Rombongan 940

Orang-orang yang menginfakkan hartanya di waktu malam dan siang secara sembunyi dan terang-terangan maka mereka mendapat pahala dari Tuhannya.
Posted by on January 10, 2017

JANUAR DAFFA MAULANA (3, Ichtyosis Lamelar). Alamat : Dsn. Gunung Mas RT02/1, Kec. Manyaran, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Daffa begitu biasa dipanggil memang menderita kelainan kulit ini sejak lahir hingga menghambat tumbuh kembang dan psikologisnya. Penyebabnya kelainan kromosum yang membuat Daffa tak memiliki pori-pori sehingga dia pun tak bisa berkeringat. Lahir premature di usia 6 bualan kandungan juga membuat Daffa mengalami masalh dengan tumbuh kembangnya.  Sampai saat ini Daffa masih rutin chek up ke poli kulit dan kelamin RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Bulan ini perkembangan menunjukkan perkembangan yang cukup bagus pada kulitnya. Cuaca tak begitu panas, jadi kulit tak terlalu kering. Kulit lebih halus dari bulan sebelumnya, dan pengelupasan berkurang. Mata sudah bisa berkedip, bahkan tidur juga sudah bisa memejamkan mata, tak seperti pertama kali kita handle, di mana Daffa selalu tidur dalam mata terbuka. Seperti bulan sebelumnya ,dokter menyarankan untuk tetap menjaga kelembaban kulitnya. Bisa dengan mengolesi kulit dengan lotion, olive oil dan juga sering memandikan. Khusus untuk mandi, Daffa disarankan memakai air tanpa menggunakan sabun, seminggu sekali menggunakan rebusan air secang dan air susu sapi murni. Untuk proses tumbuh kembangnya saat ini, kondisi Daffa mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik. Daffa adalah putra pertama pasangan Bapak Yulianto Pambudi isi ini tak perlu ddan Ibu Rahning Puspitasari. Saat ini ayahnya Daffa bekerja sebagai buruh pabrik demi membiayai pengobatan Daffa. Daffa memang pengguna BPJS MANDIRI,  akan tetapi sebagian besar  obat belum tercover oleh jaminan kesehatan. Belum lagi untuk perawatan khusus kulit Daffa sehari-hari membutuhkan biaya yang tak sedikit.  Untuk kebutuhan hal tersebut, #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk keluarga ini. Setiap dua minggu kami mendampingi pengobatan serta kontrol rutinnya. Semoga ke depan upaya ini semakin memberikan progress yang positip untuk kesembuhan sakit yang di alaminya.

Bantuan : Rp. 1.520.000,-
Tanggal : 4 November  2016
Kurir : @Mawan@Nonis

Januar menderita Ichtyosis Lamelar


KARTINI BINTI SAMIYO (57, Ca Mammae), Alamat : Dsn Blimbing 02/07 , Ds.Ngadirojo Kidul, Kec. Ngadirojo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Hampir dua tahun jadi pasien dampingan kita. Pertama kali kita handle kondisi payudara sebelah kanan membengkak karena sudah terjadi peradangan dengan kondisi luka berlobang menganga di beberapa tempat, berdarah dan bernanah. Kondisi seperti itu sudah 9 bulan beliau derita. Seteah menjalani 3 kali kemoterapi dan luka mongering, akhirnya tindakan operasi bisa dilakukan. Pasca operasi pengangkatan payudara, dilanjudkan 6 kali kemoterapi. Setelah menjalani 9 kali kemoterapi dan dari hasil evaluasi menunjukkan perkembangan yang lebih baik, dokter memutuskan untuk mengganti kemoterapi infuse menjadi kemoterapi obat. Kini Bu Kartini rutin jalani kemoterapi obat. Dua minggu sekali Bu Kartini harus ke RS untuk mengambil obat sekaligus konsultasi. Bu Kartini yang kesehariannya hanya tinggal dirumah saja menumpang di rumah anaknya. Kebetulan kehidupan anaknya pun tak jauh beda dengan keadaan Bu Kartini, artinya juga dari keluarga tak mampu. Meskipun Bu Kartini peserta BPJS mandiri, masih ada obat yang tak tercover BPJS, #Sedekah Rombongan yang sudah hampir 2 tahun ini mendampingi, sangat membantu meringankan beban Bu Kartini. Semoga kondisi Bu Kartini kedepan jadi lebih baik lagi.

Bantuan : Rp. 1.689.400,-
Tanggal : 7 November 2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Bu kartini menderita Ca Mammae


TRI PURNOMO APRIANTO ( 59, Syaraf Terjepit), Alamat :  Dsn. Jarum RT 01/01, Ds. Sidoharjo, Kec. Sidoharjo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Sudah hampir 12 bulan ini beliau sakit, keluar masuk RS menjalani rawat inap. Beberapa tahun yang lalu pun beliau sudah sering sakit-sakitan bahkan beberapa kali menjalani operasi diantaranya tyroid dan hernia. Tapi untuk kali ini beliau merasakan sakit dari bahu sampai kaki. Terasa panas, kesemutan sakit untuk melakukan gerakan apalagi untuk berjalan. Bulan Maret Pak Tri menjalani operasi pengangkatan benjolan yang menjadi penyebab syaraf terjepit. Saat ini pengobatan dilanjudkan dengan fisioterapi rutin dua kali dalam seminggu. Saat ini kondisi lebih baik dari pada sebelumnya. Sudah bisa berjalan biarpun masih sering merasakan kesemutan di kedua tangannya. Untuk evaluasi Pak Tri disarankan menjalani MRI ulang, hasilnya akan di konsulkan dengan Dokter specialis syaraf tulang belakang, apakah perlu operasi lanjutan ataukah tidak.  Kehidupan Pak Tri sangat kederhana bisa dibilang hanya pas-pasan. Sebelum sakit beliau adalah tulang punggung keluarga. Diusia tuanya beliau belum bisa menikmati masa-masa istirahat seperti kebanyakan orang. Beban ekonomi salah satu penyebabnya.  Pak Tri yang awalnya peserta BPJS MANDIRI, saat ini sudah jadi peserta KIS. Pak Tri ingin sembuh, bersama istrinya Ibu Sunarsi membesarkan ketiga cucu yatim piatu karena kedua orang tua anak-anak ini meninggal dunia setahun lalu karena sakit. Kesembuhan Pak Tri, menentukan masa depan anak-anak yatim piatu ini. Bantuan #Sedekah Rombongan selama ini sangan meringan beban keluarga pak Tri.

Bantuan : Rp. 2.710.800,-
Tanggal : 8 November 2016
Kurir : @Mawan@Nonis

Pak tri menderita Syaraf Terjepit


MTSR TASIKMALAYA (B1495SU, Operasional dan Perawatan Rutin). Mulai Bulan Mei tahun 2014, #SedekahRombongan area Tasikmalaya memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Area operasional MTSR Tasikmalaya mencakup Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, dan juga mengantar pasien yang dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung dan RSU Siaga Medika Banyumas. Bulan Juli 2014 MTSR Tasikmalaya melakukan servis besar di Layanan Servis Resmi Suzuki. Awal September kembali masuk bengkel untuk service kakai-kaki, ganti shockbreaker depan, per belakang, sekaligus ganti oli, filter oli, dan penggantian vanbelt. Selain untuk biaya pemeliharaan MTSR melalui servis rutin, biaya pemeliharaan juga dipergunakan untuk membeli sebuah ban karena ban cadangan sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Pada tanggal 24 November 2016, MTSR melakukan perbaikan pada bagian kopling. Frekuensi penggunaan MTSR Tasikmalaya semakin hari semakin tinggi. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya di Priangan Timur, mengantar jemput pasien ke RSUD, juga mengantar jemput pasien ke RSHS Bandung. Hampir setiap minggu ada saja pasien yang harus diantar ke RSHS Bandung, sekarang ditambah dengan mengantar pasien ke RSU Siaga Medika Banyumas, bahkan kadang dalam seminggu bisa 2-3 kali pulang pergi ke Bandung yang berjarak sekitar 100km dengan waktu tempuh 3-4 jam sekali jalan. Agar kondisi mobil tetap prima, service rutin selalu dijalani MTSR. Titipan sedekah dari para #SahabatSR kembali dipergunakan untuk mendukung biaya operasional bahan bakar, service rutin, ganti oli, berikut ongkos pengerjaannya selama 27-31 Desember 2016, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 927.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal : 1 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr @adiabdillah

Biaya Operasional dan Perawatan Rutin


AMAR BIN MAHMUD (59, Stroke). Alamat : Kp. Galang RT 8/4, Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sekitar bulan Mei 2016, Pak Amar tiba-tiba terjatuh saat sedang berjalan karena kepala mendadak pusing. Dengan bantuan tetangga ia sempat dievakausi ke rumahnya karena tidak bisa jalan. Sejak saat itu ia sudah tidak dapat beraktivitas karena menderita stroke. Berbagai upaya sudah dilakukan untuk kesembuhan Pak Amar, namun hanya sampai batas bisa duduk. Keinginan Pak Amar untuk sembuh terlihat sangat besar, ia ingin menjalani pengobatan ke rumah sakit dengan bekal Kartu KIS-PBI yang ia miliki. Sayangnya tertera pada Kartu KIS tersebut ada perbedaan tanggal lahir yang harus segera diperbaiki ke Kantor BPJS. Pak Amar dulunya hanya seorang buruh serabutan dan saat ini sudah tidak bisa bekerja. Itulah sebabnya untuk kebutuhan sehari-hari saja mereka kesulitan, sedangkan istrinya, Bu Kanih (56) hanya ibu rumaah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi mengurus perbaikan Kartu KIS serta untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Semoga Pak Amar diberi kemudahan dalam ikhtiar pengobatannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @IcihMintarsih @mardisay

Pak amar menderita Stroke


MIA SUNTARA (26, Hamil Ektopik). Alamat : Kp. Gaga RT 1/2, Desa Pantai Sederhana, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awalnya mengenai sakit Bu Mia diduga hanya sakit maag, namun setelah menjalani serangkaian pemeriksaan ia dinyatakan hamil di luar kandungan atau yang disebut hamil ektopik. Bu Mia pernah menjalani perawatan selama 3 hari di RS Medirossa Cikarang karena sempat naik tensinya. Saat ini Mia masih menjalani pemeriksaan rutin mengenai kehamilannya yang baru berusia 4 bulan. Kartu BPJS Bu Mia masih dalam proses pembuatan 14 hari, oleh karena itu ia menggunakan biaya umum. Suami Bu Mia, Syamsul Anwar (28) hanya seorang tukang ojek yang untuk kebutuhan sehari-hari saja mereka masih merasa kesulitan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya pemeriksaan Bu Mia.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Nah Jaronah

Bu mia mengalami Hamil Ektopik


HERU PRIYATNO (44, Stroke). Alamat : Pekayon Jaya No. 35 RT 8/3, Desa Kampung Patal, Kecamatan Bekasi Selatan, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sekitar bulan Februari, Pak Heru mulai terserang Stroke yang diawali terjatuh saat batuk mengeluarkan darah secara tiba-tiba. Upaya yang dilakukan diantaranya terapi, namun belum ada tanda-tanda kesembuhan. Selain itu juga Pak Heru memiliki kecenderungan hypertensi tanpa gejala. Kondisi saat ini tangan dan kaki belum bisa bergerak dan hanya duduk di atas kursi roda dalam kesehariannya. Pak Heru sangat menginginkan kesembuhan agar bisa kembali mencari nafkah untuk keluarga. Istrinya, Bu Asmani (44) hanya ibu rumah tangga. Mereka kesulitan biaya akomodasi untuk menjalani pengobatan meskipun ia memiliki Kartu KIS. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi selama menjalani pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Yunita

Pak heru menderita Stroke


LUTFHI ARYA FIRDAUS (2, Jantung + Hemangioma). Alamat : Dsn Pancuran RT 01/06, Desa Kaliancar, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov.  Jawa Tengah. Lutfhi mengalami masalah kesehatan sejak lahir. Terlahir dalam keadaan terlambat satu minggu dari jadwal kelahiran membuat bayi ini harus dilahirkan lewat proses dipacu. Karena ada masalah setelah kelahiran Lutfi langsung masuk dalam perawatan ruang inkubator selama 5 hari untuk menjalani perawatan dan fisiotherapi agar bisa menyusu tanpa alat bantu selang. Ternyata tak sampai situ saja, 7 hari setelah kelahirannya muncul bercak-bercak merah di beberapa bagian tubuhnya. Keluarga berharap bercak itu akan hilang seiiring bertambah usia. Tapi pada kenyataannya justru sebaliknya bertambahnya usia, bercak semakin banyak. Pertumbuhannya  juga lambat dan sering sakit-sakitan  dan dilihat secara sepintas memang seperti anak yang tak normal BB hanya 5 KG. Dari semua test yang dilakukan Lutfi didiagnosa menderita kelainan jantung dan hemangioma kapiler. Saat ini Lutfi rutin terapi obat jantung, sebulan sekali chek up. Melihat kondisi Lutfi yang semakin baik, dokter mulai berani mengambil tindakan fisioterapi. Kondisi Lutfi yang lemah akibat mengalami gangguan jantung memang membuat tumbuh kembangnya terhambat. Lutfi belum bisa berjalan seperti anak seusianya. Bahkan saat pertama kali dihandle hanya bisa berbaring lemah saja. Kini BB Lutfi sudah mengalami kenaikan menjadi 7,5 Kg. Lambatnya kenaikan BB tak lain di sebabkan kelainan jantung yang dideritanya. Untuk tumbuh kembangnya rencananya Lutfi  di minta untuk memakai sepatu khusus, dan untuk pembelian sepatu ini tak tercover BPJS.   Saat ini Lutfi dijadwalkan fisioterapi rutin seminggu dua kali. Ayah Lutfi, Pak Anton kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan. Sementara Ibunya, Siti Aisyah bekerja sebagai pelayan toko demi membantu meringankan kebutuhan keluarga. Lutfi saat ini peserta BPJS MANDIRI. Bantuan #SedekahRombongan ini untuk pendampingan serta proses penghandle-an secara rutin. Semoga, kondisinya semakin membaik.

Bantuan : Rp. 1.735.900,-
Tanggal : 9 November 2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Luthfi menderita Jantung + Hemangioma


ARNAYU BINTI AJID (73, Cacat Kaki). Alamat : Kp. Ceger RT 3/4, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sekitar 11 tahun yang lalu Nenek Arnayu pernah terjatuh dan cidera pada bagian paha kanan. Karena ketiadaan biaya pengobatan hanya dilakukan sebatas urut tradisional dan itu pun tidak maksimal. Hingga saat ini ia berjalan dengan menggunakan penyangga yang sekaligus jadi tempat duduk saat ia lelah berjalan. Untuk  memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya ia berjalan dari pintu ke pintu dengan meminta-minta mengharap belas kasihan orang lain. Suami Nenek Arnayu sudah meninggal sekitar 30 tahun yang lalu tanpa dikaruniai anak. Sekarang ia tinggal menumpang pada orang lain yang sudi rumahnya ia tempati. Ketika Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Nenek Arnayu, langsung mengupayakan bantuan sebuah alat bantu berjalan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk kebutuhan sehari-hari Nenek Arnayu. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 925. Ekspresi gembira yang disertai cucuran air mata pun tak dapat dibendung. Ucapan terimakasih serta doa kebaikan tidak henti-hentinya terucap saat melepas kepergian Kurir #SedekahRombongan untuk pamit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @Zebhs

Bu arnayu menderita Cacat Kaki


ROSID BIN BOIH (46, Susp. Tumor Mata). Alamat : Kp. Batu Jaya RT 2/1, Desa Lenggahjaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak setahun yang lalu, awalnya Pak Rosid sakit mata merah dan terasa gatal. Namun ia hanya mengandalkan obat-obatan biasa yang ia beli bebas di apotik tanpa pemeriksaan. Hingga saat ini bola mata kirinya seperti ada yang mendorong keluar dari dalam. Keinginan Pak Rosid untuk sembuh sangat besar, setelah ia membuat kartu KIS ke kantor BPJS. Saat ini Pak Rosid menjalani pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi dan ada kemungkinan untuk dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar. Ia sangat merasa kesulitan untuk biaya akomodasi selama menjalani pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi. Pak Rosid saat ini tidak bisa bekerja karena terganggu dengan penyakitnya, sedangkan istrinya, Bu Euis Nurhayati (44) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi dan bekal selama Pak Rosid menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Semoga Pak Rosid diberi kemudahan dalam ikhtiar berobatnya, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay Karmo

PAk rosud menderta Susp. Tumor Mata


MUJONO BIN SUGI HARTONO (40, Hernia). Alamat : Perum Telaga Murni Blok A6/30 RT 2/16, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pak Jono biasa ia dipanggil, sudah sekitar 2 tahun mengalami kebutaan pada kedua matanya. Belum lagi sejak awal Januari 2016, ia sering merasakan sakit pada perut yang diketahui belakangan ternyata ia terkena Hernia. Selama 1 tahun berjalan ia hanya merasakan sendiri sakit hernianya tanpa memberitahukan siapapun. Namun akhirnya ia pun berkata terus terang pada istrinya. Hingga pada tanggal 3 Januari 2017, ia mendapat jadwal operasi di RS Ridhoka Salma Cikarang Barat. Dalam tindakan operasi ternyata ada alat kesehatan yang harus dibeli karena tidak tercover dengan Kartu BPJS yang ia miliki. Alat tersebut adalah Mesh, alat penyangga usus agar tidak turun ke bawah yang akan menyebabkan kambuhnya hernia. Mereka sempat kebingungan untuk biaya pembelian Mesh tersebut seharga Rp. 750.000,-. Pak Jono sudah lama tidak dapat bekerja lagi karena kedua matanya sudah tidak bisa melihat. Sedangkan istrinya, Bu Indarti (39) hanya seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan mereka dan menyampaikan bantuan awal untuk pembelian Mesh dan bekal selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Pak mujono menderita Hernia


MTSR BEKASI (B 1349 SZM, Biaya Operasional). Sejak bulan November tahun 2014, #SedekahRombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Dalam minggu ini, MTSR Bekasi sudah beberapa kali mengantarkan pasien dari Kabupaten Karawang ke RSSR Bandung sebelum melakukan kontrol ke RSHS dan banyak lagi aktivitas pergerakan MTSR Bekasi yang begitu padat. Di antaranya sepulang dari RSSR Bandung, MTSR Bekasi dalam perjalanan pulangnya sambil mengantarkan pulang 2 pasien ke Cilaamaya Karawang dan Cibitung Bekasi. Alhamdulillah #SedekahRombongan telah menyampaikan biaya operasional untuk MTSR Bekasi. Inshaa Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan sebelumnya masuk di Rombongan 928.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 2 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Biaya Operasional


FARID ABDULLAH ( 1, Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik). Alamat :   Dsn. Tahunan RT 02/06, Ds. Sambirejo, Kec. Jatisrono, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah.  Farid begitu nama panggilannya, menderita beberapa kelainan, diantaranya kebocora jantung, sidaktil, bengkoknya pergelangan tangan kanan, serta tak memiliki daun telinga sebelah kanan. Bayi malang ini juga terlahir tanpa memiliki lubang anus (Atresia Ani).  Dua hari setelah dilahirkan Farid dirujuk ke RS Dr Moewardi Surakarta untuk menjalani operasi pembuatan stoma, atau saluran pembuangan sementara di perut sebelah kiri. Sementara untuk jantungnya, untuk saat ini Farid menjalani terapi obat jantung diiringi fisioterapi untuk membantu tumbuh kembangnya. Farid bulan ini juga menjalani tes EKG untuk mengetahui perkembangan jantung setelah minum obat terapi jantung. Hasilnya cukup ada peningkatan, dan tim dokter memutuskan melanjudkan terapi obat jantung. Farid adalah peserta BPJS MANDIRI. Empat bulan pasca operasi pembuatan stoma Farid menjalani operasi pembuatan anus. Setelah operasi pembuatan anus, Farid harus rutin menjalani businasi untuk membuat ukuran anus sesuai seperti usianya. Jika ukuran sudah sesuai dengan usianya, rencananya akan segera dilakukan operasi penyambungan dan penutupan stoma. Untuk biaya akomodasi sudah barang tentu mereka tak mampu. Sebagai seorang terapis, Ayah Farid, Bapak Suharwin hanya bisa bekerja jika ada orang yang membutuhkan saja, tak setiap hari ada yang melakukan terapi. Sementara Ibunya Farid, Ibu Yessy hanyalah ibu rumah tangga saja. Merekapun tinggal masih menumpang di rumah kakek dan neneknya Farid. Bantu Farid memperjuangkan kesembuhannya. Keluarga Farid tak mengharap Farid memiliki fisik normal. Mereka hanya ingin Farid sehat seperti anak pada umumnya. Semoga saja Farid tak menemukan banyak kendala untuk proses pengobatannya nanti.

Bantuan : Rp. 1.638.200,-
Tanggal : 11 November 2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Farid menderita Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik


BAYI SITI KARLINA (1, Susp. Respiratory Distres Syndrome). Alamat : Kp. Pegadungan RT 3/16, Desa Pantai Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awalnya Ibu Siti Karlina ingin melahirkan secara normal di bidan praktek, tetapi saat menjalani pemeriksaan USG, posisi bayi terbalik. Dengan kondisi ini akhirnya bidan menyarankan agar Bu Siti dirujuk ke rumah sakit untuk operasi Caesar. Bu Siti kemudian dirujuk ke RSIA Sayang Bunda Kota Bekasi. Saat lahir, bayi Ibu Siti tidak menangis karena adanya lilitan tali pusar, selain itu juga terjadi kebiruan di sekitar  pusar. Rumah sakit ini tidak memiliki alat khusus untuk merawat bayi Bu Siti dan menyarankan untuk dirujuk ke RSUD Kota Bekasi. Bu Siti tidak memiliki kartu KIS dan dengan terpaksa ia harus membayar biaya operasi dengan biaya umum. Mereka sangat kesulitan untuk pembayaran biaya rumah sakit. Dengan uang yang ia miliki saat itu hanya sebesar Rp. 1.500.000,- tidak mencukupi karena total biaya Rp. 4.000.000,-. Suami Bu Siti, Pak Nurjali (25) hanya seorang buruh serabutan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk melunasi biaya rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 5 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @jawierjawa @mardisay

Bayi siti menderita Susp. Respiratory Distres Syndrome


SUNARSIH BINTI SOMADI (52, Tumor Paru – Paru). Alamat : Dusun 1 Cipondok, RT 6/2, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu rumah tangga yang biasa dipanggil Ibu Sunarsih ini menderita penyakit paru-paru basah dan merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Kuningan. Penyakit tersebut beliau derita sejak 3 bulan terakhir. Beliau sering mengeluhkan sakit pada bagian dadanya yang disertai dengan batuk-batuk bahkan sesak nafas. Selama ini beliau berobat jalan ke dokter umum yang ada di daerah tempat tinggalnya. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, kurir Sedekah Rombongan Kuningan bisa membawa beliau ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Berdasarkan pemeriksaan tim medis, beliau harus melakukan operasi pemasangan selang dari paru – parunya untuk menyedot cairan, karena kondisi paru-parunya sudah penuh dengan air bahkan jantungnya sudah bengkak. Oleh karena itu, beberapa waktu lalu beliau telah menjalani rawat inap di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Pasca menjalani rawat inap, tim medis menyarankan beliau agar segera menjalani pemeriksan ke Rumah Sakit Persahabatan Jakarta untuk pengobatan lanjutan. Pada tanggal 6 Desember 2016 Kemarin, Ibu Sunarsih didampingi kurir Sedekah Rombongan Kuningan melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta. Dari hasil pemeriksaan tim medis rumah sakit, bahwa ada tumor di paru – paru Ibu Sunarsih. Kemudian tanggal 28 Desember 2016, Ibu Sunarsih kembali melakukan kontrol kesehatan, karna harus melakukan beberapa cek laboratorium dan ada obat yang harus dibeli. Kondisi saat ini Ibu Sunarsih jika sedang kambuh, dada beliau terasa sesak. Ibu Sunarsih terbantu dengan adanya kartu jaminan kesehatan BPJS mandiri kelas 3. Biarpun demikian, beliau membutuhkan biaya transportasi dan akomodasi ke Rumah Sakit Persahabatan Jakarta. Maklum saja, suami beliau Bapak Sutar (60) hanya bekerja sebagai seorang petani yang penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah atas ijin Allah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan keempat kepada Ibu Sunarsih untuk biaya transportasi dan akomodasi ke Jakarta. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk beliau. Aamiin. Sebelumnya Ibu Sunarsih masuk ke dalam Rombongan 927.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Bu sunarsih menderita Tumor Paru – Paru


FAQIH HIDAYAT (2, Jantung Bocor). Alamat : Dusun Cibuah, RT 3/13, Desa Nanggela, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Faqih merupakan balita yang masih berumur 2 tahun. Di usia yang masih sangat kecil ia harus menahan sakit akibat adanya gangguan pada jantungnya. Menurut pihak medis, ia terkena penyakit jantung bocor semenjak lahir. Penyakit yang diderita Faqih diketahui pada saat usianya 1 bulan. Saat itu, ia terkena disentri sehingga ia dibawa ke klinik terdekat. Menurut pemeriksaan dokter, Faqih positif menderita jantung bocor. Keadaan tersebut tentu sangat mengejutkan pihak keluarga. Kemudian, pihak dokter juga menyarankan agar Faqih segera dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Kondisi kesehatan Faqih sering turun hingga keluar masuk rumah sakit untuk menjalani perawatan. Bulan Pebruari 2016 lalu, sudah 2 kali ia menjalani perawatan di Rumah Sakit Kuningan Medical Centre (KMC). Selain itu, ia juga pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Linggajati Kuningan. Hasil pemeriksaan membuat Faqih harus segera dibawa ke Rumah Sakit Harapan Kita. Faqih kemudian dibawa Ke Rumah Sakit Harapan Kita dan dirawat beberapa hari. Alhamdulillah kurir Sedekah rombongan dipertemukan dengan faqih sebelum melakukan operasi, sehingga Faqih bisa menjalani perawatan kembali di Rumah Sakit harapan Kita untuk persiapan operasi. Pada tanggal 22 Nopember 2016 lalu, faqih telah menjalani operasi. Alhamdulillah, operasi berjalan dengan lancar. Setelah melakukan operasi, faqih harus melakukan kontrol kesehatan lagi. Alhamdulillah kondisi Faqih saat ini sangat baik. Namun orang tua Faqih terkendala dengan biaya transportasi, akomodasi dan pembelian obat yang tidak ditanggung oleh BPJS. Selama menjalani pengobatan, Faqih menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Faqih merupakan anak dari pasangan suami istri Bapak Karsan (36) dan Ibu Yati Rahmawati (30). Saat ini Faqih hanya tinggal dengan Ibunya, yang hanya menggantungkan kehidupan sehari-hari kepada orang tua Ibu Yati. Ibu Yati sendiri tidak bekerja sama sekali. Alhamdulillah, karena pertolongan Allah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan ketiga kepada Faqih untuk biaya transportasi, akomodasi sehari – hari dan pembelian obat diluar tanggungan BPJS. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk Faqih. Aamiin. Sebelumnya Faqih merupakan pasien rombongan 927.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Melisa

Faqih menderita Jantung Bocor


SALI BIN SUMITRA (60, Lumpuh). Alamat : Dusun 3, RT 1/6, Desa Cibeureum, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Sali merupakan salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan yang menderita lumpuh sejak 4 tahun yang lalu. Beliau sama sekali tidak bisa melakukan aktifitas seperti sebelumnya. Kondisinya cukup mengkhawatirkan karena hanya bisa duduk dan berbaring saja. Bapak Sali sudah tidak bisa berjalan dalam waktu yang lama, akan tetapi beliau belum pernah memeriksakan kondisi kesehatannya ke pihak medis seperti Puskesmas, dokter praktek maupun rumah sakit besar. Beliau juga tidak memiliki alat bantu untuk berjalan. Hal itu berkenaan dengan tidak adanya biaya untuk transportasi maupun akomodasi ke pihak medis. Maklum saja semenjak beliau sakit, istri beliau yang bernama Ibu Rini (30) terpaksa menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai seorang buruh cuci dan setrika. Pendapatan beliau tentu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bapak Sali sebetulnya memiliki Kartu Jaminan Kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Hanya saja beliau tidak memiliki biaya untuk transportasi dan juga biaya untuk membeli alat bantu berjalan yang tidak ditanggung oleh BPJS. Alhamdulillah atas izin Allah, kurir Sedekah Rombongan Kuningan dipertemukan dengan Bapak Sali sehingga santunan awal dapat disampaikan kepada Bapak Sali untuk biaya pembelian alat bantu berjalan. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan kepada Bapak Sali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 2 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Maya Diah

Pak sali menderita Lumpuh


JUWI BINTI ASWAN (40, Katarak). Alamat : Dusun 3 Cibeurem, RT 3/3, Desa Cibeureum, Kecamatan Cibeureum,  Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Sejak satu tahun kebelakang ini, Ibu yang biasa dipanggil Ibu Juwi ini secara tiba-tiba tidak bisa berjalan dan melihat. Beliau tinggal sendirian karena tidak memiliki suami maupun anak. Beliau belum pernah memerikskan kondisinya ke dokter praktek, Puskesmas atau rumah sakit. Beliau terbiasa mengonsumsi obat-obatan warung yang mudah dan murah untuk dibeli. Keadaannya tentu tak kunjung membaik karena obat-obatan yang beliau konsumsi tidak sesuai dengan sakit yang beliau derita. Saat ini beliau hanya bisa berdiam diri di rumah tanpa bisa melakukan banyak aktifitas. Beliau menggantungkan hidupnya dengan belas kasihan dari tetangganya. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan Kuningan dipertemukan dengan Ibu Juwi, kemudian Ibu Juwi dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah 45 (RSUD). Setelah melakukan beberapa pemeriksaan, akhirnya mata Ibu Juwi bisa di operasi. Tim medis melakukan operasi mata Ibu Juwi yang sebelah kanan terlebih dahulu. Pasca operasi katarak mata sebelah kanannya, Ibu Juwi bisa melakukan aktifitas sedikit demi sedikit menggerakkan kakinya untuk berjalan. Karna sebelumnya, beliau tidak berani untuk melakukan banyak aktifitas, dan mengakibatkan kondisi otot kakinya kaku. Sebetulnya beliau memiliki kartu jaminan kesehataan JKN-KIS PBI. Biarpun demikian, kondisi beliau yang tinggal sendiri menyulitkan beliau untuk pergi berobat karena tidak ada yang menemani. Terlebih beliau tidak memiliki biaya untuk transportasi berobat. Alhamdulillah, dengan dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan beliau di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan. Karena pertolongan Allah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kedua kepada Ibu Juwi untuk biaya transportasi  sekaligus akomodasi ke rumah sakit. Semoga Allah memudahkan ikhtiar beliau untuk mendapat kesembuhan. Aamiin.  Sebelumnya Ibu Juwi masuk kedalam Rombongan 931.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Bu juwi menderita Katarak


DALIMIN BIN TARMO SUTARYO ( 62 , Tumor Pipi ). Alamat : Dsn Suwondo, RT 01/09, Ds. Gumiwang, Kec. Wuryantoro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Setelah  menjalani kemotherapi yang keenam untuk sementara kemoterapi dilanjudkan dengan kemoterapi obat. Pak Dalimin ini merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan yang juga sudah berjalan cukup lama. Pasca pengangkatan tumor yang sudah 11 tahun dideritanya, bahkan kemudian, berjalan hampir dua minggu terjadi pendarahan hebat di pipi. Kini kondisinya sudah mulai membaik. Dokter memutuskan melanjudkan pengobatan dengan kemoterapi obat. Jika hasil evaluasi 3 bulan kemoterapi obat tak menunjukkan perkembangan yang lebih baik akan dilakukan kemoterapi infuse lagi dan juga radioterapi.  Keluarga ini peserta BPJS MANDIRI. Meskipun begitu mereka masih kesulitan untuk biaya akomodasi dan medikasi. Kebutuhan untuk perjalanan, serta proses pendampingan di cukupi dengan #SedekahRombongan. Semoga kondisi Pak Dalimin semakin membaik.

Bantuan : Rp. 1.876.500,-
Tanggal : 12 November  2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Pak dalimin menderita Tumor Pipi


UYUM BINTI ARJU (73, Katarak + Lumpuh). Alamat: Kampung Nyalindung RT 3/2 Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ma Uum –begitu panggilannya– dikenal warga tempat tinggalnya kini sebagai “janda tua sebatang kara”. Dari beberapa kali pernikahannya, ia tidak memiliki keturunan. Saudara sekandungnya sudah lama meninggal dunia; begitu juga orangtua dan suami terakhirnya. Satu-satunya harta peninggalan yang ia miliki adalah rumah kecil sederhana yang kini sudah berpindah tangan. Untung saja ada warga yang berempati kepadanya, membawanya tinggal serumah, dan mengurusnya seperti orangtua sendiri. Ma Uum memang layak dibahagiakan. Apalagi kedua matanya tak bisa melihat lagi sejak bulan September 2015. Gelap! Dunia semakin gelap baginya! Tragisnya, ia belum pernah memeriksakan diri ke dokter apalagi berobat ke rumah sakit. Kartu Jamkesmas yang telah ia miliki hilang bersama Kartu Tanda Pendudik (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Kisah pilu anak cucu Adam-Hawa ini sampai kepada #SedekahRombomgan atas informasi warga kepada kurir #SedekahRombongan. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan bisa berkunjung ke tempat tinggalnya yang sekarang, yaitu di rumah keluarga Bu Anih S yang sempit, gelap,  dan sederhana. Menurut keterangan Bu Anih, kegiatan utama Ma Uum setiap hari hanya duduk, beribadah, berdoa, berbaring dan tidur. Ketika diajak bercakap-cakap, Ma Uum sendiri sempat mengutarakan keinginannya untuk memeriksakan matanya ke rumah sakit. Mata Ma Uum diduga menderita katarak. Berempati atas apa yang dialami Ma Uum, alhamdulillah sedekaholics #SR  memberinya bantuan dan terus mendampinginya berobat, dibantu warga dan pengurus RW setempat.  Doa Ma Uum selama ini tak sia-sia. Kehadiran #SR telah membukakan secercah harapannya untuk kembali melihat kekuasaan Allah Swt di muka bumi. Setelah dibuatkan Kartu Keluarga (KK) baru dan Kartu BPJS, Bu Uum semakin bersemangat untuk berobat ke RSUD Soreang dan RS Mata Cicendo. Pada akhir Mei 2016 kurir #SR menjenguknya untuk yang keempat kali dan memberinya bantuan lanjutan. Sampai bulan Desember 2016 kondisinya belum ada perbaikan. Tindakan operasi katarak belum bisa dilaksanakan karena retinanya sudah rusak. Ia uga kini mengalami kelumpuhan. Janda tua dhuafa itu masih membutuhkan bantuan untuk bertahan hidup dan mengupayakan kesembuhannya. Maka untuk melanjutkan pengobatannya, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan kepada Bu Uum yang digunakan untuk biaya transportasi ke Puskesmas dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 895.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Bu uyum menderita Katarak + Lumpuh


DEWI CEMPAKA PANJAITAN (11, Tumor Tulang). Alamat : Dusun Wage, RT 8/3, Desa Cihirup, Kecamatan Ciawigebang, Kabupten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Dewi merupakan anak ketiga dari pasangan suami istri Bapak Eri Dulheri (51) dan Ibu Kasah (50). Sejak kelas 4 Sekolah Dasar, Dewi mulai merasakan sakit pada kaki bagian sebelah kiri. Awalnya terdapat benjolan kecil pada kaki Dewi. Benjolan tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda akan membesar selama satu tahun. Namun pertengahan tahun 2016, benjolan pada kaki Dewi mulai membesar sehingga pada tanggal 28 Juni 2016 lalu Dewi menjalani tindakan biopsi di Rumah Sakit Kuningan medical Center (KMC). Hasil menunjukkan bahwa Dewi menderita Tumor Tulang. Pihak rumah sakit kemudian merujuk Dewi ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun karna kondisi Dewi saat itu sangat lemah, keluarga kemudian membawa Dewi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 untuk transfusi darah. Tim medis RSUD pun menyarankan agar Dewi segera dibawa ke RSHS untuk penanganan lanjutan. Kondisi Dewi saat ini sangat mengkhawatirkan, Dewi sudah tidak bisa berjalan lagi karena tumor di kakinya sering mengalami pendarahan. Selain itu, tumor tersebut semakin hari semakin besar. Rencananya Dewi akan melakukan rawat inap di Rumah Sakit Sekar Kamulyan dengan bantuan ambulans. Namun sebelum dibawa ke rumah sakit, kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan homecare yang dikirim dari Rumah Sakit Sekar Kamulyan untuk mengganti perban luka di kaki Dewi. Karna sudah 3 hari perbannya tidak diganti. Dewi memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI, akan tetapi kedua orang tua Dewi merasa kesulitan berkenaan dengan biaya ambulans dan membeli obat-obatan. Keluarga Dewi termasuk keluarga yang kurang mampu. Bapak Eri (51) selaku tulang punggung keluarga hanya bekerja sebagai seorang buruh bangunan. Namun, sudah 3 bulan beliau sama sekali tidak bekerja karena merawat Dewi. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Dewi sehingga santunan awal dapat disampaikan Sedekah Rombongan kepada Dewi untuk biaya ambulans dan membeli obat-obatan. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada Dewi. Aamiin….

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Melisa Diah

Dewi menderita Tumor Tulang


ANIH SUMARNI (59, Stroke). Alamat: Kampung Nyalindung RT 3/2 Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Janda mendiang Pak Mamat ini tinggal di daerah pegunungan. Di rumah bilik yang sempit dan gelap, ia tinggal bersama kedua anaknya yang sudah berkeluarga. Sejak ditinggal mati suaminya, Mak Anih semakin merasakan beratnya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Walaupun ia terbiasa bekerja di ladang, sawah, atau kebun orang, kini semakin berkurang tawaran untuk bekerja menjadi buruh tani. Padahal, upah Rp.25.000,- per hari kerja pun amat dibutuhkannya. Selain karena faktor usia, rupanya kondisi fisik dan kesehatan Mak Anih kini tak memungkinkannya lagi bisa bekerja seperti biasa. Hasil pemeriksaan Puskesmas Sugihmukti menduga ia mengalami stroke ringan. Kaki kirinya tak bisa digerakkan dengan sempurna. Seminggu sekali dia dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan dan terapi. Untung saja dia sudah lama terdaftar sebagai peserta Jamkesmas dan dapat memanfaatkannya untuk berobat ke rumah sakit. Yang menjadi kendala untuk berobat adalah biaya transportasi, akomodasi, dan pembelian obat yang tidak dijamin Jamkesmas. Keinginan Mak Anih untuk terus berobat sampai kepada kurir #SedekahRombongan atas informasi pengurus Rukun Warga. Alhamdulillah, dengan cepat, empati kurir #SR membukakan harapannya untuk terus berikhtiar mengobati penyakit yang hampir melumpuhkan semangat hidupnya. Bantuan Awal dari #SedekahRombongan kemudian disampaikan kepada Mak Anih pada 24 September 2015. Pada kunjungan kurir #SR tanggal 30 November 2015, Ma Anih menceritakan perkembangan kesehatannya yang semakin membaik tetapi dia masih harus berobat rutin. Pada awal Februari 2016, nenek yang tabah ini menuturkan rencananya untuk kontrol ke RSUD Soreang. Alhamdulillah saat itu kurir #SR dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya berobat. Pasa akhir Mei 2016 kurir #SR mengunjungi Ma Anih di gubuk tuanya. Ia masih memerlukan uluran tangan sedekaholics untuk terus mengikhtiarkan kesembuhannya, seperti keinginannya. Alhamdulillah harapannya terkabulkan. Pada akhir Mei 2016 itu #SedekahRombongan memberinya bantuan lanjutan. Pada awal September 2016 keluarganya mengabarkan kepada kurir #SR di Bandung bahwa Ma Anih membutuhkan bantuan untuk biaya membeli obat. Kurir #SR kemudian mengunjungi Ma Anih di gubuk reyotnya. Kondisinya belum membaik. Ia belum bisa berjalan. Karena janda dhuafa ini masih memerlukan bantuan untuk terus berikhtiar, pada bulan itu alhamdulillah ia kembali menfapatkan bantuan lanjutan untuk biaya brobat. Pada akhir Desember 2016, anaknya menghubungi kurir #SR dan mengabarkan bahwa janda dhuafa ini masih menjalani terapi rutin di Puskesmas Pasirjambu. Kurir Sedekah Rombongan kemudian menjenguknya sambil menyampaikan bantuan lanjutan titipan para  sedekaholik #SR. Santunan yang disampaikan di rumah peninggalan suaminya ini digunakan untuk biaya transportasi berobat ke Puskesmas dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 895.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Bu anih menderita Stroke


PUTRI MULYANI (9, Kaki Kanan Patah Karena Kecelakaan). Alamat : Kampung Lapang RT 4/8, Desa Pasirjambu, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Bersama ayah, ibu, dan satu adik kandungnya, Putri tinggal di rumah sederhana yang tanahnya milik Jawatan Kereta Api Indonesia  (PT. KAI). Bapaknya, Pak Yuyu Muhammad (41), sehari-hari berdagang cingcaw dan goyobod dari satu sekolah ke sekolah lain dan di perkampungan di sekitar Pasirjambu. Ibunya, Bu Ai Nanti (35) hanya disibukkan dengan pekerjaan rumah tangga dan mengurus kedua anaknya. Saat wawancara dengan kurir #SR Bandung, keluarga dhuafa ini menyatakan betapa beratnya mereka menjalankan roda ekonomi rumah tangga dengan empat anggotanya, apalagi setelah anak pertamanya, Putri, sakit akibat kecelakaan. Pada awal Juni 2016 saat bermain petak umpet bersama teman-temannya, Putri terjatuh dan kaki kanannya patah. Setelah kejadian itu, Putri langsung dibawa periksa ke ahli tulang di Ciwidey dan Pasirjambu. Meskipun tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun, ia juga sempat diperiksakan ke Puskesmas Pasirjambu dengan bantuan pengurus RW dan tetangganya. Sayang, dia belum sempat ditangani secara maksimal di rumah sakit. Sampai saat ini Putri masih menggunakan kursi roda pemberian warga yang berempati atas musibah yang menimpa anak pendiam dan rajin sekolah ini. Pertama kali bertemu dengan Putri, kurir #SR menjemputnya sepulang sekolah. Kepada kurir #SR ia menyatakan keinginannya untuk terus berobat tanpa harus meninggalkan sekolah. Orang tuanya juga mendukung tekadnya untuk terus berikhtiar sampai siswi kelas 5 SD ini bisa berjalan normal seperti sedia kala. Orang tuanya juga memohon bantuan agar mereka memiliki jaminan BPJS. Alhamdulillah harapan mereka mendapatkan jawaban dari sedekholics #SR dengan memberinya santunan dan menggabungkan Putri sebagai pasien dampingan #SR. Bantuan awal dari Sedekah Rombongan disampaikan kurir #SR di Kabupaten bandung pada 11 Agustus 2016. Dengan bantuan relawan setempat dan kurir Asep Cunarya, alhamdulillah, kini Putri dan keluarganya sudah memiliki Kartu BPJS Kelas 3 dan bisa berobat ke rumah sakit. Pada 12 Agustus 2016 Putri diperiksakan ke Puskesmas Pasirjambu dan RSUD Soreang. Setelah menjalani berbagai tahapan pemeriksaan di RSUD Soreang, Putri akhirnya mendapatan tindakan medis berupa operasi yang dilaksanakan di rumah sakit yang sama. Operasi yang dilaksanakan di akhir Oktober 2016 alhamdulillah berjalan lancar. Putri sempat dirawat selama satu minggu. Pada akhir November dan pertengahan Desember 2016 bersyukur kurir Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi lagi dengan Putri dan keluarganya serta mendampinginya menjalani kontrol ke RSUD Soreang. Kondisinya makin membaik tetapi ia masih harus kontrol rutin sebulan sekali ke ruah sakit. Putri dan keluarganya masih membutuhkan dukungan dan bantuan. Dengan empati sedekaholik, alhamdulillah pada kunjungan yang keempat ini, kembali kurir #SR di Kabupaten Bandung menyapaimpaikan  bantuan untuk biaya berobat Putri. Bantuan kedua yang disampaikan di rumah panggung mereka ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat ke Puskesmas dan RSUD Soreang dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 877.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Putri menderita Kaki Kanan Patah Karena Kecelakaan


EKO PRAYITNO (32, Retinoblastoma) Alamat : Dsn. Klego RT 01/08, Ds. Tirtosworo, Kec. Giriwoyo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Sudah dua tahun ini mengidap Retinoblastoma di mata sebelah kiri. Awalnya hanya berupa benjolan kecil di sebelah mata kiri. Tapi lama kelamaan benjolan itu semakin membesar. Tahun 2015 lalu Eko sudah sempat berobat di RSD.MOEWARDI Surakarta. Bahkan sempat menjalani kemoterapi sebanyak enam kali. Kondisi juga sempat membaik. Namun karena kehabisan biaya pengobatan terhenti selama satu tahun. Sakit itu dibiarkan saja hingga akhirnya memperburuk kondisinya.  Tim dokter akhirnya memutuskan untuk melanjudkan kemoterapi dan radioterapi. Hanya saja radioterapi baru mau dilakukan Maret tahun depan. Saat ini Eko sudah masih  menjalani kemoterapi rutin tiap bulannya. Selain itu juga rutin menjalani test lab pasca kemoterapi, serta konsultasi. Saat ini kondisi fisik jauh lebih baik setelah menjalani kemoterapi. Luka lebih kering, tak melebar dan tak membengkak lagi..  Eko anak pasangan Sutiman, 60 dan Sumiyen, 55 ini Eko sebelum sakit juga bekerja sebagai seorang kuli bangunan. Namun, dua tahun lalu setelah menderita kanker itu Eko memutuskan untuk tidak bekerja. Orang tuanya juga hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Sekali jalan mereka butuh biaya 600 ribu sampai 800 ribu karena jarak rumah sampai RS sangat jauh, padahal mereka dalam sebulan 3 sampai 4 kali ke RS. Itu belum termasuk perlengkapan medikasi selama di rumah untuk perawatan luka. Keluarga Eko saat ini masih terdaftar sebagai peserta BPJS MANDIRI, artinya mereka masih harus membayar iuran tiap bulannya. Biaya yang tak sedikit bukan yang harus mereka keluarkan setiap bulannya? Kini berkat uluran para sedekaholic Eko sudah bisa melanjutkan pengobatannya kembali.

Bantuan : Rp. 2.835.200,-
Tanggal : 14 November 2016
Kurir : @Mawan@Nonis

Eko menderita Retinoblastoma


RIAN JUNIOR ( 8, Atresia Ani ). Alamat : Dsn. Pasekan RT 01/02, Ds. Pasekan, Kec. Eromoko, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa. Rian begitu anak ini biasa di panggil, sejak lahir menderita kelainan. Terlahir tanpa memiliki anus atau Atresia Ani, selain itu juga menderita Down Syndrom. Rian lahir secara normal dibantu oleh bidan di Jakarta karena waktu itu ibunya memeng sedaang merantau di Jakarta. Ketidaknormalan Rian baru diitemukan saat  tahu bahwa Rian tak memiliki anus. Rian segera dirujuk ke RSCM untuk dialkukan tindakan operasi pembuatan stoma. Waktu itu untuk membiayai operasi Rian, ibunya rela menjual sebidang tanah, satu-satunya harta yang dimiliki ibunya Rian. Merasa semakin kesulitan ekonomi, dan tak mampu membiayai hidup di Jakarta, akhirnya Rian dibawa pulang kampung oleh ibunya dan memutuskan menetap di desa saja. Harusnya bayi atresia ani menjalani operasi pembuatan anus pada usia 4-6 bulan. Akhirnya setelah menunggu selama 8 tahun lebih Rian bisa menjalani operasi pembuatan anus. Sayangnya ada masalah pasca operasi pembuatan anus. Proses penyembuhan luka lambat yang menyebabkan anus menutup kembali. Rencananya akhir bulan ini Rian akan menjalani prosedur persiapan operasi ulang. Keluarga Rian memang memiliki KIS, tapi kondisi ekonomi yang memang benar-benar miskin membuat orang tua Rian hanya bisna pasrah. Ibunya Rian, Ibu Yatiem hanyalah seorang buruh tani dengan pendapatan yang sangat minim dan itupun tidak menentu. Pendapatan hanya 100 sampai 200 ribu per bulan, sehari-hari lebih sering makan tiwul karena jarang mampu membeli beras. Bisa dibayangkan dengan kehidupan mereka di tambah lokasi yang jauh di pelosok desa, serta tak ada akses kendaraaan umum membuat mereka tak mampu melanjudkan pengobatan. Atas dampingan #Sedekah Rombongan Rian dapat melanjudkan pengobatannya.

Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 15 November 2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Rian menderita Atresia Ani


WINANTI BINTI TAYAT, (20, Megacolon). Alamat : Dsn Pagersengon   RT 02/ 07, Ds. Selopuro, Kec. Batuwarno, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Winanti  sudah hampir 3 tahun berjuang untuk sembuh dari sakit Megacolon yang dideritanya di RS Dr.Moewardi Surakarta. Gadis kelahiran tanggal 10 Juni 1996 ini sebenarnya sudah menderita kelainan usus dari lahir, hanya saja baru terdeteksi di usia 17 tahun. Dari bayi Winanti selalu bermasalah dalam buang air besar. Kadang seminggu sekali,dua minggu bahkan sebulan sekali baru bisa buang air besar. Tiga tahun pula Winanti jadi pasien dampingan #Sedekah Rombongan. Empat kali operasi sudah di jalani tapi belum juga menunjukkan kemajuan. Beberapa tindakan pemeriksaan sudah dilakukan tapi tak membuahkan hasil juga. Langkah terakhir yang dilakukan bulan ini dilakukan tindakan Endoskopi. Hasilnya terbaca bahwa saluran usus dan anus masih sangat sempit. Sangat beresiko jika dilakukan operasi penyambungan usus karena ukurannya belum normal. Tim dokter memutuskan untuk dilakukan businasi setiap hari ke RS. Artinya Winanti tiap hari harus bolak-balik ke RS hanya untuk tindakan businasi, sampai ukuran anus normal sesuai usianya.  Perjuangan  yang tak kenal lelah untuk mendapatkan kesembuhan. Mengingat tempat tinggal Winanti cukup jauh di pelosok desa dengan kondisi alam pegunungan. Menempuh jarak sekitar 76 km menuju RS.Dr Moewardi Winanti tinggal di RSSR Wonogiri. Sudah hamper 3 bulan ini Winanti tinggal di RSSR agar jarak tempuh lebih dekat. Apalagi kondisi ekonomi keluarganya juga dari keluarga tak mampu. Pak Tayat yang sudah berusia 70 an tahun masih harus bekerja sebagai buruh tani. Sementara Ibu Sutiyem, ibunya  Winanti hanya ibu rumah tangga biasa merawat Winanti dirumah. Meskipun keluarga Winanti memiliki Jamkesmas, tetap saja mereka masih tak mampu membiayai perlengkapan medis untuk medikasi sekaligus transportasi. Kehadiran #Sedekah Rombongan sangatlah membantu meringankan  beban mereka .

Bantuan  : Rp. 3.786.400,-
Tanggal   : 16 November  2016
Kurir        : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Bu winanti menderita Megacolon


APRILIA CASSANDRA SYAFFARIYANI (6 Luka Bakar). Alamat : Dsn. Mloko RT 02/01, Ds.  Songbledeg, Kec. Paranggupito, Kab. Wonogiri , Prov. Jawa Tengah. Sandra,begitu nama panggilannya, awalnya anak yang aktif dan periang. Malangnya bulan Juli tahun 2014 dia mengalami luka bakar di tubuhnya akibat ledakan gas elpigi. Sandra mengalami luka bakar di kedua tangan,kaki,punggung dan wajahnya. Pada saat kejadian Sandra segera dilarikan ke RS dan untuk menjalani operasi selama 7 kali di RSUD WONOGIRI dalam kurun waktu setahun ini. Tapi ternyata sampai sekarang kondisi kulit Sandra tak mengalami perubahan .Akhirnya pihak RSUD WONOGIRI memutuskan merujuk ke RSD.MOEWARDI SOLO untuk ditangani Dokter specialis bedah plastik. Selama hampir satu tahun di RSD.MOEWARDI SURAKARTA, Sandra sudah menjalani 14 kali operasi rekontruksi, tapi karena tak menunjukkkan banyak perubahan akhirnya Sandra dirujuk ke RS.SOETOMO SURABAYA. Tanggal 2 Mei 2016 Sandra jalani operasi yang pertama di RS.Dr Soetomo Surabaya. Sandra menjalani operasi rekontruksi di jari tangan , kaki dan pipi. Selain medikasi Sandra juga menjalani rehabilitasi medis serta terapi ke psikiatri. Rencana selanjudnya akan dilakukan operasi lanjutan untuk keloidnya. Rencananya akhir November ini Sandra akan  operasi lanjutan ke RS.SOETOMO Surabaya. Saat ini Sandra menjadi dampingan #SRWonogiri dan #SRSurabaya. Karena di Surabaya pengobatan membutuhkan waktu yang lama, untuk sementara keluarga Sandra pindah domisili agar bisa pindah Faskes JAMKESMAS. Tak mudah bagi keluarga Sandra melewati semua in. Ayahnya, Bapak Taufik  hanya buruh sebagai nelayan dengan penghasilan pas-pasan untuk sementara ibunya, Ibu Esti bekerja sebagai buruh tani untuk membantu ekonomi keluarganya. Keluarga ini memang peserta JAMKESMAS, tapi untuk biaya transport selama di Solo dan Surabaya tentulah membutuhkan biaya yang tak sedikit. Saat ini Sandra menjadi dampingan #SRWonogiri dan #SRSurabaya dan semoga saja bisa meringankan beban keluarga.Semoga Sandra dan keluarga diberi kesabaran,operasi bisa berjalan lancar dan bisa lebih baik dari  sebelumnya.

Bantuan  : Rp.  1.422.000,-
Tanggal  : 17 November 2016
Kurir   : @Mawan,@Nonis

Aprilia menderita Luka Bakar


KATNI JARTO (43, Rhabdomyosarcoma). Alamat : Dsn. Temon Lor RT 02/05, Ds. Temon, Kec. Baturetno ,Kab. Wonogiri , Prov. Jawa Tengah. Sekitar bulan Juni 2014 ini Bu Katni mulai merasakan nyeri pada paha sebelah kanan. Awalnya hanya benjolan kecil sebesar bisul,tapi lama-lama bertambah besar. Tapi lama-kelamaan benjolan itu semakin besar dan semakin sakit. Keluarga Bu Katni khawatir dan membawa ke sebuah RS swasta di Wonogiri.Di RS.Marga Husada inilah Bu Katni diminta segera menjalani tindakan operasi. Diagnosa sementara waktu itu tumor di paha kanan. Pasca operasi, dua bulan kemudian benjolan itu muncul lagi dengan kondisi lebih besar dari sebelumnya bahkan bisa dibilang pertumbuhan benjolan itu begitu cepat dan lebih terasa sakit. Akhirnya pihak RS Marga Husada segera merujuk ke RSD.Moewardi Solo. Tim Dokter juga segera mengambil tindakan cepat dengan melakukan serangkaian test pendukung untuk operasi. Dari hasil PA yang dilakukan pada saat operasi, pasien menderita Pleomorphic Rhabdomyosarcoma, penyakit kanker ganas yang menyerang jaringan lunak seperti otot dan biasanya menyerang di bagian leher, kaki, paha. Dokterpun sudah menjelaskan bahwa Bu Katni menderita kanker ganas level 3. Pasca  operasi dan luka dinyatakan sembuh, Tim dokter akhirnya memutuskan melakukan tindakan kemoterapi. Sebulan sekali Bu Katni menjalani kemoterapi, test darah dan konsultasi rutin pastinya. Saat ini Bu Katni sudah menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Tindakan selanjutnya adalah chek up rutin untuk evaluasi perkembangan medisnya. Dalam sebulan paling tidak 3 kali beliau bolak- balik ke RSD.Moeardi Surakarta. Bulan ini Bu Katni di jadwalkan menjalani rongent dan USG, hasilnya akan dikonsulkan untuk mengetahui perkembangan penyakitnya. Sampai saat ini benjolan tak tampak tumbuh lagi. Keluarga ini memang tergolong tidak mampu. Pak Jarto,suami Bu Katni bermata pencaharian sebagai tenaga serabutan dengan pendapatan yang tak menentu. Terkadang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja mereka masih kekurangan ditambah lagi biaya sekolah anak mereka. Melihat kondisi yang seperti ini tak lantas membuat Bu Katni tinggal diam. Sebisa mungkin beliau membantu meringankan beban keluarga dengan bekerja sebagai buruh tani. Keluarga ini memang terdaftar sebagai peserta KIS.  Tapi mengingat biaya ke RS memang tak sedikit untuk sekali jalan, tentunya biaya ini bukanlah biaya yang ringan. Saat ini Bu Katni menjadi pasien dampingan #SR. Dan bantuan sedekaholic tentulah sangat meringankan beliau. Bu Katni merasa benar-benar terbantu untuk biaya berobat selama ini.

Bantuan : Rp. 1.628.750,-
Tanggal  : 17 November 2016
Kurir       :@Mawan,@Nonis,@Dodo

Bu katni menderita Rhabdomyosarcoma


YANUAR TRIADI (16, Kelenjar Getah Bening). Alamat : Dsn.Pasekan RT 01/10, Kel. Pasekan, Kec.Eromoko, Kab.Wonogiri, Prov.Jawa Tengah. Siswa kelas 1 SMK PGRI WONOGIRI ini lahir pada tanggal 16 Januari 2000. Yanu begitu dia biasa dipanggil, mulai merasakan sakit sudah sekitar 4 tahun yang lalu. Awalnya muncul benjolan kecil di leher sebelah kanan disertai sering panas dan batuk. Selama tahun 2013 sampai 2015 berobat jalan di dokter terdekat, tak sedikit biaya yang di keluarkan. Seminggu sekali menebus obat menghabiskan biaya 200 sampai 300 ribuan. Bukannya sembuh ,benjolan yang awalnya hanya sebesar biji jagung justru bertambah jadi sebesar telur ayam. Tahun 2015 akhirnya memutuskan berobat ke RSUD WONOGIRI dan dilakukan PA. Hasilnya Yanu di diagnosa menderita kelenjar getah bening. Pihak RSUD WONOGIRI pun segera merujuk Yanu ke RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Berdasar analisa dan diagnosa hasil PA dari RSUD WONOGIRI, pihak RSD.MOEWARDI SURAKARTA akhirnya memutuskan untuk mengambil tindakan kemoterapi. Selama setahun Yanu sudah menjalani 8 kali kemoterapi. Sudah di hentikan kemoterapinya, karena benjolan sudah tak ditemuka lagi. Tapi ternyata pertengahan tahun 2016 Yanu kembali mengalami panas, demam di tubuhnya,sering kejang bahkan benjolan tumbuh lagi. Yanu pun segera dilarikan ke RSUD WONOGIRI dan sempat menjalani rawat inap selama satu minggu. Tak kunjung membaik, Yanu dirujuk ke RSD.MOEWARDI lagi dan langsung menjalani ranap selama satu bulan. Dari semua hasil observasi akhirnya Tim dokter memutuskan untuk melanjudkan tindakan kemoterapi. Bulan ini Yanu dijadwalkan menjalani kemoterapi yang ketiga. Artinya tiap bulan Yanu menjalani rawat inap minimal satu minggu untuk menjalani kemoterapi. Kedua orang tua buruh tani dengan pendapatan tidak tetap.Sementara dalam sebulan perlu ke RSDM 3-4 kali. Biaya yang harus dikeluarkan jika kondisi pasien stabil bisa naik kendaraan Sumsum sekitar 150 -200 ribu.Tapi jika kondisi drop harus sewa mobil sendiri 500 ribu sekali jalan. Orang tua Yanu, Bapak Samidi dan Ibu Sukini kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan dengan pendapatan yang tidak menentu. Mereka memang memiliki kartu jaminan kesehatan berupa KIS. Tapi bukan berarti semua bisa tercover. Untuk biaya berobat selama ini mereka biasanya menjual dulu apa yang mereka punya. Karena sakit ini juga, Yanu terpaksa berhenti sekolah dulu. Dan bantuan sedekaholic sangatlah membantu Yanu melanjutkan pengobatan.

Bantuan : Rp. 1.387.500,-
Tanggal  : 18 November 2016
Kurir       : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Yanuar menderita Kelenjar Getah Bening


SURADI BIN SONO KARTO (33, TBC + Tulang Belakang). Alamat : Dsn. Jarum RT 02/01, Ds. Sidoharjo, Kec. Sidoharjo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Suradi, begitu beliau biasa dipanggil sudah satu tahun lebih merasakan sakit di punggungnya. Awalnya dihiraukan saja. Tak hanya itu saja, Pak Suradi sering batuk yang tak kunjung sembuh dan sering kambuh. Belakangan di ketahui bahwa Pak Suradi menderita TBC. Untuk pengobatan rutin dilakukan di RSUD WONOGIRI. Saat ini Pak Suradi masih tetap berobat untuk TBC nya. Tulang belakang dirasa semakin sakit, hanya saja tim dokter baru berani mengambil tindakan untuk sakit di tulang belakangnya jika TBC sudah dinyatakan sembuh. Saat ini Pak Suradi adalah peserta  BPJS MANDIRI, meskipun begitu Pak Suradi masih membutuhkan biaya akomodasi untuk berobat ke RS. Pak Suradi adalah tulang punggung keluarga. Istrinya Ibu hanyalah ibu rumah tangga biasa yang merawat tiga orang anak. Demi menghidupi keluarga, dalam keadaan sakit Pak Suradi tetap bekerja sebagai office boy di sebuah BMT dekat rumahnya. Meskipun begitu Pak Suradi tetap bersyukur masih ada yang member pekerjaan pada orang yang sakit seperti beliau. Kesulitan ekonomi juga yang membuat Pak Suradi berat membayar iuran BPJS. Selama KIS belum jadi untuk sementara #SR mengcover iuran BPJS tiap bulannya. Bantuan yang di berikan #SR dirasa sangat membantu pengobatan Pak Suradi. Kini Pak Suradi dapat melanjudkan pengobatannya, dan semoga segera membaik.

Bantuan  : 1.209.800,-
Tanggal   : 19 November 2016
Kurir       : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Pak suradi menderita TBC + Tulang Belakang


RSSR WONOGIRI (Operasional, Nopember  2016). Alamat : Jln. Yudistira No. 4 , Kel. Wonokarto, Kec. Wonogiri, Kab. Wonogiri. Bertempat di depan kantor Kelurahan Wonokarto, Wonogiri, Jawa Tengah. Bulan ini kebutuhan untuk rumah singgah pun cukup banyak. Beberapa pasien berdatangan untuk dilakukan kontrol esok hari, sehingga agar waktu efektif mereka yang dari jauh kita inapkan di RSSR. Manfaat dari adanya RSSR selain sebagai transit pasien yang rumahnya jauh di pelosok desa, juga sebagai basecamp dari komando pergerakan Sedekah Rombongan di Wonogiri. Akomodasi serta pembelian lauk dan kebutuhan pokok lainnya bulan ini cukup banyak. Pasien yang singgah tidak hanya seorang saja namun terkadang bersama anggota keluarga lainnya. Bahkan ada pasien yang selama sebulan penuh tinggal di RSSR mengingat pasien harus chek up ke RS. Tercukupinya kebutuhan tersebut merupakan salah satu upaya sedekah rombongan tim Wonogiri memberikan upaya maksimal agar semua bisa tertangani dengan baik. Selain untuk singgah, RSSR juga sebagai basecamp dalam kegiatan tim. Keberadaan RSSR atau dinamakan Rumah Singgah Sedekah Rombongan sangat penting sebagai prasana dalam membantu pergerakan kurir Sedekah Rombongan di Kabupaten Wonogiri. Segala biaya dan kebutuhan yang timbul untuk mencukupi pasien dampingan membutuhkan operasional yang tiap bulannya kami laporkan melalui website ini. Adapun kebutuhan untuk bulan Nopember sebagaimana terlaporkan di website ini.

Operasional : Rp. Rp. 3.820.970,-
Tanggal : 26 Nopember 2016
Kurir : @Mawan@Allteam

Biaya operasional


YUYUN YUNINGSIH (42, Maag Kronis + Gangguan Syaraf). Alamat: Kp. Warung Jeruk RT 4/3, Desa Warung Jeruk, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Teh Yuyun sapaan akrab kami, ia adalah seorang janda memunyai satu anak Nurlatifah (17) yang masih bersekolah di bangku SMA. Suaminya meninggal dunia semenjak ia masih mengandung 4 bulan dan sampai sekarang belum menikah lagi dan tinggal menumpang di rumah adiknya. Berawal saat ia berjualan keliling milik orang lain, ia jatuh pingsan tidak sadarkan diri, ternyata ia mempunyai  magh kronis yang harus segera diobati, selain itu ia mengalami kesulitan dalam berbicara yang terbata-bata dan tidak jelas sehingga harus diperiksa oleh dokter spesialis syaraf. Namun karena kendala biaya ia harus menahan diri untuk pergi ke rumah sakit, maklum saja jangankan untuk berboat untuk kebutuhan sehari-hari saja ia harus mengandalkan adiknya yang sudah berkeluarga dan penghasilnannya tidak menentu. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Teh Yuyun saat berjualan keliling dengan tubuh lemas dan wajahnya yang begitu pucat. Ia mengeluh sudah tidak kuat lagi berjualan dengan menahan rasa sakit namun harus dipaksakan untuk anaknya bersekolah. Kami pun mengerti kesulitan Teh Yuyun dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya trsndportasi berobat jalan ke rumah sakit. Semoga Teh Yuyun segera diberi kesembuhan agar ia bisa beraktivitas seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 23 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @zakiahk99

Bu yuyun menderita Maag Kronis + Gangguan Syaraf


AS SHAFA BINTI PURYADI (2, Bocor Jantung) Setelah menjalani perawatan di RS Jantung Harapan Kita Jakarta sejak 5 Desember 2016, As Shafa didampingi ibunya Mustika Wijayanti dan pamannya Naba Saputra kembali ke Balikpapan pada tanggal 29 Desember 2016.
Untuk perawatan lanjutan akan dilakukan 6 bulan kemudian di RS Jantung Harapan Kita Jakarta.
Kurir Sedekah Rombongan Balikpapan memberikan bantuan dari sedekaholics untuk biaya transportasi dari Jakarta menuju Balikpapan.

Jumlah bantuan : Rp 2,500,000,-
Tanggal : 29 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @fperwiro Dimas @ririn_restu

Shafa menderita Bocor Jantung


ABDUL ACIL BIN HAFID (18, kanker darah/gusi). Alamat : desa Salubomba Kec. Banawa Tengah Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Abdul Acil awalnya mengalami pendarahan pada bagian gusi, yang kemudian dilakukan pemeriksaan ke dokter dan dinyatakan mengidap penyakit kanker darah/gusi. Sempat dirawat kurang lebih seminggu di RS UNDATA Palu. Dalam perkembanganya pihak Rumah Sakit UNDATA Palu menyarankan kepada kedua orang tua Abdul Acil agar dirawat lebih lanjut (dirujuk) ke Rumah Sakit Wahidin Makassar guna mendapatkan pengobatan dan perawatan maksimal.
Abdul Acil adalah anak kedua dari Bapak bernama Hafid (46) yang bekerja sebagai nelayan, dan Ibu bernama Ida (40) sebagai Ibu rumah tangga. Dikarenakan kondisi ekonomi keluarga yang hanya mengandalkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan Jamkesda, maka kedua orang tua bersepakat bahwa Abdul Acil hanya dirawat dirumah dan menunda untuk bisa diberangkatkan ke rumah sakit rujukan di Makassar.
Kurir sedekah rombongan segera bergerak ke kediaman Abdul Acil guna mendampingi dan mempersiapkan berbagai keperluan agar Abdul Acil bisa mendapatkan pengobatan dan perawatan lebih lanjut. Namun musibah tak bisa dicegah, tiga hari setelah kurir sedekah rombongan bertemu, pihak keluarga memberi kabar bahwa Abdul Acil telah meninggal dunia. Oleh karena itu kurir sedekah rombongan menyampaikan titipan dari para sedekaholics kepada orang tua Abdul Acil guna membantu meringankan beban duka.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Desember 2016
Kurir : Abdul Rasyid @Fitria

Abdul menderita kanker darah/gusi


PASTIA BINTI TADILO (37, kanker payudara). Alamat : dusun 2 Desa Lumbumamara Kec. Banawa Selatan Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Ibu Pastia mengidap penyakit kanker payudara. Dimana awalnya mengalami luka kecil dibagian payudara, hingga kurun waktu 10 bulan hanya dibiarkan tanpa pemeriksaan lebih lanjut. Akhirnya dengan hanya mengandalkan pengobatan tradisional, maka luka tersebut bertambah parah (bagian payudara sebelah kiri bernanah dan melebar). Pihak keluarga sempat membawa ke rumah sakit Anutapura Palu dan dirawat selama kurang lebih sebulan lamanya.
Ibu Pastia merupakan seorang ibu rumah tangga dan memiliki suami yang bernama Bapak Muhammad (35) dan bekerja sehari-hari sebagai petani. Saat ini jaminan kesehatan dalam bentuk apapun tidak dimiliki, sehingga pihak keluarga mengalami kesulitan untuk bisa memberikan pengobatan dan perawatan lebih lanjut kepada beliau.
Kurir sedekah rombongan bergerak setelah mendapat informasi tentang kondisi ibu Pastia, namun selang hanya sehari (kurir akan berkunjung) mendapat kabar dari pihak keluarga bahwa Ibu Pastia telah meninggal dunia. Oleh karena itu, kurir sedekah rombongan menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan beban duka bagi keluarga Ibu Pastia.

Jumlah bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 1 Desember 2016
Kurir : Abdul Rasyid @Vavo

Bu pastia menderita kanker payudara


JAMALUDDIN BIN MATALITTI (70, Hepatitis B), alamat Dusun 1 Desa Lumbutarombo Kec. Banawa Selatan Kab. Donggala Sulawesi Tengah. Bapak Jamaluddin diketahui menderita penyakit hepatitis B sejak bulan April 2016, setelah Pihak keluarga sempat membawa ke Rumah Sakit Anutapura Palu untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan. Namun dikarenakan keluarga mengalami kendala pada pendampingan dan penjagaan selama di rumah sakit (ke empat anaknya berada jauh dan sulit meninggalkan pekerjaanya), maka bapak Jamaluddin hanya dirawat di rumah seadanya. maka keluarga berencana akan membawa kembali bapak Jamaluddin ke rumah sakit.
Bapak Jamaluddin sudah tidak bekerja lagi karena usia yang sudah renta, dan hanya dirawat oleh anak pertama yang bekerja sehari-hari sebagai buruh tani. Dengan kondisi yang terus mengalami penurunan, maka pihak keluarga berencana ingin merawat kembali bapak Jamaluddin di rumah sakit, namun karena kendala biaya dan tidak memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk apapun maka pihak keluarga menunda rencana tersebut.
Setelah mendapat informasi, kurir sedekah rombongan menghubungi pihak keluarga dan ternyata Allah SWT telah berkehendak lain bahwa Bapak Jamaluddin meninggal dunia pada tanggal 13 November 2016. Oleh karena itu kurir sedekah rombongan bergerak menuju kediaman bapak Jamaluddin guna menyampaikan titipan dari para sedekaholics guna meringankan beban duka bagi keluarga bapak Jamaluddin.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 November 2016
Kurir     : Abdul Rasyid @takwin

Pak jamal menderita Hepatitis B


JUHARIA BINTI ALIGE (52, Tumor Mata), alamat : Jl. Merpati, Lrg. Merpati, RT ¼, Kel. Tanahmodindi, Kec, Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Ibu Juharia menderita tumor yang menyebar di bagian mata sejak tahun 2004, dan sudah beberapa kali melakukan pengobatan dan perawatan di berbagai rumah sakit diantaranya RS. Wirabuana Palu, RS. Amapana dan RS Undata Palu. Dan hasil konsultasi terakhir bahwa Ibu Juharia harus di rujuk ke Rumah Sakit di Makassar. Namun dikarenakan ketiadaan biaya Ibu Juharia memilih melakukan pengobatan di rumah saja. Kurir sedeah rombongan setelah mendapat informasi mengenai beliau, segera bergerak menuju kediaman Ibu Juharia dan melihat kondisinya secara langsung. Pada saat itu kondisi Ibu Juharia sering mengalami kesakitan di bagian wajah dan sehari-hari untuk menghilangkan rasa sakit yang diderita tersebut (mata dan bagian wajah), maka setiap malam hanya mengandalkan obat penghilang rasa sakit yaitu Asam mefenamat dan anti biotik cefadroxil. Kondisi ini sudah berlangsung selama beberapa tahun sehingga menyebabkan Ibu Juharia mengalami gangguan tidur dan selalu tidur dengan posisi duduk (karena sulit tidur jika berbaring/perasaan tidak nyaman). Suami Ibu Juharia yaitu Bapak Muhammad Syarif (50) yang bekerja sebagi buruh merasakan sangat kesulitan untuk membiayai pengobatan istrinya. Keduanya selama ini hanya mengandalkan gaji yang minim dari pendapatan hasil bekerja sebagai seorang buruh harian lepas. Jaminan kesehatan yang dimiliki oleh pasien ini adalah BPJS.
Kurir sedekah rombongan mendatangi langsung kediaman Ibu Juharia setelah mendapatkan informasi. Dan kemudian kurir sedekah rombongan menyampaikan titipan para sedekaholics guna membantu meringankan biaya berobat dan pemeriksaan ke klinik atau rumah sakit.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Desember 2016
Kurir : Abdul Rasyid @Lismasari

Bu juharia menderita Tumor Mata


NUR SALI, (41, Combus) Alamat Dusun Jeni 001/010, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Nur Sali, biasa di panggil Sali. Mas Sali kecelakaan kerja saat bekerja dibangunan di Bali. Nur Sali mengalami kesetrum di Aliran Listrik yang tegangantinggi saat berada di lantai 4, sampai akhirnya tersetrum dan jatuh hinggah tersangkut di kabel Listrik. Dan Mas Sali pun semaput, hingga akhirnya dibawa ke puskesmas terdekat di bali. Usai dirawat dipuskesmas terdekat di Bali. Mas Nur Sali dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember. Memakai Ambulan Puskesmas di Bali, dan sampai di IGD rumah sakit Dr. Soebandi Jember Nur Sali mengalami sakit dan kepanasan di bagian tubuhnya. Setelah itu Mas Nur Sali terdiagnosa mengalami penyakit Combus atau Luka bakar di bagian tubuhnya. Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Mas Sali untuk menyapaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Mas Nur Sali. Santunan digunakan untuk Akomodasi pembelian Obat-obatan di Luar BPJS. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 938

Jumlah Santunan : Rp.500.000,-
Tanggal : 9 November 2016 dan 16 Desember
Kurir : @yudhoari @gredyanto  @viandwiprayugo

Pak nur menderita Combus


SAFINA BINTI BINARSO, (72 Komplikasi Jantung + Paru + Lambung) Alamat Dusun Krajan 007/003, Desa Patemon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ibu Safina mengalami sakit selama 5 bulan terakhir, Ibu Safina tinggal sendiri dirumhanya karena suaminya telah dipanggil oleh yang maha kuasa selama 10 tahun yang lalu. Ibu Safina merasakan kesakitan terus menerus dibagian perutnya dan ususnya, karena kondisi Ibu Safina tergolong orang tidak mampu di desanya dan tidak mempunyai biaya  berobat kerumah sakit. Ibu Safina tidak bekerja, setiap harinya menunggu uluran tangan para tetangganya untuk makan setiap hari selang dua hari ada salah satu tetangganya memberikan informasi kepada salah satu kurir Sedekah Rombongan, bahwa ada pasien yang membutuhkan pertolongan. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi ke tempat tinggal Ibu Safina dan bersilahturahmi. Ternyata Ibu Safina sudah melemah dan kritis, dan tidak sempat di bawa ke puskesmas terdekat, Akhirnya Ibu Safina dipanggil lebih dulu oleh yang maha kuasa. Mudah-mudahan Ibu Safina mendapatkan tempat yang layak disisiNya Amin. Kurir Sedekah Rombongan memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggal, Santunan yang diberikan sebagai santunan kematian untuk pembiayaan tahlilan dan sebagainya.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Desember 2016
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bu safina menderita Komplikasi Jantung + Paru + Lambung


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1272 SR , Biaya Operasional Desember 2016 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo  dan Banyuwangi. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Ganti Onderdil Mesin, Balik Nama Ambulance, Bahan Bakar, Service Ambulance MTSR, Cuci Ambulance MTSR, dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari pada donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 922

Jumlah santunan: Rp.15.332.000,-
Tanggal: 29 Desember 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto , @viandwiprayugo

Biaya Operasional Desember 2016


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Operasional RSSR Desember 2016 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR).  Santunan yang bulan Desember 2016. Semoga sedekah dari para #sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 922

Jumlah Santunan : Rp. 29.331.000,-
Tanggal :  29 Desember 2016
kurir : @yudhoari @gredyanto @viandwiprayugo

Biaya Operasional RSSR Desember 2016


MUHAMMAD ROSYIKUL ILMI (4, Epilepsy Unspecified) Alamat: Dusun Kauman, RT 03/01, Desa Bulujowo, Kecamatan Bacar, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Rossy nama panggilannya, saat menginjak usia 3 tahun mendadak badan dan kepalanya panas kemudian tubuhnya kejang. Keluarga membawa Rossy ke Puskesmas setempat. Setelah itu dilanjutkan untuk melakukan pengobatan ke RSUD Tuban dan terapi selama 2 bulan, kemudian pengobatan dilanjutkan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Atas saran dari dokter di rumah sakit tersebut, Rossy disarankan untuk melanjutkan pengobatannya ke RSUD DR. Soetomo Surabaya. Namun perjalanan pengobatan Rossy terhenti dikarenakan keterbatasan dana yang dimiliki. Otomatis Rossy tidak mendapatkan penanganan yang maksimal. Hal itu berdampak pada kondisi sakitnya. Kondisi saat ini, ia mengalami kejang tiap hari. Awalnya bisa kejang 30 kali sehari, sekarang sudah berkurang menjadi 10 kali sehari dan keadaanya masih belum bisa bicara, hiperaktif dan selalu mengonsumsi obat Valproic Acid dan racikan. Ayahnya, pak Makmur bekerja sebagai nelayan /anak buah kapal, yang hanya  efektif melaut 15 hari sebulan. Pendapatannya tidak menentu, bahkan  terkadang tidak mendapat pemasukan sama sekali. Rossy mempunyai jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Meski begitu, keluarga mengeluhkan biaya yang dibutuhkan untuk transportasi dan biaya  sehari-hari selama berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun telah disampaikan. Keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah diberikan melalui Sedekah Rombongan. Semoga Rossy bisa melanjutkan pengobatan lebih lanjut ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @MiftakhAbuSaSi

Rosyikul menderita Epilepsy Unspecified


SARYANTO BIN AHMADI (52, Syaraf Terjepit). Alamat : RT 1/8, Dusun Prapas, Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Saryanto beberapa kali mengalami kecelakaan kerja, beliau jatuh dan pingsan. Hal tersebut menyebabkan beliau mengalami tulang punggungnya cidera. Pada tahun 2014, sakit pada tulang punggungnya kian menjadi. Beliau tidak dapat beraktifitas dan hanya terbaring di tempat tidur. Keluarganya membawa Bapak Saryanto berobat ke Rumah Sakit (RS) Margono. Hasil pemeriksaan menunjukkan beliau menderita sakit syaraf terjepit dan disarankan untuk segera dioperasi. Bapak Saryanto telah melaksanakan operasi pada 27 Desember 2016. Alhamdulillah operasi berjalan lancarr. Kini Bapak Saryanto diharuskan menjalani terapi sinar rutin dan kontrol pasca operasi di RS Margono. Sebelum sakit, Bapak Saryanto bekerja sebagai buruh serabutan. Istrinya, Sarmini (46) membantu mencari nafkah dengan bekerja sebagai buruh juga. Penghasilan keduanya yang kecil hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama anaknya yang masih kecil. Biaya pengobatan Bapak Saryanto dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun beliau masih kesulitan dana untuk membiayai transportasi dan akomodasi selama pengobatan di RS Margono yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggalnya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau. Santunan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan di rumah sakit. Semoga pengobatan Bapak Saryanto berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan agar dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @misterrmoo @paulsyifa

Pak saryanto menderita Syaraf Terjepit


NARSEM BINTI TAWIRAJI (65, Kanker Payudara Kiri). Alamat : RT 2/4, Desa Kalikidang, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala penyakit yang dialami Ibu Narsem berawal dari tumbuhnya benjolan sebesar kelereng di payudara sebelah kirinya. Keluarga Ibu Narsem segera membawanya berobat ke Rumah Sakit (RS) Wiradadi Husada. Benjolan di payudara kiri Ibu Narsem semakin membesar, sehinggabeliau memeriksakan diri ke RS Bunda pada tahun 2013. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau menderita kanker pada payudara kirinya dan dokter menyarankan agar segera dioperasi. Namun karena Ibu Narsem takut dan terkendala biaya, beliau tidak bisa melaksanakan operasi sehingga hanya melakukan pengobatan alternatif dan minum jamu tradisional. Pada 20 Desember 2016, kondisi Ibu Narsem turun. Beliau pun dilarikan ke RS Banyumas. Dokter kemudian merujuk RS Sardjito untuk melanjutkan pengobatan beliau. Kini beliau masih merasakan nyeri di payudara kirinya dan sakit perut setiap hari. Ibu Narsem adalah istri dari Pono Nawiarto (48). Bapak Pono bekerja membuat tahu dan Ibu Narsem yang menjualnya di pasar. Penghasilan keluarga yang hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari tersebut, kini semakin berkurang semenjak Ibu Narsem sakit. Kini biaya pengobatan beliau dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS non PBI kelas II yang dimilikinya. Namun beliau masih kesulitan mencari dana untuk biaya transportasi dan akomodasi selama berobat di RS Sardjito. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Narsem. Bantuan diberikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan beliau. Semoga Ibu Narsem segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @ddeean @paulsyifa

Bu narsem menderita Kanker Payudara Kiri


MTSR PURWOKERTO (AB 1664 TA, Biaya Operasional Desember 2016). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo, RSUD Banyumas, Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, RSU Wiradadi Husada dan sebagian rumah sakit di Kabupaten Purbalingga serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjitodan RSUP Karyadi. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap) dan Brebes. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan, service rutin, pembelian gas oksigen, dan jasa driver.Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 935 .

Jumlah Bantuan :Rp. 6.700.000,-
Tanggal : 4 Januari 2017
Kurir : @arfanesia @misterrmoo @ajiprst @iwunnYunanto @ddeean

Biaya Operasional Desember 2016


PARSONO BIN SANMIARDI (37, Gagal Ginjal). Alamat : RT 2/6, Desa Gumelem, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Saat Bapak Parsono tinggal di Jakarta pada tahun 2009, beliau merasa lemas dan muntah-muntah. Beliau pun berobat dan melakukan cek laboratorium. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau menderita gagal ginjal. Tahun 2010, beliau kembali menetap di kampung halamannya (Susukan) dan menjalani pengobatan alternatif namun tidak kunjung sembuh. Bapak Parsono juga sempat melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit (RS) Emanuel dan RS Banyumas untuk cuci darah rutin 2 kali setiap pekan. Pada 22 November 2016, beliau mengalami koma saat melakukan cuci darah dan akhirnya meninggal dunia pada hari itu. Semenjak sakit, Bapak Parsono tidak bekerja. Istrinya, Suherti (30) menggantikannya mencari nafkah dengan berdagang jajanan pasar. Penghasilannya yang kecil harus ia bagi untuk biaya hidup sehari-hari bersama kedua orang anaknya yang masih berusia 2 dan 8 tahun. Biaya pengobatan Bapak Parsono dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS non PBI kelas III yang dimilikinya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Parsono dan keluarganya. Santuan diberikan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan almarhum. Semoga Bapak Parsono mendapat tempat terbaik di sisiNya dan keluarga yang ditinggalkan dapat tabah dan ikhlas.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Januari 2017
Kurir : @arfanesia @KangImam Diono @paulsyifa

Pak parsono menderita Gagal Ginjal


SOBIRIN BIN TIRTA (42, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Watulempung, RT 4/1, Desa Mandirancan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Sobirin, biasa ia dipanggil, menderita sakit gagal ginjal sejak tahun 2013. Beliau diharuskan menjalani cuci darah sebanyak dua kali setiap pekan, yaitu pada hari Selasa dan Jumat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Selain itu, beliau juga diharuskan kontrol rutin sebulan sekali. Saat ini, Bapak Sobirin mengalami pembengkakan perut, jantung dan nafas yang tersengal-sengal. Alhamdulillah kurir SedekahRombongan dipertemukan dengan beliau. Bapak Sobirin dan istrinya, Nasiati (39) menceritakan kesedihan dan kesulitan yang dialami mereka. Bapak Sobirin yang sebelumnya bekerja sebagai buruh pada proyek bangunan, sudah tidak bekerja lagi karena kondisinya yang sakit. Sedangkan istrinya bekerja sebagai buruh lepas yang penghasilannya minim. Bapak Sobirin sempat memulai ternak ayam, namun semua ayamnya kini sudah mati karena penyakit. Dengan penghasilan yang minim, Bapak Sobirin dan istrinya harus menafkahi kedua anaknya yang masih kecil. Alhamdulillah biaya pengobatan beliau terbantu dengan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya.Namun Bapak Sobirin tidak memiliki dana untuk biaya obat yang tidak dalam jaminan BPJS dan transportasi ke rumah sakit. SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan kembali disampaikan untuk membantu biaya membeli obat dan transportasi selama pengobatan Bapak Sobirin. Santunan sebelumnya sudah pernah disampaikan dan terdapat dalam rombongan 926. Kini beliau masih rutin menjalani cuci darah di RSUD Banyumas. Semoga Bapak Sobirin segera diberi kesembuhan agar dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Januari 2017
Kurir : @arfanesia @misterrmoo @iwunn @ajiprst @paulsyifa

Pak sobirin menderita Gagal Ginjal


SAIJAH BINTI SANTAKRIP (80, Stroke). Alamat : RT 3/4, Kelurahan Singosari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada 26 Desember 2016, Ibu Saijah jatuh di dapur ketika hendak memasak. Seketika itu, beliau tidak sadarkan diri. Keluarganya segera membawa Ibu Saijah ke Rumah Sakit (RS) Margono. Hasil pemeriksaan menunjukkan beliau menderita stroke karena ada pembuluh darahnya yang tersumbat sehingga syarafnya terganggu. Beliau pun dirawat selama satu pekan. Ibu Saijah dijadwalkan untuk menjalani kontrol pada 9 Januari 2017 di RS Margono. Kini beliau dirawat di rumahnya dan bagian kanan tubuhnya tidak dapat digerakkan (lumpuh). Ibu Saijah tidak bekerja. Suaminya, Sakhidin (80) bekerja sebagai buruh harian lepas. Penghasilannya yang kecil sulit mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Ibu Saijah dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Pengobatan beliau terkendala biaya transportasi ke rumah sakit. Maklum, Ibu Saijah hanya tinggal dengan suaminya dan jarak tempat tinggal beliau ke rumah sakit cukup jauh. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Saijah dan keluarganya. Santunan dari sedekaholics diberikan untuk membantu biaya transportasi ke rumah sakit dan kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga pengobatan Ibu Saijah dapat berjalan dengan lancar dan beliau segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 5 Januari 2017
Kurir : @arfanesia @misterrmoo @olipe_oile @paulsyifa

Bu saijah menderita Stroke


ATOK SELA (80, Lansia Dhuafa). Alamat : Gang Krio, RT 4, Desa Keretak, Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung. Masa tua Atok Sela sangat memprihatinkan, ia hidup dengan suaminya yang terbaring sakit di rumah mereka yang sangat tidak layak huni. Mereka kini sudah mengalami kepikunan, ketiadaan anak dan keluarga membuat hidup mereka tak terurus. Kondisi rumah mereka sangat tidak sehat, semua aktivitas mulai dari tidur, makan, hingga buang air mereka lakukan di satu tempat sehingga dapat menjadi sumber penyakit. Bantuan sembako dari pemerintah pun tak dapat membantu banyak karena mereka tak dapat mengolahnya. Tingkah laku Atok Sela terkadang tidak terkendali membuat warga sekitar tidak berani mendekat untuk membantu. Dengan bantuan bidan desa setempat, suami Atok Sela bisa dievakuasi ke Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) terdekat untuk diobati secara intensif meskipun Atok Sela sempat melarang. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bisa bertemu dan menyampaikan bantuan kepada Atok Sela dan suaminya untuk kebutuhan berobat dan memenuhi kebutuhan sehari – hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Marlina @ririn_restu

Bantuan tunai untuk kebutuhan berobat dan memenuhi kebutuhan sehari – hari.


IYAT FARIS (5, Hepatitis). Alamat : Dusun Temberan, Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Iyat adalah buah hati kesayangan Bapak Kamarudin dan Ibu Sunarni. Sejak usia 4 bulan Iyat didiagnosis dokter mengidap penyakit hepatitis. Perut Iyat semakin membesar dan nafsu makannya berkurang. Orang tua Iyat sudah membawanya ke rumah sakit dan pernah dirawat selama 8 bulan dan menjalani rawat jalan. Iyat saat ini sudah terdaftar sebagai peserta KIS kelas III. Bapak Kamarudin yang berprofesi sebagai buruh harian tidak bisa membawa Iyat berobat secara intensif karena ketiadaan biaya, terlebih lagi istrinya yang baru saja melahirkan juga membutuhkan biaya. Anak mereka yang baru lahir pun juga terkena hepatitis. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan Iyat dan orang tuanya dan memberikan bantuan untuk kebutuhan berobat. Semoga bantuan yang diberikan bisa meringankan beban keluarga Iyat dan Iyat bisa terus berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 November 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Herda Oktaviani @ririn_restu

Iyat menderita Hepatitis


ABDUL RANI (64, Cellulitis). Alamat : Jln. Raya Tua Tunu, RT 1, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Pak Abdul Rani merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan yang menderita penyakit Cellulitis. Pada September 2016, ia pernah dirawat di Rumah Sakit Bhakti Wara namun setelah itu ia tak lagi berobat. Setelah 2 bulan tidak diobati secara medis, kakinya mengalami infeksi, bernanah dan melepuh. Akhirnya Pak Abdul Rani kembali dirawat selama 2 minggu menggunakan KIS yang dimilikinya. Selama dirawat, kondisi Pak Abdul Rani semakin membaik dan luka kakinya mulai mengering. Dokter menyarankan Pak Abdul Rani berobat jalan selama dua bulan dengan catatan luka pada kakinya harus setiap hari dibersihkan dan diobati oleh perawat. Oleh karena itu, untuk membantu keluarga dalam merawat Pak Abdul Rani, perawat akan datang setiap hari mengunjunginya untuk merawat lukanya di rumah. Pak Abdul Rani adalah seorang buruh harian yang tidak menentu, sedangkan istrinya hanya sebagai ibu rumah tangga. Kondisi perekonomian yang terbatas membuat keluarga sebelumnya tidak berani membawa Pak Abdul Rani ke dokter. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan bisa membantu keluarga dengan memberikan bantuan lanjutan untuk biaya rawat jalan, membeli obat, dan membayar jasa perawat yang datang ke rumah. Sebelumnya Pak Abdul Rani telah dibantu dalam rombongan 925.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 8 November 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Herda @ririn_restu

Pak abdul menderita Cellulitis


USMAN BIN M SALEH (65, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Jalan Raya Kilometer 9.5, Kelurahan Wajok Hulu, RT 3/2, Kecamatan Siantan, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Pak Usman merupakan tulang punggung keluarga, kesehariannya ia berkerja sebagai satpam kontrak di perusahaan swasta. Sakitnya berawal ketika jari jempolnya terkena pukulan palu saat membetulkan rumahnya, karena tidak segera diobati akhirnya terjadi infeksi pada jempolnya. Pada 25 Juni 2016, keluarga berinisiatif membawa Pak Usman ke RS Yarsi Pontianak dan dokter menyarankan untuk mengamputasi jempol tangannya agar infeksinya tidak menyebar ke bagian tangan yang lain. Delapan puluh hari pasca operasi Pak Usman merasakan ada yang mengganjal di bagian bawah ketiak kirinya. Setelah diperiksa ditemukan ada sel kanker yang sudah tumbuh, karena keterbatasan alat medis dokter merujuknya ke RS Dharmais Jakarta. Ketiadaan biaya membuat Pak Usman mengurungkan niat berobat ke Jakarta. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat membantu Pak Usman berobat ke Jakarta, namun setelah beberapa hari menjalani pengobatan di RS Dharmais Jakarta kondisinya menurun. Akhirnya pada 18 Desember 2016 Pak Usman meninggal dunia, Sedekah Rombongan turut membantu kepulangan jenazah dari Jakarta menuju Pontianak. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah dan diampuni segala dosanya, amin. Sebelumnya almarhum telah dibantu pada rombongan 931.

Jumlah Bantuan : Rp. 9.300.000,-
Tanggal : 18 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Pak usman menderita Kanker Kelenjar Getah Bening


MURSIDA BINTI YAHYA (48, Suspect Cirosis Hepatis). Alamat Jalan Trans Sulawesi RT 3/- Desa Salubomba Kecamatan Banawa Tengah Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah. Ibu Mursida mengidap penyakit liver yang menahun dan saat ini sedang dirawat di RS Umum Anutapura Palu. Kondisi terkini ibu Mursida masih dalam kondisi tak sadarkan diri, sulit makan, mengalami kesulitan buang air dan perut mengalami pembesaran serta seluruh badan membengkak. Sempat masuk beberapa hari di ruang intensif. Untuk sementara dokter mendiagnosis Ibu Mursida terkena penyakit Cirosis Hepatis atau pengerasan hati akibat penyakit liver atau hepatitis yang menahun.Beliau merupakan seorang ibu rumah tangga dan memiliki suami yang bernama Bapak Umar (50) yang bekerja sebagai nelayan. Saat ini jaminan kesehatan dalam bentuk apapun tidak dimiliki oleh Ibu Mursida, sehingga beliau dan keluarga merasa kesulitan dalam hal pengobatan.
Kurir sedekah rombongan mendatangi langsung ruang parawatan Ibu Mursida setelah mendapat informasi. Oleh karena itu kurir sedekah rombongan menyampaikan titipan dari para sedekaholics guna membantu meringankan biaya biaya berobat selama di rumah sakit. Tapi sayangnya musibah tidam dapat ditolak, dalam kurun waktu 4 hari setelah kurir sedekah rombongan berkunjung, pihak keluarga memberi kabar bahwa Ibu Mursida telah meninggal dunia pada hari Sabtu, 31 Desember 2016. Semoga semua amal ibadah Ibu Mursida diterima oleh Allah SWT.

Jumlah bantuan  : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Desember 2016
Kurir : Abdul Rasyid @Lismasari

Bu mursida menderita Suspect Cirosis Hepatis


AZIZAH BINTI AZIS (31, Tumor Abdomen).  Alamat Lrg.PPKD Kelurahan Tanjung Batu Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah. Ibu Azizah sudah sejak 3 bulan lamanya menahan sakit di bagian perut, dan terus mengalami pembengkakan. Setelah melakukan pemeriksaan di dokter dan di USG ternyata mengidap penyakit Tumor Abdomen atau dalam bahasa awam lebih dikenal sebagai tumor pada perut. Sehingga pihak keluarga membawa Ibu Azizah untuk dirawat di Rumah Sakit Umum Anutapura Palu. Setelah mendapatkan perawatan dan pemeriksaan beberapa hari di RS Anutapura Palu, pihak rumah sakit menyarankan untuk dilakukan operasi pengangkatan tumor tersebut. Namun dikarenakan keterbatasan alat medis di rumah sakit, maka pihak rumah sakit memberikan rujukan ke RS. Wahidin di makassar untuk operasi dan pengobatan lebih lanjut.  Ibu Azizah merupakan seorang ibu rumah tangga, beliau merupakan istri dari bapak Irfan (40) yang bekerja sebagai karyawan swasta dan memiliki tanggungan 4 orang anak. Selama pengobatanya Ibu Azizah menggunakan jaminan kesehatan BPJS ketenagakerjaan yang dimiliki oleh suami. Namun karena banyaknya beban yang ditanggung oleh keluarga ini, terkadang dirinya merasa kesulitan untuk biaya pengobatan dan biaya perawatan selama berobat di rumah sakit.
Setelah mendapatkan informasi terkait kondisi Ibu Azizah, maka kurir sedekah rombongan bergerak menuju ruang perawatan dan bertemu langsung dengan Ibu Azizah bersama suami. Bantuan yang dititipkan dari sedekaholics pun disampaikan guna membantu biaya pengobatan Ibu Azizah.

Jumlah bantuan  : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Desember 2016
Kurir : Rasyid via @Lismasari

Bu azizah menderita Tumor Abdomen

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 JANUAR DAFFA MAULANA 1,520,000
2 KARTINI BINTI SAMIYO 1,689,400
3 TRI PURNOMO APRIANTO 2,710,800
4 MTSR TASIKMALAYA 500,000
5 AMAR BIN MAHMUD 500,000
6 MIA SUNTARA 500,000
7 HERU PRIYATNO 500,000
8 LUTFHI ARYA FIRDAUS 1,735,900
9 ARNAYU BINTI AJID 1,000,000
10 ROSID BIN BOIH 500,000
11 MUJONO BIN SUGI HARTONO 1,000,000
12 MTSR BEKASI 1,500,000
13 FARID ABDULLAH 1,638,200
14 BAYI SITI KARLINA 2,500,000
15 SUNARSIH BINTI SOMADI 1,000,000
16 FAQIH HIDAYAT 1,000,000
17 SALI BIN SUMITRA 500,000
18 JUWI BINTI ASWAN 500,000
19 DALIMIN BIN TARMO SUTARYO 1,876,500
20 UYUM BINTI ARJU 500,000
21 DEWI CEMPAKA PANJAITAN 1,000,000
22 ANIH SUMARNI 500,000
23 PUTRI MULYANI 500,000
24 EKO PRAYITNO 2,835,200
25 RIAN JUNIOR 1,200,000
26 WINANTI BINTI TAYAT 3,786,400
27 APRILIA CASSANDRA SYAFFARIYANI 1,422,000
28 KATNI JARTO 1,628,750
29 YANUAR TRIADI 1,387,500
30 SURADI BIN SONO KARTO 1,209,800
31 RSSR WONOGIRI 3,820,970
32 YUYUN YUNINGSIH 500,000
33 AS SHAFA BINTI PURYADI 2,500,000
34 ABDUL ACIL BIN HAFID 500,000
35 PASTIA BINTI TADILO 750,000
36 JAMALUDDIN BIN MATALITTI 500,000
37 JUHARIA BINTI ALIGE 1,000,000
38 NUR SALI 500,000
39 SAFINA BINTI BINARSO 1,000,000
40 MTSR JEMBER 15,332,000
41 RSSR JEMBER 29,331,000
42 MUHAMMAD ROSYIKUL ILMI 500,000
43 SARYANTO BIN AHMADI 1,000,000
44 NARSEM BINTI TAWIRAJI 1,000,000
45 MTSR PURWOKERTO 6,700,000
46 PARSONO BIN SANMIARDI 500,000
47 SOBIRIN BIN TIRTA 1,000,000
48 SAIJAH BINTI SANTAKRIP 1,500,000
49 ATOK SELA 1,000,000
50 IYAT FARIS 1,000,000
51 ABDUL RANI 2,000,000
52 USMAN BIN M SALEH 9,300,000
53 MURSIDA BINTI YAHYA 500,000
54 AZIZAH BINTI AZIS 1,000,000
Total 121,374,420

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 121,374,420,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 940 ROMBONGAN

Rp. 45,947,964,359,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...