Rombongan 935

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya.
Posted by on January 3, 2017

ENI NURAENI (21, Bells Palsy+Kelainan pada Syaraf Wajah). Alamat: Kp. Babakan Girang RT 1/1, Kelurahan Hegar Manah, Kecamatan Pangarangan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Eni Nuraeni adalah anak pertama dari dua bersaudara pasangan Bapak Husen (43) dan Ibu Yoyoh (39), yang sudah 4 tahun terakhir ini menderita Bells Palsy atau Kelainan pada Syaraf Wajah. Gejala awal, Eni rasakan saat duduk dibangku kelas 2 SMP, Eni sering mengalami demam tinggi dan nyeri di rahang hingga telinga serta kejang pada mata, bibir dan hidungnya, biasanya menyerang saat Eni capek dan lelah. Kondisi ini mengakibatkan kegiatan sekolah Eni terganggu, pasca lulus SMP Eni terpaksa tidak melanjutkan pendidikannya ke bangku SMA karena sakit yang diderita Eni. Upaya pengobatan  dilakukan mulai dari alternatif hingga medis, semua dilakukan Bapak Husen demi putri tercintanya. Bapak Husen, sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Tapi semenjak pengobatan Eni dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo dari RSUD Adji Dharmo Lebak Banten, Bapak Husen tidak lagi bisa bertani lagi sehingga tidak ada biaya lagi. Alhamdulillah, kini setelah Eni menjadi pasien dampingan #SR dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta, Bapak Husen tidak lagi harus menunggu Eni di Jakarta dan bisa kembali bertani di kampung. Kurir  #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 924 untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani pengobatan di Jakarta. Kini Eni masih terus menjalani kontrol rutin di RSCM, saat ini pengobatannya lebih fokus pada pendengarannya. Januari nanti, rencananya Eni akan menjalani operasi yang ke 5 kalinya. Mohon doa terbaik untuk Eni, semoga proses pengobatan yang dilakukan diberi kemudahan dan lekas mendapat kesembuhan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 22 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin  @untaririri

Eni menderita Bells Palsy+Kelainan pada Syaraf Wajah


SITI MARSELA (3, Tumor Perut). Alamat: Kp. Cireret RT 1/4, Desa Kandangsapi, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten. Sela, begitulah bocah kecil ini disapa, adalah putri dari pasangan Bapak Marsani (57) dan Epon (56). Saat Sela berusia 5 bulan orang tuanya merasa ada benjolan di perut Sela sebelah kiri. Awalnya kedua orang tua Sela mengira benjolan itu akibat gigitan serangga, namun lama kelamaan benjolan itu makin membesar dan akhirnya Sela dibawa ke RSUD Malimping untuk mendapat tindakan medis, tapi disana belum diketahui pasti penyakit apa yang diderita Sela. Pada akhir bulan Januari 2016 ini Sela dibawa kembali oleh orang tuanya ke RSUD Malimping, namun karena keterbatasan alat medis, akhirnya Sela di rujuk ke RS H. Darmo Rangkas Bitung. Setelah pemeriksaan di RS H. Darmo, Sela didiagnosa menderita Tumor Perut, tapi karena keterbatasan fasilitas Sela dirujuk ke RSCM. Awalnya orang tua Sela keberatan jika Sela harus dirujuk ke Jakarta meskipun untuk biaya rumah sakit sudah ditanggung oleh BPJS, tapi mereka khawatir untuk biaya sehari-hari. Tapi, Allah menunjukkan kebesaranNya, Sela dipertemukan dengan #SedekahRombongan dan berangkat ke Jakarta. Selama menjalani pengobatan di RSCM, Sela beserta keluarganya tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan Jakarta. Alhamdulillah, bantuan lanjutan telah disampaikan untuk biaya sehari-hari selama menjalani pengobatan di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 915. Sekarang Sela kecil masih harus menjalani kontrol rutin dan kemoterapi di Poli Anak RSCM. Mohon doa terbaik untuk Sela, semoga segala proses pengobatan yang dijalaninya diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 24 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @untaririri

Siti menderita Tumor Perut


AGUSTINI NURMAN (35, Tumor Pipi). Alamat: Talang Batu RT 1/1, Kabupaten Mesuji, Lampung. Agustini  adalah pasien dampingan #SedekahRombongan asal Lampung yang tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta sejak 2012 lalu. Istri dari bapak Nurman ini, sejak tahun 2008 terkena Tumor Lunak Pipi kanannya. Sempat menjalani pengobatan di RS Abdoel Moeloek Lampung, tapi karena terkendala fasilitas akhirnya dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Dengan berbekal seadanya Ibu Agustini saat itu berangkat ke Jakarta bersama dengan suaminya. Suaminya, bapak Nurman (38) adalah seorang nelayan, tapi semenjak menemani istrinya berobat di Jakarta, beliau tidak lagi bekerja. Di RSCM, Ibu Agustini sudah menjalani 3 kali proses operasi dengan menggunakan fasilitas Jamkesmas. Penyakitnya belum sembuh total, Ibu Agustini masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan tindakan operasi lagi untuk rekonstruksi hidungnya. Alhamdulillah,  #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya operasional mereka selama berobat di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 915. Kini ibu Agustin masih harus menjalani kontrol rutin di Poli Bedah Plastik RSCM dan menunggu jadwal operasi yang selanjutnya. Semoga proses pengobatan yang akan dijalani Ibu Agustini diberi kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 22 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @untaririri

Bu agustini menderita Tumor Pipi


MELLATUL LATIFAH (12, Hidrocepalus + Jantung Bocor). Alamat: Kp. Pasuaran Cidudut RT 1/2 Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Gadis manis ini bernama Mellatul Latifah, sehari-hari biasa disapa Mella. Mella adalah anak pertama dari pasangan Bapak Aji Suardi (41) dan Ibu Ika Novita (28). Mella terlahir 12 tahun lalu, saat dilahirkan Mella tidak langsung menangis seperti bayi pada umumnya. Sebulan dua bulan Mella tumbuh layaknya anak seusianya, badannya gemuk dan menggemaskan. Tapi saat menginjak usia 10 bulan, perlahan tapi pasti Mella mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan. Sampai akhirnya saat Mella berusia 1,5 tahun orang tua Mella membawa Mella berobat ke RS Dramaga Katih Bogor, Mella dianjurkan untuk melakukan rawat jalan tiap 2 minggu sekali. Sampai pada usia 10 tahun, Mella sering mengalami pusing, muntah dan cepat lelah ditambah diujung kuku tangan dan kakinya sering mengalami kebiruan. Karena khawatir orang tua Mella membawa Mella ke RSUD Bogor, di RSUD Mella dilakukan pemeriksaan CT Scan dan hasilnya terdapat gumpalan darah di otak Mella. Dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RS Fatmawati, dua malam dirawat Mella dilakukan tindakan Echocardiografi dan hasilnya mengatakan jika Mella menderita Jantung Bocor dan kemungkinan gumpalan di otak diperoleh dari infeksi di jantungnya. Tapi pihak dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo karena keterbatasan fasilitas. Tanggal 26 November 2015, Mella bersama kedua orang tuanya berangkat ke RSCM dengan tujuan mencari kesembuhan. Di RSCM, Mella menjalani serangkaian pemeriksaan seperti EKG, Echocardiografi dan CT Scan, dan hasilnya Mella menderita Jantung Bocor, Hidrocepalus (terdapat penumpukan cairan di otak) dan tidak terdapat organ Limpha di tubuh Mella. Saat itu orang tua Mella sempat stress karena begitu besar ujian yang harus diterima oleh gadis kecilnya. Januari 2016, Mella menjalani operasi untuk mengangkat gumpalan kecil di otaknya, Alhamdulillah saat itu kondisi Mella berangsur membaik. Hampir 10 bulan orang tua Mella mendampingi Mella berobat entah sudah berapa banyak biaya yang dikeluarkan, sampai orangtua Mella rela menjual barang-barang pribadinya. Sehari-hari Bapak Aji bekerja sebagai penjual roti di kawasan Tanah Abang dan Ibu Ika sebagai Ibu Rumah Tangga, tapi semenjak mendampingi Mella berobat Bapak Aji tidak bisa bekerja penuh, karena harus bergantian menjaga Mella di rumah sakit. Alhamdulillah, ditengah perjuangan Mella mencari kesembuhan #KurirSR dipertemukan dengan Mella dan kedua orangtuanya, dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli susu khusus dan memenuhi kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di RSCM, setelah bantuan sebelumnya masukdi Rombongan 915. Saat ini Mella sedang menunggu jadwal pemberian vaksin, untuk persiapan tindakan kateterisasi di PJT RSCM . Mohon doa terbaik dari rekan-rekan semoga Mella lekas diberi jalan untuk sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 26 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @untaririri

Mella menderita Hidrocepalus + Jantung Bocor


YUDISTIRA PRATAMA (6, Jantung Bocor + Cerebral Palsy). Alamat: Kampung Caringin RT 2/4, Desa Cimahi, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Yudhistira Pratama adalah putra pertama pasangan Bapak Yusuf (30) dan Ibu Neneng Sartika (26). Keceriaan bocah yang memiliki tubuh bongsor ini tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karena teriakan dan lari-lari kecil anak-anak, Yudhistira diusianya yang sudah menginjak 6 tahun hanya bisa berbaring dan sesekali berguling-guling di tempat tidur, belum bisa duduk apalagi berdiri. Sejak kecil Yudistira telah dinyatakan terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy. Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diikhtiarkan. Berbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat rutin ke RSUD Karawang yang kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta. Selama di Jakarta, persoalan baru muncul yakni biaya harian selama di rumah sakit, terkadang orangtua Yudhistira harus menahan lapar. Bapak Yusuf  hanya seorang buruh harian dan Ibu Neneng adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan dengan Yudistira dan orang tuanya sekaligus turut membantu  meringankan beban kedua orang tua Yudistira. Bantuan lanjutan telah disampaikan, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 915 untuk membeli pampers, susu dan kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di Jakarta. Alhamdulillah, Yudistira terus menunjukkan kemajuan yang, sekarang Yudistira sudah bisa duduk sendiri meski hanya beberapa menit. Sampai saat ini Yudistira mash terus menjalani kontrol rutin di beberapa poli dan menjalani terapi di RSCM. Terima kasih kepada #Sedekaholics, berkat bantuan yang disalurkan Yudistira bisa terus melanjutkan proses pengobatannya

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 21 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin  @untaririri

Yudistira menderita Jantung Bocor + Cerebral Palsy


RUWAH BIN RUKIYAH (55, Rumah Kebakaran). Musibah Kebakaran terjadi di rumah bapak Ruwah warga dusun Plekoran RT 01 RW 04 Desa Kalibanger Kec. Gemawang Kab. Temanggung Jawa Tengah. Musibah kebakaran terjadi pada hari Selasa wage, tanggal 25 Oktober 2016 pagi hari jam 8.30 WIB. Awal kejadian diperkirakan dari dapur bekas memasak dengan tungku.  Kondisi kebakaran hebat sehingga seluruh rumah hangus terbakar,  baik pakaian,  dokumen keluarga,  uang,  hasil pertanian kopi,  dan sapi 2 ekor. Kebakaran disinyalir dari api dalam tungku yang belum padam, api cepat membesar karena rumah tersebut terbuat dari kayu dan rumah satu-satunya ini sudah berumur tua.  Pertama kebakaran diketahui oleh tetangga  yang kebanyakan perempuan karena waktu kebakaran pagi hari,  laki-laki sudah banyak yang pergi ke sawah dan ladang,  yang kemudian meminta tolong kepada tetangga lainnya. Dalam hitungan menit api melalap rumah pak Ruwah hingga tak tersisa, kerugian ditafsir hingga puluhan juta rupiah, karena ada uang tabungan hasil kerja bawa kayu log suami istri selama 1 tahun juga ikut terbakar. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, Pak Ruwah dan istrinya sedang perjalanan ke rumah anaknya di daerah Kranggan Temanggung,  sehingga saat kejadian rumah dalam kondisi kosong. Alhamdulilah kurir #SedekahRombongan dengan didampingi bapak Kadus, tokoh masyarakat,  panitia swadaya pembangunan menyampaikan bantuan dari #sedekaholics untuk meringankan beban korban kebakaran. Semoga keluarga bapak Ruwah diberi kesabaran atas musibah ini.

Jumlah : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 2 Desember 2016
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82, Basori

Korban rumah kebakaran


ROFIAH BINTI AHMAD ILHAM (43, Syaraf Berat ). Alamat : Kemiri Rt 02 Rw 04 Desa Salamsari Kec. Kedu Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Rofiah biasa dipanggil bu Fiah adalah seorang Ibu rumah tangga yang bersuamikan Suripto (47, Buruh Tani), dan mempunyai dua (2) orang anak yang pertama lulus SMP & yang terakhir masih SMA kelas satu (1). Awalnya sekitar bulan maret 2013 Ibu Fiah tiba – tiba tangan sakit kurang lebih selama 1 tahun kemudian diperiksakan ke Puskesmas Kedu dan dipijat secara rutin. Karena kondisi ekonomi, maka tidak berani dibawa ke Rumah Sakit bahkan  ada yang bilang keturunan kemudian keluarga berhenti dan pasrah untuk memeriksakan kemanapun.  Akhirnya 2 tahun kemudian kondisinya semakin memburuk tangannya kaku tidak bisa diluruskan dan semua anggota tubuhnya bergerak terus sehingga tidak bisa mengurus dirinya sendiri. Sampai saat ini tangan kaku seluruh tubuh bergetar tidak bisa merasakan kalau mau buang air kecil maupun buang air besar.
Meskipun memiliki Jaminan  Kesehatan berupa KIS (Kartu Indonesia Sehat), namun karena suami hanya seorang buruh tani, untuk biaya kebutuhan hidup dan biaya transportasi  kontrol rutin tentu membutuhkan biaya yang banyak, sedangkan penghasilannya tidak menentu. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Ibu Rofiah untuk dapat membantu dengan memberikan santunan dari para #Sedekahholic yang digunakan kebutuhan biaya kontrol rutinnya. Keluarga sangat bersyukur  #SedekahRombongan bisa membantunya. Semoga Ibu Rofiah segera sembuh dan diangkat penyakitnya.

Jumlah : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 November 2016
KURIR : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Abdurrochman Wachid

Bu rofiah menderita Syaraf Berat


NALA ROHMATAL AZZA (2, Bibir Sumbing) Alamat Dumpoh RT 06 RW 07 Kelurahan Potrobangsan Kecamatan Magelang Utara Kota Magelang Propinsi Jawa Tengah. Dek Nala adalah buah hati dari pasangan Bapak Azhari (35) dan Ibu Liza Rahman (33), Pak Azhari setiap hari bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Liza hanya sebagai ibu rumah tangga. Mereka tinggal bersama di rumah orang tuanya dengan 2 orang anaknya serta beberapa orang saudaranya. Dek Nala mengalami bibir sumbing sejak lahir, upaya untuk melakukan operasipun pernah dilakukan dengan mengajukan operasi gratis di RS Panti Rapih Jogjakarta namun karena menunggu waktu yang lama dan tidak menentu operasipun belum dilakukan.  Atas ijin Alloh dek Nala berkesempatan untuk operasi bibir sumbing gratis pada tahap pertama di RS Permata Sari Semarang saat usia 5 bulan. Selanjutnya untuk tahap ke 2 operasi langit langit dek Nala dapat dioperasi di RSUD Ambarawa. Alhamdulillah #sedekahrombongan dipertemukan dengan keluarga dek Nala untuk menyampaikan titipan sedekaholics guna biaya akomodasi dan transportasi selama proses operasi dan penyembuhan. Keluarga menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang telah di berikan.

Jumlah : Rp. 1.300.000,-
Tanggal : 15 Desember 2016
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 @swastiko

Nala menderita Bibir Sumbing


SITI JUARIYAH, (56, Trachetis). Alamat : Dusun Tawangrejo, RT 9/5, Desa Sumberejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Juariyah adalah seorang janda yang tinggal di sebuah rumah sederhana dengan cucunya. Suatu hari bu Juariyah mengalami kesulitan bicara dan suara yang keluar  hampir tidak terdengar. Akhirnya bu Juariyah berobat ke Puskesmas terdekat. Hasil pemeriksaan adalah sakit radang tenggorokan. Namun dengan berjalannya waktu, sakitnya tidak kunjung sembuh, bahkan badan bu Juariyah semakin kurus. Akhirnya anaknya yang  menjadi pembantu rumah tangga di Jakarta, sekarang tidak kerja lagi dan pulang untuk merawat ibunya tersebut. Bu Juariyah mempunyai fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS. Namun demikian, keluarga tetap merasa berat untuk mengantarkan berobat bu Juariyah. Sedekah Rombongan memahami kondisi tersebut. Bantuanpun disampaikan kepada bu Juariyah untuk biaya berobat. Keluarga, atas nama bu Juariyah mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Keluarga mendoakan semoga sedekaholics dan semua kurir Sedekah Rombongan selalu diberi kesehatan dan semua dibalas dengan kebaikan yang lebih banyak.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Desember 2016
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @Mundiwati

Bu siti menderita Trachetis


ZHICO BIN EDI HARTONO, (28, leukimia+ pembengkakan limfa). Alamat : RT 6/ 2, Desa Kertobanyon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun,  Provinsi Jawa Timur. Zicho dulunya adalah  guru olah raga  swasta di sebuah SD. Sejak 2 tahun yang lalu Zicho merasakan perutnya yang tiba- tiba membesar seperti orang hamil. Zicho dan keluarganya memeriksakan ke RS dengan diagnosa Pembengkakan limfa dan harus dirujuk ke Surabaya. Namun demikian, karena tidak memiliki BPJS dan biaya yang cukup Zicho tidak melanjutkan pengobatanya di RS, keluarga mencoba berobat ke Alternatif yang dirasa biayanya lebih murah. Namun justru pengobatan Alternatif ini mendiagnosis beda. Zicho harus menghabiskan 9- 12 juta untuk membeli obat. Keluarganya pun sudah habis-habisan dan akhirnya menghentikan pengobatan dengan kondisi Zicho yang lebih parah lagi. Saat kurir Sedekah Rombongan mengunjunginya, kami menyarankan dan membantu mengurus BPJS. Santunan pun kami sampaikan kepada Zicho. Keluarga mengucapkan banyak terimakasih kepada Sedekaholics atas bantuannya yang telah  disampaikan oleh Sedekah Rombongan, semoga dapat digunakan untuk biaya berobat dan akomodasi untuk menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 26 Desember 2016
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @Mundiwati

Pak zhico menderita leukimia+ pembengkakan limfa


JEMADI BIN RUWAT, (51, Tumor kulit). Alamat : Dukuh Walikukun RT 2/3, Desa Bangunrejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Pak Jemadi yang awalnya hidup di Jakarta akhirnya harus pulang kampung karena keadaan yang sudah tidak mungkin lagi bisa bertahan di metropolitan. Awalnya pak Jemadi merasakan ada benjolan kecil di wajahnya, lalu diperiksakan ke puskesmas dan diberi obat. Namun dengan berjalannya waktu, penyakitnya tidak kunjung sembuh dan karena pak Jemadi tidak mempunyai biaya untuk berobat maka untuk mengatasi sakitnya, pak Jemadi hanya membeli salep di toko. Dan merawat sendiri sebisanya, wajahnya ditutupi kain kecil lalu diisolasi agar menempel di wajahnya. Walaupun sebenarnya mempunyai BPJS, tetap saja pak Jemadi khawatir nanti kalau membutuhkan biaya banyak dan dia tidak mampu. Istrinya sudah meninggal dua tahun yang lalu. Dua anaknya juga tidak bisa berbuat banyak untuk mengobatkan bapaknya karena keterbatasan ekonomi. Sebenarnya pak Jemadi pernah juga menerima bantuan, namun sebatas untuk keperluan pak Jemadi sesaat. Sedangkan kondisi sakit pak Jemadi semakin mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, hampir 50% lebih wajah dari pak Jemadi sudah luka. Mata kiri habis, hidung habis, bibir atas habis, dan mata kiri sudah remang-remang. SedekahRombongan  sangat memahami keadaan yang dirasakan pak Jemadi. Alhamdulillah pak Jemadi mendapatkan bantuan yang bisa digunakan untuk biaya berobat. Tak lupa, keluarga mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 26 Desember 2016
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @Mundiwati

Pak jemadi menderita Tumor kulit


APRILIO BIN WINARNO, (8, ephilepsi + Rechardasi Mental). Alamat : RT 6/2, Desa Kertosari, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. April biasa dipanggil demikian, adalah seorang anak yang berusia 8 tahun. Sejak kecil April sudah ditinggal pergi oleh ayahnya. April hanya tinggal bersama ibu dan kakek neneknya di sebuah rumah kecil. Di usianya yang seharusnya mengalami pertumbuhan maksimal, namun April justru menderita penyakit Ephilepsi. April baru bisa berjalan di usianya yang ke 5. Bahkan April tidak dapat berbicara layaknya anak seusianya. April sering tertawa dan menangis histeris tanpa sebab, tak jarang nenek dan kakeknya yang mengasuh April menjadi sasaran kemarahan saat dia mengamuk. Setiap 1 minggu sekali April dibawa neneknya untuk terapi di Suluk, Ponorogo. Meskipun punya jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS) namun tidak pernah berlaku ditempat terapi yang didatangi April saat ini. Biaya yang dikeluarkan pun cukup mahal bagi ibunya yang hanya seorang guru swasta di sebuah yayasan. Hampir setiap minggu nenek dan kakeknya yang hanya bekerja sebagai penjual es harus mengeluarkan biaya 500 ribu sampai 700 ribu untuk terapi cucunya. Saat kurir Sedekah Rombongan mengunjungi rumahnya, April tampak asyik memanjat pagar rumah dan dikejar- kejar oleh kakeknya yang sudah tua. Bantuan pun kami sampaikan kepada keluarga Aprilio. Keluarganya mengucapkan banyak terima kasih kepada Sedekaholics yang telah membantu biaya berobat Aprilio dan disampaikan melalui Sedekah Rombongan. Semoga Aprilio bisa melanjutkan terapi, untuk menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Desember 2016
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @Mundiwati

Aprilio menderita ephilepsi + Rechardasi Mental


KHITAN MASSAL, (10-12, 23 anak yatim dan duafa). Alamat : Kabupaten Madiun,  Provinsi Jawa timur. Melihat senyum anak asuh dari yayasan Sabilillah, terkembang saat akan berangkat berkhitan, dan ini merupakan penyemangat Hiroh kami sebagai kurir, jauh di lereng gunung wilis Desa Morang Kecamatan Kare dan juga anak-anak kurang beruntung di wilayah kota/Kabupaten Madiun, mereka mengemaskan do’a yang tulus untuk sedekaholics dan para kurir Sedekah Rombongan semoga kegiatan ini disaksikan oleh ribuan malaikat, dan sedekah ini menjadi Butiran tasbih yang akan menuntun kami ke surga-Nya. #SRMadiun mengadakan khitan massal part 1 (Sabtu,17/12/2016) bekerjasama dengan Klinik Yepa Husada Kaibon yang diikuti oleh 13 anak dan khitan massal part II (Sabtu, 24/12/2016) bersinergi dengan Bank BTN cabang Madiun yang diikuti oleh 10 anak. Anak-anak dan yayasan Sabilillah mengucapkan terimakasih kepada Sedekaholics, sehingga mereka dapat melaksanakan khitan yang merupakan sunah Rosululloh untuk menjemput masa baligh mereka.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.554.500,-
Tanggal : 24 Desember 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bantuan pengadaan acara khitanan massal


WINDARTI BINTI KASNI, (15,Tumor otak). Alamat : RT 02/01 Dusun Genggong Desa Randugede Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Windarti belum sempat tamat SD saat 2013 divonis kena tumor otak. Hal yang ia rasakan yaitu sering pusing dan sempoyangan. Dia sempat dioperasi di Rsud Soedono 2 tahun silam tepatnya pada bulan Juni 2013 dan kondisi membaik, dia sudah bisa berjalan dan bersepeda seperti teman-teman sebayanya. Namun keadaan kurang beruntung menghampirinya lagi pada bulan Agustus 2014 dia mengalami drop lagi, oleh pihak medis dia diminta operasi tapi terbentur dengan masalah biaya operasional, saat itu dia hanya bisa berbaring lemah di kasur lusuh, berbicara hanya beberapa patah kata saja. Ayahnya, yaitu Pak Kasni (43) ingin melanjutkan pengobatan, namun apa daya beliau hanyalah seorang buruh tani yang pendapatannya hanya 800 ribu perbulan sedangkan sang Ibu, yaitu bu Lasmini (37) sebagai ibu rumah tangga sehingga sangat kesulitan untuk biaya operasional maupun biaya pengobatan Windarti ini. Dulu kalau kontrol ke Madiun bisa naik ojek tetapi sekarang kondisinya sangat lemah, dia hanya bisa berbaring saja dan untuk berobat perlu carter mobil sedangkan kedua orangtuanya tidak sanggup untuk membayar. Mereka membutuhkan bantuan untuk meringankan beban yang dialami Windarti dan keluarga. Alhamdulillah keluarga Pak Kasni dipertemukan dengan Sedekah Rombongan berdasarkan informasi dari salah satu kurir. Setelah proses operasi dan kontrol rutin, kondisi Windarti sudah membaik, bisa bicara, mendengar bahkan berjalan normal. Setelah beberapa saat berjalan ternyata tumor di kepala Windarti tumbuh lagi sehingga dokter menyarankan tindakan sinar. Akhir nya Windarti dirujuk ke Rsud Moewardi Solo dan menjalani rangkaian sinar sebanyak 30 kali. Selanjutnya tumor di kepala Windarti dinyatakan hilang tetapi harus tetap menjalani kontrol tiap bulan sekali. Santunan ketujuh sebesar Rp 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 745, 764, 788, 866,880 dan 897. Pak Kasni mengucapkan terima kasih atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan selama ini.

Jumlah Bantuan : Rp 500. 000
Tanggal : 21 Desember 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Ronypratama

Windarti menderita Tumor otak


PARNI BIN RAMBAT, (48, Karsinoma Nasopharyng) Alamat : Dusun Claket Desa Bulugunung RT 17 / 2 Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Pak Parni begitu orang biasa memanggilnya. Seorang pria berusia 48 tahun yang bertempat tinggal di Bulugunung Magetan. Dalam kesehariannya Pak Parni bekerja sebagai Buruh Tani dengan penghasilan kurang lebih Rp. 50.000/hari. Ayah dari 4 orang anak ini mulai mengetahui adanya benjolan di leher 1 tahun lalu, dan baru terasa sakit beberapa bulan belakangan ini. Ia sudah menjalani pengobatan di Rsud dr. Syadiman Magetan, Rsud dr. Soedono Madiun, dan terakhir ia berobat ke Rsud dr. Moewardi Solo. Dokter mendiagnosa ia menderita penyakit Karsinoma Nasopharyng. Dengan penghasilan yang cukup minim, istrinya Parmi yang bekerja sebagai buruh gendong tidak mampu membiayai suaminya berobat. Setelah mendapat informasi dari tetangga sekitar tempat tinggal Pak Parni, kurir Sedekah Rombongan melakukan survei memutuskan untuk mendampingi beliau berobat. Santunan awal sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi selama ranap saat menjalani kemoterapi dan pembelian  obat diluar tanggungan bpjs. Pak Parni sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Pak Parni segera diberikan kesembuhan atas penyakit yang dideritanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 22 Desember 2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @IqbalFahmi

Pak parni menderita Karsinoma Nasopharyng


MTSR MAGETAN (AE 8066 NE, Biaya Operasional Oktober 2016). Mobil APV tahun 2008 dengan nomor polisi AE 8066 NE adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Magetan dengan interior ambulance standart untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Magetan sejak 2 tahun lalu. Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan untuk menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Magetan seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng Gunung Lawu dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan Oktober 2016 sebesar Rp 3.200.000 di gunakan untuk biaya servis rutin, pembelian BBM dan cuci mobil. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic MTSR Magetan dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit. Sebelumnya laporan keuangan MTSR AE 8066 NE masuk pada rombongan 909.

Jumlah Bantuan : Rp 3.200.000
Tanggal : 1 November 2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya Operasional Oktober 2016


MTSR MAGETAN (AE 1495 KG, Biaya Operasional Oktober 2016). Pada tanggal 12 Agustus 2016 Sedekah Rombongan wilayah Magetan kembali mendapat amanah dari warga setempat berupa satu unit mobil Luxio tahun 2012 yang di pergunakan sebagai MTSR di wilayah Magetan dan sekitarnya. Mobil standart penumpang tersebut di pergunakan untuk mempermudah bergerakan Kurir Sedekah Rombongan Di wilayah Magetan untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholic dan mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan menjemput kesembuhan ke rumah sakit Magetan, Solo, Yogya, Surabaya maupun Malang. Mtsr 2 digunakan juga Untuk mengoptimalkan mobilitas MTSR di Kota Kabupaten Magetan yang juga mengcover wilayah Kabupaten Ngawi, Ponorogo, Caruban dan sekitarnya. Kebutuhan BBM Servis rutin dan biaya Operasional lainya pastinya sangat di butuhkan. Bantuan kali ini pada bulan Oktober 2016 sebesar Rp 2.850.000 di alokasikan untuk biaya servis, pembelian BBM dan cuci mobil. Laporan keuangan Operasional MTSR AE 1495 KG sebelumnya masuk pada rombongan 909.

Jumlah Bantuan : Rp 2.850.000
Tanggal : 1 November 2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya Operasional Oktober 2016


RSSR MAGETAN, (Biaya operasional Rssr Magetan bulan Oktober 2016). Rssr adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. RSSR hadir di Magetan sejak bulan Oktober 2015, kami mengontrak rumah di Jln. Jaksa Agung Suprapto 25 Magetan selama satu tahun. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi subuh bisa langsung berangkat ke Solo.  Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain  untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan Magetan selama bulan Oktober 2016 setelah sebelum nya masuk rombongan 929.

Jumlah Santunan : Rp 2.850.000
Tanggal : 1 November  2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya Operasional Oktober 2016


REZA TRI ANDIKA, (16, Gangguan Saluran Kencing). Alamat : Desa Banjarejo RT 6/2 Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Semua berawal sekitar empat tahun lalu saat Reza bemain sepeda bersama teman-teman nya. Reza terjatuh dari sepeda dan saluran kencing nya terbentur sadel sepeda yang menyebabkan Reza tidak dapat buang air kecil seperti biasa. Keluarga membawanya ke Puskesmas yg selanjutnya di rujuk ke RSUD Sayidiman Magetan. Karena peralatan medis yang kurang lengkap Reza di rujuk ke RSUD dr. Moewardi Solo untuk mendapat penanganan serius. Operasi telah di lakukan dengan menggunakan fasilitas kesehatan Jamkesmas untuk membaikan kondisi Reza seperti semula. Namun, hasil operasi tidak sesuai harapan dan di nyatakan gagal. Reza belum bisa buang air kecil melalui saluran kencing. Dokter menyaran kan Reza melanjutkan pengobatan di RSUD dr. Saiful Anwar Malang untuk penanganan lebih lanjut. Namun, Karna ayah Reza, Paiman (50) dan ibunya Panirah (48) yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Merasa sudah tidak sanggup membiayai Operasional untuk pengobatan Reza dan pengobatan pun di hentikan selama dua tahun. Selama itu pula Reza buang air kecil menggunakan selang yang di pasang di saluran kencing nya dan di ganti setiap seminggu sekali sekali di RSUD setempat sampai akhirnya Sedekah Rombongan mendengar kabar tentang Reza. 26 September 2016 Kurir Sedekah Rombongan melakukan survei ke rumah Reza dan melihat kondisinya. Melihat kondisi Reza Kurir segera bertindak membawa Reza melanjutkan pengobatan dan di sambut antusias dan rasa terimakasih dari keluarga Reza. Reza melakukan pengobatan dari Puskesmas sampai RSUD dr. Soedono Madiun dan pada tanggal 5 Oktober 2016 Reza kembali di Rujuk ke RSSA Malang dengan dampingan Sedekah Rombongan. Santunan ke dua sebesar Rp 725.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya pengobatan, setelah bantuan sebelum nya masuk dalam rombongan 909.

Jumlah Bantuan : Rp 725.000
Tanggal : 25 November 2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Faeruz_Faiz

Reza menderita Gangguan Saluran Kencing


SRIATUN BINTI SERANOM, (81, katarak) Alamat :  RT.7/ 2 Dusun Cigrok Desa Durenan Kecamatan Sidorejo Kabupaten Magetan Provonsi Jawa Timur. Mbah Sri biasa dipanggil demikian oleh tetangga. Adalah seorang janda yang hidup sebatangkara dirumah. Sejak suaminya meninggal mbah Sri jualan Beras jagung untuk menyambung hidupnya. 2 orang anaknya yang mencari pekerjaan diluar kota, jarang pulang dan tidak pernah mengirim kabar kepada orang tuanya. Dengan kondisi tidak dapat melihat, mbah Sri harus memaksakan diri untuk berjualan supaya beliau bisa mengepulkan asap dapurnya. Tak jarang saat hujan deras dan merasa sakit, mbah Sri tidak berangkat jualan dan tidak bisa membeli kebutuhan pangannya. Saat kurir Sedekah Rombongan mengunjunginya, Mbah Sri baru pulang berjualan. Santunan pun kami sampaikan kepada mbah Sri, Beliau mengucapkan banyak terima kasih kepada Sedekaholics atas bantuan yang disampaikan melalui kurir Sedekah Rombongan. Semoga dapat membantu Mbah Sri untuk mencukupi kebutuhan sehari- hari dan untuk membeli keperluan obatnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal :  9 November 2016
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive

Ibu sri menderita katarak


ISMADI BIN HARJO ISMAN, (51, patah tulang belakang). Alamat :  RT.10/2 Dusun Selungguh Desa Durenan Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Pak Ismadi atau biasa dipanggil Pak Madi. Beliau adalah seorang buruh tani. Beliau bekerja keras demi mencukupi kebutuhan rumah tangga. Kondisi perekonomian yang bisa dikatakan sangat kekurangan, namun beliau memiliki semangat kerja yang tinggi. 3 orang putranya harus melanjutkan sekolah, begitu juga asap dapur istrinya juga harus tetap mengepul. Itulah yang menjadi dasar kerja keras pak Madi. Namun 7 tahun yang lalu beliau mengalami kecelakaan jatuh dari pohon yang mengakibatkan patah tulang belakang. Rangkaian pengobatan dan operasi di Rs Kustati Solo telah dilakukan tetapi tidak membuahkan hasil yang maksimal. Jadi selama 7 tahun pak Madi harus ikhlas menghabiskan sisa hidupnya dengan hanya berbaring ditempat tidur. Saat kurir Sedekah Rombongan mengunjungi rumahnya, beliau seperti biasa hanya bisa berbaring di ranjang. Beliau sudah pasrah dengan kondisinya dan telah banyak biaya yang dipakai untuk membiayai pengobatan selama ini sampai harus menjual harta bendanya. Berdasarksn hasil survey, santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp 1.500.000 telah disampaikan kepada pak Madi beserta keluarga dan digunakan untuk membeli 2 ekor kambing supaya dapat digunakan sebagai usaha yang menghasilkan sehingga bisa membantu perekonomian keluarga pak Madi dan bisa melanjutkan proses berobat. Beliau mengucapkan banyak terima kasih kepada Sedekaholics atas bantuan yang disampaikan melalui  Sedekah Rombongan. Semoga dapat membantu Pak Madi beserta keluarga untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal :  3 November 2016
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive

Pak ismadi menderita patah tulang belakang


RAIHAN ALSANDI PRADANA (13, Gejala Epilepsi). Alamat : Jl Bupati Sudibyo No 42 Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Saat usia 11 tahun, Dik Raihan pernah jatuh dan kepalanya mengalami benturan. Kemudian ia sering muntah dan kejang pada urat wajah. Kedua orangtuanya yaitu Bapak Heri Siswanto dan Ibu Sri Utami memeriksaan Dik Raihan ke RSUD Sayidiman Magetan. Setelah di MRI kemudian terdeteksi Dik Raihan mengalami kerusakan syaraf di kepala yang mengarah pada dugaan gejala epilepsi. Pengobatan awal menggunakan fasilitas BPJS. Namun Dik Raihan menunjukkan gejala alergi (mual dan gatal). Kemudian obat diganti obat paten oleh dokter. Pemeriksaan rutin kemudian beralih ke dokter praktek 1 kali setiap bulan. Hal ini cukup memberatkan karena harga obat mahal, sementara kedua orangtua Dik Raihan hanya berkerja sebagi pembantu rumah tangga dan serabutan. Selama menderita sakit ini Dik Raihan cukup terganggu aktivitasnya. Jika kambuh dan obat terlambat dikonsumsi, gejala kejang akan muncul. Dokter memprediksi pengobatan akan membutuhkan waktu hingga 2 tahun untuk bisa sembuh dengan catatan obat tidak boleh terlambat konsumsi karena jika terlambat harus mengulang proses pengobatan dari nol.  Informasi tentang Dik Raihan diperoleh dari tetangga yang bersimpati. Santunan lepas titipan dari sedekaholic sebesar Rp.1.000.000 disampaikan untuk membantu biaya pembelian obat. Semoga kondisi Dik Raihan segera membaik, dapat bersekolah dan tumbuh dewasa dengan baik. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal : 27 Desember 2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Kinantiawe @Weningape

Raihan menderita Gejala Epilepsi


WARSITO BIN SAKAT, (46, Gagal Ginjal) Alamat : Jalan Hasanudin RT 4/5 Desa Selosari Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Seorang laki-laki kelahiran Magetan 29 September 46 tahun yang lalu. Ia bernama Warsito. Seorang penjual Burung didaerah Magetan. 1 tahun yang lalu ia di diagnosa Dokter mengalami Gagal Ginjal. Setelah mendapatkan informasi dari tetangga di sekitar tempat tinggal Pak Warsito, kurir Sedekah Rombongan melakukan survei dan Pak Warsito mendapatkan bantuan dampingan sebesar Rp. 1.000.000. Kurir Sedekah Rombongan juga mendampingi Pak Warsito menjalani cuci darah setiap seminggu sekali di Rumah Sakit Dr. Soedono Madiun selama 2 bulan terakhir.  Istrinya, Bu Erni (42) yang kesehariannya bekerja sebagai penjaga Toko kue harus berhenti kerja untuk menemani suaminya di rawat di Rumah Sakit selama 3 minggu. Dan pada hari Minggu Tanggal 17 Desember 2016 atas kuasa Allah Pak Warsito menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya. Semoga arwah Pak Warsito diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, diampuni segala dosanya serta keluarga yang ditinggalkan di berikan ketabahan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 12 Desember 2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @DennyAsri @IqbalFahmi

Pak warsito menderita Gagal Ginjal


DIRUN BIN KARNI, ( 68, Anemia + Pendarahan lambung). Alamat : Dusun Sambi Desa Simo RT 5 / 3 Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur. Seorang lelaki tua, Dirun namanya. Diusianya yang kini tidak muda lagi, 68 tahun ia masih harus membanting tulang bekerja membuat anyaman gedhek. Pak Dirun tidak pernah menghiraukan rasa sakit yang kerap ia rasakan di perut sebelah kiri. Setelah dibiarkan tanpa diobati, 2 bulan belakangan ini ia merasakan sakitnya semakin menjadi. Dokter mendiagnosa didalam lambungnya terjadi pendarahan, sedangkan Pak Dirun sendiri mempunyai riwayat penyakit Anemia. Dalam 2 bulan, sudah 4 kali Ia harus menjalani rawat inap karena kondisinya yang memburuk. Dari tetangga Pak Dirun kurir Sedekah Rombongan mengetahui informasi mengenai kondisi yang sedang dialami oleh Pak Dirun. Alhamdulilah, setelah melalui survei, Pak Dirun mendapatkan bantuan lepas sebesar Rp 500.000 dari Sedekah Rombongan untuk meringankan biaya berobatnya. Pak Dirun dan keluarga sangat berterimakasih dan bersyukur atas bantuan yang beliau terima dari para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 28 Desember 2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Kinantiawe @Alifirdaus

Pak dirun menderita Anemia + Pendarahan lambung


SRI MURNIATI, (44, Ca Mamae). Alamat : Dukuh Jaten Desa Tulakan RT 3 / 5 Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Sri Murniati, seorang pembantu rumah tangga, berusia 44 tahun. Ibu 2 orang anak ini telah menderita penyakit Ca Mamae pada payudara sebelah kiri sejak 5 tahun lalu. Dan sudah 2 tahun ia menjalani perawatan di Rumah Sakit Dr. Moewardi Solo. Setelah menjalani operasi pengangkatan payudara Dokter menyarankan Bu Sri untuk melakukan 18 kali Kemoterapi. Namun, baru 17 kali menjalani Kemoterapi Bu Sri kehabisan biaya untuk Kemoterapi yang ke 18 kalinya. Biaya dirasa sangat memberatkan suaminya, yaitu Pak Wagiman (46) tahun yang bekerja sebagai kuli bangunan. Setelah mendapat informasi dari warga sekitar tempat tinggal Bu Sri, kurir Sedekah Rombongan melakukan survei. Alhamdulillah Bu Sri memperoleh bantuan lepas titipan dari para sedekaholic sebesar Rp 1.500.000, bantuan ini digunakan untuk biaya berobat selanjutnya. Bu Sri sangat berterimakasih atas bantuan dari Sedekah Rombongan. Semoga Bu Sri segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000
Tanggal : 26 Desember 2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @RonyPratama

Ibu sri menderita Ca Mamae


SUKARMAN BIN DIRUN, (34, Sirosis Hepatitis). Alamat : RT 5/3 Dusun Sambi Desa Simo Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur. Karman, begitu biasa dia dipanggil mengalami sakit Sirosis Hepatitis sejak 3 tahun yang lalu. Awal nya Pak Karman bekerja sebagai kuli bangunan di Jakarta tetapi harus pulang ke desa karena sering sakit-sakitan. Istrinya yaitu Ibu Astuti (25) dulu bekerja sebagai pembantu rumah tangga tetapi sejak Pak Karman sakit, praktis istrinya tidak bisa bekerja karena harus menjaga pak Karman. Saat ini pasutri ini tinggal menumpang di rumah kakak pak Karman karena belum mempunyai rumah. Sedangkan anak semata sayangnya yang masih berumur 4 tahun dititipkan di rumah mertua pak Karman. Untuk membiayai seluruh pengobatan baik rawat inap maupun kontrol rutin ditanggung oleh kakak nya. Walaupun telah memiliki jaminan kesehatan BPJS mandiri tetapi biaya akomodasi pengobatan dan konsumsi makanan dan vitamin sehari-hari pak Karman di rasa sangat memberatkan keluarganya. Saat kurir Sedekah Rombongan berkunjung ke rumah kakaknya, pak Karman sangat berharap bantuan untuk meringankan beban nya. Informasi mengenai pak Karman diperoleh dari Pasien Dampingan Sedekah Rombongan terdahulu. Saat ini kondisi pak Karman sudah mulai membaik tapi belum bisa bekerja sehingga membuat beliau merasa tidak enak hati terus- terusan menunpang hidup pada kakak nya. Pak Karman ingin membuat usaha kecil-kecilan sehingga bisa untuk biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan hadir untuk meringankan beban keluarga pak Karman dengan menyampaikan Santunan titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.500.000 dan digunakan untuk modal kerja yaitu beternak burung. Keluarga pak Karman sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 28 Desember 2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Kinantiawe @Alifirdaus

Pak sukarman menderita Sirosis Hepatitis


ANDANG SUKIATNA (46, Ensepalopati + Hepatitis). Alamat: Kwitang RT 6/8 No. 5, Kebon Sayur, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Pak Andang begitulah sapaan akrabnya, beberapa bulan ini hanya bisa terbaring di tempat tidur karena penyakit yang dideritanya. Setahun yang lalu, Pak Andang dinyatakan menderita Ensepalopati dan Hepatitis. Sempat menjalani rawat inap di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo dalam waktu yang panjang, membuat Pak Andang tidak bisa lagi bekerja seperti biasanya. Padahal tidak sampai disitu saja, lepas rawat inap Pak Andang masih harus menjalani rawat jalan rutin. Meskipun biaya pengobatan telah ditanggung oleh jaminan kesehatan, tapi untuk transportasi tetap membutuhkan biaya. Sedangkan sang istri, Ibu Nurhayati (39) sebelumnya hanyalah seorang ibu rumah tangga. Kini terpaksa Ibu Nurhayati harus bekerja sekedar membantu mencuci pakaian ditetangga. Alhamdulillah ditengah keterbatasan yang dialami Pak Andang, #KurirSR mendapatkan informasi tentang ini dan langsung mendatangi kediaman Pak Andang sekaligus menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi. Pak Andang dan keluarga menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal: 4 Desember 2016
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri

Pak andang menderita Ensepalopati + Hepatitis


SAYEKTI SUNARYO (64, TBC). Alamat: Jl. Kuning RT 6/6 No. 57 Kota Bambu, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Bu Sayekti, begitu beliau sering dipanggil oleh keluarga dan tetangganya. Bu Sayekti, sejak beberapa tahun terakhir ini harus berjuang melawan penyakit TBC yang dideritanya. Tubuhnya semakin kurus, pernah berobat rutin yang tidak boleh putus selama 6 bulan. Kemudian berlanjut dengan menjalani kontrol rutin di RS Persahabatan sebulan sekali. Alhamdulillah, biaya pengobatannya telah ditanggung oleh jaminan kesehatan. Tetapi untuk akomodasi Bu Sayekti, kadang bingung harus mencari kemana. Suaminya, Bapak Sunaryo (67) sudah tidak sekuat dulu lagi, sebagai seorang buruh serabutan dengan penghasilan tak menentu kadang untuk makan saja hanya seadanya. Kurir #SedekahRombongan saat mengetahui informasi tentang Bu Sayekti langsung mengunjungi dan menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi. Bu Sayekti dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 4 Desember 2016
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri

Bu sayekti menderita TBC


SANTI RISTIANDARI (30, Osteosarkoma). Alamat: Jl. Pinang 2 RT 4/2 No. 49 Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Kotamadya Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Berawal Agustus 2013, Bu Susanti mengalami kecelakaan motor dan jatuh dalam posisi dudu, sehingga terjadi patah tulang. Waktu itu ibu Susanti langsung dilarikan ke Rumah Sakit dan mendapat penanganan medis yaitu pemasangan 13 pen pada tulang belakang. Saat itu ibu Susanti cukup lama menjalani perawatan, yakni sekitar 3 bulan. Pasca menjalani perawatan panjang, ibu Susanti seharusnya masih harus rutin kontrol ke RS Fatmawati Jakarta. Tapi karena ketiadaan biaya, akhirnya ibu Susanti memutuskan untuk tidak kontrol dan hanya membeli obat anti nyeri saja yang disarankan oleh dokter, obat tersebut tidak bisa dicover oleh BPJS. Hampir 3 tahun ibu Susanti hanya bisa terbaring lemah ditempat tidur, dengan kondisi kaki, tangan dan kepala membengkak. Bahkan tak jarang saat sakitnya kambuh beliau susah bicara. Tidak hanya di kaki, nyeri yang dirasakan ibu Susanti  hampir ke seluruh tubuh. Ibu Susanti memiliki seorang suami, bapak Asim Abdullah (33) yang bekerja sebagai karyawan sebuah restoran. Tetapi gaji yang diterima suaminyapun hanya pas-pasan untuk biaya kontrakan, kebutuhan sekolah 2 orang anaknya dan kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah,vkurir #SedelahRombongan kembali mendatangi tempat tinggal ibu Susanti dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan membeli obat anti nyeri yang tidak dicover BPJS, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 912. Ibu Susanti menyampaikam banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 29 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anies @riniastuti @untaririri

Bu santi menderita Osteosarkoma


MUHAMMAD SODRI (50, Gagal Ginjal). Alamat : RT 1/2, Kelurahan Krandegan, Kecamatan Kradegan, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Sobri didiagnosis menderita gagal ginjal pada November 2015. Sejak saat itu, beliau menjalani pengobatan rutin berupa cuci darah 3 kali dalam seminggu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Beliau juga dianjurkan untuk beristirahat penuh dan tidak bekerja. Sebelum sakit, Bapak Sodri bekerja sebagai tukang batu. Istrinya, Titi Rokhani (44) berdagang di pasar. Penghasilan keluarga yang semula kecil, kini semakin berkurang karena Bapak Sodri tidak lagi bekerja. Penghasilan tersebut hanya dapat mencukupi kebutuhan hidup sehar-hari. Biaya pengobatan Bapak Sodri dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun biaya transportasi dan akomodasi selama berobat ke rumah sakit masih menjadi kendala bagi pengobatannya. Maklum saja, jarak rumah sakit dan tempat tinggal beliau cukup jauh. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sodri. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dihadapinya. Bantuan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan Bapak Sodri. Semoga pengobatan beliau berjalan lancar dan dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @KangImam @paulsyifa

Pak sodri menderita Gagal Ginjal


RSSR PURWOKERTO (Pelunasan Biaya Sewa 3 Tahun RSSR). Alamat : Jl. Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto selama ini beralamat di Jl. Penatusan Gang 1, Purwokerto Wetan. Selama ini RSSR dipakai untuk membantu pasien dampingan dari luar kota Purwokerto agar lebih mudah dalam pengobatannya dan dijadikan tempat untuk singgah, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. Masa kontrak RSSR akan habis pada Desember 2016. Para Kurir akhirnya mencoba mencari rumah yang nantinya dijadikan RSSR Purwokerto dan agar pasien yang selama ini menjadi dampingan tetap bisa melanjutkan pengobatannya. Pada tanggal 19 Oktober 2016 telah dilakukan pembayaran biaya pelunasan RSSR Purwokerto untuk tiga tahun mendatang. Penyerahan kunci akan dilakukan pada 28 Oktober 2016. Kurir Sedekah Rombongan mengucapkan terimakasih kepada para sedekaholics yang sudah membantu. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto yang baru akan semakin mempermudah para dhuafa sakit yang berjuang dalam kesembuhannya menjalani pengobatan di RSUD Margono, RS. Dadi Keluarga dan RSU. Banyumas.

Jumlah Bantuan : Rp. 45.000.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @olipe_oile @ddeean @kusumawardani05

Pelunasan Biaya Sewa 3 Tahun RSSR


MTSR PURWOKERTO (AB 1664 TA, Biaya Operasional Oktober 2016). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo, RSUD Banyumas, Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, RSU Wiradadi Keluarga dan sebagian rumah sakit di Kabupaten Purbalingga serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Karyadi. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap) dan Brebes. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan, service rutin, pembelian gas oksigen, dan jasa driver. Semoga dengan hadirnya MTSR di wilayah Barlingmasca semakin mempermudah pasien untuk berobat ke rumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 906.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.000.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2016
Kurir : @arfanesia @misterrmoo @iwunn @ajiprst Nanang @ddeean

Biaya Operasional Oktober 2016


MTSR PURWOKERTO (AB 1664 TA, Biaya Operasional November 2016). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo, RSUD Banyumas, Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, RSU Wiradadi Keluarga dan sebagian rumah sakit di Kabupaten Purbalingga serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Karyadi. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap) dan Brebes. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan, service rutin, ganti ban, pembelian gas oksigen, dan jasa driver. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.900.000,-
Tanggal : 1 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @misterrmoo @ajiprst @iwunn Yunanto @ddeean

Biaya Operasional November 2016


SUHARDI BIN SUDIATI (49, Suspect Syaraf Terjepit). Alamat : RT 3/3, Dusun Mergayasa, Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2014, Bapak Suhardi mengalami kecelakaan kerja. Beliau jatuh dari ketinggian 4 meter saat merenovasi sebuah rumah. Beliau sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Emanuel Klampok. Alhamdulillah setelah sembuh, beliau dapat bekerja lagi namun beliau jadi cepat merasa lelah dan trauma ketinggian. Pada pertengahan tahun 2015, muncul gejala kesulitan untuk berjalan dan bicara. Bapak Suhardi pun memeriksakan diri ke RS Islam Banjarnegara. Bapak Suhardi pun diduga menderita saraf terejepit. Pada Juli 2016, pengobatannya dihentikan karena terkendala biaya.Kini kondisi Bapak Suhardi masih kesulitan berjalan dan bicara. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau. Bapak Suhardi dan istrinya, Sumarni (42) menceritakan kesedihan dan kesulitan yang mereka alami. Sebelum sakit, Bapak Suhardi bekerja sebagai buruh bangunan yang berpenghasilan kecil, sedangkan Ibu Sumarni membuka usaha warung kecil-kecilan. Pendapatan keluarga yang kecil hanya dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka bersama kedua orang anaknya yang masih sekolah. Putra pertama mereka yang bekerja sebagai buruh pabrik di Jakarta, sesekali membantu kesulitan kedua orang tuanya. Alhamdulillah biaya pengobatan Bapak Suhardi dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun pengobatannya masih terkendala biaya transportasi dan obat yang tidak dalam jaminan BPJS. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang dialami Bapak Suhardi. Santunan diberikan untuk membantu biaya pembelian obat dan transportasi selama proses pengobatannya. Semoga Bapak Suhardi segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @misterrmoo @iwunn @menttariii @paulsyifa

Pak suhardi menderita Suspect Syaraf Terjepit


SALSABILA KHAIRUNISA (5, Retinoblastoma + Post Enukleasi Mata Kanan). Alamat : Jl. Rawa Jaya, RT 11/6, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulo Gadung, Kabupaten Jakarta Timur, Provinsi Jakarta. Sejak usia 1 tahun, Dik Salsa sudah merasakan sakit pada mata kanannya. Orang tuanya segera membawanya berobat ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Dari hasil pemeriksaan diketahui ada tumor ganas di mata kanannya. Alhamdulillah Dik Salsa sudah menjalani operasi pengangkatan bola mata kanannya untuk menghilangkan tumor ganas di bagian itu (Retinoblastoma Post Enukleasi Mata Kanan). Hingga saat ini Dik Salsa sudah menjalani 12 kali kemoterapi dan 23 kali radioterapi di RSCM. Dokter menyarankan agar ia melakukan kontrol rutin setiap bulan dan rekam mata setiap 3 bulan sekali. Pengobatan Dik Salsa di RSCM terhenti karena ayahnya, Misnen (44) harus pindah ke Purwokerto. Dik Salsa pun menjalani beberapa pengobatan alternatif di Purwokerto. Kini Dik Salsa sering merasa pusing dan mengeluarkan cairan berwarna hijau dari mata kanannya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Salsa. Bapak Misnen kini tidak bekerja, sedangkan ibu Dik Salsa, Arie Astuti (33) adalah seorang ibu rumah tangga. Keluarga Dik Salsa kini hanya bisa mengandalkan saudara yang ditumpanginya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dik Salsa memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI, namun hanya dapat digunakan di Jakarta karena jaminan kesehatan tersebut dibiayai oleh pemerintah Jakarta. Sedangkan keluarga Dik Salsa tidak memiliki biaya transportasi dan akomodasi untuk berobat ke Jakarta. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang dihadapi Dik Salsa. Bantuan diberikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Semoga Dik Salsa segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @ddeean @paulsyifa

Salsa menderita Retinoblastoma + Post Enukleasi Mata Kanan


SARNO PANITIS (48, Ca Colon). Alamat : Jl. Lensan Pura, RT 1/3, Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah.  Gejala awal penyakit yang diderita Bapak Sarno bermula pada tahun 2015. Saat itu beliau merasakan sakit saat buang air besar, bahkan hingga mengeluarkan darah. Setelah memeriksakan diri di Rumah Sakit (RS) Margono, diketahui ada tumor di ususnya dan harus segera dioperasi. Karena tidak langsung dioperasi tumor di usus Bapak Sarno sudah menjadi kanker usus besar (ca colon). Akhirnya pada 26 Agustus 2016, Bapak Sarno melakukan operasi Laparoskopi. Alhamdulillah, operasi berjalan dengan lancar. Istrinya, Ulli Handayani (46) kembali mengungkapkan kesedihan dan kesulitan yang dihadapi keluarganya kepada kurir Sedekah Rombongan. Kini Pak Sarno sudah tidak bekerja. Ibu Ulli bekerja sebagai guru PAUD dan mengajar TPQ. Anak sulungnya, Bayu kini berjualan peralatan listrik yang penghasilannya pun tidak seberapa. Penghasilan keluarganya yang kecil hanya cukup memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari beserta keempat anaknya yang masih sekolah. Biaya pengobatan Bapak Sarno dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya, namun ada obat yang tidak termasuk dalam jaminan BPJS. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sarno, sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untu membantu biaya obat Bapak Sarno. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 907. Kini beliau sering mengalami pendarahan sehingga beberapa kali melakukan transfusi darah. Meski begitu, Bapak Sarno masih bersemangat untuk sembuh. Semoga Bapak Sarno segera diberi kesembuhan dan dapat bekerja seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @ddeean @paulsyifa

Pak sarno menderita Ca Colon


PROS EKAWATI (35, Kanker Mata). Alamat : Jl. Kalibener, Gang 2, RT 4/2, Kelurahan Kranji, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala penyakit Ibu Pros berawal pada tahun 2012. Awalnya, tumbuh benjolan di mata kirinya. Benjolan tersebut kian membesar dan mengganggu penglihatan Ibu Pros. Setelah memeriksakan diri ke Rumah Sakit (RS) Banyumas, dokter mendiagnosis Ibu Pros mengidap kanker mata stadium 4 sehingga beliau harus melanjutkan dan menjalani serangkaian pengobatan di RS Sarjito. Ibu Pros kembali mengungkapkan kesedihannya saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Penghasilan keluarga Bu Pros hanya mengandalkan suaminya, Selfanes (40) yang bekerja sebagai karyawan di suatu toko. Penghasilannya yang kecil hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari dan biaya sekolah 3 orang anaknya. Biaya pengobatan Bu Pros dapat dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun ada obat yang tidak termasuk dalam tanggungan BPJS, sehingga beliau harus mengupayakan dana untuk memenuhi biaya tersebut. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dihadapi Ibu Pros, santunan kembali disampaikan untuk membantu biaya obat yang tidak dalam jaminan BPJS. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 921. Alhamdulillah pengobatan Ibu Pros berjalan lancar. Kini Ibu Pros melanjutkan pengobatan di RS Margono dengan menjalani radioterapi sebanyak 35 kali. Semoga Ibu Pros segera diberikan kesembuhan sehingga dapat beraktivitas seperti semula. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @ddeean @paulsyifa

Ibu pros menderita Kanker Mata


RATNAWATI BINTI RASDI (42, Gangguan Pendengaran). Alamat : RT 8/1, Desa Adisara, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Ratna sudah menderita gangguan pendengaran sejak 20 tahun yang lalu saat melahirkan anak keduanya. Namun Ibu Ratna tidak segera melakukan pengobatan dengan serius karena merasa takut dan biaya pengobatan yang mahal (saat itu beliau belum memiliki jaminan kesehatan). Setelah beliau mendapatkan jaminan kesehatan, Ibu Ratna memeriksakan diri ke Rumah Sakit (RS) Margono Purwokerto. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sudah ada lubang di gendang telinganya. Beliau dijadwalkan untuk menjalani operasi pada bulan Januari 2017 di RS Margono. Ibu Ratna bekerja sebagai asisten rumah tangga, sedangkan suaminya, Karsono (40) bekerja serabutan. Penghasilan mereka yang kecil hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya. Biaya pengobatan Ibu Ratna dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan di RS Margono yang jauh dari tempat tinggalnya menjadi kendala bagi Ibu Ratna. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang dialami Ibu Ratna. Santunan disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Semoga Ibu Ratna segera diberikan kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @deeann @menttariii @mistermoo @virgiawanadr @paulsyifa

Ibu ratna menderita Gangguan Pendengaran


KIRANA DERMAWAN (1, Tumor Kaki Kanan). Alamat : RT 6/3, Desa Kedondong, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dik Kirana memiliki benjolan di kaki kanannya sejak ia lahir. Orang tuanya langsung memeriksakan Dik Kirana ke Rumah Sakit (RS) Margono. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Dik Kirana menderita tumor ganas pada kaki kanannya dan harus segera diamputasi. Mendengar hal tersebut, orang tuanya langsung mengupayakan pengobatan ke RS Sardjito. Setelah menjalani kemoterapi di RS Sardjito, Dik Kirana meneruskan pengobatannya di RS Margono. Ayah Dik Kirana, Sugeng Prayitno (32) bekerja sebagai penjual bakso keliling dan sesekali berjualan burung dara di pasar, sedangkan ibunya, Lajar Tri Mulyani (30) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Pak Sugeng yang kecil hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama kedua anaknya yang masih kecil. Biaya pengobatan Dik Kirana dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan masih menjadi kendala baginya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Kirana. Santunan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 897. Hingga saat ini Dik Kirana sudah menjalani 27 kali radioterapi di RS Margono. Pengobatan Dik Kirana dilanjutkan dengan kontrol pasca radioterapi di RS Sardjito. Alhamdulillah kini tumor di kaki kanannya mulai mengecil. Semoga Dik Kirana segera sembuh, dapat tumbuh sehat dan membanggakan orang tuanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @ddeean @misterrmoo @virgiawanadr @paulsyifa

Kirana menderita Tumor Kaki Kanan


SATIAH BINTI SAWIREJA (76, Tumor Perut). Alamat : RT 5/1, Desa Somawangi, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Nenek Satiah mengalami pendarahan pada Juni 2016, kemudian segera diperiksakan ke bidan terdekat. Bidan desa merujuk Puskesmas Mandiraja untuk melanjutkan pengobatan Nenek Satiah. Setelah itu, beliau sempat dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Banjarnegara dan RS Banyumas, hingga akhirnya dirawat di RS Margono. Dari hasil pemeriksaan diketahui Nenek Satiah menderita tumor perut. Operasi pengangkatan tumor dilakukan di RS Margono dan dilanjutkan kemoterapi sebanyak 6 kali. Sejak 19 November 2016, beliau melakukan kontrol rutin ke RS Margono. Meski rambut beliau habis karena pengobatan yang dijalaninya, namun Nenek Satiah merasakan kondisi tubuhnya lebih baik. Beliau tinggal seorang diri di rumahnya yang sederhana. Biaya pengobatan Nenek Satiah dapat dibantu jaminan kesehatan berupa Jamkesda yang dimilikinya, namun beliau masih kesulitan mencari dana untuk biaya transportasi selama kontrol ke RS Margono yang jauh dari tempat tinggalnya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Nenek Satiah. Santunan diberikan untuk membantu biaya transportasi selama beliau kontrol. Semoga Nenek Satiah segera sehat kembali sehingga dapat beraktifitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @KangImam @paulsyifa

Bu satiah menderita Tumor Perut


RIWUH NURAWI (80, Retak Tulang Lengan Kiri). Alamat : RT 5/4, Desa Somawangi, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada pagi hari tanggal 13 November 2016, Nenek Riwuh terjatuh karena terpeleset saat mengambil air. Hal tersebut mengakibatkan tulang lengan kirinya retak. Karena tidak memiliki dana untuk berobat dan jaminan kesehatan, beliau tidak dapat memeriksakan diri ke dokter. Dengan kondisinya tersebut, lengan Nenek Riwuh hanya diurut oleh tukang urut. Alhamdulillah kini perkembangan tangannya cukup baik sehingga beliau tidak merasakan sakit lagi. Di usianya yang tidak muda lagi, Nenek Riwuh harus tinggal seorang diri di rumah yang sangat sederhana. Suaminya, Nurawi, sudah lama meninggal. Sejak saat itu juga beliau harus berjuang sendiri untu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk kebutuhan air bersih. Nenek Riwuh yang tidak memiliki sumur, harus menempuh jarak 50 meter untuk mengambil air ke rumah tetangganya setiap hari. Beliau juga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nenek Riwuh. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dihadapi beliau. Santunan dari sedekaholics diberikan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari dan jasa tukang urut. Semoga Nenek Riwuh segera diberi kesehatan dan dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @KangImam @paulsyifa

Bu riwuh menderita Retak Tulang Lengan Kiri


PURWITA WIJAYANTI (36, Ca Cervix).  Alamat : Jl. Kober, Gang Riswan, RT 1/5, Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Ita, biasa ia dipanggil, menderita kanker serviks (ca cervix) sejak tahun 2014. Semenjak saat itu, Ibu Ita rutin menjalani kemoterapi dan terapi sinar di Rumah Sakit (RS) Margono. Kondisinya semakin memburuk. Beliau harus menjalani HD dan tubuhnya harus dipasang nefro kit pada bulan Juni dan HD kit pada Juli 2016. Kondisi Ibu Ita yang sering kali turun membuatnya sering dilarikan ke RS Margono dan RS Sardjito. Semenjak Sakit, Ibu Ita tidak dapat bekerja, sedangkan suaminya, Glenn Allan McGrew (49) bekerja dengan menjual burger buatannya. Penghasilannya yang kecil dan tidak menentu tersebut hanya dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya sekolah kedua anaknya. Usahanya pun harus terhenti saat Bapak Glenn mendampingi istrinya berobat. Praktis penghasilan keluarga mereka semakin berkurang. Biaya pengobatan Ibu Ita dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan masih menjadi kendala bagi Ibu Ita. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Ita. Santunan diberikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan di RS Margono dan RS Sardjito. Bantuan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 897. Hasil pemeriksaan terakhir di RS Sardjito menunjukkan bahwa masih ada sel kanker yang tersisa di tubuh Ibu Ita. Operasi nefrostomi juga sudah kembali dilakukan untuk mengganti nefro dan HD kit yang sebelumnya sudah terpasang. Semoga Ibu Ita tetap semangat dalam menjalani pengobatannya dan segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @misterrmoo @iwunn @virgiawanadr @paulsyifa

Bu purwita menderita Ca Cervix


DIDIN PURNAMA (22, Patah Kaki). Alamat : Kampung Sasak, RT 2/5, Kelurahan, Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Didin dirawat di RS Fatmawati Jakarta karena mengalami patah tulang pada kaki kirinya akibat kecelakaan yang terjadi 2 tahun lalu. Kini ia tidak dapat berkativitas dan bekerja mencari nafkah untuk keluarganya. Ia sempat menghentikan pengobatannya dan hanya dirawat di rumah saja. Kondisi Didin semakin memburuk, hingga akhirnya berbekal KIS PBI yang dimiliki ia berobat ke Puskesmas setempat yang merujuknya ke RS Fatmawati Jakarta. Dokter mengatakan karena terlalu lama tidak mendapatkan pengobatan, membuat syaraf pada kaki Didin kaku. Meski telah menggunakan KIS, keluarga Didin kebingungan untuk biaya sehari – hari selama di rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapat informasi mengenai kesulitan Didin memberikan bantuan untuk operasional selama dirawat di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Desember 2016
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Didin menderita Patah Kaki


PARSEL LEBARAN PASIEN DAMPINGAN & DHUAFA (25 Paket Sembako). Ramadhan telah memasuki penghujung waktu, pertanda hari kemenangan akan tiba. Sebagian besar umat muslim berlomba-lomba untuk memperoleh berkah ramadhan, mereka juga mempersiapkan kebutuhan pokok lain untuk menyambut hari. Namun, tidak semua dapat merasakan nikmatnya perayaan kemenangan ramadhan, seperti yang dialami pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di seluruh Indonesia khususnya di Pati. Sekian waktu yang dilalui untuk ikhtiar berobat untuk mendapatkan kesembuhan pulang pergi ke Rumah Sakit, rawat inap dan berbagai pengobatan lainnya. Para #Sedekaholics, kami buatkan program “Berbagi Parsel Lebaran” untuk mereka. Seluruh Kurir #SedekahRombongan Se-Indonesia menyampaikan amanah para #Sedekaholics. Begitu pula, dengan Sedekah Rombongan Pati yang pada tahun ini menyalurkan parsel lebaran sebanyak 25 parsel kepada pasien dampingan #SedekahRombongan yang telah lama tidak disantuni, muallaf, maupun para dhuafa.  Semoga parsel yang diberikan pada para pasien dhuafa dan keluarganya dapat menambah keceriaan Ramadhan ini dalam menyambut hari raya Idul Fitri. Semoga Allah gantikan dengan rezeki halal yang luas, kesehatan dan kesejahteraan dalam keluarganya bagi para #Sedekaholics. Ramadhan adalah Bulan Berbagi, sebagai mana janji Allah : “Segala kebaikan yang dilakukan saat Ramadhan, Allah akan berikan pahalanya berlipat-lipat banyaknya”. Semoga Ramadhan ini menjadi moment terbaik kita dalam mendekatkan diri pada Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal: 29 Juni 2016
Kurir: @robbyadiarta @dewa_popfmpati All Kurir

Bantuan 25 Paket Sembako


LUCKY SEFVIANA RAHMA binti MUSTAJAB, (4, Cerebal Palsy). Alamat : Dusun Candran, Desa Plumbon RT.39/RW.09, Kec Suruh, Kab Semarang, Prov Jawa Tengah. Lucky merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan yang pernah dibantu sebelumnya, pasien mengalami gangguan pada fungsi tubuh dan fungsi otak atau sering disebut cerebal palsy, diagnosa tersebut didapatkan setelah konsultasi dengan dokter. Kemudian dari hasil diagnosa tersebut ditindaklanjuti dengan penanganan secara medis, yaitu secara rutin melakukan therapi wicara dan penyinaran menggunakan infra merah seminggu dua kali di ruang rehabilitasi medik RSUD Ambarawa. Pasien Lucky ini merasakan bagian tubuhnya lebih nyaman setelah dilakukan beberapa pemijatan dan beberapa therapi lainnya, kemudian antusiasme pada saat therapi wicara yang melatih komunikasi secara verbal, Therapi ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya juga melakukan therapi yang serupa. Tim #SedekahRombongan memberikan bantuan uang sejumlah Rp. 500.000,- untuk biaya transportasi dan akomodasi selama perawatan di Rumah Sakit, dengan didampingi oleh Tim #SedekahRombongan diharapkan mendapatkan edukasi dan informasi medis yang memadai, sehingga kedepan orang tua pasien bisa mandiri untuk memaksimalkan ikhtiar atau usaha dengan melakukan kontrol dan therapi yang berkelanjutan dan diharapkan ada progres kesembuhan yang signifikan, Insya Allah.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2016
Kurir : @robbyadiarta @agtian

Lucky menderita Cerebal Palsy


SUWARTI BINTI MARKIJAN (57, Benjolan pada Ginjal + Luka pada Lambung). Alamat : Dukuh Prapeyan, RT 3/4, Desa Pagerharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Bu Suwarti tetapi tetangga sekitar sering sekali memanggil beliau Bu Warti. Beliau tinggal berdua dengan suaminya di rumah yang sederhana. Bermula sekitar 1 bulan yang lalu, beliau mengalami sakit pada perutnya tetapi tidak Bu Warti rasa sakitnya itu. Tetapi hari-hari berikutnya, sakit pada perutnya semakin tidak tertahankan lagi dan kemudian beliau diperiksakan dimantri desa. Dari hasil pemeriksaan itu, mantri desa mendiagnosa Bu Warti ada masalah pada lambungnya dan disarankan untuk untuk dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Soewondo. Kemudian tepatnya pada tanggal 20 Agustus 2016, Bu Warti dibawa ke RSUD Soewondo dan harus menjalani opname disana. Dari hasil diagnosa dokter, Bu Warti ada masalah pada lambung dan ada benjolan pada ginjalnya yang mengharuskan beliau dirawat selama 10 hari disana. Atas saran dokter, Bu Warti harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Karyadi untuk tindakan medis lebih lanjut. Tetapi karena tidak ada biaya dari pihak keluarga belum mampu melakukannya, pada tanggal 30 Agustus 2016 beliau baru pulang dari RSUD Soewondo. Beliau tidak bisa meneruskan pengobatannya karena kurang biaya, sedangkan Bu Warti dan Pak Sukiman (59) suaminya hanya seorang buruh tani. Penghasilannya yang pas-pasan untuk kebutuhan hidup, begitu pula anak-ananya tidak bisa membantu banyak karena penghasilan mereka hanya cukup untuk keluarga masing-masing. Andai Bu Warti memiliki Kartu Indonesia Sehat ataupun Jamkesda, mungkin bisa meringankan beliau dalam pembayaran pengobatannya. Tapi sangat disayangkan Bu Warti tidak memilikinya padahal beliau tergolong keluarga tidak mampu. Mendapatkan informasi tentang kesulitan yang beliau rasakan, Kurir #SedekahRombongan mendatangi rumah Bu Warti. Kami Kurir #SedekahRombongan memberikan santunan yang diamanahkan dari Sedekaholics kepada kami. Semoga bisa membantu beliau untuk akomondasi awal ke Rumah Sakit dan diberi kesembuhan pada Bu Warti.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 September 2016
Kurir : @robbyadiarta  dewa_popfmpati Hendro

Bu suwarti menderita Benjolan pada Ginjal + Luka pada Lambung


NGADI BIN ABU (66, Patah Tulang Leher + Patah Tulang Kaki Kiri). Alamat : Desa Pegandan, RT 2/1, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2006 yang lalu, Pak Ngadi hendak pergi ke rumah anaknya yang berada di desa Margorejo. Tetapi ketika diperjalanan musibah tidak diduga datang, Pak Ngadi mengalami kecelakaan yang parah. Kendaraan beliau tertabrak dengan pengendara sepeda motor lainnya, mengakibatkan luka serius pada Pak Ngadi dan harus dibawa ke Rumah Sakit secepatnya. Kemudian keluarga membawa beliau ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewondo, dari hasil rontgen Pak Ngadi mengalami patah tulang leher dan tulang bahu sebelah kiri. Dengan kondisi seperti itu, dokter melakukan operasi pemasangan pen pada leher dan bahu beliau. Pak Ngadi pun harus menjani opnam selama 10 hari dan setelah pulih beliau pun harus menjalani rawat jalan selama 1 bulan. Tetapi karena kurang biaya, beliau hanya menjalani rawat jalan selama 1 bulan saja. Dan keadaan beliau sekarang jalannya agak pincang, selalu merasakan panas, nyeri, gatal serta mengeluarkan bau pada kaki kiri bekas operasinya, bahkan mengeluarkan ledir dan berlubang sampai terlihat pennya . Ketika diperiksakan dimantri desa, matri desa menyarankan untuk dilakukan pengambilan pen dikakinya. Pengambilan pen pada kaki urung dilakukan karena terbentur dengan ketiadaan biaya, sebab Pak Ngadi hanya seorang buruh tani sedangkan Bu Rubinah (60) istrinya mengalami katarak pada matanya. Anak-anak beliau pun sudah berkeluarga semua, jadi tidak bisa membantu banyak. Sedangkan untuk pengobatan beliau memanfaatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS), itupun beliau harus didampingi karena kurangnya edukasi tentang cara penggunaannya. Dengan kondisi Pak Ngadi yang seperti ini, beliau tidak bisa lama-lama dalam bekerja dan penghasilannya pun tidak menentu. Bahkan untuk keperluan sehari-hari sering kali kekurangan. Ketika mendapatkan informasi tentang kesulitan yang beliau alami, Kurir #SedekahRombongan segera datang kerumah Pak Ngadi untuk menyampaikan Bantuan yang dititipkan Sedekaholics kepada kami. Semoga dengan bantuan itu bisa membantu Pak Ngadi untuk akomondasi awal beliau ke Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 September 2016
Kurir : @robbyadiarta  @dewa_popfmpati @Doni

Pak ngadi menderita Patah Tulang Leher + Patah Tulang Kaki Kiri


DARMI BINTI KARNO (65, Biaya Kebutuhan Hidup). Alamat : Desa Dengkek, RT 3/1, Keluarahan Dengkek, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Mbah Darmi diusia yang sudah “sepuh” atau tua, masih semangat untuk bekerja. Beliau tinggal berdua dengan anak beliau dirumah yang sangat sederhana. Tetapi akhir-akhir ini beliau sudah jarang bekerja lagi, karena usia yang sudah tua menyebabkan Mbah Darmi sering sakit-sakitan. Beliau dulunya bekerja sebagai buruh tani, sedangkan Yadiman anaknya hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Dan Pak Karno suami beliau sudah terlebih dahulu meninggal dunia beberapa tahun yang lalu. Ketika Mbah Darmi sakit hanya obat-obatan dari warunglah yang menjadi pereda sakitnya. Padahal beliau tergolong keluarga yang kurang mampu tetapi beliau tidak mempunyai Kartu Indonesia Sehat (KIS) ataupun Jamkesda untuk Mbah Darmi dan anaknya berobat. Mbah Darmi tinggal dirumah yang sangat sederhana, tiang-tiang penyangganya sudah mulai rapuh. Sehingga ketika hujan deras turun, Mbah Darmi dan anaknya harus mengungsi kerumah tetangganya karena khawatir rumahnya yang mereka tempati roboh karena derasnya hujan yang turun. Untuk kebutuhan sehari-hari pun sering kali dibantu oleh para saudara dan tetangga yang iba melihat kesulitan yang beliau alami. Kurir #SedekahRombongan segera mendatangi setelah mendengar kesulitan yang beliau alami. Dan santunan dari para Sedekaholics yang diamanahkan kepada #SedekahRombongan diberikan guna membantu Mbah Darmi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 September 2016
Kurir : @robbyadiarta  @dewa_popfmpati

Bantuan Biaya Kebutuhan Hidup


NGATMIN BIN JUDI (33, Tumor dalam Lubang Hidung). Alamat : Dukuh Jelok, RT 2/5, Desa Tajungsari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Ngatmin, begitulah warga sekitar memanggilnya. Ketika beliau masih kecil, Pak Ngatmin sehat dan tumbuh normal layaknya anak-anak lainnya. Tetapi sejak umur 12 tahun beliau sering mengalami mimisan, orang tuanya mengira- itu cuman mimisan biasa karena setelah 2 minggu mimisan itu berhenti denngan sendirinya. Mulai sejak itulah tumbuh benjolan di dalam hidungnya, karena tidak merasakan sakit pada benjolan itu beliau tidak pernah memeriksakannya. Selang waktu berlalu hingga beliau tumbuh dewasa dan menikah. Hingga selang beberapa bulan setelah pernikahannya beliau mengalami mimisan lagi dan kepala pusing yang luar biasa. Atas saran istri tercintanya beliau memeriksakan penyakitnya ke Puskesmas, dari pihak dokter memberikan saran untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewondo. Setelah beberapa hari menjalani pemeriksaan, dari hasil pemeriksaan dokter menyatakan bahwa Pak Ngatmin terkena Tumor Vacum Nasi (Tumor dalam lubang hidung). Setelah memastikan kondisi Pak Ngatmin baik, dokter memutuskan untuk melakukan oprasi. Dan pasca oprasi beliau menjalini kontrol rutin hingga dinyatakan sembuh total oleh dokter yang menanganinya. Karna himpitan ekonomi dan kebutuhan, beliau kembali bekerja dan beliau pernah merantau ke Kalimantan. Tetapi beberapa bulan beliau merantau ke Kalimantan, penyakit yang dulu Pak Ngatmin derita kambuh kembali. Dan beliau memutuskan untuk pulang ke Pati untuk menjalani pengobatan disana. Sesampai di rumah, selang beberapa hari beliau memeriksakan penyakitnya ke mantri atau bidan desa. Tetapi bidan tidak berani melakukan tindakan dan menyarankan ke Puskesmas. Setelah ke Puskesmas dari Dokter yang berada di Puskemas memberikan rujukan untuk dibawa ke RSUD Soewondo dengan tujuan poli Telinga Hidung Tenggorokan (THT) untuk dilakukan tindakan selanjutnya. Dari poli THT beliau diberi obat untuk jangka seminggu dan kemudian dilakukan citi scan. Dari hasil pemeriksaan citi scan dari pihak RSUD Soewondo memberi rujukan untuk dibawa ke RSU Karyadi untuk tindakan operasi lebih lanjut. Tapi karena ketiadaan biaya, hal itu urung dilakukannya. Karena beliau hanya mengandalkan kartu BPJS kelas 3 yang diberi dari pemerintah daerah. Apalagi Pak Ngatmin hanya seorang tukang bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu. Sementara Ibu Muntamah (30) istrinya hanya seorang ibu rumah tangga, apalagi ia sedang mengandung 4 bulan anaknya yang kedua. Dan anak pertamanya Anggita Rahma Cintya Putri (7) masih bersekolah di Sekolah Dasar (SD). Sedangkan Ayah Pak Ngatmin, Mbah Judi (70) karena faktor usia yang sudah menua sering lupa ketika beliau bepergian. Sebagai tulang punggung keluarga beliau harus tetap bekerja walaupun dengan keadaan sakit, demi bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah buah hatinya. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang beliau alami, dan bantuan pun diberikan untuk biaya akomodasi awal pengobatan Pak Ngatmin. Semoga bisa membantu beliau dan sakit yang Pak Ngatmin alami bisa disembuhkan. Aamiin .

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 September 2016
Kurir : @robbyadiarta  @dewa_popfmpati @Londo

Pak ngatimin menderita Tumor dalam Lubang Hidung


RUBINAH BINTI SAMIUN (61, Katarak). Alamat : Desa Pegandan, RT 2/1, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Mbah Rubinah, atau warga sekitar sering memanggil beliau Mbah Nah. Walaupun diusianya yang sudah tua, beliau tetap bisa membantu meringankan suaminya. Walaupun itu hanya sekedar mencari rumput atau “ngarit” untuk makanan kambing-kambing peliharaan suaminya. Namun dari situlah, tepatnya awal tahun 2007 ketika beliau hendak mencari rumput untuk makanan kambing. Tetapi tanpa sengaja mata Mbah Nah terkena daun rumput gajah. Karena kurang biaya, beliau hanya mengobatinya dengan obat mata yang biasa dibeli di toko. Hari demi hari berlalu tetapi sakit pada mata beliau dirasa tidak kunjuk membaik. Hingga 19 Mei 2007, keluarga membawa Mbah Nah membawanya ke Puskesmas Margorejo untuk memeriksakan keadaannya. Dari hasil pemeriksaan itu, Mbah Nah didiagnosa mengalami katarak dan dokter yang menangani beliau memberi saran agar dirujuk ke Rumah Sakit. Karena kurang biaya hal itu urung dilakukan, hingga keadaan beliau sekarang tidak bisa lagi melihat. Apalagi beliau sebelumnya tidak bekerja dan hanya mengurus rumah tangga. Sedangkan Pak Ngadi (66) suaminya juga sedang mengalami sakit infeksi pen pada kaki kirinya, sehingga tidak bisa bekerja lagi sebagai buruh tani. Sedang anak-anak mereka sudah berkeluarga semua dan tidak bisa banyak membantu. Sebenarnya beliau mempunyai Kartu Indonesia Sehat (KIS) tetapi karena kurang pengetahuan, membuat Mbah Nah tidak pernah menggunakannya. Sedang untuk kebutuhan sehari-harinya beliau selalu dibantu oleh anak-anak dan saudaranya yang merasa prihatin dengan beliau alami. Ketika Kurir #SedekahRombongan bertamu kerumah beliau, Mbah Nah dan suaminya tinggal dirumah yang sangat sederhana berlantaikan tanah. Selain bersilahturahmi, Kurir #SedekahRombongan juga memberikan Bantuan kepada beliau untuk biaya akomodasi awal ke Rumah Sakit di Pati. Semoga penyakit Mbah Nah dengan ikhtiar dan tawakal yang beliau jalani bisa cepat disembuhkan oleh Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 September 2016
Kurir : @robbyadiarta  @dewa_popfmpati @Bayu

Bu rubinah menderita Katarak

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 ENI NURAENI 1,000,000
2 SITI MARSELA 1,000,000
3 AGUSTINI NURMAN 1,000,000
4 MELLATUL LATIFAH 1,000,000
5 YUDISTIRA PRATAMA 1,000,000
6 RUWAH BIN RUKIYAH 2,000,000
7 ROFIAH BINTI AHMAD ILHAM 1,000,000
8 NALA ROHMATAL AZZA 1,300,000
9 SITI JUARIYAH 1,000,000
10 ZHICO BIN EDI HARTONO 1,500,000
11 JEMADI BIN RUWAT 1,500,000
12 APRILIO BIN WINARNO 1,000,000
13 KHITAN MASSA 6,554,500
14 WINDARTI BINTI KASNI 500,000
15 PARNI BIN RAMBAT 1,000,000
16 MTSR MAGETAN 3,200,000
17 MTSR MAGETAN 2,850,000
18 RSSR MAGETAN 2,850,000
19 REZA TRI ANDIKA 725,000
20 SRIATUN BINTI SERANOM 1,000,000
21 ISMADI BIN HARJO ISMAN 1,000,000
22 RAIHAN ALSANDI PRADANA 1,000,000
23 WARSITO BIN SAKAT 1,000,000
24 DIRUN BIN KARNI 500,000
25 SRI MURNIATI 1,500,000
26 SUKARMAN BIN DIRUN 1,500,000
27 ANDANG SUKIATNA 1,500,000
28 SAYEKTI SUNARYO 1,000,000
29 SANTI RISTIANDARI 500,000
30 MUHAMMAD SODRI 1,000,000
31 RSSR PURWOKERTO 45,000,000
32 MTSR PURWOKERTO 6,000,000
33 MTSR PURWOKERTO 6,900,000
34 SUHARDI BIN SUDIATI 1,000,000
35 SALSABILA KHAIRUNISA 1,000,000
36 SARNO PANITIS 500,000
37 PROS EKAWATI 500,000
38 RATNAWATI BINTI RASDI 1,000,000
39 KIRANA DERMAWAN 500,000
40 SATIAH BINTI SAWIREJA 500,000
41 RIWUH NURAWI 500,000
42 PURWITA WIJAYANTI 500,000
43 DIDIN PURNAMA 500,000
44 PARSEL LEBARAN PASIEN DAMPINGAN & DHUAFA 2,500,000
45 LUCKY SEFVIANA RAHMA binti MUSTAJAB 500,000
46 SUWARTI BINTI MARKIJAN 500,000
47 NGADI BIN ABU 500,000
48 DARMI BINTI KARNO 1,000,000
49 NGATMIN BIN JUDI 500,000
50 RUBINAH BINTI SAMIUN 500,000
Total 113,879,500

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 113,879,500,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 935 ROMBONGAN

Rp. 45,589,030,244,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.