Rombongan 937

Jika manusia mau bersedekah, maka Allah pasti akan menggantinya dengan jumlah minimal 10 (sepuluh) kali lipat.
Posted by on January 6, 2017

BAYI THIA MAULANI (9 hari, Broncho Pneumonia). Alamat: Jln Bebedahan 1, Rt 01/07 Kel. Sukanagara Kec. Purbaratu Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Anak dari pasangan suami istri Bapak Uhiun (30) dan Ibu Thia Maulani (17) ini adalah pasien yang diajukan oleh Bapak Joni dari UTD PMI Kab. Tasikmalaya. Bayi berumur 9 hari ini mengalami broncho pneumonia. Berawal dari lahirnya bayi Bu Thia yang dibantu seorang bidan Puskesmas yang kemudian memberitahukan bahwa bayi Thia mengalami gejala berupa sesak nafas. Bidan tersebut menyarankan agar bayi Thia segera dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo. Namun, keterbatasan biaya menjadi kendala bagi Bapak Uhiun, ayah bayi Thia yang bekerja sebagai buruh tani. Bapak Uhiun harus menghidupi seorang istri dan satu anaknya dengan segala keterbatasan yang ada, apalagi saat itu sedang musim kemarau sehingga ia tidak dapat bekerja. Bayi Thia Maulani harus dirawat di ruangan khusus di RSUD dr. Soekardjo selama lebih dari sebulan untuk menjaga agar kondisinya tetap stabil, sehingga otomatis Pak Uhiun tidak bisa mencari pekerjaan, ia dan istrinya harus bergantian mendampingi bayinya di rumah sakit. Alhamdulillah bantuan untuk bayi Thia telah disampaikan sebanyak 2 kali oleh kurir #SedekahRombongan selama Bayi Thia dirawat. Bantuan tersebut digunakan untuk membeli obat-obatan di luar jaminan dan biaya transportasi serta akomodasi selama Bayi Bu Thia dirawat selama sebulan lebih di RSUD dr. Soekardjo.

Jumlah Bantuan: Rp 2.000.000,-
Tanggal: 8 dan 20 November 2016
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik

Bayi thia menderita Broncho Pneumonia

EEN ERNAWATI (48, Usus Buntu). Alamat: Kp Cianjur Kidul, Rt. 1/9, Kel. Gunung Tandala, Kec. Kawalu, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Suami Ibu Een bekerja sebagai buruh tani dikampung halamannya untuk menafkahi 5 anggota keluarganya. Istri dari Bapak Agus Setiawan (53) ini sudah lima hari dirawat di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Beliau menderita penyakit usus buntu. Beliau harus mendapatkan perawatan dari tim medis karena kondisinya kritis dan sangat menghawatirkan. Oleh karena itu, pihak keluarga membawa beliau ke RSUD dr. Soekardjo setelah ditangani dan mendapat rujukam dari Puskesmas terdekat. Keluarga Ibu Een bisa dikatakan sebagai keluarga yang kurang mampu. Untungnya, Ibu Een memiliki Jamkesmas dari pemerintah, sehingga bisa sedikit meringankan biaya pengobatan di RSUD dr. Soekardjo meskipun untuk biaya hidup sehari-hari masih menjadi beban yang cukup berat dirasakan oleh Pak Agus. Untuk membantu keluarga ini, kurir #SedekahRombongan menyampaikan santunan kepada Ibu Een untuk meringankan segala biaya yang harus dikeluarkan oleh Ibu Een dan keluarga selama menjalani rawat inap. Semoga kesabaran selalu menyertai Ibu Een dan Allah memberikan kesembuhan kepada beliau.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 7 November 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik

Bu een menderita Usus Buntu


BAYI DEDAH BINTI AJUM (7 hari, Hidrosefalus). Alamat: Jalan Gagak, Rt. 1/2, Kel. Sambong Jaya, Kec. Mangkubumi, Kota Tasikmalya, Provinsi Jawa Barat. Anak dari pasangan Ibu Dedah (51) dan Bapak Ajum (58) ini sejak lahir dinyatakan mengindap penyakit hidrosefalus dan bibir sumbing. Ia dilahirkan di rumah sakit dengan kondisi yang sangat menghawatirkan, sehingga ia harus dirawat secara khusus di ruangan NICU. Ia terlahir dari keluarga yang serba kekurangan. Untuk makan sehari-hari selama anaknya dirawat, Ibu Dedah diberi makanan oleh orang lain yang sama-sama sedang dirawat inap. Sedangkan, suaminya bekerja sebagai buruh panggul yang harus menghidupi 5 orang anggota keluarganya. Dengan segala keterbatasan yang dialami oleh Ibu Dedah dan keluarga, yang harus menunggui bayi tercintanya dirawat di RSUD selama lebih dari sebulan, kurir #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk meringankan biaya rawat inap bayi Dedah dan membantu biaya sehari-harinya. Semoga Allah memberikan jalan kesembuhan untuk bayi Bu Dedah.

Jumlah Bantuan: Rp 1.500.000,-
Tanggal: 7 November 2016
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik

Bayi dedah menderita Hidrosefalus


MAMAN SURYAMAN (39, Tumor Usus Klostomi). Alamat: Kp. Leuwidahu, Rt. 5/4, Kel. Parakannyasag, Kec. Indihiang, Kota Tasikmalaya, PRovinsi Jawa Barat. Bapak Maman Suryaman sudah 6 hari dirawat di RSUD dr. Soekarjdo karena penyakit Tumor Usus Kolostomi. Kondisi beliau kritis, sehingga tidak bisa ditangani di Puskesmas setempat. Gejala awal yang beliau rasakan adalah ketika beliau merasakan sakit di bagian perut yang disertai dengan perut kembung dan sulit buang air besar. Ketika menjalani pengobatan di Puskesmas, semakin lama penyakitnya tidak menunjukkan perubahan yang menggembirakan sehingga pihak Puskesmas memutuskan beliau harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo. Walaupun beliau tidak memiliki biaya, dengan terpaksa keluarganya membawa beliau ke RSUD untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Pak Maman tergolong warga kurang mampu, namun beliau tidak mendapatkan kartu jaminan kesehatan dari pemerintah, sehingga kurir #SedekahRombongan Tasikmalaya membantu mengajukan beliau untuk mendapatkan kartu jaminan dari pemerintah daerah (Jamkesda). Dan Alhamdulilah pemerintah mengabulkan permohonan yang kami ajukan. Dengan adanya kartu jaminan kesehatan tersebut mudah-mudahan bisa meringankan beban biaya yang dikeluarkan oleh Bapak Maman dan keluarga yang sebelumnya terdaftar sebagai pasien umum. Bapak Maman saat ini tinggal bersama ibunya yang sudah lanjut usia. Biasanya, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari beliau bekerja sebagai buruh panggul atau terkadang sebagai buruh bangunan. Semoga Allah mengangkat penyakit yang diderita oleh Bapak Maman sehingga beliau bisa kembali beraktivitas seperti semula.

Jumlah Bantuan: Rp 1.500.000,-
Tanggal: 4 November 2016
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik

Pak maman menderita Tumor Usus Klostomi


TARSONO BIN CASMADI (50, Stroke) Alamat: Dusun Manis, RT 008/RW Desa Cibingbin Kab. Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Tarsono adalah seorang pekerja kuli bangunan dulunya, beliau mempunyai 3 orang anak dan telah berkeluarga semua, dan beliau sudah bercerai dengan istrinya, sehingga di rumahnya hanya tinggal sendirian. Awal beliau sakit yaitu pada tahun 2007 silam, ketika beliau bekerja di luar kota. Beliau merasakan hal aneh di sekujur tubuhnya. Awalnya beliau merasakan seluruh tubuhnya kaku dan tiba-tiba tubuhnya tidak merasakan apa-apa lagi. Dari hasil survey kurir #SR, kaki dan tangan beliau masih bisa digerakkan, tapi anehnya kaki beliau tidak bisa untuk menyangga, dan sulit sekali untuk berjalan. Beliau mengatakan kalau kaki dan tangannya mati rasa. Dulu, beliau pernah berobat, dokter memvonis beliau mengidap penyakit rheumatik tulang, kemudian diberi obat. Dan juga sudah mencoba pemijatan alternatif. Tapi sampai sekarang belum ada hasil yang memuaskan. Karena kondisi perekonomiannya yang semakin sulit, dan keadaan beliau yang hanya tinggal sendiri di rumahnya, beliau hanya bisa pasrah pada keadaan. Anak-anak beliau menengoknya ketika pagi saja dan karena beliau tidak bisa berjalan, jadi pintu rumah dikunci dari luar. Melihat keadaan beliau yang seperti itu, kurir #SedekahRombongan bergerak untuk membantu beliau, dan menyampaikan santunan kepada Bapak Tarsono. Semoga Allah memberikan kemudahan dan kesehatan walaupun beliau tidak bisa berjalan. Semoga ini menjadi berkah untuk kita semua. Semoga Allah memberikan kesehatan kepada kita semua.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 3 November 2015
Kurir : @luchakiem @evainhere,  Mellisa,  Uswatun Hasanah

Pak tarsono menderita Stroke


NINGRUM BINTI ATORI (66, Kompikasi Paru-paru+Jantung). Alamat: Kp. Empangsari, Rt 2/5, Kel. Empangsari Kec. Tawang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Istri dari Bapak Hamidun (67) ini menderita penyakit komplikasi Paru-paru+Jantung yang sudah parah. Lama penyakit yang diderita Ibu Ningrum sudah 4 bulan. Awalnya, beliau berobat ke Pukesmas, namun setelah 2 pekan berobat di Puskesmas, Ibu Ningrum dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo dan dirawat selama 6 hari. Satu bulan kemudian, beliau kembali masuk ke RSUD dan menjalani rawat inap sampai satu pekan. Setelah satu bulan pulang dari RSUD, penyakit beliau kembali kambuh lagi sehingga saat iitu beliau telah menjalani rawat inap di RSUD selama 11 hari. Karena kondisi tersebut, suami Ibu Ningrum tidak bisa mencari nafkah untuk biaya hidup sehari-hari. Keterbatasan biaya yang dialami Ibu Ningrum dan suami membuat obat seharga Rp. 450.000 tidak mampu mereka beli meskipun Ibu Ningrum sudah memiliki Jamkesda, namun banyak obat-obatan yang tidak dicover oleh Jamkesda . Oleh karena itu, kurir  #SedekahRombongan memberikan bantuan berupa santunan untuk Ibu Ningrum dan suami agar ia dapat menjalani pengobatannya sampai tuntas. Semoga Allah memeberi ketabahan dan kesembuhan kepada Ibu Ningrum.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 2 November 2015
Kurir: @luchakiem @adesrtasik

Bu ningrum menderita Kompikasi Paru-paru+Jantung


ARDAN MUHARRAM SIDIK (20 hari, Hidrosefalus ). Alamat: Kp. Bageur, RT 19/4, Desa Sukarapih, Kec. Sukarame, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bayi Ardan adalah putra dari Bapak Dadang Suparman (26), seorang buruh serabutan, dan Ibu Yani Setiani (20). Keluarga Pak Dadang adalah pasangan keluarga muda yang baru memiliki anak pertama, namun sudah harus menerima cobaan yang berat dengan kelahiran anak pertamanya yang mengalami kelainan. Dokter RSUD dr. Soekardjo mendiagnisa bayi mereka diperkirakan menderita hidrosefalus. Penghasilan Pak Dadang sebagai buruh serabutan yang tidak menentu dan tidak seberapa, sudah cukup berat bagi Pak Dadang untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Kesulitan keluarga ini bertambah dengan adanya penyakit yang diderita oleh bayi tercintanya ini. Setelah usia bayinya baru beberapa hari, Pak Dadang dan Bu Yani kemudian membawa Ardan ke Puskesmas, namun pihak Puskesmas langsung merujuk Ardaan ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. dengan menggunakan fasilitas jaminan BPJS kelas 3.  Di rumah sakit ini, pada tanggal 7 November 2015, Ardan dirawat untuk selanjutnya akan menjalani operasi.  Kabar tentang kesulitan dan beban hidup yang dirasakan keluarga ini akhirnya sampai kepada #SedekahRombongan. Bersyukur kurir #SR bisa bertemu dengan keluarga muda yang tabah ini. Harapan mereka untuk terus berikhtiar mengobati buah hatinya semakin membesar saat dipertemukan dengan empati para sedekaholics #SR yang memahami kesulitan mereka dan menyampaikan santunan awal kepada keluarga Ardan untuk keperluan obat-batan di luar jaminan dan bekal selama bayi Ardan dirawat.

Jumlah Bantuan: Rp 750.000,-
Tanggal: 7 November 2015
Kurir: @luchakiem @adesrtasik

Ardan menderita Hidrosefalus


BUDI BIN NANAN (26, Kelainan Saluran Kencing). Kp. Cikupa, RT 4/3, Desa Cigunung, Kec. Parungponteng, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Pak Budi memiliki istri bernama Bu Intan (21), pekerjaan sehari-hari sebagai buruh tani, dengan tanggungan 2 orang. Penyakit pak Budi sudah dirasakannya sejak dua bulan terakir. Beliau pernah berobat ke dr. Parhan, namun karena tidak ada biaya untuk melanjutkan pengobatan dan biaya transport yang lumayan besar dari tempat tinggalnya, maka beliau pun hanya bisa melanjutkan pengobatannya ke Puskesmas terdekat. Setelah diperiksa oleh petugas Puskesmas, Pak Budi harus dirujuk dan dirawat di RSUD dr. Soekardjo, karena peralatan dan tenaga medis di Puskesmas yang kurang memadai. Dan ahirnya ia pun dirujuk ke RSUD dr. Seokardjo Kota Tasikmalaya. Pak Budi menjalani operasi colostomy untuk membuat saluran pembuangan sementara, dan sudah sepuluh hari dirawat inap. Pak Budi yang bekerja sebagai buruh tani ini kebingungan, karena ia harus punya bekal selama dirawat. Sedangkan penghasilannya hanya cukup untuk biaya sehari-hari, dan sekarang ia tidak dapat bekerja dan mendapatkan penghasilan lagi karena sedang dirawat. Alhamdulillah, Pak Budi yang tadinya akan dibawa pulang paksa karena kehabisan bekal, dapat melanjutkan pengobatannya di rumah sakit sampai dinyatakan boleh pulang oleh dokter yang menanganinya, setelah mereka dipertemukan dengan #SedekahRombongan yang segera menyampaikan santunan untuk akomodasi sehari-hari selama Pak Budi dirawat. Bulan September 2015 Budi harus menjalani kontrol rutin 2 minggu sekali. Karena tempat tinggalnya yang cukup jauh dari RSUD dr. Soekardjo, ia harus mencarter mobil, sehingga #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi Budi. Bulan November 2015 Pak Budi kembali harus menjalani rawat inap di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya selama hampir 2 minggu, dan #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk biaya akomodasi beliau selama dirawat, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 829.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 8 November 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik @miftahudinsr

Pak budi menderita Kelainan Saluran Kencing


AMUN BIN ENCU (55, Abses+Fistula enterocutaneous+Leukositosis). Alamat: Kp. Sukawangi, RT. 08/07, Kel. Purwarahayu, Kec. Taraju, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Pak Amun yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani ini harus berhenti sejenak dari aktivitas kesehariannya tersebut, dikarenakan penyakit yang dideritanya semenjak beberapa bulan lalu. Pak Amun sering merasakan sakit yang tidak terkira dan dari luka bekas operasi hernianya keluar cairan berwarna kuning kehijauan. Hal ini terjadi sejak beberapa minggu sebelumnya beliau menjalani operasi hernia. Dari bekas operasi beliau, ada jahitan yang terputus sehingga luka bekas operasinya terbuka kembali. Cairan yang keluar sedikit kental dan disertai bau yang tidak enak, keluar sedikit-sedikit beberapa saat setelah Pak Amun makan dan minum. Cairan ini terus menerus keluar sehingga melihat kondisi yang seperti itu, keluarga Pak Amun kemudian segera membawanya ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya, dan kemudian beliau harus menjalani rawat inap. Karena keluarga tidak menyangka akan dirawat inap, dan karena mereka sama sekali tidak memiliki bekal, tadinya mereka akan membawa Pak Amun kembali pulang ke kampungnya yang lokasinya cukup jauh dari RSUD. Syukurlah mereka dipertemukan dengan Kurir SR yang kemudian menyarankan agar Pak Amun dirawat sesuai dengan nasihat dokter, sementara untuk biaya bekal sehari-harinya, mereka akan dibantu #SedekahRombongan. Alhamdulillah, setelah seminggu dirawat, kondisi Pak Amun mulai membaik dan mereka diperbolehkan pulang untuk selanjutnya akan menjalani rawat jalan selama 2 bulan dengan melakukan kontrol 2 minggu sekali.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 9 November 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik @miftahudinsr

Pak amun menderita Abses+Fistula enterocutaneous+Leukositosis


MOCHAMAD FARHAN NURROHMAN (7 bln, Hidrosefalus). Alamat: Kp. Tanjungwangi, RT 2/14, Desa Sukanegara, Kec. Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Farhan, begitu ia dipanggil, adalah putera dari Bapak Edi Supriadi (40) seorang buruh serabutan, dan Ibu Yuyum Sutarsih (39). Keluarga Pak Edi adalah keluarga besar dengan tanggungan 4 orang anak yang masih kecil-kecil. Dengan penghasilan sebagai seorang buruh serabutan yang tidak menentu per harinya, tentu saja cukup berat bagi Pak Edi untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Kesulitan keluarga ini tidak berhenti sampai di situ, sejak usia 2 bulan, anak keempatnya Farhan, kepalanya terus membesar. Pak Edi dan Bu Yuyum kemudian membawa Farhan ke Puskesmas, namun pihak Puskesmas langsung merujuk Farhan ke RSUD dr. Soekardjo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, karena diperkirakan Farhan menderita hydrocephalus. Denagn bantuan fasilitas jaminan BPJS kelas 3 yang dimilikinya, Pak Edi pun melanjutkan pengobatan anaknya ke RSUD dr. Soekardjo. Di rumah sakit ini, pada tanggal 7 Januari 2015, Farhan menjalani operasi pertamanya, yang dlanjutkan dengan operasi kedia pada tanggal 22 Januari 2015. Namun meskipun sudah menjalani 2 kali operasi, kondisi Farhan belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan keluarganya. Bahkan Farhan yang tadinya harus menjalani rawat jalan secara berkala terancam tidak bisa melanjutkan pengobatannya, karena Pak Edi sudah kehabisan biaya, sementara anak-anaknya yang lain pun sangat membutuhkan biaya juga untuk kebutuhan sehari-harinya. Alhamdulillah mereka dipertemukan dengan #SedekahRombongan yang memahami kesulitan mereka. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu meringankan beban kesulitan mereka, terutama untuk biaya akomodasi selama dirawat di RSUD dr. Soekardjo karena pada akhir bulan Juli 2015, Farhan harus kembali dirawat di RSUD. Tanggal 26 Oktober 2015 Farhan kembali menjalani kontrol di RSUD dr. Soekardjo. Kondisi Farhan yang masih sering tidak stabil mengharuskan ia sebulan sekali kontrol ke RSUD dr. Soekardjo. Di samping itu asupan makanan tambahannya pun harus selalu diatur dan dijaga agar kondisinya terus membaik. Setelah sebelumnya masuk di Rombongan 821, pada bulan November 2015 #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk membeli susu, obat-obatan dan keperluan bayi, serta untuk kebutuhan sehari-harinya, sehingga Farhan dapat melanjutkan pengobatannya di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 29 November 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik

Farhan menderita Hidrosefalus


ANGGARA ARYA PRATAMA (4, Traumatic Catarac H261). Alamat: Karang Resik RT 1/1, Kel. Sukamanah, Kec. Cipedes, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Anak yang sudah tak memiliki ayah ini menderita penyakit Traumatic Catarac H261 dan diperkirakan kelainan ini sudah ia derita tak lama sejak setelah ia dilahirkan. Awalnya Anggara sering mengeluarkan air mata, bahkan jika tanpa ada sebab apa-apa sebelumnya. Ia sudah berobat berkali-kali mulai dari menjalani pemeriksaan di Puskesmas, klinik dan dokter khusus mata, namun sayangnya penyakit yang ia derita belum menunjukkan perubahan berarti sehingga ia dirujuk ke RS dr. Soekardjo. Sudah 4 tahun Ibu dari Anggara mengupayakan pengobatan untuk anaknya. Walaupun kondisi ekonomi yang serba kekurangan, Ibu Anggara selalu berusaha untuk bisa mengobati Anggara secara rutin. Tak jarang, beliau sering meminjam uang untuk biaya pengobatan anaknya. Tanggal 4 Oktober 2015 Anggara menjalani pemeriksaan dan pengobatan di RSM Cicendo Bandung. Tanggal 20 November 2016 Anggara harus menjalani pemeriksaan dan pemasangan kacamata di RSM Cicendo Bandung. #SedekahRombongan kembali memberikan santunan lanjutan untuk keluarga Anggara ini. Semoga dengan segala ikhtiar yang dilakukan Ibu dan anak ini, Allah memberikan kesembuhan untuk Anggara.

Jumlah Bantuan:  Rp 1.000.000,-
Tanggal: 20 November 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik, Obet Pond, @nitaapuji

Anggara menderita Traumatic Catarac H261


EUIS KOMARIAH BINTI ENGKIK (43, Chronic Gastritis Unspecitied). Alamat: Kp. Rancabungur, Kelurahan Bungursari, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Istri dari Pak Dudung (47) yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan dan memiliki tanggungan 4 orang ini sduah empat hari dirawat di RSUD dr. Soekardjo. Penghasilan Pak Dudung hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok hidup sehari-hari dan biaya sekolah anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar, bahkan kadang kurang. Sekarang beban Pak Dudung bertambah karena beliau harus membiayai istrinya yang sedang dirawat di RSUD. Meski Ibu Euis punya jaminan kesehatan dari pemerintah daerah (Jamkesda), tapi untuk biaya bekal selama dirawat tetap harus diusahakan oleh Pak Dudung. Sejak delapan bulan yang lalu, melihat dari hasil diagnosa dokter RSUD,  ibu Euis Komariah menderita penyakit chronic gastritis unspecitied, yang berawal dari seringnya beliau mengalami sakit pada bagian dalam perutnya. Bu Euis pernah menjalani pengobatandi Puskesmas terdekat, dan menjalani kontrol satu minggu sekali selama dua bulan. Namun ikhtiarnya ini belum membuahkan hasil yang menggembirakan. Kemudian beliau melanjutkan pengobatannya ke RSUD dr Soekardjo kota Tasikmalaya satu minggu sekali selama satu bulan, dengan bantuan fasilitas Jamkesda. Pengobatan Bu Euis Komariah sering tidak dapat menjalani kontrol rutin yang disarankan dokter RSUD bahkan sempat berhenti beberapa bulan karena terkenjdala biaya untuk transportasi. Kondisi ini mebuat penyakit yang diderita oleh bu Euis semakin bertambah parah. Belaiu sempat mengalami kondisi kritis, dan tak sadarkan diri. Keluarga bu Euis membawanya ke Puskesmas, setelah dua hari dirawat inap di Puskesmas akhirnya beliau dirujuk ke RSUD dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya. Sudah lima hari bu Euis dirawat di sana. Tanggal 9 Juli 2015 Bu Euis kembali harus masuk RSUD dan dirawat inap lagi. Akhir November 2015 tepatnya tanggal 29, Kurir SR menerima kabar Bu Euis sudah 3 hari dirawat dan mereka menghubungi lagi untuk meminta bantuan karena ada obat-obatan yang harus mereka beli karena tidak dijamin oleh fasilitas jaminan kesehatan yang mereka miliki. #SedekahRombongan pun kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya obat-obatan dan akomodasi sehari-hari selama Bu Euis dirawat.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 29 November 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik

Ibu euis menderita Chronic Gastritis Unspecitied


SITI TAZKIAH NOVIYANTI (4, Epilepsi+ cerebral palsy+gagal ginjal). Alamat: Kp. Giriharja, RT 02/03, Desa Cinagara, Kec. Malangbong, Kab. Garut, Provinsi Jawa Barat. Siti merupakan seorang anak dari keluarga yang tergolong kurang mampu. Sang Ayah yang bekerja sebagai buruh harian lepas (serabutan) dan Ibunya sebagai ibu rumah tangga biasa. Kondisi rumah panggungnya berukuran kecil, serta berlantaikan susunan papan dengan dinding dari bilik bambu  dan harus menampung anggota keluarga yang terbilang banyak, serta tidak memiliki tempat MCK didalamnya. Siti adalah balita yang mengalami kelainan sejak lahir. Sejak bayi ia hanya terbaring di tempat tidur dan harus rutin melakukan pengobatan ke Puskesmas setempat. Keluarga ini tidak mampu untuk berobat ke Rumah Sakit karena terkendala biaya.  Bertambah hari kondisi penyakitnya semakin parah, terjadi pembengkakan pada bagian perut, tangan dan kakinya, yang diperkirakan karena mengalami gagal ginjal sehingga menghambat pertumbuhannya. Hingga di usia 4 tahun pertumbuhannya badannya masih seperti seorang bayi yang berusia 1,5 tahun. Saat ditemui Kurir #SR, kondisi Siti Tazkia perutnya sudah membuncit,  bagian kaki membengkak, dengan kulit terkelupas seperti yang mengalami luka bakar. Kondisi seperti sudah dialami Siti selama kurang lebih satu tahun. Siti pernah melakukan pengobatan ke RSHS Bandung akan tetapi proses pengobatan yang cukup lama dan ketidaktahuan akan prosedur pengobatan membuat orang tuanya merasa putus asa. Ditambah lagi selama masa berobat di Bandung keluarganya tidak memiliki tempat singgah, pada akhirnya ada seorang kader Posyandu yang membantu proses pengobatan di RS Jasa Kartini Tasikmalaya. Siti sempat dirawat di RS Jasa Kartini kurang lebih selama 14 hari, namun dikarenakan keterbatasan biaya hidup sehingga orang tua Siti terpaksa harus menghentikan perawatan anaknya di RS Jasa Kartini Tasikmalaya. Pengobatan selanjutnya hanya dilanjutkan dengan berobat jalan, itu pun hanya dilakukan di saat orang tuanya memiliki uang untuk biaya transporatasi. Beruntung salah satu dokter dan perawat di RS Jasa Kartini ada yang berbaik hati sehingga orang tua Siti tidak perlu lagi bolak-balik kontrol ke Rumah Sakit dikarenakan ada dokter yang berbaik hati bersedia datang untuk mengontrol kesehatan Siti di kediamannya. Kurir sempat mendatangi rumah orang tua Siti untuk melihat kondisinya dan menyarankan untuk melanjutkan pengobatan medis ke RSHS Bandung akan tetapi dikarenakan orang tua Siti masih trauma akan kejadian sebelumnya, mereka lebih memilih untuk berobat di RS Jasa Kartini Tasikmalaya. Alhamdulillah keluarganya berkenan untuk menerima bantuan sehingga Siti dapat melanjutkan pengobatan di RS Jasa Kartini. Santunan dari #SedekahRombongan dipergunakan oleh orang tua Siti untuk biaya akomodasi, biaya hidup sehari-hari, dan asupan gizi tambahan.  Semoga kondisi Siti cepat membaik, amin.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 30 November 2015
Kurir: @luchakiem @miftahudinsr @afrizaalba

Siti menderita Epilepsi+ cerebral palsy+gagal ginjal


KHOERUNNISA ASWANDA (1 thn, Hirschprung Desease).  Jl. Cipedes 1 RT 3/1 Kelurahan Cipedes Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Buah hati dari Ibu Yuli, seorang single parent yang sehari-hari bekerja sebagai staf di sebuah TPA ini, dari semenjak bayi sering sakit-sakitan. Sang bayi kerap menangis dan susah melakukan BAB, sehingga perutnya terus membesar. Bu Yuli membawa Khoerunnisa ke Bidan, lalu bidan langsung merujuknya ke RSUD karena diperkirakan bayinya menderita kelainan saluran pencernaan.  Akhirnya Khoerunnisa menjalani operasi pemindahan lobang pembuangan sementara (colostomy) di RSUD dr. Soekardjo, karena hasil pemeriksaan dokter menunjukkan ia menderita Hirschprung Desease.  Awalnya Bu Yuli masih mendapatkan fasilitas jaminan kesehatan BPJS dari suaminya, namun setelah berpisah ia dan bayinya tidak dapat lagi menerima manfaat BPJS karena sudah dicabut keanggotaannya/tidak dilanjutkan. Untuk pengobatan selanjutnya, Khoerunnisa dirujuk ke RSHS Bandung, karena operasi pertama bertujuan hanya sebagai tindakan medis sementara agar Khoerunnisa tidak kesulitan BAB. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu meringankan beban Bu Yuli, yang dipergunakan untuk biaya pembuatan BPJS dan transportasi serta akomodasi sehari-hari selama Khoerunnisa menjalani pengobatan di RSHS Bandung. Bulan Juni 2015 Khoerunnisa kembali menjalani 2 kali jadwal kontrol dan observasi di RSHS Bandung. Bulan September 2015 Khoerunnisa menjalani observasi lanjutan untuk persiapan operasinya sebanyak 2 kali. Di bulan Oktober 2015 Khoerunnisa menjalani kontrol rutin  ke RSHS Bandung sebanyak 2 kali. DI bulan November 2016 kembali Khoerunnisa menjalani kontrol rutin ke RSHS Bandung. Untuk itu  #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk mendukung kelancaran pengobatannya, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 822. Semoga, Khoerunnisa dapat menjalani pengobatan lanjutannya dengan lancar dan segera sembuh, amin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 24 November 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik @miftahudinsr

Nisa menderita Hirschprung Desease


IHSAN MAULUDIN (3 thn, Atresia Ani+Down Syndrome). Alamat: Dusun Sorok RT 6/6, Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Ihsan adalah putra dari pasangan Bapak Ahmad (42) dan Ibu Neni (32). Bapak Ahmad sehari-harinya bekerja sebagai pedagang mainan anak-anak. Dengan penghasilannya yang tidak seberapa, ia harus menghidupi keempat anggota keluarga yang masih menjadi tanggungannya. Bukan hanya kesulitan ekonomi yang menimpa keluarga ini, Dik Ihsan, anak laki-laki satu-satunya yang diidam-idamkan Pak Ahmad dan Bu Neni, 3 tahun yang lalu lahir tanpa lubang anus dan menderita down syndrome. Setelah menjalani operasi kolostomi di RSUD Ciamis pada usia 7 hari,  Dik Ihsan kemudian dirujuk ke RSHS Bandung untuk menjalani pengobatan lanjutan. Sudah tiga tahun DIk Ihsan setiap bulan pulang pergi dari Ciamis ke RSHS Bandung menjalani kontrol rutin, perawatan dan telah menjalani operasi kedua untuk pembuatan lobang di anusnya. Berbagai terapi medis telah ia lakukan dan saat ini sedang menunggu jadwal utuk menjalani operasi ketiga. Proses yang panjang dan lama tentu saja cukup menguras tenaga dan biaya sehingga lama kelamaan Pak Ahmad pun merasakan bebannya semakin berat terutama  karena ia juga harus membiayai anak-anaknya yang sudah bersekolah. Tidak jarang Pak Ahmad harus mencari pinjaman kesana kemari agar ia bisa berangkat ke RSHS Bandung untuk menjalani jadwal kontrol Dik Ihsan. Akhirnya Pak Ahmad bertemu dengan Kurir #SedekahRombongan dan menceriterakan kesulitannya. Saat ini Dik Ihsan sudah menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan dan Pak Ahmad bisa sedikit lega karena tidak perlu khawatir lagi dengan biaya transportasi dan tempat singgah sementara karena ia bisa tinggal di RSSR Bandung. Tanggal 16 Februari 2015, Dik Ihsan harus menjalani kontrol rutin ke RSHS Bandung untuk mengobservasi perkembangan penyakitnya. Tanggal 8 Maret 2015 Ihsan kembali harus menjalani observasi untuk persiapan operasi ketiganya di RSHS Bandung. Tanggal 9 Juni 2015 Ihsan kembali harus berangkat ke RSHS untuk penjadwalan operasi ketiganya. Tanggal 10 Oktober 2015 Ihsan kembali harus menjalani kontrol pasca operasi ketiganya di RSHS Bandung.  Tanggal 12 November 2016 Ihsan harus kembali menjalani kontrol pasca operasi ke RSHS Bandung untuk memantau perkembangan hasilnya dan memastikan tidak ada keluhan lain. Setelah sebelumnya masuk di Rombongan 845, #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya transportasi dan biaya akomodasi sehari-hari selama ia menjalani perawatan di RSHS Bandung

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 12 November 2015
Kurir : @luchakiem

Ihsan menderita Atresia Ani+Down Syndrome


TEPRI SANTOSO BIN SUGI MUKTI (23, Kelainan Saluran Kencing+Lumpuh). Alamat: Kp Leuwihieum, Rt. 3/4, Kel. Sukarindik, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Tepri adalah putra dari pasangan Bapak Sugi Mukti (70) dan Ibu Suhernawati ( 52 ). Usianya masih 23 tahun, namun di masa mudanya ia harus sering bolak-balik dirawat di rumah sakit karena kesehatannya terganggu sejak 5 bulan terakhir. Ia menderita penyakit kelainan saluran kencing dan lumpuh. Sakit yang ia alami berawal dari seringnya meraskan sakit ketika buang air kecil. Selain itu, tubuhnya sering demam dan sakit pada bagian kaki. Melihat kondisi tersebut, kedua orang tua Tepri membawanya ke Puskesmas untuk berobat. Namun, setelah menjalani rawat jalan dengan berobat satu minggu sekali selama dua bulan, penyakit yang ia derita belum juga menunjukkan perubahan positif, sehingga ia pun mendapat rujukan untuk melanjutkan pengobatan ke RSUD Dr. Soekardjo Tasikmalaya. Akan tetapi, saran dari pihak Puskesmas tidak segera dijalankan oleh Tepri dan keluarga. Hal tersebut dikarenakan kedua orangtua Tepri tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pengobatan ke RSUD. Ayah Tepri, Bapak Sugi, hanya bekeja sebagai buruh tani ⁠yang harus menafkahi 3 orang anggota keluarganya. Keluarga Tepri ini tinggal di sebuah rumah yang berukuran kecil, itupun hanya rumah sewaan yang harus dibayar setiap bulan. Keadaan Tepri sempat memburuk dan mengalami kritis sehingga ia segera dibawa ke RSUD Dr. Soekardjo untuk menjalani perawatan. Hingga saat ini, Tepri telah menjalani rawat inap selama 5 hari. Alhamdulillah, jaminan kesehatan dari pemerintah daerah bisa mengurangi beban biaya yang harus dikeluarkan oleh kedua orang tua Tepri. Namun, tetap saja untuk biaya sehari-hari selama Tepri dirawat, Bapak Sugi masih merasa kesulitan. Maklum, selama Tepri sakit beliau tidak bekerja sama sekali, beliau menemani Tepri yang terbaring lemah di RSUD. Tanggal 21 Oktober 2015 Tepri kembali masuk RSUD dr. Soekarjo dan harus menjalani rawat inap. Awal November,  Tepri masih menjalani rawat inap di RSUD dr. Soekardjo. Karena ia menggunakan Jamkesda, banyak obat-obatan yang harus dibeli karena tidak dicover Jamkesda. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan kepada Tepri dan keluarga agar ia dapat melanjutkan perawatan tanpa terhalang keterbatasan biaya yang dimiliki oleh kedua orang tuanya, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 845. Semoga Tepri lekas sembuh dan Allah selalu memberi kesabaran untuk keluarga Tepri.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000
Tanggal: 3 November 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik

Tepri menderita Kelainan Saluran Kencing+Lumpuh


HANA NUR HALIMAH (7, TOF). ALamat: Kp. Nyempet RT 4/ 2 Desa Padakembang Kec. Padakembang Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Puteri dari Bapak Mulyana (34) dan Ibu Syukrilah (37) ini sejak kecil sering sakit-sakitan. Ia didiagnosa menderita bocor jantung, namun orang tuanya belum mampu mengobati Hana dengan lebih intensif karena ketidakmampuan biaya, maklumlah kondisi perekonomian Pak Mulyana yang bekerja sebagai seorang buruh bangunan sedang sulit, dan ia memiliki tanggungan cukup banyak, yaitu 6 orang. Pak Mulyana juga lebih sering menganggur karena tidak ada borongan/mendapatkan pekerjaan. Ketika bertemu dengan #SedekahRombongan, Hana belum memiliki fasilitas  jaminan kesehatan apa-apa, sehingga Kurir SR segera mengajukan pembuatan Jamkesda untuk membantu meringankan biaya pengobatannya. Hampir sepanjang hidupnya Hana terus bolak balik berobat baik ke Puskesmas mau pun ke rumah sakit daerah. Sejak lahir berobat mulai ke Pukesmas 2 minggu sekali, tapi belum ada perubahan yang berarti, kemudian mencoba pengobatan ke alternatif  1 bulan sekali sampai 6 bulan, selanjutnya hanya diobati di rumah karena tidak punya biaya. Pernah beberapa kali dirawat di RS SMC karena jika sedang kambuh, Hana sesak nafas dan badan serta tangannya membiru. Sebenarnya Hana sudah mendapatkan rujukan ke RSHS dan harus menjalani pemeriksaan ECHO karena di RS SMC belum ada fasilitas tersebut, namun karena tidak ada biaya, akhirnya Hana hanya dibiarkan berobat seadanya di rumah. Tanggal 22 Oktober 2015 Hana harus berangkat ke RSHS Bandung untuk menjalani pengobatan lanjutan. Tanggal 14 November Hana kembali menjalani pemeriksaan dan kontrol di RSHS Bandung. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan nuntuk biaya transportasi dan akomodasi sehari-hari selama Hana menjalani pengobatan di RSHS Bandung, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 845. Semoga Hana kondisinya membaik dan dapat melanjutkan pengobatannya dengan lancar, amiin.

Jumlah Bantuan: Rp 750.000,-
Tanggal: 14 November 2015
Kurir: @luchakiem

Hana menderita bocor jantung


RINI RAHMAWATI (5, Lumpuh+Gangguan THT). Alamat: Kp. Taraju RT 14/4 Desa Mandalagiri, Kec. Leuwisari, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Rini adalah anak dari Pak Rohmat (48) dan Bu Imas (38). Sewaktu masih kecil, sekitar dua tahun yang lalu, ia pernah mengalami sakit panas sampai kejang-kejang. Sejak saat itu ia tidak bisa berjalan dan mengalami kesulitan dalam pendengarannya, sehingga perkembangan bicaranya pun terlambat. Saat ini ia berjaan dengan cara ngesot, kakinya digusur. Sehari-hari Rini hanya diam di rumah, sesekali ia memandang ke luar jendela saat teman-teman sebayanya bermain. Orang tua Rini, Pak Rohmat dan Bu Imas hanya bisa mengelus dada melihat keadaan anaknya tersebut. Ketidakmampuan biaya membuat mereka selalu mengurungkan niatnya untuk mengobati buah hatinya ini. Keluarga yang memiliki tanggungan 4 orang ini memang termasuk keluarga yang serba kekurangan, Pak Rohmat sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan, yang lebih sering menganggur karena tidak mendapatkan pekerjaan. Syukurlah akhirnya mereka dipertemukan dengan #SedekahRombongan yang mengerti betul kesulitan keluarga ini. #SedekahRombongan segera membantu membuatkan fasilitas kesehatan dari pemerintah daerah (Jamkesda), karena kebetulan mereka luput dari pendataan penerima Jamkesmas. Setelah surat jaminan selesai, Rini pun akan memulai pengobatannya secara berjenjang, dari Puskesmas, ke RSUD SMC dan kemudian ke RSHS Bandung. Bulan Oktober 2015 Rini  menjalani pengobatan dan terapi rutin di RSHS Bandung setiap dua mingu sekali. Tanggal 14 November Rini berangkat ke RSHS Bandung untuk melanjutkan pengobatannya. Untuk sementara ia tinggal di RSSR Bandung. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya transportasi dan akomodasi sehari-hari selama Rini menjalani pengobatan di RSHS Bandung, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 845. Semoga Rini dapat segera sembuh dari penyakitnya, amiin.

Jumlah Bantuan: Rp 750.000,-
Tanggal: 14 November 2015
Kurir: @luchakiem @adesrtasik

Rini menderita Lumpuh+Gangguan THT


SEMA NURLATIPAH BINTI AJID (2, Atresia Ani). ALamat: Kp. Sindangtanjung, RT 17/4, Desa Cileleus, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Ayah Sema bernama Pak Ajid (3) dan bekerja sebagai pekerjaan buruh serabutan (buruh harian lepas). Ibu Sema bernama Ibu Jenab (31), sehari-harinya hanya disibukkan dengan pekerjaan rumah tangga, mengurus keluarga, suami, dan anak-anaknya. Pak Ajid memiliki tanggungan 4 orang anak dan fasilitas kesehatan Jamkesda. Sejak lahir, Sema diketahui menderita atresia ani (tidak memiliki lubang anus), ada kelainan pada anusnya. Dokter di klinik  tempat ia dilahirkan menyarankan, agar Sema menjalani pengobatan di Rumah sakit umum dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Setelah diperiksa oleh tim dokter yang menanganinya, Sema harus segera menjalani operasi colostomy. Kemudia Sema menjalani operasi pemindahan saluran pembuangan sementara di bagian perut sebelah kanan setelah umur dua bulan, dan dirawat inap selama sepuluh hari. Ia juga menjalani berobat jalan selama delapan bulan. Setelah berusia satu tahun, Sema dirujuk ke RSHS Bandung untuk melanjutkan pengobatannya di sana. Karena kesulitan biaya untuk transportasi, beberapa kali telat bahkan ketinggalan jadwal kontrol ke RSHS. Pak Ajid, ayah Sema tidak tentu penghasilannya, kadang hanya bisa menutupi kebutuhan sehari-hari bahkan seringkali kurang. Selain itu juga Pak Ajid masih harus membiayai sekolah anak pertamanya yang masih duduk di sekolah dasar, terkadang Pak Ajid harus memijam ke tetangganya. Alhamdulillah, atas pertolongan Allah SWT, keluarga ini dipertemukan dengan #SedekahRombongan yang memahami kesulitannya, sehingga dengan melalui bantuan dari #SahabatSR, Sema dapat melanjutkan kembali pengobatannya ke RSHS Bandung yang sempat terhambat. Tanggal 15 November Sema kembali berangkat ke Bandung untuk menjalani pengobatan lanjutan. Untuk beberapa hari ia akan tinggal di RSSR Bandung. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu kelancaran pengobatan lanjutan Sema, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 821.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 15 November 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik

Sema menderita Atresia Ani


TRI MULYANI (23. Biaya melahirkan) Kp. Kudang, RT 01/09, Desa Cikadongdong, Kec. Singaparna, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Tri Mulyani adalah istri dari Iwan (25) yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh menjahit. Tanggal 21 November 2015, Ibu muda ini merasakan perutnya mulas hebat, sehingga orang tuanya segera membawanya ke bidan terdekat karena diperkirakan ia akan segera melahirkan. Namun karena tidak kunjung mengalami pembukaan yang meningkat, kondisinya melemah dan tekanan darahnya tingggi. Bidan kemudian merujuknya ke RSUD SMC. Alhamdulillah akhirnya Tri melahirkan anak pertamanya, namun ia sempat mengalami pendarahan hebat, sehingga harus menjalani transfusi darah. Karena tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan, mereka kesulitan untuk membayar biaya persalinan yang terpaksa didaftarkan dengan fasilitas umum.  Alhamdulillah, melalui bantuan dari para #Sedekaholic SR, biaya melahirkan bayinya dapat dibantu, dan mereka dapat segera membawa bayi pertamanya ini pulang.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.250.000,-
Tanggal: 22 November 2015
Kurir: @luchakiem @rahmatmuzacky

Bantuan Biaya melahirkan


NANANG SUHERLAN (51, Serangan jantung+stroke ), Alamat : Kp. Rancapaku RT 3/3 Desa Rancapaku, Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Pak Nandang, yang merupakan orang tua dari Kurir SR Tasikmalaya Mocahamad Adi Abdillah ini, sedang bekerja di Jakarta, dan tinggal mengontrak/kost di Jalan Pisangan Baru Tengah RT. 3/7, Kelurahan Pisangan Baru, Kecamatan Matraman Jakarta Timur. Pak Nandang Suherlan bapak dua anak, suami dari ibu Zunaedah (49) tiba-tiba merasakan seluruh tubuhnya lemas dan tidak dapat digerakkan, Pak Nandang hanya bisa berbaring saja. Ibu Zunaedah kemudian membawa suaminya ke klinik terdekat untuk menjalani serangkaian pemeriksaan. Dari hasil diagnosa dokter klinik, Pak Nandang Suherlan diperkirakan mengalami serangan jantung dan stroke, sehingga harus segera menjalani pengobatan intensif lanjutan ke rumah sakit. Karena panik melihat kondisi suaminya seperti itu, dengan dibantu oleh Kurir SR Bekasi dan Jakarta, Ibu Zubaedah kemudian membawa bapak Nandang Suherlan ke rumah sakit terdekat, yaitu RS Premier Jakarta dan langsung mendapat perawatan intensif di rumah sakit tersebut. Karena kondisi Pak Nandang yang kritis, beliau sempat masuk ICU selama beberapa hari, sehingga, biaya perawatannya cukup besar dan sangat memberatkan keluarga ini, apalagi ibu Zunaedah hanya mengurus rumah tangga saja, satu-satunya sumber penghasilan keluarga, adalah dari Pak Nandang yang saat itu sering sakit-sakitan sehingga praktis keluarga ini tidak mempunyai penghasilan tetap.  Alhamdulillah #SedekahRombongan yang memahami kesulitan keluarga ini ikut membantu meringankan beban keluarga ini dengan menyampaikan bantuan untuk membayar biaya perawatan awal di rumah sakit Premier Jakarta. Semoga Pak Nanang dapt segera sembuh dan pulih kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 10.000.000,-
Tanggal : 6 November 2015
Kurir : @luchakiem @harjie_anies @adiabdillah

Pak nanang menderita Serangan jantung+stroke


AISYAH BINTI YAYAT SUPRIATNA (22, Thalasemia). Alamat: Kp. Sindanggalih RT 12/05, Sukaratu, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak delapan belas tahun yang lalu, Aisyah sudah mengidap Thalasemia ketika ia masih berusia tiga tahun. Awalnya tubuhnya terlihat kekuning-kuningan kemudian orangtuanya mulai khawatir dengan keadaan Aisyah dan membawanya ke Puskesmas terdekat. Setelah berobat jalan setiap satu minggu sekali selama empat tahun namun tidak ada perubahan yang signifikan. Kemudian Aisyah dirujuk ke RSUD Tasikmalaya karena minimnya peralatan medis di Puskesmas dan kemudian menjalani pengobatan di RSUD Tasikmalaya. Setelah beberapa kali berobat jalan ternyata Aisyah divonis mengidap penyakit Thalasemia dan harus ditransfusi darah tetapi  harus dirujuk ke RSHS  Bandung. Ketika berobat jalan di RSHS, pengobatan Aisyah sering terbengkalai terbentur masalah biaya karena kondisi keluarga Aisyah yang memprihatinkan sehingga sampai sekarang kondisi Aisyah belum membaik. Ayah Aisyah, Yayat Supriatna (49), adalah seorang buruh serabutan dan ibunya, Lisnawati (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Meskipun keluarganya punya BPJS, tetapi mereka terbebani perbekalan sehari-hari ketika berobat jalan di RSHS. Ketika #SedekahRombongan mengunjungi kediaman Aisyah, keluarganya mengungkapkan kegembirannya atas bantuan yang disalurkan untuk bantuan pengobatan Aisyah. Bulan November 2015 Aisyah kembali menjalani transfusi darah di RSHS Bandung,  dan setelah sebelumnya masuk di Rombongan 845, #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk transportasi dan akomodasi sehari-hari selama Aisyah menjalani perawatan di RSHS. Semoga Aisyah segera dapat melanjutkan pengobatannya dan  diberi kesembuhan agar bisa menjalani hari-harinya dengan senyum keceriaan.

Jumlah Bantuan: Rp 750.000,-
Tanggal: 13 November 2015
Kurir: @luchakiem @adesrtasik

Aisyah menderita Thalasemia


EDI SUTIADI (31, Ca Nasofaring). Alamat : Dusun Langseb IV, RT 4/4, Desa Kertaraharja, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Pak Edi merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan asal Kabupaten Karawang. Sejak Januari 2016 mulai merasa keluhan pada bagian kiri telinganya. Setelah menjalani pemeriksaan, didapat diagnosis bahwa sakit pada telinganya adalah tumor yang dalam dunia medis dikenal dengan nama Ca Nasofaring. Selama beliau sakit, 3 bulan terakhir istrinya Cucu Kuswati (22) menggantikannya mencari nafkah sebagai tenaga kerja wanita. Menggunakan jaminan kesehatan JKN – KIS PBI kelas III yang dimilikinya, Pak Edi dibawa ke Rumah Sakit Cipta Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Sampai saat ini Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta belum bisa menampung tambahan pasien baru dikarenakan penuhnya jumlah pasien yang tinggal, maka untuk memudahkannya menjalani rawat jalan serta menjaga kondisinya kesehatannya agar stabil dan tidak mudah cepat lelah, beliau disewakan rumah sementara. Pak Edi yang kondisinya berangsur membaik sampai dengan saat ini masih menjalani rawat jalan di poli radiologi dan telah menjalani radioterapi sebanyak 20 kali dari 25 kali yang dijadwalkan, dan sudah menjalani kemoterapi sebanyak 2 kali. Santunan kembali disampaikan kurir Sedekah Rombongan untuk membantu memenuhi kebutuhan makan, dan biaya sehari-hari selama menjalani pengobatan. Pak Edi mengucapkan terima kasih banyak atas titipan dari para sedekaholics. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 925. Semoga Pak Edi kembali sehat dan dapat menjalani aktifitasnya sehari-hari seperti dulu. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @harji_anis @etydewi2

Pak edi menderita Ca Nasofaring


IMAM YUSUF FADILAH (23, Neoplasma Bones Skull and Face). Alamat : Kampung Krajan, RT 5/1, Kelurahan Jomin Timur, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Imam merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan, mulai merasakan sakitnya semenjak 4 tahun yang lalu. Berawal dari benjolan kecil di pipi sebelah kanannya, yang ia anggap sebagai benjolan biasa. Benjolan yang awalnya kecil ini semakin hari semakin membesar dan terasa sakit. Dituturkan oleh Imam, terkadang sakitnya ia rasakan nyeri hingga terasa di kepala. Melihat kondisinya, dibantu oleh badan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Imam dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Mendapatkan perawatan selama 1 hari dan menjalani pemeriksaan, Imam terdiagnosis menderita Neoplasma Bones Skull and Face atau dalam bahasa umum kita mengenalnya dengan tumor ganas pada tulang wajah. Untuk pengobatan lebih lanjut, Imam kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, Dokter menyarankan tindakan operasi untuknya agar segera dilakukan. Alhamdulillah Iman yang menjalani operasi pengangkatan tumor pada tanggal 19 Desember 2016 lalu, kondisinya kini berangsur membaik. Selama sakitnya Imam tidak bisa mencari nafkah untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari. Imam yang seorang yatim piatu saat ini tinggal di rumah anggota PSM yang merasa prihatin melihat keadaannya. Walau menggunakan jaminan kesehatan Karawang Sehat, namun ia terbentur biaya akomodasi pengobatannya. Kembali Sedekah Rombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk meringankan biaya akomodasi selama ia berobat, dan biaya kebutuhan Imam sehari-hari selama ia belum dapat bekerja. Santunan sebelumnya telah tercatat dalam Rombongan 931. Imam mengucapkan terima kasih atas bantuan yang disampaikan. Semoga ia bisa kembali sehat dan menjalankan aktifitas seperti sedia kala. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal :  20 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @badrudin_musthafa @etydewi2

Imam menderita Neoplasma Bones Skull and Face


TIAN HERDIANI (33, Tumor Ganas Payudara Kanan). Alamat : Babakan Cianjur, RT 3/28, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ibu Tian merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan yang awalnya merasakan nyeri di area payudaranya,  bersamaan tumbuh benjolan pada payudara sebelah kanannya. Semula beliau mengabaikan, namun kelamaan Ibu Tian tidak lagi dapat menahan sakit. Keluarga akhirnya membawa Ibu Tian ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Menjalani pemeriksaan secara menyeluruh diketahui Ibu Tian menderita tumor ganas pada payudara dan segera dilakukan tindakan operasi. Pasca operasi yang dijalani, timbul keluhan lain, beliau merasakan benjolan baru pada payudara sebelah kirinya. Ibu Tian kembali memeriksakan diri dan Dokter menyarankan untuk melakukan operasi yang kedua guna mengangkat benjolan tersebut. Selang beberapa waktu pasca operasi yang kedua, kondisi kesehatannya menurun, bahkan di bagian payudaranya mulai mengeluarkan nanah. Kembali memeriksakan kesehatannya ke RSUD Kabupaten Karawang. Dokter kemudian merujuknya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ibu Tian yang saat ini tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan masih menjalani kontrol secara rutin. Dokter menyarankan Ibu Tian menjalani tindakan kemoterapi pada payudaranya, apabila kondisi beliau sudah dalam keadaan stabil. Walau menggunakan  jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk pengobatannya, Ibu Tian yang seorang ibu rumah tangga dan suaminya Yana Suryana (35) yang seorang buruh harian lepas sulit memenuhi kebutuhan selama berobat. Alhamdulillah santunan lanjutan, titipan sedekaholics  kembali disampaikan untuk meringankan beban biaya makan dan kebutuhan sehari-hari selama di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Bantuan sebelumnya telah terdaftar dalam Rombongan 927. Semoga Ibu Tian diberikan kesabaran dan semangat selama ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Desember  2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu  @_SutardiAnggara @etydewi2

Ibu tian menderita Tumor Ganas Payudara Kanan


TASIH BINTI KATUR (49, Tumor Basis Lidah). Alamat : Kampung Krajan, RT 3/3, Desa Pucung, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ibu Tasih merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan asal Kabupaten Karawang. Berawal dari sakit pada lidahnya yang mulai dirasakan tujuh bulan lalu. Beliau menganggap sakit biasa dan mengabaikannya. Namun seiring waktu sakitnya semakin hebat hingga kesulitan untuk berbicara, berat badannya pun semakin kurus dikarenakan sulit untuk mengunyah makanan. Dibantu Ketua RT setempat, beliau dibawa ke Puskesmas terdekat, dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Setelah menjalani pemeriksaan Ibu Tasih didiagnosis menderita tumor basis lidah atau yang biasa kita kenal dengan tumor lidah. Ibu Tasih memerlukan penanganan lebih lanjut untuk sakitnya, oleh karena itu pihak rumah sakit merujuknya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Selama 4 kali beliau menjalani pengobatan di RSHS Bandung. Untuk memudahkan proses pengobatannya, Ibu Tarsih tinggal sementara di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) dan rutin menjalani kontrol, selanjutnya akan dilakukan tindakan operasi pengangkatan tumor, apabila kondisi kesehatannya dalam keadaan stabil. Ibu Tasih hidup bersama dengan ibunya Tirah (79) dan ketiga saudaranya. Untuk biaya hidup hanya mengandalkan penghasilan kakaknya, Nana Janet (49) seorang kuli serabutan yang juga penyandang disabilitas. Walaupun menggunakan kartu jaminan kesehatan Karawang Sehat, namun beliau kesulitan mencari biaya hidup dan biaya akomodasi selama di rumah sakit. Kembali santunan lanjutan disampaikan Sedekah Rombongan, untuk membantu biaya kebutuhan hidupnya sehari-hari selama beliau sakit. Ibu Tasih dan keluarga mengucapkan terima kasih kepada para sedekaholics. Santuan sebelumnya tercantun dalam Rombongan 923.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Desember 2016
Kurir : @ddayaefudin @zerinabanu @badrudin_musthafa @etydewi2

Bu tasih menderita Tumor Basis Lidah


RIKA MAELANI (25, Tuberculosis Tulang). Alamat: Kp. Krajan, RT 1/1, Desa Ciptasari, Kec. Pangkalan, Kab. Karawang, Prov. Jawa Barat. Rika adalah seorang ibu dari dua orang anak, menderita kelumpuhan sejak tahun 2013. Berbagai upaya dilakukan demi kesembuhan namun belum mendapatkan hasil, hingga Rika dan keluarganya pasrah menerima keadaannya selama 2 tahun. Hampir setahun yang lalu Rika mulai berobat ke RSUD Kab. Karawang  dan dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS). Saat ini Rika menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung (RSSR) demi kemudahan pengobatan rawat jalan yang dijalaninya. Rika dinyatakan positif mengidap Tuberculosis Tulang oleh Dokter di RSHS. Terapi yang diberikan oleh Dokter yaitu bahwa Rika harus melakukan tindakan operasi selain itu Rika juga mengonsumsi obat dan menggunakan korset khusus untuk menyangga tulang belakangnya. Kemarin rika sempat pulang ke kampong halamannya karena rindu kepada anak-anak nya yang masih balita, namun sekarang rika sudah kembali ke RSSR bandung sambil menunggu jadwal dan ruangan kosong dari pihak RSHS Bandung. Suami Rika, Andi Nugroho (37) sehari-hari mendampingi istrinya di RSSR Bandung sehingga tidak dapat mencari nafkah bagi keluarganya. Kurir SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membantu  Rika untuk membantu biaya transportasi kepulangan rika ke kampong halaman dan untuk membantu biaya sehari-hari selama Rika menunggu jadwal operasinya. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kelancaran hingga operasinya bisa segera dilakukan dan  Rika kembali bisa berjalan seperti sedia kala. Bantuan Sebelumnya masuk ke dalam Rombongan 923.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @cucudjuanda

Rika menderita Tuberculosis Tulang


IMAS ROSMIATI (52, Darah Tinggi dan Stroke). Alamat: Kampung Mumunggang RT 3/10 Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Bersama suami dan satu anaknya yang belum berkeluarga, Bu Imas tinggal di rumah panggung yang amat sederhana. Suaminya, Pak Samsudin (58), bekerja sebagai pedagang keliling yang kini tidak bisa lagi beraktivitas karena ia juga menderita penyakit seperti yang dialami istrinya. Suami-istri ini tengah mendapatkan ujian luar biasa! Sejak akhir 2013 Bu Imas tidak mampu lagi menjalankan tugas kesehariannya sebagai ibu rumah tangga. Ia sakit-sakitan, dan sempat berbulan-bulan hanya teronggok di pembaringan. Berawal dari serangan thypus, kedua pergelangan tangan dan pergelangan kakinya kemudian tak bisa berfungsi. Dari pergelangan kaki dan tangan sampai jari-jarinya bahkan menghitam. Ia diduga mengalami Stroke dan Darah Tinggi. Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan, baik melalui medis maupun nonmedis dengan biaya sendiri. Selain ke dokter praktek, Puskesmas, RSUD Sumedang, ia bahkan pernah berobat ke RSHS Bandung sebagai pasien umum. Karena sudah habis biaya, akhirnya ia menggunakan fasilitas BPJS Kelas 3 untuk berobat. Akan tetapi, ikhtiar berobatnya kerap terhenti karena ketidakadaan dana. Cobaan hidup yang dialami Bu Imas akhirnya sampai kepada kurir Sedekah Rombongan atas informasi seorang kader PKK. Ketika kurir #SR berkunjung ke rumahnya, ia menuturkan harapannya untuk terus berobat. Alhamdulillah empati sedekaholics #SR menjawab keinginan Bu Imas. Sejak Desember 2015 Sedekah Rombongan menjadikannya sebagai pasien dampingan. Sejak saat itu, atas bantuan para secekaholics, ibu imas dapat pengobatannya. Sampai bulan Agustus 2016, Bu kondisi fisik Bu Imas belum membaik. Tangan dan kakinya masih sakit dan sulit digerakkan, sehingga setiap harus berobat ia masih memerlukan transportasi yang bisa mengantar-jemput dari rumahnya ke rumah sakit. Sampai pada bulan November, lhamdulillah, Kurir Sedekah rombongan dapat kembali memberi bantuan karena Ibu Imas yang harus terus menjalani kontrol dan pengobatan rutin ke rumah sakit. Pada bulan Desember 2016 Kurir Sedekah Rombongan kembali mengunjunginya. Pada kunjungan itu, kondisi Ibu Imas sudah membaik, Tangannya sudah bisa digerakkan dan sudah bisa berdiri tetapi belum bisa berjalan. Pada kunjungan itu juga, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan Sedekaholik yang memahami dan berempati pada penderitaannya. Bantuan uang tersebut dibutuhkan untuk digunakan sebagai biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 919.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin  @asepbima @lilisdariyah @trietan

Bu imas menderita Darah Tinggi dan Stroke


SAMSUDIN BIN OTO (58, Diabetes Melitus dan Gagal Ginjal). Alamat: Kampung Mumunggang RT 3/10 Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Bersama istri dan satu anaknya yang masih lajang, Pak Samsudin tinggal di rumah panggung sederhana, hasil kerja kerasnya, berdagang, sebelum ia terserang penyakit. Sejak awal 2011 Pak Samsudin tidak bisa bekerja lagi seperti biasa karena ia sakit-sakitan. Dengan menggunakan biaya pribadi, ia memeriksakan penyakitnya ke dokter praktek dan rumah sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Pak Samsudin pertama kali didiagnosa menderita kencing mannis (Diabetes Melitus). Ketika masih mengobati penyakitnya itu, ia juga dikatakan menderita gagal ginjal berdasarkan hasil pemeriksaan di RSHS Bandung. Di rumah sakit rujukan nasional ini ia pernah dua minggu dirawat, menggunakan biaya sendiri. Bertahun-tahun ia berobat, menguras segala yang ia miliki: kesabaran, harta dan air mata. Karena tidak punya lagi biaya, dia sempat berhenti berobat. Apalagi, istrinya pun, Imas Rosmiati (55) sudah setahun terserang Stroke. Atas saran saudaranya, ia kemudian membuat Kartu BPJS Kelas 3. Sampai saat ini dia bisa berobat lagi dan menjalani hemodialisa (cuci darah) seminggu dua kali di RS AMC Cileunyi Bandung, menggunakan fasilitas BPJS. Akan tetapi, akibat kemiskinan yang dialaminya, ia sering kesulitan memiliki biaya transportasi karena tidak ada lagi harta benda yang bisa dijual. Musibah yang menimpa Pak Samsudin dan keluarganya sampai kepada Sedekah Rombongan atas informasi kader PKK di lingkungannya. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dengan Pak Samsudin dan keluarganya sambil menyampaikan bantuan dari sedekaholics dan mendaftarkannya sebagai pasien dampingan Sedekah Rombongan. Sejak  November 2015 Pak Samsudin setiap bulan dikunjungi dan dibantu ikhtiar berobatnya, bahkan beberapa kali diantar-jemput untuk cuci-darah, dan Alhamdulillah masa kritisnya telah terlewati. Walaupun kemudian kondisinya nampak membaik, ia masih membutuhkan uluran tangan demi membantunya agar dapat terus berobat dan cuci darah. Pada kunjungan bulan Oktober 2016, diperoleh kabar bahwa kedua ginjal Pak Samsudin harus “dinuklir”. Namun, karena jadwal tindakan itu harus mengantri dan menunggu sampai Februari 2017, sementara kondisi Pak Samsudin semakin mengkhawatirkan, maka dokter menyarankan untuk melakukannya melalui jalur umum. Tetapi, Biaya “menuklir” melalui jalur umum tersebut tentu tidak ditanggung BPJS, dan biayanya berkisar antara Rp 1.500.000,-. Selain itu, sejak bulan lalu Pak Samsudin harus bolak-balik memeriksakan matanya ke RS Mata Cicendo dikarenakan sekarang ia mengalami ngangguan penglihatan. Memahami betapa beratnya derita hidup Pak Samsudin dan keluarganya, pada akhir Desember 2016 Kurir Sedekah Robongan kembali memberinya santunan lanjutan, bantuan dari para sedekaholics. Bantuan tersebut akan digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan membayar iuran BPJS. Semoga dari bantuan para sedekaholic nanti, secara bertahap kedua ginjal Pak Samsudin dan gangguan penglihatan pada matanya dapat disembuhkan. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 919.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @hengkisenandika @iwadewa1

Pak samsudin menderita Diabetes Melitus dan Gagal Ginjal


HAMID BIN IJNAN (70, Stroke+Reumatik). Alamat: Kp. Ciakdu, RT 7/2, Kel. Cilangkap, Kec. Manonjaya, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah hampir sepuluh tahun, Pak Hamid terkulai lemah tak berdaya karena penyakit stroke. Awalnya, sakit yang terasa berasal dari kakinya yang memang sudah terdeteksi menderita penyakit reumatik. Lama-kelamaan, seluruh tubuhnya tak bisa digerakkan dan keluarganya langsung membawanya ke puskesmas dan Pak Hamid didiagnosa stroke. Sampai sekarang, ia tak pernah pergi ke rumah sakit sekali pun. Pak Hamid hanya berobat dengan obat warung, terkadang rasa gatal sering terasa di kakinya dan selalu ia garuk dengan potongan bambu hingga menjadi luka. Dulu ia bekerja sebagai buruh tani namun sekarang harus terhenti karena penyakitnya. Ia hidup menduda karena istrinya sudah meninggal lima tahun lalu dan sekarang Pak Hamid tinggal bersama anaknya di rumah panggung dan jauh dari perkotaan. Untuk sekedar periksa ke puskesmas secara rutin, ia pun tak mampu karena sudah tak bisa berjalan. Di kampungnya ia tidak termasuk warga yang mendapatkan jaminan KIS. Alhamdulillah, atas informasi dari tetangganya, Sedekah Rombongan bisa mengunjunginya dan memberikan bantuan dari Sedekaholics agar Pak Hamid bisa meneruskan pengobatannya dan mengusahakan kesembuhan. Semoga allah mengangkat semua penyakit Pak Hamid. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 29 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak hamid menderita Stroke+Reumatik


DEDI SURYADI (57, Radang Sendi). Alamat: Kp. Citeureup, RT 26/4, Desa Manonjaya, Kel. Manonjaya, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah hampir tiga tahun, Pak Dedi menderita radang sendi. Awalnya ia merasakan sakit di bagian pinggul dan lama-kelamaan kakinya menjadi mengecil dan pincang. Sama seperti pasien lainnya yang terhalang masalah finansial, Pak Dedi hanya bisa memeriksakan diri puskesmas padahal penyakitnya memerlukan penanganan lebih lanjut dan harus dirawat intensif. Terkadang, bila penyakitnya kambuh, terpaksa ia harus pergi ke klinik terdekat yang menghabiskan biaya ratusan ribu, itu pun hasil pinjaman dari tetangga atau kerabat. Sempat diberi saran untuk memeriksakan diri ke rumah sakit, namun Pak Dedi menolak karena tak punya jaminan kesehatan dan letak rumahnya jauh dari RS. Pak Dedi bekerja sebagai pengrajin angklung dan hanya bisa mengerjakan 1 buah sehari. Istrinya, Dedeh (49) bekerja sebagai tukang jahit untuk membantu perkekonomian keluarga karena mereka punya enam anak yang semuanya masih sekolah. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa menemui pak Dedi di kediamannya dan mendengarkan semua keluhannya. Bantuan dari Sedekaholics pun disampaikan untuk membantu pengobatan Pak Dedi dan akomodasi. Mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan kemudahan pada Pak Dedi dan keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 29 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak dedi menderita Radang Sendi


NAZRIL PUTRA RISMAWAN (2, Sempit Saluran Pernapasan+Kelainan Kelamin). Alamat: Dusun Kalapasari, RT 17/6, Kel. Cilangkap, Kec. Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Dari lahir, Nazril sudah mengalami sempit saluran pernapasan. Terkadang, Azril, begitu panggilannya, selalu menangis kencang karena merasakan sesak. Sempat dibawa ke rumah sakit dan harus dirawat inap namun ibunya menolak karena alasan biaya. Selain itu, ada kelainan di kelaminnya, penis Azril menempel pada kulit testis dan harus dioperasi untuk memisahkannya agar Azril bisa buang air kecil dengan normal. Lagi-lagi karena masalah biaya, operasi itu harus tertunda karena Azril pun bukan penerima jaminan Kartu Indonesia Sehat. Ayahnya, Rismawan (36) bekerja sebagai buruh harian lepas dan hanya mempunyai penghasilan sekitar 20 ribu per hari. Untuk makan sekali sehari pun sudah lumayan. Ibunya, Ai (26) hanya seorang IRT dan sehari-harinya merawat Azril. Mereka tinggal bersama nenek Azril di rumah panggung dan sempit. Rumahnya terletak di atas gunung dan jauh dari kota dan RSUD. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa berkunjung ke rumah mereka dan melihat keadaan Azril yang pertumbuhannya terbilang lambat. Bantuan pun disampaikan untuk biaya pengobatan dan akomodasi ke depannya, Azril akan menjadi pasien dampingan dan semoga bisa secepatnya dilakukan tindakan operasi. Semoga Azril segera sembuh dan tumbuh layaknya anak normal seusianya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 29 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Nazril menderita Sempit Saluran Pernapasan+Kelainan Kelamin


SITI MARYATI (16, Jantung Bocor). Alamat: Kp. Citatah, RT 1/6, Desa Singaparna, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Siti sejak bayi memang sudah divonis dokter menderita kelainan jantung bawaan, namun selama ini ia belum pernah mendapatkan pengobatan yang serius oleh dokter spesialis jantung. Ia hanya sesekali memeriksakan kondisinya ke dokter atau rumah sakit jika kondisinya dirasa mulai merasakan tak enak, seperti mudah merasa lelah dan tangannya kebiruan. Memang sejak kecil Siti kerap menderita sakit, sehingga badannya pun kurus dan kurang berkembang. Di sekolah ia jarang ikut pelajaran olah raga karena jika ia kelelahan, maka sakitnya akan kambuh, dan kondisinya sangat mengkhawatirkan. Seiring berjalannya waktu, Siti pun tumbuh dengan segala keterbatasannya. Saat ini ia sudah bersekolah di SMK jurusan Farmasi. Namun kondisi ekonomi keluarganya yang pas-pasan membuat Siti seringkali berurusan dengan pihak sekolah karena orang tuanya kerap telat membayar kewajiban ke pihak sekolah. Seperti yang terjadi pada tahun 2015, Siti terancam tidak bisa ikut ujian karena ia belum memenuhi kewajiban membayar iuran hampir selama setahun, ditambah dengan uang masuk yang masih tertunggak. Total ia harus melunasi pembayaran sebesar Rp 3.788.000,00 agar ia dapat ikut ujian. Orang tua Siti sudah mencoba meminta keringanan kepada pihak sekolah, apalagi saat itu ibunya Siti juga sedang melahirkan anak ketiganya dan dirawat di rumah sakit. Siti Maryati adalah anak sulung dari pasangan Bapak Iin Solihin (45) seorang pedagang bakso dan Ibu Eka (40) yang sehari-hari disibukkan dengan mengurus rumah tangga dan ketiga anaknya. Sedekah Rombongan pun berkesempatan berkunjung ke rumah Siti dan menyampaikan bantuan berupa santunan untuk pengobatan Siti. Semoga pengobatan penyakit bocor jantung Siti dapat dilanjutkan sampai sembuh. Amiiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @adiabdillah @miftahudinSR

Siti menderita Jantung Bocor


MTSR BOGOR (B 1681 SIF, Biaya Operasional Desember 2016). Pada akhir pekan awal Februari 2016, #SedekahRombongan dihubungi oleh salah seorang pengusaha di Jakarta, Pengusaha yang selama ini rutin memantau pergerakan #SR. Pengusaha ini menghubungi #SR mengabarkan niatnya  memberikan mobil yang diperuntukan untuk ambulance. Beliau selama ini memonitor pergerakan #SR serta menjadi salah satu #Sedekaholics yang rutin menyalurkan bantuannya lewat SR. Sebuah Nissan Evalia ber Plat Nomer B 1481 SIF baru langsung kami jemput di rumah beliau di kawasan selatan Jakarta, diberikan langsung pada kami oleh puterinya. Mobil ini selanjutnya akan kami pergunakan untuk MTSR wilayah Bogor yang berfungsi untuk mengantar jemput para dhuafa berobat dalam dampingan #SedekahRombongan. tentunya dengan mobilitas MTSR di wilayah kabupaten dan kota bogor, Kebutuhan untuk bensin, Tol dan biaya operasional lainnya pun dibutuhkan supaya  mobilitas MTSR untuk mengantar jemput pasien – pasien #SedekahRombongan di wilayah kabupaten dan kota Bogor bisa optimal. Biaya Operasional kali ini digunakan untuk service rutin MTSR Serta untuk operasional penjemputan pasien selama bulan Oktober 2016. Semoga dengan hadir nya MTSR di Wilayah Bogor akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 913

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal :  29 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @Kartimans1 @rexy_eas

Biaya Operasional Desember 2016


YULIAWATI BINTI AHMAD (38, Ca Mammae). Alamat : Kampung Gunung Lanjung, RT 3/7, Kelurahan Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Sejak awal tahun 2015 Bu Yuli sudah mulai merasakan ada benjolan di payudaranya, karena tidak merasa terganggu Bu Yuli tidak memeriksakan kondisi kesehatannya. Namun setahun belakangan ini benjolan tersebut makin membesar dan akhirnya pecah yang menimbulkan luka yang menganga di payudara Bu Yuli. Saat di periksakan ke puskesmas Bu Yuli langsung dirujuk ke RSUD Cianjur untuk mendapatkan penanganan dan di diagnosa mengidap Kanker Payudara (Ca Mamae) stadium 3, karena luka tersebut makin membesar dokter hanya memberikan obat penahan rasa sakit sambil menunggu jadwal untuk operasi Bu Yuli. KIS kelas 3 yang di miliki oleh Bu Yuli tidak bisa mengcover semua obat – obatan untuk penyakit yang di deritanya akhirnya Bu Yuli kembali dibawa pulang dan hanya di rawat di rumah sampai adanya biaya untuk membeli obat – obatan yang tidak di cover KIS. Pak Ayi Sopian bercerita bahwa pekerjaannya hanya sebagai petani dengan penghasilan tidak menentu tiap harinya sehingga tidak bisa untuk membelikan obat istrinya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Bu Yuli, Bantuan awalpun disampaikan untuk Bu Yuli sebagai biaya akomodasi dan untuk membeli obat yang tidak di cover BPJS. Semoga Bu Yuli sabar menghadapi ujian yang diberikan dan semoga Allah segera mengangkat penyakit Bu Yuli, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Ibu yulia menderita Ca Mammae


HERMAN GUNAWAN (38, Tuberculosis Multi Drug Resistant). Alamat : Kampung Kebon Kopi, RT 6/9, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pak Herman pada tahun 2014 sudah didiagnosa mengidap TB Paru dan sudah dirawat di RS. Cisarua yang membuat ia tidak bisa mencari uang untuk keluarganya dan tubuhnya menjadi kurus. Ketika diperbolehkan pulang oleh dokter yang merawat, Pak Herman diminta untuk rutin mengkonsumsi obat – obatan yang diberikan agar kesehatannya membaik namun Pak Herman tidak menjalankan anjuran dari dokter yang merawatnya karena merasa kondisi tubuhnya sudah lebih baik hingga tidak perlu mengkonsumsi obatnya lagi. Pada awal bulan Desember 2016 Pak Herman kembali merasakan sesak nafas dan nyeri di bagian perut yang membuat ia kembali harus masuk UGD RSUD. Kota Bogor, dokter di RSUD memperkirakan bahwa virus TB sudah menjalar ke usus yang membuat Pak Herman harus di rawat diruangan Isolasi RSUD. Kota Bogor. Walaupun untuk biaya pengobatan Pak Herman gratis dengan menggunakan BPJS Mandiri kelas 3, namun Bu Santi (28) istri Pak Herman bercerita ke kurir Sedekah Rombongan yang menjenguk kalau ia kebingungan untuk membeli obat – obatan yang tidak di cover oleh BPJS dan untuk biaya akomodasi ia selama menemani suaminya di Rumah sakit, maklum saja sejak Pak Herman Sakit tidak ada yang bekerja mencari uang lagi. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan sedekah dari para Sedekaholic untuk Pak Herman yang digunakan untuk membeli obat – obatan dan untuk akomodasi selama di rumah sakit. Semoga Pak Herman cepat kembali sehat agar dapat kembali bekerja seperti biasa. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Pak herman menderita Tuberculosis Multi Drug Resistant


DEDE RUSWATI (48, Tumor Perut). Alamat : Kampung Cicantu Mekar, RT 4/3, Kelurahan Hergamanah, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Teh Dede biasa kami memanggil awalnya sering merasakan nyeri di perut bagian bawah, namun rasa nyeri tersebut terkadang hilang yang membuat Teh Dede tidak memeriksakan kondisi kesehatannya kemanapun. Lama kelamaan Teh Dede merasakan perutnya semakin lama semakin membesar yang ia tahu perutnya membesar bukan karena hamil. Akhirnya Teh Dede memeriksakan kondisi perutnya ke Puskesmas dan dokter mendiagnosa bahwa ada tumor di perut Teh Dede, namun untuk memastikannya harus lah dirujuk ke RSUD Cianjur untuk pemeriksaan Laboratorium. Walapaupun memiliki BPJS PBI untuk berobat di RSUD Cianjur, Teh Dede sampai sekarang belum memeriksakan kondisi kesehatannya karena tidak memiliki biaya untuk ongkos ke RSUD Cianjur yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya. Teh Dede yang merupakan seorang janda tidak memiliki penghasilan untuk akomodasi ke RSUD. Cianjur bahkan untuk makan pun Teh Dede diberikan oleh sanak saudara yang dekat dengan rumahnya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Teh Dede, saat dikunjungi oleh kurir Sedekah Rombongan Teh Dede bercerita bahwa ia ingin sekali memeriksakan kondisinya ke Rumah Sakit agar bisa segera sembuh dan mencari pekerjaan untuk kehidupannya sehari – hari. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan dana titipan para Sedekaholics untuk Teh Dede yang akan digunakan untuk biaya akomodasi pemeriksaan kondisi kesehatannya kerumah sakit. Semoga Teh Dede dapat segera sembuh agar bisa kembali beraktivitas seperti biasanya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 23 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Pak dede menderita Tumor Perut


RIVALDI SOLAHUDIN (13, Hipospadia). Alamat : Kampung Pertanian, RT 3/15, Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Aldi merupakan seorang pelajar kelas 1 SMP yang sejak lahir memiliki kelainan yaitu tidak memiliki saluran pembuangan air seni  atau dalam Hipospadia dalam bahasa medisnya. Penyakit tersebut membuat aldi harus memakai selang sebagai saluran pembuangan air seninya yang terkadang membuat ia kesakitan saat ingin buang air kecil. Dokter yang menangani Aldi menyebut bahwa untuk operasi dibutuhkan tahapan – tahapan pemeriksaan agar proses operasi dapat berjalan dengan lancar. Aldi memiliki jaminan kesehatan BPJS PBI yang dibuatkan oleh salah seorang kader desa di daerah tempat tinggalnya untuk melakukan pemeriksaan di RSUD Kota Bogor namun yang jadi masalah adalah Aldi tidak memiliki biaya untuk akomodasi dari rumahnya di kawasan Bogor Barat menuju RSUD Kota Bogor yang jaraknya lumayan jauh. Kedua orang tua Aldi sudah meninggal beberapa tahun lalu akibat kecelakaan yang membuat Aldi menjadi Yatim Piatu, kini Aldi tinggal bersama bibinya yang bercerita kepada kurir Sedekah Rombongan bahwa tidak memiliki banyak biaya untuk mengobati Aldi karena penghasilan suaminya yang hanya buruh serabutan yang hanya cukup untuk makan saja. Aldi juga bercerita kepada kurir Sedekah Rombongan bahwa ia bercita – cita ingin menjadi dokter agar dapat membantu orang lain yang kurang beruntung seperti dirinya dan ia sangat bersemangat untuk meraih kesembuhan. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan titipan dari para Sedekaholic untuk Aldi yang akan digunakan untuk biaya akomodasi Aldi melakukan tahapan pemeriksaan sebelum operasi pembuatan saluran kencing. Semoga Aldi cepat kembali normal agar dapat mengejar cita – citanya menjadi dokter. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 21 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Rivaldi menderita Hipospadia


ALHAKIM BIN CECEP (1, Susp. Radang Selaput Otak). Alamat : Kampung Regal, RT 1/3, Kelurahan Kemang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Hakim sapaan akrab bayi mungil ini, sejak awal bulan November mengalami panas tinggi yang menyebabkan Hakim kejang – kejang hingga tidak sadarkan diri, Cecep (32) dan Ranti (30) yang merasa khawatir akan kondisi anaknya membawa ke Rumah Sakit Rumah Sehat Terpadu namun karena orang tua Hakim tidak memiliki uang sebagai deposit di Rumah Sakit akhirnya Hakim dibawa ke RS. Atang Sanjaya. Lagi – lagi Hakim tidak bisa dirawat di Rumah Sakit tersebut karena kurang memadainya alat yang ada disana hingga akhirnya Hakim dirujuk ke RSUD Kota Bogor dan langsung mendapatkan penanganan walaupun menggunakan biaya umu karena belum adanya jaminan kesehatan. Selama 28 hari di rawat di RSUD Kota Bogor, diagnosa awal dari dokter menyebut bahwa Hakim mengidap radang selaput otak dan harus rutin melakukan check up untuk memulihkan kesehatannya. Ketika hakim diperbolehkan pulang, Alhamdulillah pihak rumah sakit hanya membebankan biaya perawatan selama 10 hari dan sisanya dibayarkan oleh BPJS PBI yang baru saja dibuat untuk Hakim. Ketika dikunjungi oleh kurir Sedekah Rombongan, Cecep bercerita bahwa penghasilannya sebagai buruh pabrik hanya mencukupi untuk kebutuhan sehari – hari sehingga tidak memiliki biaya lagi untuk akomodasi anaknya periksa ke RSUD Kota Bogor, padahal cecep ingin sekali anaknya cepat sembuh sehingga dapat tumbuh dan berkembang seperti anak – anak pada umumnya. Kurir yang mendengar cerita tersebut pun menyampaikan titipan sedekah dari para Sedekaholic untuk Hakim yang akan digunakan untuk biaya akomodasi Hakim Check Up ke RSUD Kota Bogor. Semoga Alhakim cepat pulih dan dapat tumbuh seperti anak – anak pada umumnya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Alhakim menderita Radang Selaput Otak


YUYUN BINTI ANAM (10, Acute Limphoblastic Leukimia ) Alamat: Dusun Cikangkung Barat 2, RT 12/2 , Desa Rengas Dengklok, Kecamatan Rengasdengklok, Kelurahan Rengasdengklok utara, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Yuyun yang yatim sejak balita merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Sakit yang dikeluhkan yuyun ini bermula dari demam yang selama 10 hari tak kunjung sembuh. Ia seringkali mengalami gusi berdarah. Badannya dipenuhi dengan memar-memar, tidak sedikit pula tumbuh bintik-bintik merah dikulitnya, dan sesekali mengeluarkan darah saat buang air besar. Melihat kondisi putrinya, ibunda Yuyun Nasidah (40) ditemani ayah angkatnya Warta (44) memeriksakan Yuyun ke Puskesmas terdekat dan mendapat rujukan ke Rumah Sakit Rengasdengklok Kabupaten Karawang sampai akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan diagnosis didapat Yuyun menderita Acute Lymphoblastic Leukimia (ALL) atau yang secara umum kita mengenalnya dengan sebutan kanker sel darah putih. Untuk pengobatan lebih lanjut RSUD pun memberikan rujukan untuknya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dibantu kurir Sedekah Rombongan Yuyun dibawa ke Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung, untuk memudahkannnya menjalani pengobatan. Selama 2 minggu Yuyun mendapatkan perawatan di RSHS Bandung, namun kemo untuknya yang sudah dijadwalkan sebelumnya masih ditunda dikarenakan kondisi kesehatan  Yuyun yang menurun. Untuk HBnya masih belum stabil dan trombositnya pun masih turun naik. Ibu Nasidah sebagai ibu rumah tangga, dan suaminya Bapak Warta yang bekerja sebagai buruh harian lepas menuturkan, Yuyun menggunakan  jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk pengobatannya. Tetapi Allah berkehendak lain, pada tanggal 8 Desember 2016 lalu Yuyun wafat di RSHS Bandung dan jenazahnya dipulangkan oleh keluarga dibantu kurir menggunakan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Melihat kondisi tersebut kurir Sedekah Rombongan pun kembali memberikan santunan lanjutan kepengurusan jenazah di Karawang. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 923.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu Kosasih @etydewi2

bu yuyun menderita Acute Limphoblastic Leukimia


ALVIN NURSYFA (16, Celebral Palsy + Gizi Kurang). Alamat: Kosambi Jaya RT 1/6, Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Alvin merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan yang menghabiskan hidupnya sehari – hari di tempat tidur.  Awalnya lahir dalam kondisi normal. Dahulu ia dapat berdiri, berjalan juga bermain seperti anak – anak seusiannya. Perubahan Pada Avin terjadi berawal saat Alvin beberapa kali mengalami panas yang sangat tinggi disertai kejang di usia 2 tahun, dan terulang kembali saat usianya 3 tahun sampai akhirnya mengakibatkan Alvin tidak lagi dapat berjalan, berdiri bahkan menggerakkan kakinya. Dirasa mengganggu tumbuh kembangnya sang ibu akhirnya membawa Alvin ke Rumah Sakit Umum Daerah Karawang, Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan diketahui Alvin mengalami Celebral Palsy atau biasa kita kenal dengan lumpuh otak. Namun disayangkan terapi yang harus dijalani Alvin,  terpaksa tidak lagi dilanjutkan dengan alasan kendala biaya selama berobat yang memberatkan. Hingga usianya menginjak remaja Alvin masih menggantungkan hidupnya dengan bantuan orang-orang disekitarnya, terlalu lamanya ia berbaring dikarenakan badannya yang sangat kurus menyebabkan tulang punggung belakangnya tumbuh menjadi tidak sempurna. Alhamdulillah dirasakan perubahan berat badan Alvin perlahan bertambah sebanyak 1kg, ia pun bisa merasakan duduk di kursi roda pemberian dari dinas sosial. Untuk selanjutnya Alvin harus menjalani kontrol lanjutan di RSUD Kabupaten Karawang. Sebagai orang tua tunggal, Ibunda Alvin, Kartem (32) memenuhi kebutuhan hidupnya bersama Alvin dengan pekerjaan yang tidak menentu. Walau menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, namun ia kesulitan untuk memenuhi kebutuhan Alvin sehari-hari untuk mencukupi asupan gizinya. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan titipan sedekaholics demi membantu biaya Alvin membeli susu dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Ibunda Alvin mengucapkan terima kasih atas santunan yang diberikan. Semoga Alvin semangat menjalani hari-harinya. Santunan sebelumnya tercatat dalam Rombongan 912.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @_SutardiAnggara @etydewi2

Alvin menderita Celebral Palsy + Gizi Kurang


KHALISTA NUR FITRI (5, Meningitis+Lumpuh Total). Alamat: Jalan Sukamajuno. 39 RT 4/10, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sejak bayi Khalista dan ibunya (29 thn) tinggal bersama neneknya. Sejak orang-tuanya bercerai, ayahnya tidak pernah datang atau mengurusnya. Ibunya pun bekerja di Cikampek, di sebuah perusahaan cathering, yang hanya pulang 1 atau 2 kali dalam sebulan. Ketika usia Khalista baru menginjak 18 bulan, ia mengalami demam tinggi. Panasnya mencapai 40 derajat lebih. Setelah dibawa ke dokter terdekat, kemudian dirujuk ke RS Santoyusuf dan langsung ditangani di IGD. Dari sana ia langsung mendapat menanganan MMR (scan kepala) dan selama 19 hari dirawat-inap dengan biaya dari neneknya yang didapat dari hasil menggadaikan sertifikat rumah warisan yang ia tempati. Setelah dirawat di RS Santoyusuf, Khalista kemudian dirujuk ke RSHS Bandung untuk mendapat tindakan operasi meningitis. Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan dari RSHS didapatkan hasil bahwa Khalista mengalami infeksi selaput otak. Ia pun dirawat di RSHS selama 3 bulan dengan menggunakan fasilitas kesehatan SKTM. Setelah bisa pulang pun, Khalista harus menjalani rawat-jalan setiap bulan sebanyak 2 kali. Penderitaan adik kecil Khalista ini semakin bertambah, karena matanya pun kemudian tidak bisa melihat. Setelah diperiksa ke RS Mata Cicendo, didapatkan hasil bahwa berdasarkan pemeriksaan dokter, mata khalista tidak bisa melihat lagi dikarenakan mengalami kerusakan saraf. Sekarang Khalista hanya terbaring karena seluruh badannya mengalami kelumpuhan total. Neneknya yang sudah tua sudah pasrah dengan keadaan itu, karena harus bolak-balik ke rumah sakit sudah tidak kuat lagi dan tidak memiliki biaya. Yang dibutuhkan Khalista dan neneknya adalah bantuan untuk mempertahankan hidup khalista, yaitu mereka butuh membeli susu yang harganya sekitar Rp 200.000,- untuk setiap tiga hari. Hanya susu itulah makanan dan nutrisi yang bisa dikonsumsi Khalista. Selain itu, neneknya juga memerlukan biaya untuk sehari-hari karena bantuan dari Ibu khalista jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan Khalista dan biaya sehari-hari neneknya. Bersasarkan informasi dari Bpk. Iwan Kusumah, petugas Linmas yang peduli terhadap penderitaannya, syukur alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat berkunjung ke rumah nenek Khalista dan menjenguk Khalista yang terbaring lemas di lantai beralaskan kasur. Pada kunjungan pertama itu, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan langit, bantuan uang dari para sedekaholics yang berempati kepadanya. Bantuan tersebut mudah-mudahan dapat meringankan beban hidup neneknya dan dapat membantunya membeli susu untuk Khalista. Mudah-mudahan para dermawan yang terketuk hatinya akan kembali memberikan bantuannya untuk meringankan penderitaan Khalista dan keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @lilisdariyah @hengkisenandika

Khalista menderita Meningitis+Lumpuh Total


UCIN WASMAN (57, Gangguan Jiwa + Dehidrasi Berat). Alamat : Jalan Sukamanah RT 5/13 Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Dari tahun 1983, Pak Ucin sudah menderita gangguan jiwa, yang membuat emosinya seringkali tidak stabil dan tidak terkendali. Ia sering mengamuk dan marah-marah tidak jelas kepada almarhum bapaknya dan orang-orang di sekitarnya. Selama sakit, Pak Ucin pernah menjalani rawat inap di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bandung yang beralamat di Jalan Riau 11, Kota Bandung, dan beberapa kali sempat menjalani kontrol. Namun, karena himpitan ekonomi yang dialami keluarganya, upaya pengobatan Pak Ucin pun harus terhenti hingga saat ini. Dengan segala keterbatasan, pihak keluarga pun memilih untuk merawatnya di rumah. Pada tahun 2005, almarhum bapaknya terpaksa mengurung Pak Ucin di ruangan sempit dan tidak layak di rumahnya, yang hanya bisa digunakan untuk posisi duduk karena ia masih sering mengamuk dan mengganggu orang di sekitarnya. Lebih dari delapan tahun, Pak Ucin hanya bisa tidur beralaskan tikar tipis dan hidup jauh dari layak, dengan posisi tubuh melengkung dan kaki menekuk. Itulah yang membuat kondisi tubuhnya saat ini menjadi kurus kering hanya tinggal kulit membalut tulang dan posisi kakinya menjadi menekuk dan tidak bisa diluruskan. Keadaan Pak Ucin kini masih menderita gangguan jiwa, namun sudah tidak mengamuk lagi dan juga mengalami dehidrasi berat karena selama dikurung asupan cairan yang masuk ke tubuhnya sangat kurang. Selama ini, Pak Ucin tinggal bersama ibu kandungnya, Ibu Encas (78) dan adiknya, Juhana (37). Bapaknya meninggal sekitar 8 tahun yang lalu dan adiknya, Dahlan, juga meninggal sekitar 3 tahun yang lalu. Meskipun Ibu Encas sudah berusia renta, sembari merawat Pak Ucin dan Juhana yang juga menderita keterbelakangan mental, beliau juga harus mencari nafkah untuk keluarganya. Ibu Encas bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan yang tidak pasti. Terkadang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, beliau harus berhutang ke warung dan tetangganya. Untuk memulai kembali pengobatan pun rasanya sangat sulit karena Pak Ucin belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah, atas informasi dari Ika (tetangga Pak Ucin), kisah keluarga dhuafa ini sampai kepada kurir Sedekah Rombongan. Kurir Sedekah Rombongan pun mengunjungi Pak Ucin di rumahnya dan menyampaikan titipan langit dari Sedekaholics yang digunakan untuk pembuatan BPJS PBI, akomodasi berobat ke RSUD Ujung Berung dan kebutuhan sehari-hari. Selain menyampaikan bantuan, alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan pun membantu pembuatan BPJS PBI dan mendampingi Pak Ucin untuk memulai pengobatan di RSUD Ujung Berung. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dibantu Puskesmas UPT Babakan Sari berkesempatan membawa Pak Ucin ke RSUD Ujung Berung untuk menjalani rawat inap. Semoga ikhtiar pengobatan Pak Ucin senantiasa dilancarkan oleh Allah SWT dan kondisi kesehatannya bisa kembali pulih. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @kharismagilda @Lisdamojang

Pak ucin menderita Gangguan Jiwa + Dehidrasi Berat


SUMEDI BIN SAWIRADI (50, Stroke & Amnesia). Alamat: Kampung  Sukapura RT 8/1, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pak Sumedi beserta istri dan empat orang anaknya  tinggal di rumah sewaan berukuran kecil, di pinggir rel kereta api. Ia hanya seorang buruh serabutan dan istrinya membantu mencari nafkah dengan menjadi pengasuh anak tetangga. Kesusahan keluarga dhuafa ini bertambah ketika pada akhir tahun 2012 Pak Sumedi terserang stroke akibat darah tinggi. Karena tidak memiliki biaya, selama sakit ia hanya diberi pengobatan alternatif. Akibat sakitnya yang tidak terobati dengan baik secara medis itu, Pak Sumedi menjadi seperti kehilangan ingatan atau amnesia. Setiap kali diajak bicara,ia tidak menjawab dan hanya menangis dengan pandangan kosong.  Sekarang, seetelah mereka memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS PBI pun, keluarganya sulit untuk berobat karena selalu tidak memiliki biaya untuk ongkos dan takut ada obat yang harus dibelinya. Selain itu, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, istrinya harus bekerja dengan menjalani profesinya sebagai pengasuh anak tetangga. Kedua anaknya yang sudah menikah pun hanya bekerja sebagai pekerja kontrak di pertamanan kota. Satu anaknya belum bekerja, dan satu lagi yang bungsu masih kecil. Anak-anaknya pun tidak bisa membantu membiayai pengobatan dan membantu kebutuhan sehari-hari kedua orang tuanya. Syukur Alhamdulillah, berdasarkan informasi dari Sdr. Ika, tetangganya yang peduli, Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dan berkunjung ke rumah Pak Sumedi dan keluarganya. Pada kunjungan pertama itu, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari Sedekaholics yang berempati dengan penderitaan keluarga dhuafa tersebut. Bantuan melalui Sedekah Rombongan itu akan digunakan untuk biaya transportasi & akomodasi berobat Pak sumedi. Mudah-mudahan bantuan para dermawan ini akan meringankan beban hidup kelurga Pak Sumedi dan membuka jalan bagi kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @ikakartika @iwadewa1

Pak sumedi menderita Stroke & Amnesia


SUTINI BINTI SUDIRYA (39, TB Paru-paru+TB Tulang). Alamat : Dusun Pahing, RT 3/1, Desa Sakertatimur, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Dua tahun ke belakang, Ibu Tini biasa beliau dipanggil menderita penyakit yang cukup serius yaitu TB Paru-paru sekaligus TB. Tulang. Gejala awal yang beliau rasakan berupa seringnya beliau merasakan sakit di bagian dada. Selain itu, kondisi beliau semakin turun karena berat badan beliau semakin menyusut. Badan beliau semakin hari semakin kurus dan terasa lemas tak bertenaga. Oleh karena itu, pihak keluarga membawa Ibu Tini ke Rumah Sakit Rawamangun untuk menjalani pengobatan. Hasil pemeriksaan di Rumah Sakit Rawamangun membuat Ibu Tini harus segera dirujuk ke Rumah Sakit Persahabatan untuk pengobatan lebih lanjut. Tak lama, beliau pun segera dibawa ke Rumah Sakit Persahabatan dan masuk IGD selama 2 hari. Akan tetapi, beliau terpaksa menghentikan pengobatan dikarenakan tidak ada biaya. Beberapa waktu lalu, beliau sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan selama 2 minggu. Dengan alasan keterbatasan biaya kebutuhan sehari-hari, akhirnya Ibu Tini terpaksa dibawa pulang dan menjalani pengobatan seadanya di rumah. Pihak dokter sebenarnya tidak mengijinkan beliau pulang karena kondisinya belum stabil. Pada tanggal 29 Desember 2016 kemarin, kurir Sedekah Rombongan Kuningan menjemput ibu Tini untuk di bawa ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan dengan menggunakan ambulans karena kondisi beliau yang hanya bisa berbaring di tempat tidur. Dan saat ini beliau masih menjalani rawat inap di rumah sakit. Ibu Tini memiliki kartu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Akan tetapi, beliau kesulitan berkenaan dengan biaya hidup sehari-hari selama dirawat di rumah sakit. Suami beliau, Bapak Kemal Wildansyah (43) juga sedang menderita penyakit TB Paru-paru dan sehari harinya merawat Ibu Tini yang mengakibatkan beliau tidak bisa bekerja. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Tini, sehingga santunan awal untuk biaya hidup sehari-hari sekaligus membeli obat diluar jaminan KIS dapat disampaikan Sedekah Rombongan kepada Ibu Tini. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Ibu Tini. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 29 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Bu sutini menderita TB Paru-paru+TB Tulang


DADANG SUDARSA (58, Suspect Maag Kronis). Alamat : Lingkungan Lebak Burang, RT 13/03, Desa Citangtu, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Dadang adalah seorang seniman asal Kuningan. Baru sekitar satu bulan kondisi kesehatan beliau menurun padahal sebelumnya beliau tidak memiliki riwayat penyakit apapun. Beliau merasakan sakit di bagian punggung namun belum pernah berobat ke rumah sakit manapun. Selain itu, beliau juga mengeluhkan pusing, perut terasa keras, mual-mual, badan lemas bahkan terus menggigil dan merintih jika badannya tidak enak. Selama ini, beliau hanya berobat ke dokter praktek yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Beliau juga melakukan pengobatan tradisional dengan meminum air rebusan daun binahong. Sebetulnya, beliau ingin segera dirawat akan tetapi tidak ada keluarga yang menunggu di rumah sakit karena anak pertama beliau bekerja di Bandung, yang kedua baru lulus SMA dan yang paling kecil masih berumur 3 tahun. Istrinya tidak bisa menunggu di rumah sakit karena mengurus anak yang kecil. Namun karena kondisinya semakin memburuk, kemarin pihak keluarga segera membawa Bapak Dadang ke Rumah Sakit El-Syifa Kuningan. Beliau segera mendapat perawatan medis disana. Beliau adalah seorang seniman yang memiliki sanggar seni untuk latihan berbagai macam kesenian. Semasa sehat, beliau juga biasa menerima pesanan pembuatan musik tradisional berupa calung dan angklung. Namun karena kondisi beliau yang semakin hari semakin menurun beliau sudah tidak bekerja sama sekali. Istrinya juga hanya Ibu rumah tangga yang tidak bekerja di luar rumah. Semenjak sakit, Bapak Dadang mengeluh kesulitan memperoleh biaya hidup sehari-hari. Beliau memiliki jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3 yang pembayarannya juga ikut terhambat. Akhirnya beliau menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu untuk melakukan pengobatan. Alhamdulillah, atas ijin Allah kurir Sedekah Rombongan Kuningan bisa menyampaikan santunan awal kepada Bapak Dadang untuk biaya akomodasi selama menjalani perawatan di rumah sakit. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk Bapak Dadang. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 29 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Melisa Diah

Pak dadang menderita Suspect Maag Kronis


WINDA YULIANA (13, TB Kelenjar). Alamat : Dusun Sukamulya, RT 3/5, Desa Cimara, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Winda Yuliana adalah seorang pasien dampingan #SedekahRombongan Kuningan. Ia merupakan siswi yang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Di usia 12 tahun, kesehatan Winda sedikit terganggu. Hal itu berkenaan dengan adanya benjolan di bagian sebelah kanan leher Winda. Benjolan di lehernya semakin hari semakin membesar hingga mengeluarkan nanah. Menurut pemeriksaan tim medis, ia didiagnosa menderita TB kelenjar. Beberapa waktu lalu, benjolan pada leher Winda semakin membengkak dan meninggalkan lubang bekas nanah. Dengan dampingan Sedekah Rombongan Kuningan, awal September lalu Winda menjalani operasi pengambilan sampel tumor pada lehernya. Saat ini winda sedang melakukan pengobatan rutin setiap dua minggu sekali. Sudah hampir lima bulan Winda menjalani pengobatan di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Keadaan luka winda saat ini sudah mulai membaik, hanya saja untuk meyakinkan lagi hasil diagnosa tim medis Rumah Sakit Sekar Kamulyan, kemudian tim medis Rumah Sakit Sekar Kamulyan merujuk winda ke Rumah Sakit Persahabatan (RSUP) Jakarta. Pada tanggal 15 Desember 2016, kurir Sedekah Rombongan Kuningan,  mendampingi winda  ke Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, untuk pengobatan lanjutan. Terakhir winda kontrol lagi ke RSUP pada tanggal 28 Desember 2016 lalu. Winda menjalani beberapa pemeriksaan dan juga tes laboratorium, dan sebulan kemudian harus melakukan kontrol lagi. Winda harus mengonsumsi obat dan vitamin yang disarankan oleh tim medis RSUP. Alhamdulillah selama menjalani pengobatan Winda menggunakan bantuan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, sehingga sangat membantu proses pengobatan Winda, hanya saja Winda membutuhkan biaya transportasi dan pembelian obat diluar tanggungan BPJS serta ada beberapa tes laboratorium yang tidak di tanggung oleh BPJS. Maklum saja, ayah Winda, Bapak Carya (56) adalah seorang buruh tani yang berpenghasilan tak tentu. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah Sedekah Rombongan bisa menyampaikan santunan kesembilan untuk biaya transportasi dan biaya pembelian obat diluar tanggungan BPJS. Semoga Allah memudahkan ikhtiar Winda demi kesembuhan penyakitnya. Aamiin. Sebelumnya Winda masuk ke dalam pasien Rombongan 927.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 27 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah Boik

Bu winda menderita TB Kelenjar


MUHAMMAD ARKHA HERDIANSYAH (4,  Suspect Infeksi Ginjal). Alamat : Dusun Karangsari, RT 13/5, Desa Dukuhpicung, Kecamatan Luragung,  Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Balita berusia 4 tahun ini biasa dipanggil Arkha. Diusia yang masih sangat kecil, Arkha menderita infeksi ginjal. Penyakit tersebut baru diketahui pada akhir bulan November 2016 lalu dengan gejala awal bengkak di bagian wajah, perut, kemaluan dan kaki. Biarpun demikian, Arkha tidak pernah mengeluh sakit. Kedua orang tua Arkha panik ketika perut Arkha tiba-tiba terlihat bengkak dan terasa keras. Saat ini Arkha sedang menjalani pengobatan di sebuah klinik dokter umum. Alhamdulillah mulai terlihat perkembangan yang positif. Bengkak di bagian wajah dan kemaluan mulai kempes. Akan tetapi, pengobatan Arkha belum maksimal karena belum diperiksa di rumah sakit dengan alat medis yang jauh lebih lengkap. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan kuningan dipertemukan dengan Arkha, kemudian kurir Sedekah Rombongan membawa Arkha ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah diperiksa, Arkha harus menjalani rawat inap untuk observasi lanjutan, hanya saja kedua orang tuanya belum siap jika Arkha harus dirawat. Alhamdulillah BPJS Arkha sudah bisa digunakan awal bulan januari. Arkha memanfaatkan kartu jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas III.  Orang tua Arkha Bapak Andriansyah (30) bekerja sebagai seorang buruh harian lepas dengan penghasilan yang hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Arkha sehingga santunan kedua dapat disampaikan kepada Arkha untuk biaya pembelian obat, karna sebelumnya Arkha tidak menggunaan kartu jaminan kesehatan. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 931. Semoga Arkha lekas diberi kesembuhan oleh Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 30 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Melisa

Arkha menderita Suspect Infeksi Ginjal


OON FATONAH (62, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Cigebot, RT 1/7, Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Ibu Oon beliau adalah seorang Ibu Rumah Tangga mengindap penyakit kanker payudara sebelah kiri sejak tahun ramadhan kemarin, Ibu Oon sudah berkali-kali melakukan kemoterapi di RS TMC Tasikmalaya, dan transfusi rutin sebelum melakukan kemoterapi. Rambutnya sudah habis semua dikarenakan efek dari kemoterapi, seharusnya terus dilakukan perawatan ekstra yaitu melakukan kemoterapi lanjutan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto selama 45 hari dikarenakan biaya masih belum cukup sampai saat ini belum dilaksanakan. dikarenakan kondisi ekonomi Bapak Jana (69) yang tidak memadai maka beliau menjual tanahnya untuk biaya pengobatan istrinya, Ibu Oon mempunyai jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Suami Ibu Oon (Bapak Jana) hanya bekerja di tempat penggilingan padi yang penghasilannya tidak menentu. Atas Izin Alloh SWT, kurir Sedekah Rombongan Ciamis dipertemukan dengan Ibu Oon dan menyampaikan santunan awal untuk biaya transportasi dan akomodasi. Ibu Oon dan suaminya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Ibu Oon dapat pulih dan sehat kembali seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-.
Tanggal : 28 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @jaudymedia

Bu oon menderita Kanker Payudara


DEDI CAHYADI (36, Pneumonia). Alamat : Dusun Kidul, RT 11/9, Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Pak Dedi adalah pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Ciamis, beliau menderita Paru-paru Basah kini keadannya kian membaik akan tenapi batuknya masih belum berhenti dan nafasnya masih terenggah-enggah, Pak Dedi sekarang masih tinggal bersama orangtuanya untuk mendapatkan perawatan, hari ini Rabu, 28 Desember 2018 akan melakukan test dahak di Laboratorium Klink Budi Kartini dan 3 Januari mendatang kontrol ke RS Permata Bunda Ciamis, kini masih belum bisa bekerja yang biasanya sebagai Satpam di salah satu pabrik yang berada di Tangerang, beliau tulang punggung keluarga dan harus menafkahi istrinya Siti Usnayah (31) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, Selain itu Pak Dedi masih memiliki tanggungan biaya sekolah kedua anaknya. Sementara istri dan anaknya tinggal di rumah mertuanya di Tangerang. Pak Dedi memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Atas ijin Alloh, kurir Sedekah Rombongan Ciamis dipertemukan denga pak Dedi dan ikut memberikan bantuan ketiga untuk transportasi. Pak Dedi dan keluarganya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan Sedekah Rombongan. Semoga pak Dedi dapat kembali sehat dan bisa kembali bekerja sehingga dapat segera mencari nafkah untuk menghidupi istri dan anak-anaknya. Sebelumnya Pak Dedi adalah pasien Rombongan 925.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @jaudymedia

Pak dedi menderita Pneumonia


DEDE KARTINI (56, Stroke). Alamat : Dusun Cigebot, RT 5/6, Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Sudah 1 tahun lebih Ibu Dede tidak bisa bekerja membantu pekerjaan suaminya Jumin Sujatman (68) sebagai pengrajin makananan ringan semenjak stroke serta kelumpuhan kaki dan tangan sebelah kanan, Awal penyakit Ibu Dede bermula sekitar satu tahun yang lalu kejadiannya tiba-tiba saat Ibu Dede akan bangun tidur, tiba-tiba lengan dan tungkai kirinya tidak dapat digerakan. Berbagai upaya kesembuhan sudah dilakukan oleh keluarganya. Saat ini Ibu Dede masih rutin menjalani pemeriksaan di RSUD Ciamis dan teraphy. Kondisinya sudah terlihat ada kemajuan, sedikit-sedikit belajar berjalan meski dengan menyender ke dinding. Ibu dede tidak mempunyai jaminan kesehatan, dan sekarang sedang membuat kartu BPJS kelas III.Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan Ciamis telah menyampaikan bantuan pertama untuk biaya pembuatan BPJS & transportasi. Semoga Ibu Dede bisa kembali sembuh untuk bisa kembali beraktifitas seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @jaudymedia

Bu dede menderita Stroke


MIDAH ISTIKOMAH (26, Radang Sendi). Alamat : Dusun Cikarees, RT 6/2, Desa Harum Mandala, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Neng Midah adalah Pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Pangandaran, Neng Midah menderita Radang Sendi sejak dua belas tahun yang lalu, dan kini keadaannya mulai membaik setelah dua minggu kebelakang dilakukan operasi pengambilan Pen. Saat ini Neng Midah sudah berada di rumahnya kembali setelah hampir seminggu menetap di Purwokerto untuk proses pemulihan. Neng Midah sekarang tinggal bersama Ibunya Munawaroh (41), janda yang berpenghasilan tidak menentu dari pekerjaannya sebagai buruh Tani. Neng Midah memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri kelas III yang sampai saat ini masih dibiayai oleh seorang donatur. Atas ijin Alloh, kurir Sedekah Rombongan Pangandaran dipertemukan dengan Neng Midah ikut memberikan bantuan ketiga untuk transportasi dan akomodasi biaya kontrol ke RSU Siaga Medika Purwokerto. Neng Midah dan keluarganya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan Sedekah Rombongan. Semoga Neng Midah dapat kembali sehat seperti sediakala, dan hidup layaknya seorang gadis lain seusianya. Sebelumnya Neng Midah adalah pasien Rombongan 925.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Desember 2016.
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @indarkusnandar

Bu midah menderita Radang Sendi


ETI CARTI (46, Pecah Pembuluh Darah). Alamat : Dusun Sukamaju RT 13/26, Desa Cileungsir Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Ibu Eti menderita Pecah Pembuluh darah, begitu diagnosis dokter setempat. Awalnya sekitar dua pekan yang lalu, Ibu Eti terserang pusing, badannya lemas dan sulit untuk beraktivitas. Kemudian oleh keluarganya ia diperiksakan ke dokter klinik di kecamatan Rancah. Oleh dokter ia didiagnosa menderita penyakit pecah pembuluh darah. Namun untuk lebih pastinya dokter tersebut menyarankan Ibu Eti agar melakukan pemeriksaan ke RS Banjar dengan rujukan dari puskesmas Rancah, sempat di rawat inap di Puskesmas Rancah selama kurang lebih 4 hari, namun keadaannya tak kunjung membaik. Saat ini keluhannya bertambah dengan keluar darah dari hidungnya, seperti mimisan. Untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke RSU Banjar ia kesulitan biaya, karena baru saja membayar biaya rawat inap di Puskesmas Rancah. Saat ini Ibu Eti tinggal bersama kedua anaknya yang masih bersekolah, yaitu Dadan Ramdani 13 tahun dan Nia Sonia 10 tahun. Sedangkan suaminya Sarju (55) hanya bekerja sebagai buruh tani harian lepas dengan jumlah penghasilan yang tidak menentu. Ibu Eti memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Atas ijin Alloh, kurir Sedekah Rombongan Ciamis dipertemukan dengan Ibu Eti ikut memberikan bantuan untuk transportasi dan biaya kontrol ke RSU Banjar. Ibu Eti dan keluarganya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan Sedekah Rombongan. Semoga Ibu Eti dapat kembali sehat seperti sediakala, dan beraktivitas kembali seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Desember 2016.
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @zezenzn

Bu eti menderita Pecah Pembuluh Darah


MULYANA BINTI YADI (20, Gagal Ginjal). Alamat : Jalan Kampus Unkris RT 5/9, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondok Gede, Kotamadya Bekasi, Jawa Barat. Awal Januari 2016, Mulyana atau yang biasa disapa Mul ini, sudah merasakan tanda-tanda sakitnya itu. Setiap hari ia sering merasakan lemas, hingga pada bulan Maret 2016, ia drop dan langsung dilarikan ke RSUD Kota Bekasi dengan jaminan SKTM atau Surat Keterangan Tidak Mampu. Setelah menjalani pemeriksaan, ia dinyatakan terkena gagal ginjal dan harus menjalani cuci darah secara rutin. Beberapa kali ia menjalani cuci darah di RSUD Kota Bekasi dengan menggunakan SKTM, namun kali ini ia disarankan agar menggunakan Kartu KIS. Ketidaktahuan mereka tentang prosedur pembuatan kartu KIS kini menjadi kendala. Sampai akhirnya mereka dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan yang siap membantu. Mulyana sudah lama ditinggalkan ayahnya, Pak Mulyadi yang kini sudah tiada dan saat ini ia tinggal bersama ibu dan sepupuhnya. Penghasilan mereka sehari-hari tidak dapat menopang biaya pengobatannya. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi ke RS Bakti Husada Cikarang untuk melakukan cuci darah. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 925.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana  Ratna Tidi

Bu mulyana menderita Gagal Ginjal


ARJUNA VIRENDRA (1, Infeksi Saluran Pernafasan). Alamat : Kp. Jaya Raga RT 5/7, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sejak 2 Minggu yang lalu Juna sering merasakan sesak nafas hingga pada hari sabtu tanggal 24 Desember 2016 kondisinya sangat mengkhawatirkan dan kemudian dilarikan ke UGD RS Karya Medika untuk mendapat pertolongan. Keluarga sangat berharap Juna bisa dibuatkan BPJS yang dapat digunakan saat itu juga, namun terjadi masalah karena BPJS orang tua Juna status kelas 2 dan nunggak iuran sampai 600 ribu rupiah, sehingga terjadi kendala untuk pembuatan BPJS. Mau tidak mau biaya perawatan Juna harus dengan jaminan umum. Ayah Juna, Ardiyansyah (24) bermata pencaharian sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Sedangkan ibunya, Bu Ai Nurcahyani (20) ibu rumah tangga. Mereka sangat kebingungan ketika harus menghadapi jumlah tagihan rumah sakit, karena ketiadaan uang. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dapat bersilaturahmi ke RS Karya Medika menemui orang tua Juna. Bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya perawaatan di rumah sakit dan bekal selama menjalani perawatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 28 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Arjuna menderita Infeksi Saluran Pernafasan

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 BAYI THIA MAULANI 2,000,000
2 EEN ERNAWATI 500,000
3 BAYI DEDAH BINTI AJUM 1,500,000
4 MAMAN 1,500,000
5 TARSONO BIN CASMADI 500,000
6 NINGRUM BINTI ATORI 1,000,000
7 ARDAN MUHARRAM SIDIK 750,000
8 BUDI BIN NANAN 1,000,000
9 AMUN BIN ENCU 1,000,000
10 MOCHAMAD FARHAN NURROHMAN 750,000
11 ANGGARA ARYA PRATAMA 1,000,000
12 EUIS KOMARIAH BINTI ENGKIK 1,000,000
13 SITI TAZKIAH NOVIYANTI 1,000,000
14 KHOERUNNISA ASWANDA 750,000
15 IHSAN MAULUDIN 1,000,000
16 TEPRI SANTOSO BIN SUGI MUKTI 750,000
17 HANA NUR HALIMAH 750,000
18 RINI RAHMAWATI 750,000
19 SEMA NURLATIPAH BINTI AJID 1,000,000
20 TRI MULYANI 1,250,000
21 NANANG SUHERLAN 10,000,000
22 AISYAH BINTI YAYAT SUPRIATNA 750,000
23 EDI SUTIADI 500,000
24 IMAM YUSUF FADILAH 1,000,000
25 TIAN HERDIANI 1,000,000
26 TASIH BINTI KATUR 500,000
27 RIKA MAELANI 1,000,000
28 IMAS ROSMIATI 500,000
29 SAMSUDIN BIN OTO 500,000
30 HAMID BIN IJNAN 500,000
31 DEDI SURYADI 500,000
32 NAZRIL PUTRA RISMAWAN 750,000
33 SITI MARYATI 500,000
34 MTSR BOGOR 3,000,000
35 YULIAWATI BINTI AHMAD 1,000,000
36 HERMAN GUNAWAN 500,000
37 DEDE RUSWATI 750,000
38 RIVALDI SOLAHUDIN 750,000
39 ALHAKIM BIN CECEP 500,000
40 YUYUN BINTI ANAM 500,000
41 ALVIN NURSYFA 500,000
42 KHALISTA NUR FITRI 500,000
43 UCIN WASMAN 500,000
44 SUMEDI BIN SAWIRADI 500,000
45 SUTINI BINTI SUDIRYA 750,000
46 WINDA YULIANA 1,250,000
47 MUHAMMAD ARKHA HERDIANSYAH 750,000
48 OON FATONAH 750,000
49 DEDI CAHYADI 500,000
50 DEDE KARTINI 1,000,000
51 MIDAH ISTIKOMAH 1,000,000
52 ETI CARTI 1,000,000
53 MULYANA BINTI YADI 500,000
54 ARJUNA VIRENDRA 1,500,000
Total 55,750,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 55,750,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 937 ROMBONGAN

Rp. 45,706,219,194,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.