Rombongan 939

Kamu tidak akan memperoleh kebaikan, sebelum kamu kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.
Posted by on January 8, 2017

VINA HERMAYANI (20, Tuberkulosis Paru). Alamat : Jl. Cokro Suwarno, Gg. Pesantren Miftahul Ulum, Dusun Sukaraja 8, RT 1/-, Desa Sukaraja, Kec. Gedong Tataan, Kab. Pesawaran, Prov. Lampung. Berawal dari kondisi fisik yang semakin melemah, gadis ceria yang biasa dikenal dengan panggilan Vina merasakan perubahan yang sangat drastis terjadi pada dirinya. Badan yang semakin mengurus selama kurang lebih 2 tahun terakhir dianggap oleh pihak keluarga hanyalah sakit biasa yang akan sembuh seiring dengan waktu. Tahun ini, akhirnya Vina terpaksa dilarikan ke Puskesmas terdekat kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Ganeza Medical Centre (RSGMC). Diagnosis dokter RSGMC Vina telah mengidap Tuberkulosis Paru (TB) dan harus mengkonsumsi obat selama 6 bulan. Vinapun sempat dirawat di ruang isolasi RS Advent. Terakhir Vina menjalani pengobatan di RS Abdul Moeloek dengan kondisi perut yang membuncit. Kini ia melakukan kontrol bulanan di Puskesmas karna keterbatasan biaya transportasi. Tukirin (57) adalah ayah dari Vina dan ibunya bernama Painem (47), mereka tinggal di rumah sederhana. Pekerjaan Tukirin sebagai buruh serabutan hanya cukup digunakan untuk kebutuhan sehari-hari menafkahi istri dan 2 orang anaknya. Pengobatan Vina selama ini menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Pihak keluarga merasakan kesulitan biaya transportasi untuk kontrol yang dilakukan setiap bulan. Melihat kondisi tersebut kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan awal untuk membantu biaya transportasi pengobatan. Semoga Vina lekas sembuh dan segera pulih kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Desember 2016
Kurir : @andradideri @jajangfajar @jjtari @akuokawai

Vina menderita Tuberkulosis Paru


AJUN KOMISARIS (19, Hydrocephalus). Alamat : Desa Kebumen, RT 1/1, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Awal Maret 2016 Ajun sering mengeluh sakit di kepalanya. Namun olehnya keluhan tersebut dianggap sebagai sakit kepala biasa. Dan puncaknya terjadi ketika Ajun sedang bermain futsal, saat bermain tiba – tiba Ajun pingsan. Kemudian oleh keluarga, Ajun di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pringsewu dan dokter di RS tersebut menganjurkan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung dikarenakan dokter mendiagnosis adanya penyumbatan saluran pembuangan caian di otak Ajun yang mengakibatkan ukuran kepala Ajun lebih membesar (Hydrochaephalus). Di RSAM Bandar Lampung dilakukan tindakan operasi dan dirawat inap kurang lebih selama 20 hari. Setelah itu Ajun diperbolehkan pulang dan meneruskan pengobatan di RSUD Pringsewu. Namun pengobatan tidak dilanjutkan dikarenakan biaya dan juga jarak rumah dengan RSUD cukup jauh sehingga, keluarganya beralih ke pengobatan alternatif. Kondisi Ajun saat ini hanya bisa berbaring, tangan kiri tidak bisa digerakkan, pandangannya kabur dan tidak bisa berjalan. Ayah Ajun, Aup (60) hanya bekerja sebagai petani dan ibunya, Salinem (60)  seorang Ibu Rumah Tangga. Penghasilan yang diperoleh keluarga Ajun hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Selama ini pengobatan Ajun di Rumah Sakit ditanggung jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun mengingat jarak tempat tinggal ke RS sangat jauh, keluarga mengalami kendala biaya transportasi. Keluarga mengungkapkan kesedihannya pada kurir Sedekah Rombongan. Melihat kondisi ini, kurir Sedekah Rombongan ikut merasakan kesedihan yang dialami keluarga, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya transportasi. Semoga Ajun dapat segera sembuh sehingga ia bisa beraktivitas kembali seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 November 2016
Kurir : @andradideri @jajang_fajar Leni @rn_irmala @akuokawai

Ajun menderita Hydrocephalus


NOPI DIYANTO (28, Gangguan Jiwa). Dusun Sumberahayu, RT 1/2, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sumber Rejo, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Berawal dari tahun 2010 Nopi yang tinggal bersama kakaknya mulai bersikap beda dari sebelumnya. Tidak suka berkumpul dengan teman kerjanya dan lebih suka menyendiri. Kadang jika ada tamu berkunjung ke rumahnya Nopi memilih menghindar dan berdiam diri di kamar. Oleh kakaknya, Nopi dibawa berobat ke sebuah pondok pesantren di Serang, Banten. Baru sekitar tiga hari, ia kabur ke rumah kakaknya dan ingin pulang ke Lampung. Karena tidak ada penanganan secara medis, kini kondisinya sudah mulai membahayakan warga sekitarnya. Terkadang ia bekerja sebgai buruh tani seperti orang pada umumnya, tetapi terkadang ia bisa melakukan perbuatan yang tidak sopan kepada orang lain. Sampai saat ini Nopi belum pernah diberobatkan secara medis karena faktor biaya. Ayahnya sudah pergi meninggalkannya sejak ia masih kecil, ibunya dengan kondisi tangan yang tidak sempurna berjualan sayuran keliling kampung. Nopi terdaftar sebagai anggota JKN-KIS PBI, meskipun demikian keluarga terkendal biaya transportasi membawa Nopi berobat. Kurir Sedekah Rombongan yang mendengar hal tersebut ikut merasakan kesedihan yang dialami keluarga, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya transportasi ke Rumah Sakit Jiwa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Desember 2016
Kurir : @andradideri @jajang_fajar Leni @akuokawai

Nopi menderita Gangguan Jiwa


SAENI BINTI ZAELANI (36, Vulnus Amputatum dan Osteomyelitis). Alamat : Dusun Banjar Mulyo, RT 1/2, Desa Banjar Agung Ilir, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Pada 26 Juli 2016 Ibu Saeni mengalami kecelakan lalu lintas, sepeda motor yang dikendarai Ibu Saeni bersama anaknya tertabrak bus dalam kota. Kaki Ibu Saeni terlindas roda bus tersebut yang mengakibatkan kakinya remuk sehingga salah satu kakinya harus diamputasi. Ibu Saeni sempat dirawat di RS Mitra Husada Pringsewu selama 9 hari, dan sekarang hanya di rawat di rumahnya. Kondisi salah satu kakinya yang diamputasi semakin memburuk. Di atas lututnya terdapat luka berlubang yang cukup besar dan mulai membusuk, dicurigai Ibu Saeni terkena radang tulang atau osteomyelitis. Keadaan Ibu Saeni saat ini semakin membaik, luka di paha kanan pun sudah menutup dengan baik, namun luka di daerah bokong masih belum sembuh sehingga harus dibersihkan setiap hari oleh perawat dan harus kontrol ke rumah sakit. Pekerjaan suami Ibu Saeni, Tego Dintik (41), adalah buruh terkadang juga menjadi supir. Alhamdulillah saat ini Ibu Saeni sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS PBI sehingga biaya kontrol bisa terbantu namun untuk visit perawat dan transportasi Ibu Saeni masih merasa kesulitan. Melihat kondisi tersebut santunan ke tiga pun diberikan untuk biaya transportasi Ibu Saeni. Semoga Ibu Saeni segera sembuh secara total. Ibu Saeni sebelumnya pernah dibantu dan masuk pada Rombongan 902.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Desember 2016
Kurir : @andradideri @jajang_fajar Maria @akuokawai

Bu saeni menderita Vulnus Amputatum dan Osteomyelitis


SUAIBI BIN AMIN (60, Asma + Gatal-Gatal). Alamat : Desa Banjar Agung Ilir, RT 1/2, Kec. Pugung, Kab. Tanggamus, Prov. Lampung. Bapak Suaibi mengalami gatal-gatal sekitar tahun 2000 dibagian tangan kiri tetapi tidak pernah diobati karena dianggap biasa saja. Namun 2 tahun terakhir sekitar tahun 2014 gatal-gatal bagian tangan kiri semakin gatal dan melebar,  kemudian Bapak Suaibi periksa ke Puskesmas di Desa Rantau Tijang diberi salep tetapi tidak ada perubahan. Bapak Suaibi kembali lagi ke Puskesmas yg sama di beri salep lagi tetapi tetep tidak ada perubahan hingga sampai saat ini Bapak Suaibi tidak pernah berobat lagi dan gatal dibagian tangan kiri semakin melebar. Awal 2016 Bapak Suaibi batuk-batuk susah buat napas sesak dadanya kalau abis kerja berat karena pekerjaan Bapak Suaibi buruh bangunan jika ada yg membutuhkan tenaganya. Bapak Suaibi periksa ke Puskesmas di Desa Rantau Tijang dokter mendiagnosis ada penyakit asma. Kondisi Bapak Suaibi saat ini tangan bagian kiri gatal yg semakin melebar dan batuk-batuk. Bapak Suaibi (60) seorang buruh yang berpanghasilan tidak tetap, sedangkan istrinya suhriah (48) Ibu Rumah Tangga sekaligus mengurus ketiga anak mereka. Bapak Suaibi tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga kesulitan dalam biaya berobat dan transportasi. Melihat kondisi tersebut kurir Sedekah Rombongan mendatangi kediaman Bapak Suaibi dan menyampaikan santunan awal untuk membantu biaya pengobatan. Semoga Bapak Suaibi lekas sembuh dari penyakit asma dan gatal-gatalnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 9 Desember 2016
Kurir : @andradideri @jajangfajar @ummusofiayusuf @akuokawai

Pak suabi menderita Asma + Gatal-Gatal


SUPRIYANTO BIN SUKRI (42, Ca Colon). Alamat : Dusun Sidomulyo, RT 4/1, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Pada tahun 2013 Bapak Supriyanto sering mengalami pegal-pegal, kemudian Bapak Supriyatno berobat ke mantri terdekat. Setahun kemudian kondisi Bapak Supriyanto belum membaik. Tahun 2014 Keluarga memutuskan untuk pindah tempat tinggal di desa yang dekat dengan fasilitas kesehatan. Setelah pindah selama 2 tahun beliau rutin berobat di Puskesmas terdekat. Kondisi kesehatannya semakin memburuk setiap hari ditandai dengan keluarnya darah saat buang air besar. Dengan bantuan dari masyarakat, Bapak Supriyanto dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pringsewu. Dokter RSUD Pringsewu mendiagnosis beliau terkena Ca Colon atau kanker pada usus besar dan harus segera dioperasi. Ibu Wati (30) adalah istri dari Bapak Supriyanto yang bekerja sebagai buruh cuci. Penghasilan sebagai buruh cuci hanya cukup untuk biaya kehidupan sehari-hari. Pengobatan Bapak Supriyanto menggunakan kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS mandiri kelas III yang pembuatannya dibantu dengan dana masyarakat setempat namun saat ini ada tunggakan. Keterbatasan ekonomi membuat keadaan Bapak Supriyanto semakin memburuk. Melihat kondisi ini, kurir Sedekah Rombongan ikut merasakan kesedihan yang dialami keluarga, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya pengobatan dan transportasi. Semoga Bapak Supriyanto dapat segera sembuh sehingga ia bisa beraktivitas kembali seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Desember 2016
Kurir : @andradideri @jajang_fajar Leni @akuokawai

Pak supriyanto menderita Ca Colon


ALYA RAHMAWATI (10, Leukemia). Alamat : Jl. Kenanga, No. 48, RT 3/2, Kelurahan Grendeng, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala awal penyakit yang diderita Dik Alya bermula pada Juli 2016 ketika ia mengalami demam tinggi. Orang tuanya segera membawa Dik Alya ke Rumah Sakit Tentara (RST) Wijaya Kusuma Purwokerto. Dokter mendiagnosis Dik Alya mengalami demam berdarah. Pengobatan Dik Alya berlanjut ke dr. Novita Sabdjan di Pabuaran. Hasil pemeriksaan Ultra Sono Graphy (USG) menunjukkan bahwa ia menderita leukemia atau kanker darah. Sejak 18 Agustus 2016 Dik Alya meneruskan pengobatan ke Rumah Sakit (RS) Sardjito untuk pengobatan lebih lanjut, yaitu dengan kemoterapi. Saat ini ia masih menjalani kemoterapi rutin di RS Sardjito. Dik Alya adalah anak dari pasangan Bapak Sahirun (36) dan Ibu Nursi Winanti (30). Bapak Sahirun bekerja sebagai tukang kayu berpenghasilan kecil, sedangkan Ibu Nursi adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga yang kecil hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Dik Alya dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun keluarga masih kesulitan memenuhi biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan di RS Sardjito serta obat yang tidak masuk dalam jaminan BPJS. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Alya. Santunan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan di RS Sardjito serta obat yang tidak masuk dalam jaminan BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @ddeean Allen @paulsyifa

Alya menderita Leukemia


GIAN ADITYA ARDHANI (3, Anemia Hemolitik). Alamat : RT 4/3, Desa Sirkadi, Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sejak usia 2 tahun, Dik Gian didiagnosis menderita anemia hemolitik. Anemia hemolitik adalah suatu keadaan penyakit yang disebabkan oleh proses autoimun disease atau antibodi dan sistem imun diri sendiri yang meyerang dirinya sendiri sehingga mengakibatkan terjadinya anemia atau kekurangan sel darah merah pada pasien tersebut. Ia pernah dirawat di Rumah Sakit (RS) Panti Waluyo, RS Caruban Madiun, RS Emanuel Klampok hingga akhirnya dirujuk ke RS Sardjito Yogyakarta sampai sekarang. Ia harus melakukan transfusi darah setiap minggu dan mengkonsumsi obat-obatan, seperti IVIG yang harganya mahal. Kini Dik Gian sulit makan, sering mual, muntah dan lemas. Dik Gian adalah anak dari pasangan Bapak Gunawan (31) dan Ibu Laeli Nur Jannah (22). Bapak Gunawan kini tidak bekerja karena merawat anaknya yang sakit, sedangkan Ibu Laeli adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka sangat kesulitan untuk membiaya kebutuhan hidupnya sehari-hari. Biaya pengobatan Dik Gian dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun keluarga masih harus mencari dana untuk biaya transportasi dan akomodasi selama di rumah sakit serta obat yang tidak dalam tanggungan BPJS. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Gian. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialaminya. Santunan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama di rumah sakit serta obat yang tidak dalam tanggungan BPJS. Semoga pengobatan Dik Gian berjalan lancar dan ia segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @KangImam Allen @paulsyifa

Gian menderita Anemia Hemolitik


RSSR PURWOKERTO (Bantuan Operasional RSSR Bulan Oktober Tahun 2016). Alamat : Jl. Penatusan, Gang 1, No. 5, RT 1/2, Kelurahan Purwokerto Wetan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Tegal dan Ciamis yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk kebutuhan operasional bulanan RSSR. Bantuan untuk RSSR sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 906. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.049.500,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @olipe_oile

Bantuan Operasional RSSR Bulan Oktober Tahun 2016


FAHRI FIRMANSYAH (4, Neuroblastoma). Alamat : RT 3/6, Desa Kedungreja, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Dik Fahri didiagnosis menderita tumor ganas yang menyerang syaraf (neuroblastoma) stadium 4 pada Oktober 2015. Dari hasil pemeriksaan diketahui benjolan terdapat di atas ginjal. Karena keterbatasan biaya, ia baru memulai pengobatannya pada Maret 2016. Dik Fahri menjalani kemoterapi rutin setiap dua kali dalam satu bulan di Rumah Sakit (RS) Sardjito. Alhamdulillah pengobatannya berjalan lancar. Kini tumor  sudah mengecil menjadi 5cm. Dokter yang menangani Dik Fahri menyarankan agar asupan gizinya diperhatikan, seperti konsumsi telur 3 kali dalam sehari serta perbanyak konsumsi buah dan sayur. Dik Fahri adalah anak kedua dari pasangan Alm. Sukarso dan Tusmira (36). Ibu Tusmira adalah seorang ibu rumah tangga. Anak pertamanya masih bersekolah kelas 5 sekolah dasar. Alhamdulillah biaya pengobatan Dik Fahri dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun Ibu Tusmira masih kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, vitamin, madu serta transportasi dan akomodasi selama pengobatan Dik Fahri di RS Sardjito Yogyakarta. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Fahri. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami keluarganya. Santunan diberikan untuk membantu biaya transportasi dan keperluan sehari-hari. Semoga pengobatan Dik Fahri berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @ddeean @misterrmoo @iwunn @virgiawanadr @paulsyifa

Fahri menderita Neuroblastoma


SUGIYONO BIN DUL MUKTI (45, Tuberculosis Paru). Alamat : Jl. Bahrun, RT 4/1, Kelurahan Purwokerto Wetan, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Sugiyono didiagnosa menderita tuberculosis paru pada tahun 2005. Tuberculosis paru merupakan infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh bakteri tuberculosis. Beliau kemudian dirawat selama 6 bulan. Setelah kondisinya membaik, Bapak Sugiyono kembali bekerja seperti semula. Namun kondisinya kembali memburuk. Bapak Sugiyono kembali batuk dan sesak nafas. Belia kembali dirawat intensif selama 6 bulan dan kondisinya membaik. Tidak lama kemudian, kondisinya kembali memburuk dan semakin sulit bernafas. Akhir November 2016, beliau dibawa ke Rumah Sakit (RS) Margono Purwokerto untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Bapak Sugiyono kemudian dirujuk ke RS Moewardi Solo untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut. Kini beliau masih sesak nafas dan batuk belum sembuh sehingga masih menjalani perawatan. Sebelum sakit, Bapak Sugiyono bekerja sebagai buruh bangunan. Kini beliau tinggal bersama ibu dan adik-adiknya. Ibunya, Rupinah (72) adalah seorang ibu rumah tangga. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka dibantu oleh adik-adik Bapak Sugiyono yang juga berpenghasilan kecil. Biaya pengobatan dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun beliau masih harus memikirkan biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sugiyono, sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Semoga beliau segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @misterrmoo @virgiawanadr @paulsyifa

Pak sugiyono menderita Tuberculosis Paru


SUTRISTIYANINGSIH BINTI MARTADIKRAMA (47, Kanker Payudara Kanan). Alamat : RT 5/2, Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah.Gejala penyakit yang dialami Ibu Sutris bermula pada tahun 2014. Muncul benjolan pada payudara kanannya. Beliau kemudian memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Dari hasil pemeriksaan, Ibu Sutris didiagnosa menderita kanker payudara kanan. Sejak saat itu beliau baru berobat sekali karena keterbatasan biaya. Kini beliau hanya dapat menahan sakit, terutama pada tangan kanannya. Kondisi ini membuat beliau sulit tidur. Ibu Sutris adalah istri dari Alm. Suoarmono. Beliau seorang ibu rumah tangga. Terkadang Ibu Sutris membuat jajanan kecil bila ada pesanan, itu pun jika kondisinya sedang sehat. Penghasilannya yang kecil sulit untuk mencukupi biaya hidup sehari-hari bersama anaknya yang masih bersekolah di sekolah dasar. Biaya pengobatan Ibu Sutris dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun beliau kesulitan untuk membayar biaya iuran bulanan jaminan kesehatan, kebutuhan sehari-hari, serta transportasi dan akomodasi selama berobat. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sutris. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami keluarga Ibu Sutris. Santunan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya iuran bulanan JKN-KIS Non PBI kelas III, transportasi dan kebutuhan sehari-hari. Semoga Ibu Sutris segera diangkat penyakitnya sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @ddeean @misterrmoo @ajiprst @paulsyifa

Bu sutris menderita Kanker Payudara Kanan


WINDI NUR SULISTYANINGRUM (10, Jantung Bocor). Alamat : RT 5/2, Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala penyakit yang diderita Dik Windi bermula pada tahun 2013. Ia merasakan jantungnya berdetak dengan keras, mudah lelah dan sesak nafas. Orang tuanya membawa Dik Windi berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Ia kemudian di rujuk ke RSUD Margono dan didiagnosa menderita jantung bocor. Pengobatan Dik Windi dilanjutkan di RSUD Sardjito. Alhamdulillah pengobatannya berjalan lancar. Kini Dik Windi dalam kondisi yang baik. Ia dijadwalkan menjalani cek jantung kembali pada Februari 2017. Dik Windi adalah anak ketiga dari pasangan Alm. Suparmono dan Sutristiyaningsih (47). Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang terkadang membuat jajanan pasar bila ada pesanan. Kedua kakaknya sudah bekerja dengan penghasilan yang masih kecil. Biaya pengobatan Dik Windi dapat dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun keluarganya kesulitan untuk membayar biaya iuran bulanan jaminan kesehatan, kebutuhan sehari-hari, serta transportasi dan akomodasi selama berobat. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Windi. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialaminya. Santunan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya iuran bulanan JKN-KIS Non PBI kelas III, transportasi dan kebutuhan sehari-hari. Semoga Dik WIndi segera diangkat penyakitnya sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @ddeean @misterrmoo @ajiprst @paulsyifa

Windi menderita Jantung Bocor


SANIP YESAYA (57, Diabetes Melitus + Post Amputatum Kaki Kanan). Alamat : RT 1/7, Desa Sanggreman, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah.Bapak Sanip didiagnosis menderita diabetes melitus (DM) atau penyakit gula pada tahun 2003. Sejak saat itu ia rutin berobat untuk mengontrol kadar gula darahnya. Tahun 2011, beliau terluka di kaki kanannya. Karena beliau menderita DM maka lukanya tidak kunjung sembuh dan akhirnya harus diamputasi. Bapak Sanip sudah menjalani operasi amputasi kaki kanan di bawah lutut (post amputatum kaki kanan) dengan lancar. Kini beliau tidak dapat berjalan dan membutuhkan bantuan kaki palsu. Bapak Sanip dulu adalah seorang penyanyi lagu-lagu rohani. Semenjak didiagnosis menderita DM, kehidupannya berubah. Tabungan dan harta bendanya habis dijual untuk membiayai pengobatannya. Kini ia tinggal dengan istrinya, Sri Wahyuni (54) yang seorang ibu rumah tangga. Anak-anaknya merantau ke luar kota. Biaya hidup Bapak Sanip dan istrinya hanya dapat mengandalkan penghasilan anak-anaknya yang kecil. Biaya pengobatannya dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun  beliau tidak memiliki biaya untuk membeli kaki palsu untuk membantu aktifitasnya sehari-hari. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan Bapak Sanip. Bantuan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya pengadaan kaki palsu. Semoga Bapak Sanip dapat beraktifitas lebih leluasa dengan bantuan kaki palsunya.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 21 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @misterrmoo @paulsyifa

Pak sanip menderita Diabetes Melitus + Post Amputatum Kaki Kanan


ALDI EKA SAPUTRA (16, Post Amputatum Kaki Kanan). Alamat : RT 4/5, Desa Tipar, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Aldi mengalami kecelakaan lalulintas pada Oktober 2016. Saat itu ia sedang mengendarai sepeda motor bersama temannya. Naas ia mengalami kecelakaan dan kaki kanannya terlindas truk. Seketika itu juga ia langsungdibawa ke Rumah Sakit (RS) Siaga Medika untuk mendapatkan pertolongan. Kondisi luka di kaki kanannya yang parah membuatnya harus diamputasi. Aldi telah menjalani operasi amputasi kaki kanan (post amputatum kaki kanan) di atas lutut dengan lancar. Saat ini ia sedang dalam masa penyembuhan pasca operasi. Aldi adalah anak dari pasangan Antoni Septiono (43) dan Kusyati (41). Ayahnya bekerja sebagai buruh berpenghasilan kecil, sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga yang kecil hanya dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Aldi dapat dibantu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Ia membutuhkan kaki palsu untuk membantu aktifitasnya, namun tidak memiliki biaya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Aldi. Bantuan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya pengadaan kaki palsunya. Semoga Aldi dapat beraktifitas lebih leluasa dan percaya diri dengan bantuan kaki palsunya.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.750.000,-
Tanggal : 21 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @misterrmoo Puspita @paulsyifa

Aldi menderita Post Amputatum Kaki Kanan


AHMAD IMAM SANTOSO (16, Leukemia). Alamat : RT 1/2, Dusun Karang Kemiri, Desa Gancang, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Imam mengalami gejala pusing, mual, perut membesar dan sering tidak sadarkan diri. Orang tuanya segera membawa Imam ke Rumah Sakit (RS) Ajibarang. Dari RS Ajibarang, pengobatan Imam kemudian berlanjut ke RS Margono. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia menderita leukemia atau kanker darah. Imam pun dirujuk untuk melanjutkan pengobatan di RS Karyadi. Sejak saat itu, ia harus menjalani kemoterapi rutin setiap minggu. Imam adalah anak dari pasangan Alm. Charim Ahmad Muhajir dan Katiwen (42). Ibu Katiwen adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarganya yang sangat kecil terkadang kurang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Imam dapat dibantu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun ia harus mencari dana untuk biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan di RS Karyadi yang berlokasi jauh dari tempat tinggalnya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Imam. Sedekah Rombongan menrasakan kesulitan yang dihadapi Imam. Santunan dari sedekaholics diberikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Semoga pengobatan Imam berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Desember 2016
Kurir : @arfanesia Yunanto @paulsyifa

Imam menderita Leukemia


SOBIRIN BIN RADUN (47, Tumor Usus). Alamat : RT 5/3, Dusun Caruban, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Gejala awal yang dialami Bapak Sobirin berawal pada Januari 2016. Saat buang air besar, beliau mengeluarkan darah. Beliau memeriksakan diri ke Rumah Sakit (RS) Amanda. Bapak Sobirin kemudian dirujuk ke RS Margono. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau menderita tumor usus yang mengharuskannya segera dioperasi. Operasi dilakukan pada Mei 2016, kemudian dilanjutkan 12 kali kemoterapi dan 25 kali sinar. Hingga saat ini Bapak Sobirin sudah menjalani 10 kali kemoterapi. Beliau rutin menjalani terapi sinar di RS Margono setiap Senin hingga Jumat. Sebelum sakit, Bapak Sobirin bekerja sebagai buruh serabutan. Istrinya, Tuti (30) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilannya yang kecil hanya mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari mereka beserta ke tiga orang anaknya yang masih berusia 12, 9 dan 2 tahun. Biaya pengobatan Bapak Sobirin dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun beliau masih kesulitan memenuhi  biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sobirin. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dihadapinya. Bantuan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan ke rumah sakit. Semoga Bapak Sobirin segera diberi kesehatan dan dapat bekerja seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @misterrmoo @virgiawanadr @paulsyifa

Pak sobirin menderita Tumor Usus


YULIANTO BIN NASIR (37, GagalGinjal + Sakit Paru-Paru + Jantung Bengkak). Alamat : Jl. Kulon, RT 1/3, Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Yulianto mengalami gejala sesak nafas, batuk, jantung berdebar-debar dan cepat lelah sejak tahun 2014. Bapak Yulianto kemudian diperiksa di Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau  mengalami gagal ginjal, komplikasi pada paru-paru dan jantung bengkak. Sejak saat itu Bapak Yulianto harus menjalani cuci darah rutin yaitu seminggu dua kali. Disamping itu, untuk mengatasi batuk dan sesak nafasnya ia harus menggunakan tabung oksigen yang dalam sehari dapat menghabiskan hampir 2 tabung oksigen. Sejak sakit, Mas Yulianto tidak dapat bekerja. Istrinya yang berjualan batagor tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk biaya berobatnya. Sedangkan kedua anaknya masih bersekolah  di TK dan SD. Biaya pengobatan dapat dibantu jaminan kesehatan berupa Jamkesmas yang dimilikinya.Namun biaya membeli tabung oksigen tidak termasuk dalam tanggungan jamkesmas, sehingga Bapak Yulianto harus mencari dana untuk membeli tabung oksigen tersebut. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau. Sedekah Rombongan kembali memberikan santunan untuk membeli tabung oksigen sebanyak 20 tabung.  Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat di rombongan 907. Saat ini kondisi Bapak Yulianto masih lemah, batuk-batuk, sesak nafas dan masih harus cuci darah rutin setiap dua kali seminggu serta memerlukan oksigen untuk membantu pernafasan.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000,-
Tanggal : 24 Desember 2016
Kurir : @arfanesia Yunanto @paulsyifa

Pak yulianto menderita GagalGinjal + Sakit Paru-Paru + Jantung Bengkak


RSSR PURWOKERTO (Bantuan Operasional RSSR Bulan Desember Tahun 2016). Alamat : Jl. Penatusan, Gang 1, No. 5, RT 1/2, Kelurahan Purwokerto Wetan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Tegal dan Ciamis yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk kebutuhan operasional bulanan, biaya pengecatan rumah dan syukuran RSSR. Bantuan untuk RSSR sebelumnya sudah masuk dalam rombongan . Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.010.750,-
Tanggal : 31 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @olipe_oile

Bantuan Operasional RSSR Bulan Desember Tahun 2016


MARTONO SATIM (72, Post Operasi Pelepasan Pen Kaki Kanan). Alamat : Desa Pekuncen, RT 1/6, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Propinsi Jawa Tengah. Empat tahun yang lalu Bapak Martono mengalami kecelakaan yang  mengakibatkan patah tulang di kaki kanannya. Operasi penyembuhan kaki kanannya tersebut dilakukan di Rumah Sakit (RS) Ortopedi Purwokerto dan operasinya berjalan lancar. Pada tahun 2014 Bapak Martono kembali dioperasi untuk mengambil pen di RS Margono. Kini kaki kanan beliau masih terasa sakit dan linu, sehingga Pak Martono membutuhkan bantuan kruk untuk berjalan. Pasca pelepasan pen tersebut, Bapak Martono baru kontrol sebanyak 3 kali dan masih harus kontrol beberapa kali lagi. Bapak Martono dan istrinya, Karsem (69) berprofesi sebagai buruh tani yang penghasilannya hanya dapat mencukupi kehidupan sehari-hari. Selama ini biaya pengobatan  beliau dapat dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun tidak semua obatnya ditanggung oleh BPJS, sehingga Bapak Martono masih memiliki kesulitan dalam berobat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Martono sehingga diberikan kesempatan untuk menyampaikan santunan awal yang dapat dipergunakan sebagai pembayaran biaya obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, semoga sakit Bapak Martono segera diangkat sehingga beliau dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 September 2016
Kurir : @arfanesia @kusumawardani05 Nanang @paulsyifa

Pak martono menderita Post Operasi Pelepasan Pen Kaki Kanan


SD MUHAMMADIYAH 2 (Operasional sekolah). Alamat: Jln. Basuki Rahmat, Km 10, RT/RW 5/2, Kelurahan Sawagumu, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. SD Muhammadiyah 2 adalah sekolah di bawah Yayasan Muhammadiyah yang sedang mendapatkan kesulitan dengan pembebasan lahan. Pemilik lahan tiba-tiba meminta ganti rugi 500 juta rupiah. Pihak yayasan berinisiatif membuat Bazar Amal dan penggalangan dana dari berbagai sumber. Kurir #sedekahrombongan mendengar informasi ini dan menemui Kepala Sekolah, Bapak Winarno. Selain masalah lahan tersebut, bapak kepala sekolah juga menyampaikan sulitnya membiayai guru honorer disebabkan umumnya siswa sekolah berasal dari keluarga kurang mampu. Jumlah siswa dari keluarga kurang mampu sebayak 325 orang dari total jumlah siswa 437 orang. Dengan demikian banyak siswa yang terlambat membayar uang bulanan dan bahkan ada yang tidak sanggup membayar. Bantuan melalui #sedekahrombongan disampaikan guna meringankan kebutuhan biaya dan operasional sekolah.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 21 November 2016
Kurir : @bratamanggala via @hamdansorong

Bantuan operasional sekolah


RSSR SORONG (Biaya Operasional Oktober 2016). Alamat: Jl. Sele Be Solu, Kelurahan Klawalu, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Kota Sorong merupakan wilayah yang strategis untuk pendirian rumah singgah karena hampir semua penduduk luar kota sekitar Sorong mengakses rumah sakit-rumah sakit yang ada di Kota Sorong untuk layanan fasilitas yang lebih lengkap. Pasien-pasien luar kota seperti dari  Raja Ampat, Kabupaten Sorong, Bintuni, Fakfak dan lainnya. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) merupakan rumah yang dapat dijadikan persinggahan pasien-pasien duafa yang berasal dari luar Kota Sorong. Keberadaan rumah singgah dibutuhkan untuk mengatasi kendala akomodasi bagi pasien yang sedang mengantri kamar di rumah sakit Kota Sorong. Dana untuk Oktober ini digunakan untuk membiayai operasional bulanan rumah singgah. Bantuan operasional RSSR ini disampaikan pada laporan sebelumnya yaitu rombongan #913.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.400.000,-
Tanggal: 31 Oktober 2016
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Biaya Operasional Oktober 2016


FIRNA YAKIRE (1, Hydrocephalus). Alamat: Jln. Kanal Victory, KM.10, RT/RW 2/3, Kelurahan Kladufu, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Dik Firna didiagnosa oleh dokter menderita Hydrocephalus. Pada awal kelahiran tidak ada tanda maupun gejala yang terlihat dari tengkorak kepalanya. Namun setelah 3 bulan berjalan, baru mulai terlihat perubahan pada kepalanya yang semakin membesar. Kemudian Dik Firna dibawa orangtuanya ke Puskesmas Klasaman untuk pemeriksaan awal. Dari puskesmas tersebut, Dik Firna dirujuk ke RSUD Kabupaten Sorong untuk pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter spesialis bedah. Selama masa pengobatan, Dik Firna menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) sehingga sangat meringankan biaya yang harus dibayarkan. Dokter bedah kemudian menyarankan agar Dik Firna melakukan operasi di rumah sakit Semarang, Jawa Tengah, karena fasilitas disana lebih lengkap. Hal inilah yang menjadi keberatan orang tua Dik Firna untuk melanjutkan pengobatan. Pekerjaan bapaknya Firna, Simon Yakire (42 tahun), sebagai buruh bangunan dan untuk sampingannya dengan mencari kayu Mangi-mangi untuk dijual kembali. Kurir #sedekahrombongan mengetahui informasi ini kemudian menemui orangtua Dik Firna untuk informasi awal terlebih dahulu. Ternyata betul ibunya mengeluhkan besarnya biaya jika harus berangkat ke Semarang, seperti tiket dan biaya hidup selama pengobatan. Bantuan awal diberikan untuk pemeriksaan rutin Dik Firna sambil menunggu pengumpulan biaya Dik Firna apabila jadi dibawa ke rumah sakit di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 November 2016
Kurir : @bratamanggala via @hamdansorong

Firna menderita Hydrocephalus


GESLER PENAONDE (2, Bibir sumbing). Alamat: Jln. Duyung, RT/RW 2/3, Kelurahan Doom Timur, Distrik Sorong Kepulauan, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Dik Gesler menderita bibir sumbing. Dalam upaya pengobatan, Dik Gesler sudah disarankan mendapatkan operasi bibir sumbing oleh dokter sejak 3 bulan lalu. Namun, sampai saat ini masih harus mengantri karena banyak jadwal operasi di RSUD Kota Sorong. Dik Gesler dan keluarganya tinggal didaerah kepulauan. Sehingga untuk mengakses rumah sakit terdekat harus menempuh perjalanan menggunakan transportasi laut. Selama pemeriksaan kondisinya, Dik Gesler menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Bapaknya Gesler bekerja sebagai buruh bangunan dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan. Saat ditanya bagaimana biaya berobat Dik Gesler, ibunya menyampaikan yang paling berat adalah membiayai perjalanan ke rumah sakit dan untuk biaya hidup selama di Kota Sorong. Dana bantuan melalui #sedekahrombongan kemudian disampaikan untuk biaya transportasi selama berobat jalan dan biaya selama perawatan di Kota Sorong saat operasi nanti berjalan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 18 November 2016
Kurir : @bratamanggala via @hamdansorong

Gesler menderita Bibir sumbing


KRISTIN UKUROP (33, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Jln. Wijaya Kusuma, RT/RW 4/2, Kelurahan Remu Utara, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Bu Kristin dan anaknya adalah salah satu keluarga miskin yang sering merantau dari beberapa wilayah mulai dari Jayapura, Ambon, Ternate dan yang terakhir Kota Sorong. Kegiatan merantau ini mengikuti kebiasaan keluarga dari Bapaknya.  Namun kini Bu Kristin harus berjuang membiayai kebutuhan dirinya dan anaknya yang berusia 3 tahun. Suaminya sudah tidak bersamanya lagi sejak setahun lalu. Kini Bu Kristin harus banting tulang mencari penghasilan untuk makan sehari-hari dan kebutuhan sewa kontrakan yang sangat sederhana. Pekerjaan mencuci pakaian tetangga dan membersihkan rumah sempat dilakukan. Sampai akhirnya Bu Kristin bekerja di Rumah Sakit Herlina Kota Sorong sebagai petugas cleaning service. Tetapi penghasilannya masih belum cukup memenuhi kebutuhan Bu Kristin. Bantuan melalui #sedekahrombongan disampaikan untuk meringankan beban Bu Kristin dan anaknya.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 17 November 2016
Kurir : @bratamanggala via @hamdansorong

Bantuan Biaya Hidup

Bantuan Biaya Hidup


KHALIZAH NAURA ATIFA (0, Gangguan usus). Alamat: Jln. Buncis, RT/RW 7/4, Kelurahan Malawele, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Propinsi Papua Barat. Naura, yang baru berumur 1 bulan, menderita gangguan pada bagian ususnya. Paska melahirkan secara cesar, Naura mengalami gangguan infeksi pada ususnya dan sulit untuk buang air besar. Gejala ini dialami setelah Naura dan ibunya pulang ke rumah. Padahal sempat 3 minggu juga dirawat di rumah sakit karena kondisi ibunya Naura yang lemah dan mempunyai hambatan saat proses persalinan. Dokter menyatakan bahwa penanganan kondisi Naura ini cukup serius mengingat umurnya baru 1 bulan. Neneknya Naura yang kebetulan ditemui kurir #sedekahrombongan mengeluhkan biaya rumah sakit yang mahal. Maklum sajakarena keluarga Naura tidak memiliki tabungan, dan dukungan dari BPJS belum bisa dilakukan karena baru mendaftar. Saat ini biaya ditanggung oleh neneknya yang keseharian bekerja sebagai juru masak disebuah rumah sakit. Sedangkan ibunya Naura tidak bekerja, dan suaminya sudah tidak bersama. Bantuan melalui #sedekahrombongan disampaikan kepada ibunya Naura dan neneknya untuk tambahan biaya pengobatan Naura dikemudian hari. Semoga Naura diberikan kesembuhan dan kelak menjadi anak yang berguna bagi keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp 3.000.000,-
Tanggal : 17 November 2016
Kurir : @bratamanggala via @hamdansorong

Naura menderita Gangguan usus


RSSR SORONG (Biaya Inventaris November 2016). Alamat: Jl. Sele Be Solu, Kelurahan Klawalu, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) merupakan rumah yang dijadikan persinggahan pasien-pasien yang berasal dari luar Kota Sorong. Banyak pasien mengakses rumah sakit di Kota Sorong dari luar Kota Sorong seperti Raja Ampat, Kabupaten Sorong, Bintuni, Fakfak dan lainnya. Keberadaan rumah singgah dibutuhkan untuk mengatasi kendala akomodasi bagi pasien yang sedang mengantri kamar di RSUD Kota Sorong. Biaya inventaris ini digunakan untuk pembelian perlengkapan kesehatan untuk mendukung pasien dan neon box agar RSSR mudah dikenali baik siang dan malam hari. Bantuan operasional RSSR ini disampaikan pada laporan sebelumnya yaitu rombongan #913.

Jumlah Bantuan: Rp. 3.000.000,-
Tanggal: 30 November 2016
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Biaya Inventaris November 2016


LILIYAN BINTI ISHAK (40, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Jln. Perkutut 27, RT/RW 2/6, Kelurahan Klaligi, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Ibu Lin, nama panggilan dari Bu Liliyan, adalah seorang janda yang mempunyai anak satu. Anaknya berusia 10 tahun dan sedang sekolah tingkat dasar kelas 5. Ibu Lin dan anaknya tinggal menumpang dirumah keluarganya. Suaminya Bu Lin sudah meninggal sejak 4 tahun yang lalu. Guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, Bu Lin bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah rumah sakit swasta di Kota Sorong. Secara ekonomi, Bu Lin termasuk keluarga yang kurang mampu. Selain harus memenuhi kebutuhan harian, Bu Lin mengakui sangat sulit untuk memenuhi biaya sekolah anaknya. Kurir #sedekahrombongan menemui langsung Bu Lin ditempat tinggalnya dan menyampaikan bantuan dana untuk meringankan kebutuhan Bu Lin dan biaya sekolah anaknya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 November 2016
Kurir : @bratamanggala via @hamdansorong

Bantuan Biaya Hidup


SITI RUQIYAH (1, Bibir sumbing ). Alamat: Jln. Kanal Victori, KM.10, RT/RW 1/1, Kelurahan Klasabi, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Siti yang baru berumur 1 tahun ini menderita bibir sumbing. Siti rencana akan menjalani operasi bibir sumbing, namun menurut dokter, Siti membutuhkan pemeriksaan ulang dalam 1 bulan kedepan sehingga menunda jadwal operasinya. Karena harus pulang pergi ke RSUD Kabupaten Sorong, kondisi ini cukup memberatkan orang tua Siti dari sisi transportasi dan biaya diluar tanggungan Kartu Indonesia Sehat. Ibunya Siti mengelola warung kecil, sedangkan bapaknya bekerja sebagai pengemudi ojek. Kurir #sedekahrombongan mendengar kondisi Siti dan melakukan pertemuan awal untuk mengetahui kondisi Siti lebih lanjut. Bantuan melalui #sedekahrombongan kemudian disampaikan untuk membiayai kebutuhan transportasi dan biaya tambahan lainnya selama pengobatan. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat Siti dan operasinya berjalan dengan lancar.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 18 November 2016
Kurir : @bratamanggala via @hamdansorong

Siti menderita Bibir sumbing


MTSR SORONG (PB 1526 SF, Inventaris MTSR). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah armada transportasi gratis yang diperuntukan bagi distribusi bantuan, pengantaran pasien duafa dan jenazah. MTSR Sorong ini siap sedia di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang beralamat di Jl. Sele Be Solu, Kelurahan Klawalu, Kota Sorong (dekat dengan Gereja GKI Klawalu). Biaya inventaris pada November 2016 digunakan untuk membeli dan memasang brankar pada MTSR. Layanan MTSR Sorong ini dapat dihubungi di nomor 081354112984 guna mempermudah panggilan warga duafa yang membutuhkan. Bantuan MTSR ini disampaikan pada laporan sebelumnya yaitu rombongan #906.

Jumlah Bantuan: Rp. 3.700.000,-
Tanggal: 2 November 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani

Biaya untuk membeli dan memasang brankar pada MTSR


MESJID AL HIJRAH (Bantuan pembangunan). Alamat: Jln. Perumahan Sakura Garden, RT/RW 3/6, Kelurahan Sawagumu, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Mesjid Al-Hijrah merupakan sebuah masjid yang sedang dalam tahap pembangunan. Mesjid ini dibangun di perumahan yang mayoritas penduduk muslim sehingga warga berinisiatif untuk mendirikan masjid tersebut. Pendirian masjid ini sangat membantu warga setempat karena masjid terdekat berada kurang lebih 500 meter dari perumahan tersebut. Panitia pembangunan mengadakan penggalangan dana dari berbagai sumber. Bantuan dana dari #sedekahrombongan disampaikan untuk membantu pembangunan masjid ini.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 20 November 2016
Kurir : @bratamanggala via @hamdansorong

Bantuan pembangunan


RSSR MAGETAN, (Biaya operasional Rssr Magetan bulan November 2016). Rssr adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. RSSR hadir di Magetan sejak bulan Oktober 2015. Kami mengontrak rumah di Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan selama 2,5 tahun setelah 1 tahun sebelum nya berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomer 25 Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi Subuh bisa langsung berangkat ke Solo.  Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain  untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan Magetan selama bulan November 2016 setelah sebelum nya masuk rombongan 935

Jumlah Santunan : Rp 2.840.000
Tanggal : 1 Desember 2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Rssr Magetan bulan November 2016


MTSR MAGETAN (AE 8066 NE, Biaya Operasional November 2016). Mobil APV tahun 2008 dengan nomor polisi AE 8066 NE. adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Magetan dengan interior ambulance standart untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Magetan sejak 2 tahun lalu. Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan untuk menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Magetan seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng Gunung Lawu dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan November 2016 sebesar Rp 2.500.000 di gunakan untuk biaya servis rutin, pembelian BBM dan cuci mobil. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic MTSR Magetan dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit. Sebelumnya laporan keuangan MTSR AE 8066 NE masuk pada rombongan 935

Jumlah Bantuan : Rp 2.500.000
Tanggal : 1 Desember 2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya Operasional November 2016


MTSR MAGETAN (AE 1495 KG, Biaya Operasional November 2016). Pada tanggal 12 Agustus 2016 Sedekah Rombongan wilayah Magetan kembali mendapat amanah dari warga setempat berupa satu unit mobil Luxio tahun 2012 yang di pergunakan sebagai MTSR di wilayah Magetan dan sekitarnya. Mobil standart penumpang tersebut di pergunakan untuk mempermudah bergerakan Kurir Sedekah Rombongan Di wilayah Magetan untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholic dan mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan menjemput kesembuhan ke rumah sakit Magetan, Solo, Yogya, Surabaya maupun Malang. Mtsr 2 digunakan juga Untuk mengoptimalkan mobilitas MTSR di Kota Kabupaten Magetan yang juga mengcover wilayah Kabupaten Ngawi, Ponorogo, Caruban dan sekitarnya. Kebutuhan BBM Servis rutin dan biaya Operasional lainya pastinya sangat di butuhkan. Bantuan kali ini pada bulan November 2016 sebesar Rp 3.000.000 di alokasikan untuk biaya servis, pembelian BBM dan cuci mobil. Laporan keuangan Operasional MTSR AE 1495 KG sebelumnya masuk pada rombongan 935

Jumlah Bantuan : Rp 3.000.000
Tanggal : 1 Desember 2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya Operasional November 2016


REZA TRI ANDIKA (16, Gangguan Saluran Kencing). Alamat : Desa Banjarejo RT 6/2 Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Semua berawal sekitar empat tahun lalu saat Reza bemain sepeda bersama teman-teman nya. Reza terjatuh dari sepeda dan saluran kencing nya terbentur sadel sepeda yang menyebabkan Reza tidak dapat buang air kecil seperti biasa. Keluarga membawanya ke Puskesmas yg selanjutnya di rujuk ke RSUD Sayidiman Magetan. Karena peralatan medis yang kurang lengkap Reza di rujuk ke RSUD dr. Moewardi Solo untuk mendapat penanganan serius. Operasi telah di lakukan dengan menggunakan fasilitas kesehatan Jamkesmas untuk membaikan kondisi Reza seperti semula. Namun, hasil operasi tidak sesuai harapan dan di nyatakan gagal. Reza belum bisa buang air kecil melalui saluran kencing. Dokter menyaran kan Reza melanjutkan pengobatan di RSUD dr. Saiful Anwar Malang untuk penanganan lebih lanjut. Namun, Karna ayah Reza, Paiman (50) dan ibunya Panirah (48) yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Merasa sudah tidak sanggup membiayai Operasional untuk pengobatan Reza dan pengobatan pun di hentikan selama dua tahun. Selama itu pula Reza buang air kecil menggunakan selang yang di pasang di saluran kencing nya dan di ganti setiap seminggu sekali sekali di RSUD setempat sampai akhirnya Sedekah Rombongan mendengar kabar tentang Reza. 26 September 2016 Kurir Sedekah Rombongan melakukan survei ke rumah Reza dan melihat kondisinya. Melihat kondisi Reza Kurir segera bertindak membawa Reza melanjutkan pengobatan dan di sambut antusias dan rasa terimakasih dari keluarga Reza. Reza melakukan pengobatan dari Puskesmas sampai RSUD dr. Soedono Madiun dan pada tanggal 5 Oktober 2016 Reza kembali di Rujuk ke RSSA Malang dengan dampingan Sedekah Rombongan. Santunan ketiga sebesar Rp 558.900 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya pengobatan, setelah bantuan sebelum nya masuk dalam rombongan 935.

Jumlah Bantuan : Rp 558.900
Tanggal : 25 Desember 2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Faeruz_Faiz

Reza menderita Gangguan Saluran Kencing


MAJALAH TEMBUS LANGIT #SR VOLUME 13 (Biaya Cetak). Gerakan #SedekahRombongan kini telah memasuki usia yang ke-5. Selama itu pula, #SedekahRombongan telah menyalurkan dana bantuan dari #Sedekaholic kepada ribuan dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan. Semakin hari, kami semakin bertransformasi, salah satu bentuk inovasi kami adalah menerbitkan sebuah majalah yang diberi nama Majalah Tembus Langit (MTL). MTL adalah Media Inspirasi Gerakan #SedekahRombongan, saat ini sudah memasuki volume yang ke-13. Pada MTL yang terbit di penghujung tahun ini, mengangkat tema Sedekah is Lifestyle. Lho, kan sudah pernah? Memang, meski sudah sering menjadi topik bahasan tapi semangat menggerakkan gaya hidup bersedekah pun kadang pasang surut. Topik sedekah kekinian, yaitu sedekah yang menjadi gaya hidup ini pun menjadi layak dibahas berulang. Rubrik lainnya pun tak kalah menarik dan menginspirasi, silakan menyimak. MTL Vol 13 dicetak sebanyak 959 eksemplar dan didistribusikan ke lebih dari 20 wilayah kerja #SR se-Indonesia, untuk disampaikan kepada #Sedekaholic. MTL juga didistribusikan ke berbagai kalangan mulai dari karyawan, pengusaha, entertainer, hingga pejabat teras, dan dibagikan secara cuma-cuma. Proses produksi majalah ini membutuhkan biaya sebanyak Rp. 6.500.000,- untuk biaya cetak. Hadirnya MTL diharapkan dapat membuka jendela baru untuk mengembangkan jaringan ke seluruh negeri. MTL merupakan wujud ucapan terima kasih kami kepada #Sedekaholic dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran sedekah kepada dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan yang tergabung lebih dari 915 rombongan. MTL juga merupakan salah satu bentuk pelaporan kepada masyarakat pada umumnya dan kepada #Sedekaholic pada khususnya, tentang pelaporan dana sedekah yang mereka titipkan melalui #SedekahRombongan. Semoga MTL dapat terbit setiap bulan secara rutin dan semoga kisah-kisah nyata yang dihadirkan dapat menginspirasi dan menebar manfaat. Amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 6.500.000,-
Tanggal : 4 Januari 2017
Kurir : @Saptuari

Biaya Cetak


ARTI BINTI KARNAWI (53, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Kempong, RT 4/19, Desa Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bu Arti didiagnosa menderita kanker payudara sejak empat tahun yang lalu, bahkan kankernya telah menjalar sampai ke tangan. Bu Arti kemudian berobat ke RSUD Wates, Kulonprogo, dan menjalani operasi. Dua tahun setelah operasi, Bu Arti kembali merasakan sakit dan nyeri pada payudaranya. Ia lalu kontrol ke RSUD Wates dan dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Arti. Bu Arti pun menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Jogja. Bu Arti selalu bersemangat melanjutkan pengobatan meskipun kanker sudah menjalar ke tulang. Sebelum sakit Bu Arti bekerja sebagai petani untuk mencukupi kehidupan keluarga bersama empat anaknya. Suaminya telah meninggal beberapa tahun lalu karena sakit. Alhamdulillah selama pengobatan Bu Arti menggunakan fasilitas kesehatan Jamkesmas sehingga biaya pengobatannya dicover oleh pemerintah. Semakin hari perkembangan kesehatan Bu Arti stagnan. Bu Arti hanya bisa berbaring saja. Setahun lalu, dokter menyarankan untuk melakukan tindakan paliatif saja. Sejak itu sudah tidak ada lagi kontrol rutin, hanya penggantian perban setiap tiga hari sekali yang dilakukan oleh anaknya. Tanggal 1 Desember lalu, Kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar duka dari keluarga Bu Arti. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan santunan duka dari sedekaholics. Laporan santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 829.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 1 Desember 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st @danishcookiez @atinlelyas

Bu arti menderita Kanker Payudara


WARTINEM binti MINTONO (42 Th, Gagal Ginjal) merupakan warga Dusun Semanu Tengah  RT. 003 RW. 037, Kel. Semanu, Kec. Semanu, Kab. Gunung Kidul, DIY. Ibu dari 3  anak ini sebelumnya bekerja sebagai pedagang baju keliling untuk membantu ekonomi keluarganya. Suaminya bu wartinem bekerja sebagai kenek truk pasir. Sebagai pedagang keliling ibu Wartinem memiliki kebiasaan minum minuman berenergi dingin untuk menjaga staminanya, ternyata kebiasaannya tersebut berakibat sangat fatal untuk kesehatannya. Pada awal tahun 2015 Bu Wartinem divonis dokter terkena gagal ginjal dan diharuskan untuk melakukan cuci darah dua kali seminggu di RS Sardjito. Semenjak itu bu wartinem tidak bisa bekerja lagi .  Sedekah Rombongan mendapatkan informasi mengenai bu Wartinem pada saat bu Wartinem sedang dirawat di RSUD Wonosari. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan  lanjutan sebesar Rp. 500.000,- untuk biaya hidup di RSUD. Bantuan sebelumnya masuk di rombongan 932. Semoga bantuan tersebut bisa membuat bu wartinem semakin semangat untuk sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Desember 2016
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto

Bu wartinem menderita Gagal Ginjal


MUHAMMAD NUR ALFA (3, Invaginasi). Alamat : Lingkungan Krajan Barat, RT 11/2, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kota Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Beberapa bulan yang lalu Alfa susah makan karena merasakan sakit di bagian perutnya. Orang tuanya pun membawa Alfa ke tukang urut atau pijat untuk mengurut Alfa agar mau makan kembali. Tapi diduga pijatan tukang urut tersebut terlalu kencang saat menekan usus besar Alfa yang masih belum terlalu kuat organ tubuhnya. Sehingga ususnya tidak berkontraksi secara baik karena sebagian usus tersangkut dibagian usus yang lain atau yang lebih dikenal dengan istilah invaginasi dalam dunia kedokteran. Tindakan operasi di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk pemasangan alat bantu pencernaan sudah berhasil dilakukan dan saat ini Alfa sedang dijadwalkan untuk operasi kedua kalinya. Pada bulan ini Alfa telah telah melakukan radiologi lopografi atau pemeriksaan secara radiologi dengan memasukan media kontras positif kedalam usus melalui lubang buatan pada daerah perut. Untuk saat ini Alfa menunggu kamar untuk operasi penggabungan dua ujung usus yang sehat setelah usus yang sakit dipotong (anastomosis). Alfa tinggal bersama kedua orang tuanya, Bapak Harianto (37) yang bekerja petani dan Ibu Sunarti (34) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga biasa. Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas II adalah fasilitas kesehatan yang Alfa miliki. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan Malang telah dipertemukan dengan Alfa dan memberi bantuan lanjutan untuk membeli kantong stoma, susu dan transportasi Pasuruan-Malang. Bantuan pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam rombongan nomor 925. Semoga Alfa segera diberi kelancaran dalam menjalani pengobatan dan diberi kesembuhan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 575.000,-
Tanggal : 23 Desember 2016
Kurir : @FaizFaeruz Sitin @nay_munaa @m_rofii11

Alfa menderita Invaginasi


FARIDA BINTI SUYANTO (52, Kanker Payudara Kanan). Alamat: Jalan Bawean, RT 4/3, Desa Gedang Sewu, Kecamatan Pare, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Awal sakit beliau ditandai dengan benjolan kecil di dada sebelah kanan, karena keadaan semakin mengkhawatirkan, beliau mendapat rujukan dari Rumah Sakit Pare tempat biasanya beliau berobat, untuk menuju Rumah Sakit Saiful Anwar Malang pada bulan Mei 2016. Sampai saat ini Ibu Farida sudah menjalani 8 kali kemoterapi. Kabarnya Ibu Farida sudah tidak kemoterapi lagi, dikarenakan kankernya sudah hilang. Untuk bulan ini Ibu Farida telah menjalani kontrol rutin dan mengambil obat setiap bulannya . Ayah beliau ialah alm Bapak Suyanto, sementara ibu beliau alm Bu Suparti. Beliau memiliki 2 anak, putra dan putri yang sekarang duduk di bangku SMA. Sekarang beliau tinggal dengan anaknya yang putra, sementara suami beliau telah meninggal sejak 1996. Pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang gajinya tak seberapa banyak, menyulitkan beliau untuk memenuhi kebutuhan berobat terutama dalam biaya transportasi Kediri-Malang dan sebaliknya serta biaya tempat menginap sewaktu di Malang. Ibu Farida memiliki fasilitas kesehatan berupa Jamkesmas. Bantuan kali ini disalurkan untuk biaya perbaikan keadaan umum, iuran BPJS dan transportasi Kediri-Malang. Setelah santunan sebelumnya masuk dalam nomor rombongan 911. Semoga kondisi Ibu Farida tetap membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Desember 2016
Kurir : @FaizFaeruz @tica_fajaria @nay_munaa @m_rofii11

Bu farida menderita Kanker Payudara Kanan


HAMIYAH SYAFIUDIN (50, Kanker Payudara Kanan). Alamat: Jalan Sunan Ampel, RT 5/1, Kelurahan Bulupitu, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2013 awal terdapat benjolan sebesar kelereng di payudara sebelah kanan, Ibu Hamiyah pun melakukan USG, tapi saat itu dikira hanya benjolan biasa. Sampai diketahui hasilnya ialah kanker dan disarankan melakukan operasi. Kondisi beliau semakin memburuk hanya duduk dan berbaring di kamar tidur selama beberapa bulan terakhir ini. Keluarga pun hanya bisa mengobatkan Ibu Hamiyah ke aneka pengobatan alternatif yang ada, karena belum mampu membiayai operasi karena keterbatasan biaya. Untuk saat ini beliau kembali menjalani pengobatan di Rumah Sakit Saiful Anwar dan beliau mulai mendapatkan perawatan luka dari pihak Rumah Sakit. Ibu Hamiyah di jadwalkan kontrol setiap 1 bulan sekali. Syafiudin (64), suami beliau juga tidak bisa berbuat banyak karena gajinya tidak mencukupi biaya pengobatan istrinya yang terbilang mahal bagi keluarga ini. Ibu Hamiyah telah memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III, sehingga cukup terbantu untuk biaya pengobatan. Akan tetapi untuk kebutuhan lain seperti transportasi dan makan beliau masih merasa kesulitan. Kurir Sedekah Rombongan yang bertemu beliau pun membantu untuk menangani kesulitan beliau. Bantuan yang di berikan untuk beliau digunakan untuk biaya transportasi ke Rumah Sakit Saiful Anwar dan membeli obat-obatan yang tidak di tanggung BPJS . Bantuan kepada Ibu Hamiyah pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 914. Semoga Ibu Hamiyah segera diberi kesembuhan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 664.505,-
Tanggal : 26 Desember 2016
Kurir : @FaizFaeruz @hayyudc @nay_munaa @m_rofii11

Bu hamiyah menderita Kanker Payudara Kanan


MUSRIPAH BINTI SLAMET KUDORI (58, Kanker Payudara Kiri). Alamat: Jalan Melati, RT 39/7, Kelurahan Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Sakit kanker payudara telah dirasa Ibu Musripah sejak tahun 2012, kemudian tangan bagian kiri mulai bengkak sejak 5 bulan yang lalu. Kondisi yang semakin buruk tersebut membuat beliau harus dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri dan telah dilakukan operasi. Namun beliau masih ada keluhan, pada bagian tangan sebelah kiri beliau mulai membengkak dan dirasa nyeri sewaktu-waktu sehingga menyulitkan beliau dalam berakivitas. Beliau di rujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk menjalani pengobatan dan kontrol. Ibu Musripah pada bulan ini telah menjalani kemo terapi yang pertama. Ibu Musripah sebagai anak dari Bapak Alm. Slamet Kudori dan Ibu Mariatun ini juga harus menanggung biaya keluarganya. Kendala biaya dan minimnya pendapatan karena pekerjaan Ibu Musripah sebagai ibu rumah tangga, serta suaminya yang hanya sebagai kuli bangunan. Itupun jika bila ada proyek membangun properti, dengan penghasilan yang masih belum cukup untuk menjalani pengobatan. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III, sedikit meringankan beban dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang ada beberapa kebutuhan yang belum di tanggung BPJS. Santunan yang telah diberikan kepada Bu Musripah dipergunakan untuk biaya transportasi pulang pergi Kediri-Malang dan iuran BPJS. Ucapan terimakasih disampaikan keluarga Ibu Musripah kepada kurir Sedekah Rombongan dan para Sedekaholics. Santunan bulan sebelumnya kepada Ibu Musripah masuk dalam rombongan nomor 918. Alhamdulillah sedekahmu tersampaikan, semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban keluarga Ibu Musripah dan semoga beliau lekas diberikan kesembuhan. Aminn

Jumlah Bantuan : Rp. 763.790,-
Tanggal : 24 Desember 2016
Kurir : @FaizFaeruz @hayyudc @nay_munaa @m_rofii11

Bu musripah menderita Kanker Payudara Kiri


SRI RAHAYU (41, Kanker Payudara Kiri). Alamat: Jalan Tawangsari, RT 5/5, Desa Gempolan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Beliau merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang sejak tahun 2014. Awal mula beliau merasakan sakit pada di payudara sebelah kiri dan lambat laun semakin membesar sampai menimbulkan luka. Keluarga yang mengetahui kondisi tersebut akhirnya membawanya ke Rumah Sakit Amelia namun pihak rumah sakit menolak untuk menangani. Akhirnya Bu Sri dibawa ke Bhayangkara dan dilakukan operasi. Untuk saat ini Bu Sri akan menjalani kontrol dan mengambil obat setiap bulan sekali di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Saat ini beliau tinggal bersama suaminya Edi Nugroho (45) dan satu anaknya bernama Hilal (12). Sehari-hari Pak Edi bekerja sebagai penjual buah keliling dengan penghasilan antara 20 ribu sampai 30 ribu per harinya. Dan Bu Sri hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas II yang dimiliki Bu Sri, sedikit meringankan bebannya dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang biaya transportasi dan kebutuhan obat yang belum masuk tanggungan BPJS menjadi kendala dalam proses pengobatan. Keluarga pun bertemu dan mengungkapkan kesulitan yang dihadapi kepada tim Sedekah Rombongan. Santunan kembali kurir sampaikan untuk biaya iuran BPJS dan transportasi pulang pergi Kediri-Malang. Bantuan kepada Bu Sri pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 918. Semoga kondisi Bu Sri akan selalu membaik dan diberi kesembuhan. Amiin

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Desember 2016
Kurir: @FaizFaeruz @tica_fajaria @nay_munaa @m_rofii11

Bu sri menderita Kanker Payudara Kiri


AHMAD ZAINUR ( 20, Kanker Nasofaring). Alamat: Jalan Ki Ageng Gribig, Gang  6, RT 2/5, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada awalnya Zainuri tidak menyangka jika ternyata radang yang dia anggap penyakit biasa ini lama-kelamaan semakin parah bahkan ia juga menjadi sulit untuk bicara. Zainuri pun sempat menjalani pengobatan alternatif, akan tetapi kondisi Zainuri tetap tak kunjung membaik. Sehingga akhirnya Zainuri pergi ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang dan diketahui bahwa ia di diagnosis kanker nasofaring atau kanker di rongga belakang hidung. Rencana pengobatan yang harus dijalani Zainuri ialah 12 kali kemoterapi di RSSA. Untuk bulan ini Zainuri telah menjalani sinar yang akan dilakukan sebanyak 35 kali. Setelah menjalani sinar Zainuri direncanakan untuk melanjutkan kemo terapi lagi yang sempat terhenti pada bulan kemarin. Hendri (46) sebagai ayah Zainuri yang bekerja sebagai supir travel dengan gaji tak tentu. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas II yang dimiliki Zainuri sedikit meringankan beban dari keluarga ini. Saat bertemu dengan tim dari Sedekah Rombongan ayah Zainuri pun mengungkapkan kesedihannya karena terkendala dalam biaya untuk upaya kesembuhan Zainuri. Bantuan untuk bulan ini dipergunakan untuk transportasi, membeli susu dan biaya berobat. Santunan pada bulan sebelumnya telah masuk dalam nomor rombongan 918. Semoga bantuan Sedekaholics untuk pengobatan rutin Zainuri dapat bermanfaat, Zainuri lekas sehat dan bisa beraktifitas kembali seperti sedia kala agar dapat bekerja membantu kehidupan ekonomi keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 978.800,-
Tanggal : 23 Desember 2016
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @nay_munaa @m_rofii11

Zainuri menderita Kanker Nasofaring


KUSMIYATI BINTI PURWANTO (33, Lumpuh) Alamat: Dusun Paulan Timur RT 2/4, Desa Paulan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Mbak Kusmiyati sapaan akrabnya, Agustus 2013 lalu mengalami kecelakaan tunggal menabrak pohon beringin di daerah Mojogedang, Karanganyar. Saat itu dilihat dari fisik tidak terlihat luka disekujur tubuhnya hanya lecet kecil yang tadinya dilarikan ke rumah sakit langsung dibawa pulang. Dua hari kemudian seluruh tubuh Mbak Kusmiyati tidak dapat digerakan dan Mbak Kusmiyati menderita lumpuh total. Setelah 3,5 tahun menjalani pengobatan diberbagai rumah sakit dan sudah menghabiskan banyak biaya hingga harus menjual tanah milik keluarga untuk berobat kini sudah banyak perkembangan yang dialaminya. Saat ini seluruh tubuh Mbak Kusmiyati sudah dapat digerakan namun untuk berjalan kembali masih belum bisa masih tahap terapi. Selama 3,5 Tahun berbaring di tempat tidur Mbak Kusmiyati menderita Dekubitus dan Batu Empedu. Namun untuk Dekubitus saat ini sudah mulai membaik dengan bantuan perawat yang dengan suka rela membersihkan lukanya 2 kali dalam 1 minggu dan Batu Empedu pun perlahan-lahan diobati dengan obat herbal. Setelah 3 Bulan menderita lumpuh suaminya yang bernama Eko Putro (36) pergi meninggalkan Mbak Kusmiyati beserta kedua anaknya. Mbak Kusmiyati memiliki 2 orang anak yang bernama Rubi C. (13), Satria P. (7) yang semenjak Mbak Kusmiyati sakit segala kebutuhan anaknya dipenuhi oleh kakanya dan ibunya Supami (64) berjualan tempe keliling dengan penghasilan Rp 20.000,-/hari. Rumah yang ditempatinya pun milik orangtuannya dan dihuni 3 keluarga. Hingga saat ini Mbak Kusmiyati ingin menjalani terapi jalan di terapi alternatif yang di dampingi oleh salah satu lembaga sosial di Solo setiap minggu 2 kali. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mbak Kusmiyati, Santunan pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Mbak Kusmiyati. Mbak Kusmiyati dan keluarga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang di terimanya semoga amal kebaikan sedekaholics dan kurir #SedekahRombongan di terima Allah. Aamiin…

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 4 Januari 2017
Kurir: @Mawan, @Anissetya60, @YuliSetiyowat12, @Eliyan_a

Bu kusmiayati menderita Lumpuh


SAMINO BIN PAWIRO WIJOYO (85, Duafa) Alamat: Desa Bekonang RT 3/8, Kelurahan Bekonang, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Pak Samino sapaannya, puluhan tahun ditinggal istrinya meninggal dan menghidupi 4 orang anaknya seorang diri. Kini 3 dari 4 anaknya sudah berkeluarga dan tidak tinggal bersama pak Samino lagi. Namun anak keduanya yang bernama Puji Lestari (40 Tahun) memutuskan tidak menikah karena ingin merawat pak Samino. Sehari-hari Mbak Puji bekerja sebagai penjual bensin dengan penghasilan tidak tentu kalau sepi hanya dapat Rp 8.000,- namun bila ramai bisa mendapat penghasilan hingga Rp 80.000,- yang hanya cukup untuk makan sehari-hari. Terkadang juga ada tetangga yang memberi sembako maupun makan siap saji. Rumah yang ditempati Pak Samino merupakan pemberian dari Kepala Desa Bekonang namun tidak sepenuhnya diberikan hanya diijinkan tinggal di atas tanah miliknya. Rumah yang dihuni pun sangat kecil hanya ada satu ruangan yang dimana dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti tidur, masak, makan disitu. Ada kamar mandi di samping rumah namun itu jauh dari kata layak, tidak ada pintu untuk menutupi ketika mandi hanya tirai lusuh dan tidak ada kloset untuk Buang Air Besar (BAB), sehingga bila ingin BAB di sungai depan rumahnya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Samino, Santunan pun disampaikan untuk membantu pembuatan kloset di kamar Pak Samino. Pak Samino dan keluarga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang di terimanya semoga amal kebaikan sedekaholics dan kurir #SedekahRombongan di terima Allah.
Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 4 Januari 2017
Kurir: @Mawan, @Anissetya60, @YuliSetiyowat12, @Eliyan_a

Bantuan untuk pembuatan kloset


ADITYA SETIAWAN (1,Peyempitan Usus). Alamat: Karangpakel RT 12/02, Sumber Agung, Klego, Boyolali, Jawa Tengah. Dek Aditya biasa disapa merupakan anak pertama dari pasangan suami istri Bapak Setiyawan (30 Tahun) dan Ibu Tri Sugiyarti (20 Tahun). Dek Aditya lahir secara Caesar karena sudah 42 Minggu di dalam kandungan. Tiga hari setelah lahir, perut Dek Aditya kembung dan belum bisa Buang Air Besar (BAB). Dek Aditya di diagnosa dokter penyempitan usus sehingga dibuatkan saluran pembuangan di perut sebelah kiri namun tidak berfungsi dengan baik sehingga dibuatkan saluran pembuangan lagi di perut sebelah kanan. Dek Aditya menjalani pengobatan di Rumah Sakit Dr. Moewardi  (RSDM) dengan menggunakan jaminan kesehatan BPJS kelas… Dek Aditya dan ibunya tinggal dirumah orangtunya, sementara sang suami ke jakarta untuk bekerja sebagai buruh fotocopy dengan penghasilan pas-pasan hanya cukup untuk trasnport pulang ke Solo bila akan mendampingi saat Dek Aditya harus menjalani operasi dan untuk membeli susu saja. Saat Kurir #Sedekahrombongan berkunjung, Dek Aditya pasca menjalani kontrol di RSDM yang hasilnya ditemukan batu berukuran 1 cm di dalam perut Dek Aditya, direncanakan akan dilakukan operasi pada bulan Januari 2017 dengan ketentuan berat badan Dek Aditya harus menjapai 6 Kg yang saat ini masih 5,7 Kg. Untuk menjalani pengobatan di RSDM Dek Aditya harus menempuh waktu 2 jam. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dek Aditya, Santunan awal pun disampaikan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari Dek Aditya dan untuk biaya transport ketika akan menjalani kontrol di RSDM. Keluarga Dek Aditya mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang di terimasemoga amal kebaikan sedekaholics dan kurir SedekahRombongan di terima Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 7 Januari 2017
Kurir: @Mawan, @Anissetya60, @YuliSetiyowat12, @Eliyan_a

Aditya menderita Peyempitan Usus


MARKUS SUKARNO (65, Difabel + Batu Ginjal). Alamat: Dusun Kartotiyasan RT. 2/4, Desa Kratonan, Kecamatan Serengan, Kabupaten Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Pak Markus merupakan putra dari Pak Abdul Karim dan Ibu Sukemi. Ke dua orangtuanya sudah meninggal. Pak Markus menderita Polio sejak usia 3 Tahun. Hingga untuk melakukan aktivitas sehari-hari pak Markus merangkak dan terkadang jika lelah beliau ‘mengesot’. Setelah Ibunya meninggal pada tahun 2012 Pak Markus hidup sendiri. Untuk menyambung hidup, dirumah pak markus berjualan rokok dan beberapa kebutuhan rumah tangga. Bila hari mulai gelap sekitar pukul 18.00 WIB Pak Markus menjajakan rokoknya keliling kota Solo menggunakan sepeda yang sudah di modifikasi untuk Pak Markus. Pak Markus berjualan hingga pukul 23.00 WIB. Hasil yang didapat dari berjualan dirumah dan keliling kota solo tidak menentu, pernah tidak mendapatkan hasil sama sekali namun bila ramai bisa mendapatkan uang hingga Rp 100.000,-. Beberapa bulan terakhir ini Pak Markus tidak dapat berjualan dikarenakan Pak Markus menderita Batu Ginjal. Pada tanggal 2 Oktober 2016 Pak Markus menjalani operasi yang pertama di RS. Panti Waluyo Solo dengan menggunakan jaminan kesehatan KIS. Pasca Operasi Pak Markus harus menjalani kontrol Karena akan ada operasi lanjutan sehingga perkembangannya harus terpantu. Saat kontrol Pak Markus meminta bantuan tetangga sekitar untuk menemaninya Karena Pak Markus kesulitan ketika akan naik ke taksi dan turun dari taksi. Hingga saat itu biaya akomodasi Pak Markus tanggung sendiri dari hasil berjualannya yang ditabung. Kurir #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan kedua untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena Pak Markus belum bisa bekerja kembali. Satunan sebelumnya tercatat dalam rombongan 916. Saat ini kondisi Pak Markus sudah lebih baik dari sebelumnya dan tidak perlu kontrol lagi di Rumah Sakit. Pak Markus mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang di terimanya semoga amal kebaikan sedekaholic dan kurir #SedekahRombongan di terima Allah. Aamiin…

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000.-
Tanggal: 4 Januari 2017
Kurir: @Mawan @Anissetya60 @Ayak @eliyan_a

Pak markus menderita Difabel + Batu Ginjal

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 VINA HERMAYANI 500,000
2 AJUN KOMISARIS 500,000
3 NOPI DIYANTO 500,000
4 SAENI BINTI ZAELANI 500,000
5 SUAIBI BIN AMIN 750,000
6 SUPRIYANTO BIN SUKRI 1,000,000
7 ALYA RAHMAWATI 1,000,000
8 GIAN ADITYA ARDHANI 1,000,000
9 RSSR PURWOKERTO 2,409,500
10 FAHRI FIRMANSYAH 1,000,000
11 SUGIYONO BIN DUL MUKTI 1,000,000
12 SUTRISTIYANINGSIH BINTI MARTADIKRAMA 500,000
13 WINDI NUR SULISTYANINGRUM 500,000
14 SANIP YESAYA 2,000,000
15 ALDI EKA SAPUTRA 2,750,000
16 AHMAD IMAM SANTOSO 1,000,000
17 SOBIRIN BIN RADUN 1,000,000
18 YULIANTO BIN NASIR 750,000
19 RSSR PURWOKERTO 4,010,750
20 MARTONO SATIM 1,000,000
21 SD MUHAMMADIYAH 2 1,000,000
22 RSSR SORONG 2,400,000
23 FIRNA YAKIRE 500,000
24 GESLER PENAONDE 1,000,000
25 KRISTIN UKUROP 500,000
26 KHALIZAH NAURA ATIFA 3,000,000
27 RSSR SORONG 3,000,000
28 LILIYAN BINTI ISHAK 500,000
29 SITI RUQIYAH 1,000,000
30 MTSR SORONG 3,700,000
31 MESJID AL HIJRAH 1,000,000
32 RSSR MAGETAN 2,840,000
33 MTSR MAGETAN 2,500,000
34 MTSR MAGETAN 3,000,000
35 REZA TRI ANDIKA 558,900
36 MAJALAH TEMBUS LANGIT #SR VOLUME 13 6,500,000
37 ARTI BINTI KARNAWI 1,500,000
38 WARTINEM binti MINTONO 500,000
39 MUHAMMAD NUR ALFA 575,500
40 FARIDA BINTI SUYANTO 500,000
41 HAMIYAH SYAFIUDIN 664,505
42 MUSRIPAH BINTI SLAMET KUDORI 763,790
43 SRI RAHAYU 500,000
44 AHMAD ZAINURI 978,800
45 KUSMIYATI BINTI PURWANTO 1,000,000
46 SAMINO BIN PAWIRO WIJOYO 1,000,000
47 ADITYA SETIAWAN 1,000,000
48 MARKUS SUKARNO 500,000
Total 66,151,745

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 66,151,745,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 939 ROMBONGAN

Rp. 45,826,589,939,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.