Rombongan 936

Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah.
Posted by on January 4, 2017

FANISHA CHAIRAMAN (3, Suspect Leukemia). Alamat : Desa Ketanen, RT 2/4, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Dek Fanisha diumurnya yang masih balita yang seharusnya sedang asyik-asyiknya bermain dengan seumurannya, tetapi itu semua tidak bisa baginya. Dulunya ia lahir normal seperti bayi-bayi yang lainnya, tetapi sejak Dek Fanisha berumur 9 bulan ia mulai sering sakit-sakitan. Hingga 1 tahun belakangan ini ia sering merasakan sakit pada bagian perut, kepala, serta muncul bintik-bintik merah pada kulitnya. Sejak saat itu Dek Fanesha menjadi anak yang susah makan dan berat badannya menurun drastis, padahal dulunya ia adalah balita yang gemuk. Karena tidak tega melihat buah hatinya seperti itu, pada bulan agustus 2016 Dek Fanisha dibawa orng tuanya berobat ke Rumah Sakit Keluarga Sehat dan menjalani rawat inap selama 3 hari lamanya. Karena di RS Keluarga Sehat tidak ada dokter spesialis darah, maka Dek Fanisha dirujuk ke Rumah Sakit Umum Karyadi. Akhir Agustus 2016 Dek Fanisha tiba dan dirawat selama 6 hari disana. Dari hasil serangkaian pemeriksaan dokter, Dek Fanisha didiagnosa menderita Suspect Leukemia dan mengaharuskan ia untuk menjalani cuci darah. Karena keterbatasan dana membuat orang tua Dek Fanisha tidak bisa rutin menjalani transfusi darah untuk anaknya. Hingga kondisi Dek Fanisha sering lemas dan lebih sering digendong oleh orang tuanya. Dengan kondisi Pak Suparman (39) ayahnya yang bekerja sebagai buruh dan Bu Chairani Nasution (33) ibunya hanya pegawai toko kelontong kecil. Apalagi orang tuanya juga harus membayar biaya sekolah Aditya Chairaman (7) kakak Dek Fanisha yang sekarang kelas 1 Sekolah Dasar (SD). Dengan mengandalkan BPJS kelas 3 yang dibayar pribadi, dengan itulah sedikit membantu biaya pengobatan Dek Fanisha. Karena penghasilan yang pas-pasan seringn kali Dek Fanisha telat melakukan transfusi darah. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan dialami orang tua Dek Fanisha. Dengan memberikan Bantuan kepada orang tuanya, semoga amanah yang dititpkan Sedekaholics kepada kami bisa membantu Dek Fanisha agar bisa sembuh dan bisa ceria kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2016
Kurir : @robbyadiarta  @dewa_popfmpati @Guntur

Fanisha menderita Suspect Leukemia


SAPURAH BINTI AMIN (60, Lumpuh). Alamat : Dukuh Kreco, RT 3/3, Desa Danyangmulyo,   Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Bermula pada 30 tahun silam, bermula ketika Mbah Sapurah tidak bisa kencing. Kemudian beliau memeriksakan kondisinya ke  mantri desa, oleh mantri desa diberi obat dengan catatan apabila sudah bisa kencing obat tersebut berhenti pemakaiannya. Namun karena kurangnya pengetahuan dan lupa akan catatan saran mantri desa, obat yang harusnya sudah berhenti diminum ketika sudah bisa kencing tetapi oleh Mbah Sapurah tetap diminumnya sampe habis. Akibatnya terjadi efek lanjutan yang mengakibatkan Mbah Sapurah lumpuh dan tidak bisa kencing kembali. Lumpuh yang di derita menyebabkan  tidak bisa berbuat banyak melakukan kegiatan, kesehariannya hanya terbaring di atas tempat tidur dan hanya kepalanya saja yang bisa beliau gerak-gerakkan. Karena terlalu lama terbaring mengakibatkan tulang kaki dan tangannya tidak bisa digerakkan juga. Mbah Sapurah berobat dengan uang pribadinya, karena beliau tidak mempunyai Fasilitas Kesehatan dari pemerintah. Mbah Sapurah kini tinggal bersama dirumah kakak lelakinya, itupun hanya di tempatkan di kamar kecil dimana segala kegiatan dilakukan menjadi satu disana.  Kurir #SedekahRombongan yang melihat keadaanya sangat sedih dan prihatin. #SedekahRombongan memberikan Bantuan, semoga Bantunan yang diberikan bisa sedikit meringankan beban hidup beliau.

Jumlah Bantunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 agustus 2016
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @wiwiedsartawi

Bu sapurah menderita Lumpuh


RUDI HARTONO (40, Kanker Kulit). Alamat : Bumiharjo RT.1/7 Ngandong Keling,  Kota Jepara, Jawa Tengah. Pak Rudi biasa ia dipanggil. Berawal pada pertengahan tahun 2007 yang lalu, ketika Pak Rudi sedang membantu tetangga merenovasi rumah kemudian kakinya tersangkut kabel listrik dengan teganggang yang sangat tinggi seketika Pak Rudi  tersengat arus listrik tersebut. Kemudian tetangga membawa Pak Rudi ke RSUD Kartini Jepara. Karena luka pada kaki yang parah, sehingga harus dilakukan tindakan operasi untuk mengamputasi kaki kiri. Proses operasi berjalan lancar dan Pak Rudi menjalani proses perbaikan pasca operasi. Pasca operasi Pak Rudi harus terus menjalani kontrol  agar luka bekas operasi segera sembuh. Berbekal Jamkesmas pada waktu itu, sang Istri, Bu Nani (36) dengan setia mengantar Pak Rudi rutin kontrol di RSUD Kartini. Setelah merasa baik, Pak Rudi tidak melanjutkan kontrol rutin. Selain merasa kondisi sudah baik, disebabkan biaya transportasi yang cukup banyak sehingga Pak Rudi tidak melanjutkan pengobatan. Selang 9 tahun pasca operasi, Pak Rudi kembali merasakan sakit pada bagian kaki kanan. Setelah dilakukan pengecheckan ternyata Pak Rudi menderita kanker kulit yang mengharuskan diamputasi kaki kanannya. Saat itu kondisi Pak Rudisangat drop karena dengan kehilangan kedua kakinya membuat Pak Ruditidak bisa bekerja seperti biasa. Sedangkan Pak Rudi memiliki tanggungan 4 orang anak yang masih sekolah. Namun Allah berkehendak lain, Alhamdulillah tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Rudi. Saat ini Pak Rudi telah menjadi pasien dampingan SR Semarang. Alhamdulilah kondisi Pak Rudi semakin membaik, kini pak Rudi sudah menjalani kontrol 3 bulan sekali untuk terus memantau kondisi sel kanker beliau, mohon doa dari Sedekah holic sekalian agar Pak Rudi lekas sembuh dan dapat beraktifitas seperti biasanya. Kini Pak Rudi sudah mendapatkan kaki palsu semoga bantuan kaki palsu ini dapat bermanfaat. Bantuan disampaikan untuk biaya akomodasi Pak Rudi Selama di Semarang.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 27 Oktober 2016
Kurir :@robbyadiarta, @arifiin_yaa

Pak rudi menderita Kanker Kulit


AMRIH MARYANTO (23, Hematoma). Alamat: Dusun Ngabean RT 04 RW 03 Kel. Pringapus Kec. Pringapus  Kab. Semarang, Jawa Tengah. Mas Amrih adalah anak bungsu dari pasangan suami istri Bapak Mujiono dan Ibu Sukarsih. Ayah Amrih bekerja sebagai penjual sosis keliling dan Ibu Amrihbekerja sebagai penjual gendar pecel keliling. Amrih saat ini kalau pagi bekerja di tempat pembuatan jok kursi dan malam hari sebagai penjaga di pengisian air minum isi ulang. Mas Amrih telah menderita tumor di bagian mata sejak lahir,  sudah dilakukan operasi pada saat berusia 7 bln dengan biaya pribadi yang dibayar secara diangsur selama berbulan-bulan. Setelah lulus SMP tumor kembali membesar dan dilakukan operasi kembali di RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan biaya swadaya masyarakat. Pada tahun 2014 tumor kembali membesar dan oleh dokter kembali disarankan untuk melakukan operasi, namun sampai sekarang belum dilakukan operasi karena terkendala biaya. Meskipun pada saat itu pasien sudah memiliki kartu Jamkesda namun dari Jamkesda hanya bisa mengkover kurang lebih 10jt padahal oleh rumah sakit sudah diberi estimasi biaya lebih dari itu, sehingga pasien dan keluarga memutuskan untuk tidak melakukan operasi. awal tahun 2016, tim kurir dipertemukan dengan keluarga Mas Amrih dan sepakat untuk mendampingi pengobatan Mas Amrih. Setelah beberapakali kontrol, akhirnya kini Mas Amrih ranap untuk dilakukan operasi ulang rekontruksi wajah .  Bantuan dari #sahabatSR ini ditujukan untuk Mas Amrih dan keluarga untuk biaya akomodasi saat pengobatan di Semarang.

Jumlah bantuan : Rp.800.000
Tanggal : 27 Oktober 2016
Kurir : @robbyadiarta, @arifiin_yaa

Mas amrih menderita Hematoma


AHMAD HAZIMI (5th, Hydrocephalus). Alamat: Jambu Timur RT 28/06 Kec. Mlonggo Kab. Jepara Prov. Jawa Tengah. Oleh keluarga, sehari-hari biasa dipanggil Hazim. Merupakan putra bungsu dari Bapak Moh Bahrun dan Bu Dewi Masruroh. Ketika lahir, Hazim terlihat normal seperti layaknya bayi lainnya. Namun, ketika berusia 3 bulan kepala Hazim menunjukkan adanya perbesaran. Kala itu, orang tua Hazim hanya mendiamkannya, baru ketika usia 5 bulan Hazim dibawa ke Puskesmas dan langsung divonis Hydrocephalus. Sehari-hari, Bapak Bahrun bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Masruroh berjualan di warung kecil depan rumah. Hidup sederhana dan penghasilan pas-pasan membuat Pak Bahrun mengupayakan pengobatan Hazim melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara. Namun sayang, pengobatan yang diharapkan untuk Hazim tak kunjung datang, ia belum juga mendapat panggilan. Baru ketika Hazim berusia 2,5 tahun ia mendapat konfirmasi untuk dibawa ke RS Roemani Semarang. Hazim dibawa oleh tim DKK Jepara menuju RS Roemani dan rawat inap selama 3 minggu. Pihak Rumah Sakit langsung memutuskan untuk pemasangan selang karena usianya sudah 2,5 tahun. Kepala Hazim sudah tidak bisa mengecil karena tulang tengkorak sudah mengeras. Bulan Juli lalu, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Hazim secara tidak sengaja oleh tetangga dekat rumahnya. Bukan lagi mengeluh Hydrocephalus, setelah operasi pemasangan selang kepala Hazim cenderung stabil, tidak mengalami penambahan ukurang yang signifikan. Namun, seiring pertumbuhannya, fisik Hazim bagian kanan terlihat lemah. Mata Hazim bagian kanan tidak bisa melihat jelas, tangan dan kaki Hazimi bagian kanan juga lemah, tidak berkekuatan. Hazim tidak bisa duduk ataupun berjalan. Hazim menghabiskan waktunya diatas tempat tidur sambil menonton TV. Selain biaya pengobatan dan jarak yang jauh, kendala Hazim ialah belum terdaftar jaminan kesehatan, sehingga hanya mengandalkan DKK setempat. Setelah melakukan musyawarah dengan keluarga, tim #SedekahRombongan kemudian sepakat untuk mendampingi Hazim berobat dibawah pantauan #SRjepara. Segera setelah menjadi dampingan, Hazim dibawa ke RSUD kartini untuk cek kesehatan. Hydrocephalus Hazim tidak bermasalah, namun antara tubuh dan kepala Hazim mengalami ketidakseimbangan. Hazim kemudian dianjurkan melakukan peningkatan gizi dan fisioterapi rutin di Tumbuh Kembang Anak untuk melatih syaraf-syaraf motoriknya. Saat ini, Hazim masih rutin melakukan rawat jalan di RSUD Kartini untuk pemantauan perkembangan tubuhnya. Donasi digunkan untuk memenuhi kebutuhan gizi Hazimi dan untuk akomodasi ke Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 1 Oktober 2016
Kurir: @robbyadiarta, @restirianii

Ahmad menderita Hydrocephalus


SUMINAH BINTI KASNADI (43, Kanker Payudara). Alamat: Kedungcino RT 12/4 Kedungcino, Jepara Jateng. Ibu Sumini nama panggilannya adalah istri dari Bapak Triman dan memiliki 1 orang anak. Bu Sumini mulai merasakan sakit pada awal 2015 di bagian payudara. Awalnya payudara terlihat membengkak seperti ketika datang bulan, tetapi terus menerus menjadi tambah parah. Payudara semakin bertambah besar dan sakit. Karena tidak mengerti dan keterbatasan dana, penyakit bu sumini dibiarkan saja tanpa diobati. Semakin sakit, akhirnya pada 3 bulan terakhir bu sumini sempat mencoba pengobatan tradisional jawa dan dianjurkan melakukan puasa mutih. Pekerjaan sebagai buruh amplas pun ditinggalkan karena penyakit semakin parah. Bu sumini berperan sebagai tulang punggung keluarga. Suami bu sumini, pak Triman yang berusia 80 tahun sudah tidak bekerja karena terlalu tua, dan anaknya masih kelas 3 SMP. Karena keadaan kesehatan bu Sumini tak juga membaik, pada bulan Desember 2015 akhirnya memeriksakan diri ke RSUD. Kartini Jepara dan baru disinilah didiagnosa kanker payudara dan langsung dirujuk ke RSUP Kariadi Semarang. Pemeriksaan awal dilakukan di RSUP Kariadi. Pada akhir Januari 2016 SR Semarang dipertemukan dengan Bu Sumini dan sepakat untuk mendampingi proses pengobatannya. Bu Sumini dijadwalkan menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Kemoterapi I telah dilakukan pada 16 Februari 2016 dan kemoterapi ke-6 baru saja diselesaikan tanggal 26 Juli 2016. Perkembangan kesehatan Bu Sumini akan tetap di cek dengan melakukan kontrol rutin. Setelah melakukan kontrol sebulan sekali, Bu Sumini lalu dianjurkan melakukan tindakan rontgen untuk pengecheckan berkala. Hasil rontgen menunjukkan munculnya suatu benjolan pada daerah bekas operasi yang mendesar beberapa organ sekitarnya. Bu Sumini selanjutnya skan melakukan USG secara menyeluruh dan lebih mendalam untuk pengechekan lebih lanjut.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 13 Oktober 2016
Kurir: @robbyadiarta, @restirianii

Bu suminah menderita Kanker Payudara


SLAMET HARIANTO (21, Patah dan retak tulang jari kaki dan tangan). Alamat: Balong Beji RT.05/02, Jepara, Jawa Tengah. Pada tanggal 27 Agustus 2016 (sabtu malam) Slamet bersama temannya mengalami kecelakaan. Slamet yang mengendarai sepeda motor membonceng temannya bertabrakan dengan pengendara motor lain. Setelah kecelakaan tersebut, Slamet langsung tidak sadarkan diri dan dilangsung dibawa ke bidan terdekat untuk pertolongan pertama dan teman yang di membonceng Slamet meninggal akibat kecelakaan tersebut. Slamet mengalami luka berat, patah dan retak tulang di jari kaki dan jari tangan. Ibu Marsulin (39) adalah Ibu Slamet. Beliau saat ini tidak bekerja dan baru saja berpisah dengan suaminya. Saat ini Ibu Marsulin tinggal di rumah orang tuanya bersama 2 anaknya (Slamet dan adiknya berusia 5 tahun). Atas kejadian kecelakaan yang dialami anaknya, Ibu Marsulin merasa kesulitan terlebih masalah dana. Slamet saat ini harus rutin kontrol di RSUD Kartini Jepara, KIS yang dimilik Slamet tidak bisa digunakan untuk asuransi berobat karena penyebabnya adalah kecelakkaan lalu lintas. Untuk transportasi saat kontrol Slamet juga membutuhkan ambulance karena harus berbaring. Alhamdulillah Slamet ditemukan dengan  #SedekahRombongan dan bantuan disampaikan untuk membantu biaya kontrol. MTSR Pantura Timur juga memfasilitasi Slamet unuk transportsai saat kontrol ke RSUD Kartini Jepara.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 September 2016
Kurir : @robbyadiarta, @RifqiGalihAdinata

Slamet menderita Patah dan retak tulang jari kaki dan tangan


RUDI HARTONO ( 40, Kanker Kulit). Alamat: Bumiharjo RT 01/07 Kec. Ngandong Keling,  Kab. Jepara, Prov. Jawa Tengah. Pak Rudi biasa ia dipanggil. Berawal pada pertengahan tahun 2007 yang lalu, ketika Pak Rudi sedang membantu tetangga merenovasi rumah, kemudian kakinya tersangkut kabel listrik dengan teganggang yang sangat tinggi sehingga Pak Rudi  tersengat arus listrik tersebut. Kemudian tetangga membawa Pak Rudi ke RSUD Kartini Jepara. Karena luka pada kaki Pak Rudi  parah, sehingga harus dilakukan tindakan operasi untuk mengamputasi kaki kiri. Proses operasi berjalan lancar dan Pak Rudi menjalani proses perbaikan pasca operasi. Pasca operasi Pak Rudi harus terus menjalani kontrol  agar luka bekas operasi segera sembuh. Berbekal Jamkesmas pada waktu itu, sang istri, Bu Nani (36) dengan setia mengantar Pak Rudi  kontrol rutin di RSUD Kartini. Setelah merasa lebih baik, Pak Rudi tidak melanjutkan kontrol rutin. Selain merasa kondisi sudah baik, disebabkan biaya transportasi yang cukup banyak sehingga Pak Rudi tidak melanjutkan pengobatan. Selang 9 tahun pasca operasi, Pak Rudi kembali merasakan sakit pada bagian kaki kanan. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata Pak Rudi menderita kanker kulit yang mengharuskan diamputasi kaki kanannya. Saat itu kondisi Pak Rudi sangat drop karena kehilangan kedua kakinya membuat Pak Rudi tidak bisa bekerja seperti biasa. Sedangkan Pak Rudi memiliki tanggungan 4 orang anak yang masih sekolah. Namun Allah berkehendak lain, alhamdulillah tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Rudi. Saat ini Pak Rudi telah menjadi pasien dampingan SR Semarang. Alhamdulilah kondisi Pak Rudi semakin membaik, kini pak Rudi sudah menjalani kontrol 3 bulan sekali untuk memantau kondisi sel kanker Pak Rudi. Mohon doa dari #sedekahholic sekalian agar Pak Rudi lekas sembuh dan dapat beraktivitas seperti biasanya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk biaya akomodasi Pak Rudi Selama melakukan pengobatan di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 880.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 29 November 2016
Kurir : @robbyadiarta @arifiin_yaa

Pak rudi menderita Kanker Kulit


AHMAD HAZIMI (5th, Hydrocephalus). Alamat: Jambu Timur RT 28/06 Kec. Mlonggo Kab. Jepara Prov. Jawa Tengah. Oleh keluarga, sehari-hari biasa dipanggil Hazim. Merupakan putra bungsu dari Bapak Moh Bahrun dan Bu Dewi Masruroh. Ketika lahir, Hazim terlihat normal seperti layaknya bayi lainnya. Namun, ketika berusia 3 bulan kepala Hazim menunjukkan adanya perbesaran. Kala itu, orang tua Hazim hanya mendiamkannya, baru ketika usia 5 bulan Hazim dibawa ke Puskesmas dan langsung divonis Hydrocephalus. Sehari-hari, Bapak Bahrun bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Masruroh berjualan di warung kecil depan rumah. Hidup sederhana dan penghasilan pas-pasan membuat Pak Bahrun mengupayakan pengobatan Hazim melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara. Namun sayang, pengobatan yang diharapkan untuk Hazim tak kunjung datang, ia belum juga mendapat panggilan. Baru ketika Hazim berusia 2,5 tahun ia mendapat konfirmasi untuk dibawa ke RS Roemani Semarang. Hazim dibawa oleh tim DKK Jepara menuju RS Roemani dan rawat inap selama 3 minggu. Pihak Rumah Sakit langsung memutuskan untuk pemasangan selang karena usianya sudah 2,5 tahun. Kepala Hazim sudah tidak bisa mengecil karena tulang tengkorak sudah mengeras. Bulan Juli lalu, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Hazim secara tidak sengaja oleh tetangga dekat rumahnya. Bukan lagi mengeluh Hydrocephalus, setelah operasi pemasangan selang kepala Hazim cenderung stabil, tidak mengalami penambahan ukurang yang signifikan. Namun, seiring pertumbuhannya, fisik Hazim bagian kanan terlihat lemah. Mata Hazim bagian kanan tidak bisa melihat jelas, tangan dan kaki Hazimi bagian kanan juga lemah, tidak berkekuatan. Hazim tidak bisa duduk ataupun berjalan. Hazim menghabiskan waktunya diatas tempat tidur sambil menonton TV. Selain biaya pengobatan dan jarak yang jauh, kendala Hazim ialah belum terdaftar jaminan kesehatan, sehingga hanya mengandalkan DKK setempat. Setelah melakukan musyawarah dengan keluarga, tim #SedekahRombongan kemudian sepakat untuk mendampingi Hazim berobat dibawah pantauan #SRjepara. Segera setelah menjadi dampingan, Hazim dibawa ke RSUD kartini untuk cek kesehatan. Hydrocephalus Hazim tidak bermasalah, namun antara tubuh dan kepala Hazim mengalami ketidakseimbangan. Hazim kemudian dianjurkan melakukan peningkatan gizi dan fisioterapi rutin di Tumbuh Kembang Anak untuk melatih syaraf-syaraf motoriknya. Saat ini, Hazim masih rutin melakukan rawat jalan di RSUD Kartini untuk pemantauan perkembangan tubuhnya. Donasi digunkan untuk memenuhi kebutuhan gizi Hazimi dan untuk akomodasi ke Rumah Sakit. Kini Hazimi sudah bisa diajak duduk walaupun masih terlalu berat menyangga kepala. Terus upayakan perkembangan Hazimi.

Jumlah Bantuan: 500.000
Tanggal: 1 November 2016
Kurir: @robbyadiarta, @restirianii

Ahmad menderita Hydrocephalus


SEPTIAN ANGGARA PUTRA (1, Hydrocephalus + Suspect Spina Bifida). Alamat : Desa Rendeng, RT 2/2, Kecamatan Kota , Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Angga, biasa ia dipanggil. Sejak lahir ia sudah terdapat kelainan yang diawali berlubang pada tulang ekor belakang kemudian kurang dari 24 jam terdapat benjolan kecil yang semakin membesar sampai sekarang. Awalnya Dek Angga hanya dibawa ke Bidan saja sampai akhirnya dibawa ke dokter bedah yang kemudian dirujuk ke dokter bedah syaraf Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus dikarenakan adanya penonjolan syaraf pada tulang ekor yang keluar menyebabkan adanya benjolan dan juga bisa mengakibatkan lumpuh seumur hidup dan didiagnosis suspect spina bifida. Selain itu juga, oleh dokter bedah syaraf  dilakukan rontgen ternyata ditemukan adanya prnumpukan cairan di kepala dik Angga (Hydrocephalus), akhirnya dokter mengambil tindakan pertama  yaitu dilakukan operasi pemasangan selang bagian kepala untuk 3 bulan kedepan, kemudian rencana operasi kedua pada bagian tulang ekornya. Bapak Nofika Hermanu (29)  dan Ibu Sri Widayanti (26) adalah orang tua Dik Angga. Ibu Sri Widayanti yang sebelumnya bekerja sebagai penjahit, kini harus berhenti dari pekerjaannya, dikarenakan keadaan dik Angga yang membutuhkan perawatan insentif dan pendampingan dari dirinya, sedangkan ayahnya sudah tidak bekerja lagi. Karena keterbatasan biaya, selama ini Dik Angga hanya rutin kontrol di bidan dan belum mempunyai jaminan kesehatan sama sekali. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan Kudus dipertemukan dengan keluarga Dek Angga, bantuanpun diberikan  dan kemudian dgunakan untuk pembuatan BPJS Kelas III mandiri. #SedekahRombongan mengupayakan kesembuhan Dek Angga, mendamping Dek Angga selama kontrol di RS. Mardi Rahayu Kudus. Perkembangan sekarang kondisi Dek Angga membaik, dokter menyarankan untuk kontrol sebulan sekali sebelum dilakukan operasi kedua. Semoga Allah memberikan Kesembuhan untuk Dek Angga. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 November 2016
Kurir :@robbyadiarta @wibowo

Septian menderita Hydrocephalus + Suspect Spina Bifida


MUFIATUN BINTI KUSMIN (25, Luka Bakar). Alamat : Dukuh Prawoto, RT 8/3, Desa Nglembur, Kecamatan  Sukolilo, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah.Mufiatun, begitulah warga sekitar memanggilnya. Tiga tahun lalu ia berpamitan kepada keluarganya untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga di salah satu loundry di Desa Jepang, Kabupaten Kudus. Selama kurang lebih 3 tahun lamanya, Mufiatun bekerja. Pada bulan Mei 2016 lalu, kejadian naas menimpanya saat sedang menyetrika  baju, kulitnya terkena setrika dan akhirnya terjadi luka bakar akibat panasnya alat setrika tersebut. Mufiatun ditemukan tetangga kemudian dibantu kepala desa dibawa ke Rumah Sakit Dr. Lukmonohadi Kudus dengan. Di Rumah Sakit Mufiatun menjalani pengobatan untuk beberapa luka karena luka bakarnya tersebut. Mufiatun bekerja sebagai pembantu rumah tangga karena himpitan ekonomi. Ia berniat membantu kedua orangtua yang bekerja sebagai petani di persawahan orang lain dengan penghasilan yang tidak menentu. Mufiatun sendiri belum menikah, lulus Aliyah ia langsung bekerja karena keterbatasan biaya. Ketika Mufiatun, dibawa ke Rumah Sakit ia tidak mempunyai fasilitas kesehatan apapun. Sedangkan,kalau untuk membayar biaya Pengobatan dan Rawat Inap Rumah Sakit keluarga tidak mempunyai uang yang cukup. Alhamdulillah, Mufiatun dipertemukan dengan #Sedekah Rombongan dan serta didampingi pihak LBH ( Lembaga Bantuan Hukum Kabupaten Kudus) yang kemudian menjadi pasien #SRKudus. Bantuan yang diberikan digunakan untuk pembayaran administrasi Rumah Sakit, semoga bisa membantu Mufiatun sekeluarga serta luka dan trauma yang ia alami disembuhkan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 5.938.950,-
Tanggal : 24 Oktober 2016
Kurir : @robbyadiarta  @wibowo

Mufiatun menderita Luka Bakar


KARNITI BINTI SUPARENI (52, Carcinoma Papiler Tyroid et Regio Colli). Alamat: Desa Srobyong, Rt 2/5, Kecamatan Mlonggo. Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa tengah. Bu Karni, begitu biasa beliau disapa oleh warga sekitar. Sekitar sepuluh tahun yang lalu (tahun 2006), muncul benjolan kecil pada leher. Saat itu beliau hanya mengira benjolan biasa dan mengabaikannya karena tidak ada keluhan sakit. Namun, semakin hari benjolan itu membesar sampai pada bulan Juni 2016 Bu Karni baru merasakan sakit pada benjolan tersebut. Oleh keluarga beliau di bawa ke Rumah Sakit Kartini Jepara. Menjalani serangkain pemeriksaan didapat diagnosis benjolan tersebut merupakan tumor ganas dari kelenjar thyroid pada leher (Carcinoma Papiler Thyroid et Regio Colli).  Oleh dokter di minta untuk operasi. Selanjutnya, pada bulan Agustus 2016 beliau menjalani operasi Tumor di Rumah Sakit Kartini Jepara. Satu bulan setelah operasi beliau melakukan kontrol rutin di Rumah Sakit Kartini ternyata ditemukan masih adanya kelenjar di lehernya dan harus segera menjalani operasi kembali. Kemudian, dari RS. Kartini diberikan rujukan ke Rumah Sakit Sultan Agung Semarang untuk dilakukan operasi. Tanggal 28 Oktober 2016 di RS. Sultan Agung Semarang dilakukan operasi kelenjar yang ada dilehernya. Ibu Karni sebelumnya bekerja di salah satu perusahaan meubel di Jepara namun terpaksa berhenti karena sakit. Bapak Suadarto (50), suami beliau yang sebagai Nelayan tidak cukup mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bahkan beliau menyampaikan kesulitan untuk biaya akomodasi pengobatan istrinya.
Kartu Indonesia Sehat (KIS) adalah fasilitas kesehatan yang Bu Karniti miliki dan sedikit meringankan bebannya dalam menjalani pengobatan. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan Kudus dipertemukan dengan keluarga Ibu Karniti, bantuanpun diberikan dan kemudian digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan Bu Karniti selama menjalani Rawat Jalan juga kebutuhan sehari-hari. Keluarga Ibu Karniti sangat berterima kasih atas bantuan yang disampaikan. Alhamdulillah, Bu Karniti sekarang dinyatakan sembuh oleh dokter. Dan semoga Allah senantiasa menjaga dan memberikan yang terbaik untuk beliau dan keluarga. Dan untuk sedekahholics dikaruniakan Rahmat yang terbaik oleh Allah SWT. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 5 November 2016
Kurir : @robbyadiarta @wibowo @lucie_augustin

Bu karniti menderita Carcinoma Papiler Tyroid et Regio Colli


SEMIN BIN DANURI (62th, Benigna Prostate Hepertropy) Alamat : Dusun Wahyurejo, RT 007/RW 001, Kelurahan Pringapus, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Pak semin merupakan pasien #SedekahRombongan, telah melakukan kontrol pemeriksaan rutin setiap satu bulan sekali, sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan yaitu pada tanggal 7 desember 2016, kemudian diberikan beberapa obat oleh dokter yang menanganinya. Kontrol rutin dan diberikan obat harus dilakukan, jika mengalami keterlambatan buang air kecilnya masih sering terasa sakit sehingga harus disiplin kontrol dan minum obat hingga januari 2017, diharapkan setelah bulan januari sakitnya dapat berangsur angsur membaik dan mencapai kesembuhan.

Tanggal : 6 Desember 2016
Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestiarto

Pak semin menderita Benigna Prostate Hepertropy


SURGIYATNO BIN SUHADI (49, Other Senile Cataract), Alamat: Lingk Kupang Dalangan, RT 002 / RW 005, Kel. Kupang, Kec. Ambarawa Kab. Semarang, Prov. Jawa Tengah. Pak Giyatno, biasa beliau dipanggil, seorang buruh di perusahaan air isi ulang di Semarang. Berawal dari kondisi kedua belah mata beliau sudah minus dan harus dibantu kacamata, seiring berjalannya waktu karena kondisi ekonomi, kesehatan dan kebutuhan gizi akan mata tidak terpenuhi dengan baik, sekitar bulan april 2015 pada saat beliau perjalanan pulang dari bekerja tiba-tiba mata sebelah kanan terasa gelap tidak bisa melihat, praktis hanya mengandalkan mata sebelah kiri. Pada  keesokan harinya kondisi tersebut diperiksakan ke Puskesmas Ambarawa yg kemudian dirujuk ke RSUD Ambarawa, diagnosa dokter waktu itu adanya katarak dan kelainan pada syaraf mata beliau, dan dokter waktu itu menyarankan untuk diperiksakan lebih lanjut ke RSUP DR Kariadi dengan diberikan surat rujukan. Singkat cerita selama proses pengobatan tiba-tiba mata sebelah kiri juga mengalami hal serupa, gelap tidak bisa melihat. Pada bulan Juni 2016 Dengan kondisi tersebut pihak RSDK telah menjadwalkan untuk tindakan operasi mata dan beliau sdh melakukan beberapa pemeriksaan, setelah itu tinggal menunggu informasi antrian dari RSDK untuk operasi, namun setelah mendapat kabar dari Rumah Sakit beliau berhalangan karena kondisi, Sehingga info tersebut sampai ke Tim #SedekahRombongan, kemudian dilakukan survey ke rumah beliau, kondisi beliau sangat memprihatinkan hidup seorang diri dengan kondisi tidak bisa melihat, harus melakukan aktivitas sendiri, kadang-kadang ada bantuan dari tetangganya, dan untuk kebutuhan hidup sehari hari mengandalkan kebaikan tetangga sekitar. Semoga Pak Surgiyatno segera bisa melihat dan dapat bekerja lagi seperti harapan beliau saat ini

Tanggal : 6 Desember 2016
Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestiarto

Pak giyatno menderita Other Senile Cataract


RAHAYU BINTI SARJU (68, Dhuafa Lanjut Usia). Alamat: Dusun Patoman, RT O02/RW 004, Kel. Kranggan, Kec. Ambarawa, Kab. Semarang, Prov. Jateng. Mbah Rahayu biasa beliau dipanggil, merupakan dhuafa lanjut usia, Suami beliau telah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu yaitu Alm Bp Sumo Turiman seorang modin di Kel Kranggan. Saat ini Beliau hidup seorang diri tanpa sanak keluarga, dan tinggal di sebuah rumah kontrakan dengan ukuran yang sangat kecil. Kehidupan sehari hari mengandalkan sisa gaji yang kecil setelah digunakan untuk membayar kontrakan rumahnya. Tim #SedekahRombongan mendapatkan informasi tersebut dan kemudian bersilaturahmi di rumah mbah rahayu untuk melihat keadaan beliau. Selang beberapa hari Tim #SedekahRombongan kembali bersilaturahmi dengan memberikan bantuan berupa uang agar dapat sedikit meringankan untuk kebutuhan hidup sehari hari.

Tanggal: 9 Desember 2016
Jumlah bantuan: Rp.1.000.000,-
Kurir: @robbyadiarta @agtian @trislametrahardjo

Bantuan untuk kebutuhan hidup sehari hari.


WAHYU LISTIYONINGSIH BINTI MARKUN (45, Korban kecelakaan/ Patah kaki kiri akibat kecelakaan tertabrak sepeda motor). Alamat: Dsn Tegalrejo RT 003/RW 003, Kel. Bawen, Kec. Bawen, Kab. Semarang, Prov. Jateng. Ibu Wahyu merupakan pasien dampingan #SR Kab.Semarang, Tepatnya Tanggal 1 Mei 2016 sebuah musibah yang menimpanya mengakibatkan patah kaki kiri yang kemudian dilakukan operasi pemasangan pen, dan menjalani perawatan di RS Ken Saras kurang lebih selama 10 hari. Setelah rawat inap di Rumah Sakit beliau mengalami kendala karena tidak adanya biaya untuk membayar sisa tunggakan di RS, karena kondisi Ekonomi tidak mampu dan tidak adanya Asuransi kesehatan. Bantuan dari pihak penabrak hanya cukup untuk biaya selama rawat inap, dari Asuransi Jasa Raharja juga cukup membantu untuk menutup tunggakan RS, namun besarnya biaya operasi masih menyisakan tunggakan biaya Rumah Sakit. Alhamdulillah dari pihak RS Ken Saras memberikan banyak kelonggaran untuk beliau dan diperbolehkan pulang ke rumah kontrakannya. Pada Tanggal 7 Desember 2016 Tim #SedekahRombongan mendapatkan informasi tersebut, kemudian ditindak lanjuti dengan melakukan tahap survey. Tim #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk membayar cicilan ke RS sebagai itikad baik Ibu Wahyu, karena selama kurun waktu dari ranap bulan mei 2016 hingga desember 2016, beliau belum mampu untuk membayar cicilan tsb. Diharapkan nanti setelah didampingi #SR untuk perawatan bekas lukanya bisa berangsur angsur sembuh, bisa bekerja lagi, dan bisa berdaya untuk melunasi biaya Rumah Sakit.

Tanggal : 9 Desember 2016
Jumlah Bantuan: Rp.1000.000,-
Kurir: @robbyadiarta @agtianrestiarto @trislametrahardjo

Wahyu Korban kecelakaan/ Patah kaki kiri akibat kecelakaan tertabrak sepeda motor


SAIDAH BINTI MUSTAJAB (78, Dhuafa Lanjut Usia). Alamat: Dusun Kepatihan, RT O01/RW 001, Kel. Kranggan, Kec. Ambarawa, Kab Semarang, Prov. Jateng. Mbah Dah biasa beliau dipanggil. Beliau hidup dirumah yang sangat sederhana, bersama anak angkatnya yang dahulu sudah diasuh semenjak kecil, untuk kebutuhan hidup sehari hari mengandalkan anak angkatnya yang bekerja serabutan. Tim #SedekahRombongan mengetahui keberadaan Mbah Dah tersebut, dan berkunjung ke rumah beliau, kemudian menyampaikan bantuan kepada Mbah Dah untuk sedikit meringankan kebutuhan hidup beliau.

Tanggal: 12 Desember 2016
Jumlah Bantuan: Rp.1000.000,-
Kurir: @robbyadiarta @agtianrestiarto @trislamet

Bu saidah seorang Dhuafa Lanjut Usia


RUSMI BINTI AMAT SALEH (86, Dhuafa Lansia). Alamat: Dsn Krajan, RT 004/RW 001, Kel. Ngampin, Kec. Ambarawa, Kab. Semarang, Prov. Jateng. Mbah Rusmi biasa beliau dipanggil, merupakan dhuafa Lansia yang hidup dengan anak perempuannya, beliau Ibu Roedjimah yang telah ditinggal meninggal suaminya dan menghidupi kedua anaknya yang masih bersekolah. Mbah Rusmi tinggal di sebuah rumah diatas tanah milik PT KAI yang sewaktu waktu harus siap pindah, untuk kebutuhan sehari hari mengandalkan Ibu Roedjimah sebagai buruh tani yang tidak tentu penghasilannya. Pada tanggal 10 Desember 2016 Tim #SedekahRombongan berkunjung ke rumah beliau, dengan kondisi keadaan rumah yang sangat sederhana, lantai rumah masih tanah. Kemudian Pada tanggal 13 Desember 2016 Tim #SedekahRombongan menyampaikan bantuan kepada keluarga Mbah Rusmi, agar dapat sedikit membantu untuk kebutuhan hidup sehari hari.

Tanggal : 13 Desember 2016
Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Kurir : @robbyadiarta @agtian @faizal @trislametrahardjo

Bu rusmi seorang Dhuafa Lanjut Usia


SARIMAN BIN KERTOLESONO (80, Dhuafa Lansia), Alamat : Dsn Krajan, RT 003/RW001, Kel Ngampin, Kec Ambarawa, Kab. Semarang, Prov. Jateng. Mbah Sariman merupakan Dhuafa Lansia, beliau tinggal dirumah sendiri setelah istrinya meninggal dunia, sudah tidak mampu bekerja lagi karena faktor usia dan kondisi kakinya yang juga sakit. Untuk kehidupan sehari hari  bergantung dari uluran tangan anak-anaknya. Anak-anak Mbah Sariman sebagian besar merantau, dengan kondisi ekonomi yang juga masih kekurangan, kadang-kadang mengirim uang seadanya 6 bulan sekali atau setahun sekali dan itupun tidak tentu. Rumah yang ditinggali Mbah Sariman adalah hasil bedah rumah bantuan dari pihak kelurahan karena dahulu kondisi rumahnya belum layak huni. Pada Tanggal 10 Desember 2016 Tim #SedekahRombongan silaturahmi ke rumah beliau dengan kondisi yang cukup sederhana. Kemudian Pada tanggal 13 Desember 2016 Tim #SedekahRombongan berkunjung kembali untuk menyampaikan titipan amanah sedekah untuk kebutuhan hidup sehari-hari Mbah Sariman.

Tanggal : 13 Desember 2016
Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir : @robbyadiarta @agtian @faizal @trislamet

Pak sariman menderita Dhuafa Lanjut Usia


NGATIYEM BINTI SUTRISNO (58, Sakit di bagian punggung belakang hingga leher dan sakit kepala yang sering kambuh) Alamat: Dsn Mangkelang, RT 18/RW 05, Ds Asinan, Kec. Bawen, Kab. Semarang, Prov. Jateng.
Ibu Ngatiyem menderita sakit dari leher hingga punggung belakang dan terasa hingga perut bagian depan, ditambah bagian kepala juga mengeluh sering pusing, sudah menjalani therapi dan diberi obat dari Rumah Sakit tapi belum kunjung sembuh total, menurut surat rujukan puskesmas tertera sakit low back pain, tapi ketika ditanya diagnosa dokter RS Ken Saras beliau tidak tahu, karena kondisi pemahaman beliau yang sangat minim. Rencana akan di CT Scan tanggal 21 Desember 2016. Pada tanggal 10 Desember 2016 Tim #SedekahRombongan berkunjung ke rumah beliau untuk melihat keadaannnya, saat itu beliau masih mengeluhkan sakit kepalanya yang masih kambuh dan hanya minum obat penghilang rasa sakit. Beliau belum bisa kontrol lagi karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan, ditambah kondisi suami bu ngatiyem yang mengalami musibah pada saat bekerja sebagai sopir truk satu bulan yang lalu.
Pada Tanggal 13 Desember 2016, Tim #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk keperluan selama kontrol di Rumah Sakit dan untuk kebutuhan hidup sehari hari.

Tanggal : 13 Desember 2016
Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Kurir : @robbyadiarta @agtian @trislamet

Bu ngatiyem menderita Sakit di bagian punggung belakang hingga leher dan sakit kepala yang sering kambuh


UMAR BIN AMAT (72, Gejala penyakit yang disebabkan adanya gangguan di tulang leher). Alamat: Dsn. Toyogiri, RT 003 / RW 003, Desa Delik, Kec. Tuntang, Kab. Semarang, Prov. Jateng. Pak Umar biasa beliau dipanggil adalah seorang buruh tani di desanya. Berawal sekitar hampir 2 tahun yang lalu beliau merasakan sakit pada tubuhnya,  terasa panas seperti demam, kemudian oleh keluarga di bawa ke RSUD Ambarawa dan RSU Paru Salatiga, dari hasil diagnosa sementara sakit beliau tertera adanya gejala penyakit yang disebabkan adanya gangguan di tulang leher, kemudian dirujuk ke RSUP Dr Kariadi Semarang (RSDK), dikarenakan kondisi, beliau tidak berangkat ke RSDK kemudian memutuskan untuk membeli obat obatan herbal, meskipun sudah memiliki Fasilitas Kartu BPJS. Keadaan yang belum sembuh total karena kadang kadang sakitnya kambuh seperti badan terasa panas masih dirasakan hingga saat ini, saat dijenguk kurir #SedekahRombongan. Istri beliau, Ibu Sumiati (63) menceritakan kondisi kesehatan suaminya yang kadang kadang masih kambuh sakitnya. Saat ini biaya berobat sudah menghabiskan biaya yang cukup banyak, dan sudah menjual sebagian tanah beliau. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan disampaikan untuk biaya membeli obat dan rawat jalan. Semoga Pak Umar segera sehat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestiarto @trislametrahardjo @abdulwachid

Pak umar menderita Gejala penyakit yang disebabkan adanya gangguan di tulang leher


SUPRIHATI BINTI SAMAK (47, Kanker Ovarium) Alamat : Dsn. Glagahombo, RT 004/RW 005, Kel. Ngampin, Kec. Ambarawa, Kab. Semarang, Prov. Jateng. Ibu Suprihati, biasa beliau dipanggil adalah seorang petugas kebersihan si sebuah sekolah dasar di Ambarawa. Lima bulan yang lalu beliau sudah di vonis menderita kanker ovarium sekitar bulan september 2016, dan telah menjalani operasi pengangkatan dan rawat inap di RSUD Ambarawa, waktu itu beliau masih menggunakan jamkesda untuk membiayai biaya operasinya. Setelah itu beliau masih tinggal di rumah belum bisa bekerja lagi karena kondisi sakitnya yang belum begitu pulih hingga kurir #SedekahRombongan berkunjung ke rumah beliau. Bu Suprihati dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tempat tinggalnyapun masih bergantung dengan orang tuanya, masih menghidupi anaknya yang masih butuh biaya sekolah. #SedekahRombongan sangat memahami kondisi beliau, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu langkah selanjutnya untuk biaya perawatan di Rumah Sakit. Semoga Ibu Suprihati segera diangkat penyakitnya, diberikan kesembuhan, dan bisa bekerja dan beraktivitas lagi seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestiarto @trislametrahardjo @Abdul Wachid

Bu suprihati menderita Kanker Ovarium


KASNURI BIN PONIDI (25, Lumpuh kedua kaki). Alamat: Dsn. Pancuran, RT 003 / RW 013, Desa Banyubiru, Kec. Banyubiru, Kab. Semarang, Prov. Jateng. Nuri, biasa beliau dipanggil, adalah seorang buruh tani penderes pohon aren di desa Pancuran Banyubiru. Lima tahun yang lalu, berawal pada saat beliau bekerja di kebun dengan aktivitas biasa yaitu memanjat sebagai seorang penderes pohon aren, kemudian tiba tiba terjatuh dari pohon aren dengan ketinggian kira kira 12 meter, seketika kondisinya langsung lemas, kurang sadarkan diri, dan langsung dilarikan ke RSUD Ambarawa, kemudian diberi surat rujukan ke RSO Solo. Akan tetapi dari keluarga sebelum ke RSO Solo sempat di bawa ke pengobatan alternatif, sepertinya hal itu menjadi salah satu awal musibah kelumpuhan total pada kakinya karena penanganan yang tidak proporsional. Kemudian setelah itu di bawa ke RSO Solo dengan kondisi retak sudah agak parah, di Solo dilakukan pemasangan pen di tulang bag belakang dan jahitan pada beberapa tubuh bagian perut yang robek. Singkat cerita setelah semua tertangani untuk therapi pasca operasi disarankan di RS Dr Kariadi karena jarak yang lebih dekat, krn kondisi yang tidak memungkinkan dari keluarga, maka tidak jadi dilakukan terapi secara rutin, hanya di rumah saja beraktivitas dengan kursi roda bantuan dari RSO Solo. Ayah Nuri, Ponidi (46) dan ibunya, Kasminah (42) mengungkapkan kesedihannya dan penyesalan saat di jenguk kurir #SedekahRombongan. Maklum saja dengan kondisi ekonomi keluarga dan salah prosedur dalam menangani kecelakaan pada anaknya tersebut, yang mengakibatkan salah satu yang memperburuk kondisi kakinya. Ponidi bekerja sebagai buruh tani dan Kasminah sebagai buruh cuci baju, kondisi tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari hari keluarganya. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan pun disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan sehari nuri dan keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal :  20 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestiarto @trislametrahardjo

Kasnuri menderita Lumpuh kedua kaki


DIKI WAHYUDI BIN SUPARMAN, (12, Gangguan syaraf kaki). Alamat: Gedanganak, RT 03 / RW 01, Kel. Gedanganak, Kec. Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Prov. Jateng. Diki, biasa ia dipanggil, yang mengalami kelumpuhan pada kakinya. Hal ini terjadi sejak lahir, ketika teman sebaya sudah mulai dapat berjalan dengan normal Diki baru dapat sesekali melangkahkan kaki, dan itu pun tidak begitu kokoh. Mulai dari usia 4 tahun Diki dapat mengikuti sekolah hingga TK besar, setelah TK besar Diki malu dan kurang percaya diri, karena tidak dapat berjalan secara normal seperti temannya hingga memutuskan untuk berhenti sekolah. Hingga saat ini Diki belum bisa memfungsikan kakinya secara normal. Namun untuk aktifitas tertentu seperti kebelakang, makan dan beberapa aktifitas lain, bisa dilakukan secara mandiri dalam pengawasan keluarga. Tindakan secara medis  terakhir kali dilakukan pada umur 5 tahun, hanya sebatas konsultasi pada dokter dan tidak ada tindak lanjut. Selain itu juga ada pengobatan alternatif sebatas pijat dan urut. Ayah sebagai pekerja bangunan dan ibu sebagai pembantu rumah tangga juga tanggungan satu anak menjadi beban tanggung jawabnya keluarga. #Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantual awalpun disampaikan untuk biaya pengobatan atau therapi selama di Rumah Sakit. Semoga Diki bisa segera berjalan dengan alat bantu jalan, sehingga bisa bersekolah seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 21 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta, @agtianrestiarto, @eka, @faizalmoo

Diki menderita Gangguan syaraf kaki


LUCKY SEFVIANA RAHMA BINTI MUSTAJAB (4, Cerebal Palsy), Alamat : Dsn Candran,  RT 39/ RW 09, Desa Plumbon, Kec. Suruh, Kab. Semarang, Prov. Jateng. Lucky, biasa ia dipanggil merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan yang masuk di rombongan 917, #SedekahRombongan telah mendampingi dan memberikan edukasi terhadap keluarga untuk penanganan sakit yang diderita lucky, seperti halnya membantu membuatkan fasilitas kesehatan untuk biaya selama fisioterapi di rumahsakit dan mendampingi untuk rutin terapi penyinaran dan terapi wicara demi kesembuhan lucky meskipun membutuhkan proses waktu yang cukup lama.
#Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk biaya pengobatan selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestiarto @datik

Lucky menderita Cerebal Palsy


SUNARTI BINTI KASAM (58, Luka di perut bagian dalam). Alamat : Dsn Toyogiri, RT 001 / RW 003, Desa. Delik, Kec. Tuntang, Kab. Semarang, Prov. Jateng. Ibu Narti biasa beliau dipanggil. Beberapa tahun terakhir ini beliau merasakan tubuhnya lemas, perutnya sakit, untuk BAB dan kadang kadang BAK mengeluarkan darah, sudah di bawa ke Puskesmas terdekat diberi obat jalan, disarankan untuk opname di RSUD Ambarawa, karena kondisi keluarga dan ekonomi yang kurang memungkinkan pihak keluarga tidak segera membawanya. Maklum terbatasnya biaya untuk ke Rumah Sakit serta Beliau belum memiliki fasilitas kartu BPJS kesehatan. Selama berobat jalan hanya mengandalkan dari suaminya Pak Aviv (52) yang bekerja sebagai tukang rongsok. Selain itu masih harus menanggung biaya untuk kebutuhan hidup empat orang cucunya yang masih kecil dan butuh biaya untuk bersekolah. Kesedihan beliau diceritakan pada saat dijenguk kurir #SedekahRombongan di rumahnya, yang dulunya juga hasil renovasi bantuan dari desa. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit. Semoga Ibu Sunarti segera pulih kesehatannya dan dapat beraktivitas seperti biasa

Jumlah Bantuan: Rp. 700.000,-
Tanggal : 20 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestiarto @trislametrahardjo @abdulwachid

Bu sunarti menderita Luka di perut bagian dalam


YAMINI BINTI SUWONO (56, Dada Nyeri dan Sesak Nafas). Alamat : Dsn Susukan, RT 005 /RW 001, Desa Delik, Kec. Tuntang, Kab. Semarang, Prov. Jateng. Ibu Yamini, biasa beliau dipanggil. Sehari-harinya berjualan jajanan pasar keliling desa, kadang-kadang tidak berjualan kalau sakit sesak nafasnya kambuh. Satu bulan terakhir ini mengeluhkan sakit dibagian dadanya dan kadang-kadang sesak nafas, beliau sudah memiliki fasilitas kartu BPJS kesehatan dan sudah pernah dikontrolkan ke Puskesmas dan disarankan untuk berobat ke RSUD Ambarawa, tetapi beliau tidak berangkat karena beliau tidak ada yg mendampingi, anak anaknya merantau dengan kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan. Rumah yang beliau tinggali sekarang ini milik orang lain, jadi beliau hanya menempati dan merawat rumah tersebut. Hingga kurir #SedekahRombongan berkunjung dan mengetahui melalui cerita yang beliau sampaikan. Kemudian Bantuan dari #SedekahRombongan disampaikan untuk membantu biaya rawat jalan di rumah sakit. Harapannya semoga beliau bisa kembali sehat seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta, @agtianrestiarto @trislametrahardjo, @abdulwachid

Bu yamini menderita Dada Nyeri dan Sesak Nafas


MARKENI (71, Dhuafa lanjut usia) Alamat : Dsn. Susukan, RT 01/RW 01, Desa Delik, Kec. Tuntang, Kab. Semarang, Prov. Jateng. Mbah Markeni, biasa beliau dipanggil. Beliau tinggal sebatang kara di sebuah rumah yang sangat sederhana menumpang di tanah Almarhum kakaknya, sudah tidak bisa bekerja lagi karena faktor usia, kegiatannya hanya membersihkan lingkungan rumah yang ditempatinya. Untuk kebutuhan sehari hari bergantung kepada kebaikan tetangga-tetangganya, hingga kurir #SedekahRombongan berkunjung ke rumah beliau, melihat, dan merasakan kondisi kehidupan yang sangat memprihatinkan. Kemudian  #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk membantu dalam mencukupi kebutuhan hidup sehari-harinya

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta, @agtianrestiarto @trislametrahardjo @abdulwachid

Bu markeni seorang Dhuafa lanjut usia


NGADIMIN BIN JOYOKERTO (61, Dhuafa), Alamat : Dsn Gedad, RT 01/RW 06, Desa Kalikurmo, Kec. Bringin, Kab. Semarang, Prov. Jateng. Mbah Ngadimin, biasa beliau dipanggil. Kondisi kehidupan beliau dan keluarga hidup dibawah garis kemiskinan, dulu pekerjaan sebagai buruh tani karena penglihatannya agak terganggu sekarang tidak bekerja lagi. Sekarang bergantung anak perempuan dan istrinya sebagai buruh tani atau mencari rumput untuk ternak, untuk makan sehari hari biasanya hanya jagung atau singkok rebus, belum tentu bisa makan nasi. Mbah Ngadimin tinggal bersama istri Ibu Suminah (57), seorang anak perempuan dan dua orang cucu. Kondisi rumah berdinding papan, berlantai tanah, dengan kondisi tiang penyangga rumah sudah miring hampir roboh,  sebenarnya ada program pemerintah utk bedah rumah tapi terlewat pendataannya, jd hrs menunggu lagi sekitar 1 tahun kemudian. Hingga kurir #SedekahRombongan berkunjung dan mengetahui langsung keadaan hidup beliau. #SedekahRombongan merasakan kesusahan Mbah Ngadimin dan keluarga. Kemudian #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk sedikit meringankan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestiarto @abdulwachid @trislametrahardjo

Pak ngadimin seorang Dhuafa


AHMAD HAZIMI (5th, Hydrocephalus). Alamat: Jambu Timur RT 28/06 Kec. Mlonggo Kab. Jepara Prov. Jawa Tengah. Oleh keluarga, sehari-hari biasa dipanggil Hazim. Merupakan putra bungsu dari Bapak Moh Bahrun dan Bu Dewi Masruroh. Ketika lahir, Hazim terlihat normal seperti layaknya bayi lainnya. Namun, ketika berusia 3 bulan kepala Hazim menunjukkan adanya perbesaran. Kala itu, orang tua Hazim hanya mendiamkannya, baru ketika usia 5 bulan Hazim dibawa ke Puskesmas dan langsung divonis Hydrocephalus. Sehari-hari, Bapak Bahrun bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Masruroh berjualan di warung kecil depan rumah. Hidup sederhana dan penghasilan pas-pasan membuat Pak Bahrun mengupayakan pengobatan Hazim melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara. Namun sayang, pengobatan yang diharapkan untuk Hazim tak kunjung datang, ia belum juga mendapat panggilan. Baru ketika Hazim berusia 2,5 tahun ia mendapat konfirmasi untuk dibawa ke RS Roemani Semarang. Hazim dibawa oleh tim DKK Jepara menuju RS Roemani dan rawat inap selama 3 minggu. Pihak Rumah Sakit langsung memutuskan untuk pemasangan selang karena usianya sudah 2,5 tahun. Kepala Hazim sudah tidak bisa mengecil karena tulang tengkorak sudah mengeras. Bulan Juli lalu, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Hazim secara tidak sengaja oleh tetangga dekat rumahnya. Bukan lagi mengeluh Hydrocephalus, setelah operasi pemasangan selang kepala Hazim cenderung stabil, tidak mengalami penambahan ukurang yang signifikan. Namun, seiring pertumbuhannya, fisik Hazim bagian kanan terlihat lemah. Mata Hazim bagian kanan tidak bisa melihat jelas, tangan dan kaki Hazimi bagian kanan juga lemah, tidak berkekuatan. Hazim tidak bisa duduk ataupun berjalan. Hazim menghabiskan waktunya diatas tempat tidur sambil menonton TV. Selain biaya pengobatan dan jarak yang jauh, kendala Hazim ialah belum terdaftar jaminan kesehatan, sehingga hanya mengandalkan DKK setempat. Setelah melakukan musyawarah dengan keluarga, tim #SedekahRombongan kemudian sepakat untuk mendampingi Hazim berobat dibawah pantauan #SRjepara. Segera setelah menjadi dampingan, Hazim dibawa ke RSUD kartini untuk cek kesehatan. Hydrocephalus Hazim tidak bermasalah, namun antara tubuh dan kepala Hazim mengalami ketidakseimbangan. Hazim kemudian dianjurkan melakukan peningkatan gizi dan fisioterapi rutin di Tumbuh Kembang Anak untuk melatih syaraf-syaraf motoriknya. Saat ini, Hazim masih rutin melakukan rawat jalan di RSUD Kartini untuk pemantauan perkembangan tubuhnya. Santunan digunkan untuk memenuhi kebutuhan gizi Hazimi dan untuk akomodasi ke Rumah Sakit. Kini Hazimi sudah bisa diajak duduk walaupun masih terlalu berat menyangga kepala. Semoga perkembangan Hazimi semakin membaik. Amin

Jumlah Bantuan: 1.000.000
Tanggal: 26 Desember 2016
Kurir: @robbyadiarta, @restirianii

Ahmad menderita Hydrocephalus


AHMAD SHOLEH, (20, Chronic Combustio). Alamat :Dusun Mbangan RT 03/RW 02, Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa tengah. Satu setengah tahun yang lalu mas sholeh mengalami musibah tersengat listrik tegangan tinggi, yang mengakibatkan sekujur tubuh mengalami luka bakar parah 90% sampai melepuh. Ketika itu mas sholeh langsung dibawa ke RSUD Soewondo Pati dan Rawat inap sekitar satu minggu, tapi karena faktor biaya dan kondisi pasien merasa putus asa akhirnya pasien memutuskan untuk pulang. Namun hampir kurang lebih selama satu setengah tahun dari pengobatan pertama, tidak ada penanganan medis. Alhamdulillah, pada awal mei sholeh bertemu dengan #SedekahRombongan pada 20 Mei 2016 Sholeh kembali ranap inap di RSUD Pati,sekitar dua minggu ranap inap dokter membolehkan Sholeh pulang dan melakukan rawat jalan, luka di kaki yang sebelumnya melepuh, berair dan berbau sedikit mengering. Dia hidup dengan ibunya Juminah (40) adiknya Sri Utami (16), sang ayah sudah meninggal lama. Dulunya Sholeh adalah tulang punggung keluarga menghidupi ibu dan adiknya, namun setelah musibah seperti ini Sholeh hanya bisa tidur di kasurnya beralaskan triplek agar mudah perawatan lukanya. #SedekahRombongan memberikan santunan untuk pengobatan dan untuk akomodasi. Sepulang rawat inap pada bulan Mei, Sholeh dirawat sendiri oleh ibunya dengan obat-obatan yang didapat dari Rumah Sakit. Dan akan dijadwalkan periksa lagi pada 20 Agustus 2016. Kurir #SedekahRombongan selalu mengupayakan kesembuhannya, saling menyisihkan waktu untuk mengantarkan Sholeh periksa,agar cepat sembuh.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Juli 2016
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @Londho

Sholeh menderita Chronic Combustio


ALI MAHMUDI, (38, Patah Tulang Belakang). Alamat: Pondowan Gading RT.03/3, Kec. Tayu Kab. Pati Jawa Tengah. Pak Ali nama panggilannya sehari-hari beliau bekerja sebagai tukang batu didesanya, satu setengah tahun yang lalu mengalami kecelakaan bekerja ketika merenovasi teras rumah milik seorang perantaun di Arab Saudi, pada saat itu beliau kejatuhan stager rumah milik bosnya.  Delapan bulan  yang  lalu pak Ali hanya bisa tertidur tanpa terapi dari medis. Hingga sering merasakan kesakitan apabila kulit beliau tersentuh sedikit, hal tersebut terjadi apabila obat beliau habis dan telat tidak control ulang ke dokter yang biasa menangani. Istrinya Sulistyowati (33) yang bekerja sebagai buruh lepas PT. Djarum, harus menghidupi  kedua anaknya Andika Bagus Prasetyo (8) yang masih sekolah dibangku kelas empat SD dan Hanna Khoirunnisa (2). Alhamdulillah, tepatnya pada bulan Januari 2016 keluarga Pak ali dipertemukan dengan #SedekahRombongan, sebelumnya pak Ali sudah masuk pada ROM-799 sebagai pasien dampingan. Dari bertemunya #SedekahRombongan dengan Keluarga Pak Ali, pengobatan beliau menjadi lancar. Delapan bulan rutin melakukan terapi dan minum obat membuahkan hasil yang maksimal perkembangan banyak didapat,  kini kedua kaki beliau sudah bisa bergerak seperti sedia kala, hanya saja tulang bagian yang patah belum sepenuhnya bisa menyokong badan beliau, jadi belum bisa berjalan normal. Dua bulan terakhir Pak Ali tidak periksa dulu ke Rumah Sakit karena beliau merasakan sakit yang luar biasa pada punggungnya tepat di tulangnya yang patah. #SedekahRombonganpun memberi bantuan untuk biaya pengobatan sementara dirumahnya, pembelian pampers, selang dan gel sebagai alat bantu buang air kecil,besar doa semangat dari keluarga dan kurir yang mendampingi beliau untuk bisa sembuh., Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp.1000.000,-
Tanggal : 26 Juli 2016
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @JeanseaMaurer

Pak Ali menderita Patah Tulang Belakang


HERU SUSENO (36, Syaraf Terjepit). Alamat: Kaborongan RT.11/RW.01 Kelurahan Pati Lor Kecamatan Pati Kabupaten Pati. Pak Heru demikian dipanggilnya. Pak Heru memiliki pekerjaan sebagai pelaut lintas pulau. Suatu  hari saat pak Heru pergi melaut dan merasakan sakit pada sekitar punggungnya. Tapi oleh pak Heru rasa sakit pungungnya tidak dirasakan. Keadaan dibiarkan hingga tiba-tiba kakinya terasa lemas dan kaku mendadak sehingga tidak kuat untuk berjalan ketika hendak melaut lagi. Oleh istrinya Anik Kustiyaningsih (36), dibawanya Pak Heru ke RSUD Soewondo dan dokter mendiagnosa bahwa Pak Heru mengalami syaraf jepit. Dan pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan yang pertama dan terakhir. Karena sejak pemeriksaan itu, lima bulan yang lalu sampai sekarang belum pernah periksa kembali. Kondisinya Pak Heru  saat ini hanya terbaring lemah tanpa bisa berbuat apa-apa. Lemah, terkulai nyaris seperti kelumpuhan. Pak Heru adalah tulang punggung keluarga, beliau memiliki lima anak yang masih kecil-kecil, Anak pertama kelas 5 SD,yang ke 2 kelas 3 SD,dan anak ke 3 masih di play group, yang ke- 4 masih berumur 3 tahun dan yang terakhir masih berumur 1 bulan. Ayah ibunya pun tak bisa banyak membantu. Ayahnya Kardiman hanyalah penarik becak dan ibunya Sutini hanya ibu rumah tangga biasa. Yang sehari-hari pendapatannya hanya cukup untuk makan. Alhamdulillah berawal dari bulan februari pak heru bertemu dengan #SedekahRombongan dan menjadi pasien dampingan, Kurir #SedekahRombongan yang menyambangi rumah Pak Heru pun turut prihatin atas keadaannnya. #SedekahRombongan mengulurkan santunan awal pada Pak Heru untuk berobat di RS.Mitra Bangsa dan dokter memberi diagnosa awal pak Heru mengalami tetraparase, beliau sudah rutin menjalani fisioterapi didampingi #SedekahRombongan. Alhamdulillah banyak perkembangan yang didapat beberapa anggota tubuh seperti tangan dan kaki kini bisa digerakkan. Semoga akan ada perkembangan yang  lebih signifikan, Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 26 Juli 2016
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @Imam Teguh

Pak heru menderita Syaraf Terjepit


RIYANTO BIN RUKITO, (34, Hernia). Alamat: Kelurahan Kalidoro RT.02/RW.02, Kec. Pati, Kab. Pati, Jawa Tengah. Yanto Panggilannya, sepuluh tahun yang lalu merasakan sakit pada testisnya, pada saat itu dokter mendiagnosa Yanto mengidap hernia dan saat itu juga dokter menyarankan untuk melakukan operasi di RSUD Soewondo Pati. Tindakan operasi tersebut tidak dilakukan karena tidak adanya biaya, beliau hidup berdua dengan Tarsi (ibunya), Yanto sebagai tulang punggung keluarga dulunya sebelum dia menderita Hernia, pekerjaannya sebagai kenek angkot, namun beberapa tahun setelah sakitnya, dia beralih pekerjaan menjadi tukang sampah, hingga akhirnya sekarang tidah bekerja karena kondisinya pasca hernia tidak kuat membawa barang berat juga kondisinya melemah. Alhamdulillah pada bulan April 2016 Yanto bertemu dengan #SedekahRombongan. Yanto didampingi oleh kurir #SedekahRombongan dari awal periksa sampai akhirnya tindakan operasi yang dilakukan dengan KIS sebagai jaminan kesehatan pada 28 Mei 2016 dan kini Yanto dan keluarga tinggal menunggu yanto sehat seperti sediakala. Sebelumnya sudah dibantu #SedekahRombongan pada bulan mei dan kini mendapatkan santunan berikutnya untuk keperluan akomodasi dan pemeriksaan berikutnya.

Jumlah Santunan : Rp. 1000.000,-
Tanggal : 26 Juli  2016
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @simbahferi

Pak riyanto menderita Hernia


PAMUJI BIN JARMIN, (42, Limfoma Nasofaring). Alamat: Desa Semirejo  RT.02/RW.03 Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pak Pamuji, demikian beliau biasa dipanggil. Bermula saat Pak Pamuji pulang dari Sumatra tiga tahun yang lalu, Pak Pamuji merasakan sakit dibagian leher,namun rasa sakit itu diabaikan. Hingga pada akhir tahun 2013 memeriksakan ke RSUD Soewondo dan dokter mendiagnosa kanker kelenjar getah bening. Setahun berjalan keluarga melakukan pengobatan alternatif demi kesembuhan Pak Pamuji hingga ke Jawa Timur. Namun dalam pengobatan selama itu tiada kesembuhan yang didapat akhirnya membawa pak Pamuji ke RS.Keluarga Sehat. Kondisi yang kian memburuk membuat keluarga membawa ke RS Karyadi untuk melakukan kemotherapi untuk membunuh sel-sel kanker di lehernya. Pengobatan dilakukan dengan sabar dan biaya sebisanya didapat, namun pada tahap kemotherapi yang ke-lima, keluarga sudah tidak ada biaya untuk melanjutkan pengobatan. Kondisi saat ini leher  Pak Pamuji makin membesar dan mengeras juga menjadi kurus kering, sehingga tidak bisa bekerja lagi dan lebih banyak berbaring di tempat tidur. Kesedihan Pak Pamuji pun makin bertambah karena sebetulnya masih ada yang jadi beban pikirannya yaitu dua anaknya Anis Juliani (21) dan Lita Aprillia Ardani (8) yang masih membutuhkan biaya untuk sekolah. Sedangkan istrinya Sarmini (40) hanya ibu rumah tangga.  Alhamdulillah keuarga pak pamuji bertemu dengan #SedekahRombongan, dan sebelumnya beliau sudah dibantu pada ROM() ,akhir Juli 2016 Allah berkehendak lain, pak pamuji meninggal dunia,setelah menjalani lebih dari 10 kali kemotherapi. Semoga Allah menempatkan beliau ditempat yang sebaik-baiknya.

Jumlah santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Juli 2016
Surveyor : @robbyadiarta @dewa popfm_pati @JeanseaMaurer

Pak pamuji menderita Limfoma Nasofaring


SUROSO Bin KARTO KARIM (65, Gagal jantung + Gagal ginjal + Hernia), Alamat : Perum Griya Bukit Indah, Desa Doplang RT 09 RW 04, Kec. Bawen, Kab. Semarang, Prov. Jawa Tengah. Beliau merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan, dan telah menjalani beberapa proses perawatan untuk sakit jantung dan ginjalnya di RSUD Ambarawa, kemudian dokter spesialis penyakit dalam RSUD Ambarawa memberikan rujukan ke RSUP Dr Kariadi Semarang untuk penanganan lebih lanjut terhadap sakit hernianya yang perlu operasi besar. Setelah mendapatkan rujukan beliau diperbolehkan pulang kerumah dahulu untuk persiapan berangkat ke RSUP Dr Kariadi setelah beberapa minggu menjalani rawat inap di RSUD Ambarawa. Selang satu minggu kepulangan beliau dari ranap, Tangal 14 Oktober Tim #SedekahRombongan dikabari keluarga dari Bapak Suroso Bahwa beliau sudah meninggal dunia. Innalillahi wainnailaihi rojiun kami hanya bisa berencana yang sejatinya alamarhum akan di jemput oleh Tim #SedekahRombongan untuk menjalani perawatan di RSUP Dr Kariadi tapi Allah SWT berkehendak lain. Pada saat itu juga Tim #SedekahRombongan melayat ke rumah duka dan memberikan bantuan santunan duka kepada keluarga Almarhum Bapak Suroso.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 14 Oktober 2016
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestiarto

Pak suroso menderita Gagal jantung + Gagal ginjal + Hernia


AHMAD RONDI (18, Gangguan Jiwa). Alamat : Dukuh Ngreco, RT 3/3, Kab. Winong, Kab. Pati, Provinsi Jawa Tengah. Rondi demikian biasa dipanggil, Bermula sejak rondi berumur  delapan tahun, Rondi didiagnosa menderita gangguan jiwa yg membuat dirinya menjadi sangat aktif dan sulit dikendalikan. Rondi hanya sekali melakukan pengobatan di rumah sakit Semarang dan dari periksa pertamanya hanya sesekali di periksakan di RSU Soewondo Pati sekedar menebus obat penenang. Hingga hal tersebut menghambat pertumbuhan IQ Rondi dan karena dari keluarga yang kurang mampu  dan tidak mempunyai jaminan kesehatan, maka kedua orang tuanya tidak melakukan secara rutin di rumah sakit. Sang ibu Taslipah (41), terpaksa merantai kaki nya di salah satu tiang rumahnya karena sang ibu harus  pergi mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Sedangkan ayahnya Gus Sujono (46), bekerja merantau di Sumatera yang pulangnya tiap 3 sampai 4 bulan sekali. Kondisi seperti ini membuat kurir #SedekahRombongan merasakan bagaimana sulitnya kehidupan Rondi dan keluarga. #SedekahRombongan memberikan santunan yang digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari keluarga Rondi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal   : 10 Agustus 2016
Kurir  : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @Wiwid

Rondi menderita Gangguan Jiwa


AHMAD HAZIMI (5th, Hydrocephalus). Alamat: Jambu Timur RT 28/06 Kec. Mlonggo Kab. Jepara Prov. Jawa Tengah. Oleh keluarga, sehari-hari biasa dipanggil Hazim. Merupakan putra bungsu dari Bapak Moh Bahrun dan Bu Dewi Masruroh. Ketika lahir, Hazim terlihat normal seperti layaknya bayi lainnya. Namun, ketika berusia 3 bulan kepala Hazim menunjukkan adanya perbesaran. Kala itu, orang tua Hazim hanya mendiamkannya, baru ketika usia 5 bulan Hazim dibawa ke Puskesmas dan langsung divonis Hydrocephalus. Sehari-hari, Bapak Bahrun bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Masruroh berjualan di warung kecil depan rumah. Hidup sederhana dan penghasilan pas-pasan membuat Pak Bahrun mengupayakan pengobatan Hazim melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara. Namun sayang, pengobatan yang diharapkan untuk Hazim tak kunjung datang, ia belum juga mendapat panggilan. Baru ketika Hazim berusia 2,5 tahun ia mendapat konfirmasi untuk dibawa ke RS Roemani Semarang. Hazim dibawa oleh tim DKK Jepara menuju RS Roemani dan rawat inap selama 3 minggu. Pihak Rumah Sakit langsung memutuskan untuk pemasangan selang karena usianya sudah 2,5 tahun. Kepala Hazim sudah tidak bisa mengecil karena tulang tengkorak sudah mengeras. Bulan Juli lalu, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Hazim secara tidak sengaja oleh tetangga dekat rumahnya. Bukan lagi mengeluh Hydrocephalus, setelah operasi pemasangan selang kepala Hazim cenderung stabil, tidak mengalami penambahan ukurang yang signifikan. Namun, seiring pertumbuhannya, fisik Hazim bagian kanan terlihat lemah. Mata Hazim bagian kanan tidak bisa melihat jelas, tangan dan kaki Hazimi bagian kanan juga lemah, tidak berkekuatan. Hazim tidak bisa duduk ataupun berjalan. Hazim menghabiskan waktunya diatas tempat tidur sambil menonton TV. Selain biaya pengobatan dan jarak yang jauh, kendala Hazim ialah belum terdaftar jaminan kesehatan, sehingga hanya mengandalkan DKK setempat. Setelah melakukan musyawarah dengan keluarga, tim #SedekahRombongan kemudian sepakat untuk mendampingi Hazim berobat dibawah pantauan #SRjepara. Segera setelah menjadi dampingan, Hazim dibawa ke RSUD kartini untuk cek kesehatan. Hydrocephalus Hazim tidak bermasalah, namun antara tubuh dan kepala Hazim mengalami ketidakseimbangan. Hazim kemudian dianjurkan melakukan peningkatan gizi dan fisioterapi rutin di Tumbuh Kembang Anak untuk melatih syaraf-syaraf motoriknya. Saat ini, Hazim masih rutin melakukan rawat jalan di RSUD Kartini untuk pemantauan perkembangan tubuhnya. Bantu terus pengobatan dan perkembangan Hazim.

Jumlah Bantuan: 500.000
Tanggal: 5 September 2016
Kurir: @robbyadiarta, @restirianii, @rifqigalih

Ahmad menderita Hydrocephalus


SRI HARTI (57th, Tumor Tonsil). Alamat: Sinanggul RT.11/12 Kec. Mlonggo Kab. Jepara Prov. Jawa Tengah. Istri dari Pak Darsono (60th) yang biasa disapa Bu Sri menderita tumor tonsil sejak 1,5 tahun yang lalu. Awalnya, Bu Sri mengira sakit yang dirasakannya karena amandel. Namun, seiring berjalannya waktu sakit itu tak kunjung membaik. Akhirnya Bu Sri memeriksakan ke dokter setempat, lalu dirujuk ke RSUD dan dinyatakan sebagai tumor. Posisinya tepat dibawah rahang kanan, bagian leher Bu Sri terlihat membengkak. Bu Sri dirujuk oleh pihak RSUD Kartini menuju RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk pengobatan lebih lanjut dan penanganan lebih intensif. Pak Darsono yang bekerja sebagai kuli serabutan pun mengupayakan pengobatan sang istri ke Semarang dengan mobil sewaan, 400-500 ribu ia bayarkan setiap kali berangkat kontrol. Seperti penanganan di Rumah Sakit lain, sebagai pasien baru Bu Sri harus melakukan cek laborat terlebih dulu untuk pengecekan kondisi terkini dan untuk konsultasi ke dokter mengenai tindakan selanjutnya. Namun, jarak yang jauh, biaya sewa mobil dan biaya hidup di Semarang yang harus dikeluarkan ternyata tidak sedikit. Akomodasi untuk pulang pergi Jepara–Semarang terasa berat untuk keluarga Bu Sri. Akhirnya, setelah melakukan cek laborat, Bu Sri tidak kembali ke Semarang lagi. Belum sempat terpantau maksimal oleh RSUP Dr. Kariadi dan belum sempat melakukan operasi pun kemoterapi, Bu Sri memilih berhenti berobat. Keluarga Bu Sri lebih memilih jalur alternatif untuk pengobatan Bu Sri. Bulan Juli lalu, salah satu kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Sri secara tidak sengaja. Suara Bu Sri sudah sangat pelan, hampir hilang. Kemungkinan, pita suara Bu Sri terdesak oleh penyakit yang dideritanya. Tim #SedekahRombongan telah melakukan pendekatan dengan Bu Sri dan keluarga untuk menawarkan jalur medis dalam pengobatan tumor tonsil beliau. Namun, keluarga Bu Sri tetap memilih jalur alternatif saja, sehingga Bu Sri pun diberikan santuna.

Jumlah Bantuan: 1.000.000
Tanggal: 12 September 2016
Kurir: @robbyadiarta, @restirianii

Ibu sri menderita Tumor Tonsil


SUDIMAN bin MARTO KARYO (56 Tahun, Kanker Rektum). Alamat: Dusun Ponces, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Sudiman mulai merasakan sakit pada bagian rektum sejak tahun 2015 lalu. Di penghujung tahun ia pun mulai berobat ke poli bedah umum di RSUP Wates, Kulon Progo. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyarankan pasien untuk melakukan operasi kolostomi (pemindahan saluran pembuangan yang tadinya di anus menjadi di perut). Namun karena pasien merasa takut maka operasi tersebut urung dilakukan. Dan sakitnya hanya dibiarkan saja sehingga menyebabkan semakin parah. Medio semester pertama tahun 2016, Pak Sudiman bertekat kembali berobat dan ia pun kembali memeriksakan diri ke RSUP Wates, Kulon Progo. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa penyakitnya ternyata merupakan kanker ganas dan telah memasuki stadium 4. Kondisinya pun kian hari kian parah, sudah keluar cairan yang berbau tak sedap dari rektumnya, pasien pun harus selalu menggunakan diapers. Karena kondisinya yang sudah parah, akhirnya pasien dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Namun, Pak Sudiman tidak memiliki jaminan kesehatan baik dari swasta maupun pemerintah sehingga cukup memberatkan baginya yang notabene dari kalangan keluarga menengah ke bawah. Belum lagi biaya transportasi dari rumahnya di desa terpencil menuju kota besar di Yogyakarta. Pak Sudiman memiliki seorang istri yang bekerja sebagai buruh serabutan. Pasangan ini dikaruniai satu anak laki-laki, belum menikah dan memiliki kelainan mental. Sejak sakitnya kian parah, Pak Sudiman tidak lagi bisa mencari kayu bakar seperti sebelumnya untuk menghidupi keluarganya, ia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban kehidupannya. Sedekaholi c melalui Sedekah Rombongan kemudian memberikan bantuan uang tunai yang digunakan untuk mengurus jaminan kesehatan. Selain itu, Sedekah Rombongan juga akan mendampingi proses pengobatannya dan juga membantu fasilitas transportasi selama berobat menggunakan MTSR. Pak Sudiman dan keluarganya sangat berterima kasih kepada Sedekaholic dan SedekahRombongan. Terima kasih, Sedekaholic, berkat sedekahmu, Pak Sudiman dapat melanjutkan pengobatannya kembali

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000
Tanggal : 4 Desember 2016
Kurir : @KissHerry, @ekow_st  aida , vendy

Pak sudiman menderita Kanker Rektum


RAHAYU BINTI NGATIJO (11th, Hidrosefalus post vp shunt) Alamat : Temuwuh, RT 02 Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul Propinsi D.I Yogyakarta. Rahayu merupakan anak ke 4 dari 6 bersaudara dari pasangan Ngatijo (60 tahun) dan Robiyah (41 tahun). Berawal ketika masih di Lampung pada bulan ketiga tahun 2016, Rahayu hanya mengalami pusing. keluarga membawa Rahayu ke rumahsakit, lalu dokter menyarankan untuk melalukan operasi karana ada cairan di kepala yang harus disedot. Pada bulan ke4 dilakukan dioperasi pada kepalanya dan operasi berhasil. Namun Rahayu mengalami buta mata karna efek syaraf yang ada di kepalanya mengganggu syaraf penglihatan. Setelah pulang dari operasi tepatnya 10 hari setelahnya perut Rahayu membesar akibat cairan yang ada pada tubuhnya tidak dapat diurai dengan baik. Pada bulan ke 5 cairan dalam perut disedot namun hanya seminggu perut sudah membesar lagi, dan disedot cairan tersebut tiap bulannya sampai bulan ke 9. Padahal perjalanan dari rumahnya ke rumah sakit di Lewa, Lampung Barat memakan waktu sampai satu hari penuh. Akhirnya keluarga memutuskan untuk mengobati sakit Rahayu pulang ke kampung di Jogja, maka sudah 1 bulan di kampung Dlingo. Perjuangan Rahayu memang berat ia harus putus sekolah sejak kelas 4 SD, padahal Rahayu termasuk anak yang pintar di sekolahnya. Keluarga sangat memperhatikan kondisi Rahayu, sampai rela menjual tanah di lampung untuk biaya pulang ke Jogja. Bapak Rahayu hanyalah seorang buruh tani yang bekerja diladang orang karna tidak punya sawah sendiri. Sedangkan ibunya hanya mengurusi anak-anaknya karna anak pertama mengalami lumpuh kaki, sehingga tidak dapat beraktifitas normal, terkadang juga membantu suami bekerja di ladang orang. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Rahayu untuk memberikan santunan titipan #Sedekaholic senilai 5.000.000. Santunan diberikan sebagai biaya uang muka perawatan intensif di rumah sakit dan biaya akomodasi, Karena Rahayu tidak punya jaminan kesehatan maka harus di bayar umum.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 26 Desember 2016
kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER @Faisal_gudeg

Rahayu menderita Hidrosefalus post vp shunt


MUHAMMAD FAUZAN RISWANDI (15 Tahun, Kaki Letter O). Alamat: Semoyan RT.01 No.12 Singosaren, Banguntapan, Bantul, DIY. Remaja lima belas tahun ini terlahir dengan kaki normal, akan tetapi seiring pertumbuhannya ia mengalami kelainan pada tulang kakinya. Ia mengalami kondisi genu varum atau kaki berbentuk O, akibatnya ia mengalami kesulitan berjalan. Sampai kelas enam sekolah dasar ia berjalan menggunakan bantuan tongkat penyangga. Fauzan lahir di tengah keluarga yang serba terbatas secara ekonomi. Kedua orang tuanya ingin sekali mengobati anaknya tetapi mereka tidak punya biaya dan tidak punya jaminan kesehatan dari pemerintah. Pak Wardani, ayahnya, tulang punggung keluarga yang bekerja sebagai pedagang kecil dan membantu membersihkan lingkungan sebuah masjid di kawasan Kotagede Yogyakarta. Sementara Bu Wulan, ibunya, seorang ibu rumah tangga yang kini juga tengah sakit. Kakinya kian melemah dan yang menyebabkan sang ibu tak bisa beraktifitas penuh. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Fauzan dan keluarganya, #SedekahRombongan kemudian menyampaikan titipan langit yang digunakan untuk mendaftar jaminan kesehatan, BPJS. Setelah itu, atas kesepakatan bersama, Fauzan menjadi Pasien Dampingan #SR Jogja, mulai menjalani proses pengobatannya. Proses pengobatannya dilakukan secara bertahap, yang pertama pengobatan kaki kanan terlebih dahulu. Operasi pertamanya adalah operasi taylor spatial yaitu pemasangan alat di kaki kanannya. Tahap ini sudah terlewati, operasi kedua dijalankan dan kini alat tersebut dipindahkan di kaki kiri. Alat ini harus terpasang di kaki kirinya selama beberapa bulan ke depan. Perjalanan pengobatannya masih panjang, mudah-mudahan keluarga ini senantiasa diberikan kesabaran selama proses pengobatan sang anak. Kembali, Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan menyampaikan titipan langit untuk membiayai akomodasi kontrol dan saat operasi ke dua di kaki kirinya di karenakan ada kurang sempurna di pemasangan alatnya  Fauzan dan keluarganya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari Sedekaholic dan Sedekah Rombongan.

Jumlah  : Rp.1.500.000
Tanggal  : 27 Desember 2016
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @RofiqSILVER

Fauzan menderita Kaki Letter O


EARLYTA ARSYFA SALSABILA (2th,Jantung Bocor)  Alamat : Kampung Cokrokusuman RT 48 No 959, Kalurahan Cokrokusuman, Kecamatan Jetis, Kotamadya Yogyakarta, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada waktu usia 5 bulan Earlyta mengalami panas tinggi dan kejang, orangtua langsung membawa Earlyta ke dokter anak di Cilacap selama 3 bulan. Pada saat usia 8 bulan di rujuk ke RS Sardjito Yogyakarta dan dilakukan CT Scan. Dan usia 10 bulan Earlyta terkena Virus CMF. Selama di Sardjito, Earlyta melakukan fisioterapi 2x seminggu dan cek USG jantung 4 bulan sekali. Selain fisioterapi dan kontrol di RS Sardjito, Earlyta melakukan pengobatan alternatif, dengan sekali alternatif biayanya 50.000/alternatif (seminggu 4-5 kali). Earlyta kini tinggal di rumah Ibu Mertuanya di daerah Cokrokusuman. Apik Earlyta Arsyifa Salsabila .masih sering rewel, batuk pilek, panas, kencing belum teratur. Pertumbuhannya terhambat dalam berbicara dan berjalan. Waktu usia 8 bulan, sedikit demi sedikit sudah bisa berbicara dan diajak komunikasi. Namun semenjak terkena Virus CMF, pertumbuhan Earlyta terganggu. Pengobatan alternatif yang harus bolak balik demi Earlyta sembuh sampai ayahnya berhutang kesana kesini. Orang tua dari adik Earlyta Arsyifa Salsabila, yaitu bapak Yuli Kurniawan (45th) sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan, sedangkan ibunya, ibu Ari Kusriyanti (33th) tidak bisa bekerja karena harus merawatnya. Dengan menggunakan jaminan kesehatan BPJS kelas 3,kedua orang tuanya rutin memeriksakan ke RSUP SR Sardjito dan alternatif.Kondisi saat ini sudah ada perkembangan kesehatannya, namun keluarga mengalami kendala untuk biaya pengobatan yang tidak tercover dengan BPJS. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga adik Earlyta Arsyifa Salsabila, untuk menyampaikan bantuan titipan dari #Sedekah hollics untuk meringankan beban pengobatannya. Keluarga adik Earlyta Arsyifa Salsabila mengucapkan banyak terima kasih dan mendoakan  semoga menjadi amal kebaikan bagi segenap Sedekahollics dan Sedekah Rombongan. Semoga adik Earlyta Arsyifa Salsabila segera diberi kesembuhan

JumlahBantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Desember 2016
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @RofiqSILVER, @Jemi.rikab

Earlita menderita Jantung Bocor


EUIS KARWATI (58, Positif DBD). Alamat : Kp. Nanggorak RT 3/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Mak Euis, akrab kami memanggil janda yang ditinggal wafat suaminya sejak 12 tahun lalu. Ia kini hidup berdua dengan adik laki-lakinya di sebuah gubuk nan reot. Pada tanggal 9 Desember kemarin Mak Euis terserang demam, demam tersebut tak juga mereda selama 5 hari. Adiknya pun membawa Mak Euis ke Klinik Tasbeh, Mak Euis diharuskan menjalani rawat inap di klinik tersebut. Berhubung biayanya sangat besar, yakni Rp. 1.300.000/hari maka Mak Euis pun harus pulang paksa, meskipun keadaannya dalam sakit parah. Kini ia ikhtiar pengobatan menggunakan obat-obatan di kampung, dan masih memiliki keinginan untuk melakukan kontrol ke klinik atau Rumah Sakit besar di Purwakarta. Namun karena kendala biaya, maka Mak Euis dan adiknya pun tidak bisa berbuat banyak. Maklum saja, penghasilan keduanya dari membuat kripik pisang hanya cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Beruntung Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Mak Euis dan adiknya, kami pun menyamapaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk meringankan biaya akomodasi Mak Euis menuju Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @kikizakiah_

Bu euis menderita Positif DBD


SAINAH BINTI SALEH (35, Bantuan Tunai). Alamat : Cidawang Bangsal, RT 2/3, Desa Paku Sengkunyit, Kecamatan Martapura, Kabupaten Oku Timur, Provinsi Sumatera Selatan. Ibu Inah biasa ia dipanggil, ia sehari-harinya bekerja sebagai penjual keripik keliling. Ibu Inah biasa berkeliling jualan keripik sejak pukul 7 pagi dengan berjalan kaki tanpa menggunakan kendaraan. Suami Ibu Inah, Bapak Jumani (42), berjualan mie ayam keliling, dalam sehari ia membuat 40 porsi mie ayam, namun terkadang tidak habis. Pendapatan kotor sehari-hari yang diperoleh Bapak Jumani sekitar 150 ribu rupiah. Ibu Inah memiliki 3 orang anak, anak pertama mereka, Saeni (17), terpaksa tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA karena keterbatasan biaya orang tuanya. Anak mereka yang lain : Patonah (9) kelas 3 SD, dan Nurdin (5) masih TK. Keluarga ini tinggal di sebuah rumah sangat kecil yang dibangun di tanah yang mereka kontrak. Setelah dibantu tambahan modal dan biaya untuk mendaftar sekolah anaknya, Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya keperluan sekolah. Semoga cita – cita anak Bu Inah tercapai dan ia dapat membantu orang tuanya kelak, amin. Sebelumnya Ibu Inah telah dibantu pada Rombongan 905.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 November 2016
Kurir : @arfanesia @sintamurtinaa @ririn_restu

bantuan lanjutan untuk biaya keperluan sekolah.


RATMI BINTI ROMLI (46, Bantuan Tunai). Alamat : Cidawang Bangsal, RT 1/2, Desa Paku Sengkunyit, Kecamatan Martapura, Kabupaten Oku Timur, Provinsi Sumatera Selatan. Ibu Ratmi yang memiliki 3 orang anak ini menjadi tulang punggung keluarga karena suaminya lebih dari 11 tahun meninggalkan Ibu Ratmi dan anak-anaknya. Ibu Ratmi sehari-hari berjualan kemplang, keripik dan cemilan kecil lainnya di MTS tempat anak ketiganya menimba Ilmu tak jauh dari rumah. Pendapatan sehari-sehari Ibu Ratmi tidak menentu karena jumlah pedagang yang berjualan di MTS itu sangat banyak. Anak Ibu Ratmi yang pertama, Muhammad Ridho (22), bekerja sebagai pemain musik organ, itupun jika hanya ada yang menyewanya. Dalam sebulan ia biasa disewa paling banyak tiga kali tetapi tak jarang tidak ada sama sekali. Anak yang kedua, Pipi Ananda (17), masih bersekolah kelas 2 SMA di SMA swasta di Oku Timur, dan anaknya yang terakhir, Mediansyah Maulana (13), sekarang kelas 8 MTS. Penghasilan Ibu Ratmi tidak cukup untuk membiayai ketiga anaknya, terutama untuk biaya sekolah. Setiap semester ia harus membayar iuran sekolah, terlebih lagi anak keduanya berangkat ke sekolah harus menggunakan ojek. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Ibu Ratmi dan anak – anaknya, bantuan pun disampaikan untuk membantu biaya sekolah dan untuk kebutuhan sehari-hari. Semoga cita – cita anak Ibu Ratmi tercapai dan ia dapat membantu orang tuanya kelak, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 November 2016
Kurir : @arfanesia @sintamurtinaa @ririn_restu

Bantuan tunai untuk membantu biaya sekolah dan untuk kebutuhan sehari-hari


SUAIDAH BINTI WAHJI (46, Kanker Serviks). Alamat : Jalan Gaya Baru, Gang Orde Baru 11, RT 4/4, Kelurahan Tambelan Sampit, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Ibu Suaidah sehari – harinya adalah seorang ibu rumah tangga, sedangkan suaminya, Pak Arsyad, adalah tukang sol sepatu dengan penghasilan yang jauh dari kata cukup. Berawal dari sering mengalami pendarahan setelah melakukan hubungan suami istri, Pak Arsyad mulai khawatir dengan kondisi istrinya dan akhirnya membawanya ke Puskesmas terdekat yang kemudian merujuknya ke RSUD Sudarso Pontianak. Ibu Suaidah didiagnosis menderita kanker serviks dan harus segera dirujuk ke RS Dharmais Jakarta, namun karena keterbatasan biaya keluarga mengurungkan niat untuk melanjutkan pengobatan Ibu Suaidah. Selama beberapa bulan Pak Arsyad hanya membawa Ibu Suaidah ke pengobatan alternatif namun belum juga menunjukkan tanda – tanda kesembuhan. Kondisi Ibu Suaidah yang semakin lemah membuat keluarga memberanikan diri untuk membawanya ke Jakarta berbekal pinjaman dari sanak keluarga. Setelah beberapa hari berobat di Jakarta takdir berkata lain, Ibu Suaidah menghembuskan napas terakhirnya. Sedekah Rombongan membantu kepulangan jenazah almarhumah dari Jakarta menuju Pontianak, semoga amal kebaikannya diterima oleh Tuhan yang maha kuasa, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 9.000.000,-
Tanggal : 8 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Ibu suaidah menderita Kanker Serviks


TITIN SUMARNI (36, CA Nasofaring). Alamat: Kp. Babakan Ciwit RT 5/3, Desa Rancapaku, Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Titin adalah istri dari Bapak Samsul (43) yang sehari-harinya bekerja sebagai seorang peternak itik, walaupun sebenarnya kebanyakan itik-itik tersebut adalah milik orang lain. Pak Samsul hanya sebagai buruh yang dibayar dari hasil penjualan telur-telur itik yang dibagi dua dengan pemiliknya. Tentu saja dengan tanggungan 2 orang anak yang masih kecil-kecil penghasilannya tersebut hanyalah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Namun demikian keluarga ini tetap terlihat bahagia, sampai sekitar 4 bulan yang lalu, Bu Titin didiagnosa menderita penyakit kanker yang pada awalnya hanya diperkirakan sebagai sakit gigi biasa saja. Awalnya Bu Titin hanya merasa sakit gigi, karena ada giginya yang bolong, kemudian ia sering mengoreknya dengan menggunakan peniti. Tak lama setelah  itu dagunya mulai membengkak. Karena dianggapnya hanya sakit gigi biasa, ia pun hanya mengobatinya dengan obat-obatan dari warung dan tidak memeriksakannya ke dokter. Namun lama kelamaan bengkak di pipinya semakin besar dan tidak kunjung sembuh. Akhirnya Pak Samsul memeriksakan istrinya ke dokter Puskesmas. Dokter kemudian meyarankan untuk melanjutkan pemeriksaan Bu Titin ke Rumah Sakit, namun karena mereka khawatir tidak bisa membayar biaya rumah sakit, saran dokter tersebut belum bisa mereka laksanakan. Sampai akhirnya karena tidak kuat setiap hari menahan rasa sakit, Bu Titin yang kebetulan tinggal tidak jauh dari Rumah Singgah SR Tasikmalaya, meminta bantuan ke SR. #SedekahRombongan pun dengan segera membuatkan fasilitas jaminan kesehatan BPJS untuk meringankan biaya pengobatan Bu Titin. Setelah menjalani pemeriksaan secara berjenjang mulai dari Puskesmas, kemudian RSUD dr. Soekardjo, Bu Titin pun dirujuk ke RSHS Bandung, karena diperkirakan Bu titin menderita kanker Nasofaring. #SedekahRombongan menyampaikan santunan awal yang dipergunakan untuk biaya pengurusan surat-surat, transportasi dan akomodasi sehari-hari selama Bu Titin menjalani pengobatan di RSHS. Semoga ikhtiarnya dimudahkan Allah SWT.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 17 November 2015
Kurir: @luchakiem @RahmatMuzacky

Bu titin menderita CA Nasofaring


DENI ARJUNA PUTRA (2, Tumor Paru). Alamat: Kp.Cirwen, RT 10/3, Desa Nagrog, Kec. Cipatujah, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Deni adalah putra dari pasangan suami istri Ade Muryaman (23) dan Dede Nuraeni (21). Anak yang baru berumur 2 tahun ini sudah setahun mengidap penyakit tumor paru. Anak sekecil ini seperti sudah bersahabat dengan rumah sakit karena ia sering berobat dan bahkan sampai rawat inap di rumah sakit. Namun, meskipun terus menerus menjalani pengobatan, kondisi kesehatannya belum juga membaik. Bahkan sepuluh hari terahir ia masuk lagi ke rumah sakit untuk dirawat inap. Hal itu disebabkan karena kondisinya kritis dan sampai saat ini ia masih dirawat di RS dr. Soekardjo. Untungnya, ia memiliki Jamkesda yang bisa meringankan beban biaya yang ditanggung oleh kedua orang tuanya. Ayah Deni, Ade Muryaman, bekerja sebagai buruh panggul di pasar dan harus menghidupi seorang istri dan anak. Tanggal 19 November 2015 kondisi Deni memburuk sehingga RSUD dr. Soekardjo merujuknya ke RSHS. Keluarga Deni panik karena mereka tidak memiliki biaya untuk membayar biaya ambulan RSUD dan perawat yang akan mengantarkannya ke RSHS. Alhamdulillah keluarga ini dipertemukan dengan #SedekahRombongan yang segera memberikan santunan untuk membantu keluarga ini yang dipergunakan untuk biaya akomodasi  dan untuk transportasi ambulance RSUD yke IGD RSHS Bandung. Tak mungkin Allah membebankan suatu ujian diluar batas kemampuan hambanya. Semoga Allah memberikan kesabaran kepada orang tua Deni dan memberikan kesembuhan untuk Deni.

Jumlah Bantuan: Rp 1.500.000,-
Tanggal: 19 November 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik

Deni menderita Tumor Paru


DASTA ONDI PRAMONO (60,TBC) Alamat: Dusun Pahing Desa Luragung Landeuh, RT 003/RW 004, Kec. Luragung Kab. Kuningan, Propinsi Jawa Barat. Bapak Ondi adalah buruh tani yang biasa mengais rezeki di sawah milik orang lain. Beliau yang hidup sederhana menggantungkan hidupnya dan keluarga dari hasil menggarap sawah. Sejak tahun 2011, beliau sudah tidak sanggup lagi bekerja karena sakit paru-paru yang dideritanya. Sebelumnya, beliau memang mengalami gejala batuk yang terus menerus, namun beliau tetap bekerja, sehingga sakit yang dideritanya semakin parah. Beliau berobat ke RSUD Kuningan, namun karena merasa beum ada perubahan yang berarti, beliau pindah pengobatan ke RS. Sidawangi. Semenjak isteri beliau meninggal, beliau tinggal bersama ibunya yang juga sudah sangat tua. Untuk biaya kehidupan sehari-hari beliau mendapat santunan dari sanak saudara terdekat. Oleh karena itu, kurir #SedekahRombongan menyampaikan santunan sebesar Rp. 500.000 kepada beliau. Semoga beliau lekas sembuh sehingga beliau bisa bekerja lagi.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000
Tanggal: 2 November 2015
Kurir : @luchakiem @evainhere  @NitaaPuji

Pak Dasta menderita TBC

HADI ANDRIANSYAH (13, Varises Esofagus) Alamat: Kampung Gelam Timur RT 4/3 Kelurahan Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Hadi anak kedua dari pasangan bapak Sawaludin (47) seorang buruh dengan penghasilan tak menentu dan ibu Marmi (47) yang sehari-hari jualan makanan ringan. Hadi, sudah 3 tahun ini menderita sakit Varises Esofagus. Keluhan yang sering dirasakan Hadi adalah mengalami muntah darah dan diikuti dengan perut yang semakin lama semakin membesar. Karena khawatir orang tua Hadi membawa Hadi ke Puskesmas terdekat, tapi pihak Puskesmas menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUD Tangerang. Dari hasil pemeriksaan yang dijalani Hadi, dokter mengatakan jika Hadi menderita Varises Esofagus. Dan lagi, karena keterbatasan alat pihak dokter menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Saat itu Hadi masih menunggunakan biaya umum, sehingga orang tua Hadi sempat kewalahan dengan biaya rumah sakit yang terus membengkak. Karena alasan tidak ada biaya, pengobatan yang dijalani Hadi-pun sempat tertunda selama setahun dan kondisi ini cukup menambah buruk kondisi Hadi. Badannya makin kurus dan perutnya kian membesar, dengan berat hati orang tua Hadi akhirnya memutuskan membawa Hadi ke Jakarta dan mulai melanjutkan pengobatan. Awal ke RSCM Hadi langsung dirawat untuk bisa dilakukan tindakan endoscopy. Hingga kini Hadi telah menjalani 6 kali tindakan endoscopy. Tapi ditengah proses pengobatan yang dijalaninya, orang tua Hadi sempat dibikin khawatir karena dokter menyatakan jika Hadi juga menderita gizi buruk sehingga harus mengkonsumsi susu khusus untuk memenuhi nutrisinya. Dan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Hadi, kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 924. Semoga serangkaian pengobatan yang dijalani Hadi nantinya akan membawa kepada kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 22 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @untaririri

Hadi menderita Varises Esofagus

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 FANISHA CHAIRAMAN 500,000
2 SAPURAH BINTI AMIN 1,000,000
3 RUDI HARTONO 1,000,000
4 AMRIH MARYANTO 800,000
5 AHMAD HAZIMI 500,000
6 SUMINAH BINTI KASNADI 500,000
7 SLAMET HARIANTO 500,000
8 RUDI HARTONO 500,000
9 AHMAD HAZIMI 500,000
10 SEPTIAN ANGGARA PUTRA 500,000
11 MUFIATUN BINTI KUSMIN 5,938,950
12 KARNITI BINTI SUPARENI 1,000,000
13 SEMIN BIN DANURI 500,000
14 SURGIYATNO BIN SUHADI 500,000
15 RAHAYU BINTI SARJU 1,000,000
16 WAHYU LISTIYONINGSIH BINTI MARKUN 1,000,000
17 SAIDAH BINTI MUSTAJAB 1,000,000
18 RUSMI BINTI AMAT SALEH 1,500,000
19 SARIMAN BIN KERTOLESONO 1,000,000
20 NGATIYEM BINTI SUTRISNO 1,000,000
21 UMAR BIN AMAT 1,000,000
22 SUPRIHATI BINTI SAMAK 500,000
23 KASNURI BIN PONIDI 1,000,000
24 DIKI WAHYUDI BIN SUPARMAN 500,000
25 LUCKY SEFVIANA RAHMA BINTI MUSTAJAB 500,000
26 SUNARTI BINTI KASAM 700,000
27 YAMINI BINTI SUWONO 1,000,000
28 MARKENI 1,000,000
29 NGADIMIN BIN JOYOKERTO 1,000,000
30 AHMAD HAZIMI 1,000,000
31 AHMAD SHOLEH 1,000,000
32 ALI MAHMUDI 1,000,000
33 HERU SUSENO 1,000,000
34 RIYANTO BIN RUKITO 1,000,000
35 PAMUJI BIN JARMIN 1,000,000
36 SUROSO Bin KARTO KARIM 1,000,000
37 AHMAD RONDI 1,000,000
38 AHMAD HAZIMI 500,000
39 SRI HARTI 1,000,000
40 SUDIMAN bin MARTO KARYO 1,500,000
41 RAHAYU BINTI NGATIJO 5,000,000
42 MUHAMMAD FAUZAN RISWANDI 1,500,000
43 EARLYTA ARSYFA SALSABILA 1,000,000
44 EUIS KARWATI 500,000
45 SAINAH BINTI SALEH 500,000
46 RATMI BINTI ROMLI 1,000,000
47 SUAIDAH BINTI WAHJI 9,000,000
48 TITIN SUMARNI 1,000,000
49 DENI ARJUNA PUTRA 1,500,000
50 DASTA ONDI PRAMONO 500,000
51 HADI ANDRIANSYAH 1,000,000
Total 61,438,950

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 61,438,950,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 936 ROMBONGAN

Rp. 45,650,469,194,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


2 Responses to Rombongan 936

  1. obat diabetes

    Yes! Finally someone writes about obat diabetes paling ampuh dan patent.

  2. Hannelore74

    This website is really interesting, but why it
    is on 13th place in google’s search results. It
    deserves to be in top 5. Many bloggers think that seo is dead in 2016, but it’s not true.
    There is sneaky method to reach google’s top 5 that not many people know.
    Just search for: pandatsor’s tools