluarga. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan dan pembuatan jaminan kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asepza_

Pak entis menderita Katarak


PADLAN SAHRIANDI (2, Jantung Bocor). Alamat : Kp. Cijati, RT 2/1, Desa Cijati, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Dek Padlan, akrab kami memanggil balita berumur 2 tahun ini. Sejak lahir ia telah memiliki kelainan, yakni mengalami jantung bocor. Ia pernah menjalani pengobatan di Rumah Sakit Bayu Asih, namun pihak RS tersebut merujuknya ke salah satu RS di Jakarta. Padlan dijadwalkan menjalani kontrol pengobatan setiap bulannya ke RS tersebut, namun sudah beberapa bulan ini kontrol tersebut harus terhenti karenda kendala biaya. Maklum saja, kedua orangtuanya hanya mengandalkan penghasilan dari berjualan jus di depan rumah, hasilnya cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari keluarganya, tapi tak cukup untuk biaya pengobatan Dek Padlan. Beruntung Allah pertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Dek Padlan dan keluarga. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan dan pembuatan jaminan kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asepza_

Padlan menderita Jantung Bocor


SITI AMINAH (7, Gangguan Pendengaran). Alamat : Kp. Rawataal, RT 23/4, Desa Tegal Datar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Dalam kurun waktu 3 bulan ini Neng Siti sering mengeluh  kesakitan pada gendang telinganya, pendengarannya juga sedikit terganggu seperti ada yang menghalangi. Neng Siti mengakui telinganya pernah dimasuki semacam serangga, namun ia pun tak tahu pasti. Ibunya tak bisa berbuat banyak, hanya mampu mengobati Siti memakai obat kampung seadanya, hal tersebut tak lain karena mereka memiliki keterbatasan biaya. Hingga kini rasa sakitnya tak juga kunjung sembuh, ibunya berharap Neng Siti bisa berobat ke Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT). Beruntung Allah pertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Neng Siti yang merupakan seorang anak yatim ini. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan dan pembuatan jaminan kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asepza_

Siti menderita Gangguan Pendengaran


NUNUNG BINTI ABAN (41, Susp. Tumor Perut). Alamat: Kampung Bantar Peundeuy, Desa Bojong, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Tiga belas tahun yang lalu, Ibu Nunung merasakan gatal-gatal di perutnya. Setelah diamati ternyata di perutnya itu juga ada benjolan kecil. Walau pada awalnya ia menganggap hanya bentol biasa, tetapi beberapa hari kemudian ia mulai cemas karena benjolannya terasa beda dan membesar. Karena khawatir dengan keadaan itu ia memeriksakan dirinya ke Klinik di daerah Samarang Kabupaten Garut. Dokter Helmi yang memeriksanya kemudian merujuknya ke RS Umum Garut. Berdasarkan hasil pemeriksaan di rumah sakit itu diketahui bahwa benjolan di perut Ibu Nunung itu adalah tumor. Ibu Nunung disarankan untuk terus berobat dan menjalani operasi tumor. Tentu saja kabar itu membuat kaget dan panic Ibu Nunung dan suaminya, yaitu Bpk. Jojon (52 tahun). Akan tetapi, dikarenakan pada waktu itu Ibu Nunung dan suaminya tidak memiliki biaya, pengobatan yang harus dijalaninya tidak berlanjut. Apalagi untuk membiayai operasi, mereka merasa sangat tidak mampu, karena suaminya hanya bekerja sebagai buruh harian. Sekarang benjolan di perut Ibu Nunung sudah semakin membesar, dan selama tiga belas tahun itu Ibu Nunung beserta suaminya merasakan kekhawatiran dan. Karena sampai saat ini mereka masih belum memiliki biaya untuk berobat atau operasi, dan juga belum memiliki jaminan kesehatan (BPJS), mereka berusaha sabar dan pasrah walau setiap hari dihantui rasa khawatir dan takut. Kabar duka keluarga dhuafa itu sampai kepada Sedekah Rombongan melalui Bapak Acep, yaitu tetangganya yang kenal dengan Kurir Sedekah Rombongan di Kabupaten Garut. Syukur Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung dan bersilaturahmi dengan Ibu Nunung dan suaminya. Pada kunjungan pertama itu, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan uang dari Sedekaholik yang berempati dengan penderitaannya. Bantuan tersebut akan digunakan untuk biaya transportasi untuk pemeriksaan kembali penyakitnya dan membantunya untuk biaya tranportasi-akomodasi pembuatan BPJS. Mudah-mudahan bantuan tersebut dapat memberinya harapan membuka jalan bagi kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @abdulcecep

Bu nunung menderita Susp. Tumor Perut


UCIN WASMAN (57, Gangguan Jiwa + Dehidrasi Berat). Alamat : Jalan Sukamanah RT 5/13 Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Dari tahun 1983, Pak Ucin sudah menderita gangguan jiwa, yang membuat emosinya seringkali tidak stabil dan tidak terkendali. Ia sering mengamuk dan marah-marah tidak jelas kepada almarhum bapaknya dan orang-orang di sekitarnya. Selama sakit, Pak Ucin pernah menjalani rawat inap di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bandung yang beralamat di Jalan Riau 11, Kota Bandung, dan beberapa kali sempat menjalani kontrol. Namun, karena himpitan ekonomi yang dialami keluarganya, upaya pengobatan Pak Ucin pun harus terhenti hingga saat ini. Dengan segala keterbatasan, pihak keluarga pun memilih untuk merawatnya di rumah. Pada tahun 2005, almarhum bapaknya terpaksa mengurung Pak Ucin di ruangan sempit dan tidak layak di rumahnya, yang hanya bisa digunakan untuk posisi duduk karena ia masih sering mengamuk dan mengganggu orang di sekitarnya. Lebih dari delapan tahun, Pak Ucin hanya bisa tidur beralaskan tikar tipis dan hidup jauh dari layak, dengan posisi tubuh melengkung dan kaki menekuk. Itulah yang membuat kondisi tubuhnya saat ini menjadi kurus kering hanya tinggal kulit membalut tulang dan posisi kakinya menjadi menekuk dan tidak bisa diluruskan. Keadaan Pak Ucin kini masih menderita gangguan jiwa, namun sudah tidak mengamuk lagi dan juga mengalami dehidrasi berat karena selama dikurung asupan cairan yang masuk ke tubuhnya sangat kurang. Selama ini, Pak Ucin tinggal bersama ibu kandungnya, Ibu Encas (78) dan adiknya, Juhana (37). Bapaknya meninggal sekitar 8 tahun yang lalu dan adiknya, Dahlan, juga meninggal sekitar 3 tahun yang lalu. Meskipun Ibu Encas sudah berusia renta, sembari merawat Pak Ucin dan Juhana yang juga menderita keterbelakangan mental, beliau juga harus mencari nafkah untuk keluarganya. Ibu Encas bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan yang tidak pasti. Terkadang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, beliau harus berhutang ke warung dan tetangganya. Untuk memulai kembali pengobatan pun rasanya sangat sulit karena Pak Ucin belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah, atas informasi dari Ika (tetangga Pak Ucin), kisah keluarga dhuafa ini sampai kepada kurir Sedekah Rombongan. Kurir Sedekah Rombongan pun mengunjungi Pak Ucin di rumahnya dan menyampaikan titipan langit dari Sedekaholics yang digunakan untuk pembuatan BPJS PBI, akomodasi berobat ke RSUD Ujung Berung dan kebutuhan sehari-hari. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dibantu Puskesmas UPT Babakan Sari berkesempatan membawa Pak Ucin ke RSUD Ujung Berung untuk berobat dan menjalani rawat inap. Disebabkan kondisi Pak Ucin yang sudah sangat mengkhawatirkan, maka Ia pun harus bolak-balik menjalani pemeriksaan dan pengobatan ke rumah sakit, juga selain itu, ia harus banyak diberi makanan dan asupan gizi yang banyak. Dikarenakan ia hanya diurus oleh Ibunya yang sudah tua-renta dan dan miskin, maka pada awal Desember 2017 Sedekah rombongan kembali memberikan bantuan uang dari para Sedekaholics. Bantuan tersebut akan digunakan untuk biaya transportasi-Akomodasi berobat dan biaya sehari-hari sebagai bekal selama merawat Pak Ucin. Semoga ikhtiar pengobatan Pak Ucin senantiasa dilancarkan oleh Allah SWT dan kondisi kesehatannya bisa kembali pulih. Aamiin. Bantuan yang diberikan sebelumnya tercatat di Rombongan 937.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @lisdamojang @kharismagilda

Pak ucin menderita Gangguan Jiwa + Dehidrasi Berat


MUHAMMAD ARKHA HERDIANSYAH (4, Infeksi Ginjal). Alamat : Dusun Karangsari, RT 13/5, Desa Dukuhpicung, Kecamatan Luragung,  Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Balita berusia 4 tahun ini biasa dipanggil Arkha. Diusia yang masih sangat kecil, Arkha menderita infeksi ginjal. Penyakit tersebut baru diketahui pada akhir bulan November 2016 lalu dengan gejala awal bengkak di bagian wajah, perut, kemaluan dan kaki. Biarpun demikian, Arkha tidak pernah mengeluh sakit. Kedua orang tua Arkha panik ketika perut Arkha tiba-tiba terlihat bengkak dan terasa keras. Saat ini Arkha sedang menjalani pengobatan di sebuah klinik dokter umum. Alhamdulillah mulai terlihat perkembangan yang positif. Bengkak di bagian wajah dan kemaluan mulai kempes. Akan tetapi, pengobatan Arkha belum maksimal karena belum diperiksa di rumah sakit dengan alat medis yang jauh lebih lengkap. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan kuningan dipertemukan dengan Arkha, kemudian kurir Sedekah Rombongan membawa Arkha ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk pemeriksaan cek laboratorium rutin, cek lab urine dan cek protein. Saat ini Arkha tengah menunggu hasil pemeriksaan. Dan harus kontrol setiap minggu. Keadaan Arkha saat ini sudah lumayan membaik,  dan nafsu makannya sudah naik. Arkha memanfaatkan kartu jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas III.  Orang tua Arkha Bapak Andriansyah (30) bekerja sebagai seorang buruh harian lepas dengan penghasilan yang hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Arkha sehingga santunan ketiga dapat disampaikan kepada Arkha untuk biaya cek laboratorium, pembelian obat, dan transportasi. Semoga Arkha lekas diberi kesembuhan oleh Allah. Aamiin. Sebelumnya Arkha masuk kedalam rombongan 937.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 4 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Melisa

Arkha menderita Infeksi Ginjal


SUSYANI BINTI MUHAMMAD NASIRUDIN (33, Myoma Intra Abdomen). Alamat : Desa Dukuh, RT 3/5, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Awal Mei 2016, Ibu Susi –demikian kami akrab menyapanya- merasakan sakit pada bagian perut. Karena sakitnya berlanjut, maka dia berobat ke puskesmas. Dokter puskesmas menyatakan terlalu banyak gas asam lambung di dalam perut sehingga menyebabkan perutnya terasa sakit. Setelah beberapa hari pengobatan dan tidak ada perubahan yang signifikan, Ibu Susi akhirnya memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Setelah beberapa kali berobat jalan, dokter mendiagnosa Ibu Susi terkena tumor ovarium. Karena keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan, pengobatanpun berhenti, sampai akhirnya Ibu Susi mencoba berobat ke Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon. Di sini Ibu Susi didiagnosa myoma intra abdomen dengan gejala perut semakin membesar dan mengeras. Dokter menyarankan untuk segera dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung agar mendapat penanganan lebih lanjut. Setelah melalui beberapa tahapan, Ibu Susi saat ini tengah menjalani pengobatan di RSHS Bandung. Ibu Susi adalah istri dari Bapak Jaedi (37) seorang sopir angkutan umum. Sehari-hari mereka hidup sederhana bersama tiga orang anak, dua di antaranya adalah anak kembar. Tinggal dalam sebuah rumah pra sejahtera, dan penghasilan sang suami yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, membuat rencana pengobatan ke Bandung sempat tertunda walaupun sudah disiapkan BPJS PBI Kelas III untuk pembiayaan berobatnya. Menyikapi hal tersebut, kurir Sedekah Rombongan berusaha untuk memahami keadaan Ibu Susi dan segera memberikan bantuan untuk transportasi dan biaya hidup selama menjalani pengobatan di Bandung saat ini. Ibu Susi dan suami tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung selama menjalani proses tindakan medis lebih lanjut. Bantuan kepada Ibu Susi sebelumnya termasuk dalam Rombongan 922. Semoga Ibu Susi diberikan kesehatan seperti sedia kala agar bisa kembali hidup bahagia bersama keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh dwi @asiihlestari

Ibu susyani menderita Myoma Intra Abdomen


USEP BIN ENDU (43, Hernia Ingunalis Dextra). Alamat : Kp. Bojongkoneng RT 1/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah sejak 3 bulan yang lalu, Pak Usep merasakan ada benjolan yang tumbuh pada sekitar kemaluannya. Benjolan tersebut lama-kelamaan semakin membesar dan sangat menggangu aktivitas. Namun benjolan tersebut kadang hilang ketika baru bangun tidur, tapi setelah menjalani aktivitas atau jalan, benjolan tersebut membesar. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan di RS Karya Medika 1 Cikarang, ia dijadwalkan operasi hari Senin, 26 Desember 2016 jam 15.00 WIB. Namun sebelumnya kartu BPJS Pak Usep terkendala dengan iuran yang belum dibayar. Semenjak 3 bulan terakhir Pak Usep tidak bisa bekerja karena kondisinya yang tidak bisa banyak bergerak. Pak Usep yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan merasa kesulitan ketika harus membayar iuran BPJS yang ia miliki sekeluarga. Sedangkan istrinya, Bu Simah Sumarni (43) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama ia menjalani kontrol setelah operasi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 934.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Pak usep menderita Hernia Ingunalis Dextra


PUNGUT BINTI NILAN (53, Pembengkakan Jantung). Alamat : Kp. Pulo Ngandang RT 10/3, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Ibu Pungut sekitar sebelumnya pernah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta, ia dipulangkan karena sering sakit-sakitan. Sudah 6 bulan terakhir ia rutin berobat di salah satu klinik terdekat dari rumahnya. Dari hasil rontgen, Bu Pungut mengalami pembengkakan jantung, sering batuk-batuk terlebih pada malam hari. Uang hasil dari ia bekerja selama beberapa bulan terakhir habis digunakan untuk biaya berobat di klinik dengan biaya umum. Semua itu ia lakukan karena besarnya keinginan untuk sembuh sehingga tidak terpikirkan untuk membuat kartu BPJS. Saat ini pengobatannya terhenti karena ia sudah tidak memiliki biaya untuk berobat. Bu Pungut sudah lama menjanda, suaminya meninggal sejak 10 tahun yang lalu. Saat ini ia tinggal bersama anak menantunya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan. Alhamdulillah, Kartu KIS Bu Pungut sudah ada dan dapat dipergunakan. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi dan bekal selama menjalani pemeriksaan. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 925.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu pungut menderita Pembengkakan Jantung


SHAKILLA ZAHRANY (1, Susp. Tumor Abdomen). Alamat : Kp. Kaliabang Dukuh No.24 RT 2/9, Desa Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awalnya pada usia 2 bulan, Shakilla mengalami perut kembung dan sempat dibawa ke puskesmas terdekat. Obat antibiotik yang didapat dari puskesmas tidak ada pengaruh apa-apa. Pemeriksaan pun beralih ke beberapa rumah sakit swasta di Kota Bekasi, setelah menjalani CT Scan dan serangkaian pemeriksaan lainnya, Shakila dirujuk ke RSCM Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut menggunakan Kartu KIS Mandiri kelas II. Shakilla pernah dirawat selama 5 hari di RSCM Jakarta dengan tindakan transfusi darah. Dan hingga saat ini Shakilla masih menjalani kontrol rutin di RSCM Jakarta. Orang tua Shakilla sangat merasa kesulitan dengan biaya akomodasi selama menjalani kontrol rutin ke rumah sakit. Ayahnya, Priyono (26) hanya seorang pelayan di salah satu mini market dekat rumahnya. Sedangkan ibunya, Rinda Sari (25) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan mereka sehingga dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama di RSCM Jakarta. Semoga Priyono dan keluarga diberi kemudahan dalam segala urusan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Yunita Joko

Shakila menderita Susp. Tumor Abdomen


NARI BINTI NAWI (90, Lumpuh). Alamat : Kp. Rawa Keladi RT 2/2, Desa Sukamurni, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Mbah Nari, begitulah masyarakat sekitar mengenalnya. Mbah Nari kini hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur. Berawal dari kejadian 3 tahun yang lalu, saat Mbah Nari sedang tidur tiba-tiba ia terjatuh dari tempat pembaringannya. Sejak saat  itu, Mbah Nari tidak lagi bisa berjalan dan tubuhnya  terasa lemas. Selama 3 tahun itu juga Mbah Nari tidak pernah berobat ke rumah sakit. Oleh cucunya sesekali ia dibawa ke pengobatan alternatif. Ketiadaan biaya adalah alasan kenapa cucu Mbah Nari tidak membawanya berobat ke rumah sakit. Selama ini cucunyalah yang terus bersabar merawat Mbah Nari meski kondisi ekonominya terbatas. Sampai saat Kurir #SedekahRombongan mendatangi rumahnya, terlihat Mbah Nari  hanya berbaring di tempat tidur karena anggota tubuhnya tidak bisa digerakkan. Sang cucu berharap ada bantuan sekedar untuk membeli pampers dan keperluan sehari-hari Mbah Nari. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan segera menyampaikan bantuan lanjutan untuk membantu meringankan beban keluarga ini.  Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 831. Semoga Allah memberi kekuatan dan kesembuhan kepada Mbah Nari.  Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 10 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @SuharnaYana @Alle_Recycle @mardisay

Bu nari menderita Lumpuh


NAMIH BINTI NILAN (48, Arthralgia + Asam Urat). Alamat : Kp. Pulo Ngandang RT 11/3, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sudah hampir 6 bulan Bu Namih tidak merasakan sakit pada paha kanan nya sehingga membuatnya kadang harus berjalan merayap pada dinding rumah. Upaya pengobatan yang sudah dilakukan hanya pengobatan di klinik terdekat, namun belum ada hasil yang memuaskan. Hingga pada hari Kamis, 3 November ia menjalani pemeriksaan ke Puskesmas Cabangbungin dan disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Suami Bu Namih, Pak Oji Bin Muksin (49) adalah pasien patah tulang yang hingga saat ini penyakitnya belum pulih yang pernah dibantu pada Rombongan 880. Hal inilah yang membuat keluarga ini layak dibantu karena suami sudah tidak bisa bekerja. Alhamdulillah, Bu Namih dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan yang siap membantu. Kurir Sedekah Rombongan melakukan pendampingan untuk tahap pemeriksaan lanjutan dan psioteraphy di RS Ridhoka Salma dengan jaminan KIS PBI. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama menjalani kontrol di rumah sakit. Dalam 2 minggu terakhir, Bu Namih menjalani kontrol sebanyak 5 kali diantaranya psioteraphy. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 925.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu namih menderita Arthralgia + Asam Urat


RAVEENA PUTRI MAULIDA (7, Usus Buntu). Alamat : Perum Wahana Blok G16 No. 1 RT 3/18, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Semenjak awal November 2016, Raveena sering merasakan sakit pada perutnya. Dianggap sakit perut biasa, orang tua nya membelikan obat-obatan di warung terdekat, namun tidak kunjung membaik.  Tanggal 3 Desember 2016 setelah Ravena menjalani pemeriksaan di Puskesmas, akhirnya ia dirujuk ke rumah sakit. Di RS Ridhoka Salma Cikarang Barat, Raveena menjalani perawataan tanpa memiliki jaminan apa-apa. Pada tanggal 5 Desember 2016, Raveena menjalani operasi usus buntu di RS Ridhoka Salma. Akhirnya keluarga ini dipertemukan oleh Kurir #SedekahRombongan untuk membantu kesulitan mereka. Ayahnya, Pak Nunu (34) tidak memiliki pekerjaan tetap, ia hanya berprofesi sebagai badut sulap yang hanya sewaktu-waktu dapat undangan untuk mengisi acara. Namun rumah kontrakan yang selama ini ia tempati sudah 3 bulan lebih belum bayar sewa. Sedangkan ibunya, Bu Sri Budi Hartati (31) ibu rumah tangga yang tidak bisa berbuat banyak membantu suaminya dalam mencari nafkah. Kurir #SedekahRombongan berupaya membuat perjanjian hutang untuk mencicil biaya perawatan dan operasi di rumah sakit. Alhamdulillah, bantuan lanjutan yang sekaligus cicilan yang ke 2 telah disampaikan untuk biaya perawatan dan operasi Raveena. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 927.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 10 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Koko Jatmiko @mardisay

Raveena menderita Usus Buntu


NURHAYATI BINTI MUHAMMAD (51, TB Paru). Alamat : Kp. Kelapa Dua RT 1/3, Desa Jayasakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah hamper 6 tahun Bu Nurhayati mengalami sakit TB Paru, namun karena keadaan yang membuatnya tidak bisa rutin menjalani pengobatan. Hingga pada tanggal 4 Januari 2017, kondisinya drop dan terpaksa dilarikan ke UGD RSUD Kabupaten Bekasi untuk mendapat pertolongan. Setelah menjalani pemeriksaan UGD akhirnya ia disarankan untuk menjalani perawatan sampai kondisinya memungkinkan untuk dibawa pulang. Selama menjalani perawatan mereka kesulitan untuk bekal di rumah sakit, maklumnya saja Bu Nurhayati berasal dari keluarga tidak mampu. Suaminya Pak Marjuki (60) hanya seorang buruh serabutan yang berpenghasilan tidak memadai. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat mengunjungi Bu Nurhayati sekaligus menyampaikan bantuan awal untuk bekal selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Mamat Maksudi @mardisay

Bu nurhayati menderita TB Paru


IIN NAPIIN (70, Lumpuh). Alamat: Kp. Cihaji Kidul, RT 4/3, Desa Sukanagara, Kec. Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Pak Iin, biasa ia dipanggil warga sekitar adalah seorang lansia yang sehari-harinya hanya berdiam diri di rumah. Awalnya, Pak Iin menderita asam urat dari enam tahun yang lalu. Beliau hanya memeriksakannya ke puskesmas setempat atau bila penyakitnya kambuh, Pak Iin membeli obat-obatan warung untuk meredam rasa sakitnya. Keluarganya sering memaksa beliau untuk menjalani pengobatan di rumah sakit namun sering ditolak karena alasan biaya dan akomodasi yang membebaninya. Sekarang, sudah empat tahun Pak Iin tidak bisa berjalan karena efek dari penyakit asam uratnya. Pak Iin sudah menduda dari lima tahun yang lalu karena ditinggal istrinya yang sudah meninggal. Kini beliau tinggal bersama anak pertamanya, Mimin (50) yang juga sedang sakit. Mereka berdua dirawat kerabat yang lainnya. Seharusnya Pak Iin dirawat inap di rumah sakit karena penyakitnya semakin parah namun karena tidak mempunyai jaminan kesehatan, niat itu harus diurungkan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa mengunjungi Pak Iin di rumahnya dan menyampaikan santunan agar ia bisa dirawat di rumah sakit dan untuk meringankan biaya akomodasi. Insya Allah, ke depannya Pak Iin akan dibantu untuk pembuatan jaminan BPJS oleh kurir. Semoga Allah memberi kesehatan pada Pak Iin. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal: 10 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak iin menderita Lumpuh


TOHA BIN NUKDI (70, Patah Tulang Paha). Alamat : Kp. Nangoh RT 1/9, Kel. Bungursari, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak tiga minggu yang lalu, Pak Toha mengalami patah tulang paha bagian kanan. Awal kejadiannya ketika ia sedang duduk dan bermaksud untuk berdiri, tapi ketika ia sudah berdiri mengalami pusing kepala yang mendadak dan akhirnya ia terjatuh sehingga kakinya kanannya terbentur ke tembok lantai dan patah. Ia pun sempat tak sadarkan diri beberapa menit akibat benturan tersebut. Kondisi terkini Pak Toha hanya bisa berbaring di tempat tidur. Ia tidak berdaya sehingga buang air kecil, buang air besar dan yang lainnya ia lakukan di tempat tidurnya. Pak Toha sehari-hari berprofesi sebagai buruh dagang keliling sayuran milik orang lain. Ia punya tanggungan seorang istri bernama Ibu Ijoh (67) yang mengidap penyakit paru-paru dan harus berobat jalan tiap sebulan sekali, ditambah juga Pak Toha harus membiayai cucunya, Sidik (19) yang sudah tidak punya ayah karena meninggal beberapa tahun silam. Tanggal 19 September, Pak Toha menjalani kontrol ke RSUD dr. Soekardjo dengan jaminan KIS. Sekarang, kondisinya semakin memperihatinkan dan hanya bisa berbaring di atas kasur. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu biaya pengobatan di luar jaminan kesehatan serta membantu meringankan beban untuk akomodasi bagi keluarga yang mengalami cobaan dari Allah ini. Semoga Allah memberikan kesembuhan bagi Pak Toha. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 923.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 8 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR @adiabdillah

Pak toha menderita Patah Tulang Paha


MTSR TASIKMALAYA (B1495SU, Operasional dan Perawatan Rutin). Mulai Bulan Mei tahun 2014, #SedekahRombongan area Tasikmalaya memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Area operasional MTSR Tasikmalaya mencakup Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, dan juga mengantar pasien yang dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung dan RSU Siaga Medika Banyumas. Bulan Juli 2014 MTSR Tasikmalaya melakukan servis besar di Layanan Servis Resmi Suzuki. Awal September kembali masuk bengkel untuk service kakai-kaki, ganti shockbreaker depan, per belakang, sekaligus ganti oli, filter oli, dan penggantian vanbelt. Selain untuk biaya pemeliharaan MTSR melalui servis rutin, biaya pemeliharaan juga dipergunakan untuk membeli sebuah ban karena ban cadangan sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Pada tanggal 24 November 2016, MTSR melakukan perbaikan pada bagian kopling. Frekuensi penggunaan MTSR Tasikmalaya semakin hari semakin tinggi. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya di Priangan Timur, mengantar jemput pasien ke RSUD, juga mengantar jemput pasien ke RSHS Bandung. Hampir setiap minggu ada saja pasien yang harus diantar ke RSHS Bandung, sekarang ditambah dengan mengantar pasien ke RSU Siaga Medika Banyumas, bahkan kadang dalam seminggu bisa 2-3 kali pulang pergi ke Bandung yang berjarak sekitar 100km dengan waktu tempuh 3-4 jam sekali jalan. Agar kondisi mobil tetap prima, service rutin selalu dijalani MTSR. Titipan sedekah dari para #SahabatSR kembali dipergunakan untuk mendukung biaya operasional bahan bakar, service rutin, ganti oli, berikut ongkos pengerjaannya selama 1-9 Januari 2017, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 927.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal : 9 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr @adiabdillah

Operasional dan Perawatan Rutin


IQBAL BIN DIKI (14, Kecelakaan Lalu Lintas). Alamat: Kp. Cigadog, RT 3/5, Desa Cigadog, Kel. Cigadog, Kec. Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Kecelakaan yang dialami Iqbal saat ia meminjam motor kepada salah satu temannya untuk suatu keperluan. Di tengah perjalanan, roda motor yang dikendarainya terhalang batu karena jalan yang rusak berat dan akhirnya ia terjatuh dari motor dengan kepala terbentur ke bahu jalan. Kepalanya berdarah, badannya luka-luka dan akhirnya dibawa warga sekitar ke rumah sakit untuk penanganan. Sampai rumah sakit, Iqbal tidak sadarkan diri dan harus dirawat inap selama seminggu. Karena tidak punya SIM dan jaminan kesehatan, Iqbal harus membayar biaya perawatan sebanyak dua juta rupiah ditambah ia harus mengganti kerusakan motor sebesar tujuh ratus ribu kepada temannya. Iqbal adalah seorang pelajar SMP kelas IX dan ia tinggal bersama ibunya, Imas (38) dan ayahnya, Diki (40) yang bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan tidak menentu. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa mengunjunginya atas informasi dari ibunya yang juga dampingan #SR karena sakit Anemia dan menyampaikan santunan dari Sedekaholics untuk membantu meringankan bebannya dan untuk berobat. Semoga Allah memberi kesembuhan pada Iqbal sehingga ia bisa kembali bersekolah.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR @adiabdillah @rezaalba

Iqbal menderita Kecelakaan Lalu Lintas


NIA NIASIH (28, Operasi Caesar). Alamat: Kp. Cibuntu, RT 4/3, Kel. Cikubang, Kec. Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Ibu Nia sedang mengandung anak keduanya namun ada masalah dalam kandungannya yang mengharuskannya untuk operasi sesar. Padahal ia dan keluarga sudah berencana untuk melahirkan normal di puskesmas agar biaya persalinan tidak begitu besar. Sayangnya, rencana hanya rencana dan Bu Nia dibawa ke RS SMC Singaparna untuk melakukan tindakan. Setelah operasi ternyata biaya yang harus ditanggungnya sebesar enam juta karena Bu Nia tidak mempunyai jaminan kesehatan, itu pun sudah dipotong oleh kebijakan rumah sakit. Suaminya, Asep (42) adalah seorang buruh bangunan dengan penghasilan 20 ribu perhari, untuk makan pun terkadang tidak cukup apalagi mereka mempunyai satu anak yang masih sekolah. Dengan bekal informasi dari salah satu keluarganya, Sedekah Rombongan mengunjunginya di rumah sakit dan menyampaikan santunan untuk meringankan biaya operasi rumah sakit. Semoga ada jalan untuk keluarga Bu Nia agar bisa segera pulang ke rumah dan membesarkan anak-anaknya tanpa beban yang berat. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR @adiabdillah

Bantuan Operasi Caesar


FAUZAN RAMDANI (1, Paru-Paru Basah). Alamat: Kp. Nangoh, RT 2/9, Kel. Bungursari, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Fauzan terlahir dengan gangguan tenggorokan, terlihat dari nafasnya yang kadang terengah-engah dan sering menangis seperti menahan sakit. Sudah diperiksa di puskesmas namun ia harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Beberapa bulan ini penyakitnya tersebut tidak diobati karena terkendala biaya padahal Fauzan semakin hari semakin terlihat tidak sehat. Orangtuanya, Dede (29) yang bekerja sebagai buruh bangunan dan Siti (22) yang hanya seorang IRT mempunyai alasan menunda pengobatan anaknya karena sampai sekarang anaknya tidak punya jaminan kesehatan sehingga mereka takut biaya pengobatan ke depannya. Sedekah Rombongan pun kembali mengunjungi rumah Fauzan dan melihat kondisinya dan menyampaikan santunan untuk akomodasi dan obat. Semoga Fauzan segera sembuh dan bisa tumbuh layaknya anak normal lainnya. Aamiin. Sebelumnya masuk dalam Rombongan 923.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 5 Januari 2017
Kurir: @ddsyefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Fauzan menderita Paru-Paru Basah


RSSR BANDUNG RAYA (Biaya Operasional). Alamat : Jl. H. Yasin No. 56 RT 2/2, Kelurahan Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sejak tahun 2013, alhamdulillah Sedekah Rombongan Bandung Raya telah dipercaya untuk mengelola rumah singgah yang berada di sekitar Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Kami menyebutnya Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung Raya. Walaupun sampai saat ini statusnya masih belum menjadi hak milik Sedekah Rombongan, keberadaan RSSR Bandung Raya sangat dirasakan manfaatnya oleh saudara kita, dhuafa sakit, yang sedang berobat di RSHS Bandung. RSSR Bandung Raya menjadi tempat singgah sementara pasien dampingan Sedekah Rombongan dari berbagai daerah di Jawa Barat yang sedang berproses menjalani tahapan pengobatan di RSHS Bandung. Di samping itu, RSSR Bandung Raya juga berfungsi sebagai sarana koordinasi kurir, promosi, dan ladang amal bagi sedekaholics yang ingin bersedekah secara langsung. RSSR Bandung Raya menyediakan 15 tempat tidur khusus digunakan untuk pasien dampingan dan ruangan tengah yang cukup luas untuk pendamping pasien. Ada dua jamban layak pakai dan dapur lengkap dengan peralatannya yang bisa digunakan pasien dan keluarganya. Alhamdulillah atas empati sedekaholics, seiring perjalanan waktu, RSSR Bandung Raya juga dapat menyediakan sembako untuk makan sehari-hari pasien dan pendamping pasien. Selain untuk pembelian sembako, setiap bulannya RSSR Bandung Raya juga mendapatkan bantuan dari sedekaholics yang digunakan untuk operasional, yakni utility, retribusi kebersihan, perlengkapan kebersihan, BBM, dan operasional lainnya. Semoga bantuan rutin untuk operasional RSSR Bandung Raya ini dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics serta membawa berkah kesembuhan bagi semua pasien dampingan Sedekah Rombongan. Bantuan untuk RSSR sebelumnya sudah masuk dalam Rombongan 931.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.507.500,-
Tanggal : 10 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @kharismagilda @Lisdamojang @episodeere @fuad_basil

Biaya Operasional


ABI LAKSONO (1, Retinoblastoma). Alamat : Dusun Sesek, RT 1/4, Desa Sidorejo, Kec. Ponggok, Kab. Blitar, Prov. Jawa Timur. Sejak kelahirannya secara sesar di Rumah Sakit Ngudi Waluyo Blitar Abi telah mengalami kelainan. Setelah diperiksa oleh dokter Abi telah di diagnosis dokter mengalami hidrocepalus atau cairan yang berlebih di kepalanya. 3 bulan setelah kelahirannya, Abi diperiksakan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang dan telah disarankan untuk dilakukannya operasi. Akan tetapi pihak keluarga menolak dengan alasan takut dikarena masih umur 3 bulan. Pada akhir bulan Desember 2016 Abi sering kemasukan bulu matanya sendiri dikarena matanya sulit untuk di pejamkan. Untuk saat ini mata Abi mulai keluar cairan berupa nanah sebab Abi terus menerus mengusap-usap matanya. Ayah Abi, Bapak Hawan (44) bekerja sebagai kuli bangunan hanya mampu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari keluarganya dengan upah yang direrima. Sedangkan ibu Abi, Ibu Nur Sholekah (36) hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Keluarga sangat terbeban akan biaya untuk berobat dan Abi pun juga belum mempunyai jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan Malang telah dipertemukan dengan Abi dan memberi bantuan untuk biaya berobat, transportasi dan membeli susu. Semoga Abi diberikan kelancaran dalam menjalani pengobatan dan diberi kesembuhan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Januari 2017
Kurir : @FaizFaeruz Kristiono @m_rofii11

Abi menderita Retinoblastoma


DWI CHANDRA RAMADAN (36, Kecelakaan Motor). Alamat : Jalan Prada Abu Ali no.40, RT 3/11, Dusun Ngambon, Desa Girimoyo, Kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Sebelum terjadi kecelakaan, Bapak Chandra telah menderita Guliane Bell Syndrome (GBS) yang ditandai dengan kondisi kakinya lumpuh selama dua hari ketika kecapekan atau kedinginan, setelah itu normal kembali. Setelah kecelakaan keadaan Bapak Chandra semakin parah bahkan pergelangan kaki kiri, tulang pinggul, pantat sebelah kiri patah, dan saluran kencing putus. Beliau sempat dirawat di RS Kepanjen lalu dirujuk di RS Saiful Anwar Malang karena keadaan luka yang parah. Istri beliau, Aris Susanti (37) bekerja sebagai ibu rumah tangga. Jaminan kesehatan berupa BPJS juga masih belum aktif sehingga beliau kesulitan dalma hal biaya berobat. Alhamdulillah bulan ini santunan dari Sedekah Rombongan Malang mulai tersalurkan untuk biaya berobat dan membeli obat. Semoga Bapak Chandra bisa segera sembuh dan beraktivitas kembali

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Desember 2016
Kurir : @FaizFaeruz @hayyudc @nay_munaa

Pak dwi menderita Kecelakaan Motor


RAPIJAH BINTI MASRAN (49, Diabetes Melitus). Alamat : Desa Gondosari, RT 4/2, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Bu Rapijah didiagnosis menderita Diabetes Melitus pada awal Oktober 2016 lalu. Beliau yang sebelumnya sehat dan menjalani aktifitas normal tiba-tiba sakit dan harus dibawa ke RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, karena terdapat luka infeksi pada kaki kirinya. Dokter kemudian menyarankan dan melakukan amputasi pada tiga jari kaki kirinya karena luka yang sudah cukup parah. Selama sebulan Bu Rapijah rawat inap di rumah sakit untuk memulihkan kondisi fisiknya. Usai pulang dari rumah sakit Bu Rapijah kini melakukan perawatan lukanya rutin setiap hari dengan bantuan dari Puskesmas Gebog dan mantri setempat. Bu Rapijah hanya tinggal berdua dengan suaminya Suyono (34). Pak Suyono bekerja sebagai penjual buah asongan yang tempat dan penghasilanya tak menentu. Sedangkan Bu Rapijah dulunya sering membantu Pak Suyono menjual buah dan menjadi buruh cuci di tetangganya. Jaminan kesehatan pemerintah berupa KIS PBI Kelas III yang dimiliki membuat Bu Rapijah sangat membantu. Namun terkadang saat melakukan  perawatan luka oleh mantri  setempat ada sejumlah abat dan peralatan ganti balutan yang  harus dibeli oleh beliau. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapat informasi ini segera berkunjung ke rumah Bu Rapijah serta melakukan koordinasi dengan pihak desa dan Puskesmas Gebog. Santunan diberikan kepada Bu Rapijah untuk biaya perawatan luka dan perbaikan gizi agar fisiknya kembali pulih.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Desember 2016
Kurir : @RobbyAdiarta @Lucie_augustin @Darulnext

Pak rapijah menderita Diabetes Melitus


LEGIRAH BINTI SUMONGGINI (70, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Dusun Gedangan, RT 3/2, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Mbah Legirah saat ini tinggal sendiri di rumah kecil yang sangat sederhana yang dibangun oleh adiknya yaitu Mbah Loso (50). Dulu sewaktu muda, beliau bekerja sebagai buruh tani yang  penghasilannya tidak menentu dan hanya cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Beliau, sebelum ini hanya tinggal berdua dengan suaminya Mbah Mardi (alm) yang sudah lama tiada. Sejak suaminya meninggal, beliau tinggal seorang diri karena selama pernikahannya beliau tidak dikaruniai anak. Karena semakin berlanjutnya usia dan tidak memungkinkan untuk bekerja maka sekarang beliau dirawat oleh adiknya Mbah Loso. Mbah Loso bekerja sebagai buruh tani yang hanya berpenghasilan pas-pasan dan harus membiayai hidup istrinya yaitu mbah Juminah (50). Belum cukup kesulitan yang mereka hadapi, dirinya juga harus merawat mbah Legirah. Keadaan ekonomi beliau sangat memprihatinkan. Sedekah Rombongan yang bertemu dengan Mbah Legirah memberikan bantuan kepadah Mbah Legirah digunakan untuk membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @lucie_augustin @hasan

Bantuan Biaya Hidup


GANDA SURYA SAPUTRA (9, Hydrocephalus). Alamat : Desa Dersalam, RT 3/2, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Ganda begitu keluarga memanggilnya. Sejak berumur tiga tahun, ia mengalami kelumpuhan dan tidak bisa berkomunikasi secara normal. Awal mula penyakit yang dia derita adalah saat Ganda terjatuh. Kemudian kakinya terlihat pincang saat berjalan, karena orang tua berpikir bahwa ini hanya keseleo biasa, pihak keluarga hanya membawa Dik Ganda ke tukang pijat tradisional. Namun, semakin hari keadaan Dik Ganda semakin  memburuk dan terjadi kelumpuhan pada kakinya. Pihak keluarga pernah membawa dik Ganda memeriksakan diri ke dokter spesialis saraf dan disarankan untuk terapi juga rontgen. Karena tidak adanya biaya, Dik Ganda hanya dibawa ke pengobatan alternatif saja. Pada tanggal 16 Desember 2016 tim Kurir Sedekah Rombongan Kudus membawa Ganda ke RS Mardi Rahayu untuk kembali melakukan pemeriksaan CT Scan. Dari hasil pemeriksaan  ditemukan cairan di kepala (hydrocephlus). Oleh dokter dari RS tersebut, Dik Ganda disarankan untuk segera dibawa ke Rumah Sakit Kariadi Semarang untuk dilakukan operasi. Namun,keluarga Dik Ganda menolak dan meminta agar sementara waktu dilakukan rawat jalan di RS Mardi Rahayu Kudus. Ganda tinggal bersama Bapaknya Sutrisno (60) dan kedua kakak perempuannya. Sedang ibunya almarhumah  Sri Endahyani sudah meninggal dunia sewaktu Ganda masih kecil. Bapak sutrisno dahulu bekerja sebagai sopir di salah satu perusahaan swasta di Semarang namun karena kondisi Ganda yang memerlukan perawatan khusus akhirnya beliau keluar dan memutuskan merawat Ganda. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dibantu tetangga dan saudara. Sedangkan, saat ini yang menjadi tulang punggung adalah anak perempuannya yaitu Linda (22) bekerja sebagai SPG salah satu mall di kudus dengan gaji yang masih kurang memenuhi kebutuhan mereka Ganda memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun, karena keterbatasan biaya untuk transportasi dan pengobatan selama ini belum pernah terpakai. Alhamdulillah tim kurir Sedekah Rombongan Kudus dipertemukan dengan Keluarga Ganda sehingga dapat memberikan bantuan untuk biaya pengobatan dan kebutuhan sehari-hari. Semoga Ganda selalu diberikan yang terbaik oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @Lucie_augustin

Ganda menderita Hydrocephalus


DEVDAN GAVRILA CANDRA NIRADA (4, Luka Infeksi pada Paha Kiri Atas + Curiga Kanker Tulang). Alamat:  Dersalam, RT 2/5, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Candra biasa keluarga memanggilnya. Candra adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan Kudus sejak akhir bulan November 2016. Dik Candra mengalami kelumpuhan, kaki sebelah kiri kehilangan fungsi lebih dari setahun (tahun 2015). Musibah tersebut berawal ketika Dik Candra bermain dengan teman serta saudaranya. Entah bagaimana kejadian pastinya Dik Candra terjatuh tidak bisa berjalan. Karena pihak keluarga keterbatasan dengan informasi dan biaya, oleh kedua orang tuanya adik Candra hanya di pijat saja. Bahkan keberapa tempat, dikarenakan tidak sembuh-sembuh juga. Terakhir timbulnya luka di pangkal kaki kiri, lebih dari satu. Dimana dari luka tersebut keluar nanah dan darah. Hal ini menyebabkan ketika bergerak terasa sakit, sehingga adik Candra sering menangis menahan rasa nyeri sakit. Sampai akhirnya, dibawa berobat ke spesialis ortophedi oleh dokter dan didiagnosa terkena  kanker tulang dan dirujuk ke Rumah Sakit di Solo. Setelah menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Solo hasilnya diketahui adanya kaki kiri tidak berfungsi normal dan adanya benjolan di bagian bokong yang masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Dik Candra tinggal bersama kedua orang tuanya, dimana sang ayah Teruna Djati (25) bekerja di bengkel las, dan ibunya Dewi Angga (25) setelah musibah tersebut hanya di rumah saja mengurusi dan merawat Adik Candra yang memerlukan perawatan khusus. Dengan adanya fasilitas kesehatan berupa JKN KIS PBI yang dimiliki Dik Candra, sedikit meringankan bebannya dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang biaya transportasi dan kebutuhan obat yang belum masuk tanggungan BPJS menjadi kendala dalam proses pengobatan. Dimana setelah beberapa kali pengobatan yakni di dokter anak, lalu di dokter bedah dan terakhir ke dokter tulang adik Candra di rujuk ke Rumah Sakit Ortopedi dr. Soeharso Solo. Dimana diagnosa awal adanya kanker tulang dan harus dirujuk disana. Santunan awal diberikan oleh kurir Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan ke Solo. Semoga Dik Candra segera diberi kesembuhan dan bisa beraktifitas layaknya anak-anak seusianya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  9 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @Lucie_Augustin @arif

Devdan menderita Luka Infeksi pada Paha Kiri Atas + Curiga Kanker Tulang


NOLA JUNITA (9, Tifus). Alamat : Jln. Pintu Air Atas, RT 7/2, Kelurahan Pintu Air, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguknya di RSUD Depati Hamzah, Nola tetap ceria meski dalam kondisi sakit. Nola didiagnosis dokter menderita penyakit tifus, ia sudah beberapa kali dirawat di rumah sakit dengan riwayat penyakit yang sama. Ia kembali kambuh setelah kelelahan berolahraga di sekolahnya dan kondisinya langsung menurun hingga dirawat. Saat diopname Nola tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Nola adalah anak ke-4 dari 5 bersaudara. Keluarga Nola merupakan pendatang dari Solok, Sumatera Barat dan baru pindah ke Bangka Belitung sekitar 3 tahun lalu. Ayah Nola sudah meninggal di Solok 5 tahun yang lalu. Ketiadaan mata pencaharian di Solok membuat Nola beserta adik dan ibunya pindah ke Bangka Belitung mengikuti kakak laki-lakinya yang sudah terlebih dahulu pindah ke Bangka Belitung sekitar 7 tahun lalu. Saat ini keluarga hanya mengandalkan penghasilan ketiga kakak laki-laki Nola dari berdagang di pasar malam, mereka pun berdagang masih menumpang dengan mobil orang lain. Saat ini pendapatan dari berdagang tidak menentu di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang lesu sehingga mereka tak mampu membiayai pengobatan adiknya yang sedang dirawat di rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan Nola dan keluarganya. Bantuan pun diberikan untuk biaya pengobatan dan semoga bisa meringankan beban keluarga dalam penyembuhan Nola.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, M.Hasanuddin @ririn_restu

Nola menderita tifus


JULIADI BIN BAHARUDIN (19, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Jln. Pramuka, Gang Lombok, RT 1/5, Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Juliadi yang biasa dipanggil Adi ini adalah pelajar kelas 1 SMK. Adi bekerja sebagai tukang koran untuk membiayai hidup sehari-hari dan membayar uang sekolahnya. Ibu Adi meninggal saat melahirkannya, dan hingga saat ini ia belum pernah bertemu dengan ayahnya. Keluarga yang Adi miliki saat ini hanyalah sang kakek yang bekerja sebagai buruh bangunan. Adi tinggal terpisah dari kakeknya dan menempati kos-kosan yang tidak jauh dari sekolahnya. Adi berjualan koran mulai dari sore hingga malam hari. Uang yang Adi dapatkan untuk berjualan koran digunakan olehnya untuk membayar kosan, makan dan biaya sekolah. Dalam sehari penghasilan Adi sekitar Rp. 20.000,- hingga Rp. 50.000,- namun tidak jarang ia tidak mendapatkan uang sepeser pun jika korannya tidak ada yang laku. Adi sering tidak makan karena tidak punya uang saat tidak berhasil menjual satu pun koran dagangannya. Saat ditemui kurir Sedekah Rombongan, Adi sedang dalam kondisi tidak sehat. Adi mengaku sudah tidak makan selama dua hari karena tidak punya uang dan saat ini penyakit maagnya kambuh sehingga ia tidak masuk sekolah. Adi bercerita bahwa ia tidak pernah membolos sekolah sebelumnya walaupun dalam keadaan sakit maupun kelelahan karena berjualan koran. Adi memiliki semangat belajar yang tinggi, ia ingin lulus sekolah dengan nilai bagus dan mendapatkan pekerjaan yang layak sehingga ia bisa membantu keluarganya yang lain. Kurir Sedekah Rombongan memberikan Adi bantuan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari dan sebagiannya akan ia tabung. Semoga Allah SWT mendengar doa Adi dan kelak ia bisa menjadi orang yang sukses dan bisa membantu orang lain.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Januari 2017
Kurir : @arfanesia @HeruBinYatiman @MonikaYolanda Icha @ririn_restu

Bantuan Biaya Hidup


GIVEA RURY RISKIKAH (13, Gizi Buruk). Alamat : Perumahan Taman Pesona Asri Blok K, No. 6 – 7, RT 2/1, Kelurahan Air Raja, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Echa, begitu gadis kecil ini kerap disapa. Echa didiagnosis mengalami gizi buruk sejak usia enam bulan. Saat itu, Echa mengalami demam tinggi dan dirawat di rumah sakit. Echa juga mengalami penurunan berat badan. Echa kemudian disarankan untuk dilakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang untuk mencari penyebab penyakitnya, namun orang tua Echa menolak karena menganggap Echa masih terlalu kecil. Sejak saat itu, berat badan Echa tidak pernah naik dan ia semakin sering mengalami demam. Tumbuh kembang Echa juga mulai terganggu dan hingga saat ini ia belum bisa berjalan. Ukuran tubuh Echa juga masih seperti anak usia 5 tahun. Orang tua Echa berhenti melakukan pengobatan secara medis dan memilih pengobatan secara alternatif. Sejak kedua orang tua Echa meninggal, pengobatannya pun dihentikan. Saat ini Echa tidak bisa berjalan, untuk aktivitas sehari-hari ia dibantu oleh kedua kakak dan tantenya. Selain itu, Echa juga mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dan belum bisa membaca serta berhitung. Echa adalah anak yang ceria dan senang bergaul dengan anak-anak tetangga di dekat rumahnya. Echa saat ini tinggal bersama kedua kakaknya yang masih bersekolah dan tantenya, Eliza (45), yang tidak memiliki pekerjaan yang tetap. Echa tidak punya jaminan kesehatan, sehingga selama ini pengobatannya menggunakan biaya sendiri. Oleh sebab itu, pengobatan Echa belum bisa dilanjutkan karena alasan biaya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Echa dan dapat memberikan bantuan untuk keperluan sehari-hari dan tambahan biaya pengobatan jika pengurusan jaminan kesehatan bantuan pemerintah selesai diurus. Semoga Echa diberikan kesembuhan dan bisa beraktivitas kembali seperti anak seusianya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Januari 2017
Kurir : @arfanesia @HeruBinYatiman @MonikaYolanda Icha @ririn_restu

Givea menderita Gizi Buruk


ARSYAD BIN KADIR (70, Stroke + Kolestrol). Alamat : Perumahan Kijang Kencana III, Jln. Garuda Blok B No. 157, Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, Provinsi  Kepulauan Riau. Pak Arsyad sudah terserang penyakit stroke sejak tahun 2000. Pengobatan yang ia lakukan selama ini hanya pengobatan secara alternatif di Tanjung Pinang. Saat ini ia hanya sanggup duduk dan berdiri. Dengan keterbatasan yang dialami oleh Pak Arsyad, istrinya, Ibu Asiyah (56), masih setia mendampingi dan membantu mencukupi kebutuhan rumah tangga dengan menerima pesanan kue. Jaminan kesehatan yang ia miliki saat ini adalah KIS, namun karena keterbatasan dana untuk berobat ia hanya bisa pasrah dan melakukan kegiatan sehari-hari semampunya. Saat dikunjungi kurir Sedekah Rombongan, Pak Arsyad menceritakan keluh kesahnya, dan kurir pun merasakan kesulitannya. Bantuan awal pun disampaikan untuk membantu membeli kursi roda dan kebutuhan sehari-hari. Semoga pak Arsyad sehat selalu dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Desember 2016
Kurir    : @arfanesia @herubinyatiman Iqbal @ririn_restu

Pak arsyad menderita Stroke + Kolestrol


JAKA SAPUTRA (11, Bantuan Biaya Sekolah ). Alamat : Jln. Marina City, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Jaka adalah murid kelas 5 di SD Islam Baitul Iman. Kesehariannya Jaka sangat aktif belajar dan mudah bergaul, meskipun ia terkendala dalam belajar karena tidak memiliki buku pelajaran dan seragam sekolah yang ia miliki sudah lusuh dan tidak layak pakai. Saat ini Jaka juga menunggak pembayaran untuk biaya daftar ulang sekolah. Jaka merupakan salah satu dari beberapa siswa yang mendapat bantuan biaya iuran sekolah dari Yayasan Swasta Misi Bagi Bangsa, namun tidak termasuk untuk biaya keperluan sekolah lainnya. Ayah Jaka, Bapak Muhammad Nur (44) sudah 5 bulan lebih tidak bekerja, ia sudah melamar pekerjaan tapi tidak kunjung mendapatkannya. Akhirnya Bapak Nur memancing ikan untuk lauk makan, dan terkadang hasilnya ia jual agar bisa membeli kebutuhan sehari – hari. Jaka juga sudah pernah diajukan untuk mendapat bantuan pemerintah, akan tetapi karena persyaratan yang diberikan tidak lengkap,  akhirnya  ia belum bisa mendapatkan bantuan tersebut. Sehari-harinya Jaka pergi ke sekolah dengan seragam yang tak layak pakai, buku dan keperluan sekolah lainnya pun terbatas. Bapak Nur mengungkapkan kesedihan dan penyesalan saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan, maklum saja ia tidak memiliki simpanan untuk biaya sekolah Jaka. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk membeli seragam, membayar biaya daftar ulang, dan kebutuhan sehari-hari. Semoga Jaka terus semangat belajar dan menuntut ilmu untuk menjadi generasi penerus bangsa.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 20 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @herubinyatiman @ririn_restu

Bantuan Biaya Sekolah


RISMAN SARAGI (66, Tuberkulosis Paru). Alamat : Kampung Bina Warga, RT 2/2, Kelurahan Pinang Kencana,  Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Pak Risman didiagnosis mengalami tuberkulosis paru oleh dokter spesialis yang menanganinya. Tuberkulosis paru adalah infeksi pada kedua paru yang disebabkan oleh bakteri. Keluhan Pak Risman diawali dengan batuk yang hilang timbul sejak bulan Januari 2016. Selain batuk, Pak Risman juga mulai mengalami demam, tubuh yang terasa semakin lemah bahkan ia sempat tidak kuat berjalan dan tidak bisa beraktivitas. Pak Risman saat ini harus menjalani pengobatan rutin selama enam bulan. Pak Risman memiliki semangat untuk sembuh yang sangat tinggi, ia rajin meminum obat yang tidak boleh lupa diminumnya. Pengobatan Pak Risman saat ini sudah masuk bulan ke-4. Pak Risman merasakan perubahan pada kondisi kesehatannya, batuknya sudah mulai berkurang, ia tidak pernah demam lagi dan bahkan saat ini ia sudah bisa berjalan dan beraktivitas seperti biasa walaupun terkadang masih merasa lemah. Pak Risman memiliki seorang istri yang bekerja sebagai tukang pijat dan seorang anak perempuan. Pak Risman dan keluarga tinggal di sebuah kontrakan sederhana, yang biaya kontrakannya sudah dibebaskan oleh pemilik kontrakan. Pak Risman sendiri saat ini sudah tidak bekerja. Untuk biaya sehari-hari Pak Risman hanya mengandalkan uang yang didapat sang istri. Saat dikunjungi kurir Sedekah Rombongan, Pak Risman menceritakan masalah tunggakan angsuran JKN – KIS yang dialaminya. Akibat tunggakan tersebut, KIS Pak Risman tidak aktif dan ia tidak bisa melanjutkan pengobatan ke rumah sakit. Hal ini membuatnya khawatir akan putus meminum obat dan tidak bisa sembuh total. Kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan awal untuk melunasi tunggakan JKN – KIS Pak Risman. Saat ini JKN – KIS Pak Risman sudah aktif kembali dan ia dapat melanjutkan kembali pengobatannya. Semoga Pak Risman segera sembuh total dan bisa beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan  : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @herubinyatiman @monikayolanda @mumutmutya Hana Ardi Arif @ririn_restu

Pak risman menderita Tuberkulosis Paru


GUNARTI BINTI MURBIJI (48, Stroke). Alamat : Pondok Suguh No. 6, RT 1, Desa Retak Mudik, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Bu Gunarti mempunyai riwayat darah tinggi, pada Januari 2016 tensinya pernah mencapai 240/100 mmHg. Ia akhirnya memeriksakan diri ke Pukesmas dan setelah diberi obat alhamdulillah keadaannya membaik. Setelah berbuka puasa Bu Gunarti mengalami pusing dan setelah dibawa ke dokter ternyata tensinya kembali tinggi dan ditambah kadar gula yang tinggi. Hasil pemeriksaan dokter Bu Gunarti mengalami stroke ringan. Sepulang dari dokter Bu Gunarti masih bisa berjalan namun setelah salat subuh badannya yang sebelah kiri tidak bisa digerakkan lagi. Suami Bu Gunarti, Pak Fahmi (50) bekerja sebagai buruh serabutan yang tak tentu penghasilannya sehingga tak bisa membiayai pengobatan istrinya. Setelah melakukan pengobatan di RS Raflesia dan melakukan terapi, berangsur-angsur kesehatan Bu Gunarti mengalami perkembangan dimana tangan dan kakinya sudah bisa digerakkan. Dokter menyarankan untuk terapi sebulan sekali ke rumah sakit dan melakukan terapi sendiri di rumah agar otot tangan dan kakinya tidak kaku. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya berobat dan transportasi kontrol bulanan setelah sebelumnya dibantu pada rombongan 902. Semoga santunan tersebut dapat meringankan biaya berobat dan Bu Gunarti diberikan kesembuhan oleh Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 12 November 2016
Kurir : @Arfanesia @AldiMeifi @agus_irawan1986 @ririn_restu

Bu gunarti menderita Stroke


YURNANI BINTI LABAN (54, Stroke). Alamat : Jln. Jendral Sudirman No. 266, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Bu Yurnani adalah seorang janda dengan 3 orang anak. Dua tahun yang lalu Bu Yurnani terjatuh dari motor saat pergi ke pasar hingga mengalami stroke. Saat itu, motor Bu Yunarni melewati polisi tidur namun karena kehilangan keseimbangan akhirnya ia terjatuh. Bu Yunarni dilarikan ke rumah sakit dan diketahui mengalami tekanan darah tinggi, bagian kiri badannya juga mengalami mati rasa. Bu Yunarni mempunyai 3 orang anak, anak pertama bekerja sebagai penjaga malam/satpam dengan penghasilan Rp. 950.000,-/bulan, anak kedua baru mencari pekerjaan dengan merantau ke Jakarta, sedangkan anak ketiganya baru tamat sekolah. Sebelum mengalami stroke Bu Yunarni berjualan sawo di pasar, namun sejak sakit ia mengandalkan penghasilan anak pertamanya sebagai satpam untuk memenuhi kebutuhan harian dan berobat. Selain itu rumah yang ditinggalinya pun masih mengontrak. Alhamdulillah Bu Yurnani kembali dipertemukan dengan kurir Sedekah Rombongan yang memberikan bantuan lanjutan untuk biaya berobat dan memenuhi kebutuhan sehari -hari. Semoga santunan tersebut bermanfaat dan Bu Yurnani segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT, amin. Sebelumnya Bu Yunarni telah dibantu pada Rombongan 902.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.350.000,-
Tanggal : 12 November 2016
Kurir : @Arfanesia @AldiMeifi @Agus_irawan1986 @ririn_restu

Bu yurnani menderita Stroke


DITO SETRIASA (23, Kecelakaan Lalu Lintas). Alamat : Desa Dermayu, RT 1, Kec. Air Periukan, Kab. Seluma, Prov. Bengkulu. Dito mengalami kecelakaan maut, ia ditabrak sepeda motor saat menyebrang di Jalan Lintas Bengkulu Seluma dan yang menabrak tewas di tempat. Dito mengalami luka parah hingga tidak sadarkan diri, warga setempat langsung membawanya ke UGD RS M. Yunus Kota Bengkulu pada 23 September 2016. Kepala Dito Retak hingga mengalami pendarahan, hidung dan telinganya mengeluarkan darah. Dokter menganjurkan Dito untuk segera dioperasi, namun karena keterbatasan alat di RS M. Yunus ia dirujuk ke RS M. Husein Palembang. Keluarga kebingungan untuk membawa Dito ke Palembang karena ia tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sedangkan biaya operasi yang harus dikeluarkan sebesar 70 juta rupiah tak mampu dipenuhi. Maklum saja ayah Dito, Sahmin (51) sehari – harinya bekerja sebagai petani sedangkan ibunya, Emili (49) adalah seorang penjual gorengan. Penghasilan keduanya tidak lebih dari Rp. 1.500.000,-/bulan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Alhamdulillah Dito kembali dipertemukan dengan kurir Sedekah Rombongan yang menyerahkan bantuan lanjutan dari sedekaholic untuk keperluan akomodasi dan kebutuhan operasi yang ke-2. Semoga santunan tersebut dapat bermanfaat dan Dito segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT, amin. Sebelumnya Dito dibantu pada Rombongan 902.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 November 2016
Kurir : @Arfanesia @ Aldimeifi @Agus_irawan1986 @ririn_restu

Dito mengalami Kecelakaan Lalu Lintas

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 ISMAIL BIN ARDJITO 500,000
2 MUSTAIN BIN TIRTO NADI 1,000,000
3 DINA AGUSTINA 1,500,000
4 CALLISTA ANINDITA PUTRI 500,000
5 NURHAYATI binti Nurhadi 800,000
6 PONDOK PESANTREN ORA AJI 5,700,000
7 PAULINA BINTI FRANS 500,000
8 MOSES FANES ABOULU 1,000,000
9 MAS ATI BINTI SADONG 500,000
10 RSSR SORONG 3,000,000
11 LENOXLOIS WANGGAI 500,000
12 NURASIYAH BINTI RAHMAN 1,000,000
13 SAIFUL ANWAR 500,000
14 TENOPA BRING 500,000
15 NINIH SRI WAHYUNINGSIH 500,000
16 MUAMAR MALIK 1,500,000
17 NATANIEL RAYAR 1,000,000
18 WARGA KLADEMAK SORONG 500,000
19 MISIAH 500,000
20 MTSR SORONG 3,000,000
21 MUHAMMAD TEGAR 500,000
22 HANI NURHAWATI 500,000
23 HENDAR BIN ALI 500,000
24 IAN SOPYAN SAURI 750,000
25 EMAH BINTI JAMALUDIN 750,000
26 SYAUQI PERMANA 1,000,000
27 MUHAMMAD SADERI 1,000,000
28 NUR IRWANSYAH 750,000
29 ROBIAH BINTI MUJIONO 1,000,000
30 NENENG BINTI LUKMAN 1,000,000
31 NUR ISTIQOMAH 1,000,000
32 AZIS PIRMANSYAH 500,000
33 DIKI PERMANA 500,000
34 ANDIKA SURYA 750,000
35 OTONG MULAWARMAN 500,000
36 SYARIF NURDIANSYAH 500,000
37 ENUNG NURYATI 500,000
38 MTSR BANDUNG RAYA 1 4,480,000
39 ARKHAN ZAKARIYYA 500,000
40 DEDI SUHAEDI 1,000,000
41 CICI AISAH 500,000
42 ENTIS BIN FULAN 1,000,000
43 PADLAN SAHRIANDI 1,000,000
44 SITI AMINAH 500,000
45 NUNUNG BINTI ABAN 500,000
46 UCIN WASMAN 500,000
47 MUHAMMAD ARKHA HERDIANSYAH 750,000
48 SUSYANI BINTI MUHAMMAD NASIRUDIN 500,000
49 USEP BIN ENDU 1,000,000
50 PUNGUT BINTI NILAN 1,000,000
51 SHAKILLA ZAHRANY 1,000,000
52 NARI BINTI NAWI 1,000,000
53 NAMIH BINTI NILAN 1,000,000
54 RAVEENA PUTRI MAULIDA 2,500,000
55 NURHAYATI BINTI MUHAMMAD 500,000
56 IIN NAPIIN 1,500,000
57 TOHA BIN NUKDI 500,000
58 MTSR TASIKMALAYA 500,000
59 IQBAL BIN DIKI 500,000
60 NIA NIASIH 500,000
61 FAUZAN RAMDANI 500,000
62 RSSR BANDUNG RAYA 3,507,500
63 ABI LAKSONO 1,000,000
64 DWI CHANDRA RAMADAN 1,000,000
65 RAPIJAH BINTI MASRAN 1,000,000
66 LEGIRAH BINTI SUMONGGINI 1,000,000
67 GANDA SURYA SAPUTRA 1,000,000
68 DEVDAN GAVRILA CANDRA NIRADA 500,000
69 NOLA JUNITA 1,000,000
70 JULIADI BIN BAHARUDIN 500,000
71 GIVEA RURY RISKIKAH 500,000
72 ARSYAD BIN KADIR 1,000,000
73 JAKA SAPUTRA 1,000,000
74 RISMAN SARAGI 500,000
75 GUNARTI BINTI MURBIJI 1,500,000
76 YURNANI BINTI LABAN 1,350,000
77 DITO SETRIASA 1,000,000
Total 77,087,500

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 77,087,500,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 942 ROMBONGAN

Rp. 46,117,752,089,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.